Faidatin Sumpah Allah dalam al Quran

Gratis

0
0
173
8 months ago
Preview
Full text

KATA PENGANTAR

  yang telah mengajarkan kepada umatnya rambu-rambu ajaran Islamlewat hadits-hadits beliau sehingga dapat menganggat martabat manusia sebagai makhluk yang sempurna. Banyak pihak yang telah membantu penulisan tesis ini yang rasanya sulit untuk desebutkan satu persatu, tanpa mengurangi penghargaan dan terima kasih kepada semuapihak, berikut ini secara khusus penulis menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada : 1.

2. Bapak Prof. Dr. Ahmad Thib Raya, yang telah memberikan bimbingan dan dorongan kepada penulis untuk segera menyelesaikan tesis ini

  Bapak direktur Program Pascasarjana dan Rektor IUN Syarif Hidayatullah Jakarta yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk mengikuti pendidikanProgram pascasarjana (S2) dengan berbagai fasilitasnya. Sekolah Budi Mulia dua bintaro yang telah memberikan izin kepada penulis untuk tidak mengajar setiap hari Selasa guna mencari maraji’ tesis dan menyelesaikan studiini.

7. Teman-teman seangkatan dan teman-teman yang telah membantu penulis dan memberikan fasilitas dalam menyelesaikan tesis ini

  Akhirnya semoga Allah memberikan balasan yang setimpal atas segala kabaikan, bantuan dan dorongan tersebut, penulis hanya dapat mengucapkan banyak terima kasih,jakamulllah khairan . Semoga tesis ini bermanfaat dan menggugah pembacanya untuk berlomba dalam memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin.

b. Waktu dalam ibadah …………………………………………… 91 1

  Waktu shalat 2. Waktu dalam syari’ah ………………………………………… 103 1.

4. Waktu perceraian d

  Waktu Dhuha (sumpah Allah dalam QS. asy-Syams dan adh-Dhuha ) ………………………………………………………… 122D. Waktu Nahar (sumpah Allah dalam QS. asy-Syams dan al-Lail) …….

BAB V. PENUTUP A. Kesimpulan …………………………………………………………….164 B. Saran-saran …………………………………………………………….167

INDONESIA ARAB

  PEDOMAN TRANSLITRASI ARAB – LATIN ARAB INDONESIA أ a ض dl ﺐ b ﻃ th ﺖ t ﻇ zh ث ts ع ` ج J غ gh ح h ف f خ kh ﻖ q د d ﻚ k ذ dz ﻞ l ﺮ r م m ﺰ z ﻦ n س s ﻮ w ش sy ﻬ h ص sh ي y ﺀ a Vokalisasi Vokal pendek Vokal panjang a â i î u û Diftong ﻮأ au يأ ai Singkatan-singkatan Singkatan KepanjanganSWT. Tanpa tahun SyaddahSyaddah atau tasydid dalam bahasa Arab dilambangkan dengan tanda ( ّ ) dalam translitrasi dilambangkan dengan huruf yang sama dengan huruf yang diberi syaddahtersebut, Rabbana ditulis ﻨﺑّر ﺎ dan sebagainya.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Bagi masyarakat muslim, al-Qur’an adalah Firman Allah yang dibawa

1 Jibril kepada Nabi Muhammad untuk menjadi petunjuk bagi seluruh manusia. Karena Muhammad sebagai penerima dan penyampai al-Qur’an diyakini sebagai

2 Nabi terahir, tidak ada lagi Nabi dan Rasul sesudahnya. Ini artinya tidak akan

  al-Baqarah : 185 Keberadaan al-Qur’an yang demikian inilah antara lain yang menjadi sebab kenapa ia terus menerus menjadi obyek kajian para intelektual muslim maupunnon-muslim dan diyakini orang muslim sebagai kitab suci yang tetap aktual sepanjang masa. Masih banyak manusia dan hamba Allah yangbelum memanfaatkannya dengan baik, padahal al-Qur’an telah memerintahkan kepada umatnya untuk memanfaatkan waktu semaksimal mungkin, danmengisinya dengan berbagai amal yang baik dan berguna baik di dunia maupun di 7 akhirat.

5 Muhammad Rasyid Ridla, al-Wahy al-Muhammadi (Kairo : al-Maktab al-Islâmi, t.th.)

h. 143-144

  Dan besarnya perhatian merekaterhadap waktu telah menghasilkan antara lain : sejumlah ilmu yang bermanfaat, amal shaleh, jihad yang baik, kemenangan yang nyata, dan sebuah peradabanyang mengakar kokoh dengan panji yang menjulung tinggi. Dengan demikian yang menajdi fokus dalam kajian ini adalah ayat-ayat waktu secara umum dan ayat-ayat sumpah dengan memakai term waktu dalam al-Qur’an.

8 Dari sunnah dapat dilihat dari hadits nabi SAW. “ Carilah yang lima sebelum datang

  Tinjauan PustakaDilihat dari penafsiran secara tematik mengenai sumpah Allah berkenaan dengan waktu memang belum kita temukan, namun tulisan tentang waktu dansumpah Allah secara umum banyak ditemukan dalam berbagai tulisan, diantaranya ada tulisan yang khusus membahas sumpah-sumpah Allah tersebut,seperti kitab yang ditulis oleh Ibnu Qayyim al-Jauzi yang diberi judul at-Tibyân fi Aqsâmi al-Qur’ân . Dalam tulisan ini, penulis ingin berusaha menjelaskan konsep sumpah Allah berkenaan dengan waktu dalam al-Qur’an secara tematik dengan menjelaskansumpah dan waktu dalam al-Qur'an terlebih dahulu kemudian mengkaji seluruh ayat-ayat sumpah yang berkenaan dengan waktu khususnya berdasarkanpenafsiran Quraish Shihab dan Sayyid Quthb.

A. Pengertian Sumpah

  Menurut Kazim Fathi al-Rawi, sebagaimana yangdikutib oleh Hasan Mansur Nasution sumpah / qasam adalah sesuatu yang dikemukakan untuk menguatkan apa yang dikehendaki oleh yang bersumpah. dan yang dimaksud dengan sumpah Allah adalah1 Ahmad Warson Munawwir, al-Munawwir : Kamus Arab Indonesia , Surabaya : Penerbit Pustaka Progessif, 1997, h.

B. Kata-kata yang mempunyai makna sumpah dalam al-Qur ’an

Adapun kata-kata yang mempunyai makna sumpah dalam al-Qur’an adalah sebagai berikut : (Qasam digunakan dalam al-Qur’an sebanyak 33x, Hilf 13x, 6yamin sebanyak 71x dan aliyyah 2x. )

B. 1. Qasam

  Bahasa ini telah memberikan banyak gesekan untuk menerima dialek bahasa Arab lainnya dan mengadopsibeberapa kosakata dari bahasa tersebut, hingga akhirnya bahasa-bahasa kabilah itu menjadi bagian dari bahasa Arab yang dipakai, maka tidak heran jika Al-Qur’anmenggunakan kata-kata baru yang diadopsi dari bahasa lain disamping menggunakan bahasa Quraisy yang murni. (QS. ar-Rūm: 55) Di dalam ayat ini jelas menunjukkan sumpah yang dusta, mengingat penutup ayat tersebut adalah “ kadzâlika kânu yu’fakūn” , berarti berpaling dari I’tiqad yang benar kepada I’tiqad yang batil, dari ucapan yang jujur menjadi ucapan yang bohong, dari perbuatan yang bagus menjadi perbuatan yang buruk.

15 Yahlifu – hilfan – hilfn – mahlufan

  Cara kedua: Menggunakan cara pengungkapan majaz, yang mana katayamin menunjukkan kepada kesempurnaan kekuasaan dan pengaturan yang sempurna dalam seluruh langit, serta kepemilikannya yang tidak ada seorang pun yang menyerupainya.. Cara ketiga : Bahwa kata yang mutasyabih di atas tidak mengandung arti yang sesungguhnya dan tidak pula mengandung arti kiasan, tetapi hal itu hanya merupakan penggambaran akan keagungan Allah , dengan tanpa mengartikan kata qabdhah (pemegangan kekuasaan) atau yamin itu secara sesungguhnya atau secara kiasan.

3.4. Aliyyah

  ﻢﻴِﺣﺭ ﺭﻮﹸﻔﹶﻏ ﻪﱠﻠﻟﺍﻭ Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepadakaum kerabat (nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka mema`afkan dan berlapang dada. Dalam ayat pertama, untuk menekankan larangan bagi suami yang bertekad tidak menggauli istrinya dan mendatangkan bahaya bagi istrinya tersebut (tidak Dalam ayat kedua, menekankan larangan bersumpah bagi orang-orang yang memiliki kelebihan anugerah bahwa mereka tidak akan memberikan bantuankelebihan anugerah yang dimilikinya kepada kaum kerabat, atau orang-orang fakir, atau masing-masing dari keduanya.

C. Unsur-unsur yang membentuk sumpah Allah dalam al-Qur ’an

  Adapun yang berkaitan dengan manusia sebagai yangbersumpah dijelaskan dalam al-Qur’an surat an-Nisa’ ayat 62 yang artinya : “ kemudian mereka orang-orang munafik datang kepadamu sambil bersumpah : “Demi Allah, kami sekali-kali tidak menghendaki penyelesaian yang baik dan perdamaian yang jujur ”. Tidak ada tersembunyi daripada-Nya seberat zarrahpun yang ada di langit dan yang ada dibumi dan tidak ada (pula) yang lebih kecil dari itu dan yang lebih besar, melainkan tersebut dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)", 4.

35 Muhammad Mukhtar as-Salami, al-Qasam fi al-lughah wa fi al-Qur’an, h. 104

  Contoh tersebut salah satunya dapatdijumpai dalam ayat 1-2 surat an-Najm dan ayat 1-2 , surat asy-Syam ﻯﻮﻫ ﺍﹶﺫِﺇ ِﻢﺠﻨﻟﺍﻭ .ﱠﻞﺿ ﺎﻣ ﻯﻮﹶﻏ ﺎﻣﻭ ﻢﹸﻜﺒِﺣﺎﺻ . Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun, dan demi bukit Sinai, dan demi kota (Mekah) ini yang aman, sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.

6. Muqsam bih dengan menggunakan waktu (Malam 8 kali, Siang 2 kali, Fajr sekali, Subuh dua kali, Dhuha 2 kali, Ashr sekali

  Dalam keterangan lain dijelaskan bahwa tujuan qasam adalah untuk mewujudkan dan menguatkan muqsam ‘alaih , yaitu pernyataan yang karenanya sumpah diucapkan, karena itu muqsam ‘alaih haruslah berupa hal-hal yang layak didatangkan sumpah baginya, seperti hal-hal yang ghaib dan yang tersembunyi, jika sumpah itu dimaksudkan untuk menetapkan keberadaannya. Bentuk ini ditemukan sebanyak delapan kali dalam tujuh surat,yaitu : surat al-Ma’arij/70 : 40, al-Waqi’ah / 56 : 75, al-Haqqah / 69 : 38, at- Takwir / 81 : 15, al-Insyiqaq / 84 : 16, al-Balad / 90 : 1, dan al-Qiyamah / 75 : 1-2.

36 M. Quraish shihab, Tafsir al-Qur’ân al-Karîm ; Tafsir atas surat-surat pendek

  Adapun huruf-huruf qasam yang dipakai dalam al-Qur’an adalah : ba’ ( ), ﺏwaw ( ) dan ta’ ( ). Namun yang menunjukkan sumpah hanya ditemukan pada dua ayat, yakni dalam surat an-nahl / 16 : 56 dan 63 berikut ini :Huruf waw adalah huruf yang paling banyak ditemukan dalam penggunaannya sebagai sumpah Allah dalam al-Qur’an.

D. Macam –macam sumpah dalam al-Qur’an 1. Sumpah yang dipakai oleh Allah

  (QS. Nahl : 63 ) Ayat ini berkaitan dengan ayat sebelumnya yang menceritakan tentang sikap dan ucapan kaum musyrikin yang menyakitkan hati nabi Muhammad saw.maka dalam ayat ini Allah kembali menenangkan dan menghibur Muhammad dengan bersumpah menggunkana huruf ta’ yang dirangkaikan dengan namaAllah untuk lebih meyakinkan kaum musyrikin tentang keanehan sikap dan 41 ucapan mereka serta keniscayaan ancaman Allah. Demi matahari dan cahayanya di pagi hari, dan bulan apabila mengiringinya, dan siang apabila menampakkannya, dan malam apabilamenutupinya, dan langit serta pembinaannya, dan bumi serta penghamparannya, dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), maka Allah mengilhamkankepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya, sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yangmengotorinya.(QS.

E. Tujuan sumpah dalam al-Qur ’an

  Misalnya dalam surat an-Nazi’at /79 : 10-12 berikut ini :Ucapan orang kafir tersebut dengan jelas menunjukkan bahwa mereka tidak percaya terhadap berita tentang adanya hari berbangkit, sebab menurut mereka ituadalah sesuatu hal yang mustahil. Oleh sebab itu Allah bersumpah dalam surat tersebut adalah untuk mengingatkan dan menyadarkan mereka akankerugiannya nanti di akhirat, kecuali orang –orang yang disebutkan sebelumnya.

A. Definisi Waktu

  Dan tidak seorangpun 3 tahu apa yang akan terjadi pada waktu yang akan datang. 6773 Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, edisi ke-dua Artinya : Allah berfirman :”kalau begitu maka sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh sampai hari (suatu) waktu yang telah 4 ditentukan ”.

B. Term Waktu Dalam al-Qur ’an

  ﹶﻥﻮﻨﹸﻈﻳ ﺎﱠﻟِﺇ ﻢﻫ ﹾﻥِﺇ ٍﻢﹾﻠِﻋ ﻦِﻣ ﻚِﻟﹶﺬِﺑ Dan mereka berkata: "Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang membinasakan kita selain masa", danmereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, mereka tidak lain hanyalah menduga-duga saja.dan QS. Kata ini kemudiandigunakan untuk masa yang panjang dan dipinjam untuk menyebut tradisi yang 6 langgeng sepanjang hayat, dalam arti waktu yang dilalui oleh sejak terciptanya alam hingga punahnya.

B. 2. Ajal

  ﻞﺟ ﺃ ﺔﻣ ﺃ ﻞﻜﻟ “Setiap umat mempunyai batas waktu berakhirnya usia”(QS. Yunus :49)Demikian juga berakhirnya kontrak kerja antara nabi Syuaib dan nabi Musa, yang dijelaskan dalam QS. Mana saja dari kedua waktu yang ditentukan itu aku sempurnakan, maka tidak ada tuntutantambahan atas diriku (lagi).

7 Yaitu : QS. Yunus : 49, Hud : 3 dan 104, ar-Ra’du : 2 dan 38, Ibrahim : 10 dan 44, an-

  Nahl : 61, Thaha : 129, al-Hajj : 5 dan 33, al-Qashash : 28, al-Ankabut : 5 dan 53, ar-Rum : 5,8 dan 42, Luqman : 29, Fathir : 13 dan 45, as-yu’ara : 14, al-Akhqaf : 3, al-Munafiqun : 10 dan suratNuh : 4. Kata ajal memberi kesan bahwa segala sesuatu ada batas waktu berakhirnya, sehingga pada hakekatnya tidak ada yang langgeng dan abadi di dunia ini , kecualiAllah sendiri.

C. Kata yang mempunyai makna bagian waktu

  Al-Qur’an dan Sunnah sangat memperhatikan masalah waktu dari berbagai sudut dan bentuknya yang beraneka ragam. Karena waktu merupakan usia kehidupan dan tempat manusia berada, dan bernaung.

10 Selain nilmat waktu Abdul Fattah Abu Ghuddah juga membagi pokok- pokok nikmat

  menjadi tiga kelompok yaitu : nikmat iman kepada Allah dan semua yang datang dari- Nya dan beribadah sebagaimana yang diperintahkann-Nya, Nikmat sehat yang merupakan bekal segalaaktifitas manusia dan pilar yang menopang eksistensinya, nikmat ilmu yang menjadikan manusia menjadi maju dan bahagia dengannya apabila bisa mengamalkannya dengan baik. al-Lail (malam ) Kata / al-lailu merupakan kata yang terdiri dari huruf / lam di awal ﻞﻴﹼﻟﺍﻝ dan akhir dan huruf / ya’ yang merupakan kata jadian dari kata “Lailun” ﻱ yang memiliki arti waktu setelah siang yang ditandai dengan tenggelamnya ( ) ﻞﻴﻟ12 matahari.

24 September. Dalam al-Qur’an surat Thaha ; 59 yang artinya : Dia berkata : waktu adalah di hari raya dan hendaklah dikumpulkan manusia pada waktu dhuha

  Qaf : 31-35 , yang artinya : “ Dan telah didekatkn surga kepada orang-orang bertqwa pada tempat yang tidak jauh . ﻣ ﻮﻳ ﺏﺎﺴﳊﺎ Orang yang berbuat baik dan taat kepada Allah atau perbuatan baiknya lebih besar dari keburukannya, maka akan ditempatkan di surga yang penuh kenikmatan dan 27 kesenangan .

29 Idul Adha.

  Maka dari itu, Jum’at merupakan hari yang sangat mulia dari hari-hari yang lain. terbukti dengan adanya penamaan surat Jum’ah dalam al-Qur’an, dan adanyahadits-hadits yang menjelaskan keutamaan ibadah di hari jum’at.

31 Qur’an sebanyak 448 kali. Kebanyakan surat-surat di atas termasuk golongan surat Madaniyah dan sebagian lagi termasuk golongan surat Makkiyah

  Kata syahr yang berbentukmarfu ’ seperti pada surat al-Baqarah ayat 185, menjelaskan tentang adanya bulan Ramadhan yaitu bulan yang dipilih karena bulan yang mulia, yang di dalamnya diturunkan permulaan al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda yang jelas antara yang hak dan yang bathil. Kata syahru pada surat al-Baqarah ayat 194 dan 217 menerangkan tentang penetapan empat bulan dalam setahun yang merupakan bulan-bulan haram, yaknibulan-bulan yang dihormati, penghormatan yang mengantarkan kepada lahirnya larangan-larangan tertentu yang bianya dibolehkan pada bulan –bulan yang lain.

D. Karakteristik Waktu dan Urgensinya dalam al-Qur ’an

  ِﺭﻭﺮﻐﹾﻟﺍ ﻉﺎﺘﻣ ﺎﱠﻟِﺇ “Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu sertaberbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam- tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dankamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Terlepas dari autentik dan tidaknya cerita tersebut di atas, yang jelas ini merupakan contoh dari suatu hakekat yang mutlak, yakni umur akan terasapendek bila telah datang maut, demikian pula dengan waktu ia akan tidak dirasakan oleh manusia bila saja waktu itu telah berlalu.

42 Yusuf al-Qardhawi, Waktu dalam Kehidupan Muslim, ( Jakarta : Firdaus, 2001) Cet

  Waktu adalah sesuatu yang paling berhargaBagi manusia harta adalah sesuatu yang berharga, dan waktu adalah sesuatu yang paling berharga karena begitu waktu berlalu tidak dapat diganti lagi. Maka umur yang telah berlalu nilai dan maknanya hanya dapat dilihat dengan mata mawas diri dan introspeksidiri sendiri.

E. Korelasi Waktu Dengan Aspek-aspek kehidupan

  Modal bagi orang muslim dalam kehidupan dunia ini adalah kesempatan waktu yang sangat singkat, denyut-denyut jantung yang terbatas, dan hari-hariyang terus berganti. Allah juga sangat menyukai orang yang shalat lima waktu dengan tepat waktu, memuliakan sepertiga malam sebagai waktu mustajabnyadoa dan waktu dhuha sebagai waktu yang disukainya.

45 Abdullah Gymnastiar, Demi Masa : Menggenggam Waktu, Meraih Keunggulan Diri

  (Bandung : MSQ Publishing, 2004 ) Cet ke-2, h. 19-2046 Abdullah Gymnastiar, Demi Masa : Menggenggam Waktu, Meraih Keunggulan Diri) ...

h. 19-20

  Ada yang mengganggap anak sebagai sesuatu yang paling berharga dalam hidupnya, makaia akan berusaha melindungi dan menjaga anak itu dengan usaha yang terbaik bahkan sampai habis-habisan. Begitulah seterusnya : harta, anak, pangkat, jabatan,penghormatan, dan segala sesuatu yang dianggap berharga bagi seorang anak manusia, akan selalu berusaha dijaga dan dipelihara.47 Ibnu al-Mubarak mengetengahkan dalam az-Zuhd juz.

1. Waktu Shalat

  50 Fajar itu ada dua macam, yaitu fajar yang mengharamkan makan dan mengharuskansembahyang dan satu lagi fajar yang mengharamkan sembahyang (yakni sembahyang subuh ) dan mengharuskan makan. Gelincir ini dapat diketahui dengan cara melihat kepada orang yang berdiri tegak atau sesuatu benda atau tiang yang berdiri tegak, jika bayangannya bendaitu sama peris, itu disebut “istiwa’’ dan apabila bayangan benda itu lebih maka matahari sudah tergelincir.

2. Waktu Puasa

  Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, ….”Fajar ada dua macam yaitu : fajar kadzib dan fajar shadiq Fajar kadzib : tidak dibolehkan katika itu shalat subuh dan belun dikharamkan bagi yang berpuasa untuk makan dan minum, fazar kadzib ini berwarna putih yang memancar panjang yang menjulang seperti ekor binatang gembalaan. , fajar shadiq ini berwarna memerah yang bersinar dan tampak di atas puncak bukit dan gunung-gunung, dan tersebar 62 dengan hukum-hukum puasa dan shalat.

3. Waktu Zakat

  Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang- orang yang berlebih-lebihan.”“ Dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat “ Zakat adalah mensucikan diri dengan beramal shaleh atau mengeluarkan sebagian harta yang dimilikinya. Maka dari itu zakat dibagi 2 yaitu : zakat fitrah,mensucikan diri dengan mengeluarkan beras atau uang senilai ukuran yang tentukan (2,5 kg) perorang dan zakat mal, mensucikan harta yang dimiliki dengan Maka dari itu ada dua Waktu, yaitu : wajib zakat dan ada waktu menunaikan zakat.

4. Waktu Haji

  Praktek penyalahgunaansempat dijumpai oleh nabi dan umatnya seperti yang dilakukan oleh kaum musyrik Makkah yang dikenal dengan al-Hummas yang memiliki semangat tinggidalam menjalankan agamanya sampai melampui batas. Dari praktek menyimpang itu diketahui bahwa praktek yang buruk itu adalah yang bertentangan dengan penghayatan nilai universal haji danmengatasnamakan agama atau ibadah dalam melakukan kegiatan yang tidak diajarkan.

1. Waktu Muamalah

  Adapun ayat waktu yang berhubungan dengan muamalah al : Dalam QS.al-Baqarah : 282 dijelaskan, ﻩﻮﺒﺘﹾﻛﺎﹶﻓ ﻰﻤﺴﻣ ٍﻞﺟﹶﺃ ﻰﹶﻟِﺇ ٍﻦﻳﺪِﺑ ﻢﺘﻨﻳﺍﺪﺗ ﺍﹶﺫِﺇ ﺍﻮﻨﻣﺍَﺀ ﻦﻳِﺬﱠﻟﺍ ﺎﻬﻳﹶﺃﺎﻳ Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu`amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Di sisi lain, ayat sebelum ayat ini adalah nasehat Ilai kepada yang memiliki piutang untuk tidak menagih siapa yang sedang dalam kesulitan, nasehat itudilanjutkan oleh ayat ini, kepada yang melakukan transaksi hutang piutang, yakni demi memelihara harta serta mencegah kesalahpahaman, maka hutangpiutang hendaknya ditulis walau jumlahnya kecil di samping nasehat serta tuntunan lain yang berkaitan dengan hutang piutang.

2. Waktu Jihad

  Waktu Zuwaj 70 Pernikahan merupakan sunnah rasul yang harus diikuti, Allah memerintahkan hambanya untuk menikah apabila ia sudah mampu karena sesungguhnya Allah telah menciptakan semua makhluk di dunia ini berpasang- 71 pasangan mengenai waktu pernikahan, bagi seorang gadis al-Qur’an tidak menerangkan waktu secara tertentu hanya bagi siapa saja yang sudah mampu. Wanita tua yang tidak haid dan wanita yang 74 belum haid, masa tunggunya adalah tiga bulan dan yang dikawini tanpa 75 bercampur, tidak diwajibkan atasnya masa tunggu.

F. Kewajiban Manusia Terhadap Waktu dan Akibat menyia-nyiakannya

  Mengingatmasa lalu adalah salah satu ciri orang yang bertaqwa, karena dengan mengingat masa lalu membuat orang sadar akan perbuatan yang telah dilakukan. Ayat ini menuntut agar semua yang dilakukan manusia harus menunjukkan bahwa agama melarang mempergunakanwaktu dengan main-main, atau mengabaikan yang lebih penting.

85 Ibid,. Amal adalah bahasa Arab yang telah di-indonesia-kan dari akar kata “amala”

  Dalam al-Qur’an kata ‘amala sering dipakai untuk menunjukkan makna yang umum (QS. ali- imran : 195). Adalah suatu kesalahan , ketika kata ‘amala dipahami dengan aktifitas ritual seperti :shalat, zakat, puasa, haji, membaca al-Qur’an, dzikir dan sebagainya.

BAB IV. WAKTU WAKTU YANG DIGUNAKAN AllAH DALAM BERSUMPAH

  ( Antara penafsiran Quraish Shihab dan Sayyid Quthb )Allah hanya bersumpah dengan diri-Nya yang mempunyai sifat-sifat khusus serta dengan bukti-bukti kekuasaan-Nya. Akan tetapi ketika Allahbersumpah dengan sebagian makhluk-Nya, maka hal itu menunjukkan bahwa makhluk tersebut merupakan sebagian dari bukti kekuasaan-Nya yang agung.

A. Waktu Fajar (Sumpah Allah dalam QS. al-Fajr / 89 : 1-4)

  Uraian utama surah ini adalah ancaman kepada kaum musyrikin Makkah, jangan sampai mengalami siksa yang telah dialami oleh para pendurhaka yangjauh lebih perkasa dari mereka, sekaligus berita gembira serta pengukuhan hatiNabi Muhammad SAW. dan kaum muslimin yang pada masa turunnya ayat-ayat 2 surat ini masih tertindas oleh kaum musyrikin Mekah.

h. 220. lihat juga Quraish Shihab, Tafsir al-Misbah, Vol. 15, 241

  556 Dalam surat al-fajr ini, Sayyid Qutb menafsirkan suasana di waktu fajr yang menampakkan akan keagungan sumpah dengan waktu itu, dimana beliaumemberikan kesan bahwa dalam surat 1-4 ini terdapat pemandangan dan nuansa keindahan yang tenang dan lembut, dengan kesan-kesan keteduhan. Ada lagi yang menetapkan fajar hari tertentu atau fajar tanggal 1 Muharram, karena fajar itu menampakkan tahunbaru, atau fajar awal Dzulhijjah, karena sesudahnya disebut malam-malam yang 9 sepuluh yakni malam sepuluh Dzulhijjah (malam lebaran haji) , sedangkan Ali dan Ibnu Abbas dan Ikrimah dan Mujahid dan as-Suda mengatakan, bahwa al-8 Sayyid Qutb, Tafsir Fi Dzilâl Qur’ân, Terjemahan, ( Jakarta : Gema Insani Press, 2002 ) Cet.

B. Waktu Subuh ( Sumpah Allah dalam QS. Al-Mudatstsir / 74 : 34 dan at-Takwir / 18 : 18 )

  Hal ini mengibaratkannya dengan al-Qur’an dan petunjuk agama yang juga menyingkap kegelapan hati dan pikiran, karenadengan kehadiran tuntunan agama dalam diri manusia, maka kegelapan jiwanya pun berlalu, sebagaimana berlalunya kegelapan malam, dan kehadirannya itu1213 QS. dalam ayat ini terjdi perbedaan penafsiran mengenai la uqsimu, ada yang memahaminya la dengan arti tidak sehingga di sini Allah tidak bersumpah dan ada yang memahami la di sini adalah sebagai sisipan, yang bertujuan menguatkan sumpah.

C. Waktu Dhuha ( Sumpah Allah dalam QS. al-Dhuha / 93 : 1 -2 dan al-

  Artinya, bahwa tujuan utama surah ini adalah menguraikan apa yang disebut pada akhir surah lalu – surah al- Lail _ bahwa yang paling bertakwa di antara seluruh orang bertakwa adalah dia yang mutlak paling bertakwa dalam pandangan keridhaan Allah, yakni Nabi Muhammad SAW. Ini berarti bahwa jika al-Qur’an tidak mensyifati satu waktu atau hari, maka yang dimaksudnya adalah waktu atau hari- hari yang umum dan yang silih berganti terulang, seperti al-Fajr (fajar) – al-Lail(malam) dan adh-dhuha ini.

32 Muhammad Abduh, Tafsir al-Qur’an al-Karim (Tafsir Juz’amma) Terjemahan, (Bandung : Mizan , 1998) Cet. Ke-1, h

  34 hari), sedangkan makna layl berarti malam, yaitu sejak terbenam matahari sampai terbit fajar dan antonimnya adalah nahar (siang hari). Dalam keterangan lain kata saja berarti sujuwan 35 meluas gelapnya atau alamnya tenang , atau saja al-layl artinya isytadda 36dhalamuh (gelapnya sangat) .

37 Qur’an

  Silih bergantinya dua keadaan, dapatmenimbulkan keingkaran, bahkan sebagai sesuatu yang tak pernah terlintas dalam fikiran siapapun, bahwa langit telah meninggalkan bumi dan menyerahkannyakepada kegelapan dan keganasan setelah cahaya memancar pada waktu dhuha, dan adakah yang lebih merisaukan, jika sesudah wahyu yang menyenangkan,cahayanya menerangi al-Musthafa SAW. Dan bacaannya menurut jumhur adalah dengan men-tasydid-kan dal (wadda’a) dan sebagian yang 40 lain membacanya dengan tidak di tasydidkan tetapi di-takhlif-kan (wada’a)Kata lain dari wadda’a ditemukan dalam al-Qur’an yaitu : kata da’ satu kali (QS.

49 Sayyid Qutb, Tafsir Fi Dzilâl Qur’ân, Terjemahan, ( Jakarta : Gema Insani Press, 2002

  Juga memberikan kesan kepada hati manusia tentang kehidupan yang sensitif dan renponsif terhadap alam yang indah dan hidup ini, yang salingberlemah lembut dengan setiap makhluq hidup, maka hiduplah hati tersebut dengan kejinakan dan ketenangan di alam semesta, tanpa merasa takut dan merasaterasing. Hal ini mengingatkan bahwa kebahagian manusia – yang mengenal takwa dan kedurhakaan berdasar pengenalan yang dilakukan Allah kepada-Nya – adalahdengan menyucikan dan mengembangkan dirinya dengan pengembangan yang baik serta menghiasinya dengan ketakwaan dan menghindarkannya dari segalakedurhakaan.

53 Quraish Shihab, Tafsir al-Misbah, Vol. 15, h. 294

  Pada surat al- syam Allah menjelaskan tentang orang-orang yang beruntung dan orang yang merugi serta dijelaskan juga kaum Tsamud yang tidak menerima Rasul yang diutus kepada mereka dan kemudian Allah membinasakannya. Dari keterangan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa, baik Quraish Shihab maupun Sayyid Quthb memaknai arti sumpah Allah dengan makhluknya di atas adalah untuk menunjukkan betapa agungnya benda-benda tersebut sebagaikarya ciptaaan Allah yang bernilai tinggi, agar dengan itu manusia dapat memanfaatkannya dengan baik, mereka kembali dan berfikir bahwa semuanya ituada yang menciptakannya yaitu yang maha Agung.

Dokumen baru

Aktifitas terkini

Download (173 Halaman)
Gratis

Tags

Aqsam Allah Dalam Al Quran Ulumul Quran Kalimah Allah Dalam Al Quran Analisis Te Jadal Dalam Al Quran Jadal Dalam Al Quran Al Urf Dalam Al Quran Ayat Al Quran Mengenai Bersyukur Kepada Allah Qasam Dalam Al Quran Sains Dalam Al Quran Pembelajaran Dalam Al Quran Al Quran Ukhuwwah Dalam Perspektif Al Quran
Show more