PENGARUH VARIASI MEDIA TANAH TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN ANGGUR VARIETAS KEDIRI KUNING (BELGI) DALAM POT SKRIPSI

Gratis

0
1
129
9 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PENGARUH VARIASI MEDIA TANAH TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN ANGGUR VARIETAS KEDIRI KUNING (BELGI) DALAM POT SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Biologi Disusun oleh: Paula Indimela Ferdiatik 101434026 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ii

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI iii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN Kembangkan semangat untuk belajar. Jika Anda melakukannya, Anda tidak akan pernah berhenti tumbuh. (Anthony J. D'Angelo) Kupersembahkan karya ini untuk : Kedua orang tuaku tercinta Keluarga, Sahabat dan orang – orang tersayang Almamaterku tercinta Pendidikan Biologi, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta iv

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI MOTTO “BERBANGGALAH DENGAN HASIL KERJA KERASMU SENDIRI, BUKAN KARENA HASIL DARI PEMIKIRAN ORANG LAIN” v

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dari daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 1 Oktober 2014 Penulis Paula Indimela Ferdiatik vi

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta : Nama : Paula Indimela Ferdiatik NIM : 101434026 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta karya ilmiah saya yang berjudul : “PENGARUH VARIASI MEDIA TANAH TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN ANGGUR VARIETAS KEDIRI KUNING (BELGI) DALAM POT”. beserta perangkat yang diperlukan. Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusi secara terbatas, dan mempublikasikannya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalty kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan yang saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal : 1 Oktober 2014 Yang menyatakan, Paula Indimela Ferdiatik vii

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK PENGARUH VARIASI MEDIA TANAH TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN ANGGUR VARIETAS KEDIRI KUNING (BELGI) DALAM POT Paula Indimela Ferdiatik Universitas Sanata Dharma 2014 Perkembangan tanaman anggur cukup pesat di daerah Kediri dengan varietas Kediri Kuning (Belgi). Permasalahan yang akan dipecahkan dalam penelitian ialah mengenai pengaruh dari berbagai jenis tanah terhadap pertumbuhan tanaman anggur, pertumbuhan tanaman anggur pada tanah yang berbeda, dan jenis tanah yang baik untuk budidaya tanaman anggur varietas Kediri Kuning. Tujuan penelitian tanaman anggur ini untuk : (1) Mengetahui pengaruh dari berbagai jenis media tanah terhadap pertumbuhan tanaman anggur varietas Kediri Kuning, (2) Mengetahui pertumbuhan tanaman anggur pada media tanah yang berbeda, (3) Mengetahui jenis tanah yang baik untuk pertumbuhan tanaman anggur varietas Kediri Kuning. Jenis penelitian yang dilakukan ialah penelitian eksperimental dengan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang merupakan variabel bebas adalah tiga jenis tanah berbeda (Regosol, Alluvial dan Latosol) dan tanah kontrol sebagai pembanding, tiap tanah memiliki tiga ulangan sehingga total tanaman ada 12 pot. Variabel terikatnya ialah tinggi batang, jumlah daun, diameter batang dan ketahan terhadap hama dan penyakit. Data yang diperoleh dari penelitian kemudian dianalisis menggunakan Analisis of Variansi (ANOVA). Hasil penelitian memperlihatkan bahwa rerata pertumbuhan tinggi batang anggur adalah 228.2 cm pada tanah kontrol, jumlah daun 52.61 helai pada tanah kontrol, dan diameter batang 1.62 cm pada tanah Latosol. Jenis hama yang menyerang adalah Kumbang Daun (Apogonia sp.) Data dari penelitian kemudian dianalisis dengan menggunakan ANOVA dan hasil yang diperoleh dari analisis tersebut menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan rata – rata pertambahan tinggi tanaman, pertambahan jumlah daun, dan pertambahan diameter batang tiap media tanam (Regosol, Alluvial, dan Latosol). Kata kunci : Pertumbuhan tanaman anggur varietas Kediri Kuning, Jenis tanah (Regosol, Alluvial dan Latosol) viii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT THE INFLUENCES OF VARIATION MEDIUM SOIL ON THE GROWTH OF GRAPEVINES KEDIRI KUNING (BELGI) VARIETY IN POT Paula Indimela Ferdiatik Sanata Dharma University 2014 The development of grapevines Kediri Kuning or Yellow Kediri (Belgi) variety is quite rapid in Kediri area. The problems to be solved in this research about the influences of variation type soil to the growth of the grapevine, the growth on different soil and soil type for growth of grapevines Kediri Kuning variety. The aims of this research are: (1) to understand the effect of variation type soil to the growth of the grapevine Kediri Kuning variety, (2) to determie the growth on different soil, (3) to find out the types of soil for growth of grapevines Kediri Kuning variety. This research is an experimental research and applies Completely Randomized Design (CRD). The treatment as independent variable three different types of soil (Regosol, Alluvial and Latosol) and control soil as the comparison. Each soil has three replications thus there are twelve pots. Dependent variables are the height of the stem, the amount of the leaves, the stem’s diameter and the resistance to pest and diseases. Furthermore, the data gathered in this research are analyzed by using Analysis of Variance (ANOVA). The result showed that the average stem height growth grapevines is 228.2 cm in the control soil , the amount of the leaves on the ground control soil 52.61 , and 1.62 cm the stem’s diameter at ground Latosol . The resistance type of pests and diseases is Kumbang Daun or Kumbang Leaves ( Apogonia sp . ) As has been said before, the data are analyzed by using ANOVA. The result of the analysis presents that there is no difference of the result’s average between the plant’s growth, the accretion of the leaves, and the increase of stem’s diameter and the soil medium (Regosol, Alluvial and Latosol). Keywords: the growth of grapevines Kediri Kuning variety, types of soil (Regosol, Alluvial and Latosol) ix

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena berkat dan kasih-Nya yang melimpah sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Pengaruh Variasi Media Tanah Terhadap Pertumbuhan Tanaman Anggur Varietas Kediri Kuning (Belgi) Dalam Pot”. Skripsi ini disusun dan diajukan untuk memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan, Program Studi Pendidikan Biologi. Penulis menyadari bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak, oleh karena itu pada kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih kepada : 1. Bapak Drs. A. Tri Priantoro, M.For.Sc. selaku Ketua Program Studi Pendidikan Biologi sekaligus selaku dosen pembimbing yang telah memberikan pengarahan dalam melaksanakan penelitian dan yang telah dengan sabar membimbing serta memberi saran dalam penulisan skripsi ini. 2. Dr.Ir. Paulus Wiryono Priyotamtama, S.J. dan Ibu Ch. Herrani Retno M. Biotech selaku tim penelitian budidaya tanaman anggur yang telah memberikan pengarahan dan membimbing dalam penelitian ini dan dalam penulisan skripsi ini. 3. Bapak Salam selaku narasumber bagi penulis dalam melaksanakan budidaya tanaman anggur dan yang telah memberikan masukan kepada penulis mengenai budidaya tanaman anggur. 4. Segenap Dosen Pendidikan Biologi, Pengurus Laboratorium Pendidikan Biologi dan staf Sekretariat Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sanata Dharma yang telah mendukung penulis secara tidak langsung. 5. Bapak Yohanes Sukarjianto dan Ibu Elisabeth Tumilah selaku orang tua penulis yang telah memberi dukungan penuh demi terselesainya skripsi ini. 6. Segenap keluarga yang selalu memberi dukungan dan doa kepada penulis untuk segera menyelesaikan studi. x

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7. Teman – teman penelitian anggur (Cecil, Yesi, Resi, Nesya, Hugo, Daus, Dwi, Ester, Sam, Yayan dan Galuh) yang mau membantu penulis jika ada kesulitan dalam penulisan skripsi. 8. Teman – teman seperjuangan Pendidikan Biologi 2010 (khususnya Fifi, Cecil, Wiwik dan Ana Petri) dan teman – teman lainnya yang tidak tersebutkan satu persatu yang telah memberikan pengalaman luar biasa kepada penulis sehingga dapat menjadi kenangan indah bersama kalian serta memperoleh pengalaman yang luar biasa bersama kalian. 9. Teman – teman terdekat yang selalu memberi motivasi dan mengingatkan untuk segera menyelesaikan skripsi terlebih untuk Yuni dan Lina. 10. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah banyak membantu dan mendukung penulis selama penyusunan skripsi. Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih terdapat kekurangannya, untuk itu penulis menerima kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan skripsi ini. Akhirnya penulis berharap skripsi ini dapat menjadi inspirasi dan dapat membantu bagi dunia pendidikan serta dunia pertanian yang membacanya dan menerapkannya. Penulis xi

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ................................................................................ HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ...................................... HALAMAN PENGESAHAN .................................................................. HALAMAN PERSEMBAHAN .............................................................. HALAMAN MOTTO .............................................................................. PERNYATAAN KEASLIAN KARYA .................................................. LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ... ABSTRAK ............................................................................................... ABSTRACT ............................................................................................... KATA PENGANTAR ............................................................................. DAFTAR ISI ............................................................................................ DAFTAR TABEL .................................................................................... DAFTAR GAMBAR ............................................................................... DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................ i ii iii iv v vi vii viii ix x xii xiv xv xvi BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ............................................................................. B. Rumusan Masalah ........................................................................ C. Batasan Masalah ........................................................................... D. Tujuan Penelitian ......................................................................... E. Manfaat Penelitian ....................................................................... 1 4 4 4 5 BAB II DASAR TEORI A. Budidaya Tanaman Anggur ......................................................... 1. Asal – usul Tanaman Anggur ................................................. 2. Klasifikasi, Deskripsi dan Morfologi Tanaman Anggur ........ 3. Varietas – Varietas Anggur (Kediri Kuning) ......................... 4. Manfaat Tanaman Anggur ..................................................... 5. Budidaya Tanaman Anggur dalam Pot .................................. B. Jenis Tanah Paingan, Pasir dan Gunung Kidul ............................ 1. Tanah Pasir (Regosol) ............................................................ 2. Tanah Paingan (Aluvial) ........................................................ 3. Tanah Gunung Kidul (Latosol / Oxisols) ............................... C. Hipotesis ....................................................................................... 7 7 8 11 12 15 24 24 26 27 30 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Rancangan Penelitian ................................................... 1. Variabel Bebas ....................................................................... 2. Variabel Terikat ..................................................................... 3. Variabel Kontrol ..................................................................... B. Tempat dan Waktu Penelitian ...................................................... C. Alat dan Bahan ............................................................................. D. Prosedur Kerja .............................................................................. 31 32 32 33 34 34 36 xii

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 1. Penyiapan Lahan dan Pengambilan Media ............................ 2. Penyiapan Media Tanam dalam Pot ....................................... 3. Perbandingan Penyampuran Media ........................................ 4. Penanaman Anggur dan Pemeliharaan ................................... 5. Pengamatan ............................................................................ E. Analisis Data ................................................................................ 36 37 38 38 40 42 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian ............................................................................ 1. Tinggi Tanaman ..................................................................... 2. Jumlah Daun .......................................................................... 3. Diameter Batang ..................................................................... 4. Ketahanan terhadap Hama dan Penyakit ................................ B. Pembahasan .................................................................................. 1. Ketahanan terhadap Hama dan Penyakit ................................ 47 47 49 51 53 56 59 BAB V IMPLEMENTASI HASIL PENELITIAN UNTUK PEMBELAJARAN .................................................................. 62 BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan .................................................................................. B. Saran ............................................................................................. 64 64 DAFTAR PUSTAKA ............................................................................. 66 xiii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 3.1. Alat, Bahan dan Media Tanam ............................................... Tabel 3.2. Perbandingan Penyampuran Media ........................................ Tabel 3.3. Hasil Pengukuran .................................................................... Tabel 3.4. Hasil Pengulangan ................................................................... Tabel 3.5. Analisis Variansi ..................................................................... xiv 34 38 40 41 43

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Anggur Kediri Kuning (Belgi) ............................................. Gambar 4.2 Grafik Rata – rata Tinggi Tanaman Tiap Minggu (cm) ...... Gambar 4.3 Grafik Rata – rata Tinggi Tanaman Tiap Perlakuan (cm) .... Gambar 4.4 Grafik Rata – rata Jumlah Daun Tiap Minggu (helai) ......... Gambar 4.5 Gambar Rata – rata Jumlah Daun Tiap Perlakuan (helai) .... Gambar 4.6 Grafik Rata – rata Diameter Batang Tiap Minggu (cm) ...... Gambar 4.7 Grafik Rata – rata Diameter Batang Tiap Perlakuan (cm) ... Gambar 4.8 Grafik Rata – rata Ketahanan Daun Tiap Minggu (%) ........ Gambar 4.9 Grafik Rata – rata Ketahanan Daun Tiap Perlakuan (%) ..... xv 8 47 48 50 50 52 52 54 55

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Silabus ................................................................................. Lampiran 2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) ......................... Lampiran 3. Lembar Kerja Siswa (LKS) ................................................. Lampiran 4. Instrumen dan Pedoman Penilaian ...................................... Lampiran 5. Denah Penanaman Anggur .................................................. Lampiran 6. Data Tinggi Tanaman Anggur dan Selisih Pertambahan Tinggi Tanaman Anggur ..................................................... Lampiran 7. Perhitungan Anova Tinggi Tanaman Anggur ..................... Lampiran 8. Data Jumlah Daun dan Selisih Pertambahan Jumlah Daun .................................................................................... Lampiran 9. Perhitungan Anova Jumlah Daun ........................................ Lampiran 10. Data Diameter Batang dan Selisih Pertambahan Diameter Batang Tanaman Anggur .................................................. Lampiran 11. Perhitungan Anova Diameter Batang Tanaman Anggur ... Lampiran 12. Data Ketahanan dan Selisih Pertambahan Ketahanan terhadap Hama / Penyakit ................................................. Lampiran 13. Pengukuran pH Tanah dan Kelembaban Tanah ................ Lampiran 14. Dokumentasi Penelitian ..................................................... xvi 68 74 94 96 99 100 102 103 105 106 108 109 111 113

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Tanaman anggur sudah ditanam sejak zaman pra sejarah, bahkan tanaman anggur ini diduga sudah seusia dengan peradaban manusia (Cahyono, 2010). Dugaan ini berdasarkan pada temuan fosil daun, potongan cabang, serta biji buahnya di daerah Eropa dan Amerika Utara. Sekitar abad ke-2 sesudah Masehi, orang mulai mengenai anggur sebagai minuman, buah meja, dan kismis. Pengenalan ini berkat jasa orang – orang Romawi kuno yang membawa varietas anggur ini yang dikenal sebagai Vitis vinifera. Varietas ini kemudian menyebar ke bagian timur Mediteranea sampai Afrika Utara (Setiadi, 2007). Tanaman anggur merupakan tanaman sub tropis yang sudah beradaptasi di Indonesia sejak tahun 1880. Tanaman anggur sudah cukup lama diusahakan oleh petani Indonesia terutama di daerah Jawa Timur sejak tahun 1882 (Winarno, 1991), Bali dan Sulawesi Tengah. Walaupun tanaman anggur merupakan tanaman sub tropis namun tanaman ini dapat tumbuh di Indonesia khususnya spesifik lokasi seperti di daerah Jawa Timur. Perkembangan tanaman anggur yang cukup pesat pada beberapa kurun waktu terakhir karena adanya penanaman dalam jumlah yang cukup banyak di kota Kediri dengan varietas anggur Belgi (Kediri Kuning). Keberhasilan daerah Kediri mengembangkan tanaman anggur terutama di pekarangan penduduk kota di kecamatan Pesantren dan Sukomoro serta beberapa kecamatan lainnya 1

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 menyebabkan Kota dan Kabupaten sekitarnya juga ingin mencoba berusahatani anggur di pekarangan. Perkembangan selanjutnya mengarah ke wilayah Madiun, Ngawi dan Magetan dengan trend sebagai tanaman pekarangan dan tanaman penaung di gang atau perkampungan. Perawatan dalam budidaya tanaman anggur membutuhkan modal awal yang cukup tinggi serta padat karya, yang dimulai dari pemangkasan, pemupukan, penjarangan buah, dan pemanenan. Apabila kegitan-kegiatan diatas dilakukan dengan intensif dan menggunakan teknologi budidaya yang tepat maka usahatani atau agribisnis anggur cukup menguntungkan karena produktivitas per pohon berkisar 10-20 kg , dengan 2-3 kali panen per tahun. Sehingga dapat dikatakan bahwa buah anggur merupakan salah satu komoditas buah - buahan yang mempunyai nilai ekonomis tinggi dan menguntungkan (Sumarsono dkk, 2009). Memelihara tanaman anggur pada musim hujan sangat sulit untuk menjaga agar tanaman tetap sehat dan dapat menghasilkan buah yang berkualitas baik seperti pada butir buah anggur varietas Kediri Kuning (Belgia) yang mudah rontok bila musim hujan. Permasalahan yang sering menjadi penghambat dalam budidaya tanaman anggur ialah kesesuaian jenis tanah (lahan) terutama kaitannya dengan persyaratan tumbuh tanaman anggur. Tanaman anggur dapat tumbuh pada semua jenis tanah, tetapi pertumbuhannya akan optimal pada tanah yang bertekstur liat, air cukup tersedia, dan drainase baik (Dewi, 2012). Jenis tanah yang banyak mengandung pasir memiliki unsur hara yang sangat rendah dan memiliki kandungan garam cukup tinggi sehingga jenis tanah pasir akan cepat terbawa oleh

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 aliran air saat penyiraman tanaman. Pada tanah Paingan tidak berstruktur, basah pekat namun memiliki tingkat kesuburan yang tinggi bagi tanaman, sedangkan pada tanah Gunung Kidul memiliki tekstur lempung dan unsur hara yang tersedia rendah. Selain kesesuaian jenis tanah, kondisi lingkungan (kelembaban dan suhu) juga menjadi faktor yang harus diperhatikan dalam budidaya tanaman anggur. Ketahanan tanaman terhadap hama dan penyakit juga sering menjadi permasalahan dalam budidaya tanaman anggur, sehingga harus dapat meminimalisir adanya hama dan penyakit yang menyerang dalam budidaya tanaman anggur. Berdasarkan permasalahan yang ada dalam budidaya tanaman anggur, maka peneliti ingin melakukan eksperimen sebagai upaya dalam menemukan solusi agar budidaya anggur di Indonesia menjadi semakin berkembang. Berkaitan dengan penelitian tersebut maka peneliti menggunakan tiga jenis tanah yang berbeda yaitu menggunakan tanah Paingan, tanah pasir pantai dan tanah gamping dari Gunung Kidul. Penelitian ini berfokus pada ketiga jenis media tanam yang digunakan yaitu tanah Regosol (pasir pantai), tanah Alluvial (Paingan), dan tanah Latosol (Gunung Kidul) untuk melihat pertumbuhan tanaman anggur dari segi pertambahan tinggi batang, jumlah daun, diameter batang, dan ketahanan daun terhadap serangan hama maupun penyakit. Tanaman anggur ini ditanaman dengan menggunakan pot, oleh sebab itu dibuat judul penelitian “Pengaruh Variasi Media Tanah terhadap Pertumbuhan Tanaman Anggur Varietas Kediri Kuning (Belgi) dalam Pot”. Penelitian mengenai budidaya tanaman anggur ini merupakan

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 penelitian payung (kelompok) yang sama varietasnya dengan anggur Kediri Kuning yang menggunakan aplikasi pupuk tambahan yaitu Nopkor. B. Rumusan Masalah 1. Adakah pengaruh dari berbagai jenis media tanah terhadap pertumbuhan tanaman anggur varietas Kediri Kuning ? 2. Bagaimana pertumbuhan tanaman anggur pada media yang berbeda ? 3. Media tanah manakah yang paling baik untuk pertumbuhan tanaman anggur varietas Kediri Kuning ? C. Batasan Masalah Batasan masalah dalam penelitian ini antara lain : 1. Varietas anggur yang digunakan dalam penelitian ialah Kediri Kuning (Belgi). 2. Media tanah yang digunakan antara lain : tanah Pasir (Regosol), tanah Paingan (Aluvial), dan tanah Gunung Kidul (Latosol). 3. Penelitian yang akan dilakukan mencakup pertumbuhan tanaman anggur : pertambahan tinggi, jumlah daun dan diameter batang. D. Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah : 1. Mengetahui pengaruh dari berbagai jenis media tanah terhadap pertumbuhan tanaman anggur varietas Kediri Kuning

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 2. Mengetahui pertumbuhan tanaman anggur pada media tanah yang berbeda. 3. Mengetahui jenis tanah yang baik untuk pertumbuhan tanaman anggur varietas Kediri Kuning. E. Manfaat Penelitian 1. Bagi Pembaca Penelitian mengenai budidaya tanaman anggur dengan menggunakan jenis tanah yang berbeda (Regosol, Alluvial dan Latosol) ini diharapkan dapat bermanfaat bagi semua yang membaca mengenai penelitian ini. Penelitian budidaya anggur ini juga dapat menjadi referensi bagi pembacanya / petani yang akan melakukan budidaya tanaman anggur dalam pot (tabulampot). 2. Bagi Penulis Penulis dapat belajar mengenai budidaya tanaman anggur secara langsung (tidak hanya teori). Setelah melakukan budidaya tanaman anggur, penulis dapat berbagi informasi kepada semua masyarakat tanpa terkecuali mengenai budidaya tanaman anggur varietas Kediri Kuning menggunakan pot dengan tiga jenis media tanah yang berbeda (Regosol, Alluvial, dan Latosol) dalam penelitian ini. 3. Bagi Pendidikan Bagi guru penelitian ini dapat dijadikan sebagai acuan dalam mengajar materi pertambahan dan pertumbuhan tanaman yang diajarkan di sekolah, sedangkan bagi para siswa penelitian ini dapat membantu para siswa untuk melihat

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 pertumbuhan tanaman anggur dengan menggunakan berbagai jenis tanah (Regosol, Alluvial dan Latosol).

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Budidaya Tanaman Anggur 1. Asal – usul Tanaman Anggur Tanaman anggur sudah ditanam sejak zaman pra sejarah, bahkan tanaman anggur ini diduga sudah seusia dengan peradaban manusia (Cahyono, 2010). Dugaan ini berdasarkan pada temuan fosil daun, potongan cabang, serta biji buahnya di daerah Eropa dan Amerika Utara. Sekitar abad ke-2 sesudah Masehi, orang mulai mengenai anggur sebagai minuman, buah meja, dan kismis. Pengenalan ini berkat jasa orang – orang Romawi kuno yang membawa varietas anggur ini yang dikenal sebagai Vitis vinifera. Varietas ini kemudian menyebar ke bagian timur Mediteranea sampai Afrika Utara (Setiadi, 2007). Menurut Dewi (2012) “Anggur masuk ke Indonesia sejak awal abad ke-18. Selanjutnya sejak awal abad ke – 19 anggur menyebar ke Indonesia antara lain di Pulau Pisang (Sumatera Barat), Ternate, Halmahera, Kupang, Makassar, Besuki dan Banyuwangi (Jawa Timur), Buleleng (Bali) dan Lombok (Nusa Tenggara Barat). Banyak pakar Biologi dan pertanian menguak asal – usul tanaman anggur yang konon sumber genetik asli tanaman anggur di daerah Armenia (Rusia)”. Di Indonesia, meskipun anggur lokal sedang mengahadapi tantangan dari anggur impor, tetap saja petani menanamnya. Hal ini disebabkan tanaman anggur masih dipandang sebagai tanaman yang bernilai komersial (Setiadi, 2007). 7

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2. Klasifikasi, Deskripsi dan Morfologi Tanaman Anggur Berdasarkan ilmu tumbuhan, tanaman anggur diklasifikasikan sebagai berikut : Kingdom : Plantae (tumbuh – tumbuhan) Divisi : Spermatophyta (tumbuhan berbiji) Subdivisi : Angiospermae (berbiji tertutup) Kelas : Dicotyledonae (biji berkeping dua) Ordo : Vitales Famili : Vitaceae Genus : Vitis Species : Vitis vinifera L Varietas : Kediri Kuning (Belgi) Gambar 2.1. Anggur Kediri Kuning (Belgi) 8

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 Menurut Cahyono (2010), dari famili Vitacea anggur yang dikenal jumlahnya lebih dari 60 jenis, jenis Vitis vinifera atau yang lebih dikenal dengan anggur Eropa (old world) merupakan jenis yang paling banyak ditanam oleh masyarakat di berbagai Negara. Hal ini dikarenakan, anggur jenis ini memiliki rasa yang enak, manis, lezat, dan menyegarkan sehingga lebih disukai oleh masyarakat di seluruh dunia. Secara morfologi, organ–organ tanaman anggur sebagai berikut : a. Akar Tanaman anggur berakar tunggang, namun karena kebanyakan ditanam dari stek, akar tunggang tidak bisa ditemukan lagi. Akar tunggang baru bisa ditemukan jika anggur ditanam dari biji, ketika biji berkecambah dan belum tumbuh membesar (Nurcahyo, 2010). Akar tunggang tumbuh tidak begitu dalam dan cukup kuat, sedangkan akar serabutnya tumbuh agak dangkal dan tumbuh menyebar ke segala arah secara horizontal dan perakarannya relatif sempit. Akar tanaman berfungsi sebagai penopang berdirinya tanaman dan penyerapan air serta zat – zat makanan (hara) dari tanah. Kondisi fisik tanah yang gembur sangat baik untuk pertumbuhan tanaman karena penyerapan air dan zat – zat hara dapat berjalan dengan baik (Cahyono, 2010). b. Batang (pohon) Jika dibiarkan tumbuh liar, batang anggur akan memiliki cabang tidak jauh dari permukaan tanah. Sifat percabangan seperti ini menjadikan anggur digolongkan ke dalam tumbuhan semak (Nurcahyo, 2010). Batang tanaman

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 anggur berkayu dan keras, batang bercabang banyak dan pada setiap cabang tumbuh sulur yang berjumlah banyak. Batang beruas – ruas berwarna cokelat hingga cokelat tua. Batang tanaman dan cabang – cabang berfungsi sebagai tempat jalannya pengangkutan air dan zat – zat makanan (hara) ke daun serta tempat jalannya pengangkutan zat – zat hasil asimilasi ke seluruh bagian tubuh tanaman. Batang utama tanaman anggur dapat tumbuh sampai puluhan meter panjangnya. Oleh karena itu, tanaman anggur perlu dipangkas agar batangnya tidak memanjang dan banyak cabang yang tumbuh (Setiadi, 2007). c. Sulur Tanaman anggur selalu mencari penopang berupa tanaman hidup atau yang telah mati agar dapat berdiri tegak. Tanaman anggur menggunakan bantuan cabang pembelit yang dikenal dengan nama sulur dahan atau sulur cabang, sulurnya merupakan bagian dari organ tubuh yang berfungsi membentuk malai bunga (Cahyono, 2010). d. Daun Daun tanaman merupakan bagian dari organ tubuh tumbuhan yang berfungsi sebagai tempat berlangsungnya proses asimilasi yang menghasilkan zat – zat yang diperlukan tanaman untuk pertumbuhan vegetatif (batang, cabang, sulur, dan daun) dan pertumbuhan generatif (bunga, buah, dan biji). Daun anggur berbentuk jantung dengan tepi bergerigi, gerigi pada tepi daun ada yang menjorok bagitu

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 dalam sehingga tepi daunnya berlekuk atau bercangap dan memiliki tulang menjari (Nurcahyo, 2010). 3. Varietas – varietas Anggur (Kediri Kuning) Anggur yang banyak dibudidayakan di Indonesia umumnya dari jenis Vitis vinifera dan Vitis labrusca (Nurcahyo, 2010). Contoh jenis Vitis vinifera ialah anggur Kediri kuning, ciri yang paling mudah diamati ialah permukaan bawah daun tidak berbulu dan daun yang masih muda berkesan tipis dan bening selain itu ciri dari anggur jenis Kediri kuning ialah jenis tanamannya yang kecil dibandingkan dengan jenis anggur lainnya. Karakteristik varietas Kediri kuning antara lain : buah berbentuk jorong, berukuran sedang dengan panjang 1,9 cm dan diameter 1,7 cm. Buah berwarna kuning kehijauan dengan kulit dilapisi tepung tipis, buah rasanya manis segar, daging buah berwarna kekuningan, buah berbiji dengan jumlah biji per buah 2-3, jumlah buah per tandan mencapai 65 buah, produksi 15 – 25 kg/pohon/tahun, umur panen buah 105 - 110 hari setelah pemangkasan produksi. Masa berbunga sekitar 35 hari setelah pemangkasan produksi (Cahyono, 2010). Permasalahan yang dihadapi dalam budidaya anggur Kediri Kuning (Belgi) adalah butir buahnya kecil, bijinya banyak dan mudah rontok dari tandannya setelah dipanen sehingga tidak dapat disimpan lama terutama pada panen musim hujan. Ada baiknya jika tanaman dipangkas sangat pendek, artinya hanya disisakan batang pokoknya yakni cabang primer dan cabang sekunder yang memiliki pertunasan bagus, sedangkan cabang tersier dan cabang - cabang yang

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 tidak produktif dihilangkan saja. Akan tetapi, setelah di pangkas mata tunas pada cabang primer dan sekunder tanaman anggur mengalami dormansi yang apabila tidak kita perlakukan maka mata tunas – mata tunas tersebut akan dapat mengalami dormansi selamanya, sehingga pertumbuhan tanaman lambat, batang kecil atau hanya memanjang saja tanpa ada percabangan yang berkualitas untuk menghasilkan cabang buah yang baik dan sehat dan bahkan mati (Damarwulan, 2012). Anggur dari spesies Kediri Kuning ini cocok untuk minuman beralkohol (wine). Karena wine yang dibuat dari spesies Vitis vinifera mengandung alkohol lebih dari 10 % (Cahyono, 2010). Wine yang kadar alkoholnya kurang dari 10 % akan cepat berubah cita rasanya (Untung, 1992). 4. Manfaat Tanaman Anggur Buah anggur selain dikonsumsi sebagai buah segar, juga dapat dikonsumsi dalam bentuk olahan (jelly, juice anggur, salad, jam , kismis, minuman keras dan obat kuat). Buah anggur juga dapat dimanfaatkan untuk pengobatan (terapi) bermacam - macam penyakit. Adapun manfaat tanaman anggur antara lain : a. Anggur sebagai buah meja Setiadi (2007), “ Anggur untuk buah meja merupakan anggur untuk pencuci mulut. Anggur golongan ini memiliki keunggulan dalam fisik dan rasanya. Keunggulan fisik, misalnya : penampakannya menarik, tidak gampang rusak / tahan lama (baik ketika dalam penyimpanan atau pengangkutan), dan berukuran besar”.

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI b. 13 Minuman (alkohol / wine) Buah anggur juga dapat diolah menjadi anggur beralkohol (minuman keras). Minuman anggur biasanya berkadar gula 20% - 30% dan berkadar alkohol 9% 21%, tergantung pemakaiannya (Cahyono, 2010). Anggur ini biasanya berasal dari spesies / varietas yang kulit buahnya tipis dan tidak melekat pada daging buah serta dagingnya lunak. Dua macam minuman anggur antara lain anggur merah dan putih. Minuman anggur putih dipilih yang pigmen kulit buahnya tidak berwarna, berwarna muda atau merah muda, serta daging buahnya tidak berwarna. Sedangkan untuk membuat minuman anggur merah, digunakan anggur yang pigmen kulit buahnya berwarna merah (merah tua). c. Anggur kering (kismis) Menurut Setiadi (2007) “ Anggur yang dibuat kismis biasanya dari varietas / spesies yang kematangannya lambat dan tidak serentak. Buah anggur ini tidak banyak mengandung air, tahan berbuah di segala macam cuaca, tekstur dagingnya lunak, tidak berbiji, aromanya tajam, dan ukuran buahnya sedang”. Buah anggur Probolinggo putih lebih cocok untuk dibuat kismis karena biji – bijinya kecil. Selain itu, kismis anggur juga bisa digunakan untuk penghias kue (kue tart) atau kue kismis. Kismis buah anggur masih mengandung vitamin A, vitamin B1 (thianin), vitamin B2 (riboflavin), dan gula (karbohidrat) sekitar 70% (Cahyono, 2010).

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI d. 14 Jus anggur Hampir semua anggur Vitis vinifera bisa dijadikan jus, akan tetapi di Amerika Serikat anggur khusus untuk jus yaitu anggur concord (Vitis labrusca) yang di Indonesia disebut Isabella. e. Buah anggur untuk pengobatan (terapi) Buah anggur dikenal sebagai salah satu bahan pangan yang sangat penting bagi kesehatan tubuh, dalam kapasitasnya untuk pengobatan manfaat buah anggur untuk terapi antara lain mencegah konstipasi, membersihkan hati, membantu fungsi ginjal, pembentukan darah, menonaktifkan virus, mencegah kerusakan gigi, menurunkan kolesterol, anti kanker, mencegah penyakit jantung, dan mencegah penggumpalan darah. Zat – zat yang berkhasiat obat yang terkandung dalam buah anggur antara lain magnesium, polifenol (cafeic acid), pektin, tanin, flavonoid, besi (Cahyono, 2010). Menurut penelitian Mutia (2010) “didapatkan bahwa ekstrak buah anggur mempunnyai potensi toksisitas akut. Hal tersebut berkaitan dengan empat senyawa yang terdapat dalam buah anggur (saponin, polifenol, flavonoid dan resveratrol) yang dapat menyebabkan kematian larva Artemia salina Leach. Sesuai penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa apabila suatu ekstrak tanaman bersifat toksik menurut harga LC 50 dengan metode BST, maka tanaman tersebut dapat dikembangkan sebagai obat anti kanker”.

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI f. 15 Kandungan gizi buah anggur Buah anggur mengandung hampir semua zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh, antara lain : kalori, protein, lemak, karbohidrat, mineral, vitamin dan air. Zat – zat gizi (Nutrients) tersebut merupakan unsur kimia yang diperlukan tubuh untuk metabolisme tubuh. Fungsi zat – zat gizi antara lain : 1) Pengadaan tenaga (energi) untuk menjalankan aktivitas fisik 2) Pertumbuhan badan jasmani dan pemeliharaan jarigan tubuh (otot, tulang, gigi, otak, sistem syaraf, sel darah merah, dan lain – lain), serta mengganti jaringan – jaringan tubuh yang rusak 3) Mengatur proses tubuh (protein, mineral, vitamin, dan air) (Cahyono, 2010). 5. Budidaya Tanaman Anggur dalam Pot a. Syarat tumbuh bibit Setiap tanaman buah – buahan menghendaki keadaan iklim dan keadaan tanah yang berbeda – beda. Ini disebabkan karena persyaratan hidup masing – masing tanaman berbeda pula. Namun, umumnya tanaman membutuhkan tanah yang subur, tidak bercadas, dan pH antara 6,5 – 7,0 (Setiadi, 2007). 1) Tanah Persyaratan tanah untuk tempat tumbuh tanaman anggur tergantung dari jenis yang ditanam. Tanaman anggur umumnya harus dihindarkan dari tanah yang banyak mengandung garam, tanah yang gersang dan sangat berlempung (Setiadi, 2007). Menurut Cahyono (2010) “Keadaan tanah yang berpengaruh terhadap

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 tanaman anggur adalah ketinggian tempat, sifat fisika – kimia tanah, sifat biologis tanah, kedalaman air tanah, dan derajat kemiringan tanah”. 2) Iklim Keadaan iklim sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi buah ialah suhu udara, curah hujan, kelembaban udara dan cahaya matahari (Cahyono,2010). a) Suhu udara Suhu udara berpegaruh terhadap proses metabolisme tanaman, misalnya terhadap respirasi (pernapasan tanaman), fotosintesis (proses perkecambahan, pertunasan, pembungaan, pembuahan, pematangan buah, dan lain – lain), pembelahan sel, transpirasi (penguapan air tanaman), aktivitas enzim, absorbsi air, absorbsi unsur hara, dan koagulasi protein. Tanaman anggur dapat tumbuh dengan baik dan berproduksi tinggi jika lokasi pembudidayaan memiliki suhu rata – rata 20 - 25 . b) Kelembaban udara Tanaman anggur dapat tumbuh baik dan berproduksi pada kelembaban udara berkisar antara 40% - 80%. Penanaman anggur di daerah – daerah beriklim basah (sangat lembab) akan menampilkan pertumbuhan tanaman yang jelek dan tidak dapat menghasilkan buah dengan baik. Kelembaban udara berpengaruh terhadap fotosintesis tanaman.

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI c) 17 Curah hujan Keadaan iklim yang cocok untuk tanaman anggur adalah iklim yang hangat dan kering dengan curah hujan sedang. Daerah yang memiliki iklim dengan 4 – 7 bulan kering dalam 1 tahun dan curah hujan rata- rata tahunan antara 800 – 1.800 mm/tahun dengan curah hujan pada bulan terkering <60 mm sangat cocok untuk pembudidayaan anggur. Jika tanaman anggur ditanam di daerah yang beriklim basah dan banyak turun hujan, tanaman tidak dapat tumbuh dengan baik, dan pembungaan berkurang sehingga produksi buahnya rendah. d) Penyinaran matahari Sinar matahari sangat diperlukan oleh tanaman anggur sebagai sumber energi dalam proses fotosintesis, baik untuk pertumbuhan vegetatif maupun untuk generatif tanaman. Pada awal masa pertumbuhan, tanaman anggur sebaiknya diberi naungan. Sedangkan intensitas sinar matahari yang diperlukan oleh tanaman anggur menjelang tanaman dewasa hingga berproduksi adalah sekitar 80% dari pagi sampai sore atau lama penyinaran 10 -12 jam sehari. b. Pembibitan dan penanaman tanaman anggur Tanaman anggur dapat dikembangbiakkan secara generatif (dengan biji) dan secara vegetatif (cangkok, stek cabang, stek tunas, sambung pucuk, penyusunan, dan kultur jaringan). Bibit anggur yang akan ditanam dalam pot bisa berasal dari stek atau cangkok, berikut merupakan teknis budidaya tanaman anggur dalam pot :

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 1) Memilih bibit untuk ditanam di dalam pot Bibit anggur yang akan ditanam di dalam pot sebaiknya dipilih yang tegak, bentuk batang yang melengkung kurang menarik akan menyulitkan pengaturannya dalam pot. Bibit sari stek yang akan ditanam harus sudah memiliki akar yang cukup panjang, tidak kurang dari 10 cm dan dua lembar daun yang telah berkembang penuh. Bibit seperti ini tidak akan mengalami gangguan pertumbuhan jika dipindah ke dalam pot (Nurcahyo, 2010). 2) Pemeliharaan bibit Bibit pembiakan vegetatif harus dipelihara secara intensif agar tumbuh dengan sempurna. Kegiatan pemeliharaan bibit tanaman anggur antara lain : penyiraman, pengaturan naungan, penyiangan, dan pencegahan / pengendalian hama dan penyakit (Cahyono, 2010). 3) Persiapan sebelum tanam Sebelum memindahkan bibit anggur ke dalam pot perlu dilakukan persiapan sarana pertanaman yang diperlukan. Adapun persiapan sebelum menanam diantara : a) Memilih pot Anggur di dalam pot ditanam untuk tujuan hiasan, Karena berfungsi sebagai hiasan makan pot yang digunakan juga harus sedap dipandang. Menurut Dewi, (2012) “Pot yang digunakan bisa terbuat dari semen, tanah liat, potongan drum, kayu, atau pot plastik“. Pot dari tanah memiliki pori – pori yang paling baik

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 dibanding pot lainnya. Dinding dan dasarnya bisa menyerap air dari media tanam. Sifat seperti ini dapat menjaga akar tidak kekeringan saat penyiraman terlambat dan tidak terlalu lembab saat air siraman berlebihan. b) Menyiapkan media tanam Media tanam untuk anggur memiliki syarat : berstruktur gembur agar perakaran tanaman mudah berkembang (Setiadi, 2007), karena perakaran anggur menghendaki media tumbuh yang gembur maka media tanam di dalam pot juga harus disesuaikan. Pasir dan pupuk kandang atau humus dengan perbandingan 1 : 1 dapat digunakan sebagai media tanam, dengan media seperti ini mudah sekali ditembus oleh akar anggur. Pasir dan pupuk kandang atau kompos harus dicampur secara merata sebelum digunakan untuk menanam anggur (Nurcahyo, 2010). c) Menyiapkan bibit Bibit anggur yang dibeli harus dipilih bibit yang daunnya hijau segar, tumbuhnya lebat, dan perakarannya banyak. Setelah dipelihara kira – kira 1 – 3 bulan barulah bibit tersebut siap ditanamkan ke dalam pot. d) Menyiapkan rambatan Rambatan anggur bisa dibuat sesuai keinginan, baik bahan atau bentuknya. Bahan rambatan dapat dipaki dari kayu, bambu, besi atau pipa. Tempat rambatan dapat dibentuk seperti para – para, tangga (bentuk H), atau hanya berupa tiang saja. Rambatan ini dapat ditempatkan di luar atau di dalam pot.

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 4) Pemindahan bibit anggur ke dalam pot Sebelum diisi dengan media tanam, dasar pot dialasi pecahan batu bata atau genting. Selain itu, media tanam dimasukkan hingga penuh. Tepat di tengah – tengah pot disediakan lubang tanam kira – kira lebih besar sedikit dari ukuran polybag bibit. Bibit anggur yang akan ditanam diangkat beserta polibagnya dan ditaruh di dekat lubang yang telah disediakan. Selanjutnya polybag disobek dengan pisau dan dilepas. Setelah bibit tertanam, media tanam di dalam pot disiram dengan air. Akibat penyiraman permukaan media tanam akan turun sekitar 5 cm dari bibir pot. Pot yang ditanami anggur ini harus ditempatkan di tempat yang selalu mendapat sinar matahari secara penuh (Nurcahyo, 2010). c. Pemeliharaan tanaman anggur Bibit anggur yang telah ditanam di dalam pot harus dirawat dengan benar supaya pertumbuhannya normal. Perawatan yang kurang baik akan menyebabkan pertumbuhan terhambat. Akibatnya, tanaman anggur dalam pot tidak bisa segera dilihat keindahannya. Kegiatan pemeliharaan tanaman anggur dalam pot meliputi : 1) Penyiraman Penyiraman tanaman anggur dalam pot menjadi sangat penting untuk diperhatikan, jika tidak turun hujan perlu dilakukan penyiraman 1 – 2 hari sekali (Dewi, 2012). Tanaman anggur disiram secukupnya jangan sampai ada genangan, karena anggur tidak menyukai genangan walaupun memerlukan banyak siraman.

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 Adanya genangan dapat menyebabkan akar mudah diserang penyakit dan mengganggur sirkulasi udara (oksigen) dalam tanah (oksigen sangat dibutuhkan oleh akar). Penyiraman juga perlu dilakukan dengan hati – hati, diusahakan kucuran air tidak terlalu keras karena dapat merusak kedudukan butiran – butiran media tanam dan akhrinya mengganggu kedudukan akar (Setiadi, 2007). 2) Pemupukan Pemupukan bertujuan memberikan unsur – unsur makanan yang dibutuhkan oleh tanaman agar dapat tumbuh subur, sehat dan berproduksi tinggi. Unsur – unsur makanan yang diperlukan tanaman tersebut terdiri atas unsur makro dan unsur mikro (Cahyono, 2010). 3) Penyiangan Rumput – rumput liar (gulma) di areal kebun anggur harus selalu dibersihkan karena dapat mengganggu atau menghambat pertumbuhan tanaman anggur. Bibit anggur dalam masa pertumbuhannya sangat memerlukan lingkungan yang bersih dari tetumbuhan lain dan sangat memerlukan kondisi iklim yang cocok. Jika rumput – rumput (gulma) yang timbuh tidak segera dibersihkan, maka pertumbuhan bibit akan lambat, terutama dimusim kemarau dimana ketersediaan air sangat terbatas hampir seluruh persediaan air diserap oleh rumput (gulma). Penyiangan rumput (gulma) sebaiknya dilakukan dengan cara dicangkul agar rumput (gulma) dapat terpotong hingga akarnya. Penyiangan juga dapat dilakukan secara kimiawi, yakni dengan menggunakan bahan kimia herbisida yang disemprotkan pada rumput (gulma) sasaran yang tumbuh (Cahyono, 2010).

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 4) Pemberian ajir Supaya tumbuh lurus, bibit perlu diberi ajir. Ajir bisa berupa kayu atau bilah bambu setebal 1,5 cm dengan panjang 1 m. Ajir ini hanya berfungsi menyangga bibit sampai tiba waktu pemangkasan yang pertama. Pada awal penanaman bibit diikat longgar dengan ajir. Dalam pertumbuhannya nanti tanaman anggur dengan sendirinya akan tumbuh memanjat dengan abntuan sulur. Sulur akan membelit ajir sehingga tanaman anggur bisa tumbuh tegak (Nurcahyo, 2010). 5) Pemangkasan Teknis pemangkasan tidak berbeda dengan teknik pemangkasan anggur pada umumnya, yang perlu diperhatikan yaitu ketinggian batang utamanya. Pemangkasan batangnya kira – kira 50 cm dari permukaan media tanam. Dari pemangkasan ini akan keluar cabang baru, cabang baru dipilih yang sehat untuk tetap dipelihara. Selanjutnya, pemangkasan dilakukan sesuai dengan bentuk rambatannya (Setiadi, 2007). d. Pengendalian hama dan penyakit pada tanaman anggur Hama dan penyakit merupakan salah satu kedala yang dapat membatasi produksi sehingga dapat mengakibatkan penurunan produksi, baik secara kuantitas maupun kualiatas, bahkan seringkali dapat menggagalkan panen. Hama yang biasa menyerang tanaman anggur antara lain : tungau, ulat daun, belalang dan rayap.

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 Serangan hama dan penyakit dapat diatasi dengan cara sebagai berikut (Cahyono, 2010) : 1) Pengendalian secara kultur teknis, yakni melakukan pengolahan tanah secara intensif, menanam dengan jarak tanam yang cocok, pengairan atau penyiraman dengan air yang sehat, penyiangan, dan pemangkasan. 2) Pengendalian secara biologis, yakni menyebarkan dan memelihara hewan yang menjadi musuh alami (predator). 3) Pengendalian secara manual, yakni menangkap dan membunuh hama secara langsung dan memangkas bagian tanaman yang terserang hama atau penyakit dan membakarnya. 4) Pengendalian dengan obat kimiawi (racun), yakni meracun organisme pengganggu (hama dan pathogen) dengan obat – obat kimiawi (pestisida). Perlindungan tanaman dari serangan hama dan penyakit yang paling efektif sampai sekarang adalah dengan penggunaan senyawa kimia (pestisida). Namun, penggunaan senyawa kimia (pestisida) tersebut mengakibatkan berbagai dampak negatif terhadap lingkungan hidup (Cahyono, 2010). Pengendalian hama dan penyakit dapat berhasil baik jika ditunjang dengan pengamatan tanaman anggur secara rutin dan teliti. Setiap perubahan yang terjadi pada tanaman anggur sejak awal pertumbuhan benih hingga tanaman berbuah dan dinyataan afkir selalu diamati.

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 B. Jenis Tanah Pasir, Paingan, dan Gunung Kidul Tanah merupakan bagian dari kerak bumi yang terkomposisi atas bahan organik (sisa-sisa makhluk hidup) dan mineral. Tanpa tanah, makhluk tidak bisa hidup. Tanah disebut juga pendukung kehidupan. Kandungannya bervariasi, dari unsur - unsur esensial seperti N, P, K, Ca, S, Mg, Fe, B, Cl, dan lain-lain. Tanah terjadi akibat dari proses pelapukan batuan. Pakar pertanahan asal Swiss, Hans Jenny (1899-1992) mengatakan pembentukan tanah berasal dari pelapukan batuan akibat dari faktor organisme (termasuk manusia), perubahan permukaan bumi, dan faktor iklim serta cuaca. Dinamika faktor-faktor tersebut membentuk berbagai jenis tanah yang ada di bumi. Adapun jenis – jenis tanah yang digunakan sebagai media tanam tanaman anggur diantaranya : 1. Tanah Pasir (Regosol) Regosol adalah tanah yang tergolong berusia muda yang belum mengalami pembedaan secara horizontal, berstruktur berbukit, pH netral, tidak terlalu subur karena bertekstur pasir, berasal dari pasir pantai (Sri, 2014). Bahan penyusunnya berupa inorganik yang kasar (pasiran = sandy) yang mempunnyai struktur lepas – lepas (tidak melekat satu sama lain), tanpa perkembangan tanah atau kalau berkembang masih sangat lemah. Kemampuan menyimpan air sangat rendah, aerasinya sangat baik, drainasenya cepat sampai sangat cepat tergantung tingkat kekasarannya, umumnya belum banyak unsur hara yang tersediakan (Supriyo, 2009).

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 Tanah ini banyak terdapat di sepanjang pantai di banyak pulau di Indonesia. Di Pantai Selatan Pulau Jawa (di Parang Tritis dan Samas Bantul), Kulon Progo, Purworejo, Kebumen dan Cilacap pasirnya berasal dari vulkanik Gunung Merapi. Bukit – bukit pasir (sand dunes) terbentuk dari pasir di pantai yang berasal dari erosi dan terbawa oleh sungai, kemudian terbawa oleh kekuatan angin laut yang bersifat deflasi dan akumulasi. Kendala pasir pantai jika akan ditanami adalah : a. Kemampuan menyimpan air sangat rendah b. Unsur hara yang tersedia sangat rendah c. Kandungan garam sangat tinggi d. Kecepatan angin sangat kuat dan suhu tinggi, maka evapo-transpirasi sangat besar sehingga mempercepat kekeringan. Untuk mengatasi kendala – kendala tersebut antara lain dapat dilakukan dengan : a. Pemupukan dengan bahan organik (pupuk kandang, pupuk kompos, pupuk hijau) atau material – material yang mampu menyimpan air banyak misalnya : lempung (clay), hydro gel dll, pemberian mulsa pada sekitar tanaman untuk mengurangi penguapan. b. Membuat sumur – sumur (sumur renteng) untuk mengairi atau penyiraman (Supriyo, 2009).

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2. 26 Tanah Paingan (Aluvial) Tanah berasal dari endapan baru, berlapis – lapis, bahan organiknya jumlahnya berubah – ubah tidak teratur dengan kedalamannya. Lapisan di sini bukan horizon karena bukan terbentuk secara pedogenesis (perkembangan tanah secara alami, pelapukan mulai dari atas, proses eluvasi dan iluvasi), tetapi bahan atau material yang diendapkan berbeda dari waktu ke waktu dan lama pengendapan juga berbeda sehingga terbentuk lapisan yang berbeda (Supriyo, 2009). Tanah ini tergolong masih muda, belum berkembang, berasal dari lauvium, bentuk beraneka ragam, tidak berstruktur, basah pekat, pH bervariasi, tingkat kesuburan sedang sampai tinggi. Biasanya banyak terdapat di tepi sungai, cekungan dan pantai (Sri, 2014). Ciri pembentukan aluvial adalah bahan yang kasar (besar) akan diendapkan tidak jauh dari sumbernya, sedangkan semakin halus bahan akan diendapkan lebih jauh dan tiap lapisan cenderung seragam (tekstur, bahan, dll). Sifat tanah aluvial dipengaruhi langsung oleh sumber bahan asal, sehingga kesuburannyapun ditentukan oleh bahan asalnya. Kebanyakan tanah aluvial sepanjang aliran sungai besar merupakan campuran material yang banyak mengandung unsur – unsur hara tersedia bagi tanaman sehingga dianggap sebagai tanah yang subur. Secara pedagogis, tanah aluvial kurang dipengaruhi oleh iklim dan vegetasi, tetapi paling nampak pegaruhnya

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 pada ciri dan sifat tanahnya adalah bahan induk dan topografi sebagai akibat waktu terbentuknya tanah yang masih muda (Supriyo, 2009). 3. Tanah Gunung Kidul ( Latosol / Oxisols) Tanah Latosol sudah mengalami perkembangan dengan terjadi diferensiasi horizontal, memiliki tekstur lempung, berada pada kedalaman dalam, berbentuk remah - remah hingga menggumpal, gembur, berwarna cokelat merah hingga kuning. Banyak terdapat di daerah yang beriklim basah dengan 300-100 meter curah hujan, dan berasal dari pecahan tuf, breksi batuan beku yang terintrusi dan material vulkanik (Sri, 2014). Latosol merupakan tanah tropika yang sesungguhnya (asli, tulen) karena terletak di daerah tropika dengan suhu dan kelembaban yang selalu tinggi sepanjang tahun sehingga telah mengalami pelapukan yang sangat lanjut. Ciri – ciri tanah latosol adalah : a. Mempunnyai horison B oksik dengan ketebalan ≥ 30 cm b. Mempunnyai kadar lempung > 15 % c. Bertekstur lempung, struktur gumpal dengan stabilitas agregat tinggi, permiabilitas baik (cukup cepat), aerasi dan drainase baik, tahan terhadap erosi d. Batas horison permukaan / atas (A) dengan di bawahnya (B) kabur atau tidak jelas (baur = diffuse)

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI e. 28 Lempungnya kurang aktif karena dirajai oleh kaolinit (Al2Si2O5(OH)4) oleh sebab itu KPK lempungnya rendah (< 16 me/100 g lempung) dan kalau lapuk sudah tidak dapat menghasilkan usur hara esensial lagi f. Dalam fraksi debu dan pasirnya sudah tidak mengandung mineral yang dapat lapuk lagi karena hanya tersisa kuarsa (SiO2) g. Nisbah SiO2 / sesquioksida (Al2O3 + Fe2O3) dalam fraksi lempung rendah h. Tanah berwarna merah (teroksidasi baik) i. Mempunnyai solum sangat dalam (bisa > 6 m) Sifat fisik dari tanah latosol antara lain : a. Mempunyai solum yang sangat dalam bisa > 6 m b. Agregetnya telah mantab (stabil), sehingga tidak mudah terdispersi menjadi butir – butir tunggal c. Berstruktur gumpal, permiabilitasnya cukup baik sehingga aerasi drainasenya baik, aliran permukaan rendah, tidak peka erosi d. Berwarna merah, sesuai dengan namanya Oxi (oksidasi, Fe3+ = ferri merah) sebagai indikator aerasi dan drainase baik, warna merah – kuning menunjukkan tanah tua (lanjut) Tanah latosol telah mengalami pelapukan lanjut maka tanah ini mempunnyai sifat kimiawi yang jelek antara lain : a. Banyak logam – logam alkali (Na, Mg, Ca dan K) yang telah terlindi sehingga mempunnyai pH yang rendah (pH 3 - < 5) b. Kejenuhan basa rendah (< 35 %), unsur – unsur hara tersediakan rendah (miskin unsur hara esensial makro : P, K, Ca, Mg), tetapi kelebihan unsur –

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 unsur hara mikro (Zn, Mn, Fe, Cu) yang dapat menyebabkan potensi keracunan c. Kahat unsur hara mikro Mo, unsur ini dalam keadaan asa sukar terlarut d. Kelarutan Al dan Mn yang tinggi dapat menyebabkan keracunan e. Kandungan bahan organik umumnya rendah, untuk hutan alam bahan organik terakumulasi pada horizon permukaan setebal 5 – 10 cm. Fisiologinya dapat berupa dataran, perbukitan sampai pegunungan. Bahan induk dapat berupa : batuan plutonik ultra basik, bahan vulkanik, breksi, andesit, basaltik, dan batuan beku baik masam, intermedier sampai basik (alklin). Iklim berupa curah hujan tinggi hampir merata sepanjang tahun dan suhu juga tinggi sepanjang tahun sehingga taah sudah berkembang lanjut atau tua. Berdasarkan warnanya, tanah latosol dapat dibedakan menjadi : a. Latosol merah (2,5 YR 5/8 – 5 YR ¾ = merah coklat – kemerahan kelam) b. Latosol merah kekuningan (5YR 4/6 = merah – kekuningan) c. Latosol coklat – kemerahan (7,5 YR 4/3 = coklat kelam) d. Latosol coklat (10 R – 7,5 YR 4/4 = coklat – coklat kelam) e. Latosol merah – ungu (dari Pleihari, Kalimantan Selatan 10 YR 3/3 = coklat ungu) Latosol juga dapat dikelompokkan bersadarkan kandungan humusnya yaitu : a. Low Humic Latosol (berwarna coklat – merah, curah hujan rendah 1.00 mm/th sehingga pH 6 – 7)

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI b. 30 Humic Latosol (berwarna coklat – coklat kekuningan, curah hujan agak rendah 1.000 – 2.500 mm/th, pH <5) c. Ferruginous Humic Latosol (horizon Ai dan A2 berwarna ungu (purple)) d. Hydrol Humic Latosol (berkembang di daerah hujan lebat dan curah hujan sangat tinggi berkisar antara 4.000 – 9.000 mm/th, dengan ciri banyak humus, di bawahnya terdapat horison A1 berwarna kekelabuan dan horison A2 berwarna kuning) (Supriyo, 2009). C. Hipotesis 1. Terdapat pengaruh dari berbagai jenis media tanah yang digunakan untuk budidaya tanaman anggur terhadap pertumbuhan tanaman anggur varietas Kediri Kuning. 2. Pertumbuhan tanaman anggur mengalami kenaikan pada tiap minggunya. 3. Media tanah Gunung Kidul (Latosol) merupakan media tanah yang paling baik untuk pertumbuhan tanaman anggur varietas Kediri Kuning.

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Rancangan Penelitian Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental dengan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL). Rancangan Acak Lengkap atau completely randomized design merupakan salah satu model rancangan paling sederhana dalam rancangan percobaan. Rancangan ini disebut rancangan acak lengkap, karena pengacakan perlakuan dilakukan pada seluruh unit percobaan. Rancangan acak lengkap digunakan bila faktor yang akan diteliti satu faktor atau lebih dari satu faktor (sesuai untuk percobaan dengan jumlah perlakuan yang tidak terlalu banyak). Rancangan acak lengkap ini digunakan apabila unit percobaan homogen (misalnya untuk percobaan di laboratorium, di lapangan dan rumah kaca), selain itu jika tidak ada pengetahuan / informasi sebelumnya tentang kehomogenan satuan percobaan dan apabila jumlah perlakuan hanya sedikit. Penelitian mengenai budidaya tanaman anggur dalam pot ini menggunakan tiga perlakuan dengan media tanah yang berbeda, yaitu : Tanah Pasir (Regosol), Tanah Paingan (Aluvial) dan Tanah Gunung Kidul (Latosol) serta ditambah dengan media Kontrol sebagai pembanding. Pada tiap – tiap media tanah memiliki tiga (3) pengulangan, sehingga total tanaman yang diteliti ada 12 tanaman anggur dalam pot. Sumber pengumpulan data berupa populasi atau sampel. Setelah jelas sumber pengumpulan datanya, maka dapat diukur sifat yang hendak diukur yang dikenal 31

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 sebagai variabel. Menurut kedudukannya, variabel dibagi menjadi dua yaitu variabel terikat dan variabel bebas. Pada pertumbuhan tanaman anggur ini menggunakan 3 jenis variabel, yaitu variabel bebas, variabel terikat dan variabel kontrol. Variabel atau faktor penelitian memiliki peranan sangat penting dalam suatu penelitian pendidikan. Adapun variabel yang digunakan untuk penelitian tanaman anggur ini meliputi : 1. Variabel Bebas Variabel bebas adalah variabel yang nilainya mempengaruhi variabel terikat. Adapun variabel bebas yang digunakan adalah sebagai berikut: 1. Tanah Regosol (tanah pasir) yang diambil dari pasir Pantai Samas. 2. Tanah Aluvial yang digunakan adalah tanah dari daerah Paingan. 3. Tanah Latosol (tanah kapur) yang diambil dari tanah Gunung Kidul (Pathuk dan Nglanggeran). 2. Variabel Terikat Variabel terikat adalah variabel yang nilainya dipengaruhi oleh variabel bebas. Dalam penelitian ini yang digunakan dalam variabel terikat adalah tinggi batang, jumlah daun, diameter batang. Ketahanan terhadap hama dan penyakit juga diamati secara kualitatif. Adapun ketentuan – ketentuannya sebagai berikut: a. Tinggi batang (cm): Perhitungan dan pengukuran yang digunakan untuk tinggi batang adalah dari tunas yang dipelihara yaitu pada batang primer / pokok hingga mencapai tunas yang paling atas dari tanaman tersebut (pucuk).

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI b. 33 Jumlah daun (helai) : menghitung jumlah daun yang tumbuh pada batang primer yang dipelihara sampai batang sekunder dan tersier pada tiap minggunya untuk tiap media tanah dan pada setiap pengulangan (pot) c. Diameter batang : perhitungan dan pengukuran yang digunakan untuk diameter batang adalah diambil dari batang sekunder yang berada dekat dan menempel pada batang primer. d. Ketahanan terhadap hama dan penyakit: perhitungan dan pengukuran yang digunakan untuk ketahanan terhadap hama dan penyakit ialah dengan menghitung prosentase daun yang terkena penyakit dengan cara 100 % dibagi dengan jumlah daun lalu untuk setiap daun diberi nilai sesuai dengan hasil pembagian dan sesuai dengan ketahanan daun dari penyakit. 3. Variabel Kontrol Variabel kontrol adalah variabel yang menjadi variabel bebas dan dimasukkan ke dalam penelitian tetapi dibuat konstan dengan mengontrolnya. Penelitian ini yang digunakan sebagai variabel kontrol adalah air, cahaya, suhu dan kelembaban. Pada penelitian ini dilakukan tiga kali pengulangan untuk penelitian pada setiap varietas, dan menggunakan sistem acak atau random atau sering dikenal dengan sebutan kesempatan yang sama untuk mendapatkan peluang pemunculannya. Penempatan tanah harus diacak agar kondisi bisa sama, dan harus memperhatikan pemanfaatan dari pot itu sendiri, dengan tujuan agar masing – masing mempunyai perlakuan yang sama.

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 B. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di kebun anggur Pendidikan Biologi Universitas Sanata Dharma tepatnya di Paingan, Maguwoharjo, Yogyakarta. Penelitian ini dilaksanakan kurang lebih selama enam bulan, yaitu pada bulan November 2013 sampai dengan Februari 2014. C. Alat dan Bahan Tabel 3.1. Alat, Bahan dan Media tanam Alat Bahan Media Pot Lyphotril (pupuk daun) Tanah Gunung Kidul Gunting Lanette (pengendali hama) Tanah Paingan Semprotan Bibit anggur (Kediri kuning) Tanah Pasir Pantai Samas (Bantul) Sabit Abu gosok Pupuk kompos Cangkul Cobox (pengendali fungi) Pupuk kascing Tali rafia Air Pagar Ajir Ember Bak air Penggaris Meteran Jangka sorong Serok / cethok Sekop Alat tulis pH meter Timbangan

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Alat Bahan Media Karung Thermometer Gelas ukur Alat pengukur kelembapan Gembor D. Prosedur Kerja 1. Penyiapan Lahan dan Pengambilan Media Menyiapkan lahan untuk penelitian dan mengambil media tanam (tanah Paingan, tanah Gunung Kidul dan Pasir pantai Samas), dilakukan pada hari Senin 7 Oktober – Kamis 31 Oktober 2013 pada pagi hari mulai pukul 05.00 WIB dan pada sore hari mulai pukul 16.00 WIB. Menyiapkan 2 jenis pupuk, yaitu pupuk kompos dan pupuk kascing. Dilakukan pada hari Senin 7 Oktober – Kamis 31 Oktober 2013 pada pagi hari mulai pukul 05.00 WIB dan pada sore hari mulai pukul 16.00 WIB. Mencampur pupuk kompos dan pupuk kascing (sesuai perbandingan) yang dilakukan pada Senin 7 Oktober – Kamis 31 Oktober 2013 pada pagi hari mulai pukul 05.00 WIB Mencampur ketiga media tanah ditambah dengan kedua jenis pupuk (sesuai perbandingan) yang dilakukan pada Senin 7 Oktober – Kamis 31 Oktober 2013 pada pagi hari mulai pukul 05.00 WIB dan sore hari mulai pukul 16.00 WIB Setelah semua media tercampur sesuai pengulangan, lalu dimasukkan ke dalam karung dan disimpan sebelum diisikan ke dalam pot. Dilakukan pada Senin 7 Oktober – Kamis 31 Oktober 2013 pada pagi hari mulai pukul 05.00 WIB dan sore hari mulai pukul 16.00 WIB 35

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2. Penyiapan Media Tanam dalam Pot Setelah menyiapkan lahan dan media tanam dilanjutkan dengan menata pot dan mengisinya dengan media, dilakukan pada hari Rabu 23 Oktober – Kamis 31 Oktober 2013 mulai pukul 05. 00 WIB dan dilanjutkan pada sore hari mulai pukul 16.00 WIB Mengisi pot dengan media yang telah tercampur (sesuai pengulangan), dilakukan pada hari Rabu 23 Oktober – Kamis 31 Oktober 2013 mulai pukul 05. 00 WIB dan dilanjutkan pada sore hari mulai pukul 16.00 WIB Setelah semua pot terisi dengan media kemudian menyiram tanah sebelum ditanami hingga semua basah mencapai dasar pot. Setelah semua pot disirami, maka melakukan pendinginan media sebelum ditanami. Dilakukan pada hari Jumat 1 November – Senin 4 November 2013 pada pagi hari mulai pukul 05.00 WIB dan sore hari pukul 16.00 WIB 36

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3. 37 Perbandingan Penyampuran Media Tabel 3.2. Perbandingan Penyampuran Media Perlakuan Pupuk Pasir Tanah Keterangan Media Tanah Regosol 1 1 2 Pupuk kompos dan Tanah Regosol Media Tanah Alluvial 1 1 2 Pupuk kompos, Pasir dan Tanah Paingan Media Tanah Latosol 1 1 2 Pupuk Kompos, Pasir dan Tanah Gunung Kidul Media Kontrol 1 1 - Pupuk kompos, Pasir 4. Penanaman Anggur dan Pemeliharaan Penanaman anggur dilakukan pada hari Selasa 5 November 2013 pukul 14.30 – 17.30 WIB, penanaman dilakukan pada sore hari. Adapun cara kerja dalam penanaman dan pemeliharaan tanaman anggur varietas Kediri Kuning ialah :

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Cara kerja Penanaman dan Pemeliharaan : Setelah media didinginkan selama 4 hari, maka media siap ditanami dengan bibit anggur Membuat lubang sedalam ± 10 cm untuk memasukkan bibit tanaman Mengambil bibit anggur yang akan ditanam dan dikeluarkan dari polybag dengan cara menggunting bagian atas polybag hingga bagian dasar (bibit dipegang menggunakan tangan kiri dan gunting disebalah tangan kanan) Setelah menggunting polybag, bibit anggur dikeluarkan dengan hati – hati agar tidak merusak akar bibit. Kemudian menanam bibit anggur yang sudah terlepas dari polybag ke dalam media di dalam pot Menguruk tanaman dengan media yang berada di dalam pot Memberi ajir / penyangga tanaman agar tidak terguncang / patah jika terguncang angin dan diikat dengan batang anggur Memberi pagar untuk membantu perambatan tanaman anggur 38

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5. 39 Pengamatan Pengambilan data (pengukuran) dilakukan setiap hari Rabu dengan bantuan alat ukur (penggaris, meteran dan jangka sorong) dan hasil dari pengukuran dicatat untuk kemudian dijadikan data penelitian, dalam tabel – tabel berikut ini : Tabel 3.3. Hasil Pengukuran (data diambil setiap hari Rabu) Tanggal Pasir Variabel Paingan 1 2 3 1 2 3 Gunung Kontrol Kidul 1 2 3 1 2 3 Tinggi batang (cm) Jumlah daun (helai) Diameter batang (mm) Ketahanan terhadap hama / penyakit (%) Cara penghitungan tinggi batang, jumlah daun, diameter batang dan ketahanan terhadap hama / penyakit : a. Tinggi batang : diukur menggunakan penggaris / meteran dari pangkal batang primer hingga pucuk, jika tinggi batang sudah melebihi 50 cm maka pucuk batang dipangkas 50 cm untuk kemudian menumbuhkan 2 cabang sekunder yang akan dirambatkan ke kanan dan kiri. Setelah batang sekunder mencapai tinggi lebih dari 50 cm maka harus dipangkas lagi 50 cm untuk menumbuhkan 2 cabang tersier yang akan dirambatkan ke atas. Kemudian mengitung total tinggi tanaman anggur.

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 b. Jumlah daun : menghitung total jumlah daun yang ditumbuhkan saat budidaya tanaman anggur c. Diameter batang : menghitung diameter dengan menggunakan jangka sorong dari batang sekunder yang berada dekat dan menempel pada batang primer. d. Ketahanan hama / penyakit : menghitung prosentase ketahanan daun sehat (tidak terserang hama) dengan cara : 1) Prosentase daun sehat per helai (x) = 2) Kriteria daun yang sehat tiap helainya antara lain : a) Satu helai daun yang utuh nilainya (x) b) Terdapat lubang / jamur di setengah helai daun = c) Terdapat lubang / jamur merata dalam satu helai daun = 0 3) Prosentase sisa daun sehat tiap helai dijumlahkan untuk mendapatkan prosentase sisa daun sehat dalam satu tanaman. Tabel 3.4. Hasil Pengulangan Perlakuan R1 Tanah Pasir (Regosol) Tanah Paingan (Alluvial) Tanah Gunung Kidul (Latosol) Kontrol TOTAL R2 R3 Total perlakuan Rerata perlakuan

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 E. Analisis Data Hasil pengukuran tinggi tanaman angur yang diperoleh selama penelitian dapat dihitung dengan menggunakan uji Anova untuk mendapatkan data yang signifikan (ada pengaruh antara pertambahan tinggi dengan media tanam yang digunakan). Sebelum perhitungan dengan uji Anova untuk mengetahui pengaruh media tanah dengan pertumbuhan tanaman anggur, maka dilakukan uji normalitas data terlebih dahulu untuk mengetahui bahwa data yang digunakan berasal dari distribusi data normal karena tiap populasi memiliki sifat normal. Setelah menguji normalitas data, maka dilanjutkan dengan pengujian homogenitas varians untuk memastikan bahwa kelompok yang dibandingkan merupakan kelompok yang mempunnyai varians homogen. Pengujian normalitas, homogenitas dan Anova dilakukan dengan menggunakan program SPSS. Analisis data yang digunakan dalam penelitian mengenai pertumbuhan tanaman anggur ini menggunakan Analisis Anova. Analysis of Variance (ANOVA) adalah suatu cara utuk menguraikan ragam total menjadi komponen ragam. Tes Anova (uji F, Analysis of Variance) digunakan untuk mengetes kelompok yang lebih dari dua. Secara umum uji F dibedakan menjadi dua : Anova untuk One Factor Between Subject Design dan Anova untuk One Factor Within Subject Design. Between design digunakan bila kelompok yang di tes itu dependent, sedangkan yang within design bila kelompoknya adalah dependent. Uji Anova termasuk uji parametik, sebelum menggunakan uji Anova terlebih dahulu memeriksa sampel yang digunakan apakah sesuai dengan asumsi – asumsi

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 dari uji tersebut. Uji Anova mempunnyai asumsi seperti dibawah ini (Sutrisno, 1988 dalam Sirait, 2001) : 1. Individu – individu dalam sampel harus diambil secara random secara terpisah satu sama lain dari masing – masing populasinya (sampel bersifat independen) 2. Distribusi gejala yang diselidiki dalam masing – masing populasi itu adalah normal. Jika belum diketahui apakah sampel telah mengikuti distribusi normal atau tidak, dapat dilakukan pengetesan normalitas (test of normality) 3. Varians dari masing – masing populasi tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan satu sama lain. Apabila belum diketahui harus dihitung terlebih dahulu dengan mengadakan pengetesan terhadap varians – varians (test of variance). Adapun penghitungan Analisis Variansinya sebagai berikut : Tabel 3.5. Analisis Variansi Sumber variasi df SS MS F hitung F tabel 5% 10 % Perlakuan Galat Percobaan Total Keterangan : a) Df total = jumlah semua pengamatan – 1 = 12 – 1 = 11 b) Df perlakuan = jumlah perlakuan – 1 = 4 -1 = 3 c) Df galat = df total – df perlakuan = 11 – 3 = 8 d) CF = (jumlah total)2 : jumlah pengamatan = (ΣX2)/rt e) SS total = ΣX2 – CF f) SS perlakuan = Σ(total perlakuan)2 : r – CF g) SS galat = SS total – SS perlakuan

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI h) i) j) k) 43 MS = SS : df MS perlakuan = SS perlakuan : df perlakuan MS galat = SS galat : df galat F hitung = MS perlakuan : MS galat Kriteria pengujian normalitas, kesamaan varians dan Anova adalah : 1. Normalitas (Test of Normality) H0 = variansi populasi adalah normal Hi = variansi populasi adalah tidak normal a. Jika Nilai Sig. < 0,05, maka Ho bahwa data berdistribusi normal ditolak. Hal ini berarti data sampel berasal dari populasi berdistribusi tidak normal. b. Jika Nilai Sig. > 0,05, maka Ho diterima. Hal ini berarti data sampel berasal dari populasi berdistribusi normal. 2. Kesamaan Varians (Test of Homogeneity of Variances) H0 = variansi populasi adalah sama Hi = variansi populasi adalah tidak sama a. Jika Nilai Sig. < 0,05, maka H0 bahwa varians kedua kelompok sama ditolak. Hal ini berarti kedua kelompok mempunyai varians yang tidak sama. b. Jika Nilai Sig. > 0,05, maka H0 diterima. Hal ini berarti kedua kelompok mempunyai varians yang sama. 3 Anova Dari tabel F dengan degree of freedom 3 (numerator) (perlakuan) dan 8 (denomerator) (galat percobaan) didapatkan nilai Feritical sebesar 4.07 untuk level

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 signifikan 0.05. Output Anova adalah akhir dari perhitungan yang digunakan sebagai penentuan analisis terhadap hipotesis yang akan diterima atau ditolak. Dalam hal ini hipotesis yang akan diuji adalah : H0 = Tidak ada perbedaan rata-rata hasil pertumbuhan tanaman anggur dengan jenis tanah. (Sama) Hi = Ada perbedaan rata-rata pertumbuhan tanaman anggur dengan jenis tanah. (Tidak Sama) Untuk menentukan Ho atau Hi yang diterima maka ketentuan yang harus diikuti adalah sebagai berikut : a) Jika Fhitung > Ftabel maka H0 ditolak Hal ini berarti bahwa perlakuan yang diberikan berpengaruh nyata pada taraf 5% sehingga dinyatakan signifikan. b) Jika Fhitung < Ftabel maka H0 diterima Hal ini berarti bahwa perlakuan yang diberikan tidak ada pengaruh nyata pada taraf 5% sehingga dinyatakan tidak signifikan. Analisis setelah anova atau pasca Anova (post hoc) dilakukan apabila hipotesis nol (Ho) ditolak. Fungsi analisis setelah anova adalah untuk mencari kelompok mana yang berbeda. Hal ini ditunjukkan oleh F hitung yang menunjukkan adanya perbedaan. Apabila F hitung menunjukkan tidak ada perbedaan, tentu analisis sesudah anova tidak perlu dilakukan. Ada beberapa teknik analisis yang dapat digunakan untuk melakukan analisis sesudah anova, antara lainTukey’s HSD, Bonferroni, Sidak, Scheffe, Duncan dan lain - lain yang

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 popular dan yang sering digunakan adalah Tukey’s HSD (honestly significant difference). Proses perhitungannya adalah sebagai berikut : a. Menghitung Tukey’s HSD dengan rumus : HDS = q Keterangan : N = banyaknya sampel perkelompok q = the studentizet range statistic k = banyaknya kelompok df = N – k b. Mencari perbedaan rata-rata antar kelompok. Menghitung rata-rata masing-masing kelompok : Xm = Selanjutnya membandingkan perbedaan rata-rata antar kelompok dengan nilai HSD, bila perbedaan rata-rata lebih besar dari nilai HSD berarti ada perbedaan yang signifikan. Tetapi bila lebih kecil dari nilai HSD, maka tidak ada perbedaan yang signifikan.

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Tinggi Tanaman Pertumbuhan tanaman dapat dilihat dari pertambahan tinggi tanaman. Semakin tinggi tanaman tersebut, maka pertumbuhan tanaman menjadi semakin bagus. Berdasarkan data selama penelitian, tinggi tanaman anggur dari minggu ke minggu mengalami kenaikan, adapun grafik rata – rata tinggi tanaman anggur pada tiap minggu dan pada tiap perlakuan disajikan pada gambar berikut ini : Rata - rata Tinggi Batang Tiap Minggu 800 tinggi batang (cm) 700 600 500 Regosol 400 Alluvial 300 200 Latosol 100 Kontrol 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 Minggu ke- Gambar 4.2. Grafik Rata – Rata Tinggi Tanaman Tiap Minggu (cm) 46

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 Rata - rata Tinggi Tanaman Tiap Perlakuan tinggi tanaman (cm) 250 200 150 100 50 0 Rata-rata Regosol 136,13 Alluvial 171,11 Latosol 186,53 Kontrol 228,2 Gambar 4.3. Rata – Rata Tinggi Tanaman pada Tiap Perlakuan (cm) Dilihat dari grafik yang tertera pada gambar 4.2 yaitu grafik rata – rata tinggi tanaman anggur pada tiap minggu memiliki nilai yang berbeda – beda. Perolehan dari minggu pertama penelitian hingga minggu terakhir penelitian menunjukkan grafik yang terus meningkat. Tanaman dikatakan tumbuh dengan baik jika tinggi tanaman dari minggu ke minggu selalu bertambah, meskipun terkadang tinggi tanaman ada yang jumlahnya tetap (tidak bertambah). Berdasarkan dari gambar 4.3, menunjukkan rata – rata tinggi tanaman pada tiap perlakuan memliki grafik yang berbeda. Tanaman pada media tanah pasir (Regosol) memiliki rata – rata tinggi tanaman paling rendah (136,13 cm) dibandingkan dengan tanaman pada media tanah Paingan (Alluvial), tanah Gunung Kidul (Latosol) dan juga tanah kontrol. Sedangkan tanaman pada media tanah Kontrol memiliki nilai rata – rata paling tinggi yaitu 228,2 cm dari semua perlakuan (Regosol, Alluvial dan Latosol).

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 Berdasarkan pada uji Anova diperoleh nilai Fhitung 0.567 yang lebih kecil dari Ftabel 4.07 pada taraf 5% (0.05), dengan demikian maka Ho diterima yang berarti media tanah yang digunakan (Regosol, Alluvial, Latosol dan Kontrol) tidak ada pengaruhnya terhadap tinggi tanaman anggur (tidak signifikan). 2. Jumlah Daun Menurut Cahyono (2010), “Daun tanaman merupakan bagian dari organ tubuh tumbuhan yang berfungsi sebagai tempat berlangsungnya proses asimilasi yang menghasilkan zat – zat yang diperlukan tanaman untuk pertumbuhan vegetatif (batang, cabang, sulur, dan daun) dan pertumbuhan generatif (bunga, buah, dan biji)”. Daun juga merupakan bagian dari tubuh tumbuhan yang berguna untuk proses fotosintesis dari tumbuhan tersebut. Semakin banyak jumlah daun pada tanaman, makan proses fotosintesisnya juga semakin baik pula. Jumlah daun dari minggu ke minggu mengalami kenaikan namun juga mengalami penurunan, data penelitian mengenai rata - rata jumlah daun tiap minggu dapat dilihat pada gambar 4. 4 dan untuk rata – rata jumlah daun tiap perlakuan terdapat pada gambar 4.5 berikut :

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 Rata - rata jumlah daun tiap minggu jumlah daun (helai) 140 120 100 80 Regosol 60 Alluvial 40 Latosol 20 Kontrol 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 Minggu ke - Gambar 4.4. Grafik Rata – rata Jumlah Daun Tiap Minggu (helai) Rata-rata Jumlah Daun tiap Perlakuan Jumlah daun (helai) 60 50 40 30 20 10 0 Rata-rata Regosol 42,45 Alluvial 46,37 Latosol 48,31 Kontrol 52,61 Gambar 4.5. Grafik Rata – rata Jumlah Daun tiap Perlakuan (helai) Rata – rata jumlah daun pada media tanah Regosol (pasir), Alluvial (Paingan), Latosol (Gunung Kidul) dan Kontrol dari minggu pertama hingga minggu terakhir memiliki jumlah daun yang berbeda – beda, jumlah daun tiap

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 minggu ada yang bertambah, ada yang berkurang dan bahkan jumlahnya tetap. Hal ini dapat dilihat dari gambar 4.4 pada grafik rata – rata jumlah daun tiap minggunya. Sedangkan untuk grafik rata – rata jumlah daun tiap perlakuan juga memiliki nilai yang berbeda antara media tanah Regosol, Alluvial, Latosol dan Kontrol. Pada media tanah Regosol memiliki nilai rata – rata paling rendah dibandingkan dengan tanah Alluvial, Latosol dan Kontrol. Media tanah Alluvial dan tanah Latosol memiliki nilai rata – rata yang hampir sama, namun media tanah Alluvial lebih rendah dibandingkan dengan tanah Latosol. Nilai rata – rata paling tinggi dari setiap media terletak pada media Kontrol. Hal ini dapat dilihat berdasarkan grafik pada gambar 4.5. Dengan demikian, rata – rata jumlah daun pada tiap perlakuan berbeda satu sama lain. Berdasarkan pada uji Anova diperoleh nilai Fhitung 1.593 yang lebih kecil dari Ftabel 4.07 pada taraf 5% (0.05), dengan demikian maka Ho diterima yang berarti media tanah yang digunakan (Regosol, Alluvial, Latosol dan Kontrol) tidak ada pengaruhnya terhadap jumlah daun tanaman anggur (tidak signifikan). 3. Diameter Batang Tanaman dikatakan memiliki pertumbuhan yang baik jika tanaman itu mempunnyai respon yang tinggi terhadap faktor lingkungan, seperti sinar matahari, suhu, kelembaban dan penyerapan unsur hara oleh akar tanaman yang kemudian disalurkan ke batang, daun dan juga buah. Respon yang tinggi tersebut dapat dimanfaatkan oleh tanaman untuk proses fisiologi pertumbuhan tanaman khususnya untuk diameter batang. Pada gambar di bawah ini disajikan grafik rata

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 – rata diameter batang tanaman anggur tiap minggu dan rata – rata diameter batang pada tiap perlakuan sebagai berikut : Rata-rata Diameter Batang tiap minggu diameter (cm) 2,5 2 1,5 Regosol 1 Alluvial 0,5 Latosol 0 Kontrol 6 7 8 9 10 11 12 minggu ke- 13 14 15 16 Gambar 4.6. Grafik Rata – rata Diameter Batang Tiap Minggu (cm) Diameter Batang (cm) Rata-rata Diameter Batang tiap Perlakuan 1,8 1,6 1,4 1,2 1 0,8 0,6 0,4 0,2 0 Rata-rata Regosol 1,3 Alluvial 1,32 Latosol 1,62 Kontrol 1,58 Gambar 4.7. Grafik Rata – rata Diemater Batang tiap Perlakuan (cm) Rata – rata diameter batang memiliki nilai yang terus bertambah dari minggu ke minggu, hal ini dapat dilihat berdasarkan gambar 4.6 pada grafik rata – rata

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 diameter batang tiap minggu. Sedangkan untuk nilai rata – rata diameter batang tiap perlakuan juga memiliki nilai yang berbeda satu sama lain. Perlakuan pada media tanah Regosol (pasir) memiliki nilai rata – rata diameter paling kecil yaitu 1,3 cm dibandingkan dengan perlakuan pada media tanah lainnya, namun perlakuan pada media tanah Regosol dan Alluvial (Paingan) memiliki nilai rata – rata yang hampir sama yaitu 1,3 cm untuk media tanah Regosol dan 1,32 cm untuk media tanah Alluvial. Pada perlakuan tanah Latosol (Gunung Kidul) memiliki nilai rata – rata diameter paling besar dibandingkan dengan tanah lainnya yaitu sebesar 1,62 cm. Berdasarkan pada uji Anova diperoleh nilai Fhitung 1.026 yang lebih kecil dari Ftabel 4.07 pada taraf 5% (0.05), dengan demikian maka Ho diterima yang berarti media tanah yang digunakan (Regosol, Alluvial, Latosol dan Kontrol) tidak ada pengaruhnya terhadap diameter tanaman anggur (tidak signifikan). 4. Ketahanan terhadap Hama dan Penyakit Salah satu masalah dalam usaha peningkatan mutu dan produksi anggur adalah serangan hama dan penyakit pada daun, tunas, sulur dan buah anggur. Pada tanaman anggur terdapat beberapa penyakit yang masing - masing menyerang bagian tanaman tertentu dengan gejala dan cara serangan yang berbeda - beda, tergantung jenis penyebabnya. Penyakit utama yang sering menyerang pertanaman anggur yaitu downy mildew yang muncul pada musim hujan (Dwiastuti dan Nurhadi, 1986 dalam Baswarsiati, 2009). Menurut Kusumo (1991) dalam Baswarsiati (2009) “Varietas yang telah dilepas sebagai varietas unggul

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 yaitu Bali, Probolinggo Biru, Probolinggo Super dan Kediri Kuning. Ke empat varietas unggul tersebut kurang tahan terhadap downy mildew”. Penelitian mengenai pertumbuhan tanaman anggur dalam pot ini juga mengukur ketahanan daun terhadap hama dan penyakit, penghitungan ketahanan daun terhadap hama dan penyakit dilakukan dengan cara membuat prosentase daun yang terkena penyakit dengan cara 100 % dibagi dengan jumlah daun lalu untuk setiap daun diberi nilai sesuai dengan hasil pembagian dan sesuai dengan ketahanan terhadap penyakit. Ketahanan daun terhadap penyakit tidak menggunakan perhitungan Anova, karena fokus pada penelitian hanya pada tinggi tanaman, jumlah daun dan diameter batang. Adapun grafik daun yang tersisa dari serangan hama dan penyakit dapat dilihat pada grafik berikut : prosentase ketahahan (%) Rata - rata ketahanan tiap minggu 250 200 150 Regosol Alluvial 100 Latosol 50 Kontrol 0 6 7 8 9 10 11 12 Minggu ke - 13 14 15 16 Gambar 4.8. Grafik Rata – rata Ketahanan Daun tiap Minggu (%)

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 prosentase Ketahanan (%) Rata-rata Ketahanan tiap Perlakuan 185 180 175 170 165 160 155 150 Rata-rata Regosol 176,18 Alluvial 180,39 Latosol 161,24 Kontrol 172,94 Gambar 4.9. Grafik Rata- rata Ketahanan tiap Perlakuan (%) Data yang diperoleh dari perhitungan selama pengamatan memiliki nilai rata – rata yang berbeda dari minggu ke minggu untuk ketahanan terhadap hama dan penyakit. Hal ini dapat dilihat berdasarkan pada gambar 4.8 yaitu grafik rata – rata ketahanan tiap minggu. Pada minggu ke – 13 tanah Regosol, Alluvial, Latosol dan Kontrol mengalami penurunan ketahanan terhadap hama karena kelembaban tanah pada minggu itu sangat tinggi, sehingga mengakibatkan hama banyak menyerang daun tanaman anggur. Perlakuan dengan media tanah Latosol (Gunung Kidul) memiliki nilai rata – rata paling kecil (banyak terserang hama) dibandingkan dengan perlakuan pada media tanah Regosol (pasir), Alluvial (Paingan) dan Kontrol. Perlakuan dengan tanah Aluvial memiliki nilai rata – rata ketahanan paling tinggi, hal ini dapat dilihat pada gambar 4.9 yaitu rata – rata ketahanan tiap perlakuan.

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 B. Pembahasan Pertumbuhan tanaman dapat diartikan sebagai perubahan secara kuantitatif siklus hidup tanaman yang tidak dapat dibalikkan (irreversible) atau peningkatan ukuran tanaman yang tidak akan kembali akibat pembelahan dan pembesaran sel. Pertambahan ukuran tubuh tanaman secara keseluruan merupakan pertambahan ruang atau volume secara permanen atau pertambahan volume yang tidak dapat balik (Irreversible increase in volume). Proses pertumbuhan dikendalikan oleh dua faktor, yaitu faktor genetik dan faktor lingkungan tanaman. Pertumbuhan tanaman pada faktor genetik mengandalkan kemampuan dan kapasitas dari tanaman tersebut atau tanaman itu direkayasa melalui ilmu pemuliaan. Sedangkan pada faktor lingkungan dipengaruhi oleh tempat, cahaya matahari, waktu tanam, pupuk yang digunakan, strategi pengendalian hama penyakit dan sebagainya. Interaksi dari kedua faktor ini dapat diukur melalui penampilan tanaman di lapangan. Pertumbuhan pada tanaman anggur ini mempunnyai respon yang berbeda – beda terhadap perlakuan dengan menggunakan media tanah Pasir (Regosol), tanah Paingan (Alluvial), tanah Gunung Kidul (Latosol) dan juga Kontrol karena ketersediaan hara yang berbeda dari masing – masing jenis tanah tersebut. Berdasarkan uji Anova diketahui bahwa jenis tanah tidak ada pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman anggur baik dari segi tinggi tanaman, jumlah daun, dan diameter batang tanaman anggur. Hal ini terjadi karena tanah yang digunakan sebagai media tanam merupakan media yang sudah direkayasa (dicampur dengan pupuk kompos dan juga pasir dengan perbandingan) (dapat

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 dilihat pada Perbandingan Penyampuran Media BAB III), jadi bukan merupakan tanah asli. Sehingga jenis tanah yang digunakan tidak berpengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah daun dan diameter batang tanaman anggur. Selain itu, penambahan pasir dan pupuk pada setiap jenis tanah juga dapat mengubah sifat asli jenis tanah tersebut. Tanaman anggur dapat tumbuh pada semua jenis tanah yang bertekstur liat, air cukup tersedia, dan drainase baik (Dewi, 2012). Tanaman anggur selalu dipupuk dan disirami sehingga tanah pertanaman anggur tergolong subur dan cukup air. Jika terlalu sering disiram maka tanah akan menjadi lembab dan mengakibatkan tanaman mati, penyiraman dilakukan jika tanah sudah kering. Pupuk merupakan bahan kimia atau organisme yang berperan dalam penyediaan unsur hara bagi keperluan tanaman secara langsung atau tidak langsung. Pupuk organik adalah pupuk yang sebagian besar atau seluruhnya terdiri dari bahan organik yang berasal dari tanaman dan atau hewan yang telah melalui proses rekayasa, dapat berbentuk padat atau cair yang digunakan untuk mensuplai bahan organik, memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah. Pada media tanam menggunakan campuran pupuk kandang dan jenis tanah yang telah ditentukan, maka tanaman anggur yang ditanaman dapat tumbuh dengan baik. Penggunaan pupuk kompos dan pupuk kascing yang dicampur pada media tanah (media tanam) dapat meningkatkan humus tanah sehingga nutrisi yang didapatkan pada setiap tanah menjadi sama. Tanaman anggur biasa dilakukan pada akhir musim hujan, namun dalam penelitian ini penanaman anggur dilakukan pada awal musim hujan sehingga tingginya curah hujan pada saat itu (Bulan Oktober) dapat memicu datangnya

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 hama dan penyakit yang dapat menyerang tanaman anggur. Ketika musim penghujan tersebut, pot tanaman anggur tergenang oleh air hujan sehingga tanah yang digunakan untuk menanam anggur memiliki pH yang tinggi. Selain karena pH yang tinggi, kelembaban tanah ketika musim penghujan juga mempengaruhi pertumbuhan tanaman anggur. Hama yang datang menyerang tanaman anggur ini bersembunyi di balik tanah yang becek (akibat tergenang hujan), selain itu hama juga bersembunyi dibalik rerumputan liar yang tumbuh disekitar pot tanaman anggur. Hama yang menyerang tanaman anggur tersebut menyerang bagian daun pada tanaman sehingga jumlah daun dapat berkurang karena terserang hama kumbang daun. Jumlah daun berhubungan dengan panjang tunas karena daun - daun tersebut terletak pada buku - buku batang. Semakin panjang tunas maka semakin banyak pula buku yang terbentuk sehingga jumlah daun semakin banyak, disamping itu jumlah daun dalam varietas lebih dikendalikan oleh faktor genotipnya daripada faktor lingkungan. Semakin banyaknya jumlah daun, maka hasil dari proses fotosintesis tanaman juga semakin banyak. Banyaknya daun yang dihasilkan pada suatu tanaman mempengaruhi proses fotosintesis tanaman tersebut, selain itu jumlah daun juga menunjukkan bahwa proses penyerapan nutrisi dalam tanah berjalan dengan baik sehingga mendukung pertumbuhan tanaman. Banyaknya jumlah daun juga dipengaruhi karena pemberian pupuk Lyphotril yang digunakan dalam penelitian. Nama trivial dari Lyphotril ialah pupuk mikro sistemik daun. Lyphotril merupakan cairan yang digunakan untuk percepatan pada pertumbuhan pucuk daun dan menguatkan ketahanan daun pada tingginya paparan

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 sinar UV matahari. Pertumbuhan yang cukup tinggi terjadi ketika setelah pemangkasan pada cabang primer sehingga menghasilkan cabang sekunder dan tersier. Pertambahan diameter batang dipengaruhi oleh faktor – faktor luar pada tanaman yaitu lingkungan, suhu, kelembaban dan sinar matahari. Jika tanaman dapat merespon dengan baik faktor – faktor tersebut maka tanaman akan memanfaatkannya untuk proses fisiologi khususnya untuk diameter batang. Jika tanaman mendapatkan sinar matahari yang cukup, kelembaban yang sesuai dan suhu yang sesuai juga maka diameter batang dapat bertambah. Sinar matahari sangat diperlukan oleh tanaman anggur sebagai sumber energi dalam proses fotosintesis, baik untuk pertumbuhan vegetatif maupun untuk generatif tanaman. (Cahyono, 2010). 1. Ketahanan terhadap Hama dan Penyakit Pada penelitian mengenai budidaya anggur varietas Kediri Kuning dengan menggunakan berbagai media tanah ini tidak dijumpai penyakit yang menyerang pertumbuhan tanaman anggur, melainkan adanya hama yang menyerang daun tanaman anggur. Hama tersebut menyerang daun – daun mulai yang muda hingga yang tua dengan membuat lubang – lubang pada daun tersebut. Nama hama yang menyerang ialah Kumbang Daun (Apogonia sp). Kumbang ini menyerang daun, membuat lubang - lubang pada lembaran daunnya. Kumbang berwarna hitam atau coklat mengkilat. Menyerang pada malam hari , sejak matahari terbenam sampai menjelang fajar. Pada siang hari kumbang bersembunyi dalam tanah.

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 Pengendalian hama kumbang ini dengan menangkapnya dengan alat penerang (lampu) karena kumbang ini tertarik dengan cahaya, namun terkandang jumlahnya yang banyak mengakibatkan hama ini sulit dikendalikan dengan pestisida. Selain dengan cara tersebut, pengendalian yang lain ialah dengan sering memangkas rumput – rumput yang tumbuh liar di sekitar pot karena dibalik rerumputan tersebut digunakan juga oleh kumbang – kumbang untuk bersembunyi. Pada penelitian mengenai ketahanan hama dan penyakit yang menyerang tanaman anggur, perlakuan dengan menggunakan media tanah Alluvial (Paingan) lebih tahan terhadap hama yang menyerang dibandingkan dengan media tanah Regosol, Latosol dan juga kontrol. Pengendalian hama pada saat penelitian ini dikendalikan secara manual yakni dengan menangkap dan membunuh hama yaitu kumbang daun secara langsung agar tidak menyerang daun kembali. Selain pengendalian hama secara manual, juga menggunakan abu gosok yang ditaburkan ke media tanam agar tidak terserang hama dan juga menyemprot lanette pada sore hari di bagian daun tanaman anggur. Perlindungan tanaman dari serangan hama dan penyakit yang paling efektif sampai sekarang adalah dengan penggunaan senyawa kimia (pestisida). Namun, penggunaan senyawa kimia (pestisida) tersebut mengakibatkan berbagai dampak negatif terhadap lingkungan hidup (Cahyono, 2010). Pengendalian hama dan penyakit dapat berhasil baik jika ditunjang dengan pengamatan tanaman anggur secara rutin dan teliti.

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 Hambatan terbesar dalam penelitian ini ialah serangan hama dan penyakit yang dapat menghambat dalam pertumbuhan tanaman anggur varietas Kediri Kuning. Hama yang menyerang tanaman anggur dikarenakan faktor lingkungan (sekitar pot) banyak tumbuh rumput liar yang dapat digunakan sebagai tempat persembunyian hama kumbang daun tersebut. Selain itu, musim penghujan juga menjadi pemicu datangnya hama yang terus menyerang daun tanaman anggur varietas Kediri Kuning.

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V IMPLEMENTASI HASIL PENELITIAN UNTUK PEMBELAJARAN Hasil Penelitian mengenai “Pengaruh Variasi Media Tanah Terhadap Pertumbuhan Tanaman Anggur Varietas Kediri Kuning (Belgi) dalam Pot” dapat menjadi pengetahuan baru bagi masyarakat / petani / peneliti yang akan melakukan budidaya tanaman anggur menggunakan pot. Masih banyak yang dapat dikembangkan dari penelitian ini, tidak hanya mengenai pertumbuhan dan perkembangannya, melainkan mengenai prospek hasil budidaya (buah) dari anggur itu sendiri yang memiliki banyak manfaat bagi dunia kesehatan dan memiliki nilai ekomomi yang tinggi bagi masyarakat. Aplikasi hasil penelitian tanaman anggur untuk dunia pendidikan khususnya terkait dengan pembelajaran yaitu dapat dimasukkan ke dalam mata pelajaran Biologi pada materi Pertumbuhan dan Perkembangan (khususnya tanaman) kelas XII semester ganjil. Penelitian mengenai pengaruh jenis tanah terhadap pertumbuhan tanaman anggur ini sesuai dengan Kompetensi Dasar 3.1 “Menganalisis hubungan antara faktor internal dan eksternal dengan proses pertumbuhan dan perkembangan pada Makhluk Hidup berdasarkan hasil percobaan” yang terdapat pada pembelajaran kelas XII semester ganjil. Pembelajaran mengenai materi tersebut menuntut siswa untuk dapat mengetahui konsep perkembangan dan pertumbuhan pada tanaman (tidak hanya memperoleh informasi dari buku / internet / video, namun dapat mengamati tanaman yang digunakan untuk pembelajaran secara langsung), selain itu, siswa juga dapat 61

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada tanaman serta dapat mengaktifkan siswa untuk merancang dan melakukan eksperimen / percobaan mengenai pertumbuhan dan perkembangan pada tanaman. Pada materi ini diharapkan agar siswa menjadi semakin memahami mengenai pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Sebelum melakukan pembelajaran, maka seorang guru dituntut untuk membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sesuai dengan materi ajar yang akan diajarkan kepada siswanya. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) merupakan rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu Kompetensi Dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi dan dijabarkan dalam Silabus. Maka ringkasnya RPP adalah rencana operasional kegiatan pembelajaran setiap atau beberapa KD dalam setiap tatap muka di kelas. Lingkup RPP paling luas mencakup 1 (satu) Komptensi Dasar yang terdiri atas 1 (satu) indikator atau beberapa indikator untuk 1 (satu) kali pertemuan atau lebih. Adanya Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) bertujuan untuk membantu guru dalam mempersiapkan materi pembelajaran, selain itu dapat memberikan landasan pokok bagi guru dan siswa dalam mencapai Kompetensi Dasar dan Indikator. Contoh Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pada materi Pertumbuhan dan Perkembangan dapat dilihat pada bagian lampiran 1 dan 2.

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa : 1. Perlakuan dengan jenis tanah yang digunakan untuk budidaya tanaman anggur (Regosol, Alluvial dan Latosol) tidak ada pengaruhnya (tidak signifikan) dengan pertumbuhan tanaman anggur varietas Kediri Kuning . 2. Pertumbuhan tanaman anggur mengalami kenaikan dari minggu ke minggu, namun juga mengalami penurunan. 3. Jenis tanah yang paling baik untuk pertumbuhan tanaman anggur varietas Kediri Kuning ialah tanah Gunung Kidul (Latosol). B. Saran 1. Bagi pembaca yang hendak melalukan budidaya tanaman anggur perlu memperhatikan varietas tanaman anggur yang akan ditanam sehingga dapat mengetahui karakteristik dari tiap varietas, mempelajari jenis – jenis hama dan penyakit yang menyerang serta cara pengendaliannya, memperhatikan syarat tumbuh tanaman anggur, selalu mengontrol tanaman agar jika terserang hama / penyakit dapat segera diatasi. Selain itu, juga dapat memperhatikan faktor – faktor lain yang dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman (pH, kelembaban, suhu, cahaya, dll). 63

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 2. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui jenis tanah yang secara statistik dapat dinyatakan signifikan (ada keterkaitan) dalam pertumbuhan tanaman anggur varietas Kediri Kuning (Belgi).

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Anonim, 2011, BS 88 / Belgi (Kediri Kuning), http://balitjestro.litbang.deptan.go.id/id/bs88-belgi.html, Diakses pada 12 Maret 2014. Anonim, 2013, Anova, Materi / Bahan Praktikum Statistik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Program Studi Teknik Industri Universitas Islam Indonesia. Baswarsiati dan Diding, R., 2009, Hama dan Penyakit Tanaman Anggur serta Cara Pengendaliannya, http://baswarsiati.wordpress.com/2009/04/30/hamadan-penyakit-tanaman-anggur/, Diakses pada 5 Februari 2014. Cahyono, B., 2010, Cara Sukses Berkebun Anggur Lokal dan Impor, Jakarta : Pustaka Mina. Damarwulan, 2012, Budidaya Anggur, http://kwadungan.wordpress.com/2012/09/11/budidaya-buah-anggur/, Diakses pada 10 Februari 2014. Dinas Pertanian, Budidaya Anggur, Dinas Pertanian Kota Probolinggo. Dewi, N., 2012, Kreatif Bertanam Buah Anggur Di Pot dan Pekarangan Rumah, Yogyakarta : Pustaka Baru Press Dwiastuti, M., dan Nurhadi, 1986, Inventarisasi Penyakit Penting pada Tanaman Anggur di Beberapa Sentra Produksi, Hortikultura No 20, 660-663. Firmansyah, M., 2011, Peraturan Tentang Pupuk, Klasifikasi Pupuk Alternatif dan Peranan Pupuk Organik dalam Peningkatan Produksi Pertanian, Laporan Penelitian, Peneliti Kesuburan dan Biologi Tanah BPTP Kalimantan Tengah. Hadisuwito, S., 2012, Membuat Pupuk Organik Cair, Jakarta : Agromedia Pustaka. Kusumo, S., 1991, Kultivar Anggur Di Indonesia Dalam Budidaya Anggur, Jakarta : Puslitbanghorti Mutia, D., 2010, Uji Toksisitas Akut Ekstrak Etanol Buah Anggur (Vitis vinifera) Terhadap Larva Artemia salina leach Dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BST), Artikel Karya Tulis Ilmiah, 14, Universitas Diponegoro, Semarang. 65

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 Nurcahyo, E., 2010, Anggur dalam Pot, IX, Jakarta : Penebar Swadaya. Perwira, A., 2011, Pengertian Tanah & Jenis – Jenisnya di Indonesia, http://cakrainformasi.blogspot.com/2011/04/pengertian-tanah-jenis-jenisnya di.html, Diakses pada 5 Februari 2014. Rahmawati, D., Yuniastuti dan Indriana., R. Teknik Top Working Pada Tanaman Anggur Untuk Diversifikasi Varietas, BPTP Jawa Timur. Sartika, I., 2011, Pengertian dan Klarifikasi Rancangan (Desain) Penelitian, http://ithasartika91.blogspot.com/2011/06/pengertian-dan-klarifikasi rancangan.html, Diakses pada 10 Februari 2014. Sastrosupadi, A., 2000, Rancangan Percobaan Praktis Bidang Pertanian, Yogyakarta : Kanisius. Setiadi., 2007, Bertanam Anggur, XXIII, Jakarta : Penebar Swadaya. Soemarsono , R.S., B., Nusantoro dan A., Suryadi, 1995, Perbandingan keuntungan usahatani anggur pada beberapa varietas unggul, Malang : Laporan Sub Balithorti Malang. Sri., 2014, Jenis – Jenis Tanah, http://contohpengertian.com/jenis-jenistanah.html, Diakses pada 5 Februari 2014. Suparno, P., 2010, Pengantar Statistika Untuk Pendidikan dan Psikologi, Yogyakarta : Universitas Sanata Dharma. Supriyo, H., Agus, C., dan Bale A., 2009, Buku Ajar Klasifikasi Tanah KTB 313 2/1 SKS, Laboratorium Ilmu Tanah Hutan, Fakultas Kehutanan, Universitas Gajah Mada. Untung, O., 1992, “Vitis Vinifera Terbaik untuk Wine”, Dalam : Trubus 272, th. XXIII – Juli 1992, Jakarta : Yayasan Sosial Tani Membangun. Winarno., 1991, Asal - Usul Tanaman Anggur Dan Penyebarannya Dalam Budidaya Tanaman Anggur, Jakarta : Puslitbanghorti

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 1. Silabus Pembelajaran SILABUS Satuan Pendidikan : SMA Mata Pelajaran : BIOLOGI Kelas/ Pelajaran : XII / IPA Semester : Gasal Kompetensi Inti : KI. 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya KI. 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan proaktif dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia KI. 3 : Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah. KI. 4 : Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan 67

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KOMPETENSI DASAR MATERI POKOK PEMBELAJARAN PENILAIAN ALOKASI WAKTU SUMBER BELAJAR Pertumbuhan dan Perkembangan Tugas : mengamati 5 Minggu x video dengan cermat 4 JP mengenai konsep Mengamati : pertumbuhan dan perkembangan dan  Mengamati pertumbuhan pada mencatat bagian – tumbuhan bagian yang penting.  Membaca teks pertumbuhan pada tumbuhan 1.1 Mengagumi keteraturan 1. Pertumbuhan dan dan kompleksitas ciptaan Perkembangan Tuhan tentang struktur dan fungsi DNA, gen dan  Faktor luar dan faktor dalam pada kromosom dalam pertumbuhan pembentukan dan pewarisan sifat serta pengaturan proses pada makhluk hidup. 1. Konsep Pertumbuhan dan Perkembangan 1.2 Menyadari dan mengagumi pola piker ilmiah dalam kemampuan mengamati bioproses. Menanya : siswa distimulir untuk membuat pertanyaan yang menuntut berfikir kritis tentang konsep pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup dan faktor – faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan. 1.3 Peka dan peduli terhadap permasalahan lingkungan hidup, menjaga dan menyayangi lingkungan sebagai manifestasi pengamalan ajaran agara yang dianutnya. Observasi : keseriusan siswa, rasa ingin tahu.  Video pertumbuhan dan perkembangan  Buku Biologi SMA Kelas XII Portofolio : hasil pembuatan konsep dan Mengumpulkan Data (Eksperimen pertumbuhan perkembangan. / Eksplorasi) :  Menggali informasi tentang konsep pertumbuhan dan perkembangan Makhluk Hidup 68

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2.1 Berperilaku ilmiah : teliti, tekun, jujur terhadap data dan fakta, disiplin, tanggung jawab, dan peduli dalam observasi dan eksperimen, berani dan santun dalam mengajukan pertanyaan dan beragumentasi, peduli lingkungan, gotong royong, bekerjasama, cinta damai, berpendapat secara ilmiah dan kritis, responsif dan proaktif dalam setiap tindakandan dalam melakukan pengamatan dan percobaan di dalam kelas /laboratorium maupun di luar kelas / laboratorium.   melalui tayangan video. Tes : konsep dan Diskusi tentang konsep pertumbuhan pertumbuhan dan perkembangan perkembangan. menggunakan KMS. Diskusi tentang faktor – faktor yang mempengaruhi pertumbuhan. Mengasosiasikan :   Membaca dan menganalisis grafik pertumbuhan dari KMS untuk mendapatkan konsep pertumbuhan dan perkembangan. Menarik kesimpulan tentang konsep pertumbuhan dan perkembangan seta faktor – faktor yang mempengaruhinya dan mempresentasikan menggunakan berbagai media. Mengkomunikasikan : presentasihasil kajian dan diskusi tentang konsep pertumbuhan dan perkembangan. 69

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2.2 Peduli terhadap keselamatan diri dan lingkungan dengan menerapkan prinsip keselamatan kerja saat melakukan kegiatan pengamatan dan percobaan di laboratorium dan di lingkungan sekitar. 3.1 Menganalisis hubungan antara faktor internal dan eksternal dengan proses pertumbuhan dan perkembangan Makhluk Hidup berdasarkan hasil percobaan. 2. Merencanakan dan melaksanakan percobaan 2. Merencanakan dan Melakukan Percobaan tentang Pertumbuhan dan Perkembangan pada Tumbuhan Observasi : kerja ilmiah, sikap ilmiah dan keselamatan kerja. Makalah, Artikel atau Laporan Hasil Penelitian Mengamati :   Mengakaji hasil kerja ilmiah (contoh kerja ilmiah). Bagaimana langkah – langkah melakukan percobaan menurut kerja ilmiah dari hasil diskusi dan mengkaji contoh karya ilmiah dari berbagai sumber. Portofolio : Laporan Percobaan Test :  Menanya : memberikan pertanyaan tentang langkah – langkah  Eksperimen dan penyusunan laporan hasil eksperimen. Mengumpulkan Data (Eksperimen  / Eksplorasi) : 4.1 Merencanakan dan melaksanakan percobaan tentang faktor luar yang mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman,    Mendiskusikan rancangan dan usulan penelitian tentang faktor luar yang mempengaruhi pertumbuhan pada tumbuhan. Melaksanakan Eksperimen sesuai  Membuat outline perencanaan percobaan Pemahaman tentang hasil percobaan dan kesimpulan Pemahaman tentang hal – hal yang harus dilakukan dalam melakukan percobaan Pemahaman 70

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI dan melaporkan secara tertulis dengan menggunakan tatacara penulisan ilmiah yang benar.  dengan usulan yang disusun dan sudah disepakati setiap kelompok. Melakukan pengamatan eksperimen, mencatat data. tentang faktor luar dan faktor dalam terhadap pertumbuhan Mengasosiasikan :     Mengolah data hasil eksperimen. Menjawab permasalahan. Menyimpulkan hasil pengamatan. Menarik kesimpulan dari hasil diskusi mengenai usulan penelitian. Mengkomunikasikan :   Menyusun usulan penelitian tentang faktor luar yang mempengaruhi pertumbuhan. Melaporkan hasil eksperimen secara lisan (presentasi) dan tertulis. 71

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 LAMPIRAN 2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Satuan Pendidikan : Sekolah Menengah Atas (SMA) Mata Pelajaran : Biologi Kelas / Semester : XII / 1 Materi Pokok : Pertumbuhan dan Perkembangan Alokasi Waktu : 4 x 45 menit (2 x pertemuan) A. Kompetensi Inti 1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya 2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai) santun, reponsif dan proaktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraktif secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia 3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual dan prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan dan peradaban terkait fenomena dan kejadian serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah 4. Mengolah, menalar dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuwan

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi No 1.3 Indikator Kompetensi Dasar Peka dan peduli terhadap permasalahan 1.3.1 lingkungan hidup, menyayangi menjaga lingkungan Memiliki sikap dan peduli lingkungan sebagai sebagai pengamalan ajaran agama manisfestasi pengamalan ajaran agama yang dianutnya. yang dianutnya. 2.1 Berperilaku ilmiah: teliti, tekun, jujur 2.1.1 terhadap data dan fakta, Menunjukkan disiplin, perilaku ilmiah tanggung jawab, dan peduli dalam melakukan dalam pengamatan observasi dan eksperimen, berani dan dan percobaan di dalam santun dalam mengajukan pertanyaan kelas / laboratorium dan berargumentasi, peduli lingkungan, maupun di luar kelas / gotong royong, bekerjasama, cinta laboratorium. damai, berpendapat secara ilmiah dan kritis, responsif dan proaktif dalam dalam setiap tindakan dan dalam melakukan pengamatan dan percobaan di dalam kelas / laboratorium maupun di luar kelas / laboratorium. 3.1 Menganalisis hubungan antara faktor 3.1.1 internal dan eksternal dengan proses faktor pertumbuhan dan perkembangan pada eksternal Makhluk percobaan. Hidup berdasarkan Mengidentifikasi internal pada hasil pertumbuhan perkembangan dan proses dan

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4.1 Merencanakan dan melaksanakan 4.1.1 Membuat 74 dan percobaan tentang faktor luar yang melaksanakan mempengaruhi proses pertumbuhan dan perencanaan percobaan perkembangan tanaman, dan melaporkan mengenai faktor luar pada secara tertulis dengan menggunakan pertumbuhan tatacara penulisan ilmiah yang benar. dan perkembangan tanaman C. Tujuan Pembelajaran 1.3.1.1 Siswa dapat memiliki sikap peduli lingkungan sebagai pengamalan ajaran agama yang dianutnya. 2.1.1.1 Saat penelitian siswa dapat menunjukkan perilaku ilmiah dalam melakukan pengamatan dan percobaan di dalam kelas / laboratorium maupun di luar kelas / laboratorium. 3.1.1.1 Setelah melakukan percobaan siswa dapat mengidentifikasi faktor internal dan eksternal pada proses pertumbuhan dan perkembangan. 4.1.1.1 Siswa dapat merencanakan dan membuat percobaan mengenai faktor luar pada pertumbuhan dan perkembangan tanaman. D. Materi Pembelajaran Pertumbuhan adalah proses pertambahan volume secara ireversibel (menuju satu titik dan tidak dapat kembali lagi), sedangkan perkembangan adalah pertumbuhan menuju kedewasaan suatu organisme. Pertumbuhan pada tanaman yang dimulai dari biji akan mengalami fase perkecambahan, pertumbuhan, dan perkembangan. Pertumbuhan pada tumbuhan dibedakan menjadi pertumbuhan primer dan pertumbuhan sekunder. Pertumbuhan primer merupakan pertumbuhan yang pertama kali terjadi pada tumbuhan (pada tumbuhan monokotil), sedangkan pertumbuhan sekunder terjadi akibat aktivitas meristem lateral atau kambium sehingga menyebabkan pertambahan diameter batang. Pertumbuhan dipengaruhi oleh 2 faktor yaitu faktor eksternal dan internal.

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 Faktor eksternal adalah faktor yang berasal dari luar tumbuhan itu sendiri meliputi : nutrisi, cahaya matahari, suhu, air, oksigen dan musim. Faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam tumbuhan itu sendiri yang meliputi : hormon dan gen. E. Metode / Pendekatan / Strategi / Model / Teknik Pembelajaran Model Pembelajaran : Pembelajaran Kooperatif Motode pembelajaran : Ceramah, Diskusi, Presentasi, Tanya - Jawab dan Eksperimen F. Langkah – langkah Kegiatan Pembelajaran No Alokasi Kegiatan Tahap Waktu Pertemuan Pertama (2 JP) 1. Pendahuluan Menyampaikan melakukan menyampaikan pembelajaran memotivasi siswa : salam, apersepsi, 10 menit 1. Guru menyampaikan salam kepada siswa dan mengecek daftar hadir siswa tujuan 2. Guru bertanya “Berasal dari dan apakah tumbuhan dikotil / monokotil itu?” 3. Guru menunjukkan gambar – gambar struktur biji untuk mengetahui pemahaman awal siswa. 4. Guru menyampaikan materi dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2. 76 70 menit Inti : 5. Siswa Mengamati :  Mengamati pertumbuhan pada diminta untuk mengamati video yang ditayangkan oleh guru mengenai pertumbuhan dan tumbuhan  Membaca pertumbuhan teks perkembangan pada tumbuhan. 6. Siswa tumbuhan diminta membaca (buku pada untuk buku panduan pelajaran) mengenai pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan 7. Siswa Menanya : Siswa distimulir untuk membuat pertanyaan yang menuntut berfikir kritis tentang konsep pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup dan faktor – faktor yang memengaruhi pertumbuhan diberi pertanyaan mengenai video yang sudah ditonton untuk menemukan konsep pertumbuhan dan perkembangan tanaman serta menyebutkan faktor – faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan. dan perkembangan. 8. Mencatat hal – hal penting Mengumpulkan Data (Eksperimen/Eksplorasi) :  Menggali informasi mengenai pertumbuhan dan perkembangan beserta faktor yang mempengaruhinya.

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI tentang Konsep pertumbuhan  dan 9. Mendiskusikan 77 bersama kelompok mengenai konsep perkembangan pertumbuhan dan Makhluk hidup melalui perkembangan serta faktor – tayangan video. faktor yang mempengaruhi Diskusi tentang konsep pertumbuhan dan perkembangan menggunakan KMS.  Diskusi tentang faktor – faktor yang mempengaruhi pertumbuhan. 10. Siswa Mengasosiasikan :  Membaca dan menganalisis grafik menarik kesimpulan tentang konsep pertumbuhan dan pertumbuhan dari KMS perkembangan serta faktor – untuk mendapatkan faktor konsep pertumbuhan mempengaruhinya dan perkembangan.  dapat Menarik kesimpulan tentang konsep pertumbuhan perkembangan dan serta faktor – faktor yang mempengaruhinya dan mempresentasikan menggunakan berbagai media. yang

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Mengkomunikasikan 11. Siswa : dapat 78 membuat presentasi hasil kajian dan presentasi mengenai konsep diskusi pertumbuhan tentang konsep pertumbuhan dan perkembangan serta faktor dan yang mempengaruhi dengan perkembangan. menggunakan berbagai media dan dipresentasikan di depan kelas. 3. Penutup : Penghargaan 10 menit 12. Guru memberikan penghargaan dan apresiasi kepada tiap kelompok / siswa yang telah mempresentasikan hasil diskusinya 13. Membimbing merangkum siswa butir – butir pembelajaran. 14. Mengajak siswa untuk merefleksikan hasil belajarnya. 15. Memberi tugas untuk membawa alat dan bahan yang akan digunakan untuk melakukan percobaan mengenai pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI No Alokasi Kegiatan 79 Tahap Waktu Pertemuan Kedua (2 JP) 1. : 10 menit Pendahuluan Menyampaikan 17. tujuan pembelajaran menyampaikan kepada siswa dan mengecek daftar hadir siswa apersepsi, menyampaikan Guru salam salam, melakukan 16. Guru menanyakan mengenai dan materi diajarkan memotivasi siswa pada yang pertemuan sebelumnya untuk mengingatkan pemahaman siswa. 18. Guru menyampaikan tujuan mengenai materi yang akan diajarkan (melalukan percobaan) 2. 75 menit Inti : Mengamati :  Mengkaji ilmiah 19. Guru menyanyakan kepada hasil kerja (contoh kerja  Bagaimana langkah – melakukan percobaan menurut kerja ilmiah dari hasil diskusi dan karya mengenai bahan yang alat dan harus dipersiapkan untuk melakukan ilmiah) langkah siswa mengkaji ilmiah berbagai sumber. contoh dari percobaan. 20. Setelah alat dipersiapkan saatnya untuk percobaan. dan maka bahan tiba melakukan

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80 Menanya : memberikan pertanyaan tentang langkah – langkah Eksperimen dan penyusunan laporan hasil eksperimen. 21. Guru terlebih menanyakan dahulu – langkah langkah yang akan dilakukan dalam percobaan dan format pembuatan laporan Mengumpulkan Data (Eksperimen/Eksplorasi) : 22. Guru menjelaskan mengenai Mengasosiasikan : langkah – langkah percobaan  Mendiskusikan yang akan dilakukan oleh rancangan dan usulan siswa penelitian tentang faktor 23. Siswa menuliskan langkah luar yang mempengaruhi percobaan di buku kegiatan pertumbuhan (buku percobaan / log book) pada 24. Setelah menuliskan langkah tumbuhan  Melaksanakan kerja maka siswa langsung Eksperimen sesuai melakukan percobaan sesuai dengan usulan yang dengan langkah – langkah disusun dan sudah yang telah dijelaskan oleh setiap guru disepakati 25. Siswa kelompok.  Melakukan pengamatan eksperimen, data. mencatat melakukan pengamatan selama satu minggu secara berturut – turut dan mencatat pengamatan / percobaan hasil

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81 Mengasosiasikan :  Mengolah data 26. Setelah hasil selama eksperimen mendapatkan percobaan, data siswa  Menjawab permasalahan menjawab pertanyaan yang  Menyimpulkan telah ditulis pada LKS hasil 27. Siswa membuat kesimpulan pengamatan dari hasil pengamatan dalam  Menarik kesimpulan dari percobaan hasil diskusi mengenai usulan penelitian. Mengkomunikasikan : 28. Guru meminta siswa untuk Usulan membuat laporan sementara Penelitian tentang faktor dari percobaan yang telah luar yang mempengaruhi dilakukan  Menyusun 29. Membuat laporan resmi dari pertumbuhan  Melaporkan penelitian hasil sesuai dengan format yang sudah ditentukan eksperimen secara lisan (presentasi) dan tertulis. 3. Penutup 5 menit 30. Guru mengajak siswa untuk merefleksikan percobaan yang telah dilakukan G. Sumber Belajar 1. Adnan., Ernawati, S., Irwan, S., 2008, BIOLOGI untuk SMA dan MA Kelas XII, Jakarta Timur : Widya Utama, Halaman 1 – 13 2. LKS 3. Internet / referensi lain

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82 H. Alat dan Bahan 1. Video pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan 2. Peta konsep pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan 3. Alat tulis 4. Laptop + LCD Proyektor 5. Papan Tulis I. Penilaian 1. Teknik Penilaian : pengamatan dan laporan percobaan 2. Prosedur Penilaian No 1 Aspek yang dinilai Sikap Teknik Penilaian Pengamatan a. Berpikir dan perpendapat secara ilmiah Waktu Penilaian Selama pembelajaran dan selama pembelajaran saat diskusi b. Peduli terhadap lingkungan kelompok c. Teliti, tekun, proaktif, jujur dalam pembelajaran d. Disiplin dan bertanggung jawab atas tugas yang diberikan e. Menerapkan prinsip keselamatan kerja 2. Keterampilan Pengamatan Diskusi, a. Merencanakan penelitian presentasi dan b. Keterampilan dalam menyajikan hasil laporan penelitian penelitian dan diskusi secara lisan c. Melaporkan hasil penelitian secara tertulis.

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI No 3. Aspek yang dinilai Teknik Penilaian Tes tertulis Pengetahuan 83 Waktu Penilaian Hasil tes Mendeskripsikan hubungan faktor – faktor luar yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman J. Instrumen Penilaian 1. Lembar Pengamatan sikap No Nama Siswa Aspek yang dinilai 1 2 3 4 5 skor ket 1 2 3 Dst.. Penilaian analisis sikap : 21 – 25 = Sangat Baik 16 – 20 = Baik 11 – 15 = Kurang 5 – 10 = Sangat Kurang 2. Rubrik Penilaian Sikap No 1 Aspek yang dinilai Berpikir kritis, berani Kriteria 5 : menerima dan menyanggah pendapat bertanya dan teman dengan sopan serta mampu mengemukakan bekerjasama menyeluruh dengan semua pendapat selama anggota kelompok

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI No Kriteria Aspek yang dinilai pembelajaran / diskusi 84 4 : menerima dan menyanggah pendapat teman dengan sopan namun hanya dapat bekerjasama dengan beberapa orang anggota dalam kelompok 2 : menerima dan menyanggah pendapat teman dengan kurang sopan dan hanya bekerjasama dengan beberapa orang anggota dalam kelompok. 1 : menerima dan menyanggah pendapat teman dengan tidak sopan dan tidak mampu bekerjasama dalam kelompok. 2 Peka dan peduli terhadap lingkungan 5 : ikut melestarikan lingkungan sekitar dan tidak membuang sampah di lingkungan sekolah 4 : menjaga lingkungan sekitar dengan tidak menyakiti / membunuhnya (kecuali untuk penelitian), tidak membuang sampah sembarangan di lingkungan sekolah 2: memperlakukan lingkungan sekitar secara berlebihan (merusak / membunuh) , tidak membuang sampah sembarangan di lingkungan sekolah 1 : tidak menjaga lingkungan sekolah dengan baik, membuang sampah sembarangan di lingkungan sekolah

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI No 3 Kriteria Aspek yang dinilai Teliti, tekun dan jujur 85 5 : memperhatikan hal-hal kecil yang berpengaruh pada percobaan, jujur dan bertanggung jawab terhadap hasil percobaan 4 : kurang memperhatikan detail yang berpengaruh pada percobaan, jujur dan bertanggung jawab terhadap hasil percobaan 2 : kurang memperhatikan detail yang berpengaruh pada percobaan, kurang jujur terhadap hasil percobaan 1 : tidak memperhatikan detail yang berpengaruh pada percobaan, tidak jujur terhadap hasil percobaan 4 Disiplin dan 5 : melaksanakan tugas dengan sungguh- bertanggung jawab sungguh, menyelesaikan tugas tepat atas tugas yang waktu diberikan 4 : dalam melaksanakan tugas belum menunjukkan upaya terbaik, menyelesaikan tugas tepat waktu 2 : tidak berupaya sungguh-sungguh dalam menyelesaikan tugas, menyelesaikan tugas tidak tepat waktu 1 : tidak berupaya sungguh-sungguh dalam menyelesaikan tugas dan tidak menyelesaikan tugas yang diberikan

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI No 5 86 Kriteria Aspek yang dinilai Menerapkan prinsip 5 : menggunakan alat dan bahan yang keselamatan kerja digunakan selama percobaan sewajarnya. 4 : menggunakan alat dan bahan yang digunakan selama percobaan untuk bercanda 2 : menggunakan alat dan bahan yang digunakan selama percobaan untuk dan menyebabkan kerusakan 1 : menggunakan alat dan bahan yang digunakan selama percobaan untuk bercanda dan menyebabkan luka fisik pada diri sendiri maupun orang lain. 3. Lembar Pengamatan Keterampilan Presentasi Aspek yang dinilai *) No Nama kelompok Penyajian 1 Jumlah Rata - Rata 2 4 5 Kekompakan kelompok 1 2 4 5 Isi presentasi 1 2 4 5

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 87 *) Diisi dengan memberikan tanda chek list ( ) pada kolom yang sesuai dengan ketentuan : 1. Sangat Kurang 2. Kurang 4. Baik 5. Sangat Baik Rubrik Penilaian Keterampilan Presentasi No 1 Aspek yang dinilai Penyajian Kriteria 5 : suara yang lantang, memanfaatkan media untuk presentasi sehingga menarik perhatian audience. 4 : suara yang lantang, memanfaatkan media untuk presentasi namun kurang menarik perhatian audience. 2 : suara yang kurang lantang, kurang memanfaatkan media presentasi sehingga hanya beberapa audience yang memperhatikan. 1 : suara yang tidak lantang, tidak memanfaatkan media presentasi sehingga tidak dapat menarik perhatian audience. 2 Kekompakan kelompok 5 : dapat menjawab pertanyaan dengan baik, mampu berkomunikasi (diskusi) dengan kelompok, membagi presentasi (tidak rata materi menjelaskan saat secara individual) 4 : dapat menjawab pertanyaan dengan baik,

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI tidak mampu berkomuniasi 88 (diskusi) dengan kelompok (menjawab pertanyaan secara individual), membagi rata tugas presentasi. 2 : tidak dapat menjawab pertanyaan dengan baik, tidak mampu berkomunikasi (diskusi) dengan kelompok, membagi rata tugas presentasi. 1 : tidak dapat menjawab pertanyaan dengan baik, tidak mampu berkomunikasi (diskusi) dengan kelompok, tidak membagi rata tugas presentasi sehingga mempresentasikan secara individual. 3 Isi presentasi 5 : kesesuaian isi presentasi dengan topik, bahasa yang digunakan mudah dimengerti, menyampaikan materi secara urut. 4 : kesesuaian isi presentasi dengan topik, bahasa yang digunakan agak sulit, menyampaikan materi secara urut. 2 : isi materi kurang sesuai dengan topik, bahasa yang digunakan sulit dipahami, menyampaikan materi secara urut. 1 : isi materi tidak sesuai dengan topik, bahasa yang digunakan sulit menyampaikan materi tidak urut. dipahami,

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4. 89 Lembar Pengamatan Lembar Kerja Siswa (LKS) No Kelompok Aspek yang dinilai *) Keterampilan Hasil Kemampuan praktikum / diskusi berdiskusi melakukan tugas Rata – rata 1 2 3 dst. *) diisi dengan nilai : 1. Sangat Kurang 2. Kurang 4. Baik 5. Baik Sekali Rubrik penilaian LKS (Lembar Kerja Siswa) No 1 Aspek yang dinilai Hasil diskusi Kriteria 5 : jawaban tepat, membuat kesimpulan dengan baik, ketepatan kalimat / pemilihan kata 4 : jawaban tepat, membuat kesimpulan dengan baik, kurang tepat dalam penyusunan kalimat / pemilihan kata 2 : jawaban kurang tepat, kesimpulan kurang tepat, kurang tepat dalam penyusunan kalimat / pemilihan kata 1 : jawaban tidak tepat (salah), kesimpulan kurang tepat, pemilihan kata / penyusunan kalimat tidak benar 2 Kemampuan berdiskusi 5 : dapat berinteraksi dengan kelompok, kemampuan berpendapat dan menerima

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 90 pendapat 4 : dapat berinteraksi dengan kelompok, berpendapat kurang sesuai topik, dapat menerima pendapat 2 : kurang berinteraksi dengan kelompok, kurang berpendapat, dapat menerima pendapat 1 : tidak berinteraksi dengan kelompok, tidak mau berpendapat dan tidak mau menerima pendapat 3 Keterampilan 5 : kemampuan penggunaan alat / bahan praktikum / melalukan dengan tepat, sikap ilmiah saat melakukan praktikum, melaksanakan sesuai dengan tugas petunjuk praktikum 4 : mampu menggunakan alat / bahan dengan tepat, kurang bersikap ilmiah saat praktikum, mampu melaksanaan sesuai dengan petunjuk praktikum 2 : kurang mampu menggunakan alat / bahan dengan tepat, kurang bersikap ilmiah saat praktikum, melaksanakan tidak sesuai petunjuk praktikum 1 : tidak mampu menggunakan alat / bahan dengan tepat, tidak dapat bersikap ilmiah saat praktikum dan tidak melaksanakan sesuai petunjuk praktikum. Yogyakarta, 8 Mei 2014 (Guru Mata Pelajaran)

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 91 LAMPIRAN 3. Lembar Kerja Siswa (LKS) LEMBAR KERJA SISWA Judul : Arah Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman A. Tujuan : mengetahui pertumbuhan dan perkembangan tanaman mengikuti arah cahaya matahari B. Alat dan Bahan : 1. 2 buah gelas kemasan minuman 2. Beberapa butir biji kacang hijau 3. Kapas (rendam di dalam air terlebih dahulu) 4. Air 5. Kertas manila 6. Cutter / gunting 7. Alat tulis 8. Penggaris C. Cara Kerja : 1. Taruhlah kapas yang sudah direndam air ke dalam gelas kemasan minuman. 2. Letakkan beberapa buah biji kacang hijau diatas kapas. Sebelumnya pilih biji kacang hijau yang bagus (jika direndam yang tidak mengapung). 3. Buatlah bentuk kubus dari kertas manila lalu dilubangi pada bagian sisi samping kubus bagian atas (lubang sebesar koin). 4. Simpan satu gelas yang berisi kacang hijau tersebut di tempat yang terkena sinar matahari, gelas kedua ditutup menggunakan kubus tersebut. 5. Gunakanlah penggaris untuk mengukur pertumbuhan biji kacang hijau tersebut. Ukurlah setiap hari selama satu minggu. 6. Tambahkan air (siram) kapas jika mulai mengering. 7. Gambarkanlah pertumbuhan biji kacang hijau tersebut dengan grafik seperti berikut :

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 92 Tinggi (mm) Hari ke - D. Hasil E. Kesimpulan ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………...

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93 LAMPIRAN 4. Instrumen dan Pedoman Penilaian INSTRUMEN DAN PEDOMAN PENILAIAN A. Kisi – kisi Soal Kisi – Kisi Soal Tes Akhir 1. Nama Sekolah : Sekolah Menengah Atas 2. Kelas / Semester : XII / I 3. Mata Pelajaran : Biologi 4. Kurikulum Acuan : 2013 5. Alokasi Waktu : 90 menit 6. Jumlah Soal : 4 soal 7. Kompetensi Dasar : 3.1 Menganalisis hubungan antara faktor internal dan eksternal dengan proses pertumbuhan dan perkembangan pada Makhluk Hidup berdasarkan hasil percobaan. 4.1 Merencanakan dan melaksanakan percobaan tentang faktor luar yang mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman, dan melaporkan secara tertulis dengan menggunakan tatacara penulisan ilmiah yang benar. 8. Materi : Pertumbuhan dan Perkembangan pada Tanaman Jenis Soal : Essay

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 94 Nomor Soal Indikator Jumlah (C1) (C2) 3.1.1Mengidentifikasi faktor internal dan eksternal pada proses pertumbuhan dan perkembangan (C3) (C4) (C5) 1 4.1.1 Membuat dan melaksanakan perencanaan percobaan mengenai faktor luar pada pertumbuhan dan perkembangan tanaman (C6) 4 2 dan 3 2 2 B. Soal Jawablah soal di bawah ini dengan tepat dan jelas ! 1. Di dalam suatu percobaan, tanaman dikecambahkan di dua lokasi yang berbeda, yaitu pada ruangan tertutup (gelap) dan ruangan terbuka (terang). Hasilnya, kecambah yang diletakkan di tempat gelap mempunnyai ukuran lebih panjang daipada kecambah yang diletakkan di tempat terang. Berdasarkan pernyataan tersebut, kesimpulan apakah yang dapat kita ambil ? 2. Buatlah suatu eksperimen / percobaan tentang perkecambahan yang mendapat cukup sinar matahari dan perkecambahan kacang hijau yang tidak mendapat sinar matahari ! 3. Tuliskan sebuah laporan penelitian / eksperimen mengenai pengaruh faktor ekternal terhadap pertumbuhan tumbuhan ! 4. Apakah kelemahan dan kelebihan penggunaan pestisida untuk mengusir hama / penyakit yang menyerang pada tanaman ? Apakah ada solusi lain pengganti pestisida ?

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 95 C. Pedoman Pensekoran No 1. 2. 3. 4. Uraian Skor Dapat membuat kesimpulan sesuai dengan percobaan dengan tepat Dapat membuat rancangan eksperimen / percobaan sesuai topik / tema yang telah ditentukan Dapat membuat laporan sesuai format penulisan dengan tepat Dapat menyebutkan kelebihan dan kelemahan dengan tepat dan memberikan solusi Total 15 30 35 20 100

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 96 LAMPIRAN 5. DENAH PENANAMAN ANGGUR Utara Media Tanah Pasir Pot 2 Pot 3 Pot 1 2m 2m Media Tanah Paingan 96 Pot 3 Pot 2 Pot 1 Media Tanah Gunung Kidul Pot 3 Pot 2 Pot 1 Media Kontrol Pot 3 Pot 2 Pot 1

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 6. Data Tinggi Tanaman Anggur dan Selisih Pertambahan Tinggi Tanaman Anggur iran 2 Pengukuran Tinggi Tanaman Anggur (cm) Jenis Tanah No Tanah Pasir Tanggal P1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 06-Nop-13 13-Nop-13 20-Nop-13 27-Nop-13 4-Des-13 11-Des-13 18-Des-13 25-Des-13 01-Jan-14 08-Jan-14 15-Jan-14 22-Jan-14 29-Jan-14 05-Feb-14 12-Feb-14 19-Feb-14 26-Feb-14 P2 Tanah Paingan P3 P1 P2 P3 Tanah Gunung Kidul P1 P2 P3 7,5 7,3 6,1 7,5 7,5 4,3 4,9 6 7,8 7,5 7,7 6,1 7,5 7,7 4,4 4,9 6 7,8 9,5 8,5 6,9 7,6 7,7 4,5 5 8,7 8,1 16,1 9,2 7,4 13,5 7,7 4,5 6,2 17,5 8,2 26,3 11,3 7,4 23,5 9,6 4,5 9 19 8,2 38,4 14,3 14,3 31,3 19 4,5 15,2 29 16,5 56,5 19,8 22 53 21,5 5 28,3 46 26,5 56,9 26,6 28 55,8 24,5 6 38,7 53,5 37,5 57 30 35,5 67,6 34,3 7,4 55,7 67,4 56,5 57 45,5 49,5 84,5 49,3 11 60 71 56,9 81,3 58 55 91,8 55 16 78 90,8 61 108,3 60 55 153,3 70,7 25 101,1 128,4 79,9 109,7 75,8 55 184,8 116,2 10 113,2 151 95,4 112,5 79,73 80,2 188 117 18,3 140,8 168 97,5 116 102,5 105 228 120,5 22 152 178 109,9 153 120 131 288 135,1 32 163,9 244 137 200 160,5 157,3 383,3 164,1 38 259 319,9 178 Keterangan warna merah : tanaman patah karena angin yang kencang Kontrol P1 P2 P3 7,5 7,7 8 9,1 18,5 26,5 38 51,5 69,8 70 101,8 118,1 185 203,4 237 307 451 5,5 5,5 7 12,2 18,5 35,5 60,3 63 88,1 99,6 144,8 148,4 187,2 195,8 196 199 200 6 7,1 7,5 7,9 8,3 8,3 8,5 14,6 20 38 52 55 84,7 97 123 170 201,5 97 97

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Selisih Pertambahan Tinggi Tanaman Anggur Tanggal 13-Nop-13 20-Nop-13 27-Nop-13 4-Des-13 11-Des-13 18-Des-13 25-Des-13 01-Jan-14 08-Jan-14 15-Jan-14 22-Jan-14 29-Jan-14 05-Feb-14 12-Feb-14 19-Feb-14 26-Feb-14 Total Rata - rata Jumlah rata2 Tanah Pasir P1 0 2 6,6 10,2 12,1 18,1 0,4 0,1 0 24,3 27 1,4 2,8 3,5 37 47 192,5 12,03 P2 0,4 0,8 0,7 2,1 3 5,5 6,8 3,4 15,5 12,5 2 15,8 3,93 22,77 17,5 40,5 153,2 9,58 31,06 P3 0 0,8 0,5 0 6,9 7,7 6 7,5 14 5,5 0 0 25,2 24,8 26 26,3 151,2 9,45 Tanah Gunung Kontrol Kidul P2 P3 P1 P2 P3 P1 P2 0,2 0,1 0 0 0 0,2 0 0 0,1 0,1 2,7 0,3 0,3 1,5 0 0 1,2 8,8 0,1 1,1 5,2 1,9 0 2,8 1,5 0 9,4 6,3 9,4 0 6,2 10 8,3 8 17 2,5 0,5 13,1 17 10 11,5 24,8 3 1 10,4 7,5 11 13,5 2,7 9,8 1,4 17 13,9 19 18,3 25,1 15 3,6 4,3 3,6 0,4 0,2 11,5 5,7 5 18 19,8 4,1 31,8 45,2 15,7 9 23,1 37,6 18,9 16,3 3,6 45,5 0 12,1 22,6 15,5 66,9 38,8 0,8 8,3 27,6 17 2,1 18,4 8,6 3,5 3,7 11,2 10 12,4 33,6 0,2 14,6 10 11,9 66 27,1 70 3 29 6 95,1 75,9 41 144 1 156,6 48,7 254,1 313,9 170,2 443,5 194,5 9,79 3,04 15,88 19,62 10,64 27,72 12,16 36,32 46,14 52,09 Tanah Paingan P1 0 0,1 5,9 10 7,8 21,7 2,8 11,8 16,9 7,3 61,5 31,5 3,2 40 60 95,3 375,8 23,49 P3 1,1 0,4 0,4 0,4 0 0,2 6,1 5,4 18 14 3 29,7 12,3 26 47 31,5 195,5 12,22 Keterangan warna merah : tanaman patah karena angin yang kencang 98 98

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 7. Perhitungan Anova Tinggi Tanaman Anggur Tabel 6. Uji Normalitas Tinggi Tanaman Tests of Normality a Kolmogorov-Smirnov Statistic df Shapiro-Wilk Sig. Statistic df Sig. Regosol .369 3 . .788 3 .085 Aluvial .255 3 . .963 3 .630 Latosol .211 3 . .991 3 .816 Kontrol .384 3 . .753 3 .006 a. Lilliefors Significance Correction Tabel 7. Uji Homogenitas Tinggi Tanaman Test of Homogeneity of Variances Y Levene Statistic 3.093 df1 df2 3 Sig. 8 .090 Tabel 8. Hasil Uji Anova Tinggi Tanaman ANOVA Y Sum of Squares Between Groups df Mean Square 89.893 3 29.964 Within Groups 422.861 8 52.858 Total 512.754 11 F .567 Sig. .652 99

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 8. Pengukuran Jumlah Daun (helai) dan Selisih Pertambahan Jumlah Daun Pengukuran Jumlah Daun (helai) Jenis Tanah No 06-Nop-13 13-Nop-13 20-Nop-13 27-Nop-13 4-Des-13 11-Des-13 18-Des-13 25-Des-13 01-Jan-14 08-Jan-14 15-Jan-14 22-Jan-14 29-Jan-14 05-Feb-14 12-Feb-14 19-Feb-14 26-Feb-14 Tanah Pasir Tanah Paingan Tanah Gunung Kidul Kontrol P1 P2 P3 P1 P2 P3 P1 P2 P3 P1 P2 P3 9 9 12 14 17 19 25 23 18 21 22 25 24 22 25 28 29 4 4 7 7 7 8 12 13 14 18 21 20 29 31 28 32 36 7 7 7 7 6 10 12 13 15 16 15 15 18 24 26 30 38 4 4 10 10 13 14 15 15 20 21 30 35 38 43 42 54 67 4 4 8 10 12 14 15 16 19 17 18 23 32 27 26 31 34 4 4 4 4 4 4 8 6 7 8 10 12 10 10 9 14 12 8 8 4 7 9 11 14 16 17 16 21 22 28 29 25 34 46 7 8 6 10 11 15 18 15 19 21 28 29 34 42 40 56 61 4 4 4 4 4 8 11 13 18 13 13 23 22 24 25 31 38 5 8 8 11 13 13 15 16 21 21 31 28 41 40 45 54 68 6 6 10 11 12 14 19 20 23 27 37 31 39 33 25 28 29 7 7 4 4 4 4 4 6 9 13 17 17 24 23 29 40 47 100 100 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 Tanggal

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Selisih Pertambahan Jumlah Daun (helai) Tanggal Tanah Pasir 06-Nop-13 13-Nop-13 20-Nop-13 27-Nop-13 4-Des-13 11-Des-13 18-Des-13 25-Des-13 01-Jan-14 08-Jan-14 15-Jan-14 22-Jan-14 29-Jan-14 05-Feb-14 12-Feb-14 19-Feb-14 26-Feb-14 Total P1 0 0 3 2 3 2 6 0 0 3 1 3 0 0 3 3 1 30 P2 0 0 3 0 0 1 4 1 1 4 3 0 9 2 0 4 4 36 P3 0 0 0 0 0 4 2 1 2 1 0 0 3 6 2 4 8 33 Rata - rata 1,88 2,25 2,06 6,19 4 2,38 7,31 0,94 2,94 3,81 9,25 2,5 Kontrol P1 0 3 0 3 2 0 2 1 5 0 10 0 13 0 5 9 14 67 P2 0 0 4 1 1 2 5 1 3 4 10 0 8 0 0 3 1 43 P3 0 0 0 0 0 0 0 2 3 4 4 0 7 0 6 11 7 44 4,19 2,69 2,75 9,63 101 101 Jumlah rata2 Jenis Tanah Tanah Gunung Tanah Paingan Kidul P1 P2 P3 P1 P2 P3 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 6 4 0 0 0 0 0 2 0 3 4 0 3 2 0 2 1 0 1 2 0 2 4 4 1 1 4 3 3 3 0 1 0 2 0 2 5 3 1 1 4 5 1 0 1 0 2 0 9 1 2 5 7 0 5 5 2 1 1 10 3 9 0 6 5 0 5 0 0 1 8 2 0 0 0 0 0 1 12 5 5 9 16 6 13 3 0 12 5 7 64 38 15 47 61 40

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 9. Perhitungan Anova Jumlah Daun Tanaman Anggur Tabel 12. Uji Normalitas Jumlah Daun Tests of Normality a Kolmogorov-Smirnov Statistic df Shapiro-Wilk Sig. Statistic df Sig. Regosol .177 3 . 1.000 3 .970 Aluvial .182 3 . .999 3 .935 Latosol .252 3 . .965 3 .642 Kontrol .238 3 . .975 3 .700 a. Lilliefors Significance Correction Tabel 13. Uji Homogenistas Jumlah Daun Test of Homogeneity of Variances Y Levene Statistic df1 8.350 df2 3 Sig. 8 .008 Tabel 14. Hasil Uji Anova Jumlah Daun ANOVA Y Sum of Squares df Mean Square Between Groups 34.735 3 11.578 Within Groups 58.162 8 7.270 Total 92.897 11 F 1.593 Sig. .266 102

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 10. Data Pengukuran Diameter Batang dan Selisih Pertambahan Diameter Batang Tanaman Anggur Pengukuran Diameter Batang (cm) Jenis Tanah No Tanah Pasir Tanggal Tanah Paingan Tanah Gunung Kidul Kontrol P1 P2 P3 P1 P2 P3 P1 P2 P3 P1 P2 P3 1 18 Desember 2013 0,43 0,34 0,47 0,51 0,25 0,29 0,48 0,64 0,43 0,44 0,46 0,21 2 25 Desember 2013 0,52 0,35 0,57 0,62 0,32 0,31 0,48 0,65 0,5 0,52 0,53 0,35 3 1 Januari 2014 0,53 0,38 0,59 0,62 0,41 0,31 0,49 0,78 0,59 0,66 0,66 0,4 4 8 Januari 2014 0,69 0,38 0,59 0,64 0,43 0,32 0,53 0,79 0,59 0,67 0,69 0,49 5 15 Januari 2014 0,69 0,39 0,59 0,68 0,43 0,34 0,53 0,79 0,6 0,68 0,69 0,49 6 22 Januari 2014 0,69 0,39 0,59 0,69 0,44 0,38 0,65 0,79 0,6 0,68 0,69 0,49 7 29 Januari 2014 0,74 0,44 0,66 0,69 0,46 0,42 0,66 0,84 0,6 0,76 0,78 0,58 8 5 Februari 2014 0,78 0,44 0,66 0,7 0,7 0,44 0,66 0,86 0,6 0,8 0,8 0,6 9 12 Februari 2014 0,78 0,44 0,68 0,71 0,75 0,5 0,76 0,88 0,67 0,8 0,8 0,7 10 19 Februari 2014 0,78 0,49 0,68 0,73 0,75 0,51 0,76 0,89 0,68 0,85 0,81 0,71 11 26 Februari 2014 0,78 0,61 0,74 0,78 0,75 0,57 0,81 0,95 0,69 0,89 0,81 0,75 103 103

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Selisih Pertambahan Diameter Batang Jenis Tanah Tanah Pasir Tanggal Tanah Paingan Tanah Gunung Kidul Kontrol P1 P2 P3 P1 P2 P3 P1 P2 P3 P1 P2 P3 18 Desember 2013 25 Desember 2013 1 Januari 2014 8 Januari 2014 15 Januari 2014 22 Januari 2014 29 Januari 2014 5 Februari 2014 12 Februari 2014 0 0,09 0,01 0,16 0 0 0,05 0,04 0 0 0,01 0,03 0 0,01 0 0,05 0 0 0 0,1 0,02 0 0 0 0,07 0 0,02 0 0,11 0 0,02 0,04 0,01 0 0,01 0,01 0 0,07 0,09 0,02 0 0,01 0,02 0,24 0,05 0 0,02 0 0,01 0,02 0,04 0,04 0,02 0,06 0 0 0,01 0,04 0 0,12 0,01 0 0,1 0 0,01 0,13 0,01 0 0 0,05 0,02 0,02 0 0,07 0,09 0 0,01 0 0 0 0,07 0 0,08 0,14 0,01 0,01 0 0,08 0,04 0 0 0,07 0,13 0,03 0 0 0,09 0,02 0 0 0,14 0,05 0,09 0 0 0,09 0,02 0,1 19 Februari 2014 26 Februari 2014 0 0 0,05 0,12 0 0,06 0,02 0,05 0 0 0,01 0,06 0 0,05 0,01 0,06 0,01 0,01 0,05 0,04 0,01 0 0,01 0,04 Total 0,35 0,27 0,27 0,27 0,5 0,28 0,33 0,31 0,26 0,45 0,35 0,54 Rata - rata 0,035 0,027 0,027 0,027 0,050 0,028 0,033 0,031 0,026 0,045 0,035 0,054 0,09 0,11 0,09 0,13 104 104 Jumlah rata - rata

(121) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 11. Perhitungan Anova Diameter Batang Tanaman Anggur Tabel 9. Uji Normalitas Diameter Batang Tanaman Anggur Tests of Normality a Kolmogorov-Smirnov Statistic df Shapiro-Wilk Sig. Statistic df Sig. Regosol .385 3 . .750 3 .000 Aluvial .372 3 . .783 3 .073 Latosol .276 3 . .942 3 .537 Kontrol .253 3 . .964 3 .637 a. Lilliefors Significance Correction Tabel 10. Uji Homogenitas Diameter Batang Tanaman Anggur Test of Homogeneity of Variances Y Levene Statistic 15.880 df1 df2 3 Sig. 8 .001 Tabel 11. Hasil Uji Anova Diameter Batang ANOVA Y Sum of Squares df Mean Square Between Groups 1.877 3 .626 Within Groups 4.878 8 .610 Total 6.755 11 F 1.026 Sig. .431 105

(122) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 12. Data Ketahanan dan Selisih Pertambahan Ketahanan terhadap Hama / Penyakit Ketahanan Terhadap Hama / Penyakit (%) No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Tanah Pasir P1 P2 P3 Jenis Tanah Tanah Paingan Tanah Gunung Kidul P1 P2 P3 P1 P2 P3 72 71 51 74 70 65 63 35 70 72 76 94 92 97 98 90 80 80 80 77 80 82 83 85 81 83 30 70 70 60 81 82 82 95 84 80 86 85 80 80 40 70 72 80 87 90 88 89 85 85 75 47 50 52 56 76 97 99 95 90 93 99 85 85 84 82 95 90 84 87 90 80 75 60 65 70 74 81 64 65 65 70 65 60 50 52 54 52 Total 719 950 807 852 804 985 870 Rata - rata 65,36 86,36 73,36 77,45 73,09 89,55 79,09 Tanggal 18 Desember 2013 25 Desember 2013 1 Januari 2014 8 Januari 2014 15 Januari 2014 22 Januari 2014 29 Januari 2014 5 Februari 2014 12 Februari 2014 19 Februari 2014 26 Februari 2014 Jumlah total rata - rata 225,09 240,09 P1 Kontrol P2 P3 96 88 88 84 40 57 57 40 42 40 45 95 95 88 87 87 75 70 50 52 54 60 81 86 79 70 80 75 70 60 60 62 60 99 99 99 99 94 90 85 60 62 65 67 678 677 813 783 919 61,64 61,55 73,91 71,18 83,55 202,27 228,64 *data diambil dari daun yang terkena hama / penyakit (berlubang) 106 106

(123) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Selisih Pertambahan Ketahanan DaunTerhadap Hama / Penyakit (%) Jenis Tanah Tanggal Tanah Pasir Tanah Paingan Tanah Gunung Kidul Kontrol P1 P2 P3 P1 P2 P3 P1 P2 P3 P1 P2 P3 18 Desember 2013 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 25 Desember 2013 0 0 2 0 3 21 5 0 0 0 5 0 1 Januari 2014 0 5 0 0 0 2 0 1 0 0 0 0 8 Januari 2014 23 1 2 6 1 0 3 0 0 0 0 0 15 Januari 2014 0 0 0 0 0 0 3 5 0 10 10 0 22 Januari 2014 0 0 40 0 0 3 0 0 0 0 0 0 29 Januari 2014 0 0 0 0 0 6 0 0 0 0 0 0 5 Februari 2014 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 12 Februari 2014 35 0 21 30 3 0 5 2 2 2 0 2 19 Februari 2014 2 3 1 2 2 0 5 2 5 0 2 3 26 Februari 2014 Total 4 64 2 11 0 66 8 46 4 13 0 32 4 25 0 10 5 12 6 18 0 17 2 7 Rata - rata 6,40 1,10 6,60 4,60 1,30 3,20 2,50 1,00 1,20 1,80 1,70 0,70 Jumlah rata - rata 14,10 9,10 4,70 4,20 107 107

(124) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 13. Pengukuran pH tanah dan Kelembaban Tanah Pengukuran pH tanah No Tanggal Tanah Pasir Tanah Paingan Tanah Gunung Kidul Kontrol 1 13-Nop-13 6,8 6,6 5,8 6,5 2 15-Nop-13 6,4 6 5,4 6,4 3 18-Nop-13 6,4 6,2 5,8 6,5 4 21-Nop-13 6,8 6,3 5,5 6,3 5 25-Nop-13 6,8 6,2 6 6,8 6 27-Nop-13 7 6,6 5,4 6,4 7 29-Nop-13 7 7 6 6,8 8 1-Des-2013 7 6,4 5,4 6,8 9 5-Des-13 6,6 6,6 5,8 6,2 10 7-Des-13 7 6,8 6,2 6,8 11 9-Des-13 6 6,6 5,8 6,2 12 12-Des-13 6,2 6 6 6 13 14-Des-13 64 64 6 64 14 16-Des-13 65 7 6 68 15 18-Des-13 6 5,8 6 6,2 16 20-Des-13 6 6 4,8 7 17 23-Des-13 6,2 5,6 6 6,4 18 26-Des-13 6,6 6,8 5,6 6,4 19 03-Jan-14 7 6,4 5,6 7 20 06-Jan-14 7 6,6 5,8 7 21 09-Jan-14 7 7 7 7 22 11-Jan-14 6 6,8 6 6,5 23 13-Jan-14 6 6 6 6,5 24 21-Jan-14 6,3 6 5,5 6,5 25 25-Jan-14 6 6 5,5 6,5 26 30-Jan-14 6,5 6 7 6,5 27 01-Feb-14 6,3 6 5,5 6,5 108

(125) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Kelembaban tanah Tanah Paingan (Alluvial) Tanah Gunung Kidul (Latosol) Kontrol No Tanggal Tanah Pasir (Regosol) 1 13-Nop-13 7 8 10 7 2 15-Nop-13 1 9 + 7 3 18-Nop-13 6,9 9 + 8 4 21-Nop-13 5 9 + 8 5 25-Nop-13 6 9 + 9 6 27-Nop-13 3 4 + 6 7 29-Nop-13 1 5 9,2 5,3 8 1-Des-2013 1,5 6 9,5 6 9 5-Des-13 4,5 7 9 6,5 10 7-Des-13 5 4 7 5 11 9-Des-13 6 8,9 9,9 4 12 12-Des-13 8 9,2 + 8,2 13 14-Des-13 5,4 5,6 9 5,8 14 16-Des-13 7,5 8 10 8 15 18-Des-13 3 4 8 6 16 20-Des-13 7 7 + 8 17 23-Des-13 6 8 + 6 18 26-Des-13 6 9 6 4 19 03-Jan-14 7 + + 7 20 06-Jan-14 3 7,5 10 8 21 09-Jan-14 2,5 4 9 7 22 11-Jan-14 7 9 + 10 23 13-Jan-14 9 + + 10 24 21-Jan-14 + + + + 25 25-Jan-14 10 + + 10 26 30-Jan-14 9 + + + 27 01-Feb-14 + + + + keterangan : + (lebih dari 10 %) 109

(126) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 14. Dokumentasi Penelitian Gb. 10. Penanaman bibit anggur Gb. 11. Belgi yang sudah ditanam pada media pasir Gb. 12. Pengukuran tinggi tanaman Gb.13. Pertumbuhan tanaman 110

(127) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Gb. 14. Pemberian abu gosok agar tidak Gb. 15. Daun yang terserang hama terserang hama Gb. 16. Hama Kumbang Daun Gb. 17. Area penelitian 111

(128) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Gb. 19. Penyemprotan Lannete pada daun Gb. 20. Pengikatan tanaman dengan ajir Gb. 21. Pengikatan tanaman pada pagar Gb. 22. Pemotongan tanaman setelah 50 cm 112

(129) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 113 Gb. 23. Tanaman terkena hujan abu Gunung Kelud Gb. 24. Penyiraman tanaman dari abu Gunung Kelud Gb. 25. Pertumbuhan selama Gb. 26. Tanaman paling pendek pada media 5 bulan Tanah Paingan ulangan ke-3

(130)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

PENGARUH KONSENTRASI PUPUK DAUN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BEBERAPA VARIETAS TANAMAN KACANG TANAH (Arachis hypogeae L)
0
5
2
PENGARUH JENIS MEDIA DAN VARIETAS TERHADAP PERTUMBUHAN BENIH ADENIUM
0
5
1
PENGARUH EKSTRAK BAGIAN TANAMAN RUMPUT TEKI DAN LAMA PERENDAMAN TERHADAP PERTUMBUHAN STEK ANGGUR (Vitis vinifera L.) VARIETAS BELGIE
0
17
1
UJI PERTUMBUHAN VEGETATIF BERBAGAI VARIETAS TANAMAN ANGGUR (Vitis) DI DESA TEGAL GONDO KECAMATAN KARANGPLOSO
0
7
1
PENGARUH KONSENTRASI PAKLOBUTRAZOL TERHADAP PENAMPILAN TANAMAN GERBERA LOKAL (Gerbera jamesonii) DALAM POT
8
26
44
PENGARUH PEMBERIAN BORON TERHADAP PERTUMBUHAN TIGA VARIETAS TANAMAN PADI (Oryza sativa L.)
0
11
45
PENGARUH VARIASI TINGGI MUKA AIR TANAH TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.).
0
1
10
PENGARUH DOSIS AMELIORAN LIMBAH TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT PADA MEDIA TANAH GAMBUT TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN TOMAT (Solanum lycopersicum L.) SKRIPSI
0
0
21
PENGARUH KEKERINGAN PADA TANAH BERGARAM NaCl TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN NILAM
0
0
10
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN MELON (Cucumis melo L.) DI MEDIA TANAH ULTISOL BANGKA SKRIPSI
0
0
15
PENGARUH VARIASI MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.)
0
0
15
PENGARUH DOSIS PUPUK KANDANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BEBERAPA VARIETAS TANAMAN KEDELAI (Glycine max (L.) Merril) SKRIPSI
0
0
36
PENGARUH KONSENTRASI POC NASA DAN VARIETAS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill) SKRIPSI
0
0
52
PENGARUH JENIS TANAH TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN ANGGUR (Vitis vinifera) VARIETAS JESTRO AG 86 DI DALAM POT
0
0
114
PENGARUH JENIS TANAH TERHADAP PERTUMBUHAN VEGETATIF TANAMAN ANGGUR (Vitis vinifera) VARIETAS PRABU BESTARI DENGAN TEKNIK PENANAMAN DALAM POT
0
0
143
Show more