DAERAH DENGAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DALAM PENYERAPAN ASPIRASI MASYARAKAT Studi Tentang Koordinasi Perencanaan dan Pembuatan Kebijakan Penyaluran Aspirasi Masyarakat

Gratis

0
0
20
1 year ago
Preview
Full text

Jurnal Transparansi

  Dengan landasanteori ini, maka koordinasi di antara Dewan Perwakilan Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat dalam penyerapan aspirasi masyarakat dipandang sebagai suatu rangkaian keterpaduan kinerja kelembagaanyang dijalin melalui kontak langsung antara orang-orang yang terlibat langsung; dimulai pada tahapan yang paling dini perencanaan dan pembuatan kebijakan; dan merupakan sebuah proses yangberkelanjutan dan berkesinambungan. Koordinasi perencanaan dan pembuatan kebijakan penyaluran aspirasi masyarakat Dewan Perwakilan Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat merupakan suatu rangkaian keterpaduankinerja kelembagaan yang dijalin melalui kontak langsung antara orang-orang yang terlibat langsung dalam perencanaan dan pembuatan kebijakan, dan merupakan proses koordinasi yangberkelanjutan.

E-ISSN 2622-0253

  Dengan landasanteori ini, maka koordinasi di antara Dewan Perwakilan Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat dalam penyerapan aspirasi masyarakat dipandang sebagai suatu rangkaian keterpaduan kinerja kelembagaanyang dijalin melalui kontak langsung antara orang-orang yang terlibat langsung; dimulai pada tahapan yang paling dini perencanaan dan pembuatan kebijakan; dan merupakan sebuah proses yangberkelanjutan dan berkesinambungan. Koordinasi perencanaan dan pembuatan kebijakan penyaluran aspirasi masyarakat Dewan Perwakilan Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat merupakan suatu rangkaian keterpaduankinerja kelembagaan yang dijalin melalui kontak langsung antara orang-orang yang terlibat langsung dalam perencanaan dan pembuatan kebijakan, dan merupakan proses koordinasi yangberkelanjutan.

METODE PENELITIAN

  Koordinasi Berkelanjutan Koordinasi berkelanjutan meliputi koordinasi kebijakan dan koordinasi teknis penyerapan aspirasi masyarakat yang diperlukan untuk melembagakan pola koordinasi penyerapan aspirasimasyarakat di antara DPD dan DPR masih belum jelas; dan oleh sebab itu sampai kini belum terjalin suatu pola koordinasi penyerapan aspirasi masyarakat yang efektif di antara DPD dan DPR. Koordinasi berkelanjutan yangmeliputi koordinasi kebijakan dan koordinasi teknis penyerapan aspirasi masyarakat yang diperlukan untuk melembagakan pola koordinasi penyerapan aspirasi masyarakat di antara DPD dan DPR masihbelum jelas; dan oleh sebab itu sampai kini belum terjalin suatu pola koordinasi penyerapan aspirasi masyarakat yang efektif di antara DPD dan DPR.

DAFTAR PUSTAKA

  29-48 Hartati, Sri dan Sari Iswanti. Sutarto, 1998, Dasar-Dasar Kepemimpinan Administrasi, Yogyakarta: Gajah Mada University Press Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2014 Tentang Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Dan Dewan Perwakilan RakyatDaerah.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

A. Pengetian Konflik - MENGELOLA KONFLIK DALAM UPAYA MEMBANGUN KERJA SAMA
0
0
10
Bab 1 Struktur Pasar dan Persaingan - BB047-30-04-2011-83d21300411-Bab-1-Struktur-pasar-dan-Persaingan
0
0
11
Pengertian dan Filosofi Manajemen Kompensasi
0
0
53
A. Teori Kestabilan Atom - BAB 3 IKATAN KIMIA dan gaya antar molekul
0
0
22
Kata-kata kunci: model pembelajaran, penguasaan konsep, dan sikap ilmiah
1
1
15
30 M anasik Haji dan Umroh
0
0
29
BAGIAN I IKHLAS DAN NIAT DALAM SEGALA PERILAKU KEHIDUPAN - Riyadhus Shalihin 1-35 | Abu Dzakwan's Blog
0
0
42
Sambutan dari Pusat Riset dan Studi Ilmiah Ilmu Hadits
0
0
146
Bayi Tabung dan Kloning Manusia Dalam Presfektif Syariah Islam
0
2
232
E. 33,550 mm 2. Seorang anak bergerak lurus sejauh 60 meter arah Utara, kemudian berbelok ke arah Timur sejauh 80 m dan dilanjutkan ke Utara sejauh 50 m membentuk sudut 37 maka perpindahan ( sin 37 = 0,6 dan cos 37 = 0,8 ) A. 135 mB . 150 m C. 165 m D. 19
0
0
6
E. 23 menit 36,20 detik 2. Seorang anak bergerak lurus sejauh 60 meter arah Utara, kemudian berbelok ke arah Timur sejauh 80 m dan dilanjutkan ke Utara sejauh 50 m membentuk sudut 37 maka perpindahan ( sin 37 = 0,6 dan cos 37 = 0,8 ) A. 135 mB . 150 m C.
0
0
7
E. 33,550 mm 2. Seorang anak bergerak lurus sejauh 60 meter arah Utara, kemudian berbelok ke arah Timur sejauh 80 m dan dilanjutkan ke Utara sejauh 50 m membentuk sudut 37 maka perpindahan ( sin 37 = 0,6 dan cos 37 = 0,8 ) A. 135 mB . 150 m C. 165 m D. 19
0
0
7
E. 60 m 3. Sepeda motor mula-mula bergerak lurus dengan kecepatan 36 km jam - Soal USEK FISIKA 2015 KOTA PADANG paket 01 dan kunci
0
0
7
Kesejahteraan Rakyat dan Kebijakan Publik
0
0
5
TERHADAP PEMBIAYAAN BERMASALAH (KREDIT MACET) PADA PT BANK PEMBIAYAAN RAKYAT SYARIAH ARTHA MADANI CIKARANG, JAWA BARAT
0
0
17
Show more