KEMITRAAN PENDID IKAN AUSTRALIA INDONESIA

 0  0  310  2018-09-16 23:06:20 Report infringing document

K EMITRAAN P ENDIDIKAN A USTRALIA

  K EMITRAAN P ENDIDIKAN A USTRALIA I NDONESIA K ONTRIBUSI BAGI P ROGRAM P ENDUKUNG S EKTOR P ENDIDIKAN (ESSP) P EMERINTAH I NDONESIA M ANUALP ROSEDURuntuk S ISTEM N ASIONAL P ENGEMBANGAN K EPROFESIAN T ENAGA K EPENDIDIKAN E DISI P ERTAMA V ERSI 2.0 J UNI 2014 Manual Procedure ini adalah dokumen aktif, yang dapat diperbarui dan direvisi sebagaimana diperlukan dengan persetujuan dari Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Australia. 99 Prosedur untuk Penilaian dan Penyelidikan .................................................................................................

CATATAN MANUAL PROSEDUR VERSI 2.0

  28Pelatih dan Asesor untuk PPCKS .................................................................................................................. 99 Prosedur untuk Penilaian dan Penyelidikan .................................................................................................

AKRONIM DAN SINGKATAN

Pendidikandan Kebudayaan dan Penjaminan MutuPendidikan (Badan PSDMPK&PMP)Bappenas Board of National Planning and Development (modul) KKKM Madrasah Principal Working Group(for Primay and Early Childhood) Kelompok Kerja Kepala Madrasah IG Inspector General Inspektur Jenderal HRMD Human Resource ManagementDevelopment (module) Manajemen & Pengelolaan SumberDayaManusia Pengembangan Kapasitas Pendidikan bagi Pemerintah DaerahEE Eligible Entity Instansi Pelaksana EP Education Partnership Kemitraan PendidikanESSP Education Sector Support Program Program Pendukung Sektor Pendidikan GER Gross Enrolment Rate Angka Partisipasi Kasar(APK)GoA Government of Australia Pemerintah Australia GOG Governance Oversight Group Tim Pegendali dan Tata KelolaGoI Government of Indonesia Pemerintah Indonesia DPH Sub Direktorat Loan and Grant Direktorat Pinjaman dan HibahECDLG Education Capacity Development for Local Government Trade (Government of Australia) Departemen Luar Negeri dan PerdaganganPemerintah Australia Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional BDK MoRA Training Centres Balai Diklat KeagamaanBEAP Basic Education Access Planning Perencanaan Akses Layanan Pendidikan Dasar (PALDIKDAS)BOS School Operational Fund Biaya Operasional Sekolah BPR Micro Finance Bank Bank Perkreditan RakyatCPD Continuing Professional Development PengembanganKeprofesianBerkelanjutanDFAT Department of Foreign Affairs and The Board of Education and Culture Human Resources Development andEducation Quality Assurance Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia ___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________ Internasional BadanPSDMPK& PMP AUD Australian Dollar Dolar Australia AusAID Australian Agency for InternationalDevelopment Badan Australia untuk Pembangunan APBD District Budget (Local Government Budget)Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah APBN National Budget Anggaran Pendapatandan Belanja Negara AEPI Australia’s Education Partnership withIndonesia Kemitraan Pendidikan Australia Indonesia v Manual Prosedur Edisi Pertama Versi 2.0 Kependidikan (PPK)PDNA Professional Development Needs POM Performance Oversight and Monitoring Pengawasan dan Monitoring Kinerja ProDEP Professional Development forEducation Personnel Pengembangan Keprofesian untuk Tenaga Empowerment of Teachers and Education PersonnelPusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik danTenagaKependidikan Assurance Pusat Penjaminan Mutu PendidikanP4TK Centre for Development and (PPCKS)PPMP Centre for Education Quality PiC Person-in-Charge Penanggung-Jawab (PENJAB) PKN Directorateof Cash Management Direktorat Pengelolaan Kas NegaraPOKJAWAS Supervisor Working Group (MoRA) Kelompok Kerja Pengawas (Kemenag) PPP Principal Preparation Program Program Penyiapan Calon Kepala Sekolah Analysis Analisis Kebutuhan Pengembangan Keprofesian(AKPK) MoF Ministry of Finance Kementerian Keuangan MoHA Ministry of Home Affairs Kementerian Dalam NegeriMoRA Ministry of Religious Affairs Kementerian Agama NES National Education Standards Standar Nasional PendidikanPD Professional Development Pengembangan Keprofesian PDP Professional Development Program Program-program Pengembangan Keprofesian ___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________ MKKS Principal Working Group (for Secondary)Musyawarah Kerja Kepala Sekolah MoEC Ministry of Education and Culture Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan MIS Management Information System Sistem Informasi Manajemen MKKM Madrasah Principal Working Group(for Secondary) Musyawarah Kerja Kepala Madrasah Pemerintah LPMP Education Quality AssuranceInstitutions Lembaga PenjaminanMutuPendidikanEmpowerment of School Principals Kepala Sekolah M&E Monitoring and Evaluation Monitoring dan Evaluasi KPPN State Treasury Service Agency Kantor PelayananPerbendaharaan Negara LKPP Government Institute ProcurementPolicy for Goods and Services Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa KKKS Principal Working Group (for Primary and Early Childhood)Kelompok Kerja Kepala Sekolah KORWAS Supervisor Coordinator Koordinator Pengawas vi Manual Prosedur Edisi Pertama Versi 2.0 ___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________ Manual Prosedur Edisi Pertama Versi 2.0 vii Pusbang TendikCentre for Development of Education Personnel Pusat Pengembangan Tenaga KependidikanRKBI Bank Statement Rekening Khusus Bank Indonesia RM Reserve Money Uang Persediaan (UP)SA Special Account Rekening KhususSPD Supervisor Professional Development Program Pendampingan Kepala Sekolah oleh Pengawas Sekolah (PPKSPS)SDTOG Staff Development Technical Oversight Group Tim Pengendali Teknis Pengembangan Kompetensi Tenaga KependidikanSP&FM Strategic Planning & Financial Management (module) Rencana Strategis dan Pengelolaan Keuangan(modul) SP2D Fund Release Order Letter Surat Perintah Pencairan DanaTOG Technical Oversight Group Tim Pengendali TeknisToR Terms of Reference Kerangka Acuan Kerja ToT Training of Trainers Pelatihan Bagi PelatihWA Withdrawal Application Aplikasi Penarikan Dana __________________________________________________________________________________

DAFTAR ISTILAH

  Continuing Pengembangan Metode pembelajaran dan pengembangan yang terencana, Professional Keprofesian Berkelanjutan berkelanjutan dan sistematis, yang dirancang untukDevelopment (PKB) meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap profesional dari kepala sekolah dan madrasah dalamrangka meningkatkan manajemen dan kepemimpinan sekolah/madrasah. Penjaminan mutu:  menyediakan data dan informasi untuk perencanaan dan pengambilan keputusan berbasiskan bukti  mengindentifikasi bidang-bidang pencapaian dan prioritas untuk ditingkatkan  membantu membangun budaya perbaikan terus- menerus Penjaminan Mutu berkontribusi terhadap Peningkatan Mutu Risk Risiko Kemungkinan suatu peristiwa atau kegiatan akan berdampak pada sebuah organisasi, yang mempengaruhi (secara negatif atau positif) pencapaian tujuan bisnis dan hasil organisasi itu.

KATA PENGANTAR

  Pengembangan sistem nasional bagi Pengembangan Keprofesian Tenaga Kependidikan berikut perancangan dan pelaksanaan masing-masing program pengembangan keprofesianbeserta kegiatan-kegiatan pembelajaran terkait akan didanai oleh Pemerintah Australia melalui DFAT, berdasarkan Perjanjian Hibah yang telah ditandatangani oleh kedua negarapada tanggal 4 Juli 2013. Manual ini akanmembantu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) di dalam melaksanakan program pengembangan keprofesian yang bermutu tinggi secara nasional dan akanberkontribusi pada pengembangan system yang akan memungkikan sekitar 293.000 kepala sekolah/madrasah, pengawas sekolah/madrasah, dan pejabat pendidikan kabupaten/kotauntuk mengakses program pengembangan keprofesian.

1. UMUM

  1.1.2 Manual Prosedur ini adalah dokumen aktif yang bisa diharapkan akan terus disempurnakan dan berkembang untuk memasukkan pembelajaran yangdidapatkan dan prioritas-prioritas baru yang disepakati antara Pemerintah Australia dan Pemerintah Indonesia. 1.3.2 Tujuan dari ProDEP adalah untuk membantu Pemerintah Indonesia mengembangkan sebuah sistem nasional Pengembangan Keprofesian TenagaKependidikan (ProDEP) 1.3.3 Sistem nasional pengembangan keprofesian ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi dan kinerja kepala sekolah/madrasah, pengawas, dan pejabatpendidikan tingkat kabupaten/kota dan provinsi yang bertanggung-jawab atas manajemen dan tata kelola sekolah/madrasah.

1.4 Cakupan dan Batasan

  1.4.1 Program-program pengembangan keprofesian (PPK) beserta kegiatan-kegiatan pembelajaran terkait yang didanai dalam lingkup ProDEP ini akan dilaksanakan dikabupaten/kota terpilih sampai dengan 250 Kabupaten/Kota (lihat Lampiran 2 untuk daftar yang sudah disetujui) dari seluruh provinsi di Indonesia. 1.4.4 Alokasi dana untuk program-program pengembangan keprofesian yang dinaungi ProDEP akan dilakukan berdasarkan Alokasi Persentase Indikatif sebagaimanadisajikan pada Tabel 1 dan berdasarkan alokasi-alokasi indikatif yang dimuat dalam Perjanjian Hibah.

1.4.5 Alokasi-alokasi Indikatif dapat disesuaikan atas dasar kesepakatan bersama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Australia

_________________________________________________________________________________________ Manual Prosedur Edisi Pertama Versi 2.0 3 __________________________________________________________________________________Table 1: Alokasi Indikatif Pendanaan untuk Program Pengembangan Keprofesian, Manajemen dan Pengadaan Program % Alokasi dari KategoriTotal Tahun Pengeluaran yang Disetujui1 hibah Pendanaan1 TahunanPPCKS 16.5% PPKSPS8.2% Kategori1 PPKPPD6.2% Peserta baru PKB 62.3% Biaya manajemen dan operasional bagi tim manajemen 4.3%Kategori 2 pusat 2013Kategori3 Pengadaanmateri pelatihan and paket sumberdayauntuk 1.5% kegiatan-kegiatan pengembangan keprofesian yangmenjadi bagian dari Program ini Kategori 4 Pengadaanjasa untuk mendukung pembelajaran 1.0%berbasiskan jaringan, SIM dan sistem-sistem Monitoring dan EvaluasiPPCKS 10.6% PPKSPS4.7% Kategori1 PPKPPD3.5% PKB untuk peserta yang telah mendaftar sebelumnya 17.9% Peserta Baru PKB58.9% Biaya manajemen dan operasional bagi tim manajemen 2.5% Kategori22014pusat Kategori3 Pengadaanmateri pelatihan and paket sumberdayauntuk 1.3%kegiatan-kegiatan pengembangan keprofesian yang menjadi bagian dari Program ini Kategori4 Pengadaanjasa untuk mendukung pembelajaran 0.6% berbasiskan jaringan, SIM dan sistem-sistem Monitoringdan Evaluasi PPKSPS 18.2% Kategori1 PKB untuk peserta yang telah mendaftar sebelumnya 29%Peserta Baru PKB 49% Biaya manajemen dan operasional bagi tim manajemen 2.5%Kategori2 pusat 2015 Kategori3 Pengadaanmateri pelatihan and paket sumberdayauntuk 0.5%kegiatan-kegiatan pengembangan keprofesian yang menjadi bagian dari Program ini Kategori4 Pengadaanjasa untuk mendukung pembelajaran 0.1% berbasiskan jaringan, SIM dan sistem-sistem Monitoringdan Evaluasi _________________________________________________________________________________________ Manual Prosedur Edisi Pertama Versi 2.0 4 0.5%Catatan 1: Lihat Jadwal 2 Pelaksanaan Program untuk rincian pencairan dana AUD indikatif per tahun. 4.5% Kategori 3 Pengadaanmateri pelatihan and paket sumberdayauntukkegiatan-kegiatan pengembangan keprofesian yang menjadi bagian dari Program ini ___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________ NIL Kategori 4 Pengadaanjasa untuk mendukung pembelajaranberbasiskan jaringan, SIM dan sistem-sistem Monitoring dan Evaluasi Kategori hibah1 Pengeluaran yang Disetujui % Alokasi dariTotal Pendanaan Tahunan1 2016 Kategori1 PPKSPS33% PKB untuk peserta yang telah mendaftar sebelumnya 43% Penyelesaian PKB tambahan 19% Kategori 2Biaya manajemen dan operasional bagi tim manajemen pusat

1.5 Kerangka Hukum

  Perjanjian Subsidi, yang mengatur dana yang akan digunakan oleh DFAT untuk pengadaan kontraktor yang akan memberikan bantuan dalam bentuknatura kepada Pemerintah RI dan Kemitraan Pendidikan. 1.5.3 Perjanjian Hibah untuk Pengembangan Keprofesian Tenaga Kependidikan ini dilaksanakan dalam kerangka hukum dan regulasi yang relevan dari PemerintahIndonesia dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, secara khusus: a.

1.6 Tata Kelola

  1.6.1 Tim Pengendali dan Tata Kelola (Governance and Oversight Group/GOG) akan memonitor dan menetapkan arah strategis untuk ESSP secara lebih luas (termasukKemitraan Pendidikan), menilai kinerja program berdasarkan RENSTRA dan Kerangka Kerja Hasil Bersama ESSP (Joint Results Framework), dan menyetujuirencana-rencana kerja yang akan didanai dari donor, dan melakukan tinjauan atas Laporan ProDEP. Semua TOG akan bertanggung jawab untuk memastikanbahwa keluaran yang dihasilkan sudah sesuai dengan kualitas dan kuantitas yang diharapkan, dengan cara yang efisien dan efektif.

1.7 Pengelolaan

  1.7.1 ProDEP akan dikelola oleh Instansi Penanggungjawab dengan mendapatkan dukungan di dalam pelaksanaannya dari:a. P4TK_________________________________________________________________________________________ Manual Prosedur Edisi Pertama Versi 2.0 6 __________________________________________________________________________________ d.

1.7.2 Penjelasan lebih mendetil mengenai pengaturan pengelolaan ProDEP disajikan pada Bab 2 dan Bab 3 Manual Prosedur ini

1.8 Pengelolaan Keuangan dan Audit

1.8.1 Pemerintah Indonesia (melalui Kemdikbud dan Kemenkeu) bertanggungjawab untuk menerapkan sebuah sistem pengelolaan keuangan

  1.8.2 Pemerintah Indonesia bertanggungjawab mempersiapkan laporan keuangan yang sesuai dengan prosedur akuntansi keuangan yang telah disepakati olehPemerkintah Australia dan Pemerintah Indonesia (mengacu kepada Bab 4 Manual Prosedur ini). 1.8.3 Pemerintah Indonesia akan menyerahkan kepada SDTOG, sebagai bagian dari Laporan Perkembangan Triwulan dan Laporan Tahunan ProDEP, laporan keuanganProDEP yang belum diaudit untuk periode yang tercakup di dalam laporan tersebut.

1.9 Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan

  1.9.1 Pemerintah Indonesia, melalui Instansi Penanggungjawab dan dengan bantuan teknis yang disediakan oleh Pemerintah Australia, akan mengembangkan danmenerapkan prosedur-prosedur untuk memantau pelaksanaan ProDEP (Inisiatif) berdasarkan berbagai indikator dan kriteria yang tercantum pada Perjanjian Hibah,pada Bab 6 dari Manual Prosedur ini dan di Kerangka Penilaian Kinerja atau PAF (lihat Lampiran 4). 1.9.3 Pemerintah Indonesia melalui Instansi Penanggungjawab, wajib menyusun dan menyampaikan Laporan Kemajuan Triwulan dan Laporan Tahunan Program kepadaSDTOG yang memberikan informasi tentang keikutsertaan dalam sistem nasional pengembangan keprofesian dan dampak serta efektivitas pengembangankeprofesian bagi peserta.

1.9.5 Rincian lebih lanjut mengenai monitoring dan evaluasi serta persyaratan pelaporan disajikan pada Bab 6 dari Manual Prosedur ini

_________________________________________________________________________________________ Manual Prosedur Edisi Pertama Versi 2.0 8

2. PENGELOLAAN & TATA KELOLA

2.1 Tata ProDEP

  Mengumpulkan, menganalisa dan melaporkan data Indikator Kinerja 2.1.4 Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan (Pusbang Tendik) yang bertindak berdasarkan wewenang dari Kepala Instansi Penanggungjawab, akan menjadiSekretariat SDTOG. Menyetujui dan mengesahkan rencana, termasuk rencana kerja dan pengadaan, dan kebijakan yang diusulkan oleh Instansi Penanggungjawab.

2.2 Manajemen

  Memantau dan mengevaluasi semua program pengembangan keprofesian (PPK) dengan menggunakan Kerangka Penilaian Kinerja yang disepakati 2.2.1 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, melalui Instansi Penanggungjawab, memegang tanggung jawab secara keseluruhan atas manajemen yang efektifterhadap ProDEP (Inisiatif) dan program-program pengembangan keprofesian (PPK) beserta kegiatan-kegiatan pembelajaran terkait yang dilaksanakan dalam naunganProDEP. 2.2.2 Instansi Penanggungjawab akan menetapkan sistem dan proses, sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang ada dalam Perjanjian Hibah dan Manual Prosedur, agardapat: a.

i. Memberikan laporan mengenai ProDEP kepada SDTOG

  10 2.2.3 Pengelolaan dan pelaksanaan ProDEP dilakukan oleh Instansi-Instansi Pelaksana berikut ini, dibawah pendelegasian, petunjuk dan pengawasan InstansiPenanggungjawab. 2.2.4 Pusbang Tendik, bertindak dengan wewenang dari dan atas nama Instansi Penanggungjawab, adalah Instansi Pelaksana yang memegang tanggung jawabutama untuk: a.

2.2.6 PiC Nasional yang berkantor di Pusbang Tendik akan melapor ke pimpinan Pusbang Tendik dan bertanggungjawab berikut ini

  Melakukan sertifikasi pelatih dan menyimpan dan menjaga daftar pelatih yang telah disetujui. 2.2.5 Untuk melaksanakan tanggung jawabnya dalam ProDEP ini, Pusbang Tendik akan menunjuk pejabat atau staf yang memiliki kualifikasi untuk bertindak sebagai orangyang memegang tanggungjawab tingkat nasional (PIC Nasional) untuk masing- masing program pengembangan keprofesian yang dinaungi ProDEP ini:a.

2.2.7 Instansi Penanggungjawab, jika diperlukan, dapat membentuk kelompok atau tim kerja untuk membantu PIC menjalankan tanggung jawabnya

  11 2.2.8 Instansi-Instansi Pelaksana berikut ini, di bawah arahan Instansi Penanggungjawab dan dengan bekerja sama dengan Pusbang Tendik, memegang tanggung jawab Manual Prosedur Edisi Pertama Versi 2.0 __________________________________________________________________________________utama untuk melaksanakan program-program pengembangan keprofesian beserta kegiatan-kegiatan pembelajaran terkait yang didanai ProDEP:a. Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK).

2.2.9 Instansi-Instansi Pelaksana yang disebutkan pada 2.2.8 bertanggung jawab untuk hal berikut ini

  Melakukan koordinasi, pengelolaan dan penjaminan mutu dari program- program pengembangan keprofesian dan kegiatan-kegiatan pembelajaranterkait. Menjalin hubungan kerjasamadengan Instansi Penanggungjawab untuk memastikan keefektifan koordinasi dan pelaksanaan dari program-programpengembangan keprofesian beserta kegiatan-kegiatan pembelajaran terkait.

i. Memasukkan, menyimpan, mengelola dan menganalisa data tentang input, administrasi, efektifitas dan keluaran kegiatan

  2.2.10 Untuk memastikan koordinasi dan pelaksanaan yang efektif, maka Instansi Pelaksana akan menunjuk staf yang memiliki kualifikasi untuk bertanggungjawabatas pengelolaan program-program pengembangan keprofesian beserta kegiatan- kegiatan pembelajaran terkait. 2.2.12 PIC Nasional yang berkantor di Instansi Penanggungjawab dan Pejabat Pelaksana dari LPMP, P4TK dan LPPKS akan mengadakan pertemuan setidaknya setiap kuartaluntuk meninjau, mengkoordinasikan dan melaporkan pelaksanaan dari program- program pengembangan keprofesian dan membantu dalam penyusunan laporandan rencana.

2.2.14 Diagram 1 menyajikan gambaran umum tentang tata kelola dan pengaturan pengelolaan ProDEP

2.3 Pengelolaan ProDEP di Kementerian Agama (Kemenag)

  2.3.1 Kemenag akan menunjuk Penanggung-Jawab (PENJAB) di tingkat nasional dan provinsi untuk mengelola dan mengkoordinasikan peran serta keikutsertaanpegawai Kemenag dalam program-program pengembangan keprofesian (PPK) beserta kegiatan-kegiatan pembelajaran terkait. Menjalin komunikasi dan bekerjasama dengan pihak Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota dan Kanwil Kemenag terkait untuk mendukungpelaksanaan kegiatan bagi para peserta yang berasal dari Kemenag.

3. PELAKSANAAN PRODEP - PENGEMBANGAN KEPROFESIAN TENAGA KEPENDIDIKAN

  Diagram 2, 3, 4 dan 5 memberikan gambaranumum dari berbagai komponen per program pengembangan keprofesian disertai identifikasi dari masing-masing komponen yang layak didanai (eligible) di bawahPerjanjian Hibah. 3.1.3 Program-program pengembangan keprofesian (PPK) beserta kegiatan-kegiatan pembelajaran terkait yang layak didanai dalam naungan ProDEP ini akandilaksanakan atas nama Instansi Penanggung-jawab oleh Instansi-instansi Pelaksana sebagaimana tercantum dalam daftar di Bab 2.

3.1.7 Modalitas KK-MK

  3.1.8 Dalam Modalitas KK-MK ini, Instansi-instansi Pelaksana yang ditunjuk akan tetap bertanggung jawab atas pengelolaan, pengawasan, pencairan dan pengelolaandana, penjaminan mutu, monitoring dan pelaporan program-program pengembangan keprofesian yang menggunakan modalitas ini. 3.1.9 Kegiatan-kegiatan pembelajaran atau modalitas penyampaian yang baru, termasuk metode pembelajaran on-line dan pembelajaran mandiri yang kecepatannyaditentukan sendiri, dapat dikembangkan selama masa Perjanjian Hibah.

3.2 Program Pengembangan Kapasitas Pendidikan Pemerintah Daerah (PPKPPD)

  Gambaran Umum Kegiatan 3.2.1 Program Pengembangan Kapasitas Pendidikan bagi Pemerintah Daerah (PPKPPD) telah dirancang untuk meningkatkan kompetensi dan kemampuan para pejabat dilingkup Dinas Pendidikan Kemdikbud dan Kanwil/Kantor Kemenag tingkat kabupaten/kota dan provinsi untuk memungkinkan mereka berkontribusi padaperbaikan mutu pengelolaan dan pembelajaran di sekolah dan madrasah. 3.2.5 Semua pelatih MPSDM akan diikutsertakan dalam lokakarya pelatihan untuk memperbarui ketrampilan dan pengetahuan serta untuk menetapkan satus merekasebagai para pelatih yang sah sebelum melaksanakan penyampaian modul-modul MPSDM dalam lingkup ProDEP.

3.2.15 LPMP bertanggung jawab untuk hal-hal di bawah ini:

a. Menyebarkan informasi tentang kegiatan pembelajaran dan modul PPKPPD ke kabupaten/kota dan provinsi

  Merencanakan pelaksanaan dengan bekerja sama dengan Instansi Penanggung-jawab, kabupaten/kota dan provinsi. Mengumpulkan, menyimpan dan mengolah data tentang administrasi, pengelolaan keuangan, serta output dan keluaran.

i. Memberikan laporan kepada Instansi Penanggung-jawab sebagaimana disyaratkan

3.2.16 Kabupaten/Kota bertanggung jawab untuk hal-hal di bawah ini:

  Peserta dan Sasaran 3.2.18 Peserta PPKPPD untuk modul MPSDM adalah dari Dinas Pendidikan Kemdikbud dan Kantor Kemenag di tingkat kabupaten/kota (sampai dengan 250 Kabupaten/Kota)yang memiliki tanggung-jawab langsung atas pengawasan program-program pengembangan keprofesian di wilayahnya masing-masing serta yang belum pernahikut serta dalam Lokakarya MPSDM yang dibiayai oleh Program Kemitraan. 3.2.19 Peserta PPKPPD untuk modul Renstra & Manajemen Keuangan adalah dari Dinas Pendidikan Kemdikbud dan Kantor Kemenag di tingkat kabupaten/kota (sampaidengan 250 Kabupaten/Kota) yang telah dipilih untuk ikut serta di dalam PKB _________________________________________________________________________________________ Manual Prosedur Edisi Pertama Versi 2.0 19 b.

3.2.23 Instansi Penanggung-jawab memiliki tanggung-jawab atas Pelatihan untuk Pelatih (Training of trainers/ToT) dari modul-modul PPKPPD

  Sasaran Manual Prosedur Edisi Pertama Versi 2.0 3.2.24 Instansi Penanggung-jawab akan melakukan pemeliharaan terhadap suatu daftar para pelatih yang sah dan memberikan informasi ini kepada LPMP untukmembantu mereka merencanakan dan melaksanakan kegiatan. 3.2.25 LPMP akan bertanggung jawab mengalokasikan pelatih yang sah untuk pelatihan PPKPPD, dengan rasio perbandingan satu pelatih akan melatih 15 (lima belas)peserta (ratio pelatih dibanding peserta -- 1:15).

3.3 Program Pendampingan Kepala Sekolah oleh Pengawas Sekolah (PPKSPS)

  Diagram 3: Alur PPKSPSKomponen di kotak abu-abu tidak dapat didanai dari Perjanjian Hibah ini 3.3.1 PPKSPS mempersiapkan pengawas agar dapat memandu kepala sekolah/madrasah yang ikut-serta dalam program PKB kepala sekolah/madrasah. Gambaran Umum Kegiatan 21 Manual Prosedur Edisi Pertama Versi 2.0 ___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________ 3.3.8 BPSDMPK dan PMP melalui Pusbang Tendik bertanggung jawab untuk hal-hal berikut ini: 3.3.6 PPKSPS dilaksanakan oleh para pelatih PPKSPS yang sah dengan sertifikasi dari Instansi Penanggung-jawab.

i. Mengembangkan kebijakan dan peraturan untuk mendukung pelaksanaan PPKSPS

3.3.9 LPMP, P4TK dan LPPKS bertanggung jawab untuk hal-hal berikut ini: a. Menyampaikan informasi tentang PPKSPS kepada kabupaten / kota

  Menetapkan pengawas yang akan berpartisipasi dalam program PPKSPS yang diselaraskan dengan rencana PKB kepala sekolah/madrasah. Membantu LPMP, P4TK dan LPPKS dalam penyusunan laporan yang dipersyaratkan pada Bab 8 dari manual prosedur ini.

3.3.11 Kementerian Agama bekerjasama dengan kantor wilayah kementerian agama provinsi, bertanggung jawab untuk hal-hal berikut ini

a. Menginformasikan program PPKSPS kepada kantor kementerian agama kabupaten/kot

  Peserta dan Sasaran 3.3.13 Peserta akan dipilih dari kabupaten/kota (sampai dengan 250 Kabupaten/Kota) yang telah menyelesaikan modul MPSDM dan akan ikut serta dalam PKB kepalasekolah/madrasah. Pelatih 3.3.15 Para pelatih PPKSPS diharuskan menyelesaikan dengan sukses sebuah program Pelatihan untuk Pelatih (ToT) yang dikelola dan dilaksanakan oleh InstansiPenanggung-jawab.

3.4 Program Penyiapan Calon Kepala Sekolah (PPCKS)

Gambaran Umum Kegiatan

3.4.1 Program Penyiapan Calon Kepala Sekolah (PPCKS) bertujuan mempersiapkan guru agar dapat bertugas sebagai kepala sekolah di masa mendatang

  3.4.2 Kegiatan-kegiatan terkait PPCKS yang didanai dalam lingkup ProDEP adalah terdiri dari prosedur seleksi akademis dan pelatihan-pelatihan sebagaimana diatur dalamPermendiknas No 28 tahun 2010. 3.4.3 Proses seleksi administrasi dilakukan oleh kabupaten/kota dan tidak dapat didanai dari Program ProDEP ini.

ACADEMIC SELECTION

  3.4.7 Kegiatan pelatihan PPCKS untuk para calon kepala sekolah akan menggunakan pendekatan In-On-In untuk pembelajaran dalam bentuk sebagai berikut. In-service Learning 1 - lokakarya pelatihan tatap muka awal dirancang untuk diselenggarakan selama tujuh hari dan enam malam ___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________ 3.4.6 Para pelatih PPCKS dipersiapkan melalui sebuah Pelatihan untuk Pelatih (ToT) untuk Pelatih Ahli (Master Trainer) dan Asesor.

b. On-the-Job Learning (OJL) – diselenggarakan selama periode 3 bulan, atau setara dengan 200 jam pelajaran

  In-service Learning 2 – pertemuan tatap muka lanjutan dan penilaian yang dirancang sebagai kegiatan selama 3 hari dan 2 malam, dengan total 30 jampelajaran. Tanggung-Jawab Pengelolaan 3.4.9 LPPKS menjadi Instansi Pelaksana dan menerima pendelegasian tanggung jawab untuk pelaksanaan dan pengelolaan PPCKS secara efektif.

i. Memilih kabupaten/kota untuk berpartisipasi dalam PPCKS

  Menyiapkan dan mendistribusikan sertifikat kepala sekolah ber-Nomor Unik Kepala Sekolah (NUKS) untuk para kandidat yang berhasil. Memasukkan, menyimpan, dan mengelola data administrasi dan monitoring serta evaluasi untuk PPCKS.t.

3.4.11 LPMP melaksanakan PPCKS sesuai kewenangannya dengan mendapatkan bantuan teknis dari LPPKS

  3.4.12 Jika LPMP adalah pihak yang melaksanakan seleksi akademis atau diklat calon kepala sekolah, maka LPMP bertanggung jawab untuk hal-hal berikut ini:a. Memverifikasi hasil seleksi administrasi di kabupaten/kota yang melaksanakan dan menyerahkan hasilnya tersebut ke LPPKS.

i. Melaksanakan pelatihan calon kepala sekolah di bawah pengawasan LPPKS

  Membuat laporan tentang pelatihan calon kepala sekolah dan menyerahkannya kepada LPPKS.l. Mendistribusikan sertifikat ber-NUKS kepada calon kepala sekolah yang berhasil lulus pelatihan melalui Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.

3.4.13 Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota mendukung pelaksanaan PPCKS dengan cara sebagai berikut

  Menominasikan guru yang potensial sebagai kandidat untuk ikut serta dalam kegiatan PPCKS. _________________________________________________________________________________________ Manual Prosedur Edisi Pertama Versi 2.0 27 3.4.14 Kegiatan pelatihan PPCKS melalui LPPKS atau LPMP dilakukan dengan menggunakan Modalitas Langsung.

i. Mendistribusikan sertifikat ber-NUKS kepada calon kepala sekolah yang lulus pelatihan

  3.4.15 Peserta PPCKS diusulkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota yang berasal dari guru yang memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam Permendiknas No 28tahun 2010, Pasal 2, Ayat 2. 3.4.19 Jumlah peserta dari masing-masing kabupaten/kota akan ditentukan oleh Instansi Penanggungjawab melalui konsultasi dengan LPPKS dan kabupaten/kota denganmempertimbangkan hal-hal berikut: a.

3.4.20 Prioritas keikutsertaan akan diberikan kepada kabupaten/kota yang telah disetujui tetapi belum pernah ikut serta di dalam PPCKS sebelumnya

  Pelatih dan Asesor untuk PPCKS 3.4.22 Asesor dan pelatih PPCKS harus sudah berhasil menyelesaikan pelatihan yang relevan dan telah disertifikasi oleh LPPKS. 3.5 Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan untuk Kepala Sekolah / Madrasah (PKB KS/M)Gambaran Umum Kegiatan 3.5.1 Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan untuk Kepala Sekolah/Madrasah (PKB KS/M) adalah metode pembelajaran dan pengembangan yang terencana,berkelanjutan dan sistematis yang dirancang untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kompetensi dan sikap professional dari kepala sekolah/madrasah .

b. Publikasi ilmiah

  3.5.6 Pelatihan dengan BPU yang telah disetujui dilaksanakan sebagai bagian dari PKB menggunakan pendekatan In-On-In yang setara (indicative) dengan 120 jampelajaran dan terstruktur sebagai berikut: a. Diklat Tahap 2 atau In-service Learning 2 – kegiatan lanjutan tatap-muka dan penilaian yang dirancang untuk diselesaikan selama dua hari dan satu malamdengan (perkiraan) 2 jam pelajaran per BPU yang diselesaikan.

3.5.7 Kegiatan PKB KS/M menggunakan dasar hukum sebagai berikut

  Merancang, mengembangkan dan melakukan uji coba strategi dan kegiatan PKB, dengan bantuan dari kontraktor yang dipekerjakan oleh DFAT. 3.5.10 P4TK adalah Instansi Pelaksana untuk PKB Kepala SMP/MTs dan memiliki tanggung jawab utama untuk mengembangkan dan mengelola pelaksanaan PKB secaraonline dan belajar mandiri.

g. Merevisi bahan ajar dan Petunjuk Pelaksanaan berdasarkan temuan monitoring dan evaluasi

3.5.13 LPMP, P4TK dan LPPKS bertanggung jawab untuk hal-hal di bawah ini: a. Mensosialisasikan program PKB kepada kabupaten/kota dan calon peserta

  Menerbitkan sertifikat kepada peserta yang berhasil 3.5.14 LPMP, P4TK dan LPPKS menyiapkan Pejabat Pelaksana untuk mengkoordinasikan pelaksanaan PKB dengan kabupaten/kota dan Instansi Penanggung-jawab. Peserta dan Sasaran PKB 3.5.21 Peserta PKB adalah para kepala sekolah yang telah ikut serta di dalam Penilaian Kinerja atau para kepala madrasah yang telah menyelesaikan Analisa KebutuhanPengembangan Keprofesian (AKPK) atau instrument lain yang disepakati terkait analisa kebutuhan pelatihan.

3.5.23 Para pelatih PKB harus menyelesaikan dengan baik pelatihan-pelatihan yang diperlukan dan telah disahkan oleh Instansi Penanggung-jawab

3.5.24 Mentor dan Asesor untuk PKB adalah para pengawas yang sudah menyelesaikan Program Pendampingan Kepala Sekolah oleh Pengawas Sekolah (PPKSPS) denganbaik. _________________________________________________________________________________________ Manual Prosedur Edisi Pertama Versi 2.0 33 __________________________________________________________________________________

4. Prosedur Keuangan

4.1 Prosedur Rekening Khusus

  Langkah 5: Direktur PKN mengirimkan surat pemberitahuan kepada Executing Agency bahwa Rekening Khusus telah dibuka dan melampirkan Rekening Koran Bank Indonesia (RKBI) bersangkutan. Pemerintah RI menanggung semua risiko terkait dengan fluktuasi nilai tukar mata uang asing antara DolarAustralia dan Rupiah.

4.1.4 Pemerintah Australia akan melakukan pengisian dana ke dalam rekening khusus tersebut berdasarkan permintaan yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia

  Subdit DPH menyiapkan surat pengantar (cover letter) dan aplikasi penarikandana WA (Withdrawal Application) untuk pengisian dana initial deposit untuk selanjutnya disampaikan kepada Donor dengan alamat :The Head of Australian Assistance for International Development IndonesiaAustralian Embassy Jl. C15-16Jakarta Selatan 12940, INDONESIA Facsimile Number: (62-21) 2550 5582 Langkah 3: Donor memproses WA (Withdrawal Application) tersebut dan selanjutnya mentransfer dana initial deposit ke Rekening Khusus padaBank Indonesia.

4.1.5 Pemerintah Indonesia akan menggunakan rekening ini untuk membayar Pengeluaran Yang Layak sesuai dengan Perjanjian Hibah ini

  Segera setelah anggaran Instansi Pelaksana (Satuan Kerja/Satker Kemdikbud yang sesuai) telah disetujui, Satuan Kerja (Satker) Propinsi dan Pusat, dalamhal ini, sebagai unit yang bertanggung jawab atas pelaksanaan kegiatan, menyampaikan SPP (Surat Permintaan Pembayaran) ke Bagian KeuanganSatker. Bagian Keuangan akanmempersiapkan SPM dengan semua rincian yang ditampilkan dalam SPP, serta dokumen pendukung yang diperlukan, untuk disampaikan ke KPPN.

4.2 Prosedur Pembayaran dan Pencairan Rekening Khusus

  4.2.1 Setelah Rekening Khusus (Special Account) dibuka dan dana awal diisi, Ditjen Perbendaharaan akan menerbitkan sebuah Surat Edaran (Circular Letter) kepadamasing-masing Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN), berisi tentang petunjuk pelaksanaan pembayaran untuk pelaksanaan kegiatan-kegiatan yangdidanai dari Dana Hibah dan kriteria pengeluaran kegiatan yang memenuhi persyaratan berdasarkan Perjanjian Hibah. 4.2.15 Satker menyiapkan laporan yang terdiri dari laporan keuangan, laporan perkembangan kegiatan dan dan laporan pengadaan lengkap dengan dokumenpendukungnya yang dilampirkan (SPP, SPM, SP2D) serta dokumen pendukung lainnya jika diperlukan dan menyampaikan ke Instansi Penanggung-jawab untukdikonsolidasikan dengan laporan-laporan Satker lainnya untuk menyusun Aplikasi Pencairan Dana dan Laporan Keuangan.

4.2.16 Instansi Penanggung-jawab (EA) mengkonsolidasi semua data dari Satker Provinsi/

  Pusat dalam rangka untuk mempersiapkan Aplikasi Untuk Penarikan Dana. Aplikasi tersebut disampaikan kepada Direktorat Jenderal Perbendaharaan, c.q.

a. Semua pembayaran dari Rekening Khusus merupakan tanggung jawab Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara - KPPN

  Jika pembayaran yang dilakukan lebih besar dari_________________________________________________________________________________________ Manual Prosedur Edisi Pertama Versi 2.0 41 __________________________________________________________________________________jumlah maksimum, Pemerintah Indonesia harus mengembalikan jumlah kelebihan klaim tersebut (overclaim) ke Pemerintah Australia. Pembayaran untuk setiap bukti tagihan dari suplier/ penyedia jasa/ bendahara dilakukan sesuai dengan kemajuan pekerjaan dan sesuai dengankategori dan komponennya.

4.3 Pengeluaran yang Memenuhi Persyaratan

  Pembayaran tujuannya adalah untuk membayarharga yang wajar untuk suatu barang, pekerjaan atau jasa yang diperlukan untuk pelaksanaan Program ini,dan akan didanai dari hasil Hibah, dan pengadaannya juga harus sesuai dengan Perjanjian Hibah, Manual Prosedur, dan Manual Pengadaan. Pengeluaran yang Memenuhi Persyaratan - Penjelasan 4.3.3 Pengeluaran yang Memenuhi Pesyaratan harus bersifat wajar, dialokasikan dan diperbolehkan sesuai dengan Perjanjian Hibah dan peraturan PemerintahIndonesia.

a. Menjadi bagian integral dari pelaksanaan tujuan pengembangan keprofesian Tenaga Pendidikan

  Pengeluaran yang Tidak Memenuhi Persyaratan 4.3.5 Pengeluaran yang Tidak Memenuhi Persyaratan (Non-Eligible Expenses; yaitu biaya yang mungkin tidak boleh dibayarkan dari uang Dana Hibah) bisa meliputi tetapitidak terbatas pada berikut: a. Hal-hal khusus yang diidentifikasi dalam Pasal 3, Paragraf 3.1 dan 3.2 Perjanjian Hibah ini sebagai hal yang tidak diijinkanc.

i. Pembayaran untuk akomodasi di rumah penduduk, kecuali jika hotel/guest house tidak tersedia

  Kekurangan untuk menutupi kas kecil atau uang mukan. Pembayaran kompensasi dalam bentuk apapun jugar.

4.3.6 Jumlah maksimal dari penggunaan dana Hibah dari setiap kategori Hibah adalah sebagai berikut

  Pegawai tersebut harus menunjukanbukti yang cukup bahwa mereka telah melakukan perjalanan ke tempat/lokasi yang disetujui pada tanggal yang tertera dan menuntaskan kegiatan-kegiatan yang disetujui. Bunga Bank yang didapat 4.3.12 Bunga apapun yang muncul dari adanya Dana Hibah dapat digunakan oleh Pemerintah Indonesia hanya untuk pelaksanaan Program saja, dan merupakanPengeluaran yang Memenuhi Persyaratan.

4.4 Pelaporan Keuangan

Gambaran Umum

4.4.1 Pemerintah Indonesia wajib melaporkan semua kegiatan keuangan yang

  Format- format berikut akan digunakan sebagai panduan untuk proses pelaporan. _________________________________________________________________________________________ Manual Prosedur Edisi Pertama Versi 2.0 49 __________________________________________________________________________________Form 1A Penjelasan tentang Format 1-A Semua jumlah dalam format ini dicatat dalam Dolar Australia.

d) Pengembalian dana ke Rekening Khusus

  Cumulative expenditure to end of last reporting periodPengeluaran kumulatif dari Rekening Khusus yang telah dipertanggungjawabkan dari awal Proyeksampai akhir periode masa pelaporan sebelumnya. Cumulative advances to end of current reporting periodPembayaran di muka secara kumulatif yang telah ditransfer keRekening Khusus dari awal Proyeksampai akhir periode pelaporan saat ini.

2. Current Quarter

  Realisasi pembayaran berdasarkan SP2D yang sesuai dengan triwulan yang dilaporkan. Year To-Date Source of Funds (Sumber Dana): Jumlah realisasi pembayaran berdasarkan sumber dananya (sumberdana : Pemerintah Australia/DFAT) dari awal tahun Anggaran sampai dengan akhir periode pelaporaUse of Funds (Penggunaan Dana):Jumlah realisasi pembayaran berdasarkan kategori kegiatan dari awal tahun Anggaran sampai dengan akhir periode pelaporan.

6. Year To-Date

  Cumulative To-Date Perbandingan dalam persentase antara realisasi pembayaran dengan rencana penyerapan dana dari awal proyek sampai akhir periodepelaporan (kolom 4/ kolom 7) 4.4.4 Format 1-C: Penggunaan Dana Proyekper Kategori/Kegiatan Format ini berisi ringkasan pengeluaran proyek berdasarkan kategori proyek,kegiatan proyek/komponen dan sub komponen (kegiatan) untuk jangka waktu yang konsisten denganPerjanjian Hibah ini. Principal CPDII Management, monitoring and evaluation of the Initiative including accommodation, transportation, per diems and operating cost for the central management team at MoEC (through the Board of Education HRD and Education Quality Assurance / Badan PSDMP&PMPa.

INFORMASI UMUM

  Project Kolom ini diisi dengan kategori hibah dan aktivitas yang mempunyai Category/Activities subtansi yang sama.(Kolom 1)Expenditure (Pembelanjaan) - Current Quarter (Kuartal Sekarang)Total (IDR) Ini adalah total pengeluaran yang masih belum Outstanding (Kolom 3) Pembayaran yang telah dilakukan oleh Bendahara (Pusat dan Provinsi) tetapi belum dipertanggungjawabkan dari Rekening Khusus selamaperiode pelaporan ini. Charge to Rekening Jumlah realisasi Pembayaran dalam Rupiah diklasifikasikan Khusus (IDR) berdasarkan kategori dan aktivitas untuk periode pelaporan saat ini Charge to Rekening Jumlah realisasi Pembayaran dalam $ AUD diklasifikasikan Khusus (AUD) berdasarkan kategori dan aktivitas untuk periode pelaporan saat ini 4.4.5 Format 1-D: Status Pencairan dan Pembelanjaan Dana Format ini memberikan informasi mengenai pengeluaran yang dilakukan dan saldodana yang tersedia per Kategor.

8. Remaining Amount of Saldo Kontrak/DIPA yang belum dicairkan

9. Remaining Loan Sisa alokasi hibah (Kolom 3- Kolom 6 – Kolom 7)

  Management, monitoring and evaluation of the Initiative including accommodation, transportation, per diems and operating cost for the central management team at MoEC (through the Board of Education HRD and Education Quality Assurance / Badan PSDMP&PMP 1 Aceh 2 North Sumatera 3 ……………….. Manual Prosedur Edisi Pertama Versi 2.0 _____________________________________________________________________________________________________________________________Grant Financing Nationwide Professional Development for Education Personnel Form 1- Fthrough Australia’s Education Partnership with Indonesia Summary Statement by Province Cumulative Expenditures for Contracts /Budget Allocation (DIPA) For the Quarter ending dd/mm/yyyyNo.

4.5 Tindak Kecurangan dan Korupsi

  Manual Prosedur Edisi Pertama Versi 2.0 66 Pendahuluan 4.5.1 Pemerintah Australia dan Pemerintah Indonesia tidak akan memberikan toleransi apapun terhadap tindak kecurangan serta berkomitmen memastikan bahwa danaHibah dari Program ini digunakan hanya tujuan dan dengan cara yang disahkan oleh Perjanjian Hibah ini. 4.5.3 Jika Pemerintah Indonesia mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan dana hibah yang melibatkan perilaku curang atau korupsi dan tidak mengambil tindakan tepatwaktu dan tepat untuk memperbaiki situasi dengan cara yang dianggap memuaskan bagi Pemerintah Australia penyaluran dana Hibah Program ini mungkindapat ditunda sampai situasinya diperbaiki.

4.5.4 Tindak Kecurangan dapat didefinisikan sebagai:

  Secara tidak jujur mendapatkan suatu manfaat, atau mengakibatkan suatu kerugian, dengan cara yang tidak jujur, atau cara-cara lainnya. Hal ini juga termasuk 'tidak mendapatkan apa yang seseorang mungkin bisa mendapatkan''Properti' didefinisikan secara luas mencakup uang, barang dan milik pribadi.

4.5.5 Tindak kecurangan termasuk:

  Menggunakan sistem pencegahan kecurangan dan korupsi yang sudah ada di pemerintah Indonesia, agar secara efektif dan memantau praktik kerja untukmemastikan bahwa prosedur yang benar terus-menerus dilaksanakan. Penggunaan tidak sah atau tidak disetujui untuk pembayaran biaya taksi, kartu kredit, biaya rekening dan bentuk lain dari sistem pembayaran yangberlaku.

b. Di awal setiap lokakarya yang didanai oleh program ini akan diadakan sesi kesadaran terhadap tindak kecurangan secara singkat

  Ada pemisahan tugas dan pekerjaan yang jelas terutama untuk fungsi pengadaan dan fungsi pembayaran, penyusunan klaim pembayaran dan peranpengeluaran kas, dan persiapan dan peran otorisasi. Staf harus cukup terlatih untuk menjalankan peran yang ditugaskan kepada mereka - pelatihan khusus harus diberikan untuk kebutuhan ini dan panduanharus tersedia bagi mereka e.

i. Menerapkan sistem tambahan untuk melindungi Pemerintah Indonesia dari percobaan tindak kecurangan atau tindak penipuan

  Manual Prosedur Edisi Pertama Versi 2.0 __________________________________________________________________________________Pelaporan Tindak Kecurangan 4.5.9 Jika pejabat atau staff Kemdikbud atau Kemenag di Instansi Penanggungjawab dan Instansi Pelaksana, atau badan lain menduga ada tindak kecurangan yang telahterjadi atau mungkin terjadi, mereka perlu: a. Laporan ini harus mencakup nama kegiatan apa yang diduga terjadi tindak kecurangan, namadan posisi orang-orang yang terlibat, rincian tuduhan itu, daftar urutan peristiwa yang mengarah ke tindak kecurangan atau percobaan penipuan,serta rekomendasi mengenai apa yang terjadi selanjutnya .

b. Merujuk hal tersebut kepada kepolisian di Indonesia atau pihak berwajib lain yang bertanggung jawab untuk penuntutan tindak korupsi dan kecurangan

  c. Apabila seorang pegawai negeri Pemerintah Indonesia terlibat dalam Tindak Kecurangan tersebut, prosedur disiplin yang relevan harus diambil sesuaidengan Kode Etik atau ketentuan Pemerintah Indonesia yang berlaku, atau peraturan lain yang lebih tepat.

4.5.15 Prosedur pelaporan dan investigasi tindak kecurangan ditunjukkan dalam Diagrams 9, 10 dan 11

  Wawancara orang yang sadar akan adanya tindak kecurangan mulai dari orang yang paling tidak sadar keorang yang paling mungkin sadar dan tahu hal itu. Semua ini butuh waktu lama dan pertanyaan yang hati-hati untuk mendapatkan memahamisepenuhnya apa yang telah terjadi.

5. Pengadaan

  5.1.1 Tujuan bagian ini adalah untuk memberikan kerangka kerja dan pedoman bagi staf Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam hal pengadaan barang dan jasayang dibutuhkan: a. Dengan cara yang efisien dan efektif yang mempertimbangkan nilai dari uang yang dikeluarkan dan biaya total yang perlu dikeluarkan saat barang tersebuttelah dimiliki.

5.1.4 Pengadaan harus dilakukan dengan memperhatikan Prinsip Pengadaan dan Kode Etik yang termuat dalam Perpres 54/2010 Jo Perpres 70/2012

5.2 Nilai untuk Uang yang Dikeluarkan(Value for Money)

  5.2.1 Prinsip Nilai untuk Uang yang dikeluarkan akan diterapkan untuk semua Pengadaan yang dilakukan di bawah Perjanjian Hibah ini. Persaingan akan didorong dengan memastikan tidak adanya diskriminasi di dalam Pengadaan dan menggunakan proses pengadaan yang kompetitif.

5.3 Rencana Pengadaan

  5.3.1 Pemerintah Indonesia, melalui Instansi Penanggungjawab, akan mempersiapkan suatu Rencana Pengadaan Tahunan (RUP= Rencana Umum Pengadaan) yang berisiinformasi-informasi berikut: a. Pengadaan barang dan jasa yang diperlukan untuk melaksanakan Program ini, sejauh memenuhi syarat Hibah Kategori III dan IV yang akan dilakukan padatahun anggaran Pemerintah Indonesia berikutnya.

b. Metode Pengadaan yang diusulkan untuk Pengadaan Barang/Jasa tersebut

5.3.2 Rencana Pengadaan tersebut harus secara resmi disetujui oleh SDTOG

5.3.3 Rencana Pengadaan Tahunan akan diperbarui setiap bulan September untuk tahun berikutnya dan rencana yang telah diperbarui tersebut harus secara resmi disetujuioleh SDTOG. _________________________________________________________________________________________ Manual Prosedur Edisi Pertama Versi 2.0 76

5.4 Proses Pengadaan

5.4.4 Instansi Penanggungjawab akan bertanggungjawab untuk:

  5.4.1 Proses Pengadaan yang dilakukan di bawah Perjanjian Hibah ini harus memenuhi semua persyaratan yang diatur atau yang menjadi rujukan dalam Perjanjian Hibahini dan: a. Perpres 54/2010 dan 70/2012 serta regulasi yang dikeluarkan oleh LKPP, dengan memperhatikan prosedur tambahan yang dinyatakan di Lampiran F(Klarifikasi terkait Pengadaan Program) dari Perjanjian Hibah.

5.5 Prinsip-Prinsip Umum Proses Seleksi Tender

  5.5.1 Umum: Prosedur yang harus diikuti untuk semua Pengadaan harus sebagaimana yang ditetapkan dalam peraturan Pemerintah Indonesia dengan catatan:a. 5.5.2 Joint Ventures: Seorang peserta lelang yang dinyatakan sebagai penawar dengan nilai evaluasi terendah tidak diwajibkan membentuk perusahaan patungan (joint 77 Manual Prosedur Edisi Pertama Versi 2.0 __________________________________________________________________________________venture) atau mesubkontrakkan bagian dari pengadaan barang sebagai syarat untuk mendapatkan kontrak.

b. Perusahan asing tidak dilarang mengikuti pelelangan

5.5.5 Bid Security (Jaminan Penawaran): Jaminan Penawaran haruslah, berdasarkan pilihan peserta penawaran, yaitu dalam bentuk Letter of Credit (L/C) atau suratjaminan dari sebuah bank dengan reputasi yang baik, artinya sebuah bank pemerintah atau bank swasta yang beroperasi di Indonesia, tapi bukan merupakanBank Perkreditan Rakyat (BPR).

5.5.6 Pembukaan Penawaran dan Evaluasi Penawaran:

  Penawaran lelang akan dibuka di depan umum kecuali untuk sistem lelang elekronik (e-procurement) , pembukaan dilakukan segera setelah bataswaktu untuk pengajuan penawaran selesai. Evaluasi penawaran harus dilakukan dengan tegas mengacu pada kriteria sebagaimana dinyatakan dalam dokumen lelang dan kontrak akan diberikankepada penawar dengan nilai evaluasi terendah yang responsif.

c. Peserta Lelang tidak akan didiskualifikasi hanya karena penyimpangan minor dan non-substansial

5.5.7 Penolakan Penawaran Tender: Penawaran yang tidak memenuhi ketentuan dalam dokumen lelang dapat ditolak, penawaran baru tidak akanKetika jumlah penawaran yang masuk dalam lelang kurang dari tiga, maka pelelangan ulang tidak akan dilakukan tanpa persetujuan Pemerintah Australia.

5.6 Praktek Pengadaan yang Tidak Konsisten

5.6.1 Jika pengadaan yang tidak sesuai diidentifikasi, maka Pemerintah Australia bisa membatalkan Perjanjian Hibah sesuai dengan Bab 5, Pasal 5.1 (c) Perjanjian Hibah. _________________________________________________________________________________________ Manual Prosedur Edisi Pertama Versi 2.0 78 __________________________________________________________________________________

6. Monitoring, Evaluasi dan Audit

  6.1 Gambaran Umum6.1.1` Pemerintah Indonesia, melalui Tim Pengendali dan Tata Kelola GoG dan SDTOG, bertanggungjawab untuk melakukan pengawasan Program, termasuk mengenaikebijakan dan prosedur untuk memantau dan mengevaluasi Program ProDEP dan kegiatan-kegiatan pembelajarannya. 6.1.2 Monitoring akan dilaksanakan secara berkelanjutan oleh Instansi Penanggungjawab dengan bantuan teknis dari kontraktor yang dipekerjakan oleh PemerintahAustralia.

6.1.3. Evaluasi secara independen akan dilakukan oleh kontraktor yang dipekerjakan oleh Pemerintah Australia

  6.1.4 (Studi penelitian juga bisa dilakukan untuk memberikan informasi untuk mendukung pelaksanaan Program ProDEP yang efektif) 6.1.5. 6.1.6 Tujuan M&E adalah mengumpulkan dan menganalisa data untuk memantau dan mengevaluasi hal-hal berikut dari ProDEP:a.

6.1.7 Informasi dan temuan M&E dan audit akan digunakan untuk:

  Melakukan penjaminan mutu dan, jika diperlukan, memperbaiki sistem dan proses perencanaan, dan pengelolaan. 6.1.8 M&E akan dilakukan sesuai dengan Kerangka Penilaian Kinerja/Performance Assessment Framework (PAF) ProDEP yang akan dimasukkan sebagai Lampiran 4Manual Prosedur ini.

6.2 Outcomes (Hasil/Dampak) dan Outputs (Keluaran)

c. Lima belas persen (15%) peserta berasal dari Bidang Pendidikan Islam dibawah Kemenag

6.3 Peran dan Tanggung-jawab

  6.3.3 Instansi Penanggung-jawab, yang bertindak di bawah pendelegasian oleh SDTOG dan dengan bantuan teknis dari kontraktor-kontraktor yang dipekerjakan olehPemerintah Australia, bertanggung-jawab untuk: 6.3.1 Kemdikbud, dengan bantuan teknis dari kontraktor yang dipekerjakan oleh Pemerintah Australia, akan bertangggung-jawab untuk memantau input dan output(keluaran) dari ProDEP sebagaimana dijabarkan dalam Kerangka Penilaian Kinerja atau PAF. 6.2.3 Di akhir Program ProDEP ini, keluaran-keluaran yang diharapkan adalah: 6.2.2 Di akhir ProDEP ini, hasil/dampak yang diharapkan adalah:Pengelolaan sekolah dan madrasah yang lebih baik 6.2.1 Proses monitoring dan evaluasi ProDEP akan memberikan informasi, data, dan pemahaman tentang sejauh mana dampak dan keluaran ProDEP (lihat Paragraf6.2.2 dan 6.2.3) telah dicapai.

6.4 Prosedur Monitoring dan Evaluasi

  6.4.1 Kegiatan monitoring akan dilakukan sesuai dengan PAF. PAF adalah sebuah dokumen aktif yang akan terus dikaji ulang dan diperbaharui selama masapelaksanaan ProDEP.

6.4.2 PAF menyajikan hal-hal berikut terkait dengan ProDEP: a. Hasil/dampak dan keluaran

  Indikator Kinerja Kunci (IKK) untuk monitoring dan pelaporan. _________________________________________________________________________________________ Manual Prosedur Edisi Pertama Versi 2.0 81 __________________________________________________________________________________ 6.4.3 IKK yang dijabarkan di dalam PAF memberikan dasar untuk melakukan monitoring masukan dan keluaran Program ProDEP.

6.4.4 IKK minimal akan memberikan informasi sebagai berikut:

  Jumlah kepala sekolah/madrasah, calon kepala sekolah, dan pengawas yang telah ikut serta dalam program-program pengembangan keprofesian (PPK). Jumlah kepala sekolah/madrasah dan pengawas yang telah meningkat kompetensinya (dinilai melalui penilaian kinerja masing-masing individu danmetode penilaian lainnya yang sesuai) setelah mengikuti pelatihan BPU/modul dan kegiatan pembelajaran PKB lainnya yang terkait.

i. Jumlah keluhan yang diterima terkait dengan Pengembangan Keprofesian Tenaga Kependidikan atau ProDEP

6.4.5 Data monitoring akan dikumpulkan di tingkat provinsi, kabupaten/kota, dan pada beberapa kasus, juga di tingkat sekolah dan madrasah

  6.4.6 Data monitoring dan evaluasi akan disimpan di Sistem Informasi Manajemen Instansi Penanggungjawab atau di pangkalan data Kemdikbud lainnya yang sesuaidan bisa diakses oleh Instansi Penanggungjawab untuk tujuan analisa, dan pelaporan dan Pemerintah Australia serta kontraktor untuk tujuan audit,monitoring dan evaluasi. 6.4.7 Kontraktor yang dipekerjakan oleh Pemerintah Australia untuk mengevaluasi ProDEP akan mengembangkan dan menerapkan prosedur untuk mengevaluasi hasilProDEP dan menjawab pertanyaan evaluasi kunci yang dijabarkan di dalam PAF.

6.5 Pelaporan

6.5.2 Instansi Penanggungjawab bisa diminta untuk memberikan laporan ad hoc tentang data monitoring ke SDTOG

  6.5.3 Kontraktor yang dipekerjakan Pemerintah Australia untuk mengevaluasi dan mengaudit ProDEP akan mempersiapkan dan mempresentasikan laporannyakepada SDTOG untuk setiap input. 6.4.9 Keanggotaan misi ini akan ditentukan bersama oleh Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Australia dengan melibatkan pula perwakilan dari SDTOG 6.5.1 Laporan Kemajuan Triwulan yang memasukkan temuan monitoring dan evaluasi akan dipersiapkan oleh Instansi Penanggungjawab dan disajikan ke SDTOG sepertiyang dijelaskan di dalam Bab 8 Manual Prosedur ini.

6.6 Audit Independen

  Pemerintah RI akan memfasilitasi, 83 Manual Prosedur Edisi Pertama Versi 2.0 __________________________________________________________________________________sejauh diperlukan, pekerjaan kontraktor ini dengan menyediakan akses ke data dan memberikan kesempatan bagi auditor untuk melakukan wawancara dan / atausurvei dengan pelaksana program, penerima manfaatnya dan pemangku kepentingan terkait. 6.6.3 Selama audit ini, Pemerintah Indonesia akan menyediakan akses dan memfasilitasi secara memadai kepada Perwakilan Pemerintah Australia untuk melakukannkegiatan audit dan inspeksi laporan-laporan keuangan, data serta catatan-catatan lainnya dan mengijinkan dilakukannya penyalinan dan pengutipan.

i. Struktur Organisasi dan daftar personalia

  Tujuan AuditKajian terhadap Kepatuhan 6.6.9 Tujuan dari Tinjauan Kepatuhan Tahunan adalah untuk menentukan sejauh mana kepatuhan terhadap sistem dan prosedur kontrol yang telah disepakati seperti yangdijabarkan dalam Perjanjian Hibah Program dan ManualProsedur ini. Langkah 3 Klarifikasi permasalahanMelakukan diskusi dengan staf yang relevan untuk lebih memahami prosedur dan proses dan mendiskusikan prosedur audit yang diusulkan.

Pasal 4. 4) yang akan dibuat oleh Pemerintah Indonesia sebagai bagian dari pengelolaan keuangan biasa

  85 Manual Prosedur Edisi Pertama Versi 2.0 __________________________________________________________________________________ 6.6.14 Selain langkah-langkah yang tercantum untuk Tinjauan Kepatuhan, auditor akan melakukan langkah-langkah berikut pada Tabel 9. Laporan audit akan mencakup saran berisi tentang setiap ketidakpatuhan dan / atau kelemahan dalam pelaksanaan ProDEPbeserta prosedur dan rekomendasi untuk memperkuat kelemahan yang telah diidentifikasi dan mengambil tindakan untuk mengatasiketidakpatuhan.

6.6.16 Instansi Penanggungjawab bertanggung jawab untuk menindaklanjuti rekomendasi laporan audit yang disepakati oleh SDTOG

Kegagalan menyediakan Laporan Keuangan yang Belum Diaudit 6.6.17 Jika Pemerintah Indonesia gagal menyediakan salah satu dari Laporan Keuangan Triwulan yang belum diaudit, Pemerintah Australia dapat mengambil kebijakanberdasarkan kebijakan sendiri untuk tidak menerima Aplikasi Pencairan Dana sampai laporan yang dibutuhkan disediakan. _________________________________________________________________________________________ Manual Prosedur Edisi Pertama Versi 2.0 87 __________________________________________________________________________________

7. Mekanisme Penanganan Umpan Balik dan Keluhan

  7.1.1 Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Australia berkomitmen untuk memastikan bahwa dana yang dikelola berdasarkan Perjanjian Hibah ini harus memberikan hasilberkualitas tinggi dan mewujudkan prinsip "Nilai untuk Uang yang Dikeluarkan". 7.1.4 Keluhan didefinisikan sebagai: Sebuah ungkapan ketidakpuasan atau ketidaksenangan, yang diungkapkan dengan cara apapun juga, tentang mutu danbiaya pelayanan, tentang tindakan atau tidak adanya tindakan, atau tentang perilaku yang tidak sesuai terkait dengan kegiatan atau proses PengembanganKeprofesian Tenaga Kependidikan, dan yang dapat mempengaruhi individu, kelompok individu atau institusi mana saja.

7.1.7 Instansi Penanggungjawab akan menunjuk seorang staff/pejabat BPSDMPK&PMP yang akan bertindak sebagai Pejabat atau Petugas Penanganan Keluhan (CHO)

  7.1.10 Eselon 3 akan menentukan hal yang tepat untuk menanganinya misal hal tersebut harus ditangani sesuai Mekanisme Penanganan Umpan balik (Pasal 7.4), SistemPenanganan Keluhan (Pasal 7.5) atau untuk kasus kecurangan atau dugaan kecurangan atau Prosedur Investigasi Tindak Kecuran gan (Pasal 4.5). 7.1.11 Umpan balik negatif atau keluhan yang diajukan dan diterima oleh Kemdikbud atau Kemenag terkait proses Pengadaan akan ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuanyang termuat dalam Perpres 54/2010 jo Perpres 70/2012.

7.2 Prinsip Mekanisme Umpan balik dan Sistem Penanganan Keluhan

  Visibilitas - informasi tentang bagaimana memberikan Umpan balik atau menyampaikan keluhan akan disosialisasikan secara luas dan muncul di Bagian yang tepat dalam semua dokumentasi program secara lisan dan tertulis di semua sesi sosialisasi pada kegiatan pelatihan. Objektivitas - semua umpan balik dan keluhan akan ditangani secara adil sesuai dengan prosedur yang ditetapkan dalam dokumen ini.

7.3 Informasi mengenai Pemberian Umpan balik atau Pengajuan Keluhan

  7.3.7 Ketika Pihak yang relevan telah menetapkan bahwa masalah tersebut dianggap sebagai umpan balik negatif, keluhan atau indikasi kecurangan atau kekhawatiranakan adanya kecurangan maka mekanisme yang dijabarkan di dalam Prosedur Manual ini akan digunakan untuk menangani masalah tersebut. 7.3.8 Umpan balik positif, kecuali yang diberikan sebagai bagian dari proses pengumpulan data M & E, yang diterima oleh individu, lembaga atau badanmanapun akan diteruskan oleh CHO kepada pihak yang relevan di Kemdikbud atau Kemenag.

7.4 Mekanisme untuk Penanganan Umpan balik

  7.4.5 Jika orang yang memberikan Umpan balik tersebut telah memberikan rincian kontak diri mereka, jika dimungkinkan, maka ia akan diberikan tanggapan secaralisan atau tertulis tentang Umpan balik tersebut dan mendapatkan rincian tentang bagaimana Umpan balik itu digunakan untuk tujuan perbaikan. 7.4.7 CHO akan terus memperbarui laman elektronik BPSDMPK&PMP yang berisi daftar Pertanyaan yang Sering Ditanyakan (Frequently Asked Questions) dan tanggapanterkait untuk membahas isu-isu yang paling sering muncul terkait program ini.

7.5 Mekanisme Penanganan Keluhan – Sistem Penanganan Keluhan

  CHO akan merujuk keluhan itu ke seorang pejabat Eselon 3 (kecuali CHO itu adalah Eselon 3) yang ditunjuk oleh Kepala Pusbangtendik, yang akanmenentukan tindakan yang tepat yang harus diambil untuk menangani keluhan itu. Semua keluhan yang berhubungan dengan ancaman, penyerangan dan upaya penyuapan serta dugaan penyimpangan, korupsi dan pelanggaran hak asasimanusia akan mendapatkan status prioritas tinggi, sehingga harus dirujuk kepada Kepala BPSDMPK&PMP dan DFAT dalam waktu dua puluh empat (24)jam untuk diambil keputusan bersama tentang tindakan yang perlu diambil.

ii. Penyelidikan dan koordinasi penyelidikan dan penuntutan oleh Inspektur Jenderal yang terkait

  Walau setiap keluhan akan dinilai, tapi tidak semua keluhan akan menjadi subyek penyelidikan g. CHO akan memberitahukan kepada pengadu tentang tindakan yang telah diambil dalam waktu 10 hari kerja setelah keluhan dicatat.

i. Setiap bulannya, CHO akan mempersiapkan Ringkasan Status Keluhan untuk DFAT yang akan diserahkan melalui Kepala Pusbangtendik

ii. Semua laporan yang diterima CHO pada bulan sebelumnya dari penyelidik yang lain, berikut dengan rekomendasi yang mereka berikan

  Ringkasan Status Keluhan akan diambil dari database keluhan yang ada dan memuat daftar semua keluhan yang belum ditangani, tanggalpenerimaannya, rekomendasi terkait dengan masing-masing-keluhan hingga tanggal terkini, lembaga mana yang saat itu sedang melakukan penyelidikan(jika ada), tindakan lanjutan yang diambil terkait dengan rekomendasi yang ada.k. 7.5.14 CHO akan mencatat semua tindakan yang diambil terkait dengan rekomendasi yang telah didokumentasikan untuk keluhan terkait di dalam pusat database keluhan,dan akan memastikan bahwa informasi ini dilaporkan kepada GOG dan DFAT di dalam Ringkasan Status Keluhan berkala (lihat Lampiran 11) sehingga lembaga-lembaga ini bisa memonitor tentang sejauh mana tindakan perbaikan dam perbaikan proses telah dilakukan.

7.5.17 Setelah menerima pemberitahuan penghentian kasus yang sah, CHO akan:

  7.5.18 Jika ada beberapa keluhan yang dianggap selesai oleh salah satu pihak pemerintah tapi masih dianggap belum selesai oleh pihak lainnya (Indonesia atau Australia)maka pihak yang menganggap bahwa keluhan masih belum selesai memiliki hak untuk melanjutkan penyelidikan atau mengambil langkah penyelidikan yang barudan dapat mengakses sepenuhnya atas catatan terkait yang dimiliki oleh pihak lainnya. 7.5.20 Walaupun telah ada keputusan untuk menutup sebuah keluhan dari kedua pemerintah, baik Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Australia melalui KantorAudit Nasional di pemerintah masing-masing, tetap berhak untuk melakukan audit terhadap aspek apa saja dari Program ini berdasarkan dengan apa yang dianggapsesuai oleh mereka.

7.5.21 Perlu juga dicatat bahwa:

  8.2 Rencana Kerja Tahunan 8.2.1 Instansi Penanggungjawab akan mempersiapkan Rencana Kerja Tahunan beserta anggarannya yang mengidentifikasi prioritas serta memberikan rincian tingkatpendanaan yang diusulkan dibandingkan dengan tingkat pendanaan dan pembelanjaan di tahun sebelumnya. 8.3 Laporan Tahunan ProDEP 8.3.1 Laporan Tahunan ProDEP akan dikembangkan bersama oleh Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Australia dan akan memberikan informasi terhadap pertanyaan-pertanyaan evaluasi yang penting yang dijabarkan dalam PAF serta menggunakan data yang dikumpulkan di bawah PAF.

8.4 Laporan Kemajuan

8.4.3 Laporan Kemajuan Triwulan, yang telah disetujui oleh SDTOG, akan diserahkan ke Pemerintah Australia tidak lebih lama dari 30 hari setelah pertemuan SDTOG

8.5 Jadwal Perencanaan dan Pelaporan

  100 Manual Prosedur Edisi Pertama Versi 2.0 ___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________ Manual Prosedur Edisi Pertama Versi 2.0 101 8.5.2 Laporan Tahunan ProDEP yang terakhir akan diserahkan kepada SDTOG tidak lebih lama dari dua bulan setelah berakhirnya ProDEP. 8.5.4 Pemerintah Indonesia, melalui Instansi Penanggungjawab, harus mempersiapkan dan menyerahkan kepada Pemerintah Australia selambat-lambatnya 18 (delapanbelas) bulan sebelum berakhirnya periode Perjanjian Hibah ini, suatu rencana yang dirancang untuk memastikan keberlanjutan pencapaian-pencapaian dari ProDEP,sesuai penjelasan pada Pasal 3.09 (c) (ii) dari Ketentuan Umum (Lampiran B).

9. Hubungan Masyarakat & Visibilitas Program

  Langkah-langkah tersebut memastikan agar peserta pelatihan dan masyarakat umum menyadari bahwa Australia telah memberikan dukungan bagi program PemerintahIndonesia ini 9.2 Satu langkah penting adalah untuk memastikan bahwa logo Kemitraan Pendidikan Australia Indonesia (Kemitraan Pendidikan) ditampilkan di semua buku manual,materi pelatihan dan bahan-bahan lain, termasuk yang diberikan secara on-line, di televisi dan dalam media elektronik lainnya. 9.3 Lembaga Yang Memenuhi Syarat bertanggungjawab untuk memastikan bahwa spanduk Pengembangan Keprofesian Tenaga Kependidikan yang sesuai (yang akandicetak dan dibagikan kepada semua Lembaga Yang Memenuhi Syarat oleh kontraktor DFAT) akan ditampilkan pada setiap tempat pelatihan.

10. Protokol Komunikasi

  10.4 Komunikasi antara Kemdikbud dan DFAT untuk hal-hal teknis terkait penafsiran dari Perjanjian Hibah dan Manual Prosedur ini, atau penerapannya, akan dilakukan padakesempatan pertama dengan pengiriman email atau surat-menyurat antara DFATCounsellor for Education, Scholarships and KnowledgeSector dengan KepalaPusbang Tendik sebagai Instansi Pelaksana di tingkat Nasional atau dengan Kepala Badan PSDMPK & PMP sebagai Instansi Penanggung-jawab. 10.5 Komunikasi antara Kemdikbud dan DFAT perihal permasalahan manajemen dan administrasi dapat dilakukan pada kesempatan pertama secara bertemu-muka, pertelepon atau melalui pengiriman email antara Unit terkait di DFAT atau Manajer Kegiatan bersangkutan dengan Kepala Pusbang Tendik atau seorang pejabatPusbang Tendik yang bertindak dengan wewenang dari dan atas nama Kepala Pusbang Tendik.

1 General Conditions; Definitions .. The General Conditions (Appendix B) constitute an integral part of this Agreement

1.2. Unless the context requires otherwise, the capitalized terms used in this Grant Agreement have the meanings ascribed to them in the Appendix A (Definitions) of this Agreement

  The Commonwealth agrees to extend to the Republic of Indonesia, on terms and conditions set forth or referred to in this Agreement, a grant of up to one hundred and ten millionAustralian Dollars (AUD110,000,000 ) (“Grant”) to assist in financing the Initiative described inSchedule 1 of this Agreement (“the Initiative”). In matters pertaining to the implem entation of this Agreement, the Republic of Indonesia’sMinistry with overall responsibility for implementing the Initiative will be the Ministry of Education and Culture (“MoEC”) through the Executing Agency, which is the Board ofEducation and Culture Human Resource Development and Education Quality Assurance (Badan PSDMPK & PMP) .

4. The Initiative

4.1 The Initiative Description is outlined in Schedule 1 to this Grant Agreement

  4.3 Without limitation upon the provision of Clause 4.2 of this Agreement, and except as the Republic of Indonesia and the Commonwealth shall otherwise agree, the Republic of Indonesiathrough the Executing Agency shall ensure that the Initiative is carried out in accordance with this Agreement and the Procedures Manual as outlined in Part A, Section VII, Schedule 2 ofthis Agreement. (i) Ensuring the pace of implementation is appropriate and responsive to the absorptivecapacity of the Republic of Indonesia and appropriate capacity building measures are implemented.

5. Remedies of the Commonwealth

5.1. For the purpose of Section 4.02(a)(vii) of the General Conditions (Appendix B of this Agreement), the Additional Events of Suspension consist of the following:(a) The policy on Professional Development for Education Personnel, as referred to in Education Ministerial Regulations related to recruitment, selection, preparation of school principals and competency development for school principals and school supervisors, hasbeen amended, suspended, abrogated, repealed or waived so as to affect materially and adversely the ability of the Republic of Indonesia to perform its obligation under thisAgreement; (b) Six months after the date of this Agreement, the Republic of Indonesia has not provided tothe Commonwealth a Tax Letter, satisfactory to the Commonwealth and confirming that the Eligible Expenses will be exempt from Value Added Tax (VAT), which has beenadopted by the Republic of Indonesia, in accordance with Section 2.07 of the General Conditions; and (c) The Republic of Indonesia is aware of an alleged misuse of the proceeds of the Grant involving fraudulent or corrupt behaviour as defined in Schedule 2, Section VI Part D: __________________________________________________________________________________Manual Prosedur Edisi Pertama Versi 2.0 111

6. Effectiveness 1

For the purpose of Section 7.01(a)(ii) of the General Conditions (Appendix B), the Additional Conditions of Effectiveness consist of the following:(a) ESSP governance arrangements in relation to this grant component, comprising the Governance and Oversight Group (GoG) and the Staff Development Technical Oversight Group (SDTOG), have all been duly established in a manner acceptable to the Commonwealth and the Republic of Indonesia has advised the Commonwealth, in writing,(b) The School and District Management: Education Personnel Professional Development Procedures Manual, in form and substance satisfactory to the Commonwealth, has beenduly adopted by the Republic of Indonesia, pursuant to Schedule 2, Section VII Part A: Procedures Manual, of this Agreement.

6.2. The Effectiveness Deadline is the date ninety (90) days after the date of this Agreement, or such later date as the Commonwealth may specify in writing to the Republic of Indonesia

7. Representative; Addresses Republic of Indonesia The Republic of Indonesia’s representative is the Director General of Debt Management

  The Republic of Indonesia may withdraw the proceeds of the Grant in accordance with Part B of this Section, Appendix B: General Conditions and Appendix C: Disbursement andWithdrawal Procedures and such additional instructions as the Commonwealth may specify by notice to the Republic of Indonesia to finance the Eligible Expenses as set forth in Table 1 inClause 2 below. The following table specifies the categories of Eligible Expenses that may be financed out of the proceeds of the Grant (“Grant Category”) and the allocation of the maximum amounts ofthe Grant to each Grant Category: Table 1: Eligible Expenses for the Professional Development for Education Personnel 2013 to 2016 Grant Category Maximum Amount allocated (in AUD)To cover the costs of specific inputs required to deliver outputs of the Initiative I.

d. Centres for Development and Empowerment of Teaching and Education Personnel (Pusat

Pengembangan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan / P4TK), TechnicalImplementation Units reporting to the Board of Education and Culture HRD and Education Quality Assurance/ Badan PSDMPK & PMP with 12 offices across Indonesia.

13. For the purpose of the General Conditions (Appendix B), the Closing Date is 30 June 2016

  For the purpose of Section 2.06 of the General Conditions (Appendix B), the Republic of Indonesia is permitted to use a proportion of a Withdrawal to pay for reasonable Taxes(excluding Value Added Tax (VAT)) levied by, or in the territory of, the Republic of Indonesia on or in respect of Eligible Expenses, or in their importation, manufacture, procurement orsupply. Both Parties agree that the Commonwealth will provide a Procurement Specialist through the managing contractor to support the Board of Education Human Resource Development andEducation Quality Assurance (Badan PSDMPK & PMP) at MoEC to develop the procurement capacity for an initial period of 6 months.

Section IV. Review and Planning Part A. Annual Meetings

1. In the first quarter (January to March) of each calendar year, the SDTOG will convene the Initiative’s Annual Review and Planning meeting

  The Republic of Indonesia through the Board of Education Human Resource Development and Education Quality Assurance (Badan PSDMPK & PMP) at MoEC will develop a RiskManagement Plan / RMP for the Initiative within 6 months of the execution of this Agreement, as outlined in the Appendix H of this Agreement. The RMP is to be reviewed annually by the SDTOG and updated as risks are addressed and mitigated by the Board of Education and Culture Human Resource Development andEducation Quality Assurance (Badan PSDMPK&PMP) as the Executing Agency.

Section V. Monitoring and Evaluation, and Reporting Part A. Monitoring and Evaluation

  The oversight includes: (a)the monitoring of the Initiative against indicators in Quarterly Progress Reports set out in Clause 2 Part B of this Section V; (b) the monitoring of the Initiative against indicators in Annual Initiative Reports set out inClause 4 Part B of this Section V; and (c)a joint review mission between the Republic of Indonesia and the Commonwealth, to be held annually as outlined in the Procedures Manual. The PAF will be developed jointly by the Commonwealth and the Republic of Indonesia within 3 months of theexecution of this Agreement, with budget and provision of technical assistance indicated in the Procedures Manual.

Section 3. 09(c) (i) of General Conditions (Appendix B)

Section VI. Financial Management, Financial Statements and Audits Part A. Financial Management System 1

  Without limitation of clause 1 of this Section, the Republic of Indonesia shall prepare and furnish to the Commonwealth as part of the Quarterly Progress Report and the Annual InitiativeReport, unaudited financial statements for the Initiative covering the calendar quarter, in a form and content satisfactory to the Commonwealth as detailed in the Procedures Manual. Both Parties through their employees, agents or representatives will not make or cause to be made, nor will they receive or seek to receive, any offer, gift or payment,consideration or benefit of any kind, which would or could be construed as an illegal or corrupt practice, either directly or indirectly to any party, as an inducement or reward in relation to theexecution of this Agreement or any arrangement or provision of funds in relation to the Initiative.

Section VI I. Other Undertakings Part A. The Procedures Manual 1

The Republic of Indonesia shall develop and adopt, and thereafter ensure the Initiative is implemented in accordance with, a Procedures Manual in a manner and substance acceptableto both the Commonwealth and the Republic of Indonesia, which shall, among other things, set out: (a) The nature and quality of professional development for education personnel that isrequired under this Agreement, including reference to how gender equity, poverty and disability will be considered in the program and its units of learning; (b) Institutional, management and implementation arrangements for carrying out theInitiative and the ESSP; __________________________________________________________________________________Manual Prosedur Edisi Pertama Versi 2.0 123 (c) Procedures for procurement and recruitment of trainers, facilitators and otherspecialised staff; (d) Reporting requirements, financial management and audit procedures; (e)Standard procurement documentation and procedures, as referred to in Section III of this Schedule to be applied by the Republic of Indonesia in relation to the Initiative; (f) Eligibility requirements and preparation for the implementation of the Initiative whichrequirements and procedures are to include: (i) appraisals and selection procedures for resource persons under the Initiative; (ii) quality standards and assurance; (iii)criteria for the selection of participating districts including districts identified as poorer, more isolated, unserved and underserved districts, as well as districts with loweducation quality and inequities in gender representation; and (iv) appropriate environment and social safeguards; (g) Arrangements for managing program information, and for records and datamanagement; (h) Procedures for safeguarding against and detecting fraud and corruption, and forreporting, investigating and taking action on detected fraud; (i) Sanctions that shall be applied to consultants and contractors found to be committing or assisting fraud, corruption, collusion or coercion in relation to the Initiative;(j) Sanctions that shall be applied to public officials found to be committing or assistingfraud, corruption, collusion or coercion in relation to the Initiative, such sanctions to include relieving the officer of his or her duties on the Initiative during the investigationperiod; (k) Requirements for MoEC to enter into agreements with entities involved in implementing the Initiative, including MoRA and district governments;(l) Arrangement for monitoring and evaluation; and(m) Procedures for public complaints and procedures for participants of the Professional Development to seek clarification of and to provide feedback on the delivery of the Initiative.

2. Except as the Commonwealth may otherwise agree in writing, the Republic of Indonesia shall not amend, suspend, abrogate or waive the Procedures Manual or any part thereof

  (xix) “Grant Account” means the account opened by the Commonwealth in its books through which the Commonwealth will make available the Grant to the Republicof Indonesia in accordance with the relevant Grant Agreement.(xx) “Grant Agreement” means the agreement between the Commonwealth and the Republic of Indonesia providing for the Grant and relating to the implementation of the Initiative, as such agreement may be amended from time to time. Section 6.05 Service of Process(a) The Republic of Indonesia hereby irrevocably appoints the person who is for the time being and from time to time acting as or discharging the function of the Minister of Financefor the Republic of Indonesia as its agent to receive on behalf of each of it and its property, service of copies of any summons or writ and any other process which may be served in anyarbitration or legal action or proceeding.

ii. AusAID Jakarta will review the Withdrawal Application and, if satisfied, authorise AusAID Canberra to process the payment

  AusAID reserves the right to (a) approve the Withdrawal Application in its entirety for payment by AusAID Canberra; (b) return the Withdrawal Application if theattached supporting documentation is incomplete; or (c) approve part payment of the Withdrawal Application if there are some unsupported transactions. The Commonwealth may authorise the Republic of Indonesia touse electronic means, in a manner and on terms and conditions specified in writing by the Commonwealth, to deliver Withdrawal Applications and supporting documentation to theCommonwealth.

5. Supporting Documentation Requirements

5.1 The Republic of Indonesia must provide supporting documentation to the Commonwealth to show that Grant proceeds have been or are being used to finance EligibleExpenses. The supporting documentation is to satisfy the Commonwealth that all payments from the Special Account were made for Eligible Expenses, that each payment from thisaccount went to a legitimate account (as evidenced, primarily, by registration at MoF) in alegitimate amount as evidenced, primarily, by the Fund Release Order Letter (Surat Perintah Pencairan Dana /SP2D) and Payment Order Letter (Surat Perintah Membayar / SPM) andyearly progress monitoring data.

5.2 Types of Supporting Documentation for Advance. All Withdrawal Applications (WA)

  Initiative Report(s) covering the period since the last Withdrawal Application (theseshall include interim unaudited financial statements in a format to be agreed between the Commonwealth and the Republic of Indonesia under Clause 2 and 3, Part B,Section V of Schedule 2 of the Grant Agreement); ii. If the Republic of Indonesia fails toprovide any of the audited Financial Statements required in accordance with, and within the period of time specified in, the Grant Agreement, the Commonwealth may at its discretion decide not to acceptWithdrawal Applications supported by Summary Reports, even if such reports are accompanied by Records.

6. Terms and Conditions Applicable to Advances

6.1 Frequency of Reporting Eligible Expenses Paid from the Special Account. The

  In addition to the Commonwealth’s rights under Section 4 ofthe General Conditions, the Commonwealth is not required to make any deposit into the Special Account if: (a) The Commonwealth is not satisfied that the Republic of Indonesia’s planned Initiativeexpenses justify the deposit. If at any time the Commonwealth determines that any amountdeposited in the Special Account will not be required to cover further payments for Eligible Expenses (“Excess Amount”), it may, at its discretion, require the Republic of Indonesia to: (a) Provide evidence satisfactory to the Commonwealth within a period specified by the Commonwealth that the Excess Amount will be used to pay forEligible Expenses.

7. Ineligible Expenses

7.1 Ineligible Expenses Paid from the Special Account. If the Commonwealth

determines that any payment out of the Special Account was not justified by the evidence furnished to the Commonwealth or was made for an expense which was not an EligibleExpense, the Commonwealth may, at its discretion and in addition to its rights under Section 4.06 of the General Conditions, require the Republic of Indonesia to: (a) Provide additional evidence requested by the Commonwealth; (b) Deposit an equivalent amount into the Special Account; or(c) Exceptionally, provide substitute documentation evidencing other Eligible Expenses.Upon notification by the Commonwealth, the Republic of Indonesia must promptly take the action requested.

8. Refunds

  The Republic of Indonesia may, uponnotice to the Commonwealth, refund all or any amount of the Grant on deposit in the Special Account to the Commonwealth for credit to the Grant Account. Despite Section 1.02 of the General Conditions, if a 9.1provision of this Appendix is inconsistent with the General Conditions, the General Conditions shall prevail to the extent of the inconsistency.

A. Application Type and Project Reference 1. Application Type: Check the applicable type. The sections of the form which need to be completed are shown in parentheses beside each type

  Application Currency and Amount(s): Insert the currency name (4a) and the amount of the application Beneficiary’s Bank: Give the full name and address of the beneficiary’s bank, the account number of the beneficiary at the bank and the Society for Worldwide Interbank Financial Telecommunication/Bank Identifier Code (SWIFT BIC) of the bank. Intermediary Bank: For payments in a currency which is not the currency of the country in which the beneficiary’s bank is located, give the full name and address of the beneficiary’s bank in the country which issues the currency (known as the intermediary bank), the account number of thebeneficiary’s bank at the intermediary bank and the SWIFT code of the intermediary bank.

14. Date Signed: Give the date on which the authorised signatory(ies) sign(s) the application for withdrawal. 15a-b. Name(s) and Title(s) of the Authorised Signatory(ies): Provide both the name and title of the signatory(ies) and obtain the signature(s) of the authorised signatory(ies)

  If the undersigned is making a request for reimbursement or direct payment: (1) the expenses covered by the application are eligible for financing out of the other than the Republic of Indonesia nor will the undersigned request financing for the expenses from any other source in the future. proceeds of the grant in accordance with the terms of the related legal agreement(s); and (2) these expenses have not been financed previously from sources any other source in the future.16.

13. By (name of beneficiary)

14. Date signedName Phone Facsimile Email __________________________________________________________________________________Manual Prosedur Edisi Pertama Versi 2.0 159 _________________________________________________________________________________________________________________________________Manual Prosedur Edisi Pertama Versi 2.0 160 Appendix E: Indicative Disbursement PlanFinancial Year Grant Category Eligible Expenses Unit of Learning1 TOTAL DISBURSEMENT (AUD)2013 Category 1 PPP 12,864 3,298,462 Supervisor PD 6,432 1,649,231 Province & District Officials PD 4,824 1,236,923 CPD new intake 48,240 12,369,231 Category 2 Management and operation cost for Central Training Team including monitoring & evaluation costs, accommodation, travel, per diem (Monitoring activities & workshops 45%; Management/Coordination Workshop 55%)900,000 Category 3 Procurement of materials and resource package for the Initiative (Hard copy Modules 40%; UoL CD for distance learning 40%; Implementation Guidelines 20%) 321,154 Category 4 Procurement of services to support web-based learning, MIS and M&E systems 225,000 2014 Category 1 PPP 14,472 3,710,769 Supervisor PD 6,432 1,649,231 Province & District Officials PD 24,120 1,236,923 CPD completion 24120 6,184,615CPD new intake 80400 20,615,385 Category 2 Management and operation cost for Central Training Team including monitoring & evaluation costs, accommodation, travel, per diem 900,000 Category 3 Procurement of materials and resource package for the Initiative 478,077 Category 4 Procurement of services to support web-based learning, MIS and M&E systems 225,000 2015 Category 1 Supervisor PD 24924 6,390,769CPD completion 40200 10,307,692 CPD new intake 67000 17,179,487 Category 2 Management and operation cost for Central Training Team including monitoring & evaluation costs, accommodation, travel, per diem 900,000 Category 3 Procurement of materials and resource package for the Initiative 200,769 Category 4 Procurement of services to support web-based learning, MIS and M&E systems 21,2822016 Category 1 Supervisor PD 25728 6,596,923 CPD completion 33500 8,589,744 Additional CPD completion 14955 3,834,615 Category 2 Management and operation cost for Central Training Team including monitoring & evaluation costs, accommodation, travel, per diem 900,000 Category 3 Procurement of materials and resource package for the InitiativeCategory 4 Procurement of services to support web-based learning, MIS and M&E systems 78,718 TOTAL DISBURSEMENT (AUD)110,000,000

1 The use of UoL rather than participants as the unit cost reflects the way the Headline Results are calculated

  (b) Evaluation of bids shall be made in strict adherence to the criteria declared in the bidding documents and contracts shall be awarded to the lowest evaluated bidder.(c) Bidders shall not be eliminated from detailed evaluation on the basis of minor, non- substantial deviations.(d) No bidder shall be rejected merely on the basis of a comparison to the owner’sestimate and budget ceiling without the Commonwealth’s prior concurrence. Appendix G: Template for the Initiative Performance Assessment Framework A Performance Assessment Framework (PAF) is to be jointly developed by the Commonwealth and theRepublic of Indonesia with technical assistance from a contractor engaged by the Commonwealth, within 3 months of the entry into effect of this Agreement.

1. Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan 2. Lembaga Pengembangandan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah 3. Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK)

_________________________________________________________________________________________Manual Prosedur Edisi Pertama Versi 2.0 172 Nama P4TK Tempat IPABandung BahasaJakarta Matematik YogyakartaSeni dan Budaya YogyakartaPKN dan IPS MalangPenjas dan BK BogorBOA Malang __________________________________________________________________________________

4. LPMP Nama LPMP Tempat 1

  Pejabat/Pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan Provinsi (termasuk dari Departemen Agama) yang mendukung sekolah dan madrasahDokumen PAF akan dikaji ulang secara berkala selama pelaksanaan ProDEP dan difinalisasikan oleh Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Australia, dengan mendapatkanbantuan teknis yang diberikan oleh kontraktor yang dipekerjakan oleh GoA. Mengidentifikasi dan menilai apa yang bisa salah di dalam mencapai tujuan usaha, atau dengan kata lain, peluang apa yang ada untuk meningkatkan atau memperbaikiapa yang telah ada di dalam program.

2.9 Staf administrasi di beberapa

  Management, monitoring and evaluation of the Initiative including accommodation, transportation, per diems and operating cost for the central management team at MoEC (through the Board of Education HRD and Education Quality Assurance / Badan PSDMP&PMP 1 Aceh 2 North Sumatera 3 ……………….. Management, monitoring and evaluation of the Initiative including accommodation, transportation, per diems and operating cost for the central management team at MoEC (through the Board of Education HRD and Education Quality Assurance / Badan PSDMP&PMP FORM 1F Continued 1 Aceh 2 North Sumatera 3 ………………..

SUSPECTED OR DETECTED FRAUD REPORTING FORM

  The Government of Indonesia and the Government of Australia require that all GoI officers and GoA contractors report in writing any suspected or detected fraudulent activity involving funds orresources to be reported either the Head of the Board of Education and Culture Human Resources Development and Education Quality Assurance in MoEC or to DFAT within five (5) working days. Ministry of Education and CultureReports to: Director Centre for the Development of Education Personnel Key Duties and ResponsibilitiesThe role of the position is to support the Ministry of Education and Culture and the Australia’s Education Partnership with Indonesia with the operations of a Complaints Handling System for thestaff capacity building program funded by DFAT and implemented by MoEC.

LAMPIRAN 10 FORMULIR PENGAJUAN KELUHAN

____________________________________________________________________________________ Manual Prosedur Edisi Pertama Versi 2.0235 _____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________ Gravity:Low/ Medium/ High Witness statement #5Summary statement date Witness statement #4Summary statement date Witness statement #3Summary statement date Witness statement #2Summary statement date Who needs to be notified? ACTION TAKEN Witness statement #1Summary statement date What action is to be taken? When will complainant be notified of result?dd/mm/yy Classification:Fraud/ Quality/ Loss/ Other Urgency:Low/ Medium/ High COMPLAINT ASSESSMENT Eligibility:Eligible/Not Eligible Manual Prosedur Edisi Pertama Versi 2.0236 Contact details (optional)If available Location description & address Person's name (optional)If available Received Via Complaint Brief Description LocationCity, Province Date Receiveddd/mm/yy Complaint IDYear - No Phone of CHO:HP COMPLAINT DETAILS Email address of CHO:Email address COMPLAINTS HANDLING PERSON Complaint entered by:Name Complaint Lodgement FormEnter the details here Reported toMoEC senior staff how, when, who _________________________________________________________________________________Give reasons Reported to Police Investigation processSummary of process Impact Findings Further investigation required WrongdoersName(s) Outcome achieved date Sunday, 30 June 2013 dd/mm/yy Notified to complainant Sunday, 30 June 2013 dd/mm/yy Action taken Ongoing risks Process Weakness Improvements recommended FOLLOW UP ACTIONS Follow up action #1 Follow up action #2 Follow up action #3 Follow up action #4 Follow up action #5____________________________________________________________________________________ Manual Prosedur Edisi Pertama Versi 2.0237 _________________________________________________________________________________

LAMPIRAN 11 RINGKASAN LAPORAN DARI STATUS KELUHAN

____________________________________________________________________________________ Manual Prosedur Edisi Pertama Versi 2.0238 __________________________________________________________________________________________________________________________RINGKASAN LAPORAN DARI STATUS KELUHAN ProDEP Mulai Tanggal : Sampai Tanggal Saat ini Ditangani Keluhan ID Tanggal Diterima Tempat Kabupaten/Kota Propinsi Isi singkat Keluhan Status Keluhan Oleh__________________________________________________________________________________________________________________________________________ Manual Prosedur Edisi Pertama Versi 2.0239 __________________________________________________________________________________

LAMPIRAN 12 FORMULIR PELAPORAN PER KUARTAL

_________________________________________________________________________________________ Manual Prosedur Edisi Pertama Versi 2.0240

EDUCATION PARTNERSHIP WITH

___________________________________________________________________________ _______________ Procedures Manual First Edition Version 2.0 241 Kementerian Pendidikan dan KebudayaanAUSTRALIA’S INDONESIANATIONAL SYSTEM OF PROFESSIONAL DEVELOPMENT FOR EDUCATION PERSONNEL ANNUAL

INITIATIVE REPORT

  Saya berpendapat bahwa informasi yang diberikan di dalam laporan ini telah mewakili sebuah gambaran yang benar dan adil tentang status pelaksanaan ProDEP dan semua permasalahan yangperlu diketahui oleh Kelompok Pengawas Teknis Pengembangan Staf dan DFAT telah dimasukkan sebagaimana mustinya. Saya juga dengan ini menyatakan, sejauh yang saya ketahui, bahwa data yang disediakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) di dalam laporan ini beserta lampiran-lampirannya juga memberikan gambaran yang benar dan adil.

1. Perkembangan berdasarkan Indikator Kerangka Kerja Penilaian Kinerja

1.1 Jumlah kepala sekolah/madrasah, calon kepala sekolah dan pengawas yang ikut serta dalam program pengembangan keprofesian di bawah ProDEP (untuk periode pelaporan ini)

A. Kemdikbud Jumlah kepala sekolah Jumlah pengawas Jumlah calon kepala Kemdikbud ikut serta Kemdikbud ikut serta sekolah Kemdikbud Provinsi dalam PKB dalam PPKSPS ikut serta dalam PPCKS Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan

  Nusa Tenggara Barat 22. Sumatera Barat 33.

B. Kemenag Jumlah kepala madrasah Jumlah pengawas Kemenag Kemenag ikut serta dalam Provinsi

  ikut serta dalam PPKSPS PKB Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan 1. Sumatera Utara ___________________________________________________________________________ _______________ Procedures Manual First Edition Version 2.0244 __________________________________________________________________________________ 1.2 Jumlah Bahan Pembelajaran Utama / modul yang berhasil diselesaikan kepala sekolah/madrasah, calon kepala sekolah dan pengawas yang ikut serta dalam kegiatan ProDEP(untuk periode pelaporan ini).

A. Kemdikbud Jumlah total BPU PKB Jumlah total modul Jumlah total modul KS/M yang berhasil PPKSPS yang berhasil PPCKS yang berhasil Provinsi diselesaikan oleh kepala diselesaikan pengawas diselesaikan calon kepala sekolah Kemdikbud Kemdikbud sekolah Kemdikbud Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan

  Sulawesi Barat 28. Sumatera Barat 33.

B. Kemenag Jumlah total BPU PKB KS/M Jumlah total modul PPKSPS yang diselesaikan kepala yang diselesaikan pengawas Provinsi madrasah Kemenag Kemenag Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan

  Nusa Tenggara Barat 22. Sumatera Barat 33.

A. Kemdikbud

  Maluku Utara ___________________________________________________________________________ _______________ Procedures Manual First Edition Version 2.0247 __________________________________________________________________________________Jumlah/persentase kepala Jumlah/persentase pengawas sekolah Kemdikbud yang telah Kemdikbud yang telah Provinsi meningkat kompetensinya meningkat kompetensinya Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan 21. Sumatera Utara ___________________________________________________________________________ _______________ Procedures Manual First Edition Version 2.0248 __________________________________________________________________________________ Jumlah/persentase kepala Jumlah/persentase pengawas madrasah Kemenag yang telah Kemenag yang telah meningkat Provinsi meningkat kompetensinya kompetensinya Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan # # # # 1.

1.4 Jumlah pejabat kependidikan kabupaten/kota/provinsi yang ikut serta dalam program pengembangan keprofesian di dalam ProDEP (untuk periode pelaporan ini)

A. Kemdikbud Jumlah pejabat dinas Jumlah pejabat dinas pendidikan pendidikan

  Sumatera Utara ___________________________________________________________________________ _______________ Procedures Manual First Edition Version 2.0252 __________________________________________________________________________________ 2.1 Kemajuan di dalam pembentukan dan pelaksanaan sistem nasional PKB KS/M (dalam periode pelaporan ini) 2.2 Tingkat keikutsertaan kepala sekolah/madrasah dalam sistem PKB (untuk periode pelaporan ini). Kegiatan yang dilakukan Instansi Penanggung Jawab untuk periode pelaporan ini [masukkan tanggal]Kegiatan-kegiatan berikut ini telah dilakukan oleh Instansi Penanggung Jawab selama triwulan ini[masukkan tanggal] Jumlah KegiatanKegiatan Detail Kegiatan Peserta (Rapat & Lokakarya) 1.

4. Resiko dan Manajemen Risiko

4.1 Resiko dan Permasalahan BaruSelama periode pelaporan ini, resiko-resiko serta permasalahan-permasalahan baru berikut ini telah muncul dan akan ditangani sebagai berikut: Permasalahan/Resiko Usulan Tindakan Tanggungjawab 4.2 Manajemen Resiko yang telah diidentifikasi pada periode pelaporan sebelumnya [masukkan tanggal]. Permasalahan/Resikos Tindakan yang telah diambil Hasil___________________________________________________________________________ _______________ Procedures Manual First Edition Version 2.0255 ___________________________________________________________________________________________________________________________

5. Ringkasan Keluhan dan Hasil Penyelidikan Dari tanggal: Hingga tanggal: Tanggal keluhan

Penjelasan singkat tentang ID keluhan Lokasi Kabupaten / Kota Provinsi Status keluhan Sedang dirujuk ke diterimakeluhan __________________________________________________________________________________________________________________________________________ Manual Prosedur Edisi Pertama Versi 2.0256 __________________________________________________________________________________

6. Prioritas triwulan selanjutnya

  District ProgramsTotal Cat I :II Management, monitoring and evaluation of the Initiative including accommodation, transportation, per diems and operating cost for the central management team at MoEC (through the Board of Education HRD and Education Quality Assurance / Badan PSDMP&PMPa. Account Expenditures in Current QuarterForm 1-C ___________________________________________________________________________________________________________________________Form 1-D: Disbursement and Expenditure Status This form provides information on the expenditure made and the balance of funds available by category/activity under the grant.

a. Principals' Preparation Program (PPP)

  1 Aceh2 North Sumatera 3 ………………….. Principals’ Continuous Professional Development (PCPD)1 Aceh2 North Sumatera 3 ………………..

c. Supervisor PD

  Date of Payment (SP2D) Amount (Rp) Exchange Rate AppliedForm 1- E 2 North Sumatera 3 ……………….. Program Implementation of professional development for education personnel (PPP, CPD, Supervisor PD, Province and District Education Officials PD)a.

A. LPPKS Activity Location of Activities (District) Number of Participants by Modality Direct District Cluster Principal CPD 1

  Add cells to the tables where necessary 268Activities of Implementing Agencies in the Reporting PeriodIn this reporting period [insert date] Implementing Agencies have implemented the following activities. Manual Prosedur Edisi Pertama Versi 2.0 __________________________________________________________________________________ Provide a separate table for each P4TK that has implemented activities in this reporting period Name of P4TK: _________________Number of Participants by Modality Activity Location of Activities (District) Flexible Direct District Cluster (Online) 1.

LAMPIRAN 13 FORMULIR PELAPORAN TAHUNAN UNTUK INISIATIF (PRODEP)

_________________________________________________________________________________________ Manual Prosedur Edisi Pertama Versi 2.0 272 __________________________________________________________________________________Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan INDONESIASISTEM NASIONAL PENGEMBANGAN KEPROFESIAN TENAGA KEPENDIDIKAN LAPORAN TAHUNAN PRODEP TAHUN [DATE] [INSTANSI PELAPOR]

BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DAN

  _________________________________________________________________________________________ Manual Prosedur Edisi Pertama Versi 2.0 273 _________________________________________________________________________________________ Laporan ini adalah untuk tahun [date], dan merupakan yang [masukan urutan] dari Laporan Tahunan ProDEP yang dipersyaratkan berdasarkan Perjanjian Hibah dan Manual Proseduruntuk Pengembangan Keprofesian Tenaga Kependidikan.. Saya berpendapat bahwa informasi yang diberikan di dalam laporan ini telah mewakili sebuah gambaran yang benar dan adil tentang status pelaksanaan ProDEP dan semuapermasalahan penting yang perlu diketahui oleh Kelompok Pengawas Teknis Pengembangan Staf dan DFAT telah dimasukkan sebagaimana mustinya.

1. Perkembangan berdasarkan Indikator Kinerja Utama

  Jumlah pengawas yang ikut serta yang telah meningkat kompetensinya setelah mengikutiPPKSPS ProDEP 9 Jumlah kepala sekolah/madrasah peserta PKBKS/M yang telah meningkat kompetensinya setelah mengambil BPU/modul di bawahProDEP 8. _______________ ___________________________________________________________________________ Manual Prosedur Edisi Pertama Versi .2.0 276 _________________________________________________________________________________________ 2.1 Kemajuan di dalam pembentukan dan pelaksanaan sistem nasional PKB KS/M (dalam periode pelaporan ini) 2.2 Tingkat keikutsertaan kepala sekolah/madrasah dalam sistem PKB (untuk periode pelaporan ini).

3. Permasalahan dan Resiko yang Muncul dan Manajemen Resiko

  Selama tahun [masukkan tahun], permasalahan-permasalahan dan prioritas-priortas baru telah muncul dan akan ditangani sesuai dengan tindakan yang dijabatkan di dalam tabel berikut:Permasalahan/Prioritas Tindakan yang dilakukan Selain itu juga, Rencana Manajemen Resiko (RMR) telah dikaji ulang dan diperbaharui. RMR yang telah direvisi ditampilkan di dalam Lampiran 1.

4. Ringkasan Pengeluaran Keuangan Ringkasan pengeluaran dana ProDEP untuk [tahun] disajikan di bawah ini. Persentase Sasaran alokasi Persentase persentase Dana yang tahunan alokasi Pengeluaran yang Alokasi dana total dikeluarkan Kategori

yang telah total yang memenuhi untuk yang dalam Hibahdikeluarkan dikeluarkan Persyaratan [tahun] dialokasikan [tahun dalam dalamuntuk sebelumnya] [tahun [tahun] [tahun]sebelumnya] PPCSK PPKSPS PPKPPDKategori 1 Peserta baru PKB Penyelesaian PKBPKB Ketegori 2 operasional tim pengelola pusatPengadaan materi dan paket sumberdaya pelatihan untuk kegiatan-kegiatan Kategori 3 pengembangankeprofesian yang menjadi bagian dariProDEP iniPengadaan jasa untuk mendukung Kategori 4 pembelajaran berbasis web, SIMdan sistem M & E Total _______________ ___________________________________________________________________________ Manual Prosedur Edisi Pertama Versi .2.0 279 __________________________________________________________________________________Lampiran 1 Rencana Manajemen Risiko yang telah Diperbaharui_________________________________________________________________________________________ Manual Prosedur Edisi Pertama Versi 2.0280 _________________________________________________________________________________________________________________________Resiko berdasarkan Strategi Monitoring/Pengendalaian yang Ada Orang/Kelompok yang Penjadwalan Strategi Pengelolaan yang Resiko Bertanggungjawab Strategi yang Kemungkinan Dampak Penilaian Diusulkan TerjadinyaMengelola Resiko Diusulkan Resiko Resiko Resiko ___________________________________________________________________________________________________________________________________________ Manual Prosedur Edisi Pertama Versi 2.0281 __________________________________________________________________________________Lampiran 2 Dokumen Dukungan Tambahan(Dokumentasi pendukung tambahan untuk kegiatan-kegiatan pengembangan keprofesian diikutsertakan di sini.)_________________________________________________________________________________________ Manual Prosedur Edisi Pertama Versi 2.0282 __________________________________________________________________________________

LAMPIRAN 14 FORMAT RENCANA KERJA TAHUNAN

_________________________________________________________________________________________ Manual Prosedur Edisi Pertama Versi 2.0283 __________________________________________________________________________________Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan INDONESIASISTEM NASIONAL PENGEMBANGAN KEPROFESIAN TENAGA KEPENDIDIKAN RENCANA KERJA TAHUNAN

UNTUK TAHUN [DATE]

  Segala bentuk perubahan Rencana ini atau pada komponen pembiayaannya akan disajikan ke hadapan Tim Pengendali Teknis Pengembangan KompetensiTenaga Kependidikan pada pertemuan triwulan yang terkait untuk mendapatkan persetujuan atau dengan mendapatkan persetujuan tertulis dari para anggotanya jika persetujuan ingin didapatkan diluar pertemuan. Saya menyatakan bahwa Rencana Kerja Tahunan ini telah menyajikan gambaran umum yang benar dan akurat tentang kegiatan, dan pembiayaannya yang terkait, yang dijadwalkan untuk [tahun].

1. PRIORITAS YANG DIBIAYAI UNTUK [TAHUN] Kegiatan Detil kegiatan Jadwal Instansi Pelaksana Perkiraan biaya untuk [tahun ini] Proporsi dari total Alokasi (%) Pengeluaran untuk [tahun sebelumnya]

Manual Prosedur Edisi Pertama Versi 2.0 286 1. ProgramPenyiapanCalonKepalaSekolah 1.1 1.2 1.3 1.4 1.5 1.6 ____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________ Manual Prosedur Edisi Pertama Versi 2.0 287 Kegiatan Detil kegiatan Jadwal Instansi Pelaksana Perkiraan biaya untuk [tahun ini] Proporsi dari total Alokasi (%) Pengeluaran untuk [tahun sebelumnya] 2. PKB KepalaSekolah/Madrasah 2.1 2.2 2.3 2.4 2.5 2.6 ____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________ Manual Prosedur Edisi Pertama Versi 2.0 288 Kegiatan Detil kegiatan Jadwal Instansi Pelaksana Perkiraan biaya untuk [tahun ini] Proporsi dari total Alokasi (%) Pengeluaran untuk [tahun sebelumnya] 3. ProgramPendampinganKepalaSekolah/Madrasah oleh Pengawas(PPKSPS) 3.1 3.2 3.3 3.4 3.5 3.6 ____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________ Manual Prosedur Edisi Pertama Versi 2.0 289 Kegiatan Detil kegiatan Jadwal Instansi Pelaksana Perkiraan biaya untuk [tahun ini] Proporsi dari total Alokasi (%) Pengeluaran untuk [tahun sebelumnya] 4. ProgramPengembanganKeprofesian PejabatPendidikan Daerah 4.1 4.2 4.3 4.4 4.5 4.6 ____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________ Manual Prosedur Edisi Pertama Versi 2.0 290 Kegiatan Detil kegiatan Jadwal Instansi Pelaksana Perkiraan biaya untuk [tahun ini] Proporsi dari total Alokasi (%) Pengeluaran untuk [tahun sebelumnya] 5. Monitoring,Evaluasi danPenjaminan Mutu 5.1 5.2 5.3 5.4 5.5 5.6 ____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________ Manual Prosedur Edisi Pertama Versi 2.0 291 Kegiatan Detil kegiatan Jadwal Instansi Pelaksana Perkiraan biaya untuk [tahun ini] Proporsi dari total Alokasi (%) Pengeluaran untuk [tahun sebelumnya] 6. Manajemen dan pelaksanaan 6.1 6.2 6.3 6.4 6.5 6.6 ____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________ Manual Prosedur Edisi Pertama Versi 2.0 292 Kegiatan Detil kegiatan Jadwal Instansi Pelaksana Perkiraan biaya untuk [tahun ini] Proporsi dari total Alokasi (%) Pengeluaran untuk [tahun sebelumnya] 7. Kegiatan lainnya(sebutkan) 7.1 7.2 7.3 7.4 7.5 7.6 __________________________________________________________________________________

2. RINGKASAN USULAN PENGELUARAN PER KATEGORI Alokasi Dana yang secara Pengeluaran yang Usulan telah persentase

  Improved Governance/Accountability Improved Quality/Relevance *Basic Education schools = all primary and junior secondary, public and private, schools and madrasahs 3.1 MSS achievement in under-performing district/cities Presentation by MoEC of the directive and list of priority district/citiesDistrict/city MSS status quo reports and needs analysis. 3.2 Support to nationwide MSS achievement through enhanced community engagementMoEC submit report on materials and piloting of the approach (DG BasicEducation) DG Basic Education Report onTraining of Trainers for MSSCommunity Sensitisation andAdvocacy 1.

Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2018-08-08

Dokumen yang terkait

KEMITRAAN PENDID IKAN AUSTRALIA INDONESIA

Gratis

Feedback