HUBUNGAN ANTARA TECHNOLOGY READINESS DENGAN PERFORMANSI KERJA KARYAWAN

Gratis

0
0
100
9 months ago
Preview
Full text
(1)Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta HUBUNGAN ANTARA TECHNOLOGY READINESS DENGAN PERFORMANSI KERJA KARYAWAN Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi Oleh: Albert Adityas Nugraha Jatikusuma NIM : 099114101 PROGRAM STUDI PSIKOLOGI JURUSAN PSIKOLOGI FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta PERSETUJUAN PEMBIMBING HUBUNGAN ANTARA TECCHNOLOGY READINESS DENGAN PERFORMANSI KERJA KARYAWAN DI YOGYAKARTA Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi Oleh: Albert Adityas Nugraha Jatikusuma NIM : 099114101 Telah disetujui oleh: Pembimbing P. Henrietta PDADS. M.A. Yogyakarta, ii

(3) Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta SKRIPSI HUBUNGAN ANTARA TECHNOLOGY READINESS DENGAN PERFORMANSI KERJA KARYAWAN Dipersiapkan dan Ditulis oleh: Albert Adityas Nugraha J. NIM: 099114101 Telah dipertahankan di depan Panitia Penguji Pada tanggal 16 September 2014 Dan dinyatakan memenuhi syarat Susunan panitia Tanda Tangan Penguji I : P. Henrietta PDADS. M.A. Penguji II : R. Landung Eko P. M. Psi Penguji III : TM. Raditya Hernawa, M. Psi Yogyakarta, Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Dekan Dr. T. Priyo Widiyanto, M. Si iii

(4) Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta “Impossible is Nothing” “Tidak semua mimpi dan harapan akan terwujud sesuai keinginan kita…” ~ Orochimaru – Masashi Kishimoto I always like to look on the optimistic side of life, but I am realistic enough to know that life is a complex matter ~ All I need is a chance to do something great. ~ Chicken Little Hakuna Matata ~ Timon & Pumba iv

(5) Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Karya Ilmiah ini aku persembahkan untuk: Tuhan Yesus Kristus yang telah memberikan kehidupan dan segala hal baik dalam kehidupanku ini. Kedua orang tuaku yang melahirkan dan membesarkan ku serta mengajari banyak hal. Saudaraku, keluarga besarku yang tak henti bertanya. Kekasihku yang tersayang. Alam semesta yang telah memberikan banyak pengalaman – pengalaman berharga untuk menghargai apa yang telah diciptakanNya. Semua sahabat, teman, dan relasi yang memberi warna dalam perjalanan hidupku… v

(6) Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian dari karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, Agustus 2014 Penulis Albert Adityas Nugraha J vi

(7) Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta HUBUNGAN ANTARA TECHNOLOGY READINESS DENGAN PERFORMANSI KERJA KARYAWAN Albert Adityas Nugraha J ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara technology readiness dengan performansi kerja karyawan di Yogyakarta. Hipotesis dalam penelitian ini adalah adanya hubungan positif antara technology readiness dengan performansi kerja karyawan, semakin tinggi technology readiness seorang karyawan maka akan diikuti juga dengan peningkatan performansi kerjanya, begitu pula sebaliknya. Subjek penelitian adalah karyawan pada perusahaan atau kantor yang telah melewati masa training atau masa kerja minimal 1 tahun sebanyak 58 orang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif korelasional. Metode sampling yang digunakan adalah convenience sampling. Pengambilan data menggunakan metode menyebarkan skala. Penelitian ini menggunakan dua alat ukur, yaitu skala technology readiness index milik A. Parasuraman, dengan koefisien reliabilitas penelitian sebesar 0,794 dan skala performansi kerja, dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,922. Hipotesis dalam penelitian ini ditolak karena adanya ketidak linearan hubungan antar kedua variabel penelitian. Kata kunci: technology readiness, performansi kerja, karyawan, technology readiness index vii

(8) Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta CORRELATION BETWEEN TECHNOLOGY READINESS WITH EMPLOYEE’S JOB PERFORMANCE Albert Adityas Nugraha J ABSTRACT This research aimed to find out the correlation between technology readiness with employee’s job performance in Yogyakarta. The hypothesis in the research were there was a positive correlation between technology readiness with employee’s job performance, higher employee’s technology readiness will followed by increasing of his/ her job performance, conversely. Subjects in this research were employees in an industry or office which have passed training period or have passed one year work period as much as 58 employees. This was a quantitative correlational research. The sampling method was convenience sampling. Data collection was spreading the scales. This research used two measurements, which technology readiness index scale by A. Parasuraman with reliability coefficient 0.794 and job performance scale with reliability coefficient 0.922. The hypothesis in this research did not accepted because there was an un-linearity correlation between two variables. Keywords: technology readiness, job performance, employees, technology readiness index viii

(9) Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta LEMBAR PERNYATAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : Albert Adityas Nugraha Jatikusuma NIM : 099114101 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, karya ilmiah saya yang berjudul: “Hubungan Antara Technology Readiness dengan Performansi Kerja Karyawan” Beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan dan mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan sama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenar – benarnya. Dibuat di Yogyakarta pada tanggal : 28 Oktober 2014 Yang menyatakan, Albert Adityas Nugraha J ix

(10) Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta KATA PENGANTAR Puji syukur kepada Allah Bapa serta Yesus Kristus, PuteraNya yang telah memberikan kekuatan dan berkat yang melimpah sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi ini. Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sajana Psikologi (S.Psi.) di Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Peneliti sadar bahwa ada kekurangan dalam skripsi ini. Peneliti memohon maaf apabila terdapat hal – hal yang kurang berkenan selama proses penyelesaian skripsi ini. Peneliti memiliki banyak keterbatasan dalam penyelesaian skripsi ini, sehingga dengan bantuan berbagai pihak, akhirnya peneliti dapat menyelesaikan skripsi ini. Oleh karena itu, peneliti hendak mengucapkan terima kasih kepada beberapa pihak: 1. Professor Charles Colby, Presiden dari Rockbridge Associates, Inc. yang telah memberikan ijin untuk menggunakan skala penelitian TRI dalam penelitian. 2. Bapak Dr. Tarsisius Priyo Widiyanto, M.Si. selaku Dekan Fakultas Psikologi, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. 3. Ibu Ratri Sunar Astuti, M.Si selaku Ketua Program Studi Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. 4. Bapak Cornelius Siswa Widyatmoko, M.Psi. selaku Dosen Pembimbing Akademik saat peneliti menulis skripsi ini. 5. Ibu Titik Kristiyani, M.Psi. selaku Dosen Pembimbing Akademik yang membantu peneliti menemukan kepercayaan untuk meneruskan kuliah di Fakultas Psikologi saat tahun pertama kuliah di Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. x

(11) Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 6. Bapak Agung Santoso, M.A. yang juga pernah menjadi Dosen Pembimbing Akademik peneliti dan membuka kembali mata peneliti bahwa statistik itu juga merupakan hal yang penting. 7. Ibu Passchedonia Henrietta Puji Dwi Astuti Dian Sabbati, S.Psi., M.A. (Mba’ Etta) selaku Dosen Pembimbing Skripsi yang telah membimbing peneliti mulai dari awal proses penulisan skripsi sampai akhir. 8. Semua Bapak dan Ibu Dosen Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta yang telah memberikan segala pengajaran dan ilmu bagi peneliti selama menjalani proses perkuliahan. 9. Mas Muji dan Mas Doni untuk bantuan pada saat peneliti menjalani praktikum ataupun sebagai asisten mata kuliah praktek dan juga untuk candaan – candaan yang sering melepaskan penat dalam menjalani perkuliahan. 10. Mas Gandung, Ibu Nanik, Pak Gie, dan asisten Sekretariat atas bantuan dan kerjasamanya dalam tiap proses. 11. Bapak dan Ibu Sigit Sudaryanto atas ajarannya untuk menjalani hidup dalam kasih serta menerima tiap realita dan untuk tiap bimbingannya selama peneliti menghembuskan nafas kehidupan, terima kasih Ayah, Ibu untuk semua yang telah kalian diberikan. 12. Ibu Dr. Rita Suhadi, M.Si., Apt. selaku Wakil Rektor I, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta yang telah memberikan ijin pada peneliti untuk proses pengambilan data di lingkungan karyawan USD. xi

(12) Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 13. Bapak Yamtana, SKM, M.Kes selaku Ketua Jurusan Kesehatan Lingkungan, Politeknik Kesehatan Kemenkes, Yogyakarta yang telah memberikan ijin pada peneliti untuk proses pengambilan data pada pegawai Kesling Poltekes. 14. Bapak A. Sigid Sudaryanto, SKM, M.Pd selaku Kaprodi DIII Jurusan Kesling Poltekes Kemenkes Yogyakarta yang telah memberikan pengarahan dan petunjuk selama proses pengambilan data di Poltekes Kemenkes Yogyakarta. 15. Bapak Wisnu selaku Kepala HR Harian Bernas Yogyakarta yang memberikan pengalaman serta ijin untuk melakukan penelitian pada karyawan Bernas Yogya. 16. Bapak Lanjar dan Bapak Gunawan yang memberikan ijin dan membimbing selama proses pengambilan data di PT. Mega Andalan Kalasan, Yogyakarta. 17. Kedua adik peneliti Stepen dan Agnes serta kakak peneliti, Pandu, yang secara tidak langsung telah mendesak peneliti untuk segera menyelesaikan semua proses ini. 18. Semua saudara peneliti yang sebelumnya tak lelah untuk menanyakan tentang wisuda tiap saat perjumpaan. 19. Suster Gitta yang memberikan rasa sayang dan dukungan sebagai seorang kekasih selama peneliti berkuliah dan menyelesaikan penelitian ini, terima kasih Say untuk waktu yang berharga. 20. Kamu, yang terkadang memberikan senyuman, hiburan, tawa, sedikit kekecewaan, sedikit letupan marah, terima kasih untuk itu. Kamu…iya kamu.. xii

(13) Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 21. Teman – teman, kakak senior dan junior dalam Fakultas Psikologi, terima kasih untuk waktu berbagi ilmu, kerja sama, dan canda gurau yang telah ditunjukkan selama di kampus ini. 22. Sahabat – sahabat yang kudapat dan kukenal selama proses perkuliahan yang telah rela membagi ilmu dan pengalaman, terima kasih untuk kerja sama dan sharing dari kalian. 23. Semua pihak baik yang mendukung ataupun yang menentang penulis, yang tidak bisa disebutkan satu per satu oleh peneliti, terima kasih untuk kerja sama dan dukungan yang diberikan sehingga penelitian ini dapat selesai. Peneliti percaya bahwa tiap orang yang berbuat baik pasti akan mendapatkan balasan yang baik, semoga karunia dan kasih Tuhan selalu menyertai semua orang dan memberikan jalan yang baik. Peneliti menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam skripsi ini, untuk itu peneliti akan dengan tangan terbuka menerima tiap masukan, kritik bahkan komentar untuk penelitian ini. Pada akhirnya, semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi orang lain. Yogyakarta, Agustus 2014 Penulis Albert Aditas N xiii

(14) Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL .................................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN DOSEN PEMBIMBING ........................................ ii HALAMAN PENGESAHAN .................................................................................... iii HALAMAN MOTTO ................................................................................................ iv HALAMAN PERSEMBAHAN ................................................................................. v HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA .............................................. vi ABSTRAK ................................................................................................................. vii ABSTRACT .............................................................................................................. viii HALAMAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH ........................... ix KATA PENGANTAR ................................................................................................. x DAFTAR ISI............................................................................................................. xiv DAFTAR TABEL .................................................................................................. xviii DAFTAR BAGAN ................................................................................................... xix DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................................. xx BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................ 1 A. Latar Belakang ........................................................................................... 1 B. Rumusan Masalah ...................................................................................... 7 C. Tujuan ........................................................................................................ 7 D. Manfaat Penelitian ..................................................................................... 8 xiv

(15) Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 1. Manfaat Teoretis ................................................................................. 8 2. Manfaat Praktis ................................................................................... 8 BAB II DASAR TEORI.............................................................................................. 9 A. Performansi Kerja ...................................................................................... 9 1. Pengertian Performansi Kerja ............................................................. 9 2. Aspek Performansi Kerja.................................................................. 11 3. Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Performansi Kerja ................. 13 B. Technology Readiness.............................................................................. 14 1. Pengertian Technology Readiness .................................................... 13 2. Dimensi dalam TR ............................................................................ 15 3. Dampak TR....................................................................................... 16 C. Hubungan Antara Technology Readiness dengan Performansi Kerja ..... 17 D. Hipotesis Penelitian ................................................................................. 21 BAB III METODE PENELITIAN .......................................................................... 22 A. Jenis Penelitian ........................................................................................ 22 B. Variabel Penelitian ................................................................................... 22 C. Definisi Operasional ................................................................................ 23 1. Performansi Kerja ............................................................................. 23 2. Technology Readiness ...................................................................... 23 D. Subjek Penelitian ..................................................................................... 24 E. Metode dan Alat Pengumpulan Data ....................................................... 25 xv

(16) Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta F. 1. Skala Technology Readiness ............................................................ 25 2. Skala Performansi Kerja ................................................................... 26 Validitas dan Reliabilitas ......................................................................... 27 1. Validitas ............................................................................................ 27 2. Seleksi Aitem .................................................................................... 28 3. Reliabilitas ........................................................................................ 30 G. Metode Analisis Data............................................................................... 32 1. 2. Uji Asumsi ........................................................................................ 32 a. Uji Normalitas ........................................................................... 32 b. Uji Linearitas ............................................................................. 33 Uji Hipotesis ..................................................................................... 33 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ........................................ 34 A. Pelaksanaan Penelitian ............................................................................. 34 B. Deskripsi Subjek Penelitian ..................................................................... 34 C. Deskripsi Data Penelitian......................................................................... 35 D. Hasil Penelitian ........................................................................................ 37 1. 2. Uji Asumsi ........................................................................................ 37 a. Uji Normalitas ........................................................................... 37 b. Uji Linearitas ............................................................................. 38 Uji Hipotesis ..................................................................................... 39 E. Pembahasan ............................................................................................. 39 xvi

(17) Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta BAB V KESIMPULAN DAN SARAN .................................................................... 44 A. Kesimpulan .............................................................................................. 44 B. Keterbatasan Penelitian............................................................................ 44 C. Saran ........................................................................................................ 45 1. Untuk Subjek Penelitian ................................................................... 45 2. Untuk Supervisor .............................................................................. 45 3. Untuk Penelitian Selanjutnya ........................................................... 46 DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................ 47 LAMPIRAN............................................................................................................... 49 xvii

(18) Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta DAFTAR TABEL Tabel 1: Distribusi Aitem Skala Technology Readiness ............................................. 26 Tabel 2: Distribusi Aitem Skala Performansi Kerja ................................................... 27 Tabel 3: Skala Technology Readiness Setelah Penelitian ........................................... 29 Table 4: Skala Performansi Kerja Setelah Penelitian ................................................. 30 Tabel 5: Data Usia Subjek Penelitian ......................................................................... 35 Tabel 6: Masa Kerja Subjek Penelitian ....................................................................... 35 Tabel 7: Data Mean Teoritis dan Mean Empiris ......................................................... 36 Tabel 8: Hasil Uji Kolmogorov – Smirnov................................................................. 37 Tabel 9: Hasil Uji Linearitas ....................................................................................... 38 xviii

(19) Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta DAFTAR BAGAN Bagan 1: Hubungan Antar Variabel ............................................................................ 20 Bagan 2: Scatter Plot Uji Linearitas ........................................................................... 38 xix

(20) Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1: Skala Penelitian ...................................................................................... 50 Lampiran 2: Reliabilitas dan Korelasi Aitem ............................................................. 65 Lampiran 3: Uji Nomalitas ......................................................................................... 71 Lampiran 4: Uji Linearitas .......................................................................................... 72 Lampiran 5: Hasil Statistik Deskriptif ........................................................................ 73 Lampiran 6: Terms of Use of The Technology Readiness Index ................................. 74 Lampiran 7: Order Form for Academic Uses ............................................................. 76 Lampiran 8: Surat Keterangan Penelitian dari Fakultas ............................................. 78 Lampiran 9: Surat Ijin Penelitian dari Universitas ..................................................... 79 Lampiran 10: Surat Ijin Penelitian dari POLTEKES KEMENKES Yogyakarta ....... 80 xx

(21) Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perusahaan ataupun organisasi yang memiliki tingkat kompetisi secara global memerlukan performansi yang tinggi dari karyawan atau anggotanya. Penilaian terhadap tingkat keberhasilan tersebut tergantung dari penilaian performansi kerja yang ditunjukkan oleh karyawan atau anggota didalamnya, terutama pada karyawan yang langsung berhubungan dengan klien maupun customer (Mulyani, 2010). Performansi kerja karyawan, atau biasa disebut dengan kinerja karyawan suatu perusahaan akan memiliki dampak bagi keberlangsungan perusahaan atau organisasi itu sendiri. Penilaian performansi kerja yang dilakukan dilihat dari kualitas dan kuantitas tiap karyawan dalam suatu perusahaan (Kamus Bisnis dalam Ali, Karamat, Noreen, Khurram, Chuadary, Nadeem, Jamshald, dan Farman, 2011). Perusahaan yang memiliki banyak karyawan dengan tingkat performansi baik akan memiliki kesempatan untuk bertahan terhadap tuntutan jaman yang makin tinggi. Sebaliknya bagi perusahaan dengan karyawan berperformansi kerja rendah akan mengakibatkan perusahaan itu mengalami keadaan statis, tidak dapat bersaing, tidak dapat menyediakan layanan publik dan 1

(22) Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 2 bahkan untuk perusahaan pribadi dapat mengalami pailit atau bangkrut (Spector, 2008). Manajemen suatu perusahaan akan mengambil tindakan – tindakan yang dirasa perlu untuk menjaga eksistensi perusahaan serta menjaga performansi kerja karyawannya, seperti yang dilakukan oleh Yahoo corp. yang melakukan pemecatan sekitar 1000 karyawan sejak setahun yang lalu, hal tersebut dilakukan oleh CEO baru Yahoo corp., Marissa Mayer, demi menjaga performansi kerja perusahaan yang dipimpinnya dalam memberikan pelayanan publik (http://jogja.tribunnews.com/2013/06/24/bos-cantik-yahoo-sudah-pecat-1.000karyawan, 24 Juni 2013). Selain hal tersebut terjadi juga dimana tuntutan perbaikan performansi kerja berasal dari karyawan, seperti yang terjadi pada PT. Krakatau Steel pada April 2013, dikutip dari ketua SKKS, A. R. Rasyid, karyawan menuntut manajemen memperbaiki kinerja agar perusahaan mewujudkan cost competitiveness agar perusahaan mendapat profit sehingga kesejahteraan karyawan terjaga (http://www.antaranews.com/berita/367261/karyawan-krakatau-steel-tuntutperbaikan-kinerja-perusahaan, 5 April 2013). Sejalan dengan pernyataan tersebut, Mulyani (2010) dalam penelitiannya mengatakan bahwa performansi kerja penting untuk kesuksesan organisasi ataupun kepentingan karyawan itu sendiri. Penelitian yang dilakukan oleh Ali et al. (2011) juga mengatakan bahwa performansi kerja merupakan suatu capaian yang penting bagi karyawan dan penting bagi perusahaan.

(23) Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 3 Performansi kerja merupakan suatu pola perilaku yang ditunjukkan seseorang untuk meneruskan tujuan dari perusahaan atau organisasi, didalamnya termasuk fungsi pengetahuan, keterampilan, kemampuan, dan motivasi (Campbell, McCloy, Oppler & Sager, 1993; dalam Zyphur, Chaturvedi & Arvey, 2008). Pernyataan tersebut kemudian dipertegas dalam penelitian yang telah dilakukan oleh June dan Mahmood (2011) yang mengatakan bahwa performansi kerja merupakan pola perilaku yang bertujuan untuk memenuhi tujuan atau ekspektasi yang ditetapkan oleh perusahaan. Performansi kerja dapat diobservasi dan diukur berdasarkan tingkat efisiensi dan kemampuan yang dimiliki oleh individu dalam mengerjakan serta menyelesaikan suatu pekerjaan atau tugas (Campbell et al., 1993; dalam Halim, Zainal, Khairudin, Shahrazad, Nasir & Fatimah., 2011). Penilaian yang diukur dalam penilaian performansi kerja berdasarkan pola perilaku yang ditunjukkan oleh karyawan pada suatu pekerjaan tertentu (Campbell et al, 1993; Zyphur et al, 2008). Performansi kerja bukanlah suatu kebiasaan, hal ini diperkuat dengan pernyataan yang mengatakan bahwa kinerja seseorang telah berkembang menjadi suatu hal yang dinamis (Humpreys, 1960; Hofmann, Jacobs & Baratta, 1993; dalam Zyphur et al, 2008). Performansi kerja seseorang dapat dipengaruhi oleh tuntutan dari perusahaan yang menginginkan karyawannya untuk melakukan pekerjaan dengan benar (Campbell, 1990; June & Mahmood, 2011). Kemampuan, motivasi, dan kebijakan perusahaan juga merupakan hal yang dapat

(24) Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 4 mempengaruhi perubahan performansi kerja seseorang. Kemampuan dan motivasi merupakan hal yang membentuk, sedangkan kebijakan dapat berperan sebagai penghalang (Spector, 2008). Selain hal – hal tersebut, performansi kerja seseorang akan mengalami perubahan diakibatkan oleh beberapa hal, yaitu: tingkat pekerjaan atau tanggung jawab yang dimiliki, jabatan, lingkungan kerja, keadaan sosial dalam perusahaan, dan sarana yang digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan (Spector, 2008). Salah satu yang dapat merubah performansi kerja seseorang adalah sarana yang digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan, yaitu desain teknologi dan interaksi antara manusia dengan komputer (Spector, 2008). Penggunaan teknologi secara tepat oleh penggunanya akan mengakibatkan pekerjaan seseorang menjadi lebih efisien (Schultz, 2006). Sebuah penelitian juga menyatakan bahwa desain teknologi memiliki peranan cukup besar dalam mempengaruhi performansi kerja seseorang, karena dengan penerapan teknologi yang tepat dapat mengakibatkan seorang karyawan melakukan pekerjaan dengan lebih aman dan lebih cepat terselesaikan (Spector, 2008). Penelitian sebelumnya yang pernah dilakukan juga mengungkapkan bahwa penggunaan teknologi yang tepat akan mempersingkat waktu pengerjaan suatu hal (Taylor, 1898; Gilbreths, 1911; dalam Schultz, 2006). Penerapan teknologi dalam dunia pekerjaan ada 2 jenis, yaitu: penyajian informasi dan pemanipulasian peralatan atau mesin. Sebuah peralatan atau mesin dapat memunculkan informasi melalui berbagai cara, tetapi yang paling baik

(25) Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 5 adalah dengan melihat kebutuhan dan guna dari informasi tersebut. Informasi dapat dimunculkan dengan cara visual atau audio atau bahkan keduanya (Spector, 2008). Penerapan yang kedua adalah dengan pemanipulasian mesin, pemanipulasian dilakukan oleh seseorang dengan cara merespon informasi yang dimunculkan melalui panel kontrol, dan panel kontrol tersebut diletakkan sesuai dengan kebutuhan dan tujuannya. Interaksi antara manusia dengan teknologi sekarang ini tidak hanya dilakukan secara langsung dengan mesin, melainkan melalui piranti yang lebih memudahkan manusia dalam melakukan pekerjaan, yaitu komputer. Komputer telah memberikan perubahan besar pada suatu pekerjaan, mulai dari administrasi sampai yang melibatkan peralatan berat, kemudian otomatisasi serta komputerisasi telah menggantikan peran manusia dan merupakan suatu yang dibutuhkan (Spector, 2008). Komputer, selain digunakan manusia untuk mempermudah kontrol terhadap mesin juga telah digunakan sebagai sarana berkomunikasi dan berbagi informasi. Komputer telah mencapai berbagai bentuk lain saat ini, dan lebih ringkas, diantaranya: notebook, smartphone, dan tablet yang terhubung dengan jaringan internet. Studi yang telah dilakukan oleh Coovert dan Thompson (2001) memperlihatkan hasil bahwa teknologi dapat memfasilitasi pekerja untuk bekerja bersama melalui jaringan internet. Melalui internet pekerja dapat saling berkirim berkas melalui surat elektronik (e-mail), bahkan untuk saling berdiskusi

(26) Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 6 menggunakan videoconference, sehingga dapat memudahkan dalam menyelesaikan suatu pekerjaan (Spector, 2008). Penggunaan teknologi seharusnya dapat mempermudah manusia dalam melakukan pekerjaan serta menjadikan pekerjaan lebih efisien (Spector, 2008). Tetapi selain pengembangan teknologi yang tinggi, kesiapan manusia dalam menerima serta mengaplikasikan teknologi tersebut dalam kehidupannya merupakan hal yang penting. A. Parasuraman (2000), mengungkapkan bahwa kesiapan seseorang dalam menerima teknologi baru mengacu pada bagaimana kemampuan seseorang untuk menciptakan dan menggunakan teknologi baru tersebut untuk mencapai tujuan ataupun melakukan berbagai pekerjaan agar terlihat lebih efisien dalam menunjang kehidupan sehari – hari dan pekerjaan. Pernyataan mengenai kesiapan teknologi oleh Parasuraman (2000) tersebut yang kemudian disebut dengan technology readiness. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Mick dan Fournier (Parasuraman, 2000) mengatakan dalam penggunaan teknologi akan muncul delapan reaksi paradoks, yaitu: kontrol atau kekacauan, kebebasan atau perbudakan, modern atau kuno, kompeten atau ketidakmampuan, efisien atau tidak efisien, memenuhi atau menambah kebutuhan, asimilasi atau isolasi, mengikat atau tidak mengikat. Berdasarkan implikasi paradok tersebut, teknologi menimbulkan perasaan positif maupun negatif yang bervariasi pada tiap individu. Delapan reaksi paradoks merupakan pendorong dan penghambat dalam technology readiness. Di luar kedelapan paradoks yang dikemukakan oleh Mick dan Fournier (Parasuraman,

(27) Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 7 2000), karyawan dalam suatu perusahaan diharapkan mampu untuk menguasai piranti teknologi yang dapat menunjang performa kerjanya, yang akan memiliki dampak pada perusahaan tempat kerjanya (Spector, 2008). Perusahaan juga diharapkan mampu untuk menginvestasikan peralatan modern yang menunjang pekerjaan dan memastikan bahwa peralatan tersebut mampu diaplikasikan, sehingga karyawannya mampu bekerja secara mudah dan efisien dan memiliki performansi kerja yang baik (Spector, 2008). Penelitian yang dilakukan A. Parasuraman (2000), mengatakan bahwa kesiapan seseorang dalam menerima teknologi baru akan memiliki dampak pada kehidupannya. Terkait dengan temuan tersebut, peneliti ingin mengangkat sebuah topik penelitian untuk melihat hubungan antara kesiapan individu dalam menerima dan mengaplikasikan perkembangan teknologi dengan performansi kerja. B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang diuraikan tersebut, peneliti merumuskan permasalahan yang hendak diteliti, yaitu: Apakah ada hubungan antara technology readiness dengan performansi kerja. C. Tujuan Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara technology readiness dengan performansi kerja pada karyawan.

(28) Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 8 D. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoretis Manfaat penelitian ini secara teoritis adalah untuk memberikan sumbangan pemikiran dalam perkembangan ilmu psikologi, khususnya psikologi industri dan organisasi, yang berkaitan dengan performansi kerja dan kesiapan penerimaan teknologi pada karyawan. 2. Manfaat Praktis Bagi subjek penelitian, penelitian ini dapat digunakan sebagai evaluasi dan refleksi diri mengenai kesiapan masing – masing individu dalam menerima teknologi dan performansi kerja yang ditunjukkanya. Bagi manajemen, penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan evaluasi untuk melihat performansi kerja karyawan dalam menghadapi dan menerima teknologi baru.

(29) Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta BAB II DASAR TEORI A. PERFORMANSI KERJA 1. Pengertian Performansi Kerja Performansi kerja terkait dengan kuantitas dan kualitas yang telah diprediksikan sebelumnya dari tiap pekerja (kamus bisnis, dalam Ali et al., 2011). Senada dengan pernyataan tersebut, Cascio (1998, dalam Mulyani 2010) juga menitikberatkan performansi pada pencapaian prestasi, keberhasilan tugas dan penilaian terhadap kemajuan yang telah dicapai dalam menjalankan tugas secara periodik. Pendapat tersebut diperkuat oleh Schemerhom, Gardner, dan Martin. (2001, dalam Mulyani, 2010) yang menyatakan bahwa performansi adalah hasil dari kombinasi kemampuan yang berkaitan dengan pekerjaan. Berbeda dengan pernyataan tersebut yang lebih melihat pada hasil dari performansi kerja, Campbell et al. (1993; dalam Zhphur et al., 2008) mengatakan bahwa performansi kerja merupakan suatu pola perilaku yang nyata untuk meneruskan tujuan dari perusahaan atau organisasi, didalamnya termasuk fungsi pengetahuan, keterampilan, kemampuan, dan motivasi. Ali et al. (2011) mengatakan hal yang hampir serupa, yaitu performansi kerja merupakan kumpulan dari usaha, kemampuan dan hasil yang penting bagi 9

(30) Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 10 karyawan dan menghasilkan sesuatu yang penting bagi perusahaan. Pendapat ini diperkuat oleh June & Mahmood (2011) yang menyatakan bahwa performansi kerja merupakan pola perilaku yang bertujuan untuk memenuhi tujuan atau ekspektasi yang ditetapkan oleh perusahaan. VandenBos (2006), mengatakan bahwa performansi kerja merupakan sebuah perilaku efektif yang berkaitan dengan pekerjaan yang dapat diukur dengan kriteria kesuksesan tertentu, seperti kuantitas atau kualitas output, atau terhadap dimensi kriteria yang berbagai macam. Performansi kerja dikatakan juga sebagai kebiasaan yang dilakukan oleh seseorang saat menghadapi suatu tugas tertentu (English et al., 1958; VandenBos, 2006). Halim et al. (2011) dalam penelitiannya juga menyatakan hal yang hampir serupa, bahwa performansi kerja merupakan perilaku yang dilakukan oleh karyawan dalam konteks pekerjaan dan berhubungan dengan tujuan organisasi atau perusahaan. Lebih jauh lagi, dikatakan bahwa performansi kerja merupakan hal yang dapat diukur dan diobservasi melalui efektivitas dan kemampuan individu dalam mengerjakan suatu tugas (Campbell et al., 1993; Halim et al., 2011; June & Mahmood, 2011).

(31) Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 11 Berdasarkan beberapa pengertian dari performansi kerja yang telah diuraikan tersebut, performansi kerja adalah suatu pola perilaku yang ditunjukkan oleh karyawan dalam menghadapi suatu tugas sesuai dengan tanggungjawab dan tenggat waktu yang ditetapkan perusahaan. Perilaku ini dapat diukur dan diobservasi dengan kriteria tertentu. 2. Aspek Performansi Kerja Aspek – aspek penting dalam performansi kerja, seperti yang dikemukakan oleh Campbell (1990; dalam Jex et al., 2008) terbagi menjadi 3, yaitu: a. Efektivitas, merupakan evaluasi hasil dari performansi kerja seorang karyawan. b. Produktivitas, merupakan gabungan antara perfoma dan efektivitas kerja, tetapi dilihat dari biaya yang dikeluarkan untuk mencapai performa ataupun efektivitas. c. Manfaat, menunjukkan nilai dari performansi, efektivitas atau produktivitas karyawan bagi perusahaan.

(32) Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 12 Gomes (2001; dalam UPI, 2013) berpendapat bahwa aspek – aspek yang dapat digunakan dalam melihat performansi kerja sebagai berikut: a. Quantity of work, jumlah pekerjaan yang dilakukan dalam suatu periode waktu tertentu. b. Quality of work, kualitas kerja yang dicapai berdasarkan syarat – syarat kesesuaian dan kesiapannya. c. Job knowledge, luasnya pengetahuan mengenai pekerjaan dan keterampilannya. d. Creativeness, keaslian gagasan untuk menyelesaikan persoalan. e. Cooperation, kemampuan untuk bekerja sama. f. Dependability, dapat dipercaya dalam kehadiran dan penyelesaian tugas. g. Initiative, semangat untuk melakukan tugas – tugas baru dalam memperbesar tanggungjawab. h. Personal qualities, terkait dengan kepribadian, kepemimpinan, keramah – tamahan, dan integritas diri.

(33) Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 13 Penelitian ini akan lebih menggunakan 5 aspek performansi kerja yang diungkapkan oleh Gomes (2001). Aspek performansi kerja yang diungkapkan oleh Gomes digunakan dalam penelitian ini karena mengungkapkan aspek – aspek dalam penilaian performansi kerja secara spesifik (Gomes, 2001; dalam UPI, 2013). Aspek – aspek tersebut dapat dibagi dalam 3 kategori. Aspek – aspek yang akan digunakan adalah: Creativeness, Cooperation, Dependability, Initiative, Personal Qualities. Adapun 3 aspek lain, yaitu: Quantity of Work serta Quality of Work tidak digunakan dalam penelitian ini karena tidak menilai perilaku kerja, melainkan lebih pada hasil (output) sedangkan penelitian ini lebih bertujuan untuk melihat perilaku yang mungkin ditunjukkan oleh karyawan pada saat berproses dalam menjalankan suatu tugas atau pekerjaan, dan Job Knowledge tidak digunakan karena lebih melihat pada seberapa besar karyawan mengetahui mengenai pekerjaannya. 3. Faktor – faktor yang mempengaruhi Performansi Kerja Performansi kerja seorang karyawan dalam suatu perusahaan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah yang diungkapkan oleh Moorhead & Griffin (1995; dalam Mulyani, 2010) yang mengatakan bahwa performansi kerja seseorang dapat dipengaruhi oleh motivasi, kemampuan, dan lingkungan pekerjaan. Jex et al. (2008) mengungkapkan

(34) Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 14 hal yang sama, bahwa kemampuan, motivasi dan lingkungan merupakan faktor yang dapat mempengaruhi performansi kerja seseorang, Jex et al. juga menjelaskan bahwa fator lingkungan diantaranya adalah pemimpin, fasilitas dan kondisi kerja tertentu. June (2010) dalam penelitiannya juga menjabarkan adanya beberapa faktor lain, yaitu: komitmen (Jaramilloa, Mulki & Marshal, 2005; AlAhmadi, 2009), kepuasan kerja (Gu & Chi, 2009), tingkat pendidikan (Ng & Feldman, 2009), dan kejelasan peraturan (Knight, Kim & Crutsinger, 2007). B. TECHNOLOGY READINESS 1. Pengertian Technology Readiness Technology readiness (TR) merupakan kecenderungan seseorang dalam menggunakan teknologi terbaru untuk menyelesaikan suatu tugas, pekerjaan atau tujuan dalam kehidupan sehari – hari dan dalam dunia kerja (Parasuraman, 2000). Rose et al. (2010) dalam penelitiannya menyatakan bahwa saat sekarang ini teknologi mempunyai peran yang vital dalam dunia kerja, terutama yang berinteraksi secara langsung dengan teknologi. Spector (2008) mengungkapkan bahwa karyawan yang memiliki kemampuan untuk menguasai teknologi yang dapat menunjang kinerjanya akan memberi dampak pada perusahaannya, dan perusahaan yang dapat menginvestasikan piranti modern untuk menunjang kinerja karyawan serta memastikan piranti

(35) Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 15 tersebut digunakan dengan tepat dan efisien akan memiliki performansi kerja yang baik. Pengertian lain mengatakan bahwa (i) TR tidak hanya proses dari kemampuan teknis seseorang, tetapi lebih pada kepercayaan dan perasaan seseorang terhadap teknologi, melainkan (ii) kepercayaan seseorang akan positif terhadap beberapa aspek dalam teknologi tetapi dapat negatif terhadap aspek lain, dan (iii) kekuatan relatif dari kepercayaan seseorang akan penerimaan positif dan negatif dari teknologi (Parasuraman, 2000; dalam Lee et al., 2009). Berdasarkan pengertian tersebut, technology readiness adalah kemauan seseorang atau perusahaan untuk berinvestasi pada suatu teknologi dan kemampuan orang atau perusahaan tersebut untuk mengoperasikan teknologi terbaru untuk membantu dalam menyelesaikan tugas ataupun pekerjaan sehari – hari. 2. Dimensi dalam TR Dimensi dalam TR menurut Parasuraman (2000) terbagi menjadi 4, yaitu: a. Optimisim, kepercayaan seseorang bahwa teknologi menawarkan peningkatan kontrol, fleksibilitas, dan efisiensi dalam hidup.

(36) Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 16 b. Innovativeness, kemampuan untuk menjadi yang terdepan dalam penggunaan teknologi. c. Discomfort, perasaan kurang menguasai teknologi dan menjadi kewalahan atasnya. d. Insecurity, ketidakpercayaan atas teknologi dan keraguan akan kemampuannya untuk bekerja secara tepat. Dimensi TR menurut Parasuraman (2000) tersebut telah digunakan dalam beberapa penelitian yang meniliti hal serupa, seperti yang dilakukan oleh Lai (2008), Lee et al. (2009), dan Rose et al. (2010). Optimism dan Innovativeness merupakan dimensi pendorong, sedangkan Discomfort dan Insecurity merupakan dimensi penghambat. 3. Dampak TR Technology readiness pada dunia pekerjaan dapat memberikan peningkatan performansi kerja seorang pekerja dalam perusahaan, pekerja yang memiliki tingkat penerimaan yang baik akan memiliki efektivitas yang lebih tinggi dalam bekerja daripada karyawan yang memiliki penerimaan rendah (Parasuraman, 2000). Pada tingkat perusahaan, perusahaan yang mampu memberikan fasilitas teknologi yang tebaru dan memberikan pelatihan agar karyawan dapat menggunakannya dengan baik akan memiliki

(37) Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 17 performansi yang baik sehingga memiliki kualitas output yang baik (Lee et al., 2009). C. HUBUNGAN ANTARA TECHNOLOGY READINESS DENGAN PERFORMANSI KERJA Penggunaan teknologi secara tepat pada karyawan akan mengakibatkan pekerjaan seseorang menjadi lebih efisien (Schultz, 2006) dan akan mengakibatkan seseorang mengerjakan suatu pekerjaan dengan lebih aman dan cepat terselesaikan (Spector, 2008). Sebuah penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya oleh Taylor (1898; dalam Schultz, 2006) kemudian Gilbreths (1911; dalam Schultz, 2006) memperkuat pernyataan bahwa penggunaan teknologi yang tepat akan mempersingkat waktu pengerjaan suatu hal. Penggunaan teknologi yang tepat pada dunia pekerjaan dimaksudkan untuk mempermudah kontrol manusia agar pekerjaan menjadi lebih efisien (Spector, 2008). Technology readiness mengacu pada kemampuan seseorang untuk menciptakan dan menggunakan teknologi baru tersebut untuk mencapai tujuan ataupun melakukan berbagai pekerjaan agar lebih efisien dalam menunjang kehidupan dan pekerjaan (Parasuraman, 2000).

(38) Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 18 Perusahaan yang memiliki kompetensi secara global, sebagai penyedia fasilitas, diharapkan mampu untuk memberikan peralatan baru yang tepat dan memastikan agar karyawannya mampu untuk mengaplikasikannya, sehingga karyawannya mampu bekerja secara mudah dan efisien dan memiliki performansi kerja yang baik (Spector, 2008). Selain perusahaan yang diharapkan mampu untuk menyediakan peralatan baru, karyawan juga diharapkan untuk mampu menerima dan menguasai piranti teknologi baru tersebut agar dapat menunjang performansi kerjanya, yang pada akhirnya akan memiliki dampak pada perusahaan tempatnya bekerja (Spector, 2008). Performansi kerja merupakan pola perilaku yang ditunjukkan seseorang dalam menghadapi suatu tugas yang harus dijalankan sesuai dengan tanggungjawab dalam tenggat waktu tertentu yang telah diberikan oleh perusahaan. Tanggung jawab atau tugas yang diberikan tersebut akan dapat cepat selesai apabila karyawan memiliki kesiapan yang baik dalam menerima peralatan yang diberikan sebagai fasilitas penunjang pekerjaan. Karyawan yang mampu mengaplikasikan teknologi baru yang disediakan oleh perusahaan akan memiliki efisiensi kerja tinggi, dan akan dapat mengerjakan suatu tugas dengan cepat. Dengan kata lain saat seorang karyawan memiliki kemampuan yang tinggi dalam beradaptasi dengan teknologi baru akan diikuti juga dengan peningkatan performansi kerjanya.

(39) Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 19 Karyawan yang percayaan pada peralatan yang digunakan akan memiliki kontrol untuk menyelesaikan pekerjaan dengan lebih cepat dan efisien, maka karyawan ini akan memiliki tingkat kehadiran yang tinggi dalam mengerjakan sesuatu, dan dapat dipercaya untuk mengerjakan tugas – tugas yang ada. Selain itu, karyawan yang mampu menggunakan serta mengoptimalkan teknologi untuk memunculkan gagasan baru dalam pengerjaan suatu tugas diyakini juga akan memiliki ide – ide yang sifatnya orisinil dan bersemangat untuk memperbesar tanggungjawabnya sebagai karyawan. Karyawan yang mampu menerima teknologi dengan baik dan dapat menjadi pioneer serta contoh bagi rekan – rekan kerjanya akan dikatakan memiliki performansi kerja yang baik apabila dapat membantu rekan – rekan kerjanya menguasai peralatan baru yang disediakan oleh perusahaan sehingga semua karyawan dapat mengoperasikan peralatan dengan baik. Selain itu karyawan yang percaya bahwa teknologi dapat bekerja dengan teliti, sama seperti fungsi manusia akan cenderung memiliki kepribadian yang baik dalam menerima teknologi baru dan memiliki integritas yang baik.

(40) Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Bagan 1 Hubungan Antar Variabel Optimism tinggi, percaya perlatan akan meningkatkan kontrol penyelesaian tugas. Technology Readiness tinggi Dependability Initiative Innovativeness tinggi, mampu menggunakan teknologi baru untuk memunculkan gagasan baru serta mengerjakan tugas baru Performansi kerja tinggi Creativeness Discomfort rendah, menguasai teknologi dan mampu menjadi pioneer dan memberi contoh pada rekan dengan baik. Cooperation Insecure rendah, percaya teknologi dapat bekerja dengan teliti Personal Qualities 20

(41) Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 21 D. HIPOTESIS PENELITIAN Terdapat hubungan positif antara technology readiness dengan performansi kerja karyawan. Semakin tinggi technology readiness, maka akan semakin tinggi performansi kerja yang ditunjukkan karyawan. Sebaliknya semakin rendah technology readiness, semakin buruk performansi kerjanya.

(42) Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif korelasional. Penelitian kuantitatif merupakan pendekatan analisis dengan menggunakan data – data numerik yang diolah dengan metoda statistika (Azwar, 2012). Penelitian korelasional adalah penelitian yang digunakan untuk mencari informasi mengenai taraf hubungan yang terjadi antar variabel (Azwar, 2012). Penelitian korelasional bertujuan menyelidiki sejauh mana variasi pada satu variabel berkaitan dengan satu atau lebih variabel lain berdasarkan koefisien korelasi (Azwar, 2012). B. Variabel Penelitian Dalam penelitian ini variabel – variabel yang digunakan sebagai berikut: 1. Variabel bebas (X) : Technology Readiness 2. Varibel terikat (Y) : Performansi Kerja 22

(43) Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 23 C. Definisi Operasional 1. Performansi kerja Performansi kerja adalah suatu pola perilaku yang ditunjukkan oleh karyawan dalam menghadapi suatu tugas sesuai dengan tanggungjawab dan tenggat waktu yang ditetapkan perusahaan. Perilaku ini dapat diukur dan diobservasi dengan kriteria tertentu. Performansi kerja karyawan diukur menggunakan skala performansi kerja. Skala tersebut terdiri dari 5 aspek, yaitu: Creativeness, Cooperation, Dependability, Initiative, Personal Qualities. Semakin tinggi skor total dari pengerjaan skala performansi kerja menunjukkan semakin tinggi pula performansi kerja karyawan, demikian pula sebaliknya. 2. Technology Readiness (Kesiapan Penerimaan Teknologi) Technology readiness adalah kemauan seorang karyawan atau suatu perusahaan untuk berinvestasi pada suatu teknologi, dan kemampuan karyawan atau perusahaan tersebut dalam mengoperasikan teknologi terbaru untuk membantu dalam menyelesaikan tugas ataupun pekerjaan sehari – hari. Technology readiness diukur menggunakan skala technology readiness index, di dalamnya terdapat empat dimensi yang dapat menggambarkan tingkat kesiapan teknologi dari karyawan. Keempat dimensi tersebut adalah: optimism, innovativeness, discomfort, dan insecure.

(44) Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 24 D. Subyek Penelitian Subyek yang akan digunakan adalah karyawan yang berada pada usia produktif dalam suatu perusahaan multi nasional. Usia produktif kerja di Indonesia adalah pekerja pada tahap perkembangan dewasa. Rentang usia ini dipilih karena menurut Donald Super (1967, 1976; dalam Santrock, 2012) pada usia tersebut individu membuat keputusan akan pekerjaannya yang dipilih dan cocok dengan karir. Fase ini disebut fase stabilisasi (stabilization) (Super, 1967, 1976; dalam Santrock, 2012). Santrock dalam bukunya memperkuat pendapat tersebut dengan mengatakan bahwa individu pada rentan usia tersebut mungkin akan bekerja keras untuk meningkatkan karier dan memperbaiki keadaan finansial (Santrock, 2012). Subjek dipilih berdasarkan kriteria dan dalam kelompok tertentu, yaitu karyawan pria dan wanita yang telah menjadi karyawan tetap dengan masa kerja minimal satu tahun. Subjek dengan kriteria tersebut dianggap telah mengenal lingkungan kerja perusahaan. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Convenience sampling. Convenience Sampling adalah teknik pengambilan data penelitian dari kelompok – kelompok yang bersedia menjadi subjek penelitian atau mudah diperoleh (Kountur, 2003).

(45) Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 25 E. Metode dan Alat Pengumpulan Data Pengumpulan data dalam penelitian adalah dengan cara menyebarkan skala. Peneliti menggunakan dua skala, yaitu: 1. Skala Technology readiness (Kesiapan Penerimaan Teknologi) Skala technology readiness yang digunakan dalam penelitian ini bertujuan untuk mengukur kesiapan penerimaan teknologi karyawan. Skala ini merupakan skala yang sama dengan yang digunakan oleh Parasuraman dan Colby (2000, 2001). Skala tersebut telah diadaptasikan ke dalam bahasa Indonesia oleh Agung Santoso, M. A. (2013) dan menghasilkan koefisien reliabilitas sebesar 0,891 ( R = 0,891 ); dengan jumlah item skala technology readiness yang diadaptasi adalah 66 item termasuk item – item preliminary dalam penelitian Parasuraman dan Prof. C. Colby (2000). Meskipun demikian, penelitian ini hanya akan menggunakan 36 item berdasarkan penelitian Parasuraman dan Colby (2000), yang memiliki koefisien reliabilitas lebih dari 0,7 ( R > 0,7). Skala tersebut berdasarkan empat dimensi yang dikemukakan oleh Parasuraman (2000), yaitu: optimism, innovativeness, discomfort, dan insecurity.

(46) Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 26 Tabel 1 Distribusi Item Skala Technology Readiness Dimensi Sebaran Skala Technology Readiness Favorable Unfavorable 1, 6, 8, 10, 13, 17, Optimism 21, 25, 29, 33 3, 15, 19, 23, 27, Innovativeness 31, 35 2, 7, 11, 14, 18, Insecurity 24, 28, 30, 34 4, 5, 9, 12, 16, 20, Discomfort 22, 26, 32, 36 Jumlah Item 2. Jumlah Item 10 7 9 10 36 Skala Performansi kerja Skala performansi kerja digunakan untuk menilai perilaku kerja karyawan yang menjadi subyek penelitian dalam menjalankan suatu tugas untuk memenuhi tujuan perusahaan. Skala performansi kerja disusun berdasarkan 6 aspek yang dikemukakan oleh Gomes (2001; dalam UPI, 2013), yaitu: quantity of work, quality of work, job knowledge, creativeness, cooperation, dependability, initiative, dan personal qualities. Setiap item pada skala performansi kerja menggunakan metode graphic rating scale (GRS), yang dapat mengukur performansi kerja dalam beberapa aspek penting pekerjaan, seperti kualitas kerja, tingkat kepercayaan, dan kemampuan untuk bekerja sama (Riggio, 2008). Penilaian performansi kerja ini akan dilakukan dengan memberikan skala pada supervisor atau manager perusahaan yang dijadikan tempat penelitian. Penilaian oleh supervisor atau manager ini dilakukan karena

(47) Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 27 penilaian oleh atasan (supervisor appraisals) memiliki tingkat reliabilitas yang lebih tinggi daripada yang dilakukan oleh rekan kerja maupun bawahan (Conway & Huffcutt, 1996; Viswesvaran, Ones & Schmidt, 1996; dalam Riggio, 2008). Tabel 2 Distribusi Item Skala Performansi Kerja Aspek Performansi Kerja Creativeness Cooperation Dependability Initiative Personal Qualities Jumlah Item Item 1,8 2,6 3,9 4,7 5,10 Jumlah Item 2 2 2 2 2 10 F. Validitas dan Reliabilitas 1. Validitas Validitas adalah sejauhmana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya. Suatu instrumen pengukuran dapat dikatakan memiliki validitas tinggi apabila instrumen tersebut memberikan hasil ukur sesuai dengan tujuan pengukuran. Lebih jauh lagi, suatu instrument dikatakan valid apabila tidak hanya mengungkapkan suatu data dengan tepat, tetapi juga memberikan gambaran yang cermat mengenai data tersebut (Azwar, 2004).

(48) Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 28 Penelitian ini menggunakan validitas isi untuk memastikan ketepatan instrumen ukur. Validitas isi menyangkut tingkat kebenaran suatu instrumen mengukur area yang ingin diukur (Kountur, 2003). Untuk mengetahui suatu instrumen valid atau tidak dapat dilakukan dengan cara meminta pendapat ahli atau professional judgement (Kountur, 2003; Azwar, 2004). Validitas isi tidak melibatkan perhitungan statistik, melainkan hanya analisis rasional (Azwar, 2004), dalam penelitian ini professional judgement dilakukan oleh dosen pembimbing. 2. Seleksi Aitem Seleksi item dilakukan dalam proses penyusunan alat ukur untuk menguji karakteristik masing-masing aitem yang menjadi bagian tes yang bersangkutan (Azwar, 2009). Parameter yang digunakan untuk pengujian karakteristik masing – masing aitem adalah daya diskriminasi aitem. Daya diskriminasi aitem adalah sejauh mana aitem mampu membedakan antara individu atau kelompok individu yang memiliki dan yang tidak memiliki atribut yang diukur (Azwar, 2009). Prosedur seleksi aitem mempertimbangkan koefisien korelasi aitem-total, indeks reliabilitas aitem, dan indeks validitas aitem. Aitem yang baik dan dapat digunakan apabila rix ≥ 0,3, sedangkan aitem yang buruk rix ≤ 0,3 (Azwar, 2009). Apabila dalam proses penseleksian aitem jumlah aitem yang lolos tidak mencukupi jumlah

(49) Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 29 yang diinginkan, maka batas kriteria dapat diturunkan menjadi 0,25 atau 0,20; tetapi penggunaan batas kriteria 0,20 tidak disarankan (Azwar, 2009). Penelitian dilakukan mulai tanggal 2 Juni 2014 sampai 15 Juli 2014. Pada rentang tanggal tersebut peneliti mendapatkan data dari 4 instansi yang ada di kota Yogyakarta. Dari 107 skala yang disebarkan, peneliti mendapatkan ada 60 skala yang kembali dengan hanya 58 skala yang dapat digunakan, sedangkan 2 lainnya tidak dapat digunakan karena ketidaklengkapan subjek dalam mengisi skala. Dari 36 aitem pada skala technology readiness, terdapat 19 aitem yang dinyatakan memiliki kualitas baik, 17 aitem lain harus dinyatakan gugur karena memiliki korelasi aitem total kurang dari 0,25 (rix < 0,25). Tabel 3 Skala Technology Readiness Setelah Penelitian Dimensi Sebaran Skala Jumlah Technology Readiness Item Favorable Unfavorable 1, 6, 8, 10, 13, 17, Optimism 10 21, 25, 29, 33 3, 15, 19, 23, 27, Innovativeness 7 31, 35 2, 7, 11, 14, 18, Insecurity 9 24, 28, 30, 34 4, 5, 9, 12, 16, 20, Discomfort 10 22, 26, 32, 36 Jumlah Item 36 Ket: Angka yang dicetak tebal adalah aitem yang gugur setelah penelitian.

(50) Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 30 Pada skala performansi kerja tidak ada aitem yang gugur, karena tiap aitem dalam skala tersebut memenuhi syarat, yaitu memiliki korelasi aitem total lebih dari 0,25 (rix > 0,25). Tabel 4 Distribusi Item Skala Performansi Kerja Setelah Penelitian Aspek Performansi Kerja Item Creativeness 1,8 Cooperation 2,6 Dependability 3,9 Initiative 4,7 Personal Qualities 5,10 Jumlah Item 3. Jumlah Item 2 2 2 2 2 10 Reliabilitas Reliabilitas suatu alat ukur mengacu pada sejauhmana suatu hasil alat ukur dapat dipercaya (Azwar, 2004). Suatu alat ukur dapat dikatakan reliabel atau memiliki reliabilitas tinggi apabila alat ukur tersebut konsisten dalam memberikan penilaian atas apa yang dia ukur (Kountur, 2003). Pada penelitian ini, reliabilitas skala technology readiness diukur menggunakan metode equivalent form, yaitu dengan cara membandingkan hasil perhitungan skala penelitian ini dengan penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Skala technology readiness pada penelitian ini setelah diketahui hasil reliabilitasnya kemudian akan diukur lagi dengan hasil penghitungan pada penelitian sebelumnya menggunakan korelasi Pearson product moment. Tingkat reliabilitas skala agar dapat dikatakan reliabel minimal sebesar 0,60 – 0,70; dikatakan tinggi apabila memiliki koefisien R ≥ 0,90;

(51) Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 31 dikatakan rendah apabila koefisien kurang dari 0,60; R ≤ 0,60 (Kountur, 2003). Bedasarkan hasil penghitungan stastistik menggunakan program SPSS versi 16.0, skala technology readiness memiliki nilai koefisien Alpha sebesar 0,794 (R = 0,794). Hasil penghitungan tersebut menunjukkan bahwa skala technology readiness reliabel, dapat dipercaya, karena memiliki nilai koefisien Alpha lebih dari 0,60 (R < 0,60). Reliabilitas skala performansi kerja diukur menggunakan konsistensi Alpha milik Cronbach dan Reliabilitas inter-rater. Teknik pengujian skala ini menggunakan Alpha digunakan karena jawaban pada alat ukur berbentuk pilihan (Kountur, 2003). Metode ini juga digunakan karena koefisien reliabilitas alpha yang diperoleh akan merupakan underestimasi terhadap reliabilitas yang sesungguhnya, dalam artian reliabilitas yang sesungguhnya dapat lebih tinggi dari nilai hasil perhitungan. Selain itu digunakan juga reliabilitas inter-rater (Inter-rater Reliability), penggunaan metode ini dimaksudkan agar dihasilkan data yang konsisten antar penilai, dalam penelitian ini adalah 2 supervisor, terhadap karyawan yang diberi penilaian.

(52) Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 32 Reliabilitas skala peformansi kerja memiliki nilai koefisien Alpha sebesar 0,922 (R = 0,922), dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,489 (r = 0,489). Hasil penghitungan tersebut menunjukkan bahwa skala performansi kerja reliabel, dapat dipercaya, karena memiliki nilai koefisien Alpha lebih dari 0,60 (R < 0,60). Selain itu skala performansi kerja memiliki nilai koefisien reliabilitas yang tinggi, karena lebih dari 0,90 (R > 0,90). G. Metode Analisis Data 1. Uji Asumsi a. Uji Normalitas Uji normalitas adalah pengujian yang dilakukan untuk mengecek apakah data penelitian berasal dari sebaran normal atau tidak pada populasi. Penelitian ini akan menggunakan analisis Kolmogorov – Smirnov pada SPSS 16.0. Jika hasil perhitungan menunjukkan nilai p lebih kecil dari 0,05 (p < 0,05) maka dapat disimpulkan data berbeda secara signifikan, dengan kata lain data tidak normal. Suatu data dikatakan normal apabila hasil perhitungan menunjukkan nilai p lebih dari 0,05 (p > 0,05) (Santoso, 2010).

(53) Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 33 b. Uji Linearitas Uji linearitas adalah pengujian yang dilakukan untuk melihat apakah data hasil hubungan antar variabel yang hendak dianalisis mengikuti garis lurus atau tidak. Jika data dari hubungan antar variabel mengikuti garis lurus, maka peningkatan atau penurunan satu variabel akan diikuti oleh variabel lain secara linear. 2. Uji Hipotesis Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan penghitungan dengan teknik korelasi dengan bantuan perangkat SPSS 16.00. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik korelasi Product Moment Pearson.

(54) Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Pelaksanaan Penelitian Penelitian dilakukan pada tanggal 2 Juni hingga 15 Juli 2014. Penelitian ini dilakukan dengan cara masuk ke beberapa instansi di Yogyakarta yang memberikan ijin untuk melaksanakan penelitian ini. Pada beberapa instansi yang memberikan ijin penelitian kemudian akan diberi skala. Skala yang digunakan ada dua, yaitu: skala Technology Readiness untuk mengukur kesiapan penerimaan teknologi yang kemudian diisi oleh karyawan, dan skala performansi kerja yang diisi oleh supervisor pada divisi, bagian atau regu karyawan tersebut bekerja. Instansi yang memberikan ijin pada peneliti untuk melakukan penelitian ini ada 4, dari 11 instansi. Data yang terkumpul dan dapat digunakan sejumlah 58 subjek dari 107 skala yang diberikan. Beberapa skala yang kembali tidak dapat digunakan karena subjek penelitian tidak mengisi identitas dan jawaban dengan lengkap. B. Deskripsi Subjek Penelitian Subjek pada penelitian ini adalah karyawan atau pegawai yang telah melewati masa training dan berada dalam usia produktif kerja. Karyawan atau pegawai yang menjadi subjek penelitian ini berjenis kelamin pria dan wanita. 34

(55) Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 35 Tabel 5 Data Usia Subjek Penelitian Rentang Usia Jumlah 20 – 40 33 41 – 65 25 Ket: Berdasarkan tahap perkembangan dalam Papalia (2012) Tabel 6 Masa Kerja Subjek Penelitian Masa Kerja (tahun) 1 – 11 12 – 22 23 – 33 Jumlah 21 23 14 C. Deskripsi Data Penelitian Peneliti melakukan analisis deskriptif untuk membandingkan nilai mean technology readiness dengan performansi kerja dari data penelitian. Jika mean empiris lebih besar dari mean teoretis dapat disimpulkan subjek penelitian memiliki kecenderungan technology readiness dan performansi kerja yang tinggi. Sebaliknya, apabila mean empiris lebih kecil daripada mean teoretis maka dapat disimpulkan subjek penelitian memiliki kecenderungan nilai technology readiness dan performansi kerja yang rendah.

(56) Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 36 Tabel 7 Data Mean Teoritis dan Mean Empiris Mean Teoritis Variabel N Sig. Min. Maks. Mean Mean Empiris Min. Maks. Mean Technology Readiness 58 0,000 36 180 108 97 153 119,00 Performansi Kerja 58 0,000 10 50 30 23 47 38,76 Ket: Cetak tebal merupakan hasil perhitungan mean teorits dengan mean empiris Hasil uji t, menggunakan one sample t-test, menunjukkan bahwa nilai perhitungan mean empiris lebih besar daripada mean teoritis pada variabel technology readiness, dengan signifikansi 0,000 (p < 0,05). Hal tersebut dapat diartikan bahwa subjek penelitian cenderung memiliki kemampuan menerima teknologi yang tinggi. Sedangkan pada variabel performansi kerja memiliki mean teoritis sebesar 30, dan mean empiris sebesar 38,76 dengan signifikansi 0,000 (p < 0,05). Hal tersebut menujukkan mean empiris lebih besar daripada mean teoritik, berarti subjek penelitian memiliki kecenderungan perfomansi kerja yang tinggi

(57) Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 37 D. Hasil Penelitian 1. Uji Asumsi Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional, dalam uji asumsi diperlukan uji normalitas dan uji linearitas. a. Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui normal atau tidaknya data dalam penelitian ini. Uji normalitas data menggunakan uji Kolmogorov – Smirnov Z dalam SPSS versi 16.0. Distribusi dapat dikatakan normal apabila nilai signifikansi yang dihasilkan lebih dari 0,05 (p > 0,05). Berdasarkan hasil penghitungan yang dilakukan menggunakan program SPSS versi 16.0, distribusi data tiap variabel dalam penelitian ini termasuk dalam kategori normal. Dari hasil penghitungan, nilai koefisien data technology readiness sebesar 0,803 (Z = 0,803) dengan taraf signifikansi sebesar 0,539 (p > 0,05), sedangkan hasil penghitungan performansi kerja memiliki nilai koefisien sebesar 0,997 (Z = 0,997) dengan taraf signifikansi 0,273 (p > 0,05). Tabel 8 Hasil Uji Kolmogorov – Smirnov Z Technology 0,803 Readiness Performansi 0,997 Kerja Signifikansi (p) Keterangan 0,539 Sebaran Normal 0,273 Sebaran Normal

(58) Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 38 b. Uji Linearitas Penelitian ini menggunakan Test for Linearty dalam SPSS versi 16.0 untuk pengujian linearitas. Setelah melakukan uji linearitas, didapatkan bahwa hubungan antara technology readiness dengan performansi kerja memiliki nilai F sebesar 0,674, dengan taraf signifikansi 0,418 (p > 0,05). Berdasarkan hal tersebut dapat dikatakan data tidak linear, peningkatan atau penurunan pada satu variabel tidak diikuti peningkatan pada variabel lain. Tabel 9 Hasil Uji Linearitas Performansi Kerja * TR Bagan 2 Scatter Plot Uji Linearitas F Sig. (Combined) 1,230 ,290 Linearity Deviation from Linearity ,674 ,418 1,251 ,276

(59) Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 39 Pola yang terbentuk pada scatter plot menunjukkan bahwa data tidak mengikuti garis lurus. Hal ini menunjukkan bahwa data penelitian tidak linear. 2. Uji Hipotesis Pada penelitian ini, uji hipotesis tidak dapat dilakukan karena hasil uji asumsi menunjukkan bahwa data penelitian tidak linear. Maka, pengujian korelasi tidak dapat dilakukan. Hal tersebut dikarenakan dalam penghitungan uji korelasi data yang digunakan diasumsikan memiliki hubungan yang linear (Santoso, 2010). Oleh sebab itu, dapat dikatakan tidak ada hubungan antara technology readiness dengan performansi kerja karyawan. Hipotesis dalam penelitian ini juga ditolak. E. Pembahasan Hasil perhitungan uji linearitas menunjukkan bahwa data penelitian tidak linear. Uji linearitas memberikan nilai signifikansi sebesar 0,418 (p > 0,05). Hasil tersebut memberikan arti bahwa tidak ada hubungan antara variabel technology readiness dengan performansi kerja pada karyawan usia produktif kerja.

(60) Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 40 Tidak adanya hubungan antara dua variabel dapat diperkirakan karena adanya ketidak seriusan subjek penelitian pada saat mengisi skala technology readiness. Seperti yang diungkapkan oleh salah satu subjek penelitian, pada saat pengisian skala hanya dilakukan saat sela – sela pekerjaan pokoknya, ada juga yang mengatakan mengisi skala saat merasa jenuh dengan pekerjaan (ND, wawancara, 21 Juli, 2014). Selain itu, tidak adanya hubungan antara dua variabel dalam penelitian ini dapat disebabkan oleh kurangnya observasi yang dilakukan oleh peneliti dalam pemilihan tempat penelitian, sehingga tidak ada batasan yang jelas mengenai karakter subjek yang digunakan dalam penelitian ini. Subjek dalam penelitian ini tidak berasal dari posisi dan jabatan yang sama, hal tersebut juga dapat mengakibatkan tidak adanya hubungan antar kedua variabel dalam penelitian ini, meskipun hasil penghitungan antar variabel didapati bahwa nilai technology readiness dan performansi kerja cenderung tinggi. Selain faktor individu, hal lain yang dapat mempengaruhi kesiapan penerimaan teknologi pada individu adalah perbedaan budaya, seperti yang diungkapkan Demerci (2008) dalam penelitiannya bahwa perbedaan budaya dapat mempengaruhi kesiapan penerimaan teknologi dalam kehidupan sosial seseorang (Demirci & Ersoy, 2008). Dalam penelitiannya Demirci mengungkapkan adanya perbedaan budaya antara budaya kolektif dan budaya individual. Pada budaya kolektif, penggunaan teknologi akan lebih rendah, karena mereka menganggap interaksi sosial secara langsung lebih penting daripada penggunaan teknologi, seperti pada budaya individualis (Tan et al,

(61) Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 41 1998; Ross, 2001; dalam Demirci & Ersoy 2008). Karena penggunaan teknologi yang lebih rendah, maka kesiapan individu dalam menerima teknologi baru tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kinerjanya. Hal tersebut tergambarkan dari hasil wawancara terhadap 2 subjek yang mengatakan bahwa masing – masing dari mereka masih lebih menyukai bertatap muka secara langsung dengan rekan kerja saat perlu mendiskusikan suatu pekerjaan, ketimbang melalui perantara media sosial yang ada (Wawancara, 24 September 2014). Hal lain yang dapat memberikan pengaruh tidak linearnya hubungan adalah adanya faktor kedekatan antara supervisor dengan karyawan yang dinilai, atau bahkan adanya kemungkinan supervisor tidak terlalu mengetahui performansi kerja karyawan tersebut. Pada saat proses penelitian, ada salah seorang supervisor yang mengatakan kalau dirinya kurang begitu mengetahui performansi kerja dari beberapa karyawan karena kurangnya interaksi, dan tidak begitu mengenal karyawan tersebut. Hal ini diperkuat dari teori yang dikemukan oleh Riggio (2008) dalam bukunya yang menyatakan bahwa supervisor bisa saja memiliki keterbatasan perspektif dalam menilai performansi kerja karyawannya (Riggio, 2008). Berdasarkan hasil uji beda one sample t-test terhadap mean, didapatkan mean empiris technology readiness lebih besar dan berbeda secara signifikan dari mean teoritisnya. Hal tersebut dapat diartikan bahwa subjek merasa memiliki kemampuan yang baik dalam menerima teknologi. Subjek merasa tidak pernah

(62) Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 42 mengalami kesulitan saat harus mengoperasikan teknologi yang baru. Sesuai dengan keterangan dari beberapa subjek penelitian. Beberapa subjek penelitian mengatakan bahwa saat ada teknologi baru yang mesti dipakai dalam kegiatan perkantoran, maka akan ada sosialisasi mengenai teknologi tersebut. Selain itu beberapa karyawan juga mengatakan untuk sebisa mungkin disela – sela pekerjaannya membaca buku manual agar segera lancar dalam pengoperasian teknologi baru tersebut. Hal itu sesuai dengan definisi dari technology readiness yaitu kemampuan seseorang dalam berinvestasi pada teknologi, dan kemampuan seseorang dalam mengoperasikan teknologi tersebut untuk membantu menjalankan kehidupan maupun tugas sehari – hari. Dapat juga dikatakan bahwa dalam hal ini instansi tempat karyawan bekerja memiliki kepedulian untuk memajukan kompetensi karyawannya dalam menghadapi persaingan global yang dinamis, Lee et al. (2009) mengemukakan bahwa perkembangan teknologi yang cepat mengakibatkan instansi menghadapi tantangan baru untuk melangsungkan performansi kerja dalam kondisi pasar yang dinamis (Lee et al., 2009). Selain pengujian terhadap technology readiness yang baik, hasil uji beda one sample t-test terhadap performansi kerja karyawan juga menunjukkan hasil yang berbeda secara signifikan antara mean empiris dengan mean teoritis. Mean empiris pada penghitungan performansi kerja karyawan lebih besar dari hasil penghitungan mean teoritisnya. Hal tersebut dapat berarti bahwa subjek penelitian memiliki performansi kerja yang bagus sebagai karyawan dalam instansi tempatnya bekerja. Berdasarkan data tersebut dapat dikatakan bahwa

(63) Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 43 karyawan pada beberapa instansi tempat penelitian dinilai telah memiliki performansi kerja yang baik oleh atasannya. Karyawan – karyawan yang menjadi subjek penelitian telah menjalankan tugas sesuai dengan tenggungjawab dan tenggat waktu yang diberikan perusahaan, dengan kata lain subjek penelitian memiliki efektivitas yang tinggi dalam mengerjakan sesuatu (Campbell et al., 1993; Halim et al., 2011; June & Mahmood, 2011).

(64) Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Hasil penelitian menunjukkan bahwa antara technology readiness dengan performansi kerja karyawan tidak memiliki hubungan. Hal tersebut disebabkan pada uji asumsi linearitas, kedua variabel tidak memiliki hubungan yang linear sehingga uji korelasi tidak dapat dilakukan. Dengan demikian hipotesis yang menyatakan bahwa ada hubungan positif antara technology readiness dengan performansi kerja karyawan ditolak. B. Keterbatasan Penelitian Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan atau kelemahan setelah proses selesai dilakukan. Peneliti menyadari bahwa skala performansi kerja kurang menggambarkan keadaan yang ada di lapangan, lebih lagi peneliti kurang mempertimbangkan untuk melihat output yang dihasilkan oleh karyawan, sehingga ada yang tidak terukur dari performansi kerja itu sendiri, sedangkan output merupakan hasil akhir dari sebuah proses dan technology readiness merupakan salah satu penunjang agar karyawan memiliki output tinggi. Selanjutnya, peneliti juga tidak mempertimbangkan posisi apa dalam suatu kantor atau instansi agar subjek dikatakan representatif, subjek seharusnya 44

(65) Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 45 memiliki karakteristik kerja spesifik yang sama meskipun berada di beberapa instansi yang berbeda. C. Saran 1. Untuk Subjek Penelitian Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, subjek penelitian digambarkan memiliki kemampuan yang tinggi dalam menerima teknologi baru, hendaknya subjek mempertahankan dan meningkatkan hal tersebut untuk menghadapi persaingan secara global. Selain itu memiliki penerimaan teknologi yang baik, subjek penelitian juga memiliki performansi kerja yang tinggi. Maka subjek penelitian diharapkan mempertahankan performansi kerjanya agar kesejahteraan terjaga sejalan dengan meningkatnya performansi kerja dari instansi kerja. 2. Untuk Supervisor Terkait dengan hasil penelitian, hendaknya supervisor lebih mengenal karyawan yang ada dalam divisinya dan mengetahui performansi kerja dari tiap karyawan yang ada didalamnya. Hal itu bertujuan agar kualitas kerja dalam instansi tetap terjaga dengan baik dan dapat ditingkatkan dengan tepat.

(66) Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 46 3. Untuk Penelitian Selanjutnya Bagi penelitian selanjutnya diharapkan mencermati dan memahami keterbatasan dalam penelitian ini, terutama pada alat ukur, sehingga semua aspek dapat terukur dengan baik untuk tiap karyawan. Selain itu, tempat penelitian dan juga posisi atau jabatan subjek hendaknya diperhatikan karena pemilihan subjek dengan kriteria tertentu dapat mempengaruhi hasil penelitian.

(67) Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta DAFTAR PUSTAKA Ali, Fouzia. Monazza Karamat. Hafsa Noreen. Mehak Khurram. Asma Chuadary. Madiha Nadeem. Hina Jamshaid. and Saba Farman. 2011. The Effect of Job Stress and Job Performance on Employee’s Commitment. European Journal of Scientific Research, Vol. 60, No. 2, p. 285 – 294. EuroJournals Publishing, Inc. Azwar, Saifuddin. 2004. Reliablitas dan Validitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Azwar, Saifuddin. 2009. Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Azwar, Saifuddin, Dr. M.A. 2013. Metode Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Bos Cantik Yahoo Sudah Pecat 1000 Karyawan. Dipungut pada 24 Juni 2013, dari http://jogja.tribunnews.com/2013/06/24/bos-cantik-yahoo-sudah-pecat-1.000-karyawan. Demirci, Dr. Ahmet Emre., and Dr. Nezihe Figen Ersoy. 2008. Technology Readiness for Innovative High – Tech Products: How Consumers Perceive and Adopt New Technologies. Turkey: Anadolu University. Halim, F. W., A. Zainal, R. Khairudin, W. S. Wan Shahrazad, R. Nasir, and O. Fatimah. 2011. Emotional Stability and Conscientiousness as Predictors toward Job Performance. Pertanika J. Soc. Sci & Hum., Vol. 19 (S), p. 139 – 145. Malaysia: Universiti Putra Malaysia Press. Jex, Steve M., and Thomas W. Britt. 2008. Organizational Psychology: A Scientist – Practitioner Approach, 2nd Edition. USA: John Wiley & Sons, Inc. June, Sethela and Rosli Mahmood. 2011. The Relationship between Person – job Fit and Job Performance: A Study among the Employees of the Service Sector SME’s in Malaysia. International Journal of Business, Humanities, and Technology, Vol. 1, No. 2, p. 96 – 105. USA: Centre for Promoting Ideas. Karyawan Krakatau Steel Tuntut Perbaikan Kinerja Perusahaan. Dipungut pada 5 April 2013, dari http://www.antaranews.com/berita/367261/karyawan-krakatau-steel-tuntutperbaikan-kinerja-perusahaan. Kerlinger, Fred N. 2006. Asas – Asas Penelitian Behavioral (terjemahan). Cetakan 11. Yogyakarta: Gajah Mada University Press. Kountur, Romy. 2003. Metode Penelitian. Cetakan 1. Jakarta Pusat: CV. Teruna Grafika. . Lee, Wan – I., Yen Ting Helena Chiu, Min – Huei Chiang, and Chun – Chen Chiu. 2009. Technology Readiness in the Quality – Value – Loyalty Chain. International Journal of Electronic Business Management, Vol. 7, No. 2, p. 112 – 126. Taiwan. 47

(68) Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 48 Mulyani, Siti. 2010. Kemampuan Intelektual, Kebutuhan Berprestasi dan performansi Kerja di Perusahaan Alat Berat. Jurnal Humanitas, Vol. 7, No. 1, p. 76 – 88. Papalia, Diane E., Duskin, Ruth dengan Martorell, Gabriella. 2014. Menyelami Perkembangan Manusia, ”Experience Human Development”, Ed. 12 buku 2. Jakarta: Salemba Humanika. Parasuraman, A., 2000. Technology Readiness Index (TRI): A Multiple – Item Scale to Measure Readiness to Embrace New Technologies. Journal of Service Research, Vol. 2, No. 4, p. 307 – 320. USA: Sage Publication. Riggio, Ronald E. 2008. Introduction to Industrial / Organizational Psychology, 5th Edition. New Jersey: Pearson Prentice Hall. Rose, Janelle and Gerard Fogarty. 2010. Technology Readiness and Segmentation Profile of Mature Consumers. Academy of World Business, Marketing & Management Development, Vol. 4, No. 1, p. 57 – 65. Conference Proceedings. Santoso, Agung. 2010. Statistik untuk Psikologi dari Blog Menjadi Buku. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Santrock, John W. 2012. Life – Span Development, Perkembangan Masa – Hidup, Edisi 13 Jilid 2. Jakarta: Erlangga. Schultz, Duane and Sydney Ellen Schultz. 2006. Psychology and Work Today, 9th Edition. New Jersey: Pearson Education, Inc Spector, Paul E. industrial and Organizational Psychology, 5th ed. 2008. USA: John Wiley & Sons, Inc. UPI, Makalah Kinerja. Dipungut pada 6 Desember 2013, dari file.upi.eduDirektoriFPEB. VandenBos. Gary R. 2006. APA Dictionary of Psychology 1st Edition. Washington DC: American Psychology Association. Zyphur, Michael J., Sankalp Chaturvedi, and Richard D. Arvey. 2008. Job Performance Over Time Is a Function of Latent Trajectories and Previous Performance. Journal of Applied Psychology, Vol. 93, No. 1, p. 217 – 224. American Psychology Association.

(69) Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta LAMPIRAN 49

(70) Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 50 LAMPIRAN 1 SKALA PENELITIAN

(71) Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 51 Skala Performansi Kerja Karyawan Waktu Penilaian: Tanggal : Kota : Yogyakarta Identitas Karyawan yang Dinilai Nama : Identitas Penilai Nama : Jabatan : Kepala Divisi / Manager / Personalia (lingkari yang sesuai) Tanda tangan : Standar Penilaian Setiap pernyataan di bawah ini diberi penilaian dengan angka 1 – 5. Angka 1 untuk nilai terendah dan angka 5 untuk nilai tertinggi. No. Unsur Penilaian 1. Memiliki gagasan unik dalam memecahkan masalah. 2. Bekerjasama dengan anggota tim / divisi kerja. 3. Memiliki kedisplinan dalam bekerja. 4. Memiliki semangat dalam melakukan tugas – tugas baru. 5. Mampu memimpin rekan kerja dalam mengerjakan suatu tugas. 6. Mampu bekerja sama dengan baik dalam tim yang berbeda. 7. Berinisiatif mengajukan diri untuk mengerjakan tugas baru. 8. Memberikan gagasan baru yang inovatif. 9. Totalitas dalam melakukan suatu pekerjaan. 10. Mampu menyesuaikan diri dengan cepat terhadap perubahan.  Terima Kasih  Nilai

(72) Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta SKALA PENELITIAN PSIKOLOGI Disusun Oleh: Albert Adityas N Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 2014 52

(73) Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 53 NOTA KESEPAHAMAN PIHAK I: PENELITI Saya yang bertanda tangan di bawah ini: Nama : Albert Adityas Nugraha J Status : Mahasiswa Fakultas Psikologi, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. NIM : 09 9114 101 Menyatakan bahwa saya akan menjamin kerahasiaan identitas Anda sebagai responden penelitian. Saya bertanggungjawab atas proses dan kelancaran penelitian ini, termasuk menjaga kenyamanan Anda. Apabila dalam proses penelitian ini Anda mengalami suatu ketidaknyamanan, saya bersedia untuk bertanggungjawab membantu memulihkan ketidaknyamanan Anda.

(74) Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 54 PIHAK II: Responden Saya yang bertandatangan di bawah ini: Nama : Usia : Jenis Kelamin : L / P Posisi : Masa Kerja : Pendidikan Terakhir : ฀ SMP ฀ SMA ฀ SMK ฀ STM (lingkari yang diperlukan) ฀ Diploma ฀ Sarjana ฀ Pasca Sarjana Magister / Pendapatan per Bulan : ฀ ≤ 1.000.000 ฀ 1.000.000 – 1.999.000 ฀ 2.000.000 – 2.999.000 ฀ 3.000.000 – 3.999.000 ฀ 4.000.000 – 4.999.000 ฀ ≥ 5.000.000 Setelah memahami informasi yang disampaikan oleh peneliti mengenai hak, kewajiban, dan prosedur penelitian, maka saya menyatakan bersedia untuk terlibat dalam penelitian ini. Saya juga menyatakan bahwa keterlibatan saya berdifat sukarela tanpa paksaan dari pihak manapun. Yogyakarta, Juni 2014 Pihak II Pihak I (………………………..) Albert Adityas N

(75) Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 55 PETUNJUK Berikut ini terdapat beberapa pernyataan. Pilihlah salah satu dari 5 alternatif jawaban yang tersedia dengan memberikan tanda silang ( X ) pada kolom jawaban yang sesuai dengan kondisi Anda. Kelima alternatif jawaban yang disediakan antara lain: SS : Sangat Setuju S : Setuju N : Netral TS : Tidak Setuju STS : Sangat Tidak Setuju Tidak ada jawaban benar ataupun salah. Jawaban yang Anda berikan adalah yang sesuai dengan kondisi diri Anda sendiri. Bacalah setiap pernyataan dengan teliti sebelum memberikan jawaban dan pastikan semua pernyataan telah Anda isi tanpa ada yang terlewatkan. Contoh: No. 1. Pernyataan Orang lain SS sering mendatangi Saya untuk minta petunjuk teknologi baru. tentang X S N TS STS

(76) Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 56 No. 1. Pernyataan SS Teknologi membuat saya lebih mampu mengendalikan hidup sehari – hari. 2. Saya merasa peran serta manusia saat sangat melakukan penting bisnis dengan perusahaan lain. 3. Orang lain mendatangi minta sering Saya petunjuk untuk tentang teknologi baru. 4. Saya telepon teknis karena merasa layanan untuk masalah tidak membantu penjelasannya terlalu teknis. 5. Saya merasa sistem teknologi tidak dirancang untuk awam. konsumsi orang S N TS STS

(77) Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 57 No. 6. Pernyataan SS Saya merasa produk dan jasa yang menggunakan teknologi terbaru lebih enak dipakai. 7. Saat Saya pekerjaan, melakukan Saya lebih memilih bercakap dengan manusia secara langsung daripada dengan mesin. 8. Saya senang gagasan dengan bekerja lewat karena Saya komputer tidak dibatasi oleh jam kerja biasa. 9. Setahu saya tidak ada satupun buku panduan produk / jasa berteknologi tinggi yang bahasa awam. memakai S N TS STS

(78) Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 58 10. Saya lebih menggunakan suka teknologi yang paling maju sampai saat ini. No. Pernyataan SS 11. Jika Saya mengirim pesan lewat mesin atau internet, Saya tidak yakin pesan itu sampai pada tempat yang tepat. 12. Terkadang saya dimanfaatkan saat menanyakan produk merasa tentang berteknologi tinggi. 13. Saya suka program komputer yang memungkinkan Saya menyesuaikan segala sesuatu dengan kebutuhan pribadi. S N TS STS

(79) Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 59 14. Saya merasa tak aman untuk memberikan informasi pribadi melalui komputer No. 15. Pernyataan Dibandingkan SS dengan Saya, teman – teman Saya tampaknya banyak harus belajar lebih tentang teknologi terbaru. 16. Saat membeli produk / jasa berteknologi tinggi, Saya lebih suka memilih fitur dasar dibandingkan produk yang saja dengan memiliki banyak fitur. 17. Teknologi membuat Saya lebih efisien pekerjaan Saya. dalam S N TS STS

(80) Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 60 18. Saya merasa tak aman untuk melakukan pekerjaan melalui jaringan internet. No. 19. Pernyataan Pada umumnya SS Saya adalah yang pertama di kalangan teman dalam Saya memperoleh teknologi baru pada saat kemunculannya. 20. Saya merasa malu saat bermasalah dengan teknologi baru di depan banyak orang. 21. Saya merasa baru teknologi merangsang perkembangan saya 22. Saya merasa perlu ada perhatian lebih dalam penggantian tugas manusia dengan teknologi, karena S N TS STS

(81) Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 61 teknologi baru dapat rusak. No. 23. Pernyataan Saya biasanya memahami produk cara dan SS dapat kerja layanan berteknologi tinggi yang baru tanpa bantuan orang lain. 24. Saya khawatir informasi yang Saya kirim melalui internet akan terlihat oleh pihak lain. 25. Teknologi meningkatkan mobilitas Saya. 26. Saya bahaya merasa banyak dari suatu teknologi baru diketahui setelah pemakaian. S N TS STS

(82) Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 62 27. Saya mengikuti perkembangan teknologi paling mutakhir dalam area pekerjaan Saya. No. Pernyataan SS 28. Saya merasa tak nyaman bekerja sama dengan biro usaha yang hanya bisa dihubungi melalui internet. 29. Saya percaya mempelajari teknologi sama bermanfaatnya dengan teknologi itu sendiri. 30. Saya merasa perlu ada bukti tertulis melakukan saat pekerjaan melalui jaringan internet 31. Saya menikmati tantangan dalam kerja memahami cara peralatan berteknologi tinggi. yang S N TS STS

(83) Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 63 32. Saya merasa baru teknologi mengakibatkan pemerintah atau perusahaan lebih mudah memata - matai. No. Pernyataan SS 33. Saya yakin bahwa mesin akan mengikuti apa yang Saya perintahkan. 34. Saya merasa perlu mengecek ulang apakah terjadi kesalahan atau tidak ketika suatu pekerjaan dilakukan otomatis dengan mesin / komputer. 35. Dalam memanfaatkan teknologi, Saya bahwa Saya merasa mendapati masalah yang lebih sedikit dibandingkan orang lain. dengan S N TS STS

(84) Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 64 36. Saya merasa teknologi selalu saja rusak pada saat sangat dibutuhkan.  Terima Kasih 

(85) Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 65 LAMPIRAN 2 RELIABILITAS DAN KORELASI AITEM

(86) Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 66 SKALA TECHNOLOGY READINESS 1. Sebelum Seleksi Aitem Case Processing Summary N Cases Valid a Excluded Total % 58 96.7 2 3.3 60 100.0 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .790 36 Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Corrected ItemItem Deleted Total Correlation Alpha if Item Deleted TR1 115.10 117.393 .452 .780 TR2 114.72 123.537 0.04 .793 TR3 115.79 121.535 0.13 .791 TR4 116.12 117.055 .337 .782 TR5 116.71 121.018 0.16 .789 TR6 115.19 120.718 0.2 .788 TR7 115.48 118.149 .245 .786 TR8 115.60 115.226 .463 .777 TR9 116.19 118.858 0.21 .788 TR10 115.43 116.425 .377 .781

(87) Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 67 TR11 116.52 120.956 0.14 .791 TR12 116.36 116.551 .405 .780 TR13 115.34 118.721 0.23 .787 TR14 115.76 113.625 .425 .778 TR15 116.16 120.870 0.16 .790 TR16 116.28 119.326 0.23 .787 TR17 114.83 119.689 .296 .784 TR18 116.59 116.422 .409 .780 TR19 116.69 115.621 .463 .778 TR20 116.05 115.910 .337 .782 TR21 114.93 122.065 0.18 .788 TR22 115.40 121.191 0.19 .788 TR23 116.22 116.072 .346 .782 TR24 116.02 115.807 .355 .781 TR25 114.88 120.915 .376 .784 TR26 115.67 120.961 0.15 .790 TR27 115.66 115.318 .463 .777 TR28 115.64 120.902 0.12 .792 TR29 115.05 121.243 0.22 .787 TR30 115.33 117.207 .353 .782 TR31 115.22 119.580 .246 .786 TR32 115.86 116.717 .335 .782 TR33 115.36 119.253 .276 .785 TR34 114.90 120.796 0.22 .787 TR35 115.52 118.710 .345 .783 TR36 116.43 122.881 0.07 .793

(88) Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 68 2. Setelah Seleksi Aitem Case Processing Summary N Cases Valid a Excluded Total % 58 96.7 2 3.3 60 100.0 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .794 19 Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Corrected ItemItem Deleted Total Correlation Alpha if Item Deleted TR1 58.24 58.116 .441 .781 TR4 59.26 58.721 .260 .791 TR7 58.62 58.029 .265 .792 TR8 58.74 54.792 .592 .770 TR10 58.57 57.267 .373 .784 TR12 59.50 57.693 .377 .784 TR14 58.90 53.849 .512 .774 TR17 57.97 59.051 .346 .786 TR18 59.72 57.116 .419 .781 TR19 59.83 57.479 .400 .782 TR20 59.19 58.332 .239 .794 TR23 59.36 58.340 .252 .793

(89) Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 69 TR24 59.16 56.344 .381 .784 TR25 58.02 60.824 .336 .788 TR27 58.79 55.606 .532 .774 TR30 58.47 58.043 .333 .787 TR32 59.00 56.877 .370 .784 TR33 58.50 59.202 .278 .790 TR35 58.66 58.791 .354 .785

(90) Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 70 SKALA PERFOMANSI KERJA Case Processing Summary N Cases Valid a Excluded Total % 58 96.7 2 3.3 60 100.0 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .922 10 Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Corrected ItemItem Deleted Total Correlation Alpha if Item Deleted PF1_1 35.09 24.045 .799 .909 PF2_1 34.74 24.090 .758 .912 PF3_1 34.86 26.893 .448 .927 PF4_1 34.74 24.511 .722 .914 PF5_1 35.17 26.321 .566 .921 PF6_1 34.74 24.371 .744 .912 PF7_1 34.95 23.980 .721 .914 PF8_1 35.10 24.445 .675 .916 PF9_1 34.66 23.879 .784 .910 PF10_1 34.78 23.510 .817 .908

(91) Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 71 UJI NORMALITAS 1. Skala Technology Readiness One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Technology Readiness N a Normal Parameters Most Extreme Differences Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) 58 119.00 11.178 .105 .105 -.059 .803 .539 a. Test distribution is Normal. 2. Skala Performansi Kerja One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Performansi Kerja N a Normal Parameters Most Extreme Differences Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) a. Test distribution is Normal. Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative 58 38.76 5.488 .131 .123 -.131 .997 .273

(92) Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 72 UJI LINEARITAS ANOVA Table Sum of Squares X * Y1 Between Groups (Combined) df Mean Square F Sig. 2185.933 16 136.621 1.135 .358 75.917 1 75.917 .631 .432 2110.016 15 140.668 1.168 .333 Within Groups 4936.067 41 120.392 Total 7122.000 57 Linearity Deviation from Linearity

(93) Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 73 STATISTIK DESKRIPTIF Skala Technology Readiness Descriptive Statistics N X Mean 58 119.00 Std. Deviation 11.178 Minimum 97 Maximum 153 Skala Performansi Kerja Descriptive Statistics N Y1 Mean 58 38.76 Std. Deviation 5.488 Minimum 23 Maximum 47

(94) Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 74 TERMS OF USE OF THE TECHNOLOGY READINESS INDEX BY A. PARASURAMAN AND ROCKBRIDGE ASSOCIATES, INC. (January 2, 2002) Thank you for your interest in our Technology Readiness Index (TRI). The scale is available in three versions: 1) A full 36 item scale used for studies focusing primarily on technology readiness (TR); this scale provides measures on four TR dimensions, optimism, innovativeness, discomfort and insecurity; 2) A 10 item scale for studies where TR is one of the variables for the analysis, but not the main focus of the research; the 10 item scale allows you to create an overall measure of TR and classify respondents into one of five technology belief segments; 3) A 6 item scale for the most basic measure of TR where space on the survey is an issue. To use the TRI, you need to do the following:      Review the terms and conditions below; Fax, mail or courier the document with a signed order form; We will send back the scale questions and instructions for using the scale; You collect the data and apply the analysis as indicated in our directions; We will provide you with normative data from our National Technology Readiness Survey and if you desire, will classify your respondents into technology belief segments for you. If you have questions, contact: Charles L. Colby President Rockbridge Associates, Inc. 703-757-5213, x12 10130 G Colvin Run Road Great Falls, VA 22066 ccolby@rockresearch.com

(95) Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 75 TERMS AND CONDITIONS The technology readiness index by A. Parasuraman and Rockbridge Associates, Inc. is copyrighted and may be used only with written permission. Commercial users are typically charged a fee for the use of the scale, but we will grant a free license to academic researchers subject to some conditions. These conditions are as follows: First, you need to guarantee that this is for scholarly research only and not part of a commercial consulting project. Second, the license is for a one-time use. In the event you need to use the scale again for tracking, you will need to get permission from us in writing again. We will most likely grant this permission if there is a need for scholarly research. Third, we ask that you acknowledge the copyright by footnoting the scale questions with the following note: “These questions comprise the technology readiness index which is copyrighted by A. Parasuraman and Rockbridge Associates, Inc., 1999. This scale may be duplicated only with written permission from the authors.” This footnote should be inserted in working documents of your survey and published versions of the questionnaire and/or questions. We do not expect you to print the footnote on actual versions shown or read to survey respondents. Fourth, we would like to be kept informed of what you are learning, including receiving copies of any publishing resulting from your work. Fifth, we would like to receive a copy of the dataset in SPSS, Excel or Flat ASCII. There is no need to identify the survey respondents for a confidential survey. Sixth, for non-English versions of the study, we ask for a copy of the translation and permission to use the instrument for our own research. √ I have read the above terms and conditions and would like to license the TR Index. Please send me the scale and instructions for use, along with an invoice. ________________________________________________________________ Signature Name/Title Albert Adityas Nugraha J. Date February, 4 2014 (Please send this page and the completed form on the next page back to Rockbridge)

(96) Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 76 Order Form for Academic Uses Name: (if different from above) Project Contact Name: (if different from above) Mailing Address: Jl. Kanigoro 259 Pomahan, Maguwoharjo, Depok, Sleman Yogyakarta Indonesia Phone: Fax: +6285728072048 e-mail: almichael17@gmail.com How do you want to receive information from Rockbridge on how to use the TRI? Fax √email Nature of Use: √ Academic/Scholarly Use (No Charge) NO CHARGE: ฀ One-time use (first use) (US $999 ) ACADEMIC ฀ Repeat use within same year (US $499 per additional use) USE LICENSE ฀ Other uses (need to arrange with Rockbridge) Total (to be invoiced) NA

(97) Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 77 Study Background (This is optional, but will be treated as strictly confidential) Survey Method: ฀ Telephone ฀ Mail √ Online √ Other(specify)_Scale__ Population: ฀ Consumer Markets √ Employee ฀ Business/Professional Markets ฀ Manager ฀ Other (specify)_________ Country: ฀ United States √ Other (specify) Yogyakarta, Indonesia Is your survey about technology at: ฀ Home √ Work ฀ Both? In the location in the question above (home or work or both), how many of your survey respondents use the Internet? ฀ All ฀ None √ A mix Please fax or mail this form to: TRI Department Rockbridge Associates, Inc. 10130 G Colvin Run Road Great Falls, VA 22066 Fax: 703-757-5208 Phone: 703-757-5213, x12

(98) Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 78

(99) Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 79

(100) Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 80

(101)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

HUBUNGAN ANTARA GRATITUDE DENGAN KEPUASAN KERJA PADA KARYAWAN
4
57
9
HUBUNGAN ANTARA BEBAN KERJA DENGAN KOMITMEN KARYAWAN PADA ORGANISASI
0
4
2
HUBUNGAN ANTARA PERILAKU ASERTIF DENGAN KEPUASAN KERJA KARYAWAN
0
7
2
HUBUNGAN ANTARA KEPUASAN KERJA DENGAN LOYALITAS KARYAWAN PADA CV. ASATEX SURAKARTA HUBUNGAN ANTARA KEPUASAN KERJA DENGAN LOYALITAS KARYAWAN PADA CV. ASATEX SURAKARTA.
0
2
16
HUBUNGAN ANTARA STRES KERJA DENGAN PERFORMANSI KERJA PADA TRADER PERUSAHAAN PERDAGANGAN BERJANGKA.
0
1
10
HUBUNGAN ANTARA KOMPETISI KERJA DENGAN PERFORMANSI KERJA KARYAWAN.
1
3
12
gHUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN PERFORMANSI KERJA KARYAWAN PRIBUMI PADA PERUSAHAAN ASING HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN PERFORMANSI KERJA KARYAWAN PRIBUMI PADA PERUSAHAAN ASING.
0
1
16
PENDAHULUAN HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN PERFORMANSI KERJA KARYAWAN PRIBUMI PADA PERUSAHAAN ASING.
0
0
9
HUBUNGAN ANTARA KOMITMEN ORGANISASI DENGAN PRESTASI KERJA PADA KARYAWAN HUBUNGAN ANTARA KOMITMEN ORGANISASI DENGAN PRESTASI KERJA PADA KARYAWAN PT.KRAKATAU STEEL CILEGON.
0
0
17
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT KONFLIK DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN
0
0
122
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI KERJA KARYAWAN DAN DISIPLIN KERJA KARYAWAN DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN
0
1
154
HUBUNGAN ANTARA KEPUASAN KERJA DENGAN KERJA KARYAWAN ASURANSI BUMIPUTERA SKRIPSI
0
1
70
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSI DAN PERFORMANSI KERJA KARYAWAN
2
2
126
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI KERJA KARYAWAN DAN DISIPLIN KERJA KARYAWAN DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN
0
0
160
ANALISIS HUBUNGAN ANTARA KOMPENSASI FINANSIAL DENGAN KEPUASAN KERJA KARYAWAN
0
0
110
Show more