STUDI KOMPARASI PERKEMBANGAN USAHA MIKRO DAN KECIL MASYARAKAT, SEBELUM DAN SESUDAH MENDAPATKAN KREDIT DARI LKM-KUBE “SEJAHTERA” KECAMATAN PANDAK KABUPATEN BANTUL SKRIPSI

Gratis

0
0
143
2 days ago
Preview
Full text

KATA PENGANTAR

  Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah Swt yang telah memberikan rahmat serta hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsidengan judul “Studi Komparasi Perkembangan Usaha Mikro dan Kecil MasyarakatSebelum dan Sesudah Mendapatkan Kredit dari LKM-KUBE Sejahtera Kecamatan Pandak Kabupaten Bantul” . Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah membantu dan mendukung penulis selama penyusunan skripsiPenulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan.

DAFTAR LAMPIRAN

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Proses pembangunan ekonomi disuatu negara secara alami

  Dengan berdirinya Usaha Mikro dan Kecil tersebut dapat memperluas lapangan kerja bagi masyarakat disekitarnya, terutama dalam Dalam pembahasan mengenai Usaha Kecil dan Mikro tidak terlepas dengan permasalahan kredit. Hal inipertama disebabkan oleh modal yang kecil sehingga kesempatan untuk Pemberdayaan usaha skala mikro di Indonesia merupakan salah satu alternatif kebijakan yang strategis karena menyangkut hajat hidup orangbanyak, terutama dikaitkan dengan arah kebijakan perekonomian yang berorientasi pada ekonomi kerakyatan serta pengembangan Usaha Mikro,Kecil, dan Menengah.

B. Identifikasi dan Rumusan Masalah

  Kredit bagi usaha mikro dan kecil dirasa cukup penting untuk modal kerja dan investasi yang diperlukan oleh Usaha Kecil dan Mikro gunamenjalankan usahanya dan meningkatkan akumulasi modal. Apakah ada perbedaan jumlah mitra Usaha Mikro dan Kecil Masyarakat, sebelum dan sesudah mendapatkan kredit dari LKM-KUBE“Sejahtera” Kecamatan Pandak Kabupaten Bantul?

C. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional

  Pengukuran dilakukan dengan menjumlahkan modal tetap dan modal kerja yangdimiliki tiap Usaha Mikro dan Kecil Masyarakat, dalam kurun waktu 6 bulan sebelum dan sesudah mendapatkan kredit pertama dari LKM-KUBE“Sejahtera” Kecamatan Pandak Kabupaten Bantul, dinilai dengan satuan rupiah. Pengukuran Mitra usaha dilakukan dengan menjumlahkan pihak-pihak yang terkait dalammendukung berkembangnya Usaha Mikro dan Kecil yang terdiri dari pemasok, dan pengecer, dalam kurun waktu 6 bulan sebelum dan sesudahmendapatkan kredit pertama dari LKM- KUBE “Sejahtera” Kecamatan Pandak Kabupaten Bantul, dinilai dengan satuan unit.

D. Tujuan Penelitian

  Untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan modal Usaha Mikro dan KecilMasyarakat, sebelum dan sesudah mendapatkan kredit dari LKM-KUBE “Sejahtera” Kecamatan Pandak Kabupaten Bantul. Untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan jumlah jumlaj omzet penjualan Usaha Mikro dan Kecil Masyarakat, sebelum dan sesudahmendapatkan kredit dari LKM-KUBE “Sejahtera” Kecamatan Pandak Kabupaten Bantul.

E. Manfaat Penelitian

  Bagi LembagaPenelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai perkembangan Usaha Mikro, dan Kecil Masyarakat di Kecamatan PandakKabupaten Bantul, melalui program perkreditan dan bantuan modal yang diberikan oleh LKM- KUBE “Sejahtera”. Bagi PemerintahHasil penelitian ini diharapkan menjadi salah satu masukan bagi pemerintah daerah agar mendukung dan memberikan kebijakan dalampenyaluran kredit untuk meningkatkan Usaha Mikro dan Kecil di Kecamatan Pandak, Kabupaten Bantul.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Lembaga Keuangan Mikro

  Lembaga Keuangan Mikro yang selanjutnya disingkat LKM adalah lembaga keuangan yang khusus di dirikan untuk memberikan jasapengembangan usaha dan pemberdayaan masyarakat, baik melalui pinjaman atau pembiayaan dalam usaha skala mikro kepada anggotadan masyarakat, pengelolaan simpanan, maupun pemberian jasa konsultasi pengembangan usaha yang tidak semata-mata mencarikeuntungan. Kegiatan Usaha dan Cakupan Wilayah Usaha Pasal 11 Bab 4 UU No.1/2013.: a) Kegiatan usaha LKM meliputi jasa pengembangan usaha dan pemberdayaan masyarakat, baik melalui pinjaman atau pembiayaandalam usaha skala mikro kepada anggota dan masyarakat, pengelolaan simpanan, maupun pemberian jasa konsultasipengembangan usaha.

B. Kredit

  Collateral Bank tidak akan memberikan kredit yang melebihi dari nilai jaminan, kecuali kredit program atau kredit khusus yang kadang-kadang juga tidak ditutup dengan agunan yang menandai. Menurut Sifat Pemakaian Dana1) Kredit Revolving, yaitu kredit yang dananya dapat ditarik berulang-ulang, artinya kredit dapat ditarik sekaligus atausecara bertahap bergantung pada kebutuhan debitur.2) Kredit non-Revolving yaitu kredit yang dananya dilakukan sekaligus dan pelunasannya dilakukan secara bertahapmaupun sekaligus.

C. Usaha Kecil dan Mikro

  c) Memberikan kemudahan dalam pengadaan sarana dan prasarana produksi dan pengolahan, bahan baku, bahan penolong, dan 4. KemitraanDalam Bab VII pasal 26 UU No.25 tahun 1992, tentang Usaha Mikro,Kecil, dan Menengah, menyebutkan bahwa: 1) Usaha Menengah dan Usaha Besar melaksanakan hubungan kemitraan dengan Usaha Kecil, baik yang memiliki maupunyang tidak memiliki keterkaitan usaha.2) Pelaksanaan hubungan kemitraan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diupayakan kearah terwujudnya keterkaitan usaha.

D. Tenaga Kerja

  Pengertian Angkatan KerjaAngkatan kerja adalah mereka yang mempunyai pekerjaan, baik sedang bekerja maupun yang sementara tidak sedang bekerja karenasuatu sebab, seperti patani yang sedang menunggu panen/hujan, pegawai yang sedang cuti, sakit, dan sebagainya. Bukan angkatan kerja adalah mereka yang sedang bersekolah, mengurus rumah tangga tanpamendapat upah, lanjut usia, cacat jasmani dan sebagainya, dan tidak melakukan suatu kegiatan yang dapat dimasukkan kedalam kategoribekerja, sementara tidak bekerja, atau mencari pekerjaan.

E. Modal

  Modaljuga dapat berupa Capital Goods, yakni segala sumber daya selain kerja manusia dan pemberian alam, yang dipergunakan dalam prosesproduksi, atau hasil produksi yang dipakai sebagai sarana atau alat untuk menghasilkan barang lain. Modal SendiriModal sendiri adalah modal yang berasal dari pemilik perusahaan dan yang tertanam di dalam perusahaan untuk waktu yang tidaktertentu lamanya.

F. Hasil Penelitian Sebelumnya

  ProduksiTerjadi peningkatan variabel produksi usaha mikro dan kecil diKecamatan Ngawen dari rata-rata sebelum mendapatkan KUR dari BRIUnit Ketandan adalah sebesar Rp 2.184.706,00 namun setelah mendapatkan KUR dari BRI Unit Ketandan meningkat dengan rata-ratasebesar Rp 7.500.000,00 atau meningkat sebesar 243 %. KeuntunganTerjadi peningkatan pada variabel keuntungan Usaha Mikro dan Kecil dari rata-rata sebelum mendapatkan KUR dari BRI Unit Ketandanadalah sebesar Rp 715.294,00 menjadi Rp 2.067.647,00 atau mengalami peningkatan sebesar 189 %.

G. Kerangka Berpikir dan Hipotesis

  Ada perbedaan jumlah mitra Usaha Mikro dan Kecil Masyarakat, sebelum dan sesudah mendapatkan kredit dari LKM- KUBE“Sejahtera” Kecamatan Pandak Kabupaten Bantul. Ada perbedaan jumlah tenaga kerja Usaha Mikro dan KecilMasyarakat, sebelum dan sesudah mendapatkan kredit dari LKM-KUBE “Sejahtera” Kecamatan Pandak Kabupaten Bantul.

BAB II I METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian

  Peneliti memilih lokasi ini dengan alasan,Sebagian besar masyarakat di Kecamatan Pandak Kabupaten Bantul yang menjadi nasabah LKM- KUBE “Sejahtera” berprofesikan sebagai pemilik Usaha Mikro dan Kecil, dan LKM-KUBE “Sejahtera” sendiri memiliki tujuan menyalurkan dana untuk masyarakat yang memilikiusaha yang sedang berkembang seperti halnya Usaha Mikro dan Kecil. Pengukuran Mitra usaha dilakukan dengan menjumlahkan pihak- pihak yang terkait dalam mendukung berkembangnya UsahaMikro dan Kecil yang terdiri dari pelanggam, pemasok, penyalur, dan pengecer, dalam kurun waktu 6 bulan sebelum dan sesudahmendapatkan kredit pertama dari LKM- KUBE “Sejahtera” Kecamatan Pandak Kabupaten Bantuk, dinilai dengan satuan unit.

F. Teknik Pengumpulan Data

  Untuk mengumpulkan data mengenai KondisiUsaha Mikro dan Kecil yang dijalankannya, sebelum dan sesudah mendapatkan kredit dari LKM- KUBE “Sejahtera” Kacamatan Pandak Kabupaten Bantul. Dokumentasi adalah data dari Lembaga Keuangan Mikro setempat, mengenai nasabah yang memiliki Usaha Mikro dan Kecil yangmendapatan kredit dari LKM-KUBE “Sejahtera” Kecamatan Pandak Kabupaten Bantul pada tahun 2013.

G. Teknik Analisis Data

  Jika nilai asymp.sig< taraf nyata (0,05), maka tolak Ho terimaHa yang artinya ada perbedaan pada tiap-tiap variabel UsahaMikro dan Kecil Masyarakat, dalam jangka waktu 6 bulan sebelum dan sesudah mendapatkan kredit dari LKM-KUBE“Sejahtera” Kecamatan Pandak Kabupaten Bantul. Sig> taraf nyata (0,05), maka tolak Ha terimaHo yang artinya tidak ada perbedaan pada tiap-tiap variabelUsaha Mikro dan Kecil Masyarakat, dalam jangka waktu 6 bulan sebelum dan sesudah mendapatkan kredit dari LKM-KUBE “Sejahtera” Kecamatan Pandak Kabupaten Bantul.

5. Landasan Konsep

  LKM-KUBE merupkan upaya penanggulangan kemiskinan yang dilaksanakan secara berkelanjutan dengan menggunakan media KUBEdan LKM. Sebaliknya LKM merupakan program/kegiatan lanjutan dari serangkaian upaya menumbuh kembangkan KUBE dalam rangka pemberdayaanmasyarakat, khususnya bagi masyarakat miskin.

6. Legalitas Lembaga

  Penjajagan ini sangat memiliki nilai penting, karena akan menentukan layak tidaknya KUBE mendapatkan program lanjutan dan kesiapan 4) Sosialisasi Pelaksanaan KegiatanUntuk menyampaikan informasi-informasi yang berhubungan dengan kebijakan dan implementasi program lanjutan LKM-KUBE sehinggatercipta kesamaan persepsi dan munculnya umpan balik terhadap penyempurnaan pelaksanaan program lanjutan. 6) PelatihanTujuan Pelatihan : a) Meningkatkan Pengetahuan Pendamping dan Pengelola dala pengelolaan LKM-KUBEb) Meningkatkan keterampilan Pendamping dan Pengelola LKM- KUBE dalam penanggulangan kemiskinan c) Meningkatkan komitmen Pendamping dan Pengelola LKM-KUBE dalam penanggulangan kemiskinand) Mengembangkan sikap professional sebagai pendamping dan pengelola LKM-KUBE.

9. Pengelolaan LKM-KUBE

  Pemanfaatan Dana1) Dana stimulant UEP hanya diperkenankan dimanfaatkan untuk kegiatan-kegiatan yang secara langsung mendukung peningkatanproduktifitas yang dijalankan oleh KUBE.2) Untuk mendukung rencana pendirian LKM-KUBE sebagai sumber pembiayaan berkelanjutan, maka dana stimulant UEP yang diterima KUBE dialokasikan sebesar 20% untuk kegiatan sebagai berikut : a) Perlengkapan Operasional 10. Mengelola kagiatan-kegatan lembaga keuangan dengan kebijaksanaan yang pantas bagi seseorang yang bertindak sebagai pemelihara dana-dana orang lain.

12. Strategi Pengawasan Pembiayaan/Kredit

Pengawasan pembiayaan adalah salah satu fungsi manajemen untuk menjaga dan mengamankan kekayaan LKM-KUBE dalam bentuk pembiayaan, untukmenghindari penyimpanan-penyimpanan.

B. ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN 1. Analisis Deskriptif

a. Deskripsi Karakteristik Responden

Analisis ini digunakan untuk memberikan gambaran data penelitian, berikut deskripsi data penelitian terhadap pemilik Usaha Mikro dan Kecilyang mendapatkan kredit dari LKM- KUBE “Sejahtera” Kecamatan Pandak Kabupaten Bantul.

1) Karakteristik responden berdasarkan umur

  Menunjukkan bahwa dari 30 responden yang menjadi sampel penelitian yaitu pemilik Usaha Mikro dan Kecil yangmendapatkan kredit dari LKM- KUBE “Sejahtera” Kecamatan Pandak Kabupaten Bantul, dalam kategori umur 24 sampai 74 tahun. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Usaha Mikrodan Kecil dapat dilakukan oleh siapa saja baik yang berumur produktif maupun yang sudah tidak produktif.

2) Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin

  Menunjukkan bahwa 30 respoden yang menjadi sampel penelitian adalah berimbang dimana terdapat 15 orangatau sebesar 50% pemilik usaha berjenis kelamin Laki-laki dan 15 orang atau sebesar 50% pemilik usaha berjenis kelamin Perempuan. Dengan ini dapat disimpulkan bahwa Usaha Mikro dan Kecil dapat dilakukan oleh siapa saja baik Laki-laki maupun Perempuan.

b. Deskripsi Data Penelitian

  sebagai berikut : 1) Modal (X1)Modal yang dimiliki oleh Pemilik Usaha Mikro dan Kecil berupaModal berjalan, dalam jangka waktu 6 bulan sebelum dan 6 bulan sesudah mendapatkan kredit dari LKM- KUBE “Sejahtera” Kecamatan Pandak. Berdasarkan deskripsi ini maka dapat dinyatakan bahwa sesudah mendapatkan kredit dari LKM-KUBE“Sejahtera” mengalami penambahan modal sebesar 20,27%.2) Mitra (X2) Mitra usaha merupakan Jumlah Pemasok, Pelanggan, dan Pengecer yang mendukung dan berkepentingan dalam Usaha Mikro dan Kecildalam jangka watu 6 bulan sebelum dan 6 bulan sesudah mendapatkan Kredit.

2. Uji Normalitas

  Untuk menguji ada tidaknya perbedan Modal, Mitra Usaha, TenagaKerja dan Omzet Penjualan antara sebelum dan sesudah mendapatkan kredit dari LKM- KUBE “Sejahtera” Kecamatan Pandak Kabupaten Bantul, sebelumnya dilakukan pengujian terlebih dahulu dengan menggunakan ujinormaitas dengan menggunakan uji Kolmogorov Smirnov. Omzet Penjualan (X4) sebelum dan sesudah mendapatkan kreditPengujian Normalitas dilakukan dengan menggunakan metode One Sample Kolmogorov Smirnov Test.

3. Uji Hipotesis

  Pengujian Hipotesis Mitra Variabel Rata- T T Sighitung tabel ὰ = 5% rata Mitra_Sebelum 1100,05 tabel hipotesis pertama yang menyatakan ada perbedaan jumlah Mitra,Usaha Mikro dan Kecil Masyarakat sebelum dan sesudah mendapatkan kredit dari LKM- KUBE “Sejahtera” Kecamatan Pandak Kabupaten Bantul terbukti atau diterima. Sehingga tabel hipotesis pertama yang menyatakan ada perbedaan Omzet Penjualan,Usaha Mikro dan Kecil Masyarakat sebelum dan sesudah mendapatkan kredit dari LKM- KUBE “Sejahtera” Kecamatan Pandak Windows , maka dapat ditunjukkan ada tidaknya perbedaan Omzet Penjualan sebelum dan sesudah mendapatkan kredit.

4. PEMBAHASAN

a. Modal (X1) Sebelum dan Sesudah Mendapatkan Kredit

  Hasil pengujian hipotesis mengenai perkembangan modal sebelum dan sesudah mendapatkan kredit menunjukkan bahwa adaperbedaan jumlah modal sebelum dan sesudah mendapatkan kredit dariLKM- KUBE “Sejahtera” Kecamatan Pandak Kabupaten Bantul. Modal merupakan faktor produksi yang menunjuk pada sarana dan prasarana (selain manusia dan pemberian alam) yang KUBE “Sejahtera”Kecamatan Pandak Kabupaten Bantul untuk menambah modal yang telah dimilikinya.

b. Mitra (X2) Sebelum dan Sesudah Mendapatkan Kredit

  Selain mereka bekerja keras sendiri untuk memasarkan hasil produksinya sehingga didapat mitra yang mau untuk mendistribusikandan mengkonsumsinya, namun dengan mendapatkan kredit skala mikro dari LKM- KUBE “Sejahtera” Kecamatan Pandak KabupatenBantul mereka dibantu oleh pihak lembaga, karena di pihak LKM ada program pembinaan bagi Usaha Mikro dan Kecil yang mendapat kreditdari LKM- KUBE “Sejahtera” Kecamatan Pandak Kabupaten Bantul. Meskipun sudah diberikan layanan pembinaan dari pihak Lembaga namun masih terdapat banyak pemilik Jadi dapat disimpulkan bahwa dengan diberikannya kredit dan pembinaan oleh pihak LKM-KUBE “Sejahtera” Kecamatan Pandak Kabupaten Bantul kepada pihak Pemilik Usaha Mikro dan Kecil dapat menaikkan jumlah mitra, namun tidak dapat mengubah cara periklananmereka secara modern.

c. Tenaga Kerja (X3) Sebelum dan Sesudah Mendapatkan Kredit

  Melihat hasil pengujian hipotesis menyatakan bahwa ada perbedaan jumlah Tenaga Kerja 6 bulan sebelum dan sesudahmendapatkan kredit dari LKM- KUBE “Sejahtera” Kecamatan PandakKabupaten Bantul, akan tetapi peningkatan modal tersebut kurang dari50% atau sebesar 18,75%. Tenaga kerja merupakan manusia yang terkait dalam membantu berjalannya Usaha Mikro dan Kecil dalam halproduksi dan manajemen.

d. Omzet Penjualan (X4) Sebelum dan Sesudah Mendapatkan Kredit

  Hasil pengujian hipotesis mengenai perkembangan OmzetPenjualan sebelum dan sesudah mendapatkan kredit menunjukkan bahwa ada perbedaan jumlah Omzet Penjualan sebelum dan sesudahmendapatkan kredit. (probabilitas) sebesar 0,000 lebih Berdasarkan analisis deskriptif menunjukkan ada peningkatanOmzet Penjualan dari 6 sebelum mendapatkan kredit hingga 6 bulan sesudah mendapatkan kredit, dilihat dari rata-rata sebelummendapatkan kredit banyaknya Omzet Penjualan Rp 8.120.000 dan sesudah kredit menjadi Rp 9.576.666 atau mengalami peningkatansebesar 15,21%.

e. Keuntungan (X5) Sebelum dan Sesudah Mendapatkan Kredit

  Hasil pengujian hipotesis mengenai perkembanganKeuntungan sebelum dan sesudah mendapatkan kredit menunjukkan bahwa ada perbedaan jumlah Keuntungan sebelum dan sesudahmendapatkan kredit dari LKM- KUBE “Sejahtera” Kecamatan PandakKabupaten Bantul. Berdasarkan analisis deskriptif menunjukkan ada peningkatanKeuntungan dari 6 sebelum mendapatkan kredit hingga 6 bulan sesudah mendapatkan kredit, dilihat dari rata-rata sebelummendapatkan kredit banyaknya Keuntungan Rp 1.991.666 dan sesudah kredit menjadi Rp 2.366.666 atau mengalami peningkatan sebesar15,84%.

BAB V KESIMPULAN, KETERBATASAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian mengenai perkembangan Usaha Mikro dan Kecil masyarakat sebelum dan sesudah mendapatkan kredit dari LKM- KUBE “Sejahtera” Kecamatan Pandak Kabupaten Bantul maka dapat

  Dari hasil analisis data dan pembahasan yang pertama dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan modal sebelum dan sesudahmendapat kredit yaitu dengan peningkatan sebesar 20,27%. Peningkatan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor antara lain modal, jumlahmitra kerja baik pelanggan, pemasok dan permintaan pasar semakin meningkat maka dengan tidak langsung para pelaku Usaha Mikrodan Kecil menambah tenaga kerja sesuai kebutuhan dan permintaan pasar atas produksi yang mereka hasilkan.

B. Keterbatasan

  Dalam penelitian ini tidak dapat dihindari berbagai kelemahan yang kemungkinan dapat menyebabkan temuan penelitian bukan merupakangambaran sesungguhnya dari subjek penelitian, yaitu : 1. Keresahan beberapa responden dalam menjawab pertanyaan dalam kuesioner khususnya untuk variabel mitra msaha sehingga hasilyang diperoleh kurang memberikan gambaran yang relevan.

C. Saran

  Sehubungan makin baiknya Usaha Mikro dan Kecil Masyarakat setelah mendapatkan kredit maka pihak lembaga diharapkanmampu mendukung dan memberi pendampingan dalam hal pengembangan teknologi dan informasi untuk menunjangkepentingan pemasaran produk-produk serta meningkatkan mitra Usaha Mikro dan Kecil di Kecamatan Pandak. Untuk penelitian selanjutnya diharapkan mampu mengangkat variabel lain misalnya volume produksi, jam kerjaa, dan variabellain yang ada kaitannya dengan perkembangan Usaha Mikro dan Kecil Masyarakat sebelum dan sesudah mendapatkan kredit.

Dokumen baru

Aktifitas terkini

Download (143 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN USAHA MIKRO DAN USAHA KECIL DI KECAMATAN WULUHAN KABUPATEN JEMBER
1
8
16
MOTIVASI PETANI DALAM USAHA TANI PADI ORGANIK DI KECAMATAN PANDAK KABUPATEN BANTUL
0
2
79
PERANAN KREDIT BANK PERKREDITAN RAKYAT, BADAN KREDIT KECAMATAN (BPR-BKK) DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN DAN PERKEMBANGAN USAHA PEDAGANG KECIL DI KECAMATAN TRUCUK KABUPATEN KLATEN.
0
0
24
PERBEDAAN TINGKAT PENDAPATAN PEDAGANG KECIL SEBELUM DAN SESUDAH MENDAPAT KREDIT PD BPR PASAR PERBEDAAN TINGKAT PENDAPATAN PEDAGANG KECIL SEBELUM DAN SESUDAH MENDAPAT KREDIT PD BPR PASAR KECAMATAN KARANGGEDE BOYOLALI.
0
0
19
PENGARUH PEMBIAYAAN USAHA DARI LEMBAGA KREDIT MIKRO TERHADAP PERFORMA USAHA MIKRO DAN KECIL DI INDONESIA.
0
1
33
PENCACAHAN PERUSAHAAN USAHA INDUSTRI MIKRO DAN KECIL INDUSTRI MIKRO DAN KECIL
0
0
4
ANALISIS KREDIT BERMASALAH USAHA DAN NON USAHA MIKRO KECIL MENENGAH PADA PERBANKAN INDONESIA
0
0
14
PERKEMBANGAN DATA USAHA MIKRO KECIL MENE
0
0
1
PAPER PENGEMBANGAN USAHA MIKRO KECIL DAN
0
1
11
PAPER PENGEMBANGAN USAHA MIKRO KECIL DAN
0
0
11
PEMBERDAYAAN USAHA KECIL MIKRO DAN MENEN
0
0
14
HAMBATAN DAN PROSPEK USAHA MIKRO KECIL KECAMATAN SINGINGI KABUPATEN KUANTAN SINGINGI
0
0
21
DINAS KOPERASI USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH KABUPATEN BEKASI 2015
0
2
29
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PROGRAM KREDIT USAHA RAKYAT (KUR) DALAM PENGEMBANGAN USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH DI KECAMATAN WARUNGGUNUNG KABUPATEN LEBAK - FISIP Untirta Repository
0
0
126
PERBEDAAN JUMLAH PELANGGAN, OMSET, DAN LABA USAHA KECIL DAN USAHA MIKRO SEBELUM DAN SESUDAH BERDIRINYA PLAZA AMBARUKMO
0
0
120
Show more