Hubungan antara asertivitas penjual online shop pada media sosial facebook dengan niat membeli konsumen - USD Repository

Gratis

0
0
101
7 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HUBUNGAN ANTARA ASERTIVITAS PENJUAL ONLINE SHOP PADA MEDIA SOSIAL FACEBOOK DENGAN NIAT MEMBELI KONSUMEN SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi Disusun Oleh: Reno Barto Satria Ade Putra 07 9114 006 PROGRAM STUDI PSIKOLOGI JURUSAN PSIKOLOGI FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SANATA DHARMA 2014

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ii

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI iii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI “Do your work with all your heart and you will succeed” - Elbert Hubbard – “Without struggle, there can be no progress” - Frederick Douglass – Karya ini kupersembahkan kepada: Yesus Kristus dan semua orang yang kusayangi yang telah mewarnai kehidupanku.. Ayah dan Ibu untuk setiap doa dan kasih sayang yang tak pernah ada habisnya, kasih sayang kalian begitu besar dan tak terhingga... iv

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian dari karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 20 April 2014 Penulis Reno Barto Satria Ade Putra v

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HUBUNGAN ANTARA ASERTIVITAS PENJUAL ONLINE SHOP PADA MEDIA SOSIAL FACEBOOK DENGAN NIAT MEMBELI KONSUMEN Reno Barto Satria Ade Putra ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asertivitas penjual online shop pada media sosial Facebook dengan niat membeli konsumen. Hipotesis dari penelitian ini yaitu adanya hubungan positif antara asertivitas penjual online shop pada media sosial Facebook dengan niat membeli konsumen. Subyek dalam penelitian ini berjumlah 100 orang wanita dengan rentang usia 19 hingga 25 tahun yang bertempat tinggal di Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan dua alat ukur, yaitu skala asertivitas penjual online shop dalam bentuk media sosial Facebook dan skala niat membeli konsumen. Skala asertivitas penjual online shop dalam bentuk media sosial Facebook memiliki koefisien reliabilitas alpha sebesar 0.937 sedangkan skala niat membeli konsumen memiliki koefisien reliabilitas sebesar 0.843. Hasil penelitian ini menghasilkan r sebesar 0.639 dan nilai p sebesar 0.000 (p< 0.05). Hasil perhitungan tersebut menunjukkan bahwa adanya korelasi yang positif antara asertivitas penjual online shop pada media sosial Facebook dengan niat membeli konsumen. Kata kunci: Asertivitas penjual online shop melalui media sosial Facebook, niat membeli konsumen. vi

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI CORRELATION BETWEEN SELLER ASSERTIVENESS ONLINE SHOP IN THE FORM OF SOCIAL MEDIA FACEBOOK WITH CONSUMER BUYING INTENTIONS Reno Barto Satria Ade Putra ABSTRACT These research aimed to investigated the correlation between seller assertiveness online shop in the formed of social media Facebook with consumer buying intentions. The hypothesis was that there was positive relationship between seller assertiveness online shop in the formed of social media Facebook with consumer buying intentions. Subjects involved in these research were 100 female from the age of 19 up to 25 who’s lived in Yogyakarta. There were two measuresed used as the instruments of the research, i.e. the scale of seller assertiveness online shop in the formed of social media Facebook and consumer buying intentions. The seller assertiveness online shop in the formed of social media Facebook scale showed that the alpha reliability coefficient was 0.937 and the coefficient of consumer buying intentions scale was 0.843. This research showed that the value of r was 0.639 and p was 0.000 (p< 0.05). It proved that seller assertiveness online shop in the formed of social media Facebook with consumer buying intentions had significantly positive correlation. Key words: seller assertiveness online shop in the formed of social media Facebook, consumer buying intentions vii

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertandatangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma Nama : Reno Barto Satria Ade Putra Nomor Mahasiswa : 07 9114 006 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan Kepada Perpustakan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul: Hubungan Antara Asertivitas Penjual Online Shop Pada Media Sosial Facebook dengan Niat Membeli Konsumen beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya di internet atau media lain untuk keperluan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini yang saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal: 20 April 2014 Yang menyatakan, (Reno Barto Satria Ade Putra) viii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji dan syukur dihaturkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa yang selalu memberikan berkat dan kekuatan sehingga skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik dan lancar. Skripsi dengan judul “Hubungan antara Asertivitas Penjual Online Shop Pada Media Sosial Facebook dengan Niat Membeli Konsumen” ini merupakan salah satu persyaratan dalam mencapai tingkat Strata Satu (S1) pada Program Studi Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Penulisan menyadari bahwa dalam penelitian ini masih terdapat banyak kekurangan. Oleh karena itu, penulis menerima segala kritik dan saran yang dapat menyempurnakan karya ini. Penelitian ini dapat terlaksana atas bantuan berbagai pihak yang membantu penulis hingga mampu menyelesaikan penelitian ini. Maka dari itu pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada: 1. Syukur terdalam saya ucapkan kepada Tuhan Yesus yang selalu mendampingi dan Bunda Maria yang selalu membimbingku. 2. Terima Kasih yang tak terhingga untuk keluarga saya yang selalui memberikan dukungan dan doa selama proses pengerjakan skripsi ini. 3. Bapak Dr. Tarsisius Priyo Widiyanto M.Si. selaku Dekan Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 4. Ibu Ratri Sunar Astuti M.Si selaku Kepala Program Studi Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. ix

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5. Ibu Passchedona Henrietta Puji Dwi Astuti Dian Sabbati S.Psi., M.A. selaku dosen pembimbing skripsi yang telah membimbing penulis dari awal hingga akhir , sabar dan bersedia meluangkan waktu di sela-sela kesibukannya. Terima kasih banyak ya Bu. 6. Bapak V. Didik Suryo Hartoko, M.Si selaku dosen pembimbing akademik. Terima kasih untuk masukan dan pengarahan selama penulis menyelesaikan perkuliahan. 7. Ibu Maria Magdalena Nimas Eki Suprawati M.Si., Psi yang memberikan masukan dalam penelitian di tengah-tengah kegalauan saya mengenai penelitian ini. 8. Seluruh dosen Fakultas Psikologi yang telah mendidik dan mengajar penulis selama menempuh perkuliahan. 9. Para staff dan karyawan Fakultas Psikologi, Mas Doni dan Mas Muji yang juga selalu siap membantu penulis menyelesaikan urusan perkuliahan. Mas Gandung dan Ibu Nani yang selalu siap membantu penulis dalam mengurus dan menyelesaikan urusan administrasi. Secara khusus juga untuk Pak Gie yang secara tidak langsung mengajarkan arti ketulusan melalui senyuman dan bantuan yang selalu beliau berikan selama penulis menempuh perkuliahan. 10. Pada Ayah dan Ibu serta adikku Tika tersayang, terimakasih untuk semua doa, dukungan, kasih sayang, kesabaran, dan berjuta semangat yang telah diberikan kepada penulis hingga akhirnya skripsi ini dapat terselesaikan. Kehadiran kalian adalah semangat dan berkat dalam hidupku. x

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11. Semua teman satu angkatan yang berjuang pada semester-semester akhir ini, Anton, Dea, Arya, Eva, Intan, Ve, Tia , Ayu dan Dody, terimakasih untuk untuk semua dukungan, keceriaan, kebersamaan maupun kekesalan yang telah kita lewati bersama dan motivasi dalam menyemangati penulis dalam menyusun penelitian ini . 12. Pada Fransisca Intan Ragasayekti, terimakasih untuk selalu memberikan dukungan, semangat dan doa kepada penulis agar selalu rutin menyusun penelitian ini agar cepat selesai. 13. Semua teman-teman yang membantu menyebarkan kuesioner, Tia, Ayu, Intan dan Fransisca Intan, terimakasih untuk semua bantuan tanpa kalian penelitian ini tidak akan berjalan dengan lancar. 14. Kepada teman-teman semua yang bersedia mengisi kuesioner penelitian ini, terimakasih untuk kesediaan berpartisipasi, bantuan teman-teman sangat membantu kelancaran penelitian ini dan tanpa kalian penelitian ini tidak akan terselesaikan. 15. Kepada teman-teman Psynema, terimakasih untuk semua kerjasama dan kebersamaan selama ini. Pertanyaan yang terlontar dari kalian, seperti “mas Reno udah lulus belum?”, telah menjadi motivasi penulis untuk segera lulus. 16. Kepada teman-teman Psikologi angkatan 2007, terimakasih untuk kebersamaan selama ini. xi

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17. Untuk semua orang dan semua pihak yang tidak bisa disebutkan satupersatu terimakasih untuk semua bantuan dan dukungan hingga skripsi ini dapat terselesaikan. Akhir kata, terimakasih sekali lagi dan semoga skripsi ini dapat diterima dan menjadi manfaat bagi yang membacanya. Yogyakarta, 20 April 2014 Penulis Reno Barto Satria Ade Putra xii

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL .......................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN .......................................................................... ii HALAMAN PENGESAHAN ........................................................................... iii HALAMAN MOTTO ........................................................................................ iv HALAMAN PERSEMBAHAN ........................................................................ iv PERNYATAN KEASLIAN KARYA .............................................................. v ABSTRAK ......................................................................................................... vi ABSTRACT ...................................................................................................... vii LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH ..................... viii KATA PENGANTAR ..................................................................................... ix DAFTAR ISI .................................................................................................... xiii DAFTAR TABEL ........................................................................................... xvi DAFTAR GAMBAR ATAU SKEMA ........................................................... xvii DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................... xviii BAB I PENDAHULUAN..................................................................... 1 A. Latar Belakang ..................................................................... 1 B. Rumusan Masalah................................................................. 9 C. Tujuan Penelitian ................................................................. 9 D. Manfaat Penelitian ............................................................... 9 BAB II LANDASAN TEORI ...............................................................11 A. Niat Membeli Konsumen secara Online.............................. 11 xiii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 1. Definisi Niat ................................................................... 11 2. Elemen Niat ......................................................................12 3. Aspek Pembentuk Niat ................................................... 12 4. Definisi Niat Membeli Konsumen ................................... 15 5. Faktor yang Mempengaruhi Niat Membeli Konsumen.....16 6. Niat Membeli Konsumen secara Online ...........................19 B. Asertivitas Penjual ....................... ......................................... 20 1. Definisi Asertivitas .......................................................... 20 2. Aspek Asertivitas ............................................................. 22 3. Asertivitas Penjual dalam Online Shop ........................... 25 4. Dampak Asertivitas ......................................................... 26 C. Media Sosial ........................................................................... 27 D. Dinamika Hubungan Asertivitas Penjual Online Shop pada media sosial Facebook dengan Niat Membeli Konsumen.............................................................................. 29 E. Skema..................................................................................... 32 F. Hipotesis ............................................................................... 33 BAB III METODE PENELITIAN ......................................................... 34 A. Jenis Penelitian ...................................................................... 34 B. Identifikasi Variabel Penelitian ............................................ 34 C. Definisi Operasional Variabel Penelitian ............................. 35 D. Subyek Penelitian ................................................................. 36 E. Metode dan Alat Pengumpulan Data ................................... 37 xiv

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI F. Validitas dan Reliabilitas ..................................................... 41 1. Validitas............................................................................41 2. Seleksi Item ................................................................. 42 3. Reliabilitas ..................................................................... 44 G. Metode Analisis Data ........................................................... 45 1. Uji Asumsi ..................................................................... 45 2. Uji Hipotesis .................................................................. 45 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ...................... 46 A. Pelaksanaan Penelitian ......................................................... 46 B. Deskripsi Demografi Data Penelitian ....................................47 C. Deskripsi Data Penelitian ......................................................47 D. Analisis Data Penelitian........................................................ 49 1. Uji Asumsi ..................................................................... 49 2. Uji Hipotesis ................................................................... 52 E. Pembahasan ......................................................................... 53 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ................................................ 57 A. Kesimpulan .......................................................................... 57 B. Keterbatasan Penelitian.......................................................... 57 C. Saran .................................................................................... 58 DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 59 LAMPIRAN ..................................................................................................... 63 xv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 1 Blueprint Skala Niat Membeli Konsumen ................................. 38 Tabel 2 Blueprint Skala Asertivitas Penjual Online Shop pada media sosial Facebook ..................................................................................... 41 Tabel 3 Blueprint Skala Niat Membeli Konsumen sesudah ujicoba ........ 43 Tabel 4 Blueprint Skala Asertivitas Penjual Online Shop pada media sosial Facebook sesudah ujicoba ........................................................... 43 Tabel 5 Data Demografi Subjek .............................................................. 47 Tabel 6 Data Teoretik dan Empirik ...........................................................48 Tabel 7 Uji T Variabel Asertivitas Penjual Online Shop pada Media Sosial Facebook...................................................................................... 49 Tabel 8 Uji T Variabel Niat Membeli Konsumen..................................... 49 Tabel 9 Hasil Uji Normalitas ....................................................................50 Tabel 10 Hasil Uji Linearitas ......................................................................51 Tabel 11 Hasil Uji Hipotesis .......................................................................52 xvi

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GAMBAR ATAU SKEMA Skema Hubungan Asertivitas Penjual Online Shop pada media sosial Facebook dengan Niat Membeli Konsumen. ....................................................................... 32 xvii

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Skala Asertivitas Penjual Online Shop pada media sosial Facebook dan Niat Membeli Konsumen untuk Tryout........... 64 Lampiran 2 Analisis dan Seleksi Item pada Skala Asertivitas Penjual Online Shop pada media sosial Facebook dan Niat Membeli Konsumen .................................................................................................. 74 Lampiran 3 Hasil Uji t Mean Teoretis dan Mean Empiris pada Skala Asertivitas Penjual Online Shop pada media sosial Facebook dan Niat Membeli Konsumen .................................................. 78 Lampiran 4 Hasil Uji Normalitas, Linearitas dan Uji Hipotesis.................. 80 xviii

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dominick (2013) menyatakan bahwa media sosial tidak dapat didefinisikan secara sempit. Pencarian cepat dari web akan menghasilkan banyak definisi. Menurut Wikipedia, media sosial adalah media untuk berinteraksi sosial dengan menggunakan teknik komunikasi yang mudah diakses, media sosial menggunakan teknologi berbasis web dan mobile untuk mengubah komunikasi menjadi dialog yang interaktif. Andreas Kaplan dan Michael Haenlein (Romelteamedia, 2014) mendefinisikan media sosial sebagai sebuah kelompok aplikasi berbasis internet yang membangun di atas dasar ideologi dan teknologi Web 2.0 , dan yang memungkinkan penciptaan dan pertukaran user-generated content. Pengguna media sosial sendiri tidak tertarik dengan definisi media sosial secara formal. Mereka lebih tertarik pada apa yang bisa mereka lakukan dengan media sosial. Singkatnya media sosial memberikan kemudahan untuk ikut terlibat berkomunikasi, berbagi, berkolaborasi dan membuat sebuah jaringan. Tidak peduli bagaimana media sosial didefinisikan yang jelas saat ini media sosial menjadi sangat populer. Kepopuleran media sosial juga dipengaruhi oleh internet yang dalam masa kini telah membuat lingkungan sosial semakin mengecil setiap harinya dan hal ini mendorong pemasaran melalui sosial media ke tingkat yang lebih 1

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 lanjut (Pandey,2012). Para pengguna dapat memanfaatkan interaksi sosial untuk saling memasarkan produknya. Media sosial sendiri sebagai bagian dari internet telah banyak memberikan pengaruh pada dunia bisnis termasuk di dalamnya munculnya online shop. Perkembangan media sosial di Indonesia sudah sangat pesat diantaranya Facebook, Twitter, g+, linkedin. Media sosial memberi ruang gerak bagi penggunanya untuk dapat lebih bebas berekspresi. Infrastruktur internet dengan biaya yang cukup murah juga mempengaruhi perkembangan media sosial. Sebagai media untuk melakukan sebuah komunikasi maka ada 3 peran penting yang dapat dilakukan media sosial bagi dunia bisnis : 1) membangun jejaring pemasaran 2) menangkap pesan konsumen 3) peluang berkembang untuk bisnis kelas menengah (Notordinary.blogger.com). Maka dari tiga hal tersebut media sosial dapat menjadi sarana pemasaran bagi dunia bisnis. Seperti dikutip dari www.socialbakers.com, Facebook merupakan media sosial dengan jumlah akun pengguna paling banyak di Indonesia. Dari 92.013.010 pengguna Facebook di dunia, 4.333.185 penggunanya berasal dari Indonesia. Facebook juga menempati ranking 1 dalam 10 besar website papan atas Indonesia sebagai media sharing informasi. Dan di top sites Indonesia, Facebook menempati urutan kedua setelah Google www.socialbakers.com. Jangkauan global pada Facebook, yang tidak lagi mempermasalahkan jarak dan waktu menjadi faktor yang diperhitungkan para pelaku bisnis untuk mengembangkan bisnis mereka dengan melakukan penjualan produk secara

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 online melalui Facebook yang saat ini marak disebut dengan online shop (Gunadarma, 2009). Belanja melalui media internet atau sering disebut sebagai online shopping saat ini merupakan salah satu metode belanja yang banyak digunakan oleh masyarakat secara umum (Gunadarma, 2009). Online shopping atau disebut juga sebagai belanja melalui internet dapat didefinisikan sebagai proses pembayaran produk dan jasa melalui perantara internet (Mastercard Worldwide Insight 2008). Masyarakat menggunakan online shopping karena faktor kemudahan yang bisa didapatkan melalui metode ini. Dalam metode online shopping, konsumen dapat menghemat waktu, tenaga dan biaya bila dibandingkan dengan metode belanja yang sudah biasa dilakukan atau belanja langsung di toko (Chiu, Lin, Sun & Hsu. 2009). Online shopping memudahkan penggunanya untuk dapat mencari produk yang sesuai dengan keinginannya secara langsung. Dalam online shopping, konsumen dapat bebas memilih tempat belanja yang merupakan situs-situs online dan bebas memilih pilihan yang manapun. Online shopping tentunya sangat menghemat waktu, hal ini dikarenakan tidak perlu merencanakan bepergian ke suatu toko ataupun mencari-mencari produk yang diinginkan di dalam toko ataupun antar toko yang biasanya didalamnya lebih dari satu macam produk yang diperjualkan. Dengan memasukkan kata kunci produk yang dicari dalam suatu situs jual-beli tertentu maka akan muncul beberapa produk yang dicari dan memiliki kesamaan ciri yang sesuai,

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 sehingga konsumen membandingkan akan produk. lebih Online dimudahkan shopping untuk juga memilih berguna dan dalam membandingkan harga-harga yang mungkin saja saling bersaing dalam satu varian produk yang sama (Ahmad et al 2010). Konsumen membutuhkan tenaga dan waktu yang lebih apabila ingin membandingkan harga dalam satu varian produk karena konsumen perlu mencari toko lain yang menjual satu varian produk yang sama. Melalui situs-situs online tertentu yang banyak bermunculan dan merupakan media pencari produk yang diinginkan, maka akan semakin mempermudah kinerja para konsumen yang notabene sibuk dan mempunyai sedikit waktu dalam menggunakan waktunya untuk berbelanja. Peneliti menemukan salah satu masalah pembelian melalui online shop melalui wawancara pada tanggal 8 Maret 2013 dengan narasumber wanita konsumen online shop. Subyek adalah seorang wanita berusia 23 tahun berinisial “N”. Subyek “N” termasuk wanita karir yang sibuk, bahkan untuk waktu bersantai berakhir pekan saja subyek tidak mendapatkannya. Oleh karena itu, ia sulit menyempatkan waktunya untuk belanja dress di mall. “N” pun akhirnya memilih cara melalui online shopping. Subyek “N” lalu mulai menelusuri berbagai online shop yang terdapat di Facebook yang menjual dress. Ada salah satu online shop yang terdapat di Facebook yang memberikan katalog dress dengan detail dan informasi yang sangat minim, namun dress yang diinginkan subyek “N” ada dalam online shop tersebut. Subyek “N” sangat menginginkan dress tersebut, namun subyek takut akan informasi yang didapatkan dalam katalog tersebut sangat minim dan tidak ada

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 testimonial yang didapatkan oleh penjual dari para pembeli. Padahal “N” selalu mengutamakan detail dan informasi yang sejelas-jelasnya serta testimonial mengenai produk yang dijual dalam online shop. Akhirnya ia hanya menahan keinginannya terhadap dress yang ia sukai di dalam katalog online shop tersebut dan mulai mencari dress yang lain. Cho et al, (2006) mengatakan bahwa tidak dipungkiri banyak pula penjual yang melakukan hal curang dalam sebuah transaksi. Contohnya saja barang yang diperlihatkan dalam situs itu ketika sudah di tangan konsumen ternyata berbeda dari ekspetasi konsumen itu sendiri. Biasanya bila konsumen merasa positif terhadap suatu produk yang ditawarkan oleh penjual maka hal itu beriringan dengan harapan yang positif pula terhadap produk tersebut (Cho et al, 2006) . Informasi yang diberikan oleh penjual terhadap konsumen akan mempengaruhi cara pandang konsumen terhadap produk yang akan dibeli. Ketika konsumen mendapatkan informasi yang positif dari penjual maka harapannya, produk yang akan mereka beli juga sesuai dengan informasi tersebut. Begitu juga sebaliknya, apabila konsumen mendapatkan informasi yang negatif dari penjualnya maka harapan dari konsumen akan produk tersebut juga negatif. Semua informasi yang didapat sebagai pengetahuan calon konsumen akan membentuk perilaku mereka dalam berbelanja. Ada hal yang menjadi indikator utama dalam menentukan perilaku sebelum terjadinya perilaku tersebut, yaitu intensi atau niat. Intensi memiliki korelasi yang tinggi dengan perilaku sehingga bisa digunakan untuk meramalkan perilaku (Ajzen ,2005).

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 Keputusan konsumen untuk melakukan suatu pembelian ditentukan oleh intensi pembelian yang dimilikinya (Mowen,2002). Lebih lanjut Mowen (2002) menyatakan bahwa niat membeli merupakan niat perilaku yang berkaitan dengan keinginan konsumen untuk berperilaku menurut cara tertentu guna memiliki, membuang dan menggunakan produk. Niat membeli merupakan suatu keyakinan, minat dan hasrat seseorang untuk melakukan sesuatu (Wilson,2001). Faktor utama yang mempengaruhi perilaku konsumen menurut Kotler (2012) dibagi dalam 4 hal yaitu : 1. Kebudayaan ( Budaya, Sub-budaya, Pribadi, Kelas sosial) 2. Sosial ( Kelompok Referensi, keluarga, peranan dan status) 3. Pribadi (Usia dan tahap daur hidup, pekerjaan, macam-macam situasi ekonomi, gaya hidup, kepribadian dan konsep diri ) 4. Psikologis ( motivasi, persepsi, belajar, kepercayaan dan sikap) dan Faktor yang mempengaruhi intensi atau niat menurut Ajzen (2005) ada 3 yaitu ; 1. Faktor individu ( sikap,kepribadian, nilai, emosi, inteligensi) 2. Faktor sosial (usia dan jenis kelamin, ras dan etnis, pendidikan, pendapatan, agama) 3. Faktor informasi (pengalaman, pengetahuan, paparan media). Secara tidak langsung faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen dan faktor yang memepengaruhi niat, saling berkaitan satu sama lain. Misalnya, untuk membentuk perilaku konsumen dan mempengaruhi niat mereka untuk melakukan sesuatu akan dipengerahui oleh sikap, motivasi, nilai, emosi, persepsi, kepercayaan, dan kecerdasan / belajar (Faktor psikologis dan faktor pribadi). Sedangkan Faktor informasi dalam niat sama halnya dengan faktor

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 sosial dalam perilaku konsumen. Karena dari faktor sosial ini orang akan mendapatkan referensi sebuah produk yang bisa mempengaruhi mereka melakukan sebuah pembelian. Faktor Kebudayaan dan faktor pribadi pada perilaku konsumen saling berkaitan dengan faktor sosial yang dapat menimbulkan niat seseorang. Secara garis besar faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen dan niat seseorang adalah sama. Namun, pada faktor informasi yang mempengaruhi niat seseorang, paparan media dalam hal ini menjadi penting sebagai salah satu kegunaan media sebagai sarana informasi mengenai produk yang ditawarkan. Produk yang ditawarkan dalam hal ini akan dipasarkan secara online, sehingga informasi mengenai produk dapat diketahui calon konsumen secara online. Secara online, produk akan ditawarkan melalui salah satu media sosial yaitu Facebook. Dalam media sosial Facebook terdapat berbagai bentuk informasi yang akan didapatkan oleh calon konsumen mengenai produk yang ditawarkan. Individu akan lebih menyukai melakukan pembelian secara online ketika situs tempat individu tersebut berbelanja menyediakan pelayanan berupa fitur informasi seperti katalog, cara pembayaran yang mudah, metode untuk melacak produk, dan adanya mesin pencarian (Lai, 2002). Oleh karena itu faktor pelayanan dari penjual dan paparan media sebagai media informasi produk yang ditawarkan dapat dikategorikan sebagai faktor informasi yang memberikan pengaruh niat konsumen dalam pembelian.

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 Kualitas pelayanan penjualan dapat diwujudkan dengan adanya interaksi yang baik antara konsumen dan penjual. Salah satu bentuk interaksi yang dapat diterapkan oleh penjual yaitu dengan berperilaku asertif terhadap para konsumennya dengan cara memberikan deskripsi yang jelas dalam menawarkan produknya agar mampu meminimalisir unsur negatif dalam keputusan pembelian. Asertivitas adalah kemampuan untuk berperilaku jelas, jujur, mampu mengkomunikasikan yang benar mengenai diri sendiri dan tetap menghormati pendapat orang lain (Adams, 1995). Penjual yang berperilaku asertif pasti akan memberikan penjelasan yang detail mengenai produk yang dijualnya kepada konsumen, karena dalam online shopping diperlukan suatu kepercayaan konsumen kepada penjual mengenai semua deskripsi dan detail yang diberikan oleh penjualnya (Krauter & Sonja, 2002). Asertivitas penjual ini ditampilkan dalam bentuk tampilantampilan yang berisi informasi tentang produk yang dijual kepada konsumen. Asertivitas ini terlihat dari bagaimana online shop yang ada di media sosial Facebook itu mendeskripsikan dan menjelaskan mengenai produk yang dijualnya. Melalui asertivitas ini penjual dapat mengemukakan pendapatnya dengan baik secara terbuka dan jelas mengenai produk yang dijualnya (Adams & Lenz, 1995). Apabila asertivitas penjual yang ditampilkan melalui media sosial Facebook ini mendapatkan stimulus yang bagus bagi konsumen, maka niat membeli konsumen untuk membeli produk tersebut akan muncul atau meningkat. Berdasarkan hal tersebut, maka penulis tertarik untuk meneliti

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 hubungan antara asertivitas penjual Online Shop dalam bentuk media sosial Facebook dengan niat membeli konsumen. B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan sebelumnya, maka permasalahan dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut, apakah terdapat hubungan antara asertivitas penjual online shop pada media sosial Facebook dengan niat membeli konsumen? C. Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara asertivitas penjual online shop pada media sosial Facebook dengan niat membeli konsumen. D. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoretis Hasil penelitian ini diharapkan mampu menambah wawasan serta bermanfaat untuk bahan pengembangan ilmu pengetahuan dibidang Psikologi, khususnya dalam bidang psikologi konsumen dalam hal

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 asertivitas penjual online shop dalam media sosial Facebook dan niat membeli konsumen. 2. Manfaat Praktis a. Bagi konsumen memberikan pemahaman tentang hubungan antara asertivitas penjual online shop melalui media sosial Facebook dengan niat membeli konsumen, sehingga konsumen akan terbantu dalam memilih produk apabila penjual tersebut bersikap asertif. b. Bagi penjual akan mendapatkan pengetahuan mengenai sikap asertivitas, sehingga penjual dapat memberikan penjelasan produk dengan lebih baik dan terbuka.

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Niat Membeli Konsumen secara Online 1. Definisi Niat Menurut Echols (1994) niat adalah suatu minat pada manusia tertentu untuk melakukan sesuatu. Menurut Wilson (2001) intensi atau niat merupakan suatu keyakinan , minat dan hasrat seseorang untuk melakukan sesuatu. Corsini (2002) mendefinisikan niat sebagai suatu keputusan untuk berperilaku secara tertentu. Ajzen (2005) menjelaskan niat sebagai teori perilaku terencana yang merupakan pengembangan dari teori tindakan beralasan, intensi merefleksikan kesediaan individu untuk mencoba melakukan suatu perilaku tertentu. Ajzen (2005) memberi penjelasan bahwa niat memiliki korelasi yang tinggi dengan perilaku , oleh karena itu niat dapat digunakan untuk meramalkan perilaku. Berdasarkan seluruh uraian tersebut maka niat dapat didefinisikan sebagai suatu kemungkinan individu untuk melakukan suatu perilaku tertentu. 11

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 2. Elemen Niat Intensi atau niat membeli melibatkan 4 elemen yang berbeda dalam menentukan perilaku apa yang akan muncul dalam individu. 4 elemen yang berbeda tersebut menurut (Ajzen, 2005) yaitu: a. Behavior : Menunjukkan perilaku tertentu yang akan dilakukan b. Target Object : Obyek atau sasaran yang dituju c. Situation : Lingkungan dimana perilaku akan dimunculkan d. Time : Waktu yang diperlukan untuk perilaku dimunculkan 3. Aspek Pembentuk Niat Ajzen (2005) menerangkan bahwa niat dapat dijelaskan melalui teori perilaku terencana yang merupakan perkembangan dari teori tindakan beralasan. Teori perilaku terencana ini didasarkan pada asumsi bahwa individu dapat berperilaku secara bijaksana, sehingga dapat diperhitungkan semua informasi baik secara implisit ataupun eksplisit. Teori ini mengatakan bahwa intensi atau niat seseorang untuk menunjukan atau tidak menunjukkan suatu perilaku adalah faktor yang paling menentukan apakah suatu perilaku terjadi atau tidak. Ajzen (2005) kemudian mengemukakan 3 aspek pembentuk niat yaitu :

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 1. Attitude Toward the Behavior Menurut Ajzen (2005), sikap adalah evaluasi individu secara positif ataupun negatif terhadap benda, orang, institusi, kejadian, perilaku atau minat tertentu. Sikap individu terhadap suatu perilaku diperoleh dari keyakinan terhadap konsekuensi yang ditimbulkan oleh perilaku tersebut, diistilahkan dengan behavioral belief (keyakinan terhadap perilaku). Dengan kata lain, jika seseorang yakin bahwa sebuah tingkah laku dapat menghasilkan outcome yang positif maka individu tersebut akan memiliki sikap yang positif, demikian juga sebaliknya. 2. Subjective Norm Norma subjektif diartikan sebagai adanya persepsi individu terhadap tekanan sosial yang ada untuk menunjukkan ada atau tidaknya suatu perilaku. Seseorang akan memiliki keyakinan bahwa individu lain atau kelompok akan menerima atau tidak menerima tindakan yang dilakukannya. Jika seseorang meyakini apa yang menjadi norma kelompok maka akan mematuhi dan membentuk perilaku yang sesuai dengan kelompoknya. Sedangkan norma subjektif sendiri ditentukan oleh keyakinan normative dan keinginan untuk mengikuti. Dimana keyakinan ini dipengaruhi oleh orang atau kelompok yang berpengaruh terhadap individu tersebut. Misalnya orangtua,

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 pasangan, rekan kerja dan teman. Setelah munculnya keyakinan normative maka akan muncul motivasi untuk mengikuti perilaku tertentu. Dan apabila keyakinan normatif seseorang negative maka hal ini akan menyebabkan dirinya memiliki subjective norm yang menempatkan tekanan pada dirinya untuk menghindari melakukan perilaku tersebut (Ajzen,2005). 3. Perceived Behavior Control Kontrol perilaku menggambarkan tentang perasaan kemampuan diri dalam melakukan perilaku, seperti yang diungkapkan Ismail dan Zain (2008) bahwa kontrol perilaku merupakan persepsi individu mengenai kontrol yang dimiliki individu sehubungan dengan tingkah laku tertentu. Kontrol perilaku ditentukan oleh pengalaman masa lalu individu dan juga perkiraan individu mengenai sulit atau mudahnya untuk melakukan suatu perilaku. Pengalaman masa lalu ini dapat dipengaruhi oleh informasi yang didapat dari orang lain. Perilaku tersebut tidak hanya dikendalikan oleh dirinya sendiri tetapi juga membutuhkan kontrol, antara lain berupa ketersediaan sumber daya dan kesempatan bahkan ketrampilan tertentu seperti yang dikemukakan oleh Ajzen (2005). Ketika seseorang percaya bahwa dirinya kekurangan sumber atau tidak punya kesempatan untuk menunjukkan suatu perilaku (kontrol perilaku rendah) individu

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 tidak akan memiliki intensi yang kuat untuk menunjukkan perilaku tersebut (Engel, Blackwell, dan Miniard, 1995). Kesimpulannya seseorang akan melakukan suatu perilaku tertentu jika orang tersebut mengevaluasi perilaku secara positif dan individu tersebut mendapatkan tekanan dari sosial untuk melakukan perilaku tersebut, serta percaya bahwa bisa dan memiliki kesempatan untuk melakukan perilaku tersebut (Ajzen,2005). 4. Definisi Niat Membeli Konsumen Spears dan Sigh (dalam Liu, Chu-Chi, Chen, 2006) menerangkan bahwa niat membeli konsumen adalah rencana yang dilakukan individu secara sadar yang merupakan usaha untuk membeli sebuah produk. Sedangkan Mowen (2002) menyatakan bahwa niat membeli merupakan niat perilaku yang berkaitan dengan keinginan konsumen untuk berperilaku menurut cara tertentu guna memiliki, membuang dan menggunakan produk. Intensi membeli merupakan tahap terakhir dari rangkaian proses keputusan pembelian konsumen. Proses ini akan dimulai dari munculnya kebutuhan akan produk, pemrosesan informasi oleh konsumen dan adanya evaluasi produk. Hasil evaluasi inilah yang memunculkan niat atau intensi untuk membeli seperti diungkap oleh Assael (dalam Barata, 2007).

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa intensi atau niat membeli konsumen adalah keinginan individu untuk membeli suatu produk dimasa akan datang. 5. Faktor yang Mempengaruhi Niat Membeli Konsumen Faktor yang mempengaruhi niat membeli pada konsumen yang telah dirangkum dari beberapa sumber yaitu Ajzen (2005) dan Kotler (2012) adalah sebagai berikut : a. Faktor individu 1. Sikap, merupakan evaluasi individu secara positif atau negative terhadap orang, benda, kejadian atau minat tertentu. Intensi membeli dipengaruhi kuat oleh sikap pada sebuah produk (Ajzen, 2005). 2. Kepribadian, adalah karakteristik psikologi yang ada pada seseorang yang menyebabkan respon yang relative konsisten terhadap lingkunganya (Kotler & Keller, 2012). Dan setiap orang memiliki kepribadian yang berbeda yang dapat mempengaruhi intensi pembelian. 3. Nilai, perbedaan nilai yang dianut oleh tiap konsumen akan menyebabkan adanya perbedaan intensi pembelian (Ajzen, 2005).

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 4. Emosi, respon seseorang tidak hanya dipengaruhi oleh kognitif dan rasional saja tetapi juga dipengaruhi oleh emosi (Kotler & Keller,2012). 5. Intelegensi, merupakan salah satu factor pembentuk intensi pembelian seseorang (Ajzen, 2005). b. Faktor Sosial 1. Usia dan jenis kelamin, perbedaan umur dan jenis kelamin jelas akan mempengaruhi intensi membeli seseorang (Ajzen, 2005). 2. Ras dan etnis, nilai persepsi dan keinginginan serta perilaku antara seseorang yang tinggal pada daerah tertentu akan berbeda dengan orang lain yang berada di lingkungan lain pula (Kotler & Keller , 2012) 3. Pendidikan, tinggi rendahnya tingkat pendidikan seseorang akan memberikan pengaruh pada intensi pembelian (Ajzen, 2005). 4. Pendapatan, keadaan ekonomi terdiri dari penghasilan, tabungan dan asset, hutang dan sikap terhadap membelanjakan uang atau menabung (Kotler & Keller, 2012), sehingga keadaan ekonomi mempengaruhi dalam pemilihan produk. ini juga akan

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 5. Agama, agama memegang peranan penting terhadap intensi membeli seseorang (Ajzen, 2005). c. Faktor Informasi 1. Pengalaman, aspek dalam intensi membeli salah satunya adalah control perilaku yang ditentukan oleh pengalaman masa lalu dan juga perkiraan seseorang mengenai seberapa sulit atau mudahnya untuk melakukan suatu perilaku (Ajzen, 2005). 2. Pengetahuan, diartikan sebagai informasi yang disimpan di dalam memori dan meliputi aturan yang luas mengenai ketersediaan dan karakteristik dari suatu produk, dimana membeli dan bagaimana menggunakan suatu produk (Engel, et al ,1995) sehingga pengetahuan juga berperan dalam intensi membeli. 3. Paparan media, informasi yang diberikan oleh media jelas memegang peranan penting untuk memberikan pengaruh intensi membeli seseorang (Ajzen, 2005).

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 6. Niat Membeli Konsumen Secara Online Intensi atau niat membeli seseorang terkait dengan perilaku dan bisa diklasifikasikan sebagai komponen kognitif perilaku seseorang tentang bagaimana seseorang berkeinginan untuk membeli produk secara spesifik (Kwek,dkk, 2000). Niat membeli sebagai tahapan dimana seseorang memiliki kecenderungan untuk bertindak sebelum keputusan membeli yang sebenarnya terjadi. Menurut Salisbury et al (2001 dalam Kwek 2010) bahwa niat membeli seseorang dapat digunakan untuk menentukan kekuatan niat membeli seseorang dalam melakukan pembelian secara spesifik. Online shopping atau disebut juga sebagai belanja memalui internet dapat didefinisikan sebagai proses pembayaran produk dan jasa melalui perantaraan internet. Pentingnya niat membeli tidak hanya terjadi pada pembelian secara konvensional, namun dalam pembelian secara online niat pembelian juga menjadi bagian penting. Seperti yang dikemukakan oleh Chen dkk (2009), bahwa niat membeli secara online merupakan indikator yang penting untuk menggambarkan perilaku konsumen yang sebenarnya. Dalam intensi pembelian secara online digambarkan keinginan atau kemungkinan seseorang untuk melakukan pembelian melalui situs atau internet ( Yoo dan Donthu , 2001; Poddor, dkk, 2008; Chen, dkk, 2009). Niat membeli secara online menurut Pavlou (2003) merupakan situasi dimana individu berkeinginan dan bertujuan untuk terlibat dalam suatu transaksi secara online.

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 Fitur teknologi, faktor produk dan kondisi berbelanja membentuk respon yang kompleks dalam intensi pembelian secara online, seperti yang dikemukakan oleh Schiffman dan Kanuk (2007). Liang dan Lai (2002) menemukan bahwa individu lebih menyukai melakukan pembelian secara online ketika situs tempat berbelanja menyediakan fitur , seperti katalog produk yang diperjualbelikan, adanya mesin pencarian, cara pembayaran secara online dan metode pelacak produk. B. Asertivitas Penjual 1. Definisi Asertivitas Asertivitas merupakan kemampuan untuk bersikap jujur, jelas dan dapat mengkomunikasikan hal –hal yang berkaitan dengan diri sendiri, namun tetap mampu menghormati orang lain (Adams, 1995). Orang yang bersikap asertif mampu menyatakan perasaan, kebutuhan, ide dan mempertahankan apa yang mereka inginkan tetapi dengan cara yang dibuat sedemikian rupa sehingga tidak melanggar dan mengganggu keinginan serta kebutuhan orang lain. Asertivitas berasal dari kata assert dalam kamus bahasa Inggris yang berarti menegaskan, menyatakan, menuntut dan memaksakan (Adams, 2006). Menurut Lloyd (1991), perilaku asertif merupakan perilaku yang bersifat aktif, langsung dan jujur. Perilaku ini mengkomunikasikan kesan respek kepada diri sendiri dan kepada orang lain. Dengan berperilaku secara asertif, maka kita akan memandang

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 keinginan, kebutuhan dan hak kita sama dengan keinginan, kebutuhan dan hak orang lain. Menurut Alberti (1986), perilaku asertif didefinisikan secara lebih terperinci dan memungkinkan individu untuk a. Mengembangkan kesetaraan dalam hubungan interpersonal yang dimana kedua pihak dapat berada dalam posisi yang sama dan tidak ada posisi pihak yang menang maupun kalah. b. Mampu berbuat kepentingan yang dianggap baik, seperti meyakini apa yang menjadi penilaian pribadi, berpartisipasi dalam kegiatan sosial c. Mampu mempertahankan hak tanpa merasa takut seperti berani untuk berkata tidak, mampu menyatakan kekecewaan dan meengkspresikan dukungan ataupun bantahan pada sesuatu pendapat. d. Mampu mengekspresikan secara terbuka tanpa merasa cemas Dapat disimpulkan asertivitas adalah tingkah laku interpersonal yang mengungkap emosi secara terbuka, jujur dan penuh percaya diri.

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 2. Aspek Asertivitas Identifikasi aspek dari beberapa definisi asertivitas, yang terdiri dari : 1. Keterbukaan (openness) Pearson (1983) mengartikan keterbukaan diri sebagai komunikasi dimana seseorang dengan sukarela dan sengaja memberitahukan orang lain mengenai dirinya secara akurat, yang tidak dapat orang lain dapatkan atau ketahui dari pihak lain. Jika seseorang secara terpaksa memberitahukan dirinya secara detail kepada orang lain, maka hal ini tidak dapat dianggap sebagai keterbukaan diri karena yang termasuk keterbukaan diri adalah setiap informasi yang ditentukan oleh seseorang untuk dibagi kepada orang lain secara sukarela. Selain itu, keterbukaan diri adalah kesengajaan dan bukan kebetulan. Yang berarti, keterbukaan diri termasuk pernyataan yang disengaja yang dipilih diberitahukan kepada orang merupakan keakuratan Selanjutnya, definisi lain. Keterbukaan untuk diri informasi mengenai dirinya keterbukaan diri yang dijelaskan juga sendiri. oleh Pearson (1983) tidak termasuk informasi yang tidak jujur seperti kebohongan mengenai diri sendiri, bermaksud untuk menyembunyikan diri yang sebenarnya, atau informasi yang menyimpang dari dirinya agar terlihat baik.

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 2. Kejujuran (honesty) Kejujuran adalah keselarasan antara berita dengan kenyataan yang ada. Jadi, kalau suatu berita sesuai dengan keadaan yang ada, maka dikatakan benar/jujur, tetapi kalau tidak, maka dikatakan dusta. Kejujuran itu ada pada ucapan, juga ada pada perbuatan, sebagaimana seorang yang melakukan suatu perbuatan, tentu sesuai dengan yang ada pada batinnya. 3. Kepercayaan diri (self confidence) Kepercayaan diri menurut Thantaway dalam Kamus istilah Bimbingan dan Konseling (2005) adalah kondisi mental atau psikologis diri seseorang yang memberi keyakinan kuat pada dirinya untuk berbuat atau melakukan sesuatu tindakan. Kepercayaan diri atau keyakinan diri diartikan sebagai suatu kepercayaan terhadap diri sendiri yang dimiliki setiap individu dalam kehidupannya, serta bagaimana individu tersebut memandang dirinya secara utuh dengan mengacu pada konsep diri (Rakhmat, 1985). Lauster (dalam Fasikhah, 1994), menyatakan bahwa kepercayaan diri merupakan suatu sikap atau perasaan yakin atas kemampuan diri sendiri sehingga orang yang bersangkutan tidak terlalu cemas dalam tindakan-tindakannya, dapat merasa bebas untuk melakukan hal – hal yang disukainya dan bertanggung jawab atas perbuatannya, hangat dan sopan dalam berinteraksi

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 dengan orang lain, dapat menerima dan menghargai orang lain, memiliki dorongan untuk berprestasi serta dapat mengenal kelebihan dan kekurangannya. Menurut Lauster (dalam Fasikhah, 1994), terdapat beberapa karakteristik untuk menilai kepercayaan diri individu, diantaranya: (a) Percaya kepada kemampuan sendiri, yaitu suatu keyakinan atas diri sendiri terhadap segala fenomena yang terjadi yang berhubungan dengan kemampuan individu untuk mengevaluasi serta mengatasi fenomena yang terjadi tersebut, (b) Bertindak mandiri dalam mengambil keputusan, yaitu dapat bertindak dalam mengambil keputusan terhadap apa yang dilakukan secara mandiri tanpa adanya keterlibatan orang lain. Selain itu, mempunyai kemampuan untuk meyakini tindakan yang diambilnya tersebut, (c) Memiliki konsep diri yang positif, yaitu adanya penilaian yang baik dari dalam din sendiri, baik dari pandangan maupun tindakan yang dilakukan yang menimbulkan rasa positif terhadap diri sendiri, (d). Berani mengungkapkan pendapat, yaitu adanya suatu sikap untuk mampu mengutarakan sesuatu dalam diri yang ingin diungkapkan kepada orang lain tanpa adanya paksaan atau hal yang dapat menghambat pengungkapan perasaan tersebut.

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 Keterbukaan komunikasi (openness) seseorang dengan dalam asertivitas sukarela dan adalah sengaja memberitahukan kepada orang lain mengenai dirinya secara akurat. Sedangkan jujur (honesty) adalah keselarasan antara berita dengan kenyataan yang ada. Kepercayaan diri (self confidence) merupakan kondisi psikologi pada diri sendiri untuk melakukan sesuatu dan berani menonjolkan diri. 3. Asertivitas Penjual online shop Online shop merupakan kegiatan jual beli melalui media online yaitu internet. Online shopping atau disebut juga sebagai belanja melalui internet dapat didefinisikan sebagai proses pembayaran produk dan jasa melalui perantara internet (Mastercard Worldwide Insight ,2008). Online shopping tentunya sangat menghemat waktu, hal ini dikarenakan tidak perlu merencanakan bepergian ke suatu toko ataupun mencari-mencari produk yang diinginkan di dalam toko ataupun antar toko yang biasanya didalamnya lebih dari satu macam produk yang diperjualkan. Hanya dengan memasukkan kata kunci produk apa yang dicari dalam suatu situs jual-beli tertentu maka akan muncul beberapa produk yang sedang dicari, tinggal konsumen tersebut memilih dan membandingkan saja produk-produk yang memiliki kesamaan ciri sesuai dengan yang diinginkan. Oleh karena itu peran penjual sangatlah penting disini sebagai penjual yang asertif dalam menawarkan barangnya.

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 Berdasarkan pengertian yang telah disebutkan maka dapat disimpulkan bahwa asertivitas penjual online shop adalah keterbukaan penjual yang secara jujur mampu mengungkapkan informasi dan menawarkan secara terbuka kepada konsumen melalui tampilan online shop yang sebaik-baiknya dengan kepercayaan diri yang dimiliki penjual tersebut. 4. Dampak Asertivitas Menurut Alberti (1986) dampak dari asertivitas adalah lebih pada pilihan dari diri sendiri. Apabila seseorang mengetahui cara untuk bertindak asertif, maka seseorang tersebut dapat bebas untuk memilih melakukan tindakan tersebut ataupun tidak melakukannya. Jika seseorang tidak mampu untuk bertindak asertif maka berarti seseorang tersebut tidak mempunyai pilihan, sehingga menjadikan orang tersebut dapat dikendalikan oleh orang lain dalam bertindak. Perilaku asertivitas pada dasarnya berpengaruh terhadap komunikasi antara pelaku dengan orang lain. Dampak asertivitas yang bisa ditimbulkan kepada orang lain apabila seseorang memiliki tingkat asertivitas yang tinggi maka komunikasi atau hubungan antar individu dapat berjalan dengan baik karena adanya keterbukaan, serta kejujuran dalam berkomunikasi ditambah dengan kepercayaan diri yang dimiliki oleh individu tersebut. Begitu juga sebaliknya, apabila perilaku asertivitas pada seseorang individu rendah maka dapat dimungkinkan

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 komunikasi antar individu tidak efektif karena tidak adanya keterbukaan dan kejujuran dalam berkomunikasi dan mengungkapkan keinginan hati serta adanya kurang rasa percaya diri (Pearson, 1983). C. Media Sosial Menurut Dominick (2013) media sosial tidak dapat didefinisikan secara sempit. Salah satunya contohnya definisi media sosial menurut Wikipedia dimana dijelaskan bahwa media sosial adalah media untuk berinteraksi sosial dengan menggunakan teknik komunikasi yang mudah diakses dan media sosial menggunakan teknologi berbasi web dan mobile untuk mengubah komunikasi menjadi dialog yang interaktif. Andreas Kaplan dan Michael Haenlein (Romelteamedia, 2014) mendefinisikan media sosial sebagai sebuah kelompok aplikasi berbasis internet yang membangun di atas dasar ideologi dan teknologi Web 2.0 , dan yang memungkinkan penciptaan dan pertukaran user-generated content . Singkatnya media sosial memberikan kemudahan untuk ikut terlibat berkomunikasi, berbagi, berkolaborasi dan membuat sebuah jaringan. Media sosial menurut Ptkomunikasi.wordpress.com/2012 mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : - Pesan yang disampaikan tidak hanya untuk 1 orang saja namun bisa ke berbagai banyak orang - Pesan yang disampaikan bebas

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 - Pesan yang disampaikan cenderung lebih cepat dari media lainnya - Penerima pesan yang menentukan waktu untuk dapat berinteraksi Maraknya keberadaan media sosial di Indonesia memberikan pengaruh kepada dunia bisnis. Sebagai media untuk melakukan sebuah komunikasi, maka ada 3 peran penting yang dapat dilakukan media sosial bagi dunia bisnis menurut notordinary.blogger.com yaitu : a. Membangun jejaring pemasaran, luasnya jaringan yang dapat ditembus oleh media sosial akan memberikan dampak positif bagi para pelaku bisnis untuk dapat mengembangkan dunia bisnisnya tanpa harus dibatasi oleh jarak, ruang, waktu dan juga biaya. b. Menangkap pesan konsumen, adanya komunitas konsumen yang terdapat di media sosial adalah sebuah potensi bagi para pelaku bisnis, bukan hanya untuk meningkatkan penjulan namun juga untuk dapat menangkap pesan konsumen akan produk mereka. c. Peluang berkembang untuk bisnis kelas menengah, media sosial telah berubah menjadi ajang promosi besar-besaran terlepas dari fungsinya sebagai media bersosialisasi dan yang paling fenomenal adalah Facebook.

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 Menurut Ptkomunikasi.wordpress.com/2012, pesatnya perkembangan media sosial saat ini juga didasarkan oleh kelebihan yang dimiliki media sosial dibandingkan dengan media konvensional, diantaranya : - Kesederhanaan, penggunaan media sosial yang sangat mudah berbeda dengan media konvensional yang membutuhkan ketrampilan - Membangun hubungan, interaksi antara penjual dan pembeli dapat langsung terjadi tanpa perlu bertatap muka. - Jangkauan global, bisnis dapat mengkomunikasikan informasi dalam sekejap terlepas dari lokasi geografis. - Terukur, dengan system tracking maka pengiriman pesan dapat terukur secara langsung. D. Dinamika Hubungan Asertivitas Penjual Online Shop pada media sosial Facebook dengan Niat Membeli Konsumen Asertivitas merupakan kemampuan seseorang untuk bisa bersikap jujur, jelas dan dapat mengkomunikasikan hal-hal yang berkaitan dengan diri sendiri, namun tetap menghormati orang lain (Adams, 1995). Perilaku asertif dapat mengkomunikasikan kesan menghargai kepada diri sendiri dan kepada orang lain. Dalam hal ini, asertivitas dapat digunakan oleh seorang penjual dalam menjual produknya. Penjual dapat secara

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 jujur, jelas dan mampu mengkomunikasikan hal-hal yang berkaitan dengan produk yang dijualnya kepada para konsumen dengan berbagai media, salah satunya melalui online shop yang terdapat di media sosial Facebook. Online shop merupakan salah satu sarana pelaku bisnis untuk melakukan penjualan kepada konsumen. Lewat media sosial Facebook yang didalamnya terdapat online shop maka penjual akan mencoba memberikan informasi sejelas mungkin kepada konsumen yang mengakses Facebook. Tujuan calon konsumen melakukan akses tentu saja untuk melakukan pencarian informasi tentang produk yang ditawarkan oleh online shop tersebut. Facebook memiliki banyak konten yang memfasilitasi penjual untuk dapat mendeskripsikan produk yang mereka tawarkan. Informasi yang ada tersebut dapat diakses oleh calon konsumen kapanpun mereka butuhkan. Menurur Ajzen (2005) Faktor informasi merupakan salah satu faktor dalam munculnya niat membeli. Pengetahuan atau informasi yang didapat konsumen melalui keasertivitasan penjual akan memunculkan niat membeli pada konsumen. Intensi atau niat membeli seseorang terkait dengan perilaku dan bisa diklasifikasikan sebagai komponen kognitif perilaku seseorang tentang bagaimana seseorang berkeinginan untuk membeli produk secara spesifik (Kwek,dkk,2000). Niat membeli konsumen sebagai tahapan dimana seseorang memiliki keinginan untuk bertindak sebelum keputusan membeli yang sebenarnya terjadi. Niat membeli melibatkan 4

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 elemen yang berbeda dalam menentukan perilaku apa yang akan muncul dalam individu, menurut Ajzen (1975) yaitu behavior, target object, situation, time. Niat membeli merupakan tahap terakhir dari rangkaian proses keputusan pembelian konsumen, proses ini akan dimulai dari munculnya kebutuhan akan produk, pemrosesan informasi oleh konsumen dan adanya evaluasi produk. Hasil evaluasi inilah yang akan memunculkan niat untuk membeli, seperti yang dikemukakan oleh Assael (Barata, 2007). Pentingnya niat membeli tidak hanya terjadi dalam pembelian secara konvensional namun juga secara online. Niat membeli secara online merupakan situasi dimana individu berkeinginan dan bertujuan untuk terlibat dalam suatu transaksi secara online.

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 E. Skema Penjual Asertivitas yang tinggi ditunjukkan dengan kesediaan penjual untuk memberikan informasi secara jelas kepada konsumen dan menanggapi pertanyaan dari calon konsumen(openness) ; memberikan informasi secara apa adanya tanpa manipulasi dan detail dalam mengungkapkan produk yang ditawarkan (honestly); mampu menampilkan informasi atas respon konsumen dan mengatur serta menampilkan pembaharuan atas kuantitas dan kualitas produk (self confidence); Asertivitas yang rendah ditunjukkan dengan kurangnya penjual dalam memberikan informasi secara jelas kepada konsumen dan kurang menanggapi pertanyaan dari calon konsumen(openness) ; tidak memberikan informasi secara apa adanya dan tidak detail dalam mengungkapkan produk yang ditawarkan (honestly) ; tidak menampilkan informasi atas respon konsumen dan tidak mengatur serta menampilkan pembaharuan atas kuantitas dan kualitas produk (self confidence); Konsumen memiliki informasi yang jelas, apa adanya, detail, respon konsumen lain ditampilkan, serta ada pembaharuan kuantitas dan kualitas mengenai produk Konsumen memiliki informasi yang kurang jelas, tidak apa adanya, tidak detail, respon konsumen lain tidak ditampilkan, serta tidak ada pembaharuan kuantitas dan kualitas mengenai produk mengenai produk Niat membeli konsumen tinggi Niat membeli konsumen rendah

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 F. Hipotesis Penelitian Hipotesis dalam penelitian ini adalah ada hubungan positif antara asertivitas penjual Online Shop pada media sosial Facebook dengan niat membeli konsumen. Semakin tinggi asertivitas penjual dalam memberikan informasi maka semakin tinggi niat membeli konsumen. Sedangkan semakin rendah asertivitas penjual dalam menyampaikan informasi produknya maka semakin rendah niat membeli konsumen.

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dengan menggunakan teknik korelasional. Penelitian korelasional bertujuan untuk mengetahui keeratan hubungan diantara variabel-variabel yang diteliti tanpa melakukan suatu intervensi terhadap variasi variabel-variabel-variabel yang bersangkutan (Azwar, 2009). B. Identifikasi Variabel Penelitian 1. Variabel Bebas Variabel bebas adalah variabel yang variasinya mempengaruhi variabel yang lain (Azwar, 2010). Variabel bebas dalam penelitian ini adalah asertivitas penjual online shop pada media sosial Facebook. 2. Variabel Tergantung Variabel tergantung adalah variabel yang diukur untuk mengetahui besarnya efek atau pengaruh variabel lain (Azwar, 2010). Variabel tergantung dari penelitian ini adalah niat membeli konsumen. 34

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 C. Definisi Operasional Variabel Penelitian Definisi operasional dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Niat Membeli Konsumen Niat membeli konsumen adalah keinginan yang dilakukan individu secara sadar yang merupakan usaha untuk membeli sebuah produk. Oleh karena itu perilaku pembeliannya akan dapat terlihat dengan skala yang melibatkan 4 elemen intensi yaitu : Behavior , target object , situation dan time. Skala pengukuran niat membeli ini akan disajikan dalam bentuk Anchor jenjang skala. Skala ini berisi item-item dimana item-item ini digunakan untuk mengukur sesuatu yang memiliki kuantitas kontinum. Jenjang skala yang digunakan adalah 7 jenjang, dengan nilai terkecil 1 dan nilai tertinggi 7. Semakin kecil nilai yang diberikan subyek penelitian, berarti niat pembelian terhadap produk tersebut rendah, dan semakin tinggi nilai yang diberikan subyek penelitian, berarti niat perilaku pembeliannya tinggi. 2. Asertivitas Penjual Online Shop pada media sosial Facebook Pengukuran asertivitas penjual adalah perilaku interpersonal yang mengungkap emosi secara terbuka, jujur dan penuh percaya diri. Aspek yang dapat digunakan yaitu : Openess (Keterbukaan), Honestly (Kejujuran), dan Self Confidence (Percaya Diri). Indikator ini

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 ditunjukkan dalam bentuk tampilan Facebook secara online yang dibuat oleh penjual. Skala pengukuran asertivitas ini akan disajikan dalam bentuk skala Likert. Nilai yang didapatkan pada skor total dari skala menentukan tinggi rendahnya asertivitas penjual online shop dalam bentuk media sosial Facebook . Semakin tinggi nilai skor total yang diperoleh subyek maka menunjukkan bahwa asertivitas yang ditunjukkan oleh penjual online shop dalam bentuk media sosial Facebook tersebut tinggi. Sebaliknya, apabila nilai skor semakin rendah menunjukkan bahwa asertivitas yang ditunjukkan penjual online shop dalam bentuk media sosial Facebook semakin rendah. D. Subyek Penelitian Pemilihan subyek dalam penelitian ini dilakukan dengan purposive sampling dan yang dijadikan anggota sampel adalah orang-orang yang memiliki ciri-ciri atau sifat yang dipandang berhubungan dengan ciri atau sifat populasi yang sudah diketahui sebelumnya (Hadi, 2004). Dengan tujuan supaya subyek penelitian sesuai dengan objek yang akan diteliti sehingga terdapat batasan masalah yang jelas. Subyek penelitian ini adalah wanita dalam kategori usia dewasa awal. Pemilihan subyek ini berdasarkan ciri-ciri spesifik yang dimiliki sampel yaitu: 1. Wanita yang menyukai perkembangan fashion, dikarenakan fashion sudah berkembang menjadi identitas diri, sehingga membuat kebutuhan wanita akan fashion lebih tinggi. Karena kebutuhan fashion yang tinggi maka

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 wanita akan lebih mencari tahu informasi mengenai fashion yang paling update dan salah satunya melalui online shop yang berada pada media sosial Facebook. 2. Konsumen yang berada pada tahap perkembangan dewasa awal dikategorikan pada usia 19-25 tahun, pada usia ini seseorang sudah mulai membentuk kemandirian pribadi dan kemandirian dalam hal ekonominya (Santrock, 2002) . 3. Mempunyai account Facebook dan pernah melakukan transaksi onlineshop pada media sosial Facebook. Karakteristik dalam subyek penelitian ini dilihat dari data subyek penelitian yang meliputi umur dan subyek yang pernah berbelanja secara online melalui media sosial Facebook. E. Metode dan Alat Pengumpulan Data 1. Skala Niat Membeli Konsumen Skala Intensi Pembelian ini disusun sendiri oleh peneliti dengan menggunakan Anchor jenjang skala. Skala ini berisi beberapa aitem yang digunakan untuk mengukur sesuatu yang memiliki kualitas kontinuum (Prakoso, 1997). Jenjang skala yang digunakan adalah 7 jenjang. Sedangkan stimulus yang digunakan adalah tampilan online shop pada Facebook dan kemudian subyek diminta untuk membuat penilaian dari tampilan tersebut. Intensi pembelian konsumen disajikan dalam skala

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 kontinum 7 jenjang. Subyek memberikan penilaiannya pada tampilan online dengan menggunakan skala 7 jenjang intensi pembelian konsumen. Tabel 1 Blueprint Skala Niat Membeli Konsumen Elemen Behavior, Target Object, Situation, Time Jumlah Item 2 2. Skala Asertivitas pada penjual Online Shop melalui media sosial Facebook Pengukuran asertivitas pada penjual Online Shop melalui media sosial Facebook akan disajikan kuisioner yang dibuat sendiri oleh peneliti berdasarkan indikator yang berkaitan dengan asertivitas penjual online shop pada media sosial Facebook. Indikator tersebut adalah: a. Openess ( Keterbukaan) yaitu pemberian informasi tentang produk fashion yang akan dijual melalui online shop, dalam hal ini penjual tidak bertatap muka langsung dengan pembeli yang membuat seorang penjual harus dengan sukarela dan sejelas-jelasnya memberikan kebutuhan informasi yang diinginkan oleh konsumen. b. Honestly (Kejujuran) yaitu keselarasan dalam hal pemberian informasi juga harus menjadi perhatian penting. Saat pembeli tidak dapat melihat secara langsung produk yang akan dibelinya, namun hanya melalui tampilan Facebook, maka semua gambar dan informasi harus sesuai kenyataan.

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 c. Self Confidence ( Kepercayaan diri) yaitu seorang penjual harus dapat yakin akan produk yang ditawarkannya kepada konsumen. Melalui komunikasi yang baik maka akan dapat terbaca maksud atau pesan dari penjual kepada konsumennya. Berdasarkan indikator tersebut maka peneliti membuat skala dengan melalui skala Likert. Dasar pengukuran penggunaan skala sikap menurut Hadi (2002) adalah semua jawaban subjek pada skala yang diajukan adalah benar dan dapat dipercaya, serta interpretasi subjek terhadap pernyataan- pernyataan pada skala adalah sama dengan interpretasi peneliti. Skala yang digunakan dalam penelitian ini berisi pernyataan-pernyataan yang favorabel dan pernyataan yang unfavorabel. Setiap pernyataan pada skala memiliki 4 alternatif jawaban, yaitu Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Tidak Setuju (TS) dan Sangat Tidak Setuju (STS). Peneliti tidak menyertakan alternatif jawaban Netral (N) atau jawaban tengah dengan maksud agar subjek penelitian tidak memiliki kecenderungam untuk memilih jawaban tengah (central tendency effect) sehingga mereka lebih tegas dalam memilih jawaban (Hadi, 2002). Pemberian nilai menggunakan skala Likert yang dimodifikasi yang bergerak dari nilai 4 sampai 1 untuk item yang favorabel dan 1 sampai 4 untuk item yang unfavorabel.

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 Format respon dalam penyusunan skala ini adalah : SS : Sangat Setuju S : Setuju TS : Tidak setuju STS : Sangat Tidak Setuju Pada pernyataan favorabel. Skor yang diberikan adalah: SS :4 S :3 TS :2 STS :1 Sedangkan item yang unfavorable, skor yang diberikan adalah: SS :1 S :2 TS :3 STS :4

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 Tabel 2 Blueprint Skala Asertivitas Penjual Online Shop pada media sosial Facebook Indikator Openess (Keterbukaan) Honestly (Kejujuran) Self Confidence (Percaya diri) Jumlah Nomer Item Jumlah Favorable Unfavorable 1, 7, 15, 19, 25 2, 8, 18, 20, 26 10 3, 9, 13, 21, 27 4, 10, 17, 22, 28 10 5, 11, 16, 23, 29 6, 12, 14, 24, 30 10 F. Validitas dan Reliabilitas 1. Validitas Validitas akan menunjukkan seberapa tepat tingkat kemampuan suatu instrumen untuk melakukan fungsi ukurnya (Azwar,1997). Sehingga dapat dikatakan bahwa semakin tinggi validitas sebuah instrumen maka semakin cermat pula fungsi alat tes tersebut dalam mengenai sasaran pokok pengukuran. Pengujian validitas dalam penelitian ini adalah melalui validitas isi. Validitas isi dilakukan dengan menggunakan analisis rasional atau Proffesional Judgement, yaitu dengan cara meminta pendapat ahli (Azwar, 2004). Instrumen akan dinilai melalui penilaian yang mempunyai kapabilitas sesuai dengan masalah yang akan diteliti. Dalam penelitian ini validitas isi dilakukan oleh dosen pembimbing. 30

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 2. Seleksi Aitem Seleksi aitem dilakukan untuk menguji apakah tiap butir aitem benar-benar telah dapat mengungkapkan faktor yang ingin diselidiki dan fungsi dari seleksi aitem adalah mendapatkan aitem yang valid sehingga aitem tersbut layak digunakan dalam penelitian. Seleksi aitem dilakukan dengan cara menghitung korelasi antara distribusi skor setiap item dengan skor skala. Pengkorelasian anatar skor aitem dengan skor skala akan menghasilkan korelasi aitem total atau indeks daya beda aitem. Semakin tinggi koefisien korelasi positif antara skor aitem dengan skor total skala, berarti semakin tinggi konsistensi antara aitem tersebut dengan skala secara keseluruhan, yang berarti semakin tinggi daya bedanya (Azwar, 2004). Dalam menentukan pengukuran valid atau gugur menggunakan standar koefisien validitas sebesar 0.30. Koefisien validitas aitem yang baik adalah lebih besar atau sama dengan 0.30 dan hal tersebut dianggap memiliki daya beda yang memuaskan (Azwar, 2004). Aitem yang memiliki koefisien validitas yang lebih kecil dari 0.30 atau bertanda negatif dinyatakan gugur. Penghitungan koefisien korelasi dalam penelitian ini menggunakan Product Moment dari Pearson. Supaya penghitungan ini menjadi lebih efektif dan efisien serta hasilnya lebih akurat, maka proses penghitungan ini dilakukan dengan menggunakan program SPSS for Windows versi 16.0 di komputer.

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 Uji coba penelitian melibatkan 80 subyek yaitu wanita berumur 19 sampai 25 tahun yang sudah pernah melakukan pembelian secara online melalui media sosial Facebook. Pada uji coba skala asertivitas penjual melalui media sosial Facebook yang berjumlah 30 item mendapatkan hasil yang menunjukkan terdapat 29 item yang baik dan 1 item yang tidak baik (rix = 0.231). Besarnya rix bergerak dari angka 0.231 – 0.750. Sedangkan skala pada niat pembelian terdiri dari 2 item dan keduanya mendapatkan hasil yang baik dengan koefisien korelasi 0.730 pada kedua itemnya. Tabel 3 Blueprint Skala Niat Membeli Konsumen sesudah ujicoba Elemen Behavior, Target Object, Situation, Time Jumlah Item 2 Tabel 4 Blueprint Skala Asertivitas Penjual Online Shop pada media sosial Facebook sesudah ujicoba Indikator Openess (Keterbukaan) Honestly (Kejujuran) Self Confidence (Percaya diri) Jumlah Nomor Item Jumlah Favorable 1, 7, 15, 19, 25 Unfavorable 2, 8, 18, 20, 26 10 3, 9, 13, 21, 27 4, 10, 17, 22, 28 10 5, 11, 16, 23, 29 6, 12, 14, 30 9 29

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 3. Reliabilitas Reliabilitas mengacu pada konsistensi atau kepercayaan hasil ukur, yang mengandung makna kecermatan pengukuran (Azwar, 2007). Suatu hasi pengukuran dapat dipercaya apabila dalam beberapa kali pelaksanaan pengukuran terhadap kelompok subyek yang sama, menghasilkan angka yang relatif sama (Azwar, 2007). Reliabilitas dinyatakan dengan koefisien reliabilitas ( rxx ) yang berada pada rentang angka 0 sampai dengan 1.00. Semakin tinggi angka reliabilitas mendekati angka 1.00 maka semakin tinggi reliabilitas. Semakin rendah reliabilitas maka ditunjukkan dengan koefisien yang mendekati angka 0 (Azwar, 2007). Analisis data yang dilakukan menunjukkan hasil bahwa koefisien Alpha Cronbach pada variabel asertivitas penjual pada media sosial Facebook adalah 0.937, sehingga koefisien realiabilitas pada variabel asertivitas penjual media sosial Facebook adalah tinggi karena nilainya mendekati angka 1.00. Sedangkan pada variabel niat membeli konsumen menunjukkan hasil analisis data diperoleh 0.843, sehingga variabel niat pembelian memiliki koefisien reabilitas yang tinggi karena nilai yang dimiliki mendekati angka 1.00 (Azwar, 2007).

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 G. Metode Analisis Data 1. Uji Asumsi a. Uji Normalitas Uji Normalitas dilakukan untuk mengetahui kedua sebaran varibale itu normal atau tidak. Dalam penelitian ini uji normalitas dihitung melalui uji Kolmogorov-Smirnov dari program SPSS for Windows versi 16.0. b. Uji Linieritas Uji linearitas dilakukan untuk mengetahui apakah hubungan antar skor variabel merupakan garis lurus/linier atau tidak. Pengujian ini menggunakan program SPSS for Windows versi 16.0. 2. Uji Hipotesis Uji hipotesis adalah untuk mengetahui ada tidaknya hubungan yang positif antar variabel penelitian. Dalam penelitian ini menggunakan teknik korelasi Product Moment dari Pearson sebagai metode dalam analisis data dari program SPSS for Windows versi 16.0.

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Pelaksanaan Penelitian Penelitian ini melibatkan subyek yang berasal dari beberapa mahasiswi yang berbeda-beda universitas di Yogyakarta. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 3,4 dan 7 April 2014 yang pada saat itu merupakan hari reguler perkuliahan mahasiswa. Pengambilan sampel dalam penelitian ini ditujukan kepada mahasiswi dikarenakan merupakan masa usia dewasa awal yaitu dari 19 - 25 tahun dan mahasiswi yang sudah pernah melakukan transaksi online shop pada Facebook. Jumlah skala yang disebar dalam penelitian ini adalah 100 eksemplar dan semua skala dapat kembali dengan baik kepada peneliti karena peneliti selalu menunggu para subyek yang sedang mengisi skala dan meminta agar para subyek jangan ada yang membiarkan ada item pada skala yang terlewati. Para subyek diminta untuk mengisi skala yang terdiri dari 2 macam skala, yaitu skala asertivitas penjual online shop melalui media sosial Facebook dan skala niat membeli konsumen. 46

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 B. Deskripsi Demografi Subyek Penelitian Usia subyek dalam penelitian ini berkisar dalam rentang masa dewasa awal yaitu dari 19 – 25 tahun. Subyek dengan usia 19 tahun berjumlah 26 orang, usia 20 tahun berjumlah 16 orang, 21 tahun berjumlah 22, usia 22 tahun berjumlah 14 orang, usia 23 tahun berjumlah 12 orang, usia 24 tahun berjumlah 8 orang dan yang berusia 25 tahun berjumlah 2 orang. Semua subyek adalah mahasisiwi pada beberapa universitas yang ada di Yogyakarta. Berikut ini dapat dilihat tabel data demografi subyek: Tabel 5 Data Demografi Subyek usia jumlah 19 26 20 16 21 22 22 14 23 12 24 8 25 2 Jumlah Total 100 C. Deskripsi Data Penelitian Deskripsi data pada penelitian ini dilakukan dengan pengolahan data melalui SPSS 16 for Windows dengan hasil sebagai berikut:

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 Variabel Asertivitas Penjual Niat membeli Tabel 6 Data Teoretik dan Empirik Data Teoretik Data Empirik Xmin Xmax Mean Xmin Xmax Mean 29 2 116 14 72.5 8 56 2 101 14 81.36 9.88 SD 12.582 2.886 Uji beda mean dilakukan untuk melihat perbedaan antara mean teoretik dan mean empiris. Uji beda mean dalam penelitian ini menggunakan OneSample T Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mean teoritis untuk skala asertivitas penjual online shop melalui media sosial Facebook adalah sebesar 72.5, sedangkan mean empirisnya adalah sebesar 81.36. Mean empiris yang lebih besar dari mean teoritis menunjukkan bahwa tingkat asertivitas penjual online shop melalui media sosial Facebook adalah tinggi. Berdasarkan hasil uji t, dapat disimpulkan bahwa mean empiris memiliki perbedaan yang signifikan dengan mean teoritis karena memiliki nilai signifikansi lebih kecil dari 0.05 ( p < 0.05) dengan nilai p adalah 0.000. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa mean teoretis untuk skala niat membeli konsumen adalah sebesar 8, sedangkan mean empirisnya adalah sebesar 9.88. Mean empiris yang lebih besar dari mean teoritis menunjukkan bahwa niat membeli konsumen adalah tinggi. Berdasarkan hasil uji t, dapat disimpulkan bahwa mean empiris memiliki perbedaan yang signifikan dengan mean teoritis karena memiliki nilai signifikansi lebih kecil dari 0.05 ( p < 0.05) dengan nilai p adalah 0.000.

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 Tabel 7 Uji T Variabel Asertivitas Penjual Online Shop pada Media Sosial Facebook One-Sample Test Test Value = 72.5 95% Confidence Interval of the Difference Mean df Sig. (2-tailed) Difference Lower Upper t total asertivitas 7.042 99 .000 8.860 6.36 11.36 Tabel 8 Uji T Variabel Niat Membeli Konsumen One-Sample Test t total niat 6.514 Test Value = 8 95% Confidence Interval of the Difference Mean df Sig. (2-tailed) Difference Lower Upper 99 .000 1.880 1.31 2.45 D. Hasil Analisis Data Penelitian 1. Uji Asumsi Uji asumsi dalam penelitian ini terdiri dari uji normalitas dan uji linearitas yang dilakukan melalui SPSS 16 for Windows.

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 a. Uji Normalitas Tabel 9 Hasil Uji Normalitas Variabel Asertivitas Penjual Niat membeli Kolmogrov – Smirnov Z 1.211 1.210 Asymp. Sig. (2tailed) 0.106 0.107 Keterangan Normal Normal Uji normalitas memiliki tujuan untuk mengetahui apakah data penelitian berasal dari populasi yang memiliki sebaran data normal atau tidak. Uji normalitas dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis Kolmogorov-Smirnov yang terdapat pada SPSS versi 16 for Windows. Nilai probabilitas (p) pada variabel asertivitas penjual online shop melalui media sosial Facebook sebesar 0.106. Nilai tersebut lebih besar dari 0.05 sehingga dapat dikatakan bahwa sebaran data pada variabel tersebut adalah normal dan nilai probabilitas (p) pada variabel niat membeli konsumen sebesar 0.107 yang nilai tersebut lebih besar dari 0.05 sehingga dapat dikatakan bahwa sebaran data pada variabel niat membeli konsumen adalah normal.

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 b. Uji Linearitas Tabel 10 Hasil Uji Linearitas F total niat * Between Groups (Combined) total Linearity asertivitas Deviation from Linearity 5.357 .000 104.572 .000 2.522 .001 Within Groups Total Uji linearitas bertujuan untuk melihat hubungan antarvariabel apakah mengikuti garis lurus atau tidak. Hal tersebut berarti apabila terjadi peningkatan atau penurunan kuantitas pada satu variabel, maka akan diikuti secara linier (mengikuti garis lurus) oleh peningkatan atau penurunan kuantitas pada variabel lain. Uji linearitas pada penelitian ini menggunakan test for linierity yang terdapat dalam program SPSS versi 16 for Windows. Hasil uji linearitas menunjukkan bahwa variabel asertivitas penjual online shop melalui media sosial Facebook dan niat membeli konsumen memiliki nilai F = 104.572 dan Sig. (p) = 0,000. Nilai p yang diperoleh kurang dari nilai 0,05 sehingga hubungan antara kedua variabel bersifat linear. Sig.

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 2. Uji Hipotesis Pengujian hipotesis dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya korelasi antara asertivitas penjual online shop melalui media sosial Facebook dengan niat membeli konsumen. Pada uji hipotesis, digunakan teknik korelasi Pearson Product Moment. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai r = 0.639 dan p = 0.000 ˂ 0.05. Nilai p = 0.000 ˂ 0.05 mengindikasikan adanya korelasi antara variabel asertivitas penjual online shop melalui media sosial Facebook dengan niat membeli konsumen. Nilai r yang bernilai positif yaitu 0.639 menunjukkan bahwa ada hubungan positif antara asertivitas penjual online shop melalui media sosial Facebook dengan niat membeli konsumen. Berikut hasil pengujian korelasi Pearson Product Moment melalui program SPSS versi 16 yang tersaji dalam bentuk tabel: Tabel 11 Hasil Uji Hipotesis Correlations total asertivitas total asertivitas Pearson Correlation Sig. (1-tailed) total niat 1 .639** .000 N 100 100 total niat Pearson .639** 1 Correlation Sig. (1-tailed) .000 N 100 100 **. Correlation is significant at the 0.01 level (1-tailed).

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 E. Pembahasan Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan antara asertivitas penjual online shop melalui media sosial Facebook dengan niat membeli konsumen. Berdasarkan hasil uji hipotesis dengan menggunakan teknik korelasi Pearson Product Moment, diperoleh koefisien korelasi (rxy) antara variabel asertivitas penjual online shop melalui media sosial Facebook dengan variabel niat membeli konsumen sebesar 0.639 dengan nilai p = 0.000 ˂ 0.05. Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat korelasi positif antara asertivitas penjual online shop melalui media sosial Facebook dengan niat membeli konsumen. Nilai koefisien korelasi (rxy) yang bernilai positif tersebut menunjukkan adanya hubungan positif antara asertivitas penjual online shop melalui media sosial Facebook dengan niat membeli konsumen yang berarti semakin tinggi tingkat asertivitas penjual online shop melalui media sosial Facebook , maka semakin tinggi pula niat membeli konsumennya. Demikian sebaliknya, semakin rendah tingkat asertivitas penjual online shop melalui media sosial Facebook, maka semakin rendah pula niat membeli konsumennya. Online shop merupakan salah satu sarana pelaku bisnis untuk melakukan penjualan kepada konsumen. Online shop dapat ditemukan dalam berbagai media internet dan media sosial, salah satunya online shop yang ada pada Facebook. Lewat media sosial Facebook maka penjual akan mencoba memberikan informasi sejelas mungkin mengenai produk yang dijualnya dalam bentuk online shop kepada konsumen yang mengakses Facebook. Tujuan calon

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 konsumen melakukan akses tentu saja untuk melakukan pencarian informasi tentang produk yang ditawarkan oleh online shop tersebut. Facebook memiliki banyak konten informasi yang memfasilitasi penjual untuk dapat mendeskripsikan produk yang mereka tawarkan. Informasi yang ada tersebut dapat diakses oleh calon konsumen kapanpun mereka butuhkan. Cara atau bentuk mengenai bagaimana penjual mendeskripsikan dan menginformasikan produk yang dijualnya sangat berkaitan dengan bentuk asertivitas yaitu jujur, terbuka dan percaya diri. Penjual yang berperilaku asertif pasti akan memberikan penjelasan yang detail mengenai produk yang dijualnya kepada konsumen, karena dalam online shopping diperlukan suatu kepercayaan konsumen kepada penjual mengenai semua deskripsi dan detail yang diberikan oleh penjualnya (Grabner-Krauter, 2002). Asertivitas penjual ini ditampilkan dalam bentuk tampilan-tampilan yang berisi informasi tentang produk yang dijual kepada konsumen. Informasi yang diberikan oleh penjual melalui perilaku asertivitasnya menjadi sangat penting didalam bentuk penjualan online shop dikarenakan konsumen tidak langsung bertatap muka dengan produk yang dicari, sehingga diperlukan informasi yang sejelas-jelasnya, sejujur-jujurnya dan sebaik mungkin mengenai produk yang ditawarkan. Konsumen akan lebih menyukai melakukan pembelian secara online ketika situs tempat individu tersebut berbelanja menyediakan pelayanan berupa fitur informasi seperti katalog, cara pembayaran yang mudah, metode untuk melacak produk, dan adanya mesin pencarian (Lai, 2002). Jika konsumen merasa positif terhadap suatu produk

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 yang ditawarkan oleh penjual maka hal itu beriringan dengan harapan yang positif pula terhadap produk tersebut (Cho et al, 2006). Oleh karena itu faktor pelayanan dari penjual dan paparan media sebagai media informasi produk yang ditawarkan dapat dikategorikan sebagai faktor informasi yang memberikan pengaruh niat membeli konsumen. Niat membeli konsumen secara online merupakan situasi dimana individu berkeinginan dan bertujuan untuk terlibat dalam suatu transaksi secara online. Faktor informasi yang disampaikan dalam bentuk asertivitas oleh penjual dapat secara langsung memunculkan niat membeli konsumen. Dalam niat membeli konsumen terdapat faktor paparan media yang sangat berkaitan dengan media sosial Facebook sebagai sarana online shop. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa asertivitas penjual online shop melalui media sosial Facebook memiliki hubungan yang positif terhadap niat membeli konsumen. Asertivitas penjual dalam hal ini rendah maka berhubungan langsung dengan rendahnya niat membeli konsumen, sedangkan asertivitas penjual tinggi maka berhubungan langsung dengan tingginya niat membeli konsumen. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, dapat diketahui hasil uji beda mean dilakukan untuk melihat perbedaan antara mean teoretik dan mean empiris. Uji beda mean dalam penelitian ini menggunakan One-Sample T Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mean teoritis untuk skala asertivitas penjual online shop melalui media sosial Facebook adalah sebesar 72.5, sedangkan mean empirisnya adalah sebesar 81.36. Mean empiris yang lebih besar dari mean teoritis menunjukkan bahwa rata- rata subyek penelitian

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 memiliki asertivitas penjual online shop melalui media sosial Facebook yang tinggi. Berdasarkan hasil uji t, dapat disimpulkanbahwa mean empiris memiliki perbedaan yang signifikan dengan mean teoritis karena memiliki nilai signifikansi lebih kecil dari 0.05 ( p < 0.05) dengan nilai p adalah 0.000. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa mean teoritis untuk skala niat membeli konsumen adalah sebesar 8, sedangkan mean empirisnya adalah sebesar 9.88. Mean empiris yang lebih besar dari mean teoritis menunjukkan bahwa rata-rata subyek penelitian memiliki niat membeli konsumen yang tinggi. Berdasarkan hasil uji t, dapat disimpulkanbahwa mean empiris memiliki perbedaan yang signifikan dengan mean teoritis karena memiliki nilai signifikansi lebih kecil dari 0.05 ( p < 0.05) dengan nilai p adalah 0.000.

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh koefisien korelasi dua variabel sebesar 0.639 dengan nilai probabilitas 0.000. Nilai r = 0.639 dan p= 0.000 < 0.05 menunjukkan adanya hubungan positif antara asertivitas penjual online shop melalui media sosial Facebook dengan niat membeli konsumen. Hal tersebut berarti semakin tinggi tingkat asertivitas penjual online shop melalui media sosial Facebook, maka semakin tinggi pula niat membeli konsumennya. Demikian pula sebaliknya, semakin rendah tingkat asertivitas penjual online shop melalui media sosial Facebook, maka semakin rendah pula niat membeli. B. Keterbatasan Penelitian Penelitian yang telah dilakukan memiliki keterbatasan penelitian mengenai item asertivitas penjual online shop pada media sosial Facebook yang kurang dapat mengungkap secara lebih mengenai aspek-aspek yang ada dalam item asertivitas tersebut. 57

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 C. Saran 1. Bagi pembeli atau konsumen Hasil penelitian menunjukkan bahwa asertivitas penjual online shop melalui media sosial Facebook memiliki hubungan yang positif dengan niat membeli konsumen, oleh karena itu dengan penelitian ini diharapkan para konsumen memilih penjual online shop yang memiliki tingkat asertivitas yang tinggi, karena dengan tingkat asertivitas yang tinggi maka konsumen akan mendapatkan informasi yang jelas, apa adanya dan detail sehingga dapat membantu konsumen untuk menentukan keinginannya dalam membeli. 2. Bagi Penelitian Selanjutnya Bagi penelitian selanjutnya diharapkan untuk membuat item asertivitas penjual online shop pada media sosial Facebook yang lebih baik dalam mengungkap aspek-aspek yang akan diukur.

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 DAFTAR PUSTAKA Adams L & Lenz E . (1995). Be your best. Jakarta : Gramedia Adams, Kimberly dan A.A. Waskitho. 2006. Kamus Inggris Indonesia, Indonesia -Inggris. Jakarta: PT. Wahyu Media Ahmad, N., Omar, A., Ramayah., T . (2010). Consumer lifestyles and online shopping continuance intention. Emerald Gold Publishing Ajzen, I. (2005). Attitudes, personality, and behavior (2nd. Edition). MiltonKeynes, England: Open University Press / McGraw- Hill Alberti, Emmons. (1986). Your perfect right a guide to be assertive living. California : Impact Publication Azwar, Saifuddin. (2007). Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta : Pustaka Pelajar Azwar, Saifuddin. (2009). Metode Penelitian. Yogyakarta : Pustaka Pelajar Azwar, Saifuddin. (2010). Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta : Pustaka Pelajar. Barata, D. D. (2007). Pengaruh Penggunaan Strategi Brand Extension pada Intensi Membeli Konsumen. Jurnal Manajemen Vol. 2 No. 1 Januari 2007 http://jurnalilmiahmanajemen.files.wordpress.com/2011/03/pengaruhpenggunaan-strategi-brand-extension-pada-intensi-membeli-konsumen.pdf Chiu, C. M., Lin, H. Y., Sun, S. Y., & Hsu, M. H. (2009). Understanding customers' loyalty intentions towards online shopping: an integration of technology acceptance model and fairness theory. Behaviour & Information Technology,28(4)347360 http://www.tandfonline.com/doi/abs/10.1080/01449290801892492 Cho, C.H., Kang, J., Cheon, J.H. (2006) Online shopping hesitation, CyberPsychology and Behavior http://online.liebertpub.com/doi/abs/10.1089/cpb.2006.9.261?2& Corsini, Raymon, J. (1994). Encyclopedia of psychology, Wiley and Sons Inc.

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 Chen, Ying-Hueih., Hsu, I-Chieh., Lin, Chia-Chen. (2009). Website Attribute That Incrase Consumer Purchase Intention: A Conjoint Analysis. Journal of Business Research 1 http://www.deepdyve.com/lp/elsevier/websiteattributes-that-increase-consumer-purchase-intention-a-OWetqKOgJV Dominick, Joseph R. (2013). The dynamics of mass communication 12th, Mc Graw Hill. New york Echols, J.M. (1994). Kamus Indonesia Inggris. Jakarta : Gramedia Engel, J.F., Blackwell, R. D. and Miniard, P.W. (1995). Consumer Behavior, 8Th edition. The Dryden Press Harcourt Brace College Publishers : Forth Worth Fasikhah, S.S. (1994). Peranan Kompetensi Sosial Pada T.L Koping Remaja Akhir.Tesis. Yogyakarta. Program P.S UGM Yogyakarta Hadi, S. (2004). Metodologi Research. Jilid II. Yogyakarta: Andi Offset Ismail, V. Y., & Zain, E. (2008). Peranan Sikap, Norma Subjektif, dan Perceived Behavioral Control terhadap Intensi Pelajar SLTA untuk Memilih Fakultas Ekonomi. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Volume 5 Nomor 3, Desember 08 Kotler, P. & Keller, K. L. (2012). Marketing Management 14thEdition. New Jersey : Pearson Education, Inc Kraeuter., Grabner, Sonja. (2002) The role of consumers trust in online shopping. Journal Business of ethics. August 2002, volume 39, issue 1-2. Pp 43-50 http://link.springer.com/article/10.1023/A:1016323815802#close Kwek, Choon Ling., Lau, Teck. Chai, Hoi, Tan Piew. (2010). The Effects of Shopping Orientation, Online Trust and Prior Online Purchase Experience toward Costumers Online Purchase Intention. International Business Research Liang, T., & Lai, H.(2000).Electronic store design and consumer choice: an empiricalstudy. Proceedings of the 33rd Hawaii International Conference on System Sciences Liu, J., Chu-Chi & Chen, J. S. (2006).Virtual Experiential Marketing on Online Purchase Intention. Proceedings of the 11th Annual Conference of Asia Pacific Decision Sciences Institute: Hongkong Llyod Sam, (1991). Mengembangkan perilaku asertif yang positif: teknik teknik untuk keberhasilan pribadi. Jakarta : Binarupa Aksara

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 Mowen, J.C. (2002) . Perilaku Konsumen Jilid 1 edisi ke 5. Jakarta : Erlangga Notordinary.blogger.com 2013 Rakhmat, Jalaluddin.(1985). Psikologi Komunikasi, Bandung: Remadja Karya Santoso, A. (2010) Statistik untuk Psikologi dari blog menjadi buku. Yogyakarta : Universitas Sanata Dharma Santrock, J.W. (2002). Life-span Development: Perkembangan Masa Hidup. Jilid II. Jakarta: Penerbit Erlangga Schiffman, Kanuk .(2007) Perilaku konsumen edisi 7. Jakarta Srivastava, Pandey. (2012) Social Media Marketing: An Impeccable Approach To E-commerce. SMS Varanasi Vol VII no.2 Desember 2012 http://210.212.129.138/ojs/index.php/MI/article/view/1495 Strategi Pemasaran dan Penjualan Online Shop melalui Jejaring Sosial Facebook. http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2009/12/strategi-pemasaran-danpenjualan-onlineshop-melalui-jejaring-sosial-facebook/ Sun, Baohong and Vicki G. Morwitz (2010), "Stated Intentions and Purchase Behavior: A Unified Model," International Journal of Research in Marketing,27(4),356-366. http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0167811610000704 Pavlou, P. A. (2003). Consumer Acceptance of Electronic Commerce Integrating Trust and Risk with the Technology Acceptance Model, International Journal of Electronic Commerce.Vol 7,101-134 http://mesharpe.metapress.com/app/home/contribution.asp?referrer=parent& backto=issue,5,6;journal,45,55;linkingpublicationresults,1:106045,1 Pearson, J.C. (1983) Interpersonal communication: Clarity, confidence, concern. Scott, Foresman and Company Illinois Prakosa, H. (1997). Penyusunan Skala Psikologi: Anchor dan Jenjang Skala Model Summated Rating. Surabaya : Anima vol. XIII no 49 OktoberDesember 1997 Ptkomunikasi.wordpress/2012

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 Poerwadarminta W.J.S. (1976) Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka http://www.romelteamedia.com/2014/04/media-sosial-pengertiankarakteristik.html Wilson, R.A. & Frank, C.K (1999). The MIT Ecyclopedia of the cognitive sciences. London: The MIT Cambridge, Massachutes London Wilson. Yoo, Bonghee., & Donthu, Naven. (2001). Developing a Scale to Measure the Perceived Quality of Internet Shopping Site (SITEQUAL). Quarterly Journal of Electronic Commerce.1-19. http://ebiz.bm.nsysu.edu.tw/2013/yen/Refference/Developing%20a%20scal e%20to%20measure%20the%20perceived%20quality%20of%20internet.pd f

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 LAMPIRAN

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 Lampiran I Skala Asertivitas Penjual Online Shop pada media sosial Facebook dan Niat Membeli Konsumen untuk Tryout

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 Yogyakarta, Maret 2014 Responden yang terhormat, Sehubungan dengan penelitian yang saya lakukan untuk menyelesaikan tugas akhir saya, perkenankan saya mahasiswa Psikologi meminta kesediaan Saudari untuk berpartisipasi mengisi skala penelitian ini guna menyelesaikan tugas akhir saya sebagai seorang mahasiswa. Oleh karena itu, saya mohon saudari untuk memberikan tanggapan terhadap pernyataan-pernyataan yang telah tersusun dalam skala ini. Skala ini terdiri dari 2 skala, yaitu skala A dan skala B. Skala A terdiri dari 30 butir pernyataan dan skala B terdiri dari 2 butir pernyataan. Kedua skala tersebut berkaitan dengan niat beli konsumen dan penjual online shop pada media sosial Facebook. Tidak ada jawaban yang salah karena setiap orang memiliki jawaban yang berbeda-beda. Karena itulah, isilah setiap pernyataan sesuai dengan apa yang paling anggap benar dan paling sesuai dengan diri anda. Kesungguhan anda dalam menjawab kuesioner ini akan sangat membantu dalam penelitian ini. Semua jawaban anda akan dijamin kerahasiaanya. Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih atas kesediaan anda untuk mengisi skala penelitian ini. Hormat saya, (Reno Barto Satria Ade Putra/ 079114006)

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 PERNYATAAN KESEDIAAN Dengan ini, saya menyatakan bahwa saya bersedia mengisi skala ini dengan suka rela dan tidak dibawah paksaan atau tekanan dari pihak tertentu, demi membantu terlaksananya penelitian ilmiah ini. Semua jawaban yang saya berikan adalah murni dari apa yang saya alami dan bukan berdasarkan pada pandangan masyarakat pada umumnya. Saya mengijinkan penggunaan jawaban yang saya berikan tersebut sebagai data untuk memperlancar penelitian ilmiah ini. ............................., ...... ................ 2014 Menyetujui, (tanda tangan) DATA IDENTITAS Usia :

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 SKALA A PETUNJUK PENGISIAN SKALA Berikut ini terdapat 30 buah pernyataaan, bacalah dan pahami setiap pernyataan tersebut dengan seksama. Berilah tanda centang atau cek list (√) di dalam kotak yang telah tersedia yaitu : SS : Bila pernyataan tersebut “Sangat Sesuai” dengan diri anda. S : Bila pernyataan tersebut “Sesuai” dengan diri anda. TS : Bila pernyataan tersebut “Tidak Sesuai” dengan diri anda. STS : Bila pernyataan tersebut “Sangat Tidak Sesuai” dengan diri anda. Anda bebas untuk menentukan pilihan yang sesuai dengan diri anda sendiri, disini tidak ada jawaban yang salah, karena jawaban yang benar adalah jawaban yang sesuai diri anda sendiri. Contoh cara pengisian : Pernyataan Saya mendapatkan informasi yang SS S TS STS √ jelas Ketika anda keliru dalam memberi tanda centang (√), maka anda dapat mengganti jawaban anda dengan memberi tanda sama dengan (=) pada jawaban yang keliru dan kembali memberi tanda centang (√) pada jawaban yang anda anggap lebih sesuai dengan diri anda .

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 Contoh koreksi : Pernyataan SS Saya mendapatkan informasi yang S TS √ √ STS jelas Selamat Mengerjakan…. No. 1. Pernyataan SS Saya mendapatkan informasi yang lengkap mengenai produk yang dijual 2. Saya harus bertanya lebih lanjut kepada penjual untuk mendapatkan informasi penting tentang produk 3. Penjual menampilkan testimoni konsumen tanpa rekayasa 4. Gambar produk yang ditampilkan oleh penjual saya rasa telah melalui proses editing dan manipulasi 5. Penjual mau menerima saran dan kritik mengenai kualitas produk dan kualitas pelayanan melalui testimoni 6. Penjual melakukan pre-order untuk produk yang ditawarkannya 7. Saya merasa informasi tentang metode transaksi diberikan secara lengkap S TS STS

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 No. 8. Pernyataan SS Saat saya membutuhkan informasi tambahan penjual memberikan respon yang lambat 9. Penjual memberikan informasi mengenai produk dengan detail dan apa adanya 10. Penjual memberikan informasi namun tidak apa adanya dan cenderung dan berlebihan 11. Menurut saya tampilan di online shop Facebook ditata dengan rapi 12. Informasi tentang produk baru hanya ditampilkan penjual di akun Facebooknya saja (contoh: tanpa tagging wall) 13. Penjual memberikan mengenai penawaran informasi refund terhadap barang cacat ketika telah diterima 14. Penjual menyembunyikan identitas pribadi pada tampilan online shop di Facebooknya 15. Saya mendapatkan informasi yang saya butuhkan tanpa harus bertanya lebih lanjut kepada penjual S TS STS

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 No. 16 Pernyataan Penjual menyertakan identitas pribadi pada tampilan Online Shop di Facebook 17. Penjual dengan sengaja menutupi informasi mengenai produk cacat 18. Penjual akan memberikan contact person hanya ketika saya meninggalkan pesan di comment atau private message di Facebook. 19. Penjual memberikan contact person pada online shop di Facebooknya 20. Saya kurang mendapatkan kejelasan informasi tentang metode transaksi 21. Saya merasa penjual memberikan informasi secukupnya namun sesuai dengan kenyataan 22. Informasi yang diberikan penjual tentang produk tidak sesuai dengan kenyataan 23. Penjual menawarkan produk baru dengan cara meninggalkan pesan dan tagging lewat wall di Facebook saya 24 Tampilan online shop di Facebook menurut saya tidak diatur denganbaik oleh penjual SS S TS STS

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 No. Pernyataan 25 Penjual memberikan respon yang cepat dan jelas saat SS saya membutuhkan informasi tambahan 26. Saya merasa informasi yang diberikan penjual mengenai produk tidak jelas 27. Saya merasa penjual menampilkan gambar produk tanpa manipulasi atau editing yang berlebihan 28. Testimoni konsumen yang ditampilkan oleh penjual kuramg jelas 29. Produk yang ditawarkan oleh penjual semuanya telah ready stock 30. Penjual menutup kesempatan saya sebagai konsumen untuk memberikan saran dan kritik mengenai kualitas produk dan kualitas pelayanan S TS STS

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 SKALA B PETUNJUK PENGGUNAAN Di bawah ini terdapat 2 pernyataan. Bacalah dan pahami baik-baik setiap pernyataan. Anda diminta untuk mengemukakan pendapat anda tentang seberapa besar niat Anda untuk membeli produk di online shop melalui media sosial Facebook dengan memberikan tanda silang ( X ) pada salah satu angka yang bergerak dari 1 – 7. Semakin besar angka yang Anda silang, maka semakin besar niat Anda untuk membeli produk di online shop melalui media sosial Facebook. Sebaliknya semakin kecil angka yang Anda silang maka semakin kecil pula niat Anda untuk membeli produk di online shop melalui media sosial Facebook. Contoh: 1. Saya tidak berniat membeli produk di online shop Facebook setelah melihat tampilannya 1 2 3 4 5 6 Saya berniat membeli produk di online shop Facebook setelah melihat tampilannya 7 Dalam contoh diatas seseorang telah beranggapan bahwa ia sangat berniat untuk membeli produk di online shop melalui media sosial Facebook, karena itu ia meletakkan tanda silangnya pada angka 7. 1. Saya tidak berniat membeli produk di online shop Facebook setelah mendapatkan informasi mengenai produk dari melihat tampilannya 1 2 3 4 5 6 7 Saya berniat membeli produk di online shop Facebook setelah mendapatkan informasi mengenai produk dari melihat tampilannya

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 2 Saya tidak akan membeli produk yang ada di online shop di Facebook dalam waktu dekat setelah mendapatkan informasi mengenai produk dari melihat tampilannya 1 2 3 4 5 6 7 Saya akan membeli produk yang ada di online shop di Facebook dalam waktu dekat setelah mendapatkan informasi mengenai produk dari melihat tampilannya Mohon periksa kembali jawaban anda, jangan sampai ada yang terlewati… Terima Kasih atas partisipasi anda…

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 Lampiran 2 Analisis dan Seleksi Item pada Skala Asertivitas Penjual Online Shop pada media sosial Facebook dan Niat Membeli Konsumen

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 A. Uji Beda Daya Item pada Skala Asertivitas Penjual Online Shop pada media sosial Facebook Item-Total Statistics Scale Scale Mean if Variance if Item Deleted Item Deleted asertivitas1 asertivitas2 asertivitas3 asertivitas4 asertivitas5 asertivitas6 asertivitas7 asertivitas8 asertivitas9 asertivitas10 asertivitas11 asertivitas12 asertivitas13 asertivitas14 asertivitas15 asertivitas16 asertivitas17 asertivitas18 asertivitas19 asertivitas20 asertivitas21 asertivitas22 asertivitas23 asertivitas24 asertivitas25 asertivitas26 asertivitas27 asertivitas28 asertivitas29 asertivitas30 82.06 82.98 82.31 82.58 82.12 82.79 81.88 82.50 82.00 82.44 81.91 82.32 82.66 82.41 82.32 82.39 82.32 82.49 81.94 82.23 82.10 82.31 81.95 82.18 82.10 82.25 82.36 82.46 82.54 82.09 148.464 148.025 150.496 145.083 153.047 155.131 153.199 151.418 147.747 150.553 152.283 150.020 150.378 153.030 143.463 148.772 151.361 146.911 147.781 156.253 147.863 152.876 152.377 157.513 149.661 155.000 145.297 152.252 151.771 148.283 Corrected Item-Total Correlation .703 .550 .615 .699 .427 .340 .475 .659 .728 .581 .497 .485 .478 .422 .750 .605 .521 .596 .662 .302 .707 .561 .489 .231 .655 .439 .713 .559 .475 .692 Cronbach's Alpha if Item Deleted .933 .935 .934 .933 .936 .937 .935 .934 .932 .934 .935 .936 .936 .936 .932 .934 .935 .934 .933 .937 .933 .935 .935 .937 .933 .936 .932 .935 .935 .933

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 *item yang dicetak miring merupakan item yang gugur B. Estimasi Reliabilitas pada Skala Asertivitas Penjual Online Shop pada media sosial Facebook Case Processing Summary N Cases Valid Excluded a % 80 100.0 0 .0 Total 80 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. 100.0 Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .937 30 C. Uji Beda Daya Item pada Skala Niat Membeli Konsumen Correlations niat1 niat1 Pearson Correlation Sig. (1-tailed) niat2 1 .730** .000 N 80 80 niat2 Pearson .730** 1 Correlation Sig. (1-tailed) .000 N 80 80 **. Correlation is significant at the 0.01 level (1-tailed).

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 Item-Total Statistics Scale Scale Mean if Variance if Item Deleted Item Deleted niat1 niat2 4.96 5.16 Corrected Item-Total Correlation 2.138 2.467 Cronbach's Alpha if Item Deleted .730 .730 D. Estimasi Reliabilitas pada Skala Niat Membeli Konsumen Case Processing Summary N Cases Valid Excludeda % 80 100.0 0 .0 Total 80 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .843 2 100.0 .a .a

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 Lampiran 3 Hasil Uji t Mean Teoretis dan Mean Empiris pada Skala Asertivitas Penjual Online Shop melalui media sosial Facebook dan Niat Membeli Konsumen

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79 A. Hasil Uji t Mean Teoretis dan Mean Empirik pada Skala Asertivitas Penjual Online Shop melalui media sosial Facebook One-Sample Statistics N total asertivitas Std. Deviation Mean 100 81.36 Std. Error Mean 12.582 1.258 One-Sample Test Test Value = 72.5 t total asertivitas Mean Sig. (2-tailed) Difference df 7.042 99 .000 8.860 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper 6.36 11.36 B. Hasil Uji t Mean Teoretis dan Mean Empirik pada Skala Niat Membeli Konsumen One-Sample Statistics N total niat Mean 100 9.88 Std. Deviation Std. Error Mean 2.886 .289 One-Sample Test Test Value = 8 t total niat 6.514 df Sig. (2-tailed) 99 .000 Mean Difference 1.880 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper 1.31 2.45

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80 Lampiran 4 Hasil Uji Normalitas, Linearitas dan Uji Hipotesis

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81 A. Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test total asertivitas N Normal Parametersa Most Extreme Differences Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) a. Test distribution is Normal. total niat 100 81.36 12.582 .121 .085 -.121 1.211 .106 100 9.88 2.886 .121 .090 -.121 1.210 .107 B. Hasil Uji Linearitas Case Processing Summary Included N Percent total niat * total asertivitas 100 100.0% Cases Excluded N Percent 0 .0% Total N Percent 100 100.0%

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82 ANOVA Table Sum of Squares total niat * total asertivitas Between Groups (Combined) Mean Square F Sig. 621.515 36 17.264 5.357 .000 Linearity 337.029 1 337.029 104.572 .000 Deviation from Linearity 284.485 35 8.128 2.522 .001 Within Groups 203.045 63 3.223 Total 824.560 99 Measures of Association R total niat * total asertivitas df .639 R Squared .409 Eta .868 Eta Squared .754

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 83 C. Uji Hipotesis Correlations total asertivitas total asertivitas Pearson Correlation Sig. (1-tailed) total niat 1 .639** .000 N 100 100 total niat Pearson .639** 1 Correlation Sig. (1-tailed) .000 N 100 100 **. Correlation is significant at the 0.01 level (1-tailed).

(102)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Hubungan antara sikap dan keputusan membeli produk merek lokal pada konsumen
0
3
108
Hubungana antara sikap terhadap produk elektronik cina dengan keputusan membeli pada konsumen
0
5
117
Pengaruh perbedaan sikap konsumen terhadap gadget online shop dan fashion online shop pada minat beli ulang konsumen dilihat dari gender, usia, dan perilaku.
0
0
187
Hubungan antara durasi penggunaan media sosial dengan kestabilan emosi pada pengguna media sosial usia dewasa awal.
23
69
116
Hubungan antara dimensi-dimensi persepsi risiko berbelanja online dan niat membeli produk fashion pada wanita dewasa awal.
0
0
196
Hubungan antara kesesuaian citra merek dengan citra diri (self congruity) dan niat membeli sepatu lari Nike.
0
3
139
Perbedaan niat membeli produk pakaian di online shop pada wanita ditinjau dari bentuk potongan harga.
0
1
109
Hubungan antara kepercayaan konsumen dengan niat membeli ulang produk susu formula bayi.
0
0
137
Hubungan antara konsumsi status dengan niat beli konsumen (studi pada mahasiswa Universitas Sebelas Maret Surakarta)
0
0
14
Hubungan antara brand social responsibility [BSR] dengan brand image dan loyalitas konsumen pada produk Aqua Danone - USD Repository
0
0
119
Hubungan antara perilaku sosial dalam kelompok teman sebaya dengan motivasi belajar - USD Repository
0
6
118
Hubungan antara intensitas mengakses facebook dengan prokrastinasi akademik pada mahasiswa - USD Repository
0
0
135
Hubungan antara citra toko (store image) dengan niat membeli pakaian di distro pada remaja di Kota Yogyakarta - USD Repository
0
0
101
Pengaruh iklan program Corporate Social Responsibility (CSR) terhadap niat membeli konsumen - USD Repository
0
3
137
Hubungan antara loyalitas wanita pada produk handbody lotion Citra dan niat membeli pada produk perluasannya - USD Repository
0
1
127
Show more