N A T A K G N I N E P

Gratis

0
2
201
7 months ago
Preview
Full text
(1)PENINGKATAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR IPS MELALUI MODEL KOOPERATIF TIPE STAD PADA SISWA KELAS IV SD PANGUDILUHUR SEDAYU SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Oleh: Nurvita Kurnianingsih NIM : 091134020 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PENINGKATAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR IPS MELALUI MODEL KOOPERATIF TIPE STAD PADA SISWA KELAS IV SD PANGUDILUHUR SEDAYU SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Oleh: Nurvita Kurnianingsih NIM : 091134020 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(3) SKRIPSI PENINGKATAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR IPS MELALUI MODEL KOOPERATIF TIPE STAD PADA SISWA KELAS IV SD PANGUDILUHUR SEDAYU ii

(4) iii

(5) HALAMAN MOTTO MOTTO j Allah akan meninggikan orang yang ber iman diantara kamu dan orang-orang yang di beri ilmu pengetahuan ( QS. AL- Mujadah : 11) Barang siapa menuntut ilmu maka Allah akan memudahkan jalan baginya jalan menuju surga. Dan tidaklah berkumpul suatu kaum di sanalah satu dari rumah-rumah Allah, maka membaca izzabbullah dan saling mengajarkan di antara mereka, kecuali akan turun kepada mereka kesenangan di liputi dengan rahmat, di kelilingi oleh para malaikat dan Allah akan menyambut mereka kepada siapa saja yang di sisihNya. Barang siapa memperlambat dalam amalannya niscaya tidak akan bisa dipercepat nasabnya. ( HR Muslim dan Ahahihnya) . iv

(6) PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan dibawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma : Nama : Nurvita Kurnianingsih NIM : 091134020 Demi perkembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan karya ilmiah saya yang berjudul : PENINGKATAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR IPSMELALUI MODEL KOOPERATIF TIPE STADPADA SISWA KELAS IV SD PANGUDILUHUR SEDAYUkepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma berserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta izin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya. Yogyakarta, 27 Februari 2014 Yang menyatakan, Nurvita Kurnianingsih v

(7) PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa karya yang saya tulis tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan pada daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 27 Februari 2014 Peneliti, Nurvita Kurnianingsih vi

(8) ABSTRAK SKRIPSI PENINGKATAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR IPS MELALUI MODEL KOOPERATIF TIPE STAD PADA SISWA KELAS IV SD PANGUDILUHUR SEDAYU Oleh : Nurvita Kurnianingsih NIM : 091134020 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan minat dan prestasi belajar siswa kelas IV SD Pangudiluhur Sedayu pada mata pelajaran IPS dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievment Division) tahun ajaran 2012/2013. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilakukan dalam satu siklus, siklus tersebut terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Pangudiluhur Sedayu tahun ajaran 2012/2013 yang berjumlah 25 siswa, sedangkan objek penelitian adalah peningkatan minat dan prestasi belajar pada mata pelajaran IPS. Tahapan dalam model pembelajaran koopertif tipe student team achievement divisions yaitu dimulai dengan presentasi kelas, diskusi kelompok, tes individu, dan dilanjutkan dengan pemberian penghargaan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini diperoleh dengan tes tertulis, observasi, dan wawancara. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian minat pada indikator (1) yaitu perhatian dalam proses pembelajaran, dari kondisi awal sebesar 29% meningkat menjadi 79%. Pada indikator (2) partisipasi dalam pembelajaran juga mengalami peningkatan, dari kondisi awal 29% meningkat menjadi100%. Indikator (3) yaitu kemampuan untuk mengembangkan diri kondisi awal sebesar 32% meningkat menjadi 79%, .Indikator minat yang (4) perasaan senang dalam pembelajaran juga mengalami peningkatan, dari kondisi awal sebesar 21% siswa yang merasa senang dalam pembelajaran menjadi 76%. Hasil penelitian mengenai prestasi belajar siswa sebelum dikenai tindakan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD rata-rata nilai siswa kelas IV SD tahun pelajaran 2011/2012 adalah 66,36 dan persentase jumlah siswa yang lulus KKM 44%. Setelah dilakukan tindakan pada siklus I, ratarata meningkat menjadi 76,06 dan persentase jumlah siswa yang lulus KKM juga meningkat menjadi 100%. Kata kunci :Minat, Prestasi belajar & Metode STAD vii

(9) ABSTRACT THESIS IMPROVING THE INTEREST AND LEARNING ACHIEVEMENT OF THE SOCIAL SCIENCE THROUGH STAD COOPERATIVE MODEL OF THE FOURTH GRADERS STUDENT OF SD PANGUDILUHUR SEDAYU By: Nurvita Kurnianingsih 091134020 This research aimed to know the fourth grade students year 2012/2013 of SD Pangudiluhur Sedayu improvements in their activeness and learning achievements in Social Science using cooperative learning method type STAD (Students Teams Achievement Division). This research used action research. It was done in one cycle which consisted of planning, acting, observing, and reflecting. The subjects of this research were 30 fourth grade students of SD Pangudiluhur Sedayu year 2012/2013, while the objects were the improvements of students’ activeness and achievements in Social Science. The learning activities begins with classroom presentation, group discussion, individual test, and continued with give rewards. The data collection technique through written test, observation, and interview. Then, the data were analyzed using quantitative and qualitative descriptive. Theresults of the research interest in the indicator number (1) is the learning process, from the early conditions increased from 29% to 79%. In indicator (2)The participation in learning IS also increased, from 29% TO 100%. Indicators (3) the ability to develop students are also increased from 32% to 79%,. Indicators of interest number (4) Is a sense of excitement in the study also increased, from 21% of students who take pleasure in learning to 76%. The results of research on student achievement before subjected to the action by using STAD cooperative learning model the average value of fourth grade students of the school year 2011/2012 was 66.36 and the percentage of students who passed the KKM 44%. After the action of the first cycle, the average score increased to 76.06 and the number of students achieving the passing grade became 100%. Keywords: interest, learning achievement & Methods STAD viii

(10) KATA PENGANTAR Puji dan syukur peneliti panjatkan kepada Allah Bapa atas berkat, rahmat, dan karunia-Nya, sehingga peneliti dapat menyelesaikan Penelitian Tindakan Kelas ini. Skripsi ini disusun untuk memperoleh gelar sarjana pendidikan di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan khususnya Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini tidak mungkin selesai jika tanpa bantuan dari berbagai pihak. Maka pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada : 1. Bapak Rohandi, Ph. D., Selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma. 2. Romo G. Ari Nugrahanta, S.J., S.S., BST., M.A., Selaku Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma. 3. Ibu E. Catur Rismiati, S.Pd, M.A, Ed. D, Selaku dosen pembimbing I, yang telah memberikan arahan, dorongan , semangat, serta sumbangan pemikiran yang penulis butuhkan untuk menyelesaikan Penelitian Tindakan Kelas ini. 4. Ibu Eny Winarti, S.Pd., M.Hum., Ph.D., Selaku dosen pembimbing II, yang telah memberikan bantuan ide, saran, masukan, kritik, serta bimbingannya yang sangat berguna bagi penelitian ini. 5. Bapak Drs. Petrus Silam., Selaku Kepala Sekolah Dasar Pangudiluhur Sedayu yang telah memberikan ijin kepada penulis untuk melakukan penelitian di kelas IV SD PL. Sedayu. 6. Ibu Sri Lestari, S.Pd., Selaku guru kelas IV SD PL Sedayuyang telah memberikan waktu, bantuan untuk melakukan penelitian. 7. Siswa kelas IV SD PL Sedayu, yang telah bersedia menjadi subjek dalam penelitian ini. ix

(11) 8. Ayah, Ibu, dan Adik tercinta yang telah memberikan fasilitas material maupun finansial serta doa yang tidak pernah berhenti dari awal hingga akhir perkuliahan. 9. Sahabat-sahabatku yang telah memberikan kasih dan dukungan, Dien, Lia, Melani, Ana, Ayuk, Vivin, Nawang, Rina, Thomas, Galih, Dimas, Esti, Ega, dan Andar. 10. Keluarga besar PGSD’09 kelas C yang telah menjadikan aku pribadi yang lebih kuat, tangguh, dewasa dalam iman dan mengerti tentang artikehidupan. 11. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu, yang telah memberikan dukungan dan bantuan selama penelitian ini. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu penulis dengan rendah hati bersedia menerimasumbangan baik pemikiran, kritik maupun saran yang membangun demi kesempurnaan skripsi ini. Semoga skripsi ini dapat berguna bagi siapa saja. Yogyakarta, 27 Februari 2014 Peneliti Nurvita Kurnianingsih x

(12) DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ............................................................................................. i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING...................................................... ii HALAMAN PENGESAHAN ................................................................................ iii HALAMAN MOTTO ............................................................................................ iv PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI.................................................... v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ................................................................. vi ABSTRAK ............................................................................................................ vii ABSTRACT .......................................................................................................... viii KATA PENGANTAR ........................................................................................... ix DAFTAR ISI ......................................................................................................... xi DAFTAR TABEL ................................................................................................ xiv DAFTAR GAMBAR ............................................................................................. xv DAFTAR LAMPIRAN ......................................................................................... xvi BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah .................................................................................. 1 1.2 Identifikasi Masalah ......................................................................................... 6 1.3 Batasan Masalah .............................................................................................. 6 1.4 Rumusan Masalah ............................................................................................ 6 1.5 Tujuan Masalah................................................................................................ 7 1.6 Manfaat Penelitian ........................................................................................... 7 1.7 Definisi Operasional ........................................................................................ 8 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Kajian Pustaka ................................................................................................. 10 2.2 Prestasi Belajar ................................................................................................ 13 2.3 Model Pembelajaraan Kooperatif ..................................................................... 17 2.4 Tipe STAD ..................................................................................................... 24 2.5 Ilmu Pengetahuan Sosial .................................................................................. 27 2.6 Penelitian yang Relevan ................................................................................... 27 2.7 Kerangka Berpikir............................................................................................ 32 xi

(13) 2.8 Hipotesis Tindakan .......................................................................................... 32 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian ................................................................................................ 34 3.2 Setting Penelitian ............................................................................................. 37 3.3 Rancangan Penelitian ....................................................................................... 38 3.4 Indikator dan Pengukuran ................................................................................ 40 3.5 Rencana Tindakan............................................................................................ 41 3.6 Tahap Pelaksanaan ........................................................................................... 42 3.7 Instrumen Penelitian ........................................................................................ 44 3.8 Teknik Analisis Data ........................................................................................ 47 3.9 Validitas dan Reliabilitas Instrumen Penelitian.................................................. 52 3.10 Validitas Instrumen Soal dan Kuesioner............................................................ 58 3.11 Reliabilitas........................................................................ ................................ 62 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian ................................................................................................ 65 4.2 Hasil Minat Siswa ............................................................................................ 73 4.3 Hasil Prestasi Belajar Siswa ............................................................................. 78 4.4 Pembahasan ..................................................................................................... 83 BAB V KESIMPULAN, SARAN DAN KETERBATASAN 5.1 Kesimpulan ..................................................................................................... 91 5.2 Saran................................................................................................................ 93 5.3 Keterbatasan Penelitian .................................................................................... 94 DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 95 xii

(14) DAFTAR TABEL Tabel 2.1 Penghitungan Perkembangan Skor Individu ........................................... 26 Tabel 2.2 Penghitungan Perkembangan Skor Kelompok ........................................ 26 Tabel 3.1 Jadwal Penelitian.................................................................................... 38 Tabel 3.2 Indikator Ketercapaian ........................................................................... 40 Tabel 3.3 Kisi-kisi Soal.......................................................................................... 44 Tabel 3.4 Kisi-kisi Kuisioner Minat ....................................................................... 46 Tabel 3.5 Tingkat Penguasaan Kompetensi PAP .................................................... 48 Tabel 3.6 Skor Pilihan Jawaban ............................................................................. 48 Tabel 3.7 Batas Nilai ............................................................................................. 49 Tabel 3.8 Poin Kemajuan ....................................................................................... 50 Tabel 3.9 Kriteria Penghargaan Kelompok ............................................................. 51 Tabel 3.10 Hasil Perhitungan Validitas Silabus ...................................................... 54 Tabel 3.11 Hasil Perhitungan Validasi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ........... 55 Tabel 3.12 Hasil Validasi Kuisioner ....................................................................... 57 Tabel 3.13 Kriteria Validasi Kuisioner ................................................................... 58 Tabel 3.14 Perhitungan Validasi Soal Siklus I ........................................................ 59 Tabel 3.15 Hasil Uji Validasi Kuisioner ................................................................. 62 Tabel 3.16 Kriteria Koofisen Reliabilitas ............................................................... 63 Tabel 3.17 Hasil Reliabilitas Soal Siklus I.............................................................. 63 Tabel 3.18 Hasil Uji Reliabilitas Kuisioner ............................................................ 64 Tabel 4.1 Penghargaan Yang Didapat Dalam Kelompok Pertemuan 1 .................... 68 Tabel 4.2 Penghargaan Yang Didapat Dalam Kelompok Pertemuan 2 .................... 69 Tabel 4.3 Penghargaan Yang Didapat Dalam Kelompok Pertemuan 3 .................... 71 Tabel 4.4 Data Minat Siswa .................................................................................. 75 Tabel 4.5 Hasil Prestasi Belajar Siswa ................................................................... 79 Tabel 4.6 Tabel Ketercapaian Indikator.................................................................. 82 xiii

(15) DAFTAR GAMBAR Gambar 3.1 Siklus Penelitian Tindakan Kelas Menurut Kemmis & MC Taggart .... 35 Gambar 4.1 Grafik Peningkatan Minat ................................................................... 77 Gambar 4.2 Grafik Peningkatan Nilai Rata-rata Kelas............................................ 80 Gambar 4.3 Grafik Pencapaian Presentase KKM ................................................... 81 Gambar 4.4 Hasil Kerja Kelompok Anjing............................................................. 88 Gambar 4.5 Hasil Kerja Kelompok Kuda ............................................................... 89 xiv

(16) DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Surat Ijin Penelitian............................................................................ 98 Lampiran 2. Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian di SD ........................... 99 Lampiran 3. Daftar Nilai Kondisi Awal Siswa ....................................................... 100 Lampiran 4. Skor Awal Siswa ................................................................................ 106 Lampiran 5. Perangkat Pembelajaran Sesudah Divalidasi....................................... 108 Lampiran 6. Hasil Validasi Perangkat Pembelajaran .............................................. 143 Lampiran 7. Hasil Validitas dari SPSS ................................................................... 149 Lampiran 8. Reliabilitas dari SPSS ........................................................................ 151 Lampiran 9. Hasil pengamatan Minat..................................................................... 154 Lampiran 10. Hasil Karya Siswa ............................................................................ 158 Lampiran 11. Foto-Foto Penelitian ......................................................................... 167 xv

(17) 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan suatu hal yang penting dalam menjadikan manusia yang berilmu, berbudaya, bertakwa serta mampu menghadapi tantangan masa datang. Pendidikan yang demikian juga akan melahirkan siswa yang cerdas serta mempunyai kompetensi dan sk i l l untuk dikembangkan ditengah-tengah masyarakat. Hal ini tidak jauh berbeda dengan tujuan belajar IPS yaitu siswa dapat berpikir kritis dan logis untuk memecahkan suatu masalah sosial dan juga dapat berlatih untuk berinteraksi dalam kehidupan sosial di sekitarnya, seperti keluarga, lingkungan masyarakat dan lingkungan sekolah (Sapriyana, 2009 : 194). Mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan salah satu mata pelajaran wajib yang harus diadakan di Sekolah Dasar (SD) dan menengah menurut UU Pasal 37 Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) (Sapriyana, 2009 : 45). Mata pelajaran IPS adalah salah satu mata pelajaran yang sangatlah penting bagi siswa. Mata pelajaran IPS dapat membantu siswa untuk mengembangkan pengetahuan, pemahaman, dan kemampuan analisis terhadap kondisi sosial masyarakat dalam memasuki kehidupan bermasyarakat yang dinamis. Selain hal tersebut dengan belajar IPS siswa dapat berfikir kritis dan logis untuk memecahkan suatu masalah sosial dan juga dapat berlatih untuk berinteraksi dalam kehidupan sosial disekitarnya, seperti keluarga, lingkungan masyarakat dan lingkungan sekolah (Sapriyana, 2009 : 194), hal tersebut dikarenakan ruang 1

(18) 2 lingkup mata pelajaran IPS di Sekolah Dasar meliputi aspek-aspek yang berada di sekitar kehidupan sosial siswa. Guru harus memperhatikan kualitas dan mutu pembelajaran itu sendiri dalam proses pembelajaran IPS. Kegiatan belajar mengajar yang bermutu adalah yang berorientasi pada keaktifan atau kemandirian siswa. Kegiatan pembelajaran yang berorientasi pada keaktifan siswa ditandai dengan peningkatan prestasi belajar pada aspek kognitif yang didukung dengan aspek psikomotor dan afektif. Kegiatan tersebut diharapkan dapat mengoptimalkan kemampuan siswa dan membuat siswa menjadi lebih aktif menemukan pengetahuannya sendiri. Hal ini sesuai dengan teori konstruktivisme menurut Piaget (dalam Suparno, 2001:122), konstruktivisme adalah teori yang menganggap bahwa pengetahuan siswa adalah bentukan (kontruksi) dari siswa itu sendiri. Siswa akan menjadi aktif dalam proses belajar dengan membangun pengetahuannya sendiri maka. Hal tersebut berbeda dengan realita yang terjadi di SD Pangudiluhur Sedayu. Hasil pengamatan proses pembelajaran di SD Pangudiluhur Sedayu pada mata pelajaran IPS pada 7 September 2013, guru menggunakan model ceramah dengan membacakan buku paket dan pemberian tugas. Selama proses pembelajaran berlangsung, siswa kelas IV mengikuti pelajaran terlihat relatif kurang senang, terlihat 7 siswa meletakkan kepalanya di meja dan 3 siswa terlihat menguap saat pelajaran, 5 anak sibuk dengan kegiatannya sendiri yaitu bermain alat tulis, 3 anak tidak membawa buku paket secara sengaja. Selain itu siswa kurang merespon pertanyaan yang diberikan oleh guru hal ini yang terlihat adanya 3 siswa ketika di tanya oleh guru hanya senyum atau diam saja.

(19) 3 Siswa mempelajari materi pelajaran di sekolah saja dan tidak diulang ketika di rumah, hal tersebut di peroleh dari hasil wawancara dengan delapan siswa kelas IV SD Pangudi Luhur Sedayu pada tanggal 7 September 2012, salah satu siswa mengungkapkan bahwa “kami sehabis pulang sekolah biasanya tidak mengulangi pelajaran yang di berikan di sekolah tadi”( komunikasi pribadi, 7 September 2012). Hal tersebut diduga kurangnya minat siswa terhadap mata pelajaran IPS. Kurangnya minat terhadap suatu pembelajaran dapat dilihat dari tiga aspek yaitu keinginan untuk mengetahui pembelajaran, partisipasi dalam pembelajaran dan perhatian dalam pembelajaran. Seperti yang diungkapkan oleh Djamarah (2002:132) “ minat dapat diekspresikan siswa melalui; 1) keinginan siswa untuk mengetahui pembelajaran, 2) partisipasi siswa dalam pembelajaran, 3)perhatian siswa dalam pembelajaran, 4) perasaan senang dalam pembelajaran.” Sedangkan pada aspek ke-4 peneliti tidak dapat melihatnya sekedar melalui observasi melainkan dibutuhkan angket karena aspek ini merupakan indikator yang timbul dari dalam diri siswa yang relatif sulit untuk diobservasi. Berdasarkan angket yang disebarkan peneliti untuk mengetahui minat belajar siswa, diperoleh data yang menunjukan bahwa minat belajar IPS siswa masih relatif rendah. Terbukti dengan hasil perhitungan data indikator minat belajar siswa yang cukup rendah. Pada indikator minat siswa yang pertama, keinginan siswa untuk mengetahui pembelajaran, hanya 29% siswa yang berminat untuk mengetahui pembelajaran. Pada indikator minat yang kedua, partisipasi dalam pembelajaran, terlihat 29% siswa berpartisipasi, sedangkan indikator ketiga yaitu perhatian siswa dalam pembelajaran, terlihat 32% siswa memperhatikan

(20) 4 pembelajaran. Pada indikator keempat terlihat 21% siswa merasa senang dalam pembelajaran. Berdasarkan pengamatan hasil belajar siswa kelas IV tahun pelajaran 2011/2012 pada mata pelajaran IPS yang peneliti lakukan di SD Pangudiluhur Sedayu nilai rata-rata yang diperoleh siswa kelas IV yaitu 66,36, dari jumlah keseluruhan 25 siswa. Sedangkan siswa yang lulus KKM dengan nilai KKM yang sudah di tetapkan 68 sebanyak 44% atau 12 siswa. Data tersebut menunjukan rendahnya prestasi belajar siswa yang dipengaruhi oleh model pembelajaran yang kurang bervariasi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan guru dalam memperbaiki proses pembelajaran tersebut yaitu dengan memilih model pembelajaran yang dapat membuat siswa membangun sendiri pengetahuannya. Siswa yang mampu membangun pengetahuannya sendiri akan menjadi lebih berminat dalam proses pembelajaran sehingga akan berpengaruh pada prestasi belajar siswa. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan nilai yang diperoleh siswa. Suyono & Haryanto (2011:115-116) penerapan pendekatan konstruktivisme pada umumnya diterapkan pada model pembelajaran kooperatif (cooperative learning) secara luas dengan alasan bahwa siswa akan lebih mudah menemukan dan memahami konsep-konsep yang sulit jika para siswa tersebut saling berdiskusi dengan temannya dalam kelompok. Model kerja kooperatif memiliki kelebihan dibandingkan dengan model pembelajaran yang lain. Kelebihan dari model kooperatif adalah sebagai berikut (1) Model kooperatif melalui kerja kelompok dapat memberikan kesempatan pada siswa untuk menggunakan ketrampilan bertanya dan membahas

(21) 5 sesuatu masalah (2) Model kooperatif dapat memberikan kesempatan pada para siswa untuk lebih intensif mengadakan penyelidikan mengenai sesuatu kasus atau masalah. (3) Model kooperatif dapat mengembangkan bakat kepemimpinan dan mengajarkan ketrampilan berdiskusi (4) Model kooperatif dapat memungkinkan guru untuk lebih memperhatikan siswa sebagai individu serta kebutuhan belajar. Suyatno (dalam Murtini 2011: 15) ada beberapa tipe pembelajaran kooperatif yaitu Student Teams Achievement Division (STAD), Numbered Heads Togethers (NHT), Jigsaw, Think Pairs Share (TPS), Teams Games Tournament (TGT). Student Teams Achievement Division (STAD) dianggap paling sesuai dari beberapa tipe yang ada, untuk mengatasi rendahnya masalah minat dan juga prestasi belajar di Kelas IV SD Pangudiluhur Sedayu. Pernyataan tersebut didukung oleh pendapat Slavin (2005:143) yang berpendapat bahwa STAD merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif yang paling sederhana dan merupakan model yang paling baik digunakan bagi guru yang baru menggunakan model kooperatif. Selain itu pemilihan tipe ini juga diperkuat dengan empat penelitian yang relevan yang dilakukan oleh Andayanti (2011), Krisdianto (2011), Riyanto (2010), dan Kusumadewi (2012). Penelitian tersebut membuktikan bahwa STAD dapat meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa. Jadi Model pembelajaran kooperatif tipe STAD efektif digunakan untuk meningkatkan minat dan perestasi belajar siswa. Sesuai dengan uraian di atas maka peneliti mengadakan penelitian dengan judul Peningkatan Minat dan Prestasi Belajar IPS Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Kelas IV SD Pangudi Luhur Sedayu.

(22) 6 Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dalam upaya meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa kelas IV SD Pangudiluhur Sedayu tahun ajaran 2012/2013. 1.2 Identifikasi Masalah Berdasarkan analisis observasi dapat diidentifikasi masalah masalah sebagai berikut. 1. Kurangnya keberanian dan pengalaman guru dalam menggunakan variasi model pembelajaran sehingga guru cenderung menggunakan metode ceramah yang bersifat mononton dalam pembelajaran IPS. 2. Siswa kurang berminat dalam proses pembelajaran. 3. Data hasil prestasi mata pelajaran IPS rendah di bawah nilai kriteria ketuntasan minimal (KKM). 1.3 Batasan Masalah Berdasarkan identifikasi masalah di atas, maka pembatasan masalah dari penelitian ini adalah peningkatan prestasi belajar IPS siswa Kelas V SD Pangudi Luhur Sedayu melalui metode kerja kelompok model STAD. 1.4 Rumusan Masalah 1. Bagaimana penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Divisions) dalam upaya meningkatkan minat belajar IPS siswa kelas IV SD Pangudi Luhur Sedayu tahun ajaran 2012/2013? 2. Bagaimana penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Divisions) dalam upaya meningkatkan prestasi belajar IPS siswa kelas IV SD Pangudi Luhur Sedayu tahun ajaran 2012/2013?

(23) 7 1.5 Tujuan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah, masalah dan pembatasannya, masalah dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: 1. Untuk mengetahui peningkatkan minat belajar IPS siswa kelas IV SD Pangudi Luhur Sedayu melalui model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Divisions). 2. Untuk mengetahui peningkatkan prestasi belajar IPS siswa kelas IV SD Pangudi Luhur Sedayu melalui model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Divisions). 1.6 Manfaat Penelitian 1. Bagi Peneliti Penelitian ini sebagai pengetahuan untuk mengetahui upaya meningkatkan minat siswa di kelas melalui model kooperatif. 2. Bagi Guru a. Penelitian dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan para guru agar dapat menerapkan model kooperatif sebagai usaha meningkatkan prestasi belajar siswa. b. Penelitian ini dapat meningkatkan kreatifitas dan peran aktif guru dalam mengelola pembelajaran dan mencari berbagai sumber belajar untuk proses pembelajaran. 3. Bagi Siswa a. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pengalaman bagi siswa untuk mempelajari materi perkembangan teknoligi dengan menggunakan

(24) 8 model pembelajaran cooperatif tipe STAD (Studen Teams Achievement Divisions) 4. Bagi Kepala Sekolah a. Penelitian ini diharapkan mendorong guru untuk melaksanakan pembelajaran bermakna pada mata pelajaran IPS. b. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan untuk pembinaan guru-guru di lingkungan kerjanya. 5. Bagi Pembaca Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan referensi untuk melakukan penelitian berikutnya dan dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan kualitas sekolah. 1.7 Definisi Oprasional 1. Minat Keinginan atau rasa ketertarikan yang datang dari hati nurani seseorang untuk ikut serta dalam kegiatan belajar tanpa ada pengaruh dari siapa pun. 2. Prestasi Belajar Prestasi belajar adalah hasil atau pencapaian kegiatan individu dalam membangun pengetahuan, perilaku dan keterampilan dengan cara mengolah bahan ajar. 3. Ilmu Pengetahuan Sosial IPS adalah bidang studi yang mempelajari dan menelaah serta menganalisis gejala dan masalah sosial di masyarakat ditinjau dari berbagai aspek kehidupan secara terpadu (Sardjiyo, 2011:32).

(25) 9 4. Model Pembelajaran Kooperatif Pembelajaran Kooperatif atau Cooperatif Learning adalah model pembelajaran yang membuat siswa belajar dan bekerja dalam kelompok untuk mencapai tujuan pembelajaran. 5. STAD (Student Teams Achievement Divisions). STAD adalah pembelajaran kooperatif yang mengelompokkan siswa dalam tim pembelajaran, yang terdiri dari kelompok yang heterogen dan saling membantu untuk mencapai tujuan belajar, yang pada akhirnya nanti dilakukan evaluasi untuk diambil poin kemajuan individual dan kelompok.

(26) 10 BAB II LANDASAN TEORI Di dalam bab ini, diuraikan landasan teori yang akan digunakan untuk memecahkan masalah dalam penelitian ini. Pembahasan tentang teori terdiri dari kajian pustaka, kerangka berpikir, dan hipotesis tindakan. 2.1 Kajian pustaka 2.1.1 Pengertian Minat Hurlock (1993: 114) menjelaskan bahwa minat merupakan sumber motivasi yang mendorong orang untuk melakukan apa yang mereka inginkan bila mereka pilih. Pada semua usia, minat memainkan peran yang penting dalam kehidupan seseorang dan mempunyai dampak yang besar atas perilaku dan sikap. Sepanjang masa anak-anak, minat menjadi sumber motivasi yang kuat untuk belajar. Anak yang berminat terhadap sebuah kegiatan, baik permainan maupun pekerjaan, akan berusaha lebih keras untuk belajar dibandingkan dengan anak yang kurang berminat atau merasa bosan. Surya (2003: 67) berpendapat bahwa minat sebagai rasa senang atau tidak senang dalam menghadapi suatu objek. Prinsip dasarnya ialah bahwa motivasi seseorang cenderung akan meningkat apabila yang bersangkutan memiliki minat yang besar dalam melakukan tindakannya. Soewardi (1987: 183) dalam Ensiklopedi Pendidikan mengatakan bahwa minat adalah kesediaan jiwa yang sifatnya aktif untuk menerima sesuatu dari luar. Tiap pelajaran yang diberikan guru harus menarik minat siswa. Widiyanto (1986: 3) mengatakan bahwa minat adalah suatu kecenderungan yang agak menetap yang terdapat di dalam diri 10

(27) 11 individu, untuk merasa tertarik atau tidak tertarik pada sesuatu. Dari beberapa pengertian minat di atas dapat disimpulkan bahwa minat adalah dorongan yang menyebabkan timbulnya perhatian seseorang dalam pemusatan pikiran. 2.1.2 Faktor pendorong minat Soewardi (1987: 183) berpendapat bahwa minat dapat didorong oleh motivasi. Motivasi merupakan suatu tenaga yang mendorong setiap individu bertindak atau berbuat untuk tujuan tertentu.Minat dan motivasi berhubungan sangat erat, dimana minat merupakan alat motivasi yang utama. Esti (2002: 365) berpendapat bahwa cara menarik minat selama pelajaran adalah menghubungkan pengalaman belajar dengan minat siswa. Jika seorang guru tahu apa yang diminati siswa, banyak tugas mengajar di kelas yang dapat dihubungkan dengan minat siswa. Sardiman (1986: 95) menjelaskan bahwa beberapa cara untuk menciptakan minat, antara lain (1) Membangkitkan adanya suatu kebutuhan untuk belajar (2) Menghubungkan pengalamannya dengan persoalan atau masalah pada masa lampau (3) Memberi kesempatan kepada siswa untuk berlomba mendapatkan hasil yang lebih baik (4) Menggunakan berbagai macam cara mengajar supaya siswa tidak merasa bosan.Dari beberapa cara menciptakan minat di atas, minat tumbuh dari perasaan senang yang dialami oleh siswa. Winkel (1984: 31) menyatakan bahwa guru harus dapat membuat siswa selalu merasa senang dalam belajar, antara lain dengan cara sebagai berikut (1) Membina hubungan yang akrab dengan siswa, namun tidak bertingkah seperti anak remaja (2) Menyajikan bahan pelajaran yang tidak terlalu sulit, namun juga

(28) 12 tidak terlalu mudah (3) Menggunakan media pembelajaran yang cocok untuk menunjang proses belajar mengajar (4) Menggunakan alat-alat pelajaran yang cocok untuk menunjang proses belajar mengajar (5) Menggunakan cara mengajar atau metode mengajar yang bervariasi, namun tidak berganti-ganti metode sehingga siswa menjadi bingung. Hurlock (1995:117) Hurlock berpendapat bahwa minat terbagi menjadi 3 aspek yaitu: a) Aspek kognitif Berdasarkan atas pengalaman pribadi dan apa yang pernah dipelajari baik di rumah, sekolah dan masyarakat serta berbagai jenis media masa. b) Aspek Afektif Konsep yang membangun aspek kognitif, minat dinyatakan dalam sikap terhadap kegiatan yang ditimbulkan minat. Berkembang dari pengalaman pribadi dari sikap orang yang penting yaitu orang tua, guru, teman sebaya terhadap kegiatan yang berkaitan dengan minat tersebut dan dari sikap yang dinyatakan atau tersirat dalam berbagai bentuk media masa terhadap kegiatan itu. c) Aspek Psikomotor Berjalan dengan lancar tanpa perlu pemikiran lagi, urutannya tepat. Namun kemajuan tetap memungkinkan sehingga keluwesan dan keunggulan meningkat meskipun ini semua berjalan lambat.

(29) 13 2.1.3 Cara Mengukur Minat Masidjo (1995:59) yang berpendapat bahwa minat siswa dapat diukur menggunakan penilaian nontes, beliau juga menjelaskan bahwa penilaian non tes merupakan rangkaian pernyataan atau pertanyaan yang harus dijawab secara sengaja dalam situasi yang kurang distandarisasikan. Untuk mengukur kemampuan atau hasil belajar yang dapat diamati secara konkrit dari individu atau kelompok. Penilaian non tes dapat berupa pengamatan (observasi), catatan anekdot, daftar cek, skala nilai, angket dan wawancara. Pada penelitian ini minat siswa diukur menggunakan pengamatan (observasi). Selain pengamatan (observasi), minat siswa dapat didukung dengan menggunakan wawancara. Wawancara adalah suatu cara untuk mengetahui situasi tertentu di dalam kelas dilihat dari sudut pandang yang lain (Hopkins dalam Kunandar, 2008 : 157). Wawancara dilakukan secara bertatap muka langsung dengan guru dan beberapa siswa. 2.2 Prestasi belajar 2.2.1 Pengertian Belajar Para ahli mendefinisikan belajar sesuai dengan cara berpikir, dan filsafat yang dianutnya. Belajar menurut Ernes ER. Hilgard dalam Riyanto ( 2009: 4-5) adalah belajar adalah proses dimana suatu aktivitas berasal atau dibebankan prosedur pelatihan itu melalui (baik di laboratorium atau dalam lingkungan alam) yang dibedakan dari perubahan oleh faktor tidak terkait dengan pelatihan yang artinya seseorang dapat dikatakan belajar kalau dapat melakukan sesuatu dengan cara latihan-latihan sehingga yang bersangkutan menjadi berubah.

(30) 14 Winkle (dalam Riyanto, 2009: 5) menyatakan bahwa belajar adalah suatu aktivitas mental/ psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan, yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuanpemahaman, keterampilan, dan nilai-sikap. Sedangkan Degeng (dalam Riyanto, 2009: 5) menyatakan bahwa belajar merupakan pengaitan pengetahuan baru pada struktur kognitif yang sudah dimiliki si belajar. Gagne (dalam Suprijono,2009: 2) menyatakan bahwa belajar adalah perubahan disposisi atau kemampuan yang dicapai seseorang melalui aktivitas. Perubahan disposisi tersebut bukan diperoleh langsung dari proses pertumbuhan seseorang secara alamiah. Muhibbin (2008: 63) berpendapat bahwa belajar merupakan suatu kegiatan berproses dan merupakan unsur fundamental dalam penyelenggaran setiap jenis dan jenjang pendidikan. Hal ini berati, berhasil atau tidaknya suatu pencapaian tujuan pendidikan sangat tergantung pada proses belajar yang dialami oleh siswa. Proses belajar yang dialami siswa baik secara langsung maupun tidak langsung, baik ketika ia berada di sekolah, di lingkungan rumah, maupun di keluarganya sendiri. Menurut Muhibbin (2008: 63) belajar diartikan kegiatan berproses dan merupakan unsur yang sangat fundamental dalam penyelenggaraan setiap jenis dan jenjang pendidikan. Ini berarti, bahwa berhasil atau gagalnya pencapaian tujuan pendidikan itu amat bergantung pada proses belajar yang dialami siswa baik ketika ia berada di sekolah maupun di lingkungan rumah atau keluarganya sendiri.

(31) 15 Suryono dan Hariyanto (2011: 9) berpendapat bahwa belajar adalah suatu proses untuk memperoleh pengetahuan, meningkatkan keterampilan, memperbaiki perilaku, sikap, dan mengokohkan kepribadian. Dalam konteks ini, belajar dari tidak tahu menjadi tahu atau proses memperoleh pengetahuan. Travers (dalam Suprijono ,2009: 2) menyatakan bahwa belajar adalah proses menghasilkan penyesuaian tingkah laku. Morgan (dalam Suprijono, 2009: 3) menyatakan Belajar adalah perubahan relatif permanen dalam perilaku yang merupakan hasil pengalaman masa lalu. Belajar adalah perubahan perilaku yang bersifat permanen sebagai hasil dari pengalaman. Dari beberapa pendapat tentang definisi belajar di atas, dapat disimpulkan bahwa belajar adalah sebuah proses pengumpulan informasi yang didapat dari lingkungan atau seseorang sehingga terjadi perubahan perilaku pada seseorang. 2.2.2 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Muhibbin Syah (2001: 132), mengemukakan secara global faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu faktor internal, faktor eksternal, dan faktor pendekatan belajar. a. Faktor internal Faktor internal merupakan faktor yang berasal dari dalam diri siswa. Faktor internal yang mempengaruhi prestasi belajar anatara lain (1)Bakat merupakan kemampuan untuk belajar. (2) Kecerdasan, yaitu potensi dasar yang dimiliki oleh setiap siswa. (3) Minat, yaitu suatu ketertarikan atau perhatian pada suatu objek yang cenderung bersifat menetap yang

(32) 16 didalamnya ada unsur rasa senang. (4) Motivasi, yaitu suatu tenaga yang mendorong setiap individu bertindak atau berbuat untuk tujuan tertentu. b. Faktor eksternal Faktor eksternal siswa terdiri dari dua macam, yaitu faktor lingkungan sosial dan faktor lingkungan non sosial. Faktor lingkungan sekolah seperti guru, para staf administrasi dan teman-teman sekelas dan faktor lingkungan siswa meliputi masyarakat dan tetangga juga teman-teman sepermainan di sekitar perkampungan siswa tersebut. Lingkungan sosial yang paling berpengaruh yaitu orang tua dan keluarga siswa sendiri. Sedangkan faktor lingkungan nonsosial antara lain gedung sekolah dan letaknya, rumah tempat tinggal keluarga dan letaknya, alat-alat belajar, keadaan cuaca dan waktu belajar yang digunakan siswa. c. Faktor pendekatan belajar Aktivitas yang dilakukan siswa dalam belajar mempengaruhi prestasi belajar yang dicapai siswa. Faktor pendekatan belajar merupakan suatu upaya belajar siswa yang menggunakan strategi dan model belajar yang digunakan siswa. Strategi dan model belajar digunakan untuk melakukan kegiatan pembelajaran. Faktor pendekatan belajar sangat mempengaruhi prestasi belajar yang diperoleh siswa. Dengan demikian, semakin mendalam cara belajar siswa dengan menggunakan suatu strategi dan model belajar maka prestasi yang diperoleh siswa semakin baik.

(33) 17 2.2.3 Prestasi Belajar IPS Prestasi belajar merupakan suatu puncak proses belajar, yang dipengaruhi oleh proses-proses penerimaan, keaktifan, pra pengolahan, pengolahan, penyimpanan serta pemanggilan untuk pembangkit pesan dan pengalaman (Dimyati & Mudjiono, 2006: 23-24). Ridwan (2007) mengemukakan bahwa prestasi belajar dipengaruhi oleh faktor faktor intern dan faktor ekstern. Faktor intern yaitu faktor yang terdapat dalam diri siswa. Faktor intern meliputi kecerdasan atau inteligensi. Prestasi belajar merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan belajar, karena kegiatan belajar merupakan proses, sedangkan prestasi merupakan hasil dari proses belajar. Prestasi belajar yaitu hasil yang dicapai seseorang dalam usaha belajar sebagaimana yang dinyatakan dalam raport. Khususnya dalam mata pelajaran IPS. Pengertian prestasi belajar dalam penelitian ini dapat dipandang sebagai suatu kemampuan yang dimiliki oleh siswa sehingga dapat diukur dan hasil pengukurannya berupa skor atau angka yang merupakan gambaran dari hasil proses pembelajaran pada mata pelajaran IPS. 2.3 Model Pembelajaran Kooperatif 2.3.1 Pengertian Model Pembelajaran Kooperatif Lie (dalam Handayanti, 2010:14) mengatakan pembelajaran kooperatif merupakan model pengajaran yang memberi kesempatan kepada anak didik untuk bekerja sama dengan sesama siswa dalam tugas-tugas terstruktur. Sugiyanto (2010:37) menyatakan “pembelajaran kooperatif (Cooperative Learning) adalah

(34) 18 model pembelajaran yang berfokus pada penggunaan kelompok kecil siswa untuk bekerjasama dalam memaksimalkan kondisi belajar untuk mencapai tujuan belajar.” Sehingga dalam model pembelajaran kooperatif setiap orang dalam kelompok mendapatkan kepercayaan dari teman mereka dalam satu kelompok untuk menyelesaikan bagian dari tugas kelompok. Menurut Salvin (dalam Widyaningtyas 2008 : 28) “cooperative learning adalah suatu model pembelajaran dimana para siswa belajar bersama-sama dalam kelompok kecil yang heterogen dan setiap siswa saling bekerjasama serta saling membantu dalam mempelajari materi pelajaran.” Sebenarnya jika sebuah tim ingin berhasil maka harus tercipta keinginan untuk saling membantu di antara anggotanya, jadi memang mau tidak mau harus ada interaksi dalam kelompok. Hal tersebut tidak jauh berbeda dengan pengertian model pembelajaran kooperatif menurut Majid (2013 : 175) “pembelajaran kooperatif adalah model pembelajaran yang melibatkan partisipasi siswa dalam suatu kelompok kecil untuk saling berinteraksi.” Jadi pembelajaran kooperatif adalah model pembelajaran yang membuat siswa belajar dan bekerja dalam kelompok untuk mencapai tujuan pembelajaran. 2.3.2 Ciri-Ciri Model Pembelajaran Kooperatif Model pembelajaran kooperatif berbeda dengan model pembelajaran yang lainnya. Terlihat dari proses belajarnya model pembelajaran kooperatif lebih menekankan pada kerjasama dalam sebuah tim/kelompok. Selain kemampuan akademik dan penguasaan materi kooperatif terdapat unsur kerjasama. Menurut Rusman (2010: 206) ”adanya kerjasama inilah yang menjadi ciri khas dari model

(35) 19 pembelajaran kooperatif”. Menurut Lie dalam Sugiyanto (2010) ciri-ciri model pembelajaran kooperatif dijelaskan sebagai berikut : a) Saling ketergantungan positif Guru menciptakan kondisi yang mendorong siswa menjadi merasa saling membutuhkan. Saling ketergantungan dapat dicapai melalui : (1) saling ketergantungan mencapai tujuan (2) s a l i ng ketergantungan menyelesaikan tugas (3) saling ketergantungan bahan atau sumber (4) saling ketergantungan peran (5) saling ketergantungan hadiah. b) Interaksi tatap muka Dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif intraksi tatap muka akan memaksa siswa untuk saling bertatap muka dan berdialog, dengan demikian dialog tidak hanya dengan guru melainkan dengan sesamanya. Berinteraksi dengan sesama akan mempermudah siswa dalam belajar karena mereka tidak perlu sungkan untuk bertanya dan mengemukakan pendapat. Ini juga mencerminkan konsep teman sebaya. c) Akuntabilitas Individual Model pembelajaran kooperatif dilaksanakan secara berkelompok namun penilaiannnya berdasar individu. Hasil penilaian individu tersebut disampaikan kepada kelompok supaya kelompok mengetahui siapa yang memerlukan bantuan dan dapat memberikan bantuan. Karena itulah setiap orang dalam kelompok harus memberikan sumbangan demi kemajuan kelompok. Penilaian kelompok yang didasarkan atas rata-rata penguasaan

(36) 20 semua anggota kelompok secara individual ini yang dimaksud dengan akuntabilitas individual. d) Ketrampilan menjalin hubungan antar pribadi. Ketrampilan sosial seperti tenggang rasa, sikap sopan terhadap teman, mengkritik ide bukan mengkritik teman, berani mempertahankan pikiran logis, tidak mendominasi orang lain, mandiri, dan berbagai sifat lain yang bermanfaat dalam menjalin hubungan antar pribadi (interpersonal relationship) tidak hanya diasumsikan tetapi secara sengaja diajarkan. Siswa yang tidak dapat menjalin hubungan antar pribadi akan memperoleh teguran dari guru dan juga dari sesama siswa. Berdasar ciri-ciri diatas pembelajaran kooperatif akan memberikan banyak manfaat baik bagi guru maupun kemajuan siswa karena siswa dapat mengembangkan intelektual dan emosional mereka. Nilai-nilai pembelajaran yang siswa peroleh adalah mereka dapat meningkatkan kesetiakawanan sosial, menghilangkan sifat egois, saling belajar mengenai sikap, informasi, ketrampilan, membangun persahabatan, saling percaya, kesediaan menggunakan ide orang lain yang dirasa lebih baik, berteman tanpa memandang perbedaan. 2.3.3 Tujuan dan Manfaat Model Pembelajaran Kooperatif Menurut Majid (2013:175) model pembelajaran kooperatif memiliki 3 tujuan yaitu : (1) Meningkatkan kinerja siswa dalam tugas-tugas akademik. Model kooperatif ini memiliki keunggulan dalam membantu siswa untuk

(37) 21 memahami konsep-konsep yang sulit. (2) Siswa dapat menerima temantemannya yang mempunyai berbagai perbedaan latar belakang.(3) Mengembangkan keterampilan sosial siswa; berbagi tugas, aktif bertanya, menghargai pendapat orang lain, memancing teman untuk bertanya, mau menjelaskan idea tau pendapat dan bekerja dalam kelompok. “ Sedangkan manfaat model pembelajaran kooperatif bagi siswa yang memiliki prestasi belajar yang rendah menurut Lungren (dalam Majid 2013: 175) adalah 1) meningkatkan alokasi waktu pada tugas, 2) harga diri menjadi lebih tinggi, 3) memperbaiki sikap terhadap IPA dan tugas, 4) memperbaiki kehadiran siswa, 5) membuat rendah angka putus sekolah, 6) penerimaan perbedaan individu, 7) tingkah laku anak yang suka menggagu menjadi berkurang, 8) berkurangnya konflik antar pribadi, 9) berkurangnya sikap apatis, 10) lebih memahami materi, 11) menambah motivasi siswa, 12) membuat hasil belajar menjadi lebih tinggi, 13) retensi lebih lama, 14) meningkatkan kebaikan budi, kepekaan, dan toleransi. Jadi beberapa tujuan dan manfaat pembelajaran kooperatif tersebut dapat dimanfaatkan oleh guru untuk mengembangkan potensi siswa supaya potensi tersebut lebih maksimal. 2.3.4 Tipe-Tipe Model Pembelajaran Kooperatif Menurut Arends (dalam Widyaningsih 2007) model pembelajaran kooperatif dapat dibagi menjadi 4 tipe pendekatan dasar, yaitu : a) Student Teams Achievement Division (STAD)

(38) 22 Dalam STAD siswa dikelompokan secara heterogen, setiap kelompok anggotanya terdiri dari 4-5 orang. Dalam pembelajaran guru memulai dengan mempresentasikan materi pelajaran kemudian membagi kelompok secara heterogen. Siswa bekerja dalam kelompok dan pada akhirnya guru memberikan kuis untuk dikerjakan secara individu untuk memperoleh skor individu, kemudian skor tersebut dijumlahkan dan dicari rata-ratanya untuk mengetahui kelompok tersebut layak atau tidak mendapatkan penghargaan. b) Jigsaw Dalam penerapan jigsaw, siswa dibagi kedalam kelompok kecil yang angggotanya heterogen dengan menggunakan pola kelompok asal dan kelompok ahli. Setiap anggota kelompok asal diberikan tugas untuk mempelajari bagian tertentu yang berbeda dari bahan yang diberikan. Kemudian setiap siswa yang mempelajari topik yang sama tetapi dari kelompok-kelompok yang berbeda saling bertemu dan membentuk kelompok ahli untuk bertukar pendapat dan informasi. Setelah itu mereka kembali ke kelompok asal untuk menyampaikan informasi yang diperoleh. Akhirnya setiap siswa dikenai kuis secara individu. Penilaian dan penghargaan kelompok yang digunakan pada jigsaw sama dengan STAD. c) Group Investigation (GI) Group Investigation (Investigasi kelompok) adalah model pembelajaran kooperatif, dalam proses pembelajarannya siswa bekerja di dalam kelompok-kelompok kecil untuk menyelidiki topik tertentu yang telah dipilih. Tipe ini merupakan pendekatan yang paling kompleks dan paling

(39) 23 sulit diterapkan dalam model pembelajaran kooperatif. Setelah memilih topik, setiap kelompok membuat rencana kegiatan pembelajaran dan kemudian melaksanakannya. Akhirnya, setiap kelompok mempresentasikan hasilnya. Dalam teknik ini hadiah tidak diberikan. d) Structual approach (pendekatan struktual) Setelah guru menyajikan materi pelajaran, setiap kelompok mengerjakan lembar kerja siswa, saling mengajukan pertanyaan dan belajar bersama untuk persiapan menghadapi suatu pertandingan yang biasanya diselenggarakan satu kali dalam sepekan. Ada dua macam pendekatan struktural yang dikembangkan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa yaitu : 1) Think-Pair-Share (TPS) Think-Pair-Share merupakan suatu pendekatan yang bertujuan untuk memberi siswa waktu lebih banyak untuk berfikir, menjawab dan saling membantu satu sama lain. Jenis ini mempunyai tiga tahapan utama, yaitu Thinking (berfikir), Pairing (berpasangan) dan Share (berbagi). 2) Number Heads Together (NHT) Number Heads Together adalah suatu pendekatan yang melibatkan banyak siswa dalam menelaah materi pelajaran. Jenis ini bertujuan untuk mengecek pemahaman mereka terhadap isi pelajaran tersebut. Jenis Number Head Together terdiri atas empat langkah utama, yaitu penomoran, mengajukan pertanyaan, berpikir bersama, dan menjawab.

(40) 24 Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif adalah suatu model pembelajaran yang lebih menekankan pada kerjasama dalam kelompok yang heterogen untuk menyelesaikan tugas yang diberikan guru demi tercapainya tujuan individu dan kelompok. 2.4 Tipe STAD Slavin (2008:143) mengungkapkan STAD merupakan salah satu bagian dari model pembelajaran kooperatif yang paling sederhana, serta merupakan tipe yang paling baik untuk permulaan bagi guru yang baru menggunakan model kooperatif. Hal ini dikarenakan langkah-langkah dalam pembelajarannya tidak rumit, sehingga mempermudah guru dan juga siswa dalam penggunaan model pembelajarn yang inovatif. STAD dapat membuat siswa aktif berperan serta dalam diskusi bersama kelompok. Majid (2013: 185) “ pada tiap hal, yang ditekankan adalah membuat anggota tim melakukan yang terbaik untuk tim, dan tim pun harus melakukan yang terbaik untuk membantu tiap anggotanya.” Sehingga siswa diharapkan saling membantu teman satu tim dalam mempelajari materi yang telah diberikan oleh guru. Rusman (2010:215) mengungkapkan bahwa terdapat enam langkah dalam pembelajaran kooperatif tipe STAD, yang pertama, menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai serta memotivasi siswa untuk belajar. Kedua, membagi kelompok berdasarkan heterogenitas (keragaman) kelas dalam prestasi akademik, gender/jenis kelamin, rasa atau etnik. Kelompok beranggotakan 4-5 orang. Ketiga, guru mempresentasikan/menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada pertemuan tersebut dan juga pentingnya materi tersebut

(41) 25 dipelajari, ketrampilan yang akan diharapkan dikuasai, pekerjaan yang akan dilakukan serta memotivasi siswa supaya dapat belajar dengan aktif dan kreatif. Setelah itu guru menyampaikan materi dengan menggunakan media, demonstrasi, pertanyaan, atau masalah nyata dalam kehidupan sehari-hari.Keempat, siswa belajar dalam kelompok yang sudah terbentuk. Guru memberikan lembar kerja siswa sebagai pedoman bagi kelompok, sehingga semua anggota kelompok menguasai dan memberikan kontribusi. Karena dalam STAD kerja tim merupakan ciri yang terpenting. Guru juga memberikan bimbingan dorongan, bantuan serta pengamatan kepada seluruh kelompok. Kelima, pemberian kuis dan penilaian hasil presentasi kelompok. Pada saat kuis siswa diberikan kursi sendiri untuk mengerjakan kuis supaya mereka mempunyai rasa tanggungjawab kepada dirinya sendiri dalam mempelajari bahan ajar. Setiap siswa diberikan sebuah skor dasar, yang dihitung dari kinerja rata-rata siswa pada kuis serupa sebelumnya. Kemudian siswa memperoleh poin untuk timnya didasarkan pada berapa banyak skor kuis mereka melampaui skor dasar mereka. Keenam, setelah pelaksanaan pelaksanaan kuis, guru memeriksa hasil kerja siswa dan di beri skor dengan rentang 0-100. Selanjutnya guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang berhasil, hal tersebut dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut : (a) Menghitung skor individu Slavin (2008:159-160), mengungkapkan untuk menghitung perkembangan skor individu dihitung sebagaimana dapat dilihat pada Tabel 2.1.

(42) 26 Tabel 2.1 : Penghitungan Perkembangan Skor Individu. No 1. 2. 3. 4. 5. Skor Perkembangan Lebih dari 10 poin dibawah skor dasar 5 poin 10 sampai 1 poin dibawah skor dasar 10 poin Skor 0 sampai 10 poin di atas skor dasar 20 poin Lebih dari 10 poin di atas skor dasar 30 poin Pekerjaan sempurna (tanpa memperhatikan skor 30 poin dasar) Nilai Tes (b) Menghitung skor kelompok Skor kelompok dihitung dengan membuat rata-rata skor perkembangan anggota kelompok, yaitu dengan menjumlahkan semua skor perkembangan individu anggota kelompok dan membagi sejumlah anggota kelompok tersebut. Sesuai dengan rata-rata skor perkembangan kelompok, diperoleh skor kelompok sebagaimana dalam Tabel 2.2. Tabel 2.2 : Penghitungan Perkembangan Skor Kelompok No 1. 2. 3. 4. Rata-rata Skor 0≤N≤5 6 ≤ N ≤14 16 ≤ N ≤ 20 21 ≤ N ≤ 30 Kualifikasi Tim yang baik (Good Team) Tim yang baik sekali (Great Team) Tim yang istimewa (Super Team) (c) Pemberian hadiah dan pengakuan skor kelompok. Setelah semua tim memperoleh predikat, guru memberikan hadiah atau penghargaan kepada masing-masing kelompok sesuai dengan prestasinya (dengan kriteria yang telah ditetapkan oleh guru.)

(43) 27 2.5 Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Mulyono Tj. (Hidayati, 2008: 1-7) memberi batasan IPS adalah merupakan suatu pendekatan interdsipliner (Inter-disciplinary Approach) dari pelajaran Ilmuilmu Sosial. IPS merupakan integrasi dari berbagai cabang Ilmu-ilmu Sosial, seperti sosiologi, antropologi budaya, psikologi sosial, sejarah, geografi, ekonomi, ilmu politik, dan sebagainya. Hal ini lebih ditegaskan lagi oleh Saidiharjo (Hidayati, 2008: 1-7) bahwa IPS merupakan hasil kombinasi atau hasil pemfusian atau perpaduan dari sejumlah mata pelajaran seperti: geografi, ekonomi, sejarah, sosiologi, antropologi, dan politik. Dari pendapat kedua tokoh tersebut dapat peneliti simpulkan Ilmu pengetahuan sosial merupakan integrasi cabang-cabang ilmu sosial yang meliputi sosiologi, antropologi psikologi sosial, sejarah, geografi, ekonomi, ilmu politik, dan sebagainya. Pengertian fusi disini adalah bahwa IPS merupakan bidang studi utuh yang tidak terpisah-pisah dalam kotak-kotak disiplin ilmu yang ada. Artinya bahwa bidang studi IPS tidak lagi mengenal adanya pelajaran geografi, ekonomi, sejarah secara terpisah, melainkan semua disiplin tersebut diajarkan secara terpadu. Hal ini sesuai dengan materi pelajaran IPS di SD yang disampaikan terpadu dan dikemas dalam mata pelajaran IPS terpadu. 2.6 Penelitan Yang Relevan Penelitian dengan menggunakan pembelajaran kooperatif dengan model STAD telah telah banyak dikaji dan dilakukan. Beberapa penelitian yang pernah dilakukan dan relevan serta dapat memperkuat penelitian ini adalah penelitian

(44) 28 yang dilakukan oleh Handayanti (2011), Krisdianto (2011), Riyanto (2010), Kusumadewi (2012). Handayanti (2011) melakukan penelitian yang berjudul Peningkatan Prestasi Belajar dalam Menyelesaikan Soal Cerita dengan Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams-Achievement Divisions (STAD) pada Siswa Kelas III SD Kanisius Kotabaru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa dalam menyelesaikan soal cerita yang berhubungan dengan perkalian menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD). Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan sebanyak dua siklus, yaitu siklus 1 dan siklus 2. Dari hasil analisis data didapatkan bahwa prestasi belajar siswa dalam menyelesaikan soal cerita khususnya perkalian mengalami peningkatan dari kondisi awal, siklus 1, dan siklus 2. Pada kondisi awal siswa yang nilainya mencapai ≥ 70 mencapai 18,2 %, pada siklus 1 siswa yang nilainya mencapai ≥ 70 mencapai 45,5 %, dan pada siklus 2 siswa yang nilainya mencapai ≥ 70 mencapai 72,7 %. Sedangkan rata-rata nilai pada kondisi awal yaitu 41,8, siklus 1 yaitu 55,4, siklus 2 yaitu 75,8. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) dapat meningkatkan prestasi belajar matematika siswa dalam menyelesaikan soal cerita khususnya materi perkalian. Krisdianto (2011) melakukan penelitian di SD Negeri I Somokaton dengan judul Peningkatan Prestasi Belajar Matematika Dalam Soal Cerita dengan Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD pada Siswa Kelas V

(45) 29 SD Negeri I Somokaton Tahun Ajaran 2010/2011. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing siklus dua pertemuan. Siklus I tentang soal cerita operasi hitung campuran bilangan bulat yang dilaksanakan pada tanggal 28 dan 29 Oktober 2010. Hasil analisis tes akhir siklus I nilai ratarata kelas mencapai 52,5. Didapat 10 siswa (66,7%) belum tuntas dan 5 siswa (33,3%) sudah tuntas. Siklus 2 dilaksanakan pada tanggal 2 dan 4 November 2010. Hasil analisis tes akhir siklus 2 nilai rata-rata kelas mencapai 73,4. Didapat 4 siswa (28,6%) belum tuntas dan 10 siswa (71,4%) sudah tuntas. Terdapat peningkatan setelah menggunakan STAD Penelitian yang dilakukan oleh Riyanto (2010) yang berjudul Peningkatan keaktifan dan kemampuan mengidentifikasi jenis dan besar sudut melalui metode Student Teams Achievement Divisions (STAD) pada peserta didik kelas IIIB SD Negeri wonorejo tahun ajaran 2009/2010. Bentuk penelitian dalam skripsi ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Model siklus ini terdiri dari rencana, tindakan, observasi, dan refleksi. Sedangkan subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas IIIB SD N Wonorejo tahun ajaran 2009/ 2010 dengan jumlah 19 peserta didik. Penelitian ini terdiri dari 2 siklus yaitu siklus I dan siklus II. Pengumpulan data menggunakan metode pokok yang meliputi observasi langsung, dokumentasi, dan tes. Sedangkan, kegiatan pokok pada analisis data dengan menggunakan model analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan/ verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa: 1. Persentase keaktifan peserta didik pada pada siklus I menunjukkan angka 47,4% (9 peserta didik aktif dari 19 peserta didik)

(46) 30 dan persentase keaktifan peserta didik pada siklus II menunjukkan angka 68,4% (13 peserta didik aktif dari 19 peserta didik). Dengan demikian terdapat peningkatan keaktifan peserta didik dari siklus I ke siklus II. 2. Persentase ketuntasan belajar peserta didik pada siklus I menunjukkan angka sebesar 63.2% (12 peserta didik dari jumlah 19 peserta didik tuntas dalam belajarnya) dan pada siklus II persentase ketuntasan sebesar 78.9% (15 peserta didik dari jumlah 19 peserta didik tuntas dalam belajarnya). Dengan demikian terdapat peningkatan ketuntasan belajar peserta didik dari siklus I ke siklus II. Berdasarkan keterangan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa Penggunaan Metode Student Teams Achievement Division (STAD) dapat meningkatkan kemampuan mengidentifikasi jenis dan besar sudut di Kelas IIIB SD N Wonorejo tahun ajaran 2009/ 2010. Kusumadewi (2012) melakukan penelitian dengan judul Peningkatkan Prestasi Belajar Siswa Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD pada Mata Pelajaran Matematika Materi Bilangan Pecahan Kelas IV SD Negeri Jebengsari Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang Semester II Tahun Pelajaran 2011/2012. Penelitian ini termasuk jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini menggunakan 2 siklus. Teknik pengumpulan data melalui observasi, angket, wawancara, tes dan dokumentasi. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini nampak ada peningkatan pada ketrampilan sosial ditandai dengan kemampuan menjawab pertanyaan, kemampuan mengajukan pertanyaan dan keaktifan dalam diskusi kelompok menunjukkan adanya peningkatan dari 7,09 menjadi 9,33 dari nilai maksimal yang harus diperoleh 12. Keterampilan siswa menunjukkan angka 9,33 dan tergolong Baik Sekali. Peningkatan dalam

(47) 31 ketuntasan belajar, yakni dari 28,58% sebelum siklus, meningkat menjadi 52,39 % pada siklus 1 dan 100 % pada siklus 2. Terjadi peningkatan rata-rata kelas dari 50,95 sebelum tindakan, meningkat menjadi 62,80 pada siklus 1 dan menjadi 89,52 pada siklus 2. Peningkatan skor minimal dari 45 pada sebelum siklus, menjadi 50 pada siklus 1, dan menjadi 60 pada siklus 2. Peningkatan skor maksimal dari 80 pada sebelum tindakan, tetap pada siklus 1 sebesar 90 dan menjadi 100 pada siklus 2. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar Matematika materi Bilangan Pecahan bagi siswa kelas IV SD Negeri Jebengsari Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang Semester II Tahun Pelajaran 2011/2012. Berdasarkan hasil-hasil penelitian tersebut, maka dapat diketahui bahwa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif dengan tipe STAD dapat meningkatkan hasil minat siswa dan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Hal tersebut terjadi karena adanya tanggungjawab siswa kepada dirinya dan juga kelompok. Dengan belajar bersama siswa terlibat aktif dalam pembelajaran, sehingga siswa lebih memahami materi yang disampaikan oleh guru dengan bantuan dari teman-temannya, maka prestasi belajar siswa mengalami peningkatan. Dari beberapa penelitian tersebut terdapat dua penelitian yang mengkaji tentang prestasi belajar, satu penelitian yang mengkaji tentang minat siswa, dan satu penelitian yang mengkaji tentang prestasi dan keaktifan. Beberapa penelitian tersebut membantu dan mendukung peneliti untuk melakukan penelitian dengan dua peubah yaitu prerstasi dan minat siswa.

(48) 32 2.7 Kerangka Berpikir Materi pembelajaran IPS di SD mengandung unsur-unsur yang ada dalam kehidupan nyata di masyarakat. Tidak semua materi dapat di pelajari siswa di sekolah dengan baik tanpa di dukung proses pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik materi IPS tersebut, yang menuntut situasi belajar sesuai dengan keadaan sebenarnya.Menciptakan kegiatan pembelajaran yang mengkondisikan kegiatan pembelajaran secara kelompok akan mempermudah siswa dalam memahami konsep dan prisip-prinsip dalam pembelajaran IPS di SD. Upaya untuk menciptakan kondisi belajar yang demikian perlu pemilihan model pembelajaran yang tepat, serta disesuaikan dengan karakterstik siswa SD. Model kooperatif merupakan salah satu model yang sesuai dengan karakteristik materi maupun siswa SD. Penerapan model kooperatif yang sesuai dengan karateristik materi dan karakteristik siswa SD tersebut maka hasil belajar siswa akan meningkat. 2.8 Hipotesis Tindakan Berdasarkan teori pembelajaran dan hasil penelitian yang telah dipaparkan, peneliti menyusun hipotesis tindakan sebagai berikut, penggunaan model pembelajaran kooperatif digunakan untuk meningkatkan minat siswa kelas IV SD PL. Sedayu tahun ajaran 2012/2013 melalui kegiatan pembelajaran yang menuntut minat siswa, minat siswa dapat diamati dengan indikator minat yaitu 1) keinginan siswa untuk mengetahui pembelajaran, 2) partisipasi dalam pembelajan, 3) perhatian dalam pembelajaran, 4) perasaan senang dalam pembelajaran. Selain itu, penggunaan pembelajaran STAD juga digunakan untuk meningkatkan prestasi

(49) 33 belajar IPS pada siswa kelas IV SD PL. Sedayu tahun ajaran 2012/2013 melalui penerapan langkah-langkah pembelajaran STAD yang membuat siswa lebih memahami materi pelajaran dan pada akhirnya meningkatkan prestasi belajar.

(50) 34 BAB III METODE PENELITIAN Bab III membahas metode penelitian, metode penelitian ini mencakup setting penelitian,setting penelitian, pengumpulan data dan instrumen penelitian, uji validitas dan reliabilitas instrumen, teknik analisis data, dan indikator keberhasilan. Hal di atas yang secara teknik digunakan peneliti untuk penelitian ini. 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian ini yang dikemukakan Kemmis dan MC Taget pada hakikatnya berupa perangkat-perangkat dan untaian-untaian dengan satu perangkat terdiri dari empat tahapan, yaitu: perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refeleksi. Keempat komponen yang berupa untaian tersebut dipandang sebagai satu siklus,(Wiraatmaja, (2005:66). Di bawah ini merupakan tahapan dari setiap siklus dapat di lihat pada Gambar 3.1. 34

(51) 35 Perencanaan Siklus I Pelaksanaan Refleksi Pengamatan Perencanaan Siklus II Refleksi Pelaksanaan Pengamatan Kemmis dan Taggart dalam Wiraatmaja (2005; 66) Gambar 3.1 Siklus Penelitian Tindakan Kelas 3.1.1 Perencanaan Perencanaan merupakan kegiatan merencanakan suatu tindakan yang akan dilakukan untuk setiap pelaksanaan siklus. Ada beberapa hal yang terdapat dalam perencanaan yaitu: identifikasi masalah, analisis penyebab adanya masalah dan pengembangan pemecahan masalah.

(52) 36 3.1.2 Pelaksanaan/tindakan Pelaksanaan tindakan dalam penelitian tindakan kelas dilakukan dengan mengacu pada apa yang direncanakan pada Rencana Pelaksaan Pembelajaran (RPP). Pelaksanaan tindakan yang paling tepat yaitu mampu memecahkan masalah yang sedang dihadapi. Setelah ditetapkan bentuk pelaksanaan tindakan, maka langkah berikutnya adalah mengimplementasikan tindakan dalam proses pembelajaran yang sesuai dengan skenario pembelajaran yang sudah dibuat 3.1.3 Pengamatan/observasi Pengamatan atau observasi dalam penelitian tindakan kelas dilakukan untuk mengetahui gambaran lengkap secara objektif tentang perkembangan proses pembelajaran. Data yang diperoleh dari pengamatan/observasi meliputi data kuantitatif dan data kualitatif sesuai dengan indikator-indikator yang telah ditetapkan. Pengamatan atau observasi yang di lakukan peneliti menggunakan instrumen kuisioner yang di bagikan kepada siswa kepada siswa. 3.1.4 Refleksi Refleksi dalam Penelitian Tindakan Kelas dilakukan sebagai upaya evaluasi yang dilakukan guru dan peneliti dalam penelitian. Refleksi dilakukan guru dengan cara berdiskusi terhadap berbagai masalah yang muncul didalam kelas pada perlakuan tindakan pada siklus pertama. Hasil refleksi perlakuan siklus pertama tersebut kemudian ditentukan peneliti apakah tindakan yang dilakukan sudah mencapai tujuan atau belum. Melalui refleksi inilah peneliti menentukan keputusan untuk menentukan siklus lanjutan ataukah berhenti karena masalahnya sudah terpecahkan. Apabila pada siklus pertama penelitian kurang baik, maka

(53) 37 penelitian dilanjutkan dengan siklus kedua dengan melakukan perbaikan terhadap rencana penelitian. 3.2 Setting Penelitian 3.2.1 Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada kelas IV SD Pangudi luhur Sedayu, Gubuk, Argosari, Sedayu , Bantul. 3.2.2 Subjek dan Objek Penelitian Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Pangudi Luhur Sedayu yang berjumlah 24 siswa, terdiri dari 15 siswa laki laki dan 10 siswa perempuan. 3.2.3 Objek Penelitian Objek dalam penelitian ini adalah meningkatkan hasil belajar IPS pada siswa IV SD Pangudi Luhur Sedayu dengan model kooperatif. Alasan peneliti melaksanakan PTK pada kelas IV karena peneliti melakukan obserfasi kepada guru kelas sehingga tahu betul kondisi siswa yang terjadi di kelas. 3.2.4 Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun pelajaran 2012/2013 yakni bulan Januari – Juni 2013.

(54) 38 Tabel 3.1 Jadwal Penelitian No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9 Bulan Ja Fe n b Kegiatan Proses ijin ke Sekolah Observasi kondisi awal keadaan kelas Penyusunan proposal Persiapan perangkat pembelajaran Pelaksanaan siklus I Pelakaksanaan siklus 2 Pengolahan data hasil penelitian Penyelesaian kelengkapan penelitian Ma Ap r r Me Ju i n Jul Ag t Fe b Ujian 3.3 Rancangan Penelitian Penelitian ini menggunakan model spiral sesuai dengan pendapat Khemmis dan Mc Taggart yang dikutip dari Wiratmaja (2005: 66). Setiap siklus terdiri dari 4 komponen, yang terdiri dari: rencana tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Uraian mengenai komponen penelitian tiap siklus peneliti paparkan sebagai berikut : 3.3.1Rencana tindakan. Rencana tindakan yang peneliti lakukan meliputi:

(55) 39 a. Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) tentang materi yang akan diajarkan disesuaikan dengan model kooperatif. Menyusun dan mempersiapkan lembar observasi mengenai partisipasi siswa, b. Mempersiapkan sarana dan media pembelajaran yang akan digunakan dalam setiap pembelajaran, dan, c. Mempersiapkan soal tes untuk siswa. 3.3.2 Pelaksanaan tindakan. Pelaksanaan tindakan dalam penelitian menggunakan panduan perencanaan yang telah dibuat, dalam pelaksanaannya dibuat fleksibel dan terbuka terhadap perubahan-perubahan. Selama proses pembelajaran berlangsung guru mengajar dengan RPP yang telah dibuat sedangkan pengamat mengamati partisipasi siswa selama proses pembelajaran berlangsung. 3.3.3 Observasi Observasi dilaksanakan oleh supervisor selama proses pembelajaran berlangsung di kelas dengan menggunakan lembar observasi yang telah dibuat oleh peneliti. 3.3.4 Refleksi Data yang diperoleh dari lembar observasi dianalisis, kemudian dilakukan refleksi. Untuk mengetahui kekurangan-kekurangan atau masalah selama proses pembelajaran. Pelaksanaan refleksi berupa diskusi antara peneliti dengan pengamat. Diskusi tersebut bertujuan untuk mengevaluasi hasil tindakan yang telah dilakukan yaitu dengan cara melakukan penilaian terhadap proses yang terjadi, masalah yang muncul, dan segala tindakan yang dilakukan. Kemudian

(56) 40 dicari jalan keluarnya terhadap masalah-masalah yang mungkin timbul agar dapat dibuat rencana perbaikan pada siklus berikutnya. 3.4 Indikator dan Pengukuran Mengetahui keberhasilan suatu penelitian maka dalam penelitian perlu melihat ketercapaian indikator penelitian tersebut. Dibawah ini adalah deskripsi indikator keberhasilan yang ditargetkan oleh peneliti dalam penelitian yang akan dilaksanakan yakni : Tabel 3.2. Indikator Ketercapaian Indikator Kondisi Deskriptor awal a. Minat Siswa 1) Jumlah siswa yang mempunyai 29% keinginan untuk mengetahui pembelajaran 2) Jumlah siswa yang ikut berartisipasi dalam 29% pembelajaran 3) Jumlah siswa yang mempunyai 32% perhatian dalam pembelajaran 4) Perasaan senang dalam 21% pembelajaran Siklus I Target Pencapaian Jumlah siswa yang mempunyai keinginan 40% untuk mengetahui pembelajaran dibagi jumlah total siswa kemudian dikali (x) 100% Jumlah siswa yang ikut berpartisipasi 46% dalam pembelajaran dibagi jumlah total siswa kemudian dikali (x) 100% Jumlah siswa yang 50% mempunyai perhatian dalam pembelajaran dibagi jumlah total siswa kemudian dikali (x) 100% Jumlah siswa yang mempunyai perasaan 37% senang dalam

(57) 41 pembelajaran dibagi jumlah total siswa kemudian dikali (x) 100% b. Prestasi si sw a belajar Kenaikan rata-rata nilai kelas 66,36 Lolos KKM 44% Total keseluruhan nilai siswa di bagi jumlah siswa (25 anak) 70 Jumlah siswa yang nilainya diatas KKM 60% dibagi dengan jumlah total siswa kemudian dikali (x) 100% Apabila dalam pelaksanaan siklus I tidak mencapai target pencapaian maka peneliti perlu melakukan siklus II, yaitu dengan memperbaiki perangkat pembelajaran siklus I. Siklus II dilaksanakan setelah merefleksikan hasil pelaksanaan siklus I yakni hal-hal apa saja yang perlu dipertahankan dan hal-hal apa saja yang perlu diperbaiki dan ditambah dengan perlakuan lain 3.5 Rencana Tindakan Setelah diperoleh gambaran keadaan kelas, maka dilakukan tindakan kelas sebagai berikut: 3.5.1 Persiapan 3.5.1.1 Permintaan izin kepada Kepala Sekolah SD Pangudi Luhur Sedayu untuk melakukan kegiatan penelitian di SD tersebut. 3.5.1.2 Meminta surat izin kepada sekertariat PGSD untuk diberikan kepada pihak Sekolah SD Pangudi Luhur Sedayu

(58) 42 3.5.1.3 Melakukan observasi pada siswa kelas IV SD Pangudi Luhur Sedayu untuk memperoleh informasi mengenai tingkah laku siswa di kelas dan kegiatan belajar yang terjadi saat proses pembelajarn. 3.5.1.4 Melakukan wawancara kepada guru kelas untuk memperoleh informasi mengenai prestasi belajar siswa dan untuk mengetahui gambaran siswa saat di kelas. 3.5.1.5 Identifikasi masalah yang terjadi di kelas IV SD Pangudi Luhur Sedayu yaitu tentang kurangnya minat siswa dalam belajar dan prestasi belajar siswa yang rendah. 3.5.1.6 Analisis masalah tentang kurangnya minat belajar siswa dan prestasi belajar siswa yang cenderung rendah 3.5.1.7 Perumusan masalah 3.5.1.8 Rencana Siklus 3.6 Tahap Pelaksanaan Tahapan pelaksanaan pada tindakan siskus I di lakukan oleh guru kelas sendiri dan peneliti bertindak sebagai observer sehingga pada tahapan ini peneliti dan guru berkolaborasi. Dalam siklus I guru melakukan tiga pertemuan dengan materi pelajaran tentang teknologi masa lalu dan teknologi modern dengan materi pokok mengenal dan membandingkan teknologi masa lalu dan teknologi modern. 3.6.1 Siklus I Siklus I di laksanakan empat kali pertemuan, setiap pertemuan pertama sampai tiga di gunakan untuk menyampaikan materi, sedangkan pertemuan ke empat di gunakan untuk evaluasi.

(59) 43 1) Rencana tindakan Peneliti melakukan perencanaan berupa penyiapan perangkat pembelajaran, dari materi perkembangan teknologi produksi, komunikai, dan transportasi yang divalidasi oleh ahli yakni dosen, kepala sekolah dan guru. Perangkat pembelajaran tersebut berupa Silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), lembar kerja siswa dan soal evaluasi. Kemudian peneliti menyiapkan instrumen penelitian berupa lembar opserfasi minat siswa dalam pembelajaran IPS. 2) Pelaksanaan Guru melakukan tindakan dari rencana yang telah di siapkan yaitu melaksanakan RPP yang telah di buat oleh peneliti. 3) Pengamatan Peneliti melakukan opserfasi pada saat pelaksanaan tindakan klas siklus I. Guru memberikan lembar obserfasi minat yang telah di buat oleh peneliti kepada siswa. 4) Refleksi Refleksi yang di lakukan oleh peneliti adalah : 4.1 Mengevaluasi yang telah dilakuakan pada pelaksanaan siklus I, mengenai keberhasilan yang tercapai, kesulitan dan hambatan yang di hadapi. 4.2 Membandingkan hasi kuis dan evaluasi dan obserfasi yang sudah dicapai dengan indikator keberhasilan yang sudah di lakuan untuk memutuskan apakah siklus akan dilanjutkan atau tidak.

(60) 44 3.7 Instrumen Penelitian Penelitian ini peneliti menggunakan 2 jenis instrumen penelitian, yaitu tes dan non tes. Tes digunakan untuk mengukur prestasi belajar siswa dan non tes untuk mengukur minat siswa. 3.7.1 Tes Instrumen penelitian tes digunakan untuk mengukur prestasi belajar siswa. Dalam penelitian peneliti akan menggunakan 20 soal objektif pada siklus I. Berikut kisi-kisi soal untuk siklus I dapat di lihat pada tebel 3.3 Tabel 3.3 kisi- kisi soal Materi Pokok Teknologi Produksi Keputusan Nomor Soal Nomor Tidak Valid Soal Valid Menjelaskan pengertian 32 21, 34 teknologi produksi. Indikator 4.3.1 4.3.2 Memberikan contoh 35, 23 teknologi produksi masa lalu dan modern. 4.3.3 Teknologi Komunikasi Menganalisis perbedaan perkembangan teknologi 5 produksi masa lalu dan modern. 4.3.1. Menjelaskan pengertian 15, 33 komunikasi. 4.3.2. Memberikan contoh teknologi komunikasi 4, 9, 10, 22 masa lalu dan modern Teknologi Transpotasi 4.3.3. Menganalisis perbedaan 8 perkembangan teknologi komunikasi masa lalu dan modern. 4.3.1 Menjelaskan pengertian 11, 28, 30 transportasi. 1, 20 31, 38, 29, 37 17, 25 13, 16 26, 40, 24, 3 6

(61) 45 Jumlah 4.3.2 Memberikan contoh 14, 18, 27 teknologi transportasi masa lalu dan modern. 2, 19 4.3.3 Menganalisis perbedaan 7, 12, 36 perkembangan teknologi transportasi masa lalu dan modern. 20 39 20 Materi soal evaluasi diambil dari materi pelajaran IPS kelas IV dengan materi: mengenal teknologi masa lalu dan teknologi moderen. Tes disusun dalam bentuk tes objektif, yaitu 20 soal pilihan ganda.Untuk soal-soal pilihan ganda bila jawaban benar maka diberi skor 1 dan bila jawaban salah atau tidak menjawab diberi skor 0. 3.7.2 Non tes Instrumen penelitian non tes digunakan untuk mengukur tingkat minat siswa, dalam penelitian ini minat siswa diukur menggunakan triangulasi data yang meliputi: kuisioner, wawancara dan dokumentasi. kuisioner digunakan untuk mengetahui kondisi yang sebenarnya dari siswa tersebut, kuisioner diisi oleh siswa sendiri. Wawancara digunakan peneliti untuk mengetahui kondisi awal siswa. Kuisioner minat di susun oleh peneliti bersama dengan teman kelompok minat berdasarkan indikator-indikator minat. Kuisioner ini di isi oleh siswa sendiri setelah selesainya peroses pembelajaran pada siklus satu pertemuan ke tiga. Berikut ini adalah kisi-kisi dan tabel pengamatan minat. Dokumentasi di gunakan untuk memberi gambaran nyata mengenai kegiatan penelitian yang telah dilakukan.

(62) 46 Dalam penelitian ini peneliti membuat 12 pernyataan kuisioner. Pernyataan kuisioner tersebut berdasarkan kisi-kisi sebagai berikut : Tabel 3.4. Kisi-kisi kuesioner minat siswa No Indikator Pernyataan 1 Perhatian dalam proses Saya memperhatikan penjelasan guru pembelajaran IPS ketika pelajaran berlangsung, Saya tertarik memperhatikan pembelajaran daripada berbicara dengan teman Saya tetap memperhatikan pembelajaran walaupun ada teman yang mengganggu baik dari dalam kelas maupun dari luar kelas 2 Keterlibatan siswa Saya membaca buku IPS sebelum materi dalam pembelajaran IPS pelajaran di sampaikan oleh guru, , Saya mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru Saya membawa buku IPS ketika pelajaran. 3 Kemauan Saya terlibat aktif dalam diskusi dan tanya mengembangkan diri jawab di kelas Saya menjawab pertanyaan dari guru tanpa harus ditunjuk Saya mengikuti semua kegiatan dalam proses pembelajaran hari ini 4 Perasaan senang belajar Saya mengikuti pembelajaran IPS dengan IPS antusias Saya ingin segera mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru Saya ingin duduk di depan ketika pelajaran IPS 3.7.3 Wawancara Wawancara merupakan suatu proses tanya jawab sepihak antara pewawancara dan yang di wawancarai, yang di lakukan sambil bertatap muka baik secara langsung maupun tidak langsung dengan maksud memperoleh jawaban dari orang yang di wawancarai (Masidjo, 2010:72) . Wawancara ini dilakukan kepada guru kelas IV SD PL Sedayu dengan tujuan untuk memperoleh

(63) 47 informasi tentang keadaan siswa dan proses pembelajaran IPS yang berlangsung di kelas. Pada penelitian ini, wawancara digunakan sebagai data pendukung minat siswa terhadap kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan. Wawancara akan peneliti lakukan kepada guru kelas yang bersangkutan pada awal di lakukan obserfasi. 3.7.4 Dokumentasi Dokumentasi yang digunakan dalam penelitian ini berupa lembar kerja siswa (LKS), daftar nilai siswa, dan foto-foto saat pembelajaran berlangsung. Tujuan dari dokumentasi ini adalah untuk memberi gambaran nyata mengenai kegiatan penelitian yang telah dilakukan. Selain itu juga bertujuan untuk memperkuat data-data yang diperoleh selama pembelajaran disetiap siklusnya. 3.8 Teknik Analisis Data 3.8.1 Cara Menghitung Peningkatan Minat dan Prestasi Belajar 3.8.1.1 Minat Data yang akan dianalisis adalah data minat belajar siswa dan prestasi belajar siswa. Data minat dianalisis dari hasil angket atau kuesioner, observasi dan data prestasi belajar siswa dari hasil mengerjakan evaluasi yang diberikan kepada siswa. 1) Menghitung presentase indikator minat belajar siswa dari hasil observasi Persentase tiap indikator : 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑡𝑢𝑟𝑢𝑠 (𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎) 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 x 100% 2) Dalam menghitung presentase minat belajar siswa dari hasil angket atau kuesioner peneliti menggunakan model PAP tipe 1 untuk

(64) 48 menentukan kriteria ketuntasan minimal minat. Alasan peneliti menggunakan model PAP I karena model PAP I membrikan kriteria ketuntasan tertinggi yaitu 65%. Dalam menganalisis minat peneliti menggunakan presentase dari ke 4 indikator. Tabel 3.5 Tingkat Penguasaan Kompetensi PAP I Tingkat penguasaan kompetensi 90%-100% 80%-89% 65%-79% 55%-64% Dibawah 55% Nilai huruf A B C D E Katagori Sangat berminat Berminat Cukup berminat Kurang berminat Tidak berminat Dalam kuesioner minat terdapat 12 pernyataan. Setiap pernyataan memiliki 4 pilihan jawaban selalu, sering, kadang, dan tidak pernah. Skor pilihan jawaban adalah 1,2,4 dan 5, peneliti tidak menggunkan skor 3 dikarenakan skor 3 berada pada posisi tengah yang sulit dikategorikan berminat atau tidak. Setelah dilakukan perhitungan kuesioner, dilakukan penilaian atas jawaban siswa. Skor pilihan jawaban dapat dilihat pada tabel 3.6 dan kriteria penilaian dapat dilihat pada tabel 3.6 Tabel 3.6. Skor Pilihan Jawaban Pilihan jawaban Selalu Sering Kadang Tidak pernah Skor 5 4 2 1

(65) 49 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑎𝑘ℎ𝑖𝑟 = 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑑𝑎𝑝𝑎𝑡𝑘𝑎𝑛 Perhitungan Skor maksimal = 3 x 5 = 15 Skor minimal = 1 x 3 =3 Range = 15 – 3 =1 Tabel 3.7 Batas Nilai Tingkat kompetensi penguasaan Nilai huruf 90% x 12 = 11-15 80% x 12 = 10 65% x 12 = 8-9 55% x 12 = 7 Dibawah 55% = 0-6 A B C D E Kategori Sangat berminat Berminat Cukup berminat Kurang berminat Tidak berminat 𝑝𝑒𝑟𝑠𝑒𝑛𝑡𝑎𝑠𝑒 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑚𝑒𝑚𝑝𝑢𝑛𝑦𝑎𝑖 𝑚𝑖𝑛𝑎𝑡 = 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑚𝑒𝑛𝑑𝑎𝑝𝑎𝑡 𝑚𝑖𝑛𝑖𝑚𝑎𝑙 𝑘𝑎𝑡𝑒𝑔𝑜𝑟𝑖 𝑐𝑢𝑘𝑢𝑝 𝑏𝑒𝑟𝑚𝑖𝑛𝑎𝑡 𝑋 100% 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑒𝑙𝑢𝑟𝑢ℎ 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 3.8.1.2 Peningkatan Prestasi Belajar Analisis data deskriptif digunakan untuk menganalisis data prestasi belajar siswa yang dinyatakan dengan skor hasil tes/evaluasi, pengamatan aspek afektif, dan aspek psikomotorik. Hasil pretasi belajar siswa dapat membandingkan kondisi awal, kondisi akhir siklus I, sesuai dengan kriteria keberhasilan yang diharapkan di atas. Peningkatan prestasi belajar siswa dapat dihitung dengan cara sebagai berikut.

(66) 50 1. Membuat skor awal untuk menentukan kemajuan pada setiap siswa dengan rumus Nilai 1 + nilai 2 + nilai 3 jumlah siswa Nilai 1, 2, dan 3 di peroleh dari nilai terakhir siswa dari tiga KD sebelumnya. 2. Melakukan penskoran kuis di akhir pertemuan. 3. Menghitung skor perolehan setiap pertemuan siswa dengan menjumlahkan sekor perolehan produk dan kuis 4. Menghitung poin kemajuan setiap siswa. Poin kemajuan akan diperoleh siswa, jika skor perolehan yang didapat melampaui skor awal, dengan mengacu kriteria pada Tabel 3.13 menurut Slavin (2008:159). Tabel 3.8 Poin kemajuan No 1. 2. 3. 4. 5. Nilai Tes Lebih dari 10 poin dibawah skor awal 10 sampai 1 poin dibawah skor dasar Skor 0 sampai 10 poin di atas skor dasar Lebih dari 10 poin di atas skor dasar Pekerjaan sempurna (tanpa memperhatikan skor dasar) 5. Menghitung nilai Tim Skor Perkembangan 5 poin 10 poin 20 poin 30 poin 30 poin Menghitung nilai Tim dengan rumus sebagai berikut:

(67) 51 Sesuai dengan rata-rata skor perolehan TIM, diberikan penghargaan kepada TIM berdasar kriteria sebagai berikut: (Rusman 2010: 216) Tabel 3.9. Kriteria Penghargaan Kelompok No 1. 2. 3. 4. Rata-rata Skor 0≤N≤5 6 ≤ N ≤14 16 ≤ N ≤ 20 21 ≤ N ≤ 30 Kualifikasi Tim yang baik (Good Team) Tim yang baik sekali (Great Team) Tim yang istimewa (Super Team) 6. Memberi Poin Tambahan Poin tambahan diberikan kepada Tim yang memperoleh predikat Super Team dan Good Team. Adapun poin yang diberikan adalah sebagai berikut: 5 poin untuk Super Team 3 poin untuk Great Team 0 poin untuk Good Team 7. Menghitung nilai kognitif Menghitung nilai kognitif dengan rumus sebagai berikut : Nilai kognitif =

(68) 52 3.9 Validitas dan Reliabilitas Instrumen Penelitian 3.9.1 Validitas Menurut Bungin (2005: 96,97) validitas adalah akurasi alat ukur terhadap yang diukur walaupun dilakukan berkali-kali dan di mana-mana. Sedangkan reliabilitas alat ukur menurutnya adalah kesesuaian alat ukur dengan yang diukur, sehingga alat ukur itu dapat dipercaya atau dapat diandalkan. Misalnya, menimbang beras dengan timbangan beras, mengukur panjang kain dengan meter, dan sebagainya. Validitas yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah validitas isi dan konstruk. Validitas isi berguna untuk mengukur instrumen yang akan digunakan dalam penelitian. Validitas konstruk berguna untuk mengukur indikator-indikator yang akan dicapai. Validitas isi dan konstruk digunakan agar menghasilkan data sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Validitas ini akan dilakukan dengan cara expert judgement. Expert judgement yaitu validitas yang ditempuh dengan cara menanyakan atau dikonsultasikan dengan ahli. 3.9.2 Validasi Perangkat Pembelajaran Peneliti menyusun perangkat pembelajaran yang berupa: silabus, RPP, LKS, soal evaluasi dan bahan ajar. Perangkat pembelajaran yang peneliti susun kemudian divalidasi oleh beberapa ahli yaitu dosen (validator 1), kepala sekolah (validator 2), dan guru (validator 3) karena para ahli tersebut dianggap sesuai dengan lingkup obyek yang diteliti dalam penelitian ini yaitu siswa sekolah dasar . Peneliti meminta bantuaan kepada salah satu dosen yang mengajar di Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, untuk

(69) 53 menjadi salah satu experts judgment di penelitian ini dengan alasan beliau berlatar belakang pendidikan Sarjana Pendidikan yang tentunya sangat paham dengan desain pembelajaran, beliau juga mengampu mata kuliah IPS di prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta selain itu beliau juga bergelar Master Humaniora sehingga lebih ahli dalam penelitian IPS yang dilakukan peneliti. Peneliti meminta bantuan kepada Kepala SD PL Sedayu, sebagai validator kepala sekolah, untuk memberikan pendapatnya tentang instrumen penelitian yang telah peneliti susun, dengan alasan beliau adalah kepala sekolah berprestasi, sekaligus seorang sosok guru yang dekat dengan siswa, sehingga beliau lebih paham dengan karakteristik siswa sekolah dasar. Peneliti juga meminta bantuan kepada guru untuk menjadi validator 3 dengan alasan beliau adalah seorang guru kelas IV SD Susukan , Sleman sehingga beliau sangat paham dengan materi kelas IV yang sedang dikaji dan diteliti oleh peneliti. Instumen validasi desain pembelajaran dibagi menjadi dua bagian yaitu penilaian untuk silabus dan RPP. Skor pada setiap komponen penilaian menggunakan skala likert. Menurut Utami (2013: 89,90) skala likert merupakan metode skala psikometrik yang mengukur baik tanggapan positif ataupun negatif terhadap suatu pernyataan. Skor dalam skala likert terdapat lima pilihan skala yaitu 1, 2, 3, 4, 5, dengan format “sangat tidak baik” untuk angka 1, “tidak baik” untuk angka 2, “cukup baik” untuk angka 3, “baik” untuk angka 4, dan “sangat baik” untuk angka 5. Namun instrumen validasi dalam penelitian ini hanya menggunakan 4 skala, yaitu 1, 2, 4, 5 dengan tidak menggunakan angka 3, karena

(70) 54 angka 3 dianggap netral atau ragu-ragu, sehingga dengan meniadakan angka 3 diharapkan akan memperjelas kualitas dari perangkat pembelajarn tersebut. Perangkat pembelajaran dikatakan sangat baik ketika perangkat tersebut sesuai dengan komponen yang dinilai, sedangkan dikatakan tidak baik ketika komponen tersebut belum terpenuhi. Kriteria perbaikan perangkat pembelajaran dalam penelitian ini adalah rerata ≤ 3,5, jadi peneliti akan melakukan revisi pada perangkat pembelajaran tersebut apabila jumlah rata-rata dari ketiga validator kurang dari 3,5. Hasil penilaian validasi silabus dari para ahli dapat dilihat pada Tabel 3.10 Tabel 3.10:Hasil Perhitungan Validasi Silabus Komponen Validator Dosen Kepala Sekolah Guru Rerata 1 2 3 4 5 6 7 Ratarata 5 4 5 4,7 5 4 5 4,7 5 4 5 4,7 5 4 5 4,7 5 5 4 4,7 5 5 4 4,7 5 5 4 4,7 5 4,4 4,6 4,7 Dari hasil Tabel 3.10 dapat diketahui bahwa nilai rerata pada validator 1 adalah 5, yang termasuk nilai yang paling tinggi. Menurut validator 1, silabus yang telah disusun sudah baik dan sesuai dengan materi, Validator 2 berpendapat bahwa silabus yang telah disusun perlu mempertimbangkan alokasi waktu, sehingga beliau memberikan nilai dengan rerata sebesar 4,4. Sedangkan Validator 3 mengatakan bahwa pengalaman belajar yang dirancang sudah mampu menciptakan pembelajaran yang menyenangkan. Komponen yang dinilai pada instrumen ini adalah 1) kelengkapan silabus, 2) kesesuaian dengan Standar Kompetensi (SK), Kompetensi Dasar (KD) dan

(71) 55 Indikator, 3) sistematika kegiatan pembelajaran, 4) alokasi waktu, 5) sumber belajar, 6) teknik penilaian, 7) tata bahasa. Dari ketujuh komponen yang dinilai tersebut, diperoleh rata-rata yang sama yaitu sebesar 4,7. Perolehan rata-rata tersebut menandakan bahwa peneliti tidak melakukan revisi namun tetap memperhatikan saran. Untuk lebih lengkapnya instrumen validasi silabus dapat dilihat pada lampiran 5 halaman 151. Selain validasi silabus, RPP juga diujikan kepada ketiga validator. Hasil validasi RPP dapat dilihat pada Tabel 3.11 Tabel 3.11 :Hasil Perhitungan Validasi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Item Validator 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Rerata Dosen 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 Kep.Sek 5 4 4 4 4 5 5 5 5 5 4 4 4 5 4,4 Guru 4 5 5 5 5 4 4 4 4 4 5 5 5 4 4,6 Rerata 4,7 4,7 4,7 4,7 4,7 4,7 4,7 4,7 4,7 4,7 4,7 4,7 4,7 4,7 4,7 Berdasarkan Tabel 3.11 diketahui bahwa penilaian validasi RPP oleh validator 1 memperoleh rerata nilai maksimal yaitu 5. Beliau mengatakan bahwa LKS yang telah disusun sangat menarik. Pada intinya beliau menganggap bahwa RPP tersebut sudah sangat baik dan bisa digunakan untuk mengembangkan pembelajaran. Namun beliau memberi saran untuk memasukkan teks-teks buku pelajaran seperti biografi penemu alat teknologi modern.

(72) 56 Rerata penilaian validasi RPP untuk Validator 2 dan Validator 3 tidak berbeda dengan rerata yang diperoleh pada penilaian validasi silabus yaitu 4,4 yang diberikan Validator 1 dan 4,6 oleh Validator 3. Validator 2 menganggap RPP sudah baik, serta memberikan saran untuk pemberian waktu pada setiap kegiatan. Perolehan skor rata-rata setiap komponen adalah sebesar 4,7. Empat belas komponen yang dinilai pada lembar validasi ini ialah 1) unsur RPP, 2) SK dan KD, 3) indikator, 4) tujuan pembelajaran, 5) kesesuaiaan ateri ajar dengan SK KD, 6) model/metode pembelajaran, 7) kegiatan pembelajaran, 8) penilaian, 9) sumber belajar, 10) media pembelajaran, 11) LKS, 12) kesesuaiaan materi ajar dengan materi pokok, 13) instrumen penilaian, dan 14) tata bahasa & tata tulis baku. Untuk lebih lengkapnya instrumen validasi RPP dapat dilihat pada lampiran halaman Berdasarkan rata - rata penilaian validasi silabus dan RPP dari ketiga validator yaitu sebesar 4,7 maka dapat dikatakan bahwa desain pembelajaran tersebut dianggap baik oleh Expert Judgement dan layak digunakan dalam penelitian. Perolehan rata-rata 4,7 telah melebihi kriteria perbaikan perangkat pembelajaran, sehingga membuat peneliti memutuskan bahwa tidak melakukan perbaikan dalam desain pembelajaran namun tetap memperhatikan saran dari para ahli. 3.9.3 Validasi Instrumen Soal Peneliti membuat validasi instrumen soal yang dikonsultasikan kepada ahli kemudian instrumen soal tersebut diujikan kepada siswa. Untuk melakukan uji

(73) 57 validitas ini, peneliti mengujikan soal pada 30 siswa kelas V di SD PL. Sedayu Pengujian dilakukan di SD yang sama dengan alasan untuk memperoleh tingkat taraf kemampuan siswa yang hampir sama. Setelah mendapatkan data skor dari instrument soal tersebut, kemudian data tersebut diolah dengan menggunakan program SPSS 16.0. Perhitungan validasi soal tes setiap siklus menggunakan 40 soal siklus I terdapat 20 soal yang valid. Peneliti menggunakan 20 soal yang valid untuk soal evaluasi pada siklus I. 20 soal yang valid untuk soal evaluasi Hasil perhitungan uji validitas soal terlampir yang terdapat pada lampiran 3.9.4 Validasi Instrumen Kuisioner Penelitian ini, peneliti membuat validasi instrumen kuisioner yang dikonsultasikan kepada ahli kemudian pernyataan pada kuisioner tersebut divalidasi oleh dosen, kepala sekolah dan guru kelas melalui expert judgment. Berikut hasil validasi kuisioner dapat di lihat pada tabel 3.12: Tabel 3.12 Hasil Validasi Kuisioner No. Ahli Hasil Penilaian Rata-rata 4,2 1 Dosen IPS 2 Kepala Sekolah SD PL Sedayu 4,5 3 Guru Kelas 4 4,4 Rata-rata 4,3

(74) 58 Tabel 3.13 Kriteria Validasi Kuisioner Rentang Skor Kriteria 4,2 - 5 Sangat Baik 3,4 – 4,1 B a ik 2,6 – 3,3 Cukup 1,8 – 2,5 Kurang Baik 1 – 1,7 Sangat Kurang Baik Dari hasil perhitungan secara keseluruhan validasi kuisioner diperoleh rata-rata keseluruhan yaitu 4,3. Berdasarkan tabel kriteria di atas termasuk pada kategori sangat baik, sehingga kuisioner dapat digunakan untuk penelitian. 3.10 Validitas Instrumen Soal dan Kuisioner Minat Validasi Instrumen soal ditempuh secara empiris dan diujikan di lampiran. Perhitungan validasi dibantu dengan progam SPSS 16. Peneliti mengujikan instrumen soal kepada 30 siswa kelas V SD PL Sedayu karena siswa tersebut telah mempelajari materi Perkembangan teknologi produksi, komunikasi dan transportasi pada waktu duduk di kelas IV. Hasil perhitungan validasi soal evaluasi/tes dapat di lihat pada tabel 3.14

(75) 59 Tabel 3.14: Perhitungan Validasi Soal Siklus I. No Soal 1 2 3 4 r hitung 0,362 0,446 0,547 0,217 0,361 0,361 0,361 0,361 Sig (2tailed) 0,050 0,014 0,002 0,250 0,050 0,050 0,050 0,050 5 0,183 0,361 0,332 0,050 6 7 0,466 0,272 0,361 0,361 0,009 0,146 0,050 0,050 8 0,301 0,361 0,106 0,050 9 - 0,361 - 0,050 10 0,272 0,361 0,146 0,050 11 0,020 0,361 0,918 0,050 12 0,354 0,361 0,055 0,050 13 14 0,688 0,110 0,361 0,361 0,000 0,562 0,050 0,050 15 0,092 0,361 0,630 0,050 16 17 18 0,809 0,441 -0,133 0,361 0,361 0,361 0,000 0,015 0,483 0,050 0,050 0,050 19 20 21 22 0,488 0,911 0,446 -0,179 0,361 0,361 0,361 0,361 0,006 0,000 0,014 0,343 0,050 0,050 0,050 0,050 23 0,321 0,361 0,084 0,050 24 25 26 27 0,430 0,533 0,386 - 0,361 0,361 0,361 0,361 0,018 0,002 0,035 - 0,050 0,050 0,050 0,050 r tabel signifikansi Keputusan Valid Valid Valid Tidak Valid Tidak Valid Valid Tidak Valid Tidak Valid Tidak Valid Tidak Valid Tidak Valid Tidak Valid Valid Tidak Valid Tidak Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Tidak Valid

(76) 60 28 -0,052 0,361 0,785 0,050 29 30 0,532 0,176 0,361 0,361 0,002 0,351 0,050 0,050 31 32 0,471 0,354 0,361 0,361 0,009 0,055 0,050 0,050 33 -0,075 0,361 0,693 0,050 34 35 0,404 0,351 0,361 0,361 0,027 0,057 0,050 0,050 36 - 0,361 - 0,050 37 38 39 40 0,567 0,728 0,578 0,404 0,361 0,361 0,361 0,361 0,001 0,000 0,001 0,027 0,050 0,050 0,050 0,050 Tidak Valid Valid Tidak Valid Valid Tidak Valid Tidak Valid Valid Tidak Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Dari hasil uji validitas instrumen soal yang diujikan kepada 30 siswa menunjukan bahwa dari 40 butir pernyataan terdapat 20 butir pernyataan yang valid. Peneliti menggunakan 20 butir pernyataan yang valid tersebut untuk mengukur prestasi belajar siswa. Hasil uji validitas kuisioner dapat dilihat pada tabel 3.15

(77) 61 Tabel 3.15 Hasil Uji Validitas Kuesioner r hitung r tabel n1 n2 n3 n4 n5 n6 n7 n8 n9 n10 n11 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation .386* .018 37 .395* .015 37 .278 .096 37 .563** .000 37 .395* .016 37 .290 .082 37 .339* .040 37 .523** .001 37 .242 .149 37 .502** .002 37 .488** Keterangan Keputusan Valid 0,334 r hitung > r tabel Valid 0,334 r hitung > r tabel Tidak valid 0,334 r hitung < r tabel Valid 0,334 r hitung > r tabel Valid 0,334 r hitung > r tabel Tidak valid 0,334 r hitung < r tabel Valid 0,334 r hitung > r tabel Valid 0,334 r hitung > r tabel Tidak valid 0,334 r hitung < r tabel Valid 0,334 r hitung > r tabel Valid

(78) 62 r hitung r tabel n12 n13 n14 n15 n16 Sig. (2-tailed) .002 N 37 Pearson Correlation .436** Sig. (2-tailed) .007 N 37 Pearson Correlation .645** Sig. (2-tailed) .000 N 37 Pearson Correlation .684** Sig. (2-tailed) .000 N 37 Pearson Correlation .618** Sig. (2-tailed) .000 N 37 Pearson Correlation .297 Sig. (2-tailed) .074 N 37 *. Correlation is significant at level (2-tailed). **. Correlation is significant at level (2-tailed). 0,334 Keterangan Keputusan r hitung > r tabel Valid 0,334 r hitung > r tabel Valid 0,334 r hitung > r tabel Valid 0,334 r hitung > r tabel Valid 0,334 r hitung> r tabel Tidak valid 0,334 r hitung < r tabel the 0.05 the 0.01 Dari hasil uji validitas kuesioner yang diujikan kepada 30 siswa menunjukan bahwa dari 16 butir pernyataan terdapat 12 butir pernyataan yang valid. Peneliti menggunakan 12 butir pernyataan tersebut untuk mengukur minat belajar siswa. Hasil uji validitas kuesioner selengkapnya dapat dilihat pada tabel 3.11 Reliabilitas Masidjo (2010: 310) menyatakan reliabilitas suatu tes adalah taraf sampai dimana suatu tes mampu menunjukan konsistensi hasil pengukurannya yang diperlihatkan dalam taraf ketetapan dan ketelitian hasil. Suatu tes yang reliabel akan menunjukkan ketepatan dan ketelitian hasil dalam satu atau berbagai

(79) 63 pengukuran. Taraf reliabilitas suatu tes dinyatakan dalam suatu koefisien yang disebut koefisien reliabilitas. Koefisien reliabilitas dinyatakan dalam suatu bilangan koefisien antara -1,00 sampai 1,00. Berikut ini tabel kriteria koefisien reabilitas untuk melihat hasil perhitungan reliabilitas instrument dapat di lihat pada tebel 3.16 Tabel 3.16 Kriteria Koefisien Reliabilitas Masidjo (2010:243) Koefisien Korelasi Kualifikasi 0,91-1,00 Sangat tinggi 0,71-0,90 Tinggi 0,41-0,70 Cukup 0,21-0,40 Rendah Negative – 0,20 Sangat rendah Dalam menentukan reliabilitas, peneliti menggunakan program SPSS 16.0 untuk mengukur reabilitas dari instrumen yang telah dibuat. Dibawah ini merupakan hasil perhitungan reliabilitas menggunakan SPSS 16.0, hasil reliabilitas siklus I yang didapatkan dapat di lihat pada tabel 3.17: Tabel 3.17 Hasil Reliabilitas Soal Siklus I Reliability Statistics Cronbach's Alpha Cronbach's Alpha Based on Standardized Items N of Items .996 .999 20

(80) 64 Tabel di atas merupakan Koefisien Alpha dari 20 soal objektif yang valid pada siklus I. Koefisien Alpha siklus I adalah 0,996 yang berarti masuk dalam kualifikasi sangat tinggi berkaitan dengan data diatas, maka instrumen soal dalam penelitian ini dinyatakan reliabel dan layak dijadikan sebagai alat untuk pengambilan data prestasi siswa. Hasil uji reliabilitas kuesioner adalah 0,726. Hal ini menunjukan bahwa kuesioner yang dibuat peneliti juga mempunyai tingkat reliabilitas yang tinggi karena berada pada kisaran 0,71 - 0,90. Hasil uji reliabilitas soal uraian selengkapnya dapat diliihat pada tabel 3.18. Tabel 3.18 Hasil Uji Reliabilitas Kuisioner Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .726 16

(81) 65 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Ba b IV membahas hasil penelitian yang te la h dilakukan dan pembahasannya. Disajikan pula grafik hasil perolehan nilai minat dan prestasi belajar siswa. 4.1. Hasil Penelitian 4.1.1 Proses Siklus I Siklus 1 dilaksanakan selama dua kali pertemuan yaitu Sabtu 22 April 2013, Senin 25 April 2012 dan 29 April 2013 dengan sub materi Perkembangan teknologi produksi, komunikasi dan transportasi. Pada awal pembelajaran siswa diminta menyanyikan lagu naik- naik ke puncak gunung yang sudah di ganti lirik lagunya dan siswa melakukan tanya jawab dengan guru. Pada pengalaman, siswa melakukan wawancara dengan guru mengenai organisasi yang ada di lingkungan sekolah dan diskusi dalam kelompok, tiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa kemudian setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas. Pada kegiatan refleksi, siswa merefleksikan apa saja yang telah dilakukannya ketika melaksanakan kegiatan pembelajaran. Kemudian pada evaluasi siswa mengerjakan soal pilihan ganda secara individu. 4.1.1.1 Perencanaan Perencanaan awal peneliti memohon ijin kepada sekolah untuk melakukan penelitian. Setelah memperoleh ijin barulah dilakukan wawancara dengan guru dan observasi untuk mengetahui kondisi awal minat siswa menggunakan rubrik pengamatan minat yang telah dibuat. Pada saat mengetahui kondisi awal minat 65

(82) 66 siswa, peneliti kemudian merencanakan tindakan yang dirasa dapat meningkatkan minat dan hasil belajar siswa. Peneliti membuat silabus dan merencanakan kegiatan pembelajaran menggunakan metode STAD, selain itu peneliti membuat beberapa media untuk membantu siswa agar mudah memahami materi perkembangan teknologi dengan menggunakan gambar macam-macam teknologi lama dan teknologi modern. Peneliti juga membuat LKS yang lebih menarik dengan menambahkan gambar-gambar berwarna-warni yang berhubungan dengan meteri perkembangan teknologi. 4.1.1.2 Pelaksanaan a) Pertemuan 1 Pertemuan 1 di siklus I dilaksanakan pada hari Sabtu, 22 April 2013 selama 2 JP. Pembelajaran di pertemuan 1 berfokus pada pengertian produksi dan mengenai macam-macam alat produksi masa lalu dan masa kini (teknologi moderen). Subyek penilitian yang digunakan adalah siswa kelas IV SD PL. Sedayu yang berjumlah 25 siswa. Pada pertemuan ini seluruh siswa hadir semua. Pada kegiatan awal, guru memberi salam kepada siswa, perwakilan dari siswa bertugas memimpin doa sebelum pembelajaran dimulai, setelah selesai berdoa ketua kelas memimpin semua siswa untuk memberi salam kepada guru. Setelah itu dilanjutkan presensi kehadiran siswa. Kemudian di lanjutkan menyanyikan lagu naik naik ke puncak gunung yang sudah di ganti liriknya untuk memancing siswa supaya siswa m`enjadi bertambah semangat dalam belajar. Setelah itu seluruh siswa menyimak tujuan pembelajaran yang disampaikan oleh guru.

(83) 67 Pada kegiatan inti, terlebih dahulu siswa melakukan tanya jawab dengan guru mengenai pengertian produksi dan alat-alat produksiyang meraka ketahui setelah itu ada sekitar 4-8 siswa menunjukan jari untuk menjawab pertannyaan dari guru. Setelah melakukan tanya jawab kemudian guru memerintahkan siswa untuk membagi siswa ke dalam kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari 4-5 anak, dalam melakukan pembagian kelompok guru mengelompokan siswa secara homogen, siswa laki-laki dan perempuan di pisah, dan siswa yang mendapat peringkat kelas dari peringkat satu sampai peringkat terakhir di acak dengan tujuan supaya nanti pembagianya merata dalam satu kelompok antara siswa lakilaki dan perempuan dan antara siswa yang pintar dan yang kurang pintar. Setelah pembagian selesai kemudian siswa menempatkan diri kedalam kelompoknya masing-masing, dengan pembagian tersebut guru mendapatkan 5 kelompok yang terdiri dari 5 kelompok beranggotakan 5 siswa dan setiap kelompok memiliki nama kelompok yaitu kelompok harimau, kelinci, sapi, kobra, dan elang. Setelah kelompok 1 hingga 5 terbentuk barulah guru menjelaskan langkahlangkah kegiatan. Guru membagi LKS dan memerintahkan siswa utuk melakukan menyebutkan teknologi produksi masa lalu dan teknologi masa kini serta membandingkan keuntungan dan kelebihan dari teknologi tersebut, kemudian perwakilan kelompok maju ke depan kelas untuk mengambil LKS tersebut. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk melakukan diskusi terhadap kelompok masing- masing. Setelah siswa selesai mengerjakan maka perwakilan kelompok maju untuk membacakan hasil diskusi .

(84) 68 Pada kegiatan akhir, guru membuat kesimpulan dan menanyakan kesulitankesulitan yang masih dialami oleh siswa ,setelah itu guru memberikan pekerjaan rumah kepada siswa untuk merangkum atau meringkas materi yang sudah di pelajari pada pertemuan pertama tujuannya adalah supaya siswa lebih memahami lagi materi yang diberikan oleh guru tadi kemudian perwakilan dari siswa memimpin doa penutup dan dilanjutkan salam penutup dari guru. Pada pertemuan pertama dapat dilihat bahwa lima dari jumlah kelompok ternyata mendapatkan predikat Good Team. dapat di lihat pada Tabel 4.1. Tabel 4. 1 Penghargaan yang didapat dalam kelompok pertemuan 1 Kelompok Nilai Kelompok Penghargaan Kelompok Panda 13 Good Team Buaya 11 Good Team Kelinci 12 Good Team Elang 11 Good Team Kuda 14 Good Team b) Pertemuan 2 Pertemuan 2 di siklus I dilaksanakan pada hari Senin , 25 April 2013 selama 2 JP. Pada pertemuan ini seluruh siswa hadir semua. Pada kegiatan awal, guru memberi salam kepada siswa, perwakilan dari siswa bertugas memimpin doa sebelum pembelajaran dimulai, setelah selesai berdoa ketua kelas memimpin semua siswa untuk memberi salam kepada guru. Setelah itu dilanjutkan presensi kehadiran siswa. Kemudian di lanjutkan menyanyikan lagu kemarin “paman

(85) 69 datang” yang sudah diganti liriknya untuk membuat siswa supaya menjadi bertambah semangat dalam belajar. Setelah itu seluruh siswa menyimak tujuan pembelajaran yang disampaikan oleh guru. Pada kegiatan inti, terlebih dahulu siswa melakukan tanya jawab dengan guru mengenai alat-alat komunikasi yang meraka ketahui setelah itu ada sekitar 49 siswa menunjukan jari untuk menjawab pertanyaan dari guru. Setelah melakukan tanya jawab kemudian guru memerintahkan siswa untuk masuk ke dalam kelompok yang sudah du buat di pertemuan pertama. Setelah kelompok 1 hingga 5 terbentuk barulah guru menjelaskan langkahlangkah kegiatan. Guru membagi LKS dan memerintahkan siswa utuk melakukan menyebutkan teknologi komunikas masa lalu dan teknologi komunikasi masa kinai serta membandingkan keuntungan dan kelebihan dari teknologi tersebut, kemudian perwakilan kelompok maju ke depan kelas untuk mengambil LKS tersebut. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk melakukan diskusi terhadap kelompok masing- masing. Setelah siswa selesai mengerjakan maka perwakilan kelompok maju untuk membacakan hasil diskusi . Pada pertemuan kedua dapat dilihat bahwa lima dari jumlah kelompok ternyata mendapatkan predikat Good Team. dapat di lihat pada Tabel 4.2. Tabel 4. 2 Penghargaan yang didapat dalam kelompok pertemuan 2 Kelompok Nilai Kelompok Penghargaan Kelompok Panda 13 Good Team Buaya 10 Good Team Kelinci 12 Good Team Elang 16 Great Team Kuda 12 Good Team

(86) 70 b) Pertemuan 3 Pertemuan 3 di siklus I dilaksanakan pada hari Kamis , 29 April 2013 selam 3 JP. Pada pertemuan ini seluruh siswa hadir semua. Pada kegiatan awal, guru memberi salam kepada siswa, perwakilan dari siswa bertugas memimpin doa sebelum pembelajaran dimulai, setelah selesai berdoa ketua kelas memimpin semua siswa untuk memberi salam kepada guru. Setelah itu dilanjutkan presensi kehadiran siswa. Kemudian di lanjutkan menyanyikan lagu naik delman untuk memancing siswa supaya siswa menjadi bertambah semangat dalam belajar. Setelah itu seluruh siswa menyimak tujuan pembelajaran yang disampaikan oleh guru. Pada kegiatan inti, terlebih dahulu siswa melakukan tanya jawab dengan guru mengenai alat-alat transportasi yang meraka ketahui setelah itu ada sekitar 49 siswa menunjukan jari untuk menjawab pertannyaan dari guru. Setelah melakukan tanya jawab kemudian guru memerintahkan siswa untuk masuk ke dalam kelompok yang sudah du buat di pertemuan pertama. Setelah kelompok 1 hingga 5 terbentuk barulah guru menjelaskan langkahlangkah kegiatan. Guru membagi LKS dan memerintahkan siswa untuk melakukan menyebutkan teknologi transportasi masa lalu dan teknologi komunikasi masa kini serta membandingkan keuntungan dan kelebihan dari teknologi tersebut, kemudian perwakilan kelompok maju ke depan kelas untuk mengambil LKS tersebut. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk melakukan diskusi terhadap kelompok masing- masing. Setelah siswa selesai mengerjakan maka perwakilan kelompok maju untuk membacakan hasil diskusi

(87) 71 .Setekah selesai kemudian guru menyuruh siswa untuk mengerjakaan soal evaluasi. Pada kegiatan akhir, guru membuat kesimpulan dan menanyakan kesulitankesulitan yang masih dialami oleh siswa, setelah itu guru memberikan pekerjaan rumah kepada siswa untuk merangkum atau meringkas materi yang sudah di pelajari pada pertemuan pertama tujuannya adalah supaya siswa lebih memahami lagi materi yang diberikan oleh guru tadi. Kemudian perwakilan dari siswa memimpin doa penutup dan dilanjutkan salam penutup dari guru. Pada kegiatan akhir, guru membuat kesimpulan dan menanyakan kesulitankesulitan yang masih dialami oleh siswa, setelah itu guru memberikan pekerjaan rumah kepada siswa untuk merangkum atau meringkas materi yang sudah di pelajari pada pertemuan pertama tujuannya adalah supaya siswa lebih memahami lagi materi yang diberikan oleh guru tadi kemudian perwakilan dari siswa memimpin doa penutup dan dilanjutkan salam penutup dari guru. Pada pertemuan ketiga dapat dilihat bahwa lima dari jumlah kelompok ternyata mendapatkan predikat Good Team. dapat di lihat pada Tabel 4.3. Tabel 4. 3 Penghargaan yang didapat dalam kelompok pertemuan 3 Kelompok Nilai Kelompok Penghargaan Kelompok Panda 12 Good Team Buaya 14 Good Team Kelinci 16 Great Team Elang 12 Good Team Kuda 14 Good Team

(88) 72 3) Pengamatan Pada saat pembelajaran siklus I berlangsung peneliti melihat beberapa siswa bersemangat dan senang mengikuti pelajaran walaupun guru nampak tegas dan sedikit galak. Ada beberapa siswa yang bersemangat dan senang mengikuti pelajaran tidak jarang suka rela menjawab pertanyaan dari guru dan mau mempresentasikanya hasil diskusinya di dalam kelas. Dalam melakukan diskusi keseluruhan siswa sudah antusias hanya ada beberapa siswa yang kesenangan becanda sehingga tidak terlalu mengikuti kelompoknya dalam melakukan diskusi. Pada saat berdiskusi pada pertemuan pertama guru menyampaikan materi dengan baik, karena guru terlihat menguasi materi yang akan diajarkan hanya saja guru masih kurang tegas dalam mengatur anak-anak, hal ini terlihat pada pertemuan pertama masih banyak siswa yang usil, keluyuran, ramai dan berteriak-teriak di dalam kelas. Ada satu anak yang susah untuk diatur dan semaunya sendiri, guru kemudian menegurnya. Pada pertemuan pertama guru menyampaikan materi dengan baik, karena guru terlihat menguasi materi yang akan diajarkan hanya saja guru masih kurang tegas dalam mengatur anak-anak. Pada pertemuan ke dua masih ada beberapa siswa yang usil sendiri, tetapi guru mengingatkan kepada siswa agar siswa tenang dan mengikuti pelajaran dengan tertib. Pada pertemuan ketiga, kegiatan belajar mengajar sudah cukup tenang,guru menyampaikan pelajaran dengan baik kemudian guru menyuruh siswa mengerjakan soal evaluasi. hanya saja dalam mengerjakan evaluasi masih ada beberapa siswa susah untuk diam atau tenang, setelah selesai mengerjakan

(89) 73 evaluasi mereka jalan-jalan, ribut sendiri dengan teman-temannya dan jika berbicara terlalu keras. 4) Refleksi Berdasarkan pengamatan selama pembelajaran berlangsung, peneliti perlu mempertimbangkan beberapa hal demi lancarnya pembelajaran, peningkatan minat, dan peningkatan hasil belajar siswa.Pengalaman yang mengaktifkan siwa dan yang dapat membuat siswa merasa senang dan berminat adalah pengalaman belajar yang jauh dari metode ceramah. Peneliti ingin mengubah metode pembelajaran yang semula hanya ceramah menjadi kegiatan yang mengasikkan yaitu belajar sambil berdiskusi dengan teman satu kelompok, karena dalam berdiskusi siwa dapat mengeluarkan pendapat dan dapat salig bertukar pendapat selain itu siswa juga mendapat pengetahuan baru yang di dapat dari berdiskusi bersama teman satu kelompoknya. Dengan ini diharapkan siswa senang dan bersemangat dalam belajar, membangun pengetahuanya sendiri, dan tidak pasif melainkan melakukan kegiatan berdiskusi untuk menemukan informasi bersama kelompok. 4. 2 Hasil Minat Siswa 4.2.1 Hasil minat siswa dari kondisi awal, siklus I Dari penelitian yang telah di laksanakan dalam siklus 1 di peroleh data sebagai berikut Pada Indikator 1 siswa lebih banyak memlih pada pernyataan no 1 yaitu saya memperhatikan penjelasan guru ketika pembelajaran berlangsung, hampir seluruh siswa pada pernyataan ini memilih kolom pilihan sering dan selalu untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada lampiran 11 Dari pengamatan peneliti hal

(90) 74 ini dikarenakan siswa tertarik pada pembelajaran terutama setelah guru mengatakan pembelajarannya akan dikemas dalam bentuk drama. Sedangkan pada indikator 2 hampir seluruh siswa menjawab sering dan selalu pada ketiga pernyataan yang ada, untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada lampiran 11. Dari hasil perhitungan menunjukkan partisipasi siswa pada indikator ini tinggi yaitu 100%, ini dikarenakan siswa terlibat langsung dalam pembelajaran, terutama dalam kegiatan drama. Dalam kegiatan drama ini siswa membuat naskah drama secara berkelompok tanpa bantuan guru, menyiapkan pemain, menyiapkan properti pendukung dan lain-lain sendiri tanpa bantuan guru, sehingga siswa ikut berpartisipasi dalam pembelajaran. Pada indikator 3 siswa banyak memilih sering dan selalu pada pernyataan 3 yaitu saya mengikuti semua kegiatan dalam proses pembelajaran hari ini. Dalam perhitungan total pada indikator ketiga minat terdapat 79% siswa yang mempunyai fokus terhadap pembelajaran. Pada indikator 4 siswa lebih banyak memilih pada pernyataan no 1 yaitu saya mengikuti pelajaran IPS dengan antusias, cukup banyak siswa yang memilih sering dan selalu pada pernyataan ini, untuk selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 7. Hal ini menunjukkan bahwa siswa mempunyai perasaan senang terhadap pembelajaran. Hasil obserfasi minat dapat di lihat dalam tabel 4.4

(91) 75 Tabel 4.4 Data Minat Siswa kelas VD SD Panguduluhur Sedayu terhadap Mata Pelajaran IPS No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Nama Dika Bagas Ady Anggun Putri Nawang Pasca Asieh Yoga Aji Floren Setiawan Hery Novita Indk Kriteria 1 10 Berminat 8 Cukup 11 Sangat Berminat 14 Sangat Berminat 15 Sangat Berminat 8 Cukup 14 Sangat Berminat 6 Tidak berminat 14 Sangat Berminat 11 Sangat Berminat 15 Sangat Berminat 15 Sangat Berminat 8 Cukup 9 Cukup In Indk Kriteria dk 2 3 Sangat Bermina 9 12 t Sangat 15 Bermina 11 t Sangat 15 Bermina 11 t Sangat Bermina 14 15 t Sangat Bermina 11 12 t sangat b 13 10 eminat Sangat 14 Bermina 11 t Sangat 14 Bermina 8 t Sangat Bermina 11 14 t Sangat 15 Bermina 12 t Sangat Bermina 9 12 t Sangat Bermina 8 15 t Bermina 10 7 t Sangat 15 12 Bermina Kriteria In dk 4 Kriteria Cukup 11 Sangat Berminat Sangat Berminat 8 Cukup Sangat Berminat 13 Sangat Berminat Sangat Berminat 11 Sangat Berminat Sangat Berminat 6 Tidak berminat Berminat 13 Sangat Berminat Sangat Berminat 12 Sangat Berminat Cukup 3 Tidak berminat Sangat Berminat 14 Sangat Berminat Sangat Berminat 11 Sangat Berminat Cukup 11 Sangat Berminat Cukup 11 Sangat Berminat Kurang 9 Cukup Berminat 9 Cukup

(92) 76 No 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 Indk Kriteria 1 Nama Sigma Putri R i s a ng Resa Satrio Vian Cindy Diah R e st u Pasca Theo 11 Sangat Berminat 13 Sangat Berminat 10 Berminat 10 Berminat 7 Kurang 8 Cukup 11 Sangat Berminat 9 Cukup 11 Sangat Berminat 8 Cukup 10 Berminat In Indk Kriteria dk 2 3 t Sangat 12 Bermina 11 t Sangat 14 Bermina 15 t Bermina 10 10 t Sangat 13 Bermina 11 t Sangat Bermina 11 13 t Sangat Bermina 10 15 t Sangat 15 Bermina 9 t Sangat 15 Bermina 15 t Sangat Bermina 9 14 t Sangat Bermina 9 12 t Sangat Bermina 6 15 t Kriteria In dk 4 Kriteria Sangat Berminat 15 Sangat Berminat Sangat Berminat 14 Sangat Berminat Berminat 10 Berminat Sangat Berminat 9 Cukup Sangat Berminat 7 Kurang Berminat 12 Sangat Berminat Cukup 14 Sangat Berminat Sangat Berminat 7 Kurang Cukup 10 Berminat Cukup 11 Sangat Berminat Tidak berminat 9 Cukup Dapat di lihat dari data kondisi awal, indikator minat siswa yang pertama, keinginan siswa untuk mengetahui pembelajaran menunjukan angka perhitungan hanya 29% siswa yang berminat untuk mengetahui pembelajaran. Indikator minat yang kedua menunjukkan 29% partisipasi siswa dalam pembelajaran, sedangkan

(93) 77 indikator perhatian siswa dalam pembelajaran menunjukan 32% siswa yang memperhatikan selama pembelajaran IPS berlangsung. Indikator keempat menunjukan bahwa 21% siswa merasa senang dalam pembelajaran. Terjadi peningkkatan pada semua indikator, indikator pertama menjadi 79% siswa yang berminat untuk mengetahui pembelajaran. Partisipasi siswa meningkat menjadi 100%, perhatian siswa meningkat menjadi 79% dan 76% siswa merasa senang terhadap pelajaran IPS,untuk lebih jelasnya dapat di lihat pada grafik 4.1 Grafik 4.1. Peningkatan Minat 120% 100% 100% 79% 80% 79% KIondisi Awal 60% 40% 76% 40% 29% 46% 29% 50% 32% Target 37% 21% 20% 0% Indikator 1 Indikator 2 Indikator 3 Indikator 4 Capaian

(94) 78 4. 3 Hasil Prestasi Belajar Siswa 4.3.1 Hasil belajar siswa dari kondisi awal, siklus I Data mengenai prestasi belajar siswa kelas IV SD Pangudiluhur Sedayu pada mata pelajaran IPS setelah di kenakan perhitungan tindakan denggan menggunakan STAD dan setelah di lakukan perhitungan dari seluruh aspek nilai kuis 1, nilai produk, evaluasi, point tambahan. dari hasil perhitungan tersebut terjadi peningkatan pada rata-rata kelas yang pada kondisi awal 66,36 meningkat menjadi 76,06 dan terjadi peningkatan pada siswa yang lulus kkm,pada kondisi awal siswa yang lulus kkm hanya 44% meningkat menjadi 100%. hasil prestasi belajar pada siklus 1 dapat di lihat pada tabel 4.5

(95) 79 TABEL 4.5 HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV N0 Produk Kuis Produk 1 2 No siswa 1 1 1 78 66 66 2 2 66 50 87 3 3 87 83 95 4 4 95 100 76 5 5 76 50 76 6 6 66 83 66 7 7 98 60 66 8 8 83 50 83 9 9 75 83 83 10 10 66 66 66 11 11 75 66 77 12 12 79 83 79 13 13 75 50 66 14 14 66 66 66 15 15 77 66 77 16 16 81 66 81 17 17 87 66 87 18 18 66 83 66 19 19 83 83 77 20 20 75 83 78 21 21 83 50 83 22 22 66 66 78 23 23 78 83 78 24 25 76 66 78 25 25 85 66 83 Nilai tertinggi Nilai terendah Rata-rata Presentase siswa yang mencapai KKM Kuis 2 83 66 83 83 50 100 60 50 83 66 66 50 66 83 66 66 66 83 83 66 50 66 83 66 83 Produk 3 75 75 75 83 83 83 83 83 75 83 83 75 75 83 75 75 75 83 83 83 83 83 83 83 83 Kuis 3 66 77 77 77 66 66 66 77 77 66 66 77 88 88 88 88 77 88 66 88 77 77 66 66 77 Evaluasi 95 65 70 90 90 85 95 70 85 80 65 85 75 85 65 70 95 95 85 80 95 85 90 85 75 Jumlah 529 486 570 604 491 549 528 496 561 493 498 528 495 537 514 527 553 564 560 553 521 521 561 520 552 Skor Akhir 75,57 69,43 81,43 86,29 70,14 78,43 75,43 70,86 80,14 70,43 71,14 75,43 70,71 76,71 73,43 75,29 79,00 80,57 80,00 79,00 74,43 74,43 80,14 74,29 78,86 86,29 69,43 76,06 100% Pencapaian KKM 68 Mencapai Mencapai Mencapai Mencapai Mencapai Mencapai Mencapai Mencapai Mencapai Mencapai Mencapai Mencapai Mencapai Mencapai Mencapai Mencapai Mencapai Mencapai Mencapai Mencapai Mencapai Mencapai Mencapai Mencapai Mencapai Dari data di atas menunjukan prestasi belajar IPS yang di peroleh siswa kelas IV yang mencapai KKM 68 ada 25 siswa dari keseluruhan siswa yaitu 25. data tersebut juga menunjukan ada 8 siswa dari 25 siswa yang nilai pada siklus 1 lebih rendah di bandingakan dengan kondisi awal, selain itu di peroleh nilai tertinggi pada siklus 1 adalah 86,29 dan nilai terendahnya adalah 69,43.Hal

(96) 80 tersebut menunjukan bahwa pelaksanaan siklus I terlihat adanya peningkatan hasil belajar di bandingkan dengan kondisi awal,peningkatan hasil belajar tersebut di tunjukan dengan peningkatan rata-rata kelas yang semula 66,36 menjadi 76,06 dan peningkatan KKM yang pada kondisi awal 44% meningkat menjadi 100%. pencapaiaan dapat di lihat pada grafik di bawah ini. Untuk lebih jelas dapat di lihat pada grafik 4.2. Grafik 4.2 Peningkatan rata-rata Nilai Kelas PENINGKATAN RATA-RATA NILAI KELAS 78 7 6 ,0 6 76 74 KONDISI AWAL 72 70 70 68 66 6 6 ,3 6 TARGET SIKLUS I 64 62 60 Dilihat pada grafik 4.2 dapat di simpulkan terjadi peningkatan nilai rata-rata kelas sisa yang pada kondisi awal 66,36 dan target yang di capa oleh peneliti 70, setelah di lakukan tindakan meningkat menjadi 76,06, dan untuk peningkatan KKM dapat di lihat pada grafik 4.3.

(97) 81 Grafik 4.3. pencapaian Presentase KKM PERSENTASE SISWA MENCAPAI KKM 120% 100% 100% 80% 60% 40% 60% 44% KONDISI AWAL TARGET KONDISI SIKLUS I 20% 0% Dilihat pada grafik 4.3 dapat di simpulkan terjadi peningkatan siswa yang lulus KKM dari kondisi awal 44% dan target peneliti 60%, setelah di kenakan tindakan meningkat menjadi 100%. Dari seluruh hasil rta-rata kelas dan pencapaian KKM menunjukan bahwa terjadi peningkatan pada variable prestasi belajar. Pada kondisi awal, tingkat kelulusan siswa dari 25 siswa, 14 diantaranya tidak memenuhi standar ketuntasan belajar yang dibuat sekolah yaitu 68. Jika dihitung dalam presentase ada 44% siswa yang lulus KKM. Setelah dilakukan penelitian pada siklus 1 terjadi peningkatan menjadi 100% siswa yang lulus KKM. Daftar nilai siswa yang lulus KKM dapat di lihat pada tabel 4.6.

(98) 82 Tabel 4.6 ketercapaian indikator Variabel Kondi si awal a. Minat Siswa 1) Jumlah siswa 29% yang mempu nyai keingin an untuk menget ahui pembel ajaran Deskripto r Siklus I Target Pencapai an Jumlah siswa yang mempunya 40% i keinginan untuk mengetahu i pembelajar an dibagi jumlah total siswa kemudian dikali (x) 100% 2) Jumlah siswa yang ikut 29% berartis ipasi dalam pembel ajaran Jumlah siswa yang ikut berartisipa 46% si dalam pembelajar an dibagi jumlah total siswa kemudian dikali (x) 100% 3) Jumlah siswa yang 32% mempu nyai Jumlah siswa yang mempunya 50% i perhatian dalam Pencapai an Keterang an 79% Tercapai 100% Tercapai 79% Tercapai

(99) 83 perhati an dalam pembel ajaran pembelajar an dibagi jumlah total siswa kemudian dikali (x) 100% 4) Perasaa n senang dalam 21% pembel ajaran Jumlah siswa yang mempunya i perasaan senang dalam pembelajar 37% an dibagi jumlah total siswa kemudian dikali (x) 100% 76% Tercapai Total keseluruha n nilai di bagi 70 jumlah siswa (25 siswa) 76,06 Tercapai 100% Tercapai b. Presta si belajar si sw a peningkata n rata-rta nilai kelas 66,36 Jumlah siswa yang Lulus KKM 44% Jumlah siswa yang 60% nilainya diatas KKM dibagi dengan

(100) 84 jumlah total siswa kemudian dikali (x) 100% 4.4 Pembahasan 4.4.1 Minat Siswa Untuk mengetahui minat siswa, peneliti melakukan observasi pada kondisi awal dan siklus I, kedua pengamatan tersebut dilakukan selama pelajaran IPS berlangsung yaitu selama 6 JP. Saat observasi awal berlangsung siswa nampak kurang perhatian dalam pembelajaran, siswa hanya diam ketika diminta guru untuk bertanya kepada teman maupun guru, ketika diberi pertanyaan siswa juga cenderung tidak menjawab pertanyaan. Siswa juga terlihat malas dalam mengerjakan tugas, baik tugas secara kelompok maupun individu. Berdasarkan data kondisi awal, indikator minat siswa yang pertama, keinginan siswa untuk mengetahui pembelajaran menunjukan angka perhitungan hanya 29% siswa yang berminat untuk mengetahui pembelajaran. Indikator minat yang kedua menunjukkan 29% partisipasi siswa dalam pembelajaran, sedangkan indikator perhatian siswa dalam pembelajaran menunjukan 32% siswa yang memperhatikan selama pembelajaran IPS berlangsung. Indikator keempat menunjukan bahwa 21% siswa merasa senang dalam pembelajaran.Berdasarkan hasil observasi tersebut peneliti merencanakan tindakan yang dapat membuat siswa berminat. Salah satu model pembelajaran yang dapat membantu siswa menemukan sendiri pengetahuannya adalah pembelajaran kooperatif tipe STAD,

(101) 85 dengan menggunakan pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat membuat siswa aktif berperan serta dalam diskusi bersama kelompok. Siswa harus membantu teman satu tim dalam mempelajari materi yang telah diberikan oleh guru. Sehingga siswa menjadi tidak takut bertanya kepada teman, karena siswa memliki kelompok belajar yang bertugas saling membantu dalam memahami materi untuk mendapatkan nilai kelompok yang baik. Siswa menjadi bersemangat dalam mengerjakan tugas baik tugas individu maupun kelompok karena mereka bersaing secara positif untuk mendapatkan nilai yang terbaik. Setelah dikenai tindakan pada siklus I, berdasarkan pengamatan pada saat siklus satu siswa terlihat berminat hal ini terbukti dari hasil kuisioner siswa yang menunjukan bahwa siswa merasa senang. Situasi ini sesuai dengan pendapat Surya (2003: 67) berpendapat minat sebagai rasa senang atau tidak senang dalam menghadapi suatu objek. Hasil pengukuran dengan kuisioner minat di berikan pada akhir siklus I, dalam kuisioner tersebut terdapat empat indikator dan di setiap indikator mempunyai tiga pertanyaan hal tersebut sesuai dengan pendapat Masidjo (1995:59) yang berpendapat bahwa minat siswa dapat di ukur menggunakan penilaian non tes. Beliau juga menjelaskan bahwa penilaian non tes mrupakan rangkaian pernyataan atau pernyataan yang harus di jawab secara segala dalam situasi yang kurang distandarisasikan. perhatian dalam pembelajaran meningkat dari 29% menjadi 79%, siswa terlihat untuk mengembangkan diri dari 29% menjadi 100&, siswa mulai terlibat dalam pembelajaran dari 32% menjadi 79%, dan siswa terlihat menunjukan perasaan senang dari 21% menjadi 76%.

(102) 86 4.4.2 Prestasi Belajar Siswa Prestasi belajar siswa kelas IV SD Pangudi luhur Sedayu tahun pelajaran 2010/2011 sebagai kondisi awal memiliki rata-rata yaitu 66,36 dengan persentase siswa yang telah mencapai KKM sebesar 44%. Rendahnya prestasi belajar tersebut dikarenakan oleh keluasan materi IPS yang abstrak serta proses pembelajaran yang tidak meminatkan siswa. Dengan demikian pembelajaran yang baik haruslah mempertimbangkan porsi peran guru dan siswa dalam proses bembelajaran. Dalam kenyataannya dalam kegiatan observasi pada siswa kelas IV SD Pangudilihur Sedayu ketika pelajaran IPS berlangsung pengertian belajar tersebut hampir tidak nampak. Hal yang terjadi justru tidak sesuai dengan teori belajar, guru cenderung lebih dominan menyampaikan materi dan siswa hanya duduk diam mendengarkan. Oleh karena itu desain pembelajaran pada siklus I dirancang dengan lebih memberikan kepada siswa untuk lebih berminat belajar. Salah satu cara untuk memberikan kesempatan kepada siswa untuk lebih berminat menemukan sendiri pengetahuannya adalah dengan membentuk mereka kedalam kelompok. Model pembelajaran kooperatif menawarkan suatu kegiatan pembelajaran yang dilakukan siswa dalam kelompok. Hal ini sesuai dengan devinisi menurut Lie (dalam Handayanti, 2010:14) pembelajaran kooperatif merupakan model pengajaran yang memberi kesempatan kepada anak didik untuk bekerja sama dengan sesama siswa dalam tugas-tugas terstruktur. Bagi guru yang baru permulaan menggunakan pembelajaran kooperatif sebaiknya menggunakan tipe STAD karena dianggap salah satu tipe model pembelajaran kooperatif yang paling sederhana, Slavin (2008:143).

(103) 87 Pelaksanaan siklus I dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD, membuat siswa lebih berminat dan bersemangat dalam proses pembelajaran sehingga memperoleh hasil belajar yang lebih baik daripada sebelumnya. Hasil prestasi belajar tersebut diperoleh dari nilai aspek competence (kognitif).Kriteria keberhasilan prestasi belajar siswa dilihat dari rata-rata nilai kelas dan juga persentasi jumlah siswa yang melebihi nilai KKM. Menurut Nining (2011) “rata-rata adalah sebuah nilai yang khas yang dapat mewakili suatu himpunan data”. Jadi rata-rata nilai kelas dapat mewakili hasil nilai dari siswasiswa tersebut. Sebelum diadakannya treatmen pada siklus I rata-rata nilai kelas IV pada tahun ajaran 2011/2012 adalah 66,36 setelah dilakukannya pembelajaran siklus I meningkat menjadi 70,06 melebih target yang telah ditentukan yaitu 70. Peningkatan rata-rata tersebut dikarenakan meningkatnya nilai siswa. Meningkatnya hasil belajar siswa tersebut karena dilakukannya treatment dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif. Menurut Lungren (dalam Majid 2013 : 176) salah satu manfaat model pembelajaran kooperatif bagi siswa yang berprestasi belajar rendah adalah membuat nilai hasil belajar lebih tinggi. Penghitungan nilai rata-rata tersebut diperoleh dengan cara menjumlahkan nilai-nilai siswa kemudian dibagi jumlah seluruh siswa. Nilai siswa tersebut diperoleh dengan menghitung nilai competence dan poin tambahan. Nilai competence tersebut dihitung dengan melihat nilai kuis, dan nilai produk. Nilai kuis ini diperoleh dengan diadakannya tes setiap pertemuan sesudah pelajaran selesai. Kuis tersebut dapat membantu guru mengetahui tingkat pemahaman siswa

(104) 88 pada setiap pertemuan dan juga mengetahui poin kemajuan siswa. Salah satu contoh hasil diskusi kelompok anjing dapat dilihat pada Gambar 4.4. Gambar 4.4 merupakan salah satu hasil kelompok siswa mengenai teknologi komunikasi. Siswa di suruh mengisi dengan cara berdiskusi dengan teman satu kelompok. Pekerjaan siswa di atas tidak terisi semua, siswa hanya menuliskan dua teknologi pada kolom alat komunikasi masa lalau dan siswa tidak menuliskan jawaban pada kolom keuntungan dan kelebihan teknologi masa kini Gambar 4.5 Hasil diskusi kelompok Kuda

(105) 89 Gambar 4.5 adalah salah satu contoh hasil pekerjaan kelompok megenai teknologi trasportasi. Siswa di suruh mengisi dengan cara berdiskusi dengan

(106) 90 teman satu kelompok. Pekerjaan siswa di atas tidak terisi semua, siswa tidak menuliskan pada kolom kelemahan menggunakan alat transportasi udara.

(107) 91 BAB V KESIMPULAN, SARAN DAN KETERBATASAN Pada bagian ini akan dijelaskan tentang hasil penelitian yang telah dilakukan dan pembahasannya. Disajikan pula grafik hasil perolehan nilai minat dan prestasi belajar siswa. 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang sudah dilaksanakan pada siswa kelas SD Panguduluhur Sedayu semester genap tahun ajaran 2012/2013, dapat disimpulkan : 1. Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dalam upaya meningkatkan minat belajar IPS ditempuh dengan melakukan penelitian tindakan kelas menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Ketika guru sedang menyampaikan materi siswa mulai nampak berminat terlihat beberapa siswa berani bertanya dan menjawab pertanyaan guru secara individu. Indikator minat juga mulai terlihat jelas ketika siswa mengerjakan LKS bersama dengan kelompoknya siswa bertanya jawab dengan teman satu kelompok serta berani mengemukakan pendapatnya saat diskusi berlangsung. Pemberian penghargaan kepada kelompok yang memperoleh nilai tertinggipun dapat membuat siswa lebih berminat dan rajin mengerjakan tugas yang diberikan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif terjadi peningkatan minat pada indikator 1 yaitu keinginan untuk mengetahui pembelajaran, dari kondisi awal sebesar 29% siswa yang memiliki keinginan untuk mengetahui pembelajaran terjadi 91

(108) 92 peningkatan sebesar 50% menjadi 79% siswa yang mempunyai keinginan untuk mengetahui pembelajaran. Capaian ini melampaui target capaian yang ditetapkan yaitu sebesar 40%. Pada indikator 2 partisipasi dalam pembelajaran juga mengalami peningkatan, dari kondisi awal 29% siswa yang ikut berpartisipasi dalam pembelajaran menjadi 100% partisipasi siswa, dan juga melampaui target capaian yang ditetapkan yaitu sebesar 46%. Indikator minat yang ketiga perhtian dalam pembelajaran juga mengalami peningkatan, dari kondisi awal sebesar 32% meningkat menjadi 79%, dan juga melampaui target capaian yang ditetapkan sebesar 50%. Sedangakan pada indikator minat yang keempat perasaan senang dalam pembelajaran juga mengalami peningkatan, dari kondisi awal sebesar 21% siswa yang merasa senang dalam pembelajaran menjadi 76%, dan juga melampaui target capaian yang ditetapkan yaitu sebesar 37%. 2. Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dalam upaya meningkatkan prestasi belajar siswa ditempuh dengan menerapkan teori belajar konstruktivisme. Teori Konstruktivisme diimplementasikan pada pembelajaran kooperatf tipe STAD. Proses pembelajaran didesain memfasilitasi siswa untuk bisa membangun sendiri pengetahuannya. Pembangunan pengetahuan tersebut terwakili pada kegiatan pengerjaan LKS secara berkelompok dan pembuatan produk secara individu. Pada kegiatan diskusi inilah siswa mampu menemukan pengetahuan baru, siswa juga diberi kesempatan untuk bertanya kepada teman maupun guru ketika mengalami kesulitan. Pembuatan produk juga dapat membantu siswa mengaplikasikan

(109) 93 pengetahuannya secara kreatif dan inovatif hal tersebut juga didukung kondisi belajar yang menyenangkan dapat mendukung siswa untuk memahami materi lebih baik. Dari hasil perhitungan nilai akhir siswa disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif meningkatkan prestasi belajar siswa. Hal tersebut dapat dilihat dari kenaikan rata - rata nilai kondisi awal 66,36 naik menjadi 76,06 setelah diadakannya siklus I dan kenaikan jumlah siswa yang lulus KKM sebesar 56 % pada kondisi awal 44% dan setelah dikenai tindakan menjadi 100%. 5.2 Saran Berkaitan dengan hasil pelitian yang telah dilakukan oleh peneliti, terdapat beberapa saran yang dapat disampaikan yaitu sebagai berikut: 1. Kegiatan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD memerlukan waktu yang cukup banyak, sehingga guru perlu mempertimbangkan alokasi waktu pada setiap kegiatan. 2. Proses pembelajaran yang diadakan diluar ruangan akan membuat siswa cenderung susah untuk diatur, sehingga sebaiknya guru mempunyai strategi untuk mengatur pembelajaran di luar kelas. 3. Meskipun indikator keberhasilan sudah tercapai, penelitian ini masih terdiri dari satu siklus sehingga sehingga disarankan untuk mengembangkan ke siklus selanjutnya.

(110) 94 5.3 Keterbatasan Penelitian Dari seluruh kegiatan penelitian dalam 1 siklus ini peneliti menemui beberapa kendala. Kendala yang dianggap peneliti menjadi keterbatasan dalam penelitian yaitu : 1. Pengalokasian waktu yang kurang tepat dalam setiap kegiatan pembelajaran dapat berpengaruh pada kualitas proses. Oleh karena itu untuk penelitian yang selanjutnya peneliti akan lebih mempertimbangkan pembagian waktu dalam setiap aktivitas belajar siswa. 2. Keterbatasan media untuk merekam kegiatan pembelajaran, apabila digunakan media perekam dalam penelitian ini maka akan mempermudah peneliti untuk melakukan refleksi dalam proses pembelajaran.

(111) 95 DAFTAR REFERENSI Anggara. 2012. Teori belajar bermakna Diakses pada Senin 17 Desember 2012, dari : http://inggitanggara.wordpress.com/2012/10/08/teori-belajar-bermakna/ Anonim. 2000. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka. Anwar Saifuddin. 2003. Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Etindan Raharjo.Cooperatif learning: analisis model pembelajaran IPS. Jakarta :Bumi Aksara Dimyat dan Mudjiono. 2006. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : PT Rineka Cipta Handayanti, Margarita Sri.2010. Peningkatan Prestasi Belajar dalam Menyelesaikan Soal Cerita dengan Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams-Achievement Divisions (STAD) Pada Siswa Kelas III SD Kanisius Kotabaru. Skripsi ini tidak di terbitkan. FKIP-USD.Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma Imron, Ali. Belajar dan pembelajaran. Jakarta : PT Dunia Pustaka Krisdianto, Ignasius. 2011. Peningkatan Prestasi Belajar Matematika Dalam Soal Cerita dengan Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD pada Siswa Kelas V SD Negeri I Somokaton Tahun Ajaran 2010/2011. Skripsi ini tidak di terbitkan.Yogyakarta :Universitas Sanata Dharma Kusnandar. 2008. Langkah mudah penelitian tindakan kelas sebagai pengembangan profesi guru. Jakarta : PT Raja grafindo Persada Majid, Abdul. 2013. Strategi Pembelajaran. Bandung : PT Remaja Rosdakarya Masidjo, Ignasius. 2010. Penilaian pencapaian hasil belajar siswa di sekolah.Yogyakarta :Kanisius Michael. 2013. Bermain sambil belajar. Diakses pada Senin 3 Mei 2013 http://weddingplannerjobsreviews.blogspot.com/2013/03/bermainsambil-belajar.html Mulyasa. 2006. Menjadi guru professional menciptakan pembelajaran kreatif dan menyenangkan. Bandung : PT Remaja Rosdakarya Murtini, Sri. 2011. Peningkatan kemaampuan penggunaan tanda baca dalam menulis melalui model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada siswa kelas IV SD Kanisius totogan semester I tahun pelajaran 2010/2011.skripsi ini tidak di terbitkan.Yogyakarta.PGSD.FKIP.USD. Mustaji. 2012. Pengembangan kemampuan berpikir kritis dan kreatif dalam pembelajaran Diakses pada Senin 17 Desember 2012, dari : http://pasca.tp.ac.id/site/pengembangan-kemampuan-berpikir-kritis-dankreatif-dalam-pembelajaran 95

(112) 96 Nining. 201. Deskripsi data. Diakses pada Senin 3 Mei 2013 http://nining.dosen.narotama.ac.id/files/2011/04/Materi-ke-4-deskripsidata-sept-2010.ppt Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006. Struktur Kurikulum SD/MI. Jakarta Priyatno, Duwi. 2010. Teknik mudah dan cepat melakukan analisis data penelitian dengan SPSS dan tanya jawab ujian pendadaran. Yogyakarta : Gava Media Priyatno, Duwi. 2012. Belajar praktis analisis parametik dan non parametik dengan SPSS. Yogyakarta : Gava Media Rohmah, Ria Safinatur. 2010. Penerapan metode pembelajaran kooperatif tipe student teams achievement divisions dalam meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran sejarah kelas XI di MAN Malang I. Fakultas Tarbiyah. Malang :Universitas Islam Negeri Maulana Ma l i k Rusman. 2010. Model-model pembelajaran mengembangkan profesionalisme guru. Jakarta : PT Raja grafindo Persada Ruth Porong. 2013. Jurnal - Penerapan Model Pembelajaran Tipe Student Teams Achievemen Division (STAD) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Praktikum KKPI Siswa Kelas X SMK Negeri 4 Manado Diakses pada Senin 3 Mei 2013 http://fatek.unima.ac.id/e-jurnal/jurnal-129-penerapan-modelpembelajaran-tipe-student-teams-achievement-division-stad--untukmeningkatkan-hasil-belajar-praktikum--kkpi-siswa-kelas-x-smk-negeri4-manado.html Sapriyana. 2009. Pendidikan IPS konsep dan pembelajaran. Bandung : PT Remaja Rosdakarya Offset Septiana, Cicilia Reni. Penggunaan PPR dalam upaya meningkatkan minat dan hasil belajar siswa pada mapel PKn kelas IV SD Kanisius Kadirojo tahun pelajaran 2011/2012. Skripsi ini tidak di terbitkan.FKIPUSD.Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma Sinta. 2011. Belajar ips, siapa takut? Diakses pada Senin 17 Desember 2012, dari : http://0903369.blogspot.com/2011/12/pelajaran-ips-sulitkah.html Siregar dan Nara. 2010. Teori belajar dan pembelajaran. Bogor : Ghalia Indonesia Slavin, Robert. 2008. Cooperative learning teori, riset dan praktik. Bandung : Nusa Media Sugiyanto. 2010. Model-model pembelajaran Inovatif. Surakarta: Yuma Pustaka Sugiyono. 2009. Metode penelitian kuantitatif kualitatif dan R&D. Bandung :Alfabeta Sudjana, Nana. 2009. Penilaian hasil belajar proses belajar mengajar. Bandung : PT Remaja Rosdakarya Suparno, Paul. 2010. Teori perkembangan kognitif Jean Piaget. Yogyakarta: Kanisius

(113) 97 Supriadie dan Darmawan. 2012. Komunikasi pembelajaran. Bandung : PT Remaja Rosdakarya Suprijono, Agus. 2009. Cooperative learning teori dan aplikasi PAIKEM. Yogyakarta : PustakaPelajar Suyono dan Haryanto. 2011. Belajar dan Pembelajaran. Bandung : PT Remaja Rosdakarya Suwandi, Sarwidji. 2010. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan penulisan karya ilmiah. Surakarta: Yuma Pressindo Taniredja, Faridli dan Harmianto. 2011. Model-model pembelajaran inovatif. Bandung : Alfabeta Usman, Muhamad User. 2002. Menjadi guru professional. Bandung :Remaja Rosdakarya Utama,Bandi. 2012. Materi pendidikan jasmani prodi PGSD S1 FKIP USD. Yogyakarta: Makalah ini tidak dipublikasikan Utami. 2013. Skala likert menurut para ahli pengertian dan defenisi Diakses pada Senin 13 April 2013 http://tutorialterkini.blogspot.com/2013/04/skala-likert-menurut-paraahli.html Widyaningsih, Rosalia Kurnia. 2007. Pengaruh MetodePembelajaran KooperatifSTAD dengan Setting Outdoor Mathematics terhadapAktivitas, Minat, dan Prestasi Belajar Siswa dalam Pembelajaran Matematika dengan Pokok Bahasan Perbandingan Trigonometri. Skripsi ini tidak di terbitkan. FKIP-USD.Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma Wijayadan Dwitagama. 2009. Mengenal Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : PT Malta Printindo

(114) LAMPIRAN

(115) LAMPIRAN 1 Surat Ijin Penelitian

(116) 98

(117) LAMPIRAN 2 Surat Keterangan Telah Melakukan Penelitian

(118) 99

(119) LAMPIRAN 3 Daftar Nilai Kondisi Awal Siswa

(120) 100 DAFTAR NILAI ULANGAN HARIAN 2 SD PAMGUDILUHUR SEDAYU TAHUN PELAJARAN 2010 / 2011 KELAS 4 Kkm 6,8 NO NAMA SISWA IPS 1 FX.Dika Febri Mahesa 60 2 Bagas Pinandito 54 3 Ardiyansah Virani 60 4 Anggela Aggun W 55 5 Aggela Putri O 75 6 Anggelina Nawang W 56 7 Anastasya Pasca Monica 67 8 Anggun Asieh Gusti 57 9 Cristofer Yoga A 76 10 Febrianus Aji Pratama 58 11 Florensius Putra M 68 12 Fransiskus Setiawan 59 13 Micaeal Heri K 70 14 Natalia Noviasih U 60 15 Plasidia Sigma Okta 60

(121) 101 16 M. Diandra Putri S 61 17 Risang Wahyu Bimantara 72 18 Thereaia Resa Dewanti 62 19 Yuedha Satrio Nugroho 72 20 Yosef Fian Kusuma Aji 63 21 R. Vica Sindi Deviana 66 22 Margareta Diah Legia 64 23 Alvian Restu N 67 24 Rb. Marcellino Pasca 65 25 Theo Putra M 57 JUMLAH 1584 RATA-RATA 63,36 NILAI TERTINGGI 75 NILAI TERENDAH 54 Sedayu, 14 Januari 2013

(122) 102 DAFTAR NILAI ULANGAN HARIAN 2 SD PANGUDILUHUR SEDAYU TAHUN PELAJARAN 2009 / 2010 KELAS 4 Kkm 6,8 NO NAMA SISWA IPS 1 FX.Dika Febri Mahesa 76 2 Bagas Pinandito 58 3 Ardiyansah Virani 68 4 Anggela Aggun W 59 5 Aggela Putri O 70 6 Anggelina Nawang W 60 7 Anastasya Pasca Monica 60 8 Anggun Asieh Gusti 61 9 Cristofer Yoga A 72 10 Febrianus Aji Pratama 62 11 Florensius Putra M 72 12 Fransiskus Setiawan 63 13 Micaeal Heri K 66 14 Natalia Noviasih U 64 15 Plasidia Sigma Okta 67

(123) 103 16 M. Diandra Putri S 65 17 Risang Wahyu Bimantara 57 18 Thereaia Resa Dewanti 54 19 Yuedha Satrio Nugroho 60 20 Yosef Fian Kusuma Aji 55 21 R. Vica Sindi Deviana 75 22 Margareta Diah Legia 56 23 Alvian Restu N 67 24 Rb. Marcellino Pasca 57 25 Theo Putra M 76 JUMLAH 1600 RATA-RATA 64 NILAI TERTINGGI 76 NILAI TERENDAH 55 Yogyakarta, 14 Januari 2013

(124) 104 DAFTAR NILAI ULANGAN HARIAN 2 SD PANGUDILUHUR SEDAYU TAHUN PELAJARAN 2009 / 2010 KELAS 4 Kkm 6,8 NO NAMA SISWA IPS 1 FX.Dika Febri Mahesa 72 2 Bagas Pinandito 63 3 Ardiyansah Virani 66 4 Anggela Aggun W 64 5 Aggela Putri O 67 6 Anggelina Nawang W 65 7 Anastasya Pasca Monica 57 8 Anggun Asieh Gusti 54 9 Cristofer Yoga A 54 10 Febrianus Aji Pratama 60 11 Florensius Putra M 55 12 Fransiskus Setiawan 75 13 Micaeal Heri K 56 14 Natalia Noviasih U 67 15 Plasidia Sigma Okta 57

(125) 105 16 M. Diandra Putri S 76 17 Risang Wahyu Bimantara 72 18 Thereaia Resa Dewanti 70 19 Yuedha Satrio Nugroho 79 20 Yosef Fian Kusuma Aji 70 21 R. Vica Sindi Deviana 72 22 Margareta Diah Legia 74 23 Alvian Restu N 67 24 Rb. Marcellino Pasca 66 25 Theo Putra M 69 JUMLAH 1647 RATA-RATA 65,88 NILAI TERTINGGI 79 NILAI TERENDAH 55 Yogyakarta, 14 Januari 2013

(126) LAMPIRAN 4 Sekor Awal Siswa

(127) 106 DAFTAR NILAI ULANGAN HARIAN 2 SD PANGUDILUHUR SEDAYU TAHUN PELAJARAN 2008 / 2009 KELAS 4 Kkm 6,8 SKOR AWAL SISWA No Nama Nilai 1 60 Nilai 2 76 Nilai 3 72 Ratarata 69 1 FX.Dika Febri Mahesa 2 Bagas Pinandito 54 58 63 58 3 Ardiyansah Virani 60 68 66 65 4 Anggela Aggun W 55 59 64 59 5 Aggela Putri O 75 70 67 71 6 Anggelina Nawang W 56 60 65 60 7 Anastasya Pasca Monica 67 60 57 61 8 Anggun Asieh Gusti 57 61 54 57 9 Cristofer Yoga A 76 72 54 67 10 Febrianus Aji Pratama 58 62 60 60 11 Florensius Putra M 68 72 55 65 12 Fransiskus Setiawan 59 63 75 66 13 Micaeal Heri K 70 66 56 64 14 Natalia Noviasih U 60 64 67 64 15 Plasidia Sigma Okta 60 67 57 61

(128) 107 16 M. Diandra Putri S 61 65 76 67 17 Risang Wahyu Bimantara 72 57 72 67 18 Thereaia Resa Dewanti 62 54 70 62 19 Yuedha Satrio Nugroho 72 60 79 70 20 Yosef Fian Kusuma Aji 63 55 70 63 21 R. Vica Sindi Deviana 66 75 72 71 22 Margareta Diah Legia 64 56 74 65 23 Alvian Restu N 67 67 67 67 24 Rb. Marcellino Pasca 65 57 66 63 25 Theo Putra M 57 76 69 67 JUMLAH 1584 1600 1647 1610 RATA-RATA 63,36 64 65,88 64,40 NILAI TERTINGGI 75 76 79 71 NILAI TERENDAH 54 55 55 59 Yogyakarta, 14 Januari 2013

(129) LAMPIRAN 5 Perangkat Pembelajaran yang Sudah diValidasi

(130) 108 SILABUS Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas : IV Standar Kompetensi : 2. Mengenal sumber daya alam, kegiatan ekonomi, dan kemajuan teknologi di lingkungan kabupaten/kota dan provinsi Kompetensi Dasar 2.3 Mengenal perkembangan teknologi produksi, komunikasi, dan transportasi serta pengalaman menggunakannya Materi Pokok Teknologi masa lalu dan masa ki ni Kegiatan Pembelajaran  Peserta didik mendengarkan penjelasan dari guru tentang ulasan materi perkembangan teknologi  Siswa dibagi menjadi 5 kelompok setiap kelompok Indikator Kognitif 2.3.1 Menjelaskan perkembangan teknologi produksi 2.3.2 Membandingkan jenis teknologi produksi pada masa lalu dan masa kini 2.3.3 Menyebutkan Penilaian 1.Jenis penilaian : x Tes x Non tes 2. Teknik penilaian: x Tertulis x Unjuk kerja 3. Bentuk penilaian x Uraian singkat Aloka si Wakt u 10X3 5m e ni t Media dan Sumber Belajar Media : - plastisin - Poster materi - Kertas manila

(131) 109 terdiri dari 5 siswa  Guru membagikan LKS pada setiap kelompok yang berhubungan dengan perkembangan teknologi  Siswa mengerjakan LKS yang di berikan oleh guru macam-macam alat produksi masa lalu dan masa kini 2.3.4 Menjelaskan perkembangan  teknologi komunikasi 2.3.5 Membandingkan jenis teknologi komunikasi pada masa lalu dan masa kini  Siswa membaca soal 2.3.6 Menyebutkan yang telah di berikan macam-macam alat komunikasi masa lalu oleh guru dan masa kini 2.3.7 Menjelaskan p erkembangan  Siswa berdiskusi di teknologi transportasi dalam kelompok 2.3.8 Membandingkan untuk mengerjakan jenis teknologi soal tersebut transportasi pada masa  Siswa berdiskusi lalu dan masa kini unt uk membandingkan 2.3.9 Menyebutkan dampak positif dan macam-macam alat negatif dari transportasi masa lalu perkembangan dan masa kini teknologi 2.3.10 menjelaskan x Pilihan ganda x Rubrik C ont oh s oa l : Sebutkan 3 contoh alat komunikasi yang ada di sekitarmu! Jawab : 1. Telepon 2. Televisi 3. Radio Suber belajar : Sadiman dan Amalia. 2008. Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SD/MI kelas IV. Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional Praptanti dan Baryadi. 2011.

(132) 110  Perwakilan kelompok menyampaikan hasil diskusinya di depan kelas  Siswa memberi tanggapan  Secara bergantian siswa menceritakan pengalaman mereka menggunkan teknologi kelemahan dan kelebihan perkembangan teknologi 2.3.11 membandingkan kelemahan dan kelebihan perkembangan teknologi Afektif x Bertanggung jawab pada tugas yang diberikan pa da masingm a s i ng kelompoknya dalam mengerjakan LKS x Bekerjasama menyelesaikan tugas bersama kelompoknya x Menceritakan pengalaman yang pernah dialami mengenai dampak

(133) 111 positif dan negatif dari perkembangan teknologi x Psikomotorik x menggambar berbagai macam teknologi x Mempuat puzzzel mengenai teknologi x Membuat kl i pi ng Yogyakarta, Kepala sekolah Guru Kelas Peneliti Nurvita Kurnianingsih

(134) 112 Rencana Pelaksanaan Pembelajarn (RPP) Satuan pendidikan : SD Pangudiluhur Sedayu Mata pelajaran :IPS Kelas / Semester : IV / 2 Hari tanggal : Waktu : I. Standar kompetensi : 2. Mengenal sumber daya alam, kegiatan ekonomi, dan kemajuan teknologi di lingkungan kabupaten/kota dan propinsi II. Kompetensi dasar: 2.3.Mengenal perkembangan teknologi produksi, komunikasi dan transportasi serta pengalaman menggunakannya. III. Indikator : Pertemuan I A. Kognitif  Menyebutkan pengertian teknologi produksi.  Mememukan minimal 5 contoh jenis teknologi produksi masa lalu dan modern.  Menganalisis minimal 5 perbedaan perkembangan teknologi produksi masa lalu dan moderen. B. Afektif  Memperhatiakan teman saat mengemukakan pendapat di kelas.  Keaktifan dalam menyampaikan pendapat. C. Pesikomotorik  Membuat 1 gambar mengenai teknologi produksi, komunikasi, dan transportasi dari masa lalu sampai masa kini

(135) 113 Pertemuan ke II A. Kognitif  Menyebutkan pengertian teknologi komunikasi.  Mememukan minimal 5 contoh jenis teknologi komunikasi masa lalu dan modern.  Menganalisis minimal 5 perbedaan perkembangan teknologi komunikasi masa lalu dan moderen. B. Afektif  Memperhatiakan teman saat mengemukakan pendapat di kelas.  Keaktifan dalam menyampaikan pendapat. C. Pesikomotorik  Membuat Mempuat puzzzel mengenai teknologi Pertemuan ke III A. Kognitif  Menyebutkan pengertian teknologi transportasi  Mememukan minimal 5 contoh jenis teknologi transportasi masa lalu dan modern.  Menganalisis minimal 5 perbedaan perkembangan teknologi transportasi masa lalu dan moderen. B. Afektif  Memperhatiakan teman saat mengemukakan pendapat di kelas.  Keaktifan dalam menyampaikan pendapat. C. Pesikomotorik  Membuat kliping mengenai teknologi

(136) 114 IV. Tujuan Pembelajaran : Pertemuan I A. Kognitif  Siswa mampu menyebutkan pengertian teknologi produksi.  Siswa mampu mememukan minimal 5 contoh jenis teknologi produksi masa lalu dan modern.  Siswa mampu menganalisis minimal 5 perbedaan perkembangan teknologi produksi masa lalu dan moderen. B. Afektif  Siswa mampu memperhatiakan teman saat mengemukakan pendapat di kelas.  Siswa mampu keaktifan dalam menyampaikan pendapat. C. Pesikomotorik  Siswa mampu membuat 1 gambar mengenai teknologi produksi, komunikasi, dan transportasi dari masa lalu sampai masa kini. Pertemuan ke II A. Kognitif  Siswa mampu menyebutkan pengertian teknologi komunikasi.  Siswa mampu mememukan minimal 5 contoh jenis teknologi komunikasi masa lalu dan modern.  Siswa mampu menganalisis minimal 5 perbedaan perkembangan teknologi komunikasi masa lalu dan moderen. B. Afektif  Siswa mampu memperhatiakan teman saat mengemukakan pendapat di kelas.  Siswa mampu keaktifan dalam menyampaikan pendapat. C. Psikomotorik  Siswa mampu membuat puzzel mengenai teknologi

(137) 115 Pertemuan ke III A. Kognitif  Siswa mampu menyebutkan pengertian teknologi komunikasi.  Siswa mampu mememukan minimal 5 contoh jenis teknologi komunikasi masa lalu dan modern.  Siswa mampu menganalisis minimal 5 perbedaan perkembangan teknologi komunikasi masa lalu dan modern. B. Afektif  Siswa mampu memperhatiakan teman saat mengemukakan pendapat di kelas.  Siswa mampu meaktifan dalam menyampaikan pendapat. C. Pesikomotorik  Siswa mampu membuat kliping mengenai teknologi produksi, komunikasi, dan transportasi dari masa lalu sampai masa kini. V. Materi pelajaran : x Perkembangan teknologi produksi, komunikasi dan transportasi. VI.Model dan Teknik x Model : Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD x Metode : Diskusi, Tanya jawab, Penugasan. 1. Pertemuan 1 (2JP) kegiatan awal  Salam pembukaan,doa, dan absensi  Guru menarik perhatian siswa (menyanyikan naiknaik ke puncak gunung yang sudah di ganti Tanya jawab liriknya)  Guru bertanya mengenai isi lagu tersebut  Guru menberitahukan materi yang akan di pelajari hari ini.

(138) 116 Kegiatan inti Eksplorasi:  Guru memberikan informasi sigkat tentang Tanya jawab, diskusi pengertian teknologi dan teknologi produksi Elaborasi:  Siswa dengan bantuan guru membentuk kelompok sejumplah lima kelompok secara heterogen (berdasarkan prestasi, jenis kelamin, dan suku.). 12345 12345 12345 12345 Diskusi, tanya jawab, penugasan 12345  Guru memberitahukan peraturan untuk kelompok. a) Guru membacakan skor awal tiap kelompok setiap kelompok di beriakan sekor berdasarkan hasil nilai dari nilai sebelumnya. b) Siswa duduk bersana kelompoknya, kemudian menentukan nama tim (nama tim bertemakan hewan). c) Setiap anggota kelompok yang bisa menjawab pertanyaan akan mendapatkan skor dan sekor yang di peroleh angota kelompok di sumbangkan untuk kemompok. d) Kelompok yang mendapat sekor paling banyak akan mendapatkan sertifikat TIM SANGAT BAIK dan TIM SUPER kemudian sertifikat Diskusi , tanya jawab

(139) 117 akan di tempel di papan buletin yang sudah di siapkan oleh guru.  Siswa dan guru tanya jawab tentang macammacam alat-alat produksi dan proses produksi yang di ketahui.  Siswa berdiskusi tentang berbagai macam alat produksi di dalam kelompok. a) Kelompok I, II, Alat produksi b) Kelompok III, IV dan V Proses produksi Konfirmasi  Siswa di beri kesempatan untuk bertanya tentang hal-hal yang belum di pahami. Kegiatan akhir  Siswa mengungkapkan kesan selama mengikuti pelajaran.  Guru memberikan tugas rumah.  Siswa menutup pelajan dengan doa. 2. Pertemuan ke 2 (2JP) Kegiatan awal  Doa, salam  Guru memberikan hasil perolehan skor individu pada pertemuan pertama.  Siswa menghitung skor kelompok dengan bantuan guru  Guru memotivasi siswa supaya lebih aktif dan mau membantu teman dalam kelompok untuk memahami materi.  Guru menyampaikan tujuan pelajaran yaitu membahas kembali teknologi produksi kemudian melanjutkan ke materi selanjutnya yaitu mengenal teknologi komunikasi. Tanya jawab

(140) 118 Kegiatan Inti Eksplorasi:  Guru mengajak siswa mengingat materi mengenai teknologi produksi. Elaborasi:  Siswa duduk bersama kelompok sesuai kelompok pada pertemauan pertama. 12345 12345 12345 12345 Diskusi, tanya jawab, penugasan 12345  Siswa secara kelompok meneliti kembali hasil diskusi yang dibuat pada pertemuan lalu untuk dilaporkan.  Perwakilan dari setiap kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas dan kelompok lain memberi tanggapan secara bergiliran.  Diskusi kelas untuk membuat kesimpulan mengenai teknologi produksi.  Guru mengajak siswa menyanyanyiakan lagu “kemarin paman datang yang telah di ganti liriknya”  Siswa dan guru membahas mengenai teknologi komunikasi  Siswa megerjakan LKS mengenai Tanya jawab

(141) 119 teknologi komunikasi di dalam kelompok.  Perwakilan dari setiap kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas dan kelompok lain memberi tanggapan secara bergiliran.  Siswa bersama guru membahas hasil didkusi. Konfirmasi  Siswa di beri kesempatan untuk bertanya tentang Diskusi, tanya jawab, hal-hal yang belum di pahami. penugasan Kegiatan akhir  Siswa dan guru membuat kesimpulan bersama.  Siswa mengungkapkan kesan selama mengikuti pelajaran.  Guru memberikan tugas rumah untuk mempelajari materi berikutnya mengenai teknologi transporttasi.  Siswa menutup pelajan dengan doa. 3. Pertemuan ke 3 (2 jp) Kegiatan awal  Doa, salam  Siswa duduk bersama kelompok  Guru memberikan hasil perolehan skor individu pada pertemuan kedua.  Siswa menghitung skor kelompok dengan bantuan guru  Guru memotivasi siswa supaya lebih aktif dan mau membantu teman dalam kelompok untuk memahami materi.  Apresepsi  Guru mengajak siswa untuk menyanyikan lagu Tanya jawab

(142) 120 “pada hari minggu”  Guru menanyakan lirik yang ada di dalam lagu Tanya jawab  Guru menyampaikan materi yang akan di pelajari hari ini Kegiatan Inti Eksplorasi:  Guru memberikan informasi singkat mengenai perkembangan teknologi transportasi. Elaborasi: Diskusi, tanya jawab  Siswa dan guru bertanya jawab tentang macammacam alat transportasi yang di ketahui  Siswa dan guru membahas mengenai teknologi transportasi  Siswa megerjakan LKS mengenai teknologi transportasi di dalam kelompok.  Perwakilan dari setiap kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas dan kelompok lain memberi tanggapan secara bergiliran.  Siswa bersama guru membahas hasil didkusi. Tanya jawab, penugasan Konfirmasi  Siswa di beri kesempatan untuk bertanya tentang hal-hal yang belum di pahami. Kegiatan akhir  Siswa dan guru membuat kesimpulan bersama.  Siswa mengungkapkan kesan selama mengikuti pelajaran.  Guru memberikan tugas rumah.  Siswa menutup pelajan dengan doa. x Pertemuan ke 4 (2jp) Kegiatan awal Tanya jawab

(143) 121  Doa, salam  Guru menyampaikan tujuan pelajaran pada hari ini Kegiatan Inti Eksplorasi:  Guru mengajak siswa untuk mengingant kembali Penugasan semua materi yang telah di ajarkan Elaborasi:  Siswa megerjakan soal evaluasi Konfirmasi  Siswa di beri kesempatan untuk bertanya tentang hal-hal yang belum di pahami. Kegiatan akhir  Siswa dan guru membuat kesimpulan bersama.  Siswa mengungkapkan kesan selama mengikuti pelajaran.  Guru memberikan tugas rumah.  Siswa menutup pelajan dengan doa. VIII. Sumber belajar dan media  Sumbar belajar - Suanti dan Eko Setiawan S. 2009. Ilmu Pengetahuan SosialJilid 4 untuk SD dan MI Kelas IV. Jakarta : CV. Gema Ilmu. - Winardi dan Tantya Hianu P. 2008.Ilmu Pengetahuan Jilid 4 untuk SD dan MI Kelas IV. Surakarta : CV. Putra Nugraha. - Majalah/Koran/media elektronika - Lingkungan sekitar - Pengalaman guru  Media - Gambar alat produk, komunikasi dan transportasi

(144) 122 IX. Penilaian Indikator Pencapaian Teknik Bentuk Kompetensi Penilaian Instrumen  Membandingkan/membedakan jenis teknologi produksi pada masa lalu dan masa sekarang  Menunjukkan peralatan Tertulis jawaban uraian singkat Instrumen/ Soal - Jelaskan, membandingkan, mengelompokkan, menunjukkan, teknologi produksi masa lalu membedakan dan dan sekarang menggunakan teknologi  Menyebutkan macam-macam alat produksi masa lalu dan masa kini  Menceritakan pengalaman menggunakan alat produksi lalu dan sekarang  Cara menggunakan secara sederhana teknologi produksi masa lalu dan masa kini  Membandingkan/membedakan jenis teknologi komunikasi pada masa lalu dan masa sekarang  Menunjukkan peralatan teknologi komunikasi masa lalu dan sekarang  Menyebutkan macam-macam alat komunikasi masa lalu dan masa kini  Menceritakan pengalaman menggunakan alat komunikasi lalu dan sekarang produksi, komunikasi, dan transportasi - Membuat kerupuk dengan tangan termasuk teknologi .... - Telepon yang tidak menggunakan kabel disebut telepon .... - Mobil, kereta api, dan pesawat termasuk teknologi .... - Salah satu ciri transportasi masa lalu adalah .... - Penemu telepon adalah ....

(145) 123  Cara menggunakan secara sederhana teknologi komunikasi masa lalu dan masa kini  Membandingkan/membedakan jenis teknologi transportasi pada masa lalu dan masa sekarang  Menunjukkan peralatan teknologi transportasi masa lalu dan sekarang  Menyebutkan macam-macam alat transportasi masa lalu dan masa kini  Menceritakan pengalaman menggunakan alat transportasi lalu dan sekarang  Cara menggunakan secara sederhana teknologi transportasi masa lalu dan masa kini Format Kriteria Penilaian  PRODUK ( HASIL MEMBUAT KLIPING ) No. 1. Aspek kelengkapan Kriteria Skor * lengkap terdapat perkembangan 4 teknologi dari teknologi masa lalu sampai masa sekarang * kadang-kadang terdapat perkembangan teknologi dari teknologi masa lalu sampai masa sekarang 2

(146) 124 * tidak terdapat perkembangan teknologi dari teknologi masa 1 lalu sampai masa sekarang 2. kerapian * terdapat sampul, cara menyusun 4 isi kliping urut sesuai dengan perkembangan teknologi. *sedikit urut dalam menyusun isi 2 keliping * tidak urut dalam menyusun isi 1 keliping  PRODUK ( HASIL DISKUSI ) No. 1. Aspek Konsep Kriteria Skor * semua benar 4 * sebagian besar benar 3 * sebagian kecil benar 2 * semua salah 1 ............, ......................20 ... Mengetahui Guru kelas Anastasya Sri Lestari Peneliti Nurvita Kurnianingsih

(147) 125 Kelompok Belajar No Kelompok 1 Kelompok 2 Kelompok 3 Kelompok 4 Kelompok 5 1 Alvin Restu Risang Placidia Anggelina Anggelina Nathanael Wahyu Sigma Nawang Putri Bimantara Oceanova Wahyu Oktavia Angela Margareta Febrianus Aji Anastasia Theresia Anggun Diah Legia Pranata Pasca Resa Monica Dewanti 2 Nareswari 3 M. Diandra Fransiskus Natalia Mikael Hery Cristofer Putri Setiawan Noviasih Kristianto Yoga Sianaturi 4 5 Utami Ardinanta R. Vika Florentinus Yosef Vian Yehuda Rb. Cindy Mahendra Kusuma Aji Satrio Marcellino Deviana FK Nugroho Pasca Adiytas Anggun FX. Dika Bagas Theo Virani Asihe Gusti Febri Mahesa Pinandito

(148) 126 NAMA KELOMPOK : 1. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 2. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 3. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 4. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 5. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Atas keberhasilannya menjadi kelompok atau TIM SUPER dalam pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Mengetahui: Guru kelas 4, Anastasya Sri Lestari

(149) 127 PERKEMBANGAN TEKNOLOGI Teknologi adalah keseluruhan sarana atau alat yang digunakan manusia untuk menghasilkan barang dan jasa yang diperlukan manusia Misalnya : televisi, radio, kulkas,dll Teknologi terdiri dari teknologi produksi, komunikasi dan transportasi Teknologi produksi Poduksi adalah kegiatan menghasilkan barang berlandaskan pengetahuan. Teknologi produksi mengalami perkembangan. Perkembangan selalu kearah kemajuan. Teknologi Produksi masa lalu bersifat sederhana. Hasilnya pun sangat terbatas. Teknologi produksi masa kini bersifat modern dan banyak memberi kemudahan. Contoh : Alat Bajak Sawah, Alat Penggiling Padi, Alat Mesin Jahit. A. Teknologi Pangan Teknologi produksi pangan membantu pemenuhan kebutuhan pangan. Kebutuhan pangan berkaitan dengan pertanian. Kegiatan pertanian pada masa lalu masih tradisional. Contohnya merontokkan gabah dengan cara tradisional. Caranya gabah diinjak-injak menggunakan kaki. Setelah cara tersebut ditemukan cara lain, yaitu gabah ditumbuk dengan lesung. Selain itu, merontokkan padi dengan dipukul-pukul. Namun, setelah teknologi produksi ditemukan. Cara produksi tradisional mulai ditinggalkan. Beralih menggunakan tenaga mesin. Adanya teknologi mesin memperingan pekerjaan. Selain itu, penggunaan mesin dalam pertanian menguntungkan. Keuntungan itu berupa menghemat waktu dan hasil melimpah. B. Teknologi Produksi Sandang Pakaian merupakan kebutuhan sandang. Kebutuhan sandang pada masa lalu dan masa kini berbeda. Pada masa lalu kebutuhan sandang bersifat sederhana. Pengolahannya pun bersifat sederhana, yaitu dibuat sendiri. Caranya dengan menenun, menggunakan alat tenun yang terbuat dari kayu. Pada cara ini hasil yang diperoleh sedikit. Kebutuhan sandang pada masa kini lebih modern. Ini karena banyak menggunakan alat-alat berteknologi modern. Pada masa kini kebutuhan sandang tidak dilakukan sendiri. Akan tetapi, dikerjakan oleh pabrik. Kita langsung dapat membelinya. GAMBAR

(150) 128 2. Perkembangan teknologi komunikasi Komunikasi adalah penerimaan pesan, baik langsung atau tidak langsung. Komunikasi langsung berupa menanyakan langsung tanpa alat. Alat komunikasi memudahkan manusia dalam berhubungan, alat komunikasi mempercepat penyampaian pesan. Teknologi komunikasi dapat mengatasi jarak dan waktu Contoh: surat, telepon, telegram, radio, dll A. Surat Surat termasuk alat komunikasi tidak langsung. Perkembangan tentang surat menyurat sangat pesat. Pada masa lalu orang menulis surat di atas kertas. Lalu surat itu dimasukkan amplop dan diberi alamat yang dituju. Setelah itu dilengkapi perangko. Selanjutnya menggunkkan jasa pos untuk mengirim surat tersebut. Pada masa kini mengirim surat dapat dengan cepat. Caranya dengan email. Email adalah surat menyurat yang dikirim melalui internet. Email penerima dan pengirim harus dapat menggunakan internet. Telegram Telegram sering disebut surat kawat. Alat pengirim telegram disebut telegraf. Telegraf adalah pesawat untuk mengirim berita. Telegram mempergunakan kekuatan listrik. Telepon Telepon merupakan alat yang sering digunakan. Adanya telepon, komunikasi menjadi lebih mudah dan cepat. Pesawat telepon ditemukan oleh Alexander Graham Bell tahun 1876. jenis telepon ada dua, yaitu telepon kabel dan telepon selular. Adanya telepon selular memudahkan dalam berkomunikasi. Baik dengan suara langsung atau dengan pesan tertulis (SMS). Radio Radio ditemukan oleh C. Marconi tahun 1901. Radio dapat memberikan informasi dan hiburan. Informasi dapat berupa berita. Adapun hiburan berupa musik. Siaran radio dipancarkan oleh pemerintah dan swasta. Pemancar radio milik pemerintah adalah RRI

(151) 129 (Radio Republik Indonesia). Pemancar radio milik swasta jumlahnya banyak sekali 3. Teknologi Transportasi Transportasi adalah sarana perhubungan. Sarana ini mempermudah untuk sampai ke tempat tujuan. Baik mengangkut orang maupun barang. Perkembangan sarana transportasi mengalami kemajuan. Dahulu daya angkut terbatas. Selain itu, kecepatannya juga sangat terbatas. Akan tetapi, sekarang mengalami peningkatan dan perubahan. Berdasarkan jenisnya ada transportasi darat, laut, dan udara. A. Transportasi Darat Sarana angkutan melalui jalan darat disebut transportasi darat. Angkutan darat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu bermesin dan tidak bermesin. Angkutan tidak bermesin bersifat tradisional. Berlangsung sejak dahulu. Misalnya, sepeda, becak, delman, gerobak, dan sebagainya. Transportasi yang tidak menggunakan mesin umumnya menggunakan hewan. Hewanhewan itu biasanya hewan besar, seperti kuda, sapi, unta dan sebagainya. B. Transportasi Laut Transportasi laut ada yang bermesin dan tidak bermesin. Contoh tidak bermesin, seperti perahu dayung, kapal layar, dan sebagainya. Adapun yang bermesin adalah kapal laut. Kapal laut ada yang berukuran besar dan kecil. Kapal yang besar dapat mengangkut bus, truk, dan sebagainya. Perakitan kapal di dalam negeri, yaitu PT PAL di Surabaya (Jawa Timur). Adapun PT Pelni

(152) 130 merupakan perusahaan pemerintah yang mengelola transportasi laut C. Transportasi Udara Angkutan udara lebih mahal dibandingkan angkutan lainnya. Waktu tempuh angkutan udara lebih cepat. Angkutan udara di Indonesia ditangani oleh Departemen Perhubungan RI. Penerbangan yang diusahakan pemerintah, yaitu Garuda Indonesia. Adapun penerbangan swasta adalah Mandala, Batavia, Lion, dan sebagainya. Industri pesawat terbang Indonesia terdapat di Bandung (Jawa Barat). Selain pesawat alat transportasi udara lainnya adalah helikopter. Helikopter daya angkutnya lebih kecil. Helikopter dapat menjangkau daerah terpencil yang sulit ditempuh jalan darat. Oleh karena itu, adanya angkutan udara dapat mempermudah komunikasi dalam kehidupan manusia. Gambar A. TRANSPORTASI DARAT ` B. TRANSPORTASI AIR C. TRANSPORTASI UDARA

(153) 131 Kelebihan dan kelemahan perkembangan teknologi Kita telah mengetahui berbagai jenis teknologi baik di masa lalu maupun di masa kini. Setelah mengetahuinya kamu tentu dapat membandingkan teknologi masa lalu dengan teknologi masa kini. Teknologi masa lalu maupun masa kini memiliki kelebihan dan kelemahan. Pada penjelasan yang lalu banyak nampak adalah kelemahan teknologi masa lalu dan kelebihan teknologi masa kini. Misalnya teknologi masa lalu lebih lambat sedangkan teknologi masa kini lebih cepat. Namun sebenarnya teknologi masa lalu juga memiliki kelebihan. Sebaliknya teknologi masa kini juga memiliki kelemahan. Pada umumnya teknologi masa lalu masih menggunakan tenaga manual yakni hewan, angin ataupun manusia. Selain itu prosesnya juga lama atau lambat. Namun di sisi lain teknologi masa lalu memiliki kelebihan yakni hampir semua bebas polusi. Baik polusi udara, polusi suara maupun polusi lainnya. Sedangkan teknologi masa kini memiliki kelebihan prosesnya cepat. Namun di sisi lain memiliki kelemahan yakni menimbulkan polusi. Seperti polusi udara, tanah, air dan suara. Polusi udara menyebabkan napas menjadi sesak. Teknologi masa kini khususnya teknologi transportasi juga rawan menimbulkan kecelakaan. Di negara kita ratusan orang meninggal tiap tahun karena kecelakaan lalu lintas. Baik di darat, laut maupun udara. Hal ini banyak disebabkan oleh faktor manusia yang lalai dan ceroboh. Kecelakaan pesawat terbang Kelemahan teknologi masa kini menjadi koreksi kita bersama. Sekarang kita menghadapi masalah justru karena kecanggihan teknologi. Pencemaran air, tanah, udara, dan suara terjadi di mana-mana. Untuk kalian yang tinggal di kota besar tentu sudah merasakan bisingnya suara kendaraan bermotor, mesin-mesin pabrik, pesawat terbang dan hawa yang begitu

(154) 132 panas. Untuk itu saat ini masyarakat banyak dihimbau agar menggunakan kendaraan bermotor seperlunya saja. Bahkan di Jakarta dilarang menggunakan mobil yang isinya kurang dari 3 orang. Hal ini selain menghindari kemacetan juga mengurangi polusi udara dan suara. Marilah kita pilih teknologi yang ramah lingkungan!

(155) 133 Soal Kuis Pertemuan 1 Nama :………………………… No. Presensi :………………………… Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan benar! 1. Apakah yang dimaksud dengan teknologi produksi? 2. Sebutkan 2 contoh alat teknologi produksi pertanian modern! 3. Jelaskan 2 contoh perbedaan alat teknologi produksi masa lalu dengan alat teknologi produksi modern!

(156) 134 Soal Kuis Pertemuan 2 Nama :………………………… No. Presensi :………………………… Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan benar! 1. Sebutkan 2 contoh teknologi komunikasi masa lalu! 2. Sebutkan 2 contoh teknologi komunikasi modern! 3. Apa yang dimaksud dengan komunikasi? 4. Jelaskan 2 perbedaan cara berkomunikasi pada masa lalu dengan cara berkomunikasi modern!

(157) 135 Soal Kuis Pertemuan 3 Nama :………………………… No. Presensi :………………………… Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan benar! 1. Sebutkan 2 contoh alat transportasi modern! 2. Sebutkan 2 contoh alat transportasi masa lalu! 3. Jelaskan 2 perbedaan penggunaan alat teknologi transportasi masa lalu dengan teknologi transportsi modern! 4. Apakah yang disebut dengan alat transportasi?

(158) 136 Kunci Jawaban Soal Evaluasi Pertemuan 1 1. Teknologi Produksi adalah sarana atau cara untuk menghasilkan barang. (2) 2. Traktor, mesin pemotong padi, mesin penggiling padi. (2) 3. Contoh perbedaan teknologi produksi masa lalu dan modern. (2) - Dahulu orang menggunakan cangkul dan bajak untuk menggemburkan tanah sekarang menggunakan traktor - Dahulu orang menggunakan gergaji untuk memotong kayu sekarang menggunakan mesin gergaji - Dahulu orang menggunakan tungku untuk memasak sekarang menggunakan kompor. - Dahulu hanya industri rumah tangga sekarang menjadi indusrtri menengah/ besar. - Penggalian pertambangan dahulu dilakukan secara sederhana sekarang dengan menggunakan mesin. Pedoman Penilaian Jumlah Skor : 6 Skor Akhir : 𝟔 𝟎,𝟔 x 10

(159) 137 Kunci jawaban Soal Evaluasi Pertemuan 2 1. Alat komunikasi masa lalu : (2) - Kentongan - Bedug - Lonceng - Daun lontar (Komunikasi tertulis) - Kulit binatang (Komunikasi tertulis) - Pelepah daun (Komunikasi tertulis) 2. Alat komunikasi modern : (2) - Telepon - Handphone - Surat - Koran - Majalah - Buku - Buletin - Pamflet - E-mail - SMS - Social Network - Televisi - Radio Pedoman Penilaian Jumlah Skor : 9 Skor Akhir : 𝟗 𝟎,𝟗 x 10 3. Komunikasi adalah kegiatan menyampaiakan dan menerima pesan. (3) 4. Perbedaan penggunn alat komunikasi masa lalu dan modern : (2) - Dahulu orang melakukan komunikasi lisan dengan cara bertatap muka secara langsung sekarang dapat menggunakan handphone atau telepon. - Dahulu orang menulis surat dengan menggunakan daun lontar, kulit binatang, pelepah daun sekarang untuk menulis surat orang dapat menggunakan kertas bahkan e-mail.

(160) 138 Kunci Jawaban Soal Evaluasi Pertemuan 3 1. Contoh alat transportasi modern: (2) - Mobil - Motor - Kereta api listrik - Truk - Tronton - Trailer - Kapal - Pesawat Terbang 2. Contoh alat transportasi masa lalu: (2) - Gerobak - Kuda - Dokar - Andong - Sepeda - Becak - Rakit - Sampan - Balon udara 3. Contoh perbedaan teknologi produksi masa lalu dan modern. (2) - Dahulu orang menggunakan alat transportasi tradisional misalnya kuda bahkan tandu sekarang orang bisa menggunakan mobil. - Dahulu orang menggunakan rakit dan sampan untuk penyebrangan sungai sekarang menggunakan kapal untuk menyebarang laut. - Dahulu orang menggunakan balon udara untuk melakukan perjalanan di udara sekarang dapat menggunakan pesawat terbang. x Alat transportasi adalah alat yang digunakan untuk mengangkut barang atau orang dari suatu tempat ke tempat lain. (3) Pedoman Penilaian Nama : ……………………. Jumlah Skor : 9 No. Presensi :…………………….. 𝟗 x 10 SkoS ro Aa khlirEvalua:si 𝟎,𝟗

(161) 139 Pilihlah jawaban yang paling benar dengan cara memberi tanda silang (X) ! 1. Para petani menggunakan perontok padi yang merupakan teknologi …. a. produksi c. transportasi b. industri d. komunikasi 2. Pesawat terbang termasuk alat transportasi udara yang menggunakan …. a. teknologi sederhana c. teknologi modern b. perakitan khusus d. bahan ringan 3. Salah satu perbedaan alat komunikasi zaman dahulu dengan zaman sekarang adalah .... a. waktu yang dibutuhkan semakin lambat c. jarak yang jauh terasa dekat. b. zaman dahulu lebih canggih d. jarak yang dekat semakin jauh. 4. Alat yang digunakan untuk mengangkut barang atau orang dari satu tempat ke tempat lain disebut… a. Alat transportasi b. Perhubungan darat c. Angkutan darat d. Angkutan provinsi 5. Di bawah ini stasiun TV yang dikelola oleh pemerintah ialah …. a. TVRI c. Metro TV b. TPI d. RCTI 6. Di bawah ini yang termasuk media cetak adalah …. a. koran dan telepon c. buku dan buletin b. Televisi dan majalah d. surat kabar dan radio 7. Penerimaan pesan, baik langsung atau tidak langsung disebut ... a. percakapan c. dialog b. komunikasi d. silaturahmi 8. Perusahaan jasa penerbangan milik pemerintah adalah …. a. Garuda Indonesia Airlines c. Lion Air

(162) 140 b. Mandala Airlines d. Bouroq Airlines 9. Teknologi pertanian masa kini dalam mengolah tanah menggunakan…. a. bajak c. traktor b. ani-ani d. kerbau 10. Teknologi yang digunakan manusia untuk menghasilkan berbagai barang keperluan hidup disebut teknologi…. a. Produksi c. transportasi b. komunikasi d. birokrasi 11. Berbeda dengan zaman sekarang yang sudah menggunakan jasa pos, zaman dahulu untuk menyampaikan pesan, seorang raja menggunakan jasa…. a. patih c. kusir b. kurir d. prajurit 12. Komunikasi yang dilakukan dengan cara bertatap muka disebut…. a. komunikasi tidak langsung c. komunikasi digital b. komunikasi lisan d. teleconverence 13. Pada zaman dahulu belum ditemukan kertas, maka untuk melakukan komunikasi tertulis orang menggunakan …. a. batu c. daun lontar b. daun kelapa d. daun pisang 14. Peralatan yang digunakan orang-orang pada zaman dahulu belum menggunakan mesin. Hal ini disebabkan orang-orang zaman dahulu masih menggunakan… a. teknologi produksi desa c. teknologi produksi tiruan b. teknologi produksi bukan mesin d. teknologi produksi sederhana 15. Alat transportasi laut adalah…. a. alat transportasi yang dipakai para bajak laut b. alat transportasi yang berada di perairan negara c. alat transportasi yang digunakan oleh nelayan d. alat transportasi yang beroperasi di wilayah lautan

(163) 141 16. Sarana atau cara untuk menghasilkan berbagai barang kebutuhan manusia disebut… a. teknologi modern c. teknologi masa lalu b. teknologi produksi d. teknologi transportasi 17. Salah satu perbedaan dalam bidang pemasaran hasil produksi adalah…. a. zaman sekarang sudah menggunakan bahan impor b. zaman dahulu hanya di daerah sekarang sudah diekspor c. zaman sekarang sudah menggunakan tenaga ahli d. zaman dahulu di ekspor sekarang sudah di impor 18. Perhatikan pernyataan dibawah ini! 1. Tenaga kerja terbatas dan turun temurun. 2. Bahan baku di dapat dari lingkungan setempat. 3. Pemasaran keluar daerah lain bahkan ekspor 4. Peralatan sederhana dan kurang lengkap. Pernyataan diatas yang merupakan ciri teknologi produksi masa lalu terdapat pada nomor…. a. 1, 2, 3 c. 1, 2, 4. b. 2, 3, 4 d. 1, 3, 4 19. Zaman dahulu orang sering menggunakan alat transportasi tidak bermesin. Alat transportasi tidak bermesin disebut …. a. Alat transportasi kuno c. Alat transportasi modern b. Alat transportasi masa lalu d. Alat transportasi tradisional 20. Teknologi komunikasi dapat berkembang dengan pesat dari masa ke masa. Hal tersebut disebabkan oleh…. a. Semakin majunya ilmu pengetahuaan dan teknologi. b. Semakin banyaknya peluang bisnis alat komunikasi. c. Semakin berkembangnya waktu untuk mencipta. d. Semakin ketatnya persaingan di dunia global.

(164) 142 Kunci Jawaban Soal Pilihan Ganda 1. A 2. C 3. C 4. A 5. A 6. C 7. B Penilaian 8. A Jawaban benar : 5 9. C Jawaban Salah : 0 10. A 11. B 12. B 13. C 14. D 15. D 16. B 17. B 18. C 19. D 20. A Skor akhir : Jumlah jawaban benar x 5

(165) LAMPIRAN 6 Hasil Validasi Perangkat Pembelajaran

(166) 143

(167) 144

(168) 145

(169) 146

(170) 147

(171) 148

(172) LAMPIRAN 7 Hasil Validasi SPSS

(173) 149 Uji Validitas Soal Siklus I 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 jm l 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 0 0 1 1 32 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 34 0 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 0 0 0 1 1 1 0 1 1 1 0 0 0 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 0 0 1 0 24 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 34 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 37 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 32 1 1 0 0 0 0 1 1 1 1 1 0 0 1 1 0 0 1 1 0 1 1 0 0 0 0 1 1 0 1 0 1 1 1 0 1 0 0 0 1 21 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 36 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 32 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 40 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 31 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 34 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 35 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 31 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 36 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 33 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 34 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 34 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 34 0 1 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 0 0 1 0 0 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 1 1 1 0 0 1 0 1 0 0 23 0 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 32 0 1 0 1 1 0 1 0 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 0 0 0 1 1 0 0 1 0 1 0 0 1 0 0 0 1 22 1 1 0 1 0 1 0 0 1 0 1 1 0 1 1 0 0 1 0 0 1 1 1 0 0 0 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 0 0 1 1 23 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 35 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 0 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 30 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 0 0 1 1 0 1 1 0 1 0 0 30 0 1 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 0 1 1 0 1 1 0 0 1 1 1 0 0 0 1 1 0 0 1 1 1 0 1 1 0 0 0 1 23 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 33 32

(174) 150 1 0 0 1 0 1 1 0 1 1 1 0 0 0 1 0 0 1 1 0 0 1 0 0 0 0 1 1 0 1 0 0 1 1 1 1 0 0 0 0 18 22 29 18 28 16 28 29 8 30 29 25 26 19 20 28 21 20 28 27 23 29 29 25 13 16 7 30 27 19 20 25 26 29 25 23 30 11 21 21 25 925

(175) 150 Tabel 6.1 : Hasil Uji Validitas Soal Siklus I No r hitung r tabel 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 0,362 0,446 0,547 0,217 0,183 0,466 0,272 0,301 0,272 0,020 0,354 0,688 0,110 0,092 0,809 0,441 -0,133 0,488 0,911 0,446 -0,179 0,321 0,430 0,533 0,386 -0,052 0,532 0,176 0,471 0,354 -0,075 0,404 0,351 0,567 0,728 0,578 0,404 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 Sig (2tailed) 0,050 0,014 0,002 0,250 0,332 0,009 0,146 0,106 0,146 0,918 0,055 0,000 0,562 0,630 0,000 0,015 0,483 0,006 0,000 0,014 0,343 0,084 0,018 0,002 0,035 0,785 0,002 0,351 0,009 0,055 0,693 0,027 0,057 0,001 0,000 0,001 0,027 signifikansi Keputusan 0,050 0,050 0,050 0,050 0,050 0,050 0,050 0,050 0,050 0,050 0,050 0,050 0,050 0,050 0,050 0,050 0,050 0,050 0,050 0,050 0,050 0,050 0,050 0,050 0,050 0,050 0,050 0,050 0,050 0,050 0,050 0,050 0,050 0,050 0,050 0,050 0,050 0,050 0,050 0,050 Valid Valid Valid Tidak Valid Tidak Valid Valid Tidak Valid Tidak Valid Tidak Valid Tidak Valid Tidak Valid Tidak Valid Valid Tidak Valid Tidak Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Tidak Valid Valid Tidak Valid Valid Tidak Valid Tidak Valid Valid Tidak Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid

(176) LAMPIRAN 8 Reliabilitas dari SPSS

(177) 151 UJI RELIABILITAS SOAL SIKLUS I 1 2 3 6 13 16 17 19 20 21 24 25 26 29 31 34 37 38 39 40 Jumlah 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 0 1 0 0 0 1 1 12 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 0 1 16 0 1 0 1 0 0 1 1 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 1 0 7 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 0 1 1 1 17 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 18 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 16 1 1 0 0 0 0 0 1 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0 1 6 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 18 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 0 1 1 1 16 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 20 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 0 1 1 14 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 16 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 19 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 1 0 1 14 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 18 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 17 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 0 1 1 1 17 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 17 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 1 1 1 17

(178) 152 0 1 0 1 0 0 0 0 0 1 0 1 0 1 1 0 0 1 0 0 7 0 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 15 0 1 0 0 0 0 1 1 0 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 6 1 1 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 1 0 0 1 1 8 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 17 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 0 1 1 1 0 0 1 1 15 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 0 0 1 0 0 13 0 1 1 1 0 0 1 0 0 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 7 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 17 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 0 1 1 1 15 0 0 11 21 0 21 0 25 4 419 1 0 0 1 0 0 0 1 0 0 22 29 18 28 19 21 20 27 23 29 0 0 13 16 0 0 7 19 0 1 25 25

(179) 153 RELIABILITY /VARIABLES=VAR00001 VAR00002 VAR00003 VAR00004 VAR00005 VAR00006 VAR00007 VAR00008 VAR00009 VAR00010 VAR00011 VAR00012 VAR00013 VA R00014 VAR00015 VAR00016 VAR00017 VAR00018 VAR00019 VAR00020 /SCALE('ALL VARIABLES') ALL /MODEL=ALPHA /STATISTICS=DESCRIPTIVE SCALE CORR /SUMMARY=TOTAL MEANS. Reliability Siklus I Scale: ALL VARIABLES Case Processing Summary N Cases Valid % 31 1 0 0 .0 0 .0 31 1 0 0 .0 a Excluded Total a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha Based on Cronbach's Standardized Alpha Items .9 9 6 N of Items .9 9 9 20

(180) LAMPIRAN 9 Hasil Pengamatan Minat

(181) 154 DATA MINAT SISWA PADA KONDISI AKHIR No Nama 1 Indikator 1 jumlah Pernyataan 1 Pernyataan 2 Pernyataan 3 Dika 4 2 4 2 Bagas 4 2 2 3 Ady 5 4 2 4 Anggun 5 5 4 5 Putri 5 5 5 6 Nawang 2 2 4 7 Pasca 5 4 5 8 Asieh 2 2 2 9 Yoga 5 5 4 10 Aji 5 4 2 11 Floren 5 5 5 12 Setiawan 5 5 5 13 Hery 4 2 2 14 Novita 2 2 5 15 Sigma 5 4 2 16 Putri 5 4 4 17 Risang 4 2 4 18 Resa 4 4 2 19 Satrio 4 2 1 20 Vian 4 2 2 21 Cindy 4 5 2 22 Diah 2 5 2 23 Restu 5 4 2 24 Pasca 4 2 2 25 Theo 4 2 4 10 8 11 14 15 8 14 6 14 11 15 15 8 9 11 13 10 10 7 8 11 9 11 8 10

(182) 155 No Nama 1 Indikator 2 jumlah Dika Pernyataan 1 2 Pernyataan 2 5 Pernyataan 3 5 10 2 Bagas 5 5 5 8 3 Ady 5 5 5 11 4 Anggun 5 5 5 14 5 Putri 2 5 5 15 6 Nawang 4 5 4 8 7 Pasca 5 5 4 14 8 Asieh 4 5 5 6 9 Yoga 4 5 5 14 10 Aji 5 5 5 11 11 Floren 2 5 5 15 12 Setiawan 5 5 5 15 13 Hery 1 4 5 8 14 Novita 5 5 5 9 15 Sigma 2 5 5 11 16 Putri 4 5 5 13 17 Risang 2 4 4 10 18 Resa 4 4 5 13 19 Satrio 4 4 5 13 20 Vian 5 5 5 15 21 Cindy 5 5 5 15 22 Diah 5 5 5 15 23 Restu 4 5 5 14 24 Pasca 4 4 4 12 25 Theo 5 5 5 15

(183) 156 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 Nama Indikator 3 jumlah Pernyataan 1 Pernyataan 2 Pernyataan 3 Dika 2 2 5 9 Bagas 4 2 5 11 Ady 2 4 5 11 Anggun 5 4 5 14 Putri 4 2 5 11 Nawang 4 4 2 10 Pasca 4 2 5 11 Asieh 2 2 4 8 Yoga 4 2 5 11 Aji 5 2 5 12 Floren 2 2 5 9 Setiawan 2 2 4 8 Hery 1 1 5 7 Novita 5 2 5 12 Sigma 4 5 2 11 Putri 5 5 5 15 Risang 4 2 4 10 Resa 4 2 5 11 Satrio 4 2 5 11 Vian 4 2 4 10 Cindy 2 2 5 9 Diah 5 5 5 15 Restu 2 2 5 9 Pasca 2 2 5 9 Theo 2 2 2 6

(184) 157 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 Nama Indikator 4 jumlah Pernyataan 1 Pernyataan 2 Pernyataan 3 Dika 4 5 2 11 Bagas 2 2 4 8 Ady 4 4 5 13 Anggun 5 5 1 11 Putri 2 2 2 6 Nawang 4 4 5 13 Pasca 5 5 2 12 Asieh 1 1 1 3 Yoga 5 5 4 14 Aji 5 5 1 11 Floren 5 5 1 11 Setiawan 5 4 2 11 Hery 2 2 5 9 Novita 2 5 2 9 Sigma 5 5 5 15 Putri 5 5 4 14 Risang 4 4 2 10 Resa 4 4 1 9 Satrio 2 4 1 7 Vian 5 5 2 12 Cindy 4 5 5 14 Diah 2 4 1 7 Restu 4 4 2 10 Pasca 5 5 1 11 Theo 2 5 2 9

(185) LAMPIRAN 10 Hasil Karya Siswa

(186) 158

(187) 159

(188) 160

(189) 161

(190) 162

(191) 163

(192) 164

(193) 165

(194) 166

(195) LAMPIRAN 11 Foto –foto Penelitian

(196) 167

(197) 168

(198) 169

(199) 170

(200) 171

(201) 172

(202)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

B E N T U K PE N GA W A S A N B E B A S V I S A K U N J U N G A N S I N G K A T ( B V K S ) O L E H K A N T O R K E I M I G R A S I A N K E P A D A W A R G A N E G A R A A S I N G Y A N G T I N G G A L D I I N D O N E S I A
0
4
15
E V A L U A S I P E L A K S A N A A N P E N D I S T R I B U S I A N P R O G R A M B E R A S M I S K I N ( R A S K I N ) T A H U N 2 0 1 1 D I D E S A G E N T E N G K U L O N K E C A M A T A N G E N T E N G K A B U P A T E N B A N Y U W A N G I
0
8
21
H U B U N G A N A N T A R A P R O F E S I O N A L I S M E P E G A W A I D E N G A N K U A L I T A S P E L A Y A N A N P E N E R B I T A N K T P D A N K K D I K A N T O R K E C A M A T A N G A M B I R A N K A B U P A T E N B A N Y U W A N G I
0
5
22
H U B U N G A N T I N G K A T P E N G E T A H U A N I B U T E N T A N G D A M P A K K E C E L A K A A N P A D A B A L I T A D I R U M A H D E N G A N T I N D A K A N P E N C E G A H A N K E C E L A K A A N D I W I L A Y A H P O S Y A N D U A L A M A N D A
0
3
19
ANALISIS P E N I L A I A N K I N E R J A K E U A N G A N D E N G A N M E N G G U N A K A N PERHnXFNGAN RASIO K E U A N G A N PADA K O P E R A S I SIMPAN PINJAM KOPDA OKU TIMUR SKRIPSI
0
0
115
K E B I J A K A N H U K U M PIDANA D A L A M M E N A N G G U L A N G I T I N D A K PIDANA P E R P A J A K A N M E N U R U T U N D A N G - U N D A N G N0.28 T A H U N 2007 T E N T A N G P E R P A J A K A N
0
0
83
K E W E N A N G A N P E M B I N A A N DAN P E N G A W A S A N B A N K I N D O N E S I A M E N U R U T UNDANG-UNDANG NO. 10 T A H U N 1998
0
0
71
N A T A K G N I N E P
0
4
166
N A D N A D N E M U S N O K N A S A U P E K T A K G N I T A D A P I S A K O L G N A L U N A G N U J N U K N A S U T U P E K
0
3
202
N A T A K G N I N E P N A G N A L I B N A G N A R U G N E P I S A R E P O N A K I A S E L E Y N E M N A R A J A L E B M E P L E D O M N A K A N U G N E M T A L U B E P I T F I T A R E P O K
0
0
199
P K A J A P B I J A W N A J R E K E P S I N E J N A D N A K I D I D N E P T A K G N I T N A K R A S A D R E B
0
1
126
N A N A I J A G N E P I S N A T N U K A M E T S I S
0
3
141
N A T A K G N I N E P
0
0
266
N A T A K G N I N E P
0
3
127
P E R L I N D U N G A N M E R E K BAGI P E N G U S A H A INDUSTRI K U E B A N G K I T DI K O T A P E K A N B A R U D I H U B U N G K A N D E N G A N U N D A N G - U N D A N G N O M O R 15 TAHUN 2001 T E N T A N G M E R E K Emilda Firdaus, Maryati Bachtiar
0
0
15
Show more