HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI SISWA TENTANG KOMPETENSI GURU FISIKA DENGAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR FISIKA

Gratis

0
1
107
7 months ago
Preview
Full text

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Studi pada Siswa Kelas X Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Yogyakarta Tahun Ajaran 2008/2009

  SKRIPSI

  Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

  Program Studi Pendidikan Fisika

  Disusun oleh : CICILIA MAYA SARI DEWI NIM : 051424016 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Studi p Dosen Pe

  akarta er 2009

  AN

  14 Septemb

  geri 3 Yogya

  gah Atas Neg 8/2009 Yogyakarta,

  H KO

HUBUNGA OMPETENS

TENTANG TIVASI DA

ISIKA DEN

  Y

  olah Meneng Ajaran 2008

  I BELAJAR

  SKRIPSI A PERSEPS

  Kelas X Seko Tahun A

  N ANTARA SI GURU FI PRESTASI

  ada Siswa K embimbing

  SI SISWA T NGAN MOT R FISIKA

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  SKRIPSI HUBUNGA H N ANTARA A PERSEPS SI SISWA T TENTANG KO OMPETENS SI GURU FI

ISIKA DEN NGAN MOT TIVASI DA AN PRESTASI

  I BELAJAR R FISIKA

  Studi p ada Siswa K Kelas X Seko olah Meneng gah Atas Neg geri 3 Yogya akarta Tahun A Ajaran 2008 8/2009

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

MOTO DAN PERSEMBAHAN

  

”Keberanian adalah kunci keberhasilan”

”Keberhasilan adalah buah dari kerja keras,ketekunan,

kesabaran, kerendahan hati, keyakinan bahwa keberhasilan

akan di capai dan doa”

  Skripsi ini kupersembahkan untuk: Alm. Bapak Petrus Mudjiono Ibu Anastasia Tri Suwarni Kakakku, mbak Retno dan mbak Nining

  Adikku, Ema dan Novi Simbah Pudjo

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PE RNYATAA AN KEASLI

  Saya menya S atakan denga an sesunggu uhnya bahwa a skripsi ya ang saya tuli is ini tidak m memuat kary ya atau bagi ian karya or rang lain, ke ecuali yang t telah disebut tkan dalam kutipan dan k daftar pusta aka, sebagaim mana layakn nya karya ilm miah.

  Yogy akarta, 9 Ok ktober 2009 Penulis s

  Cic cilia Maya S Sari Dewi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

ABSTRAK

  Dewi, Cicilia Maya Sari. 2009 Hubungan antara Persepsi Siswa tentang Kompetensi Guru Fisika dengan Motivasi dan Prestasi Belajar Fisika (Studi pada Siswa Kelas X Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Yogyakarta Tahun Ajaran 2008/2009). Program Studi Pendidikan Fisika. Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.

  Universitas Sanata Dharma.

  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) apakah ada hubungan antara persepsi siswa tentang kompetensi guru fisika dengan motivasi belajar fisika, (2) apakah ada hubungan antara persepsi siswa tentang kompetensi guru fisika dan prestasi belajar fisika. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 3 Yogyakarta pada bulan April 2009. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 3 Yogyakarta dengan jumlah sampel 84 siswa. Data dikumpulkan dengan kuesioner dan dokumentasi. Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis korelasi Pearson dengan taraf signifikansi 0,05.

  Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara persepsi siswa kelas X SMA Negeri 3 Yogyakarta tentang kompetensi guru fisika dengan motivasi belajar fisika, dengan koefisien korelasi

  

r = , 483 (2) tidak terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi siswa

obs

  kelas X SMA Negeri 3 Yogyakarta tentang kompetensi guru fisika dengan prestasi belajar fisika, karena koefisien korelasinya r = , 073 lebih rendah dari obs harga kritisnya r = 0,217. crit

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

ABSTRACT

  Dewi, Cicilia Maya Sari. 2009. The Relationships between Student’s Perception on Physics Teacher’s Competency with Motivation and Achievement in Learning Physics (Study at The First Grade Student of Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Yogyakarta Academic Year 2008/2009). Physics Education Study Program. Departement of Mathematics and Science Education. Faculty of Teachers Training and Education. Sanata Dharma University Yogyakarta.

  The purpose of this research was to determine whether there was (1) relationship between student’s perception on physics teacher’s competency with motivation in learning physics and (2) relationship between student’s perception on physics teacher’s competency with achievement in learning physics. This research was done in SMA Negeri 3 Yogyakarta, in April 2009. There were 84 students of the first grade student of SMA Negeri 3 Yogyakarta involved to obtain data. The research used questionnaires and document as the instruments. The data was analyzed using Pearson correlation analysis with significant level 0,05.

  The result of this research shows that (1) there was a significant positive correlation between student’s at the first grade of SMA Negeri 3 Yogyakarta perception on physics teacher’s competency with motivation in learning physics, with correlation coefficient r = , 483 ; and (2) there was no significant obs correlation between student’s at the first grade of SMA Negeri 3 Yogyakarta perception on physics teacher’s competency with achievement in learning physics, because the correlation coefficient r = , 073 was lower than critical value obs r = 0,217. crit

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

LEMB BAR PERNY YATAAN P PERSETUJ JUAN

PUBLIK KASI KARY YA ILMIAH H UNTUK K KEPENTIN NGAN AKA ADEMIS

  Y Yang bertan nda tangan di i bawah ini, saya mahasi iswa Univer rsitas Sanata Dharma: N Nama : Cicilia M Maya Sari D Dewi NIM N : 0514240 016 Demi penge D embangan il mu pengeta ahuan, saya memberikan n kepada Pe erpustakaan Universitas U Sanata Dhar rma karya ilm miah saya ya ang berjudul l:

  

HUBUNG GAN ANTA ARA PERSE EPSI SISW A TENTAN NG KOMPE ETENSI

GURU FIS SIKA DENG GAN MOTI

  VASI DAN N PRESTAS SI BELAJAR R FISIKA

Studi p pada Siswa K Kelas X Seko olah Meneng gah Atas Neg geri 3 Yogya akarta

tahun ajaran 2008 8/2009

  Beserta pera B angkat yang diperlukan ( (bila ada). D Dengan demi ikian saya m memberikan k kepada Per rpustakaan Universitas Sanata D Dharma hak k untuk m menyimpan, m mengalihkan n dalam ben ntuk media lain, menge elolanya dal lam bentuk pangkalan d data, mendi stribusikan secara terba atas dan mem mpublikasik kannya di in nternet atau media lain m untuk kepe entingan ak kademis tanp pa perlu m meminta ijin dari saya maupun mem m mberikan ro oyalti kepad a saya selam ma tetap me encatumkan nama saya sebagai penu s ulis. Demikian pe D ernyataan in i saya buat d dengan seben narnya. D Dibuat di Yo ogyakarta P Pada tangga al: 9 Oktober r 2009 Y Yang menya atakan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Puji syukur kepada Bapa di surga atas segala berkat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi yang berjudul “HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI SISWA TENTANG KOMPETENSI GURU FISIKA DENGAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR FISIKA (Studi pada Siswa Kelas X Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Yogyakarta Tahun Ajaran 2008/2009)”.

  Dalam penulisan dan penyusunan skripsi ini, penulis banyak mendapat bimbingan, saran dan nasihat dari beberapa pihak. Untuk itu dengan segala kerendahan hati, penulis mengucapkan terima kasih kepada:

  1. Dr. Paulus Suparno, S.J., M.S.T., selaku dosen pembimbing yang mengarahkan dan membimbing penulis.

  2. Drs. Domi Severinus, M.Si., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Sanata Dharma dan dosen penguji.

  3. Dra. Maslichah Asy’ari, M.Pd., selaku selaku Sekretaris Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Sanata Dharma dosen penguji

  4. Drs. H. Bashori Muhammad, M.M., selaku Kepala SMA Negeri 3 Yogyakarta yang memberikan izin kepada penulis untuk melaksanakan penelitian.

  5. Drs. Subagyo Danang Wahyono, selaku guru bidang studi fisika yang banyak membantu dalam penelitian.

  6. Bapak Sugeng dan Bu Heni (sekretariat JPMIPA), atas kerja samanya dalam melayani pembuatan surat ijin penelitian dan jadwal ujian.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  7. Ibu Anastasia Tri Suwarni yang telah memberikan perhatian, dukungan, kasih sayang dan doa selama ini.

  8. Kakakku, mbak Nining yang terus memberikan dorongan dan saran. Mbak Retno, Ema dan Novi terima kasih atas dukungannya selama ini.

  9. Simbah Pudjo yang senantiasa memberikan perhatian dan kasih sayang.

  10. Khusnul Khotimah dan Ika Fitriana yang membantu dan menemaniku selama wara-wiri ke sekolah.

  11. Guntur Maulana atas pinjaman printernya.

  12. Bapak Sarjono dan Ibu Slamet yang memberikan ijin selama mengerjakan skripsi di kos adik.

  13. Teman-teman P.Fis’05: Adira, Nuning, Pepy, Cici, Era, Wido, Ferry, Dhiny, Asih, Melly, Eny, Nita Kris, Nita Cicil, Iren, Rita, Tuti, Norie, Vega, Arun, Dinar, Helen, Yosinta dan mbak Cik terima kasih atas dukungannya.

  Dalam penyusunan skripsi ini penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna, sehingga masih perlu dikaji dan dikembangkan lebih lanjut.

  Oleh karena itu, penulis mengharapkan saran dan kritik yang bersifat konstruktif. Akhir kata penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang berkepentingan.

  Yogyakarta, 9 Oktober 2009 Penulis

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

DAFTAR ISI

Hal.

  HALAMAN JUDUL ...................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN ...................................................................... ii HALAMAN PENGESAHAN ………………………………………………. iii HALAMAN MOTO DAN PERSEMBAHAN ............................................... iv HALAMAN KEASLIAN KARYA ............................................................... v LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA

  ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS…………………………. vi ABSTRAK ...................................................................................................... vii

  

ABSTRACT ...................................................................................................... viii

  KATA PENGANTAR ................................................................................... ix DAFTAR ISI .................................................................................................. xi DAFTAR TABEL ......................................................................................... xv DAFTAR GAMBAR....................................................................................... xvi

  BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ..................................................................

  1 B. Rumusan Masalah ...........................................................................

  4 C. Tujuan Penelitian .............................................................................

  4 D. Manfaat Penelitian ..........................................................................

  5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA

  A. Kompetensi Guru Fisika 1. Pengertian Kompetensi ..............................................................

  6

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2. Kompetensi Guru ......................................................................

  6

  3. Kompetensi Guru Fisika a. Content Knowledge ...............................................................

  8 b. Pedagogical Knowledge .......................................................

  9 c. Pedagogical Content Knowledge ( PCK) ..............................

  11 4. Guru Fisika yang Bermutu dan Profesional ...............................

  17 5. Metode Pembelajaran Fisika ......................................................

  19 B. Persepsi Siswa tentang Kompetensi Guru Fisika 1. Pengertian Persepsi .....................................................................

  24 2. Persepsi Siswa tentang Kompetensi Guru Fisika ........................

  24 C. Motivasi Belajar Fisika 1. Pengertian Motivasi Belajar ........................................................

  26 2. Motivasi Belajar Fisika ...............................................................

  26 D. Prestasi Belajar Fisika ......................................................................

  29 E. Kerangka Berpikir

  1. Hubungan antara Persepsi Siswa tentang Kompetensi Guru Fisika dengan Motivasi Belajar Fisika ........................................

  31

  2. Hubungan antara Persepsi Siswa tentang Kompetensi Guru Fisika dengan Prestasi Belajar Fisika ..........................................

  32 F. Hipotesis Penelitian ..........................................................................

  32 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian .................................................................................

  33 B. Tempat dan Waktu Penelitian ..........................................................

  33

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  C. Populasi dan Sampel Penelitian .......................................................

  33 D. Variabel Penelitian ...........................................................................

  33 E. Instrumen Penelitian 1. Kuesioner Persepsi Siswa tentang Kompetensi Guru Fisika ......

  35 2. Kuesioner Motivasi Belajar Fisika Siswa ...................................

  36 3. Dokumentasi Prestasi Belajar Fisika Siswa ................................

  38 F. Validitas ............................................................................................

  38 G. Metode Analisis Data

  1. Hubungan antara Persepsi Siswa tentang Kompetensi Guru Fisika dengan Motivasi Belajar Fisika ........................................

  39

  2. Hubungan antara Persepsi Siswa tentang Kompetensi Guru Fisika dengan Prestasi Belajar Fisika ..........................................

  41 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

  A. Hasil Penelitian 1. Persepsi Siswa tentang Kompetensi Guru Fisika ……………..

  42 2. Motivasi Belajar Fisika ……………………………………….

  44 3. Prestasi Belajar Fisika ...............................................................

  46 B. Analisis Data dan Pengujian Hipotesis

  1. Hubungan antara Persepsi Siswa tentang Kompetensi Guru Fisika dengan Motivasi Belajar Fisika .......................................

  48

  2. Hubungan antara Persepsi Siswa tentang Kompetensi Guru Fisika dengan Prestasi Belajar Fisika .........................................

  49

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  C. Pembahasan Hasil Penelitian

  1. Hubungan antara Persepsi Siswa tentang Kompetensi Guru Fisika dengan Motivasi Belajar Fisika .......................................

  50

  2. Hubungan antara Persepsi Siswa tentang Kompetensi Guru Fisika dengan Prestasi Belajar Fisika .........................................

  52 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan .....................................................................................

  54 B. Saran ................................................................................................

  54 C. Keterbatasan Penelitian ...................................................................

  55 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN..................................................................................................... 56

  DAFTAR TABEL Hal.

Tabel 3.1 Kisi-Kisi Kuesioner Persepsi Siswa tentang Kompetensi Guru Fisika ...............................................................................................

  35 Tabel 3.2 Kisi-Kisi Kuesioner Motivasi Belajar Fisika ..................................

  36 Tabel 3.3 Pemberian Skor Kuesioner .............................................................

  38 Tabel 4.1 Skor Persepsi Siswa tentang Kompetensi Guru Fisika ..................

  42 Tabel 4.2 Sebaran Frekuensi Skor Persepsi Siswa tentang Kompetensi Guru Fisika ...............................................................................................

  44 Tabel 4.3 Skor Motivasi Belajar Fisika Siswa ...............................................

  44 Tabel 4.4 Sebaran Skor Motivasi Belajar Fisika Siswa ..................................

  46 Tabel 4.5 Skor Rata-Rata Prestasi Belajar Fisika Siswa .................................

  46 Tabel 4.6 Sebaran Skor Rata-Rata Prestasi Belajar Fisika Siswa ...................

  48 Tabel 4.7 Ringkasan Perhitungan Data Persepsi Siswa tentang Kompetensi Guru Fisika dengan Motivasi Belajar Fisika ...................................

  49 Tabel 4.8 Ringkasan Perhitungan Data Persepsi Siswa tentang Kompetensi Guru Fisika dengan Prestasi Belajar Fisika ....................................

  49 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

DAFTAR GAMBAR

Hal.

  Gambar 1.Histrogram Sebaran Skor Persepsi Siswa tentang Kompetensi Guru Fisika ....................................................................................

  44 Gambar 2. Histrogram Sebaran Skor Motivasi Belajar Fisika Siswa .............

  46 Gambar 3.Histrogram Sebaran Skor Rata-Rata Prestasi Belajar Fisika Siswa.............................................................................................. 48

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Prestasi belajar fisika siswa dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Di

  antaranya adalah faktor yang berasal dari diri siswa sendiri, guru dan lingkungan belajar siswa. Dari ketiga faktor tersebut, guru memegang peranan yang penting dalam pembelajaran fisika di kelas (sekolah). Seperti yang diungkapkan oleh User Usman (1990: 7) yaitu bahwa proses belajar dan hasil belajar siswa sebagian besar ditentukan oleh peranan dan kompetensi guru.

  Guru yang berkompeten kiranya dapat mengelola pembelajaran dengan baik sehingga hasil belajar siswa dapat optimal. Seperti yang dinyatakan oleh Uzer Usman berikut ini.

  Guru yang kompeten akan lebih mampu menciptakan lingkungan belajar yang efektif dan akan lebih mampu mengelola kelasnya sehingga hasil belajar siswa berada pada tingkat optimal (Uzer Usman, 1990: 7).

  Menurut Parangtopo dalam Zainal Abidin (2007: 2), guru fisika yang bersikap profesional adalah guru yang mempunyai persyaratan: (1) menguasai materi pelajaran dengan baik, (2) mampu menyampaikan materi dengan baik, (3) bertindak lugas dan Tut Wuri Handayani, (4) terbuka terhadap berbagai pertanyaan, (5) siap membantu murid dalam menyelesaikan masalahnya dan menjunjung tinggi disiplin. Sedangkan menurut Masno Ginting masih dalam Zainal Abidin (2007: 2), guru fisika harus mampu melakukan hal-hal: (1) memperkenalkan aplikasi fisika dalam

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  ilmu-ilmu lain, seperti: biophysics, medical physics, engineering, dan

  electronics , (2) melakukan lomba kreatifitas guru (LKG): guru yang

  kreatifitasnya tinggi sangat diperlukan untuk memotivasi para siswa dalam meminati fisika dan guru yang berhasil menjadi juara dalam LKG (kreatifitas guru untuk memanfaatkan fisika dalam pendidikan) maka akan muncul rasa percaya diri pada anak didiknya, (3) mengikuti pelatihan guru fisika: banyak para pendidik terutama yang tinggal di daerah terpencil yang hanya pernah belajar teori saat mengikuti pendidikan, dan langsung bekerja sebagai tenaga pendidik; sebagai contoh: bagaimana seorang guru menjelaskan prinsip kerja sebuah sel surya kepada anak didiknya, sedangkan guru tersebut belum pernah memegang sel surya, (4) membangkitkan semangat kompetisi nasional/internasional pada siswa, misalnya Asean Physics Olympiad (APhO), dan International Physics Olympiad (IPhO).

  Seorang guru fisika yang baik, menurut beberapa mahasiswa calon guru fisika dalam open-ended questionnaires, memiliki satu atau lebih karakteristik berikut yaitu (1) memiliki pengetahuan yang banyak tentang isi (fisika), (2) memiliki kemampuan mengorganisasi yang baik, (3) dapat membuat fisika menjadi hal yang menyenangkan. Namun setelah tahun pertama, jawaban dari pertanyaan yang sama menjadi berbeda. Karakteristik guru yang baik adalah (1) dapat mengajak siswa dalam inquiry yang mengeksplorasi alam, (2) tahu bagaimana siswa belajar, (3) tahu apa yang akan membantu belajar dari yang paling sulit, konsep fisika yang abstrak dan merencanakan pelajaran dengan segenap pikiran (Eugenia Etkina, 2005: 7).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Dari pendapat Parangtopo, Masno Ginting dan mahasiswa calon guru pada

  open-ended questionnaires di atas, karakteristik guru fisika yang baik atau

  profesional menunjukkan bahwa guru fisika masih memiliki peran dan pengaruh yang kuat pada proses dan hasil belajar fisika siswa di kelas (sekolah). Dan sudah menjadi rahasia umum bahwa fisika adalah pelajaran yang sulit dan kurang disukai oleh siswa. Sehingga kemampuan guru fisika yang dapat menarik atau memotivasi siswa untuk belajar fisika melalui kegiatan belajar mengajar di sekolah sangatlah dibutuhkan.

  Dalam Kompendium Didaktik Fisika (Herbert Druxes dkk. 1986: 100) dinyatakan bahwa pengaruh yang kuat terhadap sikap siswa terletak pada diri pengajar sendiri. Lebih lanjut diungkapkan bahwa penyelidikan secara empiris menunjukkan bahwa bahkan “fisika kapur”, bila diberikan oleh pengajar yang benar-benar dijiwai fisika dengan gaya pedagogis dan disajikan dengan segala kegairahan (antusiasme), dapat diterima dengan baik oleh para siswa. Siswa segera melihat dengan tepat apakah seorang guru mampu mengajar.

  Berdasarkan pendapat Herbert Druxes dkk. di atas, tampak bahwa siswa dapat melihat apakah seorang guru “mampu mengajar” atau berkompeten melalui pembelajaran yang dikelola guru yang bersangkutan, karena siswalah yang mengalami kegiatan belajar mengajar dari awal hingga akhir. Siswa dapat memberikan pandangan (persepsi) mengenai kompetensi yang dimiliki guru yang bersangkutan. Persepsi siswa yang positif tentang kompetensi guru fisika kiranya akan membawa dampak yang positif bagi motivasi belajar fisika. Karena persepsi siswa yang positif dapat menunjukkan bahwa guru memiliki kompetensi yang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  handal sebagai guru fisika. Guru yang berkompeten kiranya akan dapat menciptakan pembelajaran yang menarik siswa belajar. Tentunya hal ini dapat memotivasi siswa belajar fisika. Prestasi belajar fisika siswa kiranya akan berada tingkat yang optimal pula bila pembelajaran yang diberikan oleh guru dapat diterima dengan baik oleh siswa. Berdasarkan hal itu, penulis tertarik untuk menganalisis adakah hubungan antara persepsi siswa tentang kompetensi guru fisika dengan motivasi dan prestasi belajar fisika dengan judul penelitian:

  “Hubungan antara Persepsi Siswa tentang Kompetensi Guru Fisika dengan Motivasi dan Prestasi Belajar Fisika” Studi pada Siswa Kelas X Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Yogyakarta Tahun Ajaran 2008/2009.

  B. Rumusan Masalah

  Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan di atas, rumusan masalah yang timbul adalah sebagai berikut.

  1. Adakah hubungan antara persepsi siswa kelas X SMA Negeri 3 Yogyakarta tentang kompetensi guru fisika dengan motivasi belajar fisika?

  2. Adakah hubungan antara persepsi siswa kelas X SMA Negeri 3 Yogyakarta tentang kompetensi guru fisika dengan prestasi belajar fisika?

  C. Tujuan Penelitian

  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1. apakah ada hubungan antara persepsi siswa kelas X SMA Negeri 3 Yogyakarta tentang kompetensi guru fisika dengan motivasi belajar fisika.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2. apakah ada hubungan antara persepsi siswa kelas X SMA Negeri 3 Yogyakarta tentang kompetensi guru fisika dengan prestasi belajar fisika.

D. Manfaat Penelitian

  1. Bagi guru atau sekolah Penelitian ini diharapkan dapat memberi masukan bagi guru fisika dalam kaitannya dengan motivasi dan prestasi belajar fisika siswa melalui persepsi siswa tentang kompetensi guru fisika.

  2. Bagi universitas Penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan referensi untuk penelitian selanjutnya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Kompetensi Guru Fisika

1. Pengertian Kompetensi

  Dalam UU RI tentang Guru dan Dosen pasal 1 ayat 10 (Martinis Yamin, 2007: 194) kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh guru atau dosen dalam melaksanakan tugas keprofesionalan.

  Piet A. Sahertian dan Ida Alaida dalam Cicilia Sari Wahyuni (2004: 10) mengemukakan bahwa kompetensi sebagai kemampuan melakukan sesuatu yang diperoleh melalui pendidikan dan latihan yang bersifat kognitif, afektif dan performen.

  Berdasarkan pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa kompetensi merupakan pengetahuan, keterampilan, dan perilaku untuk melakukan sesuatu sesuai standar kinerja yang dibutuhkan dalam melaksanakan tugas yang diperoleh melalui jalur pendidikan dan latihan.

2. Kompetensi Guru

  Menurut pasal 10 UU Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (Martinis Yamin, 2007: 199) kompetensi guru ada empat macam, yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional, dan kompetensi sosial. Kompetensi pedagogik adalah kemampuan mengelola

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  pembelajaran peserta didik yang meliputi pemahaman peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan potensi yang dimilikinya. Kompetensi kepribadian adalah kemampuan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif dan berwibawa, menjadi teladan peserta didik dan berakhlak mulia. Kompetensi profesional adalah kemampuan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkannya membimbing peserta didik memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan dalam Standar Nasional Pendidikan. Kompetensi sosial adalah kemampuan pendidik sebagai bagian dari masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua/wali peserta didik dan masyarakat sekitar.

  Secara teoritis keempat kompetensi tersebut dapat dipisahkan. Tetapi dalam prakteknya, keempat kompetensi itu tidak mungkin terpisahkan.

  Seorang guru yang ideal harus menguasai keempat kompetensi tersebut agar dapat melaksanakan tugas utamanya, yaitu mendidik, mengajar, dan melatih dengan baik. Namun, dari keempat kompetensi tersebut yang mempengaruhi kinerja guru dalam kelas secara langsung adalah kompetensi profesional, kompetensi pedagogik dan kompetensi sosial.

  Berdasarkan pendapat di atas dapat disusun rumusan kompetensi guru yang mempengaruhi kinerja guru di kelas. Rumusan tersebut difokuskan pada kompetensi profesional, kompetensi pedagogik dan kompetensi sosial yaitu sebagai berikut.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  a. Menguasai bidang studi atau bahan ajar

  b. Memahami karakteristik peserta didik

  c. Menguasai metode dan strategi pembelajaran

  d. Menguasai penilaian hasil belajar siswa

  e. Mampu berkomunikasi dengan baik Untuk selanjutnya, agar lebih efisien istilah kompetensi profesional, kompetensi pedagogik dan kompetensi sosial akan ditulis sebagai kompetensi saja. Kompetensi yang akan menjadi sorotan adalah kompetensi guru fisika.

2. Kompetensi Guru Fisika

  Menurut Eugenia Etkina dan Carl J. Wenning, ada tiga komponen pengetahuan dasar yang idealnya harus dikuasai oleh guru dan atau calon guru fisika, yaitu content knowledge, pedagogical knowledge dan pedagogical content knowledge .

a. Content Knowledge

  Menurut Eugenia Etkina (2005: 3), content knowledge consists of

  “knowledge of physics concepts , relationship among them and methods of acquiring knowledge” . Maksudnya adalah bahwa pengetahuan tentang isi

  (content knowledge) terdiri atas pengetahuan tentang konsep-konsep fisika, hubungan antar konsep dan metode pemerolehan pengetahuan (konsep) fisika.

  Sedangkan menurut Carl J. Wenning (2007: 13), content

  knowledge is knowledge of the discipline itself, and includes such thing as procedural methods and possibly even dispositions . Yaitu bahwa content

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  knowledge merupakan pengetahuan dari disiplin ilmu itu sendiri dan termasuk metode-metode prosedural dan kemungkinan sifat-sifatnya.

  John L. Lewis (1972: 73) juga mengungkapkan bahwa dalam mengajar fisika harus mempertimbangkan tiga hal, salah satu di antaranya adalah apa yang akan diajarkan dan mengapa. Dengan demikian guru harus memahami apa materi fisika dan mengapa diajarkan.

  Carl J. Wenning (2007: 13) lebih jauh menerangkan bahwa guru fisika harus mempunyai pemahaman yang dalam tentang isi ilmu fisika yang utama. Ini meliputi mekanika, listrik dan kemagnetan, panas, termodinamika, gelombang dan cahaya, optik dan fisika modern. Guru harus mempunyai pemahaman yang akurat tentang proses ilmu pengetahuan dan hal yang mendasari asumsi tersebut. Idealnya seorang guru memperoleh pengetahuan melalui metode inquiry dengan demikian pemerolehannya dekat dengan prosedur ilmiah.

b. Pedagogical Knowledge

  Menurut Carl J. Wenning (2007: 13) pedagogical knowledge,

  represents the “generic why and how to” of teaching , yaitu pengetahuan

  tentang mengapa dan bagaimana mengajar itu. Sedangkan menurut Eugenia Etkina (2005: 3), pengetahuan pedagogi terdiri atas pengetahuan mengenai perkembangan pola pikir, pengetahuan teori ilmu pengetahuan, pengetahuan tentang pelajaran kolaboratif, pengetahuan tentang wacana kelas, pengetahuan tentang kelas, manajemen dan hukum sekolah.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Guru harus memahami apa yang membuat pengajaran efektif. Guru perlu mempunyai pemahaman berikut (Carl J. Wenning, 2005: 14).

  1) Perencanaan dan persiapan Guru harus memiliki kemampuan mempersiapkan rencana pelajaran untuk berbagai variasi tipe pelajaran. Guru harus mengetahui bagaimana cara mengintegrasikan berbagai metode pembelajaran dengan memaksimalkan siswa yang belajar.

  2) Pengajaran yang berkualitas Guru harus mengerti perbedaan antara mengajar transfer dan konstruktifistik. Guru harus memahami keunggulan dan kekuatan dari bentuk pengajaran konstruktifistik dan keterbatasan bentuk pengajaran transfer.

  3) Mempraktekkan inquiry Guru harus mampu menggunakan inquiry untuk membantu siswa mengkonstruksi pengetahuan dari pembuktian, yang akan menjadikan siswa terbiasa dengan perubahan konsep yang salah dan hubungan antara konsep dan situasi nyata.

  4) Pembelajaran kolaboratif Guru harus menunjukkan kemampuan untuk menggunakan sejumlah strategi pembelajaran kooperatif dan kolaboratif.

  5) Pembelajaran berbasis masalah Guru harus dapat menunjukkan kemampuan menggunakan pembelajaran berbasis masalah yang berarti memperkenalkan problem solving untuk

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan sebagai cara mengintegrasikan elemen-elemen fisika.

  6) Metode pembelajaran yang beragam Guru harus menunjukkan kemampuan menggunakan berbagai metode pembelajaran untuk membantu siswa belajar dan mengerti akan konsep fisika. 7) Konsep awal dan perubahan konsep

  Guru harus menunjukkan pemahaman bahwa siswa mengkonstruksi pengetahuan sendiri dan hubungannya dengan konsep awal yang diperolehnya melalui pengamatannya terhadap dunia. 8) Siklus belajar

  Guru harus menunjukkan pemahaman antara siklus belajar, aktifitas kelas dan efeknya pada masing-masing individu serta kurikulum.

  Hubungan timbal balik yang kompleks dari kegiatan belajar mengajar di sekolah harus dimengerti.

  9) Sumber-sumber pengajaran Guru harus menunjukkan kemampuan menyeleksi, menggunakan dan mengadaptasikan sumber-sumber pengajaran yang dibutuhkan siswa.

c. Pedagogical Content Knowledge ( PCK)

  Menurut Carl J.Wenning (2007: 13), PCK menghadirkan situasi tumpang tindih yang spesifik dari content knowledge dan pedagogical

  knowledge . Dikatakan bahwa: PCK deals with the “specific why and how to” of teaching a given discipline-in this case physics , yaitu bahwa PCK

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  menguraikan mengapa dan bagaimana mengajar disiplin ilmu yang spesifik, dalam hal ini adalah mengajar fisika.

  Sedangkan menurut Eugenia Etkina (2005: 3), PCK terdiri atas pengetahuan tentang kurikulum fisika, pengetahuan tentang kesulitan-kesulitan siswa, pengetahuan tentang efektifitas strategi pengajaran untuk konsep-konsep tertentu, dan pengetahuan tentang metode penilaian.

  Di dalam PCK ini, Carl J. Wenning menunjukkan ada 18 pengetahuan dan pemahaman yang harus dikuasai dan ditunjukkan oleh guru fisika.

  1) Pengetahuan tentang kurikulum Guru harus memiliki pemahaman tentang pengajaran fisika yang dicerminkan sebagai tujuan, dan sasaran yang ingin dicapai.

  Termasuk pemasukan materi yang sesuai dengan kurikulum. 2) Pemahaman akan arti “scientifically literate

  Guru harus memiliki definisi yang tepat, dari arti seseorang menjadi “melek” terhadap ilmu pengetahuan. Dengan itu, guru akan memiliki pondasi yang baik yaitu pengetahuan dan pemahaman dari konsep ilmu pengetahuan dan proses yang dibutuhkan bagi seseorang membuat keputusan, sumbangannya dalam bidang sosial dan kebudayaan dan produktivitas ekonomi. 3) Pemahaman tentang siswa

  Guru harus tahu dasar psikologi untuk pembelajaran sains yang efektif. Guru harus menunjukkan kemampuan untuk memahami siswa sebagai individu seutuhnya. Ini termasuk pengetahuan pola

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  belajar siswa yang berbeda, sumber ketertarikan, motivasi dan inspirasi serta budaya dan emosi yang berbeda.

  4) Kemampuan pengelolaan kelas Guru harus menunjukkan kemampuan pengelolaan siswa yang baik dengan mempertahankan displin kelas dengan tegas, adil, bersahabat, dan bijaksana. Kemampuan mengelola kelas akan menghadirkan pelajaran secara efektif jadi siswa akan merasa waktu di kelas sebagai nilai yang positif. 5) Kemampuan berkomunikasi

  Guru harus menjadi komunikator yang baik dan efektif, baik dalam memimpin pelajaran, menerima dan merespon informasi. Guru akan menunjukkan komunikasi yang baik melalui penggunan ucapan yang tepat. Guru akan menunjukkan efektivitas dalam komunikasi dengan menghadirkan informasi secara sistematis dan logis, dengan menanyai siswa menggunakan maksud yang tepat dan dengan mendengarkan dan merespon dengan baik pertanyaan, jawaban dan komentar siswa.

  6) Pengetahuan tentang hubungan antara belajar-mengajar Guru harus tahu bahwa mengajar adalah apa yang dilakukan guru dan belajar adalah apa yang dilakukan siswa dan mungkin tidak ada hubungan langsung antara mengajar dan belajar. Guru melihat peran guru sebagai “pemandu sains” yang memfasilitasi siswa belajar dan tahu prinsip utama dari belajar.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  7) Sikap ilmiah dan filosofi Guru harus menunjukkan sikap ilmiah (misalnya: kepercayaan, tingkah laku, sopan santun, nilai) dan dapat mengajak siswa dalam aktifitas yang membantu menumbuhkan sikap ilmiah. Guru harus menunjukkan kebiasaan berpikir secara teliti sejalan dengan langkah ilmiah dari inquiry, tata krama, dan nilai yang berhubungan dengan pembelajaran sains. Guru harus memahami asumsi dan keterbatasan pengetahuan ilmiah. 8) Konteks sosial dan teknologi

  Guru harus menunjukkan pemahaman dari dan apresiasi untuk penggunaan fisika pada situasi nyata yang lebih luas. Guru harus dapat menyediakan dasar yang rasional untuk pemasukan fisika dalam kurikulum sekolah yang menghubungkan berbagai wilayah kehidupan secara umum dan teknologi yang termasuk di dalamnya. 9) Lingkungan belajar

  Guru harus tahu bagaimana menyediakan lingkungan yang menstimulus belajar yang mengembangkan komunitas dari pelajar yang berbagi waktu, ruang, dan materi untuk belajar sains. 10) Pembelajaran yang aktif dan berkaitan

  Guru harus memiliki pemahaman dari bagaimana mengajar dalam cara yang aktif dan berkaitan yang membuat dan memungkinkan siswa tertarik dalam sains, dan fisika sebagai bagian di dalamnya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  11) Penilaian terhadap siswa Guru harus memiliki pemahaman dari tujuan dan prosedur dari penilaian.

  Guru harus tahu bagaimana menggunakan penilaian yang adil, valid, dan reliabel serta konsisten dengan keputusan yang diambil.

  12) Penilaian dan refleksi pribadi Guru harus menunjukkan kebiasaan penilaian pribadi dan refleksi secara objektif pada praktek mengajar pribadi dengan pengamatan terhadap pengembangan praktek yang profesional dan menarik siswa untuk belajar. Melalui supervisi klinis dengan formative feedback.

  13) Teknologi dari pengajaran Guru harus memiliki pengetahuan dan pengalaman pertama dengan teknologi pengajaran dan ilmu pengetahuan yang akan digunakan di kelas. Termasuk peralatan demonstrasi dan laboratorium, komputer dan aplikasinya, dan software dengan akses internet yang akan digunakan siswa. 14) Tanggung jawab profesional Guru seharusnya mematuhi kode etik profesional guru.

  15) Nature of science Guru harus memiliki pemahaman yang luas akan sifat dasar (hakikat) sains. Termasuk membedakan sains dari cara yang lain dalam mengetahui, membedakan sains dasar, sains terapan dan teknologi, mengidentifikasi proses dan kaidah sains sebagai aktifitas profesional dan mendefinisikan fakta-fakta yang dapat diterima dan penjelasan ilmiah.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  16) Pengajaran yang responsif Guru harus tahu apa artinya menjadi guru yang berbudaya responsif agar memastikan partisipasi dari semua siswa yang bebas dari gender, ketidakmampuan dan perbedaan kebudayaan. Guru harus mengajar dalam sebuah cara untuk menghadapi perbedaan gender, ketidakmampuan fisik dan mental, dan perbedaan ras/etnis. 17) Knowledge of authentic best practices

  Guru harus memiliki pemahaman yang dalam tentang praktek sesungguhnya yang terbaik dan bagaimana mereka berhubungan dengan bagaimana siswa belajar. Guru akan memahami pentingya hubungan yang secara efektif dengan konsep awal siswa, akan mengerti bagaimana menggunakan inquiry secara efektif, dan akan mengetahui dengan baik penggunaan praktek pengajaran kooperatif/kolaboratif. 18) Knowledge of generic best practices

  Banyak kemampuan mengajar datang dari pengalaman praktek dan dasar yang kurang baik pada sebuah riset. Banyak dari apa yang dikendalikan sebagai “dasar riset” condong menjadi tidak lebih daripada keistimewaan pengalaman yang bersifat anekdot. Meskipun demikian, praktek terbaik yang disebut “the art of teaching” (seni mengajar) terkadang dapat memberikan sejumlah jalan alternatif yang berharga untuk pengajaran.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

4. Guru Fisika yang Bermutu dan Profesional

  Menurut Trowbridge dan Byee dalam Paul Suparno (2007: 2-4), untuk menjadi seorang guru fisika yang sungguh bermutu dan profesional, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dan dilatih oleh guru fisika

  a. Penguasaan bahan fisika Guru fisika harus menguasai bahan yang mau diajarkan sehingga tidak menyebabkan miskonsepsi pada siswa. Arons (1981) dan Iona (1987) dalam Suparno (2005: 42) mengungkapkan bahwa beberapa guru fisika tidak memahami konsep fisika dengan baik, sehingga salah pengertian ini ditularkan kepada siswa.

  b. Mengerti tujuan pengajaran fisika Guru fisika yang baik harus mengerti tujuan dari pengajaraan fisika.

  Dengan mengerti tujuannya, guru dapat mengarahkan siswa ke arah tujuan dengan lebih efektif dan efisien, antara lain:

  1. Kompetensi fisika yang diharapkan dikuasai siswa

  2. Tuntutan sekolah atau pemerintah dalam pengajaran fisika

  3. Tujuan umum pengajaran fisika, seperti:

  a). Mengerti dan menggunakan metode ilmiah

  b). Menguasai pengetahuan fisika

  c). Menggunakan sikap ilmiah

  d). Memenuhi kebutuhan pribadi dan masyarakat

  e). Kesadaran akan karir masa depan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  c. Guru dapat mengorganisir pengajaran fisika Guru fisika yang baik dapat mempersiapkan pengajaran sesuai dengan tujuan. Ia juga mengerti cara mengajarkan bahan itu, dapat memilih alat dan sarana yang digunakan dalam pembelajaran, dapat memilih evaluasi dan latihan. Termasuk merencanakan berapa waktu yang digunakan dan tugas apa yang harus dilakukan siswa.

  d. Mengerti situasi siswa Guru perlu berusaha untuk mengerti keadaan siswa, karena pembelajaran fisika akan sungguh mengena pada siswa dan menyenangkan siswa, bila situasi siswa diperhatikan. Beberapa situasi yang perlu diketahui seperti: konsepsi awal siswa, pemikiran siswa, konsep yang telah dipunyai, tingkah laku, perkembangan kognitif, mode, dan situasi psikologis belajarnya, apakah mereka senang, bosan, atau malas. Dengan mengetahui keadaan siswa, guru dapat menciptakan pembelajaran secara lebih kontekstual, sesuai dengan keadaan dan situasi siswa.

  e. Guru dapat berkomunikasi dengan siswa Guru perlu berkomunikasi akrab dengan siswa. Hubungan yang akrab dengan siswa, kemampuan memotivasi, memberikan semangat, menegur dan menggerakkan siswa perlu dibangun. Keterampilan untuk mendekati siswa, membantu siswa belajar, kemampuan mendengarkan apa yang dirasakan dan diinginkan siswa dan kemampuan mengerti kesulitan siswa dalam belajar dan hidup perlu dikembangkan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  f. Guru menguasai berbagai metode Oleh karena situasi siswa bermacam-macam dan ada yang dirasakan dapat membantu siswa belajar juga bervariasi, maka menguasai metode yang bermacam-macam menjadi sangat penting bagi guru fisika sehingga dapat membantu siswa lebih baik dan tepat. Menguasai berbagai metode mengajar dan memilih cara yang diminati siswa, akan membantu siswa menyukai fisika yang diajarkan.

5. Metode Pembelajaran Fisika

  Metode pembelajaran fisika ada berbagai macam. Secara singkat akan dipaparkan beberapa metode pembelajaran fisika sebagai berikut (Paul Suparno, 2007: 65-160).

  a. Inquiry Dalam metode ini siswa sungguh dilibatkan untuk aktif berpikir dan menemukan pengertian yang ingin diketahuinya dalam proses penemuan melalui pengumpulan data dan tes hipotesis. Model inquiry ini menggunakan prinsip metode ilmiah dalam menemukan suatu prinsip, hukum ataupun teori. Secara umum metode ilmiah mempunyai langkah- langkah: (1) merumuskan persoalan, (2) membuat hipotesis, (3) melakukan percobaan untuk mengumpulkan data, (4) menganalisis data yang diperoleh, (5) mengambil kesimpulan apakah hipotesis diterima atau ditolak. Hal utama dari metode inquiry adalah menggunakan pendekatan induktif dalam menemukan pengetahuan dan berpusat pada

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  keaktifan siswa. Pendekatan induktif yaitu dari pengalaman lapangan untuk mencari generalisasi dan konsep umum.

  b. Discovery Model discovery adalah model pembelajaran dimana guru memberikan kebebasan siswa untuk menemukan sesuatu sendiri karena dengan menemukan sendiri siswa dapat lebih mengerti secara mendalam. Model

  discovery mempunyai kemiripan dengan inquiry yaitu sama-sama

  menekankan keaktifan siswa dan pencarian sendiri siswa dengan model pendekatan ilmiah. Perbedaannya adalah inquiry lebih pada penyelidikan suatu masalah yang secara ketat mengikuti metode ilmiah sedangkan

  discovery tidak harus penyelidikan mengenai masalah, tetapi dapat berupa penemuan yang biasa. Inquiry jelas membutuhkan discovery di dalamnya.

  Inquiry menuntut proses yang lebih kompleks dan lengkap sesuai dengan metode ilmiah. Sedangkan discovery tidak harus lengkap prosesnya.

  c. Eksperimen Metode eksperimen adalah metode mengajar yang mengajak siswa untuk melakukan percobaan sebagai pembuktian, memastikan bahwa teori yang sudah dibicarakan itu memang benar. Biasanya metode eksperimen bukan untuk menemukan teori, tetapi lebih untuk menguji teori atau hukum yang sudah ditemukan para ahli. Dalam praktek, guru dapat pula melakukan eksperimen untuk menemukan teori atau hukumnya seolah- olah hukum atau teori itu belum ditemukan dan siswa diminta untuk

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  menemukannya. Dengan metode ini siswa dapat merasa bangga dan yakin karena seakan-akan menemukan sendiri.

  d. Problem solving

  Problem solving adalah model pembelajaran dengan memecahkan

  persoalan. Guru memberikan persoalan yang sesuai dengan topik yang akan diajarkan dan siswa diminta untuk memecahkannya. Dengan memecahkan persoalan itu, siswa dilatih untuk mengorganisasikan pengertian mereka dan kemampuan mereka.

  e. Kuis Model kuis adalah model pembelajaran dimana guru fisika memberikan pertanyaan-pertanyaan kepada siswa dan siswa cepat-cepatan menjawab.

  Model kuis dibedakan menjadi dua macam, yaitu tertulis dan lisan.

  f. Simulasi komputer Simulasi komputer adalah model pembelajaran menggunakan program komputer untuk mensimulasikan beberapa percobaan fisika, tidak lewat percobaan di laboratorium, tetapi lewat monitor komputer dan siswa dapat mempelajarinya dari simulasi itu. Dalam simulasi itu siswa dapat memanipulasi data, mengumpulkan data, menganaslisis data dan mengambil kesimpulan. Penggunaan simulasi computer ini sangat menguntungkan karena siswa dapat melakukannya sendiri berkali-kali dan dapat mengulanginya di luar kelas.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  g. Internet-e-learning

  Electronic learning (e-learning) merupakan model pembelajaran dengan

  simulasi komputer, mencari bahan di internet dan pengajarannya melalui komputer. Tentu model ini hanya dapat dilakukan bila di sekolah ada jaringan internet atau siswa di rumahnya mempunyai jaringan internet. Pembelajaran fisika lewat internet dan juga e-learning banyak sekali menggunakan simulasi. Tetapi ada bahan yang tidak disampaikan dengan model simulasi, yaitu lebih kepada teorinya.

  h. Model proyek Model proyek adalah pembelajaran fisika dimana siswa dalam kelompok diminta membuat atau melakukan suatu proyek bersama dan merepresentasikan hasil dari proyek itu. Model proyek ini adalah gabungan dari berbagai model pembelajaran seperti inquiry, discovery, dan belajar bersama. i. Diskusi kelompok

  Model diskusi merupakan model pembelajaran dengan pembicaraan kelompok yang bersifat edukatif, reflektif, terstruktur dengan dan bersama siswa lain. j. Cooperative learning

  Cooperative learning adalah model pembelajaran dimana siswa dibiarkan

  belajar dalam kelompok, saling menguatkan, mendalami dan bekerja sama untuk semakin menguasai bahan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  k. Demonstrasi Model demonstrasi adalah model pembelajaran dengan pendekatan visual agar siswa dapat mengamati proses, informasi, peristiwa, alat dalam pelajaran fisika agar siswa lebih memahami materi yang diajarkan. l. Peta konsep

  Peta konsep adalah suatu gambaran skematis untuk merepresentasikan suatu rangkaian konsep dan kaitan antar konsep-konsep. Peta konsep menginterpretasikan hubungan yang berarti antar konsep dan menekankan pada gagasan-gagasan pokok. Penyusunannya hierarkis, yaitu konsep yang lebih umum berada di atas sedangkan yang lebih khusus berada di bawah. Relasi antar konsep diletakkan di antara konsep-konsep dengan anak panah. m. Ceramah siswa aktif

  Model ceramah siswa aktif adalah model pembelajaran dimana guru bukan hanya ceramah, tetapi di antara ceramah atau penjelasannya guru sering bertanya kepada siswa dan siswa diminta untuk menjawab pertanyaan itu. Kadang guru mengajak siswa untuk berdiskusi atau siswa mengerjakan soal terkait. Maka, siswa tidak melulu mendengarkan saja, tetapi juga aktif mengolah bahan lewat menjawab pertanyaan, diskusi, dan mengerjakan soal yang diberikan guru.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

B. Persepsi Siswa tentang Kompetensi Guru Fisika

  1. Pengertian persepsi

  Persepsi merupakan pandangan dari seseorang atau banyak orang akan hal atau peristiwa yang didapat atau diterima (Peter Salim dan Yenny Salim, 1991: 1146). Peter Salim dan Yeny Salim juga mengartikan persepsi sebagai tanggapan. Tanggapan akan hal atau peristiwa yang dialami atau diperoleh.

  Dari pendapat di atas, tampak bahwa persepsi merupakan pandangan atau tanggapan akan hal atau peristiwa yang diterima. Menurut Paul Suparno, persepsi seseorang atau banyak orang dapat saja sama atau berbeda-beda walaupun hal atau peristiwa yang dialami sama. Hal ini karena sebagai individu, seseorang bebas memberikan pandangan atau tanggapan atas peristiwa yang dialami.

  2. Persepsi siswa tentang kompetensi guru fisika

  Persepsi siswa tentang kompetensi guru fisika merupakan pandangan atau tanggapan siswa terhadap kompetensi yang dimiliki oleh guru fisika yang bersangkutan. Siswa dapat memberikan pandangan tentang kompetensi guru fisika melalui kegiatan belajar mengajar yang dialami selama ini di sekolah.

  Persepsi siswa tentang kompetensi guru fisika akan dibatasi pada aspek penguasaan materi fisika, pemahaman akan situasi siswa, strategi pembelajaran fisika, penguasaan interaksi kegiatan belajar mengajar fisika dan penilaian atau evaluasi kegiatan belajar mengajar fisika.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Penguasaan materi merupakan kemampuan yang sangat mendasar dalam kegiatan pembelajaran. Indikasi penguasaan materi oleh guru fisika dapat diketahui melalui struktur materi (hubungan antar konsep fisika) yang jelas dan sesuai dengan kurikulum, tidak terjadi miskonsepsi, dan tidak tergantung pada buku/catatan (Puji Purnomo, dkk., 2008: 12-19).

  Pemahaman akan situasi siswa dapat diketahui melalui pemahaman konsep awal fisika siswa, pemahaman akan perkembangan pemikiran siswa, pemahaman akan situasi psikologis belajar fisika siswa: apakah senang, bosan atau malas.

  Indikasi dikuasainya strategi pembelajaran fisika dapat diketahui dari kemampuan guru menentukan metode pembelajaran fisika yang tepat, kemampuan menggunakan sumber-sumber pengajaran dan menguasai teknologi pendukung pengajaran fisika.

  Penguasaan interaksi kegiatan belajar fisika dapat diketahui melalui kemampuan komunikasi guru dengan siswa atau kelompok siswa. Siswa tidak merasa takut atau malu untuk bertanya, menjawab atau mengungkapkan gagasan selama kegiatan belajar mengajar yang dikelola guru yang bersangkutan. Dan guru merespon pertanyaan, jawaban ataupun gagasan siswa.

  Kompetensi penilaian atau evaluasi kegiatan belajar mengajar fisika dapat diketahui melalui ketepatan penilaian atau evaluasi yang digunakan, baik soal maupun hasil penilaiannya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

C. Motivasi Belajar Fisika

1. Pengertian motivasi belajar

  Secara umum, motivasi adalah kekuatan yang mendorong atau menarik seseorang untuk berperilaku atau berbuat sesuatu. Dalam kaitannya dengan kegiatan belajar yang dilakukan siswa, maka motivasi belajar adalah alasan, pertimbangan dan dorongan yang menjadikan seseorang berkegiatan belajar (Samana, 1994: 70).

  Menurut Anne Ahira (2008: 1), ada dua faktor yang membuat seseorang dapat termotivasi untuk belajar.

  a. Pertama, motivasi belajar berasal dari faktor internal. Motivasi ini terbentuk karena kesadaran diri atas pemahaman betapa pentingnya belajar untuk mengembangkan dirinya dan bekal untuk menjalani kehidupan.

  b. Kedua, motivasi belajar dari faktor eksternal, yaitu dapat berupa rangsangan dari orang lain misalnya guru, atau lingkungan sekitarnya yang dapat mempengaruhi psikologis orang yang bersangkutan.

  Maslow dan Rogers menunjukkan bahwa kedua motivasi tersebut sama pentingnya dalam kegiatan pembelajaran. Guru adalah pendidik yang menyusun desain dan melaksanakan proses belajar mengajar. Siswa adalah pebelajar yang paling berkepentingan dalam menghayati belajar. Ada siswa yang memiliki motivasi instrinsik dan ada pula yang memiliki motivasi ekstrinsik. Dalam kegiatan belajar mengajar, guru melakukan tindakan mendidik seperti memberi hadiah, memuji, menegur atau memberi hadiah. Tindakan guru tersebut berarti menguatkan motivasi instrinsik, tindakan guru tersebut juga berarti mendorong siswa belajar, suatu penguatan motivasi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Robert J. Songgok (2001: 5) juga mengungkapkan bahwa aspek-aspek yang terlibat dalam pengajaran yang meliputi sikap guru, kaidah pengajaran, bahan pelajaran, media pengajaran dan penilaian hasil pengajaran sangat mempengaruhi minat dan kegairahan siswa dalam belajar.

2. Motivasi belajar fisika

  Motivasi belajar fisika adalah kekuatan yang mendorong atau menarik siswa untuk belajar fisika atau melibatkan diri secara aktif dalam kegiatan belajar mengajar fisika. Siswa dikatakan memiliki motivasi belajar fisika bila ada keinginan melakukan kegiatan yang berhubungan dengan kegiatan belajar mengajar fisika dan bila sudah melakukan kegiatan tersebut ia dapat mempertahankan kegiatan tersebut dalam waktu relatif lama dan melakukannya dengan kesungguhan dan konsentrasi (Kartika Budi, 1987: 39).

  Indikator-indikator yang dapat digunakan untuk menunjukkan tingkat motivasi belajar fisika siswa antara lain penentuan pilihan, ketekunan dan kesungguhan, keinginan untuk mencapai sukses dan sikap atau perasaannya (Kartika Budi, 1987: 40). Sedangkan Robert J. Songgok (2001: 2) menuturkan bahwa pelajar yang bermotivasi dalam pembelajaran akan menunjukkan minat, semangat dan ketekunan yang tinggi dalam pelajaran, tanpa banyak bergantung pada guru. Dari kedua pendapat itu, dapat disimpulkan bahwa tingkat motivasi belajar fisika siswa dapat ditunjukkan dengan penentuan pilihan atau minat terhadap fisika, ketekunan dan ketahanan belajar fisika, sikap dan perasaan pada fisika, dan keinginan mencapai kesuksesan pada

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Penentuan pilihan kegiatan dapat menjadi indikasi motivasi belajar siswa. Karena dalam keadaan bebas siswa tentu akan memilih kegiatan yang mereka senangi dan minati. Bila siswa dihadapkan pada beberapa pilihan kegiatan dan mereka memilih kegiatan belajar mengajar fisika, maka itu merupakan petunjuk bahwa motivasi belajar fisika mereka tinggi.

  Indikator-indikator yang menunjukkan ketekunan dan ketahanan yaitu kesungguhan dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar fisika, mudah tidaknya mereka memusatkan perhatian pada kegiatan yang sedang dilakukan, mudah tidaknya perhatian terganggu oleh kegiatan- kegiatan lain, kemauan menggunakan seluruh daya dan kemampuannya, mudah tidaknya putus asa bila menghadapi kesulitan, mudah tidaknya merasa bosan pada apa yang sedang dilakukan, dapat tidaknya melakukan kegiatan dalam waktu yang cukup lama, dan kegigihannya dalam mengatasi kesulitan yang dihadapi.

  Sikap dan perasaan senang atau tidak senang terhadap fisika, kegiatan belajar mengajar fisika, senang atau tidak senang terhadap guru, sikap guru dan cara mengajarnya juga dapat menjadi indikator motivasi belajar fisika. Secara lebih rinci adalah bagaimana perasaan siswa terhadap fisika, materi atau topik pelajaran fisika, kegiatan belajar- mengajar fisika; bagaimana perasaan siswa terhadap guru, sikap, dan cara mengajarnya, apakah menarik, menyenangkan atau membosankan; bagaimana sikap dan perasaan siswa bila kegiatan yang berkaitan dengan kegiatan belajar mengajar fisika ditambah, dikurangi atau dihapus;

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  bagaimana sikap dan perasaan siswa bila waktu untuk pelajaran fisika ditambah atau dikurangi; dan bagaimana sikap dan perasaan siswa bila mereka diberi kebebasan untuk mengikuti atau tidak mengikuti kegiatan yang berhubungan dengan fisika.

  Indikasi motivasi mencapai kesuksesan antara lain harapan akan hasil yang akan dicapai, keyakinan akan keberhasilannya, keyakinan akan kemampuannya, besarnya keinginan untuk memperoleh hasil baik, kepuasan akan hasil yang pernah dialami, rangkaian sukses yang pernah dialami, keinginan untuk selalu lebih baik dari teman-temannya dan besar usaha untuk memperoleh sukses.

D. Prestasi Belajar Fisika

  Prestasi belajar didefinisikan sebagai tingkat keberhasilan siswa dalam dan atau setelah mengikuti kegiatan belajar mengajar dalam periode dan materi tertentu (Kartika Budi, 1987: 12). Sedangkan Davidoff dan Linda dalam Grace Ersat Januarto (2008: 25) mengungkapkan bahwa prestasi belajar adalah tolak ukur penguasaan siswa terhadap materi pelajaran yang disampaikan guru di sekolah. Dari kedua pendapat tersebut dapat dikatakan bahwa prestasi belajar fisika menunjukkan tingkat penguasaan (kuantitas dan kualitas) siswa tentang materi fisika tertentu setelah mengikuti kegiatan belajar mengajar fisika dalam periode tertentu.

  Penilaian hasil belajar fisika dapat digunakan untuk menunjukkan prestasi belajar fisika siswa. Karena menurut Kartika Budi (2007: 20),

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  penilaian hasil belajar merupakan penilaian untuk mengetahui penguasaan materi atau pencapaian kompetensi dasar melalui pencapaian indikator, setelah siswa mengikuti program pembelajaran dalam waktu tertentu dengan materi tertentu. Ulangan harian, tes sumatif, ulangan akhir semester (UAS), ulangan umum bersama (UUB), ujian akhir nasional (UAN) merupakan contoh penilaian hasil belajar.

  Berdasarkan taksonomi Bloom, penilaian hasil belajar mencakup tiga domain kompetensi, yaitu (1) ranah kognitif, (2) ranah afektif, dan (3) ranah psikomotorik. Ranah kognitif (pengetahuan) mengacu pada seberapa banyak pengetahuan yang berhasil diperoleh, dikuasai dan dipahami, dan seberapa jauh siswa mampu menerapkannya untuk memecahkan masalah-masalah yang relevan, dalam wujud mengerjakan soal atau menjelaskan peristiwa- peristiwa alam yang berkaitan. Ranah afektif (sikap) mengacu pada sikap yang dimiliki para ilmuwan yang melandasi kinerjanya. Ranah psikomotorik mengacu pada keterampilan yang berkaitan dengan kerja fisik. Merangkai alat, mengoperasikan alat, membaca hasil pengukuran merupakan contoh keterampilan fisik (Kartika Budi, 2007: 20-30).

  Abu Ahmadi dan Widodo Supriyono dalam MG. Trismi Rubiyanti (2001: 13) mengemukakan bahwa ada dua faktor yang mempengaruhi prestasi belajar yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam diri siswa. Faktor eksternal adalah faktor yang berasal dari luar individu. Yang termasuk faktor internal adalah faktor jasmaniah baik yang bersifat bawaan maupun yang diperoleh, faktor

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  psikologis baik yang bersifat bawaan maupun yang diperoleh, faktor kematangan fisik maupun psikis. Sedangkan yang termasuk faktor eksternal adalah faktor sosial, faktor budaya, faktor lingkungan fisik dan faktor lingkungan spiritual atau keamanan. Guru dalam kaitannya dengan prestasi belajar merupakan faktor eksternal.

  Penilaian hasil belajar fisika yang digunakan untuk menunjukkan prestasi belajar fisika siswa dalam dan atau setelah mengikuti kegiatan belajar mengajar fisika dalam penelitian ini karena keterbatasan subyek penelitian maka akan dibatasi pada ranah kognitif. Prestasi belajar fisika pada ranah kognitif akan ditunjukkan dengan nilai ulangan harian fisika semester pertama dan kedua tahun ajaran 2008/2009 dari guru yang menjadi subyek penelitian ini. Dari kedua komponen penilaian tersebut akan dicari skor rata-rata. Skor rata-rata inilah yang akan menunjukkan prestasi belajar siswa dalam penelitian ini.

E. Kerangka Berpikir

1. Hubungan antara Persepsi Siswa tentang Kompetensi Guru Fisika dengan Motivasi Belajar Fisika

  Persepsi siswa tentang kompetensi guru fisika yang positif kiranya akan memberikan pengaruh positif pula terhadap motivasi belajar fisika siswa. Hal ini dapat dipahami karena guru yang mempunyai kompetensi yang baik dalam kelas akan mampu menjelaskan pelajaran dengan benar, memahami siswa, mampu menggunakan metode pembelajaran yang tepat, mampu membimbing dan mengarahkan siswa dalam pembelajaran

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  sehingga siswa memiliki semangat dan motivasi belajar. Penyelidikan secara empiris juga menunjukkan bahwa bahkan “fisika kapur”, bila diberikan oleh pengajar yang benar-benar dijiwai fisika dengan daya rasa pedagogis dan disajikan dengan segala kegairahan, dapat diterima dengan baik oleh para pelajar (Herbert Druxes dkk., 1986: 100).

2. Hubungan antara Persepsi Siswa tentang Kompetensi Guru Fisika dengan Prestasi Belajar Fisika

  Persepsi siswa tentang kompetensi guru fisika kiranya juga akan memberikan pengaruh pada prestasi belajar fisika siswa. Karena bila siswa memberikan pandangan yang positif tentang kompetensi guru fisika, berarti guru fisika tersebut memang berkompeten dalam mengajar fisika. Dengan demikian, kiranya siswa akan semakin tekun belajar fisika. Sehingga prestasi belajar fisikanya juga akan semakin optimal, begitu pula sebaliknya.

F. Hipotesis Penelitian

  Sesuai dengan dugaan-dugaan di atas, maka ada dua hipotesis dalam penelitian ini.

  1. Terdapat hubungan yang positif antara persepsi siswa kelas X SMA Negeri 3 Yogyakarta tentang kompetensi guru fisika dengan motivasi belajar fisika.

  2. Terdapat hubungan yang positif antara persepsi siswa kelas X SMA Negeri 3 Yogyakarta tentang kompetensi guru fisika dengan prestasi belajar fisika.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif karena data yang diperoleh berupa skor atau angka dan dianalisis dengan statistik korelasi. B. Tempat dan Waktu Penelitian

  1. Tempat penelitian : SMA Negeri 3 Yogyakarta

  2. Waktu penelitian :

  28 April 2009

  C. Populasi dan Sampel Penelitian

  Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 3 Yogyakarta tahun ajaran 2008/2009.

  Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X-1, X-2, dan X-3 SMA Negeri 3 Yogyakarta tahun ajaran 2008/2009. Jumlah sampel adalah 113 siswa. Dengan rincian kelas X-1: 37 siswa, X-2: 38 siswa, X-3: 38 siswa.

  D. Variabel Penelitian

  1. Variabel independen atau variabel bebas Dalam penelitian ini variabel independen atau variabel bebas adalah persepsi siswa tentang kompetensi guru fisika. Merupakan pandangan siswa tentang kompetensi yang dimiliki oleh guru fisika, yang meliputi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  aspek penguasaan materi fisika, pemahaman akan situasi siswa, strategi pembelajaran fisika, penguasaan interaksi kegiatan belajar mengajar fisika dan penilaian atau evaluasi kegiatan belajar mengajar fisika yang akan ditunjukkan dengan skor pengisisan kuesioner persepsi siswa tentang kompetensi guru fisika.

  2. Variabel dependen atau variabel terikat

  a. Motivasi belajar fisika Merupakan kekuatan yang mendorong atau menarik siswa untuk belajar fisika atau melibatkan diri secara aktif dalam kegiatan belajar mengajar fisika. Hal ini dapat ditunjukkan dengan indikator yaitu, penentuan pilihan atau minat, ketekunan dan kesungguhan, keinginan untuk mencapai sukses dan sikap atau perasaannya pada pelajaran fisika yang akan ditunjukkan dengan skor pengisisan kuesioner motivasi belajar fisika siswa.

  b. Prestasi belajar fisika Menunjukkan tingkat keberhasilan siswa setelah mengikuti kegiatan belajar mengajar fisika, yang akan ditunjukkan dengan skor rata-rata dari nilai-nilai yang menunjukkan prestasi belajar fisika. Dalam penelitian ini nilai yang akan digunakan adalah nilai ulangan harian fisika semester pertama dan kedua siswa kelas X pada tahun ajaran 2008/2009.

  3 Variabel kontrol Variabel yang dikontrol dalam penelitian ini adalah guru fisika yang mengajar sampel penelitian sama.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

E. Instrumen Penelitian

  Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner persepsi siswa tentang kompetensi guru fisika, kuesioner motivasi belajar fisika siswa dan dokumentasi prestasi belajar fisika siswa.

1. Kuesioner Persepsi Siswa tentang Kompetensi Guru Fisika

  Berdasarkan Tinjauan Pustaka pada BAB II, indikator persepsi siswa tentang kompetensi guru fisika terdiri atas aspek penguasaan materi fisika, pemahaman akan situasi siswa, strategi pembelajaran fisika, penguasaan interaksi kegiatan belajar mengajar fisika dan penilaian atau evaluasi kegiatan belajar mengajar fisika. Adapun indikator kelima bagian tersebut ditunjukkan pada Tabel 3.1 berikut.

Tabel 3.1 Kisi-Kisi Kuesioner Persepsi Siswa tentang Kompetensi Guru Fisika

  Persepsi siswa tentang Nomot item kompetensi guru Indikator Jumlah pernyataan fisika

  Penguasaan materi Struktur materi yang jelas dan

  3 1, 5, 7 fisika sesuai dengan kurikulum

  Tidak terjadi miskonsepsi 10, 13

  2 Tidak tergantung pada 16, 19

  2 buku/catatan Pemahaman akan Pemahaman akan konsep awal

  2, 4

  2 situasi siswa fisika siswa Pemahaman akan

  6, 22

  2 perkembangan pemikiran siswa Pemahaman akan situasi

  26, 29

  2 psikologis belajar fisika siswa Strategi pembelajaran Metode pembelajaran fisika 3, 8, 9, 11, 24,

  6 fisika yang tepat

  25 Kemampuan menggunakan 27 1 sumber-sumber pengajaran Menguasai teknologi

  12,17 2 pendukung pengajaran fisika

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Penguasaan interaksi Kemampuan komunikasi guru kegiatan belajar dengan siswa atau kelompok 14, 15, 18 3 mengajar fisika siswa

  Penilaian atau evaluasi Ketepatan penilaian atau 20, 21, 23, 28, kegiatan belajar evaluasi yang digunakan, baik

  5

  30 mengajar fisika soal maupun hasil penilaiannya. Total

  30 Kuesioner persepsi siswa tentang kompetensi guru fisika secara lengkap dapat dilihat pada lampiran halaman 60.

2. Kuesioner Motivasi Belajar Fisika

  Motivasi belajar fisika berdasarkan Tinjauan Pustaka pada BAB II, dapat ditunjukkan dengan penentuan pilihan atau minat terhadap fisika, ketekunan dan ketahanan belajar fisika, sikap dan perasaan pada fisika, dan keinginan mencapai kesuksesan pada pelajaran fisika. Indikator dari keempat hal tersebut ditunjukkan pada Tabel 3.2 berikut.

Tabel 3.2 Kisi-Kisi Kuesioner Motivasi Belajar Fisika

  Aspek motivasi Nomor item Indikator Jumlah belajar fisika pernyataan

  Penentuan pilihan atau Pemilihan kegiatan yang minat terhadap fisika berhubungan dengan fisika bila dihadapkan dengan 1, 3, 5, 14

  4 beberapa pilihan kegiatan Ketekunan dan Kesungguhan dalam ketahanan belajar mengikuti kegiatan belajar 2, 28

  2 fisika mengajar fisika Mudah tidaknya memusatkan perhatian pada kegiatan fisika 6 1 yang sedang dilakukan Mudah tidaknya perhatian terganggu oleh kegiatan- 7 1 kegiatan lain Kemauan menggunakan seluruh daya dan 9 1

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Mudah tidaknya putus asa bila menghadapi kesulitan 13 1 pelajaran fisika Mudah tidaknya merasa bosan pada apa yang sedang 15 1 dilakukan Dapat tidaknya melakukan kegiatan fisika dalam waktu 17 1 yang cukup lama Kegigihannya dalam mengatasi kesulitan yang

  19 1 dihadapi Bagaimana perasaan siswa terhadap materi atau topik

  4, 8, 10, 30

  4 pelajaran fisika, kegiatan belajar-mengajar fisika Bagaimana perasaan siswa terhadap guru, sikap, dan cara mengajarnya, apakah 11, 26

  2 menarik, menyenangkan atau membosankan Bagaimana sikap dan perasaan siswa bila kegiatan yang berkaiatan dengan 12 1 kegiatan belajar mengajar fisika ditambah, dikurangi atau dihapus Bagaimana sikap dan perasaan siswa bila waktu

  16, 27

  2 untuk pelajaran fisika ditambah atau dikurangi Bagaimana sikap dan perasaan siswa bila mereka diberi kebebasan untuk mengikuti atau tidak 23 1 mengikuti kegiatan yang berhubungan dengan fisika Harapan akan hasil yang akan 18 1 dicapai Keyakinan akan 20 1 keberhasilannya Keyakinan akan 21 1

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Besarnya keinginan untuk memperoleh hasil baik 22 1

  Kepuasan akan hasil yang pernah dialami 24 1

  Besarnya usaha untuk memperoleh sukses 29,31,32 3

  Keinginan untuk selalu lebih baik dari teman-temannya 25 1 Total

  32 Kuesioner persepsi siswa tentang kompetensi guru fisika secara lengkap dapat dilihat pada lampiran halaman 64.

3. Dokumentasi Prestasi Belajar Fisika Siswa

  Dokumen yang akan digunakan untuk mengetahui prestasi belajar fisika adalah daftar nilai kognitif siswa, dari guru yang menjadi variabel kontrol dalam penelitian ini. Adapun daftar nilai kognitif siswa yang akan digunakan adalah nilai ulangan harian fisika semester pertama dan kedua pada tahun ajaran 2008/2009. Daftar nilai selengkapnya dapat dilihat pada lampiran halaman 83-88.

F. Validitas

  Penelitian ini menggunakan content validity atau validitas isi yaitu apakah isi dari instrumen yang digunakan sungguh mengukur isi dari domain yang akan diukur (Suparno, 2007: 62). Instrumen yang digunakan untuk mengetahui persepsi siswa tentang kompetensi guru fisika dan motivasi belajar fisika berupa kuesioner. Kuesioner persepsi siswa tentang kompetensi guru fisika dan motivasi belajar fisika dikembangkan dari indikator-indikator seperti tampak

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  pada Tabel 3.1 dan Tabel 3.2. Item pernyataan pada kuesioner disesuaikan dengan indikator setiap bagian yang akan diukur. Pada penelitian ini, kuesioner tidak diujicobakan, namun sudah dikonsultasikan dan disetujui oleh dosen pembimbing.

  Prestasi belajar fisika siswa diperoleh dengan mendokumentasikan nilai ulangan harian fisika semester pertama dan kedua tahun ajaran 2008/2009.

  Dokumen yang dimaksud adalah daftar nilai kognitif siswa yang dimiliki oleh guru yang menjadi variabel kontrol dalam penelitian. Dalam rentang waktu selama satu tahun ajaran ini, diharapkan dapat menunjukkan prestasi belajar fisika siswa yang sesungguhnya.

G. Metode Analisis Data

1. Hubungan antara Persepsi Siswa tentang Kompetensi Guru Fisika dengan Motivasi Belajar Fisika

  Kuesioner persepsi siswa tentang kompetensi guru fisika dan motivasi belajar fisika yang telah diisi dibagi dalam pernyataan positif dan negatif. Kemudian diberi skor. Adapun pemberian skor pada pernyataan positif dan negatif tampak pada Tabel 3.3.

Tabel 3.3 Pemberian Skor Kuesioner

  Skor Pernyataan positif Pernyataan negatif Sangat setuju (SS)

  4

  1 Setuju (S)

  3

  2 Tidak setuju (TS)

  2

  3 Sangat tidak setuju (STS)

  1

  4 Setelah skor persepsi siswa tentang kompetensi guru fisika dan motivasi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3.3, kedua variabel penelitian dicari hubungannya dengan perumusan Koefisien Korelasi Pearson berikut (Suparno, 2006: 47-48).

  xx yy ( )( ) i i

  ∑ r = xy 2 2

  ( xx ) ( yy ) i i ∑ ∑

  Keterangan :

  x : persepsi siswa tentang kompetensi guru fisika i

  : rata-rata persepsi siswa tentang kompetensi guru fisika

  x y : motivasi belajar fisika i y : rata-rata motivasi belajar fisika

  Bila koefisien korelasi sampel sudah diketahui, untuk membuktikan apakah korelasi sungguh signifikan caranya adalah sebagai berikut.

  a. H : ρ = (hipotesa nol) XY

  b. (hipotesa alternatif)

  H : ρ ≠ i XY c. Significant level α = .

  05

  d. D = derajat kebebasan = N – 2 (N adalah jumlah sampel penelitin)

  f e. r (koefisien kritikal) dicari dari tabel korelasi. Dan daerah rejeksi. crit

  f. Kesimpulan: jika r (koefisien korelasi perhitungan) jatuh dalam obs daerah rejeksi, maka hipotesa nol ditolak. Bila tidak, maka diterima.

  Bila r > r maka signifikan. obs crit

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

2. Hubungan antara Persepsi Siswa tentang Kompetensi Guru Fisika dengan Prestasi Belajar Fisika

  Dokumen prestasi belajar fisika siswa yang diperoleh dikumpulkan dan dicari skor rata-rata. Skor rata-rata inilah yang akan dikorelasikan dengan skor persepsi siswa tentang kompetensi guru fisika.

  Hubungan antara persepsi siswa tentang kompetensi guru fisika dan prestasi belajar fisika dianalisis dengan Koefisien Korelasi Pearson seperti tampak pada halaman 40. Untuk mengestimasi apakah populasinya juga demikian, dilakukan dengan cara yang sama seperti tampak pada halaman 40. Jika r (koefisien korelasi perhitungan) jatuh dalam daerah obs rejeksi, maka hipotesa nol ditolak. Bila tidak, maka diterima. Bila

  r > r maka signifikan. obs crit

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Dari penelitian yang dilakukan, sampel penelitian yang mengisi

  kuesioner sebanyak 86 orang. Hal ini dikarenakan pada waktu penelitian beberapa siswa mengikuti pembekalan olimpiade dan ada yang tidak hadir.

  Tetapi kuesioner yang dapat dianalisis sebanyak 84 karena dari dua kuesioner yang tidak dianalisis: (1) yang diisi hanya pada persepsi siswa tentang kompetensi guru fisika sedangkan motivasi belajar fisika tidak diisi dan (2) diisi ganda. Dokumen prestasi belajar fisika yang berhasil dikumpulkan mencakup dua nilai ulangan harian yaitu satu nilai ulangan harian pada semester pertama dan satu nilai ulangan harian pada semester kedua tahun ajaran 2008/2009 dari guru yang menjadi subyek penelitian.

1. Persepsi siswa tentang kompetensi guru fisika

  Hasil skoring kuesioner persepsi siswa tentang kompetensi guru fisika adalah seperti tampak pada Tabel 4.1 berikut.

Tabel 4.1 Skor Persepsi Siswa tentang Kompetensi Guru Fisika

  Sampel Skor Sampel Skor 1 79 43 93 2 104 44 100 3 79 45 94 4 77 46 93 5 88 47 90 6 82 48 110 7 86 49 87

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  9 83 51 88 10 86 52 96 11 85 53 87 12 99 54 86 13 88 55 85 14 86 56 88 15 86 57 73 16 85 58 93 17 81 59 85 18 79 60 84 19 82 61 92 20 91 62 88 21 92 63 84 22 98 64 88 23 87 65 93 24 86 66 101 25 87 67 75 26 94 68 87 27 93 69 94 28 86 70 89 29 84 71 86 30 95 72 88 31 87 73 101 32 81 74 86 33 87 75 105 34 94 76 89 35 95 77 75 36 92 78 81 37 97 79 77 38 91 80 96 39 86 81 86 40 95 82 84 41 81 83 86 42 93 84 83

  Berdasarkan tabel di atas, diperoleh skor minimum 73, maksimum 110, mean 88,619 (74 % dari skor maksimal = 120) dan standar deviasi 7,026. Hasil perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran halaman 69. Tabel 4.2 di bawah ini adalah sebaran frekuensi skor persepsi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  No. Interval Frekuensi 1 73 - 78 5 2 79 - 84

  15 3 85 - 90 34 4 91 - 96 20 5 97 - 102

  7 6 103 - 108 2 7 109 - 114

  1 Jumlah 84

Tabel 4.2 Sebaran Frekuensi SkorPersepsi Siswa tentang Kompetensi Guru Fisika

  Gambar 1. Histogram Sebaran Skor Persepsi Siswa tentang Kompetensi Guru Fisika

  Skor kuesioner motivasi belajar fisika siswa adalah seperti tampak pada Tabel 4.2 berikut.

Tabel 4.3 Skor Motivasi Belajar fisika Siswa

  Sampel Skor Sampel Skor 1 75 43 104 2 83 44 91

  3 78 45 83 4 73 46 87 5 83 47 87

  5 1 0 1 5 2 0 2 5 3 0 3 5 4 0

  Skor Frekuensi

  72,5 78,5 84,5 90,5 96,5 102,5 108,5 114,5

2. Motivasi belajar fisika siswa

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  7 67 49 97 8 87 50 102 9 79 51 86

  10 72 52 89 11 85 53 84 12 95 54 85 13 89 55 86 14 80 56 74 15 79 57 77 16 79 58 101 17 75 59 86 18 72 60 84 19 73 61 102 20 83 62 93 21 89 63 93 22 109 64 86 23 82 65 94 24 85 66 93 25 63 67 67 26 90 68 102 27 74 69 83 28 78 70 83 29 78 71 68 30 86 72 79 31 78 73 67 32 86 74 81 33 79 75 91 34 92 76 85 35 91 77 71 36 81 78 84 37 79 79 71 38 89 80 101 39 97 81 93 40 84 82 85 41 87 83 95 42 93 84 92

  Dari tabel di atas, diperoleh skor minimum 63, maksimum 109, mean 84,607 (66 % dari skor maksimal = 128) dan standar deviasi 9,497. Hasil perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran halaman 73. Tabel

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Tabel 4.4 Sebaran Frekuensi Skor Motivasi Belajar Fisika Siswa

  Gambar 2. Histogram Sebaran Skor Motivasi Belajar Fisika Siswa

  Prestasi belajar fisika siswa yang ditunjukkan dengan skor rata-rata tampak pada Tabel 4.5 berikut.

Tabel 4.5 Skor Rata-Rata Prestasi Belajar Fisika Siswa

  Sampel Skor Sampel Skor 1 73 43 79 2 73 44 77 3 72 45 70 4 75 46 75 5 77 47 77 6 78 48 82

  No. Interval Frekuensi 1 63 - 68 5 2 69 - 74 9 3 75 - 80

  14 4 81 - 86 24 5 87 - 92 14 6 93 - 98 11 7 99 - 104

  6 8 105 - 110

  1 Jumlah 84

  5 1 0 1 5 2 0 2 5 3 0

  Skor Frekuensi

  62,5 68,5 74,5 80,5 86,5 92,5 98,5 104,5 110,5

3. Prestasi belajar fisika

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  8 76 50 77 9 73 51 77 10 81 52 81 11 85 53 72 12 76 54 77 13 89 55 77 14 70 56 76 15 74 57 72 16 82 58 81 17 76 59 81 18 76 60 71 19 68 61 72 20 72 62 91 21 87 63 84 22 75 64 79 23 76 65 74 24 71 66 74 25 78 67 76 26 73 68 85 27 82 69 77 28 70 70 81 29 65 71 73 30 58 72 80 31 79 73 83 32 77 74 81 33 88 75 82 34 71 76 79 35 82 77 74 36 66 78 66 37 72 79 83 38 78 80 84 39 73 81 80 40 74 82 86 41 68 83 88 42 69 84 83

  Dari tabel di atas, diperoleh skor minimum 58, maksimum 91, mean 76,75 (77 % dari skor maksimal = 100) dan standar deviasi 5,9 . Hasil perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran halaman 76. Tabel 4.6 berikut adalah sebaran frekuensi skor rata-rata dari prestasi belajar fisika siswa.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Tabel 4.6 Sebaran Frekuensi Skor Rata-Rata Prestasi Belajar Fisika Siswa

  Gambar 3. Histogram Sebaran Skor Rata-Rata Prestasi Belajar Fisika Siswa

  Untuk mengetahui adakah hubungan antara persepsi siswa kelas X SMA Negeri 3 Yogyakarta tentang kompetensi guru fisika (x) dengan motivasi

  No. Interval Frekuensi 1 55 - 60 1 2 61 - 66 3 3 67 - 72

  14 4 73 - 78 36 5 79 - 84 24 6 85 - 90

  5 7 91 - 96

  1 Jumlah 84

  5 1 0 1 5 2 0 2 5 3 0 3 5 4 0

  Frekuensi Skor

   54,5 60,5 66,5 72,5 78,5 84,5 90,5 96,5

B. Analisis Data dan Pengujian Hipotesis

1. Hubungan antara persepsi siswa tentang kompetensi guru fisika dengan motivasi belajar fisika

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  xx yy ( )( )

i i

  ∑ r xy = 2 2 x x y y

  ( − ) ( − )

i i

∑ ∑

Tabel 4.7 Ringkasan Perhitungan Data Persepsi Siswa tentang Kompetensi Guru Fisika dengan Motivasi Belajar Fisika

  2 2 x x y y x x y y

  − − ( − ) ( − )

  ( i )( i ) i i ∑ ∑ ∑

  2690,441 4139,796 7485,998 2690 , 441 2690 , 441 2690 , 441

  r = = = = , 483 xy

  5566 , 912 4139 , 796 × 7485 , 998 30990504 ,

  58 Dari perhitungan diperoleh koefisien korelasi r = 0,483. Untuk sampel obs sebanyak 84 dan taraf signifikansi α = 0,05 harga kritisnya r = 0,217. crit Tampak bahwa koefisien korelasi perhitungan lebih besar dari harga kritisnya. Maka hipotesis nol ditolak dan hipotesis penelitian diterima.

  Kesimpulannya terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara persepsi siswa kelas X SMA Negeri 3 Yogyakarta tentang kompetensi guru fisika dengan motivasi belajar fisika.

2. Hubungan antara persepsi siswa tentang kompetensi guru fisika dengan prestasi belajar fisika

  Untuk mengetahui adakah hubungan antara persepsi siswa kelas X SMA Negeri 3 Yogyakarta tentang kompetensi guru fisika (x) dengan prestasi belajar fisika (z) juga dianalisis dengan perumusan Koefisien Korelasi Pearson.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Tabel 4.8 Ringkasan Perhitungan Data Persepsi Siswa tentang Kompetensi Guru Fisika dengan Prestasi Belajar Fisika

  2 2 x x z z

  − − ( xx ) ( zz )

  ( i )( i ) i i ∑ ∑ ∑

  252,985 4139,796 2889,792 252 , 985 252 , 985 252 , 985

  r = = = = , 073 xz

  3458 , 779 4139 , 796 2889 , 792 11963149 ,

  36 ×

  Dari perhitungan diperoleh koefisien korelasi r = 0,073. Nilai ini lebih obs rendah dari harga kritisnya r = 0,217 untuk sampel sebanyak 84 dan crit taraf signifikansi α = 0,05. Maka hipotesis nol diterima dan hipotesis penelitian ditolak. Kesimpulannya tidak terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi siswa kelas X SMA Negeri 3 Yogyakarta tentang kompetensi guru fisika dengan prestasi belajar fisika.

C. Pembahasan Hasil Penelitian

1. Hubungan antara Persepsi Siswa tentang Kompetensi Guru Fisika dengan Motivasi Belajar Fisika

  Penelitian dengan pengajuan hipotesis ada hubungan antara persepsi siswa kelas X SMA Negeri 3 Yogyakarta tentang kompetensi guru fisika dengan motivasi belajar fisika, memperoleh koefisien korelasi (r )

  obs sebesar 0,483 nilai ini lebih besar dari koefisien kritis (r ) sebesar 0,217. crit

  Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara persepsi siswa kelas X SMA Negeri 3 Yogyakarta tentang kompetensi guru fisika dengan motivasi belajar fisika siswa.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Adanya hubungan yang positif dan signifikan antara persepsi siswa tentang kompetensi guru fisika dengan motivasi belajar fisika menunjukkan benar bahwa untuk menguatkan atau membangun motivasi belajar fisika dapat diusahakan dari luar diri siswa. Mengingat bahwa fisika adalah pelajaran yang sukar dan kurang diminati oleh siswa maka peran guru dalam menguatkan dan membangun motivasi belajar fisika sangat dibutuhkan.

  Dengan demikian penting bahwa guru fisika perlu memiliki kompetensi guru fisika bila diinginkan siswa memiliki motivasi belajar fisika yang tinggi. Guru dapat mengembangkan kompetensinya dalam aspek penguasaan materi fisika, pemahaman akan situasi siswa, strategi pembelajaran fisika, penguasaan interaksi kegiatan belajar mengajar fisika dan penilaian atau evaluasi kegiatan belajar mengajar fisika.

  Figur seorang guru yang ”pandai” atau menguasai bidangnya di mata siswa akan memiliki nilai ”plus”. Siswa akan menaruh kepercayaan dan tertarik dengan pembelajaran yang disampaikan walaupun sukar, seperti fisika. Apalagi didukung dengan metode dan media yang tepat dan menarik. Soal-soal yang diberikan tidak terlalu mudah atau terlalu sukar. Maka siswa akan bersemangat mengikuti kegiatan belajar mengajar. Begitu pula sebaliknya jika guru tidak berkompeten, maka siswa tidak akan memiliki motivasi belajar.

  Penelitian lain yang mendukung hasil penelitian ini adalah yang dilakukan oleh Eko Putro Widoyoko (2007). Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa kinerja guru dikelas yang tak lain adalah kompetensi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  memiliki pengaruh yang positif dan signifikan pada motivasi belajar siswa. Kartika Budi (1987) dalam salah satu hasil penelitiannya juga menunjukkan bahwa ada hubungan antara persepsi siswa terhadap strategi guru fisika dalam memotivasi dengan motivasi belajar fisika.

  Dengan demikian untuk menguatkan dan membangkitkan motivasi belajar fisika siswa perlu usaha luar yaitu usaha dari guru fisika.

2. Hubungan antara persepsi siswa tentang kompetensi guru fisika dengan prestasi belajar fisika

  Hasil analisis menunjukkan bahwa penelitian dengan pengajuan hipotesis ada hubungan antara persepsi siswa kelas X SMA Negeri 3 Yogyakarta tentang kompetensi guru fisika dengan prestasi belajar fisika, memperoleh koefisien korelasi (r ) sebesar 0,073. Nilai ini lebih rendah

  obs

  dari koefisien kritis (r ) sebesar 0,217. Jadi tidak ada hubungan yang

  crit

  signifikan antara persepsi siswa kelas X SMA Negeri 3 Yogyakarta tentang kompetensi guru fisika dengan prestasi belajar fisika.

  Tidak adanya hubungan yang signifikan antara persepsi siswa tentang kompetensi guru fisika dengan prestasi belajar fisika, kiranya dipengaruhi oleh nilai variabel prestasi belajar fisika yang lebih tinggi/lebih rendah dari meannya terkadang diikuti oleh nilai variabel persepsi siswa tentang kompetensi guru fisika yang terkadang lebih tinggi, terkadang lebih rendah dari meannya. Dengan demikian maka nilai r

  obs akan cenderung mendekati 0 (nol).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Hal ini kiranya dapat dijelaskan bahwa bisa saja siswa memperoleh prestasi belajar fisika yang baik karena menurut siswa guru dapat mengajarkannya dengan baik dan siswa menerima pembelajaran dengan baik pula. Dengan kata lain guru membantu siswa mencapai prestasi belajar yang optimal. Tetapi bisa saja siswa merasa bahwa prestasi belajar yang dicapai tak lain adalah usahanya sendiri atau karena kepintarannya, tanpa campur tangan orang lain (misalnya guru). Hal ini tidak dapat dipungkiri karena setiap individu bebas menyatakan pendapatnya.

  Dari Tinjauan Pustaka dikemukakan bahwa selain faktor eksternal, prestasi belajar juga dipengaruhi oleh faktor internal. Faktor eksternal yang berkaitan langsung dengan pembelajaran di kelas adalah guru. Hasil penelitian yang tidak signifikan kiranya menunjukkan bahwa faktor internal yang berasal dari diri siswa juga memberikan pengaruh pada prestasi belajar fisika. Misalnya siswa memperoleh prestasi belajar yang kurang baik, walaupun menurut siswa guru telah mengajar dengan baik. Hal ini kiranya dapat saja terjadi misalnya karena materi yang diajarkan tidak diminati atau sukar, sehingga siswa tidak belajar.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Dari hasil analisis dan pembahasan pada BAB IV dapat diambil kesimpulan sebagai berikut.

  1. Ada hubungan yang positif dan signifikan antara persepsi siswa kelas X SMA Negeri 3 Yogyakarta tentang kompetensi guru fisika dengan motivasi belajar fisika. Dapat dikatakan demikian karena koefisien korelasi antara kedua variabel tersebut adalah sebesar r = 0,483. Harga obs tersebut pada α = ,

  05 lebih besar daripada harga kritisnya r = 0,217. crit

  2. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi siswa kelas X SMA Negeri 3 Yogyakarta tentang kompetensi guru fisika dengan prestasi belajar fisika. Karena koefiesien korelasi antara kedua variabel tersebut adalah sebesar r = 0,073. Harga tersebut pada α = , obs 05 lebih rendah daripada harga kritisnya 0,217.

  r = crit

B. Saran

  Bagi guru agar terus meningkatkan kompetensi yang dipunyai dalam mengajar agar siswa memiliki persepsi tentang kompetensi guru yang semakin baik sehingga siswa juga akan semakin termotivasi untuk belajar fisika.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

C. Keterbatasan penelitian

  Penulis menyadari ada beberapa berapa keterbatasan dalam penyusunan karya ilmiah ini antara lain:

  1. Keterbatasan pengetahuan penulis dalam menyusun instrumen penelitian sehingga variabel yang dimaksud mungkin belum bisa terukur secara tepat karena belum semua faktor terwakili.

  2. Variabel persepsi siswa tentang kompetensi guru fisika dan motivasi belajar fisika diperoleh dari kuesioner yang diisi oleh siswa yang menjadi sampel penelitian sehingga kebenaran penelitian ini tergantung pada keseriusan siswa mengungkapkan keadaan yang sebenarnya dalam pengisian kuesioner.

  3. Karena keterbatasan subyek penelitian maka penilaian prestasi belajar fisika siswa hanya dari ulangan harian saja sehingga kurang dapat menunjukkan prestasi belajar fisika secara keseluruhan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  DAFTAR PUSTAKA Abidin, Zainal. 2007. Tinjauan Singkat Terhadap Profesionalisme Guru Fisika.

  Dalam http://www.geocities.com/zai_abidin69/mypage.htm Ahira, Anne. 2008. Motivasi Belajar. Dalam

  http://www.anneahira.com/motivasi/index.htm

  Budi, Kartika. 1987. Hubungan Antara Inteligensi, Motivasi Belajar Fisika, dan Pendapat Siswa terhadap Strategi Guru Memotivasi, dengan Prestasi Belajar Fisika pada Sekolah Menengah Pertama di Kotamadya Yogyakarta. Dalam

  Tesis . Jakarta: Fakultas Pasca Sarjana Institut Keguruan dan Ilmu

  Pendidikan Jakarta Budi, Kartika. 2007. Modul Evaluasi Proses Dan Hasil Pembelajaran Fisika di

  Sekolah . Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma

  Druxes, Herbert dkk. 1986. Kompendium Didaktik Fisika. Bandung: Penerbit Remadja Karya CV Bandung

  Etkina, Eugenia. 2005. Physics Teacher Preparation: Dream and Reality. Dalam Journal of Physics Teacher Education Online pada

  http://www.phy.ilstu.edu/jpteo/issues/jpteo3(2)dec05.pdf

  Lewis, John L. 1972. Teaching School Physics. England : UNESCO Peter Salim dan Yenny Peter. 1991. Kamus Bahasa Indonesia Kontemporer.

  Jakarta: Modern English Press Purnomo, Puji, dkk. 2008. Buku Pedoman Pengajaran Mikro. Yogyakarta:

  Universitas Sanata Dharma

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Rubiyanti, MG. Trismi. 2001. Hubungan antara Motivasi Belajar dan Persepsi Siswa tentang Kompetensi Guru dengan Prestasi Belajar. Dalam Skripsi.

  Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma Samana, A. 1994. Profesionalisme Keguruan. Yogyakarta: Kanisius Songgok, Robert J. 2001. Motivasi dalam Belajar. Dalam

  http://www.geocities.com/usrafidi/motivasi.html Suparno, Paul. 2005. Miskonsepsi dan Perubahan Konsep Pendidikan Fisika.

  Jakarta: Grasindo Suparno, Paul. 2007. Metodologi Penelitian Pendisikan Fisika. Yogyakarta:

  Universitas Sanata Dharma Suparno, Paul. 2007. Metodologi Pembelajaran Fisika yang Konstruktivistik dan

  . Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma

  Menyenangkan

  Usman, Uzer. 1990. Menjadi Guru Profesional. Bandung: PT.Remaja Rosdakarya Wahyuni, Cicilia Sari. 2004. Hubungan antara Persepsi Siswa tentang Kompetensi

  Guru, Morivasi Belajar dan Kegiatan Belajar dengan Hasil Belajar Akuntansi Siswa SMK Tarakanita Kalasan Sleman. Dalam Skripsi. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma

  Wenning, Carl J. 2007. A Physics Teacher Candidate Knowledge Base. Dalam Journal of Physics Teacher Education Online pada

  http://www.phy.ilstu.edu/jpteo/issues/sum2007.html

  Widoyoko, Eko Putro. 2007. Analisis Pengaruh Kinerja Guru terhadap Motivasi Belajar Siswa. Dalam http://www.um-pwr.ac.id/web/download/publikasi-

ilmiah/AnalisisPengaruhKinerjaGuruTerhadapMotivasiBelajarSiswa.Pdf.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  LAMP PIRAN : INSTR RUMEN PENE ELITIAN PETUNJUK

  KUE ESIONER Kuesioner r ini terdiri atas dua bagian, ya aitu bagian A, t terdiri dari 30 pernyata d aan mengenai ko ompetensi guru fisika dan bagi ian B,

  Persep psi Siswa tentan ng Kompetensi Guru Fisika te erdiri dari 32 p ernyataan meng genai motivasi b belajar fisika. U Untuk dan Motiv vasi Belajar Fisi ika s etiap pernyataan n disediakan em mpat pilihan jaw aban, yaitu

  Sangat Setuj - ju (SS)

  • Setuju (S)
  • Tidak Setuju u (TS)

  Sangat Tidak - k Setuju (STS) Bacalah se etiap pernyataan n dengan cermat t dan pilihlah sa atu dari e empat jawaban y yang sesuai den ngan Anda. Ke emudian berilah h tanda

  checklist c ( √) pa ada pilihan yan ng tersedia. Tap pi sebelumnya, isilah

  Disu usun Oleh : le embar data diri k kalian pada lem mbar yang telah disediakan. Cicilia M Maya Sari Dewi

  • SELAMAT M MENGERJAKA AN - Program Stud di Pendidikan Fi isika

  Jurusan Pend didikan Matema atika dan Ilmu P engetahuan Ala am Fa akultas Kegurua an dan Ilmu Pen ndidikan

  Universita s Sanata Dharm ma Yo ogyakarta

  2009

  60

  

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  LEM MBAR WAJIB D DI ISI BAG GIAN A

  No o. Pernyata aan SS S TS

  Selama ini, guru menerangk kan konsep-kon nsep Isilah h data dirimu pa ada lembar ini se ebelum mengerj jakan!

  1 fisika dan h ubungan antar k konsep dengan j jelas Ketika akan n memulai mater ri baru, guru sel lalu menanyakan n pemahaman a awal kami meng enai

  2 Nama Lengkap p:____________ _____________ _________ materi terse ebut Guru kerap melakukan dem monstrasi untuk

  Kelas :____________ _____________ _________

  3 menunjukka an fenomena ata au gejala fisika Guru sering g menunjukkan p pemahaman yan ng

  No.Absen :____________ _____________ _________

  4 keliru meng genai konsep-ko onsep tertentu Materi yang g diberikan guru u telah sesuai de engan

  5 kurikulum y yang berlaku saa at ini.

  Penjelasan g guru sangat runt tut, detail dan

  6 terperinci se ehingga mudah untuk dipahami i Selama ini, guru menerangk kan konsep-kon nsep fisika dan h ubungan antar k konsep yang tela ah

  7 sesuai deng an tujuan dalam m kurikulum.

  61

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  16 Selama menerangkan, guru selalu melihat buku fisika

  22 Guru dalam menjelaskan selalu diawali dari fenomena atau gejala fisika, baru setelah itu masuk konsep yang abstrak

  21 Untuk kegiatan praktikum, penilaiannya juga menggunakan praktikum

  20 Soal ulangan fisika tidak pernah keluar dari materi yang diajarkan guru

  19 Guru selalu mendiktekan pengertian konsep-konsep fisika yang terdapat dalam buku fisika

  18 Bila ada siswa yang mencoba menjawab pertanyaan, guru memperhatikan dengan sungguh-sungguh.

  17 Guru tidak pernah menggunakan media pendukung kegiatan belajar mengajar (komputer, OHP, dll.)

  62 No. Pernyataan SS S TS STS

  8 Untuk melatih pemecahan masalah fisika, guru kerap memberikan soal-soal latihan untuk dipecahkan secara individu atau bersama teman.

  No. Pernyataan SS S TS STS

  14 Guru kerap memberikan kesempatan untuk bertanya bila ada hal yang belum dimengerti

  13 Guru memerangkan konsep yang sesuai dengan pendapat para ahli

  12 Guru sangat terampil mengoperasikan peralatan pendukung kegiatan belajar mengajar (komputer, OHP, dll.)

  11 Guru sering memberikan kesempatan kepada siswa untuk saling berdiskusi bila ada hal yang perlu didiskusikan.

  10 Konsep-konsep fisika yang disampaikan guru banyak yang keliru.

  9 Selama ini guru dan atau siswa tidak pernah inquiry, discovery, eksperimen fisika atau proyek fisika.

  15 Guru hanya berdiri dan mondar-mandir di depan kelas saja

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

No. Pernyataan SS S TS STS No. Pernyataan SS S TS STS

  Soal ulangan fisika banyak yang tidak Dalam penilaian, guru hanya memperhatikan

  23 sesuai dengan materi yang diajarkan. hasil akhir bukan proses pengerjaan soal

  30 Guru dalam menerangkan rumus fisika fisika. yang rumit menjabarkannya secara detail,

  24 tahap demi tahap dengan penjelasan yang cukup dipahami siswa Selama ini guru hanya menggunakan

  25 metode ceramah untuk mengajar.

  Guru tetap menjelaskan, walau siswa

  26 sebagian besar ribut.

  Guru tidak pernah menggunakan buku pendukung, perpustakaan atau internet 27 dalam mengajar fisika.

  Soal ulangan fisika yang diberikan sulit

  28 semua Guru tidak pernah memberikan semangat (misalnya berupa cerita) bila siswa sedang

  29 suntuk atau bosan belajar fisika

  63

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  9 Saya akan berusaha sungguh-sungguh untuk memecahkan soal fisika walau teman-teman tidak bisa

  16 Sebaiknya jam pelajaran fisika ditambah

  15 Bila sedang belajar fisika saya merasa cepat bosan

  14 Seandainya diperbolehkan saya memilih tidak mengikuti kegiatan-kegiatan yang ada hubungannya dengan mata pelajaran fisika

  13 Bila soal fisika sulit, saya memilih untuk tidak mengerjakannya

  12 Saya akan mengikuti dengan senang hati seandainya ada kegiatan tambahan yang ada hubungannya dengan mata pelajaran fisika

  11 Cara mengajar guru menyenangkan

  10 Kalau teman-teman berdiskusi mengenai fisika, saya kurang tertarik untuk ikut serta

  64 BAGIAN B

  No. Pernyataan SS S TS STS

  No. Pernyataan SS S TS STS

  7 Saya tetap mengikuti pelajaran fisika, walau teman-teman “mencuri-curi” belajar kimia karena akan ulangan

  6 Dalam mengikuti pelajaran fisika di kelas saya mudah sekali memusatkan perhatian pada pelajaran.

  5 Kalau mempunyai banyak tugas, yang saya kerjakan lebih dulu adalah tugas-tugas yang berhubungan dengan mata pelajaran fisika

  4 Pelajaran fisika sangat menyenangkan

  3 Bila ada waktu luang saya memilih belajar fisika dari pada menganggur

  2 Mengikuti pelajaran fisika pagi atau siang saya tetap bersemangat

  1 Bila suatu saat pelajaran matematika kosong, kemudian diisi dengan pelajaran fisika bagaimana Anda?

  8 Materi pelajaran fisika banyak sekali yang menarik

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  25 Saya ingin dapat nilai fisika yang lebih baik dari teman-teman

  32 Saya bertanya kepada guru bila ada hal yang belum saya mengerti

  31 Saya belajar fisika jika akan ulangan saja

  30 Bila guru sedang melakukan demonstrasi, saya memperhatikan dengan sungguh- sungguh

  29 Saya ingin dapat nilai fisika yang baik, karena itu saya rela mencontek sewaktu ulangan fisika

  28 Mengikuti pelajaran fisika pada jam-jam siang rasanya malas sekali

  27 Sebaiknya jam pelajaran fisika dikurangi

  26 Cara guru mengajar fisika membosankan

  65 No. Pernyataan SS S TS STS

  17 Bila sedang belajar fisika, saya dapat belajar dalam waktu yang cukup lama

  24 Saya tidak puas bila nilai fisika saya hanya pada batas tuntas

  23 Seandainya boleh, saya memilih untuk tidak mengikuti pelajaran fisika

  22 Meskipun fisika sulit, saya ingin dapat nilai yang baik

  21 Saya dapat mengerjakan soal-soal fisika baik tingkat rendah, sedang atau tinggi.

  20 Soal-soal fisika semuanya sulit, sehingga saya yakin dapat nilai jelek

  19 Kesulitan-kesulitan yang saya hadapi dalam pelajaran fisika, membuat saya kurang semangat belajar fisika

  18 Menguasai materi fisika lebih berharga dari pada sekedar memperoleh nilai tinggi

  No. Pernyataan SS S TS STS

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Data Skor Persepi Siswa Tentang Kompetensi Guru Fisika Pernyataan R Total 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

  12

  13

  14

  15

  16

  

17

  18 19 20 21 22

  23

  24

  25

  26

  27

  28

  29

  30

1 3 3 2 2 3 2 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 2 3 2 2 2 79

2 3 4 3 2 3 3 3 3 3 4 4 4 3 4 4 3 4 4 0 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 104

3 3 3 2 3 3 2 2 4 4 3 3 1 3 3 3 3 4 3 3 2 4 3 2 2 3 2 3 1 1 1 79

4 2 3 2 2 3 2 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 2 3 1 2 2 77

5 3 3 3 3 4 2 3 3 4 4 3 3 3 3 3 4 4 3 2 3 2 3 2 3 2 2 3 2 3 3 88

6 4 4 3 1 3 3 3 4 1 4 4 3 0 4 4 4 4 4 1 2 4 1 1 4 3 1 1 3 1 3 82

7 3 2 3 2 3 2 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 3 4 2 3 3 3 2 3 2 2 3 86

8 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 2 3 3 89

9 3 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 2 3 2 3 2 83

10 2 3 4 2 3 2 3 1 4 4 3 3 3 2 4 3 4 3 3 1 4 3 4 2 4 1 4 1 2 4 86

  

11 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 2 3 3 4 3 2 3 2 2 3 85

12 3 3 4 4 4 3 4 3 1 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 1 2 4 4 4 4 1 4 3 1 4 99

13 3 4 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 88

14 3 3 3 2 3 2 0 4 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 4 3 3 2 3 2 4 2 2 3 86

15 3 3 4 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 0 3 3 86

16 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 2 3 2 85

17 2 3 3 2 3 2 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 2 3 3 3 2 3 2 4 1 1 3 81

18 3 2 3 2 3 3 2 2 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 2 3 2 2 2 79

19 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 2 3 0 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 1 3 3 82

20 3 3 3 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 2 4 3 3 3 91

21 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 4 3 2 1 4 3 4 3 3 3 4 3 3 3 92

22 4 3 4 1 4 3 3 4 3 4 4 4 3 3 3 4 4 4 2 3 4 4 4 3 3 1 4 3 2 3 98

23 3 3 3 2 3 2 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 87

  3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 2 3 3 3 3 86

  24

25 3 3 4 2 3 3 3 4 3 3 2 3 3 4 3 3 4 3 2 1 3 3 3 2 4 2 4 1 3 3 87

26 3 3 4 3 3 3 3 4 4 4 3 3 3 4 4 3 4 3 2 2 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 94

27 3 4 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 4 4 2 3 4 3 3 3 3 4 4 3 3 2 4 3 2 3 93

  66

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  67

  

28 3 3 3 2 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 86

29 3 3 4 3 3 3 3 3 3 4 3 3 0 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 3 3 2 3 2 2 3 84

30 3 3 3 4 3 3 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 4 3 2 2 4 3 3 3 4 2 4 3 3 3 95

31 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 2 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 3 2 2 3 87

32 3 2 2 4 4 3 3 4 2 0 0 4 4 4 3 3 3 3 3 2 3 2 3 3 2 3 2 2 2 3 81

33 2 3 3 2 3 2 3 4 3 3 4 3 3 4 3 2 4 2 3 3 3 2 4 3 3 3 3 1 3 3 87

34 3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 4 3 1 3 2 3 3 4 3 3 2 4 4 3 3 4 94

35 3 4 4 3 3 3 3 4 2 3 3 3 3 4 4 3 4 3 2 2 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 95

36 4 3 2 2 4 3 4 4 2 4 3 4 3 4 3 3 4 4 2 2 4 3 3 4 3 2 3 2 2 2 92

37 3 3 4 3 3 2 3 4 3 3 3 3 3 4 4 3 4 3 3 4 3 4 3 3 4 2 3 3 4 3 97

38 3 3 4 2 4 3 3 4 2 3 4 4 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 91

39 3 3 3 2 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 86

40 3 3 4 3 4 3 3 4 3 3 4 4 3 4 3 3 4 3 3 2 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 95

41 3 3 3 2 3 2 3 3 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 2 2 2 81

42 3 2 3 2 4 3 3 4 3 3 4 4 3 3 4 3 4 3 3 2 4 3 3 3 4 2 3 2 3 3 93

43 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 4 3 4 4 2 4 3 2 3 2 3 4 3 3 3 3 2 3 3 93

44 4 4 4 4 3 3 3 4 4 3 3 3 4 4 3 2 3 4 2 4 3 3 3 4 4 3 4 2 3 3 100

45 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 4 3 2 2 3 3 3 4 3 2 4 3 3 3 94

46 3 3 4 2 3 3 3 4 3 3 3 4 3 4 3 3 4 3 3 2 3 3 3 3 3 2 4 3 3 3 93

47 3 2 4 3 4 2 3 3 3 3 3 4 3 3 4 3 4 3 3 2 3 3 3 3 3 2 3 2 3 3 90

48 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 3 4 4 3 3 4 3 3 4 2 4 4 110

49 3 3 3 2 3 3 3 4 2 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 2 3 3 3 3 2 2 3 2 3 3 87

50 4 4 3 1 4 3 4 3 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 4 102

51 3 3 3 2 3 2 2 3 3 3 3 3 3 4 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 88

52 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 4 4 4 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 4 4 96

53 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2 3 3 87

  54

  3 3 3 2 3 2 3 3 4 3 3 4 3 3 3 3 4 3 2 3 2 2 3 3 3 2 4 2 2 3 86

  

55 3 3 3 2 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 4 3 2 1 3 3 0 3 3 2 3 3 3 3 85

56 3 3 3 2 3 2 3 3 3 3 3 3 4 4 3 4 4 4 3 2 2 3 3 3 3 2 3 2 2 3 88

57 3 3 3 3 2 2 3 4 2 3 4 3 3 2 2 3 3 3 2 1 3 2 2 2 1 2 2 2 1 2 73

58 3 2 4 3 3 2 4 4 4 3 3 4 4 4 3 3 4 3 2 3 3 2 3 2 2 3 4 3 3 3 93

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  68

  

59 3 3 3 2 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 2 3 4 3 3 2 0 3 3 2 3 2 3 2 4 4 85

60 3 3 3 1 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 0 3 3 2 3 3 2 3 3 3 84

61 3 4 4 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 4 2 2 3 3 4 3 3 3 3 2 3 3 92

62 3 2 3 2 4 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 2 3 3 3 3 3 2 3 2 3 3 88

63 3 3 4 1 2 2 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 1 3 3 1 3 84

64 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 2 4 3 3 3 3 2 4 2 2 3 88

65 3 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 93

66 4 4 4 3 4 3 4 4 2 3 4 3 4 3 4 3 4 4 1 4 3 4 4 3 3 2 3 4 3 3 101

67 2 3 2 2 3 2 2 3 2 3 2 3 3 3 3 3 3 2 3 2 3 2 3 2 3 2 3 2 1 3 75

68 3 2 3 3 3 2 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 2 4 3 3 3 3 2 3 2 2 3 87

69 3 4 3 1 3 3 4 4 3 3 4 4 3 4 3 3 4 3 2 2 4 3 3 4 3 3 3 2 3 3 94

70 3 3 3 2 4 2 3 3 3 4 3 4 3 4 3 3 4 3 2 2 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3 89

71 3 3 3 2 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 2 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 86

72 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3 3 3 3 3 4 4 4 3 2 1 3 2 3 3 2 4 4 4 2 3 88

73 4 4 3 3 3 3 3 4 3 4 4 4 3 4 4 3 4 4 2 3 2 3 3 3 4 3 4 3 4 3 101

74 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 86

75 3 4 3 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 2 2 3 4 3 4 4 3 4 2 3 4 105

76 3 4 3 2 3 3 3 4 2 3 4 3 3 4 3 3 4 3 2 2 3 3 3 3 2 3 3 2 3 3 89

77 3 2 2 2 3 2 3 3 4 3 3 4 2 3 3 3 3 3 2 1 3 3 3 3 3 2 1 1 1 1 75

78 3 2 3 2 3 2 3 3 3 3 3 4 0 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 2 2 3 81

79 3 3 2 4 3 0 4 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 2 1 2 2 2 3 3 2 1 1 3 77

80 4 3 4 2 4 3 4 4 3 4 2 4 4 3 4 4 4 4 2 2 2 3 3 2 4 2 4 2 3 3 96

81 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 86

82 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 2 2 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 84

83 3 3 3 2 3 4 3 3 3 3 3 4 2 3 3 3 3 3 3 1 3 2 3 3 3 1 3 3 3 4 86

84 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 2 2 0 3 3 3 2 3 3 3 3 4 83

  Jumlah 7444 Dari data di atas, maka nilai minimum, nilai maksimum, mean dan standar deviasinya adalah sebagai berikut.

  1. Nilai minimum = 73

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2. Nilai maksimum = 110

  3. Mean = 7444 = 88 , 619

  84

  4. Standar deviasi 2

  xx ( ) 4139 . 796

  ∑

  49 . 877 7 , 062

  S = = = = N

  1

  83 −

  69

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Data Skor Motivasi Belajar Fisika Siswa Pernyataan R Total 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32

  

1 2 2 2 2 2 2 2 3 3 2 2 2 2 3 2 2 3 3 2 2 2 3 3 3 3 2 3 2 2 2 2 3 75

2 3 2 0 3 2 3 2 3 0 3 3 2 4 3 4 0 0 4 4 4 3 4 0 4 4 4 4 1 3 3 0 4 83

3 3 2 2 3 2 2 1 2 3 2 3 2 2 3 3 2 2 2 2 3 2 4 2 4 4 2 3 2 3 2 3 1 78

4 2 2 2 2 2 2 2 3 2 2 2 2 3 2 2 2 3 3 2 2 2 4 3 3 4 2 2 2 2 2 1 2 73

5 3 2 2 3 2 3 2 3 3 4 3 3 3 4 2 2 3 2 2 1 1 3 4 2 3 2 3 1 4 3 2 3 83

6 2 2 2 2 2 2 3 2 2 2 4 3 1 2 2 2 2 4 1 1 2 4 3 4 4 1 0 1 4 3 3 2 74

7 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 4 3 3 2 2 2 3 2 2 67

8 2 2 1 3 3 3 2 3 3 3 3 2 3 3 2 2 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 87

9 2 2 2 2 2 2 2 2 3 3 3 2 2 2 2 3 3 3 2 2 2 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3 79

10 2 1 1 2 2 2 1 2 3 3 2 2 3 3 2 0 1 4 2 3 2 3 3 3 2 2 3 0 4 2 4 3 72

  

11 2 2 2 2 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 85

12 3 1 1 3 4 3 1 3 2 4 3 2 3 2 3 1 4 4 3 3 2 4 4 4 4 4 3 3 4 4 3 3 95

13 3 2 2 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3 89

  2 3 2 2 2 2 3 3 3 3 2 2 3 2 2 2 2 3 2 3 2 3 3 3 3 3 3 2 3 2 2 3 80

  14

15 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 2 2 2 3 3 3 2 2 2 3 3 3 4 3 3 2 3 3 3 3 79

16 2 2 2 2 2 2 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 2 3 2 2 2 3 2 2 3 3 3 2 3 2 2 3 79

17 1 2 2 2 2 2 2 2 1 3 2 3 3 1 2 3 3 3 2 3 2 4 2 3 3 2 3 1 3 3 2 3 75

18 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 2 2 3 2 3 2 3 3 2 3 2 3 2 2 3 2 2 72

19 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 2 2 2 3 0 3 2 2 2 3 3 2 3 3 3 2 3 3 2 3 73

20 2 2 2 2 2 2 2 3 3 3 3 3 2 3 3 2 2 2 2 3 2 4 3 4 4 3 3 2 2 2 3 3 83

21 2 2 2 3 2 2 3 3 4 4 3 3 3 3 3 2 3 4 3 4 2 3 3 3 3 3 3 2 3 2 1 3 89

22 3 3 2 3 2 4 3 4 3 4 3 3

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  3

  4 2 4 4

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  4

  3 4 109

  

23 3 3 3 3 2 2 2 2 2 3 3 2 3 3 3 3 2 0 2 2 2 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 82

24 3 2 1 2 2 3 2 2 3 3 3 2 3 2 3 2 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 85

25 1 2 1 2 2 2 1 2 3 2 2 1 1 2 1 1 2 3 1 2 2 4 3 3 4 2 3 1 1 2 1 3 63

26 2 3 2 3 2 3 2 3 2 3 4 3 3 3 3 3 2 3 2 2 2 4 4 4 4 4 3 2 2 3 2 3 90

27 2 2 1 2 2 2 1 3 3 2 3 2 3 1 1 3 3 3 2 3 2 4 2 3 4 3 3 1 3 3 1 1 74

  70

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  71

  

28 1 2 1 3 2 2 2 3 3 3 2 2 3 2 3 2 2 3 2 3 2 3 3 3 3 2 3 2 3 3 2 3 78

29 2 2 2 2 2 2 2 3 2 3 3 3 3 2 2 2 3 2 2 2 2 3 3 3 3 3 3 2 2 3 2 3 78

30 1 2 2 3 2 2 1 3 3 3 4 2 2 3 3 3 2 4 2 2 2 4 3 4 4 4 4 1 2 4 2 3 86

31 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 3 2 2 3 2 2 2 2 2 3 2 3 3 4 4 3 3 2 2 3 3 2 78

32 2 3 3 3 3 2 2 3 3 2 2 2 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 2 3 86

33 2 2 2 3 2 2 2 2 3 3 3 2 2 3 2 2 1 3 2 3 1 4 3 4 4 2 2 2 3 3 3 2 79

34 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 3 3 2 3 3 3 3 2 2 3 3 4 3 4 92

35 3 2 2 3 2 2 2 3 4 3 3 2 3 3 3 3 2 3 3 3 2 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 3 91

36 2 3 2 2 2 3 2 3 3 2 3 2 3 2 3 2 2 4 1 2 2 2 2 3 4 3 3 2 3 4 2 3 81

37 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 3 2 3 2 3 2 3 3 2 3 2 3 3 2 3 3 3 2 2 3 3 3 79

38 3 3 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3 2 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 3 89

39 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 4 2 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 97

40 2 2 2 2 2 2 3 2 3 3 3 2 3 3 3 2 2 3 3 3 2 4 3 3 4 3 3 2 2 3 2 3 84

41 3 2 2 3 3 2 2 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 2 2 2 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 87

42 3 2 2 3 2 3 2 3 3 3 3 2 4 3 3 3 2 4 3 3 3 4 3 4 3 3 3 2 4 3 2 3 93

43 4 4 2 3 2 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 4 3 3 4 104

44 3 2 3 3 2 3 3 4 3 3 4 2 2 3 3 3 2 4 2 3 2 3 3 2 4 3 3 2 3 3 2 4 91

45 1 3 2 3 3 2 2 3 3 3 3 2 3 2 3 1 2 3 3 3 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 2 3 83

46 3 3 2 3 2 3 2 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 2 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 87

47 3 2 2 3 2 3 2 3 3 3 3 2 3 3 3 3 2 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3 87

48 3 3 2 3 2 3 4 3 3 3 4 2 3 3 3 2 3 3 3 3 2 4 4 2 4 4 3 2 3 3 2 3 94

49 2 3 2 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 2 4 3 4 4 3 4 3 3 3 3 4 97

50 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 2 4 4 3 3 3 3 3 4 3 4 4 102

51 2 2 2 3 2 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 4 2 3 2 3 4 3 3 3 3 1 3 3 3 3 86

52 3 2 3 3 2 3 3 3 3 3 3 2 3 2 3 2 2 3 3 3 2 4 3 3 3 4 3 1 4 3 2 3 89

53 2 2 2 3 2 2 3 3 2 2 3 2 3 2 3 3 3 2 3 3 2 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 84

  54

  2 3 2 3 2 2 3 3 3 2 3 2 1 3 3 2 3 2 2 4 2 4 3 4 4 2 3 2 4 2 3 2 85

  

55 3 2 2 3 2 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 1 3 3 3 3 2 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 3 86

56 2 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 2 2 2 2 2 4 1 1 1 1 4 2 3 4 1 1 1 1 4 1 4 74

57 3 2 2 2 2 2 2 3 3 2 2 3 2 2 2 2 2 3 1 3 2 4 3 4 4 2 3 2 2 3 1 2 77

58 2 2 2 3 2 3 2 3 4 3 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 3 4 4 4 4 3 4 3 4 3 3 4 101

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  72

  

59 3 2 2 3 2 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 1 3 3 3 3 2 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 3 86

60 2 2 2 2 2 3 3 2 2 3 3 2 3 3 3 3 3 3 2 3 2 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 84

61 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 4 3 4 2 4 3 3 3 102

62 3 2 2 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2 4 3 3 3 3 2 4 3 3 3 2 3 3 3 2 4 3 3 4 93

63 3 3 3 3 2 2 2 3 3 3 2 3 4 3 3 2 2 3 4 4 2 4 3 3 3 3 3 3 4 2 3 3 93

64 2 2 2 2 2 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 3 86

65 3 3 2 3 2 3 2 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2 3 4 2 4 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 94

66 1 3 3 4 4 3 3 3 3 4 3 3 2 3 3 2 3 1 2 4 3 4 3 4 4 3 2 2 2 3 2 4 93

67 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 3 2 1 2 4 1 2 2 4 2 2 4 2 1 1 2 2 4 1 67

68 2 2 3 3 2 3 3 3 3 3 3 2 3 4 3 2 3 4 4 4 3 4 3 4 4 3 4 2 4 4 4 4 102

69 2 2 2 3 2 2 2 3 3 2 3 2 2 1 1 4 4 4 2 1 1 4 4 4 4 3 2 2 3 3 3 3 83

70 2 2 2 2 2 2 3 2 2 3 3 2 2 3 3 2 2 4 2 3 2 4 3 4 3 3 3 2 3 3 2 3 83

71 2 1 1 2 1 2 3 2 2 2 3 1 2 1 2 1 1 3 2 3 2 3 2 3 3 3 2 1 4 3 2 3 68

72 1 2 2 3 2 2 2 3 3 2 2 2 3 2 2 1 2 3 2 3 2 4 3 4 4 2 3 2 3 3 2 3 79

73 2 2 1 2 1 2 1 2 2 3 3 2 2 3 1 2 1 3 1 1 1 4 2 4 4 3 2 1 2 3 2 2 67

74 2 2 2 3 2 2 2 3 2 3 3 2 2 3 3 2 2 3 2 3 2 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3 81

75 2 2 2 3 2 2 3 4 4 3 4 3 2 2 3 2 3 4 1 2 2 4 3 4 4 4 3 2 3 3 3 3 91

76 2 3 2 2 2 2 3 1 4 3 3 3 2 1 2 3 4 4 1 2 2 4 2 4 4 3 3 1 3 3 3 4 85

77 1 1 1 1 2 2 3 3 1 4 3 1 2 2 3 2 2 4 1 1 2 3 3 3 3 3 2 2 2 3 2 3 71

78 2 2 2 2 3 0 2 2 3 3 3 3 3 0 3 3 3 3 3 2 2 4 3 4 4 3 3 2 3 3 3 3 84

79 1 3 2 3 2 2 2 2 3 3 3 3 3 3 2 2 2 2 2 2 2 2 0 2 3 1 2 2 2 3 2 3 71

80 3 3 2 2 2 3 4 4 3 4 3 3 1 3 2 2 3 4 3 4 4 4 4 4 4 3 3 2 3 4 4 4 101

81 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3 3 4 2 3 3 3 3 3 4 93

82 2 2 2 2 2 2 2 3 3 3 3 2 3 3 3 2 1 3 3 4 2 4 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 85

83 3 3 2 3 2 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 95

84 3 3 2 3 2 3 3 2 3 3 3 3 1 2 3 2 3 2 3 4 3 4 4 4 4 3 3 2 3 3 3 3 92

  Jumlah 7107 Dari data di atas, maka nilai minimum, nilai maksimum, mean dan standar deviasinya adalah sebagai berikut.

  1. Nilai minimum = 63

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2. Nilai maksimum = 109

  3. Mean = 7107 = 84 , 607

  84

  4. Standar deviasi 2

  yy ( ) 7485 , 998

  ∑ S = = =

  90 , 193 = 9 , 497

  1

  83 N

  73

  Data Prestasi Belajar Fisika Siswa No.

  75 23 11847

  76

  80

  71 25 11849

  71

  74

  68

  76 24 11848

  76

  76

  76

  75

  78 26 11850 73 72 72,5

  70

  80

  87 22 11846

  87

  90

  84

  72 21 11845

  68 20 11844 73 70 71,5

  76 19 11843 65 70 67,5

  76

  76

  78

  73 27 11851

  76 18 11842

  68

  73

  71

  75

  78 39 11863

  72 38 11862 83 72 77,5

  66 37 11861 73 70 71,5

  82 36 11860 61 70 65,5

  71 35 11859 73 90 81,5

  71

  74

  88 34 11858

  80

  88

  84

  92

  77 33 11857

  79 32 11856 73 80 76,5

  58 31 11855 73 84 78,5

  65 30 11854 65 50 57,5

  70 29 11853 53 76 64,5

  82 28 11852 65 74 69,5

  82

  84

  76

  76

  Urut No. Induk Ulangan Harian semester1

  75 5 11828

  76 9 11833

  76 8 11832 76 75 75,5

  78 7 11831 76 75 75,5

  78

  84

  72

  77 6 11829

  77

  78

  76

  75

  74

  82

  68

  73 4 11827

  73

  70

  76

  73 3 11826

  73 2 11825 73 72 72,5

  (Pembulatan) 1 11823 73 72 72,5

  Rata Skor Rata-Rata

  Ulangan Harian semester2 Skor Rata-

  72

  73

  76

  70

  76

  82 17 11841

  82

  76

  88

  74 16 11840

  74

  72

  76

  70 15 11839

  72

  73 10 11834 73 88 80,5

  68

  89 14 11838

  89

  86

  92

  76 13 11837

  76

  80

  72

  85 12 11836

  81 11 11835 85 84 84,5

  73 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  42 11866

  73 72 11911

  79

  70

  88

  82 76 11915

  81 75 11914 88 75 81,5

  83 74 11913 88 73 80,5

  80 73 11912 92 73 82,5

  80

  72

  88

  81 71 11909 75 70 72,5

  74 78 11917

  77 70 11905 88 73 80,5

  77

  70

  84

  85 69 11904

  85

  78

  92

  76 68 11903

  74 67 11901 80 71 75,5

  79 77 11916 76 71 73,5

  61

  79 65 11899 76 71 73,5

  80

  83

  74

  92

  88 84 11935

  88

  88

  88

  86 83 11933

  80 82 11931 96 75 85,5

  80

  80

  71

  84 81 11929

  84

  72

  96

  83 80 11927

  83

  74

  92

  66 79 11920

  66

  74 66 11900 77 70 73,5

  79

  68

  75

  76 50 11878 75 78 76,5

  76

  70

  82

  82 49 11877

  77 48 11875 87 76 81,5

  77

  74

  80

  75 47 11873

  74

  77 52 11882

  76

  70 46 11871

  70

  70

  70

  77 45 11870

  79 44 11868 79 74 76,5

  69 43 11867 84 73 78,5

  69

  70

  77 51 11879 77 76 76,5

  86

  70

  72 58 11890 83 78 80,5

  88

  84 64 11898

  84

  80

  88

  91 63 11896

  72 62 11894 95 86 90,5

  71 61 11893 73 70 71,5

  81 60 11892 71 70 70,5

  81 59 11891 83 78 80,5

  72

  76

  72

  72

  76 57 11889

  77 56 11888 76 75 75,5

  77 55 11886 81 72 76,5

  77

  70

  84

  72 54 11884

  81 53 11883 71 72 71,5

  81

  83 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Dari data di atas, maka nilai minimum, nilai maksimum, mean dan standar deviasinya adalah sebagai berikut.

  1. Nilai minimum = 58

  2. Nilai maksimum = 91

  75

  3. Mean = 6447 = 76 ,

  84

  4. Standar deviasi 2

  z z ( − )

  2889 , 792

  ∑ S = =

  34 , 817 = 5 ,

  9 =

  N

  1

  83

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Berikut adalah data perhitungan untuk mencari hubungan persepsi siswa tentang kompetensi guru fisika (x) dan motivasi belajar fisika (y) 2 2

  x x x y y y ( y y ) x − − y y ( xx ) −

  R xx yi i ( ) i i ( i ) i 1 79 88,619 -9,,619 92,525 75 84,607 -9,607 92,294 92,409 2 104 88,619

  15,381 236,575 83 84,607 -1,607 2,582 -24,717 3 79 88,619

  • 9,619 92,525 78 84,607 -6,607 43,652 63,553 4 77 88,619
  • 11,619 135,001 73 84,607 -11,607 134,722 134,862 5 88 88
  • 0,619 0,383 83 84,607 -1,607 2,582 0,995 6 82 88,619
  • 6,619 43,811 74 84,607 -10,607 112,508 70,208 7 86 88,619
  • 2,619 6,859 67 84,607 -17,607 310,006 46,113 8 89 88,619

  0,381 0,145 87 84,607 2,393 5,726 0,912 9 83 88,619

  • 5,619 31,573 79 84,607 -5,607 31,438 31,506

  158,936 33,018 10 86 88,619 -2,619 6,859 72 84,607 -12,607 11 85 88,619 -3,619 13,097 85 84,607 0,393 0,154 -1,422 12 99 88,619

  10,381 107,765 95 84,607 10,393 108,014 107,889 13 88 88,619 -0,619 0,383 89 84,607 4,393 19,298 -2,719 12,065 14 86 88,619 -2,619 6,859 80 84,607 -4,607 21,224

  15 86 88,619 -2,619 6,859 79 84,607 -5,607 31,438 14,685 16 85 88,619 -3,619 13,097 79 84,607 -5,607 31,438 20,292 17 81 88,619 -7,619 58,049 75 84,607 -9,607 92,294 73,196 18 79 88,619 -9,619 92,525 72 84,607 -12,607 158,936 121,267

  134,722 76,827 19 82 88,619 -6,619 43,811 73 84,607 -11,607 20 91 88,619 2,381 5,669 83 84,607 -1,607 2,582 -3,826 21 92 88,619 3,381 11,431 89 84,607 4,393 19,298 14,853

  84,607 22 98 88,619 9,381 88,003 109 24,393 595,018 228,831 4,221 23 87 88,619 -1,619 2,621 82 84,607 -2,607 6,796

  24 86 88,619 -2,619 6,859 85 84,607 0,393 0,154 -1,029 25 87 88,619 -1,619 2,621 63 84,607 -21,607 466,862 34,982 26 94 88,619 5,381 28,955 90 84,607 5,393 29,084 29,019

  112,508 -46,469 27 93 88,619 4,381 19,193 74 84,607 -10,607 28 86 88,619 -2,619 6,859 78 84,607 -6,607 43,652 17,304 29 84 88,619 -4,619 21,335 78 84,607 -6,607 43,652 30,518 30 95 88,619 6,381 40,717 86 84,607 1,393 1,940 8,889

  10,697 31 87 88,619 -1,619 2,621 78 84,607 -6,607 43,652 32 81 88,619 -7,619 58,049 86 84,607 1,393 1,940 -10,613 33 83 88,619 -1,619 2,621 79 84,607 -5,607 31,438 9,078

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  35 95 88,619 6,381 40,717 91 84,607 6,393 40,870 40,794 36 92 88,619 3,381 11,431 81 84,607 -3,607 13,010 -12,195 37 97 88,619 8,381 70,241 79 84,607 -5,607 31,438 -46,992

  10,459 38 91 88,619 2,381 5,669 89 84,607 4,393 19,298 39 86 88,619 -2,619 6,859 97 84,607 12,393 153,586 -32,457 40 95 88,619 6,381 40,717 84 84,607 -0,607 0,368 -3,873 41 81 88,619 -7,619 58,049 87 84,607 2,393 5,726 -18,232

  36,769 42 93 88,619 4,381 19,193 93 84,607 8,393 70,442 84,607 43 93 88,619 4,381 19,193 104 19,393 376,088 84,961

  44 100 88,619 11,381 129,527 91 84,607 6,393 40,870 72,759 45 94 88,619 5,381 28,955 83 84,607 -1,607 2,582 -8,647 46 93 88,619 4,381 19,193 87 84,607 2,393 5,726 10,484 47 90 88,619 1,381 1,907 87 84,607 2,393 5,726 3,305 48 110 88,619 21,381 457,147 94 84,607 9,393 88,228 200,832 49 87 88,619 -1,619 2,621 97 84,607 12,393 153,586 -20,064 50 99 88,619 84,607

  13,381 179,051 102 17,393 302,516 232,736 51 88 88,619 -0,619 0,383 86 84,607 1,393 1,940 -0,862 52 96 88,619 7,381 54,479 89 84,607 4,393 19,298 32,425 53 87 88,619 -1,619 2,621 84 84,607 -0,607 0,368 0,983 54 86 88,619 -2,619 6,859 85 84,607 0,393 0,154 -1,029 55 85 88,619 -3,619 13,097 86 84,607 1,393 1,940 -5,041 56 88 88,619 -0,619 0,383 74 84,607 -10,607 112,508 6,566 57 73 88,619

  • 15,619 243,953 77 84,607 -7,607 57,866 118,814

  84,607 58 93 88,619 4,381 19,193 101 16,393 268,730 71,818

  • 5,041 59 85 88,619 -3,619 13,097 86 84,607 1,393 1,940 60 84 88,619 -4,619 21,335 84 84,607 -0,607 0,368 2,804 102 84,607 61 92 88,619 3,381 11,431 17,393 302,516 58,806 62 88 88,619 -0,619 0,383 93 84,607 8,393 70,442 -5,195
  • 38,767 63 87 88,619 -4,619 21,335 93 84,607 8,393 70,442 64 88 88,619 -0,619 0,383 86 84,607 1,393 1,940 -0,862 65 93 88,619 4,381 19,193 94 84,607 9,393 88,228 41,151 66 101 88,619 12,381 153,289 93 84,607 8,393 70,442 103,914 67 75 88
  • 13,619 185,477 310,006 239,789 67 84,607 -17,607

  84,607 68 87 88,619 -1,619 2,621 102 17,393 302,516 -28,159 69 94 88,619 5,381 28,955 83 84,607 -1,607 2,582 -8,647 70 89 88,619 0,381 0,145 83 84,607 -1,607 2,582 -0,612

  275,792 43,494 71 86 88,619 -2,619 6,859 68 84,607 -16,607

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  73 101 88,619 12,381 153,289 67 84,607 -17,607 310,006 -217,992 74 86 88,619 -2,619 6,859 81 84,607 -3,607 13,010 9,447 75 105 88,619 16,381 268,337 91 84,607 6,393 40,870 104,724

  0,149 76 89 88,619 0,381 0,145 85 84,607 0,393 0,154 77 75 88,619

  • 13,619 185477 71 84,607 -13,607 185,150 185,314 78 81 88,619 -7,619 58,049 84 84,607 -0,607 0,368 4,625 79 77 88,619
  • 11,619 135,001 71 84,607 -13,607 185,150 158,099

  84,607 16,393 268,730 120,996 80 96 88,619 7,381 54,479 101

  81 86 88,619 -2,619 6,859 93 84,607 8,393 70,442 -21,981 82 84 88,619 -4,619 21,335 85 84,607 0,393 0,154 -1,815 83 86 88,619 -2,619 6,859 95 84,607 10,393 108,014 -27,219 84 83 88,619 -5,619 31,573 92 84,607 7,393 54,656 -41,541

  4139,796 7485,998 2690,441 Σ

  Berdasarkan tabel di atas, koefisien hubungan antara Persepsi Siswa Tentang Kompetensi Guru Fisika dan Motivasi Belajar Fisika adalah sebagai berikut,

  ( xx )( yy ) i i 2690 . 441 2690 . 441 ∑ r r xy xy = = = 2 2 4139 . 796 × 7485 . 998 30990504 .

  58

  x x y y ( − ) ( − ) i i

  ∑ ∑

  2690 . 441 . 483

  = = 5566 . 912

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Berikut adalah data Persepsi Siswa tentang Kompetensi Guru Fisika (x) dan Prestasi Belajar Fisika Siswa (z) 2 2

  x x x z z ( z z ) xx xz z ( xx ) −

  R − z zi i ( i ) i i ( i ) i 1 79 88,619 -9,619 92,525 73 76,75 -3,75 14,063 36,071 2 104 88,619

  15,381 236,575 73 76,75 -3,75 14,063 -57,679 3 79 88,619

  • 9,619 92,525 72 76,75 -4,75 22,563 45,69 4 77 88,619
  • 11,619 135,001 75 76,75 -1,75 3,063 20,333 5 88 88
  • 0,619 0,383 77 76,75 0,25 0,063 -0,155 6 82 88,619
  • 6,619 43,811 78 76,75 1,25 1,563 -8,274 7 86 88,619
  • 2,619 6,859 76 76,75 -0,75 0,563 1,964 8 89 88,619

  0,381 0,145 76 76,75 -0,75 0,563 -0,286 9 83 88,619

  • 5,619 31,573 73 76,75 -3,75 14,063 21,071
  • 11,131 10 86 88,619 -2,619 6,859 81 76,75 4,25 18,063 11 85 88,619 -3,619 13,097 85 76,75 8,25 68,063 -29,857 12 99 88,619

  10,381 107,765 76 76,75 -0,75 0,563 -7,786 13 88 88,619 -0,619 0,383 89 76,75 12,25 150,063 -7,583

  • 6,75 45,563 17,678 14 86 88,619 -2,619 6,859 70 76,75 15 86 88,619 -2,619 6,859 74 76,75 -2,75 7,563 7,202 16 85 88,619 -3,619 13,097 82 76,75 5,25 27,563 -18,999 17 81 88,619 -7,619 58,049 76 76,75 -0,75 0,563 5,714 18 79 88,619 -9,619 92,525 76 76,75 -0,75 0,563 7,214

  57,916 19 82 88,619 -6,619 43,811 68 76,75 -8,75 76,563 20 91 88,619 2,381 5,669 72 76,75 -4,75 22,563 -11,309 21 92 88,619 3,381 11,431 87 76,75 10,25 105,063 34,655 22 98 88,619 9,381 88,003 75 76,75 -1,75 3,063 -16,417

  • 0,75 0,563 1,214 23 87 88,619 -1,619 2,621 76 76,75 24 86 88,619 -2,619 6,859 71 76,75 -5,75 33,063 15,059 25 87 88,619 -1,619 2,621 78 76,75 1,25 1,563 -2,024 26 94 88,619 5,381 28,955 73 76,75 -3,75 14,063 -20,179

  23 27 93 88,619 4,381 19,193 82 76,75 5,25 27,563 28 86 88,619 -2,619 6,859 70 76,75 -6,75 45,563 17,678 29 84 88,619 -4,619 21,335 65 76,75 -11,75 138,063 54,273 30 95 88,619 6,381 40,717 58 76,75 -18,75 351,563 -119,643

  • 3,643 31 87 88,619 -1,619 2,621 79 76,75 2,25 5,063 32 81 88,619 -7,619 58,049 77 76,75 0,25 0,063 -1,905 33 83 88,619 -1,619 2,621 88 76,75 11,25 126,563 -18,214

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  35 95 88,619 6,381 40,717 82 76,75 5,25 27,563 33,5 36 92 88,619 3,381 11,431 66 76,75 -10,75 115,563 -36,346 37 97 88,619 8,381 70,241 72 76,75 -4,75 22,563 -39,809

  2,976 38 91 88,619 2,381 5,669 78 76,75 1,25 1,563 39 86 88,619 -2,619 6,859 73 76,75 -3,75 14,063 9,821 40 95 88,619 6,381 40,717 74 76,75 -2,75 7,563 -17,548 41 81 88,619 -7,619 58,049 68 76,75 -8,75 76,563 66,666

  • 33,953 42 93 88,619 4,381 19,193 69 76,75 -7,75 60,063 43 93 88,619 4,381 19,193 79 76,75 2,25 5,063 9,857 44 100 88,619 11,381 129,527 77 76,75 0,25 0,063 2,845 45 94 88,619 5,381 28,955 70 76,75 -6,75 45,563 -36,322 46 93 88,619 4,381 19,193 75 76,75 -1,75 3,063 -7,667 47 90 88,619 1,381 1,907 77 76,75 0,25 0,063 0,345 48 110 88,619 21,381 457,147 82 76,75 5,25 27,563 112,25 49 87 88,619 -1,619 2,621 76 76,75 -0,75 0,563 1,214 50 99 88,619

  13,381 179,051 77 76,75 0,25 0,063 3,345 51 88 88,619 -0,619 0,383 77 76,75 0,25 0,063 -0,155 52 96 88,619 7,381 54,479 81 76,75 4,25 18,063 31,369 53 87 88,619 -1,619 2,621 72 76,75 -4,75 22,563 7,69 54 86 88,619 -2,619 6,859 77 76,75 0,25 0,063 -0,655 55 85 88,619 -3,619 13,097 77 76,75 0,25 0,063 -0,905 56 88 88,619 -0,619 0,383 76 76,75 -0,75 0,563 0,464 57 73 88,619

  • 15,619 243,953 72 76,75 -4,75 22,563 74,19 58 93 88,619 4,381 19,193 81 76,75 4,25 18,063 18,619
  • 15,381 59 85 88,619 -3,619 13,097 81 76,75 4,25 18,063 60 84 88,619 -4,619 21,335 71 76,75 -5,75 33,063 26,559 61 92 88,619 3,381 11,431 72 76,75 -4,75 22,563 -16,059 62 88 88,619 -0,619 0,383 91 76,75 14,25 203,063 -8,821

  7,25 52,563 -33,488 63 87 88,619 -4,619 21,335 84 76,75 64 88 88,619 -0,619 0,383 79 76,75 2,25 5,063 -1,393 65 93 88,619 4,381 19,193 74 76,75 -2,75 7,563 -12,048 66 101 88,619 12,381 153,289 74 76,75 -2,75 7,563 -34,048 67 75 88,619

  • 13,619 185,477 0,563 10,214 76 76,75 -0,75 68 87 88,619 -1,619 2,621 85 76,75 8,25 68,063 -13,357 69 94 88,619 5,381 28,955 77 76,75 0,25 0,063 1,345 70 89 88,619 0,381 0,145 81 76,75 4,25 18,063 1,619

  9,821 71 86 88,619 -2,619 6,859 73 76,75 -3,75 14,063

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  73 101 88,619 12,381 153,289 83 76,75 6,25 39,063 77,381 74 86 88,619 -2,619 6,859 81 76,75 4,25 18,063 -11,131 75 105 88,619 16,381 268,337 82 76,75 5,25 27,563

  86 0,857 76 89 88,619 0,381 0,145 79 76,75 2,25 5,063

  77 75 88,619

  • 13,619 185,477 74 76,75 -2,75 7,563 37,452 78 81 88,619 -7,619 58,049 66 76,75 -10,75 115,563 81,904 79 77 88,619
  • 11,619 135,001 83 76,75 6,25 39,063 -72,619

  7,25 52,563 53,512 80 96 88,619 7,381 54,479 84 76,75 81 86 88,619 -2,619 6,859 80 76,75 3,25 10,563 -8,512 82 84 88,619 -4,619 21,335 86 76,75 9,25 85,563 -42,726 83 86 88,619 -2,619 6,859 88 76,75 11,25 126,563 -29,464 84 83 88,619 -5,619 31,573 83 76,75 6,25 39,063 -35,118

  4139,796 2889,792 252,985 Σ

  Berdasarkan tabel di atas, koefisien hubungan antara Persepsi Siswa Tentang Kompetensi Guru Fisika dan Prestasi Belajar Fisika Siswa adalah sebagai berikut,

  ( xx )( zz ) i ir xy = 2 2 x x z z

  ( − ) ( − ) i i ∑ ∑

  252 , 985 252 , 985 252 , 985

  r

  , 073 xy = = = = 3458 , 779 4139 , 796 2889 , 792 11963149 ,

  36

  ( )( )

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Ket terangan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI SISWA TENTANG KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 2 KOTABUMI SEMESTER GANJIL TP 2009/2010
0
7
14
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI SISWA TENTANG PROFESIONALISME GURU DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR MATA DIKLAT AKUNTANSI
0
5
107
HUBUNGAN PERSEPSI SISWA TENTANG KOMPETENSI GURU DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DENGAN PRESTASI BELAJAR AKUNTANSI DI SMK SINAR HUSNI MEDAN T.P 2014/2015.
0
3
26
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI SISWA TERHADAP KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DENGAN HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI SISWA TERHADAP KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DENGAN PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM.
1
5
18
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI SISWA TENTANG PROFESIONALISME GURU DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR MATA HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI SISWA TENTANG PROFESIONALISME GURU DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR MATA DIKLAT AKUNTANSI SISWA JURUSAN AKU
0
0
18
HUBUNGAN ANTARA MINAT BELAJAR DAN PERSEPSI CARA MENGAJAR GURU TERHADAP HASIL KOGNITIF BELAJAR FISIKA SISWA SMA.
0
0
16
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BELAJAR SISWA DENGAN PRESTASI BELAJAR FISIKA SISWA KELAS X SMA SHALOM BENGKAYANG.
0
0
1
HUBUNGAN ANTARA KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU AGAMA DENGAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR SISWA DI SMP PGRI 1 CIBINONG
0
0
12
HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR, DAN PERSEPSI SISWA TERHADAP FISIKA, DENGAN HASIL BELAJAR FISIKA
0
0
71
HUBUNGAN ANTARA KREATIVITAS GURU DALAM MENGAJAR DENGAN MOTIVASI BELAJAR FISIKA PADA SISWA SMA SKRIPSI MARIA INDI SULISTIYOWATI
0
0
15
HUBUNGAN ANTARA KREATIVITAS GURU DALAM MENGAJAR DENGAN MOTIVASI BELAJAR FISIKA PADA SISWA SMA - Unika Repository
0
0
11
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI SISWA TERHADAP GAYA KEPEMIMPINAN GURU FISIKA DALAM MENGAJAR DI KELAS DENGAN MOTIVASI BELAJAR SISWA
0
0
143
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI SISWA KELAS VIII SMP TARAKANITA MAGELANG TERHADAP PELAJARAN FISIKA DENGAN PRESTASI BELAJAR FISIKA
0
0
98
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI SISWA TENTANG PROFESIONALISME GURU DAN KECERDASAN EMOSIONAL SISWA DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA
0
0
153
PENGARUH MOTIVASI BELAJAR, DISIPLIN BELAJAR, DAN PERSEPSI SISWA TENTANG KOMPETENSI GURU TERHADAP PRESTASI BELAJAR AKUNTANSI
0
0
186
Show more