Pengaruh sosok katekis terhadap minat umat dalam mengikuti katekese orang dewasa di Lingkungan Santo Yosef Benediktus Sagan Paroki Santo Antonius Kota Baru Yogyakarta.

Gratis

0
1
173
2 years ago
Preview
Full text

KATA PENGANTAR

  Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini dapat terselesaikan berkat keterlibatan berbagai pihak baik langsung maupun tidak langsung yang dengan setiamendampingi, memberi motivasi, membimbing dan memberi kritikan yang membangun. Mintarsih, selaku ketua lingkungan Yosef Benediktus Sagan ParokiSanto Antonius Kota Baru yang telah memberi kesempatan dan menolong penulis dengan sepenuh hati untuk melakukan penelitian di lingkungan Yosef BenediktusSagan Paroki Santo Antonius Kota Baru dan juga kepada umat lingkungan YosefBenediktus Sagan yang bersedia meluangkan waktu dan berkorban dalam membantu selama proses penelitian sampai terselesaikannya skripsi ini.

DAFTAR SINGKATAN

  A. Singkatan Kitab SuciSeluruh singkatan Kitab Suci dalam skripsi ini mengikuti singkatan yang terdapat dalam daftar singkatan Alkitab Deuterokanonika (2009) terbitan Lembaga Alkitab Indonesia.

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

  Walaupun pemimpin katekese sudah bergantian setiap minggunya, masih saja umat terlihatkurang memiliki minat dan semangat dalam dirinya untuk terlibat dalam proses     katekese, sehingga katekese terkesan membosankan dan tidak menarik umat di lingkungan Santo Yosef Benediktus Sagan.     Selain itu ia diharapkan membuat umat yang dilayaninya merasa nyaman dan tertarik untuk terlibat aktif dalam mengikuti katekese sehingga katekese menjadihidup dan timbul suasana yang menyenangkan dan nyaman bagi siapa saja yang mengikuti katekese.

B. Rumusan Masalah

1. Sosok katekis macam apa yang dapat membantu umat untuk mewujudkan

Gereja yang signifikan dan relevan?    

2. Apakah sosok katekis di lingkungan Santo Yosef Benediktus Sagan Paroki

  Santo Antonius Kota Baru mampu meningkatkan minat umat dalam mengikuti katekese? Bagaimana membantu meningkatkan sosok katekis demi membangun keterlibatan umat dalam mengikuti katekese di lingkungan St.

C. Tujuan Penulisan

1. Membantu penulis memperdalam pengetahuan tentang sosok katekis yang dapat membantu umat untuk mewujudkan Gereja yang signifikan dan relevan

  Mengetahui sosok katekis yang dapat meningkatkan minat umat dalam mengikuti pendalaman iman di lingkungan Santo Yosef Benediktus Sagan,Paroki Santo Antonius Kota Baru Yogyakarta. Mengetahui bagaimana cara meningkatkan sosok katekis demi membangun keterlibatan umat dalam mengikuti katekese di lingkungan Santo YosefBenediktus Sagan, Paroki Santo Antonius Kota Baru.

D. Manfaat Penulisan

  Menambah pengetahuan dan wawasan baru bagi penulis dan pembaca mengenai sosok katekis yang dapat membantu umat untuk mewujudkanGereja yang signifikan dan relevan. Sebagai upaya untuk menggali lebih dalam kehadiran sosok katekis yang dapat membangun minat umat lingkungan Yosef Benediktus Sagan, Paroki     Santo Antonius Kota Baru Yogyakarta dalam mengikuti katekese orang dewasa.

3. Membantu mengembangkan sosok katekis lingkungan Yosef Benediktus

  BAB II tentang kajian teoritis yang menjawab masalah pertama dalam skripsi yaitu sosok katekis dalam berkatekese yang dapat membantu umat untuk     mewujudkan Gereja yang signifikan dan relevan yang meliputi: katekese, sosok katekis dan katekis demi mewujudkan Gereja signifikan dan relevan. BAB III menjawab permasalahan kedua yaitu sosok katekis dalam berkatekese di lingkungan Santo Yosef Benediktus Sagan Paroki Santo AntoniusKota Baru Yogyakarta yang mampu meningkatkan minat umat dalam mengikuti katekese meliputi: Gambaran umum umat lingkungan Santo Yosef BenediktusSagan, penelitian sosok katekis terhadap minat umat dalam mengikuti katekese orang dewasa di lingkungan Santo Yosef Benediktus Sagan, laporan hasilpenelitian dan pembahasan hasil penelitian.

BAB II SOSOK KATEKIS DALAM BERKATEKESE YANG DAPAT MEMBANTU UMAT UNTUK MEWUJUDKAN GEREJA YANG SIGNIFIKAN DAN RELEVAN Catechesi Tradendae artikel 43 menguraikan bahwa sebagai umat Allah, kita

  Tentu saja dalam pelaksanaan katekese yang ada di lingkungan Santo Yosef Benediktus Sagan tidak dapat berjalan dengan baiktanpa ada seorang yang menjadi fasilitator. Bab ini menguraikan tentang pengertian katekese yang meliputi: tujuan, tugas katekese; sosok katekis yang meliputi: tugas,     pembinaan, syarat menjadi katekis dan katekese di tengah umat demi mewujudkan Gereja signifikan dan relevan.

A. Katekese

1. Pengertian Katekese

  Jadi, arti katekese adalah suatu proses pengembanganiman umat yang masak melalui penghayatan Sabda Allah, mengusahakan pertobatan, pembaharuan hati dan rajin mendengarkan apa yang dikatakan Roh     Katekese ialah komunikasi iman atau tukar menukar pengalaman iman(penghayatan iman) antara anggota kelompok, Melalui kesaksian, para peserta saling membantu sedemikian rupa sehingga masing-masingditeguhkan dan dihayati secara makin sempurna (PKKI II). Katekese sangat penting bagi kita umat Kristiani sehingga katekese harus terus- menerus dikembangkan oleh seluruh umat Kristiani agar mereka semakinmemiliki iman yang mendalam akan Yesus Kristus sehingga umat dapat mewujudkan Gereja yang signifikan dan relevan.

2. Tujuan Katekese

      Tujuan katekese ialah membantu umat memperdalam iman mereka dengan cara memahami, mencintai dan menghayati iman akan Kristus dalam hidupsehari-hari dan membantu umat baik secara perorangan maupun bersama(komunal) di dalam mendewasakan imannya. Dalam katekese, umat diajak untuk mengembangkan imanmereka akan Kristus dengan meresapi pengalaman hidup sehari-hari yang bertolak pada terang Injili sehingga mereka mampu hidup sesuai dengan ajaraniman Kristiani dan mampu mewujudkan nilai-nilai Kerajaan Allah di tengah dunia.

3. Tugas Katekese

  Uraian ini dimaksudkan agar umat Kristiani sungguh-sungguh mendalami tugas katekese sehingga mereka mampu melaksanakan     katekese dan menjalankan tugas katekese demi mengembangkan iman mereka dan mewujudkannya dalam hidup sehari-hari mereka. Dalam katekese terkandung ajaran Kristiani tentang warta iman akanKristus sehingga katekese menjadi hal yang penting bagi umat dalam mengembangkan iman dan nilai-nilai Kristiani yang terkandung di dalamnya.

B. Katekis

1. Sosok Katekis

  Selain itu, ia dapat menghargai setiap peserta kelompok katekese umat dengan segala latar belakang dan situasinya dan ia juga berperan sebagaipengarah dan pemudah untuk menciptakan suasana komunikatif dalam kelompok umat dasar yang dilayani (Lalu, 2005:7-8). Sosok katekis yang menjadi harapan ialah orang yang sungguh beriman, mampu menjadifasilitator umat, pewarta sabda Allah, mampu menggerakkan dan membimbing umat karena ia merupakan awam yang secara khusus dipanggil untuk menjaditokoh dan pemimpin umat.

2. Tugas Katekis

  Kami wartakan apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia;semua disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia (1 Kor. 2:9). Katekis diharapkan dapatmemahami kegiatan pewartaan sebagai mewartakan Yesus Kristus yang pertama dan terutama, baik bagi orang yang belum beriman maupun orang yang sudahberiman kepadaNya.

3. Pembinaan Katekis

  Oleh karena itu, pendidikan mereka harus dilaksanakan dan disesuaikan dengan kemajuan kebudayaan sedemikian rupa sehingga mereka menjadirekan sekerja yang tangguh bagi para imam, dan mampu menunaikan sebaik mungkin tugas mereka yang semakin bertambah sulit karena beban-bebanbaru yang lebih berat. Pembinaan katekis dilakukan dan disesuaikan dengan budaya setempat     katekis menjadi rekan kerja imam yang sungguh-sungguh dapat bekerjasama dengan para imam dan menjalankan kegiatan karya pastoral yang baik dan penuhtanggungjawab.

4. Syarat Menjadi Katekis

  Katekis diharapkan menjadi pribadi yang sungguh diterima oleh umat beriman Katolik di lingkungan tempat ia tinggal dan hidup bersama umat. Jika hati seorang katekis dekat dengan Allah maka katekis akan selalu berusaha untuk melakukan     yang terbaik demi perkembangan iman umat.

C. Katekis demi Mewujudkan Gereja Signifikan dan Relevan di tengah Umat

1. Katekis di tengah Umat

  Sebelum berkatekese di tengah umat, katekis diharapkan mengenal situasi umat yang ada di lingkungannya sehingga katekese yang dilaksanakan sungguh relevandengan situasi yang dialami umat lingkungannya. Katekis yang diharapkan adalah mereka yang senantiasa sadar, bahwa tugasnya adalahmemperkenalkan Allah dan misteri penyelamatan-Nya kepada manusia.

2. Katekese di tengah Umat

  Dalam kehidupannya sebagai umat beriman Katolik, berdasarkan sakramenBaptis, Penguatan atau Krisma, dan Ekaristi, kaum awam diharapkan mau mengambil bagian dalam tugas perutusan Yesus Kristus sebagai imam, nabi, danraja, seperti dikatatakan Konsili Vatikan II: Kaum beriman Kristiani, yang berkat Baptis telah menjadi anggota TubuhKristus, terhimpun menjadi Umat Allah, dengan cara mereka sendiri ikut mengemban tugas imamat, kenabian, dan rajawi Kristus (LG 31). Melalui katekese juga,umat dibimbing dan diajak untuk melihat kemajuan zaman yang semakin berkembang agar mereka secara bijaksana dan tetap berpegang teguh pada Tuhandi zaman yang semakin modern sehingga mereka tidak mudah terjerumus oleh berbagai tawaran dunia yang menyesatkan.

3. Gereja Signifikan dan Relevan

  Dengan memberikan tekanan pada signifikansi dan relevansiGereja bagi warganya dan bagi masyarakat, Arah Dasar KAS 2011-2015 menunjukkan upaya untuk semakin “bertolak ke tempat yang dalam”. Berdasarkan semangat Injil dan iman yang tangguh, umatKAS berusaha untuk berperan aktif dalam mengembangkan tatanan hidup baru demi terwujudnya nilai-nilai Kerajaan Allah di tengah dunia.

4. Katekese Mewujudkan Gereja yang Signifikan dan Relevan

  Oleh sebab itu, harus diingat bahwa mereka yang menerima katekese ialah “pribadi-pribadi yang konkrit dan historis yang berakar dalamsituasi tertentu dan selalu dipengaruhi oleh situasi pedagogis, sosial, budaya, dan     ini, peserta katekese harus menjadi subjek yang aktif, sadar, dan ikut bertanggung jawab, bukan sekedar penerima yang diam dan pasif (Komkat KWI, 155). Model SCPmenekankan proses berkatekese yang bersifat dialogal dan partisipatif yang bermaksud mendorong peserta, berdasarkan konfrontasi antara “tradisi” dan     “visi” hidup mereka dan “Tradisi” dan “Visi” Kristiani, agar baik secara pribadi maupun bersama, mampu mengadakan penegasan dan mengambil keputusandemi terwujudnya nilai-nilai Kerajaan Allah di dalam kehidupan manusia yang terlibat dalam dunia.

BAB II I SOSOK KATEKIS DALAM BERKATEKESE DI LINGKUNGAN SANTO YOSEF BENEDIKTUS SAGAN PAROKI SANTO ANTONIUS KOTA BARU YOGYAKARTA Arah Dasar KAS memberikan tekanan pada signifikansi dan relevansi Gereja

  Maka dari itu, katekis perlu mengetahui gambaran umum keadaan umat di lingkungan SantoYosef Benediktus Sagan supaya dapat membantu membangun umat dan mewujudkan Gereja signifikan dan relevan. Bab ini membahas gambaran umumkeadaan umat lingkungan Santo Yosef Benediktus Sagan, sosok katekis dalam berkatekese, metodologi dan jenis penelitian yang dipakai oleh penulis.

1. Sejarah Singkat Umat Lingkungan St. Yosef Benediktus Sagan

  Lingkungan Santo Yosef Benediktus Sagan atau lebih dikenal dengan sebutan lingkungan Yosben berlindung dibawah Santo Yosef dan SantoBenediktus. Setelah umatKatolik di wilayah Sagan Porbonegaran semakin berkembang banyak maka mulai tahun 1977 kring Santo Yosef Benediktus dibagi menjadi 4 blok yang kemudiandalam perkembanganya dibagi menjadi 3 lingkungan yaitu Lingkungan Elisabet, Lingkungan Santo Yosef Benediktus, dan Lingkungan Veronika.

2. Situasi Umat di Lingkungan Santo Yosef Benediktus Sagan

  Umat lingkungan Santo Yosef Benediktus Sagansebagian besar asli penduduk Yogyakarta, ada juga umat yang berasal dari berbagai daerah dan kebanyakan adalah orang muda yang kuliah, bekerja diYogyakarta lalu tinggal di sekitar lingkungan Santo Yosef Benediktus Sagan baik kost maupun di asrama Syantikara. Kegiatan pendalaman iman merupakan persekutuan (koinonia) umat lingkungan Santo YosefBenediktus Sagan untuk membangun umat yang lebih akrab dan bersaudara sebagai umat Kristiani yang ada di lingkungan.

3. Keadaaan Katekese di Lingkungan St. Yosef Benediktus Sagan

  Yosef Benediktus Sagan sudah ikut ambil bagian dalam perkembangan internalGereja yakni melaksanakan kegiatan katekese yang bertujuan untuk mengembangkan iman akan Kristus supaya imannya semakin mendalam sehinggadapat mewujudkan Gereja yang signifikan dan relevan. Dalam pelaksanaan katekese di lingkungan Santo Yosef Benediktus Sagan, yang menjadi sasarannya ialah para orang dewasa yang berusia berapapun baikyang masih berada di bangku kuliah maupun yang sudah tua.

4. Katekis di Lingkungan Santo Yosef Benediktus Sagan

  Di lingkungan Santo Yosef Benediktus Sagan tidak ada katekis full time atau akademik tetapi ada katekis sukarelawan yang berperan sebagai fasilitator dalampelaksanaan katekese di lingkungan Mereka ialah prodiakon dan tokoh umat lingkungan Santo Yosef Benediktus Sagan.     Tugas prodiakon di lingkungan Santo Yosef Benediktus Sagan memang tidak terbatas melayani di bidang liturgi saja, mereka juga dipercaya untuk menanganiberbagai hal misalnya; dipercaya sebagai penasehat ketika ada umat sedang menghadapi permasalahan baik keluarga maupun umat, ketika ada permasalahandi lingkungan dan motivator bagi umat.

1. Latar Belakang Penelitian

  Keterampilan yang     dimaksudkan ialah keterampilan dalam mengungkapkan bahasa, pengetahuan dan mengolah materi yang kreatif dan menarik minat umat. Prodiakon dan parapemimpin katekese di lingkungan Santo Yosef Benediktus memiliki keterampilan dan cara mereka masing-masing dalam berkatekese.

2. Jenis Penelitian

  Penelitian kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan datadeskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang     dengan ide, persepsi, pendapat atau kepercayaan orang yang diteliti. Dalam riset yang menggunakanmetode ini, dilakukan pemeriksaan yang mendalam terhadap suatu keadaan atau kejadian yang disebut sebagai kasus dengan menggunakan cara-cara yangsistematis dan melakukan pengamatan, pengumpulan data, analisis informasi, dan pelaporan hasilnya.

3. Tujuan Penelitian

  Mengetahui sosok katekis yang dapat meningkatkan minat umat untuk mengikuti pendalaman iman di lingkungan Santo Yosef Benediktus Sagan. Peneliti dalam menentukan responden sekaligus sebagai sampel dengan memilih 4orang karena mereka ialah katekis sukarelawan dan umat sebanyak 15 orang karena mereka lebih sering hadir untuk mengikuti katekese lingkungan.

6. Variabel Penelitian

  Minat umatMinat dapat diartikan sebagai rasa senang atau tidak senang dalam menghadapi suatu obyek (Surya, Mohammad 2003:67) Minat adalahkecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap     sesuatu (Muhibbin, 1995:136). Minat umat dalam pelaksanaan katekese ditandai dengan kehadiran umat dalam pelaksanaan katekese dan kesan umat terhadap katekis sebagaifasilitator dalam proses katekese.

7. Instrumen Pengumpulan Data

  Observasi adalah pengamatandan pencatatan secara sistematis terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian pengamatan dan pencatatan ini dilakukan terhadap objek di tempatterjadi atau berlangsungnya peristiwa (Margono, 1997). Dengan cara ini maka peneliti akan melihat langsung kondisi di lapangan mengenai pelaksanaankatekese di lingkungan Santo Yosef Benediktus Sagan.

8. Kisi-kisi Penelitian

  Keterampilan katekis dalam hal:Mampu memahami pengertian 2 Pengetahuan katekeseMampu memahami tujuan 3 katekese pada umumnyaBerkomunikasi Mampu berkomunikasi secara 4 baik dan jelas dengan umatMampu mengatasi umat yang 5     pasif dalam sharingPengolahan Mampu mengolah materi dengan 6 materi baik dan jelas sehingga menarikumat untuk mengikuti katekeseMampu menggunakan metode 7 yang menarik 3. Kesan Memberi kesan tentang katekese 10 yang menjadi harapan umatMemberi kesan tentang katekese 11 yang kurang dikehendaki olehumatSudah memenuhi harapan umat 12 Memberi kesan tentang 13 pemimpin katekese yang tidakdisenangi oleh umatMemberi kesan tentang 14 pemimpin pendalaman imanyang disenangi oleh umat    Tabel 4: Kisi-kisi penelitian menggunakan kuisioner terhadap umat lingkungan Santo Yosef Benediktus Sagan No.

9. Teknik Analisis Data

  Laporan Hasil Penelitian Sosok Katekis terhadap Minat Umat dalam mengikuti Katekese Orang Dewasa di Lingkungan Santo Yosef Benediktus Sagan Paroki Santo Antonius Kota Baru Yogyakarta Bagian ini membahas hasil penelitian wawancara terhadap empat orang sebagai katekis relawan di lingkungan yang terdiri dari 1 prodiakon, 1 ketualingkungan dan 2 orang yang dipercaya sebagai pemimpin pendalaman iman di lingkungan Santo Yosef Benediktus Sagan. Kehidupan pribadi katekis tentang pengalaman menjadi pemimpin pendalaman iman di lingkungan Santo Yosef Benediktus Sagan Tabel 5Pengalaman menjadi pemimpin PI di lingkungan Santo Yosef Benediktus Sagan (N=4) No.

6.1. Pengetahuan katekis di lingkungan Santo Yosef Benediktus Sagan tentang katekese No. Soal Pernyataan Jumlah %

  Pengajaran atau pewartaan iman Kristiani 3 75% 2 kepada umatKomunikasi iman 1 25% 6.2. Pengetahuan katekis di lingkungan Santo Yosef Benediktus Sagan tentang tujuan katekese No.

6.3 Komunikasi katekis dengan umat No. Soal Pernyataan Jumlah %

  Tidak sulit berkomunikasi dengan umat 3 75% 5 Sulit berkomunikasi dengan umat 1 25%     6.4. Menghadapi umat yang pasif ketika sharing No.

6.6. Metode yang dipakai katekis pada saat pendalaman iman No. Soal Pernyataan Jumlah %

7 Memakai metode ceramah dan sharing 4 100% Tabel 7Spiritualitas: panggilan, sukarelawan (N=4)

7.1 Panggilan sebagai seorang pewarta No. Soal Pernyataan Jumlah %

  Katekis memberikan kesan dan gambaran mengenai minat umat dalam pelaksanaan katekese Tabel 8Minat: keterlibatan umat dalam katekese, kesan terhadap minat umat (N=4) 8.1 Pendalaman iman yang menjadi harapan umat No. Soal Pernyataan Jumlah % Belum terlalu baik dalam memimpin PI karena masih banyak umat yang kurangberpartisipasi, kurang menyentuh hati umat, 3 75% 12 masih monoton karena metode yang dipakaiadalah ceramah atau sharing sajaSudah, karena ketika memimpin pendalaman iman, banyak umat yang suka karena suasana 1 25% tidak kaku dan spontan 8.4 Katekis dalam berkatekese yang tidak disenangi umatNo.

2. Hasil penelitian berdasarkan angket terbuka terhadap 15 umat lingkungan Santo Yosef Benediktus Sagan yang sudah dianalisis secara reduksi dan klasifikasi:

  Soal Pernyataan Jumlah % Belum, karena bahasa yang digunakan masih sulit dipahami, masih terkesan menggurui8 53% 7 dan kurang bisa mengajak umat untukberpartisipasi     Sudah, karena katekis sudah memiliki pengetahuan yang baik tentang Kitab Suci7 47% dan ajaran Gereja dan tidak kaku Tabel 16 Pendalaman iman yang menjadi harapan umat (N=15) No. Soal Pernyataan Jumlah % Katekis yang banyak bicara dan terlalu     banyak pertanyaan sharing 6 Pendalaman iman yang waktunya lama 9 sehingga membuat umat bosan dan ngantuk4 27% Katekis yang menggurui umat sehingga umat diperlakukan seperti anak SD3 20% Terjadi perdebatan antar umat 2 13%Tabel 18 Kesan umat teerhadap katekis dalam memimpin pendalaman iman di lingkungan Santo Yosef Benediktus Sagan (N=15)No.

D. Pembahasan Hasil Penelitian Sosok Katekis terhadap Minat Umat dalam mengikuti Katekese Orang Dewasa di Lingkungan Santo Yosef

Benediktus Sagan Paroki Santo Antonius Kota Baru Yogyakarta

1. Pembahasan Hasil Penelitian terhadap 4 Katekis Sukarelawan di Lingkungan Santo Yosef Benediktus Sagan

  Katekissukarelawan yang memiliki pengalaman lebih dari 2 tahun ialah prodiakon dan ketua lingkungan Santo Yosef Benediktus Sagan sedangkan katekis sukarelawanyang memiliki pengalaman kurang dari 2 tahun ialah orang yang baru berdomisili di sekitar lingkungan Santo Yosef Benediktus Sagan yang dipercaya untukmemimpin pendalaman iman. Menghadapi umat yang pasif ketika sharing(N=4) 25%Memancing umat agar mau 75%terlibat dalam sharing Mengakhiri proses pendalamaniman     Prosentase di atas yang paling tinggi menunjukkan bahwa banyak di antara katekis menghadapi umat yang pasif sharing dengan cara memancing umat yaitudengan menyapa umat, bisa juga katekis yang mendahului mensharingkan pengalamannya.

c. Spiritualitas katekis di lingkungan Santo Yosef Benediktus Sagan Panggilan sebagai seorang pewarta

  tabel 7.1 hal.62-63 Prosentase di atas menunjukkan bahwa katekis di lingkungan Santo YosefBenediktus Sagan merasa terpanggil untuk menjadi seorang pewarta Sabda di lingkungan walaupun masih ada di antara mereka semata-mata karena dimintaitolong lalu menjalankan tugas sebagai pemimpin pendalaman iman. 63 Prosentase di atas yang paling tinggi menunjukkan bahwa katekis di lingkungan Santo Yosef Benediktus Sagan melaksanakan tugasnya dengansukarela walaupun ada di antara mereka yang melaksanakan tugasnya karena ada unsur paksaan.

d. Kesan katekis mengenai minat umat dalam berkatekese

  Sebagai pemimpin katekese memang diharapkan menggunakan bahasa yang sederhana sehingga umat yang usianyasudah tua dan tingkat pendidikan umat yang rendah dapat memahami bahasa yang disampaikan oleh katekis sehingga materi dapat tersampaikan dengan baik. Katekis yang memiliki kreatifitas dalam menyampaikan materi yang menarik dan tidak menggurui umat membuat umat lingkungan SantoYosef Benediktus Sagan akan semakin berminat dalam mengikuti pendalaman iman di lingkungan.

3. Pendalaman Hasil Penelitian terhadap 4 Katekis Sukarelawan dan 15 Umat Lingkungan Santo Yosef Benediktus Sagan

  Umat yang aktif dalam sharing berarti umat memiliki minat untuk hadir dan terlibat dalam proses pendalaman     Pendalaman iman yang kurang dikehendaki oleh umat dilihat dari segi katekis yaitu umat lingkungan Santo Yosef Benediktus Sagan kurangmenghendaki jika katekis yang memimpin pendalaman iman terlalu banyak bicara atau bertele-tele dan terlalu banyak pertanyaan sharing. Selain itu pendalaman iman yang diharapkan oleh umat ialah pendalaman iman yang bermakna bagi umat artinya semakin dapatmenambah iman umat dan pendalaman iman yang mengutamakan komunikasi dua arah.

BAB IV SOSOK KATEKIS YANG MAMPU MEMBANGUN MINAT UMAT DALAM MELAKSANAKAN KATEKESE DI LINGKUNGAN SANTO YOSEF BENEDIKTUS SAGAN Pemimpin pendalaman iman di lingkungan Santo Yosef Benediktus Sagan

  Walaupun katekis sukarelawan, pemimpin pendalaman iman di lingkungan Santo Yosef BenediktusSagan perlu menyadari tugasnya sebagai seorang pewarta Sabda Allah sehingga ia mampu dan terus berusaha menghadapi segala macam tantangan yang dihadapidemi membantu mengembangkan iman umat di lingkungan Santo YosefBenediktus Sagan agar dapat mewujudkan Gereja yang signifikan dan relevan di tengah-tengah dunia. Bab ini membahas sosok katekis yang mampu membangun minat umat lingkungan Santo Yosef Benediktus Sagan yang meliputi spiritualitas danprogram bagi para katekis yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas katekis di lingkungan Santo Yosef Benediktus Sagan.

1. Spiritualitas Katekis

  Program Pelaksanaan Katekese di Lingkungan Santo Yosef Benediktus Sagan Katekis dalam pelaksanaan tugas bimbingan karya katekese akan lebih banyak berhadapan dengan orang tua, orang yang sudah cukup berpengalamandan berpengetahuan dalam bidangnya atau setidak-tidaknya orang yang merasa berpengalaman dan berpengetahuan. Penulis juga akan memberikan pendampingan secara khusus tentang katekese model SCP supaya pemimpin dan umat lingkungan SantoYosef Benediktus Sagan dapat memahami dan mendalami model katekese tersebut demi perkembangan pelaksanaan katekese umat di lingkungan SantoYosef Benediktus Sagan.

b. Program Pelaksanaan Pendampingan Pendamping Dalam Melaksanakan Katekese Orang Dewasa di Lingkungan Santo Yosef Benediktus Sagan 1). Pemikiran Dasar Program

  Oleh karena itu, penulis akan memberikan pendampingan kepada para pemimpin katekese di lingkunngan Santo Yosef Benediktus Sagan denganmenggunakan pendekatan andragogi dan katekese model Shared Christian Praxis yang sudah dimodifikasi sehingga proses pelaksanaan katekese di lingkunganSanto Yosef Benediktus Sagan semakin berkembang baik bagi pemimpin maupun umat sehingga dapat membantu umat untuk semakin berminat dalam mengikutikatekese orang dewasa di lingkungan. Penulis juga memberikan saran yang perlu bagi pemimpin pendalaman iman dan umat lingkungan Santo Yosef Benediktus Saganparoki Santo Antonius Kota Baru Yogyakarta demi mengupayakan dan mengembangkan katekese yang dapat membangun minat umat sehingga imanmereka akan Kristus semakin berkembang dan dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

A. Kesimpulan

  Sosok katekis yang memiliki kreatifitas dalam menyampaikan materiyang menarik dan tidak menggurui membuat umat lingkungan Santo Yosef Benediktus Sagan semakin berminat dalam mengikuti pendalaman iman. Sosok katekis yang mampu membangun minat agar umat terlibat dalam pelaksanaan katekese ialah katekis yang memiliki keterampilan dalam halberkomunikasi, mengolah materi supaya menjadi menarik dan membuat umat tidak bosan dalam mengikuti katekese.

B. Saran

Agar pelaksanaan katekese dapat berjalan dengan baik dan membuat pemimpin pendalaman iman menjadi terampil dan umat lingkungan Santo YosefBenediktus Sagan semakin berminat, berpartisipasi dalam proses katekese, maka penulis ingin memberikan saran bagi pemimpin pendalaman iman dan umatlingkungan Santo Yosef Benediktus Sagan sebagai berikut:     Ketua lingkungan hendaknya mengajukan kegiatan kursus katekese kepada 1 pihak paroki supaya dapat membantu para pemimpin pendalaman imanlingkungan untuk semakin mendalami pengetahuan mereka tentang katekese baik berhubungan dengan materi maupun model berkatekese. Para pemimpin lingkungan Santo Yosef Benediktus Sagan hendaknya 2 mengikuti kegiatan program pendampingan bagi pemimpin katekese yangberkaitan dengan model katekese supaya kualitas pengetahuan pemimpin tentang model pelaksanaan katekese semakin berkembang sehinggapelaksanaan katekese menjadi lebih menarik dan partisipatif agar umat merasa terbantu untuk terlibat dalam pelaksanaan katekese di lingkunganSanto Yosef Benediktus Sagan.    

DAFTAR PUSTAKA

  Pengertian katekeseKatekese: Katekese adalah “Pembinaan anak-anak, kaum muda, dan orang- orang dewasa dalam iman, khususnya menyampaikan ajaran Kristen yangpada umumnya diberikan secara organis dan sistematis dengan maksud Tujuan khas katekese ialah: berkat dan bantuan Allah mengembangkan iman yang baru mulai tumbuh, dan dari hari ke hari memekarkan menuju kepenuhannya sertamakin memantapkan perihidup Kristen umat beriman, muda ataupun tua (CT, 20). Praxis Praxis bukanlah hanya suatu praktek tetapi suatu tindakan yang sudah direfleksikan Praxis mengacu pada tindakan manusia yang mempunyai tujuan untuk perubahan hidup yang meliputi kesatuan antara praktek dan teori Praxis merupakan suatu praktek yang didukung oleh refleksi teoritis dan sekaligus suatu refleksi teoritis yang didukung oleh praktek Praxis mempunyai 3 unsur pembentuk saling berkaitan: aktivitas, refleksi, kreativitas 2.

b. Pemikiran Dasar

  2) Sebagai bahan refleksi agar kita semakin menghayati dan menerapkan cinta kasih terhadap sesama yang paling dekat, kita akan melihat situasikonkrit yang sering kita alami dan usaha yang akan kita lakukan dalam hidup sehari-hari kita dalam keluarga Apakah kita semakin disadarkan/diteguhkan untuk selalu hidup peduli dan rukun terhadap keluarga kita? 3) Pendamping mengajak peserta untuk membicarakan dan mendiskusikan bersama guna menentukan keputusan praktis bersama konkrit yang dapatsegera diwujudkan agar mereka semakin memantapkan diri dalam penghayatan dan penerapan cinta kasih terhadap sesama yang palingdekat.

SHARED CHRISTIAN PRAXIS

  2) Sebagai bahan refleksi agar kita semakin menghayati dan menerapkan cinta kasih terhadap sesama atau tetangga, kita akan melihat situasi konkrityang sering kita alami dan usaha yang akan kita lakukan dalam hidup sehari-hari kita dalam keluarga Apakah kita semakin disadarkan untuk selalu hidup peduli dan rukun terhadap tetangga atau umat di lingkungan kita? Mengapa?3) Peserta diajak untuk sendiri mencari dan menemukan pesan inti perikope sehubungan dengan jawaban atas pertanyaan di atas4) Pendamping memberikan tafsir dari Yoh 15:1-8 dan menghubungkannya dengan tanggapan peserta dalam hubungan dengan tema dan tujuan,misalnya: Bapak/ibu dan saudara/i terkasih dalam Kristus, Yesus adalah pokok anggur yang benar yang sangat diperhatikan secara pribadi olehBapa, mempunyai cabang-cabang yang bersemi dan menghasilkan buah- buah yang bagus.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Analisa Pengaruh Faktor-faktor Internal terhadap Produktivitas Guru Yayasan Pendidikan Katolik Santo Yoseph
0
54
100
Pemanfaatan Teknologi Informasi Perpustakaan Universitas Katolik (UNIKA) Santo Thomas Medan dalam Kerjasama Jaringan Perpustakaan Aptik
3
72
51
Evaluasi Iklim Komunikasi Organisasi Pada Perpustakaan Universitas Katolik Santo Thomas Medan.
0
41
80
Pengadaan Bahan Pustaka Pada Perpustakaan Universitas Katholik Santo Thomas Sumatera Utara
1
73
58
Pengaruh Bauran Pemasaran Jasa Terhadap Keputusan Mahasiswa Pada Fakultas Ekonomi Universitas Katolik Santo Thomas Medan
0
56
73
Tingkat Pengetahuan dan Sikap Remaja dalam Mencegah HIV/AIDS di SMA Santo Thomas 1 Medan
0
30
66
Fungsi Dan Peranan Gondang Dalam Penerimaan Sakramen Krisma Di Gereja Katolik Santo Diego Martoba Paroki Pasar Merah Medan: Sebuah Kajian Deskriptif
1
69
73
Pengembangan Koleksi Pada Perpustakaan SMP Santo Thomas I Medan
0
18
56
Analisis Pengaruh promosi terhadap penjualan pada PT. Sari Husada Yogyakarta.
0
23
81
Pengaruh religiusitas terhadap kecemasan menghadapi pernikahan pada orang dewasa yang melajang
3
27
164
Pengaruh perhatian orang tua terhadap minat belajar Siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMK Mandalahayu Bekasi
0
18
106
Pengaruh kepuasan citra tubuh terhadap kepercayaan diri orang yang mengikuti fitnes center
12
68
116
Sistem Informasi Customer Relationship Management Rumah Sakit Santo Borromeus
0
5
1
Pernak pernik natal, Kisah Natal berasal dari Injil Santo Lukas dan Santo Matius dalam Perjanjian Baru
0
1
6
SMP Negeri I Medan SMA Santo Thomas I Medan Riwayat Organisasi : Ketua Seksi Humas OSIS SMA Santo Thomas I Medan periode 2008
0
0
15
Show more