Proses Sosial and Interaksi Sosial dan

Gratis

0
1
50
1 year ago
Preview
Full text

  

Proses Sosial dan Interaksi Sosial

Pendahuluan

  Manusia sebagai makhluk Allah SWT adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain. Tidak terkecuali. Karena didunia ini manusia saling membutuhkan manusia lain untuk memenuhi kebutuhannya pribadi dan untuk itu terjadilah proses sosial dan interaksi sosial terhadap manusia lain dan terciptalah ilmu yang mempelajari tentang cara berinteraksi dengan sesama dengan cara yang baik dan benar.

  Rumusan Masalah :

  1. Apa yang dimaksud dengan proses dan interaksi sosial?

  2. Apa contoh dari proses sosial?

  3. Apa sajakah yang termasuk interaksi sosial?

  Proses sosial

  Proses sosial adalah cara-cara berhubungan yang dilihat apabila orang-perorangan dan kelompok-kelompok sosial saling bertemu dan menentukan sistem serta bentu-bentuk hubungan tersebut atau apa yang akan terjadi apabila ada perubahan-perubahan yang menyebabkan goyahnya pola-pola kehidupan yang terlah ada. Proses sosial dapat diartikan sebagai pengaruh timbale-balik antara pelbagai segi kehidupan bersama, misalnya pengaruh-mempengaruhi antara sosial dengan politik, politik dengan ekonomi, ekonomi dengan hukum, dst.

  Interaksi Sosial

  Interaksi sosial merupakan kunci dari semua kehidupan sosial, karena tanpa interkasi sosial tak akan mungkin ada kehidupan bersama. Interaksi Sosial sebagai Faktor Utama dalam Kehidupan Sosial Bentuk umum proses sosial adalah interaksi sosial(yang juga dapat dinamakan sebagai proses sosial) karena interasi sosial merupakan syarat utama terjadinya aktivitas-aktivitas sosial. Interaksi sosial merupakan hubungan-hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan antara orang-orang perorangan, antara kelompok-kelompok manusia, maupun antara orang perorangan dengan kelompok manusia. Interaksi sosial antara kelompok-kelompok manusia terjadi anatara kelompo tersebut sebagai suatu kesatuan dan biasanya tidak menyangkut pribadi anggota-anggotanya Interaksi sosial antara kelompok-kelompok manusia terjadi pula di dalam masyarakat.

  Interaksi tersebut lebih mencolok ketika terjadi benturan antara kepentingan perorangan dengan kepentingan kelompok. Interaksi sosial hanya berlangsung antara pihak-pihak apabila terjadi reaksi terhadap dua belah pihak. Interaksi sosial tak akan mungkin teradi

  Berlangsungnya suatu proses interaksi didasarkan pada pelbagai faktor :

  Imitasi

  Salah satu segi positifnya adalah bahwa imitasi dapat mendorong seseorang untuk mematuhi kaidah-kaidah dan nilai-nilai yang berlaku

  Sugesti

  Faktor sugesti berlangsung apabila seseorang memberi suatu pandangan atau suatu sikap yang berasal dari dirinya yang kemudian diterima oleh pihak lain.

  Identifikasi

  Identifikasi sebenarnya merupakan kecenderungan atau keinginan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan pihak lain. Identifikasi sifatnya lebih mendalam daripada imitasi, karena kepribadian seseorang dapat terbentuk atas dasar proses ini.

  Proses simpati

  Sebenarnya merupakan suatu proses dimana seseorang merasa tertarik pada pihak lain. Di dalam proses ini perasaan memegang peranan yang sangat penting, walaupun dorongan utama pada simpati adalah keinginan untuk memahami pihak lain dan untuk bekerja sama dengannya.

  Contoh Proses Sosial

1. Proses-proses yang Asosiatif

a. Kerja Sama (Cooperation)

  Suatu usaha bersama antara orang perorangan atau kelompok manusia untuk mencapai suatu atau beberapa tujuan bersama. Bentuk kerja sama tersebut ber-kembang apabila orang dapat digerakan untuk mencapai suatu tujuan bersama dan harus ada kesadaran bahwa tujuan tersebut di kemudian hari mempunyai manfaat bagi semua. Juga harus ada iklim yang menyenangkan dalam pembagian kerja serta balas jasa yang akan diterima. Dalam perkembangan selanjutnya, keahlian-keahlian tertentu diperlukan bagi mereka yang bekerja sama supaya rencana kerja samanya dapat terlaksana dengan baik. Kerja sama timbul karena orientasi orang-perorangan terhadap kelompoknya (in-group-

  

nya) dan kelompok lainya ( out-group-nya). Kerja sama akan bertambah kuat apabila ada hal-

hal yang menyinggung anggota perorangan lainnya.

  Fungsi Kerjasama digambarkan oleh Charles H.Cooleykerjasama timbul apabila orang

  menyadari bahwa mereka mempunyai kepentingan-kepentingan yang sama dan pada saat yang bersamaan mempunyai cukup pengetahuan dan pengendalian terhadap diri sendiri untuk memenuhi kepentingan-kepentingan tersebut; kesadaran akan adanya kepentingan- kepentingan yang sama dan adanya organisasi merupakan fakta-fakta penting dalam kerjasama yang berguna”

  Kerjasama Langsung (Directed Cooperation) : Kerjasama yang merupakan hasil 2. perintah atasan atau penguasa

  Kerjasama Kontrak (Contractual Cooperation) : Kerjasama atas dasar tertentu 3. Kerjasama Tradisional (Traditional Cooperation) : Kerjasama sebagai bagian atau 4. unsur dari sistem sosial.

  Ada 5 bentuk kerjasama: Kerukunan yang mencakup gotong-royong dan tolong menolong 1. Bargaining, Yaitu pelaksana perjanjian mengenai pertukaran barang-barang dan jasa- 2.

  jasa antara 2 organisasi atau lebih

  

Kooptasi (cooptation), yakni suatu proses penerimaan unsur-unsur baru dalam

3.

  kepemimpinan atau pelaksanaan politik dalam suatu organisasi sebagai salah satu cara untuk menghindari terjadinya kegoncangan dalam stabilitas organisasi yang ber- sangkutan

  Koalisi (coalition), yakni kombinasi antara dua organisasi atau lebih yang 4.

  mempunyai tujuan-tujuan yang sama. Koalisi dapat menghasilkan keadaan yang tidak stabil untuk sementara waktu karena dua organisasi atau lebih tersebut kemungkinan mempunyai struktut yang tidak sama antara satu dengan lainnya. Akan tetapi, karenamaksud utama adalah untuk mencapat satu atau beberapa tujuan bersama, maka sifatnnya adalah kooperatif.

  Joint venture, yaitu erjasama dalam pengusahaan proyek-proyek tertentu, misalnya 5.

  pengeboran minyak, pertambangan batubara, perfilman, perhotelan, dst.

b. Akomodasi (Accomodation)

  Istilah Akomodasi dipergunakan dalam dua arti yaitu menujuk pada suatu keadaan dan yntuk menujuk pada suatu proses. Akomodasi menunjuk pada keadaan, adanya suatu keseimbangan dalam interaksi antara orang-perorangan atau kelompok-kelompok manusia dalam kaitannya dengan norma-norma sosial dan nilai-nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat. Sebagai suatu proses akomodasi menunjuk pada usaha-usaha manusia untuk meredakan suatu pertentangan yaitu usaha-usaha manusia untuk mencapai kestabilan.

  Menurut Gillin dan Gillin, akomodasi adalah suatu perngertian yang di-gunakan oleh para sosiolog untuk menggambarkan suatu proses dalam hubungan-hubungan sosial yang sama artinya dengan adaptasi dalam biologi. Maksudnya, sebagai suatu proses dimana orang atau kelompok manusia yang mulanya saling bertentangan, mengadakan penyesuaian diri untuk mengatasi ketegangan-ketegangan. Akomodasi merupakan suatu cara untuk menyelesaikan pertentangan tanpa meng-hancurkan pihak lawan sehingga lawan tidak kehilangan kepribadiannya.

  

Tujuan Akomodasi dapat berbeda-beda sesuai dengan situasi yang dihadapinya, yaitu:

  Untuk mengurangi pertentangan antara orang atau kelompok manusia sebagai 1. akibat perbedaan paham

  3. Memungkinkan terjadinya kerjasama antara kelompok sosial yang hidupnya terpisah akibat faktor-faktor sosial psikologis dan kebudayaan, seperti yang dijumpai pada masyarakat yang mengenal sistem berkasta.

  7. Adjudication, Penyelesaian perkara atau sengketa di pengadilan

  3. perasaan takut terhadap kekuatan suatu kebudayaan yang dihadapi perasaan bahwa suatu kebudayaan golongan atau kelompok tertentu lebih tinggi

  Terisolasinya kehidupan suatu golongan tertentu dalam masyarakat 2. kurangnya pengetahuan mengenai kebudayaan yang dihadapi dan sehubungan dengan itu seringkali menimbulkan faktor ketiga

  Faktor-faktor yang menghambat terjadinya asimilasi adalah: 1.

  Toleransi 2. Kesempatan-kesempatan yang seimbang di bidang ekonomi 3. Sikap menghargai orang asing dan kebudayaannya 4. Sikap tebuka dari golongan yang berkuasa dalam masyarakat 5. Persamaan dalam unsur-unsur kebudayaan 6. Perkawinan campuran (amaigamation) 7. Adanya musuh bersama dari luar

  Faktor-faktor yang dapat mempermudah terjadinya suatu asimilasi adalah: 1.

  Asimilasi merupakan proses sosial dalam taraf lanjut. Ia ditandai dengan adanya usaha-usaha mengurangi perbedaan-perbedaan yang terdapat antara orang-perorangan atau kelompok- kelompok manusia dan juga meliputi usaha-usaha untuk mempertinggi kesatuan tindak, sikap, dan proses-proses mental dengan memerhatikan kepentingan dan tujuan bersama.

  6. Stalemate, suatu akomodasi dimana pihak-pihak yang bertentangan karena mem- punyai kekuatan yang seimbang berhenti pada satu titik tertentu dalam melakukan pertentangannya.

  4. mengusahakan peleburan antara kelompok sosial yang terpisah.

  5. Toleration, merupakan bentuk akomodasi tanpa persetujuan yang formal bentuknya.

  4. Conciliation, suatu usaha untuk mempertemukan keinginan-keinginan dari pihak- pihak yang berselisih demi tercapainya suatu persetujuan bersama.

  3. Arbitration, Suatu cara untuk mencapai compromise apabila pihak-pihak yang ber- hadapan tidak sanggup mencapainya sendiri

  Compromise, bentuk akomodasi dimana pihak-pihak yang terlibat saling mengurangi tuntutannya agar tercapai suatu penyelesaian terhadap perselisihan yang ada.

  paksaan 2.

  Corecion, suatu bentuk akomodasi yang prosesnya dilaksanakan karena adanya

  Bentuk-bentuk Akomodasi: 1.

c. Asimilasi (Assimilation)

  Gangguan dari golongan yang berkuasa terhadap minoritas lain apabila golongan 6. minoritas lain mengalami gangguan-gangguan dari golongan yang berkuasa

c. Amalgamasi Merupakan peleburan dua kelompok budaya yang kemudian melahirkan budaya baru.

  Biasanya dapat terjadi dengan sukarela maupun dengan pemaksaan

2. Proses Disosiatif

  Proses disosiatif sering disebut sebagai oppositional proccesses, yang persis halnya dengan kerjasama, dapat ditemukan pada setiap masyarakat, walaupun bentuk dan arahnya ditentukan oleh kebudayaan dan sistem sosial masyarakat bersangkutan.

  a. Persaingan (Competition)

  Persaingan atau competition dapat diartikan sebagai suatu proses sosial dimana individu atau kelompok manusia yang bersaing mencari keuntungan melalui bidang-bidang kehidupan yang pada suatu masa tertentu menjadi pusat perhatian umum (baik perseorangan maupun kelompok manusia) dengan cara menarik perhatian publik atau dengan mempertajam prasangka yang telah ada tanpa mempergunakan ancaman atau kekerasan.

  Persaingan mempunya dua tipe umum:

  Bersifat Pribadi: Individu, perorangan, bersaing dalam memperoleh kedudukan. Tipe 1. ini dinamakan rivalry.

  Bersifat Tidak Pribadi: Misalnya terjadi antara dua perusahaan besar yang bersaing 2. untuk mendapatkan monopoli di suatu wilayah tertentu.

  Bentuk-bentuk persaingan:

  Persaingan ekonomi: timbul karena terbatasnya persediaan dibandingkan dengan 1. jumlah konsumen

  Persaingan kebudayaan: dapat menyangkut persaingan bidang keagamaan, 2. pendidikan, dst.

  Persaingan kedudukan dan peranan: di dalam diri seseorang maupun di dalam 3. kelompok terdapat keinginan untuk diakui sebagai orang atau kelompok yang mempunyai kedudukan serta peranan terpandang.

  Persaingan ras: merupakan persaingan di bidang kebudayaan. Hal ini disebabkan krn 4. ciri-ciri badaniyah terlihat dibanding unsur-unsur kebudayaan lainnya.

  b. Kontraversi (Contravetion)

  Kontravensi pada hakikatnya merupakan suatu bentuk proses sosial yang berada antara persaingan dan pertentangan atau pertikaian. Bentuk kontraversi menurut Leo Von Wiese &

  Howard Becker ada 5:

  yang umum meliputi perbuatan seperti penolakan, keenganan, perlawanan, perbuatan 1. yang intensif, penghasutan, menyebarkan desas desus yang mengecewakan pihak lain 3. yang rahasia, mengumumkan rahasian orang, berkhianat.

  4. yang taktis, mengejutkan lawan, mengganggu dan membingungkan pihak lain.

  5. Contoh lain adalah memaksa pihak lain menyesuaikan diri dengan kekerasan, provokasi, intimidasi, dst. Menurut Leo von Wiese & Howard Becker ada 3 tipe umum kontravensi:

  Kontraversi generasi masyarakat: lazim terjadi terutama pada zaman yang sudah 1. mengalami perubahan yang sangat cepat Kontraversi seks: menyangkut hubungan suami dengan istri dalam keluarga.

  2. Kontraversi Parlementer: hubungan antara golongan mayoritas dengan golongan 3. minoritas dalam masyarakat.baik yang menyangkut hubungan mereka di dalam lembaga legislatif, keagamaan, pendidikan, dst.

c. Pertentangan (Pertikaian atau conflict)

  Pribadi maupun kelompok menyadari adanya perbedaan-perbedaan misalnya dalam ciri-ciri badaniyah, emosi, unsur-unsur kebudayaan, pola-pola perilaku, dan seterusnya dengan pihak lain. Ciri tersebut dapat mempertajam perbedaan yang ada hingga menjadi suatu pertentangan atau pertikaian.

  Sebab pertentangan adalah:

  Perbedaan antara individu 1. Perbedaan kebudayaan 2. perbedaan kepentingan 3. perubahan sosial.

  4. Pertentangan dapat pula menjadi sarana untuk mencapai keseimbangan antara kekuatan- kekuatan dalam masyarakat. Timbulnya pertentangan merupakan pertanda bahwa akomodasi yang sebelumnya telah tercapai.

  Pertentangan mempunyai beberapa bentuk khusus:

  Pertentangan pribadi 1. Pertentangan Rasial: dalam hal ini para pihak akan menyadari betapa adanya 2. perbedaan antara mereka yang menimbulkan pertentangan

  Pertentangan antara kelas-kelas sosial: disebabkan karena adanya perbedaan 3. kepentingan

  Pertentangan politik: menyangkut baik antara golongan-golongan dalam satu 4. masyarakat, maupun antara negara-negara yang berdaulat

  Pertentangan yang bersifat internasional: disebabkan perbedaan-perbedaan 5. kepentingan yang kemudian merembes ke kedaulatan negara

  Akibat-akibat bentuk pertentangan

  Tambahnya solidaritas in-group 1. Apabila pertentangan antara golongan-golongan terjadi dalam satu kelompok tertentu, 2. Baik persaingan maupun pertentangan merupakan bentuk-bentuk proses sosial disosiatif yang terdapat pada setiap masyarakat

  E. Salah satu contoh kelompok sosial yang kami temui Kelompok sosial yang kami jadikan contoh yaitu kelompok buruh tani di desa Ringinanyar.

  Kelompok tersebut termasuk kelompok asosiatif karena mereka membentuk kelompok untuk mencapai suatu tujuan yang sama yaitu memakmurkan usaha pertanian mereka (kooperatif) Faktor-faktor yang mendorong adanya kelompok sosial dikalangan buruh tani adalah sebagai berikut :

  Para petani memiliki tujuan yang sama untuk meningkatkan hasil panennya 1. Masalah yang mereka hadapi cenderung sama yaitu mengenai hama tanaman dan 2. penyakit-penyakit yang mewabang di tanaman mereka

  Mereka berusaha untuk menjalin relasi untuk mengembangkan pendistribusian hasil 3. panennya ke daerah lokal maupun nasional

  Untuk menjalin silaturahmi dan kekeluargaan diantara buruh tani dan untuk bertukar 4. pengalaman diantara mereka mengenai masalah-masalah pertanian

  Mereka mempunyai perasaan senasip dan seperjuangan 5. Untuk musyawarah bersama mengenai inovasi-inovasi terbaru seputar pertanian 6.

  Faktor yang menghambat adanya kelompok sosial dikalangan buruh tani adalah sebagai berikut: Sikap tertutup yang dimiliki oleh para petani terhadap dunia luar 1. Timbulnya persaingan diantara para petani yang akhirnya dapat menjadikan hambatan 2. adanya kelompok sosial

  Kurangnya kesadaran diantara para petani mengenai pentingnya musyawarah bersama 3. sehingga ketika ada acara musyawarah seringkali anggota buruh tani tersebut banyak yang tidak hadir

  Masalah-masalah yang terjadi diantara individu biasanya terbawa dalam kelompok ini 4. sehingga sering menimbulkan konflik sosial dalam kelompok

  Banyak masalah-masalah dalam musyawarah kelompok yang dipendam sehingga 5. terbawa sampai keluar vorum musyawarah dan menimbulkan konflik terpendam yang bisa merembet ke masalah besar karena gisip.

  F. Dampak yang terjadi dari proses sosial pada kelompok sosial yang ditemui (dampak amalgamasi,asimilasi atau konflik)

1. Amalgamasi

  Dengan adanya penyatuan kelompok buruh tani yang terjadi di desa ringinanyar menimbulkan kebudayaan masyarakat baru, yaitu masyarakat yang lebih peduli terhadap inovasi-inovasi baru yang mendorong majunya pertanian mereka sehingga memungkinkan terpecahnya berbagai masalah pertanian seperti: hama dan penyakit tanaman melalui obat- obat kimia modern yang dapat meningkatkan hasil panen mereka. Jadi perbedaan kebudayaan di desa ringinanyar yang terjadi akibat heterogennya daerah asal penduduk, menimbulkan

  2. Asimilasi

  Dari kelompok buruh tani di desa ringinanyar ini yang beranggotakan masyarakat dari berbagai daerah di indonesia dengan kebudayaan dan kebiasaan yang berbeda-beda, mereka berusaha untuk mengurangi perbedaan dengan saling toleransi dan menghormati sehingga terbentuklah suatu kelompok sosial yang dinamis. Demi tercapainya tujuan bersama, yaitu memajukan pertanian di desa mereka.

  3. Konflik

  Tidak jarang kelompok sosial buruh tani di desa ringinanyar ini mengalami suatu konflik baik yang bersifat individual maupun kelompok. Konflik yang bersifat individu biasanya terjadi karena adanya perselisihan personal diantara mereka. Sebagai contoh yaitu perebutan pengairan diladang sawah mereka yang biasanya terjadi di musim kemarau, masalah ini biasanya dapat menimbulkan konflik diantara petani yang juga dapat terbawa di dalam kelompok sosial mereka. Di dalam kelompok biasanya mereka saling menjatuhkan dan mencari kawan dalam kelompok yang bisa mengakibatkan konflik yang lebih besar yaitu konflik kelompok di dalam kelompok sosial mereka. Itulah dampak negativ yang bisa timbul dari adanya kelompok sosial.

G. Kelompok sosial yang mengalami proses asosiatif dan disosiatif

  1. Asosiatif (kerjasama)

  Kelompok sosial ibu-ibu PKK dalam kelompok sosial ini terjadi proses asosiatif atau kerjasama, hal itu dapat dilihat dari program-program yang dibuat oleh ibu-ibu PKK seperti membuat resep masakan baru, mengumpulkan dana untuk menyantuni anak-anak yatim/fakir miskin/panti jompo. Dalam kegiatan ini sudah bisa kita lihat kerjasama diantara mereka untuk mencapai tujuan bersama. Kelompok sosial ibu-ibu PKK ini biasanya anggotanya terbentuk dari berbagai kalangan yang mempunyai kebudayaan yang berbeda-beda, namun di dalam kelompok sosial ini perbedaan tersebut berusaha disatukan agar tidak terjadi perselisihan diantara mereka demi tercapainya tujuan bersama.

  2. Disosiatif (perpecahan)

  Salah satu contoh kelompok sosial yang bersifat disosiatif yaitu GAM (gerakan aceh merdeka). Dalam kelompok sosial ini mereka menginginkan perpecahan dengan bangsa indonesia dan menginginkan membentuk negara baru. Dalam kelompok ini berdampak pada terjadinya konflik antara anggota GAM dan masyarakat Indonesia. Sebab masyarakat Indonesia menginginkan keutuhan NKRI sementara GAM menginginkan kemerdekaannya. Inilah yang menyebabkan kerusuhan dan menimbulkan pertumpahan darah diantara kedua belah pihak. Perpecahan yang terjadi dalam kasus ini yaitu para anggota GAM yang pecah dan tidak merasa lagi menjadi angota dari NKRI.

  Yang Termasuk Interaksi Sosial

  Menurut Soerjono Soekanto, interaksi sosial terjadi karena terpenuhinya dua syarat, yaitu:

  • Bersifat positif jika menghasilkan kerja sama dan bersifat negatif jika menghasilkan pertikaian.
  • Bersifat primer jika pelaku interaksi bertemu muka langsung. Bersifat sekunder jika melalui suatu perantara.

b. Komunikasi

  Komunikasi memuat komponen-komponen sebagai berikut:

  • Komunikator : penyampai pesan
  • Komunikan : penerima pesan
  • Pesan : segala sesuatu yang disampaikan komunikator
  • Media : sarana untuk menyampaikan pesan
  • Efek : perubahan yang terjadi pada komunikan setelah mendapat pesan dari komunikator

  Jenis Interaksi Sosial

  1. Interaksi antarindividu

  2. Interaksi individu-kelompok

  3. Interaksi antarkelompok Jika interaksi sosial terjadi berulang dengan pola yang sama dan bertahan dalam waktu tertentu, maka akan mewujudkan hubungan sosial. Hubungan sosial tersebut dapat menimbulkan terjadinya bentuk kerja sama atau dapat juga berbentuk pertentangan/pertikaian.

  

PROSES SOSIAL DAN INTERAKSI SOSIAL

  Pengantar Proses sosial adalah cara-cara berhubungan yang dilihat apabila orang-perorangan dan kelompok-kelompok sosial saling bertemu dan menentukan sistem serta bentu-bentuk hubungan tersebut atau apa yang akan terjadi apabila ada perubahan-perubahan yang menyebabkan goyahnya pola-pola kehidupan yang terlah ada. Proses sosial dapat diartikan sebagai pengaruh timbal-balik antara pelbagai segi kehidupan bersama, misalnya pengaruh- mempengaruhi antara sosial dengan politik, politik dengan ekonomi, ekonomi dengan hukum, dst. Interaksi sosial merupakan kunci dari semua kehidupan sosial, karena tanpa interaksi sosial tak akan mungkin ada kehidupan bersama.

  Interaksi Sosial sebagai Faktor Utama dalam Kehidupan Sosial Bentuk umum proses sosial adalah interaksi sosial(yang juga dapat dinamakan sebagai proses sosial) karena interasi sosial merupakan syarat utama terjadinya aktivitas-aktivitas sosial. Interaksi sosial merupakan hubungan-hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan antara orang-orang perorangan, antara kelompok-kelompok manusia, maupun antara orang perorangan dengan kelompok manusia. Interaksi sosial antara kelompok- kelompok manusia terjadi anatara kelompo tersebut sebagai suatu kesatuan dan biasanya tidak menyangkut pribadi anggota-anggotanya Interaksi sosial antara kelompok-kelompok manusia terjadi pula di dalam masyarakat.

  Interaksi tersebut lebih mencolok ketika terjadi benturan antara kepentingan perorangan dengan kepentingan kelompok. Interaksi sosial hanya berlangsung antara pihak-pihak apabila terjadi reaksi terhadap dua belah pihak. Interaksi sosial tak akan mungkin teradi apabila manusia mengadakan hubungan yang langsung dengan sesuatu yang sama sekali tidak berpengaruh terhadap sistem syarafnya, sebagai akibat hubungan termaksud.

  Salah satu segi positifnya adalah bahwa imitasi dapat mendorong seseorang untuk mematuhi kaidah-kaidah dan nilai-nilai yang berlaku Sugesti Faktor sugesti berlangsung apabila seseorang memberi suatu pandangan atau suatu sikap yang berasal dari dirinya yang kemudian diterima oleh pihak lain. Identifikasi Identifikasi sebenarnya merupakan kecenderungan atau keinginan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan pihak lain. Identifikasi sifatnya lebih mendalam daripada imitasi, karena kepribadian seseorang dapat terbentuk atas dasar proses ini. Proses simpati Sebenarnya merupakan suatu proses dimana seseorang merasa tertarik pada pihak lain. Di dalam proses ini perasaan memegang peranan yang sangat penting, walaupun dorongan utama pada simpati adalah keinginan untuk memahami pihak lain dan untuk bekerja sama dengannya.

  Syarat-syarat Terjadinya Interaksi Sosial Interaksi sosial merupakan hubungan sosial yang dinamis, menyangkut hubungan antara individu, antara kelompok maupun antara individu dengan kelompok.

  Dua Syarat terjadinya interaksi sosial : Adanya kontak sosial (social contact), yang dapat berlangsung dalam tiga bentuk.Yaitu antarindividu, antarindividu dengan kelompok, antarelompok. Selain itu, suatu kontak dapat pula bersifat langsung maupun tidak langsung. Adanya Komunikasi, yaitu seseorang memberi arti pada perilaku orang lain, perasaan- perassaan apa yang ingin disampaikan orang tersebut. Orang yang bersangkutan kemudian memberi reaksi terhadap perasaan yang ingin disampaikan oleh orang tersebut.

  Kata kontak berasal dari bahasa Latin con atau cum (artinya bersama-sama) dan tango (yang artinya menyentuh). Arti secara hanafiah adalah bersama-sama menyentuh. Secara fisik, kontak baru terjadi apabila terjadinya hubungan badaniah. Sebagai gejala seosial itu tidak perlu berarti suatu hubungan badaniah, karena dewasa ini dengan adanya perkembangan

  Kontak sosial dapat terjadi dalam 3 bentuk : Adanya orang perorangan Kontak sosial ini adalah apabila anak kecil mempelajari kebuasaan dalam keluarganya.

  Proses demikian terjadi melalui sosialisasi, yaitu suatu proses dimana anggota masyarakat yang baru mempelajari norma-norma dan nilai-nilai masyarakat dimana dia menjadi anggota. ada orang perorangan dengan suatu kelompok manusia atau sebaliknya kontak sosial ini misalnya adalah seseorang merasakan bahwa tindakan-tindakannya berlawanan dengan norma-norma masyarakat atau apabila suatu partai politik memkasa anggota-anggotanya menyesuaikan diri dengan ideologi dan programnya. Antara suatu kelompok manusia dengan kelompok manusia lainnya. Umpamanya adalah dua partai politik mengadakan kerja sama untuk mengalahkan parpol yang ketiga di pemilihan umum.

  Terjadinya suatu kontak tidaklah semata-mata tergantung dari tindakan, tetapi juga tanggapan terhadap tindakan tersebut. Kontak sosial yang bersifat positif mengarah pada suatu kerja sama, sengangkan yang bersifat negatif mengarah pada suatu pertentangan atau bahkan sama seali tidak menghasilkan suatu interaksi sosial.

  Suatu kontak dapat bersifat primer atau sekunder. Kontak perimer terjadi apabila yang mengadakan hubungan langsung bertemu dan berhadapan muka. Kontak sekunder memerlukan suatu perantara. Sekunder dapat dilakukan secara langsung. Hubungan- hubungan yang sekunder tersebut dapat dilakukan melalui alat-alat telepon, telegraf, radio, dst. Arti terpenting komunikasi adalah bahwa seseorang memberikan tafsiran pada perilaku orang lain (yang berwujud pembicaraan, gera-gerak badaniah atau sikap), perasaan-perasaan apa yang ingin disampaikan oleh orang tersebut. Orang yang bersangkutan kemudian memberikan reaksi terhadap perasaan yang ingin disampaikan oleh orang lain tersebut. Dengan adanya komunikasi tersebut, sikap-sikap dan perasaan suatu kelompok manusia atau perseorangan dapat diketahui oleh kelompok lain atau orang lainnya. Hal itu kemudian merupakan bahan untuk menentukan reaksi apa yang dilakukannya. dengan ketidakmampuan untuk mengadakan interaksi sosial dengan pihak-pihak lain. Kehidupan terasing dapat disebaban karena secara badaniah seseorang sama sekali diasingkan dari hubungan dengan orang-orang lainnua. Padahal perkembangan jiwa seseorag banyak ditentuan oleh pergaulannya dengan orang lain.

  Terasingnya seseorang dapat pula disebabkan oleh karena cacat pada salat satu indrany. Dari beberapa hasil penelitian, ternyata bahwa kepribadian orang-orang mengalami banyak penderitaan akibat kehidupan yang terasing karena cacat indra itu. Orang-orang cacat tersebut akan mengalami perasaan rendah diri, karena kemungkinan-kemungkinan untuk mengembangkan kepribadiannya seolah-olah terhalang dan bahkan sering kali tertutup sama sekali.

  Pada masyarakat berkasta, dimana gerak sosial vertikal hampir tak terjadi, terasingnya seseorang dari kasta tertentu (biasanya warga kasta rendahan), apabila berada di kalangan kasta lainnya (kasta yang tertinggi), dapat pula terjadi. Bentuk-bentu Interaksi Sosial Bentuk-bentuk interaksi sosial dapat berupa kerja sama (cooperation), persaingan (competition), dan bahkan dapat juga berbentuk pertentangan atau pertikaian (conflict). Pertikaian mungkin akan mendapatkan suatu penyelesaian, namun penyelesaian tersebut hanya akan dapat diterima untuk sementara waktu, yang dinamakan akomodasi. Ini berarti kedua belah pihak belum tentu puas sepenunya. Suatu keadaan dapat dianggap sebagai bentuk keempat dari interaksi sosial. Keempat bentuk poko dari interaksi sosial tersebut tidak perlu merupakan suatu kontinuitas, di dalam arti bahwa interaksi itu dimulai dengan kerja sama yang kemudian menjadi persaingan serta memuncak menjadi pertikaian untuk akhirnya sampai pada akomodasi. Gillin dan Gillin mengadakan penggolongan yang lebih luas lagi. Menurut mereka, ada dua macam proses sosial yang timbul sebagai akibat adanya interaksi sosial : Proses-proses yang Asosiatif Kerja Sama (Cooperation) tersebut di kemudian hari mempunyai manfaat bagi semua. Juga harus ada iklim yang menyenangkan dalam pembagian kerja serta balas jasa yang akan diterima. Dalam perkembangan selanjutnya, keahlian-keahlian tertentu diperlukan bagi mereka yang bekerja sama supaya rencana kerja samanya dapat terlaksana dengan baik.

  Kerja sama timbul karena orientasi orang-perorangan terhadap kelompoknya (yaitu in-group- nya) dan kelompok lainya (yang merupakan out-group-nya). Kerja sama akan bertambah kuat jika ada hal-hal yang menyinggung anggota/perorangan lainnya. Fungsi Kerjasama digambarkan oleh Charles H.Cooley ”kerjasama timbul apabila orang menyadari bahwa mereka mempunyai kepentingan-kepentingan yang sama dan pada saat yang bersamaan mempunyai cukup pengetahuan dan pengendalian terhadap diri sendiri untuk memenuhi kepentingan-kepentingan tersebut; kesadaran akan adanya kepentingan- kepentingan yang sama dan adanya organisasi merupakan fakta-fakta penting dalam kerjasama yang berguna” Dalam teori-teori sosiologi dapat dijumpai beberapa bentuk kerjasama yang biasa diberi nama kerja sama (cooperation). Kerjasama tersebut lebih lanjut dibedakan lagi dengan : Kerjasama Spontan (Spontaneous Cooperation) : Kerjasama yang sertamerta Kerjasama Langsung (Directed Cooperation) : Kerjasama yang merupakan hasil perintah atasan atau penguasa Kerjasama Kontrak (Contractual Cooperation) : Kerjasama atas dasar tertentu Kerjasama Tradisional (Traditional Cooperation) : Kerjasama sebagai bagian atau unsur dari sistem sosial.

  Ada 5 bentuk kerjasama : Kerukunan yang mencakup gotong-royong dan tolong menolong Bargaining, Yaitu pelaksana perjanjian mengenai pertukaran barang-barang dan jasa-jasa antara 2 organisasi atau lebih Kooptasi (cooptation), yakni suatu proses penerimaan unsur-unsur baru dalam kepemimpinan atau pelaksanaan politik dalam suatu organisasi sebagai salah satu cara untuk menghindari terjadinya kegoncangan dalam stabilitas organisasi yang bersangkutan Koalisi (coalition), yakni kombinasi antara dua organisasi atau lebih yang mempunyai tujuan- tujuan yang sama. Koalisi dapat menghasilkan keadaan yang tidak stabil untuk sementara waktu karena dua organisasi atau lebih tersebut kemungkinan mempunyai struktut yang tidak pengeboran minyak, pertambangan batubara, perfilman, perhotelan, dst. Akomodasi (Accomodation) Pengertian Istilah Akomodasi dipergunakan dalam dua arti : menujukk pada suatu keadaan dan yntuk menujuk pada suatu proses. Akomodasi menunjuk pada keadaan, adanya suatu keseimbangan dalam interaksi antara orang-perorangan atau kelompok-kelompok manusia dalam kaitannya dengan norma-norma sosial dan nilai-nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat. Sebagai suatu proses akomodasi menunjuk pada usaha-usaha manusia untuk meredakan suatu pertentangan yaitu usaha-usaha manusia untuk mencapai kestabilan.

  Menurut Gillin dan Gillin, akomodasi adalah suatu perngertian yang digunakan oleh para sosiolog untuk menggambarkan suatu proses dalam hubungan-hubungan sosial yang sama artinya dengan adaptasi dalam biologi. Maksudnya, sebagai suatu proses dimana orang atau kelompok manusia yang mulanya saling bertentangan, mengadakan penyesuaian diri untuk mengatasi ketegangan-ketegangan. Akomodasi merupakan suatu cara untuk menyelesaikan pertentangan tanpa menghancurkan pihak lawan sehingga lawan tidak kehilangan kepribadiannya. Tujuan Akomodasi dapat berbeda-beda sesuai dengan situasi yang dihadapinya, yaitu : Untuk mengurangi pertentangan antara orang atau kelompok manusia sebagai akibat perbedaan paham Mencegah meledaknya suatu pertentangan untuk sementara waktu atau secara temporer Memungkinkan terjadinya kerjasama antara kelompok sosial yang hidupnya terpisah akibat faktor-faktor sosial psikologis dan kebudayaan, seperti yang dijumpai pada masyarakat yang mengenal sistem berkasta. mengusahakan peleburan antara kelompok sosial yang terpisah. Bentuk-bentuk Akomodasi Corecion, suatu bentuk akomodasi yang prosesnya dilaksanakan karena adanya paksaan Compromise, bentuk akomodasi dimana pihak-pihak yang terlibat saling mengurangi tuntutannya agar tercapai suatu penyelesaian terhadap perselisihan yang ada. Arbitration, Suatu cara untuk mencapai compromise apabila pihak-pihak yang berhadapan

  Toleration, merupakan bentuk akomodasi tanpa persetujuan yang formal bentuknya. Stalemate, suatu akomodasi dimana pihak-pihak yang bertentangan karena mempunyai kekuatan yang seimbang berhenti pada satu titik tertentu dalam melakukan pertentangannya.

  Adjudication, Penyelesaian perkara atau sengketa di pengadilan Hasil-hasil Akomodasi Akomodasi dan Intergrasi Masyarakat Akomodasi dan intergrasi masyarakat telah berbuat banyak untuk menghindarkan masyarakat dari benih-benih pertentangan laten yang akan melahirkan pertentangan baru. Menekankan Oposisi Sering kali suatu persaingan dilaksanakan demi keuntungan suatu kelompok tertentu dan kerugian bagi pihak lain Koordinasi berbagai kepribadian yang berbeda Perubahan lembaga kemasyarakatan agar sesuai dengan keadaan baru atau keadaan yang berubah Perubahan-perubahan dalam kedudukan Akomodasi membuka jalan ke arah asimilasi Dengan adanya proses asimilasi, para pihak lebih saling mengenal dan dengan timbulnya benih-benih toleransi mereka lebih mudah untuk saling mendekati.

  Asimilasi (Assimilation) Asimilasi merupakan proses sosial dalam taraf lanjut. Ia ditandai dengan adanya usaha-usaha mengurangi perbedaan-perbedaan yang terdapat antara orang-perorangan atau kelompok- kelompok manusia dan juga meliputi usaha-usaha untuk mempertinggi kesatuan tindak, sikap, dan proses-proses mental dengan memerhatikan kepentingan dan tujuan bersama.

  Proses Asimilasi timbul bila ada : Kelompok-kelompok manusia yang berbeda kebudayaannya orang-perorangan sebagai warga kelompok tadi saling bergaul secara langsung dan intensif untuk waktu yang lama sehingga kebudayaan-kebudayaan dari kelompok-kelompok manusia tersebut masing-masing berubah asimilatif) bila memilii syarat-syarat berikut ini Interaksi sosial tersebut bersifat suatu pendekatan terhadap pihak lain, dimana pihak yang lain tadi juga berlaku sama interaksi sosial tersebut tidak mengalami halangan-halangan atau pembatasan-pembatasan Interaksi sosial tersebut bersifat langsung dan primer Frekuaensi interaksi sosial tinggi dan tetap, serta ada keseimbangan antara pola-pola tersebut.

  Artinya, stimulan dan tanggapan-tanggapan dari pihak-pihak yang mengadakan asimilasi harus sering dilakukan dan suatu keseimbangan tertentu harus dicapai dan dikembangankan.

  Faktor-faktor yang dapat mempermudah terjadinya suatu asimilasi adalah : Toleransi kesempatan-kesempatan yang seimbang di bidang ekonomi sikap menghargai orang asing dan kebudayaannya sikap tebuka dari golongan yang berkuasa dalam masyarakat persamaan dalam unsur-unsur kebudayaan perkawinan campuran (amaigamation) adanya musuh bersama dari luar Faktor umum penghalangan terjadinya asimilasi Terisolasinya kehidupan suatu golongan tertentu dalam masyarakat kurangnya pengetahuan mengenai kebudayaan yang dihadapi dan sehubungan dengan itu seringkali menimbulkan faktor ketiga perasaan takut terhadap kekuatan suatu kebudayaan yang dihadapi perasaan bahwa suatu kebudayaan golongan atau kelompok tertentu lebih tinggi daripada kebudayaan golongan atau kelompok lainnya.

  Dalam batas-batas tertentu, perbedaan warna kulit atau perbedaan ciri-ciri badaniah dapat pula menjadi salah satu penghalang terjadinya asimilasi In-Group-Feeling yang kuat menjadi penghalang berlangsungnya asimilasi. In Group Feeling berarti adanya suatu perasaan yang kuat sekali bahwa individu terikat pada kelompok dan kebudayaan kelompok yang bersangkutan. Gangguan dari golongan yang berkuasa terhadap minoritas lain apabila golongan minoritas lain mengalami gangguan-gangguan dari golongan yang berkuasa faktor perbedaan kepentingan yang kemudian ditambah dengan pertentangan-pertentangan pribadi. penting dan menonjol. Proses Disosiatif Proses disosiatif sering disebut sebagai oppositional proccesses, yang persis halnya dengan kerjasama, dapat ditemukan pada setiap masyarakat, walaupun bentuk dan arahnya ditentukan oleh kebudayaan dan sistem sosial masyarakat bersangkutan. Oposisi dapat diartikan sebagai cara berjuang melawan seseorang atau sekelompok manusia untuk mencapai tujuan tertentu. Pola-pola oposisi tersebut dinamakan juga sebagai perjuangan untuk tetap hidup (struggle for existence). Untuk kepentingan analisis ilmu pengetahan, oposisi proses-proses yang disosiatif dibedkan dalam tiga bentuk, yaitu : Persaingan (Competition) Persaingan atau competition dapat diartikan sebagai suatu proses sosial dimana individu atau kelompok manusia yang bersaing mencari keuntungan melalui bidang-bidang kehidupan yang pada suatu masa tertentu menjadi pusat perhatian umum (baik perseorangan maupun kelompok manusia) dengan cara menarik perhatian publik atau dengan mempertajam prasangka yang telah ada tanpa mempergunakan ancaman atau kekerasan. Persaingan mempunya dua tipe umum : Bersifat Pribadi : Individu, perorangan, bersaing dalam memperoleh kedudukan. Tipe ini dinamakan rivalry. Bersifat Tidak Pribadi : Misalnya terjadi antara dua perusahaan besar yang bersaing untuk mendapatkan monopoli di suatu wilayah tertentu.

  Bentuk-bentuk persaingan : Persaingan ekonomi : timbul karena terbatasnya persediaan dibandingkan dengan jumlah konsumen Persaingan kebudayaan : dapat menyangkut persaingan bidang keagamaan, pendidikan, dst. Persaingan kedudukan dan peranan : di dalam diri seseorang maupun di dalam kelompok terdapat keinginan untuk diakui sebagai orang atau kelompok yang mempunyai kedudukan serta peranan terpandang.

  Persaingan dalam batas-batas tertentu dapat mempunyai beberapa fungsi : Menyalrkan keinginan individu atau kelompok yang bersifat kompetitif Sebagai jalan dimana keinginan, kepentingan serta nilai-nilai yang pada suatu masa medapat pusat perhatian, tersalurkan dengan baik oleh mereka yang bersaing.

  Sebagai alat untuk mengadakan seleksi atas dasar seks dan sosial. Persaingan berfungsi untuk mendudukan individu pada kedudukan serta peranan yang sesuai dengan kemampuannya. Sebagai alat menyaring para warga golongan karya (”fungsional”) Hasil suatu persaingan terkait erat dengan pelbagai faktor berikut ini ” Kerpibadian seseorang Kemajuan : Persaingan akan mendorong seseorang untuk bekerja keras dan memberikan sahamnya untuk pembangunan masyarakat. Solidaritas kelompok : Persaingan yang jujur akan menyebabkan para individu akan saling menyesuaikan diri dalam hubungan-hubungan sosialnya hingga tercapai keserasian. Disorganisasi : Perubahan yang terjadi terlalu cepat dalam masyarakat akan mengakibatkan disorganisasi pada struktur sosial.

  Kontraversi (Contravetion) Kontravensi pada hakikatnya merupakan suatu bentuk proses sosial yang berada antara persaingan dan pertentangan atau pertikaian. Bentuk kontraversi menurut Leo von Wiese dan Howard Becker ada 5 : yang umum meliputi perbuatan seperti penolakan, keenganan, perlawanan, perbuatan menghalang-halangi, protes, gangguang-gangguan, kekerasan, pengacauan rencana yang sederhana seperti menyangkal pernyataan orang lain di muka umum, memaki-maki melalui surat selebaran, mencerca, memfitnah, melemparkan beban pembuktian pada pihak lain, dst. yang intensif, penghasutan, menyebarkan desas desus yang mengecewakan pihak lain yang rahasia, mengumumkan rahasian orang, berkhianat. yang taktis, mengejutkan lawan, mengganggu dan membingungkan pihak lain. Contoh lain adalah memaksa pihak lain menyesuaikan diri dengan kekerasan, provokasi, intimidasi, dst.

  Kontraversi seks : menyangkut hubungan suami dengan istri dalam keluarga. Kontraversi Parlementer : hubungan antara golongan mayoritas dengan golongan minoritas dalam masyarakat.baik yang menyangkut hubungan mereka di dalam lembaga legislatif, keagamaan, pendidikan, dst.

  Tipe Kontravensi : Kontravensi antarmasyarakat setempat, mempunyai dua bentuk : Kontavensi antarmasyarakat setempat yang berlainan (intracommunity struggle) Kontravensi antar golongan-golongan dalam satu masyarakat setempat (intercommunity struggle) Antagonisme keagamaan Kontravensi Intelektual : sikap meninggikan diri dari mereka yang mempunyai latar belakang pendidikan yang tinggi atau sebaliknya Oposisi moral : erat hubungannya dengan kebudayaan.

  Pertentangan (Pertikaian atau conflict) Pribadi maupun kelompok menydari adanya perbedaan-perbedaan misalnya dalam ciri-ciri badaniyah, emosi, unsur-unsur kebudayaan, pola-pola perilaku, dan seterusnya dengan pihak lain. Ciri tersebut dapat mempertajam perbedaan yang ada hingga menjadi suatu pertentangan atau pertikaian.

  Sebab musabab pertentangan adalah : Perbedaan antara individu Perbedaan kebudayaan perbedaan kepentingan perubahan sosial.

  Pertentangan dapat pula menjadi sarana untuk mencapai keseimbangan antara kekuatan- kekuatan dalam masyarakat. Timbulnya pertentangan merupakan pertanda bahwa akomodasi yang sebelumnya telah tercapai. Pertentangan mempunyai beberapa bentuk khusus: Pertentangan pribadi Pertentangan Rasial : dalam hal ini para pihak akan menyadari betapa adanya perbedaan antara mereka yang menimbulkan pertentangan Pertentangan antara kelas-kelas sosial : disebabkan karena adanya perbedaan kepentingan kemudian merembes ke kedaulatan negara Akibat-akibat bentuk pertentangan Tambahnya solidaritas in-group Apabila pertentangan antara golongan-golongan terjadi dalam satu kelompok tertentu, akibatnya adalah sebaliknya, yaitu goyah dan retaknya persatuan kelompok tersebut. Perubahan kepribadian para individu Hancurnya harta benda dan jatuhnya korban manusia Akomodasi, dominasi, dan takluknya salah satu pihak Baik persaingan maupun pertentangan merupakan bentuk-bentuk proses sosial disosiatif yang terdapat pada setiap masyarakat.

  Interaksi sosial Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Interaksi sosial merupakan suatu fondasi dari hubungan yang berupa tindakan yang berdasarkansosial itu sendiri dapat berlangsung dengan baik

jika aturan - aturan dan nilai – nilai yang ada dapat dilakukan dengan baik. Jika tidak adanya

kesadaran atas pribadi masing – masing, maka proses sosial itu sendiri tidak dapat berjalan

sesuai dengan yang kita harapkan. Di dalam kehidupan sehari – hari tentunya manusia tidak dapat lepas dari hubungan antara satu

dengan yang lainnya, ia akan selalu perlu untuk mencari individu ataupun kelompok lain untuk

dapat berinteraksi ataupun bertukar pikiran. Menurutdi dalam

pengantar sosiologi, interaksi sosial merupakan kunci rotasi semua kehidupan sosial. Dengan

tidak adanyaantar satu sama lain maka tidak mungkin ada kehidupan bersama. Jika hanya fisik yang saling berhadapan antara satu sama lain, tidak dapat menghasilkan suatu bentuk kelompok sosial yang dapat saling berinteraksi. Maka dari itu dapat

disebutkan bahwamerupakan dasar dari suatu bentuk proses sosial karena tanpa

adanyasosial, maka kegiatan–kegiatan antar satu individu dengan yang lain tidak dapat disebut interaksi.

  Daftar isi

  ï‚· o

  

   o

   

   

   

  ï‚· o

  

   o o

  

   o

   o o

  

  

  ï‚· ï‚·

  

  ï‚· Syarat interaksi sosial

Menurut Soerjono Soekanto, interaksi sosial tidak mungkin terjadi tanpa adanya dua syarat,

yaitu kontak sosial dan komunikasi.

  Kontak Sosial Kata “kontak” con atau cum yang artinya bersama-

sama dan tangere yang artinya menyentuh. Jadi, kontak berarti bersama-sama menyentuh.

  

Dalam pengertian sosiologi, kontak sosial tidak selalu terjadi melalui interaksi atau hubungan

fisik, sebab orang bisa melakukan kontak sosial dengan pihak lain tanpa menyentuhnya,

  

2. Kontak sosial dapat bersifat primer atau sekunder. Kontak sosial primer terjadi apabila

para peserta interaksi bertemu muka secara langsung. Misalnya, kontak antara guru dan murid di dalam kelas, penjual dan pembeli di pasar tradisional, atau pertemuan ayah dan anak di meja makan. Sementara itu, kontak sekunder terjadi apabila interaksi berlangsung melalui suatu perantara. Misalnya, percakapan melalui telepon. Kontak

sekunder dapat dilakukan secara langsung dan tidak langsung. Kontak sekunder

langsung misalnya terjadi saat ketua RW mengundang ketua RT datang ke rumahnya melalui telepon. Sementara jika Ketua RW menyuruh sekretarisnya menyampaikan pesan kepada ketua RT agar datang ke rumahnya, yang terjadi adalah kontak sekunder tidak langsung.

  Komunikasi

Komunikasi merupakan syarat terjadinya interaksi sosial. Hal terpenting dalam komunikasi yaitu

adanya kegiatan saling menafsirkan perilaku (pembicaraan, gerakan-gerakan fisik, atau sikap) dan perasaan-perasaan yang disampaikan. Ada lima unsur pokok dalam komunikasi yaitu sebagai berikut.

  

1. Komunikator, yaitu orang yang menyampaikan pesan, perasaan, atau pikiran kepada

pihak lain.

  2. Komunikan, yaitu orang atau sekelompok orang yang dikirimi pesan, pikiran, atau perasaan.

  3. Pesan, yaitu sesuatu yang disampaikan oleh komunikator. Pesan dapat berupa informasi, instruksi, dan perasaan.

  

4. Media, yaitu alat untuk menyampaikan pesan. Media komunikasi dapat berupa lisan,

tulisan, gambar, dan film.

  

5. Efek, yaitu perubahan yang diharapkan terjadi pada komunikan, setelah mendapatkan

pesan dari komunikator.

  

Ada tiga tahap penting dalam proses komunikasi. Ketiga tahap tersebut adalah sebagai berikut:

Encoding Pada tahap ini, gagasan atau program yang akan dikomunikasikan diwujudkan dalam kalimat

atau gambar. Dalam tahap ini, komunikator harus memilih kata, istilah, kalimat, dan gambar yang

mudah dipahami oleh komunikan. Komunikator harus menghindari penggunaan kode-kode yang

membingungkan komunikan.

  Penyampaian

Pada tahap ini, istilah atau gagasan yang sudah diwujudkan dalam bentuk kalimat dan gambar

disampaikan. Penyampaian dapat berupa lisan, tulisan, dan gabungan dari keduanya.

  Decoding

Pada tahap ini dilakukan proses mencerna dan memahami kalimat serta gambar yang diterima

menurut pengalaman yang dimiliki.

   Faktor dasar terbentuknya interaksi sosial Proses interaksi sosial yang terjadi dalam masyarakat bersumber dari faktor imitasi, sugesti, simpati, motivasi, identifikasi dan empati.

  Imitasi

untuk melakukan tindakan maupun aksi seperti pandang ilmu sepertipada

pembelajaran terutama pada anak, maupun kemampuan manusia untuk berinteraksi secara sosial sampai dengan penurunan budaya pada generasi selanjutnya.

  Identifikasi

adalah pemberian tanda-tanda pada golongan barang-barang atau sesuatu. Hal ini

perlu, oleh karena tugas identifikasi ialah membedakan komponen-komponen yang satu dengan

yang lainnya, sehingga tidak menimbulkan kebingungan. Dengan identifikasi dapatlah suatu komponen itu dikenal dan diketahui masuk dalam golongan mana. Cara pemberian tanda pengenal pada komponen, barang atau bahan bermacam-macam antara lain dengan menggantungkan kartu pengenal, seperti halnya orang yang akan naik kapal terbang, tasnya akan diberi tanpa pengenal pemilik agar nanti mengenalinya mudah.

  Sugesti

yang diberikan seorang individu kepada individu

lain sehingga orang yang diberimenuruti atau melaksanakan tanpa berpikir kritis dan rasional.

  Motivasi

sehingga orang

yang diberibiasanya diberikan oleh orang yang memiliki status yang lebih tinggi dan berwibawa, misalnya dari seorang ayah kepada anak, seorang guru kepada siswa.

  Simpati

adalah ketertarikan seseorang kepada orang lain hingga mampu merasakan perasaan

orang lain tersebut. Contoh: membantu orang lain yang terkenatersebut.

  Empati akan tetapi tidak semata-mata perasaandengan relasi - relasi sosial

lainnya,menentukan struktur dari masyarakatnya yang dimana hubungan antar manusia dengan

relasi tersebut berdasarkan atas suatuyang dapat terjadi di antara keduanya.

  Hubungan antar manusia atau relasi – relasi sosial,suatu individu dengan sekumpulan

kelompokbaik dalam bentuk individu atau perorangan maupun dengan kelompok –

kelompok dan antar kelompok Sebelum terbentuk sebagai suatu bentuk konkrit,komunikasi atau hubungan yang sesuai dengan nilai – nilai sosial di dalam

suatutelah mengalami suatu proses terlebih dahulu yang dimana proses – proses

ini merupakan suatu bentuk dari proses sosial itu sendiri.

  Lainnya mengatakan bahwa Proses-proses sosial adalah cara-cara berhubungan yang dapat dilihat apabila orang-perorangan dan kelompok-kelompok manusia saling bertemu dan

menentukan sistem serta bentuk-bentuk hubungan tersebut, atau apa yang akan terjadi apabila

ada perubahan-perubahan yang menyebabkan goyahnya cara-cara hidup yang telah ada.

  

maupundipertahankan

sebagai suatu kesatuan dan menciptakan apa yang dinamakan sebagai suatu ini mempunyai lambang – lambang yang diberi arti dan menghasilkanKarena kelangsungan kesatuannya dengan jalanberdasarkan sistem komunikasinya masing-masing.

  Bibliografi

ISBN 83-240-0218-9 ï‚·

  Bacaan lanjutan The Nature of Social Action in Runciman, W.G. 'Weber: Selections in ï‚· Translation' Cambridge University Press, 1991.

  Bentuknya Pengertian Proses Sosial Asosiatif dan Disosiatif Beserta Bentuk-

  Proses sosial dapat kita bedakan menjadi dua bentuk, yaitu Kedua bentuk hubungan sosial tersebut merupakan materi pelajaran sosiologi yang akan

kita bahas secara lengkap pada pembahasan kali ini. Pembahasan kali ini kita akan mulai dengan mengenal terlebih dahulu pengertian dari hubungan asosiatif dan disosiatif, untuk itu kalian bisa simak langsung yang di bawah ini.

  Pengertian Proses Sosial Asosiatif Proses Sosial Asosiatif adalah hubungan postif yang terjadi dalam masyarakat. Proses ini bersifat membangun serta mempererat atau memperkuat hubungan jalinan solidaritas dalam kelompok masyarakat untuk menjadi satu kesatuan yang lebih erat.

  Artikel lain Bentuk-Bentuk Proses Sosial Asosiatif Proses sosial asosiatif sendiri memiliki bentuk-bentuk sebagai berikut : A).

  Kerja Sama, adalah suatu kegiatan yang dilakukan paling sedikit oleh dua individu untuk

mencapai tujuan bersama. Dalam kerja sama individu dengan individu lain akan saling mendukung

serta membantu dan membangun sinergi dalam mencapai tujuan bersama tersebut. Kerja sama sendiri memiliki beberapa bentuk sebagai berikut.

  B) .Kerukunan, merupakan salah satu bentuk dari kerja sama yang paling sederhana serta paling

mudah untuk kita wujudkan dalam kehidupan bermasyarakat.Contoh kerukunan antara lain gotong

royong untuk membangun masjid, jembatan, membantu korban bencana alam, dan sebagainya.

  C).

  Kooptasi, merupakan suatu proses penerimaan unsur-unsur baru dalam sebuah kepemimpinan

atau sebuah pelaksanaan politik suatu organisasi kelompok masyarakat guna mencegah terjadinya

guncangan ataupun perpecahan dalam organisasi tersebut.

  D).

  

Bergaining, merupakan suatu bentuk kerjasama yang dihasilkan dari tindakan tawar menawar

yang terjadi pada dua individu atau lebih untuk mencapai kesepakatan bersama. Contoh bergaining

sendiri biasa kita temukan dalam kehidupan sehari-hari seperti kegiatan tawar menawar yang terjadi E).

  

Koalisi (coalition), yaitu merupakan perpaduan antara dua kubu yang berbeda untuk mencapai

tujuan bersama. Contohnya koalisi antara dua partai politik untuk memenangkan tokoh yang dicalonkan dalam pemilihan kepala daerah.

  F). Join Venture, merupakan kerjasama antara beberapa pihak dalam waktu tertentu untuk menyelengggarakan usaha bersama. Biasanya kerja sama berakhir ketika tujuan bersama telah

tercapai atau selesai. Contoh kerja sama antara dua perusahaan untuk mengembang suatu proyek.

  G).

  

Akomodasi, sebagai keadaan akomodasi merupakan bentuk keseimbangan yang berkaitan

dengan norma sosial dan nilai sosial dalam interaksi antar individu atau kelompok. Sebagai proses

akomodasi dapat diartikan sebagi bentuk atau tindakan untuk meredakan suatu konflik atau permasalahan yang terjadi baik antar individu atau kelompok sehingga terwujud suatu kestabilan.

  Akomodasi sendiri memiliki bentuk-bentuk sebagai berikut.

  Koersi (coersion), merupakan salah satu bentuk akomodasi yang dilakukan ï‚·

dengan cara kekerasan atau paksaan baik secara fisik (langsung) maupun secara psikis

( tidak langsung).

  Contoh Koersi : ayah memukul adik ketika adik ketahuan mencuri uang di dompet ayah.

  Kompromi (compromize), dalam akomodasi ini pihak-pihak yang memiliki konflik ï‚· saling mengurangi tuntutan masing-masing agar permasalahan cepat teratasi.

  Contoh Kompromi : perjanjian yang dibuat pemerintah terhadap kelompok Gerakan Aceh Merdeka demi menjaga kestabilitasan keamanan di Aceh. tinggi artinya kedua belah pihak harus menerima keputusan dari pihak ketiga untuk menentukan pemecahan masalah.

  Contoh Arbitrasi : penyelesaian pertikaian yang terjadi antara golongan buruh dengan pemiliki perusahaan oleh Dinas tenaga kerja sebagai pihak ketiganya.

  Mediasi (mediation), yaitu penyelesaian masalah antara dua belah pihak yang ï‚·

dibantu pihak ketiga sebagai penengah. Pihak ketiga disini berposisi netral, artinya tidak

memihak satu pihak pun dalam penyelesaian masalah tersebut.

  

Contoh Mediasi : pemerintah Indonesia dibantu oleh pemerintah Firlandia dalam penyelesaian konflik

dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

  Konsiliasi (conciliation), yaitu upaya penyelesaian masalah dengan ï‚· mempertemukan keinginan dari kedua belah pihak yang berkonflik untuk mencapai tujuan bersama melalui lembaga-lembaga.

  Contoh Konsiliasi : konsultasi masalah tarif angkutan umum antara supir angkutan umum dingan dinas perhubungan.

  ï‚· antar individu atau kelompok yang bertikai sehingga masalah dapat dicegah sebelum terjadi. Contoh Toleransi : toleransi antar perbedaan kepercayaan agama yang terjadi di Indonesia.

  Toleransi, upaya akomodasi yang dilandasi kesadaran untuk saling menghormati

  Ajudikasi (adjudication), merupakan bentuk akomadasi yang dilakuakn melalui ï‚· pengadilan (meja hijau).

  Contoh Ajudikasi : Penyelesaian kasus sengketa tanah lewat meja hijau atau pengadilan.

  Stalemate, permasalahan yang terjadi pada konflik berhenti pada tingkatan ï‚· tertentu ketika pihak-pihak yang berkonflik tidak dapat maju ataupun mundur H).

  Akulturasi, merupakan proses penerimaan kebudayaan-kebudayaan lain ke dalam kebudayaan sendiri tanpa menghilangkan kepribadian asli ataupun ciri khas dari kebuyaan sendiri. I).

  Asimilasi, yaitu peleburan dua unsur kebudayaan atau lebih menjadi satu kebudayaan milik bersama. Asimilasi mengarah pada hilangnya perbedaan. J).

  

Amalgamasi, peleburan dua kelompok budaya atau lebih menjadi satu kelompok budaya baru.

Pengertian Hubungan Disosiatif

Hubungan disosiatif menjuru pada proses yang dapat mengakibatkan perpecahan dalam kelompok

masyarakat ( bersifat negatif).

  Bentuk-Bentuk Proses Sosial Disosiatif Persaingan atau kompetisi, suatu proses sosial yang dilakukan individu untuk ï‚· mencapai kemenangan secara kompetitif serta menghindari benturan fisik.

  

Contoh Persaingan atau kompetisi : persaingan antara Andi dan Tono untuk menjadi Rangking 1 di

kelas.

  Pertentangan / Perselisihan / Konflik, suatu proses sosial dimana individu atau ï‚·

kelompok melakukan ancaman atau benturan fisik berupa kekerasan untuk mencapai

tujuannya.

  

Contoh Pertentangan / Perselisihan / Konflik : Peristiwa Rengas dengklok merupakan pertentangan

golongan muda dengan golongan tua tentang waktu pelaksanaan proklamasi kemerdekaan Indonesia.

  Kontravensi, adalah usaha untuk menghalangi atau menggagalkan tercapainya ï‚·

tujuan dari individu lain dengan cara memfitnah, provokasi, atau melakukan intimidasi.

  Contoh kontravensi : usaha menjatuhkan nama baik salah satu capres agar masyarakat enggan memilihnya.

PROSES SOSIAL ASOSIATIF DAN DISASOSIATIF

A. PROSES ASOSIATIF

  Proses asosiatif adalah bentuk interaksi sosial yang dapat meningkatkan hubungan solidaritas antar individu. Proses asosiatif meliputi :

  

a. Kerjasama merupakan kemampuan bersama-sama baik seorang dengan

seseorang, seseorang dengan kelompok atau kelompok dengan kelompok lain dalam mencapai tujuan yang diharapkan dengan efektif dan efisien. Bentuk kerjasama antara lain :

  

1. Kerukunan, merupakan bentuk kerjasama yang didasari atas

keakraban, gotong royong saling menolong serta menjunjung tinggi hak asasi dan menghormati antar sesame manusia.

  

2. Tawar menawar, merupakan proses terjadinya kerjasama antara

individu atau individu dengan kelompok melalui negosiasi agar tercapainya kesepakatan.

  

3. Koptasi, merupakan bentuk kerjasama antara individu atau individu

dengan kelompok untuk menerima suksesi kepemimpinan dalam organisasi politik, perusahaan, kepemerintahan, sebagai cara untuk menghindari keguncangan stabilitas organisasi tersebut.

  

4. Koalisi, merupakan kerjasama yang berbentuk penggabungan antara

dua organisasi atau lebih dengan garis tujuan yang sama

5. Joint venture, merupakan bentuk kerjasama dan menangani perusahaan atau proyek tertentu.

b. Akomodasi dipergunakan dalam dua arti yaitu yang menunjuk pada suatu keadaan dan yang menunjuk pada suatu proses.

  Tujuan akomodasi :

  1. Mengurangi pertentangan

  2. Mencegah pertentangan untuk sementara 3. Memungkinkan terjadinya kerjasama.

  4. Mengusahakan peleburan antara kelompok sosial.

  Paksaan merupakan bentuk akomodasi yang prosesnya dilaksanakan karena adaya unsur paksaan dari yang kuat kepada yang lemah.

  2. Kompromi (Compromise) Kompromi merupaka bentuk akomodasi dimana pihak pihak yang terlibat saling mengurangi tuntutannya agar tercapai penyelesaian terhdap perselisihan yang ada.

  3. Penengah / Arbitrasi (arbitration) Adanya penengah atau pihak ketiga merupakan suatu cara untuk mencapai kompromi bila pihak-pihak yang berhadapan tidak sanggup mencapai penyelesaian. Pertentangan diselesaikan oleh pihak ketiga yang dipilih oleh kedua belah pihak yang bertentangan.

  4. Mediasi Mediasi menyerupai penengah. Pada mediasi hadimnya pihak ketiga hanya sebagai penasihat belaka. Tugas pihak ketiga adalah member nasihat agar para pihak yang bertikai menemukan penyelesaian untuk selanjutnya melakukan perdamaian.

  5. Konsilisasi Konsilisasi adalah suatu usaha mempertemukan keinginan-keinginan dari pihak pihak yang berselisih demi tercapainya suatu tujuan bersama.

  6. Kesabaran Kesabaran suatu bentuk akomodasi tanpa persetujuan yang resmi.

  Pada usaha ini pihak yang berselisih menyadari betapa berselisih itu tidak bermanfaat. Secara perlahan-laham perselisihan diharapka akan hilang atau setidak-tidaknya berkurang.

  7. Terperangkap Terperangkap merupakan bentuk akomodasi dimana dua pihak yang sedang berselisih yang mempunyai kekuatan seimbang berhenti pada suatu titik tertentu.

  8. Keputusan pengadilan.

  Keputusan pengadilan dilakukan karena kedua belah pihak sudah tidak

dapat menyelesaikan atau mengalami kesulitan mencari jalan damai.

  Proses asimiliasi bisa terbentuk/terjadi apabila

  1. Perbedaan kebudayaan kelompok-kelompok manusia

  2. Terjadi pergaulan secara langsung dan intensif

  3. Ada perubahan kebudayaan dari kelompok-kelompok manusia dan saling menyesuaikan diri.

  Faktor faktor yang mempengaruhi asmilasi antar lain :

  1. Toleransi

  2. Sikap menghargai orang asing

  3. Sikap terbuka yang dimiliki para pemimpin

  4. Persamaan unsure-unsur kebudayaan

  5. Kesempatan-kesempatan yang seimbang di bidang ekonomi

B. PROSES DISOSIATIF

   Proses disosiatif adalah bentuk interaksi sosial yag dapat merenggangkan hubungan solidaritas antar individu.

  Proses disosiatif meliputi

  a. Persaingan merupakan proses sosial dimana individu atau kelompok

manusia bersaing mencari keuntungan melalui suatu bidang tertentu

dengan cara terbuka dan adil.

  b. Kontravensi merupakan bentuk proses sosial yag berada antara persaingan dan pertentangan atau pertikaia. Kontravensi adalah sikap mental yang tersembunyi terhadap orang orang lain atau unsur-unsur kebudayaan golongan tertentu yang dapat berubah menjadi kebencian, tetapi tidak sampai pertentangan atau pertikaian.

  c. Pertentangan Pertentangan terjadi karena kedua belah pihak tidak dapat menemukan titik temu kemudian berlanjut menjadi adu kekuatan.

  

Pengaruh interaksi sosial terhadap pembentukan

lembaga sosial No – Kebutuhan – Interaksi sosial – Lembaga

  

1. Kebutuhan terhadap makan dan minum maka dapat dilakukan interaksi sosial antara

penjual dan pembeli melalui lembaga sosial berupa pasar, toko, dan supermarket

  

2. Pendidikan dibutuhkan setiap manusia, pendidikan bisa terjadi melalui pertemuan

antara guru dan siswa di sekolah dan universitas

  

3. Kebutuhan kesehatan terjadi karena interaksi sosial antara dokter dengan pasien di

lembaga sosial seperti puskesmas dan rumah sakit

  

4. Sandang atau pakaian bisa didapatkan melalui bertemunya penjual dan pembeli di pasar

pakaian atau swalayan

  

5. Kebutuhan untuk meneruskan keturunan maka terjadi interaksi antara pria dan wanita

dalam lembaga sosial yang disebut penikahan atau perkawinan.

  6. Modal bisa diperoleh dari kreditur kepada debitur dalam lembaga yang disebut bank

  

7. Kebutuhan telekomunikasi bisa terjadi karena adanya hubungan manusia melalui signal

atau peran internet dalam organisasi internet internasional

  

8. Listrik bisa dipenuhi karena adanya interaksi antara perusahaan listrik dengan

pelanggan melalui lembaga sosial berupa badan usaha milik negara PLN

  

9. Kebutuhan keamanan lingkungan bisa diwujudkan dengan gotong royong warga dalam

bentuk Siskamling.

  

10. Air minum bisa diperoleh dari penyedia air minum dengan konsumen melalu

perusahaan PDAM.

  

11. Pekerjaan atau mata pencaharian bisa terjadi karena ada pengusaha dan tenaga kerja

yang ada di perusahaan industri.

  

12. Transportasi dengan adanya sopir dan penumpang dalam sebuah lembaga misalnya

perusahaan Bus seperti PT Damri.

  Pengertian Lengkap Proses Asosiatif dan Disosiatif beserta Contohnya

1. Proses Asosiatif

  

Proses Asosiatif adalah bentuk interaksi sosial yang dapat meningkatkan

hubungan solidaritas antarindividu.

A. Kerjasama

  Kerjasama merupakan bentuk interaksi sosial yang utama. Kerja sama dimaksudkan sebagai suatu usaha bersama antara perorangan atau

kelompok manusia untuk mencapai satu atau beberapa tujuan bersama.

Kerjasama ini makin menguat apabila ada tantangan dari luar kelompoknya.

  Kerjasama bisa timbul jika terjadi hal-hal berikut:

  1. Orang menyadari bahwa mereka mempunyai kepentingan- kepentingan yang sama.

  2. Kedua belah pihak memiliki sumbangan atau kontribusi untuk memenuhi kepentingan mereka melalui kerja sama.

  3. Adanya musuh bersama yang harus dihadapi dengan cara kerja

  5. Adanya kepentingan strategis dari beberapa negara dalam satu kawasan. Misalnya, ASEAN, MEE, NATO, dan sebagainya.

  Kerja sama merupakan bentuk proses sosial yang baik, tetapi bukan kerjasama dalam hal yang negatif, seperti kerjasama ketika para siswa sedang melakukan ulangan atau ujian. Ada beberapa bentuk kerjasama untuk menyelesaikan pekerjaan itu antara lain sebagai berikut.

  1. Kerukunan

  Kerukunan adalah hidup berdampingan secara damai dan melakukan kerja sama secara bersama-sama. Kerukunan dapat ditunjukan dari kegiatan kerja bakti yang dilakukan warga atau secara bergiliran melakukan ronda untuk menjaga keamanan kampung. Kerukunan pada intinya mencakup gotong royong dan tolong menolong.

  2. Tawar-menawar (bargaining)

  Tawar-menawar adalah bentuk perjanjian mengenai pertukaran barang dan jasa antara dua organisasi atau lebih.

  3. Kooptasi

  

Kooptasi adalah kerja sama dalam bentuk mau menerima pendapat atau

ide orang atau kelompok lain. Hal itu diperlukan agar kerjasama dapat berlanjut dengan baik.

  4. Koalisi

  Koalisi adalah bentuk kerja sama antara dua organisasi atau lebih yang mempunyai kesamaan tujuan. Koalisi dilakukan agar memperoleh hasil yang lebih besar.

  5. Joint Venture

  Joint Venture adalah bentuk kerja sama yang dilakukan oleh beberapa

perusahaan. Dengan joint venture diharapkan hasil atau keuntungan yang

diperoleh dari sebuah usaha akan lebih besar.

B. Akomodasi (Accomodation)

  

Akomodasi dipergunakan dalam dua arti, yaitu yang menunjuk pada suatu

keadaan dan yang menunjuk pada suatu proses. Akomodasi yang menunjuk pada suatu keadaan, berarti adanya suatu keseimbangan dalam interaksi diantara orang-orang, yang berkaitan dengan norma- norma sosial dan nilai-nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat.

Sedangkan sebagai suatu proses, akomodasi menunjuk pada usaha usaha

manusia untuk mencapai kestabilan.

  Akomodasi mempunyai tujuan sebagai berikut: c). Memungkinkan terjadinya kerja sama

  d). Mengusahakan peleburan antara kelompok sosial

  

e). Mencegah terjadinya ledakan konflik yang mengarah kepada benturan

pola pikir atau benturan fisik.

  f). Mengupayakan terjadinya akomodasi di antara masyarakat yang dipisahkan oleh sistem kelas/kasta.

  Akomodasi sebenarnya merupakan suatu cara untuk menyelesaikan pertentangan tanpa menghancurkan pihak lawan sehingga lawan tidak kehilangan kepribadiannya. Ada beberapa bentuk akomodasi, yaitu:

  1. Paksaan (Coercion)

  Paksaan merupakan bentuk akomodasi yang prosesnya dilaksanakan karena adanya unsur paksaan. Paksaan merupakan bentuk akomodasi

dengan salah satu pihak berada dalam keadaan yang lemah dibandingkan

dengan pihak lawan.

  2. Kompromi

  Kompromi adalah bentuk akomodasi dimana pihak pihak yang terlibat saling mengurangi tuntutannya, agar tercapai suatu penyelesaian terhadap perselisihan yang ada.

  3. Penengah (Arbitration)

  Adanya penengah atau pihak ketiga merupakan suatu cara untuk

mencapai kompromi apabila pihak pihak yang berhadapan tidak sanggup

mencapai penyelesaian. Pertentangan diselesaikan oleh pihak ketiga yang

dipilih oleh kedua belah pihak yang bertentangan.

  4. Mediasi

  

Mediasi menyerupai penengah, pada mediasi hadirnya pihak ketiga hanya

sebagai penasihat belaka. Tugas pihak ketiga adalah memberi nasihat agar para pihak yang bertikai menemukan penyelesaian untuk selanjutnya melakukan perdamaian.

  5. Konsiliasi

  

Konsiliasi adalah suatu usaha mempertemukan keinginan-keinginan dari

pihak-pihak yang berselisih demi tercapainya suatu tujuan bersama.

  6. Kesabaran

  

Kesabaran suatu bentuk akomodasi tanpa persetujuan yang resmi. Pada

usaha ini pihak yang berselisih menyadari betapa berselisih itu tidak bermanfaat. Secara perlahan-perlahan perselisihan diharapkan akan hilang atau setidaknya berkurang.

  7. Terperangkap (skakmat)

  Terperangkap hingga tidak dapat bergerak lagi adalah suatu bentuk pengadilan. Hal ini dilakukan karena kedua belah pihak mengalami kesulitan mencari jalan damai.

C. Asimilasi

  

Asimilasi adalah penyesuai sifat-sifat asli yang dimiliki dengan sifat sifat

sekitar. Dalam hal proses sosial, asimilasi berkaitan dengan peleburan perbedaan budaya.

  Proses asimilasi bisa terjadi bila terdapat hal berikut:

  a. Perbedaan kebudayaan kelompok kelompok manusia

  b. Terjadi pergaulan secara langsung dan intensif

  c. Ada perubahan kebudayaan dari kelompok-kelompok manusia dan saling menyesuaikan diri.

  Beberapa faktor yang mempermudah asimilasi adalah toleransi, sikap menghargai orang asing, sikap terbuka yang dimiliki para pemimpin,

persamaan unsur unsur kebudayaan, dan kesempatan kesempatan yang

seimbang di bidang ekonomi. Adapun faktor-faktor

  Menghambat proses asimilasi adalah sebagai berikut: yang a. Adanya perbedaan yang mencolok seperti ciri-ciri ras, perbedaan teknologi di bidang perekonomian dan sebagainya.

  b. Kecurigaan dan kecemburuan sosial terhadap kelompok lain.

  c. Kurangnya pemahaman dan pengetahuan terhadap kebenaran kebudayaan lain.

  d. Masyarakat terisolasi, diskriminasi politik, dan adanya perasaan primodal.

D. Akulturasi

  

Akulturasi merupakan proses sosial yang timbul apabila suatu kelompok masyarakat manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan diolah ke dalam masyarakat sendiri tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian dari kebudayaan itu sendiri.

2. Proses Diasosiatif

  Proses disosiatif adalah bentuk interaksi sosial yang dapat merenggangkan hubungan solidaritas antarindividu.

A. Persaingan (Competition)

  

Persaingan adalah proses sosial dimana individu atau kelompok manusia

bersaing mencari keuntungan melalui suatu bidang kehidupan yang pada

suatu masa tertentu menjadi pusat perhatian umum, dengan cara

menarik perhatian publik atau mempertajam prasangka yang ada, tanpa

menggunakan ancaman atau kekerasan. Beberapa bentuk persaingan antara lain persaingan ekonomi, persaingan kebudayaan, persaingan kedudukan dan peranan, serta persaingan ras.

  Adapun fungsinya yaitu: a. Menyalurkan kreativitas yang dinamis.

b. Menyalurkan daya juang yang sifatnya kompetitif c. Memberikan rangsangan untuk berprestasi dsb.

B. Kontravensi (Contravention)

  

Pada hakikatnya kontravensi merupakan suatu bentuk proses sosial yang

berada antara persaingan dan pertentangan atau pertikaian. Kontravensi

adalah sikap mental yang tersembunyi terhadap orang orang lain atau

unsur unsur kebudayaan golongan tertentu, yang dapat berubah menjadi

kebencian, tetapi tidak sampai pada pertentangan atau pertikaian. Secara

umum, bentuk kontravensi meliputi penolakan, keengganan, perlawanan,

perbuatan menghalang-halangi, protes, dan mengecewakan rencana pihak lain. Adapun tipe-tipe kontravensi meliputi kontravensi generasi

  Interaksi sosial dalam bentuk pertentangan atau pertikaian terjadi jika masing-masing pihak yang sedang mengadakan interaksi, tidak menemukan kesepahaman mengenai sesuatu, kemudian berlanjut

menjadi adu kekuatan, lalu timbul adanya pertentangan atau pertikaian.

   Postingan terkait:

   Diposkan oleh Denny Bagus Bahan Kuliah SDM. Pengertian Interaksi Sosial Manusia dalam hidup bermasyarakat, akan saling berhubungan dan saling

membutuhkan satu sama lain. Kebutuhan itulah yang dapat menimbulkan suatu

proses interaksi sosial. Maryati dan Suryawati (2003) menyatakan bahwa, “Interaksi sosial adalah kontak atau hubungan timbal balik atau interstimulasi dan respons antar individu, antar kelompok atau antar individu dan kelompok” (p. 22). Pendapat lain dikemukakan oleh Murdiyatmoko dan Handayani (2004), “Interaksi sosial adalah hubungan antar manusia yang menghasilkan suatu proses pengaruh mempengaruhi yang menghasilkan hubungan tetap dan pada akhirnya memungkinkan pembentukan struktur sosial” (p. 50). “Interaksi positif hanya mungkin terjadi apabila terdapat suasana saling mempercayai, menghargai, dan saling mendukung” (Siagian, 2004, p. 216).

Berdasarkan definisi di atas maka, penulis dapat menyimpulkan bahwa interaksi

sosial adalah suatu hubungan antar sesama manusia yang saling mempengaruhi

satu sama lain baik itu dalam hubungan antar individu, antar kelompok maupun

atar individu dan kelompok.

  Macam - Macam Interaksi Sosial Menurut Maryati dan Suryawati (2003) interaksi sosial dibagi menjadi tiga macam, yaitu (p. 23) :

  1. Interaksi antara individu dan individu

Dalam hubungan ini bisa terjadi interaksi positif ataupun negatif. Interaksi positif,

jika jika hubungan yang terjadi saling menguntungkan. Interaksi negatif, jika hubungan timbal balik merugikan satu pihak atau keduanya (bermusuhan).

  2. Interaksi antara individu dan kelompok Interaksi ini pun dapat berlangsung secara positif maupun negatif. Bentuk interaksi sosial individu dan kelompok bermacam - macam sesuai situasi dan kondisinya.

  3. Interaksi sosial antara kelompok dan kelompok Interaksi sosial kelompok dan kelompok terjadi sebagai satu kesatuan bukan kehendak pribadi. Misalnya, kerja sama antara dua perusahaan untuk membicarakan suatu proyek.

  

1. Interaksi sosial yang bersifat asosiatif, yakni yang mengarah kepada bentuk -

bentuk asosiasi (hubungan atau gabungan) seperti : a. Kerja sama Adalah suatu usaha bersama antara orang perorangan atau kelompok untuk mencapai tujuan bersama.

  b. Akomodasi Adalah suatu proses penyesuaian sosial dalam interaksi antara pribadi dan kelompok - kelompok manusia untuk meredakan pertentangan.

  c. Asimilasi Adalah proses sosial yang timbul bila ada kelompok masyarakat dengan latar

belakang kebudayaan yang berbeda, saling bergaul secara intensif dalam jangka

waktu lama, sehingga lambat laun kebudayaan asli mereka akan berubah sifat dan wujudnya membentuk kebudayaan baru sebagai kebudayaan campuran.

  d. Akulturasi

Adalah proses sosial yang timbul, apabila suatu kelompok masyarakat manusia

dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur - unsur dari suatu

kebudayaan asing sedemikian rupa sehingga lambat laun unsur - unsur kebudayaan asing itu diterima dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri, tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian dari kebudayaan itu sendiri.

  

2. Interaksi sosial yang bersifat disosiatif, yakni yang mengarah kepada bentuk -

bentuk pertentangan atau konflik, seperti : a. Persaingan Adalah suatu perjuangan yang dilakukan perorangan atau kelompok sosial tertentu, agar memperoleh kemenangan atau hasil secara kompetitif, tanpa menimbulkan ancaman atau benturan fisik di pihak lawannya.

  b. Kontravensi

Adalah bentuk proses sosial yang berada di antara persaingan dan pertentangan

atau konflik. Wujud kontravensi antara lain sikap tidak senang, baik secara tersembunyi maupun secara terang - terangan yang ditujukan terhadap perorangan atau kelompok atau terhadap unsur - unsur kebudayaan golongan tertentu. Sikap tersebut dapat berubah menjadi kebencian akan tetapi tidak sampai menjadi pertentangan atau konflik.

  c. Konflik Adalah proses sosial antar perorangan atau kelompok masyarakat tertentu, akibat adanya perbedaan paham dan kepentingan yang sangat mendasar, sehingga menimbulkan adanya semacam gap atau jurang pemisah yang

  

Menurut Tim Sosiologi (2002), ada empat ciri - ciri interaksi sosial, antara lain (p.

23) :

  a. Jumlah pelakunya lebih dari satu orang

  b. Terjadinya komunikasi di antara pelaku melalui kontak sosial

  c. Mempunyai maksud atau tujuan yang jelas

  d. Dilaksanakan melalui suatu pola sistem sosial tertentu Syarat - Syarat Terjadinya Interaksi Sosial Berdasarkan pendapat menurut Tim Sosiologi (2002), interaksi sosial dapat berlangsung jika memenuhi dua syarat di bawah ini, yaitu (p. 26) : a. Kontak sosial Adalah hubungan antara satu pihak dengan pihak lain yang merupakan awal

terjadinya interaksi sosial, dan masing - masing pihak saling bereaksi antara satu

dengan yang lain meski tidak harus bersentuhan secara fisik.

  b. Komunikasi Artinya berhubungan atau bergaul dengan orang lain.

  Label:

   masalahmengenai : Melihat latar belakang diatas, maka penulis akan merumuskan 2. Sebutkan ciri-ciri terjadinya intraksi sosial? 1. Apa yang dimaksud interaksi sosial? 5. Apa saja yang termasuk Faktor pendorong interaksi sosial? 4. Apa saja syarat terjadinya interaksi social?

  3. Sebutkan macam-macam interaksi social? 1. Pengertian Interaksi Sosial

A. Interaksi Sosial kelompok atau antara kelompok dengan kelompok dalam berbagai bentuk seperti kerjasama, persaingan ataupun pertikaian. Interaksi social adalah hubungan timbal balik antara individu dan individu, antara individu dengan mempengaruhi antara individu dengan individu, antara individu dan kelompok dan antara kelompok atau saling mempengaruhi. Dengan demikian interaksi adalah hubungan timbal balik (sosial) berupa aksi saling dengan kelompok. saling bertemu serta menentukan sistem dan bentuk hubungan sosial sosial diartikan sebagai cara-cara berhubungan yang dapat dilihat jika individu dan kelompok-kelompok sosial manusia yang berlangsung sepanjang hidupnya didalam amasyarakat. Menurut Soerjono Soekanto, proses Proses sosial adalah suatu interaksi atau hubungan timbal balik atau saling mempengaruhi antar Dalam kamus Bahasa Indonesia Interaksi didifinisikan sebagai hal saling melakukan aksi, berhubungan .

  2. Pengertian Interaksi Menurut Para Ahli interpretasi yang diberikan oleh pihak-pihak yang terlibat dalam interaksi ini. akhirnya memungkinkan pembentukan struktur sosial. Hasil interaksi sangat ditentukan oleh nilai dan arti serta Mengatakan Interaksi Sosial adalah hubungan antar manusia yang menghasilkan hubungan tetap dan pada

  a. ASTRID. S. SUSANTO

  b. BONNER mengubah, atau memperbaiki kelakuan individu yang lain atau sebaliknya.

Interaksi sosial adalah suatu hubungan antara dua individu atau lebih yang saling mempengaruhi,

  c. KIMBALL YOUNG & RAYMOND W. MACK individu dengan kelompok, maupun antara kelompok dengan kelompok lainnya. Interaksi sosial adalah hubungan sosial yang dinamis dan menyangkut hubungan antar individu, antara

  d. SOERJONO SOEKANTO yang dinamis mencakup hubungan antara individu, antar kelompok, atau antara individu dan kelompok Interaksi sosial merupakan dasar proses sosial yang terjadi karena adanya hubungan-hubungan sosial

  e. GILLIN & GILLIN g. RYAWATI Interaksi sosial adalah kontak aau hubungan timbal balik atau interstimulasi dan respons antar individu, antar kelompok atau antar individu dan kelompok.

  h. MURDIYATMOKO & HANDAYANI Interaksi sosial adalh hubungan antar manusia yang menghasilkan suatu proses pengaruh mempengaruhi yang menghasilkan hubungan tetap dan pada akhirnya memungkinkan pembentukan struktur sosial.

  B. Ciri - Ciri Interaksi Sosial Menurut Tim Sosiologi (2002), ada empat ciri - ciri interaksi sosial, antara lain: a. Jumlah pelakunya lebih dari satu orang b. Terjadinya komunikasi di antara pelaku melalui kontak sosial

  c. Mempunyai maksud atau tujuan yang jelas d. Dilaksanakan melalui suatu pola sistem sosial tertentu C. Macam - Macam Interaksi Sosial Menurut Maryati dan Suryawati (2003) interaksi sosial dibagi menjadi tiga macam, yaitu : 1. Interaksi antara individu dan individu, dalam hubungan ini bisa terjadi interaksi positif ataupun negatif. 1. Interaksi positif, jika hubungan yang terjadi saling menguntungkan.

  2. Interaksi negatif, jika hubungan timbal balik merugikan satu pihak atau keduanya (bermusuhan). 2. Interaksi antara individu dan kelompok Interaksi ini pun dapat berlangsung secara positif maupun negatif. Bentuk interaksi sosial individu dan kelompok bermacam - macam sesuai situasi dan kondisinya.

  3. Interaksi sosial antara kelompok dan kelompok Interaksi sosial kelompok dan kelompok terjadi sebagai satu kesatuan bukan kehendak pribadi. Misalnya, kerja sama antara dua perusahaan untuk membicarakan suatu proyek.

  D. S yarat T erjadinya Interaksi adalah : 1. Adanya kontak sosial Kata kontak dalam bahasa inggrisnya “contack”, dari bahasa lain “con” atau “cum” yang artinya bersama- sama dan “tangere” yang artinya menyentuh. Jadi kontak berarti sama-sama menyentuh. Kontak sosial ini tidak selalu melalui interaksi atau hubungan fisik, karena orang dapat melakuan kontak sosial tidak dengan menyentuh, misalnya menggunakan HP, telepon, menulis surat, dan internet. Kontak hanya dapat berlangsung apabila kedua belah pihak sadar akan kedudukan atau kondisi masing- masing. Untuk itu kontak memerlukan kerja sama dengan orang lain. Di era globalisasi kontak dapat

berlangsung dengan mudah dan cepat, karena adanya kemajuan teknologi yang makin canggih. Misalnya

dengan adanya internet, HP, telepon, telegram, dan email.

  Kontak sosial dapat dibedakan sebagai berikut. a) Berdasarkan bentuk (wujud)

  1) Kontak antara individu dengan individu Contoh: mahasiwa dan mahasiswa. 2) Kontak antara individu dengan kelompok Contoh: Guru dengan murid-muridnya di kelas, penceramah dengan peserta seminar.

  3) Kontak antara kelompok dengan kelompok Contoh: b) Berdasarkan cara Berdasarkan caranya kontak dibedakan menjadi dua, yaitu berikut ini. 1) Kontak langsung (primer) Kontak langsung yaitu hubungan timbal balik yang terjadi secara langsung, contoh: berbicara, berjabat tangan, tersenyum, dan bahasa isyarat.

2) Kontak tidak langsung (sekunder), Kontak tidak langsung (sekunder) yaitu hubungan timbal balik yang yang memerlukan perantara (media). Perantara/media yang digunakan dalam kontak sekunder bisa berupa benda misalnya, telepon, TV, radio, HP, surat, dan telegram atau bisa juga menggunakan manusia, misalnya seorang pemuda meminang seorang gadis melalui orang lain.

c) Berdasarkan sifatnya Berdasarkan sifatnya kontak sosial ada dua macam, yaitu berikut ini.

  

1) Kontak positif yaitu kontak sosial yang mengarah kepada suatu kerja sama, misalnya kontak antara pedagang

dengan pembeli.

2) Kontak negatif yaitu kontak sosial yang mengarah kepada suatu pertentangan, misalnya kontak senjata antara

dua negara yang sedang berperang. 2. Komunikasi sosial Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi dari satu pihak kepihak yang lain dalam rangka

mencapai tujuan bersama. Melalui tafsiran pada perilaku pihak lain, seseorang mewujudkan perilaku sebagai

reaksi terhadap maksud atau peran yang ingin disampaikan oleh pihak itu.

  Komunikasi sosial dapat diwujdukan dengan pembicaraan, gerak-gerik fisik ataupun perasaan. Selanjutnya dari

sini timbul sikap dan ungkapan perasaan, seperti senang, ragu-ragu, takut atau menolak, bersahabat yang

merupakan reaksi atas pesan yang diterima. Saat ada aksi dan reaksi itulah terjadinya komunikasi.

Sedangkan komunikasi sosial dapat diartikan sebagai syarat pokok lain daripada proses sosial. Komunikasi

sosial mengandung pengertian persamaan pandangan antara orang-orang yang berinteraksi terhadap sesuatu. a) Komunikasi dibedakan menjadi dua, yaitu berikut ini.

1) Komunikasi lisan (verbal), yaitu komunikasi dengan menggunakan kata-kata (verbal) yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Contoh: berbicara langsung dan melalui telepon. 2) Komunikasi nonverbal (isyarat), yaitu komunikasi dengan menggunakan gerak-gerik badan, bahasa isyarat, atau menunjukkan sikap tertentu. Contoh: menggelengkan kepala, mengangkat bahu, dan melambaikan tangan.

E. Factor-Faktor yang Mendorong Terjadinya Interaksi Sosial Menurut Sitorus (2000), berlangsungnya suatu interaksi sosial dapat didasarkan pada berbagai faktor, antara lain imitasi, sugesti, identifikasi, dan simpati. Faktor-faktor tersebut dapat bergerak sendiri-sendiri secara terpisah ataupun saling berkaitan.

  1. Imitasi yaitu tindakan meniru orang lain. Salah satu segi positifnya adalah bahwa imitasi dapat mendorong seseorang untuk mematuhi kaidah-kaidah dan nilai-nilai yang berlaku

  2. Sugesti, sugesti ini berlangsung apabila seseorang memberikan pandangan atau sikap yang dianutnya, lalu

diterima oleh orang lain. Biasanya sugesti muncul ketika sipenerima sedang dalam kondisi yang tidak netral

sehingga tidak dapat bewrfikir rasional. Biasanya sugesti berasal dari orang-orang sebagai berikut:

  

3. Identifikasi yaitu merupakan kecenderungan atau keinginan seseorang untuk menjadi sama dengan pihak lain

simpati orang merasa dirinya seolah-olah dirinya berasa dalam keadaan orang lain. (meniru secara keseluruhan).

1. Interaksi sosial yang bersifat asosiatif, yakni yang mengarah kepada bentuk - bentuk asosiasi (hubungan atau

F. gabungan) seperti : yaitu : Bentuk - Bentuk Interaksi Sosial Berdasarkan pendapat menurut Tim Sosiologi (2002), interaksi sosial dikategorikan ke dalam dua bentuk, b. Akomodasi

  5. Empati yaitu merupakan simpati yang mendalam yang dapat mempengaruhi kejiwaan dan fisikseseorang. 4. Simpati yaitu merupakan suatu proses dimana seorang merasa tertarik kepada pihak lain. Melalui proses

  a. Kerja sama Adalah suatu usaha bersama antara orang perorangan atau kelompok untuk mencapai tujuan bersama. Adalah suatu proses penyesuaian sosial dalam interaksi antara pribadi dan kelompok - kelompok manusia Bentuk – bentuk Akomodasi : untuk meredakan pertentangan. Kita sebagai manusia pastinya tidak pernah luput dari suatu permasalahan konflik atau pertentangan. Maka 1) Arbitration singkatnya: suatu pertentangan atau konflik. Ada beberapa macam bentuk akomodasi, berikut ini adalah penjelasan

suatu interaksi sosial yang dilakukan antara individu maupun kelompok yang bertujuan untuk menyelesaikan

itu, tanpa kita semua sadari bahwa konflik atau pertentangan termasuk dalam akomodasi. Akomodasi adalah

Arbitration merupakan suatu pengendalian atau penyelesaian konflik yang menunjuk pihak ketiga untuk 2) Mediation pihak ketiga untuk mengendalikan konflik tersebut. memutuskan konflik atau pertentangan tersebut. Dalam bentuk ini, pihak yang bertikai berusaha untuk mencari netral. Pada mediasi, terdapat pihak yang berusaha untuk mempertemukan pihak-pihak yang bertikai antara dua belah pihak. Mediation merupakan penyelesaian konflik yang dilakukan melalui suatu jasa perantara yang bersikap 3) Coercion 4) Conciliation tersebut tidak diselesaikan dengan cara damai tetapi dengan cara keras. Coercion merupakan pengendalian konflik yang dilakukan dengan tindakan kekerasan. Sehingga, konflik 5) Ajudication tersebut. lembaga tertentu melakukan persetujuan pada kedua pihak yang bertikai sehingga tidak terulang kembali konflik diselesaikan di pengadilan. Ajudication merupakan suatu pengendalian konflik yang diselesaikan dengan cara pengadilan atau Conciliation merupakan suatu pengendalian konflik dengan cara melalui lembaga tertentu. Pada bentuk ini, 7) Toleration 6) Compromise bersama-sama mengurangi tuntutan.

Compromise merupakan suatu persetujuan yang dilakukan dengan cara perdamaian untuk saling

8) Stalemate yang dipercayainya, dan sebagainya. masyarakat. Dalam bentuk ini, masyarakat harus saling menghargai satu sama lainnya. Apa yang dianutnya, apa kedua pihak yang bertikai. Sehingga, pertikaian tersebut terhenti pada titik tertentu. Stalemate merupakan suatu keadaan yang ditandai dengan adanya kekuatan yang seimbang di antara

Toleration merupakan suatu sikap saling menghargai perbedaan-perbedaan yang terdapat dalam

d. Akulturasi

  c. Asimilasi akan berubah sifat dan wujudnya membentuk kebudayaan baru sebagai kebudayaan campuran. berbeda, saling bergaul secara intensif dalam jangka waktu lama, sehingga lambat laun kebudayaan asli mereka Adalah proses sosial yang timbul bila ada kelompok masyarakat dengan latar belakang kebudayaan yang hilangnya kepribadian dari kebudayaan itu sendiri.

unsur - unsur kebudayaan asing itu diterima dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri, tanpa menyebabkan

tertentu dihadapkan dengan unsur - unsur dari suatu kebudayaan asing sedemikian rupa sehingga lambat laun Adalah proses sosial yang timbul, apabila suatu kelompok masyarakat manusia dengan suatu kebudayaan

  Adalah suatu perjuangan yang dilakukan perorangan atau kelompok sosial tertentu, agar memperoleh

kemenangan atau hasil secara kompetitif, tanpa menimbulkan ancaman atau benturan fisik di pihak lawannya.

b. Kontravensi Adalah bentuk proses sosial yang berada di antara persaingan dan pertentangan atau konflik. Wujud

kontravensi antara lain sikap tidak senang, baik secara tersembunyi maupun secara terang - terangan yang

ditujukan terhadap perorangan atau kelompok atau terhadap unsur - unsur kebudayaan golongan tertentu. Sikap tersebut dapat berubah menjadi kebencian akan tetapi tidak sampai menjadi pertentangan atau konflik. c. Konflik Adalah proses sosial antar perorangan atau kelompok masyarakat tertentu, akibat adanya perbedaan paham dan kepentingan yang sangat mendasar, sehingga menimbulkan adanya semacam gap atau jurang pemisah yang mengganjal interaksi sosial diantara mereka yang bertikaitersebut.

BAB III PEMBAHASAN PROSES INTERAKSI PERAWAT DENGAN PASIEN A. Proses Interaksi

1. Komunikasi Komunikasi adalah proses yang dapat memungkinkan perawat untuk membangun hubungan antar sesama manusia dan dengan demikian memenuhi tujuan dari keperawatan, yakni membantu individu- individu dan keluarga-keluarga untuk mencegah dan untuk penanggulangan dengan pengalaman penyakit dan penderitaan bahkan jika dibutuhkan untuk membantu mereka untuk menemukan arti dari pengalaman ini.

  2. Interaksi Kata interaksi (interaction) mengacu pada banyak hubungan selama dua individu yang dapat berpengaruh timbal balik antara sesama dan dapat berkomunikasi secara verbal ataupun nonverbal. B. Interaksi Perawat Dan Pasien Kata interaksi antara perawat dan pasien mengacu pada hubungan antara perawat dan seseorang yang menderita sakit dan dikarakteristikkan oleh fakta bahwa antara kedua individu merasa dipenanggulangan klise yang lain.

  Karakteristik hubungan antara perawat-klien adalah berupa perilaku, pikiran dan perasaan. Juga penting untuk membedakan antara dukungan sosial dan dukungan profesional (Hupcey & Morse, 1997). Dukungan sosial terdiri dari 2 bagian yaitu: 1. Bagian dari jaringan umum sosial

  2. Hubungan yang merupakan dasar dari dimulainya hubungan saling percaya dan kesempatan melakukan kegiatan. C. Ada Empat Fase dalam Interaksi Perawat dengan Pasien yaitu: 1. Fase Prainteraksi Kesiapan untuk perawat baru. Fase interaksi merupakan awal dimulainya kontak pertama dengan klien.

Juga sebagai tugas awal perawat dalam mengeksplorasi diri. Berikut ini kesiapan umum yang diperlukan

perawat (mahasiswa) yaitu: a. Kesadaran diri b. Hilangkan rasa ketakutan dalam merawat klien

  c. Cemas menyebabkan sifat yang kurang dalam penampilan d. Fokus tentang identifikasi kelebihan diri dalam merawat klien psikiatri e. Ragu-ragu akan keefektifan kemampuan atau kemampuan koping f. Takut akan bahaya fisik atau kekerasan

  g. Gelisah menggunakan diri secara teraupetik h. Curiga karena adanya stigma tentang klien psikiatrik berbeda dari klien lain i. Ancaman terhadap identitas peran perawat j. Ketidaknyamanan karena hilangnya kemampuan melakukan tugas fisik & penanganan

  kesehatan status mental dirinya. diam saat dilakukan intervesi. Pada akhirnya timbul pertanyaan bahwa ketakutan perawat berhubungan dengan kemampuannya. Jika mereka sadar dan kontrol diri baik akan dapat menampilkan verbal dan non verbal kepada

yang konstruktif dengan orang lain dan penampilan yang realistis membantu pasien untuk meningkatkan

perawat mampu mempertahankan stabilitas konsep dirinya dan meningkatkan adekuat harga dirinya. Hubungan Pengkajian Diri Analisis fase pra interaksi sangat diperlukan untuk melakukan tugas selanjutnya. Yang paling efektif, Keuntungan penampilan perawat dipengaruhi oleh jawaban dari pertanyaan di bawah ini: .

  ï‚· 2. Fase Introduksi atau Orientasi berhubungan dengan apa yang dilakukan pada klien. interaksi pertama kali dengan klien. Pengkajian perawat segera dimulai, tetapi pekerjaan yang dilakukan harus

diharapkan klien mendapatkan informasi yang baik dan perawat mempunyai perencanaan untuk melakukan

klien dapat dengan baik, perawat dapat menggunakan fungsi role model dengan baik. Tugas dari fase ini

Fase introduksi merupakan pertemuan pertama antara perawat dan klien. Bentuk kontraknya pada fase ini, a. nama individu Berikut ini elemen kontrak perawat-klien: kontrak dengan klien.

hubungan dibangun dengan saling percaya, saling mengerti, kedekatan dan komunikasi terbuka dan bentuk

e. tujuan hubungan d. harapan perawat dan klien c. tanggung jawab perawat dan klien

  b. peran perawat dan klien h. kedekatan/tujuan (antara perawat dan klien g. kondisi untuk terminasi

  f. tentukan tempat dan waktu Kontrak dimulai dengan introduksi perawat dan klien, nama yang disenangi, dan harapan dari peran. Yang klien dan klien menampilkan kehidupannya dan area konflik. ataupun tidak. Pada tahap ini juga didiskusikan tujuan hubungan dengan memperhatikan atau fokus dengan

termasuk dalam peran adalah tanggung jawab dan harapan klien dan perawat, bisa dijabarkan oleh perawat

dicapai atau perubahan klien terhadap penanganan. Eksplorasi perasaan yang ditampilkan dari perawat dan klien adalah perbedaan tingkat ketidaknyamanan Kondisi terminasi harus dilakukan pengulangan dan termasuk spesifik lama waktu, tujuan yang akan a. Mengeksplorasi persepsi , pikiran, perasaan dan tindakan klien Tugas perawat pada hubungan fase orientasi adalah; biasanya pasien sulit untuk menceritakan apa yang dirasakannya kepada orang yang menolongnya.

dan kecemasan pada fase introduksi. Perawat harus sadar akan ketakutan dan kecemasan dirinya, tetapi

c. Mendefenisikan mutual, spesifik tujuan dengan klien

  b. Mengidentifikasi masalah klien yang paling berhubungan tindakan keperawatan yang akan diberikan.

perkembangan kemampuan klien dalam hubungan terapeutik dan menampilkan juga jumlah perencanaan

biasanya klien harus tahu serius dan tidak penyakit mentalnya. Perubahan staf akan memberikan perubahan Perawat harus fleksibel dalam mengantisipasi lamanya waktu yang dibutuhkan untuk fase orientasi,

  3. Fase Kerja dan meningkatkan wawasan perkembangan dari klien dengan menyamakan persepsi, pikiran, perasaan dan

tindakan. Wawasan diharuskan untuk mengartikan tindakan yang terjadi dan perubahan perilaku. Ini dapat

diintegrasikan dengan penampilan kehidupan individu. Perawat membantu klien untuk dapat menurunkan

Klien menampilkan perilaku yang resisiten selama fase ini sebab bagian ini merupakan proses penyelesaian yang konstruktif. Fokus pada fase ini adalah perubahan perilaku secara aktual. kecemasan, meningkatkan ketergantungan dan tanggung jawab diri dan mengembangkan mekanisme koping Harus kerja yang terapeutik agar dapat dilakukan fase kerja. Perawat dan klien mengeksplorasi stressor 4. Setiap waktu perubahan perasaan dan memori dan evaluasi secara menyeluruh sesuai dengan kemajuan dan terapeutik klien dan perawat. Selama fase terminasi, belajar untuk meningkatkan kemampuan klien dan perawat. dan mencarikan jalan keluar demi klien. masalah. Perkembangan hubungan, dimulai dengan menanyakan perasaan klien, mengembangkan kemampuan Fase Terminasi Terminasi merupakan hal yang sangat sulit tetapi penting pada fase ini karena merupakan hubungan c. Klien dapat meningkatkan harga diri dan mengidentifikasi kekuatan yang dirasakan b. Klien dapat meningkatkan fungsinya a. Klien dapat mengekspresikan keyataan dari masalah yang dihadapi tujuan yang dicapai klien. Kriteria kerelaan klien untuk terminasi adalah:

  d. Klien menggunakan respons koping yang adaptif

  takut dan marah.

yang akan terjadi. Beberapa klien, terminasi merupakan penampilan terapeutik yang sangat kritis karena

hubungan sebelumnya baik dan terminasi menjadi negatif dan akan timbul perasaan tidak ingin ditinggal, rejek, Perawat harus sadar akan kemungkinan reaksi yang terjadi dan mendiskusikan dengan klien tentang kondisi A. Kesimpulan Interaksi social adalah hubungan timbal balik antara individu dan individu, antara individu dengan kelompok

BAB IV PENUTUP 1. Interaksi antara individu dan individu, dalam hubungan ini bisa terjadi interaksi positif ataupun negatif. atau antara kelompok dengan kelompok dalam berbagai bentuk seperti kerjasama, persaingan ataupun pertikaian. Menurut Maryati dan Suryawati (2003) interaksi sosial dibagi menjadi tiga macam, yaitu :

2. Interaksi antara individu dan kelompok 4. Interaksi negatif, jika hubungan timbal balik merugikan satu pihak atau keduanya (bermusuhan).

  3. Interaksi positif, jika hubungan yang terjadi saling menguntungkan. Interaksi ini pun dapat berlangsung secara positif maupun negatif. Bentuk interaksi sosial individu dan 3. Interaksi sosial antara kelompok dan kelompok kelompok bermacam - macam sesuai situasi dan kondisinya. kerja sama antara dua perusahaan untuk membicarakan suatu proyek. Interaksi sosial kelompok dan kelompok terjadi sebagai satu kesatuan bukan kehendak pribadi. Misalnya,

  B. saran dengan baik. mungkin ada pada orang lain. Maka jadilah individu yang mampu berinteraksi dalam kehidupan bermasyarakat Manusia sebagai makhluk sosial tidak bisa hidup sendiri karna setiap individu memiliki kebutuhan yang 2. http://mrpams.multiply.com/journal/item/17 1. Soekanto, Soerjono. 1990. Sosiologi. PT RajaGrafindo Persada. Kelapa Gading Permai 5. http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/05/interaksi-sosial-definisi-bentuk-ciri.html 4. http://www.sarjanaku.com/2013/04/pengertian-interaksi-sosial-definisi.html 6. http://dirdiraaa.blogspot.com/2011/11/interaksi-sosial-dalam-hubungan-antar.html 3. http://carapedia.com/pengertian_definisi_interaksi_sosial_menurut_para_ahli_info965.html 10. http://shindohjourney.wordpress.com/seputar-kuliah/sosiologi-komunikasi-proses-sosial-dan-interaksi-sosial 9. http://belajarpsikologi.com/pengertian-interaksi-sosial/ 8. http://www.slideshare.net/YAVYSTA/makalah-interaksi-sosial 7. http://lapan88.blogspot.com/2011/08/interaksi-perawat-n-pasien.html 12. http://bangkusekolah-id.blogspot.com/2012/12/pengertian-interaksi-sosial-dan-syarat.html 11. http://hanifsos.blogspot.com/2013/03/bentuk-bentuk-akomodasi.html

Dokumen baru

Download (50 Halaman)
Gratis

Tags

Kelompok 2 Aspek Aspek Sosial Budaya Dal Bentuk Bentuk Interaksi Sosial Kelompok Bab 6 Kelompok Sosial Sosiologi Kelompok Kelompok Sosial Yan Interaksi Antara Hukum Dan Gejala Sosial Kenyamanan Kerja Hubungan Stress Kerja Dengan Safety Perf Kepmenaker 186 Th 1999 Unit Penanggulangan Kebakaran Di Tempat Kerja Makalah Sos Ketidaksetaraan Ras Dan Etni Bab 1 6 Laporan Kk Mt Posdaya Man 2 Jember 2015 Universitas Jember Komunikasi Dan Kerjasama Di Tempat Kerja Konstruksi Sosial Media Massa Analisis Produksi Program Musafir Trans Makalah Hama Dan Penyakit Pada Tanaman K Makalah Filsafat Ilmu Tentang Logika Inf Makalah Interaksi Dan Perubahan Sosial D Proses Manajemen Risiko Di Djp Sosialisa Penggunaan Internet Dan Interaksi Sosial Remaja Di Smpn 10 Medan Internet Media Sosial Dan Perubahan Sosi Bab 1 Nilai Dan Norma Sosial Kapitalisme Dan Kesenjangan Ekonomi Dan Isu Perilaku Dan Spiritualitas Di Tempat Kerja Pengembangan Bahan Ajar Dan Media Ips Potensi Bahasa Dan Sastra Dalam Menghada Lembaga Wakaf Dan Pengembangan Pendidika Refleksi Manajemen Bimbingan Konseling D Pendokumentasian Asuhan Keperawatan Ditinjau Dari Beban Kerja Perawat Model Promosi Kesehatan Di Tempat Kerja Proses Sosiologi Dan Interaksi Sosial Emosi Dan Stress Di Tempat Kerja Tap Com Interaksi Budaya Organisasi Dengan Sistem Pengendalian 18331 21318 1 Pb Interaksi Sosial Suku Bangsa Melayu Dengan Suku Bangsa Pendatang New Media Dan Social Media Sebagai Saran Bab Onflik Sosial Bab Onflik Sosial Desain Strategi Riset Penelitian Komunik Perubahan Sosial Dan Stratifikasi Sosial Pengaruh Stres Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Contoh Situs Jurnal Internasional Gratis 31 108 4 Pb Pedoman Pengembangan Tema Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini Sepatu Dan Pola Interaksi Sosial Dalam Lukisan Cara Membuat Tujuan Pembelajaran Dalam R Daftar Hadir Kerja Praktek Nama Npm Loka Silabus Data Informasi Di Tempat Kerja 4 Penelitian Metode Kerja Praktek Industri Dinamika Kelompok Dalam Konteks Pendidikan Contoh Program Kerja Kkp Uas Smp Denah Tempat Ujian Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan Proses Dan Interaksi Sosial Fenomena Sosial Dan Interaksi Sosial Interaksi Sosial Dan Lembaga Sosial Tindakan Sosial Dan Interaksi Sosial Lingkungan Dan Interaksi Sosial Tindakan Dan Interaksi Sosial Dan Interaksi Sosial Dan Lembaga Sosial Fix Interaksi Sosial Dan Interaksi Tkt I Lingkungan Dan Interaksi Sosial Pemulung Contoh Interaksi Sosial
Show more

Dokumen yang terkait

Keanekaragaman Makrofauna Tanah Daerah Pertanian Apel Semi Organik dan Pertanian Apel Non Organik Kecamatan Bumiaji Kota Batu sebagai Bahan Ajar Biologi SMA
24
212
36
FREKUENSI KEMUNCULAN TOKOH KARAKTER ANTAGONIS DAN PROTAGONIS PADA SINETRON (Analisis Isi Pada Sinetron Munajah Cinta di RCTI dan Sinetron Cinta Fitri di SCTV)
27
207
2
Analisis Sistem Pengendalian Mutu dan Perencanaan Penugasan Audit pada Kantor Akuntan Publik. (Suatu Studi Kasus pada Kantor Akuntan Publik Jamaludin, Aria, Sukimto dan Rekan)
136
606
18
DOMESTIFIKASI PEREMPUAN DALAM IKLAN Studi Semiotika pada Iklan "Mama Suka", "Mama Lemon", dan "BuKrim"
130
603
21
KONSTRUKSI MEDIA TENTANG KETERLIBATAN POLITISI PARTAI DEMOKRAT ANAS URBANINGRUM PADA KASUS KORUPSI PROYEK PEMBANGUNAN KOMPLEK OLAHRAGA DI BUKIT HAMBALANG (Analisis Wacana Koran Harian Pagi Surya edisi 9-12, 16, 18 dan 23 Februari 2013 )
64
457
20
PENERAPAN MEDIA LITERASI DI KALANGAN JURNALIS KAMPUS (Studi pada Jurnalis Unit Aktivitas Pers Kampus Mahasiswa (UKPM) Kavling 10, Koran Bestari, dan Unit Kegitan Pers Mahasiswa (UKPM) Civitas)
105
426
24
Pencerahan dan Pemberdayaan (Enlightening & Empowering)
0
53
2
KEABSAHAN STATUS PERNIKAHAN SUAMI ATAU ISTRI YANG MURTAD (Studi Komparatif Ulama Klasik dan Kontemporer)
4
94
24
GANGGUAN PICA(Studi Tentang Etiologi dan Kondisi Psikologis)
3
69
2
Efek Hipokolesterolemik dan Hipoglikemik Patigarut Butirat
2
93
12
Analisis Pertumbuhan Antar Sektor di Wilayah Kabupaten Magetan dan Sekitarnya Tahun 1996-2005
3
55
17
Analisis tentang saksi sebagai pertimbangan hakim dalam penjatuhan putusan dan tindak pidana pembunuhan berencana (Studi kasus Perkara No. 40/Pid/B/1988/PN.SAMPANG)
8
83
57
Diskriminasi Daun Gandarusa (Justicia gendarrusa Burm.f.) Asal Surabaya, Jember dan Mojokerto Menggunakan Metode Elektroforesis
0
58
6
IbM Peningkatan Kesehatan Gigi dan Mulut Petani Kakao Kecamatan Bangsalsari
5
85
57
Identifikasi Jenis Kayu Yang Dimanfaatkan Untuk Pembuatan Perahu Tradisional Nelayan Muncar Kabupaten Banyuwangi dan Pemanfaatanya Sebagai Buku Nonteks.
23
278
121
Show more