Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) untuk meningkatkan motivasi belajar dan keterampilan sosial siswa pada materi jurnal penyesuaian.

Gratis

0
2
334
2 years ago
Preview
Full text

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

  Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalamkutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini untuk mengukur motivasi belajar dan keterampilan sosial siswa yaitu kuesioner.

KATA PENGANTAR

  x Segala puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan kasih-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul“Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament(TGT) untuk Meningkatkan Motivasi Belajar dan Keterampilan Sosial Siswa padaMateri Jurnal Penyesuaian”, yang dilakukan pada siswa kelas XI IPS 4 SMA BOPKRI 1 Yogyakarta. Bapakku Agustinus Wakid dan Ibuku Agnes Rikayah yang selalu memberikan doa, dukungan, kasih sayang, dan bantuan yang tiada hentikepada penulis.

A. Latar Belakang Masalah

  MenurutRusman (2011:202), pembelajaran kooperatif (cooperative learning) merupakan bentuk pembelajaran yang memberi kesempatan bagi siswabelajar dan bekerja dalam kelompok-kelompok kecil secara kolaboratif yang anggotanya terdiri dari empat sampai enam orang dengan strukturkelompoknya yang bersifat heterogen. Menurut Suprijono (2009:58), model pembelajaran kooperatif akan dapat menumbuhkan pembelajaran efektif yangbercirikan: (1) memudahkan siswa dalam belajar sesuatu yang bermanfaat seperti fakta, keterampilan, nilai, konsep, dan bagaimana hidup serasi dengansesama; (2) pengetahuan, nilai, dan keterampilan diakui oleh mereka yang berkompetensi menilai.

B. Batasan Masalah

  Bagi SiswaPenelitian ini diharapkan dapat membantu siswa dalam proses belajar agar dapat mengikuti pelajaran secara aktif, mengembangkan ide-ide, sertadapat bekerja sama dengan teman yang lainnya dalam proses pembelajaran. Bagi PenelitiPenelitian ini dapat memberikan pengalaman yang baru bagi peneliti serta untuk menambah wawasan dan pengetahuan dalam mempersiapkan diridalam menghadapi kenyataan pembelajaran yang senyatanya terjadi di sekolah.

II TINJAUAN PUSTAKA

A. Penelitian Tindakan Kelas

1. Pengertian Penelitian Tindakan Kelas

  Menurut peneliti materi jurnal penyesuaian perlu penelitian tindakan kelas karena siswa menganggap materi ini susahdipahami, maka guru harus dapat menemukan permasalahan yang sebenarnya terjadi di kelas dan dapat menentukan metode atau cara untukmengatasi permasalahan tersebut, sehingga kinerja guru meningkat dan tujuan pembelajaran dapat tercapai. Model Penelitian Tindakan Menurut Arikunto (2006:97) ada beberapa model yang dapat diterapkan dalam penelitian tindakan kelas (PTK), tetapi yang palingdikenal dan biasa digunakan adalah model yang dikemukakan olehKemmis dan Mc Taggart.

B. Metode Pembelajaran Cooperative Learning

1. Pengertian Cooperative Learning

  Menurut Rusman (2011:202), pembelajaran kooperatif (cooperative learning ) merupakan bentuk dengan cara siswa belajar dan bekerja dalam kelompok-kelompok kecil secara kolaboratif yang anggotanya terdiri dari empat sampai enam orang dengan struktur kelompoknya yang bersifatheterogen. Model pembelajaran kelompok adalah rangkaian kegiatan belajar yang dilakukan oleh siswa dalam kelompok-kelompok tertentu untuk mencapaitujuan pembelajaran yang dirumuskan.

2. Tujuan Pembelajaran Kooperatif

  Siswa yang lebih mampuakan menjadi narasumber bagi siswa yang kurang mampu, yang memiliki orientasi dan bahasa yang sama. Sementara menurut Suprijono (2009:58), model pembelajaran kooperatif akan dapat menumbuhkan pembelajaran efektifyang bercirikan: (1) memudahkan siswa dalam belajar sesuatu yang bermanfaat seperti fakta, keterampilan, nilai, konsep, dan bagaimana hidupserasi dengan sesama; (2) pengetahuan, nilai, dan keterampilan diakui oleh mereka yang berkompetensi menilai.

3. Unsur Penting dan Prinsip Utama Pembelajaran Kooperatif

  Tanggung jawab individual dalam kelompok dapat berupa tanggung jawab siswa dalam hal: (a)membantu siswa yang membutuhkan bantuan dan (b) siswa tidak hanya sekedar “membonceng” pada hasil kerja teman jawab siswadan teman sekelompoknya. Langkah-langkahnya sebagai berikut:1) Guru membagi siswa untuk berpasangan.2) Guru membagikan wacana/materi kepada setiap siswa untuk dibaca dan membuat ringkasan.3) Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar.4) Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin, dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya.

C. Teams Games Tournament (TGT)

1. Pengertian TGT

  TGT uses academic tournament, in which students compete as representatives oftheir teams with members of other teams who are like them pastacademic performance.” Pembelajaran kooperatif tipe TGT adalah salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang mudah diterapkan, melibatkan aktivitas seluruh siswatanpa harus ada perbedaan status, melibatkan peran siswa sebagai tutor sebaya, dan mengandung unsur permainan dan penguatan (reinforcement). Aktivitas belajar dengan permainan yang dirancang dalam pembelajaran kooperatif tipe TGT memungkinkan siswa dapat belajar rileks disampingmenumbuhkan sikap tanggung jawab, kerja sama, persaingan sehat, dan keterlibatan siswa.

2. Komponen TGT

  Dengan demikian, para siswa akan menyadari bahwa mereka harus benar-benarmemberi perhatian penuh selama presentasi kelas sebab setelah itu mereka harus mengerjakan games akademik dengan sebaik-baiknya dan skor yang diperoleh akan menentukan skor tim mereka. Fungsi utama dari tim ini yaitu memastikan bahwa semua anggota tim dapat bekerja sama dalam belajar danmengerjakan game atau lembar kerja dan lebih khusus lagi untuk menyiapkan anggota tim dalam menghadapi kompetisi.

c. Permainan (Game)

  Permainan (game) disusun dalam pertanyaan-pertanyaan yang kontennya relevan yang dirancang untuk menguji pengetahuansiswa yang diperolehnya dari presentasi di kelas dan pelaksanaan kerja tim. Rekognisi TimRekognisi tim dilakukan dengan memberi penghargaan berupa hadiah atau sertifikat atas usaha yang telah dilakukan kelompokselama belajar sehingga mencapai kriteria yang telah disepakati bersama.

3. Kelebihan TGT

  Slavin (dalam http://ekocin.wordpress.com/2011/06/17/model- pembelajaran-teams-games-tournament-tgt-2/) melaporkan beberapalaporan hasil riset tentang pengaruh pembelajaran kooperatif terhadap 21pencapaian belajar siswa yang secara inplisit mengemukakan keunggulan pembelajaran TGT, sebagai berikut:a. Para siswa di dalam kelas-kelas yang menggunakan TGT memperoleh teman yang secara signifikan lebih banyak darikelompok rasial mereka dari pada siswa yang ada dalam kelas tradisional.

4. Kelemahan TGT

  Kelemahan ini akan dapat diatasijika guru yang bertindak sebagai pemegang kendali teliti dalam menentukan pembagian kelompok waktu yang dihabiskan untukdiskusi oleh siswa cukup banyak sehingga melewati waktu yang sudah ditetapkan. Untukmengatasi kelemahan ini, tugas guru adalah membimbing dengan baik siswa yang mempunyai kemampuan akademik tinggi agardapat dan mampu menularkan pengetahuannya kepada siswa yang lain.

D. Jurnal Penyesuaian

  Menurut Suwardjono (2009:161) penyesuaian berarti pencatatan atau pengakuan (penjurnalan dan pengakunan) data-data transaksi tertentu padaakhir perioda sehingga jumlah rupiah yang terdapat dalam tiap akun sesuai dengan kenyataan pada akhir perioda tersebut dan statemen keuangan yangdihasilkan menggambarkan keadaan yang senyatanya pada tanggal statemen(neraca). Melalui model pembelajaran tersebut, siswa dapat saling mengajar siswa lain dimana siswa yang telah menguasai materi jurnal penyesuaiandapat mengajarkan kepada siswa yang belum menguasai mengenai materi jurnal penyesuaian.

E. Motivasi Belajar

1. Pengertian Motivasi

  Donald (Sardiman,1986:73), motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya “feeling” dan didahului dengan tanggapanterhadap adanya tujuan. Indikator motivasi belajar dapat diklasifikasikan sebagai berikut: (1) adanya hasrat dan keinginan berhasil; (2) adanya dorongan dan kebutuhandalam belajar; (3) adanya harapan dan cita-cita masa depan; (4) adanya penghargaan dalam belajar; (5) adanya kegiatan yang menarik dalambelajar; (6) adanya lingkungan belajar yang kodusif, sehingga memungkinkan seseorang siswa dapat belajar dengan baik.

4. Nilai Motivasi dalam Pengajaran

  Pengajaran yang bermotivasi hakikatnya adalah pengajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan, dorongan, motif, dan minat yangada pada murid. Pengajaran yang bermotivasi menuntut kreativitas dan imajinasi guru untuk berusaha secara sungguh-sungguh mencari cara-carayang relevan dan sesuai guna membangkitkan dan memelihara motivasi belajar siswa.

5. Cara Menggerakkan Motivasi Belajar Siswa

  HadiahCara ini dapat dilakukan oleh guru dalam batas-batas tertentu, misalnya pemberian hadiah pada akhir tahun kepada para siswayang mendapat atau menunjukkan hasil belajar yang baik. Di samping itu, para siswa selalu mendapat tantangan dan masalah yang harus dihadapi dan 28dipecahkan, sehingga mendorongnya belajar lebih teliti dan seksama.

F. Keterampilan Sosial

  Menurut Thalib (2010:159) menyatakan bahwa:Keterampilan sosial dan kemampuan penyesuaian diri menjadi semakin penting ketika anak sudah menginjak masa remaja karenapada masa remaja individu memasuki dunia pergaulan yang lebih luas di mana pengaruh teman-teman dan lingkungan sosial akan sangatmenentukan. Keterampilan sosial meliputi kemampuan berkomunikasi, menjalin hubungan baik dengan orang lain,menghargai diri sendiri dan orang lain, mendengarkan pendapat atau keluhan dari orang lain, memberi atau menerima umpan balik(feedback), memberi atau menerima kritik, bertindak sesuai norma atau aturan yang berlaku, dan sebagainya.

G. Kerangka Berpikir

  Menurut Rusman(2011:202), pembelajaran kooperatif (cooperative learning) merupakan bentuk dengan cara siswa belajar dan bekerja dalam kelompok-kelompokkecil secara kolaboratif yang anggotanya terdiri dari empat sampai enam orang dengan struktur kelompoknya yang bersifat heterogen. Penelitian yang dilakukan oleh Slavin (Rusman, 2011:205) menyatakan bahwa: (1) penggunaan pembelajaran kooperatif dapat meningkatkanprestasi belajar siswa dan sekaligus dapat meningkatkan hubungan sosial, menumbuhkan sikap toleransi, dan menghargai pendapat orang lain; (2)pembelajaran kooperatif dapat memenuhi kebutuhan siswa dalam berpikir kritis, memecahkan masalah, dan mengintegrasikan pengetahuan denganpengalaman.

H. Model Penelitian

Motivasi Belajar Teams Games Tournament (TGT) Keterampilan Sosial Siswa Gambar 2.2 Model Penelitian BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

  Jenis Penelitian Jenis penelitian yang akan dilakukan adalah penelitian tindakan kelas(classroom action research) dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe teams games tournament (TGT) untuk mengkaji danmerefleksikan secara mendalam mengenai kegiatan belajar mengajar yang berlangsung di kelas. Menurut Kusumah dan Dedi Dwitagama (2010:9)penelitian tindakan kelas (PTK) adalah penelitian yang dilakukan oleh guru di kelasnya sendiri dengan cara merencanakan, melaksanakan, danmerefleksikan tindakan secara kolaboratif dan partisipatif dengan tujuan memperbaiki kinerjanya sebagai guru.

1. Tempat Penelitian

  Tempat penelitian adalah SMA BOPKRI 1, Jl. SMA BOPKRI 1 Yogyakarta dipilih karena pembagian kelasnya secara heterogen dipandang dari jenis kelamin maupun prestasiakademik.

2. Waktu Penelitian Penelitian ini akan dilaksanakan bulan Januari - Maret 2013

C. Subjek dan Objek Penelitian

  Kelas XI IPS 4 dipilih karena ada permasalahan yang berkaitan dengan motivasi belajar dan keterampilan sosial yang penelititemukan dalam kelas tersebut pada saat melaksanakan Program Pengalaman Lapangan (PPL). Objek Penelitian Objek penelitian ini adalah peningkatan motivasi belajar dan keterampilan sosial siswa pada materi jurnal penyesuaian melalui penerapan modelpembelajaran kooperatif dengan tipe teams games tournament (TGT).

D. Prosedur Penelitian

  Instrumen observasi terhadap guru meliputi kegiatan pra pembelajaran (melakukanapersepsi dan menyampaikan kompetensi yang akan dicapai), kegiatan inti(penguasaan materi pembelajaran, pendekatan/strategi pembelajaran, pemanfaatan media pembelajaran/sumber belajar, pembelajaran yangmemicu dan memelihara keterlibatan siswa, penilaian proses dan hasil belajar, dan penggunaan bahasa), dan kegiatan penutup (evaluasi danrefleksi). (b) Guru menjelaskan mengenai materi jurnal penyesuaian.2) Tim (a) Guru membagi siswa dalam kelompok yang beranggotakan 4 – 5 siswa secara heterogen dan membagikan Lembar KerjaSiswa (LKS) untuk masing-masing kelompok.(b) Siswa dalam kelompok menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru secara bersama-sama dengan tujuan mempersiapkananggota tim dalam menghadapi kompetisi.

E. Definisi Operasional Variabel Penelitian

  Model pembelajaran kooperatif tipe teams games tournament (TGT) adalah salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang mudah diterapkan,melibatkan aktivitas seluruh siswa tanpa harus ada perbedaan status, melibatkan peran siswa sebagai tutor sebaya, dan mengandung unsurpermainan dan penguatan (reinforcement). Keterampilan sosial adalah keterampilan-keterampilan khusus yang disebut keterampilan kooperatif yang berfungsi untuk memperlancarkanhubungan, kerja, dan tugas.

F. Pengukuran Variabel Penelitian

  Dalam penelitian ini, motivasi belajar dan keterampilan sosial siswa diukur dengan membandingkan hasil kuesioner pada tahap pra penelitian,siklus I, dan siklus II serta membandingkan siklus I dan siklus II dengan target yang ingin dicapai. Hasil tersebut akan dikonversikan menggunakanpendekatan PAP tipe I dengan pertimbangan bahwa SMA BOPKRI 1Yogyakarta merupakan salah satu sekolah unggulan dan memiliki fasilitas pembelajaran yang lengkap.

G. Uji Kuesioner

  Berdasarkan hasil perhitungan pada tabel di atas terlihat bahwa ada 7 item motivasi belajar yang memiliki r hitung lebih kecil dari r tabel makaitem 1, 4, 5, 14, 15, 18, dan 20 dikatakan tidak valid. Berdasarkan hasil perhitungan pada tabel di atas terlihat bahwa ada 5 item keterampilan belajar yang memiliki r hitung lebih kecil dari r tabelmaka item 2, 3, 9, 11, dan 13 dikatakan tidak valid.

H. Instrumen Penelitian

  Lembar ObservasiLembar observasi berisi instrumen-instrumen untuk mengamati situasi di dalam kelas yang mencakup kegiatan guru (tersedia di lampiran 1 halaman151 dan lampiran 2 halaman 152), kegiatan siswa (tersedia di lampiran 3 halaman 155), dan keadaan kelas secara nyata (tersedia di lampiran 4halaman 156). Post test ini 49berisikan soal-soal yang mempunyai bobot dan tingkat kesulitan yang sama dengan soal pre test dan disusun berdasarkan pertimbangandosen dan guru.

I. Teknik Pengumpulan Data

  Wawancara dilakukan untuk memperolehdata mengenai pendapat siswa dan guru tentang penerapan model pembelajaran kooperatif tipe teams games tournament (TGT) dalam upayapeningkatan motivasi belajar dan keterampilan sosial siswa pada materi jurnal penyesuaian. Analisis DeskriptifData hasil observasi dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif yaitu pemaparan (deskripsi) data/informasi tentang suatu gejala yangdiamati dalam proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, dan tingkat keberhasilan dari model pembelajaran kooperatif tipe teams games 51 tournament (TGT) dalam upaya peningkatan motivasi belajar dan keterampilan sosial siswa sebagaimana adanya dalam bentuk paparan naratif maupun tabel.

A. Sejarah Berdirinya SMA BOPKRI 1 Yogyakarta

  Pada tanggal 19 Juni 1950 pengurus Yayasan BOPKRI menerima hibah tanah, gedung, dan peralatan dari Vereneging Schoolen m/d Bijbel(penyelenggara Sekolah Kristen zaman Belanda) dan Zending (sekolah yang diselenggarakan oleh gereja-gereja Nederland di Indonesia), SMA BOPKRIpagi menempati salah satu gedung di Jalan Pogung (sekarang Jalan Wardani2). Pada awalperiode tahun 80-an, SMA BOPKRI 1 Yogyakarta memiliki 28 ruang kelas yang terdiri atas: Kelas X : 10 kelasKelas XI : 9 kelasKelas XII : 9 kelasPada awalnya jumlah siswa di setiap kelas adalah 40 siswa, bahkan ada kalanya lebih dari 40 siswa.

B. Visi, Misi, dan Tujuan SMA BOPKRI 1 Yogyakarta

  Menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas sesuai dengan tuntutan dan perkembangan zaman. Menanamkan dan mengembangkan sikap kasih melalui pelayanan, keteladanan, dan budi pekerti luhur sesuai dengan norma keagamaan,sosial-kemasyarakatan, dan norma kebangsaan berdasarkan Pancasila.

3. Tujuan SMA BOPKRI 1 Yogyakarta

  Memiliki kemampuan akademik dan non akademik yang tinggi serta bersikap profesional di bidangnya. Berpikir kritis dan kreatif, memiliki motivasi, dan komitmen yang tinggi untuk mengembangkan potensi dirinya dalam menjawabpersoalan kehidupan.

C. Kurikulum SMA BOPKRI 1 Yogyakarta

  Kurikulum yang diterapkan untuk kelas reguler menggunakan KTSP, sedangkan untuk kelas RSBI menggunakan kurikulum perpaduan antaraKTSP dengan kurikulum Cambridge (khusus untuk mata pelajaran MIPA: matematika, fisika, kimia, dan biologi). Menjalin sister school dengan Prommanusorn Phetchaburi SchoolThailand untuk meningkatkan kualitas sekolah dan siswa agar memiliki daya saing secara global Pada tahun pelajaran 2011/2012 sekolah membuka kelas RSBI untuk seluruh kelas X, seluruh kelas XI, dan XII program IPA.

1. Personil Kurikulum

2. Kriteria Ketuntasan Minimal

  Pd Berikut ini disajikan tabel Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditentukan oleh SMA BOPKRI 1 Yogyakarta: Tabel 4.1 Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) Kelas X Mata PelajaranKriteria Ketuntasan Minimal Kognitif Psikomotorik AfektifA 1. PendidikanAgama *) 80 - Baik Afek- tifA Psiko- motorikAfek- tif 75 Kelas XI Kelas XIIKog- nitif Mata PelajaranKriteria Ketuntasan Minimal Tabel 4.4 Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) Kelas XI dan XII IPS 75 BaikC Pengembangan Diri - - - - 75 75 Baik 75 75 BaikB Muatan Lokal: 75 Baik 75 Baik 13.

3. Kriteria Kenaikan Kelas

  Peserta didik dinyatakan tidak naik kelas XII, apabila yang bersangkutan tidak mencapai ketuntasan minimal lebih dari tiga matapelajaran yang bukan mata pelajaran ciri khas program, atau yang bersangkutan tidak mencapai ketuntasan belajar minimal pada salahsatu atau lebih mata pelajaran ciri khas program, yaitu:1) Program IPA, tidak boleh memiliki nilai yang tidak tuntas pada mata pelajaran: Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi. 623) Program Bahasa, tidak boleh memiliki nilai yang tidak tuntas pada mata pelajaran: Antropologi, Sastra Indonesia, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Bahasa Jepang.

4. Kriteria Penjurusan

  Penentuan program penjurusan dilakukan dengan mempertimbangkan potensi, minat, dan kebutuhan peserta didik yangharus dibuktikan dengan hasil prestasi akademik yang sesuai dengan kriteria nilai yang ditetapkan oleh satuan pendidik. Nilai AkademikPeserta didik yang naik ke kelas XI dan yang bersangkutan mendapat nilai tidak tuntas tiga mata pelajaran, maka nilai tersebut harusdijadikan dasar untuk menentukan program yang dapat diikuti oleh peserta didik, contoh:1) Apabila mata pelajaran yang tidak tuntas adalah Fisika, Kimia, dan Geografi (dua mata pelajaran ciri khas program IPA dan satu ciri khas program IPS), maka siswa tersebut secara akademik dapatdimasukkan ke program Bahasa.

D. Organisasi Sekolah SMA BOPKRI 1 Yogyakarta

  4) mengadakan workshop bedah SKL.5) Peningkatan kinerja dan kompetensi guru seperti mengikutsertakan guru dalam kegiatan (workshop), menyusun dan mengadakansupervisi kelas yang akan dilaksanakan oleh Kepala Sekolah danWakil Kepala Urusan Kurikulum, serta menyusun dan mengadakan angket evaluasi pelaksanaan KBM. Wakil Kepala Sekolah Urusan Sarana Prasarana Tugas bagian sarana dan prasarana yaitu menyusun dan melaksanakan program kerja meliputi:1) Memelihara sarana prasarana secara berkala dan berkesinambungan seperti perabot, peralatan pendidikan, media pendidikan, bahan dansumber belajar lainnya, bahan habis pakai serta perlengkapan lainnya yang teratur dan berkelanjutan.

E. Siswa SMA BOPKRI 1 Yogyakarta

  Bangunan sekolah merupakan bangunan permanen yang dikelilingi dengan pagar besi dan pagar tembok sehingga keadaan sekolah tetap amandan kondusif. Ruang kelas yang digunakan memiliki ukuran kurang lebih 7 x 8 meter yang menampung 20 – 30 siswa.

F. Kondisi Fisik dan Lingkungan SMA BOPKRI 1 Yogyakarta

  Kamar kecil di SMA BOPKRI 1 Yogyakarta bersifat permanen dengan kondisi air yang bersih dan mencukupi. Kamar kecil untuk siswaterdapat empat kamar kecil (2 kamar kecil putra dan 2 kamar kecil putri) yang terdapat dibelakang kelas XII IPS 1.

G. Fasilitas Pendidikan dan Latihan SMA BOPKRI 1 Yogyakarta

1. Fasilitas Pendidikan di Setiap Kelas

  Buku presensi yang berguna untuk mengetahui siswa yang hadir dan tidak hadir serta alasan ketidakhadirannyag. Loker siswa yang berguna untuk menyimpan barang siswa ketika proses kegiatan belajar dan mengajar berlangsungi.

2. Fasilitas-fasilitas Sekolah

a. Perpustakaan

  Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) UKS yang dimiliki oleh SMA BOPKRI 1 Yogyakarta bersih dan dilengkapi dengan 3 tempat tidur untuk putra, 3 tempat tidur untukputri, dan 1 kamar untuk periksa yang diberi sekat satu sama lain. Melalui Audio Visual (seperti filmdokumenter, model dalam bentuk CD, dan lain-lain) diharapkan siswa dapat lebih mudah dalam memahami materi pembelajaran yang lebihkonkret dan komperehensif.

A. Deskripsi Penelitian

  Penelitian tindakan kelas dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe teams games tournament (TGT) dalam pembelajaranakuntansi ini telah dilaksanakan pada siswa kelas XI IPS 4 SMA BOPKRI 1Yogyakarta dengan jumlah siswa 29 orang. Pada awalnya kondisi kelas belum kondusif untuk pembelajaran karena masih banyak siswa yang asyik mengobrol sendiri, mainan handphone (HP), serta masih ada yang duduk-duduk di luar kelas.

C. Pemanfaatan media pembelajaran/sumber belajar

  Menunjukkan keterampilan dalam √ menggunakan media. Menghasilkan pesan yang menarik.

D. Pembelajaran yang memicu dan memelihara keterlibatan siswa

  Keadaan kelas kondusif dan terorganisir √ dengan baikBerdasarkan hasil observasi aktivitas guru, aktivitas siswa, dan aktivitas kelas serta wawancara dengan guru dan siswa dapat disimpulkanbahwa guru hanya menggunakan metode ceramah dan latihan soal. Dengan demikian, implementasi model pembelajaran ini dapat merubah suasana pembelajaran di kelas yang semula kurang kondusif dan kurangkerja sama menjadi suasana pembelajaran yang lebih hidup sehingga siswa tertarik dalam belajar dan dapat mengembangkan keterampilan sosialnya.

F. Penilaian proses dan hasil belajar

  Kendala yang terjadi pada siklus pertama seperti guru mitrasering bertanya dengan peneliti pada saat pelaksanaan tindakan siklus pertama karena kurangnya komunikasi antara peneliti dengan guru mitrasebelum penelitian dilaksanakan, kelasnya yang gaduh saat siswa mengerjakan game karena ada siswa yang tidak mendengarkan peraturan(instruksi) permainan, dan kurang kompaknya anggota kelompok dalam berdiskusi sedikit teratasi pada pelaksanaan di siklus kedua. Analisis Komparatif Tingkat Motivasi Belajar dan Keterampilan Sosial Siswa Sebelum dan Sesudah Penerapan Model Pembelajaran KooperatifTipe Teams Games Tournament (TGT) II (%)Target Berikut ini adalah tabel data tingkat motivasi belajar dan keterampilan sosial siswa sebelum dan sesudah diterapkan model pembelajaran kooperatiftipe TGT berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di kelas XI IPS 4.

C. Pembahasan

1. Peningkatan Motivasi Belajar Siswa Akibat Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT

  Dengan demikian 139penelitian ini sesuai dengan pendapat yang dikemukakan oleh Slavin dan teori yang dinyatakan oleh Huda bahwa pembelajaran kooperatif tipe TGTdapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti terkait denganpenerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT untuk meningkatkan motivasi belajar siswa mendukung penelitian yang telah dilakukan olehVan Sikle, Schuck, Pintrich, dan Meece.

2. Peningkatan Keterampilan Sosial Siswa Akibat Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT

  Dengan demikian penelitian ini sesuai dengan teoriVygotsky dan tujuan pembelajaran kooperatif yang disampaikan olehRusman bahwa pembelajaran kooperatif dapat menumbuhkan aspek keterampilan sosial siswa melalui interaksi dengan siswa yang lain dalamkelompok untuk mencapai tujuan yang hendak dicapai. Oleh karena itu dapatdisimpulkan bahwa hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti terkait dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT untukmeningkatkan keterampilan sosial siswa mendukung penelitian yang telah dilakukan oleh Van Sikle, Webb, dan Slavin.

VI KESIMPULAN, KETERBATASAN, DAN SARAN

A. Kesimpulan

  Berdasarkanhasil refleksi dan wawancara yang dilakukan oleh guru mitra dan siswa, model pembelajaran kooperatif tipe TGT dapat membangkitkan semangatdan antusias siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Berdasarkan hasil refleksi dan wawancara yang dilakukan oleh guru mitra dan siswa, model pembelajaran kooperatif tipe TGT dapat meningkatkankekompakan dan kerja sama antar siswa dalam mengerjakan soal.

B. Keterbatasan

  Tidak dilakukan uji reliabilitas terhadap teknik observasi, sehingga tidak diketahui apakah observasi yang dilakukan telah memenuhi tingkatkeandalan yang tinggi. Ada siswa yang tidak hadir ketika siklus pertama berlangsung sehingga peneliti tidak dapat mengetahui tingkat motivasi belajar dan keterampilansosialnya.

C. Saran

  Guru khususnya guru akuntansi hendaknya menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TGT sebagai alternatif pembelajaranagar siswa tidak merasa jenuh ketika mengikuti proses pembelajaran terutama pada materi yang membutuhkan konsep-konsep tertentuuntuk dapat memahaminya. Pentingnya persiapan-persiapan secara matang dan maksimal terkait dengan media dan alat-alat yang digunakan saat proses pembelajaranberlangsung sehingga dapat mengurangi hal-hal yang tidak diinginkan saat melakukan penelitian.

DAFTAR PUSTAKA

A. Sumber Pustaka Alam S. 2007. Ekonomi untuk SMA dan MA Kelas XI. Jakarta: Esis

  “Penerapan Metode Pembelajaran Cooperative Learning Tipe Student Teams Achievement Division (STAD) untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa dalam BelajarEkonomi”. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar: Pedoman Bagi Guru dan Calon Guru .

B. Sumber Internet

  Metode Pembelajaran Kooperatif [online] . Tersedia: http://ipotes.wordpress.com/2008/05/10/metode-pembelajaran- .

INSTRUMEN RENCANA

  Keadaan kelas kondusif dan terorganisir dengan baikSumber: Jumiati, Margareta Sri (2011) 157 Lampiran 5 INSTRUMEN OBSERVASI Nama pengamat :Hari dan tanggal observasi :Lamanya observasi :Orang dan atau peristiwa yang diamati :Kelas/semester : No. Siswa saling menghargai pendapat dan saran dari siswa lainSumber: Jumiati, Margareta Sri (2011) 158 Lampiran 6 INSTRUMEN OBSERVASI (Catatan Anekdotal)Nama pengamat :Hari dan tanggal observasi :Lamanya observasi :Orang dan atau peristiwa yang diamati :Kelas/semester : Yogyakarta, Januari 2013Guru ObserverDra.

LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS SISWA

  Sumber: Pengembangan dari skripsi Eno (2011) 163 Lampiran 11 INSTRUMEN REFLEKSI Lembar Refleksi Siswa terhadap Komponen Pembelajaran dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT Nama :Kelas :No Absen :Hari/tanggal : Skala PenilaianSangat Senang Tidak Sangat No Aspek yang diamati senang Senang TidakSenang 1 Bagaimana perasaan Anda selama pembelajaran dengan menggunakanmodel kooperatif tipe TGT (topik pembahasan, media pembelajaran,situasi kelas, penampilan guru, dll)? Selama proses Sangat 1 2 3 4 5 6 7 Sangat pembelajaran hari ini, saya tidak setuju setujumengerjakan tugas sesuai dengan aturan yang telahdisepakati dalam kelompok saatmendiskusikan materi jurnal penyesuaian.

5. Materi Ajar

  Menurut Suwardjono (2009:161) penyesuaian berarti pencatatan atau pengakuan (penjurnalan dan pengakunan) data-data transaksi tertentu padaakhir perioda sehingga jumlah rupiah yang terdapat dalam tiap akun sesuai dengan kenyataan pada akhir perioda tersebut dan statemen keuangan yangdihasilkan menggambarkan keadaan yang senyatanya pada tanggal statemen(neraca). Guru melakukan apersepsi dengan mengulas kembali materi yang lalu dan mengaitkandengan materi yang akan dipelajari.

A. Soal Pre Test

  Pendapatan yang masih harus diterima oleh perusahaan sebesar Rp 2.100.000,00. Pendapatan diterima di muka yang telah diakui sebagai pendapatan tahun 2012 sebesar Rp 1.100.000,00.

LEMBAR JAWABAN PRE TEST

Nama :Kelas : No. Presesnsi :Firdaus DecorationJurnal Penyesuaian Per 31 Desember 2012Hal: 1 Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit“GOOD LUCK” 194

1. Jurnal Penyesuaian Perusahaan Jasa

  Menurut Suwardjono (2009:161) penyesuaian berarti pencatatan atau pengakuan (penjurnalan dan pengakunan) data-data transaksi tertentu padaakhir perioda sehingga jumlah rupiah yang terdapat dalam tiap akun sesuai dengan kenyataan pada akhir perioda tersebut dan statemen keuangan yangdihasilkan menggambarkan keadaan yang senyatanya pada tanggal statemen(neraca). Beban yang masih harus dibayar adalah beban atau kewajiban yang sudah menjadi beban dilihat dari segi waktu, tetapi belum dibayar dan dicatat.

2. Pencatatan Jurnal Penyesuaian dengan Menggunakan Pendekatan Neraca

  Jurnal Penyesuaiannya:Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit Des 31 Beban Perlengkapan/beban Rp xxxBHP Perlengkapan/BHP Rp xxx Contoh soal : Sediaan bahan habis pakai dalam neraca saldo bersaldo Rp 400.000,00. Bahan habis pakai yang masih tersedia di gudang pada tanggal 31 Desember 2012 sebesar Rp 300.000,00.

b. Beban dibayar di muka

  Jawab : Tanggal Keterangan Ref Debet KreditDes 31 Beban Sewa Rp 500.000Sewa dibayar di muka Rp 500.000 196Penyelesaian: 5/12 x Rp 1.200.000,00 = Rp 500.000,00 Selama periode 31 Juli s.d 31 Desember ini merupakan sewa dibayar di muka yang riil yaitu 5 bulan. Pendapatan diterima di muka Jurnal Penyesuaiannya:Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit Des 31 Pendapatan diterima di Rp xxx mukaPendapatan jasa Rp xxx : Pendapatan diterima di muka bersaldo Rp 1.500.000,00.

f. Pendapatan yang masih harus diterima

  Magelang No 22 Yogyakarta Tanggal : 31 Desember 2012 BUKTI MEMORIALDalam neraca tercatat asuransi dibayar dimuka sebesar Rp 2.400.000,00 yang dibayar pada tanggal 1 Agustus 2012 untuk masa 1 tahun. Pada neraca saldo per 31 Desember 2012 tercatat pendapatan diterima di muka sebesar Rp 2.400.000,00 yang berasal dari kontrak dekorasi rumah 202untuk 4 rumah dengan harga sama untuk masing-masing rumah.

E. Soal Post Test

  Pendapatan bunga yang masih harus diterima perusahaan atas surat-surat berharga yang dimiliki sebesar Rp 45.000,00. Pendapatan diterima di muka yang telah diakui sebagai pendapatan tahun 2012 sebesar Rp 1.100.000,00.

LEMBAR JAWABAN POST TEST

Nama :Kelas : No. Presesnsi :Tata Rumah Jerry Jurnal PenyesuaianPer 31 Desember 2012 Hal: 1 Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit“GOOD LUCK” 206

A. Pre Test

  Pendapatan yang diterima di mukaTanggal Keterangan Debit Kredit 12. Pendapatan yang diterima di mukaTanggal Keterangan Debit Kredit 12.

E. Post Test

  Bunyi peluit 2 kali: siswa selesai mengerjakan dan menempelkan soal dan jawaban pada media yang telah disediakan (selama 2 menit). 2174) Siswa mampu menerima umpan balik.5) Siswa mampu menjalin hubungan yang baik dengan orang lain.6) Siswa mampu menunjukkan toleransi.7) Siswa mampu menunjukkan penghargaan.8) Siswa mampu mendengarkan pendapat orang lain.9) Siswa mampu menerima kritik.10) Siswa mampu memberi kritik.11) Siswa mampu bertindak sesuai norma.

5. Materi Ajar Pencatatan Jurnal Penyesuaian dengan Menggunakan Pendekatan Laba-Rugi

  Guru melakukan apersepsi dengan mengulas kembali materi yang lalu dan mengaitkandengan materi yang akan dipelajari. Jawab : Tanggal Keterangan Ref Debit KreditDes 31 Pendapatan sewa Rp 200.000Sewa diterima di muka Rp 200.000 224Penyelesaian: 1 September s.d 31 Desember = 4 bulan Selama periode 1 September s.d 31 Desember ini merupakan sewa diterima di muka yang riil.

1. Game (Make a match)

  Siswa masuk ke dalam kelompok masing-masing dan memakai callcard - sesuai dengan nomor urutannya. Siswa yang tidak mendapat giliran tidak boleh memberi tahu temannya - yang sedang mengerjakan soal.

2. Tournament - Siswa duduk bersama dalam kelompok yang telah ditentukan

  -Jika jawaban benar investasi yang dipertaruhkan akan menambah skor - kelompok yang telah diperoleh saat game, tetapi jika jawaban salah makainvestasi yang dipertaruhkan akan mengurangi skor yang telah diperoleh kelompok. -Bunyi peluit 2 kali: guru membacakan soal dan siswa mengerjakan dalam kelompok (selama 2 menit).

SKENARIO PEMBELAJARAN

  Guru memeriksa kesiapan ruang dan kesiapan siswa serta memberikan kesempatan bagi siswa untuk masuk ke dalam kelompok yang telahditentukan. Fase Game 2381) Guru menyampaikan prosedur permainan dan memimpin jalan permainan.2) Siswa mengerjakan soal permainan sesuai dengan nomor urut yang telah ditentukan.3) Siswa yang mendapat giliran untuk mengerjakan soal menginvestasikan uang terlebih dahulu.4) Siswa mengerjakan soal pada media make a match yang telah disediakan secara bergiliran dengan waktu yang telah ditentukan.5) Guru membahas hasil pekerjaan siswa untuk mengetahui jawaban benar atau salah.

3. Kegiatan Penutup (15 menit)

  Yuliana Ambar Nur Kustinari Agnes Ria Dwi Janari 263 Lampiran 8b INSTRUMEN OBSERVASI (Catatan Anekdotal)Nama pengamat : Agnes Ria Dwi JanariHari dan tanggal observasi : Sabtu, 2 Februari 2013Lamanya observasi : 80 menit (2 jam pelajaran)Orang dan atau peristiwa yang diamati : Pembelajaran di kelas XI IPS 4Kelas/semester : XI IPS 4/ 2 Kondisi kelas cukup memadai dalam pelaksanaan model pembelajaran kooperatif tipe TGT karena fasilitas pembelajaran yang lengkap. Yuliana Ambar Nur Kustinari Agnes Ria Dwi Janari 280 Lampiran 8c INSTRUMEN OBSERVASI (Catatan Anekdotal)Nama pengamat : Agnes Ria Dwi JanariHari dan tanggal observasi : Sabtu, 16 Februari 2013Lamanya observasi : 80 menit (2 jam pelajaran)Orang dan atau peristiwa yang diamati : Pembelajaran di kelas XI IPS 4Kelas/semester : XI IPS 4/ 2 Kondisi kelas cukup memadai dalam pelaksanaan model pembelajaran kooperatif tipe TGT karena fasilitas pembelajaran yang lengkap.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Upaya Peningkatkan Hasil Belajar Kimia Siswa Melalui Model Kooperatif Tipe Team Games Tournament (TGT) Pada Konsep Sistem Koloid
0
7
280
Pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams-Games Tournament) terhadap pemahaman konsep matematika siswa
1
8
185
Pengaruh kombinasi model pembelajaran kooperatif tipe Teams-Games-Tournament (TGT) dengan make a match terhadap hasil belajar biologi siswa
2
8
199
Pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran fiqih di MTs Islamiyah Ciputat
1
40
0
Pengaruh kombinasi model pembelajaran kooperatif tipe teams-games-tournament (tgt) dengan make a match terhadap hasil belajar biologi siswa (kuasi eksperimen pada Kelas XI IPA Madrasah Aliyah Negeri Jonggol)
0
5
199
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT (Team Games Tournament) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Biologi
1
3
310
Penerepan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik Kelas VIII-3 SMPN 3 Kota Tangerang Selatan 2015/2016 Dalam Pelajaran IPA
0
4
10
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) untuk meningkatkan motivasi dan keterampilan sosial siswa kelas XI IPS 2 SMA N 1 Kalasan pada materi jurnal penyesuaian.
0
0
322
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams-Games-Tournament (TGT) untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa pada materi pembelajaran pemindahbukuan jurnal umum ke buku besar (posting).
0
1
350
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) untuk meningkatkan motivasi belajar dan keterampilan sosial siswa pada mata pelajaran Mengelola Administrasi Kas dan Bank
0
4
369
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) untuk meningkatkan motivasi belajar dan keterampilan sosial siswa pada materi jurnal penyesuaian
0
2
332
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN KETERAMPILAN SOSIAL SISWA KELAS XI IPS 2 SMA N 1 KALASAN PADA MATERI JURNAL PENYESUAIAN SKRIPSI
0
4
320
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATERI JURNAL PENYESUAIAN
0
8
321
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR DAN KEAKTIFAN SISWA PADA MATA PELAJARAN EKONOMI
0
1
288
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS-GAMES-TOURNAMENT (TGT) PADA MATERI PEMBELAJARAN JURNAL UMUM SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR SISWA
0
3
289
Show more