PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Gratis

0
1
119
9 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PENERAPAN PEMBELAJARAN PEDAGOGI REFLEKTIF PADA MATA PELAJARAN PKN UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN SISWA AKAN NILAI DEMOKRASI PADA SISWA KELAS V SD KANISIUS TOTOGAN TAHUN AJARAN 2013/2014 SKRIPSI Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar oleh : Mukhammad Arif Ridlo 101134028 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ii

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI iii

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN Skripsi ini kupersembahkan untuk : Allah Swt yang telah memberikan nafas dan segalanya di dunia ini dan Nabi Muhammad Saw yang menjadi inspirasiku dan teladan bagi seluruh umat. Kedua orang tuaku Alm Maizun dan Sri Purwanti yang selalu memberikan dukungan baik moral dan materi. Kakakku Rima Damayanti yang selalu memberikan dukungan dalam hidupku. Semua sahabat-sahabatku dan teman-teman seperjuangan PGSD S1 ’10 dan teman teman satu penelitian payung. iv

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Halaman Motto “Jadilah orang yang selalu lapar akan ilmu yang bermanfaat bagi dirinya”. Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini jika kita berusaha dan berdo’a. v

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa karya ilmiah yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan atau daftar pustaka sebagai layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, Penulis (Mukhammad Arif Ridlo) vi

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : Mukhammad Arif Ridlo Nomor Mahasiswa : 101134028 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul : PENERAPAN PEMBELAJARAN PEDAGOGI REFLEKTIF PADA MATA PELAJARAN PKN UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN SISWA AKAN NILAI DEMOKRASI PADA SISWA KELAS V SD KANISIUS TOTOGAN Beserta dengan yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberikan kepada perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan membpublikasikannya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa meminta izin dari saya, maupun memberikan royalty kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta pada tanggal: 24 Juli 2014 Yang menyatakan (Mukhammad Arif Ridlo) vii

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK PENERAPAN PARADIGMA PEDAGOGI REFLEKTIF (PPR) PADA MATA PELAJARAN PKN UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN SISWA AKAN NILAI DEMOKRASI SISWA KELAS V SD KANISIUS TOTOGAN Mukhammad Arif Ridlo Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 2014 Pembelajaran Pkn di SD Kanisius Totogan kelas V belum dilakukan pembelajaran yang bermakna sehingga siswa belum bisa menerapkan nilai demokrasi. Selain itu guru juga kurang bisa mengemas pembelajaran dengan baik. Metode-metode pembelajaran juga belum nampak diterapkan pada siswa. Guru masih mengajar menggunakan metode ceramah. Dari latar belakang tersebut peneliti mencoba menggunakan metode Pembelajaran Pedagogi reflektif untuk mengatasi masalah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa akan nilai demokrasi pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaran dengan model Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR). Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas V Kanisius Totogan. Komponen-komponen utama dalam pembelajaran berpola PPR adalah konteks, pengalaman, refleksi, aksi, dan evaluasi. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian tindakan kelas. Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus yang terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan dokumentasi, dan lembar skala sikap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Paradigma Pedagogi Reflektif pada pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan sudah dapat meningkatkan kesadaran siswa akan nilai demokrasi di SD Kanisius Totogan. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan skor lembar skala sikap yang diberikan setiap siklus. Pada kondisi awal sebesar 58%. Setelah dilakukan siklus I meningkat sebesar 70%. Demikian juga pada siklus II, terjadi peningkatan rata-rata skor pada siklus II sebesar 92%. Kata kunci : Mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan, Pembelajaran Pedagogi Reflektif, Nilai Demokrasi. viii

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT THE IMPLEMENTATION OF REFLEKTIF PEDAGOGY PARADIGM IN CIVICS TO IMPROVE STUDENTS AWARENES OF DEMOCRATIC VALUE ON GRADE V STUDENTS OF SD KANISIUS TOTOGAN MUKHAMMAD ARIF RIDLO SANATA DHARMA UNIVERSITY 2014 Civics in SD Kanisius Totogan among grade V have not done with good motivation learning yet. Therefore, students can not implement the democratic value yet. In addition, the teacher also lack in teaching the students. Then, the learning methods also did not meet the standard of good teaching. The learning methods also were not implemented for the students yet. Therefore, the teacher still teach the students by using discussion method. From the background of the study, the reseacher tried to implement Pedagogy Learning as the reflectif method to solve the problems. The research aims to improve students’ awareness of democratic value in civics through reflective pedagogy paradigm. The subjects of the research were grade v students of sd kanisius totogan. The main elements of the teaching using reflective pedagogy paradigm are context, experience, action, evaluation. This research belongs to classroom action research. The research was conducted in two cycles which consist of four steps: planning, action, observation and reflection. The data collection techniques were observation, documentation, character scale sheets. The result of the research showed that the implementation the implmentation of reflective pedagogy paradigm in civics had improved students’ awareness of democraic value in sd kanisius totogan. It can be proved by the improvement of character scale sheets score in each cycle. In the early stage the percentage is 58%. After the first cycle was conducted the percentage gaining improvent to 70%. Finally, in the second cycle the percentage improved to 92%. Keywords: civics, Pedagogy Refelctif Learning, Democratic Value. ix

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur kepada Allah SWT atas segala kasih dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Penerapan Paradigma Pedagogi Reflektif Pada Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Untuk Meningkatkan Kesadaran Siswa Akan Nilai Demokrasi Siswa Kelas V SD Kanisius Totogan”. Skripsi ini disusun untuk melengkapi syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma. Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah memberikan bimbingan dan dukungan dalam proses penyusunan skripsi ini. Penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. Rohandi, Ph.D., selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma. 2. G. Ari Nugrahanta, S.J., S.S., BST., M.A., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma. 3. Drs.Paulus Wahana.,M.,Hum, selaku Dosen Pembimbing I dan E.Desiana Mayasari S.Psi., M.A. yang telah membimbing dengan sabar, memberikan semangat dan penguatan untuk membimbing penulis dalam menyelesaikan skripsi. 4. Ibu Tri Utami selaku kepala SD Kanisius Totogan yang telah memberikan ijin penelitian di kelas V SD Kanisius Sengkan. 5. Katarina Sri Murwanti, S.Pd, selaku guru kelas V SD Kanisius Totogan yang telah berkenan untuk berkolaborasi dengan penulis, memberikan waktu, tenaga, pikiran, semangat dan ijin penelitian di kelas V SD Kanisius Totogan. 6. Siswa kelas V SD KanisiusTotogan yang telah bersedia menjadi subjek penelitian ini. x

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8. Kedua orangtuaku, Alm. Bapak Maizun dan Ibu Sri Purwanti Spd.Sd (Ibu yang selalu menyayangi dan mendidik saya dengan kasih sayang) yang memberikan doa, dukungan dan cinta , untuk keselamatan dan keberhasilan putranya. 9. Kakakku Rima damayanti yang telah memberikan doa, dukungan dan semangat dengan cinta yang tulus, kamu adalah saudara terbaik buat saya. 10. Kakak iparku Tri Santoso dan keponakanku tercinta Fera Kahila Mumtaza yang telah memberikan doa, dukungan, semangat dan keceriaan. 12. Sahabat-sahabat kos 96B terbaikku Afif, Saifan, Angga, Arif, Kismet serta temanteman kuliah kelas E PGSD ’10 yang telah mendukung dalam doa dan senantiasa memberi keceriaan, semangat serta memberikan bantuan sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. 13. Teman-teman seperjuangan keluarga payung (Arif, Kismet,Angga, Astri, Henry,Windi, Winda, Ari, Vera) yang telah memberikan bantuan sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. 14. Semua pihak yang tidak bisa disebutkan satu persatu oleh penulis, yang telah membantu, memberikan dukungan, semangat, doa, dan inspirasi hingga terselesaikan skripsi ini. Penulis menyadari bahwa penelitian ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu penulis mengharapkan masukan, saran, dan kritik yang membangun demi kesempurnaan skripsi ini. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi para pembaca. Yogyakarta, 24 Juli 2014 Penulis, xi

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI Halaman Judul .............................................................................................................i Halaman Persetujuan Pembimbing ............................................................................. ii Halaman Pengesahan ............................................................................................... iii Halaman Persembahan ............................................................................................... iv Halaman Motto ........................................................................................................... v Pernyataan Keaslian Karya......................................................................................... vi Persetujuan Publikasi ................................................................................................vii Abstrak ....................................................................................................................viii Abstract ..................................................................................................................... ix Kata Pengantar ............................................................................................................ x Daftar Isi ...................................................................................................................xii Daftar Lampiran ....................................................................................................... xiv Daftar Tabel .............................................................................................................. xv BAB I PENDAHULUAN 1.1 1.2 1.3 1.4 1.5 1.6 Latar Belakang Masalah.......................................................................... 1 Rumusan Masalah ................................................................................... 7 Batasan Masalah ..................................................................................... 7 Definisi Operasional ............................................................................... 8 Tujuan Penelitian .................................................................................... 8 Manfaat Penelitian .................................................................................. 8 1.6.1 Secara Teoritis............................................................................. 8 1.6.2 Secara Praktis .............................................................................. 9 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Kajian Pustaka ...................................................................................... 10 2.1.1 Kesadaran.................................................................................... 10 2.1.1.1 Pengertian Kesadaran..................................................... 10 2.1.1.2 Tujuan Membangun Kesadaran...................................... 11 2.1.2 Pendidikan Nilai ......................................................................... 13 2.1.3 Pendidikan Kewarganegaraan ............................................................. 14 2.1.4 Pembelajaran Pedagogi Reflektif (PPR) ....................................... 15 2.1.4.1 Pengertian PPR .............................................................. 15 2.1.4.2 Tujuan PPR ................................................................... 16 2.1.4.3 Pola PPR ....................................................................... 17 2.1.4.4 Kelebihan PPR .............................................................. 22 xii

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2.2 2.3 2.4 2.5 2.1.5 Nilai Demokrasi ........................................................................... 24 2.1.5.1 Pengertian Demokrasi .................................................... 24 Penelitian-Penelitian Yang Relevan ...................................................... 28 Karakteristik Peserta didik .................................................................... 30 Kerangka Berpikir................................................................................. 31 Hipotesis Tindakan ............................................................................... 33 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 3.2 3.3 3.4 3.5 3.6 3.7 3.8 3.9 Jenis Penelitian ..................................................................................... 34 Setting Penelitian .................................................................................. 37 Persiapan .............................................................................................. 37 RencanaTindakan ................................................................................. 38 Teknik Pengumpulan Data .................................................................... 41 Instrumen Penelitian ............................................................................. 44 Teknik Pengujian Instrumen ................................................................. 47 3.7.1 Validitas ....................................................................................... 48 3.7.2 Reliabilitas ................................................................................... 55 Teknik Analisis Data............................................................................. 56 Jadwal Penelitian .................................................................................. 57 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian ..................................................................................... 58 4.1.1 Paparan Kegiatan Siklus 1 ........................................................... 60 4.1.1.1 Perencanaan ................................................................... 60 4.1.1.2 Tindakan........................................................................ 61 4.1.1.3 Observasi ....................................................................... 61 4.1.1.4 Refleksi ......................................................................... 62 4.1.1.5 Hasil Penelitian Siklus 1 ................................................ 63 4.1.2 Paparan Kegiatan Siklus 2............................................................ 65 4.1.2.1 Perencanaan ................................................................... 65 4.1.2.2 Tindakan........................................................................ 66 4.1.2.3 Obesrvasi ....................................................................... 67 4.1.2.4 Hasil Siklus 2................................................................. 67 4.2 Pembahasan .......................................................................................... 70 BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan........................................................................................... 73 5.1.1 Proses........................................................................................... 73 5.1.2 Produk ......................................................................................... 74 5.2 Keterbatasan Penelitian ......................................................................... 74 5.3 Saran .................................................................................................... 74 Daftar Referensi ........................................................................................................ 76 xiii

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1.Tabel Hasil Data Kondisi Awal .............................................................. 78 Lampiran 2.Tabel Hasil Data Siklus 1 ....................................................................... 80 Lampiran 3. Tabel Hasil Data Siklus 2 ..................................................................... 83 Lampiran 4. RPP Siklus 1 ......................................................................................... 86 Lampiran 5. RPP Siklus 2 ......................................................................................... 91 Lampiran 6. Foto Kegiatan Pembelajaran .................................................................. 99 Lampiran 7. Surat Izin Penelitian ........................................................................... 101 Lampiran 8. Surat Telah Melakukan Penelitian ....................................................... 102 Lampiran 9. Intrumen Validasi ................................................................................ 103 Lampiran 10. Contoh Kuesioner yang Telah Diisi Siswa ......................................... 104 Lampiran 11. Intrumen Validasi Desain Pembelajaran ............................................ 106 Lampiran 12. Contoh Hasil Pekerjaan Siswa ........................................................... 108 Lampiran 13. Contoh Hasil Refleksi Siswa ............................................................. 110 Lampiran 14. Kuesioner sebelum di validasi ........................................................... 111 Lampiran 15. Contoh Hasil Evaluasi Siswa ............................................................. 114 Lampiran 16. Daftar Riwayat Hidup........................................................................ 117 xiv

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Daftar Tabel Tabel 1. Pengumpulan data ...................................................................................... 42 Tabel 2. Indikator Keberhasilan................................................................................ 44 Tabel 3. Indikator Skala Sikap.................................................................................. 44 Tabel 4. Kisi-kisi Pernyataan Skala Sikap ................................................................ 45 Tabel 5. Skala Likert Yang Telah Dimodifikasi ........................................................ 49 Tabel 6. Hasil Validasi Lembar Skala Sikap ............................................................. 49 Tabel 7. Lembar Skala Sikap Yang Sudah Divalidasi ............................................... 53 Tabel 8. Hasil Uji Reliabilitas Lembar Skala Sikap Nilai Demokrasi ........................ 55 Tabel 9. Acuan PAP Tipe 1 ...................................................................................... 56 Tabel 10. Jadwal Penelitian ...................................................................................... 57 Tabel 11. Hasil Skala Sikap Pada Kondisi Awal ....................................................... 58 Tabel 12. Hasil Skala Sikap Pada Siklus 1 ................................................................ 63 Tabel 13. Hasil Skala Sikap Pada Siklus 2 ................................................................ 68 xv

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Salah satu cara yang tepat untuk memajukan kehidupan suatu bangsa yaitu melalui pendidikan. Menurut Wiharyanto (2007:4) pendidikan adalah sebagai usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran sehingga peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, yang diperlukan masyarakat, bangsa dan negara. Jadi di jaman sekarang ini pendidikan sudah menjadi kebutuhan wajib bagi suatu warga negara agar warga tersebut bisa mencapai tujuan hidup yang utama yaitu kebahagian lahir maupun batin. Dengan pendidikan pikiran manusia akan lebih terbuka menerima ilmu-ilmu yang berguna bagi dirinya. Kesadaran yaitu keadaan sadar akan perbuatan. Sadar artinya merasa, atau ingat (kepada keadaan sebenarnya), tahu dan mengerti. Refleksi merupakan bentuk dari pengungkapan kesadaran, dimana ia dapat memberikan atau bertahan dalam situasi dan kondisi tertentu dalam lingkungan. Kesadaran merupakan unsur dalam manusia dalam memahami realitas dan bagaimana cara bertindak terhadap realitas (Suhatman:2009:27). Kesadaran merupakan hal terpenting dalam kehidupan kita ini, sehingga peneliti ingin melakukan penelitian tentang kesadaran. Pada saat observasi yang dilakukan peneliti di SD Kanisius Totogan pada tanggal 13 september 2013 di kelas V. Di kelas tersebut pada saat pemilihan ketua kelas, bendahara 1

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI dan sekretaris biasanya hanya ditunjuk tidak dilakukan pemilihan melalui voting, Sehingga siswa belum mengerti nilai demokrasi secara nyata dalam kehidupannya. Selain itu saat guru ingin membagi kelompok di saat pelajaran kebanyakan siswa tidak suka. Mereka lebih senang mengerjakan sendiri daripada berkelompok. Keinginan siswa untuk belajar Pkn relatif masih rendah, hal ini terlihat pada saat dimulainya pelajaran Pkn sebagian siswa banyak yang mengobrol sendiri. Banyak siswa hanya menganggap nilai-nilai Pkn hanya diterapkan dalam kelas saja, hal ini terlihat ketika nilai ulangan PKn hasilnya bagus kebanyakan guru sudah puas dalam mengajar mata pelajaran tersebut, padahal yang terpenting dalam mata pelajaran Pkn yaitu kesadaran siswa akan nilai yang terkandung dalam Pkn itu seharusnya dapat diaplikasikan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari siswa sehingga siswa dapat mengerti secara sebenarnya tidak hanya pandai dalam mengerjakan ulangan saja. Pkn merupakan mata pelajaran yang sangat penting karena mata pelajaran ini mengajarkan kepada anak-anak bahwa dengan pembelajaran Pkn watak dan kepribadian seseorang bisa kita didik agar nilai dan moral mereka menjadi baik. Dengan pembelajaran Pkn anak akan mengetahui perilaku yang baik maupun buruk sehingga mereka bisa mempraktekkan halhal yang baik dalam kehidupan nyata dan menjauhi hal-hal yang buruk. Pkn merupakan mata pelajaran yang sangat penting dalam pendidikan. Dalam perkembangan pembelajaran PKn di Indonesia ada dua pokok yang terpenting 2

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI dalam mempelajari ilmu PKn di indonesia yaitu nilai yang terkandung dalam Pancasila dan Undang-undang dasar 1945. Menurut Wahab (2011 :6) Nilainilai yang terkandung dalam di dalam keduanya telah dianggap benar oleh seluruh masyarakat Indonesia dan telah diterima oleh masyarakat indonesia. Nilai-nilai luhur tersebut harus dipahami, dihayati, dan dilaksanakan oleh setiap warga negara. Salah satu tujuan pembelajaran PKn yaitu agar bisa meningkatkan rasa cinta terhadap tanah air dan menjalankan segala pedoman yang ada dalam Pancasila dalam kehidupan nyatanya. Agar kedua nilai bisa dilaksanakan dan disadari, Indonesia memberikan pembelajaran PKn mulai dari sekolah dasar sampai tingkat yang paling tinggi yaitu Universitas. Sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran nilai demokrasi dalam pembelajaran Pkn , Peneliti mencoba menggunakan pembelajaran pedagogi reflektif. Karena nilai Pkn dalam pembelajaran Pkn di sekolah dasar belum tersampaikan dengan baik. Dengan pembelajaran pedagogi reflektif terdapat aspek-aspek yang penting yaitu konteks, pengalaman, refleksi, aksi, dan evaluasi. Menurut Subagya (2008:51) Pembelajaran berpola PPR adalah pembalajaran yang mengintegrasikan pembelajaran bidang studi dengan pengembangan nilai-nilai kemanusiaan. Pembelajaran bidang studi disesuaikan dengan konteks siswa. Sedangkan pengembangan nilai-nilai kemanusiaan ditumbuh kembangkan melalui dinamika pengalaman, refleksi, dan aksi. Proses pembelajran ini dikawal dengan evaluasi. Model ini memberikan suatu cara bertindak yang disusun dengan hati-hati, dirumuskan secara logis dan dijabarkan secara spiritualitas. 3

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Selain itu pembelajaran pedagogi reflektif sangat tertuju pada pembelajaran yang real maupun mencerahkan cita-cita mengajar secara praktis dan sistematis. Penerapan dalam model pemebelajaran pedagogi reflektif ini yaitu membentuk kebiasaan siswa untuk berefleksi dahulu sebelum bertindak. Dengan melihat kelebihan-kelebihan PPR peneliti memilih model PPR untuk meningkatkan kesadaran siswa akan nilai Demokrasi dalam mata pelajaran Pkn sehingga melalui PPR akan lebih membantu siswa untuk meningkatkan sikap dalam demokrasi. Pkn sendiri sebenarnya tidak bisa lepas dari satu kata yaitu nilai. Menurut Wahana (2004:51) nilai merupakan kualitas yang tidak tergantung, dan tidak berubah seiring dengan perubahan barang. Nilai bersifat absolut, tidak diisyaratkan oleh suatu tindakan, tidak memandang keberadaan alamiahnya, baik secara historis, sosial, biologis, ataupun individu murni. Jadi nilai tersebut bersifat abadi tidak tergerus oleh jaman karena dengan nilai hidup ini menjadi kaya dan bermakna dalam konteks kehidupan. Menurut Maramis (1990:21) ciri khas pendidikan nilai yaitu bukanlah hanya agar nilai-nilai diwujudkan secara lahiriah, melainkan agar manusianya sendiri menjadi baik dalam arti mendalam dan sepenuhnya. Jadi pendidikan nilai bukan hanya bersifat informatif saja tetapi pendidikan nilai seharusnya bisa diterapakan dalam kehidupan nyata. Pendidikan nilai di sekolah membuat siswa lebih menghargai arti sebenarnya tentang kehidupan yang sebenarnya. 4

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Menurut Max Scheller (dalam Wahana, 2004:71) berpendapat bahwa pikiran itu buta terhadap nilai, nilai tidak dirasakan dengan pikiran, melainkan sampai dapat kita rasakan melaui intuisi emosional. Jadi pada dasarnya nilai hanya bisa dirasakan dan dilakukan dengan hatinurani manusia tidak bisa diterapkan dengan pikiran saja. Karena nilai yang sebenarnya dalam kehidupan hanya bisa dirasakan dengan hatinurani manusia. Padahal dalam kehidupan sekarang ini pendidikan nilai cenderung tertuju pada pikiran manusia. Ini merupakan kesalahan terbesar dalam dunia pendidikan di negara kita ini. Nilai demokrasi sangat penting bagi kehidupan kita karena dengan demokrasi kita bisa melakukan kegiatan-kegiatan positif seperti menghargai pendapat orang lain. Menurut Wiharyanto (2007:65) Demokrasi dapat diartikan sebagai suatu pemerintahan oleh rakyat yang dijalankan secara langsung oleh rakyat, kekuasaan tertinggi di tangan rakyat yang dijalankan langsung oleh rakyat, dan wakil-wakilnya dipilih lewat pemilu yang bebas. Sebagai bukti pembelajaran PKn belum berjalan dengan baik, pada waktu peneliti observasi ke SDK Totogan peneliti mewawancarai guru Pkn pada tanggal 13 september 2013 yang ada di SD tersebut, menurut guru tersebut nilai Pkn hanya memberikan pembelajaran kognitif tidak ada tindak lanjutnya dalam kehidupan nyata. Hal ini terbukti dari hasil wawancara kami kepada guru kelas pengampu mata pelajaran PKn yang mengatakan “dalam mengajar PKn saya hanya mengajar seperti biasa saja mas, metode yang saya gunakan cenderung ceramah karena menurut saya dalam pelajaran 5

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PKn metode yang cocok ya cuma ceramah, saya hanya menyampaikan materi kepada siswa, kemudian siswa mendengarkan dan sumber belajarnya menggunakan buku paket”. Selain itu bukti lain yang sangat kuat pada waktu pembelajaran berlangsung siswa bingung siapa ketua kelasnya, ternyata ketua kelas di kelas tersebut tidak dilakukan pemilihan tetapi hanya ditunjuk dan setiap harinya ketua kelas hanya berganti-ganti, sehingga sering terjadi kesalahpahaman sesama siswa. Hal ini menjadi bukti bahwa nilai demokrasi di kelas tersebut belum diterapkan dalam kehidupan nyata. Pembelajaran PKn di SD tersebut belum disertai dengan penanaman nilai yang terkandung dalam materi yang diajarkan. Dari pengamatan yang peneliti lakukan di SDK Totogan di kelas V dalam pembelajaran PKn belum dilakukan pembelajaran yang bermakna sehingga siswa belum bisa menerapkan nilai demokrasi yang diajarkan oleh guru tersebut. Nilai yang didapat siswa juga masih sangat kurang karena masih di bawah KKM yang ditentukan, sehingga metode yang dilakukan guru yaitu dengan ceramah masih sangat jauh dari harapan yang diinginkan. Peneliti juga menyebarkan pre tes ke kelas yang lebih atas, yaitu materi PKn kelas V SD berikan pada kelas VI. Dari hasil tes tersebut ternyata hasilnya masih sangat kurang. Berdasarkan latar belakang yang dibuat, peneliti memberikan solusi dengan menerapkan Pembelajaran Pedagogi Reflektif dalam mata pelajaran Pkn untuk meningkatkan kesadaran siswa akan nilai demokrasi.. Salah satu model pembelajaran inovatif adalah Paradigma Pedagogi Reflektif atau PPR. 6

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PPR yaitu suatu model pembelajaran yang menerapkan refleksi dlam menemukan nilai-nilai, dan pembelajaran dengan cara menekankan siswa pada pengalaman yang dimilikinya (Mursanto, 2010). Tujuan dari PPR adalah meningkatkan competence, consience, dan compassion, atau biasa disebut dengan 3C. Competence yaitu nilai-nilai akademik. Consience yaitu ketajaman hati nurani. Compassion adalah kepedulian sosial (Mursanto,2010). 1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan penjelasan diatas peneliti merumuskan masalah dalam penelitian, yaitu. 1. Bagaimanakah pelaksanaan Pembelajaran Pedagogi Reflektif untuk meningkatkan kesadaran siswa akan nilai demokrasi terhadap siswa Kelas V SDK Totogan. 2. Apakah pelaksanaan PPR pada ma ta pelajaran PKn dapat meningkatkan siswa kelas V akan nilai demokrasi? 1.3 Batasan masalah Penelitian ini akan dibatasi pada masalah peningkatan kesadaran siswa akan nilai demokrasi kelas V SD K Totogan dengan Pembelajaran Pedagogi Reflektif (PPR) dalam mata pelajaran Pkn menggunakan Standar Kompetensi 4. Menghargai keputusan bersama. 7

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1.4 Definisi Operasional 1. Kesadaran siswa akan nilai adalah kesadaran siswa untuk memahami dan memaknai nilai dalam kehidupan nyatanya seperti melakukan tindakan baik kepada temannya. 2. Pembelajaran Pedagogi Reflektif adalah pembelajaran yang mengintegrasisikan mata pelajaran dengan nilai-nilai kehidupan. 3. PKN adalah sebagai wahana pendidikan nilai Demokrasi yang termuat pada Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) yang ada di kelas V semester II SD K Totogan 1.5 Tujuan Penelitian 1. Mengetahui pelaksanaan Pembelajaran Pedagogi Reflektif untuk meningkatkan kesadaran siswa akan nilai musyawarah terhadap siswa kelas V SDK Totogan semester 2 Tahun Ajaran 2013/2014. 2. Meningkatkan kesadaran siswa akan nilai Demokrasi melalui pembelajaran PPR pada mata pelajaran PKn. 1.6 Manfaat Penelitian 1.6.1 Secara Teoritis : Hasil penelitian tersebut dapat menambah wawasan tentang salah satu model pembelajaran yang bisa membuat siswa mengerti akan nilainilai yang terkandung dalam mata pelajaran Pkn terkait dengan penerapan model Pedagogi Reflektif. 8

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1.6.2 Secara Praktis Bagi Siswa : Siswa dapat mendapatkan pengalaman belajar yang menggunakan pembelajaran Pedagogi Reflektif. Dengan materi PKn yang di ajarkan dengan metode PPR siswa akan lebih mengetahui nilai-nilai yang terkandung dalam materi PKn yang diajarkan. Siswa akan lebih memahami nilai-nilai PKn yang diajarkan tidak hanya abstrak saja sehingga dalam kehidupan sehari-hari siswa akan mempraktekkan apa yang diajarkan oleh Gurunya. Bagi Guru : Dengan interaksi yang bagus antara guru dan murid, membuat wawasan baru buat guru khususnya pada mata pelajaran PKn agar dapat lebih kreatif lagi membuat pembelajaran PKn lebih menarik buat siswa sehingga nilai dalam PKn akan tersampaikan dengan baik. Bagi Sekolah : Menambah wawasan untuk sekolah dan referensi dan dapat meningkatkan wawasan tentang pembelajaran pedagogi reflektif. Bagi Peneliti : Memberikan Pengalaman baru dalam menerapkan pembelajaran pedagogi reflektif dalam mata pelajaran PKn sehingga dapat lebih memahami dan dapat menerapkan pembelajaran model ini besok ketika sudah mengajar agar pembelajaran yang baik bisa diterapkan. 9

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Kajian Pustaka 2.1.1 Kesadaran 2.1.1.1 Pengertian Kesadaran Kesadaran merupakan salah satu hal yang harus dimiliki manusia agar manusia menyadari nilai kehidupan yang sebenaranya. Kesadaran merupakan awal dari sebuah tindakan untuk bertahan dalam suatu lingkungan masyarakat. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI,2003:570), keasadaran berasal dari kata sadar yang mendapat imbuhan ke-an yang berarti insyaf; yakin; merasa; tahu; dan mengerti. Kesadaran berarti 1) Keadaan mengerti: akan harga dirinya timbul karena ia diperlakukan secara tidak adil; 2) Hal yang dirasakan atau dialami seseorang. Kesadaran adalah keadaan sadar akan perbuatan. Sadar artinya merasa, atau ingat, tahu dan mengerti. Kesadaran merupakan unsur dalam manusia dalam memahami realitas dan bagaimana cara bertindak atau menyikapi terhadap realitas (Suhatman:2009:27). Dari uraian diatas dapat disimpulkan kesadaran adalah keadaan sadar dan keadaan mengerti dam merupakan unsur untuk memahami cara bertindak atau menyikapi kehidupan. 10

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2.1.1.2 Tujuan Membangun Kesadaran Menurut Given (2012:213-214) tujuan kesadaran adalah mengambil tindakan atau suatu keputusan dipilih melalui cara yang selektif dan berani menentukan arah dengan mempertimbangkan sisi positf dan negatifnya. Tujuan kesadaran yang sesungguhnya yaitu memikirkan terlebih dahulu sesuatu tindakan sebelum melakukan tindakan tersebut agar tujuan yang kita ingikan akan terwujud dengan semestinya. Tujuan menumbuhkan kesadaran yang kritis serta bisa berpikir kritis, menurut Suhatman (2009:67) subjek utamanya yaitu siswa. Halhal yang harus diperhatikan guru yaitu : 1. Pembelajaran di kelas harus berubah dari berpusat kepada guru menjadi berpusat kepada siswa. 2. Guru berperan sebagai fasilitator untuk melayani siswa dalam membelajarkan siswa dan membuat siswa mengalami serta menyukai belajar. Untuk itu guru senantiasa belajar terus menerus mengaktualisasi diri. 3. Mengajar dengan mengembangkan metode dialogis dalam diskusi, memberi kesempatan pada siswa untuk berfikir dan mengendapkan pengetahuannya, memberi kesempatan untuk bertanya, berdebat, bereksplorasi untuk menemukan suatu pemahaman baru. 11

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4. Dalam membelajarkan siswa seharusnya pembelajaran dibuat semenarik mungkin untuk memotivasi siswa sehingga senang belajar, dengan demikian merangsang otak untuk dapat menerima pengetahuan baru yang lebih cepat. 5. Membuat perencanaan, persiapkan dengan media yang dapat membantu siswa dalam mengalami belajar, menemukan dan merumuskan sendiri pengetahuannya. 6. Guru berperan sebagai agen perubahan dengan berani mengubah paradigma berpikirnya yaitu menjauhkan diri dari ketakutan dan keengganan mengubah cara mengajarnya yang tidak selektif serta bersikap terbuka. 7. Kesadaran kritis akan terbentuk jika siswa merasa bebas dalam berpikir, berpendapat dan mengekspresikan diri dalam suasana belajar terbuka, tidak banyak aturan-aturan yang membelenggu, multinilaim multikebenaran, diperbolehkan salah, menerapkan metode ilmiah. Guru tidak menggurui karena guru dan siswa setara. 8. Kesadaran kritis akan membentuk pola pemahaman konsep yang kuat bukan sekedar menghafal, mampu untuk mencerna pengetahuan dengan mendalam, memiliki cara berpikir kritis menghadapi masalah-masalah sehati-hari dalam kehidupan. Pembelajaran dengan membangun kesadaran kritis akan menghasilkan pembelajaran yang bermutu. 12

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa tujuan kesadaran yaitu mempertimbangkan dan berpikir dahulu sebelum mengambil keputusan, karena jika tidak memikirkan dahulu suatu tindakan tujuan yang akan kita capai akan sulit terwujud sesuai keinginan kita. Indikator kesadaran di ambil dari rangkuman Max scheller(Wahana:2004) yaitu meliputi: x Menyadari akan adanya nilai sebagai kualitas yang perlu diusahakan. x Menyadari akan peranan nilai yang menjadi daya tarik manusia untuk mewujudkannya x Menyadari akan sarana-sarana serta cara-cara yang perlu diusahakan demi terwujudnya nilai yang diharapkan. x Menyadari sikap yang diperlukan demi terwjudnya nilai yang diharapkan. x Menyadari tindakan yang perlu dilakukan demi terwujudnya nilai yang menjadi tujuan. 2.1.2 Pengertian Nilai Max scheler berpendapat bahwa nilai merupakan suatu kualitas yang tidak tergantung pada pembawanya, merupakan kualitas apriori (yang telah dapat dirasakan manusia tanpa melalui pengalaman inderawi terlebih dahulu). (Wahana,2004) Kualitas tersebut tidak hanya pada objek yang ada di dunia ini (misalnya lukisan, patung, tindakan manusia, dan sebagainya), melainkan juga tidak tergantung 13

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pada reaksi kita terhadap kualitas tersebut. Nilai merupakan kualitas yang tidak tergantung, dan tidak berubah seiring dengan perubahan barang. Sebagaimana warna biru tidak berubah menjadi merah ketika suatu objek berwarna biru dicat menjadi merah, demikian pula nilai tetap tidak berubah oleh perubahan yang terjadi pada objek yang memuat nilai bersangkutan. Nilai bersifat absolut, tidak dipersyaratkan oleh suatu tindakan, tidak memandang keberadaan alaminya, baik secara historis, sosial, biologis ataupun individu murni (Paulus, 2004). Djahiri (1996) menyatakan bahwa: “nilai adalah sesuatu yang berharga baik (bagus/buruk), menurut standar logika (benar/salah), estetika etika (adil/layak/tidak adil), agama (dosa dan haram/halal), dan hukum (sah/absah), serta menjadi acuan dan/atau sistem keyakinan diri maupun kehidupan. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa nilai adalah suatu kualitas dalam diri manusia yang berharga baik menurut logika, estetika, etika, agama, dan hukum untuk mencapai tujuan nilai yang di harapkan. 2.1.3 Pendidikan Kewarganegaraan Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) merupakan mata pelajaran penting untuk diajarkan diseluruh tingkat pendidikan. Hal ini terbukti dari penerapan PKn di tingkat sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Adanya PKn di sekolah diharapkan dapat menumbuh kembangkan nilai-nilai dalam kehidupan siswa. Pendidikan kewarganegaraan juga 14

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI diharapkan dapat menjadi bekal bagi siswa untuk mempersiapkan diri berperan serta dalam bermasyarakat dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab (Wahab, 2011). Menurut Amin (2008) menyatakan bahwa Pendidikan Kewarganegaraan yaitu usaha sadar untuk menyiapkan siswa agar masa datang menjadi patriot pembela bangsa dan negara. Patriot pembela bangsa dan negara ialah pemimpin yang mempunyai kecintaan, kesetiaan, serta keberanian untuk membela bangsa dan tanah air melalui bidang profesinya masing-masing. Sementara menurut Chamim (2004), Pendidikan Kewarganegaraan bagi bangsa Indonesia berarti pendidikan pengetahuan, sikap mental, nilai-nilai dan perilaku yang menjunjung tinggi demokrasi sehingga terwujud masyarakat yang demokratis dan mampu menjaga persatuan dan integritas bangsa guna mewujudkan Indonesia yang kuat, sejahtera, serta demokratis. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa Pkn adalah mata pelajaran yang tidak hanya penting dalam segi pengetahuan saja tetapi juga sangat dibutuhkan dalam kehidupan masyarakat karena nilai dalam PKn sangat berguna untuk membuat manusia patuh terhadap aturan yang ada. 2.1.4 Pembelajaran Pedagogi Reflektif (PPR) 2.1.4.1 Pengertian Pembelajaran Pedagogi Reflektif (PPR) 15

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Menurut Subagya (2010:22) Paradigma adalah suatu pendekatan atau mendampingi para peserta didik dalam pertumbuhan dan perkembangannya. Paradigma pedagogi Reflektif (PPR) merupakan pola pikir (paradigma ≈ pola pikir) dalam menumbuh kembangkan pribadi siswa menjadi pribadi kristiani / kemanusiaan (pedagogi reflektif—pendidikan kristiani/ kemanusiaan). Pembelajaran berpola PPR adalah pembelajaran yang mengintegrasikan pembelajaran bidang studi dengan pengembangan nilai-nilai kemanusiaan. Pembelajaran bidang studi disesuaikan dengan konteks siswa, sedangkan pengembangan nilai-nilai kemanusiaan ditumbuh kembangkan melalui dinamaika pengalaman, refleksi, dan aksi. Pembelajaran ini dikawal dengan evalusi (Subagya, 2008: 51). Jadi dari uraian diatas dapat disimpulkan Pembelajaran Pedagogi Reflektif adalah suatu pendekatan kepada peserta didik untuk menumbuhkan pola pikir dalam pribadi siswa menjadi pribadi kristiani serta mengembangkan nilai-nilai kemanusiaan yaitu cara pengembangannya melalui dinamika pengalaman, refleksi, aksi dan evaluasi. 2.1.4.2 Tujuan Pembelajaran Pedagogi Reflektif (PPR) Tujuan pembelajaran PPR adalah untuk meningkatkan kemampuan dalam menanggapi berbagai hal yang terjadi di sekitar secara ktiris dalam upaya untuk semakin memperdalam pemahaman akan pembelajaran yang 16

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI telah diterima di sekolah dan lingkungan sosial mereka, sehingga kelak akan menghasilkan lulusan yang handal dan cakap dalam mengatasi permasalahan yang ada di kehidupan sosialnya (Subagya, 2010: 22- 25). Tujuan dari pembelajaran PPR terwujud dalam 3 unsur yang ada pada tujuan pembelajaran. Ketiga unsur tersebut adalah competence, Conscience, dan compassion. Competence merupakan kemampuan secara kognitif atau intelektual, conscience ialah kemampuan afektif dalam menentukan pilihan-pilihan yang dapat dipertanggungjawabkan secara moral, sedangkan compassion adalah kemapuan dalam psikomotorik yang berupa tindakan konkret maupun batin disertai sikap bela rasa bagi sesama (Subagya, 2010: 23-24) Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa tujuan PPR yaitu menanggapi hal di sekitar kita secara kritis dalam upaya memperdalam pemahaman pembelajaran yang diterima di lingkungan sekolah. Tujuan PPR tercapai jika 3 unsur terpenting dalam PPR terwujud yaitu Competence, Consience, dan compassion. 2.1.4.3 Pola Pembelajaran Pedagogi Reflektif (PPR) Pola PPR menurut Subagya (2008: 41) meliputi konteks, pengalaman, refleksi, aksi, dan evaluasi. Penjabaran dari pola-pola tersebut ialah sebagai berikut : 17

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1) Konteks Konteks lebih ditekankan pada objek pembelajaran dimana materi dari pembelajaran yang disampaikan oleh guru dapat memberikan nilai-nilai kemanusiaan pada siswa yang berguna dalam kehidupan mereka. Banyak konteks yang dipelajari siswa dalam pembelajaran untuk menumbuhkembangkan pendidikan, yaitu wacana tentang nilai-nilai yang ingin dikembangkan, penghayatan mengenai nilai-nilai yang diperjuangkan dan yang terakhir hubungan antar siswa dengan guru. Selama proses pembelajaran berlangsung, hendaknya guru menjadi fasilitator guna menyemangati siswa agar memiliki nilainilai yang hendak tercapai, misalnya nilai solidaritas, tanggung jawab, penghargaan terhadap sesama dan masih banyak lagi. Sebagai guru yang ditiru oleh siswa, sebaiknya guru memberikan contoh penghayatan mengenai nilai-nilai yang diperjuangkan. Melalui itu, siswa bisa melihat, bersikap dan akhirnya berperilaku sesuai dengan nilai yang diharapkan. Hubungan baik antar siswa dan guru akan membantu siswa untuk mempelajari dan kemudian mengaplikasikan nilai-nilai yang hendak dicapai. 2) Pengalaman Pembelajaran yang baik merupakan pembelajaran dimana siswa dapat merasakan langsung atau diberi pengalaman terhadap apa yang sedang mereka pelajari. Melalui pengalaman yang diberikan 18

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI oleh guru diharapkan siswa dapat menumbuhkan persaudaraan, solidaritas dan saling memuji melalui kelompok kecil yang direkayasa oleh guru. Seringkali dalam kegiatan pembelajaran ada beberapa Kompetensi Dasar (KD) yang sangat sulit bagi guru untuk memberikan pengalaman langsung bagi siswa. Apabila ini terjadi, guru bisa mensiasati dengan memberikan pengalaman tidak langsung. Pengalaman tidak langsung ini bisa dilakukan dengan cara bermain peran, melihat tayangan video atau gambar, dan masih banyak lagi. 3) Refleksi Refleksi dilakukan setelah siswa mendapatkan pengalaman belajar. Guru membantu siswa dalam melakukan refleksi dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang membantu siswa memahami, mendalami dan meyakini temuannya. Melalui kegiatan refleksi ini diharapkan siswa mampu meyakini makna nilai yang terkandung didalam pengalamannya dan siswa dapat membentuk pribadi mereka sesuai dengan nilai yang terkandung dalam pengalamannya itu. 4) Aksi Kegiatan aksi dilakukan oleh siswa dengan bantuan guru yang memfasilitasi siswa melalui pertanyaan aksi agar siswa terbantu untuk membangun niat dan bertindak sesuai dengan hasil refleksinya. Membangun niat sendiri yang sesuai dengan 19

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI kemauannya membentuk pribadi siswa agar nantinya (lamakelamaan) menjadi pejuang bagi nilai-nilai yang direfleksikannya. 5) Evaluasi Keharusan seorang guru setelah pemberian materi pembelajaran yaitu melakukan evaluasi atas pencapaian kompetensi siswa dari sisi akademik. Tujuan dilakukan evaluasi ini dilakukan untuk melihat apakah ada perkembangan dalam diri siswa dari sisi akademik. Selain itu pemberian evaluasi juga diberikan untuk melihat apakah siswa sudah mampu mencapai kompetensi yang ingin dicapai atau belum. 20

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Peta Konsep Pelaksanaan PPR ( Subagya,2008) Konteks Refleksi: Memperdalam pemahaman. Mencari makna kemanusiaan, kemasyarakatan. Menyadari motivasi,dorongan, keinginan. Pengalaman: Mempelajari sendiri, latihan kegiatan sendiri (lawan ceramah). Tanggapan afektif terhadap yang dilakukan, latihan dari yang dipelajari Aksi: Memutuskan untuk bersikap, berminat, berbuat perbuatan konktet Evaluasi: Evaluasi ranah intelektual. Evaluasi perubahan pola pikir, sikap, perilaku siswa 21 T U J U A N

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2.1.4.4 Adapun Kelebihan Pembelajaran Pedagogi Reflektif Menurut Subagya (2008: 57) PPR mempunyai kelebihankelebihan sekaligus keuntungan kita menerapkan PPR dalam proses pembelajaran di sekolah, antara lain sebagai berikut: 1. Murah meriah Dalam praktik, pembelajaran PPR diintegrasikan dengan bidang studi yang diajarkan, maka tidak memerlukan sarana atau prasarana khusus, kecuali yang dibutuhkan oleh bidang studi yang bersangkutan. Misalnya, untuk menumbuhkan persaudaraan, solidaritas, saling menghargai, yang diperlukan adalah pengalaman persaudaraan yang dapat dicapai melalui belajar dengan kerjasama kelompok yang kemudian direfleksikan dan ditindaklanjuti dengan aksi. Penerapan dinamika konteks, pengalaman, refleksi aksi, evaluasi dalam belajar dengan kerjasama kelompok dapat diterapkan dalam semua bidang studi tanpa menambah sarana maupun prasarana. Hal khusus yang diperlukan hanyalah cara pandang baru dalam pembelajaran. 2. Segala Kurikulum PPR dapat diterapkan pada semua kurikulum : KTSP, KBK, Kurikulum 1994, bahkan pada kurikulum manapun. Paradigma ini tidak menuntut tambahan bidang studi baru, jam pelajaran tambahan, maupun peralatan khusus. Hal pokok yang dibutuhkan hanyalah pendekatan baru pada cara kita mengajarkan mata pelajaran yang ada. 22

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Paradigma tersebut dapat diterapkan tidak hanya pada bidang studi akademik, tetapi juga pada ranah-ranah non akademik, seperti kegiatan ekstrakurikuler, olahraga, program pelayanan masyarakat, retret, dan sebagainya. Pada kebanyakan bidang studi, PPR bahkan dapat dipakai sebagai panduan untuk mempersiapkan pengajaran, memilih bahan untuk pekerjaan rumah, dan kegiatan-kegiatan pengajaran lain. 3. Cepat Kelihatan Hasilnya Untuk menumbuhkembangkan seorang siswa menjadi pribadi yang dewasa dan manusiawi dibutuhkan waktu lama. Hal seperti itu biasanya akan terlihat setelah mereka lulus dari SMP dan SMA. Namun melalui PPR tanda-tanda kalau mereka mulai berkembang ke arah yang diharapkan cepat kelihatan. Kenyataan ini dapat diamati di sekolahsekolah yang telah menerapkan PPR. Kalau sekolah sepakat dan semua guru menerapkan PPR, dalam waktu satu tahun sudah terlihat jelas betapa siswa akrab satu sama lain, mau solider dan saling membantu dalam belajar, mau saling menghargai satu sama lain. Pengelolaan kelas menjadi mudah, kenakalan berkurang, kebiasaan berkelahi hilang, corat-coret di bangku sekolah atau di luar sekolah tak kelihatan lagi. Moga-moga dengan demikian nantinya mereka sungguh-sungguh akan menjadi pejuang kemanusiaan. Secara ringkas keuntungan-keuntungan menerapkan PPR di sekolah dapat dirumuskan sebagai berikut. 23

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI a. Dari segi integrasi: 1) Pembelajaran berpola PPR murah; 2) Tidak terhambat kurikulum baru, para pengawas, atau Diknas; 3) Mengajarkan dan melatih nilai-nilai kristiani 42 jam per minggu. b. Dari segi pengalaman, refleksi, dan aksi: 1) Tidak perlu banyak aturan, banyak sanksi, dan macam macam pemaksaan seperti lazim di sekolah lain. 2) Pendidikan yang otentik. c. Dari segi pendidikan kristiani/pendidikan kemanusiaan; 1) Ciri khas sekolah Kristen/Katolik dapat diwujudkan dalam kegiatan kelas sehari-hari; 2) Menjadikan keunggulan sekolah yang tidak dapat diungguli sekolah lainnya. 2.1.5 Nilai Demokrasi 2.1.5.1 Pengertian Demokrasi Nilai-nilai demokrasi menurut Cipto (2002:31-37) meliputi : 1. Kebebasan Menyatakan Pendapat Kebebasan menyatakan pendapat adalah sebuah hak bagi warga Negara biasa yang wajib dijamin dengan undang-undang dalam sebuah sistem politik demokrasi (Dahl, 1971). Kebebasan diperlukan karena senantiasa muncul kebutuhan dari 24 untuk setiap menyatakan warganegara pendapat dalam era

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pemerintahan. Warga Negara dapat menyampaikan kepada pejabat seperti lurah, camat, bupati, anggota DPRD/DPR, atau bahkan presiden baik melalui pembicaraan langsung, lewat surat, lewat media massa, lewat penulisan buku atau melalui wakil-wakil di DPRD. 2. Kebebasan Berkelompok Berkelompok dalam suatu organisasi merupakan nilai dasar demokrasi yang diperlukan bagi setiap warga Negara. Kebebasan berkelompok diperlukan untuk membangun organisasi, partai politik dan kelompok-kelompok lain. Dalam ea modern kebuthan berkelompok ini semakin kuat tumbuhnya. Persoalan yang muncul ditengah masyarakat yang sedemikian kompleks seringkali memerlukan organisasi untuk menemukan jalan keluar. Demokrasi menjamin kebebasan warganegara untuk berkelompok termasuk membentuk organisasi baru atau mendukung organisasi serta tidak adanya keharusan mengikuti ajakan atau intimidasi dari kelompok lain. 3. Kebebasan Berpatisipasi Kebebasan berpatisipasi merupakan gabungan dari kebebasan berpendapat dan berkelompok. Ada empat jenis partisipasi, antara lain sebagai berikut : (1) pemberian suara dalam pemilihan umum, baik pemilihan anggota DPR/DPRD maupun pemilihan presiden, (2) melakukan kontak/hubungan dengan pejabat pemerintah, (3) 25

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI melakukan protes terhadap lembaga masyarakat/atau pemerintah, (4) mencalonkan diri dalam pemilihan jabatan public mulai dari lurah, bupati, walikota, gubernur, anggota DPR hingga presiden sesuai dengan sistem pemilihan yang berlaku. 4. Kesetaraan antarwarga Kesetaraan atau egalitarianism merupakan salah satu nilai fundamental yang diperlukan bagi pengembangan demokrasi di Indonesia. Kesetaraan diartikan sebagai adanya kesempatan yang sama bagi setiap warga Negara. Nilai ini diperlukan untuk bagi masyarakat Indonesia yang heterogen dalam hal suku, bahasa, etnis, agama. Nilai kesetaraan perlu dikembangkan dalam semua sector pemerintahan dan masyarakat. Diperlukan usaha keras agar tidak terjadi diskriminasi atas kelompok etnis, bahasa, daerah atau agama tertentu sehingga hubungan antarkelompok dapat berlangsung dalam suasana egaliter. 5. Rasa Percaya (trust) Rasa percaya diri merupakan nilai dasar yang diperlukan agar demokrasi dapat terbentuk. Sebuah pemerintahan demokrasi akan sulit berkembang apabila rasa tidak percaya satu sama lain tidak tumbuh. Jika rasa percaya tidak ada maka kemungkinan pemerintah akan sulit menjalankan agenda karena lemahnya dukungan sebagai akibat kurangnya rasa percaya. Pemerintah perlu menumbuhkan 26

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI rasa percaya pada dirinya sehingga tumbuh pula rasa percaya diri dari amsyarakat luas terhadap pemerintah. 6. Kerjasama Kerjasama diperlukan untuk mengatasi persoalan yang muncul dalam masyarakat. Kerjasama hanya mungkin terjadi jika setiap orang atau kelompok bersedia untuk mengorbankan sebagian dari apa yang diperoleh dari kerjasama tersebut namun bukan berarti kerjasama menutup munculnya perbedaan pendapat anatar individu atau antar kelompok. Demokrasi tidak hanay memerlukan hubungan kerjasama atar individu atau kelompok. Kompetisi, kompromi, dan kerjasama merupakan nilai-nilai yang mampu mendorong terwujudnya demokrasi (Cipto, 2002:40-41). Menurut Muhaimin (2002:11), memberikan penjelasan bahwa nilai yang penting dalam demokrasi seperti : kemauan melakukan kompromi, bermusyawarah berdasar asas saling menghargai dan ketundukan kepada ruke of law yang pada akhirnya dapat menjamin terlindungnya hal asasi tiap-tiap manusia Indonesia. Sehingga kehidupan bersama berlandaskan demokrasi, menurut Zamroni (2001:31) memerlukan: a. Suatu “visi” dan “kode etik” yang dijabarkan secara formal dalam hokum atau undang-undang yang harus dipatuhi oleh warga Negara. 27

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI b. Sistem hukum yang obyektif dan mandiri c. Sistem pemerintahan yang didasarkan dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat d. Struktur sosial, politik dan ekonomi yang menjauhi monopoli dan memungkinkan terjadinya mobilitas yang tinggi dan kesempatan yang adil bagi semua warga. e. Kebebasan berpendapat agar ide-ide warga masyarakat dapat diserap oleh pemerintah f. Kebebasan menentukan pilihan pribadi. 2.2 Penelitian-Penelitian Yang Relevan Arifin (2011) melakukan penelitian tentang Penerapan Paradigma Pedagogi Reflektif dalam pembelajaran tematik mata pelajaran IPS dan Matematika untuk meningkatkan competence, consience, compassion peserta didik kelas IIIC SD Kanisius Kenteng. Jenis penelitian yang dilakukan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa competence, consience, compassion peserta didik kelas IIIC SD Kanisius Kenteng mengalami peningkatan setelah menerapkan PPR dalam pembelajaran. Pada pra penelitian skor competense peserta didik pada mata pelajaran IPS sebesar 66,5 sedangkan pada akhir siklus I sebesar 86,6 dan pada akhir siklus II menjadi 89,0. Untuk mata pelajaran Matematika skor competence peserta didik pada pra penelitian sebesar 64,9 pada akhir siklus I sebesar 77,6 dan pada akhir siklus II sebesar 76,9. Consience dan compassion 28

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI juga mengalami peningkatan dimana pada akhir siklus I skor consience sebesar 76,2 dan pada akhir siklus II menjadi 83,7. Sedangkan skor compassion pada akhir siklus I sebesar 90,4 dan pada akhir siklus II menjadi 93,6. Agustina (2011) meneliti peningkatan competence, conscience dan compassion (3C) dengan menggunakan pendekatan Pembelajaran Pedagogi Reflektif (PPR) dalam pembelajaran tematik bagi siswa kelas IIIA SD Kanisius Demangan Baru I tahun ajaran 2010/2011. Jenis penelitian yang dilakukan merupakan jenis Penelitian Tindakat Kelas (PTK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 3C siswa kelas IIIA mengalami peningkatan. Nilai competence siswa yaitu 78,97 : 79,35 : 90,9, untuk Conscience yaitu 78,7 menjadi 90. Sedangkan untuk compassion 75,7 menjadi 90. Arum Wahyu Dewi (2011) melakukan penelitian tentang Penerapan Paradigma Pedagogi Reflektif Dalam Pembelajaran Temaik Untuk meningkatkan Competence, Consience, dan Compassion Peserta Didik kelas III SD Kanisius Kembaran Tahun Pelajaran 2010/2011. Jenis penelitian PTK. Dari melihat penelitian-penelitian yang telah ada tentang Pembelajaran Pedagogi Reflektif membuat peneliti ingin melihat lebih dalam Pembelajaran Pedagogi Reflektif dalam kaitannya meningkatkan kesadaran siswa akan nilai Demokrasi pada mata pelajaran Pkn. 29

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2.3 Karakteristik Peserta Didik Kelas V Sekolah Dasar Menurut Hawadi (dalam Trianto, 2010:29) mengatakan anak pada usia 610 pada umumnya berada pada rentangan usia dini yang masih melihat segala sesuatu sebagai keutuhan sehingga pembelajarannya masih bergantung pada objek-objek konkret dan pengalaman yang dialami. Menurut Trianto (2009:18) karakter masa sekolah dasar adalah : 1. Ciri khas secara Fisik/jasmani a. Aktif mengembangkan koordinasi otot besar dan kecil b. Kekuatan bertambah c. Ingin menguasai ketrampilan dasar d. Senang olahraga dalam tim dan kegiatan atletik lainnya. e. Mengikuti kata hati. 2. Ciri khas secara mental/kognitif a. Selalu ingin belajar hal-hal baru b. Kemampuan untuk memahami pandangan orang la in berkembang. c. Mulai mengenal perasaan malu dalam situasi-situasi tertentu. d. Pemahaman konsep berkembang berdasarkan lingkungan sekitar. e. Ketrampilan menulis dan berbahasa terus berkembang. f. Dapat memahami lebih dari “seluruh” gambar yang ada. g. Sangat kreatif dan senang menemukan hal-hal baru. h. Sangat ingin tahu. 30 mulai

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI i. Mudah mengingat. j. Mengetahui tentang konsep benar dan salah. 3. Ciri khas secara sosial/emosional a. Lebih mengutamakan teman-teman sebaya dalam kelompoknya. b. Pengaruh dari kelompoknya sangat kuat. c. Lebih peka dalam memilih teman. d. Umumnya mudah bergaul dan percaya diri. e. Perilaku bersaing mulai berkembang f. Peka untuk bermain jujur. g. Memperhatikan perbuatan dan perilaku orang dewasa. h. Kesadaran untuk berperilaku seperti orang yang berjenis kelamin sama mulai berkembang. i. Mulai memisahkan diri dari keluarga : dapat berpartisipasi dalam kegiatan yang terpisah dari keluarga. j. Selera humor berkembang k. Mengalami rangkaian emosi takut, merasa bersalah dan marah. l. Mengetahui peristiwa yang terjadi disekitarnya, meskipun secara emosional belum cukup dewasa untuk mengatasi akibat-akibatnya. 2.4 Kerangka Berpikir Pembelajaran dengan menggunakan model PPR akan meningkatkan kesadaran siswa akan nilai Demokrasi dalam mata pelajaran PKn sehingga melalui PPR akan lebih membantu siswa untuk meningkatkan sikap dalam 31

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI demokrasi. Pembelajaran Pedagogi Reflektif merupakan salah satu alternatif untuk memfasilitasi siswa dalam mencapai nilai demokrasi dan kebermaknaan pembelajaran, sehingga diharapkan mampu menumbuhkan nilai demokrasi. Dengan PPR pembelajaran akan lebih menarik karena pembelajaran tidak hanya dengan metode ceramah. Hal ini sesuai dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang dipilih oleh peneliti yaitu dengan Standar Kompetensi: 4.Menghargai keputusan bersama. Kompetensi Dasar: 4.1 mengenal bentuk-bentuk keputusan bersama. Jika metode PPR diterapkan pada pembelajaran PKn kelas V SD Kanisius Totogan, maka akan berpengaruh terhadap nilai demokrasi berupa sikap menghargai keputusan bersama, musyawarah untuk mencapai mufakat dalam kehidupan nyata peserta didik. Kesadaran siswa akan nilai yang terkandung dalam Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) diharapkan dapat meningkat setelah guru melakukan pembelajaran dengan menggunakan Pembelajaran Pedagogi Reflektif (PPR). Kesadaran akan nilai akan lebih tersampaikan jika dilakukan dengan pendekatan yang sesuai yaitu PPR. PPR membantu peserta didik untuk melakukan hal yang terkandung dalam nilai Pkn secara nyata dan konkret sehingga siswa akan mengerti bahwa hidup yang mereka lakukan bisa berguna bagi sesamanya. 32

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2.5 Hipotesis Tindakan 1. Pembelajaran Pedagogi Reflektif meliputi Konteks, Pengalaman, Refleksi, Aksi, Evaluasi. Konteks lebih ditekankan pada objek pembelajaran yang disampaikan guru dapat memberikan nilai kemanusiaan yang berguna bagi hidup mereka. Pengalaman yaitu berupa pembelajaran dimana siswa dapat merasakan langsung. Refleksi dilakukan setelah siswa mendapatkan pengalaman belajar. Aksi dilakukan siswa dengan bantuan yang menjadi fasilitator. Evaluasi yaitu melihat apakah ada perkembangan dalam diri siswa dari sisi akademik. 2. Penerapan Pembelajaran Pedagogi Reflektif (PPR) dalam mata pelajaran PKn materi menghargai keputusan bersama dapat meningkatkan kesadaran siswa akan nilai demokrasi kelas V semester genap SD Kanisius Totogan tahun ajaran 2013/ 2014. 33

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Penelitian ini termasuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan praktik pendidikan. Aqib (2006:19) menyatakan penelitian tindakan kelas adalah penelitian yang dilakukan oleh guru di kelas atau sekolah tempat mengajar dengan penekanan dan penyempurnaan atau memperbaiki praktik pembelajaran di kelas. Selain itu, Penelitian tindakan kelas juga bertujuan untuk meningkatkan relevansi pendidikan dan sasaran akhirnya yaitu untuk meningkatkan mutu hasil pendidikan. Dengan PTK diharapkan dapat lebih mengembangkan kreatifitas dan profesional Guru dalam pembelajarannya di kelas. Menurut Susilo (2007: 19) mendiskripsikan penelitian tindakan kelas dilakukan melalui empat langkah utama yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Empat langkah utama yang saling berhubungan dalam pelaksanaan penelitian tindakan kelas sering disebut dengan istilah siklus. Pelaksanaan penelitian tindakan kelas dilakukan minimal dua siklus. Penelitian ini menggunakan model dari Suharsimi Arikunto (2012:34). Adapun tahap-tahap penelitian tindakan kelas dapat dilihat pada gambar berikut : 34

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Gambar 2 Bagan PTK Model Suharsimi Arikunto (Paizaluddin dan Ermalinda, 2012: 34) Dalam penelitian ini, Penelitian Tindakan Kelas dilakukan dalam dua siklus. Tahapan- tahapan dalam Penelitian Tindakan Kelas adalah sebagai berikut: 1. Perencanaan Penentuan perencanaan dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu perencanaan umum dan perencanaan khusus. Perencanaan umum dimaksudkan untuk menyusun rancangan yang meliputi keseluruhan aspek yang terkait PTK antara lain identifikasi masalah, analisis penyebab adanya masalah, dan bentuk tindakan yang akan dilakukan. Sedangkan, 35

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI perencanaan khusus dimaksudkan untuk menyusun rancangan dari siklus per siklus. 2. Pelaksanaan Pelaksanaan dalam penelitian tindakan kelas dilakukan mengacu pada perencanaan yang telah dibuat. Pelaksanaan tindakan dilakukan untuk memecahkan masalah yang terjadi. Setelah ditetapkan bentuk pelaksanaan tindakan yang akan dilakukan, maka langkah berikutnya adalah menerapkan tindakan tersebut dalam proses pembelajaran yang sesuai dengan rencana pembelajaran yang sudah dibuat. 3. Pengamatan Pengamatan dilakukan untuk mengetahui dan memperoleh gambaran lengkap tentang proses pembelajaran mengenai globalisasi. Pengamatan atau monitoring dapat dilakukan sendiri. Pada saat monitoring pengamat haruslah mencatat semua peristiwa atau hal yang terjadi di dalam kelas penelitian yaitu kelas V SD K Totogan . 4. Refleksi Refleksi dalam penelitian tindakan kelas ini dilakukan untuk memikirkan dan merenungkan tentang proses pembelajaran yang dilakukan sebagai evaluasi guru serta tim pengamat yang dilakukan dalam penelitian tindakan kelas. Refleksi ini dilakukan dengan cara mendiskusikan berbagai masalah yang timbul di dalam kelas dan untuk mengukur apakah tindakan dalam siklus pertama sudah mencapai tujuan yang diinginkan. Dengan refleksi ini peneliti dapat menentukan apakah 36

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI tetap melanjutkan ke siklus berikutnya atau berhenti karena masalah sudah terpecahkan. 3.2 Seting Penelitian 1. Tempat Penelitian Tempat penelitian ini dilaksanakan di SD Kanisius Totogan yang terletak di Sleman. 2. Subjek Penelitian Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik SD Kanisius Totogan kelas V yang berjumlah 24 siswa. 3. Objek Penelitian Objek penelitian ini adalah Penerapan PPR pada mata pelajaran PKn untuk meningkatan kesadaran siswa akan nilai Demokrasi kelas V SD Kanisius Totogan. 4. Waktu Penelitian Penelitian dilakukan saat semester genap. 3.3 Persiapan Persiapan yang dilakukan mencakup mengkaji kompetensi dasar dan materi pokok, menyusun silabus, menyusun RPP, membuat media pembelajaran, membuat LKS untuk siswa dan soal evaluasi. 37

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3.4 Rencana Tindakan Peneliti 1. Siklus 1 a) Perencanaan Proses pembelajaran siklus 1 terdiri dari 3 pertemuan . Hasil dari siklus 1 sebagai dasar menentukan tindakan berikutnya. Langkah- langkah pelaksanaan siklus 1 tersebut meliputi: Peneliti mendalami silabus, menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), LKS, bahan ajar dan mempersiapkan pembagian kelompok. b.) Pelaksanaan Kegiatan pembelajaran: 1) Guru memberikan apersepsi tentang pengertian keputusan bersama. 2) Menyampaikan kompetensi dasar, indikator, dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. 3) Siswa dan guru Tanya jawab mengenai bentuk-bentuk keputusan bersama. 4) Siswa dibagi dalam kelompok, setiap kelompok terdiri dari 5-6 siswa. 5) Guru memberikan penjelasan tentang tujuan keputusan bersama. 6) Guru membagikan LKS dan memutarkan video tentang kegiatan yang berhubungan dengan kegiatan keputusan bersama atau Demokrasi yaitu tentang kegiatan pemilihan ketua kelas. 38

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7) Guru menjelaskan langkah-langkah dalam mengerjakan LKS. 8) Siswa mengamati video tentang keputusan bersama (Demokrasi) yang diputar oleh guru. 9) Siswa melakukan diskusi. 10) Siswa menjawab lembar kerja siswa sesuai dengan pengamatan video. 11) Salah satu siswa mempresentasikan pekerjaan yang dikerjakan kelompok. 12) Guru menjelaskan tentang pentingnya keputusan bersama bagi kehidupan sehari-hari yang belum dimengerti siswa. 13) Guru menjelaskan tentang gunanya demokrasi di lingkungan sekolah. 14) Guru dan siswa membuat kesimpulan dari materi yang telah dibahas. 15) Mengadakan tes atau evaluasi pembelajaran (siklus 1). c.) Pengamatan Selama proses siklus 1 pertemuan 1, peneliti mencatat hasil pengamatan pada lembar observasi. Saat proses pengamatan, pengamat melakukan kegiatan yaitu mengamati aspek afektif dan aspek psikomotorik. Selain itu juga aspek kognitif yang dilihat dari kegiatan siswa. 39

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI d.) Refleksi Hal yang dapat dilakukan pada tahap refleksi ini, yaitu peneliti mengidentifikasi kesulitan dan hambatan pelaksanaan pembelajaran pada siklus 1. 2.) Siklus 2 a.) Perencanaan Peneliti mendalami silabus, menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), LKS, bahan ajar dan mempersiapkan pembagian kelompok. Peneliti juga menyiapkan media pembelajaran. b. Pelaksanaan Kegiatan pembelajaran : 1) Apersepsi yaitu guru menjelaskan bentuk-bentuk keputusan bersama dalam kehidupan sehari-hari siswa. 2) Menyampaikan kompetensi dasar dan indikator yang akan dicapai dalam rencana kegiatan yang akan dilaksanakan. 3) Menggali kembali secara singkat mengenai nilai-nilai yang terkandung dalam keputusan bersama. 4) Siswa menyimak penjelasan singkat dari guru mengenai keputusan bersama atau demokrasi. 5) Guru menjelaskan contoh sikap yang mematuhi keputusan bersama. 6) Siswa dibagi kelompok seyiap kelompok terdiri dari 5-6 siswa 40

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7) Siswa di bagi LKS oleh guru. 8) Guru menjelaskan langkah-langkah mengerjakan LKS. 9) Siswa mengemati video tentang demokrasi yang diputar oleh guru. 10) Siswa mendiskusikan LKS sesuai dengan video yang diputar. 11) Masing- masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi. 12) Siswa dan guru membuat kesimpulan tentang materi yang telah dipelajari. 13) Mengadakan tes atau evaluasi pembelajaran (siklus 2). c.) Pengamatan Selama proses siklus 2, peneliti mencatat hasil pengamatan pada lembar observasi. Saat pengamatan, pengamat melakukan kegiatan yaitu mengamati aspek afektif dan aspek psikomotorik. Selain itu aspek kognitif juga dilihat dari kegiatan siswa. d.) Refleksi Refleksi dilakukan peneliti pada siklus 2 adalah sebagai berikut: 1) Mengevaluasi apa yang dilakukan pada pelaksanaan siklus 1, tentang hambatan dan kendala yang dialami. 2) Membandingkan hasil observasi mengenai kesadaran siswa akan nilai Demokrasi. 3.5 Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik tes dan nontes. Teknik tes digunakan untuk mengetahui peningkatan kesadaran 41

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI siswa akan nilai Demokrasi pada mata pelajaran PKn. Teknik non tes digunakan untuk mengetahui aktivitas atau respon siswa dalam mengikuti pembelajaran PKn. Tabel 3.1 Pengumpulan data No Perubah Indikator Data Pengumpulan Instrumen 1 Kesadaran -Menyadari akan Jumlah Pengamatan Lembar siswa adanya nilai sebagai siswa yang kualitas yang perlu terlibat diusahakan. - Menyadari akan peranan nilai yang menjadi daya tarik manusia untuk mewujudkannya - Menyadari akan sarana-sarana serta cara-cara yang perlu diusahakan demi terwujudnya nilai yang diharapkan. - Menyadari sikap yang diperlukan demi terwjudnya nilai yang diharapkan. -Menyadari tindakan yang perlu dilakukan 42 kuesioner

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI demi terwujudnya nilai yang menjadi tujuan. Adapun teknik pengumpulan data adalah sebagai berikut: 1. Teknik nontes Teknik nontes yang digunakan adalah observasi dan dokumentasi foto, penjelasannya sebagai berikut: a. Observasi/ Pengamatan Observasi dilaksanakan pada sat proses pembelajaran berlangsung atau bersamaan dengan pelaksanaan tindakan. Observasi dilakukan terhadap aktivitas siswa dan peneliti. b. Dokumentasi Dokumentasi merupakan suatu cara mengumpulkan data melalui peninggalan tertulis, seperti arsip-arsip dan termasuk juga buku-buku tentang pendapat (Masijo, 2009:19). Dalam hal penelitian ini peneliti mengumpulkan foto saat penelitian untuk menjadi salah satu arsip dalam pengumpulan data. c. Lembar skala sikap Lembar skala sikap dibuat dari beberapa indikator yang diramgkum dari rangkuman buku Max scheler (dalam Wahana, 2004). Lembar skala sikap dibuat untuk mengukur kesadaran siswa akan nilai demokrasi. 43

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 3.2 Indikator keberhasilan Indikator Persentase Kondisi awal 45% Target capaian siklus 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑠𝑎𝑑𝑎𝑟 𝑥100% 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑒𝑙𝑢𝑟𝑢ℎ 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 75 % jumlah siswa Deskripstor yang Instrumen Lembar sikap. mencapai kesadaran akan nilai demokrasi 3.6 Instrumen Penelitian Intrumen adalah alat atau fasilitas yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data agar pekerjaannya mudah dan hasilnya baik, dalam arti lebih cermat, lengkap, sistematis sehingga lebih mudah diolah (Arikunto,1998:1510) Dalam kegiatan pengukuran ini peneliti menggunakan kuesioner. Kuesioner dilakukan untuk mengetahui kesadaran siswa sudah meningkat atau belum tentang materi demokrasi. Tabel 3.3 Indikator skala sikap No Indikator 1. Menyadari akan adanya nilai sebagai kualitas yang perlu diusahakan 2. Menyadari akan peranan nilai yang menjadi daya tarik manusia untuk mewujudkannya 3. Menyadari akan sarana-sarana serta cara-cara yang perlu diusahakan demi terwujudnya nilai yang diharapkan 4. Menyadari sikap yang diperlukan demi terwjudnya nilai yang diharapkan 5. Menyadari tindakan yang perlu dilakukan demi terwujudnya nilai yang menjadi tujuan. 44 skala

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 3.4 Kisi-kisi pernyataan skala sikap 1. Menyadari akan adanya nilai sebagai kualitas yang perlu diusahakan No Pernyataan favorable Pernyataan unfavorabel 1. Saya gemar membaca majalah yang Saya malas membaca majalah yang berhubungan dengan pelajaran berhubungan dengan palajaran Saya membaca buku agar menambah Saya merasa nternet lebih membuat wawasan pengetahuan wawasan pengetahuan bertambah 2. dibandingkan jika membaca buku 3. 4. 5. 6. Saya menyadari bahwa setiap orang Saya kurang setju jika teman saya boleh mengutarakan pendapatnya berpendapat Saya senang mengerjakan tugas secara Saya piker mengerjakan tugas secara berkelompok berkelompok itu kuang berguna Saya menya yangi teman saya tanpa Terkadang teman tidak perduli pada membeda-bedakan saya Saya senang ketika melakukan Musyawarah seharusnya tidak diadakan musyawarah 7. 8. 9. Saya mendengarkan teman yang sedang Saya tidak perduli dengan pendapat berpendapat yang disampaikan orang lain Saya percata ketua kelas dapat Menurut saya ketua kelas kurang mengatur kelas dengan baik mampu mengatur kelas dengan baik. Kerjasama itu penting Saya lebih suka mengerjakan tugas tanpa bantuan orang lain 2. Menyadari akan peranan nilai yang menjadi daya tarik manusia untuk mewujudkannya No Pernyataan favorable Pernyataan unfavorabel 1. Saya sangat bersemangat untuk memberikan Saya kurang tertarikuntuk memberikan usulan usulan saat musyawarah saat musyawarah Saya membuat kelompok yang sesuai dengan Saya membuat kelompok yang sesuai dengan hobi pperintah orang lain Saya mengikuti kegiatan yang sesuai dengan Saya mengikuti kegiatan sesuai dengan kegemaran perintah orang lain Setiap orang bebas untuk membentuk kelompok Saya kurang setuju apabila setiap orang bebas 2. 3. 4. membentuk kelompok 5. Teman mampu membantu saya mengerjakan 45 Saya kurang yakin teman mampu membantu

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6. tugas kelompok mengerjakan tugas kelompok Saya bekerjasama dengan teman untuk Saya membersihkan kelas sendirian membersihkan kelas 3. Menyadari akan sarana-sarana serta cara-cara yang perlu diusahakan demi terwujudnya nilai yang diharapkan No Pernyataan favorable Pernyataan unfavorabel 1. Saya mencatata materi pelajaran Saya kurang bersemangat mencatat materi pelajaran 2. Memilih ketua kelas merupakan cara Ketua kelas harus dipilih oleh guru berpendapat 3. Saya menerima kekalahan Saya tidak menerima kekalahan 4. Saya menerima pendapat oranglain Saya menolak pendapat orang lain 5. Mengikuti kerja bakti di lingkungan sekitar Saya malas mengikuti kerja bakti di lingkungan sekitar 6. Saya senang berpendapat Saya kurang tertarik untuk berpendapat 4. Menyadari sikap yang diperlukan demi terwjudnya nilai yang diharapkan No Pernyataan favorable Pernyataan unfavorabel 1. Saya mau mendengar pendapat orang lain Saya bosan mendengarkan pendapat oranglain 2. 3. 4. Saya menerima hasil musyawarah dengan Saya menolak hasil musyawarah dengan senang hati kecewa Saya menghargai keputusan bersama demi Saya menolak keputusan bersama karena kebersamaan tidak sesuai dengan keinginan saya Saya menerima pendapat orang lain Selalu menginginkan pendapat diterima orang lain 5. 7. 8. Tetap rendah hati ketika memenangkan Sombong karena memenangkan pertandingan pertandingan Tugas kelompok akan berhasil jika Tugas kelompok akan berhasil jika saya mengerjakannya bersama-sama mengerjakannya sendirian Kelompok belajar saya pilih sendiri Kelompok belajar ditentukan oleh oranglain. 46

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5. Menyadari tindakan yang perlu dilakukan demi terwujudnya nilai yang menjadi tujuan. No Pernyataan favorable Pernyataan unfavorabel 1. Berbicara dengan sopan santun ketika Berbicara keras-keras ketika mengajukan mengajukan pendapat pendapat Menerima hasil musyawarah dengan Menolak hasil musyawarah sambil ikhlas marah-marah Mendengarkan saat musyawarah Berbicara sendiri saat musyawarah berlangsung berlangsung 4. Menghormati pendapat orang lain Mencela pendapat orang lain 5. Memberikan pujian pada teman yang Memprotes teman yang menang dalam memenangkan pertandingan pertandingan Memberi semangat pada teman yang kalah Mengejek teman yang kalah dalam dalam pertandingan pertandingan Kebersihan kelas tanggungjawab semua Kebersihan kelas tanggungjawab ketua siswa kelas. 2. 3. 6. 7. 3.7 Teknik pengujian intrumen Validitas dan reliabilitas intrumen dilakukan untuk menguji kevalidan dan kerealibilitas intrumen perangkat pembelajaran dan intrumen penelitian. Berikut tentang penjelasan tentang validitas dan reliabilitas intrumen pada penelitian ini. Dalam penelitian ini bentuk kuesioner yang akan digunakan adalah bentuk check list. Skala yang akan digunakan adalah skala Likert untuk mengetahui tingkat kesadaran siswa akan nilai demokrasi. Dalam skala Likert terdapat lima alternatif jawaban sebagai berikut : Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Cukup Setuju(CS), Tidak Setuju (TS), dan Sangat Tidak Setuju (STS). Namun penelitian ini menggunakan skala likert yang telah dimodifikasi oleh peneliti. Pada tabel dibawah ini dapat dilihat skala likert yang telah dimodifikasi. 47

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 3.6 Skala Likert yang telah dimodifikasi Skor Alternatif Jawaban Favorable Unfavorable Sangat Setuju (SS) 5 1 Setuju (S) 4 2 Tidak Setuju (TS) 2 4 Sangat Tidak Setuju (STS) 1 5 3.7.1 Validitas Validitas suatu tes adalah taraf sampai dimana suatu tes mampu mengukur apa yang seharusnya di ukur, menurut Masidjo (1995: 242). Suatu tes dikatakan valid selain dilihat langsung dari keadaan dirinya juga dapat dilihat setelah diperbandingkan dengan suatu tes lain yang telah valid. Validitas dibagi menjadi tiga jenis, yaitu validitas isi, validitas konstruk, dan validitas kriteria. Dalam penelitian ini, jenis validitas yang digunakan adalah validitas konstruk dan validitas isi. Menurut Sugiyono (2010:177) untuk menguji validitas konstruk, dapat digunakan pendapat dari ahli (judgment expert). Validitas isi mengukur peningkatan kesadaran siswa akan nilai Demokrasi. Untuk mempermudah perhitungan validitas isi peneliti menggunakan program SPSS 16 untuk menghitung kuesioner kesadaran siswa akan nilai Demokrasi. Kriteria valid dalam perhitungan ini yaitu jika di dalam Pearson Correlation terdapat 1 asterik dan sig. (2-taited) dibawah 48

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 0,005 pernyataan dinyatakan valid. Jika asteriknya 2 dan sig. (2taited) dibawah 0,001 juga dinyatakan valid. Berikut hasil validasi lembar skala sikap nilai demokrasi. Tabel 3.7 Hasil validasi item Lembar skala sikap. No Pernyataan 1. Saya menyadari bahwa setiap orang boleh Pearson Sig. Correlation (2-taited) 0,815** 0,000 Valid 0,115 0,544 Tidak Valid 0,908** 0,000 Valid 0,253 0,177 Tidak Valid 0,162 0,153 Tidak Valid 0,796** 0,000 Valid 0,172 0,365 Tidak Valid 0,037 0,845 Tidak Valid 0,048 0,803 Tidak Valid 0,757 0,000 Valid 0,246 0,190 Tidak Valid 0,032 0,865 Tidak Valid Keputusan mengutarakan pendapatnya 2. Saya kurang setuju jika teman saya berpendapat 3. Saya senang mengerjakan tugas secara berkelompok 4. Saya senang ketika melakukan musyawarah/berdiskusi 5. Saya pikir mengerjakan tugas secara berkelompok itu kurang berguna 6. Musyawarah/berdiskusi seharusnya tidak diadakan 7. Saya mendengarkan teman yang sedang berpendapat 8. Saya percaya ketua kelas dapat mengatur kelas dengan baik 9. Saya sadar bahwa kerjasama itu penting 10. Saya tidak pendapat perduli yang dengan disampaikan orang lain 11. Menurut saya ketua kelas kurang mampu mengatur kelas dengan baik 12. Saya lebih suka mengerjakan tugas sendiri 49

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13. Saya sangat bersemangat untuk memberikan pendapat 0,908** 0,000 Valid 0,036 0,008 Tidak Valid 0,039 0,836 Tidak Valid 0,878** 0,000 Valid 0,053 0,780 Tidak Valid 0,704** 0,000 Valid 0,782** 0,000 Valid 0,009 0,081 Tidak Valid 0,062 0,053 Tidak Valid 0,867** 0,000 Valid 0,079 0,677 Tidak Valid 0,029 0,880 Tidak Valid s aat musyawarah/berdiskusi 14. Saya kurang memberikan tertarik untuk usulan s aat musyawarah 15. Saya membuat kelompok yang sesuai dengan hobi 16. Saya mengikuti kelompok diskusi dengan penuh antusias 17. Setiap orang bebas untuk membentuk kelompok 18. Saya membuat kelompok hanya teman-teman yang saya senangi saja 19. Saya malas mengikuti kerja kelompok karena pendapat teman tidak berguna 20. Saya kurang setuju apabila guru membebaskan membentuk kelompok 21. Teman mampu membantu saya mengerjakan tugas kelompok 22. Saya bekerjasama dengan teman untuk membersihkan kelas (piket) 23. Saya kurang yakin teman mampu membantu mengerjakan tugas kelompok 24. Saya lebih membersihkan sendirian senang kelas daripada (piket) mengajak teman 25. Saya mencatat materi pelajaran 0,723** 0,000 Valid 26. Ketua kelas dipilih dari hasil 0,797** 0,000 Valid 50

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pendapat teman-teman kelas 27. Saya menerima kekalahan 0,814** 0,000 Valid dengan sportif 28. Saya tidak menerima kekalahan 0,752** 0,00 Valid 29. Ketua kelas harus dipilih paksa 0,856** 0,000 Valid 0,731** 0,000 Valid 0,894** 0,000 Valid 0,642** 0,000 Valid di 0,794** 0,000 Valid Saya malas mengikuti kerjabakti 0,775** 0,000 Valid 0,771** 0,000 Valid untuk 0,768** 0,000 Valid Saya mau mendengar pendapat 0,867** 0,000 Valid 0,757** 0,000 Valid 0,854** 0,000 Valid 0,813** 0,000 Valid 0,861** 0,000 Valid 0,634** 0,000 Valid 0,795** 0,000 Valid 0,683** 0,000 Valid oleh guru 30. Saya kurang bersemangat mencatat materi pelajaran 31. Saya menerima pendapat orang lain 32. Saya menolak pendapat orang lain 33. Mengikuti kerja bakti lingkungan sekitar 34. di lingkungan sekitar 35. Saya senang berpendapat 36. Saya kurang tertarik berpendapat 37. orang lain 38. Saya menerima hasil musyawarah dengan senang hati 39. Saya bosan mendengarkan pendapat orang lain 40. Saya menolak hasil musyawarah dengan bangga 41. Saya menghargai keputusan bersama demi kebersamaan 42. Saya menerima pendapat orang lain 43. Saya menolak keputusan bersama karena tidak sesuai dengan keinginan saya 44. Selalu menginginkan pendapat saya yang diterima orang lain 51

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 45. Tetap rendah hati ketika 0,798** 0,000 Valid 0,796** 0,000 Valid 0,815** 0,000 Valid 0,809** 0,000 Valid 0,659** 0,000 Valid 0,165 0,440 Tidak Valid 0,908** 0,000 Valid ketika 0,834** 0,000 Valid musyawarah 0,881** 0,000 Valid musyawarah 0,632** 0,000 Valid Mendengarkan saat musyawarah 0,890** 0,000 Valid s aat 0,881** 0,00 Valid Menghormati pendapat orang 0,872** 0,000 Valid memenangkan pertandingan 46. Sombong karena memenangkan pertandingan 47. Tugas kelompok akan berhasil jika mengerjakannya bersamasama 48. Tugas kelompok akan berhasil jika saya mengerjakannya sendirian 49. Saya senang bila kelompok belajar saya pilih sendiri 50. Saya senang bila belajar kelompok ditentukan oleh oranglain atau guru 51. Berbicara dengan sopan santun ketika mengajukan pendapat 52. Berbicara keras-keras mengajukan pendapat 53. Menerima hasil dengan ikhlas 54. Menolak hasil dengan tidak ikhlas 55. berlangsung 56. Berbicara sendiri musyawarah berlangsung 57. lain 58. Mencela pendapat orang lain 0,638** 0,000 Valid 59. Memberikan pujian pada teman 0,878** 0,000 Valid 0,680** 0,000 Valid yang memenangkan pertandingan 60. Memprotes teman yang menang dalam pertandingan 52

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 61. Memberi semangat pada teman 0,704** 0,000 Valid 0,884** 0,00 Valid 0,867** 0,000 Valid 0,757** 0,000 Valid yang kalah dalam pertandingan 62. Mengejek teman yang kalah dalam pertandingan 63. Kebersihan kelas tanggungjawab semua siswa 64. Kebersihan kelas tanggungjawab ketua kelas saja Berdasarkan validitas yang dilakukan pada kusioner diatas menyatakan bahwa dari 64 pernyataan ada 46 pertanyaan yang valid. Semua item telah mewakili 5 indikator kesadaran. Tabel 3.8 Tabel lembar skala sikap yang sudah divalidasi No 1. Keterangan Saya menyadari bahwa setiap orang boleh mengutarakan pendapatnya 2. Saya senang mengerjakan tugas secara berkelompok 3. Saya sangat bersemangat untuk memberikan pendapat saat musyawarah/berdiskusi 4. Saya mengikuti diskusi kelompok dengan penuh antusias 5. Saya membuat kelompok hanya teman-teman yang saya senangi saja 6. Saya bekerjasama dengan teman untuk membersihkan kelas (piket) 7. Saya mencatat materi pelajaran 8. Ketua kelas dipilih dari hasil pendapat teman-teman kelas 9. Saya menerima kekalahan dengan sportif 10. Saya tidak menerima kekalahan 11. Ketua kelas harus dipilih paksa oleh guru 12. Saya kurang bersemangat mencatat materi pelajaran 13. Saya menerima pendapat orang lain 14. Saya menolak pendapat orang lain 53 SS S TS STS

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15. Mengikuti kerja bakti di lingkungan sekitar 16. Saya malas mengikuti kerjabakti di lingkungan sekitar 17. Saya senang berpendapat 18. Saya kurang tertarik untuk berpendapat 19. Saya mau mendengar pendapat orang lain 20. Saya menerima hasil musyawarah dengan senang hati 21. Saya bosan mendengarkan pendapat orang lain 22. Saya menolak hasil musyawarah dengan bangga 23. Saya menghargai keputusan bersama demi kebersamaan 24. Saya menerima pendapat orang lain 25. 27. Saya menolak keputusan bersama karena tidak sesuai dengan keinginan saya Selalu menginginkan pendapat saya yang diterima orang lain Tetap rendah hati ketika memenangkan pertandingan 28. Sombong karena memenangkan pertandingan 29. Tugas kelompok akan berhasil jika mengerjakannya bersama-sama Tugas kelompok akan berhasil jika saya mengerjakannya sendirian 26. 30. 31. Saya malas mengikuti kerja kelompok karena pendapat teman tidak berguna 32. Berbicara dengan sopan santun ketika mengajukan pendapat 33. Berbicara keras-keras ketika mengajukan pendapat 34. Menerima hasil musyawarah dengan ikhlas 35. Menolak hasil musyawarah dengan tidak ikhlas 36. Mendengarkan saat musyawarah berlangsung 37. Berbicara sendiri saat musyawarah berlangsung 38. Menghormati pendapat orang lain 39. Mencela pendapat orang lain 54

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 40. 41. 42. Memberikan pujian pada teman yang memenangkan pertandingan Memprotes teman yang menang dalam pertandingan 43. Memberi semangat pada teman yang kalah dalam pertandingan Mengejek teman yang kalah dalam pertandingan 44. Kebersihan kelas tanggungjawab semua siswa 45. 46. Kebersihan kelas tanggungjawab ketua kelas saja Saya tidak peduli dengan pendapat yang disampaikan orang lain 3.7.2 Reliabilitas Menurut Masidjo (2010:310) reliabilitas suatu tes adalah tingkatan dimana suatu tes mampu menunjukkan konsistensi hasil pengukuran dalam bentuk ketetapan dan ketelitian hasil suatu tes. Tes dikatakann reliabel, jika menunjukkan ketepatan dan ketelitian hasil dalam satu atau berbagai pengukuran. Dalam hal ini, reliabilitas dapat ditempuh dengan cara diujikan di lapangan. Reliabilitas merupakan terjemahan dari kata reliability. Suatu pengukuran yang mampu menghasilkan data yang memiliki tingkat reliabilitas tinggi disebut sebagai pengukuran yang reliabel. Konsep dalam reliabilitas adalah sejauhmana hasil suatu proses pengukuran dapat dipercaya (Azwar, 2012:7). Tabel 3.9 Hasil uji reliabilitas lembar skala sikap nilai demokrasi Alpha Cronbach Kualifikasi 0,948 Sangat Tinggi Berdasarkan tabel diatas kuesioner telah dihitung reliabilitasnya yaitu 0,948 yang termasuk kualifikasi sangat tinggi 55

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3.8 Teknik Analisis data Setelah menentukan kriteria perhitungan yang sudah di tetepkan, maka hasilnya akan dihitung dengan menggunkan model Penilaian Acuan Patokan (PAP) tipe I. Peneliti telah menetapkan suatu batas penguasaan bahan pengajaran atau kompetensi minimal yang dianggap dapat meluluskan (passing skor) dari keseluruhan bahan yakni 65% yang diberi nilai cukup sadar. Dengan kata lain passing score kesadaran siswa yang dituntut sebesar 65% dari total skor yang seharusnya dicapai. Jadi, passing score terletak pada presentil 65. Tuntutan pada presentil 65 juga sering disebut presentil maksimal. Disebut presentil maksimal karena passing score pada presentil 65 dianggap merupakan batas penguasaan kompetensi minimal yang sangat tinggi, yang berarti bahwa tuntutan ketiga syarat dan keadaan belajar siswa termasuk pada tingkat tinggi (Masidjo, 2010). Tabel 3.10 Acuan PAP Tipe 1 Tingkat penguasaan Nilai huruf Rentang skor Keterangan 90% - 100% A 207-230 Sangat Sadar 80% - 89% B 184-206 Sadar 65% - 79% C 150-183 Cukup Sadar 55% - 64% D 127-149 Tidak Sadar Dibawah 55% E 0-126 Sangat Tidak Sadar kompetensi Berdasarkan tabel dapat diketahui bahwa siswa dikatakan sadar jika tingkat penguasaan kompetensi siswa berada pada 65% - 79% atau 56

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI siswa dikatakan sadar jika siswa mendapat skor minimal C atau cukup sadar. Dalam menganalisis data, hal pertama yang dilakukan yaitu data yang dikumpulkan melalui tes dihitung jumlah skor masing- masing siswa, dan dari skor ditentukan nilai siswa dengan menggunakan rumus: Nilai akhir = 3.9 Jadwal penelitian 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑠𝑎𝑑𝑎𝑟 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 × 100% Penelitian dilakukan saat semester genap tahun ajaran 2013/2014. Tabel 3.11 Jadwal Penelitian No Kegiatan Bulan J an 1 2 3 Feb Meminta ijin kepada sekolah yang akan diteliti Observasi masalah di kelas 4 Penyusunan Proposal Uji coba penelitian 5 Pengumpulan data 6 Pengolahan data 7 Penyusunan laporan 8 Perbaikan laporan 9 Ujian akhir 57 Mar April Mei Agustus

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Dalam bab IV ini peneliti menguraikan dua hal yaitu hasil penelitian yang telah dilakukan dan pembahasan dari penelitian tersebut. 4.1 Hasil Penelitian Penelitian ini dilaksanakan 2 kali pertemuan dalam 2 siklus. Setiap siklus dilakukan dalam 3 jam pelajaran. Sebelum melakukan penelitian peneliti melakukan perhitungan kondisi awal siswa dengan menyebar kuesioner kepada siswa kelas V yang hasilnya bisa dilihat pada tabel berikut yaitu: Tabel 4.1 Hasil kuesioner kesadaran siswa akan nilai demokrasi pada kondisi awal siswa kelas V SD Kanisius Totogan. No.absen Total Sadar 1 90 2 143 √ 3 175 √ 4 149 5 186 √ 6 201 √ 7 130 8 173 √ 9 198 √ Tidak sadar √ √ √ 58

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10 133 √ 11 128 √ 12 181 √ 13 188 √ 14 149 15 190 √ 16 218 √ 17 127 18 168 19 118 20 185 21 148 √ 22 139 √ 23 205 √ 24 204 √ √ √ √ √ √ Jumlah 14 Siswa 10 Siswa Persentase 58% 42% Dari hasil tabel diatas diperoleh ada 14 siswa yang sadar atau 58 % siswa yang sadar. Jika di lihat menggunakan PAP Tipe 1 58% termasuk dalam rentang skor 127-149 dan itu masuk dalam kondisi “Tidak Sadar”. Jadi pada kondisi awal tingkat kesadaran siswa adalah sebanyak 58% termasuk dalam kategori tidak sadar jika menggunakan acuan PAP Tipe 1. 59

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4.1.1 Paparan kegiatan siklus 1 Siklus 1 dilaksanakan empat tahap yaitu sebagai berikut: 4.1.1.1 Perencanaan Pada awalnya peneliti terlebih dahulu meminta ijin kepada kepala sekolah SD Kanisius Totogan untuk melakukan penelitian. Permintaan ijin tersebut dilaksanakan pada februari 2014. Setelah Kepala Sekolah memberikan ijin peneliti kemudian bertemu Guru kelas V untuk menentukan waktu untuk observasi. Berdasarkan data awal dari lembar kuesinoer yang diberikan kesimpulannya siswa-siswa kelas V SD Kanisius Totogan mempunyai masalah yaitu masih kurang sadarnya siswa tentang nilai demokrasi dalam pembelajaran Pkn. Pada data awal ini peneliti menggunakan kuesioner skala sikap yang sudah dihitung validitas dan reliabilitasnya. Siswa disuruh mengisi kuesioner tersebut secara jujur dan sesuai sikap keseharian dalam kehidupannya. Pada tahap ini peneliti berkerjasama dengan Guru menentukan materi dan media yang digunakan. Selain itu Pembelajaran juga dengan metode Paradigma Pedagogi Reflektif. Dengan PPR diharapkan pembelajaran akan semakin berjalan baik dan siswa lebih mengerti nilai yang terkandung dalam pembelajaran Pkn, terutama nilai demokrasi. Peneliti membuat RPP dan silabus dengan format PPR, yang di RPPnya terdapat 3C yaitu competence, consience, compassion. Peneliti dan Guru sepakat 60

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI materi dicari di buku kanisius karena SD Kanisius Totogan salah satu SD dalam lingkup yayasan Kanisius. Media pembelajaran berupa gambar-gambar. 4.1.1.2 Tindakan Pelaksanaan pada tahap siklus 1 dilakukan pada satu kali pertemuan dan dilaksanakan dalam 3 jam pelajaran / 3JP (3x40 menit) Pertemuan ini dilaksanakan pada Senin 10 maret 2014 dengan sub pokok bahasan tentang Bentuk-bentuk keputusan bersama yang ada dirumah dan disekolah. Yaitu mencakup tentang contoh-contoh sikap yang mencermikan hasil keputusan bersama yang ada di sekolah dan di rumah. Contoh keputusan bersama di sekolah yaitu Pemilihan ketua kelas, Diskusi bersama, Pemilihan petugas upacara secara voting. Contoh keputusan bersama di rumah yaitu Memilih ketua RT, Memilih Ketua kerja bakti dirumah, Menentukan tujuan piknik dengan diskusi bersama anggota keluarga. 4.1.1.3 Observasi Pada tahap ini peneliti melakukan observasi pada kegiatan pembelajaran yang berlangsung. Pada siklus 1 siswa sudah terlihat antusias untuk kegiatan pembelajaran. Aktifitas pada siklus 1 ini dimulai dengan guru menjelaskan materi yang akan diajarkan yaitu bentuk-bentuk keputusan bersama yanga ada dirumah dan disekolah. Kemudian guru menunjukkan contoh gambar kepada semua siswa tentang bentuk-bentuk keputusan bersama yang ada di rumah dan sekolah. Guru membagi siswa di dalam kelompok setelah itu setiap kelompok dibagikan LKS dan disuruh mengerjakan LKS sambil dibimbing tentang penjelasan langkah- 61

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI langkah kegiatan pembelajaran. Siswa secara berkelompok maju ke depan untuk mempresentasikan hasil pekerjaan mereka di depan kelas. Pada akhir pertemuan guru membahas secara singkat materi yang telah diajarkan kemudian guru memberikan soal evaluasi untuk dikerjakan seluruh siswa secara individu. Kemudian selesai mengerjakan soal guru melakukan refleksi tentang pembelajaran hari ini dengan menggunakan lembar refleksi yang telah dibuat. Setelah itu siswa mengisi lembar kuesioner kesadaran. 4.1.1.4 Refleksi Pelaksanaan pada siklus 1 sudah sesuai dengan RPP yang dibuat peneliti yaitu mengacu dengan pendekatan Pembelajaran Pedagogi Reflektif. Siklus 1 dilaksanakan pada tanggal 10 Maret 2014. Aktifitas pada kegiatan pembelajaran pertama adalah siswa melihat gambar yang ditunjukkan oleh guru. Siswa dalam kelompok mengerjakan LKS yang diberikan oleh guru kemudian mempresentasikan hasil pekerjaan di depan kelas. Pada siklus 1 ini peneliti sedikit mengalami kendala ketika mencari gambar-gambar tentang bentuk-bentuk keputusan bersama, tetapi bisa diatasi dengan mengandalkan internet sehingga gambar-gambar yang dibutuhkan semua ditemukan. Pada saat pembahasan siswa dapat menjawab dengan benar karena siswa mendengarkan pengertian guru dan gambar yang ditunjukkan juga sangat membantu siswa mengingat materi. Peneliti memutuskan untuk melanjutkan penelitian dengan melanjutkan penelitian ke siklus 2 karena dalam pelaksanaan siklus 1 masih terdapat beberapa hal yang dirasa belum tercapai seperti waktu 62

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI yang digunakan kurang efisien. Untuk itu hal-hal yang dirasa kurang akan dicoba diperbaiki pada siklus 2. 4.1.1.5 Hasil penelitian siklus 1 Penelitian tindakan kelas ini menggunakan model Paradigma Pedagogi Reflektif untuk meningkatkan kesadaran siswa akan nilai demokrasi pada mata pelajaran Pendidikan Keawarganegaraan. Adapun hasil penelitian yang diperoleh pada siklus 1 ini yaitu meningkatnya kesadaran siswa akan nilai demokrasi. Alat ukur yang digunakan adalah lembar kuesioner kesadaran siswa. Lembar kuesioner kesadaran siswa berisi 46 pernyataan yang mewakili 5 indikator. Berikut tabel total hasil lembar kuesioner yang telah diisi siswa pada siklus 1. Tabel 4.2 Hasil lembar kuesioner kesadaran siswa akan nilai demokrasi siklus 1 No. Absen Total Sadar 1 199 √ 2 169 √ 3 182 √ 4 149 5 186 √ 6 201 √ 7 130 8 173 √ 9 198 √ 10 133 Tidak sadar √ √ √ 63

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11 128 √ 12 181 √ 13 188 √ 14 149 15 190 √ 16 218 √ 17 127 18 168 19 118 20 193 √ 21 158 √ 22 180 √ 23 210 √ 24 204 √ √ √ √ √ Jumlah 17 siswa 7 siswa Persentase 70% 29% Pada tabel diatas menunjukkan hasil pada siklus 1 terdapat 17 siswa yang sadar atau 70 % siswa yang sadar, jika dilihat dengan menggunakan PAP Tipe 1 70% itu masuk dalam rentang skor 150-183 dan masuk dalam kriteria “Cukup Sadar” berikut adalah perhitungannya : 17 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 24 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 𝑥 100 = 70% .Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa kesadaran siswa akan nilai demokrasi mengalami peningkatan setelah dilaksanakan tindakan pada siklus 1. 64

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4.1.2 Paparan Kegiatan Siklus 2 Peneliti memutuskan untuk melanjutkan penelitian dengan melanjutkan penelitian ke siklus 2 karena peneliti belum puas dengan hasil yang dicapai. Siklus 2 ini dilakukan empat tahap berikut : 4.1.2.1 Perencanaan Pada tahap ini peneliti seperti pada siklus 1 menghubungi Guru kelas V untuk melakukan penelitian lagi untuk siklus 2. Peneliti dan Guru sepakat jika siklus 2 ini dilaksanakan pada tanggal 24 maret 2014. Setelah waktu sudah ditentukan kemudian menentukan materi dan media yang digunakan untuk peneltian siklus 2. Peneliti dan guru sepakat materi yang akan diajarkan yaitu: 1) Sikap mematuhi keputusan bersama. Misalnya tidak memaksakan pendapat, menghormati pendapat orang lain. 2) Dampak negatif yang muncul dari keputusan bersama misalnya sikap egois dalam berpendapat ketika bermusyawarah, tidak menghargai pendapat teman ketika musyawarah, tidak percaya diri mengungkapkan pendapat. Dampak positif yang muncul dari keputusan bersama misalnya keputusan diambil secara bersama membuat keputusan lebih baik, keputusan bersama membuat siswa lebih menghargai pendapat teman, keputusan bersama menyatukan seluruh pendapat untuk mufakat. Adanya kebersamaan ketika bermusyawarah. Setelah peneliti memahami materi yang akan diajarkan, peneliti membuat RPP dan silabus dari materi yang dipilih dan RPP dibuat dengan format 65

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Pendekatan Pedagogi Reflektif. Metode yang digunakan juga dengan pendekatan Pembelajaran Pedagogi Reflektif. Buku yang digunakan juga seperti pada siklus 1 yaitu dari Penerbit Kanisius. Selain instrumen pembelajaran peneliti juga menyiapkan instrumen penelitian yaitu lembar kuesioner seperti pada siklus 1 yang akan diberikan peneliti pada akhir pelajaran yaitu sebagai data akhir. 4.1.2.2 Tindakan Pelaksanaan tindakan pada tahap siklus 2 ini dilakukan 1 kali pertemuan dan setiap pertemuan dilaksanakan selama 3 jam pelajaran/ 3JP (3x40 menit). Pembelajaran dilaksanakan pada hari Senin tanggal 24 Maret 2014 dengan sub pokok bahasan yaitu : 1) Sikap mematuhi keputusan bersama. Misalnya tidak memaksakan pendapat, menghormati pendapat orang lain. 2) Dampak negatif yang muncul dari keputusan bersama misalnya sikap egois dalam berpendapat ketika bermusyawarah, tidak menghargai pendapat teman ketika musyawarah, tidak percaya diri mengungkapkan pendapat. Dampak positif yang muncul dari keputusan bersama misalnya keputusan diambil secara bersama membuat keputusan lebih baik, keputusan bersama membuat siswa lebih menghargai pendapat teman, keputusan bersama menyatukan seluruh pendapat untuk mufakat. Adanya kebersamaan ketika bermusyawarah. 66

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4.1.2.3 Observasi Aktivitas inti pada pembelajaran pada siklus 2 ini Guru memberi pertanyaan-pertanyaan kepada siswa terlebih dahulu. Kemudian siswa disuruh bermain peran yaitu pemilihan ketua kelas, seluruh siswa sangat tertarik untuk melakukan bermain peran tersebut. Setelah bermain peran siswa disuruh berkelompok lagi sesuai keinginannya untuk berdiskusi dan siswa diberi LKS untuk dikerjakan secara kelompok. Setelah LKS dikerjakan siswa juga disuruh membuat poster tentang keputusan bersama. Setelah semua pekerjaan selesai siswa dan kelompoknya mempresentasikan hasil pekerjaannya di depan kelas. Pada akhir pembelajaran, Guru membahas secara singkat materi yang telah diajarkan dan bertanya kepada siswa apakah ada yang belum jelas. Guru juga melakukan refleksi kepada siswa tentang pembelajaran hari ini dengan memberikan lembar refleksi untuk di isi siswa. Setelah itu Guru memberikan soal evaluasi untuk dikerjakan siswa, Setelah selesai melakukan refleksi guru memberikan lembar kuesioner tentang nilai demokrasi. Lembar kuesioner tersebut berisi 46 pertanyaan. 4.1.2.4 Hasil Penelitian siklus 2 Seperti pada siklus 1 pada siklus 2 ini alat ukur yang digunakan peneliti yaitu lembar kuesioner kesadaran siswa. Hasil yang diperoleh bisa dilihat pada tabel berikut : 67

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 4.3 Hasil lembar kuesioner kesadaran siswa akan nilai demokrasi siklus 2 No.Absen Total Sadar 1 199 √ 2 201 √ 3 197 √ 4 190 √ 5 176 √ 6 200 √ 7 154 8 201 √ 9 207 √ 10 205 √ 11 200 √ 12 186 √ 13 197 √ 14 207 √ 15 204 √ 16 226 √ 17 191 √ 18 214 √ 19 186 √ 20 150 21 199 Tidak sadar √ √ √ 68

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22 203 √ 23 214 √ 24 196 √ Jumlah 22 Siswa 2 Siswa Persentase 92% 8% Pada tabel diatas menunjukkan hasil pada siklus 2 mengalami peningkatan yang signifikan yaitu terdapat 22 siswa yang sadar atau 92 % siswa yang sadar, jika dilihat dengan mnggunakan PAP Tipe 1 itu masuk dalam kriteria “Sadar” berikut adalah perhitungannya, 22 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 24 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 𝑥 100 = 91,66%. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa kesadaran siswa akan nilai demokrasi mengalami peningkatan setelah dilaksanakan tindakan pada siklus 2. Grafik peningkatan kesadaran siswa akan nilai demokrasi bisa dilihat pada grafik ini : Grafik Hasil Peningkatan Kesadaran Siswa Akan Nilai Demokrasi. 100% 80% 60% 40% 20% 0% Kondisi Awal siklus 1 siklus 2 Berdasarkan grafik diatas kondisi awal siswa yang sadar akan nilai demokrasi ada 58%. Siklus 1 ada 70% dan siklus 2 ada 91%. Target capaian 69

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI kesadaran siswa akan nilai demokrasi yang telah ditentukan pada tabel 3.2 indikator keberhasilan adalah 75% dari jumlah seluruh siswa. Pada siklus 1 belum mencapai target capaian sehingga peneliti memutuskan melanjutka penelitian pada siklus 2. Pada siklus 2 target capaian presatasi belajar sudah mencapai target capaian bahkan hasilnya melebihi target capain yang telah ditentukan oleh peneliti yaitu terdapat 22 siswa atau 91%. 4.2 Pembahasan Pelaksanaan yang telah dilakukan oleh peneliti telah berjalan sesuai dengan RPP yang telah direncanakan peneliti pada intrumen pembelajaran. Tujuan penelitian ini yaitu meningkatkan kesadaran siswa akan nilai demokrasi pada mata pelajaran Pkn dengan menggunakan penerapan Pembelajaran Pedagogi Reflektif pada siswa kelas V SD Kanisius Totogan. Pada hasil pertama dari data kondisi awal siswa yang sadar ada 14 siswa, Jadi pada kondisi awal tingkat kesadaran siswa akan nilai Demokrasi di SD Kanisius Totogan yaitu x100 = 58,33% atau dengan skor rata-ratanya yaitu 3926 24 14 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 24 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 = 163.58 yaitu termasuk dalam kategori cukup sadar. Setelah kondisi awal peneliti melakukan penelitian siklus 1 yang hasilnya yaitu terdapat 17 siswa yang sadar, jadi pada siklus 1 ini tingkat kesadaran siswa akan nilai demokrasi naik yaitu atau dengan skor rata-ratanya yaitu 4132 25 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 17 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 24 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 𝑥 100 = 70% = 165 yaitu termasuk dalam kategori cukup sadar. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa kesadaran siswa akan nilai demokrasi mengalami peningkatan setelah dilaksanakan tindakan pada siklus 1, Tetapi kemudian peneliti berfikir bahwa siklus 1 ini belum memuaskan sehingga 70

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI peneliti memutuskan untuk melakukan siklus 2 agar peningkatan kesadaran siswa lebih memuaskan. Pada tahap siklus 2 peneliti lebih menyiapkan semua intrumen pembelajaran dan media lebih baik lagi selain itu peneliti berkoordinasi dengan guru kelas V agar pembelajaran bisa berjalan dengan lancar dengan menggunakan metode pembelajaran pedagogi reflektif. Dengan penerapan PPR yang lebih dalam lagi peneliti meyakini kesadaran siswa akan nilai demokrasi pada mata pelajaran Pkn akan meningkat lagi. Hasil dari siklus 2 ini tingkat kesadaran siswa akan nilai demokrasi naik, hasil ini diperoleh dari intrumen lembar kesioner yang telah dihitung yaitu ada 22 siswa yang sadar akan nilai demokrasi, jadi tingkat kesadaran siswa di SD Kanisius Totogan setelah siklus 2 ini yaitu 22 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 24 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 𝑥 100 = 91,66 % atau dengan skor rata-ratanya yaitu 4703 24 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 = 196 yaitu termasuk dalam kategori sadar. Jadi rata-rata siswa SD Kanisius Totogan yaitu sadar. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa kesadaran siswa akan nilai demokrasi mengalami peningkatan yang signifikan setelah dilaksanakannya tindakan pada siklus 2 lebih banyak siswa yang sadar akan nilai demokrasi. Di dalam kegiatan belajar mengajar di siklus 2 ini peserta didik sudah menunjukkan sikap yang baik dalam pembelajaran. Dalam kegiatan belajar mengajar peserta didik sudah mulai menerima dan bersemangat dalam kegiatan belajarnya, hal ini ditunjukkan dalam kegiatan kelompok semua sangat antusias dan saling bekerja sama dalam mengerjakan tugas. Peserta didik sangat tertarik pada kegiatan refleksi dan aksi karena dalam kegiatan ini peserta didik bisa merefleksikan kegiatan mereka sambil di bimbing pendidik sehingga pembelajaran terlihat 71

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI sangat menyenangkan. Didalam kegiatan aksi di siklus 2 ini pendidik mengajak peserta didik untuk membuat poster tentang nilai demokrasi. Semua kelompok terlihat sangat bersemangat membuat poster tersebut, Poster yang dibuat peserta didik juga sangat bagus dan kreatif. Pada kegiatan siklus 2 ini peneliti merasa lebih puas karena kegiatan belajar mengajar lebih bagus dan berjalan lancar sesuai dengan harapan peneliti. Hasil yang di capai juga menurut peneliti juga sangat memuaskan karena hasil yang di capai melebihi target capaian yang ditentukan oleh peneliti. 72

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB V PENUTUP Bab ini berisi tiga hal yang diuraiakan peneliti. Tiga hal yang diuraikan peneliti adalah kesimpulan, keterbatasan, dan saran. 5.1 Kesimpulan. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini berlangsung dalam dua siklus yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa akan nilai demokrasi pada mata pelajaran Pkn siswa kelas V SD Kanisius Totogan dengan menggunakan Pembelajaran Pedagogi Reflektif. Berdasarkan penelitian yang digunakan peneliti dapat disimpulkan bahwa yaitu ; 5.1.1 Proses Adanya penjelasan guru pada mata pelajaran Pkn dengan Pembelajaran Pedagogi Reflektif membuat siswa lebih mengerti nilai-nilai kemanusiaan yang terdapat pada mata pelajaran Pkn yang berguna bagi kehidupan mereka. Guru sebagai fasilitator bagi siswa untuk menyemangati nilai-nilai yang ingin dicapai. Dengan siasat pembelajaran bermain peran yang diterapkan guru, siswa bisa seperti mengalami langsung materi yang diajarkan sehingga siswa tidak mudah melupakan pembelajaran yang disampaikan guru. Pembelajaran yang menerapkan PPR selalu ada refleksi untuk membuat siswa lebih meyakini makna nilai yang diharapkan. Setelah itu ada aksi dari setiap siswa contohnya seperti melakukan nilai-nilai kemanusiaan secara nyata dalam kenidupan sehari-hari atau 73

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI jika dalam pembelajaran peneliti mengajak siswa membuat sebuah poster. Evaluasi juga dilakukan Guru untuk mengetahui perkembangan siswa dalam akademiknya. Selain itu juga untuk mengetahui kompetensi siswa sudah mencapai yang diharapkan. 5.1.2 Produk Kesadaran siswa akan nilai demokrasi kelas V SD Kanisius Totogan mengalami peningkatan dengan adanya penerapan pembelajaran pada mata pelajaran Pkn menggunakan model Pembelajaran Pedagogi Reflektif. Pendidik menggunakan model PPR mampu menyajikan materi pembelajaran yang merangsang siswa untuk belajar Pkn secara antusias dan tidak bosan karena siswa diajak terlibat langsung dalam kegiatan belajar mengajar. 5.2 Keterbatasan Penelitian Kegiatan penelitian yang telah berlangsung masih terdapat kekurangan. Kekurangan yang terdapat pada penelitian ini dianggap peneliti sebagai keterbatasan penelitian. Keterbatasan penelitian yang cukup mempengaruhi yaitu : Keterbatasan waktu yang sangat singkat, sehingga untuk dapat memantau peserta didik memiliki kesadaran siswa akan nilai demokrasi kurang begitu detail. 5.3 Saran Ada beberapa saran dari peneliti berdasarkan penelitian yang telah dilakukan. Berikut saran dari peneliti : 74

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5.3.1 Melalui penelitian ini sekolah hendaknya sekolah dapat melanjutkan menggunakan model Pembelajaran Pedagogi Reflektif dalam melaksanakan kegiatan belajar-mengajar sehingga nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dapat sungguh tertanam dan dapat di aplikasikan secara nyata oleh pesrta didik. 5.3.2 Dengan penelitian ini membuat wawasan guru bertambah tentang Pembelajaran Pedagogi Reflektif sehingga pembelajaran bisa mengarah ke pembelajaran yang kreatif dan inovatif. 5.3.3 Dengan penelitian ini semoga peneliti selanjutnya bisa mengukur variabel lain selain kesadaran siswa dengan menggunakan model Paradigma Pedagogi Reflektif. 75

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Daftar Referensi Anas Sudijiono. (2006). Pengantar Statistik Pendidikan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Aqib, Zainal. (2006). Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: Yrma Widya Azwar, Saifuddin. (2009). Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta : Pustaka Pelajar. Arikunto, Suharsimi, dkk.(2006). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: PT Bumi Aksara. Badan Standar Nasional Pendidikan. (2007). Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Departemen Pendidikan Nasional. (2008). Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. Given.K. (2007). Brain Bassed Teaching:Merancang kegiatan belajar mengajar yang melibatkan anak emosional social, kognitif, dan reflektif. Bandung: Kaifa Kunandar. (2009). Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas Sebagai Pengembangan Profesi Guru. Jakarta: Rajawali Pers. Kusumah, Wijaya dan Dede Dwitagama. (2009). Mengenal Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: PT Indeks. Masidjo.(1995). Penilaian Pencapaian Hasil Belajar Siswa di Sekolah. Yogyakarta: Kanisius. Masidjo. (2010). Penilaian Pencapaian Hasil Belajar Siswa di Sekolah. Yogyakarta: Penerbit Kanisius. 76

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Mulyasa, H. E. (2009). Praktik Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Ofset. Prakash, Gujarat Sahitya. (2010). Paradigma Pedagogi Reflektif, ter. Rm. J. Subagya, SJ. Yogyakarta: Kanisius. Ridwan. (2010). Dasar- dasar Statistika. Bandung: Alfabeta. Subagyo, J. (2010). Pembelajaran Pedagogi Reflektif. Yogyakarta: Kanisius. Subagyo. (2008). Pembelajaran Pedagogi Rfelektif. Yogyakarta: kanisius. Suparno, Paul. (2008). Riset Tindakan untuk Pendidikan. Jakarta: Grasindo. Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Pendidikan; Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta. Suhatman, A. (2009). Menyadarkan Kesadaran.Medik. 3, 46-47. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Tingkat SD,MI, dan SDLB. Triyanto. (2009). Mendesain model pembelajaran inovatif progresif. Jakarta: Kencana Tim PPR SD Kelompok Kanisius.(2010). Paradigma Pedagogi Reflektif. Yogyakarta:Kanisius Sutrisno Slamet.dkk.(2010) Pendidikan Kewarganegaraan Paradigma terbaru untuk Mahasiswa.Bandung: Alfabeta. Wahana, Paulus. (2004). Nilai Etika Aksiologis. Yogyakarta: Kanisius 77

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 1 Tabel hasil data kondisi awal NO ABSEN/ NO SOAL 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 2 2 1 2 2 4 2 4 1 0 1 2 0 2 2 2 0 1 2 1 2 1 2 1 1 2 2 4 2 4 2 4 4 4 4 2 4 4 4 2 4 4 2 4 4 5 2 2 5 5 5 3 4 4 5 5 5 1 4 1 5 2 1 5 5 5 5 5 4 5 5 4 4 2 5 4 2 4 2 2 5 2 5 5 2 4 5 4 5 4 5 5 4 4 5 5 4 2 5 2 4 2 2 5 4 5 4 4 4 4 4 4 5 2 2 2 2 4 4 4 5 5 5 5 4 5 5 4 4 6 4 4 4 5 4 4 5 4 4 5 4 4 5 4 4 5 4 5 5 4 5 5 4 5 5 7 2 2 4 4 4 2 2 1 1 1 5 5 5 5 4 5 2 2 2 4 4 1 2 2 2 8 4 4 4 2 2 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 2 2 2 2 4 4 2 5 4 4 9 4 5 4 5 4 5 4 5 4 5 5 5 5 5 4 5 4 4 4 4 2 5 5 4 4 10 2 1 4 5 5 5 4 4 2 2 4 2 2 2 4 1 4 1 5 4 4 2 5 5 5 11 2 5 4 4 1 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 1 1 5 1 5 5 4 4 2 2 12 1 5 4 4 4 2 2 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 13 4 5 4 5 4 5 4 5 4 4 4 4 4 4 5 4 4 5 4 5 4 4 4 4 4 14 2 4 4 2 1 2 2 4 2 4 4 4 2 4 4 4 4 4 4 4 1 1 4 4 4 15 4 5 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 16 5 5 4 5 5 4 4 5 5 5 5 5 5 5 4 5 4 4 4 5 5 5 5 5 5 17 2 5 4 5 4 2 4 4 4 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 1 1 1 2 18 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 2 4 4 2 2 4 4 5 5 2 19 2 4 2 2 2 1 1 2 4 2 2 4 2 4 2 4 2 4 4 2 1 1 2 4 2 20 4 4 4 4 4 4 2 4 4 5 4 4 4 2 4 4 5 4 4 4 5 4 2 4 4 21 2 5 5 5 4 4 5 4 5 4 5 4 5 5 4 5 5 5 2 2 4 1 1 2 2 22 5 2 4 1 2 4 2 4 4 2 4 2 4 2 1 2 4 4 4 2 2 5 2 2 1 23 5 5 4 4 5 4 5 4 4 4 5 4 5 5 4 4 5 4 4 5 4 5 4 5 5 24 5 4 5 4 5 4 5 4 4 5 5 4 5 4 5 5 4 4 5 4 5 4 5 4 5 78

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 2 4 2 2 4 2 2 4 2 1 4 1 1 0 2 4 1 1 4 2 5 90 Tingkat kesadaran STS 5 5 4 2 2 2 2 1 1 1 2 2 2 2 4 2 4 2 4 4 2 143 TS 2 5 5 5 4 4 4 4 5 4 4 5 4 2 4 2 2 2 4 5 2 175 CS 2 4 4 4 2 1 1 1 1 2 2 4 2 4 1 4 4 2 2 4 4 149 TS 4 5 4 4 4 5 4 5 5 5 5 5 4 5 5 5 2 2 2 2 2 186 S 4 4 5 5 4 5 2 4 5 4 4 5 4 5 5 5 1 4 5 5 5 201 S 2 2 2 2 4 4 2 4 2 1 2 2 2 2 4 5 1 5 1 4 4 130 TS 4 5 4 4 4 4 4 4 5 5 5 5 5 2 5 5 4 4 4 4 2 173 S 4 4 4 4 5 4 5 4 5 4 5 4 5 4 4 4 4 4 2 5 4 198 S 2 2 2 4 1 1 1 5 5 2 5 4 1 1 1 2 2 2 2 2 2 133 TS 1 1 5 1 5 1 4 4 1 5 2 1 4 2 1 5 4 4 4 4 2 128 TS 4 4 4 4 4 5 4 5 5 5 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 181 CS 4 4 4 4 4 4 2 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 188 S 4 2 2 4 4 4 4 2 4 4 4 2 4 4 4 4 4 4 2 2 2 149 TS 4 5 4 5 4 4 2 5 4 4 4 5 4 5 5 5 4 4 5 4 5 190 S 5 5 5 5 5 5 2 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4 5 5 5 218 SS 2 2 2 2 2 2 4 4 2 2 1 1 2 2 1 1 2 2 2 2 2 127 TS 2 4 4 4 5 5 4 5 4 2 1 2 2 1 1 2 1 1 2 2 2 168 CS 4 2 1 1 4 4 4 2 4 4 2 4 2 1 4 1 2 4 2 2 2 118 TS 4 2 4 5 5 4 2 5 4 5 4 4 5 4 5 4 4 5 5 4 4 185 S 1 1 2 2 1 2 4 4 2 4 2 4 2 2 2 4 5 2 1 2 2 148 TS 4 4 4 5 1 4 4 2 4 4 4 2 2 2 4 4 2 2 2 4 4 139 TS 4 5 5 4 4 5 4 5 5 4 4 5 5 5 5 4 5 5 4 4 2 205 S 4 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4 5 5 4 4 4 2 5 4 2 4 204 S 79 TOTAL

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 2 Tabel Data Hasil Siklus 1 NO ABSEN/ NO SOAL 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 5 4 5 5 5 4 4 5 5 5 5 4 4 4 5 4 4 5 4 4 5 4 4 5 4 2 5 4 4 4 4 4 2 4 5 4 5 4 4 5 4 5 4 4 5 4 4 4 4 4 4 3 4 5 5 5 5 2 4 2 5 2 4 5 4 4 4 4 5 4 4 2 5 4 4 2 4 4 4 2 4 2 4 5 2 4 5 4 5 4 5 5 4 5 5 4 2 4 4 2 2 2 4 5 4 5 4 4 4 4 4 4 5 2 2 2 2 4 4 4 5 5 5 5 4 5 5 4 4 6 4 4 4 5 4 4 5 4 4 5 4 4 5 4 4 5 4 5 5 4 5 5 4 5 5 7 2 2 4 4 4 2 2 1 1 1 5 5 5 5 4 5 2 2 2 4 4 1 2 2 2 8 4 4 4 2 2 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 2 2 2 2 4 4 2 5 4 4 9 4 5 4 5 4 5 4 5 4 5 5 5 5 5 4 5 4 4 4 4 2 5 5 4 4 10 2 1 4 5 5 5 4 4 2 2 4 2 2 2 4 1 4 1 5 4 4 2 5 5 5 11 2 5 4 4 1 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 1 1 5 1 5 5 4 4 2 2 12 1 5 4 4 4 2 2 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 13 4 5 4 5 4 5 4 5 4 4 4 4 4 4 5 4 4 5 4 5 4 4 4 4 4 14 2 4 4 2 1 2 2 4 2 4 4 4 2 4 4 4 4 4 4 4 1 1 4 4 4 15 4 5 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 16 5 5 4 5 5 4 4 5 5 5 5 5 5 5 4 5 4 4 4 5 5 5 5 5 5 17 2 5 4 5 4 2 4 4 4 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 1 1 1 2 18 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 2 4 4 2 2 4 4 5 5 2 19 2 4 2 2 2 1 1 2 4 2 2 4 2 4 2 4 2 4 4 2 1 1 2 4 2 80

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20 4 4 4 4 4 5 5 4 4 4 5 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 21 5 2 5 4 5 5 4 5 4 4 5 5 4 5 4 4 4 5 4 2 4 2 2 2 2 22 5 4 2 2 4 4 2 4 2 4 2 4 5 1 1 4 4 4 4 5 4 4 4 5 4 23 5 4 5 4 5 4 5 4 4 5 5 5 4 4 5 4 5 5 5 4 5 4 5 5 24 5 4 5 4 5 4 5 4 4 5 5 4 5 4 5 5 4 4 4 5 4 5 4 5 4 5 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 TOTAL 2 5 4 4 4 5 4 5 4 4 4 4 5 4 4 5 4 4 4 4 4 199 Tingkat kesadaran S 5 5 1 4 1 4 4 2 2 2 2 4 4 2 5 4 2 4 2 2 4 169 CS 4 4 4 4 4 5 5 5 4 5 5 4 2 4 2 4 2 4 5 4 4 182 CS 4 4 4 4 1 1 2 1 2 2 1 2 4 4 2 4 2 2 2 4 4 149 TS 4 5 4 4 4 5 4 5 5 5 5 5 4 5 5 5 2 2 2 2 2 186 S 4 4 5 5 4 5 2 4 5 4 4 5 4 5 5 5 1 4 5 5 5 201 S 2 2 2 2 4 4 2 4 2 1 2 2 2 2 4 5 1 5 1 4 4 130 TS 4 5 4 4 4 4 4 4 5 5 5 5 5 2 5 5 4 4 4 4 2 173 S 4 4 4 4 5 4 5 4 5 4 5 4 5 4 4 4 4 4 2 5 4 198 S 2 2 2 4 1 1 1 5 5 2 5 4 1 1 1 2 2 2 2 2 2 133 TS 1 1 5 1 5 1 4 4 1 5 2 1 4 2 1 5 4 4 4 4 2 128 TS 4 4 4 4 4 5 4 5 5 5 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 181 CS 4 4 4 4 4 4 2 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 188 S 4 2 2 4 4 4 4 2 4 4 4 2 4 4 4 4 4 4 2 2 2 149 TS 4 5 4 5 4 4 2 5 4 4 4 5 4 5 5 5 4 4 5 4 5 190 S 5 5 5 5 5 5 2 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4 5 5 5 218 SS 2 2 2 2 2 2 4 4 2 2 1 1 2 2 1 1 2 2 2 2 2 127 TS 2 4 4 4 5 5 4 5 4 2 1 2 2 1 1 2 1 1 2 2 2 168 CS 4 2 1 1 4 4 4 2 4 4 2 4 2 1 4 1 2 4 2 2 2 118 TS 81

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 5 4 4 5 193 S 2 2 2 2 1 2 4 4 4 4 4 2 2 2 2 4 5 2 1 4 4 158 CS 5 5 5 4 5 5 5 4 4 5 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 180 S 4 5 5 4 4 5 4 5 5 4 5 4 5 5 5 5 5 5 4 4 4 210 S 4 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4 5 5 4 4 4 2 5 4 2 4 204 S 82

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 3 Tabel Data Hasil Siklus 2 NO ABSEN/ NO SOAL 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 1 2 4 5 5 4 4 4 4 4 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 4 4 4 4 3 5 5 5 4 4 4 4 4 5 5 5 4 4 5 4 5 4 4 4 4 4 5 4 4 4 5 4 4 5 2 5 5 4 4 4 4 5 4 4 4 5 4 4 4 4 5 4 4 5 4 4 5 4 4 5 5 4 4 5 5 4 5 4 5 4 4 4 4 6 4 5 4 4 4 5 4 4 5 5 4 4 4 4 4 5 2 4 4 4 4 4 7 5 5 2 4 4 4 4 4 4 2 5 4 5 4 4 5 4 5 4 4 5 5 8 4 5 5 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 5 4 5 4 4 5 4 9 5 4 5 5 5 4 4 4 4 4 5 4 5 4 4 5 4 4 5 1 5 5 5 4 2 4 4 5 4 4 5 5 5 4 4 5 5 5 4 5 4 4 5 5 10 11 12 13 5 4 5 4 4 5 4 4 5 5 4 4 5 4 5 5 4 5 4 4 4 5 4 5 4 5 1 5 4 4 4 5 4 4 2 4 5 4 4 5 4 2 4 4 4 4 4 2 4 4 2 4 4 4 2 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 5 4 5 4 4 4 4 4 5 5 4 4 5 5 4 5 4 5 5 2 5 5 83 14 15 4 5 4 4 4 4 2 5 5 5 5 4 5 4 5 5 4 5 5 4 4 4 5 4 5 4 4 4 4 4 4 5 5 4 4 5 5 5 4 5 4 4 5 5 16 17 18 19 20 21 22 23 24 4 4 4 5 4 5 4 4 5 4 4 4 4 5 5 5 4 5 4 2 4 4 5 5 5 4 4 5 4 4 4 5 5 4 5 4 4 4 4 5 4 2 5 5 4 5 4 4 0 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 5 4 5 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 5 4 5 4 2 4 4 5 5 4 4 4 4 2 4 5 4 4 4 5 4 4 5 4 5 4 1 5 5 2 0 4 5 4 4 4 5 5 5 4 4 4 4 4 5 5 4 4 2 4 2 2 5 4 5 4 5 4 2 1 4 4 4 4 5 5 5 4 5 4 2 2 2 5 5 5 4 0 4 4 5 5 5 5 4 4 5 5 5 4 5 4 2 5 5 4 5 5 4 4 4 4 5 5 5 4 4 5 5 4 5 5 5 4 2 5 4

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23 24 5 5 25 4 4 4 4 4 5 4 5 4 4 4 4 5 5 4 5 4 5 4 2 4 4 5 5 4 4 26 4 4 4 4 5 4 2 5 5 2 4 4 0 4 4 5 5 5 4 4 4 4 4 4 5 4 27 5 4 4 4 5 4 2 5 4 4 4 4 4 4 5 5 4 5 4 2 4 5 5 5 2 4 28 4 4 4 4 5 5 2 5 5 5 4 4 4 5 5 5 4 5 4 4 4 4 5 4 29 5 5 5 4 5 5 2 5 4 4 5 4 5 5 4 5 5 5 4 4 5 5 4 4 5 4 5 4 4 5 30 5 4 4 5 4 5 2 5 4 4 4 4 4 4 5 5 4 4 4 4 4 5 4 5 31 4 4 4 4 5 4 4 5 5 5 5 4 4 4 4 5 4 5 2 4 4 4 5 4 32 5 5 4 4 4 4 2 2 5 5 5 4 4 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 4 33 4 4 5 4 2 4 2 4 4 5 4 4 4 4 5 5 4 5 4 2 4 4 5 4 5 5 34 5 5 4 4 4 4 4 5 5 4 4 4 4 5 5 5 4 5 4 4 5 5 5 4 5 4 35 4 4 4 4 4 4 2 5 5 5 4 4 4 5 4 5 4 5 4 4 4 4 4 4 5 5 36 5 5 4 4 4 4 4 5 4 5 5 4 5 5 4 5 4 5 4 2 5 4 4 4 4 4 37 4 4 4 4 4 5 4 5 5 4 4 4 5 4 5 5 4 5 4 4 4 5 5 4 84 5 4 38 4 5 5 5 5 4 4 5 5 4 5 5 4 5 5 5 4 1 4 4 5 5 5 5 5 4 39 5 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 5 5 4 40 4 4 5 4 4 5 2 5 4 5 4 4 4 5 4 4 5 5 4 4 5 5 5 4 4 4 5 5 41 4 4 4 4 4 5 4 5 5 5 4 4 5 5 4 5 4 0 4 4 4 4 4 5 42 5 5 4 4 4 1 2 4 4 4 5 4 5 5 5 5 4 5 4 4 4 5 5 0 5 4 5 4 43 4 4 4 4 0 5 4 5 5 4 5 4 4 5 5 5 4 5 4 4 4 5 5 4 5 5 44 4 5 4 4 5 5 4 5 5 5 5 4 4 5 5 5 5 5 4 4 5 5 5 5 4 4 45 4 4 4 5 5 5 4 5 5 4 5 4 5 4 4 5 4 5 4 4 4 4 4 4 5 5 4 4 46 TOTAL 5 199 5 201 5 197 4 190 4 176 4 200 2 154 5 201 4 207 5 205 4 200 4 186 4 197 4 207 4 204 5 226 5 191 5 214 4 186 4 150 4 199 5 203 5 214 5 196 5 5 S S S S S S TS S S S S CS S CS S SS CS S CS TS S S S S 5 4

(101) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 4 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) (siklus 1) Satuan pendidikan : SD Kanisius Totogan Kelas/semester : V / II Mapel/Materi : PKN / Menghargai keputusan bersama Pertemuan ke :1 Jumlah pertemuan : 35 menit x 3 A. Standar Kompetensi 4. Menghargai keputusan bersama B. Kompetensi Dasar 4.1 Mengenal bentuk-bentuk keputusan bersama C. Indikator Pembelajaran Competence 4.1.1 Peserta didik menjelaskan pengertian keputusan bersama. 4.1.2 Peserta didik mengidentifikasikan bentuk-bentuk keputusan bersama 4.1.2 Peserta didik menyebukan bentuk-bentuk keputusan bersama yang ada di sekolah. 4.1.3 Peserta didik menyebutkan benuk-bentuk keputusan bersama yang ada di lingkungan rumah. Consience 4.1.5 Peserta didik bertanggung jawab dalam menyebutkan keputusan bersama yang ada di sekolah. 4.1.6 Peserta didik bertanggung jawab dalam menyebutkan keputusan bersama yang ada di lingkungan rumah. 4.1.7 Peserta didik memdengarkan penjelasan pendidik. 85

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4.1.8 Peserta didik menjadi pribadi yang ulet, tekun, disiplin. 4.1.9 Peserta didik bekerjasama dalam kelompok. Compassion 4.1.10 Peserta didik mempresentasikan hasil jawaban di depan kelas. 4.1.11 Peserta didik menjawab semua pertanyaan yang diajukan oleh pendidik. 4.1.12 Peserta didik membantu teman yang mengalami kesulitan. D. Tujuan Pembelajaran Competence 4.1.1.1 Peserta didik mampu menjelaskan pengertian keputusan bersama. 4.1.2.1 Peserta didik mampu mengidentifikasikan bentuk-bentuk keputusan bersama. 4.1.3.1 Peserta didik mampu menyebukan bentuk-bentuk keputusan bersama yang ada di sekolah. 4.1.4.1 Peserta didik mampu menyebutkan benuk-bentuk keputusan bersama yang ada di lingkungan rumah. Consience 4.1.5.1 Peserta didik mampu bertanggung jawab dalam menyebutkan keputusan bersama yang ada di sekolah. 4.1.6.1 Peserta didik mampu bertanggung jawab dalam menyebutkan keputusan bersama yang ada di lingkungan rumah. 4.1.7.1 Peserta didik mampu memdengarkan penjelasan pendidik. 4.1.8.1 Peserta didik mampu menjadi pribadi yang ulet, tekun, disiplin. 4.1.9.1 Peserta didik mampu bekerjasama dalam kelompok. Compassion 4.1.10 Peserta didik mampu mempresentasikan hasil jawaban di depan kelas. 4.1.11 Peserta didik mampu menjawab semua pertanyaan yang diajukan oleh pendidik. 4.1.12 Peserta didik mampu membantu teman yang mengalami kesulitan 86

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI E. Materi Pokok Bentuk-bentuk keputusan bersama yang ada di sekolah dan ada dirumah. Yaitu mencakup tentang contoh-contoh sikap yang mencermikan hasil keputusan bersama yang ada di sekolah dan di rumah. Contoh keputusan bersama di sekolah yaitu Pemilihan ketua kelas, Diskusi bersama, Pemilihan petugas upacara secara voting. Contoh keputusan bersama di rumah yaitu Memilih ketua RT, Memilih Ketua kerja bakti dirumah, Menentuka tujuan piknik dengan diskusi bersama anggota keluarga. F. Pendekatan dan metode pembelajaran Pendekatan Pembajaran : Pedagogi Reflekif Metode Pemblajaran : Tanya jawab, diskusi dan presentasi G. Langkah-Langkah pembelajaran A. Pertemuan 1 Kegiatan pembelajaran 1.) Kegiatan awal Alokasi waktu 20 menit - Salam, doa pembuka - Apersepsi: Pendidik bertanya pada peseta didik : Siapa yang pernah memecahkan masalah dengan berdiskusi kelompok? Bagaimana bedanya ketika berdiskusi dan tidak berdiskusi untuk memecahkan masalah? Apakah masalah cepat selesai ketika sudah berdiskusi dengan teman? - Pendidik menyampaikan tujuan pembelajaran - Pendidik menyampaikan tahapan kegiatan yang akan dilaksanakan 2.) Kegiatan Inti 70 menit 87

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - Pendidik melakukan tanya jawab mengenai pengambilan keputusan bersama. - Pendidik memberi contoh gambar tentang bentuk-bentuk keputusan bersama - Pendidik menjelaskan mengenai keputusan bersama. - Peserta didik membuat rangkuman mengenai materi keputusan bersama. - Peserta didik disuruh membagi kelompok 5-6 kelompok sesuai keinginannya, bisa berhitung atau memilih salah satu siswa sebagai pemimpin kelompok. - Peserta didik diberi LKS dan dikerjakan secara kelompok. - Peserta didik mempresentasikan hasil jawaban kelompok di depan kelas. 3.) Kegiatan penutup - 30 menit Peserta didik bersama pendidik membuat kesimpulan - Peserta didik mengerjakan soal evaluasi. - Mengisi kuesioner. Refleksi - Peserta didik merefleksikan kegiatan pembelajaran hari ini Aksi - Peserta didik dapat melakukan sikap mematuhu keptusan bersama dalam kehidupan nyata. - Pendidik dan peserta didik berdoa bersama menutup pelajaran. 88

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI H. Sumber Belajar a. Media - Gambar berkaitan dengan keputusan bersama b. Alat dan bahan - Buku dan alat tulis c. Buku sumber x Asmunah,dkk. 2008. Mari Belajar Pendidikan Kewarganegaraan untuk SD/MI kelas V. Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional x Buku Pendidikan kewarganegaraan kelas V SD. Sarwiyanto, Cris Subagyo.2008. Ayo Belajar Pendidikan Kewarganegaraan.Yogyakarta. Kanisius. I. Penilaian Jenis Penilaian : Tes Bentuk instrumen : Isian singkat Format Kriteria Penilaian 1. Penilaian competence Penilaian di ambil dari soal evaluasi. Carapenilainnya : Jumlah soal yang benar x 2 = 2. Penilaian conscience No Aspek yang dinilai 1 Ketelitiansiswa 2 Perhatiansiswa Skor Keterangan 1 1 mengerjakan tidak sesuai dengan rumus. 2 2 mengerjakan kurang sesuai dengan rumus. 3 3 mengerjakan sesuai dengan rumus. 1 1tidak bisa mengerjakan soal yang diberikan. 2 2mengerjakan beberapa soal yang di berikan. 3 3mengerjakan semua soal yang diberikan dengan benar. 89

(106) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 90

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 6 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Siklus 2 Satuan pendidikan : SD Kanisius Totogan. Kelas/semester : V / II Mapel/Materi : PKN / Menghargai keputusan bersama Pertemuan ke :2 Jumlah pertemuan : 40 menit x 3 I. Standar Kompetensi (SK) 4. Menghargai keputusan bersama J. Kompetensi Dasar (KD) 4.2 Mematuhi keputusan bersama K. Indikator Competence 4.2.1 Peserta didik mematuhi keputusan bersama dengan baik. 4.2.2 Peserta didik mengidentifikasikan dampak negatif yang muncul dalam pengambilan keputusan bersama. 4.2.3 Peserta didik mengidentifikasikan dampak positif yang muncul dalam keputusan bersama. 4.2.4 Peserta didik mengidentifikasikan bersama pentingnya pengambilan keputusan untuk kepentingan bersama. Consience 4.2.5 Peserta didik bertanggung jawab dalam mengidentifikasikan pentingnya pengambilan bersama 4.2.6 Peserta didik bertanggung jawab dalam mengidentifikasikan dampak negatif/positif yang muncul dalam pengambilan keputusan bersama 4.2.7 Peserta didik berani mematuhi keputusan bersama 91

(108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Compassion 4.2.8 Peserta didik menghargai pendapat teman. 4.2.9 Peserta didik bekerja sama dalam kelompok. L. Tujuan Pembelajaran Competence 4.2.1.1 Peserta didik mengidentifikasikan bersama pentingnya pengambilan keputusan untuk kepentingan bersama. 4.2.2.1 Peserta didik mengidentifikasikan dampak negatif yang muncul dalam pengambilan keputusan bersama. 4.2.3.1 Peserta didik mengidentifikasikan dampak positif yang muncul dalam keputusan bersama. 4.2.4.1 Peserta didik mematuhi keputusan bersama dengan baik. Consience 4.2.5.1 Peserta didik bertanggung jawab dalam mengidentifikasikan pentingnya pengambilan bersama. 4.2.6.1 Peserta didik bertanggung jawab dalam mengidentifikasikan dampak negatif/positif yang muncul dalam pengambilan keputusan bersama. 4.2.7.1 Peserta didik berani mematuhi keputusan bersama Compassion 4.2.8.1 Peserta didik menghargai pendapat teman. 4.2.9.1 Peserta didik bekerja sama dalam kelompok. M. Materi Pokok Sikap mematuhi keputusan bersama. Misalnya tidak memaksakan pendapat, menghormati pendapat orang lain. Dampak negatif yang muncul dari keputusan bersama misalnya sikap egois dalam berpendapat ketika bermusyawarah, tidak menghargai pendapat teman ketika musyawarah, Tidak percaya diri mengungkapkan pendapat. Dampak positif yang muncul dari keputusan bersama misalnya keputusan diambil secara bersama membuat keputusan lebih baik, keputusan bersama membuat siswa lebih menghargai pendapat teman, keputusan bersama menyatukan seluruh pendapat untuk mufakat. Adanya kebersamaan ketika bermusyawarah. 92

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI N. Pendekatan dan metode pembelajaran Pendekatan Pembelajaran : Pedagogi Reflekif Metode Pemblajaran : Tanya jawab, diskusi dan presentasi O. Langkah-Langkah pembelajaran A. Pertemuan 2 Kegiatan Pembelajaran Alokasi waktu 1.) Kegiatan awal 15 menit - Salam, doa pembuka - Apersepsi: guru bertanya jawab pada siswa mengenai materi yang di sampaikan minggu lalu - Guru menyampaikan tujuan pembelajaran - Guru menyampaikan tahapan kegiatan yang akan dilaksanakan 2.) Kegiatan Inti - 90 menit Siswa dibagi dalam kelompok, tiap kelompok terdiri dari 5-6 siswa - Masing-masing kelompok bermain peran mengenai pengambilan keputusan secara bermusyawarah dan pemilihan ketua kelas. - Guru bersama siswa membahas mengenai pentingnya mematuhi keputusan bersama. - Siswa diberikan LKS dan dibagikan ke kelompok lagi. Kemudian siswa disuruh membuat poster. 93 15 menit

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3.) Kegiatan Penutup - Siswa dibimbing guru menyimpulkan materi yang dipelajari Refleksi - Siswa merefleksikan apa yang telah dilakukan selama proses belajar - Guru memberikan pertanyaanpertanyaan refleksi untuk siswa Aksi - Siswa melakukan kegiatan musyawarah dan keputusan bersama secara nyata dalam kehidupan sehari-hari. Siswa mengisi post test berupa kuisioner P. Evaluasi Pembelajaran a. Jenis penilaian (Terlampir) 1. Tes tertulis (Competence) : pilihan ganda 2. Non tes ( Conscience, Compassion) : Unjuk kerja b. Pedoman penilaian (terlampir) Q. Sumber Belajar d. Media - Gambar e. Alat dan bahan - kertas A2 - lem, gunting - alat tulis f. Buku sumber 94

(111) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI x Asmunah,dkk. 2008. Mari Belajar Pendidiakn Kewarganegaraan untuk SD/MI kelas V. Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional Penilaian Competence - LKS - Evaluasi Jumlah jawaban benar x 100 = ... Jumlah keseluruhan jawaban Penilaian Conscience Skor sikap No (bertanggung Nama Siswa Total skor jawab) 1 2 3 1 2 3 4 5 Pedoman penskoran Indikator Keterangan Skor Siswa menyelesaikan tugas dengan baik dan 3 tepat waktu Menyelesaikan tugas Siswa menyelesaikan tugas dengan baik 2 tepat waktu dan berani namun melebihi waktu mematuhi bersama keputusan Siswa tidak menyelesaikan 95 tugas yang 1

(112) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI diberikan Skor maksimal yang bisa diperoleh siswa Skor minimal yang bisa diperoleh siswa Skor Skor = Skor maks x item = Skor min x item =3x2 =1x2 =6 =2 Nilai yang diperoleh siswa Nilai = Skor yang diperoleh siswa / 6 x 100 Penilaian Compassion Skor sikap No. Nama Siswa (bekerjasama) 1 2 3 1 2 3 4 5 96 Total skor

(113) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Pedoman penskoran Indikator Keterangan Skor Melibatkan seluruh anggota kelompok dalam 3 mengerjakan tugas Kekompakan dalam kelompok Melibatkan sebagian anggota kelompok 2 dalam mengerjakan tugas 1 Tidak melibatkan anggota kelompok dalam mengerjakan tugas 97

(114) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 98

(115) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 7 Foto proses Pembelajaran Guru menunjukkan gambar Siswa mengerjakan LKS secara berkelompok 99

(116) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Salah satu siswa mewakili kelompok untuk mempresentasikan hasil jawaban. Siswa membuat poster tentang nilai demokrasi secara berkelompok 100

(117) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 8 Surat Izin Penelitian 101

(118) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 9 Surat telah melakukan penelitian 102

(119) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 10 Daftar Riwayat Hidup Mukhammad Arif Ridlo. Lahir di kota Temanggung pada tanggal 20 April 1989, merupakan anak dari pasangan Maizun dan Sri purwanti. Pada tahun 1995-2002 masuk SDN Campursalam Parakan Temanggung. Tahun 2001-2004 melanjutkan jenjang pendidikan Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Parakan Temanggung. Kemudian pada tahun 2005-2008 penulis masuk di Sekolah Menengah Atas di SMA Mipha Parakan Temanggung mengambil jurusan IPS. Kemudian tahun 2010 penulis melajutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi di Universitas Sanata Dharma untuk memperoleh gelar sarjana pendidikan. 103

(120)

Dokumen baru