Peningkatan karakter ksatria melalui pendidikan karakter berbasis layanan bimbingan klasikal dengan pendekatan experiential learning.(penelitian tindakan Bimbingan dan Konseling pada siswa kelas V

Gratis

0
0
179
2 years ago
Preview
Full text

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Mercator)The measure of love is to love without measure (St. Francis de Sales) Acta virum probant (Fr.

HALAMAN MOTTO

  Orang bijak bergembira karena belajar dari bahaya yang dialami oranglain (P. Mercator)The measure of love is to love without measure (St. Francis de Sales) Acta virum probant (Fr.

HALAMAN PERSEMBAHAN

  Karya sederhana ini saya persembahkan bagi Tuhan Yesus dan Bunda Maria yang selalu memberkati dan memberikan berkattepat pada waktunya Sang teladan yang menjadi kekuatan dan ketenangandalam setiap rencana-rencana yang sudah DIA persiapkan. Kakak-kakakku, Yusuf Wiji Pitoyo dan Andreas Sabar WihonoSemua orang yang telah memberikan kasih sayang dan perhatian dan cintanya dalam mendampingi dan memotivasi sampaisekarang.

KATA PENGANTAR

  Berkat kemurahan dan kasih-Nya, peneliti dapat menyelesaikan penulisan tugas akhir dengan judul “Peningkatan Karakter Ksatria melalui Pendidikan Karakter Berbasis Layanan Bimbingan Klasikal dengan Pendekatan Experiential Learning (Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling Pada Siswa Kelas VIII A SMPPangudi Luhur Bayat Klaten Jawa Tengah Tahun Ajaran 2015/2016) ” dapat terselesaikan dengan baik dan lancar. Siswa-siswi kelas VIII A SMP Pangudi Luhur Bayat Tahun Ajaran2015/2016 yang telah bersedia menjadi subjek dan membantu peneliti dalam proses pengumpulan data digunakan untuk menyelesaikan skripsi ini.

BAB I PENDAHULUAN Bab ini memaparkan latar belakang masalah, identifikasi masalah

A. Latar Belakang Masalah

  Pendidikan karakter adalah pendidikan yang mengembangkan nilai-nilai karakter bangsa pada peserta didik, sehingga mereka memilikinilai dan karakter sebagai karakter dirinya, menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan dirinya, sebagai anggota masyarakat, danwarga negara yang religius, nasionalis, produktif dan kreatif. Berdasarkan hal di atas, maka peneliti bergabung dengan penelitianStranas (Strategis Nasional) untuk mengimplementasikan modul dengan topik karakter ksatria kepada peserta didik dan mengangkat judul “Peningkatan Karakter Ksatria Melalui Pendidikan Karakter Berbasis Layanan Bimbingan Klasikal dengan Pendekatan Experiential LearningPenelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling Pada Siswa Kelas VIII A Smp Pangudi Luhur Bayat Tahun Ajaran 2015/2016” B.

2. Seberapa tinggi peningkatan karakter ksatria siswa kelas VIII A

  SMP Pangudi Luhur Bayat Tahun Ajaran 2015/2016 sebelum dan sesudah mendapatkan pendidikan karakter berbasis layanan experiential learning? Seberapa tinggi peningkatan karakter ksatria siswa kelas VIII A SMP Pangudi Luhur Bayat Tahun Ajaran 2015/2016 setiap siklus melalui pendidikan karakter berbasis layanan bimbingan klasikal expriential learning dengan pendekatan ?

a. Apakah terdapat peningkatan karakter ksatria siswa kelas VIII A

  Tujuan Penelitian Secara utama penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan karakter ksatria siswa kelas VIII A SMP Pangudi Luhur Bayat melaluipendidikan karakter berbasis layanan bimbingan klasikal dengan experiential learning menggunakan pendekatan . Mendeskripsikan rencana dan pelaksanaan upaya peningkatan karakter ksatria siswa kelas VIII A SMP Pangudi Luhur BayatTahun Ajaran 2015/2016 melalui pendidikan karakter berbasis experintial layanan bimbingan klasikal dengan pendekatan learning.

2. Mengukur peningkatan karakter ksatria siswa kelas VIII SMP

  Pangudi Luhur Bayat Tahun Ajaran 2015/2016 sebelum dan sesudah mendapatkan pendidikan karakter berbasis layanan experiential learning. Menganalisis peningkatan karakter ksatria siswa kelas VIII A SMP Pangudi Luhur Bayat Tahun Ajaran 2015/2016 setiap siklus melalui pendidikan karakter berbasis layanan bimbingan klasikal dengan pendekatan expriential learning.

a. Mengukur signifikansi peningkatan karakter ksatria siswa kelas

  Mengukur signifikansi peningkatan karakter ksatria siswa kelas VIII A SMP Pangudi Luhur Bayat Tahun Ajaran 2015/2016 antar siklus pendidikan karakter berbasis layanan bimbingamklasikal dengan pendekatan experiential learning. Mengetahui seberapa efektif implementasi pendidikan karakter ksatria berbasis layanan bimbingan klasikal dengan pendekatan experiential learning siswa kelas VIII A SMP Pangudi Luhur Bayat Tahun Ajaran 2015/2016.

F. Manfaat Hasil Penelitian

Dengan adanya penelitian ini, peneliti berharap muncul beberapa manfaat sebagai berikut.

1. Manfaat teoretis

2. Manfaat Praktis a

  Penelitian ini diharapkan mampu memberikan informasi kepada pengembangan ilmu bimbingan dan konselingkhususnya tentang karakter ksatria dan implementasi layanan bimbingan klasikal dengan pendekatan experiential learning. Hasil penelitian ini juga menambah wawasan baru dan peneliti dapat mengusulkan penyusunan modul pendidikankarakter yang sesuai guna meningkatkan nilai-nilai karakter dalam diri peserta didik.

G. Definisi Istilah

  Pendidikan karakter adalah usaha yang sungguh-sungguh untuk membantu orang memahami, peduli, dan bertindak sesuai dengan nilai- nilai etika inti. Sifat alami ini diwujudkan dalam tindakan nyata melalui tingkah laku baik, jujur, menghormati orang lain, berani minta maaf dan karakter mulia yang lainnya.

3. Karakter ksatria adalah kemampuan untuk menerima keunggulan orang lain dan menerima kekurangan diri sendiri

  Bimbingan klasikal adalah suatu layanan bimbingan dan konseling yang diberikan kepada peserta didik oleh gurubimbingan dan konseling (Guru BK) atau konselor kepada sejumlah peserta didik dalam satuan kelas yang dilaksanakan didalam kelas. Pengalaman yang dialami peserta didik akan menjadikan pelajaran untuk prosesbelajar menuju perubahan ke arah yang lebih positif.

BAB II KAJIAN PUSTAKA Bab ini memaparkan hakikat pendidikan karakter, hakikat karakter ksatria

experiential learning layanan bimbingan klasikal, hakikat pendekatan , dan hakikat remaja sebagai peserta didik.

A. Hakikat Pendidikan Karakter 1. Pengertian Karakter

  Budi pekerti merupakan alat batin yang merupakan panduan akal dan perasaan untuk menimbang baikburuk, tabiat, akhlak, watak, perbuatan baik, daya upaya dan akal. Menurut Prayitno, & Manullang (2010 : 47), karakter adalah sifat pribadi yang relatif stabil pada diri yang menjadi landasan bagi penampilanperilaku dalam standar nilai dan norma yang tinggi.

2. Pengertian Pendidikan Karakter

  Dengan kata lain,pendidikan karakter yang baik harus melibatkan pengetahuan yang baik, perasaan yang baik, dan perilaku yang baik sehingga terbentuknyaperwujudan kesatuan perilaku dan sikap peserta didik. Berdasarkan pendapat yang di kemukakan di atas, dapat disimpulkan bahwa pendidikan karaktermerupakan usaha menanamkan kebiasaan-kebiasaan yang baik, dengan melibatkan aspek pengetahuan, perasaan maupun perilaku agar menjadipribadi yang baik di lingkungan masyarakat.

3. Tujuan Pendidikan Karakter

  Menurut Ramli (Wibowo 2013), tujuan pendidikan karakter adalah membentuk peserta didik, agar menjadi pribadi yang baik, jika di masyarakatmenjadi warga yang baik, jika dalam kehidupan bernegara menjadi warga negara yang baik. Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwatujuan pendidikan karakter adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan dalam pembentukan karakter dan menggunakan pengetahuan yang baik dalammelakukan kegiatan sehari-hari sehingga menjadi warna negara baik.

4. Prinsip-Prinsip Pendidikan Karakter

  Memiliki cakupan terhadap kurikulum yang bermakna dan menantang yang menghargai semua peserta didik, membangun karakter mereka, dan membantu meraka untuk sukses;g. Menfungsikan seluruh staf sekolah sebagai komunitas moral yang berbagi fungsi tanggung jawab untuk pendidikan karakter dan setia pada nilai dasar yang sama;i.

5. Nilai-nilai Pendidikan Karakter

  Pendidikan karakter merujuk pada nilai-nilai agama, nilai-nilai yang terkandung dalam UUD 1945, dan nilai-nilai hidup, tumbuh dan berkembangdalam adat istiadat masyarakat indonesia yang bhineka tunggal ika telah teridentifikasi 88 butir nilai karakter yang dikelompokan menjadi lima yaitunilai karakter dalam (1) hubungannya dengan Tuhan, (2) diri sendiri, (3) sesama manusia, (4) lingkungan, (5) Kebangsaan. Oleh karena itu, pada tingkatSMP di pilih 20 nilai karakter (Faturohman, Suryana, & Fatriyani, F 2013).

88 Butir Karakter yang Baik 1

  Jujur, yaitu sikap dan perilaku yang tidak suka berbohong dan berbuat curang, berkata apa adanya dan berani mengakui kesalahan. Mengahargai waktu, yaitu sikap dan perilaku yang mampu memanfaatkan waktu yang tersedia secara efisien dan efektif sehingga berhasil guna.

6. Komponen Pembentukan Karakter

PENGETAHUAN MORAL 1

AKSI MORAL 1

PERASAAN MORAL 1

  Kemudian jika remaja yang memiliki penghargaan diri yang sehat akan mempu memandang diri secara positif, cenderungmemperlakukan orang lain secara positif juga, tidak tergantung pada pendapat orang lain, mampu bertahan diri dari tekanan temansebayanya, mempu mengikuti pertimbangan pribadi, dan lebih bertanggungjawab terhadap diri, sesama, lingkungan dan kepadaTuhan. Kebiasaan William Bennett (Lickona, 2014:87) mengatakan: “orang- orang yang memiliki karakter yang baik bertindak dengansungguh-sungguh, loyal, berani, berbudi, dan adil tanpa banyak tergoda oleh hal- hal sebaliknya.” Mereka melakukan yang benar karena kebiasaan.

B. Pengertian Karakter Ksatria 1. Pengertian Karakter Ksatria

  Menurut Samani dan Hariyanto (2013), menjelaskan karakter sportif memiliki makna menghargai dan menaati aturan main, dapat menerimakemenangan dan kekalahan apa adanya secara terbuka. Dari beberapapendapat yang di kemukakan di atas dapat disimpulkan bahwa karakter ksatria adalah individu yang memiliki sifat pemberani dan memilikikemampuan menerima keunggulan orang lain serta menerima kekurangan diri sendiri.

2. Karakteristik Karakter Ksatria

  Menghargai orang lain Individu yang memiliki karakter ksatria akan menghargai orang lain dengan cara terbiasa menyadari kelebihan orang lain dan tidak seganbelajar dari contoh yang ada (baik dalam ilmu maupun pengalaman) menghindari sikap angkuh, bersikap jujur, dan bertanggung jawab, selalumengatakan yang benar dengan benar dan yang salah tetap salah. Mawas diri Individu yang memiliki karakter ksatria memiliki sikap mawas diri dengan berani melakukan intropeksi dan bertanggung jawab terhadapsegala yang dilakukan (baik di sekolah, dalam pergaulan, organisasi maupun masyarakat luas), dan selalu menghindari sikap dan tindakanlicik.

3. Upaya Pengembangan Karakter Ksatria

  Buchori (Fathurrahman, dkk, 2013), menyebutkan bahwa upaya pengembangan karakter salah satunya karakter ksatria seharusnya mampumembawa siswa ke pengenalan nilai secara kognitif, penghayatan nilai secara afektif, akhirnya ke pengalaman nilai secara nyata dalam kehidupan sehari-hari. Pengalaman karakter dalam suatu sistem pendidikan keterkaitan antar komponen-komponen karakter yang mengandung nilai-nilai perilaku, yangdapat dilakukan atau tidak secara bertahap dan saling berhubungan antara pengetahuan nilai-nilai perilaku dengan sikap atau emosi yang kuat untuk melaksanakannya baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dirinya, sesama, lingkungan, bangsa dan negara.

C. Hakikat Layanan Bimbingan Klasikal 1. Pengertian Bimbingan Klasikal

  Menurut Makhrifah & Nuryono ( 2014:1), mengemukakan bimbingan klasikal merupakan suatu layanan bimbingan dan konseling yang di berikankepada peserta didik oleh guru bimbingan dan konseling kepada sejumlah peserta didik dalam satuan kelas yang dilaksanakan di dalam kelas. Dari pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa, bimbingan klasikal adalah satu pelayanan dasar yang dirancang konselor dengan memberikan materi yang sesuaidengan kebutuhan peserta didik dalam satuan kelas.

2. Tujuan Penyelenggaraan Layanan Bimbingan Klasikal

  Winkel & Sri Hastuti (2004:31-32), menjelaskan bahwa tujuan penyelenggaraan layanan bimbingan yaitu, supaya sesama manusia mengaturkehidupan sendiri, menjamin perkembangan dirinya sendiri seoptimal mungkin, menggunakan kebebasannya sebagai manusia dewasa dengan berpedoman pada cita-cita yang mewujudkan semua potensi yang baik padanya, dan menyelesaikan semua tugas yang dihadapi dalam kehidupan inisecara memuaskan. Layanan bimbingan mempunyai tujuan supaya orang yang dilayani dapat mengambil sikap sendiri, dan berani menanggung sendiri akibat dankonsekuensi dari tindakan-tindakannya.

3. Tahapan Layanan Bimbingan Klasikal

  2) yang telah diberikan3) Mendokumentasikan rencana pelaksanaan layanan bimbingan klasikal yang telah dirancang2) Melaksanakan layanan bimbingan klasikal sesuai jadwal dan materi 1) Pelaksanaan yang akan diberikan b. Mendokumentasikan rencana pelaksanaan layanan bimbingan klasikal diberikan3) Menyusun rencana pelaksanaan layanan bimbingan klasikal yang akan Mencatat peristiwa dan hal-hal yang perlu perbaikan dan tindak lanjut meningkatkan minat atau gairah untuk lebih terlibat dalam proses kegiatan, memungkinkan terjadinya katarsis, serta meningkatnya pengetahuan danketrampilan sosial.

4. Experiential Learning Tahapan Pembelajaran

  Abstract ConceptualizationMerupakan fase dimana proses menemukan tren yang umum dan keebnaran dalam pengalaman yang telah dilalui peserta atau membentukreaksi pada pengalaman yang baru menjadi sebuah kesimpulan atau konsep baru. Memproses pengalaman Peserta mengolah data yang baru dibagikan dengan cara mendiskusikan atau memikirkannya bersama, memaknai atau menafsirkannya, membandingkan tanggapan peserta yang satu dengan yang lain, menemukan hubungan antar makna atau tanggapan yangmuncul.

5. Experiential Learning Aktivitas Inti dalam

  Maka ada yang menyatakan bahwa refleksi selalu bertujuan mendidik, dalam arti berperan sebagai jembatan yang menghubungkan pengalamanpribadi dan belajar. sharing Supaya dalam kegiatan refleksi dan berjalan efektif dan baik, fasilitator atau guru BK perlu memberikan pertanyaan-pertanyaan dalamapa yang disebut lingkaran refleksi Reed & Koliba (Supratiknya, 2011).

6. Experiential Learning Kelebihan dan Kekurangan Pendekatan

  Experiential Learning Pendekatan memiliki kelebihan yakni dapat meningkatkan semangat dan gairah belajar, membantu terciptanya suasanabelajar yang kondusif, memunculkan kegembiraan dalam proses belajar, mendorong dan mengembangkan proses berpikir kreatif, dan mendorongsiswa untuk melihat sesuatu dari prespektif yang berbeda. Dengan begitu pembelajaran dengan experiential learning pendekatan dapat efektif diberikan kepada peserta didik sehingga tercapailah tujuan dari pendekatan experiential learning yaknimengubah struktur kognitif siswa, mengubah sikap siswa dan memperluas ketrampilan-ketrampilan siswa yang telah ada.

E. Hakikat Remaja sebagai Peserta didik SMP 1. Pengertian Remaja

  Berdasarkan beberapa pengertian remaja di atas, maka peneliti menyimpulkan bahwa remaja individu yang sedang berada dalam suatumasa peralihan dari masa kanak-kanak menuju dewasa, yang ditandai dengan perkembangan aspek fisik, psikis, dan sosial-ekonomi. Dalam prespektif pedagogis, peserta didik dipandang sebagai manusia yang memiliki potensi yang bersifat laten, sehingga membutuhkaan binaan dan bimbingan untuk mengaktualisasikannya agaria dapat menjadi manusia yang cakap.

20 Tahun 03 pasal 1 ayat 4, “pesarta didik diartikan sebagai anggota

2. Karakteristik Remaja sebagai Peserta didik SMP

  Kecenderungan ambivalensi, antara keinginan menyendiri dengan keinginan bergaul, serta keinginan untuk bebas dari dominasi dengan kebutuhan bimbingan dan bantuan dari orang tua;d. Senang membandingkan kaidah-kaidah, nila-nilai etika atau norma dengan kenyataan yang terjadi dalam kehidupan orang dewasa; e.

3. Tugas Perkembangan Remaja sebagai Peserta Didik SMP

  Tugas perkembangan remaja difokuskan pada perubahan sikap dan perilaku kekanak-kanakan dan berusaha mencapai kemampuanbersikap dan berperilaku secara dewasa. Mengembangkan konsep dan ketrampilan intelektual yang sangat diperlukan untuk melakukan peran sebagai anggota masyarakat g.

4. Perkembangan Karakter Ksatria pada Remaja

  Akan tetapi, dalam perkembangannya tidak selalu berjalan dengan baik, sebagai remaja yang berada pada masa transisi anak-anak menuju dewasa, mereka mengalami perubahan dari berbagai aspek yang mempengaruhi nilai-nilai karakter dalam diri. Fathurrahman, dkk (2013) mengungkapkan bahwa terdapat tiga komponen karakter yang baik yaitu pengetahuan tentang moral, perasaan moral knowling, moral feeling, dan atau penguatan emosi dan perbuatan ( moral action) .

F. Kerangka Pikir

  Ada beberapa siswa yangmemiliki karakter ksatria tetapi masih rendah sehingga tindakan yang mencerminkan karakter ksatria juga kurang diterapkan dalam kehidupansehari-hari, akibatnya kerap muncul permasalahan yang ada di sekolah. Penggunaan layanan bimbingan klasikal dengan pendekatan experiential learning akan memberikan perubahan berupa pemahaman dan penerapan karakter ksatria yang semakin baik dalam diri siswa sehinggaterlihat dalam perilaku sehari-hari.

G. Hasil-hasil Penelitian yang Relevan

  Temuan evaluatif secaraempirik menunjukan 36,4% dari 653 siswa SMP di 5 kota yang terteliti masih berada pada kategori kurang baik dan beberapa di antaranya buruk dalamcapaian skor karakternya. ≥ 7 pada skala Melihat hasil yang kurang maksimal maka Ervin Aprilianti (2016) melakukan penelitian di SMP Negeri 4 Wates menemukan bahwa pemahamankarakter berjiwa besar terdapat perkembangan semakin membaik dengan menggunakan metode dinamika kelompok yang diaplikasikan dalampermainan.

BAB II I METODE PENELITIAN Bab ini memaparkan beberapa hal yang akan diteliti meliputi: jenis

A. Jenis Penelitian

  Penelitian tindakanbimbingan dan konseling dapat diartikan sebagai proses pengkajian masalah pemberian layanan bimbingan di dalam kelas dan upaya memecahkanmasalah tersebut dengan cara melakukan berbagai tindakan yang sesuai(Hidayat & Badrujaman, 2012). Pada penelitian ini pokok permasalahan yang diteliti adalah meningkatkan karakter ksatria siswa kelas VIII A SMP Pangudi Luhur Bayat melaluilayanan bimbingan klasikal melalui pendekatan experiential learning dalam meningkatkan karakter ksatria dalam diri siswa.

B. Setting Penelitian (Lokasi, Waktu, Mitra Kolaboratif) 1. Lokasi dan Waktu

  Waktu pengumpulan data di SMP Pangudi Luhur Bayatkelas IX sedang persiapan ujian jadi yang masuk sekolah hanya kelas VII dan VIII. Selain Berpendapat di Depan Umum”, dan satu kali itu peneliti melakukan persiapan, penyusunan modul, kuesioner dan pengolahan data di Kampus III Pingan.

2. Mitra Kolaboratif Penelitian

  Membantu membagikan 22 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8 Jumlah 14 Laki-laki PerempuanSiswa-siswi kelas VIII A Subjek PenelitianJenis kelamin Tabel 3.3Subjek Penelitian Siswa kelas VIII A SMP Pangudi Luhur Bayat tahun ajaran 2015/2016, peserta berjumlah 22 orang. 2 ElisabetDwi Retno(131114050) dan saran pelaksanaan layanan bimbinganklasikal Memberikan masukan peneliti dalam mengamatipelaksanaan layanan bimbingn klasikalb.

C. Subjek Penelitian

D. Jenis Tindakan dan Indikator Keberhasilan 1. Jenis Tindakan

  Jenis tindakan dalam penelitian ini adalah layanan bimbingan experiential learning.klasikal dengan pendekatan Pelaksanaan layanan bimbingan klasikal dengan experiential learning terdiri dari tiga siklus. Siklus II dengan topik “Berani Meminta dan Mem beri Maaf” bertujuan untuk meningkatkan keberanian siswa dalam meminta dan memberi maaf.

53 Siklus : I

a. Siswa

  Refleksi dan merumuskan niat yangakan dilakukan Gambar 3.2 Proses Tindakan Bimbingan dan Konseling Fasilitator memberikanbombongan atas niat siswa merumuskan niat untukdilakukan dalamkehidupan sehari-harib. Siklus : III Tujuan : Meningkatkan keberanian berpendapat di depanumum Topik : Berani berpendapat di depan umumSkenario : Setiap siswa membuat simbol diri dan mensharingkan kepada teman-temannya.

2. Indikator Keberhasilan

  Skala adalah suatu proses reviu yang melibatkan pembelajar dalam: (a) merefleksikan pengalaman, (b) mengingat dan memahami apa yang terkait dengan pengalaman yangdipelajari, dan (c) mencoba menambah ide yang lebih jelas tentang apa yang telah dipelajari atau dicapai (Supratiknya, 2014). Sedangkan post- test dimaksud untuk mencari data yang diperlukan guna mengetahui efektivitas layanan bimbingan klasikal dengan pendekatan experiential learning dalam usaha meningkatkan karakter ksatria bagi siswa kelas VIII A SMP Pangudi Luhur Bayat.

F. Validitas dan Reliabilitas Instrumen 1. Validitas

  Uji validitasTes Karakter Ksatria dan Skala Penilaian Diri Karakter Ksatria dianalisis menggunakan korelasi Product Moment Pearson dengan rumus sebagaiberikut: � ∑ −∑ ∑= √� ∑ − ∑ .√� ∑ − ∑ Keterangan: koefisien korelasi : skor item: skor total � : banyaknya subjek Nilai koefisien validitas yang kurang dari 0,30 dianggap tidak memuaskan. Bersadarkan perhitungan SPSS product-moment 16.0 pada korelasi dengan subjek (N) sebanyak 22 siswa diperoleh uji validitas dari 20 item Tes Karakter Ksatria,sebanyak 9 item memiliki nilai koefisien validitas di bawah 0,30, dan sebanyak 11 item memiliki nilai koefisien validitas sama dengan ataulebih besar dari 0,30.

2. Reliabilitas Instrumen

  Sejalan dengan pendapat Supratiknya, (2014: 157) untuk mengatahui hasil reliabilitas Tes Karakter Ksatria dan Skala PenilaianDiri Karakter Ksatria dilakukan prosedur estimasi reliabilitas belah-dua (Split-Half). Karena skor Koesioner Validasi Model berupa angka 0 dan 1 maka digunakan rumus ∑� −� � KR-20 = [ − ]�− Keterangan :P i = Proporsi subjek yang mendapat skor 1 pada butir i, yaitu banyaknya subjek mendapat skor 1 dibagi dengan banyaknya seluruh subjek.

2 S x = Varians skor tes X

  J = Banyaknya butir tes Berdasarkan perhitungan reliabilitas menggunakan FormulaKuder-Richardson diperoleh nilai reliabilitas Kuesioner Validasi Model sebesar 0,621 nilai tersebut selanjutnya dikonsultasikan kepada kriteriaGuilford dan termasuk dalam kategori cukup. Dengan demikian reliabilitas Kuesioner Validasi Model dinyatakan reliabel.

3. Uji Normalitas

  Apa bila ditinjau dari hasil uji normalitasShapiro-Wilk menunjukan nilai signifikansi 0,133 > 0,05 dengan demikian sampel penelitian berasal dari populasi yang tidak berdistribusi normal. Untuk itu sebelum peneliti akan menggunakan teknik statistik parametris sebagai analisisnya, maka peneliti harusmembuktikan terlebih dahulu, apakah data yang akan dianalisis itu berdistribusi normal atau tidak.

G. Prosedur Penelitian 1. Desain Prosedur Penelitian

  Karkater ksatria siswa kelas VIII A rendah Tindakan Model pendidikan karkater berbasis layanan bimbingan klasikal dengan pendekatanexperiential learning Kondisi Siklus I Implementasi bimbingan klasikal dengan akhir pendekatan experiential learning dengan topik “Berani Mengakui Kesalahan”. Peningkatan Siklus III pemahaman, Implementasi bimbingan klasikal dengan pendekatan experiential learning dengan topik penghayatan dan “Berani Mengungkapkan Pendapat di Depan pengalaman karakter Umum”.ksatria sebagai siswa Gambar 3.3 Prosedur Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling Kondisi awal tampak bahwa karakter ksatria siswa rendah.

2. Rencana Siklus penelitian a

  Menjelaskan peneliti akan membagikan kartu refleksi dan b) klasikal Pengenalan awal dan menjelaskan tujuan bimbingan a) Siklus 1 1) Membuat lembar refleksi siswa e) Mempersiapkan alat untuk dokumentasi berupa kamera d) Mempersiapkan waktu dan cara pelaksanaan penelitian c) Observasi, Tes Karakter Ksatria, serta Skala Penilaian Diri Karakter Ksatria. Apabila salah satu siswa dalam kelompok melakukan kesalahan sehinggamenyebabkan menara yang telah dibuat roboh, maka aktivitas permainan harus berhenti, siswa yang melakukankesalahan berdiri dan mengakui kesalahan dan meminta maaf dengan teman kelompok.

H. Teknik Analisis Data

  Untuk rumusan masalah yang kedua tentang tingkat peningkatan karakter ksatria sebelum dan sesudah mendapat pendidikan karakter experiential berbasis layanan bimbingan klasikal dengan pendekatan learning, menggunakan teknik analisis data deskriptif dengan kategori distribusi normal. Untuk menjawab rumusan masalah yang ketiga tentang peningkatan karakter ksatria siswa kelas VIII A SMP Pangudi Luhur Bayat antar siklus melalui pendidikan karakter berbasis layanan bimbingan experiential learning, klasikal dengan pendekatan digunakan teknik analisis deskriptif kategorisasi distribusi normal.

a. Untuk melihat signifikansi peningkatan karakter ksatria siswa kelas

  Untuk melihat signifikansi peningkatan karakter ksatria siswa kelas VIII A SMP Pangudi Luhur Bayat antar siklus layanan bimbingan experiential learning klasikal dengan pendekatan diukur menggunakan uji T Wilcoxon. Menurut Supratiknya (2015) pada metode turus semua alternatif jawaban atau opsi jawaban pada masing-masing item yangditampilkan dalam lembar ringkasan (lembar observasi), selanjutnya frekuensi atau jumlah kali masing masing opsi yang dituliskan oleh tally responden (pengamat) dapat dituruskan atau di- pada ruang atau kolom yang disediakan.

7. Untuk melihat efektivitas model pendidikan karakter berbasis layanan

  experiential bimbingan klasikal dengan pendekatan learning untuk meningkatkan karakter ksatria digunakan teknik analisis datawilcoxon signed ranks test. � �+− �Z= √� �+ �+ � Keterangan:T : Jumlah rangking bertanda terkecilN : Banyaknya pasangan yang tidak sama nilainya Selain menggunakan Formula Wilcoxon, untuk mengetahui efektivitas model pendidikan karakter berbasis layanan bimbingan experiantial learning klasikal dengan pendekatan untuk meningkatkan posttest karkater ksatria digunakan perhitungan selisih antara dan pretest dengan rumus sebagai berikut.

2 Pretest

O =O 1 = Posttest

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bab ini dipaparkan hasil penelitian dan pembahasan hasil penelitian A. Deskripsi Keterlaksanaan Tindakan Penelitian 1. Proses Pelaksanaan Tindakan Bimbingan dan Konseling (PTBK) a. Pra-Tindakan Sebelum melakukan tindakan bimbingan dan konseling

  peneliti terlebih dahulu membagikan Tes Karakter Ksatria kepada seluruh siswa kelas VIII A untuk mengetahui kondisi awal. Selain itu ada 11 siswa yang memperoleh jumlah skor sama dengan 60 atau lebih dari.

b. Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling Siklus 1

  Selama proses bimbingan pengamat masih melihat siswa yangmalu bertanya, enggan mengungkapkan pendapat, tidak mendengarkan teman yang sedang berbicara, dan masihada yang mengejek temannya.3) Hasil Refleksi Siklus I Melalui layanan bimbingan klasikal dengan pendekatan experiential learning , siswa didorong utnuk meningkatkan karakter ksatria yang ada dalam dirinya bukan hanya dari segipengetahuan, tetapi juga penerapannya. Beberapa contoh pertanyaan yang diberikan kepada siswa “Apa yang kamu lakukan ketika melakukan kesalahan?”, “Ketika teman yang melakukan kesalahan kepada kamu dan meminta maaf apa yang akan kamu lakukan?” (3) PenutupPeneliti meminta siswa menuliskan hasil belajar dan niat yang akan dilakukan satu minggukedepan dalam kartu pribadi.

2. Tingkat Karakter Ksatria Siswa Kelas VIII A SMP Pangudi Luhur Bayat Sebelum dan Sesudah Mendapatkan Layanan Experiential Learning Bimbingan Klasikal dengan Pendekatan Tahun Ajaran 2015/2016

pretest posttest Berdasarkan data dan tentang karakter ksatria dan analisis dengan teknik kategorisasi model distribusi normal,tingkat karakter ksatria siswa kelas VIII A SMP Pangudi Luhur BayatTahun Ajaran 2015/2016 ditampilkan pada tabel 4.1 Tabel 4.1Tingkat Karakter Ksatria Siswa Kelas VIII A SMP Pangudi Luhur Bayat Sebelum dan Sesudah Mendapatkan Layanan Experiential Learning Bimbingan Klasikal dengan PendekatanTahun Ajaran 2015/2016 Pretest Posttest RentangSelisih skor Kategori F % F % % ∑ >68 Sangat 5 22,71 5 22,71 tinggi 56-58 Tinggi 16 72,71 17 77,28 1 4,53 44-55 Sedang 1 4,53 -1 -4,53 32-43 Rendah <32 Sangat rendah Berdasarkan data tabel di atas, jika dilihat dalam bentuk grafik tampak sebagai berikut. 17 18 16 16 14 12 10 8 5 5 6 4 1

2 Sangat Tinggi > Tinggi 56 - 68 Sedang 44 - 55 Rendah 3 - 43 Sangat Rendah

  Selain dalam bentuk kategorisasi, tingkat karakter ksatria siswa kelas VIII A SMP Pangudi Luhur Bayat, dideskripsikanpersiswa seperti tampak pada grafik dibawah ini. Tetapi, ada juga siswa yang mengalami penurunan setelah diberikan bimbingan klasikal.

3. Peningkatan Karakter Ksatria Siswa Kelas VIII A SMP Pangudi Luhur Bayat Setiap Siklus Melalui Pendidikan Karakter Berbasis Layanan Bimbingan Klasikal dengan Pendekatan Experiential Learning

  Pada siklus II setelah diberikan layanan bimbingan klasikal experiential learning dengan pendekatan tingkat karakter ksatria siswa kelas VIII A sebagai berikut: ada 14 siswa (63,62 %)memiliki karakter ksatria pada kategori tinggi, ada 8 siswa (36,37 %) memiliki karakter ksatria pada kategori sedang dan tidak ada siswa (0 %) memiliki karakter ksatria pada kategori sangat tinggi,rendah dan sedang. Setelah siklus III tingkat karakter ksatria siswa kelas VIII A sebagai berikut: 1 siswa (4,53%) berada pada kategori “sangat tinggi”, 12 siswa (54,53%) berada pada kategori “tinggi”, 9 siswa(40,90%) berada pada ketegori “Sedang”, dan tidak ada siswa yang berada pada kategori “rendah” dan “sangat rendah”.

4. Signifikansi peningkatan karakter ksatria siswa kelas VIII A SMP Pangudi Luhur Bayat Tahun Ajaran 2015/2016 melalui pendidikan karakter berbasis layanan bimbingan klasikal Experiential Learning dengan pendekatan

  Tabel 4.3 Uji T Wilcoxon pretest-posttest Siswa Kelas VIII A SMP Pangudi Luhur Bayat Tahun Ajaran 2015/2016 mean Dari data di atas tampak bahwa skor atau rata-rata dari 22 siswa karakter ksatria siswa kelas VIII A sebelum adanyaperlakuan (pretest) sebesar yaitu 65,00 dan sesudah diberikan (posttest) perlakuan sebesar 65,95. Hasil perhitungan signifikansi peningkatan karakter ksatria siswa kelas VIII A SMP Pangudi Luhur Bayat Tahun Ajaran 2015/2016 antar siklus pendidikan karakter berbasis layanan bimbingan experiential learning klasikal dengan pendekatan tampak pada tabel 4.4 berikut.

1. Berdasarkan hasil uji T Wilcoxon dengan perhitungan SPSS

  Artinya z hitung = -,602 lebih kecil dari pada z tabel = 0,25 maka terdapat peningkatan signifikan karakter ksatria secara signifikan antara siklus I dengan siklus II melalui layanan bimbingan klasikal dengan pendekatan experiential learning. Artinya z hitung = -,196 lebih kecil dari pada z tabel = 0,44 maka terdapat peningkatan signifikankarakter ksatria secara signifikan antara siklus I dengan siklus III melalui layanan bimbingan klasikal dengan pendekatan experiential learning.

5. Efektifitas Pendidikan Karakter Ksatria Berbasis Layanan Bimbingan Klasikal dengan Pendekatan Experiential Learning di SMP Pangudi Luhur Bayat

  2 21 95 7 Takut salah dalam melakukan permainan* 6 27 8 Malu dalam permainan kelompok* 9 95 9 Dihargai oleh teman teman 18 82 10 Tertarik untuk mengikuti semua kegiatan 19 86 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6 Berani mencoba Selain memberikan Tes Karakter Ksatria dan Skala PenilaianDiri Karakter Ksatria, pada akhir bimbingan peneliti juga memberikanKuesioner Validasi Efektivitas Model dengan jumlah 30 item yang diisi oleh siswa dengan jumlah 22 siswa. Tujuan menggunakankuesioner validasi efektivitas model agar siswa memberikan penilaian mengenai efektivitas implementasi pendidikan karakter ksatriaberbasis layanan bimbingan klasikal dengan pendekatan experiential learning 2 Keberanian untuk tampil/melakukan sesuatu .

III PENGAMAT

  7 10 2 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 4 9 4 4 8 2 4 5 7 11 12 6 5 13 11 9 5 2 4 4 1 2 4 7 2 3 3 10 11 5 4 7 9 3 4 4 12 2 5 4 5 4 3 5 4 5 4 7 2 5 4 12 10 8 6 4 2 2 4 6 2 9 10 2 2 11 13 2 3 4 7 7 13 4 7 5 15 14 6 5 4 4 4 4 12 9 7 5 11 10 9 16 5 4 2 Berdasarkan data tabel di atas, jika dilihat dalam bentuk grafik tampak sebagai berikut. Pada siklus II setelah diberikan layanan bimbingan klasikal dengan pendekatan experiential learning tampak bahwa ada 5 siswayang malu atau malas bertanya, ada 4 siswa yang enggan menyampaikan pendapat, 2 siswa tidak memperhatikan fasilitator.

B. Pembahasan

  Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat karakter ksatria siswa kelas VIII A SMP Pangudi Luhur Bayat Tahun Ajaran 2015/2016 sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) diberikan layanan bimbingan klasikal experiential learning dengan pendekatan untuk meningkatkan karakter ksatria adalah sebagian besar memiliki karakter ksatria sanggat tinggi dantinggi. Berdasarkan tiga data yaitu (1) Tes Ksarakter Ksatria, (2) SkalaPenilaian Diri Karakter Ksatria, (3) Kuesioner Validasi Model Hasil uji TWilcoxon pendidikan karakter berbasis layanan bimbingan klasikal experiential learning dengan pendekatan untuk meningkatkan karakter ksatria siswa kelas VIII A SMP Pangudi Luhur Bayat sebelum dansesudah diberikan perlakuan tidak signifikan meningkatkan karakter ksatria pada siswa kelas VIII A SMP Pangudi Luhur Bayat.

BAB V PENUTUP Bab ini dipaparkan kesimpulan, keterbatasan, dan saran terhadap hasil penelitian. A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan kesimpulan penelitian

adalah karakter ksatria siswa kelas VIII A SMP Pangudi Luhur Bayat TahunAjaran 2015/2016 dapat ditingkatkan melalui pendidikan karakter berbasis experiential learning layanan bimbingan klasikal dengan pendekatan . Kesimpulan utama tersebut disimpulkan berdasarkan kesimpulan-kesimpulan khusus sebagai berikut:

1. Upaya peningkatan karakter ksatria siswa kelas VIII A SMP Pangudi

  Karakter ksatria siswa kelas VIII A SMP Pangudi Luhur Bayat sebelum dan sesudah mendapatkan pendidikan karakter berbasis layananbimbingan klasikal dengan pendekatan experiential learning untuk meningkatkan karakter ksatria adalah sebagian siswa berada padakategori sangat tinggi dan tinggi. Terdapat peningkatan tetapi tidak signifikan karakter ksatria siswa kelas VIII A SMP Pangudi Luhur Bayat Tahun Ajaran 2015/2016 sebelum dan sesudah mendapatkan pendidikan karakter berbasis experiential learning.

B. Keterbatasan Penelitian

  Dalam penelitian ini masih terdapat kekurangan yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan lagi untuk penelitian selanjutnya yaitu: 1. Alat instrumen belum dilakukan uji coba, sebelum digunakan sebagai perolehan data sehingga hasil validitas lebih besar dari 0,05 danreliabilitas mendapat kategori cukup.

2. Jumlah item yang terlalu sedikit mempengaruhi perolehan skor tidak maksimal

  3. Wawancara yang dilakukan dengan pihak guru dan siswa masih sedikit sehingga peneliti kurang mendapatkan data tentang perubahan dalam dirisiswa, apakah ada perkembangan karakter ksatria dalam diri siswa experiential setelah mengikuti bimbingan klasikal dengan pendekatan learning.

C. Saran

Berikut ini adalah beberapa saran yang dapat dipaparkan oleh peneliti agar dapat mengoptimalkan dan mengembangkan pendidikan karakter.

1. Bagi Kepala Sekolah

  Program pendidikan karakter berbasis layanan bimbingan klasikal dengan pendekatan experiential learning efektif untuk meningkatkankarakter ksatria siswa, maka hal ini juga memungkin dapat digunakan untuk meningkatkan karakter-karakter yang lain sesuai dengan kebutuhansiswa. Bagi Guru Bimbingan dan KonselingPembimbing yang memiliki kompeten untuk mengetahui kebutuhan- kebutuhan siswa melalui need assesment akan membantu dalammemberikan layanan bimbingan klasikal dengan topik layanan bimbingan klasikal sesuai kebutuhan dan sasaran yang akan diberikanlayanan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIDAFTAR PUSTAKA

  Pendidikan karakter panduan lengkap mendidik siswa menjadi pintar dan baik. Untuk menjawab pertanyaan dibawah ini kamu bisa melingkari jawaban yang menurut kamu sesuai dengan keadaanmu.

5. Tidak ada jawaban yang dianggap paling benar dan salah 6

  Ketika ada seseorang yang membuat kesalahan dan meminta maaf kepada saya, yang saya lakukan... Ketika saya menyadari kesalahan yang membuat orang lain tersakiti, yang saya lakukan adalah ...

20. Sebelum meminta maaf yang saya lakukan.

  R 3 4 3 4 4 4 2 4 3 3 66 4 4 3 4 1 2 3 4 3 9 IVAN RISZKY 3 4 3 4 2 4 3 4 2 69 3 3 4 3 4 1 4 3 4 4 4 8 INDAH O 3 4 3 4 4 4 3 4 1 59 65 3 3 3 3 4 4 3 4 3 3 3 2 3 2 2 2 3 2 3 3 4 3 3 3 2 3 3 3 3 2 3 2 3 3 67 SAFITRI H 3 3 3 76 SAMI ASIH 3 4 3 4 3 4 4 3 3 3 3 4 3 3 2 3 3 60 SENTIA BR. R 4 3 3 4 3 4 3 2 3 4 3 3 4 2 3 4 3 2 3 2 3 3 3 2 3 1 1 2 3 2 3 2 3 3 3 2 2 3 3 3 2 2 2 3 3 3 3 3 2 1 3 3 4 3 2 4 3 4 3 3 3 80 INDAH O 3 3 3 2 3 2 2 3 70 SAMI ASIH 2 3 2 2 2 3 3 3 2 2 3 3 1 3 2 3 3 2 3 3 4 2 3 4 2 72 SAFITRI H 3 3 3 3 4 2 2 3 3 3 2 3 3 2 2 2 4 3 4 4 3 57 SENTIA BR.

VALIDAS MODEL UNTUK SISWA

  C 1 1 1 1 1 1 0 0 1 28 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 12 PRADIPTA G 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 14 ROBET S 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 27 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 21 YUSTA T. W 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 27 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 27 LAMPIRAN 12 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 22 YUDISTIRA F 1 1 1 1 1 1 0 0 1 28 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 18 TOYA M.

Dokumen baru

Download (179 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

Keanekaragaman Makrofauna Tanah Daerah Pertanian Apel Semi Organik dan Pertanian Apel Non Organik Kecamatan Bumiaji Kota Batu sebagai Bahan Ajar Biologi SMA
24
212
36
FREKUENSI KEMUNCULAN TOKOH KARAKTER ANTAGONIS DAN PROTAGONIS PADA SINETRON (Analisis Isi Pada Sinetron Munajah Cinta di RCTI dan Sinetron Cinta Fitri di SCTV)
27
207
2
FREKWENSI PESAN PEMELIHARAAN KESEHATAN DALAM IKLAN LAYANAN MASYARAKAT Analisis Isi pada Empat Versi ILM Televisi Tanggap Flu Burung Milik Komnas FBPI
10
146
3
SENSUALITAS DALAM FILM HOROR DI INDONESIA(Analisis Isi pada Film Tali Pocong Perawan karya Arie Azis)
33
231
2
Analisis Sistem Pengendalian Mutu dan Perencanaan Penugasan Audit pada Kantor Akuntan Publik. (Suatu Studi Kasus pada Kantor Akuntan Publik Jamaludin, Aria, Sukimto dan Rekan)
136
606
18
DOMESTIFIKASI PEREMPUAN DALAM IKLAN Studi Semiotika pada Iklan "Mama Suka", "Mama Lemon", dan "BuKrim"
130
603
21
Representasi Nasionalisme Melalui Karya Fotografi (Analisis Semiotik pada Buku "Ketika Indonesia Dipertanyakan")
53
301
50
KONSTRUKSI MEDIA TENTANG KETERLIBATAN POLITISI PARTAI DEMOKRAT ANAS URBANINGRUM PADA KASUS KORUPSI PROYEK PEMBANGUNAN KOMPLEK OLAHRAGA DI BUKIT HAMBALANG (Analisis Wacana Koran Harian Pagi Surya edisi 9-12, 16, 18 dan 23 Februari 2013 )
64
457
20
PENERAPAN MEDIA LITERASI DI KALANGAN JURNALIS KAMPUS (Studi pada Jurnalis Unit Aktivitas Pers Kampus Mahasiswa (UKPM) Kavling 10, Koran Bestari, dan Unit Kegitan Pers Mahasiswa (UKPM) Civitas)
105
426
24
Pencerahan dan Pemberdayaan (Enlightening & Empowering)
0
53
2
KEABSAHAN STATUS PERNIKAHAN SUAMI ATAU ISTRI YANG MURTAD (Studi Komparatif Ulama Klasik dan Kontemporer)
4
94
24
GANGGUAN PICA(Studi Tentang Etiologi dan Kondisi Psikologis)
3
69
2
Berburu dengan anjing terlatih_1
0
44
1
Efek Hipokolesterolemik dan Hipoglikemik Patigarut Butirat
2
93
12
DAMPAK INVESTASI ASET TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP INOVASI DENGAN LINGKUNGAN INDUSTRI SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI (Studi Empiris pada perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2006-2012)
11
125
22
Show more