Sistem Pendukung Keputusan untuk Menentu

 0  0  10  2018-09-16 22:08:00 Report infringing document

  ISSN: 2252 Wiratmaja: Sistem Pendukung Keputusan untuk

  T

  Tujuan dari Sistem Pendukung Keputusan menurut Peter G.W. Keen dan Michael S. Scott Morton adalah (McLeod, 2004) :

  Sistem Pendukung Keputusan menurut Alters Keen merupakan sisteminformasi interaktif yang menyediakan informasi, pemodelan, danpemanipula-sian data. Sistem itu digunakan untuk membantu pengambilankeputusan dalam situasi semiterstruktur dan situasi yang tidak terstruktur,dimana tak seorangpun tahu secara pasti bagaimana keputusan seharusnyadibuat (Kusrini, 2007).

  Menurut Little (1970), Sistem Pendukung Keputusan didefinisikan sebagaisekumpulan prosedur berbasis model untuk data pemroses dan penilaian gunamembantu para manajer mengambil keputusan (Turban dkk., 2005).

  Sistem Pendukung Keputusan atau Decision Support System (DSS)didefi-nisikan oleh Michael S. Scott Morton sebagai sistem berbasis komputerinter-aktif, yang membantu para pengambil keputusan untuk menggunakan datadan berbagai model untuk memecahkan masalah-masalah tidak terstruktur(Turban dkk., 2005).

   Sistem Pendukung Keputusan

  B.

  Upaya untuk merevitalisasi diklatpim, yang diharapkan menjadi kawah candradimuka SDM aparatur, memang bukan hal yang mudah. Namun demikian, terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan agar keluaran diklatpim benar-benar atau paling tidak mendekati sosok SDM aparatur yang mempunyai kompetensi yang diharapkan.

  Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan atau yang dikenal dengan diklatpim merupakan upaya untuk membentuk sosok seorang pemimpin yang sesuai dengan posisi yang ditempatinya. Sebagai suatu upaya, diklatpim merupa-kan hal yang harus diapresiasi. Namun demikian, berdasarkan pengelaman empi-ris, terdapat beberapa hal yang harus diperbaiki agar diklatpim benar-benar menghasilkan sosok yang diharapkan. Atau dengan kata lain, perlu adanya revita- lisasi terhadap Diklatpim.

   Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan

  ANDASAN

  

Sistem Pendukung Keputusan untuk Menentukan Jabatan

bagi Peserta Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan

Ratna Widyastuti

  II. L

  Pembuatan sistem pendukung keputusan denganmenggunakan metode profile matching analisys ini dimaksudkan agarproses pencocokan jabatan dapat berjalan secaraobjektif berdasarkan penilaian standar yang dimilikioleh perusahaan/instansi. Hasil dari sistem pendukung keputusan ini berupa nilai akhiryang akan menjadi dasar rekomendasi bagi parapengambil keputusan atau pelaksana diklat untuk mengevaluasi jabatan yang diberikan kepada peserta diklat. Apakah peserta diklatpim sudah layak menempati jabatan yang diusulkannya. Dengan adanya penilaian yang baik yaitusecara objektif maka diharapkan kesenjangan antar peserta diklat tidak akan terjadi dan juga akanmemberikan motivasi kepada seluruh peserta diklat untuk memberikan yang terbaik kepada instansi.

  Untukmembantuproses pencocokan jabatan yang tepat pada suatu pendidikan dan pelatihankepemimpinan(diklatpim), perlu dibuat sebuah sistem pendukung keputusan yangdapat memberikan masukan bagi manajemen khususnya tim pelaksana diklat dalam membuat keputusan yang tepat bagi pengembangan potensi setiap peserta diklat.Adanya sistem pendukung keputusan ini diharapkandapat mengurangi subyektifitas dalam pengambilan keputusan penilaian terhadap peserta diklat kepemimpinan, sehinggapeserta diklatlayak mendapatkan jabatan yang telah diusulkan olehnya.

  Sumber daya manusia di dalam suatu instansi merupakan hal yang sangat penting untuk mendukung kemajuan dan kualitas instansi dalam mencapai tujuan. Pemilihan jabatan merupakan suatu faktor yang sangat penting bagi perencanaan karir pegawai (peserta diklat) dan juga meremajakan suatu posisi jabatan agar diduduki oleh seseorang yang mempunyai kriteria- kriteria yang cocok untuk menempati suatu jabatan.

  ENDAHULUAN

  Abstrak — Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan atau yang dikenal dengan Diklatpim merupakan upaya untuk membentuk sosok seorang pemimpin yang sesuai dengan posisi(jabatan) yang ditempatinya. Sesuai dengan peraturan yang sudah ditentukan oleh pelakasana diklatpim untuk memperoleh jabatan, makadiperlukan kriteria-kriteria untuk menentukan siapa yang akan terpilih untuk menerima jabatan.Untuk membantu penentuan dalam menetapkan peserta yang layak menerima jabatan makadibutuhkan sebuah sistem pendukung keputusan.Salah satu metode yang dapat digunakan untuk Sistem PendukungKeputusan adalah dengan menggunakan pencocokan profile (profile macthing). Pada penelitian ini akan diangkat suatu kasus yaitu mencari alternatif terbaik bedasarkan kriteria-kriteria yangtelah ditentukan dengan mengggunakan metode pencocokan profil (profile matching). Metode ini dipilih karenamampu menyeleksi alternative terbaik dari sejumlah alternatif, dalam hal ini alternatif yang dimaksudkan yaitu yang berhak menerima jabatan berdasarkan kriteria-kriteria yang ditentukan. Penelitian dilakukan dengan menentukan aspek dan mencari nilai bobot untuk setiap aspek, mencari GAP antara profile dengankeadaan data dari peserta diklatpim. Kemudian dilakukan proses perankingan yang akan menentukan alternatif yang optimal, yaitu peserta diklatpim terbaik. Kata Kunci — Diklatpim, SPK, Profile Matching

  Jln. Mayor Bismo no. 27 Kediri Email

  3 Teknik Informatika, Politeknik Kediri

  2 , Jefri Rendra Wiratmaja

  1 , Fadelis Sukya

EORI A.

I. P

  Wiratmaja dan Sukya

  Dalam tahap ini pengambil keputusan memilih salah satu alternatif pemecahanyang dibuat pada tahap Design yang dipandang sebagai aksi yang paling tepatuntuk mengatasi masalah yang sedang dihadapi. Dari tahap ini didapatkankeluaran berupa dokumen Solusi dan Rencana Implementasinya.

  Dalam membantu proses pencocokan jabatan yang tepat pada suatu pendidikan dan pelatihan kepemimpinan(diklatpim), perlu dibuat sebuah sistem pendukung keputusan yang dapat memberikan masukan bagi manajemen khususnya tim pelaksana diklat dalam membuat keputusan yang tepat bagi pengembangan potensi setiap peserta diklat. Adanya sistem pendukung keputusan ini diharapkan dapat mengurangi subyektifitas dalam pengambilan keputusan penilaian terhadap peserta diklat kepemimpinan, sehingga peserta diklat layak mendapatkan jabatan yang telah diusulkan olehnya.

   Proses Bisnis Sistem

  NALISA DAN P ERANCANGAN A.

  III. A

  Profile matching merupakan suatu proses yang sangat penting dalam manajemen SDM dimana terlebih dahulu ditentukan kompetensi (kemampuan) yang diperlukan oleh suatu jabatan. Kompetensi/kemampuan tersebut haruslah dapat dipenuhi oleh pemegang/calon pemegang jabatan. Dalam proses profile matching secara garis besar merupakan proses membandingkan antara kompetensi individu ke dalam kompetensi jabatan sehingga dapat diketahui perbedaan kompetensinya (disebut juga gap), semakin kecil gap yang dihasilkan maka bobot nilainya semakin besar yang berarti memiliki peluang lebih besar untuk karyawan menempati posisi tersebut. Adapun sistem program yang dibuat adalah software profile matching yang berfungsi sebagai alat bantu untuk mempercepat proses matching antara profil jabatan (soft kompetensi jabatan) dengan profil karyawan (soft kompetensi peserta diklat) sehingga dapat memperoleh informasi lebih cepat, baik untuk mengetahui gap kompetensi antara jabatandengan pemegang jabatan maupun dalam pemilihan kandidat yang paling sesuai untuk suatu jabatan (ranking kandidat).

   Sistem Pendukung Keputusan

  C.

  Solusi dan Hasilnya.

  Dalam tahap ini pengambil keputusan menjalankan rangkaian aksi pemecahanyang dipilih di tahap choice. Implementasi yang sukses ditandai denganterjawabnya masalah yang dihadapi, sementara kegagalan ditandai dengan tetapadanya masalah yang sedang dicoba untuk diatasi. Dari tahap ini didapatkankeluaran berupa laporan Pelaksanaan

  4) Tahap Implementation

  3) Tahap Choice

  ISSN: 2252 a. Membantu manajer membuat keputusan untuk memecahkan masalah semi terstruktur.

  Gambar. 1 Proses Pengambilan Keputusan

  Dalam tahap ini pengambil keputusan menemukan, mengembangkan, danmenganalisis semua pemecahan yang mungkin, yaitu melalui pembuatan modelyang bisa mewakili kondisi nyata masalah. Dari tahap ini didapatkan keluaranberupa dokumen Alternatif Solusi.

  2) Tahap Design

  Dalam tahap ini pengambil keputusan mempelajari kenyataan yang terjadisehingga masalah yang terjadi bisa diidentifikasi dan didefinisikan, biasanyadilakukan analisis berurutan dari sistem ke subsistem pembentuknya. Dari tahapini didapatkan keluaran berupa dokumen Pernyataan Masalah.

  1) Tahap Intelligence

  Sistem Pendukung Keputusan berhubungan dengan kegiatan pengambilan keputusan, sehingga perlu mengetahui dengan baik bagaimana proses pengam-bilan keputusan dilakukan. Proses pengambilan keputusan melibatkan 4 taha- pan, seperti pada Gambar 2.1, yaitu:

  Meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan manajer daripadaefisi-ensinya.

  c.

  Mendukung penilaian manajer bukan mencoba menggantikannya.

  b.

  Pembuatan sistem pendukung keputusan dengan menggunakan metode profile matching analisys ini dimaksudkan agar proses pencocokan jabatan dapat berjalan secara objektif berdasarkan penilaian standar yang dimiliki oleh perusahaan/instansi. Hasil dari sistem pendukung keputusan ini berupa nilai akhir yang akan menjadi dasar rekomendasi bagi para pengambil keputusan atau pelaksana diklat untuk mengevaluasi jabatan yang diberikan kepada peserta diklat. Apakah peserta diklatpim sudah layak menempati jabatan yang diusulkannya. Dengan adanya penilaian yang baik yaitu secara objektif maka diharapkan kesenjangan antar peserta diklat tidak akan terjadi dan juga akan memberikan motivasi kepada seluruh peserta diklat untuk memberikan yang terbaik kepada instansi.

  B.

   Analisa Pengguna

  Pembuatan aplikasi ini dikarenakan adanya beberapa masalah – masalah yang timbul. Beberapa masalah tersebut adalah Sulitnya mencocokan posisi jabatan yang diusulkan oleh peserta diklatpim. Serta pemilihan jabatan yang biasanya bersifat subjektif belum objektif.

  Oleh karena itu pengguna system haruslah dapat:  Dapat melihat data calon peserta.  Dapat menyeleksi calon peserta untuk menjadi peserta diklat.  Dapa tmelihat data peserta diklat.  Dapat memberikan ranking peserta pada setiap jabatan

  Gambar. 2 Arsitektur Sistem Pendukung keputusan

  yang ada Dari Gambar 2 dapat dilihat bahwa pengguna sistem ada 2, C.

   Analisa Kebutuhan Perangkat

  yakni pelaksana diklat, peserta diklat. Pelaksana diklat Analisa tool terdiri dari 2 yaitu perangkat keras dan mempunyai hak akses penuh untuk mengatur sistem. Pelaksana perangkat lunak. Perangkat keras adalah salah satu komponen diklatpim akan memilih calon peserta untuk menjadi peserta dari sebuah komputer yang sifat alatnya bisa dilihat dan diraba diklat.Untuk peserta diklatpim akan mengisi form secara langsung atau yang berbentuk nyata, yang berfungsi pendaftaran.Dan terakhir sistem membuat urutan peserta untuk mendukung proses komputerisasi. Dan perangkat lunak disetiap jabatan yang ada. adalah sekumpulan data elektronik yang disimpan dan diatur E.

   Data Domain

  oleh komputer, data elektronik yang disimpan oleh komputer itu dapat berupa program atau instruksi yang akan menjalankan 1) Data Aspek akademis peserta suatu perintah. ABEL

  T

  I Perangkat keras yang digunakan yakni seperangkat ABEL SPEK KADEMIS T A A

  komputer dengan spesifikasi :  Komputer dengan processor Intel(R) Pentium(R) 4 CPU

NO NIP

  1

  2

  3

  4

  5

  6 2.80 GHz.

  1 P1

  2

  4

  3

  3

  2

  2  Memori 512MB RAM.

  2 P2

  3

  4

  3

  3

  2

  3  Harddisk 80 GB. Perangkat lunak yang digunakan untuk membangun serta

  Keterangan : merancang aplikasi ini adalah : 1 : Studi Kasus  Sistem Operasi Windows Xp SP3. 2 : DIT Kelompok dan Individu  Apache 2.2 sebagai web server. 3 : SL Kelompok dan Individu  Mysql Server sebagai server database. 4 : KTP Penulisan Kasus

   Apache 2.2 dan Mysql Server telah menjadi satu paket di 5 : Ujian XAMPP.

  6 : KKT  Macromedia Dreamweaver dan Notepad++ sebagai Text

  Editor untuk menulis bahasa pemrograman PHP. 2) Data Aspek sikap perilaku

   SQLyog sebagai interface database mysql untuk ABEL

  T

  III merancang dan mengolah database. SPEK IKAP ERILAKU A S P

   Mozilla Firefox versi 8 keatas atau Google Chrome untuk melihat hasil sistem yang telah dibuat.

NO NIP

  1

  2

  3

  4

   Firebug adalah add ons dari web browser untuk

  1 P1

  2

  4

  3

  3 mempermudah mendeteksi kesalahan kode yang dibuat.

  2 P2

  3

  4

  3

  3 D.

   Rancangan Arsitektur Sistem

  Keterangan : Rancangan sistem sangat diperlukan agar arsitektur 1 :Disiplin sistem dapat memenuhi fungsionalitas yang diinginkan oleh 2 :Kepemimpinan pengguna. Arsitektur yang akan dibuat ditunjukkan pada 3 :Integritas Gambar 2. Semua data disimpan pada database server. Para 4 :Kerjasama pengguna dapat mengakses database server dengan cara mengakses interface atau tampilan.

  ISSN: 2252 Wiratmaja: Sistem Pendukung Keputusan untuk

  3) Data Profil Jabatan yaitu kelompok core factor dan secondary factor. Untuk menghitung nilai core factor digunakan rumus : Untuk sebuah jabatan yang dipromosikan dalam hal ini

  ∑

  NRC = , dimana jabatan Direktur sebuah instansi, maka nilai untuk aspek

  ∑

  akademis dan aspek perilaku yang ditetapkan adalah sebagai NRC = Nilai rata-rata core factor tiap aspek berikut : NC = Jumlah total nilai core factor tiap aspek ABEL

  IC = Jumlah item tiap aspek

  T

  IIIII D ATA P ROFIL J ABATAN A KADEMIS

  Sedangkan untuk menghitung secondary factor digunakan rumus :

  1

  2

  3

  4

  5

6 Jabatan

  ∑

  NRS = , dimana Jabatan A

  3

  3

  4

  4

  3 4 ∑ ABEL NRS = Nilai rata-rata secondary factor tiap aspek

  T

  IVV

  NS = Jumlah total nilai secondary factor tiap aspek

  D ATA P ROFIL J ABATAN P ERILAKU

  IS = Jumlah item tiap aspek

  Jabatan

  1

  2

  3

4 Core factor daeri aspek akademis adalah sub aspek 1, 4, 5 dan sub aspek selebihnya menjadi secondary factor.

  Jabatan A

  3

  3

  4

  4 ABEL ORE FACTOR DAN SECONDARY FACTOR ASPEK AKADEMIS T

  VIVI C F.

   Model untuk Mencari Tujuan

NIP P1 NIP P2

  Proses analisis kompetensi (Profile Matching Analysis)

  4 + 4 + 4 12 5 + 4 + 4

  13

  akan memberikan hasil akhir berupa ranking untuk setiap NRC = = = 4

  NRC = = =

  3

  3

  3

  3

  peserta. Ranking tersebut akan menjadi dasar bagi pelaksana

  4.5+ 4 + 3

  11.5

  4.3 NRS = = diklat untuk memutuskan peserta diklat yang dianggap layak

  3

  5 4.5+ 4 + 4

  12.5 NRS = =

  untuk menduduki sebuah jabatan. Proses analisis kompetensi = 3.8

  3

  3

  tersebut dilakukan dengan menggunakan model linier yang = 4.2 didalamnya terdapat beberapa proses perhitungan matematis sebagai berikut. 1) Perhitungan Gap Kopetensi

  Core factor dari aspek perilaku adalah sub aspek 2 dan Gap merupakan beda antara profil karyawan dengan sub aspek selebihnya menjadi secondary factor. profil jabatan yang dipromosikan. Nilai gap untuk setiap aspek

  T ABEL

  VIIX

  yang dinilai adalah sebagai berikut : ORE FACTOR DAN SECONDARY FACTOR ASPEK ERILAKU ABEL C P T

  V ERHITUNGAN AP OPETENSI KADEMIS NIP P1 NIP P2 P G K A

  4.5

  4.5 NO NIP

  1

  2

  3

  4

  5

6 NRC = = 4.5 NRC = = 4.5

  1

  1

  1 P1

  2

  4

  3

  3

  2

  2

  4+ 4 + 4 12 5+ 4 + 4

  13 NRS = = = 4 NRS = = =

  2 P2

  3

  4

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3 Profil

  4.3

  3

  3

  4

  4

  3

  4 Jabatan 3) Perhitungan Nilai Total

  1 P1 -1 1 -1 -1 -1 -2 GAP Dari hasil perhitungan dari tiap aspek di atas kemudian

  2 P2 1 -1 -1 -1 -1 dihitung nilai total berdasar prosentase dari core dan secondary yang diperkirakan berpengaruh terhadap kinerja peserta. ABEL Perhitungan dilakukan dengan rumus : NT = X%NRC + ERHITUNGAN AP OPETENSI ERILAKU T

  VV P G K P

  Y%NRS, dimana, NT = Nilai total tiap aspek

NO NIP

  1

  2

  3

4 NRC = Nilai rata-rata core factor

  1 P1

  2

  4

  3

  3 NRS = Nilai rata-rata secondary factor

  2 P2

  3

  4

  3

  3 Nilai X dan Y ditentukan berdasarkan besarnya pengaruh core Profil dan secondary factor terhadap kinerja. Dalam hal ini persentasi

  3

  3

  4

  4 Jabatan core diberi bobot 60%, sedangkan secondary diberi bobot 40%.

  1 P1 -1 1 -1 -1 GAP Sebagai contoh perhitungan nilai total aspek akademis untuk

  2 P2 1 -1 -1 -1 peserta dengan NIP P1 adalah : NT = (60%*3)+(40%*3.8) =3.92

  2) Perhitungan Core Factor Dan Secondary Factor Sehingga diperoleh nilai total untuk tiap aspek sebagai berikut :

  Setelah dihitung nilai gap dan bobot gap untuk setiap aspek, maka setiap aspek dikelompokkan menjadi 2 kelompok Wiratmaja dan Sukya

  ISSN: 2252 ABEL T

  X ERHITUNGAN ILAI OTAL SPEK KADEMIS menghitung nilai gap. Nilai yang dihitung didapat dari P N T A A

  perbandingan nilai-nilai pada jabatan dan nilai-nilai pada peserta. Selanjutnya sistem akan menghitung jumlah bobot

  NO NIP Core Secondary Nilai

  pada setiap peserta yang ada. Dan bobot yang paling tinggilah

  Factor Factor Total

  yang akan menjadi urutan paling atas. Dapat dilihat pada

  1 P1

  4

  3.8

  3.92 Gambar 3.2.

  2 P2

  4.3

  4.2

  4.26 start ERHITUNGAN T ABEL ILAI OTAL SPEK ERILAKU

  XVIII P N T A P USER ADMIN NO NIP Core Secondary Nilai Factor Factor Total Username Dan Masukkan

  1 P1

  4.5

  4

  4.3 Password

  2 P2

  4.5

  4.3

  4.42 4) Penentuan Pencocokan Jabatan Username = true and False

  Hasil akhir dari proses profile matching adalah Password = true pencocokan jabatan yang diajukan oleh peserta diklatpim. Jika total nilai yang didapat peserta 4 – 5 berarti dianggap cocok True atau lulus untuk menempati jabatan yang diajukan. Perhitungan tersebut dapat ditunjukkan pada rumus :

  Ranking = A%NA + B%NP, dimana Nilai Jabatan ? Nilai Peserta ? Pematchingan False False NA = Nilai total aspek akademis NP = Nilai total aspek perilaku

  Dalam hal ini bobot aspek akademis diberi 45% dan aspek prilaku diberi 55%. Sehingga diperoleh ranking sebagai True True berikut : ABEL Jabatan Peserta Matching Tambah Nilai Tambah Nilai Data ABEL ENENTUAN ANKING T

  XIIX T P R NO NIP NA NP Nilai Data Nilai Data Nilai

  1 P1

  3.92

  4.3

  4.13 Jabatan Peserta

  2 P2 4.26 4.42

  4.35 Berdasarkan perhitungan yang dilakukan, maka diperoleh Exit nilai tiap peserta diklatpim. Semakin tinggi nilaipeserta, maka semakin besar cocok dengan jabatan yang diajukan.

  Gambar. 3 Flowchart Admin

  Berdasarkan hasil di atas maka peserta dengan NIP P1 dan

  Flowchart Peserta Diklat P2cocok dengan jabatan yang diajukan.

  Flowchart ini menggambarkan proses data peserta diklat G.

   Alur Kerja Sistem

  yang terdapat pada sistem. Agar bisa masuk ke dalam sistem, Flowchart merupakan gambaran secara detail proses

  Peserta diklat harus memasukkan username dan password. Bila data yang terdapat dalam sistem. Berikut flowchat yang

  username dan password salah user akan dikembalikan lagi ke menggambarkan sistem yang akan dibuat.

  form login tapi apabila benar maka user akan masuk pada

  Flowchart Admin sistem. Untuk menjadi peserta diklat tahap yang dilakukan.

  Flowchart ini menggambarkan proses data admin yang Pertama melakukan proses registrasi dan akan memperoleh terdapat pada sistem. Agar bisa masuk ke dalam sistem, Admin username dan password. Kedua memilih jadwal seleksi yang harus memasukkan username dan password. Bila username akan diikuti. Ketiga memilih jadwal pelatihan yang akan diikuti. dan password salah user akan dikembalikan lagi ke form login

  Jika pada jadwal pelatihan yang diikuti peserta dinyatakan lulus tapi apabila benar maka user akan masuk pada sistem. Admin maka peserta sudah terdaftar menjadi peserta diklat. Dapat masuk pada menu nilai jabatan, disini admin bisa menambah dilihat pada Gambar 3.3. jabatan serta dapat mengisi nilai-nilai kriteria pada jabatan yang dibuat.

  Admin juga bisa masuk pada menu nilai peserta, disini admin bisa merubah ataupun menambah nilai-nilai pada setiap peserta yang sudah terdaftar sebagai peserta pelatihan diklat. Nilai-nilai kriteria yang dimaksud adalah nilai akademis dan nilai perilaku. Pada menu hitung ranking, sistem akan

  ISSN: 2252 Wiratmaja: Sistem Pendukung Keputusan untuk

  Wiratmaja dan Sukya

  ISSN: 2252

  Gambar.7 Proses Pendaftaran Baru

  1) Antarmuka Form Pendaftaran Baru

   Antar Muka Sistem

  P

  H

  akademis akademis jabatan akademis gap akademis total akademis chart perilaku perilaku jabatan perilaku gap perilaku total perilaku chart pendaftar peserta ranking matching id kriteria id kriteria id nama id kriteria id kriteria id kriteria mempunyai id jadwal mempunyai id jadwal jabatan id nama mempunyai mempunyai id id mempunyai id id id id total Gambar. 6 ERD IV.

  Entitas-entitas yang akan digunakan pada sistem pendukung keputusan ini adalah entitas akademis, akademis jabatan, akademis gap, akademis chart, akademis total, perilaku, perilaku jabatan, perilaku gap, perilaku chart, perilaku total, jadwal, pendaftar, peserta, jabatan, ranking dan entitas matching. Entitas – entitas tersebut yang nantinya akan diterapkan dalam perancangan database. Masing – masing entitas berelasi dengan entitas – entitas lainya. Dapat dilihat pada Gambar 3.6.

  I. Perancangan ERD ERD merupakan gambaran relasi yang terjadi pada data.

  Dari Gambar 5 diketahui bahwa sistem pendukung keputusan mempunyai dua pengguna(user). Yang pertama adalah admin(pelaksana diklat). Admin dapat memanipulasi data user, data nilai akademis peserta, data nilai perilaku peserta, data nilai akademis jabatan dan data nilai perilaku jabatan dengan menambah, merubah dan menghapus data. Selanjutnya adalah peserta diklat, dapat memasukkan data profilnya.

  Informasi Sistem , Ranking Peserta Informasi Sistem , Jabatan Yang Disarankan Username , Password , Profil Peserta Gambar .5 DFD Level Context

  DFD level context merupakan diagram yang menggambarkan sistem pendukung keputusan secara keseluruhan. SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PELAKSANA DIKLAT(ADMIN) PESERTA DIKLAT Username , Password , Nilai Akademis Peserta Nilai Perilaku Peserta , Nilai Akademis Jabatan , Nilai Perilaku Jabatan

   Perancangan DFD

  Gambar. 4 Flowchart Peserta Diklat H.

  start Masukkan Username Dan Password Username = true and Password = true False Exit True Jadwal Pelatihan Peserta USER PESERTA DIKLAT Jadwal Seleksi ? Lihat Matching True False Data pendaftar Pematchingan

ASIL DAN

EMBAHASAN A.

  2) B.

  Antarmuka Form Login Pengujian Sistem 1)

  Skenario Uji Coba Admin Admin harus login terlebih dahulu sebelum masuk ke sistem dengan memasukkan username dan password.

  Kemudian klik tombol submit. Berikut adalah tampilan login untuk admin. Form login dapat dilihat pada Gambar 11.

  Gambar. 11 Login Admin

  Setelah login, admin dapat melihat, merubah, menghapus data jabatan serta dapat memberikan nilai pada

  Gambar. 8 Proses Login

  jabatan itu. Untuk menambah jabatan baru dapat mengklik tombol tambah data pada menu PengaturanSistem 3)

  Antarmuka Form Pendaftaran Diklat Pendukung KeputusanTabel Jabatan. Form penginputan data jabatan dapat dilihat pada Gambar 12.

  Gambar. 9 Proses Pendaftaran Diklatpim Gambar. 12 Form Penginputan Data Jabatan

  Untuk mengedit data, admin dapat mengklik tombol ubah data sedangkan untuk menghapus data, admin dapat 4)

  Antarmuka Perhitungan Ranking mengklik tombol hapus data. Seperti Gambar 13 di bawah ini.

  Gambar. 13 Tampilan Data Jabatan Sebagai data contoh disini disini sudah ada 4 jabatan.

  Semakin tinggi level jabatan maka jabatan itulah yang paling tinggi juga. Data jabatan dapat dilihat pada Tabel 13.

  Gambar. 10 Proses Perhitungan Ranking

  ISSN: 2252 Wiratmaja: Sistem Pendukung Keputusan untuk

  5

  Untuk pemberian nilai akademis dan nilai perilaku dengan memilih data peserta yang ada dan mengklik tombol nilai peserta. Form penilaian peserta dapat dilihat pada Gambar 16.

6 Jabatan A

  4

  3

  2

  1

  XVXII D ATA N ILAI A KADEMIS P ESERTA Nama Peserta

  T ABEL

  Sebagai data contoh data penilaian penilaian,maka nilai untuk aspek akademisdan aspek perilaku yang ditetapkan adalah sebagai berikut :

  Gambar. 16 Form Penilaian Peserta

  2 Untuk melihat data peserta, admin dapat mengklik menu PelatihanPenilaian. Tampilan data peserta seperti Gambar 15 di bawah ini.

  Gambar. 15 Tampilan Data Peserta

  6 Diklat

  3

  3

  3

  4 Jabatan C

  4

  5

  4

  5 Jabatan B

  5

  David Cristian

  5

  2

  3 Diklatpim Tingkat I

  2

  3

  3

  2

  3

  Sugeng Winarko

  2 Diklatpim Tingkat I

  2

  2

  2

  3

  1

  Andi Prayitno

  2 Diklatpim Tingkat I

  2

  1

  2

  1

4 Jabatan A

  Wiratmaja dan Sukya

  ISSN: 2252

  XXIV D ATA J ABATAN Nama Jabatan

  5

  5

  5

  5

  4

  3

  2

  1

  T ABEL

  5

  Sebagai data contoh data penilaian jabatan,maka nilai untuk aspek akademisdan aspek perilaku yang ditetapkan adalah sebagai berikut:

  Gambar. 14 Form Penilaian Jabatan

  4 Untuk pemberian nilai akademis dan nilai perilaku denganmemilih data jabatan yangada dan mengklik tombol nilai jabatan. Form penilaian jabatan dapat dilihat pada Gambar 14.

  3 Jabatan D Contoh Jabatan D Yang Disarankan

  2 Jabatan C Contoh Jabatan C Yang Disarankan

  1 Jabatan B Contoh Jabatan B Yang Disarankan

  Jabatan A Contoh Jabatan A Yang Disarankan

  XXII D ATA J ABATAN Nama Jabatan Keterangan Level

  T ABEL

  5

  4 Jabatan B

  3

  3 Jabatan D

  2

  1

  XV D ATA N ILAI P ERILAKU J ABATAN Nama Jabatan

  2 T ABEL

  3

  3

  2

  3

  2

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  4 Jabatan C

  5

  4

  4

  4

  4

  Nama Peserta

  1

  2

  3

  4

  5

6 Diklat

  Diklatpim M. Muslam

  3

  2

  3

  2

  3

  3 Tingkat I Diklatpim

  Hendriyana

  3

  4

  3

  3

  4

  3 Tingkat I Diklatpim

  Ahmad Setyo

  4

  5

  4

  5

  4

  5 Tingkat I Diklatpim

  Jefri Rendra

  5

  5

  4

  5

  5

  4 Tingkat I Diklatpim

  Lucki Catur

  3

  4

  3

  3

  2

  3 ABEL Tingkat I ATA ILAI ERILAKU ABATAN T

  XVIXIII D N P J Nama Peserta

  1

  2

  3

4 Diklat

  Diklatpim David Cristian

  2

  1

  2

  1 Tingkat I Diklatpim Gambar. 17 Hasil Perankingan Pada Jabatan A

  Andi Prayitno

  1

  2

  2

  1 Tingkat I Untuk pematchingan jabatan admin dapat mengklik

  Sugeng Diklatpim menu PengaturanSistem Pendukung KeputusanTabel Winarko

  2

  3

  2

  3 Tingkat I Matching. Dan akan muncul tampilan seperti Gambar 18.

  Diklatpim M. Muslam

  2

  3

  3

  2 Tingkat I Diklatpim

  Hendriyana

  4

  3

  4

  3 Tingkat I Diklatpim

  Ahmad Setyo

  4

  3

  4

  5 Tingkat I Diklatpim

  Jefri Rendra

  5

  5

  4

  5 Tingkat I Gambar. 18 Proses Pengambilan Keputusan Diklatpim

  Lucki Catur

  3

  4

  3

  3 Tingkat I Kemudian mengklik tombol auto matching. Akan muncul peringatan. Setelah mengklik yes, maka akan muncul

  Untuk perhitungan ranking pada setiap jabatan, admin tampilan seperti Gambar 19. dapat mengklik menu InformasiHasil Perangkingan. Kemudian memilih jabatan yang ingin dihitung. Sebagai contoh admin memilih jabatan A kemudian akan muncul hasil perangkingannya. Daftar ranking dapat dilihat pada Tabel 18. ABEL ASIL ERANKINGAN ADA ABATAN T

  XVIIXIV H P P J A Ranking Nama Peserta Instansi Nilai

  1 Jefri Rendra Politeknik Kediri

  4.84 Dinas Pendidikan

  2 Ahmad Setyo

  4 Kediri

  Gambar. 19 Hasil Pematchingan

  3 Lucki Catur Politeknik Kediri

  3.44 2)

  Skenario Uji Coba Peserta

  4 Hendriyana Politeknik Kediri

  3.43 Sebagai contoh, Jefri Rendra Wiratmaja adalah peserta Sugeng Dinas Pendidikan

  5 2.85 diklat dengan id peserta 2013040001 bekerja di Politeknik

  Winarko Kediri Kediri. Jefri harus login terlebih dahulu sebelum masuk ke

  6 M. Muslam Politeknik Kediri

  2.85 sistem dengan memasukkan username dan password. Dinas Pendidikan

  7 Andi Prayitno

  1.98 Kemudian klik tombol submit. Berikut adalah tampilan login Kediri untuk peserta diklat. Form login dapat dilihat pada Gambar 20.

  Dinas Pendidikan

  8 David Cristian

  1.59 Kediri Untuk tampilan hasil perankingan dapat dilihat pada Gambar 17.

  ISSN: 2252 Wiratmaja: Sistem Pendukung Keputusan untuk

  V. ESIMPULAN K Dalam penyusunan Laporan Proyek ini telah diuraikan bagaimana perancangan sistem serta pembahasannya yang dapat membantu mengatasi masalah yang timbul. Kesimpulan yang didapatkan adalah dengan adanya metode Profile

  Matching dapat diambil perankingan nilai peserta. Selain itu

  nilai peserta yang tertinggi berpeluang besar untuk menerima suatu jabatan.

  Dengan selesainya Sistem Pendukung Keputusan ini, berikut saran-saran untuk mengembangkan sistem ini antara lain sistem Pendukung Keputusan ini dapat dikembangkan

  Gambar. 20 Login Admin

  dengan aplikasi berbasis mobile atapun desktop. Sistem Pendukung Keputusan ini juga dapat dikembangkan dengan

  Untuk melihat jabatan pada diklat yang diikuti Jefri metode – metode pengambilan keputusan lain. Sistem dapat mengklik menu InformasiHasil Pelatihan. Dapat

  Pendukung Keputusan ini dapat dikembangkan dengan dilihat pada Gambar 21. menambah kriteria – kriteria sendiri.

  EFERENSI

  R

  [1] Ebok 24JAM!! Pintar Pemrograman ANDROID Ebook Versi 2.1, Arif Gambar. 21 Daftar Pelatihan Diklat Yang Diikuti

  Akbar Huda [2] Ebok Pengenalan Dasar Android Programming, BIRAYNARA COPYRIGHT2011, Firdan Ardiansyah

  Hasil matching yang ditampilkan adalah hasil dengan

  [3] Ebok Pemrograman Android ,BAKA HAYI

  instansi peserta yang sama. Jadi hasil matching yang

  [4] dede[pradana].Org- Android Media Player Example

  ditampilkan adalah hasil peserta yang berinstansi Politeknik [5] // Learn Android 1.39- VideoView for videos in

  Android Kediri. Dapat dilihat pada Gambar 22.

  Gambar. 22 Hasil Matching Peserta

  Wiratmaja dan Sukya

  ISSN: 2252

Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2018-08-08

Dokumen yang terkait
Tags

Sistem Pendukung Keputusan Untuk Menentu

Sistem Pendukung Keputusan Untuk Penilai

Sistem Pendukung Keputusan Untuk Memilih

Pengembangan Sistem Pendukung Keputusan Untuk

Sistem Pendukung Keputusan Untuk Penjadw

Sistem Pendukung Keputusan Untuk Pemilih

Sistem Pendukung Keputusan Untuk Merekom

05 Stmik Amikom Yogyakarta Sistem Pendukung Keputusan Untuk Investasi Properti

Aplikasi Pendukung Keputusan Untuk Pemil

If Materi Sistem Pendukung Keputusan

Sistem Pendukung Keputusan untuk Menentu

Gratis

Feedback