Perbandingan pertumbuhan tanaman anggur varietas Probolinggo Biru pada media tanah Mediteran Gunungkidul, Regosol Pantai Samas dan Aluvial Paingan - USD Repository

Gratis

0
1
97
10 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERBANDINGAN PERTUMBUHAN TANAMAN ANGGUR VARIETAS PROBOLINGGO BIRU PADA MEDIA TANAH MEDITERAN GUNUNGKIDUL, REGOSOL PANTAI SAMAS DAN ALUVIAL PAINGAN SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Biologi Oleh : Gustari Dwi Cahyani NIM : 101434046 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERSEMBAHAN Karya ini saya persembahkan untuk Tuhan Yesus Kristus yang telah dan akan terus menemani menyelesaikan perjalanan ini, Bapak di surga, Ibu di Gunungkidul, danTita di Palembang, walaupun terpisah jarak tapi doa dan dukungannya selalu ada dan, untuk petualangan baru yang menanti di luar sana Tuhan membantu dengan cara yang aneh, yang perlu dilakukan untuk memahaminya adalah dengan bersyukur  Seperti tanaman anggur yang tumbuhnya dipengaruhi banyak faktor, ada yang bertahan dan berbuah namun ada pula yang mati. Begitu juga hidup ini, hambatan bisa datang dari mana saja, tentukan pilihanmu apakah akan menyerah dan mati atau beradaptasilah, hadapilah, dan bertahan hingga kau bermanfaat bagi sesamamu  -yayan- iv

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERBANDINGAN PERTUMBUHAN TANAMAN ANGGUR VARIETAS PROBOLINGGO BIRU PADA MEDIA TANAH MEDITERAN GUNUNGKIDUL, REGOSOL PANTAI SAMAS DAN ALUVIAL PAINGAN Gustari Dwi Cahyani Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta ABSTRAK Produksi anggur di Indonesia masih menghadapi beberapa hambatan, salah satunya lahan yang digunakan belum sesuai dengan syarat tumbuh tanaman anggur sehingga hasil produksi belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui media tanah yang paling baik untuk pertumbuhan tanaman anggur varietas Probolinggo Biru. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor yaitu jenis tanah (P) yang terdiri dari 3 perlakuan yaitu tanah mediteran (P1), tanah regosol (P2), dan tanah aluvial (P3) serta kontrol. Setiap perlakuan terdiri dari 3 pengulangan sehingga terdapat 12 tanaman. Variabel yang diamati dalam penelitian ini diantaranya tinggi tanaman (cm), diameter batang (cm), jumlah daun (helai) dan ketahanan terhadap hama dan penyakit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tinggi, diameter dan jumlah daun tanaman anggur secara berurutan pada perlakuan jenis tanah mediteran adalah 109 cm ; 0.71 cm ; 26 helai, pada jenis tanah regosol antara lain 46.6 cm ; 0.5 cm ; 10 helai, pada jenis tanah aluvial adalah 137.6 cm ; 0.78 cm ; 29 helai dan pada kontrol adalah 73 cm ; 0.72 cm ; 11 helai. Semua tanaman mengalami serangan hama dan penyakit namun pada perlakuan jenis tanah aluvial memiliki ketahanan yang paling baik. Pola pertumbuhan tanaman anggur varietas Probolinggo Biru mengalami fluktuasi tiap minggunya.Hasil analisis statistik menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan antar perlakuan, oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa jenis tanah tidak berpengaruh nyata terhadap variabel tinggi tanaman, diameter batang dan jumlah daun. Kata kunci : regosol, aluvial, mediteran, anggur, varietas Probolinggo Biru vii

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Abstract COMPARISON OF GROWTH IN PLANTS WINE VARIETIES PROBOLINGGO BIRU IN MEDITERAN SOIL FROM GUNUNGKIDUL, REGOSOL SOIL FROM SAMAS BEACH AND ALUVIAL SOIL FROM PAINGAN Gustari Dwi Cahyani Students of the Faculty of Teacher Training and Education Sanata Dharma University Yogyakarta The production of grape in Indonesia still face some barriers, one of them is land used not in accordance with the requirement growing crop of grapes so that the result is not optimal. This research is aimed to know the better soil as media for the growth of plants winevarieties Probolinggo Biru. This research uses experimental methods with a completely randomized design (CRD) one factor that is a type of soil (p) consisting of 3 treatment that is, mediteran soils (p1), regosol soils (p2) dan alluvial soils (p3) and control. Every treatment consisting of 3 repetition so that there are 12 plants. Variable that observed in this research are high in plant (cm), diameter of the stem (cm), number of leaves (strands) and resistance to pest an disease. ` The result showed that high, diameter and number of leaves crop of grapes in a row on treatment a type of soil mediteran is 109 cm ; 0.71 cm ; 26 strands, on a type of soil regosol is 46.6 cm ; 0.5 cm ; 10 strands, on a type of alluvial soil is 137.6 cm ; 0.78 cm ; 29 strands and in control is 73 cm ; 0.72 cm ; 11 strands. All plants experiencing pest attack and disease but in treatment kind of alluvial soil has endurance the best. Plant growth pattern grapes varieties Probolinggo Biru experiencing fluctuations every single week. Result of statistical analysis showing no a significant difference between the treatment, hence can be concluded that a type of soil no effect real against variable high in plant, diameter of the stem and number of leaves. Keywords: regosol, alluvial, mediteran, wine, Probolinggo Biru variety viii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Kata Pengantar Puji syukur atas kasih dan karunia Tuhan Yesus Kristus sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini. Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana pada program Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma. Judul yang diajukan adalah“ perbandingan Pertumbuhan Tanaman Anggur Varietas Probolinggo Biru pada Media Tanah Mediteran Gunungkidul, Regosol Pantai Samas dan Aluvial Paingan. Penulis menyampaikan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam penyelesaian penulisan skripsi : 1. Drs. Johanes Eka Priyatma, M.Sc., Ph.D., selaku rektor Universitas Sanata Dharma. 2. Rohandi, Ph.D, selaku dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. 3. Dr. Marcellinus Andy Rudhito, S.Pd, selaku Kepala Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. 4. Drs. Antonius Tri Priantoro M.For.ScselakuKetua Program Studi Pendidikan Biologi dan dosen pembimbing penulisan skripsi. 5. Bu Luisa dan bu Ika selaku dosen penguji, ujian yang menyenangkan dalam arti sebenarnya. 6. Seluruh dosen Pendidikan Bologi, yang telah mengajar dan membimbing selama penulis menimba ilmu di Universitas Sanata Dharma. ix

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7. Mas Arif dengan semua urusan kesekretariatannya. 8. Bapak Sarosa (alm), kenangan-kenangan bersamamu selalu menjadi penyemangat dalam menyelesaikan skripsi ini. 9. Ibu Suhatminari, terimakasih atas kasih sayang, doa dan dukungannya. 10. Mbak Tita, yang selalu berbagi pengalamannya untuk mendorong penulis agar segera menyelesaikan skripsi ini. 11. Galuh, Resi, Dwi, Neisya, Cecil, Ester, Hugo, Daus, Sam, Mela, dan Yesi, kerjasama yang luar biasa di pagi buta itu tidak akan pernah terlupakan. 12. Para sahabat di PBIO 2010, terimakasihuntukminiatur Nusantara. Penulis menyadari bahwa dalam penulisan skripsi masih jauh dari sempuna, untuk itu penulis mengharapkan masukan serta saran dan kritik yang bersifat membangun demi sempurnanya skripsi. Gustari Dwi Cahyani x

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ................................................................................... HALAMAN PERSETUJUANPEMBIMBING ........................................... HALAMAN PENGESAHAN ..................................................................... HALAMAN PERSEMBAHAN .................................................................. PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ...................................................... LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ..................................... ABSTRAK ................................................................................................... ABSTRACT................................................................................................. KATA PENGANTAR ................................................................................. DAFTAR ISI................................................................................................ DAFTAR TABEL........................................................................................ DAFTAR GAMBAR ................................................................................... DAFTAR GRAFIK...................................................................................... DAFTAR LAMPIRAN................................................................................ vi vii viii ix xi xiii xiv xv xvi BAB I PENDAHULUAN............................................................................ A. Latar Belakang Masalah ....................................................................... B. Rumusan Masalah................................................................................. C. Batasan Masalah .................................................................................. D. Tujuan Penelitian ................................................................................. E. Manfaat Penelitian ............................................................................... 1 1 3 3 4 4 BAB II DASAR TEORI .............................................................................. A. Tanaman Anggur .................................................................................. B. Pertumbuhan Tanaman Anggur ............................................................ C. Media Tanam ........................................................................................ D. Pupuk .................................................................................................... E. Tabulampot ........................................................................................... F. Hipotesa ................................................................................................ 6 6 10 11 15 18 18 BAB III METODE PENELITIAN .............................................................. A. Rancangan Penelitian............................................................................ B. Variabel Penelitian................................................................................ C. Desain Penelitian .................................................................................. D. Tempat dan Waktu Penelitian............................................................... E. Alat dan Bahan...................................................................................... F. Cara Kerja ............................................................................................. G. Analisis Data......................................................................................... 19 19 19 20 20 21 21 27 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ..................................................... A. Hasil ...................................................................................................... B. Pembahasan........................................................................................... 1. Pengaruh Jenis Tanah terhadap Pertumbuhan ...................................... 2. Pola Pertumbuhan Tanaman Anggur Tiap Minggu .............................. 3. Ketahanan Anggur Varietas Probolinggo Biru terhadap Hama danPenyakit 30 30 37 37 39 40 xi i ii iii iv v

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI V. PENERAPAN HASIL PENELITIAN DALAM PEMBELAJARAN.... 44 VI. KESIMPULAN DAN SARAN ............................................................. 45 DAFTAR PUSTAKA xii

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 1. a. Tanaman anggur varietas Probolinggo Biru........................... 7 b. Buah Anggur Varietas Probolinggo Biru.............................. 7 Gambar 2.a. Bagian bawah daun terdapat seperti tepung berwarna putih-kuning.............................................. 41 b. Permukaan daun tampak berwarna cokelat......................... 41 Gambar 3. Bercak cokelat dan hitam pada pucuk tanaman anggur varietas Probolingo Biru ............................................. 42 xiii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 1. Layout Penelitian ........................................................................... 20 Tabel 2.Instrumen Pengumpulan Data Tinggi Tanaman ............................. 25 Tabel 3.Instrumen Pengambilan Data Jumlah Daun.................................... 25 Tabel 4.Instrumen Pengambilan Data Diameter Batang.............................. 26 Tabel 5.Instrumen Pengambilan Data Ketahanan Terhadap Hama ............. 27 Tabel 6.Tabulasi Data Percobaan................................................................. 27 xiv

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GRAFIK Grafik 1.Pertambahan tinggi tanaman anggur varietas Probolinggo Biru pada media tanah yang berbeda.................... 30 Grafik 2.Tinggi tanaman anggur tiap minggu pada masing-masing perlakuan.......................................................... 31 Grafik 3.Pertambahan diameter batang tanaman anggur varietas Probolinggo Biru pada media tanah yang berbeda.................... 32 Grafik 4. Diameter batang tanaman anggur tiap minggu pada masing-masing perlakuan.......................................................... 33 Grafik 5.Pertambahan jumlah daun tanaman anggur varietas Probolinggo Biru pada media tanah yang berbeda.................... 34 Grafik 6.Jumlah daun tanaman anggur tiap minggu pada masing-masing perlakuan.......................................................... 35 Grafik 7.Presentase daun sehat pada tanaman anggur tiap minggu........... 37 xv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1.Silabus .........................................................................................48 Lampiran 2. RPP .............................................................................................52 Lampiran 3. Data Pengamatan Tinggi Tanaman Anggur ...............................67 Lampiran 4. Data Pengamatan Diameter Batang Tanaman Anggur...............69 Lampiran 5. Data Pengamatan Jumlah Daun..................................................71 Lampiran 6. Data Pengamatan Presentase Ketahanan Tanaman Anggur terhadap Hama dan Penyakit .............................................73 Lampiran 7.Uji Normalitas .............................................................................74 Lampiran 8.Uji Homogenitas..........................................................................77 Lampiran 9.Uji Anova Tinggi Tanaman Anggur............................................78 Lampiran 10.Uji Anova Diameter Batang ......................................................79 Lampiran 11.Uji Anova Jumlah Daun Tanaman Anggur ...............................80 Lampiran 12. Data Pengamatan pH dan Kelembaban Tanah .........................81 xvi

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Tanaman anggur merupakan tanaman tertua yang dapat ditemukan di berbagai belahan dunia. Tanaman anggur diduga berasal dari Laut hitam dan Laut Kaspia yang kemudian menyebar ke Amerika Utara, Amerika Selatan dan Eropa (Sunarjono, 2008). Penyebaran tanaman anggur selanjutnya dilakukan oleh negara-negara Eropa dan Amerika Selatan yang membawa ke tanah jajahannya di Asia dan Afrika. Saat ini tanaman anggur menjadi tanaman andalan para petani untuk mata pencaharian karena dipandang sebagai tanaman yang bernilai komersil, termasuk di Indonesia walaupun anggur lokal menghadapi tantangan dari anggur impor (Setiadi, 2007). Di Indonesia sentra anggur terdapat di Jawa Timur ( Kediri, Probolinggo, Pasuruan, Situbondo), dan Bali yang memiliki udara kering dan suhu udara yang panas dengan demikian sinar matahari di kawasan ini relatif cukup. Produktifitas anggur di kawasan tropis, lebih rendah dibanding dengan kawasan sub tropis, jika di kawasan sub tropis hasil optimal anggur bisa mencapai 20 ton per hektar per tahun, maka di kawasan tropis seperti Indonesia hanya setengahnya. Tetapi panen anggur di kawasan sub tropis hanya bisa sekali dalam setahun dan di Indonesia bisa hampir tiga kali, dan saat panennya bisa di atur sepanjang tahun (Budiyati, 2008). Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika Indonesia mempunyai koleksi anggur di Kebun Percobaan Banjarsari, 7 diantaranya telah dilepas sebagai varietas anggur unggul.Ketujuh varietas tersebut adalah anggur 1

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 Probolinggo Biru-81, Bali, Kediri Kuning, Probolinggo Super, dan pada tahun 2007-2008 Prabu Bestari, Jestro Ag60 dan Jestro Ag86 telah dilepas sebagai anggur varietas unggul yang mempunyai kualitas buah seperti anggur impor (Budiyati, 2008). Walaupun lahan di Indonesia potensial untuk budidaya anggur dan telah memiliki varietas-varietas unggul, terdapat permasalahan yang berkembang dalam usaha tani anggur sampai saat ini. Hal ini meliputi: 1) Kesesuaian lahan , terutama kaitannya dengan persyaratan tumbuh tanaman anggur, belum semua petani melaksanakan usaha tani anggur pada lahan yang sesuai sehingga hasil tidak optimal, 2) Varietas yang ditanam belum semuanya bermutu baik sehingga produktivitas dan kualitas buah yang dihasilkan beragam, 3) Pemupukan belum dilakukan secara efisien sehingga mempengaruhi produksi dan biaya produksi, 4) Tingginya intensitas serangan penyakit downy mildew (Plasmopara viticola) terutama pada musim hujan sehingga berpengaruh terhadap produksi, 5) Penanganan pasca panen belum dikuasai oleh petani terutama hasil olahan, 6) Belum dikuasainya teknologi budidaya anggur secara efisien oleh petani, 7) Butir buah anggur mudah rontok bila musim hujan terutama pada anggur varietas Kediri Kuning (Baswarsiati, 2009). Dari beberapa permasalahan yang ada dalam budidaya anggur, peneliti ingin melakukan eksperimen sebagai upaya dalam menemukan solusi supaya budidaya anggur di Indonesia bisa lebih berkembang. Dalam hal ini peneliti mengangkat permasalahan kesesuaian lahan untuk tanaman anggur yaitu jenis tanah sebagai media tanam yang sesuai untuk pertumbuhan anggur. Berkaitan dengan hal tersebut peneliti menggunakan tiga jenis tanah yang berbeda yaitu jenis tanah mediteran yang diambil dari daerah Patuk, Gunungkidul, jenis

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 tanah regosol yang didapat dari kawasan gumuk pasir di Pantai Samas, dan jenis tanah aluvial dari kompleks Universitas Sanata Dharma, Sleman. Dalam penelitian akan diamati pertumbuhan tanaman anggur varietas Probolinggo Biru pada masing-masing jenis tanah selama 17 minggu dengan indikator pertumbuhan diukur dari tinggi tanaman, jumlah daun dan diameter batang, selain itu dilihat pula pengaruh perbedaan jenis media tanah terhadap ketahanan tanaman anggur terhadap hama dan penyakit. B. Rumusan Masalah 1. Apakah terdapat perbedaan pertumbuhan tanaman anggur varietas Probolinggo Biru yang ditanam pada media tanah yang berbeda? 2. Jenis tanah manakah yang baik untuk pertumbuhan tanaman anggur varietas Probolinggo Biru? 3. Bagaimana pola pertumbuhan tanaman anggur setiap minggu pada media tanah yang berbeda ? 4. Apakah terdapat perbedaan ketahanan tanaman anggur terhadap hama dan penyakit pada media tanah yang berbeda ? C. Batasan Masalah Batasan masalah dalam penelitian ini antara lain : 1. Varietas anggur yang digunakan adalah Probolinggo Biru salah satu varietas unggulan Indonesia. 2. Media tanah yang digunakan yaitu tanah regosol dari Pantai Samas, Bantul ; tanah mediteran dari Patuk, Gunungkidul ; tanah alluvial dari Paingan, Sleman.

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 3. Teknik penanaman anggur adalah dengan cara tabulampot (tanaman buah dalam pot). 4. Indikator pertumbuhan tanaman anggur dilihat dari tinggi batang, jumlah daun dan diameter batang. 5. Ketahanan terhadap hama dan penyakit diamati untuk melihat ada tidaknya perbedaan yang nyata akibat perbedaan jenis tanah. 6. Pengamatan dilakukan selama 17 minggu. D. Tujuan penelititan 1. Mengetahui ada tidaknya perbedaan pertumbuhan tanaman anggur varietas Probolinggo Biru dari tiga media tanah yang berbeda. 2. Mengetahui jenis tanah yang paling baik untuk pertumbuhan tanaman anggur varietas Probolinggo Biru. 3. Menunjukkan pola pertumbuhan tanaman anggur pada ketiga jenis media tanah. 4. Mengetahui ketahanan tanaman anggur varietas Probolinggo Biru pada ketiga jenis tanah terhadap hama dan penyakit. E. Manfaat Penelitian 1. Bagi peneliti a) Peneliti dapat menyalurkan ilmu biologi yang sudah didapatkan untuk mengerjakan penelitian. b) Peneliti mampu memahami dasar-dasar bertanam anggur dan dapat memberikan informasi bagi petani anggur maupun masyarakat umum. 2. Bagi petani anggur dan masyrakat umum

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 a) Petani anggur dapat mengetahui media tanam yang baik untuk pertumbuhan tanaman anggur khususnya varietas Probolinggo Biru. b) Masyarakat umum yang memiliki minat khusus terhadap tanaman anggur dapat mempelajari hasil penelitian untuk bertanam anggur secara mandiri.

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II DASAR TEORI A. Tanaman Anggur Anggur berasal dari daerah sebelah selatan antara Laut Kaspia dan Laut Hitam di Asia Kecil. Selanjutnya sejak awal abad ke-19 anggur menyebar ke Indonesia, antara lain di Pulau Pisang (Sumatera Barat), Ternate, Halmahera, Kupang, Makassar, Besuki dan Banyuwangi (Jawa Timur), Buleleng (Bali) dan Lombok (Nusa Tenggara Barat). 1. Sistematika dan Morfologi Tanaman Anggur Varietas Probolinggo Biru Dalam ilmu tumbuhan, tanaman anggur diklasifikasikan sebagai berikut : Kingdom : Plantae Divisi : Spermatophyta Subdivisi : Angiospermae Melalui Kelas : Dycotyledonae Ordo : Vitales Famili : Vitaceae Genus : Vitis Spesies : Vitis vinifera L Varietas : Probolinggo Biru Surat Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia No.856/Kpts/TP.240/12/1985 varietas anggur Probolinggo Biru ditetapkan sebagai salah satu varietas unggul. Varietas ini berasal dari Kebun Percobaan Banjarsari, Probolinggo. Varietas ini memiliki tinggi tanaman yang tidak terbatas dan merambat serta memiliki sulur dengan ujung seperti kail. 6

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 Batangnya berwarna coklat dengan bentuk daun bulat dengan urat daun menjari, pangkal daun berlekuk dalam, panjang daun 11cm dan lebarnya 10cm. Warna daun mudanya hijau kekuningan sedangkan yang tua berwarna hijau tua dan tidak berbulu. Tangkai daunnya berwarna kemerahan.Bunga varietas Probolinggo Biru-81 ini kecil, sempurna dan dalam tandan dengan warna putih kekuningan. Buah berbentuk bulat sampai bulat telur, buah yang masih muda berwarna hijau dan bila telah matang berwarna merah kehitaman, kulit buah tertutup lapisan bedak tipis, jumlah buah per tandan mencapai 78 buah dengan rasa yang manis sehingga baik untuk buah segar (meja) ataupun minuman anggur. Dapat dipanen setelah berumur 105-110 hari(matang di pohon) setelah pemangkasan. Selain itu varietas Probolinggo biru-81 memerlukan penjarangan buah disisakan 70% – 80% (Cahyono,2010). (a) (b) Gambar 1.(a) Tanaman anggur varietas Probolinggo Biru (b) Buah anggur varietas Probolinggo Biru 2. Syarat Tumbuh Keadaan iklim yang optimal untuk pertumbuhan dan produksi anggur pada ketinggian 0-300 mdpl dengan suhu udara antara 25-31°C, kelembapan udara 40% - 80%, intensitas sinar matahari (penyinaran) 50% – 80% dan curah hujan 800-1800 mm/tahun. Di Indonesia, pada umumnya tanaman anggur

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 dibudidayakan di dataran rendah yang beriklim kering, terutama di tepi-tepi pantai dengan musim kemarau panjang berkisar 4-7 bulan. Jenis atau varietas anggur dataran rendah yang ditanam di dataran tinggi menyebabkan perubahan kuantitas dan kualitas buah, buah menjadi kecil-kecil dan rasanya masam. Tanaman anggur membutuhkan banyak air tetapi tidak tahan terhadap hujan lebat. Pembungaan pada musim hujan dapat menyebabkan bunga berguguran hingga rusak terserang penyakit (Rukmana,2012). Pada umumnya tanaman anggur memiliki adaptasi yang luas terhadap berbagai jenis tanah dengan tekstur dan struktur tanah yang beragam, mulai dari yang lempung berliat sampai yang berpasir atau kerikil (tekstur kasar). Namun untuk pertumbuhan yang baik, tanaman anggur menghendaki tanah dengan tekstur tanah liat berpasir dengan komposisi 30-50% lempung, 30-50% pasir dan 7-12% liat dan bertekstur gembur (remah), tanah mudah merembeskan air (berdrainase baik), tanah memiliki daya menahan air cukup baik. Struktur tanah yang gembur dan tekstur tanah yang halus akan meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan perakaran tanaman, pertumbuhan tanaman, dan pembentukan buah. Karena struktur tanah yang gembur dapat terdapat tata udara dan tata air yang baik sehingga tanah cukup tersedia oksigen yang sangat diperlukan untuk pernafasan perakaran tanaman dan kehidupan organisme dalam tanah, serta pengambilan unsur hara oleh tanaman. Tanaman anggur tidak tahan terhadap air yang menggenang lama karena dapat menyebabkan perakaran membusuk (Cahyono, 2010).

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 3. Hama dan Penyakit Beberapa jenis hama yang menyerang tanaman anggur antara lain : tungau, ulat daun dan belalang. Serangan hama bisa datang sendiri atau terbawa oleh angin, air atau hewan lain. a) Ulat grayak : merusak daun dari pinggiran hingga ke tengah daun, dan menimbulkan lubang-lubang pada daun. Di sekitar daun yang rusak biasanya dijumpai kotoran ulat tersebut (Suwito, 2007). Ulat ini menyerang pada malam hari, sedangkan pada siang hari bersembunyi di dalam tanah. Pengolahan tanah (pendangiran) secara intensif dapat dilakukan untuk membunuh kepompong dan ulat yang bersembunyi di dalam tanah. b) Kumbang daun : aktif pada senja dan malam hari. Kumbang menyerang dengan cara memakan atau merusak daun kemudian membuat lubang-lubang kecil pada permukaan daun. Serangan berat menyebabkan proses fotosintesis terganggu sehingga pertumbuhan tanaman kerdil. Tanaman anggur juga dapat terserang penyakit, diantaranya adalah sebagai berikut : a) Bercak daun Cercospora : disebabkan oleh cendawan Cercospora viticola yang menyerang pada keadaan cuaca lembab. Gejala serangannya mula-mula pada daun dan tunas muda terjadi bercak-bercak berwarna coklat tua yang bersudut, kemudian timbul bintik-bintik hitam pada bercak, dan serangan berat menyebabkan tunas muda mengering (mati). b) Karat daun : disebabkan oleh cendawan Physopella ampelopsidis. Gejala serangannya adalah terdapat tepung berwarna jingga (spora jamur) pada sisi bawah daun. Gejala yang spesifik dapat diamati dari sisi atas daun adalah adanya bercak-bercak berwana hijau kekuningan dan seluruh permukaan daun

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 tertutup lapisan tepung (spora). Serangan berat dapat menyebabkan daun kering dan rontok. c) Busuk kapang kelabu : disebabkan oleh cendawan Botrytis cinerea yang berkembang saat buah anggur menjelang masak. Busuk kapang kelabu mulamula menyerang jaringan yang terletak tepat di bawah permukaan buah yang menyebabkan kulit buah terlepas dari dagingnya, kemudian buah busuk lunak berair. Hal ini dapat menyebabkan pembusukan seluruh buah dalam satu dompolan selama pengangkutan dan penyimpanan. Serangan berat menyebabkan buah berwarna coklat tua, keriput dan busuk. d) Tepung Palsu : disebabkan oleh cendawan Plasmopora viticola. Penyakit ini menyerang secara berat pada musim hujan. Gejala serangan penyakit tepung palsu mula-mula tampak pada sisi daun yang menimbulkan bercakbercak berwarna kuning kehijauan, kemudian bercak meluas dan bersatu serta berubah warna menjadi cokelat berlapis tepung. Serangan berat menyebabkan daun kering dan rontok. B. Pertumbuhan Tanaman Anggur Tubuh tumbuhan tersusun atas berjuta-juta sel dengan ukuran yang berbeda. Secara umum tubuh tumbuhan tinggi terdiri atas “sumbu silindris” dengan tonjolan-tonjolan lateral yang seringkali mempunyai struktur serupa dengan sumbu pusat. Sumbu utama sebenarnya tersusun atas dua bagian yang berbeda sifat fisiologi dan struktur morfologinya. Bagian sumbu di atas tanah biasanya disebut “batang” dan bagian sumbu di bawah tanah disebut “akar”. Tiga macam tonjolan yang tumbuh pada sumbu utama yakni : daun, jonjot dan bulu. Daun tumbuh pada permukaan sumbu utama dengan pola tertentu

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 (teratur), sedangkan jonjot dan bulu tidak mempunyai pola yang tertentu (tidak teratur). Sumbu utama beserta tonjolan-tonjolannya dibentuk oleh pertumbuhan ujung tumbuhan (titik tumbuh), tubuh yang dibentuk pertama kali ini dinamakan tubuh primer karena dibentuk oleh pertumbuhan primer. Pertumbuhan primer memperpanjang sumbu utama, membentuk sistem percabangan dengan tonjolan-tonjolan lainnya atau dengan kata lain membangun bagian tumbuhan muda yang baru. Setelah bagian-bagian ini mencapai ukuran tertentu, maka pertambahan selanjutnya hanya dilakukan oleh pertumbuhan sekunder (Heddy, 1987). C. Media Tanam 1. Pengertian Media Tanam Media tanam diartikan sebagai wadah atau tempat tinggal tanaman. Media tanam yang baik adalah media yang mampu menyediakan air dan unsur hara dalam jumlah cukup bagi pertumbuhan tanaman. Hal ini dapat ditemukan pada tanah dengan tata udara yang baik, mempunyai agregat mantap, kemampuan menahan air yang baik dan ruang untuk perakaran yang cukup. Penggunaan media tanam yang tepat akan memberikan pertumbuhan yang optimal bagi tanaman untuk itu media tanam harus sesuai dengan karakteristik tanaman. Fungsi media tanam adalah sebagai tempat unsur hara, mampu memegang air yang tersedia bagi tanaman, dapat melakukan pertukaran udara antara akar dan atmosfer di atas media dan harus dapat menyokong pertumbuhan tanaman.

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 2. Tanah Sebagai Media Tanam Tanah merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kesuburan tanaman. Struktur tanah yang dikehendaki tanaman adalah tanah gembur yang di dalamnya terdapat ruang pori-pori yang dapat diisi oleh air tanah dan udara yang amat penting bagi pertumbuhan tanaman dan struktur tanah yang remah karena udara dan air tanah dapat berjalan lancar, temperatur stabil sehingga memacu pertumbuhan jasad renik yang memegang peranan penting dalam proses pelapukan bahan organik di dalam tanah. Struktur tanah yang kurang baik adalah tanah liat karena tersusun dari partikel- partikel yang cukup kecil. Dibandingkan tanah pasir kurang lebih 100 kali partikel tanah liat. Kehalusannya membuat tanah liat cenderung menggumpal dan amat rakus mengisap air dan menahan air tersebut dengan ketat sehingga tanah liat menjadi lembab dan udara berputar cukup lambat, ketika kering akan menggumpal seperti batu dan sifatnya kian kedap udara (Lingga, 1994). Porositas tanah adalah bagian dari volume tanah yang tidak ditempati oleh padatan tanah. Tanah pasir memiliki porositas kurang dari 50% yang bersifat merembeskan air yang mengangkut zat-zat makanan yang dibutuhkan tanaman dan gerakan udara di dalam tanah menjadi lebih lancar. Sedangkan tanah berliat memiliki porositas lebih dari 50% sehingga mudah menangkap air hujan, tetapi sulit merembeskan air dan gerakan udara lebih terbatas (Anonim 1992). Perbedaan pertumbuhan pada masing-masing jenis tanah juga dipengaruhi oleh sifat kimia tanah. Di dalam tanah dikenal adanya unsur-unsur yang menjaga kesuburan tanah seperti Kalium, Kalsium, Magnesium dan Natrium. Unsur-unsur tersebut diserap oleh tanaman dalam bentuk ion-ion (kation

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 maupun anion). Karena perbedaan muatan antara kation – anion yang ada di dalam akar dengan kation – anion yang di luar akar, maka terjadilah tukar menukar ion antara akar dan tanah (Dwijoseputro, 1986). Tanah dapat menyediakan kebutuhan hara tanaman karena memiliki kemampuan kapasitas tukar kation (KTK) yaitu banyaknya kation (dalam miliekivalen) yang dapat dijerap (dilekatkan) oleh tanah per satuan berat tanah (per 100 gr). Tanah dengan kapasitas tukar kation (KTK) tinggi mampu menyerap dan menyediakan unsur hara lebih baik daripada tanah dengan kapasitas tukar kation (KTK) rendah. Tanah dengan kandungan bahan unsur tinggi atau dengan kadar liat tinggi mempunyai KTK lebih tinggi daripada tanah dengan bahan unsur rendah atau tanah berpasir (Mustafa, 2012). Dengan demikian tanah aluvial dan mediteran memiliki kapaitas tukar kation (KTK) yang lebih tinggi dibanding dengan tanah regosol, sehingga hara dalam tanah rogosol mudah tercuci karena kurangnya kemampuan untuk menjerap (melekatkan) unsur hara yang berupa kation dan menyebabkan tanah kekurangan unsur hara yang diperlukan tanaman yang menyebabkan pertumbuhan tanaman terhambat, sedangkan tanah aluvial dan mediteran memiliki kemampuan yang lebih tinggi untuk mengikat kation-kation yang diperlukan tanaman di tanah dan tidak mudah tercuci. 3. Jenis Tanah dan Karakteristiknya a) Tanah Mediteran Tanah di kawasan Patuk, Gunungkidul termasuk dalam tanah mediteran karena terbentuk dari pelapukan batuan gamping/batu kapur yang berkembang dari formasi karang dengan tanah berwarna merah-coklat dan tertimbun dalam retakan dan depresi. Jenis tanah ini dicirikan oleh penimbunan lempung di

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 horizon bawah, tekstur lempung (berat) sehingga kalau kering gumpal sangat keras, jika basah sangat lekat. Tanah tersebut terletak pada topografi berbukitbergunung, sehingga ketika hujan airnya cepat mengalir ke bawah tidak menggenang, tingkat keasaman tanah (pH) 6-7,5, kadar unsur hara umumnya tinggi (Supriyo, 2009). b) Tanah Regosol Bukit-bukit pasir di pantai Samas terbentuk dari pasir di pantai yang berasal dari erosi dan terbawa oleh sungai, kemudian terbawa oleh kekuatan angin laut yang bersifat deflasi dan akumulasi. Tanah pasir ini termasuk dalam jenis tanah regosol bukit pasir yang bertekstur kasar dan memiliki kemampuan menyimpan air sangat rendah, aerasinya sangat baik, drainase cepat, dan kandungan garam sangat tinggi, hal ini menjadi kendala jika akan ditanami. Untuk mengatasi kendala-kendala tersebut dapat dilakukan dengan pemupukan dengan bahan organik (pupuk kandang, pupuk kompos, pupuk hijau) atau material yang mampu menyimpan air banyak (Supriyo, 2009). c) Tanah Aluvial Tanah lempung vulkanik di Paingan termasuk dalam jenis tanah alluvial. Jenis tanah ini bervariasi dari satu satu daerah ke daerah lainnya. Beberapa bahan endapan dapat berupa batu kapur, batuan metamorfik, deposit lanau dan dapat pula berupa abu gunung berapi yang bercampur bahan organik. Tekstur tanahnya liat atau liat berpasir, mempunyai konsistensi keras waktu kering dan teguh pada waktu lembab. Kandungan unsur hara relatif kaya dan banyak tergantung pada bahan induknya, tingkat keasaman (pH) yang sangat rendah yaitu 4 (Askari, 2010).

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 D. Pupuk Pupuk adalah unsur -unsur esensial baik makro maupun mikro, dalam bentuk komponen anorganik maupun organik yang dibutuhkan oleh tanaman untuk kelangsungan hidupnya (Yulipriyanto,2010). Pemupukan dilakukan untuk menambah unsur hara bagi tanah dan tanaman. Pupuk dibedakan menjadi bermacam-macam dilihat dari bentuknya, bahan pembuatan dan lanlain. 1. Pupuk Kompos Kompos adalah pupuk yang dibuat dari hasil penguraian aneka bahan sampah organik. Pengomposan adalah proses dimana bahan organik mengalami penguraian secara biologis, khususnya oleh mikroba-mikroba yang memanfaatkan bahan organik sebagai sumber energi. Bahan baku pengomposan adalah semua material yang mengandung karbon dan nitrogen, seperti kotoran hewan, sampah hijauan, lumpur cair dan limbah industri pertanian Kompos yang dihasilkan dari pengomposan sampah dapat digunakan untuk menguatkan struktur lahan kritis dengan meningkatkan kandungan bahan organik tanah dan akan meningkatkan kemampuan tanah untuk mempertahankan air tanah, menggemburkan kembali tanah pertanian karena peningkatan aktivitas mikroba, dan sebagai media tanam. Kompos yang bermutu baik memiliki ciri berwarna coklat tua hingga hitam mirip dengan warna tanah, tidak larut dalam air, tidak berbau, suhu kurang lebih sama dengan suhu lingkungan (Alex S.).

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 2. Pupuk Kompos Cacing (kascing) Kompos cacing adalah kompos yang terbuat dari bahan organik yang dicerna oleh cacing, yang menjadi pupuk adalah kotoran cacing tersebut. Pembentukan pupuk ini dengan memelihara cacing dalam tumpukan sampah organic hingga cacing tersebut berkembang biak dari dalamnya dan menguraikan sampah organik dan menghasilkan kotoran. Kualitas kompos cacing tergantung pada jenis bahan media atau pakan yang digunakan, jenis cacing tanah dan umur kompos cacing. Kompos cacing yang berkualitas baik memiliki warna hitam kecoklatan hingga hitam, tidak berbau, bertekstur remah dan matang (C/N < 20). Kompos cacing mempunyai kemampuan menahan air sebesar 40-60 % sehingga mampu mempertahankan kelembaban, memperbaiki struktur tanah dan menetralkan pH, menyediakan unsur hara yang dibutuhkan tanaman (Alex S.). 3. Pupuk Cair (Lyphotril A.) Pupuk ini berupa cairan, cara penggunaannya dilarutkan terlebih dahulu dengan air, pada umumnya pupuk ini disemprotkan ke daun. Pupuk cair Lyphotril A. merupakan campuran berbagai unsur bahan pupuk, unsur anorganik dengan bahan organik yang digunakan lewat sistem penyerapan permukaan stomata atau seluruh pori daun, batang dan buah, dengan kandungan unsur nitrogen, phosphat, kalium, MgO, CaO, vitamin dan mineral. Manfaat dan kegunaan dari Lyphotril A. diantaranya : • Mempengaruhi percepatan pada pertumbuhan pucuk daun dan menguatkan ketahanan daun pada tingginya paparan sinar UV matahari.

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 • Mempercepat proses pertumbuhan bunga dan ketahanan bunga sampai terjadinya proses pembuahan, serta ketahanan bakal buah pada kondisi klimat ekstrem. • Memperbesar kemungkinan keberhasilan dalam budidaya, dengan pencegahan terjadinya kerontokan bunga, buah dan daun, serta percepatan pertumbuhan dan perkembangannya. • Pemupukan langsung diserap oleh pori permukaan daun (stomata), batang dan buahnya, dan langsung diproses dalam metabolisme asimilasinya, sehingga dapat dapat mengurangi derajat kehilangan mikro haranya, maka proses serapan pada daun, batang dan buahnya akan sangat efisien. Penekanan karena kehilangan dapat dihindari sekecil mungkin. • Meningkatkan kualitas dan kuantitas panennya. • Mempersingkat waktu panen. • Tidak menggunakan bahan perekat pada musim penghujan. • Tidak membunuh menciptakan keberadaan keseimbangan organisme ekosistem tanah, kawasan sehingga yang akan baru dan memudahkan tumbuhnya keanekaragaman hayati dan rehabilitasi predator alami. • Dapat digunakan untuk mencegah timbulnya keriting daun/patek daun. • Produk pertanian yang dihasilkan akan sangat ramah dengan lingkungan dan tidak meninggalkan residu pestisida siklis pada hasil pangannya. (Murwono, 2013)

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 E. Tabulampot (Tanaman Buah dalam Pot) Tabulampot adalah singkatan dari tanaman buah dalam pot. Pada dasarnya semua pohon buah-buahan bisa ditanam dalam pot. Meski secara fisik tidak tumbuh sebesar pohon biasa, namun dengan perawatan dan pemupukan yang baik, tabulampot juga cepat berbuah. Pemilihan pot yang tepat menjadi modal awal bagi pertumbuhan tanaman. Dari berbagai jenis bahan pot, yang lebih baik untuk tanaman anggur adalah pot yang berbahan dasar tanah, hal ini cukup baik pengaruhnya bagi tanaman, karena pot berbahan dasar tanah memilki pori-pori pada bagian dasarnya yang dapat menyerap air, sehingga akar tanaman tidak mudah kekeringan apabila terlambat menyiram dan tidak akan lembab apabila terlalu banyak air penyiraman. F. Hipotesis 1. Terdapat perbedaan nyata pertumbuhan tanaman anggur dari ketiga jenis media tanah yang diberikan. 2. Media tanah yang paling baik untuk pertumbuhan tanaman anggur varietas Pobolinggo Biru adalah jenis tanah regosol dari pantai Samas. 3. Pola pertumbuhan tanaman anggur pada ketiga jenis media tiap minggu menunjukkan kenaikan pertumbuhan. 4. Terdapat perbedaan ketahanan tanaman anggur terhadap hama dan penyakit pada ketiga jenis media tanam. Tanah yang lebih liat akan menyebabkan lingkungan lebih lembab sehingga mudah terserang jamur.

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN A. RancanganPenelitian Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental karena dilakukan dengan sengaja memberikan suatu perlakuan terhadap objek penelitan kemudian diteliti bagaimana akibatnya dari perlakuan yang diberikan. Dalam penelitian ini perlakuan yang diberikan adalah perbedaan jenis tanah sebagai media tanam yang diterapkan pada objek penelitian yaitu tanaman anggur varietas Probolinggo Biru. Jenis tanah yang digunakan sebagai perlakuan adalah tanah mediteran, regosol dan aluvial dengan tiga pengulangan untuk masing-masing perlakuan. Data yang dibutuhkan untuk analisis adalah tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun dan presentase sisa daun sehat yang diambil satu minggu sekali. B. Variabel Penelitian Terdapat tiga variable yaitu variabel bebas, variabel terikat dan variabel kontrol dalam penelitian ini. 1. Variabel bebas yaitu media tanah yang digunakan yaitu jenis tanah mediteran, regosol dan alluvial. 2. Variabel terikat yaitu pertumbuhan tanaman yang diukur dari tinggi tanaman, jumlah daun,diameter batang dan presentase daun sehat dari 12 tanaman anggur varietas Probolinggo Biru. 3. Variabel kontrol yaitu varietas anggur Probolinggo Biru,umur bibit, jenis pot, penambahan pasir pada setiap perlakuan dan faktor lingkungan 19

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 seperti suhu, sinar matahari, jumlah dan waktu penyiraman, pemberian pupuk, penggemburan tanah dan penyiangan. C. Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan desain penelitian RAL atau Rancangan Acak Lengkap.Dalam penelitian ini terdapat 3 perlakuan yang dilambangkan P1, P2, P3 dan kontrol yang dilambangkan dengan K, dengan pengulangan sebanyak 3 kali sehingga seluruhnya terdapat 12 satuan percobaan. Dengan demikian layout percobaan dapat dibuat seperti di bawah ini ; Tabel 1.Layout Penelitian P1a P2a P3a K P1b P2b P3b K P1c P2c P3c K Keterangan : a;b;c P1 P2 P3 K : pengulangan : perlakuan pada media tanah mediteran : perlakuan pada media tanah regosol : perlakuan pada media tanah aluvial : kontrol D. Tempat dan Waktu Penelitian Pengamatan dilakukan sejak 6 November 2013 hingga 26 Februari 2014, berlokasi di Kebun Percobaan Prodi Pendidikan Biologi, Paingan, Maguwoharjo, Sleman.

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 E. Alat dan Bahan 1. Alat a) Pot g) Gelas ukur 1 liter b) Meteran h) Ember c) Kawat i) Tali rafia d) Cangkul j) Gunting e) Sekop k) Tabung semprot f) l). Jangka sorong 2. Bilah bambu Bahan a) Bibit tanaman anggur f) Pupuk kascing probolinggo biru g) Insektisida Lannate b) Tanah alluvial h) Fungisida Cobox c) i) Pupuk daun Lyphotril A Tanah regosol d) Tanah mediteran e) j). Air Pupuk kompos F. Cara Kerja 1. Penyiapan Lahan a) Membersihkan lahan lokasi penelitian dari rumput. b) Memasang pagar di sekeliling lahan c) Mengukur jarak posisi antar pot 2 meter d) Menempatkan pot pada posisi yang telah ditentukan e) Batang kayu hidup ditancapkan di sebelah kanan dan kiri masingmasing pot

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 f) Setiap batang dihubungkan dengan kawat yang dipasang mendatar sebanyak 2-3 jajar.. g) Kawat pertama dipasang dengan ketinggian 60 cm dari permukaan tanah, kawat berikutnya berjarak 70 cm dari kawat sebelumnya. 2. Penyiapan Media Tanam a) Mengambil tanah regosol dari gumuk pasir pantai Samas, Bantul b) Mengambil tanah alluvial dari kebun obat Kampus III Universitas Sanata Dharma, Paingan, Sleman c) Mengambil tanah mediteran dari lahan milik Universitas Sanata Dharma di kecamatan Patuk, Gunungkidul d) Menghaluskan tanah yang menggumpal 3. Penyampuran Pupuk dan Tanah a) Pupuk kompos dan kascing ditakar menggunakan ember yang berukuran sama dengan perbandingan 1 : 1 b) Pupuk dibolak-balik menggunakan cangkul sehingga tercampur. c) Tanah regosol dicampur dengan pasir dan pupuk mengikuti perbandingan 2 : 1 : 1 d) Tanah alluvial dicampur dengan pupuk dan pasir mengikuti perbandingan 2 : 1:1 e) Tanah mediteran dicampur dengan pupuk dan pasir mengikuti perbandingan 2 : 1 : 1 f) Kontrol dibuat dengan perbandingan antara pasir dan pupuk adalah 1:1 g) Hasil penyampuran dimasukkan ke dalam 3 pot untuk masing-masing perlakuan, sebanyak 2/3 bagian pot.

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 h) Media disiram dan didiamkan selama 3 hari 4. Penanaman a) Pada bagian tengah pot, tanah digali menggunakan sekop. b) Media tanam dalam polybag bibit disiram dengan air bersih hingga cukup basah namun tidak sampai becek. c) Salah satu sisi polybag digunting untuk memudahkan membuka polybag. d) Setelah polybag terbuka, bibit dikeluarkan dan diusahakan bentuk tanah tetap utuh. e) Bibit anggur yang sudah dikeluarkan, ditanam tepat di tengah-tengah lubang, dengan posisi bibit tegak. f) bidang perakaran dan pangkal batang bibit tanaman anggur ditimbun dengan lapisan tanah atas, sambil dipadatkan pelan-pelan. g) Sekitar perakaran bibit tanaman anggur disiram hingga cukup basah atau lembab. h) Bilah bambo ditancapkan dekat dengan tanaman anggur sebagai tempat merambat. 5. Perawatan a) Penyiraman 1) Tanaman disiram setiap hari pada pagi hari dan disesuaikan dengan kelembaban tanah. 2) Jumlah air yang diberikan untuk setiap perlakuan adalah sama yaitu 1 liter. b) Pemupukan 1) Pupuk yang diberikan adalah pupuk cair Lyphotril A

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 2) Diberikan 5 hari setelah tanam, kemudian 7 hari sekali selama 2 bulan, setelah itu diberikan setiap 15 hari sekali. 3) Lyphotril A diencerkan terlebih dahulu dengan takaran 72 ml diencerkan pada 10 liter air. 4) Pemberian dilakukan dengan menyemprotkan pada bagian daun yang menghadap bawah pada pagi hari. 5) Pupuk kascing juga diberikan untuk menambah nutrisi yang hilang terutama setelah hujan. c) Pengendalian Hama dan Penyakit 1) Sekeliling batang diberi abu gosok untuk menghindari semut dan rayap. 2) Insektisida disemprotkan secara berkala 1 minggu sekali pada daun dan batang pada sore hari dengan pengenceran terlebih dahulu. 3) Pembersihan lahan dari gulma secara berkala untuk mengurangi keberadaan hama dan kelembaban yang dapat menyebabkan jamur. 4) Fungisida disemprotkan seminggu satu kali dengan pengenceran terlebih dahulu. d) Pemangkasan 1) Cabang primer diikatkan pada bilah bambu untuk membantu menopang tegaknya tanaman. 2) Tunas yang muncul di ketiak batang dibuang. 3) Saat tanaman mencapai tinggi 50 cm pucuk dipangkas. Disisakan 2 tunas yang akan ditumbuhkan menjadi cabang sekunder. 4) Sulur dari cabang sekunder diarahkan untuk merambat di pagar atau dibantu dengan diikat mengguanakan tali rafia.

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 5) Setelah cabang sekunder mencapai panjang ± 20 cm, pucuk dipangkas untuk mendapatkan cabang – cabang tersier. 6. Pengamatan a) Pengukuran tinggi batang dilakukan dengan mengukur panjang tanaman dari pangkal hingga ujung pada setiap cabang menggunakan meteran dan hasil setiap minggu dicatat dalam tabel2. Tabel 2.Instrumen pengumpulan data tinggi tanaman tinggi tanaman (cm) Hari no P1 P2 P3 Keterangan pengamatan a b c a b c a b c b) Jumlah daun yang dihitung adalah seluruh daun yang berada di tanaman termasuk yang masih berupa pucuk-pucuk daun kemudian data dimasukkan dalam tabel 3. Tabel 3. Instrumen pengambilan data jumlah daun Jumlah daun Hari no P1 P2 P3 Keterangan pengamatan a c) b c a b c a b c

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 c) Diameter batang yang diukur adalah cabang paling besar yang terdapat di pangkal cabang primer dan data dimasukkan dalam tabel 4. Tabel 4. Instrumen pengambilan data diameter batang diameter batang (cm) Hari no P1 P2 P3 Keterangan pengamatan a b c a b c a b c d) Ketahanan tanaman anggur terhadap hama dan penyakit didapat dari menghitung jumlah persentase sisa daun yang utuh (tidak diserang hama ataupun penyakit) pada masing-masing daun di setiap tanaman. Penentuan presentase daun sehat dilakukan dengan cara berikut ini: 1) Presentase daun sehat dalam 1 tanaman (x) = 100 % 2) Presentase daun sehat per helai (y) = 100% 3) Kriteria daun yang sehat tiap helainya antara lain ; • Tidak ada lubang / jamur = y • Terdapat lubang dan/atau jamur di sebagian helai daun = • Terdapat lubang dan/atau jamur merata di seluruh bagian daun = • daun kering dan hampir rontok = 0 4) presentase sisa daun sehat tiap helai dijumlahkan untuk mendapatkan presentase sisa daun sehat dalam satu tanaman.

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 Kemudian data di catat dalam tabel 5. Tabel 5. Instrumen pengambilan data ketahanan terhadap hama dan penyakit daun yang tidak rusak (%) Keterangan Hari P1 no P2 P3 pengamatan a b c a b c a b c G. Analisis Data 1. Pengelompokkan data Data yang telah dikumpulkan selanjutnya akan dikelompokkan untuk memudahkan analisis. Pengelompokkan ini dilakukan dengan tujuan mendapatkan rata-rata pertumbuhan dari setiap perlakuan dengan, dan dilakukan pada semua parameter pertumbuhan. Tabel 6. Tabulasi Data Percobaan Tinggi tanaman anggur (cm) Perlakuan a b c Jumlah Rerata P1 P2 P3 K 2. Analisis Variansi Dalam uji ANOVA terdapat asumsi dasar yang hendaknya dipenuhi oleh data yang akan dianalisis, tidak terpenuhinya asumsi ini dapat menimbulkan kesimpulan yang salah. Asumsi yang harus dipenuhi antara lain , normalitas

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 yang merupakan persyaratan pertama yaitu data sampel hendaknya berasal dari distibusi normal, kemudian homogenitas yang menghendaki data sampel memiliki varians yang sama. Uji normalitas data dilakukan untuk memperlihatkan bahwa data sampel berasal dari populasi berdistribusi normal. Uji normalitas dilakukan dengan program SPSS. Normalitas dipenuhi jika hasil uji signifikan untuk taraf signifikansi (α = 0.05). Untuk mengetahui signifikan atau tidak signifikan hasil uji normalitas dilakukan dengan memperhatikan bilangan pada kolom signifikansi (Sig.), jika bilangan signifikansi yang diperoleh > α maka sampel berasal dari populasi yang terdistribusi normal, sedangkan jika bilangan signifikansi yang diperoleh < α maka sampel bukan berasal dari data yang terdistribusi normal. Jika hasil uji normaitas dinyatakan bahwa data terdistribusi secara normal maka dapat dilakukan uji homogenitas (Budi, 2006). Uji homogenitas digunakan untuk mengetahui varian dari beberapa populasi sama atau tidak. Uji homogenitas pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan SPSS, dengan dasar pengambilan keputusan sebagai berikut, jika nilai signifikansi < 0.05 maka dikatakan bahwa varian dari kelompok populasi dataadalah tidak sama. Sedangkan jika nilai signifikansi > 0.05, maka dikatakan bahwa varian dari kelompok populasi data adalah sama. Apabila diketahui data homogen maka dapat dilakukan uji komparatif Anova. Uji Anova dilakukan untuk menguji ada tidaknya perbedaan mean pada masing-masing kelompok. Penarikan kesimpulan dilakukan dengan melihat nilai F hitung dengan ketentuan jika F hitung > F tabel untuk alpha 0.05 maka ada perbedaan yang bermakna pada perlakuan yang diberikan sedangkan jika F

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 hitung < F tabel untuk alpha 0.05 maka tidak ada perbedaan yang berarti dari perlakuan yang diberikan. Apabila F hitung menunjukkan hasil yang signifikan atau menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna maka perlu dilakukan analisis lanjutan untuk menunjukkan perlakuan terhadap kelompok mana yang berbeda. Analisis ini dikenal istilah post hoc dan dapat dilakukan dengan tes Tukey’s HSDpada program SPSS. Secara praktis, hasil uji signifikansi dapat diketahui dengan cepat pada output yang ada, yaitu dengan melihat tanda *, yang menunjukkan bahwa perbedaan rata-rata adalah signifikan dan sebaliknya tidak adanya tanda * menunjukkan bahwa perbedaan rata-rata adalah tidak signifikan.

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. HASIL Berdasarkan uji normalitas yang telah dilakukan pada hasil pengamatan parameter pertumbuhan yaitu tinggi tanaman, diameter batang dan jumlah daun, didapatkan hasil bahwa data setiap parameter adalah normal (lampiran 7). Kemudian dilakukan uji homogenitas pada hasil pengamatan masingmasing parameter yang menunjukkan bahwa varians data adalah homogen (lampiran 8). Berikut ini adalah data masing-masing perlakuan dari setiap parameter. 1. Pertambahan Tinggi Tanaman Anggur Varietas Probolinggo Biru Cara termudah untuk mengetahui adanya pertumbuhan pada tanaman adalah dengan mengamati perubahan tinggi tanaman yang terjadi. Di bawah ini disajikan pertambahan tinggi tanaman anggur varietas Probolinggo Biru yang ditanam pada empat jenis media yang berbeda. Pertambahan Tinggi Tanaman Anggur pertambahan tinggi tanaman (cm) 120 100 80 60 40 20 0 regosol aluvial mediteran kontrol Perlakuan jenis tanah Grafik 1. Pertambahan tinggi tanaman anggur varietas Probolinggo Biru pada media tanah yang berbeda 30

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 Dari grafik di atas dapat dilihat bahwa pertambahan tinggi tanaman anggur varietas Probolinggo Biru pada jenis tanah mediteran merupakan yang tertinggi yaitu mencapai 105.3 cm, yang diikuti tanaman pada kontrol yaitu 70.5 cm dan tanaman pada jenis tanah aluvial 53.4 cm, sedangkan pertambahan tinggi tanaman terendah ditunjukkan pada jenis tanah regosol yang hanya 41.3 cm. Hasil pengamatan tinggi tanaman anggur pada masing-masing perlakuan selama 17 minggu dapat dilihat dalam grafik di bawah ini. tinggi (cm) Tinggi Tanaman Anggur Tiap Minggu 160 140 120 100 80 60 40 20 0 regosol aluvial mediteran kontrol 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 minggu ke- Grafik 2.Tinggi tanaman anggur tiap minggu pada masing-masing perlakuan Dari grafik di atas dapat dilihat bahwa kecepatan pertamabahan tinggi tanaman anggur mengalami fluktuasi. Hingga berumur satu bulan pertumbuhan tinggi tanaman anggur dari semua perlakuan masih lambat, di minggu ke-5 tinggi tanaman pada tanah regosol hanya mencapai 10.9 cm, pada tanah aluvial 11.2 cm, pada tanah mediteran 7.9 dan kontrol 5.6 cm. Dari minggu ke-6 mulai terlihat tinggi tanaman anggur meningkat cukup pesat. Pada minggu ke-14 terjadi penurunan tinggi tanaman anggur kontrol hal ini dikarenakan adanya serangan penyakit yang menyebabkan pucuk tanaman layu sehingga mengurangi tinggi tanaman. Walaupun tinggi tanaman kembali mengalami peningkatan diminggu selanjutnya, namun pada minggu terakhir pengukuran

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 serangan penyakit telah menyerang cabang-cabang lainnya sehingga terjadi penurunan. Minggu ke-13 hingga minggu ke-17 terjadi peningkatan yang cukup tinggi pada jenis tanah aluvial yaitu 88.3 cm ; 101 cm ; 127.5 cm ; 131.6 cm ; 137.6 cm dan hal yang sama juga terjadi pada jenis tanah mediteran yaitu 57.1 cm ; 67.8 cm ; 88.2 cm ; 90.5 cm ; 109.1 cm. Berdasarkan uji Anova, diketahui bahwa F hitung = 0.754 dan F tabel = 4.35 sehingga dapat dinyatakan bahwa perbedaan jenis tanah tidak memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman anggur (lampiran 9). 2. Pertambahan Diameter Batang Tanaman Anggur Varietas Probolinggo Biru Pertambahan diameter batang yang terjadi juga digunakan sebagai parameter pertumbuhan. Diameter akan membesar karena adanya perbanyakan ataupun pembesaran sel-sel yang menyusun tubuh tanaman tersebut. Demikian halnya dengan tinggi tanaman, sangat dimungkinkan perbesaran diameter tanaman yang sejenis memiliki perbedaan akibat dari faktor lingkungan. Grafik di bawah ini merupakan pertambahan diameter batang tanaman anggur varietas Probolinggo Biru pada empat jenis tanah. pertambahan diameter (cm) Pertambahan Diameter Tanaman Anggur 0,04 0,03 0,02 0,01 0 regosol aluvial mediteran kontrol perlakuan jenis tanah Grafik 3. Pertambahan diameter batang tanaman anggur varietas Probolinggo Biru pada media tanah yang berbeda

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 Tanaman anggur pada jenis tanah aluvial, mediteran dan kontrol menunjukkan pertambahan diameter batang yang berbeda tidak terlalu jauh yaitu sebanyak 0.3 cm pada tanah aluvial dan mediteran dan 0.2 pada kontrol, sedangkan pada jenis tanah regosol pertambahan hanya 0.07 cm. Pengamatan diameter tanaman anggur dilakukan selama 10 minggu, dan selalu mengalami peningkatan selama pengamatan, kecuali tanaman anggur pada jenis tanah regosol yang mengalami penurunan. Diameter batang tanaman anggur pada masing-masing perlakuan dapat dilihat pada grafik di bawah ini. Diameter Batang Tanaman Anggur Tiap Minggu diamater (cm) 1 0,8 0,6 regosol 0,4 aluvial 0,2 mediteran 0 kontrol 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 minggu ke- Grafik 4. Diameter batang tanaman anggur tiap minggu pada masing-masing perlakuan Hingga minggu ke-13, rata-rata diameter tanaman anggur pada semua perlakuan mengalami peningkatan yang stabil. Namun di minggu ke-14 ratarata diameter batang tanaman anggur pada jenis tanah regosol mengalami pengurangan yang cukup drastis dari 0.64 cm menjadi 0.49 cm, hal ini dikarenakan tanaman anggur diserang hama dan penyakit pada bagian batang yang menyebabkan batang menjadi kisut. Sedangkan rata-rata diameter batang dari perlakuan lainnya tetap mengalami peningkatan hingga minggu terakhir,

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 tanaman anggur pada jenis tanah aluvial mencapai 0.78 cm, pada jenis tanah mediteran 0.71 cm dan kontrol 0.72 cm. Berdasarkan uji Anova, diketahui bahwa F hitung = 0.346 dan F tabel = 4.35 sehingga dapat dinyatakan bahwa perbedaan jenis tanah tidak memberikan pengaruh nyata terhadap diameter batang tanaman anggur (lampiran 10). 3. Jumlah Daun Tanaman Anggur Varietas Probolinggo Biru Daun merupakan salah satu bagian pokok dari tumbuhan. Munculnya daun sebagai bagian tumbuhan yang baru menjadi bukti bahwa suatu tanaman mengalami pertumbuhan. Semakin banyak jumlah daun yang tumbuh, semakin baik pula pertumbuhan tanaman tersebut. Hasil pengamatan jumlah daun pada tanaman anggur varietas Probolinggo Biru disajikan dalam grafik di bawah ini : pertambahan jumlah daun (helai) Pertambahan Jumlah Daun Tanaman Anggur 25 20 15 10 5 0 regosol aluvial mediteran kontrol perlakuan jenis tanah Grafik 5. Pertambahan jumlah daun tanaman anggur varietas Probolinggo Biru pada media tanah yang berbeda Tanaman anggur varietas Probolinggo Biru yang ditanam pada jenis tanah aluvial menunjukkan pertambahan jumlah daun terbanyak yaitu 23 helai dan pada jenis tanah mediteran pertambahan jumlah daunnya sebanyak 21 helai, sedangkan pada kontrol dan jenis tanah regosol hanya 9 helai dan 4 helai.

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 Dalam pengamatan jumlah daun tanaman anggur selama 16 minggu, naikturunnya jumlah daun lebih terlihat dibandingkan dengan pengamatan tinggi ataupun diameter. Penurunan jumlah daun terjadi karena daun yang rontok akibat penyakit lebih besar dibandingkan dengan daun-daun muda yang tumbuh. Grafik 6 menunjukkan perubahan jumlah daun tiap minggu pada masing-masing perlakuan. Jumlah Daun Tanaman Anggur Tiap Minggu jumlah daun (helai) 35 30 25 20 regosol 15 aluvial 10 mediteran 5 kontrol 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 minggu ke- Grafik 6. Jumlah daun tanaman anggur tiap minggu pada masing-masing perlakuan Tanaman anggur pada jenis tanah aluvial dan mediteran mengalami peningkatan yang cukup tinggi di minggu ke-2 yaitu dari 6 helai menjadi 10 helai untuk jenis tanah aluvial dan dari 5 helai menjadi 12 helai untuk jenis tanah mediteran, namun di minggu ke-3 keduanya mengalami penurunan. Kemudian hingga minggu ke-7 jumlah daun pada jenis tanah aluvial terus meningkat mencapai 19 helai sedangkan pada jenis tanah mediteran jumlah daunnya terus meningkat hingga minggu ke-10 yang mencapai 16 helai. Jumlah daun tanaman anggur pada kontrol terus mengalami peningkatan hingga minggu ke-9, walaupun jumlahnya di bawah jumlah daun dari jenis

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 tanah lainnya. Jumlah daun pada tanah regosol hanya berkisar antara 11 – 13 helai hingga minggu ke-11. Di minggu ke-11 terjadi pengurangan jumlah daun tanaman anggur pada jenis tanah mediteran dan kontrol yaitu menjadi 13 helai dan 8 helai. Dari minggu ke-12 hingga ke-14 terjadi peningkatan jumlah daun pada jenis tanah aluvial, regosol dan mediteran mencapai 30 ; 12 dan 26 helai, sedangkan pada kontrol terus mengalami pengurangan hingga minggu terakhir pengamatan. Pada minggu ke-15 terjadi pengurangan jumlah daun pada jenis tanah aluvial menjadi 27 helai dan tanah mediteran menjadi 24 helai. Minggu terakhir pengamatan, jumlah daun pada jenis tanah regosol, aluvial, mediteran dan kontrol masing – masing adalah 10 ; 29 ; 26 ; 11 helai. Berdasarkan uji Anova, diketahui bahwa F hitung = 1.872 dan F tabel = 4.35 sehingga dapat dinyatakan bahwa perbedaan jenis tanah tidak memberikan pengaruh nyata terhadap jumlah daun tanaman anggur (lampiran 11). 4. Ketahanan Tanaman Anggur Varietas Probolinggo Biru Terhadap Hama dan Penyakit Penanaman tanaman anggur pada penelitian ini dilakukan pada awal November 2013 yang merupakan awal musim penghujan. Pada musim penghujan serangan hama dan penyakit pada tanaman anggur lebih banyak karena kondisi lingkungan yang jauh lebih lembab. Berikut ditampilkan hasil pengamatan ketahanan tanaman anggur varietas Probolinggo biru terhadap hama dan penyakit pada masing-masing perlakuan jenis tanah dalam grafik 7.

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 presentase sisa daun (%) Presentase Sisa Daun Sehat Tiap Minggu 100 80 60 regosol 40 aluvial 20 mediteran 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 kontrol minggu ke- Grafik 7. Presentase daun sehat tanaman anggur tiap minggu Dari grafik di atas dapat dilihat bahwa ketahanan tanaman anggur terhadap hama dan penyakit pada masing-masing perlakuan berubah-ubah setiap minggunya. Tanaman anggur pada jenis tanah aluvial memiliki ketahanan terbaik walaupun juga mengalami penurunan seperti pada pengamatan minggu kelima hingga ketujuh, namun penurunannya tidak sebanyak penurunan ketahanan pada tanaman anggur di jenis tanah lainnya. Sedangkan yang paling rentan terserang hama dan penyakit adalah tanaman anggur pada jenis tanah regosol. B. PEMBAHASAN 1. Pengaruh Jenis Tanah terhadap Pertumbuhan Berdasarkan analisis statistik dengan uji Anova diketahui bahwa jenis tanah tidak memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman anggur. Hal tersebut bisa terjadi karena kondisi tanah yang diharapkan berbeda ternyata diindikasi memiliki kesaaman struktur dan nutrisi akibat dari perlakuan, selain itu ada faktor selain jenis tanah yang berpengaruh seperti serangan hama dan penyakit.

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 Sebelum digunakan sebagai media tanam, ketiga jenis tanah telah melalui proses pengolahan, yaitu pencampuran dengan pupuk dan pasir (dapat dilihat di Cara Kerja BAB III). Penambahan pasir pada setiap jenis tanah tentunya juga mengubah sifat asli tanah, diketahui bahwa tanaman anggur dapat tumbuh dengan baik jika ditanam pada kondisi tanah yang memiliki komposisi lempung, pasir, dan liat (Cahyono, 2010), dengan penambahan tersebut secara tidak langsung menyediakan kondisi tanah yang dikehendaki oleh tanaman anggur. Pupuk yang diberikan dapat meningkatkan kandungan humus tanah, mengurangi pengurasan hara yang terangkut dalam bentuk panenan dan erosi serta memperbaiki sifat tanah ( Swift & Sachez, 1984 ; Logan, 1990), dengan demikian nutrisi setiap jenis tanah menjadi sama hal ini mengakibatkan pertumbuhan tanaman anggur menjadi sama sehingga berdasarkan analisis statitiska tidak terdapat perbedaan pertumbuhan. Menurut Dinas Pertanian Kota Probolinggo, penanaman tanaman anggur biasa di lakukan pada akhir musim hujan sedangkan dalam penelitian ini penanaman dilakukan di awal musim hujan. Tingginya curah hujan saat pelaksanaan penelitian juga memicu tumbuhnya jamur yang membawa penyakit bagi tanaman anggur yang menyebabkan 8 % dari seluruh tanaman anggur mati di minggu ke-3 setelah tanam. Dalam penelitian ini penanaman dilakukan berdekatan dengan area persawahan, hal ini memungkinkan serangan yang cukup tinggi dari hama yang berada di area persawahan. Hama dan penyakit yang menyerang semua tanaman anggur pada setiap perlakuan menyebabkan pertumbuhan tanaman anggur menjadi sama, oleh karena itu berdasarkan analisis uji Anova tidak ada perbedaan pertumbuhan.

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 2. Pola Pertumbuhan Tanaman Anggur Tiap Minggu Pola pertumbuhan tanaman anggur varietas Probolinggo Biru yang diamati selama 17 minggu merupakan pertumbuhan fase vegetatif karena yang diamati adalah fase berkembangnya bagian vegetatif dari tanaman yaitu batang dan daun. Dari hasil pengamatan diketahui bahwa pertumbuhan mengalami fluktuasi dari minggu ke minggu. Pada minggu-minggu awal setelah penanaman dapat dikatakan tanaman anggur masih beradaptasi dengan lingkungan tumbuhnya, dapat dilihat dari pertambahan tinggi batang dan jumlah daun pada semua jenis tanah terlihat lambat hingga minggu ke-5. Dari minggu ke-6 , tanaman anggur pada semua jenis tanah mulai menunjukkan peningkatan pertumbuhan batang dan daun. Bertambahnya jumlah daun berpengaruh pada meningkatnya tinggi dan diameter batang, karena mampu menghasilkan hasil fotosintesis yang lebih tinggi. Ditunjukkan pada minggu ke-7 pada kontrol jumlah daun bertambah 3 helai dan tinggi tanaman juga bertambah 11cm. Pertumbuhan yang cukup tinggi juga terjadi pada tanaman anggur setelah dilakukan pemangkasan bentuk, tunas yang akan ditumbuhkan pada ketiak batang akan tumbuh dengan cepat setelah pucuk batang tersebut dipangkas. Seperti tanaman anggur pada jenis tanah aluvial di minggu ke-10 yang tingginya bertambah hingga 19cm dari minggu sebelumnya. Peningkatan pertumbuhan yang signifikan terjadi setelah minggu ke-12 hingga minggu terakhir pengamatan, hal ini terjadi karena pada minggu ke-12 dilakukan penambahan pupuk kascing dan kompos di semua tanaman. Penambahan pupuk tersebut langsung ditanggapi oleh beberapa tanaman anggur khususnya pada jenis tanah aluvial dan mediteran dilihat dari

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 pertambahan jumlah daun dan tinggi tanaman yang sangat banyak dibandingkan dengan minggu sebelum dilakukan pemupukan. Berbeda dengan parameter tinggi maupun diameter yang tidak terlalu sering mengalami penurunan, parameter jumlah daun mengalami fluktuasi yang lebih beragam. Hal ini dikarenakan hama ataupun penyakit akan menyerang daun terlebih dahulu yang menyebabkan daun habis karena dimakan hama ataupun rontok hal ini tentu saja akan mengurangi jumlah daun, walaupun begitu beberapa tanaman anggur masih dapat memunculkan tunastunas baru. 3. Ketahanan Tanaman Anggur Varietas Probolinggo Biru terhadap Hama dan Penyakit Tanaman anggur merupakan jenis tanaman dengan syarat tumbuh optimal pada musim kemarau yang panjang, walaupun begitu anggur membutuhkan air yang cukup agar tidak mengalami kekeringan. Seperti yang terjadi di Singaraja, Bali pada bulan Desember 2013 dimana kebun-kebun anggur mengalami penyakit busuk buah akibat curah hujan yang tinggi. Hama yang menyerang tanaman anggur varietas probolinggo biru pada penelitian ini adalah kumbang Apogonia destructor yang menyerang daun anggur pada waktu malam hari serta ulat daun yang beberapa kali meninggalkan telurnya di bagian bawah helai daun tanaman anggur. Serangan kedua hama ini terlihat dari bentuk daun yang tidak utuh / berlubang-lubang. Musim hujan menyebabkan gulma disekitar pot tumbuh lebih cepat dan subur hal ini berpengaruh jumlah dan variasi hama yang ada. Oleh karena itu dalam penelitian ini dilakukan pembersihan gulma untuk mengurangi serangan hama.

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 Penyakit yang menyerang tanaman anggur varietas probolinggo biru pada penellitian ini dapat diidentifikasi menjadi beberapa macam penyakit yang diakibatkan oleh jamur. Salah satu gejala penyakit yang tampak pada hampir seluruh tanaman pada semua perlakuan adalah daun terlihat kuning pada daun yang berumur muda dan kecoklatan pada daun yang berumur lebih tua dan di bagian bawah daun terdapat tepung berwarna putih – kuning seperti ditunjukkan pada gambar.2(a) yang kemudian akan mengering dan rontok. Berdasarkan Departemen Proteksi Tanaman IPB gejala awal berupa bercakbercak kuning dengan batas bercak tegas dan terletak pada sisi atas daun-daun muda, gejala lanjut berupa berubahnya warna bercak menjadi cokelat seperti ditunjukkan pada gambar.2(b), menimbulkan lapisan putih bertepung di bawah permukaan daun , dan serangan lanjut mengakibatkan daun menjadi kering dan rontok merupakan gejala dan serangan dari penyakit embun tepung palsu yang disebabkan oleh Plasmopora viticola. Dengan demikian salah satu penyakit yang menyerang tanaman anggur varietas Probolinggo Biru pad penelitian ini adalah embun tepung palsu atau powdery mildew. (a) (b) Gb.2. Penyakit Powdery mildew (a) bagian bawah daun terdapat seperti tepung berwarna putih-kuning (b)permukaan daun tampak berwarna cokelat

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 Siklus hidup dari cendawan Plasmopora viticola adalah miselium cendawan menempati ruang antar sel dan membentuk sporangiofor, sporangiofor mempunyai percabangan monopodial dan panjangnya 500 µm, percabangan dari cabang sporangiofor bersifat dikotom. Sporangium berwarna hialin, berbentuk oval, berukuran 12-30 x 9-12 µm. Sporangium cendawan umumnya dibentuk pada malam hari. Pemencaran spora dibantu oleh angin. Infeksi cendawan terjadi melalui stomata terutama di bawah permukaan daun. Selain embun tepung palsu ditemukan gejala penyakit lain menyerang tanaman anggur varietas Probolinggo Biru pada perlakuan kontrol yaitu munculnya bercak-bercak kehitaman pada pucuk atau tunas yang berlanjut hingga tangkai dan sulur seperti pada gambar.2, bagian tanaman yang mulai berwarna hitam akan basah hingga akhirnya kering. Gb 3. Bercak cokelat dan hitam pada pucuk tanaman anggur varietas Probolinggo Biru Menurut Departemen Proteksi Tanaman IPB, gejala berupa helaian daun terdapat bercak-bercak berbatas tegas dengan bagian berwarna cokelat dikelilingi oleh tepian hitam. Pada sekeliling bercak juga terbentuk daerah berwarna cokelat tua yang dibatasi tepian berwarna hitam. Pusat bercak tetap berwarna cokelat kemerahan hingga cokelat kelabu. Pada bagian atas terdapat

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 bintik-bintik hitam kecil yang teratur dalam satu lingkaran. Gejala pada tunas berupa bercak oval hingga memanjang berwarna ungu hingga hitam. Bercak yang sama dapat ditemukan pada sulur, tangkai daun, tulang daun, dan tangkai bunga. Gejala di atas merupakan gejala penyakit busuk hitam yang diakibatkan Guignardia bidwellii. Siklus hidup miselium muda berwarna hialin kemudian berkembang menjadi cokelat. Peritesium berbentuk bulat atau tidak teratur dan ostiol tidak menonjol. Askus membentuk gada, berspora 8, dan berukuran 62-80 x 9-12 µm. Askospora hialin, tidak bersekat, berbentuk oval, pada sisinya mendatar, dan berukuran 12-17 x 5-7 µm. Peritesium dibentuk pada saat buah mengalami mumifikasi. Pemencaran askospora terjadi apabila mummi basah. Askospora yang jatuh pada tanaman tunas dapat menginfeksi langsung dengan menembus kutikula. Pemencaran spora utamanya dibantu dengan percikan air. Sehingga pada penelitian ini, musim hujan sangat berpengaruh dalam perkembangan spora Guignardia bidwellii sehingga sulit dilakukan penanganannya. Serangan hama dan penyakit menjadi hambatan terbesar dari penelitian ini, karena mengakibatkan pertumbuhan tanaman anggur terhambat bahkan mati. Pengendalian hama dan penyakit juga terhambat oleh musim hujan yang menyebabkan jamur penyebab penyakit tetap tumbuh.

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V PENERAPAN HASIL PENELITIAN UNTUK PEMBELAJARAN Penelitian mengenai perbandingan pertumbuhan tanaman anggur varietas Probolinggo Biru pada media tanah mediteran, regosol dan aluvial dapat diterapkan dalam berbagai materi pembelajaran di sekolah baik tingkat SMP maupun SMA. Salah satunya materi wajib untuk tingkat SMA kelas XII yaitu Pertumbuhan dan Perkembangan pada sub materi Merencanakan dan Melaksanakan Percobaan yang mengajak siswa untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman dengan merancang dan melakukan percobaan sederhana. Metode pembelajaran dilakukan dengan ekperimen, pengamatan dan presentasi, media yang digunakan adalah media konvensional yang memanfaatkan artikel atau laporan karya ilmiah. Rencana peaksanaan pembelajaran dibuat berdasarkan Kurikulum 2013, dengan pendekatan scientific (lampiran 2) . Siswa diajak untuk mengkaji karya – karya ilmiah dan berdiskusi untuk mengetahui langkah – langkah melakukan percobaan. Kemudian secara berkelompok merancang usulan penelitian berkaitan dengan faktor luar yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman. hasil percobaan yang didapat dilaporkan dalam bentuk tertulis dan lisan. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai salah satu sumber pendukung untuk kajian hasil kerja ilmiah. 44

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN A. KESIMPULAN 1. Secara kuantitatif tidak terdapat perbedaan pertumbuhan tanaman anggur varietas Probolinggo Biru dari tiga media tanah yang berbeda. 2. Secara kualitatif jenis tanah yang paling baik untuk tanaman anggur varietas Probolinggo Biru adalah jenis tanah alluvial. 3. Pola pertumbuhan tanaman anggur varietas Probolinggo Biru mengalami fluktuasi tiap minggu pada setiap jenis tanah. 4. Tanaman anggur varietas Probolinggo pada semua perlakuan mengalami serangan hama dan penyakit, namun tanaman pada jenis tanah alluvial memiliki ketahanan paling baik. B. SARAN Tanaman anggur biasa ditanam di akhir musim hujan untuk itu jika ingin melakukan penelitian mengenai pertumbuhan tanaman anggur dilakukan pada musim yang sesuai salah satunya untuk mengurangi resiko terserang hama dan penyakit. 45

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Anonim, 1992, Dasar-Dasar Bercocok Tanam, Penerbit Kanisius, Yogyakarta. Anonim, 2007, Media Tanam untuk Tanaman Hias, Penebar Swadaya, Jakarta. Askari, Wahyu., 2010, Tanah Alluvial, http://wahyuaskari.wordpress.com/literatur/tanah-alluvial/ . diakses pada 13 november 2013. Baswarsiati., Diding, R., 2009, Hama dan Penyakit Tanaman Anggur, http://baswarsiati.wordpress.com/2009/04/30/hama-dan-penyakittanaman-anggur/, diakses tanggal 19 Maret 2014 Budi, Triton Prawira., 2006, SPSS 13.0 Terapan ; Riset Statistik Parametrik, ANDI, Yogyakarta. Budiyati,Emi.,2008,Sentra Produksi Anggur di Indonesia, http://balitjestro.litbang.deptan.go.id/id/517.html ,diakses tanggal 1 okt 2013 Cahyono, Bambang., 2010, Sukses Bertanam Anggur Lokal dan Impor, Pustaka Mina, Jakarta. Dwijoseputro, D., 1986, Pengantar Fisiologi Tumbuhan, PT Gramedia, Jakarta. Heddy, S., 1987, Biologi Pertanian, CV. Rajawali, Jakarta. Irianto, Agus.,2010, Statistik, Konsep Dasar, Aplikasi dan Pengembangannya, Prenada Media, Jakarta. Lingga, Pinus., 1994, Petunjuk Penggunaan Pupuk, PT.Penebar Swadaya, Jakarta. Logan, T.J., 1990. Chemical Degradation of Soil dalam R. Lal & B.A. Stewart (Eds.). Advances Soil in Soil Science. Vol. II. Soil Degradation. Springer-verlag. New York. H. 187-221. Dalam Prihastanti, E., 2010, Pembibitan Jarak Pagar (Jatropha curcas L.) pada Jenis Tanah dan Penambahan Kompos yang Berbeda, Buletin Anatomi dan Fisiologi, XVIII. Murwono. D., 2013, Sistem Organik Rasional dalam Budidaya Pangan dengan Mixed Farming. Penerbit Universitas Sanata Dharma. Yogyakarta. Mustafa, Muslimin., 2012. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin, Makasar. 46

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 Rukmana, H. Rahmat., 2012, Anggur, Penerbit Kanisius, Yogyakarta. S, Alex, 2010, Sukses Mengolah Sampah Organik Menjadi Pupuk Organik, Pustaka Baru Press, Yogyakarta. Setiadi, 2007, Bertanam Anggur, Penebar Swadaya, Jakarta. Supriyo, Dr. Ir.Haryono., Koranto, Dr.Ir. Cahyono AD., Bale, Ir. Anwar., 2009,Buku Ajar Klasifikasi Tanah KTB 313, Laboratorium Ilmu Tanah Hutan, Fakultas Kehutanan, Universitas Gajah Mada. Sujarweni, V. Wiratna., P.Endrayanto., 2012, Statistika untuk Penelitian, Graha Ilmu, Yogyakarta. Sunarjono, H., 2008, Berkebun 21 Jenis Tanaman Buah, Penebar Swadaya, Jakarta. Suwito, P., 2007, Bertanam Anggur dalam Pot, AzkaPress, Jakarta. Swift, H.J. & P.A. Sanchez, 1984. Biological Management of Tropical Soil Fertility for Sustained Productivity. Nature and Resources. 20 (4) : 2 – 10 p dalam Prihastanti, E., 2010, Pembibitan Jarak Pagar (Jatropha curcas L.) pada Jenis Tanah dan Penambahan Kompos yang Berbeda, Buletin Anatomi dan Fisiologi, XVIII. Yulipriyanto, H., 2010, Biologi Tanah dan Strategi Penglolaannya, Graha Ilmu, Yogyakarta.

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 1 SILABUS PEMINATAN MATEMATIKA DAN ILMU-ILMU ALAM MATA PELAJARAN BIOLOGI SMA Satuan Pendidikan : SMA Kelas : XII KI 1 : 1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya KI 2 : 2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan proaktif dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia KI 3 : 3. Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah. KI 4 : 4. Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan 48

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 KOMPETENSI DASAR MATERI POKOK PEMBELAJARAN PENILAIAN ALOKASI WAKTU SUMBER BELAJAR 5 minggu x 4JP • Video pertumbuhan dan perkembanga n • Buku Biologi Campbel 1. Pertumbuhan dan Perkembangan 1.1 Mengagumi keteraturan dan kompleksitas ciptaan Tuhan tentang struktur dan fungsi DNA, gen dan kromosom dalam pembentukan dan pewarisan sifat serta pengaturan proses pada mahluk hidup. 1. Pertumbuhan dan perkembangan • Faktor luar dan faktor dalam pada pertumbuhan 1. Konsep Pertumbuhan dan Perkembangan Tugas • Mengamati • Mengamati pertumbuhan pada tumbuhan Observasi • Membaca teks pertumbuhan pada tumbuhan • Menanya • Siswa distimulir untuk membuat pertanyaan yang menuntut berfikir kritis tentang konsep pertumbuhan dan perkembangan mahluk hidup dan faktor–faktor yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan. Mengumpulkan Data (Eksperimen/Eksplorasi) • Menggali informasi tentang Konsep pertumbuhan dan perkembangan Mahluk hidup melalui tayangan Video. • Diskusi tentang konsep pertumbuhan dan perkembangan menggunakan KMS. • Diskusi tentang faktor-faktor yang mempengaruhi petumbuhan. Mengasosiasikan • Membaca dan menganalisis grafik pertumbuhan dari KMS untuk mendapatkan Portofolio • Tes • Konsep pertumbuhan dan perkembangan

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 KOMPETENSI DASAR MATERI POKOK PEMBELAJARAN • PENILAIAN ALOKASI WAKTU SUMBER BELAJAR konsep pertumbuhan dan perkembangan. Menarik kesimpulan tentang konsep pertumbuhan dan perkembangan serta faktor-faktor yang mempengaruhinyadan mempresentasikan menggunakan berbagai media. Mengkomunikasikan • Presntasi hasil kajian dan diskusi tentang konsep pertumbuhan dan perkembangan. 2. Merencanakan dan melaksanakan percobaan 2. Merencanakan dan Melakukan Percobaan tentang Pertumbuhan dan Perkembangan pada Tumbuhan Mengamati • Mengkaji hasil kerja • Mengkaji hasil kerja ilmiah (contoh kerja ilmiah). ilmiah (contoh kerja • Bagaimana langkah-langkah melakukan ilmiah) percobaan menurut kerja ilmiah dari hasil diskusi dan mengkaji contoh karya ilmiah dari • Bagaimana berbagai sumber. langkah-langkah melakukan Menanya percobaan menurut • Memberikan pertanyaan tentang langkahkerja ilmiah dari langkah Eksperimen dan penyusunan laporan hasil diskusi dan hasil eksperimen. Tugas • Observasi • Kerja Ilmiah, sikap ilmiah dan keselamatan kerja Portofolio • Laporan Percobaan Test • Membuat outline perencanaan percobaan • Pemahaman tentang hasil • makalah, Artikel atau Laporan hasil Penelitian • Buku Biologi SMA • Biologi Campbel

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 KOMPETENSI DASAR MATERI POKOK mengkaji contoh karya ilmiah dari berbagai sumber PEMBELAJARAN Mengumpulkan Data (Eksperimen/Ekplorasi) • Mendiskusikan rancangan dan usulan penelitian tentang faktor luar yang mempengaruhi pertumbuhan pada tumbuhan • Melaksanakan Eksperimen sesuai dengan ususlan yang disusun dan sudah disepakati setiap kelompok. • Melakukan pengamatan eksperimen, mencatat data. Mengasosiasikan • Mengolah data hasil eksperimen. • Menjawab permasalahan. • Menyimpulkan hasil pengamatan. • Menarik kesimpulan dari hasil diskusi mengenai usulan penelitian. Mengkomunikasikan • Menyusun Usulan Penelitian tentang faktor luar yang mempengaruhi pertumbuhan. tanaman dalam bentuk laporan tertulis. • Melaporkan hasil eksperimen secara lisan (presentasi) dan tertulis. PENILAIAN percobaan dan kesimpulan • Pemahaman tentang hal-hal yang harus dilakukan dalam melakukan percobaan • Pemahaman tentang faktor luar dan faktor dalam terhadap pertumbuhan ALOKASI WAKTU SUMBER BELAJAR

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 LAMPIRAN 2 RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) Satuan Pendidikan : Sekolah Menengah Atas Mata Pelajaran : IPA - Biologi Kelas / Semester : XII / I Topik : Merencanakan dan Melakukan Percobaan tentang Pertumbuhan dan Perkembangan pada Tumbuhan Alokasi Waktu : 4 x 45 menit ( 2 kali tatap muka) A. KOMPETENSI INTI KI 1 : 1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya KI 2 : 2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun responsive dan proaktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan social dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dan pergaulan dunia KI 3 : 3. Memahami, menerapkan dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan,

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan procedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah KI 4 : 4. Mengolah, menalar, menyaji dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta bertindak secara efektif dan kreatif dan mampu menggunakan metodda sesuai kaidah keilmuan. B. KOMPETENSI DASAR 1.2 Menyadari dan mengagumi pola pikir ilmiah dalam kemampuan mengamati bioproses 1.3 Peka dan peduli terhadap permasalahan lingkungan hidup, menjaga dan menyayangi lingkungan sebagai manifestasi pengalaman ajaran agama yang dianutnya 2.1 Berperilaku ilmiah : teliti, tekun, jujur terhadap data dan fakta, disiplin, tanggung jawab dan peduli dalam observasi dan eksperimen, berani dan santun dalam mengajukan pertanyaan dan beragumentasi, peduli lingkungan, gotong royong, bekerjasama, cinta damai, berpendapat secara ilmiah dan kritis, responsif dan proaktif dalam setiap tindakan dan dalam melakukan pengamatan dan percobaan di dalam kelas/laboratorium maupun di luar kelas/laboratorium.

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 2.2 Peduli terhadap keselamatan diri dan lingkungan dengan menerapkan prinsip keselamatan kerja saat melakukan kegiatan pengamatan dan percobaan di laboratorium dan di lingkungan sekitar. 3.1 Menganalisis hubungan antara faktor internal dan eksternal dengan proses pertumbuhan dan perkembangan pada makhluk hidup berdasarkan hasil percobaan 4.1 Merencanakan dan melaksanakan percobaan tentang factor luar yang mempengaruhi proses pertumbhan dan perkembangan tanaman, dan melaporkan secara tertulis dengan menggunakan tata cara penulisan ilmiah yang benar. C. INDIKATOR. 1.2.1 Memiliki pola pikir ilmiah sebagai bentuk keasadaran dan ucapan syukur kepada Tuhan. 1.3.1 Memiliki sikap peduli lingkungan sebagai bentuk pengamalan ajaran agama yang dianut. 2.1.1 Menunjukkan sikap teliti, tekun, jujur, disiplin dan tanggung jawab dalam observasi dan percobaan. 2.1.2 Berani berpendapat secara ilmiah dan saling menghargai. 2.2.1 Menerapkan prinsip keselamatan kerja saat melakukan kegiatan eksperimen. 3.1.1 Mendeskripsikan hubungan faktor-faktor eksternal dengan pertumbuhan tanaman. 3.1.2 Memahami prinsip-prinsip dalam melakukan percobaaan.

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 4.1.1 Menyusun kerangka perencanaan percobaan sederhana. 4.1.2 Menyampaikan hasil percobaan secara lisan dan tertulis. D. TUJUAN PEMBELAJARAN 1.2.1.1 Setelah melakukan percobaan, siswa memiliki pola pikir ilmiah sebagai bentuk ucapan syukur kepada Tuhan 1.3.1.1 Siswa dapat lebih peduli terhadap lingkungan sebagai pengamalan ajaran agama yang dianut. 2.1.1.1 Siswa dapat mengembangkan sikap teliti, tekun, jujur, disiplin dan tanggung jawab dengan melakukan percobaan. 2.1.2.1 Melalui diskusi siswa dapat mengemukakan pendapat secara ilmiah dan saling menghargai. 2.2.1.1 Dengan melakukan percobaan siswa dapat menerapkan prinsip-prinsip keselamatan kerja. 3.1.1.1 Setelah melakukan percobaan, siswa dapat menganalisis hubungan faktor eksternal dengan pertumbuhan tanaman.. 3.1.2.1 Setelah melakukan kajian hasil kerja ilmiah, siswa mampu menjelaskan prinsip –prinsip dalam melakukan percobaan 4.1.1.1 Setelah berdiskusi siswa dapat menyusun kerangka perencanaan percobaan sederhana 4.1.2.1 Dengan melakukan presentasi, siswa mampu menyampaikan hasil percobaan secara lisan 4.1.2.2 Siswa dapat melaporkan hasil percobaan secara tertulis.

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 E. MATERI 1. Mengkaji hasil kerja ilmiah 2. Langkah – langkah melakukan percobaan menurut kerja ilmiah F. PENDEKATAN Pendekatan : Scientific Model : discovery Metode : diskusi, pengamatan, eksperimen G. MEDIA DAN SUMBER PEMBELAJARAN 1. Media Komputer, LCD 2. Sumber Belajar a) Makalah, artikel , laporan hasil penelitian b) Buku Biologi SMA H. KEGIATAN PEMBELAJARAN Pertemuan 1 (2 JP) Kegiatan Deskripsi kegiatan Alokasi Waktu Guru mengucapkan salam Pemusatan perhatian Pendahuluan - Guru mengajukan pertanyaan seperti : “ apa saja yang harus dilakukan peneliti untuk 3 menit melakukan sebuah eksperimen? Guru menyampaikan tujuan dan kegiatan pembelajaran Kegiatan Inti Mengamati - Siswa diminta untuk mengkaji karya ilmiah 80 menit

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 Kegiatan Deskripsi kegiatan Alokasi Waktu dalam artikel atau laporan hasil penelitian - Siswa mendiskusikan langkah-langkah melakukan percobaan dari contoh karya ilmiah Menanya - Siswa menyampaikan pertanyaan tentang langkah-langkah eksperimen dan penyusunan laporan hasil eksperimen Mengumpulkan data - Mendiskusikan rancangan dan usulan percobaan tentang faktor luar yang mempengaruhi pertumbuhan pada tumbuhan. - Melaksanakan percobaan sesuai dengan usulan yang disusun - Mencatat data eksperimen Mengkomunikasikan Penutup - Menyampaikan usulan percobaan secara lisan - Siswa merangkum langkah-langkah melakukan percobaan - Siswa merefleksikan pentingnya langkah- 7 menit langkah ilmiah dalam kehidupan. Pertemuan 2 (2 JP) Kegiatan Deskripsi kegiatan Alokasi Waktu 1. Guru mengucapkan salam Pendahuluan Pemusatan perhatian - Guru mengulas sekilas pelajaran di pertemuan sebelumnya. 2 menit

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 Kegiatan Alokasi Deskripsi kegiatan Waktu Mengasosiasikan - Siswa mengolah data hasil percobaan, menjawab permasalahan dan menarik kesimpulan Kegiatan Inti Mengkomunikasikan - Setiap kelompok siswa menyampaikan hasil 85 menit penelitian secara lisan dan singkat meliputi rumusan masalah, tujuan, hasil dan kesimpulan - Siswa menyusun laporan hasil percobaan - Siswa merangkum faktor - faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tumbuhan Penutup berdasarkan hasil percobaan. - 3 menit Siswa melakukan refleksi dari percobaan yang dilakukan. I. PENILAIAN 1. Teknik penilaian : pengamatan, laporan percobaan dan tes tertulis 2. Prosedur penilaian No 1 Aspek yang dinilai Sikap a. Berpikir dan perpendapat secara ilmiah selama pembelajaran b. Peduli terhadap lingkungan c. Teliti, tekun dan jujur dalam pembelajaran d. Disiplin dan bertanggung jawab atas tugas yang diberikan e. Menerapkan prinsip keselamatan kerja Teknik Penilaian Pengamatan Waktu Penilaian Selama pembelajaran dan saat diskusi kelompok

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 No 2. Aspek yang dinilai Teknik Penilaian Pengamatan Keterampilan Waktu Penilaian Diskusi, a. Menyusun kerangka penelitian presentasi dan b. Keterampilan dalam menyajikan hasil laporan penelitian penelitian secara lisan c. Melaporkan hasil penelitian secara tertulis 3. Tes tertulis Pengetahuan Hasil tes a. Mendeskripsikan hubungan faktor faktor dengan pertumbuhan tanaman b. Menjelaskan prinsip – prinsip melakukan percobaan J. INSTRUMEN PENILAIAN 1. Lembar Pengamatan Sikap No Nama Siswa 1 2 Dst.. Penilaian analisis sikap : 21 – 25 = Sangat Baik 16 – 20 = Baik 11 – 15 = Kurang 5 – 10 = Sangat Kurang Aspek yang dinilai 1 2 3 4 5 skor ket

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 Rubrik Penilaian Sikap No 1 Aspek yang dinilai Berpikir dan Rubrik 5 : menerima dan menyanggah pendapat teman perpendapat secara dengan sopan , mampu bekerjasama dengan ilmiah selama seluruh anggota kelompok pembelajaran 4 : menerima dan menyanggah pendapat teman dengan sopan, hanya dapat bekerjasama dengan beberapa orang dalam kelompok 2 : menerima dan menyanggah pendapat teman dengan kurang sopan dan hanya bekerjasama dengan beberapa orang dalam kelompok. 1 : menerima dan menyanggah pendapat teman dengan tidak sopan dan tidak mampu bekerjasama dalam kelompok. 2 Peduli terhadap 5 : tidak memberi perlakuan pada tanaman lingkungan selain sampel percobaan yang dapat menyebabkan sakit/mati, tidak membuang sampah sembarangan selama pembelajaran 4 : tidak memberi perlakuan pada tanaman selain sampel percobaan yang dapat menyebabkan sakit/mati, membuang sampah sembarangan selama pembelajaran 2 : memberi perlakuan pada tanaman selain sampel percobaan secara berlebihan yang menyebabkan sakit/mati, tidak membuang sampah sembarangan selama pembelajaran 1 : memberi perlakuan pada tanaman selain sampel percobaan yang dapat menyebabkan sakit/mati, membuang sampah sembarangan

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 No Aspek yang dinilai Rubrik selama pembelajaran 3 Teliti, tekun dan jujur 5 : memperhatikan hal-hal kecil yang berpengaruh pada percobaan, jujur terhadap hasil percobaan 4 : kurang memperhatikan detail yang berpengaruh pada percobaan, jujur terhadap hasil percobaan 2 : kurang memperhatikan detail yang berpengaruh pada percobaan, kurang jujur terhadap hasil percobaan 1 : tidak memperhatikan detail yang berpengaruh pada percobaan, tidak jujur terhadap hasil percobaan 4 Disiplin dan bertanggung jawab atas tugas yang diberikan 5 : melaksanakan tugas dengan sungguhsungguh, menyelesaikan tugas tepat waktu 4 : dalam melaksanakan tugas belum menunjukkan upaya terbaik, menyelesaikan tugas tepat waktu 2 : tidak berupaya sungguh-sungguh dalam menyelesaikan tugas, menyelesaikan tugas tidak tepat waktu 1 : tidak berupaya sungguh-sungguh dalam menyelesaikan tugas dan tidak menyelesaikan tugas yang diberikan 5 Menerapkan prinsip keselamatan kerja 5 : menggunakan alat dan bahan yang digunakan selama percobaan sewajarnya. 4 : menggunakan alat dan bahan yang digunakan selama percobaan untuk bercanda 2 : menggunakan alat dan bahan yang

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 No Aspek yang dinilai Rubrik digunakan selama percobaan untuk dan menyebabkan kerusakan 1 : menggunakan alat dan bahan yang digunakan selama percobaan untuk bercanda dan menyebabkan luka fisik pada diri sendiri maupun orang lain. 3 Lembar Pengamatan Keterampilan Presentasi No Nama Siswa Aspek Penilaian 1 2 Skor ket 3 1 2 Dst. Penilaian aspek keterampilan : 11 – 15 = Baik 6 – 10 = Cukup 3–5 = Kurang Rubrik Penilaian Keterampilan a. No 1 Menyusun kerangka percobaan dan presentasi Aspek yang dinilai Menyusun kerangka penelitian Rubrik 5: kaitan antara latar belakang, rumusan masalah, dan tujuan jelas dan variabel penelitian detail, cara kerja runtut 4 : kaitan antara latar belakang, rumusan

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 No Aspek yang dinilai Rubrik masalah, dan tujuan jelas dan variabel penelitian detail, cara kerja tidak runtut 2 : kaitan antara latar belakang, rumusan masalah, dan tujuan jelas dan variabel penelitian kurang detail, cara kerja tidak runtut 1 : kaitan antara latar belakang, rumusan masalah, dan tujuan tidak jelas dan variabel penelitian kurang detail, cara kerja tidak runtut 2 Penyajian Presentasi 5 : bahasa yang digunakan mudah dipahami, memanfaatkan media presentasi, penyampaian menarik, mampu menarik perhatian audience 4 : bahasa yang digunakan mudah dipahami, media presentasi jelas, penyampaian kurang antusias, hanya beberapa audience yang memperhatikan 2 : bahasa yang digunakan sulit dipahami, media presentasi jelas, penyampaian kurang antusias, tidak mampu menarik perhatian audience 1 : bahasa yang digunakan sulit dipahami,

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 No Aspek yang dinilai Rubrik media presentasi jelas namun tidak dimanfaatkan, penyampaian tidak antusias, tidak mampu menarik perhatian audience. 3 Pembagian tugas 5 : Pembagian tugas sebagai moderator, penyaji dalam kelompok dan operator jelas dan semua bekerja dengan baik dan saling membantu. 4 : Pembagian tugas tidak jelas namun kerjasama kelompok terlihat 2 : pembagian tugas jelas namun kerjasama kelompok terlihat hanya pada beberapa orang . 1 : Pembagian kelompok tidak jelas dan presentasi didominasi 1-2 orang b. Penilaian Laporan Percobaan No. Aspek yang Dinilai Sistematika 1. Rubrik 10 - 15 : Sistematika laporan sesuai dengan kriteria, keterkaitan antar bab. 2. Pembahasan 20 - 45 : memanfaatkan informasi dari berbagai sumber untuk mendukung hasil eksperimen, menyampaikan pendapat terakait dengan penemuan baru, alur kalimat jelas. 3. Kesimpulan Total 10 - 20 : Kesimpulan sesuai 40 - 80

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 6 . Instrumen Penilaian Pengetahuan a. Kisi – Kisi Soal Indikator (C1) 3.1.1 Mendeskripsikan hubungan faktor-faktor eksternal dengan pertumbuhan tanaman. 3.1.2 Memahami prinsipprinsip dalam melakukan percobaaan (C2) (C3) Soal (C4) (C5) (C6) Jumlah 3 2 1 2 b. Soal Uraian 1. Sebutkan 3 faktor luar yang mempengaruhi pertumbuhan tumbuhan dan bagaimana pengaruhnya ? 2. Judul penelitian “ Pengaruh Pemberian Konsentrasi Detergen terhadap Pertumbuhan Tanaman Cabai “ , dari judul tersebut tentukanlah variabel penelitiannya ! 3. Penggunaan pupuk kimia tidak hanya berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman melainkan terhadap lingkungan tanaman tersebut, bagaimana pengaruhnya dan dari pengaruh tersebut tindakan apa yang dilakukan ? 1

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 c. Rubrik Penilaian Uraian No 1. Uraian Skor Jika dapat menyebutkan dan penjelasannya 20 tepat 2. Dapat menentukan variabel bebas, terikat dan 30 kontrol dengan tepat 3. Dapat menjelaskan pengaruh pupuk kimia terhadap lingkungan dan memberikan 50 keputusan yang mampu memberikan solusi Total 100

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 LAMPIRAN 3 1. Data pengamatan tinggi tanaman anggur TINGGI BATANG (cm) tgl 6/11/2013 13-11-2013 20-11-2013 27-11-2013 4/12/2013 11/12/2013 18-12-2013 25-12-2013 31-12-2013 1/8/2014 1/15/2014 1/22/2014 1/29/2014 2/5/2014 2/12/2014 2/19/2014 2/26/2014 REGOSOL 1 2 3 4 4 4.3 7.1 8.8 14.3 21 24.3 29 31.5 38 43.5 53 55 64 78.5 69 6 6 6.5 6.5 8.4 8 14 11 14 10 21.1 12.2 32 15.5 39 18 45.5 20.4 54.5 22 48.5 23 59.8 23 47 20 49.5 20 52 20 50 20 50.9 20 ALUVIAL 1 2 3 4.5 5.5 6.3 14 14.5 36.7 45 51 39.3 90.4 64.5 109 159 181.5 264 276 287.2 2.4 2.4 3 4.6 5 10.5 21 32 39.3 48.5 51 53 59.5 63 59 57.7 58 MEDITERAN 1 2 3 5.5 2.5 4.8 6.8 3.4 4.5 9.2 5.8 5.2 10 10.5 6 14.2 11 7.2 23.6 14 10.6 38 22 16.5 47.5 30 21 63.5 41 29.5 62 57 33.5 98 51.6 52 44 70 51 48 96 61 58.5 108.5 77.5 59.5 157.5 89.5 61.2 174.7 78.5 67.8 208 100.5 4 4.3 4.5 11 5.6 6.3 8 7.5 9.1 11.5 13.5 14 14.5 17.5 17.7 18.3 18.7 KONTROL 1 2 3 4 4.5 4.5 4.5 5 12.6 40 63.7 57.6 88 97 88 105.5 81.5 96.5 102 89 Keterangan : Data dalam kolom berwarna seperti di atas, mengalami penurunan tinggi karena pemangkasan 1 1 1.1 5 6.2 13.7 18.5 17 25 36 48.5 51 63.5 68.5 71.5 76 57

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 2. Selisih tinggi tanaman anggur tiap minggu REGOSOL No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 jumlah ratarata SELISIH TINGGI BATANG PER MINGGU (CM) ALLUVIAL MEDITERAN KONTROL 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 0 0.5 0.5 1 0 1.3 0.9 -0.3 0.3 0.5 0 0.3 1.9 2.8 5.6 1.7 0 5.5 7.1 6.7 10.9 3.3 7 4.7 6.5 2.5 9 6.5 0 5.5 11.3 9.5 0 2 2.5 9 2.5 14.5 0 0 0.9 74.5 65.7 1.5 3 0 2.2 3.3 2.5 2.4 1.6 1 0 0 0 0 0 0 18 0.8 0.6 2.4 2.4 0.7 0.2 7.7 1.6 0.8 4.7 0.8 6.5 0.5 0.4 4.2 0.5 1.2 -5.4 22.2 5.5 9.4 3 3.4 0.7 8.3 10.5 14.4 8 5.9 1.7 6 11 9.5 8 4.5 0 0 7.3 16 11 8.5 1.6 51.1 9.2 0 16 4 2.4 0 2.5 36 0 18.5 2 44.5 2 0 18.4 0 0.5 50 6.5 4 26 10 0.5 22.5 3.5 10.5 12.5 16.5 3 82.5 0 1 49 12 0.2 12 0 1.7 17.2 0 0.6 11.2 0.3 6.6 33.3 22 0.4 320.3 60.9 117.8 210.9 107.7 15.2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0.1 0 3.9 0.5 1.2 7.6 7.5 27.4 4.8 23.7 0 0 8 30.4 11 9 12.5 0 2.5 17.5 12.5 0 5 15 3 5.5 4.5 0 0 137.1 76.5 4.7 1.1 20.01 0 8.57 4.1 3.8 7.36 13.18 6.7 0.95 4.78

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 LAMPIRAN 4 1. Data pengamatan diameter batang tanaman anggur DIAMETER (cm) REGOSOL tgl 1 ALUVIAL MEDITERAN KONTROL 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 18-12-2013 0.47 0.51 0.46 0.57 0.52 0.37 0.46 0.44 0.33 0 0.54 0.46 25-12-2013 0.59 0.52 0.49 0.67 0.55 0.43 0.46 0.46 0.36 0 0.63 0.53 31-12-2013 0.59 0.52 0.51 0.68 0.58 0.51 0.52 0.48 0.36 0 0.64 0.55 1/8/2014 0.61 0.54 0.52 0.7 0.58 0.58 0.56 0.49 0.37 0 0.65 0.56 1/15/2014 0.63 0.55 0.53 0.71 0.58 0.59 0.57 0.51 0.47 0 0.65 0.57 1/22/2014 0.64 0.58 0.56 0.72 0.62 0.62 0.61 0.54 0.47 0 0.66 0.57 1/29/2014 0.66 0.59 0.67 0.72 0.62 0.63 0.65 0.58 0.47 0 0.67 0.62 2/5/2014 0.66 0.6 0.22 0.73 0.63 0.69 0.69 0.59 0.54 0 0.68 0.63 2/12/2014 0.69 0.61 0.32 0.79 0.64 0.69 0.69 0.62 0.55 0 0.69 0.65 2/19/2014 0.67 0.67 0.22 0.89 0.64 0.72 0.78 0.64 0.55 0 0.75 0.66 2/26/2014 0.72 0.73 0.22 0.89 0.65 0.82 0.85 0.71 0.59 0 0.78 0.67

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 2. Selisih diameter batang tanaman anggur tiap minggu SELISIH DIAMETER BATANG PER MINGGU (CM) ALLUVIAL MEDITERAN REGOSOL No 1 2 3 1 2 3 1 2 3 0.12 0.01 0.03 0.1 0.03 0.06 0 0.02 0.03 1 0 0 0.02 0.01 0.03 0.08 0.06 0.02 0 2 0.02 0.02 0.01 0.02 0 0.07 0.04 0.01 0.01 3 0.02 0.01 0.01 0.01 0 0.01 0.01 0.02 0.1 4 0.01 0.03 0.03 0.01 0.04 0.03 0.04 0.03 0 5 0.02 0.01 0.11 0 0 0.01 0.04 0.04 0 6 0 0.01 0 0.01 0.01 0.06 0.04 0.01 0.07 7 0.03 0.01 0.1 0.06 0.01 0 0 0.03 0.01 8 0 0.06 0 0.1 0 0.03 0.09 0.02 0 9 0.05 0.06 0 0 0.01 0.1 0.07 0.07 0.04 10 jumlah 0.27 0.22 0.31 0.32 0.13 0.45 0.39 0.27 0.26 rata0.027 0.022 0.031 0.032 0.013 0.045 0.039 0.027 0.026 rata KONTROL 1 2 3 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0.09 0.01 0.01 0 0.01 0.01 0.01 0.01 0.06 0.03 0.24 0.07 0.02 0.01 0.01 0 0.05 0.01 0.02 0.01 0.01 0.21 0 0.024 0.021

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 LAMPIRAN 5 1. Data pengamatan jumlah daun tanaman anggur JUMLAH DAUN (HELAI) tgl 6/11/2013 13-11-2013 20-11-2013 27-11-2013 4/12/2013 11/12/2013 18-12-2013 25-12-2013 1/1/2014 1/8/2014 1/15/2014 1/22/2014 1/29/2014 2/5/2014 2/12/2014 2/19/2014 2/26/2014 REGOSOL ALUVIAL MEDITERAN KONTROL 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 9 12 10 13 12 13 14 13 15 16 18 17 18 21 27 23 4 12 14 14 12 14 18 17 17 19 20 10 9 13 7 7 5 11 11 13 11 11 8 8 4 2 1 3 4 3 4 0 10 14 14 13 20 23 24 21 28 16 35 42 44 62 59 60 4 4 5 5 9 12 16 14 17 18 19 11 17 15 8 13 6 14 10 19 12 14 19 21 20 27 11 7 14 13 15 16 4 12 11 14 14 16 20 21 21 16 20 22 27 40 48 54 5 14 6 7 8 11 13 15 18 19 14 16 23 26 20 19 6 11 11 9 8 8 8 9 11 14 7 9 9 12 4 6 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3 6 5 8 9 13 17 19 29 27 14 20 15 17 21 17 3 3 5 7 8 10 9 14 14 17 12 13 15 12 16 17

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 2. Selisih jumlah daun tanaman anggur tiap minggu SELISIH JUMLAH DAUN PER MINGGU (HELAI) REGOSOL ALLUVIAL MEDITERAN KONTROL No 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 3 8 6 4 0 8 8 9 5 0 3 0 0 2 0 0 1 0 0 0 0 0 0 2 3 0 2 0 0 9 3 1 0 0 3 2 0 0 0 7 4 0 0 1 0 0 1 1 1 2 0 3 3 2 2 3 0 0 4 2 1 4 0 1 4 5 4 2 0 0 4 0 0 0 0 0 0 2 1 2 1 0 2 5 2 0 0 7 3 0 0 3 2 0 10 0 1 2 0 0 1 7 0 1 3 0 0 3 2 1 0 19 1 0 4 0 0 0 0 0 0 0 2 7 0 0 2 2 2 0 6 1 1 0 1 2 6 7 5 7 0 0 0 2 3 4 0 18 0 0 13 3 3 0 2 0 6 0 1 0 0 2 8 0 0 0 4 4 0 1 39 23 2.6 1.5 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 jumlah 0 0 0 1 5 1 6 0 2 23 18 6 69 28 43 56 34 18 0 0 rata-rata 1.5 1.2 0.4 4.6 1.9 2.9 3.7 2.27 1.2 0

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 LAMPIRAN 6 1. Data pengamatan presentase jumlah daun yang sehat tiap minggu tgl 18-12-2013 25-12-2013 31-12-2013 1/8/2014 1/15/2014 1/22/2014 1/29/2014 2/5/2014 2/12/2014 2/19/2014 2/26/2014 Regosol 1 2 3 Presentase daun yang sehat Alluvial mediteran 1 2 3 1 2 3 65.7 58 54.7 51.3 76.2 65 68.9 82 75 70 72 78 70 76 67 65 71 79 72 63 71 81.4 73.7 75 72.7 73.9 68.5 58.7 67.5 67.3 50 50.5 75 87 79 74 56 30 81.4 63.4 39 76 72 58 25 75 45 44 60 59 62 75 61.2 55 71 56.6 46.5 57 60 76.2 41.2 60.2 62 52.8 52 52 68.2 80 43.6 61 68.6 47 20 66.5 62 42 66.4 55.9 82 65 63.5 73.8 60 79.3 60 54.2 58 41 87.5 95 55.5 64.5 58.2 76 45 59.1 57.2 65 60 kontrol 1 2 3 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 81 77 88.6 55.5 59.1 56 55 45 55 50.2 47.2 56 66 73 66.3 68 69 75 55 52.6 63.7 53.2

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 LAMPIRAN 7 Uji Normalitas Data Masing-Masing Parameter 1. Data Tinggi Tanaman Anggur One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test tinggi Normal Parameters a Most Extreme Differences N 11 Mean 6.8436 Std. Deviation 5.57016 Absolute .196 Positive .196 Negative -.145 Kolmogorov-Smirnov Z .652 Asymp. Sig. (2-tailed) .789 a. Test distribution is Normal. Berdasarkan hasil uji normalitas ternyata Z = 0.652 (p > 0.05) yang berarti data tinggi tanaman anggur varietas Probolinggo Biru adalah normal.

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 2. Data Diameter Tanaman Anggur One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test diameter Normal Parameters a Most Extreme Differences N 11 Mean .0279 Std. Deviation .00876 Absolute .178 Positive .178 Negative -.124 Kolmogorov-Smirnov Z .589 Asymp. Sig. (2-tailed) .878 a. Test distribution is Normal. Berdasarkan hasil uji normalitas diperoleh Z = 0.589 (p > 0.05) yang berarti data diameter tanaman anggur varietas Probolinggo Biru adalah normal.

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 3. Data Jumlah Daun Tanaman Anggur One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test jumlah_daun Normal Parameters a Most Extreme Differences N 11 Mean 2.1627 Std. Deviation 1.22249 Absolute .152 Positive .152 Negative -.125 Kolmogorov-Smirnov Z .505 Asymp. Sig. (2-tailed) .961 a. Test distribution is Normal. Berdasarkan hasil uji normalitas ternyata Z = 0.505 (p > 0.05) yang berarti data jumlah daun tanaman anggur varietas Probolinggo Biru adalah normal.

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 LAMPIRAN 8 Uji Homogenitas Data Masing-Masing Parameter 1. Data Tinggi Tanaman Anggur Test of Homogeneity of Variances Levene Statistic df1 2.259 df2 3 Sig. 7 .169 Berdasarkan uji homogenitas didapatkan bahwa Fhitung < Ftabel yaitu Fhitung = 0.169 < Ftabel = 3.71 sehingga varians homogen diterima dalam taraf α = 5%. 2. Data Diameter Batang Tanaman Anggur Test of Homogeneity of Variances Levene Statistic df1 2.248 df2 3 Sig. 7 .170 Berdasarkan uji homogenitas didapatkan bahwa Fhitung < Ftabel yaitu Fhitung = 0.17 < Ftabel = 3.71 sehingga varians homogen diterima dalam taraf α = 5%. 3. Data Jumlah Daun Tanaman Anggur Test of Homogeneity of Variances Levene Statistic .792 df1 df2 3 Sig. 7 .536 Berdasarkan uji homogenitas didapatkan bahwa Fhitung < Ftabel yaitu Fhitung = 0.536 < Ftabel = 3.71 sehingga varians homogen diterima dalam taraf α = 5%.

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 LAMPIRAN 9 Uji ANOVA Data Tinggi Tanaman ANOVA tinggi Sum of Squares df Mean Square Between Groups 75.779 3 25.260 Within Groups 234.488 7 33.498 Total 310.267 10 F Sig. .754 .554 Pada analisis komparatif dengan uji anova dinyatakan nilai F hitung = 0.754 dengan F tabel = 4.35 sehingga tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada ratarata tinggi tanaman anggur berdasarkan media tanah yang berbeda.

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79 LAMPIRAN 10 Uji ANOVA Data Diameter Batang ANOVA diameter Sum of Squares df Mean Square Between Groups .000 3 .000 Within Groups .001 7 .000 Total .001 10 F Sig. .346 .793 Pada analisis komparatif dengan uji anova dinyatakan nilai nilai F hitung = 0.346 dengan F tabel = 4.35 sehingga tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada rata-rata diameter tanaman anggur berdasarkan media tanah yang berbeda.

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80 LAMPIRAN 11 Uji ANOVA Data Jumlah Daun ANOVA jumlah_daun Sum of Squares df Mean Square Between Groups 6.653 3 2.218 Within Groups 8.291 7 1.184 Total 14.945 10 F 1.872 Sig. .223 Pada analisis komparatif dengan uji anova dinyatakan nilai nilai F hitung = 1.872 dengan F tabel = 4.35 sehingga tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada rata-rata jumlah daun tanaman anggur berdasarkan media tanah yang berbeda.

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81 LAMPIRAN 12 Data Pengamatan pH dan Kelembaban tanggal regosol pH aluvial mediteran kontrol regosol kelembaban aluvial mediteran kontrol 13 Nov 7 6.5 6 6 2.5 9 10 10 15 Nov 6.6 6.6 5.4 6.5 5.5 10 + + 18 Nov 6.9 6.2 5.8 6.2 4 8.9 + + 21 Nov 6.8 6.2 5.4 5.9 3 9 + + 25 Nov 7 6.2 5.6 6 4.5 9 + 10 27 Nov 7 6.4 5 6 2 6 + 9 29 Nov 7 7 5.8 6.8 2 5.2 + 7.5 1 Des 6.8 6.6 5.6 6 1.5 4 9 6.6 5 Des 6.8 6.2 5.2 6 6 7 10 6.4 7 Des 6.8 6 6 6.5 3 4 5.8 6.5 9 Des 6.7 6.2 6 6.2 3 5 6 8.9 12 Des 6.2 6.2 5.8 6 7 9 + 10 14 Des 6.8 6.3 6.2 6.4 7 8.2 0 8 16 Des 7 6.2 6 6.2 4 8 10 10 18 Des 6.2 5.4 6.2 6.8 7 4 9 9 20 Des 6 6.4 6.4 5.6 7 + + 9 23 Des 6.6 6 6.8 6.9 6 9 + 10 26 Des 6.2 7 6.4 5.4 5 10 1 3 3-Jan 7 7 5.8 6.8 3.5 + + 2.5 6-Jan 7 6.8 5.6 6.2 5 6 10 9 9-Jan 7 6.8 7 6.8 3 4 9 7 11-Jan 6 6.5 6.8 6 7 7 + 10 13-Jan 6.3 5 6.2 6.5 7.5 + + + 21-Jan 6,3 6,3 5,5 6,8 + + + + 25-Jan 6,8 6 5,5 6,2 10 + + + 30-Jan 7 6 5,5 6 7 + + + 1-Feb 6,3 6,3 5,5 6,8 + + + +

(98)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Respon beberapa varietas terhadap tingkat pemberian air pada berbagai fase pertumbuhan tanaman kedelai (Glycine max (L.) Merr) pada tanah podsolik merah kuning
0
27
426
Penggunaan fosfat alam dan SP-36 pada tanah gambut yang diberi bahan amelioran tanah mineral dalam kaitannya dengan pertumbuhan tanaman padi
1
72
428
Aplikasi asam oksalat dan fe pada tanah vertisol dan alfisol terhadap pertumbuhan dan serapan k tanaman jagung
0
12
122
Respon beberapa varietas terhadap tingkat pemberian air pada berbagai fase pertumbuhan tanaman kedelai (Glycine max (L ) Merr) pada tanah podsolik merah kuning
0
4
208
Teknologi formulasi pupuk hayati rizobakteria dan aplikasinya sebagai pemacu pertumbuhan tanaman kedelai dan biofungisida pada tanah masam
0
4
99
Keragaan bakteri endofit dan rizosfer dari tanaman jagung (Zea mays L) pada media tanam dan varietas yangberbeda
0
3
11
Uji kinerja walking type cultivator pada penyiangan gulma tanaman kacang tanah varietas gajah
0
3
49
Aplikasi asam oksalat dan fe pada tanah vertisol dan alfisol terhadap pertumbuhan dan serapan k tanaman jagung
0
7
56
Pengaruh tiga jenis tanah, Tanah Gunung Kidul (Mediterans Soils), Tanah Paingan (Aluvial), Pasir Pantai Sama (Regosol) terhadap pertumbuhan anggur varietas Alfonso Lafalle.
0
0
148
Pengaruh tiga jenis tanah, Tanah Gunung Kidul (Mediterans Soils), Tanah Paingan (Aluvial), Pasir Pantai Sama (Regosol) terhadap pertumbuhan anggur varietas Alfonso Lafalle
0
5
146
Pengaruh biostimulan terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman tebu varietas PSJT-941
0
1
7
Pengaruh jenis tanah terhadap pertumbuhan tanaman anggur (v. vinifera) var. kediri kuning di dalam pot - USD Repository
0
1
136
Pengaruh media tanam terhadap pertumbuhan tanaman anggur (Vitis vinifera) varietas Probolinggo Biru - USD Repository
0
0
162
Pengaruh media tanam terhadap pertumbuhan tanaman anggur varietas Probolinggo Super(Vitis vinifera clone BS 85) dengan aplikasi nopkor di dalam pot - USD Repository
0
3
181
Pertumbuhan anggur (vitis vinifera) varietas prabu bestari pada tiga jenis tanah yang berbeda dengan penambahan NOPKOR - USD Repository
1
15
120
Show more