HUBUNGAN ANTARA KEPUASAN KERJA DAN DISIPLIN KERJA DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN ASURANSI.

Gratis

0
0
85
2 years ago
Preview
Full text

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

A

  Didalam suatu organisasi, usaha-usaha untuk menciptakan disipin, selain melalui adanya tata tertib/peraturan yang jelas, juga harus adapenjabaran tugas dan wewenang yang jelas, tata cara atau tata kerja yang digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac. Berdasarkan permasalahan yang peneliti uraikan diatas dan melihat pentingnya kepuasan kerja dan disiplin kerja dalam menentukanproduktivitas kerja, maka pada penelitian ini peneliti tertarik untuk membahas mengenai ” Hubungan antara Kepuasan Kerja dan DisiplinKerja dengan Produktivitas Kerja Karyawan Asuransi” digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.

B

Apakah ada hubungan antara kepuasan kerja dengan produktivitas kerja 2. Apakah ada hubungan antara disiplin kerja dengan produktivitas kerja 3.

C

Untuk mengetahui hubungan antara kepuasan kerja dengan produktivitas kerja. Untuk mengetahui hubungan antara kepuasan kerja dan disiplin kerja dengan produktivitas kerja.

D

digilib.uinsby.ac.id id digilib.uinsby.ac.id Penelitian dari Muhaimin (2004) yang berjudul “Hubungan Kepuasan Kerja Dengan Motivasi Kerja Pada Karyawan Bank BTPN Madiun” penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan kepuasan kerja dengan motivasi kerja pada karyawan bankBTPN Madiun. digilib.uinsby.ac.id id digilib.uinsby.ac.id Penelitian dari Norazah Mohd Suki dan Norbayah Mohd Suki(2011) yang berjudul “job satisfaction and organisational commitment: the effect of gender”Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh gender terhadap persepsi karyawan kepuasan kerja dan komitmen organisasi.

BAB II KAJIAN PUSTAKA Produktivitas Kerja Produktivitas Kerja

A. Pengertian Produktivitas Kerja Pengertian Produktivitas Kerja

  Metode kerja merupakan suatu ukuran yang menggambarkan Metode kerja merupakan suatu ukuran yang menggambarkan Metode kerja merupakan suatu ukuran yang menggambarkan keadaan mengenai metode kerja yang digunakan serta upaya untuk keadaan mengenai metode kerja yang digunakan serta upaya untuk keadaan mengenai metode kerja yang digunakan serta upaya untukmelakukan perbaikan. Dengan demikian,cara kerja hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan hasil yang dicapai cara kerja hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan hasil yang dicapai cara kerja hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan hasil yang dicapai besok harus lebih banyak atau lebih baik dari yang diperoleh hari ini.

2.1. Pelatihan

2.2. Mental dan kemampuan fisik

Sikap yang sejauh mana bawahan diikut sertakan dalam penentuan tujuan. Sikap yangsaling jalin-menjalin telah mampu meningkatkan produktivitas karyawan menjalin telah mampu meningkatkan produktivitas karyawan menjalin telah mampu meningkatkan produktivitas karyawan dalam bekerja.

2.3. Hubungan antara atasan dan bawahan hubungan atasan dan bawahan akan mempengaruhi kegiatan yang hubungan atasan dan bawahan akan mempengaruhi kegiatan yang hubungan atasan dan bawahan akan mempengaruhi kegiatan yang

Pada dasarnya kepuasan kerja merupakan hal yang bersifat Pada dasarnya kepuasan kerja merupakan hal yang bersifat Pada dasarnya kepuasan kerja merupakan hal yang bersifat individual. Setiap individu akan memiliki tingkat kepuasan yang berbeda-beda sesuai dengan sistem nilai beda sesuai dengan sistem nilai-nilai yang berlaku pada dirinya.

B. Pengertian Kepuasan Kerja Pengertian Kepuasan Kerja

  Hopper New Hope Pennsylvania Kepuasan kerja berhubungan dengan sikap dari karyawan terhadap Kepuasan kerja berhubungan dengan sikap dari karyawan terhadap Kepuasan kerja berhubungan dengan sikap dari karyawan terhadap pekerjaan itu sendiri, situasi kerja , kerjasama antarpemimpin dan sesama pekerjaan itu sendiri, s ituasi kerja , kerjasama antarpemimpin dan sesamakaryawan (Tiffin dan McCormick, dalam Waluyo 2009 awan (Tiffin dan McCormick, dalam Waluyo 2009). Berdasarkan s Berdasarkan survei diagnostik diperoleh hasil tentang lima ciri urvei diagnostik diperoleh hasil tentang lima ciri yang memperlihatkan kaitannya dengan kepuasan kerja untuk berbagai yang memperlihatkan kaitannya dengan kepuasan kerja untuk berbagai yang memperlihatkan kaitannya dengan kepuasan kerja untuk berbagaimacam pekerjaan.

2.1. Ciri-Ciri Intrinsik Pekerjaan

2.2. Gaji Penghasilan, Imbalan Yang Dirasakan Adil ( Penghasilan, Imbalan Yang Dirasakan Adil (Equit-

Locke memberikan kerangka kerja Locke memberikan kerangka kerja teoritis untuk memahami teoritis untuk memahami kepuasaan tenaga kerja dengan penyeliaan, ia menemukan dua jenis dari kepuasaan tenaga kerja dengan penyeliaan, ia menemukan dua jenis dari kepuasaan tenaga kerja dengan penyeliaan, ia menemukan dua jenis darihubungan atasan hubungan atasan-bawahan: hubugan fungsional dan keseluruhan (entity). Hubungan keseluruhan didasarkan pada ketertarikan antar pribadi yang mencerminkan sikap dasar dan nilai pribadi yang mencerminkan sikap dasar dan nilai-nilai yang serupa.

2.3. Penyeliaan

2.4. Rekan-Rekan Sejawat Yang Menunjang

Hubungan yang ada antarpekerja adalah hubungan ketergantungan Hubungan yang ada antarpekerja adalah hubungan ketergantungan Hubungan yang ada antarpekerja adalah hubungan ketergantungan sepihak, yang bercorak fungsional. Kepuasan kerja yang ada pada parapekerja timbul jika terjadi hubungan yang harmonis dengan tenaga kerja pekerja timbul jika terjadi hubungan yang harmonis dengan tenaga kerja pekerja timbul jika terjadi hubungan yang harmonis dengan tenaga kerja yang lain.

3.1. Dampak Terhadap Produktivitas

3.2. Dampak Terhadap Ketidakhadiran (absenteisme Keluar Tenaga Kerja (Turnover)

Porter dan Steers berkesimpulan bahwa ketidakha Porter dan Steers berkesimpulan bahwa ketidakha Porter dan Steers berkesimpulan bahwa ketidakhadiran dan berhenti bekerja merupakan jenis jawaban berhenti bekerja merupakan jenis jawaban-jawaban yang secara kualitatif jawaban yang secara kualitatifberbeda. Mereka percaya bah motivasi untuk hadir dipengaruhi oleh kepuasan kerja dalam kombinasi motivasi untuk hadir dipengaruhi oleh kepuasan kerja dalam kombinasi motivasi untuk hadir dipengaruhi oleh kepuasan kerja dalam kombinasidengan tekanan-tekanan internal dan eksternal untuk datang pada dengan tekanan tekanan internal dan eksternal untuk datang pada pekerjaan.

JOB EXPECTATIONS JOB EXPECTATIONS

Economic Market Conditions, Incentive Reward Sysem Economic Market Conditions, Incentive Reward SysemAdvancement Work-Group Norms, Personal Work Ethic, Organizational Personal Work Ethic, Organizational Commitmentsumber : sumber : Steers & Rhodes, 1978

JOB SITUATION MOTIVATION ATTENDANCE

Dari penelitian dengan menggunakan meninggalkan pekerjaan diambil. Langkah-langkah dalam Proses Keputusan Gambar 2.2 langkah dalam Proses Keputusan Meninggalkan Pekerjaan Menurut Robbins (dalam Munandar, 2004 Menurut Robbins (dalam Munandar, 2004) ketidakpuasan kerja ) ketidakpuasan kerja pada tenaga kerja karyawan dapat diungkapkan ke dalam berbagai macam pada tenaga kerja karyawan dapat diungkapkan ke dalam berbagai macam pada tenaga kerja karyawan dapat diungkapkan ke dalam berbagai macamarea.

JOB SATISFACTION JOB SATISFACTION THINKING OF QUITTING ATTENDANCE INTENTION TO INTENTION OFQUIT/STAY SEARCH

QUIT/STAY PROBABILITY OF FINDING AN PROBABILITY OF FINDING AN

ACCEPTABLE ALTERNATIVE ACCEPTABLE ALTERNATIVE

C. Pengertian Disiplin Kerja Pengertian Disiplin Kerja

Disiplin adalah setiap perseorangan dan juga kelompok yang menjamin adanya kepatuhan perseorangan dan juga kelompok yang menjamin adanya kepatuhan perseorangan dan juga kelompok yang menjamin adanya kepatuhanterhadap “perintah” H terhadap “perintah” Heidjrachman dan Husnan (dalam Sinambela, 2012 eidjrachman dan Husnan (dalam Sinambela, 2012). Pengertian disiplin dikemukakan ju Pengertian disiplin dikemukakan juga oleh Nitisemito (dalam ga oleh Nitisemito (dalamMuhaimin, 2004), yang mengartikan disiplin sebagai suatu Muhaimin, 2004 mengartikan disiplin sebagai suatu sikap, perilaku dan perbuatan yang sesuai dengan peraturan dari perusahaan, baik tertulis dan perbuatan yang sesuai dengan peraturan dari perusahaan, baik tertulismaupun tidak tertulis.

1) Preventive dicipline

mendatang dapat mematuhi norma Pada dasarnya, tujuannya semua disiplin adalah agar seseorang Pada dasarnya, tujuannya semua disiplin adalah agar seseorang Pada dasarnya, tujuannya semua disiplin adalah agar seseorang dapat bertingkah laku sesuai dengan apa yang disetujui oleh perusahaan. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi produktivitas kerja karyawan yaitu faktor yang dapat mempengaruhi produktivitas kerja karyawan yaitu faktor yang dapat mempengaruhi produktivitas kerja karyawan yaitukepuasan kerja dan disiplin k kepuasan kerja dan disiplin kerja karyawan.

D. Dengan Produktivitas Kerja Dengan Produktivitas Kerja

  Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa ada hubungan yang sedang dan ini menghasilkan kesimpulan bahwa ada hubungan yang sedang dan ini menghasilkan kesimpulan bahwa ada hubungan yang sedang dansignifikan antara disiplin kerja dengan produktivitas kerja karyawan pada signifikan antara disiplin kerja dengan produktivitas kerja karyawan pada signifikan antara disiplin kerja dengan produktivitas kerja karyawan padaPerseroan Terbatas (PT). Kerangka Teori Kerangka Teori Kerangka teoritis adalah suatu model yang digunakan untuk Kerangka teoritis adalah suatu model yang digunakan untuk Kerangka teoritis adalah suatu model yang digunakan untuk menerangkan hubungan faktor-faktor yang penting yang telah menerangkan hubungan faktor faktor yang penting yang telahdiketahui dalam suatu masalah.

F

Ada hubungan positif antara disiplin kerja deng Ada hubungan positif antara disiplin kerja dengan produktivitas kerja an produktivitas kerja karyawan. Ada hubungan da hubungan positif antara kepuasan kerja dan disiplin kerja kepuasan kerja dan disiplin kerja dengan produktivitas kerja karyawan.

BAB II I METODE PENELITIAN

VARIABEL DAN DEFINISI OPERASIONAL

A. VARIABEL DAN DEFINISI OPERASIONAL Identifikasi Variabel Penelitian

1. Identifikasi Variabel Penelitian

Variabel merupakan konsep mengenai atribut sifat yang Variabel merupakan konsep mengenai atribut sifat yang terdapat pada subjek penelitian yang penelitian yang dapat terdapat pada subjek penelitian yang penelitian yang dapat terdapat pada subjek penelitian yang penelitian yang dapatbervariasi secara kuantitatif maupun kualitatif (Azwar, 2004). bervariasi secara kuantitatif maupun kualitatif (Azwar bervariasi secara kuantitatif maupun kualitatif (AzwarVariabel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari dua Variabel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari dua Variabel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari dua macam, yaitu variabel bebas dan variabel tergantung.

2. Definisi Operasional

Sikap seseorang terhadap pekerjaan tersebut ang terhadap pekerjaan tersebut mengambarkan pengalaman-pengalaman menyenangkan atau tidak mengambarkan pengalaman pengalaman menyenangkan atau tidakmenyenangkan dalam pekerjaan dan harapan-harapan mengenai menyenangkan dalam pekerjaan dan harapan harapan mengenai pengalaman mendatang (Muhaimin, 2004). Kepuasan kerja akan pengalaman mendatang (Muhaimin, 2004).

1. Populasi

Sample dan Teknik Sampling Sample adalah sebagian dari individu yang diselidiki dan Sample adalah sebagian dari individu yang diselidiki dan sampel harus memiliki paling sedikit sifat yang sama, baik sifat sampel harus memiliki paling sedikit sifat yang sama, baik sifat sampel harus memiliki paling sedikit sifat yang sama, baik sifatkodrat maupun pengkhususan (Hadi, 2000). Sampel dalam penelitian penelitian ini adalah seluruh populasi yang ada yaitu keseluruhan karyawan AJB seluruh populasi yang ada yaitu keseluruhan karyawan AJB seluruh populasi yang ada yaitu keseluruhan karyawan AJBBUMIPUTERA 1912 Surabaya yang berjumlah 37 BUMIPUTERA berjumlah 37 orang.

2. Sample dan Teknik Sampling

Skala terdiri dari daftar pertanyaan atau pernyataanyang diajukan agar dijawab oleh responden dan interpretasi yang diajukan agar dijawab oleh responden dan interpretasi yang diajukan agar dijawab oleh responden dan interpretasi jawaban responden dapat merupakan proyeksi dari perasaan jawaban responden dapat merupakan proyeksi dari perasaan jawaban responden dapat merupakan proyeksi dari perasaanresponden. Alasan peneliti menggunakan skala psikologi sebagai nakan skala psikologi sebagai metode pengumpulan data adalah sebagai berikut (Azwar, 2013): metode pengumpulan data adalah sebagai berikut (Azwar, 2013): metode pengumpulan data adalah sebagai berikut (Azwar, 2013): dari diri subjek yang tidak disadari oleh responden.

c. Responden tidak menyadari arah jawaban yang dikehendaki Responden tidak menyadari arah jawaban yang dikehendaki Responden tidak menyadari arah jawaban yang dikehendaki dan kesimpulan apa yang sesungguhnya diungkap oleh dan kesimpulan apa yang sesungguhnya diungkap oleh dan kesimpulan apa yang sesungguhnya diungkap oleh

f. Validitas skala psikologi ditentukan oleh ketepatan Validitas skala psikologi ditentukan oleh ketepatan Validitas skala psikologi ditentukan oleh ketepatan operasionalitas konstrak psikologi yang hendak diukur operasionalitas konstrak psikologi yang hendak diukur operasionalitas konstrak psikologi yang hendak diukur

menjadi indikator keperilakuan dan aitem aitemnya. Azwar (2013) juga menyebutkan karakteristik skala sebagai alat Azwar (2013) juga menyebutkan karakteristik skala sebagai alat Azwar (2013) juga menyebutkan karakteristik skala sebagai alat ukur p ukur psikologi yaitu: mengungkap indikator perilaku dari atribut yang mengungkap indikator perilaku dari atribut yang mengungkap indikator perilaku dari atribut yang bersangkutan.

a. Stimulusnya berupa pertanyaan atau pernyataan yang tidak Stimulusnya berupa pertanyaan atau pernyataan yang tidak Stimulusnya berupa pertanyaan atau pernyataan yang tidak langsung mengungkap atribut yang hendak diukur melainkan langsung mengungkap atribut yang hendak diukur melainkan langsung mengungkap atribut yang hendak diukur melainkan

b. Jawaban subjek terhadap satu aitem baru merupakan bagian Jawaban subjek terhadap satu aitem baru merupakan bagian Jawaban subjek terhadap satu aitem baru merupakan bagian b banyak indikasi mengenai atribut yang diukur, sedangkan anyak indikasi mengenai atribut yang diukur, sedangkan

kesimpulan akhir sebagai suatu diagnosis baru dapat dicapai kesimpulan akhir sebagai suatu diagnosis baru dapat dicapai kesimpulan akhir sebagai suatu diagnosis baru dapat dicapai bila semua jawaban telah direspon. Semua jawaban dapat diterima sepanjang diberikan secara jujur dan sungguh sungguh.

c. Respon subjek tidak diklasifikasikan sebagai jawaban Respon subjek tidak diklasifikasikan sebagai jawaban Respon subjek tidak diklasifikasikan sebagai jawaban

kala produktivitas kerja dalam penelitian ini menggunakan aspek penelitian ini menggunakan aspek-aspek yang dikemukakan oleh aspek yang dikemukakan olehJackson dalam Agustin (2014) yang terdiri dari kemampuan Jackson da kemampuan dan keterampilan, sikap dan prilaku, Skala tersebut terdiri keterampilan a tersebut terdiri dari item favorable favorable dan item unfavorable yang masing-masing terdiri atas masing terdiri atas empat alternatif jawaban. Dan berikut ini adalah blueprint yang telah disusun pada Dan berikut ini adalah blueprint yang telah disusun pada pengukuran kepuasan kerja, disiplin kerja dan produktivitas kerja pengukuran dan produktivitas kerjaTabel 2.

1 Rasa aman Rasa aman ,5,7 3,0,3,6 3,0,3,6 7

Komunikasi Komunikasi 5 dengan atasan dengan atasan 22,24,28,32 26,30,34 26,30,34 7dan rekan kerja dan rekan kerja Jumlah 19 15 34Tabel 3. Sedangkan tes yang memiliki validitas rendah akan menghasilkan Sedangkan tes yang me miliki validitas rendah akan menghasilkan data yang tidak relevan dengan tujuan pengukuran.

VALIDITAS DAN RELIABILITAS

D. VALIDITAS DAN RELIABILITAS Validitas

1. Validitas

Uji validitas menggunakan bantuan program SPSS ForWinows ForWinows, untuk menguji aitem-aitem mana yang memiliki daya aitem mana yang memiliki daya beda aitem yang tinggi, yang mana sesuai dengan kaedah atau beda aitem yang tinggi, yang mana sesuai dengan kaedah atau beda aitem yang tinggi, yang mana sesuai dengan kaedah atau harga koefisien harga koefisien Corrected Item Total Correlation (Azwar, 1 Correlation (Azwar, 1986). Pengukuran yang memiliki reliabilitas yang tinggi maksudnya adalah ng memiliki reliabilitas yang tinggi maksudnya adalah ng memiliki reliabilitas yang tinggi maksudnya adalahpengukuran yang dapat menghasilkan data yang pengukuran yang dapat menghasilkan data yang reliable reliable.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Deskripsi Subyek

A. Deskripsi Subyek

Subyek dalam penelitian ini sebesar 37 subyek yakni karyawan Subyek dalam penelitian ini sebesar 37 subyek yakni karyawan Subyek dalam penelitian ini sebesar 37 subyek yakni karyawanAJB Bumiputera Surabaya . Peneliti melakukan pengelompokkan sebanyak 3 kelompokdengan tujuan agar mempermudah mengetahui prosentase yang dengan tujuan agar mempermudah mengetahui prosentase yang dengan tujuan agar mempermudah mengetahui prosentase yang 53digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.

1. Responden Berdasarkan Usia

0% 19%18-22 Tahun 23-31 Tahun 22% 59%32-46 Tahun

USIA PEGAWAI

Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Peneliti mengelompokkan data responden berdasarkan jenis mengelompokkan data responden berdasarkan jenis kelamin untuk mendapatkan manakah jumlah responden terbanyak kelamin untuk mendapatkan manakah jumlah responden terbanyak kelamin untuk mendapatkan manakah jumlah responden terbanyakberdasarkan jenis kelamin. Berikut gambaran umum subyek penelitian berdasarkanjenis kelamin: penelitian berdasarkanjenis kelamin: digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.

2. Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Hasil dan 24 jumlah responden perempuan dengan presentase 65%. Berikut gambaran umum subyek penelitian Berikut gambaran umum subyek penelitian berdasarkan lama mengajar: berdasarkan lama mengajar: digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.

3. Responden Berdasarkan Lama Bekerja

digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac. digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.

B. Deskripsi dan Reliabilitas Data Skala Produktivitas Kerja

Skala ini memiliki 34 item yang kemudian disebar ke item yang kemudian disebar kepada responden dan terseleksi responden dan terseleksi 16 item. Instrumen ini cukup memilikivalidasi data sebagai pengumpul data untuk penelitian lanjutan validasi data sebagai pengumpul data un tuk penelitian lanjutan dengan nilai diskriminasi item yang sangat tinggi.

2. Skala Kepuasan Kerja

  Hal itu terbukti dari hasil uji coba pertama ini yaitu dari 34 item terseleksi, terdapat hasil uj item terseleksi, terdapat 16item yang memiliki daya diskriminasi item lebih dari keteta item yang memiliki daya diskriminasi item lebih dari keteta item yang memiliki daya diskriminasi item lebih dari ketetapan r tabel yaitu lebih besar dari 0,3 abel yaitu lebih besar dari 0,334 atau dapat dikatakan daya 4 atau dapat dikatakan dayadiskriminasinya valid. Adapun hasil yang didapat setelah uji coba, ternyata Adapun hasil yang didapat setelah uji coba, ternyata instrumen ini memiliki tingkat validitas yang tinggi pula dan instrumen ini memiliki tingkat validitas yang tinggi pula dan instrumen ini memiliki tingkat validitas yang tinggi pula daninstrumen ini layak digunakan instrumen ini layak digunakan untuk penelitian lanjutan.

C. Hasil Analisis Data

  maka dilakukan pembaha Hasil penelitian yang didapatkan dari uji hipotesis dengan teknik Hasil penelitian yang didapatkan dari uji hipotesis dengan t Hasil penelitian yang didapatkan dari uji hipotesis dengan t analisis regresi linier ganda menemukanada hubungan antara kepuasan analisis regresi linier ganda hubungan antara kepuasankerja dan disiplin kerja dengan produktivitas kerja karyawan kerja dan disiplin kerja deng an produktivitas kerja karyawan. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa ada hubungan yang sedang dan ini menghasilkan kesimpulan bahwa ada hubungan yang sedang dan ini menghasilkan kesimpulan bahwa ada hubungan yang sedang dansignifikan antara disiplin kerja dengan produktivitas kerja karyawan pada signifikan antara disiplin kerja dengan produktivitas kerja karyawan pada signifikan antara disiplin kerja dengan produktivitas kerja karyawan padaPerseroan Terbatas (PT) Perseroan Terbatas (PT).

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Hasil uji hipotesis 1 menunjukkan hipotesis 1 menunjukkan bahwasanya terdapat hubungan yang produktivitas kerja artinya signifikan antara antara kepuasan kerja dengan produktivitas kerja variable ini terdapat terdapat hubungan antara kepuasan kerja dengan dengan produktivitas kerja, dan hubungan ini bersifat positif. Hasil uji hipotesis 2 menunjukan hipotesis 2 menunjukan bahwasanya terdapat hubungan yang signifikan juga juga terdapat pada disiplin kerja dengan produktivitas kerja produktivitas kerjaartinya variable variable ini terdapat hubungan disiplin kerja dengan dengan produktivitas kerja, dan hubungan ini bersifat positif , dan hubungan ini bersifat positif c.

B. Saran

Terutama pada skalapengukuran, diharapkan untuk memperhatikan alat ukur yang digunakan, pengukuran, diharapkan untuk memperhatikan alat ukur yang digunakan, pengukuran, diharapkan untuk memperhatikan alat ukur yang digunakan, agar penelitian selanjutnya lebih mendapatkan hasil yang maksimal. agar penelitian selanjutnya lebih mendapatkan hasil yang maksimal.penelitian selanjutnya selanjutnya juga disarankan untuk membuat item yang lebih membuat item yang lebih bagus dan lebih baik lagi, agar subjek (Karyawan lagi, agar subjek (Karyawan Asuransi JiwaBumiputera Surabaya Bumiputera Surabaya) dapat menjawab dengan jujur dan memahami setiap pernyataan pernyataan tersebut.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Hubungan antara Kepuasan Kerja dengan Produktivitas Kerja pada Agen Asuransi
1
28
101
HUBUNGAN ANTARA KEPUASAN KERJA DAN DISIPLIN KERJA DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN ASURANSI JIWA BERSAMA BUMIPUTERA SURAKARTA
4
16
77
HUBUNGAN ANTARA DISIPLIN KERJA DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA PADA KARYAWAN Hubungan Antara Disiplin Kerja Dengan Produktivitas Kerja Pada Karyawan PT.Sinar Niaga Sejahtera Regional Jateng 2 Jogjakarta.
0
2
18
HUBUNGAN ANTARA DISIPLIN KERJA DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA PADA KARYAWAN Hubungan Antara Disiplin Kerja Dengan Produktivitas Kerja Pada Karyawan PT.Sinar Niaga Sejahtera Regional Jateng 2 Jogjakarta.
0
4
18
HUBUNGAN ANTARA KEPUASAN KERJADENGAN PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN Hubungan Antara Kepuasan Kerja dengan Produktivitas Kerja Karyawan.
0
0
11
PENDAHULUAN Hubungan Antara Kepuasan Kerja dengan Produktivitas Kerja Karyawan.
0
0
10
HUBUNGAN ANTARA STRES KERJA DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN Hubungan Antara Stres Kerja Dengan Produktivitas Kerja Karyawan.
0
1
16
HUBUNGAN ANTARA STRES KERJA DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN Hubungan Antara Stres Kerja Dengan Produktivitas Kerja Karyawan.
2
13
18
Hubungan antara kepuasan kerja dan produktivitas kerja pada karyawan.
1
1
79
Hubungan antara motivasi kerja karyawan dan disiplin kerja karyawan dengan produktivitas kerja karyawan.
2
4
156
HUBUNGAN ANTARA KEPUASAN KERJA DAN DISIPLIN KERJA KARYAWAN
0
0
165
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI KERJA KARYAWAN DAN DISIPLIN KERJA KARYAWAN DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN
0
1
154
HUBUNGAN ANTARA KEPUASAN KERJA DENGAN KERJA KARYAWAN ASURANSI BUMIPUTERA SKRIPSI
0
1
70
HUBUNGAN ANTARA KEPUASAN KERJA DAN PRODUKTIVITAS KERJA PADA KARYAWAN
0
2
77
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI KERJA KARYAWAN DAN DISIPLIN KERJA KARYAWAN DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN
0
0
160
Show more