Sistem pendukung keputusan pemilihan obat demam

Gratis

23
171
257
2 years ago
Preview
Full text

DECISION SUPPORT SYSTEM TO CHOOSE FEVER MEDICINE

THESISPresented as Partial Fulfillment of The Requirements To Obtain Sarjana Komputer DegreeIn Informatics Engineering Study Program By : Windia Sahara 135314072

INFORMATICS ENGINEERING STUDY PROGRAM DEPARTMENT OF INFORMATICS ENGINEERING FACULTY OF SCIENCE AND TECHNOLOGY SANATA DHARMA UNIVERSITY YOGYAKARTA 2017PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

HALAMAN PERSETUJUAN SKRIPSI SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN OBAT DEMAM

  Tanggal,……..……2017 HALAMAN PENGESAHAN SKRIPSI SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN OBAT DEMAM Di persiapkan dan ditulis oleh :Windia Sahara 135314072Telah dipertahankan didepan panitia penguji Pada tanggal 5 juni 2017Dan dinyatakan memenuhi syarat Susunan Panitia PengujiNama Lengkap Tanda Tangan Ketua : Iwan Binanto, M. Si., Apt., PhD.……………………… Yogyakarta, ………………………Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Sanata DharmaDekan Sudi Mungkasi, S.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIHALAMAN PERSEMBAHAN

  Terimakasih atas cinta kasih dan pengorbanan luar biasa yang selalu menyertai setiap langkah yang saya ambil. Keluarga Besar Sambiyo yang selalu memberikan semangat yang amat berarti dalam hidup saya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPERNYATAAN KEASLIAN KARYA

  Kurangnya pengetahuan yang dimiliki olehmasyarakat umum mengenai kontradiksi yang terdapat dalam suatu obat demam secara lengkap mengakibatkan obat tidak bekerja secara efektif dan dapatmenyebabkan kondisi semakin buruk apabila obat demam yang dipilih ternyata salah. Pengujian yang dilakukan memberikan hasil yang baik dengan tingkat kemudahan penggunaan sistem sebesar 4.22 dari skala 1-5, manfaat yangdidapatkan dari sistem sebesar 4.33 dari skala 1-5, dan tingkat kepercayaan penggunaan sistem sebesar 4.13 dari skala 1-5.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIKATA PENGANTAR

  Seluruh Dosen dan Staff yang telah mendidik dan membina penulis selama belajar di Universitas Sanata Dharma. Sahabat terkasih Medi, Valen, Rini, Bagus, Kasih dan Kris yang telah memberikan canda tawa dan kesenangan selama menjalani proses belajar diUniversitas Sanata Dharma.

9. Serta semua pihak yang secara langsung maupun tidak langsung telah membantu penulis dalam menyelesaikan tugas akhir ini

  Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan laporan Tugas Akhir ini masih terdapat banyak kesalahan dan kekurangan, oleh sebab itu penulismengharapkan kritik dan saran untuk perbaikan di masa yang akan datang. Penulis berharap laporan Tugas Akhir ini dapat bermanfaat dan berguna bagi semua pihak.

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

  Penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Yunus danSetyowibowo (2011) dengan judul Aplikasi Sistem Pendukung KeputusanDiagnosa Penyakit Paruparu dengan Metode Forward Chaining menyimpulkan bahwa metode forward chaining mampu menelusuripenyakit paru-paru berdasarkan gejala yang sudah terdefinisi dan dapat digunakan oleh masyarakat umum sebagai deteksi dini sebelum ke dokter. Penelitian yang dilakukan oleh Bachri (2015) dalam jurnal Digit dengan judul Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Obat dengan Metodeuntuk Toko Obat Mandjur Cirebon Analytic Hierarchy Process menyimpulkan bahwa Metode AHP dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah Multiple Decision Making pemilihan obat di Toko Obat MandjurCirebon.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas maka dapat disimpulkan suatu rumusan masalah yang akan diselesaikan yaitu :

1. Bagaimana membangun sebuah Sistem Pendukung Keputusan

  Pemilihan Obat Deman dengan menggunakan Medode Foward Chaining agar sistem ini dapat dengan tepat memberikan rekomendasi obat demam bagi pengguna? Apakah Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Obat Deman yang dibangun bermanfaat, mudah digunakan, dan memberikan kepercayaanterhadap penggunanya?

1.3 Tujuan

  Data yang digunakan adalah data obat demam meliputi indikasi obat, kontraindikasi obat, usia, alergi, kondisi tubuh dan riwayat penyakit. Sistem ini ditujukan untuk masyarakat awam yang belum memiliki pengetahuan banyak tentang obat demam.

1.6 Sistematika Penulisan

  Metodologi Penelitian Bab 3 berisi tentang gambaran umum penelitian, metodolologi yang akan digunakan, tahap perencanaan, pengumpulan data, survei awal, studi literatur, pengembangan sistem, dan metodologi pengembangan sistem. Bab 4 berisi uraian analisis kebutuhan sistem, analisis sistem yang sudah ada sebelumnya dan sistem yang akan dibuat serta menguraikan tentang perancangan sistem yang mencakup perancangan basis data dan pemodelansistem dengan UML diagram dalam menyelesaikan permasalahan yang ada.

BAB 5. Implementasi Sistem Bab 5 berisi tentang rancangan dan implementasi sitem berdasarkan analisis yang telah dibuat sebelumnya. BAB 6. Analisa Hasil danPembahasan Bab 6 berisi tentang hasil implementasi sistem pendukung keputusan pemilihan obat demam dan hasil uji coba terhadap user. BAB 7. Penutup Bab 7 berisi tentang kesimpuan dan saran dari penelitian yang telah dilakukan

BAB II LANDASAN TEORI

2.1 Sistem Pendukung Keputusan (SPK)

  Analisis resiko bisa di lakukan dengan cepat dan pandangan dari para pakar (beberapa dari mereka berada di lokasi yang jauh)bisa dikumpulkan dengan cepat dan dengan biaya yang lebih rendah. Teknologi pengambilan keputusanbisa menciptakan pemberdayaan yang signifikan dengan cara memperbolehkan seseorang untuk membuat keputusan yang baik secara cepat, bahkan jika mereka memiliki pengetahuan yang kurang.

2.1.3 Karakteristik dan Kemampuan SPK

  Ramah pengguna, kapabilitas grafis yang sangat kuat, dan antarmuka manusia-mesin yang interaktif dengan satu bahasaalami bisa sangat meningkatkan efektivitas Sistem Pendukung Keputusan . networking Karakteristik dari Sistem Pendukung Keputusan tersebut memungkinkan para pengambil keputusan untuk membuatkeputusan yang lebih baik dan lebih konsisten dalam satu car yang dibatasi oleh waktu.

2.1.4 Komponen-komponen SPK

  Subsistem Manajemen Data (Data Management Subsystem), meliputi basis data-basis data yang berisi data yang relevandengan keadaan dan dikelola perangkat lunak yang disebut DBMS (Database Management System). Subsistem Manajemen Model (Model Management Subsystem), berupa sebuah paket perangkat lunak yang berisi model-modelfinansial, statistik, management science, atau model kuantitatif, yang menyediakan kemampuan analisa dan perangkat lunakmanajemen yang sesuai.

3. Subsistem Manajemen Pengetahuan (Knowledge Management

  Subsystem ), merupakan subsistem (optional) yang dapat mendukung subsistem lain atau berlaku sebagai komponen yang berdiri sendiri (independent). Model model yang banyakdigunakan di sistem penunjang keputusan adalah model matematika optimasi seperti linear progaramming, dynamic programming , dan lain lain.

3. Data management yaitu komponen basis data yang terdiri dari

  semua basis data yang dapat diakses seperti halnya sistem informasi pada umumnya, sistem pendukung keputusan jugamempunyai komponen lain yaitu komponen teknologi dan kontrol. Perangkat lunak spesifik yang digunakan DSS antaralain adalah spreadsheet, databased management system, dan query language.

2.1.5 Kriteria Sistem Pendukung Keputusan

  InteraktifSistem pendukung keputusan memiliki user interface yang komunikatif sehingga pemakai dapat melakukan akses secaracepat ke data dan memperoleh informasi yang dibutuhkan. Data KualitasSistem pendukung keputusan memiliki kemampuan menerima data kualitas yang dikuantitaskan yang sifatnya subyektif daripemakainya, sebagai data masukkan untuk pengolahan data.

2.1.6 Langkah-langkah Pemodelan dalam SPK

  Kepemilikan masalah berkaitan dengan bagian apa yang akan dibangunkan Sistem Pendukung Keputusan, apa tugas daribagian tersebut sehingga model tersebut dapat relevan dengan kebutuhan si pemilik masalah. Perancangan (Design)Pada tahap ini akan diformulasikan model yang akan digunakan dan kriteria-kriteria ditentukan.

2.2 Metode Forward Chaining

2.2.1 Definisi

  Metode forward chaining adalah metode pancarian atau teknik pelacakan kedepan yang dimulai dengan informasi yang adadan penggabungan rule untuk menghasilkan suatu kesimpulan atau tujuan (Russel P, 2003). Dalam metode ini pelacakan diawali dari fakta Forward chaining merupakan grup dari multipel inferensi yang melakukan pencarian dari suatu masalah kepada solusinya.

2.2.2 Kelebihan dan Kelemahan Metode Forward Chaining

  Adapun kelemahan dan kelebihan forward chaining menurut DUR(1994) yaitu :Kelebihan : 1. Kelebihan utama dari forward chaining yaitu metode ini akan bekerja dengan baik ketika masalah bermula darimengumpulkan/ menyatukan informasi lalu kemudian mencari kesimpulan apa yang dapat diambil dari informasitersebut.

2. Metode ini mampu menyediakan banyak sekali informasi dari jumlah data yang kecil

  Kelemahan utama metode ini yaitu kemungkinan tidak adanya cara untuk mengenali dimana beberapa fakta lebihpenting dari fakta lainnya. Namun hal ini akan membingungkan user untuk menjawab pada subjek yang tidak berhubungan.

2.2.3 Bahasa Pemrograman PHP

  Program yang dibuat dengan PHP bisa dijalankan oleh Semua SistemOperasi karena PHP berjalan secara Web Base yag artinya semua SistemOperasi bahkan HP yang mempunyai Web Browser dapat menggunakan program PHP. Banyak bertebaran aplikasi dan program PHP yang gratis dan siap pakai seperti WordPress, PrestaShop, dan lain-lain.

3. PHP memiliki kelemahan keamanan. Jadi Programmer harus jeli & berhati-hati dalam melakukan pemrograman & Konfigurasi PHP

2.3 Rational Unified Process (RUP)

  RUP menggunakan konsep object oriented, dengan aktifitas yang berfokus pada pengembanganmodel dengan menggunakan Unified Model Language(UML). Fase InceptionPada tahap dilakukan pemodelan proses bisnis yang dibutuhkan(business modeling) dan mendefinisikan kebutuhan akan sistem yang akan dibuat (requirements).

2.4 MySQL

  Basis data ini dibuat untuk keperluan sistem basis data yang cepat, handal dan mudah digunakan. SQL adalahsebuah konsep pengoperasian basis data, diantaranya mendefinisikan tabel, menampilkan data dengan kriteria tertentu, menambahkan datahingga menghapus data tertentu, yang memungkinkan pengoperasian data dikerjakan dengan mudah secara otomatis.

2.5 Penelitian Terkait

  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan aplikasi sistem pendukung keputusan yang dapat membantu toko obat mandjur dalammemberikan pelayanan pada pembeli dalam memilih obat dan untuk menentukan nilai dari setiap kriteria pemilihan obat yang akanmenghasilkan data obat yang tepat sesuai kebutuhan dari pembeli. Proses dari penentuan pemilihan obat yang tepat untuk penderita penyakit yang dilakukan dengan menggunakanmetode Analytic Hierachy Process, dimulai dengan pembobotan kriteria, perhitungan dan pengelompokan.

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN

  3.2 Studi Literatur Studi literatur yang dilakukan adalah dengan mencari referensi teori yang relefan dengan penelitian dan kasus yang ditemukan. 3.3 Pengumpulan Data Data yang di gunakan dalam penelitian ini adalah data berbagai macam obat demam yang dujual bebas dan bebas terbatas meliputi indikasi,kontraindikasi, efek samping, dosis, cara penggunakaan, peringatan dan perhatian.

BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

4.1 Analisis Sistem

  Pada umumnya masyarakat yang inginmembeli obat demam tidak tau obat demam yang sesuai dengan kondisi yang di alami, oleh sebab itu biasanya mereka akan datangke apotek, kemudian mereka melakukan konsultasi kepada apoteker yang sedang berjaga lalu apoteker tersebut akan memberikan obatdemam yang sesuai. Cara ini kurang efektif karena dengan banyaknya obatdemam yang dijual di pasaran membuat masyarakat menjadi bingung untuk memilih obat demam yang sesuai, apalagi jika padaakhirnya pemilihan obat demam dilakukan secara asal maka obat tidak bekerja secara efektif dan dapat menyebabkan kondisi semakinburuk apabila obat demam yang dipilih ternyata salah.

4.1.2 Definisi Ruang Lingkup

4.1.1.1 Perumusan Masalah

  Jika mereka membeli obat demam di apotek, mereka dapat konsultasi terlebih dahulu pada apotekermengenai keluhan yang di rasakan sebelum membeli obat, namun hal ini di rasa belum cukup karena biasanya apotekerhanya akan memilihkan obat demam berdasarkan keluhan yang dirasakan oleh calon pembeli saja tidak berdasarkankondisi tubuh yang dialami oleh calon pembeli yang sesungguhnya seperti riwayat penyakit atau alergi. Kesulitan ini dapat di lihat dari : Saat ini belum ada sistem yang membandingkan obat demam secara spesifikasi sehinggapengambilan keputusan menjadi lebih lama dan kurang efektif.

1. Performance :

  Mereka jugadapat mencari informasi obat-obat demam ini dengan membaca informasi obat yang tertera pada kemasan obat,akan tetapi informasi yang terdapat pada kemasan obat ini adalah informasi obat secara umum dan kurang spesifik. Services : Sistem manual saat ini belum mampu membantu calon pembeli dalam memilih obat demam yang tepat karena berbagai keluhan dan perbedaan kondisi setiapindividu yang berbeda-beda.

4.1.1.2 Pernyataan Masalah

  Membuat sistem berbasis web yang secara cepat dapatmemberikan alternatif pilihan obat demam yang sesuai dengankebutuhan calon pembeli. 3 Calon pembeli belum memiliki pengetahuanMembuat Sistem PendukungKeputusan berbasis web yang di lebih menganai obat- obatan demamlengkapi dengan berbagai macam informasi mengenai obatdemam secara lengkap.

4.2 Analisis Masalah

  Sistem ini bertujuan untuk membantu masyarakat umum dalam memilih obat demam yang tepat. Terdapat beberapa fungsi dalam sistem ini yaitu,membantu pencarian obat demam, memberikan informasi tentang berbagai obat demam, dan memberikan rekomendasi obat demam.

4.2.1 Analisis Sebab Akibat

  Calon pembeli kesulitanmenentukan Membantu calon pembeliuntuk memilih obat demamyang tepat sesuai dengankebutuhan dan kondisikonsumen sebagai bahanpertimbangan dalam Kriteria yang dipakaidalam mengambilkeputusan berupakeluhan, kondisitubuh, riwayatpenyakit, pilihan obat membeli obat alergi dan demam yang demam. Pemilihan Sebab : Belum Memudahkan Sistem ini obat masih ada sistem calon pembeli dibangundilakukan yang mampu dalam memilih berbasis web secara menual memberikan obat demam sehinggasehingga rekomendasi secara efektif mudah di kurang efisien atau alternatif dan efisien.

4.3 Analisis Kebutuhan Sistem

Tahap analisis ini bertujuan untuk memahami dengan benar kebutuhan dari sistem baru, yaitu dengan mengembangkan sebuah sistemyang dapat memenuhi kebutuhan baik untuk kebutuhan sistem maupun kebutuhan yang dilihat dari segi pengguna.

4.3.1 Diagram Use Case

  Diagram Use Case AdministratorGambar 4. 1 1 Use Case Admin dan Dokter Gambar 4.1 Use Case Admin dan Dokter (lanjutan) Diargram Use Case PenggunaGambar 4.

4.3.2 Definisi Aktor

  3 Definisi AktorNo Actor Deskripsi 1 Host ( Aktor dengan role ini mempunyaiAdministrator ) wewenang untuk menjalankan sistem meliputi menambahkan, menghapus,mengubah data obat, fakta, member, dokter, diagnose, aturan, aturan obat,melihat riwayat pengunjung, melihat pesan pengunjung dan posting artikelmengenai informasi tentang obat-obat demam. 3 Member Aktor dengan role ini mempunyai wewenang untuk melakukan konsultasi,melihat hasil analisa dan melihat informasi mengenai obat-obat demam,melihat riwayat dan mengirim pesan atau membuat obrolan dengan dokter 4 Dokter Aktor dengan role ini mempunyai wewenang untuk menjawab ataumembalas pesan dari member dan melakukan posting artikel mengenaiinformasi tentang demam.

4.4 Desain Proses

4.4.1 Diagram Aktivitas

  4.1.1.2 Admin Pada aktor admin terdapat beberapa diagram aktivitas yang terdiri dari use case tambah, ubah, hapus data obat,alergi, usia, fakta, aturan, aturan obat dan diagnosa. 4.4.3 Diagram Sequence Terdapat dua puluh empat diagram sequence yang terdiri dari satu diagram sequence untuk aktor pengunjung dan dua puluhtiga diagram sequence untuk aktor admin.

4.5 Desain Manajemen Data

4.5.1 Kelas Diagram

37 Gambar 4. 3 Kelas Diagra

4.5.2 Desain Fisikal Basis Data

  8 Tabel Obat Nama Field Tipe Keterangan id_obat (*) Integer Id obat (Primary Key ) kode_obat Char Kode obatnama_obat Varchar Nama obat nama_generic_obat varchar Nama generic obatkemasan_obat varchar Keterangan kemasan obatdosis_obat text Dosis obat bahaya_obat text Cara penggunaanobat dan info yang perlu di perhatikansebelum mengosumsi obat. 9 Tabel Aturan Obat )Tabel Pertanyaan Key ) id_obat (**) integer Id obat (Foreign Key id_usia (**) integer Id usia (Foreign Key ) id_aturan_obat (*) integer Id aturan_obat(Primary Key) id_alergi (**) integer Id alergi (Foreign Nama Field Tipe Keterangan Tabel 4.

4.5.3 Perancangan Struktur Data

  21 Contoh data array aturan 1Baris Kolom Id aturan1 Alergi Usia Fakta 1 Aleri Paracetamol >12 tahun Mual 1 2 Aleri Paracetamol >12 tahun Pusing 2 3 Aleri Ibuprofen >12 tahun Mual 3 4 Aleri Ibuprofen >12 tahun Flu 4 5 Alergi Ibuprofen >12 tahun PusingContoh data array aturan 2 secara lengkap dapat dilihat pada tabel dibawah ini. 22 Contoh data array aturan 2Baris Kolom Id aturan 2 Alergi Usia Obat 1 Aleri Paracetamol >12 tahun Obat A 1 2 Aleri Paracetamol >12 tahun Obat B 2 3 Aleri Ibuprofen >12 tahun Obat C 3 4 Aleri Ibuprofen >12 tahun Obat D 4 5 Alergi Ibuprofen >12 tahun Obat EStruktur data yang digunakan selanjutnya adalah Array.

4.6 Desain Manajemen Model

  Kriteria yang digunakan dalam pengambilan keputusan pemilihan obat ini adalah alergi, usia, dan fakta-fakta yang meliputi kondisi (misal: mual,tidak sadarkan diri), riwayat penyakit dan penyakit yang sedang diderita. Input : Dalam melakukan proses pencarian obat demam diperlukan data input berikut :Alergi Fakta (kondisi tubuh, riwayat penyakit, dan penyakit yang sedang Proses : Gambar 4.

2. Selanjutnya nilai x dan y digunakan untuk mencari fakta di aturan 1 dan mencari obat di aturan

  X : Alergi IbuprofenY : Usia >12 tahunData tersebut digunakan untuk mencari fakta pada aturan 1 seperti pada Berikut adalah contoh proses pencarian obat demam :Misalkan pengguna mengimputkan data alergi ibuprofen dan data usia >12 tahun. Alergi Ibuprofen > 12 tahun Obat EBerdasarkan alergi dan usia yang diimputkan didapat obat yang sesuai adalah obat C, obat D dan obat E pada aturan 2 seperti tabel 4.25 diatas.

4.7 Desain Manajemen Pengetahuan

4.7.1 Representasi Data Data Obat Demam

Tabel 4. 27 Data Obat Demam Kode Nama Obat Nama Generic Kemasan B1 Dumin 125 mg/2.4 mL Paracetamol SuppositoriaB2 Sanmol Syrup Paracetamol SyrupB3 Panadol Anak Drops 0-1 tahun Paracetamol Syrup/TetesB4 Panadol Anak Syrup 1-6 tahun Paracetamol SyrupB5 Panadol Anak Suspension 6 tahun Paracetamol SyrupB6 Panadol Anak Chewable 2-12 tahun Paracetamol TabletB7 Bodrexin Demam Drops Paracetamol Syrup/TetesB8 Tempra Paracetamol Drops Paracetamol TetesB9 Sanmol Tablet Paracetamol Tablet B10 Hufagrip TMP Ibuprofen SyrupB11 Proris Suspensi Ibuprofen SyrupB12 Bufect Tablet Ibuprofen TabletB13 Bufect Syrup Ibuprofen Syrup B14 Bodrexin Acetosal / TabletAspirin B15 Contrexyn Tablet Acetosal / TabletAspirin B16 Aspilets Chewable Tablet Acetosal / TabletAspirin B17 Aptor 100 MG Tablet Acetosal / TabletAspirin

4.7.2 Perancangan Basis Pengetahuan

  Pengetahuan berupa fakta-fakta yang didapatkan dari hasil wawancara dengan apoteker dan sumber lain seperti buku daninternet. Berikut fakta-fakta yang disajikan dalam tabel 4.19 , tabel 4.20 dan tabel 4.21.

4.6.2.1 Data Fakta Alergi (Fakta Penentu)

  28 Data Fakta Alergi Kode_Alergi Nama Alergi A1 Alergi ParacetamolA2 Alergi Ibuprofen / Aspirin Usia (Fakta Penentu) Tabel 4. 29 Data Fakta Usia Kode_Usia Kelompok Usia U1 Umur 0 tahun sampai dengan 1 tahunU2 Umur lebih dari 1 tahun dan sama dengan 2 tahunU3 Umur lebih dari 2 tahun dan sampai dengan 6 tahunU4 Umur lebih dari 6 tahun dan sampai dengan 12 tahunU5 Umur lebih dari 12 tahun Fakta (Indikasi) Tabel 4.

4.6.2.2 Aturan

  Aturan yang di dapatkan berdasarkan fakta-fakta diatas adalah sebagai berikut ini dengan contohpembacaan untuk aturan nomor 2 adalah : a. Jika pasien alergi paracetamol/ibuprofen (A1) , berusia lebih dari 1 tahun dan sama dengan 2 tahun(U2) b.

4.8 Perancangan Antarmuka Sistem

4.8.1 Perancangan Antarmuka Untuk Pengunjung

  9 Halaman Utama Gambar 4. 15 Halaman Artikel Gambar 4.

4.8.2 Perancangan Antarmuka Untuk Member

  19 Halaman Cari Obat Member Gambar 4. 21 Halaman Hasil Member Gambar 4.

4.8.3 Perancangan Antarmuka Dokter

  27 Halaman Profil Dokter Gambar 4. 28 Halaman Pesan MasukGambar 4.

4.8.4 Perancangan Antarmuka Untuk Administrator

  31 Halaman Member Admin Gambar 4. 33 Halaman Obat Admin Gambar 4.

BAB V IMPLEMENTASI SISTEM

  5.1 Implementasi Software dan Hardware Implementasi pada Sistem Pendukung Keputusan PemilihanObat Demam ini dilakukan dengan menggunakan Bahasa pemrograman PHP dan basis data yang digunakan adalah MySQL. 5 Tabel aturan obat Pada tabel aturan obat berisi data aturan obat antara lain id aturan obat, id alergi, id usia dan id obat.

5.3 Implementasi Manajemen Model a

  18 Halaman model konsultasi Halaman ini merupakan halaman yang akan muncul ketika pengguna telah menginputkan data alergi dan usia. 19 Halaman model hasil Halam ini merupakan halaman hasil yang menampilkan hasil rekomendasi obat demam.

5.4 Implementasi Manajemen Pengetahuan a

  21 Halaman tambah aturan alergi Halaman ini merupakan halaman yang akan muncul saat admin memilih tombol tambah aturan c. 24 Halaman aturan Halam ini merupakan halaman yang digunakan untuk menambahkan fakta dan obat berdasarkan alergi dan usia sesuai aturan.

5.5 Implementasi Antarmuka Pengguna

4.5.1 Pengunjung a. Halaman Utama

  Pada halaman ini akanmuncul form pertanyaan berupa alergi dan usia, kemudian pengunjung memilih jawaban yang sesuai dengan kondisiyang dialami, setelah itu pengunjung akan menekan tombol Lanjut yang terdapat pada bagian kanan bawah form. Informasi yang di tampilkan di halaman inimerupakan informasi yang di tujukan untuk member yang memerlukan bantuan dalam menggunakan sistem.

4.5.2 Member

a. Halaman Utama Member

  Pada halaman ini akan munculform pertanyaan berupa alergi dan usia, kemudian member memilih jawaban yang sesuai dengan kondisi yang dialami,setelah itu member akan menekan tombol Lanjut yang terdapat pada bagian kanan bawah form. Pada halaman ini terdapat pertanyaan baru berupa penyebabdemam, kondisi tubuh yang sedang dialami pasien saat ini, dan riwayat penyakit yang dimilik pasien.

e. Halaman Riwayat

  Pada halaman ini member dapat mengetahui obat apasaja yang pernah direkomendasikan oleh sistem kepadanya. Pada halaman ini pengunjung dapat membacaartikel-artikel mengenai demam yang di tulis langsung oleh dokter dan admin (pakar).

h. Halaman About

  Informasi yang di tampilkan di halaman inimerupakan informasi yang di tujukan untuk pengunjung yang memerlukan bantuan dalam menggunakan sistem. Informasi yang di tampilkan di halaman inimerupakan informasi yang di tujukan untuk member yang memerlukan bantuan dalam menggunakan sistem.

4.5.3 Administrator

a. Halaman Home

  48 Halaman HomeHalaman ini merupakan halaman utama admin ketika masuk ke sistem. Di halaman ini terdapat menu-menu padasidebar seperti data member, data dokter, data obat, data fakta, data aturan, diagnosa, kelola pesan, informasi obat, riwayat pengunjung dan logout.

b. Halaman Data Member

  50 Halaman Ubah Data MemberHalaman ini merupakan halaman untuk mengubah data member. 51 Halaman Tambah Data MemberHalaman ini merupakan halaman untuk menambah data member.

c. Halaman Data Dokter

  Pada halaman ini admin dapat melihat, menambah,mengubah dan menghapus data dokter. Pada halaman admin akan menginputkan datadokter pada form yang telah disediakan kemudian menekan tombol simpan.

d. Halaman Data Obat

  Pada halaman ini admin dapat melihat, menambah,mengubah dan menghapus data obat. Pada halaman admin akan menginputkan data obatpada form yang telah disediakan kemudian menekan tombol simpan.

e. Halaman Data Alergi

  Pada halaman ini admin dapat melihat, menambah,mengubah dan menghapus data alergi. Pada halaman admin akan menginputkan dataalergi pada form yang telah disediakan kemudian menekan tombol simpan.

f. Halaman Data Usia

  Pada halaman ini admin dapat melihat, menambah,mengubah dan menghapus data usia. Pada halaman admin akan menginputkan data usiapada form yang telah disediakan kemudian menekan tombol simpan.

g. Halaman Data Fakta (Indikasi)

  Pada halaman ini admin dapat melihat, menambah,mengubah dan menghapus data fakta. Pada halaman admin akan menginputkan datafakta pada form yang telah disediakan kemudian menekan tombol simpan.

h. Halaman Data Aturan

  Admin dapat mengubah data aturan denganmencentang fakta yang akan ditambahkan dan menghilangkan centang pada fakta yang akan dihapus. Admin dapat mengubah data aturan obatdengan mencentang nama obat yang akan ditambahkan dan menghilangkan centang pada nama obat yang akan dihapus.

i. Halaman Diagnosa

  Admin dapat mengubah data diagnosa denganmencentang fakta yang akan ditambahkan dan menghilangkan centang pada fakta yang akan dihapus. Pada halaman ini admin dapat melihatobrolan yang dilakukan antara mmeber dan dokter.

4.5.4 Dokter

  90 Halaman Profil Dokter Halaman ini merupakan halaman yang menampilkan data dokter. Pada halaman ini dokter dapat mengedit datadirinya dengan memilih icon sunting.

c. Halaman Kotak Masuk

  Pada halaman ini akan munculpertanyaan dari member dan kemudian dokter dapat membalasnya dengan menuliskan jawaban pada form yangtelah disediakan kemudian menekan tombol kirim. 93 Lihat ObrolanHalaman ini merupakan halaman yang menampilkan pertanyaan dan jawaban dari member an dokter.

d. Halaman Posting Info

  94 Posting ArtikelHalaman ini merupakan halaman untuk memposting artikel. Pada halaman dokter menginputkan topik , isi danfoto artikel kemudian menekan tombol posting.

4.5.5 Login dan Sign Up a. Halaman Login

  Gambar 5. 95 Halaman LoginHalaman ini merupakan halaman login yang digunakan oleh member, admin dan dokter untuk masukkedalam sistem dengan menginputkan username dan password.

b. Halaman Sign Up

  96 Halaman LoginHalaman ini merupakan halaman yang menampilkan form pendaftaran bagi pengunjung yang ingin menjadimember. Pengunjung akan menginputkan nama, username, password dan foto kemudian menekan tombol sign up.

BAB VI PENGUJIAN DAN ANALISA HASIL

6.1 Analisis Hasil Pengujian SPK

6.1.1 Pengujian SPK

  Pencarian Obat Demam Secara Manual Berdasarkan usia dan alergi yang dimiliki, terdapat 3 obat demam yang bisa dijadikan rekomendasi yaitu Dumin 125 mg/2.4mL, Sanmol Syrup, dan Sanmol Tablet 500mg dengan aturan sebagai berikut: Tabel 6. 2 Halaman Konsultasi Gambar 6.2 Halaman Konsultasi (lanjutan) Gambar 6.2 Halaman Konsultasi (lanjutan) Gambar 6.2 Halaman Konsultasi (lanjutan) Hasil rekomendasi obat demam yang didapatkan dari sistem yaitu Dumin 125 mg/2.4 mL dengan presentase sebesar 100%.

6.2 Analisa Hasil Uji Coba Sistem Terhadap Pengguna

  2 Bobot Pertanyaan Nama Skala BobotSangat Tidak Setuju 1 Tidak Setuju 2 Netral 3 Setuju 4 Sangat Setuju 5 Nilai Akhir (Total Hasil / Total Jumlah Responden) 2 KuesionerSangat Tidak Setuju Tidak Setuju Netral Setuju Sangat Setuju 1 15 10 5 4.5 -Dari hasil di atas maka dapat dianalisa bahwa secara umumSistem Pendukung Keputusan Pemilihan Obat Demam yang Apakah fitur-fitur yang ada pada Sistem PendukungKeputusan Pemilihan Obat Demam memberi kemudahan dalam penggunaannya. 3 Hasil Kuesioner Pertanyaan 1Jawaban Bobot Jumlah Total 10 50 50% 5 10 40 50%Sangat Setuju 4 Sangat Tidak Setuju 1 0%Tidak Setuju 2 0%Netral 3 0%Setuju RespondenHasil Persentase 20 90 100% 20 88 100% 2 KuesionerSangat Tidak Setuju Tidak Setuju Netral Setuju Sangat Setuju 1 15 10 5 4.4 - Nilai Akhir (Total Hasil / Total Jumlah Responden) dibangun memiliki fitur-fitur yang mudah bagi penggunanya dengan skor 4.5 dari skala 1-5.

2. Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Obat Demam mudah untuk dipelajari (user freindly)

Tabel 6. 4 Hasil Kuesioner Pertanyaan 2Jawaban Bobot Jumlah 10 50 50% 5 8 32 40%Sangat Setuju 4 2 6 10%Setuju 3 Sangat Tidak Setuju 1 0%Tidak Setuju 2 0%Netral RespondenHasil Persentas e Total 20 80 100% 2 KuesionerSangat Tidak Setuju Tidak Setuju Netral Setuju Sangat Setuju 1 15 10 5 4.0 - Nilai Akhir (Total Hasil / Total Jumlah Responden) Dari hasil di atas maka dapat dianalisa bahwa secara umumSistem Pendukung Keputusan Pemilihan Obat Demam yang dibangun mudah dipelajari dengan skor 4.4 dari skala 1-5.

3. Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Obat Demam mudah dalam mengatasi masalah yang terjadi berupa human error

  5 Hasil Kuesioner Pertanyaan 3Jawaban Bobot Jumlah 5 25 25% 5 10 40 50%Sangat Setuju 4 5 15 25%Setuju 3 Sangat Tidak Setuju 1 0%Tidak Setuju 2 0%Netral RespondenHasil Persentase Total Dari hasil di atas maka dapat dianalisa bahwa secara umumSistem Pendukung Keputusan Pemilihan Obat Demam yang dibangun dapat mengatasi masalah human error dengan skor4.0 dari skala 1-5. Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Obat Demam mudah dipelajari oleh orang yang baru pertama kalimenggunakannya.

5. Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Obat Demam memiliki proses input yang mudah

  7 Hasil Kuesioner Pertanyaan 5Jawaban Bobot Jumlah 8 40 40% 5 10 40 50%Sangat Setuju 4 2 6 10%Setuju 3 Sangat Tidak Setuju 1 0%Tidak Setuju 2 0%Netral RespondenHasil Persentase Total Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Obat Demam yang tersedia mempercepat proses pencarian obat demam yang tepat. 2 KuesionerSangat Tidak Setuju Tidak Setuju Netral Setuju Sangat Setuju 1 15 10 5 20 89 100% Total Dari hasil di atas maka dapat dianalisa bahwa secara umumSistem Pendukung Keputusan Pemilihan Obat Demam yang dibangun memiliki proses input yang mudah dengan skor 4.3dari skala 1-5.

6.2.2 Manfaat (perceived usefulness) 1

  9 Hasil Kuesioner Pertanyaan 7Jawaban Bobot Jumlah RespondenHasil Persentase Sangat Tidak Setuju 1 0%Tidak Setuju 2 0%Netral 3 3 9 15%Setuju 4 8 32 40% 5 10 15 1 2 KuesionerSangat Tidak Setuju Tidak Setuju Netral Setuju Sangat Setuju 5 2 KuesionerSangat Tidak Setuju Tidak Setuju Netral Setuju Sangat Setuju 1 10 8 6 4 2 5 15 25% Sangat Setuju Sangat Tidak Setuju 1 0%Tidak Setuju 2 0%Netral RespondenHasil Persentase Tabel 6. 4.45 -Dari hasil di atas maka dapat dianalisa bahwa secara umumSistem Pendukung Keputusan Pemilihan Obat Demam yang dibangun membantu proses pemilihan dan pencarian obatdemam yang sesuai dengan skor 4.45 dari skala 1-5.

3. Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Obat Demam

  3 Sangat Tidak Setuju 1 0%Tidak Setuju 2 0% 2 KuesionerSangat Tidak Setuju Tidak Setuju Netral Setuju Sangat Setuju 1 10 8 6 4 2 Setuju 4 Tabel 6. 11 Hasil Kuesioner Pertanyaan 9Jawaban Bobot Jumlah 4.05 -Dari hasil di atas maka dapat dianalisa bahwa secara umumSistem Pendukung Keputusan Pemilihan Obat Demam yang dibangun meningkatkan efisiensi waktu dalam melakukanpemilihan obat demam dengan skor 4.05 dari skala 1-5.

4. Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Obat Demam meningkatkan efektivitas pemilihan obat demam

  RespondenHasil Persentase Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Obat Demam menyediakan keandalan dan keakuratan dalam informasi yangdisajikan. 2 KuesionerSangat Tidak Setuju Tidak Setuju Netral Setuju Sangat Setuju 1 15 10 5 Netral 3 0%Setuju 4 Nilai Akhir (Total Hasil / Total JumlahResponden) 20 88 100% Total 8 40 40% 5 12 48 60%Sangat Setuju 4.4 -Dari hasil di atas maka dapat dianalisa bahwa secara umumSistem Pendukung Keputusan Pemilihan Obat Demam yang dibangun meningkatkan efektivitas pemilihan obat demamdengan skor 4.4 dari skala 1-5.

6.2.3 Kepercayaan (trust)

  20 77 100% 2 KuesionerSangat Tidak Setuju Tidak Setuju Netral Setuju Sangat Setuju 1 15 10 5 3.85 -Dari hasil di atas maka dapat dianalisa bahwa secara umumSistem Pendukung Keputusan Pemilihan Obat Demam yang dibangun menyediakan keandalan dan keakuratan dalaminformasi yang disajikan dengan skor 3.85 dari skala 1-5. 14 Hasil Kuesioner Pertanyaan 12Jawaban Bobot Jumlah 2 10 10% Nilai Akhir (Total Hasil / Total Jumlah Responden) 2 KuesionerSangat Tidak Setuju Tidak Setuju Netral Setuju Sangat Setuju 1 15 10 5 4.5 - Dari hasil di atas maka dapat dianalisa bahwa secara umumSistem Pendukung Keputusan Pemilihan Obat Demam yang dibangun menyediakan jaminan keamanan dalam pemakaiandengan skor 3.7 dari skala 1-5.

3. Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Obat memberikan jaminan kemudahan dalam penggunaan (user friendly)

Tabel 6. 15 Hasil Kuesioner Pertanyaan 13Jawaban Bobot Jumlah Total 10 50 50% 5 10 40 50%Sangat Setuju 4 Sangat Tidak Setuju 1 0%Tidak Setuju 2 0%Netral 3 0%Setuju RespondenHasil Persentase 20 90 100% Nilai Akhir (Total Hasil / Total Jumlah Responden) 2 KuesionerSangat Tidak Setuju Tidak Setuju Netral Setuju Sangat Setuju 1 10 8 6 4 2 4.25 - Dari hasil di atas maka dapat dianalisa bahwa secara umumSistem Pendukung Keputusan Pemilihan Obat Demam yang dibangun memberikan jaminan kemudahan dalam penggunaan(user friendly) dengan skor 4.5 dari skala 1-5.

4. Saya lebih senang melakukan pencarian obat demam lewat komputer (website)

  16 Hasil Kuesioner Pertanyaan 14Jawaban Bobot Jumlah Total 9 45 45% 5 7 28 35%Sangat Setuju 4 4 12 20%Setuju 3 Sangat Tidak Setuju 1 0%Tidak Setuju 2 0%Netral RespondenHasil Persentase 20 85 100% Dari hasil di atas maka dapat dianalisa bahwa responden lebih senang melakukan pencarian obat demam lewatkomputer (website) dengan skor 4.25 dari skala 1-5. Sistem Pendukung Keputusan 4.45(perceived Pemilihan Obat Demam usefulness ) membantu proses pemilihan dan pencarian obat demam yang sesuai 8.

6.3 Analisa Hasil Uji Coba Sistem Terhadap Pakar

  Hasil pengujian ini digunakan untuk melihat Informasi pada Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan ObatDemam ini mudah dimengerti Setuju 30% Netral 20% Tidak Setuju 10% Sangat TidakSetuju Tabel 6. 19 Hasil Kuesioner Pakar Pertanyaan 2 Kuesioner 1.2 Sangat Tidak SetujuTidak Setuju Netral Setuju Sangat Setuju 1 0.8 0.6 0.4 0.2 5 - Nilai Akhir (Total Hasil / Total Jumlah Responden) 1 5 100% Dari hasil di atas maka dapat dianalisa bahwa secara umumInformasi pada Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Obat Demam ini mudah dimengerti dengan skor 5 dari skala 1-5.

2. Tampilan pada Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Obat

1 5 100% 5 Sangat Setuju 40% Setuju 30% Netral 20% Tidak Setuju 10% Jawaban Bobot Jumlah Responden Hasil PersentaseSangat TidakSetuju Total Kuesioner 1.2 1 0.8 0.6 0.4 0.2 Sangat Tidak Tidak Setuju Netral Setuju Sangat Setuju Setuju Dari hasil di atas maka dapat dianalisa bahwa secara umum tampilan pada Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan ObatDemam ini menarik dengan skor 5 dari skala 1-5.

3. Fitur-fitur yang ada pada Sistem Pendukung Keputusan

  20 Hasil Kuesioner Pakar Pertanyaan 3Jawaban Bobot Jumlah Responden Hasil Persentase Sangat Tidak 1 0%SetujuTidak Setuju 2 0%Netral 3 0%Setuju 4 0%Sangat Setuju 5 1 5 100% Total 1 5 100% Nilai Akhir (Total Hasil / Total Jumlah Responden) 5 -Dari hasil di atas maka dapat dianalisa bahwa secara umum fitur-fitur yang ada pada Sistem Pendukung KeputusanPemilihan Obat Demam memberi kemudahan dalam penggunaannya dengan skor 5 dari skala 1-5. Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Obat Demam yang tersedia mempercepat proses pencarian obat demam yang tepatTabel 6.

6.3.1 Manfaat Manfaat (perceived usefulness) 1

  Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Obat Demam ini membantu apoteker dalam pengelolaan data obat 5 -Dari hasil di atas maka dapat dianalisa bahwa secara umumSistem Pendukung Keputusan Pemilihan Obat Demam yang meningkatkan efektivitas pemilihan obat demam dengan skor 5dari skala 1-5. 25 Hasil Kuesioner Pakar Pertanyaan 8Jawaban Bobot Jumlah Responden Hasil Persentase Secara umum Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan ObatDemam sudah tepat dalam memberikan rekomendasi obat demam 5 -Dari hasil di atas maka dapat dianalisa bahwa secara umumSistem Pendukung Keputusan Pemilihan Obat Demam ini membantu apoteker dalam pengelolaan data obat dengan skor 5dari skala 1-5.

6.3.2 Kepercayaan (trust) 1

  26 Hasil Kuesioner Pakar Pertanyaan 9Jawaban Bobot Jumlah Responden Hasil Persentase Sangat TidakSetuju 1 0%Tidak Setuju 2 0%Netral 3 0%Setuju 4 0%Sangat Setuju 5 1 5 100% Total 1 5 100% Nilai Akhir (Total Hasil / Total Jumlah Responden) 5 -Dari hasil di atas maka dapat dianalisa bahwa secara umum sudah tepat dalam memberikan rekomendasi obat demamdengan skor 5 dari skala 1-5. Sistem Pendukung KeputusanPemilihan Obat Demam yang 5 tersedia mempercepat prosespencarian obat demam yang tepat 7.

6.4 Analisa Hasil Output Pada analisa output ini dilakukan pengujian akurasi sistem

  Seseorang memiliki kondisi : SunmolTablet SunmolTablet 1 Jika dihitung probabilitasnya maka : Nilai akurasi = � �ℎ � � � � � �ℎ ℎ � � × %= × %= 100% Dari hasil di atas maka dapat dianalisa bahwa sistem pendukung keputusan pemilihan obat demam yang dibangun memiliki nilai akurasi 100% dari 10data kasus yang diuji. Hal ini menunjukan bahwa Sistem pendukung keputusan pemilihan obat demam ini dapat berfungsi dengan baik sesuaidengan diagnosa pakar.

BAB VI I PENUTUP

7.1 Kesimpulan

  Kesimpulan yang didapatkan dari perancangan dan pembangunan SistemPendukung Keputusan Pemilihan Obat Demam menggunakan metode Forward Chaining antara lain adalah sebagai berikut : 1. Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Obat Demam dapat berfungsi dengan baik dalam memberikan rekomendasi obat demam kepadapengguna.

3. Berdasarkan hasil uji coba terhdap pengguna dapat disimpulkan bahwa

  Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Obat mudah digunakan dengan skor 4.22 dari skala 1-5. Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Obat bermanfaat dengan skor 4.33 dari skala 1-5c.

7.2 Saran

  Saran yang dapat diberikan untuk pengembangan sistem antara lain : 1. Menambahkan fitur maping lokasi apotek pada sistem, sehingga pengguna dapat mencari apotek terdekat dari lokasi pengguna.

2. Mengembangkan sitem dengan penyakit lain seperti batuk atau flu

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIDAFTAR PUSTAKA

  Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Obat dengan Metode Analytic Hierarchy Process untuk Toko Obat MandjurCirebon. Konsep dan Aplikasi Sistem Pendukung Pengambilan .

Dokumen baru