Mesin penghasil air aki menggunakan siklus kompresi uap dengan pipa pencurah air berjarak 13 mm antar lubang.

Gratis

2
6
121
2 years ago
Preview
Full text

ABSTRAK

  Jika dibandingkan dengan variasi fan bekerja dan mesin bekerja tanpa pipa pemancur air yang hampir sama dengan kondisi normal mesin yaitu 63,7% maka sebenarnyaefisiensi kerja mesin dapat bertambah dengan melakukan variasi yang tepat. Jika dibandingkan dengan variasi fan bekerja dan mesin bekerja tanpa pipa pemancur air yang hampir sama dengan kondisi normalmesin yaitu 63,7% maka sebenarnya efisiensi kerja mesin dapat bertambah dengan melakukan variasi yang tepat.

NOVERA WISDA DEWI ASTUTY

  Tujuan dari penelitian ini adalah membuatdan merancang sebuah mesin yang dapat membuat air aki dengan cara yang mudah, membutuhkan waktu yang cepat dan tidak memerlukan energi yangbanyak. Jika dibandingkan dengan variasi fan bekerja dan mesin bekerja tanpa pipa pemancur air yang hampir sama dengan kondisi normalmesin yaitu 63,7% maka sebenarnya efisiensi kerja mesin dapat bertambah dengan melakukan variasi yang tepat.

KATA PENGANTAR

  Skripsi ini membahas mengenai mesin penghasil air aki menggunakan siklus kompresi uap dan pipa pencurah air dengan jarak antar lubang pada pipa13 mm. 58 Tabel 4.7 Data pada P-h diagram variasi fan bekerja selama Tabel 4.8 Data pada P-h diagram variasi fan bekerja selama 5 menit dan fan berhenti selama 5 menit dilakukan selama 1 jam serta menggunakan pipa pemancur air .....................................................

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

  Proses pembuatan air aki yang dilakukan dengan proses penyulingan memerlukan waktu yang lama, biaya yang mahal dan memerlukan energi yangbanyak pada proses penguapannya. Dengan adanya kenyataan bahwa mesin AC dapat menghasilkan air embun, maka penulis tertarik untuk merancang dan merakit mesin yang dapatmenghasilkan air yang dapat dipergunakan sebagai air aki.

1.5 Manfaat Penelitian

  Bagi penulis, dapat menambah wawasan pengetahuan tentang mesin penghasil air aki yang bekerja dengan siklus kompresi uap. Hasil penelitian dapat dipergunakan untuk referensi bagi peneliti lain yang melakukan penelitian sejenis.

BAB II DASAR TEORI DAN TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Dasar Teori

2.1.1 Metode-metode Pembuatan Air Aki (Jenis Air Murni)

  Proses ini mampu menghasilkan air dengan tingkat kemurnian yang sangat tinggi (ultrapure water)dengan jumlah kandungan ionik dan an-ionik nya mendekati angka nol sehingga mencapai batas yang hampir tidak dapat dideteksi lagi. Proses penyulingan (destilasi) Gambar 2.1 Proses destilasi (Sumber: http://budisma.net/2015/03/pengertian-proses-destilasi-penyulingan-dan-jenisnya.html ) Proses penyulingan (destilasi) adalah suatu proses pemisahan dengan memanfaatkan perbedaan titik didih (volatilitas) setiap senyawa campuran selainitu mempunyai perbedaan tekanan uap dan hasil dari pemisahannya menjadi komponen-komponennya atau kelompok komponen.

2.1.2 Air Aki

  Air aki berasal dari air destilasi (aquadest) atau air accu botol biru seperti yang dijual di pasaran. Tak mengandung logam, berbahan dasar air PDAM atau sumur tapi telah melewati proses pemurnian dengan cara penyulingan dan proses demineralisasi.

2 O dan berguna untuk menambah air aki. Tetapi apabila sulit mendapatkan air aki ini maka air mineral dapat digunakan sebagai keadaan darurat

2.1.3 Siklus Kompresi Uap

  Siklus kompresi uap adalah siklus mesin pendingin yang menggunakan proses penguapan dalam menyerap panas dengan menggunakan media pendinginrefrigeran atau freon. Refrigeran yang umum digunakan adalah yang termasuk kedalam keluarga chlorinated fluorocarbons (CFCs, disebut juga ): R-11, R-12, R-21, R-22, R-502, dan R-134a.

2.1.3.1 Skematik Siklus Kompresi Uap

  Pipa kapilerRefrigeran cair bertekanan tinggi diturunkan tekanannya dengan bentuk refrigeran menjadi cairan yang bercampur dengan sedikit gas 4. EvaporatorRefrigeran cair dirubah menjadi gas atau uap dengan cara menyerap kalor dari ruang yang dikondisikan.

2.1.3.2 P-h Diagram dan T-s Diagram untuk Siklus Kompresi Uap

Pada Gambar 2.3 menyajikan siklus kompresi uap pada P-h diagram dan pada Gambar 2.4 menyajikan siklus kompresi uap pada T-s diagram. Gambar 2.3 P-h diagram pada siklus kompresi uap Gambar 2.4 T-s diagram pada siklus kompresi uap

2.1.3.3 Proses-proses pada P-h Diagram dan T-s Diagram

  Proses 1-2 merupakan proses kompresi kering Proses ini dilakukan oleh kompresor, di mana refrigeran yang berupa gas panas lanjut bertekanan rendah mengalami proses kompresi yang mengakibatkanrefrigeran menjadi gas bertekanan tinggi. Proses (3a-3) merupakan proses pendinginan lanjutPada proses ini terjadi pelepasan kalor pada pipa setelah kondensor menuju pipa kapiler, sehingga temperatur refrigeran yang keluar dari kondensormenjadi lebih rendah dan berada pada fase cair lanjut.

2.1.4 Komponen Utama Mesin Siklus Kompresi Uap

  Pada AC ½ PK sampai dengan 2 PK umumnya menggunakan pipa kapiler dengan diameter 0,54" Gambar 2.8 Pipa kapiler Gambar 2.9 menyajikan gambar evaporator dari sistem siklus kompresi uap. Ada kalor yang diserap oleh refrigeran sehingga refrigeran berubah fase dari fase campuran (gas dan cair) ke fase gas.

2.1.5 Perhitungan pada Siklus Kompresi Uap

  Energi kalor yang dihisap evaporator persatuan massa refrigeran (Q ) in Energi kalor yang dihisap evaporator persatuan massa refrigeran (Q in ) adalah selisih antara nilai entalpi refrigeran saat keluar evaporator atau nilaientalpi pada saat masuk kompresor dengan nilai entalpi refrigeran saat masuk evaporator atau nilai entalpi saat keluar dari pipa kapiler, dapat dihitung denganPersamaan (2.1).  Q h h (2.1) 1 4in Pada Persamaan (2.1): h 4 = entalpi refrigeran saat masuk evaporator b.

3 Pada Persamaan (2.2):

  = energi kalor yang dilepas kondensor persatuan massa refrigeran Q out h2 = entalpi refrigeran saat masuk kondensor = entalpi refrigeran saat keluar kondensor h 3 c. Kerja kompresor persatuan massa refrigeran adalah selisih antara nilaientalpi refrigeran saat keluar kompresor dengan nilai entalpi refrigeran saat masuk kompresor, yang dapat dinyatakan dengan Persamaan (2.3).

1 Pada Persamaan (2.3):

  COP idealNilai COP adalah COP mesin maksimal yang dapat dicapai oleh mesin ideal bersiklus kompresi uap, dinyatakan dengan Persamaan (2.5). Efisiensi siklus kompresi uap (  )Efisiensi mesin siklus kompresi uap adalah persentase perbandingan antara dengan COP yang dapat dinyatakan dengan Persamaan (2.6).

2.1.6 Psychrometric chart adalah grafik yang digunakan untuk menentukan

  menunjukkan nilai properti yang konstan. Untuk mengetahui nilai dari properti- properti (h, RH, w, SpV, T danT ) bisa dilakukan apabila minimal dua (2) wb ,T db , dp buah diantara properti tersebut sudah diketahui.

2.1.6.1 Parameter-parameter dalam Psychrometric Chart

  Parameter-parameter udara dalam psychrometric chart antara lain dry-bulb(T db ), wet-bulb temperature (T wb ), temperatur titik embun (T dp ), temperature specific humidity (ω), volume spesifik (SpV), entalpi (h), dan kelembaban relatif (%RH). Entalpi (h)Merupakan istilah dalam termodinamika yang menyatakan besarnya energi yang dimiliki benda atau material yang nilainya tergantung dari nilai suhu dantekanannya.

2.1.6.2 Proses-proses yang terjadi pada udara dalam psychrometric chart

  Proses pendinginan dan penurunan kelembaban (cooling dan dehumidifying)Proses pendinginan dan penurunan kelembaban adalah proses penurunan Gambar 2.12 Proses pendinginan dan penurunan kelembaban 2. Proses pemanasan dan penurunan kelembaban (heating dan dehumidifying)Pada proses ini berfungsi untuk menaikkan suhu bola kering dan menurunkan kandungan uap air pada udara.

2.1.6.3 Proses pembuatan air aki di dalam psychrometric chart Proses pembuatan air aki dapat disajikan dalam psychrometric chart

Gambar 2.20 menyajikan bagian proses pembuatan air aki yang terjadi. Keterangan pada Gambar 2.20:1-2 = Proses pemanasan udara yang dilakukan oleh kondensor2-3 = Proses pendinginan evaporator yang dilakukan oleh pipa pencurah air Gambar 2.20 Proses pembuatan air aki dalam psychrometric chart

2.1.6.4 Perhitungan pada psychrometric chart

  Laju aliran massa air yang diembunkan ( air ) ṁ Massa air yang diembunkan dapat diperoleh dari data penelitian dan laju aliran massa air yang diembunkan dihitung dengan Persamaan (2.7). Laju aliran massa udara ( ) udaraṁ Laju aliran massa udara dapat dihitung dengan Persamaan (2.8).

2.2 Tinjauan Pustaka

  Suryadimal dan Marthiana (2013) meneliti performa dari mesin pendingin menggunakan refrigeran R22 dan R134a dengan variasi bukaan katup pada fankondensor (1/4, 2/4, 3/4, dan 4/4)terhadap nilai COP mesin pendingin. Nilai COP tertinggi untuk R134a terjadi pada bukaankatup 1/4 dengan nilai 3,82 dan nilai terendah terjadi pada bukaan katup 4/4 Prasetya dan Putra (2013) meneliti laju pendinginan kondensor pada mesin pendingin difusi absorpsi R22-DMF dengan cara mendesain ulang generator padamesin pendingin difusi absorpsi menggunakan pasangan refrigeran R22-DMF dengan penambahan fan di kondensor.

BAB II I METODE PENELITIAN

3.1 Objek Penelitian

  Objek yang diteliti adalah mesin penghasil air aki yang belum pernah ada di pasaran. Terdiri dari 2 (dua) rangkaian sistem, yaitu mesin sistem kompresi uapdan sistem pipa pencurah air yang dibuat dalam 1 (satu) rangka.

3.2 Alur Penelitian

  Lanjutkan variasiUji coba MulaiPerancangan mesin penghasil air aki dengan pipa pencurah air Persiapan bahan dan alatProses pembuatan mesin penghasil air aki dan pembuatan pipa pencurah air Pemvakuman dan pengisian refrigeran R22 pada mesin dengan siklus kompresi uapPengambilan data Pengolahan, analisis data, pembahasan kesimpulan dan saran Tidak baik BaikLakukan variasi 1 s.d. 3.4 Peralatan dan Bahan yang Dibutuhkan Dalam pembuatan mesin bersiklus kompresi uap dan mesin sirkulasi pemancur air diperlukan beberapa alat dan bahan.

3.4.1 Alat

  Pisau cutter dan guntingPisau cutter dan gunting digunakan untuk memotong suatu benda, seperti memotong styrofoam, plastik dan lakban. Bahan las Bahan las yang digunakan dalam proses penyambugan pipa kapiler yaitu menggunakan kawat las kunigan, dan borak.

3.4.2 Bahan

  Bahan atau komponen yang digunakan pada pembuatan mesin penghasil air aki antara lain, sebagai berikut:a. Papan dan triplek Papan digunakan untuk membuat bagian mesin penghasil air aki.

3.4.3 Komponen Pendukung

  Pompa airPompa air digunakan untuk memompa air ke pipa PVC dan menyedot air yang ada dibak tambungan atau sumber air. Fan digunakan untuk menghisap kalor dari kondensor dan menghembuskan air yang dialirkan oleh pipa PVC melalui lubang-lubang kecil dengan arah tiupan ke evaporator serta menghirup kalor pada evaporator.

3.4.4 Alat Bantu Penelitian

  Cara kerjanya pada ujung termokopel diletakkan (ditempelkan ataudigantung) pada bagian yang akan diukur, maka suhu akan tampil pada layar penampil suhu digital. Gelas ukurGelas ukur digunakan untuk mengetahui hasil air yang didapat dari mesin penghasil air aki pada saat penelitian sedang berlangsung.

3.5.1 Proses Pembuatan Mesin

  Merancang lubang pipa pemancur air agar air dapat dipancurkan melalui lubang pada pipa pada mesin penghasil air aki. Gambar 3.17 Konsep pembuatan pipa pencurah air Keterangan:Diameter Ø pipa PVC : ¾"Jarak antar pipa pemancur air : 15 cmJumlah pipa pencurah air : 9 buahUkuran lubang pada pipa : 2 mmJarak antar lubang pada pipa : 13 mmJumlah lubang pada 1 (satu) pipa : 21 lubang Gambar 3.18 Merancang pipa pencurah air f.

3.5.2 Proses Pengisian Refrigeran

  Mempersiapkan pressure gauge dengan 1 selang (low pressure), yang dipasang pada pentil yang sudah dipasang dopnya dan 1 selang (high pressure ) yang dipasang pada tabung refrigeran. Proses pengisian refrigeran R22Untuk melakukan pengisisan refrigeran pada mesin dengan siklus kompresi uap, terdapat beberapa langkah, seperti berikut:Katup pengisi refrigeran Gambar 3.21 Katup pengisi refrigeran pada pressure gauge 1.

3.6 Cara Pengambilan Data

  Siapkan termokopel dan higrometer yang sudah dikalibrasi pada tempat yang telah ditentukan. Memeriksa kipas dan pompa berkerja dengan baik serta saluran pipa pencurah air tidak tersumbat.

3.7 Cara Mengolah Data

  Setelah diketahui nilai kelembaban spesifik udara setelah masuk kompresor (w B ) dan kelembaban spesifik udara setelah keluar kompresor (w A ), kemudian menghitung massa air yang berhasil diembunkan (m ) tiap variasi. Massa air yang berhasil diembunkan (m air ) dapat digunakan untuk menghitung laju aliran massa air yang diembunkan ( ) dengan airṁ menggunakan Persamaan (2.7).

3.8 Cara Membuat Kesimpulan

Kesimpulan merupakan hasil analisis penelitian dan kesimpulan harus sesuai dengan tujuan penelitian. Setelah pengolahan data, dilakukan pembahasan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PERHITUNGAN SERTA PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian

  Pengujian dilakukan sebanyak 3 kali E pada setiap variasi dan kemudian menghitung rata-ratanya. Setelah itu, data penelitian akan dianalisis pada P-h diagram dan psychrometric chart.

4.2 Analisis Siklus Kompresi Uap

4.2.1 P-h diagram

  Perhitungan pada siklus kompresi uap dapat diselesaikan setelah membuat P-h diagram berdasarkan data yang telah didapatkan dan setelahmemperoleh nilai entalpi (h 1 , h 2 , h 3 dan h 4 ), T cond dan T evap . Gambar 4.1 menggambarkan P-h diagram pada variasi fan bekerja selama 5 menit dan fan berhenti selama 5 menit dilakukan selama 1 jam serta menggunakan pipa pemancur air, variasi ini akan digunakan dalam contoh analisis dan perhitungan.

4.2.2 Perhitungan pada P-h diagram

  Pada P-h diagram didapatkan beberapa data yang digunakan untuk mengetahui energi kalor yang dihisap evaporator persatuan massa refrigeran (Q ), in energi kalor yang dilepas kondensor persatuan massa refrigeran (Q out ), kerja kompresor persatuan massa refrigeran (W in ), COP aktual , COP ideal dan efisiensisiklus kompresi uap (  ). Energi kalor yang dihisap evaporator persatuan massa refrigeran (Q ) in Perhitungan energi kalor yang dihisap evaporator persatuan massa refrigeran (Q in ) menggunakan Persamaan (2.1).

3 Diketahui pada P-h diagram nilai h =40,1 kJ/kg dan h =h =275,5 kJ/kg, maka:

  Q  h  h 2 3out Diketahui pada P-h diagram nilai h =449,0 kJ/kg dan h = 275,5 kJ/kg, maka: 2 3(449,0 275,5) kJ/kg Q   out173,5 kJ/kg Q  out Hasil perhitungan data lainnya dengan cara yang sama disajikan dalam Tabel 4.12. Tabel 4.12 Hasil perhitungan energi kalor yang dilepas kondensor persatuan massa refrigeran (Q out ) No Variasi out (kJ/kg) Q bekerja selama 15 menit dan fan berhenti selama 15 menit Fan Q bekerja selama 5 menit dan fan berhenti selama 5 menit Fan 3173,5 dilakukan selama 1 jam serta menggunakan pipa pemancur airbekerja dan mesin bekerja menggunakan pipa Fan 4173,9 pemancur air selama 1 jambekerja dan mesin bekerja tanpa pipa pemancur air Fan 5173,4 selama 1 jamc.

1 Diketahui pada P-h diagram nilai h =403, kJ/kg dan nilai h =449,0 kJ/kg, maka:

   W Q COPin inaktual 1h h h h 3 2 1     , satuan suhu yang digunakan adalah Kelvin (K), Cara mengonversikan̊C ke K adalah dengan Persamaan (4.1). K 273 (4.1)  C   Pada Persamaan (4.1): = nilai suhu mutlak dalam satuan KelvinK = nilai suhu dalam satuan Celcius ̊CDengan menggunakan Persamaan (4.1) dapat dihitung: T   TC 58,6 C   5,1  C ET C 58 , 6  273 T   E 5 , 1  273 T  331,6 K T  267,9 K CE Jadi, didapatkan nilai T C = 331,6 K dan nilai T E = 267,9 K.

9 COP 

  Efisiensi siklus kompresi uap (  ) Efisiensi mesin siklus kompresi uap adalah persentase perbandingan antara COP aktual dengan COP ideal dan dapat dihitung menggunakan Persamaan (2.6). 2 , 8   x 100% 5 , 2   53 , 4 Hasil perhitungan data lainnya dengan cara yang sama disajikan dalam Tabel 4.16.

4.3 Psychrometric Chart

4.3.1 Data Psychrometric Chart

  Suhu udara kering (T , suhu udara pada kondisi setelah keluar dari evaporator(T db ) D =(T wb ) D , suhu kerja pada evaporator (T evap ) dan suhu kerja pada kondensor (T cond ) adalah yang diperlukan untuk menggambarkan psychrometric chart. C ) db , suhu udara kering pada kondisi udara sebelum evaporator (T ) A db pada kondisi udara luar, suhu udara kering pada kondisi udara setelah kondensor (T A ) db pada kondisi udara luar, suhu udara basah (T wb Gambar 4.2 Proses pembuatan air aki pada psychrometric chart pada salah satu variasi Data yang didapatkan pada psychrometric chart antara lain volume spesifik (v) , entalpi (h), kelembaban relatif (RH), pertambahan specific humidity( ∆w).

4.3.2 Perhitungan pada Psychrometric Chart

)No Variasi m air (kg) ṁudara ) 5 Fan bekerja dan mesin bekerja tanpa pipa1,04 1,04 pemancur airb. Laju aliran massa udara ( 4 Fan bekerja dan mesin bekerja menggunakan pipa1,28 1,28 pemancur air 3 Fan bekerja selama 5 menit dan fan berhenti selama1,33 1,33 5 menit serta menggunakan pipa pemancur air 2 Fan bekerja selama 10 menit dan fan berhenti selama1,09 1,09 10 menit serta menggunakan pipa pemancur air 1 Fan bekerja selama 15 menit dan fan berhenti selama1,24 1,24 15 menit serta menggunakan pipa pemancur air ṁair (kg/jam) ṁair t mm air air Tabel 4.22 Hasil perhitungan laju aliran massa air yang diembunkan ( Hasil perhitungan data lainnya dengan cara yang sama di sajikan dalam Tabel 4.22. m   11,333 kg 1 jam  Sebelum melakukan perhitungan, perlu diketahui nilai pertambahan kelembaban spesifik/specific humidity(∆w), Nilai ∆w didapatkan dengan persamaan: = pertambahan specific humidity (gr/kg dry air ) ∆w = nilai kelembaban setelah melewati pipa pencurah air atau pada titik w B T (gr/kg dry air ) C = nilai kelembaban sebelum masuk evaporator atau pada titik T w AD (gr/kg dry air )Nilai ∆w sudah terdapat pada tabel data psychrometric chart yang dihitung dengan menggunakan Persamaan 4.1, atau ditampilkan pada Tabel 4.23. Tabel 4.23 Hasil pertambahan kelembaban spesifik ( ∆w) pada penelitian Variasi B Aw w ∆w bekerja selama 15 menit dan fan berhenti selama Fan 27,6 6,8 20,8 15 menit serta menggunakan pipa pemancur airbekerja selama 10 menit dan fan berhenti selama Fan 26,8 6,9 19,9 10 menit serta menggunakan pipa pemancur air Fan bekerja selama 5 menit dan fan berhenti selama 25,7 6,5 19,2 5 menit serta menggunakan pipa pemancur airbekerja dan mesin bekerja menggunakan pipa Fan 24 6,8 17,2 pemancur air Fan bekerja dan mesin bekerja tanpa pipa pemancur air 24,9 7,3 17,6 Pada perhitungan sebelumnya telah didapatkan nilai m air , maka dapat dihitung nilai laju aliran massa udara ( ) dengan Persamaan (2.8). udaraṁ Diketahui nilai m air 1,333 kg, w B =25,7 gr/kg dry air dan w B =6,5 gr/kg dry air , = maka: m air udara      6 9 , 43 kg /jam dryairm (25,7  6,5) gr/kg 19,2 gr/kg 0,0192 kg/kg dryair dryair dryair Hasil perhitungan data lainnya dengan cara yang sama di sajikan dalam Tabel 4.24. Tabel 4.24 Hasil perhitungan laju aliran massa udara ( udara ) ṁ Variasi udara (kg/jam) ṁ bekerja selama 15 menit dan fan berhenti selama Fan 59,62 15 menit serta menggunakan pipa pemancur air Fan bekerja selama 10 menit dan fan berhenti selama 54,77 10 menit serta menggunakan pipa pemancur air Fan bekerja selama 5 menit dan fan berhenti selama 69,43 5 menit serta menggunakan pipa pemancur airbekerja dan mesin bekerja menggunakan pipa Fan 74,83 pemancur air Fan bekerja dan mesin bekerja tanpa pipa pemancur air 59,09 v Debit aliran udara yang terjadi dapat dihitung dengan Persamaan(2.9), Setelah diketahui nilai udara pada persamaan sebelumnya adalah 69,43 ṁ 3 kg/jam dan = 1,2 kg/m , udaraρ  udara 69,43 kg/jam udara m v   57 , 86 3 jam1,2 kg/m Variasi udara (m /jam)v Fan bekerja selama 15 menit dan fan berhenti selama 49.68 15 menit serta menggunakan pipa pemancur airbekerja selama 10 menit dan fan berhenti selama Fan 45,64 10 menit serta menggunakan pipa pemancur airbekerja selama 5 menit dan fan berhenti selama Fan 57,86 5 menit serta menggunakan pipa pemancur air Fan bekerja dan mesin bekerja menggunakan pipa 62,35 pemancur airbekerja dan mesin bekerja tanpa pipa pemancur air 49,24 Fan

4.4 Pembahasan

  Gambar 4.8 E fisiensi pada siklus kompresi uap (η) pada berbagai variasi penelitianSedangkan pada variasi yang dilakukan untuk menambah jumlah tetesan air diperoleh efisiensi tertinggi pada variasi fan bekerja selama 5 menit dan fanberhenti selama 5 menit yang dilakukan selama 1 jam dengan menggunakan pipa pemancur air. Variasi tersebut lebih efisien karena jangka waktu kerja fan untuk ondan off tidak terlalu lama dan tidak menghasilkan perbedaan tekanan maupun 4.4.2 Pengaruh pipa pencurah air dan kerja fan terhadap penambahan kelembaban Siklus kompresi uap yang ditambahkan dengan adanya pipa pencurah air dapat memberikan jumlah tetesan air yang lebih banyak dari proses yang biasa.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

  Efisiensi mesin siklus kompresi uap yang paling baik diperoleh pada variasi fan bekerja dan mesin bekerja yang dilakukan selama 1 jam serta menggunakan pipa pemancur air yaitu 68,5%, dan pada urutan kedua pada variasi fan bekerja selama 5 menit dan fan berhenti bekerja selama 5 menitdilakukan selama 1 jam serta menggunakan pipa pemancur air yaitu 66,1 %. Jika dibandingkan dengan variasi fan bekerja dan mesin bekerja tanpa pipa pemancur air yang hampir sama dengan kondisi normal mesin yaitu 63,7%maka sebenarnya efisiensi kerja mesin dapat bertambah dengan melakukan variasi yang tepat.

5.2 Saran

  Adapun beberapa saran yang dapat dijadikan pengembangan dan perbaikan dalam penelitian mesin penghasil air aki menggunakan siklus kompresi uap dengan pipapencurah air berjarak 13 mm antar lubang: a. Mendesain ulang mesin agar angin yang berasal dari evaporator dapat digunakan pada lingkungan sekitar.

DAFTAR PUSTAKA

  Suryadimal dan Marthiana. “Analisa Perbandingan Performansi Mesin Pendingin Kompresi Uap menggunakan R22 Dan R134a dengan Kapasitas Kompresor 1 PK ”.

03 Mei 2017

gas.ro/internet.lg.lg.rou/ro/images/R2254_138668.pdf?v=2.0

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Mesin penghasil air aki dengan disertai proses evaporative cooling.
1
5
97
Mesin penghasil air aki dengan siklus kompresi uap menggunakan peralatan curah air dari pipa PVC dengan jarak antar lubang 25 mm.
0
3
114
Mesin penghasil air aki menggunakan mesin siklus kompresi uap dilengkapi dengan humidifier.
1
10
94
Mesin penghasil air aki dengan sistem kompresi uap mempergunakan pipa pencurah air dengan jarak antar lubang 8 mm.
1
10
115
Pengering kaos kaki dengan menggunakan mesin siklus kompresi uap.
2
7
82
Mesin penghasil air aki dengan disertai proses evaporative cooling
0
0
95
Mesin penghasil air aki dengan siklus kompresi uap menggunakan peralatan curah air dari pipa PVC dengan jarak antar lubang 25 mm
0
3
112
Mesin penghasil air aki menggunakan siklus kompresi uap dengan pipa pencurah air berjarak 13 mm antar lubang
0
12
119
Mesin pendingin air dengan siklus kompresi uap.
0
1
82
Mesin penghasil air aki dengan sistem kompresi uap mempergunakan pipa pencurah air dengan jarak antar lubang 8 mm
1
3
112
Mesin penghasil air aki menggunakan mesin siklus kompresi uap dilengkapi dengan humidifier
0
0
92
MESIN PENDINGIN SIKLUS KOMPRESI UAP
0
0
10
Pengaruh putaran kipas outlet terhadap karakteristik mesin penghasil aquades dengan siklus kompresi uap - USD Repository
0
0
87
Analisis mesin penghasil aquades menggunakan mesin siklus kompresi uap dengan pengaruh putaran kipas sebelum evaporator - USD Repository
0
1
92
Mesin penghasil aquades menggunakan siklus kompresi uap dengan variasi kecepatan putar kipas sebelum lintasan curahan air - USD Repository
0
0
83
Show more