KATA PENGANTAR - Analisis Dampak Keberadaan PT.Agincourt Resources Terhadap Tingkat Kesejahteraan Masyarakat Batang Toru Kabupaten Tapanuli Selatan

Gratis

0
4
18
5 months ago
Preview
Full text

KATA PENGANTAR

  Segala puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmat-Nya yang diberikan kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Analisis Dampak Keberadaan PT.Agincourt Resources Terhadap Tingkat Kesejahteraan Masyarakat Batang Toru Kabupaten Tapanuli Selatan” .

  Dalam penulisan skripsi ini penulis ingin menyampaikan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah ikut membantu di dalam memberikan bimbingan, motivasi dan saran kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan penyusunan skripsi ini.

  Untuk itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada :

  1. Bapak Prof. Dr. Azar Maksum, M.Ec., Ac., Ak., CA sebagai Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.

  2. Bapak Wahyu Ario Pratomo, SE, M.Ec sebagai Ketua Departemenn Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.

  3. Bapak Prof. Dr. Ramli, MS sebagai Dosen Pembimbing yang telah banyak memberikan arahan dan bimbingan sehingga skripsi ini dapat terselesaikan.

  4. Ibu Ilyda Sudardjat, S.Si, M.Si dan Bapak Rachmat Sumanjaya HSB, M.Si sebagai Dosen Pembanding yang telah banyak memberikan petunjuk, saran dan kritik yang membangun pada penulis.

  5. Seluruh Staff Pengajar dan Staff Administrasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis USU yang selama ini telah mendidik dan membimbing penulis dengan baik.

  6. Kedua orangtua saya, Edi Suriono dan Ibunda Armaini, saya ingin mengucapkan terima kasih banyak atas doa, dukungan, semangat, perhatian, dan bantuan materi yang diberikan kepada saya dalam menyelesaikan perkuliahan dan skripsi ini.

  7. Untuk sahabat terbaik saya Dewi, Dira, Eva, Indah, Mutia, Iju, Utami, serta seluruh mahasiswa program studi Ekonomi Pembangunan stambuk 2010 lainnya. Terimakasih saya sampaikan sebab banyak mendapat arti persahabatan dari kalian dan telah banyak membantu baik secara langsung ataupun tidak langsung dalam penyusunan skripsi ini. Akhirnya saya berharap agar skripsi ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan peneliti lainnya, khususnya mahasiswa Fakultas Ekonomi Program Studi Ekonomi

  Pembangunan Universitas Sumatera Utara. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan karunia-Nya serta memberikan balasan yang berlipat ganda kepada semua pihak yang telah bersedia membantu penyelesaian skripsi ini. Amiin ya Rabbal Alamin.

  Medan, Maret 2015 Mutia Sari

  NIM : 100501086

  

DAFTAR ISI

Daftar isi ....................................................................................................................... i

BAB 1 PENDAHULUAN

  1.1 Latar Belakang ................................................................................... 1

  1.2 Perumusan Masalah ............................................................................ 7

  1.3 Tujuan Penelitian ................................................................................ 7

  1.4 Manfaat Penelitian .............................................................................. 7

  BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

  2.1 Degradasi Lingkungan .......................................................................... 9

  2.1.1Pengertian Degradasi Lingkungan .............................................. 9

  2.2 Pertanian ............................................................................................. 10

  2.2.1Klasifikasi sector Pertanian ………………………………… 10

  2.2.2 Syarat-Syarat Pembangunan Pertanian……………….………11

  2.2.3 Hubungan Pertanian Dengan Pertumbuhan Ekonomi Dan Lingkungan Hidup…………………..……………………12

  2.3 Keramba Jaring Apung ..................................................................... 13

  2.4 Pengertian Hotel dan Ruang Lingkup Hotel ..................................... 18

  2.4.1 Pengertian Hotel ..................................................................... 18

  2.4.2 Pengertian Hotel di Indonesia.................................................. 19 2.4.3 Dampak wisata terhadap lingkungan…………………............

  20

  2.5 Pendapatan ....................................................................................... 21

  2.6 Penelitian Terdahulu ........................................................................ 23

  2.7 Kerangka Konseptual dan Hipotesis Penelitian................................ 26 2.7.1 Kerangka Konseptual ………………………………………...

  26 2.7.2 Hipotesis Penelitian …………………………………………..

  27 BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

  3.1 Lokasi Penelitian ................................................................................ 28

  3.2 Populasi dan Sampel .......................................................................... 28

  3.2.1 Populasi ……………………………………………………….28

  3.2.2 Sampel ………………………………………..………………28

  4.1.1 Keadaan Geografis dan Luas Danau Toba .............................. 38

  4.4.2 Distribuasi Jawab Responden Atas Peryataan Apakah Perkembangan kerambah jaring apung dapat merusak keindahan Danau Toba (P2)…………..…………… 50

  4.4.1Distribusi Jawab Responden Atas Peryataan Apakah Perkembangan Kerambah jaring apung dapat meningkatkan pendapatan masyarakat (P1)…………………………………… 49

  4.4 Distribusi Jawaban Responden .......................................................... 49

  4.3 Gambaran Umum Responden ........................................................... 43

  4.2 Tekanan Keadaan Danau Toba Saat Ini ........................................... 42

  4.1.4Suhu dan Kelembaban Udara ................................................... 42

  4.1.3 Curah Hujan .............................................................................. 41

  4.1.2 Iklim.......................................................................................... 40

  4.1 Gambaran umum ............................................................................. 37

  3.3 Jenis dan Sumber Data ....................................................................... 29

  BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN

  3.5 Batasan Operasioal ............................................................................ 34

  3.4.5 Koefisien Determinasi (R²)………………………..………… 33

  3.4.4 Uji t (Uji Secara Parsial) …………………………………... 32

  3.4.3 Uji F (Uji Secara Simultan)…………………………………. 31

  3.4.2 Uji Hipotesis ............................................................................ 30

  3.4.1 Analisis regresi berganda......................................................... 29

  3.4 Model Analisi Data ........................................................................... 29

  4.4.3 Distribuasi Jawab Responden Atas Peryataan Perkembangan kerambah jaring apung mengganggu pergerakan transportasi kapal (P3)……………...……………. 51

  4.4.4 Distribuasi Jawab Responden Atas Peryataan Perkembangan kapal boat meningkatkan pendapatan masyarakat (P4)………. 52

  4.4.5 Distribuasi Jawab Responden Atas Peryataan Limbah solar dari kapal boat merusak lingkungan (P5)…...………….. 53

  4.4.6 Distribuasi Jawab Responden Atas Peryataan Keberadaan kapal boat berdampak negative terhadap habitat ikan (P6)…... 54

  4.4.7 Distribuasi Jawab Responden Atas Peryataan Perkembangan kapal boat menarik wisatawan untuk berkunjung (P7)………. 55

  4.4.8 Distribuasi Jawab Responden Atas Peryataan Lahan pertanian meningkatkan pendapatan masyarakat (P8)…………………. 56

  4.4.9 Distribuasi Jawab Responden Atas Peryataan Penggarapan lahan pertanian menyebabkan kerusakan lingkungan (P9)……

  57

  4.4.10Distribuasi Jawab Responden Atas Peryataan Penggarapan lahan pertanian merusak keindahan Danau toba (P10) ……… 58

  4.4.11 Distribuasi Jawab Responden Atas Peryataan Perkembangan hotel meningkatkan pendapatan masyarakat (P11)...……….. 59

  4.4.12 Distribuasi Jawab Responden Atas Peryataan perkembangan hotel tersebut dapat menggangu ekosistem alam Danau Toba (P12)………………………….. 60

  4.4.13 Distribuasi Jawab Responden Atas Peryataan Apakah menurut bapak/ibu limbah hotel merusak lingkungan (P13)……………………...…………… 61

  4.5 Analisis Regresi Linear Berganda………………………..………... 63

  4.6 Hasil Regresi Berganda……….…………………………………... 63

  4.6.1 Regresi Pertama……………………………………………65

  4.6.1.1 Kerusakan Lingkungan…………………………………..65

  4.6.1.2 Uji t-statistik (UjiParsial)…………………………………..67

  4.6.1.3 Uji F-statistik (UjiKeseluruhan)……………………………67

  4.6.1.4 Koefisien Determinasi (RSquare)………………………….68

  4.6.2 Regresi Kedua ………………………………………………... 69

  2

  4.6.2.1 Pendapatan(Y )……………………………………………..69

  4.6.2.2 Uji t-statistik (Uji Parsial)…………………………………..70

  4.6.2.3 Uji F-statistik (UjiKeseluruhan)……………………………70

  4.6.2.4 Koefisien Determinasi (R-Square)……………………… 71

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

  5.1 Kesimpulan ....................................................................................... 72

  5.2 Saran ................................................................................................. 74

  

Daftar Pustaka ............................................................................................................ 7

  

DAFTAR TABEL

No. Tabel Judul Halaman

Tabel 1.1 Jumlah Kunjungan Wisatawan Ke Kota Parapat

  Tahun 2010 – 2013……………………………………………

  4 Tabel 3.1 Defenisi Operasional Variabel ........................................................

  36 Tabel 4.1Luas Wilayah Danau Toba………………………………..............

  39 Tabel 4.2Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Umur……………..

  44 Tabel 4.3Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan……………….. 45 Tabel 4.4Karakteristik Responden Berdasarkan Jumlah Tanggungan…….

  46 Tabel 4.5 Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan / Sampingan…… 47 Tabel 4.6Karakteristik Responden Berdasarkan Penghasilan perbulan pekerjaan / Sampingan…………………………………………….. 48

Tabel 4.7 Penjelasan Responden Atas Peryataan Apakah Perkembangan kerambah jaring apung dapat meningkatkan pendapatan masyarakat(P1)…….. 49Tabel 4.8 Penjelasan Responden Atas Peryataan Apakah Perkembangan kerambah jaring apung dapat merusak keindahan Danau Toba (P2)………….. 50

  Tabel 4.9Penjelasan Responden Atas Peryataan Perkembangan kerambah jaring apung mengganggu pergerakan transportasi kapal (P3)……………… 51

Tabel 4.10 Penjelasan Responden Atas Peryataan Perkembangan kapal boat meningkatkan pendapatan masyarakat (P4)……………………… 52

  Tabel 4.11Penjelasan Responden Atas Peryataan Limbah solar dari kapal boat merusak lingkungan (P5)………………………………………….. 53 Tabel 4.12Penjelasan Responden Atas Peryataan Keberadaan kapal boat berdampak negative terhadap habitat ikan (P6)…………………… 54 Tabel 4.13Penjelasan Responden Atas Peryataan Perkembangan kapal boat menarik wisatawan untuk berkunjung (P7)……………………….. 55

Tabel 4.14 Penjelasan Responden Atas Peryataan Lahan pertanian meningkatkan pendapatan masyarakat (P8)……………………………………….. 56

  Tabel 4.15Penjelasan Responden Atas Peryataan Penggarapan lahan pertanian menyebabkan kerusakan lingkungan (P9)…………………………. 57 Tabel 4.16Penjelasan Responden Atas Peryataan Penggarapan lahan merusak keindahan Danau toba (P10)……………………………………….. 58 Tabel 4. 17 Penjelasan Responden Atas Peryataan Perkembangan hotel meningkatkan pendapatan masyarakat (P11)………………………... 59 Tabel 4. 18 Penjelasan Responden Atas Peryataan Apakah perkembangan hotel tersebut dapat menggangu ekosistem alam Danau Toba (P12)……… 60 Tabel 4. 19 Penjelasan Responden Atas Peryataan Apakah menurut bapak/ibu limbah hotel merusak lingkungan (P13)………………………………61

  DAFTAR GAMBAR

No. Judul Halaman

Gambar 2.1 kerangka konseptual ....................................................................... 26

  

DAFTAR LAMPIRAN

No. Judul Halaman

  1. Kusioner Penelitian .....................................................................

  76 2. Data Responden ...........................................................................

  80

  3. Tabulasi Butir Regresi Pada Petani Usaha Kerambah Jaring Apung Di Danau Toba ……………………………………. 83

  4. Frekuensi dan persen distribusi responden ............................................... 85

  5. Hasil Regresi ............................................................................................ 92

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

  Manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya memerlukan sumber daya alam baik itu berupa sumber daya tanah, air, udara dan sumber daya alam lainnya yang termasuk ke dalam sumber daya terbarukan dan tidak terbarukan. Namun demikian, harus kita sadari bahwa sumber daya tersebut memiliki keterbatasan di dalam banyak hal, baik itu dari segi kuantitas maupun dari segi kualitas. Dari segi kualitas, manusia dan sumber daya alam lingkungan memiliki kaitan yang erat. Ada kalanya, keadaan lingkungan menentukan aktivitas manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Sebaliknya, ada pula aktivitas manusia yang sangat mempengaruhi keadaan kualitas lingkungan.

  Manusia menginginkan kondisi lingkungan yang bersih guna mendukung aktivitasnya sehari-hari. Namun tanpa disadari secara langsung, pada kenyataannya manusia tersebutlah yang telah merusak lingkungan dengan berbagai macam kegiatannya yang berdampak negatif sehingga mengakibatkan terjadinya penurunan (degradasi) kualitas lingkungan. Banyak contoh kasus kerusakan dan pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh aktivitas manusia seperti pencemaran air, pencemaran udara, pencemaran tanah serta kerusakan hutan yang kesemuanya tidak terlepas dari aktivitas manusia yang pada akhirnya merugikan manusia itu sendiri.

  Padahal lingkungan alam merupakan tempat bagi organisme hidup beserta dengan segala keadaan dan kondisinya untuk menunjang kehidupan manusia itu sendiri di bumi yang menjadi tempat tinggalnya. Kondisi tersebutlah yang menjadi salah satu permasalahan hidup yang kita alami sekarang, yaitu kerusakan atau penurunan (degradasi) kualitas lingkungan.

  Kerusakan atau degradasi lingkungan adalah penurunan baik secara kuantitas maupun kualitas kondisi lingkungan. Hampir semua degradasi atau kerusakan lingkungan terjadi oleh ulah manusia yang hanya memanfaatkannya saja namun tidak memikirkan keadaan ekosistem alamnya , seperti yang terjadi di Danau toba .

  Danau Toba berada di daerah Sumatera Utara merupakan salah satu aset Negara/Pemda yang sangat berharga dan termasuk salah satu Daerah Tujuan Wisata setelah Bali dan Lombok/NTB sehingga merupakan kebanggaan tersendiri bagi daerah ini. Ditetapkannya Danau Toba sebagai salah satu daerah tujuan wisata, karena anggapan selama ini memiliki panorama alam yang indah.

  Danau Toba memiliki luas lebih kurang 369.854 Ha, terdiri dari 190. 3124 Ha daratan di Pulau Sumatera (keliling luar danau), 69.280 ha daratan Pulau Samosir (di tengah danau) dan 110.260 ha berupa perairan Danau Toba (luas permukaan). Secara geografis, Ekosistem Kawasan Danau Toba (EKDT) terletak di antara koordinat 2º10’LU–3º0’LU dan 98º20”BT–99º50”BT. EKDT terdapat di Pegunungan Bukit Barisan, Provinsi Sumatera Utara. Menurut wilayah administrasi pemerintahan, EKDT meliputi tujuh Kabupaten yaitu: (1) Kabupaten Tapanuli Utara, (2) Kabupaten Humbang Hasundutan, (3) Kabupaten Toba, (4) Kabupaten Samosir, (5) Kabupaten Simalungun, (6) Kabupaten Karo, dan (7) Kabupaten Dairi. (ITB, 2001 dalam Siregar, A.Z., 2008).

  Danau Toba dilihat dari asal proses terbentuknya merupakan danau volcano- tektonik yang menurut Van Bemmelen (1949), dikatakan terbentuknya akibat proses tanah terban yang terjadi karena bagian kedalamannya yang berupa magma naik ke permukaan melalui celah tektonik membentuk gunung api. Ruang yang ditinggalkan oleh magma membentuk rongga di dalam kerak bumi dan kemudian beban di permukaannya mengalami terban dan terpotong menjadi beberapa bagian. Bagian yang cukup besar berada pada bagian tengah dengan posisi miring ke arah barat berupa pulau Samosir, dan bagian lain yang posisinya lebih rendah selanjutnya tergenang air permukaan membentuk danau. Erupsi magma di bagian barat yang muncul ke permukaan membentuk gunung api Pusuk Bukit (1981 m) sedangkan di sekeliling bagian yang terban terbentuk dinding terjal atau caldera rim. Luas keseluruhan danau termasuk pulau Samosir adalah 1.810 kilometer persegi, dengan luas danau lebih dari 1.100 kilometer. (Bapedalda Sumut, 2000 dalam Fitra E., 2008).

  Kawasan Danau Toba merupakan ikon pariwisata Sumatera Utara yang dapat diandalkan untuk mendatangkan wisatawan – wisatawan dalam negeri maupun mancanegara. Seperti yang kita ketahui bahwa Danau Toba merupakan danau terbesar di Indonesia. Keberadaan objek wisata Danau Toba merupakan potensi ekonomi yang bila dimanfaatkan dengan tepat akan mendatangkan kesejahteraan bagi masyarakat sekitarnya, terkhusus masyarakat Kota Parapat.

  Perkembangan kunjungan wisatawan memberikan kontribusi besar dalam perkembangan pariwisata. Kehadiran wisatawan ke Kota Parapat mengalami kenaikan dan penurunan dari tahun ke tahun. Berikut disajikan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kota Parapat dari tahun 2010 hingga tahun 2013:

Tabel 1.1 Jumlah Kunjungan Wisatawan Ke Kota Parapat Tahun 2010 - 2013

  Tahun Jumlah Wisatawan 2010 90598 2011 95122 2012 125583 2013 127155

  Sumber: Dinas Pariwisata, Seni, dan BudayaKabupaten Simalungun 2013 Berdasarkan data tersebut terlihat bahwa wisatawan yang berkunjung ke Kota Parapat dalam kurun waktu 2010-2013 mengalami kenaikan. Dengan melihat data tersebut menunjukkan bahwa ada potensi pariwisata yang dimiliki Kota Parapat sebagai salah satu kota yang berbatasan dengan Danau Toba.

  Pada beberapa tempat, lahan Danau Toba dimanfaatkan penduduk setempat sebagai lahan usaha tani, walaupun produktifitasnya relatif rendah, tetapi produksi pertanian ini turut memegang peranan dalam menunjang kelestarian lingkungan Danau Toba. Demikian pula dengan adanya keterkaitan hulu-hilir, maka keberadaan Danau Toba terutama dalam pemanfaatan ruangnya memegang peranan penting dalam menjaga kelestarian lingkungan Daerah Aliran Sungai (DAS) Asahan bagian hilir. Dari fungsi Danau Toba tersebut di atas, yang paling menonjol saat ini adalah pemanfaatan potensi alam sebagai objek wisata yang sangat tergantung pada kelestarian alamnya, serta tenaga massa air outlet Danau Toba untuk PLTA yang sangat tergantung kepada debit air dan fluktuasinya. (Ilyas, D.S., 1998).

  Di perairan Danau Toba ini tempo dulu masih dijumpai ikan asli yaitu ikan batak dan pora-pora. Tetapi saat ini sudah jarang bahkan mungkin sudah hilang dan tidak jelas apa penyebabnya. Pada tahun 1996 usaha perikanan di perairan Danau Toba mulai berkembang dalam bentuk Keramba Jaring Apung (KJA) dan hingga saat ini mencapai luas ± 440 ha. Walaupun luas perairan yang digarap baru mencapai 0,4% dari ambang luas dan yang diizinkan sebesar 1% dari luas perairan Danau Toba. (LP Universitas Sumatera Utara, 1999 dalam Sianturi, T., 2004).

  Banyak masalah yang timbul, seperti penyebaran lokasi KJA tersebut berada di dalam kawasan daerah wisata. Sebagai contoh terdapat di daerah turis Tomok yang walaupun dalam jumlah yang sedikit, para wisatawan terutama dari mancanegara sudah terusik dan enggang mandi di perairan tersebut. Demikian juga di kota Haranggaol, sepanjang pantainya penuh dengan KJA sehingga mengganggu sekaligus sebagai kota tujuan wisata potensial di Kabupaten Simalungun dan banyak lagi daerah/kota lain di sekitar Danau Toba dan Pulau Samosir. Dengan demikian sudah terjadi konflik penggunaan/pemanfaatan perairan Danau Toba antara para petani KJA dengan pariwisata. Demikian juga dengan transportasi perairan (perhubungan) dapat terganggu apabila penempatan KJA yang sembarangan.

  (Sianturi, T., 2004). Menurunnya tingkat wisata dan wisatawan mancanegara maka akan mengurangi pendapatan masyarakat disekitar .

  Saat ini kawasan Danau Toba mengalami kerusakan lingkungan yang cukup besar terutama sebagai akibat dari berbagai aktivitas masyarakat sekitarnya. Menurut Oelim 2000, diacu dalam ITTO 2005 pada periode tahun 1985 sampai 1997, DTA Danau Toba telah kehilangan lebih dari 16.000 ha kawasan hutan. Penyebab utamanya adalah konversi hutan secara ilegal menjadi lahan pertanian. Degradasi lingkungan DTA Danau Toba tidak saja mengancam kelestarian Danau Toba tetapi juga penghidupan masyarakat, baik masyarakat sekitar Danau Toba maupun seluruh Provinsi Sumatera Utara.

  Berdasarkan uraian di atas, penulis mencoba melakukan penelitian melalui penulisan skripsi dengan mengangkat judul “AnalisisPenilaian

  

Perkembangan Aktivitas Kerambah Jaring Apung, Kapal Boat,

Penggarapan Lahan, Perkembangan jumlah Hotel, Kerusakan

Lingkunganterhadap Pendapatan Masyarakat di Parapat”.

  1.2. Perumusan Masalah

  Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka perumusan masalah yang dapat diambil sebagai dasar kajian dalam penelitian yang akan dilakukan adalah sebagai berikut :

  1. Apakah ada pengaruh perkembangan kerambah apung, jumlah kapal boat, penggarapan lahan, perkembangan jumlah hotelterhadap kerusakan lingkungan ?

  2. Apakah ada pengaruh kerusakan lingkungan terhadap pendapatan masyarakat?

  1.3. Tujuan Penelitian

  Adapun tujuan dari penulisan skripsi ini adalah :

  1. Untuk menganalisis pengaruh perkembangan kerambah apung, jumlah kapal boat, penggarapan lahan, perkembangan jumlah hotel berpengaruh terhadap kerusakan lingkungan

  2. Untuk mengetahui pengaruh kerusakan lingkungan terhadap pendapatan masyarakat.

  1.4 Manfaat Penelitian

  Sedangkan manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut : Manfaat 1.

  Sebagai bahan studi dan tambahan ilmu pengetahuan bagi mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara, terutama bagi mahasiswa

  Departemen Ekonomi Pembangunan yang ingin melakukan penelitian selanjutnya.

  2. Sebagai masukan bagi kalangan akademisi dan peneliti yang tertarik membahas kondisi lingkungan hidup.

  3. Sebagai tambahan referensi dan informasi bagi peneliti lain yang mengambil bahan yang sama di masa mendatang.

Dokumen baru

Aktifitas terkini

Download (18 Halaman)
Gratis

Dokumen yang terkait

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - Pengaruh Persepsi Iklim Sekolah Terhadap Kecenderungan Bullying Pada Siswa SMA X Medan
0
1
10
Pengaruh Persepsi Iklim Sekolah Terhadap Kecenderungan Bullying Pada Siswa SMA X Medan
0
0
12
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengetahuan 2.1.1 Definisi Pengetahuan - Tingkat Pengetahuan Mahasiswa Fakultas Kedokteran USU Stambuk 2013/2014 tentang Akne Vulgaris
0
0
13
Kebijakan Pemerintah Terhadap Pelaksanaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (Bpjs) Kesehatan Di Rumah Sakit Jiwa (Rsj) Provinsi Sumatera Utara
0
0
28
Kebijakan Pemerintah Terhadap Pelaksanaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (Bpjs) Kesehatan Di Rumah Sakit Jiwa (Rsj) Provinsi Sumatera Utara
0
0
25
Tinjauan Yuridis Terhadap Kepastian Hukum Pelaksanaan Pengadaan Tanah : Studi Kasus Pelaksanaan Pembebasan Tanah Jalan Arteri Bandara Kualanamu
0
0
28
Tinjauan Yuridis Terhadap Kepastian Hukum Pelaksanaan Pengadaan Tanah : Studi Kasus Pelaksanaan Pembebasan Tanah Jalan Arteri Bandara Kualanamu
0
0
20
BAB II TINJAUAN UMUM MENGENAI HUKUM ASURANSI DI INDONESIA A. Sejarah Asuransi di Indonesia - Aspek Hukum Penggunaan Jasa Asuransi Oleh Bank Sebagai Pengalihan Resiko Dalam Pemberian Kredit(Studi Pada Pt. Bank Sumut Cabang Lima Puluh)
0
0
36
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - Aspek Hukum Penggunaan Jasa Asuransi Oleh Bank Sebagai Pengalihan Resiko Dalam Pemberian Kredit(Studi Pada Pt. Bank Sumut Cabang Lima Puluh)
0
0
17
Analisis Pengaruh Pendapatan Konsumen, Harga, Brand smartphone, Dan Kualitas Smartphone Terhadap Keputusan Masyarakat Kota Medan Dalam Memilih Smartphon
0
0
35
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Smartphone - Analisis Pengaruh Pendapatan Konsumen, Harga, Brand smartphone, Dan Kualitas Smartphone Terhadap Keputusan Masyarakat Kota Medan Dalam Memilih Smartphon
0
0
20
KATA PENGANTAR - Analisis Pengaruh Pendapatan Konsumen, Harga, Brand smartphone, Dan Kualitas Smartphone Terhadap Keputusan Masyarakat Kota Medan Dalam Memilih Smartphon
0
0
14
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Lahan dan Fungsi Utama Lahan - Pengaruh Konversi Lahan Pertanian Terhadap Tingkat Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat Kecamatan Batunadua Kota Padangsidimpuan
0
0
21
Pengaruh Konversi Lahan Pertanian Terhadap Tingkat Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat Kecamatan Batunadua Kota Padangsidimpuan
0
0
13
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Degradasi Lingkungan 2.1.1. Pengertian Degradasi Lingkungan - Analisis Dampak Keberadaan PT.Agincourt Resources Terhadap Tingkat Kesejahteraan Masyarakat Batang Toru Kabupaten Tapanuli Selatan
0
0
19
Show more