KECENDERUNGAN DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PERILAKU ASERTIF PADA MAHASISWA YANG AKTIF BERORGANISASI DI KAMPUS

Gratis

0
0
154
3 weeks ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KECENDERUNGAN DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PERILAKU ASERTIF PADA MAHASISWA YANG AKTIF BERORGANISASI DI KAMPUS SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi Disusun oleh: Antonia Ita Verina 149114028 PROGRAM STUDI PSIKOLOGI JURUSAN PSIKOLOGI FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2019

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI I I SKRIPSI I KECEI\IDERI]NGAI\T DAIY FAKTOR-F'AKTOR YANG MEMENGARTII{I I I i PERILAKU ASERTIF PADA MAIIASISWA YAI\IG AKTIF' BERORGAIVSASI DI KAMPUS Dosen Pembimbing, Tanggal: Z? JAN ?0lg

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI SKRIPSI KECENDERUNGAI\ I}AN F'AKTOR.F'AKTOR YANG MEMENGARUHI PERILAKU ASERTIF'PADA MAHASISWA YANG AKTIF' SERSRSAITISASI I}I KAMPUS Sisusun oleh: Antanialta Verina 14911 Telah dip enguji phi syarat Pada Tang Pengrrji I Penguji II : Penguji III : P. Fnenri KffSftrani, Prof. A. l{l;t ls 1'L'll1 \#4 fua,PhD .@. 6olelt'tAtfl Wffi ;"%ksPsi,M:*ffi ffiYruKffi@" H ffi,tiJll{lls Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Dekan, Kristiyani, M.Psi

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HALAMAN MOTTO “Jika lelah isitirahatlah, tapi jangan sekali-kali mencoba untuk menyerah dan putus asa” -Anonim- “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.” (Filipi 4:6) “Serahkanlah perbuatanmu kepada TUHAN, maka terlaksanalah segala rencanamu.” (Amsal 16:3) iv

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN Karya ini kupersembahkan untuk: Tuhan Yesus Kristus yang selalu menjadi jalan dan terang untuk hidupku, Bunda Maria yang selalu menguatkan disaat ku lelah dan ingin menyerah. Bapak Ibu yang kuyakin tidak pernah lelah mendoakan dan mencintaiku selama berproses. Untuk kedua kakakku, Mas Bayu dan Mas Rio Makasih buat kesabarannya untuk mendukungku selama ini. Orang-orang terkasih dan juga semua sahabat-sahabat yang sudah percaya bahwa aku mampu melewatinya, serta Semua pihak yang telah membantu dan mendukung proses pengerjaan skripsi ini. v

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERIIYATAAN KEASLIAI\ KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya sebuatr karya ilmiah. Yogy akarta, 22 Januari 2019 Penulis, Antonia Ita Verina V1

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KECENDERUNGAN DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PERILAKU ASERTIF PADA MAHASISWA YANG AKTIF BERORGANISASI DI KAMPUS Antonia Ita Verina ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tentang kecenderungan perilaku asertif serta faktor-faktor yang memengaruhi perilaku asertif pada mahasiswa yang aktif berorganisasi di kampus. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Metode pengambilan data yang digunakan yakni wawancara semi terstruktur. Partisipan penelitian ini adalah enam mahasiswa berusia antara 19-23 tahun yang aktif berorganisasi di kampus. Penelitian ini menggunakan desain analisis isi kualitatif (AIK) dengan pendekatan deduktif untuk menjawab pertanyaan kecenderungan perilaku asertif dan pendekatan induktif untuk menjawab pertanyaan faktor-faktor yang memengaruhi perilaku asertif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipan memiliki kecenderungan perilaku asertif yang relatif tinggi adapula partisipan yang memiliki kecenderungan perilaku asertif relatif rendah. Secara keseluruhan, semua partisipan memiliki kecenderungan untuk berperilaku asertif. Faktor-faktor yang memengaruhi perilaku asertif responden meliputi faktor internal dan eksternal. Fakor internal yang tampak yakni konsep diri dan harga diri, sedangkan faktor eksternal yakni tempat organisasi, kebudayaan, sumber daya manusia, pengalaman organisasi, serta dukungan dari partner organisasi. Kata Kunci: Perilaku asertif, faktor-faktor memengaruhi perilaku asertif, organisasi, mahasiswa aktif, vii

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI THE TENDENCIES AND FACTORS INFLUENCING THE ASSERTIVE BEHAVIOUR ON ORGANIZATIONAL ACTIVE STUDENTS IN THE CAMPUS Antonia Ita Verina ABSTRACT This research aims to draw the tendencies on the assertive behaviour as well as factors which influence the tendencies on organizational active students. This research is included into descriptive qualitative research. The method of data collection was semi-structured interview. The partisipants of this research were six organizational active university students whose ages are 19 up to 23 in the campus. This research employed qualitative content analysis with the deductive approach to answer the question on tendencies of the assertive behaviour and inductive approach to answer the question on factors which influence the assertive behaviour. The results showed that there were partisipants who had relatively high-rate tendencies on the assertive behaviour and partisipants who had relatively low-rate tendencies on the assertive behaviour. Overall, all of the partisipants have tendencies to act assertively. The factors which influence the assertive behaviour of the respondents cover internal and external factors. The visible internal factors are self-concept and self esteem, while the external factors are the organization, culture, human resources, organization experience, and supports from the partners in the organizations. Keywords: active students, assertive behaviour, factors influencing the assertive behaviour, organization. viii

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LEMBAR PERI\IYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma Nama : Antonia Ita Verina NomorMahasiswa :149114028 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya mernberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya Ilmiah saya yang berjudul: Kecenderungan dan Faktor-Faktor yang Memengaruhi Perilaku Asertif pada Mahasiswa yang Aktif Berorganisasi di Kampus Beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan dernikian, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya di intemet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu merninta izin dari saya maupun mernberikan royalty kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya. Dibuat Pada di : Yogyakarta tanggal :22 Januai20l9 Yang menyatakan, (Antonia Ita Verina) 1X

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala berkat dan penyertaan-Nya sehingga penulis mampu melalui segala proses pengerjaan skripsi hingga pada akhirnya dapat terselesaikannya sebuah karya ini. Tentu hal ini tidak lepas dari kasih Tuhan yang Ia tunjukkan melalui kehadiran orang-orang terkasih yang telah membantu dan mendukung proses pengerjaan ini. Oleh sebab itu, penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada: 1. Ibu Dr. Titik Kristiyani, M.Psi. selaku Dekan Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma. 2. Ibu Monica Eviandaru Madyaningrum, Ph.D. selaku Ketua Program Studi Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma. 3. Romo Dr. Priyono Marwan, S.J., dan Bapak Paulus Eddy Suhartanto, M.Si. selaku Dosen Pembimbing Akademik yang selalu mendampingi dan memberi arahan selama menjalani masa perkuliahan. 4. Ibu Dr. Titik Kristiyani, M.Psi. selaku Dosen Pembimbing Skripsi. Terimakasih saya ucapkan atas segala kesabaran, tenaga, dan waktu yang telah diberikan serta kesediaannya untuk membimbing, memberikan masukan, serta arahan dalam proses pengerjaan skripsi. 5. Bapak Albertus Harimurti, S.Psi., M.Hum atau Mas Ucil, terima kasih untuk bimbingan dan bantuannya selama proses revisi, dan terima kasih sudah mau di buru-buru Mas, hehe. 6. Bapak/Ibu dosen dan staff karyawan Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma yang telah memberikan pengetahuan, pelajaran, dan pengalaman berharga selama saya menempuh pendidikan. 7. Teman-teman partisipan penelitian. Terima kasih karena telah meluangkan waktu dan dukungannya untuk membantu penulis dalam proses pengambilan data. Semoga Tuhan membalas kebaikan kalian. 8. Bapak dan Ibu terkasih selaku orangtua penulis. Terima kasih karena selalu mendukung dan menyebutku di dalam setiap doa. Terima kasih x

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI untuk kepercayaan, harapan, dan kasih yang telah kalian berikan selama ini. 9. Mas Bayu dan Mas Rio, selaku kakak penulis. Terima kasih atas kesabaran dan dukungan selama ini. Meskipun jauh di mata, namun dukungan kalian penulis rasakan. 10. Dimas Ikhlasul Amal Riyanto, yang sudah merangkap sebagai sahabat, kakak, saudara, dan partner terbaik. Terima kasih atas segala support, kasih, bantuan, dan motivasinya selama ini. Terima kasih pula karena sudah bersedia meluangkan waktu, tenaga, dan pikirannya serta percaya bahwa penulis pasti dapat melalui proses ini. Sukses untuk skripsi dan masa depanmu! 11. Ivena Karin, selaku sahabat dan partner dalam segala hal. Terima kasih karena selalu positif dalam menanggapi segala kejadian sehingga penulis mampu untuk memandang tiap masalah dari persepsi yang berbeda. Terima kasih juga untuk selalu ada sehingga penulis tidak merasa berjalan seorang diri. Sukses untuk karirmu! 12. Theresia Resty Kusuma Ningrum, selaku sahabat penulis yang sudah menemani sejak semester pertama sampai saat ini. Terima kasih karna sudah menjadi diri sendiri dalam berteman dan selalu hadir memberi keceriaan serta semangat bagi penulis. Tuhan besertamu. 13. Anatasia Fernanda Harlin, yang udah jadi sahabat dan “teman tidur” penulis. Terima kasih, Nan, karna mu aku belajar banyak tentang kehidupan, percintaan, dan juga kesabaran. Ayo foto studio bareng ya! 14. Myisha Felicia Elisabeth, selaku sahabat penulis. Terima kasih untuk kebaikanmu dan untuk konsultasi gratisnya tentang berbagai macam obat dan penyakit. Sukses buat karirmu selanjutnya ya! GBU 15. Maria Dhea Sani, partner makan, partner kegereja, nyekrip, kemanamana dan ngapain aja. Makasih sudah setia menemani disaat sedang lelah dan galau. Ayo to, jangan nglokro garap skripsinya! 16. Devina Putri Mahardika, selaku si inem penulis (ups). Terima kasih untuk kebaikannya selama ini dan yang selalu peka saat penulis xi

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI membutuhkan bantuan. Sukses buat skripsi dan semoga segera mendapatkan pendamping ya! 17. Yus, Vanio, Denta, Lia, Rani, Rias, Venta, Chacha, dan teman-teman Bu Titik squad lainnnya. Makasih karna kalian sudah membagikan ilmu, menemani, dan teman diskusi penulis selama melalui proses skripsi ini. 18. Mbak Ayu dan Mbak Yesi yang selalu penulis repotkan di tiap semester. Terima kasih untuk segala ilmu dan pengalaman yang boleh penulis rasakan selama ini. Sukses untuk jalan masing-masing yah! 19. Teman-teman psikologi angkatan 2014, khususnya kelas C. Terima kasih untuk pengalaman selama kurang lebih 4,5 tahun ini dan atas segala dukungan yang boleh penulis rasakan. Sukses untuk kita ya! 20. Teman-teman Kos Kinasih 1, terutama Catherine Dewi, Denty Aprilia, dan Anastasia Noor. Makasih sudah menjadi tetangga yang baik dan teman berbagi segala hal. Terima kasih juga karena sudah ada selama 24 jam untuk kudatangi kapanpun. Semoga pertemanan tetap terjalin ya! GBU 21. Biro Psikologi “Detail Consulting” yang sudah memberikan kesempatan bagi penulis untuk memiliki pengalaman berharga dan merasakan dunia kerja. Terima kasih untuk kerja samanya selama ini dan juga untuk obrolan-obrolan yang mulai dari gak mutu sampai berbobot tentang masa depan. Sukses buat kalian semua! 22. Teman-teman UKF Paduan Suara Angel’s Voice, terima kasih untuk pengalamannya dan keakraban yang pernah dirasakan. Semoga tetap suka untuk menyumbangkan suara emas kalian untuk orang banyak ya. 23. Teman-teman Komunitas Paingan yang permah menjadi bagian untuk berbagi pengalaman rohani. 24. Semua anggota dan pengalaman selama kepanitiaan yang pernah penulis ikuti. Terima kasih karena sudah memperkenalkan banyak hal baru dan percaya pada penulis untuk memegang suatu divisi. xii

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25. Semua teman-teman seperjuangan dan yang pernah menemani mengerjakan skripsi bersama dan menjadi teman berdiskusi, serta semua pihak yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu, terima kasih atas segala bantuan dan dukungannya selama ini. Semoga Tuhan membalas kebaikan kalian. Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, dengan terbuka penulis menerima segala bentuk kritik dan saran dari pembaca untuk perbaikan skripsi ini. Semoga skripsi ini memberikan manfaat bagi pembaca. Terima kasih  Penulis Antonia Ita Verina xiii

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ................................................................................. i HALAMAN PERSETUJUAN DOSEN PEMBIMBING ......................... ii HALAMAN PENGESAHAN ................................................................... iii HALAMAN MOTTO ............................................................................... iv HALAMAN PERSEMBAHAN................................................................ v HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA .............................. vi ABSTRAK ................................................................................................ vii ABSTRACT ................................................................................................ viii HALAMAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH ............. ix KATA PENGANTAR .............................................................................. x DAFTAR ISI ............................................................................................. xiv DAFTAR GAMBAR ................................................................................ xvii DAFTAR TABEL ..................................................................................... xviii BAB I. PENDAHULUAN ........................................................................ 1 A. LATAR BELAKANG.................................................................. 1 B. RUMUSAN MASALAH ............................................................. 9 C. TUJUAN PENELITIAN .............................................................. 9 D. MANFAAT PENELITIAN .......................................................... 10 1. Manfaat Teoritis .................................................................... 10 2. Manfaat Praktis ..................................................................... 10 BAB II. LANDASAN TEORI .................................................................. 11 A. ASERTIF...................................................................................... 11 xiv

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1. Definisi Asertif ...................................................................... 11 2. Perbedaan Perilaku Tidak asertif, Asertif, dan Agresif......... 12 3. Aspek-aspek Perilaku Asertif ................................................ 14 4. Faktor-faktor yang Memengaruhi Perilaku Asertif ............... 15 5. Manfaat Perilaku Asertif ....................................................... 19 B. MAHASISWA ............................................................................. 20 C. ORGANISASI.............................................................................. 22 D. KERANGKA BERPIKIR ............................................................ 23 BAB III. METODE PENELITIAN........................................................... 29 A. FOKUS PENELITIAN ............................................................... 29 B. JENIS DAN DESAIN PENELITIAN .......................................... 29 C. PARTISIPAN ............................................................................... 30 D. PERAN PENELITI ...................................................................... 30 E. METODE PENGUMPULAN DATA .......................................... 31 F. METODE PEREKAMAN DATA ............................................... 35 G. ANALISIS DATA........................................................................ 35 H. KREDIBILITAS .......................................................................... 37 BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN ................................................. 40 A. PROSES PENGAMBILAN DATA ............................................. 40 1. Proses Penelitian ................................................................... 40 2. Proses Pengambilan Data ...................................................... 41 3. Demografi Partisipan ............................................................ 42 4. Latar Belakang Partisipan ..................................................... 42 xv

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI a. Latar Belakang CADS ..................................................... 42 b. Latar Belakang TBWP ..................................................... 43 c. Latar Belakang RP............................................................ 43 d. Latar Belakang ETK ......................................................... 44 e. Latar Belakang DKA ........................................................ 45 f. Latar Belakang V.............................................................. 45 B. HASIL PENELITIAN .................................................................. 46 1. Kecenderungan Perilaku Asertif ........................................... 46 2. Faktor-Faktor yang Memengaruhi ........................................ 60 C. PEMBAHASAN .......................................................................... 72 BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN ................................................... 83 A. KESIMPULAN ............................................................................ 83 B. KETERBATASAN PENELITIAN .............................................. 84 C. SARAN ........................................................................................ 85 DAFTAR PUSTAKA ............................................................................... 87 LAMPIRAN .............................................................................................. 92 xvi

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GAMBAR Skema Kerangka Berpikir ......................................................................... xvii 28

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 1. Protokol Wawancara .................................................................... 33 Tabel 2. Matriks Kategorisasi .................................................................... 34 Tabel 3. Pelaksanaan Penelitian ................................................................. 41 Tabel 4. Demografi Partisipan ................................................................... 42 Tabel 5. Kesimpulan Kecenderungan Perilaku Asertif .............................. 59 Tabel 6. Ringkasan Faktor-Faktor yang Memengaruhi Perilaku Asertif ... 70 Tabel 7. Ringkasan Faktor-Faktor yang Memengaruhi Perilaku Tidak Asertif .............................................................................................................. 71 xviii

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Pada umumnya, tujuan utama mahasiswa di Perguruan Tinggi adalah untuk mencari ilmu sesuai dengan bidang atau jurusan yang diambil. Tetapi, selain ilmu akademis yang dicari, mahasiswa juga dapat mengembangkan bakat, minat, dan kemampuan lain melalui kegiatan kokurikuler maupun ekstrakurikuler. Kegiatan yang dimaksud dapat diperoleh melalui organisasi kemahasiswaan, seperti kegiatan dalam upaya perbaikan kesejahteraan mahasiswa dan kegiatan sesuai dengan minat dan kegemarannya (SK Menteri Pendidikan Nasional dan Kebudayaan No.155/U/1998). Mahasiswa yang aktif dalam organisasi kemahasiswaan harus dapat bekerja secara aktif untuk mendorong pelaksanaan berbagai kegiatan di organisasi dalam kampusnya. Survei awal yang dilakukan peneliti kepada 114 responden mahasiswa yang aktif berorganisasi berusia 18 sampai 25 tahun dari enam perguruan tinggi negeri dan swasta di Yogyakarta, menunjukkan sebanyak 22,8% mahasiswa aktif berorganisasi cenderung diam dan kurang aktif dalam menyampaikan pendapat saat rapat. Beberapa alasan mahasiswa yang memilih untuk diam saat rapat antara lain akan mendengarkan pendapat anggota lain terlebih dahulu, masih belum tahu pendapat yang sesuai, kurang memahami isu dan topik yang sedang dibahas, tidak mau jika dianggap “sok” oleh mahasiswa lain, malu, gugup, takut salah, serta melihat situasi terlebih dahulu 1

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2 sebelum berani mengungkapkan pendapat. Beberapa perilaku tersebut menurut Alberti dan Emmons (2002) sesuai dengan ciri-ciri dari perilaku nonasertif yaitu individu cenderung menyangkali ekspresi dirinya, tidak menunjukkan perasaan sesungguhnya, cemas, dan mengikuti pilihan orang lain dalam memilih. Fenomena lain yang terkait dengan mahasiswa dan organisasi tentang perilaku untuk menyampaikan ide yakni kejadian yang terjadi pada Jumat, 7 Juli 2017 seperti yang dilaporkan oleh Hakim (2017) bahwa pertemuan antara BEM UI dan ITB dengan Panitia Khusus Angket KPK yang berujung ricuh dari kedua belah pihak. Fenomena lain yang terjadi yakni berita yang sedang hangat di awal tahun 2018. Berita tersebut salah satunya ditulis oleh Ihsanuddin (2018) tentang ketua BEM UI yang nekat memberikan kartu kuning pada presiden Jokowi untuk dapat menyampaikan aspirasinya yang pada akhirnya harus diamankan oleh Paspampres. Kedua fenomena tersebut menunjukkan bahwa masih ada mahasiswa dalam suatu organisasi yang belum mampu menyampaikan aspirasi dengan baik. Mahasiswa cenderung memaksakan pendapat dan melakukan tindakan ekspresi yang cenderung agresif saat musyawarah jika tidak sesuai dengan keinginan. Mahasiswa tersebut cenderung merugikan orang lain yakni lembaga yang bersangkutan dan organisasinya sendiri karena pada akhirnya ditolak untuk diadakan musyawarah dan diamankan. Fenomena-fenomena tersebut menurut Alberti dan Emmons (2002) tergolong dalam pengungkapan ekspresi agresif di mana individu dengan

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 perilaku agresif akan mencapai tujuan diri sendiri dengan merugikan, menyakiti, dan merendahkan orang lain. Hal tersebut menyimpang dari perilaku yang seharusnya yakni dengan mampu mengekspresikan diri tanpa mengabaikan hak orang lain (Alberti & Emmons, 2002) agar organisasi dapat menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menyampaikan idenya. Dengan kata lain, fenomena-fenomena tersebut menunjukkan perilaku tidak asertif. Konteks dari penelitian ini adalah mahasiswa yang aktif berorganisasi dalam lingkup organisasi yang berada di kampus di mana mereka kuliah. Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional dan Kebudayaan No.155/U/1998 tentang Pedoman Umum Organisasi Kemahasiswaan menyatakan bahwa organisasi kemahasiswaaan memiliki kedudukan resmi di lingkungan perguruan tinggi. Organisasi kemahasiswaan intra perguruan tinggi yang dibentuk pada tingkat perguruan tinggi yakni Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas (BEMU) dan Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas (DPMU). Pada tingkat fakultas yaitu Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas (BEMF) dan Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas (DPMF), serta tingkat jurusan yakni Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS), dan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ). Terdapat pula organisasi yang dibentuk berdasarkan minat dan bakat mahasiswa yang tergabung di dalamnya yang disebut sebagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Robbins (1994) menjelaskan bahwa organisasi merupakan suatu kelompok sosial yang dikelola secara sadar dengan cara bekerja untuk mencapai tujuan bersama. Montero (2010) juga menjelaskan bahwa lingkungan organisasi

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4 merupakan tantangan untuk menjalin interaksi sosial. Organisasi kemahasiswaan merupakan wahana dan sarana pengembangan diri mahasiswa ke arah integritas kepribadian, peningkatan kepemimpinan, penalaran, minat, kegemaran, dan kesejahteraan mahasiswa dalam kehidupan kemahasiswaan di perguruan tinggi. Pelaksanaan dalam organisasi kemahasiswaan dilengkapi dengan struktur, mekanisme, fungsi, prosedur, program kerja, dan elemen lainnya yang memiliki fungsi untuk mengarahkan seluruh potensi yang ada dalam organisasi pada tujuan atau cita-cita akhir yang ingin dicapai (Leny & Suyasa, 2006). Leny dan Suyasa (2006) menjelaskan bahwa mahasiswa yang aktif berorganisasi memiliki kesempatan lebih besar untuk dapat berinteraksi dengan individu lain dibandingkan dengan mahasiswa yang tidak aktif berorganisasi. Dalam organisasi, mahasiswa dilatih untuk memiliki sikap inisiatif, asertif, terbuka, dan empati. Hal tersebut membuat mahasiswa yang aktif berorganisasi dapat terlatih secara sosial dan lebih kompeten dalam menghadapi situasi interpersonal, serta dapat mengembangkan keterampilan dalam menyelesaikan konflik antar individu maupun dalam organisasi. Putri (2015) juga menjelaskan bahwa selain melatih kemampuan berelasi yang baik, keaktifan berorganisasi juga dapat melatih mahasiswa untuk dapat membagi waktu antara kegiatan organisasi dengan kegiatan akademik. Kendati demikian, terdapat pula mahasiswa yang kurang mampu untuk membagi waktu antara organisasi dan akademik yang dapat berdampak kurang baik terhadap prestasi akademik yang didapatkan (Caesari, Anita, & Ariati, 2013).

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5 Mahasiswa yang aktif dalam organisasi memiliki beberapa keuntungan yang tidak didapatkan mahasiswa lain yang tidak mengikuti organisasi. Salah satu keterampilan yang dilatih dalam aktif berorganisasi yaitu perilaku asertif. Akan tetapi, berdasarkan fenomena-fenomena yang sudah dijelaskan sebelumnya, dapat ditunjukkan bahwa masih terdapat mahasiswa anggota organisasi yang belum menunjukkan perilaku asertif. Perilaku yang ditunjukkan cenderung ke arah tidak asertif dan agresif. Perilaku asertif merupakan perilaku mengungkapkan dan mengekspresikan maksud secara jujur, percaya diri, dan terbuka dengan tetap menghargai hak serta perasaan diri sendiri maupun orang lain. Menurut Alberti dan Emmons (2002) terdapat tiga perilaku dalam mengungkapkan dan mengekspresikan diri yaitu tidak asertif, agresif, dan asertif. Tidak asertif merupakan tipe perilaku menyangkal dalam pengungkapan diri. Perilaku agresif merupakan salah satu bentuk ekspresi diri yang berusaha mencapai suatu tujuan tertentu dengan mengorbankan orang lain. Perilaku asertif merupakan salah satu dari tiga gaya perilaku ekspresi diri manusia, yang terletak di antara perilaku pasif dan agresif (Amalia, 2014). Perilaku asertif dapat dipelajari dan bersifat dapat berubah bagi setiap orang. Oleh karena itu, perilaku asertif dapat berkembang sesuai dengan pengalaman yang didapatkan oleh masing-masing individu (Alberti & Emmons, 2002). Penelitian yang sudah dilakukan tentang perilaku asertif digolongkan dalam dua tujuan, yakni untuk mengetahui faktor penyebab yang memengaruhi dan dampak yang terjadi akibat perilaku asertif. Beberapa faktor

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6 penyebab perilaku asertif yaitu terlihat pada penelitian Amalia (2014) didapatkan hasil bahwa konsep diri yang positif dapat menjadikan individu mampu untuk membuat keputusan, percaya dan yakin pada diri sendiri, serta mampu untuk mengungkapkan kesetujuan maupun ketidaksetujuannya. Terdapat pula penelitian oleh Alayi, Khamen, dan Gatab (2011); Anjar dan Satiningsih (2013); dan Sriyanto, Abdulkarim, Zainun, dan Maryani (2014) yang menjelaskan bahwa pola asuh orangtua merupakan salah satu faktor penyebab seseorang memiliki perilaku asertif. Konteks sosial dan pendidikan juga merupakan faktor penyebab perilaku asertif. Provinsi tempat tinggal, tingkat pendidikan, dan usia, memiliki pengaruh yang kecil terhadap perilaku asertif pada remaja. Akan tetapi, hal-hal tersebut sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari (Castedo, Juste, & Alonso, 2015). Selain faktor penyebab dari hasil penelitian, ditemukan pula dampak dari perilaku asertif. Perilaku asertif berdampak pada penurunan kecemasan sosial seseorang (Misnani, 2016; Rizki, Sukarti, & Uyun, 2015). Pada penelitian tersebut diperoleh hasil tentang diperlukannya pelatihan perilaku asertif untuk dapat meningkatkan kemampuan dalam mengungkapkan apa yang dirasakan, dialami, dan dipikirkan seseorang. Hal tersebut berguna untuk membantu penyesuaian diri yang adaptif dalam mengatasi kecemasan, kesulitan sosial, dan emosional. Penelitian lain menjelaskan bahwa perilaku asertif dapat meningkatkan keterampilan dalam pemecahan masalah. Hal tersebut terjadi karena perilaku asertif memungkinkan untuk dapat mengembangkan keterampilan sosial lainnya yang salah satunya adalah kemampuan pemecahan

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7 masalah. Dengan memiliki perilaku asertif maka individu dapat memanfaatkan peluang untuk berhasil dalam kehidupan sosial dan memiliki kemampuan komunikasi yang baik (Guven, 2010). Selain pengaruh positif dari perilaku asertif, terdapat pula dampak yang terjadi akibat kurangnya perilaku asertif. Penelitian sebelumnya menjelaskan bahwa kurangnya perilaku asertif yang dimiliki individu dapat memengaruhi kesehatan mental serta kecenderungan mengalami depresi (Khan, 2012; Pourjali & Zarnaghash, 2010). Pada penelitian tersebut dijelaskan bahwa individu yang tidak asertif cenderung pemalu, tertutup, dan tidak dapat menyatakan keinginannya. Orang yang tidak asertif kurang dapat mengungkapkan keinginan dan perasaannya sehingga kurang mendapat dukungan sosial serta masukan dari orang lain. Orang yang tidak asertif kurang memiliki sumber daya manusia yang dapat diandalkan untuk mengatasi masalah ataupun stress yang sedang dihadapinya. Hal tersebut dapat memicu dampak negatif lain yang menimbulkan kerugian bagi diri sendiri maupun orang-orang sekitarnya. Rendahnya perilaku asertif juga dapat berdampak pada kecenderungan untuk melakukan kenakalan remaja (Sriyanto, Abdulkarim, Zainun, dan Maryani, 2014). Remaja yang kurang mampu untuk bersikap asertif, cenderung kurang kuat pendiriannya sehingga mudah terjerumus pada hal-hal yang negatif. Oleh sebab itu, perilaku asertif sangat penting untuk dimiliki karena memberikan dampak-dampak yang positif dan meminimalkan munculnya dampak-dampak negatif bagi individu.

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8 Berdasarkan penelitian-penelitian mengenai perilaku asertif yang telah dilakukan, rata-rata peneliti ingin melihat dampak yang terjadi terkait perilaku asertif yang dilakukan, yaitu kecemasan sosial, pemecahan masalah, kesehatan mental, kenakalan remaja, dan lain-lain. Penelitian lainnya juga hanya melihat tinggi rendahnya perilaku asertif pada populasi tertentu. Seperti penelitian yang dilakukan oleh Erlinawati (2009) tentang kecenderungan perilaku asertif pada remaja akhir di Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa yang tersebar di berbagai perguruan tinggi Yogyakarta memiliki perilaku asertif yang cenderung tinggi. Penelitian tersebut menjelaskan beberapa faktor kemungkinan yang menyebabkan tingginya perilaku asertif pada remaja akhir Yogyakarta yaitu usia, kemampuan strategi coping, serta faktor sosial, ekonomi, dan budaya. Peneliti menjelaskan faktor-faktor tersebut dengan melihat dari kemungkinan-kemungkinan penyebab yang sejalan dengan teori-teori yang sudah ada sebelumnya. Berdasarkan paparan tentang penelitian-penelitian sebelumnya, terkait perilaku asertif, peneliti belum melihat penelitian yang membahas secara lebih mendalam tentang bentuk-bentuk perilaku asertif pada mahasiswa dalam konteks kegiatan organisasi kemahasiswaan. Selain itu, peneliti juga belum melihat adanya penelitian yang bertujuan untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang memengaruhi perilaku asertif. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk meneliti tentang kecenderungan perilaku asertif secara lebih mendalam serta mengeksplorasi faktor-faktor yang memengaruhi perilaku asertif pada mahasiswa yang aktif berorganisasi.

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9 Penelitian ini penting dilakukan karena dapat mengetahui tentang kecenderungan yang dimiliki mahasiswa aktif berorganisasi dan faktor-faktor yang memengaruhinya. Dengan mengetahui kecenderungan tersebut, maka dapat dilakukan sebagai bahan evaluasi yang dapat dilihat dari faktor-faktor yang memengaruhi. Harapannya, temuan dalam penelitian ini dapat bermanfaat bagi para mahasiswa dalam upaya mengembangkan dirinya serta memperbaiki relasi dan komunikasi dengan orang lain, khususnya dalam berorganisasi, dengan lebih baik. B. RUMUSAN MASALAH Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Bagaimana kecenderungan perilaku asertif pada mahasiswa yang aktif berorganisasi di kampus? 2. Faktor-faktor apa saja yang memengaruhi perilaku asertif pada mahasiswa yang aktif berorganisasi di kampus? C. TUJUAN PENELITIAN Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kecenderungan perilaku asertif dan faktor-faktor yang memengaruhinya.

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10 D. MANFAAT PENELITIAN Manfaat dari penelitian ini secara garis besar adalah sebagai berikut: 1. Manfaat Teoritis Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah Ilmu Pengetahuan Psikologi, khususnya pada bidang psikologi sosial dan pendidikan, tentang pentingnya perilaku asertif bagi mahasiswa khususnya pada mahasiswa yang aktif berorganisasi. 2. Manfaat Praktis Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran bagi para mahasiswa khususnya mahasiswa yang aktif berorganisasi untuk dapat mengembangkan memengaruhi. perilaku asertif berdasarkan faktor-faktor yang

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI A. ASERTIF 1. Definisi Asertif Alberti dan Emmons (1986) mendefinisikan perilaku asertif sebagai perilaku untuk menjalin suatu hubungan yang setara dengan orang lain. Dalam berhubungan dengan orang lain diharapkan mampu bertindak sesuai dengan kemampuan diri sendiri tanpa adanya rasa takut dan dapat mengungkapkan secara jujur serta nyaman mengenai apa yang diinginkan dan dirasakan. Perilaku ini juga dilakukan tanpa mengganggu dan menyakiti orang lain. Alberti dan Emmons (2002) mengatakan bahwa bersikap asertif dapat menunjukkan kesetaraan dalam hubungan manusia dengan bertindak sesuai dengan kepentingan diri sendiri. Individu dapat membela diri sendiri tanpa kecemasan, untuk mengekspresikan perasaan dengan jujur dan nyaman guna menerapkan hak-hak pribadi tanpa mengganggu hak-hak orang lain. Bishop (2000) menyatakan bahwa asertif merupakan pengungkapan maksud dengan percaya diri tanpa menunjukkan perilaku pasif, agresif, ataupun manipulatif serta tidak mengabaikan kepentingan diri maupun orang lain. Hartley (2005) mengartikan asertif sebagai perilaku menangani situasi dengan menghargai perasaan dan hak-hak orang lain maupun diri sendiri agar dapat mengungkapkan kebutuhan dan perasaan secara terbuka dan jujur. 11

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12 Perilaku asertif memiliki pengertian yang hampir serupa dengan keadaan psikologis lain yakni pengungkapan diri (self disclosure). Akan tetapi, keduanya merupakan keadaan psikologis yang berbeda. Self disclosure merupakan mengekspresikan pribadi kemampuan untuk seseorang, perasaan menyatakan terdalam, dan fantasi, pengalaman, dan inspirasi kepada orang lain (Omarzo dalam Rizki, 2015). Kepercayaan diri yang dimiliki individu dalam bersikap asertif bukan merupakan suatu bawaan melainkan diperoleh melalui pengalaman hidup dan berkembang dari pengalaman hidup (Lauster dalam Sudardjo dan Purnamaningsih, 2003). Berdasarkan beberapa pengertian tersebut, peneliti menyimpulkan bahwa perilaku asertif merupakan perilaku mengungkapkan dan mengekspresikan maksud secara jujur, percaya diri, dan terbuka dengan tetap menghargai hak serta perasaan diri sendiri maupun orang lain. 2. Perbedaan Perilaku Tidak Asertif, Asertif, dan Agresif Alberti dan Emmons (2002) mengelompokkan perilaku selfexpression atau pengungkapan diri ke dalam tiga tipe yaitu tidak asertif, asertif, dan agresif. Alberti dan Emmons (2002) mengungkapkan bahwa individu yang tidak asertif menunjukkan tindakan yang menyangkali ekspresi dirinya dan tidak menunjukkan perasaan dirinya. Individu yang tidak asertif akan

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13 merasa disakiti dan cemas karena membiarkan orang lain bertindak bagi mereka. Individu tersebut juga jarang dalam mencapai tujuannya sendiri. Individu yang cenderung memiliki perilaku agresif akan mencapai tujuannya dengan menyakiti orang lain bahkan mengorbankan orang lain. Individu dengan perilaku agresif akan merendahkan orang lain sehingga tidak akan mencapai tujuan tertentu (Alberti & Emmons, 2002). Sedangkan individu dengan perilaku asertif akan mengekpresikan perasaan secara jujur sehingga akan mencapai tujuannya (Pipas & Jaradat, 2010). Gaya komunikasi asertif merupakan pilihan terbaik untuk menjaga hubungan dalam jangka panjang dan untuk mencapai emosi yang stabil. Jenis komunikasi asertif dapat membuat individu menyampaikan pendapat tanpa menjadi agresif dan tidak merasa dipermalukan. Jadi peneliti dapat menyimpulkan bahwa terdapat tiga gaya komunikasi yang dapat terlihat dari perilaku individu dalam mengekspresikan diri, yaitu tidak asertif, asertif, dan agresif. Perilaku tidak asertif dapat ditunjukkan dengan penyangkalan diri dengan menahan diri, merasa takut dan cemas. Perilaku agresif yakni perilaku untuk mencapai tujuan diri sendiri dengan merugikan, menyakiti, dan merendahkan orang lain. Perilaku asertif merupakan gaya komunikasi yang paling baik untuk menjaga hubungan jangka panjang dan mencapai emosional yang stabil. Individu akan mengungkapkan diri secara ekspresif untuk mencapai tujuan dirinya tanpa merugikan orang lain.

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14 3. Aspek-aspek Perilaku Asertif Berikut merupakan beberapa aspek perilaku asertif yang diungkapkan oleh Alberti dan Emmons (2002): 3.1. Tindakan menurut kepentingan diri sendiri Meliputi kemampuan individu untuk mengambil keputusan sesuai dengan dirinya dan memiliki inisiatif untuk mengawali pembicaraan. Individu juga akan menetapkan tujuan yang hendak dicapainya untuk dapat berpartisipasi dalam lingkungan sosial. 3.2. Kemampuan membela diri sendiri Meliputi kemampuan individu untuk dapat berkata tidak dan dapat memahami kemampuan diri sendiri baik dari segi waktu ataupun energi. Individu juga dapat menanggapi kritik dengan mengekspresikan diri dalam mengungkapkan pendapat. 3.3. Ekspresi perasaan secara jujur dan nyaman Meliputi kemampuan individu dalam mengungkapkan perasaan kurang setuju atau dukungannya, menunjukkan amarah atau persahabatan, dan bersikap sopan tanpa rasa cemas. 3.4. Penerapan hak-hak pribadi Meliputi kemampuan individu untuk mengakui dirinya sebagai warga Negara, konsumen, anggota dari sebuah organisasi, ataupun partisipan dalam sebuah peristiwa tertentu.

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15 3.5. Promosi dalam kesetaraan hubungan manusia Meliputi kemampuan individu untuk dapat menempatkan kedua belah pihak secara setara dan menjadikan setiap orang untuk menjadi unggul tanpa ada yang merasa dirugikan. 3.6. Hak-hak orang lain tidak diabaikan Meliputi kemampuan individu dapat mengekspresikan diri tanpa mengkritik secara tidak adil terhadap orang lain, tanpa mengintimidasi, tanpa manipulasi, dan tanpa mengendalikan orang lain. 4. Faktor-faktor yang Memengaruhi Perilaku Asertif Perilaku asertif dibentuk melalui lingkungan sosial pada masingmasing individu karena lingkungan merupakan suatu hal yang paling dekat dengan individu (Alberti & Emmons 1986). Ditambahkan oleh Alberti dan Emmons (2002) serta Rathus dan Nevid (dalam Anindyajati & Karima, 2004) tentang faktor-faktor yang memengaruhi perilaku asertif: 4.1 Usia dan jenis kelamin Anak kecil, remaja, dan lansia memiliki watak serta kebutuhan yang berbeda dalam berinteraksi dengan orang lain. Burhmester (dalam Erlinawati, 2009) menjelaskan bahwa usia merupakan salah satu faktor yang turut menentukan perilaku asertif. Individu yang masih kecil akan berbeda dengan remaja dalam perilaku asertif.

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16 Dengan bertambahnya usia remaja, maka pengalaman yang didapatkan akan semakin bertambah dan lebih memiliki struktur kognitif yang sudah terbentuk. Pada umumnya wanita lebih sulit untuk bertingkah laku asertif dalam hal mengungkapkan perasaan dan pikiran dibandingkan lakilaki. Penelitian Septyadi (2004) menjelaskan bahwa kemampuan asertif remaja putra lebih tinggi daripada remaja putri. Hal tersebut karena sifat laki-laki yang maskulin, kuat, kompetitif, dan ambisius. Laki-laki juga diajarkan untuk tidak emosional dan mandiri. Wanita biasanya akan pemalu dari seorang pria dan kurang suka untuk berterus terang. Penelitian terebut juga menjelaskan bahwa tuntutan dan harapan dari masyarakat ikut memengaruhi kepribadian antara laki-laki dan perempuan. Masingmasing dari mereka akan berperilaku sejalan dengan harapan masyarakat tentang perilaku yang seharusnya dilakukan tanpa memperdulikan keyakinan pribadi. Hal inilah yang membuat kemampuan asertif pada laki-laki lebih baik dari wanita. 4.2 Harga diri Harga diri seseorang memengaruhi seseorang untuk melakukan penyesuaian diri terhadap lingkungan. Seseorang yang memiliki harga diri yang tinggi maka ia akan memiliki kekhawatiran sosial yang rendah sehingga mampu mengungkapkan pendapat dan perasaan dirinya tanpa merugikan dirinya maupun orang lain.

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17 Berdasarkan penelitian oleh Satuti (2014) didapatkan hasil bahwa harga diri berpengaruh secara positif terhadap perilaku asertif. Mahasiswa yang memiliki harga diri yang tinggi akan memiliki keberanian untuk mengungkapkan pendapat tanpa takut dikritik. Townend (dalam Satuti, 2014) menjelaskan bahwa individu yang memiliki harga diri yang positif akan bertindak sesuai dengan intuisi, sedangkan seseorang tanpa harga diri yang positif, maka mereka akan takut dikritik atau dinilai oleh orang lain. 4.3 Situasi-situasi sosial Perilaku asertif dibentuk berdasarkan lingkungan sosial sekitarnya. Lingkungan sosial yang dimaksud dapat terdiri dari lingkungan keluarga, sekolah, pekerjaan, dan kebudayaan. Keluarga merupakan tempat pertama dan utama dalam segala pendidikan formal ataupun informal. Alberti dan Emmons (2002) menjelaskan bahwa secara umum seorang anak yang berusaha berbicara tentang hak-haknya kepada orangtua akan mendapat tanggapan negatif karena dianggap tidak sopan. Tanggapan demikian membuat anak kurang baik dalam bertindak secara asertif. Sekolah merupakan pendidikan formal yang dipercayakan oleh orangtua untuk perkembangan anak. Alberti dan Emmons (2002) juga menganggap bahwa para guru kerap melarang anak untuk bersikap asertif. Seorang anak yang memiliki sikap pendiam dan

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18 penurut justru akan mendapatkan imbalan. Anak yang berusaha menyampaikan hak-haknya dan melawan peraturan yang kurang sesuai akan membuatnya dihukum secara keras. Hasil pendidikan tersebut membuat seorang individu tidak akan melakukan sesuatu yang dapat mengganggu jalannya sistem tempat bekerja seseorang. Individu melakukan harapan sesuai dengan atasan sebagai pemegang kendali sehingga memunculkan perilaku yang cenderung tidak asertif. Kebudayaan berperan dalam pembentukan perilaku asertif karena memiliki norma-norma tertentu yang dimiliki oleh masingmasing anggota masyarakat. Pada penelitian oleh Fukuyama dan Greenfield (1983) menyatakan bahwa adanya perbedaan perilaku asertif antara orang Asia dan Amerika pada siswa. Norma budaya yang diterapkan mendasari dalam mengekspresikan pendapat dan ketidaksetujuan pada individu. Orang Asia mungkin memiliki kemampuan asertif yang lebih rendah dibandingkan orang Amerika karena adanya nilai untuk menempatkan diri pada keselarasan dan keharmonisan. 4.4 Tingkat Pendidikan Seseorang yang memiliki tingkat pendidikan yang semakin tinggi, maka akan mendapatkan wawasan berpikir yang luas. Hal tersebut membuat mengembangkan seseorang diri dan memiliki lebih kemampuan terbuka. Penelitian untuk oleh

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19 Onyeizugbo (2003) menjelaskan bahwa partisipan di negara Nigeria yang memiliki tingkat pendidikan lebih tinggi cenderung lebih asertif daripada rekan kerja dengan tingkat pendidikan lebih rendah. Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang memengaruhi perilaku asertif dapat dikelompokkan menjadi dua jenis yaitu internal dan eksternal. Faktor internal yang memengaruhi perilaku asertif yaitu usia, jenis kelamin, konsep diri, dan tingkat pendidikan. Adapula faktor eksternal yang memengaruhi yaitu situasisituasi sosial yang meliputi lingkungan keluarga, sekolah, pekerjaan, dan kebudayaan. 5. Manfaat Perilaku Asertif Selain faktor-faktor yang memengaruhi, terdapat pula dampak yang terjadi akibat perilaku asertif. Menurut Cawood (dalam Paramitasari, 2011), terdapat manfaat dari perilaku asertif, yaitu: 5. 1. Menjaga proses komunikasi agar tetap lancar. Berbagai masalah tidak dapat bisa dipecahkan dan keputusan pun juga tidak akan efektif jika informasi yang dimiliki kurang tepat dan memadai. Hal tersebut dapat diatasi dengan menggunakan keterampilan asertif karena komunikasi yang terjalin akan tetap terbuka sehingga informasi baru, pikiran-pikiran lain, serta perasaan-perasaan jujur yang mengalir dalam komunikasi dua arah.

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20 5.2. Membangun sikap saling menghormati. Sikap hormat merupakan kunci bagi masukan yang berkualitas dari orang lain dan diri sendiri. Ketika individu tidak menghormati diri sendiri ataupun orang lain maka hal tersebut sama saja dengan tidak menghormati harga diri. B. MAHASISWA Menurut Sarwono (1978) mahasiswa merupakan suatu kelompok dalam masyarakat yang memperoleh statusnya dalam ikatan dengan perguruan tinggi. Mahasiswa untuk strata 1 (S1) pada umumnya memiliki rentang usia 18 sampai 24 tahun. Santrock (2011) menyebutkan bahwa usia 18 sampai 25 tahun merupakan transisi dari masa remaja ke dewasa atau sering disebut sebagai beranjak dewasa (emerging adulthood). Masa ini ditandai dengan eksperimen dan eksplorasi, seperti mengeksplorasi jalur karier yang ingin diambil, menentukan sikap dan perilaku yang ingin dijalankan, gaya hidup yang dipilih, dan lain-lain. Sisi positif seseorang memasuki dunia perkuliahan yakni mereka akan lebih merasa dewasa, punya lebih banyak waktu untuk bergaul dengan teman-teman, punya kesempatan yang lebih besar untuk mengeksplorasi nilai dan gaya hidup yang beragam, dan tertantang secara intelektual oleh tugastugas akademisi (Nelson dkk., dalam Santrock, 2011). Jeffrey Arnett (dalam Santrock 2011) menjelaskan tentang lima ciri dari emerging adulthood yaitu sebagai berikut:

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21 a. Eksplorasi identitas, di mana sebagian besar individu terjadi perubahan yang menyangkut tentang identitas. b. Ketidakstabilan, disebabkan oleh perubahan tempat tinggal yang sering terjadi selama masa dewasa awal. Hal tersebut menyebabkan sering terjadinya ketidakstabilan dalam hal relasi romantis, pekerjaan, dan pendidikan. c. Fokus pada diri sendiri, individu pada masa beranjak dewasa kurang terlibat dalam kewajiban sosial, melakukan tugas dan berkomitmen terhadap orang lain, serta mengakibatkan mereka memiliki otonomi yang besar dalam kehidupannya sendiri. d. Merasa seperti berada di peralihan, banyak orang akan menganggap masa beranjak dewasa bukan sebagai seorang remaja ataupun sepenuhnya sudah dewasa dan berpengalaman. e. Usia dengan berbagai kemungkinan, sebuah masa di mana individu memiliki peluang untuk mengubah kehidupan mereka. Salah satu cara dalam mengeksplorasi hal-hal baru bagi mahasiswa yang sedang berada pada masa emerging adulthood yakni dengan mengikuti suatu organisasi kemahasiswaan yang berada di kampus. Menurut Montero (2010) organisasi kemahasiswaan merupakan wahana dan sarana untuk pengembangan diri seperti minat, kegemaran, dan kesejahteraan mahasiswa dalam kehidupan kemahasiswaan di kampus. Selain itu, mereka yang masih berfokus pada diri sendiri akan mampu untuk memiliki kemampuan untuk membela diri sendiri pula. Mereka akan mampu untuk memahami serta

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22 menanggapi kritik atas dirinya dengan mengekspresikan diri dalam mengungkapkan pendapat. Dengan mampu mengungkapkan pendapat terhadap kritik atas dirinya, maka individu akan mampu untuk menjaga proses komunikasi dengan orang lain karena terjadinya komunikasi dua arah (Alberti & Emmons, 2002). C. ORGANISASI Anggota organisasi dituntut untuk dapat berperilaku secara aktif bagi kemajuan organisasinya. Sikap terbuka terhadap ide-ide dan pendapat, saling menghormati, menghargai, serta memahami pendapat orang lain juga diperlukan oleh antar anggota organisasi agar proses diskusi dan kegiatan dalam organisasi dapat berjalan dengan efektif dan tujuan dapat tercapai (Satuti, 2014). Organisasi sendiri merupakan kesatuan sosial yang dikoordinasikan secara sadar dan memiliki batasan-batasan tertentu, dengan anggota yang bekerja untuk mencapai tujuan bersama atau kelompok tujuan. Orang-orang yang berada dalam organisasi memiliki keterikatan secara terus menerus (Robbins, 1994). Dengan kata lain, perilaku asertif diperlukan oleh suatu organisasi untuk mencapai tujuan dalam organisasi tersebut. Fayol (dalam Robbins, 1994) mengusulkan beberapa prinsip organisasi yang dapat digunakan secara universal dan dapat diajarkan di sekolah-sekolah atau universitas-universitas, yakni: a. Disiplin, yakni menghormati dan menaati peraturan yang mengatur organisasi.

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23 b. Mendahulukan kepentingan umum di atas kepentingan individu, bahwa kepentingan individu anggota organisasi atau kelompok organisasi tidak boleh mendahulukan kepentingan organisasi secara keseluruhan. c. Sentralisasi, sejauh mana para anggota terlibat dalam pengambilan keputusan. Apakah hanya secara sepihak dari atasan atau melibatkan para anggota dengan melihat proporsi yang tepat. d. Rantai saklar, yakni garis wewenang dari kekuasaan puncak sampai ke tingkat yang paling rendah. Komunikasi harus mengikuti rantai ini. e. Tata tertib, yaitu orang dan bahan atau topik tertentu harus ditempatkan pada pada waktu dan tempat yang tepat. f. Keadilan, yakni harus adanya kebaikan dan kejujuran pada tiap anggotanya. g. Esprit de corps, yaitu mendorong team spirit akan membangun keselarasan dan persatuan di dalam organisasi. D. KERANGKA BERPIKIR Mahasiswa pada jenjang Strata-1 yang beranjak ke masa dewasa akan dihadapkan pada kesempatan untuk berinteraksi dengan lebih banyak temanteman, mulai memasuki dunia yang baru, serta menghadapi tuntutan-tuntutan akademis maupun non-akademis. Mahasiswa pada usia tersebut memiliki ciriciri sebagai berikut: eksplorasi identitas, ketidakstabilan, fokus pada diri

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24 sendiri, merasa seperti berada di peralihan, usia dengan masa di mana individu memiliki peluang untuk mengubah kehidupan mereka Mahasiswa dengan usia beranjak dewasa akan banyak melakukan eksperimen dan eksplorasi terhadap hal-hal yang baru seperti nilai dan gaya hidup yang lebih beragam (Santrock, 2011). Salah satu cara bagi mahasiswa untuk dapat melakukan eksplorasi terhadap hal-hal yang baru adalah dengan mengikuti suatu organisasi kemahasiswaan yang berada di kampus. Menurut Montero (2010) organisasi kemahasiswaan merupakan wahana dan sarana untuk pengembangan diri seperti minat, kegemaran, dan kesejahteraan mahasiswa dalam kehidupan kemahasiswaan di kampus. Mahasiswa yang aktif dalam organisasi kemahasiswaan di kampus diharuskan memiliki kemampuan untuk dapat bekerja secara aktif dalam mendorong pelaksanaan organisasinya. Mahasiswa tersebut juga perlu berperilaku sesuai dengan tuntutan suatu organisasi tertentu. Salah satu perilaku yang dilatihkan bagi mahasiswa yang aktif berorganisasi yaitu perilaku asertif. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Leny dan Tommy (2006) bahwa mahasiswa aktif berorganisasi dapat melatih kemampuan dirinya untuk memiliki sikap inisiatif, asertif, terbuka, dan empati. Perilaku asertif adalah perilaku mengungkapkan dan mengekspresikan maksud dengan jujur, percaya diri, dan terbuka dengan tetap menghargai hak serta perasaan diri sendiri maupun orang lain. Terdapat enam aspek yang menunjukkan kecenderungan perilaku asertif, yaitu: tindakan menurut kepentingan diri, pembelaan diri, ekspresi perasaan jujur dan nyaman,

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25 penerapan hak pribadi, kesetaraan hubungan, serta hak-hak orang lain (Alberti & Emmons, 2002). Mahasiswa yang berada pada usia beranjak dewasa masih berfokus pada diri sendiri yakni individu yang memiliki otonomi bagi kehidupannya sendiri. Mahasiswa yang berada pada usia tersebut akan mampu untuk memiliki kemampuan membela diri sendiri. Mereka akan mampu untuk memahami diri sendiri serta menanggapi kritik atas dirinya dengan mengekspresikan diri dalam mengungkapkan pendapat. Dengan mampu mengungkapkan pendapat terhadap kritik atas dirinya, maka individu akan mampu untuk menjaga proses komunikasi dengan orang lain karena terjadinya komunikasi dua arah (Alberti & Emmons, 2002). Kemampuan mahasiswa dalam mengungkapkan pendapat merupakan perilaku yang dibutuhkan pada suatu organisasi yang diikutinya. Mahasiswa yang aktif berorganisasi diharapkan memiliki kecenderungan perilaku asertif untuk dapat berperan secara aktif dalam organisasi yang diikutinya. Mahasiswa yang mampu untuk mengambil tindakan sesuai dirinya akan mampu untuk mengambil keputusan dalam organisasinya. Kegiatan rutin yang selalu dilakukan dalam sebuah organisasi kemahasiswaan di kampus antara lain rapat atau diskusi dengan semua anggotanya. Hal ini membuat mahasiswa harus mampu untuk menunjukkan ekspresi perasaan jujur dan nyaman. Mahasiswa harus mampu untuk mengungkapkan perasaan tidak setujunya atau menunjukkan dukungan terhadap pendapat orang lain. Hal ini sesuai dengan prinsip dari sebuah organisasi sendiri bahwa organisasi ingin melihat sejauh

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26 mana para anggota terlibat dalam pengambilan keputusan yang diharapkan tidak hanya sepihak dari atasan melainkan melibatkan anggota lain juga (Fayol, dalam Robbins, 1994). Individu yang sudah menjadi mahasiswa akan berada pada usia beranjak dewasa. Pada usia tersebut, mereka akan dipengaruhi oleh beberapa faktor dalam berperilaku asertif. Faktor tersebut dapat berasal dari luar diri seperti perpindahan tempat yakni sekolah dan tempat tinggal karena akan menyesuaikan dengan sekolah yang mereka pilih. Seperti halnya mahasiswa yang merantau ke luar kota bahkan luar pulau memiliki suasana lingkungan, budaya, suasana sekolah dari SMA ke perguruan tinggi, dll. Perbedaan tersebut dapat memengaruhi mahasiswa dalam bertindak dan berperilaku dalam lingkungan sosial salah satunya perilaku asertif. Hal ini sesuai dengan ciri-ciri mahasiswa pada usia beranjak dewasa bahwa individu masih memiliki ketidakstabilan yakni perpindahan tempat tinggal yang mereka alami dapat memengaruhi ketidakstabilan pada relasi, pekerjaan, dan pendidikan (Jeffrey Arnett dalam Santrock 2011). Faktor dari dalam diri pun juga dapat memengaruhi perilaku asertif bagi mahasiswa yang berada pada masa beranjak dewasa. Usia, jenis kelamin, dan tingkat pendidikan memengaruhi mahasiswa untuk memiliki perilaku asertif karena mahasiswa yang mulai berada pada usia tersebut akan mulai menentukan sikap dan perilaku yang ingin dijalankan. Konsep diri dan harga diri memengaruhi mahasiswa pada usia beranjak dewasa karena pada usia tersebut, mereka akan menunjukkan sikap tanggungjawab sepenuhnya atas

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 27 tindakan diri sendiri. Selain itu mahasiswa juga akan mengembangkan pengendalian emosi atas tindakannya, sehingga faktor dari dalam diri juga berpengaruh bagi mahasiswa dalam berperilaku asertif. Hal tersebut sesuai dengan pendapat (Nelson & kawan-kawan dalam Santrock, 2011) bahwa mahasiswa akan bertanggung jawab atas tindakan sendiri dan mengembangkan pengendalian emosi karena merupakan aspek penting dalam proses menjadi dewasa.

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28 Skema Kerangka Berpikir MAHASISWA Transisi dari masa remaja ke dewasa atau dapat disebut pula beranjak dewasa (emerging adulthood) yang memiliki ciri-ciri: eksplorasi identitas, ketidakstabilan, fokus pada diri sendiri, merasa seperti berada di peralihan, usia dengan masa di mana individu memiliki peluang untuk mengubah kehidupan mereka Mahasiswa Aktif Berorganisasi (Mampu bekerja secara aktif untuk mendorong pelaksanaan berbagai kegiatan di organisasi) Perilaku Tidak Asertif - Menyangkali ekspresi diri Tidak menunjukkan perasaan dirinya Merasa disakiti dan cemas Membiarkan orang lain bertindak bagi mereka Jarang mencapai tujuannya sendiri Faktor dari dalam diri:  Usia  Jenis Kelamin  Konsep Diri  Harga Diri  Tingkat Pendidikan Perilaku Agresif Perilaku Asertif - - Mencapai tujuannya dengan menyakiti dan mengorbankan orang lain Merendahkan orang lain Tidak akan mencapai tujuan tertentu Tindakan menurut kepentingan diri sendiri Kemampuan membela diri sendiri Ekspresi perasaan jujur dan nyaman Penerapan hak-hak pribadi Promosi kesetaraan manusia Hak-hak orang lain tidak diabaikan Faktor dari luar diri:  Pola Asuh Orang Tua  Sekolah atau tempat Kerja  Tempat Ibadah  Kebudayaan  Situasi-situasi tertentu sekitarnya

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN A. FOKUS PENELITIAN Penelitian ini berfokus pada kecenderungan dan faktor-faktor yang memengaruhi perilaku asertif pada mahasiswa yang aktif berorganisasi di kampus. B. JENIS DAN DESAIN PENELITIAN Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Menurut Bogdan dan Taylor (dalam Moleong, 2009) metodologi kualitatif merupakan prosedur penelitian yang menghasilkan data desktiptif berupa katakata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Creswell (2016) menjelaskan bahwa peneliti kualitatif cenderung mengumpulkan data lapangan di lokasi di mana para partisipan mengalami isu atau masalah yang ingin diteliti. Penelitian ini menggunakan desain analisis isi kualitatif (AIK) yaitu sebuah metode penelitian untuk menafsirkan secara informatif isi data berupa teks melalui proses klasifikasi sistematik berupa coding atau pengkodean dan pengidentifikasian aneka tema atau pola (Hsieh & Shannon, 2005 dalam Supratiknya, 2015). 29

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30 C. PARTISIPAN Partisipan pada penelitian ini adalah enam mahasiswa yang pernah atau sedang mengikuti organisasi kampus minimal menjabat selama satu periode. Partisipan terdiri dari tiga laki-laki dan tiga perempuan. Mahasiswa aktif berorganisasi yang dipilih memiliki rentang usia 19-23 tahun dan masih tercatat sebagai mahasiswa aktif dari suatu Perguruan Tinggi. Pemilihan partisipan dilakukan atas rekomendasi dari beberapa rekan yang mengenal baik mahasiswa yang aktif dalam mengikuti organisasi di kampus serta berasal dari 6 prodi yang berbeda. D. PERAN PENELITI Peran peneliti sebagai instrumen kunci yaitu peneliti akan mengumpulkan sendiri data melalui dokumentasi, observasi perilaku, ataupun wawancara dengan para partisipan (Creswell, 2014). Peneliti dapat menggunakan protokol atau sejenis instrumen untuk mengumpulkan data tetapi peneliti tetap menjadi satu-satunya instrumen dalam mengumpulkan informasi. Peneliti akan menggunakan hasil wawancara untuk ditelaah, dikategorikan, dan diorganisasikan dengan tema-tema tertentu (Supratiknya, 2015). Peneliti tidak memiliki hubungan khusus dengan partisipan. Partisipan merupakan mahasiswa aktif sebuah Perguruan Tinggi Swasta di Yogyakarta yang merupakan satu kampus dengan peneliti tetapi tidak memiliki hubungan yang dekat dan tidak pernah berada di satu organisasi dengan peneliti. Peneliti

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31 memilih lokasi tersebut berdasarkan pengalaman diri saat mengikuti suatu kegiatan di kampus. Penelitian jenis ini tidak luput dari isu-isu sensitif yang muncul, misalnya ketersediaan serta kerahasiaan identitas partisipan. Peneliti mengatasi dengan memberikan gambaran mengenai penelitian yang dilakukan serta memberikan informed consent untuk meminta kesanggupan partisipan terlibat secara sadar dalam penelitian ini. E. METODE PENGUMPULAN DATA Metode pengumpulan data yang digunakan berupa wawancara. Esterberg, 2002 (dalam Sugiyono, 2014) mendefinisikan wawancara sebagai pertemuan antara dua orang yang bertujuan untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga akan didapatkan suatu makna dalam topik tertentu. Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data untuk mengumpulkan data secara lebih mendalam (Sugiyono, 2014). Teknik wawancara yang digunakan adalah wawancara semi terstruktur (semistructure interview) yang memiliki tujuan untuk menemukan masalah secara lebih terbuka dengan menanyakan pada partisipan untuk mendapatkan pendapat dan ide-idenya (Sugiyono, 2014). Dalam melakukan wawancara diperlukan ketelitian dalam mendengarkan dan mencatat segala sesuatu yang diungkapkan partisipan sehingga diperlukannya sebuah alat pencatat dan tape recorder selama proses wawancara berlangsung.

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 32 Sebagai persiapan pengambilan data, peneliti membuat protokol wawancara sebagai pedoman wawancara bagi peneliti untuk bertanya pada partisipan. Protokol wawancara dapat dilihat pada tabel 1. Untuk keperluan membuat kesimpulan apakah suatu perilaku dikatakan termasuk perilaku asertif atau tidak, peneliti membuat matriks kategorisasi kecenderungan perilaku asertif seperti yang dapat dilihat pada tabel 2.

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 1 Protokol Wawancara Aspek 1. Tindakan menurut kepentingan diri sendiri 33 Indikator - 2. Kemampuan membela diri sendiri - Kemampuan individu untuk mengambil keputusan sesuai dengan dirinya Memiliki inisiatif untuk mengawali pembicaraan. Menetapkan tujuan yang hendak dicapainya untuk dapat berpartisipasi dalam lingkungan sosial Kemampuan untuk dapat berkata tidak Dapat memahami kemampuan diri sendiri baik dari segi waktu ataupun energi Dapat menanggapi kritik dengan mengekspresikan diri dalam mengungkapkan pendapat - Kemampuan untuk dapat mengungkapkan 3. Ekspresi perasaan kurang setuju perasaan secara jujur - Menunjukkan dukungan dengan amarah atau persahabatan, dan nyaman - Bersikap sopan tanpa rasa cemas Mengakui dirinya sebagai warga negara, konsumen, 4. Penerapan anggota dari sebuah organisasi, ataupun partisipan hak-hak dalam sebuah peristiwa tertentu pribadi 5. Promosi dalam - Menempatkan kedua belah pihak secara setara - Menjadikan setiap orang untuk menjadi unggul kesetaraan tanpa ada yang merasa dirugikan hubungan manusia 6. Hak-hak orang - Mampu mengekspresikan diri tanpa mengkritik secara tidak adil terhadap orang lain lain tidak Tanpa mengintimidasi diabaikan - Tanpa manipulas Pertanyaan 1. Ceritakan bagaimana pengalamanmu saat melakukan rapat atau diskusi dengan anggota lain selama mengikuti organisasi X? 2. Apa saja kesulitan yang kamu hadapi selama mengikuti rapat ? 3. Lalu bagaimana kamu mengatasi masalah itu? 4. Bagaimana kamu menentukan pilihan saat pengambilan keputusan selama rapat berlangsung ? hal-hal apa saja yang menjadi pertimbanganmu? 1. Selama mengikuti organisasi, coba ceritakan pengalamanmu saat melakukan diskusi atau rapat organisasi? 2. Bagaimana pengalamanmu Semisal kamu tidak setuju atau menolak keputusan rapat? 3. Apa saja yang menjadi bahan pertimbanganmu dalam menyampaikan pendapat di muka umum? 1. Apa saja program atau kegiatan-kegiatan terkait organisasimu? 2. Saat kamu melakukan progam tersebut, ceritakan pengalamanmu saat menjalani program-program dalam organisasi? Menurutmu bagaimana peranmu dalam organisasi yang kamu ikuti? Ceritakan pengalamanmu saat menduduki posisi atau jabatan tersebut! 1. Bagaimana pengalamanmu saat berteman dan bekerja sama dengan rekan-rekan kerja yang lain? 2. Apa saja masalah yang pernah dialami selama bekerjasama? 3. Ceritakan bagaimana kamu mengatasi masalah itu? 1. Bagaimana pengalamanmu saat berteman dan bekerja sama dengan rekan-rekan kerja yang lain? 2. Apa saja masalah yang pernah dialami selama bekerjasama? 3. Ceritakan bagaimana kamu mengatasi masalah itu?

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 34 Tabel 2 Matriks Kategorisasi Kecenderungan Asertif Aspek Tindakan menurut kepentingan diri sendiri Indikator Asertif Tidak Asertif Mampu mengambil keputusan Mengambil keputusan sesuai sesuai dengan dirinya dengan pendapat orang lain Memiliki inisiatif untuk mengawali pembicaraan Memiliki tujuan yang ingin dicapai agar dapat berpartisipasi dalam lingkungan sosial Kemampuan Mampu untuk berkata tidak membela diri sendiri Mampu memahami kemampuan diri sendiri baik dari segi waktu ataupun energi Mampu menanggapi kritik dengan mengekspresikan diri dalam mengungkapkan pendapat Mampu mengungkapkan perasaan kurang setuju Ekspresi perasaan secara jujur Mampu menunjukkan dan nyaman dukungan dengan amarah atau persahabatan Dapat bersikap sopan tanpa rasa cemas saat menyampaikan pendapatnya Dapat mengakui perannya Penerapan sebagai anggota dari sebuah hak-hak organisasi pribadi Mampu menempatkan kedua Promosi belah pihak secara setara dalam kesetaraan Mampu menjadikan setiap hubungan orang untuk menjadi unggul manusia tanpa ada yang merasa dirugikan Mampu mengekspresikan diri Hak-hak orang lain tanpa mengkritik secara tidak adil, tidak mengintimidasi, tidak tidak memanipulasi, dan tanpa diabaikan mengendalikan orang lain Menunggu orang lain untuk memulai pembicaraan Kurang memiliki tujuan yang ingin dicapai agar dapat berpartisipasi dalam lingkungan sosial Sulit menolak permintaan orang lain Kurang mampu memahami kemampuan diri sendiri baik dari segi waktu ataupun energi Menanggapi kritik dengan menahan diri atau terlalu ekspresif dalam mengekspresikan pendapat Memendam perasaan kurang setuju Kurang dapat menyampaikan dukungannya dengan ekspresi yang tepat Merasa cemas dan kurang sopan saat menyampaikan pendapatnya Kurang menyadari perannya sebagai anggota dalam sebuah organisasi Menempatkan kedua belah pihak secara timpang tindih Menjadikan dirinya atau orang lain menjadi pihak yang dirugikan Mengekspresikan diri dengan cara mengkritik orang lain secara tidak adil, mengintimidasi, manipulasi, dan mengendalikan orang lain

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 35 F. METODE PEREKAMAN DATA Peneliti melakukan perekaman data dengan menggunakan perekam audio dan catatan tulisan peneliti untuk proses pengumpulan data. Selain itu, peneliti juga merekam reaksi partisipan dengan catatan tangan selama proses wawancara. G. ANALISIS DATA Setelah proses pengumpulan data selesai dilakukan, maka proses selanjutnya yaitu melakukan proses analisis dan interpretasi data. Muhajir, 1998 (dalam Tohrin, 2012) menjelaskan bahwa analisis data merupakan proses mencari dan menyusun secara sistematis catatan hasil penemuan peneliti yang berupa wawancara untuk meningkatkan pemahaman peneliti tentang fokus yang dikaji. Peneliti menggunakan Analisis Isi Kualitatif (AIK) yakni metode penelitian untuk menafsirkan secara subjektif isi data berupa teks melalui proses klasifikasi sistematik berupa coding atau pengodean dan pengidentifikasian aneka tema (Hsieh & Shannon, 2005 dalam Supratiknya, 2015). Analisis ini dapat mengklasifikasikan sebuah teks yang berjumlah besar ke dalam kategori-kategori dalam jumlah yang kecil yang diharapkan mampu untuk mengungkapkan makna yang serupa. Melalui analisis ini pula, peneliti akan memperoleh sebuah deskripsi yang padat dan kaya tentang perilaku asertif pada mahasiswa yang aktif berorganisasi di kampus (Supratiknya, 2015).

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 36 Peneliti menggunakan analisis isi kualitatif dengan pendekatan deduktif atau deduksi dan induktif. Elo dan Kyngas (dalam Supratiknya, 2015) mengatakan bahwa analisis isi deduktif bertujuan untuk menguji kembali kategori, konsep, model, atau hipotesis yang sudah pernah diperoleh dalam sebuah konteks baru. Pendekatan ini cocok digunakan saat sudah terdapat teori atau hasil-hasil penelitian tertentu tentang suatu fenomena. Pendekatan deduktif tersebut digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian tentang kecenderungan perilaku asertif. Pendekatan induktif merupakan pendekatan yang bergerak dari spesifik ke yang umum dengan cara mengamati fakta-fakta khusus tertentu yang kemudian menggabungkan atau menyusunnya menjadi satuan yang lebih luas berupa rumusan umum (Hsieh & Shannon; Elo & Kyngas dalam Supratiknya, 2015). Pendekatan ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan suatu fenomena yang berfokus pada fakta-fakta spesifik dari data lapangan (Supratiknya, 2015). Peneliti menggunakan pendekatan induktif untuk menjawab pertanyaan penelitian tentang faktor-faktor yang memengaruhi perilaku asertif. Sugiyono (2014) menjelaskan tentang tahap-tahap dalam proses analisis data menurut model Miles and Huberman yaitu: 1. Reduksi data Mereduksi data memiliki arti bahwa data asli yang diperoleh dari lapangan akan dirangkum, dipilih hal-hal yang pokok, fokus pada hal-hal yang penting, dan dicari tema serta polanya. Data yang telah direduksi nantinya akan memberikan gambaran yang jelas dan dapat mempermudah

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 37 peneliti dalam melakukan penelitian selanjutnya ataupun mencari data yang kurang bila diperlukan. 2. Penyajian data Setelah data direduksi maka langkah selanjutnya adalah penyajian data. Penyajian data dalam penelitian ini dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, dan hubungan antar kategori. Miles dan Huberman, (1984) (dalam Sugiyono, 2014) mengatakan bahwa penyajian data yang paling sering digunakan adalah dengan teks yang bersifat naratif. Tahapan ini dilakukan untuk melihat dan memberikan tanda sehingga apa yang dituliskan dapat sesuai dengan kebutuhan yang ingin diteliti. Selain itu, peneliti juga memberikan kode sehingga dapat mempermudah dalam mengelompokkan data-data yang sesuai 3. Verifikasi Proses berikutnya adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi. Kesimpulan dalam kualitatif mungkin dapat menjawab rumusan masalah sejak awal, mungkin juga tidak. Hal tersebut karena masalah dalam penelitian kualitatif masih bersifat sementara dan dapat berkembang setelah peneliti berada di lapangan. Kesimpulan penelitian kualitatif merupakan temuan baru yang sebelumnya belum pernah ada. H. KREDIBILITAS Supratiknya (2015) menyatakan bahwa validitas kualitatif dimaknai sebagai sejauh mana peneliti memeriksa keakuratan temuan-temuannya

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 38 dengan menerapkan sejumlah prosedur tertentu. Menurut Creswell (2012) strategi-strategi yang dapat dilakukan untuk menguji validitas yaitu: a. Member checking atau pengecekan kembali pada partisipan. Cara ini dilakukan untuk mengetahui akurasi hasil penelitian. Member checking dilakukan dengan membawa kembali tema-tema spesifik ke hadapan partisipan untuk mengecek apakah mereka merasa bahwa tema tersebut sudah akurat. Peneliti akan membawa kembali hasil penelitian berupa tema-tema kepada keenam partisipan yang menjadi partisipan penelitian. b. Peer debriefing atau tanya jawab dengan sesama rekan peneliti. Untuk meningkatkan keakuratan hasil penelitian, peneliti mencari rekan yang dapat berdiskusi untuk mereview mengenai penelitiannya. Hal ini dilakukan agar penelitiannya dapat dirasakan pula oleh orang lain karena dapat melibatkan interpretasi dari sudut pandang orang lain. Pada penelitian ini, peneliti lebih melakukan diskusi dengan dosen pembimbing mengenai hasil penelitian yang sudah dilakukan. Reliabilitas kualitatif dimaknai sebagai sejauh mana konsisten pendekatan yang diterapkan peneliti dengan pendekatan yang diterapkan oleh peneliti-peneliti lain. Creswell (dalam Supratiknya, 2015) menyatakan realibilitas hasil-hasil penelitian kualitatif dapat diuji dengan cara-cara sebagai berikut: a. Memeriksa transkip-transkip rekaman wawancara dan observasi untuk memastikan tidak ada kesalahan-kesalahan serius yang bisa terjadi

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 39 dalam proses transkripsi. Peneliti meneliti kembali rekaman wawancara dengan hasil verbatim agar memastikan tidak ada yang terlewat. b. Memastikan tidak ada pergeseran pada definisi kode-kode yaitu perubahan makna kode-kode yang terjadi selama proses pengodean. Cara yang dilakukan yakni dengan selalu membandingkan data dengan kode-kode yang berhasil dirumuskan serta rajin membuat catatan tentang kode-kode beserta definisi masing-masing. Peneliti melakukan lebih dari 3 kali untuk memeriksa kembali kode-kode yang sudah dibuat dengan membandingkannya pada definisi dari teori yang sudah ada.

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. PROSES PENGAMBILAN DATA 1. Proses Penelitian Pada penelitian ini, partisipan yang terlibat adalah enam mahasiswa universitas ‘X’ yang pernah atau sedang mengikuti organisasi di kampus. Sebelum melakukan proses pengambilan data, peneliti menjelaskan terlebih dahulu maksud dan tujuan dari penelitian. Selanjutnya, peneliti menanyakan kesediaan untuk menjadi partisipan secara lisan. Setelah partisipan menyanggupi untuk menjadi narasumber, maka peneliti membuat janji untuk selanjutnya melakukan wawancara. Sebelum melakukan proses wawancara, peneliti kembali menjelaskan tentang maksud dan tujuan penelitian yang dilakukan. Setelah itu, peneliti memberikan lembar persetujuan (informed consent) secara tertulis kepada partisipan dengan memberikan tanda tangan dan nama terang pada lembar yang telah disediakan. Selama proses wawancara, peneliti melakukan perekaman dengan menggunakan voice recorder melalui handphone peneliti, setelah sebelumnya memperoleh persetujuan dari partisipan. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dalam wawancara telah disusun dan telah dicobakan pada satu mahasiswa yang sesuai kriteria partisipan penelitian. Hal tersebut berguna sebagai bahan evaluasi daftar pertanyaan sebelum dilakukan pada mahasiswa lain untuk dijadikan sebagai partisipan penelitian. 40

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 41 Hasil wawancara didengar kembali oleh peneliti untuk selanjutnya dibuat dalam bentuk verbatim. Hal ini bertujuan agar data yang diperoleh tidak berubah dan dapat di cross-check sesuai dengan maksud partisipan. 2. Proses pengambilan Data Proses pengambilan data dilakukan secara individual dengan waktu dan tempat yang telah disepakati oleh kedua pihak yaitu antara partisipan dan peneliti. Hal tersebut menyebabkan adanya perbedaan waktu dan tempat wawancara dari masing-masing partisipan. Durasi wawancara partisipan rata-rata adalah 20-30 menit. Berikut merupakan rangkuman waktu dan tempat diadakannya wawancara: Tabel 3 Pelaksanaan Penelitian Partisipan Hari, Tanggal Waktu Partisipan 1 Senin, 14 Mei 17.10 WIB (CADS) 2018 Partisipan 2 (TBWP) Partisipan 3 (RP) Selasa, 15 Mei 17.00 WIB 2018 Rabu, 16 Mei 13.58 WIB 2018 Partisipan 4 (ETK) Kamis, 17 Mei 11.20 WIB 2018 Partisipan 5 (DKA) Partisipan 6 (V) Kamis, 17 Mei 19.15 WIB 2018 Jumat, 18 Mei 13.15 WIB 2018 Tempat Perpustakaan Universitas X di Yogyakarta Salah satu restoran di Seturan, Yogyakarta Perpustakaan Universitas X di Yogyakarta Perpustakaan Universitas X di Yogyakarta Hall Selatan, Universitas X Depan Laboratorium sebuah prodi Universitas X

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 42 3. Demografi Partisipan Berikut biodata singkat para partisipan yang dapat digunakan sebagai data untuk memahami latar belakang partisipan. Tabel 4 Demografi Partisipan Partisipan Usia 1 (CADS) 2 (TBWP) 3 (RP) 4 (ETK) 5 (DKA) 6 (V) 22 th Jenis Kelamin P 19 th P 22 th L 21 th L 20 th P 20 th L Daerah Asal Urutan Kelahiran Malang, Jawa Timur Klaten, Jawa Tengah Probolinggo, Jawa Timur Ketapang, Kalimantan Barat Jayapura, Papua Anak pertama dari dua bersaudara Anak pertama dari dua bersaudara Anak ke-4 dari lima bersaudara Anak ke-3 dari empat bersaudara Anak tunggal Tanjung Jabung Timur, Jambi Anak ke-3 dari tiga bersaudara 4. Latar Belakang Partisipan a. Latar Belakang CADS CADS merupakan mahasiswa angkatan 2014, Fakultas Farmasi, universitas ‘X’. Saat ini partisipan berusia 22 tahun dan sudah lulus sidang skripsi Strata-1. Kesibukan yang sedang dijalani saat ini yakni magang di luar kampus dan menjadi asisten praktikum di prodi Farmasi dan Pendidikan Kimia. Partisipan pernah mengikuti organisasi tingkat fakultas yakni Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas (DPMF) selama tiga periode yakni sejak tahun 2015 sampai 2018. Pada periode 20152016, partisipan menjadi anggota di Komisi Quality Control dan diperiode 2016-2017, partisipan menjabat sebagai koordinator pada komisi yang sama dengan periode sebelumnya. Pada periode terakhirnya,

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 43 yakni tahun 2017-2018, partisipan diangkat menjadi ketua umum DPMF. Alasan partisipan mengikuti organisasi di kampus karena ingin menambah relasi dan pengalaman. Partisipan juga memilih untuk mengikuti organisasi agar dapat refreshing dari tugas-tugas kuliah dan tidak menyukai jika menganggur. b. Latar Belakang TBWP TBWP merupakan mahasiswa angkatan 2016, Program studi Sastra Indonesia, universitas ‘X’. Saat ini partisipan menginjak usia 19 tahun dan memasuki semester 4. Kesibukan yang sedang dijalani saat ini yaitu mengikuti suatu Himpunan Mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia dan menjabat sebagai koordinator bidang produksi.Pada periode sebelumnya yaitu 2016/2017, ia pernah mengikuti organisasi yang sama dan menjabat sebagai anggota bidang produksi. Alasan partisipan mengikuti organisasi di kampus karena ia ingin mengisi waktu luang di luar kegiatan akademik serta berharap dapat menambah relasi dengan banyak orang. c. Latar Belakang RP RP merupakan mahasiswa angkatan 2014, Fakultas Psikologi, universitas ‘X’. Saat ini partisipan menginjak usia 22 tahun dan saat ini berada di semester 8. Selain mengambil satu matakuliah, saat ini RP juga sedang mengerjakan tugas akhirnya. Partisipan pernah mengikuti organisasi tingkat fakultas dan juga tingkat universitas. Selain itu, RP juga pernah mengikuti organisasi Unit Kegiatan Fakultas (UKF) yaitu

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 44 bulu tangkis. Saat mengikuti organisasi tingkat fakultas dan universitas tersebut, RP pernah menjabat pada bidang yang sama yaitu sebagai bendahara pada organisasi BEMF dan BEMU. Berbeda dengan kegiatan UKF, ia pernah menjabat sebagai ketua selama satu periode. Alasan partisipan mengikuti organisasi di kampus karena ia ingin menambah pengalaman serta ingin mengasah kemampuan soft skill maupun hard skill yang berguna untuk dirinya sendiri. d. Latar Belakang ETK ETK merupakan mahasiswa angkatan 2015, Program studi Akutansi, universitas ‘X’. Saat ini partisipan menginjak usia 21 tahun dan memasuki semester 6. Kesibukan yang sedang dijalani saat ini yaitu mengikuti suatu kepanitiaan tingkat universitas yaitu Gelar Gagasan Gokil. Selain itu, ETK juga sedang sibuk dalam mencari topik untuk persiapan tugas akhirnya di semester depan. Partisipan pernah mengikuti organisasi tingkat universitas dalam satu periode yaitu pada tahun 20172018 yakni Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas (DPMU). Pada organisasi tersebut, ETK menjabat sebagai anggota Komisi Pemilihan Umum. ETK memiliki beberapa alasan yang melatarbelakangi ia untuk mengikuti organisasi, yaitu: ingin menambah pengalaman dan wawasan. ETK berkata bahwa ia ingin mengetahui lebih banyak tentang seluk beluk kampus agar ia dapat menikmati kegiatan kuliahnya. ETK juga berpendapat bahwa mengikuti organisasi dapat belajar untuk membagi waktu serta menambah relasinya dengan banyak orang. ETK dapat

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 45 menjadi aktif agar menjadi fokus jika memiliki kesibukan selain kegiatan kuliah. e. Latar Belakang DKA DKA merupakan mahasiswa angkatan 2016, Program studi Pendidikan Fisika, universitas ‘X’. Saat ini partisipan menginjak usia 20 tahun dan sedang berada di semester 4. Saat ini DKA sedang sibuk dalam kegiatan kepanitiaan asrama dan mengajar anak-anak Sekolah Dasar. Kesibukan lain yang sedang dijalani saat ini yaitu mengikuti suatu Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika dan menjabat sebagai sekretaris. Pada periode sebelumnya, DKA pernah menjabat sebagai bendahara dalam organisasi Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas (BEMF) Fakultasi Ilmu dan Pendidikan. Alasan partisipan mengikuti organisasi di kampus karena memang berasal dari dalam dirinya sendiri yang memang pada dasarnya suka beroganisasi. Selain itu, DKA juga menjelaskan bahwa ia mengikuti organisasi karena ingin mencari pengalaman serta memiliki relasi yang baru. f. Latar Belakang V V merupakan mahasiswa angkatan 2015, Program studi Teknik Elektro, universitas ‘X’. Saat ini partisipan menginjak usia 20 tahun dan sedang berada di semester 6. Kesibukan yang sedang dijalani selain kuliah yaitu membantu kegaitan-kegiatan tingkat program studi dan menjadi asistensi dan tutor praktikum. Pada semester sebelumnya, partisipan pernah mengikuti organisasi tingkat program studi dan fakultas

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 46 yakni HMPS Teknik Elektro pada periode 2015-2016 dilanjutkan dengan menjadi wakil gubernur BEM Fakultas Sains dan Teknologi sampai pada tahun 2017. V memilih untuk mengikuti organisasi karena ia sudah terbiasa dengan kegiatan-kegiatan di luar akademik sejak duduk di bangku SMA. Selain itu, kesukaan V terhadap interaksi dan relasi dengan banyak orang, menyebabkan ia memilih untuk mengikuti organsiasi untuk menambah relasinya. B. HASIL PENELITIAN Hasil wawancara menunjukkan bahwa secara keseluruhan, partisipan memiliki kecenderungan untuk berperilaku asertif. Bentuk perilaku asertif yang sering ditunjukkan oleh partisipan yakni mereka akan menunjukkan ekspresi secara jujur dan melakukannya dengan nyaman. Keenam partisipan menunjukkan pola yang sama untuk dapat menunjukkan ekspresi yang sesungguhnya, yakni mengutarakan ketidaksetujuan ketika ada yang mengganjal, marah ketika ada yang menyimpang, serta mengutarakan pendapat pribadi secara sopan tanpa menggebu-gebu. Berikut merupakan pemaparan hasil wawancara kecenderungan perilaku asertif pada setiap partisipan: 1. Kecenderungan Perilaku Asertif Untuk mengungkap kecenderungan perilaku asertif partisipan, peneliti menggunakan analisis dengan pendekatan deduktif atau deduksi. Model penelitian deduktif memandang bahwa teori masih menjadi alat penelitian

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 47 sejak memilih dan menemukan masalah, membangun hipotesis, maupun melakukan pengamatan di lapangan dan menguji data (Bungin, 2001). a. Partisipan 1 (CADS) Berdasarkan hasil wawancara, didapatkan hasil bahwa CADS memiliki kecenderungan perilaku asertif. Meskipun terkadang masih terlihat bahwa CADS juga memiliki kecenderungan perilaku tidak asertif, namun hal tersebut ia lakukan karena kondisi yang tidak mendukung. CADS dapat mengambil keputusan sesuai dengan dirinya ketika orang yang bersangkutan sulit untuk ditemui. Hal tersebut membuat CADS harus memutuskan suatu keputusan untuk segera menemui orang yang bersangkutan secara langsung. Berikut merupakan tabel kecenderungan asertif pada partisipan 1: Kecender ungan Perilaku Kepentin gan Diri Pembelaa n Diri Kata Kunci Respon “…mempertimbangkan pendapat dari orang lain juga. Soalnya ya namanya juga organisasi jadi gak bisa mutusin dari satu pihak, jadi aku harus ngambil dari pendapat orang lain”(P1/TA/194-196) “..kesiapan anggota juga. Maksud e kalau aku mengiyain apa anggota ku bisa bantu jalanin kayak gitu”(P1/A/201202) “..karna susah nyarinya jadi aku langsung nemuin anggotanya...” (P1/A/127-128) “…ketua tu sebenernya aku gak mau, tapi aku bilange gini Makna Kategori Mengambil Tidak keputusan Asertif sesuai dengan orang lain Mengambil Asertif keputusan sesuai dirinya Sulit menolak Tidak permintaan Asertif

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 48 sih, maksud e ya kalau orang lain memang gak ada orang lagi itu…, ya aku gak papa…” (P1/TA/181-183) “begitu dijalani emang enak Memahami sih..” (P1/A/185) kemampuan diri sendiri Ekspresi “Langsung nanyain misalnya Menunjukkan Perasaan ada progress yang kurang apa dukungan Jujur dan enggak, ada yang perlu dengan Nyaman dibantu apa persahabatan enggak…”(P1/A/130-131) Penerapa “..pasti lebih banyak Mengakui n hak mengayomi orang..” (P1/A/20) perannya pribadi sebagai anggota organisasi Kesetaraa “Lebih sebagai rekan kerja, Menempatkan n anak-anakku..” (P1/A/210) kedua belah hubungan pihak secara setara Hak-hak “Yang pertama pemilihan Mengekspresi orang lain kata-kata..” (P1/A/169-170) kan diri tanpa mengintimidas i “Terus dari kepentingan…” Mengekspresi (P1/A/171) kan diri tanpa memanipulasi Asertif Asertif Asertif Asertif Asertif b. Partisipan 2 (TBWP) Hasil TBWP menunjukkan bahwa ia sama-sama memiliki kecenderungan perilaku asertif maupun tidak asertif. Hal tersebut tampak dari hasil penelitian bahwa terkadang TBWP mampu untuk memahami kemampuan diri dan menyetujui tugas yang diberikan padanya. Akan tetapi, ada saatnya ia kurang dapat memahami kemampuan dirinya sehingga ia meminta bantuan orang lain dan

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 49 menangis saat tugas yang ia sanggupi tidak dapat diselesaikannya. Berikut merupakan tabel kecenderungan asertif pada partisipan 2: Kecenderung an Perilaku Kepentingan Diri Pembelaan Diri Kata Kunci Respon Makna “ya pokoknya ngajak Inisiatif ngomong 17” (P2/A/196- mengawali 197) pembicaraan “..tetep mulai duluan sih kita, kalau gak gitu mereka gak gak ngomong” (P2/A/208-209) “Apapun dari awal sampe akhir tu yang ngerjain poster, baju, bagi baju, terus stiker terus kayak pamflet gitu itu tu ku sama temenku yang dari luar” (P2/TA/51-53) “…mintanya mereka banyak sedangkan aku harus mikir ini ini”(P2/TA/114-115) “kalau aku bisa ngerjain tak kerjain dulu...” (P2/A/112) “..kalau aku gak bisa ya tak kasihin orang lain. aku coba minta bantuan orang lain gitu” (P2/TA/112-113) “...aku sampe nangisnangis e gara-gara acara itu” (P2/TA/113-114) Ekspresi “ngomongnya aku tetep Perasaan pake nada bercanda” Jujur dan (P2/TA/71-72) Nyaman “Tapi kamu bilang ke forum gitu gak dengan permasalahan yang kamu hadapi? Belum, belum”(P2/TA/124-126) “Ya kita banyak yang teater, cuma kenapa kamu Kategori Asertif Sulit menolak Tidak permintaan Asertif orang lain Memahami kemampuan diri sendiri Kurang mampu memahami kemampuan diri Asertif Memendam perasaan kurang setuju Memendam perasaan kurang setuju Tidak Asertif Tidak Asertif Tidak Asertif Bersikap sopan Asertif tanpa rasa

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 50 Penerapan hak pribadi Kesetaraan hubungan cuma nonjolin si teater? Potensi yang ada dalam prodi kita? Paling bilang gitu” (P2/A/261-262) “Jadi tahun ini baru ngerasain koordinator yaudah biasa aja.” (P2/A/31) “jadi nek misalnya apaapa mesti nyarinya Nadya, Nadya bikin ini bikin itu gitu” (P2/TA/25-26) “Tapi aku tetep bilang ke anak-anak di grup. Kalau mereka bisa berarti aku yang ngasih“ (P2/A/151, 152-153) cemas saat menyampaikan pendapatnya Mengakui perannya sebagai anggota organisasi Menjadikan dirinya atau orang lain menjadi pihak yang dirugikan Menjadikan setiap orang untuk menjadi unggul tanpa ada yang merasa dirugikan Asertif Tidak Asertif Asertif c. Partisipan 3 (RP) Hasil penelitian yang didapatkan dari RP menunjukkan bahwa ia memiliki kecenderungan perilaku asertif. RP mampu untuk mengungkapkan pendapat, kritik, dan saran yang dirasa perlu untuk diungkapkan. RP dapat menyampaikan secara terus terang saat terjadi penyimpangan dari orang lain dan menunjukkan sikap amarahnya meskipun ia dapat mengkondisikan diri agar tidak menimbulkan pertengkaran. Berikut merupakan tabel kecenderungan asertif pada partisipan 3: Kecenderung an Perilaku Kepentingan Diri Kata Kunci Respon Makna “gak mau ngambil keputusan Mengambil secara sepihak”(P3/TA/270) keputusan sesuai dengan Katego ri Tidak Asertif

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 51 “aku harus tanya dari orang- orang lain orang yang bersangkutan”(P3/TA/271) “sama atasan sih lebih ke keputusan finalnya” (P3/TA/272) “usaha dari kita sendiri Memiliki supaya buat itu tujuan untuk teratur”(P3/A/31) berpartisipasi dalam lingkungan sosial Pembelaan “di akhir-akhir masa periode Kurang Diri masa pengurusan tu aku agak- mampu agak ambyar, aku sering flight memahami disitu” (P3/TA/159-160) kemampuan diri ”..alasan kenapa aku nolak Menanggapi juga bukan karna pendapat kritik dengan semata-mata karna mengekspresi pendapatku, pikiranku sendiri kan diri sih. Tapi juga menuliskan fakta-fakta” (P3/A/249-250) Ekspresi “kita bantu kira-kira yang bisa Mengungkap dipangkas tu yang mana. Jadi kan perasaan Perasaan Jujur dan yang dipangkas tu ini ni ni kurang setuju Nyaman sampe kita setuju” (P3/A/149151) “pernah menolak pendapat orang lain gitu gak? Em pernah” (P3/A/244-245) “..Cuman ya itu pas ngasih masukkan agak geter tu lho badanku karna nahan emosi..” (P3/A/215-216) “tidak terlalu menyakiti hati..” (P3/A/329) Penerapan hak pribadi Asertif Tidak Asertif Asertif Asertif Menunjukkan Asertif dukungan dengan amarah Bersikap Asertif sopan tanpa rasa cemas saat menyampaik an pendapatnya “aku gak mau diem-dieman Mengakui Asertif ngelihatin doang sih cuma aku perannya

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 52 Kesetaraan hubungan Hak-hak orang lain ya pasti bantu-bantu” sebagai anggota (P3/A/284-285) organisasi “..aku gak mau kayak yang Menempatka Asertif aku kelihatan jadi panti..” n kedua belah (P3/A/281) pihak secara “Jadi aku memposisikan setara mereka sama kayak aku sebenernya” (P3/A/285) “akunya sering ngasih Mengekspres Asertif masukkan-masukkan … ku sih ikan diri mungkin yang lebih menguasai tanpa keuangan kan aku dibanding memanipulas ketua itu sendiri” (P3/A/289, i, dan mengendalik 292-293) an orang lain d. Partisipan 4 (ETK) Hasil penelitian yang didapatkan dari RP menunjukkan bahwa ia memiliki kecenderungan perilaku asertif. RP mampu untuk mengungkapkan pendapat, kritik, dan saran yang dirasa perlu untuk diungkapkan. RP dapat menyampaikan secara terus terang saat terjadi penyimpangan dari orang lain dan menunjukkan sikap amarahnya meskipun ia dapat mengkondisikan diri agar tidak menimbulkan pertengkaran. Berikut merupakan tabel kecenderungan asertif pada partisipan 4: Kecenderu ngan Perilaku Kepenting an Diri Kata Kunci Respon “..nggak harus kita melihat oh ini banyak ni pendapat ini jadi kita harus ngikutin..” (P4/A/167-168) “selama kita masih diberi waktu untuk menyampaikan pendapat kenapa enggak” Makna Mengambil keputusan sesuai dirinya Katego ri Asertif Memiliki tujuan Asertif untuk berpartisipasi

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 53 (P4/A/301-310) ”dengan suatu alasan dan mungkin itu alasan yang masuk akal dan itu bisa membangun program kerja itu” (P4/A/69-70) “misalkan badmood seperti itu, kita tidak boleh membawa itu ke dalam kinerja kita” (P4/A/62-63) “Kita harus profesional..” (P4/A/63) Ekspresi “ada saatnya ketika kita tidak setuju sama orang ada saatnya Perasaan Jujur dan kita harus mengutarakan itu” (P4/A/67-69) Nyaman “..berusaha untuk tetap stay cool lah, maksudnya stay cool dalam artian tidak terlihat terlau kontras sekali..” (P4/TA/80-81) Pembelaan Diri dalam lingkungan sosial Menanggapi Asertif kritik dengan mengekspresika n diri Memahami kemampuan diri Mengungkapka Asertif n perasaan kurang setuju Kurang dapat Tidak menyampaikan Asertif dukungan dengan menyembunyik an ekspresi “..tetap menjaga kerjasama ini yang tetap harus berjalan jadi sebenarnya walaupun kita udah enggak setuju” (P4/TA/84-85) “Tetap menjaga sikap..” Bersikap sopan Asertif (P4/A/104) tanpa rasa “menegur tapi masih dalam cemas konteks yang sopan..” (P4/A/123-124) “..tidak menyakiti..” (P4/A/124) Penerapan “membagi waktu antara terjun Mengakui Asertif hak pribadi ke kepanitiaan dan tetap perannya berjalan di organisasi” sebagai anggota (P4/A/18-19) organisasi Kesetaraan “orang lain tetep enak dengan Menempatkan Asertif hubungan kedudukannya dan kita juga kedua belah enak dengan kedudukannya pihak secara kita” (P4/A/104-106) setara “..lebih menghargai orang lain..” (P4/A/283-284) “..menghargai pendapat orang

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 54 Hak-hak orang lain lain..” (P4/A/194) “..punya hak dan kewajiban yang sama dengan anggota lain” (P4/A/12-13) “..menggabungkan tiga pikiran habis itu menggabungkan berbagai macam pikiran orang..” (P4/A/59-60) “..kita tidak boleh egois..” (P4/A/60) “..menghargai keputusan orang lain..” (P4/A/61) “..sama-sama harus memberikan masukkan, memberikan kritikan...” (P4/A/13-14) “..tidak menyakiti salah satu dari kita..” (P4/A/124-125) Menjadikan Asertif setiap orang untuk menjadi unggul tanpa ada yang merasa dirugikan Mengekspresika Asertif n diri tanpa mengkritik secara tidak adil, tidak mengintimidasi e. Partisipan 5 (DKA) DKA memiliki kecenderungan perilaku asertif yang sangat menonjol. DKA memiliki keberanian dalam menyampaikan pendapat maupun kritik. DKA tidak akan diam jika terdapat sesuatu yang menurutnya tidak sesuai. Seperti halnya saat rapat, ia akan menegur jika orang lain sibuk dengan gadget atau berbicara sendiri ketika orang lain sedang berbicara di depan. Akan tetapi, terkadang ia kurang sopan ketika memotong pembicaraan saat menegur orang lain yang sibuk sendiri dan tidak mendengarkan. kecenderungan asertif pada partisipan 5: Berikut merupakan tabel

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 55 Kecenderun Kata Kunci Respon Makna gan Perilaku "Kepentinga “..prefernya lebih berjuang Mengambil n Diri sendiri..” (P5/A/71-72) keputusan sesuai dirinya “gak disampaikan secara Inisiatif umum. jadi lebih langsung ke mengawali ketuanya” (P5/A/224-225) pembicaraan “mau berpendapat tentang orang ya itu langsung ke orangnya” (P5/A/226-227) “..memperlihatkan bahwa Memiliki HMPS kami tu ada yang tujuan untuk datang” (P5/A/271-272) berpartisipasi dalam lingkungan sosial Pembelaan “aku prefernya lebih ke gak Mampu Diri setuju soalnya kalau misalnya berkata tidak ditunjuk secara atas langsung..”(P5/A/84-85) permintaan orang lain “..ketika organisasi jalan, Memahami panitia jalan..” (P5/A/259- kemampuan 260) diri Ekspresi “..nyampekan pendapatku, Mengungkapk Perasaan seharusnya kan jangan kayak an perasaan Jujur dan gini”( P5/A/188) kurang setuju Nyaman “..langsung saya PC si ketuanya atau wakil ketuanya gitu tanyain kenapa kalian kayak gini gini gini, saya tidak setuju dengan alasan saya sendiri..” (P5/A/99-101) “Kalau saya tu lebih ngecut. Bersikap Ya emang sih kayak gak kurang sopan sopan sih, pas orang bicara saat terus tiba-tiba..” (P5/A/167- menyampaika 168) n pendapatnya “teman-teman tolong diam dong, kalian tu hargain kayak gini… nada yang memang keras..” (P5/TA/169-170) Kategori Asertif Asertif Asertif Asertif Asertif Asertif Tidak Asertif

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 56 “misalkan kondisinya ada yang maen gadget di sebelahku itu kayak aku tu lebih apa bilangin aja sih pelan-pelan..” (P5/A/171173) Kesetaraan hubungan Hak-hak orang lain Bersikap Asertif sopan tanpa rasa cemas saat menyampaika n pendapatnya “Tapi emang disampaikan secara baik-baik” (P5/A/227) “..nganggep apa mereka Menempatkan Asertif masih di bawah ku..” kedua belah (P5/A/283-284) pihak secara setara “mengutarakan iya....mereka Mengekspresi Asertif juga punya alasan yang kan diri tanpa menurut saya juga sedikit mengkritik masuk akal..” (P5/A/94-96) secara tidak adil f. Partisipan 6 (V) V merupakan seseorang yang memiliki kecenderungan perilaku asertif. meskipun terkadang ia belum menempatkan orang lain secara setara, namun hal itu ia lakukan saat berada di dalam organisasi saja. V tetap mampu untuk bersikap sopan dengan tetap menyampaikan maksud yang ingin ia sampaikan. V menyadari perannya sebagai wakil ketua sehingga ia akan menegur jika terdapat sesuatu yang menyimpang. Berikut merupakan tabel kecenderungan asertif pada partisipan 6: Kecenderung an Perilaku Kepentingan Diri Kata Kunci Respon “yang di atas saya, gubernur yang memutuskan semua” (P6/TA/98-99) “gak memutuskan pendapatku, aku lebih enaknya kita selesaikan Makna Kategori Mengambil Tidak keputusan sesuai Asertif dengan orang lain

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 57 bermusyawarah” (P6/TA/235-236) Ekspresi “mereka ngungkapinnya Perasaan salah ya salah kenapa Jujur dan harus dibenarkan” Nyaman (P6/A/244-245) “..kita langsung ngomong, oh harusnya gini, jangan sampe kayak gini kalau misalkan itu lebih mengingatkan langsung”(P6/A/247-248) Penerapan “saya membantu hak pribadi gubernur itu menjadi kewajiban saya” (P6/A/34-35) Kesetaraan “karna yang bawah juga hubungan satu angkatan sama aku jadinya aku cuman anggep teman” (P6/A/284-285) “aku ngomong sama gubernur ya aku hanya memberikan masukkan seperti layaknya wakil” (P6/A/278-279) Mengungkapkan Asertif perasaan kurang setuju Bersikap sopan Asertif tanpa rasa cemas saat menyampaikan pendapatnya Mengakui Asertif perannya sebagai anggota organisasi Menempatkan Asertif kedua belah pihak secara setara Menempatkan Tidak kedua belah Asertif pihak secara timpang tindih “karna gubernur saya kakak tingkat berbicara seperti dengan kakak tingkat” (P6/TA/280-281) “aku wakil, kamu kakak Menjadikan Asertif tingkat ya aku panggil setiap orang gitu” (P6/A/289) untuk menjadi unggul tanpa ada “Jadi kita senang, dia yang merasa juga dapet senangnya” dirugikan (P6/A/236-237) “Aku sih banyak sih buat Menjadikan Tidak salah, ya dia maklum, orang lain Asertif karna dia tahu kan ya menjadi pihak kalau di luar kita temen” yang dirugikan (P6/TA/174-176)

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 58 Berikut merupakan kesimpulan hasil penelitian tentang kecenderungan perilaku asertif yang dipaparkan dalam tabel dan dilihat dari aspek-aspek perilaku asertif yang muncul pada tiap-tiap partisipan.

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 59 Tabel 5 Kesimpulan Kecenderungan Perilaku Asertif Bentuk-Bentuk Perilaku Aspek Kepentingan Diri - Pembelaan Diri Ekspresi Perasaan Jujur dan Nyaman Penerapan Hak Pribadi Kesetaraan Hubungan - Asertif Mengambil keputusan sesuai dirinya Inisiatif mengawali pembicaraan Memiliki tujuan untuk berpartisipasi dalam lingkungan sosial Memahami kemampuan diri Menanggapi kritik dengan mengekspresikan diri Mampu berkata tidak atas permintaan orang lain Menunjukkan dukungan dengan persahabatan Menunjukkan dukungan dengan amarah Bersikap sopan tanpa rasa cemas saat menyampaikan pendapatnya Mengungkapkan perasaan kurang setuju Mengakui perannya sebagai anggota organisasi Menempatkan kedua belah pihak secara setara Menjadikan setiap orang untuk menjadi unggul tanpa ada yang merasa dirugikan - Tidak Asertif Mengambil keputusan sesuai dengan orang lain - Sulit menolak permintaan orang lain Kurang mampu memahami kemampuan diri - Memendam perasaan kurang setuju Bersikap kurang sopan saat menyampaikan pendapatnya - Hak-hak Orang Lain - Mengekspresikan diri tanpa mengintimidasi Mengekspresikan diri tanpa memanipulasi Mengekspresikan diri tanpa memanipulasi dan mengendalikan orang lain Mengekspresikan diri tanpa mengkritik secara tidak adil Menjadikan dirinya atau orang lain menjadi pihak yang dirugikan Menempatkan kedua belah pihak secara timpang tindih Menjadikan setiap orang untuk menjadi unggul tanpa ada yang merasa dirugikan -

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 60 2. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Perilaku Asertif Hasil wawancara yang didapatkan yakni adanya kecenderungan perilaku asertif yang terjadi pada semua partisipan. Hal tersebut dapat terjadi beberapa faktor yang dapat memengaruhi perilaku asertif. Pada analisis berikut, peneliti menggunakan analisis isi pendekatan induktif. Hsieh dan Shannon serta Elo dan Kyngas (dalam Supratiknya, 2015) menjelaskan bahwa pendekatan induktif bergerak dari spesifik ke yang umum dengan cara mengamati fakta-fakta khusus tertentu yang kemudian menggabungkan atau menyusunnya menjadi satuan yang lebih luas berupa rumusan umum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa a. Partisipan 1 (CADS) CADS memiliki kecenderungan perilaku asertif yang ditunjukkan berdasarkan hasil wawancara. Pada faktor internal, CADS menunjukkan bahwa konsep diri dan harga diri menjadi faktor penyebab dalam melakukan perilaku asertif. Sedangkan pada faktor eksternal, CADS menunjukkan bahwa tempat organisasi, kebudayaan, dan sumber daya manusia menjadi faktor penyebab dalam melakukan perilaku asertif. Pada hasil penelitian terlihat bahwa ia lebih ditentukan oleh faktor eksternal dalam melakukan perilaku asertif. CADS akan mengambil keputusan dengan melihat kesiapan dan pendapat orang lain juga. Selain itu, ia juga akan melihat kelebihan dan kelemahan yang akan didapat ketika memutuskan suatu keputusan. Hal ini ditunjukkan pada tabel

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 61 RESPON KATEGO RI sabar..” Konsep Diri “..salahku terlalu (P1/FI/KD/136-137) “…begitu dijalani emang enak sih.” (P1/FI/KD/185) “..susah nyarinya jadi aku langsung Harga Diri nemuin anggotanya” (P1/FI/HD/128) “waktu pemilihan ketua tu sebenernya aku gak mau” (P1/FI/HD/181-182) “..gak ada orang yang memang bisa dan mau, ya aku gak papa” (P1/FI/HD /183) “..lebih banyak mengayomi orang” Tempat (P1/FE/TO/20) Organisasi “..pemilihan kata-kata” (P1/FE/KB/170) Kebudayaan “kalau gak bener dalam kata-kata ntar malah kesannya jadi negatif” (P1/FE/KB/170-171) “..koordinatornya sulit dicari, akhirnya Sumber aku langsung turun ke anggotanya” Daya (P1/FI/SDM/129) Manusia “Terus dari kepentingan juga sih” (P1/FE/SDM/171) “..misalnya itu ngasih pendapat yang sifatnya personal, ya mending aku ngomongnya personal aja” (P1/FE/SDM/171-173) “..gak ada orang yang memang bisa dan mau, ya aku gak papa” (P1/FI/SDM/274-275) “..namanya juga organisasi jadi gak bisa mutusin dari satu pihak, jadi aku harus ngambil dari pendapat orang lain” (P1/FE/SDM/194-196) “kelemahan kekurangannya kalau disetujui atau gak disetujui” (P1/FE/SDM/196-197) “..kesiapan anggota juga” (P1/FE/SDM/201) TEMA Faktor Internal Faktor Eksternal

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 62 b. Partisipan 2 (TBWP) Pada hasil penelitian didapatkan bahwa TBWP tidak menunjukkan perilaku menonjol ke arah asertif atau tidak asertif. TBWP memiliki perilaku yang seimbang antara asertif dan tidak asertif. Pada hasil penelitian tampak bahwa hal tersebut disebabkan oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal tampak lebih dominan untuk TBWP melakukan perilaku asertif. Konsep diri dan harga diri yang lebih dominan menjadi faktor penyebab TBWP dalam melakukan perilaku asertif. TBWP akan berani menyampaikan pendapatnya ketika pembicaraan sudah sangat melenceng dari topik. Selain itu, TBWP juga merasa perlu untuk menyampaikan pendapatnya saat ia merasa bahwa keputusan hasil rapat hanya memihak satu sisi saja. Hal ini ditunjukkan pada tabel berikut: RESPON KATEGO RI “..emang terus-terus dikasih tugas ..Jadi Konsep Diri tahun ini baru ngerasain koordinator yaudah biasa aja” (P2/FI/KD/30,31) “yang penting didengerin yang gak penting yaudah terserah ikut-ikut ajalah. Nanti lihat hasilnya akhir..” (P2/FI/KD/221-222) “ngapain aku ngomong kalau misalnya aku gak didengerin gitu.” (P2/FI/KD/223) “masalah apa yang dibahas itu mlenceng banget aku baru berani ngangkat tangan ngomong,” (P2/FI/KD/237-238) “kalau keputusannya cuman memihak satu, satu sisi doang aku gak bisa” (P2/FI/KD/245-246) TEMA Faktor Internal

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 63 “..aku bisa ngerjain tak kerjain dulu. Kalau aku gak bisa ya tak kasihin orang lain. aku coba minta bantuan orang lain gitu” (P2/FI/HD/112-113) “mulai duluan sih kita, kalau gak gitu mereka gak gak ngomong” (P2/FI/HD/209) “..di SMA kayak gitu. Intinya itu rapat, terus aku ngasih usulan. Ning ya itu kadang gak digagas itu” (P2/FI/KD/216217) “misalnya apa-apa mesti nyarinya Nadya, Nadya bikin ini bikin itu gitu.” (P2/FE/TK/25-26) “Apapun dari awal sampe akhir tu aku yang ngerjain” (P2/FE/TK/51-52) “Sedangkan disitu ada ketua HMPS ku ada bendaharanya ada sekretarisnya yang lebih atasku kan, ya aku tetep ngasihnya ke mereka” (P2/FE/TK/307309) “..kalau kita gak ngegong mereka gak ngobrol, eh gak ngomong sama kita, gak gabung sama kita, masih gitu,” (P2/FE/SDM/197-199) “..orang-orang SDMnya dulu deh mampu gak mereka bikinnya, dengan aku bilang kamu mampu gak masuk” (P2/FE/SDM/274-275) Harga Diri Pengalaman Organisasi Faktor Eksternal Tempat Organisasi Sumber Daya Manusia c. Partisipan 3 (RP) Hasil penelitian menunjukkan bahwa RP memiliki kecenderungan untuk berperilaku asertif. Faktor yang memengaruhi perilaku asertif RP lebih dominan pada faktor eksternal yakni tempat organisasi, sumber daya manusia, serta dukungan partner organisasi. RP mampu untuk mengungkapkan kritik secara sopan namun maksud tetap tersampaikan karena menganggap bahwa anggota dalam organisasinya adalah

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 64 temannya sendiri. RP dapat mengakui posisinya sebagai anggota dalam sebuah organisasi karena adanya dukungan dari partner kerja saat ia sedang berada pada posisi terburuknya. RP merasa memiliki dukungan dari partner kerja karena sudah perduli terhadap masalah yang sedang dihadapinya. Hal ini ditunjukkan pada tabel berikut: RESPON KATEGO RI “..aku tanya pertimbangannya apa, terus Konsep Diri kenapa kok milih aku” (P3/FI/KD/65-66) “Jadi ya cara ngomongnya ke mereka .… ada program-program yang misalkan diprioritaskan, yang harus dilakukan jadi itu yang butuh dana lebih banyak” (P3/FI/KD/146,148-149) “…kenapa kok sampai ngungkapkan pendapat itu karena aku dah terlalu nahan ya. Maksudnya kalau aku dah terlalu nahan dan itu aku repress terus kan juga gak terlalu baik to buat akunya sendiri..” (P3/FI/KD/224-227) “..aku ajak buat lebih realistis tu lho, ngelihat lapangannya” (P3/FI/KD/252) “Jadi kalau aku bawa data-data itu disitu aku baru bisa nentuin pilihan setelah aku ngomong sama atasanku juga” (P3/FI/KD/264-265) “..aku berusaha buat calm down sih dan Harga Diri kebetulan temen-temenku juga bantu buat calm down juga” (P3/FI/HD/217-218) “..dipandangan ku sih mungkin yang lebih menguasai keuangan kan aku dibanding ketua itu sendiri.” (P3/FI/HD/292-293) “..kalau terlalu menyakiti hati juga gak Tempat enak juga kan karena kita rekan satu kerja, Organisasi satu tim” (P3/FE/TO/239-240) “terus ntar kalau ada masalah, iya kalau misal dia bisa nerima. Kalau misal dia gak TEMA Faktor Internal Faktor Eksternal

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 65 bisa nerima takutnya kan malah jadi gak enak” (P3/FE/TO/240-242) “aku minta masukkan dari atasanku karna tetep mau gimanapun juga atasanku harus tahu tentang permasalahan dan pilihanpilihannya kan.” (P3/FE/TO/259-261) “Karna emang udah gak ada orang yang mau lagi, jadinya yaudah mau gak mau yaudah Pasrah gitu ya.. Iya terima aja .” (P3/FE/SDM/67-68) “…ngelihat fakta-fakta di lapangan” (P3/FE/SDM/261) “…akhir masa periode masa pengurusan tu aku agak-agak ambyar, aku sering flight disitu, dan itu bener-bener di cover sama temen bendaharaku” (P3/FE/DPO/159161) Sumber Daya Manusia Dukungan Partner Organisasi “..baik banget sampe yang kayak benerbener literally ngechat terus, ngechat aku terus, jadi kayak ngingetin” (P3/FE/DPO/161-162) d. Partisipan 4 (ETK) Berdasarkan hasil penelitian, terlihat bahwa ETK memiliki kecenderungan perilaku asertif yang sangat menonjol. ETK mampu untuk mengambil keputusan sesuai dengan dirinya tanpa mengesampingkan hak-hak orang lain. Dalam berperilaku asertif, ETK disebabkan oleh faktor internal yang lebih menonjol. ETK lebih disebabkan oleh konsep diri yang ia miliki sehingga memilih untuk menunjukkan perilaku asertif. ETK akan menyampaikan pendapatnya saat ia mengetahui masalah yang sedang dibahas dan memiliki pendapat yang harus disampaikan. ETK juga akan mendukung pendapat orang lain karena ia menganggap bahwa selama pendapat dari orang lain

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 66 sejalan dan sesuai dnegan program kerjanya, maka ia akan memilih untuk memberikan dukungan. Hal ini ditunjukkan pada tabel berikut: RESPON KATEGO RI Konsep Diri “lebih bisa membagi waktu, lebih bisa membagi prioritas,” (P4/FI/KD/30) “Nah selama ide atau gagasan dari orang lain itu masih sejalan sama program kerjanya walaupun bertolak belakang sama yang kita inginkan,” (P4/FI/KD/7072) “…karena kalau kita tetap memaksakan topik yang sama tetapi kita udah nggak sejalan itu nggak akan mendapatkan suatu solusi” (P4/FI/KD/88-89) “misalkan dia kakak tingkat, dan sebagainya, kita tetep punya batasanbatasanlah untuk misalkan menghina”(P4/FI/KD/197-198) “melihat masalah ketika misalkan aku tau masalah itu dan aku punya solusinya, dan aku punya pendapat tentang masalah itu, aku akan sampaikan” (P4/FI/KD/148150) “..aku itu orangnya perfectionist, Harga Diri perfectionist tu dalam artian kadang mau sesuatu berjalan sesuai dengan yang diinginkan” (P4/FI/HD/98-99) “…kita membawahi suatu kepanitiaan Tempat yaitu kepanitiaan pemilihan umum untuk Organisasi komisi pemilihan umum atau KPU… harus membagi waktu antara terjun ke kepanitiaan dan tetap berjalan di organisasi DPMU..” (P4/FE/TK/15-17, 18-19) “pasti kan kalau kita dimintain pendapat Sumber pastinya masih sejalan sama topik,” Daya (P4/FE/SDM/142-143) Manusia “Bisa, selama kita masih diberi waktu untuk menyampaikan pendapat kenapa enggak” (P4/FE/SDM/211-212) TEMA Faktor Internal Faktor Eksternal

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 67 “..penyampaian pendapatnya udah selesai dan ini udah langsung mau pengambilan keputusan yaudah kita tinggal langsung ambil keputusan aja” (P4/FE/SDM/213214) e. Partisipan 5 (DKA) Seperti halnya dengan ETK, DKA juga memiliki kecenderungan perilaku asertif yang menonjol. DKA memiliki keberanian dalam menyampaikan pendapat maupun kritik. DKA tidak akan diam jika terdapat sesuatu yang menurutnya tidak sesuai. Perilaku asertif DKA lebih disebabkan oleh faktor internal yang tampak dalam konsep diri yang ia miliki. DKA memiliki pendapat bahwa orang lain terkadang menjadi penghalang dalam kegiatan organisasi. Hal tersebut membuat DKA memilih untuk memutuskan pendapat sesuai dengan dirinya. Selain itu, DKA juga memilih keputusan organisasi secara individu. Hal tersebut karena ia ingin menunjukkan bahwa organisasinya harus datang agar dapat terlihat. DKA juga menganggap dirinya sebagai bagian dalam organisasi karena salah satu alasan. Partner kerja yang dimaksud telah banyak membantu dirinya saat menjalankan tugas-tugas orgnisasi. Hal ini ditunjukkan pada tabel berikut: RESPON KATEGO RI “Kalau sama orang terlalu ribet karna Konsep Diri kita kan ngejar waktu kan. … aku berusaha untuk sendiri..” (P5/FI/KD/72,75) “…aku harus milih, em pilihan yang mana nih dari setiap kegiatan atau setiap TEMA Faktor Internal

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 68 ya setiap kegiatan yang ada aku harus mengutamakan yang mana” (P5/FI/KD/260-262) “..ketuanya lagi ngomong atau si wakil ketuanya lagi ngomong atau siapaun yang lagi ngomong terus sementara yang lainnya tu kayak sibuk dengan kesibukannya sendiri tu kayak kurang menghargai” (P5/FI/SDM/163-165) “..memperlihatkan bahwa HMPS kami tu Harga Diri ada yang datang..” (P5/FI/HD/271-272) “..nunjukkin sih bahwa oh HMPS PFIS mau jauh atau enggak tu ya ada yang dateng gitu, kalau aku lebih kayak gitu sih nonjolin emang” (P5/FI/HD/275-276) “Tapi kalau misalkan tergantung mereka Pengalaman pernah ikut organisasi atau enggak” Organisasi (P5/FI/KD/284-285) “Kalau misalkan pernah kan otomatis masih mereka tahu to kayak kegiatan organisasi tu seperti apa, dinamikanya seperti apa, ya itu aku memposisikan mereka sama kayak aku” (P5/FI/KD/285287) “..dia harus bisa menyampaikan alasan yang jelas dan emang itu emang benerbener tepat” (P5/FE/SDM/127-128) “lebih kayak ribut sih, ribut, terus habis itu pada maen gadget masing-masing, dengan kesibukannya sendiri sih” (P5/FI/SDM/160-161) “Memutuskan sesuatu, itu pertama lebih dikejar waktu” (P5/FE/SDM/230-231) “Kayak udah mepet banget tu kayak ya mau gak mau aku langsung ke ibu biar selesai.” (P5/FI/SDM/242-243) “si kakaknya ini tu aktif gitu untuk apa kasih tahu untuk bantu jadi tu kayak terbantu banget” (P5/FE/DPO/112-113) Sumber Daya Manusia Dukungan Partner Organisasi Faktor Eksternal

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 69 f. Partisipan 6 (V) V merupakan seseorang yang memiliki kecenderungan perilaku asertif. meskipun terkadang ia belum menempatkan orang lain secara setara, namun hal itu ia lakukan saat berada di dalam organisasi saja. Hal-hal yang memengaruhi V untuk berperilaku asertif lebih menonjol pada faktor eksternal. Tujuan dan wewenang dalam organisasi menjadi alasan V untuk mengungkapkan pendapat. Menurut V pendapat orang lain merupakan hal penting untuk menjadi bahan pertimbangan untuk memutuskan suatu hal. V juga menganggap bahwa atasan memiliki wewenang sehingga ia menganggap bahwa segala keputusan berada di tangan gubernur. Hal ini ditunjukkan pada tabel berikut: RESPON KATEGO RI “Tetapi gak bersikukuh dengan Konsep Diri pendapatku juga, tapi kalau semisalnya yang B salah, kenapa harus ngikut yang B gitu” (P6/FI/KD/231-233) “..kalau semisal dia bener atau semisal bisa digabungkan dengan pendapatku..” (P6/FI/KD/233-234) “kalau mereka ngungkapinnya salah ya salah kenapa harus dibenarkan” (P6/FI/KD/244-245) “Ya aku lebih lihat mana profit yang bagus untuk nanti ke depannya, bukan untuk aku lho, ya untuk organisasi tersebut.” (P6/FI/KD/260-262) “..kalau bener salah, ya kan kita juga Harga Diri yang kena, dalam organisasi kita juga yang namanya kena. Lebih baik kan kita langsung ngomong” (P6/FI/KD/245-247) TEMA Faktor Internal

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 70 “karna aku dari dari anggota Humas, tiba-tiba jadi wakil gubernur itu juga kesulitan berbicara” (P6/FI/KD/196-197) “..membantu gubernur itu menjadi kewajiban saya maksud saya yang besar ..” (P6/FE/TO/35) Pengalaman Organisasi Faktor Eksternal Tempat Organisasi “karna yang bawah juga satu angkatan sama aku jadinya aku cuman anggep teman” (P6/FI/KD/284-285) “ngasih keputusan tetapi kan ada yang di atas saya, gubernur yang memutuskan semua..” (P6/FE/TO/97-99) “misalnya kamu anggap dalam Sumber konteksnya formal kamu harusnya gak Daya boleh. Jadi itu sesuai kondisi sih.” Manusia (P6/FI/HD/291-292) Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilakukan, maka peneliti akan merangkumnya dalam sebuah tabel sebagai berikut: Tabel 6 Ringkasan faktor-faktor yang memengaruhi perilaku asertif Faktor-Faktor yang Memengaruhi Perilaku Asertif Internal Eksternal 1. Konsep Diri 1. Tempat Organisasi  Pengetahuan mengenai  Wewenang dan kewajiban topik jabatan pembicaraan/permasalaha  Kewenangan atasan yang tidak n organisasi bisa diganggu gugat 2. Harga Diri 2. Kebudayaan  Keinginan menonjolkan  Pemilihan kata-kata yang organisasi sesuai  Keinginan untuk berjalan sesuai keinginannya 3. Sumber Daya Manusia  Menunjukkan kemampuan  Tidak ada orang lain yang yang selaras dengan mampu dan mau menjadi ketua jabatannya  Mempertimbangkan pendapat  Menunjukkan diri disaat anggota lain saat rapat tidak ada yang bersedia  Sumber daya manusia ditunjuk  4. Dukungan Partner Organisasi 5. Pengalaman Organisasi

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 71 Pada kenyataannya, beberapa faktor penyebab kecenderungan perilaku asertif juga menyebabkan partisipan memilih untuk tidak melakukan perilaku asertif. Partisipan akan memilih untuk mengambil tindakan sesuai dengan orang lain, kurang mampu untuk memahami kemampuan diri sendiri, kurang mampu untuk mengungkapkan perasaan secara jujur, dan kurang mampu untuk menjadikan tiap orang unggul dan setara. Berdasarkan perilaku-perilaku tidak asertif tersebut, hasil menunjukkan beberapa faktor yang sudah peneliti rangkum dalam satu tabel: Tabel 7 Ringkasan faktor-faktor yang memengaruhi perilaku tidak asertif Faktor-Faktor yang Memengaruhi Perilaku Tidak Asertif Internal Eksternal 1. Konsep Diri 1. Tempat Organisasi  Pengalaman organisasi  Kewenangan atasan yang tidak bisa diganggu gugat  Pentingnya pendapat orang lain  Kewajiban atas jabatannya 2. Harga Diri  Berusaha dengan kemampuannya 2. Kebudayaan  Pemilihan kata-kata yang sesuai 3. Sumber Daya Manusia  Tidak ada orang lain yang mampu dan mau menjadi ketua  Mempertimbangkan pendapat anggota lain saat rapat 4. Dukungan Partner Organisasi

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 72 C. PEMBAHASAN Pada pembahasan ini ditemukan hasil tentang perilaku asertif pada mahasiswa aktif berorganisasi. Pembahasan ini dimulai dengan melihat kecenderungan perilaku asertif pada mahasiswa yang aktif berorganisasi. Hasil yang didapatkan yaitu bahwa mahasiswa memiliki kecenderungan dalam berperilaku asertif. Perilaku asertif tersebut dilakukan berdasarkan pengalaman menjabat pada organisasi tertentu. Partisipan akan menunjukkan perilaku asertif ketika keadaan lingkungan organisasi mendukung. Artinya, individu akan menyampaikan pendapat, kritikan, dan sanggahan ketika pendapat dalam suatu rapat melenceng dan tumpang tindih serta memiliki keyakinan bahwa pendapat yang dimilikinya dapat memberikan kontribusi bagi organisasi. Sedangkan, terkadang partisipan menunjukkan perilaku tidak asertif. Hal tersebut muncul ketika wewenang dan jabatan dalam organisasi memengaruhi individu dalam bertindak. Kebijakan yang dimiliki organisasi membuat individu menahan dalam menyampaikan kritikan kepada atasan atau sesama anggota. Partisipan menjaga perkataan dan perbuatannya dalam menyampaikan pendapat terhadap atasan atau sesama anggota agar tidak menyinggung perasaan seseorang yang bersangkutan. Hal tersebut dilakukan supaya pertemanan dengan sesama anggota tetap terjalin dengan baik di luar organisasi. 1. Perilaku Asertif Keenam partisipan merupakan mahasiswa aktif mengikuti organisasi di kampus dan memiliki pengalaman berorganisasi selama minimal 1 periode

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 73 jabatan. Hal tersebut membuat partisipan menyadari peran dan tugasnya sebagai anggota salah satu organisasi. Seperti halnya dengan CADS yang mengakui bahwa perannya saat menjadi koordinator berbeda dengan saat ia menjabat sebagai ketua. CADS menjelaskan bahwa ia memiliki tugas untuk mengayomi lebih banyak orang ketika menjabat sebagai ketua. Sama seperti RP yang menyadari perannya sebagai bendahara atau jabatan inti dalam organisasi tersebut. RP mengatakan bahwa jabatan hanyalah jabatan formal tetapi tetap memiliki tugas yang sama dengan anggota lain. RP mengatakan bahwa ia tidak hanya diam melihat anggota lain bekerja, tetapi tetap ikut membantu dan bergabung dengan anggota lain. Hal ini sesuai dengan penelitian oleh Leny dan Tommy (2006) bahwa mahasiswa yang aktif berorganisasi memiliki kesempatan yang lebih besar untuk dapat berinteraksi dengan individu lain. Selama menjabat, TBWP memiliki inisiatif untuk mengawali pembicaraan. TBWP mengatakan bahwa ia harus memulai pembicaraan dengan angkatan 2017 agar mereka mau membaur dengan yang lainnya. Sama seperti DKA yang memiliki inisiatif untuk berbicara dengan ketua atau anggota lainnya ketika ia memiliki pendapat yang tidak bisa disampaikan dalam forum. DKA akan langsung menyampaikan maksudnya kepada orang yang bersangkutan secara personal. Hal tersebut juga sama seperti penelitian Leny dan Tommy (2006) yang berkata bahwa mahasiswa aktif berorganisasi memiliki kesempatan untuk dilatih memiliki sikap inisiatif dan terbuka.

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 74 Pada sebuah organisasi ada kalanya muncul kejadian yang tidak diinginkan yang melibatkan antar-anggota. Seperti halnya yang dijelaskan oleh DKA bahwa ia berani menegur anggota yang bermain alat komunikasi atau berbicara dengan rekan lainnya saat seseorang berbicara untuk semua anggota ketika rapat. DKA menegur secara sopan untuk dapat mendengarkan tanpa menyinggung perasaan orang tersebut. Hal ini sesuai dengan tanggapan Leny dan Tommy (2006) bahwa organisasi dapat membuat mahasiswa yang aktif untuk dapat mengembangkan keterampilan dalam menyelesaikan konflik antar individu atau kelompok. Selama menjabat, ETK juga menjelaskan bahwa ia harus menghargai pendapat orang lain dan tidak boleh egois saat ia berbeda pendapat dengan tiga anggota sedivisi lainnya. ETK mencari cara agar dapat menggabungkan tiga pikiran yang berbeda agar menemukan suatu kesepakatan tertentu tanpa menimbulkan masalah. Sama seperti V yang menjelaskan bahwa ia lebih memilih untuk menyampaikan secara personal kepada orang yang bersangkutan agar masalahnya dapat segera selesai. V mengungkapkan bahwa ia memilih agar masalah dalam organisasi tidak dibawa sampai pada hubungan pertemanan. Leny dan Tommy (2006) juga menjelaskan bahwa mahasiswa aktif berorganisasi dilatih untuk dapat menghadapi situasi interpersonal dalam organsiasinya. Selama menghadapi situasi seperti di atas, RP mengaku bahwa ia menyampaikan kritik dengan menahan marah yang ia rasakan. RP menyampaikan pendapat dengan badan yang bergetar. ETK juga

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 75 menyampaikan bahwa ia harus bersikap profesional. ETK menganggap bahwa ia tidak boleh membawa suasana hati yang buruk ke dalam kinerja organisasi. Hal ini sesuai dengan penelitian oleh Widyaningrum (2009) bahwa remaja akhir yang memiliki kemampuan untuk mengelola emosi dengan baik maka ia dapat berperilaku secara asertif. Banyaknya kegiatan yang ada dalam organsiasi membuat para partisipan harus mampu membagi waktu antara organisasi dan kegiatan lain. Seperti halnya DKA dan ETK yang menjelaskan bahwa selama menjadi anggota dalam sebuah organisasi, mereka menjadi terbiasa untuk membagi waktu antara organsiasi dan panitia. Selain itu, ETK juga menjelaskan bahwa ia dapat menentukan prioritas untuk dapat didahulukan. Hal ini sesuai dengan penelitian oleh Putri (2015) bahwa aktif berorganisasi dapat melatih mahasiswa untuk dapat membagi waktu antara kegiatan dan lainnya. Kemampuan membagi waktu dan prioritas tersebut dapat berdampak pada keterampilan mahasiswa dalam pemecahan masalah. Seperti halnya CADS yang memilih untuk menemui anggota yang bermasalah secara langsung agar dapat membicarakan masalahnya secara tatap muka. RP juga menjelaskan bahwa ia juga mencari cara untuk dapat membuat pola organisasi di organisasi saat ini dapat teratur seperti organisasi sebelumnya yang pernah diikutinya. Guven (2010) menjelaskan bahwa perilaku asertif dapat berdampak pada keterampilan pemecahan masalah pada individu. Hal ini sesuai dengan penjelasan partisipan

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 76 sebelumnya bahwa mereka memiliki kemampuan untuk mencari solusi untuk masalah yang dihadapinya. Berdasarkan aspek-aspek yang muncul pada semua partisipan yang menunjukkan kecenderungan perilaku asertif, terlihat bahwa terdapat satu aspek yang pernah dilakukan oleh semua partisipan. Aspek ekspresi perasaan jujur dan nyaman pernah dilakukan oleh semua partisipan ketika aktif dalam berorganisasi. Partisipan cenderung memiliki perilaku untuk dapat menyampaikan pendapatnya secara jujur dan sopan tanpa adanya rasa cemas. Oleh karena itu, mahasiswa aktif berorganisasi memiliki kecenderungan dalam perilaku asertif. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian oleh Erlinawati (2009) tentang kecenderungan perilaku asertif pada remaja akhir Yogyakarta. Hasil menunjukkan bahwa remaja pada usia 19-21 yang tinggal di Yogyakarta memiliki tingkat perilaku asertif yang cenderung tinggi. Kecenderungan yang tinggi tersebut dapat menjelaskan bahwa rremaja diusia tersebut memiliki pola berpikir untuk berpikir secara kritis, mengalami proses belajar, dan berinteraksi dengan lingkungan sosialnya. Hasil penelitian tersebut sesuai dengan partisipan penelitian yang merupakan mahasiswa berusia 19-23 tahun. Kecenderungan perilaku asertif yang muncul dari para partisipan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor. Pada hasil penelitian ditemukan bahwa terdapat faktor yang berasal dari diri individu serta faktor yang berasal dari luar individu. Masing-masing partisipan memiliki penyebab dari diri sendiri maupun dari luar dirinya.

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 77 2. Faktor Internal Berdasarkan hasil penelitian, terlihat dua faktor internal yang muncul yakni konsep diri dan harga diri. Seperti yang tampak pada TBWP yang memiliki pengalaman berorganisasi di SMA. TBWP pernah tidak didengarkan saat menyampaikan pendapat saat rapat. Hal tersebut menjadi bahan pertimbangan TBWP dalam menyampaikan pendapat saat ini. TBWP belajar dari pengalaman yang membuatnya terkadang memilih untuk diam tetapi terkadang juga berani untuk menyampaikan pendapatnya. TBWP akan mengangkat tangan dan mengungkapkan pendapat jika terdapat pembahasan yang sudah melenceng dan memihak satu sisi. Sama halnya dengan V yang memiliki kesulitan dalam berbicara dan memutuskan sesuatu karena menjabat sebagai wakil gubernur merupakan pengalaman pertama baginya. Pengalaman berorganisasi sebelumnya dianggap berbeda saat ia menjabat sebagai wakil gubernur di fakultanya. V akan memutuskan suatu pilihan dengan mempertimbangkan keuntungan yang akan didapatkan untuk ke depannya. Hal tersebut karena V menganggap bahwa keputusannya dapat berpengaruh besar terhadap organisasinya kelak. Hal tersebut menunjukkan bahwa partisipan memiliki konsep diri tertentu yang dapat memengaruhi dalam berperilaku asertif. Konsep diri sendiri merupakan evaluasi individu mengenai diri sendiri atau penafsiran mengenai diri sendiri oleh individu yang bersangkutan (Chaplin, dalam Anfajaya dan Endang, 2016). Menurut Amalia (2014), konsep diri yang positif dapat menjadikan individu mampu untuk membuat keputusan,

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 78 percaya dan yakin pada diri sendiri, serta mampu untuk mengungkapkan kesetujuan maupun ketidaksetujuannya. Harga diri juga menjadi salah satu faktor dari dalam diri yang muncul pada semua partisipan. Seperti yang dialami oleh DKA yang bersikeras untuk tetap menuruti keinginannya untuk datang ke undangan rapat di kampus Mrican. TIdak adanya anggota yang hadir untuk memenuhi undangan tersebut karena alasan jarak yang jauh, tidak membuat DKA juga ikut tidak hadir. DKA menjelaskan bahwa akan tetap hadir karena ingin menonjolkan bahwa organisasinya tetap ada yang datang dan berpartisipasi dalam undangan rapat tersebut. Sama seperti ETK yang berkata bahwa dirinya merupakan orang yang perfectionist dan terkadang menginginkan segala sesuatu dalam organisasi harus berjalan sesuai dengan keinginannya. Hal ini juga terjadi pada RP yang akan memberi masukkan kepada ketua tentang keuangan organisasi. RP merasa bahwa ia lebih menguasai tentang keuangan sehingga ia harus memberikan masukkan pada ketua. Ginting dan Achmad (2014) menemukan bahwa individu yang merasa memiliki harga diri yang tinggi akan mengetahui kelebihan dan kekurangan dirinya. Individu yang mengetahui potensi-potensi pada dirinya, ia akan berusaha untuk mengoptimalkan dalam mencapai suatu kesuksesan dalam lingkungan sosial, yang salah satunya ditandai dengan kemampuan bersikap asertif.

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 79 3. Faktor Eksternal Selain faktor internal, terdapat faktor-faktor eksternal yang muncul pada hasil penelitian yakni tempat organisasi, kebudayaan, sumber daya manusia, dukungan partner organisasi, dan pengalaman organisasi. Tempat organisasi menjadi salah satu penentu partisipan untuk melakukan perilaku asertif. Partisipan yang dapat mengakui perannya dalam suatu organisasi merupakan salah satu perilaku yang dapat tampak dalam perilaku asertif. CADS menyadari perannya sebagai ketua setelah ia menjalani masa jabatannya. Hal tersebut karena adanya pengaruh dari organisasi yang mengharuskan CADS untuk dapat mengayomi lebih banyak orang saat menjadi seorang ketua. Hal tersebut juga terjadi pada V yang saat itu sedang menjabat sebagai wakil gubernur. V merasa bahwa kewajiban sebagai wakil gubernur lebih besar karena hal itu memang sudah menjadi kewajiban yang harus dilakukan olehnya. Suatu jabatan dapat memengaruhi individu dalam bertindak. RP menjelaskan bahwa ketika ia menyampaikan suatu pendapat, ia tetap harus menerima segala keputusan akhir yang telah dibuat. Keputusan tersebut merupakan hasil dari ketentuan dari atasan yang lebih memiliki wewenang. Sama halnya dengan V dan TBWP yang menganggap ketua sebagai atasan. Oleh sebab itu, wewenang atasan dalam pengambilan keputusan akhir tersebut membuat mereka memiliki batasan dalam penyampaian pendapat. Keterbatasan penyampaian pendapat tersebut sesuai dengan yang dijelaskan oleh Alberti dan Emmons (2002) bahwa individu

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 80 cenderung melakukan harapan sesuai dengan atasan sebagai pemegang kendali. Kebudayaan atau kebiasaan tertentu di suatu tempat memiliki aturan atau batasan yang berbeda-beda pada tiap wilayah. Seperti halnya dengan CADS yang memiliki kebiasaan dan pertimbangan tertentu sebelum ia mengungkapkan pendapat pada orang lain. CADS memilih kata-kata yang tepat dan sesuai sebelum ia berpendapat karena menurutnya, penggunaan kata-kata yang kurang tepat dapat menimbulkan kesan yang negatif bagi lawan bicaranya. Sesuai dengan Fukuyama dan Greenfield (1983) bahwa norma budaya yang diterapkan mendasari dalam mengekspresikan pendapat dan ketidaksetujuan pada individu. Sumber daya manusia yang dimiliki organisasi juga dapat memengaruhi partisipan dalam bertindak secara asertif. Mempertimbangkan pendapat orang lain menjadi alasan partisipan dalam mengambil keputusan. DKA menjelaskan bahwa ia tidak menyetujui keputusan ketika rapat sedang berlangsung. Akan tetapi, ia menimbang kembali keputusan tersebut dengan meminta pendapat orang yang bersangkutan untuk menyampaikan alasan dibalik keputusan tersebut. Hal tersebut dapat mengubah pendapat DKA setelah mengetahui bahwa alasan yang diberikan orang lain sudah jelas dan tepat. Sama halnya dengan CADS yang akan mempertimbangkan pendapat orang lain dengan meilhat kelebihan dan kelemahannya sebelum keputusan dibuat. Menurut Alberti dan Emmons (2002) lingkungan seringkali mengajarkan untuk mengungkapkan hak-hak secara benar sehingga

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 81 membuat individu merasa ragu atau merasa bersalah jika dinilai oleh orang lain. Partisipan dengan perilaku asertif dapat terlihat dari perilakunya yang mengerti dan menyadari dirinya menjadi bagian dari suatu organisasi tertentu. Partisipan yang mengerti dan menyadari posisinya sebagai bagian dari organisasi tidak jauh karena adanya faktor dukungan orang lain. Orang lain disini lebih ke partner kerja yang memiliki peran juga di dalam organisasinya. Hal ini terlihat dari pengalaman RP yang memiliki kesan mendalam karena partner kerja yang selalu mengingatkan tugas-tugas organsiasi yang harus diselesaikan ketika ia memiliki suatu masalah yang membuatnya lari dari tanggungjawabnya. Sama halnya dengan DKA yang memiliki partner kerja yang selalu aktif dalam membantu dan mengajari tentang tugas jabatannya. Hal tersebut dirasa sangat membantu DKA dalam memahami perannya dalam organisasi tersebut. Guven (2010) menjelaskan bahwa individu yang dianggap mampu mencapai suatu pencapaian yang sangat baik dan orang lain memiliki kepuasan berhubungan dengan individu tersebut maka ia akan memiliki perilaku asertif. Berdasarkan hasil yang sudah dijelaskan di atas, terkadang partisipan sudah memiliki perilaku asertif selama mengikuti suatu organsiasi tertentu. Akan tetapi, dalam hal-hal tertentu terkadang beberapa partisipan memilih untuk melakukan perilaku yang tidak asertif. Berdasarkan hasil wawancara, partisipan CADS, RP, dan V sama-sama pernah mengambil keputusan yang tidak sesuai dengan dirinya. Mereka memilih untuk mengambil keputusan

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 82 berdasarkan keinginan atau pendapat dari orang lain. Selama pendapat orang lain tidak berbeda jauh dengan pendapat dirinya dan juga tetap sejalan serta sesuai dengan nilai-nilai organisasi, partisipan akan cenderung mengesampingkan pendapat dirinya. Hal ini menunjukkan bahwa faktor dari luar diri yakni keadaan organisasi dan situasi-situasi tertentu terkadang membuat partisipan tetap mempertimbangkan untuk menerapkan perilaku tertentu.

(101) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa mahasiswa aktif berorganisasi memiliki kecenderungan untuk berperilaku asertif. Perilaku asertif dilakukan ketika keadaan lingkungan organisasi mendukung. Artinya, individu akan menyampaikan pendapat, kritikan, dan sanggahan ketika pendapat dalam suatu rapat melenceng dan tumpang tindih serta memiliki keyakinan bahwa pendapat yang dimilikinya dapat memberikan kontribusi bagi organisasi. Meskipun demikian, ditemukan pula hasil yang menunjukkan kecenderungan perilaku tidak asertif. Perilaku tidak asertif akan muncul ketika wewenang dan jabatan dalam organisasi memengaruhi individu dalam bertindak. Kebijakan yang dimiliki organisasi membuat individu menahan dalam menyampaikan kritikan kepada atasan atau sesama anggota agar tidak merusak pertemanan di luar organisasi. Faktor-faktor yang memengaruhi perilaku asertif dapat dikelompokkan ke dalam faktor-faktor internal dan eksternal. Faktor internal yang tampak pada responden yakni berdasarkan dari konsep diri dan harga diri. Konsep diri yang muncul berdasarkan pengetahuan mengenai topik pembicaraan atau permasalahan dalam organisasi. Faktor internal lain yang tampak yaitu harga diri dimana tampak pada responden yang ingin menonjolkan organisasinya 83

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 84 agar dipandang baik, keinginan untuk berjalan sesuai keinginannya, keinginan untuk menunjukkan kemampuan yang selaras dengan jabatannya, serta menunjukkan diri disaat tidak ada yang bersedia untuk ditunjuk. Sedangkan faktor eksternal yang muncul yakni tempat organisasi, kebudayaan, sumber daya manusia, pengalaman organisasi, serta dukungan dari partner organisasi. Tempat organisasi tampak pada adanya wewenang dan kewajiban jabatan yang dimilikinya. Kebudayaan tampak dari pemilihan katakata yang sesuai dengan nilai yang berlaku. Sumber daya manusia tampak pada keadaan keadaan orang lain yang tidak mampu menjadi ketua dan pertimbangan atas pendapat orang lain saat rapat. Secara keseluruhan, faktor eksternal lebih berpengaruh dalam berperilaku asertif. Hal tersebut karena lingkungan sosial merupakan keadaan yang mampu mengembangkan diri serta melatih diri untuk berperilaku asertif. Individu dapat mengubah faktor dari dalam diri dengan mengalami pengalaman-pengalaman organisasi yang diikuti. Selain itu, dengan berinteraksi dengan orang lain, maka ia dapat mengembangkan dirinya menjadi lebih baik. B. KETERBATASAN PENELITIAN Penelitian ini tidak terlepas keterbatasan yang tidak dapat dihindari. Berikut merupakan beberapa keterbatasan yang dialami oleh peneliti yaitu: 1. Dalam menganalisis data, peneliti memasukkan semua data partisipan dengan tidak melihat bahwa adanya respon yang sama dan sering

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 85 diungkapkan oleh para partisipan karena mereka berada pada satu institusi yang sama. Hal tersebut membuat adanya kemungkinan bahwa pengalaman dan keadaan organisasi yang dirasakan sama. Oleh sebab itu, perlu diperhatikan tentang latar belakang partisipan agar hasil dapat variatif. 2. Peneliti hanya melakukan satu kali wawancara dan dua kali proses validasi yakni member checking dan peer debrifing. Ada baiknya jika proses wawancara dilakukan lebih dari satu kali agar data yang diperoleh lebih mendalam. Pada penelitian ini, perlu adanya elaborasi atau probing terhadap faktor-faktor penyebab perilaku asertif. C. SARAN 1. Bagi mahasiswa aktif berorganisasi Bagi mahasiswa yang aktif berorganisasi disarankan untuk dapat melihat faktor-faktor yang memengaruhi perilaku asertif berdasarkan hasil penelitian agar dapat melakukan evaluasi terhadap kondisi organisasinya. 2. Bagi perguruan tinggi Bagi perguruan tinggi, baik tingkat universitas, fakultas, maupun prodi atau jurusan, ada baiknya jika adanya pelatihan perilaku asertif bagi seluruh mahasiswa, khususnya untuk mahasiswa aktif berorganisasi. Peneliti berharap dengan adanya pelatihan perilaku asertif tersebut dapat membuat mahasiswa aktif berorganisasi dapat lebih menerapkan perilaku asertif secara benar. Melalui mahasiswa aktif berorganisasi, diharapkan

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 86 pula agar kemampuan dalam berperilaku asertif tersebut dapat dijadikan contoh bagi mahasiswa lain. 3. Bagi penelitian selanjutnya Bagi penelitian selanjutnya, diharapkan mampu untuk tetap memperhatikan fokus penelitian yang ingin didapatkan dengan tetap memerhatikan respon partisipan yang terkadang akan bercerita panjang lebar mengenai pengalamannya. Artinya peneliti tidak menjadi larut dalam cerita partisipan namun tetap fokus pada tujuan penelitian. Selain itu, diharapkan juga untuk menambah validasi data agar lebih akurat.

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Alayi, Z., Khamen, A. B. Z., & Gatab, T. A. (2011). Parenting style and selfassertiveness: effect of a training program on self-assertiveness of Iranian High School Girls. Procedia Social and Behavioral Sciences, 30, 19451950. Alberti, R,. & Emmons, M. (1986). Your perfect right: A guide assertive living. California: Impact Publisher. Alberti, R,. & Emmons, M. (2002). Your perfect right: Hidup lebih bahagia dengan mengungkapkan hak. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo. Amalia, D. (2012). Hubungan antara konsep diri dengan perilaku asertif pada mahasiswa aktivis Universitas Muhammadiyah Surakarta. Skripsi Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Anfajaya, Aqso & Endang, S. (2016). Hubungan antara konsep diri dengan perilaku asertif pada mahasiswa organisatoris Fakultas Hukum Universitas Diponegoro Semarang. Jurnal Empati, 5(3), 529-532. Anindyajati, M., & Karima, C. M. (2004). Peran harga diri terhadap asertifitas remaja penyalahgunaan narkoba (penelitian pada remaja penyalahguna narkoba di tempat-tempat rehabilitasi penyalahguna narkoba). Jurnal Psikologi, 2(1). Astika, P. (2010). Gambaran konsep sejahtera pada lansia di Kelurahan Sumbermulyo. Skripsi Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Bishop, S. (2000). Develop your assertiveness (2nd ed). London: Kogan Page. Bungin, B. (2001). Metode penelitian kualitatif. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. Caesari, K. C., Anita, L., & Ariati, J. (2013). “Kuliah versus organisasi” studi kasus mengenai strategi belajar pada mahasiswa yang aktif dalam organisasi mahasiswa pecinta alam Universitas Diponegoro. Jurnal Psikologi Undip, 12(2). 87

(106) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 88 Castedo, A. L., Juste, M. P., & Alonso, J. D. (2015). Social competence: Evaluation of assertiveness in spanish adolescents. Psychological Reports: Relationship and Communications, 115(1), 219-229. Creswell, J. (2014). Research design: Pendekatan kualitatif, kuantitatif, dan mixed (Ed. 3). Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Creswell, J. (2016). Research design: Pendekatan kualitatif, kuantitatif, dan mixed (Ed. 4). Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Erlinawati, A. M. (2009). Kecenderungan perilaku asertif pada remaja akhir di Yogyakarta. Skripsi Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma. Fukuyama, M. A.,& Greenfield, T. K. (1983). Dimensions of assertiveness in an asian-american student population. Journal of Counseling Psychology, 30(3), 429-432. Ginting, B. O., & Masykur, A. M. (2014). Hubungan antara harga diri dengan asertivitas pada siswa kelas XI SMA Kesatrian 2 Semarang. Jurnal Empati Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro, 3(4). Guven, M. (2010). An analysis of the vocational education undergraduate students levels of assertiveness and problem-solving skills. Procedia Social and Behavioral Sciences, 2, 2064-2070. Hakim, R. N. (2017). Sempat ricuh, pansus angket kpk tolak temui pengunjuk rasa. Diunduh dari kompas.com pada 16 Februari 2018 pukul 13.10 WIB. Hartley, M. (2005). The assertiveness handbook. London: Great Britain. Ihsanuddin. (2018). Cerita ketua bem ui nekat kartu kuning jokowi dan diamankan paspampres. Diunduh dari Kompas.com pada 20 Februari 2018 pukul 16.15 WIB. Kamus bahasa indonesia online. Diunduh dari kbbi.web.id pada 15 Juni 2018, pukul 17.10 WIB. Khan, R. I. (2012). Perilaku asertif, harga diri dan kecenderungan depresi. Persona, Jurnal Psikologi Indonesia, 1(2), 143-154. Kusdiyati, S., & Fahmi, I. (2015). Observasi psikologi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 89 Leny & Suyasa, P. T. Y. S. (2006). Keaktifan berorganisasi dan kompetensi interpersonal. Jurnal Phronesis, 8(2), 71-99. Marini, L., & Andriani, E. (2005). Perbedaan asertivitas remaja ditinjau dari pola asuh orang tua. Jurnal Psikologia, 1(2), 46-53. Miasari, A. (2012). Hubungan antara komunikasi positif dalam keluarga dengan asertivitas pada siswa SMP Negeri 2 Depok Yogyakarta. Emphaty. 1(1), 3246. Misnani, J. (2016). Hubungan perilaku asertif dan kesepian dengan kecemasan sosial korban bullying pada siswa SMP Negeri 27 Samarinda. Psikoborneo. 4(4), 793-802. Moleong, L. (2009). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Montero, A. (2010). Developing assertiveness in organizations: Principles and tools. Diunduh dari www.qbsteam.com pada 7 Maret 2018 pukul 13.40 WIB. Onyeizugbo, E. (2003). Effect of gender, age, and education on assertive in a Nigerian sample. Psychology of Women Quartely, 27, 12-16. Paramitasari. (2011). Hubungan antara perilaku asertif dan tingkat stres kerja pada karyawan. Skripsi Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Pourjali, F., & Zarnaghash, M. (2010). Relationship between assertiveness and the power of saying no with mental health among undergraduate student. Procedia Social and Behavioral Sciences, 9, 137-141. Pratiwi, W. E. (2015). Pengaruh budaya jawa dan harga diri terhadap asertivitas pada remaja siswa kelas XDI SMA Negeri 3 Ponorogo. eJournal Psikologi, 3(1), 348-357. Pipas, M. D., & Jaradat, M. (2010). Assertive communication skills. Annales Universitatis Apulensis Seris Oeconomica, 12(2), 649-656. Putri, C. P. (2015). Motivasi mengikuti organsiasi mahasiswa ditinjau dari dukungan sosial teman satu jurusan. Skripsi Fakultas Psikologi Universitas Katolik Soegijapranata.

(108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 90 Rizki, B. M. (2015). Self disclosure: Definisi, operasionalisasi, dan skema proses. Intuisi, 7(1). Rizki, K., Sukarti., & Uyun, Q. (2015). Pelatihan asertivitas terhadap penurunan kecemasan sosial pada siswa korban bullying. Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan, 3(2), 200-214. Robbins, S. (1994). Organization theory: Structurer, design, and applications. Jakarta: Arcan. Santrock, J. W. (2011). Life-span development. New York: McGraw-Hill. Sarwono, S. W. (1978). Perbedaan antara pemimpin dan aktivis dalam gerakan protes mahasiswa. Jakarta: Bulan Bintang. Satuti, N. B. (2014). Hubungan antara harga diri dengan perilaku asertif pada mahasiswa aktivis Universitas Muhammadiyah Surakarta. Skripsi Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Septyadi, R. (2004). Perbedaan kemampuan asertif antara remaja putra dan remaja putri dalam relasi persahabatan. Skripsi Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Siska., Sudardjo., & Purnamaningsih, E. A. (2003). Kepercayaan diri dan kecemasan komunikasi interpersonal pada mahasiswa. Jurnal Psikologi, 2, 67-71. SK Menteri Pendidikan Nasional dan Kebudayaan No.155/U/1998 tentang pedoman umum organisasi kemahasiswaan. Sriyanto., Abdulkarim, A., Zainul, A., & Maryani, E. (2014). Perilaku asertif dan kecenderungan kenakalan remaja berdasarkan pola asuh dan peran media massa. Jurnal Psikologi, 41(1), 74-88. Sugiyono. (2014). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan kombinasi (mixed methods). Bandung: Alfabeta. Supratiknya, A. (2007). Merajuk sumber acuan dalam penulisan karya ilmiah. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Supratiknya, A. (2015). Metodologi penelitian kuantitatif & kualitatif dalam psikologi. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Suryabrata, S. (2006). Metodologi penelitian. Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada.

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 91 Tohrin. (2012). Metode penelitian kualitatif dalam pendidikan dan bimbingan konseling. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. (2017). Pentingnya komunikasi asertif dan regulasi emosi dalam penyampaian pendapat. Diunduh www.ui.ac.id pada 7 Maret 2018, pukul 16.00 WIB.

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 92

(111) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 93 Tabel Verbatim Responden 1, CADS NO VERBATIM PENDAHULUAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Oke selamat sore Dara Selamat Sore Apa kabar nih? Baik baik, luar biasa Habis asistensi ya? Iya Kesibukanmu yang sedang kamu lakukan saat ini apa aja nih? Sekarang sih aku lagi magang di luar, sama ya ngasisten di farmasi sama di P. Kim Oh asistensi juga, terus kuliah udah selesai? Mata kuliah udah gak ada sama sekali? Skripsi sudah selesai? Iya sudah semua, jadi cari-cari kesibukan di luar. Okey. Em tentang kegiatanmu yang udahudah nih. Kamu pernah ikut organisasi? Ya Kalau boleh tau apa aja tuh? Kalau organisasi sih sebenernya cuman satu, cuman aku 3 tahun di sana. Jadi udah 3 periode, organisasinya DPMF Farmasi Tiga periode tu satu periode satu tahun? Iya Bearti 3 tahun mengabdi? Luar biasa... Sampe buluk Bearti ini dah gak menjabat, dah lepas tanggungjawab gitu ya? Iya ISI 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 Emm.. peranmu sendiri di DPMF tu gimana? Em pengalaman yang kayak gimana nih? Em jabatanmu dulu deh dari tiga periode tu apa aja? Yang pertama aku jadi anggota dulu, anggota di komisi quality control. Terus habis itu tahun kedua jadi CO, terus yang tahun terakhir jadi ketua. Ketua DPMFnya.. oke. Terus nahh dari ketiga peranmu di organisasi itu pengalaman yang paling berkesan sebagai apa atau menjabat sebagai apa? Yang paling berkesan itu waktu jadi ketua Ketua.. nah kenapa tuh? Kenapa bisa dikatakan paling berkesan diantara anggota dan CO? Karna ya yang pertama pasti lebih banyak mengayomi orang. Karna kalau di eh maksute kalau jadi koordinator aja kan ya kamu cuman ngayomi anggotamu aja. Kalau jadi ketua kamu harus mikirin semuanya gimana, progresnya jalan, terus rencana-rencana setahun ke depan jalan, terus juga harus menjalin komunikasi sama bemf sama apa fakultas kayak gitu. Jadi selain kenalannya jadi banyak, rekanannya jadi banyak, jadi ya itu harus apa ya ya mengayomi semua. Jadi lebih ke e berinteraksi dengan anggotanya, gimana cara me- em tugas-tugasnya biar terlaksana semua kayak gitu. Oke nah kalau e selama kamu menjadi ketua tu pasti ada kan pengalaman berkesan gitu. Em satu deh pengalaman berkesan saat kamu menjabat sebagai ketua tu apa? Em yang gak bisa kamu lupain? Em ini sih kita itu awal bikin anggota. Eh bikin anggota, maksudnya waktu penerimaan OPREC, itu beneran apa ya kayak macem rebutan tu lho. Karna di farmasi sendiri, ya gak tau sih di tempat lain gimana. Tapi menurutku di farmasi itu orangnya yang ikut organisasi juga cuman itu-itu aja. Jadi yang kejaring di bemf, kejaring di

(112) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 94 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 organisasi di farmasi ya orangnya itu, jadi ya saling berebut kayak gitu. Ya berebutnya gak yang terus berantem gitu sih, cuma apa ya sama-sama memperjuangkan karna memang kita liat kualitasnya emang bagus. Jadi ya sama-sama ber- sampe ada yang nangis segala, kayak gitu. Tapi akhirnya bisa kita.. kan ada dua orang nih, dua-duanya akhirnya sama-sama dapet dpmf. Cuma yang disayangkan ternyata salah satunya ini ternyata gak bener-bener bisa apa ya.. maksudnya kita dah bener-bener memperjuangin, tapi ternyata dia gak bisa kerja dengan sepenuh hatinya kayak gitu. Ya itu sih yang benerbener kecewa sih. Tapi ya berkesan karna apa ya kita jadi bisa lihat watakwatak yang asli kayak gitu. Oke bearti pengalaman untuk memilih gitu ya? oke lha kamu mengatasi masalah itu gimana tu? Kamu berperan masuk dalam apa ya ke.. kebimbangan dari orang-orang itu kamu gimana cara mengatasinya? Jadi kita tu awalnya ngrembuk kayak gitu, rembuk bareng terus habis itu ngobrol dulu. Itu aku kemaren sama aku, wakilku sama beberapa yang aktif di DPMF yang periode sebelumnya, itu nyoba bukan ngerayu sih tapi e ngasih pertimbangan baik buruknya kayak gimana. Tapi semuanya tetep diserahin ke orangnya sih maunya kayak gimana, pokoknya kita juga ngasih gambaran kalau sekarang DPMF emang butuh orang-orang yang kompeten buat bangun karna selama ini kayaknya DPMF Farmasi tu ayem-ayem aja gitu lho. Malah karna ayem itu jadinya kayak gak ada perkembangan, makannya kita ngasih pertimbangan gitu ke orangnya supaya mau bergabung ke kita. Jadi kamu lebih e mendekati secara personal orangnya ituterus ngasih pengertian pada akhirnya dia mau untuk bergabung gitu. Oke nah kalau berkaitan dengan program kerja atau kegiatan dalam organisasi DPMF ini, bisa sebutin gak program-program kerja yang ada dari DPMF ini? Yang tahun ke berapa? Yang saat kamu menjabat ketua aja Jadi ketua itu evaluasi dosen, terus evaluasi dosennya ini dosen fakultas, eh fakultas. Jadi fakultas, fakultas ini ada prodi sama apoteker. Terus habis itu ada evaluasi program kerjanya BEMF. Jadi dari ada dari kita ada yang ikut kepanitiaannya mereka atau ikut acaranya mereka terus kita kayak bagi angket ke peserta, panitia gitu. Terus ini kalau yang bagian apa informasi itu publikasi dan aspirasi itu ada hari aspirasi sama advokasi juga ada hari aspirasi jadi kita keliling ke kelas-kelas gitu buat ngambil aspirasi. Jadi kita bawa kotak gitu, kita nyediain kertas buat mereka menyampaikan aspirasinya yang nanti kita sampaikan ke fakultas gitu. Terus itu hari aspirasi tu per enam bulan sekali. Nah ada yang satu bulan sekali itu, eh satu bulan sekali, em satu program di kepengurusan itu ada yang kita bikin kayak emm apa namanya kayak rembukan bareng gitu satu fakultas nyampaikan aspirasinya tapi secara langsung, kayak gitu kayak dialog gitu. Berarti satu fakultas itu perwakilan gitu? Em dari pengalamanpengalaman menjalani program itu tu menurutmu kamu emang setuju

(113) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 95 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 semua dengan program-program yang dilakukan itu? Heem dan malah ada program yang udah direncanain tapi gak berjalan. Jadi malah ada yang gak berjalan kayak gitu padahal harusnya maksudnya semua program tu udah direncanain dari awal tahun kayak gitu jadi tinggal ngelaksanain semua tapi ya itu ada yang gak jalan. Gak jalannya karna.. Karna yang harusnya bertanggungjawab tidak melaksanakan tugasnya Oke jadi dari divisi tertentu gitu. Oke em saat tadi tu awal waktu awal tahun kan berarti membicarakan program-program yang akan dilaksanakan satu tahun ke depan. Nah ada gak sih kayak diskusi apa ya apakah kamu juga setuju akan selalu setuju dengan semua program yang akan dijalani satu tahun ke depan atau mungkin kamu ada gak setujunya, terus didiskusikan gimana gitu? Ya kita jadi yang bikin program itu aku sama wakilku jadi itu kita bikinnya cuman berdua aja kan itu ceritanya setelah pemilihan ketua wakil sama gubernur wakil gubernur tu terus kita langsung bikin rancangan RKA sama R- sek aku lupa, pokoknya Rancangan Kegiatan sama Rancangan Anggaran kalau gak salah, itu kan. Terus habis itu kita bareng-bareng tu ngerjainnya sama BEMF biar waktu sama dana kayak gitu tu kita juga sinkron. Terus habis itu kan dipresentasiin ke fakultas. Itu kegiatannya sih sejauh itu lancar-lancar aja sih, tapi mungkin dengan BEMFnya kita kemaren sempet ini apa namanya bukan beda pendapat sih malah kita tu ternyata pendapatnya sama kayak gitu. Jadi BEMF mau ngadain em kayak dialog gitu, dan kita juga pingin ngadain dialog jadi daripada dobel mending kita jadiin satu. Jadi kita yang ambil aspirasi, mereka yang ngadain eksekusinya kayak gitu, acara yang di drost kayak gitu. Jadi pembagian tugas tapi tujuannya sama gitu. Daripada dobel dan biaya juga dobel Nah waktu membicarakan antara ketua dan wakil ketua itu, apakah selalu sejalan, selalu sejalan atau mungkin ada perbedaan pendapat kayak gitu? Pengalamanmu saat ini kayak gimana? Kayaknya sejalan sih, sejalan. Cuma mungkin beda pendapat itu pas apa ya. tapi biasanya sama sih, maksude yang dimaksud si wakilku juga sama yang kayak aku maksud gitu. Jadi aku setuju aja kayak gitu. Kalau dari program yang udah kalian diskusiin terus kalian distribusiin ke anggota-anggota lain kan pastinya nah itu mereka juga pada setujusetuju aja atau ada pendapat lain atau gimana gitu? Setuju-setuju aja. Cuma mereka bikin ini kayak dirombak biar lebih apa ya sesuai sama mereka, tapi intinya sama sih cuma mereka bikin lebih bervariasi kayak gitu. Emmm tapi intinya sama.. Oke kalau selama pelaksanaan programnya gimana sih pengalamanmu selama bekerja sama dengan anggota lainnya saat program itu dilaksanakan? Em kayaknya sejauh kemaren tu juga cuma satu sih sama satu divisi yang memang komunikasinya susah karna dia tu susah dicari gitu lho. Tapi kalau sama yang lain komunikasinya mudah sih karna jadi tiga komisi waktu itu. Sama yang dua komisi ini lancar terus

(114) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 96 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 kegiatannya akhirnya juga bisa jalan sesuai dengan rencana. Cuma yang satu ini emang karna susah dicari, jadine ya mungkin salah kita juga gak ngejar kayak gitu, salahnya dari mungkin aku sama wakilku kurang ngejar. Tapi ya, ya udah gede, udah namanya juga organisasi masa harus di kejar-kejar terus kayak gitu. Bearti masalah komunikasi antara kalian dan si divisi satu ini? Nah terus cara kamu meng- apa ya mengajak mereka lagi atau ya mengkomunikasikan lagi tu gimana caramu? Kalau aku sih kemaren karna susah nyarinya jadi aku langsung nemuin anggotanya. Jadi karna koordinatornya sulit dicari, akhirnya aku langsung turun ke anggotanya kayak gitu. Langsung nanyain misalnya ada progress yang kurang apa enggak, ada yang perlu dibantu apa enggak. Terus sama yang susah diajak komunikasi ini ya aku akhirnya ngejar sih cuma mungkin telat juga, udah hampir selesai tu baru akhirnya dia menyelesaikannya di akhir-akhir. Tapi itu juga nyeleseinnya gak semaksimal itu lho, jadi ya dah selesai habis itu. Mungkin ngambang gitu lah kerjaannya tu. Oke berarti sikapmu terhadap em bisa dikatakan orang bermasalah itu, sikapmu tetep sabar gitu ya.. Iya.. mungkin itu sih salahku terlalu sabar kayaknya Tapi tetep komunikasi, ngandan-ngandani gitu. Oke em saat, aku penasaran nih waktu tadi tu lho satu program yang sama dengan BEMF, nah itu bearti kan itu kayak gimana caranya untuk menggabungkan lagi tu, nah sikapmu terhadap bisa dikatakan berbeda pendapat- em bukan ya hampir berbeda pendapat terus diskusi, diskusi, diskusi terus nemu satu tujuan. Nah caramu untuk mendiskusikannya dengan BEMF sendiri gitu gimana ya? Ya kita jelasin kalau misalnya sebenernya program ini tu tujuannya sama-sama bagus, nanti daripada kita menghabiskan tenaga dan dana untuk dua program yang sebenernya bisa jalan bareng kenapa kita gak kerjasama aja buat. Lagian karna kan kita emang nyari aspirasi to, karna itu sebenernya dialog, karna dialog kan berarti butuh apa ya butuh masukanmasukan dari dari mahasiswa apa yang kurang jadi bisa diatasi sama fakultas. Jadi kenapa gak kita saling bantu terus tinggal bagi tugas aja nanti waktu pelaksanaannya. Berarti kamu menjelaskan plus minusnya, kamu juga menjelaskan tentang jalan keluarnya gimana kalau gini gini gini gini, dan mereka langsung setuju? Oke. Em kalau selama rapat-rapat biasa, rapat harian atau oh iya rapat rutin berapa kali dalam waktu sebulan atau seminggu? Sebulan sekali Sebulan sekali tu rutin? Rutin Nah dalam rapat-rapat biasa kayak gitu ada gak sih kesulitan yang kamu hadapi berlangsungnya rapat itu? Kesulitannya itu karna orangnya gak lengkap, gak selalu lengkap dalam setiap rapat. Jadi kadang informasinya harus diulang lagi kayak grup chat gitu baru maksudnya biar semuanya tahu kayak gitu. Gitu sih, maksudnya informasi yang ditangkap sama anggota tu kadang gak lengkap karna mereka gak dateng kayak gitu.

(115) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 97 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 Terus apa ya, kebanyakan kita rapat itu hal yang mau dibahas gak terlalu banyak sih, jadi em lancar-lancar aja sih, cepet. Berarti kalau misalkan em informasinya gak tersampaikan sekarang caramu dengan di grup chat itu. Berarti sejauh ini gak ada masalah yang terlalu besar ketika rapat terus sampai debat atau apa gitu gak ada? Ayem-ayem ajaa. Oke em ketika kamu ingin mengungkapkan pendapatitu, nah pertimbangan apa aja sih yang ingin em yang kamu gunakan saat kamu mau mengungkapkan pendapat di muka umum gitu? Yang pertama pemilihan kata-kata, karna ya kalau gak, kalau gak bener dalam kata-kata ntar malah kesannya jadi negatif. Terus dari kepentingan juga sih kalau misalnya itu ngasih pendapat yang sifatnya personal, ya mending aku ngomongnya personal aja daripada aku ngomong di depan semua orang. Terus ya itu dia kalau mau. Berarti mempertimbangkan kontennya apa, kalau bisa disampaikan secara umum ya secara umum, kalau emang personal ya setelah rapat gitu ya disampaikan personal ke orangnya gitu. Oke Em pernah gak kamu menolak atau gak setuju dengan apa ya dengan keputusan rapat atau dengan pendapat orang saat rapat itu, pernah gak ngalamin pengalaman kayak gitu? Emmm kayaknya enggak deh. Sepertinya lho kayaknya enggak deh Kalau selama selain jadi ketua? Em sebenernya bukan rapat sih, itu waktu pemilihan ketua tu sebenernya aku gak mau, tapi aku bilange gini sih, maksud e ya kalau memang gak ada orang lagi itu gak ada orang yang memang bisa dan mau, ya aku gak papa. Tapi menurutku aku belum siap kayak gitu. Ya gitu sih, sebenernya gak setuju, tapi ya begitu dijalani emang enak sih, cuma e mungkin tahunku tu anak-anaknya susah dicari maksudnya anggotanya tu yang susah dicari. Jadi banyak memaksa ya dengan kata memaksa anggota yang kemaren kayak gitu buat ikut lagi. Oke berarti kamu menolaknya ya gak menolak sih ya, em lebih ke kalau ada yang lain.. berarti gak bisa, aku gak mau, gak mau ya gak mau itu gak ma- gak, kamu gak kayak gitu. Aku selalu menerima saja… Okee luar biasa. Kalau dalam pengambilan keputusan nih, gimana sih kamu menentukan pilihan ketika kamu harus menentukan pilihan saat pengambilan keputusan itu. Hal-hal yang kamu pertimbangkan apa? Mempertimbangkan pendapat dari orang lain juga. Soalnya ya namanya juga organisasi jadi gak bisa mutusin dari satu pihak, jadi aku harus ngambil dari pendapat orang lain, plus minusnya kayak gimana, kelemahan kekurangannya kalau disetujui atau gak disetujui. Berarti pertimbangan yang kamu ambil ketika mengambil keputusan nah itu kan ada kamu mempertimbangkan pendapat orang lain juga terus mempertimbangkan plus minusnya apakah itu sesuai atau tidaknya, gitu? nah ada lainnya gak? Emm sama mungkin ke- kese- kesiapan anggota juga. Maksud e kalau aku mengiyain apa anggota ku bisa bantu jalanin kayak gitu. Oke, berarti lebih mempertimbangkan ke orang lain gitu ya? lebih ke orang lainnya. oke

(116) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 98 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 ada lagi?Udah Oke, em terakhir nih, kamu pasti hampir setiap saat memimpin rapat nih dalam setiap bulannya itu, nah ketika kamu memimpin rapat, gimana ya kamu memposisikan anggotamu itu sebagai apa gitu? Apakah kamu memposisikan mereka sebagai bawahanmu, atau temen-temenmu atau gimana kamu memposisikan anggota lain ketika kamu memimpin rapat? Lebih sebagai rekan kerja, anak-anakku. Jadi ya kalau misalnya mimpin rapat gitu lebih banyak diskusi sih kita, jadi aku mungkin aku mimpin njelasin yang mau kita bahas tu gini gini gini. Jadi terus diskusi gitu per apa per komisi dulu terus baru nanti kita bahas bareng-bareng. Berarti lebih ya mempersilahkan mereka rapat kecil-kecil dulu baru ntar diskusi bareng-bareng gitu? Oke 215 216 217 218 219 220 PENUTUP Kayak gini dulu sih, udah cukup. Mungkin misalkan kalau dilain waktu aku mbutuhin data lagi atau ada pertanyaan atau jawaban yang kurang gitu, bolehkan untuk wawancara lagi? Boleh-boleh Oke makasih banyak ya Dara Iya sama-sama

(117) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 99 Responden 2, TBWP NO VERBATIM PENDAHULUAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 Selamat sore Nad, bagaimana kabarmu hari ini? Baik Baik betul? Sama siapa kesini? Sama teman Hmm teman, oke kita mulai wawancara pada sore hari ini ya. Pertama nih mau tanya, kesibukan yang sedang kamu lakukan saat ini apa aja nih? Aku sih sekarang sibuk kuliah tu pasti, habis itu aku ikut em apa organisasi prodi HMPSnya Sastra Indonesia itu di bagian kayak keproduksian gitu, kayak bikin merchandise. Nah kemaren itu baru dikasih tugas buat bikin baju korsa kaya baju pdl gtu baju hmps. Habis itu progres kedua baru mau bikin kayak gitu lagi tapi buat semua anggota. Belum terlaksana sih tapi baru ya itu sebenernya baru bikin kayak-kayak gitu. Oke, berarti kesibukanmu selain kuliah sama ikut organisasi itu. Kesibukan lain? Kalau di luar kampus sih paling di gereja Oh gereja.. masih aktif di gereja? Em ngomong-ngomong tentang HMPS nih, kamu dah berapa lama ikut HMPS ini? Ini aku udah dua periode dari tahun kemare ini berarti aku di tahun kedua. Satu periode tu satu tahun masa jabatannya? Iya satu tahun Nah jabatanmu disini tadi sebagai bidang produksinya, itu sebagai anggota atau ? Aku sebagai koordinator Waktu dua tahun ini koordinator? Kalau yang tahun kemaren aku anggota karna koordinator kan kakak tingkat, kalau tahun ini, HM tahun ini aku yang jadi koordinator. Berarti di bidang yang sama? Iya di bidang yang sama ISI 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 Boleh dong, dari antara kamu jadi anggota dan kamu menjadi CO nih, menurutmu yang paling berkesan ketika kamu menjabat sebagai apa? Kalau dari apa ya, sampe sekarang sih aku lebih seneng di anggota sih, tahun kemaren sih anggota. Tapi jujur sih kemaren koordinatornya sama anggota lainnya emang kurang apa ya, kurang deket gitu lho. Terus akhirnya yang kelihatan tu cuman itu si Nadya doang, saya tok, jadi nek misalnya apa-apa mesti nyarinya Nadya, Nadya bikin ini bikin itu gitu. Atau kalau bikin kayak gitu bikin-bikin poster atau bikin desain bikin baju kayak gitu gitu mesti aku gak sendiri gitu lho, aku tetep nyari temenku, tapi bukan temen di dalem kampus tapi aku nyari temenku yang di luar. Jadi dari tahun kemaren emang udah bukan di tempa sih, emang terus-terus dikasih tugas ini dikasih tugas itu ini ni ni. Jadi tahun ini baru ngerasain koordinator yaudah biasa aja Em berarti justru paling berkesannya saat anggotanya ? Iya, jadi malah jadi anggota, jadi kemaren ini sih jadi koordinator aku malah belum. Baru kemaren korsa gitu belum ada keteteran sih, soale anak-anak tu susah ngumpulin uangnya itu kan. Apalagi yang ngurusin koordinator. Anak-anakku udah tak kasihin apa

(118) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 100 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 tugas sendiri-sendiri jadi mereka fokus ke itu aja, kalau ini aku aja. Jadi pembagian tugas pembagian tugas gitu. Oke, tadi kan kamu bilang pengalaman berkesan di anggota. ada gak sih pengalaman ya yang satu pengalamanmu yang gak bisa kamu lupain, yang paling berkesan ketika kamu jadi anggota kemaren? Ada, itu pertama kali ikut kepanitaan, dan itu tu itu yang membuat aku tu jadi terus dicari gitu lho. Wee terus dicari. Maksude dari awal kepanitiaan itu terus ada orang yang tahu kalau aku kepanitiaan itu masuk divisi itu terus di HMPS prodi ku nyari aku, terus ngontak-ngontak dan akhirnya ya itu gara-gara itu jadi aku ikut jadi anggota, itu yang pertama. Terus yang kedua itu yang ada pentas besarnya Sastra Indonesia itu namanya apasih pentas remang-remang gitu, itu di kampus satu dan itu paling hemm bikin hess gemes soalnya yang koordinator jadi apa ya namanya divisi desain, divisi desain cuma ada aku sama kating jadi emang cuman dua orang doang, sedangkan yang kating itu kurang kenal, tapi orang lainnya dia bisa cuman kalau gak ditelateni dia males baget. Dilalah kok aku gak nelateni dia, yauda dia lepas akhirnya. Apapun dari awal sampe akhir tu yang ngerjain poster, baju, bagi baju, terus stiker terus kayak pamflet gitu itu tu, itu sih aku sama temenku yang dari luar itu jadi ngerjainnya bareng. Itu sih mbak, dan itu tu kadang-kadang kayak bikin apa tu namanya buat yang di instagram itu poster kecil-kecil di instagram itu, itu tu aku dah bikin ini sih gak enak sih cuma ya yaudah lah ya gak papa sih. Itu tu aku dah bikin, misal aku dah ngeshare udah tak kasih “ini ya mbak, ini ni ni” mereka juga “oke, oke, oke” gak ada masalah gitu lho, mereka gak ada soal ini diganti ya ini gimana maunya gimana. Aku sebenere gak masalah kalau mereka mau ngeshare punyaku atau ngeshare punya mereka, cuma ya baru kemaren itu, baru pertama kali ya namanya juga aku dah ngerjain, iya kan? Aku dah berusaha ngerjain tapi kok dianya malah ngeshare dia yang bikin sendiri, gitu lho, terus aku mikir ya namanya dalam keadaan capek ya, jadi aku ngomonge ngapa sih lha aku wes capek-capek bikin, aku dah bikin poster, baju dan lain-lain cuma terus ditambahin itu ya tak ambile. “Aku dah capek bikinnya aku dah ini ini ini kok kamu ngesharenya yang ini itu lho? Mbok ya tolong nek kamu ngasih tahu tu ya kalau bisa sendiri bikin kenapa enggak bikin sendiri malah minta tolong..” intinya sih gitu. Tapi di situ ya udah sih, aku dah gak mau.. tak anggep biasa aja. Berarti itu yang tahun lalu ya? Itu yang tahun lalu Berarti caramu nyelesein masalah ungkapan kekesalanmu itu kamu ngomong langsung ke orangnya? Heem aku tetep ngomong, cuman ya kalau ngomongnya aku tetep pake nada bercanda kan, “mas-mas kamu tu bisa sendiri ngerjain nopo harus minta tolong aku?” “bukan gitu lho Nad” terus dijelasin, habis itu cair biasa lagi. Oke, itu paling berkesan ya. nah selain tadi program kerja yang bikinbikin merchandise terus PDL dan lain-lain, itu ada program lain gak yang kamu lakuin di divisimu itu? Ada, jadi sebenere dari tahun itu dia namanya

(119) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 101 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 apa ya ekspresi kreasi, tapi ya cuman bikin-bikin doang. Terus tahun ini diganti, dengan ketua yang baru diganti sama yang namanya keproduksian. Jadi dia bikin merchandise sekalian dijual, uangnya nanti masuk ke HMPS juga. Jadi tetep nyari US- apa ya USDA ya, USDA gitu. Ya baru sih, buat aku ini baru soalnya aku harus bikin, terus nge- nge apa dengan nilai jual? jualnya bagus, terus uangnya harus tak gimana caranya supaya HMPS dapet untung, orang-orang gak kemahalan gitu kan, itu sih Oke berarti program lain tu itu? Selama kalian ngejalanin tugas, aku ngomongin yang anggota tadi ya. Kan kamu paling berkesannya lebih ke anggotanya, nah tadi kan kamu bilang pengalaman yang paling berkesan saat menjalani program tu saat yang ketika kamu jadi anggota terus disuruh-suruh, banyak kasih eh banyak dikasih tugas gitu. Nah sebenernya kamu setuju gak sih dengan cara kerja yang kayak gitu? Kalau pengalamanku ya mbak ya, aku sih gak suka karna menurutku desain ya, di divisi desain sendiri. Itu tu desain gak bisa dipaksakan, maksude kayak harus meluangkan hati, pikiran, kreativitas juga nggo itu lho bikin itu lho. Sedangkan orang yang minta itu dia, “eh besok jadi ya, eh nanti malem jadi ya” kan kita kayak, kita cuman “oke, iya, oke iya” paling mepet-mepet ntar malem banget ya jadi ya, ntar malem banget deh tak kasih kamunya. Itupun belum nanti “Nad diganti ini ya, Nad ini dong diginiin, eh mau minta dibikin kayak gini dong,” “oke iya ya ya” gitu, tapi akhirnya juga ya aku sebisaku kan sebisaku. Itu sih, dia tu kayak mereka tu banyak minta, ya kita gak minta buat dibayar dengan semua kreativitas kita, dengan semua yang kita buat tu. Bikinan sendiri tu lho mbak, coba mbak bayangin, bikinan sendiri, original, ini tak kasih, ini kan baru banget, nah dah buat kamu aja, dikasih. Kita gak minta dibayar, tapi mereka mintanya sekarang atau gak nanti malem ya. aku kadang mikirnya, kalau dah digituin aku mesti “sabar ya, sabar ya aku juga punya kegiatan lain e,” paling mentok itu. Mbok o sebel banget mesti aku malah nangis, sering e aku curhat e sama itu yang satu, apa yang sering bantuin itu. Akhirnya dia yang ambil alih kayak gitu, “yaudah kamu ngerjain yang ini, aku yang ini” jadi tetep pembagian tugas, tapi bagi tugas sama yang temenku ini. Haa okee ya ampun. Jadi selama ini kamu tu cuman iya-iya aja. Gak pernah kamu diskusi gitu sama mungkin divisi lain juga kalau kamu terlalu berat atau gimana gitu ? Soalnya kalau aku, kalau aku mikirnya kalau aku bisa ngerjain tak kerjain dulu. Kalau aku gak bisa ya tak kasihin orang lain. aku coba minta bantuan orang lain gitu. Jadi nek sampe apa ya aku sampe nangis-nangis e gara-gara acara itu. Dan mintanya mereka banyak sedangkan aku harus mikir ini ini, belum jadi semua, akhir e diambil alih sama temen Oke, dengan kamu bilang atau ? Heem bilang, “eh tolong dong bikin ini aku gak bisa e, aku belum selesai yang ini ini” mereka ya, syukurnya mereka oke. Tapi ya itu tadi gak sesuai sama pemikiran kita to, namanya orang kita dah tak kasih ini, desainnya ini, kamu bikin yang gini gini gini. Mirip tapi gak mirip.

(120) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 102 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 Ya sejenis tapi yaa 11-13. Haha mayan lah ya. Eh bentar, em yang bantuin kamu tadi satu panitia eh satu organisasi atau yang tadi kamu bilang di luar organisasi itu? Di luar organisasi. Itu semuanya? Kan banyak kayak kamu bilang.. Kalau di luar organisasi, ada temenku cuma di dalem tu ada juga. Dan itu mesti kalau aku minta tolong aku mesti sama dia terus. Tapi kamu bilang ke forum gitu gak dengan permasalahan yang kamu hadapi? Belum, belum Belum? Okee Paling mentok-mentok paling ke grup sih, kalau mau di edit ya tak share in dulu nanti kalau ada yang mau diedit cepet ditulis disitu tak tunggu sampe jam segini, di grup ya gitu. Kalau di jam itu gak ada yaudah, jadi dah selesai. Wahh luar biasa ya ternyata. Jadi kamu ceritain pengalamanmu dengan rekan kerjamu tu ternyata kamu ya disuruh oleh koordinatormu, mengiyakan apa yang diminta tanpa negoisasi. Tanpa negoisasi, saya kuat, haha. Nah kamu cara kamu menyelesaikan masalah itu tu dengan menerimanya terus meminta bantuan pada orang lain gitu? cara menyelesaikan masalahmu dari kakak tingkatmu itu? Hooh, aku dulu, aku dulu bikinnya, kalau semisal aku gak bisa bagian ini baru aku kasih ke orang lain, pembagian sama tugasku. Kalau namanya ada, biasanya aku dapet panitia itu beberapa orang sih, itu koordinator ngasih tahu tugasnya ini ini ini. Terus mereka dikasih tahu salah satunya, terus mereka ngerjain tugasnya ya. nah itu biasanya koordinatornya tetep nanyain, “gimana udah selesai belum? Sampe mana?”. Tapi kalau kitanya bilang “aduh gak bisa ini” nanti koordinatornya baru yang turun tangan, aku paling suka yang kayak gitu. Ada pernah aku pernah masuk panitia itu. Itu panitia? Heem itu kepanitiaan, cuman kalau HMPS ini sih belum sih, aku belum pernah. Iyapun mesti mereka “mbok ini ini ini” jadi mereka banyak minta, kan erghh Nah sifatmu, bukan, perilakumu yang mengiyakan dari atasan itu kamu terapkan gak waktu kamu jadi CO ini? Kan mesti juga ada tugas dari mungkin ketua atau yang lebih tinggi jabatannya itu kamu juga masih melakukan hal yang sama kah ? Sama, jadi mereka turun ke aku dulu kan dari atas turun ke aku dulu koordinator, terus aku, kalau aku bisa nyanggupi, aku. Tapi aku tetep bilang ke anak-anak di grup. Eh kita dapet tugas ini ini, ada yang bisa nyanggupin gak? Kalau gak bisa aku yang garap. Kalau mereka bisa berarti aku yang ngasih. Tapi kalau mereka pada bilang “aku lagi kepanitiaan ini nih, aku lagi ikut ini, aku lagi ikut ini” oh yaudah, oh yowes aku wae. Tapi tetep, kalau dikasih tugas aku tetep ngomong sama anakku, gitu Berarti pertimbangan kamu mengiyakan permintaan tolong dari atasan itu kamu lihat dari kondisi dari anggotamu sendiri baru kamu mengiyakan atau tidak. Tapi kamu pernah gak mengtidakkan ? Pernah, apa ya. pernah aku enggak, enggak ada deh itu gara-gara USDA kayak e awal-awal itu udah nyari dana. Itu mereka mintanya mau dijual pake apa nyari apa sih itu plastik-plastik gitu tu bekas-bekas plastik gitu. Aku mikirnya bisa sih tapi kalau aku, aku sih

(121) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 103 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 gak papa ngumpulin itu, yang ngurusuin USDA gak papa ngurusin gitu asalkan teman-teman semua satu HMPS mau bekerjasama sama USDA ini buat ngumpulin botolnya gitu lho. Sedangkan anak-anak kalau umpanya ngumpulin botol tu piye yo ngumpilin botol tu kayak eh ergh yah gitu lho dan itu untungnya dikit aku bilang, untungnya dikit. Mbok o kamu dah satu truk pun ya itu ya cuman berapa sih gak nyampe banyak banget kan ya. dikit jadi untunge mek sekarung mungkin gak nyampe 5000, ngaranku lho mbak mesti gak nyampe 10 ribu gak nyampe. Bisa sih cuma nanti lama kita ngumpulinnya, kita harus per bulan gitu lagi, per bulan gitu lagi, gitu sih. Oke, sekarang berkaitan dengan rapat nih. Kamu rapat berapa dalam kurun waktu berapa kali sebulan atau seminggu atau? Sebulan Sebulan sekali? Itu rutin? Gak rutin sih kadang-kadang, tapi misale kalau lagi ada penting banget bisa aja dadakan, jadi gak tentu dia. Tapi kalau sebulan sekali ada, kayak rapat habis acara nek gak kita mau acara itu pasti semuanya dulu ho.o, sebulan tetep sebulan. Jadi kayak apasih pleno Evaluasi? Pleno evaluasi gitu gitu. Kita datengin semua HMPSnya angkatan atas kalau kita undang kalau mereka dateng, kita undang kalau mereka dateng. Kayaknya minggu-minggu ini deh, minggu ini nek gak minggu besok kita ada pleno juga Berarti sebulan sekali tu pasti diadakan Heem evaluasi itu Nah selama rapat nih ada gak sih pengalamanmu yang apa ya yang paling gak bisa kamu lupain juga saat rapat mungkin dengan anggota atau mungkin dengan divisimu sendiri kayak gitu saat rapat berlangsung? Saat rapat berlangsung itu pas sama divisi lain dan itu baru kebentuk kemaren. Aku, aku sendiri ya gak terlalu kenal sama orang-orangnya karena ternyata ada yang 17 juga kan dari adek tingkat gitu kan dari bawah gitu juga. Kalau dari angkatanku sih banyak aku kenal biasa, cuma kalau dari bawah tu kita gak terlalu kenal, jadi kita begitu rapat tu kita yang rame tu cuma yang kita-kita gitu aja, jadi kayak gerombol gitu lho yang 17 yang 16 jadi kita gak gabung. Sedangkan kita tahu kalau oh itu anggotaku 17, oh itu anggotaku 16 misalnya gitu. Jadi mereka kalau ditanyain sama ketuanya, ketuanya “jadi gimana temen-temen nanana” selalu minta “ayo temen-temen, ayo temen-temen” temen-temen terus gitu. Kita ya yang bahas cuman 16 aja, jadi pas awal-awal sih, itu rapat yang pertama kali bener-bener kita. Itu kan kitanya mau, kita maunya kan mau ada kayak makrab gitu kan, gak kesampean gara-gara waktyu nya mereka juga sibuk juga jadi kalau mereka 16, yo ini jujur-jujuran, juju raja sih 16 kalau si apa, apa nihh, megang apa ya pokoknya ngajak ngomong 17 kalau gak di gong, kalau kita gak ngegong mereka gak ngobrol, eh gak ngomong sama kita, gak gabung sama kita, masih gitu, Harus diajak? Harus disenggol dulu awal-awal itu baru disenggol dulu baru gabung sesikit-sedikit, yaitu gara-gara belum terlalu kenal. Berarti terus ceritanya yang waktu awal tu cara menggabungkan itu Iya soalnya yaitu tadi kita baru kenal, tiba-tiba dijadiin satu, terus keadaannya sih tidak kondusif Oke terus cara kamu mengatasi itu gimana tu? Kalau aku sendiri ya, kalau

(122) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 104 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 dari divisi ku sendiri aku mesti masuk, begitu tahu aku langsung bikin grup, habis bikin grup aku langsung ngobrol, aku kenalan biasa. Nah baru ketemu pas kita mau rapat tentang program kerja, baru kita ngomong, ngobrol-ngobrol ya itu baru program kerja, ngobrol-ngobrol perkenalan biasa, dengan setiap hari ketemu di kampus gitu kan, jadi biasa Jadi kamu memulai duluan Iya, tetep mulai duluan sih kita, kalau gak gitu mereka gak gak ngomong, ya tiap orang kan beda-beda kan Nah selama rapat nih, kan mesti ada kayak membicarakan suatu program em yang nantinya akan disetujui oleh anggota-anggota lain nih. Pernah gak sih kamu menegeluarkan pendapatmu tentang suatu program, ya suatu topik yang sedang dibicarakan dalam rapat itu sendirii itu kamu pernah mengutarakan pendapat gitu? Jarang sih mbak soalnya aku dulu pernah ya gak di dalam universitas, di SMA kayak gitu. Intinya itu rapat, terus aku ngasih usulan. Ning ya itu kadang gak digagas itu, jadi aku ngomong disini kan rapat di depan ketua di depan, aku ngomong disini, ntar nanti ketua di depan itu ngobrol sendiri sama orang lain di depannya. Nah sedangkan orangorang ini kalau rapat ya yang berkepentingan aja lah, yang dengerin ya dengerin, yang enggak ya enggak gitu kan, yang penting didengerin yang gak penting yaudah terserah ikut-ikut ajalah. Nanti lihat hasilnya akhir. Jadi tu aku kayak ngapain aku ngomong kalau misalnya aku gak didengerin gitu. Jadi terus aku udah ngomong terus gimana tadi? Yang di depan tu kayak “eh gimana tadi?” “oh ya tadi tu udah”, aku males udah gak mau lagi, jarang kalau mau baru ditunjuk aku ngomong, kalau enggak aku gak. Berarti kamu memutuskan pendapat atau enggak tu tergantung dari ya situasi, kondisi, dan lingkungannya, orang-orangnya gitu? Terus ketika kamu apa tu ya kalau mengeluarkan pendapat terus gak digagas orang lain tu kayak yang kamu bilang tadi kamu merasa gimana sih emang? Gimana kayak gak digagas tu lho mbak, kayak kita ngomong udah ngomong nih, tapi ka-, aku ngomong sama mbak ita ya, tapi mbak itanya dengerin em maen hape, maen hape terus. Sedangkan aku lagi curhatnya lagi tentang gimana nih gimana nih, mbak ita maenan hape oh yaya terus udah. “Aku kudu gimana mbak?” “yaudah, ya gitu gini gini” “terus aku, aku gak-, minta solusi, aku pingin minta solusi, tapi gak dikasih solusi” misale kayak gitu sih. Tapi dari gimana ya kalau misalkan bener-bener masalah apa yang dibahas itu mlenceng banget aku baru berani ngangkat tangan ngomong, jadi tetep o lihat-lihat kondisi gitu sih Berarti tadi selain dari orangnya, tergantung dari situasi kondusif enggaknya, tapi juga tergantung dari topiknya juga Topiknya menarik gak, kalau enggak menarik yaudah lah siapa aja yang denger lah aku cuma duduk dengerin aja. Tetep sih cuma oh yaya dengerin aja terus udah. Berarti dari segala keputusannya kamu mengiyakan apa keputusan misalnya udah dirapatin gini gini gini jadi keputusannya kayak gini. Nah kamu selalu setuju dengan keputusan yang dibuta itu? Tergantung, kalau

(123) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 105 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 keputusannya cuman memihak satu, satu sisi doang aku gak bisa. Semisal kalau bikin apa bikin pentas. Tapi pentasnya itu kelihatan banget mereka hanya menonjolkan bagian misalnya bagian teater aja. Ini aja, terus yang lainnya sedangkan yang lainnya pingin yang lain kayak musik kayak buku gitu. Keliatan banget itu orang-orangnya itu cuma memihak teater aja kayak gitu. Jadi keliatan dari orang-orangnya aja deh. Yaudah kita bikin ini ini aja. Biasanya orang yang kayak gitu tu orang yang apa ya dominan, dia suka ngomong nanana dan berpengaruh buat orang-orang gitu. Itu tu aku gak bisa soalnya hayo semuanya harus disama ratakan kan, gak cuma teater tapi ada juga musik ada juga buku misalnya. Cara kamu menolak itu? Tetep kalau misalnya kalau belum hasilnya kan? Ini dah hasilnya apa belum? Belum, kan lagi proses nih. Lagi prosesnya itu, ya di itu tadi aku usul. Kalau di tempatku to mbak, kalau dianak-anak kita selain teater ada yang suka bikin buku, tulisan, atau musik atau rekomendasi musik yang bagus atau konser-konser yang bagus atau apa ya gambar. Kenapa kita gak nonjolin itu juga? Kenapa kita cuman nonjolin si teaternya aja? Ya kita banyak yang teater, cuma kenapa kamu cuma nonjolin si teater? Potensi yang ada dalam prodi kita? Paling bilang gitu. Berarti kamu menyatarakan apa ya istilahnya semuanya harus adil, harus keputusan yang didapatkan harus adil buat semua orang gitu Soalnya memang kalau cuman teater doang mesti orang-orang yang kayak buku, film, gambar itu mesti mereka lihatnya yah kok itu doang sih, padahal kan aku bisa ini, aku pingin ini, aku pingin ngeshare ini tapi aku gak ada tempat. Ya namanya HMPS kan mewadahi semuanya jadi kita harus bisa menyetarakan semuanya. Oke dan pendapatmu itu diterima dengan hasil keputusan akhirnya? Oke e ini selama kamu menjadi.. selama kamu menjabat, ketika kamu harus memutuskan sesuatu. Nah apasih hal-hal yang harus kamu pertimbangin untuk memutuskan suatu pendapat itu? Maksut e suatu keputusan Dari bagian punyaku sendiri ya desain ya. itu orang-orang SDMnya dulu deh mampu gak mereka bikinnya, dengan aku bilang kamu mampu gak masuk? Biasanya kalau panitia-panitia gitu kan. Masukin ke panitia, “nad anak-anakmu bisa gak masukin ke panitia ini?” aku tanya dulu anak-anakku “sanggup gak kamu ikut panitia ini? Kalau enggak sanggup jangan dipaksain, soalnya kamu tahu sendiri kalau kepanitiaan itu pasti ada berbagai tuntutan, dan kamu harus menerima resiko disana to.” Aku tetep tak bilangin, aku gak maksa atau aku gak mau me- apa ya mencuci otakmu buat kamu menolak itu gitu lho. Aku cuma ngasih tahu kalau masuk panitia itu kamu harus bukan manut, kamu harus ya kamu harus turuti tata aturan itu, rapat ya ikut rapat, kan masuk panitia. Rapat ya ikut rapat, kalau namanya ada kas ya yang buat masukin USDAUSDA itu ya kamu ikut. Jangan cuman ikut terus kamu bikin ini ini ini terus kamu lepas. Ya kamu harus ikut dari awal sampai akhir. Kalau mereka menyanggupi ya mereka biasane tak kasih orangnya,”mbak ini ni ni ni”

(124) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 106 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 masukkin, ikut. Keterima ya syukur, enggak ya udah. Kan setidak nya kau dah bilang ini ni ni, enggak ya udah. Kalau kamu mau silahkan kalau enggak ya aku gak maksa, gitu Berarti dilihat dari SDMnya, dilihat dari plus minusnya kepanitiian itu Kepanitiaannya tentang apa, gitu sama waktunya mereka kayak gimana, waktu untuk mencurahkan itu kayak gimana. Aku rela gak waktuku, pikiranku gitu tak curahin sebagian buat si panitia itu. Kan kita kalau panitia tu gak cuman itu to gak cuman dateng malemnya rapat besoknya nganu lagi, malemnya rapat besoknya nganu lagi. Masih ada kuliah masih ada tugas Berarti selain SDM dari anggotamu tapi juga SDM, kemampuan dan usahamu sendiri, kemampuan dan waktumu sendiri? Iya, jadi tetep tanggungjawab sendiri-sendiri. Oke, terakhir nih, kamu kan mesti pernah memimpin rapat? Ya rapat kecil kek atau diskusi kecil kek pasti pernah kan? Nah kamu menganggap anggotamu, menganggap mungkin atasanmu juga tu sebagai apa dalam suatu organisasi itu? Satu organisasi, kalau aku mimpin rapat sama semua sih. Cuma kalau memang aku untuk memutuskan sesuatu karna aku cuman mewakilin apa buat mimpin rapat ya aku tetep minta pendapat ke atas ku. Jadi gak harus terus semuanya aku dumeh aku dumeh mimpin rapat aku harus memutuskan semuanya. Sedangkan disitu ada ketua HMPS ku ada bendaharanya ada sekretarisnya yang lebih atasku kan, ya aku tetep ngasihnya ke mereka karna mereka yang tahu kita ada jadwal apa aja, keuangannya kita gimana, jadwalnya apa HMJ atau proposal dah jadi atau kita harus bikin gimana-gimana. Kalau mimpin ya aku cuman mimpin, mimpin ya mimpin cuman biasa ngasih tahu acara ini, ini ni ni, divisinya perlu ini ni ni, bagi tugas CO-CO tu siapa, dah mereka menyanggupi gak kalau COnya itu. Berarti kamu menampung aspirasi dari anggotamu sendiri. PENUTUP 315 316 317 318 319 320 Oke sekian dari saya, udah sih Nah kalau misalkan nih kan beberapa hari ke depan aku kayak mengklarifikasi jawabanmu apakah sesuai dengan apa yang aku tangkep, dan juga jika ada jawaban yang kurang begitu kamu bersedia gak? Iya bersedia Oke terimakasih untuk waktunya ya Nadya. Iya sama-sama

(125) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 107 Responden 3, RP NO VERBATIM PENDAHULUAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Selamat siang Rudy Selamat siang Apa kabarnya nih hari ini? Em luar biasa Tadi lagi habis ngapain? Tadi maen game mandi terus kesini Oke.. terima kasih ya karena sudah menyempatkan untuk hadir, untuk saya wawancarai. Oke em saya mulai ya, jadi kesibukanmu sekarang ngapain nih? Sebenernya skripsi, cuma skripsinya lagi agak terhambat, itu sih Skripsi aja? Mata kuliah udah gak ada? Kuliah sekarang satu doang, psikologi konsumen, udah itu aja sih. Oke, nah sebelum, ini kan kamu semester 8 nih, sebelumnya kan em sebelumnya kamu pernah mengikuti organisasi? Pernah Em kalau boleh tahu apa aja tu? BEMF sama oh sebenernya ada banyak sih eh beberapa. Jadi gak cuman BEMF tapi juga UK badminton juga pernah jadi ketua. Jadi pas aku di BEMF jadi bendahara itu jadi ketua badminton. Terus habis itu aku ikut BEMU. BEMU itu sebagai? Menteri keuangan Ini BEMFnya berapa periode? Satu BEMUnya satu? UK badmintonnya? Satu ISI 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 Satu juga. Oke menurutmu nih dari BEMF, UK Badminton, BEMU menurutmu pengalaman yang paling berkesan selama mengikuti tiga itu kamu paling berkesan yang mana nih? Kalau diantara ketiga itu mungkin BEMU sih, BEMU? kenapa tuh? Kenapa BEMU, soalnya dari kan tiga organisasi itu yang pernah, mungkin emang BEMF itu yang organisasi pertama ku di Univ. Cuma karena mungkin lingkungannya se fakultas jadi ya emang orang-orangnya udah kebanyakan kenal dan ya lebih bisa maksudnya lebih teratur iya, lebih satu jalan pikiran juga iya. Sedangkan kalau misal di BEMU itu kalau boleh saya bilang itu agak berantakan. Maksudnya tata kerjanya tu berantakan, gak serapi di fakultas dan ya intinya kayak prosedur kerjanya juga gak terlalu jelas, lebih gak jelas daripada di fakultas. Jadi ya harus lebih banyak belajar di Univ sih kenapa itu lebih berkesan. Jadi kamu lebih berkesan BEMU karna tata kerjanya yang kurang teratur dibandingkan dengan BEMF jadi kamu ngerasa belajar banyak di BEMU Ya jadi kayak lebih gimana caranya kan karna itu gak teratur tu, jadi gimana caranya kita buat itu supaya bisa teratur. Maksudnya ada usahausaha dari kita sendiri supaya buat itu teratur. Nah belajar banyak dari situ. Oke kamu merasa tertantang di BEMU itu ya.. nah peranmu dari ketiga jabatan itu, kamu juga jabatan mana yang menurutmu tu kamu paling berkesan juga? Ketua badminton sih, kalau jabatan yang paling berkesan.

(126) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 108 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 Soalnya kalau di BEMF sama BEMU sih ya bendahara ya, em gimana ya kerjaannya tu ya sama-sama em hampir sama gitu lho. Sedangkan kalau di badminton kan agak beda kan karna, dijelasin ya? Dijelasin gak? (Heem) karna em satu badminton itu pas aku jabat jadi ketua itu gimana ya dari angkatan-angkatan sebelumnya maksudnya dari angkatanku sampe ke atas tu susah buat ditemuin tu lho. Maksudnya susah ditemuin dalam artian susah ikut badminton, jadi aku cuman bisa ajak angkatan bawah doang, angkatan 2015 itu jadi aku kebanyakan cuman ajak 2015. Terus perpindahan jabatan dari ketua sebelumnya ke aku itu bener-bener yang kayak cuma dari chat, aku di chat sama ketuanya bilang "Rud dari rapat pengurus badminton, itu milih kamu jadi ketua" itu dichat dan itu kondisi aku lagi di rumah lagi liburang. Maksudnya kayak hah? Maksudnya kayak udah gitu doang? Dan habis itu yaudah gak didampingin jadi bener-bener dilepas. Jadi kayak ya aku mah ngapain juga bingung karna kan gak tau kerjaannya ngapain, kayak bilangnya didampingin tapi gak didampingin, jadi ya aku jalan kayak segimana jadinya Oke itu berkesan banget ya.. Heem. Udah milih beberapa orang buat jadi, kan sebenernya ada divisi-divisinya kan, jadi yang tak pilih jadi CO divisinya udah di chat udah oke, pas kumpul pertama ilang. Jadi harusnya tu ada sekitar ber-enam atau ber-delapan aku lupa, kita cuman ber-empat, ketua, wakil,bendahara, sekretaris, udah itu doang yang bertahan, jadi sisanya ilang. Terus kamu mengatasi itu gimana tu kalau pada ilang kayak gitu? Udah beberapa kali ngajak kan, ngajak lagi gitu to, tapi ya mungkin karena pas itu juga kita agak sibuk, maksudnya angkatan kita agak sibuk, dan angkatan atas lebih sibuk jadi ya kayak ya yauda gimana caranya buat mertahanin angkatan bawahnya. Daripada maksudnya ya daripada ya coba ngajak angkatan kita cuma lebih fokusnya gimana supaya angakatan bawahnya bisa bertahan gitu lho. Dan disitu kamu bekerja sendiri atau? Berempat ini. Kamu mengajak ketiga rekanmu lainnya untuk mengajak adek tingkat itu? Iya Nah pas kamu ditunjuk sebagai ketua itu, kamu ya setuju-setuju aja gitu? Atau kamu ada kayak.. Awalnya tu aku tanya sih pertimbangannya apa, lupa sih sebenernya, tapi yang jelas aku tanya pertimbangannya apa, terus kenapa kok milih aku, itusih yang aku tanya. Em dan kamu menyetujui pertimbangan itu? Karna emang udah gak ada orang yang mau lagi, jadinya yaudah mau gak mau yaudah Pasrah gitu ya.. Iya terima aja Okee.. nah kalau terkait program kerja nih, em kamu mau menceritakan tentang program kerja dari organisasi yang menurutmu berkesan atau mungkin jabatanmu ketika menjadi ketua? Kayaknya mending di BEMU sih karna yang di UK Badminton tu juga gak jelas sih pekerjaannya apa dan program kerjanya apa Oke berarti BEMU aja ya, oke dari BEMU nih program kerjanya yang sesuai sama divisimu tu apa? Sebenernya kita gak ada program gak ada proker yang bener-bener direncanain. Paling cuman inventaris doang. Cuman kerjaannya adalah periksa, jadi kayak meriksa setiap

(127) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 109 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 laporan keungan yamg keluar masuk keluar masuk fakultas eh universitas. Tapi itu dari yang program kerja BEMU bukan semuanya cuma dari program kerja BEMU aku yang meriksa. Jadi kayak yang keluar masuk uang terus ya intinya kayak nota-nota berurusan sama nota-nota gitu. Oke, em buat ni deh kalau berarti programmu, programmu sendiri tu inventaris itu terus kamu terus kamu mencatat semua pengeluaran dan pemasukkan keuangan BEMU gitu? Nah kalau buat program kerja lain yang kamu ikut terlibat dalam organisasi mu tu? Ada satu sih, ada satu sih. Jadi tu acara apa ya aku lupa nama acaranya bentar. Ahh pesan malming. Pentas seni anak muda di malam minggu, itu acaranya di JCM dan kebetulan karna emang SDM dari Univ sendiri juga udah kekurangan jadi kita pake SDM dari BEMU sendiri, dan aku dipilih jadi bendahara disitu. Oke berarti mengikuti program, itu dari divisi tertentu atau memang semua BEMU itu? Em sebenernya itu ini awalnya adalah itu gak ada sebenernya acara itu, proker itu sebenernya gak ada. Cuma setelah kita ada evaluasi pertengahan tugas, kita mulai ngerombak semua proker yang belum terlaksana jadi memang dibuat proker besar salah satunya tu itudan itu ya gabungan dari beberapa di- beberapa kementerian lebih tepatnya. Ada dua kementerian jaringan eksternal sama kajian dan strategi kalau gak salah Boleh ceritain gak pengalaman ya satu dua pengalamanmu ketika kamu mengikuti program itu? Sebenernya sih kalau pengalamannya hampir sama sama yang kebiasaan dibendahara lah ya, nyusun-nyusun uang kayak ngatur pengeluaran ngatur pemasukkan, gimana caranya supaya gak intinya karena itu juga pemasukannya cuman dari uang univ yang bener-bener emang terbatas jadi gimana cara kita supaya bisa mangkas-mangkas-mangkasmangkas emang biar cukup tu lho karna kan acaranya di JCM dan itu dananya bener-bener terbatas. Jadi gimana cara kita buat ngatur uang Gimana pemasukkannya, gimana yang harus dikeluarkan, gimana harus sinkron. Ada masalah gak sih? Masalahnya tu waktu ini doang ngasih fee, jadi tu kan fee dari pengisi acara tu aku yang urus. Jadi emang waktu itu aku harus bener-bener literally bolak balik dari paingan-mrican, paingan-mrican karna emang kan itu kan yang ngisi kan UKM-UKM sama beberapa dari UKUK sih. Terus yang pernah jadi masalah tu karna jadi aku udah ke mrican nih buat ketemuan sama salah satu pengisi acara, tiba-tiba dia gak bisa. Aku dah kesana padahal, dia gak bisa, yaudah aku balik. Aku kesana lagi, dia gak bisa lagi. Aku dah kesana maksudnya aku dah tiga atau empat kali kesana dan kita gak pernah ketemu tu lho. Akhirnya aku nyerah kan, ini gimana ya. Akhirnya itu sampai terbengkalai berapa lama ya hampir sebulan kayaknya. Jadi tu ada salah satu anggota pengisi acara tu sebenernya anak paingan. Udah ngobrol ke dia tapi katanya coba hubungin anak mrican aja. Gimana kalau fee nya dikasihkan ke anak paingan ini. Terus ternyata si anak mricannya enggak mau, jadi maunya tetep sama dia, dan tapi ketemunya tu susah banget tu lho.

(128) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 110 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 Akhirnya ujung-ujungnya tu setelah terbengkalai selama sebulan akhirnya aku kasih ke anak paingan ini. Jadi ya tu biarkan menjadi urusan mereka lah. Oke, ketika membicarakan program kerja itu, misalnya kan sebelum kerja kan mesti ada rapat untuk membahas program yang akan berjalan setahun ke depan kan. Nah apakah kamu selalu setuju dengan semua program yang sudah direncanakan itu atau? Di BEMU berarti? Secara keseluruhan? Ada beberapa kegiatan yang sebenernya gak, kurang relevan sama yang kita lakukan sih jadi kayak yang, apalagi yang terkait dengan dana. Jadi kan sebelum mereka, jadi mereka nyusun proker, sekarang mereka ngasih anggaran kasar kira-kira butuh berapa gitu. Dari aku sendiri sama temen kesekjenan itu jadi kayak emang ada yang kurang setuju sama kegiatan jadi emang kita kayak mangkas-mangkas dananya sampai bener-bener kita pangkas sampai ya sesuai dengan platform kita, anggaran kita tu berapa, gitu sih. Oke tadi gak setujunya karna, tapi pada akhirnya program kerja itu tetap dijalankan atau hanya dananya aja yang dipangkas itu? Dananya dipangkas tapi ada beberapa proker yang gak jalan. Jadi mungkin karena banyak proker juga kan kita ada sebelas kementerian dan kementerian yang butuh dana buat kegiatan tu ada sekitar tujuh delapan, dan itu kan udah terlalu banyak kegiatan kan jadinya ada beberapa kegiatan yang gak jadi terlaksana, jadinya uangnya sisa lebih, gitu sih. Cara kamu menolak, itu kan berarti program udah dibikin oleh divisi lain kan, berarti kan kamu menolak untuk memasukkan program kerja itu. Nah cara kamu menolak program itu? Bisa ceritain gak? Bukan menolak untuk memasukkan sih, lebih tepatnya menolak dalam dananya. Dananya ya mungkin untuk program ya mungkin ada beberapa yang kita kasih masukan sih enaknya gimana, gimana, gimana. Cuma kita emang lebih fokus ke dananya sih sebenernya. Jadi ya cara ngomongnya ke mereka ya kita kasih pengertian tu lho kalau misale memang kita harus bagi uang buat yang lain, ada program-program yang misalkan diprioritaskan, yang harus dilakukan jadi itu yang butuh dana lebih banyak. Ya terus ngomong ke mereka terus kita bantu kira-kira yang bisa dipangkas tu yang mana. Jadi yang dipangkas tu ini ni ni sampe kita setuju ya udah Berarti kamu ikut terjun dalam pemangkaasan gitu ya? oke terkait dengan rekan kerja nih, em kamu punya pengalaman yang berkesan gitu gak sih ketika kamu bekerja sama dengan rekan kerjamu yang benerbener gak bisa kamu lupain? Mungkin yang pas pertama kali di fakultas sih, pas di BEMF. Jadi tu rekan kerjaku adalah kakak tingkat kita yang udah pasti udah kenal anak-anak satu fakultas kan. Itu yang kenapa gak bisa aku lupain banget adalah karena waktu itu aku hampir di akhir-akhir masa periode masa pengurusan tu aku agak-agak ambyar, aku sering flight disitu, dan itu bener-bener di cover sama temen

(129) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 111 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 bendaharaku dan itu kayak ah baik banget sampe yang kayak bener-bener literally ngechat terus, ngechat aku terus, jadi kayak ngingetin gini, gini, gini. Itu yang kayak keren banget. Maksudnya ya itu rekan kerja yang baik tu lho. Gak menyalahkan aku karena aku flight dan lain-lain tapi emang support aku dari belakang tu lho. Jadi kayak dia, dia jadi temen curhatku waktu itu, karena ada beberapa masalah kan jadi aku cerita ke dia dan dia bener-bener ngesupport sih, itu sih Jadi kamu pas kamu mengatasi masalah kamu yang flight itu ya kamu cerita, em menjalin komunikasi yang baik dengan rekan kerjamu itu Iya, terus ya itu ngover, dia malah bisa dibilang pas akhir-akhir itu ngover hampir semua yang aku lakukan sih. Jadi kayak sebenernya aku ngerasa gak enak juga karna aku flight jadinya dia yang ngover semuanya, cuma ya gimana Pada akhirnya gak ada masalah? Gak ada, untungnya sih gak ada. Berarti aman-aman aja ya? em tentang rapat nih, kamu ini ngomongin tentang BEMU aja, rapatnya itu rapat rutinnya itu diadakan berapa kali dalam berapa waktu gitu? Satu bulan satu kali biasanya Satu bulan sekali tu rutin? Itu.. oh kalau karna aku di menteri, itu bisa dua kali sampe tiga kali sebulan. Cuma kalau rapat pleno yang semua anggota hadir itu satu kali dalam sebulan Jadi satu bulan sekali itu pleno, kalau yang khusus intinya itu dua sampai tiga kali dalam sebulan gitu? Oke em ada gak sih pengalamanmu ketika kamu mengikuti rapat, ya pengalaman yang mungkin bisa terjadi antar anggota gitu ketika rapat atau saat membicarakan sesuatu terus jadi gimana gitu. Ada gak sih pengalaman saat rapat? Pengalaman gak enak berarati? Boleh Pernah sih, pas bahas, jadi ada sempet ada masalah di BEMU karena ada kegiatan yang tiba-tiba dilaksanakan tanpa memberitahu yang lain dan gak tahu sumber dananya dari mana. Disitu kita rapat, oh itu untuk ini sih kementerian doang, kementerian sama pengurus inti. Itu tu kayak yang benerbener kita kayak muter otak gimana caranya kita supaya ya uangnya itu bisa ke cover karna jumlahnya gak sedikit dan ya itu maksudnya gak ada persetujuan dari yang lain tiba-tiba mereka ngadain acara dan bilangnya itu mau pake uang kas, sedangkan uang kas sendiri itu kan diperuntukkan buat maksudnya kalau mau pake uang kas harus minta persetujuan dari semua gitu lho karna uang kas itu gak cuman uang yang kita pegang terus seenaknya kita keluarin. Tapi kita juga tetep ngasih tahu ke anggota-anggota yang lain kalau misal uangnya dipake buat ini ini ini. Kan gak bisa seenaknya tu. Sedangkan ada satu orang yang emang bener-bener maksa yauda pake uang kas aja kan uang kasnya ada to gini gini gini. Maksudnya kayak ya kita cari jalan keluar disitu sih Cara kamu mengatasi itu gimana? Sebenernya awalnya aku emosi, sempet kebawa emosi, sempet ngasih masukkan juga ke orang yang bersangkutan, yang tiba-tiba ngadain kegiatan tanpa sepengetahuan kita dan gak tahu sumber

(130) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 112 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 dananya dari mana, terus minta uang ke kita, pas ngasih masukkan. Terus akhirnya ya menyelesaikan masalahnya dengan cara tiap orang nyumbang sih. Jadi kita gak pake uang kas, kita pake uang pribadi buat gitu, karena udah bawa nama BEMU juga kebetulan waktu itu jadi mau gak mau tetep kita tanggung bareng, gitu sih. Em jadi kamu ngasih pengertian sama orang yang bersikeras untuk pake uang kas itu? Heem ya ngasih pengertian supaya gak seenaknya untuk minta uang kas dipake tanpa sepertujuan yang lain gitu lho, karna kan ya itu uang bersama, masa iya kita pake buat suatu kegiatan yang gak semua orang gak semua anggota tahu, dan tiba-tiba uangnya ilang. Kan ya gimana, kan ya gak enak to Kamu sempet berantem gak atau ya kamu masih calm down? Berantem enggak, gak sampe berantem. Cuma kebawa emosi iya tapi gak sampe yang meledak-meledak sampe yang gitu enggak. Cuman ya itu pas ngasih masukkan agak geter tu lho badanku karna nahan emosi juga to. Jadi ya, tapi aku berusaha buat calm down sih dan kebetulan temen-temenku juga bantu buat calm down juga Jadi masalah itu dah clear dengan kamu ngasih masukkan itu? Ketika kamu menyampaikan pendapat tadi, hal-hal apa aja sih yang menjadi bahan pertimbanganmu sehingga kamu tu bisa untuk oh aku mau ngasih pendapat ini nih, atau apa sih yang hal-hal yang nyebapin kamu untuk berani atau untuk mau mengungkapkan pendapatmu itu? Em mungkin karena aku udah, kenapa kok sampai ngungkapkan pendapat itu adalah karena mungkin karena aku dah terlalu nahan ya. Maksudnya kalau aku dah terlalu nahan dan itu aku repress terus kan juga gak terlalu baik to buat akunya sendiri, dan supaya dia bisa ngerti gimana cara berorganisasi yang baik sih, maksudnya gak semena-mena tu lho. Di organisasi tu ada tata caranya kan, ada tata cara kerjanya dan ada prosedur-prosedurnya. Gak bisa kamu seenakmu sendiri kamu bilang pake uang ini pake uang itu pake uang ini pake uang ini. Ya meskipun posisinya dia adalah atasanku, bisa dibilang kayak gitu. Cuma ya itu sih, yang membikin motivasi adalah karena aku pingin ngasih tahu dia supaya gak semena-mena, dan ya biar gak kejadian lagi ke depannya sih, kayak gitu lagi. Karena kalau terjadi kejadian itu lagi yang pontangpanting tu di bendaharanya tu lho atur keuangannya gimana Oke, jadi dengan memberikan pengertian, dengan pokoknya apa yang kamu udah pendem gitu pokoknya harus kamu keluarkan dengan katakata yang sekiranya bisa ditangkap dengan seseorang yang kamu tuju itu Dan tidak terlalu menyakiti hati. Maksudnya kalau terlalu menyakiti hati juga gak enak juga kan karena kita rekan satu kerja, satu tim terus ntar kalau ada masalah, iya kalau misal dia bisa nerima. Kalau misal dia gak bisa nerima takutnya kan malah jadi gak enak Ke depannya malah itu ya.. em ini ketika kamu, kamu pasti pernah menolak ketika rapat berlangsung kan kayak pernah menolak pendapat

(131) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 113 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 orang lain gitu gak? Em pernah Gimana sih caramu atau pengalamanmu ketika kamu menolak rapat itu? cara kamu menyampaikannya bagaimana? Caraku menyampaikan pendapat.. Pendapatmu ketika kamu tidak setuju dengan pendapat orang lain Pake bahasa yang ini sih, yang halus dan alasan kenapa aku nolak juga bukan karna pendapat semata-mata karna pendapatku, pikiranku sendiri sih. Tapi juga menuliskan fakta-fakta yang ada di lapangan dan kadang juga ada pendapat yang kurang realistis. Jadi yang kayak ya aku ajak buat lebih realistis tu lho, ngelihat lapangannya Oke berarti kamu mengajak untuk ke supaya pikiran mereka lebih realisitis, kamu mengarahkan, gitu Iya Ketika kamu eh ketika ada sebuah pilihan nih, kamu harus menentukan pilihan A atau B atau C, dan sebagainya gitu. Nah apasih yang menjadi bahan pertimbanganmu ketika kamu memutuskan suatu pendapat eh bukan memutuskan suatu hal gitu? Nah apa aja sih yang kamu pertimbangkan? Yang pertama yang jelas aku minta masukkan dari atasanku karna tetep mau gimanapun juga atasanku harus tahu tentang permasalahan dan pilihan-pilihannya kan. Terus aku juga ngelihat fakta-fakta di lapangan tu lho. Jadi untuk penentuan pilihannya itu ya tanya sama atasan. Jadi aku tanya atasan dengan membawa data-data tu lho, kalau pilihan itu gimana, pilihan ini gimana. Jadi kalau aku bawa data-data itu disitu aku baru bisa nentuin pilihan setelah aku ngomong sama atasanku juga. Jadi kan mau gak mau atasanku juga harus tahu juga kan pilihan yang aku ambil to Jadi kamu tanya ke atasan tu dengan membawa kemungkinankemungkinan yang terjadi juga. Ada lagi gak selain kamu dapet masukkan dari atasan gitu? Itu doang sih biasanya, soalnya aku emang ya gimana ya aku gak mau ngambil keputusan secara sepihak tu lho. Tetep aku harus tanya dari orang-orang yang bersangkutan dari pilihan itu. Sebenernya gak cu- kalau sama atasan sih lebih ke keputusan finalnya. Tapi kalau sama yang lain itu paling yang tanya kalau semisal aku ngambil ini gimana, aku ngambil keputusan ini gimana Jadi selama prosesnya pun kamu tetep meminta pendapat dari anggota lain juga gitu ya? Oke terakhir nih. Em gimana sih kamu memposisikan anggota lain ketika kalian bekerja gitu kamu memposisikan mereka sebagai apa? Kalau ketua sih ya emang aku pandang sebagai ketua ya. Cuma kalau yang lain aku memandangnya sama sih. Maksudnya aku juga karena seringnya aku juga di pengurus inti, di panti, pengurus inti gitu lah, aku gak mau kayak yang aku kelihatan jadi panti sebenernya. Aku pinginnya ya emang semua tu dianggap sama. Cuma yang ya tetep untuk pengambilan keputusan tetep di CO, tetep di ketua. Cuma ya itu, tapi kalau untuk kerja ya aku gimana ya, aku gak mau diem-dieman ngelihatin doang sih cuma aku ya pasti bantubantu gitu sih. Jadi aku memposisikan mereka sama kayak aku sebenernya Jadi setara gitu ya? kalau ketua ya kamu menganggap dia lebih tinggi?

(132) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 114 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 Lebih tingginya dalam hal pengambilan keputusan. Tapi dalam hal kerja tetep? Tetep ini sih, dan akunya sering ngasih masukkan-masukkan gitu sih Em kamu gak canggung untuk, walaupun dia ketua kamu gak canggung untuk menyampaikan pendapat atau kritik gitu ya? Karna emang ya gimana ya, dipandangan ku sih mungkin yang lebih menguasai keuangan kan aku dibanding ketua itu sendiri. Jadi kan ketua kan emang lebih ngurusin yang lain to. Jadi aku ngasih masukkan itu emang lebih besar ke keuangan. Cuma gak menutup kemungkinan aku ngasih masukkan tentang konsep-konsep acara itu juga tetep aku ngasih sih masukkan PENUTUP 297 298 299 300 301 Oke, ya sekian sih pertanyaan yang aku sampein. Ya aku minta kesediaannya sih mungkin beberapa hari ke depan aku bakal klarifikasi tentang jawaban dan mungkin ada pertanyaan yang masih kurang yang bisa aku tanyain, aku mohon ketersediaan ya oke siap Terima kasih ya waktunyaa

(133) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 115 Responden 4, ETK NO VERBATIM PENDAHULUAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Selamat pagi Ello Iya selamat pagi Apa kabarnya hari ini? Kabarnya baik Baik ya, semester berapa ya ini? Semester 6 Oke.. lagi sibuk apa aja nih? Lagi sibuk kepanitiaan, itu ada 3G Gelar Gagasan Gokil Selain itu, kuliah? Kuliah ya sibuk cari topik skripsi Owalah sudah masuk itu to topik skripsinya? Sebenarnya belum, akhir semester sih cuma ya mempersiapkan lah, mempersiapkan biar nanti gak kagok gitu lho Em selama kuliah ini kamu pernah mengikuti organisasi? Pernah Apa tuh? Organisasinya DPMU, Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Itu tahun kapan? Tahun 2016-2017 Itu selama satu periode ya? Iya selama satu periode Jabatanmu disana? Jabatannya Anggota Komisi Pemilihan Umum ISI 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 Oke menurutmu peranmu di dalam DPMU sendiri tu gimana tu? Peranan, peranan. Em yang pasti punya hak dan kewajiban yang sama dengan anggota lain dimana ketika misalkan ada rapat sama-sama harus memberikan masukkan, memberikan kritikan baik untuk komisi sendiri maupun komisi yang lain. Nah apalagi di komisi pemilihan umum sendiri, kita membawahi suatu kepanitiaan yaitu kepanitiaan pemilihan umum untuk komisi pemilihan umum atau KPU. Nah dimana disana kami bertiga yang tergabung dalam komisi pemilihan umum harus membagi waktu antara terjun ke kepanitiaan dan tetap berjalan di organisasi DPMU sendiri seperti itu. Oh gitu. Em ada gak sih pengalamanmu selama kamu berorganisasi tu yang gak bisa kamu lupakan, yang sangat berkesan? Yang sangat berkesan pasti ada ya, yang pertama itu selama ikut DPMU itu banyak menambah teman, baik teman dalam universitas maupun di luar universitas. Contohnya di luar universitas itu ketika kita menerima kunjungan dari universitas lain, dari organisasi universitas lain, salah satunya misalkan Multimedia Nusantara di Jakarta, trus Soegiya Pranata Semarang, seperti itu, Universitas Taruma Negara. Nah disana kita berbagi sharing tentang organisasi, perilaku organisasinya mereka di sana dan organisasi di Sanata Dharma sendiri. Terus pengalaman yang lain tentunya pengalaman-pengalaman yang mungkin dirasakan sendiri ya, contohnya lebih bisa membagi waktu, lebih bisa membagi prioritas, seperti itu sih pengalaman pengalaman yang mungkin nggak akan sama ketika nggak terjun di organisasi, seperti itu. Oke, berarti itu pengalaman yang sampai sekarang nggak bisa kamu lupakan ya? Jadi kamu sampai sekarang pun masih bisa membagi waktu? Iya maksudnya ketika dulu misalnya waktu semester satu kan masih fokus ke kuliah-kuliah walaupun ikut kepanitiaan,

(134) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 116 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 nah sedangkan setelah mengikuti DMPU itu sekarang tu punya prioritas. Gitu, aku hari ini harus ngapain dan aku harus ngapain, jadi udah kayak tersusunlah, terencana, seperti itu. Okay. Saat kamu menjabat sebagai komisi KPU itu, apa aja sih program atau selain membawahi kepanitiaan KPU, nah selain itu program kerja lainnya apasih ? Kalau komisi pemilihan umum di DPMU itu kita memiliki 3 program. Yang pertama tu adalah program PANSUS, yang kedua PRAPANSUS, yang ketiga itu KPU sendiri, pemilihan presiden dan wakil presiden BEMU. Sebenernya kemarin kita itu ada satu program yaitu program AMANDEMEN bukan AMANDEMEN sih, REVISI. Tapi revisi GBPPU, tapi revisi GBPPU itu ketika kita keluarkan ke ORMAWA atau organisasi mahasiswa di universitas, HMJ dan BEMF. Itu mereka masih menganggap bahwa itu tu masih bisa dipakai jadi belum perlu direvisi. Jadi kita perlu menjalankan. Sebenarnya program besarnya itu cuma satu, yaitu pemilihan umum, tapi ada program-program kecil seperti pembentukan kepanitiaannya, trus persiapan pembentukan kepanitiaannya. Nah itu juga termasuk program kerja, seperti itu. Okay, nah selama kamu mengikuti program-program itu, pengalamanmu gimana sih selama kamu menjalani mungkin kepanitiaannya sendiri gitu? Oo pengalamannya yang pertama itu ee tentunya yang seperti dijelasin tadi bisa bagi waktu, nah terus pengalaman yang lain mungkin bisa lebih menghargai orang lain sih, menghargai pendapat orang lain karena nggak cuma dari pikiran sendiri tetapi kita harus menggabungkan tiga pikiran habis itu menggabungkan berbagai macam pikiran orang. Nah dimana di sana kita tidak boleh egois nah jadi kita tetap harus menghargai pendapat orang lain, menghargai keputusan orang lain, bahkan ketika misalkan badmood seperti itu, kita tidak boleh membawa itu ke dalam kinerja kita, seperti itu. Kita harus profesional, seperti itu sih kalau pengalaman dari menjalankan suatu program kerja waktu ikut organisasi. Nah dari pengalamanmu itu, kamu selalu setuju gak sih atau pernah kamu kadang menolak untuk ketika membicarakan suatu program itu? Waktu kita lagi bahas program tentunya ada pro dan kontra ya. Nah ada saatnya ketika kita tidak setuju sama orang ada saatnya kita harus mengutarakan itu, nah tapi tentunya dengan suatu alasan dan mungkin itu alasan yang masuk akal dan itu bisa membangun program kerja itu. Nah selama ide atau gagasan dari orang lain itu masih sejalan sama program kerjanya walaupun bertolak belakang sama yang kita inginkan, itu pasti kita selalu kayak berusaha untuk menerima seperti itu dan berusaha untuk menjalankan ide itu, kayak gitu. Jadi jujur aja kemarin itu beberapa kali kita antara kita bertiga itu masih ada beberapa yang tidak sejalan tetapi bagaimana caranya kita biar mensinergikan gitu lho antara pikiran yang satu dengan yang lain sehingga program kerja itu tu tetap harus berjalan sesuai dengan yang

(135) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 117 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 seharusnya, gitu. Boleh ceritain nggak sikapmu ketika kamu itu tadi ada pro kontra gitu? Oiya, tentunya yang pertama itu berusaha untuk tetap stay cool lah, maksudnya stay cool dalam artian tidak terlihat terlau kontras sekali seperti itu, kemudian mungkin ketika lagi berdiskusi ada saatnya kita kayak badmood gitu kan dan lain sebagainya, nah tetapi seperti yang aku jelasin tadi bagaimana caranya kita tetap menjaga kerjasama ini tetap harus berjalan jadi walaupun kita udah enggak setuju dan apa udah nggak suka lah dalam artian dalam artian diskusi udah nggak suka pasti kita akan lebih baik mengakhiri dulu diskusinya atau mencari topik lain dulu habis itu baru kita bahas lagi karena kalau kita tetap memaksakan topik yang sama tetapi kita udah nggak sejalan itu nggak akan mendapatkan suatu solusi. Jadi kalau udah mentok dan satu sama lain tidak satu pikiran kita akan mencari topik lain yang mungkin lebih atau mungkin bisa bergurau dulu atau misalnya kita bisa bercerita tentang hal-hal yang lain habis itu baru baik lagi ke topik yang itu, seperti itu sih. Oke, kalau boleh aku simpulkan berarti kamu mencoba untuk meng calmdown kan mood kamu, walaupun kamu sebenernya tidak setuju tapi kamu tetap menjaga dulu trus ketika suasana udah kembali normal kamu akan mengungkapkan apa yang seharusnya Iya karena aku sadar sih aku itu orangnya perfectionist, perfectionist tu dalam artian kadang mau sesuatu berjalan sesuai dengan yang diinginkan, begitu. Tetapi, aku bukan orang yang perfectionist banget banget tapi ada batasnya jadi ada saatnya aku juga bisa menerima pendapat orang lain, tetapi kadang-kadang memang sih, namanya manusia kan walaupun kita udah bisa menerima pendapat orang lain, tapi ada saatnya kita kayak ini kok dia kayak gini ya, tetapi bagaimana caranya tu tetap menjaga, seperti itu. Tetap menjaga sikap sih gitu, biar orang lain tetep enak dengan kedudukannya dan kita juga enak dengan kedudukannya kita, seperti itu. Okay, berarti tadi masalahnya ketika ada perbedaan pendapat gitu. Ada masalah lain nggak sih ketika kalian bekerjasama sama rekan? Ee masalahnya itu mungkin, kalau masalah pribadi enggak ya karena kita juga sendiri-sendiri, maksudnya jarang ketemu juga. Maksudnya, kalau nggak bicarain tentang program kerja ya nggak ketemu karena kita beda-beda, bedabeda prodi, beda angkatan juga. Nah mungkin kayak masalah lain tu lebih ke sikap sih, kadang-kadang sikap dimana harusnya kita serius, kadang-kadang ditanggepin nggak serius. Nah itu yang membuat kadang-kadang tu kita malas, kita sama-sama capek, kita udah serius, kadang-kadang salah satu dari kita misalnya nggak serius. Nah itu sebenernya normal sih, tapi namanya kalau kita udah capek kan kita bisa badmood juga kan, gitu. Ada saatnya kita udah enak nih, udah ada benang merahnya, udah dapat solusinya, tiba-tiba apa gitu, muncul sesuatu yang ya gitulah namanya kita menyusun rencana tu

(136) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 118 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 kayak gitu sih, menurut aku sih seperti itu. Ketika kamu menghadapi itu kamu menanggulanginya gimana? Tetep itu sih tetep tetep ngikutin arus, dalam artian ketika kita udah serius, tiba-tiba dia misalkan nggak serius, kita mencoba untuk tetap menegur tapi masih dalam konteks yang sopan jadi tidak menyakiti lah, tidak menyakiti salah satu dari kita sehingga kita tetap berjalan dengan lancar dan aku rasa kemarin itu kita bertiga dari organisasi yang DPMU itu salah satu komisi yang menurutku nggak ada masalah banget banget dibandingkan dengan komisi-komisi yang lain, kayak gitu. Misalkan komisi lain tu ada cekcok yang bener-bener besar, kalau kita malah cekcoknya itu ketika kita ngomongin tentang program kerja aja, dalam artian kadang dia nggak setuju akhirnya kita kayak ... ya cuma kayak gitu sih. Nah kalau untuk masalah-masalah besar dalam organisasi nggak ada, apalagi sama organisasi maksudnya sama anggota yang lain. nah itu makin nggak ada, bukan nggak ada juga sih, maksudnya nggak terlihat seperti itu. Mungkin kalau nggak suka ada ya, ada rasa nggak suka sih pasti ada. Berarti selama ini nggak ada masalah dari antar divisi KPU sendiri dengan divisi lain, komisi lain gitu? Ngga ada sih kalau untuk itu, kita masih langgeng aja Okay, berkaitan dengan penyampaian pendapat ni kan kamu tadi bilang kalau menyampaikan pendapat gini gini gini, nah apa sih yang menjadi bahan pertimbanganmu ketika kamu memutuskan untuk “oh aku mau nyampein pendapat ini nih”, pertimbanganya apa aja nih? Pertimbangannya yang pertama, masih sejalan sama topik, pasti kan kalau kita dimintain pendapat pastinya masih sejalan sama topik, terus melihat situasi yang kondisi. Ketika misalkan situasinya lagi serius, berarti kita harus menyampaikan pendapat juga yang serius, tapi kalau misalkan kondisinya menyampaikan pendapatnya itu lagi ee nggak serius dalam artian ada candacandaannya. Kita nggak mungkin kan tiba-tiba kita yang serius. Gitu. Jadi masih melihat situasi dan kondisi, dan tentunya juga melihat masalah ketika misalkan aku tau masalah itu dan aku punya solusinya, dan aku punya pendapat tentang masalah itu, aku akan sampaikan. Tetapi ketika misalkan aku nggak yakin sama masalahnya, nah aku nggak tau sama sekali sama masalahnya, ya buat apa aku sampein orang aku nggak tau sama masalahnya, pasti aku akan cari tau dulu. Habis itu pelajari dulu, misalnya dari satu-satu orang ini sampein pendapatnya, misalkan ada kesempatan buat aku nyampein pendapat, ketika aku udah ngerti sama masalahnya, aku akan nyampein pendapat. Kayak gitu sih pertimbangannya kemarin. Kayak gitu. Berarti ada 3 itu ya, sejalan sama topiknya, kemudian melihat situasi kondisi sekitar, dan mencari masalahnya. Okay. Emm nah ketika pengambilan keputusan, misalkan ee selesai rapat pasti ada pengambilan keputusan nih, nah kamu mempertimbangkan, hal-hal apa aja yang kamu pertimbangkan ketika kamu memilih itu, memutuskan a, b, c?

(137) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 119 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 Pertimbangan yang pertama itu melihat dari keputusannya itu, isi keputusannya itu tu apa aja dan mendesaknya apa aja, yang kedua melihat juga sih dari pendapat orang lain, seperti itu misalkan pendapat orang lain ini nih ada yang lebih bisa diterapkan, kayak gitu, nah kenapa kita nggak coba mendukung pendapat yang seperti itu. Jadi melihat lagi sih situasi dan kondisi dari permasalahan dan apa yang harus kita lakukan, kayak gitu, jadi nggak harus kita melihat oh ini banyak ni pendapat ini jadi kita harus ngikutin, nggak juga sih, maksudnya ada saatnya kita harus kontra, ada saatnya kita harus pro juga, kayak gitu, jadi tetap harus dilihat konteksnya juga sih, kalau aku kemarin kayak gitu. Misalkan nih, nggak cuma di DPMU, misalnya di KPU, atau di kepanitiaanya. Ketika misalkan beda pendapat, oh kita harusnya gimana ya. Misalnya sebagian orang keputusannya udah gini, nah misal aku punya keputusan yang lain, aku akan sampaikan itu. Gimana kalau kayak gini gini gini, kayak gitu sih. Okay, berarti ketika kamu nggak setuju, ya kamu mengungkapkan ketidaksetujuan itu dengan pertimbangan-pertimbangan? Pertimbanganpertimbangan selama itu nggak menghancurkan, maksudnya ketika misalnya kita udah punya keputusan, tapi belum bulat belum diambil, tapi kita punya masukan lagi yang lain, yang mungkin bisa lebih menambah atau mungkin bisa lebih membantu lah, kenapa nggak disampaikan. Tapi kalau misalkan kita punya pendapat, tapi pendapat kita ini bener-bener bertolak belakang sama apa yang udah disampaikan dan udah dirapatkan, itu dipikirin 2x lagi sih, maksudnya mau disampein atau enggak. Okay, terakhir ni, selama kamu mengikuti organisasi ini, kamu memposisikan anggota lain itu gimana, selama bekerja, entah itu ketua, atau anggota-anggota lain dari komisi lain juga? Aku nganggep mereka kayak temen, saudara, jadi di kita itu emang ada ketua komisi, tapi ketua komisi itu hanya jabatan struktural jadi semua pikiran itu bisa langsung disampaikan, seperti itu, emang ketua, bendahara, wakil, itu tu emang mempunyai perannya masing-masing tetapi ketika kita lagi di rapat dan kita butuh masukan, atau keputusan ataupun solusi, kita pasti memposisikan diri kita itu nggak lebih tinggi dan nggak lebih rendah juga, jadi tetap kita menghargai orang lain, tetap menghargai pendapat orang lain, gitu. Kalau untuk diluar, pastinya tetep sopan lah maksudnya kita boleh nganggep orang ini temen, boleh nganggep orang ini sahabat, tapi kita juga harus ngeliat kondisinya gitu. Ketika misalkan dia kakak tingkat, dan sebagainya, kita tetep punya batasan-batasanlah untuk misalkan menghina dan sebagainya. Kalau lagi bercanda kan kayak menghina dan sebagainya itu pasti masih dalam konteksnya dan nggak sampe nyakitin perasaan orang lain juga, kayak gitu sih, kalau aku nempatin orang lainnya kayak gitu. Terus kadang juga kan, kalo seandainya kita lagi ee ada masalah tentang salah satu dari kita, itu pasti aku nempatin diriku jadi dia, jadi gimana kalau seandainya aku jadi dia, apa yang

(138) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 120 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 aku lakukan kalau seandainya misalkan dia e harus nggak rapat, atau dia misalkan nglakuin suatu kesalahan dan sebagainya, trus kita misalnya mau melakukan sidang, dan sebagainya. Nah itu, keputusan- keputusannya itu pasti diambil dengan menempatkan diri kita sebagai orang itu, jadi kita juga bisa mengerti orang itu dan kita berusaha untuk netral juga gitu sih. Kayak gitu. Okay, berarti ketika rapat berarti kamu tetap memposisikan, mungkin atasan ya atasan, bawahan ya bawahan, tapi kamu tetap bisa mengungkapkan pendapat itu secara bebas. Bisa, selama kita masih diberi waktu untuk menyampaikan pendapat kenapa enggak, tapi ketika misalkan penyampaian pendapatnya udah selesai dan ini udah langsung mau pengambilan keputusan yaudah kita tinggal langsung ambil keputusan aja. Kayak gitu sih. PENUTUP 216 217 218 219 220 221 Okay, udah sih, pertanyaannya udah cukup. Aku minta kesediaanya kamu juga ketika nanti misalkan ada klarifikasi, maksudnya ini nanti kan aku kumpulkan, aku simpulkan, nah aku klarifikasi kembali, apakah ini benar sesuai dengan yang kamu jawab dan ketika ada pertanyaan yang mungkin kurang mendalam aku bisa minta kesediaan untuk ketemu lagi. Makasi ya Elo. Siap

(139) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 121 Responden 5, DKA NO VERBATIM PENDAHULUAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Hai.. selamat malam Dhea Malam Apa kabarnya nih? Em baikk Sehat? Ya sehatt Kesibukanmu saat ini apa aja nih? Kalau kesibukan yang pertama tentunya kuliah. Kemudian ya sibuk ikut kegiatan organisasi HMPS Prodi, dan ya palingan kesibukan-kesibukan di luar perkuliahan seperti ngelesin ataupun ikut kepanitiaan di asrama sendiri Oh jadi masih ikut kepanitian di asrama gitu ya? oke ini semester empat yaa? Dah sibuk banget ya. em kamu pernah ikut organisasi gak sih selama ini? Selain HMPS yang kamu bilang tadi? Selain HMPS itu ini sih pernah ikut ini BEMF FKIP Em BEMF FKIP sama HMPS ini ya, prodi.. Pendidikan Fisika Berarti satu periode buat PFIS eh apa yang kemaren, terus sekarang yang satu periode ini ya? Heem iya Dah berapa lama sih njabat di HMPS ini? HMPS itu berarti udah ya dua periode, dua periode. Tapi emang dengan dua divisi yang berbeda.Yang sebelumnya apa? Sebelumnya saya jadi bendahara, terus yang sekarang jadi sekretaris. Bendahara dan sekretaris tu beda ya padahal. Hehe iyaaa ISI 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 Dari dua jabatan itu menurutmu yang paling berkesan yang mana? Yang paling berkesan tu sebenernya sekretaris Oh sekretaris, berarti yang sekarang. Kenapa tuh? Kalau berkesannya itu sebenernya menguji kesabaran. Soalnya kan emang kalau sekretaris secara garis besar berhubungan dengan surat to, nah terus habis itu berhubungan dengan tanda tangan, dosen, terus habis itu tanda tangan ketua panitia dengan setiap acaranya, terus habis itu ketua HMPS sendiri, wakil HMPS sendiri. Nah itu apa susah tu lho, kendalanya tu lebih kayak cari waktu tanda tangan terus habis itu ya kalau misalkan ditanya ya responnya lama, jadi kami ya saya sendiri sebagai sekretaris harus nunggu gitu. Em heem itu lebih berkesan daripada kamu menjabat bendahara gitu ya. em program sekretaris nih, kan tadi kamu tadi mencari tanda tangan, berkaitan dengan kampus sendiri, fakultas, gini gini. Nah program lain dari sekretaris sendiri gitu ada gak sih? Program lain kalau itu palingan ya apa ya program lain gak ada sih, ya palingan berhubungan dengan surat, LPJ tu emang udah secara umum sama aja sih dengan yang lainnya. Em kalau misalkan jabatanmu kamu sendiri terlibat dalam program organisasi sendiri tu, kamu terlibat dalam kegiatan apa aja kalau dalam organisasi? Em rata-rata saya sebagai ya ganti-ganti sih, kadang jadi sekretaris, kadang jadi acara juga pernah, terus habis itu konsumsi. Soalnya

(140) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 122 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 sistem kalau di HMPS kami tu sistemnya emang diacak dari ketua HMPSnya tu acak. Jadi siapa yang belum pernah di divisi ini jadi masuklah disitu, gitugitu. Jadi sering terlibat, atau di setiap saat terlibat juga dalam setiap program? Enggak Di beberapa aja gitu. Kalau boleh tahu apa aja sih? Kalau yang udah pernah sih ada Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar, kemudian ada sarasehan, kemudian seminar, dan Komisi Pemilihan Umum seperti itu Boleh dong ceritain satu pengalamanmu yang paling berkesan diantara ketika kamu menjalani program-program itu? Em yang paling berkesan, yang paling berkesan tu sebenernya pas ya itu sebenernya cukup membuat aku kepikiran. Jadi tu ceritanya kemaren aku Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar itu kan kamu mengundang dosen kan dari luar. Nah terus kami tu diberi rundown dari wakil prodi sendiri itu mendadak, sementara kami H-3 itu tu seharusnya sebelumnya kan ngasih undangan ke dosen plus plus lampiran rundownnya. Nah H-4 nya itu baru dikasih rundown dan itupun harus revisi lagi, jadi teman saya tu harus revisi lagi ke wakil prodi terus habis itu baru kasih ke saya H-3. Jadi otomatis H-3 itu baru fix udag ada undangan dan lampiran undangan. Nah belum disitu aja, belum selesai nah itu masih cari tanda tangannya kepala prodi, sedangkan kepala prodinya itu sibuk banget. Ya di WA tu gak bisa emang kalau kepala prodi kami tu lewat medsos lewat WA segala macem tu susah dihubungi. Nah berarti otomatis palingan kami harus nunggu di depan ruangannya, jadi tu udah nunggu-nunggu. Nah ini gimana ya, em ini sedikit sedikit menyeleweng, jadi kalau saya kemaren ambil keputusannya yaudah langsung ke wakaprodi, ya mungkin di situ tu atas nama, jadi tu memang harus rubah lagi nama em apa di surat itu yang menyetujui wakaprodi sehingga ya itu, itu beberapa pertimbangan sih, jadi wakaprodinya juga menyetujui hal tersebut jadi ya udah. Terus pernah juga e kalau menyangkut kesekertariatan tu suka lupa konsul proposal sama apa penanggungjawab di prodi yaitu wakaprodi sendiri. Jadi tu pernah lupa, jadi tu dah ngajuin ke dekan waktu itu, tapi ya itu lupa dan ibunya sedikit marah gitu sih. Tapi untungnya pas kami selesai di acc, duah di acc sama si dekan, itu tu wakil prodinya sendiri yaudahlah langsung kami kan kirim kan filenya dilihat ternyata ya syukur gak ada yang salah gitu. Jadi itu sih Jadi lebih ke apa ya berkaitan langsung dengan dosennya itu ya? kamu mengatasi itu gimana tu? Apa ya kamu ya kamu berjuang sendiri atau gimana kamu mengatasi itu? Kalau itu aku lebih prefernya lebih berjuang sendiri sih emang. Kalau sama orang terlalu ribet karna kita kan ngejar waktu kan. Kalau misalkan harus tunggu orang terus orangnya gak bisa. Kita mengharapkan dia membantu tapi kadang kan ya kita gak tau sih situasinya orang kayak gimana ya itu aku berusaha untuk sendiri. Tapi kalau misalkan aku, aku pribadi kan kalau menyangkut tanda tangan kayak gini keskretariatan itu tantangannya itu aku lebih ini di scan sih, jadi aku yang scan sendiri akalin

(141) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 123 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 biar gak terlalu ribet. Kalau misalkan emang ada yang mendesak banget yaitu aku ini aku edit terus habis itu yaudah. Ya itu ujung-ujungnya aku minta pendapatnya wakaprodi juga sih, jadi wakaprodi juga membolehkan, gitu. Okee, em itu kan kamu mengikuti beberapa program gitu kan, ditunjuk oleh atasan, nah kamu setuju gak sih dengan semua program yang ada dalam organisasi mu itu? Atau kamu kadang juga sebenernya gak setuju atau gimana sih? Gak sih, aku sebenernya gak setuju, iya aku prefernya lebih ke gak setuju soalnya kalau misalnya ditunjuk secara langsung tu bukan basicnya kita gitu lho di divisi it uterus tiba-tiba ditunjuk. Okelah kalau misalkan ada rapat dulu ditanyain teman-teman saya em misalkan dari atasannya dan ketuanya sendiri dah menyampaikan divisi ini kamu masuk divisi ini terus tanya pendapatnya lagi ya gak papa sih. Tapi kalau misalkan langsung ditunjuk terus tiba-tiba yaudah kamu masuk ke kepanitiaan ini, itu kayak apa sih ini orang gak tau basicnya kita gimana, kita suka gak di divisi itu gitu, lebih ke gak setuju sih. Tapi kamu tetep mengambil itu atau kamu sebenernya ya kamu mengutarakan ketidaksetujuanmu itu? Ya kalau mengutarakan iya, tapi ya mau gimana lagi, mereka juga punya alasan yang menurut saya juga sedikit masuk akal sih emang. Em caramu untuk mengutarakan ketidaksetujuan itu gimana sih? Em kalau saya lebih kayak ya mung- setelah misalkan setelah diumumin saya masuk divisi mana, itu langsung saya PC si ketuanya atau wakil ketuanya gitu tanyain kenapa kalian kayak gini gini gini, saya tidak setuju dengan alasan saya sendiri habis itu yaudah. Terus nanti ujung-ujungnya pasti mereka kayak ngejelasin sih oh ternyata sebenarnya gini begini begini, alasannya cukup membuat saya yaudah menyetujuinya sih Berarti kamu juga melihat pertimbangan juga dari ketuanya, oh yaudahlah itu juga gak masalah gitu ya? oke tentang pengalamanmu ketika bekerja sama dengan rekan kerjamu dalam organisasimu itu? Punya suatu pengalaman gitu gak sih yang ya berkesan juga? Kalau berkesan sejauh ini waktu jadi bendahara waktu itu, kesan karna em apa ya kan aku waktu itu dipasangin dengan kakak tingkat to jadi tu kayak itu membuat aku tu juga terbantu gitu lho. Dia juga bisa bantu aku buat gimana sih cara bikin LPJ atau segala macam pengeluaran pengeluaran, pemasukkan tu kayak apa. Jadi tu yang berkesan tu karna emang si kakaknya ini tu aktif gitu untuk apa kasih tahu untuk bantu jadi tu kayak terbantu banget waktu partnernya kakak tingkat Dan itu pengalaman pertamamu? Iya pengalaman pertama Oke, ada masalah gak sih dengan rekan kerja di organisasi gitu? Di dalam organisasi, rekan kerja masalah ya pasti ada sih masalah, masalah kayak ya masalah kecil sih kayak beda pendapat terus habis itu ya itu kadang kalau dalam organisasi tu apa ya partner kerja em bisa dibilang tim kerja sih

(142) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 124 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 kalau dalam organisasi gitu kayak beberapa orang ada yang geraknya cepet gitu lho ada yang emang lambat. Itu tu kayak itu yang jadi kendala juga sih yang jadi masalah kalau menurut aku dan itu ya gitu. Kamu menanggulangi itu gimana ketika kamu berbeda pendapat dengan rekan kerjamu dan tadi kamu ada rekan kerja yang lambat dan ada yang cepat itu kamu menagngulangi masalah-masalah itu gimana sih? Kalau beda pendapat ya emang awalnya kayak misalkan saya gak setuju sih dengan ini, tapi ya kembali sih kayak misalkan dia harus dia harus bisa menyampaikan alasan yang jelas dan emang itu emang bener-bener tepat gitu lho. Jadi tu oh ya kalau saya pribadi saya bisa mikir gitu lho oh jadi alasannya kayak gini jadi saya bisa terima. Kalau misalkan gak, gak sesuai ya berarti otomatis apa ya kalau mau dipaksakan pendapatnya saya juga gak bisa kan. Maksudnya itu kan juga keputusan bersama to jadi tu kita biasa ya keputusan bersama, menyampaikan alsannya ya yang bener-bener kalau udah nemu satu jalan, satu titik terang yang emang pas ya semuanya pasti ikutin, gitu. Itu menanggulanginya ya kalau dari saya ya emang lebih banyak pertimbangan. Kalau untuk masalah yang masalah yang tadi yang dengan partner kerja yang lelet itu tu lebih apa ya ngejer, ngedorong dia sih. Kan kadang kalau lelet itu faktornya bisa karna malas, terus habis itu karna emang dia gak suka di divisi itu mungkin, kadang ya emang udah dari sananya udah dari tabiatnya lah istilahnya emang udah malas. Ya itu mungkin ya perlu dorongan juga sih. Kalau saya lebih memberikan dorongan kalau tidak saya lebih aktif untuk ajak dia yuk kita kerja bareng gini gini, gitu sih Em jadi kamu ketika em aku simpulin ya, ketika kamu berbeda pendapat dengan orang lain tu ya kamu berusaha untuk mengutarakan alasan yang ingin kamu sampaikan, ketika emang itu gak diterima pokokmen ya hal yang harus diputuskan itu sesuai dengan organisasi itu sendiri, ketika itu masuk akal kamu akan menerima itu? Oke kalau buat yang kinerja lelet itu, ketika dia lelet ya kamu berusaha untuk mendorong dia supaya menajdi lebih baik gitu? Ya Saat rapat nih, rapatmu berapa kali, em berapa waktu sekali sih? Kalau rapat bulanan HMPS kami itu sebulan sekali, Sebulan sekali itu rutin? Dan itu pleno?Iya itu rutin dan pleno Kalau rapat-rapat kecil gitu? Kalau rapat kecil sih kalau untuk keseluruhan HMPS gak pernah sih, lebih prefernya tu ke panti. Jadi panti tu tergantung dari kondisi dan situasi. Kalau misalkan lagi urgent banget pasti nanti H-, ya itu pun kadang mendadak sih emang. Ya itu lebih itu pun tergantung sih, bisa sebulan, sebulan tu 4-5 kali. Em lebih banyak gitu ya? em oke nah ketika rapat tadi kan kamu bilang kalau salah satu masalahnya tu ketika berbeda pendapat kayak gitu. Ada masalah lain gak sih saat rapat berlangsung? Saat rapat berlangsung, hahh biasanya tu lebih kayak ribut sih, ribut, terus habis itu pada maen gadget masing-masing, dengan kesibukannya sendiri sih, kadang gitu. Kadang kalau

(143) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 125 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 saya sendiri kalau lihat situasi kayak gitu tu kayak gimana ya. yang si ketuanya lagi ngomong atau si wakil ketuanya lagi ngomong atau siapaun yang lagi ngomong terus sementara yang lainnya tu kayak sibuk dengan kesibukannya sendiri tu kayak kurang menghargai sih Nah kamu mengatasi itu gimana? Apakah kamu diem aja atau gimana? Kalau saya tu lebih ngecut. Ya emang sih kayak gak sopan sih, pas orang bicara terus tiba-tiba dengan, tapi tu emang langsung kalau aku tu langsung bilang, “teman-teman tolong diam dong, kalian tu hargain kayak gini” dengan nada yang memang keras dan itu langsung emang temen-temen emang kayak yaudah mereka diem gitu. Terus kalaupun misalkan kondisinya ada yang maen gadget di sebelahku itu kayak aku tu lebih apa bilangin aja sih pelanpelan nah habis itu nanti dia bisa juga berhenti kok, gitu sih. Kalau dideket kamu, kamu ngomongnya secara langsung, tapi kalau di umum gitu ya kamu ngomongnya tegas kayak gitu? Dan itu berhasil ya? Iya berhasil, ya gak tahu sih kenapa temen-temenku kalau aku yang ngomong lebih di ini. Soalnya mereka ga tahu.. Hemm mungkin cara bicaramu kali ya Iya lebih cara bicara sih. Ketika kamu menyampaikan pendapat tadi, apasih yang menjadi bahan pertimbanganmu kamu, ketika kamu oh aku mau nyampein pendapat ini nih, kamu kan bisa mengeluarkan itu, hal-hal apa sih yang kamu pertimbangkan sebelumnya? Pertimbangan itu lebih kayak apa ya kalau misalkan menyampaikan pendapat untuk suatu, em itu lebih kayak apa sih yang kita dapat dari misalkna em ini sih biasa kan kalau rapat, rapat kan suka mendadak to, nah aku tu kadang gak setuju to dengan apa maslaah kayak gitu, aku tu lebih kayak langsung apa ya ngomongnya tu gimana ya, bingung juga sih Dicontohin boleh sih Oh contoh, iya kayak misalkan rapat bulanan, terus aku em apa nyampekan pendapatku, seharusnya kan jangan kayak gini kan, jangan mendadak-mendadak, nah itu aku mikirnya kenapa aku harus nyampekan pendapat itu karna ya aku mikir ya banyak pertimbangan kita tu gak hanya sibuk di organisasi, kita sibuknya ya kuliah, kita banyak tugas. Kalau misalkan mendadak ya otomatis yang tidak bisa datang pun sedikit dan itu pun rapat yang dengan maksudnya dengan orang maksudnya dengan jumlah yang sedikit tu kayak gak tercapai lho tujuan kita yang sebenernya rapat itu kan kita harus, sebenernya tahu apa informasi atau apa sih yang menjadi masalah untuk sebuah kegiatan kayak gitu, ya semuanya harus tahu karna ya itu tentang HMPS sendiri gitu. Jadi kalau misalkan banyak yang gak bisa, ha terus dengan cara yang mendadak terus banyak yang gak bisa itu lebih baik ya ya gak usah diadain rapat mendadak ya, seharusnya lebih, lebih ada rencana untuk oh rapatnya untuk ini, ini, tanggal sekian sekian. Kalau misalkan mendadak kan kayak gimana gitu. Kecuali misalkan urgent banget dan itu tu kayak perlu didiskusikan cara face to face gitu gak bisa lewat medos gak papa

(144) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 126 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 Em berarti kalau emang kamu menolak ya kamu utarakan hal yang menjadi kendalamu gitu ya. Nah kalau misalkan nih, misalnya selama rapat terus dimintain pendapat, gimana pendapatnya gini gini gini, kamu kan meesti oh aku pingin nyampein pendapat A nih, nah kamu mungkin punya pertimbangan kenapa aku harus menyampaikan itu gitu lho ketika rapat atau mengungkapkan pendapat gitu. Nah itu yang mendasari kamu ingin mengungkapkan itu tu apa gitu? Dorongan sih, kayak aku kan kayak lihat situasi misalkan kita pleno terus habis itu disuruh kan menyampaikan pendapat. Sebenernya selama kinerja kita misalkan beberapa bulan terakhir tu kayak gimana. Itu sih yang kayak lebih ngedorong aku tu kayak ya lebih dari dalam diri sih, misalkan ada yang gak sesuai dari aku sendiri yang bertentangan dengan pemikiranku dengan hati nurani tu kayak aku harus ngungkapin mau gak mau. Tapi terkadang aku kan kadang suka mikir dua kali untuk menyampaikan to kak. Jadi tu kayak mikir nanti apakah ketika aku menyampaikan hal tersebut apakah yang mendengar mereka bisa menerima hal tersebut, kadang kan apa pendapatnya orang kan berbeda-beda gitu lho. Jadi ngelihat juga dari orang-orangnya apakah mereka setuju dengan pendapatmu atau tidak gitu. Tapi pada akhirnya kalau kamu merasa ah kayaknya ini, ini temen-temen pada gak setuju nih, terus kamu gak, gak mengungkapkan itu? Em kalau aku, aku lebih ini sih apa kalau itu gak disampaikan secara umum. jadi lebih langsung ke ketuanya atau wakil ketuanya, terus misalkan kalau mau berpendapat tentang orang ya itu langsung ke orangnya aja sih, gak gak ini. Tapi emang disampaikan secara baik-baik Jadi secara personal gitu ya? ketika ini deh mengambil keputusan dalam suatu pilihan gitu ya. Hal-hal apa sih yang menjadi pertimbanganmu juga ketika kamu ingin memutuskan sesuatu pilihan gitu. Memutuskan sesuatu, itu pertama lebih dikejar waktu. Nah kalau misalkan ini contohnya biasa kami konsultasi LPJ eh ini proposal kegiatan. Nah proposal kegiatan itu kan biasa kalau di kami kadang di kami bendahara sekretaris tu dah samasama kan konsul ke wakaprodi. Tapi terkadang bendahara itu udah, jauh-jauh hari aku udah ngechat tanggal sekian ya kita konsul. Terus tiba-tiba pas hari itu em si bendahara ini dia gak bisa, nah dia gak bisa tapi gak ngomong. Maksudnya dari jauh-jauh hari, “oh aku gak bisa tanggal sekian.” Terus habis itu pas hari H nya itu dah aku ngechat telpon tapi gak diangkat ya otomatis ya mau gak mau, padahal dalam kondisi kegiatannya dikit lagi gitu lho. Nah itu ya pasti kayak mikir, oh ya kegiatannya tinggal sedikit. Mau gak mau aku yaudahlah bodo amat dengan ini yang penting maksudnya aku lebih apa langsung gitu lho. Kayak udah mepet banget tu kayak ya mau gak mau aku langsung ke ibu biar selesai. nanti kalau untuk urusan kayak misalkan ya dengan bendaharanya pasti nanti di belakang sih, pasti nanti aku lebih kayak kenapa aku ngambil keputusan ini tanpa tanya pendapat kamu tu karna kamu

(145) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 127 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 tu dichat juga kan gak bales gitu, ho.o sulit dihubungin, yaudah aku terpaksa kayak gini, toh kita kan ngejar waktu. Aku biasanya kayak gitu sih selama ini Memberikan pengertian. Jadi disesuaikan juga sama kayak urgenly nya acara itu gitu ya. ada lagi gak sih yang kamu harus memutuskan? Memutuskan, memutuskan itu haa biasa kayak ini sebenernya kayak em kayak kita udah, aku udah di luar organisasi HMPS, terus habis itu apa terkadang biasanya kan kayak diundang gitu kan dari organisasi tingkat fakultas atau apa universitas. Terus habis itu gak ada ni, gak ada yang gak ada yang mau datang. Apalagi kalau di mrican. Nah itu tu kayak aku sendiri kayak, ih masa dari HMPS PFIS itu gak ada yang datang, jadi tu kayak otomatis aku mengambil keputusan yaudah aku yang datang gitu. Langsung aku ngechat digrup, yaudah aku yang datang. Terus pengalaman lain sih kayak misalkan ikut organisasi, eh kepanitiaan lain sih kayak misalkan kan kemaren kan KPU BEMU juga to. Nah itu kan banyak sih yang apa aku pelajari dari ketika organisasi jalan, panitia jalan, itu tu kayak aku harus milih, em pilihan yang mana nih dari setiap kegiatan atau setiap ya setiap kegiatan yang ada aku harus mengutamakan yang mana. Jadi tu disitu tu dilatih sih gimana kita bisa memprioritaskan sesuatu yang emang bener-bener lagi dibutuhkan, eh organisasi tersebut membutuhkan kita atau kepanitiaan tersebut membutuhkan kita jadi tu lebih disitu tu lebih belajar sih memprioritaskan sesuatu dengan baik. Tentang tadi yang gak ada yang dateng, maksudnya ketika harus diwajibkan HMPS dateng terus gak ada yang dateng dna kamu memutuskan yaudah aku yang dateng. Berarti kamu bisa aku simpulkan kalau ya biar ngetoki gitu lho, biar gak terlihat jelek atau gimana gitu? Aku lebih kayak lebih ini sih apa ya memperlihatkan bahwa HMPS kami tu ada yang datang dan apa kami bisa ngikutin rapat-rapat yang walaupun mungkin jauh kayak gitu ya kan kadang kalau misalkan kayak di painganmrican itu kan mereka berpikir “oh jauh karna gini” tapi tu kayak aku lebih kayak nunjukkin sih bahwa oh HMPS PFIS mau jauh atau enggak tu ya ada yang dateng gitu, kalau aku lebih kayak gitu sih nonjolin emang Oke, terakhir nih, dalam organisasi itu kan pasti ada ketua, bendahara, sekretaris, dan CO-CO, dan anggota sendiri. Nah kamu memposisikan mereka itu gimana sih, apakah sebagai atasan bawahan atau kamu memiliki persepsi lain dalam memposisikan rekan kerjamu itu? rekan kerjaku aku lebih ya sebagai ini sih apa seperjuangan. Ya aku tergantung sih kak, karna di organisasiku yang sekarang itu kan kebanyakan itu baru banget kan, ada yang ikut organisasi. Jadi tu aku masih kayak nganggep apa mereka masih di bawah ku gitu. Nah gitu sih. Tapi kalau misalkan tergantung mereka pernah ikut organisasi atau enggak. Kalau misalkan pernah kan otomatis masih mereka tahu to kayak kegiatan organisasi tu seperti apa, dinamikanya seperti apa, ya itu aku memposisikan mereka sama kayak aku. Tapi kalau

(146) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 128 288 289 misalkan mereka baru banget gitu ya mereka masih di bawah aku, aku kayak gitu PENUTUP 290 291 292 293 294 295 296 Jadi kamu tidak memandang jabatannya itu tapi memandang pengalaman mereka gitu? Oke udah sih itu aja pertanyaannya. Em mungkin untuk lain waktu aku bisa minta tolong kesediaannya ketika aku butuh klarifikasi tentang jawabanmu, apakah seusai dengan apa yang aku maksud, dan ketika mungkin ada pertanyaan yang jawabannya kurang mendalam bisa aku tanyakan kembali. Begitu? Iyah bisa Oke makasih ya Dhea Iya kak sama-sama

(147) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 129 Responden 6, V NO VERBATIM PENDAHULUAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Selamat siang Vinsent Iya siang Apa kabarnya nih? Iya baik Sibuk apa aja nih sekarang? Sekarang sih kesibukannya cuman kuliah aja, gak ada palingan hanya membantu di tingkat prodi aja kalau semisalnya ada kegiatan Oh gitu, kuliahnya berapa sks sih? Saya kuliah ini ambil 22 sks Asistensi juga? Asistensi aku mengambil satu asistensi sama satu tutor Nah sebelum, em kemaren-kemaren ini berarti kamu pernah mengikuti organisasi? Iya Kalau boleh tahu apa aja tu? Untuk yang, saya kan angkatan 2015, jadi pertama kali masuk saya mencoba mengikuti di tingkat prodi dulu himpunan mahasiswa, HMPS TE. Terus 2016nya saya jadi wakil gubernur di FST. Udah sih kalau yang untuk organisasi itu aja. Oh ya kalau untuk komunitas gak ada? Komunitas itu, em boleh deh sebutin aja Kalau untuk komunitas KMBK sih, Komunitas Budhis Oh oke, itu di Sadhar juga ya Iya di Sadhar juga Itu tu termasuk dalam organisasi juga kan berarti Iya, bisa dibilang masuk organisasi ISI 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 Oke, nah dari ketiga organisasi itu, menurutmu yang paling berkesan ketika kamu mengikuti, mengikuti organisasi yang mana? Sebenarnya kalau untuk lebih ke kekeluargaan lebih ke komunitas sih sebenernya. Karna kita tahu kan kalau komunitas lebih lebih ke gak formal-formal banget. Jadi juga ya kalau rapat-rapat gitu lebih santai. Sedangkan kalau kayak di HMPS atau di di tingkat gubernur seperti itu kita harus lebih formal juga. Makannya itu lebih ke kekeluargaannya lebih dapet sih lebih ke komunitas. Berarti lebih berkesan di komunitas Budhis itu? Ya biarpun sebenarnya di ditingkat BEM, BEMF, itu di tingkat BEMF pun kita juga menerapkan kekeluargaan juga, ya gitu sih Ya berarti tetep ada tingkatannya gitu kan? Iya ada tingkatannya Oke, nah dari, berarti kalau yang sebagai 2015 itu ketika di tingkat prodi itu menjabat sebagai? Anggota, hanya anggota Anggota apa? Humas Humas, yang di BEMF sebagai? Wakil gubernurnya Terus yang satu? di komunitas itu saya jadi divisi kreasi sebagai anggota Nah dari ketiga jabatan ini nih, menurutmu yang paling berkesan juga nih ketika kamu menjabat sebagai apa? Wakil gubernur sih sebenernya Wakil gubernur, kenapa tuh dia dikatakan lebih berkesan dari dua jabatan lainnya? Karna mungkin karna BEMF kita di FST baru, makannya gimana ya kita memulai dari awal semua terbentuknya lagi, Jadi saya membantu gubernur itu menjadi kewajiban saya maksud saya yang besar gitu,

(148) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 130 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 menjadi berkesan. Berarti dilihat dari kinerjanya tu lebih, em tanggungjawabnya tu lebih besar dari keduanya itu? Jadi itu menurutmu itu berkesan? Ya karna juga kita mencoba hal-hal yang baru, kalau misalkan di komunitas itu kan karna dah lama kayak di HMPS itu juga udah berjalan dari lama jadi kita bisa tinjau sebelum-sebelumnya, tahun-tahun sebelumnya. Nah sedangkan yang ini karna dia sudah dibekukan disuatu dekade, kita gak tahu lagi nih acara-acara apa yang akan kita lakukan, maka dari itu kita mencoba terobosan-terobosan baru untuk supaya ke depannya lebih baik lagi gitu, mungkin itu yang lebih berkesan Nah kalau selama, aku ingin membicarakan ketika kamu menjadi wagubnya nih. Program kerja apa aja sih yang kamu juga terlibat di dalamnya? Karna mungkin juga baru jadi tu kami tu hampir di setiap program kami, kami semua terjun ke lapangan juga. Karna juga kita masih awam ya bisa dibilang daripada BEMF lain, jadi kami juga semuanya belajar mulai dari pertemuan mahasiswa untuk, mahasiwa baru, orangtua mahasiswa baru, itu kami semua yang terjun, terus juga seperti Pinisi, Pinisi fakultas itu, kami juga ikut membantu semua perpisahan, ya seperti perpisahan fakultas, syukuran-syukuran fakultas, itu juga sama kami semua terjun. Jadi kebanyakan program-program yang dari BEMF awal-awalnya itu semua masih dipegang masih dipegang dari BEMF sendiri. Biarpun juga tambahan dari anggota luar. Nah pengalamanmu selama kamu mengikuti program-program itu gimana ni? Ya gimana ya, kayak kita tu ngelihat yang baru gitu lho, jadi tu kalau semisalnya di fakultas kami yang sebenarnya memang 4 prodi berbeda yang bener-bener terpecah jadi kita kan gak tahu nih acara mereka yaudah ini aja. Misalkan dari TI IT days, dari elektro electro days, kita gak tau apa-apa. Nah kalau di BEMF ini kita buat acara semisalnya itu kayak ya contohnya kecil-kecilan itu, syukurannya perpisahan FST, itu semuanya ada di empat prodi, empat prodi jadi satu, kita berdinamika. Jadi kita juga tahu kayak dari prodi ini juga sedikit sharing gitu lho, kami gini gini gini, dan juga kami juga sering melakukan pertemuan sih tiap bulannya terus setiap himpunanhimpunan jadi supaya mendapat masukkan juga. Mungkin itu aja sih Oh mendapatkan pengalaman dari beberapa himpunan itu ya Jadi yang biasanya pecah-pecah kita gak tahu, kalau misalnya enaknya kan kalau kayak BEMF farmasi satu prodi, nah sedangkan ini empat, kita gak tahu. Kayak seperti kita harus belajar ke BEMFnya pendidikan seperti itu, yang banyak prodi, kita juga gak tahu kan, makannya banyak belajar sih untuk yang tahun awal baru terbentuk. Nah ketika membicarakan program kerja, pasti kan awal tahun membicarakan program kerja setahun ke depan, ada masalah gitu gak sih ketika membicarakan, atau kamu ya setuju-setuju aja? Kalau permasalahan sih banyak, karena kita misalnya mau buat pameran untuk FST

(149) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 131 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 nih pertama, dulu itu saya inget banget mengajukan RKA FST terus ditolak, itu banyak banget permasalahannya karna dari kita terbentuknya itu Desember, sedangkan himpunan-himpunan itu sudah memilih calon RKA nya itu dari November. Jadi mereka sudah mempunyai program kerja sendirisendiri, sedangkan kita ingin menyatukan mereka semua dan itu pasti RKA mereka kan ada bulan dengan tanggal tersendiri tu untuk pengambilan uangnya. Sedangkan kita ingin menyatukan di satu program yang dulu dinamakannya itu FST Cup gitu seperti itu, menggabungkan satu acara pecan FST yang menggabungkan empat prodi yang akan memainkan di dalamnya. Nah sedangkan mereka sudah punya RKA nya sendiri-sendiri, maka dari itu mereka menolak kemaren itu. Nah itu kan jadi pelajaran juga kita buat kami yang baru, nah untuk yang tahun yang itu akan diadakannya pekan FST karena sudah terbentuknya dari awal, jadi untuk yang ke depannya tu sudah ada rancangan gitu. oh gitu jadi sudah pasti gitu ya. nah pernah gak sih kamu ada usulan program kerja gitu terus kamu sebenernya gak setuju atau menolak gitu, itu kamu pernah gak sih kayak gitu? Maksudnya? Em dari kamunya sendiri, maksudnya ada program kerja nih, tapi kamu sendirinya yang menolak. Kamu gak setuju sama program ini gitu? Oh kalau untuk itu sih sebenernya ada sih beberapa. Tetapi kan kita juga, pasti kan saya em ngasih keputusan tetapi kan ada yang di atas saya, gubernur yang memutuskan semua. Nah kita juga dengan musyawarah kan pendapat saya ke acara program ini kurang baik gitu lho. Tetapi kalau semisalnya kita votingnya lebih banyak yang tidak baik ya tidak usah dijalankan. Kalau seandainya banyak yang setuju apa salahnya mencoba karna kan awal yang baru juga gitu. Jadi semuanya sih saya juga hanya memberi keputusan tapi semua keputusan pasti ada di gubernurnya sendiri. Itu cara kamu untuk ketika kamu menolak itu ya kurang setuju misalnya, cara kamu untuk mengungkapkan itu gimana? Cara mengungkapkannya ya.. em karna gak tahu juga sih, karna gubernur saya pasti bertanya kepada saya juga dan kepada divisi-divisi yang bekerja, nantinya pasti kami juga mengatakan setuju atau tidak. Kalau tidaknya kenapa kalau setujunya kenapa. Jadi emang bener-bener dipertanyakan. Jadi gak boleh hanya yaudah ikut aja gitu lho. Itu seharusnya tidak ya.. Berarti dari gubernurnya sendiri.. Iya harus ada alasannya. Jadi kita tidak boleh hanya mengikuti kata gubernur seperti itu. Ketika kamu bekerja sama dengan rekan kerja, mungkin gubernur atau anggota-anggota lain gitu punya pengalaman tersendiri gak sih yang berkesan juga ketika kamu bekerja sama dengan mereka? Oh ya, mungkin apa ya waktu gubernur itu lagi kerja praktek ya. itu kan berarti megang handle nya saya tu sebagai wakil gubernur, nah untuk mengumpulkan mereka pasti kan juga susah juga kan, banyak kesibukan dari 4 prodi masing-

(150) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 132 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 masing. Ya gimana ya maksudnya, maksudnya.. Ya, mungkin ada masalah gitu kah dengan ketika kamu bekerja sama dengan gubernurmu juga gitu? Kayak tadi juga kan masalahmu juga Palingan sih saya lebih ke masalah bahasa sih sebenernya, karena gubernur saya orang Jogja asli, yang terkadang juga maksudnya ngomong langsung Jogja, ya Jawa gitu, dan saya dari luar Jawa, yang bener-bener pure gak bisa jawa. Terus itu udah kebanyakan ya tahulah di Jogja sendiri rata-rata Jawa. Temen-temen kami semua di BEM tu juga rata-rata Jawa, bahasa jawa. Terus juga saya kadangkadang gak ngerti sendiri tu lho untuk gimana. Yaudah makannya kalau pas rapat itu kalau semisal ada yang ngomong gitu, ya saya coba ngomong aja kalau misalkan saya gak bisa gitu mengerti bahasamu tolong dikondisikan sedikit lah Oke jadi berkaitan sama bahasa gitu ya. tapi gak ada mungkin kres atau apa mungkin dengan anggota? Kalau kres itu mungkin ada, karna beberapa juga semisalnya akhirnya kami memutuskan yang ini, pasti kan ada 70-30 misalnya ya, ada yang 70 nya setuju, berarti kan kita mengikuti yang setuju perjanjiannya. Tapi yang 30 ini kan pasti yang gak seneng juga ada, nah itu juga pasti kami dapat satu masalah kemaren waktu latihan kepemimpinan yang awal kami pertama kali itu dalam satu anggota itu bener-bener kepanitiaannya dari BEMF sendiri. Nah itu kita dapet kres dari salah satu CO kami, yang kami maksudnya datang masalahnya bukan dari kami, itu dari salah satu divisi juga yang megang CO divisi. Nah misal itu dari konsumsi, misalnya ya, yang satunya lagi dari perlengkapan. Nah konsumsi ini sudah menentukan tempat dimana yang seharusnya mengambil data perlengkapan. Nah si CO perlengkapan ini dia gak seneng sama CO konsumsi. Nah itu kami agak sedikit kres gak tahu kenapa dari sifat pribadinya CO perlengkapan sendiri kalau misalnya ada masalah dia mengilang. Nah itu kami kan persiapan nya dua bulan. Satu bulannya gak masalah, satu bulannya menghilang. Jadi disitu kami benar-benar gimana ya gak tahu harus gimana karna COnya ilang pastinya dengan orang yang sedikit juga jadi gak tahu harus gimana tu. Jadi jalan satu-satunya dari gubernurnya udah kenal banget sama dia, jadi kami dari sekretariat minta jadwalnya dulu terus minta ketemuan, dia gak mau ketemuan. Akhirnya kami ke rumahnya. Jadi kami biasanya kalau masalah itu dingomongin masalah kekeluargaan aja, jangan sampe terjadi biasanya kan kalau dalam organisasi ada surat gitu ya, Surat Peringatan atau gimana, nah itu kami sih sebisa mungkin jangan mengeluarkan, lebih baik kita selesaikan dengan kekeluargaan aja, masalahnya gimana, sama apa tapi akhirnya ya dengan maaf-maaf kata, sudah diomongin juga gak bisa, akhirnya langsung SP 3 karena dari dianya sendiri gak mau. Oh langsung keluar gitu ya? em berarti ketika ada masalah divisi itu .. iya soalnya dipertemukan satu per satu Berarti kamunya juga terjun langsung gitu membicarakan itu gimana jalan keluarnya gitu?

(151) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 133 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 terus juga kalau misalnya ada juga kres pada waktu acara inisiasi, inisiasi fakultas itu antar CO juga yang bermasalah. Itu karna salah dengar atau gimana ya saya kurang tahu. Jadi kami pertemukan saja mereka berdua. Nah dari situ kita lihat dari sudut pandangnya orang per orang gitu ya, kita cari jalan tengahnya aja, jadi seperti itu kalau menyelesaikan masalah. Daripada saya harus mengeluarkan SP gitu ya Berarti ngomong secara pelan-pelan, ngomong ke sumber masalahnya gitu ya Karna kan kita kan walaupun di dalam organisasi kan, kita di luar sebagai teman biasa gitu lho. Jadi lebih baik menyelesaikan masalah ya sebagai teman dalam sebuah organisasi Oke dari kamunya sendiri gak pernah ya bermasalah dengan orang lain.. Mungkin ada, mungkin ada tapi ya aku tahu gitu. Ya kalau aku salah aku maaf gitu lah kalau misalnya. Kan kita gak mungkin bener terus gitu kan, pasti kita punya salah. Aku sih banyak sih buat salah, ya dia maklum, karna dia tahu kan ya kalau di luar kita temen, dah tahu kebiasaan kita seperti apa gitu. Makannya seperti itu Em berarti ketika kamu ada masalah dengan rekan kerjamu gitu ya kamu langsung menyadari itu terus lebih ke yaudah selesein sekarang gitu Iya daripada harusnya di luar, di luar organisasi kita masih seperti itu gitu, lebih baik di dalam Berkaitan dengan, ketika rapat berlangsung nih. Rapatnya diadakan berapa berapa waktu sekali? Kalau untuk rapat itu seminggu sekali, di hari kamis. Gak tau kalau yan periode sekarang ya. itu rutin. Kalau untuk, em itu gak termasuk dalam evaluasi kegiatan yang lain, itu hanya pelaporan saja. Biarpun itu hanya sebatas laporan kecil-kecilan kan gak mungkin dong tiap minggu ada laporan apa gitu semua. Biarpun datang harus menyampaikan laporan apa aja yang ada. Terus juga lebih memperkuat organisasi sih, karna dengan kita sering ketemu kita pasti juag tahu apa masalahnya dia juga kan, kalau tiba-tiba kita gak nanyain kabarnya, misalkan langsung ada acara baru kita panggil, itu kayak seperti ya cuman nama organisasi doang gitu lho. Sedangkan kita maunya membentuk sebuah ikatan yang kuat dulu dari dalam supaya keluarnya itu bagus di lihat orang, gitu. Oke berarti tujuan dari rapat seminggu sekali itu emang untuk membangun keikatan gitu. Ketika rapat nih pernah gak sih ada kesulitan atau masalah ketika rapat berlangsung gitu selama kamu menjabat? Mungkin waktu awal kali ya, karna aku dari dari anggota Humas, tiba-tiba jadi wakil gubernur itu juga kesulitan berbicara, terus juga mungkin langsung memutuskan program kerja dan segala macem dibicarakannya itu masih ya oh ya gini gini, oh ya gitu. Terus kalau misalnya kesulitan itu mungkin mengatur waktu ya mungkin, karna empat prodi jadinya kita selalu rapat itu jam enam ke atas gitu baru bisa rapat, karna kuliah juga sih. Karna kebanyakanTM kuliah sampai jam 6 jam 7 selesai. TI kadang jam 5. Jadi kan gak, gak selalu sama. Kadang diputuskan jam 6 kalau tiba-tiba, misalnya minggu depan udah

(152) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 134 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 pasti jam 6 atau jam 7. Tiba-tiba tu ada kelas pengganti sampai jam setengah 8, jadi tu kita harus mundur terpaksanya. Paling untuk menyatukan waktunya itu yang susah. Tapi kalau selama rapat berlangsung gitu pernah ada gak sih kayak apa ya cekcok atau suatu permasalahannya selama rapat berlangsung itu? Selama rapat berlangsung ya. kalau untuk rapat berlangsung sih ya mau dibilang gak ada pasti ada kan. Rapat, misalnya sih ya hanya kecil-kecilan sih maksudnya dalam apa gitu, maksudnya? Ya mungkin dalam penyampaian pendapat, atau dalam membicarakan suatu program gitu ada A dengan B tidak setuju terus sampai gimana gitu? Kalau untuk ke sampai tingkat lanjut sih enggak, tapi mungkin kalau di dalem itu hanya cekcok aja ada, dan mungkin pendapat yang ini seharusnya kebanyakan sih dalam evaluasi sih, evaluasi kegiatan kami baisanya dilakukan juga setelah kegiatan itu kan ada. Makannya seharusnya programnya seperti ini, kenapa kayak gini gini gini, semisal gitu. Ya terus yang satunya juga menjawab ya karna gini gini gini, dia gak setuju juga. Mungkin terus akhirnya itu yang membuat lama sih biasanya sampe berapa jam di rapat itu yang akhirnya mendapatkan jalan. Jangan sampai keluar sih, kalau bisa diselesein di dalem, makannya itu kalau itu belum selesai ya kami lanjutin aja terus gitu sampai selesai pokoknya. Ketika kamu menyampaikan pendapat nih di muka umum, misalnya kayak tadi nih rapat pleno terus kamu menyampaikan pendapatmu. Nah mesti kan ada hal-hal yang mendasari ini, “oh aku pingin ngomong ini.” Apa sih yang menguatkan kamu untuk mau mengungkapkan itu di muka umum? Sebenernya aku ada, sebenernya setiap kali aku mau mengungkapkan pendapat kita pasti punya gambaran umum gitu. Tapi aku juga kayak mengungkapkan tapi masih agak ragu gitu. Kalau semisalnya aku mau ngomong A misalnya gitu kan, kalau misalnya ada orang yang mau ngomong B, ya kita lihat dulu dia benar atau enggak. Tetapi gak bersikukuh dengan pendapatku juga, tapi kalau semisalnya yang B salah, kenapa harus ngikut yang B gitu. Dia benar atau enggak, kalau semisal dia bener atau semisal bisa digabungkan dengan pendapatku kan gak papa gitu misalnya. Jadi aku lebih ke kalau aku, dari aku sendiri ya, aku lebih gak memutuskan pendapatku, aku lebih enaknya kita selesaikan bermusyawarah aja sih. Jadi kita senang, dia juga dapet senangnya juga Berarti ya ketika kamu menyampaikan pendapat kamu tetep menjelaskan, mengungkapkan dulu, tapi apapun keputusannya itu harus disesuaikan dengan kondisinya juga. Oke ada hal lain gak sih alasan kenapa kamu ingin ini harus diungkapkan nih gak boleh aku pendem gitu Kalau untuk itu sih aku orangnya gimana ya, kalau misalnya ada pendapat, ada sesuatu yaudah langsung aja gitu daripada harus diemin kalau misalnya itu salah ya, kalau mereka ngungkapinnya salah ya salah kenapa harus dibenarkan. Toh kalau misalnya, kalau nanti programnya jalan kalau

(153) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 135 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 bener salah, ya kan kita juga yang kena, dalam organisasi kita juga yang namanya kena. Lebih baik kan kita langsung ngomong, oh harusnya gini, jangan sampe kayak gini kalau misalkan itu lebih mengingatkan langsung mereka. Berarti melihat ya kalau itu salah ya kamu bilang salah, kalau itu benar ya kamu bilang benar. Kalau selama menjabat sebagai wakil ini kan pasti mempunyai suatu keputusan yang harus kamu ambil nih. Misalkan ada suatu pilihan A, B, C, D, dan kamu harus segera menentukan oh harus B nih harus dijalankan. Pasti ada waktu saat gitu kan kamu harus memutuskan. Hal-hal apasih yang harus kamu pertimbangkan juga ketika kamu harus memutuskan pilihan itu? Aku sih gak tahu kenapa ya, kalau milih keputusan itu, biasanya milih untuk keputusan yang cepet ya tanpa harus mengetahui keputusan dari gubernur, itu biasa aku langsung kira-kira kalau aku ngambil keputusan A kira-kira jalannya kayak gini. Kalau misalnya B jalannya kayak gini, kalau C kayak gini. Ya aku lebih lihat mana profit yang bagus untuk nanti ke depannya, bukan untuk aku lho, ya untuk organisasi tersebut. Kalau semisalnya aku misalnya aku pilih A nih, nanti namaku naik semisalnya, oh yaudah aku A aja deh. Itu maksudku untuk apa maksudku, kalau misalnya aku maju misalnya A, bukan nama misalnya fakultasku naik, namaku juga naik ya boleh untung gitu maksudnya kan, ya itu ku ambil A. kalau semisalnya hanya untuk namaku aja tanpa untuk organisasi kan nanti dia juga apa ya bisa dibilang kacang lupa sama kulitnya tu lho. Nanti kalau aku pergi yaudah, organisasi yang ini kok kayak meninggalkan kami, semisalnya gitu. Kalau mau maju, ya maju sama aja kalau misal enggak yaudah. Oh berarti kamu memilih suatu keputusan itu ya kamu pertimbangkan juga dari keuntungan buat organisasi mu sendiri, untuk fakultasmu sendiri, atau kamunya sendiri gitu ya? berarti ada pertimbangan harus ada kesesuaian juga gak cuman satu pihak, gak cuman menguntungkan satu pihak aja kayak gitu. Oke terakhir nih, bagaimana sih kamu memposisikan anggota lain entah itu gubernur, entah itu CO-CO, entah itu anggota lain, dan kamu memposisikan mereka tu kayak gimana sih? Kalau mungkin aku di paling atas, em aku lihat dari yang paling atas dulu ya. Kalau misal aku ngomong sama gubernur ya aku hanya memberikan masukkan seperti layaknya wakil, terus juga kalau misalnya di luar, di luar rapat atau gimana, ya kitacuman sebagai apa em karna gubernur saya kakak tingkat berbicara seperti dengan kakak tingkat, tapi kalau misalnya dia kadang-kadang juga segan gitu maksudnya, jangan panggil kakak, panggil nama aja, jadi biar lebih deket katanya. Yaudah maksudnya lebih ke membangun hubungan. Kalau misalnya untuk yang bawah-bawah kan, karna yang bawah juga satu angkatan sama aku jadinya aku cuman anggep teman. Kecuali kalau di dalam organisasi itu beda lagi. Kalau misal di luar ya kita temen ya temen, maksud aku kita jangan dibawa-bawa hubungan kayak ah

(154) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 136 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 aku wakil nih kalian harus manggil duluan setiap kali aku lewat gitu. Yaudah kalau misalkan aku wakil, kamu kakak tingkat ya aku panggil gitu. Apa salahnya gitu lho. Kamu adek tingkat misalnya, ya kita temen biasa seperti itu. Kalau misalnya di dalemnya, misalnya kamu anggap dalam konteksnya formal kamu harusnya gak boleh. Jadi itu sesuai kondisi sih. Berarti kalau ketika dalam organisasi, dalam forum kayak gitu kamu ya menganggap mereka anggota, bawahan gitu. Tapi kalau ketika di luar organisasi atau forum gitu yaudah sama, kakak tingkat atau adek tingkat yaudah sama kayak gitu ya? Kan mungkin umurku juga masih di bawah mereka semua gitu ya. makannya jadinya ya gitu maksudnya kita sama gitu, malah kamu di atasku gitu sebenarnya. PENUTUP 299 300 301 302 303 Oh sebenernya di atasku tapi yaudahlah gituu. Oke kayaknya ini aja sih, nah mungkin aku meminta kesediaannya juga di lain waktu kalau misalkan ada kayak aku kurang mendalam, masih ada pertanyaan yang belum terjawab gitu bersedia untuk wawancara lagi gitu? Hooh boleh Oke terima kasih ya untuk waktunya, selamat sore Iya sama-sama, sore

(155)

Dokumen baru

Download (154 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PERILAKU KONSUMEN DALAM PEMBELIAN IMPULSIF PRODUK SEMBAKO PADA INDOMARET
0
22
17
PERBEDAAN PERILAKU ASERTIF ANTARA MAHASISWA UMM YANG BERASAL DARI MADURA DAN JAWA TENGAH
0
3
2
FAKTOR-FAKTOR YANG MENJADI LATAR BELAKANG PERILAKU IMMORAL PADA MAHASISWA
1
17
20
PRODUK LAPTOP YANG MEMENGARUHI PURCHASING INTENTION CONSUMER CONFUSION DI KALANGAN MAHASISWA PADA PRODUK LAPTOP YANG MEMENGARUHI PURCHASING INTENTION.
0
3
14
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU MAHASISWA DALAM KEPUTUSAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU MAHASISWA DALAM KEPUTUSAN PEMBELIAN DI GRAMEDIA SURAKARTA.
0
0
11
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEPUTUSAN MAHASISWA DALAM MEMILIH RUMAH KOST.
0
0
11
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEPUASAN PENGGUNA WEBSITE KAMPUS
0
0
12
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PERILAKU MENABUNG DI KALANGAN MAHASISWA
0
1
26
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PEMILIHAN KARIR MAHASISWA AKUNTANSI
0
0
12
PENGUKURAN DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KONSERVATISME AKUNTANSI
0
0
124
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR MAHASISWA YANG AKTIF BERORGANISASI INTRAKAMPUS DAN MAHASISWA YANG TIDAK AKTIF BERORGANISASI PADA MAHASISWA BIOLOGI ANGKATAN 2010 UIN ALAUDDIN MAKASSAR
0
0
89
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH PADA REMAJA DI SMA NEGERI 13 AMBON
0
0
112
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEIKUTSERTAAN BERORGANISASI MAHASISWA FIKES UMP
0
0
15
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEIKUTSERTAAN BERORGANISASI MAHASISWA FIKES UMP
0
0
15
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU MEMBOLOS PADA MAHASISWA - Unika Repository
0
0
72
Show more