Penerapan metode role playing sebagai upaya meningkatkan pemahaman materi siklus akuntansi perusahaan jasa siswa kelas XII Sosial - USD Repository

Gratis

0
2
264
8 months ago
Preview
Full text

  

i

PENERAPAN METODE ROLE PLAYING SEBAGAI UPAYA

MENINGKATKAN PEMAHAMAN MATERI SIKLUS

AKUNTANSI PERUSAHAAN JASA SISWA KELAS XII SOSIAL

  Penelitian dilaksanakan di kelas XII Sosial 3 SMA Kolese De Britto Yogyakarta

  

SKRIPSI

  Diajukan untuk Memenuhi Salah satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

  Program Studi Pendidikan Akuntansi

  

OLEH:

Felix Wintala

NIM 071334056

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI

JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

  

2011

  Persembahan

Karya yang sederhana dan jauh dari sempurna

ini kupersembahkan bagi :

  

Tyas Dalem Sri Yesus, ingkang dados daya

panggesangan kawula

Bapak, ibu, dan adikku yang selalu mencintai

dan memberikan perhatian yang besar kepadaku

  

Almamaterku tercinta,

Program Studi Pendidikan Akuntansi

Universitas Sanata Dharma

iv

  • -Elaine Maxwell-

  v MOTTO

  Non Scholae Sed Vitae Discimus

  Apakah saya Gagal atau sukses

  Bukanlah hasil Perbuatan orang lain.

  Sayalah yang menjadi pendorong Diri sendiri.

  Ad Maiorem Dei Gloriam,

  

ABSTRAK

PENERAPAN METODE ROLE PLAYING SEBAGAI UPAYA

MENINGKATKAN PEMAHAMAN MATERI SIKLUS AKUNTANSI

PERUSAHAAN JASA SISWA KELAS XII SOSIAL

  Penelitian dilaksanakan di Kelas XII Sosial 3 SMA Kolese De Britto Felix Wintala

  Universitas Sanata Dharma 2011

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan pemahaman materi siklus akuntansi perusahaan jasa siswa kelas XII sosial 3 melalui penerapan metode

  

role playing . Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian

  dilaksanakan pada bulan Agustus 2010 di kelas XII sosial 3, SMA Kolese De Britto Yogyakarta.

  Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam satu siklus yang meliputi empat tahap yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar observasi kegiatan guru, lembar observasi kegiatan siswa, lembar observasi kegiatan kelas, lembar observasi kegiatan guru dalam proses pembelajaran, instrumen pengamatan kelas, lembar . observasi kegiatan belajar siswa dalam kelompok, dan instrumen refleksi Data yang telah diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif dan analisis komparatif.

  Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode role playing dapat meningkatkan pemahaman siswa kelas XII sosial 3 SMA Kolese De Britto terhadap siklus akuntansi perusahaan jasa. Hal ini ditunjukkan dengan pencapaian skor rata – rata pre test adalah 4,48, sedangkan skor rata – rata post test mencapai 5,97. Dengan kata lain ada peningkatan pemahaman sebesar 25%. Hasil pengujian statistik terhadap hasil pre test dan post test tersebut menunjukkan ada perbedaan yang signifikan rata-rata pre test dan post test (sig. (2-tailed

  ) = 0,000 < α = 0,005)

  

viii

  

ABSTRACT

THE IMPLEMENTATION OF ROLE PLAYING METHOD AS THE

EFFORT TO IMPROVE THE UNDERSTANDING OF ACCOUNTING

CYCLE MATERIALS OF A SERVICE PRODUCING COMPANY OF THE

th

  

12 GRADE OF SOCIAL STUDENTS OF DE BRITTO COLLEGE SENIOR

HIGH SCHOOL

th rd

  This research was conducted in the 12 Grade of the 3 Students of Social Department of De Britto College Senior High School

  Felix Wintala Sanata Dharma University

  2011 This research aims to know the improvement of understanding of accounting

  th rd

  cyle materials of a service producing company of the 12 grade of the 3 students through the implementation of role playing method. This research is a classroom

  th

  action research. It was conducted in August 2010 in the 12 class of Social department of De Britto College Senior High School Yogyakarta.

  The data were collected through observational, interviews, and documentation methods. The classroom action research was done in a cycle consisted of four stages: planning, action, observation, and reflection. The data were collected by using observation sheets of teacher’s activity, students’ activity, and classroom activity, teacher’s activity in the learning processes, instrument of classroom observation, students’ learning activity in a group, and reflection instrument. The data collected were analyzed using descriptive analysis and comparative analysis.

  The result shows that the implementation of role playing method is able to

  th rd

  improve the understanding of the 12 grade of the 3 students of social department of De Britto College Senior High School in accounting cycle of a service producing company. It is showed by the average score achievement of the pre-test is 4,48, whereas the post-test is 5,97. It meants that the students understanding increases for 25 %. The statistical testing of the pre-test and post-test result show the significant difference of the average of pre-test and post-test (sig. (2- tailed) = 0,000 < α = 0,005).

  

ix

KATA PENGANTAR

  Tiada kata yang dapat penulis ungkapkan selain bersyukur dan berterima kasih kepada Allah Bapa di Surga yang berkenan menyertai dan membantu penulis dalam proses penyusunan Skripsi ini, sehinggga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi yang berjudul Penerapan metode role playing sebagai upaya meningkatkan peningkatan pemahaman materi siklus akuntansi perusahaan jasa. Semua itu tidak lepas dari usaha keras penulis, bimbingan dari Tuhan dan bantuan dari berbagai pihak.

  Dalam Penyusunan skripsi ini penulis memperoleh banyak bantuan, semangat, dan doa yang sangat mendukung penulis dalam penyelesaian skripsi ini.

  Penulis mengucapkan terima kasih

  1. Bapak Drs. T. Sarkim, M.Ed., Ph.D. selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakartra.

  2. Bapak Yohanes Harsoyo, S.Pd., M.Si. selaku Ketua Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  3. Bapak L. Saptono, S.Pd., M.Si. selaku Ketua Program Studi Pendidikan Akuntansi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  4. Bapak L. Saptono, S.Pd., M.Si. selaku Dosen Pembimbing yang telah menyediakan waktunya, memberikan saran, masukan, maupun revisi-revisi serta pengarahan kepada penulis dalam penyusunan skripsi ini sampai selesai

  

x

  5. Agustinus Heri Nugroho, S.Pd., M.Pd dan Ibu Natalina Premastuti Brataningrum, S.Pd., M.Pd. selaku dosen penguji. Terimakasih atas saran dan kritik yang telah diberikan sehingga penulisan skripsi ini menjadi lebih baik.

  6. Bapak Yohanes Iwan Prasetyo, S.Pd selaku guru mata pelajaran Akuntansi SMA Kolese De Britto yang berkenan menjadi mitra penulis dalam membantu melakukan penelitian tindakan kelas ini di kelas XII Sosial 3 SMA Kolese De Britto Yogyakarta

  7. Bapak A. Joko Wicoyo, S.Pd M.S yang telah memberikan bimbingan dalam abstrac t skripsi saya.

  8. Seluruh Bapak dan Ibu Dosen Program Studi Pendidikan Akuntansi serta para staf karyawan USD Yogyakarta yang telah memberikan bimbingan dan pelayanan selama penulis belajar di USD.

  9. Seluruh keluarga besar SMA Kolese De Britto khusunya kelas XII Sosial 3 yang telah memberikan kesempatan kepada penulis dalam melaksanakan penelitian.

  Terima kasih banyak atas ijin dan bantuannya.

  10. Mbak Theresia Aris Sudarsilah, selaku sekretaris Program Studi Pendidikan Akuntansi yang telah memberikan bantuan pelayanan yang baik sehingga proses penyusunan skripsi ini dapat berjalan dengan lancar.

  11. Kedua orang tuaku, Bapak Tarcisius Subaryanto dan Ibu Christina Sumartini yang tercinta, yang tidak pernah lelah memberikan doa, kasih sayang, dukungan

  

xi

  12. baik moril maupun material, serta semangat kepada penulis. Berkat Allah Bapa selalu menyertai Bapak dan Ibu tercinta.

  13. Adikku Natalia Istiyaning Tyas terima kasih atas dukungan, doanya, belajar yang rajin di SMA , raih cita-citamu, dan Tuhan Yesus Memberkati.

  14. Mbak Valentina Sumarni yang selalu memberikan semangat dan doa dalam proses penyelesaian skripsi ini.

  15. Simbah Handono dan Simbah Geno Harjo yang selalu mendoakan kesuksesan dalam studi selama ini.

  16. Keluarga besar Komunitas Sant Egidio Yogyakarta yang telah memberikan banyak dukungan dan semangat penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. Terima kasih kalian telah menjadi bagian dari keluargaku.

  17. Teman-teman seperjuanganku Veny, Danu, Nico, Lian, Rima, Kiki, Ruli, terima kasih atas kerjasamanya selama ini dan segala bantuan dari teman-teman semua.

  Semangat buat teman-teman untuk segera menyelesaikan skripsi.

  18. Klara Ade Krisnawati, sahabat dalam hidup, terima kasih atas bantuan,doa, dan semangatnya dalam penyelesaian skripsi ini, Berkat Allah selalu menyertaimu.

  Semoga lekas menyusul juga.

  19. Seluruh teman-temanku Program Studi Pendidikan Akuntansi angkatan 2007 terima kasih atas semangat dan dorongan kalian serta segala informasi, waktu, kebersamaan kalian, perhatian teman-teman yang sangat berarti sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.

  

xii

  20. Semua pihak yang telah membantu dan memberikan dukungan kepada penulis yang tidak dapat disebut satu persatu.

  DAFTAR ISI

  HALAMAN JUDUL…. .................................................................................. i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ............................................. ii HALAMAN PENGESAHAN ......................................................................... iii HALAMAN PERSEMBAHAN ..................................................................... iv HALAMAN MOTTO ..................................................................................... v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ......................................................... vi LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA

  ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ........................................ vii ABSTRAK ...................................................................................................... viii ABSTRACT .................................................................................................... ix KATA PENGANTAR .................................................................................... x DAFTAR ISI ................................................................................................... xiv DAFTAR TABEL ........................................................................................... xviii

  xiv

  DAFTAR GAMBAR ...................................................................................... xix DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................... xx

  BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ......................................................................

  1 B. Batasan Masalah.................................................................................

  5 C. Rumusan Masalah ...............................................................................

  5 D. Tujuan Penelitian ...............................................................................

  5 E. Manfaat Penelitian ..............................................................................

  6 BAB II TINJAUAN PUSTAKA

  A. Penelitian Tindakan Kelas................................................................... 7

  B. Ruang Lingkup Metode Pembelajaran Role Playing…………………… .. 13

  C. Pengertian Pemahaman ...................................................................... 18

  D. Mata Pelajaran Akuntansi ................................................................. 21

  E. Kerangka Berpikir .............................................................................. 21

  BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian .................................................................................... 25 B. Lokasi dan Waktu Penelitian .............................................................. 25 C. Subyek dan Obyek Penelitian……………………………………….. 25 D. Prosedur Penelitian.............................................................................. 26 E. Instrumen Penelitian............................................................................ 31

  xv

  F. Teknik Pengumpulan Data ................................................................. 34

  G. Teknik Analisis Data ........................................................................... 33

  BAB IV GAMBARAN UMUM SEKOLAH A. Sejarah SMA Kolese De Britto Yogyakarta ...................................... 37 B. VISI, MISI dan Tujuan SMA Kolese De Britto Yogyakarta .............. 41 C. Sistem Pendidikan SMA Kolese De Britto Yogyakarta .................... 44 D. Kurikulum SMA Kolese De Britto Yogyakarta .................................. 48 E. Organisasi SMA Kolese De Britto Yogyakarta ................................. 50 F. Wewenang dan Tanggung Jawab Masing-Masing Unsur .................. 51 G. Sumber Daya Manusia SMA Kolese De Britto Yogyakarta ............... 55 H. Siswa SMA Kolese De Britto Yogyakarta .......................................... 66 I. Kondisi Fisik dan Lingkungan SMA Kolese De Britto ..................... 67 J. Proses Belajar Mengajar SMA Kolese De Britto ................................ 74 K. Hubungan antara Satuan Pendidikan SMA Kolese De Britto dengan Instansi Lain ........................................................................... 78 L. Usaha – Usaha Peningkatan Kualitas Lulusan .................................... 79

  BAB V HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Penelitian ............................................................................ 82

  1. Observasi pendahuluan .................................................................. 82

  xvi

  2. Deskripsi awal pemahaman siswa terhadap Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa .............................................................................. 93

  3. Siklus pertama ................................................................................ 95

  4. Pemahaman siswa terhadap Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa ................................................................................................. 117

  B. Analisis Komparasi Pemahaman Siswa Sebelum dan Sesudah Penerapan Role Playing ..................................................................... 119

  1. Deskripsi data .................................................................................. 121

  2. Pengujian komparatif ...................................................................... 121

  a. Pengujian Prasarat analisis ......................................................... 121 b Pengujian hipotesis penelitian ..................................................... 121

  BAB VI KESIMPULAN, KETERBATASAN, DAN SARAN A. Kesimpulan ......................................................................................... 124 B. Keterbatasan ....................................................................................... 124 C. Saran .................................................................................................... 125 DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 126 LAMPIRAN ……………………………………………………………… . 128

  xvii

  DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Komparasi Perbandingan Siswa sebelum dan sesudah role playing ......... 35Tabel 4.1 Tenaga Edukatif ......................................................................................... 62Tabel 4.2 Pendamping Ektrakurikuler ....................................................................... 65Tabel 4.3 Karyawan dan Bidang Tugasnya ............................................................... 65Tabel 4.4 Karyawan Yayasan De Britto dan Tugasnya ............................................. 66Tabel 4.5 Distribusi Siswa ......................................................................................... 67Tabel 5.1 Hasil Observasi Terhadap Aktivitas Guru Sebelum Penerapan Metode

  Role Playing .............................................................................................. 84

Tabel 5.2 Hasil Observasi Terhadap Aktivitas Siswa sebelum Penerapan Role

  Playing ....................................................................................................... 88

Tabel 5.3 Hasil Pre Test Siswa Kelas XII Sosial 3 ................................................... 94Tabel 5.4 Hasil Observasi Terhadap Aktivitas Guru Saat Penerapan Metode Role

  Playing ...................................................................................................... 104

Tabel 5.5 Hasil Observasi Terhadap Aktivitas Siswa Saat Penerapan Role

  Playing ...................................................................................................... 108

Tabel 5.6 Hasil Rangkuman Refleksi Siswa .............................................................. 112Tabel 5.7 Hasil Refleksi Guru .................................................................................... 115Tabel 5.8 Hasil Post Test Siswa Kelas XII Sosial 3 ................................................. 117Tabel 5.9 Hasil Komparasi Peningkatan Pemahaman Siswa ..................................... 119Tabel 5.10 Pengujian Normalitas Berdasarkan One Sample Kolmogorov-Smirnov ... 121Tabel 5.11 Pengujian Beda Rata-rata Berdasarkan Paired Sample Test...................... 122

  xviii

  DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Tahap Penelitian Tindakan Kelas ……………………………………. 12Gambar 4.1 Struktur Organisasi Sekolah SMA Kolese De Britto Yogyakarta…… 50

  

xix

  DAFTAR LAMPIRAN

  Lampiran 1 Lembar Observasi Terhadap Kegiatan Guru ........................................ 128 Lampiran 2 Lembar Observasi Kegiatan Kelas ....................................................... 129 Lampiran 3 Lembar Observasi Kegiatan Siswa ....................................................... 130 Lampiran 4 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) .......................................... 131 Lampiran5 Instrumen Observasi Aktivitas Guru di Kelas Sebelum Penerapan Role

  Playing ................................................................................................. 138

  Lampiran 6 Instrumen Observasi Aktivitas Guru di Kelas Pada Saat Penerapan

  Role Playing ......................................................................................... 141

  Lampiran 7 Lembar Observasi Keadaan Kelas Saat Penerapan Metode Role

  Playing .................................................................................................. 144

  Lampiran 8 Instrumen Observasi Aktivitas Siswa di Kelas Sebelum Penerapan Metode Role Playing ............................................................................ 145

  Lampiran 9 Instrumen Observasi Aktivitas Siswa di Kelas Pada Saat Penerapan Metode Role Playing ............................................................................ 146

  Lampiran 10 Instrumen Refleksi Guru Mitra ............................................................ 147 Lampiran 11 Instrumen Refleksi Siswa ..................................................................... 148 Lampiran 12 Lembar Observasi Kegiatan Guru ........................................................ 149 Lampiran 13 Instrumen Observasi Aktivitas Guru di Kelas Sebelum Penerapan Role

  Playing .................................................................................................. 151

  Lampiran 14 Hasil Wawancara Guru Terkait dengan Metode Pembelajaran ........... 153 Lampiran 15 Hasil Observasi Kegiatan Siswa ........................................................... 154 Lampiran 16 Instrumen Observasi Aktivitas Siswa di Kelas Sebelum Penerapan

  Metode Role Playing ............................................................................ 155 Lampiran 17 Hasil Observasi Kegiatan Kelas ........................................................... 156 Lampiran 18 Hasil Wawancara dengan Siswa Terkait Keadaan Kelas ..................... 158 Lampiran 19 Hasil Wawancara dengan Guru Terkait Keadaan Kelas ...................... 159

  xx

  Lampiran 20 Hasil Wawancara dengan Guru Terkait Pemahaman Siswa ................ 160 Lampiran 21 Hasil Pre Test ....................................................................................... 161 Lampiran 22 Pembagian Kelompok .......................................................................... 167 Lampiran 23 Bukti-Bukti Transaksi .......................................................................... 169 Lampiran 24 Buku Akuntansi .................................................................................... 175 Lampiran 25 Papan Nama .......................................................................................... 183 Lampiran 26 Uang-Uangan ........................................................................................ 187 Lampiran 27 Instruksi Tiap bagian ............................................................................ 188 Lampiran 28 Materi Pelajaran.................................................................................... 193 Lampiran 29 Instrumen Observasi Aktivitas Guru di Kelas Pada Saat Penerapan

  Role Playing ......................................................................................... 196

  Lampiran 30 Instrumen Observasi Aktivitas Siswa di Kelas Pada Saat Penerapan Metode Role Playing ............................................................................ 199

  Lampiran 31 Hasil Observasi Keadaan Kelas Saat Penerapan Metode Role

  Playing .................................................................................................. 200

  Lampiran 32 Hasil Refleksi Siswa ............................................................................ 202 Lampiran 33 Hasil Refleksi Guru Mitra ................................................................... 210 Lampiran 34 Hasil Post Test ...................................................................................... 211 Lampiran 35 Uji One Sample Kolmogorov-Smirnov Test ......................................... 217 Lampiran 36 Uji Paired Sample Test ......................................................................... 218 Lampiran 37 Soal Pre Post Test ................................................................................ 231

  xxi

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan tidak pernah lepas dari kehidupan manusia. Pendidikan merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam kehidupan antar manusia. Pendidikan mempunyai peran dan fungsi dalam kehidupan manusia yaitu

  bermanfaat bagi kepentingan hidupnya dan kepentingan masyarakat. Fungsi dan peran tersebut terlihat dalam upaya pelatihan dan pembentukkan manusia muda agar menjadi manusia yang berbudaya dan mampu mengambil bagian dalam kehidupan sosial budaya di tengah masyarakat.

  Proses pendidikan tersebut tidak lepas dari suatu kegiatan belajar mengajar. Suatu proses belajar mengajar merupakan serangkaian perbuatan guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu (Usman 2001:4). Jadi kegiatan belajar mengajar ini merupakan suatu unsur yang penting dalam upaya mengembangkan pendidikan.

  Proses kegiatan belajar mengajar sebagian hasil belajar ditentukan oleh peranan guru. Guru mempunyai peranan yang amat penting dalam keberhasilan proses belajar mengajar. Guru yang kompeten akan berusaha untuk menciptakan lingkungan belajar yang efektif dan mampu mengelola proses belajar mengajar.

  

1 Seringkali guru kurang mampu menerapkan suatu metode yang pas dan cocok dalam kegiatan pembelajaran. Guru juga sering kurang kreatif untuk membangkitkan motivasi para siswanya dalam pembelajaran di kelas.

  Kebanyakan para guru masih menerapkan metode yang kurang menarik dalam pembelajaran di kelas seperti misalnya ceramah. Dengan kata lain masih banyak guru yang cenderung menggunakan metode yang konvensional atau belum melibatkan siswa secara aktif dalam pembelajaran. Proses belajar cenderung satu arah di mana guru mendominasi proses pembelajaran dan siswa mendengarkan apa yang disampaikan guru. Akibatnya banyak siswa cenderung tidak tertarik dan bosan saat mengikuti pembelajaran. Siswa menjadi pasif karena tidak diberi berkesempatan berpartisipasi.

  Situasi semacam ini juga saya amati terjadi dalam kegiatan belajar mengajar mata pelajaran akuntansi di XII sosial 3 SMA Kolese De Britto. Di mana kelas tersebut sebagian siswanya belum memahami dengan baik materi siklus akuntansi perusaan jasa. Metode ceramah yang sering dilakukan Guru Akuntansi Bapak Y. Iwan Prasetyo S.Pd belum mampu membawa pemahaman materi siklus akuntansi perusahaan jasa dengan baik. Siswa terlihat tampak bosan, dan kurang tertarik dalam mengikuti pembelajaran di kelas. Hal ini tentu berdampak terhadap hasil pembelajaran tidak optimal dan proses belajar mengajar tidak kondusif lagi.

  Guru harus mempunyai keberanian untuk mencoba sesuatu hal yang baru. Guru idealnya tidak canggung menggunakan metode yang dirasa lebih menarik dan yang lebih mampu meningkatkan pemahaman siswa. Ada berbagai macam pilihan metode atapun model pembelajaran. Salah satunya adalah adalah metode

  

role playing. Role playing adalah metode pembelajaran yang memberikan

  keleluasaan siswa memainkan secara langsung apa yang menjadi permasalahan dalam pembelajaran yang sedang berlangsung. Siswa akan memainkan perannya sendiri-sendiri dan mereka diharapkan mampu untuk menemukan pengetahuan berdasarkan kemampuan mereka. Selain itu siswa diharapkan lebih mampu mengalami proses belajar yang nyata atas berbagai peran yang dilakukannya. Role

  

playing akan mendorong siswa untuk mengapresiasikan perasaannya dan juga

  melibatkan sikap, nilai, dan keyakinan. Dalam pembelajaran akuntansi, metode

  

role playing dimaksudkan untuk membantu siswa mengalami praktik langsung

setelah mendapatkan berbagai teori sebelumnya.

  Siklus Akuntansi perusahaan jasa terdiri dari 3 tahapan yaitu kegiatan pencatatan, pegikhtisarkan, dan tahap pelaporan. Di mana pada setiap bagian itu siswa harus memiliki kompetensi yang harus dikuasai sehingga dapat memenuhi standar kompetensi. Praktik akuntansi dalam dunia usaha mewujudkan bahwa pencatatan sebuah transaksi berdasarkan bukti transaksi bukan informasi transaksi yang umumnya terjadi selama ini. Maka dari itu, perlulah sebuah kegiatan pembelajaran yang mengarahkan dan mengajak siswa untuk mengalami praktik secara nyata layaknya dalam dunia usaha. Dalam metode role playing ini diharapkan dapat membawa siswa mengalami praktik secara langsung sebagaimana praktik di dalam dunia usaha sesungguhnya.

  Melalui penggunaan metode role playing siswa diajak untuk mengenali bukti transaksi, bagaimana pembuatan bukti transaksi, dan bagaimana melakukan pencatatan transaksi ke dalam jurnal. Praktik nyata di dunia usaha ini dapat siswa perankan di kelas. Guru dapat membuat rangkaian pembelajaran yang mengajak siswa untuk memerankan secara langsung peran-peran yang terkait dengan praktik nyata misalnya sebagai akuntan, atau bagian keuangan perusahaan. Setiap peran yang diperankan oleh siswa memiliki tugas atau wewenang masing-masing misalnya, sebagai akuntan siswa bertugas untuk mencatat bukti transaksi ke dalam jurnal sampai dengan pembuatan laporan keuangan, sebagai bagian keuangan siswa bertugas untuk mengatur keluar masuk uang perusahaan dan membuat bukti transaksi. Ketika memainkan peran tersebut, siswa langsung berhubungan dengan hal-hal yang terkait dengan praktik nyata. Siswa dihadapkan langsung dengan bukti transaksi, membuat bukti transaksi, mencatat bukti transkasi ke dalam jurnal, membuat buku besar dan laporan keuangan. Dengan mengetahui hal-hal tersebut diharapkan siswa lebih memahami siklus akuntansi perusahaan jasa, dan memiliki gambaran konkrit tentang praktik akuntansi di dunia usaha secara nyata. Diharapkan dengan peran yang dialami masing-masing siswa pada masing-masing bagian, siswa dapat terbantu untuk semakin memahami materi siklus akuntansi perusahaan jasa.

  Berdasarkan fenomena yang terjadi di dalam dunia pendidikan dan di kelas tersebut, maka penulis tertarik untuk melakukan suatu penelitian tindakan kelas dengan judul "Penerapan Metode Role Playing dalam Upaya

  Meningkatkan Pemahaman Siswa terhadap Materi Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa .” Studi Kasus Siswa Kelas XII Sosial 3 SMA Kolese De Britto Yogyakarta.

  B. Batasan Masalah

  Penelitian tindakan kelas ini merupakan upaya bagaimana penerapan metode role playing dalam pembelajaran akuntansi ini memfokuskan pada peningkatan pemahaman siswa mengenai siklus akuntansi perusahaan jasa.

  C. Rumusan Masalah

  Berdasarkan latar belakang masalah sebagaimana diuraikan di atas, rumusan permasalahan penelitian ini adalah bagaimana penerapan metode role playing pada materi siklus akuntansi perusahaan jasa untuk meningkatkan pemahaman siswa kelas XII sosial 3 SMA Kolese De Britto, Yogyakarta.

  D. Tujuan Penelitian

  Berdasarkan latar belakang permasalahan di atas, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan pemahaman siklus akuntansi perusahaan jasa siswa kelas XII sosial 3 SMA Kolese De Britto dengan penerapan metode role playing.

  E. Manfaat Penelitian

  1. Bagi peserta didik Dengan penelitian ini diharapkan peserta didik dapat meningkatkan pemahamannya mengenai materi siklus akuntansi perusahaan jasa. Selain itu dapat memberikan pengalaman kepada siswa bagaimana praktik akuntansi sesungguhnya di dalam dunia usaha.

  2. Bagi guru Penelitian ini diharapkan dapat memberikan inspirasi dan wawasan bagi guru dalam menerapkan berbagai metode pembelajaran yang cocok dan sesuai dengan materi. Selain itu, penelitian ini juga membantu guru dalam mengembangkan kreativitas dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran.

  3. Bagi Universitas Sanata Dharma Penelitian ini diharapkan dapat memberikan tambahan referensi bagi peneliti selanjutnya. Penelitian ini dapat memberikan informasi bagi mahasiswa FKIP untuk mengetahui penelitian tindakan kelas dan mampu menerapkan penelitian tindakan kelas.

  

7

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A.

   Penelitian Tindakan Kelas

  1. Pengertian Penelitian Tindakan Kelas (PTK) PTK adalah penelitian tindakan kelas atau sering disebut

  Classroom Action Research . PTK dilakukan oleh guru di kelas atau di

  sekolah tempat mengajar, dengan penekanan pada penyempurnaan atau peningkatan praktik dan proses pembelajaran (Susilo, 2007:16) .

  Suharsimi, Suhardjono, Supardi (2006:2) menjelaskan PTK dengan memisahkan kata-kata yang tergabung di dalamnya, yakni : penelitian + Tindakan + Kelas, dengan paparan sebagai berikut :

  a. Penelitian, menunjuk pada suatu kegiatan mencermati suatu objek dengan menggunakan cara dan aturan metodologi tertentu untuk memperoleh data atau informasi yang bermanfaat dalam meningkatkan mutu suatu hal yang menarik minat dan penting bagi peneliti.

  b. Tindakan, menunjuk pada suatu gerak kegiatan yang sengaja dilakukan dengan tujuan tertentu. Dalam penelitian berbentuk rangkaian siklus kegiatan untuk siswa.

  c. Kelas, dalam hal ini tidak terikat pada pengertian ruang kelas tetapi dalam pengertian yang lebih spesifik. Seperti yang sudah lama dikenal dalam bidang pendidikan dan pengajaran yang dimaksud dengan kelas adalah sekelompok siswa yang dalam waktu yang sama, menerima pelajaran yang sama dan dari guru yang sama pula.

  Berdasarkan pemahaman terhadap tiga kata kunci tersebut, dapat disimpulkan bahwa penelitian tindakan kelas merupakan suatu upaya untuk mencermati kegiatan belajar sekelompok peserta didik dengan memberikan sebuah tindakan( treatment) yang sengaja dimunculkan.

  Menurut Tatang Sunendar dalam http: //akh-mad su-dra-

  jat.Word-press.com/2008/03/21/pe-neliti-an-tin-dak-an-ke-las-part-ii/

  sebagaimana dikutip dari Harjodipuro, menjelaskan bahwa PTK adalah suatu pendekatan untuk memperbaiki pendidikan melalui perubahan, dengan mendorong para guru untuk memikirkan praktik mengajarnya sendiri, agar kritis terhadap praktik tersebut dan agar mau utuk mengubahnya. PTK bukan sekedar mengajar, PTK mempunyai makna sadar dan kritis terhadap mengajar, dan menggunakan kesadaran kritis terhadap dirinya sendiri untuk bersiap terhadap proses perubahan dan perbaikan proses pembelajaran. PTK mendorong guru untuk berani bertindak dan berpikir kritis dalam mengembangkan teori dan rasional bagi mereka sendiri, dan bertanggung jawab mengenai pelaksanaan tugasnya secara profesional

  Menurut Wijaya (2009:9), pengertian PTK adalah penelitian yang dilakukan oleh guru di kelasnya sendiri dengan cara merencanakan, melaksanakan, dan merefleksikan tindakan secara kolaboratif dan partisipatif dengan tujuan memperbaiki kinerja sebagai guru, sehingga hasil belajar siswa dapat meningkat. Dalam PTK, guru dapat melakukan penelitian sendiri terhadap proses pembelajaran di kelas atau juga secara kolaboratif bersama bekerja sama dengan guru dan peneliti lain.

  Dari berbagai pengertian-pengertian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa PTK atau penelitian tindakan kelas adalah suatu kegiatan penelitian dalam kelas yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan dalam rangka memperbaiki proses pembelajaran.

  2. Karakteristik PTK Karakteristik adalah ciri utama yang membedakan penelitian tindakan kelas dengan berbagai jenis penelitiannya (Susilo, 2007: 17), yaitu:

  a. Ditinjau dari segi permasalahan , karakteristik PTK adalah masalah yang diangkat berangkat dari persoalan praktik dan proses pembelajaran sehari-hari di kelas yang benar-benar dirasakan langsung oleh guru.

  b. Penelitian tindakan kelas selalu berangkat dari kesadaran kritis guru terhadap persoalan yang terjadi ketika praktik dan proses pembelajaran berlangsung, dan guru menyadari pentingnya untuk mencari pemecahan masalah melalui suatu tindakan atau aksi yang direncanakan dan dilakukan secermat mungkin dengan cara-cara ilmiah dan sistematis.

  c. Karakteristik yang unik dari penelitian tindakan kelas, yaitu adanya rencana tindakan-tindakan (aksi) tertentu untuk meperbaiki praktik dan proses pembelajaran di kelas. Jika penelitian yang dilakukan hanya sekedar ingin tahu tanpa disertai tindakan-tindakan tertentu untuk memperbaiki persoalan atau permasalahan maka penelitian itu tidak bisa disebut sebagai penelitian tindakan kelas.

  d. Karakteristik PTK berikutnya yaitu adanya upaya kolaborasi antara guru dengan teman sejawat ( para guru atau peneliti) lainnya dalam rangka membantu untuk mengobservasi dan merumuskan persoalan yang perlu diatasi.

  3. Prinsip Dasar PTK PTK mempunyai beberapa prinsip yang harus diperhatikan oleh guru di sekolah. Prinsip tersebut diantaranya (Wijaya Kusumah, 2009:17): a. Tidak mengganggu pekerjaan utama guru yaitu mengajar. b.Metode pengumpulan data tidak menuntut metode yang berlebihan sehingga mengganggu proses pembelajaran. c. Metodologi yang digunakan harus cukup reliable sehingga hipotesis yang dirumuskan ikut meyakinkan. d.Masalah yang diteliti adalah masalah pembelajaran di kelas yang cukup merisaukan guru dan guru memiliki komitmen untuk mencari solusinya.

  e. Guru harus konsisten terhadap etika pekerjaannya dan mengindahkan tata krama organisasi. Masalah yang diteliti sebaiknya diketahui oleh pimpinan sekolah dan guru sejawat sehingga hasilnya cepat tersosialisasi.

  f. Masalah tidak hanya berfokus pada konteks kelas, melainkan dalam perspektif misi sekolah secara keseluruhan (perlu kerja sama antara guru dan dosen).

  4. Tujuan PTK PTK mempunyai beberapa tujuan yang harus diperhatikan oleh guru di sekolah. Tujuan dari penelitian tindakan kelas antara lain (Susilo, 2007:17): a. Untuk perbaikan dan peningkatan kualitas proses pembelajaran di kelas.

  b. Perbaikan dan peningkatan pelayanan profesional guru kepada peserta didik dalam konteks pembelajaran di kelas.

  c. Mendapatkan pengalaman tentang keterampilan praktik dalam proses pembelajaran secara reflektif, dan bukan untuk mendapatkan ilmu baru.

  d. Pengembangan kemampuan dan keterampilan guru dalam proses pembelajaran di kelas dalam rangka mengatasi permasalahan aktual yang dihadapi sehari-hari.

  e. Adapun tujuan penyerta penelitian tindakan kelas yang dapat dicapai adalah terjadinya proses latihan dalam jabatan selama proses penelitian itu berlangsung.

  Masnur Muslich (2009:10) menjelaskan tujuan penelitian tindakan kelas adalah untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran serta membantu memberdayakan guru dan memecahkan masalah pembelajaran di sekolah.

  5. Manfaat PTK

  Banyak manfaat yang dapat diperoleh dari dilakasanakannya penelitian tindakan kelas yang terkait dengan komponen utama pendidikan dan pembelajaran (Susilo, 2007: 17) antara lain: a. Inovasi pembelajaran.

  b. Pengembangan kurikulum di tingkat sekolah dan tingkat kelas.

  c. Peningkatan profesionalisme guru atau pendidik.

  d. Melalui PTK secara kolaboratif akan tercipta peluang yang luas terhadap terciptanya karya tulis bagi guru e. Karya tulis ilmiah semakin di perlukan guru di masa depan untuk meningkatkan kariernya dan dalam rangka membuat rancangan PTK yang lebih berbobot sambil mengajar di kelas

  6. Tahapan Pelaksanaan PTK Dalam praktiknya, PTK adalah tindakan yang bermakna melalui prosedur penelitian yang mencakup empat tahapan yaitu (Susilo, 2007: 17) a. Perencanaan(planning)

  Kegiatan perencanaan mencakup : identifikasi masalah, analisis penyebab adanya masalah dan pengembangan b. Tindakan ( acting)

  Setelah ditetapkan bentuk tindakan ( aksi) yang dipilih sesuai dengan rencana pelaksanaan tindakan, maka langkah selanjutnya adalah mengimplementasikan tindakan proses pembelajaran sesuai dengan skenario pembelaran yang sudah dibuat oleh guru.

  c. Observasi ( observing) Kegiatan observasi atau pengamatan dalam penelitian tindakan kelas dilakukan untuk mengetahui dan memperoleh gambaran lengkap secara obyektif tentang pengembangan proses pembelajaran dan pengaruh dari tindakan ( aksi) yang dipilih terhadap kondisi kelas dalam bentuk data.

  d. Refleksi ( reflecting) Refleksi dilakukan untuk mengadakan upaya evaluasi yang dilakukan guru dan tim pengamat dalam penelitian tindakan kelas.

  Berikut ini merupakan gambar mengenai tahap-tahap penelitian tindakan kelas: (Arikunto, 2008:17-20)

Gambar 2.1 Tahap Penelitian Tindakan Kelas

  7. Syarat Penelitian Tindakan Kelas Menurut Arikunto (2008:23-24), ada beberapa syarat yang harus diperhatikan dalam penelitian tindakan kelas: a. Penelitian tindakan kelas harus tertuju atau mengenai hal-hal yang terjadi dalam pembelajaran, dengan demikian dapat meningkatkan kualitas pembelajaran.

  b. Penelitian tindakan kelas oleh guru menuntut dilakukannya pencermatan terus menerus, objektif, dan sistematis, sehingga diketahui secara pasti tingkat keberhasilan dan penyimpangan yang terjadi.

  c. Penelitian tindakan harus dilaksanakan sekurang-kurangnya dalam dua siklus. Hal ini bertujuan agar kekurangan-kekurangan pada siklus pertama dapat diperbaiki dalam siklus kedua, begitu pula seterusnya.

  d. Penelitian tindakan terjadi secara wajar. Dalam hal ini PTK tidak dilakukan dengan mengubah aturan dan jadwal yang sudah ada, dan tidak merugikan siswa.

  e. Penelitian harus benar-benar disadari oleh peneliti maupun pihak yang menjadi pelaku. Hal ini bertujuan agar pihak-pihak yang terkait dapat mengungkapkan kelebihan dan kekurangan yang telah dilakukan dibandingkan dengan rencana yang ada. f. Penelitian tindakan harus benar-benar menunjukan adanya tindakan yang dilakukan oleh sasaran tindakan. Jadi, dalam PTK siswa benar- benar ikut berperan dalam penelitian bukan hanya guru.

B. Ruang Lingkup Metode Pembelajaran Role Playing

  1. Pengertian role playing Pengertian role playing dapat dilihat dari asal katanya yaitu role dan playing yang berasal dari bahasa Inggris. Adapun arti dari role adalah peran atau tugas, sedangkan untuk playing berasal dari kata play yang berarti sandiwara, bermain. Jadi dari asal katanya role playing dapat diartikan bermain peran. Menurut Hisyam (2008:98), model pembelajaran role playing juga dikenal dengan nama model pembelajaran bermain peran. Pengorganisasian kelas secara berkelompok,masing-masing kelompok memperagakan/ menampilkan skenario yang telah dibuat guru.

  Siswa diberi kebebasan berimprovisasi namun masih dalam batas-batas skenario dari guru.

  Metode role playing atau metode bermain peran/ sosiodrama adalah suatu metode mengajar di mana guru memberikan kesempatan kepada murid untuk melakukan kegiatan memainkan peranan tertentu seperti yang terdapat dalam kehidupan masyarakat (Jusuf Djajadisastra,1982:34). Dengan metode role playing siswa menggambarkan atau mengekpresikan suatu penghayatan dalam keadaan seandainya ia menjadi tokoh yang sedang diperankannya itu. Sementara menurut Ulinbukit Karo-Karo (1981:60), role playing adalah suatu cara menyajikan bahan pelajaran dengan mempertunjukkan atau mempertontonkan kepada pelajar untuk mencapai tujuan pengajaran.

  Bahan-bahan yang disajikan dengan metode role playing ini adalah hubungan-hubungan sosial (isi hubungan sosial, konflik-konflik sosial, cara-cara orang mengambil keputusan, peranan orang tua dan sebagainya. Sedangkan, Yahya (2009) dalam http://apa de-finisi-nya. Blog-

  spot.com/2008/05/ kumpulan metode pembelajaran pen-dampin-ga. html. ,

  menjelaskan bahwa role playing pada prinsipnya merupakan metode untuk ‘menghadirkan’ peran-peran yang ada dalam dunia nyata ke dalam suatu ‘pertunjukan peran’ di dalam kelas/pertemuan, yang kemudian dijadikan sebagai bahan refleksi agar peserta memberikan penilaian.

  Metode role playing adalah suatu cara penguasaan bahan-bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan siswa.

  Pengembangan imajinasi dan penghayatan dilakukan siswa dengan memerankannya sebagai tokoh hidup atau benda mati. Permainan ini pada umumnya dilakukan lebih dari satu orang, hal itu tergantung kepada apa yang diperankan.

  Berbagai pengertian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa metode role playing adalah sebuah metode pembelajaran yang mengajak siswa untuk melakukan peran secara langsung sesuai dengan materi pembelajaran sehingga siswa diharapkan dapat terbantu memahami materi tersebut.

  Menurut Dindayu sebagaimana dikutip dari Mulyasa (2004:141) dalam (http:// dindayu. wordpress. com/2010/06/17/ model-bermain- peran-role-playing/) terdapat empat asumsi yang mendasari pembelajaran

  role playing untuk mengembangkan perilaku dan nilai-nilai sosial, yang

  kedudukannya sejajar dengan model-model mengajar lainnya. Keempat asumsi tersebut sebagai berikut: a. Secara implisit bermain peran mendukung suatu situasi belajar berdasarkan pengalaman dengan menitikberatkan isi pelajaran pada situasi ‘’di sini pada saat ini’’. Model ini percaya bahwa sekelompok peserta didik dimungkinkan untuk menciptakan analogi mengenai situasi kehidupan nyata. Terhadap analogi yang diwujudkan dalam bermain peran, para peserta didik dapat menampilkan respons emosional sambil belajar dari respons orang lain.

  b. Kedua, bermain peran memungkinkan para peserta didik untuk mengungkapkan perasaannya yang tidak dapat dikenal tanpa bercermin pada orang lain. Mengungkapkan perasaan untuk mengurangi beban emosional merupakan tujuan utama dari psikodrama (jenis bermain peran yang lebih menekankan pada penyembuhan). Namun demikian, terdapat perbedaan penekanan antara bermain peran dalam konteks pembelajaran dengan psikodrama. Bermain peran dalam konteks pembelajaran memandang bahwa diskusi setelah pemeranan dan pemeranan itu sendiri merupakan kegiatan utama dan integral dari pembelajaran; sedangkan dalam psikodrama, pemeranan dan keterlibatan emosional pengamat itulah yang paling utama. Perbedaan lainnya, dalam psikodrama bobot emosional lebih ditonjolkan daripada bobot intelektual, sedangkan pada bermain peran peran keduanya memegang peranan yang sangat penting dalam pembelajaran.

  c. Model bermain peran berasumsi bahwa emosi dan ide-ide dapat diangkat ke taraf sadar untuk kemudian ditingkatkan melalui proses kelompok. Pemecahan tidak selalu datang dari orang tertentu, tetapi bisa saja muncul dari reaksi pengamat terhadap masalah yang sedang diperankan. Dengan demikian, para peserta didik dapat belajar dari pengalaman orang lain tentang cara memecahkan masalah yang pada gilirannya dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan dirinya secara optimal. Dengan demikian, para peserta didik dapat belajar dari pengalaman orang lain tentang cara memecahkan masalah yang pada gilirannya dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan dirinya secara optimal. Oleh sebab itu, model mengajar ini berusaha mengurangi peran guru yang teralu mendominasi pembelajaran dalam pendekatan tradisional. Model bermain peran mendorong peserta didik untuk turut aktif dalam pemecahan masalah sambil menyimak secara seksama bagaimana orang lain berbicara mengenai masalah yang sedang dihadapi.

  d. Model bermain peran berasumsi bahwa proses psikologis yang tersembunyi, berupa sikap, nilai, perasaan dan sistem keyakinan, dapat diangkat ke taraf sadar melalui kombinasi pemeranan secara spontan. Dengan demikian, para pserta didik dapat menguji sikap dan nilainya yang sesuai dengan orang lain, apakah sikap dan nilai yang dimilikinya perlu dipertahankan atau diubah. Tanpa bantuan orang lain, para peserta didik sulit untuk menilai sikap dan nilai yang dimilikinya.

  2. Fase-Fase dalam Role Playing Menurut Zaini (2008:104-116) role playing dapat dilakukan dalam tiga tahap yaitu: perencanaan, interaksi, dan refleksi atau evaluasi. Berikut ini adalah uraian ketiga tahap tersebut:

  a. Perencanaan dan persiapan Sebelum kita melakukan suatu kegiatan maka kita harus membuat perencanaan yang baik. Karena perencanaan yang baik akan dapat memberikan hasil yang baik pula. Dalam role playing ada beberapa perencanaan yang harus dilakukan yaitu: 1) Mengenal peserta didik

  Sebagai seorang guru yang baik maka pasti kita akan mengetahui bagaimana kondisi peserta didik kita. Misalnya saja jumlah peserta didik, pemahaman peserta didik tentang materi yang diajarkan, pengalaman sebelumnya tentang role

  playing , kelompok umur, latar belakang peserta didik, minat

  dan kemampuan peserta didik, dan kemampuan peserta didik untuk melakukan kolaborasi. 2) Menentukan tujuan pembelajaran.

  Tujuan pembelajaran harus didefinisikan secara jelas agar memiliki fokus kerja yang jelas. Selain dirumuskan dengan jelas hendaknya tujuan pembelajaran tersebut diungkapkan kepada peserta didik atau siswa. 3) Mengidentifikasi skenario dan penempatan peran

  Dari masalah yang ada di sekitar peserta didik yang akan diangkat dalam role playing maka harus disusun dalam bentuk skenario. Skenario yang ada tersebut akan memberikan informasi tentang apa yang harus diketahui oleh peserta didik. Setelah kita membuat skenario untuk suatu materi tertentu maka kita akan menempatkan beberapa peran yang sesuai dengan skenario yang telah kita buat. 4) Menentukan posisi guru

  Dalam hal ini guru harus menentukan posisinya, apakah dia akan ikut berperan atau menjadi pengamat dalam proses role

  playing .

  5) Mempertimbangkan hambatan yang bersifat fisik Sebelum dilaksanakan role playing maka kita harus benar- benar memperhatikan hambatan-hambatan yang berasal dari piranti fisik seperti ketersediaan ruangan, kondisi kelas dan sebagainya.

  6) Merencanakan waktu Pelaksanaan role playing akan sangat tergantung dari jenis role

  playing yang diterapkan. Namun sekiranya perbandingan

  waktu yang sering digunakan antara pendahuluan, interaksi, dan evaluasi adalah 1:3:2. 7) Mengumpulkan sumber informasi yang relevan

  Setelah semua hal-hal yang pokok telah diperhatikan maka kita juga memerlukan tambahan informasi untuk memperkuat skenario yang telah kita buat.

  b. Interaksi Adapun langkah-langkah pengimplementasian rencana ke dalam aksi adalah: 1) Membangun aturan dasar. 2) Mengeksplisitkan tujuan pembelajaran. 3) Membuat langkah-langkah yang jelas. 4) Mengurangi ketakutan di depan publik. 5) Mengambarkan skenario atau situasi. 6) Memulai role playing.

  c. Refleksi dan evaluasi 1) Refleksi

  Setelah kita melakukan serangkain kegiatan role playing maka harus diadakan refleksi. Dari kegiatan pembelajaran yang baru saja dilakukan ada banyak hal yang ditemukan oleh peserta didik maupun guru. Dalam refleksi ini peserta didik maupun guru mengemukakan manfaat dan pengetahuan yang diperoleh serta perasaan mereka selama mengikuti pembelajaran dengan menggunakan role playing. 2) Evaluasi

  Evaluasi ini bertujuan untuk melihat bagaimana proses pembelajaran role playing berlangsung. Peserta didik diberikan kesempatan untuk memberikan masukan mengenai hal-hal apa saja yang masih harus diperbaiki dalam pembelajaran role playing dan hal mana yang harus dipertahankan.

  3. Kelebihan dan kelemahan role playing Menurut Djajadisastra (1988:41-43) ada beberapa kelebihan dan kekurang role playing a. Kelebihan metode role playing

  1) Peserta didik belajar untuk memecahkan permasalahan sosial menurut pendapatnya sendiri. 2) Memperkaya peserta didik dalam berbagai pengalaman situasi sosial. 3) Memberi kesempatan pada peserta didik untuk mengekspresikan perasaannya. 4) Memberi kesempatan bagi peserta didik untuk belajar mengungkapkan pendapat dengan jelas dan dimengerti oleh orang lain. 5) Belajar untuk menerima pendapat orang lain sehubungan dengan pemecahan masalah ketika memutuskan suatu peran.

  b. Kelemahan role playing 1) Suatu pemecahan yang pernah diperankan dalam role playing belum tentu cocok untuk memecahkan masalah secara nyata.

  2) Kecenderungan untuk membenarkan suatu tindakan atau keputusan. 3) Peserta didik yang belum memiliki kematangan psikis sulit untuk menghasilkan keputusan yang dapat dipertanggungjawabkan. 4) Kekurangan pengalaman dalam menghadapi situasi sosial yang ada. 5) Keterbatasan waktu yang digunakan dalam bermain peran. 6) Rasa malu akan menghambat proses bermain peran.

C. Pengertian Pemahaman

  Pemahaman berasal dari kata 'paham' yang mendapat imbuhan pe-an. Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia (Purwodarminto,1984:694), paham memiliki arti pengertian, pendapat pikiran, dan mengerti benar. Sejalan dengan pandangan Purwodarminto (1984:694), Kamus Besar Bahasa Pusat Bahasa (2008:998) mengartikan paham sebagai pengertian, pendapat pikiran.

  Pemahaman sendiri diartikan sebagai proses berbuat memahami atau memahamkan.

  Suatu pembelajaran dasar yang hampir dilupakan oleh setiap orang adalah pemahaman. Pemahaman adalah suatu titik temu antara 2 pola yang terdapat didalam diri manusia yaitu pola akal dan pola rasa, jika disetiap/suatu pembelajaran dimulai dan didasari oleh suatu pemahaman terlebih dahulu maka akan lebih berharga dan bermaknalah suatu pembelajaran tersebut .

  Cara belajar yang berdasarkan suatu pemahaman dapat dikategorikan atau dikatakan sebagai cara belajar yang tidak mengingat akan tetapi mengingat tapi dengan suatu aplikasi, seperti contoh : di dalam tubuh manusia terdapat berbagai macam unsur ataupun elemen yang bersifat komprehensif,

  kompleks dan mutlak sebagai suatu kesatuan dan tak dapat dipisah–pisahkan,

  akan tetapi si orang itu tadi terkadang juga lupa akan apa yang ia miliki di dalam dirinya sendiri sedangkan suatu ketika terjadi sesuatu permasalahan baik itu yang berasal /disebabkan oleh faktor dari dalam maupun dari luar pada si orang itu sendiri maka perlu segera dicari jalan keluarnya baik itu dengan usaha pemikirannya maupun lewat perasaannya.

  Tingkat pemahaman siswa dapat dilihat dari prestasi belajar yang diperoleh selama proses belajar mengajar. Prestasi belajar siswa dinilai melalui evaluasi pembelajaran. Evaluasi atau penilaian adalah pengambilan keputusan berdasarkan hasil pengukuran dan kriteria tertentu (Purwanto 2009:3). Dari evaluasi pembelajaran, diperoleh data-data mengenai pencapaian skor yang diperoleh siswa. Skor siswa tersebut akan diolah guru menjadi nilai. Nilai dari hasil belajar ini menunjukan sejauh mana peserta didik memahami suatu materi pelajaran yang selama ini dipelajari. Siswa yang memiliki nilai di atas standar kelulusan atau kriteria tertentu dapat dinyatakan bahwa siswa tersebut telah memahami suatu materi ajar. Jika ada siswa yang mendapatkan nilai dibawah standar kelulusan maka siswa tersebut dikatakan belum paham.

  Menurut Arikunto (2007:241-243), ada beberapa skala penilaian yang dapat mengukur pemahaman atau keberhasilan siswa dalam mempelajari materi mata pelajaran, yaitu:

  1. Skala bebas adalah skala penilaian yang tidak tetap. Ada kalanya skor tertinggi 20, lain kali 25, lain kali 50. ini semua tergantung dari banyak dan bentuk soal

  2. Skala 0-10 adalah skala penilaian untuk angka 0 adalah angka terendah dan angka 10 adalah angka tertinggi.

  3. Skala 0 – 100 adalah skala penilaian yang lebih halus dibanding skala 0 -10, karena skala ini menilai dalam bilangan bulat.

  4. Skala huruf adalah skala penilaian yang menggunakan huruf A, B, C, D dan E.

D. Mata Pelajaran Akuntansi

  Akuntansi dapat diartikan (Suwardjono,2002:7) sebagai seperangkat pengetahuan yang mempelajari perekayasaan penyediaan jasa berupa informasi keuangan kuantitatif suatu unit organisasi dan cara penyampaian (pelaporan) informasi tersebut kepada pihak yang berkepentingan untuk dijadikan dasar dalam pengambilan keputusan ekonomik.

  Sejalan dengan pendapat Suwardjono (2002:7), American Accounting Association (1996:1) dalam Anis Chariri (2003:31) berpendapat bahwa Akuntansi adalah proses mengidentifikasi, mengukur, dan mengkomunikasikan informasi untuk membantu pemakai dalam membuat keputusan dan pertimbangan yang benar. Jadi dapat dibuat suatu kesimpulan bahwa akuntansi adalah suatu penggolongan, pencatatan, pengikhtisaran dan pelaporan kejadian atau transaksi yang bersifat keuangan yang digunakan dalam pengambilan keputusan.

E. Kerangka berpikir

  Pada umumnya pembelajaran akuntansi di sekolah menengah identik dengan kegiatan ceramah dan hanya membahas seputar teori saja. Hal ini sangat disayangkan mengingat akuntansi akan jauh lebih baik apabila kegiatan praktik secara langsung juga diperhatikan. Guru-guru selama ini hanya terpatok kepada materi ajar/modul dan belum berani melakukan berbagai pengembangan materi ajar seperti mencoba menerapkan kegiatan praktik kepada siswa-siswa. Para siswa cenderung untuk menghafal materi pelajaran tanpa memahami konsep. Peserta didik akhirnya mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal ulangan jika soal berbeda dengan yang diajarkan. Hal ini menjadi pertanda bahwa siswa juga kurang memahami akuntansi dengan baik.

  Berdasarkan tingkat pemahaman pada siswa terhadap pembelajaran akuntansi perusahaan jasa yang kurang optimal, maka diterapkan metode Role playing dalam pembelajaran . Harapannya adalah dapat memperbaiki tingkat pemahaman siswa terhadap materi ini.

  Menurut Hisyam (2008:98), role playing merupakan suatu aktivitas pembelajaran terencana yang dirancang untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan yang spesifik. Sementara menurut Djajadisastra (1982:34), metode bermain peran atau berperan adalah suatu metode mengajar di mana guru memberikan kesempatan kepada murid untuk melakukan kegiatan memainkan peranan tertentu seperti yang yang terdapat dalam kehidupan masyarakat (sosial).

  Pada pembelajaran siklus akuntansi perusahaan jasa materi yang diajarkan terkait dengan satu siklus akuntansi mulai dari bukti transaksi, pencatatan ke dalam jurnal, posting ke buku besar, pembuatan neraca saldo, dan pembuatan laporan keuangan. Siklus akuntansi perusahaan jasa diawali oleh bukti transaksi yang diperoleh karena adanya suatu transaksi keuangan. Bukti transaksi dicatat dalam jurnal, diposting ke buku besar dan disusun laporan keuangan.

  Kegiatan siklus akuntansi tersebut melibatkan beberapa pihak yang terpisah tetapi saling berkaitan. Pihak-pihak yang terkait dalam siklus akuntansi perusahaan jasa tersebut dapat diperankan siswa. Peran-peran siswa yang dimaksud adalah sebagai akuntan, bagian keuangan, bagian kurir atau penjualan transaksi, dan pihak di luar perusahaan. Siswa yang berperan sebagai pelaksana transaksi bertugas untuk melakukan transaksi yang terjadi di dalam perusahaan dan berhubungan secara langsung dengan pihak di luar perusahaan. Siswa yang berperan sebagai bagian keuangan bertugas untuk mengurus keluar dan masuknya uang perusahaan, dan membuat bukti transaksi yang diperlukan. Siswa yang berperan sebagai akuntan bertugas untuk mencatat transaksi ke dalam jurnal sampai dengan pembuatan laporan keuangan. Siswa yang berperan sebagai pihak yang ada di luar perusahaan pertugas untuk menyediakan bukti transaksi atas transaksi yang dilakukan perusahaan. Peran akan dilakukan oleh siswa pada saat pembelajaran dengan menggunakan role playing diterapkan. Ketika memainkan peran, siswa harus benar-benar memahami tugas dari tiap peran sehingga role playing dapat berjalan sesuai dengan praktik akuntansi yang nyata.

  Pada saat peserta didik dilibatkan dalam berbagi peran, maka peserta didik lebih mudah untuk memahami materi yang sedang dipelajari.

  Kemampuan peserta didik untuk mengingat suatu materi yang mereka pelajari melalui praktik secara langsung akan lebih lama dan menetap dibandingkan dengan mendengarkan ceramah atau membaca materi secara mandiri. Pembelajaran dengan menggunakan metode role playing diharapkan mampu membantu peserta didik untuk lebih memahami materi siklus akuntansi perusahaan jasa.

  Dengan demikian dapat diperoleh rumusan hipotesis penelitian yaitu: H

  a

  = Terdapat perbedaan pemahaman siswa sebelum dan setelah diterapkan model pembelajaran role playing

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). PTK

  merupakan suatu pencermatan terhadap suatu kegiatan pembelajaran berupa tindakan yang sengaja diadakan dan terjadi di dalam suatu kelas.

  Penelitian tindakan kelas dilakukan secara kolaboratif antara guru sebagai pelaku tindakan dan peneliti sebagai mitra kerja. Dengan PTK ini diharapkan masalah-masalah yang ada di dalam kelas dapat diatasi dan terjadi perbaikan kualitas pembelajaran.

  B. Tempat dan Waktu Penelitian

  1. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian adalah SMA Kolese De Britto Jl. Laksda Adisucipto No. 161.

  2. Waktu Penelitian Waktu penelitian akan dilaksanakan pada bulan Agustus 2010.

  C. Subjek dan Objek Penelitian

  1. Subjek Penelitian Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII Sosial 3 SMA Kolese De Britto.

  2. Objek Penelitian

  Objek penelitian dalam penelitian ini adalah peningkatan pemahaman siswa akan materi siklus akuntansi perusahaan jasa melalui penerapan metode role playing.

D. Prosedur Penelitian

  1. Kegiatan Pra Penelitian Penelitian diawali dengan sebuah observasi awal. Observasi awal bertujuan untuk mengetahui masalah yang ada di dalam kelas.

  Kegiatan yang dilakukan yaitu mengadakan observasi terhadap situasi awal di dalam kelas yang mencakup observasi kegiatan guru, observasi kelas, dan observasi terhadap siswa. Selain dengan observasi, guna mendukung data yang diperoleh peneliti juga mengadakan wawancara terhadap guru dan siswa. Wawancara kepada guru dilakukan untuk mengetahui masalah-masalah pembelajaran yang terjadi di kelas. Sedangkan wawancara pada siswa dilakukan untuk melihat sejauh mana pemahaman siswa atas materi yang sedang dipelajari. Ada beberapa instrumen yang harus dipersiapkan peneliti dalam observasi awal yaitu; a. Observasi terhadap perilaku guru

  Peneliti mendeskripsikan tentang bagaimana perilaku guru selama proses pembelajaran berlangung. Cakupan pengamatan meliputi kegiatan guru pada kegiatan pembuka, kegitan inti dan kegiatan penutup. Bentuk instrumen observasi terhadap perilaku guru adalah instrumen observasi aktivitas guru di kelas. b. Observasi terhadap kelas Peneliti mendeskripsikan bagaimana keadaan kelas selama proses belajar mengajar berlangsung. Cakupan pengamatan meliputi deskripsi lingkungan fisik kelas, tata letak kelas, dan manajemen kelas. Bentuk instrumen observasi terhadap kelas adalah instrumen observasi aktivitas siswa di kelas.

  c. Observasi perilaku siswa Peneliti mendeskripsikan tentang perilaku siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Cakupan pengamatan meliputi kesiapan siswa dalam pembelajaran, dan perhatian siswa dalam pembelajaran. Bentuk instrumen observasi terhadap perilaku siswa adalah catatan anekdoktal

  2. Pelaksanaan penelitian Siklus pertama

  Pada siklus pertama, ada beberapa tahapan yang harus dilakukan yaitu: 1) Menyusun rencana tindakan (planing).

  a) Peneliti bersama guru mengumpulkan data tentang karakteristik tiap siswa. Setelah diketahui kemampuan tiap siswa maka siswa di dalam kelas tersebut akan dibagi menjadi beberapa kelompok yang heterogen, dan setiap kelompok terdiri dari 4 orang siswa. Selain membagi kelompok, guru dan peneliti juga merancang materi pembelajaran, alur pelaksanaan, alat-alat yang dibutuhkan, dan rencana pelaksanaan pembelajaran.

  b) Peneliti bersama guru menyusun instrumen pengumpulan data yang meliputi: (1) Lembar observasi perilaku guru

  Lembar observasi perilaku guru digunakan untuk mengetahui perilaku guru selama siklus pertama pembelajaran dengan menerapkan metode role playing berlangsung.

  (2) Lembar observasi perilaku siswa Lembar observasi perilaku siswa digunakan untuk mengetahui perilaku siswa di kelas selama siklus pertama pembelajaran dengan menerapkan metode role playing berlangsung.

  (3) Lembar observasi kelas.

  Lembar observasi kelas digunakan untuk mencatat keadaan kelas selama siklus pertama pembelajaran dengan menerapkan metode role playing berlangsung. (4) Instrumen refleksi.

  Setelah siklus pertama proses pembelajaran selesai, maka guru dan siswa melakukan refleksi tentang pembelajaran dengan menerapkan metode role

  playing . Refleksi bertujuan untuk menganalisis, memaknai, dan membuat kesimpulan dari pembelajaran. Refleksi dapat digunakan untuk perbaikan pada siklus kedua. 2) Pelaksanaan tindakan (acting)

  Tahap ini merupakan implementasi mengenai apa yang telah direncanakan dalam tahap I. Dalam tahap ini hendaknya guru melakukan kegiatan pembelajaran sesuai dengan apa yang telah direncanakan. Pada tahap ini diterapkan penggunaan metode role playing dengan rencana kegiatan sebagai berikut:

  a) Guru menjelaskan secara singkat tentang metode role

  playing yang akan diterapkan pada materi siklus akuntansi perusahaan jasa.

  b) Guru membagi siswa kedalam beberapa kelompok. Setiap kelompok terdiri dari 3 orang yang akan bertugas sebagai akuntan, bagian keuangan, dan bagian transaksi.

  c) Guru menjelaskan tugas dari masing-masing peran dalam

  role playing . Adapun peran-peran yang akan diperankan

  siswa adalah akuntan, bagian keuangan, dan bagian penjualan atau pembelian. Akuntan bertugas untuk mencatat transaksi yang terjadi sampai dengan pembuatan laporan keuangan. Bagian keuangan bertugas untuk mengatur keluar masuknya uang dan membuat bukti transaksi yang diperlukan. Petugas bagian penjualan atau kurir bertugas untuk melakukan transaksi. Pihak di luar perusahaan bertugas untuk menyediakan bukti-bukti transaksi yang diperlukan terkait dengan transaksi yang dilakukan perusahaan. Peran pihak luar perusahaan ini akan diperankan oleh mahasiswa selaku fasilitator tiap kelompok.

  d) Guru bersama dengan peneliti memberikan simulasi mengenai prosedur role playing.

  e) Guru melakukan post-test untuk mengetahui pemahaman siswa akan siklus akuntansi perusahaan jasa.

  f) Guru bersama dengan siswa melakukan refleksi atas pembelajaran dengan menggunakan metode role playing yang baru saja berlangsung. 3) Pengamatan (observing)

  Observasi dilakukan bersamaan dengan berlangsungnya tahap tindakan. Saat guru menerapkan metode role playing dalam pembelajaran, peneliti melakukan pengamatan atas apa yang terjadi dan menuangkannya dalam bentuk catatan anekdoktal.

  Hal-hal yang diamati adalah bagaimana aktivitas guru, bagaimana aktivitas siswa dan bagaimana keadaan kelas selama proses pembelajaran berlangsung. Pengamatan dilakukan secara langsung dan tidak langsung. Pengamatan secara langsung dilakukan dengan melakukan observasi terhadap perilaku siswa, perilaku guru, dan keadaan kelas.

  Pengamatan secara tidak langsung dilakukan dengan mendokumentasikan dalam video recorder 4) Refleksi (reflecting)

  Refleksi merupakan suatu tindakan memaknai, menganalisis, dan menyimpulkan kegitan yang telah berlangsung. Pada tahap refleksi guru dan siswa menganalisis, memaknai, dan menyimpulkan pembelajaran yang baru saja berlangsung.

  Refleksi digunakan untuk perbaikan pada siklus kedua.

E. Instrumen Penelitian

  1. Observasi pendahuluan Instrumen yang diperlukan dalam observasi pendahuluan adalah

  a. Instrumen observasi terhadap perilaku guru ( lampiran 1, halaman 127)

  b. Instrumen observasi terhadap kelas ( lampiran 2, halaman 128 )

  c. Instrumen observasi terhadap perilaku siswa ( lampiran 3 , halaman 129 )

  2. Kegiatan Penelitian Tindakan Kelas

  a. Tahap perencanaan Pada tahap ini guru dan peneliti menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Cakupan isi RPP adalah standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator pembelajaran, tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pembelajaran, dan strategi pembelajaran. RPP akan menjadi pedoman bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran. (lampiran 4 , halaman 130 ) b. Tahap observasi

  Pada tahap observasi instrumen yang dibutuhkan yaitu: 1) Instrumen observasi aktivitas guru di kelas sebelum role

  playing (lampiran 5, halaman 137)

  2) Instrumen observasi aktivitas guru di kelas saat role playing (lampiran 6 , halaman 140 )

  3) Instrumen observasi keadaan kelas saat role playing ( lampiran 7 , halaman 143 ) 4) Instrumen observasi aktivitas siswa di kelas sebelum role

  playing ( lampiran 8, halaman 144 )

  5) Intrumen observasi aktvitas siswa di kelas saat role playing (lampiran 9 , halaman 145 )

  c. Tahap Refleksi Guru bersama dengan siswa melakukan refleksi atas pembelajaran dengan menerapkan metode role playing. Pada tahap refleksi ini guru dan siswa memaknai, menganalisis, dan menyimpulkan pembelajaran dengan penerapkan metode role playing.

  1) Refleksi dari guru (lampiran 10 , halaman 146 ) 2) Refleksi dari siswa (lampiran 11 , halaman 147 )

F. Teknik Pengumpulan Data

  Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah dokumentasi, wawancara, dan observasi.

  1. Metode Dokumentasi Dokumentasi merupakan metode untuk memperoleh atau mengetahui sesuatu dengan buku-buku, arsip yang berhubungan dengan yang diteliti. Dokumen-dokumen yang ada dipelajari untuk memperoleh data dan informasi dalam penelitian ini.. Dokumentasi dilakukan dengan cara mengumpulkan data-data yang diperlukan seperti data siswa, hasil belajar siswa serta rekaman proses tindakan penelitian.

  2. Metode Wawancara Wawancara dilakukan untuk memperoleh data mengenai pendapat siswa dan pendapat guru tentang penerapan metode role playing.Selain itu, melalui wawancara peneliti ingin mengetahui pendapat siswa mengenai pemahamannya terhadap materi siklus akuntansi perusahan jasa dengan menerapkan metode role playing. Wawancara dengan guru bertujuan untuk mengetahui sejauh mana peningkatan pemahaman siswa dengan penerapan metode role playing. Wawancara ini dilakukan dalam situasi yang tidak formal.

  3. Metode Observasi Menurut Margono dalam Zuriah (2005:173) observasi sebagai pencatatan dan pengamatan secara sistematis mengenai objek yang diamati. Observasi dilakukan sendiri oleh peneliti sebagai mitra guru untuk mengetahui secara langsung kondisi kelas dan proses belajar mengajar. Observasi dilakukan secara langsung pada saat proses belajar mengajar sedang berlangsung.

G. Teknis Analisis Data

  Analisis data dilakukan secara deskriptif , komparatif, dan pengujian prasyarat analisis. Hal ini dilakukan untuk mengetahui perkembangan tingkat pemahaman siswa tentang siklus akuntansi perusahaan jasa.

  1. Analisis deskriptif Seluruh data yang didapat dari observasi, wawancara maupun data dokumen dianalisis secara deskriptif, artinya data dipaparkan menurut pemikiran peneliti berdasarkan pengamatan yang dilakukan di kelas. Hasil dari pemaparan dapat berupa cerita maupun rangkuman dalam sebuah tabel.

  2. Analisis komparatif Analisis komparatif adalah analisis data yang membandingkan antara beberapa data dalam penelitian. Dalam penelitian ini analisis komparatif dimaksudkan untuk membandingkan skor nilai siswa pada saat pre-test, dengan post–test. Siswa. Tujuan yang ingin dicapai dari analisis komparasi adalah untuk melihat apakah ada peningkatan pemahaman siswa akan materi siklus akuntansi perusahaan jasa dengan penerapkan metode role playing. Hasil dari analisis komparataif nantinya akan dianalisis untuk mengetahui sebab-sebab adanya peningkatan pemahaman siswa.

Table 3.1 Tabel Komparasi Pemahaman Sebelum dan Sesudah Penerapan Role

  Playing

  Peningkatan No Nama Pre-test Post- test Selisih pemahaman

  1

  2

  3

  3. Pengujian prasyarat analisis Sebelum dilakukan uji mean, digunakan uji normalitas data. Uji normalitas data digunakan untuk menguji normal tidaknya data hasil pengukuran. Apabila data yang terjaring berdistribusi normal, maka analisis untuk menguji hipotesis dapat dilakukan. Untuk mengetahui hal tersebut maka akan digunakan rumus Kolmogorov-Smirnov (Algifari, 2003:152) :

  • – F

  e o

  D = Maks │F │ Keterangan : D = Deviasi absolut yang tertinggi F = Frekuensi harapan

  e

  F o = Frekuensi observasi

  a. Pengujian hipotesis penelitian 1) Rumusan hipotesis penelitian

  H o = tidak terdapat perbedaan pemahaman siswa sebelum dan setelah diterapkan model pembelajaran role playing

  H a = terdapat perbedaan pemahaman siswa sebelum dan setelah diterapkan model pembelajaran role playing 2) Pengujian hipotesis penelitian

  Untuk menguji hipotesis, digunakan uji beda t-paired test. Uji ini digunakan untuk melihat ada tidaknya perbedaan sebelum dan setelah diterapkan model pembelajaran role playing. Rumus untuk menguji hal tersebut (Sugiyono, 2008 : 122) :

  Keterangan : = Rata-rata sampel 1 = Rata-rata sampel 2

  s 1 = Simpangan baku sampel 1 s 2 = Simpangan baku sampel 2

  = Varians sampel 1 = Varians sampel 2

  r = Korelasi antara dua sampel

  Kriteria pengujian hipotesis yang digunakan yaitu apabila t hitung < t tabel maka H o diterima, sebaliknya jika t hitung > t tabel maka H o ditolak.

  BAB IV GAMBARAN UMUM SEKOLAH A. Sejarah Singkat SMA Kolese De Britto SMA Kolese De Britto lebih dikenal dengan nama De Britto atau “JB”

  (kependekan dari Johanes De Britto). Sekolah ini memiliki catatan sejarah berdiri yang cukup panjang. Berawal dari dicabutnya peraturan yang melarang pihak swasta mendirikan sekolah oleh pemerintah pendudukan Jepang, para Bruder CCI bersama suster-suster Carolus Borromeus dan Fransiskanes mendirikan sebuah sekolah menengah Katolik, setingkat SMP. Terdesak kebutuhan mendirikan sekolah menengah atas yang bersendikan asas-asas Katolik untuk menampung lulusan SMP yang telah terlebih dahulu didirikan, maka atas persetujuan bersama Yayasan Kanisius di bawah pemimpin Romo Djojoseputro dengan para romo Jesuit dan para suster Carolus Borromeus didirikan sebuah sekolah menengah atas Kanisius. Sekolah menengah atas tersebut akhirnya dibuka secara resmi pada tanggal 19 Agustus 1948 dengan jumlah murid angkatan pertama sebanyak 65 orang yang terdiri dari putra dan putri. Tetapi, sekolah baru ini belum memiliki gedung sekolah sendiri sehingga untuk melaksanakan seluruh kegiatan akademik masih menumpang di ruang atas SMP

  Bruderan Kidul Loji. Tidak lama setelah diresmikan, jabatan sementara pemimpin sekolah yang dipegang Romo B. Sumarno, S.J diserahkan kepada Romo R. Van Thiel, S.J. Sekolah yang baru berlangsung lima bulan ini akhirnya ditutup karena situasi sosial politik yang ada, clash kedua tentara Belanda tanggal 18 Desember 1948.

  Setelah keadaan tenang, persiapan untuk mulai mengadakan kegiatan sekolah segera dilaksanakan. Bagian putri sudah dibuka kembali dan memulai seluruh kegiatan akademik pada bulan Agustus 1949, sedangkan bagian putra baru dapat dibuka kembali dan melaksanakan seluruh rangkaian kegiatan akademik pada bulan Oktober 1949. Hal ini mengingat banyak pemuda yang baru kembali dari medan perang, yang berjuang bagi ibu pertiwi. Sekolah ini akhirnya dipisahkan menjadi dua bagian, sekolah putra dan sekolah putri. Sekolah putra menempati gedung di Jalan Bintaran Kulon 5 dan diasuh oleh para romo Jesuit, dan memakai nama Santo Johanes De Britto sebagai nama sekolah. Sekolah putri berada di bawah asuhan para suster Carolus Borromeus, menempati gedung di Jalan Sumbing (sekarang Jalan Sabirin). Sekolah putri memakai nama SMA Stella Duce yang berarti Bintang Penuntun.

  Pada tanggal 9 Juni 1953, oleh Pembesar Serikat Jesus di Roma nama SMA Santo Johanes De Britto diubah menjadi SMA Kolese De Britto. Sekolah ini terus mengalami perkembangan seiring berjalannya waktu, hal ini tampak dari bertambahnya jumlah murid yang berdampak bertambahnya jumlah ruang kelas, pembenahan dan perbaikan bagian administrasi sekolah, termasuk rencana mendirikan gedung sekolah baru di lokasi lain. Banyak pilihan lokasi untuk mendirikan gedung sekolah yang baru, tetapi akhirnya pilihan lokasi jatuh di daerah Demangan tepatnya di Jalan Laksda Adisucipto 161 Yogyakarta, yang akhirnya menjadi alamat tetap sekolah ini. Peletakan batu pertama sebagai tanda awal pembangunan gedung sekolah yang baru dilakukan oleh Mgr.

  A.Soegijapranata, S.J. Pada bulan Mei 1958, SMA Kolese De Britto dipindahkan ke gedung sekolah yang baru. Selain kompleks gedung yang luas, sekolah yang baru ini juga dilengkapi lapangan olah raga, aula, ruang laboratorium,dan lain- lain.

  Pada permulaan tahun ajaran baru, 1 Agustus 1960, Romo P.F.C. Teeuwisse, S.J. yang masih WNA diganti oleh direktur baru, Romo Th. Koendjono, S.J karena pada saat itu pemerintah mengeluarkan peraturan yang melarang orang berkewarganegaraan asing mengajar di sekolah dasar dan menengah. Dua tahun kemudian tepatnya 1 Agustus 1962 kepengurusan SMA Stella Duce yang semula disatukan dengan SMA Kolese De Britto , resmi diserahkan kepada Yayasan Tarakanita, sedangkan SMA Kolese De Britto tetap diasuh oleh Yayasan De Britto yang secara ex officio diketuai oleh romo Jesuit sebagai rektor kolese. Sayangnya Romo Th. Koendjono, S.J. tidak lama bertugas karena mendapat tugas baru dari pemimpin Serikat Jesus. Tahun 1964 Romo Th. Koendjono, S.J. sebagai direktur diganti oleh seorang awam, yaitu bapak C. Kasiyo Dibyoputranto. Sejak itu hingga sekarang, jabatan direktur / kepala sekolah dipercayakan pada awam. Agar ciri kolese tidak hilang, jabatan rektor (yang sekaligus menjadi ketua yayasan) dan jabatan pamong tetap dipegang oleh Jesuit. Pada tahun 1973 ketika jabatan rektor dipegang oleh Romo J. Oei Tik Djoen, S.J., di SMA Kolese De Britto dicanangkan pendidikan bebas. Konsep pendidikan bebas ini merupakan jawaban terhadap keadaan masyarakat yang kurang bisa menerima pendapat yang berbeda dari pendapat umum, khususnya tahun 1960-1970. Masyarakat lebih mementingkan penampilan luar daripada motivasi dari dalam. Keberhasilan pendidikan bebas tidak lepas dari peran empat serangkai, yaitu Romo Oeik Tik Djoen, S.J., Romo G.Koelman, S.J., Bapak C.Kasiyo Dibyoputranto, dan Bapak L. Subiyat. Empat serangkai itu pada tahun 1971 diperkuat oleh Bapak Chr. Kristanto yang diangkat menjadi wakil kepala sekolah dan bapak G.Sukadi yang banyak berperan dalam kegiatan siswa.

  Sampai sekarang SMA Kolese De Britto masih tetap diminati banyak lulusan SMP dari berbagai kota di seluruh Indonesia. Pada tahun 2002 Tim Master Plan SMA Kolese De Britto yang dipimpin oleh Bapak G.Sukadi menyusun rencana induk pengembangan SMA Kolese De Britto tahun 2003-2013 yang menjadi pedoman pengembangan di bidang kurikulum, pembinaan dan pendampingan siswa, sumber daya manusia, administrasi, sarana dan prasarana, serta keuangan. Tahun 2004-2005 SMA Kolese de Britto mulai menerapkan kurikulum 2004 yang dikenal dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dan setahun kemudian berubah menjadi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Mulai tahun itu SMA Kolese De Britto menambah satu kelas X dari enam kelas menjadi tujuh kelas dan pada tahun 2005-2006 dibuka kembali jurusan bahasa (setelah sepuluh tahun tidak membuka jurusan bahasa), melengkapi dua jurusan yang sudah ada, yaitu IPA dan IPS. SMA Kolese De Britto tetap hanya menerima siswa putra, namun jumlah peminat setiap tahunnya tetap melimpah.

  Sampai sekarang SMA Kolese De Britto masih tetap diminati banyak lulusan SMP dari berbagai kota di seluruh Indonesia. Pada tahun 2002 Tim Master Plan SMA Kolese De Britto yang dipimpin oleh Bapak G. Sukadi menyusun rencana induk pengembangan SMA Kolese De Britto tahun 2003-2013 yang menjadi pedoman pengembangan di bidang kurikulum, pembinaan dan pendampingan siswa, sumber daya manusia, administrasi, sarana dan prasarana, serta keuangan. Tahun 2004-2005 SMA Kolese de Britto mulai menerapkan kurikulum 2004 yang dikenal dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dan setahun kemudian berubah menjadi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Mulai tahun itu SMA Kolese De Britto menambah satu kelas X dari enam kelas menjadi tujuh kelas dan pada tahun 2005-2006 dibuka kembali jurusan bahasa (setelah sepuluh tahun tidak membuka jurusan bahasa), melengkapi dua jurusan yang sudah ada, yaitu IPA dan IPS. SMA Kolese De Britto tetap hanya menerima siswa putra, meskipun demikian jumlah peminat setiap tahunnya tetap melimpah.

  B.

  

Visi, Misi, Nilai-Nilai yang Mendasari, dan Tujuan Pendidikan SMA Kolese

De Britto Yogyakarta

  1. Visi SMA Kolese De Britto Yogyakarta SMA Kolese De Britto Yogyakarta memiliki visi sebagai berikut : “SMA Kolese De Britto sebagai komunitas pendidikan berjuang untuk membantu proses pembentukan pribadi siswa menjadi pemimpin-pemimpin pelayanan yang kompeten, berhati nurani benar, dan berkepedulian pada sesama demi kemuliaan Allah yang lebih besar.”

  2. Misi SMA Kolese De Britto Yogyakarta Dengan dilandasi semangat kristiani dan spiritualitas Ignatian, komunitas Kolese De Britto bertekad untuk :

  a. Membentuk siswa menjadi pemimpin yang humanis, melayani, berani berjuang bagi sesama, dan berwawasan kebangsaan, serta menghayati nilai-nilai luhur bangsa Indonesia;

  b. Membantu siswa menjadi pribadi yang berkembang secara utuh, optimal, dan seimbang; c. Mengembangkan siswa menjadi pribadi yang jujur, disiplin, mandiri, kreatif, dan mau bekerja keras.

  3. Nilai-Nilai yang Mendasari SMA Kolese De Britto Yogyakarta

  a. Kasih Nilai kristiani yang paling mendasar adalah kasih. “Inilah perintah-Ku,

  yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu”

  (Yoh.15:12), dan St. Ignatius menegaskan bahwa kasih itu harus lebih diwujudkan dalam perbuatan daripada dengan kata-kata (LR 230). Atas dasar kasih itulah pendidikan Kolese De Britto membentuk para siswanya menjadi manusia yang bersedia untuk melayani dan berjuang bagi sesamanya demi kebenaran dan keadilan.

  b. Kebebasan Pendidikan Kolese De Britto sangat menekankan nilai kebebasan yang merupakan perwujudan konkret dari kebebasan anak-anak Allah (Roma 8:21). Para siswa dididik dalam suasana kebebasan menjadi manusia yang bebas, yaitu yang mampu mengambil keputusan dan bertindak sesuai dengan hati nuraninya yang benar, tidak terbelenggu oleh gengsi, materi, atau kecenderungan untuk ikut-ikutan saja. Manusia yang bebas adalah manusia yang mandiri dan bertanggung jawab atas pilihan dan tindakannya.

c. Keterbukaan dan Keanekaragaman

  Pendidikan Kolese De Britto dilaksanakan dalam suatu komunitas yang terdiri dari beraneka ragam suku, budaya, agama, dan latar belakang sosial-ekonomi. Dalam komunitas inilah para siswa dibantu untuk berkembang menjadi manusia dewasa yang terbuka dan menghargai keanekaragaman sebagai bagian dari persiapannya untuk kelak menjadi pemimpin yang melayani dalam masyarakat.

  4. Tujuan Pendidikan Berpijak pada visi dan misi yang telah dirumuskan, pendidikan di SMA Kolese De Britto bertujuan membantu proses pembentukan siswa menjadi pemimpin-pemimpin pelayanan yang meneladan Yesus Kristus dengan kepribadian yang utuh, optimal dan seimbang, jujur, disiplin, mandiri, kreatif, mau bekerja keras, humanis, selalu sedia melayani, dan berani berjuang bagi sesama.

C. Sistem Pendidikan SMA Kolese De Britto Yogyakarta

  SMA Kolese De Britto menerapkan Paradigma Pendagogi Ignasian dalam mendidik siswa untuk mengembangkan belajar mandiri sehingga siswa mampu mencari dan mencerna informasi yang diperlukan dan membiasakan diri untuk proses belajar seumur hidup.

  Pedagogi Ignasian ialah cara para pengajar mendampingi siswa dalam pertumbuhan dan perkembangan pembentukannya, yang dilandasi spiritualitas Santo Ignasius. Pedagogi meliputi pandangan hidup dan visi dari berbagai ideal manusia untuk dididik. Pedagogi juga memberikan kriteria pilihan sarana untuk dipakai dalam proses pendidikan. Oleh karena itu, pedagogi ini tidak boleh direduksi menjadi metodologi semata-mata.

  Secara sempit, paradigma ini merupakan sebuah alat yang praktis dan sebuah perangkat yang efektif untuk meningkatkan kinerja guru dan siswa dalam proses kegiatan belajar-mengajar. Secara luas, paradigma ini merupakan cara bertindak yang membantu siswa berkembang menjadi manusia yang kompeten, bertanggung jawab, dan berbelas kasih.

  Dengan demikian, Paradigma Pedagogi Ignasian sebenarnya merupakan dinamika pengajaran, yang diharapkan dapat diterapkan untuk mencapai pendidikan yang semakin berkualitas tinggi, sesuai dengan visinya. Paradigma di sini meliputi corak dan proses tertentu dalam mengajar, yang berarti pengisian pendekatan terhadap nilai belajar dan pertumbuhan dalam kurikulum yang berlaku.

  Dalam proses pengajaran, dinamika paradigma ini mencakup lima langkah pokok, yaitu:

  1. Konteks Proses pendidikan tidak pernah bergerak dalam ruang hampa. Oleh karena itu, pengalaman manusiawi harus menjadi titik tolaknya. Pemahaman konteks merupakan bentuk konkret perhatian dan kepedulian terhadap siswa. Perhatian dan kepedulian ini merupakan dua hal pokok sebagai awal untuk melangkah. Beberapa konteks yang perlu dipertimbangkan guru: a. Konteks kehidupan siswa.

  b. Konteks sosio-ekonomi, politik, kebudayaan, kebiasaan kaum muda, agama, media massa, dan lain-lain yang merupakan lingkungan hidup siswa yang dapat mempengaruhi perkembangan siswa dalam hubungannya dengan orang lain.

  c. Situasi sekolah tempat proses belajar-mengajar terjadi.

  d. Pengertian-pengertian yang dibawa siswa ketika memulai proses belajar.

  Pemahaman konteks itu sangat membantu para guru dalam menciptakan hubungan yang dicirikan oleh autensitas dan kebenaran. Kalau suasana saling mempercayai dan saling menghargai terjadi, siswa akan mengalami bahwa orang lain merupakan teman sejati dalam proses belajar. Dalam suasana seperti itulah proses belajar mengajar akan berjalan lancar dan berkualitas.

  2. Pengalaman Pengalaman mempunyai arti mengenyam sesuatu dalam hati atau batin. Ini mengandaikan adanya fakta dan pengertian-pengertian. Ini juga menuntut seseorang menduga kejadian-kejadian, menganalisis, dan menilai ide-ide. Hanya dengan pemahaman yang tepat terhadap apa yang dipertimbangkan, orang dapat maju sampai menghargai arti pengalaman. Pemahaman mencakup keseluruhan pribadi, budi, perasaan, dan kemauan masuk ke pengalaman belajar. Dalam pengalaman itu mencakup ranah kognitif dan afektif.

  Pengalaman dapat bersifat langsung dan tidak langsung. Pengalaman langsung dalam proses belajar-mengajar dapat terjadi melalui percobaan, diskusi, penelitian, proyek pelayanan, dan sebagainya. Sedangkan pengalaman yang bersifat tidak langsung dapat terjadi melalui membaca dan mendengarkan.

  3. Refleksi Refleksi merupakan suatu kegiatan dengan menyimak kembali secara intensif terhadap pengalaman belajar, antara lain materi pelajaran, pengalaman, ide-ide, usul-usul, atau reaksi spontan agar dapat memahami dan menangkap maknanya secara lebih mendalam.

  Dalam refleksi diusahakan siswa menangkap nilai yang dipelajari. Untuk mencapai hal itu, dapat dilakukan hal-hal sebagai berikut:

  a. memahami hal yang dipelajari secara lebih baik dan mendalam;

  b. mengerti sumber-sumber perasaan dan reaksi yang dialami siswa dalam renungan ini; c. mendalami implikasi bagi diri sendiri, bagi orang lain, atau bagi masyarakat; d. mendapatkan pengertian pribadi tentang kejadian-kejadian, ide-ide, kebenaran, atau pemutarbalikan kebenaran; e. memulai lebih mengerti atau memahami diri sendiri.

  Siswa diberi kebebasan dalam refleksi. Ada kemungkinan siswa yang telah berefleksi belum menunjukkan perubahan yang baik. Hal yang penting di sini adalah guru telah menanamkan benih kehidupan ke dalam diri siswa dan benih itu akan tumbuh seiring dengan waktu.

  4. Aksi Refleksi diharapkan dapat mendorong siswa untuk melakukan suatu aksi. Aksi merupakan perwujudan pengalaman baru dari pengambilan sikap atau tindakan dari refleksi yang telah dijalani. Dalam istilah aksi terkandung pemahaman, keyakinan, dan keputusan untuk melakukan komitmen atau melakukan suatu tindakan. Tindakan yang dilakukan berangkat dari keprihatinan atau kesadaran akan pentingnya mengambil tindakan, bukan bertindak sekedar emosi, terhasut, dan ikut-ikutan.

  5. Evaluasi Evaluasi mencakup dua hal, yaitu menilai kemajuan akademis dan menilai kemajuan pembentukan pribadi siswa secara menyeluruh. Menilai kemajuan akademis dapat dilakukan dalam bentuk tes, ulangan atau ujian. Sedangkan penilaian yang mencerminkan kemajuan pribadi siswa atau untuk mengetahui sejauh mana siswa berkembang menjadi lebih dewasa dapat dilakukan dengan mengadakan hubungan dialogal, angket, atau melalui pengamatan terhadap perilaku siswa.

  SMA Kolese De Britto juga menerapkan Pendidikan Bebas sebagai sikap dasar. Yang dimaksud dengan Pendidikan Bebas adalah bukan suatu pendidikan ke arah anarki atau suatu sistem yang yang bebas dari peraturan yang perlu untuk kehidupan bermasyarakat melainkan suatu sikap dalam usaha SMA Kolese De Britto yang mencakup para pendidik dan peserta didik, untuk bersama-sama mencari pengarahan dalam tindak-tanduk, berlandaskan pada pengakuan bahwa karunia manusia yang paling asasi dan luhur adalah kebebasannya yang harus diprioritaskan dalam proses pembentukan kepribadian.

D. Kurikulum SMA Kolese De Britto Yogyakarta

  Kurikulum yang digunakan SMA Kolese De Britto adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang diterapkan sejak Tahun 2006/2007 untuk menggantikan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). KTSP terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan, kalender pendidikan, dan silabus.

  Penerapan KTSP dalam program SMA Kolese De Britto didasarkan pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. KTSP merupakan kurikulum yang memberi kewenangan dan tanggung jawab penuh pada sekolah untuk menyusun sendiri pelaksanaan kegiatan pembelajarannya sesuai misi, visi, dan potensinya masing-masing, dengan mengacu kepada Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL), serta berpedoman pada panduan yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BNSP). Dengan KTSP, kepala sekolah, para guru, dan komite sekolah dapat terlibat langsung dalam merumuskan tujuan pembelajaran, materi, serta hal-hal lainnya yang berhubungan dengan kegiatan belajar-mengajar.

  E. Organisasi SMA Kolese De Britto Yogyakarta Gambar 4.1 DINAS DIKPORA Struktur Organisasi SMA Kolese De Britto Yogyakarta YAYASAN DE BRITTO

KEPALA SEKOLAH

WAKASEK WAKASEK WAKASEK URS. KESISWAAN URUSAN KURIKULUM

  URS. ADM & KEUANGAN KARYAWAN ADM./RT HUMAS PERPUS PNGB. GURU

  /SATPAM SUB LITBANG GURU BK KURIKULUM

  PAMONG

F. Wewenang dan Tanggung Jawab Masing-Masing Unsur

  1. Kepala Sekolah Kepala sekolah SMA Kolese De Britto yang sekarang dibantu oleh 3 wakil kepala sekolah. Kepala sekolah mempunyai tugas merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan, mengawasi dan mengevaluasi seluruh pendidikan di sekolah dengan perincian sebagai berikut: a. Mengatur Proses Belajar Mengajar

  Dalam mengatur proses belajar mengajar, kepala sekolah mempunyai tugas antara lain dalam hal sebagai berikut : 1) Program tahunan , semester berdasarkan kalender pendidikan 2) Jadwal pelajaran pertahun, persemesteran, termasuk penetapan jenis matapelajaran/ bidang pengembangan/bidang studi/bidang pengajaran/ keterampilan dan pembagian tugas guru. 3) Program satuan pelajaran (teori dan praktik) berdasarkan buku kurikulum 4) Pelaksanaan jadwal satuan pelajaran (teori dan praktik) menurut alokasi waktu yang telah ditentukan berdasarkan kalender pendidikan 5) Pelaksanaan ulangan/ test/ hasil evaluasi belajar untuk kenaikan kelas dan EBTA 6) Penyusunan kelompok murid/ siswa berdasarkan norma penjurusan

  7) Penyusunan norma penilaian 8) Penetapan kenaikan kelas

  b. Laporan kemajuan hasil belajar siswa

  c. Penetapan dan peningkatan proses belajar mengajar Dalam penetapan dan peningkatan proses belajar mengajar, kepala sekolah mempunyai tugas antara lain dalam hal sebagai berikut: Mengatur administrasi kantor 1) Mengatur administrasi murid/ siswa 2) Mengatur administrasi pegawai 3) Mengatur administrasi perlengkapan 4) Mengatur administrasi keuangan 5) Mengatur administrasi perpustakaan 6) Mengatur hubungan dengan masyarakat

  2. Wakil Kepala Sekolah Urusan Akademik Wakil kepala sekolah urusan akademik mempunyai tugas membantu kepala sekolah dalam kegiatan-kegiatan sebagai berikut : a. Menyusun program pengajaran

  b. Urusan kegiatan belajar-mengajar 1) Membuat/ menyusun format kerja : formulir, blangko, dan sebagainya yang diperlukan untuk proses belajar mengajar 2) Melaksanakan koordinasi dan memantau kelengkapan mengajar para pamong

  3) Mengusahakan agar proses belajar mengajar setiap hari berjalan lancar

  c. Mengatur pembagian guru

  d. Menyusun jadwal pelajaran

  e. Mengatur pelaksanaan kenaikan kelas

  f. Mengkoordinasikan pengumpulan nilai untuk dituangkan pada rapor dan STTB

  g. Menyusun jadwal penerimaan rapor dan penerimaan STTB

  3. Wakil Kepala Sekolah Urusan Kesiswaan/ Pamong Wakil kepala sekolah kesiswaan/pamong mempunyai tugas membantu kepala sekolah dalam kegiatan-kegiatan sebagai berikut : a. Urusan Penerimaan Siswa Baru (PSB)

  b. Urusan kegiatan ekstrakurikuler

  c. Urusan pembinaan Presedium/ OSIS

  d. Urusan tata tertib siswa

  e. Melaksanakan upacara bendera dan upacara hari-hari besar

  f. Membina dan melaksanakan koordinasi keamanan, kebersihan, keindahan, kekeluargaan dan kerindangan g. Mengadakan pemilihan siswa untuk mewakili sekolah dalam kegiatan di luar sekolah h. Melaksanakan pemilihan calon siswa teladan dan calon siswa penerima beasiswa i. Urusan Usaha Kesehatan Siswa (UKS) j. Menyusun laporan pelaksanaan kegiatan kesiswaan secara berkala.

  4. Wakil Kepala Sekolah Urusan Administrasi dan Keuangan Wakil kepala sekolah urusan administrasi dan keuangan mempunyai tugas membantu kepala sekolah dalam kegiatan-kegiatan sebagai berikut: a. Urusan investasi sarana dan prasarana

  b. Urusan pendayagunaan sarana dan prasarana

  c. Urusan pemeliharaan sarana dan prasarana

  d. Urusan laboratorium

  e. Urusan keuangan sekolah

  f. Urusan administrasi sekolah

  5. Guru Guru bertanggung jawab kepada kepala sekolah dan mempunyai tugas melaksanakan proses belajar mengajar secara efektif dan efisien.

  Tugas dan tanggung jawab guru antara lain adalah :

  a. Membuat program pengajaran (rencana kegiatan belajar mengajar semester) b. Membuat satuan pelajaran

  c. Melaksanakan kegiatan belajar mengajar

  d. Melaksanakan kegiatan penilaian

  e. Mengisi daftar nilai siswa

  f. Melaksanakan analisa hasil belajar siswa g. Menyusun dan melaksanakan program perbaikan dan pengayaan

  h. Melaksanakan kegiatan membimbing siswa dalam proses belajar mengajar i. Membuat alat peraga j. Menciptakan karya seni k. Mengikuti kegiatan pengembangan kurikulum l. Melaksanakan tugas tertentu di sekolah m. Mengadakan pengembangan setiap bidang studi yang menjadi tanggungjawabnya n. Membuat lembar kerja siswa G.

   Sumber Daya Manusia SMA Kolese De Britto Yogyakarta

  Sumber daya manusia di SMA Kolese De Britto Yogyakarta terdiri dari pengurus Yayasan De Britto, 49 tenaga edukatif, 25 karyawan (bidang intern sekolah), 3 karyawan Yayasan De Britto, dan 17 guru ektrakurikuler. Dengan rincian sebagai berikut:

  Personalia (Pengurus Yayasan De Britto) Pengawas 1. Prof. Dr. A. Sudiarja, S. J.

  2. Dr. T. Hani Handoko, M. B. A. 3. dr. J. B. Soebroto

  Pembina 1. Prof. Dr. F. Susilo, S. J.

  2. Drs. E. Azismardopo Subroto, S. J.

  3. Drs. Subagya, S. J.

  Pengurus Ketua (merangkap anggota) : J. Ageng Marwata, S. J.

  Sekretaris (merangkap anggota) : John Philio Simanjuntak, S. E., M. M. Bendahara (merangkap anggota) : Suzane Piscessa Diah Irawaty Anggota : H.J. Suhardiyanto, S.J.

  Dr. T. Priyo Widiyanto, M. Si. Dr. F. X. Nadar, M. A.

  Staf Direksi Kepala Sekolah : F. X. Agus Hariyanto, S.Pd., S.E.

  Wakasek Urusan Kurikulum : Drs. Ign.Triantoro. Wakasek Urusan Kesiswaan : Lukas B. Taufik Dwiko, N.P.,SJ. (Pamong) Wakasek Urusan Adm.dan Keu. : R. Arifin Nugroho, S. Si.

  Sub Pamong : S.Arief Herdian Putra Tama, S. J. S.S. Humas : Drs. A. M. Hengky Irawan

  F.X. Catur Supatmono, S.Pd

  Kepala Perpustakaan

  : Drs. St. Kartono, M.Hum

  Koordinator Laboraturium

  Laboraturium Fisika : Dra. M.Th. Nanik Ismarjati Laboratorium Kimia : Dra. C. Suci Puji Setyowati Laboratorium Biologi : M. M. Sudewi Fajarina, S. Si.

  Laboratorium Bahasa : P.Gandhi Prastowo, S.Pd Laboratorium Komputer : E. Megia Nofita, S. T.

  Koordinator Karya Ilmiah : Ag.Prih Adiartanto, S.Pd, M.Ed Koordinator Studio Musik

  : Drs. Bambang Widiayanto Koordinator Ekstrakurikuler : D.Sanusi S.H Murti, S.Pd.

  Chr. Danang Wahyu Prasetyo, S. Or.

  Pendamping Presidium : S.Arief Herdian Putra Tama, S. J. S.S. Tim Kurikulium : H.Heri Istiyanto, S.Si.

  H.Franky Ari Andri Prianto, S.Pd. M.M. Sudewi Fajarina, S.Si Tim Penelitian & Pengembangan : Ag. Prih Adiartanto, S. Pd., M.Ed.

  Drs. Widi Nugroho, M.Ed. Ag. Triwinanta, S.Pd Drs. Th. Wartono Basuki Tim Supervisi : Drs. Ign.Triantoro.

  Drs. B. Widi Nugroho, M. Ed Ag. Prih Adiartanto, S. Pd., M.Ed

  Tim Sarana & Prasarana : Dra. C. Suci Puji Setyowati

  Drs. H. Suradi

  Tim Kerja Pengembangan Rintisan SMA Bertaraf Internasional

  Penanggung Jawab : F. X. Agus Hariyanto, S.Pd., S.E Koordinator : Drs. A.M. Hengky Irawan Sekretaris : Drs. Th. Sukristiyono Bendahara I : R. Arifin Nugroho, S. Si Bendahara II : D. Nino Wahyu Wardhono, A.Md

  Anggota : Drs. L.Bagus Taufik Dwiko, S.J.

  Ig. Kingkin Teja Angkasa, S.Pd. Y. Sumantri, S.Pd. Ign. Agus Yulianto, S.Pd. P. Gandhi Prastowo, S.Pd. Dra. Endah Sulastriningsih M. M. Sudewi Fajarina, S.Si.

  E. Megia Nofita, S. T. Drs. Ign. Triantoro

TIM PENGADAAN BARANG

  Penanggung Jawab : F. X. Agus Hariyanto, S.Pd., S.E Anggota : R. Arifin Nugroho, S. Si

  Drs. A.M. Hengky Irawan Drs. Ign. Triantoro Y. Sudiyanto

TIM PENERIMAAN BARANG

  Penaggung jawab : F. X. Agus Hariyanto, S.Pd., S.E Anggota : Fl. Sumaryono

  D.Adiyo Kuntoro Y.Wisnu Chrisandaru

TIM BIMBINGAN KONSELING

  : St. Arintoko, S.Pd.

  B. M. Titisari Isdwiputranti, S.Pd Ag. Triwinata, S.Pd.

  M.G. Andi Ardiana, S.Pd TIM KEROHANIAN : Y. Sumantri, S. Pd.

   Drs. Th. Sukristiyono Dra. M.Th. Nanik Ismarjati.

  Y. Bambang Maryono, S.S. M.Reza Ariesto Brilianta, S.Sn D.Adiyo Kuntoro

  TIM BEA SISWA : P. Gandhi Prastowo, S.Pd.

   Ir. S. Susiani Y. Iwan Prasetyo, S.Pd.

  Drs. M. Samino

  TIM PENDAMPINGAN : Ig. Kingkin Teja Angkasa, S.Pd. (X)

  Ant. Didik Kristantohadi, S.Pd. (XI) Drs. H. Bambang Widiyanto (XII)

TIM PENGEMBANGAN WEBSITE (LAMAN)

  Koordinator : Y.B.Aprin Sugeng Jatmiko, S.Pd Anggota : H. Heri Istiyanto, S.Si.

  H. Franky Ari Andri Prianto, S.Pd.

  M.M. Nety Try Winarni, S.Pd

  A. Denny Setia Utama, S.Pd

TIM PENDAMPING KOMPETISI

  Matematika : H.J.Sriyanto, S.Pd Kimia : Dra. C.Suci Puji Setyowati Fisika : Dra. Endah Sulastriningsih Biologi : Ir. S. Susiani Ekonomi : Y. Iwan Prasetyo, S.Pd.

  KIR dan Debat : Ag. Prih Adiartanto, S. Pd., M.Ed Olahraga : Chr. Danang W. Prasetyo, S. Or.

  Bahasa Ingris : A. Denny Setia Utama, S.Pd Geografi : Y.B.Aprin Sugeng Jatmiko, S.Pd Bahasa Perancis : Sri Endah setia Rini, S.S., M.Pd Pasch Germany : M.M. Nety Tri Winarni, S.Pd

KOORDINATOR KELOMPOK GURU BIDANG STUDI

  Bahasa Indonesia : Drs. A.M. Henky Irawan Bahasa Inggris dan Bahasa Asing : Ag. Triwinanta, S.Pd Matematika : H.J. Sriyanto, S.Pd.

  Kimia : Dra. C. Suci Puji Setyowati Fisika : Drs. Th. Wartono Basuki Biologi : M. M. Sudewi Fajarina, S.Si.

  Ilmu-ilmu Humaniora : Y. Sumardiyanto, S.Pd.

  Ekonomi / Akuntansi : Y. Iwan Prasetya, S.Pd. Teknologi Inform.& Komunikasi : E.Megia Nofita, S.T. Pendidikan Agama : Y. Bambang Maryono, S.S. Pendidikan Jasmani : Chr. Danang W. Prasetyo, S. Or. Pendidikan Seni : Drs. B. Widiyanto Pendidikan Nilai : Drs. L. Bagus Taufik Dwiko, S. J.

  Bimbingan Konseling : St. Arintoko, S.Pd.

  GURU PIKET Senin : Y. B. Aprin Sugeng Jatmiko, S. Pd.

  Selasa : Ant. Didik Kristantohadi, S. Pd. Rabu : D. Pujiono, S.F.K Kamis : Dra. Endah Sulastriningsih Jumat : Drs. H. Bambang Widiayanto Sabtu : Dra. M. Th. Nanik Ismarjiati

WALI KELAS

  X-1 :. Ir. S. Susiani X-2 : Y. Sumantri, S.Pd X-3 : H. Heri Istiyanto, S.Si X-4 : Drs. Th. Sukrisno X-5 : D. Sanusi S. H. Murti, S. Pd.

  X-6 : A. Denny Setia Utama, S. Pd. X-7 : Ig. Kingkin Teja Angkasa, S.Pd.

  XI IPA-1 : Dra. Endah Sulastriningsih

  XI IPA-2 : D. Pujiono, S.F.K

  XI IPA-3 : Drs. H. Suradi

  XI IPA-4 : Drs. M. Samino XI IPA-5 : Ant. Didik Kristantohadi, S. Pd.

  XI IPS-1 : Y. Sumardiyanta, S. Pd.

  XI IPS-2 : Drs. St. Kartono, M.Hum XI IPS-3 : Ag. Prih Adiartanto, S. Pd., M.Ed.

  XI Bahasa :. Drs. B. Widi Nugroho, M. Ed XII IPA-1 : E.Megia Nofita, ST.

  XII IPA-2 : Dra. C. Suci Puji Setyowati XII IPA-3 : Y. Bambang Maryono, S.S.

  XII IPA-4 : M. M. Sudewi Fajarina, S. Si

  XII IPA-5 : Drs. Th. Wartono Basuki XII IPS-1 : P. Gandhi Prastowo, S. Pd.

  XII IPS-2 : Y. Iwan Prasetyo, S. Pd.

  XII IPS-3 : Drs. B. Widiyanto

  XII Bahasa : D. Pujiono, S.F.K

  Tabel 4. 1 : Tenaga Edukatif

MATA NO. NAMA PELAJARAN KELAS

  F. X. Agus Hariyanto, S.Pd.,

  1 S.E. Ekonomi

  XII IPS

  H. Franky Ari Andri Prianto, S. Ekonomi dan

  2 Pd. Akuntansi X, XI IPS

  3 Y. Iwan Prasetyo, S. Pd. Akuntansi

  XI IPS/, XII IPS J.

  XII

  XI BHS, XII BHS

  20 Drs. St. Kartono, M.Hum Bahasa Indonesia X, XI IPS/BHS Jurnalistik

  XI BHS, XII BHS

  21 Ag. Prih Adiartanto, S.Pd.

  M.Ed.

  Bahasa Indonesia

  XI IPS, XII IPS Sastra Indonesia

  XI Bahasa, XII Bahasa 22 Ant. Didik Kristantohadi, S.Pd. Bahasa Indonesia

  XI IPA/BHS Sastra Indonesia

  XII BHS Teater

  23 D. Sanusi S. H. Murti, S. Pd. Bahasa Indonesia X,XI IPA/BHS

  19 Drs. A. M. Hengky Irawan Bahasa Indonesia

  24 Drs. M. Samino Kewarganegaraan

  XI, XII IPS/ BHS

  25 Drs. H. Bambang Widiyanto Kewarganegaraan

  XII IPA Sejarah

  XI BHS, XII

  26 Ig. Kingkin Teja Angkasa, S.

  Pd.

  Kewarganegaraan

  X Sejarah

  X Antropologi

  XII IPA/BHS

  XII

  5 S.Arief Herdian P. Tama, S. J.

  11 R. Arifin Nugroho, S. Si. Biologi

  S.S Pendidikan Nilai X, XI IPA

  6 H. J. Sriyanto, S. Pd. Matematika

  XI IPA

  7 Y. Sumantri, S. Pd. Matematika X, XI IPS

  8 FX. Catur Supatmono, S. Pd. Matematika

  XII IPA

  9 Drs. Th. Sukristiyono Matematika X, XI BHS, XII BHS

  10 Drs. Ign. Triantoro Matematika

  XII IPS

  XI IPA

  XI IPS, XI BHS,

  12 Ir. S. Susiani Biologi X, XI IPA

  13 M. M. Sudewi Fajarina, S. Si. Biologi

  XII IPA

  14 Dra. M. Th. Nanik Ismarjiarti Fisika

  X

  15 Dra. Endah Sulastriningsih Fisika

  XI IPA

  16 Drs. Th. Wartono Basuki Fisika

  XII IPA

  17 Joned Etri Seaga S.OR Pend. OR dan Kes. X, XI IPA Arif Hadiwibowo Pend. OR dan Kes 18 Chr. Danang W. Prasetyo, S. Or. Pend. OR dan Kes.

  XI BHS, XII BHS

  Tabel 4. 2 : Pendamping Ekstrakurikuler

  45 M. M. Nety Tri Winarni, S. Pd. Bahasa Jerman

  X

  38 Drs. B. Widiyanto Seni Lukis

  XI IPA, XII IPA/

  IPS

  39 Petrus Agus Harjoko S.pd Seni Lukis X, XI IPS

  40 D. Pujiyono, S. F. K. Pendidikan Agama

  XI, XII IPS/BHS

  41 Y. Bambang Maryono, S. S. Pendidikan Agama X, XI IPA

  42 H. Heri Istiyanto, S. Si. TIK X, XI IPA

  43 E. Megia Nofita, S. T. TIK

  XI IPS/BHS, XII

  XI IPA, XII

  XII IPA

  IPA/IPS

  46 Iwan Susanto, S.Pd Bahasa Jerman X, XI IPS

  47 Y. B. Aprin Sugeng Jatmiko, S.

  Pd. Geografi

  XI IPS, XII IPS M. Eva Vera Santi, S.Pd Geografi

  X

  48 Sri Endah Setia Rini, S.S., M.

  Pd. Bahasa Perancis

  XI BHS, XII BHS

  49 V. Yeni Endrayanti, S. H. Bahasa Mandarin

  XI BHS, XII BHS

  37 Daniel Dian Permana, S. T. Kimia

  36 Dra. C. Suci Puji Setyowati Kimia

  1 A. Denny Setia Utama, S. Pd. English Club

  31 A. Denny Setia Utama, S. Pd. Bahasa Inggris

  27 M.Dwi Prasetyo, S.S Sejarah

  XI IPA/IPS Sosiologi

  X

  27 Y. Sumardiyanta, S. Pd. Sosiologi X, XI IPS, XII

  IPS

  28 Drs. B. Widi Nugroho, M. Ed. Bahasa Inggris

  XI IPA/ BHS

  29 P. Gandhi Prastowo, S. Pd. Bahasa Inggris

  XI IPS, XII IPA

  30 Ag. Triwinanta, S. Pd. Bahasa Inggris

  XII IPA/ BHS

  X

  X

  32 B. M. Titisari Isdwiputranti, S.

  Pd.

  Bimbingan Konseling

  XI IPS/IPA/BHS 33 St. Arintoko, S. Pd. Bimbingan Konseling

  XII

  IPS/IPA/BHS M.G..Andi Ardiana, S.Pd

  Bimbingan Konseling

  X

  34 Drs. H. Suradi Kimia

  XI IPA

  35 Ign. Agus Yulianto, S. Pd. Kimia

NO. NAMA BIDANG ESKUL

  3 C. Widyatmoko Fotografi

  6 F.Gudea Deisiana Tata Usaha bidang kesekretariatan pamong

  NO. NAMA TUGAS

  1 Fl. Sumaryo Tata Usaha bidang akademik dan kesiswaan

  2 Y.Sudiyanto Tata Usaha bidang keuangan dan personalia

  3 D. Adiyo Kuntoro Tata Usaha bidang penggandaan dan dokumen

  4 D.Nino Wahyu W. A.Md Tata Usaha bidang pembukuan keuangan

  5 M. G. Suryati Tri W., A. Md. Tata Usaha bidang kesekretariatan

  7 F. X. Sujarwanto Petugas Perpustakaan bidang administrasi

  21 J. B. Gatut Budiharto Tenis Lapangan

  8 Y. Luhur Budi S, A. Md. Pustakawan

  9 P. Riswanto Kelistrikan dan Laboran Kimia - Biologi

  10 M. Tri Handoyo Teknisi audio visual, Laboran Fisika dan Bahasa

  11 Y. Wisnu Chrisandaru Teknisi komputer

  12 Y. Juni Hariyanto Ekspedisi dan bidang rumah tangga

  13 Wardiyono Bidang Rumah Tangga

  14 M. Poniman Bidang Rumah Tangga

Tabel 4.3 : Karyawan dan Bidang Tugasnya

  20 D. Pujiono, S.F.K Bulu Tangkis

  4 Ig. Kingkin Teja Angkasa, S. Pd.

  10 Sony Hartanto Tae Kwon Do

  Jurnalistik

  5 Drs. B. Widiyanto Sanggar Seni

  6 Pancasona Aji Paduan Suara

  7 Greg. Adam Bramantio Musik

  8 F. Bayu Prihantoro Sinematografi

  9 Y.Juni Haryanto Karawitan

  11 P.Agung Budi Prasetyo Tae Kwon Do

  19 Ag. Saptono Nugroho Pencinta alam

  12 Chr. Danang Wahyu Prasetyo, S. Or. Sepak Bola

  13 Drs. L. Joko Sulistyo Sepak Bola

  14 Asep Nugroho Basket

  15 Arief Hadi Wibowo Basket

  16 Anton Wahyudi, S.Pd., Kor Voli

  17 M.Th. Anggita Listiana Renang

  18 Dra. Dien Kadarini Renang

  15 H. Dwiyanto Bidang Rumah Tangga

  16 Ag. Jumono Bidang Rumah Tangga

  17 V. Jarwo Biadi Bidang Rumah Tangga

  18 M. Suroto Bidang Rumah Tangga

  19 M. Susanto Bidang Rumah Tangga

  20 A. Sarjiman Bidang Rumah Tangga

  21 H. C. Paiman Satpam

  22 Irawan Pudjanugraha Satpam

  23 Ant. Supardi Satpam

  24 Ant. Soedarsono Satpam

  25 Ant. Nur Basuki Satpam

  26 F. X. Mujiyanto Satpam

  27 Joko Yuwono Satpam

Tabel 4.4 : Karyawan Yayasan De Britto dan Bidang Tugasnya

  NO. NAMA TUGAS

  1 D. Tony Aryanto, S. E. Kepala Kantor Yayasan De Britto

  2 Monica Yuli Yarti, A. Md. Sekretaris Yayasan De Britto

  3 Stefanus Fendy S., A. Md. Pembukuan Yayasan De Britto H.

   Siswa SMA Kolese De Britto

  Seluruh peserta didik SMA Kolese De Britto Yogyakarta berjenis kelamin laki-laki. Jumlah peserta didik pada tahun pelajaran 2010/2011 seluruhnya ada 735 siswa yang terdiri atas 266 siswa kelas X, 248 siswa kelas XI, dan 221 siswa kelas XII.

  SMA Kolese De Britto Yogyakarta memiliki 25 kelas yang terdiri atas 7 kelas untuk kelas X, 9 kelas untuk kelas XI (5 kelas untuk program IPA, 3 kelas untuk program IPS, dan 1 kelas untuk program Bahasa), dan 9 kelas untuk kelas

  XII (5 kelas untuk program IPA, 3 kelas untuk program IPS, dan 1 kelas untuk program Bahasa).

Tabel 4.5 : Distribusi Siswa

  No. Kelas Banyak Siswa

  20 XII A4

  15 XI S3

  31

  16 XI Bahasa

  10 Jumlah 246

  17 XII A1

  24

  18 XII A2

  24

  19 XII A3

  25

  25

  14 XI S2

  21 XII A5

  25

  22 XII S1

  31

  23 XII S2

  31

  24 XII S3

  31

  25 XII Bahasa

  5 Jumlah 221

  Jumlah Total Siswa 733 I. Kondisi Fisik dan Lingkungan SMA Kolese De Britto Yogyakarta

  28

  30

  1 X1

  38

  38

  2 X2

  38

  3 X3

  38

  4 X4

  38

  5 X5

  38

  6 X6

  7 X7

  13 XI S1

  38 Jumlah 266

  8 XI A1

  30

  9 XI A2

  30

  10 XI A3

  29

  11 XI A4

  29

  12 XI A5

  29

  SMA Kolese De Britto adalah sekolah swasta pertama di daerah Sleman- Yogyakarta yang diberi kepercayaan sebagai Sekolah Swasta Pertama Bertaraf Internasional. Sekolah ini didirikan secara resmi pada tanggal 19 Agustus 1948 dan terletak di Jalan Laksda Adisucipto 161 Yogyakarta. Sekolah menempati kompleks gedung yang luas dan dilengkapi dengan lapangan olahraga, aula, ruang-ruang laboratorium, dan lain-lain.

  Tersedianya sarana dan prasarana suatu lembaga pendidikan sangat besar pengaruhnya terhadap tujuan pendidikan. Oleh sebab itu, SMA Kolese De Britto telah berupaya meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai bagi semua siswa serta civitasnya supaya tercipta lingkungan dan situasi belajar mengajar yang kondusif sehingga tercipta tujuan pendidikan secara optimal. Adapun kondisi fisik serta fasilitas yang tersedia untuk menunjang proses pendidikan tersebut antara lain:

  1. Luas Area Sekolah

  2 SMA Kolese De Britto memiliki luas tanah seluas 32.450 Meter dengan luas

  2

  2 bangunan gedung 11.550 meter , serta 8.803 meter untuk luas lapangan olahraga.

  2. Jumlah Ruang Kelas Semenjak kurikulum yang dipakai berubah menjadi Kurikulum Tingkat

  Satuan Pendidikan, SMA Kolese De Britto menambah satu kelas X dari enam kelas menjadi tujuh kelas. Adapun jumlah kelas yang tersedia sebanyak 25 ruang kelas, yang terdiri dari 7 ruang untuk kelas X, 5 ruang untuk kelas XI IPA, 1 ruang untuk kelas XI Bahasa, 3 ruang untuk kelas XI IPS, dan 9 ruang untuk kelas

  XII dengan pembagian: 1 ruang untuk kelas XII Bahasa, 5 ruang untuk kelas XII IPA, serta 3 ruang untuk kelas XII IPS.

  Kondisi ruang kelas cukup kondusif dengan adanya ventilasi yang cukup,

  2

  cahaya yang cukup, dengan ukuran kira-kira 616 m . Ruang kelas dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas pendukung seperti: a. LCD dan Viewer

  b. Kipas angin c. Speaker

  d. Papan presensi

  e. Kalender

  f. Papan tulis,

  g. Jam dinding

  h. Jumlah bangku dan meja yang memadai sesuai dengan jumlah siswa dalam setiap kelasnya. i. Laporan kemajuan kelas

  3. Ruang Laboratorium Dalam menunjang kebutuhan para siswanya dalam mengaplikasikan pengetahuan teori mereka, SMA Kolese De Britto memiliki 5 ruang laboratorium serta ruang audio visual.

  a. 1 laboratorium Fisika,

  b. 1 laboratorium Kimia,

  c. 1 laboratorium Biologi,

  d. 1 laboratorium Bahasa,

  e. 1 laboratorium Komputer

  f. Ruang audio

  4. Ruang Guru Ruang guru SMA Kolese De Britto yang terletak di lantai atas merupakan jantung segala kegiatan para guru dalam menyiapkan materi dan segala hal yang berkaitan

  2

  dengan pengajaran. Ruang guru yang memiliki luas sekitar 184 meter ini juga dilengkapi dengan fasilitas internet dan ruang komputer, dapur dan 2 buah kamar mandi. Mulai tahun ajaran 2010/2011 ruang guru telah dilengkapi denga AC dan meja gurunya dibuat semi ruangan. Di ruang guru ini juga siswa mendapatkan akses bebas untuk berkomunikasi atau berkonsultasi langsung dengan guru yang bersangkutan.

  5. Ruang Rapat Ruang rapat digunakan untuk rapat para guru, termasuk menjadi posko untuk ujian baik Ujian Tengah Semester maupun Ujian akhir Semester. Ruang rapat juga sering digunakan untuk proses pembelajaran bidang studi tertentu seperti Bimbingan Konseling.

  6. Ruang Kepala Sekolah Ruang Kepala Sekolah terpisah dengan ruang guru, tepatnya berada di dekat ruang Tata Usaha, berdampingan dengan ruang Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum dan Administrasi.

  7. Kapel Mulai tahun ajaran baru 2010/2011 SMA Kolese de Britto memiliki sebuah kapel tersendiri. Kapel ini diberi nama kapel St. Maria Magdalena. Kapel digunakan bagi seluruh civitas SMA de Britto yang ingin berdoa sendiri dengan mencari waktu kapan saja. Dan di kapel ini juga ada misa yang khusus bagi para guru dan karyawan SMA de Britto.

  8. Ruang Tata Usaha, Ruang Penggandaan Ruang Tata usaha terdapat di depan pintu masuk sekolah dan berdampingan dengan ruang penggandaan. Ruang penggandaan adalah untuk foto copy, penyimpanan kabel-kabel viewer.

  9. Perpustakaan SMA Kolese De Britto memiliki perpustakaan yang cukup kondusif dan tertata

  2

  rapi, dengan luas 324 meter . Perpustakaan menyediakan berbagai macam koleksi buku, majalah, tabloid, dan surat kabar sebagai bahan referensi pembelajaran reguler dan bahan bacaan lain. Di sini juga dilengkapi dengan komputer dan internet sebagai media pendukung sekaligus alat untuk menulusuri buku yang akan di baca oleh siswa. Fasilitas yang juga mendukung kenyamanan selama berada di perpustakaan adalah AC yang telah di operasionalkan sejak tahun ajaran baru 2010/2011. Selain itu perpustakaan juga mempunyai fasilitas internet langsung dari komputer. Sirkulasi peminjaman buku langsung dilayani oleh beberapa staf perpustakaan, sehingga memudahkan siswa dalam mencari atau meminjam buku. Perpustakaan dilengkapi dengan fasilitas loker siswa juga digunakan sebagai tempat untuk berdiskusi bagi para siswa.

  10. Aula Ruang auditorium atau yang kerap juga disebut Aula merupakan tempat yang paling kerap digunakan untuk acara yang melibatkan banyak ruang. Tempat yang digunakan sekaligus sebagai lapangan basket ini juga merupakan tempat dimana misa atau ekaristi diadakan bersama. Ekaristi yang rutin menggunakan aula adalah ekaristi angkatan.

  11. UKS Seperti halnya sekolah lain pada umumnya, SMA Kolese De Britto juga memilki sebuah ruang UKS mungil yang terdiri dari 2 buah tempat tidur, serta perlengkapan-perlengkapan lain yang mendukung.

  12. Ruang Sub-Pamong dan Ruang Piket Ruang Sub-Pamong ialah ruangan bimbingan yang dipegang langsung oleh guru sub-pamong dalam hal ini Frater. Ruangan ini berdampingan dengan ruang piket. Ruang digunakan untuk guru piket melaksanakan tugasnya.

  13. Lapangan Olah Raga

  2 SMA Kolese De Britto dengan luas tanah yang mencapai 32.450 Meter ini

  memiliki sebuah lapangan sepak bola yang cukup luas, yang juga merupakan pusat kegiatan olahraga para siswa. selain itu lapangan sepak bola juga kerap digunakan sebagai lapangan upacara (yang diselenggarakan hanya setahun sekali yaitu setiap tanggal 17 Agustus). Selain lapangan sepak bola, SMA Kolese De Britto juga memiliki lapangan futsal yang yang juga digunakan untuk Tenis, Basket. Bahkan saat ini telah dipasang atap dan tembok menjadikan lapangan ini menjadi multifungsi, seperti pada bulan oktober yang lalu digunakan untuk pameran makanan dan alat-alat elektronik dalam rangka De Britto education fair 2010.

  14. Ruang Bimbingan Konseling Sesuai dengan sebutannya, Ruang bimbingan konseling ialah ruangan yang mengatur segala hal yang berhubungan dengan diri siswa, tempat siswa untuk bisa bertukar pikiran, bercerita atau lebih tepatnya berkonseling dengan guru konseling. Ruang konseling semakin unik karena dilengkapi dengan pustaka dan ruang baca mini yang menyediakan koleksi orisinil dari para siswa, alumni serta buku-buku lain yang berorientasi seputar dunia remaja pada umumnya.

  15. Kantin Kantin merupakan tempat favorit siswa yang hampir dikatakan jarang lengang terlebih saat bel tanda istirahat mulai berbunyi. Kantin yang terletak cukup strategis diantara lapangan futsal dan lapangan sepak bola, semakin memiliki daya pikat dalam memanjakan lidah para siswa seusai olahraga. Dengan sekedar menyantap atau menikmati hidangan-hidangan yang beraneka ragam baik snack ringan maupun makanan berat yang fresh from the oven.

  16. Fasilitas Internet (Hot-Spot) Fasilitas internet yang tersedia di SMA Kolese De Britto sangat besar manfaatnya baik bagi guru, siswa maupun segenap civitas sekolah. Fasilitas ini dapat langsung diakses secara bebas dari komputer ataupun laptop. Akses internet SMA Kolese De Britto terbagi menjadi dua, yaitu akses untuk siswa dan akses untuk guru. Namun fasilitas internet bagi siswa, hanya bisa diakses selama 1 jam saja.

  J. Proses Belajar Mengajar SMA Kolese De Britto

  1. Aktivitas guru di kelas Hasil observasi terhadap aktivitas guru di kelas dapat disampaikan sebagai berikut.Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam dan mengecek kehadiran siswa. Selain itu, guru juga memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang materi sebelumnya yang belum dimengerti. Dalam penyampaian materi, guru menggunakan berbagai metode pembelajaran untuk menyampaikan materi. Variasi metode pembelajaran dilakukan agar siswa tidak merasa bosan dengan pembelajaran di kelas.

  Pada saat mengajar, guru tidak hanya berdiri di depan tetapi juga berkeliling ke seluruh bagian ruangan kelas. Dengan demikian, perhatian guru tidak hanya terpusat pada satu atau beberapa siswa saja tetapi menyeluruh sehingga terjadi interaksi yang baik antara guru dengan siswanya. Guru juga sering memberi penguatan pada materi yang penting dan membutuhkan perhatian khusus. Guru juga cukup terampil dalam menggunakan papan tulis untuk menjelaskan materi pelajaran. Suara guru pun terdengar cukup jelas sampai di belakang. Selain itu Guru juga sering menggunakan media pembelajaran seperti LCD dengan power point sehingga pembelajaran lebih menarik.

  Pada akhir jam pelajaran, guru mereview mengenai pelajaran hari itu; dan memberikan kesempatan bagi siswa untuk menanyakan materi yang belum jelas. Guru pun memberikan pekerjaan rumah kepada siswa. Salam penutup dan terima kasih diucapkan oleh guru sebelum guru tersebut meninggalkan kelas.

  2. Pembelajaran oleh guru Cara pembelajaran guru di SMA Kolese De Britto berbeda dengan pembelajaran guru di SMA lain. Di SMA De Britto, guru banyak menggunakan variasi metode pembelajaran yang menjadikan pembelajaran menyenangkan bagi siswa dan membuat siswa aktif. Dalam menyampaikan materi, guru juga terkadang menggunakan peragaan dan menyiapkan bahan secara logis dan sistematik.

  Di akhir pelajaran, guru memberikan rangkuman bahan pelajaran. Penekanan dalam pembelajaran tidak hanya pada pengetahuan belaka tetapi juga pada refleksi sehingga siswa mampu menginternalisasikan apa yang telah diperolehnya. Dari setiap pembelajaran diharapkan siswa mampu menerapkan pengetahuan yang diperolehnya sebagai bekal mereka dalam bermasyarakat.

  3. Kegiatan pembelajaran mata pelajaran akuntansi Kegiatan pembelajaran sejarah di SMA Kolese De Britto menarik minat yang besar dari siswanya. Hal ini tampak ketika guru menyampaikan indikator pembelajaran, siswa menanggapinya dengan antusias, karena sistem yang diterapkan di Sekolah tersebut adalah eksplorasi. Siswa dituntut untuk aktif, peran guru di sini adalah fasilitator. Setiap siswa dipersilahakan mencari sendiri sumber-sumber dan tidak terpaku pada satu buku saja.

  Setelah menemukan sumber siswa mengaktulisasikannya dengan realitas yang ada saat ini. kegiatan pembelajaran menekankan cooperatif, siswa bekerjasama dengan siswa lainnya untuk memecahkan masalah/materi pembelajaran.

  Guru hanya berperan sebagai pendamping dan pemberi penguatan. Siswanya lebih aktif, dalam arti tidak menunggu, tetapi siswanya banyak mencari sendiri dan konsultasi dengan guru, karena ada kedekatan emosional antara guru dan siswa. Pada saat pertanggungjawaban materi, guru memberi penegasan dari apa yang diperoleh siswanya, kemudian jika ada siswa yang masih ragu atau kurang puas mereka akan bertanya.

  4. Aktivitas siswa di dalam kelas Pada saat guru menyampaikan materi pelajaran, kebanyakan siswa memperhatikan penjelasan guru walaupun dalam keadaan tertentu mereka ramai. Walaupun ramai, tetapi siswa tetap memperhatikan pelajaran dari guru dan mengikutinya dengan baik. Siswa juga mencatat hal-hal penting dari materi yang diajarkan. Apabila ada materi yang belum atau kurang dimengerti, siswa juga tidak segan untuk bertanya kepada guru.

  5. Fasilitas Pendidikan dan Latihan Fasilitas pendukung proses belajar-mengajar selalu dikembangkan demipeningkatan mutu dan efektivitas proses belajar-mengajar.

  Fasilitaspendukung yang terdapat di SMA Kolese De Britto ialah: Perpustakaan yang dilengkapi dengan jaringan internet dan dapat diakses oleh siswa secara gratis.

  a. Ruang audio visual yang dilengkapi AC, televisi, komputer, LCD, OHP, kaset-kaset, proyektor, tape recorder, LD/ video / VCD/ DVD Player b. Laboratorium yang terdiri dari laboratorium komputer, Fisika, Kimia,

  Biologi, Bahasa

  c. LCD proyektor di setiap kelas

  d. Aula yang dapat digunakan untuk basket dan bulu tangkis, atau kegiatan lain e. Fasilitas olahraga lain yang terdiri dari lapangan sepak bola, voli, tenis lapangan, basket outdoor dan meja pingpong f. Parkir terbagi-bagi untuk setiap tingkat kelas

  g. Unit kesehatan siswa yang dilengkapi dengan obat-obatan pertolongan pertama h. Kantin i. Penyediaan air minum di beberapa tempat strategis untuk siswa j. Panggung terbuka k. Gazebo l. Studio music m. Ruang dokter n. Kapel o. Ruang liturgi p. Ruang alumni q. Ruang konsultasi siswa r. Urinoir/toilet, WC. Dan kamar mandi s. Ruang presedium t. Ruang koran u. Ruang sanggar gamelan v. Hotspot gratis yang dapat diakses di seluruh kompleks sekolah selama 24 jam perhari.

  K. Hubungan antara SMA Kolese De Britto dengan Instansi lain

  1. Hubungan Sekolah dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman SMA Kolese De Britto Yogyakarta memberikan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan pembelajaran di sekolah secara rutin kepada pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman.

  2. Hubungan Sekolah dengan Orang Tua/ Wali Murid Hubungan kerjasama SMA Kolese De Britto Yogyakarta dengan orang tua siswa atau wali murid dianggap sangat penting karena bertujuan untuk mewujudkan tercapainya tujuan pendidikan bagi siswa. Dengan adanya kerjasama ini, pihak sekolah dan orang tua siswa mengetahui perkembangan siswa tersebut selama menempuh pendidikan di sekolah ini. Setiap tahun selalu diadakan pertemuan antara sekolah dengan orang tua/wali murid.

  Diawali dengan pertemuan umum kemudian dilanjutkan pertemuan orang tua/wali murid dengan wali kelas masing-masing.

  3. Hubungan antar Sekolah SMA Kolese De Britto Yogyakarta memiliki hubungan dengan sekolah lain dalam berbagai bentuk kerjasama, antara lain kerjasama dalam bidang olahraga, kesenian, dan kegiatan lainnya.

  4. Hubungan Sekolah dengan Masyarakat Sekitar

  Hubungan SMA Kolese De Britto dengan masyarakat sekitar sekolah tampak dalam komunikasi yang intensif terutama dengan pemilik kost tempat siswa SMA Kolese De Britto tinggal.

  5. Hubungan Sekolah dengan Perguruan Tinggi SMA Kolese De Britto Yogyakarta memiliki hubungan kerja sama dalam berbagai macam hal dengan berbagai perguruan tinggi. Salah satunya tampak ketika De Britto education fair yang rutin diadakan setiap tahun. Banyak perguruan tinggi baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri yang berpartisipasi dalam acara tersebut.

  L. Usaha-usaha Peningkatan Kualitas Lulusan

  1. Pelajaran Tambahan Pelajaran tambahan diberikan kepada siswa yang memperoleh nilai tidak memenuhi standar pada mata pelajaran tertentu. Pelajaran tambahan juga diberikan kepada siswa yang telah mencapai batas standar, sebagai pengayaan. Pelajaran tambahan dilakukan di luar jam sekolah di bawah koordinasi wakasek urusan akademik dan persetujuan guru pengampu.

  2. Studi Ekskursi Studi ekskursi merupakan bagian yang utuh dan menyeluruh dari proses pendidikan di SMA Kolese De Britto. Tujuannya memberikan pengalaman belajar di luar lingkungan sekolah bagi siswa melalui pengamatan dan interaksi sosial. Objek studi ekskursi adalah lingkungan non-formal di dalam masyarakat. Secara khusus tujuan studi ekskursi adalah: a. memberikan pengalaman langsung kepada siswa tentang realitas sosial;

  b. mengasah kepedulian siswa terhadap masyarakat yang masih membutuhkan perhatian; c. melatih siswa untuk belajar menempatkan diri di lingkungan masyarakat; d. melatih siswa mencari informasi langsung dari objek pengamatan.

  3. Forum Olah Pikir Forum Olah Pikir (FOP) merupakan wahana bagi siswa untuk mengasah kemampuan membaca, memahami, dan menginterpretasikan buku bacaan dalam bentuk resensi kemudiandipresentasikan di depan forum siswa. Objek resensi bagi siswa kelas X dan kelas XII berupa buku bacaan non-fiksi, sedangkan bagi kelas XI berupa karya ilmiah yang dibuat siswa sendiri.

  4. Studium Generale Studium generale merupakan wahana kegiatan yang bertujuan untuk

  menumbuhkan budaya akademis di komunitas SMA Kolese De Britto. Melalui kegiatan ini para siswa diberi kesempatan untuk mengenali dasar- dasar akademis yang dibutuhkan untuk berproses di SMA Kolese De Britto.

  Kegiatan ini diselenggarakan pada awal semester gasal dan genap dan diperuntukan bagi semua siswa SMA Kolese De Britto.

  5. Karya Ilmiah Setiap siswa kelas XI diwajibkan menulis karya ilmiah secara perorangan.

  Tujuan penulisan karya ilmiah adalah: a. Melatih siswa untuk terbiasa berpikir ilmiah : mengolah pikiran- pikiran/ide-idenya dan menuangkannya ke dalam bentuk tulisan yang berstruktur dan bersifat ilmiah; b. Menumbuhkan budaya membaca buku-buku pengetahuan pada diri siswa.

  6. Bimbingan Konseling (BK) Tim pendamping dari BK siap membantu para siswa yang memiliki masalah dalam hal pendidikan siswa. Masalah yang dapat mempengaruhi siswa dalam bidang pendidikan dan prestasi belajar akan diselesaikan dengan bantuan dari tim dari BK. Pendampingan yang dilakukan adalah pendampingan individual.

  7. Remidial Remidial dilakukan untuk siswa yang mendapatkan nilai ulangan baik ulangan harian, mid semester, ataupun ujian akhir yang berada di bawah standar yang ditetapkan sekolah. Siswa yang mendapatkan nilai kurang dari nilai rata-rata dapat menggunakan kesempatan melakukan remidi satu kali. Jika kesempatan itu tidak digunakan maka siswa tidak dapat memperbaikinilainnya

BAB V HASIL OBSERVASI DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Penelitian Penelitian tindakan kelas (PTK) dengan metode role playing dalam

  pembelajaran akuntansi ini telah dilaksanakan pada siswa kelas kelas XII Sosial 3 SMA Kolese De Britto. Penelitian tersebut diawali dengan observasi untuk mengetahui pelaksanaan kegiatan belajar mengajar yang biasa dilakukan guru di kelas. Berdasarkan hasil observasi, peneliti melakukan perancangan penelitian tindakan kelas (PTK). PTK sendiri dilaksanakan pada hari Jumat, 20 Agustus 2010 pada pukul 11.00 WIB sampai dengan pukul 14.00 WIB di SMA Kolese De Britto. Langkah- langkah penerapan PTK dalam penelitian ini dapat diuraikan sebagai berikut:

1. Observasi Pendahuluan

  Observasi pendahuluan dilaksanakan pada hari Jumat, 13 Agustus 2010 . Guru mitra dalam penelitian ini adalah Bapak Yohanes Iwan Prasetyo, S.Pd sebagai guru bidang studi Akuntansi. Jumlah siswa kelas XII IPS 3 pada tahun ajaran 2010-2011 sebanyak 30 siswa yang semuanya berjenis kelamin laki-laki. Dalam observasi pendahuluan ini, ada tiga hal yang diobservasi yaitu guru, siswa, dan kelas. Berikut dapat diuraikan hasil observasi pendahuluan: a. Observasi guru (observing teacher) Kegiatan guru selama proses pembelajaran tampak dalam catatan anekdotal hasil observasi kegiatan guru (lampiran 12, halaman 149). Pada awal kegiatan pembelajaran guru memasuki ruangan kelas, mengucapkan salam, dan memeriksa kesiapan siswa. Selanjutnya, guru mengulas kembali materi sebelumnya dan mengkaitkannya dengan materi yang akan disampaikan pada hari itu. Guru melakukan tanya jawab dengan siswa. Tujuan dilakukan apersepsi tersebut adalah untuk mengingatkan kembali pembelajaran yang telah lalu dan merangsang perhatian siswa untuk memasuki materi yang akan dipelajari. Pada kegiatan inti pembelajaran, guru menjelaskan materi pembelajaran dengan berdasarkan metode ceramah. Selesai menyampaikan materi pembelajaran, guru membahas pekerjaan rumah yang telah diberikan kepada para siswa pada pertemuan sebelumnya.

  Pekerjaan rumah tersebut dibahas dengan meminta siswa satu per satu secara bergantian untuk maju ke depan kelas mengerjakan soal-soal latihan di papan tulis. Selama proses pembahasan ini, guru memberikan pertanyaan-pertanyaan kepada siswa untuk merangsang pengetahuan mereka. Namun demikian hanya beberapa siswa yang mau menjawab pertanyaan guru tersebut.

  Kondisi tersebut menunjukkan bahwa guru kurang memotivasi siswa pada saat proses pembelajaran berlangsung sehingga ada siswa yang terlihat bosan. Cukup banyak dari mereka bercerita sendiri-sendiri dengan temannya di dalam kelas. Guru memang telah berusaha mengaktifkan siswa, namun proses pembelajaran yang cenderung monoton menyebabkan siswa memiliki motivasi yang rendah dalam mengikuti proses pembelajaran. Pada akhir pembelajaran, guru mengucapkan salam penutup dan soal-soal yang belum sempat dibahas akan dilanjutkan pada pertemuan selanjutnya.

  Berikut ini disajikan rangkuman awal observasi terhadap perilaku atau aktivitas guru selama proses belajar mengajar berlangsung (lampiran 13 halaman 151 ) :

Tabel 5.1 Hasil Observasi Terhadap Aktivitas Guru sebelum Penerapan Metode Role Playing NO. ASPEK YANG DIAMATI SKOR

  I PRA PEMBELAJARAN

  1. Memeriksa kesiapan ruang, alat 1 2 4 5 pembelajaran, dan media

  2. Memeriksa kesiapan siswa 1 2 4 5

II MEMBUKA PEMBELAJARAN

  1. Melakukan kegiatan apersepsi 1 2 4 5

  2. Menyampaikan kompetensi yang akan 1 2 4 5 dicapai dan rencana kegiatannya

  KEGIATANINTI

  III PEMBELAJARAN Penguasaan materi pelajaran

A. Menunjukkan penguasaan materi

  1. pembelajaran 1 2 4 5 Mengaitkan materi dengan

  2. pengetahuan lain yang relevan 1 2 4 5 Menyampaikan materi sesuai dengan

  3. hirarki belajar 1 2 4 5 Mengaitkan materi dengan realitas

  4. kehidupan 1 2 4 5

B. Pendekatan/strategi pembelajaran

  1. Melaksanakan pembelajaran sesuai 1 2 4 5 dengan kompetensi yang akan dicapai

  2. Melaksanakan pembelajaran sesuai 1 2 4 5 dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan siswa

  3. Melaksanakan pembelajaran secara 1 2 4 5 runtut

  4. Melaksanakan pemelajaran yang 1 2 4 5 terkoordinasi

  5. Melaksanakan pembelajaran yang 1 2 4 5 bersifat kontekstual

  6. Mengakomodasi adanya keragaman 1 2 4 5 budaya Nusantara

  7. Melaksanakan pembelajaran yang 1 2 4 5 memungkinkan tumbuhnya kebiasaan positif

  8. Melaksanakan pembelajaran sesuai 1 2 4 5 dengan waktu yang dialokasikan

  C. Pemanfaatanmedia pembelajaran/sumber belajar

  1. Menunjukkan keterampilan dalam 1 2 4 5 menggunakan media

  2. Menghasilkan pesan yang menarik 1 2 4 5

  3. Menggunakan media secara efektif 1 2 4 5 dan efisien

  4. Melibatkan siswa dalam pemanfaatan 1 2 4 5 media

  D. Pembelajaran yang memicu dan memelihara keterlibatan siswa

  1. Menumbuhkan partisipasi aktif siswa 1 2 4 5 dalam pembelajaran

  2. Merespons positif partisipasi siswa 1 2 4 5

  3. Memfasilitasi terjadinya interaksi 1 2 4 5 guru-siswa dan siswa-siswa

  4. Menunjukkan sikap terbuka terhadap 1 2 4 5 respons siswa

  5. Menunjukkan hubungan antar pribadi 1 2 4 5 yang kondusif

  6. Menumbuhkan keceriaan dan 1 2 4 5 antusiasme siswa dalam belajar

  E. Kemampuan khusus dalam pembelajaran bidang studi

  1. Menumbuhkan sikap ekonomis 1 2 4 5

  2. Menumbuhkan sikap produktif 1 2 4 5

F. Penilaian proses dan hasil belajar

  1. Melakukan penilaian awal 1 2 4 5

  2. Memantau kemajuan belajar 1 2 4 5

  3. Memberikan tugas sesuai dengan 1 2 4 5 kompetensi

  4. Melakukan penilaian akhir sesuai 1 2 4 5 dengan kompetensi

G. Penggunaan bahasa

  1. Menggunakan bahasa lisan secara 1 2 4 5 jelas dan lancar

  2. Menggunakan bahasa tulis yang baik 1 2 4 5 dan benar

  3. Menyampaikan pesan dengan gaya 1 2 4 5 yang sesuai

  IV PENUTUP

  A. Refleksi dan rangkuman pembelajaran

  1. Melakukan refleksi pembelajaran 1 2 4 5 dengan melibatkan siswa

  2. Menyusun rangkuman dengan 1 2 4 5 melibatkan siswa

  B. Pelaksanaan tindak lanjut

  1. Memberikan arahan, kegiatan, atau 1 2 4 5 tugas sebagai bagian remidi

  2. Memberikan arahan, kegiatan, atau 1 2 4 5 tugas sebagai pengayaan Selain melakukan observasi terhadap perilaku guru di kelas, peneliti juga melakukan wawancara kepada guru. Dari hasil wawancara diketahui bahwa selama ini guru lebih banyak menggunakan metode ceramah, presentasi kelompok diskusi dan latihan soal. Guru lebih suka menggunakan metode ceramah karena dengan metode ini, guru dapat lebih cepat menyelesaikan materi yang harus disampaikan pada siswa. Pola pengajaran yang diterapkan oleh guru adalah guru menjelaskan materi pelajaran, kemudian guru memberikan soal kepada siswa. Pemberian soal dilakukan oleh guru untuk menguji pemahaman dan daya serap pembelajaran. Namun, metode yang diterapkan oleh guru ini dirasakan masih belum begitu membantu siswa untuk memahami materi siklus akuntansi perusahaan jasa. Metode ceramah tidak terlalu efektif digunakan, tergantung materinya. Selain metode ceramah, guru juga menggunakan metode presentasi untuk bab jurnal penyesuaian dan metode kelompok. Hasil wawancara tersaji dalam lampiran 14, halaman 153.

  b. Observasi siswa (observing student) Perilaku siswa selama proses pembelajaran tampak dalam catatan anekdotal hasil observasi kegiatan siswa (lampiran 15, halaman 154). Sebelum memasuki pembelajaran, siswa terlebih dahulu mempersiapkan diri untuk mengikuti pembelajaran. Setelah mempersiapkan diri, siswa menyimak penjelasan guru tentang materi yang diajarkan. Pada saat penjelasan materi, ada yang memang mendengarkan penjelasan dengan baik dan adapula yang kurang fokus terhadap materi yang diajarkan, misalnya terdapat siswa yang sibuk dengan kegiatannya sendiri, ngobrol dengan temannya, sembrono, tidak mengerjakan soal latihan dll. Pada pembelajaran ini, siswa cenderung pasif. Di sini terlihat jelas bahwa siswa merasa jenuh dengan proses pembelajaran dengan menggunakan metode yang digunakan guru dalam pembelajaran.

  Pada pertengahan pembelajaran, guru meminta siswa untuk mengerjakan soal-soal latihan atau membahas PR yang telah diberikan pada pertemuan sebelumnya. Satu per satu siswa yang ditunjuk oleh guru secara bergantian maju ke depan untuk menuliskan jawaban atas pekerjaan rumah mereka dan kemudian dicocokkan. Tetapi, tidak semua siswa menanggapi dengan antusias jawaban siswa atas soal yang dituliskan teman mereka di papan tulis. Hal-hal tersebut menunjukkan bahwa siswa tidak memiliki hasrat dan kebutuhan akan belajar. Peneliti menduga kondisi seperti ini dikarenakan siswa merasa bosan dengan kegiatan rutin mengerjakan soal-soal latihan dan metode ceramah guru tersebut. Dengan kata lain tidak ada kegiatan yang menarik selama proses pembelajaran. Dari rangkaian kegiatan siswa tersebut dapat dilihat pada tabel berikut (lampiran 16, halaman 155 ):

Tabel 5.2 Hasil Observasi terhadap Aktivitas Siswa

  No Aspek yang diamati Ya Tidak Keterangan

  1 Siswa siap mengikuti Ada beberapa √ proses pembelajaran siswa yang tidak siap mengikuti pembelajaran.

  2 Siswa memperhatikan Ada sebagian √ penjelasan guru siswa saja yang memperhatikan penjelasan guru.

  3 Siswa menanggapi Tidak semua √ pembahasan pelajaran. siswa menanggapi pembahasan pembelajaran

  4 Siswa mencatat hal-hal Tidak semua √ penting siswa

  5 Siswa mengerjakan tugas Ada yang √ dengan baik serius dan ada yang sembrono

  c. Observasi kelas (observing classroom) Secara fisik ruang kelas XII IPS 3 sangat memadai untuk proses belajar mengajar. Fasilitas yang disediakan di kelas tersebut adalah LCD, papan tulis, meja guru, kursi guru, kursi siswa, meja untuk siswa, dan papan pengumuman. Selain itu, di dalam kelas juga disediakan buku untuk mencatat kemajuan kelas.

  Keadaan kelas tersebut sangat terbuka dengan tidak ada jendela menimbulkan kerawanan atau gangguan suasana dari luar kelas. Pencahayaan kelas juga sudah cukup baik. Lingkungan kelas sudah cukup kondusif untuk pembelajaran. Selain itu, suara kendaraan yang lalu lalang di jalan juga tidak begitu mengganggu aktivitas yang ada di kelas. Suasana serta aktivitas kelas selama proses pembelajaran tampak dalam catatan anekdotal hasil observasi kegiatan kelas (lampiran 17, halaman 156 ).

  Selain melakukan pengamatan terhadap kelas, peneliti juga melakukan wawancara terhadap guru dan beberapa siswa ( lampiran 18,19, halaman 158,159 ). Suasana kelas pada awal pembelajaran cukup kondusif. Mereka sungguh sangat terbantu dalam belajar dengan suasana kelas yang kondusif. Namun para siswa kadang juga merasakan suasana kelas kurang kondusif, tetapi secara umum bisa dikatakan bahwa para siswa merasa mampu menyerap pelajaran dengan baik. Hal ini terlihat bahwa hampir seluruh siswa sudah siap dan nyaman mengikuti pembelajaran. Guru juga menilai bahwa ruangan kelas ini sudah cukup. Ruangan kelas memiliki sirlulasi udara dan ruang gerak yang agak leluasa. Hal ini membuat para siswa menjadi nyaman dalam belajar.

  Berdasarkan hasil observasi pada guru, perilaku siswa, dan suasana kelas serta wawancara dengan guru, dapat disimpulkan bahwa selama pembelajaran berlangsung guru cenderung hanya menggunakan metode ceramah, tanya jawab, dan latihan soal saja. Peneliti menduga bahwa pemilihan metode guru tersebut membuat guru lebih dapat menghemat waktu dan juga mudah dalam menyampaikan materi yang diajarkan. Kurangnya variasi dalam pembelajaran membuat siswa cenderung akan lebih cepat merasa bosan sehingga akan mencari kesibukan sendiri seperti ngobrol dengan temannya, mengganggu teman yang lain, tidak mengerjakan soal latihan yang membuat perhatian mereka terpecah belah sehingga memicu suasana kelas menjadi kurang kondusif dan menghambat proses kegiatan belajar mengajar. Pada saat latihan soal, jika siswa mengalami kesulitan dalam mengerjakan latihan soal tersebut, guru meminta siswa untuk tidak sungkan-sungkan bertanya dan jika perlu berdiskusi dengan temannya.

  Hal ini bertujuan agar siswa bisa bekerja sama dengan baik dan juga bisa mempermudah dalam mengerjakan latihan soal tersebut. Secara keseluruhan, terlihat bahwa peranan guru lebih dominan dibanding dengan siswa, peran aktif siswa dalam pembelajaran sangat kurang.

  Idealnya untuk saat ini dalam suatu kegiatan belajar mengajar, siswa lebih berperan aktif dalam memahami pengetahuan dengan kemampuan yang dimilikinya baik itu dalam hal bertanya, membaca, diskusi, berpendapat, dll.

  Berdasarkan uraian di atas, dapat ditemukan bahwa permasalahan pembelajaran yang terjadi adalah rendahnya pemahaman serta keterlibatan dari siswa selama proses pembelajaran . Hal ini terlihat dari kegiatan siswa selama proses pembelajaran berlangsung baik dalam hal bertanya, menjawab pertanyaan, mengemukakan pendapat, mengerjakan tugas, dan interaksi dalam diskusi dirasa masih kurang .

  Peneliti menduga bahwa akar permasalahan tersebut terlihat dari beberapa aspek yang diantaranya adalah kecenderungan siswa dalam mengikuti pelajaran menggunakan metode yang kurang bervariasi sehingga semangat untuk belajar kurang, guru kurang menggali pemikiran dan pengetahuan siswa sehingga siswa tidak berani untuk bertanya, mengemukakan ide/pendapatnya, berdiskusi dengan baik, kurangnya interaksi yang baik antara guru dengan siswa. Dampaknya hasil-hasil belajar siswa kurang memuaskan. Dari berbagai permasalahan tersebut, alternatif pemecahan masalah tersebut adalah perlunya menciptakan suatu proses pembelajaran yang bervariasi, dapat lebih menggali pemahaman siswa, melatih mental siswa untuk lebih berani mengungkapkan sesuatu, lebih percaya diri, lebih bertanggung jawab, dan tentunya yang mendorong terciptanya suasana pembelajaran yang harmonis baik antara guru dengan siswa maupun antar siswa. Maka dari itu, guru diharapkan mampu menerapkan suatu metode pembelajaran yang berbeda dan bervariasi. Terdapat beberapa metode pembelajaran yang dapat diterapkan oleh guru dimana masing-masing metode pembelajaran memiliki langkah-langkah yang berbeda-beda.

  Berdasarkan kondisi pembelajaran tersebut, maka peneliti bersama dengan guru mitra bermaksud untuk menerapkan metode role

  playing untuk memperbaiki proses belajar mengajar dalam

  pembelajaran siklus akuntansi perusahaan jasa. Penerapan metode tersebut dilakukan atas dasar pemikiran bahwa jika siswa dilibatkan secara aktif dalam pembelajaran, maka siswa akan lebih mudah dalam memahami materi yang sedang dipelajari. Penerapan metode role

  playing dalam pembelajaran melibatkan siswa secara langsung dalam

  proses pembuatan bukti transaksi, pencatatan ke dalam buku jurnal, sampai dengan pembuatan laporan keuangan. Dengan keterlibatan siswa secara langsung, siswa akan lebih mudah untuk mengingat apa yang pernah dipelajari. Melalui penerapan metode ini diharapkan siswa semakin memahami siklus akuntansi perusahaan jasa

2. Deskripsi Awal Pemahaman Siswa terhadap Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa

  Peneliti melakukan wawancara kepada guru mitra untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa terhadap siklus akuntansi perusahaan jasa. Dari hasil wawancara, guru menyatakan bahwa tidak semua siswa memahami. Menurut guru, kesulitannya terletak pada bagaimana mereka harus menjurnal dari bukti transaksi dan kertas kerja. Kesalahan siswa tersebut dapat mengakibatkan proses akuntansi berikutnya menjadi salah. Hasil wawancara peneliti kepada guru mitra tersaji pada lampiran 20 , halaman 160.

  Pencatatan buku jurnal berdasarkan bukti transaksi sudah pernah diberikan guru kepada siswa. Guru memberikan latihan soal perusahaan jasa Charisprana. Guru mitra berharap bahwa dengan latihan soal praktik akuntansi perusahaan jasa siswa dapat memahami siklus akuntansi perusahaan jasa, mulai dari pencatatan bukti transaksi ke jurnal sampai pada pembuatan laporan keuangan. Namun dari pengajaran seperti ini, guru mitra merasa siswa belum begitu memahami pencatatan transaksi ke dalam buku jurnal sampai dengan pembuatan laporan keuangan.

  Di samping melakukan wawancara kepada guru, peneliti melakukan pre test. Pre test dimaksudkan untuk melihat sejauh mana pemahaman siswa terhadap siklus akuntansi perusahaan jasa. Pre test dilaksanakan pada hari Jumat, 20 Agustus 2010. Hasil pre test dapat dilihat pada tabel berikut ini (lampiran 21 halaman 161 ):

  17 Han Kristian Yuda Pramudita

  4.40

  13 Stanis Mahendra Setyawan

  5.20

  14 Resa Christian

  6.40

  15 Oktavianto Adi Prasetyo

  6.00

  16 Kersna Narerindra

  4.00

  6.00

  4.00

  18 Gentur Wiku Pribadi

  2.00

  19 Antonius Dian Tresno Raharjo

  4.80

  20 Alvonsus Rodrigues Hartono Heru

  2.80

  21 Yustinus Surya Adi Pramuditya

  4.00

  22 Tjandra Alan Hadinata

  12 Thomas Dedy Mahotama

  11 Abraham Augusta Arsent

Tabel 5.3 Hasil Pre test Siswa Kelas XII Sosial 3

  5 Mikhael Elsafan Setiawan

  No Nama Pre- test

  1 Yohanes Canggih Wijarnako

  6.00

  2 Stevanus Aji Kusuma

  4.80

  3 Samuel Sutanto

  3.20

  4 Robby Satya Wangsa

  5.60

  3.20

  2.80

  6 Markus Ivan Himawan

  3.60

  7 Gregorius Putut Respati

  3.60

  8 Gerardus Majella Brahm Satia P.

  6.00

  9 Antonius Bayu Anggoro

  2.00

  10 Alexander Widyawan Saktya N.

  6.40

  23 Stanislaus Aditya Harya Utama

  3.20

  a. Perencanaan Guru melakukan pemetaan prestasi siswa kelas XII Sosial 3 untuk menentukan jumlah dan besaran kelompok. Dasar pemetaan prestasi siswa adalah hasil–hasil ulangan siswa dalam kegiatan belajar mengajar sebelumnya. Setiap kelompok terdiri dari 3 orang yang memiliki prestasi yang beragam. Namun demikian variasi tiap-tiap kelompok diusahakan relatif kecil perbedaannya.

  Berikut ini diuraikan tahap penelitian tindakan kelas dari perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi.

  akuntansi perusahaan jasa. Hasil pre test menunjukkan bahwa skor rata- rata kelas adalah 4,48. Nilai tertinggi yang dicapai siswa adalah 7,60 dan nilai terendah yang dicapai siswa adalah 2,00. Rendahnya pemahaman siswa akan siklus akuntansi perusahaan jasa ini dikarenakan konsep dasar akuntansi belum dipahami oleh siswa.

  4.48 Tabel 5.3 menunjukkan tingkat pemahaman siswa terhadap siklus

  4.80 RATA-RATA

  30 Andri Erlintianto Sandi

  4.80

  29 Bernardus Krishna Adhitya Pranata

  28 Claudius Barly Sadhewa

  3.60

  5.20

  27 Hendrikus Dennis Aegiputranto

  4.80

  26 Ignatius Andi Dwi Prabowo

  7.60

  25 Petrus Anang Setiawan

  3.60

  2

  24 Pratino Darma Wicaksana

3. Siklus Pertama

  Kelas XII Sosial 3 terdiri dari 30 orang siswa. Dari jumlah tersebut, siswa dibagi ke dalam 10 kelompok. Dengan demikian setiap kelompok terdiri dari 3 orang siswa. Setiap anggota kelompok akan berperan sebagai bagian akuntan, bagian keuangan, kurir ( bagian pembelian dan bagian penjualan). Sedangkan untuk bagian fasilitator akan diperankan oleh para mahasiswa. Daftar kelompok dapat dilihat pada lampiran 22 , halaman 167.

  Setelah membentuk kelompok, guru bersama dengan peneliti menyiapkan beberapa perangkat pembelajaran yang diperlukan dalam penerapan metode role playing. Berikut ini diuraikan perangkat pembelajaran yang digunakan dalam role playing: 1) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ( RPP)

  Peneliti membuat RPP yang berisi tentang standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator, tujuan pembelajaran, metode pembelajaran, media pembelajaran, materi ajar, dan evaluasi. RPP menguraikan secara mendetail langkah-langkah kegiatan yang akan dilaksanakan selama proses pembelajaran. Hal ini akan membantu guru selama melaksanakan pembelajaran. RPP dapat dilihat pada lampiran 4 , halaman 131

  2) Media pembelajaran

  Ada beberapa media pembelajaran yang harus disiapkan dalam pembelajaran berdasarkan metode role playing, diantaranya: a) Bukti transaksi

  Bukti transaksi yang harus disiapkan adalah faktur penjualan, slip gaji, nota kontan, bukti kas masuk (BKM), bukti kas keluar (BKK), dan memo. Bukti transaksi ini yang nantinya akan digunakan sebagai dasar pencatatan transaksi ke dalam jurnal.( lampiran 23, halaman 169-174)

  b) Buku akuntansi Buku akuntansi yang dimaksudkan dalam hal ini adalah jurnal umum, jurnal penyesuaian, buku besar, dan laporan keuangan. Buku akan digunakan oleh bagian akuntansi untuk mencatat satu siklus akuntansi berdasarkan bukti transaksi yang ada.( lampiran 24, halaman 175-182)

  c) Papan nama Papan nama yang dibuat adalah papan nama untuk bagian akuntansi, bagian keuangan, bagian kurir, dan pihak di luar perusahaan. Papan nama ini nantinya akan digunakan untuk mengidentifikasi masing-masing peran.(lampiran 25, halaman 183-186)

  d) Uang-uangan

  Uang-uangan ini digunakan untuk melakukan transaksi seperti pembelian secara tunai, penjualan secara tunai, pembayaran gaji, pelunasan utang, dan pelunasan piutang. (lampiran 26, halaman 187) e) Instruksi tiap bagian.

  Instuksi tiap bagian merupakan rangkaian kegiatan yang harus dilakukan oleh siswa dalam memerankan tugas atau perannya masing-masing. Instruksi tiap bagian dalam hal ini akan saling terkait sehingga membentuk suatu kegiatan yang utuh.( lampiran 27, halaman 188

  f) Media pembelajaran yang lain Media pembelajaran lain yang harus disiapkan adalah LCD, amplop/map, papan tulis, seperangkat sound system dan

  timer .

  3) Materi pelajaran Materi pelajaran ini adalah siklus akuntansi perusahaan jasa. Materi yang disiapkan berupa penjelasan secara garis besar saja mulai dari pencatatan bukti transaksi sampai ke dalam jurnal, buku besar sampai dengan pembuatan laporan keuangan (lampiran 28 halaman 193).

  4) Instrumen penelitian

  Peneliti menyiapkan instrument penelitian yang diperlukan dalam mengumpulkan data. Beberapa instrumen yang harus disiapkan adalah

  a) Lembar observasi terhadap kegiatan guru Lembar observasi kegiatan guru digunakan untuk mengetahui perilaku guru saat penerapan metode role playing pada pembelajaran siklus akuntansi perusahaan jasa. (lampiran 1 halaman 28).

  b) Lembar observasi terhadap kegiatan siswa Lembar observasi kegiatan siswa digunakan untuk mengetahui perilaku siswa di kelas saat penerapan metode role playing pada pembelajaran siklus akuntansi perusahaan jasa. (lampiran 3, halaman 130)

  c) Lembar observasi terhadap keadaan kelas Lembar observasi keadaan kelas digunakan untuk mencatat keadaan kelas selama saat penerapan metode role playing pada pembelajaran siklus akuntansi perusahaan jasa. (lampiran 2 halaman 129) d) Instrumen refleksi

  Setelah siklus pertama proses pembelajaran selesai, maka guru dan siswa melakukan refleksi pembelajaran. Refleksi bertujuan untuk menganalisis, memaknai, dan membuat kesimpulan dari pembelajaran. Refleksi dapat digunakan untuk perbaikan pada siklus kedua jika masih ada beberapa hal pada siklus pertama yang belum berhasil. (lampiran 10, 11, halaman 147, 148) 5) Simulasi

  Simulasi dilakukan untuk menyiapkan atau memantapkan siswa pada saat pelaksanaan role playing. Simulasi dilaksanakan sebelum pelaksanaan role playing pada hari Jumat, 20 Agustus 2010. Saat simulasi, guru bersama dengan peneliti menjelaskan alur pelaksanaan role playing. Guru memberikan gambaran kepada siswa akan tugas yang harus dilakukan pada saat pelaksanaan role

  playing dengan melakukan simulasi. Untuk simulasi guru meminta

  kesediaan beberapa mahasiswa untuk menjadi simulator. Simulasi dilakukan di tengah dan siswa diminta untuk melihat pelaksanaan simulasi tersebut. Setelah simulasi selesai, diberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai sesuatu hal yang sekiranya belum dipahami. Simulasi ini bertujuan agar siswa semakin memahami akan tugas yang harus dilakukan pada saat role playing.

  Simulasi dilaksanakan sebelum pelaksanaan pembelajaran

  role playing . Pada saat simulasi, siswa yang kurang paham akan

  tugas sesuai dengan perannya dapat bertanya kepada guru dan peneliti. Guru akan membantu siswa untuk menjelaskan tugas dari setiap peran. Dengan demikian, para siswa tidak melakukan kekeliruan yang tidak perlu dalam melaksanakan role playing, dan pelaksanaan pembelajaran dapat berjalan dengan baik. b. Tindakan Penelitian tindakan kelas dilaksanakan pada hari Jumat, 20

  Agustus 2010. Pelaksanaan penelitian dimulai pukul 11.00 sampai dengan 14.00 WIB di SMA Kolese De Britto. Jumlah siswa yang hadir sebanyak 30 orang. Pelaksanaan pembelajaran dilakukan oleh guru mitra dengan dibantu oleh peneliti dan para mahasiswa yang berperan sebagai fasilitator setiap kelompok.

  Guru mengawali kegiatan belajar mengajar dengan memberikan salam pembuka kepada siswa. Sebelum role playing dilaksanakan, guru menjelaskan secara singkat mengenai siklus akuntansi perusahaan jasa. Materi yang dijelaskan guru adalah tahap pencatatan transaksi dari buku jurnal sampai dengan pembuatan laporan keuangan. Hal ini dilakukan agar siswa mengingat kembali materi yang telah dipelajari.

  Saat guru telah menyelesaikan penjelasan siklus akuntansi perusahaan jasa, guru mengajak siswa untuk menempati tempat sesuai dengan kelompoknya masing-masing. Tempat diatur sedemikian rupa agar siswa dapat bergerak dengan leluasa saat melaksanakan role

  playing .

  Setelah pengaturan tempat selesai, guru dibantu oleh peneliti membagikan media yang digunakan untuk role playing. Bagian akuntansi akan menerima, buku jurnal, buku besar, dan buku laporan keuangan. Bagian kurir akan menerima bukti transaki, dan uang- uangan, Bagian keuangan menerima uang - uangan, bukti transkasi, dan buku keuangan. Sedangkan pihak di luar perusahan akan menerima barang jasa, bukti transaksi dan uang-uangan. Selain menerima media sesuai dengan peran masing-masing, setiap anggota kelompok menerima instruksi pada tiap - tiap bagiannya. Instruksi tiap bagian membantu siswa dalam pelaksanaan role playing. Dalam instruksi tersebut dipaparkan langkah–langkah kegiatan yang harus dilaksanakan oleh siswa sesuai dengan perannya. Saat semua media telah dibagikan kepada siswa, maka role playing dimulai.

  Pemandu role playing, dilakukan oleh guru mitra, sedangkan peneliti sebagai observer dan fasilitator. Pelaksanaan role playing diawali dengan pembacaan gamabaran umum perusahaan. Setelah selesai membacakan gambaran umum, guru mitra menginstruksikan kepada siswa untuk menyelesaikan transaksi pertama. Waktu pengerjaan setiap transaksi adalah 3 menit. Sedangkan waktu yang diberikan kepada bagian akuntansi untuk membuat laporan keuangan adalah 15 menit. Prosedur pelaksanaan role playing adalah sebagai berikut: 1) Peneliti memberikan instruksi kepada siswa untuk menyelesaikan transaksi pertama.

  2) Siswa yang perannya terkait dengan transaksi tersebut melaksanakan tugasnya sesuai dengan instruksi yang telah dipegang.

  3) Bukti transaksi yang berasal dari transaki tersebut akan dicatat oleh bagian akuntansi dalam buku jurnal.

  4) Setelah waktu pengerjaan transaksi yang pertama selesai peneliti menginstruksikan kepada siswa untuk menyelesaikan transaksi berikutnya. 5) Ketika semua transaksi telah diselesaikan, bagian akuntansi membuat laporan keuangan.

  Selama pelaksanaan role playing berlangsung, guru mitra yang memandu jalannya pembelajaran role playing. Peneliti bertugas sebagai

  observer yang mengamati proses pelaksanaan pembelajaran role playing. Ketika ada beberapa kelompok yang medianya kurang lengkap,

  maka peneliti dibantu mahasiswa yang ditunjuk akan melengkapinya.

  Setelah role playing selesai, guru mitra dibantu peneliti membagikan lembar soal dan jawaban post test untuk dikerjakan siswa.

  Setelah selesai mengerjakan soal post test, guru mengajak siswa untuk merefleksikan dan memberikan makna tentang proses belajar mengajar yang baru saja berlangsung. Setelah refleksi selasai, guru memberikan salam penutup kepada siswa.

  c. Observasi Observasi dilaksanakan bersamaan dengan tindakan. Cakupan observasi adalah pengamatan terhadap perilaku guru, pengamatan terhadap perilaku siswa, dan pengamatan terhadap kelas selama proses belajar mengajar dengan menggunakan metode role playing berlangsung.

  Berikut ini dipaparkan hasil observasi: 1) Observasi terhadap perilaku guru

  Pada awal pelajaran, guru melakukan kegiatan pembuka dengan memberikan salam kepada siswa. Guru mengingatkan kembali materi siklus akuntansi perusahaan jasa kepada siswa dengan memberikan penjelasan singkat. Saat memberikan penjelasan, suara guru cukup keras sehingga terdengar sampai belakang.

  Saat siswa telah mengingat kembali materi siklus akuntansi perusahaan jasa, guru mengajak siswa untuk menempati tempat sesuai kelompoknya. Dalam pelaksanaan role playing guru dibantu oleh peneliti. Guru berperan memimpin jalannya pembelajaran role

  playing . Sedangkan peneliti berperan sebagai observer dan fasiltator

  pembelajaran role playing. Ketika memandu jalannya pembelajaran

  role playing siswa guru bersikap santai namun serius. Saat ada

  siswa yang kurang serius atau bercanda dalam memainkan perannya, maka guru akan menegur siswa tersebut.

  Pada saat role playing telah selesai, guru mengajak siswa untuk merefleksikan proses pembelajaran yang baru saja dilaksanakan. Berikut ini disajikan tabel hasil observasi terhadap perilaku atau aktivitas guru selama proses pembelajaran dengan menggunakan role playing berlangsung (lampiran 29, halaman 196):

Tabel 5.4 Hasil Observasi Aktivitas Guru Saat Penerapan Metode Role

  Playing

NO. ASPEK YANG DIAMATI SKOR

  I PRA PEMBELAJARAN

  1. Memeriksa kesiapan ruang, alat 1 2 4 5 pembelajaran, dan media

  2. Memeriksa kesiapan siswa 1 2 4 5

II MEMBUKA PEMBELAJARAN

  1. Melakukan kegiatan apersepsi 1 2 4 5

  2. Menyampaikan kompetensi yang 1 2 4 5 akan dicapai dan rencana kegiatannya

III KEGIATANINTI PEMBELAJARAN

   A. Penguasaan materi pelajaran

  1. Menunjukkan penguasaan materi 1 2 4 5 pembelajaran

  2. Mengaitkan materi dengan 1 2 4 5 pengetahuan lain yang relevan

  3. Menyampaikan materi sesuai 1 2 4 5 dengan hirarki belajar

  4. Mengaitkan materi dengan realitas 1 2 4 5 kehidupan

  

B. Pendekatan/strategi pembelajaran

  1. Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kompetensi yang akan 1 2 4 5 dicapai

  2. Melaksanakan pembelajaran sesuai 1 2 4 5 dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan siswa

  3. Melaksanakan pembelajaran secara 1 2 4 5 runtut

  4. Melaksanakan pemelajaran yang 1 2 4 5 terkoordinasi

  5. Melaksanakan pembelajaran yang 1 2 4 5 bersifat kontekstual

  6. Mengakomodasi adanya keragaman 1 2 4 5 budaya Nusantara

  7. Melaksanakan pembelajaran yang 1 2 4 5 memungkinkan tumbuhnya kebiasaan positif 1 2 4 5

  8. Melaksanakan pembelajaran sesuai 1 2 4 5 dengan waktu yang dialokasikan

  C. Pemanfaatanmedia pembelajaran/sumber belajar

  1. Menunjukkan keterampilan dalam 1 2 4 5 menggunakan media

  2. Menghasilkan pesan yang menarik 1 2 4 5

  3. Menggunakan media secara efektif 1 2 4 5 dan efisien

  4. Melibatkan siswa dalam 1 2 4 5 pemanfaatan media

  D. Pembelajaran yang memicu dan

memelihara keterlibatan siswa

  1. Menumbuhkan partisipasi aktif 1 2 4 5 siswa dalam pembelajaran

  2. Merespons positif partisipasi siswa 1 2 4 5

  3. Memfasilitasi terjadinya interaksi 1 2 4 5 guru-siswa dan siswa-siswa

  4. Menunjukkan sikap terbuka 1 2 4 5 terhadap respons siswa

  5. Menunjukkan hubungan antar 1 2 4 5 pribadi yang kondusif

  6. Menumbuhkan keceriaan dan 1 2 4 5 antusiasme siswa dalam belajar E. Kemampuan khusus dalam

  pembelajaran bidang studi

  1. Menumbuhkan sikap ekonomis 1 2 4 5

  2. Menumbuhkan sikap produktif 1 2 4 5

  F. Penilaian proses dan hasil belajar

  1. Melakukan penilaian awal 1 2 4 5

  2. Memantau kemajuan belajar 1 2 4 5

  3. Memberikan tugas sesuai dengan 1 2 4 5 kompetensi

  4. Melakukan penilaian akhir sesuai 1 2 4 5 dengan kompetensi

  G. Penggunaan bahasa

  1. Menggunakan bahasa lisan secara 1 2 4 5 jelas dan lancar

  2. Menggunakan bahasa tulis yang 1 2 4 5 baik dan benar

  3. Menyampaikan pesan dengan gaya 1 2 4 5 yang sesuai

IV PENUTUP

A. Refleksi dan rangkuman pembelajaran

  1. Melakukan refleksi pembelajaran 1 2 4 5 dengan melibatkan siswa

  2. Menyusun rangkuman dengan 1 2 4 5 melibatkan siswa

B. Pelaksanaan tindak lanjut

  1. Memberikan arahan, kegiatan, atau 1 2 4 5 tugas sebagai bagian remidi

  2. Memberikan arahan, kegiatan, atau 1 2 4 5 tugas sebagai pengayaan 2) Observasi terhadap perilaku siswa

  Pada awal pelajaran siswa menyiapkan perlengkapan yang akan digunakan pada pelaksanaan role playing. Sebelum melaksanakan role playing, siswa menerima penjelasan tentang siklus akuntansi perusahaan jasa. Saat siswa diberi penjelasan umum tentang siklus akuntansi perusahaan jasa, mereka menanggapinya dengan baik. Namun masih ada beberapa siswa yang kurang serius dalam memperhatikan penjelasan guru. Jika ada hal yang kurang dimengerti maka mereka akan bertanya kepada guru. Secara umum, siswa tidak banyak masalah dalam mengingat materi tersebut karena sebelumnya mereka telah mempelajarinya.

  Saat diminta guru untuk memperhatikan simulasi, siswa sangat bersemangat dan ingin mengetahui proses pembelajaran role

  playing. Selanjutnya siswa menempatkan diri sesuai dengan peran

  masing–masing dalam setiap kelompok. Siswa akan menerima

  Selain itu, siswa juga mendapat instruksi sesuai dengan peran yang dimainkan. Saat siswa menerima instruksi sesuai dengan bagiannya, siswa membaca instruksi tersebut dalam tenggang waktu sebelum

  role playing dimulai. Hal ini dilakukan agar siswa lebih mudah dalam melaksanakan perannya.

  Waktu pelaksanaan role playing dimulai, siswa memperhatikan instruksi dari peneliti. Saat instruksi telah dibacakan, siswa melakukan kegiatan sesuai dengan instruksi yang dipegang. Setiap kelompok harus mampu bekerja sama supaya dapat menyelesaikan siklus akuntansi perusahaan jasa. Dengan demikian, diperlukan keseriusan dan kerja sama dari siswa dalam melaksanakan perannya. Namun awalnya ada beberapa kelompok masih kurang serius dalam mengikuti pembelajaran ini. Banyak siswa yang sembrono dan tidak memperhatikan setiap instruksi yang terdapat dalam masing-masing peran.

  Secara umum pelaksanaan role playing dapat berjalan dengan lancar, walaupun siswa ada yang sembrono dan ribut.

  Keributan yang dilakukan oleh siswa terkait dengan media yang digunakan. Banyak siswa memainkan uang-uangan yang bisa jadi dapat menggangu suasana pembelajaran. Pada akhir pelajaran, siswa diajak untuk melakukan refleksi atas apa yang telah dipelajari.

  Berikut ini disajikan hasil obervasi terhadap perilaku siswa di kelas selama proses belajar mengajar dengan menggunakan metode role

  playing berlangsung (lampiran 30, halaman 199 );

Tabel 5.5 Hasil Observasi Terhadap Perilaku Siswa Saat Penerapan

  Metode Role Playing.

  No Aspek yang diamati Ya Tidak Keterangan

  1 Siswa siap mengikuti √ proses pembelajaran

  2 Siswa memperhatikan Ada beberapa siswa √ penjelasan guru yang tidak memperhatikan penjelasan guru hal ini dikarenakan karena materinya mengulang(siklus akuntansi perusahaan jasa).

  3 Siswa menanggapi √ pembahasan pelajaran.

  4 Siswa mencatat hal-hal √ penting

  5 Siswa mengerjakan Siswa memerankan √ tugas dengan baik tugasnya masing- msing dengan baik.kadang sembrono dan kurang konsetrasi dengan pembelajaran, ada yang memainkan peran sambil berbicara dengan anggota kelompoknya.

  3) Observasi terhadap kelas Pelaksanaan role playing untuk pembelajaran siklus akuntansi perusahaan jasa membutuhkan penataan ruang kelas yang

  Oleh karena itu, ruang kelas disusun dengan layout tertentu. Tidak seperti biasanya, di mana tempat duduk disusun menghadap ke depan. Pada pelaksanaan role playing, tempat duduk siswa disusun berhadapan dalam kelompok-kelompok. Susunan ini dibuat agar siswa memiliki ruang gerak yang cukup dan memudahan pelaksanaan role playing. (lampiran 31 halaman 200)

  Maka dari itu, peneliti memilih memakai ruangan yang memang mendukung untuk pelaksanaan role playing. Peneliti menyadari ruang kelas SMA Kolese De Britto cukup luas, namun apabila dipakai untuk pembelajaran role playing peneliti merasakan ruang gerak siswa akan terbatas. Hal ini dikarenakan meja kursi diatur sedemikian rupa, diupayakan agar jarak atau space dari masing-masing bagian/peran yang dimainkan menjadi jauh lebih longgar. Atas dasar itulah peneliti menata ruangan sedemikian rupa hingga akhirnya layak untuk mendukung pembelajaran role playing.

  Saat pelaksanaan role playing, tempat disusun lebih rapi agar siswa merasa nyaman untuk belajar. Pencahayaan ruangan juga tidak terganggu oleh susunan tempat yang berbeda. Sirkulasi udara juga berjalan dengan baik. Lingkungan kelas selama pembelajaran dengan menggunakan metode role playing berlangsung tidak terganggu oleh aktivitas kelas yang lain. Selain itu, kendaraan yang lalu lalang di jalan juga tidak mengganggu. Suara guru mitra yang memberikan instruksi dapat didengar oleh siswa dengan baik. Namun terkadang suara siswa yang sedang memerankan perannya membuat kelas agak gaduh.

  d. Refleksi Refleksi dilakukan guna melihat kembali apa yang telah dilakukan dalam proses pembelajaran, manfaat apa yang diperoleh, dan kendala apa yang dihadapi selama mengikuti proses pembelajaran dengan menggunakan metode role playing. Berikut ini disajikan refleksi guru dan refleksi siswa: 1) Refleksi siswa

  Pada akhir siklus, siswa diajak untuk melakukan refleksi atas apa yang telah dilakukan selama proses pembelajaran dengan menggunakan role playing (lampiran 32 halaman 202). Dari hasil refleksi, diketahui bahwa siswa merasa senang dan berminat mengikuti pembelajaran dengan menggunakan metode ini. Ada siswa yang berpendapat bahwa metode ini dapat menjadikan siswa lebih paham tentang siklus akuntansi perusahaan jasa. Ada siswa mengungkapkan bahwa dengan metode role playing pembelajaran seperti kenyataan di lapangan kerja dan seperti melakukan praktik sesungguhnya di perusahaan. Hal ini menjadikan siswa lebih mudah memahami materi yang sedang dipelajari. Siswa yang berperan sebagai bagian akuntansi merasa seolah-olah mereka menjadi seorang akuntan sungguhan, siswa yang berperan sebagai bagian keuangan dan kurir juga merasakan hal yang sama. Secara umum para siswa dapat memperoleh manfaat dari pembelajaran

  role playing yaitu dapat memberikan gambaran yang jelas tentang materi siklus akuntansi perusahaan jasa.

  Kendala yang dihadapi selama pembelajaran dengan menggunakan role playing adalah masalah waktu yang sangat terbatas sehingga para siswa tidak cukup waktu dalam menyelesaikan setiap soal transaksi. Selain itu, waktu yang terbatas membuat siswa tidak optimal dalam memainkan peran. Hambatan yang lainnya adalah teman kelompok yang kurang mendukung dalam pelaksanaan pembelajaran role playing. Selain itu, ada beberapa siswa yang masih bingung dan kurang teliti dalam memahami setiap intrusksi peran yang dimainkannya

Tabel 5.6 Rangkuman Refleksi Siswa No Uraian Komentar

  1 Bagaimana menurut anda tentang proses pembelajaran dengan menggunakan metode

  role playing (topik

  pembahasan, media pembelajaran, situasi kelas, penampilan guru, lingkungan kelas,dll)? keseluruhan siswa ,menyatakan bahwa bahwa mereka merasa senang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan metode role

  playing.

  Media pembelajaran yang digunakan menarik, dan seperti nyata. Situasi kelas agak ribut ketika bermain peran.

  2 Apakah anda berminat Dari jumlah 30 siswa, ada 28 siswa mengikuti pembelajaran atau 93,33 % yang berminat dengan menggunakan mengikuti pembelajaran dengan metode role playing? menggunakan metode role playing, karena lebih memudahkan dalam memahami materi. Sebanyak 2 siswa atau 6, 66% tidak berminat mengikuti pembelajaran role

  playing ini.

  3 Apa yang anda lakukan Selama pembelajaran siswa selama pembelajaran berperan sebagai bagian akuntan, dengan menggunakan kurir, keuangan, dan pihak di luar metode role playing? perusahaan. Bagian keuangan, kurir, dan pihak di luar perusahaan membuat bukti transaksi sesuai dengan transaksi, sedangkan bagian akuntansi mencatat transaksi.

  4 Apakah anda lebih Dari 30 orang siswa, ada 86.66 % paham tentang materi atau 26 orang siswa yang siklus akuntansi menyatakan lebih paham tentang perusahaan jasa pada siklus akuntansi perusahaan jasa. pembelajaran dengan Ada 13,33 % atau 4 orang siswa menggunakan metode yang merasa belum begitu paham

  role playing? dengan siklus akuntansi

  perusahaan jasa

  5 Hambatan apa yang anda Hambatan yang dihadapi selama temui selama proses pembelajaran ini adalah melaksanakan proses masalah keterbatasan waktu pembelajaran dengan sehingga ada beberapa kelompok menggunakan metode yang belum dapat menyelesaikan

  role playing ? laporan keuangannya. Selain waktu

  juga kurang teliti dan masih bingung dengan instruksi yang harus diperankan oleh masing- masing peran.

  6 Manfaat apa yang anda Manfaat yang diperoleh siswa dari peroleh pada pembelajaran dengan pembelajaran dengan menggunakan metode role playing menggunakan metode ada 50% atau15 orang siswa

  role playing ? menyatakan bahwa mereka dapat

  semakin paham mengenai siklus akuntansi perusahaan jasa karena belajar dengan cara praktik langsung. Ada 23,33% atau 7 orang siswa menyatakan bahwa mereka merasa metode pembelajaran baru dalam pembelajaran akuntansi sehingga mereka menjadi lebih paham mengenai tugas dari bagian akuntansi, ada 20% atau 6 orang siswa menyatakan bahwa mereka merasa menjadi seorang akuntan sungguhan, dan ada 6,66% atau 2 orang yang menyatakan bahwa belajar menjadi lebih enak

  2) Refleksi guru Di akhir siklus, guru melakukan refleksi untuk menganalisis, memaknai, dan membuat kesimpulan dari pembelajaran yang telah dilaksanakan lampiran 33 halaman 210). Guru berpendapat bahwa metode role playing dapat digunakan untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap siklus akuntansi perusahaan jasa. Selain itu, dengan pembelajaran ini siswa semakin termotivasi dan lebih senang dalam mengikuti pembelajaran.

  Pembelajaran tersebut sangat menyenangkan dan tidak membosankan. Keterlibatan dan keaktifan siswa, akan membantu siswa dalam memahami materi yang sedang dipelajari.

  Pembelajaran dengan menggunakan metode role playing masih memerlukan perbaikan. Hal yang harus diperbaiki adalah masalah waktu yang sangat terbatas (satu hari, 3 peran sekaligus) sehingga sangat melelahkan siswa. Pelaksanaan role playing juga memakan persiapan dan media pembelajaran yang sukup lama. Selain itu, pembelajaran seperti ini lebih baik dilaksanakan jangan hanya dalam tempo satu hari saja.

  Guru menilai bahwa pembelajaran role playing ini sudah mencapai aspek kognitif, psikomotorik, dan afektif. Selain itu manfaatnya dari pembelajaran role playing ini adalah dapat memberikan pengalaman yang bisa memberikan gambaran dunia kerja.

Tabel 5.7 Refleksi Guru No Uraian Komentar

  1 Kesan guru terhadap Sudah baik, hanya perlu komponen pembelajaran yang penjelasan tentang cara digunakan dalam penilaian pembelajaran dengan menggunakan metode role playing.

  2 Kesan guru terhadap aktifitas, Baik, siswa termotivasi dan partisipasi dan minat siswa lebih senang, tidak mengikuti pembelajaran membosankan dengan menggunakan metode

  .

  role playing

  3 Kesan guru terhadap Baik, hanya saja satu hari 3 pemahaman siswa dalam peran sangat melelahkan, proses pembelajaran dengan siswa butuh pengendapan menggunakan metode role untuk memahami materi dan

  playing . membuat refleksi

  4 Hambatan yang dihadapi Persiapan dan media apabila nanti guru hendak pembelajaran yang cukup melaksanakan pembelajaran lama, serta pelaksanaan dengan menggunakan metode jangan satu hari

  role playing .

  5 Hal-hal yang mendukung Siswa senang, tidak bosan, apabila guru nanti akan dapat berpartisipasi, ranah menggunakan metode afektif tercapai, ada ranah pembelajaran dengan metode psikomotorik, dan kognitif .3

  role playing . ranah tercapai

  6 Manfaat yang diperoleh Lebih siap secara materi, ada dengan merencanakan suatu pengalaman yang rencana pembelajaran dan mendekati kehidupan sehari- membuat perangkat hari sehingga bisa memberi pembelajaran dengan gambaran dunia kerja menggunakan metode role

  playing.

  7 Hal-hal apa saja yang masih Waktu pelaksanaan, harus diperbaiki dalam persiapan. pembelajaran dengan menggunakan metode role

  playing .

  Dari hasil refleksi siswa dan guru, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode role playing membuat siswa tertarik untuk mengikuti proses belajar mengajar. Saat siswa tertarik dan tidak bosan terhadap apa yang sedang dipelajari, siswa akan terlibat secara aktif dalam pembelajaran.

  Dengan terlibat langsung dalam pembelajaran siswa lebih mudah untuk memahami apa yang dipelajari.

4. Pemahaman Siswa terhadap Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa

  Setelah menggunakan metode role playing dalam pembelajaran dilakukan post test untuk mengetahui pemahaman siswa tentang siklus akuntansi perusahaan jasa. Post test dilakukan untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap siklus akuntansi perusahaan jasa sesudah diterapkannya metode role playing. Berikut ini disajikan hasil post test (lampiran 34 halaman 211) :

Tabel 5.8 Hasil Post test Siswa Kelas XII Sosial 3

  22 Tjandra Alan Hadinata

  5.60

  17 Han Kristian Yuda Pramudita

  6.40

  18 Gentur Wiku Pribadi

  5.60

  19 Antonius Dian Tresno Raharjo

  5.20

  20 Alvonsus Rodrigues Hartono Heru

  6.80

  21 Yustinus Surya Adi Pramuditya

  6.80

  6.80

  7.20

  23 Stanislaus Aditya Harya Utama

  6.40

  24 Pratino Darma Wicaksana

  2

  5.20

  25 Petrus Anang Setiawan

  7.60

  26 Ignatius Andi Dwi Prabowo

  7.20

  27 Hendrikus Dennis Aegiputranto

  6.40

  28 Claudius Barly Sadhewa

  16 Kersna Narerindra

  15 Oktavianto Adi Prasetyo

  No Nama Post-test

  5.60

  1 Yohanes Canggih Wijarnako

  6.80

  2 Stevanus Aji Kusuma

  7.60

  3 Samuel Sutanto

  5.20

  4 Robby Satya Wangsa

  6.00

  5 Mikhael Elsafan Setiawan

  5.20

  6 Markus Ivan Himawan

  7 Gregorius Putut Respati

  6.80

  4.40 8 Gerardus Majella Brahm Satia P.

  6.40

  9 Antonius Bayu Anggoro

  4.00 10 Alexander Widyawan Saktya N.

  6.20

  11 Abraham Augusta Arsent

  6.00

  12 Thomas Dedy Mahotama

  5.60

  13 Stanis Mahendra Setyawan

  5.60

  14 Resa Christian

  3.20

  30 Andri Erlintianto Sandi

  6.00 RATA-RATA

  5.97 Tabel 5.8 menunjukan skor yang dicapai oleh siswa setelah

  penerapan metode role playing. Skor tertinggi yang dicapai oleh siswa adalah 7,60 ada 2 orang. Sedangkan untuk skor yang terendah adalah 3,20.

  Skor rata-rata kelas adalah 5,97. Saat post test telah selesai, peneliti melakukan diskusi dengan beberapa siswa di kelas. Dari hasil diskusi, siswa berpendapat bahwa, setelah mengikuti pembelajaran dengan menggunakan metode role playing ada suatu pemahaman baru yang selama ini belum pernah diperoleh di sekolah. Siswa merasa lebih paham akan bukti transaksi, cara mencatat transaksi ke dalam buku jurnal, sampai dengan membuat laporan keuangan. Selain itu, siswa juga semakin paham akan proses terjadinya transaksi dan pihak-pihak yang terkait dengan suatu transaksi.

B. Analisis Komparasi Pemahaman Siswa Sebelum dan Sesudah Penerapan Role Playing 1. Deskripsi data

  Penelitian tindakan kelas dengan menggunakan metode role

  playing digunakan untuk meningkatkan pemahaman siswa akan siklus

  akuntansi perusahaan jasa. Penelitian difokuskan pada proses perbaikan pembelajaran dengan berpusat pada siswa. Berikut ini disajikan nilai dari hasil pre test dan post test sisiwi kelas XII Sosial 3 SMA Kolese De Britto:

  Tabel 5.9

  4.00

  2.00

  18 Gentur Wiku Pribadi

  6.40 0.40 6% 15% TMT

  6.00

  17 Han Kristian Yuda Pramudita

  5.60 1.60 29% 15% MT

  16 Kersna Narerindra

  19 Antonius Dian Tresno Raharjo

  7.20 1.20 17% 15% MT

  6.00

  15 Oktavianto Adi Prasetyo

  6.80 0.40 6% 15% TMT

  6.40

  14 Resa Christian

  5.60 0.40 7% 15% TMT

  5.60 3.60 64% 15% MT

  4.80

  13 Stanis Mahendra Setyawan

  6.80 0.40 6% 15% TMT

  25 Petrus Anang Setiawan

  5.20 1.60 31% 15% MT

  3.60

  24 Pratino Darma Wicaksana

  6.40 2.80 44% 15% MT

  3.60

  23 Stanislaus Aditya Harya Utama

  6.40

  5.20 0.40 8% 15% TMT

  22 Tjandra Alan Hadinata

  6.80 2.80 41% 15% MT

  4.00

  21 Yustinus Surya Adi Pramuditya

  6.80 4.00 59% 15% MT

  2.80

  20 Alvonsus Rodrigues Hartono Heru

  5.20

  5.60 1.20 21% 15% MT

  No Nama Pre test

  3 Samuel Sutanto

  3.20

  5 Mikhael Elsafan Setiawan

  6.00 0.40 7% 15% TMT

  5.60

  4 Robby Satya Wangsa

  5.20 2.00 38% 15% MT

  3.20

  7.60 2.80 37% 15% MT

  6 Markus Ivan Himawan

  4.80

  2 Stevanus Aji Kusuma

  6.80 0.80 12% 15% TMT

  6.00

  1 Yohanes Canggih Wijarnako

  Selisih Peningkatan pemahaman target kesimpulan

  

Post

test

  5.20 2.00 38% 15% MT

  3.60

  4.40

  4.00 2.00 50% 15% MT

  12 Thomas Dedy Mahotama

  6.00 2.00 33% 15% MT

  4.00

  11 Abraham Augusta Arsent

  6.20 3.40 55% 15% MT

  2.80

  10 Alexander Widyawan Saktya N.

  2.00

  5.60 2.00 36% 15% MT

  9 Antonius Bayu Anggoro

  6.40 0.40 6% 15% TMT

  6.00

  8 Gerardus Majella Brahm Satia P.

  4.40 0.80 18% 15% MT

  3.60

  7 Gregorius Putut Respati

  7.60 7.60 0% 15% TMT Keterangan : MT= Memenuhi target, TMT= Tidak Memenuhi Target

Tabel 5.3 menunjukkan perubahan pemahaman siswa tentang siklus akuntansi perusahaan jasa setelah pembelajaran dengan menerapkan

  3.20 3.20 0% 15% TMT

  4.48

  Rata-rata

  6.00 1.20 20% 15% MT

  4.80

  30 Andri Erlintianto Sandi

  5.20 0.40 8% 15%

  4.80

  29 Bernardus Krishna Adhitya Pranata

  28 Claudius Barly Sadhewa

  metode role playing. Dari 30 orang siswa di kelas XII IPS 3, ada 2 siswa yang tidak mengalami peningkatan karena baik nilai pre test dan post test tidak berubah. Sebanyak 28 siswa mengalami peningkatan. Peningkatan pemahaman siswa bervariasi. Target peningkatan yang telah ditentukan adalah sebesar 15%. Rata-rata peningkatan nilai kelas adalah 1,49 atau 25%. Jadi, hasil pecapaian nilai rata-rata melebihi target yang telah ditetapkan. Pada saat pre test rata-rata skor siswa dalam kelas mencapai 4,48, sedangkan rata-rata skor siswa setelah post test naik menjadi 5,97.

  6.40 1.2 19% 15% MT

  5.20

  27 Hendrikus Dennis Aegiputranto

  7.20 2.40 33% 15% MT

  4.80

  26 Ignatius Andi Dwi Prabowo

  a. Pengujian prasyarat analisis Berikut ini disajikan hasil pengujian normalitas data berdasarkan uji Kolmogorov-Smirnov (lampiran 35 halaman 217)

  2. Pengujian komparatif

  5.97 1.49 25% 15%

Tabel 5.10 Pengujian Normalitas Berdasarkan One Sample Kolmogorov-Smirnov

  selisih_prepost _test N

  30 Normal Parameters(a,b) Mean 1,4867

Std. Deviation

  1,12854 Most Extreme Differences Absolute

  ,166 Positive ,166 Negative

  • ,101 Kolmogorov-Smirnov Z ,907 Asymp. Sig. (2-tailed) ,384

  a Test distribution is Normal

b. Calculated from data

  Berdasarkan hasil pengujian normalitas berdasarkan uji Kolmogorov-Smirnov di atas, tampak bahwa distribusi data adalah normal (asymp. sig. (2-tailed) = 0,384 >

  α = 0,05). Dengan demikian penyajian hipotesis dilakukan dengan berdasarkan uji statistik parametrik.

  b. Pengujian hipotesis penelitian 1) Rumusan hipotesis penelitian

  H o = tidak terdapat perbedaan pemahaman siswa sebelum dan setelah diterapkan model pembelajaran role playing H a = terdapat perbedaan pemahaman siswa sebelum dan setelah

diterapkan model pembelajaran role playing

  2) Pengujian hipotesis penelitian Berikut ini disajikan hasil pengujian beda rata-rata pre test dan post test : (lampiran 36, halaman 218)

Tabel 5.11 Pengujian Beda Rata-rata Berdasarkan

  Paired Samples Test Paired Differences 95% Confidence

  Interval of the Difference Std. Std. Error Sig. (2- Mean Deviation Mean Lower Upper t df tailed)

  • Pair 1 pretest -
  • postest 1,4866 1,12854 ,20604 1,9080 1,0652 -7,215

  29 ,000

  7

  7

  6 Tabel 5.11 menunjukkan bahwa nilai sig. (2-tailed)

  = 0,000 < α = 0,05. Hal demikian dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima.

  Dengan demikian disimpulkan bahwa terdapat perbedaan pemahaman siswa sbelum dan setelah diterapkan model pembelajaran role playing.

  Berdasarkan hasil pengujian statistik di atas tampak bahwa penerapan model pembelajaran role playing memberikan perbedaan yang signifikan dalam hal pemahaman siswa pada materi pembelajaran siklus akuntansi perusahaan jasa. Peningkatan pemahaman siswa dapat disebabkan oleh penggunaan metode yang tepat. Metode role playing yang diterapkan dalam pembelajaran mampu meningkatkan partisipasi dan keterlibatan siswa dalam mengikuti pembelajaran. Saat partisipasi siswa meningkat, mereka merasa senang mengikuti proses belajar mengajar, sehingga apa yang mereka lakukan akan mudah untuk dipahami. Siswa tidak hanya memperoleh pengalaman belajar dari membaca atau mendengarkan, tetapi dari hasil mempraktikannya secara langsung. Praktik tersebut mencakup pencatatan transaksi berdasarkan bukti transaksi, proses pembuatan laporan keuangan, dan memahami hubungan pihak - pihak yang terkait dalam suatu transaksi keuangan. Pembelajaran secara langsung semacam ini juga membantu siswa memahami materi yang dipelajari dan daya ingat siswa terhadap materi tersebut cenderung bertahan lebih lama.

  Jadi dapat disimpulkan bahwa penerapan metode role playing dapat membantu siswa kelas XII IPS 3 SMA Kolese De Britto Yogyakarta meningkatkan pemahaman terhadap siklus akuntansi perusahaan jasa.

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Hasil penelitian tindakan kelas yang dilakukan di SMA Kolese De Britto Yogyakarta, menunjukkan bahwa penerapan metode pembelajaran role playing,

  dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi siklus akuntansi perusahaan jasa. Peningkatan pemahaman siswa dapat ditunjukan dari tingkat capaian nilai siswa pada saat pre test dan post test. Target peningkatan yang telah ditentukan adalah sebesar 15%. Pada pre-test skor rata-rata kelas mencapai 4,48, sedangkan untuk post test skor rata-rata kelas mencapai 5,97. Selisih rata-rata capaian skor pre test dan post-test sebesar 1,49. Dengan kata lain ada peningkatan pemahaman sebesar 25%, melebihi target yang ditetapkan. Hasil pengujian statistik terhadap hasil pre test dan post test tersebut menunjukkan ada perbedaan yang signifikan rata-rata pre test dan post test (sig. (2-tailed

  ) = 0,000 < α = 0,005) B.

   Keterbatasan Penelitian

  Penelitian ini memiliki keterbatasan, yaitu:

  1. Keterbatasan waktu pada saat pelaksanaan penelitian. Hal ini dikarenakan waktu penelitian bersamaan dengan pelaksanaan PPL II yang juga bertempat di SMA Kolese De Britto. Waktu pelaksanaan yang mepet hanya dalam satu hari juga membuat para siswa terlihat kelelahan dalam mengikuti proses pembelajaran role playing karena berlangsung selama 3 putaran. Dampaknya adalah siswa tampak tidak berkonsentrasi penuh atau tidak fokus pada putaran akhir.

  2. Peneliti telah melakukan pengamatan terhadap proses pembelajaran, Namun demikian, pada saat penelitian peneliti ikut terlibat sebagai fasilitator. Hal ini berdampak kurang optimalnya peneliti dalam melakukan observasi terhadap guru, siswa dan kelas.

C. Saran

  Beradasarkan hasil penelitian yang menunjukkan bahawa metode role

  playing mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap siklus akuntansi

  perusahaan jasa. Peneliti menyarakan kepada para guru untuk menerapkan metode ini dalam pembelajaran. Penerapan metode role playing dalam pembelajaran membutuhkan suatu perencanaan yang baik. Ada beberapa hal–hal yang harus diperhatikan ketika akan menerapkan metode role playing yaitu, alokasi waktu saat pelaksanaan, persiapan dan ketelitian dalam membuat media, dan komunikasi yang baik antara peneliti dan guru mitra.

DAFTAR PUSTAKA

  Algifari. 2003. Statistika Induktif untuk Ekonomi dan Bisnis. Yogyakarta: UPP AMP YKPN. Arikunto, Suharsimi.1999. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta : Bumi Aksara.

  Arikunto, Suharsimi. 2006. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: PT.Bumi Aksara. Chariri, Anis. 2003. Teori Akuntansi. Semarang : Badan Penerbit UNDIP Dindayu.(2010).Model bermain peran (role playing).[On- line].Tersedia:

  14 Agustus 2010).

  Djajadisastra, Yusuf. 1983. Metode-Metode Mengajar. Bandung : Angkasa Kamus Besar Bahasa Indonesia . 1991. Jakarta: Balai Pustaka.

  Kusumah, W. dan Dedi Dwitagama. 2009. Mengenal Penelitian Tindakan Kelas . Jakarta: PT Indeks. LearningWithme.2006.Pembelajaran.[On-line].Tersedi

  

eptember 2010)

  Mulyasa, H.E. 2009. Praktik Penelitian Tindakan Kelas. Bandung : PT Remaja Rosdakarya Nursidik, Yahya. 2009. Kumpulan metode pembelajaran. [On-line].

  Tersedia:

  gustus 2010).

  Purwanto, Ngalim.2009. Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran. Bandung : PT Remaja Rosdakarya Silberman, Mel. 2005.Active Learning101 Strategi Pembelajaran Aktif.

  Yogyakarta: Pustaka Insani Madani. Sugiyono. 2008. Statistika untuk Penelitian. Bandung: CV. Alfabeta.

  Sunendar, Tatang. 2008. Penelitian Tindakan Kelas part II. [On-line]. Tersedi

  10 Agustus 2010)

  Susilo. 2007. Penelitian Tindakan Kelas. Yogyakarta:Pustaka Book Publisher

  Suwardjono. 2002. Akuntansi Pengantar.Yogyakarta: BPFE Ulihbukit Karo-karo, S. Metodologi Pengajaran. Salatiga: CV. Saudara

  Usman, Moh Uzer. 2001. Menjadi Guru Profesional. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

  Waney, Max.1980. Kerangka Pengajaran IPS. Dengan Metode Role

  Playing. Jakarta: P3G

  Zaini, Hisyam.2008. Strategi Pembelajaran Aktif. Yogyakarta : Insan Madari Zuriah, Nurul. 2006. Metodologi Penelitian Sosial dan Pendidikan.

  Jakarta:Bumi Aksara LAMPIRAN

Lampiran 1

  

LEMBAR OBSERVASI KEGIATAN GURU

(Catatan Anekdoktal)

  Nama pengamat : Tanggal dan waktu observasi : Lama observasi : Orang dan atau peristiwa yang diamati : Tingkat kelas (semester) subyek : Tujuan observasi :

  Yogyakarta, Agustus 2010 Guru

  Observer (Y.Iwan prasetyo, S.Pd) ( Felix Wintala) Lampiran 2

  

LEMBAR OBSERVASI KEGIATAN KELAS

(Catatan Anekdoktal)

  Nama pengamat : Tanggal dan waktu observasi : Lama observasi : Orang dan atau peristiwa yang diamati : Tingkat kelas (semester) subyek : Tujuan observasi :

  Yogyakarta, Agustus 2010 Guru

  Observer (Y.Iwan prasetyo, S.Pd) ( Felix Wintala) Lampiran 3

  

LEMBAR OBSERVASI KEGIATAN SISWA

(Catatan Anekdoktal)

  Nama pengamat : Tanggal dan waktu observasi : Lama observasi : Orang dan atau peristiwa yang diamati : Tingkat kelas (semester) subyek : Tujuan observasi :

  Yogyakarta, Agustus 2010 Guru

  Observer (Y.Iwan prasetyo, S.Pd) ( Felix Wintala) Lampiran 4

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

  Sekolah : SMA Kolese De Britto YOGYAKARTA Mata Pelajaran : Akuntansi Kelas / Semester : XII IPS 3 / 1 Alokasi waktu :4 x 45 menit

  I. Standar Kompetensi : 5. Memahami penyusunan siklus akuntansi perusahaan jasa.

  II. Kompetensi Dasar : 5.3. Mencatat transaksi berdasarkan mekanisme debit kredit.

  5.4. Mencatat dokumen ke dalam jurnal umum.

  5.5.Melakukan posting dari jurnal ke buku besar

  5.6.Membuat ikhtisar siklus akuntansi perusahaan jasa

III. Indikator : 5.3.1. Menganalisis berbagai jenis bukti transaksi keuangan.

  5.4.1. Mencatat jurnal dari berbagai jenis transaksi. 5.5.1. melakukan posting dari jurnal ke buku besar 5.6.1.menyusun dan membuat laporan keuangan

IV. Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa dapat menganalisis berbagai jenis bukti transaksi keuangan.

  2. Siswa dapat mencatat jurnal dari berbagai jenis transaksi secara tepat.

  3. Siswa mampu memindahbukukan (posting) jurnal ke buku besar

  4. Siswa mampu menyusun laporan keuangan

V. Materi Pembelajaran

  1. Pengertian Perusahaan Jasa : Perusahaan jasa adalah perusahaan yang kegiatannya memberikan pelayanan jasa kepada masyarakat.

  Tahap pencatatan siklus akuntansi perusahaan jasa :

  Bukti Jurnal Umum Transaksi Buku Besar Laporan Neraca

  Keuangan Saldo

  2. Bagian-bagian yang terkait dalam suatu transaksi dan siklus akuntansi perusahaan jasa: a. Bagian akuntansi

  Merupakan bagian yang berfungsi untuk mencatat transaksi keuangan ke kedalam buku jurnal, memposting jurnal ke buku besar, membuat neraca saldo dan membuat laporan keuangan.

  b. Bagian keuangan

  Merupakan bagian yang berfungsi untuk mengatur keluar masuk uang perusahaan, membuat bukti kas masuk, bukti kas keluar, dan mencatat jumlah uang yang masuk dan keluar dalam buku kas.

  c. Bagian kurir Merupakan bagian yang memerankan bagian pembelian dan bagian penjualan jasa.

  d. Pihak di luar perusahaan Merupakan pihak yang berada di luar perusahaan dapat berperan sebagai supplier atau pemasok dan pelanggan.

VI. Pendekatan dan Metode Pembelajaran :

  1. Pendekatan : Kontekstual

  2. Metode : Role playing, ceramah, presentasi, diskusi

VII. Langkah- Langkah Pembelajaran : No Kegiatan Alokasi Waktu Metode

1. Pertemuan 1 Kegiatan Awal

  a. Guru memberikan salam pembuka

  b. Guru melakukan apersepsi

  c. Guru memandu pretest

  d. Guru mengemukakan kompetensi dasar & tujuan pembelajaran 1 menit 2 menit

  15 menit 1 menit Ceramah

  2. Kegiatan Inti

  a. Guru menerangkan secara singkat 20 menit Presentasi dan Tanya tentang materi ajar dan metode jawab

  role playing yang akan diterapkan

  pada materi analisis bukti transaksi dan pencatatan bukti transaksi ke dalam jurnal umum pada siklus akuntansi perusahaan jasa.

  b. Guru bersama fasilitor 5 menit memberikan simulasi singkat.

  3. Kegiatan Penutup

  a. Guru memberikan salam penutup 1 menit Ceramah

  Alokasi No Kegiatan Metode Waktu

  1. Pertemuan 2 Kegiatan Awal

  a. Salam Pembuka 5 menit Ceramah

  b. Guru menerangkan kembali secara singkat tentang materi ajar dan metode role playing yang akan diterapkan pada materi analisis bukti transaksi dan pencatatan bukti transaksi ke dalam jurnal umum pada siklus akuntansi perusahaan jasa.

  c. Guru dibantu oleh mitra dan fasilitator menyiapkan segala keperluan yang dibutuhkan untuk pelaksanaan PTK. Beberapa diantaranya adalah kesiapan ruang, penataan layout meja dan kursi masing-masing kelompok, memeriksa kelengkapan berkas setiap meja.

2. Kegiatan Inti

  a. Guru menjelaskan aturan main dan 5 menit Role Playing sanksi dalam role playing.

  b. Guru membacakan informasi 1 menit umum tentang perusahaan jasa SADAR SALON.

  c. Guru memulai permainan role 21 menit playing putaran pertama.

  Contoh Instruksi : untuk transaksi pertama.

  (1) Silahkan selesaikan transaksi tanggal…..dengan waktu pengerjaan 3 menit. (2) Waktu habis. Begitu seterusnya sampai dengan transaksi yang terakhir.

  d. Guru memandu permainan role 42 menit playing putaran ke dua dan ketiga.

3. Kegiatan Penutup

  a. Guru memandu post test. 15 menit

  b. Guru bersama dengan siswa 1 menit membuat kesimpulan dan refleksi.

VIII. Sumber dan Media Pembelajaran

  1. Sumber Pembelajaran : Alam, S. 2004. Akuntansi SMA untuk kelas XI. Jakarta : Esis.

  2. Media Pembelajaran :

  a. Bukti transaksi

  b. Buku jurnal

  c. Uang mainan

  d. Whiteboard

  e. Power point

  f. Instruksi

  g. Papan nama

  Lampiran 5

NO. ASPEK YANG DIAMATI SKOR

PRA PEMBELAJARAN

MEMBUKA PEMBELAJARAN

  4. Mengaitkan materi dengan realitas kehidupan

  1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5

  5. Melaksanakan pembelajaran yang bersifat kontekstual 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5

  4. Melaksanakan pembelajaran yang terkoordinasi

  3. Melaksanakan pembelajaran secara runtut

  2. Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan siswa

  1. Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai

  3. Menyampaikan materi sesuai dengan hirarki belajar

  

INSTRUMEN OBSERVASI AKTIVITAS GURU DI KELAS SEBELUM

MENERAPKAN METODE ROLE PLAYING

  2. Mengaitkan materi dengan pengetahuan lain yang relevan

  1. Menunjukkan penguasaan materi pembelajaran

  KEGIATAN INTI PEMBELAJARAN A. Penguasaan materi pelajaran

  2. Menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dan rencana kegiatannya

  1. Melakukan kegiatan apersepsi

  2. Memeriksa kesiapan siswa

  1. Memeriksa kesiapan ruang, alat pembelajaran, dan media

  III

  I II

  Nama pengamat : Hari dan tanggal observasi : Lama observasi : Orang dan atau peristiwa yang diamati : Tujuan observasi :

B. Pendekatan/strategi pembelajaran

  6. Mengakomodasi adanya keragaman budaya nusantara

  5. Menunjukkan hubungan antar pribadi yang kondusif

  4. Melakukan penilaian akhir sesuai dengan kompetensi 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5

  3. Memberikan tugas sesuai dengan kompetensi

  2. Memantau kemajuan belajar

  1. Melakukan penilaian awal

  F. Penilaian proses dan hasil belajar

  2. Menumbuhkan sikap produktif

  1. Menumbuhkan sikap ekonomis

  E. Kemampuan khusus dalam pembelajaran bidang studi

  6. Menumbuhkan keceriaan dan antusiasme siswa dalam belajar

  4. Menunjukkan sikap terbuka terhadap respons siswa

  7. Melaksanakan pembelajaran yang memungkinkan tumbuhnya kebiasaan positif

  3. Memfasilitasi terjadinya interaksi guru- siswa dan siswa-siswa

  2. Merespons positif partisipasi siswa

  1. Menumbuhkan partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran

  D. Pembelajaran yang memicu dan memelihara keterlibatan siswa

  4. Melibatkan siswa dalam pemanfaatan media

  3. Menggunakan media secara efektif dan efisien

  2. Menghasilkan pesan yang menarik

  1. Menunjukkan keterampilan dalam menggunakan media

  C. Pemanfaatan media pembelajaran/sumber belajar

  8. Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan waktu yang dialokasikan

  1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 Yogyakarta, …. Agustus 2010 Guru

  Observer (Y.Iwan Prasetya) ( Felix Wintala)

  G. Penggunaan bahasa

  1. Menggunakan bahasa lisan secara jelas dan lancar

  2. Menggunakan bahasa tulis yang baik dan benar

  3. Menyampaikan pesan dengan gaya yang sesuai

  PENUTUP

  A. Refleksi dan rangkuman pembelajaran

  1. Melakukan refleksi pembelajaran dengan melibatkan siswa

  2. Menyusun rangkuman dengan melibatkan siswa

  B. Pelaksanaan tindak lanjut

  1. Memberikan arahan, kegiatan, atau tugas sebagai bagian remidi

  2. Memberikan arahan, kegiatan, atau tugas sebagai pengayaan 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 Lampiran 6

  

INSTRUMEN OBSERVASI AKTIVITAS GURU DI KELAS PADA SAAT

MENERAPKAN METODE ROLE PLAYING

NO. ASPEK YANG DIAMATI SKOR

PRA PEMBELAJARAN

MEMBUKA PEMBELAJARAN

  4. Mengaitkan materi dengan realitas kehidupan

  1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5

  4. Melaksanakan pembelajaran yang 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5

  3. Melaksanakan pembelajaran secara runtut

  2. Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan siswa

  1. Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai

  3. Menyampaikan materi sesuai dengan hirarki belajar

  Nama pengamat : Hari dan tanggal observasi : Lama observasi : Orang dan atau peristiwa yang diamati : Tujuan observasi :

  2. Mengaitkan materi dengan pengetahuan lain yang relevan

  1. Menunjukkan penguasaan materi pembelajaran

  KEGIATAN INTI PEMBELAJARAN A. Penguasaan materi pelajaran

  2. Menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dan rencana kegiatannya

  1. Melakukan kegiatan apersepsi

  2. Memeriksa kesiapan siswa

  1. Memeriksa kesiapan ruang, alat pembelajaran, dan media

  III

  I II

B. Pendekatan/strategi pembelajaran

  terkoordinasi

  3. Memfasilitasi terjadinya interaksi guru- siswa dan siswa-siswa

  2. Memantau kemajuan belajar 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5

  1. Melakukan penilaian awal

  F. Penilaian proses dan hasil belajar

  2. Menumbuhkan sikap produktif

  1. Menumbuhkan sikap ekonomis

  E. Kemampuan khusus dalam pembelajaran bidang studi

  6. Menumbuhkan keceriaan dan antusiasme siswa dalam belajar

  5. Menunjukkan hubungan antar pribadi yang kondusif

  4. Menunjukkan sikap terbuka terhadap respons siswa

  2. Merespons positif partisipasi siswa

  5. Melaksanakan pembelajaran yang bersifat kontekstual

  1. Menumbuhkan partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran

  D. Pembelajaran yang memicu dan memelihara keterlibatan siswa

  4. Melibatkan siswa dalam pemanfaatan media

  3. Menggunakan media secara efektif dan efisien

  2. Menghasilkan pesan yang menarik

  1. Menunjukkan keterampilan dalam menggunakan media

  C. Pemanfaatan media pembelajaran/sumber belajar

  8. Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan waktu yang dialokasikan

  7. Melaksanakan pembelajaran yang memungkinkan tumbuhnya kebiasaan positif

  6. Mengakomodasi adanya keragaman budaya nusantara

  1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 Yogyakarta, …. Agustus 2010

  Guru Observer

  (Y.Iwan Prasetya) ( Felix Wintala)

  3. Memberikan tugas sesuai dengan kompetensi

  4. Melakukan penilaian akhir sesuai dengan kompetensi

  G. Penggunaan bahasa

  1. Menggunakan bahasa lisan secara jelas dan lancar

  2. Menggunakan bahasa tulis yang baik dan benar

  3. Menyampaikan pesan dengan gaya yang sesuai

  PENUTUP

  C. Refleksi dan rangkuman pembelajaran

  1. Melakukan refleksi pembelajaran dengan melibatkan siswa

  2. Menyusun rangkuman dengan melibatkan siswa

  D. Pelaksanaan tindak lanjut

  1. Memberikan arahan, kegiatan, atau tugas sebagai bagian remidi

  2. Memberikan arahan, kegiatan, atau tugas sebagai pengayaan 1 2 4 5 1 2 4 5

  1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 Lampiran 7

  

LEMBAR OBSERVASI KEGIATAN KELAS SAAT PENERAPAN

METODE ROLE PLAYING

(Catatan Anekdoktal)

  Nama pengamat : Tanggal dan waktu observasi : Lama observasi : Orang dan atau peristiwa yang diamati : Tingkat kelas (semester) subyek : Tujuan observasi :

  Yogyakarta, Agustus 2010 Guru

  Observer (Y.Iwan prasetyo, S.Pd) ( Felix Wintala) Lampiran 8

INSTRUMEN OBSERVASI AKTIVITAS SISWA DI KELAS SEBELUM PENERAPAN ROLE PLAYING

  Nama pengamat : Hari dan tanggal observasi : Lama observasi : Orang dan atau peristiwa yang diamati : Tingkat kelas (semester) subyek : Tujuan observasi :

  No Aspek yang diamati Ya Tidak Keterangan

  1 Siswa siap mengikuti proses pembelajaran

  2 Siswa memperhatikan penjelasanguru

  3 Siswa menanggapi pembahasan pelajaran.

  4 Siswa mencatat hal-hal penting

  5 Siswa mengerjakan tugas dengan baik Yogyakarta, … Agustus 2010

  Guru Observer

  (Y.Iwan Prasetyo, S.Pd) ( Felix Wintala)

  Lampiran 9

INSTRUMEN OBSERVASI AKTIVITAS SISWA DI KELAS PADA SAAT PENERAPAN METODE ROLE PLAYING

  Nama pengamat : Hari dan tanggal observasi : Lama observasi : Orang dan atau peristiwa yang diamati : Tingkat kelas (semester) subyek : Tujuan observasi :

  No Aspek yang diamati Ya Tidak Keterangan

  1 Siswa siap mengikuti proses pembelajaran

  2 Siswa memperhatikan penjelasanguru

  3 Siswa menanggapi pembahasan pelajaran.

  4 Siswa mencatat hal-hal penting

  5 Siswa mengerjakan tugas dengan baik Yogyakarta, … Agustus 2010

  Guru Observer

  (Y.Iwan Prasetyo, S.Pd) ( Felix Wintala) Lampiran 10

  

Instrumen Refleksi

  Kesan guru Mitra terhadap Perangkat Pembelajaran dan Metode Role Playing No Uraian

  Komentar

  1 Kesan guru terhadap komponen pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran dengan menggunakan metode role playing.

  2 Kesan guru terhadap aktifitas, partisipasi dan minat siswa mengikuti pembelajaran dengan menggunakan metode role playing.

  3 Kesan guru terhadap pemahaman siswa dalam proses pembelajaran dengan menggunakan metode

  role playing .

  4 Hambatan yang dihadapi apabila nanti guru hendak melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan metode role playing.

  5 Hal-hal yang mendukung apabila guru nanti akan menggunakan metode pembelajaran dengan metode role playing.

  6 Manfaat yang diperoleh dengan merencanakan rencana pembelajaran dan membuat perangkat pembelajaran dengan menggunakan metode role playing.

  7 Hal-hal apa saja yang masih harus diperbaiki dalam pembelajaran dengan menggunakan metode

  role playing .

  Yogyakarta, … Agustus 2010 Guru

  Observer (Y.Iwan Prasetyo, S.Pd) ( Felix Wintala) Lampiran 11

  

Refleksi Siswa Terhadap Perangkat dan Metode Pembelajaran Role Playing

  Nama : Kegiatan kelompok : Hari,tanggal : Kelas : No Uraian

  Komentar

  1 Bagaimana menurut anda tentang pembelajaran dengan menggunakan metode role playing (topik pembahasan, media pembelajaran, situasi kelas, penampilan guru, lingkunagn kelas,dll)?

  2 Apakah anda berminat mengikuti pembelajaran dengan menggunakan metode role playing?

  3 Apa saja yang anda lakukan selam pembelajaran dengan menggunakan metode role playing?

  4 Apakah anda lebih paham tentang materi siklus akuntansi perusahaan jasa pada pembelajaran dengan menggunakan metode role playing?

  5 Hambatan apa yang anda temui selama melaksanakan proses pembelajaran dengan menggunakan metode role playing?

  6 Manfaat apa yang anda peroleh pada pembelajaran dengan menggunakan metode role palying?

  

LEMBAR OBSERVASI KEGIATAN GURU

(Catatan Anekdotal)

Nama pengamat : Felix Wintala Tanggal dan waktu observasi : Jumat, 13 Agustus 2010 Lamanya observasi : 45 menit (1 jam pelajaran) Orang dan atau peristiwa yang diamati : Bapak Y. Iwan Prasetya, S. Pd Tingkat kelas (semester) dan atau subyek : XII Sosial 3 semester 1

  Pada awal kegiatan pembelajaran guru memasuki ruangan kelas, mengucapkan salam, dan memeriksa kesiapan siswa. Sebelum melanjutkan pembelajaran. Setelah itu, guru mengulas kembali materi sebelumnya dan mengkaitkannya dengan materi yang akan disampaikan pada hari itu dengan cara guru bertanya jawab dengan siswa. Hal ini dilakukan oleh guru dengan tujuan untuk mengingatkan kembali pembelajaran yang telah lalu dan juga merangsang perhatian siswa untuk memasuki materi yang akan dipelajari. Selanjutnya guru masuk ke dalam materi pembelajaran dengan berdasarkan metode ceramah.

  Selesai menyampaikan materi pembelajaran, guru membahas pekerjaan rumah yang telah diberikan kepada para siswa pada pertemuan sebelumnya. Pekerjaan rumah tersebut dibahas dengan meminta siswa satu per satu secara bergantian untuk maju ke depan kelas mengerjakan soal-soal latihan di papan tulis. Selama proses pembahasan ini, guru memberikan pertanyaan-pertanyaan kepada siswa untuk merangsang pengetahuan mereka. Namun demikian hanya beberapa siswa yang mau menjawab pertanyaan guru tersebut. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa guru kurang memotivasi siswa pada saat proses pembelajaran berlangsung

  Lampiran 13

  

INSTRUMEN OBSERVASI AKTIVITAS GURU DI KELAS SEBELUM

MENERAPKAN METODE ROLE PLAYING

  Nama pengamat : Felix Wintala Hari dan tanggal observasi : Jumat, 13 Agustus 2010 Lama observasi :1 x 45 menit Orang dan atau peristiwa yang diamati : Bapak Y. Iwan Prasetyo, S.Pd Tujuan observasi :Untuk mengetahui aktivitas siswa di kelas

NO. ASPEK YANG DIAMATI SKOR

  I PRA PEMBELAJARAN

  1. Memeriksa kesiapan ruang, alat 1 2 4 5 pembelajaran, dan media

  2. Memeriksa kesiapan siswa 1 2 4 5

II MEMBUKA PEMBELAJARAN

  1. Melakukan kegiatan apersepsi 1 2 4 5

  2. Menyampaikan kompetensi yang akan 1 2 4 5 dicapai dan rencana kegiatannya

III KEGIATANINTI PEMBELAJARAN

A. Penguasaan materi pelajaran

  1. Menunjukkan penguasaan materi 1 2 4 5 pembelajaran

  2. Mengaitkan materi dengan 1 2 4 5 pengetahuan lain yang relevan

  3. Menyampaikan materi sesuai dengan 1 2 4 5 hirarki belajar

  4. Mengaitkan materi dengan realitas 1 2 4 5 kehidupan

B. Pendekatan/strategi pembelajaran

  1. Melaksanakan pembelajaran sesuai 1 2 4 5 dengan kompetensi yang akan dicapai

  2. Melaksanakan pembelajaran sesuai 1 2 4 5 dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan siswa

  3. Melaksanakan pembelajaran secara 1 2 4 5 runtut

  4. Melaksanakan pemelajaran yang 1 2 4 5 terkoordinasi

  5. Melaksanakan pembelajaran yang 1 2 4 5 bersifat kontekstual

  6. Mengakomodasi adanya keragaman 1 2 4 5 budaya Nusantara

  7. Melaksanakan pembelajaran yang 1 2 4 5 memungkinkan tumbuhnya kebiasaan positif

  8. Melaksanakan pembelajaran sesuai 1 2 4 5 dengan waktu yang dialokasikan

C. Pemanfaatanmedia pembelajaran/sumber belajar

  1. Menunjukkan keterampilan dalam 1 2 4 5 menggunakan media

  2. Menghasilkan pesan yang menarik 1 2 4 5

  3. Menggunakan media secara efektif 1 2 4 5 dan efisien

  4. Melibatkan siswa dalam pemanfaatan 1 2 4 5 media

  D. Pembelajaran yang memicu dan memelihara keterlibatan siswa

  1. Menumbuhkan partisipasi aktif siswa 1 2 4 5 dalam pembelajaran

  2. Merespons positif partisipasi siswa 1 2 4 5

  3. Memfasilitasi terjadinya interaksi 1 2 4 5 guru-siswa dan siswa-siswa

  4. Menunjukkan sikap terbuka terhadap 1 2 4 5 respons siswa

  5. Menunjukkan hubungan antar pribadi 1 2 4 5 yang kondusif

  6. Menumbuhkan keceriaan dan 1 2 4 5 antusiasme siswa dalam belajar

  E. Kemampuan khusus dalam pembelajaran bidang studi

  1. Menumbuhkan sikap ekonomis 1 2 4 5

  2. Menumbuhkan sikap produktif 1 2 4 5

  

F. Penilaian proses dan hasil belajar

  1. Melakukan penilaian awal 1 2 4 5

  2. Memantau kemajuan belajar 1 2 4 5

  3. Memberikan tugas sesuai dengan 1 2 4 5 kompetensi

  4. Melakukan penilaian akhir sesuai 1 2 4 5 dengan kompetensi .

  Lampiran 14

HASIL WAWANCARA DENGAN GURU TERKAIT DENGAN METODE PEMBELAJARAN

  Nama : Iwan Prasetyo, S.Pd Waktu : Jumat, 13 Agustus 2010 Tujuan : mengetahui metode yang diterapkan dalam pembelajaran

  Peneliti : Saat Bapak Iwan mengajar akuntansi, metode apa yang ibu terapkan? Pak Iwan : Metode ceramah (untuk menjelaskan materi pembelajaran) dan latihan soal untuk menguji pemahaman dan daya serap pembelajaranMetode presentasi untuk pemahaman jurnal penyesuaian dan Metode kelompok 4 (siswa dikelompokkan berdasarkan nilai) kemudian tentukan passing score, kelompok yang nilainya lebih diberi tambahan nilai dan kalau kurang dari passing score dikurangi

  Peneliti : Mengapa bapak menggunakan metode tersebut? Pak Iwan : mampu membantu siswa dalam pembelajaran dan mengembangkan nilai niai kerjasama dan kepedulian Peneliti : Apakah menurut bapak penggunaan metode ceramah, diskusi dan latihan soal sudah cukup efektif? Pak Iwan : tidak selalu efektif, tergantung materinya Peneliti : Ketika bapak menjelaskan dan siswa tidak memperhatikan, apa yang ibu lakukan? Pak Iwan : Mengingatkan untuk fokus pada pelajaran, ditegur, kasih soal, ngeyel ..tolong tutupkan pintu dari luar, mau butuh tempat ngobrol yang luas??

LEMBAR OBSERVASI KEGIATAN SISWA

  ) (Catatan Anekdotal Nama pengamat : Felix Wintala Tanggal dan waktu observasi : Jumat, 13 Agustus 2010 Lamanya observasi : 45 menit (1 jam pelajaran) Orang dan atau peristiwa yang diamati : Bapak Y. Iwan Prasetya, S. Pd Tingkat kelas (semester) dan atau subyek : XII Sosial 3 semester 1 Sebelum memasuki pembelajaran, siswa terlebih dahulu mempersiapkan diri

untuk mengikuti pembelajaran. Setelah mempersiapkan diri, siswa menyimak penjelasan

guru tentang materi yang diajarkan. Pada saat penjelasan materi, ada yang memang

mendengarkan penjelasan dengan baik dan adapula yang kurang fokus terhadap materi

yang diajarkan, misalnya terdapat siswa yang sibuk dengan kegiatannya sendiri, ngobrol

dengan temannya.. Pada pertengahan pembelajaran, guru meminta siswa untuk

mengerjakan soal-soal latihan dan membahas PR yang telah diberikan pada pertemuan

sebelumnya. Satu per satu siswa yang ditunjuk oleh guru secara bergantian maju ke depan

untuk menuliskan jawaban atas pekerjaan rumah mereka dan kemudian dicocokkan.

  

Tetapi, tidak semua siswa menanggapi dengan antusias jawaban siswa atas soal yang

dituliskan teman mereka di papan tulis. Hal-hal tersebut menunjukkan bahwa siswa tidak

memiliki hasrat dan kebutuhan akan belajar. Peneliti menduga kondisi seperti ini

dikarenakan siswa merasa bosan dengan kegiatan rutin mengerjakan soal-soal

  Lampiran 17 LEMBAR OBSERVASI KEGIATAN KELAS

(Catatan Anekdotal)

  Nama pengamat : Felix Wintala Tanggal dan waktu observasi : Jumat, 13 Agustus 2010 Lamanya observasi : 45 menit (1 jam pelajaran) Orang dan atau peristiwa yang diamati : Bapak Y. Iwan Prasetya, S. Pd Tingkat kelas (semester) dan atau subyek : XII Sosial 3 semester 1

  Secara fisik ruang kelas XII Sosial 3 cukup memadai untuk proses belajar mengajar. Fasilitas yang disediakan di kelas tersebut adalah LCD ,whiteboard, ,papan tulis, meja guru, kursi guru, kursi siswa, meja untuk siswa, dan papan pengumuman. Selain itu, di dalam kelas juga disediakan buku untuk mencatat kemajuan kelas. Dalam ruang kelas tersedia ventilasi yang memadai agar sirkulasi udara ke dalam kelas lancar. Pencahayaan kelas juga sudah cukup baik. Ruang kelas yang cukup luas menyebabkan ruang gerap para siswa cukup leluasa.. Lingkungan kelas sudah cukup kondusif untuk pembelajaran.

  Keadaan kelas tersebut sangat terbuka dengan tidak ada jendela menimbulkan kerawanan atau gangguan suasana dari luar kelas. Pencahayaan kelas juga sudah cukup baik. Lingkungan kelas sudah cukup kondusif untuk pembelajaran. Selain itu, suara kendaraan yang lalu lalang di jalan juga tidak begitu mengganggu aktivitas yang ada di kelas. Suasana kelas pada awal pembelajaran cukup kondusif. Hal ini terlihat bahwa hampir seluruh siswa sudah siap mengikuti pembelajaran. Guru meminta siswa untuk mengerjakansoaldidepan kelas. Hanya saja setelah guru meminta siswa mengerjakan soal ada beberapa siswa asyik berbicara dengan teman-temannya di luar materi pembelajaran. Tidak adanya kegiatan yang menarik selama proses

  Lampiran 18

  

HASIL WAWANCARA PENELITI DENGAN SISWA TENTANG

KEADAAN KELAS SELAMA PEMBELAJARAN

  Hari/ Tanggal : Jumat/ 13 Agustus 2010 Tujuan : mengetahui keadaan kelas selama pembelajaran.

  Peneliti : Menurut pendapat teman- teman, bagaimana keadaan kelas XI IPS 2 selama pembelajaran? Bayu : Nyaman, kadang kurang kondusif. Robby : Kondusif sehingga bisa menyerap materi yang diajarkan Fajar : Kondusif untuk pembelajaran. Andre : Nyaman karena teman-teman bisa menyesuaikan dengan waktu Michael : Keadaan kelas kondusi sehingga memudahkan belajar di kelas

  Lampiran 19

HASIL WAWANCARA DENGAN GURU TENTANG KEADAAN KELAS

  Nama : Iwan Prasetyo Waktu : Kamis, 13 Agustus 2010 Tujuan : mengetahui keadaan kelas selama pembelajaran Peneliti : Bagaimana pendapat bapak tentang ruang kelas yang ada di

  SMA Kolese De Britto Yogyakarta ini? Pak Iwan : Ruang kelas di SMA Kolese De Brrtto Yogyakarta secara umum sudah baik.

  Peneliti : Lalu bagaimana pendapat bapak tentang ruang kelas XII IPS 3? Pak Iwan : Menurut saya ya sudah cukup, luas gerak siswa menjadi leluasa, sirkulasi udara juga sudah baik Peneliti : Bagaimana dengan fasilitas yang terdapat di XII IPS 3?

  Apakah menurut bapak sudah lengkap? Pak Iwan : Ya sudah cukup lengkap. Bahkan sudah tersedia LCD dan speaker untuk menunjang pembelajaran.

  Peneliti : Apakah bapak sering menggunakan fasilitas tersebut? Pak Iwan : Saya sering menggunakan fasilitas tersebut sejauh itu mampu membantu saya dalam proses pembelajaran.

  Lampiran 20

  

HASIL WAWANCARA DENGAN GURU TERKAIT

PEMAHAMAN SISWA

  Nama : Iwan Prasetyo, S.Pd Waktu : Jumat, 13 Agustus 2010 Tujuan : mengetahui pemahaman siswa terhadap materi analisis bukti transaksi dan pencatatan bukti transaksi ke dalam jurnal umum pada siklus akuntansi perusahaan jasa

  Peneliti : Materi apa yang bapak berikan saat mengajar materi analisis bukti transaksi dan pencatatan bukti transaksi ke dalam jurnal umum pada siklus akuntansi perusahaan jasa?

  Pak Iwan : Ya sesuai dengan SK dan KD yang telah ditetapkan sebelumnya. Materinya praktik akuntansi perrusahaan jasa (dari bukti transaksi sdampai dengan membuat laporan keuangan dan jurnal penutup)

  Peneliti : Dari materi yang bapak berikan, apakah siswa dapat memahami semua? Pak Iwan : Tidak semuanya memahami, kesulitannya ada pada bagaiaman mereka harus menjurnal dari bukti transakasi dan kertas kerja

  Peneliti : Apakah bapak pernah mengajarkan praktik sesungguhnya kepada siswa untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi analisis bukti transaksi dan pencatatan bukti transaksi ke dalam jurnal umum pada siklus akuntansi perusahaan jasa?

  Pak Iwan : Pernah, ada pada soal perusahaanjasa charisprana Peneliti : Bila kita mengajak siswa untuk mencoba mencatat bukti transaksi ke dalam buku jurnal, apakah mereka dapat melakukannya, pak?

  Pak Iwan : Mau…meskipun banyak salahnnya

  Lampiran 21 Hasil pre test siswa kelas XII sosial 3

  24 Pratino Darma Wicaksana

  18 Gentur Wiku Pribadi

  2.00

  19 Antonius Dian Tresno Raharjo

  4.80

  20 Alvonsus Rodrigues Hartono Heru

  2.80

  21 Yustinus Surya Adi Pramuditya

  4.00

  22 Tjandra Alan Hadinata

  6.40

  23 Stanislaus Aditya Harya Utama

  3.60

  2

  17 Han Kristian Yuda Pramudita

  3.60

  25 Petrus Anang Setiawan

  7.60

  26 Ignatius Andi Dwi Prabowo

  4.80

  27 Hendrikus Dennis Aegiputranto

  5.20

  28 Claudius Barly Sadhewa

  3.20

  29 Bernardus Krishna Adhitya Pranata

  4.80

  30 Andri Erlintianto Sandi

  4.80 RATA-RATA

  6.00

  4.00

  No Nama Pre- test

  3.60 8 Gerardus Majella Brahm Satia P.

  1 Yohanes Canggih Wijarnako

  6.00

  2 Stevanus Aji Kusuma

  4.80

  3 Samuel Sutanto

  3.20

  4 Robby Satya Wangsa

  5.60

  5 Mikhael Elsafan Setiawan

  3.20

  6 Markus Ivan Himawan

  3.60

  7 Gregorius Putut Respati

  6.00

  16 Kersna Narerindra

  9 Antonius Bayu Anggoro

  2.00 10 Alexander Widyawan Saktya N.

  2.80

  11 Abraham Augusta Arsent

  4.00

  12 Thomas Dedy Mahotama

  4.40

  13 Stanis Mahendra Setyawan

  5.20

  14 Resa Christian

  6.40

  15 Oktavianto Adi Prasetyo

  6.00

  4.48

  Lampiran 22

  DAFTAR NAMA SISWA KELAS XII IPS 3 SMA KOLESE DE BRITTO YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2010-2011 Praktik Akuntansi Tempat : LPPM Universitas Sanata Dharma WALI KELAS : DRS. B. WI DYANTO

NO NO.absen NIS NAMA SISWA Kelompok

  1 29 14131 YOHANES CANGGIH WIJARNAKO

  2 26 13952 STEVANUS AJI KUSUMA Kas

  3 23 13950 SAMUEL SUTANTO

  4 22 13979 ROBBY SATYA WANGSA

  5 17 14150 MIKHAEL ELSAFAN SETIAWAN Piutang

  6 16 13976 MARKUS IVAN HIMAWAN

  7 11 14043 GREGORIUS PUTUT RESPATI

  8 10 14041 GERARDUS MAJELLA BRAHM SATIA P. Perlengkapan

  9 5 13926 ANTONIUS BAYU ANGGORO

  10 2 14100 ALEXANDER WIDYAWAN SAKTYA N.

  11 1 14062 ABRAHAM AUGUSTA ARSENT Peralatan

  12 27 14025 THOMAS DEDY MAHOTAMA

  13 24 14160 STANIS MAHENDRA SETYAWAN

  14 21 14157 RESA CHRISTIAN wesel

  15 18 14082 OKTAVIANTO ADI PRASETYO

  16 15 14018 KERSNA NARERINDRA

  17 12 14011 HAN KRISTIAN YUDA PRAMUDITA Utang

  18 9 13966 GENTUR WIKU PRIBADI

  Lampiran 23 Sadar Salon faktur Tromol pos, Mrican

  Yogyakarta PENJuaLaN Perawatan Rambut & Wajah tanggal

  1-Dec-09 No faktur 456 PJ Kepada

  SISKA No Jenis Jasa Total Biaya potong rambut dan masker rambut Rp. _______________

JUMLAH Rp. _______________

  (dengan huruf) ________________________________________________________________ penerima dibukukan oleh bagian penjualan

    • Lembar 1 = bukti asli; lembar 2 = bukti tembusan; lembar 3 = bukti tembusan TOKO SUKA MAKMUR

  faktur Jl. Sultan Agung no.45 Yogyakarta PENJuaLaN Pedagang Peralatan Kantor tanggal

  2-Dec-09 No faktur 345 SM Dijual Kepada

  : SADHAR SALON Tromol Pos, Mrican Yogyakarta

  No Jenis Barang Kuantitas Harga Satuan Total Harga Meja kantor 1 buah Rp. 100.000 Rp. _______

  JUMLAH Rp. _______

  (dengan huruf) _________________________________________________________________ penerima dibukukan bagian penjualan

  Sadar Salon No. BKM-01

  Tromol pos, Mrican

  Yogyakarta Perawatan Rambut & Wajah

BUKTI KAS MASUK

  Diterima dari FANI

  Uang Sejumlah (dengan huruf) Untuk membayar

  Perawatan wajah (nota no 201 NK) Terbilang

  Rp. _______ Yogyakarta, 05 Des 2009 bagian keuangan dibukukan oleh

  • -------------------------------------- --------------------------------------

  Lembar 1 = bukti asli; lembar 2 = bukti tembusan

  uD. SEBESar DuNIa NOta kONtaN

  Jl. Adi Sucipto No.55 Yogyakarta Pedagang Alat Tulis Kantor

  tanggal 7-Dec-09 No Nota 078 SD Kepada SADHAR SALON Tromol Pos, Mrican Yogyakarta

  

No Jenis Barang Kuantitas Harga per box Total Harga

Alat tulis kantor 1 box Rp. _______ Rp. _______ JUMLAH

  Rp. _______ (dengan huruf) ________________________________________ penerima bagian penjualan

  Lembar 1 = bukti asli; lembar 2 = bukti tembusan

  • -------------------------------------- ------------------------------------

  Sadar Salon Sadar Salon No.

  BKK-

  01 Tromol pos, Mrican Yogyakarta Perawatan Rambut & Wajah BUKTI KAS KELUAR

  Dibayarkan kepada

UD. SEBESAR DUNIA

  Uang sejumlah

  (dengan huruf) Untuk membayar pembelian alat tulis kantor

  Terbilang Rp._________ Yogyakarta, 07 Des 2009 bagian keuangan dibukukan oleh

  Lembar 1 = bukti asli; lembar 2 = bukti tembusan

  Tromol pos, Mrican

  Yogyakarta Perawatan Rambut & Wajah No.

  SG- 001

SLIP GAJI

  Nama Karyawan Setiawan

  Uang sejumlah (dengan huruf) Untuk membayar gaji karyawan

  Keterangan Jumlah

Gaji pokok Rp.30.000,00

Upah lembur Rp.10.000,00

Bonus

  Rp.10.000,00 JUMLAH Rp.________

  Yogyakarta, 10-Dec-09

karyawan bagian keuangan

  Lembar 1 = bukti asli; lembar 2 = bukti tembusan

  BKK- Sadar Salon No.

  02 Tromol pos, Mrican Yogyakarta Perawatan Rambut & Wajah BUKTI KAS KELUAR

  Dibayarkan kepada SETIAWAN

  Uang Sejumlah (dengan huruf) Untuk membayar Gaji karyawan No. SG-001 Terbilang

  Rp._________ Yogyakarta, 10 Des 2009 bagian keuangan dibukukan oleh

  • ------------------------------------ ------------------------------------

  Lembar 1 = bukti asli; lembar 2 = bukti tembusan

  No. BKM-02

  Tromol pos, Mrican

  Yogyakarta Perawatan Rambut & Wajah

BUKTI KAS MASUK

  Diterima dari SISKA

  Uang Sejumlah (dengan huruf) Untuk membayar

  Pelunasan faktur no.456 PJ Terbilang

  Rp._________ Yogyakarta, 17 Des 2009 bagian keuangan dibukukan oleh

  • ------------------------------------ ------------------------------------

  Lembar 1 = bukti asli; lembar 2 = bukti tembusan

  Sadar Salon No. BKK-03

  Tromol pos, Mrican

  Yogyakarta Perawatan Rambut & Wajah BUKTI KAS KELUAR

  Dibayarkan kepada

TOKO SUKA MAKMUR

  Uang Sejumlah (dengan huruf) Untuk membayar pelunasan faktur no. 345 SM Terbilang

  Rp._________ Yogyakarta, 27 Des 2009 bagian keuangan dibukukan oleh

  • ------------------------------------ ------------------------------------

  Lembar 1 = bukti asli; lembar 2 = bukti tembusan

  Sadar Salon 31-Dec-09

  Tromol pos, Mrican

  Yogyakarta Perawatan Rambut & Wajah

  

MEMO

  Sewa gedung bulan Desember 2009 sebesar Rp._______________

  Bagian akuntansi Bagian keuangan

  Lembar 1 = bukti asli; lembar 2 = bukti tembusan Sadar Salon

  31-Dec-09

  Tromol pos, Mrican

  Yogyakarta Perawatan Rambut & Wajah MEMO

  Pemakaian perlengkapan salon bulan Desember 2009 sebesar Rp.__________ Bagian akuntansi bagian pembelian

  Lembar 1 = bukti asli; lembar 2 = bukti tembusan

  Lampiran 24

JURNAL UMUM

  HAL:

TANGGAL KETERANGAN REF DEBET KREDIT

JURNAL PENYESUAIAN

  HAL:

TANGGAL KETERANGAN REF DEBET KREDIT

  BUKU BESAR Kas No. 111

  Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit Saldo Debet Kredit Piutang usaha

  No. 113 Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit Saldo Debet Kredit

  Asuransi dibayar dimuka No. 114

  Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit Saldo Debet Kredit Sewa dibayar di muka

  No.116 Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit Saldo Debet Kredit

  Perlengkapan salon No. 118

  Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit Saldo Debet Kredit Peralatan salon

  No.121 Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit Saldo Debet Kredit

  Perlengkapan kantor No.122

  Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit Saldo Debet Kredit Peralatan kantor

  No. 123 Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit Saldo Debet Kredit

  Kendaraan No. 124

  Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit Saldo Debet Kredit Utang usaha

  No. 211 Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit Saldo Debet Kredit

  Modal Sadhar No. 311

  Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit Saldo Debet Kredit Pendapatan jasa

  No. 421 Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit Saldo Debet Kredit

  Biaya gaji No. 611

  Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit Saldo Debet Kredit Biaya istrik

  No. 613 Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit Saldo Debet Kredit

  Biaya telepon No. 615

  Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit Saldo Debet Kredit Biaya sewa No. 616

  Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit Saldo Debet Kredit

  Biaya pemakaian suplies kantor No. 617 Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit Saldo Debet Kredit

  Laporan Laba Rugi Sadhar salon

  

Periode yang berakhir 31 desember 2009

Pendapatan jasa Rp.

  Beban-beban Biaya sewa Rp. Biaya pemakaian Rp. perlengkapan salon Beban gaji Rp. Beban listrik Rp. Beban telepon Rp………………………… Rp………………………….. Laba/Rugi Rp.

  

Laporan Perubahan Modal

Sadhar Salon

Periode yang berakhir 31 desember 2009

  Modal 1 des Rp. 2009 Laba/rugi Rp.

  Prive Rp………………………..

  Rp……………………….. Modal 31 Rp. Des 2009

  Neraca Sadhar Salon Per 31 Desember 2009

  Aktiva Pasiva Kas Rp. Utang usaha Rp.

  Piutang usaha Rp. Modal 31 Desember 2009 Rp………………………. Asuransi dibayar dimuka

  Rp. Sewa dibayar dimuka Rp. Perlengkapan salon Rp. Peralatan salon Rp. Perlengkapan kantor Rp. Peralatan kantor Rp. Kendaraan Rp…………………… Total aktiva Rp. Total pasiva Rp.

  

PI H AK LU AR

PERU SAH AAN

(sisc a ,t ok o suk a m a k m ur,

ba gia n fot oc opy pe rusa ha a n,

t ok o se be sa r dunia , Fa ni)

  

Ba gia n

a k unt a nsi

  BAGI AN K EU AN GAN K U RI R

  Lampiran 27 1.

   BAGIAN PIHAK LUAR PERUSAHAAN (Pelanggan, Toko Suka Makmur Dan Toko Sebesar Dunia, Fotocopy perusahaan) Peran Secara Umum: a. Melakukan transaksi dengan Sadhar Salon.

  b. Berperan sebagai toko SUKA MAKMUR, toko SEBESAR DUNIA, pelanggan (Siska dan Fani), dan fotocopy perusahaan.

  c. Memberikan bukti transaksi yang terkait pada kurir (bagian penjualan jasa dan pembelian).

  Peran setiap transaksi: Transaksi tanggal 1 Desember 2009 (Siska) a. Siska menghubungi kurir untuk melakukan transaksi.

  b. Siska menandatangani faktur penjualan (no. Faktur 456 PJ) c. Siska menerima faktur penjualan tembusan dari kurir.

  d. Siska menyimpan faktur penjualan tembusan.

  Transaksi tanggal 2 Desember 2009 Toko Suka Makmur

  a. Toko Suka Makmur membuat faktur penjualan (no. faktur 345 SM) sebagai bukti transaksi pembelian secara kredit sebesar Rp.100.000,00 b. Toko Suka Makmur menandatangani faktur penjualan.

  c. Toko Suka Makmur meminta kurir untuk menandatangani faktur penjualan.

  d. Toko Suka Makmur menyimpan faktur penjualan asli.

  e.

  Toko Suka Makmur menyerahkan faktur penjualan tembusan dan barang yang dijual (gambar meja) kepada kurir.

  Fotocopy Perusahaan

  f. Fotocopy Perusahaan menerima faktur penjualan tembusan (no. faktur 345 SM) dari kurir untuk di fotocopy.

  g. Fotocopy Perusahaan menyerahkan faktur penjualan tembusan (no. faktur 345 SM) dan faktur penjualan fotocopy kepada kurir.

  Transaksi tanggal 5 Desember 2009 (Fani) a. Fani menghubungi kurir untuk melakukan transaksi.

  b. Fani menyerahkan uang Rp.20.000,00 kepada kurir. c. Fani menerima nota kontan asli (no. nota 201 NK) dari kurir.

  Transaksi tanggal 7 Desember 2009 (Toko Sebesar Dunia) a. Toko Sebesar Dunia menerima uang Rp.10.000,00 dari kurir.

  b. Toko Sebesar Dunia membuat nota kontan (no. nota 078 SD) sebagai bukti pembelian alat tulis kantor secara tunai dengan harga per box Rp.10.000,00 c. Toko Sebesar Dunia menandatangani nota kontan.

  d. Toko Sebesar Dunia meminta kurir untuk menadatangani nota kontan.

  e. Toko Sebesar Dunia menyimpan nota kontan tembusan.

  f. Toko Sebesar Dunia menyerahkan nota kontan asli dan barang yang dijual (gambar alat tulis kantor) kepada kurir.

  Transaksi tanggal 10 Desember 2009 ( tidak ada tugas) Transaksi tanggal 17 Desember 2009 (Siska) a. Harun menghubungi kurir untuk melakukan transaksi pelunasan piutang.

  b. Harun menyerahkan faktur penjualan tembusan (no.faktur 456 PJ) dan uang Rp.50.000,00 kepada kurir.

  c. Harun menerima faktur penjualan asli (no.faktur 456 PJ) dari kurir sebagai bukti pelunasan piutang.

  Transaksi tanggal 27 Desember 2009 ( Toko Suka Makmur)

  a. Toko Suka Makmur menerima faktur penjualan tembusan (no. faktur 345 SM) dan uang Rp.100.000,00 dari kurir.

  b. Toko Suka Makmur menyerahkan faktur penjualan asli (no. faktur 345 SM) sebagai bukti pelusanan utang kepada kurir.

2. KURIR (Bagian penjualan jasa dan bagian pembelian)

  Peran secar umum:

  a. Berperan sebagai bagian pembelian dan bagian penjualan jasa dari Sadhar Salon.

  b. Melakukan transaksi dengan pihak di luar perusahaan dan bagian keuangan.

  c. Memberikan bukti transaksi yang terkait dengan pihak diluar perusahaan kepada pihak luar perusahaan, bagian keuangan dan bagian akuntansi. ..

  Peran setiap transaksi: Transaksi tanggal 1 Desember 2009 (Bagian penjualan jasa)

  a. Kurir membuat faktur penjualan (no. faktur 456 PJ) sebagai bukti transaksi penjualan jasa secara kredit sebesar Rp.50.000,00 b. Kurir menandatangani faktur penjualan c. Kurir meminta Siska untuk menandatangani faktur penjualan.

  d. Kurir menyimpan faktur penjualan asli

  e. Kurir menyerahkan faktur penjualan tembusan kepada Siska dan bagian akuntansi

  Transaksi tanggal 2 Desember 2009 (bagian pembelian)

  a. Kurir menghubungi Toko Suka Makmur untuk melakukan transaksi pembelian secara kredit b. Kurir menadatangani faktur penjualan (no. faktur 345 SM).

  c. Kurir menerima faktur penjualan tembusan dan barang yang dibeli (gambar meja) dari toko Suka Makmur.

  d. Kurir menyimpan barang yang dibeli gambar meja.

  e. Kurir menyerahkan faktur penjualan tembusan kepada fotocopy perusahaan untuk difotocopy.

  f. Kurir menerima faktur penjualan tembusan dan faktur penjualan copy dari fotocopy perusahaan.

  g. Kurir menyimpan faktur penjualan tembusan dan menyerahkan faktur penjualan copy kepada bagian akuntansi.

  Transaksi tanggal 5 Desember 2009 (bagian penjualan) a. Kurir menerima uang dari Siska sebesar Rp.20.000,00.

  b. Kurir membuat nota kontan (no. nota 201 NK) dan menandatanganinya.

  c. Kurir menyerahkan nota kontan asli kepada Siska.

  d. Kurir menyerahkan nota kontan tembusan dan uang Rp.20.000,00 kepada bagian keuangan.

  Transaksi tanggal 7 Desember 2009 (bagian pembelian) a. Kurir menghubungi bagian keuangan untuk meminta uang keperluan pembelian tunai.

  b. Kurir menerima uang Rp.10.000,00 dan BKK tembusan dari bagian keuangan.

  c. Kurir menyerahkan uang Rp.10.000,00 kepada Toko Sebesar Dunia.

  d. Kurir menadatangani nota kontan (no. nota 078 SD) yang telah dibuat oleh Toko Sebesar Dunia

  e. Kurir menerima nota kontan asli dan barang yang dibeli (gambar alat tulis kantor) dari Toko Sebesar Dunia.

  f. Kurir menyimpan barang yang dibeli (gambar alat tulis kantor).

  g. Kurir menyerahkan nota kontan asli dari toko Sebesar Dunia dan BKK tembusan kepada bagian keuangan.

  

Transaksi tanggal 10 Desember 2009 (karyawan bagian penjualan jasa)

  a. Kurir menghubungi bagian keuangan untuk melakukan transaksi pembayaran gaji.

  b. Kurir menadatangani slip gaji yang telah dibuat oleh bagian keuangan.

  c. Kurir menerima slip gaji asli dan uang Rp.50.000,00 dari bagian keuangan.

  Transaksi tanggal 17 Desember 2009 ( bagian penjualan)

  a. Kurir menerima faktur penjualan tembusan (no. faktur 456 PJ) dan uang Rp.50.000,00 dari Siska.

  b. Kurir menyerahkan faktur penjualan asli (no. faktur 456 PJ) kepada Siska sebagai bukti pelunasan piutang.

  c. Kurir menyerahkan faktur penjualan tembusan dan uang Rp.50.000,00 (dari Siska) kepada bagian keuangan.

  Transaksi tanggal 27 Desember 2009 (bagian pembelian)

  a. Kurir menghubungi bagian keuangan untuk meminta uang guna pelunasan utang kepada Toko Suka Makmur b. Kurir menyerahkan faktur penjualan tembusan (no. faktur 345 SM) kepada bagian keuangan.

  c. Kurir menerima BKK tembusan (no.BKK-03), faktur penjualan tembusan (no. faktur 345 SM) dan uang Rp.100.000,00 dari bagian keuangan.

  d. Kurir menyerahkan faktur penjualan tembusan dan uang Rp.100.000,00 kepada Toko Suka Makmur.

  e. Kurir menerima faktur penjualan asli (no. faktur 345 SM) dari toko Suka Makmur.

  f. Kurir menyerahkan faktur penjualan asli (dari Toko Suka Makmur) dan BKK tembusan (no. BKK-03) kepada bagian keuangan.

  Transaksi Penyesuaian 1 (tidak ada tugas) Transaksi Penyesuaian 2

  a. Kurir membuat memo rangkap 2 terkait dengan pemakaian perlengkapan salon bulan Desember sebesar Rp.200.000,00 b. Kurir menandatangani memo

  c. Kurir menyerahkan memo asli ke bagian akuntansi dan menyimpan memo tembusan.

  Keterangan:

  BKK : Bukti Kas Keluar BKM : Bukti Kas Masuk

3. BAGIAN KEUANGAN

  Peran Secara Umum: a. Membuat bukti transaksi yang terkait dengan transaksi perusahaan.

  b. Mengatur keluar dan masuk uang perusahaan.

  c. Mencatat keluar dan masuknya uang perusahaan dalam BKM dan BKK.

  d. Mengitung uang kas yang tersisa dan menjadi asset perusahaan dan mencatat dalam buku kas.

  Peran Setiap Transaksi: Transaksi tanggal 1 Desember 2009 (tidak ada tugas) Transaksi tanggal 2 Desember 2009 (tidak ada tugas) Transaksi tanggal 5 Desember 2009

  a. Bagian keuangan menerima uang Rp.15.000,00 dan nota kontan tembusan (no. nota 201 NK) dari kurir.

  b. Bagian keuangan memeriksa nota kontan tembusan.

  c. Berdasarkan bukti transaksi nota kontan tembusan, bagian keuangan membuat BKM (no.BKM-01.) d. Bagian keuangan mencocokkan isi nota kontan tembusan dan isi BKM.

  e. Bagian keuangan menandatangani BKM dan menyimpan BKM tembusan.

  f. Bagian keuangan menyerahkan nota kontan tembusan dan BKM asli kepada bagian akuntansi.

  g. Bagian keuangan mencatat adanya pemasukkan kas dalam buku kas.

  Transaksi tanggal 7 Desember 2009

  a. Bagian keuangan membuat BKK (no.BKK-01) untuk transaksi pembeliaan alat tulis kantor sebesar Rp.10.000,00 b. Bagian keuangan menandatangani BKK dan menyimpan BKK asli.

  c. Bagian keuangan menyerahkan BKK tembusan dan uang Rp.10.000,00 kepada kurir.

  d. Bagian keuangan mencatat adanya pengeluaran kas dalam buku kas.

  e. Bagian keuangan menerima nota kontan asli (no. nota 078 SD) dan BKK tembusan dari kurir.

  f. Bagian keuangan menyerahkan nota kontan asli dan BKK asli kepada bagian akuntansi.

  Transaksi tanggal 10 Desember 2009

  a. Bagian keuangan membuat slip gaji karyawan dan menandatanganinya (gaji karyawan sebesar Rp.50.000,00). b. Bagian keuangan meminta kurir untuk menandatangani slip gaji.

  c. Bagian keuangan menyerahkan uang Rp.50.000,00 dan slip gaji asli kepada karyawan bagian penjualan (kurir).

  d. Bagian keuangan menyimpan slip gaji tembusan sebagai arsip.

  e. Berdasarkan slip gaji tembusan, bagian keuangan membuat BKK (no.BKK-02).

  f. Bagian keuangan menandatangani BKK dan menyimpan BKK tembusan.

  g. Bagian keuangan menyerahkan BKK asli dan slip gaji tembusan kepada bagian akuntansi.

  h. Bagian keuangan mencatat adanya pengeluaran kas dalam buku kas.

  Transaksi tanggal 17 Desember 2009

  a. Bagian keuangan menerima uang Rp.50.000,00 dan faktur penjualan tembusan (no.faktur 456 PJ) dari kurir.

  b. Bagian keuangan memeriksa faktur penjualan tembusan dari kurir.

  c. Berdasarkan faktur penjualan tembusan, bagian keuangan membuat BKM (no.BKM- 02).

  d. Bagian keuangan menadatangani BKM.

  e. Bagian keuangan menyimpan BKM tembusan sebagai arsip.

  f. Bagian keuangan menyerahkan BKM asli dan faktur penjualan tembusan kepada bagian akuntansi.

  g. Bagian keuangan mencatat adanya pemasukkan kas dalam buku kas.

  Tanggal 27 Desember 2009

  a. Bagian keuangan menerima faktur penjualan tembusan (no.faktur 345 SM) dari kurir.

  b. Bagian keuangan memeriksa faktur penjualan tembusan dari kurir.

  c. Berdasarkan faktur penjualan tembusan, bagian keuangan membuat BKK (no.BKK-03).

  d. Bagian keuangan menandatangani BKK dan menyimpan BKK asli.

  e. Bagian keuangan menyerahkan BKK tembusan, faktur penjualan tembusan, uang Rp.100.000,00 kepada kurir.

  f. Bagian keuangan menerima faktur penjualan asli dan BKK tembusan dari kurir.

  g. Bagian keuangan menyimpan BKK tembusan sebagai arsip.

  h. Bagian keuangan menyerahkan BKK asli dan faktur penjualan asli kepada bagian akuntansi. i. Bagian keuangan mencatat adanya pengeluaran kas dalam buku kas.

  Transaksi penyesuaian 1

  (informasi: telah di bayar sewa gedung untuk bulan Desember 2009 dan Mei

  2010 sebesar Rp.1.000.000,00) a. Bagian keuangan membuat memo terkait pembebanan sewa gedung bulan Desember 2009

  b. Bagian keuangan menandatangani memo

  c. Bagian keuangan menyerahkan memo asli ke bagian akuntansi dan meyimpan memo tembusan.

  Transaksi Penyesuaian 2 (tidak ada tugas) Keterangan:

  BKK : Bukti Kas Keluar BKM : Bukti Kas Masuk

4. BAGIAN AKUNTANSI

  Peran secara umum:

  a. Memeriksa bukti transaksi yang dterima dari kurir dan bagian keuangan b. Mencatat transaksi keuangan berdasarkan bukti transkasi yang ada ke dalam jurnal umum dan jurnal penyesuaian c. Memposting jurnal umum ke buku besar

  d. Membuat laporan keuangan

  Peran setiap transaksi: Transaksi tanggal 1 Desember 2009

  a. Bagian akuntansi menerima faktur penjualan tembusan (no.faktur 456 PJ) dari kurir dan memeriksanya.

  b. Berdasarkan faktur penjualan tembusan, bagian akuntansi mencatat transaksi ke jurnal umum c. Setelah transaksi dicatat, bagian akuntansi menandatangani faktur penjualan tembusan.

  Transaksi tanggal 2 Desember 2009

  a. Bagian akuntansi menerima faktur penjualan copy (no.faktur 345 SM) dari kurir dan memeriksanya b. Berdasarkan faktur penjualan copy, bagian akuntansi mencatat transaksi ke jurnal umum.

  c. Setelah transaksi di catat, bagian akuntansi menandatangani faktur penjualan copy.

  Transaksi tanggal 5 Desember 2009

  a. Menerima nota kontan tembusan (no.nota 201 NK) dan BKM asli (no.BKM-01) dari bagian keuangan.

  b. Mencatat transaksi ke dalam jurnal umum berdasarkan bukti transaksi yang telah diterima dari bagian keuangan.

  c. Setelah transaksi dicatat, bagian akuntansi menandatangani BKM asli.

  Transaksi tanggal 7 Desember 2009

  a. Menerima nota kontan asli (no.nota 078 SD) dan BKK asli (no.BKK-01) dari bagian keuangan.

  b. Berdasarkan nota kontan asli dan BKK asli, bagian akuntansi mencatat transaksi ke dalam jurnal umum.

  c. Setelah transaksi dicatat, bagian akuntansi menandatangani BKK asli.

  Transaksi tanggal 10 Desember 2009 a. Menerima slip gaji tembusan dan BKK asli (no.BKK-02) dari bagian keuangan.

  b. Berdasarkan slip gaji tembusan dan BKK asli, bagian akuntansi mencatat transaksi ke dalam jurnal umum.

  c. Setelah transaksi dicatat, bagian akuntansi menandatangani BKK asli.

  Transaksi tanggal 17 Desember 2009

  a. Menerima faktur penjualan tembusan (no.faktur 456 PJ) dan BKM asli (no.BKM-02) dari bagian keuangan.

  b. Berdasarkan faktur penjualan tembusan dan BKM asli, bagian akuntansi mencatat transaksi ke dalam jurnal umum.

  c. Setelah transaksi dicatat, bagian akuntansi menandatangani BKM asli.

  Transaksi tanggal 27 Desember 2009

  a. Menerima faktur penjualan asli (no.faktur 345 SM) dan BKK asli (no.BKK-03) dari bagian keuangan.

  b. Berdasarkan faktur penjualan asli dan BKK asli, bagian akuntansi mencatat transaksi ke dalam jurnal umum.

  c. Setelah transaksi dicatat, bagian akuntansi menandatangani BKK asli.

  Transaksi penyesuaian 1

  a. Bagian akuntansi menerima memo asli dari bagian keuangan

  b. Bagian akuntansi mencatat isi memo ke dalam jurnal penyesuaian

  c. Setelah dicatat, bagian akuntansi menandatangani memo asli

  Transaksi penyesuaian 2

  a. Bagian akuntansi menerima memo asli dari kurir

  b. Bagian akuntansi mencatat isi memo ke dalam jurnal penyesuaian

  c. Setelah dicatat, bagian akuntansi menandatangani memo asli

  Instruksi tambahan:

  

1. Ketika waktu pengerjaan setiap transaksi telah habis, maka bagian

akuntansi dapat melanjutkan pencatatan transaksi ke dalam jurnal dan posting ke buku besar.

  Keterangan:

  BKK : Bukti Kas Keluar BKM : Bukti Kas Masuk Lampiran 5

  

INSTRUMEN OBSERVASI AKTIVITAS GURU DI KELAS SEBELUM

MENERAPKAN METODE ROLE PLAYING

  Nama pengamat : Hari dan tanggal observasi : Lama observasi : Orang dan atau peristiwa yang diamati : Tujuan observasi :

NO. ASPEK YANG DIAMATI SKOR

  I PRA PEMBELAJARAN

  1. Memeriksa kesiapan ruang, alat 1 2 4 5 pembelajaran, dan media

  2. Memeriksa kesiapan siswa 1 2 4 5

II MEMBUKA PEMBELAJARAN

  1. Melakukan kegiatan apersepsi 1 2 4 5

  2. Menyampaikan kompetensi yang 1 2 4 5 akan dicapai dan rencana kegiatannya

III KEGIATANINTI

  

PEMBELAJARAN

A. Penguasaan materi pelajaran

  1. Menunjukkan penguasaan materi 1 2 4 5 pembelajaran

  2. Mengaitkan materi dengan 1 2 4 5 pengetahuan lain yang relevan

  3. Menyampaikan materi sesuai 1 2 4 5 dengan hirarki belajar

  4. Mengaitkan materi dengan realitas 1 2 4 5 kehidupan

B. Pendekatan/strategi pembelajaran

  1. Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kompetensi yang akan 1 2 4 5 dicapai

  2. Melaksanakan pembelajaran sesuai 1 2 4 5 dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan siswa

  3. Melaksanakan pembelajaran secara 1 2 4 5 runtut

  4. Melaksanakan pemelajaran yang 1 2 4 5 terkoordinasi

  5. Melaksanakan pembelajaran yang 1 2 4 5 bersifat kontekstual

  6. Mengakomodasi adanya keragaman 1 2 4 5 budaya Nusantara

  7. Melaksanakan pembelajaran yang 1 2 4 5 memungkinkan tumbuhnya kebiasaan positif 1 2 4 5

  8. Melaksanakan pembelajaran sesuai 1 2 4 5 dengan waktu yang dialokasikan

  C. Pemanfaatanmedia pembelajaran/sumber belajar

  1. Menunjukkan keterampilan dalam 1 2 4 5 menggunakan media

  2. Menghasilkan pesan yang menarik 1 2 4 5

  3. Menggunakan media secara efektif 1 2 4 5 dan efisien

  4. Melibatkan siswa dalam 1 2 4 5 pemanfaatan media

  D. Pembelajaran yang memicu dan

  

memelihara keterlibatan siswa

  1. Menumbuhkan partisipasi aktif 1 2 4 5 siswa dalam pembelajaran

  2. Merespons positif partisipasi siswa 1 2 4 5

  3. Memfasilitasi terjadinya interaksi 1 2 4 5 guru-siswa dan siswa-siswa

  4. Menunjukkan sikap terbuka 1 2 4 5 terhadap respons siswa

  5. Menunjukkan hubungan antar 1 2 4 5 pribadi yang kondusif

  6. Menumbuhkan keceriaan dan 1 2 4 5 antusiasme siswa dalam belajar E. Kemampuan khusus dalam

  pembelajaran bidang studi

  1. Menumbuhkan sikap ekonomis 1 2 4 5

  2. Menumbuhkan sikap produktif 1 2 4 5

F. Penilaian proses dan hasil belajar

  1. Melakukan penilaian awal 1 2 4 5

  2. Memantau kemajuan belajar 1 2 4 5

  3. Memberikan tugas sesuai dengan 1 2 4 5 kompetensi

  4. Melakukan penilaian akhir sesuai 1 2 4 5 dengan kompetensi

  

LEMBAR OBSERVASI KEADAAN KELAS SAAT PENERAPAN

METODE ROLE PLAYING

(Catatan Anekdoktal)

  Nama pengamat : Felix Wintala Tanggal dan waktu observasi : Jumat , 20 Agustus 2010 Lama observasi : 4 x 45 menit Orang dan atau peristiwa yang diamati : Kelas XI IPS 3 Tingkat kelas (semester) subyek : Semester 1 Tujuan observasi : Mengetahui keadaan kelas selama

  KBM Pada saat pelaksanaan role playing, ruang kelas ditata sedemikian rupa agar memudahkan siswa dalam memainkan perannya. Peneliti menyadari ruang kelas SMA Kolese De Britto cukup luas, namun apabila dipakai untuk pembelajaran role playing peneliti merasakan ruang gerak siswa akan terbatas.

  Hal ini dikarenakan meja kursi diatur sedemikian rupa, diupayakan agar jarak atau

  

space dari masing-masing bagian/peran yang dimainkan menjadi jauh lebih

  longgar. Atas dasar itulah peneliti menata ruangan sedemikian rupa hingga akhirnya layak untuk mendukung pembelajaran role playing.

  Saat pelaksanaan role playing, tempat disusun lebih rapi agar siswa merasa nyaman untuk belajar. Pencahayaan ruangan juga tidak terganggu oleh susunan tempat yang berbeda. Sirkulasi udara juga berjalan dengan baik. Lingkungan kelas selama pembelajaran dengan menggunakan metode role playing berlangsung tidak terganggu oleh aktivitas kelas yang lain. Selain itu, kendaraan yang lalu

  Lampiran 32

  

No Uraian Komentar

  1 Bagaimana menurut keseluruhan siswa ,menyatakan anda tentang proses bahwa bahwa mereka merasa pembelajaran dengan senang mengikuti pembelajaran menggunakan metode dengan menggunakan metode role

  role playing (topik playing.

  pembahasan, media Media pembelajaran yang pembelajaran, situasi digunakan menarik, dan seperti kelas, penampilan guru, nyata. lingkungan kelas,dll)? Situasi kelas agak ribut ketika bermain peran.

  2 Apakah anda berminat Dari jumlah 30 siswa, ada 28 siswa mengikuti pembelajaran atau 93,33 % yang berminat dengan menggunakan mengikuti pembelajaran dengan metode role playing? menggunakan metode role playing, karena lebih memudahkan dalam memahami materi. Sebanyak 2 siswa atau 6, 66% tidak berminat mengikuti pembelajaran role

  playing ini.

  3 Apa yang anda lakukan Selama pembelajaran siswa selama pembelajaran berperan sebagai bagian akuntan, dengan menggunakan kurir, keuangan, dan pihak di luar metode role playing? perusahaan. Bagian keuangan, kurir, dan pihak di luar perusahaan membuat bukti transaksi sesuai dengan transaksi, sedangkan bagian akuntansi mencatat transaksi.

  4 Apakah anda lebih Dari 30 orang siswa, ada 86.66 % paham tentang materi atau 26 orang siswa yang siklus akuntansi menyatakan lebih paham tentang perusahaan jasa pada siklus akuntansi perusahaan jasa. pembelajaran dengan Ada 13,33 % atau 4 orang siswa menggunakan metode yang merasa belum begitu paham

  role playing? dengan siklus akuntansi

  perusahaan jasa

  5 Hambatan apa yang anda Hambatan yang dihadapi selama temui selama proses pembelajaran ini adalah melaksanakan proses masalah keterbatasan waktu pembelajaran dengan sehingga ada beberapa kelompok menggunakan metode yang belum dapat menyelesaikan

  role playing ? laporan keuangannya. Selain waktu

  juga kurang teliti dan masih bingung dengan instruksi yang harus diperankan oleh masing- masing peran.

  6 Manfaat apa yang anda Manfaat yang diperoleh siswa dari peroleh pada pembelajaran dengan pembelajaran dengan menggunakan metode role playing menggunakan metode ada 50% atau15 orang siswa

  role playing ? menyatakan bahwa mereka dapat

  semakin paham mengenai siklus akuntansi perusahaan jasa karena belajar dengan cara praktik langsung. Ada 23,33% atau 7 orang siswa menyatakan bahwa mereka merasa metode pembelajaran baru dalam pembelajaran akuntansi sehingga mereka menjadi lebih paham mengenai tugas dari bagian akuntansi, ada 20% atau 6 orang siswa menyatakan bahwa mereka merasa menjadi seorang akuntan sungguhan, dan ada 6,66% atau 2 orang yang menyatakan bahwa belajar menjadi lebih enak

  Lampiran 33

  4 Hambatan yang dihadapi apabila nanti guru hendak melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan metode role playing.

  role playing .

  7 Hal-hal apa saja yang masih harus diperbaiki dalam pembelajaran dengan menggunakan metode

  Lebih siap secara materi, ada suatu pengalaman yang mendekati kehidupan sehari-hari sehingga bisa memberi gambaran dunia kerja.

  6 Manfaat yang diperoleh dengan merencanakan rencana pembelajaran dan membuat perangkat pembelajaran dengan menggunakan metode role playing.

  Siswa senang, tidak bosan, berpartispasi (afektif), ada aspek psikomotorik, dan kognitif..3 ranah tercapai

  5 Hal-hal yang mendukung apabila guru nanti akan menggunakan metode pembelajaran dengan metode role playing.

  Persiapan dan media pembelajaran yang cukup lama, serta pelaksanaan jangan satu hari

  Baik, hanya saja satu hari 3 peran sangat melelahkan, siswa butuh pengendapan untuk memahami materi dan membuat refleksi

  Hasil Refleksi Guru Mitra

  role playing .

  3 Kesan guru terhadap pemahaman siswa dalam proses pembelajaran dengan menggunakan metode

  Baik, siswa termotivasi dan lebih senang, tidak membosankan

  2 Kesan guru terhadap aktifitas, partisipasi dan minat siswa mengikuti pembelajaran dengan menggunakan metode role playing.

  Sudah baik, hanya perlu penjelasan tentang cara penilaian

  1 Kesan guru terhadap komponen pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran dengan menggunakan metode role playing.

  Komentar

  Kesan guru Mitra terhadap Perangkat Pembelajaran dan Metode Role Playing No Uraian

  Waktu pelaksanaan, persiapan, Lampiran34 Hasil post test siswa kelas XII Sosial 3

  No Nama Post-test

  24 Pratino Darma Wicaksana

  6.40

  18 Gentur Wiku Pribadi

  5.60

  19 Antonius Dian Tresno Raharjo

  5.20

  20 Alvonsus Rodrigues Hartono Heru

  6.80

  21 Yustinus Surya Adi Pramuditya

  6.80

  22 Tjandra Alan Hadinata

  6.80

  23 Stanislaus Aditya Harya Utama

  6.40

  2

  5.60

  5.20

  25 Petrus Anang Setiawan

  7.60

  26 Ignatius Andi Dwi Prabowo

  7.20

  27 Hendrikus Dennis Aegiputranto

  6.40

  28 Claudius Barly Sadhewa

  3.20

  29 Bernardus Krishna Adhitya Pranata

  5.20

  30 Andri Erlintianto Sandi

  6.00 RATA-RATA

  17 Han Kristian Yuda Pramudita

  16 Kersna Narerindra

  1 Yohanes Canggih Wijarnako

  8 Gerardus Majella Brahm Satia P.

  6.80

  2 Stevanus Aji Kusuma

  7.60

  3 Samuel Sutanto

  5.20

  4 Robby Satya Wangsa

  6.00

  5 Mikhael Elsafan Setiawan

  5.20

  6 Markus Ivan Himawan

  5.60

  7 Gregorius Putut Respati

  4.40

  6.40

  7.20

  9 Antonius Bayu Anggoro

  4.00

  10 Alexander Widyawan Saktya N.

  6.20

  11 Abraham Augusta Arsent

  6.00

  12 Thomas Dedy Mahotama

  5.60

  13 Stanis Mahendra Setyawan

  5.60

  14 Resa Christian

  6.80

  15 Oktavianto Adi Prasetyo

  5.97

  Lampiran 35

  

Uji One Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Descriptive Statistics

  30 1,4867 1,12854 ,00 4,00 selisih_prepost_test N Mean Std. Deviation Minimum Maximum

  

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

selisih_prepost _test

  N

  30 Normal Parameters(a,b) Mean 1,4867

Std. Deviation

  1,12854 Most Extreme Differences Absolute

  ,166 Positive ,166 Negative

  • ,101 Kolmogorov-Smirnov Z ,907 Asymp. Sig. (2-tailed) ,384 a Test distribution is Normal. b Calculated from data.
Lampiran 36

  

Uji Paired Sample Test

Paired Samples Statistics

  Std. Error

Mean N Std. Deviation Mean

Pair 1 pretest 4,4800

  30 1,38723 ,25327 postest 6,0067 30 1,02450 ,18705

  Paired Samples Correlations N Correlation Sig.

  Pair 1 pretest & 30 ,590 ,001 postest

  Paired Samples Test Paired Differences 95% Confidence

  Interval of the Difference Std. Error Mean Std. Deviation Mean Lower Upper t df Sig. (2-tailed)

  Pair 1 pretest -

  • -1,52667 1,13925 ,20800 -1,95207 -1,10126 -7,340 29 ,000 postest

Lampiran 37

  SOAL Pre Post Test

  1. Perusahaan yang kegiatan utamanya memproduksi produk tidak berwujud dengan tujuan mencari laba disebut dengan……….

  a. Perusahaan jasa

  b. Perusahaan dagang

  c. Perusahaan manufaktur

  d. Perusahaan industry 2. Akuntan perusahaan jasa akan mencatat transaksi berdasarkan……..

  a. Informasi transaksi

  b. Bukti transaksi

  c. Mandat pemilik

  d. Informasi bagian keuangan

  3. Faktur penjualan tembusan yang berasal dari pihak diluar perusahaan akan dicatat oleh akuntan dalam ….

  a. Buku pembantu utang

  b. Buku pembantu piutang

  c. Buku pembantu kas

  d. Jurnal umum

  4. Dalam perusahaan jasa yang berkewajiban untuk membuat bukti transaksi atas penjualan tunai adalah bagian……….

  a. Keuangan

  b. Akuntan

  c. Penjualan

  5. Sadhar Tailor membeli mesin jahit secara kredit pada Toko Murni. Dari transaksi tersebut maka Sadhar Tailor akan memperoleh bukti transaksi berupa…..

  a. Nota kredit

  b. Nota kontan

  c. Faktur asli

  d. Faktur tembusan 6. Sadhar Tailor melunasi utang pada Toko Agung sebesar Rp.

  25.000.000,00. Bukti transaksi yang akan digunakan oleh bagian akuntan untuk mencatat transaksi tersebut ke dalam jurnal umum…… a. Bukti pengeluaran kas

  b. Faktur asli

  c. Bukti pengeluaran kas asli dan faktur penjualan asli

  d. Bukti pengeluaran kas asli dan faktur tembusan

  7. Sadhar Tailor menerima uang dari Tn. Ahmad sebagai pelunasan utangnya. Pencatatan transaksi yang dilakukan oleh bagian akuntan adalah…………….

  a. Kas pada utang usaha

  b. Utang usaha pada kas

  c. Kas pada piutang usaha

  d. Piutang usaha pada kas

  8. Pada tanggal 5 Oktober 2006 Sadhar Tailor mendapatkan jasa bordir dari Ny. Shinta secara kredit, bukti yang digunakan oleh bagian akuntansi untuk mencatat jurnal adalah……..

  a. Faktur penjualan tembusan b. Nota kontan asli dan bukti penerimaan kas asli

  c. Nota kredit

  d. Nota kontan tembusan dan bukti penerimaan kas asli 9. Bukti transaksi berikut ini akan dicatat ke dalam jurnal……………..

  PT. PLN WILAYAH YOGYAKARTA BUKTI PEMBAYARAN TAGIHAN LISTRIK BULAN : JANUARI - 2008

  IDPEL : 17.260.004650.3 Nama : UD.Sangrila Alamat : Jl. Bintaran Kulon No.32, Yogyakarta Trf/daya/Fmtr : R2/900 VA/2 Gardu/kol/Gol : KG0035 B8l12/2690SSJA12701/0

St.Mtr LWPP : 00004732 – 00004705

WBP : 00000000 – 00000000

KVARH : 00000000 – 00000000

Rekening : Rp. 4.500.000 PPJ : Rp. 450.000 Materai + PPN : Rp. 5 Pemk Trafo : Rp. 0 Tot. Tagihan : Rp. 4.950.000 Ptgs/loket : Raka/ R 0023 Tgl bayar : 15 – 02 – 2008 11:16:05

  a. Jurnal pengeluaran kas

  b. Jurnal umum

  c. Jurnal pembelian

  d. Jurnal pengeluaran

  10. Bukti transaksi berikut ini akan dijurnal dengan dilampiri…………………..

  Sadhar Tailor Nomor : 02/01/DB28 Jl. Bintaran Kulon No.32 Tanggal : 2 Januari 09

  Yogyakarta

BUKTI KAS MASUK

  Diterima dari : Ny. Astrid Jumlah : Rp.200.000,00 Untuk : pelunasan sebagian faktur no.01/01DB Bagian akuntansi Bagian keuangan Rani Ari

  a. Faktur penjualan asli no 01/01/DB

  b. Faktur penjualan tembusan no 01/01DB

  c. Kuitansi asli

  d. Kuitansi tembusan 11. Sadhar Tailor membeli benang yang dibeli dari Toko Shinta secara tunai.

  Dari transaksi tersebut maka Sadhar Tailor akan diterima bukti transaksi berupa………..

  a. Faktur penjualan dari Sadhar Tailor

  b. Nota kredit

  c. Nota kontan asli

  d. Faktur penjualan dari Toko Shinta

  12. Pada saat Sadhar Tailor membayar gaji karyawan bagian penjualan, maka bukti transaksi yang digunakan sebagai dasar pencatatan adalah……….

  a. Bukti pengeluaran kas

  b. Slip gaji tembusan dan bukti kas keluar asli

  c. Bukti memo dan bukti pengeluaran kas asli

  d. Slip gaji tembusan dan bukti kas keluar tembusan

  13. Pada tanggal 15 Oktober Sadhar Tailor menerima pelunasan piutang dari pelanggan. Bukti transaksi apa yang harus diberikan oleh Sadhar Tailor pada pelanggannya……………..

  1 Mesin Jahit A

  : Rp.110.000,00 : pelunasan faktur no 35/01/os Bagian akuntansi Bagian keuangan

  Diserahkan Jumlah Untuk : Toko Sentosa

  Nomor : 01/01/DB28 Tanggal : 08 oktober 2009

  Sadhar Tailor Jl. Bintaran Kulon No.32 Yogyakarta

  2 Rp.30.000,00 Rp. 60.000,00 Jumlah Rp. 110.000,00

  2 Mesin Jahit B

  5 Rp.10.000,00 Rp. 50.000,00

  Tanda Terima Hormat Kami Agung Hanung No Nama Barang Kuantitas Harga Satuan Jumlah

  a. Faktur penjualan asli

  : Sadhar Tailor Jl. Bintaran Kulon No.32 Yogyakarta FAKTUR NO. 35/01/OS

  Toko Sentosa Jl. Madukismo No.45 Yogyakarta Yogyakarta, 06 oktober2008 Kepada

  a.

  14. Bukti transaksi mana yang akan digunakan oleh akuntan untuk mencatat pelunasan utang pada Toko Sentosa………………….

  d. Nota

  c. Kwitansi

  b. Faktur penjualan tembusan

BUKTI PENGELUARAN KAS

  Rani Ari b.

  Sadhar Tailor Nomor : 01/01/DB28

Jl. Bintaran Kulon No.32 Tanggal : 08 oktober 2009

  Yogyakarta

BUKTI PENGELUARAN KAS

  Diserahkan : Toko Sentosa Jumlah : Rp.110.000,00 Untuk : pelunasan faktur no 35/01/os Bagian akuntansi Bagian keuangan Rani Ari c.

  Toko Sentosa Yogyakarta, 06 oktober2008 Jl. Madukismo No.45 Yogyakarta Kepada

  : Sadhar Tailor Jl. Bintaran Kulon No.32 Yogyakarta FAKTUR NO. 35/01/OS Tanda Terima Hormat Kami No Nama Barang Kuantitas Harga Satuan Jumlah

  1 Benang

  5 Rp.1.000,00 Rp. 5.000,00

  2 Jarum

  2 Rp.1.000,00 Rp. 2.000,00 Jumlah Rp. 7.000,00 Tono Rudi

  d.

  Toko Sentosa Jl. Madukismo No.45 Yogyakarta Yogyakarta, 06 oktober2008 Kepada

  : Sadhar Tailor Jl. Bintaran Kulon No.32 Yogyakarta FAKTUR NO. 35/01/OS

  Tanda Terima Hormat Kami No Nama Barang Kuantitas Harga Satuan Jumlah

  1 Benang

  5 Rp.1.000,00 Rp. 5.000,00

  2 Jarum

  2 Rp.1.000,00 Rp. 2.000,00 Jumlah Rp. 7.000,00 Agung Hanang Sadhar Tailor Nomor : 01/01/DB28

Jl. Bintaran Kulon No.32 Tanggal : 08 oktober 2009

  Yogyakarta

BUKTI PENGELUARAN KAS

  Diserahkan : Toko Sentosa Jumlah : Rp.2.000,00 Untuk : pelunasan faktur no 35/01/os Bagian akuntansi Bagian keuangan Rani Ari

  15. Bukti transaksi berikut ini menunjuk pada transaksi yang berasal dari……….

  Toko Sentosa Yogyakarta, 06 oktober2008 Jl. Madukismo No.45 Yogyakarta Kepada

  : Sadhar Tailor Jl. Bintaran Kulon No.32 Yogyakarta FAKTUR NO. 35/01/OS

  No Nama Barang Kuantitas Harga Satuan Jumlah

  1 Benang S

  5 Rp.10.000,00 Rp. 50.000,00

  2 Benang K

  2 Rp.20.000,00 Rp. 40.000,00 Jumlah Rp. 90.000,00 Tanda Terima Hormat Kami

  Agung Hanang

  a. Sadhar Tailor atas penjulan kredit

  b. Sadhar Tailor atas pembelian kredit

  c. Toko Sentosa atas pembelian kredit

  d. Toko Sentosa atas penjualan kredit

  16. Dari bukti transaksi berikut ini akan dicatat oleh Sadhar Tailor dalam jurnal..

  Toko Agung Jl. Madukismo No.45 Yogyakarta

  5 Rp.50.000,00 Rp. 250.000,00 Jumlah Rp. 400.000,00

Tanda Terima Hormat

  2 Benang P

  5 Rp.30.000,00 Rp. 150.000,00

  1 Benang L

  No Nama Barang Kuantitas Harga Satuan Jumlah

  Yogyakarta, 6 Oktober 2008 Kepada : Sadhar Tailor Jl. Bintaran Kulon No.32 Yogyakarta FAKTUR NO. 35/01/OS

  d. Pembelian Rp. 400.000,00 Kas Rp. 400.000,00

  a. Jurnal umum

  c. Kas Rp. 400.000,00 Penjualan Rp. 400.000,00

  b. Pembelian Rp. 400.000,00 Utang usaha Rp. 400.000,00

  a. Piutang usaha Rp. 400.000,00 Penjulan Rp. 400.000,00

  17. Dari bukti transaksi diatas, jurnal yang tepat adalah…………

  d. Jurnal penerimaan kas

  c. Jurnal pengeluaran kas

  b. Buku besar umum

  Kami

  18. Pada tanggal 20 Oktober Sadhar Tailor menerima faktur penjualan asli dari Toko Agung dengan nominal Rp. 200.000,00, pencatatan transaksi tersebut dilakukan oleh Sadhar Tailor dalam…………

  a. Jurnal pembelian

  b. Jurnal penjual

  c. Jurnal pengeluaran kas

  d. Jurnal umum

  19. Terkait dengan soal no 18, maka jurnal yang tepat adalah……………

  a. Kas Rp. 200.000,00 Piutang dagang Rp. 200.000,00

  b. Pembelian Rp. 200.000,00 Utang dagang Rp. 200.000,00

  c. Utang dagang Rp. 200.000,00 Kas Rp. 200.000,00

  d. Piutang dagang Rp. 200.000,00 Penjualan Rp. 200.000,00

  20. Pada tanggal 28 januari 2008 Sadhar Tailor mengeluarkan bukti pengeluaran kas. Dalam bukti tersebut tertulis keperluan untuk pembayaran gaji seluruh karyawan bagian penjualan. Bukti tersebut akan dijurnal kedalam jurnal pengeluaran kas dengan dilampiri oleh bukti…………………

  a. Kuintansi

  b. Daftar gaji

  c. Slip gaji

  d. Nota gaji

  21. Sadhar Tailor membeli mesin bordir secara kredit dari Toko Sejahtera.

  Maka bukti transaksi yang disimpan oleh Toko Sejahtera adalah…….

  a. Faktur penjualan tembusan

  b. Nota kredit tembusan

  c. Nota kredit asli

  d. Faktur penjualan asli

  22. Berikut ini adalah bukti transaksi yang diterima oleh Sadhar Tailor dari Matahari Swalayan. Kepala surat untuk bukti yang benar adalah….

  ? NOTA KONTAN KEPADA : No : 17TM Tanggal : 08 Jan 2008

  No Keterangan Banyak Harga satuan Jumlah

1 Perlengkapan

  2 Rp.25.000,00 Rp.50.000,00 kantor Jumlah Rp.50.000,00 Diterima oleh Bagian penjualan

  a. Sadhar Tailor

  b. Matahari Swalayan

  c. Sadhar Tailor dan Matahari Swalayan

  d. Semua jawaban salah

  23. Untuk menyesuaikan perlengkapan menjahit yang sudah dipakai maka dibuat sebuah memo. Yang berhak untuk membuat memo adalah….

  a. Bagian akuntansi

  b. Bagian keuangan

  c. Bagian penjualan

  d. Bagian pembelian

  24. Dalam suatu perusahaan yang berhak untuk membuat bukti kas masuk (BKM) dan bukti kas keluar (BKK) adalah bagian………..

  a. Bagian penjualan

  b. Bagian pembelian

  c. Bagian keuangan

  d. Bagian akuntansi

  25. Menurut anda BKK dan BKM termasuk bukti transaksi atau bukan? Jelaskan

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Penerapan model pembelajaran kooperatif Make A Match sebagai upaya peningkatan pemahaman pada materi penjurnalan siklus akuntansi perusahaan dagang siswa kelas X Akuntansi 1 SMK Pius Tegal.
0
0
208
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan motivasi belajar siswa kelas XII IPS pada materi jurnal khusus perusahaan dagang.
0
0
240
Implementasi model pembelajaran kooperatif tipe Role Playing pada kompetensi dasar siklus akuntansi perusahaan jasa sebagai upaya meningkatkan mo-tivasi belajar dan pemahaman siswa. Penelitian tindakan kelas pada siswa kelas XI IPS 3 SMA Stella Duce 2 Yog
0
4
332
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Make a Match dan Role Playing sebagai upaya meningkatkan pemahaman siswa pada materi analisis bukti transaksi dan pencatatan bukti transaksi dalam jurnal umum pada siklus akuntansi perusahaan jasa : penelitian
0
5
313
Penerapan metode Role Playing untuk meningkatkan pemahaman materi siklus akuntansi perusahaan jasa kelas XI IPS : penelitian dilaksanakan pada kelas XI IPS 2 SMA BOPKRI 2 Yogyakarta.
0
0
236
Penerapan metode role playing sebagai upaya meningkatkan pemahamanan materi siklus akuntansi perusahaan jasa : penelitian dilaksanakan pada siswa kelas XII Sosial 1 SMA Kolese De Britto Yogyakarta.
0
5
252
Penerapan metode pembelajaran role playing pada pembelajaran akuntansi untuk meningkatkan pemahaman siswa pada materi siklus akuntansi : penelitian dilakukan pada siswa kelas XI IS 3 SMA Stella Duce 2 Yogyakarta.
0
1
221
Penerapan metode Role Playing sebagai upaya meningkatkan pemahaman materi analisis bukti transaksi dan pencatatan bukti transaksi ke dalam jurnal umum pada siklus akuntansi perusahaan jasa siswa kelas XI IPS : penelitian dilaksanakan pada kelas XI IPS 2 S
0
0
2
Penerapan metode role playing sebagai upaya meningkatkan pemahaman materi siklus akuntansi perusahaan jasa siswa kelas XII Sosial.
1
11
266
Pengembangan buku praktik siklus akuntansi perusahaan jasa untuk siswa SMA.
0
2
215
Penetapan metode role playing sebagai upaya meningkatkan pemahaman materi siklus akuntansi perusahaan dagang siswa kelas XII IPS : studi kasus siswa kelas XII IPS SMA Stella Duce 1 Yogyakarta.
0
1
299
Pengembangan buku praktik siklus akuntansi perusahaan jasa untuk siswa SMA/SMK.
0
1
187
Penetapan metode role playing sebagai upaya meningkatkan pemahaman materi siklus akuntansi perusahaan dagang siswa kelas XII IPS studi kasus siswa kelas XII IPS SMA Stella Duce 1 Yogyakarta
2
14
297
Pengembangan buku praktik siklus akuntansi perusahaan jasa untuk siswa SMA
0
1
213
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan motivasi belajar siswa kelas XII IPS pada materi jurnal khusus perusahaan dagang
0
10
307
Show more