PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT 2014. pdf

 0  1  32  2018-07-12 12:40:18 Report infringing document

  

LAPORAN AKHIR

KEGIATAN PENGABDIAN MASYARAKAT

PENGENALAN ALAT BANTU PENGUKURAN (MEASUREMENT

TOOLS) DI SMK NEGERI 1 SIRANDORUNG

KABUPATEN TAPANULI TENGAH

  

Disusun Oleh :

Eswanto, ST., M.Eng NIDN : 0111128404

  

JURUSAN TEKNIK MESIN

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

  

INSTITUT TEKNOLOGI MEDAN

November, 2014

  HALAMAN PENGESAHAN PEGABDIAN MASYARAKAT Judul Pengabdian : Pengenalan Alat Bantu Pengukuran (Measurement

  Tools) di SMK Negeri 1 Sirandorung Data Pelaksana Kegiatan

  a. : Eswanto, ST., M.Eng

  Nama Lengkap

  b. : 0111128404

  NIDN

  c. : Teknologi Industri/ Teknik Mesin

  Fakultas /Jurusan

  d. : Tenaga Pengajar

  Jabatan Fungsional

  e. : Teknik Mesin

  Program Studi

  f. : 085725741755 Nomor Hp.

  g. : eswanto@itm.ac.id

  Alamat surel (e-mail)

  Bentuk Kegiatan : Ceramah Ilmiah dan praktek Lokasi Pengabdian : SMK 1 Sirandorung Kab. Tapanuli Tengah Waktu pengabdian : 13.45 s/d 17.35 Biaya pengabdian : Rp. 1.953.300,_ Asal biaya : Institusi

KATA PENGANTAR

  Segala puji hanya milik Allah SWT sang penguasa segala kehidupan dan kematian, tempat kelak kita mempertanggung jawabkan segala amal perbuatan selama di dunia dan karena rahmat, hidayah dan karunia-Nya pulalah penulis dapat menyelesaikan laporan akhir kegiatan pengabdian masyarakat yang telah selesai dilaksanakan di sekolah SMK Negeri 1 Sirandorung kabupaten tapanuli tengah sumatera utara, dimana pengabdian masyarakat ini berjudul Pengenalan Alat Bantu Pengukuran (Measurement Tools).

  Begitu banyak hal baru dan menarik yang diperoleh selama proses pengerjaan pengabdian masyarakat ini, mulai dari surat menyurat dari institusi ITM ke daerah tempat pengabdian sampai dengan waktu perjalanan begitu sangat menantang andrenalin karena letak geografisnya berbukit-bukit, jalan rusak,antrian kendaraan, yang dapat ditempuh selama 10 jam perjalanan dari kota medan. Kondisi tersebut akan hilang seketika pada saat sampai ditempat tujuan karena masyarakatnya flural dan ramah ditambah lagi keindahan daerah tersebut yang dikelilingi oleh pantai pesisir dan bukit-bukit yang masih hijau.

  Pada kesempatan ini penulis telah banyak mendapatkan semangat dan dukungan ataupun bantuan dalam bentuk moril ataupun materil dari berbagai pihak hingga terlaksananya kegiatan pengabdian masyarakat ini, dimana kegiatan ini sebagai wujud dari salah satu Tridarma Perguruan Tinggi yang harus dilakukan oleh setiap dosen.

  Penulis menyadari bahwa keberhasilan dalam menyusun laporan akhir pengabdian masyarakat ini tidak terlepas dari bantuan, saran dan dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, perkenankanlah penulis mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada: 1.

  Ibunda ,Ayahanda dan Istri penulis tercinta atas do’a yang tiada henti-hentinya.

2. Ketua Yayasan dwiwarna Medan dalam hal ini Institut Teknologi Medan 3.

  Bapak Ir.Mustafa, MT sebagai Ketua LPM-ITM yang selalu memberi arahan format

  kegiatan pengabdian 4.

  Bapak Prof.,Dr.,Ir.,Ilmi ,M.Sc selaku Rektor ITM 5. Ir.Nurdiana,MT selaku Ketua jurusan teknik mesin, terimakasih atas dukungannya 6. Ir.Riana Puspita,MT sebagai Dekan FTI, terimakasih atas dukungannya 7. Bapak Syafaruddin Siregar, S.Pd (kepala sekolah SMK Negeri 1 Sirandorung) 8. Semua pihak yang telah banyak membantu dan tidak dapat disebutkan satu persatu di sini.

  Dalam penulisan ini, penulis menyadari bahwa laporan pengabdian ini masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu dengan segala kerendahan hati penulis meminta maaf serta menerima kritik dan saran dari semua pihak yang sifatnya membangun untuk kita bersama..

  Akhir kata hanya Allah SWT jualah pemilik kesempurnaan itu tempat penulis mohon petunjuk dan harapan, semoga tulisan laporan akhir pengabdian ini dapat bermanfaat terutama bagi penulis sendiri dan juga seluruh pembaca. Amin ya Robbal allamin.

  November, 2014 Eswanto, ST., M.Eng

  Lampiran 1. Modul Kegiatan Pengabdian Masyarakat Lampiran 2. Penggunaan dana kegiatan Pengabdian Masyarakat Lampiran 3. Surat Permohonan LPM ke SMK 1 Lampiran 4. Surat Balasan Permohonan SMK 1 ke LPM Lampiran 5. Surat Tugas LPM-ITM Lampiran 6. Surat Keterangan selesai Pengabdian LPM-ITM Lampiran 7. Surat Keterangan selesai Pengabdian SMK 1 Lampiran 8. Daftar Hadir Kegiatan

  3 2.1.

  6 LAMPIRAN

  6 DAFTAR PUSTAKA .........................................................................................................

  Hasil dan Pembahasan Kegiatan .............................................................. 5 BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN.........................................................................

  5 4.1.

  Metode Pelaksanaan ............................................................................... 4 3.2. Lokasi Pelaksanaan................................................................................. 4 BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN.........................................................................

  4 3.1.

  Target Kegiatan ...................................................................................... 3 2.2. Luaran Kegiatan ..................................................................................... 3 BAB III. METODE DAN LOKASI PELAKSANAAN ..................................................

  2 BAB II. TARGET DAN LUARAN ...............................................................................

  

DAFTAR ISI

  Manfaat Kegiatan Pengabdian Masyarakat ..........................................

  2 1.3.

  Tujuan Kegiatan Pengabdian Masyarakat ............................................

  1 1.2.

  Latar Belakang ......................................................................................

  1 1.1.

  Halaman HALAMAN PENGESAHAN .......................................................................................... i KATA PENGANTAR ...................................................................................................... ii DAFTAR ISI ..................................................................................................................... iv SUSUNAN ACARA ......................................................................................................... v RINGKASAN ................................................................................................................... vi BAB I. PENDAHULUAN .........................................................................................

  • – LAMPIRAN ............................................................................................... 7

WAKTU (WIB) ACARA KETERANGAN

  13.45

  Registrasi peserta Guru SMK N 1 sirandorung

  

SUSUNAN ACARA

KEGIATAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

JUDUL: “PENGENALAN ALAT BANTU PENGUKURAN (MEASUREMEN TOOLS)”

  

SMK NEGERI 1 SIRANDORUNG KABUPATEN TAPANULI TENGAH – SUMATERA UTARA

  • – 14.00
  • – 14.05

  • – 14.15

  • – 14.25
  • – 14.35
  • – 16.00
    • Awaluddin batubara, S.Pdi

  • – 16.55
    • Kepala sekolah dengan Narasumber

  • – 17.10
  • – 17.35

  Narasumber : Eswanto, ST., M.Eng Moderator:Awaluddin batubara, S.Pdi

  Pembagian Serifikat -Guru SMK N 1 sirandorung

  17.10

  Penutupan -MC

  16.55

  Pemberian cendramata -Narasumber dengan Kepala sekolah

  16.45

  16.00 - 16.45 Praktek Penggunaan alat ukur -Eswanto, ST., M.Eng

  Penyajian materi dan diskusi:

  “ Pengenalan alat bantu pengukuran (measurement tools)”

  14.00

  14.35

  Kata sambutan kepala sekolah Syafaruddin Siregar, S.Pd

  Kata sambutan wakasek kesiswaan Sulasfriandi panjaitan, S.Pd

  14.15

  Kata sambutan ketua Osis Tommy Gabriel Purba

  14.05

  Pembukaan MC: Juli Abdi Manalu

  14.25

  

RINGKASAN

Pengukuran memberikan arti penting bagi manusia untuk menggambarkan berbagai

fenomena alam dalam bentuk kuantitatif atau angk. Mengukur adalah membandingkan parameter

pada objek yang diukur terhadap besaran yang telah distandarkan, sedangkan pengukuran

merupakan suatu usaha untuk mendapatkan informasi deskriptif-kuantitatif dari variabel-variabel

fisika dan kimia suatu zat atau benda yang diukur, misalnya panjang 1m atau massa 1 kg dan

sebagainya. Pengukuran merupakan salah satu kebutuhan yang tidak bisa dipisahkan dari kegiatan

manusia sehari-hari, terlebih bagi mereka yang bergerak dibidang pengukuran ataupun kalibrasi

alat ukur. Dunia pendidikan adalah merupakan awal mula pengetahuan pengukuran yang harus

diterapkan kepada para peserta didik. Pengetahuan tentang alat ukur bantu mutlak diperlukan

terlebih bagi para siswa sekolah menengah kejuruan (SMK), misalnya penggunaan alat ukur

micrometer,dept micrometer, feeler gauge, vernier caliper dll, sehingga ketika para siswa tersebut

telah menyelesaikan pendidikan menengah dan akan memasuki dunia kerja, maka siswa tersebut

telah mempunyai salah satu nilai kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia kerja/industry, karena

salah satu tujuan sekolah menengah kejuruan adalah mempersiapkan lulusan yang siap pakai di

dunia kerja, baik mereka yang akan membuka usaha sendiri maupun yang akan bekerja disuatu

industri.

vi

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang SMK Negeri 1 Sirandorung berdiri sejak tahun 2009, merupakan salah satu

  sekolah yang ada di sebuah Propinsi pat ditempuh sekitar 3 jam atau sekitar 45 menit perjalanan dari Barus. Sirandorung merupakan bagian dari Kecamatanyang dimekarkan pada tahun 2005.

  Mengukur adalah membandingkan parameter pada objek yang diukur terhadap besaran yang telah distandarkan, sedangkan pengukuran merupakan suatu usaha untuk mendapatkan informasi deskriptif-kuantitatif dari variabel-variabel fisika dan kimia suatu zat atau benda yang diukur, misalnya panjang 1m atau massa 1 kg dan sebagainya. Pengukuran merupakan salah satu kebutuhan yang tidak bisa dipisahkan dari kegiatan manusia sehari-hari, terlebih bagi mereka yang bergerak dibidang pengukuran ataupun kalibrasi alat ukur. Dunia pendidikan adalah merupakan awal mula pengetahuan pengukuran yang harus diterapkan kepada para peserta didik. Pengetahuan tentang alat ukur bantu mutlak diperlukan terlebih bagi para siswa sekolah menengah kejuruan (SMK), misalnya penggunaan alat ukur micrometer,dept

  

micrometer, feeler gauge, vernier caliper dll, sehingga ketika para siswa tersebut

  telah menyelesaikan pendidikan menengah dan akan memasuki dunia kerja, maka siswa tersebut telah mempunyai salah satu nilai kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia kerja/industri.

  Pengukuran memberikan arti penting bagi manusia untuk menggambarkan berbagai fenomena alam dalam bentuk kuantitatif atau angka. Lord Kelvin menyatakan :

  Bila anda dapat mengukur apa yang anda bicarakan serta menyatakannya dalam bentuk angka, maka anda mengerti apa yang anda bicarakan.

  Tetapi bila anda tidak dapat mengukurnya dan tidak dapat menyatakannya dalam bentuk angka, maka pengetahuan anda memuaskan atau mengecewakan

  . Berdasarkan latar belakang tersebut maka peran perguruan tinggi sangat diperlukan demi mensukseskan dan menghasilkan lulusan sekolah kejuruan yang mempunyai nilai kompetensi sesuai bidang keahlian. Oleh karena itu Institut Teknologi Medan melalui Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) mengambil peran untuk memberi pengenalan dasar berkaitan dengan pengukuran atau penggunaan alat ukur bantu, melalui metode ceramah ilmiah dan praktek penggunaannya.

1.2. Tujuan Kegiatan Pengabdian Masyarakat

  Secara umum tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberi pengetahuan dasar tentang pengukuran khususnya bagi siswa/siswi baru (kelas X) dan juga siswa/siswi kelas XII sehingga dapat memberikan nilai tambah/kompetensi bagi para siswa/siswi SMK Negeri 1 Sirandorung khususnya berkaitan dengan instrumentasi, uraian subkompetensi ini dijabarkan seperti di bawah ini

  

Kompetensi/ KriteriaUnjuk Lingkup Belajar Materi Pokok Pembelajaran

Subkompetensi Kerja Pengetahuan Pengetahuan

Ketrampila Ketrampila

  

Menggunakan Alat ukur bantu Micrometer,feeler Alat ukurbantu Penggunaan alat

alat bantu dan dapatdigunakan gauge,dept dan alat sederhana ukur micrometer,

alat ukur sesuai dengan micrometer,ruller untuk siswa feeler gauge,dept

sederhana fungsinya,cepat, dll SMK1Sirandorung micrometer,ruller

dan tepat dll 1.3.

   Manfaat kegiatan Pengabdian Masyarakat

  Dalam kegiatan ini diharapkan dapat memberi manfaat bagi berbagai pihak yang terlibat, seperti:

  1. Peserta Kegiatan Setelah mengikuti, mempelajari dan melakukan praktik berdasarkan kegiatan belajar yang ada pada modul, diharapkan siswa/siswi SMK Negeri 1 Sirandorung sebagai peserta kegiatan ceramah ilmiah pengenalan alat ukur bantu mampu menggunakan alat ukur bantu dan alat ukur sederhana sesuai dengan fungsinya, cepat, dan tepat.

  2. Pelaksana Kegiatan Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk Tri Dharma Perguruan Tinggi yang harus dilakukan oleh setiap dosen yang mengajar di Perguruan Tinggi sebagai wujud kepedulian dan pengabdian terhadap pendidikan di lingkungan

BAB II TARGET DAN LUARAN 2.1. Target Kegiatan Pada kegiatan ini target yang ingin dicapai adalah meningkatnya pengetahuan

  dasar tentang alat ukur dan keterampilan dalam menggunakan alat pengukuran bagi siswa-siswi SMK Negeri 1 Sirandorung, khususnya untuk alat ukur bantu seperti micometer, feeler gauge, ruller, dial indicator, dept micrometer, out side micrometer, inside micrometer,Large inside diameter micrometer, sehingga diharapkan siswa/siswi mampu untuk mengaplikasikannya di dunia kerja.

2.2. Luaran Kegiatan 1.

  Siswa/siswi mampu mengenal alat-alat pengukuran dan fungsinya.

  2. Siswa/siswi mampu membaca alat ukur bantu dan mengaplikasikannya.

  3. Membantu sekolah dalam transfer ilmu ke peserta didik khususnya teori tentang alat ukur, karena disekolah mitra (SMK Negeri 1 Sirandorung) bahan/alat praktikum pengukuran masih kurang memadai.

  4. Sebagai bentuk kerjasama perguruan tinggi dengan sekolah dalam pengembangan mutu lulusan sekolah kejuruan.

BAB III METODE DAN LOKASI PELAKSANAAN 3.1. Metode Pelaksanaan Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah

  orasi/ceramah, diskusi, dan praktek penggunaan alat ukur, materi yang disampaikan diantaranya meliputi :

  1. Pengenalan jenis-jenis alat ukur secara umum.

  2. Pengenalan alat ukur konvensional dan digital 3.

  Menjelaskan fungsi dan kegunaan alat ukur serta cara membacanya 4. Praktek menggunakan alat ukur 5. Cara kalibrasi alat ukut

  Dalam kegiatan ini pemateri/narasumber menggunakan metode ceramah maupun diskusi serta praktek cara menggunakan alat ukur yang benar dan kemudian peserta langsung mempraktekannya satu persatu yang juga akan dibantu oleh satu orang guru otomotif dalam memeriksa hasil kerja siswa.

3.2. Lokasi Pelaksanaan

  Lokasi pelaksanaan kegiatan ceramah ilmiah dilaksanakan di sekolah SMK Negeri 1 Sirandorung kabupaten Tapanuli Tengah. Pemilihan lokasi didasarkan atas permintaan dari pihak sekolah karena kegiatan ini dilakukan setelah proses belajar mengajar (PBM) rutin pagi hari dilaksanakan dan supaya tidak mengganggu kegiatan PBM guru dan siswa.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil dan Pembahasan Kegiatan Dalam kegiatan ini pelaksana/pemateri kegiatan pengabdian masyarakat dalam

  bentuk ceramah ilmiah pengenalan alat bantu pengukuran di sekolah SMK Negeri 1 Sirandorung kabupaten Tapanuli Tengah, dilakukan oleh Bapak

  

Eswanto,ST.,M.Eng dosen jurusan teknik mesin Institut Teknologi Medan atas

rekomendasi dari ketua lembaga Pengabdian Masyarakat-ITM.

  Berdasarkan hasil kegiatan dan sudah dilaksanakan pada hari rabu tanggal 05 November 2014 berjalan sesuai jadwal yang telah direncanakan, terlihat bahwa antusias siswa/siswi SMK Negeri 1 Sirandorung yang mengikuti ceramah ilmiah tersebut merasa senang dan puas setelah mengikuti kegiatan tersebut, karena saat kegiatan selain ceramah/orasi ilmiah peserta langsung mempraktekan cara penggunaan alat ukur, dimana sebagian peralatan yang tidak tersedia dari sekolah SMK Negeri 1 Sirandorung di bawa dari kampus ITM. Pada kegiatan ini selain ceramah ilmiah juga dilakukan praktek pengukuran yang dilakukan oleh setiap peserta dan didampingi oleh satu guru bidang otomotif dari sekolah itu sendiri, sedangkan pemateri juga ikut memandu para siswa/siswi dalam memberikan contoh penggunaan alat ukut yang baik dan benar dan sudah distandarkan oleh badan standar internasional yang dikenal dengan satuan internasional (SI). Selain memberi pemahaman tentang cara-cara penggunaan alat ukur narasumber juga menjelaskan tentang cara kalibrasi alat ukur yang didasarkan pada kalibrasi alat ukur secara umum, sehingga kegiatan ini juga dapat dijadikan sebagi nilai tambah bagi siswa/siswi baru maupun yang akan mengikuti praktek kerja indistri (PRAKERIN).

  Diakhir kegiatan yang juga dihadiri oleh kepala sekolah dan sudah selesai dilaksanakan ini kepala sekolah SMK Negeri 1 Sirandorung juga berpesan kepada nara sumber sebagai perwakilan dari kampus ITM agar sesering mungkin dari kampus ITM untuk memberikan kegiatan-kegiatan yang serupa, agar ada kerjasama yang terus berlanjut antara sekolah dengan perguruan tinggi, khususnya dengan Institut Teknologi Medan.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian masyarakat di dunia pendidikan

  yang telah dilakukan yaitu dalam bentuk ceramah ilmiah pengenalan alat ukur bantu di sekolah SMK Negeri 1 Sirandorung kabupaten Tapanuli Tengah pada tanggal 05 november 2014 diperoleh hasil sebagai berikut: 1.

  Siswa/siswi peserta kegiatan mampu menggunakan alat ukur bantu dan alat ukur sederhana sesuai dengan fungsinya.

  2. Peserta dapat memahami fungsi dan kegunaan alat ukur, sehingga dapat digunakan sebagai acuan ketika akan melakukan praktikum

  3. Sebagai pengetahuan dasar ataupun tambahan bagi siswa/siswi yang akan melaksanakan praktek kerja indistri (PRAKERIN).

  4. Sebagai bentuk dari tridarma perguruan tinggi dalam bentuk pengabdian masyarakat pada dunia pendidikan menengah kejuruan

  5. Adanya kerjasama yang baik antara perguruan tinggi dan sekolah 5.2.

  Saran Manfaat dari hasil kegiatan ini langsung dapat dirasakan oleh para peserta.

  Selain itu, diharapkan juga untuk masa-masa mendatang program pengabdian ini dapat diupayakan keberlanjutannya untuk menjalin ataupun mempertahankan kerjasama dan membatu menciptakan tenaga lulusan Sekolah kejuruan yang memiliki keahlian dan kompetensi sesuai bidangnya.

DAFTAR PUSTAKA

  Holman

  

.J.P. (1985) “engineering instrumentation Method” Mc Graw Hill

Morris.

Alan S. (2001) “Measurement and Instrumentation Principles”3rdEd

  Sapiie S., Nishino O. 1979. Pengukuran dan Alat-alat Ukur Listrik. Jakarta : Pradnya Paramita. Warsito S. (1988). Teknik Ukur dan Piranti Ukur. Jakarta : Penerbit PT Elex

  Media Komputindo

  

  

MODUL

PENGENALAN ALAT BANTU PENGUKURAN

(MEASUREMENT TOOLS)

  

Oleh :

Eswanto, ST., M.Eng

JURUSAN TEKNIK MESIN

  

INSTITUT TEKNOLOGI MEDAN

2014 PENGENALAN MEASUREMENT TOOLS (ALAT BANTU UKUR) I. MICROMETER.

  Micrometer ialah alat ukur yang presisi dengan ketelitian pengukuran seperseribu inch. Berdasarkan penggunaannya ada tiga tipe micrometer, yaitu :

1. OUT SIDE MOCROMETER

  Out . side micrometer adalah type micrometer yang digunakan untuk mengukur diameter luar komponen Gambar 1. Out Side Micrometer

  Cara pemakaian : 1.

  Pegang frame dengan tangan kiri, tempelkan secara perlahan objek dengan anvil micrometer.

  2. Dengan menggunakan tangan kanan, putar

  ratchet

  stop searah jarum jam sampai objek tertekan diantara spinder dan anvil.

  3. Jika thimble sudah tidak bisa diputar maju, selanjutnya putar

  ratchet

  stop 1 dan 2 kali putaran, kemudian lakukan pembacaan hasil pengukuran pada sleeve dan

  thimble . out side micrometer

  Gambar 2. Cara pemakaian Cara pembacaan : 1.

  Dimisalkan dalam gambar micrometer scale, terbaca pada sleeve garis terbesar di angka 5 mm.

  2. Terlihat bahwa akhir pembacaan pada sleeve lebih 0.5 mm pada tanda garis.

  3. Pada scale timble terbaca 0.28 mm.

  4. Total pembacaan = (5 + 0.5 +0.28) mm = 5.78 mm.

  Gambar 3. Cara pembacaan Cara penyetingan :

  a)

  Jika tanda 0 pada thimble menyimpang dari garis lebih kecil dari dua garis pada line sleeve

  base di maka kunci spindlee dengan clamp. Pasang kunci pada sleeve

  sleeve thimble

  seperti di bawah ini. Putar sampai tanda 0 pada menjadi segaris

  line sleeve dengan base . b)

  

Jika tanda 0 pada thimble menyimpang lebih dari dua dan garis pada base line

  disleeve maka kunci spindle dengan clamp. Pegang kedua frame dan thimble dengan tangan kiri, pasang kunci pada lubang ratchet screw (seperti gambaar di bawah ini) kemudiaan putar thimble sehingga tanda 0 segaris dengan base line pada sleeve. Kemudian kencangkan ratchet screw dengan kunci.

  Gambar 5. Cara penyetingan 2.

INSIDE MICROMETER

  Inside micrometer digunakan untuk mengukur diameter dalam suatu komponen,Inside micromeeter mempunyai dua tipe, yaitu :

  Small Inside Diameter Micrometer.

  1. Small Inside Diameter Micrometer Gambar 6. .

  Large Inside Diameter Micrometer.

  2. Pada alat ini pembacaan hasil pengukuran caranya sama dengan out side micrometer.

  Large Inside Diameter Micrometer

3. Dept Micrometer.

  

Dept micrometer digunakan untuk mengukur kedalaman lubang atau alur suatu bends.

  Gambar 8. Dept micrometer. Cara pemakaian :

Tempatkan dasar micrometer rapat-rapat pada permukaan yang flat dan putar thimble

ke bawah sampai pin meeenyentuh dasar lubang. Kemudian baca hasil pengukuran.

  Gambar 9.Cara pemakaian Dept micrometer

II. FEELER GAUGES

  Feeler gauges adalah alat ukur yang presisi di mana digunakan untuk mengecek clearance yang kecil.

  b.

  Gambar Stepped Feeler gauges a. Gambar Standar Feeler gauges

  Gambar 10. Feeler gauges Dalam menggunakan feeler gauge ada beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain: 1.

  Bersihkan sebelum dan sesudah menggunakan feeler gauge 2. Jangan menggunakan feeler gauge yang bladenya rusak atau patah 3. Ketika memasukkan feeler gauge pada clearance, masukkanlah sisi samping blade 4. Pastikan dalam memasukkan gauge blade tepat pada clearance

  Feeler Gauge Gambar 11. Cara Pemakaian III.

   VERNIER CAL IPER Vernier caliper adalah alat ukur yang terdiri dari caliper dan skala.

  Gambar.12 Vernier caliper biasanya digunakan untuk 3 pengukuran, antara lain : 1.

  Mengukur diameter luar.

  Gambar 13. Mengukur Diameter Luar.

2. Mengukur diameter dalam.

  Gambar 14. Cara mengukur diameter dalam 3.

  Mengukur kedalaman.

  Gambar 15. Mengukur Kedalaman. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan vernier caliper baik untuk mengukur diameter luar, diameter dalam maaaupun kedalaman, yaitu :

  1. Mengukur Diameter Luar.

  Letak dari obyek ke dalam diameter jaws pada vernier calipeer, jangan mengukur dengan ujung jaws karena silinder akan miring sehingga akan memperbesar hasil pengukuran. Gambar 17. Contoh Penggunaan Yang Salah dan Yang Benar.

  Gambar 16. Contoh mengukur diameter luar

Gambar 17. Contoh Penggunaan Yang Salah dan Yang Benar.

  2. Mengukur Diameter Dalam.

  Masukkan bills selurruhnya ke benda yang diukur, pastikan bahwa bills contact dengan permukaan yang diukur dan dibaca hasil pengukurannya.

  

Gambar 18. Contoh Penggunaan Yang Salah dan Yang Benar.

  3. Mengukur kedalaman Dalam mengukur kedalaman tidak diperbolehkan ujung dari alat ukur miring. Ujung alat ukur harus rata dengan benda kerja. Seperti gambaar di bawah ini : Gambar 19. Contoh Penggunaan Yang Salah dan Yang Benar.

  Cara pembacaan vernier caliper : 1.

  Dalam gambar terlihat bahwa titik nol berada antara 23 dan 24 maka dibaca 23 mm.

  2. Dalam gambar terlihat bahwa gariss yang bertemu diangka 5 maka ditambah 0.5 mm.

  3. Total pembacaan : 23 + 0.5 = 23.5 mm.

  

SALAH

BENAR SALAH BENAR

IV. RULLER

  Ruller atau mistar adalah alat ukur yang paling sederhana yang digunakan untuk mengukur panjang. Mistar yang sering dipakai ada dua tipe, yaitu :

  1. Straight Ruller Straight rule banyak terlihat dari bahan stainless steel. Straight rule dengan sistem metrik merIggunakan satuan milimeter sedangkan untuk sistem Inggris menggunakan satuan inch. gambar spesifikasi ruller sebagai berikut :

  Gambar 21. spesifikasi ruller/mistar

  Flexible Steel Tape Ruller 2.

  Mistar tipe ini berbentuk gulungan sehingga apabila tidak digunakan maka mistar akan tetap tergulung di dalamm tempatnya. Mistar ini terbuat dari baja tipis yang mempunyai tinggkat kelenturan yang tinggi. Mistar tipe ini biasanya digunakan untuk mengukur ketinggian dan keliling lingkaran suatu benda, sebagaimana terlihat pada gambar 22 berikut:

  Flexible steel tape ruller Gambar 22.

V. DIAL INDICATOR

  Dial indicator adalah suatu alat ukur posisi yang secara mekanikal memperbesar gerakan axial daari spindel yang sangat kecil dan diteruskan ke pointer.

  Gambar 23. Dial indicator Pada alat ukur Dial indicator ini fungsinya dapat digunakan untuk mengukur :

  1. Bend of a crankshaft (kelengkungan poros engkol)

  "

  2. Run out of a brake rotor (keausan drum" rim)

  3. Blacklash of a differential gear

  4. End play of rear axle shaft

  F ig. hiT--94 Mc.,wr ing end pla y

  Gambar 24. Pemakaian dial indicatot Dalam penggunaan dial indicator biasanya dipakai juga stant untuk memperkuat pemasangan, dimana stand tersebut dilengkapi dengan magnet.

  Gambar 25. Magnet stand dan Dial indicator Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan dial indicator dalam pengukuran :

1. Jangan menggunakan dial indikkator yang rusak 2.

  Jaga agar dial indicator bebas dari screw 3. Gunakan magnet stand yang kuat 4. Set spindel yang sesuai 5. Obyek yang diukur gerakannya harus pelan-pelan

BENAR SALAH

  Gambar 26. Pemakaian dial indicator yang benar dan yang salah

  Lampiran 2. Penggunaan dana kegiatan Pengabdian Masyarakat

  Uraian Penggunaan Jumlah Harga

  Satuan (Rp) Harga Total

  (Rp) Pulpen 40 Peserta Menulis 4 lusin 25.000,- 100.000,- Spidol Hitam Menulis 4 buah 5700,- 22.800,- Notebook Mencatat Materi 4 lusin 42000,- 168.000,- Modul Peserta Materi 50 set 3000,- 150.000,- Snack Peserta Cemilan Siang 40 kotak 5000,- 200.000,- Snack Guru SMK Cemilan Siang 35 kotak 7500,- 262.500,- Aqua Botol Minum guru 35 buah 3000,- 105.000,- Aqua Gelas Minum peserta I kotak 25.000,- 25.000,- Cendramata Kenang-kenangan 1 buah 100.000,- 100.000,- Perjalanan

  Medan- Sirandorung (PP) 2 kali 150.000,- 300.000,-

  Konsumsi Makan selama perjalanan dan kegiatan 7 kali 30.000,- 210.000,-

  Sertifikat peserta Sertifikat 40 lembar 2.500,- 100.000,- Pembuatan laporan Laporan akhir 1 buku 100.000,- 100.000,- Lain-lain

  100.000,-

  Jumlah Total Rp. 1,953.300,-

Dokumen baru
Dokumen yang terkait
Tags

Daftar Yang Tidak Menerima Tunjangan Kinerja Docx

Manual For South East Asian Cattle Feedlots

Artikel Pengabdian Kepada Masyarakat Pen

Pengabdian Kepada Masyarakat 6 Pdf

Pengabdian Kepada Masyarakat 1 Pdf

Pengabdian Kepada Masyarakat 3 Pdf

Laporan Pengabdian Kepada Masyarakat Hibah Pengabdian Kepada Masyarakat Pengabdian Kepada Masyarakat Data Pengabdian Kepada Masyarakat 21 Pedoman Pengabdian Kepada Masyarakat

Pengabdian Kepada Masyarakat Desa Tanjun

Artikel Pengabdian Kepada Masyarakat Med

PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT 2014. pdf

Gratis

Feedback