BUDIDAYA JAMBU JAMAIKA

 0  1  9  2018-03-13 23:10:32 Report infringing document

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Nama jambu air jamaika mungkin terdengar asing disebagian orang, namun namanya

  jambu merah dan jambu bol tidak asing lagi. Jambu jamaika, jambu bol dan jambu merah memang itu-itu saja, namun banyak yang menamainnya berbeda-beda. Buah ini memiliki ciri kulit buahnya berwarna merah muda saat belum matang dan berubah semakin hitam apabila semakin tua. Daging buahnya lebih tebal dari jambu air kebanyakan dan tekstur buahnya lebih halus. Tanaman jambu jamaika dari hasil vegetatif bisa berbuah saat berumur 9-13 bulan dan dari hasil generatif bisa bebuah saat berumur 2-3 tahun. Jambu jamaika memang asli buah lokal, namun kelebihannya membuat harganya mahal dipasaran.

BAB II PEMBAHASAN PROFIL JAMBU JAMAIKA Jambu Jamaika memiliki tajuk dan daun sama dengan jambu air yang lain. Dahannya

  cenderung memanjang, lentur, dan menjulur ke segala arah. Daun berwarna hijau tua, dan berukuran besar. Kulit buah berwarna merah muda saat belum matang dan berubah semakin hitam apabila semakin tua. Daging buahnya lebih tebal dari jambu air kebanyakan dan tekstur buahnya lebih halus. Jambu Jamaika vegetatif bisa berbuah saat berumur 9-13 bulan dan jambu Jamaika generatif bisa bebuah saat berumur 2-3 tahun

BUDIDAYA JAMBU JAMAIKA

  Prasyarat perkembangan dari tanaman buah jambu bol Jamaika yaitu seperti ini : 1) Cermati iklim di mana kamu ingin menanam jambu bol Jamaika dengan cara komersil sebagai usaha UKM untuk petani buah besar. Tanaman buah jambu bol Jamaika bisa tumbuh dengan sehat jika ditanam pada daerah yang memiliki curah hujan sekitaran 500 – 3000 mm/th..

  2) Dalam saat – saat pertumbuhannya, tanaman buah jambu bol Jamaika memerlukan intensitas sinar matahari sebesar 40 – 80%. 3) Cermati temperatur yang yang baik untuk perkembangan tanaman jambu bol Jamaika yaitu kisaran 18 – 28 derajat celcius. 4) Jagalah kelembapan hawa pada 50 – 80%. 5) Cermati tempat tanam dari tempat yang ingin kamu garap, lahan yang pas yaitu lahan yang subur, gembur, serta banyak terkandung bahan – bahan organik. Keadaan lahan inseptisol begitu bagus, sementara itu lahan yang kurang sangat subur seperti ultisol serta oksisol atau berbentuk podsolik merah kuning masihlah bagus untuk budidaya buah jambu bol Jamaika sesudah di beri pupuk serta kapur. Lahan dengan tingkat keasaman (pH) pada 5, 5 – 7, 5 yaitu begitu pas untuk pertumbuhannya. 6) Jagalah ketinggian tempat. Tanaman jambu bol Jamaika sebaiknya memiliki kekuatan penyesuaian yang besar di lingkungan tropis dari dataran rendah hingga tinggi yang meraih ketinggian sekitaran 1200 m dari permukaan laut. Prasyarat pembibitan sebagai langkah pertama pengembangan perkebunan tanaman buah jambu bol Jamaika yaitu seperti ini : 1). Kriteria benih. Biji wajib datang dari varietas unggul, berusia banyak dari 15 th., produktif serta produksi seimbang. Biji datang dari buah masak di pohon, besarnya normal serta mulus. Biji dikering anginkan sepanjang 1 – 3 hari pada tempat – tempat teduh, di mana biji – biji yang penuhi prasyarat yaitu memiliki ukuran rata-rata besar, seragam serta tak cacat.

  2). Pembuatan persemaian. Persemaian bisa dapat dengan cara didalam bedengan atau polybag.

  Persemaian dengan bedengan. Olah lahan sedalam 30 – 40 cm dengan cangkul, lalu keringanginkan sepanjang 15 – 30 hari. Buat bedengan selebar 100 – 120 cm, panjang sesuai sama tempat dengan jarak antar bedengan sekitaran 60 cm. Campur 2 kg/m2 pupuk kandang dengan lahan bedengan. Bikin sungkup bedengan berupa 1/2 lingkaran dengan tinggi pusat lingkaran minimum 50 cm. naungi sungkup dengan plastik bening. Persemaian dengan polybag. Lubangi basic polybag dengan diameter sekitaran 10 – 15 cm. Isilah polybag dengan media berbentuk kombinasi lahan serta pupuk kandang dengan perbandinga masing masing sebesar 2 : 1, lalu polybag taruh didalam sungkup.

  3). Tehnik penyemaian dengan biji. Bedengan, siram lahan bedengan terlebih dulu, buat lubang semai pada jarak sekitaran 15 x 10 cm. Semai biji di lubang sedalam 3 – 5 cm serta tutup dengan lahan tidak tebal lantas siram kembali. Polybag, siram media didalam polybag. Semaikan satu biji sedalam 3 – 5 cm, lantas tutup dengan lahan serta siram seperlunya. 4). Perawatan, pembibitan atau penyemaian. Proses penyiraman dapat dengan cara sejumlah 1 – 2 kali satu hari, terlebih bila tengah musim panas panjang. Penyiangan dapat dengan cara sesuai sama perkembangan gulma. Proses pemupukan tiap-tiap 3 bln. dengan urea, SP – 36 serta KCI (2 : 1 : 1) sejumlah 50 – 100 g/m2 atau 4 gr/polybag. Penyemprotan pestisida dengan konsentrasi 30 – 50% dari dosis rekomendasi. Buka sungkup bila cuaca lingkungan kebun. 5). Perpindahan bibit. Sesudah berumur 6 bln., dapat dengan cara perpindahan bibit dari bedengan ke polybag. Geser tanam ke lapangan ingin dapat dengan cara sesudah bibit berusia 10 – 12 bln. di persemaian. Untuk bibit tipe enten (grafting), jenis sambungan yang terbagus yaitu sambungan celah. Batang bawah datang dari bibit hasil memperbanyak dengan biji yang sudah berusia 10 – 12 bln., sementara itu pucuk datang dari pohon induk unggul. Sesudah disambung, bibit dipelihara sepanjang 2 – 3 bln.. Bibit cangkok cabang yang ingin dicangkok ada pada tanaman yang unggul serta produktif. Cabang yang wajib diambil tidaklah sangat berumur tua/muda, berwarna hijau keabu – abuan/kecoklat – coklatan dengan diameter sekurang-kurangnya 1. 5 cm. Sesudah berumur 2 – 2, 5 bln. (telah berakar), bibit selekasnya dipotong serta ditanam di polybag dengan media kombinasi lahan : pupuk kandang 1 : 1. Bibit dipelihara 1 bln.. mengenai tehnik penanaman buah jambu bol Jamaika : 1). Pembuatan lubang tanam Lubang tanam di buat dengan teknik menggali tempat memiliki ukuran sekitaran 30 x 30 x 30 cm.

  2). Cermati teknik penanaman. Bibit ditanam di pertama musim hujan terkecuali bila kandungan air jumlahnya berlimpah. Setelah itu taburkan insektisida 100 gr furadan 3 G serta 100 – 150 gr kombinasi urea, SP – 36 serta KCI (2 : 1 : 1) kedalam lubang tanam. Siram media polybag, sobek polybag dengan hati – hati, mengeluarkan bibit bersama tanahnya serta tanamkan di lubang. Siram seperlunya. Tumpuk dengan lahan hingga pangkal batang serta padatkan lahan di sekitaran batang. Gunakan tiang penyangga di segi kiri/kanan serta ikat tanaman ke tiang penyangga. Langkah paling akhir yaitu tahu mengenai perawatan tanaman seperti ini : tidak tumbuh ingin ditukar dengan bibit baru yang ditanam pada lubang tanam yang sama. 2). Perempalan/pemotongan. Hal semacam ini memiliki tujuan untuk membuat pohon serta sekaligus tingkatkan produktifitas. Pemotongan I yaitu seperti ini tanaman sudah berusia kurang dari 1 th.. Memotong ujung batang hingga pada ketinggian 70 – 100 cm dari lahan. Sesudah cabang primer terbentuk, pastikan dua atau tiga cabang primer terbagus serta dilewatkan tumbuh hingga 50 cm. Pemotongan II yaitu dengan memotong ujung batang cabang primer yang telah memiliki ukuran panjang sekitaran 50 cm. Cabang primer dipotong hingga 30 cm dari pangkalnya. Sesudah cabang sekunder terbentuk, pastikan 3 cabang sekunder terbagus. Pemotongan III yaitu dengan teknik memotong cabang sekunder hingga 30 – 50 cm dari pangkalnya. Sesudah cabang tersier terbentuk, peliharalah 3 cabang tersier itu lalu pemotongan dihentikan. 3). Lakukan proses pemupukan. Tipe pupuk serta dosis (gr/pohon/th.) yang dipakai yaitu seperti ini : usia tanaman sekitaran 1 th. memaka tipe pupuk urea 200, SP – 36 100, KCI 100 serta frekwensi proses pemupukan sekitaran empat kali. Usia tanaman 2 th. : menggunakan urea sekitaran 200, SP – 36 100, KCI 100 dengan frekwensi proses pemupukan sejumlah tiga kali. Usia tanaman sekitaran 5 th. menggunakan pupuk urea sekitaran 400, SP – 36 200, KCI 200 serta frekwensi proses pemupukan sejumlah tiga kali. Usia tanaman 6 th., urea 200, SP – 36 400, KCI sejumlah 200 dengan frekwensi proses pemupukan sejumlah tiga kali. Usia tanaman 7 th., urea 250, SP – 36 500, KCI 250 serta frekwensi proses pemupukan sejumlah tiga kali. Usia tanaman 8 th., berilah pupuk urea 250, SP – 36 500, KCI 250, dengan frekwensi proses pemupukan sekitaran tiga kali. Usia tanaman 9 th., urea 250, SP – 36 500, KCI 250 dengan frekwensi proses pemupukan sejumlah tiga kali, usia tanaman 10 th., urea 250, SP – 36 500, KCI 250 dengan frekwensi proses pemupukan sejumlah tiga kali, serta usia tanaman banyak dari 10 th., menggunakan urea 250, SP – 36 500, KCI 250 dengan frekwensi proses pemupukan sejumlah tiga kali.

  • – 2 kali satu hari. Bila telah sesuai besar serta perakarannya dalam dan kuat, tanaman disirami sejumlah 10 – 2 kali satu bulan. Pemberian air dapat dengan cara dengan teknik disiram di sekitar/sekitaran judul. Pemulsaan. Mulsa jerami kering dihamparkan sesudah tanam di sekitar judul tanaman meraih ketebalam 3 – 5 cm. 5). Lakukan pembungkusan buah. Buah dibungkus 7 – 10 hari sebelumnya panen untuk menghindar serangan lalat buah sekalian melindungi serta memperoleh warna kulit buah tetaplah bagus. Pembungkusan buah wajib memakai ijuk yang membungkus rangkaian buah dalam satu tangkai. Ijuk diikat di ke-2 ujung rangkaian buah. Langkah paling akhir yaitu persiapan pasca panen. Petani ingin lakukan pengumpulan. Buah hasil panen dihimpun lantas dimasukkan kedalam keranjang plastik serta disimpan sesaat di ruang yang berhawa sejuk. Setelah itu yaitu lakukan penyortiran serta penggolongan. Pisahkanlah buah cacat dari yang bagus serta klasifikasikan buah berdasar pada ukurannya. Buah dicuci bersih dengan air mengalir lalu tiriskan di rack pengeringan. Setelah itu kemas dalam kotak kardus/keranjang plastik serta disusun rapi supaya tak beralih tempat sepanjang pengangkutan. Terlebih dulu, buah disimpan dalam cold storage bila tak segera diangkut ke pasar.

  PERAWATAN

  Cara Perawatan : Penyiraman: cara merawat tanaman ini sama dengan merawat tanaman pada umumnya, yaitu disiram dengan air setiap 2 kali sehari, pagi hari dan sore hari, bila terlihat kondisi kering, bila kondisi tanah tanaman masih terlihat basah, maka cukup satu kali penyiraman saja. Pemangkasan: Pemangkasan dilakukan terhadap tanaman dengan tujuan sebagai berikut: membentuk tajuk yang ideal, sehingga tanaman Jambu Jamaika bisa tumbuh dengan baik dan rimbun. Pemupukan dan Penyayatan: tanaman Jambu Jamaika tidak berbuah bisa jadi karena tidak subur atau kekurangan unsur-unsur makro yang dibutuhkan seperti nitrogen, fosfor,kalium.

  Pemupukan dengan kadar P dan K yang tinggi (sebaiknya pupuk dilarutkan dalam air dan lalu disiramkan). Pemberian hormon perangsang bunga juga bisa dilakukan. Satu lagi yang tak kalah penting, buat sayatan terhadap kulit batang selebar kira-kira 1/2 – 1 cm pada pangkal batang secara melingkar. Sayatan dilakukan pada pangkal batang kira-kira 5 – 10 cm dari dasar tanah.

  Pengeringan atau stres air atau cara membuahkan: kekurangan air akan memicu tanaman berbunga. Caranya tunggu sampai tanaman jambu jamaika tidak memiliki pupus daun muda. Kemudian tanaman jambu jamaika tidak disiram selama 2-3 hari. Setelah terlihat layu, tanaman disiram air sebanyak-banyaknya. Jika bunga tidak muncul juga, pengeringan bisa dilakukan lagi atau menggunakan pupuk perangsang buah yang banyak beredar di pasaran.

BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Jambu jamaika adalah jenis jambu air yang mempunyai daging buah lebih tebal

  dengan tekstur lebih halus jika di bandingkan dengan jambur air lain nya. Jambu air yang sering di sebut dengan Jambu Bol ini Warnanya merah merona menarik orang untuk menyantapnya. Soal rasa? tidak diragukan lagi, jambu ini memiliki rasa yang manis dan berair apalagi jika warna merahnya semakin gelap berasa semakin manis lagi. Tanaman

  jambu jamaika

  mudah beradaptasi di berbagai tempat baik dari dataran rendah sampai dataran tinggi yang mencapai ketinggian 1.200 m dpl.

DAFTAR PUSTAKA

  

Dokumen baru
Dokumen yang terkait

BUDIDAYA JAMBU JAMAIKA

Gratis

Feedback