PREVALENSI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI WONOGIRI TAHUN 2012

Gratis

0
1
122
7 months ago
Preview
Full text

KATA PENGANTAR

  Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala karunia, rahmat dan bimbingan-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikanpenyusunan skripsi yang berjudul Prevalensi Anak Berkebutuhan Khusus di Kabupaten Wonogiri Tahun 2012. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu yang telah membantu peneliti dalam menyelesaikan skripsi ini.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam rangka mensukseskan program wajib belajar pendidikan dasar

  Kirk dan Gallagher mengemukakan definisi anak berkebutuhan khusus sebagai anak yang menyimpang dari rata-rata atau normal dalam karakteristikmental, kemampuan sensoris, karakteristik neuromotor atau fisik, perilaku sosial, kemampuan berkomunikasi, atau gabungan dari berbagai variabel tersebut. Setiap warga negara diberi hak untuk memperoleh pendidikan yang bermutu dan sepanjang hayat, baik bagi warga negara yang berkelainan (cacat),normal, maupun yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa; baik yang tinggal di perkotaan, pedesaan, maupun di daerah terpencil atau terbelakang, commit to user 3 masyarakat adat yang terpencil, dan/atau mengalami bencana alam, bencanasosial, serta tidak mampu dari segi ekonomi.

C. Pembatasan Masalah

D. Perumusan Masalah

  Dari identifikasi masalah yang telah diuraikan, peneliti tidak akan meneliti semua masalah tersebut. Dalam penelitian ini masalah yang akan dibahas hanyajumlah dan klasifikasi anak berkebutuhan khusus yang berusia 7-18 tahun.

1. Berapa prevalensi anak berkebutuhan khusus di Kabupaten Wonogiri tahun

  Berapa prosentase anak berkebutuhan khusus di tiap kecamatan? Berapa jumlah anak berkebutuhan khusus yang sudah terlayani pendidikannya?

F. Manfaat Penelitian

  Jumlah anak berkebutuhan khusus yang sudah terlayani pendidikannya. Prevalensi anak berkebutuhan khusus di kabupaten Wonogiri tahun 2012.

BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Kajian Teori Dan Hasil Penelitian Yang Relevan 1. Prevalensi Prevalensi merupakan istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan

  Kadri (2010) menyebutkan bahwa prevalensi adalah jumlah keseluruhan orang yang menggambarkan kondisi tertentu yang menimpa sekelompok penduduktertentu (point prevalence), atau pada periode tertentu (period prevalence) tanpa melihat kapan kondisi itu mulai dibagi dengan jumlah penduduk yang mempunyairesiko tertimpa penyakit pada waktu titik tertentu atau periode tertentu. Dari beberapa pengertian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa prevalensi adalah jumlah keseluruhan orang yang menggambarkan kondisi tertentu dalampopulasi tertentu pada waktu titik tertentu atau pada periode waktu tertentu.

2. Anak berkebutuhan khusus a. Pengertian Anak Berkebutuhan Khusus

  Menurut Kirk, Heward & Orlansky dalam Efendi (2006:2) anak berkelainan adalah siswa yang dianggap memiliki kelainan penyimpangan darikondisi rata-rata anak normal umumnya, dalam hal fisik, mental, maupun karakteristik perilaku sosialnya Wardani, Astati, Hernawati, Somad (2007) menjelaskan:Anak luar biasa adalah anak yang mempunyai sesuatu yang luar biasa yang secara signifikan membedakannya dengan anak-anak seusia padaumumnya. Menurut Abdurrachman dan Sudjadi S (1994) secara statistika, yang dimaksud dengan anak luar biasa atau anak berkelainan ialah “anak yangmenyimpang dari kriteria normal atau rata-rata, baik penyimpangan ke atas maupun penyimpangan ke bawah; sedangkan anak yang menyandangketunaan atau cacat ialah hanya yang menyimpang ke bawah dari kriteria commit to user normal” (hlm.

b. Klasifikasi Anak Berkebutuhan Khusus

  Amin & Dwidjosumarto dalam Efendi (2006) Menurut klasifikasi dan jenis kelainan, anak berkebutuhan khusus dikelompokkan ke dalam kelainanfisik, kelainan mental, dan kelainan karakteristik sosial.1) Kelainan fisikKelainan fisik adalah kelainan yang terjadi pada satu atau lebih organ tubuh tertentu. Klasifikasi anak yang termasuk dalam kategori mengalami kelainan perilaku sosial di antaranya anak psychotic dan neurotic, anakdengan gangguan emosi dan anak nakal (delinquent).

9) Berkecerdasan luar biasa tinggi atau berbakat (gifted and talented) (hlm

  commit to user Tunawicara;4) Kesulitan belajar; dan Tunaganda;8) Tunalaras;7) Tunadaksa;6) Tunagrahita;5) Tunarungu;3) 11). Menurut Abdurrachman dalam Wardani, dkk (2007) kategori keluarbiasaan berdasarkan jenis penyimpangan yang dibuat untuk keperluanpembelajaran adalah sebagai berikut:1) Tunanetra;2) Berdasarkan klasifikasi para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa klasifikasi siswa berkebutuhan khusus adalah:1) Kelompok anak yang mempunyai keluarbiasaan/ penyimpangan ganda atau berat dan sering disebut sebagai tunaganda (hlm.

9) Berbakat

c. Penyebab Anak Berkebutuhan Khusus

  Faktor lain yang mempengaruhi terhadap kelainan anak pada masa prenatal ini antara lain penyakit kronis, diabetes,anemia, kanker, kurang gizi, toxemia, rh factor, infeksi (rubella. Syphilis, toxoplasmosis, dan cytomegalic inclusion disease/ CID), radiasi, kelaianangenetik, kelainan kromosom, obat-obatan dan bahan kimia lainnya yang berinteraksi dengan ibu anak semasa hamil.2) Kelainan saat anak lahir (neonatal), yakni masa dimana kelainan itu terjadi pada saat anak dilahirkan. Ada beberapa sebab kelainan saat anakdilahirkan, antara lain anak dilahirkan sebelum waktunya (prematurity), lahir dengan bantuan alat (tang verlossing), posisi bayi tidak normal,analgesia dan anesthesia, kelahiran ganda, asphyxia, atau karena kesehatan bayi yang bersangkutan.3) Kelainan yang terjadi setelah anak lahir (postnatal), yakni masa di mana kelainan itu terjadi setelah bayi dilahirkan, atau saat anak dalam masaperkembangan.

1) Penyebab Prenatal, yaitu penyebab yang beraksi sebelum kelahiran

  1.18). Dari pendapat diatas maka penyebab anak berkebutuhan khusus dapat dibedakan menjadi tiga berdasarkan waktu terjadinya yaitu sebelum kelahiran(prenatal), pada saat kelahiran (neonatal), dan setelah kelahiran (postnatal).

3. Anak Tunanetra a. Pengertian

  Menurut Direktorat Pendidikan Luar Biasa (2004) tunanetra adalah“anak yang mengalami gangguan daya penglihatannya, berupa kebutaan commit to user Menurut Somantri (2006) anak tunanetra adalah “individu yang inderapenglihatannya (kedua-duanya) tidak berfungsi sebagai saluran penerima informasi dalam kegiatan sehari-hari seperti halnya orang awas” (hlm. Menurut Barraga dalam Wardani, dkk (2007) anak yang mengalami ketidakmampuan melihat adalah “anak yang mempunyai gangguan ataukerusakan dalam penglihatannya sehingga menghambat prestasi belajar secara optimal, kecuali jika dilakukan penyesuaian dalam metode-metodepenyajian pengalaman belajar, sifat-sifat bahan yang digunakan, dan/ atau lingkungan belajar” (hlm.

g) Kecelakaan

  Dari pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa ketunanetraan disebabkan oleh faktor internal yang berasal dari dalam diri individu atauketurunan dan faktor eksternal yang berasal dari luar diri individu yang dikarenakan penyakit atau kecelakaan. Karakteristik anak tunanetra dapat dilihat dari beberapa segi karena tidak semua anak tunanetra memiliki karakteristik yang sama.

8) Mata bergoyang terus

  Anakyang buta juga mengalami kesulitan untuk memahami komunikasi nonverbal.3) Kemampuan konseptualKelemahan kemampuan konseptual atau kognitif pada anak buta lebih disebabkan oleh kurangnya pengalaman belajar yang tepat daripadadisebabkan oleh kelemahan yang bersifat bawaan.4) Kegiatan bermainAnak yang buta jarang terlibat dalam permainan yang mengandalkan keterampilan motorik kasar dan halus. Menurut Wardani, dkk (2007) tunanetra dapat diklasifikasikan berdasarkan: 1)Berdasarkan tingkat ketajaman penglihatannya tunanetra dapat dibedakan menjadi:a) Tunanetra dengan ketajaman penglihatan 6/20m-6/60m atau 20/70 feet-20/200 feet, yang disebut kurang lihat;b) Tunanetra dengan ketajaman penglihatan antara 6/60 m atau20/200 feet atau kurang, yang disebut buta; c)Tunanetra yang memiliki visus 0 atau yang disebut buta total (totally blind).

4. Anak Tunarungu a. Pengertian

  Untuk aspek inelegensi yangbersumber pada penglihatan dan yang berupa motorik tidak banyak mengalami hambatan, bahkan dapat berkembang dengan cepat.2) Karakteristik dalam segi bahasa dan bicaraKemampuan berbicara dan bahasa anak tunarungu berbeda dengan anak yang mendengar, hal ini disebabkan perkembangan bahasa eratkaitannya dengan kemampuan mendengar. Bicara dan bahasa anak tunarungu pada awalnya seringkali sukar ditangkap, akan tetapi bila bergaul lebih lama dengan mereka kita akanterbiasa dengan cara bicara mereka sehingga akan mempermudah kita dalam memahami maksud bicara anak tunarungu itu.3) Karakteristik dalam segi emosi dan sosial commit to user a) Egosentrisme yang melebihi anak normal.

9) Keluar cairan nanah dari kedua telinga (hlm.11)

  Keterbatasan dalam kemampuan berbicara dan berbahasa mengakibatkan anak tunarungu cenderung memiliki prestasi yangrendah dalam mata pelajaran verbal dan cenderung sama dalam mata pelajaran yang bersifat nonverbal dengan anak normalseusianya.2) Karakteristik anak tunarungu dalam aspek sosial-emosional adalah sebagai berikut. b)Sifat egosentris yang melebihi anak normal, yang ditunjukkan dengan sukarnya mereka menempatkan diri pada situasi commit to user serta tindakannya lebih terpusat pada “aku/ego” sehingga kalau ada keinginan, harus selalu dipenuhi.

1) Tingkat I, kehilangan kemampuan mendengar antara 35 sampai 54 dB

  commit to user 1)Anak tunarungu yang kehilangan pendengaran antara 20-30 dB (slight losses), Dwidjosumarto dalam Somantri (2006) mengklasifikasikan tunarungu menurut tarafnya dapat diketahui dengan tes audiometris. Anak tunarungu yang kehilangan pendengaran antara 60-75 dB (severe losses),5) (moderate losses),4) 3)Anak tunarungu yang kehilangan pendengaran antara 40-60 dB 2)Anak tunarungu yang kehilangan pendengaran antara 30-40 dB (mild losses), 2)Tingkat II, kehilangan kemampuan mendengar antara 55 sampai 69 dB.

5. Anak Tunagrahita a. Pengertian

  Terdapat banyak penyebab cacat mental, seperti penyakit yang diderita semasa kehamilan, kerusakan dalam metabolisme, penyakit pada otak ataukromosom yang abnormal, faktor lingkungan, pola makan yang tidak baik, dan perawatan yang tidak sesuai. Sedangkan Amin (1995) berpendapat terdapat beberapa faktor penyebab tunagrahita: 1) Faktor keturunan 2) Gangguan metabolisme dan giziKelainan yang disebabkan oleh kegagalan metabolisme dan kekurangan gizi, antara lain:a) PhenylketonuriaKelainan ini merupakan salah satu akibat gangguan metabolisme commit to user Gargoylism disebabkan oleh adanya kerusakan metabolisme saccharide yang menjadi tempat penyimpanan asammucopolysaccharide di dalam hati, limpa kecil, dan otak.

1) Penyakit yang disebabkan minuman keras

  Dari pendapat di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa penyebab tunagrahita antara lain karena:1) Faktor keturunan.2) Faktor penyakit yang terjadi saat prenatal (saat dalam kandungan ibu).3) Faktor penyakit yang terjadi saat natal (saat dilahirkan).4) Faktor penyakit yang terjadi saat postnatal (setelah lahir).5) Faktor lingkungan/sosial-budaya. 2)Karakteristik anak tunagrahita sedang Anak tunagrahita sedang hampir tidak bisa mempelajari pelajaran- commit to user Karakteristik anak tunagrahita berat dan sangat beratAnak tunagrahita berat dan sangat berat sepanjang hidupnya akan selalu tergantung pada pertolongan dan bantuan orang lain.

6) Sering keluar ludah (cairan) dari mulut (ngiler) (hlm.19)

  Menurut Hildayani, dkk, (2010) ecara umum, terlihat bahwa anak dengan retardasi mental memiliki karakteristik tertentu yang dapat diamatisebagai berikut:1) Menunjukkan ada kendala pada aspek rentang perhatian, daya ingat dan cara belajar.2) Aktivitas bermain yang dilakukan anak dengan retardasi mental serupa dengan anak yang usianya jauh lebih kecil dari mereka. Dari pendapat diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa karakteristik commit to user 1)Mengalami gangguan perkembangan bahasa terutama pada anak tunagrahita sedang dan berat.

2) Kemampuan intelektual anak tunagrahita dibawah anak normal

  Menurut Abdurrachman dan Sudjadi (1994) ada empat kelompok pembedaan untuk keperluan pembelajaran yaitu: 1)Taraf perbatasan atau lamban belajar (the boderline or the slow learner ) (IQ 70-85), 2)Tunagrahita mampu didik (educable mentally retarded) (IQ 50-70 atau 75), 3)Tunagrahita mampu latih (trainable mentally retarded) (IQ 30 atau 35 sampai 50 atau 55), dan 4)Tunagrahita mampu rawat (dependent or profoundly mentally retarded ) (IQ di bawah 25 atau 30) (hlm. Tunagrahita berat(severe) memiliki IQ antara 32-20 menurut Skala Binet dan antara 39- commit to user commit to user (profound) memiliki IQ dibawah 19 menurut Skala Binet dan IQ dibawah 24 menurut Skala Wischler (WISC).

6. Anak Tunadaksa a. Pengertian

  Sedangkan Wardani, dkk (2009) menjelaskan anak tunadaksa dapat didefinisikan sebagai “penyandang bentuk kelainan atau kecacatan padasistem otot, tulang dan persendian yang dapat mengakibatkan gangguan koordinasi, komunikasi, adaptasi, mobilisasi, dan gangguan perkembangankeutuhan pribadi” (hlm.7.3). Menurut pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa anak tunadaksa adalah anak yang mengalami gangguan atau kelainan pada otot, tulang,dan sendinya sehingga mengalami gangguan dalam fungsi alat geraknya.

e) Keguguran yang dialami ibu

  Menurut Wardani, dkk (2009) karakteristik anak tunadaksa ditinjau dari beberapa segi, antara lain: 1)Karakteristik akademis anak tunadaksa meliputi ciri khas kecerdasan, kemampuan kognisi, persepsi dan simbolisasi mengalami kelainankarena terganggunya sistem cerebral sehingga mengalami hambatan dalam belajar, dan mengurus diri. 2)Anak tunadaksa memiliki kemampuan intelektual yang sama dengan anak normal, ada yang di bawah rata-rata, rata-rata, dan di atas rata-rata.

14) Poliomyelitis spinal cords

  Koening dalam Somantri (2006) tunadaksa dapat diklasifikasikan sebagai berikut:1) Kerusakan yang dibawa sejak lahir atau kerusakan yang merupakan keturunan, meliputi:a) Club-foot (kaki seperti tongkat). d)Syndactylism (jari-jari yang berselaput atau menempel satu dengan yang lainnya).

i) Hydrocephalus (kepala yang besar karena berisi cairan)

  Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa anak tunadaksa dapat diklasifikasikan sebagai berikut:1) Anak tunadaksa yang mengalami kelainan pada bagian tulang, otot, dan sendi.2) Anak tunadaksa yang mengalami kelainan pada sistem saraf. Patton dalam Efendi (2006) mengklasifikasikan penyebab ketunalarasan secara umum, yaitu: a) faktor penyebab bersifat internaladalah faktor-faktor yang langsung berkaitan dengan kondisi individu itu sendiri, seperti keturunan, kondisi fisik dan psikisnya, dan b) faktorpenyebab eksternal adalah faktor-faktor yang berasal dari luar individu terutama lingkungan, baik lingkungan keluarga, masyarakat, dan sekolah(hlm.

5) Lingkungan masyarakat

  Sedangkan Resembera, dkk dalam Wardani, dkk, (2009) mengklasifikasikan anak tunalaras menjadi 2 kelompok yaitu: 1)Tingkah laku anak tunalaras yang beresiko tinggi, yaitu hiperaktif, agresif, pembangkang, delinkuensi dan anak yang menarik diri dari commit to user commit to user 2)Tingkah laku anak tunalaras yang beresiko rendah, yaitu autisme dan skizofrenia (hlm. Suharmini (2005) menjelaskan bahwa kesulitan belajar adalah “suatukeadaan pada seorang anak yang mengalami ketidakmampuan dalam belajar yang disebabkan gangguan proses belajar di dalam otak, yangdapat berupa gangguan persepsi (visual atau auditoris), gangguan dalam proses integratif atau gangguan ekspresif” (hlm.

c) Kesulitan belajar dalam penyesuaian perilaku

2) Kesulitan belajar akademik (academic learning disabilities)

  Menurut Direktorat Pendidikan Luar Biasa (2004) anak berbakat atau anak yang memiliki kemampuan dan kecerdasan luar biasa adalah “anakyang memiliki potensi kecerdasan (intelegensi), kreativitas, dan tanggungjawab terhadap tugas (task commitment) di atas anak-anakseusianya (anak normal), sehingga untuk mewujudkan potensinya menjadi prestasi nyata, memerlukan pendidikan khusus” (hlm. Dari beberapa pendapat diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa pengertian anak berbakat adalah anak yang memiliki potensi yang tinggibaik dalam bidang akademik maupun kreativitas dan menunjukkan komitmen tinggi dalam melaksanakan tugasnya.

4) Kesempatan yang diberikan oleh lingkungan

  commit to user 2)Motivasi dan kemauan dari dalam diri, dan faktor genetik, a) Sehat. Ciri-ciri fisik, antara lain: Munandar (1985) ciri-ciri anak berbakat meliputi ciri-ciri fisik, mental- intelektual, emosional, dan ciri-ciri sosial:1) Setiap manusia memiliki karakteristik yang menunjukkan kepribadian mereka.

i) Mampu menghadapi masalah dari berbagai sudut pandang

  c)Mempunyai banyak inisiatif dan memiliki tanggung jawab serta rasa percaya diri yang besar. Menurut Munandar (2004) seseorang disebut berbakat apabila memiliki tiga kelompok ciri-ciri yang berpautan, jika hanya memiliki salahsatu dari kelompok ciri-ciri maka belum mencerminkan keberbakatan.

3) Pengikatan diri terhadap tugas

  Sumiharso (2008) menyebutkan karakteristik anak berbakat domain intelektual-koginitif, domain persepsi-emosi, domain motivasi dan nilai-nilai hidup, domain aktifitas, serta domain relasi sosial adalah sebagai berikut:1) karakteristik intelektual-kognitifa) Menunjukkan atau memiliki ide-ide yang orisinal, gagasan- gagasan yang tidak lazim, pikiran-pikiran kreatif. h)Biasanya fasih dalam berkomunikasi lisan, senang bermain atau merangkai kata-kata.i) Sangat cepat dalam memahami pembicaraan atau pelajaran yang diberikan.j) Memiliki daya ingat jangka panjang (long term memory) yang kuat.k) Mampu menangkap ide-ide abstrak dalam konsep matematika dan/atau sains.l) Memiliki kemampuan membaca yang sangat cepat.m) Banyak gagasan dan mampu menginspirasi orang lain.

i) Memiliki minat yang beragam dan terentang luas

  g) Spontanitas yang tinggi.5) karakteristik relasi sosiala) commit to user f)Melakukan sesuatu atas dasar nilai-nilai filsafat yang seringkali sulit dipahami orang lain. d)Rentang perhatian yang panjang, mampu berkonsentrasi pada satu persoalan dalam waktu yang sangat lama.

f) Belajar dengan cepat dalam suatu bidang akademik khusus

2) Karakteristik sosial/emosional

a)Diterima oleh mayoritas dari teman-teman sebaya dan orang dewasa,b) Keterlibatan mereka dalam berbagai kegiatan sosial, mereka memberikan sumbangan positif dan konstruktif,c) Kecenderungan dipandang sebagai juru pemisah dalam pertengkaran dan pengambil kebijakan oleh teman sebayanya,d) Memiliki kepercayaan tentang kesamaan derajat semua orang dan jujur,e) Perilakunya tidak defensif dan memiliki tenggang rasa, f)Bebas dari tekanan emosi dan mampu mengontrol ekspresi emosional sehingga relevan dengan situasi,g) Mampu mempertahankan hubungan abadi dengan teman sebaya dan orang dewasa,h) Mampu merangsang perilaku produktif bagi orang lain, dan commit to user

3) Karakteristik fisik/kesehatan

a)Memiliki penampilan yang menarik dan rapi, dan

b) Kesehatannya berada lebih baik atau di atas rata-rata

  Banyak ahli yang mengklasifikasikan anak berbakat, Abdurrahman dan Sudjadi (1994) menguraikan beberapa klasifikasi anak berbakatmenurut para ahli:1) Klasifikasi anak berbakat menurut Sternberg (berdasarkan teori triarchic)a) Keberbakatan analitik meliputi kemampuan memilah masalah dan memahami bagian-bagian dari masalah tersebut. Persamaannya terletak pada bidang kajian yang diteliti yaituberdasarkan kelainannya dan berdasarkan umurnya sedangkan perbedaannya terletak pada batasan masalahnya yaitu berdasarkan kelainannya peneliti akanmeneliti tentang anak tunanetra, anak tunarungu, anak tunagrahita, anak tunadaksa, anak tunalaras, anak kesulitan belajar, dan anak berbakat dan jugaberdasarkan umurnya peneliti hanya akan membatasi pada umur 7-18 tahun.

KERANGKA BERFIKIR

  HIPOTESIS Berdasarkan tujuan penelitian, kajian teori dan hasil penelitian yang relevan serta kerangka berfikir yang telah diuraikan di atas maka dapat diajukan hipotesisbahwa: 1. Ada beberapa Anak berkebutuhan khusus yang sudah terlayani pendidikannya dan ada juga yang belum terlayani pendidikannya.

BAB II I METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat penelitian Tempat penelitian merupakan suatu lokasi yang digunakan dalam

  Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Januari sampai bulan Juli2012 dengan rincian kegiatan sebagai berikut: NO KEGIATAN BulanJan Feb Mar Apr Mei Juni Juli 1 Pengajuan judul 2 Penyusunan proposal dan perizinan 3 Pengumpulan data 4 Pengolahan data 5 Penyusunan laporan Tabel 3.1 Jenis Kegiatan dan Waktu Penelitian B. Nasir (1999) juga berpendapat bahwa“metode penelitian memandu si peneliti tentang urut-urutan bagaimana penelitian commit to user Ada beberapa jenis metode yang dapat digunakan dalam melaksanakan penelitian.

6) Metode studi waktu dan gerakan

  Metode penelitian Tindakan. (hlm. 54)Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan jenis penelitian metode survei.

C. Populasi dan Sampel

  Dalam sebuah penelitian diperlukan subjek sebagai sumber data atau informasi. Subjek dalam penelitian disebut populasi dan sampel.

1. Populasi

  Menurut Sugiyono (2010) “populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: obyek/ subyek yang mempunyai kualitas dankarakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari kemudian ditarik kesimpulannya” (hlm. 117) sedangkan menurut Nasir (1999) “populasi commit to user Dari beberapa pendapat ahli di atas dapat disimpulkan bahwa populasi adalah keseluruhan subyek penelitian yang mempunyai karakteristik tertentuyang ditetapkan oleh peneliti.

2. Sampel

  Arikunto (2006) berpendapat bahwa“Sampel adalah sebagian atau wakil dari populasi yang diteliti” (hlm. 131) sedangkan menurut Sugiyono (2010) “sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimilki oleh populasi tersebut” (hlm.

D. Teknik Pengumpulan Data

  Teknik pengumpulan data merupakan cara untuk mendapatkan data yang diperlukan dalam suatu penelitian dan akan mendukung suatu penelitian. Dalampenelitian ini data dikumpulkan melalui kuesioner atau angket yang disebarkan di tiap kecamatan sekabupaten Wonogiri.

1. Kuesioner atau angket a. Pengertian kuesioner atau angket

  Menurut Sugiyono (2010) kuesioner merupakan“teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkatpertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya ” (hlm. 199).

b. Jenis-jenis kuesioner atau angket

  2)Dipandang dari jawaban yang diberikan ada: Menurut Arikunto (2006) kuesioner adalah“sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari respondendalam arti laporan tentang pribadinya, atau hal-hal yang ia ketahui ” (hlm. Menurut Hasan (2002) kuesioner atau angket adalah“sejumlah pertanyaan yang digunakan untuk memperoleh data dari responden, dalamarti laporan tentang pribadinya atau hal-hal lain yang diketahui ” (hlm.

b) Kuesioner isian, yang dimaksud adalah kuesioner terbuka

  Disini diperlukan dari ressponden sebuah jawaban yang lebih banyak membutuhkan caraberfikir reflektif, dan karena itu biasanya memerlukan jawaban yang panjang. Pertanyaan terbuka atau pertanyaan tidak berstruktur adalah pertanyaan yang dibuat sedemikian rupa dan jawabannya dancara pengungkapannya dapat bermacam-macam.

c. Isi kuesioner atau angket

  Isi dari kuesioner berisi pertanyaan tentang fakta-fakta yang dianggap dikuasai oleh responden. Fakta-fakta tersebut, bisasaja berhubungan dengan responden, dengan suatu keadaan ataupun dengan orang-orang yang dikenal oleh respondensendiri.2) Pertanyaan tentang pendapat (opinian).

3) Pertanyaan tentang persepsi diri

d. Keuntungan dan kelemahan kuesioner atau angket

  2)Kelemahan kuesioner e)Waktu pengembaliannya tidak bersama-sama, bahkan kadang-kadang ada yang terlalu lama sehingga terlambat Menurut penelitian, angket yang dikirim lewat pos angka pengembaliannya sangat rendah, hanya sekitar 20%(Anderson). a)Responden sering tidak teliti dalam menjawab sehingga ada pertanyaan yang terlewati tidak terjawab, padahal sukardiulang untuk diberikan kembali kepadanya.

E. Analisis Data

  Menurut Sugiyono (2010) statistik deskriptif adalah “statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan datayang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi” (hlm. Adapun yang akan dijadikan kategori dalam commit to user penyusunan data ini antara lain: prevalensi anak berkebutuhan khusus, klasifikasi PersiapanPada tahap ini kegiatan yang dilaksanakan adalalah mengecek angket yang telah dikembalikan dari tiap kecamatan.

BAB IV HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Data Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Wonogiri pada tanggal 5 Juni

  Kabupaten Wonogiri memiliki luas wilayah 182.236,02Hektar atau 5,59% luas wilayah Propinsi Jawa Tengah secara geografis terletak antara 7032’ dan 8015’ Lintang Selatan (LS) dan antara 110041’ dan 111018’Bujur Timur (BT). KabupatenWonogiri memiliki batas wilayah yaitu batas sebelah Utara berbatasan denganKabupaten Sukoharjo dan Kabupaten Karanganyar, sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Magetan dan Kabupaten Ponorogo Propinsi Jawa Timur,sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Pacitan Propinsi Jawa Timur danSamudra Indonesia dan sebelah Barat berbatasan dengan Propinsi DaerahIstimewa Yogyakarta.

B. Hasil Penelitian

  Termasuk kecamatan yang telahdisebutkan yaitu kecamatan Purwantoro yang memiliki jarak tempuh yang jauh dari Dinas Pendidikan Kabupaten Wonogiri, sehingga pada batas tenggang waktupengumpulan instrumen tidak dapat mengumpulkan pada Dinas Pendidikan atau pada peneliti. Untukmemudahkan dalam pembacaan tabel maka akan disajikan dalam bentuk diagram sebagai berikut: 99.47% 100.00%90.00% 80.00%70.00% 60.00% Yang Sudah dan Belum 50.00%Terlayani Pendidikannya 40.00% 30.00% 20.00%10.00% 0.53% 0.00% Category 1 Category 3 Grafik 4.6 Prosentase Anak Berkebutuhan Khusus yang Sudah TerlayaniPendidikannya dan yang Belum Terlayani Pendidikannya commit to user C.

1. Prevalensi anak berkebutuhan khusus di kabupaten Wonogiri tahun 2012

  Kadri (2010) menyebutkan bahwa prevalensi adalah jumlah keseluruhan orang yang menggambarkan kondisi tertentu yang menimpa sekelompokpenduduk tertentu (point prevalence), atau pada periode tertentu (period prevalence ) tanpa melihat kapan kondisi itu mulai dibagi dengan jumlah penduduk yang mempunyai resiko tertimpa penyakit pada waktu titik tertentu atau periode tertentu. Prevalensi anakberkebutuhan khusus dengan jumlah yang jauh lebih sedikit dibandingkan dengan siswa normal, juga dijelaskan oleh Tina Tuslina (2012) bahwa diperkirakan antara3-7 % atau sekitar 5,5-10,5 juta anak usia di bawah 18 tahun menyandang ketunaan atau masuk kategori anak berkebutuhan khusus.(http://edukasi.kompasiana.com/2012/05/20/perkembangan-pendidikan-anak- berkebutuhan-khusus-di-indonesia/ ).

2. Klasifikasi anak berkebutuhan khusus berdasarkan kelainanannya

  Sesuai dengan pendapat di atas, pada penelitian ini penelti membatasi pengklasifikasian anak berkebutuhan khusus yang terdiri dari Tunanetra, Tunarungu, Tunagrahita, Tunadaksa, Tunalaras, Kesulitan belajar, Berbakat dan Tunaganda. Berdasarkan data di atas didapatkan hasil bahwa jumlah kebutuhan khusus paling banyak adalah adalah jenis kebutuhan khusus Kesulitan Belajar yangmencapai jumlah sebesar 71,77 % dari 1.860 siswa berkebutuhan khusus yang terdapat di kabupaten Wonogiri pada tahu 2012.

3. Klasifikasi anak berkebutuhan khusus berdasarkan umurnya

  Usia atau umur anak berkebutuhan khusus dalam penelitian ini dikhususkan pada usia 7-18 tahun. Sedangkan usia paling sedikit yang mengalami berkebutuhan khusus adalah usia 18 tahun sebanyak 4 dengan prosentase 0,21 %.

4. Prosentase anak berkebutuhan khusus di tiap kecamatan

  Kecamatan Manyaran commit to user Berdasarkan data di atas dapat diketahui jumlah kecamatan yang memiliki jumlah anak berkebutuhan khusus paling banyak pada jenjang pendidikan SD/MIdan SLB adalah kecamatan Wonogiri sebanyak 314 anak berkebutuhan khusus atau sekitar 16,89 % dari 1860 anak berkebutuhan khusus di kabupaten Wonogiri. Sedangkan kecamatan yang memiliki anak berkebutuhan paling sedikit menurut data penelitian yang diperoleh dalam penelitian ini adalah pada kecamatanGriwoyo dengan jumlah anak berkebutuhan khusus 7 siswa atau sekitar 0,38 % dari 1860 siswa berkebutuhan khusus secara keseluruhan di kabupaten Wonogiri.

5. Jumlah anak berkebutuhan khusus yang sudah terlayani pendidikannya

  Sedangkan anakberkebutuhan khusus di kabupaten Wonogiri sesuai dengan perolehan angket dapat diketahui bahwa yang sudah terlayani pendidikannya sebesar 1.850 siswaatau sekitar 99,47 % dari 1860 anak berkebutuhan khusus di kabupaten Wonogiri. Sedangkan anak yang belum terlayani pendidikannya sebanyak 10 anak atau sekitar 0,53 % dari 1860 anak berkebutuhan khusus di kabupaten Wonogiri.

BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN A. Simpulan Berdasarkan pada tujuan penelitian ini dan setelah dilakukan penelitian

  Dari data yang terkumpul dapat diketahui bahwa prevalensi anak berkebutuhan khusus dengan rentang usia 7-18 tahun di Kabupaten Wonogiritanpa Kecamatan Purwantoro sebanyak 1.860 anak atau 2,71% dari 68.547 populasi anak dengan jenis kelamin laki-laki sebanyak 1.252 atau 67,31% danjenis kelamin perempuan sebanyak 608 atau 32,69%. Dari 1860 anak berkebutuhan khusus yang terdata terdapat 1850 anak berkebutuhan khusus yang sudah terlayani pendidikannya sehingga anakberkebutuhan khusus yang belum terlayani pendidikannya sebanyak 10 anak atau 0,53%.

B. Implikasi

  Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data tentang prevalensi dan klasifikasi anak berkebutuhan khusus di Kabupaten Wonogiri. Sehingga tidak ada ABK yang tinggalkelas sehingga usianya sama dengan anak pada umumnya, 4.

C. Saran 1

  Pemerintah dan Masyarakat dapat bekerjasama dalam melakukan Identfikasi dan Asesmen pada ABK untuk menentukan jens kelainan dan memberikan layanan pendidikan dengan tepat,c. Saran bagi peneliti selanjutnyaUntuk peneliti selanjutnya dapat meneliti langsung ke masyarakat untuk melengkapi data yang telah terkumpul pada penelitian ini.

Dokumen baru

Aktifitas terkini

Download (122 Halaman)
Gratis

Dokumen yang terkait

ANALISIS KEBUTUHAN DAN PENYEDIAAN GURU PRODUKTIF SMK NEGERI DARI LULUSAN LPTK DAN NON LPTK DI KABUPATEN MADIUN
0
0
78
TWO STRAY UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN EKONOMI DI SMA N 1 TERAS BOYOLALI TAHUN AJARAN 20112012
0
0
106
RETAIL MARKETING MIX DI CARREFOUR SOLO PARAGON MALL
0
0
90
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN KEDISIPLINAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT KERETA API DAOP VII MADIUN TAHUN 2012
0
0
94
ANALISIS EFISIENSI PERBANKAN DI INDONESIA (STUDI PADA BANK YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PADA PERIODE 2007-2011)
0
0
93
STRATEGI PENINGKATAN PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA SEKTOR PERTANIAN DI KABUPATEN WONOGIRI
0
0
83
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN KE SEKTOR NON PERTANIAN DI KABUPATEN KARANGANYAR Skripsi Program Studi Agribisnis (AGB)
0
0
92
DETERMINAN SIMPANAN MASYARAKAT DI PERBANKAN WILAYAH PROPINSI JAWA TENGAH (Suatu Pendekatan Ekonomi Makro Tahun 2002-2010)
0
0
111
ANALISIS FINANSIAL USAHA PETERNAKAN JALAK SUREN DI DESA JIMBUNG, KECAMATAN KALIKOTES, KABUPATEN KLATEN
0
0
87
ANALISIS FINANSIAL USAHA PENGGEMUKAN SAPI POTONG RAKYAT DI KECAMATAN GONDANGREJO KABUPATEN KARANGANYAR SKRIPSI
0
0
67
DESAIN INTERIOR TROPICAL FRUIT CENTER DI SURAKARTA
0
0
129
SIKAP KONSUMEN TERHADAP BERAS ORGANIK DI PASAR SWALAYAN KOTA SURAKARTA
0
0
65
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN IKAN LELE DI KABUPATEN SUKOHARJO
0
0
84
TAMAN MAKAM VERTIKAL DI JAKARTA
0
1
105
STRATEGI PENGEMBANGAN KOMODITI TANAMAN BAHAN MAKANAN DI KABUPATEN KEBUMEN
0
0
111
Show more