Pengembangan perangkat pembelajaran mengacu kurikulum 2013 pada sub tema pemanfaatan energi untuk siswa kelas IV sekolah dasar.

Gratis

1
5
190
2 years ago
Preview
Full text

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Prosedur pengembangan yang digunakan dalam penelitian meliputi 5 langkah yaitu: (1) potensi dan masalah, (2)pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi ahli, (5) revisi desain, hingga menghasilkan desain produk final berupa perangkat pembelajaran yang mengacu Kurikulum2013 untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar. Prosedur pengembangan yang digunakan dalam penelitian meliputi 5 langkah yaitu: (1) potensi dan masalah, (2)pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi ahli, (5) revisi desain, hingga menghasilkan desain produk final berupa perangkat pembelajaran yang mengacu Kurikulum2013 untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar.

HALAMAN PERSEMBAHAN

  Penelitian ini dilakukanagar peneliti dapat mengembangkan perangkat pembelajaran sehingga dapat membantu guru dalam mengembangkan perangkat pembelajaran yang baik mengacu kurikulum SD 2013,terutama dalam mengembangkan penilaian otentik. Prosedur pengembangan yang digunakan dalam penelitian meliputi 5 langkah yaitu: (1) potensi dan masalah, (2)pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi ahli, (5) revisi desain, hingga menghasilkan desain produk final berupa perangkat pembelajaran yang mengacu Kurikulum2013 untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar.

KATA PENGANTAR

  Puji syukur peneliti panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan berkah-Nya, sehingga skripsi yang berjudul Pengembangan Perangkat Pembelajaran Mengacu Kurikulum SD 2013 pada Subtema Pemanfaatan Energi Untuk Siswa Kelas IV Sekolah Dasar dapat penulis selesaikan dengan baik. selaku validator Pakar Kurikulum SD 2013 yang telah memberikan bantuan dalam penelitian ini dengan melakukan validasi produkpenelitian.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Mengacu pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) pasal 50 ayat (1) menyatakan bahwa ”Pengelolaan sistem

  Secara garis besar, Kompetensi Inti Kurikulum 2013 terdiri dari:Kompetensi Inti 1: Sikap SpiritualKompetensi Inti 2: Sikap SosialKompetensi Inti 3: PengetahuanKompetensi Inti 4: Keterampilan Kompetensi inti 3 dan 4 dikembangkan dengan membuat/ merancang indikator yang ingin dicapai, sedangkan kompetensi inti 1 dan 2 dikembangkan dengan memasukkan/menyisipkan nilai sikap yang ada ke dalam kompetensi inti 3 dan 4. Penilaian menjadi sulit bagi gurukarena harus dilakukan dalam setiap pembelajaran dengan alokasi waktu yang singkat, sementara banyak kegiatan pembelajaran yang harus diselesaikan dalam waktu satu haripembelajaran dalam setiap sub tema.

B. Rumusan Masalah 1

  Bagaimana mengembangkan perangkat pembelajaran subtema Pemanfaatan Energi mengacu kurikulum SD 2013 untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar? Bagaimana kualitas produk perangkat pembelajaran subtema Pemanfaatan Energi mengacu kurikulum SD 2013 untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar menurut pakar kurikulum SD 2013?

C. Tujuan Penelitian 1

  Untuk mendeskripsikan kualitas produk perangkat pembelajaran sub tema Pemanfaatan Energi mengacu kurikulum SD 2013 untuk siswa kelas IV SekolahDasar menurut guru kelas IV yang melaksanakan kurikulum SD 2013 D. Bagi guruPenelitian pengembangan ini dapat menambah pengetahuan dalam mengembangkan perangkat pembelajaran serta menjadi alternatif dalammengembangkan perangkat pembelajaran sehingga proses pembelajaran berjalan dengan baik pada sub tema pemanfaatan energi untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar 3.

4. Bagi sekolah

Penelitian pengembangan ini dapat menambah referensi pengetahuan bagi sekolah untuk mengembangkan perangkat pembelajaran sub tema pemanfaatan energiuntuk siswa kelas IV Sekolah Dasar 5. Bagi Prodi PGSD Menambah bahan pustaka prodi PGSD Universitas Sanata Dharma untuk pengembangan perangkat pembelajaran mengacu kurikulum SD 2013

E. Batasan Istilah 1

  Kurikulum SD 2013 adalah pedoman untuk menyusun perangkat pembelajaran dalam rangka mencapai tujuan pendidikan dengan menggunakan beberapa komponen yaitu pendidikan karakter, pendekatan tematik integratif, pendekatan saintifik, dan penilaianotentik 2. Pendidikan karakter adalah usaha untuk menanamkan nilai, budi pekerti, moral, watak, yang bertujuan mengembangkan kemampuan peserta didik untuk memberikan keputusan baik-buruk, memelihara apa yang baik, dan mewujudkan kebaikan itudalam kehidupan itu sehari-hari dengan sepenuh hati 3.

5. Penilaian otentik adalah cermin nyata (the real mirror) dari kondisi pembelajaran siswa

  6. Perangkat Pembelajaran adalah Rencana Pembelajaran Tematik Harian (RPPTH) beserta lampirannya yang terdiri dari bahan ajar/LKS, media pembelajaran, Instrumenpenilaian yang berupa soal dan kunci jawaban serta tugas dan rubrik penilaian.

F. Spesifikasi Produk yang Dikembangkan 1

  Komponen RPPTH yang disusun lengkap. RPPTH disusun dengan memperhatikan keutuhan perkembangan pribadi siswa(intelektual, keterampilan, dan karakter) yang nampak dalam perumusan indikator dan tujuan pembelajaran.

BAB II LANDASAN TEORI A. Kajian Pustaka 1. Kurikulum SD 2013 Menurut Hidayat (2013:19) secara etimologis kurikulum berasal dari bahasa Yunani yaitu curir yang berarti “pelari” dan currere yang berarti “tempat berpacu”. Berdasarkan istilah tersebut, maka kurikulum diibaratkan sebagai seorang pelari yang

  memulai larinya dari garis star dan mengakhirinya di garis finish, dan jika asal kata tersebut dikaitkan ke dalam dunia pendidikan, maka kurikulum diartikan sebagaisuatu sistem pendidikan yang sudah ditentukan dengan tertata dan terarah serta secara jelas ditentukan kapan memulai dan mengakhirinya. Menurut Dakir (2004:2) kurikulum merupakan sebuah program pendidikan yang dirancang dan direncanakan serta berisi berbagai macam bahan ajar danpengalaman belajar yang dibuat secara sistematik berdasarkan dengan norma-norma yang berlaku sehingga dijadikan pedoman dalam proses pembelajaran.

1. Standar Kompetensi Lulusan a. Pengertian

  Tujuan Standar Kompetensi Lulusan digunakan sebagai acuan utama pengembangan standar isi, standar proses, standar penilaian pendidikan,standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, dan standar pembiayaan. Ruang lingkup Standar Kompetensi Lulusan terdiri atas kriteria kualifikasi kemampuan peserta didik yang diharapkan dapat dicapai setelahmenyelesaikan masa belajarnya di satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.

d. Monitoring dan Evaluasi

  Untuk mengetahui ketercapaian dan kesesuaian antara StandarKompetensi Lulusan dan lulusan dari masing-masing satuan pendidikan dan kurikulum yang digunakan pada satuan pendidikan tertentu perludilakukan monitoring dan evaluasi secara berkala dan berkelanjutan dalam setiap periode. Keterampilan Memiliki kemampuan pikir dan tindak yang produktif dan kreatif 11 dalam ranah abstrak dan konkret sesuai dengan yang ditugaskan kepadanya.

b. Standar isi a. Pengertian

  Berdasarkan peraturan pemerintah Nomor 19 tentang standar nasional pendidikan sebagaimana telah diubah dengan peraturan pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang perubahan atas peraturan pemerintah Nomor 19 tentang standar nasional endidikan ditetapkan bahwa standar isi adalahkriteria mengenai ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi untuk mencapai kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Tujuan Standar Isi dikembangkan untuk menentukan kriteria ruang lingkup dan tingkat kompetensi yang sesuai dengan kompetensi lulusan yangdirumuskan pada Standar Kompetensi Lulusan, yakni sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

c. Standar proses a. Pengertian

  Menurut peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RepublikIndonesia Nomor 65 Tahun 2013 tentang standar proses pendidikan dasar dan menengah dalam dokumen salinan lampiran peraturan MenteriPendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 65 Tahun 2013 tentang standar proses pendidikan dasar dan menengah. Tujuan Standar Proses dikembangkan mengacu pada Standar KompetensiLulusan dan Standar Isi yang telah ditetapkan sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang StandarNasional Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan PeraturanPemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.

d. Standar penilaian a. Pengertian

  Tujuan Penilaian pendidikan sebagai proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didikmencakup: penilaian otentik, penilaian diri, penilaian berbasis portofolio, ulangan, ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester,ujian tingkat kompetensi, ujian mutu tingkat kompetensi, ujian nasional, dan ujian sekolah/madrasah. Ruang lingkup penilaian Penilaian hasil belajar peserta didik mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang dilakukan secara berimbang sehinggadapat digunakan untuk menentukan posisi relatif setiap peserta didik terhadap standar yang telah ditetapkan.

d. Prinsip dan pendekatan penilaian

  Menurut Kurinasih dan Sani (2014:49) mengatakan bahwa penilaian hasil belajar peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengahdidasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut. Ekonomis, berarti penilaian yang efisien dan efektif dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporannya.

a) Tantangan Internal

  Tantangan internal antara lain terkait dengan kondisi pendidikan dikaitkan dengan tuntutan pendidikan yang mengacu kepada 8 (delapan)Standar Nasional Pendidikan yang meliputi standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar saranadan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan. Oleh sebab itu tantangan besar yang dihadapi adalah bagaimana mengupayakan agar sumberdaya manusia usia produktif yang melimpah ini dapat ditransformasikan menjadi sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan keterampilanmelalui pendidikan agar menjadi handal dan profesional.

b) Tantangan Eksternal

  Tantangan eksternal antara lain terkait dengan arus globalisasi dan berbagai isu yang terkait dengan masalah lingkungan hidup, kemajuanteknologi dan informasi, kebangkitan industri kreatif dan budaya, dan perkembangan pendidikan di tingkat internasional. Saat ini, transformasi pendidikan yang dilakukan bangsa ini adalah perubahan kurikulum, yaitu dari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan(KTSP) menjadi Kurikulum 2013 yang berbasis ilmiah (saintifik).

e. Penyempurnaan Pola Pikir

  Pola pembelajaran yang berpusat pada guru menjadi pembelajaran berpusat pada peserta didik. Pola pembelajaran terisolasi menjadi pembelajaran secara jejaring (peserta didik dapat menimba ilmu dari siapa saja dan dari mana saja yang dapatdihubungi serta diperoleh melalui internet).

4. Pola pembelajaran pasif menjadi pembelajaran aktif mencari

  (pembelajaran siswa aktif mencari semakin diperkuat dengan model pembelajaran pendekatan sains). Dalam pola pembelajaran ini, siswadituntut untuk lebih aktif dan kreatif dalam menggali pengetahuan berdasarkan sumber-sumber yang ada di sekitarnya dan relevan denganmateri yang dipelajarinya 5.

6. Pola pembelajaran alat tunggal menjadi pembelajaran berbasis alat multimedia

  Standar Isi dirumuskan berdasarkan Tujuan MataPelajaran (Standar KompetensiLulusan Mata Pelajaran) yang dirinci menjadi StandarKompetensi dan KompetensiDasar Mata Pelajaran Standar Isi diturunkan dariStandar Kompetensi Lulusan melalui Kompetensi Inti yangbebas mata pelajaran 19 3. Mata pelajaran lepas satu dengan yang lain, sepertisekumpulan mata pelajaran terpisah Semua mata pelajaran diikat olehKompetensi Inti (tiap kelas) Pada kurikulum 2013 terdapat 4 elemen perubahan yaitu SKL ( StandarKompetensi Kelulusan ), Standar Proses, Standar Isi dan Standar Penilaian.

DESKRIPSI SD

KompetensiLulusan Adanya peningkatan dan keseimbangan soft skills dan hard skills yang meliputi aspek kompetensisikap, keterampilan, dan pengetahuan Kedudukan mata pelajaran (ISI)Kompetensi yang semula diturunkan dari matapelajaran berubah menjadi mata pelajarandikembangkan dari kompetensi. Pendekatan (ISI) Kompetensi dikembangkan melalui: 20 Tematik terpadu dalam semua mata pelajaran Holistik dan integratif berfokus kepada alam, Pembelajaran dilaksanakan dengan pendekatan Pelajaran dan sains alokasi waktu) Jumlah mata pelajaran dari 10 menjadi 6 Jumlah jam bertambah 4 JP/minggu akibat Standar proses yang semula terfokus pada Proses Belajar tidak hanya terjadi di ruang kelas, tetapi Tematik dan terpadu Penilaian berbasis kompetensi 21 pengetahuan berdasarkan proses dan hasil) yaitu pencapaian hasil belajar didasarkan pada posisi skor yang diperolehnya terhadap skor ideal(maksimal) pada kompetensi inti dan SKL siswa sebagai instrumen utama penilaianEkstrakurikuler Dilihat dari bagan elemen perubahan di atas dapat di tarik kesimpulan bahwaKurikulum 2013 mengatur ulang Standar Nasional Pendidikan yang telah berlaku sehingga menjadi penyempurnaan bagi pendidikan Nasional.

c) Penguatan Tata Kelola Kurikulum

  Pendekatan Kurikulum 2013 untuk SekolahDasar/Madrasah Ibtidaiyah diubah sesuai dengan kurikulum satuan pendidikan. Oleh karena itu dalam kurikulum 2013 dilakukan penguatan tatakelola sebagai berikut: 1) tata kerja guru yang bersifat individual diubah menjadi tata kerja yang bersifat kolaboratif; 2) penguatan manajeman sekolah 22 melalui penguatan kemampuan manajemen kepala sekolah sebagai pimpinan kependidikan (educational leader); dan 3) Penguatan sarana dan prasaranauntuk kepentingan manajemen dan proses pembelajaran.

d) Penguatan Materi

b. Penguatan Pendidikan Karakter

  Menurut Scerenko (1997) dalam Samani dan Hariyanto (2012:45) mengatakan bahwa pendidikan karakter dimaknani sebagai upaya yang sungguh-sungguhdengan cara mana ciri kepribadian positif dikembangkan, didorong, dan diperdayakan melalui keteladanan, kajian (sejarah, dan biografi para bijak danpemikir besar), serta praktik emulasi (usaha yang maksimal untuk mewujudkan hikmah dari apa-apa yang diamati dan dipelajari). Strategi belajar mengajar akan menjadi titik kulminasi dalam pemberdayaan sistem pembelajaran yang lebih komprehensif sehingga segala fenomena yang terkait dan terkandung di dalamnya dapat dicermati dan ditelaah secara mendalam olehkomponen yang terkait di dalamnya Dalam proses pembelajaran berdasarkan UUSPN Nomor 20 tahun 2003, terdapat empat faktor yang mendukung pendidikan karakter dibutuhkan di antaranya; 1.

4. Menjadi hakekat dari pendidikan karakter

Sekolah sangat dituntut dalam membangun penguatan pendidikan karakter dengan baik dan serius, karena pendidikan sangat penting terutama pendidikan karakter, selainpendidikan karakter yang hanya mendidik pemikiran tanpa membangun karakter maka sulit untuk diharapkan bisa membangun masa depan diri, serta masa depan bangsa. 27

c. Pendekatan Tematik Integratif

  Peserta didik pada jenjang pendidikan sekolah dasar, khususnya kelas awal(kelas I, II dan III) umumnya masih melihat segala sesuatu sebagai sebagai suatu keutuhan (holistik) serta memahami hubungan antarkonsep secara sederhanasehingga proses pembelajaran masih bergantung pada objek konkret dan pengalaman langsung (Piaget: 1950 dalam Ahmadi:89). Dari penjelasan yang dijelaskan diatas dapat disimpulkan bahwa PendekatanTematik Integratif pendekatan pembelajaran yang dilakukan secara terpadu, yang berarti setiap beberapa mata pelajaran akan digabungkan menjadi satu tema pokokyang saling keterkaitan antar bidang studi, antar konsep, antar pokok bahasan, antar tema bahkan antar topik melalui pengalaman langsung sehinggapembelajaran dapat bermakna bagi siswa.

1. Prinsip Pembelajaran Tematik Integratif

  Pembelajaran tematik integratif memiliki satu tema yang aktual, dekat dengan dunia siswa dan ada dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran tematik integratif tidak boleh betentangan dengan tujuan kurikulum yang berlaku tetapi sebaliknya Pembelajaran tematik integratif harus mendukung pencapaian tujuan utuh kegiatan pembelajaran yang termuat dalam kurikulum.

2. Karakteristik Pembelajaran Tematik Integratif

  Hal ini sesuai dengan pendekatan modern yang lebih banyak menempatkan siswa sebagaisubjek belajar, sedangkan guru lebih banyak berperan sebagi fasilitator yaitu memberikan kemudahan-kemudahan kepada siswa untuk melakukan aktivitasbelajar. Bersifat fleksibel Pembelajaran tematik bersifat luwes (fleksibel) dimana guru dapat mengaitkan bahan ajar dari satu mata pelajaran dengan mata pelajaran yanglain, bahkan mengaitkan dengan kehidupan siswa dan keadaan lingkungan di mana sekolah dan siswa berada f.

3. Rambu-Rambu Pembelajaran Tematik

  Memberi pengalaman dan kegiatan belajar mengajar yang relevan dengan tingkat Menurut Kunandar (2007) dalam Ahmadi (2013:92), pembelajaran tematik integratif memiliki kelebihan yaitu:a. Menyajikan kegiatan yang bersifat nyata sesuai dengan persoalan yang dihadapi dalam lingkungan peserta didik d.

5. Tujuan pembelajaran dengan pendekatan saintifik

  Tujuan pembelajaran dengan pendekatan saintifik didasarkan pada keunggulan pendekatan tersebut. Melibatkan proses-proses kognitif yang potensial dalam merangsang perkembangan intelek, khususnya keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa.

7. Prinsip-prinsip pembelajaran dengan pendekatan saintifik

  Langkah-langkah umum pembelajaran dengan pendekatan saintifik Proses pembelajaran pada Kurikulum 2013 untuk semua jenjang dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan ilmiah (saintifik). Kegiatan mengamati dalam pembelajaran sebagaimana disampaikan dalam Permendikbud Nomor 81a, hendaklah gurumembuka secara luas dan bervariasi kesempatan peserta didik untuk melakukan pengamatan melalui kegiatan: melihat, menyimak, mendengar, dan membaca.

2. Menanya

  Kegiatan “menanya” dalam kegiatan pembelajaran sebagaimana disampaikan dalam Permendikbud Nomor 81a Tahun 2013, adalah mengajukan pertanyaan tentang informasi yang tidak dipahami dari apa yang diamati atau pertanyaan untuk mendapatkan informasitambahan tentang apa yang diamati (dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik). Pengolahan informasi yang dikumpulkan dari yang bersifat menambah keluasan dan kedalaman sampai kepada pengolahaninformasi yang bersifat mencari solusi dari berbagai sumber yang memiliki pendapat yang berbeda sampai kepada yang bertentangan.

5. Menarik kesimpulan

  Kegiatan menyimpulkan dalam pembelajaran dengan pendekatan saintifik merupakan kelanjutan dari kegiatan mengolah data atau informasi. Setelahmenemukan keterkaitan antar informasi dan menemukan berbagai pola dari keterkaitan tersebut, selanjutnya secara bersama-sama dalam satu kesatuankelompok, atau secara individual membuat kesimpulan.

6. Mengkomunikasikan

  Adapun kompetensi yang diharapkan dalam kegiatan ini adalah mengembangkan sikap jujur, teliti, toleransi, kemampuan berpikir sistematis,mengungkapkan pendapat dengan singkat dan jelas, dan mengembangkan kemampuan berbahasa yang baik dan benar. Penilaian otentik adakalanya disebut penilaianresponsif, suatu metode untuk menilai proses dan hasil belajar peserta didik yang memiliki ciri-ciri khusus, mulai dari mereka yang mengalami kelainan tertentu,memiliki bakat dan minat khusus, hingga yang jenius.

b) Jenis‐jenis Penilaian Autentik

  Dalam modul kurikulum 2013, menjelaskan 4 jenis penilaian autentik yaitu sebagai berikut: 1) Penilaian kerja Penilaian autentik sebisa mungkin melibatkan partisipasi peserta didik, khususnya dalam proses dan aspek-aspek yang akan dinilai. keterampilan peserta didik dalam memilih topik, mencari dan mengumpulkan data, mengolah dan menganalisis, memberi makna atas informasi yang diperoleh, dan menulis laporan.

4) Penilaian tertulis

  Tes tertulis berbentuk uraian atau esai menuntut peserta didik mampu mengingat, memahami, mengorganisasikan, menerapkan, menganalisis,mensintesis, mengevaluasi, dan sebagainya atas materi yang sudah dipelajari. Tes tertulis berbentuk uraian sebisa mungkin bersifat komprehensip sihingga mampu menggambarkan ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan pesertadidik.

c) Prinsip dan pendekatan penilaian autentik

  Menurut Imas dan Berlin (2014:49) mengatakan bahwa penilaian hasil belajar peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah didasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut. Ekonomis, berarti penilaian yang efisien dan efektif dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporannya.

d) Ciri-ciri penilaian autentik

  Artinya, dalam melakukan penilaian terhadap peserta didik harus mengukur aspek kinerja (perfomance) dan produk atau hasil yang dikerjakanoleh peserta didik.dalam melakukan penilaian kinerja dan produk pastikan bahwa kinerja dan produk tersebut merupakan cerminan kompetensi daripeserta didik tersebut secara nyata dan objektif 2. Artinya dalam melakukan penilaian terhadap peserta didik, guru dituntut untuk melakukan penilaian terhadap kemampuan atau kompetensi proses(kemampuan atau kompetensi peserta didik dalam kegiatan pembelajaran) dan kemampuan atau kompetensi peserta didik setelah melakukan kegiatanpembelajaran.

2. Model Pengembangan Perangkat Pembelajaran

  Analisis tugas tidak laindengan analisis isi pelajaran, analisis konsep, analisis pemrosesan informasi, dan analisis prosedural yang digunakan untuk memudahkan pemahaman ataupenugasan tentang tugas belajar dan tujuan pembelajaran yang dituangkan 51 dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPPTH) dan Lembar Kegiatan Siswa (LKS). Pemilihan sumber pembelajaran dengan baikmaka tujuan pembelajaran dapat tercapai seperti dapat memotivasi peserta didik dengan cara menarik dan menstimulasi perhatina pda materipembelajaran, melibatkan peserta didik, menjelaskan dan menggambarkan isi materi pelajaran dan keterampilan kinerja, membantu pembentukan sikap danpengembangan rasa menghargai (apresiasi), serta dapat memberi kesempatan untuk menganalisis sendiri kinerja perorangan.j.

a.) Pengertian

  Istila silabus diguinakan untuk menyebut suatu produk pengembangan kurikulum berupa penjabaran lebih lanjut dari standar kompetensi dan kompetensi dasar yang ingin dicapai dan pokok-pokok serta uraian materi yangperlu dipelajari siswa dalam rangka pencapaian standar kompetensi dan kompetensi dasar. Silabus diartikan pula sebagai rencana pembelajaran padasuatu dan atau kelompok mata pelajaran/ tema tertentu yang mencakup standar kompetensi dan kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatanpembelajaran, indiklator pencapaian kompetensi untuk penilaian, penilaian, alokasi waktu dan sumber belajar.

b.) Pengembang Silabus

  Pengembangan silabus dapat dilakukan oleh para guru secara mandiri atau berkelompok dalam sebuah sekolah atau beberapa sekolah, kelompokMusyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) pada atau Pusat Kegiatan Guru (PKG), dan dinas Pendidikan. (Daryanto dan Dwicahyono).

1. Guru

  Kelompok Guru Apabila guru kelas atau guru mata pelajaran karena sesuatu hal belum dapat melaksanakan pengembangan silabus secara mandiri, maka pihaksekolah dapat mengusahakan untuk membentuk kelompok guru kelas atau guru mata pelajaran untuk mengembangkan silabus yang akan dipergunakanoleh sekolah tersebut 3. Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sekolah yang belum mampu mengembangkan silabus secara mandiri, sebaiknya bergabung dengan sekolah lain melalui forum MGMP/ PKG untukbersama-sama mengembangkan silabus yang akan digunakan sekolah-sekolah dalam lingkup MGMP setempat.

4. Dinas Pendidikan

Dinas pendidikan setempat dapat memfasilitasi penyusunan silabus dengan membentuk sebuah tim yang terdiri dari para guru yangberpengalaman di bidangnya masing-masing.

c.) Prinsip Pengembangan Silabus 1

  Ilmiah artinya, keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan. Relevan artinya cakupan, kedalaman, tingkat kesukaran dan penyajian materi dalam silabus sesuai dengan tingkat perkembangan fisik,intelektual, sosial, emosional, dan spiritual peserta didik.

3. Sistematis artinya komponen-komponen silabus Saling berhubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi

  Aktual dan Kontekstual artinya, cakupan indikator, materi pokok, kegiatan pembelajaran, dan sistem penilaian memperhatikanperkembangan ilmu, teknologi, dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata, dan peristiwa yang terjadi. Fleksibel artinya, keseluruhan komponen-komponen silabus dapat mengakomodasi variasi peserta didik, pendidikan, serta dinamikaperubahan yang terjadi di sekolah dan tuntutan masyarakat.

d.) Tahap-tahap pengembangan silabus 1. Perencanaan

  Tim yang ditugaskan untuk menyusun silabus terlebih dahulu perlu mengumpulkan informasi dan mempersiapkan kepustakaan atau referensiyang sesuai untuk mengembangkan silabus. Pelaksanaan Dalam melaksanakan penyusunan silabus perlu memahami semua perangkat yang berhubungan dengan penyusunan silabus, seperti standarisi yang berhubungan dengan mata pelajaran 3.

2. RPP

  Menurut Purwanto (2014:87) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pada dasarnya merupakan suatu bentuk prosedur dan manajemen pembelajaran untukmencapai kompetensi dasar atau inti yang telah ditetapkan dalam standar isi (standar kurikulum) yang memuat: 1). Identitas ( nama sekolah, kelas/semester, tema/subtema,pertemuan ke dan alokasi waktu).

e.) LKS (lembar kerja siswa)

  Menurut Daryanto dan Dwicahyono (2014:175), lembar kerja siswa (student work sheet) adalah lembaran-lembaran yang berisi tugas-tugas yang harus dikerjakan oleh siswa atau lembaran kegiatan yang berisi petunjuk, langkah- 60 langkah untuk menyelesaikan suatu tugas tertentu. Pengertian Menurut Daryanto (2014:15) penilaian merupakan serangkain kegiatan untuk memperolaeh, menganalisi atau menafsirkan proses dan hasil belajar siswa yangdilakukan secara sistematis dan berkesinambungan sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan untuk menentukan tingkatkeberhasilan pencapaian kompetensi yang telah ditentukan.

b). Prinsip dan Pendekatan Penilaian

  Menurut Imas dan berlin (2014:49) mengatakan bahwa penilaian hasil belajar peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah didasarkanpada prinsip-prinsip sebagai berikut. Ekonomis, berarti penilaian yang efisien dan efektif dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporannya.

B. Penelitian yang Relevan

  Hasil penelitian ini adalah bahan ajar yang terintegrasi dengan pendidikan karakter untuk keterampilan membaca pada mata pelajaran bahasa Indonesia kelas IVSDN Pakem 4 semester gasal yang memiliki kualitas sangat baik dan layak untuk digunakan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kelas IV semester gasal berdasarkanvalidasi dari pakar bahasa Indonesia, pakar pendidikan karakter, guru BahasaIndonesia, dan siswa kelas IV SDN Pakem 4. Penelitian pengembangan yang akan dilakukan oleh peneliti diperluas sesuai dengan tuntutan Kurikulum SD 2013 khususnya kebutuhan guru dalam memfasilitasisiswa dalam pembelajaran dan juga kebutuhan siswa akan perangkat pembelajaran yang kiranya dapat mengaktifkan dan menarik minat bagi siswa.

C. Kerangka Pikir Kurikulum SD 2013 1

  Rasional dan elemen perubahan kurikulum 2. Penguatan pendidikan karakter 3.

4. Penilaian autentik

  Pemerintah telah menerbitkan perangkat pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum 2013, akan tetapi masih perluadanya suplemen tambahan agar perangkat pembelajaran yang telah dibuat dapat semakin layak sesuai kebutuhan guru dan peserta didik. Pendekatan tematik terpadu (integratif) dan pendekatan saintifik menjadi pedoman dalam menyusunperangkat pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan guru dan siswa.

D. Pertanyaan Penelitian

  Bagaimana kualitas perangkat pembelajaran sub tema selalu berhemat energi energi mengacu kurikulum SD 2013 untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar menurut pakarkurikulum SD 2013? Bagaimana kualitas perangkat pembelajaran sub tema selalu berhemat energi energi mengacu kurikulum SD 2013 untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar menurut guru kelas IV yang melaksanakan kurikulum SD 2013?

BAB II I METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah R&D (Research

  Berdasarkan pengertian tersebut maka dapat disimpulkanbahwa Research and Development adalah suatu penelitian pengembangan yang digunakan dalam penelitian dengan produk finalnya adalah menghasilkan suatuproduk yang efektif dan efesien atau layak digunakan dalam praktek pendidikan. Produk yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah perangkat pembelajaran mengacu pada kurikulum 2013 untuk siswa kelas IV ( empat ) Sekolah Dasar.

B. Prosedur Pengembangan

  Penelitian pengembangan yang dikemukakan kemp dan Borg and Gall ini memiliki 10 langkah, namun dalam penelitian ini,peneliti membatasinya pada lima langkah dikarenakan terbatasnya waktu yang dibutuhkan. Langkah-langkah tersebut ialah (1) potensi dan masalah, (2)pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi ahli, (5) revisi desain dan selanjutnya akan menghasilkan produk final berupa perangkat pembelajaran mengacukurikulum 2013 untuk siswa kelas IV dengan subtema pemanfaatan energi.

C. Jadwal Penelitian

  Potensi dan masalah Penelitian ini didasarkan pada potensi dan masalah yang peneliti temukan di lapangan. Wawancara ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengetahui fakta dan masalah yang terjadi di lapangan menyangkut pengembangan perangkatpembelajaran yang digunakan guru mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar.

2. Pengumpulan data

3. Desain produk

  Desain produk yang akan dihasilkan oleh peneliti, diawali dengan menentukan tema, kemudian peneliti memilih Kompetensi Inti danKompetensi Dasar yang sesuai dengan tema, setelah itu peneliti memilih subtema yang dibuat berdasarkan pemetaan KI dan KD, selanjutnya penelitimembuat silabus sesuai dengan KI dan KD tersebut. Revisi desain Revisi desain akan dilakukan oleh peneliti setelah mendapat kritik dan saran dari validator ahli terhadap pengembangan perangkat pembelajaran yangakan digunakan, selanjutnya akan menghasilkan produk final berupa pengembangan perangkat pembelajaran untuk kelas IV sekolah dasar dengansub tema pemanfaatan energi mengacu kurikulum 2013.

D. Validasi Ahli Kurikulum SD 2013

  Untuk mendapatkan hasil yang baik dalam penelitian ini, maka peneliti membutuhkan dua orang validator ahli kurikulum 2013 yang kompeten yang terdiridari dua orang dosen. Data yang diperolehpeneliti, akan dianalisis untuk mendapatkan informasi menyangkut dengan kebutuhan guru dalam mengembangkan perangkat pembelajaran mengacu kurikulum 2013.

H. Teknik Analisis Data

  Data kualitatif yang diperoleh peneliti berupa komentar yang dikemukakan oleh guru kelas IV SDNKalasan 1 Yogyakarta. Skala penilaian terhadap bahan ajar yangdikembangkan adalah skala nilai lima atau yang dikenal dengan konversi nilai skala lima menurut Sukardjo (2008:101) sebagai berikut: Tabel 5.

0 SBi< X ≤ i

  Penentuan rumus kualitatif pengembangan ini diterapkan dengan konversi Jawaban:Kategori sangat baik = X > Diketahui:Skor maksimal ideal : 5Skor minimal ideal : 1Rerata ideal ( i ) : (5+1) = 3Simpangan baku ideal (SB i ) : (5-1) = 0,67Ditanyakan:Interval skor kategori sangat baik, baik, cukup baik, kurang baik, dan sangat kurang baik. Kriteria Skor Skala Lima Interval Skor Kriteria4,22 Sangat Baik 3,41 - 4,21 Baik2,61 - 3,40 Cukup 1,80 - 2,60 Kurang 0,00 - 1,79 Sangat Kurang Hasil dari penghitungan skor masing-masing validasi yang dilakukan akan dicari rerata skor perolehannya kemudian dapat dikonversikan dari data kuantitatif kedata kualitatif dalam kategori tertentu seperti yang tertera pada tabel kriteria skor skala lima.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Analisis Kebutuhan Langkah awal yang dilakukan peneliti dalam penelitian pengembangan

  Wawancara yang dilakukan bertujuan untuk menemukan fakta sehubungan dengan pemahaman guru terhadap kurikulum SD 2013 dan ketersediaan perangkatpembelajaran mengacu kurikulum SD 2013 sesuai dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Hasil wawancara akan digunakan sebagai bahan pertimbangan untukmembuat atau merancang suatu produk yang akan dihasilkan yaitu perangkat pembelajaran sesuai yang diharapkan dalam implementasi kurikulum 2013.

1) Hasil Wawancara Analisis Kebutuhan

  Namun, dalampenulisan indikator, hanya indikator dari KI 3 dan KI 4 yang ditulis, sedangkan indikator dari KI 1 dan KI 2 dapat disisipkan dalam tujuan pembelajaran. Menurut guru, penilaian yang mudah dibuat adalah penilaian pengetahuan dan keterampilan, namun penilaian sikap masih sulitdilakukan karena guru belum menemukan penilaian yang efektif sehingga guru masih memerlukan contoh penilaian yang efektif, terutama pada penilaian sikap.

2) Pembahasan Hasil Wawancara Analisis Kebutuhan

  Berdasarkan hasil wawancara yang telah dipaparkan di atas, peneliti dapat menyimpulkan bahwa pemahaman guru terhadap kurikulum SD 2013 sudahcukup untuk melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kurikulum SD 2013. Kesulitan yang dihadapi hanya berkaitan dengan teknis penilaian, terutama dalam penilaian sikap sosial dan spiritual.

B. Deskripsi Produk Awal

  Langkah selanjutnya adalah merancang silabus dan RPPTH berdasarkan indikator dan tujuan pembelajaran serta penilaian setiap muatan pembelajaran berupapenilaian otentik. Silabus disusun secara sistematis dan berisikan komponen-komponen yaitu: (1) identitas sekolah, (2) tema dan sub tema (3) muatan pelajaran terkait, (4) kompetensi dasar, (5) materi pembelajaran,(6) kegiatan pembelajaran, (7) penilaian, (8) alokasi waktu, dan (9) sumber belajar.

2) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Tematik Harian (RPPTH)

  Lembar Kerja Siswa (LKS) yang dikembangkan pada penelitian ini adalahLKS untuk siswa SD kelas IV yang mengacu pada kurikulum SD 2013 yang berisi pendekatan tematik integratif. LKS berisi materi pokok yang dapatmemungkinkan siswa memahami dengan baik hal yang diajarkan guru sesuai dengan kompetensi dan tujuan yang telah ditentukan.

C. Data Hasil Validasi Pakar Kurikulum SD 2013 dan Revisi Produk

  Terdapat beberapa aspek penilaian terhadap komponen RPPTH dalam instrumen validasi yang digunakan peneliti sebagai berikut: (1) identitas RPPTH, (2) perumusanindikator, (3) perumusan tujuan pembelajaran, (4) pemilihan materi ajar, (5) pemilihan sumber belajar, (6) pemilihan media belajar, (7) metode pembelajaran, (8)skenario pembelajaran, (9) penilaian, (10) lembar kerja siswa (LKS), (11) penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Bapak G memberikankomentar umum dan saran perbaikan secara umum sebagai berikut: (1) bahasa perlu diperhatikan, (2) rubrik penilaian perlu disesuaikan, (3) indikator diusahakanmencapai kemampuan berpikir tingkat tinggi, (4) kegiatan pembelajaran perlu dibuat lebih runtut dan (5) ruang lingkup pembelajaran belum nampak.

C. Pemilihan sumber belajar

4 Sumber belajar yang Sumber belajar perlu Menyesuaikan sumber dikutip dengan tata disesuaikan dengan belajar dengan EYDtulis baku EYD D. Pemilihan sumber belajar 1 Kesesuaian media belajar denganindikator dan tujuan pembelajaran Media belajar perlu diperjelasMembuat media yang jelas dan sesuai denganindikator dan tujuan pembelajaran

E. Skenario Pembelajaran

1 Menampilkan kegiatan pendahuluandengan jelas Kegiatan pendahuluan perlu diberi keteranganMemberi keterangan yang jelas pada kegiatanpendahuluan 2 Menampilkan kegiatan inti sesuaidengan pendekatan saintifik Kegiatan inti tidak lengkapMelengkapi kegiatan inti dengan menggunakanpendekatan saintifik 3 Menampilkan kegiatan penutupdengan jelas Kegiatan penutup tidak lengkapMelengkapi kegiatan penutup denganmenyimpulkan, post test, refleksi dan tindak lanjut 5 Keterpaduan antara muatan pembelajaranKegiatan pembelajaran perlu diatur agar runtut Kegiatan pembelajaran diatur sehingga runtut

F. Penilaian

  4 Kesesuaian tugas dengan rubrikTugas dan rubrik kurang sesuai serta Menyesuaikan tugas dan rubrik penilaian serta penilaian rubrik penilaian perludiperbaiki memperbaiki rubrikpenilaian G. Lembar Kerja Siswa (LKS) 1 Kelengkapan unsur- unsur LKSBedakan antara petunjuk dan kegiatanbelajar Membedakan petunjuk dan kegiatan belajar 8 Tersedia beberapa pertanyaan untukrefleksi Sudah tersedia beberapa pertanyaan refleksiMeninjau kembali pertanyaan releksi yangtelah dibuat H.

D. Data Hasil Validasi Guru Kelas IV Pelaksana Kurikulum SD 2013

  Terdapat beberapa aspek penilaian terhadap komponen RPPTHdalam instrumen validasi yang digunakan peneliti sebagai berikut: (1) identitas materi ajar, (5) pemilihan sumber belajar, (6) pemilihan media belajar, (7) metode pembelajaran, (8) skenario pembelajaran, (9) penilaian, (10) lembar kerja siswa(LKS), (11) penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Komentar umum dan saran perbaikan umum yang diberikan Ibu K selaku validator yaitu: (1) bahan ajar dan materidilengkapi, (2) penilaian, kunci jawaban dan rubrik penilaian dilengkapi dan diperbaiki, (3) LKS dibuat lebih menarik agar siswa senang mengerjakan tugas.

A. Pemilihan materi ajar

  Pemilihan sumber belajar 2 Kesesuaian sumber belajar dengan materipembelajaran dan pendekatan saintifik Sumber belajar kurang variatifMemvariasikan sumber belajar tidak hanyaberpatokan pada buku guru dan buku siswa 4 Sumber belajar yang dikutip dengan tatatulis baku Sumber belajar belum ditulis bakuSumber belajar ditulis baku sesuai kaidahpenulisan daftar pustaka C. Skenario pembelajaran 3 Menampilkan Post test dan refleksi Memperjelas post test dan kegiatan penutup belum terlalu jelas refleksidengan jelas 6 Keterpaduan antar Muatan pelajaran belum Memadukan setiap muatan muatan pembelajaran terlalu padu pembelajaran dengan baik 9 Pengaturan skenario Waktunya akan kurang Mengatur waktu sesuai pembelajaran dengan jika dilaksanakan persis dengan alokasi waktualokasi waktu seperti rencana proporsionalproporsional E.

1. Kajian Produk Akhir

  Pertama, identitas RPPTH berisikan nama satuan instansi, kelas/semester,mata pelajaraan, tema/subtema, pembelajaran ke-, dan alokasi mengenai kompetensi yang harus dipelajari dalam aspek sikap sosial dan spiritual, pengetahuan dan keterampilan. Refleksi berisikan beberapa pertanyaan untuk siswa yang bertujuan sebagai sarana siswa untuk menuangkan apa yang dirasakan dan apa yang telahdilakukan pada pembelajaran tersebut.

2. Pembahasan

  Berdasarkan pembuatan perangkat pembelajaran dan hasil validasi oleh dua orang pakar Kurikulum SD 2013 serta dua orang guru SD Kelas IV pelaksanaKurikulum SD 2013 diperoleh hasil bahwa perangkat pembelajaran tersebut masuk dalam kategori “Baik” dengan skor rerata yaitu 3,91. Dengan demikian, produk yang dikembangkan dapat dikatakan memiliki kualitas yang baik dan layak untuk digunakan sebagai perangkat pembelajaranyang mengacu pada Kurikulum SD 2013.

BAB V PENUTUP Bab ini memaparkan (a) kesimpulan, (b) keterbatasan pengembangan, dan (c) saran. A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka peneliti menyimpulkan

  Ada 10 langkah pengembangan penelitian menurut Borg dan Gall, namun peneliti hanya membatasi sampai 5langkah, yaitu (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk,(4) validasi ahli, (5) revisi desain, sampai menghasilkan produk final berupa perangkat pembelajaran mengacu kurikulum SD 2013 sub tema pemanfaatanenergi untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar 2. Berdasarkan validasi ahli yang telah dilakukan oleh para validator, yaitu dua orang dosen dan dua orang guru kelas IV Sekolah Dasar, maka pakar kurikulumSD 2013 (A) memberikan rerata skor 3,62 dengan kategori “baik” dan pakar kurikulum SD 2013 (B) memberi rerata skor 3,86 dengan kategori “baik”.

3. Perangkat pembelajaran yang mengacu kurikulum SD 2013 sub tema

  Pemanfaatan Energi Untuk Siswa Kelas IV Sekolah Dasar dikategorikan “baik” yang dapat ditinjau pada 11 komponen yaitu (1) identitas RPPTH, (2) perumusan indikator, (3) perumusan tujuan pembelajaran, (4) pemilihan materi ajar, (5)pemilihan sumber belajar, (6) pemilihan media belajar, (7) metode pembelajaran,(8) skenario pembelajaran, (9) penilaian, (10) lembar kerja siswa, dan (11) bahasa) B. Keterbatasan Pengembangan Perangkat pembelajaran yang dikembangkan dalam penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan yang dapat dipaparkan sebagai berikut: 1.

C. Saran

Saran yang dapat diberikan kepada peneliti yang akan mengembangkan perangkat pembelajaran yang mengacu kurikulum SD 2013 adalah sebagai berikut:

1. Wawancara untuk analisis kebutuhan sebaiknya dilakukan kepada beberapa guru

SD kelas IV sehingga bahan pertimbangan peneliti untuk mengembangkan perangkat pembelajaran yang mengacu kurikulum SD 2013 lebih banyak sehinggaproduk yang dihasilkan menjadi semakin baik 2. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan alangkah baiknya diuji coba lapangan sesuai dengan alokasi waktu yang ditentukan agar peneliti benar-benar mengetahui apakah produk yang dihasilkan layak digunakan uji coba atau tidak

DAFTAR PUSTAKA

  2 Sejauh mana pemahaman Guru memberikan jawaban bahwa pada KTSP,Bapak/ Ibu terkait dengan perumusan indikator dan tujuan pembelajaran lebih perumusan indikator dan mempertimbangkan pada aspek pengetahuan,tujuan pembelajaran yang sedangkan untuk kurikulum SD 2013 penilaian otentik mempertimbangkan keutuhan benar-benar diterapkan, meliputi empat aspek. Tujuanpembelajaran berdasarkan KI 1 dan KI 2 boleh tidak dicantumkan, namun dapat disisipkan pada tujuanpembelajaran KI 3 dan KI 4 3 Sejauh mana pemahaman Guru memberikan jawaban bahwa pembelajaranBapak/ Ibu terkait dengan dengan pendekatan tematik integratif adalah penerapan pendekatan pembelajaran yang memuat beberapa muatan pelajarantematik integratif dalam dalam satu kesatuan kegiatan pembelajaran, kemudian muatan mata pelajaran.

SD/ MI

  tugas matematika danjagad raya terhadap memecahkan Kelas (membentuk masalah yangkebesaran Tuhan yang IVEdisijejaring) berkaitan dengan menciptakannya, serta KPK dan FPB Revisi.  Siswa dan guru Sikap spiritual: penilaian diri 6 JP Kementeria nPendidikan danKebudayaan , 2014.

3.4.1 IPA

   Siswa berdiskusi Jakarta:Kementeria nPendidikan dan IVEdisi Revisi. Keterampilan: melalui pengamatan dan perbedaan alamdan energi dan sumberpenilaian kinerja mendeskripsikan bentuk energi Kebudayaan daya alam 3.pemanfaatannya dalam IPS , 2014.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Pengembangan LKS (Lembar Kerja Siswa) tema 3 subtema 1 menggunakan model PBL (Problem Based Learning) pada siswa kelas IV Sekolah Dasar
2
57
23
Implementasi kurikulum 2013 pada pembelajaran bahasa arab di madrasah ibtidaiyah
0
10
14
Efektivitas pemanfaatan media audio visual vidio pembelajaran dalam upaya peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa pada pembelajaran sejarah (penelitian kelas di SMP Bina Sejarah Depok)
1
6
235
Pengembangan media pembelajaran matematika basis android pada materi peluang untuk siswa SMK
8
14
198
Pengaruh penggunaan media pembelajaran papan buletin terhadap hasil pembelajaran IPA siswa kelas IV MIN Ciputat
6
23
271
Efektifitas pembelajaran akidah akhlak pada siswa kelas IV di madrasah ibtidaiyah Alhikmah Kalibata Jakarta Selatan
2
15
78
Pengembangan instrumen penilaian sikap ilmiah siswa berbasis kurikulum 2013
1
29
0
efektivitas penerapan pendekatan bilingual pada pemberdayaan sekolah dalam pembelajaran tema ke-7 (tematik) di kelas i sdi al-syukro universal pamulang tangerang selatan
1
13
0
Buku pegangan siswa matematika sma kelas 10 semester 1 kurikulum 2013 edisi revisi 2014
8
71
228
Buku pegangan siswa matematika sma kelas 12 kurikulum 2013
1
34
281
buku siswa smp kela viii kurikulum 2013
7
179
181
Aplikasi pembelajaran berbasis komputer pelajaran fisika untuk SMA kelas 1 berdasarkan kurikulum KTSP
1
3
28
Contoh RPP Kimia kelas x kurikulum 2013
0
8
8
silabus kimia kelas 11 kurikulum 2013
1
11
16
Pengembangan media pembelajaran ipa terpadu interaktif dalam bentuk moodle untuk siswa smp pada tema hujan asam
0
1
19
Show more