Penerapan pembelajaran pedagogi reflektif pada mata pelajaran PKN untuk meningkatkan kesadaran siswa akan nilai cinta tanah air pada siswa kelas III Sd Kanisius Totogan tahun ajaran 2013/2014 - USD Repository

Gratis

0
0
177
7 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PENERAPAN PEMBELAJARAN PEDAGOGI REFLEKTIF PADA MATA PELAJARAN PKN UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN SISWA AKAN NILAI CINTA TANAH AIR PADA SISWA KELAS III SD KANISIUS TOTOGAN TAHUN AJARAN 2013/2014 SKRIPSI Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar oleh : AMBROCIUS GANDA ANGGA DANUARTA 101134231 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ii

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI iii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERSEMBAHAN Kupersembakan Karya Ini Untuk : Allah, Bapa, Putra, dan Roh Kudus “…Yang selama ini telah menuntun langkah hidupku hingga menjadi seperti ini…” Dan Untuk Kedua Orang Tuaku : Patricius Sukardal dan Efrasia Sugiarti “…Terimakasih atas segala pengorbanan dan cinta kasihmu yang tulus iklas selama ini…” iv

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI MOTTO “…jadilah pribadi yang dewasa dan selalu bermanfaat bagi nusa dan bangsa…” “…berhentilah mencari yang baik, jadilah pribadi yang terbaik, dan niscaya engkau akan mendapatkan yang terbaik…” “…hidup terus belajar dan berkarya, menjadikan semuanya lebih bermakna…” v

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa sekripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 25 Agustus 2014 Penulis Ambrocius Ganda Angga Danuarta vi

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama Nomor Mahasiswa : Ambrocius Ganda Angga Danuarta : 101134231 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah yang berjudul: PENERAPAN PEMBELAJARAN PEDAGOGI REFLEKTIF PADA MATA PELAJARAN PKN UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN SISWA AKAN NILAI CINTA TANAH AIR PADA SISWA KELAS III SD KANISIUS TOTOGAN TAHUN AJARAN 2013/2014 Beserta perangkat yang diperlukan. Dengan demikian saya memberikan kepada perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk apa saja mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal : 25 Agustus 2014 Yang menyatakan, Ambrocius Ganda Angga Danuarta vii

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK PENERAPAN PEMBELAJARAN PEDAGOGI REFLEKTIF PADA MATA PELAJARAN PKN UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN SISWA AKAN NILAI CINTA TANAH AIR PADA SISWA KELAS III SD KANISIUS TOTOGAN TAHUN AJARAN 2013/2014 Ambrocius Ganda Angga Danuarta 1011134231 Pembelajaran PKN di SD Kanisius Totogan kurang disertai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam pembelajaran sehingga peserta didik kurang memahami akan nilai-nilai yang terkandung dalam materi yang sedang di ajarkan oleh pendidik. Selain itu pendidik juga kurang bisa mengemas pembelajaran dengan menarik, model-model pembelajaran belum nampak diterapkan oleh pendidik di dalam kelas sehingga pembelajaran terlihat kurang menarik. Dari latar belakang tersebut penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran peserta didik akan nilai cinta tanah air dengan menggunakan model pembelajaran Pedagogi Reflektif. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas yang dilakukan di SD Kanisius Totogan pada bulan April 2014 dengan subjek kelas III.Penelitian ini dilakukan dengan 2 siklus pembelajaran dengan setiap siklus satu kali pertemuan dengan alokasi waktu 3 Jam Pelajaran.Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan lembar skala sikap dengan jumlah 48 pernyataan yang sudah di validasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan jumlah peserta didik yang sadar akan nilai cinta tanah air dengan menggunakan penerapan Pembelajaran Pedagogi Reflektif bagi siswa kelas III SD Kanisius Totogan. Hal tersebut dapat ditunjukkan dari kenaikan presentase skala sikap. Pada kondisi awal rata-rata persentase jumlah siswa yang sadar mencapai 47,62%, atau hanya 10 peserta didik yang menyadari akan nilai cinta tanah air, sedangkan 11 peserta didik kesadaran akan nilai cinta tanah airnya masih sangat kurang. Kemudian pada siklus 1 rata-rata persentase jumlah siswa yang sadar mencapai 76,19%. Pada siklus 2 jumlah peserta didik yang masuk kategori sadarakan nilai cinta tanah air ada 5 0rang sedangkan yang sangat sadar ada 16 orang. Melihat fakta siklus ke 2,bias dismipulkan bahwa kesadaraan siswa akan nilai cinta tanah air mencapai 100%. Kata Kunci : Pendidikan Kewarganegaraan, Cinta Tanah Air, Pedagogi Reflektif viii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT THE IMPLEMENTATION OF REFLECTIVE PEDAGOGY LEARNING IN CIVICS TO IMPROVE STUDENTS’ AWARENESS TOWARDS NATIONALISM AMONG GRADE III STUDENTS OF SD KANISIUS TOTOGAN IN THE ACADEMIC YEAR OF 2013/2014 Ambrocius Ganda Angga Danuarta 1011134231 Civics learning in SD Kanisius Totogan grade 3 was lack of nationalism values in teaching and learning process. The students did not understand about the materials given by the teacher. Besides, the teacher also did not use appropriate materials which contain interesting learning. The teaching methods were not implemented to the students in teaching and learning process yet. Therefore the teaching and learning process was lack of motivation. From the background of the study, this study aims to improve the students’ awareness with nationalism value by using reflective pedagogy learning. This study belongs to an action research study. It was conducted in SD Kanisius Totogan on April2014 with the students of Grade 3 as the subject of the study. This study consisted of 2 cycles which contains 2 meetings in every cycle and 3 hours in every meeting. The data was collected by using character scale sheets that consist of 48 validated statements. The results of the study showed that there was an improvement of the students’ awareness by using the implementation of Reflective Pedagogy Learning among the students grade 3 in SD Kanisius Totogan. Therefore, it can be shown from the improvement of the percentage of character scale. In pre-cycle, the percentage of students which belongs to category aware was 47,62 % or only 10 students who realize the importance of nationalism value, while the other 11 students are not aware of the importance of nationalism value. In Cycle 1, the mean of percentage of students who aware was 76,19 %. Then, in Cycle 2, 5 students are aware of the nationalism value and the other 16 students are very aware of the importance of the nationalism value. Considering this fact of the cycle 2, it can be concluded that the students’ awareness of national value is 100%. Keywords: Civics Learning, Nationalism Value, Reflective Pedagogy ix

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji Syukur dan terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas segala kemurahan, berkat, dan penyertaan-Nya, sehingga ahkirnya penulis dapat menyelesaikan penyusunan sekripsi ini. Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendedidikan pada program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Skripsi ini dapat diselesaikan karena bantuan, doa, dan dukungan dari banyak pihak. Oleh karena itu pada kesempatan ini, penulis mengucapkan terima kasih kepada : 1. Allah, Bapa, Putra, dan Roh Kudus atas semua hal yang dianugerahkan kepada penulis. 2. Bapakku Patricius Sukardal dan Ibuku Efrasia Sugiarti yang senantiasa mendoakan dan mendukung untuk keberhasilan dan kesuksesanku. 3. Rohandi, Ph. D. Selaku dekan FKIP yang memberikan ijin pelaksanaan penelitian ini. 4. Rm Gregorius Ari Nugrahanta, S.J., S.S., BST., M.A. selaku Kaprodi PGSD. 5. Christiyanti Aprinastuti, S.Si, M.Pd, selaku Wakaprodi PGSD. 6. Bapak Drs. Paulus Wahana. M. Humdan Ibu Elisabeth Desiana Mayasari, S. Psi, M. A. selaku dosen pembimbing yang telah membimbing peneliti dengan penuh kesabaran dan kebijaksanaan dari awal penulisan skripsi hingga selesai. 7. Ibu Tri Utami selaku kepala SD Kanisius Totogan yang telah memberikan ijin untuk melakukan penelitian diSD Kanisius Totogan. 8. Ibu CH. Nurdayati selaku guru kelas IIISD Kanisius Totogan yang telah membantu peneliti dalam pelaksanaan penelitian. x

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9. Teman-teman PPL SD Kanisius Totogan 1: Arif, Kismet, dan Ridlo terutama teman-teman kelompok bimbingan skripsi: Astri, Arif, Kismet, Ridlo, Femlia, Vera, Indah, Henri, St.Patrcie, St.Alvonza, Windi, Nissa, Yuni, dan Winda terimakasih atas keceriaan, inspirasi dan diskusi-diskusi kita yang panjang. 10. Teman-temanku “kost 96B”, dan “teman-teman OMK Paroki Wates” terimakasih atas keceriaan, dukungan, suka duka, dan kasih sayang yang selama ini kalian berikan kepada penulis. Keep our relationship and best friend forever. 11. Terima kasih untuk teman-temanku: saefan bayu samudra atas bantuannya menyelesaikan abstract, Ridlo atas pinjaman printernya, dan Arif dan Kismet atas diskusi, inspirasi serta masukan-masukannya. 12. Adek-adekku tercinta Francica Puspalinda dan Maria Ovie Hizkiyanti yang senantiasa mendoakan untuk kesuksesan kakaknya. 13. Kresentia Nita Kurniadewi kekasihku yang menjadi motivasi penulis dan sangat amat membantu penulis untuk menyelesaikan tugas skripsi ini, walau terkadang menyebalkan. 14. Semua pihak yang tidak bisa disebutkan satu persatu oleh penulis, yang telah membantu memberikan dukungan, semangat, dan inspirasi hingga terselesaikan skripsi ini. Penulis menyadari bahwa penelitian ini masih jauh dari sempurna.Oleh karena itu penulis mengaharapkan masukan, saran, dan kritik yang membangun demi menyempurnakan penelitian ini. Penulis berharap, semoga hasil dari penelitian ini dapat bermanfaat bagi se,ua pihak yang membutuhkan. Yogyakarta, 25 Agustus 2014 Ambrocius Ganda Angga Danuarta xi

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ................................................................................................ i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ....................................................... ii HALAMAN PENGESAHAN .................................................................................. iii HALAMAN PERSEMBAHAN ............................................................................... iv MOTTO .................................................................................................................... v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ................................................................... vi PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ..................................................... vii ABSTRAK ................................................................................................................ viii ABSTRACT ................................................................................................................ ix KATA PENGANTAR .............................................................................................. x DAFTAR ISI ............................................................................................................. xiii DAFTAR TABEL ..................................................................................................... xv DAFTAR GAMBAR ................................................................................................ xvi DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................................ xvii BAB I PENDAHULUAN 1.1 1.2 1.3 1.4 1.5 1.6 Latar Belakang Masalah............................................................................. 1 Batasan Masalah ........................................................................................ 3 Rumusan Masalah ...................................................................................... 3 Tujuan Penelitian ....................................................................................... 4 Manfaat Penelitian ..................................................................................... 4 Definisi Operasional .................................................................................. 5 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Kajian Pustaka ........................................................................................... 6 2.1.1 Teori-teori yang mendukung.......................................................... 6 2.2 Hasil Penelitian yang Relevan ................................................................. 27 2.3 Kerangka Berpikir .................................................................................... 31 2.4 Hipotesis Tindakan .................................................................................. 33 xii

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN 3.1 3.2 Jenis Penelitian......................................................................................... 34 Setting Penelitian ..................................................................................... 37 3.2.1 Tempat Penelitian ........................................................................ 37 3.2.2 Subjek Penelitian ......................................................................... 37 3.2.3 Objek Penelitian ........................................................................... 37 3.2.4 Waktu Penelitian .......................................................................... 37 3.3 Persiapan .................................................................................................. 37 3.4 Kegiatan Setiap Siklus ............................................................................. 38 3.5 Jadwal Penelitian ..................................................................................... 42 3.6 Instrumen Penelitian ................................................................................ 43 3.7 Teknik Pengumpulan Data ....................................................................... 48 3.8 Validitas dan Reabilitas ........................................................................... 49 3.9 Teknik Analisa Data ................................................................................ 54 3.10 Indikator Keberhasilan ............................................................................. 58 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 4.2 Hasil Penelitian ........................................................................................ 59 4.1.1 Kondisi Awal ............................................................................... 59 4.1.2 Paparan Kegiatan Siklus 1 ........................................................... 62 4.1.3 Hasil Siklus 1 ............................................................................... 68 4.1.4 Paparan Kegiatan Siklus 2 ........................................................... 69 4.1.5 Hasil Siklus 2 ............................................................................... 73 Pembahasan .............................................................................................. 75 4.2.1 Peningkatan Kesadaran Peserta Didik ......................................... 75 BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan .............................................................................................. 79 5.2 Keterbatasan Penelitian ............................................................................ 80 5.3 Saran ........................................................................................................ 82 Daftar Pustaka ............................................................................................................... 83 Lampiran ....................................................................................................................... 85 xiii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 1 Jadwal Penelitian ................................................................................... 42 Tabel 2 Indikator Skala Sikap ............................................................................. 43 Tabel 3 Kisi-kisi Pernyataan Skala Sikap ........................................................... 45 Tabel 4 Sebaran Item Uji Coba ........................................................................... 48 Tabel 5 Uji Validitas Item Skala Sikap............................................................... 54 Tabel 6 Acuan PAP Tipe 1 ................................................................................. 55 Tabel 7 Perhitungan Batas nilai secara keseluruhan ........................................... 56 Tabel 8 Indikator Keberhasilan ........................................................................... 57 Tabel 9 Persentase Kriteria Keberhasilan ........................................................... 58 Tabel 10 Hasil Kondidi Awal .............................................................................. 60 Tabel 11 Hasil Siklus 1 ........................................................................................ 67 Tabel 12 Hasil Siklus 2 ........................................................................................ 73 Tabel 13 Pencapaian Peningkatan......................................................................... 76 xiv

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 1 Peta Konsep Pelaksanaan PPR ........................................................... 23 Gambar 2Kontribusi Penelitian............................................................................. 30 Gambar 4 Kerangka Berpikir .............................................................................. 32 Gambar 5 Siklus Penelitian Tindakan Kelas ....................................................... 35 Gambar 6Kegiatan Awal Pembelajaran ................................................................ 155 Gambar 7 Kegiatan Menyimak Gambar ............................................................. 156 Gambar 8Kegiatan Diskusi Kelompok ................................................................. 156 Gambar 9 Kegiatan Presentasi Kelompok .......................................................... 157 Gambar 10 Kegiatan Refleksi ............................................................................... 158 xv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Instrumen Pembelajaran ..................................................................... 85 Lampiran 2 Instrumen Penelitian Sebelum Validasi.............................................. 104 Lampiran 3 Validasi Instrumen Penelitian............................................................. 108 Lampiran 4 Intrumen Penelitian Setelah Validasi ................................................. 110 Lampiran 5 Contoh Hasil Skala Sikap Siswa Pada Kondisi Awal ........................ 113 Lampiran 6 Contoh Hasil Skala Sikap Pada Siklus 1 ............................................ 120 Lampiran 7 Contoh Hasil Skala Sikap Pada Siklus 2 ............................................ 127 Lampiran 8 Hasil Validasi Instrumen Pembelajaran Dari Dosen .......................... 134 Lampiran 9 Data Kondisi Awal, Sklus 1, dan Siklus 2 ......................................... 139 Lampiran 10 Contoh Hasil Pekerjaan Siswa ......................................................... 143 Lampiran 11 Refleksi Peserta Didik ...................................................................... 148 Lampiran 12 Surat Ijin Penelitian .......................................................................... 150 Lampiran 13 Surat Keterangan Telah Melaksanakan Penelitian ........................... 152 Lampiran 14 Proses Pembelajaran Di Kelas .......................................................... 154 Lampiran 15 Daftar Riwayat Hidup ...................................................................... 159 xvi

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN Dalam bab I ini peneliti akan membahas mengenai latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, dan manfaat penelitian. 1.1 Latar Belakang Masalah Pada dasarnya pendidikan merupakansalah satu kunci pokok dalam pembangunan manusia Indonesia seutuhnya.Seorang pendidik adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah (UU RI, 2005). Pendidikan di Indonesia diharapkan mengarah pada keutuhan pribadi manusia, yaitu dengan penanaman nilai-nilai pengetahuan dan ketrampilan yang termasuk didalamnya adalah nilai cinta tanah air.Hal ini bisa terwujud dengan cara mendampingi peserta didik dalam proses pembelajaran, sehingga membantu mengembangkan kesadaran nilai-nilai yang terkait dalam pembelajaran. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan termasuk salah satu mata pelajaran yang penting, karena PKn diajarkan diseluruh tingkat pendidikan, dimulai dari Sekolah Dasar sampai Perguruan Tinggi. Hakikat atau intisari dari PKn adalah pendidikan nilai dan moral. Djahiri (1991) mengatakan bahwa PKn sebagai pendidikan nilai dan moral diharapkan mampu menampilkan perangkat tatanan nilai, moral dan norma pancasila dan selalu menunjukkan keterkaitan isi pesan sila-sila pancasila. Sebagai pendidikan nilai, PKn akan membantu peserta didik dalam mengembangkan kesadaran peserta didik akan nilai-nilai yang 1

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI termuat dalam hal yang menjadi objek pembahasannya, tujuanya untuk membentuk pribadi anak, supaya menjadi manusia yang masyarakat, dan warga negara yang baik (Wahab, 2011). SD Kanisius Totogan saat ini masih mempertahankan kegiatan Upacara Bendera setiap hari Senin sebagai cerminan rasa kebangsaan yang tinggimeskipun di beberapa sekolah lain sudah meninggalkan tradisi tersebut. Pada saat observasi, peneliti melihathal yang menarik dari berlangsungnya upacara tersebut adalah perilaku beberapa peserta didik yang terkadang ramai dengan temannya, tidak menunjukkan sikap siap, menghormat pada bendera Merah Putih dengan sikap yang malas-malas, tidak mendengarkan pembina upacara yang sedang menyampaikan amanat dan juga tidak berpartisipasi aktif. Bahkan peneliti sempat mendengar peserta didik mengungkapkan ketidakpahaman akan makna dari upacara. Peserta didik beranggapan bahwa upacara bendera adalah kegiatan yang hanya membuat lelah dan tidak mempunyai makna. Peneliti menemukan solusi yang sesuai untuk memberikan semangat dalam proses belajar mengajar yaitu Pembelajaran Pedagogi Reflektif (PPR). Pembelajaran Pedagogi Reflektif adalah metode yang mengacu pada pola pertumbuh kembangan pribadi peserta didik menjadi kemanusiaan atau lebih mengenal dan mendalami nilai-nilai kemanusiaan. Menurut Subagya (2008) menyebutkan tiga unsur utama dalam PPR adalah pengalaman, refleksi dan aksi. Unsur yang belum disebutkan adalah konteks dan evaluasi. Serangkaian tersebut tidak bisa dipisahkan, sehingga akan terjalin timbal balik yang baik dalam kelancaran proses belajar mengajar di dalam kelas. Pembelajaran berpola PPR 2

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI adalah suatu pembelajaran yang mengintegrasikan pembelajaran bidang studi dengan pengembangan nilai-nilai kemanusiaan. Pembelajaran bidang studi disesuaikan dengan konteks peserta didik, sedangkan pengembangan nilai-nilai kemanusiaan ditumbuhkembangkan melalui proses pengalaman, refleksi dan aksi. Proses pembelajaran ini harus diakhiri dengan adanya evaluasi. Evaluasi digunakan guru untuk mengetahui peningkatan prestasi peserta didik. Semua langkah ini diharapkan akan membuat peserta didik menjadi seseorang yang bertanggung jawab, berkembang menjadi pribadi yang kompeten, berhati nurani yang peka dan berbela rasa pada sesama dan lingkungannya. 1.2 Batasan Masalah Penelitian ini akan dibatasi pada masalah peningkatan kesadaran pesertadidik akan nilai Cinta Tanah Airkelas 3 SD KanisiusTotogan dengan Pembelajaran Pedagogi Reflektif (PPR) dalam mata pelajaran PKn. 1.3 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan diatas dapat dirumuskan masalah-masalah yang akan diteliti adalah: 1. Bagaimana proses model pembelajaran pedagogi reflektif (PPR) pada mata pelajaran PKn kelas 3 semester II SD Kanisius Totogan? 2. Apakah pelaksanaan model pembelajaran pedagogi reflektif (PPR) dalam mata pelajaran PKn dapat meningkatkan kesadaran peserta didik kelas 3 semester II SD Kanisius Totogan akan nilai cinta tanah air? 3

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 1.4 Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah yang telah dipaparkan oleh peneliti maka tujuan dari penelitian ini adalah: 1. Mengetahui proses pelaksanaan pembelajaran pedagogi reflektif (PPR) pada peserta didik kelas 3 semester II SD Kanisius Totogan. 2. Meningkatkan kesadaran peserta didikdan mengetahui akan nilai cinta tanah airpada mata pelajaran PKn kelas 3 semester IISD Kanisius Totogan melalui PPR. 1.5 Manfaat Penelitian Secara teoritis penelitian ini mempunyai manfaat, hasil penelitian ini mengetahui proses pelaksanaan pembelajaran pedagogi reflektif (PPR) serta meningkatkan kesadaran peserta didik akan nilai cinta tanah air. Secara praktis penelitian ini mempunyai manfaat: 1. Bagi peneliti, merupakan sebuah pengalaman yang berharga dapat menggunakan pendekatan pembelajaran pedagogi reflektif (PPR) untuk meningkatkan kesadaran peserta didik akan nilai cinta tanah air dalam mata pelajaran PKn. Sehingga dapat lebih memahami pembelajaran pedagogi reflektif (PPR) dan kelak dapat menerapkan pembelajaran tersebut terhadap mata pelajaran lainnya untuk meningkatkan nilai yang tekandung dalam mata pelajaran terkait. 4

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2. Bagi pendidik, memberikan wawasan mengenai model pembelajaran pedagogi reflektif (PPR) dan dapat diterapkan pada mata pelajaran lain. 3. Bagi peserta didik, mendapat pengalaman baru dalam belajar dengan menggunakan pembelajaran pedagogi reflektif (PPR) untuk meningkatkan kesadaran peserta didik akan nilai-nilai PKn. 1.6 Definisi Operasional 1. Kesadaran peserta didikakan nilai cintatanah air adalah kemampuan memahami akan berbagai hal yang berkaitan dengan nilai, antara lain: menyadari akan adanya nilai sebagai kualitas, sarana, sikap, dan tindakan yang perlu dilakukan demi terwujudnya nilai yang menjadi tujuannya. 2. Pembelajaran pedagogi reflektif (PPR) adalah pembelajaran yang mengintergrasikan pembelajaran bidang studi dengan pengembangan nilai-nilai kemanusiaan. 3. PKn adalah sebagai wahana pendidikan nilai cinta tanah air yang termuat pada Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) yang ada di kelas 3 semester II SD Kanisius Totogan. 5

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI Pada bab ini akan dibahas landasan teori yang digunakan dalam penelitian. Pembahasan landasan teori terdiri dari lima bagian yaitu: kajian pustaka, pembelajaran pedagogi reflektif,hasil penelitian yang relevan, kerangka berpikir, dan hipotesis tindakan. 2.1 Kajian Pustaka 2.1.1 Teori-teori yang mendukung Dalam teori-teori yang relevan ini dibahas teori nilai, teori kesadaran, teori cinta tanah air, teori kesadaran akan nilai cinta tanah air, pembelajaran tematik, model pembelajaran kooperatif, model pembelajaran kooperatif dengan teknik mencari pasangan, dan mata pelajaran PKn. Seluruhnya dibahas secara runtut sebagai berikut: 1. Kesadaran Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI, 2011) kesadaran mempunyai arti (1) keinsafan; keadaan mengerti akan harga dirinya timbul, karena ia diperlakukan secara tidak adil; (2) hal yang dirasakan atau dialami oleh seseorang. Sadar diartikan merasa, tahu, ingat kepada keadaan yang sebenarnya, atau ingat (tahu) akan keadaan dirinya. Kesadaran diartikan keadaan tahu, mengerti dan merasa.Widjaja (1984) mengatakan bahwa kesadaran merupakan sikap/perilaku mengetahui atau mengerti taat dan patuh pada peraturan dan ketentuan perundangan yang ada pula merupakan 6

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI sikap/perilaku mengetahui atau mengerti, taat dan patuh pada adat istiadat dan kebiasaan yang hidup dalam masyarakat. Semium, (2006) mengatakan bahwa kesadaran merupakan satusatunya tingkat kehidupan mental yang secara langsung tersedia bagi kita. Jadi dapat disimpulkan bahwa kesadaran merupakan sikap sadar dan ingat pada keadaan yang sebenarnya yang secara langsung tersedia bagi kita. Dari pendapat para ahli dapat disimpulkan bahwa kesadaran merupakan kondisi dimana individu mengetahui dan ingat pada keadaan yang sebenarnya yang secara langsung tersedia bagi kita. 2. Nilai Nilai merupakan kualitas yang memiliki daya tarik serta dasar bagi tindakan manusia serta untuk mendorong manusia untuk mewujudkannya, karena nilai memiliki kesesuaian dengan kecenderungan kodrat manusia (Wahana, 2004). Menurut Takdir (1966), teori nilai menyelidiki proses dan isi penilaian, yaitu proses yang mendahului dan menentukan semua kelakuan manusia. Karena itu teori nilai menghadapi manusia sebagai makhluk yang berkelakuan sebagai objeknya. Dibandingkan dengan kelakuan hewan yang menggunakan insting yang membuat hubungan antara hewan dan sekitarnya saling melengkapi, kemampuan manusia yang menggunakan akal budi berada dalam suasana kebebasan yang lebih besar. Kehidupan hewan dengan instingnya lebih tetap terikat pada sekitarnya, dalam hidup manusia 7 selalu ada proses pengaruh-

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI mempengaruhi yang dinamik antara akal budinya dengan lingkungan alamnya, lingkungan masyarakatnya dan lingkungan kebudayaannya. Djahiri (1991) mendiskripsikan nilai sebagai sesuatu yang berharga/tidak berharga, mengacu kepada peringkat kualifikasi indah, baik, benar dan kebalikannya. Berbeda dengan Djahiri, Gazalba (dalam Thoha, 1996) menjelaskan bahwa nilai adalah sesuatu yang bersifat abstrak, bukan benda kongkrit, bukan fakta, bukan hanya persoalan benar dan salah yang menuntut pembuktian empirik, melainkan soal penghayatan yang dikehendaki dan tidak dikehendaki, disenangi dan tidak disenangi. Dari beberapa pengertian tentang nilai di atas dapat disimpulkan bahwa nilai itu merupakan sesuatu yang bersifat abstrak yang menjadi dasar atau landasan bagi perubahan, dan nilai difungsikan untuk mengarahkan, mengendalikan, dan menentukan kelakuan seseorang. Nilai juga ditanamkan pada seorang pribadi dalam proses sosialisasi, melalui keluarga, lingkungan sosialnya yang terdekat/masyarakat, lembagalembaga pendidikan, agama, dan tradisi-tradisi dalam suatu daerah tertentu. Oleh karena itu, nilai tidak hanya dipahami saja, melainkan nilai tersebut harus terwujud dalam kehidupan sehari-hari. 3. Peranan Nilai Dalam Kehidupan Manusia Nilai memegang peranan penting dalam setiap kehidupan manusia, karena nilai menjadi orientasi dalam setiap tindakan manusia. Nilai-nilai 8

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI tersebut menjadi prinsip yang berlaku di suatu masyarakat tentang apa yang baik, benar dan berharga yang seharusnya dimiliki dan dicapai oleh masyarakat. Seorang anak wajib menghargai dan menghormati orang tuanya.Ketika berbicara dengan orang tuanya, anak harus menggunakan bersikap yang sopan dan tutur kata yang santun.Orang tua juga wajib melindungi dan menyayangi anak-anaknya. Pola interaksi orang tua dan anak tersebut apabila dituntun dengan nilai maka akan menciptakan pola interaksi yang baik dan harmonis di keluarga (Rostini, 2009). Fungsi nilai sosial secara luas yaitu memberikan ketentraman kepada seluruh anggota masyarakat agar dapat bertingkah laku sesuai dengan aturan yang diyakini oleh masyarakat guna mencapai tujuan bersama di masyarakat. Adapun fungsi nilai sosial secara keseluruhan adalah sebagai berikut:Nilai sebagai pedoman berperilaku, nilai sebagai pedoman berfungsi memberikan arahan kepada individu atau masyarakat untuk berperilaku sebagaimana yang diinginkan. Nilai menjadi landasan dan motivasi dalam setiap langkah dan perbuatan manusia. Nilai sebagai kontrol sosial, nilai sebagai alat kontrol sosial yang berfungsi untuk memberikan batasan-batasan kepada manusia untuk bertingkah laku. Perilaku manusia di luar nilai akan mengakibatkan jatuhnya sanksi atau perasaan bersalah; Nilai sebagai pelindung sosial, nilai sebagai alat pelindung sosial memberikan perlindungan dan memberikan rasa aman kepada manusia, dengan berprilaku sesuai dengan nilai, manusia dapat melakukan tindakan apapun tanpa harus merasa takut. Nilai dalam kehidupan 9

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI sehari-hari itu sangatlah penting untuk pembentukan diri manusia melalui tindakan-tindakannya (Wahana, 2004). Apabila nilai-nilai itu lenyap maka kehidupan masyarakat akan tidak beraturan, masing-masing manusia akan bertingkah laku berdasarkan kehendak sendiri. Kehilangan nilai sosial di masyarakat dapat mengakibatkan masyarakat kehilangan identitas dan kehancuran bagi masyarakat itu sendiri. Dalam sikap pergaulan kecil antar individu, kehilangan nilai sosial dalam interaksi antar individu dapat menimbulkan konflik antar individu, yang kuat akan menindas yang lemah, yang besar akan memperkosa yang kecil(Rostini, 2009). Hancurnya nilai sosial juga akan mengakibatkan hancurnya sistem sosial di masyarakat. Akibat terjadi penyimpangan-penyimpangan sosial dan masalah-masalah sosial. Contohnya, proses adaptasi nilai budaya barat yang tidak sesuai dengan nilai yang sebelumnya dianut oleh masyarakat Indonesia seperti pergaulan bebas yang banyak menimbulkan perilaku-perilaku yang tidak sesuai dengan nilai sosial masyarakat Indonesia. 4. Tanggapan Manusia Terhadap Nilai Tanggapan manusia terhadap nilai antara lain: a. Cara manusia memahami nilai Dalam perwujudannya, nilai tidak berada pada dirinya sendiri, melainkan selalu tampak pada kita sebagai yang ada pada pembawa nilai, atau objek bernilai. Untuk menemukan dan memahami nilai, peserta didik dapat dan harus memisahkan antara pemahaman terhadap objek nyata dengan nilai 10

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI yang termuat di dalamnya, dan mempertanyakan apakah keduanya dapat diketahui dengan cara yang sama, misalnya secara rasional indrawi. Misalnya, jika peserta didik melihat dua buah apel, kita melihat masing-masing buah tersebut dengan mata, tetapi kesamaan antara kedua buah apel tersebut dapat diketahui hanya dengan mata, melainkan perlu juga dengan pikiran. b. Sarana manusia memahami nilai Hati manusia merupakan suatu kesejajaran yang tepat antara keteraturan hati yang bersifat apriori dengan susunan nilai yang bersifat hierarkis objektif. Hati memiliki dalam dirinya sendiri suatu analog yang tepat dengan pikiran, meskipun tidak dipinjam dari logika pikiran. Terdapat hukum yang ditulis dalam hati yang berhubungan dengan rencana yang sesuai dengan dunia yang dibangun, yaitu dunia nilai. c. Sikap manusia terhadap nilai Nilai harus dicintai dan diwujudkan dalam hidup manusia sesuai dengan tingkatan tinggi rendahnya; tingkatan yang lebih tinggi harus didahulukan daripada yang lebih rendah. 5. Peranan Nilai bagi Manusia Dalam bukunya (Wahana,2004) nilai memiliki peranan pendorong dan pengaruh bagi pembentukan diri manusia melalui tindakan-tindakannya, antara lain: a. Peranan nilai bagi tindakan manusia Nilai merupakan objek sejati bagi tindakan merasakan yang terarah.Tersedianya nilai positif memungkinkan orang menangkap dan 11

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI merasakan nilai tersebut, dan mendorong bertindak untuk mewujudkannya dalam realitas, sedangkan terwujudnya nilai negatif mendorong orang yang merasakannya untuk bertindak menghapuskannya dari realitas kehidupan. b. Peranan nilai bagi pembentukan diri manusia Segala tindakan manusia terarah untuk merespon nilai yang ditemukan dan dirasakannya, yang mengandung suatu keharusan untuk mewujudkannya (terhadap nilai positif) serta untuk menghilangkannya atau menghapuskannya (terhadap nilai negatif).Ini berarti bahwa nilai-nilai memeiliki peran mengarahkan dan memberi daya tarik pada manusia dalam membentuk dirinya melalui tindakan-tindakannya. c. Tipe-tipe person bernilai sebagai model pembentukan manusia. Ada 5 nilai tipe person, yaitu (1) nilai kesenangan artis, (2) nilai kegunaan pemimpin, (3) nilai kehidupan pahlawan, (4) nilai kehidupan pahlawan, (5) nilai spiritual jenius, dan (6) nilai kekudusan santo. Nilai mempunyai peranan pendorong dan pengaruh bagi pembentukan diri manusia. Tersedianya nilai positif memungkinkan orang menangkap dan merasakan nilai tersebut, dan mendorong bertindak untuk mewujudkannya dalam realitas. Segala tindakan manusia terarah untuk merespon nilai yang ditemukan dan dirasakan, yang mengandung suatu keharusan untuk mewujudkannya. Ini berarti bahwa nilai-nilai memeiliki peran mengarahkan dan memberi daya tarik pada manusia dalam membentuk diri melalui tindakan-tindakan. 12

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6. Pendidikan Nilai Menurut Sastrapratedja (dalam Kaswardi, 1993) yang dimaksud pendidikan nilai ialah penanaman dan pengembangan nilai-nilai dalam diri seseorang. Dalam pengertian yang hampir sama, Mardiatmadja (dalam Mulyana, 2004) mendefinisikan pendidikan nilai sebagai bantuan terhadap peserta didik agar menyadari dan mengalami nilai-nilai serta menempatkannya secara integral dalam keseluruhan hidupnya. Jadi pada kesimpulannya, pendidikan nilai adalah pendidikan yang mensosialisasikan nilai-nilai kepada peserta didik.Pendidikan nilai sangatlah penting untuk diajarkan di seluruh program pendidikan, agar peserta didik tidak hanya mendapatkan ilmu, keterampilan dan teknologi saja, melainkan dapat mengembangkan aspek kepribadian, moral dan etik. Adapun tugas dari pendidikan nilai menurut Benoit (dalam Kaswardi, 1993) yaitu membuat orang sadar, bahwa nilai sebagai pedoman bertindak bersifat mendua, ada nilai positif dan nilai negatif.Oleh karena itu sebagai pendidik, harus berusaha sebaik mungkin mengarahkan, dan menjelaskan nilai-nilai positif kepada peserta didik. Benoit juga mengatakan bahwa pendidikan nilai tampil dalam cara yang berbeda-beda, tergantung dari apakah diberikan dalam keluarga, media massa, dalam gerakan remaja di sekolah, dan lain-lain. Dalam pelajaran PKn, nilai difungsikan untuk mengarahkan, mengendalikan, dan menentukan kelakuan seseorang karena nilai dijadikan 13

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI standar perilaku.Demikian juga yang dikatakan Djahiri (1991) bahwa PKn hendaknya tidak sekedar disampaikan arti, rumusan, percontohannya semata. Jadi pada kesimpulannya, pendidikan nilai adalah pendidikan yang mensosialisasikan nilai-nilai kepada peserta didik. Pendidikan nilai sangatlah penting untuk diajarkan di seluruh program pendidikan, agar peserta didik tidak hanya mendapatkan ilmu, keterampilan dan teknologi saja, melainkan dapat mengembangkan aspek kepribadian, moral dan etik. Oleh karena itu sebagai pendidik, harus berusaha sebaik mungkin mengarahkan, dan menjelaskan nilai-nilai positif kepada peserta didik. 7. Cinta Tanah Air Pengertian bangsa menurut Ernest Renan adalah kesatuan dari orangorang yang mempunyai persamaan latar belakang sejarah, pengalaman, serta perjuangan yang sama dalam mencapai hasrat untuk bersatu. Winataputra, (2008) mengatakan bahwa sekalipun bangsa Indonesia beraneka ragam, namun karena diikat oleh adanya kesamaan latar belakang sejarah, pengalaman, perjuangan dalam mencapai kemerdekaan, keturunan, adat istiadat, dan bahasa.Pada abad ke-18 muncul dengan paham nasionalisme.Paham Nasionalisme adalah suatu paham yang menganggap bahwa kesetiaan tertinggi atas setiap pribadi harus diserahkan kepada negara kebangsaan (Djahiri, 1991).Sama halnya dengan Slamet Muljana (1968), cinta tanah air atau nasionalisme adalah manifesti kesadaran bernegara atau semangat bernegara. 14

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Prinsip-prinsip yang termuat dalam nasionalisme menurut Sartono (1993) diantaranya:(1) Kesatuan (unity),(2) Kebebasan (liberty),(3) Kesamaan (equality), (4) Kepribadian (individuality), dan (5) Prestasi (performance). Selama pergerakan nasional kelima prinsip itu menjadi tujuan perjuangan.Mengingat keadaan di Indonesia dengan pluralismenya maka untuk mewujudkan prinsip pertama diperlukan dukungan ideologi Pancasila yang mempunyai potensi mentransedensi pluralitas etnisitas, religiositas, linguistik dan lain sebagainya (Sartono, 1993).Pancasila merupakan dasar negara bangsa Indonesia yang menjadi pandangan hidup bangsa Indonesia. Winataputra (2008) mengatakan dengan pandangan hidup inilah suatu bangsa akan memandang persoalan yang dihadapinya dan menentukan arah serta memecahkannya secara tepat. Jadi, tanpa memiliki pandangan hidup, suatu bangsa akan merasa terombang-ambing dalam menghadapi masalah yang besar. Berdasarkan uraian di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa warga negara yang baik adalah warga negara yang cinta akan tanah airnya sendiri. Dengan adanya keberagaman dalam suatu bangsa, dasar negara dapat dijadikan alat pemersatu bangsa. Berdasarkan uraian di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa warga negara yang baik adalah warga negara yang cinta akan tanah airnya sendiri. Dengan adanya keberagaman dalam suatu bangsa, dasar negara dapat dijadikan alat pemersatu bangsa. 15

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8. Kesadaran akan Nilai Kesadaran akan nilai berarti kesadaran akan berbagai hal yang berkaitan dengan nilai, antara lain: (1) menyadari akan adanya nilai sebagai kualitas yang perlu diusahakan, (2) menyadari akan peranan nilai yang menjadi daya tarik bagi kualitas untuk mewujudkannya, (3) menyadari akan sarana-sarana serta cara-cara yang perlu diusahakan demi terwujudnya nilai yang dituju, (4) menyadari sikap yang diperlukan demi terwujudnya nilai yang diharapkan, dan (5) menyadari tindakan yang perlu silakukan demi terwujudnya nilai yang menjadi tujuannya (Wahana: 2013). Sartono (1993) kesadaran nasional yaitu kesadaran yang menempatkan pengalaman, perilaku, serta tindakan individu dalam kerangka nasional.Sikap sadar tidak ada dalam diri seseorang, jika tanpa adanya rasa bangga terhadap bangsa Indonesia.Seperti halnya diungkapkan oleh Winataputra (2008) bahwa mencermati sewajarnyalah kondisi warga dan letak negara geografis Indonesia wilayah Indonesia, mempunyai sudah kebanggaan tersendiri.Karena Indonesia mempunyai begitu banyak keberagaman. Bangga menurut Winataputra (2008) adalah merasa berbesar hati atau merasa gagah karena mempunyai berbagai kelebihan atau keunggulan.Jadi, yang dimaksud dengan bangga sebagai bangsa Indonesia adalah merasa besar hati atau merasa berbesar jiwa menjadi bangsa Indonesia. Oleh karena itu, konsekuensi kalau kita merasa bangga sebagai bangsa Indonesia harus menjunjung tinggi nama baik bangsa dan negara dimanapun berada. Namun, konsekuensi tersebut nampaknya belum terbukti, seperti yang diungkapkan 16

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI oleh Amin (2011) bahwa salah satu pengaruh arus globalisasi disemua sendisendi kehidupan yaitu lunturnya nilai-nilai nasionalisme dan solidaritas yang sedang diderita anak negeri ini.Lunturnya nilai-nilai nasionalisme tersebut dikarenakan kurang adanya penanaman nilai nasionalisme dalam pendidikan. Upaya untuk menggalakkan kembali semangat nasionalisme melalui jalur pendidikan dapat ditempuh dengan melaksanakan pengintegrasian nilainilai nasionalisme dalam kegiatan pembiasaan pada satuan pendidikan sekolah dasar.Sartono (1993) mengatakan bahwa fungsi pendidikan kewarganegaraan sangatlah fundamental dalam rangka nation building.Hal tersebut merupakan proses sosialisasi yang membudayakan nilai-nilai nasionalisme beserta kebudayaan dan identitas nasionalnya, sehingga melembagalah etos bangsa dalam kepribadian individual serta kehidupan kolektif para warga negara. Hal tersebut juga dikatakan oleh Winataputra (2008), tugas dan peran PKn adalah menggariskan komitmen untuk melakukan proses pembangunan karakter bangsa. 9. Mata Pelajaran PKn a. Pengertian PKn sebagai pendidikan nilai Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI, 2008), pendidikan kewarganegaraan adalah program pendidikan yang membina para pelajar agar menjadi warga negara yang baik sebagai anggota keluarga, masyarakat, maupun sebagai warga negara.Pendidikan kewarganegaraan meliputi hubungan antara warganegara dan negara, serta pendidikan pendahuluan bela negara yang semua ini berpijak pada nilai-nilai budaya 17

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI serta dasar filosofi bangsa (Kaelan, 2007). Adapun objek material dalam PKn adalah segala hal yang berkaitan dengan warganegara baik empirik maupun yang non empirik, yaitu meliputi wawasan, sikap dan perilaku warga negara Indonesia dalam kesatuan bangsa dan negara.Selain itu PKn mengarah pada warga negara Indonesia dalam hubungannya dengan negara Indonesia pada upaya pembelaan negara Indonesia (Kaelan, 2007). PKn itu sendiri merupakan program pendidikan yang berlandaskan nilai Pancasila, dan merupakan wahana untuk mengembangkan dan melestarikan nilai luhur dan moral yang berakar pada budaya Bangsa Indonesia yang diharapkan dapat menjadi jati diri yang diwujudkan dalam bentuk perilaku dalam kehidupan sehari-hari para peserta didik, baik sebagai individu, sebagai anggota masyarakat, dan sebagai umat manusia makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. b. Tujuan Pembelajaran PKn Mata pelajaran PKn di SD diharapkan dapat meletakkan dasardasar kepribadian Indonesia yang didasari oleh nilai moral Pancasila dan secara khusus: 1) mengembangkan dan melestarikan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, 2) mengembangkan dan membina peserta didik yang sadar akan hak dan kewajibannya, taat pada peraturan yang berlaku, serta berbudi pekerti luhur, 3) membina peserta didik agar memahami dan menyadari hubungan antar sesama anggota keluarga, sekolah dan masyarakat, serta dalam kehidupan berbangsa dan bernegara 18

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (Wahab, 1997). Tujuan PKn berdasarkan DIRJEN DIKTI No. 43/DIKTI /kep-/2006 yang termuat dalam Kaelan (2007) dijabarkan sebagai berikut: 1) Visi PKn merupakan sumber nilai dan pedoman dalam pengembangan penyelenggaraan program studi, guna memantapkan kepribadian ebagai manusia seutuhnya. 2) Misi Membantu memantapkan kepribadiannya, agar secara konsisten mampu mewujudkan nilai-nilai dasar pancasila, rasa kebangsaan dan cinta tanah air dalam menguasai, menerapkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni dengan rasa tanggung jawab dan bermoral. 10. Materi Ajar Kelas 3 Materi ajar kelas 3 yang diteliti yaitu pada Standar Kompetensi 4. “memiliki kebanggaan sebagai bangsa Indonesia”. Kompetensi Dasar yang diteliti adalah 4.1 Mengenal kekhasan bangsa Indonesia, seperti kebhinekaan, kekayaan alam, keramahtamahan dan 4.2 “menampilkan rasa bangga sebagai anak Indonesia” (Depdikbud, 2007). Berikut ini akan di uraikan materi pelajaran kelas 3 Sekolah Dasar tersebut tentang cinta tanah air. Dalam (Purwanto, 2008) mengatakan bahwa bangsa Indonesia memiliki tiga ciri khas. Ciri khas bangsa Indonesia yang pertama adalah memiliki keanekaragaman suku, budaya, dan adat istiadat seperti pakaian adat, rumah adat, tarian daerah, alat musik 19

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI daerah, dan makanan tradisional. Ciri khas kedua yang dimiliki oleh bangsa Indonesia adalah kekayaan alam yang melimpah, yang harus dilestarikan serta dapat diolah untuk dimanfaatkan hasilnya. Ciri khas ketiga yaitu sikap keramahtamahan dan kegotongroyongan warga bangsa Indonesia. Dengan berbagai ciri khas yang dimiliki oleh bangsa Indonesia, kita sebagai anak Indonesia harus bangga terhadap bangsa kita sendiri. Kebanggaan terhadap bangsa Indonesia dapat kita lakukan dengan menggunakan produk buatan dalam negeri dan mewujudkan usaha-usaha dalam membangun bangsa Indonesia. 11. Pembelajaran pedagogi reflektif Pengertian Pembelajaran pedagogi reflektif (PPR) merupakan pendekatan pembelajaran yang dilandaskan pada nilai- nilai kristiani. Subagya (2010) menyatakan bahwa proses pembelajaran dengan pendekatan PPR membawa peserta didik untuk menyelesaikan satu siklus yang berkesinambungan, yaitu konteks pengalaman, refleksi, aksi, evaluasi. Setiap aspek selalu berkaitan dan tidak boleh dipisah-pisahkan. Proses pembelajaran menggunakan PPR bertujuan untuk membentuk pribadi peserta didik yang utuh, yang berprestasi dalam nilai kognitif (competence), mempunyai hati nurani yang tajam (conscience), dan mempunyai jiwa sosial yang tinggi (compassion). Menurut tim redaksi Kanisius (2008) pembelajaran pedagogi reflektif merupakan suatu model pendidikan yang menyediakan solusi dalam pelayanan untuk mengarahkan manusia menuju pengembangan hidup sesuai dengan nilai-nilai 20

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Kristiani, yakni persaudaraan, solidaritas, saling menghargai, dan mengasihi tanpa mengubah kebijakan yang telah ada. Pembelajaran pedagogi reflektif merupakan pendekatan pembelajaran yang dilandaskan pada nilai-nilai kristiani. Dengan pendekatan PPR membawa peserta didik untuk menyelesaikan satu siklus yang berkesinambungan, yaitu konteks, pengalaman, refleksi, aksi, dan evaluasi. Ciriciri esensialPembelajaran pedagogi reflektif (PPR) adalah sebagai berikut (Subagya, 2010): a) Pembelajaran pedagogi reflektif dapat diterapkan dalam semua kurikulum. b) Pembelajaran pedagogi reflektif fundamental untuk proses belajar mengajar. c) Pembelajaran pedagogi reflektif menjamin para pengajar menjadi pengajar yang lebih baik. d) Pembelajaran pedagogi reflektif mempribadikan proses belajar dan mendorong pelajar merefleksikan makna dan arti yang dipelajari. Jadi dengan ciri-ciri yang disebutkan di atas, Pembelajaran pedagogi reflektif dapat memudahkan pendidik dalam proses yang mengajar dengan baik dan mendorong peserta didik untuk merefleksikan makna dan arti yang telah dipelajari. Sedangkan tujuan pembelajaran pedagogi reflektif menurut Tim Ignatian pembelajaran pedagogi reflektif (PPR) memiliki tujuan yaitu: 21

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI a) Tujuan PPR bagi pendidik antara lain: 1. Semakin memahami peserta didik. 2. Semakin bersedia mendampingi perkembangannya. 3. Semakin lebih baik dalam menyajikan materi ajarnya. 4. Memperhatikan kaitan perkembangan intelektual dan moral. 5. Mengadaptasi materi dan metode ajar demi tujuan pendidikan. 6. Mengembangkan daya reflektif dengan pengalaman sebagai pendidik, pengajar, dan pendamping. b) Tujuan PPR bagi peserta didik antara lain: 1. Manusia bagi sesama 2. Manusia utuh 3. Manusia yang secara intelektual berkompeten, terbuka untuk perkembangan religius. 4. Manusia yang sanggup mencintai dan dicintai. 5. Manusia yang berkomitmen untuk menegakkan keadilan dalam pelayanannya pada orang lain (umat Allah). 6. Manusia yang berkompeten dan hati nurani. Pola Pembelajaran pedagogi reflektifmenurut Subagya (2008) meliputi konteks, pengalaman, refleksi, aksi, dan evaluasi. Menurut Subagya (2008) pola PPR menggambarkan pelaksanaan PPR yang dapat dilakukan pendidik sebagai berikut: 22

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Refleksi: Memperdalam pemahaman. Mencari makna kemanusiaan, kemasyarakatan. Menyadari motivasi,dorongan, keinginan. Konteks Pengalaman: Mempelajari sendiri, latihan kegiatan sendiri (lawan ceramah). Tanggapan afektif terhadap yang dilakukan, latihan dari yang dipelajari Aksi: Memutuskan untuk bersikap, berminat, berbuat perbuatan konktet Evaluasi: Evaluasi ranah intelektual. Evaluasi perubahan pola pikir, sikap, perilaku peserta didik T U J U A N Gambar 1. Peta Konsep Pelaksanaan PPR (Subagya, 2008) Beradasarkan kerangka di atas maka dijelaskan sebagai berikut, (Subagya, 2008): a. Konteks Konteks lebih ditekankan pada objek pembelajaran dimana materi dari pembelajaran yang disampaikan oleh pendidik dapat memberikan nilai-nilai kemanusiaan pada peserta didik yang berguna dalam kehidupan mereka. Banyak konteks yang dipelajari peserta didik dalam pembelajaran untuk menumbuhkembangkan pendidikan, yaitu wacana tentang nilai-nilai yang ingin dikembangkan, penghayatan mengenai nilai-nilai yang diperjuangkan dan yang terakhir hubungan antar peserta didik dengan pendidik. 23

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Selama proses pembelajaran berlangsung, hendaknya pendidik menjadi fasilitator guna menyemangati peserta didik agar memiliki nilai-nilai yang hendak tercapai, misalnya nilai solidaritas, tanggung jawab, penghargaan terhadap sesama dan masih banyak lagi. Sebagai pendidik yang ditiru oleh peserta didik, sebaiknya pendidik memberikan contoh penghayatan mengenai nilai-nilai yang diperjuangkan. Melalui itu, peserta didik bisa melihat, bersikap dan akhirnya berperilaku sesuai dengan nilai yang diharapkan. Hubungan baik antar peserta didik dan pendidik akan membantu peserta didik untuk mempelajari dan kemudian mengaplikasikan nilai-nilai yang hendak dicapai. b. Pengalaman Pembelajaran yang baik merupakan pembelajaran dimana peserta didik dapat merasakan langsung atau diberi pengalaman terhadap apa yang sedang mereka pelajari. Melalui pengalaman yang diberikan oleh pendidik diharapkan peserta didik dapat menumbuhkan persaudaraan, solidaritas dan saling memuji melalui kelompok kecil yang direkayasa oleh pendidik. Seringkali dalam kegiatan pembelajaran ada beberapa Kompetensi Dasar (KD) yang sangat sulit bagi pendidik untuk memberikan pengalaman langsung bagi peserta didik. Apabila ini terjadi, pendidik bisa mensiasati dengan memberikan pengalaman tidak langsung. Pengalaman tidak langsung ini bisa dilakukan dengan cara bermain peran, melihat tayangan video atau gambar, dan masih banyak lagi. 24

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI c. Refleksi Refleksi dilakukan setelah peserta didik mendapatkan pengalaman belajar. Pendidik membantu peserta didik dalam melakukan refleksi dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang membantu peserta didik memahami, mendalami dan meyakini temuannya. Melalui kegiatan refleksi ini diharapkan peserta didik mampu meyakini makna nilai yang terkandung didalam pengalamannya dan peserta didik dapat membentuk pribadi mereka sesuai dengan nilai yang terkandung dalam pengalamannya itu. d. Aksi Kegiatan aksi dilakukan oleh peserta didik dengan bantuan pendidik yang memfasilitasi peserta didik melalui pertanyaan aksi agar peserta didik terbantu untuk membangun niat dan bertindak sesuai dengan hasil refleksinya. Peserta didik membangun niat yang sesuai dengan kemauannya membentuk pribadi peserta didik agar nantinya (lama-kelamaan) menjadi pejuang bagi nilai-nilai yang direfleksikannya. e. Evaluasi Keharusan seorang pendidik setelah pemberian materi pembelajaran yaitu melakukan evaluasi atas pencapaian kompetensi peserta didik dari sisi akademik. Tujuan dilakukan evaluasi ini dilakukan untuk melihat apakah ada perkembangan dalam diri peserta didik dari sisi akademik. Selain itu, pemberian evaluasi juga diberikan untuk melihat apakah peserta didik sudah mampu mencapai kompetensi yang ingin dicapai atau belum. 25

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Karakter peserta didik yang diharapkan dalam pembelajaran menggunakan Pembelajaran Pedagogi Reflektif (PPR) ini yaitu karkter yang bercirikan competence, consience dan compassion. Tidak hanya salah satu karakter yang diharapkan dimiliki peserta didik, tetapi ketiga karakter tersebut sebagai identitas yang melekat dalam diri peserta didik. Ketiga ciri karakter tersebut harus dipertimbangkan oleh pendidik dalam memberikan evaluasi pembelajaran. Pendidik perlu mengidentifikasi indikator-indikator yang dapat diukur sebagai penanda ketercapaiannya. Kelebihan PPR menurut Subagya (2008) PPR mempunyai kelebihan-kelebihan diantarany: a. Murah meriah Dalam pembelajaran tidak memerlukan sarana atau prasarana khusus, kecuali yang dibutuhkan oleh bidang studi yang bersangkutan. Misalnya untuk menumbuhkan persaudaraan, solidaritas, saling menghargai, yang diperlukan adalah pengalaman yang dapat tercapai melalui belajar dengan kerja sama kelompok yang kemudian direfleksikan dan ditindaklanjuti dengan aksi, evaluasi dalam belajar dengan kerja sama kelompok. b. Segala kurikulum PPR dapat diterapkan pada semua kurikulum. Pembelajaran pedagogi reflektif ini tidak menuntut tambahan bidang studi baru, jam pelajaran tambahan, maupun peralatan khusus. Hal pokok yang dibutuhkan hanyalah pendekatan baru pada cara pendidik dalam mengajarkan mata pelajaran yang ada. 26

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI c. Cepat kelihatan hasilnya Kenyataan denga menggunakan PPR dapat diamati di sekolah-sekolah yang telah menerapkannya. Peserta didik akan terlihat akrab satu sama lain, mau solider dan saling menbantu dalam belajar, mau saling menghargai satu sama lain. Pengelolaan kelas menjadi mudah, kenakanlan berkurang. Secara garis besar dapat disimpulkan yaitu: 1. Dari segi integrasi a. Pembelajaran berpola PPR murah b. Tidak terhambat adanya kurikulum baru c. mengajarkan dan melatih nilai-nilai kristiani 2. Dari segi pengalaman a. Tidak memerlukan banyak aturan b. Pendidikan yang otentik 3. Dari segi pendidikan kemanusiaan: a. Ciri khas sekolah dapat diwujudkan b. Menjadikan keunggulan sekolah yang tidak dapat diungguli sekolah lain 2.2 Hasil Penelitian yang Relevan Nicodemus (2012) meneliti peningkatan sikap, minat dan prestasi belajar peserta didik dengan menggunakan pendekatan Pedagogi Reflektif pada mata pelajaran IPS bagi peserta didik kelas 5 SD Kanisius Gayam Yogyakarta tahun pelajaran 2010/2011. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata sikap belajar peserta didik kondisi awal : siklus I : 27

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI siklus II mengalami peningkatan secara signifikan, demikian juga pada nilai rata-rata minat belajar peserta didik dan pada nilai rata-rata prestasi belajar peserta didik. Indikator nilai rata-rata sikap belajar = 61,38 : 68,33 : 80,93, nilai rata-rata prestasi belajar = 67,50 : 69,31 : 78,75 dan rata-rata minat belajar peserta didik = 58,25 : 71,25 : 81,47. Agustina (2011) meneliti peningkatan competence, conscience dan compassion (3C) dengan menggunakan pendekatan Pembelajaran Pedagogi Reflektif (PPR) dalam pembelajaran tematik bagi peserta didik kelas 3A SD Kanisius Demangan Baru I tahun ajaran 2010/2011. Jenis penelitian yang dilakukan merupakan jenis Penelitian Tindakat Kelas (PTK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 3 peserta didik kelas 3A mengalami peningkatan. Nilai competencepeserta didik yaitu 78,97 : 79,35 : 90,9, untuk Conscience yaitu 78,7 menjadi 90. Sedangkan untuk compassion 75,7 menjadi 90. Theresia (2011) meneliti penerapan Pembelajaran Pedagogi Reflektif dalam pembelajaran tematik untuk meningkatkan competence, conscience dan compassion kelas 3C SD Kanisius Demangan Baru I. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subyek penelitian peserta didik kelas 3C. Mata pelajaran tematik yang terkait dalam penelitian ini yaitu IPA dan Bahasa Indonesia. Untuk mata pelajaran IPA, peningkatan competence yaitu 69,45 : 73,66 : 78,28, conscience yaitu 78 : 86 dan compassion yaitu 78 : 85. Sedangkan 28

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia peningkatan untuk competence yaitu 68,91 : 72,83 : 77. Nila (2013) meneliti Pembelajaran PKn Dengan Model Pembelajaran Kooperatif Untuk Meningkatkan Kesadaran Akan Nilai Cinta Tanah Air Kelas 3 SDN Adisucipto 1. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kesadaran akan nilai cinta tanah air menggunakan model pembelajaran kooperatif teknik mencari pasangan pada peserta didik kelas 3 SDN Adisucipto 1 Tahun Ajaran 2012/2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif teknik mencari pasangan berpengaruh secara signifikan terhadap kesadaran peserta didik akan nilai cinta tanah air. Hal ini ditunjukkan dengan harga sig (2 tailed) > 0,05 yaitu 0,440 untuk kelompok kontrol dan harga sig (2-tailed) < 0,005 yaitu 0,000 untuk kelompok eksperimen. Sehingga H0 ditolak dan H1 diterima dengan kata lain model kooperatif berpengaruh secara signifikan terhadap kesadaran peserta didik akan nilai cinta tanah air. 29

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Kontribusi penelitian: Penelitian Apa yang diteliti Agustina (2011) meneliti peningkatan competence, conscience dan compassion (3C) dengan enggunakan pendekatan Pembelajaran Pedagogi Reflektif (PPR) dalam pembelajaran tematik bagi peserta didik kelas IIIA SD Kanisius Demangan Baru I tahun ajaran 2010/2011. Meneliti peningkatan competence, conscience dan compassion (3C) dengan enggunakan pendekatan Pembelajaran Pedagogi Reflektif (PPR) dalam pembelajaran tematik. Meneliti penerapan Pembelajaran Pedagogi Reflektif dalam pembelajaran tematik untuk meningkatkan competence, conscience dan compassion. Theresia (2011) meneliti penerapan Pembelajaran Pedagogi Reflektif dalam pembelajaran tematik untuk meningkatkan competence, conscience dan compassion. Nicodemus (2012) meneliti peningkatan sikap, minat dan prestasi belajar peserta didik dengan menggunakan pendekatan Pedagogi Reflektif pada mata pelajaran IPS bagi peserta didik kelas V SD Kanisius Gayam Yogyakarta tahun pelajaran Minat dan prestasi belajar peserta didik menggunakan Pendekatan Pedagogi Reflektif. Meneliti Pembelajaran PKn Dengan Model Pembelajaran Kooperatif Untuk Meningkatkan Kesadaran Akan Nilai Cinta Tanah Air. Nila (2013) meneliti Pembelajaran PKn Dengan Model Pembelajaran Kooperatif Untuk Meningkatkan Kesadaran Akan Nilai Cinta Tanah Air. Dari sekian sumber yang relevan maka peneliti akan meneliti Penerapan Pedagogi Reflektif untuk meningkatkan kesadaran peserta didik akan nilai cinta tanah air. Gambar 2. Kontribusi penelitian 30

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Dari keempat penelitian di atas menyebutkan bahwa hasil dari penerapan metode PPR dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Agustin (2011) meneliti peningkatan competence, conscience dan compassion (3C) dengan enggunakan pendekatan Pembelajaran Pedagogi Reflektif (PPR) dalam pembelajaran tematik.Theresia (2011) meneliti penerapan Pembelajaran Pedagogi Reflektif dalam pembelajaran tematik untuk meningkatkan competence, conscience dan compassion.Nicodemus (2012) minat dan prestasi belajar peserta didik menggunakan Pendekatan Pedagogi Reflektif.Nila (2013) meneliti Pembelajaran PKn Dengan Model Pembelajaran Kooperatif Untuk Meningkatkan Kesadaran Akan Nilai Cinta Tanah Air. Dengan demikian peneliti akan meneliti Penerapan Pedagogi Reflektif untuk meningkatkan kesadaran peserta didik akan nilai cinta tanah air. 2.3 Kerangka Berpikir Pembelajaran dengan menggunakan model PPR akan meningkatkan kesadaran peserta didik akan nilai. Pembelajaran PKn sebagai pendidikan nilai diharapkan meningkatkan kesadaran peserta didik akan nilai cinta tanah air di lingkungannya. Maka PPR merupakan model yang cocok untuk meningkatkan kesadaran peserta didik akan nilai cinta anah air. Sehingga melalui PPR akan lebih membantu peserta didik untuk meningkatkan sikap dalam cinta tanah air di lingkungan. Hal ini sesuai dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang dipilih oleh peneliti yaitu dengan Standar Kompetensi: 4. Memiliki kebanggan sebagai bangsa Indonesia. Kompetensi Dasar: 4.2 Menampilkan rasa bangga 31

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI sebagai anak Indonesia. Jika metode PPR diterapkan pada pembelajaran PKn kelas 3 SD Kanisius Totogan, maka akan berpengaruh terhadap nilai cinta tanah air berupa sikap menghargai, menjaga, melestarikan, dan bangga akan bangsa Indonesia. Kesadaran peserta didik akan nilai yang terkandung dalam Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) diharapkan dapat meningkat setelah pendidikmenyampaikan pembelajaran dengan menggunakan Pembelajaran Pedagogi Reflektif (PPR). Kesadaran akan nilai bagi peserta didik sangat penting diberikan sedini mungkin. PPR membantu peserta didik dalam menyadari akan nilai yang ingin diajarkan melalui pengalaman yang dilanjutkan lewat refleksi dan kemudian diaplikasikan melalui aksi. Kondisi awal Tindakan Kondisi akhir Pembelajaran konvensional Penerapan PPR Kesadaran peserta didik akan nilai cinta tanah air Gambar 3. Kerangka Berfikir 32 Kesadaran peserta didik akan nilai cinta tanah air Siklus 1&2

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2.4 Hipotesis Tindakan 1.4.1 Hipotesis 1 Proses pembelajaran di SD Kanisius Totogan menggunakan Pembelajaran Pedagogi Reflektif meliputi Konteks, Pengalaman, Reflektif, Aksi, dan Evaluasi. Konteks lebih ditekankan pada objek pembelajaran yang disampaikan guru dapat memberikan nilai kemanusiaan yang berguna bagi kehidupan mereka.Pengalaman yaitu pembelajaran dimana peserta didik dapat merasakan langsung.Refleksi dilakukan setelah peserta didik melakukan pembelajaran.Aksi dilakukan peserta didik dengan bantuan fasilitator.Evaluasi yaitu melihat apakah ada perkembangan dalam diri peserta didik setelah melakukan pembelajaran. 1.4.2 Hipotesis 2 Penerapan Pembelajaran Pedagogi Reflektif (PPR) dalam mata pelajaran PKN materi cinta tanah air dapat meningkatkan kesadaran peserta didik akan nilai cinta tanah air kelas 3 semester genap SD Kanisius Totogan tahun pelajaran 2013/ 2014. 33

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN Pada bab III ini akan dibahas jenis penelitian, setting penelitian, persiapan, rencana setiap siklus, jadwal penelitian, instrumen penelitian, teknik pengumpulan data, dan teknik analisis data. 3.1 Jenis Penelitian Penelitian ini termasuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian Tindakan Kelas merupakan penelitian praktis yang dimaksud untuk memperbaiki atau meningkatkan mutu pembelajaran di kelas dan upaya penelitian ini dilakukan dengan melaksanakan tindakan untuk mencari jawaban atas permasalahan yang terjadi. Permasalahan diangkat dari kegiatan tugas sehari-hari yang dilakukan dikelas. Susilo (2007) mendiskripsikan penelitian tindakan kelas dilakukan melalui empat langkah utama yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Empat langkah utama yang saling berhubungan dalam pelaksanaan penelitian tindakan kelas sering disebut dengan istilah siklus. Pelaksanaan penelitian tindakan kelas dilakukan minimal satu siklus. Oleh karena itu apabila pada siklus pertama belum menampakkan peningkatan hasil yang ingin dicapai maka dapat dilakukan dengan siklus kedua.Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar siklus Penelitian Tindakan Kelas di bawah ini. 34

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Siklus berikutnya Perencanaan Perencanaan Refleksi Pelaksanaan Refleksi Pelaksanaan Pengamatan n Pengamatan Siklus 1 Siklus 2 Gambar 4. Siklus Penelitian Tindakan Kelas menurut Kemmisdan McTaggart(Wiraatmadja :2005) Tahapan-tahapan Penelitian Tindakan Kelas dalamsetiap siklusnya adalah sebagai berikut: 1. Perencanaan Penentuan perencanaan dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu perencanaan umum dan perencanaan khusus. Perencanaan umum dimaksudkan untuk menyusun rancangan yang meliputi keseluruhan aspek yang terkait PTK antara lain identifikasi masalah, analisis penyebab adanya masalah, dan bentuk tindakan yang akan dilakukan. Sedangkan, perencanaan khusus dimaksudkan untuk menyusun rancangan dari siklus per siklus. 35

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2. Pelaksanaan Pelaksanaan dalam penelitian tindakan kelas dilakukan mengacu pada perencanaan yang telah dibuat. Pelaksanaan tindakan dilakukan untuk memecahkan masalah yang terjadi. Setelah ditetapkan bentuk pelaksanaan tindakan yang akan dilakukan, maka langkah berikutnya adalah menerapkan tindakan tersebut dalam proses pembelajaran yang sesuai dengan rencana pembelajaran yang sudah dibuat. 3. Pengamatan Pengamatan dilakukan untuk mengetahui dan memperoleh gambaran lengkap tentang proses pembelajaran mengenai cinta tanah air. Pengamatan atau monitoring dapat dilakukan sendiri. Pada saat monitoring pengamat haruslah mencatat semua peristiwa atau hal yang terjadi di dalam kelas penelitian yaitu kelas 3 Semester IISDKanisius Totogan”. 4. Refleksi Refleksi dalam penelitian tindakan kelas ini dilakukan untuk memikirkan dan merenungkan tentang proses pembelajaran yang dilakukan sebagai evaluasi pendidik serta tim pengamat yang dilakukan dalam penelitian tindakan kelas. Refleksi ini dilakukan dengan cara mendiskusikan berbagai masalah yang timbul di dalam kelas dan untuk mengukur apakah tindakan dalam siklus pertama sudah mencapai tujuan yang diinginkan. Dengan refleksi ini, peneliti dapat menentukan apakah tetap melanjutkan ke siklus berikutnya atau berhenti karena masalah sudah terpecahkan. 36

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3.2 Setting Penelitian 3.2.1 Tempat Penelitian Tempat penelitian ini dilaksanakan di SD Kanisius Totogan, Madurejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta 3.2.2 Subjek Penelitian Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik SD Kanisius Totogan tahun pelajaran 2012/2013 kelas 3yang berjumlah 21peserta didik. 3.2.3 Objek Penelitian Objek penelitian ini adalah pada mata pelajaran PKn tentang rasa cinta tanah air kelas 3 SD Kanisius Totogan. 3.2.4 Waktu Penelitian Penelitian pada bulan Januari – Juli 2014 3.3 Persiapan a. Permintaan ijin kepada Kepala SD Kanisius Totogan Permintaan ijin dilakukan sebagai langkah awal dalam penelitian di SD, agar kegiatan penelitian dapat berjalan dengan lancar oleh persetujuan dari pihak sekolah dan mendapatkan data yang sesuai. b. Wawancara Wawancara dilakukan untuk mencari informasi tentang kondisi awal kesadaran peserta didik akan nilai cinta tanah air, serta model pembelajaran yang digunakan pendidik dalam menyampaikan materi belajar. Informasi-informasi diperoleh dari hasil wawancara dengan wali kelas III. 37

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI c. Identifikasi masalah Setelah memperoleh data dan hasil wawancara, peneliti dapat mengidentifikasi masalah yang terjadi dan menentukan tindakanselanjutnya. d. Mengkaji kompetensi dasar dan materi pokoknya Hal ini dilakukan dengan merumuskan isi dan materi KD yang bermasalah sehingga diperoleh indikator yang bermasalah. 3.4 Kegiatan Setiap Siklus Penelitian Tindakan kelas ini akan dilakukan dalam 2 siklus dengan penjabaran dari masing-masing siklus adalah: 1. Siklus 1 Siklus pertama dilakukan dalam satu kali pertemuan dengan 3JP. Pelaksanaan pembelajaran dalam tiap tahapan pada siklus 1 adalah: a) Perencanaan Peneliti mendalami silabus, menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, bahan ajar dan mempersiapkan metode-metode yang akan digunakan dalam pembagian kelompok. b) Pelaksanaan Tindakan 1. Pendidik bersama peserta didik menyanyikan lagu “Dari Sabang Sampai Merauke” 2. Pendidik memberikan apersepsi tentang kebudayaan 3. Pendidik menyampaikan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai 4. Pemberian motivasi dan acuan dalam pembelajaran oleh pendidik 38

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5. Pendidik memberikan gambaran tentang kebudayaan di Indonesia 6. Peserta didik mengamati gambar-gambar keanekaragaman budaya Indonesia 7. Peserta didik menyebutkan salah satu kebudayaan Indonesia yang diketahui 8. Peserta didik dibagi dalam 5 kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 4 dan 5 anak 9. Masing-masing kelompok mengerjakan tugas yang diberikan oleh pendidik dengan berkerjasama dan berdiskusi 10. Pendidik dan peserta didik melakukan Tanya jawab 11. Pendidik bersama peserta didik membuat rangkuman bersama atas pembelajaran yang telah dilalui 12. Peserta didik mengerjakan tes atau evaluasi 13. Pendidik bersama peserta didik melakukan refleksi bersama atas pembelajaran yang telah dilalui c) Pengamatan Pada siklus pertama ini peneliti bertindak sebagai pengamat.Peneliti mencatat segala hal yang terjadi mulai dari kegiatan awal hingga kegiatan akhir pembelajaran. Peneliti menuangkan hasil pengamatan yang didapat pada lembar observasi, Selain mengamati proses pembelajaran peneliti juga mengamati ke aktif-an peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran dan juga perlakuan pendidik dalam pengelolaan kelas. 39

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI d) Refleksi Pada tahapan refleksi peneliti mengolah hasil dari pemaparan pengamatan yang diperoleh.Peneliti mengidentifikasi kesulitan dan hambatan yang ada pada pembelajaran siklus pertama. 2. Siklus 2 a) Perencanaan Berdasarkan hasil refleksi pada siklus pertama peneliti memperbaiki tindakan pada siklus kedua.Peneliti dapat memperbaiki pada RPP ataupun memberikan masukan kepada pendidik atas pelaksanaan pembelajaran ataupun pengelolaan kelas. b) Tindakan 1. Pendidik bersama peserta didik menyanyikan lagu “Dari Sabang Sampai Merauke” 2. Pendidik memberikan apersepsi tentang kebudayaan 3. Pendidik menyampaikan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai 4. Pemberian motivasi dan acuan dalam pembelajaran oleh pendidik 5. Pendidik memberikan gambaran tentang kebudayaan di Indonesia 6. Peserta didik mengamati gambar-gambar aktivitas masyarakat pada saat melakukan gotong royong 7. Peserta didik menyebutkan salah satu kebudayaan Indonesia yang diketahui 8. Peserta didik dibagi dalam 5 kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 4 dan 5 anak 40

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9. Masing-masing kelompok mengerjakan tugas yang diberikan oleh pendidik dengan berkerjasama dan berdiskusi 10. Pendidik dan peserta didik melakukan Tanya jawab 11. Pendidik bersama peserta didik membuat rangkuman bersama atas pembelajaran yang telah dilalui 12. Peserta didik mengerjakan tes atau evaluasi 13. Pendidik bersama peserta didik melakukan refleksi bersama atas pembelajaran yang telah dilalui c) Observasi Pada siklus kedua peneliti bertindak sebagai pengamat.Peneliti mencatat segala hal yang terjadi mulai dari kegiatan awal hingga kegiatan akhir pembelajaran. Peneliti menuangkan hasil pengamatan yang didapat pada lembar observasi, Selain mengamati proses pembelajaran peneliti juga mengamati ke aktifan peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran dan juga perlakuan pendidik dalam pengelolaan kelas. d) Refleksi Peneliti mengidentifikasi hasil dari pengamatan siklus ke dua. Peneliti membandingkan hasil observasi mengenai kesadaran peserta didik akan cinta tanah air dengan panduan wawancara terhadap pendidik dan beberapa peserta didik. Peneliti melihat peningkatan kesadaran peserta didik.Apabila peningkatan sudah mencapai target, maka siklus dapat dihentikan. 41

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3.5 Jadwal Penelitian Pelaksanaan penelitian dilaksanakan dari bulan Januari- Juli 2014 dengan jadwal sebagai berikut: Tabel 1. Jadwal Penelitian No Kegiatan Bulan Januari 1. Februari Maret Observasi pra penelitian 2. Penyusunan proposal 3. Permohonan ijin penelitian 4. Pengumpulan data 5. Pengelolaan data 6. Penyusunan laporan 7. Ujian skripsi 42 April Mei Juni Juli Agustus

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3.6 Instrumen Penelitian Instrumen penelitian merupakan alat ukur dalam penelitian (Sugiyono, 2010).Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrument penelitian non tes.Instrument penelitian non tes yang digunakan peneliti yaitu lembar skala sikap yang disusun oleh peneliti bersama dengan teman sejawat kelompok Cinta Tanah Air. Instrument skala sikap ini terdiri atas lima indikator yang kemudian dijabarkan ke dalam beberapa pernyataan. Indikator diambil dari (Wahana,2013) yang merupakan indikator kesadaran akan nilai. Berikut lima indikator yang digunakan oleh peneliti sebagai pedoman skala sikap. Tabel 2. Indikator Skala Sikap(Wahana,2013) No Indikator 1 Menyadari akan adanya nilai sebagai kualitas yang perlu diusahakan 2 Menyadari akan peranan nilai yang menjadi daya tarik manusia untuk mewujudkannya 3 Menyadari akan sarana-sarana serta cara-cara yang perlu diusahakan demi terwujudnya nilai yang akan dituju 4 Menyadari sikap yang diperlukan demi terwujudnya nilai yang diharapkan 5 Menyadari tindakan yang perlu dilakukan demi terwujudnya nilai yang menjadi tujuan 43

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Dari kelima indikator tersebut, kemudian dirinci ke dalam beberapa pernyataan atau deskriptor yang disusun oleh peneliti bersama dengan peneliti lain melakukan penelitian payung yang dibimbing oleh dosen pembimbing. Deskriptor diambil dari buku-buku PKn SD kelas 3 dengan materi Bangga Sebagai Bangsa Indonesia. Indikator dalam skala sikap ini dijabarkan ke dalam 68 deskriptor. Deskriptor-deskriptor ini terdiri pernyataan favourable dan pernyataan unfavourable. Skala sikap ini disusun berdasarkan Skala Likert. Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial (Sugiyono, 2010). Skala Likert disusun dalam bentuk suatu pernyataan dan diikuti oleh pilihan respon yang menunjukkan suatu tingkatan. Terdapat lima alternatif jawaban yaitu “Sangat Setuju (SS)”, “Setuju (S)”, “Cukup (C)”, “Tidak Setuju (TS)”, “Sangat Tidak Setuju (STS)”. Peneliti menghilangkan alternatif jawaban “Cukup (C)” karena, “Cukup(C)” dapat menimbulkan keragu-raguan antara “Sangat Setuju (SS)” dan “Setuju (S)” hal ini dilakukan agar peserta didik memiliki alternatif jawaban. Oleh karena itu, peneliti menghilangkan jawaban alternatif jawaban “Cukup (C)”.Berikut ini adalah Skala Likertyang sudah dimodifikasi dan skor untuk pernyataan favourable dan pernyataan unfavourable: 1) Pernyataan favourable, dengan pilihan jawaban dan skor: a. Sangat Setuju (SS) : skor 5 b. Setuju (S) : skor 4 c. Tidak Setuju (TS) : skor 2 44

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI d. Sangat Tidak Setuju (STS) : skor 1 2) Pernyataan unfavourable, dengan pilihan jawaban dan skor: a. Sangat Setuju (SS) : skor 1 b. Setuju (S) : skor 2 c. Tidak Setuju (TS) : skor 4 d. Sangat Tidak Setuju (STS) : skor 5 Berikut ini kisi-kisi dari skala siakp yang akan disebarkan kepada responden. Tabel 3. Kisi-kisi Pernyataan Skala Sikap 1. Menyadari akan adanya nilai sebagai kualitas yang perlu diusahakan 5 Pernyataan favourable Saya peduli terhadap lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya Saya menyukai budaya daerah lain Makanan cepat saji (Pizza Hut, KFC,Mc Donald, dll) adalah makanan yang tidak sehat Saya suka menanam pohon dikebun Mencintai produk dalam negeri 6 Saya bersikap jujur 7 Mengikuti upacara, merupakan wujud untuk menghargai jasa para pahlawan Saya suka mengenakan pakaian dengan motif batik Saya memelihara dan merawat binatang peliharaan dirumah Saya suka membaca buku untuk memperoleh wawasan pengetahuan No 1 2 3 4 8 9 10 45 Pernyataan unfavourable Saya kurang peduli terhadap lingkungan dengan membuang sampah sembarangan Saya kurang menyukai budaya daerah lain Saya menyukai makanan cepat saji karena instan dan tanpa harus membuat sendiri Ada orang menebang pohon dihutan Saya lebih suka menggunakan produk luar negeri Saya mencontek untuk mendapat nilai bagus Saya malas mengikuti upacara Saya lebih suka mengenakan kaos dan celana jeans Ada orang yang suka berburu binatang dan menjualnya Internet mebuat saya malas untuk membaca buku

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2. Menyadari akan peranan nilai yang menjadi daya tarik manusia untuk mewujudkannya No 1 2 3 4 5 3. Pernyataan favourable Pernyataan unfavourable Saya senang belajar Bahasa Saya lebih suka belajar Bahasa Indonesia asing (inggris) Menghibur teman yang sedih Saya kurang peduli jika ada teman yang sedang sedih Saya sangat bersemangat saat Saya malas-malasan saat mengikuti mengikuti upacara upacara Saya tertarik untuk mempelajari Saya lebih tertarik tarian modern tarian tradisional Saya suka mengenakan kain Saya kurang suka mengenakan kain bermotif batik sebagai ciri khas batik sebagai ciri khas Negara Indonesia Indonesia Menyadari akan sarana-sarana serta cara-cara yang perlu diusahakan demi terwujudnya nilai yang akan dituju. No 1 2 3 4 5 Pernyataan favourable Saya menyanyikan lagu Indonesia Raya Saya hafal sila-sila yang terdapat pada pancasila Pernyataan unfavourable Saya lebih suka menyanyikan lagu pop daripada lagu kebangsaan Saat upacara berlangsung, saya tidak mengikuti pembacaan teks pancasila Memakai pakaian seragam rapi Saya memakai pakaian seragam dan sopan yang tidak sesuai dengan peraturan sekolah Menghormati bendera merah putih Saya merasa lelah saat mengikuti upacara Saya mengikuti kerja bakti yang Saya lebih suka menonton film diadakan di lingkungan sekitar kesukaan di tv, daripada mengikuti kerja bakti yang diadakan di lingkungan sekitar 4. Menyadari sikap yang diperlukan demi terwujudnya nilai yang diharapkan 46

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI No 1 2 3 4 5 6 7 Pernyataan favourable Saya mengikuti upacara dengan khimad dan penuh seksama Saya bersikap toleransi kepada teman yang berbeda agama Saya menghormati orang tua Pernyataan unfavourable Saat mengikuti upacara, saya suka mengobrol dengan teman Saya suka mengejek teman yang berbeda agama Saya tidak patuh terhadap nasihat orang tua Saya menghargai semboyan Saya tidak mengetahui semboyan bangsa Indonesia bangsa Indonesia Saya selalu menjaga kesehatan Membuang sampah sembarangan lingkungan Kita wajib melestarikan Saya lebih menyukai seni kebudayaan daerah (wayang, reog, pertunjukan modern (drama, band, dll) dll) Saya bersedia dipilih menjadi Saya menolak jika dipilih menjadi petugas upacara petugas upacara 5. Menyadari tindakan yang perlu dilakukan demi terwujudnya nilai menjadi tujuan No 1 2 3 4 5 6 7 Pernyataan favourable Saya bangga memakai produk buatan Indonesia Saya bertanggung jawab dengan tugas yang diberikan oleh pendidik Menghormati orang yang lebih tua Pernyataan unfavourable Saya tidak bangga memakai produk buatan Indonesia Saya mencontek tugas teman Saya kurang menghormati orang yang lebih tua Menerima tamu dengan sopan dan Saya kurang sopan dan ramah saat ramah menerima tamu Mengucapkan selamat hari raya Bersikap acuh tak acuh atau masa kepada teman yang merayakan bodoh dan berbeda agama, serta suku bangsa Menghormati teman beragama Makan dan minum di depan teman lain yang sedang menjalankan yang sedang berpuasa puasa Saya memamtuhi peraturan Saat pelajaran berlangsung saya sekolah membolos dan bermain diluar kelas. 47

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Berdasarkan kisi-kisi penyusunan skala sikap kesadaran akan nilai cinta tanah air di atas, maka disusun sebaran item skala sikap sebagai berikut: Tabel 4. Sebaran Item Uji Coba Skala Sikap Kesadaran Akan Nilai Cinta Tanah Air No Indikator Favorable Menyadari akan adanya nilai 1,2,3,4,5,6,7,8,9 sebagai kualitas yang perlu diusahakan Unfavorable 35,36,37,38,39,40,41, 42,43,44,45,46 2 Menyadari akan peranan nilai yang menjadi daya tarik manusia untuk mewujudkannya 10,11,12,13,33 47,48,49,50,51 3 Menyadari akan saranasarana serta cara-cara yang perlu diusahakan demi terwujudnya nilai yang akan dituju. 14,15,16,17,18,34 52,53,54,55,56 4 Menyadari sikap yang diperlukan demi terwujudnya nilai yang diharapkan 19,20,21,22,23,24,25 57, 58,59,60,61,62,63 5 Menyadari tindakan yang perlu dilakukan demi terwujudnya nilai menjadi tujuan 26,27,28,29,30,31,32 64,65,66,67,68 1 1.7 Teknik Pengumpulan data Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan nontes. Teknik non tes digunakan untuk mengetahui aktivitas atau respon peserta didik dalam mengikuti pembelajaran PKn. 48

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Adapun teknik pengumpulan data adalah sebagai berikut: a. Skala sikap Skala sikap digunakan untuk mendapatkan keterangan kesadaran peserta didik sudah meningkat atau belum mengenai kesadaran akan nilai cinta tanah air. b. Dokumentasi foto Pengambilan data melalui dokumentasi foto ini dilakukan pada saat proses pembelajaran berlangsung. Peneliti meminta bantuan rekan untuk mengambil gambar, sehingga peserta didik tetap fokus dan tidak terjadi perubahan perilaku peserta didik pada saat pengambilan gambar.Dokumentasi ini akan memperkuat analisis hasil penelitian pada setiap siklus. Selain itu melalui dokumentasi foto dapat memperjelas data yang lain yang hanya dideskripsikan melalui observasi. Hasil dokumentasi ini, kemudian dideskripsikan sesuai dengan keadaan yang ada dan dipadukan dengan data lainnya. 1.8 Validitas dan Reabilitas Validitas suatu tes adalah taraf sampai dimana suatu tes mampu mengukur apa yang seharusnya diukur, menurut Masidjo (1995). Suatu tes dikatakan valid selain dilihat langsung dari keadaan dirinya juga dapat dilihat setelah diperbandingkan dengan suatu tes lain yang telah valid. Penelitian ini menggunakan dua jenis validitas yaitu validitas konstruk dan isi. Validitas konstruk digunakan untuk mengukur sejauh mana memeriksa kisikisi suatu tes untuk mengukur kepribadian seseorang. Instrumen yang digunakan 49

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI mengacu pada indikator saat penelitian. Sedangkan validitas yang dimaksud adalah untuk memeriksa sejauh mana tes mengukur ranah isi yang jelas dan tepat. Validitas konstruk di tempuh dengan expert judgement, selanjutnya validitas di tempuh dengan cara empiris. Validitas isi untuk mengukur peningkatan kesadaran peserta didik akan nilai cinta tanah air. Untuk mempermudah perhitungan validitas isi peneliti menggunakan program SPSS 16 untuk menghitung Skala sikap kesadaran. Dalam expert judgement dilakukan dengan cara bertanya kepada para ahli. Alat ukur yang digunakan dalam pembuatan istrumen penelitian harus dibuat sebaik mungkin kemudian dikonsultasikan kepada para ahli. Yang disebut ahli dalam hal ini adalah dosen pembimbing, sehingga dapat mempertanggung jawabkan kebenarannya. Dalam penelitian ini validitas yang digunakan expert judgement untuk menvalidasi instrumen penelitian yang telah dibuat oleh peneliti yaitu instrumen penelitian yang telah dibuat oleh peneliti kemudian divalidasi dengan menggunakan expert judgement atau dikonsultasikan dengan para ahli. Dalam penelitian ini instrumen yang dibuat berupa Skala sikap. Reliabilitas adalah tingkatan dimana suatu tes mampu menunjukkan konsistensi hasil pengukuran dalam bentuk ketetapan dan ketelitian hasil suatu tes. Tes dikatakan reliable, jika menunjukkan ketepatan dan ketelitian hasil dalam satu atau berbagai pengukuran. Dalam hal ini, reliabilitas dapat ditempuh dengan cara diujikan di lapangan.Reliabilitas merupakan terjemahan dari kata reliability. Suatu pengukuran yang mampu menghasilkan data yang memiliki tingkat reliabilitas tinggi disebut sebagai pengukuran yang reliabel. Konsep dalam 50

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI reliabilitas adalah sejauhmana hasil suatu proses pengukuran dapat dipercaya (Azwar, 2012). Reliability Statistics Cronbach's Alpha Based on Cronbach's Standardized Alpha Items .962 N of Items .956 68 Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted VAR00001 VAR00002 VAR00003 VAR00004 VAR00005 VAR00006 VAR00007 VAR00008 VAR00009 VAR00010 VAR00011 VAR00012 VAR00013 VAR00014 VAR00015 VAR00016 VAR00017 VAR00018 VAR00019 VAR00020 VAR00021 VAR00022 VAR00023 VAR00024 VAR00025 244.1905 245.2857 244.7619 244.4762 244.6190 245.2381 245.2381 244.2381 244.3810 245.4286 244.8571 244.1905 244.0952 243.8571 244.2857 244.9524 245.4286 244.7619 244.4286 244.2381 244.2381 244.4762 244.8571 243.8571 244.1429 Cronbach's Alpha if Scale Variance if Corrected ItemItem Item Deleted Total Correlation Keputusan Deleted 2424.562 2438.214 2374.290 2387.262 2375.548 2371.690 2400.990 2459.990 2472.348 2370.557 2363.129 2424.562 2459.790 2434.929 2454.914 2378.448 2328.257 2425.890 2471.357 2470.890 2443.590 2375.962 2355.529 2460.629 2449.029 51 .443 .230 .616 .573 .638 .578 .448 .050 -.080 .658 .688 .443 .066 .413 .142 .658 .849 .355 -.065 -.060 .298 .569 .654 .042 .214 Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Tidak Valid Tidak Valid Valid Valid Tidak Valid Tidak Valid Tidak Valid Tidak Valid Valid Valid Tidak Valid Tidak Valid .962 .962 .961 .962 .961 .962 .962 .963 .963 .961 .961 .962 .963 .962 .962 .961 .961 .962 .963 .963 .962 .962 .961 .963 .962

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted VAR00026 VAR00027 VAR00028 VAR00029 VAR00030 VAR00031 VAR00032 VAR00033 VAR00034 VAR00035 VAR00036 VAR00037 VAR00038 VAR00039 VAR00040 VAR00041 VAR00042 VAR00043 VAR00044 VAR00045 VAR00046 VAR00047 VAR00048 VAR00049 VAR00050 VAR00051 VAR00052 VAR00053 VAR00054 VAR00055 VAR00056 VAR00057 VAR00058 VAR00059 VAR00060 VAR00061 VAR00062 VAR00063 VAR00064 VAR00065 VAR00066 VAR00067 244.0952 244.1905 245.0952 245.1429 245.3810 245.3333 244.8571 245.2381 245.3810 245.0952 244.2857 244.4286 244.9524 245.0952 244.5714 245.5714 245.3333 245.2381 244.4762 245.5714 245.6667 245.1905 245.8095 244.6190 244.4762 244.8571 245.2381 245.2381 245.4286 244.8571 245.0952 245.1429 245.3810 244.6190 244.4762 244.8571 245.2381 245.2381 245.4286 244.8571 244.8571 245.2381 Scale Variance if Corrected ItemItem Deleted Total Correlation 2471.290 2463.062 2328.990 2371.229 2391.348 2444.433 2355.829 2351.190 2424.048 2356.790 2425.314 2439.357 2397.848 2345.990 2425.557 2364.357 2417.333 2348.690 2375.962 2411.757 2401.833 2347.462 2386.962 2375.548 2375.962 2355.529 2371.690 2400.990 2370.557 2363.129 2328.990 2371.229 2391.348 2375.548 2375.962 2355.529 2371.690 2400.990 2370.557 2363.129 2355.529 2371.690 52 -.125 .015 .849 .678 .530 .132 .692 .758 .315 .712 .332 .219 .506 .739 .267 .634 .325 .687 .569 .457 .494 .763 .662 .638 .569 .654 .578 .448 .658 .688 .849 .678 .530 .638 .569 .654 .578 .448 .658 .688 .654 .578 Kesimpulan Tidak Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Tidak Valid Tidak Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Cronbach's Alpha if Item Deleted .963 .963 .961 .961 .962 .963 .961 .961 .962 .961 .962 .962 .962 .961 .962 .961 .962 .961 .962 .962 .962 .961 .961 .961 .962 .961 .962 .962 .961 .961 .961 .961 .962 .961 .962 .961 .962 .962 .961 .961 .961 .962

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted VAR00026 VAR00027 VAR00028 VAR00029 VAR00030 VAR00031 VAR00032 VAR00033 VAR00034 VAR00035 VAR00036 VAR00037 VAR00038 VAR00039 VAR00040 VAR00041 VAR00042 VAR00043 VAR00044 VAR00045 VAR00046 VAR00047 VAR00048 VAR00049 VAR00050 VAR00051 VAR00052 VAR00053 VAR00054 VAR00055 VAR00056 VAR00057 VAR00058 VAR00059 VAR00060 VAR00061 VAR00062 VAR00063 VAR00064 VAR00065 VAR00066 VAR00067 VAR00068 244.0952 244.1905 245.0952 245.1429 245.3810 245.3333 244.8571 245.2381 245.3810 245.0952 244.2857 244.4286 244.9524 245.0952 244.5714 245.5714 245.3333 245.2381 244.4762 245.5714 245.6667 245.1905 245.8095 244.6190 244.4762 244.8571 245.2381 245.2381 245.4286 244.8571 245.0952 245.1429 245.3810 244.6190 244.4762 244.8571 245.2381 245.2381 245.4286 244.8571 244.8571 245.2381 245.4286 Scale Variance if Corrected ItemItem Deleted Total Correlation 2471.290 2463.062 2328.990 2371.229 2391.348 2444.433 2355.829 2351.190 2424.048 2356.790 2425.314 2439.357 2397.848 2345.990 2425.557 2364.357 2417.333 2348.690 2375.962 2411.757 2401.833 2347.462 2386.962 2375.548 2375.962 2355.529 2371.690 2400.990 2370.557 2363.129 2328.990 2371.229 2391.348 2375.548 2375.962 2355.529 2371.690 2400.990 2370.557 2363.129 2355.529 2371.690 2370.557 53 -.125 .015 .849 .678 .530 .132 .692 .758 .315 .712 .332 .219 .506 .739 .267 .634 .325 .687 .569 .457 .494 .763 .662 .638 .569 .654 .578 .448 .658 .688 .849 .678 .530 .638 .569 .654 .578 .448 .658 .688 .654 .578 .658 Kesimpulan Tidak Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Tidak Valid Tidak Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Cronbach's Alpha if Item Deleted .963 .963 .961 .961 .962 .963 .961 .961 .962 .961 .962 .962 .962 .961 .962 .961 .962 .961 .962 .962 .962 .961 .961 .961 .962 .961 .962 .962 .961 .961 .961 .961 .962 .961 .962 .961 .962 .962 .961 .961 .961 .962 .961

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Nilai = 21 (responden) – 2 = 19 (lihat tabel r) = 0,4329 (sigmifikasi 5%) Maka diperoleh nilai 𝑟𝑡𝑎𝑏 = 0,4329, pengujian yang dilakukan satu arah karena hipotesis menunjukkan arah tertentu yaitu positif. a. Mencari nilai 𝑟ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 Nilai 𝑟ℎᑀ𝑡𝑢𝑛𝑔 dapat diperoleh setelah melakukan pengolahan data dengan menggunakan SPSS 16.0. Nilai 𝑟ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 dapat dilihat pada hasil output SPSS 16.0 pada nilai CORRECTED ITEM-TOTAL CORELATION. b. Pengambilan keputusan Dasar pengambilan keputusan yaitu Jika 𝑟ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 > 𝑟𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙, maka 𝐻𝑜 diterima, artinya butir kuesioner dinyatakan valid. Jika 𝑟ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 < 𝑟𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙, maka 𝐻𝑜 ditolak, artinya butir kuesioner dinyatakan tidak valid. 54

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Tabel 5. Uji validitas item skala sikap No 1 Indikator Unfaforable 1,2,3,4,5,6,7 ,8,9 35,36,37,38,39, 40,41,42,43,44, 45,46 21 10,11,12,13, 33 47,48,49,50,51 10 14,15,16,17, 18,34 52,53,54,55,56 19,20,21,22, 23,24,25 Menyadari tindakan 26,27,28,29, yang perlu dilakukan 30,31,32 demi terwujudnya nilai menjadi tujuan Menyadari akan adanya nilai sebagai kualitas yang perlu diusahakan 2 Menyadari akan peranan nilai yang menjadi daya tarik manusia untuk mewujudkannya 3 Menyadari akan sarana-sarana serta cara-cara yang perlu diusahakan demi terwujudnya nilai yang akan dituju. 4 Menyadari sikap yang diperlukan demi terwujudnya nilai yang diharapkan 5 1.9 Jumlah Favorable Valid Tidak Valid 1,3,4,5 ,6,7,35 ,38,39, 41,43, 44,45, 46 10,11, 12,33, 47,48, 49,50, 51 2,8,9,36,37, 40,42 11 16,17, 52,53, 54,55, 56 14,15,18,34 57, 58,59,60,61,62, 63 14 22,23, 57,58, 59,60, 61,62, 63 19,20,21,24 ,25 64,65,66,67,68 12 28,29, 30,32, 64,65, 66,67, 68 26,27,31 13 Teknik Analisis data Analisis data dilakukan setelah menentukan perhitungan yang sudah ditetapkan, maka hasilnya akan dihitung dengan menggunkan model Penilaian AcuanPatokan (PAP) tipe I.Peneliti telah menetapkan suatu batas penguasaan 55

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI bahanpengajaran atau kompetensi minimal yang dianggap dapat meluluskan (passing skor) dari keseluruhan bahan yakni 65% yang diberi nilai cukup. Dengan kata lain passing score kesadaran peserta didik yang dituntut sebesar 65% dari total skor yang seharusnya dicapai, lalu diberi nilai cukup. Jadi, passing score terletak pada presentil 65. Tuntutan pada presentil 65 juga sering disebut presentil maksimal. Disebut presentil maksimal karena passing score pada presentil 65 dianggap merupakan batas penguasaan kompetensi minimal yang sangat tinggi, yang berarti bahwa tuntutan ketiga syarat dan keadaan belajar peserta didik termasuk pada tingkat tinggi (Masidjo, 2010). Tabel 6. Acuan PAP Tipe 1 Tingkat penguasaan kompetensi Nilai huruf Keterangan 90% - 100% A Sangat Sadar 80% - 89% B Sadar 65% - 79% C Cukup Sadar 55% - 64% D Tidak Sadar Dibawah 55% E Sangat Tidak Sadar Berdasarkan tabel dapat diketahui bahwa peserta didik dikatakan sadar jika tingkat penguasaan kompetensi peserta didik berada pada 65%-100% atau peserta didikdikatakan sadar jika peserta didik mendapat skor minimal C atau cukup sadar. Dalam menganalisis data, hal pertama yang dilakukan yaitu data yang dikumpulkan melalui tes dihitung jumlah skor masing- masing peserta didik. 56

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Cara menentukan skor masing-masing peserta didik, dengan cara patokan PAP tipe 1. Penghitungan dicari dengan mengalikan skor tertinggi dari tiap item dikalikan jumlah intrumen secara keseluruhan, 48item x 5 = 240.Maka didapat skor tertinggi. Untuk mencari skor terendah dengan cara 90% x jumlah skor tertinggi maka akan didapat sekor terendah. Hasil yang akan diperoleh dari perhitungan tersebut tertera pada tabel 7, dibawah ini : Tabel 7. Perhitungan Batas nilai secara keseluruhan No Rentang Skor 1 90-100 % 216-240 Sangat Sadar 2 80-89% 192-215 Sadar 3 65-79 % 156-191 Cukup Sadar 4 55-64% 132-155 Tidak Sadar 5 0-54% 0-131 Kualifikasi Sangat Tidak Sadar Sumber : (Masidjo, 2010) Keterangan: Jika rentang persentase antara 90-100% artinya masuk kedalam kualifikasi sangat sadar, begitu juga bila skor peserta didik menunjukkan range antara 216-240 maka masuk kedalam kualifikasi sangat sadar. Untuk persentase dan nilai peserta didik yang lainnya juga sama cara membacanya. 57

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI dan dari skor ditentukan nilai peserta didik dengan menggunakan rumus: Nilai akhir = 1.10 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎 ℎ 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒 ℎ𝑎𝑛 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎 ℎ 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑢𝑚 × 100% Indikator Keberhasilan Tabel 8.dibawah ini menunjukkan indikator keberhasilan Tabel 8. Indikator keberhasilan Variabel/ Peubah Jumlah peserta didik yang mencapai kesadaran akan nilai cinta tanah air Kondisi awal 47,62 % Target capaian siklus Deskripsi Tingkat kesadaran tinggi 80% Jumlah peserta didik yang memenuhi kriteria: jumlah peserta didik dikelas X 100% 58 Instrumen Lembar sikap skala

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIANDAN PEMBAHASAN Dalam bab IV ini, akan dipaparkan hasil penelitian yang telah dilakukan. Ada Dua hal yaitu penelitian yang telah dilakukan dan pembahasannya. Berikut penjelasan hasil penelitian dan pembahasan dalam penelitian ini: 1.1 Hasil Penelitian Penelitian dilaksanakan pada tanggal 8 April 2014 dan 15 April 2014. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus. Data penelitian diperoleh melalui siklus pertama dan siklus kedua dengan masing-masing siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Adapun hasil penelitian dapat peneliti uraikan sebagai berikut: 1.1.1 Kondisi Awal Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh penelitidi SD Kanisus Totogan khususnya pada kelas 3 didapatkan bahwa peserta didiknya kurang mempunyai kesadaran akan nilai cinta tanah air. Hal ini dapat dilihat dari bahasa pengantar yang dipakai peserta didik dalam berkomunikasi belum menggunakan bahasa Indonesia yang baik. Peserta didik cenderung bermain dengan teman yang mempunyai persamaan suku maupun agama. Peneliti mengamati model pembelajaran yang digunakan di SD Kanisius Totogan pada umumnya masih menggunakan model pembelajaran ceramah. Khususnya pada peserta didik kelas 3 model 59

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI pembelajaran yang digunakan belum memberikan kesempatan pada peserta didik untuk mengembangkan daya reflektif peserta didik akan pengalaman yang dialami. Proses pembelajaran dengan model ceramah membuat peserta didik bosan dan tidak menarik sehingga peserta didik tidak memahami nilai yang terkandung dalam pembelajaran PKn yang disampaikan. Berdasarkan data tesebut peneliti mengadakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) untuk meningkatkan kesadaran nilai cinta tanah air. Oleh karena itu terlebih dahulu peneliti harus mengetahui kondisi awal peserta didik akan kesadaran nilai cinta tanah air yang dimiliki. Berikut adalah kondisi awal peserta didik dengan data diperoleh melalui pengisian skala sikap skala sikap: 60

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Tabel 10. Hasil Kondisi Awal No. Peserta Total Skor Keterangan 155 227 131 194 146 153 149 206 208 155 217 201 194 154 151 153 154 203 210 152 207 Tidak Sadar Sangat Sadar Sangat Tidak Sadar Sadar Tidak Sadar Tidak Sadar Tidak Sadar Sadar Sadar Tidak Sadar Sangat Sadar Sadar Sadar Tidak Sadar Tidak Sadar Tidak Sadar Tidak Sadar Sadar Sangat Sadar Tidak Sadar Sadar Didik 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 61

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Grafik Kondisi Awal Grafik Kondisi Awal 10 8 6 4 2 0 Sangat Sadar Sadar Cukup Sadar Sangat Sadar Sadar Tidak Sadar Cukup Sadar Tidak Sadar Sangat Tidak Sadar Sangat Tidak Sadar Tabel 9. Menunjukkan bahwa kelas 3 di SD Kanisius Totogan mendapatkan persentase jumlah peserta didik yang memenuhi tingkat kesadaran akan nilai cinta tanah air sebesar 47,62 % atau hanya 10 peserta didik yang menyadari akan nilai cinta tanah air, sedangkan 11 peserta didik kesadaran akan nilai cinta tanah airnya masih sangat kurang. 4.1.2 Paparan Kegiatan Siklus 1 Siklus I dilaksanakan melalui empat tahap berikut: a. Perencanaan Tahap perencanaan yang dilakukan oleh peneliti meliputi permintaan ijin kepada kepala sekolah untuk melaksanakan penelitian di SD Kanisius Totogan. Permintaan ijin tersebut dilakukan peneliti pada bulan Januari 2014. Setelah kepala sekolah memberikan ijin untuk 62

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI melaksanakan penelitian, kemudian peneliti menemui pendidik kelas 3 untuk berdiskusi menentukan waktu untuk pengumpulan data awal dengan wawancara, observasi dan dokumentasi data nilai. Pengumpulan data awal ini berlangsung mulai tanggal 8 Januari 2014. Berdasarkan pengumpulan data awal yang diperoleh, peneliti menemukan masalah yang perlu diatasi dalam Proses Belajar Mengajar (PBM) di kelas 3 yaitu berkaitan dengan nilai-nilai yang di tanamkan pendidik dalam memberikan pembelajaran di kelas khususnya pada nilai cinta tanah air. Peneliti melihat bahwa pendidik masih cenderung mengajarkan materi tanpa mengaitkan dengan pendidikan nilai. Pendidik belum secara maksimal menyampaikan nilai-nilai pancasila yang terkandung dalam materi yang sedang dipelajari. Pendidik lebih menekankan konsep dibandingkan dengan pendidikan nilai sehingga penanaman nilai pada diri peserta didik menjadi kurang. Setelah berdiskusi dengan pendidik, peneliti memutuskan untuk mengatasi masalah tersebut dengan menggunakan metode diskusi kelompok dan dengan media gambar. Pada tahap perencanaan ini, peneliti berkolaborasi dengan pendidik untuk menentukan materi pembelajaran yang diajarkan kepada peserta didik yaitu tentang Cinta Tanah Air. Setelah memahami materi pembelajaran yang akan diajarkan, peneliti mempersiapkan instrumen perangkat pembelajaran yang meliputi; Silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Media Pembelajaran (media 63

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI gambar yang didalamnya memuat materi pembelajaran), Lembar Kerja Peserta didik (LKS), serta soal evaluasi. Peneliti membuat Silabus dan RPP berdasarkan format yang digunakan di SD Kanisius Totogan dan untuk media pembelajaran, pendidik dan peneliti memutuskan untuk membuat media pembelajaran berdasarkan materi pembelajaran yang ada di dalam buku pelajaran pokok yang digunakan di SD Kanisius Totogan yaitu dari Penerbit Kanisius karena SD Kanisius Totogan berada di lingkup Yayasan Kanisius yang mewajibkan untuk menggunakan buku pelajaran dari Penerbit Kanisius. Media pembelajaran berupa gambaruntuk apersepsi di kegiatan awal pembelajaran. b. Tindakan Pelaksanaan tahap tindakan pada siklus I ini dilaksanakan dalam satu pertemuan selama 3 Jam Pertemuan (3JP) dengan durasi 1 × 40 menit. Siklus pertama dilaksanakan pada hari Selasa, 8 April 2014, dengan tema Cinta Tanah Air dan sub pokok bahasan tentang Mengenal Kekhasan Bangsa Indonesia seperti kebhinekaan, kekayaan alam, keramahtamahan dan Memahami jenis-jenis pekerjaan di lingkungan rumah dan sekolah. Peneliti membuat Silabus dan RPP berdasarkan format yang digunakan di SD Kanisius Totogan dan untuk media pembelajaran, pendidik dan peneliti memutuskan untuk membuat media pembelajaran berdasarkan materi pembelajaran yang ada di dalam buku pelajaran pokok 64

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI yang digunakan di SD Kanisius Totogan yaitu dari Penerbit Kanisius karena SD Kanisius Totogan berada di lingkup Yayasan Kanisius yang mewajibkan untuk menggunakan buku pelajaran dari Penerbit Kanisius. Media pembelajaran berupa gambaruntuk apersepsi di kegiatan awal pembelajaran. Kegiatan awal yang dilakukan pendidik adalah apersepsi dengan mengajak peserta didik bernyanyi bersama lagu “Dari Sabang Sampai Merauke” untuk menumbuhkan semangat belajar peserta didik. Setelah itu pendidik mengaitkan apersepsi dengan materi yang akan di pelajari bersama dengan melakukan tanya jawab dengan peserta didik. Kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi yang didukung dengan menggunakan media gambar tentang keanekaragaman budaya di Indonesia yang mencakup beberapa hal diantaranya yaitu tarian tradisonal, baju adat, upacara adat dan berbagai macam kekayaan budaya yang dimiliki Indonesia. Kemudian pada aktivitas di dalam kegiatan inti pembelajaran di siklus pertama diawali dengan peserta didik membentuk kelompok yang dibimbing oleh pendidik kemudian penjelasan langkahlangkah kegiatan pembelajaran. Setelah kelompok terbentuk, pendidik memberikan Lembar Kerja Peserta didik (LKS) untuk dikerjakan dalam kelompok dan kelompok mempresentasikan hasil diskusinya dan diakhir kegiatan peserta didik diajak mengingat kembali apa yang sudah di pelajari dan diajak untuk menghargai kebudayaan yang ada di 65

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Indinesia.Selain itu, tahap pengamatan ini dilakukan untuk mengamati peningkatan pada kesadaran peserta didik akan nilai Cinta Tanah Air. c. Observasi Pada tahap observasi, peneliti melakukan observasi selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Pada awal pembelajaran pendidik sudah melakukan apersepsi dengan mengajak peserta didik untuk bernyanyi bersama lagu “Dari Sabang Sampai Merauke”. Setelah itu pendidik mengaitkan apersepsi dengan materi yang akan dipelajari bersama dengan melakukan tanya jawab dengan peserta didik. Kemudian pendidik melanjutkan dengan penyampaian materi yang didukung dengan menggunakan media gambar tentang keanekaragaman budaya di Indonesia yang mencakup beberapa hal diantaranya yaitu tarian tradisonal, baju adat, upacara adat dan berbagai macam kekayaan budaya yang dimiliki Indonesia. Kemudian peneliti melihat pada aktivitas di dalam kegiatan inti pembelajaran di siklus pertama diawali dengan peserta didik membentuk kelompok yang dibimbing oleh pendidik kemudian penjelasan langkah-langkah kegiatan pembelajaran. Setelah kelompok terbentuk, pendidik memberikan Lembar Kerja Peserta didik (LKS) untuk dikerjakan dalam kelompok dan kelompok mempresentasikan hasil diskusinya. Dan di akhir kegiatan peserta didik diajak mengingat kembali apa yang sudah di pelajari dan diajak untuk menghargai kebudayaan yang ada di Indinesia.Selain itu, tahap pengamatan ini dilakukan untuk 66

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI mengamati peningkatan pada kesadaran peserta didik akan nilai Cinta Tanah Air. d. Refleksi Pelaksanaan siklus I sudah sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dibuat peneliti. Pertemuan pertama dilaksanakan pada tanggal 8 April 2014. Aktivitas pembelajaran pada pertemuan pertama adalah menyimak gambar mengenai keanekaragamn budaya yang ada di Indonesia. Peserta didik dalam kelompok menyimak gambar yang di perlihatkan kemudian peserta didik mengerjakan Lembar Diskusi Peserta didik dengan menuliskan macam-macam keanekaragaman budaya yang ada di Indonesia. Setelah itu kelompok mempresentasikan hasil diskusi mereka di depan kelas. Dalam mempersiapkan peralatan dan media peneliti tidak mengalami kendala. Setelah menyimak gambar peserta didik secara berkelompok menyelesaikan Lembar Diskusi Peserta didik berdasarkan gambar yang mereka simak. Pada saat pembahasan, peserta didik mampu menjawab pertanyaan dari pendidik dengan cepat karena melalui gambar yang telah mereka lihat mereka mudah memahami keanekaragaman budaya yang ada di Indonesia. Saat pertemuan pertama selesai, peserta didik masih mengingat salah satu macam-macam keanekaragam budaya yang ada di Indonesia. 67

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4.1.3 Hasil Siklus 1 Peneliti mendapatkan data yang diperoleh dari hasil skala sikap yang diisi oleh peserta didik setelah pembelajaran siklus 1 selesai (lampiran data siklus 1). Hasil dari skala sikap dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 11. Hasil Siklus 1 No. Peserta didik 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Total Skor Keterangan Sangat Tidak Sadar 128 Sangat Sadar 224 Sangat Sadar 224 Sangat Sadar 223 Sangat Sadar 222 Sangat Sadar 228 Sadar 207 Sadar 205 Sangat Sadar 225 Sadar 214 Sangat Sadar 226 Cukup Sadar 189 Sadar 202 Cukup Sadar 188 Sadar 207 Sangat Sadar 228 Cukup Sadar 182 Sangat Sadar 236 Sangat Tidak Sadar 0 Sadar 203 Sangat Sadar 228 68

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Grafik Siklus 1 Grafik Siklus 1 10 8 Sangat Sadar 6 Sadar 4 Cukup Sadar 2 Tidak Sadar 0 Sangat Tidak Sadar Sangat Sadar Sadar Cukup Sadar Tidak Sadar Sangat Tidak Sadar Tabel 10. Menunjukkan bahwa persentase jumlah peserta didik di SD Kanisius Totogan akan nilai cinta tanah air setelah dilakukan siklus pertama mengalami sedikit peningkatan. Hal ini dapat dilihat dari tabel bahwa 95,23% peserta didik mempunyai kesadaran akan nilai cinta tanah air. 4.1.4 Paparan Kegiatan Siklus II Siklus kedua dilaksanakan melalui empat tahap yakni: a. Perencanaan Berdasarkan hasil dari refleksi pada siklus pertama kesadaran peserta didik akan nilai cinta tanah air sudah mencapai target. Pada siklus kedua ini peneliti dan pendidik kembali berkerja sama untuk menentukan kembali materi pembelajaran yang akan diajarkan di kelas. Setelah menentukan materi dan memahami materi pembelajaran yang akan diajarkan, peneliti mempersiapkan instrumen perangkat pembelajaran; 69

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Media pembelajaran (macam-macam gambar keanekaragaman budaya di Indonsia dan aneka bentuk gotong royong), Lembar Kerja Peserta didik (LKS), dan Soal Evaluasi. Selain instrumen perangkat pembelajaran, peneliti juga mempersiapkan instrumen berupa Lembar Kerja Peserta didik yang akan digunakan untuk mengukur sejauh mana tingkat kesadaran peserta didik akan nilai cinta tanah air agar mencapai hasil yang lebih memuaskan. b. Tindakan Pelaksanaan tahapan tindakan pada siklus kedua ini dilaksanakan dalam satu kali pertemuan untuk mencapi hasil yang terbaik. Siklus kedua dilaksanakan pada hari Selasa, 22 April 2014, dengan tema yang sama juga yaitu Cinta Tanah Air dan dengan sub pokok bahasan KD 2 yaituMenampilkan Rasa Bangga Sebagai Anak Indonesia dan Mengenal sejarah uang serta pelaksanaan evaluasi. Siklus kedua terdiri dari satu pertemuan dengan alokasi pembelajaran 3JP (1 × 40 menit). Peneliti membuat Silabus dan RPP berdasarkan format yang digunakan di SD Kanisius Totogan dan untuk media pembelajaran, pendidik dan peneliti memutuskan untuk membuat media pembelajaran berdasarkan materi pembelajaran yang ada di dalam buku pelajaran pokok.Media pembelajaran berupa gambaruntuk apersepsi di kegiatan awal pembelajaran. Kegiatan awal yang dilakukan pendidik adalah apersepsi dengan mengajak peserta didik bernyanyi bersama lagu “Dari Sabang Sampai 70

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Merauke” untuk menumbuhkan semangat belajar peserta didik. Setelah itu pendidik mengaitkan apersepsi dengan materi yang akan di pelajari bersama dengan melakukan tanya jawab dengan peserta didik. Kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi yang didukung dengan menggunakan media gambar yang sesuai dengan KD 2 tentang keanekaragaman budaya di Indonesiadan kegiatan gotong-royong yang ada di lingkungan sekitar.Kemudian pada aktivitas di dalam kegiatan inti pembelajaran di siklus kedua diawali dengan peserta didik membentuk kelompok yang dibimbing oleh pendidik kemudian penjelasan langkahlangkah kegiatan pembelajaran.Setelah kelompok terbentuk, pendidik memberikan Lembar Kerja Peserta didik (LKS) untuk dikerjakan dalam kelompok dan kelompok mempresentasikan hasil diskusinya dan diakhir kegiatan peserta didik diajak mengingat kembali apa yang sudah dipelajari dan diajak untuk menghargai kebudayaan yang ada di Indonesia. c. Observasi Kegiatan awal yang dilakukan pendidik adalah apaersepsi dengan mengajak peserta menyanyikan kembali lagu “Dari Sabang Sampai Merauke”. Dan setelah itu dilanjutkan dengan mengingat kembali pelajaran yang sudah diajarkan minggu lalu dengan melakukan tanya jawab dengan peserta didik. Kemudian kegiatan belajar mengajar dilanjutkan dengan pendidik menyampaikan materi dan terkadang pendidik melemparkan pertanyaan pada setiap peserta didik yang ramai.Setelah itu pendidik mengajak peserta didik untuk membuat 71

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI kelompok sesuai dengan kelompok yang sudah dibuat oleh peserta didik.Setelah itu pendidik membagikan Lembar Kerja Peserta didik (LKS) untuk dikerjakan secara berkelompok.Setelah selasai berdiskusi peserta didik diminta untuk mempresentasikan hasil diskusinya.Kemudian setelah itu peserta didik diminta duduk kembali ke bangku masing-masing dan pendidik merangkum hasil diskusi kelompok.Kegiatan selanjutnya peserta didik diminta mengerjakan tugas secara individu, tugasnya yaitu menjawab 25 soal pilihan ganda dan 10 soal esai.Kemudian diakhir pembelajaran pendidik melakukan refleksi bersama peserta didik dan setelah itu peserta didik diminta mengisi lembar sekala sikap. Pada tahap pengamatan pada siklus kedua ini dilakukan untuk mengamati peningkatan kesadaran peserta didik akan nilai cinta tanah air. d. Refleksi Padasiklus kedua ini pelaksanaan sudah sesauai dengan Rencana Pelaksaan Pembelajaran (RPP) yang dibuat peneliti.Pada awal pembelajaran pendidik menanyakan kembali hasil belajar minggu lalu dengan tanya jawab pada peserta didik.Kemudian pendidik melanjutkan menyampaikan materi dan kemudian pada kegiatan inti pendidik mengajak peserta didik untuk membuat kelompok sesuai dengan perintah dari pendidik.Pendidik memberikan Lembar Kerja Peserta didik untuk dikerjakan dalam kelompok dan kemudian dipresentasikan hasil diskusinya.Saat pertemuan selesai, peserta didik masih mengingat salah 72

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI satu macam-macam keanekaragam budaya yang ada di Indonesia dan cara melestarikannya. 4.1.5 Hasil Siklus 2 Peneliti memperoleh data skala sikap yang diisi oleh peserta didik setelah pembelajaran siklus 2 pertemuan kedua ini selesai (lampiran data siklus 2). Hasil dari skala sikap dapat dilihat pada tabel di bawah: 73

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Tabel 12. Hasil Siklus 2 No. Peserta didik Total Skor Keterangan 1 227 Sangat Sadar 2 225 Sangat Sadar 3 228 Sangat Sadar 4 235 Sangat Sadar 5 233 Sangat Sadar 6 230 Sangat Sadar 7 220 Sangat Sadar 8 213 Sadar 9 221 Sangat Sadar 10 227 Sangat Sadar 11 226 Sangat Sadar 12 207 Sadar 13 204 Sadar 14 207 Sadar 15 214 Sadar 16 230 Sangat Sadar 17 216 Sangat Sadar 18 222 Sangat Sadar 19 233 Sangat Sadar 20 227 Sangat Sadar 21 225 Sangat Sadar 74

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Grafik Siklus 2 Grafik Siklus 2 16 14 12 10 8 6 4 2 0 Sangat Sadar Sadar Cukup Sadar Tidak Sadar Sangat Tidak Sadar Sangat Sadar Sadar Cukup Sadar Tidak Sadar Sangat Tidak Sadar Tabel 11. Menunjukkan bahwa persentase jumlah peserta didik di SD Kanisius Totogan akan nilai cinta tanah air setelah dilakukan siklus kedua mengalami banyak peningkatan. Hal ini dapat dilihat dari tabel bahwa 100% peserta didik mempunyai kesadaran akan nilai cinta tanah air dengan rincian peserta didik 16 orang sangat sadar dan 5 orang sadar akan nilai cinta tanah air. 4.2 Pembahasan 4.2.1 Peningkatan Kesadaran Peserta Didik Penelitian tindakan kelas ini menggunakan model PPR untuk meningkatkan kesadaran peserta didik akan nilai cinta tanah air. Adapun hasil penelitian yang diperoleh adalah peningkatan kualitas hasil kesadaran akan nilai cinta tanah air yang berupa pemahaman peserta didik tentang adanya keanekaragaman kebudayaan. Hasil dari kualitas penerapan Pembelajaran pedagogi reflektif (PPR) 75

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI pada penelitian ini adalah peningkatan kesadaran peserta didik akan nilai cinta tanah air pada mata pelajaran PKn. Alat ukur yang digunakan adalah lembar skala sikap kesadaran peserta didik. Lembar skala sikap yang diisi oleh peserta didik terdiri dari 48 pernyataan yang mewakili 5 indikator kesadaran peserta didik. Indikator 1 adalah menyadari akan adanya nilai sebagai kualitas yang perlu diusahakan, indikator 2 adalah menyadari akan peranan nilai yang menjadi daya tarik manusia untuk mewujudkannya, indikator 3 adalah menyadari akan saranasarana serta cara-cara yang perlu diusahakan demi terwujudnya nilai yang akan dituju, indikator 4 adalah menyadari sikap yang diperlukan demi terwujudnya nilai yang diharapkan dan indikator 5 adalah Menyadari tindakan yang perlu dilakukan demi terwujudnya nilai yang menjadi tujuan. Penelitian menggunakan lembar skala sikap yang diberikan di awal untuk dijadikan data kesadaran peserta didik pada kondisi awal dan lembar skala sikap peserta didik yang diberikan di akhir pertemuan ke dua untuk dijadikan data kesadaran peserta didik akan nilai cinta tanah air pada kondisi akhir. Peneliti kemudian menghitung nilai skor pada lembar skala sikap kesadaran peserta didik pada kondisi awal dan akhir pembelajaran yang telah di isi oleh peserta didik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada peningkatan kesadaran peserta didik menggunakan penerapan Pembelajaran pedagogi reflektif (PPR). Pengaruh dapat dilihat dari kenaikan rata-rata skala sikap dari kondisi awal, siklus 1 sampai dengan akhir siklus 2. Adapun rata-rata skala sikap dari kondisi awal peserta didik adalah 47,62 %sedangkan rata-rata skala sikap dari siklus 1 adalah 95,23% dan siklus 2 adalah sebesar 100 %. Dari hasil tersebut menunjukkan 76

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI peningkatan rata-rata dari kondisi awal peserta didik dibandingkan dengan ratarata setelah diberikan tindakan pada pertemuan pertama dan kedua, untuk lebih jelasnya dapat dilihat hasil peningkatannya pada tabel 13: Tabel 13. Pencapaian Peningkatan Peningkatan Diskriptor Kondisi Awal akan Jumlah peserta didik yang 47,62% atau ada 95,23% 100 % nilai cinta tanah mendapatkan skor kesadaran 10 peserta didik atau ada 20 artinya air minimal sadar dibagi jumlah yang sadar akan peserta semua seluruh peserta didik x 100% nilai cinta tanah didik yang peserta air sadar akan didik nilai cinta sudah tanah air memiliki Kesadaran Siklus 1 Siklus 2 kesadaran akan nilai cinta tanah air Gambar diagram berikut ini adalah hasil keseluruhan dari indikator cinta tanah air mulai dari kondisi awal sampai siklus 2 adalah sebagai berikut: 77

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI % Diagram Indikator Kesadaran Cinta Tanah Air 100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 Series1 Kondisi Awal Siklus 1 Siklus 2 47,62 76,19 100 Berdasarkan tabel 13, indikator pencapaian dapat diketahui bahwa pelaksanaan siklus 1 dan 2 sudah mencapai target bahkan melampaui target capaian yang telah peneliti dan pendidik tetapkan. Hal ini berarti pelaksanaan siklus 1 dan 2 telah berhasil. Penerapan model Pembelajaran pedagogi reflektif pada mata pelajaran PKn di SD Kanisius Totogan telah mampu meningkatkan kesadaran peserta didik akan nilai cinta tanah air. Peningkatan kesadaran terbukti dengan meningkatnya kesadaran peserta didik akan nilai cinta tanah air yang terdiri dari lima indikator.Bila dihubungkan dengan penelitian sebelumnya, maka penelitian ini sama-sama menggunakan metode penerapan Pembelajaran Pedagogi Reflektif. 78

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V PENUTUP Bab ini berisi tiga hal yang diuraikan peneliti. Tiga hal yang diuraikan dalam bagian penutup adalah kesimpulan, keterbatasan dan saran. 5.1 Kesimpulan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini berlangsung dalam dua siklus yang bertujuan untuk menekankan nilai-nilai cinta tanah air dan prestasi belajar PKnpeserta didik kelas 3 SD Kanisius Totogan dengan media gambar dan diskusi kelompok. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa; 5.1.1 Pelaksanaan PPR Model penerapan PPR dapat meningkatkan kesadaran peserta didik akan nilai cinta tanah air peserta didik kelas 3 SD Kanisius Totogan pada materi PKn. Hal tersebut dapat dilihat dari penyebaran skala sikap mulai dari kondisi awal, siklus I dan siklus II mengalami peningkatan. Selain itu cara penyampaian materi pembelajaran oleh guru dibuat lebih menarik dengan menggunakanmedia gambar dan diskusi kelompok. Adanya penjelasan langkah-langkah kegiatan pembelajaran terutama dalam gambar yang ditunjukkan, pendidik mensyaratkan bahwa gambar akan diperlihatkan tiga kali. Hal ini mendorong pendidik untuk mengupayakan memahami gambar yang di perlihatkan, salah satunya dengan cara mencatat terlebih dahulu hal yang telah mereka simak dari gambar di kertas yang mereka 79

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI sediakan sendiri. Gambar yang di perlihatkan menarik perhatian peserta didik dalam memahami materi sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. 5.1.2 Hasil PPR Pemahaman peserta didik kelas 3 SD Kanisius Totogan mengalami peningkatan dengan adanyadengan adanya penerapan PPR,didukung dengan cara penyampaian materi pembelajaran oleh guru yang menggunakanmedia gambar dan diskusi kelompokmembuat peserta didik lebih paham. Pendidik dengan adanya penerapan PPR serta menggunakan media pembelajaran berupa media gambar mampu menyajikan materi pembelajaran yang merangsang peserta didik dari aspek pendengaran dan penglihatan. Prestasi belajar PKn peserta didik kelas 3 SD Kanisius Totogan mengalami peningkatandengan adanya penerapan PPR,selain itu pada saat proses pembelajaran peserta didik dilibatkan dengan menyimak materi pembelajaran yang dibuat lebih menarik dalam bentuk gambar yang menunjukkan peristiwa yang bertema “Cinta Tanah Air.” 5.2 Keterbatasan Penelitian Kegiatan penelitian yang telah berlangsung masih terdapat kekurangan dalam proses pelaksanaannya. Kekurangan yang terdapat selama penelitian, peneliti anggap sebagai keterbatasan penelitian. Keterbatasan yang ada dalam penelitian ini sebagai berikut: 1. Penerapan PPR membutuhkan waktu lebih lama pada saat penggunaan media gambar sebagai alat bantudalam pengajaran pada peserta didik 80

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI sehingga melampaui jam pelajaran. Hal ini dikarenakan peneliti mempersiapkan perlengkapan untuk pembelajaran di kelas kurang memadai karena banyaknya peserta didik yang ingin melihat satu persatu. 2. Pembentukan kelompok dengan anggota 6 orang menurut pendidik kurang efektif dalam kelompok diskusi karena berdasarkan pengamatan pendidik pada pertemuan pertama, cenderung hanya dua peserta didik yang mengerjakan lembar diskusi sehingga pada pertemuan berikutnya peneliti dan pendidik sepakat untuk mengubah jumlah anggota kelompok menjadi 4 orang dan sudah di tentukan oleh pendidik. Ide membentuk kelompok hanya terdiri dari 4 peserta didik yang sudah ditentukan pendidik merupakan upaya dalam memanfaatkan waktu dengan baik. 3. Peneliti tidak mampu mengetahui kejujuran peserta didik dalam mengisi lembar skala sikap. Pendidik dan peneliti sudah mengingatkan peserta didik untuk mengisi lembar skala sikap dengan jujur sebelum peserta didik mengisi lembar skala sikap.Namun skala sikap memiliki salah satu kekurangan yaitu kemungkinan tidak dapat mencek kebenaran jawabanjawaban dari responden. 81

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5.3 Saran Ada beberapa saran dari peneliti berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan. Berikut saran yang diberikan oleh peneliti: 1. Pendidik lebih membiasakan peserta didik bekerja dalam kelompok yang di acak agar peserta didik terbiasa dan membaur dalam kelompok diskusi secara berkerja sama. 2. Penggunaan media pembelajaran yang bervariasi atau yang berbeda dari yang biasa digunakan oleh pendidik mampu memotivasi peserta didik dalam belajar. Salah satunya dengan penggunaan media gambar. 3. Bagi sekolah model pembelajaran pedagogi reflektif secara maksimal dapat meningkatkan kesadaran peserta didik untuk pelajaran apa saja. 82

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Azwar, Saifuddin. 2012. Reabilitas dan Validitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Azwar, Saifuddin. 2012. Tes Prestasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Buku Pendidikan Kewargaanegaraan kelas III SD. Sarwiyanto, Chris Subagyo. 2008. Ayo Belajar Pendidikan Kewarganegaraan. Yogyakarta: Kanisius Depdiknas. 2008. KamusBesarBahasa Indonesia pusatbahasa. Jakarta: Gramedia Depdiknas.2011. KamusBesarBahasa Indonesia pusatbahasa. Jakarta: Gramedia Faisal. S. 1982. MetodologiPenelitianPendidikan. Surabaya: Usaha Nasional Gonzali, I. 2009. Aplikasianalisismultivariatetdengan program SPSS. Semarang :UniversitasDiponegoro. Kaelan, H. 2007. PendidikanKewarganegaraan. Yogyakarta: Paradigma. Kaswardi, K. 1993. PendidikanNilaiMemasukiTahun 2000. Jakarta: Gramedia Kustandi, Cecep dan Bambang Sutjipto. 2011. Media Pembelajaran; Manual dan Digital. Bogor: PenerbitGhalia Indonesia. Kunandar.2009.LangkahMudahPenelitianTindakanKelasSebagaiPengembanganP rofesi Guru. Jakarta: Rajawali Pers. Kunandar.2007.Guru professional implementasiKTSP.Jakarta: Raja Grafindo Masidjo, 2010.PenilaianHasilbelajarpeserta sekolah.Yogyakarta:Kanisius didik di Mulyana, Rohmat. 2004. MengartikulasikanPendidikanNilai. Bandung: Alfabeta Purwanto. 2008. PendidikanKewarganegaraan 3. Jakarta:PusatPerbukuan Priyatno, D. 2012. Belajarpraktisanalisis parametric dan non parametric dengan SPSS.Yogyakarta:Gava Media. Rusman. 2010. Model-model Pembelajaran: MengembangkanProfesionalisme Guru. Jakarta: Rajawali Pers. Rusman. 2011. Model-model PembelajaranMengembangkanProfesionalisme Guru. Jakarta:PT. Raja GrafindoPersada 83

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Suharsimi, Arikunto. 2006. PenelitianTindakanKelas. Jakarta: PT BumiAksara. Sugiyanto. 2009. Model-model PembelajaranInovatif. Surakarta: Yuma Pustaka Sugiyono. 2010. MetodePenelitianPendidikan. Bandung: Alfabeta. Sukardi.2003. MetodologiPenelitianPendidikan: Jakarta: BumiAksara KompetensidanPraktiknya. Subagya, Chris. 2008. Pembelajaran Pedagogi Reflektif. Yogyakarta:Kanisius Subagya, J. 2010. Pembelajaran Pedagogi Reflektif. Yogyakarta:Kanisius Takdir, A. 1966.AntropologiBaru. Jakarta: PT. Dian Rakyat Toyibin Aziz, DjahiriKosasih. 1991. PendidikanPancasila1 :Departemenpendidikandankebudayaan .Jakarta Undang-Undang Dasar 1945. Surabaya: Pustaka Agung Harapan. Wahana. 2004. NilaiEtikaAksiologi Max Scheler. Yogyakarta: Kanisius. Wiriaatmadja, Rochiati. (2005). Metode Penelitian Tindakan Kelas: Untuk Meningkatkan Kinerja Guru dan Dosen. Bandung: Remaja Rosdakarya. Winataputra, 2008.MateridanPembelajaranPKn :PusatPenerbitanUniversitas Terbuka SD. Jakarta Yunanto, Sri Joko. 2004. SumberBelajarAnakCerdas.Jakarta:Grasindo Yulius, O. 2010.Kompas IT kreatif SPSS 18:Smartet& Faster mengerjakan SPSS. Yogyakarta: GaungPersada Press 84

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 85

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 1 INSTRUMEN PEMBELAJARAN 86

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI SILABUS Satuan Pendidikan : SD Kanisius Totogan Mata Pelajaran : Tematik Kelas/ Semester : III/ 2 Kompetensi Kegiatan Indikator Pencapaian Model Materi Pokok Dasar PKN  Belajar  Kebanggaan Alokasi Sumber/ Bahan/ waktu Alat Penilaian - Mengetahui Kompetensi - Siswa mampu Pembelajaran Pembelajaran - Jenis: 3 jp (1 Buku Pendidikan Mengenal sebagai keanekaragam menjelaskan salah satu pedagogi  Tes x 40 Kewargaanegaraan kekhasan bangsa bangsa a budaya di keanekaragam budaya reflektif  Non tes menit kelas III SD. Indonesia seperti Indonesia. Indonesia. yang ada di Indonesia kebhinekaan, - Mengetahui menggunakan kekayaan alam, macam- kalimatnya sendiri keramahtamaha. macam tanpa membaca buku. kekayaan - - Bentuk:   Siswa mampu alam di menyebutkan minimal Indonesia. dua macam-macam 87 Tugas Subagyo. 2008. invidu Ayo Belajar Diskusi Pendidikan kelompok Kewarganegaraan - Instrument:  Sarwiyanto, Chris Soal . Yogyakarta: Kanisius

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI - Mengetahui ciri kas Indonesia melalui bangsa kegiatan diskusi. Indonesia.  kekayaan alam di jawaban  - Siswa mampu bangsa Indonesia menggunakan kalimat sendiri melalui kegiatan diskusi.   Jenis - Mengetahui - Siswa mampu Pembelajaran Memahami pekerjaan nama-nama mengetahui minimal pedagogi pentingnya dan pekerjaan dua contoh pekerjaan reflektif semangat kerja. penggunaan yang ada di yang ada di uang. lingkungan lingkungan sekitar. sekitar. 88 Rubik penilaian menyebutkan ciri kas IPS Kunci

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Yogyakarta, ............................... Mengetahui, Guru Kelas Praktikan Abrocius Ganda Angga D. CH. Nurdayati 89

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI RENCANA PEMBELAJARAN TEMATIK NAMA SEKOLAH : SD KANISIUS TOTOGAN MATA PELAJARAN : TEMATIK TEMA : CINTA TANAH AIR KELAS /SEMESTER : 3 (Tiga)/2 (Dua) ALOKASI WAKTU : 3 x 40 Menit (120) A. STANDAR KOMPETENSI I. PKN 4. Memiliki kebanggaan sebagai bangsa Indonesia II. IPS 2. Memahami jenis-jenis pekerjaan dan penggunaan uang B. KOMPETENSI DASAR PKN : 4.1 Mengenal kekhasan bangsa Indonesia seperti kebhinekaan, kekayaan alam, keramahtamahan. IPS : 2.3 Memahami jenis-jenis pekerjaan di lingkungan rumah dan sekolah. I. INDIKATOR Competence : PKN : 90

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4.1.1 Menyebutkan keanekaragaman di Indonesia. 4.1.2 Menyebutkan macam-macam kekayaan alam di Indonesia. 4.1.3 Menyebutkan ciri khas bangsa Indonesia. IPS : 2.3.1 Menyebutkan nama-nama pekerjaan yang ada di lingkungan rumah masing-masing. Consience : 4.1.1 Mengerjakan soal dengan teliti. 4.1.2 Mendengarkan penjelasan dari pendidik. Compession : 3 4.1.1 Aktif dalam kelompok 4.1.2 Percaya diri 4.1.3 Bertanggung jawab 4.1.4 Disiplin TUJUAN PEMBELAJARAN Competence : PKN : 4.1.1 Setelah mendengarkan penjelasan dari pendidik peserta didik dapat menyebutkan minimal 2 keanekaragaman di Indonesia dengan tepat. 4.1.2 Setelah mendengarkan penjelasan dari pendidik peserta didik dapat menyebutkan minimal 2 kekayaan alam di Indonesia dengan tepat. 91

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4.1.3 Setelah mendengarkan penjelasan dari pendidik peserta didik dapat menyebutkan minimal 2 ciri khas bangsa Indonesia dengan tepat. IPS : 3.3.1 Setelah mendengarkan penjelasan dari pendidik peserta didik dapat menyebutkan minimal 2 nama-nama pekerjaan yang ada di lingkungan rumah masing-masing. Consience : 4.1.1 Peserta didik dapat mengerjakan soal dengan teliti. 4.1.2 Peserta didik dapat mendengarkan penjelasan dari pendidik dengan tenang. Compession : 4.1.1 Peserta didik aktif dalam kelompok. 4.1.2 Peserta didik percaya diri dalam segala bidang. 4.1.3 Peserta didik dapat besifat bertanggung jawab 4.1.4 Peserta didik lebih disiplin II. MATERI POKOK 1. PKn  Kebanggaan sebagai warga bangsa Indonesia 2. IPS  Jenis-jenis pekerjaan 92

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI III. METODE PEMBELAJARAN  Pembelajaran Pedagogi Reflektif (PPR) Teknik:  Ceramah  Diskusi.  Tanya jawab.  Demontrasi.  Pemberian tugas. IV. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN Kegiatan Deskripsi Alokasi waktu Pendahuluan  Orientasi 5 menit  Peserta didik mejawab salam dari pendidik.  Salah satu peserta didik memimpin doa.  Apersepsi 15 menit Konteks  Pendidik mengajak siswa 93

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI menyanyikan lagu “Dari Sabang Sampai Merauke”.  Pendidik memberikan apersepsi tentang materi kebudayaan pada peserta didik.  Pendidik menyampaikan tujuan pembelajaran.  Motivasi 5 menit  Pendidik mengajak peserta didik “tepuk semangat”.  Pendidik memberikan gambaran dari kegiatan pembelajaran.  Pemberian Acuan 5 menit  Pendidik memberi tahu bahwa dalam pembelajaran mencatat dan mendengarkan. Inti Pengalaman  Peserta didik menerima penjelasan dari pendidik mengenai kebudayaan di Indonesia.  Peserta didik diminta maju ke 94 65 menit

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI depan untuk menyebutkan salah satu kekayaan kebudayaan di Indonesia.  Pendidik meminta peserta didik untuk menunjukkan macammacam kebudayaan di Indonesia.  Pendidik membagi kelompok.  Pendidik memberikan soal untuk di kerjakan secara kelompok  Peserta didik berdiskusi dalam kelompok untuk mengerjakan soal yang diberikan oleh pendidik. Penutup  Pendidik melakukan tanya jawab dengan peserta didik. Evaluasi  Pendidik memberikan soal evaluasi kepada siswa.  Pendidik bersama membuat peserta kesimpulan pembelajaran. Refleksi 95 didik dari 25 menit

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI  Pendidik dan peserta didik melakukan refleksi bersama. Aksi  Peserta didik dapat mengetahui keanekaragaman kebudayaan di Indonesia. V. ALAT DAN SUMBER BELAJAR A. Sumber Belajar : 1. Buku Pendidikan Kewargaanegaraan kelas III SD. Sarwiyanto, Chris Subagyo. 2008. Ayo Belajar Pendidikan Kewarganegaraan. Yogyakarta: Kanisius. 2. Buku Tematik IIID. Sunardi, Murtini, Suwanto. 2011. Ayo Melakukan Pembelajaran Tematik Untuk SD kelas III Semester 2 Akhir. Yogyakarta: Kanisius. B. Alat Peraga: 1. Gambar-gambar baju daerah 2. Gambar-gambar rumah ibadah 3. Gambar-gambar rumah adat 4. Gambar-gambar tarian daerah 5. Gambar-gambar pekerjaan 96

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI VI. PENILAIAN Penilaian dilaksanakan selama proses dan sesudah pembelajaran Jenis Penilaian :  Tes Bentuk instrumen :  Isian singkat Contoh instrumen : 1.Jelaskan peran kalian dalam melestaeikan kebudayaan? Format Kriteria Penilaian 1. Penilaian competence Penilaian di ambil dari soal evaluasi. Cara penilainnya : Jumlah soal yang benar x 2 = 2. Penilaian conscience No Aspek yang dinilai 1 Ketelitian siswa Skor Keterangan 1 1  mengerjakan tidak sesuai dengan rumus. 2 2  mengerjakan kurang sesuai dengan rumus. 97

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 Perhatian siswa 3 3  mengerjakan sesuai dengan rumus. 1 1 tidak bisa mengerjakan soal yang diberikan. 2 2 mengerjakan beberapa soal yang di berikan. 3 3 mengerjakan semua soal yang diberikan dengan benar. 3. Penilaian compassion No Nama Aktif Percaya diri 1 2 3 4 Keterangan : 1. Aktif 1  anak hanya diam dan tidak berpendapat dalam kelompok. 2  anak hanya memberikan beberapa pendapat dalam kelompok. 3  anak banyak memberikan pendapat dalam kelompok. 2. Percaya diri 1  siswa menjawab pertanyaan dengan suara yang lemah. 98

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2  siswa menjawab pertanyaan dengan suara yang cukup keras. 3  siswa menjawab pertanyaan dengan suara yang keras.  LEMBAR NILAI KESELURUHAN Penilaian No. Nama Siswa Jumlah Skor Competence Conscience Nilai Compassion 10 + 6 + 6 + 8 1. 10 6 6 10 3 Yogyakarta, ............................................... Mengetahui, Guru Kelas Praktikan (CH. Nurdayati) (Ambrocius Ganda Angga Danuarta) 99

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LEMBAR KERJA SISWA Satuan Pendidikan : SD Kanisius Totogan Kelas / Semester : III / 2 Mata Pelajaran Terkait : Tematik Alokasi Waktu : 1 x 20 Menit A. Indikator Competence : PKN : 4.1.1 Setelah mendengarkan penjelasan dari pendidik peserta didik dapat menyebutkan minimal 2 keanekaragaman di Indonesia dengan tepat. 4.1.2 Setelah mendengarkan penjelasan dari pendidik peserta didik dapat menyebutkan minimal 2 kekayaan alam di Indonesia dengan tepat. 4.1.3 Setelah mendengarkan penjelasan dari pendidik peserta didik dapat menyebutkan minimal 2 ciri khas bangsa Indonesia dengan tepat. IPS :  Setelah mendengarkan penjelasan dari pendidik peserta didik dapat menyebutkan minimal 2 nama-nama pekerjaan yang ada di lingkungan rumah masing-masing. Consience : 4.1.1 Peserta didik dapat mengerjakan soal dengan teliti. 100

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4.1.2 Peserta didik dapat mendengarkan penjelasan dari pendidik dengan tenang. Compession : 4.1.1 Peserta didik aktif dalam kelompok. 4.1.3 Peserta didik percaya diri dalam segala bidang. 4.1.3 Peserta didik dapat besifat bertanggung jawab 4.1.4 Peserta didik lebih disiplin B. Petunjuk (untuk siswa) Kerjakan sesuai dengan petunjuk, bila kesulitan tanyakan kepada guru. C. Kegiatan Belajar Diskusikan dengan kelompokmu, carilah keanekaragaman di Indonesia dan bagaimana melestarikannya. SOAL EVALUASI ! A. Berilah tanda silang (X) pada a, b, c atau d untuk jawaban yang benar! 1. Terhadap suku lain kita harus bersikap... a. bodoh b. membenci c. menghormati 2. Hidup rukun dapat memberi.... a. perpecahan b. persatuan c. pertengkaran 3. Suku Sunda berasal dari.... a. Jawa Barat b. Jawa Tengah 101 c. Jawa Timur

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4. Teman beragama lain sedang beribadah, maka kita.... a. menghormati b. mengganggu c. mengejek 5. Upacara Ngaben berasal dari daerah.... a. Jawa Tengah b. Madura c. Bali 6. Tujuan orang bekerja adalah...... a. untuk mendapatkan kegiatan b. untuk memenuhi kebutuhan hidup c. mengisi waktu luang 7. Penjahit adalah jenis pekerjaan yang menghasilkan.... a. jasa b. benda c. kain 8. Di daerah industri orang banyak memperoleh pekerjaan sebagai..... a. petani b. pegawai c. karyawan 9. Orang yang pekerjaanya tidak digaji oleh pemerintah adalah.... a. wiraswasta b. tentara 102 c. pns

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10. Semangat dalam melakukan pekerjaan diantaranya.... a. rileks b. disiplin c. sering telat B. Isilah titik-titik dibawah ini dengan tepat! 1. Gotong royong bemanfaat untuk..... 2. Sikap mudah tersinggung dapat menyebabkan suasana........ 3. Jika tidak dapat mengendalikan diri kita akan merugikan....... 4. Setelah perselisihan dapat diselesaikan hendaknya tidak ada rasa........ 5. Dokter adalah pekerjaan yang menghasilkan............ C. Jawablah pertanyaan dibawah ini denan tepat! 1. Jelaskan pengertian cinta tanah air? 2. Sebutkan 3 sikap cinta pada tanah air? 3. Sebutkan tiga manfaat hidup rukun di masyarakat? 4. Sebutkan 3 contoh upacara adat yang ada di Indonesia? 5. Sebutkan 2 contoh pekerjaan yang menghasilkan jasa? 103

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI REFLEKSI ! 1. Bagaimana perasaanmu setelah mempelajari tema ini? ....................................................................................................... 2. Kesulitan apa yang masih kamu alami? ....................................................................................................... 3. Apa yang akan kamu lakukan setelah mempelajari tentang cinta tanah air? ...................................................................................................................... Usaha-usaha apa yang kamu lakukan untuk mengatasi masalah dan mengembangkan 104

(121) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 2 Instrumen Penelitian Sebelum Validasi 105

(122) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 106

(123) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 107

(124) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 108

(125) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 3 Validasi Instrumen Penelitian 109

(126) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 110

(127) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 4 Instrumen Penelitian Setelah Validasi 111

(128) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 1. Nama Lengkap 2. Kelas / No.Absen : : Cara mengisi: berikanlah jawaban yang paling sesuai dengan cara memberikan tanda centang (√) pada jawaban yang kamu pilih. Keterangan : SS= Sangat Setuju TS= Tidak Setuju S= Setuju STS= Sangat Tidak Setuju No Pernyataan 1 Saya peduli terhadap lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya 2 Saya tidak menyukaimakanan cepat saji karena tidak sehat untuk tubuh 3 Saya suka menanam pohon dikebun 4 Mencintai produk dalam negeri 5 Saya bersikap jujur 6 Mengikuti upacara, merupakan wujud untuk menghargai jasa para pahlawan 7 Saya suka membaca buku untuk memperoleh wawasan pengetahuan 8 Saya senang belajar Bahasa Indonesia 9 Menghibur teman yang sedih 10 Saya suka menyanyikan lagu Indonesia Raya 11 Saya hafal sila-sila yang terdapat pada pancasila 12 Saya bersikap toleransi kepada teman yang berbeda agama 13 Saya menghormati orang tua 14 Saya bangga memakai produk buatan Indonesia 15 Saya bertanggung jawab dengan tugas yang diberikan oleh guru 16 Menghormati orang yang lebih tua 17 Mengucapkan selamat hari raya kepada teman yang merayakan dan berbeda agama, serta suku bangsa 18 Menghormati teman beragama lain yang sedang menjalankan puasa 19 Saya kurang peduli terhadap lingkungan dengan membuang sampah sembarangan 20 Ada orang suka menebang pohon sembarangan 21 Saya lebih suka menggunakan produk luar negeri 112 SS S TS STS

(129) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 Saya malas mengikuti upacara Ada orang yang suka berburu binatang dan menjualnya Internet mebuat saya malas untuk membaca buku Saya lebih suka belajar Bahasa asing (inggris) Saya kurang peduli jika ada teman yang sedang sedih Saya malas-malasan saat mengikuti upacara Saya lebih tertarik tarian modern Saya kurang suka mengenakan kain batik sebagai ciri khas Negara Indonesia Saya lebih suka menyanyikan lagu pop daripada lagu kebangsaan Saat upacara berlangsung, saya tidak mengikuti pembacaan teks pancasila Saya memakai pakaian seragam yang tidak sesuai dengan peraturan sekolah Saya merasa lelah saat mengikuti upacara Saya lebih suka menonton film kesukaan di tv, daripada mengikuti kerja bakti yang diadakan di lingkungan sekitar Saat mengikuti upacara, saya suka mengobrol dengan teman Saya suka mengejek teman yang berbeda agama Saya tidak patuh terhadap nasihat orang tua Saya tidak mengetahui semboyan bangsa Indonesia Membuang sampah sembarangan Saya lebih menyukai seni pertunjukan modern (drama, band, dll) Saya menolak jika dipilih menjadi petugas upacara Saya tidak bangga memakai produk buatan Indonesia Saya mencontek tugas teman Saya kurang menghormati orang yang lebih tua Saya kurang sopan dan ramah saat menerima tamu Bersikap acuh tak acuh atau masa bodoh Makan dan minum di depan teman yang sedang berpuasa Saat pelajaran berlangsung saya membolos dan bermain diluar kelas. 113

(130) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 5 Contoh Hasil Skala Sikap Siswa Pada Kondisi Awal 114

(131) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 115

(132) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 116

(133) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 117

(134) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 118

(135) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 119

(136) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 120

(137) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 6 Contoh Hasil Skala Sikap Siswa Pada Siklus 1 121

(138) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 122

(139) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 123

(140) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 124

(141) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 125

(142) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 126

(143) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 127

(144) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 7 Contoh Hasil Skala Sikap Siswa Pada Siklus 2 128

(145) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 129

(146) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 130

(147) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 131

(148) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 132

(149) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 133

(150) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 134

(151) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 8 Hasil Validitas Instrumen Pembelajaran Dari Dosen 135

(152) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 136

(153) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 137

(154) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 138

(155) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 139

(156) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 9 Data Kondisi Awal, Siklus 1, dan Siklus 2 140

(157) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN DATA AWAL N O A B S E N 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 0 1 1 1 2 1 3 1 4 1 5 1 6 1 7 1 8 1 9 2 0 2 1 2 2 2 3 2 4 2 5 2 6 2 7 2 8 2 9 3 0 3 1 3 2 3 3 3 4 3 5 3 6 3 7 3 8 3 9 4 0 4 1 4 2 4 3 4 4 4 5 4 6 4 7 4 TO 8 TAL 1 2 2 4 2 2 1 2 4 5 5 4 4 5 5 5 5 4 5 4 4 4 2 4 2 4 2 4 2 4 1 4 2 4 2 4 2 2 2 2 2 2 4 4 4 2 4 2 4 155 2 4 4 4 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 1 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 4 4 5 5 4 227 3 4 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 1 2 2 1 1 2 1 1 2 2 2 1 2 1 4 2 1 2 4 2 2 2 2 2 2 2 4 2 2 4 4 4 2 2 2 2 2 131 4 4 4 5 5 5 5 5 2 1 5 5 2 5 5 5 5 2 2 5 5 5 5 2 5 2 4 5 5 1 5 5 5 4 4 5 4 5 5 5 4 2 4 2 4 5 2 4 4 194 5 4 4 4 4 5 5 4 5 4 4 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 2 5 1 1 4 2 1 2 1 1 1 2 1 4 4 2 2 2 2 1 2 1 1 2 1 2 2 2 146 6 4 2 4 5 4 5 4 5 5 4 4 5 4 5 4 4 2 4 4 4 4 5 4 5 2 2 4 4 4 1 2 1 2 1 1 2 4 2 1 1 2 4 2 2 2 4 2 1 153 7 4 2 5 5 4 5 4 4 5 5 5 4 5 5 4 5 5 2 0 1 1 5 5 1 2 2 4 4 2 4 2 2 2 2 4 1 1 4 1 4 1 1 4 1 2 2 4 2 149 8 4 5 5 5 5 5 5 5 4 4 4 5 4 5 4 4 4 4 5 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 5 5 2 5 2 5 4 5 4 4 4 5 4 206 9 1 0 1 1 1 2 1 3 1 4 1 5 1 6 1 7 1 8 1 9 2 0 2 1 4 2 1 5 4 5 4 5 4 4 4 5 4 5 5 5 4 4 5 5 5 5 5 5 4 4 4 2 4 2 5 5 5 5 5 5 4 5 5 4 5 5 5 4 4 4 5 4 208 4 2 4 5 4 5 4 5 4 4 1 5 5 5 4 4 5 4 4 5 5 2 1 4 5 1 1 4 4 5 1 4 2 1 2 2 2 4 1 4 2 1 4 2 4 2 1 1 155 4 4 5 5 4 4 4 5 5 4 4 4 4 5 4 4 4 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 4 5 5 2 4 4 5 4 217 5 4 4 4 4 5 4 4 5 5 4 4 4 5 5 5 5 4 2 5 5 5 5 2 5 1 5 5 4 5 5 5 5 4 4 4 4 5 4 4 5 4 4 4 2 1 4 4 201 4 2 2 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 5 5 5 4 4 5 2 4 5 4 5 4 4 4 4 5 4 5 4 4 5 5 2 4 4 5 4 194 4 4 2 4 4 5 5 2 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 5 2 2 4 4 4 2 4 4 4 4 4 4 2 4 2 2 2 2 1 4 1 1 1 1 4 2 2 1 154 5 2 5 4 4 4 5 5 4 4 5 2 4 5 4 4 5 4 4 4 4 5 4 4 4 2 1 4 4 4 4 1 1 1 1 4 1 1 2 1 4 1 2 2 2 1 1 2 151 4 4 4 5 4 5 4 4 4 4 5 4 5 4 4 1 4 4 2 2 4 1 5 2 2 2 4 1 2 4 1 4 2 4 4 4 1 2 4 2 1 1 2 4 2 4 5 2 153 5 4 4 5 4 5 4 4 2 5 5 4 4 4 4 5 2 4 4 4 5 1 1 1 2 4 1 5 1 5 2 1 5 2 1 5 1 4 4 5 1 1 4 1 4 2 1 2 154 5 4 5 1 5 5 5 4 4 4 5 4 4 5 5 4 5 4 5 5 5 5 5 1 4 5 5 4 1 5 5 5 5 4 5 4 5 5 4 4 5 5 2 4 2 4 5 2 203 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4 5 5 4 4 5 5 5 4 5 5 4 4 4 5 4 2 4 2 2 2 2 4 2 210 5 2 4 4 4 5 5 4 5 5 4 5 5 5 5 5 5 2 2 1 1 5 1 2 1 1 4 2 4 5 1 5 1 4 1 4 1 4 4 1 1 4 2 4 2 1 2 2 152 5 2 5 5 5 5 5 4 4 4 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 4 5 5 5 1 4 4 2 4 4 5 5 4 4 4 5 5 4 5 4 4 5 2 4 4 4 4 4 207 141

(158) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN DATA SIKLUS 1 N O A B S E N 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 0 1 1 1 2 1 3 1 4 1 5 1 6 1 7 1 8 1 9 2 0 2 1 2 2 2 3 2 4 2 5 2 6 2 7 2 8 2 9 3 0 3 1 3 2 3 3 3 4 3 5 3 6 3 7 3 8 3 9 4 0 4 1 4 2 4 3 4 4 4 5 4 6 4 7 4 TO 8 TAL 1 2 4 5 2 4 5 4 4 0 0 1 4 1 2 2 2 0 4 2 1 2 1 2 1 1 2 5 2 5 5 2 5 5 4 1 5 1 1 1 2 4 0 1 4 2 5 5 5 128 2 5 5 5 5 5 4 4 4 5 5 5 5 5 5 4 5 5 4 5 5 5 2 5 5 5 5 5 4 4 5 5 2 5 5 5 5 5 5 4 5 5 4 5 5 5 5 5 4 224 3 5 5 5 5 5 4 4 4 5 5 5 5 5 5 4 5 5 4 5 5 5 2 5 5 5 5 5 4 4 5 5 2 5 5 5 5 5 5 4 5 5 4 5 5 5 5 5 4 224 4 5 5 4 5 5 5 5 4 5 4 5 4 5 5 4 5 5 4 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 4 5 5 2 5 5 5 5 5 5 2 5 5 4 5 5 5 5 4 4 223 5 0 5 0 5 5 5 4 4 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4 5 5 5 5 2 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 222 6 5 5 5 5 5 4 4 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 2 5 5 5 5 5 5 5 5 5 1 5 5 5 5 5 5 228 7 5 5 5 5 5 5 4 4 4 1 5 5 5 5 4 5 4 4 5 5 4 1 1 4 4 4 4 4 5 4 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 2 5 5 1 5 5 5 207 8 2 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 2 5 5 5 5 5 5 5 5 5 2 4 5 5 5 5 5 2 5 5 4 5 5 5 5 5 5 205 9 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 4 5 4 4 4 5 5 5 5 5 5 4 4 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 4 5 4 4 4 4 4 4 5 5 225 5 5 4 5 5 5 4 4 5 2 4 4 5 4 4 5 4 5 5 4 4 2 5 5 5 5 5 5 4 5 5 2 5 5 5 5 4 4 5 5 4 4 5 4 5 5 5 4 214 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4 5 5 4 5 5 5 5 5 4 4 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4 5 5 5 4 4 4 4 4 5 5 5 5 5 4 4 226 1 5 4 4 4 2 2 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 5 5 5 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 189 4 5 5 4 5 1 1 4 4 4 4 5 5 5 4 4 5 4 5 5 5 4 4 5 4 4 4 5 4 5 5 5 4 1 5 4 4 5 5 4 4 2 5 5 5 4 4 4 202 2 4 4 5 5 2 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 188 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 5 5 2 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 207 5 5 4 5 5 4 4 5 5 5 5 5 5 5 4 5 4 4 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 2 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4 5 5 5 5 5 228 1 4 4 4 4 4 4 4 4 4 1 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 1 0 1 1 1 1 4 4 4 5 5 5 2 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 182 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 4 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 236 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 5 4 4 4 5 1 5 5 5 4 4 4 4 5 5 5 5 4 4 5 2 1 5 5 4 4 4 5 5 5 1 5 1 5 4 5 5 5 5 5 5 5 4 4 5 5 5 203 5 5 5 5 5 5 5 4 5 4 5 4 5 5 4 5 5 5 5 4 5 4 5 4 5 5 5 4 5 5 5 4 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 4 5 228 1 0 1 1 1 2 1 3 1 4 1 5 1 6 1 7 1 8 1 9 2 0 2 1 142

(159) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN DATA SIKLUS 2 N O A B S E N 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 0 1 1 1 2 1 3 1 4 1 5 1 6 1 7 1 8 1 9 2 0 2 1 2 2 2 3 2 4 2 5 2 6 2 7 2 8 2 9 3 0 3 1 3 2 3 3 3 4 3 5 3 6 3 7 3 8 3 9 4 0 4 1 4 2 4 3 4 4 4 5 4 6 4 7 4 TO 8 TAL 1 5 5 5 4 4 5 5 5 4 5 4 5 5 4 5 5 4 5 5 4 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 4 5 5 5 4 4 4 5 227 2 5 5 5 4 4 5 5 5 5 5 5 1 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 4 4 5 5 4 5 5 4 5 4 5 5 4 5 5 5 4 5 5 4 5 225 3 5 5 5 4 4 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 4 4 5 5 5 4 5 5 5 5 4 4 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 2 5 5 5 5 5 5 5 5 228 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 1 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 235 5 5 5 5 4 4 5 5 5 5 5 5 1 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 233 6 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4 5 4 4 5 5 5 4 5 5 5 5 5 4 4 5 5 5 5 5 2 5 5 5 5 5 5 5 5 230 7 5 4 5 4 4 5 5 4 5 4 5 5 5 5 4 5 5 4 4 5 4 5 5 4 4 4 5 4 5 5 5 4 5 5 4 5 5 4 5 5 5 4 5 4 5 4 5 4 220 8 5 5 5 4 4 4 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 4 4 5 4 5 5 4 5 4 4 4 4 4 5 4 2 4 4 4 2 4 4 5 4 5 5 5 5 5 5 4 213 9 5 4 4 5 4 5 5 5 5 5 4 2 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4 4 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4 4 5 4 4 5 4 4 4 5 221 5 4 5 5 4 5 4 5 5 4 5 5 5 5 5 5 4 4 5 4 5 4 4 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 227 5 5 5 5 4 4 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 4 4 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 2 1 5 5 5 5 5 4 226 5 5 5 5 4 5 4 5 5 4 5 4 4 5 5 5 4 4 4 4 5 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 207 5 5 5 4 4 4 5 4 5 4 5 4 5 4 5 5 4 5 4 4 1 5 4 4 5 2 4 5 4 5 5 4 5 4 5 4 5 1 1 5 4 4 5 5 4 5 4 5 204 5 5 5 4 4 5 5 4 5 4 5 4 5 5 5 5 5 5 5 4 5 1 4 4 5 4 4 4 4 5 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 207 5 5 5 5 4 5 5 5 5 4 5 5 5 4 4 4 5 4 5 4 4 4 4 4 5 4 5 4 4 5 4 4 5 5 4 5 4 4 5 4 5 4 4 4 4 4 5 4 214 5 5 5 4 4 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 1 2 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 230 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 1 5 5 5 4 4 5 5 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 5 4 5 4 4 2 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 216 5 5 5 4 4 5 5 4 5 4 5 2 5 5 4 5 4 5 4 5 5 4 5 5 5 5 4 5 4 5 5 5 5 5 5 2 4 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 222 5 5 5 4 4 5 4 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 233 5 5 5 4 4 5 4 4 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 4 5 5 5 4 5 5 5 4 5 5 4 5 5 4 5 5 4 5 5 5 5 5 4 5 227 5 5 5 4 4 4 5 4 5 5 5 4 4 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4 5 5 5 4 5 5 5 4 4 5 5 5 5 4 5 4 4 5 5 5 5 4 5 5 5 225 1 0 1 1 1 2 1 3 1 4 1 5 1 6 1 7 1 8 1 9 2 0 2 1 143

(160) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 10 Contoh Hasil Pekerjaan Siswa 144

(161) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 145

(162) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 146

(163) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 147

(164) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 148

(165) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 11 Refleksi Peserta Didik 149

(166) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 150

(167) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 12 Surat Ijin Penelitian 151

(168) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 152

(169) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 13 Surat Keterangan Telah Melaksanakan Penelitian 153

(170) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 154

(171) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 14 Proses Pembelajaran Di Kelas 155

(172) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Proses Belajar Mengajar (PBM) dengan media gambar pada siklus 2 yang telah dilakukan oleh peserta didik adalah sebagai berikut: 1. Peserta didik mendengarkan penjelasan pendidik tentang aktivitas pembelajaran yang akan dilakukan. Gambar 6. Kegiatan Awal Pembelajaran Gambar 6. Kegiatan Awal Pembelajaran menunjukkan peserta didik yang sedang menyimak penjelasan pendidik di awal PBM bahwa mereka akan mempelajari materi tentang keanekaragaman budaya. 2. Peserta didik menyimak gambar mengenai macam-macam keanekaragaman budaya. 156

(173) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Gambar 7. Kegiatan Menyimak Gambar. Gambar 7.Kegiatan menyimak gambar menunjukkan peserta didik yang sedang menyimak gambar tentang macam-macam keanekaragaman budaya di Indonesia. 3. Peserta didik berdiskusi dalam kelompok (teman sebangku) mengerjakan Lembar Kerja Peserta didik. Gambar 8. Kegiatan Diskusi Kelompok 157

(174) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Gambar 8.Kegiatan Diskusi Kelompok menunjukkan peserta didik yang sedang mengisi kertas poster tentang keanekaragaman budaya. 4. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok di depan kelas. Gambar 9. Kegiatan Presentasi Kelompok Gambar 9. Kegiatan Presentasi Kelompok menunjukkan perwakilan dari kelompok yang sedang mempresentasikan hasil diskusi kelompok mereka di depan kelas. Sedang pendidik di belakang menuliskan rangkuman dari hasil berdiskusi. 158

(175) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5. Peserta didik dengan melakukan refleksi kegiatan pembelajaran secara tertulis. Gambar 10. Kegiatan Refleksi Gambar 10.Kegiatan Refleksi menunjukkan peserta didik mengisi lembar refleksi setelah selesai mengerjakan evaluasi. 159

(176) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 15 Daftar Riwayat Hidup 160

(177) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR RIWAYAT HIDUP Ambrocius Ganda Angga Danuarta merupakan anak pertama dari tiga bersaudara. Anak dari bapak Patricius Sukardal dan Ibu Efrasia Sugiarti. Lahir di Kulon Progo, 06 November 1992. Pendidikan awal TK Santa Theresia, di Terbah, Kecamatan Pengasih tahun 1997-1998. SD Negeri 1 Pengasih, Kulon Progo tahun 1998-2004. Kemudian dilanjutkan ke jenjang Sekolang Menengah Pertama Negeri 1 Pengasih, Kulon Progo pada tahun 2004-2007. Tahun 20072010, penulis melanjutkan pendidikan Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Wates, Kulon Progo. Tahun 2010 penulis masuk ke Universitas Sanata Dharma, Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Selama menempuh pendidikan, ada beberapa kegiatan organisasi yang pernah diikuti penulis di SD mengikuti kegiatan ekstrakulikuler pramuka dan baris berbaris. Di SMP penulis juga mengikuti kegiatan ekstrakulikuler PMI, Pramuka, dan Persatuan Baris Berbaris (PBB). Sedangkan di SMA penulis mengikuti Pramuka, Persatuan Baris Berbaris (PBB), dan Pencinta Alam “STARCRUSHER”. Di Perguruan Tinggi penulis masih aktif dalam mengikuti berbagai kegiatan organisasi, dari kegiatan yang bersifat sosial sampai dengan kepanitian Insadha angkatan 2011, 2012, dan yang terahkir 2013 sebagai ketua koordinator dekorasi. 161

(178)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Penerapan paradigma pedagogi reflektif pada mata pelajaran PKN untuk meningkatkan kesadaran siswa akan nilai globalisasi pada siswa kelas IV SD Karitas tahun ajaran 2013/2014.
0
0
2
Penerapan paradigma pedagogi reflektif pada mata pelajaran PKn untuk meningkatkan kesadaran siswa akan nilai cinta tanah air pada siswa kelas III SD Negeri Sarikarya semester genap tahun ajaran 2013/2014.
1
2
336
Penerapan paradigma pedagogi reflektif pada mata pelajaran PKN dalam meningkatkan kesadaran siswa akan nilai kedisiplinan kelas II SD Negeri Sarikarya.
0
0
2
Penerapan paradigma pedagogi reflektif pada mata pelajaran PKn dalam meningkatkan kesadaran siswa akan nilai demokrasi kelas V SD Negeri Sarikarya.
0
0
231
Pembelajaran PKN dengan model pembelajaran kooperatif untuk meningkatkan kesadaran akan nilai cinta tanah air siswa kelas III SD N Adisucipto 1 tahun ajaran 2012/2013.
0
0
221
Pembelajaran PKN dengan model pembelajaran kooperatif untuk meningkatkan kesadaran akan nilai cinta tanah air siswa kelas III SD Kanisius Totogan tahun ajaran 2012/2013.
0
0
225
Pembelajaran PKN dengan model pembelajaran kooperatif untuk meningkatkan kesadaran akan nilai cinta tanah air siswa kelas III SD N Adisucipto 2.
0
0
213
Penerapan paradigma pedagogi reflektif pada mata pelajaran PKn dalam meningkatkan kesadaran siswa akan nilai demokrasi kelas V SD Negeri Sarikarya
0
3
229
Penerapan paradigma pedagogi reflektif pada mata pelajaran PKN dalam meningkatkan kesadaran siswa akan nilai kedisiplinan kelas II SD Negeri Sarikarya
0
6
261
Pembelajaran PKN dengan model pembelajaran kooperatif untuk meningkatkan kesadaran akan nilai cinta tanah air siswa kelas III SD Kanisius Totogan tahun ajaran 2012 2013
0
3
223
Pembelajaran PKN dengan model pembelajaran kooperatif untuk meningkatkan kesadaran akan nilai cinta tanah air siswa kelas III SD N Adisucipto 1 tahun ajaran 2012 2013
0
0
219
Pembelajaran PKN dengan model pembelajaran kooperatif untuk meningkatkan kesadaran akan nilai cinta tanah air siswa kelas III SD N Adisucipto 2 - USD Repository
0
0
211
Penerapan paradigma pedagogi reflektif pada mata pelajaran PKN dalam meningkatkan kesadaran siswa akan nilai kedisiplinan kelas II SDK Jetisdepok tahun 2013/2014 - USD Repository
0
0
237
Pengaruh penerapan paradigma pedagogi reflektif dalam mata pelajaran PKn terhadap kesadaran siswa akan nilai demokrasi SD Kanisius Sengkan - USD Repository
0
0
245
Penerapan pembelajaran pedagogi reflektif pada mata pelajaran PKn untuk meningkatkan kesadaran siswa akan nilai organisasi pada siswa kelas V SD Kanisius Totogan tahun ajaran 2013/2014 - USD Repository
0
1
178
Show more