ANALISIS BIAYA JAMINAN PERSALINAN (JAMPERSAL) (STUDI KASUS PADA SALAH SATU BIDAN PRAKTEK SWASTA KOTA PADANG)

Gratis

0
0
7
1 year ago
Preview
Full text

  Artikel Penelitian

ANALISIS BIAYA JAMINAN JKMA

  

PERSALINAN (JAMPERSAL) (STUDI Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas

diterbitkan oleh: Program Studi S-1 Kesehatan Masyarakat

KASUS PADA SALAH SATU BIDAN

  Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas p-ISSN 1978-3833

PRAKTEK SWASTA KOTA PADANG)

  e-ISSN 2442-6725 Diterima 29 Agustus 2015 10(1) 87-93 Disetujui 26 September 2015

  @2015 JKMA Dipublikasikan 1 Oktober 2015 http://jurnal.fkm.unand.ac.id/index.php/jkma/

  1 1 Syafrawati Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat, 25148

  Abstrak

Tahun 2011 Kementerian Kesehatan RI membuat suatu kebijakan dengan meluncurkan Program Jaminan

Persalinan (Jampersal) sebagai bentuk intervensi dalam penurunan AKI dan AKB. Pelaksanaan program

Jampersal ini masih menemukan kendala di lapangan. Salah satunya adalah masih minimnya Bidan Prak-

tek Swasta yang mau menerima pasien Jampersal. Tujuan penelitian adalah dilakukannya analisa biaya un-

tuk satu kali persalinan normal pada salah satu bidan praktek swasta di Kota Padang. Penelitian ini adalah

penelitian deskriptif dengan data kuantitatif. Metode analisis biaya yang digunakan adalah metode activity

based costing yaitu metode penghitungan biaya berdasarkan aktifitas-aktifitas yang dilakukan bidan pada

persalinan normal, mulai dari pasien datang ke rumah bidan sampai pasien pulang. Berdasarkan analisa

biaya yang ditimbulkan pada pelayanan persalinan normal adalah Rp. 574.452,-. Hal ini menunjukkan

bahwa pengantian biaya persalinan normal oleh pemerintah kepada bidan praktek swasta masih kurang

sekitar Rp. 74.452,- dari anggaran pemerintah sebesar Rp 500.000,-. Disarankan kepada pemerintah un-

tuk menambah alokasi dana persalinan normal agar bidan yang ingin melaksanakan pelayanan jampersal

mendapatkan pembayaran sesuai dengan biaya yang mereka keluarkan

  Kata Kunci: Jampersal, Bidan, Activity Based Costing COST ANALYSIS OF DELIVERY GUARANTEE PROGRAM (JAMPERSAL) (A STUDY CASE ON PRIVATE PRACTICE MIDWIVES IN PADANG CITY) Abstract

In 2011 the Ministry of Health made a policy by launching Delivery Guarantee Program (Jampersal) as a

form of intervention in reducing MMR and IMR. Jampersal program implementation still finding obsta-

cles in the field. One of them was inadequate private practice midwife willing to accept Jampersal patients.

The aim of research was to conducted the cost analysis for the normal delivery on one of private practice

midwife in the city of Padang. This research was descriptive research with quantitative data. Cost analysis

used was activity based costing method as the method for calculating the fee based on activities in normal

deliveries, cost was calculated from first day admission until patient discharged. Based on the analysis,

the costs incurred in the normal delivery service was Rp 574.452, -. Its indicates that the reimbursement

cost of a normal delivery by government to private midwife is still lacking around Rp 74.452,-. Suggested

to the government to increase the reimbursement for normal delivery to midwives based on the real cost

that they spent.

  Keywords: Jampersal, Midwives, Activity Based Costing Korespondensi Penulis: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas, Jl. Perintis Kemerdekaan, Padang, Sumatera Barat, 25148 Telp/Hp : 0751-38613 Email : syafrawati@gmail.com

  Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas |Oktober 2015 - Maret 2016 | Vol. 10, No. 1, Hal. 87-93

  Pendahuluan

  Tujuan dari pembangunan kesehatan menurut Undang-Undang nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan adalah terwujud- nya derajat kesehatan yang setinggi tingginya. (1)

  Salah satu indikator derajat kesehatan ma- syarakat adalah angka kematian, antara lain: Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Ke- matian Bayi (AKB). Saat ini Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia masih cukup tinggi. Menurut data Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012 menunjukkan, Angka Ke- matian Ibu (AKI) 359 per 100.000 kelahiran hidup, Angka Kematian Bayi (AKB) 32 per 1000 kelahiran hidup, Angka Kematian Neo- natus (AKN) 19 per 1000 kelahiran hidup. (2)

  Upaya pencapaian Millennium Develop­

  ment Goals (MDGs) di Indonesia, khususnya

  pada tujuan menurunkan AKI dan AKB, ma- sih membutuhkan kerja keras dari semua pi- hak. Target AKI menurut MDGs pada tahun 2015 adalah 102 per 100.000 kelahiran hidup (KH), dan target AKB pada tahun 2015 ada- lah 23 per 1000 kelahiran hidup. Sementara menurut SDKI 2007 AKI di Indonesia masih 228 per 100.000 kelahiran hidup, dan AKB 34 per 1000 kelahiran hidup. (3,4)

  Ada banyak faktor yang menyebabkan kematian ibu, yaitu penyebab langsung, penye- bab antara dan penyebab tidak langsung. Dian- tara faktor-faktor penyebab tersebut penyebab langsung terjadi 90% pada saat persalinan dan segera setelah persalinan, yaitu perdarahan (28%), eklampsi (24%), infeksi (11%), kom- plikasi pueperium 8%, partus macet 5%, abor- tus 5%, trauma obstetric 5%, emboli 3 % dan lain-lain 11%. (5-7)

  Kematian ibu juga diakibatkan beberapa faktor risiko, antara lain keadaan tiga terlam- bat dan empat terlalu. Tiga terlambat, yaitu ter- lambat mengambil keputusan (delay in decision

  making to go to the health providers

  ), terlambat transportasi (delay because of transportation), ter- lambat mendapatkan pelayanan kesehatan (de­ lay ini receiving a proper helath care ). (2)

  Keadaan empat terlalu, yaitu terlalu sering melahirkan (jarak kehamilan/persalinan kurang dari 2 ta- hun), anak terlalu banyak/lebih dari tiga, ter- lalu muda melahirkan (usia ibu terlalu muda/ kurang dari 20 tahun), dan terlalu tua melahir- kan (usia ibu terlalu tua > 35 tahun). (8)

  Salah satu cara yang paling efektif un- tuk menurunkan angka kematian ibu adalah dengan meningkatkan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan terlatih. Persentase per- salinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan terlatih meningkat dari 66,7 persen pada ta- hun 2002 menjadi 77,34 persen pada tahun 2009 (Susenas). Angka tersebut terus mening- kat menjadi 82,3 persen pada tahun 2010 (Data Sementara Riskesdas, 2010). (9)

  Sementara itu pada tahun 2007, perto- longan persalinan di fasilitas kesehatan menca- pai 46,1 persen dari total persalinan. (3) Angka tersebut meningkat menjadi 59,4 persen pada tahun 2010 (Data Sementara Riskesdas, 2010). Diketahui juga bahwa ibu dengan kuintil ting- kat pengeluaran terendah hampir lima kali lebih besar melakukan persalinan di rumah dibandingkan dengan ibu dengan kuintil ting- kat pengeluaran tertinggi (masing-masing 84,8 dan 15,5 persen). (9)

  Jampersal dimaksudkan untuk memban- tu ibu-ibu yang mengalami kesulitan financial untuk dapat mengakses pelayanan kesehatan. Salah satu faktor penting untuk menurunkan Angka Kematian Ibu adalah meningkatkan akses masyarakat terhadap persalinan yang sehat dengan cara memberikan kemudahan pembiayaan bagi seluruh ibu hamil yang be- lum memiliki jaminan kesehatan. (10) Program Jampersal sendiri menjadi program prioritas Kementrian Kesehatan dengan anggaran ta- hun 2011 sebesar Rp. 1,223 Triliun rupiah. (11)

  Pelaksanaan Jampersal sudah diber- lakukan sejak 1 Januari 2011 yang lalu. Pera- turan tentang Jampersal dikeluarkan melalui surat edaran Menteri Kesehatan No. TU/ Menkes/E/391/II/2011 tentang Jaminan Per- salinan. (12) Di dalam Surat Edaran tersebut disebutkan bahwa program Jampersal dipe- runtukkan bagi seluruh persalinan penduduk yang belum memiliki Jaminan Kesehatan. Se- lanjutnya Peraturan itu diperkuat lagi dengan petunjuk teknis mengenai Jampersal dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indo- nesia nomor 631/Menkes/per/III/2011. (10)

  Syafrawati | Analisis Biaya Jaminan Persalinan (Jampersal)

  Tujuan yang ingin dicapai dari Program Jampersal ini adalah, meningkatnya akses ter hadap pelayanan persalinan yang dilaku- kan oleh dokter atau bidan dalam rangka menurunkan AKI dan AKB melalui jaminan pembiayaan untuk pelayanan persalinan. Ma- syarakat yang menjadi sasaran Jampersal ada- lah ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas (sampai 42 hari pasca melahirkan, dan bayi baru lahir (sampai dengan usia 28 hari). (13)

  Pelayanan Jampersal bisa didapatkan masyarakat secara berstruktur dan berjenjang berdasarkan rujukan. Pelayanan tingkat per- tama diberikan di Puskesmas dan Puskesmas PONED serta jaringannya termasuk Polindes dan Poskesdes, fasilitas kesehatan swasta yang memiliki Perjanjian Kerja Sama (PKS) de ngan Tim Pengelola Kabupaten/Kota. Jenis pe- layanan Jaminan persalinan di tingkat pertama meliputi pemeriksaan kehamilan, pertolongan persalinan normal, pelayanan nifas, termasuk KB pasca persalinan, pelayanan bayi baru la- hir, penanganan komplikasi pada kehamilan, persalinan, nifas dan bayi baru lahir. (13)

  Kasus-kasus yang tidak dapat ditangani oleh pelayanan tingkat pertama seperti ibu hamil dengan resiko tinggi atau adanya kom- plikasi, maka dapat dirujuk pada pelayanan tingkat lanjutan di Rumah sakit pemerintah atau swasta yang memiliki Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Tim Pengelola Kabupa- ten/Kota. Peserta Jampersal akan mendapat- kan fasilitas perawatan kelas III di Rumah Sakit yang bersangkutan. Jenis pelayanan pada pelayanan tingkat lanjutan adalah pemerik- saan kehamilan dengan risiko tinggi (RISTI) dan penyulit, pertolongan persalinan dengan RISTI dan penyulit yang tidak, mampu dilaku- kan di pelayanan tingkat pertama, dan pe- nanganan komplikasi kebidanan dan bayi baru lahir di Rumah, Sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan yang setara. (13)

  Pelayanan yang diberikan pada peser- ta Jampersal adalah Pemeriksaan kehamilan (ANC) sekurang-kurangnya ibu hamil seba- nyak 4 kali dengan frekuensi 1 kali pada triwu- lan pertama, 1 kali pada triwulan kedua, 2 kali pada triwulan ketiga. Pelayanan lainnya adalah persalinan normal, pelayanan nifas normal, termasuk KB pasca persalinan, pelayanan bayi baru lahir normal, pemeriksaan kehamilan pada kehamilan risiko tinggi, pelayanan pas- ca keguguran, persalinan per vaginam de ngan tindakan emergensi dasar, pelayanan nifas dengan tindakan emergensi dasar, pelayanan bayi baru lahir dengan tindakan emergensi dasar, pemeriksaan rujukan kehamilan pada kehamilan risiko tinggi, penanganan rujukan pasca keguguran, penanganan kehamilan ek- topik terganggu (KET), persalinan dengan tindakan emergensi komprehensif, pelayanan nifas dengan tindakan emergensi komprehen- sif, pelayanan bayi baru lahir dengan tindakan emergensi komprehensif, dan pelayanan KB pasca persalinan. (13)

  Pengelolaan Jaminan Persalinan dilaku- kan pada setiap jenjang pemerintahan (pusat, provinsi, dan kabupaten/kota) menjadi satu kesatuan dengan pengelolaan Jamkesmas. Kepesertaan Jaminan Persalinan merupakan perluasan kepesertaan dari Jamkesmas, yang terintegrasi dan dikelola mengikuti tata kelola dan manajemen Jamkesmas. (13)

  Besaran tarif pada pelayanan tingkat pertama yang diberikan kepada pemberi pe- layanan adalah untuk sekali pemeriksaan kehamilan dibayarkan Rp. 10.000,00 per pe- meriksaan (standar 4 kali), untuk persalinan normal Rp. 350.000,00, untuk satu kali pe- layanan nifas termasuk pelayanan bayi baru lahir dan KB pasca persalinan dibayarkan Rp. 10.000,00 (standar 3 kali), pelayanan persali- nan tak maju dan atau pelayanan pra-rujukan bayi baru lahir dengan komplikasi tarifnya adalah Rp. 100,000,00 dan pelayanan pasca keguguran, persalinan, per vaginam dengan tindakan emergensi dasar tariff yang dibayar- kan adalah Rp.500,000,00. Sedangkan besa- ran biaya untuk pelayanan Jaminan persalinan tingkat lanjutan menggunakan tarif paket Indo­ nesia Case Base Group (INA­CBGs). (13)

  Pelaksanaan program Jampersal ini ma- sih menemukan kendala di lapangan. Salah sa- tunya adalah masih minimnya Bidan Praktek Swasta yang mau menerima pasien Jampersal. Sebagai contoh di Jawa Timur hanya 30% bidan praktek swasta yang bersedia menandatangani perjanjiaan kerjasama dengan Tim Pengelola

  • Pemeriksaan fisik (tensi, nadi, tempera- tur, cek kornea)(5 menit)
  • Palpasi (5 menit)
  • Toucher (5 menit) Pemeriksaan fisik Pemerik- saan fisik (tensi, nadi, tem- peratur, cek kornea, melihat jalan lahir apakah ada perda- rahan atau tidak) (10 menit) Pemeriksaan fisik Pemerik- saan fisik (tensi, nadi, tem- peratur, cek kornea, melihat jalan lahir apakah ada perda- rahan atau tidak) (10 menit) Tindakan Menolong persalinan (6 jam), Mem- bimbing memberikan ASI (10 menit) Membimbing memberikan ASI/ breast care) (10 menit)

  Hasil

  Makanan Diet bergizi (3 kali sehari) Diet bergizi (3 kali sehari) Diet bergizi (2 kali sehari) A k o m o - dasi Di dalam ruang steril (4 jam) Diruang rawat/kamar biasa) Diruang rawat/kamar

  Metergine 2 ampul, Syntocinon 2 Am- pul Tablet tambah darah 3 tab- let, Pemberian vitamin 3

tablet

Tablet tambah darah 10 tab- let, Pemberian vitamin 10 tablet, Obat tali pusat, Kain kassa steril, Alkohol, Beta- dine

  Membimbing memberikan ASI breast care (10 menit) O b a t - obatan

  (10 menit) Pemerik- saan

  Kegiatan Hari 1 Hari 2 Hari 3 Kegiatan Persiapan partus set normal (10 menit) : Gunting tali pusat, Klem 2buah, Jarum dan benang, Kain kassa 10 buah, Kapas, Nier bekken 2, Com kecil 2 buah, Com besar 1 buah, lem penghisap 1 buah, O2, Infus set, Kain (duk) steril 3 buah 1 buah, Betadine 1 botol, Bed partus Mencek kondisi bayi dan ibu (10 menit) Mencek kondisi bayi dan ibu

  Pada persalinan normal aktifitas yang dilakukan oleh bidan dibagi menjadi enam yai- tu kegiatan (persiapan partus set normal dan pengecekan kondisi bayi dan ibu), pemerik- saan (pemeriksaan fisik), tindakan (menolong persalinan dan membimbing dan member per- tolongan asi), obat-obatan, makanan, dan ako- modasi. Jumlah biaya pada satu kali persalinan normal terdiri dari biaya pemakaian peralatan persalinan yang umurnya lebih dari 5 tahun

  Costing (ABC).

  Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas |Oktober 2015 - Maret 2016 | Vol. 10, No. 1, Hal. 87-93

  Penelitian akan dilakukan pada salah satu bidan praktek swasta di Kota Padang, waktu penelitian adalah dari bulan April-Juli 2013. Data primer didapatkan dengan wawan- cara dengan salah satu bidan praktek swasta di Kota Padang, mengenai aktivitas dan biaya yang dikeluarkan oleh bidan selama proses per- salinan. Data sekunder didapatkan dari refe- rensi Kementrian Kesehatan tentang Pedoman Teknis Program Jampersal 2012. Pe ngolahan data dilakukan dengan menggunakan pro- gram microsoft excel 2010. Analisa data adalah dengan menggunakan metode Activity Based

  yaitu metode penghitungan biaya berdasarkan aktifitas yang dilakukan bidan pada persalinan normal. Aktifitas tersebut akan diuraikan secara terperinci mulai dari pasien datang ke rumah bidan sampai pasien pulang. Elemen biaya yang akan dihitung ada- lah biaya modal (capital cost cost) dan biaya berulang (recurrent cost). Biaya modal meliputi sewa ruangan, peralatan medis. Sedangkan bi- aya tidak tetap meliputi jasa bidan, bahan ha- bis pakai, obat-obatan dan makanan.

  based costing

  Penelitian ini adalah penelitian deskrip- tif dengan data kuantitatif. Metode analisis biaya yang digunakan adalah metode acti vity

  Metode

  Jamkesmas dan Bantuan Operasional Keseha- tan (BOK) Kabupaten dan Kota. Keengganan bidan praktek swasta dan rumah sakit swasta ini dikarenakan minimnya tarif persalinan normal yang ditetapkan oleh Kementrian Ke- sehatan. Tarif yang dipatok untuk persalinan normal adalah Rp. 500.000,00. (14) Tujuan pe- nelitian ini adalah dilakukannya analisa biaya untuk satu kali persalinan normal pada salah satu bidan praktik swasta di Kota Padang.

  Tabel 1 Aktifitas Yang Dilakukan Bidan Pada Persalinan Normal

  Syafrawati | Analisis Biaya Jaminan Persalinan (Jampersal) Tabel 2 Biaya Peralatan pada Persalinan Normal

  Nama Harga (Rp) Umur Ekonomi Jumlah pe- Biaya rata-rata seka- (harga/4,329) (Rp) makaian/tahun li pemakaian (Rp) Bed Partus 700.000 161.700,- 60 2000 Tabung Oksigen 950.000,- 219.450

  60 3700 Gunting tali pusat, gunting 6.000 138.600,- 60 2,3 perban, klem, near bekken, com kecil, com besar, slem penghisap, dll (alat partus set) Total

  5.702,- Tabel 3 Biaya Bahan Habis Pakai Persalinan Normal

Nama Harga satuan Volume Total Harga

  Jarum dan benang 15.000,- 1 set 15.000, Kain kassa 1500,- 20 buah 30.000,- Kapas 20.000,- 1 gulung 20.000 Infus set 9.000,- 1 set 9.000,- Kain (duk) steril 50.000,- 4 200.000,- Betadine 10.000,-

  2 20.000,- 294.000,- Total

  Tabel 4 Biaya Gaji Bidan pada Persalinan Normal Kegiatan Waktu Frekuensi Rp. 170 x Waktu (Rp)

  Pemeriksaan fisik (tensi, nadi, temperatur, cek kornea) 5 menit 1 850,- Palpasi 5 menit 1 850,- Toucher 5 menit 1 850,- Pemeriksaan fisik Pemeriksaan fisik (tensi, nadi, temperatur, cek 10 menit

  2 3.400,- kornea, melihat jalan lahir apakah ada perdarahan atau tidak) Menolong persalinan 6 jam =360 1 61.200,- menit Membimbing memberikan ASI 10 menit 3 5.100,- Total

  72.250

  yaitu Rp 5.702,-, biaya bahan habis pakai Rp habis pakai Rp 294.000,-, biaya gaji bidan 294.000,-, biaya gaji bidan yaitu Rp 72.250,-, yaitu Rp 72.250,-, biaya obat-obatan yaitu Rp biaya obat-obatan yaitu Rp 32.500,-, biaya sewa 32.500,-, biaya sewa tempat selama persalinan tempat selama persalinan adalah Rp 60.000,-, adalah Rp 60.000,-, dan biaya makan untuk dan biaya makan untuk satu kali makan ada- satu kali makan adalah Rp 16.000,- sehingga lah Rp 16.000,- sehingga total biaya makan pa- total biaya makan pasien dengan frekuensi sien dengan frekuensi makan selama tiga hari makan selama tiga hari adalah 8 kali yaitu Rp adalah 8 kali yaitu Rp 120.000,-. Total biaya 120.000,-. Total biaya persalinan normal yang pada persalinan normal adalah Rp 574.425,-. didapatkan untuk satu kali persalinan nor- mal adalah Rp 574.425,. Hasil penelitian ini

  Pembahasan

  menunjukkan bahwa pengantian biaya persa- Hasil penelitian menemukan biaya pe- linan normal oleh pemerintah kepada bidan makaian peralatan persalinan yang umurnya praktek swasta masih kurang hingga sekitar lebih dari 5 tahun Rp 5.702,-, biaya bahan Rp. 74. 452,-.

  Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas |Oktober 2015 - Maret 2016 | Vol. 10, No. 1, Hal. 87-93

  Daftar pustaka

  Tabel 6 Tabel 6 Sewa Kamar Bidan pada Persalinan Normal Nama Obat Harga Obat Jumlah Biaya Metergine 3.500/ampul 2 7.500,- Syntocinon 5000/ampul

  7. Prawiroharjo S. Ilmu kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka; 2010.

  6. Manuaba. Ilmu kebidanan penyakit kan- dungan dan KB. Jakarta: EGC; 2010.

  2011 [cited 15 April 2013].

  5. Jaminan Persalinan, Upaya Terobosan Kementrian Kesehatan dalam Percepetan Pencapaian Target MDGs [database on the Internet]. www.kesehatanibu.depkes.go.

  4. Survei Demografi dan Kesehatan Indone- sia (SDKI) 2007 [database on the Internet]. www.bappenas.go.id. 2007 [cited 15 April 2013].

  3. Kemenkes R. Capaian Pembangunan Kese- hatan 2011. 2011.

  2. Petunjuk Teknis Jaminan Persalinan, (2011).

  1. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan, (2009).

  Terima kasih peneliti ucapkan kepada semua pihak yang telah membantu peneli- tian ini, terutama rekan-rekan mahasiswa S3 Kesehatan Masyarakar Fakultas Kedokteran Universitas Andalas angkatan 2011 yang telah bersama-sama mengambi topik mata kuliah ekonomi kesehatan. Terima kasih kepada Prof. Dato’ Dr. Syed Mohammed Aljunid dan Prof. Dr. Amrizal M. Nur, MD, MSc, PhD sebagai dosen mata kuliah ekonomi kesehatan di S3 Kesehatan Masyarakar Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.

  Tabel 5 Biaya Obat-Obatan pada Persalinan Normal Item Harga perbu- lan (Rp) Harga per- hari (Rp)

  Ucapan Terima Kasih

  menunjukkan bahwa pengantian biaya persalinan normal oleh pemerintah kepa- da bidan praktek swasta masih kurang sekitar Rp. 74. 452,- dari anggaran pemerintah. Oleh karena itu disarankan kepada pemerintah un- tuk menambah alokasi dana penggantian pada persalinan normal peserta jampersal menjadi Rp 600.000,-.

  Based Costing

  Penghitungan dengan metode Activity

  Kesimpulan

  Perbedaan tarif pelayanan persalinan pada BPS dengan anggaran jampersal ini mem- buat sering sekali BPS merasa dirugikan dalam memberikan pelayanan serta menimbulkan rasa enggan untuk melayani pasien dengan Jampersal sehinga berdampak tingginya ruju- kan pasien bersalin kerumah sakit dengan atau tanpa indikasi rujukan.

  Anggaran pemerintah untuk pelaksa- naan jampersal adalah sebesar Rp 500.000,- dimana 75% untuk pelayanan jasa dan 25% untuk bahan habis pakai yang disesuaikan dengan APBD daerah masing-masing. (16) Biaya persalinan normal yang didapatkan dari hasil penelitian adalah Rp 574.425,-. Sebanyak Rp 502.202,- untuk bahan habis pakai dan Rp 72.223,- untuk jasa medis bidan. Hal ini ber- beda dengan petunjuk jampersal, dimana se- harusnya bidan mendapatkan jasa pelayanan Rp 375.000,- dan untuk bahan habis pakai Rp 125.000,-. Ini dikarenakan perbedaan pendekatan dalam menghitung jasa bidan. Pada metode ABC gaji bidan didapatkan de- ngan cara menghitung gaji bidan dalam satuan menit lalu dikalikan dengan waktu pelayanan.

  Hasil penelitian ini sama dengan hasil penelitian Erin Rahmi Putri (2013) yang me- nyatakan bahwa 68,8% bidan praktek swasta mendapatkan imbalan yang tidak sesuai terha- dap pelaksanaan program jaminan persalinan. Imbalan yang didapatkan tidak sesuai dengan tantangan kerja yang mereka hadapi, dimana biaya untuk persalinan normal yang mereka lakukan lebih besar daripada anggaran peme- rintah. (15)

  Sewa kamar (rata-rata sewa kamar perbulan di Kota Padang) 500.000,- 16.667,- Listrik 50.000,- 1.667,- Air 50.000,- 1.667,- Total 20.000,-

  2 10.000,- Tablet Fe 500/buah 30 15.000,- Total 32.500,-

  Syafrawati | Analisis Biaya Jaminan Persalinan (Jampersal)

  8. Saefudin A. Buku Acuan Nasional Pe- layanan Kesehatan Maternal dan Neona- tal. Jakarta: JNPKKR-POGI; 2006.

  9. Laporan Pencapaian Millennium Develop- ment Goals Indonesia 2010 [database on the Internet]. www.bappenas.go.id. 2010 [cited 20 April 2013].

  10. Bidan M. Menkes Keluarkan Juknis Jampersal2012 15 April 2013.

  11. Menkes Jabarkan Program Prioritas 2011 [database on the Internet]. www.depkes. go.id. 2011 [cited 15 April 2013].

  12. Kemenkes R. Surat Edaran Jaminan Persa- linan. www.depkes.go.id; 2013.

  13. Kesehatan DBU. Petunjuk Teknis Jamper- sal. In: RI K, editor.: www.depkes.go.id; 2012.

  14. Post S. Penggunaan Jampersal Tetap Mi- nim2011 15 April 2013.

  15. Putri ER. Faktor yang Berhubungan de- ngan Perilaku Bidan Praktik Swasta da- lam Pelaksanaan Jaminan Persalinan Di Kota Padang. Padang: Universitas Andalas; 2013.

  16. Mediakom. Menelisik Pelayanan Jamper- sal. Mediakom. 2012.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

PENGARUH PEMBERIAN SEDUHAN BIJI PEPAYA (Carica Papaya L) TERHADAP PENURUNAN BERAT BADAN PADA TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus strain wistar) YANG DIBERI DIET TINGGI LEMAK
23
195
21
KEPEKAAN ESCHERICHIA COLI UROPATOGENIK TERHADAP ANTIBIOTIK PADA PASIEN INFEKSI SALURAN KEMIH DI RSU Dr. SAIFUL ANWAR MALANG (PERIODE JANUARI-DESEMBER 2008)
2
98
1
ANALISIS KOMPARATIF PENDAPATAN DAN EFISIENSI ANTARA BERAS POLES MEDIUM DENGAN BERAS POLES SUPER DI UD. PUTRA TEMU REJEKI (Studi Kasus di Desa Belung Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang)
23
230
16
FREKUENSI KEMUNCULAN TOKOH KARAKTER ANTAGONIS DAN PROTAGONIS PADA SINETRON (Analisis Isi Pada Sinetron Munajah Cinta di RCTI dan Sinetron Cinta Fitri di SCTV)
27
224
2
MANAJEMEN PEMROGRAMAN PADA STASIUN RADIO SWASTA (Studi Deskriptif Program Acara Garus di Radio VIS FM Banyuwangi)
29
212
2
ANALISIS ISI LIRIK LAGU-LAGU BIP DALAM ALBUM TURUN DARI LANGIT
22
199
2
STRATEGI PEMERINTAH DAERAH DALAM MEWUJUDKAN MALANG KOTA LAYAK ANAK (MAKOLA) MELALUI PENYEDIAAN FASILITAS PENDIDIKAN
73
420
39
KEBIJAKAN BADAN PENGENDALIAN DAMPAK LINGKUNGAN DAERAH (BAPEDALDA) KOTA JAMBI DALAM UPAYA PENERTIBAN PEMBUANGAN LIMBAH PABRIK KARET
110
657
2
ANALISIS SISTEM PENGENDALIAN INTERN DALAM PROSES PEMBERIAN KREDIT USAHA RAKYAT (KUR) (StudiKasusPada PT. Bank Rakyat Indonesia Unit Oro-Oro Dowo Malang)
160
692
25
ANALISIS PROSPEKTIF SEBAGAI ALAT PERENCANAAN LABA PADA PT MUSTIKA RATU Tbk
266
1206
22
PENERIMAAN ATLET SILAT TENTANG ADEGAN PENCAK SILAT INDONESIA PADA FILM THE RAID REDEMPTION (STUDI RESEPSI PADA IKATAN PENCAK SILAT INDONESIA MALANG)
43
321
21
KONSTRUKSI MEDIA TENTANG KETERLIBATAN POLITISI PARTAI DEMOKRAT ANAS URBANINGRUM PADA KASUS KORUPSI PROYEK PEMBANGUNAN KOMPLEK OLAHRAGA DI BUKIT HAMBALANG (Analisis Wacana Koran Harian Pagi Surya edisi 9-12, 16, 18 dan 23 Februari 2013 )
64
477
20
PEMAKNAAN BERITA PERKEMBANGAN KOMODITI BERJANGKA PADA PROGRAM ACARA KABAR PASAR DI TV ONE (Analisis Resepsi Pada Karyawan PT Victory International Futures Malang)
18
208
45
STRATEGI KOMUNIKASI POLITIK PARTAI POLITIK PADA PEMILIHAN KEPALA DAERAH TAHUN 2012 DI KOTA BATU (Studi Kasus Tim Pemenangan Pemilu Eddy Rumpoko-Punjul Santoso)
119
454
25
ANALISIS PESAN MORAL DALAM CERITA RAKYAT DI KECAMATAN KUTA MALAKA
1
46
1
Show more