Tanggung jawab mahasiswa (studi deskriptif tanggung Jawab dari mahasiswa Program Studi Bimbingan Dan Konseling angkatan 2014 Universitas Sanata Dharma dan implikasinya pada usulan topik-topik peningkatan tanggung jawab mahasiswa Program Studi Bimbingan Da

Gratis

1
3
100
2 years ago
Preview
Full text

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIHALAMAN MOTO DAN PERSEMBAHAN

  (2) Topik-topik mana yang relevan untukmeningkatkan tanggung jawab dari mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling angkatan 2014 Universitas Sanata Dharma ? Karena tanggung jawab yang cukup tinggipeneliti tafsirkan sebagai kurang tinggi (karena yang ideal adalah tinggi atau sangat tinggi) maka ada 32 (53,34%) mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konselingangkatan 2014 Universitas Sanata Dharma yang kurang tinggi tanggung jawabnya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIKATA PENGANTAR

  Puji dan syukur kepada Tuhan Yesus Kristus atas segala kasih, berkat dan rahmat-Nya yang telah dilimpahkan, sehingga penulis dapat menyelesaikanpenulisan skripsi ini dengan baik. Seluruh Dosen Program Studi Bimbingan dan Konseling yang telah memberikan banyak tambahan pengetahuan dalam proses perkuliahan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIDAFTAR ISI

  Pengertian dan Macam-macam Tanggung Jawab serta Karakteristik atau Ciri-ciri Orang yang Memiliki Tanggung Jawab14 1. Karakteristik atau Ciri-ciri Orang yang Memiliki Tanggung Jawab 18 C.

BAB II I. METODE PENELITIAN A

  32 Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data 1. 35 Validitas dan Reliabilitas Kuesioner 1.

JAWAB MAHASISWA PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING A

  Topik-topik Peningkatan Tanggung jawab Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma 45 C. Mahasiswa yang kurang tinggi tanggung jawabnya Tingkat Tanggung Jawab dari Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Angkatan 2014 UniversitasSanata Dharma 48 3.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIDAFTAR GRAFIK

Halaman Grafik 1 : Grafik Tingkat Tanggung jawab dari MahasiswaUniversitas Sanata Dharma Program Studi Bimbingan dan Konseling angkatan 2014 43 Grafik 2 : Grafik Perolehan Skor dan Item Kuesioner Berdasarkan Tanggung Jawab mahasiswa Program Studi Bimbingan danKonseling angkatan 2014 Universitas Sanata Dharma 45

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman Lampiran 1 : Kuesioner Tanggung Jawab 61 Lampiran 2 : Validitas Penelitian 66 Lampiran 3 : Reliabilitas Penelitian 71 Lampiran 4 : Perhitungan Tabulasi Data Tanggung Jawab Rumus Kategorisasi Skor 72 Lampiran 5 : Tabulasi Data Kategori Tingkat Tanggung Jawab dari Mahasiswa Universitas Sanata Dharma Program StudiBimbingan dan Konseling angkatan 2014 73 Lampiran 6 : Perhitungan Item Kuesioner dengan Rumus Kategorisasi Skor 75 Lampiran 7 : Tabulasi Data Perolehan Skor Item Kuesioner Berdasarkan Tanggung Jawab mahasiswa Program StudiBimbingan dan Konseling angkatan 2014 Universitas Sanata Dharma 76 Lampiran 8 : Surat Ijin Penelitian 81 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB I PENDAHULUAN Dalam bab ini disajikan uraian mengenai latar belakang masalah

A. Latar Belakang Masalah

  Karakteristik atau ciri-ciri orang yang bertanggungjawab antara lain berani menerima resiko dari setiap tindakan yang dilakukan, selaluberpikir terlebih dahulu sebelum berbuat, melakukan kewajiban dengan sebaik mungkin, mandiri dalam menyelesaikan tugas, berusaha melakukan yang terbaikuntuk dirinya sendiri dan orang lain, selalu tekun, rajin, dan terus berusaha (Yaumi, 2014: 74-114). Ini tampak dari fenomena seperti: mahasiswa terbiasa menunda-nunda pekerjaan, kurangbersungguh-sungguh dan tergesa-gesa menyelesaikan tugasnya sehingga hasilnya tidak maksimal, kurang berani dan kurang rela menanggung resiko darikesalahannya, kurang mandiri dalam melakukan tugas-tugas atau terbiasa mengandalkan orang lain dalam menyelesaikan tugasnya dan kurang proaktif.

B. Indentifikasi Masalah

  Mahasiswa kurang tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas, seperti kebiasaannya yang kurang bersungguh-sungguh dan tergesa-gesa sehingga hasilyang diberikan tidak maksimal. Mahasiswa kurang membiasakan diri untuk mandiri dalam melakukan tugas- tugas, atau terbiasa mengandalkan orang lain dalam menjalankan kewajibannyakarena tanggung jawab dalam dirinya kurang tinggi.

C. Pembatasan Masalah

  Dalam penelitian ini, fokus kajian adalah: 1. Tingkat tanggung jawab mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling angkatan 2014 Universitas Sanata Dharma.

2. Usulan topik-topik peningkatan tanggung jawab mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma

D. Rumusan Masalah

  Seberapa tinggi tingkat tanggung jawab dari mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling angkatan 2014 Universitas Sanata Dharma? Usulan topik-topik mana yang relevan untuk peningkatan tanggung jawab mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas SanataDharma?

2. Untuk mengetahui topik-topik yang relevan untuk peningkatan tanggung jawab mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma

8

F. Manfaat Penelitian

  Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi berbagai pihak: 1. Manfaat TeoritisPenelitian ini diharapkan mampu memberikan sumbangan ilmu pengetahuan khususnya mengenai tingkat tanggung jawab dari mahasiswa Program StudiBimbingan dan Konseling angkatan 2014 Universitas Sanata Dharma.

2. Manfaat Praktis a

  Bagi Peneliti Sendiri Hasil penelitian ini dapat menambah wawasan baru mengenai tanggungjawab yang harus dimiliki mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling, sebagai calon guru yang harus memiliki kualitas pribadi konselordan memahami Standar Kualifikasi Akademik dan kompetensi Konselor. Bagi Dosen Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata DharmaDosen Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma dapat menggunakan usulan topik-topik dalam hasil penelitian ini untukmengembangkan tanggung jawab mahasiswa sebagai bahan masukan untuk merancang kegiatan mengajar di kelas, dialog program studi, weekend moral,serta kegiatan lainnya.

G. Definisi Operasional 1. Tanggung jawab:

Kebiasaan untuk: (1) berani menanggung resiko dari setiap tindakan yang dilakukan, (2) memiliki pengendalikan diri, (3) dapat merencanakan langkah-langkah untuk mencapai tujuan, (4) menentukan tujuan hidup yang ingin dicapai, (5) melakukan kewajiban, (6) mandiri dalam arti melakukan tugas tanpa bantuandari orang lain, (7) berusaha mencapai hasil yang baik, (8) proaktif dalam arti memiliki inisiatif sendiri dan tanggap terhadap situasi yang terjadi, (9) sikappositif dalam mengerjakan tugas, (10) dan mau merenung atau refleksi, seperti yang dimaksudkan dengan butir-butir kuesioner yang digunakan.

2. Usulan Topik-Topik Yang Relevan Untuk Meningkatkan Tanggung Jawab Mahasiswa:

Usulan topik-topik yang relevan untuk dijadikan bahan kegiatan untuk membantu mahasiswa meningkatkan tanggung jawabnya.

BAB II KAJIAN PUSTAKA Dalam bab ini disajikan uraian mengenai mahasiswa yang sedang menjalani

A. Mahasiswa yang Sedang Menjalani Masa Dewasa Awal 1. Pengertian Perkembangan Mahasiswa pada Masa Dewasa Awal

  masa dewasa awal, pengertian orang yang memiliki tanggung jawab, macam-macam tanggung jawab, karakteristik atau ciri-ciri pokok orang yang memiliki tanggungjawab, serta kualitas pribadi konselor dan tanggung jawab konselor. Periodedewasa awal merupakan periode yang khas berbeda dari periode-periode sebelumnya, dan merupakan periode yang terberat, karena orang yang sedangmenjalankan masa dewasa awal diharapkan memiliki pola hidup dan harapan- harapan yang baru, yang berbeda dari periode sebelumnya; pada masa remajaindividu relatif masih lebih bebas dan tidak banyak dibebani tanggung jawab.

2. Ciri-ciri Mahasiswa yang Sedang Menjalani Masa Dewasa Awal

  Masa pengaturan Masa dewasa awal individu menerima tanggung jawab sebagai orang dewasa,yang berarti seorang pria mulai membentuk bidang pekerjaan yang akan ditangani sebagai kariernya, dan wanita diharapkan mulai menerimatanggungjawab sebagai ibu dan pengurus rumah tangga. Masa bermasalah (pengendalian diri untuk mengambil keputusan yang tepat) Masa dewasa awal dikatakan sebagai masa yang sulit dan bermasalah.

B. Pengertian Orang yang Memiliki Tanggung Jawab, Macam-macam Tanggung

  Samani, Muchlas, & Hariyanto (2013: 51) berpendapat bahwa orang yang memiliki tanggung jawab adalahorang yang melakukan tugas dengan sepenuh hati, bekerja dengan etos kerja yang tinggi, berusaha keras untuk mencapai prestasi terbaik, mampu mengatasistes, bertanggungjawab atas pilihan dan keputusan. Dari pendapat-pendapat di atas penulis menyimpulkan bahwa tanggung jawab adalah kebiasaan untuk berani menanggung resiko, mengendalikan diri,merencanakan langkah untuk mecapai tujuan, menentukan tujuan hidup yang akan dicapai, melakukan kewajiban, mandiri, berusaha mencapai hasil yang baik,proaktif, memiliki sikap positif terhadap tugas, mau merenung untuk memberikan contoh yang baik, dan iklas karena pengabdian kepada Tuhan Yang Maha Esa.

2. Macam-macam Tanggung Jawab

  Tanggung jawab personal Tanggung jawab dan tidak tanggung jawab menyangkut tugas dan kewajibanyang harus dilakukan dalam hidup individu yang bersangkutan, seperti seorang mahasiswa harus belajar agar dirinya menjadi sukses. Tanggung jawab ini dapatsaja bersifat „negatif‟, berarti tiadanya tuduhan yang memberatkan, ataupun bisa jadi positif‟, yang berarti terdapatnya tanggung jawab untuk bertindak baik (sikap positif).

3. Karakteristik atau Ciri-ciri Orang yang Memiliki Tanggung Jawab

  Berani menanggung resiko Berani menanggung resiko berarti: 1) memiliki kesiapan untuk menerimaresiko yang mungkin timbul dari tindakan yang dilakukan, seperti: a) berani menghadapi kegagalan yang telah dilakukan, b) berani menghadapi kesalahanyang telah dilakukan, c) berani bertindak benar walaupun ada orang yang tidak setuju, dan 2) mampu untuk melaksanakan yang diterimanya untukbersedia menerima resiko apabila melalaikan tugas yang bersangkutan. Merenung (refleksi) Orang yang bertanggungjawab terbiasa berrefleksi: 1) memikirkan hal-halapa saja yang sudah dilakukan, seperti: selalu berusaha menangkap makna/pelajaran dari setiap kejadian/pengalaman yang dialami atau berusahamenyadari kesuksesan yang dicapai untuk meningkatkan kepercayaan diri, dan 2) mengevaluasi hal-hal yang sudah dilakukan.

C. Kualitas Pribadi Konselor dan Tanggung Jawab Konselor 1. Kualitas Pribadi Konselor

  Konselor yang memiliki kualitas ini akan: (a) mampu berhubungan atau berinteraksi, (b) membantu klien dalam konseling, (c) memperlakukanklien dengan cara-cara yang dapat menimbulkan respon yang bermakna, dan (d) berkeinginan untuk berbagi tanggung jawab secara seimbang i. Namun begitu bukan berarti bahwa konselor seorang yang ahli dalam berbagai hal, disini menunjukan bahwa konselorperlu memahami adanya berbagai dimensi yang menimbulkan masalah, dan memahami bagaimana dimensi yang satu memberi pengaruh terhadapdimensi yang lainnya.

2. Tanggung Jawab Konselor

  Tanggung jawab konselor kepada siswa, yaitu bahwa konselor: 1)Memiliki kewajiban dan kesetiaan utama dan terutama kepada siswa yang harus diperlakukan sebagai individu yang unik. 2) Memperhatikan sepenuhnya segenap kebutuhan siswa (kebutuhannyang menyangkut pendidikan, jabatan/pekerjaan, pribadi, dan sosial) dan mendorong pertumbuhan dan perkembangan yang optimal bagisetiap siswa.3) Memberi tahu siswa tentang tujuan dan teknik layanan bimbingan dankonseling, serta aturan ataupun prosedur yang harus dilalui apabila ia menghendaki bantuan bimbingan dan konseling.

5) Menjaga kerahasiaan data tentang siswa

6) Memberi tahu pihak yang berwenang apabila ada petunjuk kuatsesuatu yang berbahaya akan terjadi.7) Menyelenggarakan pengungkapan data secara tepat dan memberitahu siswa tentang hasil kegiatan itu dengan cara sederhana dan mudah dimengerti. 8) Menyelenggarakan layanan bimbingan dan konseling secara tepat dan

9) Melakukan referal kasus secara tepat

  4) Memperlakukan informasi yang diterima dari orang tua denganmenerapkan asas kerahasiaan dan dengan cara yang sebaik-baiknya.5) Menyampaikan informasi (tentang siswa dan orang tua) hanya kepadapihak-pihak yang berhak mengetahui informasi tersebut tanpa merugikan siswa dan orang tuanya. 2) Mengembangkan hubungan kerja sama dengan sejawat dan stafadministrasi demi terbinanya pelayanan bimbingan dan konseling yang maksismum.

5) Membantu proses alih tangan kasus

  Tanggung jawab konselor kepada sekolah dan masyarakat, yaitu bahwa konselor:1) Mendukung dan melindungi program sekolah terhadappenyimpangan-penyimpangan yang merugikan siswa.2) Memberitahu pihak-pihak yang bertanggung jawab apabila adasesuatu yang dapat menghambat atau merusak misi sekolah, personal sekolah, ataupun kekayaan sekolah. 5) Membedakan dengan jelas mana pernyataan yang bersifat pribadi danmana pernyataan yang menyangkut profesi bimbingan serta memperhatikan dengan sungguh-sungguh implikasinya terhadappelayanan bimbingan dan konseling.

BAB II I METODE PENELITIAN Dalam bab ini disajikan uraian mengenai jenis penelitian, tempat dan waktu

  Penelitian ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan tingkat tanggung jawab dari mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling angkatan 2014Universitas Sanata Dharma, dan membuat usulan topik-topik peningkatan tanggung jawab mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas SanataDharma. Subjek PenelitianPopulasi penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling angkatan 2014 Universitas Sanata Dharma, yang berjumalah 77 orang.

2. Instrumen Pengumpulan Data

  Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner tanggung jawab untuk mengukur tingkat tanggung jawab mahasiswa ProgramStudi Bimbingan dan Konseling angkatan 2014 Universitas Sanata Dharma. Penelitian ini menggunakan metode kuesioner yang bertolak dari karakteristik atau ciri-ciri pokok orang yang memiliki tanggung jawab yang diuraikan padabab 2.

E. Validitas dan Reliabilitas Kuesioner 1. Validitas Kuesioner

  Nurgiyantoro, Gunawan, & Marzuki (2009: 339) berpendapat bahwa validitas isi adalah validitas yang mempertanyakan kesesuaian antarainstrumen dengan tujuan dan bahan yang mau diungkap atau diteliti. Azwar (1999: 52) berpendapat bahwa validitas isi adalah sejauh mana item-item tesmewakili komponen-komponen dalam keseluruh kawasan isi objek yang hendak diukur (aspek representasi) dan sejauh mana item-item tes mencerminkan ciriperilaku yang hendak diukur (aspek relevansi).

2. Reliabilitas Kuesioner

  Sugiono (2013) berpendapat bahwa instrumenyang reliabel adalah instrumen yang bila digunakan beberapa kali untuk mengukur objek yang sama akan menghasilkan data yang sama. Tabel 3 Reliability StatisticsCronbach's Alpha Keputusan 0.976 Sangat tinggi Berdasarkan hasil perhitungan yang telah dilakukan melalui program SPSS, diperoleh taraf reliabilitas dari kuesioner tanggung jawab yang diberikankepada mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling angkatan 2014 Universitas Sanata Dharma, dengan jumlah subjek 60 mahasiswa diperolehperhitungan koefisien reliabilitas Alpha Cronbach senilai 0.976.

F. Prosedur Pengumpulan Data 1. Tahap Persiapan

  Sebelum melaksanakan penelitian, peneliti melakukan beberapa hal sebagai berikut:a. Menyusun kuesioner tanggung jawab.

2. Tahap Pengumpulan Data

  38 Jumlah 11.00 27 Mei 2016 39 Leb 27 Mei 2016 tanggung jawab sudah dapat mengungkap hal yang diukur dan ditulis secara benar dan tepat. Peneliti membicarakan rencana penelitian, dan sekaligus meminta izin kepada kepala Program Studi Bimbingan dan Konseling untuk melakukan penelitianpada mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling angkatan 2014.

G. Teknik Analisis Data

  Kegiatan analisisdata adalah mengelompokkan data berdasarkan variabel dan jenis responden, mentabuliasi data berdasarkan variabel dari seluruh responden, menyajikan data tiapvariabel yang diteliti, melakukan perhitungan untuk menjawab rumusan masalah, dan melakukan perhitungan untuk menguji hipotesis yang telah diajukan. Teknik analisisdata yang digunakan dalam mengolah dan menganalisa data penelitian tingkat tanggung jawab dari mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling angkatan2014 Universitas Sanata Dharma sebagai berikut: 1.

2. Kategorisasi Skor Subjek Penelitian

  Tabel 5 Kategorisasi Skor Subjek Penelitian Kriteria Skor KeteranganXitem > + 1,5 sb Sangat tinggi tanggung jawabnya Tinggi tanggung jawabnya Keterangan:Skor maksimum empiris : skor tertinggi yang diperoleh subjek penelitian berdasarkan data nyata lapangan. Skor minimum empiris : skor terendah yang diperoleh subjek penelitian berdasarkan data nyata lapangan.sb (simpangan baku) : luas jarak rentang yang dibagi dalam 6 satuan deviasi standar.

BAB IV HASIL PENELITIAN, PEMBAHASAN DAN USULAN TOPIK-TOPIK UNTUK MENINGKATKAN TANGGUNG JAWAB MAHASISWA UNIVERSITAS SANATA DHARMA Dalam bab ini disajikan uraian mengenai hasil penelitian, pembahasan

A. Tingkat Tanggung Jawab dari Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Angkatan 2014 Universitas Sanata Dharma

  dan (2) Topik-topik mana yang relevan untuk peningkatan tanggungjawab mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma? Berdasarkan data yang telah terkumpul dan analisis data yang telah dilakukan, seperti memasukan data dengan menentukan skor item yangfavorabel dan unfavorabl, dan menggunakan kategorisasi skor subjek penelitianyang sudah disajikan dalam bab 3.

C. Pembahasan Hasil Penelitian

  Untuk menghindari pengulangan yang tidak perlu hasil penelitian ini di golongkan menjadi dua yaitu tanggung jawab yang tinggi (mencakup tinggi dansangat tinggi) dan tanggung jawab yang kurang tinggi (mencakup yang cukup tinggi, kurang tinggi, dan sangat tidak tinggi). Hasil penelitian ini menunjukkanbahwa sebagian besar (53,34%) mahasiswa program studi Bimbingan dan Konseling angkatan 2014 Universitas Sanata Dharma memiliki tanggung jawabyang kurang tinggi.

1. Mahasiswa yang kurang tinggi tanggung jawabnya

  Data penelitian ini menunjukan tanggung jawab yang kurang tinggi (mencakup yang cukup tinggi ada 19 mahasiswa dengan presentase 31.67%,kurang tinggi ada 13 mahasiswa dengan presentase 21.67%, dan sangat tidak tinggi 0%). Faktor eksternal yaitu: 1) orang tua yang overprotektif, 2) selalu memanjakan anaknya sejak kecil sehingga menjadiorang yang kurang memiliki tanggung jawab, dan 3) kurang belajar mandiri sehingga bergantung pada orang lain seperti orang tua, saudara, pada orangyang lebih dewasa, dan pada temannya.

2. Mahasiswa yang tinggi tanggung jawabnya

  Mahasiswa yang memiliki tingkat tanggung jawabsangat tinggi dan tinggi memperoleh pendidikan yang cukup baik dalam keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial sehingga mereka mampu memilikitanggung jawab yang tinggi dalam melakukan perannya sebagai seorang pelajar. Tanggung jawab yang tinggi tidak terbentuk begitu saja dalam diri 49Dalam pembentukan tanggung jawab pihak-pihak yang terlibat adalah faktor internal, dan faktor (eksternal) seperti: keluarga, sekolah, lingkungansosial.

3. Usulan Topik-topik Peningkatkan Tanggung Jawab Mahasiswa

  Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata DharmaPada tabel 7 dan grafik 2 disajikan item-item instrumen yang menunjukkan perolehan skor dan item kuesioner berdasarkan tingginyatanggung jawab mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling angkatan 2014 Universitas Sanata Dharma. Saya banyak mengerjakan hal-hal Menentukan Menentukan Yogyakarta:yang mendesak tetapi tidak terkait Prioritas prioritas atau yang Pustaka belajar.dengan tujuan yang mau saya capai.- paling penting.(No item 26) 5 Melaksanakan Saya mudah omong-omong pada Melakukan kewajiban teman sebelah di ruang kuliah kalau kewajiban sebagaiKewajiban saya merasa bosan atau jenuh.

7 Berusaha Saya cenderung mengerjakan tugas Usahakan Menunjukan usaha mencapai hasil dengan sistem kembut semalam. - yang Terbaik sebaik mungkin

  Games Ceramah,Indoor-Outdoor Saya mudah melamun atau Bekerja keras dalam permainan,Paling Gress dan mengobrol atau sibuk dengan HP di mengerjakan tugas.sharing, dan Trik Modifikasi .saat perkuliahan sedang refleksi. - (No item 56) 54 8 Bersikap Saya merasa kurang nyaman kalau Tanggap terhadap proaktif barang-barang tidak ditempatkan situasi yang sedangpada tempatnya.

9 Sikap positif Saya kurang terlibat dalam kegiatan- Berkegiatan Melakukan usaha Patty. 11

  dan negatif kegiatan yang direncanakan prodi. Ceramah,Permainan untukdalam (No item 58)permainan, Segala Usia .mengerjakan Saya mudah merasa bodoh kalau Berpikir Menerima kejadian sharing, dan Jakarta: BPK tugassaya mendapatkan nilai yang jelek.

BAB V PENUTUP Dalam bab ini disajikan kesimpulan hasil penelitian secara singkat, saran untuk pihak-pihak yang berkepentingan, dan keterbatasan penelitian. A. Kesimpulan Data penelitian menunjukkan bahwa: ada 11 (18,33%) mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling angkatan 2014 Universitas Sanata Dharma yang tergolong sangat tinggi tanggung jawabnya, ada 17 (28,33%)

  mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling angkatan 2014 Universitas Sanata Dharma memiliki tanggung jawab yang tergolong tinggi, ada 19 (31,67%)mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling angkatan 2014 Universitas Sanata Dharma memiliki tanggung jawab yang tergolong cukup tinggi, ada 13(21,67%) mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling angkatan 2014 Universitas Sanata Dharma memiliki tanggung jawab yang tergolong kurangtinggi. Karena tanggung jawab yang cukup tinggi peneliti tafsirkan sebagaikurang tinggi (karena yang ideal adalah tinggi atau sangat tinggi) maka ada 32 (53,34%) mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling angkatan 2014Universitas Sanata Dharma yang kurang tinggi tanggung jawabnya.

B. Saran untuk Pihak-pihak yang Berkepentingan 1

  Dosen Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Dosen Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas SanataDharma dapat mempertimbangkan topik-topik yang diusulkan diajikan menjadi bahan bimbingan penelitian ini untuk meningkatkan tanggung jawabmahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma. Peneliti lain yang ingin melakukan penelitian sejenis Peneliti yang mau menggunakan instrumen penelitian ini hendaknyamengujicobanya terlebih dahulu supaya alatnya benar-benar valid dan reliabel.

C. Keterbatasan Penelitian

  Dalam penelitian ini masih terdapat kekurangan-kekurangan, yaitu: (1) alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini belum di uji coba terlebih dahulusebelum digunakan untuk memperoleh data; penulis hanya menggunakan uji coba terpakai, dan (2) Alat hanya dikonsultasikan kepada dosen pembimbing. Seharusnya dikonsulasikan juga kepada ahli-ahli lain, seperti ahli Kebudayaan, ahli bahasa Indonesia, ahli Psikologis.

DAFTAR PUSTAKA

  Pedoman Penulisan Skripsi Program Studi Bimbingan dan Konseling. Desain Pendidikan Karakter: Konsep dan Aplikasinya dalam Lembaga Pendidikan .

ANGKATAN 2014 UNIVERSITAS SANATA DHARMA DAN

  Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata DharmaYogyakarta Tanggung Jawab diibaratkan sebuah lilin yang harus dijagaagar tidak padam 62KUISIONER A. Peneliti sangatdan Konseling Angkatan 2014 Universitas Sanata Dharma”mengharapkan partisipasi Anda untuk mengisi kuesioner ini dengan teliti, jujur, dan sesuai dengan keadaan diri dan pengalaman Anda.

3. Kurang Sesuai (KS) = Hal ini kurang sesuai dengan keadaan diri

  26 Saya banyak mengerjakan hal-hal yang mendesak tetapi tidak terkait 25 Saya selalu bersungguh-sungguh dalam mengerjakan tugas yang dipercayakan. 55 Saya memiliki tekad yang kuat untuk mencapai tujuan yang sudah saya tetapkan.

31 Pearson Correlation .377** Valid

  (2) Topik-topik mana yang relevan untukmeningkatkan tanggung jawab dari mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling angkatan 2014 Universitas Sanata Dharma ? Karena tanggung jawab yang cukup tinggipeneliti tafsirkan sebagai kurang tinggi (karena yang ideal adalah tinggi atau sangat tinggi) maka ada 32 (53,34%) mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konselingangkatan 2014 Universitas Sanata Dharma yang kurang tinggi tanggung jawabnya.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Tugas dan tanggung jawab sekretaris dekan Dalam meningkatkan efisiensi kerja pada fakultas Ekonomi USU
1
49
42
Analisis yuridis tentang tanggung jawab apoteker apabila terjadi kesalahan pemberian obat ditinjau dari segi hukum perdata
1
7
53
Pengaruh pearan dan tanggung jawab Auditor inter terhadap pencegaahan indakan kecurangan (Fraud)
2
11
96
Pengaruh peran dan tanggung jawab auditor internal terhadap peningkatan efektivitas sistem pengendalian internal
2
39
132
Konsep islam tentang sifat dan tanggung jawab orang tua dalam mendidik anak
0
5
89
Tinjauan yuridis terhadap tanggung jawab perusahaan pengakuisisi dalam transaksi leveraged buyout
1
40
0
Pengaruh citra institusi dan kepercayaan terhadap loyalitas mahasiswa (survei pada mahasiswa jenjang Program DIII, pada universitas swasta di Kota Bandung)
0
3
1
Analisis kesalahan mahasiswa dalam menulis dan membaca Kanji :(studi kasus terhadap mahasiswa tingkat II Program Studi Sastra Jepang Fakultas Sastra UNIKOM Tahun Akademik 2013/2014)
0
9
63
pengaruh persepsi dan sikap mahasiswa terhadap tingkatnadopsi E-book sebagai sumber informasi (study pada mahasiswa S1 FISIP Universitas Lampung angkatan 2010-2011)
4
14
86
PERILAKU HIDUP SEHAT (Studi pada mahasiswa FISIP Universitas Lampung angkatan 2011)
4
17
71
Pemanfaatan Tekonologi Informasi (TI) Dalam Layanan Bimbingan Dan Konseling Sebagai Representasi Berkembangnya Budaya Profesional Konselor Dalam Melayani Siswa Sumarwiyah Edris Zamroni Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Muria Kudus sumarwiy
0
0
14
Tingkat Empati Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Kanjuruhan Malang
0
0
5
Susilo Rahardjo Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas Muria Kudus susilo.rahardjoumk.ac.id ABSTRACT - MENDESAIN PROFIL GURU BERKARAKTER CERDAS
0
0
11
Bimbingan Teknis Pembuatan Dokumen Akreditasi Institusi dan Program Studi
0
0
28
03.Kebebasan dan tanggung jawab
0
1
21
Show more