Tingkat kejenuhan belajar mahasiswa (studi deskriptif pada mahasiswa angkatan 2013 program studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

Gratis

0
1
99
2 years ago
Preview
Full text

TINGKAT KEJENUHAN BELAJAR MAHASISWA (Studi Deskriptif pada Mahasiswa Angkatan 2013 Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta) SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Bimbingan dan Konseling

TINGKAT KEJENUHAN BELAJAR MAHASISWA (Studi Deskriptif pada Mahasiswa Angkatan 2013 Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta) SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Bimbingan dan KonselingOleh : Hendrikus Nahak NIM: 121114075

PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2017

HALAMAN MOTTO

  ABSTRAK TINGKAT KEJENUHAN BELAJAR MAHASISWA(Studi Deskriptif pada Mahasiswa Angkatan 2013 Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta) Hendrikus NahakUniversitas Sanata Dharma 2017Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kejenuhan belajar mahasiswa Angkatan 2013 Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta dan usulan-usulan topik bimbingan belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari separuh mahasiswaAngkatan 2013 Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas SanataDharma Yogyakarta memiliki skor kejenuhan belajar kategori tinggi dan sedang dengan rincian sebagai berikut: sebanyak 11 mahasiswa ( 20,75 %) mengalamikejenuhan belajar tinggi, dan 42 mahasiswa (79,24 %) mengalami kejenuhan belajar sedang.

KATA PENGANTAR

  Bapak dan Ibu dosen di Program Studi Bimbingan dan Konseling UniversitasSanata Dharam Yogyakarta yang telah membekali penulis dengan berbagai ilmu pengetahuan yang sangat berguna bagi penulis. Orangtuaku tercinta Bapak Kornelis Leto Taek dan Mama Thresia MargarethaAbuk, serta program kerja sama Baku Peduli yang selalu menyemangati dalam menyelesaikan skripsiku dan seluruh keluarga besar yang telahmendukung serta memberikan motivasi dalam karya skripsiku sehingga semuanya dapat diselesaikan dengan lancar dan baik.

DAFTAR GRAFIK

  Grafik 1 : Tingkat Kejenuhan Belajar Mahasiswa Program StudiBimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta ................................................................................... 49 DAFTAR GAMBAR Gambar 1 : Diagram Pie Persentase Aspek Kejenuhan BelajarMahasiswa.................................................................................50 DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 : Kisi- Kisi Skala Tingkat Kejenuhan Belajar Mahasiswa .........64Lampiran 2 : Kuesioner Kejenuhan Belajar Mahasiswa ...............................65-70Lampiran 3 : Realibilitas ...............................................................................

BAB I PENDAHULUAN Dalam bab ini disajikan tentang latar belakang masalah, identifikasi

A. Latar Belakang Masalah

  Sistem pendidikan yang dirancangkan oleh pemerintah sekarang inimerupakan salah satu wahana dalam pembentukan karakteristik kepribadian remaja yang lebih baik, sehingga diharapkan mampu dalammengembangkan aspek pengetahuan, sikap dan nilai keterampilan(kognitif, afektif, dan psikomotorik) yang diperolehnya dari dalam dunia pendidikan ke dalam kehidupan sehari-hari. Kejenuhan yang dialami mahasiswa dapat menyebabkan usaha belajar yang dilakukan sia-sia yang disebabkan oleh suatu akal yang tidak bekerja sebagaimana mestinya dalam memproses item-item informasi atau pengalaman baruyang diperoleh.

B. Identifikasi Masalah

  Batasan Masalah Untuk memperoleh hasil lebih mendalam mengenai tingkat kejenuhan belajar mahasiswa angkatan 2013, maka peneliti membatasi permasalahanpada variabel yang akan di teliti yaitu kejenuhan belajar mahasiswa angkatan 2013. Seberapa tinggi persentase masing-masing aspek kejenuhan belajar mahasiswa menggambarkan tingkat kejenuhan belajar mahasiswaAngkatan 2013 Program Studi Bimbingan dan KonselingUniversitas Sanata Dharma Yogyakarta?

E. Tujuan Penelitian

  Adapun tujuan yang akan di teliti dalam penelitian ini yaitu: 1. Mengukur tingkat kejenuhan belajar mahasiswa angkatan 2013 Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

2. Menganalisis aspek kejenuhan belajar mahasiswa berdasarkan besaran persentase skor

  3. Mengidentifikasi butir-butir skala kejenuhan belajar yang perolehan skornya tinggi sebagai dasar penyusunan topik-topikbimbingan belajar.

F. Manfaat Penelitian

  Adapun manfaat yang diharapkan dalam penelitian ini yaitu: 1. Manfaat teoritis Melalui penelitian ini diharapkan mampu memberikan sumbangan terhadap pengembangan ilmu pengetahuan khususnyabagi tingkat kejenuhan belajar mahasiswa Program StudiBimbingan dan Konseling Tahun Akademik 2013/2014 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

2. Manfaat praktis a

  Sehingga mahasiswa tidakmengalami kejenuhan dalam belajar b. Bagi mahasiswa Membantu mahasiswa untuk mengurangi tingkat kejenuhan belajar baik dilingkungan perkuliahan maupun diluarlingkungan perkuliahan.

G. Definisi Istilah 1

  Kejenuhan belajar merupakan suatu kondisi mental seseorang saat mengalami rasa bosan dan lelah yang amat sangat sehingga mengakibatkan timbulnya rasa lesu tidak bersemangat atau hidup tidakbergairah untuk melakukan aktivitas belajar. Belajar merupakan suatu proses perubahan tingkah laku seseorang yang dilakukan secara sengaja yaitu usaha melalui latihan danpengalaman, sehingga timbul kecakapan baru dalam dirinya.

BAB II KAJIAN PUSTAKA Dalam bab ini disajikan kajian pustaka tentang kejenuhan belajar, dan hakikat mahasiswa sebagai dewasa awal. A. Hakikat Kejenuhan Belajar

1. Pengertian Belajar

  Menurut Winkel (2010) belajar adalahsuatu aktivitas mental maupun psikis yang dialami langsung oleh seseorang dalam berinteraksi aktif dengan lingkungan, sehingga dapatmenghasilkan perubahan-perubahan positif dalam pengelolaan pemahaman, keterampilan dan sikap-sikap. Berdasarkan beberapa pendapat para ahli di atas maka dapat disimpulkan bahwa, belajar merupakan suatu usaha sadar individuuntuk mencapai tujuan peningkatkan diri atau sebuah proses yang memungkinkan seseorang memperoleh dan membentuk kompetensi,keterampilan, dan sikap yang baru serta melibatkan proses mental internal yang terjadi berdasarkan latihan, pengalaman dan interaksisosial.

2. Pengertian Kejenuhan Belajar

  Syah (2010: 180) mengatakan bahwa jenuh dapat berarti jemu dan bosan dimana sistem akalnya tidak dapat bekerja sesuai dengan yangdiharapkan dalam memproses item-item informasi atau pengalaman baru. Sejalan dengan Syah, Suparno (2001:15) mendefenisikan kejenuhan sebagai tekanan sangat mendalam yang sudah sampai titikjenuh.

3. Karakteristik Kejenuhan Belajar

  Siswa yang mulai memasuki kejenuhan dalam belajarnya merasa seakan kecekapan yang diperolahnya dalam belajar tidak meningkat, sehingga siswa merasa sia-sia dengan waktu belajarnya. Berdasarkan beberapa pendapat dari ahli di atas maka dapat disimpulkan bahwa, tanda-tanda kejenuhan belajar disebabkan karenarasa malas, lesu, tidak bersemangat untuk belajar sehingga proses belajarnya tidak ada kemajuan sebagai mana yang diharapkan dalammemproses informasi atau pengalaman dan kehilangan motivasi untuk belajar.

4. Faktor-Faktor Penyebab Kejenuhan Belajar

  2) Faktor sekolah Faktor sekolah yang mempengaruhi belajar ini mencakup: metode mengajar, kurikulum, relasi guru dengan mahasiswa,relasi, relasi siswa dengan siswa, disiplin sekolah, pelajaran dan waktu sekolah, metode belajar dan tugas rumah. e) Memori Memori merupakan kemampuan untuk merekam, menyimpan, dan mengungkapkan kembali apa yang telahdipelajari akan sangat membantu dalam proses belajar dan mencapai hasil belajar yang lebih baik.

d) Siswa dengan Siswa

  Masyarakat yang terdiri dari orang-orang yang tidak terpelajar, dan mempunyai kebiasan yang tidak baik akan berpengaruh jelek kepada anak (siswa) yang berada di b) Teman bergaul Pengaruh-pengaruh dari teman bergaul seseorang lebih cepat masuk dalam jiwannya. Berdasarkan beberapa pendapat para ahli di atas tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kejenuhan belajar maka dapatdisimpulkan bahwa, kejenuhan belajar disebabkan oleh dua yaitu faktor internal dan eksternal.

B. Hakikat Mahasiswa Sebagai Dewasa Awal 1. Pengertian Dewasa Awal

  Menurut Hurlock, (Jahja, 2011: 246) dewasa awal adalah masa pencarian kemantapan dan masa reproduktif yaitu suatu masa yangpenuh dengan masalah dan ketegangan emosional, periode isolasi sosial, periode komitmen, dan masa ketergantungan, perubahan nilai-nilai, kreativitas dan penyesuaian diri pada pola hidup yang baru. Menurut Santrock,(Jahja; 2011) dewasa awal adalah masa kemandirian ekonomi dan pribadi dalam membuat keputusan untuk bekerja dan menjalinhubungan dengan lawan jenis serta perjuangan antara ketertarikan pada kemandiran dan menjadi terlibat secara sosial.

2. Tugas Perkembangan Dewasa Awal

  Selain ia dituntut mematuhisemua peraturan, ketentuan, dan nilai yang ada dalam masyarakat, ia juga dituntut untuk memelihara dan mengawasinya, ia jugadituntut untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan kemasyarakatan. Pada masa awal ini, tugas- tugas dan tahapan perkembangan harus dilaksanakan dengan baiksehingga individu akan tumbuh dan berkembang secara optimal dan menjadi pribadi yang sehat.

3. Ciri-ciri Dewasa Awal

  Ketika ia telah menentukan pola hidup yang diyakini dapat memenuhi kebutuhan hidupnya, ia akan mengembangkanpola-pola perilaku, sikap, dan nilai-nilai yang cenderung akan menjadi kekhasannya selama hidupnya. Pada masa ini juga emosi seseorang sangat bergelora, mudah tegang, dan khawatir dengan status dalampekerjaan yang belum tinggi dan posisinya yang baru sebagai orang tua.

4. Karakteristik Periode Dewasa Awal

  Karakteristik yang menonjol dalam masa dewasa awal yang membedakannya dengan masa kehidupan yang lain, nampak dalamadanya peletakan dasar dalam banyak aspek kehidupannya, melonjaknya persoalan hidup yang dihadapi dibandingkan denganremaja akhir dan terdapatnya ketegangan emosi. Kadang-kadang mereka ingin merubah keadaan masyarakat (ingat, usia mahasiswa yang penuhgejolak dan ide-ide baru), namun mendekati usia 30-an umumnya mereka telah menjadi tenang dan emosional stabil, serta telah dapatmengatasi masalah-masalahnya.

5. Minat Dewasa Awal pada Belajar

  Minat bersifat sementara dan Menurut Makmun (2014:12) belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan secara sadar dan terus menerus melalui bermacam-macam aktivitas dan pengalaman guna memperoleh pengetahuan baru sehingga menyebabkan perubahan tingkah laku yang lebih baik. Jadi minat belajar adalah rasa senang, tertarik, dan keinginan yang tinggi terhadap proses belajar yang dipandang memberikeuntungan dan kepuasan pada dirinya.

6. Hambatan-hambatan Belajar

  Menurut Syah, (2003: 185-186) hambatan-hambatan belajar yang sering dialami seseorang dalam proses belajar adalah sebagai berikut:a. Ketidakmampuan berhitung adalah kesulitan dalam menggunakan bahasa simbol untuk berpikir, mencatat, dan mengkomunikasikan ide-ide yang berkaitan dengan kuantitas atau jumlah.

BAB II I METODE PENELITIAN Dalam bab ini disajikan tentang jenis penelitian, subyek penelitian, teknik

A. Jenis Penelitian

  Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu berupa penyebaran skala tentang kejenuhan belajar kepada mahasiswaangkatan 2013 Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas SanataDharma Yogyakarta. Alternatif jawaban yang disediakan dalam skala ini berpedoman pada 3 4 4 Skala yang digunakan adalah Skala Kejenuhan Belajar Mahasiswa yang dikembangkan dari karakteristik kejenuhan belajar menurut Reber ( Syah, 2010).

1 Merasa seakan

  pengetahuan dan kecakapan yangdiperoleh dari proses belajar tidak adakemajuan. Tidak dapat mengingatkembali banyak materi yang diberikan.

3 Kehilangan motivasi

  5,21, 22,26 17 Tidak dapat memotivasi dan konsolidasi. perilaku 1,2,7 25,46Menampilkanacuh tak acuh dengan tugas yang diberikan.

1. Validitas

  Instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk memperoleh (mengukur) data yang valid. Berdasarkan ketentuan tersebut dapat dikatakan bahwa item yang valid adalah item yang memiliki nilai korelasi ≥ 0,30.

1 Merasa seakan

  Pengukuran yang mempunyai reliabilitas tinggi yaitu yang 6,8, 20,7,10,19 37, 18,11 36,38 c. Tidak dapat mengingatkembali banyak materi yang diberikan.

2. Reliabilitas

  mampu memberikan hasil ukur yang terpercaya, disebut sebagai reliabel (Azwar, 2007:176). Menurut Azwar (2011:4) konsep reliabilitas dalam arti reliabilitas alat ukur erat berkaitan dengan masalah eror pengukuran (error of measurement), sedangkan konsep reliabilitas dalam arti reliabilitas hasil ukur erat berkaitan dengan eror dalam pengambilan sampel (sampling error) yang mengacu pada konsistensi hasil ukur apabila pengukuran dilakukan ulang pada kelompok individu yang berbeda.

2 S x : varians skor skala

  Kualifikasi Reliabilitas Koefisien Korelasi Kualifikasi0,91 Sangat Tinggi 0,71 – 0,90 Tinggi 0,41 – 0,70 Sedang ’sAlpha dan memberikan hasil sebagai berikut: Tabel 5. Reliability StatisticsCronbach’s Alpha N of Items ,867 40 Berdasarkan tabel perhitungan diatas dapat disimpulkan bahwa, taraf reliabilitas Skala Kejenuhan Belajar Mahasiswa berada pada kualifikasi tinggi.

F. Teknik Analisis Data

  Teknik analisis data dilakukan untuk memperoleh hasil tingkat kejenuhan belajar mahasisiwa Angkatan 2013 Program Studi Bimbingandan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta dan untuk mengetahui item kejenuhan belajar mahasiswa yang tergolong tinggi. Kategori Aspek kejenuhan belajar x 100%Rumus ini digunakan untuk menghitung skor persentase tiap-tiap item dalam presentase atau skala kejenuhan belajar mahasiswa angkatan 2013 Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Dalam bab ini disajikan tentang hasil penelitian dan pembahasan

A. Hasil Penelitian

tingkat kejenuhan belajar mahasiswa Angkatan 2013 Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

1. Deskriptif Tingkat Kejenuhan Belajar Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

  Berdasarkan data-data yang telah diperoleh dan diolah diketahui tingkat kejenuhan belajar mahasiswa Program Studi Bimbingan danKonseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, seperti tampak pada tabel dibawah ini: Tabel 10. Terdapat 11 mahasiswa (20,75 %) yang tingkat kejenuhan belajar mahasiswa Angkatan2013 Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata DharmaYogyakarta masuk dalam kategori tinggi dan terdapat 42 mahasiswa(79,24 %) yang tingkat kejenuhan belajar mahasiswa angkatan 2013Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata DharmaYogyakarta masuk dalam kategori sedang.

2. Analisis Persentase Masing-Masing Aspek Kejenuhan Belajar Mahasiswa

  Untuk mengetahui gambaran persentase tiap-tiap aspek kejenuhan belajar dibagi dalam tiga aspek yaitu: merasa seakan pengetahuan dan kecakapan yang diperoleh dari proses belajar tidak ada kemajuan, sistem akalnya tidak dapat bekerja dalam memprosesinformasi atau pengalaman, kehilangan motivasi dan konsolidasi. Jadi dari tiga aspek kejenuhan belajar mahasiswa angkatan 2013Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata DharmaYogyakarta, aspek yang paling tinggi persentasenya adalah aspek kehilangan motivasi dan konsolidari dengan persentase sebesar 47%,Sehingga dapat disimpulkan bahwa kejenuhan belajar mahasiswa tinggi.

3. Indentifikasi Butir Instrumen Yang Perolehan Skornya Tinggi

  Sistem akalnya tidak dapat Saya dapat menjelaskan kembali 152 bekerja dalam memproses materi kepada teman dan doseninformasi atau tentang suatu materi yang sudah pengalaman. (27) Saya sering meminta izin keluar 150meninggalkan kuliah berlangsung untuk menyegarkan pikiran ketikamengalami jenuh dan bosan tentang materi yang dijelaskan.(35)Saya merasa bahwa saya telah 161 membuang-buang waktu belajarsusah payah karena tidak membuat saya lebih paham materi kuliah.

3. Kehilangan motivasi dan Saya merasa lebih memahami suatu 163 konsolidasi

  (22) Saya merasa minder dengan 152kemampuan yang dimiliki dalam memahami suatu materiperkuliahan.(4) Saya merasa memiliki niat dan 146semangat yang tinggi untuk mengerjakan tugas perkuliahannamun saya merasa jenuh dengan banyak tugas perkuliahan. (39) Saya merasa percuma belajar 146selama ini karena merasa tidak ada kemajuan pada diri saya.

B. Pembahasan

  Berdasarkan hasil penelitian tingkat kejenuhan belajar mahasiswa tersebut menunjukkan bahwa tidak ada mahasiswa yang mengalamikejenuhan belajar berada pada kategori sangat tinggi, rendah, dan sangat rendah. Terdapat 11 mahasiswa yang memiliki tingkat kejenuhan belajarberada pada kategori tinggi dan terdapat 42 mahasiswa yang mengalami kejenuhan belajar berada pada kategori sedang.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Dalam bab ini disajikan tentang kesimpulan, keterbatasan penelitian, dan saran. A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan serta analisis yang telah

  Lebih dari separuh mahasiswa Angakatan 2013 Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Darma Yogyakarta memiliki skor kejenuhan belajar mahasiswa dalam kategori tinggi dan sangat tinggi. Aspek kejenuhan mahasiswa Angkatan 2013 Program Studi Bimbingan dan Konseling Univeristas Sanata Dharma Yogyakarta yang perolehanskornya paling tinggi adalah aspek kehilangan motivasi dan konsolidasi.

3. Ditemukan 11 item skala kejenuhan belajar mahasiswa Angkatan 2013

Program Studi Bimbingan dan Konselling Universitas Sanata DharmaYogyakarta berada pada kategori tinggi dan dijadikan dasar penyusunan topik bimbingan belajar.

B. Keterbatasan Penelitian

C. Saran 1

  Peneliti menyadari adanya keterbatasan dalam penelitian ini yaitu: peneliti tidak dapat dengan penuh memantau keseriusan dan kejujuran mahasiswa Bagi dosen, lebih memantau para mahasiswa supaya bisa bertanggung jawab dalam mengerjakan tugas-tugas perkuliahan yang telah diberikan oleh dosen. Bagi mahasiswa Bimbingan dan Konseling, agar lebih aktif mengikuti proses perkuliahan dan bertanggung jawab atas tugas perkuliahan yangdiberikan oleh dosen.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Opini Mahasiswa Terhadap Figur Obama Dalam Iklan Wafer Tango (studi deskriptif terhadap mahasiswa Universitas Sumatera Utara).
1
55
148
Motivasi mahasiswa masuk program ekstensi fitk UIN Jakarta serta penagaruhnya terhadap aktivitas belajar
0
3
98
Korelasi kemampuan akademik mahasiswa terhadap penyelesaian studi di program studi pendidikan fisika
0
6
65
Prevalensi insomnia pada mahasiswa FKIK UIN angkatan 2011 pada tahun 2012
1
15
56
Hubungan gaya belajar dengan prestasi belajar statistik mahasiswa program non reguler fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
0
9
115
Penggunaan koleksi UPT Perpustakaan Universitas yarsi untuk penulisan tugas akhir oleh mahasiswa program studi ilmu perpustakaan lulusan Tahun 2008
0
24
73
Hubungan orientasi masa depan dengan pengambilan keputusan dalam memilih program studi pada mahasiswa
2
35
95
Kamampuan mahasiswa tarjamah dalam menerjemahkan nama diri : studi kasus mahasiswa tarjamah semester VI angkatan tahun 2005-2006
0
5
119
Tingkat pemahaman fiqh muamalat kontemporer terhadap keputusan menjadi nasabah bank syariah ( studi pada mahasiswa program studi muamalat konsentrasi perbankan syariah fakultas syariah dan hukum uin syarif hidayatullah jakarta )
0
54
126
Analisis positioning program studi matematika FST berdasarkan minat mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
2
7
98
pengaruh persepsi dan sikap mahasiswa terhadap tingkatnadopsi E-book sebagai sumber informasi (study pada mahasiswa S1 FISIP Universitas Lampung angkatan 2010-2011)
4
14
86
PERILAKU HIDUP SEHAT (Studi pada mahasiswa FISIP Universitas Lampung angkatan 2011)
4
17
71
Tingkat Empati Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Kanjuruhan Malang
0
0
5
Persepsi produk makanan organik dan minat beli konsumen (studi pada mahasiswa Universitas Sebelas Maret)
1
0
115
Peristiwa 2 Maret 1969 di Yogyakarta (konflik antara taruna angkatan udara dan mahasiswa Universitas Gadjah Mada)
0
0
85
Show more