PENGARUH PENERAPAN METODE EKSPERIMEN SEDERHANA TERHADAP PENGETAHUAN DAN NILAI KARAKTER SISWA DALAM POKOK BAHASAN HUKUM HOOKE PADA SISWA KELAS XI MIPA SMA NEGERI 1 NGEMPLAK SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidik

Gratis

0
0
223
2 weeks ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PENGARUH PENERAPAN METODE EKSPERIMEN SEDERHANA TERHADAP PENGETAHUAN DAN NILAI KARAKTER SISWA DALAM POKOK BAHASAN HUKUM HOOKE PADA SISWA KELAS XI MIPA SMA NEGERI 1 NGEMPLAK SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Fisika Oleh: Cintia Kristina Bunga 141424031 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2019 i

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ii

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI iii

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN Tak ada kesulitan yang tak dapat dikalahkan oleh kasih yang dalam, Tak ada pintu yang tak akan dibukakan oleh kasih yang dalam, Tak ada teluk yang tak dijembatani oleh kasih yang dalam, Tak ada dinding yang tak dapat dihancurkan oleh kasih yang dalam, Tak ada dosa yang tak dapat ditebus oleh kasih yang dalam….. Tak peduli betapa besarnya kesulitan, betapa sirnanya harapan, Betapa rumitnya masalah, betapa besarnya kesalahan. Kesadaran akan kasih yang dalam dapat menguraikan segalanya. Bila kita dapat mengasihi dengan tulus, Kita akan menjadi makhluk yang paling bahagia Dan paling kuat di dunia ini. “ Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur ” (Filipi 4 : 6). Skripsi ini saya persembahkan kepada kedua orangtua, Bapak Yohanis Riwu dan Ibu Margaretha Rihi, kakak tersayang Anggi dan Moren, serta adik tersayang Yuli dan Diana yang selalu mendukung dalam suka maupun duka. Sahabat-sahabat tercinta (The Seksi Girl) yang selalu memberikan semangat dan dukungannya. iv

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI v

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI vi

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK Bunga, Cintia Kristina. 2019. Pengaruh Penerapan Metode Eksperimen Sederhana Terhadap Pengetahuan Dan Nilai Karakter Siswa Dalam Pokok Bahasan Hukum Hooke Pada Siswa Kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Ngemplak. Skripsi. Yogyakarta: Program Studi Pendidikan Fisika. Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) peningkatan pengetahuan siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Ngemplak dalam pokok bahasan Hukum Hooke dengan menerapkan metode eksperimen sederhana, dan 2) nilai karakter siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Ngemplak melalui penerapan metode eksperimen sederhana pada materi Hukum Hooke. Jenis penelitian ini adalah eksperimen kuantitatif dan kualitatif. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA 1 yang berjumlah 33 orang dan kelas XI MIPA 2 yang berjumlah 33 orang. Kelas XI MIPA 1 dipilih sebagai kelas dengan menggunakan metode eksperimen sederhana dan kelas XI MIPA 2 dipilih sebagai kelas dengan menggunakan metode ceramah aktif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes tertulis yang terdiri dari pretest dan posttest, kuesioner nilai karakter, dan observasi kerjasama siswa. Hasil tes tertulis dan nilai karakter siswa dianalisis secara statistik menggunakan uji-T dengan bantuan program SPSS 20, sedangkan karakter kerjasama siswa dilihat peneliti secara langsung saat proses pembelajaran, menggunakan rekaman video kegiatan dan catatan peneliti selama proses pembelajaran dan dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) penerapan metode eksperimen sederhana dapat meningkatkan pengetahuan siswa pada materi hukum Hooke, dan (2) metode eksperimen sederhana menyumbangkan nilai karakter bagi siswa. Nilai karakter yang dibentuk dengan urutan yang paling tinggi yaitu nilai tanggung jawab, kerjasama, rasa ingin tahu, kejujuran, dan disiplin. Kata Kunci: Metode Eksperimen Sederhana, Pengetahuan, Nilai Karakter, Hukum Hooke, Belajar vii

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT Bunga, Cintia Kristina. 2019. The Influence of Application of Simple Experimental Method to Knowledge and Student Character Values in Class XI MIPA on Subject of The Hooke’s Law of SMA Negeri 1 Ngemplak. Thesis. Yogyakarta: Physics Education. Department of Mathematics and Sciences Education. Faculty of Teacher Training and Education. Sanata Dharma University, Yogyakarta. The research aims to determine: (1) the increase knowledge of students of class XI MIPA SMA Negeri 1 Ngemplak in the subject of Hooke's Law by applying simple experimental methods, and (2) character values of class XI MIPA students of SMA Negeri 1 Ngemplak through the application of simple experimental methods to the Law material Hooke. This type of research is quantitative and qualitative experimental. The subject of this research were 33 students of class XI MIPA 1 and 33 students of class XI MIPA 2. Class XI MIPA 1 was chosen as a class using a simple experimental method and class XI MIPA 2 was chosen as a class using the active lecture method. The instrument used in this study was a written test consisting of pretest and posttest, character value questionnaire, and observation of student collaboration. The written test results and student character values were analyzed statistically using t-test with SPSS 20 program, while the students 'collaboration characters were seen directly by the researcher during the learning process, using video recordings of researchers' activities and records during the learning process and analyzed qualitatively. The result of this research showed that: (1) the application of simple experimental methods can increase student knowledge in Hooke's law material, and (2) simple experimental methods contribute character values to students. The character values are formed in the highest order, namely the values of responsibility, cooperation, curiosity, honesty, and discipline. Keywords: Simple Experiment Method, Knowledge, Character Value, Hooke's Law, Learning viii

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Puji dan Syukur kepada Tuhan Yesus Kristus atas segala kasih, karunia, berkat, dan rahmat penyertaan-Nya dari awal hingga akhir sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian dan penulisan skripsi dengan judul “Pengaruh Penerapan Metode Eksperimen Sederhana Terhadap Pengetahuan Dan Nilai Karakter Siswa Dalam Pokok Bahasan Hukum Hooke Pada Siswa Kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Ngemplak”. Skripsi ini ditulis sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan pada Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Sanata Dharma. Penulisan ini dapat terselesaikan dengan baik berkat kerjasama, dukungan, bantuan, serta gagasan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang secara langsung maupun tidak langsung memberi bantuan dan dukungan terselesainya skripsi ini: 1. Romo Prof. Dr. Paul Suparno, S. J., M. S. T., selaku Dosen Pembimbing yang telah setia dan sabar memberikan bimbingan, pengarahan, dukungan, dan saran kepada penulis sehingga skripsi ini dapat diselesaikan dengan baik. 2. Bapak Dr. Ignatius Edi Santosa, M. S., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Fisika yang telah memberikan bantuan dan dukungan kepada penulis. 3. Bapak Drs. Aufridus Atmadi, M. Si., selaku Dosen Pembimbing Akademik yang selalu memberikan semangat dan motivasi. ix

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4. Segenap Dosen Universitas Sanata Dharma khususnya Dosen Program Studi Pendidikan Fisika yang telah memberikan bekal ilmu pengetahuan kepada penulis. 5. Segenap Karyawan Sekretariat JPMIPA yang telah memberikan bantuan dan pelayanan yang baik dalam memperlancar perijinan surat ke sekolah dan keperluan lainnya yang berkaitan dengan studi dan penelitian ini. 6. Bapak Drs. M. Warsun Latif, selaku Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Ngemplak yang telah berkenan memberikan ijin dan kesempatan kepada penulis untuk melakukan penelitian. 7. Bapak Sarjana Suta, S.Pd, selaku guru mata pelajaran Fisika SMA Negeri 1 Ngemplak atas segala bantuan, kerjasama, dan dukungan selama penulis melakukan penelitian. 8. Segenap Bapak/Ibu guru serta karyawan SMA Negeri 1 Ngemplak yang telah memberikan dukungan bagi penulis dalam melaksanakan penelitian. 9. Siswa-siswi kelas XI MIPA 1 dan kelas XI MIPA 2 yang menjadi partisipan dalam penelitian, terimakasih atas kerjasamanya. 10. Kedua orangtuaku tersayang, Bapak Yohanis Riwu dan Ibu Margaretha Rihi atas kerja kerasnya, semangat, kasih sayang, perhatian, dukungan materi dan dukungan doanya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. 11. Kakakku Anggriani Bunga dan Moren Bunga serta adikku Yulianti Bunga yang mendukung dalam doa dan selalu memberikan semangat untuk selalu berjuang sehingga penulis dapat menyelesaikan studi dan skripsi dengan baik. x

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI xi

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL................................................................................................ i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ..................................................... ii HALAMAN PENGESAHAN ................................................................................ iii HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN .................................................... iv HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ............................................ v LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN .................................................................. vi PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ...................... vi ABSTRAK ........................................................................................................................ vii ABSTRACT....................................................................................................................... viii KATA PENGANTAR ....................................................................................................... ix DAFTAR ISI..................................................................................................................... xii DAFTAR TABEL............................................................................................................ xvi DAFTAR GAMBAR ..................................................................................................... xviii DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................................... xix BAB I PENDAHULUAN ................................................................................................... 1 A. Latar Belakang Masalah.......................................................................................... 1 B. Rumusan Masalah ................................................................................................... 5 C. Tujuan Penelitian .................................................................................................... 5 D. Manfaat Penelitian .................................................................................................. 6 BAB II LANDASAN TEORI ............................................................................................. 8 A. Belajar ..................................................................................................................... 8 1. Pengertian belajar.................................................................................................. 8 2. Ciri-ciri Belajar ..................................................................................................... 9 3. Prinsip-prinsip Belajar ........................................................................................ 11 4. Teori-teori Belajar ............................................................................................... 12 xii

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI B. Pembelajaran ......................................................................................................... 13 1. Pengertian Pembelajaran ................................................................................... 13 2. Strategi Kegiatan Pembelajaran ........................................................................ 14 3. Pembejaran yang Efektif ................................................................................... 15 C. Pengetahuan .......................................................................................................... 16 1. Pengertian Pengetahuan..................................................................................... 16 2. Tingkat Pengetahuan ......................................................................................... 17 3. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengetahuan ............................................. 19 D. Metode Pembelajaran yang Digunakan ................................................................ 21 1. Pengertian Metode Pembelajaran ...................................................................... 21 2. Metode Eksperimen ........................................................................................... 21 3. Metode Ceramah Siswa Aktif ........................................................................... 25 E. Nilai Karakter........................................................................................................ 26 1. Pengertian Karakter ........................................................................................... 26 2. Pengertian Pendidikan Karakter ........................................................................ 27 3. Tujuan Pendidikan Karakter .............................................................................. 28 4. Ciri-ciri Pendidikan Karakter ............................................................................ 28 5. Sumber Nilai-Nilai Pendidikan Karakter .......................................................... 29 6. Sumbangan Nilai Karakter Metode Eksperimen ............................................... 31 7. Nilai-Nilai Pendidikan Karakter ........................................................................ 32 F. Hukum Hooke ....................................................................................................... 34 1. Hukum Hooke ................................................................................................... 34 2. Energi Potensial Pegas ...................................................................................... 36 3. Hukum Hooke untuk Susunan Pegas ................................................................. 37 BAB III METODE PENELITIAN ................................................................................... 43 A. Jenis Penelitian...................................................................................................... 43 B. Desain Penelitian .................................................................................................. 44 C. Subyek Penelitian.................................................................................................. 46 1. Populasi Penelitian ............................................................................................ 46 2. Sampel Penelitian .............................................................................................. 46 xiii

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI D. Waktu dan Tempat Penelitian ............................................................................... 46 1. Waktu Penelitian ............................................................................................... 46 2. Lokasi Penelitian ................................................................................................ 46 E. Variabel Penelitian ................................................................................................ 47 1. Variabel Bebas .................................................................................................. 47 2. Variabel Terikat ................................................................................................. 47 F. Treatment .............................................................................................................. 47 G. Validitas Instrumen ............................................................................................... 48 H. Instrumen Penelitian ............................................................................................. 49 1. Instrumen Proses Belajar ................................................................................... 49 2. Instrumen Pengumpulan Data ............................................................................ 50 I. Metode Analisis Data ............................................................................................ 59 1. Analisis Pengetahuan Siswa .............................................................................. 59 2. Analisis Nilai Karakter Siswa ........................................................................... 65 3. Analisis Karakter Kerjasama Siswa .................................................................. 67 BAB IV DATA DAN ANALISIS .................................................................................... 68 A. Pelaksanaan Penelitian .......................................................................................... 68 1. Waktu dan Tempat Pelaksanaan ........................................................................ 68 2. Deskripsi Pelaksanaan Penelitian ...................................................................... 70 B. Data dan Analisis Data.......................................................................................... 84 1. Pengetahuan Siswa ............................................................................................ 84 2. Nilai Karakter Siswa........................................................................................... 95 C. Pembahasan......................................................................................................... 107 1. Pengetahuan Siswa .......................................................................................... 107 2. Nilai Karakter Siswa........................................................................................ 109 D. Keterbatasan Penelitian ....................................................................................... 112 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN.......................................................................... 114 A. Kesimpulan ......................................................................................................... 114 B. Saran ................................................................................................................... 114 xiv

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................................... 116 Lampiran ......................................................................................................................... 119 xv

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 2. 1 Karakter, Deskripsi, dan Metode Pembelajaran yang Cocok ...............32 Tabel 3. 1 Kisi-kisi Soal Pretest dan Posttest ........................................................51 Tabel 3. 2 Kisi-kisi Kuesioner Nilai Karakter Kelas Eksperimen Sederhana........53 Tabel 3. 3 Kisi-kisi Kuesioner Nilai Karakter Kelas Ceramah Aktif ...................55 Tabel 3. 4 Indikator Kerjasama Siswa ...................................................................58 Tabel 3. 5 Rubrik Skoring Pengetahuan Siswa ......................................................59 Tabel 3. 6 Kategori Persetase Tingkat Pengetahuan Siswa ...................................61 Tabel 3. 7 Penskoran Kuesioner Nilai Karakter ....................................................65 Tabel 3. 8 Kategori Nilai Karakter Siswa ..............................................................66 Tabel 4. 1 Jadwal Pelaksanaan Penelitian ..............................................................68 Tabel 4. 2 Data Nilai Pretest dan Posttest Siswa Kelas XI MIPA 1 dan Kelas XI MIPA 2 (Kelas Eksperiman Sederhana dan Kelas Ceramah Aktif) ......................................................................................85 Tabel 4. 3 Kategori Tingkat Pengetahuan Awal dan Akhir Siswa Kelas Eksperimen Sederhana ..........................................................................87 Tabel 4. 4 Kategori Tingkat Pengetahuan Awal dan Akhir Siswa Kelas Ceramah Aktif .......................................................................................88 Tabel 4. 5 Hasil Statistik Pengetahuan Awal Siswa antara Kelas XI MIPA 1 dan Kelas XI MIPA 2 ............................................................................90 Tabel 4. 6 Hasil Statistik Perbandingan Pengetahuan Awal dan Pengetahuan Akhir Siswa Kelas XI MIPA 1 ..............................................................91 Tabel 4. 7 Hasil Statistik Perbandingan Pengetahuan Awal dan Pengetahuan Akhir Siswa Kelas XI MIPA 2 ..............................................................92 Tabel 4. 8 Hasil Statistik Pengetahuan Akhir Siswa antara Kelas XI MIPA 1 dan Kelas XI MIPA 2 ............................................................................94 xvi

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 4. 9 Data Hasil Kuesioner Nilai Karakter Siswa Kelas XI MIPA 1 (Kelas Eksperimen Sederhana) ..............................................................96 Tabel 4. 10 Kategori Nilai Persentase Karakter Siswa Kelas XI MIPA 1 .............98 Tabel 4. 11 Frekuensi Setiap Nilai Karakter Kelas XI MIPA 1.............................98 Tabel 4. 12 Data Hasil Kuesioner Nilai Karakter Siswa Kelas XI MIPA 2 (Kelas Ceramah Aktif).........................................................................100 Tabel 4. 13 Kategori Persentase Nilai Karakter Siswa Kelas XI MIPA 2 ...........101 Tabel 4. 14 Frekuensi Setiap Nilai Karakter Kelas XI MIPA 2...........................102 Tabel 4. 15 Data dan Kategori Nilai Karakter Siswa Kelas XI MIPA 1 dan Kelas XI MIPA 2 .................................................................................104 Tabel 4. 16 Hasil Statistik Nilai Karakter Siswa antara Kelas XI MIPA 1 dan Kelas XI MIPA 2 .................................................................................106 xvii

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 2. 1 Skema pertambahan panjang pada pegas .........................................34 Gambar 2. 2 Grafik hubungan antara gaya ( ) dengan pertambahan panjang ( )......................................................................................36 Gambar 2. 3 Dua buah pegas masing-masing dengan tetapan gaya , dan yang disusun secara seri (kiri) ....................................................37 Gambar 2. 4 Dua buah pegas masing-masing dengan tetapan gaya , dan yang disusun secara paralel (kiri) ................................................40 Gambar 4. 1 Situasi kelas XI MIPA 1 saat mengerjakan soal pretest ..................73 Gambar 4. 2 Situasi di luar kelas saat siswa melakukan eksperimen sederhana tentang hukum Hooke ......................................................................75 Gambar 4. 3 Situasi di dalam kelas saat siswa menganalisis data ........................74 Gambar 4. 4 Situasi di luar kelas saat siswa melakukan eksperimen sederhana tentang susunan seri pegas ...............................................................77 Gambar 4. 5 Situasi di luar kelas saat siswa melakukan eksperimen sederhana tentang susunan paralel pegas ..........................................................77 Gambar 4. 6 Situasi di kelas saat siswa melaporkan hasil eksperimen sederhana ..........................................................................................78 Gambar 4. 7 Foto bersama peneliti dengan kelas XI MIPA 1 ...............................79 Gambar 4. 8 Situasi kelas XI MIPA 2 saat mengerjakan soal pretest ..................80 Gambar 4. 9 Situasi kelas XI MIPA 2 saat peneliti menjelaskan materi ..............82 Gambar 4. 10 Foto bersama peneliti dengan kelas XI MIPA 2 .............................84 xviii

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Surat Permohonan Ijin Penelitian ...................................................112 Lampiran 2 Surat Perizinan Pelaksanaan Penelitian ..........................................121 Lampiran 3 Surat Keterangan Telah Melaksanakan Penelitian .........................122 Lampiran 4 RPP Kelas Eksperimen Sederhana .................................................123 Lampiran 5 RPP Kelas Ceramah Aktif ..............................................................135 Lampiran 6 Lembar Kerja Siswa Kelas Eksperimen Sederhana .......................148 Lampiran 7 Soal Pretest dan Posttest ................................................................160 Lampiran 8 Jawaban Pretest dan Posttest .........................................................168 Lampiran 9 Lembar Validitas Soal dan Jawaban Pretest dan Posttest .............173 Lampiran 10 Contoh Hasil Pretest dan Posttest Kelas Eksperimen Sederhana ..181 Lampiran 11 Contoh Hasil Pretest dan Posttest Kelas Ceramah Aktif ...............189 Lampiran 12 Contoh hasil Kuesioner Nilai Karakter Siswa Kelas Eksperimen Sederhana .......................................................................................197 Lampiran 13 Contoh hasil Kuesioner Nilai Karakter Siswa Kelas Ceramah Aktif ...............................................................................................200 Lampiran 14 Data hasil Kuesioner Nilai Karakter Siswa Kelas XI MIPA 1 (Kelas Eksperimen Sederhana) .......................................................203 Lampiran 15 Data hasil Kuesioner Nilai Karakter Siswa Kelas XI MIPA 2 (Kelas Ceramah Aktif) ....................................................................204 xix

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan upaya terencana dalam mengembangkan potensi siswa, sehingga mereka memiliki sistem berpikir, nilai moral, dan nilai-nilai yang diwariskan pada masyarakatnya. Tujuan pendidikan merupakan hasil yang dicapai oleh siswa setelah diselenggarakannya proses pendidikan. Seluruh kegiatan pendidikan, yakni bimbingan pengajaran dan latihan diarahkan untuk mencapai tujuan pendidikan. Fungsi dan tujuan pendidikan nasional tercantum dalam pasal 3 Undangundang Republik Indonesia No 20. tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menyebutkan bahwa: Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi siswa agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berahlak mulia, sehat, berilmu dan cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab (UU RI No 20 Th. 2003: 5). Di era globalisasi ini, peningkatan ilmu pengetahuan menjadi penting karena berperan untuk membentuk sumber daya manusia yang berkualitas. Disamping itu, kita juga harus mengikuti perkembangan teknologi. Perkembangan teknologi sendiri tidak terlepas dari mata pelajaran fisika karena fisika merupakan salah satu pilar utama ilmu 1

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2 pengetahuan dan teknologi yang memberikan pemahaman mengenai fenomena alam, yang mempelajari benda-benda di alam, kejadian-kejadian di alam, serta interaksi dari benda-benda di alam. Fisika juga merupakan sekumpulan fakta, konsep, hukum/prinsip, persamaan dan teori yang harus dipelajari dan dipahami. Namun, banyak siswa yang menganggap mata pelajaran fisika sulit dipahami. Hal tersebut disebabkan karena dalam pembelajaran fisika siswa dituntut untuk lebih banyak mempelajari konsep dan prinsip-prinsip fisika yang abstrak. Pembelajaran fisika harus didesain sedemikian rupa agar siswa lebih tertarik untuk mempelajari fisika. Pembelajaran fisika akan lebih efektif dan menarik bagi siswa jika pendekatan dan metode pembelajaran yang diterapkan mampu menumbuhkan gairah belajar siswa. Metode dan pendekatan tersebut diantaranya ialah metode eksperimen, discovery, inkuiri, pemecahan masalah, diskusi, dan penugasan. Salah satu metode yang tepat untuk di terapkan adalah metode eksperimen. Metode eksperimen merupakan salah satu pendekatan pembelajaran konstruktivisme, di mana siswa dituntut agar dapat membangun pemahamannya sendiri tentang suatu hal yang berkaitan. Menurut filsafat konstruktivisme, pengetahuan itu adalah bentukan (konstruksi) kita sendiri yang sedang menekuninya (Suparno, 2013). Lewat pengetahuan fisika, proses pembelajaran, atau sikap belajarnya siswa akan dibantu berpikir nalar, mengerti dasar-dasar teknologi dengan

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 baik dan dapat mengembangkan sikap komunikasi, kerja disiplin, tanggung jawab, kreatif, dll (Suparno, 2013: 24). Metode eksperimen sederhana sedikit berbeda dengan metode eksperimen pada umumnya. Jika pada eksperimen siswa harus ke Laboratorium Fisika dan menggunakan alat-alat dan bahan yang disediakan oleh pihak Sekolah untuk materi tertentu, pada eksperimen sederhana siswa dapat melakukannya di mana saja baik di kelas maupun di luar kelas seperti lapangan, rumah, atau halaman sekolah pada materi tertentu dengan alat dan bahan yang lebih sederhana atau dapat dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Eksperimen sederhana juga sedikit menyerupai demonstrasi. Jika demonstrasi dilakukan oleh guru dan diperlihatkan kepada siswa dan siswa diminta untuk menganalisis apa yang terjadi, pada eksperimen sederhana, siswa sendiri yang akan melakukan suatu percobaan dan dianalisis berdasarkan pengetahuan awal yang dimilikinya. Dalam eksperimen sederhana siswa akan melakukan percobaan tentang suatu hal, mengamati prosesnya, serta menuliskan hasil percobaannya, kemudian hasil pengamatan tersebut dianalisis berdasarkan pengetahuan dan disampaikan berupa presentasi dan dievaluasi oleh guru. Penggunaan teknik ini mempunyai tujuan agar siswa mampu mencari dan menemukan sendiri berbagai jawaban atas persoalan-persoalan yang dihadapinya saat percobaan tersebut. Siswa juga mampu terlatih dalam cara berpikir ilmiah (scientific thinking). Dengan eksperimen siswa

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4 menemukan bukti kebenaran dari suatu teori yang sedang dipelajarinya (Roestiyah, 2001: 80). Selain peningkatan ilmu pengetahuan, pendidikan karakter juga menjadi bagian yang penting untuk diterapkan dalam dunia pendidikan. Masalah karakter menjadi pembahasan yang sangat serius dalam dunia pendidikan di Indonesia. Hal ini dilandasi oleh pemikiran bahwa untuk membangun peradaban yang baik di era global hanya bisa dilakukan melalui pembentukan karakter yang baik. Pembentukan karakter siswa sendiri dapat dibangun melalui pendidikan karakter. Pendidikan karakter digunakan untuk meningkatkan penanaman nilai-nilai yang berkaitan dengan perilaku dan sikap siswa di sekolah. Upaya tersebut harus dilakukan secara menyeluruh mulai dari pendidikan tingkat rendah sampai tingkat tinggi. Pendidikan karakter dapat dilakukan secara terintegrasi dalam praktik pembelajaran. Guru perlu mengembangkan strategi pembelajaran yang dapat menumbuh kembangkan karakter siswa. Guru juga perlu mendapatkan “cara” mengintegrasikan pendidikan karakter ke dalam praktikum pembelajaran di kelas. Berdasarkan uraian diatas, peneliti melaksanakan penelitian untuk mengetahui pengaruh penerapan metode eksperimen sederhana terhadap peningkatan pengetahuan dan nilai karakter siswa pada materi hukum Hooke dengan judul “Pengaruh Penerapan Metode Eksperimen Sederhana Terhadap Pengetahuan Dan Nilai Karakter Siswa Dalam

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5 Pokok Bahasan Hukum Hooke Pada Siswa Kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Ngemplak ”. B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1. Apakah penerapan metode eksperimen sederhana dapat meningkatkan pengetahuan siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Ngemplak dalam pokok bahasan hukum Hooke? 2. Apakah penerapan metode eksperimen sederhana dapat menyumbang nilai karakter siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Ngemplak pada materi hukum Hooke ? C. Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah yang telah dijabarkan diatas, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1. Peningkatan pengetahuan siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Ngemplak dalam pokok bahasan hukum Hooke dengan menerapkan metode eksperimen sederhana. 2. Nilai karakter siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Ngemplak melalui penerapan metode eksperimen sederhana pada materi hukum Hooke.

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6 D. Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat, diantaranya sebagai berikut : 1. Secara teoritis a. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi perkembangan dalam bidang pendidikan khususnya pendidikan fisika. b. Penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan dan menjadi bahan pertimbangan bagi peneliti selanjutnya. 2. Secara praktis a. Bagi siswa Model pembelajaran dengan menggunakan metode eksperimen sederhana diharapkan dapat membantu siswa dengan cara yang lebih mudah untuk memahami materi pelajaran dan meningkatkan pengetahuan serta nilai karakter yang dimiliki siswa. b. Bagi guru Penggunaan metode eksperimen sederhana dapat menjadi bahan pertimbangan untuk diterapkan oleh guru saat mengajar materi yang berbeda.

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7 c. Bagi sekolah Penelitian ini dapat dijadikan sebagai sumber informasi dan masukan dalam mengevaluasi proses pembelajaran di kelas yang lebih aktif.

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI A. Belajar 1. Pengertian belajar Secara psikologis belajar merupakan suatu proses perubahan, yaitu perubahan tingkah laku sebagai hasil dan interaksi dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Perubahanperubahan tersebut akan nyata dalam seluruh aspek tingkah laku. Belajar merupakan suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh perubahan tingkah laku yang bersifat permanen, tahan lama dan menetap, tidak berlangsung sesaat saja dan terjadi akibat proses interaksi dengan lingkungan (Slameto, 2010: 2). Konsep yang hampir sama dikemukakan oleh para ahli mengenai belajar. Pandangan beberapa ahli tentang belajar dalam Syaiful Bahri Djamarah (2011: 12-13), yakni sebagai berikut: a) Belajar menurut James O. Whittaker, adalah merumuskan belajar sebagai proses di mana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman. b) Belajar menurut Cronbach adalah learnig is shown by change in behavior as a result of experience. Belajar sebagai suatu aktivitas 8

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9 yang ditunjukkan oleh perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman. c) Belajar menurut Howard L. Kingskey adalah learnig is the process by which behavior (in the broader sense) is originated or changed through practice or training. Belajar adalah proses di mana tingkah laku (dalam arti luas) ditimbulkan atau diubah melalui praktek atau latihan. Berdasarkan pendapat-pendapat para ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa belajar adalah suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan dalam diri seseorang. Perubahan sebagai hasil dari berbagai bentuk seperti perubahan pengetahuan, sikap, tingkah laku, keterampilan, kecakapan, kebiasaan serta perubahan aspek-aspek lain yang ada pada individu yang belajar. 2. Ciri-ciri Belajar Suatu kegiatan disebut belajar sekurang-kurangnya ditandai oleh dua ciri: (1) adanya perubahan tingkah laku, (2) melalui suatu pengalaman atau adanya interaksi dengan sumber belajar. Jika demikian, maka ada beberapa ciri-ciri perubahan tingkah laku (Slameto, 2010: 3-5), yaitu: 1) Perubahan terjadi secara sadar Ini berarti bahwa seseorang yang belajar akan menyadari terjadinya perubahan itu atau sekurang-kurangnya ia merasakan telah terjadi adanya suatu perubahan dalam dirinya.

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10 2) Perubahan dalam belajar bersifat kontinu dan fungsional Sebagai hasil belajar, perubahan yang terjadi dalam diri seseorang berlangsung secara berkesinambungan, tidak statis. Satu perubahan yang terjadi akan menyebabkan perubahan berikutnya dan akan berguna bagi kehidupan ataupun proses belajar berikutnya. 3) Perubahan dalam belajar bersifat positif dan aktif Dalam perbuatan belajar, perubahan-perubahan itu senantiasa bertambah dan tertuju untuk memperoleh sesuatu yang lebih baik dari sebelumnya. Dengan demikian makin banyak usaha belajar itu dilakukan, makin banyak dan makin baik perubahan yang diperoleh. Perubahan yang bersifat aktif artinya bahwa perubahan itu tidak terjadi dengan sendirinya melainkan karena usaha individu sendiri. 4) Perubahan dalam belajar bukan bersifat sementara Perubahan yang bersifat sementara atau temporer terjadi hanya untuk beberapa saat saja, seperti berkeringat, keluar air mata, bersin, menangis dan sebagainya, tidak dapat digolongkan sebagai perubahan dalam arti belajar. Perubahan yang terjadi karena proses belajar bersifat menetap atau permanen. Ini berarti bahwa tingkah laku yang terjadi setelah belajar akan bersifat menetap. 5) Perubahan dalam belajar bertujuan atau terarah Ini berarti bahwa perubahan tingkah laku itu terjadi karena ada tujuan yang akan dicapai. Perbuatan belajar terarah kepada perubahan tingkah laku yang benar-benar disadari.

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11 6) Perubahan mencakup seluruh aspek tingkah laku Perubahan yang diperoleh seseorang setelah melalui suatu proses belajar meliputi perubahan keseluruhan tingkah laku. Jika seorang belajar sesuatu, sebagai hasilnya ia akan mengalami perubahan tingkah laku secara menyeluruh dalam sikap, keterampilan, pengetahuan, dan sebagainya. 3. Prinsip-prinsip Belajar Prinsip-prinsip belajar yang dapat dilaksanakan dalam situasi dan kondisi yang berbeda dan oleh setiap siswa secara individual (Slameto, 2010: 27-28) adalah sebagi berikut: 1) Berdasar prasyarat yang diperlukan untuk belajar Dalam belajar siswa harus diusahakan partisipasi aktif, meningkatkan minat dan membimbing untuk mencapai tujuan intruksional. 2) Sesuai hakikat belajar Belajar adalah proses kontinguitas (hubungan antara pengertian yang satu dengan pengertian yang lain) sehingga mendapat pengertian yang diharapkan. Stimulus yang diberikan dapat menimbulkan respon yang diharapkan. 3) Sesuai materi/bahan yang harus dipelajari Belajar bersifat keseluruhan dan materi itu harus memiliki struktur, penyajian yang sederhana, sehingga siswa mudah menangkap pengertiannya.

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12 4) Syarat keberhasilan belajar Belajar memerlukan sarana yang cukup, sehingga siswa dapat belajar dengan tenang. Repetisi, dalam proses belajar perlu ulangan berkalikali agar pengertian/keterampilan/sikap itu mendalam pada siswa. 4. Teori-teori Belajar Beberapa teori belajar yang relevan dan dapat diterapkan dalam kegiatan pembelajaran yang akan (Kosmiyah, 2012: 34-43) dikembangkan antara lain: (1). Teori Belajar Behaviorisme Menurut teori belajar behaviorisme, manusia sangat dipengaruhi oleh kejadian-kejadian di dalam lingkungannya yang akan memberikan Teori pengalaman-pengalaman belajar. ini menekankan pada apa yang dilihat yaitu tingkah laku. (2). Teori Belajar kognitif Menurut teori belajar kognitif, belajar adalah pengorganisasian aspek-aspek kognitif dan persepsi untuk memperoleh pemahaman. Teori ini menekankan pada gagasan bahwa bagian suatu situasi saling berhubungan dalam konteks situasi secara keseluruhan. (3). Teori Belajar Humanisme Menurut teori belajar humanisme, proses belajar harus dimulai dan ditujukan untuk kepentingan memanusiakan manusia, yaitu mencapai aktualisasi diri siswa yang belajar secara optimal.

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13 (4). Teori Belajar Sibernetik Menurut teori belajar sibernetik, belajar adalah mengolah informasi (pesan pembelajaran), proses belajar sangat ditentukan oleh sistem informasi. (5). Teori Belajar Konstruktivisme Menurut teori belajar konstruktivisme, belajar adalah menyusun pengetahuan dari pengalaman konkret, aktivitas kolaborasi, refleksi serta interpretasi. Adapun teori belajar yang melatarbelakangi dalam penelitian ini terkait dengan penggunaan metode eksperimen sederhana adalah teori belajar konstruktivisme, di mana pengetahuan dan pengalaman yang dialami di sekitar mempengaruhi terhadap proses memperoleh suatu pengetahuan. B. Pembelajaran 1. Pengertian Pembelajaran Beberapa ahli mengemukakan pendapat tentang pembelajaran berdasarkan bidangnya masing-masing (Khodijah, 2014: 175). Gagne mendefinisikan pembelajaran sebagai serangkaian peristiwa eksternal yang dirancang untuk mendukung beberapa proses belajar, yang bersifat internal. Menurut Miarso pembelajaran adalah suatu usaha yang disengaja, bertujuan, dan terkendali agar orang lain belajar atau terjadi perubahan yang relatif menetap pada diri orang lain.

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14 Smith dan Ragan menyatakan bahwa pembelajaran adalah desain dan pengembangan penyajian informasi dan aktivitas-aktivitas yang diarahkan pada hasil belajar tertentu. Walter Dick mendefinisikan pembelajaran sebagai intervensi pendidikan yang dilaksanakan dengan tujuan tertentu, bahan atau prosedur yang ditargetkan pada pencapaian tersebut, dan pengukuran yang menentukan perubahan yang diinginkan pada perilaku. Dari uraian di atas, pembelajaran bukan menitikberatkan pada “apa yang dipelajari”, melainkan pada “bagaimana membuat pembelajar mengalami proses belajar”, yaitu cara-cara yang dilakukan untuk mencapai tujuan yang berkaitan dengan cara pengorganisasian materi, cara penyampaian pelajaran, dan cara mengelola pembelajaran (Khodijah, 2014: 176). 2. Strategi Kegiatan Pembelajaran Strategi kegiatan pembelajaran merupakan langkah-langkah umum dalam kegiatan belajar yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan secara efektif dan efesien (Suyanto dan Djihad, 2012: 92). Strategi tersebut melingkupi 4 aspek, antara lain: a. Mengidentifikasi dan menetapkan spesifikasi serta kualifikasi perubahan tingkah laku yang diharapkan. Hal ini mengacu pada standar kompetensi dan kompetensi-kompetensi lain (kompetensi lintas kurikulum, kompetensi tamatan);

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15 b. Memilih cara pendekatan belajar yang tepat untuk mencapai standar kompetensi, dengan memperhatikan karakteristik siswa sebagai subyek belajar; c. Memilih dan menetapkan sejumlah prosedur, metode, dan teknik kegaiatan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan pengalaman belajar yang mesti ditempuh siswa; d. Menetapkan norma atau kriteria keberhasilan, agar dapat menjadi pedoman dalam kegiatan pembelajaran, terutama berkenaan dengan ukuran menilai kemampuan penguasaan suatu jenis kompetensi tertentu. 3. Pembejaran yang Efektif Menurut Roestiyah (1986), untuk melaksanakan pembelajaran yang efektif diperlukan syarat-syarat sebagai berikut (Khodijah, 2014: 180): a. Guru harus mengupayakan agar siswa belajar secara aktif, baik mental maupun fisik; b. Guru harus menggunakan banyak metode pada saat mengajar; c. Penggunaan motivasi yang tepat; d. Adanya kurikulum yang baik dan seimbang; e. Guru perlu mempertimbangkan perbedaan individual siswa; f. Guru selalu membuat perencanaan sebelum mengajar; g. Diperlukan pengaruh yang sugestif dari guru;

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16 h. Guru harus memiliki keberanian menghadapi semua persoalan yang timbul pada proses belajar mengajar; i. Guru harus mampu menciptakan suasana yang demoktratis; j. Guru harus mampu menstimulasi siswa untuk berpikir; k. Semua bahan pelajaran yang diberikan perlu diintegrasikan; l. Adanya keterkaitan antara pelajaran yang diterima dengan kehidupan nyata di masyarakat; m. Guru harus memberikan kebebasan kepada anak untuk menyelidiki sendiri, mengamati sendiri, belajar sendiri, dan memecahkan masalah sendiri; n. Guru perlu menyusun pengajaran remedial bagi anak yang memerlukan. C. Pengetahuan 1. Pengertian Pengetahuan Pengetahuan pada hakekatmya merupakan segenap apa yang kita ketahui tentang suatu obyek tertentu (Sudirdja, 2010: 11). Ilmu merupakan bagian dari pengetahuan yang diketahui oleh manusia disamping berbagai jenis pengetahuan lainnya seperti seni dan agama. Pengetahuan merupakan kekayaan mental yang secara langsung atau tidak langsung turut memperkaya kehidupan kita. Setiap jenis pengetahuan mempunyai ciri-ciri spesifik mengenai apa (ontologi), bagaimana (epistimologi), dan untuk apa (aksiologi)

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17 pengetahuan tersebut disusun. Pengetahuan mencoba mengembangkan sebuah model yang sederhana mengenai dunia empiris dengan mengabstraksikan realitas menjadi beberapa variabel yang terikat dalam sebuah hubungan yang bersifat rasional (Suriasumantri, 2007: 28). 2. Tingkat Pengetahuan Menurut Notoatmodjo (2007) dalam (Sudirdja, 2010: 15), pengetahuan mempunyai enam tingkatan, yaitu: a. Tahu (Know) Tahu diartikan sebagai mengingat suatu materi yang telah dipelajari sebelumnya. Termasuk ke dalam pengetahuan tingkat ini adalah mengingat kembali (recall) sesuatu yang spesifik dari seluruh bahan yang dipelajari atau rangsangan yang telah diterima. b. Memahami (Comprehension) Memahami diartikan sebagai suatu kemampuan untuk menjelaskan secara benar tentang objek yang diketahui, dan dapat menginterpretasikan materi tersebut secara benar. Orang yang telah paham terhadap objek atau materi harus dapat menjelaskan, menyebutkan contoh, menyimpulkan, meramalkan, dan sebagainya terhadap objek yang dipelajari. c. Aplikasi (Application) Aplikasi diartikan sebagai kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari pada situasi atau kondisi real (sebenarnya). Aplikasi di sini dapat diartikan sebagai aplikasi atau penggunaan

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18 hukum-hukum, rumus, metode, prinsip, dan sebagainya dalam konteks atau situasi yang lain. d. Analisis (Analysis) Analisis adalah suatu kemampuan untuk menjabarkan materi atau suatu objek ke dalam komponen-komponen, tetapi masih di dalam satu struktur organisasi, dan masih ada kaitannya satu sama lain. Kemampuan analisis ini dapat dilihat dari penggunaan kata kerja, seperti dapat menggambarkan (membuat bagan), membedakan, memisahkan, mengelompokkan, dan sebagainya. e. Sintesis (Synthesis) Sintesis menunjuk kepada suatu kemampuan untuk meletakkan atau menghubungkan bagian-bagian di dalam suatu bentuk keseluruhan yang baru. Dengan kata lain, sintesis adalah suatu kemampuan untuk menyusun formulasi baru dari formulasi-formulasi yang ada. f. Evaluasi (Evaluation) Evaluasi ini berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan penilaian terhadap suatu materi atau objek. Penilaian-penilaian itu didasarkan pada suatu kriteria yang ditentukan sendiri, atau menggunakan kriteria-kriteria yang ada.

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19 3. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengetahuan Menurut Singgih (1998) dalam (Suriasumantri, 2007: 32), ada beberapa faktor yang mempengaruhi pengetahuan, yaitu: a. Umur Bertambahnya umur dapat berpengaruh pada pertambahan pengetahuan yang diperolehnya, akan tetapi pada umur-umur tertentu atau menjelang usia lanjut kemampuan penerimaan atau mengingat suatu pengetahuan akan berkurang. b. Inteligensi Inteligensi diartikan sebagai suatu kemampuan untuk belajar dan berpikir abstrak guna menyesuaikan diri secara mental dalam situasi baru. Inteligensi bagi seseorang merupakan salah satu modal untuk berpikir dan mengolah berbagai informasi secara terarah sehingga ia menguasai lingkungan. Perbedaan inteligensi dari seseorang akan berpengaruh pula terhadap tingkat pengetahuan. c. Lingkungan Lingkungan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pengetahuan seseorang. Lingkungan memberikan pengaruh pertama bagi seseorang, di mana seseorang dapat mempelajari hal-hal yang baik dan juga hal-hal yang buruk tergantung pada sifat kelompoknya. d. Sosial budaya Sosial budaya mempunyai pengaruh pada pengetahuan seseorang. Seseorang memperoleh suatu kebudayaan dalam hubungannya

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20 dengan orang lain, karena hubungan ini seseorang mengalami suatu proses belajar dan memperoleh suatu pengetahuan. e. Pendidikan Pendidikan adalah suatu kegiatan atau proses pembelajaran untuk mengembangkan atau meningkatkan kemampuan tertentu sehingga sasaran pendidikan itu dapat berdiri sendiri. Wied Hary (1996), menyebutkan bahwa tingkat pendidikan turut pula menentukan mudah atau tidaknya seseorang menyerap dan memahami pengetahuan yang mereka peroleh, pada umumnya semakin tinggi pendidikan seseorang makin baik pula pengetahuannya. f. Informasi Informasi akan memberikan pengaruh pada pengetahuan seseorang. Meskipun seseorang memiliki pendidikan yang rendah tetapi jika ia mendapatkan informasi yang baik dari berbagai media misalnya televisi, radio atau surat kabar, maka hal itu akan dapat meningkatkan pengetahuan seseorang. Informasi tidak terlepas dari sumber informasinya. Sumber informasi ini dikelompokkan dalam tiga golongan, yaitu: (1) Sumber informasi dokumenter, (2) Sumber kepustakaan, (3) Sumber informasi lapangan. g. Pengalaman Pengalaman merupakan guru yang terbaik. Pepatah tersebut dapat diartikan bahwa pengalaman merupakan sumber pengetahuan atau pengalaman itu suatu cara memperoleh kebenaran pengetahuan. Oleh

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21 sebab itu, pengalaman pribadi pun dapat digunakan sebagai upaya untuk memperoleh pengetahuan. Hal ini dilakukan dengan cara mengulang kembali pengalaman yang diperoleh dalam memecahkan permasalahan yang dihadapi pada masa lalu. D. Metode Pembelajaran yang Digunakan 1. Pengertian Metode Pembelajaran Metode merupakan upaya untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam kegiatan nyata agar tujuan yang telah disusun tercapai secara optimal (Roestiyah, 2001: 1). Metode pembelajaran merupakan bagian dari strategi pembelajaran, yang berfungsi sebagai cara untuk menyajikan, menguraikan, memberi contoh, dan memberi latihan kepada siswa untuk mencapai tujuan tertentu (Trianto, 2013: 192). 2. Metode Eksperimen Metode eksperimen merupakan salah satu pendekatan pembelajaran yang bersifat konstruktivisme. Metode eksperimen adalah metode mengajar yang mengajak siswa untuk melakukan percobaan sebagai pembuktian, pengecekan bahwa teori yang sudah dibicarakan itu memang benar (Suparno, 2013: 83). Lewat pengetahuan fisika, proses pembelajaran, atau sikap belajarnya anak didik akan dibantu berpikir nalar, mengerti dasar-dasar teknologi dengan baik dan dapat

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22 mengembangkan sikap komunikasi, kerja disiplin, tanggung jawab, kreatif, dll (Suparno, 2013: 24). Dengan eksperimen dimaksudkan bahwa guru atau siswa mencoba mengerjakan sesuatu serta mengamati proses dan hasil percobaan itu. Adapun menurut Roestiyah (2001) metode eksperimen adalah suatu cara mengajar, di mana siswa melakukan suatu percobaan tentang sesuatu hal, mengamati prosesnya serta menuliskan hasil percobaannya, kemudian hasil pengamatan itu disampaikan ke kelas dan dievaluasi oleh guru. Sedangkan menurut Schoenherr metode eksperimen adalah metode yang sesuai untuk pembelajaran sains, karena metode eksperimen mampu memberikan kondisi belajar yang dapat mengembangkan kemampuan berpikir dan kreativitas secara optimal (Trianto, 2013: 199). Berdasarkan pernyataan ahli-ahli, dapat disimpulkan bahwa metode eksperimen merupakan cara pembelajaran, di mana siswa melakukan percobaan dengan mengalami dan membuktikan sendiri sesuatu yang dipelajari sehingga siswa dapat mengembangkan kemampuan berfikir dan kreatifitas secara optimal. 1) Metode Eksperimen Sederhana Metode eksperimen sederhana merupakan metode pembelajaran dengan cara menemukan bukti kebenaran dan teori sesuatu yang sedang di pelajari dengan menggunakan alat sederhana yang dapat dijumpai dalam kehidupan sehari-hari dan bisa dilakukan di mana saja (Trianto, 2013: 201). Percobaan yang dilakukan sudah dirancang

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23 oleh guru sebelum percobaan dilakukan oleh siswa berupa lembar kerja siswa. Metode eksperimen sederhana sedikit berbeda dengan metode eksperimen pada umumnya. Jika pada eksperimen biasanya siswa harus ke Laboratorium Fisika dan menggunakan alat-alat dan bahan yang disediakan oleh pihak Sekolah untuk materi tertentu, pada eksperimen sederhana siswa dapat melakukannya di mana saja, baik di kelas maupun di luar kelas seperti di lapangan, rumah, atau halaman sekolah pada materi tertentu dengan alat dan bahan yang lebih sederhana yang dapat dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Dengan penerapan metode eksperimen sederhana ini diharapkan siswa dapat semakin termotivasi untuk belajar fisika dan menerapkan sikap tanggung jawab, disiplin, memiliki rasa keingintahuan, mampu bekerjasama dengan teman sekelompok, menghargai pendapat teman, dan mampu bersikap jujur. Siswa akan melakukan percobaan tentang suatu hal, mengamati prosesnya, serta menuliskan hasil percobaannya, kemudian hasil pengamatan tersebut dianalisis berdasarkan pengetahuan dan disampaikan berupa presentasi dan dievaluasi oleh guru. Penggunaan teknik ini mempunyai tujuan agar siswa mampu mencari dan menemukan sendiri berbagai jawaban atas permasalahan yang dihadapi saat percobaan tersebut. Dan juga, siswa terlatih dalam cara berpikir ilmiah (scientific). Dengan eksperimen

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24 sederhana siswa menemukan bukti kebenaran dari suatu teori yang sedang dipelajarinya (Roestiyah, 2001: 80). 2) Metode Eksperimen Terbimbing Metode eksperimen terbimbing merupakan metode yang seluruh jalan percobaannya sudah dirancang oleh guru sebelum percobaan dilakukan oleh siswa. Langkah-langkah yang harus dibuat siswa, peralatan yang harus digunakan, apa yang harus diamati dan diukur semuanya sudah ditentukan sejak awal. Biasanya petunjuk langkahlangkah yang harus dilaksanakan oleh siswa, ada lembar kerja siswa (Suparno, 2013: 84). 3) Tahap-Tahap Metode Eksperimen Ada beberapa tahap dalam pembelajaran yang menggunakan metode eksperimen, antara lain (Trianto, 2013: 199): (1) Percobaan awal, (2) pengamatan, (3) hipotesis awal, (4) verifikasi, (5) aplikasi konsep, (6) evaluasi merupakan kegiatan akhir setelah selesai satu konsep. 4) Kelebihan dan Kekurangan Metode Eksperimen Metode eksperimen terbimbing mempunyai kelebihan dan kekurangan, sebagai berikut (Rusman, 2014: 208): a. Kelebihan metode eksperimen  Metode ini dapat membuat anak didik lebih percaya atas kebenaran atau kesimpulan berdasarkan percobaannya sendiri daripada hanya menerima kata guru atau buku.

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25  Anak didik dapat mengembangkan sikap untuk mengadakan studi eksplorasi (menjelajahi) tentang ilmu dan teknologi.  Dengan metode ini akan terbina manusia yang dapat membawa terobosan-terobosan baru dengan penemuan sebagai hasil percobaan yang diharapkan bermanfaat bagi kesejahteraan hidup manusia. b. Kekurangan metode eksperimen  Jika tidak cukupnya alat-alat mengakibatkan tidak setiap anak didik berkesempatan mengadakan eksperimen.  Eksperimen memerlukan jangka waktu yang lama, anak didik harus menanti untuk pelajaran selanjutnya.  Metode ini lebih sesuai untuk menyajikan bidang-bidang ilmu dan teknologi. 3. Metode Ceramah Siswa Aktif Model ceramah adalah model pembelajaran di mana guru sendiri menerangkan dengan kata-kata, menjelaskan prinsip atau bahan fisika kepada siswa. Biasanya siswa hanya mendengarkan apa yang diceramahkan guru. Kadang guru sambil ceramah menjelaskan dengan menulis di papan tulis, sehingga dapat lebih pelan-pelan menerangkan prinsip fisika kepada siswa (Suparno, 2013: 165). Dengan model ceramah siswa aktif, guru bukan ceramah seperti di atas saja, tetapi di antara ceramah atau penjelasannya, guru sering

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26 bertanya kepada siswa dan siswa diminta sebentar berpikir atau menjawab pertanyaan itu. Kadang guru mengajak siswa berdiskusi di dalamnya sebentar, atau siswa mengerjakan persoalan yang terkait. Dengan demikian maka siswa tidak perlu mendengarkan saja, tetapi juga aktif mengolah bahan lewat menjawab pertanyaan, diskusi, dan mengerjakan persoalan yang ditawarkan guru. Adapun beberapa unsur ceramah siswa aktif, yaitu: 1) Ceramah, guru menjelaskan 2) Diselingi pertanyaan, diskusi, mengerjakan soal 3) Agar ceramah menarik perlu digunakan media lain pula seperti power point dan disesuaikan dengan konteks siswa dengan berbagai contoh yang sesuai. 4) Yang sangat penting: bicara keras, jelas, sistematis, menarik siswa, dan diberi beberapa contoh yang sesuai dengan keadaan siswa. E. Nilai Karakter 1. Pengertian Karakter Karakter merupakan nilai-nilai dan sikap hidup yang positif, yang dimiliki seseorang sehingga mempengaruhi tingkah laku, cara berpikir dan bertindak orang itu, dan akhirnya akan menjadi tabiat hidupnya (Suparno, 2015: 29).

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 27 2. Pengertian Pendidikan Karakter Pencetus pendidikan karakter pertama yaitu pedagogi Jerman yang bernama F. W. Foerster. Karakter menurut Foerster, adalah sesuatu yang mengualifikasi seorang pribadi. Karakter menjadi identitas, menjadi ciri, menjadi sifat yang tetap, yang mengatasi pengalaman kontingen yang selalu berubah, sehingga karakter adalah seperangkat nilai yang telah menjadi kebiasaan hidup sehingga menjadi sifat tetap dalam diri seseorang (Adisusilo, 2012: 77). Karakter terdiri dari nilai operatif, yaitu nilai dalam tindakan. Karakter memiliki tiga bagian yang saling berhubungan yaitu pengetahuan moral, perasaan moral, dan perilaku moral. Karakter yang baik terdiri dari mengetahui hal yang baik, menginginkan hal yang baik, dan melakukan hal yang baik, kebiasaan dalam cara berpikir, kebiasaan dalam hati, dan kebiasaan dalam tindakan (Lickona: 2013). Pendidikan karakter menurut Ratna Megawangi (dalam Kesuma, 2011: 5), yaitu sebuah usaha untuk mendidik anak-anak agar dapat mengambil keputusan dengan bijak dan memperhatikannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mereka dapat memberikan kontribusi yang positif kepada lingkungannya. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dalam beberapa workshop kepala sekolah, telah merumuskan 18 nilai yang telah diangggap karakter bangsa yang perlu ditanamkan pada anak didik di sekolah. Nilai tersebut antara lain: religious, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif,

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28 mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat atau berkomunikasi, cinta damai, gemar membaca, peduli sosial, peduli lingkungan, dan tanggung jawab (Suparno, 2013). 3. Tujuan Pendidikan Karakter Pendidikan karakter dalam seting sekolah memiliki tujuan (Kesuma, 2011: 9) sebagai berikut: 1) Menguatkan dan mengembangkan nilai-nilai kehidupan kehidupan yang dianggap penting dan perlu sehingga menjadi kepribadian/kepemilikan siswa yang khas sebagaimana nilai-nilai yang dikembangkan; 2) Mengoreksi perilaku siswa yang tidak bersesuaian dengan nilai-nilai yang dikembangkan oleh sekolah; 3) Membangun koneksi yang harmoni dengan keluarga dan masyarakat dalam memerankan tanggung jawab pendidikan karakter secara bersama. 4. Ciri-ciri Pendidikan Karakter Menurut Foerster dalam (Adisusilo, 2012: 78), ada empat ciri dasar pendidikan karakter, yaitu: 1) Pertama, keteraturan interior di mana setiap tindakan diukur berdasarkan seperangkat nilai. Nilai menjadi pedoman normatif setiap tindakan.

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29 2) Kedua, koherensi yang memberi keberanian, yang membuat seseorang teguh pada prinsip, tidak mudah terombang-ambing pada situasi. 3) Ketiga, otonomi maksudnya seseorang menginternalisasikan nilainilai dari luar sehingga menjadi nilai-nilai pribadi, menjadi sifat yang melekat, melalui keputusan bebas tanpa paksaan dari orang lain. 4) Keempat, keteguhan dan kesetiaan. Keteguhan merupakan daya tahan seseorang guna mengingini apa yang dipandang baik, dan kesetian merupakan dasar bagi penghormatan atas komitmen yang dipilih. 5. Sumber Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Pendidikan karakter ini dikembangkan dari sumber-sumber (Lickona, 2013: 88) sebagai berikut: 1) Agama Bangsa Indonesia hidup dengan berdasarkan norma ketuhanan sehingga untuk menjaga tatanan masyarakat yang madani secara individu maupun bermasyarakat selalu didasari pada ajaran agama dan kepercayaan yang diyakini oleh setiap pemeluk ajaran beragama. Penerapan pendidikan beragama ini diwujudkan dalam bentuk peran keluarga dalam pembentukan kepribadian di rumah, hingga pembekalan pentingnya peran akhlak dalam pembentukan karakter bangsa di lingkungan sosial.

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30 2) Pancasila Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila yang telah tertanam kuat sejak nenek moyang bangsa ini memulai membangun peradaban bangsa Indonesia menjadi sumber nilai pendidikan karakter yang telah teruji di berbagai tantangan zaman di masa lampau, mulai dari zaman pra aksara, zaman kerajaan, zaman penjajahan, hingga dikukuhkan menjadi dasar negara ketika memasuki kemerdekaan. Adalah hal yang sangat utama menerapkan nilai-nilai Pancasila secara nyata dalam setiap tutur kata, pikiran, dan perilaku kita. 3) Budaya Nilai-nilai budaya menjadi dasar dalam memaknai suatu peristiwa, fenomena, dan kejadian yang berlangsung dalam setiap interaksi antar anggota masyarakat. Budaya ini terwujud dari perilaku yang berlangsung terus-menerus hingga membentuk kebiasaan dalam masyarakat. Kebiasaan yang dinilai bagus inilah yang nantinya menjadi sumber karakter yang harus dipertahankan dalam pendidikan karakter bangsa Indonesia. Budaya juga menjadi suatu proses pembentukan karakter sejak berada di dalam kandungan hingga kita dewasa. Budaya yang bersifat hukum yang tertulis maupun hukum yang tidak tertulis ini juga menjadi cikal bakal bagi berbagai tindakan yang diambil dalam peran lembaga pengendalian sosial di masyarakat.

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31 4) Tujuan Pendidikan Nasional Sebagai rumusan dari hasil yang harus dimiliki setiap generasi penerus bangsa ini, tujuan pendidikan nasional dikembangkan oleh berbagai satuan pendidikan di berbagai jenjang dan jalur. Tujuan pendidikan nasional terdiri dari berbagai nilai kemanusiaan yang harus dimiliki warga negara Indonesia. Ini dilakukan agar secara nyata bisa dilaksanakan implementasi pendidikan karakter di berbagai lembaga pendidikan. 6. Sumbangan Nilai Karakter Metode Eksperimen Menurut Suparno, dari beberapa topik, hukum, dan teori fisika ada banyak yang digunakan oleh guru untuk menanamkan nilai karakter bangsa anak didik. Suparno menekankan nilai karakter fisika dari tiga aspek yaitu, pengetahuan fisika, proses fisika dan sikap belajar fisika (2013). Beberapa nilai karakter yang disumbangkan saat praktikum dan proyek antara lain: semangat multikultural, penghargaan pada diri, keadilan, kejujuran, daya tahan, dan ketaatan pada hukum (Suparno, 2013). Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Miftakhul, Sugianto dan Sarwi, nilai karakter yang dapat diamati pada saat eksperimen adalah kerjasama, disiplin, mandiri, ingin tahu, kerja keras, jujur dan santun (Miftakhul, 2012).

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 32 Berdasarkan pendapat para ahli tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa metode eksperimen sangat bermanfaat dalam membentuk nilai karakter siswa. Nilai karakter yang dapat diamati saat siswa melakukan eksperimen antara lain, nilai kerjasama, tanggung jawab, disiplin, jujur, dan rasa ingin tahu. Selain nilai-nilai tersebut dapat diamati oleh peneliti, nilai tersebut bermanfaat bagi siswa untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan sangat bermanfaat bagi masa depan siswa, bangsa, dan negara. 7. Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Berdasarkan uraian pada BAB I, peneliti memilih karakter kerjasama, tanggung jawab, disiplin, jujur, dan rasa ingin tahu sebagai karakter yang akan diteliti melalui pembelajaran. Berikut adalah karakter dan deskripsinya berdasarkan teori di atas beserta proses pembelajaran yang cocok (lihat tabel 2.1). Tabel 2.1. Karakter, Deskripsi, dan Metode Pembelajaran yang Cocok Karakter Deskripsi Pengertian Kerjasama Contoh: Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang berbeda dengan dirinya Menerima perbedaan Menghargai teman yang berbeda Hidup damai dengan teman yang berbeda Mau kerjasama dengan teman yang berbeda Metode yang cocok Praktikum dan proyek kelompok

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 33 Karakter Deskripsi Pengertian Tanggung jawab Contoh: Pengertian Disiplin Contoh: Pengertian Jujur Contoh: Pengertian Rasa ingin tahu Contoh: Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya, yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial, dan budaya), negara dan Tuhan Yang Maha Esa Mengerjakan tugas sampai tuntas Menggunakan alat praktikum dengan baik Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan Melakukan sesuatu tepat pada waktunya Mengumpulkan tugas tepat waktu Disiplin dalam bekerja dan bertindak Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan Jujur dalam kata dan tindakan Tidak menipu dan korupsi Tidak menyontek Jujur dalam praktikum, tugas, PR Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajari, dilihat, dan didengar Bertanya kepada guru atau teman Mencari materi dari sumber lain yang relevan Metode yang cocok Praktikum, proyek kelompok, metode ilmiah, dan tugas pribadi Praktikum dan tugas pribadi Metode ilmiah, praktikum dan tugas pribadi Metode ilmiah, praktikum dan tugas pribadi

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 34 F. Hukum Hooke Materi hukum Hooke dan susunan pegas dalam kurikulum 2013 terdapat pada metari elastisitas di SMA kelas X semester kedua. Peneliti menggunakan referensi buku yaitu:  Fisika Untuk SMA/MA Kelas X Kurikulum 2013 (Kanginan, 2013: 233-243).  Terpadu Fisika SMA/MA Jilid 2A untuk kelas XI Semester 1 (Kanginan, 2010: 105-109). 1. Hukum Hooke Pengaruh gaya pada seutas kawat, yaitu dapat menyebabkan pertambahan panjang. Perhatian utamanya adalah kepada benda berbentuk spiral terbuat dari logam yang disebut pegas. Jika kita menarik ujung pegas, sementara ujung yang lain terikat tetap, pegas akan bertambah panjang. Jika pegas kita lepaskan, pegas akan kembali ke posisi semula akibat gaya pemulih (Fp). Pertambahan panjang pegas saat diberi gaya akan sebanding dengan besar gaya yang diberikan. Perhatikan gambar 2.1 di bawah ini! 𝑥0 𝑥 𝑥 w=F Gambar 2.1. Skema pertambahan panjang pada pegas

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 35 Dari gambar di atas dapat kita jelaskan bahwa ketika suatu pegas tidak diberikan gaya luar F maka pegas memiliki panjang awal x0, namun ketika pegas diberikan gaya dari luar F maka panjang pegas berubah menjadi x1. Perubahan panjang pegas ∆x didapatkan dari x1 – x0. Semakin besar gaya luar F yang bekerja pada pegas semakin besar pula pertambahan panjang pegas ∆x. Namun, setiap pegas memiliki koefisien elastisitas k yang berbeda-beda, batas koefisien elastisitas inilah yang menentukan kekuatan suatu benda elastis. Secara matematis dapat dituliskan sebagai berikut: 𝐹𝑝 = −𝑘 𝑥 (2-1) Keterangan: Fp = gaya pemulih (N) = pertambahan panjang (m) = konstanta pegas (N/m) Tanda (-) menunjukkan bahwa arah gaya pemulih selalu menuju titik setimbang dan berlawanan dengan arah gaya penyebabnya atau simpangannya. Namun, dalam notasi skalar, tanda negatif dihilangkan sehingga persamaan hukum Hooke: 𝐹 = 𝑘 𝑥 (2-2) = = (2-3)

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 36 Persamaan (2-2) dapat dinyatakan dengan kalimat berikut. Jika gaya tarik tidak melampui batas elastis pegas, pertambahan panjang pegas berbanding lurus (sebanding) dengan gaya tariknya. Pernyataan tersebut dikemukakan pertama kali oleh Robert Hooke, seorang arsitek yang ditugaskan untuk membangun kembali gedung-gedung di London yang mengalami kebakaran pada tahun 1666. Oleh karena itu, pernyataan di atas dikenal sebagai hukum Hooke. 2. Energi Potensial Pegas Energi potensial pegas merupakan usaha yang dilakukan oleh gaya tarik pegas F newton selama memanjangnya pegas sejauh x meter. Secara matematis hal tersebut digambarkan dengan luas segitiga yang diarsir seperti pada gambar 2.2 di bawah. 𝐹 𝑘 𝑥 𝑥 𝑥 Gambar 2.2. Grafik hubungan antara gaya ( ) dengan pertambahan panjang ( )

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 37 Dari gambar di atas, maka persamaan energi potensial pegas dapat dicari: 𝐸𝑝 = k 𝑥 (2-4) Keterangan : = energi potensial pegas (J) k = konstanta pegas (N/m) = pertambahan panjang (m) 3. Hukum Hooke untuk Susunan Pegas Beberapa buah resistor dapat disusun seri, paralel, atau gabungan keduanya. Susunan resistor ini dapat diganti dengan sebuah resistor yang disebut resistor pengganti. Mirip dengan ini, beberapa buah pegas pun dapat disusun seri, paralel, atau gabungan keduanya. Susunan pegas ini pun dapat diganti dengan sebuah pegas pengganti. a. Susunan Seri Pegas Prinsip susunan beberapa buah pegas adalah sebagai berikut (lihat Gambar 2.3). 𝑘 𝑘 𝑘𝑠 m m Gambar 2.3. Dua buah pegas masing-masing dengan tetapan gaya dan yang disusun secara seri (kiri) ,

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 38 1) Gaya tarik yang dialami tiap pegas sama besar dan gaya tarik ini sama dengan gaya tarik yang dialami pegas pengganti. Misalnya, gaya tarik yang dialami tiap pegas adalah dan , maka gaya tarik pada pegas pengganti adalah . 𝐹 =𝐹 =𝐹 (2-5) 2) Pertambahan panjang pegas pengganti seri sama dengan total pertambahan panjang tiap-tiap pegas. 𝑥= 𝑥 + 𝑥 𝑥 (2-6) Dengan menggunakan hukum Hooke dan kedua prinsip susunan seri, maka dapat menentukan hubungan antara tetapan pegas pengganti seri dengan tetapan tiap-tiap pegas ( Gunakan hukum Hooke untuk pegas. = = = = = = = dan ).

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 39 = Dengan memasukkan nilai , dan di atas ke dalam Persamaan (2-5), diperoleh = + = + = + (bagi persamaan dengan F) Dapat dinyatakan bahwa kebalikan tetapan pegas pengganti seri sama dengan total dari kebalikan tiap-tiap tetapan pegas. 𝑘𝑠 = Untuk = 𝑘1 + 𝑛 𝑖= 𝑘 𝑖 𝑘2 + 𝑘3 (2-7) +... buah pegas identik dengan tiap pegas memiliki tetapan , 𝑥 tetapan pegas pengganti seri 𝑘𝑠 = dapat dihitung dengan rumus. 𝑘 𝑛 (2-8) Khusus untuk dua buah pegas dengan tetapan disusun seri, tetapan pegas pengganti seri dan dapat dihitung dengan rumus 𝑘𝑠 = 𝑘𝑎𝑙𝑖 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ = 𝑘1 𝑘2 𝑘1 + 𝑘2 yang (2-9)

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 40 Jika dibandingkan antara susunan pegas dan susunan resistor, tampak bahwa rumus-rumus untuk pegas seri mirip dengan rumusrumus untuk resistor paralel. b. Susunan Paralel Pegas Prinsip susunan paralel beberapa buah pegas adalah sebagai berikut (lihat Gambar 2.4). 𝑘 𝑘𝑝 𝑘 m m Gambar2.4. Dua buah pegas masing-masing dengan tetapan gaya dan yang disusun secara paralel (kiri) 1) Gaya tarik pada pegas pengganti tarik pada tiap pegas ( dan sama dengan total gaya ). 𝐹=𝐹 +𝐹 2) Pertambahan , panjang (2-10) tiap pegas sama besar dan pertambahan panjang ini sama dengan pertambahan panjang pegas pengganti. 𝑥 = 𝑥 = 𝑥 (2-11)

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 41 Dengan menggunakan hukum Hooke dan kedua prinsip susunan paralel beberapa pegas, dicari hubungan antara tetapan gaya pengganti (kp) dengan tetapan gaya tiap pegas (k1 dan k2) yaitu: Untuk susunan paralel, kedua pegas mengalami pertambahan panjang yang sama bila dikenai gaya F, maka: F = k1 ∆x + k2 ∆x F = (k1 + k2) ∆x = (k1 + k2) Karena F = k ∆x, maka konstanta pegas total untuk rangkaian pegas seri adalah: 𝑘𝑝 = k1 + k2 Untuk (2-12) buah pegas identik yang disusun paralel, dengan tiap pegas memiliki tetapan gaya , tetapan gaya pegas pengganti paralel dapat dihitung dengan rumus 𝑘𝑝 = 𝑛 𝑘 (2-13) Jika dibandingkan antara susunan pegas dan susunan resistor tampak bahwa rumus-rumus untuk pegas paralel mirip dengan rumus-rumus untuk resistor seri.

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 42 c. Susunan Campuran Pegas Bila susunan pegas terdiri dari gabungan susunan seri dan paralel, harus ditentukan bagian yang digabung terlebih dahulu. Intinya penggabungan secara seri dan paralel mempunyai rumus yang berbeda sehingga tidak mungkin dikerjakan bersama-sama. Di dalam rangkaian paralel bisa jadi ada bagian yang harus diseri terlebih dahulu dan sebaliknya dalam rangkaian seri bisa jadi ada bagian yang harus diparalel terlebih dahulu.

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian gabungan kuantitatif dan kualitatif. Penelitian kuantitatif digunakan karena penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Dikatakan eksperimental karena pada penelitian ini ada perlakuan pada partisipan dengan metode eksperimen sederhana (untuk kelas treatment) dan metode ceramah aktif (untuk kelas kontrol), dikatakan kuantitatif karena data yang diperoleh berupa skor atau angka, kemudian menggunakan analisis statistik dan diberi penjelasan. Peneliti menggunakan metode eksperimen sederhana karena peneliti ingin mengetahui apakah metode ekperimen sederhana berpengaruh terhadap pengetahuan dan nilai karakter dalam penelitian ini. Penelitian ini juga menggunakan kelas kontrol sebagai kelas pembanding dalam penggunaan metode. Pada kelas kontrol pembelajaran menggunakan metode ceramah aktif. Sedangkan penelitian kualitatif digunakan untuk melihat proses yang dialami kelas eksperimen sederhana selama diberi treatment. Hal yang diperhatikan yaitu karakter kerjasama. Kerjasama siswa selama penelitian dilihat dari hasil observasi langsung dan berdasarkan hasil kuesioner nilai karakter. 43

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 44 B. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen kuantitatif Design Pretest-posttest Kontrol Group. Menurut Paul Suparno (2007: 135), secara umum riset kuantitatif adalah desain riset yang menggunakan data berupa skor atau angka, lalu menggunakan analisis statistik. Design Pretest-Posttest Kontrol Group adalah penelitian yang terdiri dari dua group. Satu kelompok diberi treatment dan yang lain tidak. Lalu keduanya diukur dengan diberi pretest dan posttest untuk kedua group (Suparno, 2010: 142). Skemanya sebagai berikut: Treatment Group O1a X1 O1b Kontrol Group O2a X2 O2b Keterangan: O1a : Pretest kelas treatment (Kelas XI MIPA 1) X1 : Pembelajaran dengan metode eksperimen sederhana (Kelas XI MIPA 1) O1b : Posttest kelas treatment (Kelas XI MIPA 1) O2a : Pretest kelas kontrol (Kelas XI MIPA 2) X2 : Pembelajaran dengan metode ceramah aktif (Kelas XI MIPA 2) O2b : Posttest kelas kontrol (Kelas XI MIPA 2)

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 45 Desain ini terdiri dari dua group, satu kelompok diberi treatment dan yang lain tidak, lalu keduanya diukur (Suparno, 2014: 124). Kelompok yang pertama adalah kelompok treatment yaitu kelompok yang menerima perlakuan dengan metode eksperimen sederhana, sedangkan kelompok kedua adalah kelompok kontrol yaitu kelompok yang dibantu belajar dengan menggunakan metode ceramah aktif. Kelompok kontrol ini sangat penting untuk melihat apakah treatment yang dilakukan berhasil lebih baik atau tidak. Kedua kelompok tersebut akan diberikan pretest dan posttest. Pretest digunakan untuk mengukur pengetahuan siswa sebelum diberi treatment, posttest digunakan untuk mengukur pengetahuan siswa setelah diberi treatment, dan kuesioner nilai karakter digunakan untuk mengukur nilai karakter siswa. Selanjutnya akan dibandingkan antara kelompok treatment dengan kelompok kontrol untuk mengetahui pengaruh pengetahuan dan nilai karakter siswa. Pada penelitian ini data berupa nilai pengetahuan dan skor nilai karakter siswa setelah menggunakan metode eksperimen sederhana dan metode ceramah aktif. Uji statistika yang digunakan untuk menganalisis nilai pengetahuan dan skor nilai karakter siswa adalah uji-T.

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 46 C. Subyek Penelitian 1. Populasi Penelitian Populasi dalam penelitian ini meliputi seluruh siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Ngemplak Tahun 2018/2019 yang berjumlah 66 siswa yang terbagi menjadi 2 kelas paralel. 2. Sampel Penelitian Pengambilan sampel dipilih dua kelas yang memiliki kemampuan hampir sama. Sampel dari penelitian ini adalah seluruh siswa SMA Negeri 1 Ngemplak kelas XI MIPA yang berjumlah 66 orang. Untuk kelas XI MIPA 1 (kelas eksperimen sederhana) berjumlah 33 siswa dan kelas XI MIPA 2 (kelas ceramah aktif) berjumlah 33 siswa. D. Waktu dan Tempat Penelitian 1. Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli - Oktober 2018. 2. Lokasi Penelitian Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 1 Ngemplak.

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 47 E. Variabel Penelitian 1. Variabel Bebas Dalam penelitian ini yang menjadi variabel bebas adalah perlakuan yang diberikan peneliti terhadap siswa, yaitu penerapan metode eksperimen sederhana untuk kelas XI MIPA 1 (kelas eksperimen/treatment) dan metode ceramah aktif untuk kelas XI MIPA 2 (kelas kontrol) pada pokok bahasan hukum Hooke. 2. Variabel Terikat Variabel terikat dalam penelitian ini adalah pengetahuan siswa dan nilai karakter siswa yang dicapai setelah proses pembelajaran terjadi dengan menggunakan metode eksperimen sederhana dan ceramah aktif. F. Treatment Treatment adalah perlakuan khusus peneliti kepada subjek atau sampel yang mau diteliti agar nantinya mendapatkan data yang diinginkan (Suparno, 2014: 49). Treatment yang digunakan dalam penelitian ini adalah penerapan metode eksperimen sederhana pada materi hukum Hooke. Dalam pelaksanaan treatment ini siswa dibagi dalam kelompok kecil. Satu kelompok terdiri dari 4 hingga 5 orang. Di dalam kelompok mereka melakukan eksperimen dan mengerjakan LKS. Sebelum membagi siswa dalam kelompok eksperimen, peneliti memberikan soal pretest. Saat pelaksanaan treatment berlangsung, peneliti berkeliling untuk mengontrol siswa.

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 48 Untuk kelas kontrol peneliti menyampaikan materi menggunakan metode ceramah aktif. Peneliti akan menjelaskan materi pelajaran secara lisan, menunjukkan gambar/video singkat, membimbing siswa untuk membuat list pertanyaan dari materi, mengerjakan soal dan menuliskan bagian-bagian yang penting di papan tulis. Pengajaran dengan menggunakan metode eksperimen sederhana dan ceramah aktif dapat dilihat pada RPP dan LKS (lihat lampiran 4,5 & 6 halaman 122-147). G. Validitas Instrumen Suparno (2014: 65) mengatakan: “Validitas mengukur atau menentukan apakah suatu tes sungguh mengukur apa yang mau diukur, yaitu apakah sesuai dengan tujuan (valid untuk). Suatu tes disebut valid bila sesuai dengan tujuan penelitian”. Validasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah validasi isi (content validity). Untuk melihat kevalidan isi instrumen tes yang dibuat, dapat ditentukan dengan minimal dua cara, yaitu (Suparno, 2014: 66): 1) Dengan menggunakan kisi-kisi yang menunjukkan bahwa instrumen itu memang memuat isi yang akan diteskan, bukan hanya sebagian saja. 2) Dengan meminta penilaian dari ahli, apakah memang tes tersebut sungguh sesuai dengan isi yang mau dites. Instrumen yang perlu divalidasi adalah soal pretest-posttest dan kuesioner nilai karakter. Instrumen tersebut sudah dibuat berdasarkan kisi-

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 49 kisinya. Kisi-kisi kuesioner nilai karakter terdapat pada tabel 3.2 dan 3.3 (lihat halaman 52-56). Kisi-kisi pretest-posttest terdapat pada tabel 3.1 (lihat halaman 50). Soal pretest-posttest divalidasi oleh Drs. Domi Severinus M. Si selaku ahli dalam bidang Mekanika. H. Instrumen Penelitian 1. Instrumen Proses Belajar Instrumen pembelajaran ini tediri dari rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), bahan ajar dan lembar kerja siswa (LKS). a. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dibuat untuk menentukan garis besar kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan selama pengambilan data penelitian. Bagian dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah (1) identitas meliputi: Satuan Pendidikan, Mata Pelajaran, Kelas/Semester, dan Alokasi Waktu; (2) Standar Kompetensi (SK); (3) Kompetensi Dasar (KD); (4) Indikator; (5) Tujuan Pembelajaran; (6) Metode Pembelajaran; (7) Kegiatan Pembelajaran; (8) Materi Pembelajaran; (9) Sumber Pembelajaran. RPP terlampir pada lampiran 4 & 5 (lihat halaman 122-134). b. Bahan Ajar Pokok bahasan yang diajarkan kepada siswa adalah hukum Hooke. Bahan ajar yang disusun disesuaikan dengan Kompetensi Inti (KI) dan

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 50 Kompetensi Dasar (KD) yang berlaku. Bahan ajar yang telah disusun lengkap dapat dilihat pada BAB II (lihat halaman 34-41). c. Lembar Kerja Siswa (LKS) Lembar Kerja Siswa (LKS) dibuat sebagai panduan bagi siswa dalam proses pembelajaran berlangsung. LKS ini dikerjakan secara bersama sebagai bagian dari treatment. LKS hanya diberikan kepada kelas eksperimen sederhana dengan treatment metode eksperimen. LKS dapat dilihat pada lampiran 6 (lihat halaman 147). 2. Instrumen Pengumpulan Data Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: 1) Test Tertulis (pretest dan posttest) 1) Pretest Pretest diberikan sebelum pembelajaran menggunakan metode eksperimen sederhana dan ceramah aktif. Pretest ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan awal siswa mengenai konsep hukum Hooke. Soal pretest sebanyak 4 soal yang terdiri dari aspek analisis. 2) Posttest Posttest diberikan setelah pembelajaran menggunakan metode eksperimen sederhana dan ceramah aktif. Soal posttest ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan siswa mengenai konsep hukum Hooke setelah mengikuti pembelajaran

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 51 dengan menggunakan metode eksperimen sederhana dan ceramah aktif. Jumlah dan pertanyaan soal posttest sama dengan soal pretest. Soal pretest dan posttest terlampir pada lampiran 7 (lihat halaman 159). Pembuatan soal pretest dan posttest diperlukan kisi-kisi. Kisi-kisi soal didasarkan pada kompetensi dasar dan indikator yang harus dicapai siswa. Kisi-kisi soal pretest dan posttest seperti pada tabel 3.1 berikut. Tabel 3.1. Kisi-kisi Soal Pretest dan Posttest KD : 3.6 Menganalisis sifat elastis bahan dalam kehidupan sehari hari 4.6 Mengolah dan menganalisis hasil percobaan tentang sifat elastisitas suatu bahan indikator No. Indikator 3.6.1 Menjelaskan hubungan antara gaya pertambahan panjang dan konstanta pegas 3.6.2 3.6.3 Membuat grafik gaya terhadap pertambahan panjang Menentukan konstanta suatu pegas Indikator Butir  Siswa mampu menjelaskan hubungan antara gaya pertambahan panjang dan konstanta pegas  Siswa mampu menafsirkan grafik hubungan antara gaya terhadap pertambahan panjang Siswa dapat menentukan konstanta suatu pegas No. Soal Dimensi Kognitif 1a & 1b C3 2 C3

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 52 No. Indikator Indikator Butir No. Soal Dimensi Kognitif 3.6.4 Menghitung konstanta suatu pegas yang disusun secara seriparalel Siswa dapat menentukan pertambahan panjang suatu pegas paralel ketika diberikan gaya tertentu 3 C3 3.6.5 Menghitung konstanta pegas pengganti yang disusun secara seriparalel Siswa mampu menentukan konstanta pegas pengganti yang disusun secara seri 4 C3 2) Kuesioner Nilai Karakter Siswa Kuesioner nilai karakter dalam penelitian ini bersifat tertutup atau telah disediakan alternatif jawaban. Kuesioner ini diberikan setelah kegiatan pembelajaran menggunakan metode eksperimen sederhana dan ceramah aktif, untuk mengetahui nilai karakter siswa terhadap metode yang diterapkan. Pembuatan kuesioner nilai karakter diperlukan kisi-kisi kuesioner nilai karakter. Dari pendapat ahli yang telah dipaparkan pada bab landasan teori, nilai karakter saat siswa melakukan eksperimen antara lain nilai kerjasama, tanggung jawab, disiplin, jujur, dan rasa ingin tahu. Kisi-kisi kuesioner nilai karakter dapat dilihat pada tabel 3.2 dan tabel 3.3 di bawah ini:

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 53 Tabel 3.2. Kisi-kisi Kuesioner Nilai Karakter Kelas Eksperimen Sederhana No. Nilai Karakter 1 Kerjasama 2 Tanggung jawab Indikator Pernyataan a. Siswa terlibat dalam kelompok untuk menyelesaikan eksperimen. b. Siswa membantu teman kelompok yang kesulitan dalam eksperimen. 1. Saya terlibat dalam kelompok untuk menyelesaikan eksperimen. 2. Saya membantu teman kelompok ketika tidak memahami eksperimen. 3. Saya berbagi tugas dengan teman satu kelompok. c. Setiap siswa dalam kelompok memegang peran/tugas khusus selama pelaksanaan eksperimen. d. Siswa turut serta dalam perumusan dan penyimpulan hasil eksperimen. a. Siswa melaksanakan dan menyelesaikan eksperimen sampai tuntas. b. Siswa berhati-hati dalam menggunakan alat agar tidak rusak. c. Siswa menyumbang gagasan saat melakukan eksperimen. d. Siswa membereskan alatalat praktikum dan menyimpan kembali ditempatnya. No. Soal 1, 2, 3, 4 4. Saya ikut andil dalam merumuskan dan menyimpulkan hasil eksperimen. 1. Saya 5, 6, melaksanakan 7, 8 eksperimen yang diberikan guru sampai tuntas. 2. Saya berhati-hati dalam menggunakan alat agar tidak rusak. 3. Saya ikut menyumbangkan gagasan saat melakukan eksperimen. 4. Saya membereskan alatalat praktikum dan menyimpan kembali ke tempatnya ketika selesai praktikum.

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 54 No. 3 4 Nilai Karakter Disiplin Kejujuran Indikator Pernyataan a. Siswa masuk kelas tepat waktu sebelum pelajaran dimulai. b. Siswa dapat menyelesaikan tugas yang diberikan guru tepat waktu. c. Siswa dapat memulai dan menyelesaikan eksperimen tepat waktu. d. Siswa mematuhi aturan yang ditetapkan guru saat melaksanakan eksperimen. a. Siswa mencatat data eksperimen sesuai dengan apa yang dilakukan. b. Siswa melaporkan hasil eksperimen sesuai dengan apa yang terjadi di dalam kelompok. c. Siswa tidak memanipulasi data eksperimen yang diperoleh. 1. Saya datang tepat waktu ke kelas. d. Siswa menyampaikan apa yang sedang dipikirkan saat melaksanakan eksperimen. 2. Saya menyelesaikan tugas yang diberikan guru tepat waktu. 3. Saya memulai dan menyelesaikan eksperimen tepat waktu. No. Soal 9, 10, 11, 12 4. Saya mengikuti aturan yang ditetapkan guru saat melaksanakan eksperimen. 1. Saya mencatat data eksperimen sesuai dengan apa yang saya amati. 2. Saya melaporkan hasil eksperimen sesuai dengan apa yang terjadi di dalam kelompok. 3. Saya tidak setuju ketika ada teman kelompok meminta untuk memanipulasi data eksperimen yang diperoleh. 4. Saya menyampaikan apa yang sedang saya pikirkan mengenai eksperimen kepada teman kelompok. 13, 14, 15, 16

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 55 No. 5 Nilai Karakter Indikator Rasa ingin a. Siswa mencoba tahu lebih dari yang diharuskan atau berkali-kali melakukan eksperimen. b. Siswa membaca mengenai teori hukum Hooke dan langkah kerja sebelum melakukan eksperimen. c. Siswa mencari sumber lain selain apa yang dipelajari. d. Siswa bertanya kepada guru atau teman Pernyataan 1. Saya mencoba berulang-ulang dalam melakukan eksperimen untuk mendapatkan data yang sesuai. 2. Saya membaca mengenai teori hukum Hooke dan langkah kerja sebelum melakukan eksperimen. 3. Saya mencari sumber lain selain apa yang dipelajari dari internet atau sumber relevan lainnya. 4. Saya bertanya kepada guru atau teman jika ada yang kurang saya pahami dalam melakukan eksperimen. No. Soal 17, 18, 19, 20 Tabel 3.3. Kisi-kisi Kuesioner Nilai Karakter Kelas Ceramah Aktif No. Nilai Karakter 1 Kerjasama Indikator Pernyataan a. Siswa saling berdiskusi dengan teman sebangku saat pembelajaran di kelas. b. Siswa mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. 1. Saya senang berdiskusi bersama teman sebangku saat pembelajaran. 2. Saya mengerjakan tugas yang diberikan saat pembelajaran. No. Soal 1, 2, 3, 4

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 56 No. Nilai Karakter Indikator c. Siswa turut serta menyimpulkan materi yang disampaikan oleh guru. d. Siswa saling membantu saat pembelajaran. 2 3 Tanggung jawab Disiplin a. Siswa melaksanakan dan menyelesaikan tugas hingga selesai. b. Siswa menyumbang gagasan saat pembelajaran. c. Siswa mendengarkan penjelasan dengan sungguh-sungguh. d. Siswa membicarakan hal berkaitan dengan materi. a. Siswa masuk kelas tepat waktu. b. Siswa memulai mengerjakan tugas tepat waktu. c. Siswa dapat menyelesaikan tugas sesuai waktu yang diberikan guru. d. Siswa dapat mengumpulkan tugas tepat waktu. Pernyataan No. Soal 3. Saya turut menyimpulkan materi yang disampaikan oleh guru. 4. Saya membantu teman kalau ada yang bertanya (diluar tes). 1. Saya 5, 6, melaksanakan dan 7, 8 menyelesaikan tugas hingga selesai. 2. Saya menyumbang gagasan saat pembelajaran. 3. Saya mendengarkan penjelasan dengan sungguh-sungguh. 4. Saya tidak berbicara dengan teman diluar materi pembelajaran. 1. Saya masuk kelas tepat waktu. 2. Saya memulai mengerjakan tugas tepat waktu. 3. Saya dapat menyelesaikan tugas tepat waktu. 4. Saya mengumpulkan tugas tepat waktu. 9, 10, 11, 12

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 57 No. Nilai Karakter 4 Kejujuran 5 Indikator a. Siswa mengumpulkan tugas yang dikerjakannya sendiri. b. Siswa tidak mencontek hasil pekerjaan temannya. c. Siswa mengerjakan sendiri tugas yang diberikan tanpa bertanya kepada teman. d. Siswa menolak ketika teman meminta jawaban saat ujian. Rasa ingin a. Siswa bertanya tahu pada teman atau guru tentang materi pembelajaran. b. Siswa mencari sumber lain selain apa yang dipelajari. c. Siswa mengerjakan tugas sebanyak mungkin untuk memahami lebih materi. d. Siswa membuat daftar pertanyaan untuk ditanyakan saat pembelajaran. Pernyataan 1. Saya mengumpulkan tugas yang saya kerjakan sendiri. No. Soal 13, 14, 15, 16 2. Saya tidak mencontek hasil pekerjaan teman. 3. Saya mengerjakan sendiri tugas yang diberikan tanpa bertanya kepada teman. 4. Saya berani menolak ketika teman meminta jawaban saat ujian. 1. Saya bertanya pada teman atau guru tentang materi pembelajaran. 2. Saya mencari sumber lain selain apa yang dipelajari. 3. Saya mengerjakan tugas sebanyak mungkin untuk lebih memahami materi. 4. Saya membuat daftar pertanyaan untuk ditanyakan saat pembelajaran. 17, 18, 19, 20

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 58 3) Observasi Observasi dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui karakter siswa selama proses pembelajaran dengan berpedoman pada indikator kerjasama yang terdapat pada tabel 3.4 berikut: Tabel 3.4. Indikator Kerjasama Siswa Indikator Kerjasama No. Kelas Eksperimen Sederhana Kelas Ceramah Aktif 1 Siswa terlibat dalam kelompok untuk menyelesaikan eksperimen Siswa saling berdiskusi dengan teman sebangku saat pembelajaran di kelas 2 Siswa membantu teman kelompok yang kesulitan dalam eksperimen Setiap siswa dalam kelompok memegang peran/tugas khusus selama pelaksanaan eksperimen Siswa turut serta dalam perumusan dan penyimpulan hasil eksperimen Siswa mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru 3 4 Siswa turut serta menyimpulkan materi yang disampaikan oleh guru Siswa saling membantu saat pembelajaran Observasi karakter siswa ini dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung di kelas dengan penerapan metode eksperimen sederhana maupun pada kelas kontrol. Observasi karakter siswa ini dilakukan untuk melihat bagaimana pengaruh penerapan metode pembelajaran terhadap aspek kerjasama selama proses pembelajaran. Selain dipantau langsung oleh peneliti selama proses pembelajaran, observasi juga dapat dilakukan dengan merekam kegiatan pembelajaran dalam bentuk video agar lebih membantu peneliti dalam melihat situasi kelas.

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 59 I. Metode Analisis Data Data yang diperoleh akan dianalisis secara kuantitatif. Teknik analisa data menggunakan SPSS (Statistical Product and Service Solution) versi 20. 1. Analisis Pengetahuan Siswa a. Analisis Penskoran Pretest dan Posttest Untuk mengetahui sejauh mana pembelajaran dapat mempengaruhi pengetahuan siswa mengenai pokok bahasan hukum Hooke, maka peneliti menggunakan skor pretest dan posttest. Data yang diperolah dari skor pretest dan skor posttest kemudian dianalisis secara kuantitatif. Soal pretest dan posttest terdiri dari 4 butir soal essay. Skor maksimal masing-masing soal essay disesuaikan dengan bobot soal. Rubrik penilaian skor (rubrik skoring) telah ditetapkan seperti tabel 3.5 berikut: Tabel 3.5. Rubrik Skoring Pengetahuan Siswa No. Soal    1     2  Indikator Siswa tidak menulis jawaban Jika jawaban salah Jika jawaban benar dan penjelasan proses salah Jika jawaban salah dan penjelasan proses benar Jika jawaban benar dan penjelasan proses kurang terinci Jawaban benar dan penjelasan proses lengkap Siswa tidak menulis jawaban Jika jawaban salah Skor Skor Maksimal 0 1-2 3-4 5-6 7-9 10 0 1-2 10

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 60 No. Soal 3 4 Indikator  Jika jawaban benar dan penjelasan proses salah  Jika jawaban salah dan penjelasan proses benar  Jika jawaban benar dan penjelasan proses kurang terinci  Jawaban benar dan penjelasan proses lengkap  Siswa tidak menulis jawaban  Jika jawaban salah  Jika jawaban benar dan penjelasan proses salah  Jika jawaban salah dan penjelasan proses benar  Jika jawaban benar dan penjelasan proses kurang terinci  Jawaban benar dan penjelasan proses lengkap  Siswa tidak menulis jawaban  Jika jawaban salah  Jika jawaban benar dan penjelasan proses salah  Jika jawaban salah dan penjelasan proses benar  Jika jawaban benar dan penjelasan proses kurang terinci  Jawaban benar dan penjelasan proses lengkap Skor Total Skor Skor Maksimal 3-4 10 5-6 7-9 10 0 1-2 3-4 5-6 7-9 10 10 0 1-2 3-4 5-6 10 7-9 10 40 Skor pengetahuan belajar siswa yaitu jumlah skor setiap siswa dibagi jumlah skor maksimal dikali seratus. Penskoran pretest dan posttest didasarkan pada tabel 3.5 di atas.

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 61 𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑝𝑒𝑛𝑔𝑒𝑡𝑎ℎ𝑢𝑎𝑛 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 = 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 𝑥 00 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙 Dari skor pretest dan posttest yang diperoleh siswa, maka dapat dikategorikan persentase tingkat pengetahuan siswa. Kategori persentase tingkat pengetahuan siswa dapat dihitung dengan menggunakan rumus: 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 𝑓 𝑥 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑒𝑙𝑢𝑟𝑢ℎ 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 x 100 % = Persentase (%) Berikut tabel kategori persentase tingkat pengetahuan siswa seperti dibawah ini: Tabel 3.6. Kategori Persentase Tingkat Pengetahuan Siswa Pengetahuan Siswa No. Interval Kategori 1 81 – 100 Sangat Baik 2 61 – 80 Baik 3 41 – 60 Cukup 4 21 – 40 Kurang 5 0 – 20 Sangat Kurang Keterangan : f (x) = jumlah siswa f (x) Persentase (%)

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 62 b. Analisis Pretest dan Posttest dengan menggunakan SPSS 20 Analisis pretest dan posttest dilakukan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan siswa pada materi hukum Hooke sebelum dan sesudah pembelajaran dilakukan. Skor yang dihasilkan dari pretest dan posttest kemudian dianalisis menggunakan uji-T. a) Membandingkan Pretest Kelas Eksperimen Sederhana dengan Kelas Ceramah Aktif Untuk mengetahui tingkat pemahaman awal dari kedua kelas (kelas eksperimen sederhana dengan kelas ceramah aktif) pada materi hukum Hooke maka digunakan uji-T untuk 2 grup independent. Pada penelitian ini = , sehingga persamaan umum uji-T kelompok independent adalah sebagai berikut: = √[ ̅ − ̅ ] Keterangan: = jumlah anggota kelompok 1 = jumlah anggota kelompok 2 ̅ = nilai rata-rata kelompok 1 ̅ = nilai rata-rata kelompok 2 = standar deviasi kelompok 1 = standar deviasi kelompok 2 Dengan menggunakan program SPSS, apabila nilai p < α, maka signifikan. Atau dapat dikatakan ada perbedaan pengetahuan awal antara siswa kelas eksperimen sederhana dengan kelas ceramah aktif pada

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 63 materi hukum Hooke. Penelitian ini menggunakan level signifikan α = 0,05. b) Membandingkan Pretest dan Posttest dari Masing-masing Kelas Untuk melihat peningkatan pegetahuan siswa (kelas eksperimen sederhana dan kelas ceramah aktif) maka hasil pretest dan posttest dari masing-masing kelas harus dibandingkan dengan menggunakan uji-T dependent. Persamaan umum uji-T kelompok dependent adalah sebagai berikut: 𝑇𝑟𝑒𝑎𝑙 𝑥̅ − 𝑥̅ 𝐷 − 𝑁 𝑁 𝑁− 𝐷 Keterangan: X1 = nilai pretest X2 = nilai posttest D = perbedaan nilai (X1 – X2) N = jumlah pasangan Dengan menggunakan program SPSS, apabila nilai p < α, maka signifikan. Atau dapat dikatakan ada perbedaan pengetahuan (awal dan akhir) antara siswa kelas eksperimen sederhana dengan kelas ceramah aktif pada materi hukum Hooke. Penelitian ini menggunakan level signifikan α = 0,05.

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 64 c) Membandingkan Posttest Kelas Eksperimen Sederhana dengan Kelas Ceramah Aktif Untuk mengetahui tingkat pemahaman akhir dari kedua kelas (kelas eksperimen sederhana dengan kelas ceramah aktif) pada materi hukum Hooke maka digunakan uji-T untuk 2 grup independent. Pada penelitian ini = , sehingga persamaan umum uji-T kelompok independent adalah sebagai berikut: 𝑡𝑜𝑏𝑠 = 𝑥̅ − 𝑥̅ 𝑠 √[ 𝑛 Keterangan: = jumlah anggota kelompok 1 = jumlah anggota kelompok 2 ̅ = nilai rata-rata kelompok 1 ̅ = nilai rata-rata kelompok 2 = standar deviasi kelompok 1 = standar deviasi kelompok 2 𝑠 𝑛 ] Dengan menggunakan program SPSS, apabila nilai p < α, maka signifikan. Atau dapat dikatakan ada perbedaan pengetahuan akhir antara siswa kelas eksperimen sederhana dengan kelas ceramah aktif pada materi hukum Hooke. Penelitian ini menggunakan level signifikan α = 0,05.

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 65 2. Analisis Nilai Karakter Siswa a. Analisis Penskoran Nilai Karakter Siswa Untuk mengetahui nilai karakter siswa, peneliti menggunakan kuesioner nilai karakter. Untuk data kuesioner nilai karakter siswa dilakukan penskoran jawaban agar memudahkan pengelompokan jawaban. Penskoran kuesioner nilai karakter dapat dilihat pada tabel 3.7 dilakukan sebagai berikut: Tabel 3.7. Penskoran Kuesioner Nilai Karakter Skala Pengukuran Skor Selalu (SS) 4 Seringkali (S) 3 Jarang (TS) 2 Tidak Pernah (STS) 1 Kuesioner berisi 20 butir pertanyaan dengan 4 (empat) pilihan jawaban untuk mengukur nilai karaktrer siswa. a) Skor untuk setiap siswa Skor minimal : 1 x 20 = 20 Skor maksimal: 4 x 20 = 80 Range : 80 – 20 = 60 b) Pembagian interval Range dibagi dalam 4 interval 60 : 4 = 15 Maka, lebar interval adalah 15

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 66 Skor nilai karakter tiap siswa dikategorikan berdasarkan interval seperti pada tabel 3.8 berikut: Tabel 3.8. Kategori Persentase Nilai Karakter Siswa Nilai Karakter Siswa No. Interval Kategori f (x) 1 66 – 80 Sangat Berkarakter 2 51 – 65 Berkarakter 3 36 – 50 Kurang Berkarakter 4 20 – 35 Tidak Berkarakter Persentase (%) Keterangan : f (x) = jumlah siswa Perhitungan persentase untuk setiap nilai karakter siswa dengan menggunakan persamaan berikut: 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 𝑓 𝑥 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑒𝑙𝑢𝑟𝑢ℎ 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 x 100 % = Persentase (%) b. Analisis Nilai Karakter Siswa dengan menggunakan SPSS 20 Analisis nilai karakter dilakukan untuk mengetahui sumbangan nilai karakter siswa pada materi hukum Hooke sesudah pembelajaran dilakukan. Skor yang dihasilkan dari nilai karakter siswa kemudian dianalisis menggunakan uji-T independent. Pada penelitian ini = , sehingga persamaan umum uji-T kelompok independent adalah sebagai berikut:

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 67 𝑡𝑜𝑏𝑠 = 𝑥̅ − 𝑥̅ 𝑠 √[ 𝑛 Keterangan: = jumlah anggota kelompok 1 = jumlah anggota kelompok 2 ̅ = nilai rata-rata kelompok 1 ̅ = nilai rata-rata kelompok 2 = standar deviasi kelompok 1 = standar deviasi kelompok 2 𝑠 𝑛 ] Dengan menggunakan program SPSS, apabila nilai p < α, maka signifikan. Atau dapat dikatakan ada perbedaan nilai karakter antara siswa kelas eksperimen sederhana dengan kelas ceramah aktif pada materi hukum Hooke. Penelitian ini menggunakan level signifikan α = 0,05. 3. Analisis Karakter Kerjasama Siswa Karakter kerjasama siswa diamati oleh peneliti selama proses pembelajaran berlangsung dengan memperhatikan indikator yang terdapat pada tabel 3.4. Observasi kerjasama siswa dilakukan secara langsung oleh peneliti dan juga menggunakan kamera untuk merekam situasi pembelajaran di kelas maupun di luar kelas. Observasi kerjasama ini dilakukan untuk melihat bagaimana penerapan metode pembelajaran terhadap kerjasama siswa serta untuk memperkuat data kuesioner nilai karakter yang telah diisi siswa.

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV DATA DAN ANALISIS A. Pelaksanaan Penelitian 1. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas XI MIPA 1 dan XI MIPA 2 SMA Negeri 1 Ngemplak. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 7 September 2018 sampai dengan 27 September 2018. Jadwal pelaksanaan penelitian di kelas XI MIPA 1 dan XI MIPA 2 SMA Negeri 1 Ngemplak pada tahun ajaran 2018/2019 dapat dilihat pada tabel 4.1 berikut ini. Tabel 4.1. Jadwal Pelaksanaan Penelitian Kelas Eksperimen Sederhana (Treatment) No. Hari, Tanggal Jumat, 07 September 2018 08.45 – 10.30 WIB Perkenalan, pretest, dan pengantar 2 Jumat, 14 September 2018 08.45 – 10.30 WIB 3 Kamis, 20 September 2018 12.30 – 14.00 WIB 4 Jumat, 21 September 2018 08.45 – 10.30 WIB 1 Waktu Kelas Ceramah Aktif (Kontrol) Hari, Tanggal Rabu, 19 September 2018 14.00 – 15.30 WIB Perkenalan, pretest, dan pengantar Eksperimen sederhana mengenai hukum Hooke Kamis, 20 September 2018 14.00 – 15.30 WIB Hukum Hooke dan energi potensial pegas Eksperimen sederhana mengenai susunan seri pegas dan susunan paralel pegas, presentasi Energi potensial pegas, susunan campuran pegas, posttest, dan pengisian kuesioner nilai karakter Rabu, 26 September 2018 14.00 – 15.30 WIB Susunan seri pegas dan susunan paralel pegas Kamis, 27 September 2018 14.00 – 15.30 WIB Susunan campuran pegas, posttest, dan pengisian kuesioner nilai karakter Kegiatan 68 Waktu Kegiatan

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 69 Penelitian tidak berjalan sesuai dengan rencana karena alasan sebagai berikut:  Kelas Eksperimen Sederhana (kelas XI MIPA 1) a) Total keseluruhan siswa kelas XI MIPA 1 adalah 33 siswa. Pada saat pelaksanaan pretest 1 siswa tidak masuk sekolah dengan keterangan ijin. b) Pertemuan kedua ditunda ke hari berikutnya karena di sekolah diadakan kegiatan lomba MTQ Sleman Utara. c) Pada saat pertemuan kedua 1 siswa tidak mengikuti pelajaran sampai jam selesai dengan keterangan ijin mengikuti lomba menulis cerpen. d) Pada saat pertemuan ketiga 3 orang siswa ijin mengikuti kunjungan industri yang diadakan sekolah. e) Pada saat posttest 1 siswa tidak mengikuti pelajaran sampai jam selesai dengan keterangan ijin.  Kelas Ceramah Aktif (kelas XI MIPA 2) a) Pertemuan pertama dan kedua ditunda ke minggu berikutnya karena di sekolah diadakan kegiatan lomba MTQ Sleman Utara. b) Pada saat pertemuan kedua 3 orang siswa ijin mengikuti kunjungan industri yang diadakan sekolah.

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 70 2. Deskripsi Pelaksanaan Penelitian a. Sebelum Penelitian Penelitian ini diawali dengan mengajukan permohonan ijin ke sekolah untuk melakukan observasi. Observasi ini dilakukan dengan tujuan agar peneliti dapat berkomunikasi langsung dengan guru mata pelajaran fisika untuk mengetahui kurikulum yang berlaku di sekolah, materi fisika kelas X dan kelas XI, kelas yang akan diteliti, jadwal mata pelajaran fisika, jumlah siswa; dan peneliti mendapatkan materi tentang hukum Hooke di kelas XI MIPA. Setelah melakukan konsultasi dengan guru mata pelajaran fisika di sekolah peneliti selanjutnya melakukan konsultasi dengan dosen pembimbing dan mulai menyusun proposal penelitian. Peneliti juga mempersiapkan instrumen-instrumen yang akan digunakan dalam pelaksanaan penelitian. Instrumen penelitian yang digunakan terdiri dari instrumen pembelajaran dan instrumen pengambilan data. Instrumen pembelajaran terdiri dari: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP); Lembar Kerja Siswa (LKS); dan alat eksperimen berupa pegas spiral dan beban bercelah. Sedangkan instrumen pengambilan data terdiri dari: soal pretest dan posttest; kuesioner nilai karakter; dan alat dokumentasi berupa handphone. Dalam membuat instrumen-instrumen tersebut, peneliti berdiskusi dan bertanya kepada guru mata pelajaran fisika dan dosen pembimbing.

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 71 Selain mempersiapkan berbagai instrumen diatas, pada tanggal 31 Juli 2018 peneliti juga menemui pihak Badan Kesatuan Bangsa dan Politik untuk meminta ijin melakukan penelitian dengan mengajukan proposal. Pihak Badan Kesatuan Bangsa dan Politik kemudian mengeluarkan surat untuk Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIY agar memberikan surat rekomendasi penelitian bagi peneliti untuk melakukan penelitian di SMA Negeri 1 Ngemplak. Peneliti memberikan surat penelitian yang dikeluarkan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIY kepada pihak sekolah saat melaksanakan penelitian. b. Selama Pelaksanaan Penelitian  Pembelajaran di Kelas XI MIPA 1 (kelas eksperimen sederhana) Pembelajaran di kelas XI MIPA 1 (kelas eksperimen sederhana) dilaksanakan selama 4 kali dengan jumlah jam pelajaran sebanyak 8 jam pelajaran. Sebelum melaksanakan pembelajaran, peneliti mempersiapkan instrumen-instrumen dan alat yang diperlukan dalam penelitian seperti RPP, soal pretest-posttest, LKS, alat dan bahan eksperimen, laptop serta kabel untuk menghubungkan proyektor dengan laptop. Adapun kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan yaitu:

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 72 1) Pertemuan Pertama (Jumat, 7 September 2018) Pada awal pertemuan guru fisika mengenalkan peneliti kepada siswa dan menyampaikan tujuan kedatangan peneliti ke SMA Negeri 1 Ngemplak. Kemudian guru fisika memberikan kesempatan kepada peneliti untuk melanjutkan kegiatan penelitian. Meskipun sudah diperkenalkan oleh guru fisika, peneliti berinisiatif untuk memperkenalkan diri secara pribadi kepada siswa, dilanjutkan dengan menyampaikan tujuan kedatangan ke sekolah tersebut dan menyampaikan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan pada hari tersebut. Pembelajaran dilanjutkan dengan mengecek kehadiran siswa dan kemudian membagikan soal pretest serta meminta siswa untuk mengerjakan soal pretest tersebut (Gambar 4.1). Selama pelaksanaan pretest, banyak siswa yang tampak kebingungan untuk mengerjakan soal pretest. Beberapa siswa terlihat melamun dan memilih tiduran di meja. Adapula yang sempat bertanya dan mengeluh karena tidak dapat menyelesaikan soal pretest dengan alasan belum pernah mendapat materi tersebut. Setelah siswa mengumpulkan hasil pekerjaan mereka, pembelajaran dilanjutkan dengan bertanya mengenai pretest, menunjukkan beberapa gambar, memutar video dan penyampaian kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan pada pertemuan selajutnya adalah eksperimen

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 73 sederhana mengenai materi hukum Hooke secara berkelompok serta pembagian kelompok dan presentasi. Pembelajaran diakhiri dengan memberikan tugas baca mengenai hukum Hooke, mengucapkan terimakasih atas partisipasi siswa dalam pelaksanaan pembelajaran serta memberi support untuk pelajaran berikutnya. Gambar 4.1. Situasi kelas XI MIPA 1 saat mengerjakan soal pretest 2) Pertemuan Kedua (Jumat, 14 September 2018) Pembelajaran dimulai dengan mengecek kehadiran siswa, kemudian menginformasikan kembali bahwa hari ini akan dilaksanakan eksperimen sederhana mengenai hukum Hooke dan membagi siswa dalam beberapa kelompok yang terdiri dari 6-7 orang. Banyaknya siswa dalam kelompok dipengaruhi oleh faktor kekurangan alat. Selanjutnya memberi instruksi kepada siswa untuk duduk dalam kelompok yang telah ditentukan dan meminta dua orang perwakilan kelompok untuk mengambil LKS, alat dan bahan

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 74 serta mengambil undian untuk tugas presentasi hasil eksperimen sederhana di kelas. Setelah itu, setiap kelompok melaporkan presentasi yang akan mereka sampaikan berdasarkan undian yang diambil. Selanjutnya siswa diberi instruksi untuk melakukan eksperimen di luar kelas sesuai kebutuhan, keinginan dan kenyamanan kelompok dengan syarat tidak mengganggu kelas lain yang sedang melaksanakan pembelajaran (Gambar 4.2). Waktu yang diberikan kepada kelompok untuk mengambil data di luar kelas adalah ±30 menit, setelah itu kelompok harus kembali ke dalam kelas untuk mengolah data dan menjawab beberapa pertanyaan yang terdapat dalam LKS. Saat melakukan eksperimen siswa terlihat sangat aktif, antusias, dan kreatif dalam memanfaatkan fasilitas alam di depan kelas dan taman sekolah. Setelah mengambil data di luar kelas, setiap kelompok kembali ke kelas untuk mengolah data yang diperoleh (Gambar 4.3). Saat kelompok diminta untuk mempresentasikan hasil eksperimen di dalam kelas, beberapa kelompok mengkonfirmasikan bahwa belum dapat menyelesaikan LKS. Karena keterbatasan waktu, presentasi tidak dilaksanakan pada pertemuan ini dan akan dilaksanakan minggu depan bersama eksperimen berikutnya. Kegiatan pembelajaran diakhiri dengan memberikan tugas baca mengenai susunan seri-paralel, mengucapkan terimakasih atas

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 75 antusias serta semangat siswa dalam pelaksanaan eksperimen sederhana. Gambar 4.2. Situasi di luar kelas saat siswa melakukan eksperimen sederhana tentang hukum Hooke Gambar 4.3. Situasi di dalam kelas saat siswa menganalisis data 3) Pertemuan Ketiga (Kamis, 20 September 2018) Pembelajaran dimulai dengan mengecek kehadiran siswa, kemudian menginformasikan kembali bahwa hari ini akan dilaksanakan eksperimen sederhana mengenai susunan seri-paralel

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 76 pegas. Kemudian memberi instruksi kepada siswa untuk duduk dalam kelompok yang telah ditentukan dan meminta satu orang perwakilan kelompok untuk mengambil LKS, alat dan bahan eksperimen. Setelah semua peralatan sudah lengkap, siswa diberi instruksi untuk melakukan eksperimen di luar kelas seperti minggu sebelumnya. Saat melakukan eksperimen siswa terlihat sangat aktif, antusias, dan kreatif dalam memanfaatkan fasilitas alam di depan kelas dan taman sekolah (Gambar 4.4 & gambar 4.5) . Setelah mengambil data di luar kelas, setiap kelompok kembali ke kelas untuk mengolah data yang diperoleh. Selama proses pengolahan data ada beberapa kelompok yang meminta untuk menjelaskan beberapa rumus terkait LKS yang dikerjakan. Kemudian kelompok diminta untuk mempresentasikan hasil eksperimen di dalam kelas (Gambar 4.6). Setelah kelompok mempresentasikan hasil eksperimen dan analisis data yang diperoleh, kelompok memberikan kesempatan kepada kelompok lain untuk bertanya dan kemudian menjawab pertanyaan yang diajukan. Sebelum dilanjutkan ke kelompok berikutnya, peneliti kembali menjelaskan serta memberi penekanan pada beberapa materi yang dianggap penting. Kegiatan pembelajaran diakhiri dengan memberikan tugas baca mengenai energi potensial pegas dan susunan campuran pegas,

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 77 mengucapkan terimakasih atas antusias serta semangat siswa dalam pelaksanaan eksperimen sederhana. Gambar 4.4. Situasi di luar kelas saat siswa melakukan eksperimen sederhana tentang susunan seri pegas Gambar 4.5. Situasi di luar kelas saat siswa melakukan eksperimen sederhana tentang susunan paralel pegas

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 78 Gambar 4.6. Situasi di kelas saat siswa melaporkan hasil eksperimen sederhana 4) Pertemuan Keempat (Jumat, 21 September 2018) Pembelajaran dimulai dengan mengecek kehadiran siswa, menanyakan tugas baca mengenai energi potensial dan susunan campuran pegas. Dilanjutkan menjelaskan materi terkait energi potensial pegas dan susunan campuran pegas, memberikan contoh soal, dan memberikan beberapa soal untuk dikerjakan di papan tulis. Kemudian mengoreksi pekerjaan di papan tulis bersama siswa dan menginformasikan bahwa akan diadakan posttest bersifat tertutup untuk materi yang telah diajarkan, mengisi kuesioner dan mengisi kertas pesan dan kesan. Setelah itu, memberikan instruksi untuk menyiapkan alat tulis dan membagikan soal posttest. Bagi siswa yang telah mengerjakan soal posttest, diberi kuesioner nilai karakter serta kertas kesan dan pesan untuk diisi. Kegiatan pembelajaran diakhiri dengan ucapan terimakasih atas kesediaan siswa telah membantu melaksanakan penelitian di

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 79 kelas tersebut. Peneliti mohon pamit kepada siswa dan ditutup dengan foto bersama (Gambar 4.7). Gambar 4.7. Foto bersama peneliti dengan kelas XI MIPA 1  Pembelajaran di Kelas XI MIPA 2 (kelas ceramah aktif) 1) Pertemuan Pertama (Rabu, 19 September 2018) Pada awal pertemuan peneliti memperkenalkan diri, menyampaikan tujuan kedatangan peneliti ke sekolah tersebut, dan menyampaikan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan pada hari tersebut. Seusai memperkenalkan diri, dilanjutkan dengan mengecek kehadiran siswa, membagikan soal pretest serta meminta siswa untuk mengerjakan soal pretest tersebut (Gambar 4.8). Selama pelaksanaan pretest, banyak siswa yang tampak kebingungan untuk mengerjakan soal pretest. Beberapa siswa terlihat melamun dan memilih tiduran di meja. Adapula yang sempat bertanya dan

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 80 mengeluh karena tidak dapat menyelesaikan soal pretest dengan alasan belum pernah mendapat materi tersebut. Setelah siswa mengumpulkan hasil pekerjaan mereka, peneliti menyampaikan kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan pada pertemuan selajutnya. Pembelajaran diakhiri dengan memberikan tugas baca mengenai hukum Hooke, mengucapkan terimakasih atas partisipasi siswa dalam pelaksanaan pembelajaran serta memberi support untuk pelajaran berikutnya kepada siswa. Gambar 4.8. Situasi kelas XI MIPA 2 saat mengerjakan soal pretest 2) Pertemuan Kedua (Kamis, 20 September 2018) Pembelajaran dimulai dengan mengecek kehadiran siswa, menanyakan tugas baca, dan mengajukan pertanyaan “apa itu hukum Hooke? Berikan contoh hukum Hooke yang Anda temui dalam kehidupan sehari-hari!”. Kemudian menunjukkan sebuah

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 81 pegas dan bertanya “Apa yang terjadi jika pegas diberikan beban dan apa yang terjadi jika beban tersebut dilepaskan?”. Ada yang menjawab pegas akan semakin panjang ketika diberi beban dan akan kembali ke keadaan semula jika beban dilepaskan. Ada juga yang menjawab pegas akan merenggang dan akan merapat kembali jika beban dilepas. Selanjutnya siswa merumuskan hukum Hooke sesuai dengan apa yang diamati dan digambar di papan tulis. Kemudian menjelaskan soal-soal terkait materi hukum Hooke dan energi potensial pegas serta memberikan beberapa soal latihan untuk dikerjakan siswa di papan tulis (Gambar 4.9). Siswa kelas kontrol sangatlah aktif baik dalam menjawab pertanyaan dan mengerjakan soal-soal yang diberikan. Beberapa siswa rebutan untuk mengerjakan soal di papan tulis. Selanjutnya bersama siswa mengoreksi pekerjaan yang ditulis siswa dan memberikan applause untuk siswa yang telah mengerjakan soal di papan tulis. Kegiatan pembelajaran diakhiri dengan mereview kembali apa yang telah dipelajari, memberikan tugas baca mengenai susunan seri-paralel pegas, mengucapkan terimakasih atas partisipasi siswa dalam pelaksanaan pembelajaran.

(101) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 82 Gambar 4.9. Situasi kelas XI MIPA 2 saat peneliti menjelaskan materi 3) Pertemuan Ketiga (Rabu, 26 September 2018) Pembelajaran dimulai dengan mengecek kehadiran siswa, menanyakan tugas baca, dan menanyakan tugas baca mengenai susunan seri-paralel pegas kepada siswa. Selanjutnya menjelaskan materi terkait susunan seri-paralel pegas, memberikan contoh soal, dan memberikan beberapa soal kepada siswa untuk dikerjakan di papan tulis. Seperti pada pertemuan sebelumnya ada beberapa siswa yang ingin mengerjakan soal di papan tulis, namun diberikan kesempatan kepada siswa yang belum pernah mengerjakan soal di papan tulis. Selain itu, mengoreksi beberapa pekerjaan siswa yang telah menyelesaikan soal yang diberikan. Selanjutnya bersama siswa mengoreksi pekerjaan yang ditulis siswa dan memberikan applause untuk siswa yang telah mengerjakan soal di papan tulis. Kegiatan pembelajaran diakhiri dengan mereview kembali apa yang telah dipelajari, memberikan tugas baca mengenai

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 83 susunan campuran pegas, mengucapkan terimakasih atas partisipasi siswa dalam pelaksanaan pembelajaran. 4) Pertemuan Keempat (Kamis, 27 September 2018) Pembelajaran dimulai dengan mengecek kehadiran siswa, menanyakan tugas baca mengenai susunan campuran pegas. Dilanjutkan menjelaskan materi terkait susunan campuran pegas, memberikan contoh soal, dan memberikan beberapa soal untuk dikerjakan di papan tulis. Seperti pada pertemuan sebelumnya, siswa sangat antusias dalam mengerjakan soal yang berikan. Kemudian mengoreksi pekerjaan di papan tulis bersama siswa dan menginformasikan bahwa akan diadakan posttest bersifat tertutup untuk materi yang telah diajarkan, mengisi kuesioner dan mengisi kertas pesan dan kesan. Setelah itu, memberikan intruksi untuk menyiapkan alat tulis dan membagikan soal posttest. Bagi siswa yang telah mengerjakan soal posttest, diberi kuesioner nilai karakter serta kertas kesan dan pesan untuk diisi. Kegiatan pembelajaran diakhiri dengan ucapan terimakasih atas kesediaan siswa telah membantu melaksanakan penelitian di kelas tersebut. Peneliti mohon pamit kepada siswa dan ditutup dengan foto bersama (Gambar 4.10).

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 84 Gambar 4.10. Foto bersama peneliti dengan kelas XI MIPA 2 B. Data dan Analisis Data 1. Pengetahuan Siswa a. Analisis Penskoran Pretest dan Posttest Dari penelitian yang telah dilakukan, tidak semua siswa kelas XI MIPA 1 (kelas eksperimen sederhana) dan XI MIPA 2 (kelas ceramah aktif) dapat dijadikan sampel. Hal ini disebabkan ada beberapa siswa yang tidak mengikuti salah satu kegiatan penelitian dari serangkaian kegiatan dalam penelitian. Data siswa yang dimasukkan yaitu data yang lengkap yang terdiri dari nilai pretest dan posttest, serta siswa yang mengikuti pembelajaran dengan metode yang diterapkan. Jumlah siswa secara keseluruhan yaitu 66 orang, namun yang dimasukkan dalam data penelitian sebanyak 60 orang yaitu 30 siswa XI MIPA 1 (kelas eksperimen sederhana) dan 30 siswa XI MIPA 2 (kelas ceramah aktif). Di bawah ini disajikan tabel nilai pretest dan posttest siswa kelas XI

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 85 MIPA 1 dan XI MIPA 2 yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dari awal penelitian hingga akhir penelitian (lihat tabel 4.2). Tabel 4.2. Data Nilai Pretest dan Posttest Siswa Kelas XI MIPA 1 dan Kelas XI MIPA 2 (Kelas Eksperimen Sederhana dan Kelas Ceramah Aktif) Kelas XI MIPA 1 Kelas XI MIPA 2 (kelas Eksperimen Sederhana) (kelas Ceramah Aktif) Kode Siswa Nilai Pretest Nilai Posttest Kode Siswa Nilai Pretest Nilai Posttest X1 75 95 Y1 55 72,5 X2 27,5 77,5 Y2 70 80 X3 45 92,5 Y3 70 80 X4 22,5 60 Y4 65 82,5 X5 35 80 Y5 60 77,5 X6 22,5 77,5 Y6 52,5 52,5 X7 47,5 75 Y7 52,5 77,5 X8 27,5 57,5 Y8 67,5 75 X9 47,5 95 Y9 50 67,5 X10 20 80 Y10 52,5 60 X11 60 100 Y11 60 82,5 X12 52,5 97,5 Y12 60 92,5 X13 92,5 100 Y13 60 67,5 X14 45 72,5 Y14 65 85 X15 37,5 87,5 Y15 57,5 70 X16 42,5 90 Y16 50 80 X17 37,5 95 Y17 47,5 52,5 X18 42,5 77,5 Y18 60 62,5 X19 25 60 Y19 55 65 X20 37,5 97,5 Y20 52,5 60

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 86 Kelas XI MIPA 1 Kelas XI MIPA 2 (kelas Eksperimen Sederhana) (kelas Ceramah Aktif) Kode Siswa Nilai Pretest Nilai Posttest Kode Siswa Nilai Pretest Nilai Posttest X21 20 100 Y21 25 62,5 X22 27,5 100 Y22 50 82,5 X23 20 97,5 Y23 72,5 77,5 X24 25 45 Y24 55 80 X25 45 77,5 Y25 52,5 52,5 X26 22,5 92,5 Y26 27,5 90 X27 52,5 95 Y27 52,5 60 X28 17,5 67,5 Y28 7,5 57,5 X29 45 67,5 Y29 52,5 55 X30 22,5 87,5 Y30 52,5 92,5 Jumlah 1140 2497,5 Jumlah 1610 2152,5 Rata-rata 38 83,25 Rata-rata 53,67 71,75 Dari skor pretest dan posttest yang diperoleh siswa, maka dikategorikan persentase tingkat pengetahuan siswa. Kategori persentase tingkat pengetahuan siswa dapat dilihat pada table 4.3 dan 4.4 berikut:

(106) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 87 Tabel 4.3. Kategori Persentase Tingkat Pengetahuan Awal dan Akhir Siswa Kelas Eksperimen Sederhana Pretest No. Interval Jumlah Posttest Kategori Siswa Persentase (%) Jumlah Siswa Persentase (%) 1 81 – 100 1 3,3 16 53,3 Sangat Baik 2 61 – 80 1 3,3 10 33,3 Baik 3 41 – 60 11 36,7 4 13,3 Cukup 4 21 – 40 13 43,3 0 0 Kurang 5 0 – 20 4 13,3 0 0 Sangat Kurang Dari tabel 4.3 dapat diketahui bahwa terdapat peningkatan pengetahuan siswa kelas eksperimen sederhana berdasarkan nilai pretest dan posttest. Untuk nilai pretest, siswa yang mendapat nilai sangat baik sebanyak 1 orang dengan persentase 3,3%, siswa yang mendapat nilai baik sebanyak 1 orang dengan persentase 3,3%, siswa yang mendapat nilai cukup sebanyak 11 orang dengan persentase 36,7%, siswa yang mendapat nilai kurang sebanyak 13 dengan persentase 43,3%, dan siswa yang mendapat nilai sangat kurang sebanyak 4 orang dengan persentase 13,3%. Sedangkan untuk nilai posttest, siswa yang mendapat nilai sangat baik sebanyak 16 orang dengan persentase 53,3%, siswa yang mendapat nilai baik sebanyak 10 orang dengan persentase 33,3%, dan siswa yang mendapat nilai cukup sebanyak 4 orang dengan persentase 13,3%. Tidak ada siswa yang masuk dalam kategori kurang dan sangat kurang.

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 88 Tabel 4.4. Kategori Persentase Tingkat Pengetahuan Awal dan Akhir Siswa Kelas Ceramah Aktif Pretest No. Interval Jumlah Posttest Kategori Siswa Persentase (%) Jumlah Siswa Persentase (%) 1 81 – 100 0 0 7 23,3 Sangat Baik 2 61 – 80 6 20 15 50 Baik 3 41 – 60 21 70 8 26,7 Cukup 4 21 – 40 2 6,7 0 0 Kurang 5 0 – 20 1 3,3 0 0 Sangat Kurang Dari tabel 4.4 dapat diketahui bahwa terdapat peningkatan pengetahuan siswa kelas ceramah aktif berdasarkan nilai pretest dan posttest. Untuk nilai pretest, siswa yang mendapat nilai baik sebanyak 6 orang dengan persentase 20%, siswa yang mendapat nilai cukup sebanyak 21 orang dengan persentase 70%, siswa yang mendapat nilai kurang sebanyak 2 dengan persentase 6,7%, dan siswa yang mendapat nilai sangat kurang sebanyak 1 orang dengan persentase 3,3%. Sedangkan untuk nilai posttest, siswa yang mendapat nilai sangat baik sebanyak 7 orang dengan persentase 23,3%, siswa yang mendapat nilai baik sebanyak 15 orang dengan persentase 50%, dan siswa yang mendapat nilai cukup sebanyak 8 orang dengan persentase 26,7%. Tidak ada siswa yang masuk dalam kategori kurang dan sangat kurang.

(108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 89 Dari data tersebut, dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan pengetahuan siswa setelah diajarkan menggunakan metode eksperimen sederhana dan metode ceramah aktif. Meskipun kedua metode tersebut sama-sama meningkatkan pengetahuan siswa, dapat dilihat bahwa metode eksperimen sederhana lebih meningkatkan pengetahuan siswa dibandingkan dengan metode ceramah aktif. Pada kelas eksperimen sederhana selisih antara nilai pretest dan posttest yaitu 45,25. Sedangkan pada kelas ceramah aktif selisih nilai pretest dan posttest yaitu 18,08. b. Analisis Pretest dan Posttest dengan menggunakan SPSS 20 Untuk mengetahui pengaruh penerapan metode eksperimen sederhana dan metode ceramah aktif terhadap pengetahuan siswa, maka hasil pretest dan posttest siswa dianalisis secara statistik menggunakan uji test-T dengan program SPSS 20. a) Uji-T Independent antara Pretest Kelas XI MIPA 1 dan Kelas XI MIPA 2 (Kelas Eksperimen Sederhana dan Kelas Ceramah Aktif) Uji ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada perbedaan pengetahuan awal siswa kelas eksperimen sederhana dengan kelas ceramah aktif pada materi hukum Hooke. Hasil uji-T untuk kelompok independent dengan SPPS sebagai berikut (lihat tabel 4.5):

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 90 Tabel 4.5. Hasil Statistik Pengetahuan Awal Siswa antara Kelas XI MIPA 1 (Kelas Eksperimen Sederhana) dan Kelas XI MIPA 2 (Kelas Ceramah Aktif) Group Statistics Kode Pretest Mean N Std. Deviation Std. Error Mean 1.0 30 38.000 17.3130 3.1609 2.0 30 53.667 13.4986 2.4645 Independent Samples Test t-test for Equality of Means Levene's Test for Equality of Variances F Sig. T Df Sig. (2tailed) Mean Std. Error Difference Difference 95% Confidence Interval of the Difference Lower Pretest Equal variances assumed 2.973 Equal variances not assumed .090 -3.909 Upper 58 .000 -15.6667 4.0081 -23.6898 -7.6435 -3.909 54.745 .000 -15.6667 4.0081 -23.7000 -7.6333 Keterangan: Kode 1 = Kelas eksperimen sederhana Kode 2 = Kelas ceramah aktif Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan SPSS untuk pengetahuan awal siswa kelas eksperimen sederhana diperoleh nilai mean 38,00 sedangkan untuk kelas ceramah aktif diperoleh nilai mean 53,67; t = -3,909 dan p = 0,000 dengan level signifikan α = 0,05. Karena p = 0,000 α = 0,05 maka signifikan. Hal ini menunjukkan ada perbedaan pengetahuan awal antara siswa kelas eksperimen sederhana dengan siswa

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 91 kelas ceramah aktif pada materi hukum Hooke. Artinya pengetahuan awal siswa kelas ceramah aktif lebih tinggi dari kelas eksperimen sederhana. b) Uji-T Dependent antara Pretest dan Posttest Kelas XI MIPA 1 (Kelas Eksperimen Sederhana) Uji ini dilakukan untuk mengetahui apakah penerapan metode eksperimen sederhana dapat meningkatkan pengetahuan siswa pada materi hukum Hooke. Hasil uji-T untuk kelompok dependent dengan SPPS sebagai berikut (lihat tabel 4.6): Tabel 4.6. Hasil Statistik Perbandingan Pengetahuan Awal dan Pengetahuan Akhir Siswa Kelas XI MIPA 1 (Kelas Eksperimen Sederhana) Paired Samples Statistics Mean Pair 1 N Std. Deviation Std. Error Mean Pretest 38.000 30 17.3130 3.1609 Posttest 83.250 30 15.0595 2.7495 Paired Samples Test Paired Differences Mean Std. Deviation Std. Error Mean T -45.2500 Berdasarkan 17.9120 hasil 3.2703 Sig. (2tailed) 95% Confidence Interval of the Difference Lower Pair Pretest – 1 Posttest Df Upper -51.9385 -38.5615 perhitungan -13.837 menggunakan SPSS 29 .000 untuk pengetahuan awal siswa kelas eksperimen sederhana diperoleh nilai mean 38,00 sedangkan untuk pengetahuan akhir diperoleh nilai mean 83,25; t =

(111) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 92 -13,837 dan p = 0,000 dengan level signifikan α = 0,05. Karena p = 0,000 α = 0,05 maka signifikan. Hal ini menunjukkan ada perbedaan pengetahuan awal dan pengetahuan akhir siswa. Artinya ada peningkatan pengetahuan siswa terhadap materi hukum Hooke setelah diajarkan dengan metode eksperimen sederhana. c) Uji-T Dependent antara Pretest dan Posttest Kelas XI MIPA 2 (Kelas Ceramah Aktif) Uji ini dilakukan untuk mengetahui apakah penerapan metode ceramah aktif dapat meningkatkan pengetahuan siswa pada materi hukum Hooke. Hasil uji-T untuk kelompok dependent dengan SPPS sebagai berikut (lihat tabel 4.7): Tabel 4.7. Hasil Statistik Perbandingan Pengetahuan Awal dan Pengetahuan Akhir Siswa Kelas XI MIPA 2 (Kelas Ceramah Aktif) Pair 1 Paired Samples Statistics Mean N Std. Deviation Std. Error Mean 53.667 30 13.4986 2.4645 71.750 30 12.2677 2.2398 Pretest Posttest Paired Samples Test Paired Differences Mean Pair Pretest – 1 Posttest -18.0833 Std. Deviation Std. Error Mean 15.3084 2.7949 T Df 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper -23.7996 -12.3671 -6.470 29 Sig. (2tailed) .000

(112) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 93 Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan SPSS untuk pengetahuan awal siswa kelas ceramah aktif diperoleh nilai mean 53,67 sedangkan untuk pengetahuan akhir diperoleh nilai mean 71,75; t = -6,47 dan p = 0,000 dengan level signifikan α = 0,05. Karena p = 0,000 α= 0,05 maka signifikan. Hal ini menunjukkan ada perbedaan pengetahuan awal dan pengetahuan akhir siswa. Artinya ada peningkatan pengetahuan siswa terhadap materi hukum Hooke setelah diajarkan dengan metode ceramah aktif. d) Uji-T Independent Posttest kelas XI MIPA 1 dan kelas XI MIPA 2 (Kelas Eksperimen Sederhana dan Kelas Ceramah Aktif) Uji ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada perbedaan pengetahuan akhir siswa kelas eksperimen sederhana dengan kelas ceramah aktif pada materi hukum Hooke. Hasil uji-T untuk kelompok independent dengan SPPS sebagai berikut (lihat tabel 4.8):

(113) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 94 Tabel 4.8. Hasil Statistik Pengetahuan Akhir Siswa antara Kelas XI MIPA 1 (Kelas Eksperimen Sederhana) dan Kelas XI MIPA 2 (Kelas Ceramah Aktif) Group Statistics Kode Posttest Mean N Std. Error Mean Std. Deviation 1.0 30 83.250 15.0595 2.7495 2.0 30 71.750 12.2677 2.2398 Independent Samples Test t-test for Equality of Means Levene's Test for Equality of Variances F Sig. T Df Sig. (2tailed) Mean Std. Error Difference Difference 95% Confidence Interval of the Difference Lower Postt est Equal variances assumed 1.371 .246 Equal variances not assumed 3.243 Upper 58 .002 11.5000 3.5463 4.4013 18.5987 3.243 55.721 .002 11.5000 3.5463 4.3952 18.6048 Keterangan: Kode 1 = Kelas eksperimen sederhana Kode 2 = Kelas ceramah aktif Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan SPSS untuk pengetahuan akhir siswa kelas eksperimen sederhana diperoleh nilai mean 83,25 sedangkan untuk kelas ceramah aktif diperoleh nilai mean 71,75; t = 3,243 dan p = 0,002 dengan level signifikan α = 0,05. Karena p = 0,002 α = 0,05 maka signifikan. Hal ini menunjukkan ada perbedaan pengetahuan akhir antara siswa kelas eksperimen sederhana dengan siswa kelas ceramah aktif pada materi hukum Hooke. Artinya pengetahuan

(114) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 95 akhir siswa kelas eksperimen sederhana lebih tinggi dari kelas ceramah aktif. Berdasarkan analisis statistik dengan menggunakan uji-T untuk pengetahuan awal siswa, siswa kelas ceramah aktif lebih tinggi dari kelas eksperimen sederhana. Sedangkan untuk pengetahuan akhir siswa, siswa kelas eksperimen sederhana lebih tinggi dari kelas ceramah aktif. Oleh karena itu, secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa pengetahuan siswa kelas eksperimen sederhana lebih meningkat/tinggi dibandingkan dengan kelas ceramah aktif. 2. Nilai Karakter Siswa Untuk mengetahui sumbangan nilai karakter pada mata pelajaran fisika, peneliti menggunakan kuesioner nilai karakter. Pengisian kuesioner nilai karakter dilakukan sesudah pembelajaran menggunakan metode eksperimen sederhana dan metode ceramah aktif. Data nilai karakter siswa yang dimasukkan yaitu data yang lengkap yang terdiri dari nilai karakter, serta siswa yang mengikuti pembelajaran dengan metode yang diterapkan. Jumlah siswa secara keseluruhan yaitu 66 orang, namun yang dimasukkan dalam data penelitian sebanyak 60 orang yaitu 30 siswa XI MIPA 1 (kelas eksperimen sederhana) dan 30 siswa XI MIPA 2 (kelas ceramah aktif).

(115) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 96 a. Analisis Penskoran Nilai Karakter Siswa 1. Data dan Analisis Nilai Karakter Siswa Kelas XI MIPA 1 (Kelas Eksperimen Sederhana) Data hasil kuesioner nilai karakter siswa kelas XI MIPA 1 disajikan pada tabel 4.9 di bawah ini: Tabel 4.9. Data Hasil Kuesioner Nilai Karakter Siswa Kelas XI MIPA 1 (Kelas Eksperimen Sederhana) Kode Siswa Tanggung Kerjasama jawab Disiplin Kejujuran Rasa ingin tahu Total Skor X1 14 13 11 14 13 65 X2 13 14 13 15 16 71 X3 13 14 14 14 13 68 X4 16 16 16 16 16 80 X5 13 13 14 10 14 64 X6 15 12 14 12 12 65 X7 13 12 9 11 12 57 X8 10 12 12 11 11 56 X9 13 15 12 14 15 69 X10 16 14 12 14 14 70 X11 15 16 16 16 16 79 X12 14 15 15 12 14 70 X13 13 13 16 16 16 74 X14 16 14 12 14 14 70 X15 16 14 14 12 14 70 X16 12 15 14 14 15 70 X17 13 16 16 16 16 77 X18 12 12 12 11 12 59

(116) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 97 Kode Kerjasama Siswa Tanggung jawab Disiplin Kejujuran Rasa ingin tahu Total Skor X19 16 16 16 14 12 74 X20 16 16 16 16 16 80 X21 15 14 14 14 14 71 X22 16 16 16 16 16 80 X23 15 15 14 14 15 73 X24 14 14 15 15 13 71 X25 12 14 11 11 12 60 X26 16 16 13 15 14 74 X27 14 12 12 12 12 62 X28 11 12 12 12 12 59 X29 12 14 12 12 12 62 X30 14 15 14 15 14 72 Jumlah 418 424 407 408 415 2072 Ratarata 13,93 14,13 13,57 13,6 13,83 69,07 Berdasarkan data hasil kuesioner nilai karakter siswa kelas XI MIPA 1 (kelas eksperimen sederhana), maka dikategorikan nilai karakter siswa. Kategori nilai karakter siswa dapat dilihat pada tabel 4.10 berikut:

(117) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 98 Tabel 4.10. Kategori Nilai Karakter Siswa Kelas XI MIPA 1 Nilai Karakter Siswa No. Interval Kategori f (x) Persentase (%) 1 66 – 80 Sangat Berkarakter 20 66,67 2 51 – 65 Berkarakter 10 33,33 3 36 – 50 Kurang Berkarakter - - 4 20 – 35 Tidak Berkarakter - - Keterangan : f (x) : jumlah siswa Dari tabel persentase nilai karakter diatas, dapat dilihat bahwa melalui penerapan metode eksperimen sederhana dalam pembelajaran fisika sebanyak 66,67 % siswa kelas XI MIPA 1 mempunyai karakter yang sangat tinggi/sangat berkarakter dan 33,33 % siswa memiliki karakter yang dikategorikan baik. Tidak ada siswa yang masuk dalam kategori kurang berkarakter dan kategori tidak berkarakter. Berdasarkan skor hasil kuesioner nilai karakter siswa, dapat dibandingkan frekuensi dari karakter yang dibentuk melalui metode eksperimen sederhana seperti tabel 4.11 berikut: Tabel 4.11. Frekuensi Setiap Nilai Karakter Kelas XI MIPA 1 No. 1. Nilai Karakter No. Pertanyaan Jumlah Siswa yang Memilih Pernyataan Skor SS S TS STS 1 20 10 - - 110 2 14 15 1 - 103 3 16 13 1 - 105 4 11 18 1 - 100 Total Kerjasama 418

(118) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 99 No. 2. 3. 4. 5. Nilai Karakter Tanggung Jawab No. Pertanyaan Jumlah Siswa yang Memilih Pernyataan Skor SS S TS STS 5 16 13 1 - 105 6 24 6 - - 114 7 12 18 - - 102 8 13 17 - - 103 9 15 13 2 - 103 10 10 19 1 - 99 11 14 14 2 - 102 12 13 17 - - 103 13 17 13 - - 107 14 18 12 - - 108 15 10 15 3 2 93 16 11 18 1 - 100 17 10 20 - - 100 18 11 18 1 - 100 19 18 12 - - 108 20 17 13 - - 107 Total 424 Disiplin 407 Kejujuran Rasa Ingin Tahu 408 415 Dari tabel frekuensi nilai karakter diatas, dapat dilihat bahwa sumbangan nilai karakter yang paling besar melalui penerapan metode eksperimen sederhana yaitu nilai tanggung jawab. Nilai tanggung jawab memiliki skor 424, diikuti dengan nilai kerjasama 418, nilai rasa ingin tahu 415, nilai kejujuran 408, nilai disiplin 407.

(119) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 100 2. Data dan Analisis Nilai Karakter Siswa Kelas XI MIPA 2 (Kelas Ceramah Aktif) Data hasil kuesioner nilai karakter siswa kelas XI MIPA 2 disajikan pada tabel 4.12 di bawah ini: Tabel 4.12. Data Hasil Kuesioner Nilai Karakter Siswa Kelas XI MIPA 2 (Kelas Ceramah Aktif) Kode Kerjasama Siswa Tanggung jawab Disiplin Kejujuran Rasa ingin tahu Total Skor Y1 15 14 12 12 14 67 Y2 15 15 15 13 16 74 Y3 14 10 13 11 9 57 Y4 15 12 14 12 16 69 Y5 16 16 16 16 16 80 Y6 12 10 10 11 13 56 Y7 13 12 12 10 13 60 Y8 16 12 13 10 14 65 Y9 13 10 13 10 11 57 Y10 13 12 12 12 12 61 Y11 14 11 9 11 13 58 Y12 12 12 12 10 11 57 Y13 13 13 15 11 14 66 Y14 13 12 11 13 12 61 Y15 14 12 14 9 15 64 Y16 13 12 12 11 13 61 Y17 12 10 11 7 11 51 Y18 13 10 12 11 14 60 Y19 12 11 13 11 12 59 Y20 14 13 10 9 11 57 Y21 16 16 16 13 16 77

(120) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 101 Kode Kerjasama Siswa Tanggung jawab Disiplin Kejujuran Rasa ingin tahu Total Skor Y22 13 12 12 11 13 61 Y23 12 11 11 11 11 56 Y24 13 13 14 15 15 70 Y25 12 12 12 12 12 60 Y26 16 14 12 13 16 71 Y27 13 13 13 11 16 66 Y28 9 10 10 10 14 53 Y29 13 12 12 12 12 61 Y30 12 11 9 12 10 54 Jumlah 401 363 370 340 395 1869 Ratarata 13,37 12,1 12,33 11,33 13,17 62,3 Berdasarkan data hasil kuesioner nilai karakter siswa kelas XI MIPA 2 (kelas ceramah aktif), maka dikategorikan nilai karakter siswa. Kategori nilai karakter siswa dapat dilihat pada tabel 4.13 berikut: Tabel 4.13. Kategori Nilai Karakter Siswa Kelas XI MIPA 2 Nilai Karakter Siswa No. Interval Kategori f (x) Persentase (%) 1 66 – 80 Sangat Berkarakter 9 30 2 51 – 65 Berkarakter 21 70 3 36 – 50 Kurang Berkarakter - - 4 20 – 35 Tidak Berkarakter - - Keterangan : f (x) : jumlah siswa

(121) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 102 Dari tabel persentase nilai karakter diatas, dapat dilihat bahwa melalui penerapan metode ceramah aktif dalam pembelajaran fisika sebanyak 30 % siswa kelas XI MIPA 2 mempunyai karakter yang sangat tinggi/sangat berkarakter dan 70 % siswa memiliki karakter yang dikategorikan baik. Tidak ada siswa yang masuk dalam kategori kurang berkarakter dan kategori tidak berkarakter. Berdasarkan skor hasil kuesioner nilai karakter siswa, dapat dibandingkan frekuensi dari karakter yang dibentuk melalui metode ceramah seperti tabel 4.14 berikut: Tabel 4.14. Frekuensi Setiap Nilai Karakter Kelas XI MIPA 2 No. 1. 2. 3. Nilai Karakter Jumlah Siswa yang Memilih Pernyataan No. Pertanyaan Skor SS S TS STS 1 19 11 - - 109 2 11 17 2 - 99 3 6 24 - - 96 4 10 18 1 1 97 5 7 21 2 - 95 6 4 21 5 - 89 7 10 18 2 - 98 8 3 16 10 1 81 9 10 18 2 - 98 10 6 20 4 - 92 11 4 19 7 - 87 Total Kerjasama Tanggung Jawab Disiplin 93 12 6 21 3 - 401 363 370

(122) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 103 No. 4. 5. Nilai Karakter Jumlah Siswa yang Memilih Pernyataan No. Pertanyaan Skor SS S TS STS 13 5 21 3 1 90 14 5 22 3 - 92 15 2 11 17 - 75 16 6 14 7 3 83 17 16 14 - - 106 18 16 13 1 - 105 19 11 16 3 - 98 20 6 14 10 - 86 Kejujuran Rasa Ingin Tahu Total 340 395 Dari tabel frekuensi nilai karakter diatas, dapat dilihat bahwa sumbangan nilai karakter yang paling besar melalui penerapan metode ceramah aktif yaitu nilai kerjasama. Nilai kerjasama memiliki skor 401, diikuti dengan nilai rasa ingin tahu 395, nilai disiplin 370, nilai tanggung jawab 363, nilai kejujuran 340. Secara umum, nilai karakter yang dibentuk melalui metode eksperimen sederhana berdasarkan urutan paling tinggi adalah tanggung jawab, kerjasama, rasa ingin tahu, kejujuran, dan disiplin. Sedangkan nilai karakter yang dibentuk melalui metode ceramah aktif berdasarkan urutan paling tinggi adalah kerjasama, rasa ingin tahu, disiplin, tanggung jawab, dan kejujuran.

(123) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 104 b. Analisis Nilai Karakter Siswa dengan menggunakan SPSS 20 Di bawah ini disajikan tabel data dan kategori nilai karakter siswa kelas XI MIPA 1 dan XI MIPA 2 yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dari awal penelitian hingga akhir penelitian. Tabel 4.15. Data dan Kategori Nilai Karakter Siswa Kelas XI MIPA 1 dan Kelas XI MIPA 2 (Kelas Eksperimen Sederhana dan Kelas Ceramah) Kelas XI MIPA 1 Kelas XI MIPA 2 (kelas Eksperimen Sderhana) (kelas Ceramah Aktif) Kode Siswa Karakter Kode Siswa Karakter X1 65 Berkarakter Y1 67 Sangat Berkarakter X2 71 Sangat Berkarakter Y2 74 Sangat Berkarakter X3 68 Sangat Berkarakter Y3 57 Berkarakter X4 80 Sangat Berkarakter Y4 69 Sangat Berkarakter X5 64 Berkarakter Y5 80 Sangat Berkarakter X6 65 Berkarakter Y6 56 Berkarakter X7 57 Berkarakter Y7 60 Berkarakter X8 56 Berkarakter Y8 65 Berkarakter X9 69 Sangat Berkarakter Y9 57 Berkarakter X10 70 Sangat Berkarakter Y10 61 Berkarakter X11 79 Sangat Berkarakter Y11 58 Berkarakter X12 70 Sangat Berkarakter Y12 57 Berkarakter X13 74 Sangat Berkarakter Y13 66 Sangat Berkarakter X14 70 Sangat Berkarakter Y14 61 Berkarakter X15 70 Sangat Berkarakter Y15 64 Berkarakter X16 70 Sangat Berkarakter Y16 61 Berkarakter X17 77 Sangat Berkarakter Y17 51 Berkarakter X18 59 Berkarakter Y18 60 Berkarakter Kategori 1 Kategori 2

(124) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 105 Kelas XI MIPA 1 Kelas XI MIPA 2 (kelas Eksperimen Sderhana) (kelas Ceramah Aktif) Kode Siswa Karakter Kode Siswa Karakter X19 74 Sangat Berkarakter Y19 59 Berkarakter X20 80 Sangat Berkarakter Y20 57 Berkarakter X21 71 Sangat Berkarakter Y21 77 Sangat Berkarakter X22 80 Sangat Berkarakter Y22 61 Berkarakter X23 73 Sangat Berkarakter Y23 56 Berkarakter X24 71 Sangat Berkarakter Y24 70 Sangat Berkarakter X25 60 Berkarakter Y25 60 Berkarakter X26 74 Sangat Berkarakter Y26 71 Sangat Berkarakter X27 62 Berkarakter Y27 66 Sangat Berkarakter X28 59 Berkarakter Y28 53 Berkarakter X29 62 Berkarakter Y29 61 Berkarakter X30 72 Sangat Berkarakter Y30 54 Berkarakter Jumlah 2072 Jumlah 1869 Ratarata 69,07 Ratarata 62,3 Kategori 1 Kategori 2 Keterangan: Karakter 1 = nilai karakter kelas XI MIPA 1 Karakter 2 = nilai karakter kelas XI MIPA 2 Untuk mengetahui pengaruh sumbangan nilai karakter siswa pada penerapan metode eksperimen sederhana dan metode ceramah aktif, maka hasil nilai karakter siswa dianalisis secara statistik yaitu menggunakan uji-T. Uji-T yang digunakan yaitu Uji-T Independent antara nilai karakter kelas XI MIPA 1 dengan kelas XI MIPA 2 (kelas

(125) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 106 eksperimen sederhana dengan kelas ceramah aktif). Hasil uji-T untuk kelompok independent sebagai berikut: Tabel 4.16. Hasil Statistik Nilai Karakter Siswa Kelas XI MIPA 1 (Kelas Eksperimen Sederhana) dan Kelas XI MIPA 2 (Kelas Ceramah Aktif) Group Statistics Karakter Kode 1 2 Mean 69.07 62.30 N 30 30 Std. Deviation Std. Error Mean 6.933 1.266 7.033 1.284 Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances F Sig. Karakter Equal variances assumed Equal variances not assumed .003 .955 t-test for Equality of Means T 3.753 Df Sig. (2tailed) Mean Std. Error Difference Difference 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper 58 .000 6.767 1.803 3.158 10.376 3.753 57.988 .000 6.767 1.803 3.158 10.376 Keterangan: Kode 1 = Kelas eksperimen sederhana Kode 2 = Kelas ceramah aktif Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan SPSS untuk nilai karakter siswa kelas eksperimen sederhana diperoleh nilai mean 69,07 sedangkan untuk kelas ceramah aktif diperoleh nilai mean 62,30; t = 3,753 dan p = 0,000 dengan level signifikan α = 0,05. Karena p = 0,000 α= 0,05 maka signifikan. Hal ini menunjukkan ada perbedaan nilai karakter siswa antara siswa kelas eksperimen sederhana dengan siswa kelas

(126) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 107 ceramah aktif pada materi hukum Hooke. Artinya nilai karakter siswa kelas eksperimen sederhana lebih tinggi dari kelas ceramah aktif. Berdasarkan analisis data penskoran nilai karakter siswa, siswa kelas eksperimen sederhana masuk dalam kategori sangat berkarakter dengan interval 69 dan siswa kelas ceramah aktif masuk dalam kategori berkarakter dengan interval 62. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa siswa kelas eksperimen sederhana menyumbangkan nilai karakter yang lebih baik dibandingkan dengan kelas ceramah aktif. C. Pembahasan 1. Pengetahuan Siswa Dari hasil analisa statistik dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan metode eksperimen sederhana maupun metode ceramah aktif dapat meningkatkan pengetahuan siswa. Meskipun kedua metode tersebut samasama meningkatkan pengetahuan siswa, namun dapat dilihat bahwa pembelajaran dengan menggunakan metode eksperimen sederhana lebih meningkatkan pengetahuan siswa dibandingkan dengan metode ceramah aktif meskipun nilai skor rata-rata pengetahuan awal kelas ceramah aktif lebih tinggi dibandingkan dengan kelas eksperimen sederhana. Hal ini ditunjukkan dari hasil uji-T posttest yang signifikan. Artinya ada perbedaan pengetahuan akhir siswa kelas eksperimen sederhana dan kelas ceramah aktif. Skor rata-rata pengetahuan akhir kelas eksperimen sederhana lebih tinggi dibandingkan dengan kelas ceramah aktif.

(127) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 108 Berdasarkan teori pada Bab II, hal yang berkaitan dengan pengetahuan adalah teori konstruktivisme yang dikemukan oleh Kosmiyah (2012). Pengetahuan dibentuk berdasarkan pengalaman konkret yang dialami dan akan terjadi secara terus-menerus, maka perlu adanya pengalaman belajar agar pengetahuan dapat dikonstrusksi dengan baik. Penelitian ini menunjukkan bahwa metode eksperimen sederhana membuat siswa dapat mengkontruksikan pengetahuannya dengan lebih baik dibandingkan dengan metode ceramah aktif. Hal tersebut terjadi karena metode eksperimen sederhana membuat siswa mengalami pengalaman belajar yang konkret. Oleh karena itu, metode eksperimen sederhana dapat diterapkan saat pembelajaran karena dapat meningkatkan pengetahuan siswa dan peningkatannya cukup tinggi. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Pinilih, Margareta, mengatakan bahwa metode eksperimen sungguh membantu meningkatkan pemahaman siswa. Demikian juga dengan hasil yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu pengetahuan akhir siswa kelas metode eksperimen sederhana lebih meningkat dibandingkan dengan kelas metode ceramah aktif.

(128) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 109 2. Nilai Karakter Siswa Dari penelitian yang telah dilakukan, baik penerapan metode eksperimen sederhana maupun metode ceramah aktif sama-sama menyumbangkan nilai karakter bagi siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Ngemplak. Untuk kelas dengan metode eksperimen sederhana nilai karakter yang dibentuk berdasarkan urutan paling tinggi adalah nilai tanggung jawab, kerjasama, rasa ingin tahu, kejujuran, dan disiplin. Sedangkan untuk kelas dengan metode ceramah aktif, nilai karakter yang dibentuk berdasarkan urutan paling tinggi adalah nilai kerjasama, rasa ingin tahu, disiplin, tanggung jawab, dan kejujuran. Berdasarkan teori pada Bab II yang mengatakan bahwa melalui pengetahuan fisika, proses pembelajaran atau sikap belajarnya siswa akan dibantu berpikir nalar, mengerti dasar teknologi dan mengembangkan sikap komunikasi, kerjasama, disiplin, tanggung jawab, kreatif dan lainlain (Suparno, 2013: 24). Dalam penelitian ini terdapat beberapa nilai karakter yang sesuai dengan teori yaitu nilai kerjasama, disiplin, dan tanggung jawab. Hal ini membuktikan bahwa kegiatan pembelajaran menggunakan metode eksperimen sederhana tidak hanya dapat meningkatkan pengetahuan siswa tetapi juga menyumbangkan nilai karakter bagi siswa. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Pinilih, Margareta, ditemukan bahwa penerapan metode eksperimen menyumbangkan nilai karakter bagi siswa. Demikian juga dengan hasil

(129) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 110 yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu bahwa metode eksperimen sederhana menyumbangkan nilai karakter bagi siswa. Selain itu, kelas eksperimen sederhana menyumbangkan nilai karakter lebih baik bagi siswa dibandingkan dengan metode ceramah aktif. Selain meneliti nilai karakter siswa menggunakan kuesioner nilai karakter, peneliti juga melakukan observasi nilai karakter dengan tujuan memperkuat hasil nilai karakter yang peroleh. Dalam observasi ini peneliti memilih karakter kerjasama. Data kerjasama siswa selama proses pembelajaran diperoleh melalui catatan peneliti, rekaman video, dan juga foto kegiatan siswa di dalam kelas maupun di luar kelas. Data-data tersebut dideskripsikan peneliti. Hasil deskripsi tersebut digunakan oleh peneliti untuk menganalisis kerjasama dengan menggunakan indikator kerjasama pada tabel 3.4. adalah sebagai berikut: a) Siswa terlibat dalam kelompok untuk menyelesaikan eksperimen Selama proses pembelajaran metode eksperimen sederhana di dalam kelas maupun di luar kelas berlangsung siswa terlihat sangat semangat dan antusias dalam menyelesaikan eksperimen yang diberikan. Siswa saling bergantian untuk menggunakan alat dan mengukur pertambahan panjang pegas. Beberapa siswa mengambil gambar eksperimen yang mereka lakukan. Dari catatan peneliti, selama siswa melakukan eksperimen tidak ada siswa yang ijin ke toilet atau beberapa alasan tertentu. Berbeda dengan saat pembelajaran di dalam

(130) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 111 kelas beberapa siswa meminta ijin untuk keluar dengan berbagai alasan. Siswa juga terlihat sangat terlibat saat proses pengambilan data eksperimen. b) Siswa membantu teman kelompok yang kesulitan dalam eksperimen Dalam pelaksanaan eksperimen antara siswa yang satu dengan siswa yang lain saling membantu dalam kelompok. Hal tersebut terlihat ketika dalam kelompok ada alat yang sedikit bermasalah, siswa membantu temannya untuk menyeset kembali alat tersebut sehingga alat tersebut dapat digunakan kembali untuk kelanjutan eksperimen. Selain itu, saat mengerjakan analisis data eksperimen ada beberapa siswa yang kurang paham dengan rumus yang dipakai dalam pertanyaan di LKS dan siswa yang paham menjelaskan kepada teman kelompoknya. Jika siswa belum juga memahami apa yang disampaikan temannya, siswa tersebut meminta bantuan peneliti untuk menjelaskan kembali. c) Setiap siswa dalam kelompok memegang peran/tugas khusus selama pelaksanaan eksperimen Dalam pelaksanaan eksperimen, peneliti melihat bahwa setiap kelompok memberi peran kepada setiap anggota kelompok. Ada yang bertugas mengeset alat, mengukur hasil eksperimen, membaca hasil eksperimen, menulis hasil eksperimen, menghitung data eksperimen,

(131) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 112 dan ada juga yang bertugas menjadi saksi dalam seluruh proses pengambilan data. Sehingga proses pengambilan data selalu sesuai dengan waktu yang telah ditentukan peneliti. Siswa juga saling bergantian peran untuk mengambil data selanjutnya sehingga siswa memahami eksperimen dengan baik. d) Siswa turut serta dalam perumusan dan penyimpulan hasil eksperimen Untuk perumusan data eksperimen dan penyimpulan hasil, peneliti menginstruksi siswa untuk bekerja di dalam kelas. Hal tersebut karena fasilitas di dalam kelas cukup mendukung siswa dalam pengolahan data. Namun, ada beberapa siswa yang masuk keluar kelas dengan alasan ijin ke toilet sehingga kurang terlibat dalam menjawab pertanyaan yang ada dalam LKS dan dalam penyimpulan hasil eksperimen. D. Keterbatasan Penelitian Penelitian ini memiliki keterbatasan yaitu sebagai berikut: 1. Penelitian nilai karakter hanya dilakukan diakhir pembelajaran saja sehingga peneliti tidak dapat memastikan apakah nilai karakter yang dibentuk saat proses pembelajaran benar-benar dipengaruhi oleh metode yang diterapkan atau tidak. Oleh karena itu, dalam penelitian ini peneliti

(132) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 113 hanya melihat sumbangan nilai karakter melalui metode yang diterapkan. 2. Tidak maksimal dalam mendeskripsikan karakter kerjasama siswa. Hal tersebut terjadi karena observasi siswa menggunakan kamera selama proses pembelajaran belum mampu merekam seluruh aktivitas kerjasama siswa. Selain itu, kurangnya jumlah dan kapasitas kamera membuat hasil rekaman tidak lengkap.

(133) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan pada siswa kelas XI MIPA di SMA Negeri 1 Ngemplak, maka dapat disimpulkan bahwa: 1. Penerapan metode eksperimen sederhana dapat meningkatkan pengetahuan siswa SMA Negeri 1 Ngemplak pada materi hukum Hooke. 2. Penerapan metode eksperimen sederhana menyumbangkan nilai karakter bagi siswa SMA Negeri 1 Ngemplak. Nilai karakter yang disumbangkan dengan urutan paling besar yaitu nilai tanggung jawab, kerjasama, rasa ingin tahu, kejujuran, dan disiplin. B. Saran Saran yang dapat peneliti berikan berdasarkan hasil penelitian adalah sebagai berikut: 1. Bagi guru fisika a. Sebaiknya menerapkan metode eksperimem sederhana agar pembelajaran tidak membosankan, dapat meningkatkan pengetahuan siswa, dan dapat membentuk nilai karakter siswa. b. Metode eksperimen sederhana juga dapat menjadi pilihan untuk diterapkan dalam beberapa materi fisika selain materi hukum Hooke. 114

(134) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 115 2. Bagi peneliti selanjutnya a. Perlu melakukan observasi (pembagian angket) nilai karakter sebelum menerapkan metode pembelajaran sehingga dapat mengetahui apakah metode yang digunakan benar-benar menyumbangkan nilai karakter bagi siswa atau tidak. b. Lebih baik lagi dalam merancang pembelajaran agar dalam melakukan observasi data yang dihasilkan sesuai dengan harapan. Selain itu, peneliti juga dapat meminta tolong kepada teman untuk mengamati dan merekam kegiatan kerjasama siswa sesuai indikator yang diteliti sehingga data yang diperoleh lebih valid.

(135) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Adisusilo, Sutarjo. 2012. Pembelajaran Nilai-Nilai Karakter, Konstruktivisme dan VCT Sebagai Inovasi Pendekatan Pembelajaran Afektif. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Andi. 2015. Belajar Cepat Analsisis Statistik Parametrik Dan Non Parametrik Dengan SPSS. Wahana Komputer: Semarang. Djamarah, Syaiful B. 2006. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: PT. Rineka Cipta. Djamarah, Syaiful B. 2011. Psikologi Belajar. Jakarta: PT. Rineka Cipta. Jihad dan Haris. 2012. Evaluasi Pembelajaran. Yogyakarta: Multi Pressindo. Kanginan, Marthen. 2011. Terpadu Fisika SMA/MA Jilid 2A untuk kelas XI Semester 1. Jakarta: Erlangga. Kanginan, Marthen. 2013. Fisika Untuk SMA/MA Kelas X Kurikulum 2013. Jakarta: Erlangga. Kesuma, Dharma. 2011. Pendidikan Karakter Kajian Teori dan Praktek di Sekolah. Bandung: Remaja Rosdakarya. Khodijah, Nyayu. 2014. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Kosmiyah, Indah. 2012. Belajar Dan Pembelajaran. Yogyakarta: Teras. Lickona Thomas. 2013. Pendidikan Karakter : Panduan Lengkap Mendidik Siswa Menjadi Pintar Dan Baik. Bandung: Nusa Media 116

(136) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 117 Miftakhul Jannah, Sugianto, S. 2012. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berorientasi Nilai Karakter Melalui Inkuiri Terbimbing Materi Cahaya Pada Siswa Kelas VIII Sekolah Menengah Pertama. Journal of Innovative Science Education. 54-60. Pinilih, Margareta S (skripsi). 2013. Pengaruh Penerapan Metode Eksperimen Terhadap Penerapan Konsep, Minat Belajar, dan Nilai Karakter Siswa SMA Negeri Jumapolo Kelas X.1 Pada Materi Pokok Alat Ukur Listrik. Rohmah, Noer. 2012. Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: Teras. Rusman. 2014. Model-Model Pembelajaran: Mengembangkan Profesionalisme Guru Edisi Kedua. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Roestiyah. 2001. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: PT. Rineka Cipta. Slameto. 2010. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: PT. Rineka Cipta. Sudirdja, E. R. 2010. Rangkuman Buku Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer. Bandung: Fakultas Hukum Universitas Pasundan. Suparno, Paul. 2010. Metode Penelitian Pendidikan Fisika (Buku Kuliah Mahasiswa). Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Suparno, Paul. 2011. Pengantar Statistik Untuk Pendidikan Dan Psikologi. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Suparno, Paul. 2013 Metodologi Pembelajaran Fisika Konstruktivistik & Menyenangkan. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.

(137) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 118 Suparno, Paul. 2013. Metodologi Pembelajaran Fisika. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Suparno, Paul. 2013. Sumbangan Pendidikan Fisika terhadap Pembangunan Karakter Bangsa. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Suparno, Paul. 2015. Pendidikan Karakter Di Sekolah. Yogyakarta: Kanisius. Suriasumantri, S.J. 2007. Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. Suyanto, Djihad Asep, 2013. Bagaimana Menjadi Calon Guru Dan Guru Profesional. Yogyakarta: Multi Pressindo. Trianto, 2010. Model Pembelajaran Terpadu. Surabaya: Bumi Aksara. Widiasrumana, Helena. Skripsi 2017. Penerapan Metode Eksperimen Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar, Nilai Karakter, dan Pengetahuan Siswa Kelas VIII SMP Negeri 6 Wonogiri Pada Materi Gaya Gesek. Yogyakarta. USD.

(138) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 119

(139) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 120 Lampiran 1. Surat Permohonan Ijin Penelitian

(140) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 121 Lampiran 2. Surat Perizinan Pelaksanaan Penelitian

(141) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 122 Lampiran 3. Keterangan Telah Melaksanakan Penelitian

(142) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 123 Lampiran 4. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) kelas Eksperimen Sederhana RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) PEMBELAJARAN MODEL EKSPERIMEN SEDERHANA Satuan Pendidikan : SMA Negeri 1 Ngemplak Mata Pelajaran : Fisika Kelas /Semester : XI MIPA 1 /Ganjil Materi Pokok : Hukum Hooke dan Susunan Pegas Alokasi waktu : 8 x 45 menit (4 pertemuan) A. Kompetensi inti : KI 1 dan 2 Kompetensi Sikap Spiritual yaitu, “Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya”. Kompetensi Sikap Sosial yaitu, “Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung-jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif, dan pro-aktif sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia”. KI 3 Memahami, KI 4 menerapkan, Menunjukkan keterampilan menalar, menganalisis dan mengevaluasi mengolah, dan menyaji secara: efektif, pengetahuan faktual, kreatif, konseptual, prosedural, metakognitif pada berdasarkan kritis, mandiri, dan kolaboratif, komunikatif, dan solutif, tingkat dalam ranah konkret dan abstrak terkait teknis, spesifik, detail, dan dengan kompleks produktif, pengembangan dari yang rasa dipelajarinya di sekolah, serta mampu ingin tahu-nya tentang ilmu menggunakan metode sesuai dengan pengetahuan, teknologi, seni,

(143) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 124 budaya, dan humaniora dengan kaidah keilmuan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) No 3.6 Kompetensi Dasar (KD) No Kompetensi Dasar (KD) Menganalisis sifat elastis 4.6 Mengolah dan menganalisis bahan hasil percobaan tentang sifat dalam kehidupan sehari-hari elastisitas suatu bahan indicator No Indikator Pencapaian No Indikator Pencapaian Kompetensi Kompetensi (IPK) (IPK) 3.6.1 Menemukan antara hubungan 4.6.1 Melakukan percobaan hukum Hooke dan susunan gaya pegas pertambahan panjang dan konstanta pegas 3.6.2 Membuat grafik gaya terhadap panjang pertambahan 4.6.2 Menyajikan hasil percobaan hukum Hooke dan susunan pegas dengan alat sederhana dan teknik yang tepat

(144) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 125 3.6.3 Menentukan konstanta suatu 4.6.3 pegas Mengelolah data hasil analisis percobaan hukum Hooke dan susunan pegas 3.6.4 Menentukan konstanta pegas yang disusun secara seri dan parallel 3.6.5 Menentukan konstanta pegas pengganti disusun secara yang seri dan parallel 3.6.6 Menentukan energi potensial pegas C. Tujuan Pembelajaran Melalui proses mengamati, membaca, menyimak, mendengarkan, menalar, mengumpulkan informasi, melakukan percobaan, dan mengkomunikasikan, siswa dapat: Pertemuan Pertama 1. Menjelaskan hubungan antara gaya pertambahan panjang dan konstanta pegas 2. Merumuskan pernyataan Hukum Hooke Pertemuan Kedua 1. Membuat grafik gaya terhadap pertambahan panjang 2. Menentukan nilai konstanta suatu pegas 3. Menyelesaikan soal yang berhubungan dengan Hukum Hooke Pertemuan Ketiga 1. Menganalisis suatu pegas yang disusun secara seri dan paralel 2. Memformulasikan konstanta elastisitas suatu pegas yang disusun secara seri dan paralel 3. Menghitung konstanta suatu pegas yang disusun secara seri dan paralel 4. Menghitung konstanta pegas pengganti yang disusun secara seri dan paralel Pertemuan Keempat 1. Menghitung energi potensial pegas 2. Menghitung konstanta pegas yang disusun secara campuran

(145) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 126 D. Materi Pembelajaran Materi Hukum Hooke meliputi: 1. Hukum Hooke 2. Energi Potensial Pegas 3. Susunan Pegas E. Pendekatan, Metode dan Model Pembelajaran 1. Pendekatan : Pembelajaran Saintifik 2. Model Pembelajaran : Discovery Learning 3. Metode : Eksperimen Sederhana F. Media, Alat, dan Sumber Belajar 1. Media: a. LCD Projector b. Speaker aktif c. Laptop d. Whiteboard & Spidol 2. Alat: Beban, Pegas, Statif, Penggaris 3. Sumber Belajar: a. Kanginan, Marthen. 2017. Fisika Untuk SMA/MA Kelas X (Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2016). Jakarta: Erlangga b. Kanginan Marthen, 2010. Physics 2B For Senior High School Grade XI 2nd Semester. Jakarta. Erlangga c. Buku pegangan siswa d. Sumber lain yang relevan e. LKS G. Kegiatan Pembelajaran Pertemuan Pertama (2 x 45 menit) Kegiatan Deskripsi Kegiatan Pendahuluan Orientasi:  Guru melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan meminta salah satu siswa untuk memimpin doa  Guru memeriksa kehadiran siswa. Ketua kelas mengecek apakah ada teman sekelasnya ada yang tidak/belum hadir Pretest Alokasi Waktu 55 menit

(146) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 127  Kegiatan Inti Guru menyampaikan kepada siswa tentang kegiatan hari ini adalah pretest, kontrak belajar dan dilanjutkan materi  Pretest dilakukan selama 45 menit Menanya  Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang pretest yang telah dilaksanakan  Merefleksi hasil pretest Peberian Acuan 30 menit  Memberitahukan materi pelajaran yang akan dibahas pada pertemuan selanjutnya adalah hukum Hooke  Memberitahukan tentang kompetensi inti, kompetensi dasar, dan indikator pertemuan selanjutnya  Menjelaskan mekanisme pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan kegiatan pembelajaran Motivasi  Penutup Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari hukum Hooke Guru:  Memberi tugas baca tentang hukum Hooke  Menutup pembelajaran dengan doa dan diakhiri dengan salam Siswa:  Memperhatikan apa yang disampaikan guru mengenai tugas  Berdoa dan diakhiri dengan salam Pertemuan Kedua (2 x 45 menit) Kegiatan Deskripsi Kegiatan Pendahuluan Orientasi:  Guru melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan meminta salah satu siswa untuk memimpin doa  Guru memeriksa kehadiran siswa. Ketua kelas mengecek apakah ada teman sekelasnya ada yang tidak/belum hadir 5 menit Alokasi Waktu 10 menit

(147) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 128 Apersepsi  Mengajukan pertanyaan yang ada kaitannya dengan hukum Hooke “Apa itu hukum Hooke?” atau “Berikan contoh hukum Hooke yang Anda temui dalam kehidupan sehari-hari!” Motivasi  Memberikan gambaran tentang hukum Hooke  Apabila materi/tema/kegiatan ini dikerjakan dengan baik, sungguh-sungguh, dan dikuasai dengan baik, maka siswa diharapkan dapat menjelaskan tentang:  Hukum Hooke Pemberian Acuan  Kegiatan Inti Memberitahukan materi pelajaran yang akan dibahas pada pertemuan saat ini adalah hukum Hooke  Memberitahukan tentang kompetensi inti, kompetensi dasar, dan indikator pertemuan yang berlangsung  Menjelaskan mekanisme pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan kegiatan pembelajaran Mengamati  Siswa menyimak peragaan pemberian beban pada pegas dan menjawab pertanyaan pengaruh pemberian beban pada pegas  Guru menilai keterampilan siswa mengamati Menanya  Siswa mendiskusikan pengaruh gaya terhadap terhadap pegas Mencoba    Guru membagi siswa dalam beberapa kelompok kecil, masing-masing terdiri dari 4-5 orang Guru membagikan LKS kepada setiap kelompok Siswa melakukan eksperimen tentang hukum Hooke 70 menit

(148) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 129  Guru menilai sikap siswa dalam kerja kelompok dan membimbing/menilai keterampilan mencoba, menggunakan alat, dan mengolah data,serta menilai kemampuan siswa menerapkan konsep dan prinsip dalam pemecahan masalah Mengasosiasi  Siswa menyimpulkan hubungan antara gaya dengan pertambahan panjang pegas  Masing-masing kelompok berdiskusi menghitung konstanta pegas untuk kedua pegas  Guru membimbing/menilai kemampuan siswa mengolah data dan merumuskan kesimpulan Mengkomunikasikan  Penutup Perwakilan dari tiga kelompok menyampaikan hasil hitungan dan kesimpulan diskusi  Kelompok mendiskusikan pemecahan masalah  Guru menilai kemampuan siswa berkomunikasi lisan Guru:  Memberikan penghargaan kepada tiga kelompok perwakilan  Bersama-sama dengan siswa menyimpulkan hasil pembelajaran  Memberi tugas baca tentang susunan seri pegas dan paralel pegas  Menyampaikan bahwa pertemuan selanjutnya akan dilanjutkan dengan materi susunan seri pegas dan paralel pegas  Menutup pembelajaran dengan doa dan diakhiri dengan salam Siswa:  Menyimpulkan hasil pembelajaran  Memperhatikan apa yang disampaikan guru mengenai tugas  Memperhatikan apa yang disampaikan guru mengenai materi selanjutnya  Berdoa dan diakhiri dengan salam 10 menit

(149) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 130 Pertemuan Ketiga (2 x 45 menit) Kegiatan Deskripsi Kegiatan Pendahuluan Orientasi:  Guru melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan meminta salah satu siswa untuk memimpin doa  Guru memeriksa kehadiran siswa. Ketua kelas mengecek apakah ada teman sekelasnya ada yang tidak/belum hadir Apersepsi  Mengaitkan materi/tema/kegiatan pembelajaran susunan seri pegas dan paralel pegas yang akan dilakukan dengan pengalaman siswa dengan /tema/kegiatan pembelajaran sebelumnya  Mengajukan pertanyaan yang ada kaitannya dengan susunan seri pegas dan paralel pegas, yaitu “Bagaimana jika pegas dirangkai seri atau paralel?” Motivasi  Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari susunan seri pegas dan paralel pegas  Apabila materi/tema/kegiatan ini dikerjakan dengan baik, sungguhsungguh, dan dikuasai dengan baik, maka siswa diharapkan dapat menjelaskan tentang:  Susunan Seri Pegas dan Paralel Pegas Pemberian Acuan    Memberitahukan materi pelajaran yang akan dibahas pada pertemuan saat ini adalah susunan seri pegas dan paralel pegas Memberitahukan tentang kompetensi inti, kompetensi dasar, dan indikator pertemuan yang berlangsung. Menjelaskan mekanisme pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan kegiatan Alokasi Waktu 10 menit

(150) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 131 Kegiatan Inti pembelajaran Mengamati dan Menanya  Guru meminta dua orang siswa dari kelompok berbeda untuk memaparkan hasil tugas baca tentang susunan seri pegas dan paralel pegas Mencoba  Guru mengkondisikan siswa untuk kembali duduk dalam bentuk kelompok  Guru membagikan LKS kepada setiap kelompok  Siswa melakukan eksperimen tentang susunan seri pegas dan paralel pegas  Kelompok mendiskusikan pemecahan masalah susunan seri pegas dan paralel pegas  Guru menilai sikap siswa dalam kerja kelompok dan kemampuan menerapkan konsep dan prinsip dalam pemecahan masalah dan keterampilan mencoba instruksi kerja Mengasosiasi 75 menit  Penutup Kelompok mendiskusikan hasil kegiatan tentang susunan seri pegas dan paralel pegas  Dengan fasilitas guru, siswa merumuskan konstanta susunan seri pegas dan paralel pegas Mengkomunikasikan  Perwakilan dari kelompok menyampaikan hasil hitungan dan kesimpulan diskusi  Guru menilai keterampilan menyaji dan berkomunikasi Guru:  Memberikan penghargaan kepada kelompok perwakilan  Bersama-sama dengan siswa menyimpulkan hasil pembelajaran  Memberi tugas baca tentang energi potensial pegas dan susunan campuran pegas  Menyampaikan bahwa pertemuan selanjutnya akan dilanjutkan dengan 5 menit

(151) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 132 materi energi potensial pegas dan susunan campuran pegas  Menutup pembelajaran dengan doa dan diakhiri dengan salam Siswa:  Menyimpulkan hasil pembelajaran  Memperhatikan apa yang disampaikan guru mengenai tugas  Memperhatikan apa yang disampaikan guru mengenai materi selanjutnya  Berdoa dan diakhiri dengan salam Pertemuan Keempat (2 x 45 menit) Kegiatan Deskripsi Kegiatan Pendahuluan Orientasi:  Guru melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan meminta salah satu siswa untuk memimpin doa  Guru memeriksa kehadiran siswa. Ketua kelas mengecek apakah ada teman sekelasnya ada yang tidak/belum hadir Apersepsi  Mengajukan pertanyaan yang ada kaitannya dengan energi potensial pegas, yaitu “Apakah pegas memiliki energi potensial?” Motivasi  Memberikan gambaran tentang energi potensial pegas dan susunan campuran pegas  Apabila materi/tema/kegiatan ini dikerjakan dengan baik, sungguhsungguh, dan dikuasai dengan baik, maka siswa diharapkan dapat mengetahui tentang:  Energi Potensial Pegas  Susunan Campuran Pegas Pemberian Acuan  Memberitahukan pertemuan selanjutnya akan dimulai dengan materi yang baru Alokasi Waktu 10 menit

(152) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 133 Kegiatan Inti Penutup Mengamati dan Menanya  Guru meminta dua orang siswa untuk memaparkan hasil tugas baca tentang energi potensial pegas dan susunan campuran pegas Mencoba  Guru meminta siswa untuk mengerjakan soal di papan tulis Mengkomunikasikan  Guru meminta siswa untuk menyimpulkan pembelajaran Guru   Menyimpulkan hasil pembelajaran Menginformasikan bahwa akan diadakan posttest  Memberikan posttest (45 menit)  Menutup pembelajaran dengan doa dan diakhiri dengan salam Siswa:  Menyimpulkan hasil pembelajaran  Mendengarkan apa yang disampaikan guru mengenai posttest  Mengerjakan posttest  Berdoa dan diakhiri dengan salam 30 menit 50 menit H. Penilaian No. Aspek yang dinilai Instrument penelitian 1 Pengetahuan Test tertulus (pretest dan posttest) 2 Nilai karakter Kuesioner 3 Kerjasama Observasi

(153) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 134 Yogyakarta, 27 September 2018 Mengetahui, Guru Fisika SMA N 1 Ngemplak Peneliti Sarjana Suta, S.Pd Cintia Kristina Bunga NIP: 19690621 199702 1003 NIM. 141424031

(154) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 135 Lampiran 5. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) kelas Ceramah Aktif RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) PEMBELAJARAN MODEL CERAMAH Satuan Pendidikan : SMA Negeri 1 Ngemplak Mata Pelajaran : Fisika Kelas /Semester : XI MIPA 2 /Ganjil Materi Pokok : Hukum Hooke & Susunan Pegas Alokasi waktu : 8 x 45 menit (4 pertemuan) A. Kompetensi inti : KI 1 dan 2 Kompetensi Sikap Spiritual yaitu, “Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya”. Kompetensi Sikap Sosial yaitu, “Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung-jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif, dan pro-aktif sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia”. KI 3 Memahami, KI 4 menerapkan, Menunjukkan keterampilan menalar, menganalisis dan mengevaluasi mengolah, dan menyaji secara: efektif, pengetahuan faktual, kreatif, konseptual, prosedural, metakognitif pada berdasarkan kritis, mandiri, dan kolaboratif, komunikatif, dan solutif, tingkat dalam ranah konkret dan abstrak terkait teknis, spesifik, detail, dan dengan kompleks produktif, pengembangan dari yang rasa dipelajarinya di sekolah, serta mampu ingin tahu-nya tentang ilmu menggunakan metode sesuai dengan pengetahuan, teknologi, seni,

(155) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 136 budaya, dan humaniora dengan kaidah keilmuan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) No 3.6 Kompetensi Dasar (KD) Menganalisis bahan sifat dalam No elastis 4.6 kehidupan Kompetensi Dasar (KD) Mengolah dan menganalisis hasil percobaan tentang sifat sehari-hari elastisitas suatu bahan indicator No Indikator Pencapaian No Indikator Pencapaian Kompetensi Kompetensi (IPK) (IPK) 3.6.1 Menjelaskan hubungan antara 4.6. Melakukan percobaan hukum gaya panjang pertambahan 1 Hooke dan susunan pegas dan konstanta pegas 3.6.2 Membuat grafik gaya terhadap panjang 4.6. Menyajikan hasil percobaan pertambahan 2 hukum Hooke dan susunan pegas dengan alat sederhana dan teknik yang tepat

(156) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 137 3.6.3 Menentukan konstanta suatu 4.6. Mengelolah data hasil analisis pegas 3 percobaan hukum Hooke dan susunan pegas 3.6.4 Menghitung konstanta suatu pegas yang disusun secara seri dan parallel 3.6.5 Menghitung konstanta pegas pengganti yang disusun secara seri dan parallel 3.6.6 Mengetahui penerapan pegas dalam kehidupan sehari-hari C. Tujuan Pembelajaran Melalui proses mengamati, membaca, menyimak, mendengarkan, menalar, mengumpulkan informasi, dan mengkomunikasi, siswa dapat: Pertemuan Pertama 1. Menjelaskan hubungan antara gaya pertambahan panjang dan konstanta pegas 2. Merumuskan pernyataan Hukum Hooke Pertemuan Kedua 1. Membuat grafik gaya terhadap pertambahan panjang 2. Menentukan nilai konstanta suatu pegas 3. Menyelesaikan soal yang berhubungan dengan Hukum Hooke 4. Menghitung energi potensial pegas Pertemuan Ketiga 1. Menganalisis suatu pegas yang disusun secara seri dan paralel 2. Memformulasikan konstanta elastisitas suatu pegas yang disusun secara seri dan paralel 3. Menghitung konstanta suatu pegas yang disusun secara seri dan paralel 4. Menghitung konstanta pegas pengganti yang disusun secara seri dan paralel Pertemuan Keempat 1. Menghitung konstanta pegas yang disusun secara campuran D. Materi Pembelajaran Hukum Hooke dan Susunan Pegas 1. Hukum Hooke

(157) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 138 2. Energi Potensial Pegas 3. Susunan Pegas E. Pendekatan, Metode dan Model Pembelajaran 1. Pendekatan : Konstruktivisme dan behavior 2. Model Pembelajaran : Ceramah Aktif 3. Metode : Ceramah, tanya jawab, dan latihan soal F. Media dan Sumber Belajar 1. Media: a. LCD Projector b. Speaker aktif c. Laptop d. Whiteboard dan Spidol 2. Sumber Belajar: a. Kanginan, Marthen. 2017. FISIKA UNTUK SMA/MA Kelas X. Jakarta: Erlangga b. Kanginan Marthen, 2010. Physics 2B For Senior High School Grade XI 2nd Semester. Jakarta. Erlangga c. Buku pegangan siswa d. Sumber lain yang relevan G. Kegiatan Pembelajaran Pertemuan Pertama (2 x 45 menit) Kegiatan Deskripsi Kegiatan Pendahuluan Orientasi:  Guru melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan meminta salah satu siswa untuk memimpin doa  Guru memeriksa kehadiran siswa. Ketua kelas mengecek apakah ada teman sekelasnya ada yang tidak/belum hadir Pretest   Guru menyampaikan kepada siswa tentang kegiatan hari ini adalah pretest, kontrak belajar dan dilanjutkan materi Pretest dilakukan selama 45 menit Alokasi Waktu 55 menit

(158) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 139 Kegiatan Inti Menanya  Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang pretest yang telah dilaksanakan  Merefleksi hasil pretest Pemberian Acuan 30 menit  Memberitahukan materi pelajaran yang akan dibahas pada pertemuan selanjutnya adalah hukum Hooke dan energi potensial pegas  Memberitahukan tentang kompetensi inti, kompetensi dasar, dan indikator pertemuan selanjutnya  Menjelaskan mekanisme pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan kegiatan pembelajaran Motivasi  Penutup Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari hukum Hooke Guru:  Memberi tugas baca tentang hukum Hooke dan energi potensial pegas  Menutup pembelajaran dengan doa dan diakhiri dengan salam Siswa:  Memperhatikan apa yang disampaikan guru mengenai tugas  Berdoa dan diakhiri dengan salam Pertemuan Kedua (2 x 45 menit) Kegiatan Deskripsi Kegiatan Pendahuluan Orientasi:  Guru melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan meminta salah satu siswa untuk memimpin doa  Guru memeriksa kehadiran siswa. Ketua kelas mengecek apakah ada teman sekelasnya ada yang tidak/belum hadir Apersepsi 5 menit Alokasi Waktu 10 menit

(159) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 140  Mengajukan pertanyaan yang ada kaitannya dengan hukum Hooke “Apa itu hukum Hooke?” atau “Berikan contoh hukum Hooke yang Anda temui dalam kehidupan sehari-hari!” Motivasi  Memberikan gambaran tentang hukum Hooke  Apabila materi/tema/kegiatan ini dikerjakan dengan baik, sungguhsungguh, dan dikuasai dengan baik, maka siswa diharapkan dapat menjelaskan tentang:  Hukum Hooke  Energi Potensial pegas Pemberian Acuan  Kegiatan Inti Memberitahukan materi pelajaran yang akan dibahas pada pertemuan saat ini adalah hukum Hooke dan energi potensial pegas  Memberitahukan tentang kompetensi inti, kompetensi dasar, dan indikator pertemuan yang berlangsung  Menjelaskan mekanisme pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan kegiatan pembelajaran Mengamati Siswa diberi motivasi atau rangsangan untuk memusatkan perhatian pada topik hukum Hooke dan energi potensial pegas dengan cara:     Melihat tayangan gambar/foto/tabel dan video Siswa menyimak tayangan dan menjawab pertanyaan pengaruh pemberian beban pada pegas Mendengar pemberian materi oleh guru yang bekaitan dengan materi yang diajarkan Menyimak penjelasan tentang materi pelajaran untuk melatih kesungguhan, ketelitian, mencari informasi 70 menit

(160) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 141 Menanya  Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengidentifikasikan sebanyak mungkin pertanyaan yang berkaitan dengan gambar yang disajikan dan akan dijawab melalui kegiatan belajar Mengumpulkan informasi  Siswa mengumpulkan informasi yang relevan untuk menjawab pertanyaan yang telah diidentifikasi melalui kegiatan:  Mengamati objek/kejadian  Membaca sumber lain selain buku teks Mencoba  Guru memberikan soal untuk dikerjakan siswa Mengasosiasi  Mengolah informasi yang sudah dikumpulkan dari hasil kegiatan mengamati dan kegiatan mengumpulkan informasi yang sedang berlangsung dengan bantuan pertanyaan-pertanyaan pada lembar kerja  Siswa mengerjakan soal yang diberikan guru di papan tulis Mengkomunikasikan  Penutup Siswa mengemukakan pendapat yang ditemukan saat mengamati dan mengumpulkan informasi  Menjawab pertanyaan yang diajukan oleh teman atau guru  Menyimpulkan tentang point-point yang muncul dalam kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan  Perwakilan beberapa siswa menjawab dan mengerjakan soal di papan tulis Guru:  Memberikan penghargaan terhadap siswa yang mengerjakan tugas dengan 10 menit

(161) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 142 benar Bersama-sama dengan siswa menyimpulkan hasil pembelajaran  Memberi tugas baca tentang susunan seri pegas dan paralel pegas  Menyampaikan bahwa pertemuan selanjutnya akan dilanjutkan dengan materi susunan seri pegas dan paralel pegas  Menutup pembelajaran dengan doa dan diakhiri dengan salam Siswa:  Menyimpulkan hasil pembelajaran  Memperhatikan apa yang disampaikan guru mengenai tugas  Memperhatikan apa yang disampaikan guru mengenai materi selanjutnya  Berdoa dan diakhiri dengan salam  Pertemuan Ketiga (2 x 45 menit) Kegiatan Deskripsi Kegiatan Pendahuluan Orientasi:  Guru melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan meminta salah satu siswa untuk memimpin doa  Guru memeriksa kehadiran siswa. Ketua kelas mengecek apakah ada teman sekelasnya ada yang tidak/belum hadir Apersepsi  Mengaitkan materi/tema/kegiatan pembelajaran susunan seri pegas dan paralel pegas yang akan dilakukan dengan pengalaman siswa dengan /tema/kegiatan pembelajaran sebelumnya  Mengajukan pertanyaan yang ada kaitannya dengan susunan seri pegas dan paralel pegas, yaitu “Bagaimana jika pegas disusun seri atau paralel?” Motivasi  Memberikan gambaran tentang manfaat Alokasi Waktu 10 menit

(162) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 143 mempelajari susunan seri pegas dan paralel pegas  Apabila materi/tema/kegiatan ini dikerjakan dengan baik, sungguhsungguh, dan dikuasai dengan baik, maka siswa diharapkan dapat menjelaskan tentang:  Susunan Seri Pegas dan Paralel Pegas Pemberian Acuan  Kegiatan Inti Memberitahukan materi pelajaran yang akan dibahas pada pertemuan saat ini adalah susunan seri pegas dan aralel pegas  Memberitahukan tentang kompetensi inti, kompetensi dasar, dan indikator pertemuan yang berlangsung  Menjelaskan mekanisme pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan kegiatan pembelajaran  Guru meminta dua orang siswa untuk memaparkan hasil tugas baca tentang susunan seri pegas dan paralel pegas Mengamati Siswa diberi motivasi atau rangsangan untuk memusatkan perhatian pada topik susunan seri pegas dan paralel pegas dengan cara:  Melihat tayangan gambar/foto/tabel dan video berikut ini  Siswa menyimak tayangan dan menjawab pertanyaan tentang susunan seri pegas dan paralel pegas  Mendengar pemberian materi oleh guru yang bekaitan dengan materi yang diajarkan  Menyimak penjelasan tentang materi pelajaran untuk melatih kesungguhan, ketelitian, mencari informasi Menanya  Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengidentifikasikan sebanyak mungkin pertanyaan yang 75 menit

(163) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 144 berkaitan dengan gambar yang disajikan dan akan dijawab melalui kegiatan belajar Mengumpulkan informasi  Siswa mengumpulkan informasi yang relevan untuk menjawab pertanyaan yang telah diidentifikasi melalui kegiatan:  Mengamati objek/kejadian  Membaca sumber lain selain buku teks Mencoba  Guru memberikan soal untuk dikerjakan siswa Mengasosiasi  Mengolah informasi yang sudah dikumpulkan dari hasil kegiatan mengamati dan kegiatan mengumpulkan informasi yang sedang berlangsung dengan bantuan pertanyaan-pertanyaan pada lembar kerja  Siswa mengerjakan soal di papan tulis Mengkomunikasikan  Penutup Siswa mengemukakan pendapat yang ditemukan saat mengamati dan mengumpulkan informasi  Menjawab pertanyaan yang diajukan oleh teman atau guru  Menyimpulkan tentang point-point yang muncul dalam kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan  Perwakilan beberapa siswa menjawab dan mengerjakan soal di papan tulis Guru:  Memberikan penghargaan terhadap siswa yang mengerjakan tugas dengan benar  Bersama-sama dengan siswa menyimpulkan hasil pembelajaran  Memberi tugas baca tentang susunan campuran pegas  Menyampaikan bahwa pertemuan 5 menit

(164) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 145 selanjutnya akan dilanjutkan dengan materi susunan campuran pegas  Menutup pembelajaran dengan doa dan diakhiri dengan salam Siswa:  Menyimpulkan hasil pembelajaran  Memperhatikan apa yang disampaikan guru mengenai tugas  Memperhatikan apa yang disampaikan guru mengenai materi selanjutnya  Berdoa dan diakhiri dengan salam Pertemuan Keempat (2 x 45 menit) Kegiatan Deskripsi Kegiatan Pendahuluan Orientasi:  Guru melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan meminta salah satu siswa untuk memimpin doa  Guru memeriksa kehadiran siswa. Ketua kelas mengecek apakah ada teman sekelasnya ada yang tidak/belum hadir Apersepsi  Mengajukan pertanyaan yang ada kaitannya dengan susunan campuran pegas, yaitu “Bagaimana jika pegas disusun campuran (seri-paralel)?” Motivasi  Memberikan gambaran tentang susunan campuran pegas  Apabila materi/tema/kegiatan ini dikerjakan dengan baik, sungguhsungguh, dan dikuasai dengan baik, maka siswa diharapkan dapat mengetahui tentang:  Susunan Campuran Pegas Pemberian Acuan   Memberitahukan materi pelajaran yang akan dibahas pada pertemuan saat ini adalah susunan campuran pegas Memberitahukan tentang kompetensi Alokasi Waktu 10 menit

(165) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 146 Kegiatan Inti inti, kompetensi dasar, dan indikator pertemuan yang berlangsung  Menjelaskan mekanisme pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan kegiatan pembelajaran Mengamati dan Menanya  Guru meminta dua orang siswa untuk memaparkan hasil tugas baca tentang susunan campuran pegas  Guru menampilkan gambar yang berhubungan dengan susunan campuran pegas Mencoba  Guru memberikan soal untuk dikerjakan siswa Mengasosiasi 30 menit  Penutup Siswa mendiskusikan gambar yang ditayangkan guru Mengkomunikasikan  Perwakilan beberapa siswa menjelaskan gambar dan mengerjakan soal di papan tulis Guru   Menyimpulkan hasil pembelajaran Menginformasikan bahwa akan diadakan posttest  Memberikan posttest (45 menit)  Menutup pembelajaran dengan doa dan diakhiri dengan salam Siswa:  Menyimpulkan hasil pembelajaran  Mendengarkan apa yang disampaikan guru mengenai posttest  Mengerjakan posttest  Berdoa dan diakhiri dengan salam 50 menit

(166) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 147 H. Penilaian No. Aspek yang dinilai Instrument penelitian 1 Pengetahuan Test tertulus (pretest dan posttest) 2 Nilai karakter Kuesioner 3 Kerjasama Observasi Yogyakarta, 27 September 2018 Mengetahui, Guru Fisika SMA N 1 Ngemplak Peneliti Sarjana Suta, S.Pd Cintia Kristina Bunga NIP: 19690621 199702 1003 NIM. 141424031

(167) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 148 Lampiran 6. Lembar Kerja Siswa Kelas Eksperimen Sederhana

(168) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 149

(169) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 150

(170) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 151

(171) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 152

(172) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 153

(173) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 154

(174) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 155

(175) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 156

(176) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 157

(177) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 158

(178) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 159

(179) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 160 Lampiran 7. Soal Pretest dan Posttest SOAL PRE-TEST HUKUM HOOKE & SUSUNAN PEGAS Nama : Kelas : No. absen: Asal Sekolah : Mata Pelajaran : Fisika Alokasi Waktu : 1 x 45 menit Hari/Tanggal : Petunjuk Umum: 1) Tuliskan nama, nomor absen, dan kelas pada lembar jawaban. 2) Jumlah soal 4 adalah butir uraian. 3) Jawablah soal pada kolom yang sudah disediakan. 4) Tidak diijinkan untuk menggunakan kalkulator. Soal 1. Perhatikan tabel data percobaan hukum Hooke berikut. Tabel 1. Data hasil percobaan hukum Hooke = 10 m/s2 = No. 1. 1 2 2. 2 4 3. 3 6

(180) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 161 4. 4 8 5. 5 10 a. Gambarlah grafik hubungan gaya terhadap pertambahan panjang berdasarkan tabel diatas. 𝐹 𝑁 𝑥 𝑚 b. Jelaskan maksud dari grafik pada soal a.

(181) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 162 2. Hitunglah nilai konstanta pegas dari soal nomor 1. 3. Terdapat dua buah pegas identik dengan konstanta 400 N/m disusun secara paralel. Jika pegas diberi beban bermassa 5 kg ( pertambahan sistem tersebut? = 10 m/s2). Berapa

(182) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 163 4. Dua buah pegas dengan tetapan masing-masing = 200 N/m dan = 300 N/m disusun secara seri kemudian diberi gaya sebesar 30 N. Hitunglah berapa tetapan pegas pengganti susunan seri tersebut! *Selamat bekerja, semoga sukses..*

(183) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 164 SOAL POST-TEST HUKUM HOOKE & SUSUNAN PEGAS Nama : Kelas : No. absen: Asal Sekolah : Mata Pelajaran : Fisika Alokasi Waktu : 1 x 45 menit Hari/Tanggal : Petunjuk Umum: 1) Tuliskan nama, nomor absen, dan kelas pada lembar jawaban. 2) Jumlah soal 4 adalah butir uraian. 3) Jawablah soal pada kolom yang sudah disediakan. 4) Tidak diijinkan untuk menggunakan kalkulator. Soal 1. Perhatikan tabel data percobaan hukum Hooke berikut. Tabel 1. Data hasil percobaan hukum Hooke = 10 m/s2 = No. 1. 2 1 2. 4 2 3. 6 3

(184) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 165 4. 8 4 5. 10 5 a. Gambarlah grafik hubungan gaya terhadap pertambahan panjang berdasarkan tabel diatas. 𝐹 𝑁 𝑥 𝑚 b. Jelaskan maksud dari grafik pada soal a.

(185) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 166 2. Hitunglah nilai konstanta pegas dari soal nomor 1. 3. Terdapat dua buah pegas identik dengan konstanta 600 N/m disusun secara paralel. Jika pegas diberi beban bermassa 6 kg ( pertambahan sistem tersebut? = 10 m/s2). Berapa

(186) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 167 4. Dua buah pegas dengan tetapan masing-masing = 100 N/m dan = 400 N/m disusun secara seri kemudian diberi gaya sebesar 40 N. Hitunglah berapa tetapan pegas pengganti susunan seri tersebut! *Selamat bekerja, semoga sukses..*

(187) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 168 Lampiran 8. Jawaban Pretest dan Posttest

(188) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 169

(189) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 170

(190) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 171

(191) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 172

(192) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 173 Lampiran 9. Lembar Validitas Soal dan Jawaban Pretest dan Posttest

(193) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 174

(194) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 175

(195) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 176

(196) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 177

(197) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 178

(198) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 179

(199) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 180

(200) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 181 Lampiran 10. Contoh Hasil Pretest dan Posttest Kelas Eksperimen Sederhana Soal Pre-test

(201) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 182

(202) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 183

(203) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 184

(204) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 185

(205) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 186

(206) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 187

(207) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 188

(208) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 189 Lampiran 11. Contoh Hasil Pretest dan Posttest Kelas Ceramah Aktif Soal Pre-test

(209) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 190

(210) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 191

(211) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 192

(212) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 193

(213) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 194

(214) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 195

(215) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 196

(216) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 197 Lampiran 12. Contoh Hasil Kuesioner Nilai Karakter Kelas Eksperimen Sederhana

(217) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 198

(218) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 199

(219) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 200 Lampiran 13. Contoh Hasil Kuesioner Nilai Karakter Kelas Ceramah Aktif

(220) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 201

(221) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 202

(222) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 203 Lampiran 14. Data Hasil Kuesioner Nilai Karakter Siswa Kelas XI MIPA 1 (Kelas Eksperimen Sederhana) Kode Siswa X1 X2 X3 X4 X5 X6 X7 X8 X9 X10 X11 X12 X13 X14 X15 X16 X17 X18 X19 X20 X21 X22 X23 X24 X25 X26 X27 X28 X29 X30 Kerjasama Tanggungjawab 1 4 4 3 4 4 4 4 3 3 4 4 4 3 4 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 3 4 5 3 3 4 4 3 3 3 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 3 3 4 3 2 3 4 2 4 3 3 4 3 4 3 2 3 4 3 3 4 4 4 3 3 3 4 4 3 4 4 4 3 4 3 3 3 4 3 3 3 4 4 3 4 3 2 4 4 4 4 3 4 4 3 3 3 4 4 4 4 4 3 3 4 4 3 3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 4 3 3 4 4 3 4 3 4 4 4 4 3 3 3 4 3 2 3 3 6 4 4 4 4 4 3 3 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 7 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 4 4 3 4 4 4 4 3 3 3 4 3 3 4 4 8 3 4 3 4 3 3 3 3 4 3 4 3 4 3 3 3 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 3 3 3 3 Disiplin 9 10 11 2 3 3 4 3 3 4 3 4 4 4 4 4 3 3 3 4 4 2 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 3 3 3 4 3 3 4 3 4 4 4 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 3 4 3 4 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 Kejujuran 12 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 4 4 4 3 4 3 4 3 4 4 3 4 4 4 3 4 3 3 3 3 13 3 4 3 4 3 3 3 3 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 4 3 4 3 4 3 3 3 4 14 4 4 3 4 3 3 3 3 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 3 4 4 4 3 4 3 3 3 4 15 4 3 4 4 1 3 2 3 3 3 4 1 4 3 3 3 4 2 3 4 3 4 4 4 2 3 3 3 3 3 16 3 4 4 4 3 3 3 2 3 3 4 3 4 3 3 3 4 3 3 4 4 4 3 3 3 4 3 3 3 4 17 3 4 3 4 3 3 3 3 4 3 4 3 4 3 3 4 4 3 3 4 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 Rasa ingin tahu 18 19 3 3 4 4 3 4 4 4 3 4 3 3 3 3 2 3 3 4 3 4 4 4 4 3 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 3 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 4 Skor Total 20 4 4 3 4 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 3 4 3 4 4 3 3 4 3 3 3 4 65 71 68 80 64 65 57 56 69 70 79 70 74 70 70 70 77 59 74 80 71 80 73 71 60 74 62 59 62 72

(223) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 204 Lampiran 15. Data Hasil Kuesioner Nilai Karakter Siswa Kelas XI MIPA 2 (Kelas Ceramah Aktif) Kode Siswa Y1 Y2 Y3 Y4 Y5 Y6 Y7 Y8 Y9 Y10 Y11 Y12 Y13 Y14 Y15 Y16 Y17 Y18 Y19 Y20 Y21 Y22 Y23 Y24 Y25 Y26 Y27 Y28 Y29 Y30 Kerjasama Tanggungjawab 1 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 3 3 4 3 4 4 4 3 3 3 4 4 3 4 3 5 4 4 3 3 4 2 3 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 4 3 2 3 3 2 4 4 4 4 4 3 3 4 3 3 4 3 2 3 4 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 4 3 2 3 3 3 3 4 3 4 4 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 4 4 3 4 3 4 2 3 4 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 4 3 4 3 1 3 3 6 4 4 2 3 4 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 4 3 3 3 3 3 3 2 3 3 7 4 4 3 3 4 3 3 4 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 4 4 3 3 4 3 4 4 2 3 2 8 2 3 2 3 4 2 3 1 2 3 2 3 3 3 2 3 2 2 2 3 4 3 2 3 3 3 3 4 3 3 Disiplin 9 10 3 3 4 4 4 3 3 3 4 4 3 3 3 3 2 4 4 3 3 3 2 2 3 3 4 4 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 2 4 4 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 4 3 3 2 3 3 3 2 11 3 4 3 4 4 2 3 3 3 3 2 3 3 2 3 3 2 3 3 2 4 3 2 3 3 3 3 3 3 2 Kejujuran 12 3 3 3 4 4 2 3 4 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 2 3 2 13 3 4 3 3 4 3 2 2 3 3 4 3 3 3 3 3 2 3 3 3 4 3 3 4 3 3 3 1 3 3 14 3 4 3 3 4 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 4 3 3 4 3 3 3 4 3 3 15 2 3 2 2 4 2 2 3 2 3 2 2 2 3 2 2 2 2 2 2 4 2 2 3 3 3 3 3 3 3 16 4 2 3 4 4 3 3 2 3 3 2 2 3 4 1 3 1 3 3 2 1 3 3 4 3 4 2 2 3 3 17 4 4 3 4 4 4 3 4 4 3 4 3 4 3 4 3 3 4 3 3 4 3 3 4 3 4 4 4 3 3 Rasa ingin tahu 18 19 4 3 4 4 2 2 4 4 4 4 3 3 4 3 4 3 3 2 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 4 4 4 3 3 3 4 4 3 3 3 3 4 4 4 3 3 3 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 3 3 3 2 Skor Total 20 3 4 2 4 4 3 3 3 2 3 2 2 3 3 3 3 2 2 3 2 4 3 2 3 3 4 4 2 3 2 67 74 57 69 80 56 60 65 57 61 58 57 66 61 64 61 51 60 59 57 77 61 56 70 60 71 66 53 61 54

(224)

Dokumen baru

Download (223 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
0
17
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
0
26
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
0
14
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
0
16
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Dalam Memperoleh Gelar Sarjana Manajemen
0
0
17
SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
144
SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
125
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana
0
0
97
SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
92
SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Jurusan Teknik Informatika
0
0
87
DIAGNOSIS KESULITAN BELAJAR SISWA SMA KELAS XI IPA PADA POKOK BAHASAN TRIGONOMETRI Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Matematika
0
0
174
PENINGKATAN PEMAHAMAN SISWA PADA POKOK BAHASAN HUKUM OHM, RANGKAIAN SERI PARALEL DAN HAMBATAN KAWAT MELALUI METODE EKSPERIMEN TERBIMBING SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Fisika
0
0
118
SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
89
SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Program Studi Manajemen
0
0
87
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN TINGKAT NILAI KARAKTER SISWA KELAS XI MIPA SMA NEGERI 1 BANGUNTAPAN DENGAN MENERAPKAN METODE EKSPERIMEN SEDERHANA PADA MATERI HUKUM ARCHIMEDES Skripsi
0
0
213
Show more