Pengaruh perayaan ekaristi terhadap keterlibatan umat dalam hidup menggereja di stasi pusat Paroki Salib Suci Nanga Tebidah Kalimantan Barat.

Gratis

2
17
124
2 years ago
Preview
Full text

KATA PENGANTAR

  Puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmat-Nya yang telah dicurahkan kepada penulis, sehingga skripsi yang berjudul PENGARUHPERAYAAN EKARISTI TERHADAP KETERLIBATAN UMAT DALAM HIDUP MENGGEREJA DI STASI PUSAT PAROKI SALIB SUCI NANGA TEBIDAH KALIMANTAN BARAT dapat terselesaikan. Penyusunan skripsi ini guna memberikan gagasan, wawasan dan inspirasi untuk mengembangkan pengetahuan dan pemahaman terhadap Perayaan Ekaristi danKeterlibatan umat dalam hidup menggereja khususnya umat yang ada di Stasi PusatParoki Salib Suci Nanga Tebidah Kalimantan Barat dan sekaligus untuk memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan di Fakultas Keguruandan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

DAFTAR SINGKATAN

  Singkatan Kitab Suci Luk : Lukas 1Kor : 1 KorintusYoh : Yohanes B. KGK : Katekismus Gereja Katolik, diundangkan oleh Paus Paulus Yohanes ke II pada tanggal 25 Juni 1992.

C. Daftar Singkatan Lainnya

Art : ArtikelBdk : BandingkanOMK : Orang Muda KatolikBKSN : Bulan Kitab Suci NasionalPIA : Pembinaan Iman AnakKMPK : Kumpulan Muda-Mudi Pelajar KatolikKS : Kitab SuciKPP : Kursus Persiapan PerkawinanDPP : Dewan Pastoral ParokiAPP : Aksi Puasa PembangunanSEKAMI : Serikat Kepausan Anak MisionerTPE : Tata Perayaan Ekaristi KWI : Konferensi Waligereja IndonesiaKOMKAT : Komisi KateketikKLMTD : Kelompok Lemah Miskin Tertindas DifabelSDN : Sekolah Dasar NegeriKK : Kepala KeluargaLingk : LingkunganSt : Santo/SantaDll : Dan lain-lainWKRI : Wanita Katolik Republik IndonesiaSCP : Shared Christian Praxis

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perayaan Ekaristi sebagai sumber dan puncak seluruh hidup umat Kristiani

  Dalam kehidupan sebagai umat beriman Katolik, umat diharapkan mau mengambil bagian dalam tugas perutusan Yesus Kristus sebagai Imam, Nabi dan Raja seperti yang dikatakan Konsili Vatikan II “umat beriman kristiani, yang berkat baptis telah menjadi anggota Tubuh Kristus, terhimpun menjadi umatAllah, dengan cara mereka sendiri ikut mengemban tugas imamat, kenabian dan (Prasetya, 2003:40-41). Tulisan ini dimaksudkan untuk membantu umat di Stasi Pusat Paroki Salib Suci Nanga Tebidah agar semakin sadar dan mampu menghayati makna perayaan Ekaristi dengan meningkatkan keterlibatan umat dalam hidupmenggereja sebagai umat yang aktif ikut ambil bagian di dalam tugas Gereja.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka masalah-masalah yang akan dibahas dirumuskan sebagai berikut:

1. Apa arti perayaan Ekaristi? 2

  Apa Pengaruh Perayaan Ekaristi terhadap keterlibatan umat dalam hidup menggereja di Stasi Pusat Paroki Salib Suci Nanga Tebidah KalimantanBarat? Mengetahui sejauh mana Pengaruh Perayaan Ekaristi terhadap keterlibatan umat dalam hidup menggereja di Stasi Pusat Paroki Salib Suci Nanga TebidahKalimantan Barat.

D. Manfaat Penulisan

  Adapun manfaat penulisan “Pengaruh Perayaan Ekaristi terhadap keterlibatan umat dalam hidup menggereja di Stasi Pusat Paroki Salib Suci NangaTebidah Kalimantan Barat sebagai berikut: 1. Membantu umat untuk lebih memahami arti Perayaan Ekaristi.

2. Membantu umat dalam usaha meningkatkan keterlibatannya melalui Perayaan Ekaristi di gereja

  3. Memberi sumbangan kepada umat agar mampu melibatkan diri dalam perayaan Ekaristi di gereja Stasi Pusat Paroki Salib Suci Nanga TebidahKalimantan Barat.

E. Metode Penulisan

  Penelitiankualitatif terdiri atas dua unsur pokok yakni penulis menggunakan studi pustaka h gambaran nyata tentang “Bagaimana Pengaruh Perayaan Ekaristi terhadap keterlibatan umat dalam hidup menggereja di Stasi Pusat Paroki Salib Suci Nanga Tebidah Kalimantan Barat”. Tujuan utama metode penulisan ini terletak pada usaha untuk menggambarkan dan mengungkapkan keterlibatan umat dalam mengikutiPerayaan Ekaristi, kedua adalah untuk menjelaskan apa yang menjadi temuan penulis mengenai keterlibatan umat dalam Perayaan Ekaristi di lapangan.

F. Sistematika Penulisan

  BAB II: Membahas seputar teori yang mengupas tentang Perayaan Ekaristi dalam Gereja, meliputi Pengertian Perayaan Ekaristi, Ekaristi dalam TradisiGereja, Ekaristi berdasarkan dimensi Kristologi, Ekaristi berdasarkan dimensiEskatologi, Ekaristi berdasarkan dimensi Eklesiologi dan Tata Perayaan Ekaristi dalam Gereja. Dalam bab ini pula, akan dibahas teori seputar keterlibatan umat BAB III: Bab ini penulis akan membahas penelitian tentang pengaruh Perayaan Ekaristi terhadap keterlibatan umat dalam hidup menggereja yang meliputi: latar belakang penelitian, rumusan permasalahan, tujuan penelitian, jenispenelitian, instrumen pengumpulan data, pengolahan data, analisis data, variabel penelitian, laporan hasil penelitian, dan pembahasan hasil penelitian.

BAB II PERAYAAN EKARISTI DAN KETERLIBATAN UMAT DALAM HIDUP MENGGEREJA DI STASI PUSAT PAROKI SALIB SUCI NANGA TEBIDAH KALIMANTAN BARAT Pada Bab ini, penulis akan memaparkan tentang Perayaan Ekaristi dan

A. Perayaan Ekaristi 1. Pengertian Perayaan Ekaristi

  keterlibatan umat di Stasi Pusat Paroki Salib Suci Nanga Tebidah KalimantanBarat yang meliputi beberapa bagian yaitu pertama menjelaskan Perayaan Ekaristi yang meliputi pengertian Perayaan Ekaristi, Ekaristi dalam Tradisi Gereja,Ekaristi berdasarkan dimensi Kristologi, Ekaristi berdasarkan dimensi EskatologiEkaristi berdasarkan dimensi Eklesiologi dan Tata Perayaan Ekaristi. 47 bahwa Ekaristi sebagai perjamuan Paskah di mana sebelum Yesus di serahkan untuk di salib, bersamapara murid-Nya mengadakan perjamuan malam terakhir sebagai lambang akan cinta kasih, kesatuan dan ikatan cinta kasih kepada murid-murid-Nya yang setiabersama Yesus.

2. Ekaristi dalam Tradisi Gereja

a. Dasar Ekaristi dalam Gereja Perdana

  Sedangkan Liturgi Perayaan Ekaristi ialah umat yang turut menghadirkanKristus yang telah mengurbankan diri dan memberikan keselamatan dengan Bapa-Bapa Gereja juga menekankan pada Ekaristi yaitu masalah realis praesentia bahwa sabda Kristus yang menyebabkan suatu perubahan (consecration, mutation) dari roti dan anggur menjadi Tubuh dan Darah Kristus. Mengenai ajaran tentang realis praesentia diperjelas dengan baik oleh Thomas Aquinas yang dituangkan dalam bukunya Summa Theologiae yaitu Ekaristi menjadi puncak seluruh hidup iman umat dan Allah selalu hadir di tengah-tengah umat (Martasudjita, 2003: 283-287).

b. Dasar Ekaristi dalam Konsili Trente

  Konsili Trente yang diadakan pada abad ke-XVI untuk menanggapi ajaranReformasi dengan membicarakan tentang Ekaristi yang bergejolak karena para kaum reformator lebih menekankan sifat simbolis dari kehadiran Kristus dalamEkaristi, sifat perjamuan dari Ekaristi dan menolak sifat korban dari misa kudus. Pada sidang yang ke-13 pada tahun 1551 yaitu mengesahkan dekrit mengenai realis prasentia (DS 1635-1661), yang berisi dengan ajaran bahwa kehadiranKristus yang sungguh-sungguh real dan nyata dalam Ekaristi, dan juga ajaran transsubstantiatio.

c. Dasar Ekaristi dalam Konsili Vatikan II

  Ajaran tentang Ekaristi sudah tersebar diberbagai dokumen-dokumen yang terdapat pada Konsili Vatikan II, meskipun Konsili Vatikan II tidak memberikandogma baru mengenai Ekaristi namun di berbagai ajaran dokumen KonsiliVatikan II tentang Ekaristi di satu pihak menegaskan ajaran Tradisional Gereja dan di lain pihak membicarakannya secara baru. Pada hakikatnya, Konsili Vatikan II menempatkan ajaran sakramen dan Ekaristi dalam konteks trinitas-kristologi, eskatologi, dan eklesiologi, (Martasudjita, 2003: 290-291).

3. Ekaristi berdasarkan dimensi Kristologi

Dalam ajaran Konsili Vatikan II dimensi Kristologi menggambarkan tentang Perayaan Ekaristi yang erat hubungannya dengan Yesus Kristus. Menurut

E. Martasudjita (2003: 293), “Ekaristi ditetapkan Yesus sebagai kenangan akan

  Ekaristi juga sebagai kurban syukur dan pujian kepada Allah Bapa sebagai bentuk ucapan terimakasih karena telah memberikan kebaikan-Nya kepada umatkristiani yang juga telah rela berkurban untuk menebus dosa-dosa umat manusia (KGK) art; 1360. Ekaristi sebagai Perayaan Kenangan Dalam perayaan Ekaristi umat diingatkan kembali untuk mengenang akan peristiwa karya penyelamatan Allah melalui Yesus Kristus yang wafat di kayusalib.

c. Ekaristi sebagai Sakramen

  Kata Sakramen dalam bahasa latin yaitu Sacramentum yang berakar dari kata sacr, sacer yang berarti kudus, suci lingkungan para orang kudus. Dalam masyarakat Romawi kuno kata sacramentum yang berarti bahwasumpah keprajuritan sebagai inisiasi dalam dinas, yang dihayati kurang lebih sebagai suatu inisiasi religius (Putranto, 2011:12).

d. Ekaristi sebagai Perjamuan

  Ekaristi yang dilakukan oleh Yesus pada malam terakhir bersama para murid-Nya sebelum Ia diserahkan yang menjadi sebuah perayaan kenangan dankarya keselamatan yang berpuncak pada misteri paskah Yesus Kristus dalam bentuk perjamuan. Menyantap Tubuh dan Darah Kristus dalam perayaanEkaristi yang mengungkapkan akan penghayatan iman dan kesatuan hidup dengan Yesus Kristus (Yoh 6:56).

4. Ekaristi berdasarkan dimensi Eskatologi

  Dalam Ekaristi yang dirayakan oleh Gereja di dunia ini “kita ikut mencicipi liturgi surgawi, yang dirayakan di kota suci yaitu di Yerusalem dengan tujuan peziarahan kita “ (SC art. 8). Ekaristi merupakan jaminan kemuliaan yang akan datang (SC art. 47).

5. Ekaristi Berdasarkan Dimensi Eklesiologi

  Eklesiologi merupakan teologi yang mau mempelajari hidup beriman secara sistematis dan metodis (Mardiatmadja, 1986: 18). Dimensi eklesiologi meliputiEkaristi sebagai Perayaan Gereja, Ekaristi sebagai Pusat Liturgi dan Ekaristi sebagai Perutusan.

a. Ekaristi sebagai Perayaan Gereja

  Perayaan Ekaristi adalah Perayaan yang menjadi bagian dalam Gereja yang mendapat cara dan jalan masuk ke misteri penyelamatan Allah melaluiPerayaan Ekaristi yang telah dilakukan oleh Yesus bersama murid-murid-Nya. Ekaristi sebagai Pusat Liturgi Kata Liturgi dari bahasa Yunani leitorgia, yang terbentuk dari kata ergon yang berarti karya dan leitos, yang merupakan kata sifat dari laos yang berarti bangsa.

6. Tata Perayaan Ekaristi dalam Liturgi Gereja Sudah sejak awal Perayaan Ekaristi ada hubungannya dengan liturgi sabda

Penyatuan Sabda-Nya (Liturgi Sabda) dan dalam rupa Roti dan Anggur (Liturgi Ekaristi) menjadi suatu perkembangan liturgi Ekaristi yang pasti dalam Gereja. Adapun urutan Tata Perayaan Ekaristi dalam Liturgi Gereja menurut TPE(Tata Perayaan Ekaristi) KWI 2005 adalah sebagai berikut: PEMBUKAAN Lagu Pembukaan  Tanda Salib  Salam  Tema  Pernyataan Tobat  Madah Pujian (Kemuliaan)

LITURGI SABDA

LITURGI EKARISTI

   Bacaan 1 Bacaan II Bacaan Injil  Homili/Khotbah Syahadat  Doa Umat  I. Doa Syukur Agung Dialog PembukaanPrefasiKudusDoa Syukur Agung (I - X)  III.

B. Keterlibatan Umat dalam Hidup Menggereja 1. Pengertian Keterlibatan Umat

  Dalam kehidupan umat sebagai anggota Gereja, umat diharapkan mau dan bersedia untuk ikut ambil bagian dalam tugas-tugas Gereja, seperti yang dikatakan dalam Konsili Vatikan II bahwa “kaum beriman kristiani, yang berkat Baptis telah menjadi anggota Tubuh dan Darah Kristus, terhimpun menjadi umat Allah, dengan cara mereka sendiri ikut mengemban tugas imamat, kenabian dan rajawi Kristus” (LG 31). Karya-karya, doa-doa, dan kerasulan mereka dalam kehidupan sehari-hari bisa dijalankan dalamRoh bahkan beban-beban hidup bisa ditanggung dengan sabar, menjadi kurban rohani, yang dengan perantaraan Yesus Kristus yang berkenan kepada Allah (LG Keikutsertaan kaum awam dalam tugas kenabian ditunaikan hingga penampakan kemuliaan sepenuhnya, bukan saja melalui hierarki yang mengajaratas nama dan bukan karena kewibawaan-Nya, melainkan melalui para awam.

2. Macam-macam Keterlibatan umat sebagai tugas dalam hidup menggereja

a. Bidang Liturgia

  Dalam bidang liturgi, sebagai umat katolik yang sudah menerima sakramen penguatan yakni sudah menjadi murid Kristus yang siap diutus dalam b). Pembaca Doa Umat g).

b. Bidang Koinonia

c. Bidang Diakonia

  Pelayanan yang spontan tentu pelayanan yang diberikan kepada orang lain tanpa ada permintaan, ada inisiatif dari dalam diri yang dengan hatiyang iklas untuk melayani sesama yang membutuhkan uluran tangan kita. Melalui pelayanan diakonia ini, sebagai umat kristiani yang yang sudah menerima sakramen penguatan mempunyai kesadaran di dalam diri untukturut dalam pelayanan, memberikan bantuan kepada orang yang membutuhkan dan senantiasa bisa menjadi berkat bagi semua orang.

d. Bidang Kerygma

  BAB III KETERLIBATAN UMAT DALAM HIDUP MENGGEREJA DI STASI PUSAT PAROKI SALIB SUCI NANGA TEBIDAH KALIMANTAN BARAT Pada bab III ini akan diuraikan; pertama tentang gambaran umum Paroki Salib Suci Nanga Tebidah, yang meliputi sejarah berdirinya Paroki Salib Suci Nanga Tebidah, Visi-Misi Paroki Salib Suci Nanga Tebidah, kegiatan umat di Stasi Pusat Paroki Salib Suci Nanga Tebidah. Kedua; Penelitian tentang keterlibatan umat dalam hidup menggereja di Stasi pusat Paroki Salib Suci NangaTebidah, yang mencakup latar belakang penelitian, rumusan permasalahan, tujuan penelitian, jenis penelitian, tempat dan waktu penelitian, narasumber penelitian,instrumen pengumpulan data, pengolahan data, analisa data, variabel penelitian dan hasil penelitian.

1. Sejarah singkat berdirinya Paroki Salib Suci Nanga Tebidah

  Seiring dengan berjalannya stasi berdiri beberapa kapel antara lain, Pelaik Tonggoi, Jolai,Empakan, Lintang Tambuk, Bangau, Menaluk dan Madak, yang dibangun menggunakan dana subsidi desa gaya lama dan pada tahun 1985 berdirilah sebuahparoki Salib Suci Nanga Tebidah yang waktu itu pastor pertamanya adalah pastorNatalis Nongnapa dan sekaligus membangun gereja di pusat Paroki. Seiring berjalannya waktu dan perkembangan umat sehingga di ParokiSalib Suci ini membawahi 24 Stasi dan 6 Lingkungan serta kurang lebih jumlahKK umat katolik adalah 1.324 KK.

2. Visi-misi Paroki Salib Suci Nanga Tebidah

  Berdasarkan buku Kenangan dan Syukur 50 tahun Gereja Katolik KeuskupanSintang 1961-2011, dapat diuraikan Visi dan Misi Paroki Salib Suci NangaTebidah sebagai berikut: Visi Paroki Umat Allah dalam bimbingan Roh Kudus, mewujudkan Paroki Salib Suci yang beriman mendalam, mandiri, berkualitas dan partisipatif dalam kesederhanaan,serta rekat dalam persaudaraan. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh umat yang ada di Paroki Salib Suci Nanga Tebidah pusatmaupun umat yang ada di stasi-stasi.

B. Metode Penelitian

1. Latar Belakang Penelitian

Ada beberapa hal yang menjadi latar belakang penulis dalam melakukan penelitian ini, yaitu penulis ingin mengetahui bagaimana pemahaman umattentang perayaan Ekaristi itu sendiri yang selama ini sudah dirayakan di gereja pada hari minggu maupun pada hari raya khusus lainnya, keterlibatan umat dalammengikuti perayaan Ekaristi di gereja stasi pusat Paroki, keaktifan umat dalam melibatkan diri, dan keterlibatan umat dalam bentuk kegiatan-kegiatan yang telahdilakukan oleh umat di stasi pusat Paroki. Selain itu juga penulis ingin mengetahui faktor mendukung dan faktor penghambat keterlibatan umat dalam perayaan Ekaristi di Gereja stasi pusatParoki Salib Suci Nanga Tebidah terutama dalam kegiatan-kegiatan yang diikuti sehingga penulis dapat mengetahui dan menemukan upaya-upaya apa saja yang

2. Rumusan Permasalahan a

  Apa harapan terhadap keterlibatan umat dalam mengikuti Perayaan Ekaristi di stasi pusat Paroki Salib Suci Nanga Tebidah, sehingga dapat menemukanbentuk dan model materi yang dapat diberikan untuk meningkatkan keterlibatan umat dalam hidup menggereja. Untuk mengetahui harapan terhadap keterlibatan umat dalam mengikuti Perayaan Ekaristi di stasi pusat Paroki Salib Suci Nanga Tebidah, sehingga dapat menemukan bentuk dan model materi yang dapat diberikan untukmeningkatkan keterlibatan umat dalam hidup menggereja.

C. Laporan hasil penelitian keterlibatan umat dalam hidup menggereja di Stasi Pusat Paroki Salib Suci Nanga Tebidah, Kalimantan Barat

  Pada bagian ini penulis akan memaparkan hasil penelitian berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan pada hari senin tanggal 6-15 Juni 2016 untuk 8narasumber pengurus DPP dan ketua lingkungan di Stasi pusat paroki Salib Suci Nanga Tebidah. Penelitian ini menggunakan wawancara dan observasi langsung.

1. Laporan Hasil Wawancara

  Ketika ada kegiatan di gereja umat terlibat tidak berhenti pada saat keterlibatannya di Perayaan Ekaristi namun umat jugamelibatkan diri pada kegiatan-kegiatan yang lain, bahkan umat yang jarang terlibat menjadi lebih terlibat lagi, apalagi ketika ada kegiatan yang sangatmemberikan manfaat dan menyenangkan secara otomatis umat juga dengan senang hati untuk terlibat. Menurut Narasumber 1 yang memberikan keterangan mengenai Faktor pendukung apa saja yang seringdijumpai dalam keterlibatan umat dalam hidup menggereja di stasi pusat Paroki bahwa ketika ada dana yang mendukung berjalannya kegiatan dengan baik sertaada keaktifan dari umat yang mengikuti kegiatan tersebut {Lampiran wawancara halaman (3)}.

2. Laporan Hasil Observasi Langsung

  Selain menggunakan wawancara, penulis juga melakukan observasi langsung di tempat penelitian, adapun observasi langsung yang diamati olehpenulis yaitu Rapat Panitia Pelantikan DPP, Prodiakon dan penerimaan SakramenKrisma, gotong-royong mempersiapkan Misa pelantikan Anggota DPP,Prodiakon, penerimaan Sakramen Krisma dan Perayaan Ekaristi dan pelantikanDPP, Prodiakon, Penerimaan Sakramen Krisma Oleh Uskup Mgr. Umat bersama Pastor Paroki memiliki inisiatif untuk ambil bagian dalam tugas masing-masing seperti membersihkan kipasangin, mengatur kursi, menyapu, mengpel lantai, memasang bendera dan baliho.umat dan pastor setelah ikut terlibat dalam gotong royong ini, mereka juga membangun kebersamaan dan kekeluargaan lewat snack dan makan bersamasehingga terbangunnya rasa memiliki dalam hidup menggereja.

BAB IV KATEKESE MODEL SCP SEBAGAI USULAN DAN USAHA UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN DALAM MENGIKUTI PERAYAAN EKARISTI TERHADAP KETERLIBATAN UMAT DALAM HIDUP MENGGEREJA DI STASI PUSAT PAROKI SALIB SUCI NANGA TEBIDAH KALIMANTAN BARAT Pada bab ini akan dijelaskan mengenai usulan program sebagai tindak

A. Latar Belakang kegiatan

  Makadari itu, penulis perlu memikirkan dan merencanakan segala sesuatu yang diperlukan dalam pelaksanaan kegiatan antara lain: latar belakang kegiatan,rumusan tema dan tujuan, penjabaran kegiatan dan contoh persiapan kegiatan. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap pengurus DPP dan ketua lingkungan di stasi pusat Paroki Salib Suci Nanga Tebidah menurutpengakuan dari mereka sebagian umat untuk memahami teori tentang PerayaanEkaristi dan keterlibatan umat dalam kegiatan-kegiatan di gereja sudah cukup baik dan semua umat terlibat aktif.

B. Alasan memilih katekese model Shared Christian Praxis (SCP)

  Saat ini kesadaran umat dalam mengikuti Perayaan Ekaristi dan meningkatkan keterlibatan umat dalam hidup menggereja sangat diharapkan olehGereja dengan banyaknya berbagai kegiatan sangat membantu umat untuk melibatkan diri dengan sepenuhnya sehingga kekuatan iman akan Kristus semakintumbuh dan berkembang serta mewujudkannya dalam kehidupan sehari-hari. Model katekese ini bermula dari pengalaman hidup peserta, yang direfleksikan secara kritis dandikonfrontasikan dengan pengalaman iman dan visi kristiani supaya muncul sikap dan kesadaran baru yang memberi motivasi pada keterlibatan baru.

a. Langkah 0 : Pemusatan aktivitas

  Langkah III: Mengusahakan supaya Tradisi dan Visi Kristiani lebih terjangkau Pada langkah ini peserta diajak untuk menggali pengalaman iman Kristiani dan mengkomunikasikan nilai-nilai Tradisi dan Visi Kristiani agar lebihterjangkau untuk kehidupan peserta yang mempunyai konteks dan latar belakang kebudayaan yang berbeda. Langkah IV: Interpretasi/Tafsir dialektis antara Tradisi dan Visi peserta dan Tradisi dan Visi Kristiani Pada langkah ini peserta diajak untuk mengungkapkan iman Kristiani dalam situasi konkret, melalui Tradisi dan Visi Kristiani peserta diajak untukmenemukan nilai hidup dan menyadari sikap yang kurang baik dan memperbaiki sikap tersebut serta mampu menemukan nilai-nilai hidup yang baru untukdikembangkan.

D. Rumusan tema dan tujuan

  Tema beserta penjabaran masing-masing sesi dalam kegiatan pendalaman iman bagi umat di Stasi Pusat Paroki Salib Suci Nanga Tebidah akan diuraikanpada bagian ini. Tema 1 : Yesus sang sumber cinta kasih yang hadir dalam Perayaan EkaristiTujuan1 : Bersama pendamping peserta semakin menyadari bahwa kehadiran Yesus dalam Perayaan Ekaristi memberi motivasi dan semangat untuk tetap setia merayakan Perayaan Ekaristi sehingga umat lebih terlibataktif dalam Perayaan Ekaristi.

E. Waktu Pelaksanaan Waktu pelaksanaan SCP yang dimulai pada pukul 10.00-11.30 WIB

  Tema Umum : Membangun kesadaran dalam mengikuti Perayaan Ekaristi dan keterlibatan umat dalam panggilan hidup Menggereja Tujuan Umum :Umat semakin menyadari dalam mengikuti Perayaan Ekaristi itu sangat penting sehingga umat terdorong untuk terlibat aktif dalam mengikuti kegiatan-kegiatan di gereja sebagai panggilan hidup menggereja. Jakarta :  Cerita  Tanya jawab Sharing ” Pengalaman 2018Pukul  Teks 19.00-20.30 wib Kita DipanggilUntuk MengikutiYesus Kristus Bersama pendamping pesertasemakin menyadari bahwa dirinyadipanggil untuk mengikuti YesusKristus dan percaya padaNya, sehinggamampu memberi teladan baik dalamketerlibatan hidup menggereja.

G. Contoh Satuan Persiapan SCP

1. Identitas Pertemuan

  Tema Pertemuan : Yesus sang sumber cinta kasih yang hadir dalam PerayaanEkaristi b. Tujuan pertemuan: Bersama pendamping peserta semakin menyadari bahwa kehadiran Yesus dalam Perayaan Ekaristi memberimotivasi dan semangat untuk tetap setia merayakanPerayaan Ekaristi sehingga umat lebih terlibat aktif dalam Perayaan Ekaristi.

2. Pemikiran Dasar

  Kita sebagai umat Katolik, Yesus menjadi dasar sumber cinta kasih yang hadir dalam Perayaan Ekaristi memberi semangat dan motivasi bagi umatmelibatkan diri dalam Perayaan Ekaristi. Oleh sebab itu melalui pertemuan ini peserta diharapkan mampu menyadari untuk tetap setia menghadirkan Yesus dalam Perayaan Ekaristi sebagaibentuk dan memberikan kekuatan, semangat serta motivasi bagi umat untuk tetap terlibat aktif dalam Perayaan Ekaristi serta mewujudkannya dalam kehidupansehari-hari.

3. Mengembangkan Langkah-langkah

   Makna apa yang dapat diambil dari pengalaman Bapak/Ibu dan saudara/saudari?2) Dari jawaban yang diungkapkan oleh peserta pendamping memberikan arahan rangkuman singkat Sebagai umat katolik banyak godaan dan tantangan yang dialami, muncul keraguan dan rasa tidak percaya untuk meyakinkan yang terjadi dalamkenyataan hidup yang sedang dijalani. Dalam injil Markus 14:22-24 yang telah kita dalami tadi, kita juga diajak untuk selalu menghadirkan Yesus denganmerayakan Perayaan Ekaristi sebagai bentuk cinta kasih yang telah Ia berikan dan tetap mengenangkan kembali peristiwa sebagaimana mestinyayang telah dilakukan Yesus bersama para murid-murid-Nya.2) Memikirkan niat-niat yang hendak dilakukan supaya bisa semakin menyadari bahwa Yesus sang sumber cinta kasih yang hadir dalam Perayaan Ekaristi.

BAB V PENUTUP Pada bagian ini disampaikan kesimpulan dan saran mengenai Pengaruh Perayaan Ekaristi terhadap Keterlibatan umat dalam hidup menggereja yang

A. Kesimpulan

  Berdasarkan dari latar belakang dan penelitian yang telah dilakukan oleh penulis, dapat ditarik kesimpulan bahwa Perayaan Ekaristi yang umat rayakansangat berpengaruh terhadap keterlibatan umat dalam hidup menggereja di stasi pusat Paroki Salib Suci Nanga Tebidah Kalimantan Barat. Dengan model SCP ini maka pengalaman umat yang dibagikan membantuuntuk menemukan makna Ekaristi yang sesungguhnya sehingga umat semakin menyadari, menemukan semangat dan motivasi dalam keterlibatan hidupmenggereja yang lebih baik.

B. Saran

  Bagi umat Demi meningkatkan keterlibatan umat dalam hidup menggereja, umat diharapkan untu tetap terus terlibat aktif dan tidak hanya mengandalkan umat lainsaja yang selama ini sudah aktif tapi perlu juga mempunyai kesadaran di dalam diri sebagai anggota Gereja baik itu terlibat aktif dalam Perayaan Ekaristi maupunterlibatan dalam kegiatan-kegiatan gereja. Selain menggunakan model pendalaman yang biasa selama ini umat gunakan, Model Shared Christian Praxis (SCP) sangat baik digunakan dandiperkenalkan kepada umat yang ada di stasi pusat Paroki Salib Suci NangaTebidah karena selama ini umat belum pernah menggunakan katekese model SCP ini dan juga dengan menggunakan model katekese ini titik pusat terletak padapengalaman peserta jadi peserta diajak lebih aktif dari pada pendamping.

DAFTAR PUSTAKA

  Handout Mata Kuliah Sakramentologi untuk Mahasiswa Semester VI, Program Studi IPPAK, FakultasKeguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma “Pastoral Paroki”, Handout Matakuliah Pastoral Paroki untuk Mahasiswa Semester VI, Program Studi IPPAK, FakultasKeguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Handout Matakuliah Pastoral Paroki untuk Mahasiswa Semester VI, Program Studi IlmuPendidikan Agama Katolik, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Pengaruh self esteem dan dukungan sosial terhadap optimisme hidup orang dengan HIV/AIDS
3
18
149
Pengaruh iklim organisasi terhadap keterlibatan kerja karyawan PT.Hero Swalayan Bintaro
4
14
126
Hubungan persepsi tentang keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak dengan perilaku moral anak di sekolah
0
2
107
Kerukunan hidup umat beragama di sekolah : studi kasus di SMK Yadika 5 Pondok Aren
2
40
77
Kerukunan umat beragama antara islam, kristen dan sunda wiwitan: Studi Kasus Kelurahan Cigugur Kecamatan Cigugur, Kuningan-Jawa Barat.
3
39
129
Wacana keterlibatan anak-anak dalam kampanye partai keadilan sejahtera jelang Pemilu 2014 di Merdeka.com
0
3
114
Pengaruh Salat Malam Berjamaah terhadap Kedisiplinan Santri studi kasus di Pondok Pesantren Al-Hidayah Basmol Jakarta- Barat. Di bawah bimbingan
0
12
117
Kompleks Seminar Ordo Salib Suci Arsitektur Komunitas Religius
0
8
61
Pengaruh Orientasi Pasar dan Inovasi Bisnis terhadap Keunggulan Bersaing (Survey Pada Sentra UKM kaos di kawasan Suci Bandung)
1
14
55
Pengaruh orientasi kewirausahaan dan inovasi produk terhadap keunggulan bersaing :(survey pada Sentra UKM Kaos di Kawasan Suci Bandung)
0
4
1
Pengaruh orientasi kewirausahaan dan inovasi bisnis terhadap kinerja perusahaan : (suvey pada Sentra UKM Kasus di Kawasan Suci Bandung
1
6
1
Kompleks Seminar Ordo Salib Suci Arsitektur Komunitas Religius
0
9
61
View of Perang Salib dalam Bingkai Sejarah
0
0
16
Pengaruh store atmosfer, lokasi dan gaya hidup terhadap keputusan pembelian di Soban cafe Medan - Repository UIN Sumatera Utara
1
4
104
Katalisator dalam sel mahluk hidup
0
1
35
Show more