Pengering kaos kaki menggunakan mesin siklus kompresi uap dengan dua evaporator tersusun seri.

Gratis

0
1
98
2 years ago
Preview
Full text

KATA PENGANTAR

  Skripsi ini merupakan salah satu syarat wajib untuk setiap mahasiswa prodi Teknik Mesin mendapatkan gelar sarjana S-1 pada prodi Teknik Mesin,Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Andreas Parjana dan Emiliana Wartini sebagai orang tua saya, yang telah memberi motivasi dan dukungan kepada penulis, baik secara materi maupunspiritual.

DAFTAR ISI

  3 1.4 Batasan Masalah……………………………………………..….. LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS…………………………..vi iv HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA………………………..v HALAMAN PERSETUJUAN………………………………………………..

BAB I PENDAHULUAN………………………………………………….…

  52Tabel 4.4 Massa air yang menguap dari kaos kaki (M 1 ) ....................... 67Gambar B.1 Psychrometric chart Gambar 4.3 Grafik penurunan massa air tiap variasi pada proses pengeringan kaos kaki ............................................................

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

  Sehingga hanya perusahaan atauindustri saja yang biasanya memiliki alat pengering kaos kaki karena kebutuhan industri yang harus menyediakan kaos kaki yang selalu bersih setiap harinya bagipara karyawannya. Tujuannya adalah untuk mengeringkan kaos kaki yang setiap hari harus disediakan dalamkeadaan bersih dan dalam jumlah yang banyak untuk dipergunakan karyawannya ketika berada di dalam pabrik.

BAB II DASAR TEORI DAN TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Dasar Teori

2.1.1 Metode –Metode Pengeringan Kaos Kaki

  Pengeringan menggunakan gas LPGPrinsip kerja metode pengering ini yaitu memanfaatkan panas yang dihasilkan pemanas baik dari heater atau gas LPG yang disirkulasikan ke lemari,yang bertujuan untuk mengeringkan kaos kaki yang ada di lemari pengering. Panas dari heater atau gas LPG disirkulasikan ke dalam lemari pengering menggunakan bantuan kipas, sehingga menghasilkan udara yang bersuhu tinggiyang dapat menguapkan air yang terkandung di dalam kaos kaki yang basah.

2.1.2 Dehumidifier

  Dehumidifier merupakan suatu alat pengering udara yang berguna untuk menurunkan kelembaban udara dengan cara menyerap udara yang lembab dan memprosesnya menjadi air yang akan ditampung dalam suatu wadah. Kemudian uapair pada udara akan diserap oleh disc yang terduat dari bahan pengering dan menghasilakan udara yang hangat dan kering.

2.1.3 Parameter Dehumidifier

  Massa air yang berhasil diuapkan (Δw) dapat dihitung dengan Persamaan (2.1) :H F ) (2.1) Δw = (W – W Pada Persamaan (2.1) :: Massa air yang berhasil diuapkan persatuan massa udara ,kg/kg Δw W H : Kelembaban spesifik setelah keluar dari mesin pengering ,kg/kg F W : Kelembaban spesifik setelah melewati kondensor ,kg/kg c. Suhu udara bola basah (wet-bulb temperature) merupakan pengukuran suhu yang diukur dengan menggunakan termometer yang bulbnya (bagian bawahtermometer) dilapisi dengan kain yang telah dibasahi dengan air kemudian dialiri udara yang ingin diukur suhunya.

3 Q udara : Debit aliran udara , m /s

  udara , kg udara /s (2.3)ṁ ρ Pada Persamaan (2.3) : udara : Laju aliran massa udara pada duct ,kg udara /sṁ 3 Q udara : Debit aliran udara ,m 3 udara : Densitas udara ,kg/mρ Menentukan kemampuan mengeringkan massa air dapat dihitung denganPersamaan (2.4) M 2 = udara . 3600 ,kg Pada Persamaan (2.4) :M 2 : Kemampuan mengeringkan massa air ,kg/jam udara : Laju aliran massa udara pada duct ,kg udara /sṁ Δw : Massa air yang berhasil diuapkan ,kg/kg Entalpi menyatakan jumlah energi internal dari suatu sistem termodinamika ditambah energi yang digunakan untuk melakukan kerja.

2.1.4 Psychrometric Chart

  Psychrometric Chart adalah grafik yang digunakan untuk menentukan property-properti udara pada kondisi yang ditinjau. Psychrometric Chart dapat dilihat pada Gambar 2.5 dimana masing-masing kurva/garis menunjukkan nilaiproperty yang konstan.

2.1.4.1 Proses-proses yang Terjadi pada Udara dalam Psychrometric Chart

  Proses-proses yang terjadi pada udara dalam Psychrometric Chart adalah sebagai berikut (a) Proses pendinginan dan penurunan kelembaban (cooling dandehumidifikasi), (b) Proses pemanasan (heating), (c) Proses pendinginan evaporatif. Pada proses pengeringan kaos kaki,proses pendinginan evaporatif terjadi saat udara memasuki ruang pengering kaos kaki sampai udara keluar dari ruang pengering kaos kaki.

2.1.5 Mesin Siklus Kompresi Uap

  Pada proses ini terjadi pelepasan kalor sehingga temperatur refrigeran yang keluar dari kondensor menjadi lebih rendah dan berada di fase cair lanjut. Proses ini yang terjadi karena penyerapan kalor terus menerus pada proses(4-1a), maka refrigeran yang masuk ke kompresor berubah fase dari gas jenuh ke gas panas lajut.

2.2 Tinjauan Pustaka

  Meda (1983) dalam dokumen paten eropa No 0 094 356 A1, yang berjudul “drier, in particular A clothes-drying cabinet” menggambarkan pengeringan pakaian cabinet yang memiliki ruang pengering, kipas sirkulasi, dan pompa panas meliputi kompresor, kondensor yang bertindak sebagai pemanas, dan evaporator Keimei; Shigeharu, dan shingo (1992) dalam dokumen paten jepang No 40899099,yang berjudul “clothing dryer”. Udara masukmelalui evaporator kemudian uap udara yang masuk di uap kan sehingga menjadi udara yang kering, lalu udara masuk ke kompresor sehingga udara menjadibertekanan dan bersuhu tinggi dan masuk kedalam kondensor untuk meningkatkan suhu dari kompresor.

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Obyek Penelitian Obyek penelitian adalah mesin pengering kaos kaki hasil buatan sendiri

  Alat yang dipergunakan didalam penelitian disajikan pada Gambar 3.1 Gambar 3.1 Skematik mesin pengering kaos kaki Keterangan pada Gambar 3.1 : a. Gambar 3.2 Kaos kaki yang digunakan 3.3 Alat dan bahan pembuatan mesin pengering kaos kaki Dalam pembuatan mesin pengering kaos kaki ini diperlukan beberapa peralatan dan bahan sebagai berikut : (a) Peralatan untuk pembuatan, (b) Bahandan komponen mesin, (c) Peralatan bantu penelitian.

3.3.1 Peralatan untuk pembuatan

  Dengan menggunakan proses pengelasan dalam proses penyambungan rangkanya,diharapkan rangka yang dibuat akan memiliki konstruksi yang kuat dan tahan lama sesuai yang diinginkan. Gergaji besi dan gergaji kayuGergaji besi digunakan untuk memotong besi, besi yang dipotong adalah besi kotak berlubang (hollow) yang digunakan untuk rangka mesin pengering danlemari pengering.

3.3.2 Bahan dan komponen mesin

  Bahan atau komponen yang digunakan dalam proses pembuatan lemari mesin pengering kaos kaki, antara lain : (a) Besi hollow, (b) Styrofoam, (c) Busa,(d) Roda, (e) Kondensor, (f) Pipa kapiler, (g) Kompresor, (h) Evaporator, (i) Filter, (j) Refrigeran, (k) Pressure gauge, (l) Kipas. KipasKipas digunakan untuk mensirkulasikan udara kering hasil proses dehumidifikasi dan membuang udara jenuh ke dari lemari pengering.

3.3.3 Peralatan bantu penelitian

  Penampil suhu digital dan termokopel Termokopel berfungsi untuk mengukur perubahan suhu atau temperatur pada saat pengujian. Cara kerja dari alat ini dengan menempelkan ataumenggantungkan ujung termokopel pada bagian yang akan diukur, maka suhu akan tampil di layar penampil suhu digital.

3.4 Tata Cara Penelitian

3.4.1 Alur Pelaksanaan Penelitian

3.4.2 Pembuatan Mesin Pengering Kaos Kaki

  Alur penelitian mengikuti alur penelitian seperti diagram alir yang tersaji pada Gambar 3.15 Langkah-langkah yang dilakukan dalam pembuatan mesin penegering kaos kaki yaitu :a. Mempersiapkan Pressure gauge serta selang berwarna biru (low pressure) yang dipasang pada pentil yang sudah dipasang pada dopnya dan selangberwarna merah (high pressure), yang dipasang pada tabung refrigerant.

3.4.4 Skematik Pengambilan Data

  Untuk mempermudah pemahan tentang kerja mesin pengering kaos kaki dan sistem kerjanya ditampilkan dalam skematik mesin pengering kaos kaki yangditeliti tersaji pada Gambar 3.18 : Gambar 3.18 Skematik pengambilan data. Termokopel (T 4 ) Termokopel berfungsi sebagai pengukur suhu udara kering yang masuk ke dalam lemari pengering.

3.4.5 Langkah-langkah Pengambilan Data

  Data yang perlu dicatat per 15 menit, antara lain : (m t + 75 60 45 30 15 ˚C ˚C T db T wbMenit kg kg kg kg Kondisi udaraLuar (m t Δm=mt - Perbedaan massa Δt) (m t )Massa kaos kakibasah saat T in : Suhu udara kering sebelum masuk mesin pengering, (˚C). Hasil data yang diperoleh kemudian dijumlahkan hasil kalibrasi alat bantu dan jumlah massa kaos kaki dikurangi massa hanger.

3.4 Cara Menganalisis dan Menampilkan Hasil

  M 1 = MKB (3.1)Pada Persamaan (3.1)M 1 : Massa air yang menguap dari kaos kaki, kg MKB : Massa kaos kaki basah, kgMKK : Massa kaos kaki kering, kg 1 dan P 2 harus dikonversikan dari satuan Psig ke MPa. Menghitung kemampuan mesin pengering kaos kaki untuk menguapkan massa 2 2 air (M ) dengan menggunakan massa air (M ) adalah laju aliran massa udarapada duct (m udara ) dikalikan massa air yang berhasil di uapkan (Δw) dikalikan 3600 detik.

3.6 Cara Mendapatkan Kesimpulan Dari analisis yang sudah dilakukan akan diperoleh suatu kesimpulan

Kesimpulan merupakan intisari hasil analisis penelitian dan kesimpulan harus menjawab tujuan dari penelitian.

BAB IV HASIL PENELITIAN, PERHITUNGAN, DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian

  Data hasil penelitian rata-rata disajikan pada Tabel 4.1 sampai dengan Tabel 4.2 Tabel 4.1 Data hasil rata-rata untuk pengeringan kaos kaki dengan perasan tangan. Tekanan Suhu kering Suhu udara Suhu udara Suhu udaraKerja udara setelah setelah dalam ruang keluar melewati melewati pengering pengering kaoskondensor kaos kaki kaki Evap KompP evap P komp T 1 T 2 T 3 T wb T 4 T wb T 5 T wb Psig Psig ˚C ˚C ˚C ˚C ˚C ˚C ˚C ˚C 35 225 17,1 33,4 47,5 25 42,9 30 41,2 30 35 225 17,1 33,6 48,725 45,2 30 43,8 30 Sebagai perbandingan berikut disajikan Tabel 4.3, yang menampilkan data pengeringan kaos kaki menggunakan sinar matahari.

4.2 Perhitungan

  Sebagai contoh perhitungan massa air yang berhasil diua pkan (Δw) pada proses pengeringan kaos kaki dengan perasan tangan pada menit ke-60 adalah sebagai berikut : H FΔw = ( w – w ) = ( 0,0228 air /kg udara = 0,0101 kg air /kg udara e. Perhitungan kecepatan udara (v) Kecepatan udara dihitung dengan menggunakan persamaan (2.3).kecepatan udara (v) adalah laju aliran massa udara pada saluran masuk ruang pengering ( udara ) dibagi dengan luas kipas dikalikan dengan massa jenis udara ṁ 3 udara ( ) sebesar 1,2 kg/m .

4.3 Pembahasan

  Suhu kering yang dicapai lebih rendah dibandingkan dengan bekerja tanpa beban, dan suhu udara basah yang dicapai lebih tinggi dibandingkan tanpabeban, atau kelembaban udara yang dimiliki menjadi lebih tinggi. Penurunan suhu udara kering disebabkan adanya kalor yang terserap oleh udara yang digunakanuntuk memanaskan dan juga untuk menguapkan air yang ada didalam kaos kaki, saat udara meningkatkan dan memanaskan kaos kaki.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

  Mesin pengering mampu membuat kondisi udarayang digunakan untuk mengeringkan pakaian pada suhu udara kering rata- rata42,4 ˚C dan suhu udara basah 30˚C . 5.2 Saran Dari hasil proses penelitian mesin pengering kaos kaki sistem terbuka yang telah dilakukan ada beberapa saran yang dapat dikemukakan :a.

DAFTAR PUSTAKA

  Ahn S. Renaldi E., 2015, Mesin penegring pakaian sistem terbuka dengan debit aliran 3 udara 0.032m /s https://repository.usd.ac.id/598/2/135214075_full.pdf Yunus A.

Dokumen baru

Download (98 Halaman)
Gratis

Dokumen yang terkait

Wajib membasuh kedua kaki dengan sempurna_1
0
6
1
Wajib membasuh kedua kaki dengan sempurna_2
1
19
1
Pengamanan data dengan enkripsi triple des dan kompresi lzss; studi kasus; BiNus Center Bintaro
8
53
163
Implementasi load balancing dua isp menggunakan mikrotik (studi kasus: laboratorium komputer SMPGRI Bekasi)
12
83
125
Perancangan robot oktapod dengan dua derajat kebebasan asimetri
0
6
1
Penerapan data mining pada penjualan produk kaos kaki di pabrik kalvin socks production menggunakan metode association
1
19
76
Perancangan kaos promosi mesin EDC (enhanced data connection) PT.Primavista Solusi : laporan kerja praktek
1
14
30
Perancangan robot oktapod dengan dua derajat kebebasan asimetri
1
7
19
Teknik kompresi audio dengan format MPEG (Moving Picture Expert Group)
0
1
9
User yang menggunakan sistem, terdiri dari orang, mesin atau komputer
0
1
48
c. Bridging Teknik memanjat pada celah vertikal yang lebih besar (gullies). Caranya dengan menggunakan kedua tangan dan kaki sebagai pegangan pada kedua celah tersebut. Posisi badan mengangkang kaki sebagai tumpuan dibantu juga tangan sebagai penjaga kese
0
1
10
siklus Pembangkit listrik tenaga uap
1
1
9
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Pengering Gabah - Pengujian mesin pengering dengan bahan bakar biomassa untuk mengeringkan gabah tanpa blower
0
0
16
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Pandangan Umum Tentang Turbin Uap Sebagai Pembangkit Tenaga Turbin uap termasuk mesin pembangkit tenaga dimana hasil konversi energinya dimanfaatkan mesin lain untuk menghasilkan daya. Pada turbin terjadi perubahan dari energi
0
0
44
Pengukuran rendemen dengan penyulingan metode uap
1
0
13
Show more