ANALISIS KETERSEDIAAN SARANA PRASARANA SDMI DAN SMPMTs DI KECAMATAN LASEM KABUPATEN REMBANG TAHUN 2012

Gratis

0
1
60
1 year ago
Preview
Full text

ANALISIS KETERSEDIAAN SARANA PRASARANA SD/MI DAN SMP/MTs DI KECAMATAN LASEM KABUPATEN REMBANG TAHUN 2012

  Hasil penelitian ini adalah : (1) pola persebaran SD/MI acak karena nilai T SD/MI :0,79 dan pola persebaran SMP/MTs mengelompok karena nilai T SMP/MTs : 0,38 (2) untuk SD/MI yang memiliki kualitas sarana prasarana sangat memadai ada 3 sekolah,SD yang memiliki kualitas memadai ada 14 sekolah, SD yang memiliki kualitas cukup memadai ada 4 sekolah dan SD yang masuk kualitas kurang memadai ada 11 sekolah. Untuk SMP/MTs yang masuk kategori sangat memadai sarana dan prasarananya ada 5 sekolah, SMP yang memiliki kualitas memadai ada 1 sekolah, SMP yang memilikikualitas cukup memadai yakni 1 sekolah dan yang memiliki kualitas kurang memadai ada 1 sekolah (3) ketersediaan ruang kelas yang dibutuhkan SD/MI pada tahun 2012 ada173 tapi pada kenyataannya jumlah ruang kelas SD/MI yang ada di kecamatan Lasem berjumlah 238, berarti ada selisih 65 kelas.

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2012

  Hasil penelitian ini adalah : (1) pola persebaran SD/MI acak karena nilai T SD/MI :0,79 dan pola persebaran SMP/MTs mengelompok karena nilai T SMP/MTs : 0,38 (2) untuk SD/MI yang memiliki kualitas sarana prasarana sangat memadai ada 3 sekolah,SD yang memiliki kualitas memadai ada 14 sekolah, SD yang memiliki kualitas cukup memadai ada 4 sekolah dan SD yang masuk kualitas kurang memadai ada 11 sekolah. Untuk SMP/MTs yang masuk kategori sangat memadai sarana dan prasarananya ada 5 sekolah, SMP yang memiliki kualitas memadai ada 1 sekolah, SMP yang memilikikualitas cukup memadai yakni 1 sekolah dan yang memiliki kualitas kurang memadai ada 1 sekolah (3) ketersediaan ruang kelas yang dibutuhkan SD/MI pada tahun 2012 ada173 tapi pada kenyataannya jumlah ruang kelas SD/MI yang ada di kecamatan Lasem berjumlah 238, berarti ada selisih 65 kelas.

ELEMENTARY SCHOOL/ ISLAMIC ELEMENTARY SCHOOL AND JUNIOR HIGH SCHOOL/ ISLAMIC JUNIOR HIGH SCHOOL IN LASEM, REMBANG

  (Almh. Ibu) dan Ayah tercinta Untuk nasehat, doa yang tiada habisnya, perhatian yang begitu besar serta kasih sayang yang tak pernah putus hingga beliau (almh. Sahabat-sahabatku (keluarga kecilku di Solo) yang aku sayangi dan selalu menemani hari-hari yang indah serta dalam suka duka ( Lily,Talitha, Resmi, Ary, Yanti & Ila ) serta mas Habiburahman yang senantiasa membantu kami.

5. Almamater

KATA PENGANTAR

  Dengan kata lain, apabila bangunan sekolah tersebut Peraturan Menteri Pendidikan Nomor 24 Tahun 2007 tentang standar sarana dan prasarana untuk SD/MI dan SMP/MTs mengamanatkan bahwa setiapsekolah sebaiknya memiliki sarana dan prasarana sesuai dengan standar sarana dan prasarana Sekolah Dasar/ Madrasah Ibtidaiyah dan Sekolah MenengahPertama/Madrasah Tsanawiyah yang telah ditetapkan. Jadi, berangkat dari Peraturan Menteri Pendidikan Nomor 24 Tahun 2007 tentangstandar sarana dan prasarana untuk SD/MI dan SMP/MTs, perlu dilakukan pengecekan apakah SD/MI dan SMP/MTs di Kecamatan Lasem sudah memenuhisyarat dan standar yang telah ditetapkan atau belum, karena penyediaan akan sarana dan prasarana berperan penting dalam pelaksanaan proses belajar mengajardi setiap sekolah.

3. Penguatan tata kelola, akuntabilitas, dan pencitraan Publik :

  Suatu petunjuk atau keterangan yang dapat digunakan untuk mengukur keberhasilan pembangunan pendidikan dengan mewujudkan sistempengelolaan pendidikan yang efisien, efektif, dan akuntabel dengan menekankan pada peranan desentralisasi dan otonomi pendidikan di setiapjenjang pendidikan dan masyarakat, dan meningkatkan citra publik. 24 tahun 2007 mengenaiStandar Sarana dan Prasarana untuk Sekolah Dasar/MadrasahIbtidaiyah(SD/MI) dan Sekolah Menengah Pertama/ MadrasahTsanawiyah (SMP/MTs) untuk menunjang kualitas pendidikan di Kecamatan Lasem.

1. Manfaat Teoritis a

  Hasil dari penelitian ini diharapkan mampu menambah pengetahuan dalam bidang geografi khususnya pemetaan dan mengkaji secara spasial keberadaanSD/MI dan SMP/MTs di Kecamatan Lasem. Penelitian ini merupakan penerapan ilmu pengetahuan dan teori-teori yang telah diperoleh di bangku kuliah dalam penerapannya di lapangan.

2. Manfaat Praktis a

  PenelitiHasil penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan mengenai kualitas sarana dan prasarana di SD/MI dan SMP/MTs di kecamatan Lasem Kabupaten Rembang Tahun 2012. Pada analisis keruangan yang harus diperhatikan adalah penyebaran penggunaan ruang yang telah ada dan penyediaan ruang yang akan digunakanuntuk berbagai kegunaan yang dirancangkan.

2. Ketersediaan Sarana dan Prasarana

  Sarana adalah segala sesuatu yang dipakai sebagai alat dalammencapai maksud dan tujuan pendidikan yang memanfaatkan aktivitas fisik untuk menghasilkan perubahan fisik, baik dalam fisik, mental serta emosionalsedangkan prasarana adalah segala sesuatu yang merupakan penunjang terselenggaranya suatu proses pendidikan yang memanfaatkan fisik untukmenghasilkan perubahan. (http//amirblogspot.co.id//pendidikan//mutu//org) Berdasarkan pemikiran di atas, sarana dapat dikatakan pula sebagai sarana fisik dalam dunia pendidikan yang berfungsi sebagai kelengkapan sekolah ataualat pengajaran untuk menunjang kelancaran pelaksanaan kegiatan pendidikan di sekolah atau institusi yang terkait, sedangkan yang dimaksud dengan prasaranaadalah fasilitas yang secara tidak langsung menunjang jalannya proses pendidikan atau pengajaran.

3. Sekolah

  20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Pasal 13 ayat (1) disebutkan bahwa jalur pendidikan terdiri atas pendidikanformal, non formal dan informal yang dapat saling melengkapi dan memperkaya. Peranan sekolah sebagai lembaga yang membantu lingkungan keluarga, maka sekolah bertugas mendidik dan mengajar serta memperbaiki dan memperhalustingkahlaku anak didik yang dibawa dari keluarganya.

4. Pengertian Peta dan Pemetaan

  Dari pengertian peta di atas maka dapat disimpulkan bahwa peta merupakan gambaran dari permukaan bumi yang diperkecil dan digambarkanmenurut ukuran geometris pada suatu bidang datar dengan simbol yang digeneralisir untuk mewakili kenampakan-kenampakan sebenarnya antara laindengan penyederhanaan, klasifikasi, penghilangan dan pembesaran. Dalam penelitian ini akandihasilkan beberapa peta tematik yang berhubungan dengan ketersediaan sarana dan prasarana SD/MI dan SMP/MTs di Kecamatan Lasem tahun 2012.

5. Konsep Pemetaan

  Hal ini dimaksudkan supaya peta tampak lebih serasi, seimbang dan harmonis, makapenempatan dan pengaturan informasi dibuat sedemikian rupa sehingga komposisinya betul dan menarik bagi pengguna peta sehingga akanmempermudah dibaca dan dimengerti. Peta insetDalam mendesain peta harus diperhatikan maksud, tujuan dan metode pemetaannya, dengan demikian peta yang dihasilkan akan nampak harmonis,menarik dan yang penting dapat memberikan informasi yang representatif, mudah dibaca dan mudah dipahami oleh pengguna peta.

6. Pengertian Data

  Menurut cara memperolehnya:1) Data primer, yaitu data yang dikumpulkan dan diolah sendiri oleh suatu organisasi atau perseorangan langsung dari obyeknya.2) Data sekunder, yaitu data yang diperoleh dalam bentuk yang sudah jadi, sudah dikumpulkan dan diolah oleh pihak lain, biasanya sudah dalambentuk publikasi. Sejalan dengan masalah dan tujuan penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode penelitian deskriptifkualitatif dengan maksud untuk memberikan gambaran dan memberikan uraian mengenai suatu gejala yang sedang diteliti.

2. Eka Setyorini (2009) melakukan penelitian tentang ” Pemetaan Perubahan

  Sekolah Dasar di Kecamatan Colomadu tahun 1998 yang paling banyak terdapat di Desa Malangjiwan sebanyak 8 SD dan yang paling sedikit diDesa Gajahan dan Desa Pailan sebanyak 1 SD. Daya tampung SD pada tahun 1998 seluruh sekolah yang ada dapat menampung seluruh anak usia 7-12 tahun, sedangkan pada tahun 2007 adasebuah sekolah yang belum maksimal menampung anak usia 7-12 tahun.

3. Tukidi (2009), melakukan penelitian tentang ” Evaluasi Kecukupan Jumlah Guru Sekolah Dasar di Kecamatan Sleman Tahun 2009”

4. Kathryn Underwood (2012) melakukan penelitian tentang ”Mapping The Early Invention System In Ontario, Canada”

  Tujuan dari penelitian tersebut yakni (1) untuk mendapatkan informasi tentang kondisi ketersediaan dan kecukupan guru Sekolah Dasar di KecamatanSleman dalam hal nomor kualifikasi, akademik dan kompetensi, dan (2) untuk mengetahui pola distribusi. Pada hasil evaluasi menunjukkanbahwa ketersediaan guru adalah lebih dari angka minimal, sekitar 39% dan ketersediaan guru dihal kualifikasi akademik serta kompetensi hanya Tujuan dari penelitian tersebut yakni (1) untuk mengidentifikasi cakupan layanan intervensi dini di provinsi Ontario (2) untuk mengidentifikasikarakteristik konsisten dan variabel sistem pelayanan intervensi dini diOntario Kanada.

1. Skripsi Identifikasi Sarana dan Deskriptif

  Chandra Skripsi Analisis Ketersediaan Analisis mengetahui− Untuk Pad Program Sarana dan Prasarana tetanggadistribusi dan pola spasial Hardiyanti Studi SD/MI dan SMP/MTs Di terdekat,analisisSD/MI dan SMP/MTs di (2012) Pendidikan Kecamatan Lasem peta dan analisisKecamatan Lasem tahun Geografi Kabupaten Rembang 2012. Kemudian dilakukan tabulasi terhadap data-data sarana dan prasarana setiap di sekolah untuk Setelah mengetahui kelengkapan sarana dan prasarana disetiap sekolah maka dapat dilakukan penegecekan Sekolah Dasar dan Sekolah MenengahPertama mana saja yang belum ataupun yang sudah memenuhi standar kelengkapan sarana dan prasarana SD dan SMP yang telah ditetapkan.

SD/MI

  Metode deskriptif digunakan untuk menjelaskan persebaran dan pola SD/MI dan SMP/MTs di KecamatanLasem, ketersediaan sarana dan prasarana di SD/MI dan SMP/MTs di KecamatanLasem, ketersediaan ruang kelas SD/MI di kecamatan Lasem dan ketersediaan ruang kelas SMP/MTs di Kecamatan Lasem . Dalam penelitian ini data yang digunakan meliputi data sekunder dan data Tika (1997: 67) mengemukakan bahwa “Data sekunder adalah data yang lebih dahulu dikumpulkan dan dilaporkan oleh orang atau instansi di luar diripeneliti sendiri, walaupun yang dikumpulkan itu sesungguhnya adalah data yang asli”.

1. Teknik Dokumentasi

2. Teknik Observasi

  Teknik dokumentasimerupakan teknik yang memberikan informasi secara tepat dan akurat untuk Observasi merupakan cara dan teknik pengumpulan data dengan melakukan pengamatan dan pencatatan langsung secara sistematik terhadap gejalaatau fenomena yang terjadi di lapangan. Teknik Analisis DataBogdan dan Biklen dalam Moleong (2008: 248) bependapat bahwa analisis data adalah upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data,mengorganisasikan data, memilah-milahnya menjadi satuan yang dapat dikelola, mensintesiskan, mencari dan menentukan pola, menemukan apa yang penting danapa yang dipelajari dan memutuskan apa yang diceritakan kepada orang lain.

1. Analisis Distribusi dan Pola Spasial SD/MI dan SMP/MTs

  Analisis deskripsi spasial dilakukan untuk mengetahui pola distribusiSD/MI dan SMP/MTs di Kecamatan Lasem. Pada rumus tersebut yangdimaksudkan jarak adalah jarak di peta, sehingga data jarak (Ju dan Jh) didapatkan dari pengukuran antara titik sekolah satu dengan sekolah lain di peta.

2. Analisis Ketersediaan Sarana dan Prasarana SD/MI dan SMP/MTs

  Untuk mengetahui ketersediaan sarana dan prasarana SD/MI danSMP/MTs menggunakan pedoman dari Peraturan Menteri Pendidikan Nomor 24Tahun 2007 mengenai standar sarana dan prasarana Sekolah Dasar/MadrasahIbtidaiyah, Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah dan SekolahMenengah Atas/Madrasah Aliyah. Jumlah anak usia SMP/MTs (13-15 tahun)Ketersediaan ruang kelas = ------------------------------------------------ Jumlah siswa yang dapat ditampung dalam 1 kelas (32)Rumus di atas sama dengan rumus mencari ketersediaan ruang kelas SD/MI yang merupakan modifikasi dari rumus Angka Partisipasi Murni (APM) yang berdasarkan pada Peraturan Menteri Dalam Negeri No.

1. Tahap Persiapan Tahap persiapan merupakan tahap paling awal dalam sebuah penelitian

  Menentukan lokasi dan waktu penelitian b. Mengamati permasalahan yang ada pada lokasi yang telah ditentukan c.

3. Tahap Pengumpulan Data

4. Tahap Analisis Data

  Analisis data merupakan proses pengorganisasian dan mengurutkan data ke dalam pola, kategori, dan suatu uraian sehingga ditemukan tema. Kegiatanyang dilakukan pada tahap ini adalah mengelompokkan data untuk kepentingan analisis data, setelah data terkumpul ditabulasi silang untuk mengetahuikecenderungan diantara dua variabel atau lebih, dan setelah diketahui kecenderungannya maka hasil penelitian dijabarkan secara deskriptif.

5. Tahap Penulisan Laporan

  Tahap terakhir dalam penelitian ini adalah tahap penulisan hasil penelitian yang ditulis berdasarkan pada hasil penelitian tentang ketersediaan sarana danprasarana di tiap-tiap sekolah baik di SD/MI dan SMP/MTs dan dijelaskan pula kelengkapan sarana dan prasarana tersebut sesuai dengan Peraturan MenteriPendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2007. 24 Tahun 2007 Standar sarana dan prasarana SD/MIStandar sarana dan prasarana SMP/MTs SD/MI SMP/MTs Data Sarana prasarana SD/MI danSMP/MTs Peta Peta Administrasi Kecamatan Lasem Titik koordinat lokasi SekolahAnalisis tetanggaterdekat Peta Persebaran SMP/MTsPeta Pola Persebaran Sekolah Kualitas ketersediaan sarana prasaranaPeta Distribusi dan pola spasial SD/MI dan SMP/MTs Ketersediaan sarana dan prasarana SD/MI dan SMP/MTs Ket : : Input: Proses : Output: alur proses Gambar 4 .

BAB IV HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Daerah Penelitian 1. Letak, Luas dan Batas a. Letak Kecamatan Lasem merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Rembang.Berdasarkan Peta Rupabumi lembar Lasem 1509-142 dan Lembar Kragan 1509-231, Kecamatan Lasem terletak antara06°38’00’’LS sampai 06°43’30” LS dan 111°25’00” BT sampai 111°31’00’’ BT

  LuasLuas wilayah Kecamatan Lasem ± 4.503,80Ha yang terdiri dari 20 desa yang seluruhnya termasuk dalam klasifikasi desa/kelurahanswasembada, dimana 8 desa bersifat kekotaan yang merupakan Ibu KotaKecamatan Lasem dan 12 desa yang bersifat pedesaan, yaitu : Tabel 4. Pembagian Desa Berdasarkan SifatnyaDesa yang Bersifat Kekotaan Desa yang Bersifat Pedesaan Jolotundo, Sumbergirang, Karangturi,Babagan, Dorokandang, Gedongmulyo,Soditan, Ngemplak Karasgede, Dasun, Selopuro,Sendangcoyo,Ngargomulyo, Kajar, Gowak,Sendangasri, Tasiksono, Sriombo, Bonang, Binangun.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

KAJIAN ESTETIKA PADA DESAIN MOTIF TENUN IKAT TRADISI DI DUKUH KENTENG DESA POJOK KECAMATAN TAWANGSARI KABUPATEN SUKOHARJO
0
1
24
PENGARUH SELISIH INFLASI, SELISIH SUKU BUNGA DAN NERACA PERDAGANGAN TERHADAP NILAI TUKAR RUPIAH (PERIODE 2000:I – 2011:II)
0
0
109
NOVEL DALAM MIHRAB CINTA KARYA HABIBURRAHMAN EL SHIRAZY (KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA DAN NILAI PENDIDIKAN)
1
3
114
KEKASARAN DAN KEKERASAN MILD STEEL MENGGUNAKAN MESIN BUBUT KONVENSIONAL
0
1
53
KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN OASE PERKOTAAN
0
0
39
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN GEOGRAFI MENGGUNAKAN MACROMEDIA FLASH PADA MATERI HIDROSFER DI SMA
0
2
136
PEMETAAN DAN STRATEGI PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI KERIPIK KETELA UNGU DI KABUPATEN KARANGANYAR
0
0
73
TEKNIK SOSIODRAMA UNTUK MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA KELAS VIII B SMP KRISTEN 1 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 20112012
1
1
114
SKRIPSI UJI KUANTITATIF DAN KUALITATIF DNA PULE PANDAK (Rauvolfia serpentina L.) Rizqi Hapsari H0708062
0
0
38
ANALISIS TORSI DAN DAYA AKIBAT PEMOTONGAN RAMP POROS BUBUNGAN (CAMSHAFT) PADA SEPEDA MOTOR SUZUKI SHOGUN 125 SP TAHUN 2005
0
1
123
ANALISIS EFISIENSI PENGGUNAAN FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI USAHATANI KEDELAI (Studi Kasus di Kecamatan Weru)
1
0
106
PERBANDITAN SOSIAL DI KLATEN TAHUN 1870-1900
0
1
112
SISTEM MANAJEMEN DAN STRATEGI PEMASARAN DI ASIH TOUR TRAVEL SURAKARTA
0
0
71
REGRESI ROBUST DENGAN METODE CONSTRAINED M ESTIMATION PADA PRODUKSI PADI SAWAH DI JAWA TENGAH
1
0
38
PENERAPAN MODEL AUTOREGRESI SIMULTAN PADA KASUS DEMAM BERDARAH DI JAWA TENGAH
0
0
46
Show more