Buku Seri Rancang Bangun Bisnis BUM Desa

 0  1  172  2018-09-28 17:23:45 Report infringing document

KATA PENGANTAR ACCESS

  Selain 10 buku pintartersebut, disusun pula seri buku pintar yang khusus un tukPengembangan BUM Desa meliputi a) Penyusunan Ke la yak- an Usaha dan Pengembangan Usaha BUM Desa, b) Ran-cang Bangun Bisnis dan Pengelolaan BUM Desa, dan c) Pe- lem ba gaan BUM Desa. Lahirnya BUM Desa diharapkan dapat Bmemberikan alternatif bagi desa dalam mengembangkan aset dan potensi desa yang memiliki peluang pasar dalamrangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui usaha-usaha yang dijalankan oleh BUM Desa.

DAFTAR SINGKATAN DAN ISTILAH

  Akun : tempat mencatat transaksi keuangan yang mempengaruhi keseimbangan harta, utang, danmodal. Aktiva : (disebut harta/aset) kekayaan yang dimiliki, bisa berupa uang tunai dan tabungan dise but kas,piutang atau taguhan pihak lain, persediaan ba- rang dan aktiva tetap (gedung dan peralatan) Ekuitas : kekayaan bersih perusahaan.

BAB I MEMULAI BISNIS BUM DESA A. Membangun Impian BUM Desa Setelah proses pelembagaan BUM Desa selesai dilaku-

  kan dan sudah ada kesepakatan dari pemerintah desa dan masyarakat desa untuk pembentukan BUM Desa, merekasudah mengidentifikasi dan memilih usaha yang layak di ja- dikan usaha BUM Desa, dan sudah memiliki rencana bisnismaka pengurus BUM Desa sudah dapat memulai usahaBUM Desa. Namun, jika belum memiliki rencana usaha untuk dikem- bangkan oleh BUM Desa, maka Anda dapat mempercepatproses menemukan bisnis BUM Desa yang akan dijalan- kan dengan menggunakan “Kanvas Model Bisnis”.

B. Merencanakan Bisnis BUM Desa dengan Kanvas Model Bisnis

  Memulai atau mengembangkan bisnis atau mengem- bangkan usaha yang sudah ada dalam Badan Usaha MilikDesa (BUM Desa) memang memerlukan perencanaan dan keberanian, namun juga memerlukan perhitungan bisnisyang matang, sehingga resiko bisnis apapun yang mun- cul dapat dikelola dengan baik oleh BUM Desa. Salah satucara termudah menyiapkan rencana bisnis atau mengana- lisa unit bisnis yang ada pada BUM Desa adalah membuat“kerangka” atau pondasi bisnis (building block) yang ter- integrasi dengan baik.

1. Nilai bagi Pelanggan

  Untuk menentukan nilaiyang akan diberikan kepada konsumen maka pengelolaBUM Desa harus dapat menjawab pertanyaan di bawah ini: Apa jenis usaha dari BUM Desa yang dapat menjawab kebutuhan konsumen/masyarakat? BUM Desa Kaloling Jaya di Desa Kaloling dan BUM Desa Tamarunang di Desa Barua, Kab.

2. Segmen Pasar

  Produk atau layanan apa yang akankita sediakan bagi calon pelanggan yang sesuai berda- sarkan jawaban 5 pertanyaan di atas adalah Toko Saprotanbagi petani di Desa Kaloling Jaya. Kesalahan yang biasa dilakukan oleh BUM Desa ada- lah langsung menentukan bisnis dan baru kemudian memu-tuskan siapa yang akan menjadi pelanggannya.

3. Hubungan Konsumen

  Pengelola BUM Desa harus dapat mengidentifikasi jenis hubungandengan setiap kelompok konsumen yang diharapkan di- bangun dan dijaga, hubungan seperti apa yang telah di ba-ngun, berapa biaya yang dibutuhkan untuk membangun hubungan tersebut, dan bagaimana mereka menyatu de-ngan seluruh model bisnis BUM Desa. Sebagai con-toh BUM Desa Dande Lompoa di Desa Kampala yang mem- buka usaha grosir barang dagangan untuk para pedagangkecil membuka toko sendiri sebagai cara untuk menjangkau konsumen.

5. Aktivitas Utama

  BUM Desa ini menerima tabungan dari anggota dan memberikan pinjaman modaldengan bunga murah, kredit diberikan langsung kepada anggota, dan BUM Desa mendapatkan pendapatan daribunga yang dibayarkan oleh peminjam. Manajemen BUM Desa harus fokus pada ak-tivitas utama tersebut tanpa mengabaikan aktivitas pendu- kung karena melalui aktivitas utama tersebut BUM Desadapat memberikan layanan (jasa) yang menghasilkan pen- da patan.

6. Sumber Daya Utama

  Setiap bisnis pasti membutuhkan sumber daya dalam menjalankan kegiatan-kegiatan utama untuk menghasilkanbarang atau jasa untuk konsumen dan menghasilkan uang bagi perusahaan. Setiap perusahaan memiliki dan menggunakan sumber daya utama untuk men jalankan BUM Desa dalam mengelola dan menjalankan bisnis umumnya tidak bisa sendirian.

7. Mitra Utama

  Menggandeng mitra atau partner yang melengkapi kemampuan yang dimiliki akanmeningkatkan peluang keberhasilan bisnis BUM Desa. Sebagai contoh usaha sarana produksi pertanian (Sa- protan) yang cukup berhasil dikembangkan di BUM DesaTamarunang di Desa Barua, Kab.

8. Struktur Biaya

  Jika penghasilannya tidak besar berarti BUM Desa akan merugi dan bisnis ini tidak layak dijalankan atau dikem-bangkan. Langkah nyata pertama yang harus diambil olehBUMDesa yang akan menentukan berjalan/tidaknya unit bisnis BUM Desa.

9. Aliran Pendapatan

  Apakah BUM Desa akan menjalankanunit usaha Perusahaan Air Minum (PAM) Desa dan menda- patkan pendapatan dari biaya abonemen dan rekeningpemakaian air oleh pelanggan? Jangan pernah membuat unit bisnis BUM Desa tanpa memikirkan rencana pendapat andan berpikir untuk “Dapat duit dari mana?” Pengelola BUM Desa dapat mengetahui aliran penda- patan dengan cara mengetahui nilai apakah yang merekabenar-benar ingin membayar, cara pembayaran yang lebih disukai oleh konsumen, dan kontribusi masing-masing je-nis pendapatan terhadap total pendapatan.

BAB II MENGELOLA ORGANISASI BUM DESA

  etelah para pendiri, pengurus, dan pengelola BUMDesa sudah memantapkan diri untuk mendirikanBUM Desa maka langkah selanjutnya adalah “Memu- S lai Usaha”. Namun, BUM Desa perlu memulai us- aha dengan langkah-langkah yang benar.

A. Perencanaan

  Jadi pada tahap ini pengurus BUM Desa hanya perlu memeriksa ulang rencana usaha jika telah dibuat dengan melakukan hal-hal berikut ini: 1. Memeriksa kembali apakah asumsi-asumsi yang men- dasari rencana operasi, pemasaran, keuangan, dansum ber daya manusia sudah sesuai dengan kondisi internal dan eksternal BUM Desa.

B. Pengorganisasian

1. Tujuan Pengorganisasian

  Kesepakatan tentang organisasi BUM Desa dituang- kan dalam Anggaran Dasar dan Rumah Tangga (AD/ART). Struktur dan desain organisasi BUM Desa perlu dibuat agar tujuan dari proses pengorganisasian tersebut dapat dica-pai.

2. Menyusun Struktur Organisasi Pengelolaan BUM Desa berdasarkan pada AD/ART

  Pengelolaan BUM Desa dilakukan dengan persyaratan: Struktur di atas merupakan struktur standar, di mana pemerintah desa dapat menyesuaikan struktur organisasiBUM Desa tersebut menurut kondisi setempat dan kebu- tuh an organisasi. Prinsip dasarnya adalah struktur organi-sa si BUM Desa harus sesuai dengan tujuan, fungsi, dan usa ha yang dijalankan oleh BUM Desa.

BAB II I MENGELOLA PEMASARAN BUM DESA

  Barang dan jasa yang men- jadi kebutuhan masyarakat atau problem yang ditawarkansolusinya oleh BUM Desa. Pemasaran produk (barang dan/ atau jasa) dari kebutuhan yang memiliki potensi pasar danpotensi atau sumber daya yang dimiliki merupakan kunci keberhasilan dari BUM Desa.

A. Strategi Pemasaran

  Pengelolaan BUM Desa bertujuan agar tetap hidup dan berkembang, mempertahankan dan meningkatkanlaba, mempertahankan dan meningkatkan penjualan, ser- ta mampu menyelesaikan problem-problem sosial danke manusiaan di desa. Strategi pemasaran alatpe rencanaan untuk mencapai tujuan BUM Desa dengan mengembangkan keunggulan bersaing yang berkesinam-bungan melalui pasar yang dimasuki dan progam pema sar- an yang digunakan untuk melayani pasar atau masyarakat Gambar 3.1 Strategi Pemasaran BUM Desa sasaran tersebut.

B. Pengelompokan Pasar

  Pengelompokkan pasar (segmentasi pasar) adalah kegiatan membagi suatu pasar menjadi kelompok-kelom-pok pembeli yang berbeda yang memiliki kebutuhan, karakteristik, atau perilaku yang berbeda yang mungkinmem butuhkan produk atau bauran pemasaran yang ber- beda. BUM Desa dapat menggunakan kemampuannya yang ada untuk merespon pemasaran yang berbeda-bedasecara baik, sehinggga dapat menghemat biaya, ener- gi, dan waktu.

C. Pasar Sasaran (Target Pasar)

  Pasar yang akan dimasuki yang Sebagai contoh bagaimana BUM Desa Mattiro Bulu,Desa Bonto Tiro yang memiliki usaha Simpan Pinjam tidak melayani seluruh warga masyarakat tetapi memilih fokusuntuk melayani perempuan desa dengan skala usaha ru- mah tangga. Pasar dibedakan Berdasarkan strategi ini BUM Desa memproduksi ber- bagai produk dan ditujukan kepada kelompok konsumen(segmen) yang berbeda dengan program pemasaran yang berbeda pula untuk setiap segmen.

D. Posisi Produk

  Tujuan mem-posisikan produk adalah untuk mempermudah konsumen mengenali produk BUM Desa di pasar, sehingga produktersebut terpisah atau berbeda dengan merek-merek produk pesaing. Banyak cara yang dapat diguna-kan untuk memposisikan produk BUM Desa secara efektif di pasar.

1. Atribut

  Misalnya, BUM Desa yang menge-lola sebuah obyek wisata pemandian air panas yang me ngandung belerang dapat memberikan atribut “peman-dian air panas untuk pengobatan penyakit kulit”. Sebagai contoh BUM Desa yang bergerak dalam usaha simpan pinjam dan mengambil posisi ber-saing dengan rentenir dan menggunakan iklan memper- bandingkan menyaingi rentenir.

7. Dikaitkan dengan produk lain

  Perusahaan juga dapat memposisikan produknya de ngan cara mengkaitkan dengan produk lain. Sebagai contoh permen kopi yang diposisikan sebagai kopi dalambentuk permen.

E. Bauran Pemasaran

  Bauran pemasaran dapat digunakan oleh perusahaan untuk memperoleh ting-kat penjualan yang diinginkan. Bauran pemasaran terdiri dari 4 unsur utama yang terkenal dengan nama 4-P yaitu:produk (product), harga (price), distribusi (place), dan pro- mosi (promotion).

1. Produk

  Pada dasarnya produk adalah se- Perencanaan produk BUM Desa akan mencakup se- mua kegiatan perusahaan untuk menetapkan jenis-je nisproduk apa saja yang akan dipasarkan, sedangkan pe ngem- bangan produk akan mencakup kegiatan teknis dari peneli-tian, pembuatan desain, dan produksi barang atau jasa. Produk BaruProduk baru bagi BUM Desa adalah suatu produk yang dipasarkan BUM Desa yang berbeda dengan produkyang sudah pernah dipasarkan atau produk yang sa ma sekali baru.

2. Harga (Price)

  Menetapkan harga jual atas produksi yang dihasilkan oleh BUM Desa merupakan pekerjaan yang tidak boleh di-abaikan, karena kesalahan didalam menetapkan harga jual akan berdampak langsung terhadap keberhasilan usahaBUM Desa. BUM Desa Saluran distribusi adalah saluran yang digunakan oleh perusahaan untuk menyampaikan produknya sampai keta ngan konsumen pada saat yang diinginkan dan dibutuh- kan.

4. Promosi

  Olehkarena itu, BUM Desa harus menginformasikan pro duknya kepada konsumen, dan berusaha semaksimal mungkinuntuk mempengaruhi dan membujuk konsumen agar me- ngerti apa yang telah diciptakan oleh BUM Desa serta ber-sedia membelinya . Kegiatan promosi harusdirencanakan dengan baik agar memberikan kontribusi yang maksimal bagi peningkatan penjualan dan bagian pa-sar yang telah ada sebelumnya bagi BUM Desa.

a. Tujuan Promosi

b. Bauran Promosi (marketing mix)

  Penjualan dengan personal sellingini lebih fleksibel dibandingkan dengan metode yang lainnya, karena tenaga-tenaga penjualanda pat langsung mengetahui minat dan antusias- nya (perilaku) konsumen dan sekaligus dapatme nge tahui reaksi yang timbul secara langsung dari konsumen sehingga dapat mengadakan danmemberikan reaksi timbal balik dengan segera. Jenis-jenis publisitas antara lain melalui artikel, berita yang memuat hasil konferensi press per-usahaan, dan berita editorial/ advetorial.4) Promosi penjualan Terakhir, kegiatan promosi selain periklanan, personal selling dan publisitas adalah promosipenjualan yang dilakukan dengan peragaan, per- tunjukan, pemberian diskon harga, pameran,demonstrasi dan berbagai macam usaha penjua- lan yang bersifat tidak rutin.

BAB IV MENGELOLA PROSES PRODUKSI A. Pengertian Pengelolaan Produksi Manajemen produksi adalah suatu proses secara ber-

  Manajemen produksi pada BUM Desa merupakan kegiatan pengelola BUM Desa yang berhubung-an dengan pembuatan produk (barang atau jasa). Jadi manajer operasi bertanggungjawab untuk menghasilkan barang dan jasa, mengambil keputusan yang berkaitan dengan fungsi operasi dan sis-tem transformasi, dan mengkaji pengambilan keputusan dari suatu fungsi operasi.

B. Pengelolaan operasi BUM Desa

  Setelah produk dipilih dan dirancang maka langkah selanjutnya baru dapat dila kukan,yaitu memilih dan merancang proses dan peralat an yang di- gunakan untuk memproduksi barang dan jasa (produk). Sebagai contoh, BUM Desa yang bergerak dalam usa- ha penyediaan air bersih dapat memilih dan merancangsistem operasinya dengan alternatif sistem pipa dengan gravitasi, sistem pipa dengan pompa hidrolik, atau sistemtruk tanki air.

3. Pengambilan Keputusan

Secara umum BUM Desa harus mengambil keputus- an-keputusan dalam manajemen operasi terkait proses,ka pasitas, persediaan, tenaga kerja, dan kualitas/mutu.

C. Perencanaan Fasilitas Produksi

  Perencanaan fasilitas produksi adalah mengatur sara- na dan prasarana yang dipakai oleh BUM Desa untuk meng-ubah masukan-masukan sumber daya untuk mencip takan barang dan jasa. Perencanaan fasilitas adalah menentukanbagaimana suatu aset tetap BUM Desa digunakan secara efektif dan efisien dalam menunjang kegiatan produksi.

D. Perencanaan Tempat Usaha

  Walaupun masih sangat jarang BUM Desa yang memi- liki skala produksi besar dan mengoperasikan pabrik, na-mun pemahaman terhadap perencanaan pabrik (factoy planning) sangat penting. Perencanaan tempat usaha diperlukan untuk menjamin kelangsungan hidup dan perkembangan BUM Desa agartujuan tercapai dengan efektif dan efisien.

a. Pemilihan Lokasi

b. Tujuan Perencanaan Lokasi

  Penentuan atau pemilihan lokasi tempat usaha pen- ting, karena mempengaruhi kedudukan BUM Desa dalampersaingan, dan kelangsungan hidupnya. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Lokasi Tempat Usaha: Tujuannya adalah agar usaha BUM Desa dapat berope- rasi dengan lancar, efektif dan efisien.

d. Tahap Pemilihan Lokasi Tempat Usaha

E. Menentukan Tingkat Produksi

BAB V MENGELOLA KEUANGAN BUM DESA A. Manajemen Keuangan BUM DESA Keberhasilan atau kegagalan usaha hampir sebagian

  Manajemen keuangan bagi BUM Desa adalah ma- najemen dana baik yang berkaitan dengan pengalokasi andana dalam berbagai bentuk investasi secara efektif (ke pu- tusan investasi) maupun usaha pengumpulan dana untuk b. Berapa dana yang dibutuhkan untuk menjalankan BUM Desa dan cara BUM Desa mendapatkan dana?

1. Mengelola Investasi dalam BUM Desa

  Pengelola keuangan dalam melakukan analisis atau menentukan apakah satu atau Pada tahap awal analisis investasi unit usaha BUMDesa adalah menghitung berapa jumlah dana yang dibu- tuhkan (investasi awal) untuk memulai sebuah unit usahaBUM Desa dan perkiraan aliran kas bersih yang akan diper- oleh. Namun, demikian prinsip investasi pada unit usaha untuk perusahaan yang mencari laba tetap Sebagai contoh, BUM Desa yang memiliki usaha dis- tri busi air bersih hanya mengedepankan misi sosialnyadan mengabaikan keuntungan usaha kemudian menetap- kan tarif yang sangat rendah.

2. Mengelola Modal Kerja BUM Desa

  Sekitar 90% waktu yang dimiliki oleh manajer keuangan dicurahkan untuk manajemen modal kerja (working capi- tal management), dan pekerjaan pertama pengelola BUM Desa adalah modal kerja juga. Jenis produk yang dibuatKebutuhan modal kerja BUM Desa dengan usaha PAMDes akan berbeda dengan toko saprotan.

3. Sumber Modal BUM Desa

  39/2010 Pasal 16 menyebutkan bahwa modalBUM Desa dapat berasal dari dana bergulir pro- gram pemerintah dan pemerintah daerah yang b. 39/2010 Pasal 17 telah mengatur se cara jelas pembagian hasil usaha BUM Desa “Bagihasil usaha desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12, dilakukan berdasarkan keuntungan bersih usaha”.

B. Akuntansi untuk BUM DESA

1. Memahami Logika Laporan Keuangan

  Artinya, jika pengelola BUM Desa mampu memahami logika-logika, dibalik sebuah laporan keuangan, seha-rusnya mereka dapat memberi saran dan masukan ba gi manajemen BUM Desa mengenai apa yang perlu(atau tak perlu), apa yang penting (atau tak penting), dan mana yang prioritas (atau tidak prioritas) untuk di-la kukan di masa-masa yang akan datang agar masalah yang sama tidak terjadi lagi. Penggunaan logika-logika akuntansi dasar seperti ini sangat perlu terus diasah oleh pengelola BUM Desa,agar penguasaan akuntansi dan keuangan menjadi se- makin matang, sehingga pengelola BUM Desa dapatmenjalankan fungsi dengan baik, dan bisa membe ri masukan kebijakan yang bermanfaat bagi pengelola-an BUM Desa.

2. Siklus Pembukuan BUM Desa

  Pengelola BUM Desa hanya perlu membiasa- kan dan membudayakan untuk tertib mengumpulkan buktitransaksi, menyimpan bukti transaksi, dan mencatat semua transaksi yang terjadi dalam buku catatan. Membalik pendapatan yang biasanya dijurnal di sisikredit, pada proses ini ditempatkan di sisi debit; dan bia- ya yang biasanya ditempatkan di sisi debit, pada prosesini ditempatkan di sisi kredit, sehingga rekening-rekening pendapatan dan biaya akan menjadi nol.

3. Cara Mudah Menyusun Jurnal Akuntansi

  Mekanisme Dasar AkuntansiJika ada pertanyaan: “Berapa keuntungan BUM Desa selama tahun fiskal ini?” Untuk dapat memberikanjawaban yang akurat dan bisa dipertanggungjawabkan perlu melakukan langkah-langkah sbb: Mengumpulkan data transaksi -Menganalisa transaksi - Langkah-langkah itu terus berulang sepanjang wak- tu selama BUM Desa masih beroperasi. Tanpa data yang benar dan pasti,mustahil mampu menghasilkan jurnal yang benar ser- ta akurat.

TOTAL AKTIVA 555,000 DAN MODAL 555,000

  Gabungan dari keduanyaDengan kata lain di satu sisi BUM Desa memiliki aktiva (kekayaan), di sisi lainnya BUM Desa juga memiliki hutang(kewajiban) dan modal (ekuitas pemilik). Kuasai Prosedur DEBIT dan KREDIT Setelah memahami logika persamaan akuntansi di atas dengan baik, maka langkah selanjutnya akan lebih Gambar 5.1Diagram Prosedur DEBIT dan KREDIT Prosedur Menjurnal yang Benar (dan Mudah) Sebagai ilustrasi, pengelola BUM Desa sudah meme- gang bukti transaksi, yaitu berupa surat setoran modal dariPemerintah Desa.

BAB VI MENGELOLA SUMBER DAYA MANUSIA

  alah satu aspek yang tak kalah pentingnya untuk dikelola oleh BUM Desa adalah sumber daya manu-sia (SDM) yang dimiliki. Sa- yangnya SDM yang dibutuhkan untuk pengembang an BUMDesa di desa saat ini sangat terbatas, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas.

A. PERENCANAAN SDM

  Pengembangan BUM Desa mensyaratkan ketersedia- an SDM yaitu Pengurus, manajer unit usaha, dan staf pe-lak sana (staf BUM Desa). Dua kegiatan utama yang harus dianalisis ketika mau mengembangkan proyek usaha BUM Desa adalah memi-lih ketua pelaksana (manajer proyek) dan memilih anggota tim pelaksana.

1. Analisis Jabatan

  Memilihtim pelaksana tergantung pada tujuan dan hasil yang di- Kriteria umum yang digunakan untuk memilih anggo- ta tim pelaksana atau pengurus BUM Desa adalah sbb.:Memiliki komitmen pada tujuan BUM Desa dan mam- - pu menyelesaikannya. Namun, di beberapa desa yang memiliki keterbatasanSDM sebagai pengurus dan pengelola BUM Desa sering- kali pengurus dan pengelola BUM Desa masih dirangkapoleh pejabat pemerintah desa (kepala desa, sekdes, atau kepala urusan).

B. ANALISA PEKERJAAN

  Isi suatu pekerjaan merupakan hasil dari analisis pekerjaan dalam bentuk ter- Selanjutnya, agar suatu pekerjaan dapat dikerjakan oleh orang yang tepat, maka diperlukan syarat yang harusdipenuhi oleh orang tersebut, yang sering disebut dengan kualifikasi/spesifikasi personalia. Jadi dalam analisis peker-jaan harus dirumuskan apa yang akan dikerjakan dan per- syaratan personalia yang dibutuhkan.

C. REKRUITMEN, SELEKSI, DAN ORIENTASI

  Rekruitmen merupakan suatu kegiatan untuk menca ri sebanyak-banyaknya calon pemimpin, manajer, dan tena-ga kerja yang sesuai dengan kebutuhan BUM Desa sebagai hasil dari analisis pekerjaan dan analisis jabatan. Seleksipada dasarnya merupakan usaha yang sistematis yang di- lakukan agar lebih menjamin bahwa kandidat yang dite-rima adalah kandidat yang dianggap paling tepat dengan kriteria yang telah ditetapkan serta jumlah yang dibutuh-kan oleh BUM Desa.

D. PRODUKTIVITAS

  Contoh konkret indikatorproduktivitas misalnya posisi di bagian pemeliharaan me- sin dan jaringan pipa air, maka indikatornya dapat berupa:rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk memperbaiki keru- sakan mesin pompa air atau jaringan pipa. Setelah BUM Desa dapat menentukan daftarin dikator produktivitas yang relevan dan lengkap untuk sua tu posisi atau jabatan dalam BUM Desa, maka lang-kah berikutnya menentukan standar produktivitas yang Langkah akhirnya adalah membandingkan standar produktivitas dengan realisasi dari standar tersebut.

E. PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN

  Program pelatihan (training) bertujuan untuk mem- perbaiki penguasaan berbagai keterampilan dan teknikpelaksanaan kerja tertentu untuk kebutuhan sekarang, se dangkan pengembangan bertujuan untuk menyiapkanmanajemen dan karyawan BUM Desa siap memangku jabatan tertentu di masa yang akan datang. Program pela-tih an dan pengembangan bertujuan untuk menutup jarak antara kecakapan manajemen, karyawan dan permintaanjabatan, selain untuk meningkatkan produktivitas manajer dan karyawan BUM Desa.

F. PRESTASI KERJA

  Sedangkan bagi atasan/pimpinan BUM Desa, penila- ian kinerja karyawan akan memberikan manfaat berupama sukan untuk peningkatan pengelolaan BUM Desa, mem perbaiki sistim pengawasan, sarana untuk mening-katkan kepuasan kerja, cara untuk mengenal karakteristik, kelemahan, dan kelebihan masing-masing karyawan, dansebagai media komunikasi antara atasan dan bawahan un- tuk memberikan masukan bagi BUM Desa. Adapun bagi BUM Desa sendiri, manfaat penilaian kinerja karyawan antara lain dapat meningkatkan kualitasBUM Desa, meningkatkan kinerja karyawan, sebagai me- dia komunikasi, dan sebagai masukan untuk mengetahuije nis pelatihan atau training yang dibutuhkan oleh karya- wan BUM Desa.

G. KOMPENSASI

  Kompensasi merupakan cara manajemen BUM Desa untuk meningkatkan prestasi kerja, motivasi, dan kepuas-an kerja karyawan. Kompensasi merupakan sesuatu yang diterima manajer dan karyawan sebagai balas jasa untukkerja mereka.

1. Sistem Penggajian

  fringe benefits (dalam bentuk dana yang disisihkan peng usaha untuk pensiun, asuransi kesehatan, kenda-raan dinas, makan siang) dan kondisi lingkungan kerja. Sistem penggajian yang berlaku di lembaga swasta dan lembaga pemerintahan pada umumnya mengguna-kan gaji pokok berdasarkan jenjang kepangkatan dan ma- sa kerja.

2. Variasi Tingkat Upah

3. Masalah Pengupahan dalam BUM Desa

  Perbedaan ini pada dasarnya disebabkan oleh Masalah pertama yang timbul dalam bidang peng- upahan dan karyawan dalam BUM Desa pada umumnyape ngertian dan kepentingan yang berbeda mengenai upah. Proporsi se-bagian upah dalam bentuk natura dan fringe benefit cukup Masalah ketiga yang dihadapi dalam bidang pengupa- han adalah rendahnya tingkat upah dalam BUM Desa.

4. Kebijakan Penentuan Upah

5. Aspek Penentuan Tingkat Upah

  BUM Desa dapat menggunakan kriteria yang paling umum digunakan dalam menentukan kebijakan tingkatupah yaitu berdasarkan ukuran kesetaraan berupa pemba- yaran yang sama bagi pekerjaan yang sama, ukuran kebu-tuhan berupa standar biaya hidup, upah untuk hidup dan daya beli, kemudian ukuran kontribusi berupa kemampuanmembayar BUM Desa dan produktivitas yang dihasilkan oleh tenaga kerja. Aspek kondisi BUM Desa Besar kecilnya BUM Desa akan menyebabkan kemam- puan BUM Desa yang tidak sama dalam memberiupah.

6. Penetapan upah dan tunjangan lainnya melalui perundingan kolektif

  Perundingan kolektif diperlukan BUM Desa dalam ne gosiasi penetapan upah yang melibatkan pemangkukepentingan BUM Desa (pengawas, komisaris, dan direksi). Penetapan upah yang dihasil- kan melalui musdes akan meminimalkan potensi konflikdan melalui perundingan antara pekerja dan direksi BUM Desa cenderung berhasil meningkatkan produktivitas.

H. KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

  Keselamatan dan kesehatan kerja perlu terus dibina agar dapat meningkatkan kualitas keselamatan dan kese-hat an kerja karyawan. Jaminan keselamatan dan kesehat an kerja akan mampu meningkatkan produktivitas pengeloladan karyawan BUM Desa.

I. PEMBERHENTIAN

  Pemberhentian dari pekerjaan dapat menimbulkan kerugian baik bagi BUM Desa maupun bagi pengelola dankaryawan. Agar tidak timbul masalah karena pemberhen- tian ini, proses pemberhentian karyawan hendaknya di-dasarkan pada undang-undang atau peraturan yang ber- laku dan melalui keputusan kolektif dalam musyawarahdesa (musdes) Jika terpaksa harus ada pemecatan maka hendaklah dilakukan menurut prosedur yang berlaku.

DAFTAR PUSTAKA

  Alexander Osterwalder, and Yves Pigneur, 2012, Business ModelGeneration: Pedoman bagi para Visioner, PenggerakPerubahan, dan Pendobrak, Cetakan Kedua, Grame- dia. Mulai tahun 1998 pada tema kewirausahaan sosial (social entrepreneuship) di de- sa, perencanaan dan penganggaran, dan keuangan desa bagiorganisasi masyarakat sipil serta pemerintah di berbagai wilayah Indonesia.

PROFIL FPPD

  VisiMenjadi arena belajar pengembangan pembaharuan desa yang terper- caya untuk mewujudkan masyarakat desa yang otonom dan demokratisMisiMeningkatkan keterpaduan gerak antar pihak untuk pembaharuan desaNilai-nilai DasarMenghormati keputusan bersama SolidaritasTanggung-gugat Menghargai perbedaanStrategiKonsolidasi gerakan pembaharuan desa Saat ini BUM Desa sedang naik daun, marak disorot, dibahas, dikaji, diprogramkan oleh para pemangku ke-pentingan pemberdayaan desa. Buku ini hadir untuk mengisi kekosongan bacaan tentang bagaimana membuat pemodelan unit usaha BUM Desadengan menggunakan kanvas model bisnis, bagaimana merumuskan visi dan misi BUM Desa, serta bagaimanamengelola binis BUM Desa dengan menggunakan empat pilar bisnis (pemasaran, keuangan, operasi, dan sumberdaya manusia.

Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2018-08-08

Dokumen yang terkait

Buku Seri Rancang Bangun Bisnis BUM Desa

Gratis

Feedback