TUGAS AKHIR - Analisa Risiko Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Proyek Reservoir Krembangan Surabaya Menggunakan Metode FMECA (Failure Mode And Effect Criticality Analysis) - ITS Repository

Gratis

0
0
99
2 days ago
Preview
Full text

TUGAS AKHIR

ANALYSIS) ARIF RAHMAN HAKIM NRP 3114 105 048 DOSEN PEMBIMBING SUPANI, ST,. MT

ANALISA RISIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PROYEK RESERVOIR KREMBANGAN SURABAYA MENGGUNAKANMETODE FMECA (FAILURE MODE AND EFFECT CRITICALITY ANALISA RISIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PROYEK RESERVOIR KREMBANGAN SURABAYA MENGGUNAKANMETODE FMECA (FAILURE MODE AND EFFECT CRITICALITY

ANALYSIS) ARIF RAHMAN HAKIM NRP 3114 1105 048 DOSEN PEMBIMBING SUPANI, ST., MT

FINAL PROJECT ANALYZE THE RISK OF WORKPLACE

KATA PENGANTAR

  Akhir kata, atas segala bantuan, bimbingan dan arahan dari semua pihak yang ikut membantu terselesaikannya ANALISA RISIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PROYEK RESERVOIR KREMBANGAN SURABAYA MENGGUNAKAN METODE FMECA ( FAILURE MODE AND EFFECT CRITICALY ANALYSIS ) Nama : Arif Rahman Hakim NRP : 3114105048 Jurusan : Teknik Sipil FTSP – ITS Dosen Pembimbing : Supani, ST, MT. ABSTRAKKeselamatan dan Kesehatan Kerja merupakan suatu permasalahan yang banyak menyita perhatian berbagaiperusahaan terutama perusahaan yang bergerak dalam bidang konstruksi, karena permasalahan ini mencakupsegi kemanusiaan, biaya dan pertanggung jawaban serta citra perusahaan itu sendiri.

DAFTAR LAMPIRAN

BAB I PENDAHULUAN

Lembar AsistensiGambar Proyek ReservoirSurvey PendahuluanSurvey UtamaRekap RPN

1.1 Latar Belakang

  FMECA (Failure Modes and Effects CriticalyAnalysis) merupakan prosedur yang dilakukan setelah analisis kegagalan efek modus untukmengklasifikasikan setiap efek potensi kegagalan menurut tingkat keparahan dan probabilitas kejadian(Marz dan Hubber 2002). Metode ini adalah metode yang digunakan untuk mengukur dan menganalisakeaman dari suatu produk atau proses.

1.2 Rumusan Masalah

  Bagaimana menganalisa risiko kecelakaan kerja yang paling kritis dan sering terjadinantinya pada proyek pembangunan ReservoirKrembangan Surabaya menggunakan metode FMECA. Mengidentifikasi risiko – risiko kecelakaan kerja yang paling kritis pada kegiatan proyekPembangunan Reservoir Krembangan Surabaya menggunakan metode FMECA.

1.4 Batasan Masalah

  Metode yang digunakan adalah Failure Modes and Effects Criticaly Analysis untukmengetahui item pekerjaan yang paling berisiko tinggi. Variablel resiko merupakan hasil dari resiko teknis yang paling dominan yang ada pada itempekerjaan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Umum

  2.1.1 Proyek Konstruksi Proyek konstruksi merupakan suatu rangkaian kegiatan yang saling berkaitan untuk mencapai tujuantertentu dalam batasan waktu, biaya dan mutu. Belum ada rencana untuk mengatasi resiko yang akan timbulSehingga resiko hanya boleh diambil bila potensi manfaat dan kemungkinan keberhasilannya lebihbesar daripada biaya yang diperlukan untuk mengatasi resiko yang timbul akibat kegagalan yangakan terjadi.

2.4 Tahap – Tahap FMECA

  FMECA dimulai dengan tahap konseptual dan persiapan, desain ketika system tersebut dianalisalebih dari suatu perspektif fungsional. Untuk memaksimalkan efektifitas, bagaimanapun analisaperlu meningkatkan setiap informasi tambahan yang tersedia untuk sebuah analisa, itu mencerminkansemua perubahan desain dan dampaknya pada keseluruhan system.

2. Pemenuhan analisis fungsional. Melibatkan pendefinisian sisten pada fungsi terminology

  Diagram pareto adalah suatu diagram berupa anak tangga yang mempunyai fungsi untukmenentukan dan melihat perbedaan tingkat prioritas dari beraneka masalah yang akandipecahkan. Adapun fungsi dari diagram pareto ini adalah:  Menunjukan masalah utama yang dominan dan kritis Menyatakan perbandingan masing – masing persoalan terhadap  Menunjukan perbandingan masing – masing persoalan sebelum dan sesudah perbaikanMengidentifikasi jenis kerusakan pada konteks analisis ini, jenis kerusakanmempunyai arti dimana system dari sebuah elemen gagal untuk memenuhi fungsinya.

c. Kerusakan yang bisa Marginal

  High/ Tinggi; Tinggi berarti ketidakpuasaan pelanggan 7 terhadap kerusakan seperti sistem yang tidak bisa dioperasikan,bagaimana tidak, keamanan sistem dilanggar atau gagal 8 memenuhi sesuatu sesuai dengan peraturan pemerintah. Very high/ Sangat tinggi; Tingkat keburukan ketika jenis 9 kerusakan yang potensial mempengaruhi keamanan fungsisistem atau penyebab kegagalan memenuhi sesuatu sesuai 10 peraturan pemerintah Probabilitas b.

c. Deteksi Probabilitas Tingkat

  Very high/ Sangat tinggi; Perancangan verifikasi atau arus 1 2 High/ Tinggi; DV atau PCs sekarang mempunyai kesempatan yang baik untuk mendeteksi jenis kerusakan yang potensial 3 4 Moderate/ Sedang; DV atau PCs sekarang dapat mendeteksi jenis kerusakan yang potensial. Menilai probabilitas kerusakan yang akan dideteksi, ini berhubungan dengan probabilitas dimana sebuahperancangan dan prosedur verifikasi akan mendeteksi jenis kerusakan yang potensial pada waktu yangsesuai pada sistem.

9. Menganalisa jenis kerusakan kritis, objek pada

  probabilitas yang akan dideteksi pada suatu waktu untuk menghalangi dampak pada pengukuran sistem. Berikut adalah contoh dari Proses FMECA dari suatu Komponen kritis.

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Konsep Penelitian

  Adalah studi kasus yang mengidentifikasi dan menganalisa resiko kecelakaan kerja yang terjadipada proyek Pembangunan ReservoirKrembangan Surabaya. Mengevaluasi item pekerjaan yang paling sering muncul dan menimbulkan risikokecelakaan yang tinggi.

3.2 Metode Penelitian

3.2.1 Variabel PenelitianDari studi literature diperoleh variable Tabel 3.1 Variabel

3.3 Teknik Pengumpulan Data

  Data 3.3.2 Survey PendahuluanSurvey ini dilakukan untuk mendapatkan variable dari resiko kecelakaan kerja yang terjadi padaproyek Pembangunan Reservoir KrembanganSurabaya untuk ditambahkan dan digabungkan pada variable studi literatur yang ada. 3.3.3 Teknik Pengumpulan DataData yang diperoleh dari hasil proyekPembangunan Reservoir dengan wawancara, pengamatan langsung mengenai K3 diproyek danpenyebaran kuisioner.

2. Wawancara

  Penyebab resiko yang paling dominan melalui metodeFMECA  Respon Resiko Langkah ini digunakan untuk mengetahui sejauh mana respon yang dilakukan terhadap suatu resiko yang terjadi. yang akan dibahas Masalah Menggambarkan kegiatan proyek mulai dari pekerjaan yang akandilakukan analisa resiko kecelakaan kerja.

2. Pemenuhan analisis fungsional 3

  Menentukan penyebab dari kerusakan6. efek dari Menentukan kerusakaan 7.

3.4 Tahap Penelitian

Gambar 3.2 Bagan Aliran Penelitian

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN

4.1 Data Penelitian

  Analisa dan pembahasan yang akan dibahas dalam bab 4 proyek ini mengenai tentang profil perusahaan kontraktor, profil proyek dan profil responden. Profil respondendalam penelitian ini adalah project manager, safety officier, staff teknik dan staff lapangan.

4.1.1 Profil Perusahaan Kontraktor

4.1.2 Profil Proyek

  Rervoir ini mempunyai luas bangunan 1752 m2 dan luas lahan 12478 m2 denganvolume debit air 2000 m3, dimana terdapat pembangunan rumah pompa tambahan yang dapat menyuplai air hanya16 menit dari krembangan ke area karang pilang dan ngagel. Tujuan pembangunan Reservoir KrembanganSurabaya ini adalah memenuhi jumlah kebutuhan air yang semakin meningkat dan kecepatan air yang lambat saatmenyuplai rumah-rumah masyarakat sekitar lebih utamanya masyarakat daerah ngagel dan karang pilang.

4. Staff Safety Engineer

  4.2 Analisa Respon Risiko dengan Metode FMECA Metode FMECA ini dilakukan untuk menganalisa risiko yang memiliki kualitas terhadap batas keamanansystem yang lengkap. Keparahan ini berdasarkan dampak yangterjadi dari mode kegagalan di tiap lingkup Frekuensi Kejadian Jenis Risiko Skala Remote /Sangat Kerusakan yang tidak disukai 1 rendah 2 Low /Sedikit kerusakan yang relatif Rendah 3 4 Moderate /Kerusakan sesekali 5 Sedang 6 7 High / Tinggi Kerusakan berulang 8 Very High / 9 Kerusakan yang tidak bisa diacuhkanSangat dan dibiarkan 10 Tinggi Sumber : Benjamin, 1994.

4.3.2 Urutan Pekerjaan

4.3.2.1 Pekerjaan Persiapan

  Gambar 4.2 Pekerjaan Persiapan Sumber : Hasil Survey Pendahuluan dan Pengolahan Data Dalam pekerjaan persiapan penyedia jasa kontraktor wajib menyediakan medan atautempat kerja dan daerah kerja termasuk sewa tanah yang diperlukan dan pembersihanmedan kerja dari tumbuhan agar siap digunakan. Jalan yang dibuat harus melalui perhitungan yang teliti dari mulaidasar jalan dan lebar jalan, karena akan berpengaruh pada lalu lintas dan manuver setiapalat berat yang akan lewat nantinya. PAPAN NAMA PEKERJAAN Penyedia jasa konstruksi harus membuat papan nama pekerjaan dengan standar ukuran 0,8 m x 1,2m dengan bentuk persegi panjang warna dasar putih tulisan hitam, dipasang ditepi jalan masukpekerjaan sesuai petunjuk dari pengawas.

2. Pekerjaan bore pile

  Pekerjaan Pembersihan dan PembesianJika lubang bor yang sudah dilubangi sesuai dengan diameter dan kedalaman yangditentukan, selanjutnya memasang bucket untuk proses pembersihan. Tulangan yangsudah dipersiapkan dan kondisi lahan bersih dapat dimasukan dengan menggunakan cranedan sambungan harus sesuai dengan syarat Gambar 4.5 Visualisasi Pembesian Bore Pile Sumber : Hasil Survey dan Pengolahan Data .

3. Pekerjaan Pilecap

  Data Teknis Pilecap : L = 9 m; B = 4 m; T = 1 m. Pekerjaan galian tanahMembuat galian lokasi pile cap dengan dimensi dan elevasi sesuai shop drawing.

2. Pemotongan Tiang Bore Pile

  Pengecoran Lantai Kerja Pile CapLantai kerja dicor seluas lebar galian dengan galian yang sesuai dari gambar rencana agartidak merugikan apabila ukuran galian terlalu lebar. Pembesian dan Bekisting Pile CapPembesian dilakukan sesuai gambar kerja dengan ukuran yang tepat dan setelahpembesian terpasang, dilakukan pemasangan bekisting sesuai dengan gambar kerja.

5. Pengecoran Pile Cap

  Setelah pekerjaan bekisting selesai, dilakukan ceklist bersama pengawas dengan pembuatanijin pengecoran yang diberikan. Kondisi lahan yang siap cor harus bersih tanpa ada sisamaterial atau kotoran sedikitpun.

4.4.2.3 Pekerjaan Rumah Pompa

  Pekerjaan rumah pompa dan distribusi terbagi menjadi beberapa tahap item pekerjaanantara lain : pekerjaan pondasi, pekerjaan beton bertulang, pekerjaan finishing,pekerjaan pintu dan jendela. Pekerjaan beton bertulang yang meliputi pekerjaan balok, pile cap, sloof, kolom, plat,ringbalk dan pemasangan angkur untuk plat over head crane.

4.4.2.4 Pekerjaan Sanitair

  Gambar 4.14 Pekerjaan Sanitair Sumber : Data Proyek Kontraktor. Pekerjaan sanitair merupakan bagian dari pekerjaan instalasi air.

4.4.2.5 Pekerjaan Pompa Distribusi

  Pekerjaan pompa distribusi merupakan pekerjaan pengadaan dan pemasangan daribeberapa alat seperti pompa sentrifugal, crane dan pompa hisap (submersible). Prosesnya mulai dari penghisapan air dari rumah pompa eksisting dimasukan kedalamrumah pompa baru dan kemudian dialirkan melalui pompa yang telah didistribusikan.

4.4.2.6 Pekerjaan Mekanikal dan Elektrikal

  Gambar 4.16 Pekerjaan Mekanikal dan Elektrikal Sumber : Data Proyek Kontraktor. Mekanikan dan Elektrikal adalah suatu system yang ada didalam sebuah bangunanproyek yang tidak dapat dipisahkan dan berperan sangat penting dari fungsi bangunantersebut diciptakan.

1. Mekanikal a

  Perpipaan dalam rumah pompa baru Pekerjaan chamber (pengolahan air untuk menghilangkan partikel kasardan halus) 2. Penangkal petir pada kantor rumah pompa baru.

4.4.2.7 Landscape, test dan Commisioning

  Risiko PekerjaanSkala Frekuensi SI Tabel 4.7 Skala Frekuensi Kejadian Frekuensi Kejadian Jenis Risiko Skala Remote / Kerusakan yang tidak disukaiSangat 1 rendahLow / Sedikit kerusakan yang relatif 2 Rendah 3 Kerusakan sesekali 4 Moderate / 5 Sedang 6 High / Kerusakan berulang 7 Tinggi 8 Very High Kerusakan yang tidak bisa 9/ Sangat diacuhkan dan dibiarkanTinggi 10 Sumber : Benjamin 1994. Item Pekerjaan PEKERJAAN Risiko Efek Frekuensi Deteksi RPN MEKANIKAL Pekerjaan Buruk DAN ELEKTRIKAL Instalasi Listrik Tersengat 7 6 8 336 dan Plumbing arus listrikBerdasarkan nilai risk priority number diatas, didapatkan prioritas perbaikan yang terlebihdahulu dari modus kecelakaan yang terjadi adalah pekerjaan mekanikal elektrikal.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Pembahasan bab ini terdiri dari kesimpulan dan

saran, dimana kesimpulan merupakan hasil penelitian secara keseluruhan, sedangkan saran adalah hal yangperlu dilakukan agar hasil penelitian ini menjadi sesuatu yang harus diperhatikan pada penelitian lebih lanjut yangberkaitan dengan topik penelitian ini.

5.1 Kesimpulan A

  Tertimbun longsoran saat pekerjaan galian dan urugan tanah disebabkan olehbeberapa factor. Salah satu factor yang paling utama adalah factor teknis dengankondisi tanah yang gembur pada lokasi proyek.

5.2 Saran

  Beberapa factor yangmempengaruhi hasil penelitian proyek belum terlaksana dan responden hanya mengisi kuisionerberdasarkan pengalaman dari proyek-proyek sebelumnya. Saran untuk penelitian sejenis berikutnya adalah harus benar dan tepat dalam memilihresponden yang mempunyai pengalaman lebih lama dan benar pada bidangnya, serta memilikiwaktu yang cukup agar responden dapat berkonsentrasi penuh untuk mengisi kuisioner.

DAFTAR PUSTAKA

  SNI 1726:2012 TataCara Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non Gedung. Perencanaan Modifikasi StrukturGedung Rumah Susun Dengan Menggunakan Sistem Flat Slab dan Dinding Geser.

BIODATA PENULIS

  Penulis telah menempuh pendidikan formal di SDN 2 Kutoharjo, SMPN2 Kendal,SMAN 1 Kendal dan Program Studi DIII Teknik Sipil Politeknik Negri Semarang bidang konsentrasi BangunanGedung yang ditempuh selama 3 tahun dan lulus pada tahun 2013. Setelah lulus dari DIII Teknik Sipil Politeknik NegriSemarang penulis melanjutkan pendidikan Sarjana di Program Studi Lintas Jalur Teknik Sipil FTSP-ITS pada tahun 2014 danterdaftar dengan NRP.

Dokumen baru

Aktifitas terkini

Download (99 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

Evaluasi Sistem Traceability pada Produksi Chewy Candy di PT Sweet Candy Indonesia Menggunakan FMECA (Failure Mode Effects and Criticality Analysis)
1
11
69
Perencanaan Pengendalian Kualitas Baja Beton Polos Dengan Metode Dmaic (Define, Measure, Analysis, Improve, Control) Dan Fmea (Failure Mode And Effects Analysis)
0
14
146
LAPORAN TUGAS AKHIR Analisa Manual Material Handling dengan Menggunakan Metode Biomekanika untuk Peningkatan Kesehatan dan Keselamatan Kerja Khususnya Pekerja Perempuan.
0
0
13
Analisis Kualitas Minyak Goreng Dengan Menggunakan Metode Taguchi Quality Loss Function dan FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) PT. Permata Hijau Palm Oleo
0
0
22
Perencanaan Pengendalian Kualitas Baja Beton Polos Dengan Metode Dmaic (Define, Measure, Analysis, Improve, Control) Dan Fmea (Failure Mode And Effects Analysis)
0
0
1
Perencanaan Pengendalian Kualitas Baja Beton Polos Dengan Metode Dmaic (Define, Measure, Analysis, Improve, Control) Dan Fmea (Failure Mode And Effects Analysis)
0
0
9
Perencanaan Pengendalian Kualitas Baja Beton Polos Dengan Metode Dmaic (Define, Measure, Analysis, Improve, Control) Dan Fmea (Failure Mode And Effects Analysis)
0
0
33
Perencanaan Pengendalian Kualitas Baja Beton Polos Dengan Metode Dmaic (Define, Measure, Analysis, Improve, Control) Dan Fmea (Failure Mode And Effects Analysis)
0
0
1
Perencanaan Pengendalian Kualitas Baja Beton Polos Dengan Metode Dmaic (Define, Measure, Analysis, Improve, Control) Dan Fmea (Failure Mode And Effects Analysis)
0
0
1
TUGAS AKHIR - Analisa Keandalan Alur Barito Banjarmasin - ITS Repository
0
0
120
Analisa Keandalan Sistem Distribusi 20kV di PT. PLN (Persero) Area Tanjung Karang Menggunakan Metode FMEA (Failure Modes and Effects Analysis) - ITS Repository
0
0
99
TUGAS AKHIR - Aplikasi Programa Linier Untuk Analisa TCTO Pada Proyek Pembangunan Gedung Fakultas Teknik Universitas Surabaya - ITS Repository
0
0
174
TUGAS AKHIR - Perencanaan Gedung Apartemen Paragon Surabaya Dengan Metode Pracetak - ITS Repository
0
0
310
TUGAS AKHIR - Perencanaan Gedung Perkantoran Surabaya Menggunakan Metode Pracetak Dengan Building Frame System Dan Shearwall - ITS Repository
0
0
191
Analisa Risiko Kecelakaan Kerja Pada Proyek Jembatan THP Kenjeran Surabaya - ITS Repository
0
0
140
Show more