PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PARADIGMA PEDAGOGI REFLEKTIF PADA MATA PELAJARAN PKN UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN SISWA AKAN NILAI GLOBALISASI KELAS IV SD NEGERI SARIKARYA SKRIPSI Diajukan sebagai Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Gratis

1
5
206
9 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PARADIGMA PEDAGOGI REFLEKTIF PADA MATA PELAJARAN PKN UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN SISWA AKAN NILAI GLOBALISASI KELAS IV SD NEGERI SARIKARYA SKRIPSI Diajukan sebagai Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Disusun Oleh : Endah Gati Ruming Rahayu 101134029 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PARADIGMA PEDAGOGI REFLEKTIF PADA MATA PELAJARAN PKN UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN SISWA AKAN NILAI GLOBALISASI KELAS IV SD NEGERI SARIKARYA SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Disusun Oleh: Endah Gati Ruming Rahayu NIM : 101134029 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI iii

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERSEMBAHAN Karya tulis ini saya persembahkan kepada: 1.Tuhan Yesus Kristus. 2.Kedua orang tuaku tersayang yaitu Bambang Suryo Kawoco S.Pd dan Ibu Titik Baryati. 3.Adik-adikku tersayang yaitu Stefanie Sihrumanti dan Magdalena Dyah Ayu Kristiani. 4.Kekasihku yaitu Benediktus Damaidi Indra Irawan. 5.Sahabat-sahabat tercinta. 6.Almamaterku, Universitas Sanata Dharma. iv

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HALAMAN MOTTO “Hari ini bukan hari untuk menyerah tetapi hari ini adalah hari untuk tetap semangat mencapai semua cita-cita”. (Mario Teguh) Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu. (1 Petrus 5:7) v

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI vi

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI LEMBAR PERNYATAAN UNTUK PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan dibawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama: Endah Gati Ruming Rahayu Nomor Mahasiswa: 101134029 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul: PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PEDAGOGI REFLEKTIF PADA MATA PELAJARAN PKN UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN SISWA AKAN NILAI GLOBALISASI KELAS IV SD NEGERI SARIKARYA 2013/2014 Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu minta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal: 24 Juli 2014 Yang menyatakan, Endah Gati Ruming Rahayu vii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PARADIGMA PEDAGOGI REFLEKTIF PADA MATA PELAJARAN PKN UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN SISWA AKAN NILAI GLOBALISASI KELAS IV SD NEGERI SARIKARYA Studi kasus: Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Angkatan 2010, Jurusan Ilmu Pendidikan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Endah Gati Ruming Rahayu Universitas Sanata Dharma 2014 Penelitian ini didorong oleh pengalaman bahwa siswa dilapangan yang kurang memahami materi PKn sehingga siswa kurang menyadari nilai yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari hal tersebut diduga karena adanya model pembelajaran yang kurang mendukung pemahaman siswa. Tujuan penelitian ini adalah 1) mengetahui pelaksanaan dan peningkatan model pembelajaran paradigma pedagogi reflektif pada mata pelajaran PKn untuk meningkatkan kesadaran siswa akan nilai globalisasi kelas IV SD Negeri Sarikarya tahun ajaran 2013/2014, 2) meningkatkan kesadaran siswa akan nilai globalisasi melalui pelaksanaan pembelajaran paradigma pedagogi reflektif pada mata pelajaran PKn bagi siswa kelas IV SD Negeri Sarikarya tahun ajaran 2013/2014. Penelitian ini dilakukan menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan sebanyak 2 siklus. Masing-masing siklus terdiri dari 2 kali pertemuan. Penelitian ini terdiri dari tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Peneliti menggunakan model pembelajaran paradigma pedagogi reflektif. Model pembelajaran paradigma pedagogi reflektif mendukung proses belajar yang melatih siswa untuk belajar dari pengalaman sehingga mudah memahami materi. Teknik pengumpulan data menggunakan skala sikap kesadaran siswa akan nilai globalisasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan pada kondisi awal 63,56% atau 18 siswa yang sadar akan nilai globalisasi dari 28 jumlah siswa. Kemudian pada siklus I menunjukkan peningkatan sebanyak 83,68% atau 23 siswa yang sadar akan nilai globalisasi dari 28 jumlah siswa. Pada siklus 2 menunjukkan peningkatan pada 96,37% atau 27 siswa yang sadar akan nilai globalisasi dari 28 jumlah siswa. Maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran paradigma pedagogi reflektif pada mata pelajaran PKn kelas IV SD Negeri Sarikarya dapat meningkatkan kesadaran siswa akan nilai globalisasi. Kata kunci: Paradigma Pedagogi Reflektif, PPR, Kesadaran, Nilai, Globalisasi, PTK viii

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT APPLICATION OF REFLECTIVE PEDAGOGICAL PARADIGM LEARNING MODEL ON CIVICS LESSON FOR STUDENTS RAISE AWARENESS WILL GLOBALIZATION VALUE SARIKARYA ELEMENTARY SCHOOL FOURTH GRADE Thesis: Student of Elementary School Education Teacher 2010, Science Education Majors, Faculty Teacher and Science Education Of Sanata Dharma University Endah Gati Ruming Rahayu Sanata Dharma University 2014 Model of reflective learning paradigm support learning pedagogy that trains students to learn from the experience so it's easy to understand the material. Data collection techniques using the attitude scale student awareness of the value of globalization. The purpose of this study is 1) knowing process pedagogical paradigm reflective learning model in Civics subject to increase students' awareness of the value of globalization sarikarya Elementary School fourth grade school year 2013/2014, 2) increase awareness of the value of globalization through the implementation of learning paradigms reflective pedagogy in the eye Civics lesson for fourth grade public school students sarikarya academic year 2013/2014. This research was conducted using action research (CAR) conducted by 2 cycles. Each cycle consists of 2 meetings. The study consisted of planning, action, observation, and reflection. This research is driven by the experience of students in the field who do not understand the material Civics so that students are less aware of the value that is useful in everyday life it is suspected because of the learning models that are less supportive of student understanding. Researchers using the model of pedagogy reflective learning paradigm. Based on the results obtained there are 63,56% or 18 students of 28 students. And then in siclus 2 there are 83, 68% or 23 strudents of 28 students. Finally there are 96,37% or 27 students of 28 students. It can be concluded that the application of the dining learning model paradigm reflective pedagogy in Civics subject Sarikarya State fourth grade students will be able to increase awareness of the value of globalization. Keyword: pedagogical, paradigm, reflective, PPR, increase, value, globalisation, PTK ix

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur kepada Tuhan Yesus Kristus yang telah melimpahkan segala berkat, rahmat dan kasih karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Penerapan Model Pembelajaran Pedagogi Reflektif Pada Mata Pelajaran PKn Untuk Meningkatkan Kesadaran Siswa Akan Nilai Globalisasi Kelas IV SD Negeri Sarikarya”. Penyusunan skripsi ini bertujuan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar sarjana Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universtas Sanata Dharma. Penulis menyadari bahwa banyak pihak yang telah memberi bantuan, bimbingan serta masukan saran dan kritik. Oleh karena itu, pada kesempatan ini dengan hati yang tulus penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1.Gregorius Ari Nugrahanta, S.J., S.S., BST., M.A., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 2.Drs. Paulus Wahana, M.Hum., selaku dosen pembimbing I yang telah bersedia meluangkan waktu, tenaga dan pikiran untuk memberikan pengetahuan, dorongan, semangat serta masukan yang menginspirasi sehingga skripsi ini dapat terselesaikan. 3.Elisabeth Desiana Mayasari S.Psi., M.A. selaku dosen pembimbing II yang telah memberikan motivasi, dukungan, dan meluangkan waktu, tenaga serta pikiran untuk membimbing peneliti sehingga skripsi ini dapat terselesaikan. 4.Sekretariat PGSD yang telah membantu proses perijinan hingga skripsi ini dapat selesai dengan baik. 5.Bapak Joko Supriyanta, selaku Kepala Sekolah SD Negeri Sarikarya yang telah memberikan ijin kepada penulis untuk melakukan penelitian tindakan di kelas IV. 6.Bapak Sudarsono, selaku guru kelas IV SD Negeri Sarikarya yang telah memberikan bantuan sehingga penelitian ini dapat berjalan dengan x

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI lancar dan memberikan masukan dan kritikan yang positif yang bermanfaat bagi penulis. 7.Siswa-siswi kelas IV SD Negeri Sarikarya yang telah membantu penulis sehingga penelitian dapat berjalan dengan lancar. 8.Bapak Bambang Suryo Kawoco S.Pd, Ibu Titik Baryati, Adik-adikku Sihrumanti Dwi Praptiwi dan Dyah Ayu Kristiani terimakasih untuk perhatian, dukungan, motivasi, nasehat, kasih sayang, perhatian, serta doa untuk menyelesaikan skripsi. 9.Teman-teman PGSD tercinta kelas D angkatan 2010 terimaksih atas kebersamaannya selama menuntut ilmu. 10.Teman-teman payung SD Sarikarya (Verra, Winda, dan Sr. Alfonsa) atas kebersamannya dan dukungan dalam mengerjakan skripsi. 11.Terimakasih untuk seseorang (Damaidi Indra) yang selalu menyayangiku dan memberikan semangat dalam menyelesaikan skripsi ini. Penulis menyadari bahwa penelitian ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu penulis mengharapkan masukan, saran, dan kritik yang membangun demi kesempurnaan skripsi ini. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi para pembaca. Penulis Endah Gati Ruming Rahayu xi

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI Halaman HALAMAN ............................................................................................ i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ....................................... ii HALAMAN PENGESAHAN .................................................................. iii HALAMAN PERSEMBAHAN ............................................................... iv HALAMAN MOTTO .............................................................................. v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA .................................................. vi ABSTRAK ............................................................................................... viii ABSTRACT ............................................................................................... ix KATA PENGANTAR ............................................................................. x DAFTAR ISI ............................................................................................ xiii DAFTAR TABEL .................................................................................... xvi DAFTAR GAMBAR ................................................................................ xviii DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................. xx BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah ............................................................. 1 1.2. Rumusan Masalah ........................................................................ 6 1.3. Tujuan Penelitian ........................................................................ 6 1.4. Manfaat Penelitian ....................................................................... 7 1.5. Definisi Operasional .................................................................... 8 BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Kajian Pustaka ............................................................................ 2.1.1 2.1.2 8 Paradigma Pedagogi Reflektif ............................................ 8 2.1.1.1 Sejarah Paradigma Pedagogi Reflektif..................... 9 2.1.1.2 Pengertian Paradigma Pedagogi Reflektif ............... 10 2.1.1.3 Karakteristik Peradigma Pedagogi refektif .............. 11 2.1.1.4 Langkah Penerapan Paradigma Pedagogi Reflektif . 11 2.1.1.5 Tujuan Peradigma Pedagogi refektif ........................ 14 2.1.1.6 Ciri-ciri Peradigma Pedagogi refektif ...................... 16 Kesadaran ............................................................................. 16 xiii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2.1.2.1 Pengertian Kesadaran ............................................... 16 2.1.2.2 Tujuan Kesadaran .................................................... 18 2.1.2.3 Klasifikasi Kesadaran .............................................. 18 2.1.2.4 Menumbuhkan Kesadaran Kritis ............................. 21 2.1.3 Nilai ..................................................................................... 23 2.1.3.1 Pengertian Nilai........................................................ 23 2.1.3.2 Macam-macam Nilai ................................................ 23 2.1.4 Globalisasi ........................................................................... 26 2.1.4.1 Pengertian Globalisasi.............................................. 26 2.1.4.2 Dampak Negatif Globalisasi .................................... 27 2.1.4.3 Dampak Positif Globalisasi ...................................... 27 2.1.5 Kesadaran Akan Nilai Globalisasi ....................................... 28 2.1.5.1 Pengertian Kesadaran Akan Nilai Globalisasi ......... 28 2.1.5.1 Indikator Kesadaran Akan Nilai Globalisasi ........... 30 2.1.6 Pendidikan kewarganegaraan .............................................. 31 2.1.6.1 Pengertian Pendidikan Kewarganegaraan ............... 31 2.1.6.2 Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan...................... 32 2.1.6.3 PKn Sebagai Pendidikan Nilai ................................. 33 2.1.6.4 Ruang Lingkup PKn ................................................. 38 2.2 Hasil Penelitian yang Relevan .................................................... 38 2.3 Kerangka Berpikir ...................................................................... 41 2.4 Hipotesis Tindakan ..................................................................... 43 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian........................................................................ 44 3.2 Setting Penelitian (tempat, subjek, dan objek peneltian) ........ 46 3.1.1 Tempat Penelitian .......................................................... 46 3.1.2 Subyek Penelitian............................................................ 46 3.1.3 Obyek Penelitian ............................................................. 46 3.1.4 Waktu Penelitian ............................................................. 33 3.2 Rencana Tindakan ...................................................................... 46 3.2.1 Persiapan .............................................................................. xiv 46

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3.2.2 Rencana Setiap Siklus .......................................................... 49 3.3 Teknik Pengumpulan data .......................................................... 55 3.4 Indikator dan Pengukuran Keberhasilan .................................... 58 3.5 Instrumen Penelitian ................................................................. 60 3.6 Teknik Pengujian Instrumen ...................................................... 69 3.7 Teknik Analisis Data .................................................................. 71 3.8 Jadwal Penelitian........................................................................ 80 3.9 Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen .................................... 55 3.9.1 Uji Validitas ......................................................................... 81 3.9.2 Uji Reliabilitas ..................................................................... 83 3.9.3 Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen .............................. 57 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian ......................................................................... 85 4.1.1 Paparan Kegiatan Siklus I .................................................... 85 4.1.2 Hasil Penelitian Siklus I ....................................................... 90 4.1.3 Paparan Kegiatan Siklus II ................................................... 92 4.1.4 Hasil Penelitian Siklus II...................................................... 95 4.1.5 Kualitas Poses Pembelajaran................................................ 96 4.2 Pembahasan ................................................................................ 113 BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan ................................................................................ 122 5.2 Keterbatasan Penelitian .............................................................. 124 5.3 Saran .......................................................................................... 125 DAFTAR PUSTAKA ............................................................................... 126 LAMPIRAN .............................................................................................. 128 xv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Halaman Tabel 1. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar ............................... 38 Tabel 2. Indikator Keberhasilan ................................................................ 59 Tabel 3. Pengembangan Indikator Skala Sikap Sebelum Validasi ....................................................................................... 62 Tabel 4. Lembar Skala Sikap Sebelum Validasi ....................................... 51 Tabel 5. Kisi-kisi Instrumen Skala Sikap .................................................. 66 Tabel 6. Lembar Skala Sikap Setelah Validasi ......................................... 67 Table 7. kisi-kisi Skala Sikap yang Akan Digunakan ............................... 69 Tabel 8. Variabel Penelitian dan Pengumpulan Data................................ 70 Tabel 9. Kriteria Perhitungan Skor .......................................................... 72 Tabel 10. Acuan PAP Tipe 1..................................................................... 73 Tabel 11. Perhitungan Indikator 1 ............................................................ 73 Tabel 12. Batas Bawah Rentangan Skor Indikator 1 ................................ 73 Tabel 13. Perhitungan Indikator 2 ............................................................. 74 Tabel 14. Batas Bawah Rentangan Skor Indikator 2 ................................ 75 Tabel 15. Perhitungan Indikator 3 ............................................................. 76 Tabel 16. Batas Bawah Rentangan Skor Indikator 3 ................................ 76 Tabel 17. Perhitungan Indikator 4 ............................................................. 77 Tabel 18. Batas Bawah Rentangan Skor Indikator 4 ................................ 77 Tabel 19. Perhitungan Indikator 5 ............................................................. 78 Tabel 20. Batas Bawah Rentangan Skor Indikator 5 ................................ 79 Tabel 21. Jadwal Penelitian....................................................................... 80 Tabel 22. Validitas Item Skala Sikap ........................................................ 82 Tabel 23. Koefisien Korelasi Reliabilitas ................................................. 83 Tabel 24. Reabilitas Aspek Kesadaran ..................................................... 83 Tabel 25. Hasil Skala Sikap Indikator 1 Kondisi Awal ............................ 98 Tabel 26. Hasil Skala Sikap Indikator 1 Siklus 1...................................... 99 Tabel 27. Hasil Skala Sikap Indikator 1 Sikluis 2 .................................... 100 Tabel 28. Hasil Skala Sikap Indikator 2 Kondisi Awal ............................ 101 xvi

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Tabel 29. Hasil Skala Sikap Indikator 2 Siklus 1...................................... 102 Tabel 30. Hasil Skala Sikap Indikator 2 Sikluis 2 .................................... 103 Tabel 31. Hasil Skala Sikap Indikator 3 Kondisi Awal ............................ 104 Tabel 32. Hasil Skala Sikap Indikator 3 Siklus 1...................................... 105 Tabel 33. Hasil Skala Sikap Indikator 3 Sikluis 2 .................................... 106 Tabel 34. Hasil Skala Sikap Indikator 4 Kondisi Awal ............................ 107 Tabel 35. Hasil Skala Sikap Indikator 4 Siklus 1...................................... 108 Tabel 36. Hasil Skala Sikap Indikator 4 Sikluis 2 .................................... 109 Tabel 37. Hasil Skala Sikap Indikator 5 Kondisi Awal ............................ 110 Tabel 38. Hasil Skala Sikap Indikator 5 Siklus 1...................................... 111 Tabel 39. Hasil Skala Sikap Indikator 5 Sikluis 2 .................................... 112 Tabel. 40 Indikator Pencapaian ................................................................. 113 Tabel 41. Diagram Indikator 1 .................................................................. 118 Tabel 42. Diagram Indikator 2 .................................................................. 119 Tabel 43. Diagram Indikator 3 .................................................................. 120 Tabel 44. Diagram Indikator 4 .................................................................. 120 Tabel 45. Diagram Indikator 5 .................................................................. 121 xvii

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 1. Peta Konsep Pelaksanaan PPR ................................................ 12 Gambar 2. Skema Penelitian yang Relevan .............................................. 40 Gambar 3. Bagan Kerangka Berpikir ........................................................ 42 Gambar 4. Siklus PTK Menurut Hopkins ................................................. 45 Gambar 5. Diagram Peningkatan Kesadaran Siswa Akan Nilai Globalisasi ................................................................................................ 114 xviii

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Halaman Lampiran 1. Silabus Pembelajaran ........................................................... 129 Lampiran 2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran .................................... 135 Lampiran 3. Kuesioner Sebelum diuji Validitas dan Setelah diuji Validitas .............................................................................. 179 Lampiran 4. Foto-foto Penelitian di SD Negeri Sarikarya ........................ 183 Lampiran 5. Surat ijin Penelitian dari FKIP USD..................................... 187 xix

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN Bagian pendahuluan terdapat empat hal yang akan diuraikan peneliti. Enpat hal yang akan diuraikan dalam bagian pendahuluan adalah latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan definisi penelitian operasional. 1.1 Latar Belakang Pendidikan kewarganegaraan (PKn) memiliki hakikat sebagai pendidikan nilai. Dalam hal ini, PKn dapat membantu siswa untuk mengembangkan kesadarannya akan nilai-nilai yang termuat dalam materi yang akan dibahas. Pendidikan kewarganegaraan berbasis nilai, dimaknai sebagai model pendidikan yang berdimensi nilai (nilai agama, nilai budaya, nilai pendidikan, dan nilai kebangsaan nasionalisme), moral dan norma, yang menjadikan seseorang mampu memperjelas dan menentukan sikap terhadap kehidupan beriman dan berbudaya, pembentukan jati diri, warga negara yang bertanggung jawab, dan menjadi totalitas suatu bangsa yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air sebagai manusia seutuhnya (Kusuma dan Susantim, 2010). Mata pelajaran PKn merupakan ilmu pengetahuan yang bertujuan untuk membentuk diri berdasarkan ciri-ciri masyarakat Indonesia (BSE, 2006: 1). Mata pelajaran PKn membantu peserta didik untuk berkepribadian 1

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 baik sesuai dengan aturan yang ada di masyarakat. Peserta didik belajar memahami aturan nilai yang dianggap benar di masyarakat agar menempatkan diri dengan baik. PKn di Sekolah Dasar mengajarkan berbagai macam nilai kehidupan. Salah satunya PKn mengajarkan mengenai nilai globalisasi. Globalisasi merupakan suatu proses tatanan dunia tanpa dibatasi oleh suatu wilayah. Globalisasi ditandai dengan adanya keterbukaan dan persaingan sumber daya manusia yang memiliki sikap bela negara. Oleh karena itu warga negara perlu dibekali kemampuan tersebut melalui Pendidikan Kewarganegaraan. Hal ini berarti bahwa setiap warga negara perlu memahami dan menerapkan nilai perjuangan nasional disamping ilmu pengetahuan, tegnologi, serta kesenian demi kelangsungan perjuangan bangsa dalam mengisi kemerdekaan dan penegakkan NKRI. Pendidikan globalisasi di Sekolah Dasar memberikan ajaran untuk bersikap sebagaimana mestinya untuk menghadapi berbagai macam pengaruh globalisasi. Di dalam pendidikan globalisasi, memberikan ajakan kepada siswa untuk memahami adanya pengaruh positif dan negatif dari globalisasi. Pendidikan globalisasi diharapkan menjadi sarana belajar untuk siswa sebagai warga negara Indonesia agar mampu memilih kebudayaan yang tidak menyimpang dari budaya Indonesia. Hal tersebut dapat berpengaruh terhadap kehidupan manusia. Seharusnya bangsa Indonesia yang berlandaskan Pancasila tetap menjunjung tinggi adanya nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Nilai-nilai tersebut diajarkan kepada siswa sebagai pendidikan

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 Nilai yang nantinya akan diwujudkan siswa dalam kehidupan bermasyarakat maupun bernegara. Belajar merupakan suatu proses perubahan, yaitu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya (Slameto, 2010). Perubahan yang dilakukan oleh siswa memerlukan proses yang dialami siswa. Siswa melakukan dan mempelajari proses agar terlihat adanya perubahan. Proses pembelajaran tersebut perlu adanya pengalaman yang dilakukan siswa. Pembelajaran PKN sebagai pendidikan nilai adalah salah satu wahana yang diharapkan siswa menyadari akan nilai yang terkait dalam pembelajaran. Siswa seharusnya menyadari pentingnya nilai sehingga tertarik untuk mewujudkan nilai nilai yang terkandung dalam mata pelajaran PKN. Peserta didik harus mengetahui cara- cara dalam menghadapi masalah yang ada di lingkungan sekitar. PKN termasuk salah satu mata pelajaran yang penting, karena PKN di ajarkan di semua jenjang pendidikan. Namun kenyataannya masih banyak terdapat proses pembelajaran yang tidak mengoptimalkan pengalaman. Terkadang siswa tidak terlibat langsung dalam proses pembelajaran. Siswa cenderung bosan dengan kegiatan dikelas. Siswa juga cenderung malas untuk ikut serta dalam pembelajaran dikarenakan tidak optimalnya proses pembelajaran dikelas. Pembelajaran PKn di sekolah kebanyakan menggunakan metode ceramah dan mengarah pada aspek kognitif serta bersifat memberikan informasi satu arah dari guru ke siswa. Sehingga peserta didik tidak

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 menyadari dengan nilai- nilai yang terkait dalam pembelajaran. Hal tersebut terbukti di SD Negeri Sarikarya bahwa pada pembelajaran PKn kurang disertai dengan penanaman nilai yang terkandung dalam materi yang diajarkan. Pendidik belum mengikutsertakan pendidikan nilai yang termuat, hanya sebatas konsep materi saja. Hal ini disebabkan karena pembelajaran yang diberikan guru kurang menyenangkan sehingga siswa kurang memaknai pembelajaran yang diberikan, serta tidak adanya tindakan dari hasil belajar siswa. Peran pendidikan belum bisa terlaksana dengan semestinya di SD Negeri Sarikarya. Hal tersebut dikarenakan sebagian guru memandang tujuan pendidikan hanya sebatas nilai akademik. Terbukti dari hasil wawancara dengan guru yang hasil wawancaranya mengenai nilai siswa dibawah KKM atau dibawah 7 berdasarkan buku penilaian dari guru. Hal ini terjadi karena menurut guru banyak materi yang harus di ajarkan tetapi waktu yang disediakan hanya sedikit. Guru juga melakukan proses pembelajaran dengan ceramah. Sedangkan hasil wawancara yang peneliti lakukan dengan siswa belum ada pemahaman tentang materi yang diajarkan. Pada saat peneliti melakukan observasi kegiatan belajar mengajar (KBM) masih terdapat siswa yang berbincang dengan teman sebangku. Ada juga siswa yang diam dan bermain-main rambut. Bahkan ada siswa yang bernyanyi dan sambil berjoget dengan jalan-jalan. Saat guru menjelaskan materi beberapa siswa juga berbicara dengan teman sebangkunya dan tidak menghiraukan apa yang sedang guru jelaskan. Sehingga berdasarkan hasil

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 yang ada diperkirakan siswa kelas V yang telah memperoleh pembelajaran globalisasi, ternyata masih kurang mampu dalam mengamalkan nilai globalisasi yang terkait dalam pembelajaran, padahal pada waktu kelas IV sudah mendapatkan pembelajaran tersebut. Kesadaran siswa akan nilai globalisasi belum nampak. Hal tersebut terbukti dari hasil wawancara yang banyaknya siswa masih belum paham manfaat nilai dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran yang konvensional, kurang menekankan manfaat nilai. Sehingga peserta didik tidak berusaha berpikir untuk menemukan manfaat dari materi yang sudah dipelajari. Peneliti menemukan solusi yang sesuai untuk memberikan semangat dalam proses belajar mengajar yaitu Pembelajaran Pedagogi Reflektif (PPR). Pembelajaran Pedagogi Reflektif adalah metode yang mengacu pada pola pertumbuh kembangan pribadi siswa menjadi kemanusiaan atau lebih mengenal dan mendalamai nilai-nilai kemanusiaan. Menurut Subagya (2008: 41) menyebutkan tiga unsur utama dalam PPR adalah pengalaman, refleksi dan aksi. Unsur yang belum disebutkan adalah konteks dan evaluasi. Serangkaian tersebut tidak bisa dipisahkan, sehingga akan terjalin timbal balik yang baik dalam kelancaran proses belajar mengajar di dalam kelas. Model pembelajaran PPR adalah suatu pembelajaran yang mengintegrasikan pembelajaran bidang studi dengan pengembangan nilainilai kemanusiaan. Pembelajaran bidang studi disesuaikan dengan konteks siswa, sedangkan pengembangan nilai-nilai kemanusiaan ditumbuhkembangkan melalui proses pengalaman, refleksi dan aksi. Proses

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 pembelajaran ini harus di akhiri dengan adanya evaluasi. Evaluasi digunakan guru untuk mengetahui peningkatan prestasi peserta didik. Semua langkah ini diharapkan akan membuat siswa menjadi seseorang yang bertanggung jawab, berkembang menjadi pribadi yang kompeten, berhati nurani yang peka dan berbela rasa pada sesama dan lingkungannya. 1.2 Rumusan Masalah 1. Bagaimanakah pelaksanaan pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif pada mata pelajaran PKN untuk meningkatkan kesadaran siswa akan nilai globalisasi kelas IV SD Negeri Sarikarya? 2. Apakah pelaksanaan pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif pada mata pelajaran PKN dapat meningkatkan kesadaran siswa akan nilai globalisasi kelas IV SD Negeri Sarikarya? 1.3 Tujuan 1. Mengetahui pelaksanaan pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif pada mata pelajaran PKN untuk meningkatkan kesadaran siswa akan nilai globalisasi kelas IV SD Negeri Sarikarya. 2. Meningkatkan dan mengetahui peningkatan kesadaran siswa akan nilai globalisasi melalui pelaksanaan pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif pada mata pelajaran PKN bagi siswa kelas IV SD Negeri Sarikarya.

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 1.4 Manfaat Hasil penelitian ini diharapkan mampu memberikan manfaat sebagai berikut: 1. Bagi siswa Mendapatkan pengalaman yang baru dalam belajar dengan menggunakan model pembelajaran pedagogi reflektif. 2. Bagi guru Memberikan wawasan mengenai Penelitian Tindakan Kelas dan mmengetahui kekurangan dan kelebihan dalam melakukan kegiatan pembelajaran, sehingga memilih metode pembelajaran yang sesuai untuk dapat dimengerti siswa. 3. Bagi sekolah Menambah sumber bacaan dan referensi yang ada di sekolah dan dapat meningkatkan wawasan tentang pembelajaran Pedagogi Reflektif 4. Bagi Peneliti Memberikan pengalaman dalam menerapkan model PPR pada mata pelajaran PKN serta menambah pengetahuan khususnya dalam menyusun skripsi untuk menyelesaikan studi di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 1.5 Definisi Operasional a. Kesadaran siswa akan nilai adalah kemampuan memahami akan berbagai hal yang berkaitan dengan nilai, antara lain: menyadari akan adanya nilai sebagai kualitas, sarana, sikap dan tindakan yang perlu dilakukan demi terwujudnya nilai yang menjadi tujuannya. b. Pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) adalah pembelajaran yang mengintegrasikan pembelajaran bidang studi dengan pengembangan nilai-nilai kemanusiaan. c. PKN adalah sebagai wahana pendidikan nilai globalisasi yang termuat pada Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) yang ada di kelas IV semester II SD Negeri Sarikarya.

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI Bab ini akan membahas kajian pustaka, penelitian yang terdahulu atau relevan, kerangka berpikir, dan hipotesis. Kajian pustaka berisi teori-teori yang berkaitan dengan paradigma pedagogi reflektif, kesadaran siswa, nilai terkait dengan yang dipelajarinya, globalisasi, dan hakikat mata pelajaran PKn. Penelitian yang terdahulu berkaitan dengan penelitian-penelitian tentang kesadaran dan penelitian-penelitian yang menggunakan model pembelajaran Pedagogi Reflektif (PPR). 2.1 Kajian Pustaka 2.1.1 Paradigma Pedagogi Reflektif 2.1.1.1 Sejarah Paradigma Pedagogi Reflektif Paradigma Pedagogi Reflektif dahulu berasal dari Paradigma Pedagogi Ignatian. Sistem pendidikan ini dahulu digunakan di sekolahsekolah pendidikan Yesuit. Tujuan diadakannya PPR (Paradigma Pedagogi Reflektif) adalah untuk mengadakan perubahan sodial yang perantaranya melalui pendidikan. Adanya PPR diadakan untuk merubah keadaan sosial dari yang buruk ke yang baik. Misalnya korupsi, kerusakan alam, kekerasan, kreativitas, pluralisme, penalaran, dan kesejahteraan umum. Ciri khas pendidikan Yesuit terletak pada kreativitas dan seni. Nilai utama yang diunggulkan dalam pendidikan Yesuit adalah kemurahan hati, 9

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 keadilan, persahabatan, kejujuran, keberanian, dan tanggungjawab (Tim PPR SD Kanisius, 2010) 2.1.1.2 Pengertian Paradigma Pedagogi Reflektif PPR merupakan singkatan dari Paradigma Pedagodi Reflektif. Kata lain yang biasa disebut adalah PPI (Paradigma Pedagogi Ignatian). Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia kata Paradigma adalah suatu kerangka berpikir / model dari teori ilmu pengetahuan / perubahan model. Dalam hal ini paradigma dimaksud sebagai model ataupun pendekatan dalam belajar. Pedagogi adalah suatu cara pendidik untuk untuk mendampingi para peserta didik dalam pertumbuhan dan perkembangannya (Subagya, 2010:22). Sedangkan reflektif adalah meninjau kembali pengalaman, topik, gagasan, reaksi, spontan maupun yang direncanakan dari berbagai sudu pandang secara rasional dengan tujuan agar semakin mampu memahami maknanya secara penuh (Tim PPR SD Kanisius, 2009:7). Berdasarkan Paradigma pengertian Pedagodi Reflektif diatas, (PPR) dapat disimpulkan merupakan suatu bahwa model pembelajaran yang menekankan adanya refleksi untuk menemukan nilainilai yang digunakan untuk menentukan sikap atau tindakan. Refleksi tersebut merupakan pengambilan kepustusan dimana seseorang dapat sadar akan situasi dan melakukan tindakan yang sesuai.

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 2.1.1.3 Karakteristik PPR a. Competence merupakan kemampuan seseorang dalam berpikir yang biasa disebut dengan kemampuan kognitif (Subagya, 2010). Contoh konkrit yang siswa alami adalah kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal. Soal-soal yang diselesaikan siswa merupakan pemikiran yang berasal dari kemampuan berfikir siswa. b. Conscience merupakan kemampuan afektif yang mengarah ke ketajaman hati atau kepekaan hati seseorang (Subagya: 2010). Kemampuan afektif ini biasa dilakukan untuk menentukan pilihan yang tepat dan dapat dipertanggungjawabkan secara moral. Misalnya, ketelitian seseorang dalam mengerjakan soal. c. Compassion merupakan kemampuan psikomotorik yang berupa tindakan atau tingkah laku yang konkret maupun batin disertai bela rasa bagi sesama (Subagya, 2010). Kemampuan ini digunakan untuk mengembangkan bakat yang dimiliki dan kemampuan seseorang untuk menggunakannya demi sesama. Misalnya, kemauan untuk bekerja sama, saling tolong menolong, dan mengajari teman yang kesulitan dalam memahami pelajaran. 2.1.1.4 Langkah-langkah Paradigma Pedagogi Reflektif Berikut ini merupakan langkah-langkah berkesinambungan (Subagya, 2010: 65). PPR secara

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 Refleksi: Memperdalam pemahaman. Mencari makna kemanusiaan, kemasyarakatan. Menyadari motivasi,dorongan, keinginan. Pengalaman: Konteks Mempelajari sendiri, Aksi: Memutuskan untuk bersikap, berminat, berbuat perbuatan konktet latihan kegiatan sendiri (lawan ceramah). Tanggapan afektif terhadap yang dilakukan, latihan dari yang dipelajari T U J U A N Evaluasi: Evaluasi ranah intelektual. Evaluasi perubahan pola pikir, sikap, perilaku siswa Gambar 1. Peta Konsep Pelaksanaan PPR Berikut ini merupakan langkah-langkah Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR). a. Konteks Konteks merupakan kesiapan peserta didik dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM). Dalam hal ini konteks dikatakan sebagai keadaan atau situasi yang sedang dialami siswa dalam proses belajarnya. Misalnya keadaan soran peserta didik yang sedang mengalami masalah dengan keluarganya. Faktor-faktor yang mempengaruhi kesiapan peserta didik untuk belajar dapat

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 berpengaruh positif dan negatif bagi kesiapan belajarnya. Seorang peserta didik yang mengalami permasalahan dalam keluarga (broken home) berbeda dengan peserta didik yang berasal dari keluarga yang harmonis. Selain dari keadaan batin peserta didik, situasi disekitar juga harus mendukung proses belajar mengajar. Dengan situasi yang tenang dan kondusif peserta didik dapat belajar dengan baik. b. Pengalaman Pengalaman berarti hal atau situasi yang pernah dialami seseorang. Pengalaman berarti kegiatan yang dialami secara langsung maupun tidak langsung. Langkah awal pengalaman yang dilakukan yaitu melakukan pengamatan atau penyelidikan kemudian menganalisis. Pengalaman merupakan penggabungan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Perkembangan proses belajar peserta didik didukung oleh ketiga aspek tersebut. c. Refleksi Refleksi merupakan tahap yang merupakan kekhasan dari PPR. Kegiatan refleksi dilakukan berdasarkan pengalaman yang dilakukan peserta didik. Kegiatan yang sudah dilakukan peserta didik diharapkan dapat mengingat kembali hal yang sudah diperoleh. Peerta didik menemukan makna dari pengalaman yang sudah dilakukan. Pendidik atau guru hanya mendampingi peserta didk dalam menghubungkan materi, kenyataan, konteks, dan pengalaman. Jadi peserta didik diharapkan menemukan sendiri makna belajarnya.

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 Misalnya dalam kegiatan mengamati alat transportasi, peserta dapat menemukan dampak penggunaan alat transportasi yang merugikan masyarakat. d. Aksi Aksi merupakan niat ataupun tekat yang dimiliki peserta didik setelah merefleksikan diri. Aksi merupakan perwujudan ataupun tindak lanjut dari refleksi. Refleksi yang hanya sekedar dipahami tidak menghasilkan apa-apa. Refleksi yang nyata diterapkan dalam aksi. Aksi bisa dilaksanakan brrupa sikap dan tindakan. Misalnya, “Saya mengendarai sepeda dengan tidak main ngebut-ngebutan”. Hal tersebut bisa dibuktikan dengan adanya tindakan. e. Evaluasi Evaluasi merupakan kegiatan untuk melihat sejauh mana tujuan belajar tercapai. Jika tujuan pembelajaran tercapai berarti peserta didik dapat memahami apa yang sudah dipelajari. Evaluasi menilai bukan sekedar kognitif saja, namun juga mengukur bakat, dan tingkat perkembangan pribadi siswa. 2.1.1.5 Tujuan Paradigma Pedagogi Reflektif Berikut ini merupakan tujuan adanya PPR bagi pendidik dan peserta didik (Tim PPR SD Kanisius, 2010: 3). a. Tujuan PPR bagi pendidik: 1) Semakin memahami peserta didik

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 2) Semakin bersedia mendampingi perkembangan peserta didik 3) Semakin lebih baik dalam meniapkan materi ajar 4) Memperhatikan kaitan perkembangan intelektual dan moral 5) Mengadaptasi materi dan metode ajar demi tujuan pendidikan 6) Mengembangkan daya reflektif terkait dengan pengalamn sebagai pendidik, pengajar, dan pendamping. b. Tujuan PPR bagi peserta didik: 1) Membantu peserta didik menjadi manusia yang berguna bagi sesama 2) Menjadi manusia yang utuh 3) Menjadi manusia yang berkompeten, terbuka untuk perkembangan, dan religius 4) Menjadi manusia yang mengasihi sesama 5) Menjadi manusia yang memiliki tanggungjawab dan prinsip untuk menciptakan keadilan bagi sesama Tujuan PPR secara keseluruhan adalah penggabungan antara pengetahuan dan sikap yang diperoleh peserta didik agar mampu melihat hubungan keduanya. Setelah mengetahui hubungan tersebut, peserta didik diharapkan mampu untuk bertindak berdasarkan pengetahuan dan sikap melalui aksi nyata.

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 2.1.1.6 Ciri-ciri Paradigma Pedagogi Reflektif PPR memiliki ciri-ciri sebagai berikut (Subagya, 2010: 68). a. PPR dapat diterapkan dalam semua kurikulum. PPR tidak menuntut tambahan apapun dalam rancangan kurikulum yang telah ditentukan oleh pemerintah, selain pendekatan dan cara belajar. b. PPR menjamin para pengajar untuk mengajar lebih baik. PPR memungkinkan pendidik untuk memperkaya materi materi dan susuna proses pembelajaran, sehingga dapat mendorong inisiatif peserta didik. PPR juga membantu pendidik untuk memotivasi peserta didik dengan menghubungkan materi ajar dengan pengalaman sehari-hari mereka. c. PPR fundamental digunakan untuk proses belajar mengajar. Jika PPR dilakukan secara konsisten, maka dapat membantu peserta didik menemukan hubungan dalam seluruh proses pembelajaran. d. PPR mengajarkan hal yang bersifat sosial. Alaman Proses pembelajaran menggunakan PPR mendorong kerjasama dan berbagi pengalaman serta dialog reflektif antar peserta didik. Hal tersebut mendorong interaksi bagi orang lain. 2.1.2 Kesadaran 2.1.2.1 Pengertian Kesadaran Kesadaran adalah keadaan sadar akan perbuatan. Sadar artinya merasa, atau ingat (kepada keadaan sebenarnya), tahu, dan mengerti.

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 Refleksi merupakan bentuk adanya seseorang memiliki kesadaran. Refleksi memberikan keadaan dimana seseorang dapat memahami situasi dan kondisi dalam keadaan tertentu di lingkungan. Kesadaran merupakan unsur dalam manusia untuk memehami realitas dan bagaimana cara bertindak dan menyikapi terhadap realitas (Suhatman, 2009:27). Menurut Widjaja (1984:14) mengatakan bahwa kesadaran merupakan sikap/perilaku mengetahui atau mengerti taat dan patuh pada adat istiadat dan kebiasaan yang hidup dalam masyarakat. Kesadaran tumbuh dari dalam diri seseorang untuk melakukan tindakan yang baik. Tindakan tersebut bukan hanya berguna bagi dirinya sendiri namun juge berguna bagi banyak orang. Menurut Piaget (dalam Adisusilo, 2012:39), kesadaran seseorang dimulai dengan: 1) kesadaran diri akan pentingnya tanggung jawab baik faktor dari luar atau faktor dari dalam; 2) heteronom, yaitu ekspresi perasaan seseorang yang dimulai dengan menampilkan jati dirinya; 3) realisme moral, kesadaran diri seseorang akan sesuatu karena menyadari adanya nilai-nilai, norma yang harus dipertimbangkan dalam mengambil keputusan atau sikap tertentu; 4) otonom, yaitu ungkapan kemandirian seseorang yang hanya peduli pada nilai-nilai universal sebagai pertimbangan dalam bertingkah laku. Dari pendapat para ahli dapat disimpulkan bahwa kesadaran merupakan kondisi dimana seseorang mampu mengetahui dan menyadari keadaan sebenarnya yang dialami. Seseorang yang mampu menempatkan

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 dirinya dan mengetahui kekurangan dan kelebihan dalam dirinya maka seseorang tersebut telah memiliki kesadaran dalam dirinya. 2.1.2.2 Tujuan Kesadaran Given (2012:213-214) menjelaskan bahwa tujuan dari kesadaran adalah agar dapat mengambil tindakan atau suatu keputusan yang dipilih melalui cara yang selektif dan berani menentukan arah tujuan dengan mempertimbangkan sisi positif dan negatif. Kesadaran memiliki tujuan untuk mempertimbangkan suatu tindakan atau keputusan yang akan diambil dari sisi positif maupun negatifnya sehingga dari pertimbangan tersebut seseorang dapat mengarah pada tujuan yang telah ditentukan. 2.1.2.3 Klasifikasi Kesadaran Fakih mengungkapkan bahwa Freire (dalam Yunus, 2004: 49-50) selalu berusaha mengarahkan pendidikan sebagai usaha untuk menghumanisasi diri dan sesama, yaitu melalui tindakan sadar untuk mengubah dunia. Dalam rangka pemanusiaan dan pembebasan itulah, Freire melihat penyadaran (conscientizacao) sebagai inti pendidikan. Freire sendiri menganalogikan kesadaran manusia menjadi kesadaran magis, naïf, dan kritis. Berikut merupakan penjabaran dari ketiga analogi yang diungkapkan Freire (dalam Yunus, 2004: 50-51).

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 1. Kesadaran Magis (magical consciousness) Kesadaran magis adalah kesadaran masyarakat yang tidak mampu melihat kaitan antara satu faktor dengan faktor lainnya. Kesadaran magis lebih melihat faktor dari luar manusia (natural maupun supranatural) sebagai penyebab dari ketidaberdayaannya. Proses pendidikan yang menggunakan logika ini tidak memberikan kemampuan analisis yang berkaitan antara sistem dan struktur terhadap suatu permasalahan masyarakat. Siswa dalam hal ini menerima “keberanian” dari guru, tanpa ada mekanisme untuk memahami “makna” ideologi dari setiap konsepsi ataas kehidupan masyarakat. 2. Kesadaran naif (naival consciousness) Kesadaran naïf adalah kesadaran yang menitik beratkan pada aspek manusia menjadi akar permasalahan dalam masyarakat. Kesadaran ini menganggap bahwa masalah etika, kreatifitas, need for achievement sebagai penentu perubahan sosial. Pendidikan dalam konteks ini tidak mempertanyakan sistem dan struktur, bahkan sistem dan struktur yang ada dianggap sdah baik dan benar yang merupakan faktor given, oleh sebab itu tidak perlu dipertanyakan lagi. Tugas pendidikan adalah bagaimana membuat dan mengarahkan agar siswa dapat masuk dan beradaptasi dengan sistem yang sudah benar tersebut.

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 3. Kesadaran kritis (critical consciousness) Kesadaran kritis yang merupakan kesadaran terpenting bagi Freire, kesadaran ini lebih melihat aspek sistem dan struktur sebagai sumber masalah. Pendekatan stuktural menghindari blaming the victims dan lebih menganalisis secara kritis struktur dan sistem sosial, politik, ekonomi, budaya, dan implikasi pada masyarakat. Paradigm kritis dalam pendidikan, yaitu agar siswa mampu mengidentifikasi ketidakadilan dalam sistem dan struktur yang ada, kemudian mampu menganalisis bagaimana sistem struktur itu bekerja, serta bagaimana mentransformasikannya. Tugas pendidikan dalam paradigma kritis adalah menciptakan ruang dan kesempatan agar sisa terlibat dalam proses penciptaan struktur yang secara fundamental baru dan lebih baik.Analogi yang diungkapkan oleh Freire (dalam Yunus, 2004: 51) diatas dapat membeikan gambaran tentang tindakan manusia yang trgantung pada pemahaman mereka tentang kenyataan. Setiap tindakan pemahaman mnentukan setiap setiap tindakan tanggapan. Jika manusia mempunyai kesadaran magis, mereka akan bertindak secara magis dan gagal untuk keluar dari penindasan. Jika pemahaman mereka naïf, tindakan-tindakan mereka dapat dengan mudah direduksi menjadi irasional. Jika pemahaman mereka atas kenyataan adalah pemahaman kritis maka tanggapan mereka dapat menjadi transitif, yaitu kombinasi dari refleksi dan tindakan dalam praksis yang autentik.

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 2.1.2.4 Menumbuhkan Kesadaran Kritis Kesadaran kritis amat penting bagi manusia, oleh sebab itu sejak dini seseorang harus ditumbuhkan. Menumbuhkan kesadaran kritis dapat dilakukan dalam pendidikan. Berikut ini merupakan hal-hal yang perlu diperhatikan guru dalam menumbuhkan kesadaran krtitis (Suhatman, 2009: 67). 1. Proses pembelajaran yang dilakukan guru harus berpusat pada siswa. 2. Guru berperan sebagai pembimbing bagi siswa. Guru memfasilitasi siswa dalam proses pembelajaran sehingga siswa dapat mengalami dan menyukai materi yang sedang diajarkan. 3. Guru harus mampu mengembangkan metode dialogis dalam diskusi, memberikan kesempatan bagi siswa untuk dapat berpikir secara kritis dan mengendapkan pengetahuan, serta memberikan kesempatan pada siswa untuk bertanya, berdebat, bereksplorasi untuk menumbuhkan pemahaman yang baru. 4. Dalam proses pembelajarannya guru harus mampu membuat suasana pembelajaran menjadi semenarik mungkin. Hal ini berguna agar siswa menjadi senang dan termotivasi untuk belajar semakin giat, sehingga otak terangsang untuk dapat menerima pengetahuan/ pemahaman baru lebih cepat. 5. Perencanaan yang baik dan media yang mampu membantu siswa mengalami proses pembelajaran akan dapat membuat siswa menemukan dan merumuskan sendiri pengetahunnya.

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 6. Guru harus berani mengubah paradigma berpikirnya, yaitu menjauh diri dari ketakutan maupun keeganan untuk mengubah cara mengajarnya dari yang tidak selektif menjadi lebih selektif dan terbuka akan perubahan. 7. Kesadaran kritis akan terbentuk jika siswa merasa bebas dalam berpikir, berpendapat, dan mengekspresikan diri dalam suasama belajar yang terbuka, tidak banyak aturan-aturan yang membelenggu, multi nilai, multi kebenaran,dan diperbolehkan untuk salah, serta menerapkan metode ilmiah. 8. Kesadaran kritis akan membentuk pola pemahaman tentang suatu konsep yang kuat tidak hanya sekedar menghafal, mampu untuk mencerna pengetahuan secara mendalam, dan memiliki cara berpikir yang kritis dalam menghadapi permasalahan di lingkungan sekitar. Berdasarkan delapan kriteria tersebut dapat disimpulkan bahwa untuk menumbuhkan kesadaran kritis guru harus membuat suasana pembelajaran menjadi semenarik mungkin, menggunakan media-media pengajaran yang memadai, dan metode yang sesuai serta membebaskan siswa untuk mengeksplorasi lebih mendalam tentang materi yang sedang diajarkan.

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 2.1.3 Nilai 2.1.3.1 Pengertian Nilai Menurut Scheler (dalam Wahana 2004: 51) nilai merupakan suatu kualitas yang tidak tergantung pada pembawanya, merupakan kualitas apriori (yang telah dapat dirasakan manusia tanpa melalui pengalaman indrawi terlebih dahulu). Nilai merupakan kualitas yang tidak tergantung, dan tidak berubah seiring perubahan barang. Syahrial (2009: 33) mengatakan bahwa nilai adalah sesuatu yang berharga, berguna, indah, memperkaya batin, dan menyadarkan manusia akan harkat dan martabatnya. Nilai bersumber pada budi yang berfungsi mendorong dan mengarahkan sikap dan perilaku manusia. Nilai berpengaruh banyak bagi masyarakat. Dari pendapat beberapa ahli disimpulkan bahwa nilai adalah suatu tindakan berharga yang terdapat dalam diri manusia untuk melakukan halhal yang tidak menyimpang dari aturan-aturan atau norma yang berlaku di masyarakat. Nilai ada karena manusia yang membuat. nilai dipandang sebagai tolok ukur masyarakat untuk melakukan sesuatu. 2.1.3.2 Macam-macam Nilai Nilai dibedakan atas 3 macam yaitu nilai positif dan nilai negatif, nilai baik dan nilai jahat, serta nilai pribadi dan nilai barang. Berikut ini merupakan penjabaran tentang macam-macam nilai (Wahana, 2004: 5559).

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 1. Nilai positif dan nilai negatif Semua nilai seperti etika dan estetika berada dalam dua kelompok yaitu yang positif dan yang negatif. Nilai positif merupakan suatu yang harus ada dan terwujud dalam realitas kehidupan, suatu ada sebagai yang secara positif harus ada dan harus terwujud realitas kehidupan adalah benar. Segala ketiadaan dari yang harus tidak ada dan tidak terwujud dalam realitas kehidupan adalah benar. Nilai negatif adalah suatu yang harusnya tidak ada dan tidak terwujud dalam realitas kehidupan, suatu ada sebagai yang harus tidak ada dan harus tidak terwujud dalam realitas kehidupan adalah salah. Segala ketiadaan dari yang harus ada dan harus terwujud dalam realitas kehidupan adalah salah. 2. Nilai baik dan Nilai Jahat Nilai kebaikan adalah nilai yang tampak pada tindakan mewujudkan nilai yang tertinggi. Nilai baik adalah nilai yang melekatpada tindakan mewujudkan nilai positif. Nilai kejahatan adalah nilai yang tampak pada tindakan mewujudkan nilai yang terendah. Nilai jahat adalah nilai yang melekat pada tindakan yang mewujudkan suatu nilai negatif, yang melekat pada tindakan mewujudkan nilai dalam tingkatan yang lebih rendah atau terendah dalam susunan nilai.

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 3. Nilai Pribadi dan nilai Barang Hanya pribadi yang dapat dinilai secara moral baik atau jahat, sedangkan barang lain thaya dapat menjadi baik atau jahat sejauh mengacu pada pribadi. Seluruh milik pribadi yang sesuai dengan aturan serta dapat mempengaruhi kebaikan pribadi disebut keutamaan, sedangkan yang dapat mempengaruhi kejahatan pribadi disebut sifat jahat.seorang pribadi tidak pernah hanya dapat dinilai dan diperlakukan sebagai yang menyenagkan atau berguna; nilai-nilai ini (kesenangan dan kegunaan) secara hakiki merupakan nilai barang dan nilai kejadian. Sebaliknya, tidak ada barang dan kejadian ang dinilai sebagai baik atau jahat secara moral. Nilai etis adalah nilai yang pembawanya tidak pernah sebagai objek, sebab secara hakiki berada dalam dunia pribadi. Nilai pribadi berkaitan dengan pribadi sendiri tanpa perantara apapun. Terdapat dua jenis nilai yang dimiliki dan melekat pada pribadi manusia, yaitu nilai pribadi itu sendiri dan nilai keutamaan. Nilai estetik pada dasarnya adalah nilai objek (nilai barang) yang merupakan nilai yang melekat pada realias bersangkutan, realitas estetik semacam itu ada sebagai suatu yang tampak (schein). Nilai barang adalah nilai yang menyangkut kehadiran nilai dalam hal bernilai., nilai-nilai barang-barang tersebut melekat pada barang bernilai.

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 2.1.4 Globalisasi 2.1.4.1 Pengertian Globalisasi Istilah globalisasi berasal dari kata “globe” (peta dunia yang berbentuk bola). Dari kata globe ini munculah kata “global” (yang artinya meliputi seluruh dunia) (Sunarso, 2009). Globalisasi yang dimaksudkan adalah suatu hal yang tidak dapat dipungkiri mampu menyebar keseluruh bagian belahan bumi. Menurut Bestari (2008) mengungkapkan bahwa globalisasi merupakan suatu proses untuk meletakkan dunia menjadi satu kesatuan yang sama tanpa dibatasi oleh adanya kedudukan wilayah suatu negara. Globalisasi tidak memiliki adanya batasan ruang dan terbuka. Hal ini bisa dilihat dari komunikasi seperti internet, media elektronik, dll. Globalisasi memungkinkan adanya interaksi yang singkat antara antar negara dan antar manusia secara singkat. Dari beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa globalisasi adalah proses pertukaran interaksi antar negara atau antar manusia secara singkat tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu secara menyeluruh. Globalisasi memungkinkan antar manusia dapat melakukan aktivitas tanpa terhalang jarak yang jauh. Globalisasi menimbulkan banyak perubahan di bidang elektronik, komunikasi, transportasi, dll.

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 2.1.4.2 Dampak positif Globalisasi Dampat positif merupakan pengaruh yang berakibat menguntungkan bagi seluruh masyarakat. Dampa positif globalisasi antara lain: a. Hubungan komunikasi menjadi lebih mudah Kemajuan tegnologi komunikasi memudahkan semua orang melakukan percakapan dengan orang lain dengan jarak yang tidak dekat. b. Pertukaran informasi antar negara menjadi lebih mudah Kemajuan dibidang informasi membuat kita lebih cepat mengetahui kabar terbaru dari negara lain dengan mudah dan cepat. c. Harga barang menjadi lebih murah Adanya globalisasi membuat negara saling bersaing memproduksi barang yang murah namun mutu terjamin. 2.1.4.3 Dampak Negatif Globalisasi Dampak negatif merupakan pengaruh yang merugikan bagi banyak orang. Dampak negatif globalisasi adalah: a. Terkikisnya jati diri bangsa Globalisasi membuat setiap negara menampung banyak kebudayaan luar negeri. Akibatnya kebudayaan bangsa sendiri tercemar oleh adanya kebudayaan asing

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 b. Industri dalam negeri terancam tersaingi oleh adanya barang dari luar negeri yang lebih murah Pendapatan masyarakat menjadi sedikit karena adanya barang yang berasal dari luar negeri. Padahal belum tentu barang yang berasal dari luar negeri kualitasnya lebih bagus. 2.1.5 Kesadaran Akan Nilai Globalisasi 2.1.5.1 Pengertian Kesadaran Akan Nilai Globalisasi Kesadaran merupakan kondisi dimana seseorang mampu mengetahui dan menyadari keadaan sebenarnya yang dialami. Nilai adalah suatu tindakan berharga yang terdapat dalam diri manusia untuk melakukan hal-hal yang tidak menyimpang dari aturan atau norma yang berlaku di masyarakat. Sedangkan globalisasi adalah proses pertukaran interaksi antar negara atau antar manusia secara singkat tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu secara keseluruhan. Dari masing-masing pengertian diatas, maka pengertian kesadaran akanj nilai globalisasi adalah kondisi sadar seseorang untuk mengetahui tindakan yang sesuai dengan aturan dan norma yang ada di masyarakat dalam rangka interaksi singkat tanpa dibatasi ruang dan waktu. Materi yang diajarkan dalam pembelajaran adalah mengetahui pengaruh globalisasi. Materi yang diajarkan diambil dari buku Nugrohono Agung (2008: 95), berikut ringkasan dari materi pengaruh globalisasi. Dalam buku Nugroho Agung (2008: 95) menjelaskan bahwa globalisasi

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 merupakan proses mendunia atau menuju satu dunia. Peristiwa yang terjadi di dunia dapat kita saksikan secara langsung tanpa harus mendatanginya. Tempat yang jauh dapat kita datangi dalam waktu yang cepat. Kebutuhan hidup yang kita butuhkan dapat kita lakukan dan penuhi dengan mudah, hal tersebut karena pegaruh dari globalisasi. Berikut ini merupakan materi yang akan diajarkan untuk peserta didik: a) Pengaruh kemajuan teknologi transportasi bagi kehidupan manusia sangat besar. Kemajuan ini membuat kita mudah untuk bepergian dan juga mempermudah pengangkutan barang-barang dari satu ke daerah lain. Jarak yang terlihat jauh dengan kemajuan teknologi dapat ditempuh dengan waktu yang cepat dan tidak memerlukan waktu yang lama. Berbagai alat trasportasi yang mempercepat dalam bepergian diantaranya pesawat, kereta, mobil dan motor. b) Pengaruh kemajuan teknologi komunikasi adalah cepatnya penyebaran informasi dari berbagai daerah. Adanya berbagai alat komunikasi modern membuat semua orang terasa semakin dekat. Artinya dapat dengan cepat dan mudah saling berhubungan dan bertukar kabar. Berbagai alat komunikasi modern diantaranya HP, internet, e-mail dan surat. c) Dampak Globalisasi 1. Dampak positif, yaitu pengaruh bagi kehidupan manusia, misalnya mempermudah manusia memenuhi kebutuhan hidup transportasi lancer, komunikasi mudah dan waktu yang dibutuhkan lebih

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 singkat. Segala dampak globalisasi dapat berpengaruh baik dan bermanfaat akibat adanya perkembangan teknologi yang sudah mendunia. 2. Dampak negatif, yaitu pengaruh buruk yang merugikan kehidupan manusia. Misalnya, malas belajar dan bekerja karena asik menonton televisi, cara berpakaian yang kurang sopan, gaya hidup yang berlebihan, dan sebagainya. Hal tersebut termasuk dalam perkembangan globalisasi namun semua itu harus dihindari agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginka. 3. Dampak bagi karakter siswa sekolah dasar yaitu siswa mempunyai pengetahuan yang luas mengenai informasi yang berkembang di masa sekarang, contohnya teknologi seperti HP, komputer, internet. Maka dari itu, sebagai pendidik harus bisa memberikan contoh dan pengetahuan yang baik supaya siswa tidak terjerumus ke dampak yang negatif. 2.1.5.2 Indikator Kesadaran Akan Nilai Globalisasi Kesadaran memiliki lima indikator yang dapat dipergunakan sebagai salah satu cara untuk melihat kesadaran seseorang akan suatu nilai. Lima indikator tersebuat ialah: 1. Menyadari akan adanya nilai sebagai kualitas yang perlu diusahakan. 2. Menyadari akan peranan nilai yang menjadi daya tarik manusia untuk mewujudkannya.

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 3. Menyadari akan sarana-sarana serta cara-cara yang perlu diusahakan demi terwujudnya nilai yang akan dituju. 4. Menyadari sikap yang diperlukan demi terwujudnya nilai yang diharapkan. 5. Menyadari tindakan yang perlu dilakukan demi terwujudnya nilai yang menajdi tujuan. 2.1.6 Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) 2.1.6.1 Pengertian Pendidikan Kewarganegaraan Fathurrohman dan Wuryandami (2011:1-7) mengatakan bahwa Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) merupakan mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan diri dari segi agama, sosio-kultural, bahasa, usia, dan suku bangsa untuk menjadi warga negara yang cerdas, terampil, dan berkarakter yang diamanatkan oleh Pancasila dan UUD 1945. PKn tidak sekedar memahami materi namun juga memahami keadaan yang ada di masyarakat. Keberagaman dalam masyarakat dipelajari untuk membentuk jati diri menjadi utuh. Menurut Wahab (1995: 11) PKn diartikan sebagai mata pelajaran yang digunakan sebagai wahana untuk mengembangkan dan melestarikan nilai luhur dan moral yang berakar pada budaya bangsa Indonesia. Nilainilai tersebut diharapkan dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan masyarakat. Peserta didik diharapkan dapat menjadi individu yang berguna bagi diri sendiri, bangsa, dan Tuhan Yang Maha Esa.

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 Dari kedua pendapat diatas, PKn dapat disimpulkan sebagai sarana untuk belajar mengenai moral dan nilai luhur budaya Indonesia yang berasaskan Pancasila dan UUD 1945. 2.1.6.2 Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) Secara umum tujuan Pendidikan Kewarganegaraan adalah membawa peserta didik untuk menjadi ilmuan dan professional yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air, demokratis dan berkeadaban; dan menjadi warganegara yang memiliki daya saing; berdisiplin, berpartisipasi aktif dalam membangun kehidupan yang damai berdasarkan sistem nilai pancasila (Wiharyanto, 2007). Wahab (2011:315) mengemukakan bahwa dalam sistem pengembangan kurikulum tingkat satuan pendidikan saat ini, tujuan PKn mengacu pada standar isi mata pelajaran PKn. Mata pelajaran PKn bertujuan agar peserta didik : a. Berpikir secara kritis, rasional, dan kreatif dalam menanggapi isu kewarganegaraan. b. Berpartisipasi secara aktif dan bertanggung jawab, dan bertindak secara cerdas dalam kegiatan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, serta anti-korupsi. c. Berkembang secara positif dan demokratis untuk membentuk diri berdasarkan karakter-karakter masyarakat Indonesia agar dapat hidup bersama dengan bangsa-bangsa lainnya.

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 d. Berinteraksi dengan bangsa-bangsa lain dalam percaturan dunia secara langsung atau tidak langsung dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. 2.1.6.3 PKn Sebagai Pendidikan Nilai Pada dasarnya Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) merupakan sebuah mata pelajaran yang tidak akan terlepas dari siswa. Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) selalu ada sejak siswa duduk di bangku Sekolah Dasar, bahkan hingga di perguruan tinggi pun PKn akan selalu kita temukan. Menurut Amin (2008) menyatakan bahwa Pendidikan Kewarganegaraan yaitu usaha sadar untuk menyiapkan siswa agar masa datang menjadi patriot pembela bangsa dan negara. Patriot pembela bangsa dan negara ialah pemimpin yang mempunyai kecintaan, kesetiaan, serta keberanian untuk membela bangsa dan tanah air melalui bidang profesinya masing-masing. Sementara menurut Chamim (2004), Pendidikan Kewarganegaraan bagi bangsa Indonesia berarti pendidikan pengetahuan, sikap mental, nilainilai dan perilaku yang menjunjung tinggi demokrasi sehingga terwujud masyarakat yang demokratis dan mampu menjaga persatuan dan integritas bangsa guna mewujudkan Indonesia yang kuat, sejahtera, serta demokratis. Misi dari Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) dimasa sekarang ini memiliki beberapa misi, diantaranya yaitu: (1) PKn sebagai pendidikan politik, (2) PKn sebagai pendidikan nilai, (3) PKn sebagai pendidikan

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 nasionalisme, (4) PKn sebagai pendidikan hukum, (5) PKn sebagai pendidikan multukultural, (6) PKn sebagai pendidikan resolusi konflik. PKn sebagai pendidikan politik disini berarti bahwa program pendidikan PKn memberikan pengetahuan, sikap dan keterampilan kepada siswa agar mereka mampu hidup sebagai warga Negara yang memiki pengetahuan yang luas. Kesadaran akan nilai adalah suatu kesadaran akan nilai itu sendiri yang terkandung dalam materi yang diajarkan, sehingga kesadaran akan norma juga akan mengarah ke nilai tersebut. Kesadaran akan sikap yang sesuai dengan nilai, maka tindakan tersebut yang akan mewujudkan nilai. Norma- norma yang terkait dengan aturan yang ada, peserta didik haruslah mematuhi dan menaatinya sehingga dengan nilai dan norma yang baik akan membawa sikap baik bagi peserta didik. PKn sebagai pendidikan nilai dimaksudkan bahwa melalui pembelajaran PKn diharapkan dapat menyadarkan siswa akan nilai, moral dan norma yang dianggap baik oleh bangsa dan negara pada siswa. Melalui PKn pula diharapkan dapat menumbuhkan dan meningkatkan nilai kebangsaan atau nasionalisme siswa, sehingga siswa lebih mencintai dan rela berkorban untuk bangsa dan negaranya. Sedangkan PKn sebagai pendidikan hukum berarti bahwa PKn memberikan pengarahan bagi siswa supaya siswa mempunyai kesadaran hukum yang tinggi. PKn sebagai pendidikan multikultural berarti bahwa PKn dihrapkan mampu meningkatkan wawasan dan sikap toleran terhadap sesama karena siswa

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 hidup di lingkungan multikultural. Terakhir yaitu PKn sebagai pendidikan resolusi dimana PKn membina siswa untuk mampu menyelesaikan konflik dengan cara yang tepat. Pendidikan Kewarganegaraan di Indonesia bertujuan untuk menghasilkan siswa yang demokratis dimana siswa dapat berkembang menjadi pribadi yang cerdas, dan memanfaatkan kecerdasannya sebagai warga negara untuk kemajuan bagi dirinya dan lingkungannya. Melalui Pendidikan Kewarganegaraan, siswa juga diharapkan mampu untuk memahami, menganalisis, dan menjawab masalah yang dihadapi oleh masyarakat, bangsa dan negara sesuai dengan cita-cita dan tujuan nasional seperti yang digariskan dalam pembukaan UUD 1945. Pendidikan kewarganegaraan yang berhasil diterapkan akan mampu mengembangkan sikap mental yang cerdas, penuh tanggung jawab dalam diri siswa. Sikap tersebut diharapkan disertai dengan perilakuperilaku yang sesuai yaitu: (a) beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan menghayati nilai-nilai falsafah bangsa, (b) berbudi pekerti luhur, disiplin dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, (c) rasional, dinamis, dan sadar akan hak dan kewajiban sebagai warga negara, (d) bersifat professional, yang dijiwai oleh kesadaran bela negara, (e) aktif memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi serta seni untuk kepentingan kemanusiaan, bangsa dan Negara Menurut Mulyana (2004) pendidikan nilai dimaknai sebagai: (a) penanaman dan pengembangan nilai-nilai pada seseorang, (b) bantuan

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 terhadap siswa, agar menyadari dan mengalami nilai-nilai serta penempatanya secara integral dalam keseluruhan hidupnya, (c) pengajaran atau bimbingan kepada siswa agar menyadari nilai kebenaran, kebaikan dan keindahan melalui proses pertimbangan nilai yang tepat dan pembiasaan bertindak yang konsisten. Djahiri (1996) menyatakan bahwa: “nilai adalah sesuatu yang berharga baik menurut standar logika (benar/salah), estetika (bagus/buruk), etika (adil/layak/tidak adil), agama (dosa dan haram/halal), dan hokum (sah/absah), serta menjadi acuan dan/atau sistem keyakinan diri maupun kehidupan. Pendidikan Kewarganegaraan berbasis nilai dimaknai sebagai model pendidikan yang berlandaskan pada nilai (nilai agama, sosial, budaya, pendidikan, dan nilai kebangsaan atau nasionalisme). Pendidikan Kewarganegaraan berbasis nilai ditujukan kepada pembinaan kepribadian utuh, matang dan produktif dalam diri siswa. Selain itu Pendidikan Kewarganegaraan berbasis nilai juga diharapkan menghasilkan sikap yang mencerminkan nilai-nilai yang diinginkan atau yang tercermin dalam diri siswa dengan cara membimbing perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai tersebut. Nilai yang dimaksud dalam Pendidikan Kewarganegaraan berbasis nilai yaitu meyakinkan siswa bertindak atas dasar pilihannya sendiri (tanpa pengaruh orang lain). Nilai juga dijadikan patokan normatif yang dapat mempengaruhi siswa dalam menentukan pilihannya diantara cara-cara

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 tindakan alternatif. Terakhir, nilai diharapkan dapat meningkatkan nilai kebangsaan dan cinta tanah air. Pendidikan nilai merupakan sebuah proses dalam upaya membantu siswa dalam mengekspresikan nilai-nilai yang ada melalui pengujian kritis, sehingga siswa dimungkinkan untuk meningkatkan atau memperbaiki kualitas berpikir serta perasaannya. Menurut Somantri (2001) mengemukakan bahwa tujuan PKn di Indonesia akan tercapai lewat the great ought-nya, yaitu dengan menanamkan konsep dan sistem nilai yang sudah di anggap baik sebagai titik tolak untuk menumbuhkan warga negara yang baik. Pendidikan berbasis nilai mencakup keseluruhan aspek sebagai alternatif pengajaran pada siswa. Tujuannya yaitu supaya siswa menyadari nilai kebenaran, kebaikan dan keindahan melalui proses pertimbangan nilai yang tepat dan pembiasaan bertindak yang konsisten. Materi PKn yang ada di Sekolah Dasar merupakan upaya yang diperlukan siswa dalam menghadapi tantangan globalisasi yang sedang terjadi saat ini maupun yang akan datang. Melalui pendidikan nilai, diharapkan siswa mampu meningkatkan kesadaran akan nilai yang dapat digunakannya dalam kehidupan sehari-hari. Model pembelajaran berbasis nilai memiliki tujuan untuk menjadi acuan atau petunjuk yang terpola bagi guru dalam membina siswanya. Siswa diharapkan dapat memiliki tatanan nilai melalui pendekatan klarifikasi nilai dan nilai-nilai yang berkaitan dengan kegiatan sehari-hari.

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 Siswa juga diharapkan mampu memaknai nilai yang ada sehingga siswa dapat beraktivitas menggunakan proses nilai dan membantu siswa menerapkan proses nilai. 2.1.6.4 Ruang Lingkup PKn Standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran PKn pada kelas IV semester 2 yang sesuai untuk materi globalisasi adalah sebagai berikut. Tabel 1. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Standar Kompetensi Kompetensi Dasar 4.Menunjukkan sikap terhadap 4.1 Memberikan contoh sederhana pengaruh globalisasi di lingkungannya globalisasi di lingkungannya 4.2 Mengidentifikasi jenis budaya indonesia yang pernah ditampilkan dalam misi kebudayaan internasional 4.3 Menentukan sikap terhadap pengaruh globalisasi yang terjadi di lingkungannya Diambil dari Badan Standar Nasional Pendidikan (2006:119) 2.2 Hasil Penelitian yang Relevan Agustina (2011) meneliti peningkatan competence, conscience dan compassion (3C) dengan menggunakan pendekatan Pembelajaran Pedagogi Reflektif (PPR) dalam pembelajaran tematik bagi siswa kelas IIIA SD Kanisius Demangan Baru I tahun ajaran 2010/2011. Jenis penelitian yang dilakukan merupakan jenis Penelitian Tindakan Kelas

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 (PTK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 3C siswa kelas IIIA mengalami peningkatan. Nilai competence siswa yaitu 78,97 : 79,35 : 90,9, untuk conscience yaitu 78,7 menjadi 90. Sedangkan untuk compassion 75,7 menjadi 90. Vitalis (2013) meneliti Pengaruh Model Pembelajaran berbasis Masalah terhadap Minat dan Kesadaran Siswa Akan Nilai Globalisasi pada Siswa Kelas IV SD N Kledokan. Penelitian ini terbukti Penggunaan model PBM berpengaruh secara signifikan terhadap kesadaran siswa akan nilai globalisasi siswa kelas IV SD Negeri Kledokan pada mata pelajaran PKn untuk materi globalisasi semester genap tahun ajaran 2012/2013. Hal itu ditunjukan pada hasil analisis statistik pada data posttest bahwa signifikansi data harga sig.(2-tailed) < 0,05 yaitu 0,000. Sehingga Hi diterima maka Hnull ditolak dengan kata lain mengafirmasi hipotesis bahwa Penggunaan model PBM berpengaruh secara signifikan terhadap kesadaran siswa akan nilai globalisasi. Kristiawan (2012) dengan judul “Peningkatan Minat dan Prestasi Belajar Materi Globalisasi Menggunakan Media Audiovisual Mata Pelajaran PKn Kelas IV SDN Kledokan Semester Genap Tahun Pelajaran 2011/2012. Hasil penelitiannya adalah penggunaan media audio visual dapat meningkatkan minat pada materi globalisasi dan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 Agustina (2011) meneliti peningkatan competence, conscience dan compassion (3C) dengan menggunakan pendekatan Pembelajaran Pedagogi Reflektif (PPR) Penerapan Model Pembelajaran Paradigma Vitalis (2012) meneliti Pengaruh Model Pembelajaran berbasis Masalah terhadap Minat dan Kesadaran Siswa Akan Nilai Globalisasi Pedagogi Reflektif Pada Mata Pelajaran PKn Untuk Meningkatkan Kesadaran Siswa Akan Nilai Globalisasi Kelas IV SD Negeri Sarikarya Kristiawan (2012) Peningkatan Minat dan Prestasi Belajar Materi Globalisasi Menggunakan Media Audio-Visual Mata Pelajaran PKn Kelas IV SDN Kledokan Semester Genap Tahun Pelajaran 2011/2012 Gambar 2. Skema Penelitian yang Relevan Dari tiga penelitian yang relevan diatas, yaitu Agustina (2011) dengan judul penelitian peningkatan competence, conscience dan compassion (3C) dengan menggunakan pendekatan Pembelajaran Pedagogi Reflektif (PPR), Vitalis (2013) dengan judul penelitian Pengaruh

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 Model Pembelajaran berbasis Masalah terhadap Minat dan Kesadaran Siswa Akan Nilai Globalisasi, dan Kristiawan (2012) dengan judul penelitian Peningkatan Minat dan Prestasi Belajar Materi Globalisasi Menggunakan Media Audio-Visual Mata Pelajaran PKn Kelas IV SDN Kledokan Semester Genap Tahun Pelajaran 2011/2012. Oleh karena itu peneliti bertekad untuk menggabungkan ketiga penelitian diatas dengan judul Penerapan Paradigma Pedagogi Reflektif pada Mata Pelajaran Pkn Untuk Meningkatkan Kesadaran Siswa Akan Nilai Globalisasi Kelas IV SD Negeri Sarikarya. 2.3 Kerangka Berpikir Pembelajaran dengan menggunakan model PPR akan meningkatkan kesadaran siswa akan nilai. Pembelajaran PKn sebagai pendidikan nilai diharapkan meningkatkan kesadaran siswa akan nilai globalisasi di lingkungannya. Maka PPR merupakan model yang cocok untuk meningkatkan kesadaran siswa akan nilai globalisasi.sehingga melalui PPR akan lebih membantu siswa untuk meningkatkan sikap dalam menanggapi kemajuan globalisasi di lingkungan. Hal ini sesuai dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang dipilih oleh peneliti yaitu dengan standar Kompetensi: 4. Menunjukkan sikap terhadap globalisasi di lingkungannya. Kompetensi Dasar: 4.1 Memberikan contoh sederhana pengaruh globalisasi di lingkungannya. Jika metode PPR diterapkan pada pembelajaran PKn kelas IV SD Negeri Sarikarya, maka akan berpengaruh

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 terhadap nilai globalisai berupa sikap kemanusiaan, hati nurani dan bela rasa terhadap sesama. Kesadaran siswa akan nilai yang terkandung dalam Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) diharapkan dapat meningkat setelah guru menyampaikan pembelajaran dengan menggunakan Pembelajaran Pedagogi Reflektif (PPR). Kesadaran akan nilai bagi siswa sangat penting diberikan sedini mungkin. PPR membantu siswa dalam menyadari akan nilai yang ingin diajarkan melalui pengalaman yang dilanjutkan lewat refleksi dan kemudian diaplikasikan melalui aksi. Kondisi awal Pembelajaran konvensional Kesadaran siswa akan nilai globalisasi rendah Tindakan Penerapan PPR Siklus 1 dan 2 Kesadaran siswa akan nilai globalisasi meningkat. Gambar 3. Bagan Kerangka Berpikir Kesadaran Nilai Globalisasi

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 2.4 Hipotesis Tindakan 2.4.1 Penerapan Pembelajaran Pedagogi Reflektif (PPR) dalam mata pelajaran PKn materi pengaruh globalisasi dapat meningkatkan kesadaran siswa akan nilai globalisasi kelas IV semester genap SD Negeri Sarikarya. 2.4.2 Peningkatan kesadaran siswa akan nilai globalisasi melalui pelaksanaan pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif pada mata pelajaran PKn bagi siswa kelas IV SD Negeri Sarikarya.

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN Bagian metode penelitian berisi tentang pembahasan jenis penelitian, setting penelitian, rencana tindakan, pengumpulan data dan instrumen penelitian, uji validitas dan reabilitas instrumen, teknik analisis data, dan indikator keberhasilan. Pokok-pokok bahasan diatas merupakan teknik penelitian yang digunakan dalam penelitian ini. 3.1 Jenis Penelitian Penelitian ini dilaksanakan dengan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian Tindakan Kelas merupakan penelitian praktis yang dimaksud untuk memperbaiki atau meningkatkan mutu pembelajaran di kelas dan upaya penelitian ini dilakukan dengan melaksanakan tindakan untuk mencari jawaban atas permasalahan yang terjadi. Permasalahan diangkat dari kegiatan tugas sehari-hari yang dilakukan dikelas. Susilo (2007: 19) mendiskripsikan penelitian tindakan kelas dilakukan melalui empat langkah utama yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Empat langkah utama yang saling berhubungan dalam pelaksanaan penelitian tindakan kelas sering disebut dengan istilah siklus. Maharani (2014: 21) mengungkapkan bahwa “penelitian tindakan kelas (PTK) adalah suatu pengamatan yang menerapkan tindakan di dalam kelas dengan menggunakan aturan sesuai dengan metodologi penelitian 44

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 yang digunakan dalam beberapa periode atau siklus”. Tindakan tersebut merupakan suatu perlakuan yang diterapkan kepada obyek. Peneliti menggunakan model penelitian tindakan penelitian dari Hopkins yang terlihat pada gambar 4. PELAKSANAAN PERENCANAAN SIKLUS 1 PENGAMATAN REFLEKSI PELAKSANAAN PERENCANAAN SIKLUS 2 PENGAMATAN REFLEKSI Gambar 4. Siklus PTK menurut Hopkins (Maharani, 2014: 22)

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) menurut Hopkins (Maharani, 2014:22). Menurut Hopkins peneitian tindakan kelas terdiri dari empat tahap , yaitu: 1) Perencanaan tindakan (planning), 2) Penerapan tindakan (action), 3) Mengobservasi, mengevaluasi proses dan hasil tindakan (observation and evaluating), 4) Refleksi (reflecting). 3.1 3.1.1 Setting Penelitian (berisi tempat, subjek, dan objek penelitian) Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dilakukan di SD Negeri Sarikarya, Jl. Asmegedhe No.48 Kragilan, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Waktu penelitian dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2013/2014. 3.1.2 Subjek Penelitian Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri Sarikarya dengan jumlah 28 siswa. 3.1.3 Objek Penelitian Objek penelitian ini adalah model pembelajaran pedagogi reflektif pada mata pelajaran PKn untuk meningkatkan kesadaran siswa akan nilai globalisasi kelas IV SD Negeri Sarikarya. 3.2 Persiapan Persiapan yang dilakukan peneliti sebelum melakukan tindakan kelas, diantaranya:

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 a. Meminta ijin kepada Kepala Sekolah SD Negeri Sarikarya Permintaan ijin dimaksudkan agar peneliti dapat melakukan penelitian dengan lancar dan disetujui oleh pihak sekolah serta mendapatkan data yang sesuai; b. Wawancara Wawancara dimaksudkan untuk mencari informasi mengenai kondisi awal kesadaran siswa dan kendala-kendala yang dialami guru dalam menyampaikan materi belajar. Informasi tersebut diperoleh melalui wawancara dengan guru mata pelajaran PKn; c. Identifikasi Masalah Setelah memperoleh data hasil wawancara dengan guru, peneliti mengidentifikasi masalah dan menentukan tindak lanjutnya; d. Pengkajian Kompetensi Dasar Peneliti mengkaji Kompetensi Dasar, mendeskripsikan materi pokok tentang “Globalisasi”. 3.3 Rencana Setiap Siklus Kegiatan yang dilakukan setiap siklus dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan siswa mengenai globalisasi pada mata pelajaran PKn sehingga siswa sadar akan keadaan yang ada disekitar mereka. Peneliti menyiapkan berbagai macam gambar mengenai globalisasi sebagai media yang digunakan untuk belajar.

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 1. Perencanaan Tindakan Pada tahap awal, peneliti menyiapkan instrumen perangkat pembelajaran. Instrumen tersebut meliputi silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), media pembelajaran (media visual berupa gambar), lembar kerja siswa (LKS), soal evaluasi. Selain itu peneliti juga menyiapkan instrumen perangkat pembelajaran dan instrumen penelitian. Peneliti meminta bantuan kepada dosen dan guru mata pelajaran PKn untuk memvalidasi instrumen perangkat pembelajaran dan instrumen penelitian. 2. Penerapan Tindakan Pelaksanaan tindakan dilakukan oleh guru mata pelajaran PKn kelas IV dengan dibantu peneliti. Pelaksanaan tindakan siklus 1 dilaksanakan dalam 2 kali pertemuan. Dalam setiap pertemuan memiliki alokasi waktu 2 x 40 menit. Pada kegiatan awal, guru memulai kegiatan pembelajaran dengan menucapkan salam, presensi, melakukan kegiatan apersepsi yang bertujuan untuk membangkitkan semangat dan motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran dikelas serta menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. 3. Kegiatan Inti Pada kegiatan inti, guru menerapkan langkah-langkah Pembelajaran Pedagogi Reflektif yang meliputi konteks, pengalaman,

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 refleksi, aksi dan evaluasi secara runtut kepada siswa agar siswa mudah memahami materi yang akan disampaikan oleh guru. 4. Kegiatan penutup Pada kegiatan akhir, guru dan siswa menyimpulkan materi pembelajaran kemudian meminta siswa untuk membuat refleksi pembelajaran. Selain itu, guru perlu memberikan beberapa pertanyaan secara acak kepada siswa untuk mengecek pemahaman siswa mengenai materi pembelajaran serta memberikan PR kepada siswa sebagai tindak lanjut dari kegiatan pembelajaran yang sudah dilaksanakan. 3.3.2 Rencana Tiap Siklus Siklus 1 Pertemuan ke-1 Proses pembelajaran siklus 1 terdiri dari 2 kali pertemuan (2 x 2JP). Hasil dari siklus 1 sebagai dasar menentukan tindakan berikutnya. Langkahlangkah pelaksanaan siklus 1 tersebut meliputi: a. Rencana Tindakan Pendidik mendalami silabus, menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), LKS, bahan ajar dan mempersiapkan pembagian kelompok.

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 b. Pelaksanaan Tindakan Kegiatan pembelajaran: 1. Guru memberikan apersepsi tentang kemajuan teknologi melalui lagu “Naik Kereta Api”. 2. Menyampaikan kompetensi dasar, indikator, dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. 3. Siswa dan guru Tanya jawab mengenai alat transportasi dan komunikasi kegemaran siswa dan macam-macamnya. 4. Siswa dibagi dalam kelompok, setiap kelompok terdiri dari 5-6 siswa. 5. Guru memberikan penjelasan tentang pengaruh globalisasi. 6. Guru membagikan LKS dan menjelaskan tentang pengaruh globalisasi. 7. Guru menjelaskan langkah-langkah dalam mengerjakan LKS. 8. Siswa berdiskusi tentang pengaruh globalisasi yang tadi sudah dijelaskan oleh guru. 9. Siswa menjawab lembar kerja siswa sesuai dengan penjelasan guru. 10. Salah satu siswa mempresentasikan pekerjaan yang dikerjakan kelompok. 11. Guru menjelaskan tentang kemajuan alat komunikasi dan transportasi yang belum dimengerti siswa. 12. Guru menjelaskan tentang pengaruh dari globalisasi yang terjadi dilingkungan.

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 13. Guru dan siswa membuat kesimpulan dari materi yang telah dibahas. c. Pengamatan Selama proses siklus 1 pertemuan 1, peneliti mencatat hasil pengamatan pada lembar observasi. Saat proses pengamatan, pengamat melakukan kegiatan yaitu mengamati aspek afektif dan aspek psikomotorik siswa untuk aspek kognitif dapat dilihat pada waktu mempresentasikan hasil diskusi kelompok dan tes. d. Refleksi Hal yang dapat dilakukan pada tahap refleksi ini, yaitu peneliti mengidentifikasi kesulitan dan hambatan pelaksanaan pembelajaran pada pertemuan 1. Pertemuan ke-2 a. Rencana Tindakan Pendidik mendalami silabus, menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), LKS, bahan ajar dan mempersiapkan pembagian kelompok. b. Pelaksanaan Tindakan Kegiatan pembelajaran: 1. Guru memberikan apersepsi tentang kemajuan teknologi di Indonesia.

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 2. Menyampaikan kompetensi dasar, indikator, dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. 3. Siswa dan guru Tanya jawab mengenai alat transportasi dan komunikasi kegemaran siswa dan macam-macamnya. 4. Siswa dibagi dalam kelompok, setiap kelompok terdiri dari 5-6 siswa. 5. Guru memberikan penjelasan tentang pengaruh globalisasi. 6. Guru membagikan LKS dan menjelaskan tentang pengaruh globalisasi. 7. Guru menjelaskan langkah-langkah dalam mengerjakan LKS. 8. Siswa berdiskusi tentang pengaruh globalisasi yang tadi sudah dijelaskan oleh guru. 9. Siswa menjawab lembar kerja siswa sesuai dengan penjelasan guru. 10. Salah satu siswa mempresentasikan pekerjaan yang dikerjakan kelompok. 11. Guru menjelaskan tentang kemajuan alat komunikasi dan transportasi yang belum dimengerti siswa. 12. Guru menjelaskan tentang pengaruh dari globalisasi yang terjadi dilingkungan. 13. Guru dan siswa membuat kesimpulan dari materi yang telah dibahas.

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 c. Pengamatan Selama proses siklus 1 pertemuan 2, peneliti mencatat hasil pengamatan pada lembar observasi. Saat proses pengamatan, pengamat melakukan kegiatan yaitu mengamati aspek afektif dan aspek psikomotorik siswa untuk aspek kognitif dapat dilihat pada waktu mempresentasikan hasil diskusi kelompok dan tes. d. Refleksi Hal yang dapat dilakukan pada tahap refleksi ini, yaitu peneliti mengidentifikasi kesulitan dan hambatan pelaksanaan pembelajaran pada pertemuan 1. Siklus 2 a. Rencana Tindakan Peneliti memperbaiki Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), LKS berdasarkan hasil refleksi, dan melanjutkan pembelajaran pengaruh globalisasi dipertemuan 3, sehingga pemahaman siswa mengenai pengaruh globalisasi lebih kompleks dan diakhiri dengan tes pada akhir siklus 2. b. Pelaksanaan Tindakan 1. Apersepsi dampak globalisasi di sekitar lingkungan. 2. Menyampaikan kompetensi dasar dan indikator yang akan dicapai dalam rencana kegiatan yang akan dilaksanakan.

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 3. Menggali kembali secara singkat mengenai berbagai pengaruh globalisasi. 4. Siswa menyimak penjelasan singkat dari guru mengetahui dampak dari globalisasi. 5. Guru menjelaskan bahwa dampak globalisasi dibagi menjadi 2 yaitu dampak positif dan dampak negative. 6. Siswa dibagi kelompok setiap kelompok terdiri dari 2 siswa. 7. Siswa melihat video tentang dampak globalisasi yang terjadi yaitu dampak positif dan negatif. 8. Siswa di bagi puzzle oleh guru. 9. Guru menjelaskan langkah-langkah mengerjakan puzzle. 10. Setiap kelompok maju ke depan kelas untuk memaparkan hasil diskusi. 11. Siswa dan guru membuat kesimpulan tentang materi yang telah dipelajari. 12. Siswa dibagi lembar evaluasi oleh guru. 13. Siswa mengerjakan lembar evaluasi. c. Pengamatan Selama proses pertemuan 3, peneliti mencatat hasil pengamatan pada lembar observasi. Saat proses pengamatan, pengamat melakukan kegiatan yaitu mengamati aspek afektif dan aspek psikomotorik siswa untuk aspek kognitif dapat dilihat pada waktu mempresentasikan hasil diskusi kelompok dan tes.

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 d. Refleksi Refleksi dilakukan peneliti pada pertemuan 3 akhir pertemuan pertama dan akhir pertemuan kedua adalah sebagai berikut: 1. Mengevaluasi apa yang dilakukan pada pelaksanaan pertemuan 2, tentang apa yang berhasil, kendala, dan hambatan yang dihadapi siswa. 2. Membandingkan hasil observasi mengenai kesadaran siswa akan nilai globalisasi dengan panduan wawancara terhadap guru dan sebagian siswa pada pertemuan 1 dan 2. 3. Membandingkan hasil tes dan observasi yang sudah dicapai dengan indikator keberhasilan yang telah ditetapkan untuk memutuskan apakah siklus dilanjutkan atau tidak. 3.4 Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui observasi aktivitas guru dan siswa dalam pembelajaran dikelas, wawancara dengan guru, wawancara dengan siswa, dokumentasi nilai ulangan harian siswa serta skala sikap kesadaran globalisasi. Tujuan dari masing-masing teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti yaitu 1) Observasi aktivitas guru dan siswa di kelas bertujuan untuk memperoleh gambaran situasi dan kondisi Proses Belajar Belajar PKn di kelas. 2) Wawancara dengan guru bertujuan untuk memperoleh data langsung dari guru. 3) Dokumentasi nilai ulangan harian siswa dan UTS bertujuan untuk memperoleh data kondisi

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 awal prestasi belajar PKn siswa serta kuesioner motivasi belajar siswa untuk memperoleh data kondisi awal dan akhir kesadaran siswa akan globalisasi pada mata pelajaran PKn. Adapun teknik pengumpulan data non tes adalah sebagai berikut: a. Observasi/ Pengamatan Observasi merupakan teknik pengumpulan data dengan cara mengamati setiap kejadian yang sedang berlangsung dan mencatatnya dengan alat observasi tentang hal-hal yang akan diamati atau diteliti. Observasi ini bertujuan untuk mengetahui berbagai aktivitas yang dilakukan oleh guru dan siswa dalam proses pembelajaran di kelas (Sanjaya, 209: 86). Sukmadinata (2008:220) mengungkapkan bahwa observasi merupakan suatu teknik atau cara mengumpulkan data dengan jalan mengadakan pengamatan terhadap kegiatan yang berlangsung. Kegiatan tersebut bisa berkenaan dengan cara guru mengajar, serta aktifitas siswa dalam mengikuti pembelajaran. Kegiatan obeservasi ini bertujuan untuk mengamati PBM (Proses Belajar Mengajar) pada mata pelajaran PKn yang telah dilakukan oleh guru dan siswa. Selain itu, oebservasi bertujuan untuk mengamati penerapan model pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif. b. Wawancara Wawancara merupakan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan secara verbal kepada orang-orang yang dianggap dapat memberikan

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 informasi atau penjelasan hal-hal yang dipandang perlu dan memiliki relevansi dengan permasalahan peneliti tindakan kelas (2008). Sedangkan menurut Sukmadinata (2008: 216), wawancara merupakan salah satu bentuk teknik pengumpulan data yang dilaksanakan secara lisan dalam pertemuan tatap muka secara individual dan kelompok. Wawancara dilakukan kepada guru dan siswa untuk mengetahui informasi yang berkaitan dengan kesadaran siswa akan nilai globalisasi. Wawancara ini bertujuan untuk melengkapi data yang diperoleh pada kondisi awal yang berkaitan dengan kesadaran siswa akan nilai globalisasi. c. Kuesioner (Skala sikap) Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya (Sugiyono, 2010: 199). Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini berdasarkan indikator-indikator yang sudah ditetapkan dan dikembangkan dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan yang bertujuan mengumpulkan data tentang kesadaran siswa akan nilai globalisasi pada mata pelajaran PKn kelas IV SD Negeri Sarikarya 2013/2014. d. Dokumentasi foto Pengambilan data melalui dokumentasi foto ini dilakukan pada saat proses pembelajaran berlangsung. Peneliti meminta bantuan

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 rekan untuk mengambil gambar, sehingga siswa tetap fokus dan tidak terjadi perubahan perilaku siswa pada saat pengambilan gambar. Dokumentasi ini akan memperkuat analisis hasil penelitian pada setiap siklus. Selain itu melalui dokumentasi foto dapat memperjelas data yang lain yang hanya dideskripsikan melalui observasi. Hasil dokumentasi ini, kemudian dideskripsikan sesuai dengan keadaan yang ada dan dipadukan dengan data lainnya. 3.5 Indikator dan Pengukuran Keberhasilan Suatu siklus dalam penelitian dikatakan berhasil apabila telah tercapainya indikator-indikator yang telah ditentukan. Deskripsi indikator keberhasilan yang ditargetkan oleh peneliti dalam penelitian yang akan dilaksanakan dapat dilihat pada tabel 2.

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 Tabel 2. Indikator Keberhasilan Indikator 1) Menyadari akan adanya nilai sebagai kualitas yang perlu diusahakan 2) Menyadari akan peranan nilai yang menjadi daya tarik manusia untuk mewujudkann ya 3) Menyadari akan saranasarana serta cara-cara yang perlu diusahakan demi terwujudnya nilai yang akan dituju 4) Menyadari sikap yang diperlukan demi terwujudnya nilai yang diterapkan 5) Menyadari tindakan yang perlu dilakukan demi terwujudnya nilai yang menjadi tujuan Deskriptor Indikator Keberhasilan Jumlah siswa yang mendapatkan skor kesadaran minimal cukup dibagi julmah seluruh siswa x 100% Jumlah siswa yang mendapatkan skor kesadaran minimal cukup dibagi julmah seluruh siswa x 100% Jumlah siswa yang mendapatkan skor kesadaran minimal cukup dibagi julmah seluruh siswa x 100% Jumlah siswa yang mendapatkan skor kesadaran minimal cukup dibagi julmah seluruh siswa x 100% Jumlah siswa yang mendapatkan skor kesadaran minimal cukup dibagi julmah seluruh siswa x 100% Kondisi Awal Target Capaian siklus 1 70% Target capaian siklus 2 Instrumen Non tes 60% Non tes 70% Non tes 60% Non tes 60% Non tes

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 Berdasarkan tabel 2. Indikator Keberhasilan, jika dalam pelaksanaan siklus 1 belum mencapai target, maka peneliti akan melakukan siklus 2 untuk memperbaiki atau untuk meningkatkan siklus 1 agar dapat mencapai target yang ditetapkan. 3.6 Instrumen Penelitian Instrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamati (Sugiyono, 2010: 148). Secara spesifik semua fenomena ini disebut variabel penelitian. Variabel penelitian ini adalah kesadaran siswa akan nilai globalisasi pada mata pelajaran PKn. Instrumen penelitian yang digunakan peneliti adalah non tes. Instrumen ini berupa skala sikap, observasi, dan wawancara yang digunakan untuk mengukur kesadaran siswa akan nilai globalisasi. Suatu instrumen yang digunakan untuk mengetahui kesadaran siswa dalam mengikuti pembelajaran. Berikut ini indikator kesadaran akan nilai globalisasi. a. Menyadari akan adanya nilai sebagai kualitas yang perlu diusahakan. b. Menyadari akan peranan nilai yang menjadi daya tarik manusia untuk mewujudkannya. c. Menyadari akan sarana-sarana serta cara-cara yang perlu diusahakan demi terwujudnya nilai yang akan dituju. d. Menyadari sikap yang diperlukan demi terwujudnya nilai yang diharapkan.

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 e. Menyadari tindakan yang perlu dilakukan demi terwujudnya nilai yang menajdi tujuan. Instrumen penelitian berupa skala sikap disusun peneliti dengan teman satu kelompok nilai globalisasi. Lembar skala sikap ini digunakan peneliti untuk mengetahui kesadaran siswa kelas IV SD Negeri Sarikarya pada mata pelajaran PKn spada kondisi awal, setelah siklus 1, dan setelah siklus 2. Sebelum instrumen dsajikan, peneliti bersama teman-teman mengembangkan tiap indikator. Pengembangan indikator tersebut bisa dilihat pada tabel 3.

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 Tabel 3. Pengembangan Indikator Skala Sikap Sebelum Validasi No 1 Penjabaran Indikator Favorable Menyadari akan Globalisasi mempermudah adanya nilai sebagai komunikasi antar manusia kualitas yang perlu diusahakan Saya suka makanan instan (Mie, nugget, burger,dll) Saya menyadari internet dapat memberikan informasi yang banyak Permainan tradisional banyak di sukai anak bangsa Saya menyadari bahwa lagu-lagu tradisional adalah salah satu budaya Indonesia Saya suka membeli makanan khas Indonesia 2 Menyadari akan peranan nilai yang menjadi daya tarik manusia untuk mewujudkannya. Saya menggunakan pakaian dengan rapi Saya mempelajari budaya asli Indonesia dengan tekun Saya menabung dengan menyisihkan uang jajan Saya bersemangat mempelajari tarian asli Indonesia Saya senang menyanyikan lagu-lagu daerah Saya senang menggunakan batik 3 Menyadari akan sarana-sarana/ penunjang/ wujud serta cara-cara tang perlu di usahakan demi terwujudnya nilai yang akan dituju. Saya merawat pakaian dengan baik supaya rapi Mengambil nilai positif dari film/ sinetron yang saya tonton Menonton tv diwaktuwaktu tertentu Saya suka bermain permainan tradisional Unfavorable Globalisasi adalah proses yang membuat rusak moral bangsa Saya menghindari makanan instan agar tidak sakit Internet dapat memberikan pengaruh buruk bagi generasi penerus bangsa Game online membuat saya lupa waktu Saya suka mendengarkan lagu K-pop Makanan luar negeri lebih lezat dari pada dalam negeri Saya menggunakan pakaian tidak sesuai dengan tata tertib sekolah Saya mempelajari budaya asing dengan tekun Saya menghabiskan uang jajan yang diberikan orang tua Saya bersemangat mempelajari tarian yang berasal dari luar negeri Saya senang menyanyi lagu-lagu metal/ punk Saya senang menggunakan jeans dan kaos Saya tidak pernah mencuci baju Saya suka mencontoh hal apapun dari film/ sinetron yang saya tonton Menonton tv dari pulang sekolah sampai malam Saya suka bermain game online/ playstation

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 Saya mencari materi pelajaran dari internet 4 5 Menyadari sikap/ sebelum melakukan yang diperlukan demi terwujudnya nilai yang diharapkan Menyadari tindakan yang perlu dilakukan demi terwujudnya nilai yang menjadi tujuan Membeli barang sesuai dengan kebutuhan Saya mengatur jam belajar dengan baik Menggunakan internet sesuai dengan tujuan yang baik Bersikap ramah dan hormat terhadap sesama Saya suka memakai barang-barang buatan negeri sendiri Saya memilih kebudayaan dari luar negeri sesuai dengan nilai-nilai pancasila Saya memakai Hp jika ada keperluan penting saja Saya senang dan bangga memakai pakaian batik buatan negeri sendiri Berdasarkan tabel 3, Saya menggunakan internet untuk bermain facebook, twitter, dll Saya menghabiskan uang untuk membeli barabfbarang kesukaan Saya menghabiskan waktu dengan bermain Internet membuat tugas saya cepat selesai Saya menghindari orang yang sedang kesusahan Saya senang memakai pakaian produk luar negeri Kebudayaan luar negeri sebaiknya ditiru dan dikembangkan Berbicara/ ngobrol lama dengan teman lewat Hp sangat mengasikkan Senang dan bangga menggunakan pakaian yang ngetren dari luar negeri pengembangan indikator skala sikapsebelum validasi terdapat 50 pernyataan. 25 pernyataan merupakan pernyataan favorable dan 25 sisanya merupakan pernyataan unfavorable. Setelah dirasa pengembangan indikator sudah cukup, peneliti dan rekanrekan menyalinnya ke lembar skala sikap dengan menggunakan keterangan SS (Sangat Setuju), S (Setuju), TS (Tidak Setuju), dan STS (Sangat Tidak Setuju). Lembar skala sikap bisa dilihat pada tabel 4.

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 Tabel 4. Lembar Skala Sikap Sebelum Validasi No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 Pernyataan Globalisasi mempermudah komunikasi antar manusia Saya suka makanan instan (Mie, nugget, burger,dll) Saya menyadari internet dapat memberikan informasi yang banyak Permainan tradisional banyak di sukai anak bangsa Saya menyadari bahwa lagu-lagu tradisional adalah budaya Indonesia Saya suka membeli makanan khas Indonesia Saya menggunakan pakaian dengan rapi Saya mempelajari budaya asli Indonesia dengan tekun Saya menabung dengan menyisihkan uang jajan Saya bersemangat mempelajari tarian asli Indonesia Saya senang menyanyikan lagu-lagu daerah Saya senang menggunakan batik Saya merawat pakaian dengan baik supaya rapi Mengambil nilai positif dari film/ sinetron yang saya tonton Menonton tv diwaktu-waktu tertentu Saya suka bermain permainan tradisional Saya mencari materi pelajaran dari internet Membeli barang sesuai dengan kebutuhan Saya mengatur jam belajar dengan baik Menggunakan internet sesuai dengan tujuan yang baik Bersikap ramah dan hormat terhadap sesama Saya suka memakai barang-barang buatan negeri sendiri Saya memilih kebudayaan dari luar negeri sesuai dengan nilai-nilai pancasila Saya memakai Hp jika ada keperluan penting saja Saya senang dan bangga memakai pakaian batik buatan negeri sendiri Globalisasi adalah proses yang membuat rusak moral bangsa Saya menghindari makanan instan agar tidak sakit Internet dapat memberikan pengaruh buruk bagi generasi penerus bangsa Game online membuat saya lupa waktu Saya suka mendengarkan lagu K-pop Makanan luar negeri lebih lezat dari pada dalam negeri Saya menggunakan pakaian tidak sesuai dengan tata tertib sekolah Saya mempelajari budaya asing dengan tekun SS S TS STS

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 Saya menghabiskan uang jajan yang diberikan orang tua Saya bersemangat mempelajari tarian yang berasal dari luar negeri Saya senang menyanyi lagu-lagu metal/ punk Saya senang menggunakan jeans dan kaos Saya tidak pernah mencuci baju Saya suka mencontoh hal apapun dari film/ sinetron yang saya tonton Menonton tv dari pulang sekolah sampai malam Saya suka bermain game online/ playstation Saya menggunakan internet untuk bermain facebook, twitter, dll Saya menghabiskan uang untuk membeli barabfbarang kesukaan Saya menghabiskan waktu dengan bermain Internet membuat tugas saya cepat selesai Saya menghindari orang yang sedang kesusahan Saya senang memakai pakaian produk luar negeri Kebudayaan luar negeri sebaiknya ditiru dan dikembangkan Berbicara/ ngobrol lama dengan teman lewat Hp sangat mengasikkan Senang dan bangga menggunakan pakaian yang ngetren dari luar negeri Tabel 4, lembar skala sikap kesadaran nilai globalisasi memiliki 50 pernyataan. Pernyataan favorable dan unfavorable diacak sehingga tidak begitu terlihat perbedaan antara pernyataan favorable dan unfavorable. Kisi-kisi instrumen skala sikap bisa dilihat pada tabel 5.

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 Tabel 5. Kisi-kisi Instrumen Skala Sikap No 1 2 3 4 5 Indikator Menyadari akan adanya nilai sebagai kualitas yang perlu diusahakan Menyadari akan peranan nilai yang menjadi daya tarik manusia untuk mewujudkannya. Menyadari akan sarana-sarana/ penunjang/ wujud serta cara-cara tang perlu di usahakan demi terwujudnya nilai yang akan dituju. Menyadari sikap/ sebelum melakukan yang diperlukan demi terwujudnya nilai yang diharapkan Menyadari tindakan yang perlu dilakukan demi terwujudnya nilai yang menjadi tujuan Favorable 1,2,3,4,5,6 Unfavorable 26,27,28,29,30,31 7,8,9,10,11,12 32,33,34,35,36,37 13,14,15,16,17 38,39,40,41,42 18,19,20,21 43,44,45,46 22,23,24,25 47,48,49,50 Sebelum validitas, terdapat 50 soal dalam lembar skala sikap. Lembar skala sikap menyangkup 5 indikator kesadaran siswa akan nilai globalisasi. Pernyataan nomor 1, 2, 3, 4, dan 5 merupakan penjabaran indikator favorabel pertama. Nomor 26,27,28,29,30,31 merupakan penjabaran indikator 7,8,9,10,11,12 unfavorabel merupakan pertama. penjabaran indikator Pernyataan nomor favorabel kedua. Pernyataan nomor 32,33,34,35,36,37 merupakan penjabaran indikator unfavorabel kedua. Pernyataan nomor 13,14,15,16,17 merupakan penjabaran indikator favorabel ketiga. Pernyataan nomor 38,39,40,41,42 merupakan penjabaran indikator unfavorabel ketiga. Pernyataan nomor 18,19,20,21 merupakan penjabaran favorable keempat. Pernyataan nomor 43,44,45,46 merupakan pernyataan unvaforabel keempat. Pernyataan

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 nomor 22,23,24,25 merupakan penjabaran indikator kelima. Dan yang terakhir pernyataan nomor 47,48,49,50 merupakan penjabaran indikator unfavorable kelima. Tabel 6. Lembar Skala Sikap Setelah Validasi No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 Pernyataan Saya menggunakan pakaian dengan rapi Saya merawat pakaian dengan baik supaya rapi Membeli barang sesuai dengan kebutuhan Saya mempelajari budaya asli Indonesia dengan tekun Tidak menonton televisi sampai larut malam Permainan tradisional merupakan permainan yang menarik bagi saya Saya bersemangat mempelajari tarian asli Indonesia Saya senang bermain permainan tradisional (dakon, engklek, dll) Bersikap ramah dan hormat terhadap sesama Saya senang dan bangga memakai pakaian batik buatan negeri sendiri Saya menyadari lagu-lagu tradisional adalah budaya asli Indonesia Saya senang menyanyikan lagu-lagu daerah Saya suka membeli makanan khas Indonesia Mengambil hal positif dari internet Saya menggunakan pakaian tidak tertib pada peraturan sekolah Saya tidak pernah mencuci baju Saya menghabiskan uang untuk membeli barangbarang kesuakaan Saya senang memakai pakaian produk luar negeri Malas mempelajari budaya ali Indonesia Mencontoh hal-hal buruk dari siaran televisi Saya menghabiskan waktu dengan bermain Kebudayaan luar negeri sebaiknya ditiru dan dikembangkan Internet dapat memberikan pengaruh buruk bagi generasi penerus bangsa Saya menghasiskan uang jajan yang diberikan orang tua Menonton TV sampai larut malam Saya senang bermain game di HP sampai lupa waktu SS Pilihan Jawaban S TS STS

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 27 28 29 30 31 32 33 34 35 Malas mempelajari tarian asli Indonesia Permainan tradisional tidak menyenangkan Saya menghindari orang yang sedang kesusahan Senang dan bangga menggunakan pakaian yang ngetren dari luar negeri Saya suka mendengarkan K-pop Malu menyanyikan lagu daerah Menggunakan internet untuk hal yang kurang baik (facebook untuk mengejek teman) Makanan luar negeri lebih lezat dari pada makanan dalam negeri Malu jika menggunakan batik Pada tabel 5, lembar skala sikap yang sudah di validasi terdapat 35 pernyataan tentang kesadaran siswa akan nilai globalisasi yang mencangkup 5 indikator. Pernyataan nomor 1,2,3,4,5,6 merupakan pernyataan indikator pertama yaitu menyadari akan adanya nilai sebagai kualitas yang perlu diusahakan. Pernyataan nomor 7,8,9,10,11,12,13,14,15,16 merupakan pernyataan dari indikator kedua yaitu menyadari akan peranan nilai yang menjadi daya tarik manusia untuk mewujudkannya. Kemudian pernyataan nomor 17,18,19,20,21,22,23,24,25 merupakan pernyataan indikator ketiga yaitu menyadari akan saranasarana/ penunjang/ wujud serta cara-cara tang perlu di usahakan demi terwujudnya nilai yang akan dituju. Pernyataan nomor 26,27,28,29,30 merupakan pernyataan dari indikator ke empat yaitu menyadari sikap/ sebelum melakukan yang diperlukan demi terwujudnya nilai yang diharapkan. Selanjutnya pernyataan nomor 31,32,33,34,dan 35 merupakan pernyataan dari indikator kelima yaitu menyadari tindakan yang perlu dilakukan demi terwujudnya nilai yang menjadi tujuan. Kisi-kisi lembar skala sikap yang akan digunakan bisa dilihat pada tabel 7.

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 Tabel 7. Kisi-kisi Skala Sikap yang Akan Digunakan No 1 2 3 4 5 3.7 Indikator Menyadari akan adanya nilai sebagai kualitas yang perlu diusahakan Menyadari akan peranan nilai yang menjadi daya tarik manusia untuk mewujudkannya. Menyadari akan sarana-sarana/ penunjang/ wujud serta cara-cara tang perlu di usahakan demi terwujudnya nilai yang akan dituju. Menyadari sikap/ sebelum melakukan yang diperlukan demi terwujudnya nilai yang diharapkan Menyadari tindakan yang perlu dilakukan demi terwujudnya nilai yang menjadi tujuan favorable 1,2,3,4,5 Unfavorable 6,7,8,9,10 11,12,13,14,15 16,17,18,19,20 21,22,23 24,25,26 27,28 29,30 31,32,33 34,35 Teknik Pengujian Instrumen Teknik pengujian instrumen yang digunakan peneliti dapat dilihat pada tabel 8. Variabel Penelitian dan Pengumpulan Data.

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 Tabel 8. Variabel Penelitian dan Pengumpulan Data Variabel Kesadaran siswa akan nilai globalisasi Kriteria Jenis Penilaian Instrumen Penelitian a. Menyadari akan adanya nilai sebagai kualitas yang perlu diusahakan. Non tes Lembar skala sikap Teknik Pengumpul an Data Penyebaran lembar skala sikap b. Menyadari akan peranan nilai yang menjadi daya tarik manusia untuk mewujudkannya. c. Menyadari akan sarana-sarana serta cara-cara yang perlu diusahakan demi terwujudnya nilai yang akan dituju. d. Menyadari sikap yang diperlukan demi terwujudnya nilai yang diharapkan. e. Menyadari tindakan yang perlu dilakukan demi terwujudnya nilai yang menajdi tujuan. Berdasarkan tabel 8, dapat diketahui bahwa peneliti melakukan penelitian terhadap kesadaran siswa pada mata pelajaran PKn. Peneliti mengukur kesadaran siswa akan nilai globalisasi menggunakan lembar skala sikap yang terdiri dari 35 pernyataan yang sudah divalidasi. pernyataan tersebut mencakup lima indikator pengembangan kesadaran

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 siswa akan nilai globalisasi. Indikator tersebut yaitu menyadari akan adanya nilai sebagai kualitas yang perlu diusahakan, menyadari akan peranan nilai yang menjadi daya tarik manusia untuk mewujudkannya, menyadari akan sarana-sarana serta cara-cara yang perlu diusahakan demi terwujudnya nilai yang akan dituju, menyadari sikap yang diperlukan demi terwujudnya nilai yang diharapkan, menyadari tindakan yang perlu dilakukan demi terwujudnya nilai yang menajdi tujuan. 3.8 Teknik Analisis Data Teknik yang digunakan untuk menganalisis data dalam penelitian ini adalah teknik deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Teknik deskriptif kualitatif merupakan data yang dinyatakan dalam bentuk kata, kalimat, dan gambar (Sugiyono, 1999:14). Teknik ini digunakan untuk menjelaskan kembali hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi secara kualitatif.Teknik kuantitatif merupakan teknik penelitian yang berbentuk angka (Sugiyono, 1999: 14). Dalam penelitian ini yang perlu dianalisis yaitu analisis data skala sikap. Peningkatan kesadrana siswa akan nilai globalisasi dilihat melalui 5 indikator. Terdapat 35 pernyataan skala sikap kesadaran siswa akan nilai globalisasi. Masing-masing pernyataan memiliki 5 alternatif jawaban. Kriteria perhitungan skor bisa dilihat pada tabel 9.

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 Tabel 9. Kriteria Perhitungan Skor Skor Alternatif Jawaban Favorable Unfavorable Sangat Sesuai (SS) 5 1 Sesuai(S) 4 2 Cukup Sesuai (CS) 3 3 Tidak Sesuai (TS) 2 4 Sangat Tidak Sesuai (STS) 1 5 Dalam penelitian ini bentuk skala sikap yang akan digunakan adalah bentuk check list. Skala yang akan digunakan adalah skala Likert untuk mengetahui tingkat kesadaran siswa akan nilai disiplin. Dalam skala Likert terdapat empat alternatif jawaban sebagai berikut : Sangat Sesuai (SS), Sesuai (S), Tidak Sesuai (TS), Cukup Sesuai (CS), dan Sangat Tidak Sesuai (STS). Berdasarkan tabel 6, hasil dari jawaban siswa akan dihitung dengan model Penilaian Acuan Patokan (PAP) tipe I. Peneliti telah menetapkan suatu batas kesadaran siswa yang dianggap baik atau lulus skor kesadararn (passing skor) dari keseluruhan bahan yakni 75% dari total skor yang diperoleh. Jadi, passing score berada pada persentil 75. Hal ini dianggap sebagai persentil maksimal karena sebagai batas kesadaran siswa minimal.

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 Tabel 10. Acuan PAP tipe I Tingkat kesadaran 90% - 100% 80% - 89% 65% - 79% 55% - 64% 0 - 54% Nilai Huruf A B C D E Keterangan Sangat Sadar Sadar Cukup Sadar Tidak Sadar Sangat tidak Sadar Pada tabel 10, siswa dikatakan sesuai dengan kesadaran diri mereka jika tingkat kesadaran siswa berada pada 65% atau siswa dikatakan sadar ketika berada pada posisi nilai C. berikut ini perhitungan tiap indikator. a. Indikator 1 Tabel 11. Perhitungan Indikator 1 Skor maksimal Skor minimal 6 pernyataan x jawaban sesuai (5) = 30 6 pernyataan x jawaban sangat tidak sesuai (1) = 6 30-6=24 Range Dari tabel 11 dapat diketahui bahwa range pada indikator 1 adalah 24. Dari range tersebut akan dicari batas nilai untuk penggolongan kesadaran siswa. Batas nilai tersebut dicari berdasarkan PAP Tipe 1 . Batas nilai tersebut dapat dilihat pada tabel 12. Tabel 12. Batas Bawah Rentangan Skor Indikator 1 Presentase 90 % – 100% 80% - 89% 65% - 79% 55% - 64% 0 – 54% Tingkat kesadaran 90% x 24=21,6 80% x 24=19,2 65% x 24=15,6 55% x 24=13,2 0 - 54% Rentangan Skor 21-30 19-20 15-18 13-14 0-12 Nilai huruf A B C D E Keterangan Sangat Sadar Sadar Cukup sadar Tidak Sadar Sangat Tidak sadar

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 Dari tabel dapat diketahui bahwa pada indikator 1 menyadari akan adanya nilai sebagai kualitas yang perlu diusahakan. Siswa dikatakan sadar akan nilai globalisasi jika mendapat skor minimal 18. Pada kondisi awal hanya ada 42,85% atau 12 dari 28 siswa yang memiliki kesadaran akan nilai globalisasi. Target pencapaian siklus 1 pada indikator 1 adalah 70% atau minimal 22 dari 28 siswa yang memiliki kesadaran akan nilai globalisasi. Dan terget capaian siklus 2 sebanyak 70%. Persentase siswa pada indikator 1 dapat dihitung sebagai berikut : Jumlah siswa yang cukup sadar x 100% Jumlah seluruh siswa b. Perhitungan Indikator 2 Tabel 13. Perhitungan Indikator 2 Skor maksimal Skor minimal Range 10 pernyataan x jawaban sesuai (5) = 50 10 pernyataan x jawaban sangat tidak sesuai (1) = 10 50-10=40 Dari tabel 13 dapat diketahui bahwa range pada indikator 2 adalah 40. Dari range tersebut akan dicari batas nilai untuk penggolongan kesadaran siswa. Batas nilai tersebut dicari berdasarkan PAP Tipe 1 . Batas nilai tersebut dapat dilihat pada tabel 14.

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 Tabel 14. Batas Bawah Rentangan Skor Indikator 2 Presentase 90% - 100% 80% - 89% 65% - 79% 55% - 64% 0 - 45% Tingkat kesadaran 90% x 40=36 80% x 40=32 65% x 40=26 55% x 40=22 0 - 54% Skor yang diperoleh 36-50 32-35 26-31 22-25 0-21 Nilai huruf A B C D E Keterangan Sangat Sadar Sadar Cukup sadar Tidak Sadar Sangat Tidak sadar Dari tabel 14 dapat diketahui bahwa pada indikator 2 yaitu menyadari akan peranan nilai yang menjadi daya tarik manusia untuk mewujudkannya. Siswa dikatakan sadar akan nilai globalisasi jika mendapat skor minimal 31. Pada kondisi awal hanya ada 75% atau 21 dari 28 siswa yang memiliki kesadaran akan nilai globalisasi. Target pencapaian siklus 1 pada indikator 1 adalah 80% atau minimal 23 dari 28 siswa yang memiliki kesadaran akan nilai globalisasi. Dan terget capaian siklus 2 adalah 90% yang memiliki kesadaran akan nilai globalisasi. Persentase siswa pada indikator 2 dapat dihitung sebagai berikut : Jumlah siswa yang cukup sadar x 100% Jumlah seluruh siswa

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 c. Perhitungan Indikator 3 Tabel 15. Perhitungan Indikator 3 Skor maksimal Skor minimal 9 pernyataan x jawaban sesuai (5) = 45 9 pernyataan x jawaban sangat tidak sesuai (1) = 9 45-9=36 Range Dari tabel 15 dapat diketahui bahwa range pada indikator 3 adalah 36. Dari range tersebut akan dicari batas nilai untuk penggolongan kesadaran siswa. Batas nilai tersebut dicari berdasarkan PAP Tipe 1 . Batas nilai tersebut dapat dilihat pada tabel 16. Tabel 16. Batas Bawah Rentangan Skor Indikator 3 Presentase 90% - 100% 80% - 89% 65% - 79% 55% - 64% 0 – 54% Tingkat kesadaran 90% x 36=32,4 80% x 36=28,8 65% x 36=23,4 55% x 36=19,8 0 - 54% Skor yang diperoleh 32-40 28-31 23-27 19-22 0-18 Nilai huruf A B C D E Keterangan Sangat Sadar Sadar Cukup sadar Tidak Sadar Sangat Tidak sadar Dari tabel 16 dapat diketahui bahwa pada indikator 3 menyadari akan sarana-sarana serta cara-cara yang perlu diusahakan demi terwujudnya nilai yang akan dituju. Siswa dikatakan sadar akan nilai globalisasi jika mendapat skor minimal 27. Pada kondisi awal hanya ada 64,28% atau 22 dari 28 siswa yang memiliki kesadaran akan nilai globalisasi. Target pencapaian siklus 1 pada indikator adalah 70% siswa

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 yang memiliki kesadaran akan nilai globalisasi. Dan target capaian siklus 2 adalah 90%. Persentase siswa pada indikator 1 dapat dihitung sebagai berikut: Jumlah siswa yang cukup sadar x 100% Jumlah seluruh siswa d. Perhitungan Indikator 4 Tabel 17. Perhitungan Indikator 4 Skor maksimal Skor minimal 5 pernyataan x jawaban sesuai (5) = 25 5 pernyataan x jawaban sangat tidak sesuai (1) = 5 25-5=20 Range Dari tabel 17 dapat diketahui bahwa range pada indikator 4 adalah 20. Dari range tersebut akan dicari batas nilai untuk penggolongan kesadaran siswa. Batas nilai tersebut dicari berdasarkan PAP Tipe 1 . Batas nilai tersebut dapat dilihat pada tabel 18. Tabel 18. Batas Bawah Rentangan Skor Indikator 4 Presentase 90% - 100% 80% - 89% 65% - 79% 55% - 64% 0 – 54% Tingkat kesadaran 90% x 20= 18 80% x 20=16 65% x 20=13 55% x 20=11 0 – 54% Skor yang diperoleh 18-25 16-17 13-15 11-12 0-19 Nilai huruf A B C D E Keterangan Sangat Sadar Sadar Cukup sadar Tidak Sadar Sangat Tidak sadar

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 Dari tabel 18 dapat diketahui bahwa pada indikator menyadari sikap sebelum melakukan yang diperlukan demi terwujudnya nilai yang diharapkan. Siswa dikatakan sadar akan nilai globalisasi jika mendapat skor minimal 15. Pada kondisi awal hanya ada 67,85% atau 21 dari 28 siswa yang memiliki kesadaran akan nilai globalisasi. Target pencapaian siklus pada indikator 4 adalah 80% atau minimal 20 dari 28 siswa yang memiliki kesadaran akan nilai globalisasi. Dan target capaian siklus 2 adalah 90%. Persentase siswa pada indikator 1 dapat dihitung sebagai berikut : Jumlah siswa yang cukup sadar x 100% Jumlah seluruh siswa e. Perhitungan Indikator 5 Tabel 19. Perhitungan Indikator 5 Skor maksimal Skor minimal Range 5 pernyataan x jawaban sesuai (5) = 25 5 pernyataan x jawaban sangat tidak sesuai (1) = 5 25-5=20 Dari tabel 19 dapat diketahui bahwa range pada indikator 5 adalah 20. Dari range tersebut akan dicari batas nilai untuk penggolongan kesadaran siswa. Batas nilai tersebut dicari berdasarkan PAP Tipe 1 . Batas nilai tersebut dapat dilihat pada tabel 20.

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79 Tabel 20. Batas Bawah Rentangan Skor Indikator 5 Presentase 90% - 100% 80% - 89% 65% - 64% 55% - 64% 0 – 54% Tingkat kesadaran 90% x 20= 18 80% x 20=16 65% x 20=13 55% x 20=11 0 - 54% Skor yang diperoleh 18-25 16-17 13-15 11-12 0-9 Nilai huruf A B C D E Keterangan Sangat Sadar Sadar Cukup sadar Tidak Sadar Sangat Tidak sadar Dari tabel 20 dapat diketahui bahwa pada indikator menyadari tindakan yang perlu dilakukan demi terwujudnya nilai yang menjadi tujuan. Siswa dikatakan sadar akan nilai globalisasi jika mendapat skor minimal 13. Pada kondisi awal hanya ada 67,85% atau 19 dari 28 siswa yang memiliki kesadaran akan nilai globalisasi. Target pencapaian siklus 1 pada indikator 1 adalah 70% atau minimal 17 dari 28 siswa yang memiliki kesadaran akan nilai globalisasi. Dan target capaian pada siklus 2 adalah 80%. Persentase siswa pada indikator 1 dapat dihitung sebagai berikut : Jumlah siswa yang cukup sadar x 100% Jumlah seluruh siswa Perhitungan keseluruhan indikator dapat dihitung sebagai berikut: Kondisi awal + siklus 1 + siklus 2 3

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80 3.9 Jadwal Penelitian Kegiatan ini dilakukan pada tahun 2014 dengan pemetaan sebagai berikut: 3 4 5 6 7 Penghitungan taraf validitas dan reliabilitas Pengumpulan data 8 Analisa data 9 Pembahasan 10 11 Bimbingan dengan dosen Ujian skripsi 12 Revisi skripsi Agt Juli Juni Mei Apl Mrt Konsultasi Bab I, II, dan II Bimbingan dengan dosen Penyusunan instrumen Ujicoba instrumen Feb 2 Jan Penyusunan Proposal Des 1 Nov Jadwal Sept No Okt Tabel 21. Jadwal Penelitian

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81 3.10 Uji Validitas dan Reliabilitas 3.10.1 Uji Validitas Menurut Arikunto (2009:167) validitas adalah keadaan yang menggambarkan tingkat instrumen yang bersangkutan mampu mengukur apa yang akan diukur. Adapun validitas yang sering digunakan dalam penelitian menurut Masidjo (2010:243) yaitu: validitas isi (content validity) yaitu suatu validitas yang menunjukkan sampai dimana isi suatu tes atau alat pengukur mencerminkan hal-hal yang mau diukur atau diteskan. Uji validitas dalam penelitian ini yaitu validitas konstruk. Menurut Arikunto (2009:170), validitas tes adalah tingkat sesuatu tes mampu mengukur apa yang hendak diukur. Uji validitas instrumen dalam penelitian ini merupakan validitas konstruksi, dalam pengujian instrumen menggunakan pendapat ahli (experts judgment). Menurut Sugiyono (2009:125) yang dimaksud dengan expert jugdement adalah menguji instrumen dengan melakukan penyimpulan pendapat dari ahli. Instrumen penelitian yang telah dibuat oleh peneliti kemudian divalidasi dengan menggunakan expert judgement atau di konsultasikan dengan para ahli. Dalam penelitian ini instrumen yang dibuat berupa skala sikap. Uji validitas dilakukan oleh beberapa dosen sehingga menghasilkan data yang valid. Setelah itu perhitungan skor validitas dibantu dengan program SPSS 16. Tujuan penggunaan SPSS 16 adalah mempermudah peneliti dalam menghitung kesadaran siswa akan nilai globalisasi.

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82 Tabel 22. Validitas Item Skala Sikap Kesadaran Siswa Akan Nilai Globalisasi No. Indikator Jumlah pernyataan Unfavorable Jumlah Ketrangan Jumlah pernyataan Favorable Valid Tidak Valid 1 Menyadari akan 1,2,3,4,5,6 adanya nilai sebagai kualitas yang perlu diusahakan. 26,27,28,29,30,3 12 1 3 4 2 Menyadari akan 7,8,9,10,11,1 peranan nilai yang 2 menjadi daya tarik manusia untuk mewujudkannya 32,33,34,35,36,3 12 7 5 4 3 Menyadari akan 13,14,15,16, sarana-sarana serta 27 cara-cara yang perlu diusahakan demi terwujudnya nilai yang akan dituju. 38,39,40,41,42 10 3 2 4 Menyadari sikap 18,19,20,21 yang diperlukan demi terwujudnya nilai yang diharapkan 43,44,45,46 8 4 3 5 Menyadari tindakan 22,23,24,25 yang perlu dilakukan demi terwujudnya nilai yang menajdi tujuan. 47,48,49,50 8 3 4 25 50 18 17 Jumlah 25

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 83 3.10.2 Reliabilitas Reliabilitas adalah tingkatan dimana suatu tes mampu menunjukkan konsistensi hasil pengukuran dalam bentuk ketetapan dan ketelitian hasil suatu tes. Tes dikatan reliable, jika menunjukkan ketepatan dan ketelitian hasil dalam satu atau berbagai pengukuran. Dalam hal ini, reliabilitas dapat ditempuh dengan cara diujikan di lapangan. Reliabilitas merupakan terjemahan dari kata reliability. Suatu pengukuran yang mampu menghasilkan data yang memiliki tingkat reliabilitas tinggi disebut sebagai pengukuran yang reliabel. Konsep dalam reliabilitas adalah sejauhmana hasil suatu proses pengukuran dapat dipercaya (Azwar, 2012:7). Tabel 23. Koefisien Korelasi Reliabilitas (Masidjo, 2010:243) Koefisien Korelasi (X) Kualifikasi 0,91 - 1,00 Sangat tinggi 0,71 - 0,90 Tinggi 0,41 – 0,70 Cukup 0,21 – 0,40 Rendah Negatif – 0,20 Sangat Rendah Tabel 24. Reabilitas Aspek Kesadaran Siswa akan Nilai Globalisasi SD Kanisius Cronbach Alpha Kualifikasi Demangan Baru I 0,869 Tinggi

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 84 Berdasarkan tabel 24, pada aspek kesadaran siswa akan nilai globalisasiyaitu 0,869 dengan kualifikasi stinggi. Setelah melalui uji validitas dan reliabilitas diperoleh kesimpulan bahwa instrumen yang digunakan untuk penelitian dinyatakan valid dan reliabel.

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Dalam bab IV ini, ada dua hal yang diuraikan oleh peneliti. Dua hal tersebut adalah hasil penelitian yang telah dilakukan dan pembahasannya. Berikut penjelasan hasil penelitian dan pembahasan dalam penelitian ini: 4.1 Hasil Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 18 April 2013 dan 22 April 2013. Penelitian dilaksanakan 2 kali pertemuan dalam satu siklus. Data penelitian diperoleh melalui siklus pertama yang terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Adapun hasil penelitian dapat peneliti uraikan sebagai berikut: 4.1.1 Paparan Kegiatan Siklus I Siklus I ini dilaksanakan melalui 4 tahap sebagai berikut: a. Perencanaan Tahap perencanaan yang dilakukan oleh peneliti meliputi permintaan ijin kepada kepala sekolah untuk melaksanakan penelitian di SD Negeri Sarikarya. Permintaan ijin tersebut dilakukan peneliti pada bulan Januari 2014. Setelah kepala sekolah memberikan ijin untuk melaksanakan penelitian, peneliti menemui guru mata pelajaran PKn kelas IV untuk berdiskusi menentukan waktu untuk pengumpulan 85

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86 data awal dengan wawancara, observasi dan dokumentasi data nilai. Pengumpulan data awal ini berlangsung mulai tanggal 5 Maret 2014. Berdasarkan pengumpulan data awal yang diperoleh, peneliti menemukan masalah yang perlu diatasi dalam Proses Belajar Mengajar (PBM) PKn di kelas IV yaitu berkaitan dengan kesadaran siswa memahami globalisasi serta belum digunakannya metode pembelajaran yang sesuai dengan kondisi siswa. Setelah berdiskusi dengan guru, peneliti memutuskan untuk mengatasi masalah tersebut dengan menggunakan model pembelajaran Pedagogi Reflektif. Pada tahap perencanaan ini peneliti berkolaborasi dengan guru menentukan materi pembelajaran yang diajarkan yaitu tentang Menunjukkan sikap terhadap globalisasi di lingkungannya. Terdiri dari 3 materi pokok yaitu 1) Pengaruh globalisasi, 2) Dampak (positif dan negatif) pengaruh globalisasi, 3) Sikap kita terhadap pengaruh globalisasi. Setelah memahami materi ajar yang akan diajarkan, peneliti menyiapkan instrumen perangkat pembelajaran yaitu Silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Media Pembelajaran (berupa gambar globalisasi dan video tentang globalisasi), Lembar Kerja Siswa (LKS), Soal Evaluasi serta kelengkapan peralatan yang digunakan seperti laptop, viewer, dan roll kabel. Peneliti membuat Silabus dan RPP berdasarkan format yang biasa digunakan di SD yang menggunakan model pembelajaran PPR. Media pembelajaran, guru dan peneliti memutuskan untuk membuat

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 87 media pembelajaran berdasarkan materi pembelajaran yang ada di buku paket yang di gunakan di SD Negeri Sarikarya yaitu dari BSE. Media pembelajaran berupa kumpulan gambar mengenai globalisasi dan video yang memaparkan dampak-dampak negatif dan positif globalisasi. Selain instrumen pembelajaran, peneliti juga mempersiapkan Lembar Skala Sikap yang akan digunakan untuk mengukur kesadaran siswa. Instrumen perangkat pembelajaran dan instrumen penelitian yang akan digunakan oleh peneliti diuji dan dihitung validitas dan reliabilitasnya. b. Tindakan Pelaksanaan tahap tindakan siklus I dilaksanakan sebanyak 2 kali pertemuan. Setiap pertemuan dilaksanakan 2 jam pertemuan (2JP). Setiap jam pertemuan memiliki waktu 35 menit. Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Rabu, 26 Maret 2014, dengan materi pokok bahasan tentang Pengaruh Globalisasi dan sub materi tentang Pengertian Globalisasi. Pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Rabu, 2014. Materi yang dibahas adalah Dampak (positif dan negatif) Pengaruh Globalisasi, dengan sub materi 1) Dampak Positif, 2) Dampak Negatif. Dalam pelaksanaan pertemuan kedua ini juga disertai dengan evaluasi.

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 88 c. Observasi Pada tahap observasi, peneliti mengamati kegiatan selama pembelajaran berlangsung. Pada pertemuan pertama siswa terlihat senang mengikuti kegiatan pembelajaran. Hal ini terbukti dengan adanya keterlibatan siswa untuk membantu mempersiapkan kegiatan opembelajaran yang akan dilaksanakan. Sebelum mulai kegiatan belajar, beberapa siswa membatu mempersiapkan media gambar dan dipasangkan di papan tulis. Aktivitas di dalam kegiatan inti pembelajaran pertemuan pertama diawali dengan menyanyikan lagu “Naik Kereta Api”. Seluruh siswa sangat senang menyanyikan lagu tersebut sambil berdiri dan tepuk tangan. Setelah lagu dinyanyikan sebanyak 2 kali, siswa dan guru saling bertanya jawab mengenai alat transportasi yang digunakan. Setelah itu siswa memperhatikan gambar yang ada di papan tulis. Siswa menyebutkan gambar globalisasi. Setelah itu seluruh siswa dibagi dalam kelompok untuk menuliskan sarana globalisasi apa saja yang sudah pernah digunakan di LKS (Lembar Kerja Siswa). Masing-masing kelompok menyebutkan salah satu sarana globalisasi yang pernah digunakan. Pada pertemuan kedua, sebelum pelajaran dimulai beberapa siswa membantu mempersiapkan macam-macam gambar globalisasi di papan tulis. Setelah semua bahan belajar sudah siap, siswa bertanya jawab dengan guru mengenai contoh-contoh globalisasi. Kegiatan

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 89 selanjutnya adalah menyusun puzzle. Setelah puzzle sudah tersusun, masing-masing kelompok menyampaikan apa isi dari puzzle tersebut. Pada akhir pertemuan kedua, guru membahas materi yang sudah dipelajari siswa secara singkat. Kemudian guru memberikan soal evaluasi yang berjumlah 10 soal uraian untuk dikerjakan siswa. Setelah selesai mengerjakan soal evaluasi siswa mengisi Lembar Skala Sikap untuk melihat peningkatan kesadaran siswa setelah kondisi awal. Berdasarkan paparan hasil observasi, peneliti menyimpulkan bahwa secara keseluruhan proses beajar mengajar di kelas IV selama tindakan sudah berlangsung sesuai dengan model pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif. d. Refleksi Pelaksanaan kegiatan belajar dalam siklus I sudah sesuai dengan PRR yang dibuat peneliti. Pertemuan pertama dilaksanakan pada tanggal 6 Maret 2014. Aktivitas pembelajaran pada pertemuan pertama adalah pemahaman dasar mengenai globalisasi yaitu pengertian globalisasi. Masing-masing siswa mengamati gambar yang ada di papan tulis kemudian mengerjakan Lembar Aktivitas Siswa.dalam kelompok. Setelah itu, masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi mereka di depan kelas. Peneliti belum mengalami kendala pada persiapan pembelajaran pertemuan pertama ini. Sebelumnya peneliti sudah menyiapkan double tipe untuk

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 90 pemasangan gambar di papan tulis. Saat pembelajaran berlangsung, siswa dapat menjawab pertanyaan dari guru mengenai pengertian globalisasi. Pada pertemuan kedua, peneliti menyiapkan gambar mengenai globalisasi yang sudah ditampilkan pada pertemuan sebelumnya. Gambar globalisasi ditampilkan kembali untuk memberikan contoh dampak positif dan negatif adanya globalisasi. Aktivitas pada pertemuan kedua ini siswa memasangkan puzzle yang sudah peneliti siapkan. Pemasangan puzzle dilakukan dalam kelompok yang terdiri dari 2 orang siswa. Setelah puzzle dipasang, siswa maju kedepang dengan semmangat untuk menyampaikan isi dari puzzle yang sudah mereka pasang. Siswa diberi kesempatan untuk bertanya kepada guru jika masih ada materi yang kurang dipahami. Kegiatan selanjutnya yang dilakukan adalah mengerjakan evaluasi dan lembar skala sikap untuk diisi. Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar pada pertemuan kedua berlangsung sesuai dengan RPP. 4.1.2 Hasil Penelitian Siklus I Penelitian tindakan kelas ini menggunakan model pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) untuk meningkatkan kesadaran siswa akan nilai globalisasi. Adapun hasil penelitian yang diperoleh adalah kualitas proses pembelajaran berupa kesadaran siswa akan nilai globalisasi. Proses pembelajaran yang sudah dilaksanakan menghasilkan

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 91 kesadaran siswa akan nilai globalisasi pada mata pelajaran PKn. Alat ukur yang digunakan adalah Lembar Skala Sikap. Lembar Skala Sikap Kesadaran Nilai Globalisasi diisi siswa yang terdiri dari 35 pernyataan yang mewakili 5 indikator kesadaran siswa akan niulai globalisasi. Indikator 1 adalah menyadari akan adanya nilai sebagai kualitas yang perlu diusahakan. Inikator 2 adalah menyadari akan peranan nilai yang menjadi daya tarik manusia untuk mewujudkannya. Indikator 3 adalah menyadari akan sarana-sarana serta cara-cara yang perlu diusahakan demi terwujudnya nilai yang akan dituju. Indikator 4 adalah menyadari sikap yang diperlukan demi terwujudnya nilai yang diterapkan. Dan indikator 5 adalah menyadari tindakan yang perlu dilakukan demi terwujudnya nilai yang menjadi tujuan. Peneliti menggunakan lembar skala sikap yang diberikan di awal sebelum melakukan kegiatan pembelajaran untuk dijadikan data kesadaran akan nilai globalisasi siswa pada kondisi awal dan lembar skala sikap kesadaran siswa yang diberikan di akhir pertemuan kedua untuk dijadikan data kesadaran akan nilai globalisasi siswa pada kondisi tengah. Kemudian lembar skala sikap diberikan pada akhir pertemuan keempat untuk menentukan kondisi akhir siswa. Peneliti kemudian menghitung nilai skor pada lembar skala sikap kesadaran siswa pada kondisi awal, kondisi tengah, dan kondisi akhir yang telah diisi oleh siswa.

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 92 4.1.3 Paparan Kegiatan Siklus 2 Siklus II ini dilaksanakan melalui 4 tahap sebagai berikut: a. Perencanaan Pada tahap perencanaan ini peneliti berkolaborasi dengan guru menentukan materi pembelajaran yang diajarkan yaitu tentang Menentukan sikap terhadap pengaruh globalisasi yang terjadi di lingkungannya. Setelah memahami materi ajar yang akan diajarkan, peneliti menyiapkan instrumen perangkat pembelajaran yaitu Silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Media Pembelajaran (berupa gambar globalisasi dan video tentang globalisasi), Lembar Kerja Siswa (LKS), Soal Evaluasi serta kelengkapan peralatan yang digunakan seperti laptop, viewer, dan roll kabel. Media pembelajaran yang digunakan pada siklus 2berupa video yang memaparkan dampak-dampak negatif dan positif globalisasi. Peneliti juga mempersiapkan Lembar Skala Sikap yang akan digunakan untuk mengukur kesadaran siswa sebelum melaksanakan siklus 2. Pada akhir pertemuan yaitu pertemuan keempat, peneliti juga memberikan lembar skal sikap untuk mengetahui peningkatan kesadaran dari siklus I ke siklus 2 pada tiap indikator.

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93 b. Tindakan Pelaksanaan tahap tindakan siklus II dilaksanakan sebanyak 2 kali pertemuan. Setiap pertemuan dilaksanakan 2 jam pertemuan (2JP). Setiap jam pertemuan memiliki waktu 35 menit. Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Rabu, 13 Maret 2014, dengan materi pokok bahasan tentang Pengaruh Globalisasi dan sub materi tentang Pengertian Globalisasi. Pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Rabu, 20 maret 2014. Materi yang diajarkan mengenai menentukan sikap terhadap pengaruh globalisasi yang terjadi di lingkungannya. Evaluasi dilakukan pada pertemuan kedua siklus 2. c. Observasi Pada tahap observasi, peneliti mengamati kegiatan selama pembelajaran berlangsung. Sama seperti pertemuan pertama dan keduapada siswa terlihat senang mengikuti kegiatan pembelajaran. Hal ini terbukti dengan adanya keterlibatan siswa untuk membantu mempersiapkan kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan. Sebelum mulai kegiatan belajar. Ada juga beberapa siswa yang bertanya pelajaran apa yang akan dipelajari. Aktivitas di dalam kegiatan inti pembelajaran pertemuan pertama diawali dengan melihat video. Seluruh siswa memperhatikan video yang sedang ditampilkan. Siswa yang belum paham meminta

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 94 guru untuk mengulang kembali videonya. Setelah semua dirasa cukup, siswa dibagikan LKS dan dikerjakan secara berkelompok. Masingmasing kelompok menyebutkan salah satu cara untuk mengurangi dampak globalisasi. Pada pertemuan keempat, media yang digunakan juge video. Namun, video yang ditampilkan berbeda dengan pertemuan sebelumnya. Video yang ditampilkan mengenai contoh kegiatan orang Indonesia yang baik maupun yang buruk. Setelah jawaban siswa dibahas bersama-sama, guru memberikan lembar evaluasi dan skala sikap kesadaran siswa akan nilai globalisasi. Berdasarkan paparan hasil observasi, peneliti menyimpulkan bahwa secara keseluruhan proses beajar mengajar di kelas IV selama tindakan sudah berlangsung sesuai dengan RPP yang telah disusun peneliti. d. Refleksi Pelaksanaan kegiatan belajar dalam siklus I sudah sesuai dengan PRR yang dibuat peneliti. Aktivitas pembelajaran pada pertemuan ketiga dan keempat yaitu menentukan sikap terhadap pengaruh globalisasi yang terjadi di lingkungannya Masing-masing siswa menyimak video kemudian mengerjakan Lembar Aktivitas Siswa dalam kelompok. Setelah itu, masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi mereka di depan kelas. Peneliti mengalami kendala pada persiapan pembelajaran pertemuan ketiga

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 95 dan keempat ini. Kendala yang dilalami peneliti saat memasang kabel proyektor yang jauh dari sumber listrik. Namun siswa banyak yang membantu agaar pelajaran segera dimulai. Pada pertemuan keempat, siswa senang karena diajak untuk melihat video lagi. Siswa yang sudah paham isi video menjawab LKS yang sudah diberikan guru. Siswa yang sudah selesai mengerjakan LKS ditunjuk guru untuk menjawab aktivitas yang ditampilkan pada video merupakan dampak positif atau dampak negatif. Selain itu siswa juga memberikan alasan dan solusi agar tidak terjebak dalam dampak buruk globalisasi. Siswa diberi kesempatan untuk bertanya kepada guru jika masih ada materi yang kurang dipahami. Kegiatan selanjutnya yang dilakukan adalah mengerjakan evaluasi dan lembar skala sikap untuk diisi. Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar pada pertemuan kedua berlangsung sesuai dengan RPP. 4.1.4 Hasil Penelitian Siklus 1 dan Siklus 2 Penelitian tindakan kelas ini menggunakan model pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) untuk meningkatkan kesadaran siswa akan nilai globalisasi. Adapun hasil penelitian yang diperoleh adalah kualitas proses pembelajaran berupa kesadaran siswa akan nilai globalisasi.

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 96 4.1.4.1 Kualitas Proses Pembelajaran Proses pembelajaran yang sudah dilaksanakan menghasilkan kesadaran siswa akan nilai globalisasi pada mata pelajaran PKn. Alat ukur yang digunakan adalah Lembar Skala Sikap. Lembar Skala Sikap Kesadaran Nilai Globalisasi diisi siswa yang terdiri dari 35 pernyataan yang mewakili 5 indikator kesadaran siswa akan niulai globalisasi. Indikator 1 adalah menyadari akan adanya nilai sebagai kualitas yang perlu diusahakan. Inikator 2 adalah menyadari akan peranan nilai yang menjadi daya tarik manusia untuk mewujudkannya. Indikator 3 adalah menyadari akan sarana-sarana serta cara-cara yang perlu diusahakan demi terwujudnya nilai yang akan dituju. Indikator 4 adalah menyadari sikap yang diperlukan demi terwujudnya nilai yang diterapkan. Dan indikator 5 adalah menyadari tindakan yang perlu dilakukan demi terwujudnya nilai yang menjadi tujuan. Peneliti menggunakan lembar skala sikap yang diberikan di awal siklus 2 untuk dijadikan data kesadaran akan nilai globalisasi siswa pada siklus 2. Kemudian lembar skala sikap diberikan pada akhir pertemuan keempat untuk menentukan kondisi akhir siswa. Peneliti kemudian menghitung nilai skor pada lembar skala sikap kesadaran siswa pada kondisi awal, siklus 1, dan siklus 2 yang telah diisi oleh siswa. Perhitungan skor kesadaran siswa indikator 1, indikator 2, indikator 3, indikator 4, dan indikator 5 pada kondisi awal dapat dilihat pada lampiran. Sedangkan perhitungan skor kesadaran siswa indikator 1, indikator 2,

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 97 indikator 3, indikator 4, dan indikator 5 pada siklus 1 dapat dilihat pada lampiran. Dan perhitungan skor kesadaran siswa indikator 1, indikator 2, indikator 3, indikator 4, dan indikator 5 pada siklus 2 dapat dilihat pada tabel berikut.

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 98 Absen Siswa 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 1 3 3 5 2 3 4 3 3 2 4 4 2 2 3 3 4 3 4 3 4 3 2 3 2 3 3 2 4 86 2 5 3 3 4 4 4 3 3 3 2 4 3 3 3 2 2 4 3 4 3 3 4 2 2 2 3 3 2 86 3 3 2 3 2 4 4 4 3 3 4 3 3 3 2 2 3 3 2 4 4 2 5 3 3 2 2 2 3 83 4 4 2 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 4 3 3 3 4 2 3 3 3 2 2 3 2 3 2 3 80 5 3 2 3 4 2 3 5 2 2 4 4 4 2 4 4 2 3 4 2 2 3 2 2 3 2 2 3 2 80 Jumlah 18 12 17 15 16 18 18 13 13 17 18 15 14 15 14 14 17 15 16 16 14 15 12 13 11 13 12 14 415 Cukup sadar Cukup sadar Cukup sadar Tidak sadar Tidak sadar Cukup sadar Cukup sadar Cukup sadar Tidak sadar Cukup sadar Tidak sadar Tidak sadar Cukup sadar Cukup sadar Cukup sadar Cukup sadar Tidak sadar Cukup sadar Sangat tidak sadar Tidak sadar 5 sadar Tidak sadar Sangat tidak 4 sadar Tidak sadar Sangat tidak 3 Cukup sadar Sangat tidak 2 keterangan 1 Cukup sadar Total sadar Cukup sadar Pernyataan Nomor Tabel 20. Hasil Skala Sikap Indikator 1 Kondisi Awal Siswa yang memiliki kesadaran 12 siswa Presentase 42,85% Tabel 20 menunjukkan bahwa pada konsisi awal indikator 1 memiliki 12 dari 28 atau 42,85% siswa yang sadar akan nilai globalisasi.

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 99 Absen Siswa 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 1 5 3 5 4 3 4 5 4 3 4 3 5 4 3 3 3 5 4 3 4 3 4 3 3 3 5 5 3 108 2 5 5 5 4 4 2 5 3 4 5 3 5 3 3 3 3 4 5 5 4 3 4 4 4 3 4 5 3 113 3 3 4 4 4 5 5 5 2 4 4 3 2 3 5 2 3 4 5 5 4 2 5 4 3 4 5 3 3 110 4 4 6 7 6 5 4 3 2 5 4 3 5 4 3 2 3 5 4 4 3 3 2 2 3 4 3 2 3 108 5 3 4 5 4 3 4 5 3 3 4 2 4 2 4 3 2 3 4 2 3 3 5 2 3 4 5 3 2 97 Jumlah 20 22 26 22 20 19 23 14 19 21 14 21 16 18 13 14 21 22 19 18 14 20 15 16 18 22 18 14 553 Sangat sadar Sangat sadar Sadar sadar Sangat sadar Tidak sadar Sadar Sangat sadar Tidak sadar Sangat sadar Cukup sadar Cukup sadar Tidak sadar Tidak sadar Sangat sadar Sangat sadar Sadar Sadar Tidak sadar Sadar Cukup sadar Cukup sadar Cukup sadar Sangat sadar Cukup sadar Tidak sadar Keterangan 1 Sangat sadar Total Sadar pernyataan Nomor Tabel 21. Hasil Skala Sikap Indikator 1 Siklus 1 Jumlah siswa yang memiliki kesadaran 22 siswa Presentase 78,57% Tabel 21 menunjukkan bahwa pada siklus 1 awal indikator 1 memiliki 22 dari 28 atau 78,57% siswa yang sadar akan nilai globalisasi.

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 100 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 1 3 3 5 4 3 4 5 4 5 4 4 5 4 3 3 4 5 5 3 4 3 4 5 5 3 3 2 4 109 2 5 5 5 4 4 5 3 4 4 4 4 5 3 5 4 5 4 3 4 4 3 4 4 5 4 4 3 4 115 3 5 4 4 4 5 5 4 5 4 4 5 4 3 4 3 3 5 5 5 4 4 5 3 3 4 5 2 3 114 4 4 4 5 4 5 4 3 4 5 4 3 3 4 3 4 4 5 4 4 3 4 4 4 3 4 5 4 5 112 5 3 4 5 5 3 4 5 3 5 4 4 4 5 4 5 3 5 4 4 5 4 5 5 3 3 5 3 5 117 Jumlah 20 20 24 21 20 22 20 20 23 20 20 21 19 19 19 19 24 21 20 20 18 22 21 19 18 22 14 21 567 Sadar Sangat sadar Sangat sadar Sadar Sangat sadar Sadar Sadar Sangat sadar Sadar Sadar Sangat sadar Sadar Sadar Sadar Sadar Sangat sadar Sangat sadar Sadar Sadar Cukup sadar Sangat sadar Sangat sadar Sadar Cukup sadar Sangat sadar Tidak sadar Sangat sadar Total Sadar pernyataan Absen Siswa Keterangan Nomor Tabel 22. Hasil Skala Sikap Indikator 1 Siklus 2 Jumlah siswa yang memiliki kesadaran 27 siswa Presentase 96,42% Tabel 22 menunjukkan bahwa pada siklus 2 indikator 1 memiliki 27 dari 28 atau 96,42% siswa yang sadar akan nilai globalisasi.

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 101 Pernyataan Absen Siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 6 3 3 5 2 3 4 3 2 2 3 3 3 3 3 3 4 2 2 3 3 3 3 5 5 3 2 2 4 88 7 3 2 3 3 3 2 2 2 3 3 3 3 2 3 3 3 2 3 4 2 3 3 3 3 3 3 3 4 80 8 3 4 4 3 3 3 2 3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 5 2 1 4 2 3 2 2 2 3 2 82 9 2 2 2 2 3 4 2 1 3 4 3 3 2 3 4 3 2 4 4 3 3 3 2 2 4 5 4 3 85 10 3 3 4 2 3 3 3 5 3 2 3 2 3 4 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 2 3 4 84 11 3 2 3 2 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 4 2 3 3 2 3 2 3 3 4 4 3 4 3 84 12 4 4 3 3 4 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 2 3 2 3 2 2 2 3 3 3 4 3 2 80 13 3 4 2 3 2 3 3 3 2 2 3 2 3 3 2 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 2 4 3 78 14 2 4 3 3 4 3 2 2 5 3 3 2 2 3 2 2 2 2 4 3 4 2 3 2 3 3 3 3 81 15 3 4 3 2 2 3 2 3 3 2 2 2 2 4 3 3 2 4 3 2 3 2 3 2 3 2 2 2 75 29 32 32 25 30 31 25 28 30 29 29 25 25 33 30 28 25 30 30 25 30 25 31 29 31 28 31 30 817 Sadar Sadar Tidak sadar Cukup sadar Cukup sadar Tidak sadar Cukup sadar Cukup sadar Cukup sadar Cukup sadar Tidak sadar Tidak sadar Sangat sadar Cukup sadar Cukup sadar Tidak sadar Cukup sadar Cukup sadar Tidak sadar Cukup sadar Tidak sadar Sangat sadar Cukup sadar Cukup sadar Cukup sadar Cukup sadar Cukup sadar Total Cukup sadar Nomor Tabel 23. Hasil Skala Sikap Indikator 2 Kondisi Awal Keterangan Jumlah Jumlah siswa yang memiliki kesadaran 21 Presentase 75% Tabel 23 menunjukkan bahwa pada kondisi awal indikator 2 memiliki 21 dari 28 atau 75% siswa yang sadar akan nilai globalisasi.

(121) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 102 Pernyataan Absen Siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 6 3 3 5 2 3 4 5 4 5 2 4 5 4 3 3 4 5 5 3 2 3 4 5 5 3 5 2 4 107 7 5 5 5 2 2 5 3 2 3 3 3 3 2 3 3 5 4 3 4 2 3 4 3 3 3 3 3 4 97 8 5 4 4 4 3 5 4 5 4 2 5 4 3 4 3 3 5 5 5 2 4 5 3 2 2 2 3 3 105 9 4 4 3 3 3 4 3 2 5 2 3 3 2 3 4 4 5 4 4 3 4 2 2 2 2 5 4 5 98 10 4 3 4 2 2 3 4 5 3 2 3 5 3 3 3 3 2 3 4 3 3 3 3 3 3 2 3 3 87 11 3 4 3 2 3 3 3 2 3 3 4 5 3 3 4 2 3 3 3 3 4 5 3 4 2 3 4 5 96 12 3 4 5 3 2 3 2 3 3 2 4 3 2 3 3 2 5 4 3 2 3 4 5 3 2 4 3 4 92 13 3 4 5 3 2 4 3 5 3 3 3 2 3 3 2 3 3 2 3 3 2 4 5 4 3 2 4 3 89 14 3 4 5 3 2 5 3 4 5 4 3 2 2 5 5 3 3 3 4 3 4 5 3 2 3 3 3 4 99 15 3 4 5 1 2 3 3 3 3 2 2 2 1 4 5 3 4 4 4 2 4 5 5 3 3 5 4 5 96 36 39 44 25 30 39 33 35 37 25 34 34 25 34 35 32 39 36 37 25 34 41 37 31 25 34 33 40 966 Sangat sadar Sangat sadar Tidak sadar Cukup sadar Sangat sadar Sadar Sangat sadar Sangat sadar Tidak adar Sadar Sadar Tidak adar Sadar Sadar Sadar Sangat sadar Sangat sadar Sangat sadar Tidak sadar Sadar Sangat sadar Sangat sadar Cukup sadar Tidak sadar Sadar Cukup sadar Sangat sadar Total Sangat sadar Nomor Tabel 24. Hasil Skala Sikap Indikator 2 Siklus 1 Keterangan Jumlah Jumlah siswa yang memiliki kesadaran 23 Presentase 82,14% Tabel 20 menunjukkan bahwa pada siklus 1 indikator 2 memiliki 23 dari 28 atau 82,14% siswa yang sadar akan nilai globalisasi.

(122) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 103 Pernyataan Absen Siswa 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 6 3 3 5 4 3 4 5 4 5 4 4 5 4 3 3 4 5 5 3 4 3 4 5 5 3 5 2 4 111 7 5 5 5 4 4 5 3 4 4 4 4 5 3 5 4 5 4 3 4 4 3 4 4 5 4 4 2 4 115 8 5 4 4 4 5 5 4 5 4 4 5 4 3 4 3 3 5 5 5 4 4 5 3 3 4 5 2 3 115 9 4 4 5 4 5 4 3 4 5 4 3 3 4 3 4 4 5 4 4 3 4 4 4 3 4 5 2 5 112 10 4 3 4 2 3 4 4 5 3 2 4 5 4 3 4 4 4 5 4 3 3 4 4 3 4 3 3 4 102 11 3 4 3 5 4 3 4 5 3 4 3 4 4 3 3 2 3 4 4 3 4 5 3 4 5 3 2 5 104 12 3 4 5 3 4 3 2 4 3 2 4 3 2 4 3 2 5 4 3 2 3 4 5 3 3 4 3 4 94 13 3 4 5 3 4 4 3 5 3 3 2 2 4 3 2 4 3 2 3 4 3 4 5 4 3 2 2 3 94 14 3 4 5 3 4 5 3 4 5 4 3 2 3 5 5 4 3 3 4 3 4 5 3 2 3 3 3 4 102 15 3 4 5 5 3 4 5 3 5 4 4 4 5 4 5 3 5 4 4 5 4 5 5 3 3 5 4 5 118 Jumlah 36 39 46 37 39 41 36 43 40 35 36 37 36 37 36 35 42 39 38 35 35 44 41 35 36 39 25 41 1067 Sangat sadar Sangat sadar Sanga sadar Sangat sadar Sangta sadar Sangat sadar Sangat sadar Sadar Sangat sadar Sangat sadar Sangat sadar Sangat sadar Sangat sadar Sadar Sangat sadar Sangt sadar Sangat sadar Sadar Sadar Sangat sadar Sangat Sangat sadar Sangat sadar Sangat sadar Tidak sadar Sangat sadar Keterangan 1 Sangat sadar Total Sangat sadar nomor Tabel 25. Hasil Skala Sikap Indikator 2 Siklus 2 Jumlah siswa yang memiliki kesadaran 27 Presentase 96,43% Tabel 24 menunjukkan bahwa pada siklus 2 indikator 2 memiliki 27 dari 28 atau 96,43% siswa yang sadar akan nilai globalisasi.

(123) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 104 Tabel 26. Hasil Skala Sikap Indikator 3 Kondisi Awal 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 3 2 3 5 4 3 4 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 5 2 3 3 3 3 5 1 3 5 2 4 94 5 3 2 3 3 3 2 4 2 3 3 3 3 2 3 3 3 4 3 4 2 3 4 3 3 3 3 3 4 86 5 4 4 4 4 2 5 4 5 4 4 5 4 3 3 3 3 3 2 2 2 4 5 3 2 2 2 3 3 99 3 5 2 2 1 2 4 3 4 5 2 2 2 3 3 4 4 5 4 4 3 4 2 2 2 4 5 4 5 94 4 3 3 4 2 4 3 4 5 3 2 2 3 3 4 3 2 2 3 4 3 3 3 3 2 3 2 3 3 86 3 2 2 3 2 2 3 3 4 3 3 2 2 2 2 2 2 3 3 3 3 4 5 3 4 5 3 4 5 85 3 3 2 2 3 1 3 2 3 3 3 2 3 2 2 2 2 2 2 3 2 3 2 3 3 3 4 3 4 72 3 5 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 3 3 2 3 3 2 3 3 2 3 3 3 3 2 4 3 71 3 3 4 5 3 4 5 3 4 5 4 3 2 3 3 2 2 2 2 4 3 4 5 3 2 3 3 3 4 93 Jumlah 31 23 30 23 22 31 28 31 30 26 25 24 24 26 23 24 29 23 30 22 30 32 28 23 29 29 29 35 780 Sadar Cukup sadar Sadar Cukup sadar Tidak sadar Sadar Sadar Sadar Sadar Cukup sadar Cukup sadar Cukup sadar Cukup sadar Cukup sadar Cukup sadar Cukup sadar Cukup sadar Cukup sadar Cukup sadar Tidak sadar Sadar Sangat sadar Sadar Cukup sadar Sadar Sadar Sadar Sangat sadar Total Keterangan Nomor pernyataan Absen Siswa Jumlah siswa yang memiliki kesadaran 22 siswa Presentase 64,28% Tabel 26 menunjukkan bahwa pada konsisi awal indikator 3 memiliki 22 dari 28 atau 64,28% siswa yang sadar akan nilai globalisasi.

(124) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 105 Pernyataan Absen Siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 6 3 3 5 4 3 4 3 2 2 3 3 3 3 3 3 4 5 2 3 3 3 3 5 5 3 5 2 4 94 7 5 2 3 3 3 2 4 2 3 3 3 3 2 3 3 3 4 3 4 2 3 4 3 3 3 3 3 4 86 8 5 4 4 4 5 5 4 5 4 4 5 4 3 4 3 3 5 5 5 4 4 5 3 2 2 2 3 3 109 9 3 2 2 4 2 4 3 4 5 2 2 2 4 3 4 2 5 4 4 3 4 2 2 2 4 5 4 5 92 10 4 3 4 2 4 3 4 5 3 2 2 3 3 4 3 2 2 3 4 3 3 3 3 3 3 2 3 3 86 11 3 2 3 2 2 3 3 4 3 3 2 2 2 2 2 2 3 3 3 3 4 5 3 4 5 3 4 5 85 12 3 4 5 3 1 3 2 3 3 3 4 3 2 3 3 2 5 2 3 2 3 2 3 3 3 4 3 4 84 13 3 4 5 3 2 2 2 2 2 2 3 2 3 3 2 3 3 2 3 3 2 3 3 3 3 2 4 3 77 14 3 4 5 3 4 5 3 4 5 4 3 2 3 3 2 2 2 2 4 3 4 5 3 2 3 3 3 4 93 Jumlah 32 28 36 28 26 31 28 31 30 26 27 22 22 28 22 22 34 26 33 26 30 32 28 27 29 29 29 35 806 Sadar Sangat sadar Sadar Cukup sadar Sadar Sadar Sadar Sadar Cukup sadar Cukup sadar Tidak sadar Tidak sadar Sadar Tidak sadar Tidak sadar Sangat sadar Cukup sadar Sangat sadar Cukup sadar Sadar Sangat sadar Sadar Cukup sadar Sadar Sadar Sadar Sangat sadar Total Sangat sadar Nomor Tabel 27. Hasil Skala Sikap Indikator 3 Siklus 1 Ketera ngan Jumlah siswa yang memiliki kesadaran 24 Presentase 85,71% Tabel 27 menunjukkan bahwa pada siklus 1 indikator 3 memiliki 24 dari 28 atau 85,71% siswa yang sadar akan nilai globalisasi.

(125) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 106 Pernyataan Absen Siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 6 3 3 5 2 3 4 3 2 2 3 3 3 3 3 3 4 5 45 3 5 3 3 5 5 3 5 2 4 137 7 5 2 3 3 3 2 4 2 3 3 3 3 5 3 3 3 4 3 4 4 3 4 4 3 3 3 3 5 93 8 5 4 4 2 2 5 4 5 4 4 5 4 3 4 3 3 5 4 5 4 4 5 3 5 4 2 5 3 110 9 3 2 3 3 4 4 3 4 5 4 4 3 4 3 2 4 5 4 4 3 4 2 4 2 4 5 4 5 101 10 4 3 4 2 4 2 4 5 3 2 4 3 5 4 3 3 4 5 4 3 3 3 4 4 4 4 4 3 100 11 3 2 3 2 2 3 3 4 3 3 5 5 5 3 2 4 3 3 3 3 4 5 3 5 5 3 5 5 99 12 3 4 5 3 5 3 4 3 3 3 5 3 5 3 3 4 5 4 3 4 5 4 3 3 3 4 3 4 104 13 3 4 5 3 2 5 5 3 4 5 5 5 5 5 2 4 3 5 3 5 2 3 4 3 3 2 4 3 105 14 3 4 5 3 4 5 3 4 5 4 5 2 3 3 2 4 2 4 4 3 4 5 3 4 5 3 3 4 103 jumlah 32 28 37 23 29 33 33 32 32 31 39 31 38 31 22 33 36 37 33 34 32 34 33 34 34 31 33 36 952 Sangat sadar Sadar Sangat sadar Cukup sadar Sadar Sangat sadar Sangat sadar Sangat sadar Sangat sadar Sadar Sangat sadar Sadar Sangat sadar Sadar Tidak sadar Sangat sadar Sangat sadar Sangat sadar Sangat sadar Sangat sadar Sangat sadar Sangat sadar Sangat sadar Sangat sadar Sangt sad ar Sadar Sangat sadar Sangat sadar Total Keterangan Nomor Tabel 28. Hasil Skala Sikap Indikator 3 Siklus 2 Jumlah kesadaran siswa 27 Presentase 96, 42% Tabel 28 menunjukkan bahwa pada siklus 2 indikator 3 memiliki 27 dari 28 atau 96,42% siswa yang sadar akan nilai globalisasi.

(126) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 107 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 3 3 5 2 3 4 3 3 2 4 4 2 2 3 3 4 3 3 3 4 2 2 3 2 3 3 2 4 86 5 3 3 4 4 4 3 3 3 2 4 3 3 3 2 2 4 3 4 3 2 4 2 2 2 3 3 2 86 3 2 3 2 4 4 4 2 2 4 3 3 2 2 2 3 3 2 4 4 2 5 3 3 2 2 2 3 82 4 2 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3 2 3 3 3 4 2 3 3 3 2 2 3 2 3 2 3 77 3 2 3 4 2 3 5 2 2 4 4 4 2 4 2 2 3 2 2 2 3 2 2 3 2 2 3 2 78 Jumlah 18 12 17 15 16 18 18 12 12 17 17 15 11 15 13 14 17 12 16 16 12 15 12 13 11 13 12 14 409 Tidak sadar Sadar Cukup sadar Sadar Sangat sadar Sangat sadar Tidak sadar Tidak sadar Sadar Sadar Cukup sadar Tidak adar Cukup sadar Cukup sadar Cukup sadar Sadar Tidak sadar Sadar Sadar Tidak sadar Cukup sadar Tidak sadar Cukup sadar Tidak sadar Cukup sadar Tidak sadar Cukup sadar Total Sangat sadar pernyataan Absen Siswa Keterangan Nomor Tabel 29. Hasil Skala Sikap Indikator 4 Kondisi Awal Jumlah siswa yang memiliki kesadaran 21 Presentase 67,85% Tabel 29 menunjukkan bahwa pada kondisi awal indikator 4 memiliki 21 dari 28 atau 67,85% siswa yang sadar akan nilai globalisasi.

(127) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 108 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 3 3 5 2 3 4 3 3 2 4 4 2 2 3 3 4 3 4 3 4 3 2 3 2 3 3 2 4 86 5 3 3 4 4 4 3 2 3 5 4 3 4 3 2 2 4 4 4 4 3 4 4 2 2 3 3 2 94 3 5 3 2 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 5 3 4 4 4 4 2 5 3 3 4 5 2 3 102 4 2 3 3 3 3 3 2 2 3 2 3 2 3 5 3 4 2 3 3 3 2 2 2 2 3 2 3 79 3 2 3 4 2 3 5 2 2 4 4 4 2 4 4 2 3 2 2 2 3 2 2 3 5 2 3 5 84 18 15 17 15 16 18 18 12 12 20 18 16 14 17 19 14 18 16 16 17 14 15 14 12 16 16 12 17 445 Cukup sadar Sadar Sangat sadar Sangat sadar Tidak sadar Tidak sadar Sangat sadar Sangat sadar Sadar Cukup sadar Sadar Sangat sadar Cukup sadar Sangat sadar Sadar Sadar Sadar Cukup sadar Cukup sadar Cukup sadar Tidak sadar Sadar Sadar Tidak sadar Sadar al 1 Sadar Keterangan ah Tot Cukup sadar Juml Absen Siswa Sangat sadar pernyataan Nomor Tabel 30. Hasil Skala Sikap Indikator 4 Siklus 1 Jumlah siswa yang memiliki kesadaran 24 siswa Presentase 85,71% Tabel 30 menunjukkan bahwa pada siklus 1 indikator 4 memiliki 24 dari 28 atau 85,71% siswa yang sadar akan nilai globalisasi.

(128) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 109 Pernyataan Nomor Tabel 31. Hasil Skala Sikap Indikator 4 Siklus 2 Jumlah Keterangan Absen Siswa Total 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 3 3 5 2 2 4 4 4 4 4 3 3 4 5 5 4 3 4 3 4 3 2 3 2 3 3 5 4 129 5 3 3 4 3 4 3 5 5 5 5 3 4 3 3 4 4 4 4 4 3 4 4 2 2 3 3 2 102 3 5 3 3 2 4 4 5 5 5 4 4 4 4 5 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 5 2 3 109 4 4 4 4 3 3 3 5 5 4 4 5 4 5 5 5 5 5 4 4 4 4 4 4 4 3 2 3 113 3 4 4 4 2 3 5 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 3 3 4 4 4 5 5 5 4 4 5 109 18 19 19 17 12 18 19 23 23 22 20 19 19 21 22 20 19 20 18 20 18 18 20 16 18 18 16 17 562 Sa Sa Sa Sa Ti Sa Sa Sa Sa Sa Sa Sa Sa Sa Sa Sa Sa Sa Sa Sa Sa Sa Sa ng ng ng ng da ng ng ng ng ng ng ng ng ng ng ng ng ng ng ng ng ng ng at at at at k at at at at at at at at at at at at at at at at at at sa Sa sa sa sa sa sa sa sa sa sa sa sa sa sa sa sa sa sa sa sa sa sa sa sa da da da da da da da da da da da da da da da da da da da da da da da da da r r r r r r r r r r r r r r r r r r r r r r r r r Sa Sa da r San ng gat at sada sa r da r Jumlah siswa yang memiliki kesadaran 27 Presentase 96,42% Tabel 31 menunjukkan bahwa pada siklus 2 indikator 3 memiliki 27 dari 28 atau 96,42% siswa yang sadar akan nilai globalisas

(129) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 110 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 3 3 5 2 3 4 3 3 2 4 4 2 2 3 3 4 3 4 3 4 3 2 3 2 3 3 2 4 86 5 3 3 4 4 4 3 3 3 2 4 3 3 3 2 2 4 3 4 3 3 4 2 2 2 3 3 2 86 3 2 3 2 4 3 4 3 3 4 3 3 2 2 2 3 3 2 3 4 2 4 3 2 2 2 2 3 80 4 2 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3 2 3 3 3 4 2 3 3 3 2 2 3 2 2 2 3 77 3 2 3 4 2 3 3 2 2 4 4 4 2 4 3 2 3 2 2 2 3 2 2 3 2 2 3 2 76 18 12 17 15 16 17 16 13 13 17 17 15 11 15 12 14 17 12 16 16 14 14 12 12 11 19 12 14 405 Sadar Cukup sadar Sadar Sadar Sadar Cukup sadar Cukup sadar Sadar Sadar Cukup sadar Tidak sadar Cukup sadar Tidak sadar Cukup sadar Sangat sadar Tidak sadar Sadar Sadar Cukup sadar Cukup sadar Tidak sadar Tidak sadar Tidak sadar Sangat sadar Tidak sadar Cukup sadar Total Tidak sadar keterangan Jumlah Absen Siswa sangat sadar Nomor pernyataan Tabel 32. Hasil Skala Sikap Indikator 5 Kondisi Awal Jumlah siswa yang memiliki kesadaran 19 Presentase 67, 85% Tabel 32 menunjukkan bahwa pada kondisi awal indikator 5 memiliki 19 dari 28 atau 67,85% siswa yang sadar akan nilai globalisasi.

(130) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 111 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 3 3 5 2 3 4 3 3 2 4 4 2 2 3 3 4 3 4 3 4 3 2 3 2 3 3 2 4 86 5 3 3 4 4 4 3 3 3 5 4 3 4 3 2 2 4 4 4 4 3 4 4 2 2 3 3 2 94 3 5 3 2 4 4 4 3 3 5 4 4 4 4 5 3 4 4 4 4 4 5 3 2 4 5 2 3 105 4 2 3 3 3 3 3 2 2 3 2 3 2 3 5 3 4 2 3 3 3 2 2 3 2 3 2 3 79 3 2 3 4 2 3 5 2 2 4 4 4 2 4 4 2 3 2 2 2 3 2 2 3 5 2 3 5 84 18 15 17 15 16 18 18 13 12 21 18 16 14 17 19 14 18 16 16 17 16 15 14 12 16 16 12 17 448 Sangat sadar Cukup sadar Sadar Sangat sadar Sangat sadar Cukup sadar Tidak sadar Sangat sadar Sangat sadar Cukup sadar Cukup sadar Sangat sadar Sangat sadar Cukup sadar Sangat sadar Cukup sadar Cukup sadar Sangat sadar Cukup sadar Cukup sadar Cukup sadar Tidak sadar Cukup sadar Cukup sadar Tidak sadar Sangat sadar Total Cukup sadar Keterangan Jumlah Absen Siswa Sangat sadar pernyataan Nomor Tabel 33. Hasil Skala Sikap Indikator 5 Siklus 1 Siswa yang memiliki kesadaran 25 siswa Presentase 89, 28% Tabel 33 menunjukkan bahwa pada siklus 1 indikator 3 memiliki 25 dari 28 atau 89,28% siswa yang sadar akan nilai globalisasi.

(131) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 112 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 3 3 5 2 3 4 4 3 4 4 3 3 4 5 5 4 3 4 3 4 3 2 3 2 3 3 5 2 129 5 3 3 4 4 4 3 5 5 5 5 3 4 3 3 4 4 4 4 4 3 4 4 2 2 3 3 2 102 3 5 3 3 3 4 4 5 5 5 4 4 4 4 5 3 4 4 4 4 5 5 5 5 4 5 2 2 114 4 4 4 4 3 3 3 5 5 4 4 5 4 5 5 5 5 5 4 4 4 4 4 4 4 3 2 2 113 3 4 4 4 2 3 5 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 3 3 4 4 4 5 5 5 4 4 4 109 18 19 19 17 15 18 19 21 23 22 20 19 19 21 22 20 19 20 18 20 19 19 21 18 18 18 16 12 567 Sangat sadar Sadar Cukup sadar Sangat sadar Sangat sadar Sangat sadar Sangat sadar Sangat sadar Sangat sadar Sangat sadar Sangat sadar Sangat sadar Sangat sadar Sangat sadar Sangat sadar Sangat sadar Sangat sadar Sangat sadar Sangat sadar Sangat sadar Sangat sadar Sangat sadar Sangat sadar Sangat sadar Sangat sadar Tidak sadar Total Sangat sadar Keterangan Jumlah Absen Siswa Sangat sadar pernyataan Nomor Tabel 34. Hasil Skala Sikap Indikator 5 Siklus 2 Jumlah siswa yang memiliki kesadaran 27 siswa Presentase 96,42% Tabel 34 menunjukkan bahwa pada siklus 2 indikator 5 memiliki 27 dari 28 atau 96,42% siswa yang sadar akan nilai globalisasi.

(132) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 113 4.2 Pembahasan Pelaksanaan penelitian yang peneliti rencanakan telah berjalain sesuai dengan model pembelajaran Paradigma Pedagogi Refketif. Tujuan pembelajaran ini adalah mengetahui kesadaran siswa akan nilai globalisasi melalui model pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) di SD Negeri Sarikarya. Adapun tabel indikator pencapaian yang peneliti susun dari kondisi awal, siklus I, dan siklus 2 dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 35. Indikator Pencapaian Indikator Deskriptor 1) Menyadari akan adanya nilai sebagai kualitas yang perlu diusahakan Jumlah siswa yang mendapatkan skor kesadaran minimal cukup dibagi julmah seluruh siswa x 100% Jumlah siswa yang mendapatkan skor kesadaran minimal cukup dibagi julmah seluruh siswa x 100% Jumlah siswa yang mendapatkan skor kesadaran minimal cukup dibagi julmah seluruh siswa x 100% 2) Menyadari akan peranan nilai yang menjadi daya tarik manusia untuk mewujudkannya 3) Menyadari akan sarana-sarana serta cara-cara yang perlu diusahakan demi terwujudnya nilai yang akan dituju Kondisi Awal 42,85% Siklus 1 Instrumen 78,57% Siklus 2 96,42% 75% 82,14% 96,42% Non tes 64,28% 85,71% 96,42 Non tes Non tes

(133) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 114 4) Menyadari sikap yang diperlukan demi terwujudnya nilai yang diterapkan Jumlah siswa yang mendapatkan skor kesadaran minimal cukup dibagi julmah seluruh siswa x 100% 5) Menyadari Jumlah siswa tindakan yang yang perlu dilakukan mendapatkan demi terwujudnya skor nilai yang menjadi kesadaran tujuan minimal cukup dibagi julmah seluruh siswa x 100% Total Presentase 67,85% 85,71% 96,42% Non tes 67,85 89,28% 96,42% Non tes 63,56% 83,68% 96,37% Gambar 5. Diagram Peningkatan Kesadaran Siswa akan Nilai Globalisasi Berdasarkan Tabel 35. Indikator Pencapaian, dapat diketahui bahwa pelaksanaan siklus I sudah mencapai target bahkan melampaui target capaian yang telah peneliti dan guru tetapkan. Hal ini berarti pelaksanaan siklus I telah berhasil sehingga peneliti memutuskan untuk

(134) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 115 tidak melanjutkan ke siklus II. Pelaksanaan tindakan pada siklus I dengan menerapkan PPR menggunakan media video untuk menggali kemampuan siswa. Dalam proses pembelajaran PKn di kelas IV SD Negeri Sarikarya telah mampu meningkatkan kesadaran siswa akan nilai globalisasi yaitu dengan menggunakan model pembelajaran PPR. Peningkatan kesadaran siswa akan nilai globalisasi terbukti dengan meningkatnya kesadaran siswa yang terdiri dari lima indikator dan masing-masing indikator telah mengalami pengembangan. Indikator kesadaran siswa akan nilai globalisasi yang pertama adalah peningkatan nilai sebagai kualitas yang perlu diusahakan mengalami peningkatan yang melampaui target capaian. Hal ini terbukti pada kondisi awal siswa yang memiliki kesadaran ada 12 siswa atau 42,85% dari jumlah seluruh siswa dan setelah dilakukan siklus I meningkat menjadi 22 siswa atau 78,57% dari jumlah seluruh siswa, padahal target capaian yang telah ditetapkan oleh peneliti adalah 16 siswa atau 60% dari jumlah seluruh siswa. Pada siklus kedua peneliti menetapkan target capaian 90% atau 26 siswa dari 28 siswa. Peningkatan kesadaran terjadi pada siklus 2 yaitu 96,42% atau 27 siswa dari 28 siswa. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa kesadaran siswa akan nilai globalisasi pada indikator 1 telah meningkat karena hasil pencapaian setelah dilaksanakan tindakan pada siklus I lebih banyak siswa yang memiliki keinginan belajar dibandingkan di kondisi awal. Hal ini telah

(135) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 116 melebihi target capaian yang telah ditetapkan. Hal yang mendukung peningkatan indikator 1 yaitu dibuktikan dengan adanya siswa yang menyadari peningkatan nilai sebagai kualitas yang perlu diusahakan antusias dan berperan serta dalam mempersiapkan media pembelajara. Dalam pembelajaran PPR, siswa lebih aktif bertanya karna keingintahuannya yang tinggi untuk belajar. Ada juga siswa lain yang bertanya kegiatan belajar yang akan mereka lakukan pada pertemuan pertama. Komentar lain pun dikemukakan oleh salah seorang siswa: “Wah gambarnya kok ada anak-anak yang rambunya disemir to pak? Kenapa ya pak?” Dari pernyataan tersebut siswa terlihat bersemangat ingin segera memulai pembelajaran dengan memperhatikan gambar. Indikator kesadaran siswa akan nilai globalisasi kedua adalah peningkatan nilai yang menjadi daya tarik manusia untuk mewujudkannya. Indikator ini mengalami peningkatan sama seperti indikator 1. Terbukti pada kondisi awal ada 21 siswa atau 75% dari jumlah seluruh siswa yang sadar akan adanya nilai sebagai daya tarik masyarakat dan target capaian peneliti adalah 23 siswa atau 80% dari jumlah seluruh siswa. Pada siklus 1 ternyata ada 23 siswa atau 82,14% dari jumlah seluruh siswa. Pada siklus 2 peneliti menetapkan targetcapaian 90% atau 26 siswa dari 28 siswa. Siklus 2 mencapai peningkatan sebanyak 96,42% atau 27 siswa dari 28 siswa. Hal ini berarti peningkatan nilai yang menjadi daya tarik manusia untuk mewujudkannya menggunakan model pembelajaran PPR pada indikator

(136) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 117 kesadaran siswa akan nilai globalisasi yang kedua telah mengalami peningkatan. Indikator kesadaran siswa akan nilai globalisasi ketiga adalah peningkatan sarana serta cara yang perlu diusahakan demi terwujudnya nilai yang akan dituju.. Indikator ini mengalami peningkatan sama seperti indikator 1 dan 2. Terbukti pada kondisi awal ada 22 siswa atau 64,28% dari 28 siswa. Target capaian peneliti adalah 23 siswa atau 70% dari jumlah seluruh siswa. Pada siklus 1 ternyata ada 24 siswa atau 85,71% dari jumlah seluruh siswa. Pada siklus 2 peneliti menetapkan targetcapaian 90% atau 26 siswa dari 28 siswa. Siklus 2 mencapai peningkatan sebanyak 96,42% atau 27 siswa dari 28 siswa. Hal ini berarti peningkatan sarana serta cara yang perlu diusahakan demi terwujudnya nilai yang akan dituju menggunakan model pembelajaran PPR pada indikator kesadaran siswa akan nilai globalisasi yang ketiga telah mengalami peningkatan. Indikator kesadaran siswa akan nilai globalisasi keempat adalah peningkatan sikap yang diperlukan demi terwujudkan nilai yang diharapkan. Indikator ini mengalami peningkatan sama seperti indikator lainnya. Terbukti pada kondisi awal ada 21siswa atau 67,85% dari 28 siswa. Target capaian peneliti adalah 23 siswa atau 70% dari jumlah seluruh siswa. Pada siklus 1 ternyata ada 24 siswa atau 85,71% dari jumlah seluruh siswa. Pada siklus 2 peneliti menetapkan targetcapaian 90% atau 26 siswa dari 28 siswa. Siklus 2 mencapai peningkatan sebanyak 96,42% atau 27 siswa dari 28 siswa. Hal ini berarti peningkatan peningkatan sikap

(137) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 118 yang diperlukan demi terwujudkan nilai yang diharapkan menggunakan model pembelajaran PPR pada indikator kesadaran siswa akan nilai globalisasi yang keempat telah mengalami peningkatan. Indikator kesadaran siswa akan nilai globalisasi kelima adalah peningkatan nilai sebagai kualitas yang perlu diusahakan. Indikator ini mengalami peningkatan sama seperti indikator lainnya. Terbukti pada kondisi awal ada 21siswa atau 67,85% dari 28 siswa. Target capaian peneliti adalah 23 siswa atau 70% dari jumlah seluruh siswa. Pada siklus 1 ternyata ada 25 siswa atau 89,28% dari jumlah seluruh siswa. Pada siklus 2 peneliti menetapkan targetcapaian 90% atau 26 siswa dari 28 siswa. Siklus 2 mencapai peningkatan sebanyak 96,42% atau 27 siswa dari 28 siswa. Hal ini berarti peningkatan nilai sebagai kualitas yang perlu diusahakan menggunakan model pembelajaran PPR pada indikator kesadaran siswa akan nilai globalisasi yang kelima telah mengalami peningkatan. Tabel 36. Diagram Indikator I Peningkatan Nilai Sebagai Kualitas Yang Perlu Diusahakan Kondisi awal Siklus 1 Siklus 2 42,85% 78,57% 96,42% Tabel 36, menunjukkan bahwa kondisi awal pada indikator I memiliki peningkatan. Pada kondisi awal yang memiliki kesadaran akan nilai globalisasi yaitu 42,85% atau 12 siswa dari 28 siswa. Tindakan pada siklus I menetapkan skor capaian 60% atau 23 siswa. Pembelajaran pada

(138) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 119 siklus 1 terlaksana dengan baik sehingga diperoleh siswa yang memiliki kesadaran akan nilai globalisasi sebanyak 79,85% atau 22 siswa dari 28 siswa. Selanjutnya pada siklus 2 ditetapkan skor capaian sebanyak 80% atau 23 siswa dari 28 siswa. Hasil pada siklus 2 mengalami peningkatan yaitu 96,42% atau sebanyak 27 dari 28 siswa. Tabel 37. Diagram Indikator 2 Menyadari Akan Peranan Nilai Yang Menjadi Daya Tarik Manusia Untuk Mewujudkannya Kondisi awal Siklus 1 Siklus 2 75% 82,14% 96,43% Tabel 37 menunjukkan bahwa kondisi awal pada indikator 2 memiliki peningkatan. Pada kondisi awal yang memiliki kesadaran akan nilai globalisasi yaitu 75% atau 21 siswa dari 28 siswa. Tindakan pada siklus 1 menetapkan skor capaian 80% atau 23 siswa. Pembelajaran pada siklus 1 terlaksana dengan baik sehingga diperoleh siswa yang memiliki kesadaran akan nilai globalisasi sebanyak 82,14% atau 23 siswa dari 28 siswa. Selanjutnya pada siklus 2 ditetapkan skor capaian sebanyak 90% atau 26 siswa dari 28 siswa. Hasil pada siklus 2 mengalami peningkatan yaitu 96,42% atau sebanyak 27 dari 28 siswa.

(139) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 120 Tabel 38. Indikator 3 Menyadari Akan Sarana-Sarana Serta CaraCara Yang Perlu Diusahakan Demi Terwujudnya Nilai Yang Akan Dituju Kondisi awal Siklus 1 Siklus 2 64,28% 85,71% 96,42% Tabel 38, menunjukkan bahwa kondisi awal pada indikator 3 memiliki peningkatan. Pada kondisi awal yang memiliki kesadaran akan nilai globalisasi yaitu 64,28% atau 22 siswa dari 28 siswa. Tindakan pada siklus I menetapkan skor capaian 70% atau 23 siswa. Pembelajaran pada siklus I terlaksana dengan baik sehingga diperoleh siswa yang memiliki kesadaran akan nilai globalisasi sebanyak 85,71% atau 24 siswa dari 28 siswa. Selanjutnya pada siklus II ditetapkan skor capaian sebanyak 80% atau 23 siswa dari 28 siswa. Hasil pada siklus II mengalami peningkatan yaitu 96,42% atau sebanyak 27 dari 28 siswa. Tabel 39. Indikator 4 Menyadari Sikap Yang Diperlukan Demi Terwujudnya Nilai Yang Diterapkan Kondisi awal Siklus 1 Siklus 2 67,85% 85,71% 96,42% Tabel 39, menunjukkan bahwa kondisi awal pada indikator 4 memiliki peningkatan. Pada kondisi awal yang memiliki kesadaran akan nilai globalisasi yaitu 67,85% atau 22 siswa dari 28 siswa. Tindakan pada

(140) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 121 siklus 1 menetapkan skor capaian 80% atau 23 siswa. Pembelajaran pada siklus 1 terlaksana dengan baik sehingga diperoleh siswa yang memiliki kesadaran akan nilai globalisasi sebanyak 85,71% atau 24 siswa dari 28 siswa. Selanjutnya pada siklus 2 ditetapkan skor capaian sebanyak 90% atau 26 siswa dari 28 siswa. Hasil pada siklus 2 mengalami peningkatan yaitu 96,42% atau sebanyak 27 dari 28 siswa. Tabel 40. Indikator 5 Menyadari Tindakan Yang Perlu Dilakukan Demi Terwujudnya Nilai Yang Menjadi Tujuan Kondisi awal Siklus 1 Siklus 2 67,85% 89,28% 96,42% Tabel 40, menunjukkan bahwa kondisi awal pada indikator 5 memiliki peningkatan. Pada kondisi awal yang memiliki kesadaran akan nilai globalisasi yaitu 67,85% atau 19 siswa dari 28 siswa. Tindakan pada siklus 1 menetapkan skor capaian 70% atau 21 siswa. Pembelajaran pada siklus 1 terlaksana dengan baik sehingga diperoleh siswa yang memiliki kesadaran akan nilai globalisasi sebanyak 89,28% atau 25 siswa dari 28 siswa. Selanjutnya pada siklus 2 ditetapkan skor capaian sebanyak 90% atau 26 siswa dari 28 siswa. Hasil pada siklus 2 mengalami peningkatan yaitu 96,42% atau sebanyak 27 dari 28 siswa.

(141) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Bab ini berisi tiga hal yang diuraikan peneliti. Tiga hal yang diuraikan dalam bagian penutup adalah kesimpulan, keterbatasan dan saran. 5.1 Kesimpulan Penelitian tindakan kelas (PTK) ini berlangsung dalam dua siklus yang masing-masing siklus memiliki 2 kali pertemuan. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kesadaran siswa akan nilai globalisasi melalui model pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) kelas IV SD Negeri Sarikarya berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa: 5.1.1 Kesadaran siswa akan nilai globalisasi kelas IV SD Negeri Sarikarya mengalami peningkatan dengan menggunakan model pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) dalam mata pelajaran PKn. Siswa diajak untuk menemukan sendiri pengetahuannya lewat pengalaman atau aktivitas yang mereka lakukan. Guru atau pendidik hanya memfasilitasi dan membimbing siswa untuk mengaitkan kenyataan dengan materi belajar. Pada akhir kegiatan siswa diajak untuk mencari solusi dan tindakan nyata yang akan siswa lakukan sebagai tanda hsil nyata belajar siswa. Materi pembelajaran mengenai globalisasi dapat memberikan banyak contoh bagi kehidupan siswa di masyarakat. Siswa dapat menyadari bahwa nilai yang terkandung dalam masyarakat berguna bagi kehidupannya. Peningkatan kesadaran siswa akan nilai globalisasi meliputi 5 indikator yaitu: 1) Menyadari akan adanya nilai sebagai kualitas yang perlu diusahakan, 2) Menyadari akan peranan nilai yang menjadi daya tarik manusia untuk mewujudkannya. 122

(142) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 123 3) Menyadari akan sarana-sarana serta cara-cara yang perlu diusahakan demi terwujudnya nilai yang akan dituju. 4) Menyadari sikap yang diperlukan demi terwujudnya nilai yang diharapkan. 5) Menyadari tindakan yang perlu dilakukan demi terwujudnya nilai yang menajdi tujuan. Pembelajaran model Paradigma Pedagogi Refektif mampu memberikan suasana belajar yang berbeda yang pernah siswa alami. Siswa tidak hanya belajar namun juga menerapkan aksi atau tindakan yang mencerminkan hasil nyata dari belajar. 5.1.2 Meningkatkan kesadaran akan nilai globalisasi melalui pelaksanaan pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif pada mata pelajaran PKN bagi siswa kelas IV SD Negeri Sarikarya Tahun ajaran 2013/2014. Melalui model pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) siswa belajar dengan senang dan mampu belajar mandiri tanpa harus ada paksaan dari oranglain (Konteks). Hal tersebut mampu meningkatkan kesadaran karena siswa belajar melihat kenyataan melalui pengalaman. Kesadaran tersebut di lakukan dengan adanya kemauan dalam diri (Refleksi). Tindakan yang dilakukan setelah merefleksikan diri yaitu melakukan tindakan yang disebut dengan aksi. Dengan menngunakan 4 tahap dalam PPR, siswa dapat sepenuhnya memahami materi belajarnya serta dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

(143) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 124 5.2 Keterbatasan Penelitian Kegiatan penelitian yang telah berlangsung masih terdapat kekurangan dalam proses pelaksanaannya. Kekurangan yang terdapat selama penelitian, peneliti anggap sebagai keterbatasan penelitian. Keterbatasan yang ada dalam penelitian ini sebagai berikut: 5.2.1 Penelitian ini merupakan penelitian pertama, oleh karena itu peneliti sulit untuk mencari sumber referensi sebagai acuan. 5.2.2 Pembentukan kelompok dengan anggota 4 orang menurut guru kurang efektif dalam kelompok diskusi karena berdasarkan pengamatan guru pada pertemuan pertama, cenderung hanya dua siswa yang mengerjakan lembar diskusi selain itu hanya bermain. Sehingga pada pertemuan berikutnya peneliti dan guru sepakat untuk mengubah jumlah anggota kelompok menjadi dua orang. Ide membentuk kelompok hanya terdiri dari dua siswa yang duduk sebangku merupakan upaya dalam memanfaatkan waktu dengan baik 5.3 Saran Ada beberapa saran dari peneliti berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan. Berikut saran yang diberikan oleh peneliti: 5.3.1 Memperbanyak penelitian mengenai model pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif dalam meningkatkan kesadaran akan nilai globalisasi agar menjadi referensi dan sumber bagi penelitian lain. 5.3.2 Penggunaan model pembelajaran yang variatif agar siswa bersemangat dan mudah memahami materi yang disampaikan oleh guru baik dalam kelompok maupun individu. 5.3.3 Penjelasan mengenai cara mengisi kuesioner sesuai dengan keadaan siswa bukan karena penilaian. 5.3.4 Alokasi waktu lebih dimanfaatkan dengan baik sehingga tidak banyak materi yang tertinggal.

(144) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 125 5.3.5 Pemanfaatan sarana dan prasarana terutama yang berkaitan dengan penayangan video sebaiknya lebih diberdayakan oleh pihak guru maupun sekolah secara umum. 5.3.6 Penggunaan media pembelajaran yang bervariasi atau yang berbeda dari yang biasa digunakan oleh guru mampu memotivasi siswa untuk belajar.

(145) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR REFERENSI Azwar, S. (2011). Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta : Pustaka Pelajar Offset. Departemen Pendidikan Nasional. (2008). Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. Fathurrohman & Wuri Wuryandani. (2011). Pembelajaran PKn di Sekolah Dasar: untuk PGSD Guru SD. Bantul: Nuha Litera. Hasan,M.Iqbal. (2002). Pokok-pokok materi metodologi penelitian dan aplikasinya. Jakarta: Ghalia Indonesia. Ine Kusuma Aryanti, dan Markum Susatim, 2010, Pendidikan Kewarganegaraan Berbasis Nilai. Kristiawan, A. A. F. (2012). Peningkatan Minat dan Prestasi Belajar Materi Globalisasi menggunakan Media Audiovisual Mata Pelajaran PKn Kelas IV SDN Kledokan Semester Genap Tahun Pelajaran 2011/2012. Yogyakarta: Skripsi Mahasiswa Sanata Dharma. Masidjo. (2010). Penilaian Pencapaian Hasil Belajar Siswa di Sekolah. Yogyakarta: Penerbit Kanisius. Narbuko, Cholid dan Ahmadi, Abu. (2007). Metodologi penelitian. Jakarta : Bumi Aksara 126

(146) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 127 Slameto. (2010). Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta Sofyan Sauri dan herlan Firmansyah, 2010, Pendidikan Nilai. Sugiyono. (2010). Metode penelitian kombinasi (mixed methods). Bandung : Alfabeta Sugiyono. (2012). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan r&d. Bandung : Alfabeta Sukmadinata, N. (2007). Metode Penelitian Pendidikan. Bnadung: PT. Remaja Rosdakarya. Tim PPR SD Kanisius 2009. Paradigma Pedagogi Reflektif.___________________ Vitalis, Esti Daratri. 2013. Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah Terhadap Minat Dan Kesadaran Siswa Akan Nilai Globalisasi Pada Siswa Kelas IV SD Negeri Kledokan. Yogyakarta. Skripsi Mahasiswa Sanata Dharma Wahab, Abdul Azis & Sapriya. (2011). Teori & Landasan Pendidikan Kewarganegaraan. Bandung: Alfabeta. Wahana, P. (2004). Nilai. Yogyakarta: Kanisius

(147) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 128 LAMPIRAN

(148) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 129 Lampiran 1. Silabus

(149) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 130 SILABUS Satuan Pendidikan : SD SARIKARYA Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan Kelas/Semester : Kelas IV, Semester 2 Standar Kompetensi : 4. Menunjukkan sikap terhadap globalisasi di lingkungannya Alokasi Waktu Kompetensi Dasar 4.1 menunjukkan sikap terhadap globalisasi di lingkungannya Materi Pokok dan Urainan Materi 1. Pengaruh globalisasi 2. Dampak (positif dan negatif) pengaruh globalisasi : 4 x pertemuan (4 x 80 menit) Kegiatan Belajar 1. Guru memberikan penjelasan tentang globalisasi (transportasi, komunikasi, gaya hidup, dan makanan) 2. Siswa menyebutkan pengaruh globalisasi yang ada di lingkungan sekitar siswa. 3. Siswa melihat gambar-gambar sarana transportasi, makanan, pakaian, Indikator Pencapaian Kompetensi 1. Menyebutkan pengertian globalisasi 2. Menyebutkan contoh globalisasi di lingkungan sekitar siswa 3. Menentukan dampak positif dan negative globalisasi di lingkungan sekitar 4. Mengelompokkan dampak negative dan positif dari globalisasi di lingkungannya Penilaian Jenis: Tes Non tes Bentuk: Esai Diskusi kelompok Instrumen: Soal Kunci jawaban Rubik penilaian Alokasi Waktu 4 X 35 menit Sumber/ Bahan. Alat Sarjan dan Agung Nugroho. 2008. Pendidikan Kewarganegaraan Bangga Menjadi Insan Pancasila untuk kelas IV. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

(150) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 131 komunikasi (modern dan tradisional) 4. Siswa dibimbing guru untuk member tanggapan tentang gambar yang ditampilkan 5. siswa dibagi dalam 4 kelompok, masing-masing kelompok beranggotakan 78 siswa 6. siswa mengerjakan LKS sesuai dengan kelompok berdasarkan peristiwa yang ada di sekitar mereka. 7. setiap perwakilan kelompok membacakan hasil pekerjaannya. 8. siswa dan guru membahas hasil pekerjaan dan siswa dari kelompok lain diberi kesempatan untuk menanggapi. 9. guru dan siswa melakukan Tanya jawab jika ada materi yang belum dipahami. 10. siswa mengerjakan soal evaluasi.

(151) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 132 4.3 Menentukan sikap terhadap pengaruh globalisasi yang terjadi di lingkungannya Sikap kita terhadap pengaruh globalisasi 1. Siswa melihat tanyangan video tentang pengaruh globalisasi. 2. Siswa dibimbing guru untuk member tanggapan tentang video yang diputar. 3. Siswa mendengarka n penjelasan dari guru 4. Guru dan siswa melakukan Tanya jawab tentang contoh upaya penanggulang an globalisasi di lingkungan kehidupan. 5. Siswa dan guru melakukan Tanya jawab tentang contoh menentukan sikap dalam menghadapi pengaruh globalisasi. 6. Siswa dibagi dalam beberapa kelompok, masingmasing 7-8 siswa. 7. Siswa mengerjakan LKS sesuai dengan kelompok masingmasing 8. Setiap perwakilan kelompok 1. Menyebutkan upaya penanggulanga n globalisasi di lingkungan kehidupan 2. Menyebutkan contoh menentukan sikap dalam menghadapi pengaruh globalisasi 3. Menuliskan pendapat atau sikap pengaruh globalisasi yang terjadi di lingkungannya 4. Menentukan sikap terhadap pengaruh globalisasi yang ada dilingkungan sekitar 4 X 35 menit

(152) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 133 membacakan hasil pekerjaannya. 9. Siswa dari kelompok lain diberi kesempatan untuk menanggapi. 10. Siswa dan guru menyimpulka n secara bersama-sama tentang materi yang telah dibahas. 11. Siswa diberi kesempatan oleh guru untuk bertanya mengenai materi yang belum jelas. Yogyakarta, 14 Januari 2014 Mengetahui, Kepala Sekolah Guru Mapel .......................................... ......................................

(153) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 134

(154) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 135 Lampiran 2. RPP

(155) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 136 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Kelas IV semester Genap Siklus I pertemuan ke-1 Tugas ini disusun untuk memenuhi tugas Skripsi Disusun oleh : Endah Gati Ruming Rahayu 101134029 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(156) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 137 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) Sekolah : SD Sari Karya Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan Kelas/semester : IV (Empat)/ II (Genap) Alokasi waktu : 2 x 35 Menit A. Standar Kompetensi : 4. Menunjukkan sikap terhadap globalisasi di lingkungannya B. Kompetensi Dasar 4.1 Memberikan contoh sederhana pengaruh globalisasi di lingkungannya C. Indikator Competence - Menyebutkan pengertian globalisasi - Menyebutkan contoh globalisasi di lingkungan sekitar siswa Conscience - Percaya diri dalam menjelaskan pengertian globalisasi Compassion - Menghargai hasil diskusi kelompok lain

(157) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 138 D. Tujuan Pembelajaran Competence - Siswa mampu menyebutkan pengertian globalisasi - Siswa mampu menyebutkan contoh globalisasi di lingkungan sekitar siswa Conscience - Siswa mampu percaya diri dalam menjelaskan pengertian globalisasi Compassion - Siswa mampu menghargai hasil diskusi kelompok lain E. Materi Ajar 1. Pengertian globalisasi 2. Contoh globalisasi di kehidupan sehari-hari F. Model dan metode Pembelajaran a. Model Pembelajaran : Paradigma Pedagogi Reflektif b. Metode Pembelajaran : Tanya jawab, Diskusi, Presentasi, Penugasan G. Nilai Kemanusiaan a. Menghargai teman

(158) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 139 b. Kerjasama c. Mandiri d. Bertanggungjawab H. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran No Kegiatan Guru 1. 2. Konteks Alokasi Waktu Siswa (Pembuka) Guru memberi salam kepada siswa. Guru mengabsen siswa. Guru meminta salah satu siswa untuk memimpin doa untuk mengawali pelajaran. Guru memberikan soal pre test Guru menyiapkan siswa Guru mengajak siswa untuk bernyanyi “ Naik Kereta api” Guru bertanya kepada siswa apakah isi dari lagu “Naik Kereta api” Guru bertanya kepada siswa alat transportasi apa yang ada di dalam lagu tersebut? Guru menyampaikan materi yang akan dipelajari dan tujuannya Pengalaman (Inti) Guru mengajak siswa untuk melihat gambar tentang globalisasi (bidang politik, ekonomi, budaya, komunikasi, trasportasi, dan sosial) Siswa menjawab salam guru Siswa menjawab guru Salah satu siswa memimpin doa Siswa mengerjakan soal pre test Siswa mengeluarkan alat tulis Siswa bernyanyi “Naik Kereta Api” 10 menit Siswa menjawab pertanyaan dari guru Siswa menjawab pertanyaan dari guru Siswa memperhatikan penjelasan dari guru Siswa melihat gambar tentang globalisasi (bidang politik, ekonomi, budaya, komunikasi, trasportasi, dan sosial) 40 menit Guru menanyakan gambar tentang pengertian globalisasi dari gambar yang sudah dilihat Guru meminta siswa dalam kelompok untuk nenuliskan produk atau sarana globalisasi yang pernah digunakan Siswa menjawab pertanyaan dari guru Siswa dalam kelompok nenuliskan produk atau sarana globalisasi yang pernah digunakan di lembar yang disediakan guru

(159) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 140 3. Guru meminta perwakilan kelompok untuk membacakan di depan kelas Perwakilan dari kelompok membacakan hasil diskusi kelompok sudah ditulis di lembar tugas Guru memberikan penguatan dengan memberikan motivasi(tepuk tangan) Guru menjelaskan kembali jawaban dari setiap kelompok mengenai sarana globalisasi yang sudah digunakan Guru bertanya kepada siswa, mengenai materi yang belum dipahami (Penutup) Siswa secara bersama-sama bertepuk tangan Siswa memperhatikan penjelasan guru Siswa menjawab pertanyaan dari guru Evaluasi Guru memberi penghargaan dengan bertepuk tangan kepada siswa yang mau mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas Guru melakukan evaluasi dengan memberi tugas individu dan dikumpulkan Refleksi Siswa merespon bertepuk tangan guru dengan Guru mengajak siswa menyimpulkan keseluruhan yang telah dipelajari Guru bertanya apakah siswa memahami pelajaran hari ini? Guru meminta siswa mempelajari kembali dirumah Aksi untuk materi Siswa menyimpulkan keseluruhan materi yang telah dipelajari sudah Siswa merespon pertanyaan guru Siswa mengerjakan soal evaluasi secara individu untuk Guru meminta siswa yang ditunjuk untuk menyebutkan contoh globalisasi dalam kehidupan sehari-hari Guru meminta salah satu siswa untuk memimpin doa penutup Siswa melakukan apa yang diminta oleh guru Salah satu siswa memimpin doa penutup 20 menit

(160) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 141 I. Kecakapan Hidup Kecakapan Personal a. Kecakapan kesadaran diri : percaya diri, bertanggungjawab, teliti, disiplin dan saling menghargai b. Kecakapan Berpikir : Kecakapan dalam menyebutkan contoh globalisasi yang ada di lingkungan sekitar dengan berpikir kreatif Kecakapan Sosial a. Kecakapan berkomunikasi lisan b. Kecakapan bekerjasama L. Sumber Belajar, Media Pembelajaran, Alat dan Bahan 1. Sumber Belajar Sunarso. 2002. Pendidikan Kewarganegaraan Kelas 4 SD. Bogor: Yudhistira Bestari & Sumiati. 2008. Pendidikan Kewarganegaraan: Menjadi Warga Negara yang Baik untuk Kelas IV Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional Standar Isi Mata Pelajaran Pendidikan kewarganegaraan 2. Media Pembelajaran Gambar-gambar tentang globalisasi (bidang politik, ekonomi, budaya, komunikasi, trasportasi, dan sosial)

(161) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 142 J. Penilaian 1. Penilaian Competence No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 Nama siswa Skor

(162) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 143 24 25 26 27 28 Keterangan : Penilaian Kognitif diambil dari nilai evaluasi siswa Jumlah soal 10 Total skor = 2 x 10 = 20 2. Penilaian Conscience dan Compassion Aspek No. Nama Siswa Percaya diri dalam menjelaskan pengertian globalisasi Menghargai pendapat teman Skor 10 1 2 3 4 5 6 7 5 2 10 5 2 Skor total

(163) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 144 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 Keterangan = nilai conscience dan competence diambil dari keaktifan siswa menjawab pertanyaan dari guru

(164) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 145 Skor 10 5 2 Jika siswa dapat Jika siswa menjawab Jika siswa menjawab memberikan contoh namun terkadang dengan ragu-ragu dan tanpa bertanya teman bertanya teman terkadang bertanya teman 10 = kurang 5 = cukup 2 = baik Skor maksimal 10 x 2 = 20 Catatan : Nilai Akhir = Skor Competence + Skor Conscience + Skor compassion + 10 x 2 = 100

(165) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 146 Yogyakarta, 2 Februari 2014 Mengetahui, Guru Mapel Kepala Sekolah ……………………………… ………………………………

(166) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 147 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Kelas IV semester Genap Siklus I pertemuan ke-2 Tugas ini disusun untuk memenuhi tugas Skripsi Disusun oleh : Endah Gati Ruming Rahayu 101134029 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(167) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 148 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) Sekolah : SD Sari Karya Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan Kelas/semester : IV (Empat)/ II (Genap) Alokasi waktu : 2 x 35 Menit A. Standar Kompetensi : 4. Menunjukkan sikap terhadap globalisasi di lingkungannya B. Kompetensi Dasar 4.1 Memberikan contoh sederhana pengaruh globalisasi di lingkungannya C. Indikator - Competence - Menentukan dampak positif dan negatif globalisasi di lingkungan sekitar - Mengelompokkan dampak negatif dan positif dari globalisasi di lingkungannya - Conscience

(168) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 149 - Percaya diri menemukan dampak negatif dan positif dari globalisasi di lingkungan sekitar siswa Compassion - Menghargai hasil diskusi mengenai pengelompokkan dampak negatif dan positif dari globalisasi di lingkungannya D. Tujuan Pembelajaran - Competence - Siswa mampu menyebutkan contoh dampak negatif dan positif dari globalisasi di lingkungan sekitar siswa Conscience - Siswa mampu percaya diri menemukan dampak negatif dan positif dari globalisasi di lingkungan sekitar siswa - Compassion - Siswa mampu menghargai hasil diskusi mengenai pengelompokkan dampak negatif dan positif dari globalisasi di lingkungannya E. Materi Ajar Dampak (positif dan negatif) globalisasi di lingkungan F. Model dan metode Pembelajaran

(169) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 150 a. Model Pembelajaran : Paradigma Pedagogi Reflektif b. Metode Pembelajaran : Tanya jawab dan diskusi G. Nilai Kemanusiaan e. Menghargai teman f. Kerjasama g. Mandiri h. Bertanggungjawab H. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran No Kegiatan Guru 1. 2. Konteks Alokasi Waktu Siswa (Pembuka) Guru memberi salam kepada siswa. Guru mengabsen siswa. Guru meminta salah satu siswa untuk memimpin doa untuk mengawali pelajaran. Guru bertanya kepada siswa mengenai dampak positif dan negatif globalisasi Guru menjelaskan tujuan pembelajaran kepada siswa. Guru menyampaikan materi yang akan dipelajari dan tujuannya Pengalaman (Inti) Siswa menjawab salam guru Siswa menjawab guru Salah satu siswa memimpin doa 10 menit Siswa menjawab pertanyaan dari guru Siswa memperhatikan penjelasan tujuan pembelajaran dari guru Siswa memperhatikan penjelasan dari guru Guru mengajak siswa untuk melihat Siswa melihat gambar tentang gambar tentang globalisasi (bidang globalisasi (bidang politik, politik, ekonomi, budaya, komunikasi, ekonomi, budaya, komunikasi, trasportasi, dan sosial) trasportasi, dan sosial) Guru menanyakan gambar tentang Siswa menjawab pertanyaan dari guru dampak positif dan negatif globalisasi Guru meminta siswa dalam kelompok Siswa dalam kelompok menjawab untuk memasang puzzle gambar pertanyaan di lembar jawab yang 35 menit

(170) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 151 globalisasi dan menentukan dampak positif dan negatifnya Guru meminta perwakilan kelompok untuk membacakan hasil diskusi ke depan kelas Guru memberikan penguatan dengan memberikan motivasi (tepuk tangan) disediakan guru Guru menjelaskan kembali jawaban dari setiap kelompok mengenai dampak positif dan negatif globalisasi Siswa memperhatikan penjelasan guru Guru bertanya kepada siswa, mengenai materi yang belum dipahami Siswa menjawab pertanyaan dari guru 3. Perwakilan dari kelompok membacakan hasil diskusinya Siswa secara bertepuk tangan bersama-sama (Penutup) Evaluasi Guru memberi penghargaan kepada siswa yang mau mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas Guru melakukan memberi tugas dikumpulkan Refleksi evaluasi dengan individu dan Guru mengajak siswa menyimpulkan keseluruhan untuk materi Siswa merespon guru dengan bertepuk tangan Siswa mengerjakan soal evaluasi Siswa menyimpulkan keseluruhan materi yang telah dipelajari 25 menit

(171) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 152 yang telah dipelajari Guru bertanya apakah siswa sudah memahami pelajaran hari ini? Jika siswa belum memahami, siswa memahami materi di rumah Siswa merespon pertanyaan guru Aksi Guru meminta siswa yang ditunjuk untuk menyebutkan langkah yang harus kita lakukan untuk menghindari sikap negatife dari adanya dampak globalisasi Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan memberikan salam Siswa melakukan apa yang diminta oleh guru Seluruh siswa menjawab salam guru I. Kecakapan Hidup Kecakapan Personal c. Kecakapan kesadaran diri : percaya diri, bertanggungjawab, teliti, disiplin dan saling menghargai d. Kecakapan Berpikir : Kecakapan dalam menentukan dampak negatif dan positif dari globalisasi dengan berpikir kreatif Kecakapan Sosial c. Kecakapan berkomunikasi lisan d. Kecakapan bekerjasama L. Sumber Belajar, Media Pembelajaran, Alat dan Bahan 3. Sumber Belajar Sunarso. 2002. Pendidikan Kewarganegaraan Kelas 4 SD. Bogor: Yudhistira

(172) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 153 Bestari & Sumiati. 2008. Pendidikan Kewarganegaraan: Menjadi Warga Negara yang Baik untuk Kelas IV Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional Standar Isi Mata Pelajaran Pendidikan kewarganegaraan 4. Media Pembelajaran Gambar-gambar tentang adanya dampak positif dan negative globalisasi Puzzle J. Penilaian 3. Penilaian Competence No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Nama siswa Skor

(173) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 154 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 Keterangan : Penilaian Kognitif diambil dari nilai evaluasi siswa Jumlah soal 10 Total skor = 2 x 10 = 20

(174) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 155 4. Penilaian Conscience dan Compassion Aspek No. Nama Siswa Percaya diri dalam menjelaskan pengertian globalisasi Menghargai pendapat teman Skor total Skor 10 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 5 2 10 5 2

(175) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 156 20 21 22 23 24 25 26 27 28 Keterangan = nilai conscience dan competence diambil dari keaktifan siswa menjawab pertanyaan dari guru Skor 10 Jika siswa dapat memberikan contoh tanpa bertanya teman 5 Jika siswa menjawab namun terkadang bertanya teman 2 Jika siswa menjawab dengan ragu-ragu dan terkadang bertanya teman 10 = kurang 5 = cukup 2 = baik Skor maksimal 10 x 2 = 20 Catatan : Nilai Akhir = Skor Competence + Skor Conscience + Skor compassion + 10 x 2 = 100

(176) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 157 Yogyakarta, 2 Februari 2014 Mengetahui, Guru Mapel Kepala Sekolah ……………………………… ………………………………

(177) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 158 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Kelas IV semester Genap Siklus 2 pertemuan ke-I Tugas ini disusun untuk memenuhi tugas Skripsi Disusun oleh : Endah Gati Ruming Rahayu 101134029 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(178) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 159 ( RPP ) Sekolah : SD Sari Karya Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan Kelas/semester : IV (Empat)/ II (Genap) Alokasi waktu : 2 x 35 Menit A. Standar Kompetensi 4. Menunjukkan sikap terhadap globalisasi di lingkungannya B. Kompetensi Dasar 4.3 Menentukan sikap terhadap pengaruh globalisasi yang terjadi di lingkungannya C. Indikator - Competence - Menyebutkan upaya penanggulangan globalisasi di kehidupan sehari-hari - Menyebutkan contoh menentukan sikap dalam menghadapi pengaruh globalisasi - Conscience - Percaya diri dalam bekerja kelompok

(179) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 160 - Compassion - Menghargai hasil karya dari kelompok lain D. Tujuan Pembelajaran - Competence - Siswa mampu menyebutkan upaya penanggulangan globalisasi di kehidupan sehari-hari - Siswa mampu menyebutkan contoh menentukan sikap dalam menghadapi pengaruh globalisasi - Conscience - Siswa mampu percaya diri dalam bekerja kelompok - Compassion - Siswa mampu menghargai hasil karya dari kelompok lain E. Materi Ajar 1. Dampak ( positif dan negatif ) globalisasi di lingkungannya 2. Pengaruh globalisasi dalam kehidupan sehari-hari F. Model dan metode Pembelajaran a. Model Pembelajaran : Paradigma Pedagogi Reflektif b. Metode Pembelajaran : Tanya jawab, Diskusi, Presentasi, Penugasan

(180) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 161 G. Nilai Kemanusiaan i. Menghargai teman j. Kerjasama k. Mandiri l. Bertanggungjawab m. Menciptakan hidup rukun dalam keluarga. H. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran No Kegiatan Guru 1. 2. Konteks Alokasi Waktu Siswa (Pembuka) Guru memberi salam kepada siswa. Guru mengabsen siswa. Guru meminta salah satu siswa untuk memimpin doa untuk mengawali pelajaran. Guru menyiapkan siswa untuk mengikuti pelajaran Guru menjelaskan tujuan pembelajaran kepada siswa. Guru bertanya kepada siswa “siapa yang dirumah memiliki televisi?” Guru bertanya kepada siswa “ berapa lama kalian melihat televisi?” Guru menjelaskan kepada siswa bahwa melihat televisi tidak boleh mengganggu jam belajar dan tidak melihat tayangan yang tidak mendidik Guru menyampaikan materi yang akan dipelajari dan tujuannya yaitu belajar mengenai sikap terhadap pengaruh globalisasi yang terjadi di lingkungan sekitar Pengalaman (Inti) Siswa menjawab salam guru Siswa menjawab guru Salah satu siswa memimpin doa Siswa bersiap untuk mengikuti pelajaran Siswa memperhatikan penjelasan tujuan pembelajaran dari guru Siswa menjawab pertanyaan dari guru Siswa menjawab pertanyaan dari guru Siswa mendengarkan guru 15 menit Siswa memperhatikan penjelasan dari guru 35

(181) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 162 Guru mengajak siswa untuk melihat Siswa melihat video tentang Video tentang globalisasi globalisasi Guru menanyakan video tentang Siswa melihat video dampak positif dan negatif globalisasi Guru meminta masing-masing siswa Siswa menjawab pertanyaan dari untuk menuliskan dampak negatif yang guru ditemukan dalam video dan upaya pencegahannya. Misalnya internet. Dampak negatifnya game online sampai lupa waktu dan membolos sekolah. Upaya yang dilakukan menggunakan internet sesuai dengan kebutuhan misalnya untuk melihat berita atau mencari informasi Guru menunjuk siswa untuk membacakan hasil pekerjaannya Siswa membacakan pekerjaannya Guru menjelaskan materi mengenai sikap terhadap pengaruh globalisasi yang terjadi di lingkungan sekitar. Siswa memperhatikan penjelasan dari guru Guru memberikan penguatan dengan memberikan motivasi (tepuk tangan) Guru menjelaskan kembali jawaban dari setiap kelompok mengenai upaya dan sikap menghadapi globalisasi Siswa secara bersama-sama bertepuk tangan Siswa memperhatikan penjelasan guru Guru bertanya kepada siswa mengenai materi yang belum dipahami Siswa menjawab pertanyaan dari guru 3. (Penutup) Evaluasi menit hasil 15 menit

(182) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 163 Guru bertanya kepada siswa mengenai perasaan yang dialami siswa ketika kegiatan pembelajaran Guru melakukan evaluasi dengan memberi tugas individu dan dikumpulkan Refleksi Siswa menjawab pertanyaan guru Guru mengajak siswa untuk menyimpulkan keseluruhan materi yang telah dipelajari Guru bertanya apakah siswa sudah memahami pelajaran hari ini? Aksi Siswa menyimpulkan keseluruhan materi yang telah dipelajari Guru meminta siswa yang ditunjuk untuk menyebutkan langkah apa yang akan dilakukan dengan adanya dampak globalisasi Sebagai tindak lanjut, siswa membaca materi selanjutnya dirumah Guru memberikan salam penutup Siswa mengerjakan soal evaluasi Siswa merespon pertanyaan guru Siswa melakukan apa yang diminta oleh guru Siswa menerima PR yang diberikan guru Siswa membalas salam guru I. Refleksi Umum Competence a. Apakah siswa dapat menyebutkan upaya penanggulangan globalisasi di kehidupan sehari-hari? b. Apakah siswa dapat menyebutkan contoh menentukan sikap dalam menghadapi pengaruh globalisasi? c. Bagaimana tindak lanjut dari siswa yang sudah mampu mencapai indikator? d. Bagaimana tindak lanjut dari siswa yang belum mencapai indikator? Conscience a. Apakah siswa sudah menjadi pribadi yang percaya diri? Compassion

(183) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 164 a. Apakah siswa dapat menghargai teman lain yang memberikan pendapat? J. Aksi Competence a. Bagi siswa yang sudah dapat menyebutkan upaya penanggulangan globalisasi di kehidupan sehari-hari b. Bagi siswa yang belum mencapai indikator, siswa diharapkan mempelajari materi kembali, apabila mengalami kesulitan mau bertanya pada teman atau guru Conscience a. Siswa menjadi pribadi yang percaya diri Compassion a. Siswa dapat menghargai teman lain yang memberikan pendapat K. Kecakapan Hidup Kecakapan Personal e. Kecakapan kesadaran diri : percaya diri, bertanggungjawab, teliti, disiplin dan saling menghargai f. Kecakapan Berpikir : Kecakapan dalam menentukan sikap menghadapi globalisasi dengan berpikir kreatif

(184) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 165 Kecakapan Sosial e. Kecakapan berkomunikasi lisan f. Kecakapan bekerjasama L. Sumber Belajar, Media Pembelajaran, Alat dan Bahan 5. Sumber Belajar Buku Sekolah Elektronik (BSE) untuk Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan kelas IV karangan Ismoyo Standar Isi Mata Pelajaran Pendidikan kewarganegaraan Kurikulum Sekolah 6. Media Pembelajaran Gambar-gambar tentang adanya dampak positif dan negative globalisasi 7. Alat dan Bahan Kertas HVS M. Penilaian 5. Penilaian Competence No. Nama siswa Skor ketepatan hasil jawaban 1. 2. 3. Keterangan : Penilaian Kognitif diambil dari nilai tugas setiap siswa Benar = 1 Salah = 0

(185) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 166 No. Nama Kelompok Skor ketepatan hasil jawaban 1. 2. 3. Keterangan : Penilaian Kognitif diambil dari nilai tugas setiap kelompok dari observasi guru 2 = kurang 3 = cukup 5 = baik 6. Penilaian Conscience No. Aspek Yang Dinilai 1. Sikap siswa saat Menanggapi dampak adanya globalisasi 2. Rasa percaya diri siswa saat menanggapi dampak adanya globalisasi 3. Aktif mencari sumber informasi Skor Keterangan = nilai kognitif diambil dari keaktifan siswa dalam bekerja kelompok Skor : 2 = kurang 3 = cukup 5 = baik

(186) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 167 7. Penilaian Compassion skor No Aspek yang dinilai 1. Aktif mengerjakan bersama 2. Menghargai pendapat teman Skor : 2 = kurang 3 = cukup 5 = baik Catatan : Nilai Akhir = Skor Competence + Skor Consien + Skor compassion 5 Yogyakarta, ………………….. Mengetahui, Guru Mapel Dosen Pembimbing ……………………………… ………………………………

(187) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 168 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Kelas IV semester Genap Siklus 2 pertemuan ke-2 Tugas ini disusun untuk memenuhi tugas Skripsi Disusun oleh : Endah Gati Ruming Rahayu 101134029 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(188) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 169 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) Sekolah : SD Sari Karya Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan Kelas/semester : IV (Empat)/ II (Genap) Alokasi waktu : 2 x 40 Menit A. Standar Kompetensi 4. Menunjukkan sikap terhadap globalisasi di lingkungannya B. Kompetensi Dasar 4.3 Menentukan sikap terhadap pengaruh globalisasi yang terjadi di lingkungannya C. Indikator - Competence - Menuliskan pendapat atau sikap pengaruh globalisasi yang terjadi di lingkungannya - Menentukan sikap terhadap pengaruh globalisasi yang ada dilingkungan sekitar - Conscience

(189) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 170 - Percaya diri dalam berdiskusi kelompok - Compassion - Menghargai hasil karya dari kelompok lain D. Tujuan Pembelajaran - Competence Siswa mampu menuliskan pendapat atau sikap pengaruh globalisasi - yang terjadi di lingkungannya Siswa mampu menentukan sikap terhadap pengaruh globalisasi - yang ada dilingkungan sekitar - Conscience - Siswa mampu percaya diri dalam berdiskusi kelompok - Compassion - Siswa mampu menghargai hasil karya dari kelompok lain E. Materi Ajar Sikap kita terhadap pengaruh globalisasi F. Model dan metode Pembelajaran a. Model Pembelajaran : Paradigma Pedagogi Reflektif b. Metode Pembelajaran : Tanya jawab, Diskusi, Presentasi, Penugasan

(190) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 171 G. Nilai Kemanusiaan n. Menghargai teman o. Kerjasama p. Mandiri q. Bertanggungjawab r. Menciptakan hidup rukun dalam keluarga H. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran No Kegiatan Guru 1. 2. Konteks Alokasi Waktu Siswa (Pembuka) Guru memberi salam kepada siswa. Guru mengabsen siswa. Guru meminta salah satu siswa untuk memimpin doa untuk mengawali pelajaran. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran kepada siswa. Guru mengajak siswa untuk bernyanyi “ Naik Delman” Guru bertanya kepada siswa apakah isi dari lagu “ Naik Delman” Guru bertanya kepada siswa suasana apa yang ada di dalam lagu? Guru menyampaikan materi yang akan dipelajari dan tujuannya Pengalaman (Inti) Guru mengajak siswa untuk melihat video tentang globalisasi (transportasi,komunikasi, gaya hidup, dan makanan) Guru menanyakan video tentang dampak positif dan negative globalisasi Guru meminta siswa dalam kelompok Siswa menjawab salam guru Siswa menjawab guru Salah satu siswa memimpin doa Siswa memperhatikan penjelasan tujuan pembelajaran dari guru Siswa bernyanyi “ Naik Delman” 15 menit Siswa menjawab pertanyaan dari guru Siswa menjawab pertanyaan dari guru Siswa memperhatikan penjelasan dari guru Siswa melihat video tentang globalisasi (transportasi,komunikasi, gaya hidup, dan makanan) Siswa menjawab pertanyaan dari guru Siswa dalam kelompok menjawab 35 menit

(191) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 172 untuk memberikan pendapat dari video globalisasi yang telah dilihat Guru meminta setiap kelompok untuk mengerjakan tugas Lembar Aktivitas Siswa yaitu bagaimana menentukan sikap dengan adanya globalisasi pertanyaan dari guru Guru meminta perwakilan setiap kelompok untuk mempresentasikan di depan kelas Perwakilan dari kelompok membacakan hasil karyanya yang sudah ditulis di LAS Guru memberikan penguatan dengan memberikan motivasi (tepuk tangan) Guru menjelaskan kembali jawaban dari setiap kelompok mengenai sikap yang harus kita lakukan karena adanya globalisasi dalam kehidupan sehari-hari Guru bertanya kepada siswa mengenai materi yang belum dipahami Guru memberi soal post test kepada siswa Siswa secara bersama-sama bertepuk tangan Siswa memperhatikan penjelasan guru 3. Siswa melakukan diskusi dalam kelompok Siswa menjawab pertanyaan dari guru Siswa mengerjakan soal post test (Penutup) Evaluasi Guru memberi penghargaan kepada siswa yang mau mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas Guru melakukan evaluasi dengan memberi tugas individu dan dikumpulkan Refleksi Siswa merespon bertepuk tangan Guru mengajak siswa untuk menyimpulkan keseluruhan materi yang telah dipelajari Guru bertanya apakah siswa sudah memahami pelajaran hari ini? Aksi Siswa menyimpulkan keseluruhan materi yang telah dipelajari Guru meminta siswa yang ditunjuk untuk menyebutkan langkah apa yang akan dilakukan dengan adanya dampak globalisasi guru dengan Siswa mengerjakan soal evaluasi Siswa merespon pertanyaan guru Siswa melakukan apa yang diminta oleh guru 30 menit

(192) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 173 Guru meminta salah satu siswa untuk memimpin doa penutup Salah satu siswa memimpin doa penutup I. Refleksi Umum Competence e. Apakah siswa dapat menyebutkan upaya penanggulangan globalisasi di kehidupan sehari-hari? f. Apakah siswa dapat menyebutkan contoh menentukan sikap dalam menghadapi pengaruh globalisasi? g. Bagaimana tindak lanjut dari siswa yang sudah mampu mencapai indikator? h. Bagaimana tindak lanjut dari siswa yang belum mencapai indikator? Conscience a. Apakah siswa sudah menjadi pribadi yang percaya diri? Compassion b. Apakah siswa dapat menghargai teman lain yang memberikan pendapat?

(193) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 174 J. Aksi Competence a. Bagi siswa yang sudah dapat menyebutkan upaya penanggulangan globalisasi di kehidupan sehari-hari b. Bagi siswa yang sudah dapat menyebutkan contoh menentukan sikap dalam menghadapi pengaruh globalisasi c. Bagi siswa yang belum mencapai indikator, siswa diharapkan mempelajari materi kembali, apabila mengalami kesulitan mau bertanya pada teman atau guru Conscience b. Siswa menjadi pribadi yang percaya diri Compassion b. Siswa dapat menghargai teman lain yang memberikan pendapat K. Kecakapan Hidup Kecakapan Personal g. Kecakapan kesadaran diri : percaya diri, bertanggungjawab, teliti, disiplin dan saling menghargai h. Kecakapan Berpikir : Kecakapan menentukan sikap terhadap pengaruh globalisasi yang ada dilingkungan sekitar dengan berpikir kreatif Kecakapan Sosial g. Kecakapan berkomunikasi lisan

(194) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 175 h. Kecakapan bekerjasama L. Sumber Belajar, Media Pembelajaran, Alat dan Bahan 8. Sumber Belajar Buku Sekolah Elektronik (BSE) untuk Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan kelas IV karangan Ismoyo Standar Isi Mata Pelajaran Pendidikan kewarganegaraan Kurikulum Sekolah 9. Media Pembelajaran Gambar-gambar tentang adanya dampak positif dan negative globalisasi 10. Alat dan Bahan Kertas HVS J. Penilaian 8. Penilaian Competence No. Nama siswa Skor ketepatan hasil jawaban 1. 2. 3. Keterangan : Penilaian Kognitif diambil dari nilai tugas setiap siswa

(195) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 176 Benar = 1 Salah = 0 No. Nama Kelompok Skor ketepatan hasil jawaban 1. 2. 3. Keterangan : Penilaian Kognitif diambil dari nilai tugas setiap kelompok dari observasi guru 2 = kurang 3 = cukup 5 = baik 9. Penilaian Conscience No. Aspek Yang Dinilai 1. Sikap siswa saat Menanggapi dampak adanya globalisasi 2. Rasa percaya diri siswa saat menanggapi dampak adanya globalisasi 3. Aktif mencari sumber informasi Skor Keterangan = nilai kognitif diambil dari keaktifan siswa dalam bekerja kelompok

(196) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 177 Skor : 2 = kurang 3 = cukup 5 = baik 10. Penilaian Compassion No Aspek yang dinilai 1. skor Aktif mengerjakan tugas bersama 2. Menghargai pendapat kelompok lain Skor : 2 = kurang 3 = cukup 5 = baik Catatan : Nilai Akhir = Skor Competence + Skor Consien + Skor compassion 5

(197) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 178 Yogyakarta, ………………….. Mengetahui, Guru Mapel Dosen Pembimbing ……………………………… ………………………………

(198) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 179 Lampiran 3. Kuesioner Sebelum diuji Validitas dan Setelah diuji Validitas

(199) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 180 Pilihan Jawaban No Pernyataan SS 1 Saya menggunakan pakaian dengan rapi 2 Saya merawat pakaian dengan baik supaya rapi 3 Membeli barang sesuai dengan kebutuhan 4 Saya mempelajari budaya asli Indonesia dengan tekun 5 Tidak menonton televisi sampai larut malam 6 Permainan tradisional merupakan permainan yang menarik bagi saya 7 Saya bersemangat mempelajari tarian asli Indonesia 8 Saya senang bermain permainan tradisional (dakon, engklek, dll) 9 Bersikap ramah dan hormat terhadap sesama 10 Saya senang dan bangga memakai pakaian batik buatan negeri sendiri 11 Saya menyadari lagu-lagu tradisional adalah budaya asli Indonesia 12 Saya senang menyanyikan lagu-lagu S TS STS

(200) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 181 daerah 13 Saya suka membeli makanan khas Indonesia 14 Mengambil hal positif dari internet 15 Saya menggunakan pakaian tidak tertib pada peraturan sekolah 16 Saya tidak pernah mencuci baju 17 Saya menghabiskan uang untuk membeli barang-barang kesuakaan 18 Saya senang memakai pakaian produk luar negeri 19 Malas mempelajari budaya ali Indonesia 20 Mencontoh hal-hal buruk dari siaran televisi 21 Saya menghabiskan waktu dengan bermain 22 Kebudayaan luar negeri sebaiknya ditiru dan dikembangkan 23 Internet dapat memberikan pengaruh buruk bagi generasi penerus bangsa 24 Saya menghasiskan uang jajan yang diberikan orang tua 25 Menonton TV sampai larut malam

(201) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 182 26 Saya senang bermain game di HP sampai lupa waktu 27 Malas mempelajari tarian asli Indonesia 28 Permainan tradisional tidak menyenangkan 29 Saya menghindari orang yang sedang kesusahan 30 Senang dan bangga menggunakan pakaian yang ngetren dari luar negeri 31 Saya suka mendengarkan K-pop 32 Malu menyanyikan lagu daerah 33 Menggunakan internet untuk hal yang kurang baik (facebook untuk mengejek teman) 34 Makanan luar negeri lebih lezat dari pada makanan dalam negeri 35 Malu jika menggunakan batik

(202) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 183 Lampiran 4. Foto-Foto Siklus I Dan Siklus II

(203) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 184 Kegiatan menyimak gambar Kegiatan menyimak gambar

(204) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 185 Media yang digunakan

(205) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 186 Lampiran 5. Surat Ijin Penelitian dari FKIP USD

(206) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 187

(207)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
1
15
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
0
17
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
1
26
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
0
14
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
0
16
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Akuntansi
0
1
147
SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Sejarah
0
0
205
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Akuntansi
0
0
190
TINJAUAN PENERAPAN PARADIGMA PEDAGOGI REFLEKTIF PADA PEMBELAJARAN PELUANG DI KELAS XI IPA SMA KANISIUS TIRTOMOYO SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program studi Pendidikan Matematika
0
0
178
PROSES BELAJAR SISWA DALAM MATA PELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS PARADIGMA PEDAGOGI REFLEKTIF DI KELAS IV SD KANISIUS WIROBRAJAN Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan PGSD
0
0
118
KEGIATAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERPOLA PARADIGMA PEDAGOGI REFLEKTIF DI SMA KANISIUS TIRTOMOYO Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Matematika
0
0
245
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Sejarah
0
0
135
RANGKAIAN KEGIATAN GURU MEMFASILITASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS PARADIGMA PEDAGOGI REFLEKTIF DI KELAS X2 SMA KANISIUS TIRTOMOYO WONOGIRI Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan
0
0
355
SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Matematika
1
7
237
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PARADIGMA PEDAGOGI REFLEKTIF (PPR) DALAM MATA PELAJARAN PKn TERHADAP KESADARAN SISWA AKAN NILAI GLOBALISASI DI SD KANISIUS SENGKAN
0
1
173
Show more