Penerapan Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) dalam pembelajaran materi pendapatan nasional untuk meningkatkan competence, conscience, dan compassion siswa kelas XC SMA Pangudi Luhur St. Louis IX Sedayu - USD Repository

Gratis

0
0
254
3 months ago
Preview
Full text

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

PENERAPAN PARADIGMA PEDAGOGI REFLEKTIF (PPR)

DALAM PEMBELAJARAN MATERI PENDAPATAN

NASIONAL UNTUK MENINGKATKAN COMPETENCE,

  

PANGUDI LUHUR ST. LOUIS IX SEDAYU

SKRIPSI

  Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

  Program Studi Pendidikan Akuntansi Oleh:

  

Yustina Reni Swastika

NIM: 081334007

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI

JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

PENERAPAN PARADIGMA PEDAGOGI REFLEKTIF (PPR)

DALAM PEMBELAJARAN MATERI PENDAPATAN

NASIONAL UNTUK MENINGKATKAN COMPETENCE,

  

PANGUDI LUHUR ST. LOUIS IX SEDAYU

SKRIPSI

  Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

  Program Studi Pendidikan Akuntansi Oleh:

  

Yustina Reni Swastika

NIM: 081334007

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI

JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

SKRIPSI

PENERAPAN PARADIGMA PEDAGOGI REFLEKTIF (PPR)

DALAM PEMBELAJARAN MATERI PENDAPATAN

NASIONAL UNTUK MENINGKATKAN COMPETENCE,

CONSCIENCE, DAN COMPASSION SISWA KELAS XC SMA

  Oleh: Yustina Reni Swastika

  NIM: 081334007 Telah disetujui oleh:

  Pembimbing Benedecta Indah Nugraheni, S.Pd., S.I.P., M.Pd. Tanggal 14 Juli 2012

  

SKRIPSI

PENERAPAN PARADIGMA PEDAGOGI REFLEKTIF (PPR)

DALAM PEMBELAJARAN MATERI PENDAPATAN

  

NASIONAL UNTUK MENINGKATKAN COMPETENCE,

CONSCIENCE, DAN COMPASSION SISWA KELAS XC SMA

  

PANGUDI LUHUR ST. LOUIS IX SEDAYU

  Dipersiapkan dan ditulis oleh: Yustina Reni Swastika

  NIM: 081334007 Telah dipertahankan di depan Panitia Penguji pada tanggal 15 Agustus 2012 dan dinyatakan telah memenuhi syarat

  Susunan Panitia Penguji Nama Lengkap Tanda tangan Ketua : Indra Darmawan, S.E., M.Si.

  ......................... Sekretaris : Laurentius Saptono, S.Pd., M.Si.

  ......................... Anggota : Benedecta Indah Nugraheni, S.Pd., S.I.P., M.Pd.

  ......................... Anggota : Laurentius Saptono, S.Pd., M.Si.

  ......................... Anggota : Drs. Bambang Purnomo, S.E., M.Si.

  ......................... Yogyakarta, 15 Agustus 2012 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Dekan,

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

PERSEMBAHAN

Dari semula t elah Kau t et apkan hidupku dalam t anganMu dalam rencanaMu Tuhan rencana indah t elah Kau siapkan bagi MASA DEPANKU yang penuh harapan semua baik. . . . . apa yang t elah Kau perbuat di dalam hidupku

semua baik, sungguh t eramat baik

Kau j adikan HI DUPKU BERARTI

   N ikita-Semua Baik Ku per sembahkan kar ya ini untuk:

  Tuhan Yesus Krist us yang t elah melimpahkan Berkat dan Rahmat N ya, Bapak dan I bu, yang selalu memeberikan doa dan kasih sayangnya, M as Geovani D ody Kurniant o, yang selalu memberikan support , Bernardus Purnawan, yang selalu memberi perhat ian dan semangat ,

  Almamat erku, U niversit as Sanat a D harma.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

M OTTO

Tuhan tidak akan ter lambat

Juga tidak akan lebih cepat

  

Semuanya......

Dia jadikan indah pada w aktunya

  

Orang yang tidak efisien akan kekurangan waktu

untuk menyel esaikan pekerjaan.

  

Orang yang efisien akan kekurangan pekerjaan

untuk menghabiskan waktunya.

  

Jangan t akut unt uk mencoba

dan jangan t akut akan kegagalan yang menghadang

karena kegagalan bukan akhir dari segalanya

unt uk memperoleh kesuksesan

  

“ SAYA DATANG, SAYA BI MBI NGAN, SAYA UJ I AN, SAYA REVI SI ,

DAN SAYA MENANG”

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah.

  Yogyakarta, 15 Agustus 2012 Penulis

  Yustina Reni Swastika

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN

PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

  Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma : Nama : Yustina Reni Swastika NIM : 081334007

  Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul :

  

PENERAPAN PARADIGMA PEDAGOGI REFLEKTIF (PPR) DALAM

PEMBELAJARAN MATERI PENDAPATAN NASIONAL UNTUK

MENINGKATKAN COMPETENCE, CONSCIENCE, DAN COMPASSION

SISWA KELAS XC SMA PANGUDI LUHUR ST. LOUIS IX SEDAYU.

  Beserta perangkat yang diperlukan (apabila ada). Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis.

  Demikian pernyataan ini yang saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal : 15 Agustus 2012 Yang menyatakan (Yustina Reni Swastika)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

ABSTRAK

PENERAPAN PARADIGMA PEDAGOGI REFLEKTIF (PPR) DALAM

PEMBELAJARAN MATERI PENDAPATAN NASIONAL UNTUK

MENINGKATKAN COMPETENCE, CONSCIENCE, DAN COMPASSION

  

SISWA KELAS XC SMA PANGUDI LUHUR ST. LOUIS IX SEDAYU

Yustina Reni Swastika

Universitas Sanata Dharma

Yogyakarta

  

2012

  Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan competence, conscience, dan compassion siswa dalam pembelajaran ekonomi materi pendapatan nasional berpola Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR).

  Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas XC SMA Pangudi Luhur St. Louis IX Sedayu. Komponen-komponen utama dalam pembelajaran berpola PPR adalah konteks, pengalaman, refleksi, aksi, dan evaluasi. Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus yang terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan wawancara, observasi, dokumentasi, tes dan kuesioner. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif dan analisis komparatif.

  Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Paradigma Pedagogi Reflektif pada pembelajaran ekonomi materi pendapatan nasional sudah dapat meningkatkan competence, conscience, dan compassion siswa kelas XC SMA Pangudi Luhur St. Louis IX Sedayu. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan rata-rata skor pada aspek competence di awal siklus I sebesar 27,94, dan pada akhir siklus I naik menjadi 34,41. Demikian juga pada siklus II, terjadi peningkatan rata-rata skor pada awal siklus II sebesar 37,59 menjadi 58,12 di akhir siklus II. Pada aspek conscience, hasil penelitian menunjukkan bahwa rata- rata skor pada pra penelitian sebesar 3,54, pada akhir siklus I meningkat menjadi 3,59, kemudian meningkat lagi pada akhir siklus II menjadi 3,63. Pada aspek

  

compassion , hasil penelitian manunjukkan bahwa rata-rata skor di awal siklus

  sebesar 3,85, sedangkan pada akhir siklus I meningkat menjadi 3,94 dan di akhir siklus II meningkat lagi menjadi 3,96.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

ABSTRACT

THE IMPLEMENTATION OF REFLEXTIVE PEDAGOGY PARADIGM

(RPP) IN THE LEARNING OF NATIONAL INCOME TO INCREASE

THE COMPETENCE, CONSCIENCE, AND

  

COMPASSION OF THE XC GRADE STUDENTS AT

PANGUDI LUHUR ST. LOUIS IX SENIOR HIGH SCHOOL SEDAYU

Yustina Reni Swastika

Sanata Dharma University

  

Yogyakarta

2012

  This research aims to increase the students competence, conscience and compassion in learning of economics with the main topic: national income using Reflextive Pedagogy Paradigm (RPP).

  This research was implemented on the XC grade students of Pangudi Luhur St. Louis IX Senior High School Sedayu. The main components of RPP learning include: context, experience, reflection, action, and evaluation. This Classroom Action Research was implemented in two cycles, which consisted of four steps, such as planning, action, observation, and reflection. The data collection methods used were interview, observation, documentation, test and questionnaire. The data obtained were analyzed by using descriptive analysis and comparative analysis.

  The findings of this research indicate that the implementation of Reflextive Pedagogy Paradigm in economic subject with the main topic: national income increases the competence, conscience, and compassion of the XC grade students of Pangudi Luhur St. Louis IX Senior High School Sedayu. This was proved by the increase of the average score on the competence aspect, which show 27,94 in the beginning of cycle I. At the end of the cycle, the score is 34,41. It happens on the cycle II, there is also an increase in the average score at the end of the cycle, from 37,59 to 58,12. On the conscience aspect, the pre-research results show 3,54 as the average score, then goes up to 3,59 and 3,63 at the end of cycle I and II. The results also show an average increase on the compassion aspect, that is 3,85 to 3,94, then at the end of cycle II increases to 3,96.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Puji Syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas Berkat dan RahmatNya yang diberikan sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Penerapan Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) Dalam Pembelajaran Materi Pendapatan Nasional untuk Meningkatkan Competence,

  

Conscience , dan Compassion Siswa Kelas X SMA Pangudi Luhur St. Louis IX

Sedayu”.

  Skripsi ini disusun dan diajukan untuk memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan, Program Studi Pendidikan Akuntansi.

  Penulis menyadari bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak, oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih kepada:

  1. Bapak Rohandi, Ph.D., selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta;

  2. Bapak Indra Darmawan, S.E., M.Si., selaku Ketua Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta;

  3. Bapak Laurentius Saptono, S.Pd., M.Si., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Akuntansi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta;

  4. Ibu B. Indah Nugraheni, S.Pd., S.I.P., M.Pd., selaku Dosen Pembimbing yang telah banyak meluangkan waktu dalam memberikan bimbingan, memberikan kritik, dan saran untuk kesempurnaan skripsi ini;

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  5. Bapak Laurentius Saptono, S.Pd., M.Si., selaku Dosen Penguji yang telah banyak meluangkan waktu dalam memberikan bimbingan, memberikan kritik, dan saran untuk kesempurnaan skripsi ini;

  6. Bapak Drs. Bambang Purnomo, S.E., M.Si., selaku Dosen Penguji yang telah banyak meluangkan waktu dalam memberikan bimbingan, memberikan kritik, dan saran untuk kesempurnaan skripsi ini;

  7. Staf pengajar Program Studi Pendidikan Akuntansi yang telah memberikan tambahan pengetahuan selama dalam proses perkuliahan;

  8. SMA Pangudi Luhur Sedayu, yang telah memberikan izin dalam pelaksanaan tindakan kelas ini;

  9. Ibu Paula Weni Triana, S.E., selaku guru mitra dalam penelitian tindakan kelas ini;

  10. Siswa-siswi kelas XC SMA Pangudi Luhur Sedayu selaku subjek dalam penelitian ini;

  11. Seluruh keluargaku: Kedua orangtuaku, Bapak Ignasius Agustianto dan Ibu Maria Parwati, serta Mas Geovani Dody Kurnianto yang telah memberikan doa, dukungan, semangat, dan kasih sayangnya selama ini;

  12. Sahabat “Sejatiku” Bernardus Purnawan, yang selalu mendukung, mendampingi, dan memberikan perhatian;

  13. Nea, Wawan, Hasto, Jati, Yuda, Erdha, Moris yang telah membantu penelitian dan memberi kritik dan saran masukan selama proses diskusi dalam mata kuliah Seminar Penelitian;

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  14. Sahabat-sahabatku tersayang: Monik, Santi, Brigit, Ika, Riris, Siska, Ester, Ami, Vena, Sari, serta teman-teman “Kost 125”: Flora, Eni, Petra, Galih, Mba Kenil, Bekti, Rani, Claudia, terima kasih untuk dukungan, doa, semangat, keceriaan, tawa, senyum, dan saran-saran yang telah diberikan selama ini;

  15. Teman-teman PAK angkatan 2008 dan semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu yang banyak membantu Penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.

  Penulis menyadari bahwa masih banyak kesalahan dalam penulisan skripsi ini, serta Penulis menyadari bahwa penelitian ini belum sempurna karena masih banyak kekurangan yang ada di dalamnya. Oleh karena itu Penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari semua pihak.

  Yogyakarta, 15 Agustus 2012 Penulis

  Yustina Reni Swastika

  

DAFTAR ISI

  HALAMAN JUDUL ............................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ........................................ ii HALAMAN PENGESAHAN .................................................................. iii HALAMAN PERSEMBAHAN ............................................................... iv HALAMAN MOTTO .............................................................................. v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ................................................... vi LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS .................... vii ABSTRAK .............................................................................................. viii

  ABSTRACT .............................................................................................. ix

  KATA PENGANTAR ............................................................................. x DAFTAR ISI ........................................................................................... xiii DAFTAR TABEL ................................................................................... xviii DAFTAR GAMBAR ............................................................................... xx DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................ xxi

  BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ...........................................................

  1 B. Identifikasi Masalah .................................................................

  4 C. Batasan Masalah ......................................................................

  5 D. Rumusan Masalah ....................................................................

  5 E. Tujuan Penelitian .....................................................................

  6 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  F. Manfaat Penelitian ...................................................................

  6 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Paradigma Pedagogi Reflektif ..................................................

  8 1. Sejarah Paradigma Pedagogi Reflektif .................................

  8 2. Pengertian Paradigma Pedagogi Reflektif ............................

  8 3. Tujuan Paradigma Pedagogi Reflektif..................................

  10

  4. Pengertian 3C (Competence, Conscience,dan Compassion) .......................................................................

  11 5. Tahap-tahap Paradigma Pedagogi Reflektif .........................

  13 6. Kekuatan Paradigma Pedagogi Reflektif ..............................

  17 7. Kelemahan Paradigma Pedagogi Reflektif ...........................

  18 B. Deskripsi Materi ......................................................................

  18 C. Penerapan Paradigma Pedagogi Reflektif dalam Pembelajaran Ekonomi .................................................................................

  20 D. Penelitian Tindakan Kelas ......................................................

  21 1. Pengertian Penelitian Tindakan Kelas ..................................

  21 2. Prinsip Dasar Penelitian Tindakan Kelas .............................

  22 3. Tahap-tahap Penelitian Tindakan Kelas ...............................

  23 4. Tujuan Penelitian Tindakan Kelas .......................................

  24 5. Manfaat Penelitian Tindakan Kelas ....................................

  25 E. Kerangka Berpikir ....................................................................

  25 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian ........................................................................

  27

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  B. Tempat dan Waktu Penelitian ..................................................

  27 C. Subjek dan Objek Penelitian ....................................................

  27 D. Prosedur Penelitian ..................................................................

  28 E. Instrumen Penelitian ................................................................

  33 F. Teknik Pengumpulan Data .......................................................

  36 G. Teknik Analisis Data ................................................................

  38 BAB IV GAMBARAN UMUM SEKOLAH A. Sejarah Berdirinya Sekolah .....................................................

  41 B. Tujuan Sekolah ........................................................................

  42 C. Visi dan Misi Sekolah ..............................................................

  43 D. Kurikulum Pendidikan Sekolah ................................................

  44 E. Organisasi Sekolah...................................................................

  48 F. Sumber Daya Manusia SMA Pangudi Luhur Sedayu................

  49 G. Siswa SMA Pangudi Luhur Sedayu ..........................................

  50 H. Fasilitas Pendidikan dan Latihan Sekolah .................................

  52 BAB V HASIL OBSERVASI DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data .........................................................................

  55 1. Pra Penelitian ......................................................................

  55 a. Observasi dan Wawancara Guru .....................................

  56 b. Observasi Siswa ..............................................................

  61 c. Observasi Kelas ..............................................................

  63 2. Pelaksanaan Penelitian ........................................................

  66 a. Siklus Pertama ................................................................

  66

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  1) Perencanaan ...............................................................

  67 2) Tindakan ....................................................................

  71 a) Konteks .................................................................

  71 b) Pengalaman ...........................................................

  72 c) Refleksi .................................................................

  74 d) Aksi .......................................................................

  75 e) Evaluasi .................................................................

  75 3) Observasi ...................................................................

  76 4) Refleksi ......................................................................

  80 b. Siklus Kedua ...................................................................

  86 1) Perencanaan ...............................................................

  86 2) Tindakan ....................................................................

  88 a) Konteks .................................................................

  88 b) Pengalaman ...........................................................

  89 c) Refleksi .................................................................

  91 d) Aksi .......................................................................

  91 e) Evaluasi .................................................................

  92 3) Observasi ...................................................................

  92 4) Refleksi ......................................................................

  96 B. Analisis Komparasi tentang Competence, Conscience, dan

  Compassion (3C) Siswa Sebelum dan Sesudah Penerapan

  Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) ........................................ 100

  1. Hasil penelitian.................................................................... 100

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  a. Aspek Competence ......................................................... 100

  b. Aspek Conscience ........................................................... 101

  c. Aspek Compassion ......................................................... 109

  2. Pembahasan......................................................................... 116

  BAB VI KESIMPULAN, KETERBATASAN, DAN SARAN A. Kesimpulan ............................................................................. 120 B. Keterbatasan Penelitian ............................................................ 121 C. Saran........................................................................................ 122 DAFTAR PUSTAKA .............................................................................. 123 LAMPIRAN

  

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 : Kisi-kisi Instrumen Pengukuran Sikap .................................

  62 Tabel 5.4 : Hasil Observasi Kelas pada Pra Penelitian ...........................

  94 Tabel 5.12 : Hasil Observasi Aktivitas Kelompok pada siklus II ..............

  92 Tabel 5.11 : Hasil Observasi Aktivitas Siswa pada Siklus II ....................

  82 Tabel 5.10 : Hasil Observasi Aktivitas Guru pada Siklus II .....................

  81 Tabel 5.9 : Hasil Refleksi Siswa Siklus I ...............................................

  79 Tabel 5.8 : Hasil Refleksi Guru Mitra Siklus I .......................................

  78 Tabel 5.7 : Hasil Observasi Aktivitas Kelompok pada Siklus I ..............

  76 Tabel 5.6 : Hasil Observasi Aktivitas Siswa pada Siklus I .....................

  64 Tabel 5.5 : Hasil Observasi Aktivitas Guru pada Siklus I .......................

  60 Tabel 5.3 : Hasil Observasi Siswa pada Pra Penelitian ...........................

  35 Tabel 3.2 : Kisi-kisi Instrumen Pengukuran Minat .................................

  58 Tabel 5.2 : Hasil Wawancara Guru pada Pra Penelitian .........................

  51 Tabel 5.1 : Hasil Observasi Guru pada Pra Penelitian ............................

  51 Tabel 4.3 : Daftar Siswa Berdasarkan Agama ........................................

  49 Tabel 4.2 : Daftar Siswa Berdasarkan Jenis Kelamin .............................

  39 Tabel 4.1 : Daftar Pegawai SMA Pangudi Luhur Sedayu .......................

  39 Tabel 3.6 : Pernyataan Kualitatif Hasil Refleksi PPR .............................

  36 Tabel 3.5 : Hasil Konversi Data Kuantitatif ke Data Kualitatif ..............

  36 Tabel 3.4 : Kisi-kisi Instrumen Pengukuran Compassion .......................

  35 Tabel 3.3 : Kisi-kisi Instrumen Pengukuran Nilai Kejujuran ..................

  95 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Tabel 5.13 : Hasil Refleksi Guru Mitra Siklus II ......................................

  96 Tabel 5.14 : Hasil Refleksi Siswa Siklus II ..............................................

  98 Tabel 5.15 : Rata-rata Nilai Aspek Competence....................................... 101

Tabel 5.16 : Rata-rata Skor Penilaian Moral (Kejujuran) ......................... 102Tabel 5.17 : Rata-rata Skor Penilaian Sikap ............................................. 102Tabel 5.18 : Rata-rata Skor Penilaian Minat ............................................ 103Tabel 5.19 : Rata-rata Skor Aspek Conscience ........................................ 103Tabel 5.20 : Hasil Reflleksi Siswa pada Aspek Conscience ..................... 104Tabel 5.21 : Hasil Aksi Siswa pada Aspek Conscience ............................ 107Tabel 5.22 : Rata-rata Skor Aspek Compassion ....................................... 110Tabel 5.23 : Hasil Refleksi Siswa pada Aspek Compassion ..................... 111Tabel 5.24 : Hasil Aksi Siswa pada Aspek Compassion........................... 113Tabel 5.25 : Hasil Perbandingan Aspek Competence, Conscience, dan

  Compassion antara Sebelum dan Sesudah ............................ 116 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 : Dinamika PPR ...................................................................

  13 Gambar 2.2 : Tahap Penelitian Tindakan Kelas .......................................

  23 Gambar 4.1 : Struktur Organisasi SMA Pangudi Luhur Sedayu ..............

  48 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

DAFTAR LAMPIRAN

  Lampiran 1 : Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Siklus I ................... 125 Lampiran 2 : Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Siklus II .................. 134 Lampiran 3 : Lembar Observasi Kegiatan Guru ................................... 140 Lampiran 4 : Lembar Observasi Kegiatan Guru Pra Penelitian ............. 142 Lampiran 5 : Lembar Observasi Kegiatan Guru SiklusI ........................ 145 Lampiran 6 : Lembar Observasi Kegiatan Guru Siklus II ..................... 148 Lampiran 7 : Lembar Observasi Kegiatan Siswa .................................. 151 Lampiran 8 : Lembar Observasi Kegiatan Siswa Pra Penelitian ............ 153 Lampiran 9 : Lembar Observasi Kegiatan Siswa Siklus I ..................... 155 Lampiran 10 : Lembar Observasi Kegiatan Siswa Siklus II .................... 157 Lampiran 11 : Lembar Observasi Kegiatan Kelas/Kelompok ................. 159 Lampiran 12 : Lembar Observasi Kegiatan Kelas Pra Penelitian ............ 161 Lampiran 13 : Lembar Observasi Kegiatan Kelompok Siklus I .............. 164 Lampiran 14 : Lembar Observasi Kegiatan Kelompok Siklus II ............. 166 Lampiran 15 : Soal Pre Test Siklus I ...................................................... 168 Lampiran 16 : Soal Pre Test Siklus II .................................................... 169 Lampiran 17 : Soal Post Test Siklus I .................................................... 170 Lampiran 18 : Soal Pos Test Siklus II .................................................... 171 Lampiran 19 : Hasil Pre Test dan Post Test Siswa Siklus I..................... 172 Lampiran 20 : Hasil Pre Test dan Post Test Siswa Siklus II ................... 173 Lampiran 21 : Lembar Pertanyaan Refleksi dan Aksi Siklus I ................ 174

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 22 : Lembar Pertanyaan Refleksi dan Aksi Siklus II ............... 175 Lampiran 23 : Isi Cerita dalam Video Siklus I ....................................... 179 Lampiran 24 : Cerita “ Dua Manusia Super Di Pinggir Jalan” Siklus II .. 181 Lampiran 25 : Kartu Soal Diskusi Siklus I ............................................. 183 Lampiran 26 : Games Diskusi Siklus II .................................................. 184 Lampiran 27 : Lembar Kerja Siswa Siklus II.......................................... 189 Lampiran 28 : Kuesioner Penilaian Sikap .............................................. 191 Lampiran 29 : Kuesioner Penilaian Minat .............................................. 192 Lampiran 30 : Kuesioner Penilaian Moral (Nilai Kejujuran) .................. 193 Lampiran 31 : Kuesioner Penilaian Moral (Nilai Kerjasama) ................. 194 Lampiran 32 : Instrumen Refleksi Guru Mitra ....................................... 195 Lampiran 33 : Instrumen Refleksi Siswa ................................................ 198 Lampiran 34 : Pedoman Wawancara Guru ............................................. 202 Lampiran 35 : Perhitungan Rumus Konversi Skala Likert ...................... 203 Lampiran 36 : Hasil Pengolahan Data Kuesioner Pra Penelitian ............. 204 Lampiran 37 : Hasil Pengolahan Data Kuesioner Siklus I ...................... 212 Lampiran 38 : Hasil Pengolahan Data Kuesioner Siklus II ..................... 220 Lampiran 39 : Kisi-kisi Soal Tes ........................................................... 228 Lampiran 40 : Surat Ijin Penelitian dari FKIP ........................................ 229 Lampiran 41 : Surat Keterangan Telah Melaksanakan Penelitian ........... 230

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan sebuah proses belajar dan mengajar yang

  mampu membentuk diri seseorang menjadi pribadi yang utuh. Dalam proses tersebut banyak sekali tantangan dan hal-hal yang perlu diubah sehingga mengarah pada pembelajaran yang dapat menghasilkan manusia yang berkarakter, bermental, dan bermoral. Namun nyatanya pendidikan saat ini berbeda jauh dari tujuan pendidikan yang diharapkan. Masih banyak guru yang cenderung lebih menekankan aspek kognitif, sementara itu aspek afektif dan psikomotorik kurang diperhatikan.

  Dalam pembelajaran tidak cukup jika hanya mentransfer ilmu pengetahuan dari guru kepada siswanya, namun perlu juga memberikan proses dan pengalaman belajar yang bermanfaat bagi masa depan siswa. Pengalaman belajar yang dimaksud bukan hanya cara bagaimana siswa dapat menjawab soal-soal, melainkan bagaimana siswa dapat mengembangkan pribadi yang berkarakter dan bermoral. Tidak mudah untuk mengembangkan seseorang menjadi pribadi yang berkarakter dalam waktu singkat, diperlukan waktu dan proses yang lama. Namun proses tersebut dapat dilakukan sejak dini, misalnya dimulai dari menanamkan nilai-nilai kehidupan dalam pembelajaran di kelas. Cara tersebut dapat dilakukan melalui model pembelajaran yang menarik dan bervariasi. Berbagai model dapat diterapkan dalam proses

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  pembelajaran, salah satu cara yang digunakan guru dalam menanamkan nilai kemanusiaan adalah model pembelajaran menggunakan Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR).

  Menurut Tim Kanisius (2010:39), Paradigma Pedagogi Reflektif merupakan pola pikir dalam menumbuhkembangkan pribadi siswa menjadi pribadi kemanusiaan. Pola pikir tersebut dilakukan melalui suatu dinamika yang terdiri dari 5 tahap yaitu konteks, pengalaman, refleksi, aksi, dan evaluasi. Dalam kegiatan konteks, guru memperhatikan siswa baik secara akademis, psikis, maupun fisik. Selanjutnya guru mengajak siswa masuk ke dalam pengalaman belajar, kemudian mengajak siswa untuk berefleksi menemukan nilai dan manfaat dari pengalaman belajar. Setelah berefleksi, guru mengajak siswa untuk melakukan aksi agar siswa dapat merumuskan niat atau tindakan positif yang akan dilakukan siswa berdasarkan hasil refleksi tersebut. Pada tahap akhir yaitu melaksanakan evaluasi (tes) untuk mengukur atau melihat keberhasilan akademis maupun non akademis siswa dalam belajar.

  Pembelajaran berbasis PPR mengarahkan siswa untuk meningkatkan aspek competence, conscience, dan compassion. Menurut Subagya (2010),

  competence merupakan kemampuan akademik yang memadukan unsur-unsur

  pengetahuan dan ketrampilan. Aspek ini dapat dilihat dari hasil evaluasi siswa dalam proses pembelajaran. Conscience adalah kemampuan memahami makna atau nilai hidup melalui pembelajaran yang dapat dikembangkan oleh siswa, misalnya nilai kejujuran, tanggung jawab, kerja keras, keadilan dan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  sebagainya. Sedangkan compassion merupakan kemauan untuk berbela rasa atau peduli pada sesama, misalnya melalui kegiatan kelompok yang dapat menumbuhkembangkan nilai kerja sama. Pada dasarnya aspek conscience dan

  compassion tidak mudah diukur, karena aspek-aspek tersebut berhubungan

  dengan karakter dan sikap yang dimiliki oleh masing-masing siswa. Namun demikian bukan menjadi hambatan bagi guru dalam mengembangkan aspek- aspek tersebut dalam diri siswa. Aspek competence, conscience, dan compassion dapat dikembangkan melalui sebuah proses pembelajaran.

  Melalui proses ini diharapkan siswa dapat berinteraksi aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran, bukan hanya mendapat informasi karena diberitahu.

  Pengalaman siswa dalam mengikuti proses pembelajaran tersebut selanjutnya dituangkan dalam sebuah refleksi. Dari refleksi inilah guru dapat mengetahui apakah siswa dapat menemukan nilai kemanusiaan dan manfaatnya selama pembelajaran.

  Pembelajaran berpola PPR belum banyak diterapkan pada sekolah- sekolah khususnya Sekolah Menengah Atas (SMA). Metode yang digunakan dalam sekolah tersebut masih terlihat kurang menanamkan nilai-nilai kemanusiaan, sehingga siswa cenderung hanya memperoleh ilmu yang diajarkan oleh guru. Kondisi tersebut sesuai dengan pengamatan peneliti di SMA Pangudi Luhur St. Louis IX Sedayu. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru mata pelajaran ekonomi kelas X, ditemukan beberapa permasalahan sebagai berikut: beberapa siswa masih mendapatkan nilai ekonomi di bawah KKM, hal ini berkaitan dengan aspek competence. Selain

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  itu dalam mengerjakan soal ujian ada beberapa siswa yang masih kurang percaya diri akan jawabannya sehingga menanyakan cara atau jawaban ke teman lain, hal ini berkaitan dengan aspek conscience. Masalah yang lain adalah kurang mampunya siswa menjalin kerja sama yang baik dalam diskusi kelompok, hal tersebut berkaitan dengan aspek compassion.

  Berdasarkan masalah di atas, peneliti berkeyakinan bahwa pembelajaran menggunakan Paradigma Pedagogi Reflektif dapat meningkatkan aspek competence, conscience, dan compassion. Dengan demikian penulis tertarik untuk melakukan penelitian tindakan kelas dengan judul “ Penerapan Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) dalam Pembelajaran Materi Pendapatan Nasional untuk Meningkatkan Competence, Conscience, dan Compassion siswa kelas XC SMA Pangudi Luhur St. Louis IX Sedayu.”

B. Identifikasi Masalah

  Berdasarkan latar belakang masalah, identifikasi masalah dalam penelitian ini dapat diuraikan sebagai berikut:

  1. Proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru hanya berorientasi pada kemampuan kognitif atau nilai akademik.

  2. Metode pembelajaran yang digunakan oleh guru masih instan, sehingga kurang memberikan pengalaman belajar pada siswa.

  3. Guru kurang menerapkan nilai-nilai kemanusiaan dalam pembelajaran.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  C. Batasan Masalah

  Untuk membatasi ruang lingkup permasalahan yang dibahas agar tidak terlalu meluas maka permasalahan dalam penelitian ini dibatasi sebagai berikut:

  1. Model pembelajaran yang digunakan adalah model pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR).

  2. Penerapan model pembelajaran ini pada materi ekonomi SMA Kelas XC yaitu tentang pendapatan nasional.

  D. Rumusan Masalah

  Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut:

  1. Bagaimana meningkatkan competence siswa kelas XC SMA Pangudi Luhur St. Louis IX Sedayu melalui penerapan Paradigma Pedagogi Reflektif dalam pembelajaran materi pendapatan nasional?

  2. Bagaimana meningkatkan conscience siswa kelas XC SMA Pangudi Luhur St. Louis IX Sedayu melalui penerapan Paradigma Pedagogi Reflektif dalam pembelajaran materi pendapatan nasional?

  3. Bagaimana meningkatkan compassion siswa kelas XC SMA Pangudi Luhur St. Louis IX Sedayu melalui penerapan Paradigma Pedagogi Reflektif dalam pembelajaran materi pendapatan nasional?

  4. Apakah penerapan Paradigma Pedagogi Reflektif dalam pembelajaran materi pendapatan nasional dapat meningkatkan competence, conscience,

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  dan compassion siswa kelas XC SMA Pangudi Luhur St. Louis IX Sedayu?

  E. Tujuan Penelitian

  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan competence,

  conscience, dan compassion siswa kelas XC SMA Pangudi Luhur St. Louis IX

  Sedayu melalui penerapan PPR dalam pembelajaran ekonomi khususnya pada materi pendapatan nasional.

  F. Manfaat Penelitian

  Penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi pihak-pihak yang bersangkutan, yaitu :

  1. Bagi Siswa Dengan adanya penerapan PPR dalam pembelajaran, siswa mendapatkan kesempatan untuk berkembang secara utuh mencakup aspek

  competence , conscience, dan compassion melalui pembelajaran ekonomi melalui penerapan PPR.

  2. Bagi Guru Mitra Dengan adanya penelitian ini, guru diharapkan dapat memperoleh wawasan dalam menerapkan model pembelajaran yang dapat meningkatkan competence, conscience, dan compassion siswa di kelas.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3. Bagi Sekolah Penelitian ini dapat memberikan inspirasi baru bagi guru mata pelajaran lain dalam mengajar, agar dapat mengembangkan nilai-nilai kemanusiaan siswa.

  4. Bagi Peneliti Sebagai calon guru, penelitian ini dapat memberikan wawasan dan pengetahuan tentang salah satu model pembelajaran yang dapat dikembangkan di kelas.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Paradigma Pedagogi Reflektif 1. Sejarah Paradigma Pedagogi Reflektif Paradigma Pedagogi Reflektif bersumber dari Paradigma Pedagogi Ignasian, yang digunakan untuk memperbarui sistem pendidikan di

  lembaga-lembaga pendidikan Yesuit. Pada tahun 1990 di tingkat SD sampai SMA istilah PPI diganti menjadi PPR oleh Romo Subagya agar lebih populer dan diterima oleh banyak kalangan. Menurut Romo Subagya, pendorong karya pendidikan adalah iman, mediasinya adalah proses pendidikan, dan tujuannya adalah perubahan sosial.

  Sekolah-sekolah Yesuit harus mampu mengadakan perubahan sosial, yaitu perubahan dari kerusakan kebiadaban, kekerasan, korupsi, kerusakan lingkungan menuju ke kesejahteraan umum, solidaritas, pluralisme, dan penalaran serta kreativitas. Ciri khas pendidikan Yesuit justru terletak pada kreativitas dan seni. Nilai kunci yang harus dipegang justru nilai keutamaan seperti keberanian, keadilan, kemurahan hati, persahabatan, kejujuran, dan tanggung jawab (Modul Tim PPR, 2010).

2. Pengertian Paradigma Pedagogi Reflektif

  PPR singkatan dari Paradigma Pedagogi Reflektif, yang merupakan nama lain dari PPI (Paradigma Pedagogi Ignasian). Menurut Subagya (2010:22), Paradigma Pedagogi Reflektif merupakan pola pikir

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  (paradigma=pola pikir) dalam menumbuhkembangkan pribadi siswa menjadi pribadi kemanusiaan (pedagogi relektif=pendidikan

  kemanusiaan ). Siswa diberi pengalaman akan suatu nilai kemanusiaan,

  kemudian siswa difasilitasi dengan pertanyaan agar merefleksikan pengalaman tersebut, dan berikutnya difasilitasi dengan pertanyaan aksi agar siswa membuat niat dan berbuat sesuai dengan nilai tersebut. Sedangkan berdasarkan Kamus Umum Bahasa Indonesia, kata “paradigma” berarti sebuah model dari teori ilmu pengetahuan. Pengertian istilah paradigma dalam hal ini dapat diartikan sebagai sebuah model atau pendekatan dalam proses pembelajaran. Kata Pedagogi artinya cara para pengajar mendampingi para siswa dalam proses pertumbuhan dan perkembangaannya. Pedagogi tidak cukup diartikan sebagai metode mengajar atau ilmu mendidik saja, namun pedagogi mengandung pengertian yang lebih luas karena meliputi pandangan hidup dan visi mengenai idealnya seorang siswa. Kata Reflektif berarti menyimak kembali suatu dengan seksama bahan studi, pengalaman, ide, usul, reaksi spontan agar dapat menangkap maknanya lebih dalam. Jadi refleksi mengandung pengertian sebuah proses yang mampu memunculkan makna dalam pengalaman manusia. Refleksi berhubungan erat dengan pengalaman batin untuk menemukan kembali nilai hidup yang hakiki. Refleksi juga merupakan proses membentuk karakter atau kepribadian dan melahirkan kebebasan dalam penentuan sikap yang dapat dipertanggungjawabkan. Dengan demikian proses refleksi akan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  membentuk suara hati, seperti keyakinan, nilai sikap, dan cara bernalar siswa sehingga akan menghantarkan siswa dalam melewati tahap mengerti ke tahap berbuat sesuai pengertian dan kemampuannya.

  Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa Paradigma Pedagogi Reflektif merupakan suatu pendekatan atau model pembelajaran yang menerapkan refleksi dalam menemukan nilai-nilai hidup dalam proses pendidikan sebagai pijakan dalam menentukan sikap atau perilaku. Selain itu PPR juga dapat diartikan sebagai pola pikir (paradigma) dalam menumbuhkembangkan pribadi siswa menjadi pribadi yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.

3. Tujuan Paradigma Pedagogi Reflektif

  a. Tujuan utama PPR Tujuan utama proses pembelajaran berbasiskan Paradigma

  Pedagogi Reflektif adalah (Modul Tim PPR, 2010): 1) Mengintegrasikan pengetahuan dan sikap batin siswa agar mampu melihat korelasi antara ilmu pengetahuan yang didapat dan dialaminya selama proses pembelajaran dengan realitas konkret di tengah-tengah masyarakat dan lingkungannya. 2) Siswa memiliki motivasi untuk bertindak atas dasar pengetahuan yang dialaminya dan mampu mewujudkan dalam bentuk aksi nyata yang bermanfaat bagi perkembangan kepribadian para siswa.

  b. Tujuan PPR bagi Guru Tujuan PPR adalah membantu guru untuk (Modul Tim PPR,

  2010): 1) Semakin memahami siswa.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3) Semakin lebih baik dalam menyajikan materi ajarnya. 4) Memperhatikan kaitan perkembangan intelektual dan moral. 5) Mengadaptasi materi dan metode ajar demi tujuan pendidikan.

  6) Mengembangkan daya reflektif terkait dengan pengalaman sebagai guru, pengajar, dan pendamping.

  c. Tujuan PPR bagi Siswa Tujuan PPR bagi siswa yaitu jika aspek competence,

  conscience , dan compassion dikembangkan secara integral maka siswa

  dapat menjadi (Modul Tim PPR, 2010): 1) Manusia bagi sesama.

  2) Manusia yang utuh. 3) Manusia yang secara intelektual berkompeten, terbuka untuk perkembangan dan religius.

  4) Manusia yang sanggup mencintai dan dicintai. 5) Manusia yang berkomitmen untuk menegakkan keadilan dalam pelayanannya pada orang lain.

  6) Manusia yang berkompeten dan berhati nurani.

4. Pengertian 3C (Competence, Conscience, dan Compassion)

  Pembelajaran berbasis PPR mengarahkan siswa untuk meningkatkan aspek competence, conscience, dan compassion.

  a. Competence merupakan kemampuan kognitif seseorang yang berkembang melalui pengalaman-pengalaman yang diperolehnya.

  Dalam pembelajaran, competence dapat diartikan sebagai kemampuan akademik yang memadukan unsur-unsur pengetahuan dan ketrampilan.

  b. Conscience adalah kepekaan dan ketajaman hati nurani. Conscience dapat dimaknai juga sebagai kemampuan untuk memahami dan menentukan pilihan (baik-buruk, benar-salah). Dalam penelitian ini, aspek conscience yang akan dikembangkan adalah:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  1) Kejujuran Kejujuran berasal dari kata jujur, yang berarti sesuatu yang dikatakan seseorang sesuai dengan hati nuraninya dan sesuai dengan kenyataan yang ada. Begitu pula dengan nilai kejujuran yang dikembangkan pada siswa dalam penelitian ini. Sesuai dengan materi pendapatan nasional yang berkaitan dengan uang, siswa diajak untuk bersikap jujur dalam menggunakan uang.

  Artinya siswa diajak untuk tidak menggunakan uang yang bukan menjadi haknya. Dengan demikian, kelak siswa tidak melakukan tindakan korupsi. 2) Sikap

  Menurut P3MP USD (2010:24), sikap merupakan suatu kecenderungan untuk bertindak secara suka atau tidak suka terhadap suatu objek. Perubahan sikap dapat diamati dalam proses pembelajaran, tujuan yang ingin dicapai, keteguhan, dan konsistensi terhadap sesuatu. Dalam penelitian ini, indikator mengenai sikap siswa adalah untuk mengetahui sikap siswa saat mengikuti proses pembelajaran di kelas. 3) Minat

  Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1990:583), minat adalah kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatu. Hal penting pada minat adalah intensitasnya. Indikator minat dalam penelitian ini adalah mengenai kegiatan yang sering dilakukan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  siswa di luar kelas dengan tujuan untuk mencapai keberhasilan dalam belajar.

  c. Compassion merupakan kesadaran akan perlunya berbagi rasa dan memperhatikan orang lain bahkan dalam arti tertentu perlu pengorbanan diri.

5. Tahap-tahap Pembelajaran dengan Paradigma Pedagogi Reflektif

  PPR merupakan suatu proses yang berkelanjutan dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Tiga unsur utama PPR adalah pengalaman, refleksi, dan aksi. Sedangkan unsur lainnya adalah konteks dan evaluasi. Langkah-langkah pembelajaran berpola PPR adalah (Modul Tim PPR, 2010).

  

KONTEKS

EVALUASI PENGALAM AN AKSI REFLEKSI

Gambar 2.1. Dinamika PPR

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  a. Konteks

  Secara sederhana konteks dapat diartikan sebagai proses penggalian pengalaman atau pengetahuan pada siswa untuk mengetahui sejauh mana siswa dapat memahami tentang bahan ajar yang akan dipelajari. Tahap konteks dalam PPR ini sama dengan apersepsi dalam pembelajaran berpola KTSP. Banyak cara yang dapat dilakukan oleh guru untuk mendukung kegiatan konteks. Salah satunya adalah dengan tanya jawab. Melalui tanya jawab, siswa diajak untuk melihat kembali pengalaman belajar yang sudah pernah mereka dapatkan sebelumnya. Selain itu konteks juga dapat mengajak siswa untuk mengetahui realita yang ada dalam kehidupan bermasyarakat (Modul Tim PPR, 2010).

  b. Pengalaman

  Pengalaman merupakan kegiatan yang memuat pemahaman kognitif, afektif dan psikomotorik yang diperoleh secara serasi, selaras, dan seimbang. Siswa dapat mendalami makna yang dipelajari apabila dapat memahami secara akurat bahan ajar yang dipelajari. Bahan ajar tersebut dapat dipelajari siswa secara mandiri, bukan karena guru yang aktif menjelaskan. Selanjutnya siswa dapat menyelesaikan latihan dari apa yang sudah dipelajari. Untuk itu seluruh pikiran, hati, dan kehendak harus terlibat secara aktif dalam memperoleh pengalaman.

  Dalam PPR, pengalaman merupakan unsur utama dalam mengembangkan nilai-nilai kemanusiaan. Sering kali guru tidak

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  mungkin menyediakan pengalaman langsung mengenai nilai-nilai kemanusiaan tersebut. Untuk itu siswa difasilitasi dengan pengalaman yang tidak langsung. Pengalaman tidak langsung dapat diciptakan, misalnya dengan membaca cerita atau melihat tayangan video yang berkaitan dengan nilai kemanusiaan. Selanjutnya guru dapat mengajak siswa untuk membayangkan cerita tersebut. Dengan demikian siswa dapat mengalami sendiri (meskipun secara tidak langsung), dan memperoleh pengalaman mengenai nilai kemanusiaan, bukan karena mendapat informasi (Modul Tim PPR, 2010).

c. Refleksi

  Refleksi merupakan kekhasan dari proses pembelajaran berbasiskan Paradigma Pedagogi Reflektif. Pada dasarnya refleksi berarti meninjau kembali pengalaman yang sudah diperoleh oleh siswa. Guru memfasilitasi dengan pertanyaan agar siswa terbantu untuk merefleksikan. Siswa dapat diajak untuk diam dan hening untuk meresapi apa yang baru saja dibicarakan. Melalui refleksi siswa dapat memahami, mendalami dan meyakini makna nilai yang terkandung dalam pengalamannya. Diharapkan siswa membentuk pribadi mereka sesuai dengan nilai yang terkandung dalam pengalamannya itu.

  Refleksi merupakan suatu proses yang memunculkan makna dalam setiap pengalamannya. Hal ini dapat dilakukan dengan melalui cara-cara berikut (Modul Tim PPR, 2010): 1) Memahami kebenaran yang dipelajari secara lebih baik.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3) Memperdalam implikasi-implikasi yang telah dimengerti. 4) Mengusahakan mencapai makna untuk diri pribadi tentang kejadian-kejadian, ide-ide, kebenaran atau pemutarbalikan dari kebenaran. 5) Memulai memahami siapa dirinya dan bagaimana seharusnya bersikap.

  d. Aksi

  Aksi merupakan hasil dari pelaksanaan pembelajaran. Aksi mengacu pada kebutuhan batin manusia yang didasarkan pada pengalaman yang sudah direfleksikan. Aksi dalam PPR dapat diartikan sebagai perbuatan atau tindakan. Refleksi akan menjadi mentah apabila hanya menghasilkan pemahaman dan reaksi-reaksi afektif saja. Refleksi akan berkembang kalau menghasilkan tekad maupun keputusan untuk bertindak secara konkret.

  Guru memfasilitasi siswa dengan pertanyaan aksi agar siswa terbantu untuk membangun niat dan bertindak sesuai dengan hasil refleksinya. Dengan membangun niat dan berperilaku dari kemauannya sendiri, siswa membentuk pribadinya agar nantinya (lama-kelamaan) menjadi pejuang bagi nilai-nilai yang direfleksikannya (Modul Tim PPR, 2010).

  e. Evaluasi Penilaian merupakan bagian penting dalam proses belajar.

  Dengan penilaian, akan diketahui sejauh mana kemajuan yang telah dicapai selama proses belajar. Evaluasi merupakan tinjauan untuk mengetahui kemajuan yang dicapai dalam pembelajaran baik siswa

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  mengukur kemajuan akademik. Dalam PPR, fokus penilaian tidak hanya dalam hal kemajuan akademik, tetapi lebih integral lagi yaitu memperhatikan pada pertumbuhan siswa secara menyeluruh sebagai makhluk pribadi maupun makhluk sosial.

  Jadi dengan adanya evaluasi siswa dapat memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan kepribadiannya secara menyeluruh mencakup pemahaman, sikap, prioritas-prioritas dan kegiatan yang selaras dengan menjadi manusia demi diri sendiri dan orang lain.

  Adapun bagi guru, evaluasi bermanfaat untuk mengetahui sejauh mana proses belajar yang disampaikan membantu para siswa dapat memahami dan menilai pengalaman mereka, pembentukan nilai-nilai, dan menjadi pelaku perubahan pola pikir, sikap dan tindakan sosial (Modul Tim PPR, 2010).

6. Kekuatan Paradigma Pedagogi Reflektif

  Kekuatan Paradigma Pedagogi Reflektif yaitu (Modul Tim PPR, 2010):

  a. Membantu siswa menyadari sejauh mana usaha yang telah dilakukan dapat efektif dalam membantu mengembangkan dirinya.

  b. Membantu siswa berlatih mempertimbangkan dan memilih cara-cara yang paling baik dan benar.

  c. Membantu siswa dalam melewati tahap mengerti ke tahap berbuat sesuai pengertian dan kemampuannya.

  d. Menumbuhkembangkan pribadi siswa menjadi pribadi kristiani yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

7. Kelemahan Paradigma Pedagogi Reflektif

  Kelemahan Paradigma Pedagogi Reflektif yaitu (Modul Tim PPR, 2010) :

  a. Membutuhkan waktu yang lama dalam pelaksanaan pembelajaran.

  b. Kesulitan dalam memunculkan nilai kemanusiaan secara lebih menonjol.

  c. Kesulitan menilai bagaimana aksi telah dilakukan siswa.

B. Deskripsi Materi

  Penelitian ini dilakukan pada pembelajaran ekonomi khususnya pada materi pendapatan nasional dengan standar kompetensi: memahami Produk Domestik Bruto (PDB), Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), Pendapatan Nasional Bruto (PNB), dan Pendapatan Nasional (PN). Sedangkan kompetensi dasarnya adalah menjelaskan konsep Produk Domestik Bruto (PDB), Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), Pendapatan Nasional Bruto (PNB), dan Pendapatan Nasional (PN). Untuk isi materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

  1. Pengertian Pendapatan Nasional Menurut ahli ekonomi modern (Sukwiaty, 2009:138) pendapatan nasional adalah ukuran dari nilai total barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara dalam kurun waktu tertentu (biasanya satu tahun) yang dinyatakan dalam satuan uang.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2. Konsep-konsep Pendapatan Nasional Beberapa konsep pendapatan nasional dibahas sebagai berikut

  (Sukwiaty, 2009:139) :

  a. Produk Domestik Bruto (Gross Domestic Product GDP) Jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara

  (domestik) selama 1 (satu) tahun. Yang termasuk dalam GDP adalah:

  1) Hasil barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang-orang asing yang beroperasi di wilayah suatu negara. 2) Barang-barang yang dihasilkan termasuk barang modal yang belum diperhitungkan penyusutannya, maka jumlahnya masih bersifat bruto/kotor.

  b. Produk Nasional Bruto (Gross National Product GNP) Meliputi nilai produk barang atau jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama 1 tahun.

  Yang termasuk GNP adalah: 1) Hasil barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang-orang asing yang beroperasi di wilayah suatu negara. 2) Hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri.

  GNP merupakan pendapatan nasional yang dihitung melalui pendekatan/metode pengeluaran.

  c. Produk Nasional Neto (Net National Product NNP) Secara matematis NNP= GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan yang disebut juga replacement dari barang modal.

  NNP = GNP – Penyusutan

  d. Pendapatan Nasional Neto (Net National Income- NNI) 1) Pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi.

  2) NNI = NNP – Pajak tidak langsung 3) Pajak tidak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan ke pihak lain, contoh pajak penjualan, pajak impor, bea ekspor, dan cukai.

  e. Pendapatan Perseorangan (Personal Income PI) 1) Jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa memberikan suatu kegiatan apapun. 2) Di dalamnya terdapat transfer payment yang berarti penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas jasa

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  proses produksi tahun ini, melainkan diambil dari sebagian pendapatan nasional tahu lalu. Contoh: pembayaran dana pensiun, tunjangan sosial bagi para pengangguran, bekas pejuang, bunga utang pemerintah dan sebagainya. Untuk mendapatkan jumlah pendapatan perseorangan terlebih dahulu NNI harus dikurangi dengan: a) Pajak laba perusahaan, yaitu pajak yang dibayarkan setiap badan kepada pemerintah.

  b) Laba yang tidak dibagi, yaitu sejumlah laba yang tetap ditahan perusahaan untuk beberapa tujuan tertentu, misalnya keperluan perluasan perusahaan.

  c) Iuran pensiun, yaitu iuran yang dibayarkan oleh pekerja perusahaan dengan tujuan untuk dibayarkan kembali setelah tenaga kerja tersebut tidak lagi bekerja (pensiun). Juga termasuk iuran jaminan sosial iuran asuransi.

  f. Pendapatan yang Dapat Dibelanjakan (Disposable Income) 1) Pendapatan yang siap untuk digunakan untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi. 2) Diposable Income ini diperoleh dari Personal Income (PI) dikurangi dengan pajak langsung. Sedangkan pajak langsung (indirect tax) adalah pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain.

  Disposable Income = Personal Income – Direct tax (pajak

  penghasilan) C.

  

Penerapan Paradigma Pedagogi Reflektif dalam Pembelajaran Ekonomi

  Menurut Sukwiaty (2009:3), ekonomi merupakan ilmu tentang perilaku dan tindakan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang bervariasi dan berkembang dengan sumber daya yang ada melalui pilihan- pilihan kegiatan produksi, konsumsi, dan/atau distribusi. Secara sederhana pelajaran ekonomi di sekolah mengajarkan siswa tentang segala sesuatu yang menjadi kebutuhan manusia, salah satunya adalah tentang pendapatan nasional. Pendapatan merupakan modal besar bagi seseorang untuk menjalani

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  kehidupannya. Selain itu, pendapatan akan berpengaruh juga bagi perkembangan suatu negara.

  Penerapan PPR dalam pembelajaran ekonomi akan dilaksanakan di kelas X SMA Pangudi Luhur St. Louis IX Sedayu khususnya pada kelas XC.

  Penelitian dilaksanakan pada pembelajaran materi pendapatan nasional. Melalui materi pendapatan nasional, peneliti akan mengembangkan aspek 3C (competence, conscience, dan compassion). Aspek competence dikembangkan melalui kegiatan-kegiatan pembelajaran seperti diskusi, presentasi, dan games.

  Sedangkan untuk aspek conscience, peneliti akan mengembangkan nilai kejujuran. Nilai kejujuran sangat berkaitan dengan materi pendapatan nasional. Siswa akan diajak untuk melihat bahwa di jaman saat ini masih terdapat orang yang bersikap jujur, meskipun pendapatan yang diperoleh orang tersebut rendah. Nilai kejujuran ini akan dikembangkan melalui penayangan video dan artikel cerita. Untuk aspek compassion nilai yang dikembangkan adalah kerja sama. Melalui kegiatan diskusi kelompok, siswa diajak untuk saling berbagi, saling menghargai, dan saling mendukung satu sama lain.

D. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) 1. Pengertian Penelitian Tindakan Kelas

  Penelitian Tindakan Kelas adalah penelitian yang dilakukan oleh sekelompok guru untuk dapat mengorganisasikan kondisi praktik pembelajaran mereka, dan belajar dari pengalaman mereka sendiri

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  (Wiraadmaja, 2006:13). Sementara itu, Kunandar (2008:45) mengemukakan bahwa penelitian tindakan kelas mengandung tiga unsur atau konsep, yaitu:

  a) Penelitian adalah aktivitas mencermati suatu objek tertentu melalui metodologi ilmiah dengan mengumpulkan data-data dan dianalisis untuk menyelesaikan suatu masalah.

  b) Tindakan adalah suatu aktivitas yang sengaja dilakukan dengan tujuan tertentu yang berbentuk siklus kegiatan dengan tujuan untuk memperbaiki atau meningkatkan suatu masalah dalam proses belajar mengajar.

  c) Kelas adalah sekelompok siswa yang dalam waktu yang sama menerima pelajaran yang sama dari seorang guru.

  Pendapat lain tentang PTK dikemukakan oleh Wijaya Kusumah dan Dedi Dwitagama, yaitu (2009:9): Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah penelitian yang dilakukan oleh guru di kelasnya sendiri dengan cara merencanakan, melaksanakan, dan merefleksikan tindakan secara kolaboratif dan partisipatif dengan tujuan memperbaiki kinerjanya sebagai guru, sehingga hasil belajar siswa dapat meningkat.

  Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa PTK merupakan penelitian yang dilakukan oleh guru dalam suatu kelas dengan melaksanakan tindakan-tindakan secara terstruktur terhadap sekelompok siswa guna memperbaiki proses pembelajaran.

2. Prinsip Dasar Penelitian Tindakan Kelas

  PTK mempunyai beberapa prinsip yang harus diperhatikan oleh guru di sekolah. Prinsip tersebut antaranya (Wijaya Kusumah dan Dedi Dwitagama, 2009:17) :

  a. Tidak mengganggu pekerjaan utama guru yaitu mengajar

  b. Metode pengumpulan data tidak menuntut metode yang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  c. Metodologi yang digunakan harus cukup reliabel sehingga hipotesis yang dirumuskan cukup meyakinkan d. Masalah yang diteliti adalah masalah pembelajaran di kelas yang cukup merisaukan guru dan guru memiliki komitmen untuk mencari solusinya

  e. Guru harus konsisten terhadap etika pekerjaannya dan mengindahkan tata krama organisasi. Masalah yang diteliti sebaiknya diketahui oleh pimpinan sekolah dan guru sejawat sehingga hasilnya cepat tersosialisasi f. Masalah tidak hanya berfokus pada konteks kelas, melainkan dalam perspektif misi sekolah secara keseluruhan (perlu kerja sama antara guru dan dosen)

3. Tahap-tahap Penelitian Tindakan Kelas

  Pada umumnya Penelitian Tindakan Kelas dilakukan lebih dari satu siklus. Di mana dalam setiap siklus terdapat empat langkah proses penelitian. Berikut gambaran siklus penelitian tindakan kelas:

Gambar 2.2 Tahap Penelitian Tindakan Kelas

  Siklus I Siklus II Tahap-tahap penelitian tindakan kelas dikemukakan oleh Wijaya

  Kusumah dan Dedi Dwitagama (2009:39) menggunakan langkah-langkah sebagai berikut:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  a. Perencanaan Perencanaan umum dimaksudkan untuk menyusun rancangan yang meliputi keseluruhan aspek yang terkait dengan PTK. Sedangkan perencanaan khusus dimaksudkan untuk menyusun rancangan dari siklus per siklus. Oleh karenanya dalam perencanaan khusus ini tiap kali terdapat perencanaan ulang (replanning). Hal-hal yang direncanakan di antaranya terkait dengan pendekatan pembelajaran, metode pembelajaran, teknik atau strategi pembelajaran, media dan materi pembelajaran, dan sebagainya.

  b. Pelaksanaan Tindakan Tindakan pada prinsipnya merupakan realisasi dari suatu rancangan tindakan yang sudah direncanakan sebelumnya.

  Strategi apa yang digunakan, materi apa yang diajarkan atau dibahas dan sebagainya.

  c. Observasi Observasi, pengamatan, atau monitoring dapat dilakukan sendiri oleh peneliti atau kolaborator, yang memang diberi tugas untuk hal itu. Pada saat observasi pengamat haruslah mencatat semua peristiwa atau hal yang terjadi di kelas penelitian. Misalnya mengenai kinerja guru, situasi kelas, penyajian atau pembahasan materi, penyerapan siswa terhadap materi yang diajarkan, dan sebagainya.

  d. Refleksi Refleksi ini dilakukan dengan kolaboratif, yaitu adanya diskusi terhadap berbagai masalah yang terjadi di kelas penelitian. Dengan demikian refleksi dapat ditentukan sesudah adanya pelaksanaan tindakan dan hasil observasi.

  Berdasarkan refleksi ini pula suatu perbaikan tindakan selanjutnya ditentukan.

4. Tujuan Penelitian Tindakan Kelas

  Menurut Mulyasa (Tukiran Taniredja, dkk, 2010:10) secara umum tujuan Penelitian Tindakan Kelas adalah: a. Memperbaiki dan meningkatkan kondisi-kondisi belajar serta kualitas pembelajaran.

  b. Meningkatkan layanan profesional dalam konteks pembelajaran, khususnya layanan kepada peserta didik sehingga tercipta layanan prima.

  c. Memberikan kesempatan kepada guru berimprovisasi dalam melakukan tindakan pembelajaran yang direncanakan secara tepat waktu dan sasarannya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  d. Memberikan kesempatan kepada guru mengadakan pengkajian secara bertahap terhadap kegiatan pembelajaran yang dilakukannya sehingga tercipta perbaikan yang berkesinambungan.

  e. Membiasakan guru mengembangkan sikap ilmiah, terbuka, dan jujur dalam pembelajaran.

5. Manfaat yang bisa diperoleh dari Penelitian Tindakan Kelas

  Banyak manfaat yang diperoleh dari dilaksanakannya PTK, yang terkait dengan komponen utama pendidikan dan pembelajaran, antara lain (Susilo, 2007:18):

  a. Inovasi Pembelajaran

  b. Pengembangan kurikulum di tingkat sekolah dan di tingkat kelas c. Peningkatan profesionalisme guru atau pendidik

  d. Akan terciptanya peluang yang luas terhadap terciptanya karya tulis bagi guru e. Karya tulis ilmiah semakin diperlukan guru di masa depan untuk meningkatkan kariernya dan dalam rangka membuat rancangan PTK yang lebih berbobot sambil mengajar di kelas.

E. Kerangka Berpikir

  Metode pembelajaran merupakan suatu alat pendukung yang dapat membantu guru dalam mengajar di kelas. Siswa akan dapat memahami materi dengan baik apabila metode pembelajaran yang digunakan pun serasi dengan materi tersebut. Selain dapat menerapkan metode pembelajaran yang bervariasi, guru diharapkan dapat menerapkan nilai-nilai kemanusiaan dalam pembelajaran di kelas. Dengan begitu, siswa akan terbiasa untuk menerapkan nilai-nilai kemanusiaan tersebut di luar kelas. Namun faktanya, sekarang ini masih banyak sekolah-sekolah khususnya sekolah Kristiani yang masih

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  dalam sekolah tersebut cenderung hanya menerapkan pemahaman saja tentang materi yang diajarkan, sehingga hanya nilai akademik saja yang ditingkatkan.

  Pembelajaran dengan pendekatan Paradigma Pedagogi Reflektif menumbuhkembangkan pengetahuan dan sikap batin siswa. Pembelajaran ini dapat membentuk kepribadian siswa agar menjadi pribadi yang utuh. Langkah-langkah pembelajaran dengan pendekatan Paradigma Pedagogi Reflektif adalah sebagai berikut: konteks, pengalaman, refleksi, aksi, dan evaluasi. Melalui pembelajaran ini siswa tidak hanya diarahkan untuk mengembangkan kompetensi secara utuh (competence) saja, melainkan juga saling mengasah kepekaan dan ketajaman hati nurani (conscience) dan saling terlibat dengan penuh bela rasa bagi sesama (compassion).

  PPR ini diterapkan dalam pembelajaran ekonomi dengan materi pendapatan nasional. Pendapatan nasional merupakan materi yang berkaitan dengan cara perhitungan kekayaan suatu negara. Jika mulai dari awal siswa sudah diajarkan bagaimana menerapkan nilai-nilai kemanusiaan tersebut dalam mempelajari materi pendapatan nasional, maka mereka dapat peka dan peduli terhadap keadaan pendapatan negara kita dari tahun ke tahun.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian tindakan kelas

  (PTK), yaitu penelitian yang dilakukan guru di kelasnya sendiri dengan cara merencanakan, melaksanakan dan merefleksikan tindakan secara kolaboratif dan partisipatif dengan tujuan memperbaiki kinerjanya sebagai guru, sehingga hasil belajar siswa dapat meningkat (Wijaya Kusumah dan dedi Dwitagama, 2009:9). Dalam penelitian ini PTK dilakukan pada pelajaran ekonomi kelas X dengan menggunakan pembelajaran berpola Paradigma Pedagogi Reflektif.

  B. Tempat dan Waktu Penelitian

  1. Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan di SMA Pangudi Luhur St. Louis IX, Jalan Wates Km.12 Argosari, Sedayu, Yogyakarta.

  2. Waktu Penelitian Penelitian dilakukan pada bulan Januari - Mei 2012.

  C. Subjek dan Objek Penelitian

  1. Subjek Penelitian Siswa kelas XC SMA Pangudi Luhur St. Louis IX Sedayu.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2. Objek Penelitian Peningkatan competence, conscience, dan compassion (3C) siswa kelas XC SMA Pangudi Luhur St. Louis IX Sedayu, melalui penerapan

  PPR pada pembelajaran materi pendapatan nasional.

D. Prosedur Penelitian

  1. Pra Penelitian Pada tahap pra penelitian, peneliti melakukan observasi awal di dalam kelas yang mencakup observasi kegiatan guru, observasi siswa, dan observasi kelas pada saat proses pembelajaran ekonomi. Setelah itu peneliti melakukan wawancara kepada guru ekonomi mengenai permasalahan yang terjadi di kelas dan merencanakan pengembangan competence, conciensce , dan compassion siswa.

  2. Pelaksanaan Penelitian Penelitian ini direncanakan berlangsung dalam dua siklus.

  Masing-masing siklus terdiri dari empat langkah.

a. Siklus Pertama

  Kegiatan siklus pertama ini dilakukan dalam dua kali pertemuan yang meliputi sebagai berikut: 1) Perencanaan

  Pada tahap ini dilakukan penyusunan rencana tindakan berupa persiapan pembelajaran berpola PPR, yang meliputi sebagai berikut:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  a) Peneliti dan guru bersama-sama menentukan indikator pembelajaran. Selain itu guru menentukan pembagian kelompok untuk diskusi. Beberapa perangkat yang disiapkan dalam tahap ini adalah: rencana pembelajaran, pemilihan media pembelajaran yang digunakan untuk mengembangkan aspek 3C, soal-soal latihan, lembar kerja siswa, dan soal evaluasi.

  b) Peneliti menyusun instrumen pengumpulan data, meliputi: (1) Lembar observasi kegiatan guru.

  (2) Lembar observasi kegiatan siswa. (3) Lembar observasi kegiatan kelompok. (4) Lembar refleksi dan aksi. (5) Soal tes. (6) Kuesioner pengukuran sikap, minat, dan nilai moral kejujuran.

  (7) Kuesioner pengukuran moral nilai kerjasama. 2) Tindakan

  Pada tahap ini dilaksanakan implementasi pembelajaran berpola PPR sesuai dengan rencana tindakan. Sebelumnya guru memberikan soal pre test untuk mengukur kompetensi siswa sebelum diterapkannya model PPR ini. Setiap siklus pada langkah tindakan terdiri dari lima tahap, yaitu sebagai berikut:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  a) Konteks Dalam konteks, guru menggali pengetahuan dan pengalaman siswa terkait dengan materi yang akan dipelajari.

  Penggalian pengetahuan tersebut dilakukan dengan metode tanya jawab. Yang harus ditekankan pada konteks ini adalah siswa harus benar-benar mengenal dan mengetahui pentingnya mempelajari materi sebelum nantinya akan belajar secara lengkap tentang materi tersebut.

  b) Pengalaman Di dalam kegiatan pengalaman, ketiga aspek PPR mulai dikembangkan. Untuk mengembangkan aspek

  competence, guru menggunakan model pembelajaran jigsaw.

  Dengan model ini siswa dibagi dalam kelompok-kelompok yang dinamakan kelompok asal. Dalam kelompok asal, guru memberikan kepada setiap siswa sebuah kartu yang berisikan pertanyaan terkait dengan sub bab materi. Setiap siswa mendapat tugas untuk menjelaskan setiap sub bab materi sesuai dengan pertanyaan dalam kartu. Agar siswa dapat menjelaskan materi secara lengkap dan benar, maka setiap siswa yang mendapat sub bab yang sama mendiskusikan tugas mereka dalam kelompok ahli. Jika waktu yang ditentukan guru sudah habis, maka masing-masing siswa dari kelompok ahli tersebut kembali ke kelompok asalnya. Setiap siswa bertugas

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  untuk menjelaskan kepada teman-teman dalam kelompok asalnya tentang jawaban yang didiskusikan pada kelompok ahli. Selanjutnya guru meminta beberapa siswa untuk mempresentasikan hasil diskusinya.

  Selain dapat mengembangkan aspek competence, diskusi dalam kelompok tersebut juga dapat mengembangkan aspek compassion siswa. Melalui diskusi kelompok, siswa diajak untuk saling berbagi dan saling bekerja sama dengan baik dalam kelompok asal maupun kelompok ahli.

  Untuk mengembangkan aspek conscience, guru memberikan tayangan video yang menceritakan tentang pentingnya sebuah kejujuran.

  c) Refleksi Pada kegiatan refleksi ini, guru mengajak siswa untuk memaknai proses pembelajaran dan nilai kemanusiaan yang ditemukan dalam tahap pengalaman. Siswa dibantu dengan beberapa pertanyaan untuk mengungkapkan sikap batinnya dalam refleksi ini.

  d) Aksi Pada kegiatan aksi, guru mengajak siswa untuk membangun niat-niat positif terkait dengan hasil reflkesinya.

  Sama seperti pada kegiatan refleksi, pada tahap aksi ini siswa juga dibantu dengan pertanyaan-pertanyaan panduan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  e) Evaluasi Pada evaluasi, guru memberikan soal post test yang digunakan untuk mengukur tingkat keberhasilan belajar siswa sesudah mengikuti proses pembelajaran berpola PPR. 3) Observasi Tahap ini dilaksanakan bersamaan dengan tahap tindakan.

  Dalam tahap ini peneliti mengadakan pengamatan terhadap proses dan hasil dari pelaksanaan tindakan, yaitu meliputi bagaimana proses pembelajaran berlangsung, keterlibatan dan interaksi siswa dalam kegiatan pembelajaran maupun diskusi kelompok.

  4) Refleksi Dari hasil penelitian dan observasi yang diperoleh maka dilakukan refleksi untuk melihat, mempertimbangkan, dan menyimpulkan atas hasil atau dampak dari tindakan yang telah dilakukan sebagai upaya perbaikan, peningkatan atau perubahan yang diinginkan.

b. Siklus Kedua

  Tahap-tahap dan kegiatan-kegiatan pada siklus kedua pada dasarnya sama dengan siklus pertama hanya yang membedakan adalah pada kegiatan pengalaman. Pada siklus kedua ini kegiatan pengalaman ditentukan berdasarkan indikator materi dan hasil refleksi siklus pertama. Karena indikator materi pada siklus kedua ini berbeda dengan siklus pertama, maka media pembelajaran yang digunakan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  untuk mengembangkan aspek competence juga berbeda, yaitu dengan

  games menyusun rumus konsep pendapatan nasional. Untuk aspek conscience , dikembangkan dengan sebuah cerita yang menceritakan

  tentang kisah nyata dua anak kecil yang bersikap jujur.

E. Instrumen Penelitian

  Dalam penelitian ini, instrumen yang digunakan adalah:

  1. Lembar Observasi Kegiatan Guru Lembar observasi guru digunakan untuk mengamati aktivitas atau kinerja guru dari awal sampai akhir pembelajaran. Dalam penelitian ini, lembar observasi berbentuk catatan anekdotal dan check list. Lembar observasi guru dapat dilihat pada (lampiran 3).

  2. Lembar Observasi Kegiatan Siswa Lembar observasi siswa digunakan untuk mengamati perilaku siswa selama proses pembelajaran. Lembar observasi kegiatan siswa dapat dilihat pada (lampiran 7).

  3. Lembar Observasi Kegiatan Kelompok Lembar observasi kelompok digunakan untuk mengamati keterlibatan siswa dalam kegiatan kelompok. Lembar observasi kegiatan kelompok dapat dilihat pada (lampiran 11).

  4. Lembar Refleksi dan Aksi Instrumen refleksi digunakan untuk membantu siswa dalam merefleksikan makna dan manfaat dari pengalaman pembelajaran yang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  diperoleh siswa. Sedangkan instrumen aksi digunakan sebagai panduan siswa dalam menuangkan niat-niat positif yang akan diwujudkannya.

  Instrumen refleksi dan aksi dapat dilihat pada (lampiran 21).

  5. Instrumen untuk Tes Instrumen tes dibuat dalam bentuk soal pertanyaan yang mencakup tentang materi pendapatan nasional. Dalam penelitian ini, instrumen tes digunakan untuk mengukur competence siswa pada awal dan akhir siklus. Pada siklus I soal tes berbentuk pilihan ganda dengan jumlah soal 10 butir. Sedangkan pada siklus II soal tes berbentuk uraian tentang rumus menghitung pendapatan nasional. Kisi-kisi soal tes dapat dilihat pada (lampiran 39).

  6. Instrumen untuk Mengukur Aspek Conscience dan Compassion Untuk mengukur aspek conscience yang meliputi penilaian sikap, minat, dan moral nilai kejujuran (lampiran 28, 29, dan 30) dan aspek compassion yang meliputi penilaian moral nilai kerjasama (lampiran 31), menggunakan kuesioner skala Likert dengan lima alternatif jawaban yang diberi tanda () pada lembar yang telah disediakan yaitu sangat setuju, setuju, ragu-ragu, tidak setuju, dan sangat tidak setuju. Bobot yang diberikan untuk alternatif jawaban adalah sangat setuju (SS) diberi skor 5, setuju (S) diberi skor 4, ragu- ragu (R) diberi skor 3, tidak setuju (TS) diberi skor 2, dan sangat tidak setuju (STS) diberi skor 1.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  a) Instrumen untuk Pengukuran Sikap

Tabel 3.1 Kisi-kisi Instrumen Pengukuran Sikap terhadap Pembelajaran Ekonomi dengan Pola PPR

  Pernyataan Indikator Pengukuran Sikap

  Positif Negatif

  1. Ada rasa senang dalam pembelajaran 1, 7, 8, 15

  11

  2. Tanggap terhadap situasi pembelajaran 2, 3, 6, 12, 13

  14

  3. Berpartisipasi aktif dalam pembelajaran 4, 5, 9, 10 b) Instrumen untuk Pengukuran Minat

Tabel 3.2 Kisi-kisi Instrumen Pengukuran Minat terhadap Pembelajaran Ekonomi dengan Pola PPR

  Pernyataan Indikator Pengukuran Minat

  Positif Negatif

  1. Kesadaran dalam belajar 1, 7

  3

  2. Keinginan untuk mencapai tujuan 2, 4, 5, 6

  3. Dorongan dan kebutuhan dalam belajar 9, 11

  4. Harapan dan cita-cita masa depan

  8

  5. Penghargaan dalam belajar 12, 13

  6. Kedisiplinan dalam belajar

  14

  7. Ketertarikan terhadap pelajaran

  15

  10

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  1. Kepedulian terhadap teman

  1. Wawancara Wawancara adalah pengumpulan data dengan cara mengajukan pertanyaan secara langsung atau lisan dengan Kepala Sekolah dan guru untuk melengkapi data tentang gambaran umum sekolah, dan permasalahan di kelas yang berkaitan dengan competence, conscience, dan compassion. Dalam penelitian ini wawancara dilaksanakan sebelum

  2 F. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data dalam penelitian dengan menggunakan:

  3

  8

  6

  10

  5, 7

  4. Memiliki sikap kerjasama 1, 4, 9

  3. Manfaat dalam kerjasama

  2. Berpartisipasi aktif dalam diskusi

  c) Instrumen untuk Pengukuran Nilai Kejujuran/Conscience

Tabel 3.3 Kisi-kisi Instrumen Pengukuran Nilai Kejujuran terhadap Pembelajaran Ekonomi dengan Pola PPR

  Indikator Pengukuran Nilai Kerjasama

Tabel 3.4 Kisi-kisi Instrumen Pengukuran Compassion Siswa dengan Penerapan PPR pada Pembelajaran Ekonomi

  d) Instrumen untuk Pengukuran Nilai Kerjasama/Compassion

  2

  7

  3, 6, 8 1, 4, 9

  3. Manfaat bersikap jujur 5, 10

  2. Bertindak untuk jujur

  1. Keberanian untuk mengungkapkan kejujuran

  Positif Negatif

  Indikator Pengukuran Nilai Kejujuran Pernyataan

  Pernyataan Positif Negatif

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  observasi pra penelitian dengan menggunakan 10 pertanyaan panduan yang diajukan kepada guru mata pelajaran ekonomi kelas X. Pedoman wawancara guru dapat dilihat pada (lampiran 38).

  2. Pengamatan (observasi) Observasi dilaksanakan dalam tiga tahap yaitu pra penelitian, siklus I dan siklus II. Dalam setiap siklus terdapat tiga aktivitas yang akan diamati, yaitu observasi aktivitas guru, observasi aktivitas siswa dan observasi aktivitas kelas/kelompok. Lembar observasi dibuat sesuai dengan kegiatan-kegiatan pembelajaran secara terstruktur dan terinci. Selain itu ada lembar catatan anekdotal yang digunakan untuk mencatat hasil pengamatan secara lengkap.

  3. Dokumentasi Dokumentasi adalah pengumpulan data dengan menggunakan catatan atau dokumen yang telah ada. Melalui cara ini dimaksudkan untuk memperoleh data proses pembelajaran siswa dan data tentang keadaan sekolah misalnya jumlah siswa, dan fasilitas yang dimiliki sekolah.

  4. Tes Metode tes dalam penelitian ini digunakan untuk mengukur

  competence siswa. Tes ini disusun dalam bentuk soal pre tes dan post test

  sesuai dengan indikator materi, yang diberikan pada awal dan akhir siklus.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  5. Kuesioner Kuesioner adalah suatu daftar yang berisikan rangkaian pertanyaan mengenai sesuatu masalah atau bidang yang akan diteliti.

  Dalam penelitian ini kuesioner digunakan untuk mengukur conscience dan compassion siswa. Kuesioner diberikan pada pra penelitian, akhir siklus I, dan akhir siklus II.

G. Teknik Analisis Data

  Analisis data yang dilakukan secara deskripstif dan komparatif untuk mengetahui perkembangan competence, conscience, dan compassion di dalam proses pembelajaran, meliputi dua hal sebagai berikut:

  1. Analisis Deskriptif Analisis deskriptif dilakukan untuk memaparkan (deskripsi) data/informasi tentang suatu gejala yang diamati dalam proses pembelajaran serta pelaksanaan proses pembelajaran dengan menerapkan Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR). Dengan demikian data tersebut dapat dianalisis dengan langkah-langkah sebagai berikut: a. Pengumpulan data kasar

  b. Pemberian skor, untuk analisis kuantitatif

  c. Skor yang diperoleh dikonversikan menjadi nilai dengan skala lima menggunakan acuan konversi pada pendekatan PAP (Penilaian Acuan Patokan) (Sukardjo, 2005:53).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Berdasarkan perhitungan rumus konversi (lampiran 39), maka data kuantitatif ke data kualitatif dengan skala lima tersebut dapat disederhanakan sebagai berikut:

Tabel 3.5 Hasil Konversi Data Kuantitatif ke Data Kualitatif Interval Skor Kriteria

  X > 4,21 Sangat baik 3,40 < X Baik

  ≤ 4,21 2, 60 < X Cukup baik

  ≤ 3,40 1,79 < X Kurang baik

  ≤ 2,60

  X Sangat kurang baik ≤ 1,79

  Sedangkan untuk hasil refleksi, suatu indikator atau bahkan suatu nilai yang ditemukan oleh siswa dalam pembelajaran dapat dinyatakan dalam pernyataan kualitatif sebagai berikut:

Tabel 3.6 Pernyataan Kualitatif Hasil Refleksi Kesimpulan Keterangan

  Apabila siswa belum memperlihatkan Belum Terlihat tanda-tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator

  Apabila siswa sudah mulai memperlihatkan adanya tanda-tanda Mulai Terlihat awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator tetapi belum konsisten Apabila siswa sudah memperlihatkan berbagai tanda perilaku yang

  Mulai Berkembang dinyatakan dalam indikator dan mulai konsisten Apabila siswa terus menerus memperlihatkan perilaku yang

  Membudaya dinyatakan dalam indikator secara konsisten

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2. Analisis Komparatif Analisis Komparatif dilakukan untuk melihat perkembangan peningkatan competence, conscience, dan compassion siswa dari waktu ke waktu khususnya pada masa pra penelitian, siklus pertama, dan siklus kedua.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

BAB IV

GAMBARAN UMUM SEKOLAH A. Sejarah Berdirinya SMA Pangudi Luhur St. Louis IX Sedayu SMA Pangudi Luhur St. Louis IX Sedayu merupakan SMA alih

  fungsi dari SPG Pangudi Luhur Sedayu sejak tahun 1989 bersama dengan SPG yang lain, sesuai dengan SK Mendikbud RI No. 031/113/H/Kpts/1989 tanggal 25 Februari 1989. Oleh karena itu visi SMA Pangudi Luhur St. Louis

  IX Sedayu adalah sama dengan visi SPG Pangudi Luhur tetapi dengan penyesuaian dan beberapa perubahan, karena SMA tidak seperti SPG. Visi yang melandasi berdirinya sekolah adalah ingin mengentaskan kemiskinan masyarakat sekitar yang tidak dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi di kota Yogyakarta karena keadaan ekonomi yang kurang.

  Melihat kenyataan bahwa banyak lulusan SMP yang tidak dapat melanjutkan sekolah, maka pada tahun 1967 Pastor Paroki Sedayu mendirikan SPG Santo Paulus yang mulai tahun 1968 dikelola oleh Yayasan Pangudi Luhur bersama SLTP Pangudi Luhur Sedayu dan SLTP Pangudi Luhur Moyudan. Sejak berdirinya, SMA Pangudi Luhur St. Louis IX Sedayu merupakan salah satu SMA yang masih dibutuhkan oleh masyarakat sekitar.

  Terbukti bahwa sampai saat ini minat siswa masuk ke SMA Pangudi Luhur St. Louis IX Sedayu masih tinggi.

  Pada pembukaan tahun ajaran baru 2010-2011, SMA Pangudi Luhur Sedayu memutuskan untuk menjadikan St Louis IX sebagai Santo Pelindung

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  SMA Pangudi Luhur Sedayu. Maka pada tangal 25 Agustus 2010, SMA Pangudi Luhur Sedayu melakukan launching nama baru bagi sekolahnya dengan menambahkan ST. Louis IX. Sejak saat itu, nama SMA Pangudi Luhur Sedayu dikenal dengan nama SMA Pangudi Luhur St. Louis IX Sedayu. Pendidikan yang dilaksanakan di SMA Pangudi Luhur St. Louis IX juga berdasarkan teladan kerendahan hati dan kerja keras St. Louis IX. Hari Kamis, 25 Agustus 2011 kemarin, SMA Pangudi Luhur St. Louis IX Sedayu mengadakan Perayaan Ekaristi dan pentas seni dalam rangka merayakan Ulang Tahun kedua atas pemilihan nama St. Louis IX sebagai Santo Pelindung SMA Pangudi Luhur Sedayu.

B. Tujuan SMA Pangudi Luhur St. Louis IX Sedayu

  Tujuan pendidikan SMA Pangudi Luhur St. Louis IX Sedayu secara umum dapat diuraikan sebagai berikut:

  1. Meningkatkan dan mengembangkan pengetahuan siswa agar mampu melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian.

  2. Meningkatkan kemampuan siswa sebagai anggota masyarakat dalam mengadakan interakasi sosial, budaya dan alam sekitarnya.

  Untuk mencapai tujuan tersebut, digunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (Peraturan Menteri No.22 tahun 2006). Dalam pelaksanaannya SMA Pangudi Luhur St. Louis IX Sedayu memperkaya dan menambah dengan:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  a) Pendidikan nilai Pendidikan nilai sangat penting ditanamkan kepada siswa agar para siswa dapat berkembang secara harmonis antar jasmani, rohani dan sosialnya. Spiritualitas hidup, nilai moral, nilai persatuan, persaudaraan dan humaniora merupakan nilai pembentuk pribadi manusia yang amat besar artinya. Kurangnya pemahaman suatu nilai bagi suatu generasi akan menimbulkan kesulitan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

  b) Pembentukan pribadi Pribadi yang tangguh merupakan bekal hidup dalam alam yang serba majemuk seperti sekarang ini. Melalui perenungan, kedisiplinan dalam latihan-latihan memperhatikan lingkungan sosial diharapkan dapat melahirkan pribadi yang kuat dalam menghadapi berbagai gejolak sosial.

  c) Pendidikan ketrampilan Untuk menghadapi hal-hal yang praktis dalam kehidupan ini, diperlukan ketrampilan yang dibutuhkan masyarakat dewasa ini.

C. Visi dan Misi SMA Pangudi Luhur St. Louis IX Sedayu:

  1. Visi Terbentuknya lulusan yang cerdas, berbudi pekerti luhur dan memiliki ketrampilan dengan semangat melayani yang miskin dan berkekurangan. Indikator pencapaian misi sekolah berupa lulusan yang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  dihasilkan mempunyai daya saing yang tinggi baik dalam melanjutkan ke pendidikan tinggi maupun terserap ke dunia kerja dengan bekal santun yang tampak dari sikap dan perilaku teladan.

  2. Misi Misi merupakan penjabaran dari visi seperti pada butir-butir berikut: a) Melakukan pembelajaran yang efektif, berkualitas dan profesional

  b) Mengembangkan ketrampilan komputer, akuntansi dan Bahasa Inggris

  c) Menciptakan suasana kondusif untuk menciptakan peserta didik yang berbudi pekerti luhur d) Menyelenggarakan pelayanan prima, transparan dan akuntabel dengan semangat melayani yang miskin dan berkekurangan e) Mengembangkan sekolah sebagai pusat budaya

  Dasar visi dan misi tersebut di atas memberi kesempatan kepada usaha untuk peningkatan mutu sekolah. Dasar tersebut merupakan acuan yang jelas dan tegas karena keluwesannya, maka tidak menutup kemungkinan atas usaha-usaha perbaikan pelaksanaan pendidikan.

  

D. Kurikulum Satuan Pendidikan SMA Pangudi Luhur St. Louis IX

Sedayu

  Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003, tentang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Nomor 19 Tahun 2005, tentang Standar Nasional Pendidikan mengamanatkan bahwa Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) jenjang pendidikan dasar dan menengah disusun oleh satuan pendidikan dengan mengacu kepada Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL), serta berpedoman pada panduan yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).

  Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang mengacu pada standar nasional pendidikan dimaksudkan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. Standar nasional pendidikan terdiri atas : standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan. Dua dari kedelapan standar nasional pendidikan tersebut, yaitu Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum.

  Untuk memenuhi amanat Undang-Undang tersebut di atas dan guna mencapai tujuan pendidikan nasional pada umumnya, serta tujuan pendidikan sekolah pada khususnya, SMA Pangudi Luhur St. Louis IX Sedayu sebagai lembaga pendidikan tingkat menengah memandang perlu untuk mengembangkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).

  Melalui KTSP ini sekolah dapat melaksanakan program pendidikannya sesuai dengan karakteristik, potensi, dan kebutuhan peserta didik. Untuk

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  berkoordinasi kepada pemangku kepentingan di lingkungan sekitar sekolah. Dalam dokumen ini dipaparkan tentang Kurikulum SMA Pangudi Luhur St. Louis IX Sedayu, yang secara keseluruhan mencakup: 1. Struktur dan muatan kurikulum.

  2. Beban belajar peserta didik.

  3. Kalender pendidikan.

  4. Silabus.

  5. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

  Landasan kurikulum satuan pendidikan yang dipakai berdasarkan:

  1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional.

  2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005, tentang Standar Nasional Pendidikan.

  3. Peraturan Pemerintah No.38 Tahun 2007, tentang Pembagian Kewenangan Pusat dan Daerah.

  4. Peraturan Pemerintah No. 55 Tahun 2007, tentang Pendidikan Agama dan Keagamaan.

  5. Permendiknas RI Nomor 22 Tahun 2006, tentang Standar Isi.

  6. Permendiknas RI Nomor 23 Tahun 2006, tentang Standar Kompetensi Lulusan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  7. Permendiknas RI Nomor 24 Tahun 2006, tentang Pelaksanaan Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 dan Permendinas RI Nomor 23 Tahun 2006.

  8. Permendiknas RI Nomor 6 Tahun 2007, tentang Perubahan Permendinas RI Nomor 24 Tahun 2006.

  9. Permendiknas RI Nomor 12 Tahun 2007, tentang Standar Pengawas Sekolah/Madrasah.

  10. Permendiknas RI Nomor 13 Tahun 2007, tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah.

  11. Permendiknas RI Nomor 16 Tahun 2007, tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru.

  12. Permendiknas RI Nomor 18 Tahun 2007, tentang Sertifikasi Guru Dalam Jabatan.

  13. Permendinas RI Nomor 19 Tahun 2007, tentang Standar Pengelolaan Pendidikan.

  14. Permendiknas RI Nomor 20 Tahun 2007, tentang Standar Penilaian Pendidikan.

  15. Permendiknas RI Nomor 24 Tahun 2007, tentang Standar Sarana Prasarana Pendidikan.

  16. Permendiknas RI Nomor 41 Tahun 2007, tentang Standar Proses.

  17. Surat Edaran Menteri Pendidikan Nasional No.33/MPN/SE/2007 tanggal 13 Februari 2007, perihal Sosialisasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

E. Organisasi Sekolah Satuan Pendidikan SMA Pangudi Luhur St. Louis

  IX Sedayu

  Gambar 4.1 Struktur Organisasi SMA Pangudi Luhur St. Louis IX Sedayu

  Bruder FIC Yayasan Pangudi Luhur (YPL) YPL Cabang Yogya YPL Sedayu

  YPL Yogya YPL Kali Bawang SMP PL St.

  Vincentius Sedayu SMP PL St. Paulus

  Moyudan SD PL St. Aloysius Sedayu

  SMA PL St.

  Louis IX Sedayu Play Grup PL

  TK PL SD PL SMP PL 1 dan 2 SMA PL

  SMP PL Boro SD PL Gejlik

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  1 Drs. Br. Agustinus Mujiyo, FIC

  No. G. 10949 Kepala Sekolah 2 Drs. Paena Andreas NIP. 19630409 199003 1 004

  F. Sumber Daya Manusia SMA Pangudi Luhur St. Louis IX Sedayu Tabel 4.1 Daftar Pegawai SMA Pangudi Luhur St. Louis IX Sedayu No Nama NIP/ No G Jabatan

  • Wakasek Bidang Kurikulum - Guru Matematika
  • Guru Biologi - Wali Kelas XII IPA
  • Guru Penjaskes

  • Prasarana - Wali Kelas XD
  • Guru Bahasa Indonesia - Guru Bahasa Jawa

  • Wali Kelas XI IPS 1
  • Guru Matematika
  • Wali Kelas XI IPS 2
  • Guru Geografi - Guru Sejarah
  • Wali Kelas XA
  • Guru Sejarah - Guru Sosiologi
  • Guru Ekonomi - Guru Akutansi
  • Guru Fisika - Guru Pkn
  • Guru Bahasa Inggris

  19650626 199003 1 007

  13 Cicilia Ratna Siswi No. G. 11662 - Wali Kelas XI IPA

  No. G. 11296 - Wali Kelas XII IPS 2

  12 Yohanes Bambang Suharyo, S.Pd.

  No. G. 11157 - Wali Kelas XC

  11 Fransiskus Xaverius Purwonggo, S.Pd.

  No. G. 10737 - Wali Kelas XII IPS 1

  10 Drs. Aloysius Candra Widayantara

  9 Drs. Paulus Samsuhari NIP. 19620727 199502 1 001

  8 Drs. Alex Sutaryo Dwidoso NIP .

  3 Drs. Markoes Padmonegoro

  19620829 199003 1 005

  7 Drs. Yohanes Yosef Purwoko Agus Subroto NIP.

  6 Dra. Christina Sri Purwaningsih NIP.

  No. G. 11835 - Wakasek Bidang Sarana

  5 Agustinus Budi Susanto, S.Pd.

  No. G. 11199 - Wakasek Bidang Kesiswaan

  4 Drs. Yulius Ujang Sukasna

  No. G. 11062 - Wakasek Bidang Humas

  19590812 198603 2 005 Guru Bahasa Indonesia

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  No Nama NIP/ No G Jabatan

  14 Agnes Erna Setyarini, No. G. 11833 Guru Bahasa Inggris S.Pd.

  15 Yuliana Eni No. G. 11834 - Wali Kelas XB Purwaningsih, S.Si. - Guru Biologi

  • Guru PKn
  • Guru Membatik

  16 Martina Lisna No. G. 12179 Guru BK Indrawati, S.Psi.

  17 Paula Weni Triana, No. G. 12276 - Guru Ekonomi S.E. - Guru Sosiologi

  • Guru Bahasa Jawa

  18 Agustinus Suradi, No. G. 12277 Guru Teknik Informatika S.Kom.

  • 19 Sr. Cornelia, HK Guru Agama

  20 Antonius Waris Guru Seni Musik - Haryana

  21 Anastasia Krismastuti No. G. 11164 Tata Usaha/Administrasi

  22 Kristina Septiasih NO. G. 11701 Tata Usaha/Administrasi

  23 Johanes Maria Budi No. G. 11732 Administrasi Antoro

  24 Chicilia Sri Mulatati No. G. 12304 Pustakawati

  25 Y.P. Lasiman No. G. 11166 Tenaga Pelaksana

  26 Petrus Sumarji No. G. 11165 Tenaga Pelaksana

  27 Antonius Sugiyanto No. G. 12275 Satpam

  28 F.X. Suradiya NO. G. 10593 Tata Usaha/Administrasi

  • 29 Petrus Wawan Setiadi Laboran -

  30 Yulius Purwibisono Tenaga Pelaksana

G. Siswa SMA Pangudi Luhur St. Louis IX Sedayu

  Berdasarkan data yang diperoleh dari dokumen sekolah, siswa-siswi SMA Pangudi Luhur St. Louis IX Sedayu pada tahun pelajaran 2011/2012 berjumlah 341 orang.

  1. Berikut adalah data siswa-siswi SMA Pangudi Luhur St. Louis IX Sedayu berdasarkan jenis kelamin:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  33

  1

  2

  34

  36 XI IPS 2

  1

  2

  35 XI IPS 1

  31

  1

  34

  35 XD

  1

  2

  32

  34 XC

  37 XI IPA

  1

  3

  33 XII IPA

  16 1 341

  26

  29 Jumlah 298

  2

  2

  25

  3

  3

  5

  25

  34 XII IPS 2

  2

  8

  24

  35 XII IPS 1

  3

Tabel 4.2 Daftar Siswa SMA Pangudi Luhur St. Louis IX Sedayu Kelas Laki-laki Perempuan Jumlah

  XA

  35 XD

  36 XI IPS 2

  22

  14

  35 XI IPS 1

  24

  11

  21

  21

  14

  34 XC

  20

  14

  33 XB

  19

  14

  16

  37 XI IPA

  33 XB

  9

  1

  32

  XA

Tabel 4.3 Daftar Siswa SMA Pangudi Luhur St. Louis IX Sedayu Kelas Agama Katolik Islam Kristen Hindu Budha Jumlah

  2. Berikut adalah data siswa-siswi SMA Pangudi Luhur St. Louis IX Sedayu berdasarkan agama:

  29 JUMLAH 136 205 341

  20

  33 XII IPA

  15

  19

  14

  34 XII IPS 2

  19

  15

  35 XII IPS1

  20

  28

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

H. Fasilitas Pendidikan dan Latihan

  Tersedianya sarana dan prasarana suatu lembaga pendidikan sangat besar pengaruhnya terhadap tujuan pendidikan. Oleh sebab itu, SMA Pangudi Luhur St. Louis IX Sedayu telah berupaya meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai supaya tercipta lingkungan yang kondusif sehingga tercipta tujuan pendidikan secara optimal. Adapun fasilitas untuk menunjang proses pendidikan tersebut antara lain:

  1. Perpustakaan Tujuan didirikannya perpustakaan pada hakekatnya adalah untuk menyediakan sumber informasi bagi semua warga sekolah untuk menunjang kegiatan belajar-mengajar. Demikian pula dengan perpustakaan SMA Pangudi Luhur St. Louis IX Sedayu yang selalu memperbanyak perbendaharaan buku-bukunya dan meningkatknya kualitasnya agar senantiasa memperluas pengetahuan warga di sekolah di samping meningkatkan budaya membaca.

  2. Laboratorium SMA Pangudi Luhur St. Louis IX Sedayu memiliki 3 unit laboratorium yaitu laboratorium komputer, fisika, kimia dan biologi.

  Laboratorium yang sangat memadai memungkinkan siswa untuk dapat menerapkan teori yang telah didapat dengan praktek yang sesungguhnya.

  Adapun laboran yang ditunjuk oleh pihak sekolah adalah Bapak P. Wawan Setiadi.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3. Ruang Media Ruang media yang cukup luas dan memiliki berbagai fasilitas yang lengkap seperti: TV, VCD player, tape recorder, komputer, LCD dan OHP. Berbagai fasilitas ini memudahkan guru dalam menyampaikan materi yang kontekstual. Siswa dapat melihat secara langsung contoh- contoh yang divisualisasikan lewat VCD ataupun televisi. Proses pembelajarannya pun bisa dibuat lebih bervariasi untuk menghindarkan siswa dari kebosanan.

  4. Ruang Bimbingan dan Konseling Salah satu tujuan diadakannya layanan Bimbingan dan Konseling adalah untuk menyalaraskan kebutuhan jasmani dan rohani sehingga perkembangan siswa dapat sejalan, yang pada akhirnya proses belajar mengajar dapat berjalan dengan efektif.

  5. UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) UKS dimaksudkan untuk menjaga kesehatan dan memberikan pertolongan pertama bagi seluruh warga sekolah. Siswa dapat berpartisipasi dalam usaha menjaga kesehatan sekolah melalui kegiatan Palang Merah Remaja (PMR).

  6. Ruang Doa Ruang doa berbentuk seperti kapel kecil. Ruangan ini terletak diantara Ruang Multimedia dan Ruang Guru. Seluruh warga sekolah bisa menggunakan Ruang Doa ini untuk berdoa ataupun hanya ingin sekedar

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  memperoleh ketenangan batin dan menenangkan diri dari hiruk pikuk keadaan sekolah.

  7. Ruang Fotokopi Ruang fotokopi terletak di sebelah laboratorium Kimia. Ruangan ini berukuran 3x8m. Penjaga ruang fotokopi adalah Bapak Wawan

  Setiadi. Dengan adanya ruang fotokopi ini mempermudah bagi seluruh anggota sekolah untuk memperbanyak surat dan handout .

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB V HASIL OBSERVASI DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data Penelitian tindakan kelas pada pembelajaran dengan menerapkan Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) di kelas XC SMA Pangudi Luhur St. Louis IX Sedayu ini dilakukan dalam dua siklus. Setiap siklus dilakukan

  selama dua hari atau dua kali pertemuan. Sebelum penelitian, peneliti terlebih dahulu melakukan observasi dan wawancara pra penelitian kepada guru dan siswa yang bertujuan untuk mengetahui kondisi awal kegiatan pembelajaran di kelas XC. Dalam tahap ini peneliti menggunakan instrumen berupa lembar observasi, panduan wawancara guru, dan catatan anekdotal. Berikut adalah uraian hasil observasi pra penelitian, wawancara dan penerapan PPR pada masing-masing siklus:

  1. Pra Penelitian Observasi pra penelitian dilaksanakan pada hari Kamis, 2 Februari 2012 pada jam pelajaran ke-7 dan ke-8 (12.00-13.30). Guru mitra dalam penelitian ini adalah Ibu P. Weni Triana, S.E sebagai guru bidang studi ekonomi kelas X. Adapun materi yang dipelajari pada saat observasi pra penelitian ini adalah tentang Keseimbangan Pasar. Dalam observasi pra penelitian ini, ada tiga hal yang diobservasi yaitu guru, siswa, dan kelas.

  Berikut uraian observasi dan wawancara pra penelitian:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  a. Observasi dan Wawancara Guru Berdasarkan hasil observasi diperoleh informasi bahwa pada awal kegiatan pembelajaran guru memasuki ruangan kelas, mengucapkan salam, dan memeriksa kesiapan siswa. Sebelum melanjutkan pembelajaran, guru memberi kesempatan kepada peneliti untuk memperkenalkan diri dan menyampaikan maksud kedatangan peneliti ke kelas XC. Setelah itu guru melanjutkan pembelajaran dengan mengajak siswa untuk mengingat kembali materi sebelumnya, dan mengkaitkannya dengan materi yang akan dipelajari pada hari itu dengan cara bertanya jawab dengan siswa. Tanpa menyampaikan tujuan pembelajaran terlebih dahulu, guru langsung masuk ke dalam materi pembelajaran.

  Dalam menyampaikan materi guru selalu memberi contoh yang sesuai dengan kenyataan di masyarakat, sehingga siswa lebih mudah untuk memahaminya. Selain itu, guru juga sering memberi pertanyaan lisan untuk menggali pengetahuan siswa dan menunjuk beberapa siswa untuk menjawabnya. Namun demikian karena metode yang digunakan guru hanya ceramah, dan guru cenderung berdiri di depan saja, maka beberapa siswa laki-laki yang duduk di barisan belakang mulai ribut sehingga membuat kelas menjadi gaduh. Dengan adanya kegaduhan di kelas itu, guru mencoba untuk menegurnya dengan cara memberi pertanyaan. Setiap selesai menjelaskan, guru selalu memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang materi yang belum

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  dimengerti. Namun di sini peneliti melihat bahwa kurang adanya keaktifan pada siswa. Guru memang sudah berusaha untuk mengaktifkan siswa, namun proses pembelajaran yang cenderung monoton dengan metode ceramah membuat siswa mudah bosan sehingga lebih memilih untuk membuat keributan daripada mendengarkan penjelasan guru.

  Selesai menyampaikan materi, guru memberikan latihan soal yang terkait dengan materi yang baru saja dipelajari. Ada beberapa siswa yang tidak mau mengerjakan latihan soal tersebut. Namun ketika guru meminta untuk dikumpulkan, semua siswa dapat mengerjakan dengan tertib dan tenang. Selanjutnya di akhir pembelajaran guru mengajak siswa untuk membuat kesimpulan mengenai materi yang telah disampaikan, dan setelah itu guru mengucapkan salam penutup.

  Berdasarkan aktivitas yang dilakukan oleh guru di atas, peneliti melihat bahwa guru tidak menyinggung nilai-nilai kemanusiaan dalam pembelajaran. Penggunaan media pembelajaran yang kurang bervariasi, membuat guru kurang dapat mengembangkan nilai kemanusiaan pada siswa. Guru cenderung menyampaikan aspek

  competence saja, sedangkan aspek conscience dan compassion siswa

  kurang dikembangkan. Rangkaian kegiatan guru tersebut dapat dilihat pada tabel berikut:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

   Guru menjelaskan materi sesuai indikator pada RPP

   Guru hanya mengajar dengan metode ceramah

  10 Guru memberi kesempatan siswa untuk

   Guru tidak menyatakan ataupun mengajak siswa untuk mencari nilai-nilai kemanusiaan pada materi pembelajaran

  9 Guru menyatakan bahwa dalam setiap pembelajaran terdapat nilai-nilai kemanusiaan untuk dipetik

   Guru tidak memberikan suatu media lain yang dapat mendukung siswa untuk mengembangkan nilai kemanusiaan

  8 Guru memfasilitasi siswa untuk mengembangkan sikap jujur yang terkait dengan materi pembelajaran

   Guru memberikan latihan soal untuk menggali pengetahuan siswa setelah pembelajaran

  7 Guru memberikan latihan soal

Tabel 5.1 Hasil Observasi Guru pada Pra Penelitian No Kegiatan yang Diamati Ya Tidak Catatan

  1 Guru memeriksa kesiapan belajar siswa

  5 Guru menyampaikan tujuan pembelajaran

   Guru memberikan soal latihan yang berkaitan dengan materi yang sudah diajarkan

  4 Guru melihat sejauh mana siswa sudah memahami materi yang sudah diajarkan

   Guru memberikan pertanyaan lisan dan menunjuk beberapa siswa untuk menjawabnya

  3 Guru menggali pengetahuan siswa berkaitan dengan materi yang akan diajarkan

   Guru memberikan pertanyaan pancingan yang berkaitan dengan materi

  2 Guru menggali pengalaman siswa berkaitan dengan materi yang akan diajarkan

   Guru melihat semua siswa dan meminta untuk menyiapkan diri

   6 Guru menjelaskan materi secara rinci

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  16 Guru memberikan pertanyaan refleksi selama pembelajaran

   Guru tidak memberikan pekerjaan rumah karena sudah ada latihan soal yang dikerjakan di kelas dan dikumpulkan

  20 Guru memberikan pekerjaan rumah

   Selama pembelajaran guru tidak mengajak siswa untuk mencari nilai-nilai kemanusiaan yang terkait dalam materi, sehingga di akhir pembelajaran pun guru tidak menyinggung nilai kemanusiaan

  19 Guru mengingatkan kembali nilai-nilai kemanusiaan yang sudah dipetik setelah pembelajaran berakhir

   Guru tidak mengajak ataupun memberikan pertanyaan aksi

   18 Guru memberikan pertanyaan aksi (tindakan)

   17 Guru mengajak siswa untuk membangun niat/tindakan berdasarkan hasil refleksi

  No Kegiatan yang Diamati Ya Tidak Catatan

  11 Guru mengajak siswa untuk saling membantu satu sama lain dalam pembelajaran

   15 Guru mengajak siswa untuk berefleksi

  14 Guru menegaskan kepada siswa pentingnya kerja sama

   Tidak ada diskusi kelompok

  13 Guru mengajak siswa untuk sharing atas pengalaman saat diskusi

   Guru tidak menekankan nilai kemanusiaan selama proses pembelajaran berlangsung

  12 Guru berusaha meyakinkan siswa tentang pentingnya bersikap jujur

   Guru sendiri yang berkeliling dan membantu siswa dalam mengerjakan soal

   Guru tidak memberikan pertanyaan refleksi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Sedangkan kegiatan wawancara dilakukan pada hari yang sama dengan menggunakan 10 pertanyaan panduan. Dari wawancara tersebut maka diperoleh hasil sebagai berikut:

Tabel 5.2 Hasil Wawancara Guru pada Pra Penelitian

  

No. Pertanyaan Jawaban Guru

  1 Berapa jumlah siswa di kelas Jumlah siswa kelas XC pada

  XC? awal tahun pelajaran berjumlah 36 siswa, namun pada pertengahan semester ada 1 siswa yang keluar dan 1 siswa yang sakit hingga tidak mengikuti KBM dalam waktu yang cukup lama. Sehingga jumlah sekarang adalah 34 siswa.

  2 Bagaimana keadaan kelas Keadaan kelas XC secara umum

  XC secara umum? cukup kondusif. Tetapi ada beberapa siswa yang sering membuat kegaduhan.

  3 Apakah ada permasalahan di Ada, sebagian besar siswa kelas XC khususnya dalam mempunyai permasalahan dalam pembelajaran ekonomi? pembelajaran ekonomi, rata-rata nilai ekonomi banyak yang berada di bawah KKM. KKM ekonomi adalah 70. Hal tersebut disebabkan kurang telitinya siswa dalam mengerjakan soal- soal ekonomi tersebut. Selain itu siswa cenderung malas memahami dan menghafalkan materi ekonomi.

  4 Bagaimana sikap siswa XC di Sebagian siswa memperhatikan kelas saat Ibu sedang dan ada sebagian siswa juga menjelaskan pelajaran yang sibuk sendiri. Ekonomi?

  5 Bagaimana dengan keaktifan Dalam hal keaktifan, siswa kelas siswa kelas XC dalam

  XC masih kurang aktif. Mereka mengikuti pembelajaran cenderung takut salah dalam

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

No. Pertanyaan Jawaban Guru

  6 Apakah siswa dapat Dalam diskusi kelompok mereka bekerjasama dengan baik saat tidak dapat bekerjasama dengan Ibu memberi tugas baik, semua merasa jawaban kelompok? mereka paling benar dan siswa tidak mau membantu sesama teman dalam kelompoknya sehingga lebih memilih untuk membagi tugas dan dikerjakan sendiri-sendiri tanpa melakukan diskusi.

  7 Bagaimana sikap kejujuran Kalau saat ulangan ada beberapa siswa kelas XC saat siswa yang tidak jujur, dalam mengikuti ulangan harian artian mereka saling atau dalam hal pengumpulan menanyakan jawaban pada tugas? temannya. Dan kalau dalam hal pengumpulan tugas, siswa XC sering lupa mengerjakan, dan saat ditanya sudah mengerjakan atau belum pasti banyak alasan.

  8 Bagaimana dengan nilai Ada sebagian siswa yang prestasi siswa kelas XC? nilainya kurang dari KKM.

  Namun jika dibandingkan dengan kelas lain rata-rata nilai ekonomi kelas XC paling tinggi.

  9 Usaha apa yang dilakukan Bertanya kepada guru atau siswa apabila ada hal yang teman yang lebih pintar. belum dipahami?

  10 Bagaimana cara Ibu Mendekati dan memberi meningkatkan prestasi belajar motivasi secara pribadi. siswa yang kurang baik?

  b. Observasi Siswa Sebelum proses pembelajaran berlangsung, siswa terlebih dahulu menyiapkan diri untuk mengikuti pelajaran. Setelah mempersiapkan diri, siswa lalu menyimak penjelasan guru tentang materi yang diajarkan. Pada saat guru menjelaskan materi, ada beberapa siswa yang fokus untuk mendengarkan, namun ada pula

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  dengan temannya, tidur-tiduran di meja, dan sebagainya. Pada pembelajaran ini siswa cenderung pasif. Mereka akan aktif jika ditunjuk oleh guru untuk menjawab pertanyaannya. Siswa yang menjawab pertanyaan guru pun hanya membaca jawabannya yang terdapat di buku, selanjutnya mereka akan ribut kembali. Di sini terlihat jelas bahwa siswa merasa jenuh dengan metode yang digunakan guru dalam pembelajaran. Pada pertengahan pembelajaran, guru memberikan soal latihan. Namun masih terdapat siswa yang tidak mau mengerjakan. Hal-hal tersebut menunjukkan bahwa siswa tidak memiliki hasrat dan minat untuk belajar. Peneliti menduga bahwa kondisi siswa yang seperti ini disebabkan karena metode yang digunakan guru monoton dan kurang menarik dalam proses pembelajaran. Dari rangkaian kegiatan siswa tersebut dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 5.3 Hasil Observasi Siswa pada Pra Penelitian

  

No Kegiatan yang Diamati Ya Tidak Catatan

  1 Siswa siap mengikuti Ada beberapa siswa

   pembelajaran yang tidak siap mengikuti pembelajaran

  2 Siswa menjawab setiap Hanya siswa yang pertanyaan guru ditunjuk yang

   menanggapi pertanyaan guru

  3 Siswa mencatat hal-hal Sebagian siswa yang penting saat duduk di depan yang

   pembelajaran mencatat berlangsung

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

No Kegiatan yang Diamati Ya Tidak Catatan

  4 Siswa menanggapi Siswa cenderung pendapat teman yang berbicara sendiri saat

   sedang menjelaskan teman yang lain sedang menjelaskan

  5 Siswa memperhatikan Hanya sebagian siswa guru yang mengajar saja yang

   memperhatikan penjelasan guru

  6 Siswa menanggapi Tidak semua siswa pembahasan menanggapi

   pembelajaran dengan pembahasan baik pembelajaran

  7 Siswa mengajukan Jarang terlihat siswa

   pertanyaan yang mengajukan pertanyaan

  8 Siswa mengerjakan Banyak siswa yang tugas yang diberikan bermalas-malasan  dengan baik dalam mengerjakan tugas yang diberikan guru

  c. Observasi Kelas Secara fisik ruang kelas XC cukup baik untuk kegiatan belajar mengajar. Ruang kelas yang luas, ventilasi yang memadai, serta pencahayaan yang cukup dapat mendukung proses pembelajaran. Di dalam kelas XC, terdapat papan tulis/whiteboard, almari kecil untuk menyimpan handphone siswa saat kegiatan belajar mengajar berlangsung, 1 meja guru, 17 meja siswa, 1 kursi guru, dan 34 kursi siswa. Pada saat peneliti melakukan observasi, ada 2 siswa yang tidak hadir, sehingga siswa yang mengikuti pembelajaran pada hari itu berjumlah 32 siswa.

  Suasana kelas pada awalnya sudah kondusif, hal ini terlihat

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  siswa membawa buku modul ekonomi sebagai panduan belajar mereka. Hanya saja metode yang digunakan guru kurang bervariasi.

  Selain itu juga guru hanya berdiri di depan saat menjelaskan, dan tidak ada metode lain yang digunakan oleh guru selain ceramah. Kejenuhan siswa dalam proses pembelajaran tersebut menimbulkan kegaduhan di kelas XC. Mereka memilih untuk berbicara sendiri dengan temannya daripada mendengarkan penjelasan guru. Namun, dalam kondisi ini peneliti melihat bahwa guru tidak dapat menegur siswa yang ribut secara tegas. Terlihat guru sudah berusaha untuk menegur siswa dengan cara bijaksana, yaitu dengan memberi pertanyaan kepada siswa yang ribut, namun setelah siswa tersebut menjawab pertanyaan guru, siswa tersebut kembali ribut lagi. Dapat disimpulkan bahwa guru kurang dapat mengelola kelas dengan baik. Dari seluruh rangkaian keadaan kelas tersebut dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 5.4 Hasil Observasi Kelas pada Pra Penelitian No. Kegiatan yang Diamati Ya Tidak Catatan

  1 Kondisi kelas nyaman dan Ruang kelas

   mendukung kegiatan belajar yang nyaman mengajar

  2 Suasana kelas kondusif dalam Kelas kondusif proses pembelajaran hanya pada

   awal pembelajaran saja

  3 Buku panduan materi dimiliki Semua siswa semua siswa memiliki buku

   modul ekonomi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  No. Kegiatan yang Diamati Ya Tidak Catatan

  4 Siswa membuat kegaduhan

   Pada saat guru menjelaskan materi

  5 Ada kegiatan pembelajaran yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai kemanusiaan dalam diri siswa

   Terlihat guru hanya ceramah dan berdiri di depan saja

  6 Banyak siswa yang bertanya jika ada materi yang belum dimengerti

   Jarang terlihat siswa yang aktif bertanya Berdasarkan hasil wawancara dan observasi terhadap guru, perilaku siswa dan suasana kelas dapat disimpulkan bahwa terdapat beberapa masalah di kelas XC SMA Pangudi Luhur Sedayu. Masalah tersebut yaitu yang pertama berkaitan dengan competence, bahwa banyaknya siswa dengan nilai ekonomi yang berada dibawah KKM. Kedua yaitu tentang kejujuran siswa yang belum terlihat khususnya pada saat ulangan harian, ada beberapa siswa yang menyontek dengan cara bertanya pada temannya. Selain itu juga kurangnya sikap kejujuran pada siswa terlihat dalam mengumpulkan atau mengerjakan tugas rumah. Jika ada pekerjaan rumah, sebagian besar dari mereka ada yang tidak mengerjakan dan jika ditanya pasti banyak yang beralasan. Ketidakjujuran tersebut berkaitan dengan conscience. Ketiga berkaitan dengan compassion adalah sikap siswa yang kurang mampu bekerjasama dengan baik dalam kerja kelompoknya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Masalah-masalah yang terjadi di kelas XC menggambarkan bahwa guru kurang menanamkan nilai-nilai kemanusiaan dalam kegiatan pembelajaran. Hal ini tampak pada hasil observasi guru. Dalam kegiatan pembelajaran guru lebih sering menggunakan metode ceramah. Semua hal yang disampaikan oleh guru berkaitan dengan materi. Guru sama sekali tidak menyinggung tentang nilai-nilai kemanusiaan yang terkandung dalam materi, sehingga akibatnya siswa hanya dapat mengembangkan kompetensi akademiknya saja. Jika dari awal guru terbiasa menanamkan nilai-nilai kemanusiaan dalam proses pembelajaran, diharapkan nantinya selain dapat mengembangkan kompetensinya, siswa juga dapat mengembangkan nilai bela rasa dan kepedulian terhadap diri sendiri maupun sesamanya. Dengan demikian siswa dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari seperti halnya dalam kegiatan berdiskusi serta kejujurannya dalam mengerjakan soal ujian dan pengumpulan tugas.

  2. Pelaksanaan Penelitian

  a. Siklus Pertama Siklus pertama ini dilaksanakan dalam dua kali pertemuan.

  Dimana yang pertemuan pertama dilakukan pada hari kamis, 9 Februari 2012 dalam waktu 2 x 45 menit (pukul 12.00 – 13.30), sedangkan pertemuan kedua dilakukan pada hari Jumat, 10 Februari 2012 dalam waktu 1 x 45 menit (pukul 11.00 – 11.45). Penelitian ini dilakukan pada pembelajaran ekonomi dengan menerapkan Paradigma

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Pedagogi Reflektif (PPR), dengan standar kompetensinya yaitu memahami Produk Domestik Bruto (PDB), Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), Pendapatan Nasional Bruto (PNB), dan Pendapatan Nasional (PN). Sedangkan untuk kompetensi dasarnya yaitu menjelaskan konsep Produk Domestik Bruto (PDB), Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), Pendapatan Nasional Bruto (PNB), dan Pendapatan Nasional (PN). Materi pembelajarannya mengenai pendapatan nasional yang disampaikan oleh guru mitra yaitu Ibu Paula Weni Triana, S.E. Peserta pembelajaran adalah siswa kelas XC sebanyak 34 siswa. Keseluruhan siswa hadir pada penelitian siklus pertama ini. 1) Perencanaan

  Perencanaan dan persiapan melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan Paradigma Pedagogi Reflektif pada pembelajaran ekonomi kelas X yang dilaksanakan pada siklus I dilakukan dengan serangkaian kegiatan sebagai berikut: a) Menentukan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang sesuai dengan waktu penelitian.

b) Membagi siswa ke dalam kelompok dengan dibantu guru.

  Peneliti merencanakan akan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dalam melaksanakan kegiatan pembelajarannya. Dengan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw ini, diharapkan nantinya siswa dapat

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  mengembangkan sikap kerja sama (compassion). Kelompok ini dibentuk berdasarkan tingkat kemampuan siswa yang berbeda-beda.

  c) Peneliti dan guru mitra bersama-sama mempersiapkan perangkat pembelajaran yang akan digunakan. Perangkat pembelajaran mencakup rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), materi, lembar kerja siswa, serta media pembelajaran.

  (1) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Peneliti membuat RPP untuk siklus pertama, yang memuat standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator dan tujuan pembelajaran yang dibagi dalam tiga bagian (competence, conscience, compassion), materi ajar, langkah-langkah pembelajaran, metode pembelajaran, media dan sumber pembelajaran, serta evaluasi. Semua disusun secara rinci dan sistematis (lampiran 1).

  (2) Materi Ajar Materi pembelajaran dalam siklus 1 adalah mendeskripsikan pendapatan nasional. Materi tentang pendapatan nasional mencakup pengertian serta konsep- konsep pendapatan nasional.

  (3) Lembar Kerja Siswa Lembar kerja siswa meliputi daftar pertanyaan sebagai bahan diskusi kelompok.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  (4) Media Pembelajaran Media pembelajaran yang digunakan dalam siklus 1 adalah viewer dan power point, yang digunakan guru dalam menyampaikan materi. Selain itu peneliti juga menyiapkan media pembelajaran lain seperti kartu soal (lampiran 25) sebagai bahan diskusi kelompok agar dapat mengembangkan sikap kerja sama (compassion) siswa.

  Untuk mengembangkan conscience siswa, peneliti menyiapkan video tentang kejujuran. Video pertama menceritakan tentang orang yang mencoba korupsi namun tidak jadi karena sadar akan dampaknya, sedangkan video kedua menceritakan seorang anak kecil yang berusaha untuk berbuat jujur demi mendapatkan sesuatu yang ia inginkan.

  d) Menyiapkan dan menyusun instrumen pengumpulan data.

  Instrumen pengumpulan data terdiri dari: (1) Lembar Observasi Kegiatan Guru

  Lembar observasi guru ini digunakan untuk mengetahui kegiatan-kegiatan guru selama pembelajaran berlangsung. Lembar observasi guru dapat dilihat pada lampiran 4.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  (2) Lembar Observasi Kegiatan Siswa Lembar observasi ini digunakan untuk mengetahui kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh siswa selama mengikuti pembelajaran. Lembar observasi siswa dapat dilihat pada lampiran 8.

  (3) Lembar Observasi Kegiatan Kelas Lembar observasi ini digunakan untuk mengetahui suasana kelas secara umum pada saat proses pembelajaran berlangsung. Lembar observasi kelas dapat dilihat pada lampiran 12.

  (4) Soal Evaluasi

  Soal evaluasi dalam penelitian ini berupa soal pre

  test dan soal post test yang digunakan untuk

  membandingkan hasil belajar siswa sebelum dan sesudah dilaksanakannya siklus 1. Soal evaluasi ini dapat dilihat pada lampiran 15 dan 17. (3) Instrumen Penilaian Sikap dan Minat

  Instrumen ini dirancang untuk mengukur sikap dan minat siswa dalam mengikuti pembelajaran khususnya ekonomi. Selain itu instrumen ini juga digunakan untuk melihat perkembangan sikap dan minat siswa dari sebelum dan sesudah dilakukan penelitian. Instrumen ini berupa

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  kuesioner dengan menggunakan skala lima (sangat setuju, setuju, ragu-ragu, tidak setuju, sangat tidak setuju).

  2) Tindakan Pada tahap tindakan peneliti mengimplementasikan pembelajaran dengan menggunakan PPR sesuai dengan rencana tindakan. Sebelum kegiatan pembelajaran dimulai, guru memberikan soal pre test dalam bentuk pilihan ganda dengan jumlah 10 butir soal. Pre test digunakan untuk mengukur aspek

  competence sebelum siswa menerima materi pembelajaran dengan

  menggunakan PPR. Langkah-langkah pada tahap tindakan ini adalah sebagai berikut: a) Konteks

  Konteks dapat diartikan sebagai kesiapan siswa untuk belajar, maka konteks dari kegiatan belajar mengajar pada siklus I ini adalah apersepsi yang dilakukan guru. Apersepsi tersebut dilakukan melalui tanya jawab dengan siswa secara lisan mengenai segala sesuatu yang berkaitan dengan konsep pendapatan nasional. Pertanyaan tersebut antara lain: orangtua bekerja dimana? Sebagai apa?, Pendapatan orang tua per bulan berapa?, Pendapatan tersebut digunakan untuk apa saja?.

  Berdasarkan tanya jawab yang dilakukan dengan menggunakan beberapa pertanyaan tersebut, siswa diminta untuk mengutarakan pendapatnya mengenai pengertian

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  pendapatan nasional. Setelah beberapa siswa mengutarakan tentang pengertian pendapatan nasional, kemudian guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan menegaskan kepada siswa bahwa pada hari tersebut mereka akan belajar mengenai pendapatan nasional.

  b) Pengalaman Pengalaman yang dimaksud meliputi segala kegiatan pembelajaran yang memberikan pengalaman kepada siswa baik secara langsung maupun tidak langsung. Dalam siklus I ini, kegiatan pengalaman dimulai dengan guru menjelaskan tentang pengertian pendapatan nasional melalui slide power

  point . Selanjutnya guru membagi siswa dalam 6 kelompok,

  yang kemudian disebut kelompok asal. Guru memberikan kartu soal pada setiap kelompok. Setiap kelompok mendapat 6 macam kartu dengan warna yang berbeda-beda. Kartu tersebut dibagikan pada anggota kelompok, setiap anggota kelompok mendapat 1 kartu. Setelah masing-masing siswa mendapatkan 1 kartu, maka guru meminta setiap siswa untuk membentuk kelompok ahli berdasarkan warna kartu yang sama. Bersama kelompok ahli, siswa mendiskusikan materi yang sama sesuai dalam isi kartu tersebut. Setelah setiap siswa memahami hasil diskusi bersama kelompok ahli, guru meminta setiap siswa untuk kembali ke kelompok asal. Dalam kelompok asal, guru

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  memberi kesempatan pada setiap siswa untuk mempresentasikan hasil diskusinya bersama kelompok ahli secara bergantian. Selanjutnya guru menunjuk beberapa siswa secara acak untuk menjelaskan setiap konsep pendapatan nasional berdasarkan hasil diskusinya di depan teman-teman. Untuk mengakhiri diskusi kelompok tersebut, guru memberikan kesimpulan materi dengan menjelaskan materi secara rinci dan sistematis melalui slide power point.

  Diskusi kelompok yang dilakukan pada pembelajaran ini diharapkan dapat memupuk nilai kerja sama dalam diri siswa. Untuk itu setelah diskusi kelompok, guru mengajak siswa untuk sharing dengan memberikan pertanyaan: apa yang kalian rasakan dalam diskusi kelompok?, Nilai apa yang dapat kalian petik dari diskusi kelompok?. Dari sharing tersebut guru dan siswa bersama-sama menyimpulkan bahwa salah satu nilai yang dapat dipetik dari pengalaman diskusi adalah kerja sama, dan sebagai penguatan guru memberikan penjelasan tentang pentingnya kerja sama dalam kelompok.

  Kerja sama adalah salah satu nilai kemanusiaan yang merupakan aspek compassion yang dikembangkan dalam penelitian ini. Sedangkan untuk mengembangkan sikap

  conscience siswa, guru menayangkan sebuah video. Setelah

  menonton isi video tersebut, guru mengajak siswa untuk

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  menggali nilai kemanusiaan yang terkandung dalam video tersebut dengan memberikan pertanyaan sebagai berikut: Apa yang sedang dilakukan oleh aktor dalam video tersebut?, Nilai kemanusiaan apa yang terkait dalam tayangan video tersebut?.

  Setelah siswa mengetahui bahwa nilai yang berkaitan dengan video tersebut adalah nilai kejujuran, maka selanjutnya guru memberikan penjelasan tentang keterkaitan nilai kejujuran dengan materi pendapatan nasional.

  c) Refleksi Refleksi merupakan suatu proses yang memunculkan makna dalam setiap pengalaman siswa maka dibutuhkan penegasan yang menjelaskan motivasi batin kepada seseorang sebelum melakukan tindakan. Dalam tahap refleksi ini, guru memberikan pertanyaan refleksi kepada siswa yang berkaitan dengan pembelajaran pada hari itu. Pertanyaan refleksi tersebut antara lain: Apa yang kalian rasakan dalam diskusi kelompok?, Nilai apa yang dapat kalian petik dari diskusi kelompok?, Apa keuntunganmu jika memiliki kebersamaan dalam kerja sama?, Apakah manfaat yang dapat kita rasakan jika kita berbuat jujur?. Dari pertanyaan-pertanyaan refleksi tersebut, diharapkan siswa dapat menuangkan perasaannya berdasarkan kegiatan yang sudah dialami selama proses pembelajaran berlangsung.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  d) Aksi Aksi dalam PPR dapat diartikan sebagai niat-niat atau tindakan siswa dalam mewujudkan refleksinya. Setelah mengajak siswa untuk merefleksikan pembelajaran pada hari itu, guru kembali mengajak siswa untuk dapat mewujudkan refleksi yang telah dilakukan dengan memberikan pertanyaan aksi. Pertanyaan aksi tersebut antara lain: Setelah kalian menyadari pentingnya kerja sama dalam kelompok, niat/tindakan apa yang akan dilakukan dalam hidup kalian sehari-hari?, Setelah kalian tahu tentang pentingnya kejujuran/ bersikap jujur, tindakan/niat apa yang akan dilakukan selanjutnya dalam hidup kalian sehari-hari?. Dari pertanyaan aksi tersebut diharapkan siswa dapat merumuskan niat-niat dan merencanakan tindakan yang akan dilakukannya.

  e) Evaluasi Evaluasi merupakan tinjauan untuk mengetahui kemajuan yang dicapai dalam proses pembelajaran baik oleh siswa maupun guru. Pada tahap evaluasi ini, guru memberikan soal pots test untuk mengukur aspek competence siswa sesudah menerima pembelajaran dengan menggunakan PPR. Soal post test berbentuk pilihan ganda dan berjumlah 10 butir. Soal post test tersebut dapat dilihat pada lampiran 17.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3) Observasi Hasil pengamatan (observasi) dalam penelitian tindakan kelas siklus I ini dapat dipaparkan sebagai berikut: a) Observasi Guru

  Pengamatan (observasi) ini dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan siklus pertama. Aktivitas guru selama proses pembelajaran dalam siklus pertama disajikan dalam tabel berikut ini:

Tabel 5.5 Hasil Observasi Aktivitas Guru Pada Siklus I No Kegiatan Ya Tidak

  1 Guru menggali pengalaman siswa

   berkaitan dengan materi yang akan diajarkan

  2 Guru menggali pengetahuan siswa

   berkaitan dengan materi yang akan diajarkan

  3 Guru melihat sejauh mana siswa  sudah memahami materi yang sudah diajarkan

   4 Guru menjelaskan materi secara rinci

   5 Guru memberikan latihan soal

  6 Guru memfasilitasi siswa untuk

   mengembangkan sikap jujur yang terkait dengan materi pembelajaran

  7 Guru menyatakan bahwa dalam

   setiap pembelajaran terdapat nilai- nilai kemanusiaan untuk dipetik

  8 Guru memberi kesempatan siswa

   untuk berdiskusi dalam kelompok

  9 Guru mengajak siswa untuk saling

   membantu satu sama lain dalam pembelajaran

  10 Guru berusaha meyakinkan siswa

   tentang pentingnya bersikap jujur

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  No Kegiatan Ya Tidak

  12 Guru mengajak siswa untuk sharing atas pengalaman saat membaca/melihat video tentang kejujuran

   13 Guru menegaskan kepada siswa pentingnya kerja sama

   14 Guru mengajak siswa untuk berefleksi

   Guru memberikan pertanyaan refleksi selama pembelajaran

   15 Guru mengajak siswa untuk membangun niat/tindakan berdasarkan hasil refleksi

   16 Guru memberikan pertanyaan aksi (tindakan)

   17 Guru mengingatkan kembali nilai- nilai kemanusiaan yang sudah dipetik setelah pembelajaran berakhir

   18 Guru memberikan pekerjaan rumah

   Tabel 5.5 menunjukkan bahwa secara umum guru mampu mengelola pembelajaran dengan menggunakan PPR, guru mampu mengajak siswa untuk mengaitkan hubungan antara materi dengan konteks pengalaman siswa, guru juga memberi kesempatan kepada siswa untuk berdiskusi. Melalui diskusi kelompok tersebut guru memfasilitasi siswa untuk mengembangkan nilai kerja sama (aspek compassion). Untuk mengembangkan aspek conscience, guru memfasilitasi siswa dengan video yang berkaitan dengan materi pendapatan nasional. Video tersebut menceritakan tentang seorang anak kecil yang menginginkan sesuatu, namun ia tidak memiliki uang yang cukup karena keluarganya tidak mampu dan ia sendiri

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  menemukan dompet yang jatuh, ia berniat untuk mengembalikan dompet itu kepada pemiliknya, dan ternyata si pemilik dompet itu memberikan imbalan dengan membelikan sesuatu yang ia inginkan. Pada akhir pembelajaran guru memberikan pertanyaan refleksi dan aksi, pertanyaan refleksi dimaksudkan untuk mengajak siswa merefleksikan pengalaman belajarnya dan menemukan nilai-nilai yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Pertanyaan aksi dimaksudkan untuk mengajak siswa membangun niat agar dapat mewujudkan hasil refleksinya tersebut. Sebagai penutup pembelajaran, guru memberikan soal evaluasi yang digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa sesudah dilakukannya penelitian siklus pertama.

  b) Observasi Siswa Aktivitas siswa selama proses pembelajaran dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 5.6 Hasil Observasi Aktivitas Siswa pada Siklus I No Kegiatan Ya Tidak

   1 Siswa siap mengikuti pembelajaran

  2 Siswa menanggapi setiap pertanyaan

   guru

  3 Siswa mencatat hal-hal penting saat

   pembelajaran berlangsung

  4 Siswa memperhatikan guru yang

   mengajar

  5 Siswa menanggapi pembahasan

  No Kegiatan Ya Tidak

  6 Siswa mengajukan pertanyaan

   7 Siswa mengerjakan tugas yang diberikan dengan baik

   8 Siswa mencermati isi video tentang kejujuran dengan serius

   9 Siswa menanggapi/mengomentari isi video tentang kejujuran

   10 Siswa menuliskan hasil refleksinya dengan sungguh-sungguh

   11 Siswa menuliskan niat-niat/tindakan yang akan dilakukan dengan sungguh-sungguh

   Tabel 5.6 menunjukkan bahwa pada saat pembelajaran berlangsung, seluruh siswa dapat menyimak penjelasan guru dengan baik. Saat guru menayangkan video tentang kejujuran siswa dapat menyimak dengan serius. Selanjutnya pada saat guru memberikan pertanyaan refleksi dan aksi, siswa dapat menuliskan hasil refleksi dan aksi dengan sungguh-sungguh.

  c) Observasi Kelompok Aktivitas siswa dalam keterlibataanya dalam kelompok diskusi dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 5.7 Hasil Observasi Aktivitas Kelompok Pada Siklus I No Kegiatan Ya Tidak

  1 Siswa aktif dalam diskusi

   2 Siswa memperhatikan penjelasan teman

   3 Siswa menanggapi pendapat teman kelompok yang sedang menjelaskan

   4 Siswa saling mengemukakan pendapat saat diskusi

   5 Siswa berusaha menjelaskan materi kepada teman di kelompok dengan serius

   PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Tabel 5.7 menunjukkan bahwa aktivitas siswa dalam kelompok saat mendiskusikan konsep-konsep pendapatan

  nasional belum terlihat aktif. Pada siklus I ini diskusi kelompok dirancang dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. Dalam kelompok ahli siswa cenderung mengerjakan soal diskusi tersebut sendiri-sendiri tanpa didiskusikan terlebih dahulu dengan teman kelompoknya. Saat kembali pada kelompok asal, dan setiap siswa bertanggungjawab untuk menjelaskan hasil diskusinya pada teman sekelompok asalnya, hanya beberapa siswa yang terlihat sungguh-sungguh melaksanakan tanggungjawabnya. Sementara siswa yang lain cenderung ngobrol dan sibuk sendiri.

  4) Refleksi Tahap ini merupakan refleksi dari penelitian tindakan kelas dalam pembelajaran dengan menggunakan PPR. Refleksi ini dilakukan pada akhir siklus pertama. Refleksi dilakukan oleh guru mitra dan siswa. Berikut ini dipaparkan hasil refleksi siklus pertama:

  a) Kesan guru mitra terhadap model dan perangkat pembelajaran PPR:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Minat siswa meningkat

  Siswa perlu mempelajari materi sebelum pelaksanaan pembelajaran

  10 Hal-hal apa saja yang masih perlu diperbaiki kembali dari pembelajaran dengan menerapkan PPR seperti yang

  Meningkatkan peran siswa dalam proses belajar mengajar

  9 Manfaat yang diperoleh dalam merencanakan dan menerapkan pembelajaran dengan menggunakan PPR

  Dengan PPR, pemahaman siswa langsung dapat diukur

  8 Hal-hal yang mendukung jika nanti guru merencanakan pembelajaran dengan menggunakan PPR

  Keterbatasan waktu (karena ada pemotongan jam pelajaran)

  7 Hambatan yang ditemui, jika nanti guru akan merencanakan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan PPR

Tabel 5.8 Hasil Refleksi Guru Mitra Terhadap Perangkat dan Model Pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) Siklus I No Uraian Komentar

  1 Penilaian guru terhadap komponen pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran dengan metode PPR

  Siswa dapat belajar mandiri tanpa harus selalu diberitahu oleh guru

  5 Kesan guru terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran dengan PPR

  4 Kesan guru terhadap proses pembelajaran dengan PPR Dapat meningkatkan aktivitas siswa

  Siswa menjadi lebih tertarik dengan materi yang diajarkan

  3 Kesan guru terhadap aktivitas siswa selama diskusi dalam kelompok

  Siswa terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran

  2 Penilaian guru terhadap aktivitas siswa dalam kegiatan pembelajaran PPR

  Baik. Pembelajaran jadi lebih menarik

  6 Kesan guru terhadap minat siswa selama pembelajaran dengan menerapakan PPR

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  No Uraian Komentar

  11 Apakah siswa berminat mengikuti pembelajaran dengan metode PPR selanjutnya seperti yang diterapkan di dalam kelas

  Ya, karena pembelajaran dengan metode PPR lebih menarik

  12 Keberhasilan yang telah dicapai dengan menerapkan PPR dalam pembelajaran

  Siswa terlibat aktif dalam proses pembelajaran

Tabel 5.8 menunjukkan kesan guru mitra terhadap perangkat dan model pembelajaran dengan menggunakan PPR.

  Kesan guru tentang komponen pembelajaran yang telah diterapkan secara umum sudah cukup baik dan menarik, hanya saja keterbatasan waktu yang masih menjadi hambatannya. Selain itu masih ada kendala yang dihadapi berkaitan dengan penyampaian materi ajar terhadap siswa. Materi yang diajarkan melalui pembelajaran ini memang masih baru bagi siswa, sehingga siswa perlu mempelajari materi sebelum pembelajaran dimulai.

  b)

  Kesan siswa terhadap perangkat pembelajaran dan model pembelajaran PPR:

Tabel 5.9 Hasil Refleksi Siswa Terhadap Perangkat dan Model Pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) Siklus I No Aspek yang diamati Ya Tidak Komentar

  1 Apakah anda memperoleh manfaat dengan mempelajari

  88% 12% Lebih tahu tentang pendapatan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  No Aspek yang diamati Ya Tidak Komentar

  Nasional? Manfaat apa yang anda peroleh? bagaimana menghitungnya, mendapat kesadaran tentang pentingnya kebersamaan

  2 Setelah mengikuti pembelajaran dengan menerapkan PPR, apakah anda semakin berminat untuk mengikuti kegiatan pembelajaran selanjutnya? Bagaimana tanggapan anda dengan model pembelajaran PPR tersebut?

  85% 15% Menarik... hanya saja terkadang masih membuat jenuh, suasana kurang terasa hidup, seru... jadi tidak menerapkan model yang membosankan saja.

  3 Setelah mengikuti pembelajaran dengan menerapkan PPR, apakah anda semakin lebih memahami materi?

  79% 21% Ya, sebab semakin terbiasa.

  4 Setelah mengikuti pembelajaran dengan PPR, apakah anda dapat mengembangkan nilai kejujuran yang terkandung di dalam materi yang terkait?

  85% 15% Semakin sadar akan pentingnya kejujuran.

  5 Setelah mengikuti pembelajaran dengan 82% 18%

  Belajar buat kerja sama, kerja PPR, apakah anda dapat mengembangkan nilai kerja sama yang terkandung di dalam materi yang terkait? sama akan membuat hasil baik.

  6 Apakah ada hambatan yang anda temui 58% 42%

  Dalam kerja kelompok tidak

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  No Aspek yang diamati Ya Tidak Komentar

  pembelajaran dengan menerapkan PPR? Hambatan apa saja yang anda temui? yang pasif, ada teman yang tidak konsentrasi/ribut sendiri.

  7 Apakah Anda merasa lebih senang mengikuti pembelajaran dengan menerapkan PPR dibandingkan dengan pembelajaran sebelumnya?

  76% 24% Suasana baru, jadi tidak begitu jenuh, karena PPR lebih mudah dipahami.

Tabel 5.9 menunjukkan respon siswa terhadap perangkat dan model pembelajaran PPR. Kesan siswa secara umum yaitu

  pembelajaran lebih menarik dan ada suasana baru sehingga tidak terlalu membosankan. Melalui pembelajaran dengan PPR ini, siswa juga dapat mengembangkan nilai kejujuran dan kerja sama. Hambatan yang masih dijumpai dalam pembelajaran ini adalah adanya siswa yang masih kurang aktif dalam diskusi kelompok.

  Penerapan PPR dalam pembelajaran ekonomi pada siklus I secara keseluruhan komponen pembelajaran yang disiapkan peneliti dan guru sudah lengkap dan cukup baik. Indikator pembelajaran dapat tercapai dengan baik, walaupun tidak semua siswa mengalami peningkatan dari segi

  competence

  . Hambatan yang ditemui dalam menerapkan PPR dalam pembelajaran ekonomi adalah siswa kurang mampu

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  kelompok, tidak bisa semua anggota kelompok aktif, masih ada anggota kelompok yang pasif. Pada siklus I keberhasilan pembelajaran berpola PPR tampak pada aspek conscience. Melalui fasilitas video yang diberikan oleh guru tentang cerita korupsi, siswa dapat menangkap bahwa nilai yang dapat dipetik pada pembelajaran Pendapatan Nasional adalah nilai kejujuran. Walaupun aspek ini belum dapat tercapai secara optimal, namun siswa dapat mengerti tentang pentingnya nilai kejujuran dalam kehidupan sehari-hari, hal ini dapat dilihat pada hasil refleksi siswa. Hal-hal yang masih perlu diperbaiki dan ditingkatkan pada penerapan PPR adalah kerja sama yang baik antara anggota kelompok dalam diskusi. Selain itu juga hasil belajar siswa yang mendukung aspek competence perlu ditingkatkan, karena pada siklus I ini hasil belajar siswa kelas XC menunjukkan bahwa hampir semua siswa tidak mendapat nilai di atas KKM, walaupun rata-rata kelas sebelum dan sesudah diterapkannya PPR sudah meningkat. Untuk mengatasi permasalahan pada aspek competence ini, guru berinisiatif untuk memberi modul dan latihan soal yang berkaitan dengan materi selanjutnya, sehingga diharapakan pada siklus II hasil belajar siswa dapat meningkat di atas KKM.

  Berdasarkan hasil refleksi pembelajaran berpola PPR di atas, dapat disimpulkan bahwa perkembangan 3C siswa dari segi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  competence dan conscience siswa sudah tampak berkembang

  walaupun belum optimal. Dari segi compassion dapat dikatakan belum berhasil karena kurang adanya kerja sama dalam kelompok diskusi.

  b. Siklus Kedua Siklus kedua ini dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 16

  Februari 2012 pukul 12.00-13.30, dan pada hari Jumat tanggal 17 Februari 2012 pukul 11.00-11.45. Standar Kompetensi dan Kompetensi dasar yang digunakan sama dengan siklus pertama.

  Sedangkan untuk indikator pada siklus kedua ini adalah siswa mampu menghitung konsep Produk Domestik Bruto (PDB), Produk Nasional Bruto (PNB), Net National Product (NNP), Net National Income (NNI), Personal Income (PI), dan Disposable Income (DI). Peserta pembelajaran yang hadir di siklus kedua ini berjumlah 34 siswa.

  Berikut ini dideskripsikan penerapan PPR pada siklus kedua: 1) Perencanaan

  Perencanaan dan persiapan melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan Paradigma Pedagogi Reflektif pada siklus II secara umum sama dengan perencanaan pada siklus I, hanya saja terdapat perbedaan pada bagian:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  a) Materi Ajar Materi pembelajaran dalam siklus II adalah menghitung pendapatan nasional, yang mencakup PDB, PNB, NNP, NNI,

  PI, dan DI.

  b) Lembar Kerja Siswa Lembar Kerja Siswa pada siklus II ini meliputi soal latihan yang dikerjakan secara berkelompok.

  c) Media Pembelajaran Dalam siklus II proses pembelajaran menggunakan

  games . Games ini dilakukan secara berkelompok. Setiap

  kelompok mendapat tugas untuk menyusun perhitungan rumus Pendapatan Nasional yang sudah disediakan oleh peneliti secara runtut. Games ini digunakan untuk mengembangkan sikap compassion siswa. Sedangkan untuk mengembangkan sikap conscience siswa, peneliti menyiapkan cerita yang merupakan kisah nyata. Cerita ini berjudul “ Dua Manusia Super di Pinggir Jalan”. Kisah tentang dua anak kecil yang menjajakan tisu di keramaian Kota Jakarta. Mereka berusaha untuk berbuat jujur dengan mengembalikan uang yang bukan menjadi haknya. Walaupun tidak ada uang yang bisa untuk mengembalikan ke si pembeli, namun kedua anak tersebut berusaha untuk mengembalikan dengan barang yang mereka punya, yang senilai dengan uang itu. Cerita ini mengajak siswa

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  untuk memahami bahwa di jaman yang serba mahal ini masih ada orang bahkan anak kecil yang bersikap jujur. Meskipun penghasilan mereka rendah namun bagi mereka kejujuran sangat penting untuk dimiliki.

  2) Tindakan Pada tahap tindakan ini kegiatan yang dilakukan hampir sama dengan siklus I. Sebelum kegiatan pembelajaran dimulai guru memberikan soal pre test (lampiran 16) dalam bentuk uraian, yang digunakan untuk mengetahui aspek competence sebelum siswa menerima materi pembelajaran dengan menggunakan PPR. Dan selanjutnya langkah-langkah pada tahap tindakan ini adalah sebagai berikut:

  a) Konteks Sebelum masuk pada konteks, guru menyampaikan tujuan pembelajaran terlebih dahulu. Selanjutnya guru melakukan kegiatan konteks yang diawali dengan apersepsi. Apersepsi tersebut dilakukan melalui tanya jawab dengan siswa secara lisan mengenai pembelajaran pada pertemuan sebelumnya. Apersepsi ini dilakukan untuk mengingatkan kembali pada siswa tentang materi yang sudah diajarkan sebelumnya. Kemudian guru juga mengingatkan kembali pada siswa tentang nilai kejujuran dan kerja sama yang sudah diimplementasikan pada pertemuan sebelumnya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  b) Pengalaman Dalam siklus II ini, kegiatan pengalaman dimulai dengan guru memberi petunjuk pada siswa agar berkumpul pada kelompoknya masing-masing sesuai dengan kelompok pada siklus I. Selanjutnya guru memberikan media pembelajaran pada setiap kelompok yang terdiri dari kertas manila dengan warna yang berbeda-beda dan amplop yang berisi soal serta potongan-potongan konsep Pendapatan Nasional. Melalui media tersebut, guru meminta pada setiap kelompok untuk menyusun rumusan konsep Pendapatan Nasional. Kelompok yang dapat menyelesaikan permainan dengan benar dan tercepat adalah pemenangnya, dan kelompok tersebut harus maju ke depan untuk mempresentasikan hasil pekerjaannya. Setelah salah satu kelompok mempresentasikan hasil pekerjaannya, guru memberikan latihan soal untuk dikerjakan siswa secara berkelompok tanpa melihat buku.

  Setiap kelompok harus memastikan bahwa semua anggotanya dapat mengerjakan soal tersebut. Kemudian guru mengajak siswa untuk membahas soal tersebut dengan meminta beberapa siswa (secara acak) menuliskan jawabannya di depan.

  Diskusi kelompok yang dilakukan pada pembelajaran ini diharapkan dapat memupuk nilai kerja sama dalam diri siswa. Untuk itu setelah diskusi kelompok, guru mengajak

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  siswa untuk sharing dengan memberikan pertanyaan: Apa yang kalian rasakan dalam mengerjakan soal latihan secara berkelompok? Apakah menurut kalian kerja sama itu sangat penting untuk melakukan sesuatu hal? Dari sharing tersebut guru dan siswa bersama-sama menyimpulkan bahwa salah satu nilai yang dapat dipetik dari pengalaman diskusi adalah kerja sama, dan sebagai penguatan guru memberikan penjelasan tentang pentingnya kerja sama dalam kelompok.

  Kerja sama merupakan salah satu nilai kemanusiaan yang dikembangkan pada aspek compassion. Sedangkan untuk mengembangkan aspek conscience siswa, guru memberikan cerita yang berjudul ”Dua Manusia Super Di Pinggir Jalan”.

  Siswa diberi kesempatan untuk membaca artikel tersebut. Selanjutnya guru mengajak siswa untuk menggali nilai kemanusiaan dari cerita tersebut dengan memberikan pertanyaan secara lisan: Cerita ”Dua Manusia Super Di Pinggir Jalan” itu mengisahkan tentang apa? Coba ceritakan! (sambil menunjuk beberapa siswa untuk menanggapi cerita tersebut); Nilai apa yang dapat kalian petik dari cerita ”Dua Manusia Super Di Pinggir Jalan” itu? Guru dan siswa menyimpulkan bahwa nilai kemanusiaan yang terdapat dalam artikel tersebut adalah nilai kejujuran. Guru menegaskan kepada siswa tentang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  pentingnya bersikap jujur dan mengkaitkan nilai kejujuran tersebut dengan materi Pendapatan Nasional.

  c) Refleksi Seperti pada kegiatan siklus I, dalam tahap refleksi ini guru memberikan pertanyaan refleksi kepada siswa yang berkaitan dengan pembelajaran pada hari itu. Pertanyaan refleksi tersebut antara lain: Apa yang kalian rasakan dalam menyusun rumusan dan mengerjakan soal latihan tentang Pendapatan Nasional secara berkelompok? Apa manfaat yang dapat kita peroleh jika kita bisa bekerja sama dengan teman dalam menyelesaikan suatu pekerjaan? Apakah menurutmu kejujuran itu penting untuk dimiliki setiap orang? Jelaskan alasanmu! Sama halnya pada siklus I, dari pertanyaan- pertanyaan refleksi tersebut, diharapkan siswa dapat menuangkan perasaannya berdasarkan kegiatan yang sudah dialami selama proses pembelajaran berlangsung.

  d) Aksi Secara keseluruhan kegiatan pada tahap aksi ini sama dengan kegiatan aksi pada siklus I. Pertanyaan yang diberikan juga sama. Siswa diharapkan dapat menuangkan niat-niatnya untuk mewujudkan hasil refleksi yang akan dilakukannya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  e) Evaluasi Pada tahap evaluasi ini, guru memberikan soal post test yang berguna untuk mengukur aspek competence siswa sesudah menerima pembelajaran dengan menggunakan PPR. Sama seperti soal pre test, soal post test ini berbentuk uraian yang berkaitan dengan perhitungan konsep pendapatan nasional. Soal post test pada siklus II ini dapat dilihat pada lampiran 18.

  3) Observasi Hasil pengamatan pada siklus II ini dapat dipaparkan sebagai berikut: a) Observasi Guru

  Pengamatan ini dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan siklus kedua. Aktivitas guru selama proses pembelajaran dalam siklus pertama disajikan dalam tabel berikut ini:

  Tabel 5.10

  Hasil Observasi Aktivitas Guru pada Siklus II

  No Kegiatan Ya Tidak

  1 Guru menggali pengalaman siswa  berkaitan dengan materi yang akan diajarkan

  2 Guru menggali pengetahuan siswa  berkaitan dengan materi yang akan diajarkan

  3 Guru melihat sejauh mana siswa  sudah memahami materi yang sudah diajarkan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  No Kegiatan Ya Tidak

   5 Guru memberikan latihan soal

  6 Guru memfasilitasi siswa untuk

   mengembangkan sikap jujur yang terkait dengan materi pembelajaran

  7 Guru menyatakan bahwa dalam

   setiap pembelajaran terdapat nilai- nilai kemanusiaan untuk dipetik

  8 Guru memberi kesempatan siswa

   untuk berdiskusi dalam kelompok

  9 Guru mengajak siswa untuk saling

   membantu satu sama lain dalam pembelajaran

  10 Guru berusaha meyakinkan siswa

   tentang pentingnya bersikap jujur

  11 Guru mengajak siswa untuk sharing

   atas pengalaman saat diskusi

  12 Guru mengajak siswa untuk sharing atas pengalaman saat

   membaca/melihat video tentang kejujuran

  13 Guru menegaskan kepada siswa

   pentingnya kerja sama

  14 Guru mengajak siswa untuk

   berefleksi Guru memberikan pertanyaan

   refleksi selama pembelajaran

  15 Guru mengajak siswa untuk

   membangun niat/tindakan berdasarkan hasil refleksi

  16 Guru memberikan pertanyaan aksi

   (tindakan)

  17 Guru mengingatkan kembali nilai-

   nilai kemanusiaan yang sudah dipetik setelah pembelajaran berakhir

   18 Guru memberikan pekerjaan rumah

Tabel 5.10 menunjukkan bahwa aktivitas guru pada pembelajaran di siklus II secara umum sama dengan siklus I.

  Namun untuk mendukung hasil belajar siswa, pada siklus II ini guru lebih memperdalam materi dengan memberikan latihan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  soal. Berbeda dengan siklus I untuk mengembangkan aspek

  conscience , pada akhir pembelajaran guru memfasilitasi siswa

  dengan sebuah cerita. Cerita tersebut merupakan kisah nyata yang mengandung sebuah nilai kamanusiaan. Selain itu di akhir pembelajaran guru juga mengingatkan kembali nilai-nilai kemanusiaan yang sudah diterapkan dalam pembelajaran.

  b) Observasi Siswa Aktivitas siswa selama proses pembelajaran dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 5.11 Aktivitas Siswa pada Siklus II No Kegiatan Ya Tidak

   1 Siswa siap mengikuti pembelajaran

  2 Siswa menanggapi setiap pertanyaan

   guru

  3 Siswa mencatat hal-hal penting saat

   pembelajaran berlangsung

  4 Siswa memperhatikan guru yang

   mengajar

  5 Siswa menanggapi pembahasan

   pembelajaran dengan baik

   6 Siswa mengajukan pertanyaan

  7 Siswa mengerjakan tugas yang

   diberikan dengan baik

  8 Siswa mencermati isi cerita tentang

   kejujuran dengan serius

  9 Siswa menanggapi/mengomentari isi

   cerita tentang kejujuran

  10 Siswa menuliskan hasil refleksinya

   dengan sungguh-sungguh

  11 Siswa menuliskan niat-niat/tindakan

   yang akan dilakukan dengan sungguh- sungguh

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Tabel 5.11 menunjukkan bahwa siswa dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik. Hanya saja dalam hal

  bertanya mengenai materi pembelajaran belum terlihat ada keberanian pada siswa. Dalam menyimak cerita tentang kejujuran, tampak semua siswa terlihat serius saat membaca cerita tersebut, sehingga saat guru mengajak sharing dan berefleksi siswa terlihat antusias dalam menanggapinya.

  c) Observasi Kelompok Aktivitas siswa dalam keterlibatannya dalam kelompok diskusi dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 5.12 Hasil Observasi Aktivitas Kelompok pada Siklus II No Kegiatan Ya Tidak

   1 Siswa aktif dalam diskusi

  2 Siswa memperhatikan penjelasan

   teman

  3 Siswa menanggapi pendapat teman

   kelompok yang sedang menjelaskan

  4 Siswa saling mengemukakan

   pendapat saat diskusi

  5 Siswa berusaha menjelaskan materi  kepada teman di kelompok dengan serius

  6 Kelompok dapat bekerjasama dengan

   baik

Tabel 5.12 menunjukkan bahwa aktivitas siswa saat diskusi kelompok dapat dilakukan dengan baik. Dalam diskusi

  kelompok ini, setiap kelompok terlihat aktif dalam mengerjakan tugas. Peneliti menduga bahwa keaktifan kelompok ini

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  games dan dilombakan antar kelompok, sehingga motivasi

  mereka terlihat lebih meningkat dibandingkan dengan pembelajaran sebelumnya.

  4) Refleksi Refleksi ini dilakukan pada akhir siklus kedua. Refleksi dilakukan oleh guru mitra dan siswa. Berikut ini dipaparkan hasil refleksi siklus kedua:

  a) Kesan guru mitra terhadap perangkat dan model pembelajaran PPR:

Tabel 5.13 Hasil Refleksi Guru Mitra Terhadap Perangkat dan Model Pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) Siklus II No Uraian Komentar

  1 Penilaian guru terhadap komponen pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran dengan metode PPR

  Baik. Siswa dapat mengukur pemahaman yang diperoleh setiap pertemuan

  2 Penilaian guru terhadap aktivitas siswa dalam kegiatan pembelajaran PPR

  Baik. Semua siswa dapat berperan aktif pada setiap kegiatan pembelajaran

  3 Kesan guru terhadap aktivitas siswa selama diskusi dalam kelompok

  Baik. Semua siswa telah melaksanakan diskusi kelompok dengan baik

  4 Kesan guru terhadap proses pembelajaran dengan PPR Baik. Merangsang aktivitas siswa

  5 Kesan guru terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran dengan PPR

  Baik. Siswa dapat lebih mudah memahami materi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  No Uraian Komentar

  6 Kesan guru terhadap minat Baik. Siswa tidak siswa selama pembelajaran bosan mengikuti dengan menerapakan PPR pembelajaran

  7 Hambatan yang ditemui, jika - Waktu kurang nanti guru akan merencanakan Ada siswa yang - kegiatan pembelajaran dengan belum siap materi menggunakan PPR Suasana kelas tidak - kondusif

  8 Hal-hal yang mendukung jika Sudah memiliki nanti guru merencanakan pengalaman pembelajaran dengan melaksanakan PTK menggunakan PPR sehingga tinggal mengembangkan

  9 Manfaat yang diperoleh dalam Mengetahui sejauh merencanakan dan menerapkan mana pemahaman pembelajaran dengan siswa terhadap materi menggunakan PPR

  10 Hal-hal apa saja yang masih - Suasana kelas yang perlu diperbaiki kembali dari lebih kondusif pembelajaran dengan - Waktu untuk menerapkan PPR seperti yang meresapkan materi telah dilakukan bagi siswa

  11 Apakah siswa berminat Ya mengikuti pembelajaran dengan metode PPR selanjutnya seperti yang diterapkan di dalam kelas

  12 Keberhasilan yang telah Siswa mudah dan dicapai dengan menerapkan cepat memahami PPR dalam pembelajaran materi

Tabel 5.13 menunjukkan kesan guru mitra terhadap perangkat dan model pembelajaran dengan menggunakan PPR.

  Kesan guru tentang komponen pembelajaran yang telah diterapkan secara umum sudah cukup baik dan menarik, hanya saja keterbatasan waktu yang masih menjadi hambatannya. Selain itu kendala yang dihadapi berkaitan dengan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  melalui pembelajaran ini memang masih baru bagi siswa, sehingga siswa perlu waktu yang lebih untuk meresapi materi sebelum diadakan evaluasi. Kurang kondusifnya kelas juga membuat pembelajaran pada siklus II ini sedikit gaduh, mungkin dikarenakan ada games persaingan antar kelompok dalam menyusun rumusan pendapatan nasional, sehingga mengakibatkan setiap kelompok membuat kegaduhan.

  b) Kesan siswa terhadap perangkat dan model pembelajaran PPR

   Tabel 5.14

Hasil Refleksi Siswa

terhadap Perangkat dan Model Pembelajaran

  Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) Siklus II No Aspek yang diamati Ya Tidak Komentar

  1 Apakah anda memperoleh manfaat dengan mempelajari materi Pendapatan Nasional? Manfaat apa yang Anda peroleh?

  97% 3% Menjadi tahu bagaimana cara menghitungnya, lebih paham, dapat bekerja sama dengan teman.

  2 Setelah mengikuti pembelajaran dengan menerapkan PPR, apakah Anda semakin berminat untuk mengikuti kegiatan pembelajaran selanjutnya? Bagaimana tanggapan anda dengan model pembelajaran PPR tersebut?

  94% 6% Ya. Metode PPR cukup menarik, sebab kegiatan di dalamnya lebih bervariatif, senang jika pelajarannya tidak dengan ceramah saja karena membuat ngantuk.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  No Aspek yang diamati Ya Tidak Komentar

  3 Setelah mengikuti pembelajaran dengan menerapkan PPR, apakah Anda semakin lebih memahami materi?

  79% 21% Ya, sebab cara- cara yang disampaikan lebih jelas, dengan PPR materi terserap dengan mudah

  4 Setelah mengikuti pembelajaran dengan PPR, apakah Anda dapat mengembangkan nilai kejujuran yang terkandung di dalam materi yang terkait?

  88% 12% Banyak cerita- cerita yang bisa dijadikan refleksi batin, saya dapat mengembang- kan nilai kejujuran.

  5 Setelah mengikuti pembelajaran dengan PPR, apakah Anda dapat mengembangkan nilai kerja sama yang terkandung di dalam materi yang terkait?

  94% 6% Kerja sama kelompok banyak diadakan, dapat belajar menghargai pendapat teman lain.

  6 Apakah ada hambatan yang Anda temui selama mengikuti kegiatan pembelajaran dengan menerapkan PPR? Hambatan apa saja yang anda temui?

  34% 66% Kelas kadang masih ribut, tidak menemukan hambatan apapun.

  7 Apakah Anda merasa lebih senang mengikuti pembelajaran dengan menerapkan PPR dibandingkan dengan pembelajaran sebelumnya?

  73% 27% Lebih menarik dan variatif, suasana baru, lebih asyik, karena ceramahnya berkurang

Tabel 5.14 menunjukkan kesan siswa setelah mengikuti pembelajaran dengan menerapkan PPR. Dalam siklus II ini,

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  kerja sama kelompok sehingga membuat siswa dapat belajar menghargai pendapat teman. Hambatan yang dijumpai pada siklus I melalui pembelajaran PPR dapat diperbaiki pada siklus

  II ini. Terlihat kerja sama siswa dengan kelompok lebih baik jika dibandingkan dengan siklus I. Hanya saja suasana kelas yang kurang kondusif masih terlihat di pembelajaran siklus II ini. Namun secara keseluruhan aspek competence, conscience, dan compassion dapat tercapai dan lebih meningkat dibandingkan dengan siklus I.

  

B. Analisis Komparasi tentang Competence, Conscience, dan Compassion

(3C) Siswa Sebelum dan Sesudah Penerapan Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR)

  1. Hasil Penelitian

  a. Aspek Competence Berdasarkan data yang diperoleh mulai dari pra penelitian sampai akhir siklus II, pembelajaran dengan menggunakan PPR dapat meningkatkan aspek competence, consceince, dan compassion. Perkembangan rata-rata nilai aspek competence mata pelajaran ekonomi siswa kelas XC SMA Pangudi Luhur Sedayu dapat dilihat pada tabel berikut:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Tabel 5.15 Rata-Rata Skor Aspek Competence Rata-rata Skor Persentase Siklus Kenaikan

  Pre test Post test Kenaikan

  I 27,94 34,41 6,47 23%

  II 37,59 58,12 20,53 54% Rata-rata 32,76 46,26 13,5 41%

  Dari tabel 5.15 dapat dilihat bahwa rata-rata nilai kelas mengalami peningkatan. Pada awal siklus I, rata-rata nilai kelasnya 27,94 dan pada akhir siklus I meningkat menjadi 34,41. Demikian juga pada siklus II, terjadi peningkatan rata-rata nilai pada awal siklus

  II sebesar 37,59 menjadi 58,12 di akhir siklus II. Hal ini membuktikan bahwa pembelajaran ekonomi dengan menggunakan Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) dapat meningkatkan aspek competence sebesar 41% yaitu dari 32,76 pada awal siklus menjadi 46,26 di akhir siklus.

  b. Aspek Conscience Dalam penelitian ini aspek conscience yang dikembangkan adalah nilai kejujuran. Namun selain itu, aspek conscience didukung pula dengan pengukuran sikap dan minat siswa. Aspek conscience diukur mnggunakan kuesioner yang diberikan pada pra penelitian dan akhir siklus. Kuesioner menggunakan pengukuran dengan skala lima. 1) Penilaian Moral (Kejujuran)

  Moral berkaitan dengan perasaan salah atau benar terhadap kebahagiaan orang lain atau perasaan terhadap tindakan yang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  dikembangkan adalah nilai kejujuran. Nilai moral diukur menggunakan kuesioner dengan 10 pernyataan (lampiran 30).

  Berikut ini adalah hasil rata-rata skor siswa pada penilaian moral kejujuran:

Tabel 5.16 Rata-rata Skor Penilaian Moral (Kejujuran) Rata- Rerata Skor Saat Pengukuran rata Sebelum Skor dan sesudah

  Awal Siklus I (sebelum penerapan PPR) 3,53 3,53 Akhir Siklus I (sesudah penerapan PPR) 3,62

  3,63 Akhir Siklus II (sesudah penerapan PPR) 3,64

  2) Penilaian Sikap Penilaian sikap adalah penilaian yang dilakukan untuk mengetahui sikap siswa terhadap mata pelajaran, kondisi pembelajaran, guru, dan sebagainya. Dalam penelitian ini, penilaian sikap siswa diukur menggunakan kuesioner dengan 15 pernyataan (lampiran 28). Hasil rata-rata skor penilaian sikap siswa dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 5.17 Rata-rata Skor Penilaian Sikap Rata- Rerata Skor Saat Pengukuran rata Sebelum Skor dan sesudah

  Awal Siklus I (sebelum penerapan PPR) 3,73 3,73 Akhir Siklus I (sesudah penerapan PPR) 3,76

  3,77 Akhir Siklus II (sesudah penerapan PPR) 3,77

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3) Penilaian Minat Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, minat atau keinginan adalah kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatu.

  Hal penting pada minat adalah intensitasnya. Dalam penelitian ini, pengukuran terhadap minat siswa dilakukan menggunakan kuesioner dengan 15 pernyataan (lampiran 29). Data hasil rata-rata skor penilaian minat siswa adalah sebagai berikut:

Tabel 5.18 Rata-rata Skor Penilaian Minat Saat Pengukuran Rata- rata Skor Rerata Skor Sebelum dan Sesudah

  Awal Siklus I (sebelum penerapan PPR) 3,36 3,36 Akhir Siklus I (sesudah penerapan PPR) 3,39

  3,44 Akhir Siklus II (sesudah penerapan PPR) 3,49

  Berdasarkan hasil pengukuran nilai moral kejujuran, sikap, dan minat yang diperoleh dari para siswa, maka ketiga hasil tersebut dapat digabungkan menjadi hasil aspek conscience siswa yang dirata-rata menjadi skor antara sebelum dan sesudah penerapan PPR. Adapun hasil akhir dari aspek conscience siswa adalah sebagai berikut:

Tabel 5.19 Rata-Rata Skor Aspek Conscience Saat Pengukuran Rata- rata Skor Rerata Skor Sebelum dan Sesudah

  Awal Siklus I (sebelum penerapan PPR) 3,54 3,54 Akhir Siklus I (sesudah penerapan PPR) 3,59

  3,61 Akhir Siklus II (sesudah penerapan PPR) 3,63

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Pada tabel 5.19 dapat dilihat bahwa hasil pengukuran aspek

  conscience pada awal siklus sebesar 3,54, pada akhir siklus I

  meningkat menjadi 3,59, kemudian meningkat lagi pada akhir siklus II menjadi 3,63. Dapat juga disimpulkan bahwa terjadi peningkatan skor pada aspek conscience dari sebelum penerapan PPR sebesar 3,54 menjadi 3,61 sesudah penerapan PPR. Apabila hasil data tersebut dikonversikan ke data kualitatif, maka skor antara sebelum dan sesudah diterapkan PPR akan termasuk dalam kriteria baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan PPR dapat meningkatkan aspek conscience siswa, meskipun dalam jumlah angka yang kecil dan masih dalam kriteria yang sama.

  Aspek conscience juga terlihat pada hasil refleksi dan aksi siswa yang menunjukkan adanya kemampuan dalam menemukan nilai kejujuran. Berikut disajikan tabel hasil refleksi siswa:

Tabel 5.20 Hasil Refleksi Siswa pada Aspek Conscience Alasan Pentingnya Bersikap Jujur No Ya Tidak Siklus I Siklus II

  memberikan rasa kalau kita jujur akan

   1 puas mendapatkan kepuasan membuat hati kita kejujuran menumbuhkan

   2 tenang rasa kasih terbebas dari jujur membuat hati tenang

   3 korupsi dan tidak berdosa nyaman dalam hari-hari kita akan terasa

   4 beraktivitas nyaman dan tenang mendapatkan karena jujur itu baik

   5

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

   rasanya lega kejujuran dalah kunci dari keberhasilan

   tidak ada beban batin, relax kejujuran adalah yang terpenting dalam bekerja

  25

   bisa melatih kejujuran kalau jujur jauh lebih baik 18  tidak ada beban karena orang bekerja yang dibutuhkan kejujuran 19  agar hidup lebih nyaman karena untuk tujuan hidup di masa depan 20  lebih merasa lega kejujuran kalau dilanggar tidak akan berguna lagi 21  bisa dipercaya orang lain dengan jujur pasti bisa dipercaya orang lain 22  lebih dipercaya orang lain dari kejujuran kita bisa dihargai orang dan dipercaya 23  lebih dipercaya orang lain bisa lebih dipercaya 24  lebih tenang, lebih lega dengan jujur, bisa saling menghargai dan terbuka

  17

   hidup tidak ada beban dengan jujur hidup kita akan menjadi tenang

  16

  No Ya Tidak Alasan Pentingnya Bersikap Jujur Siklus I Siklus II

  6

   akan disukai orang lain kejujuran dapat diterapkan dalam hidup sehari-hari

  14

   masuk surga kejujuran salah satu kunci untuk masuk surga 9  dengan jujur kita akan selalu tenang kejujuran dibutuhkan dimana saja 10  tidak ada beban dan pikiran jika jujur tidak dihantui rasa bohong 11  jujur akan membawa hikmah jujur itu benar dan tidak akan menambah dosa 12  akan tercipta saling mengasihi orang akan belajar untuk saling mengasihi 13  nama baik tidak tercoreng kalau kita jujur, hidup kita akan aman, damai

  8

   akan merasa tenang dengan jujur kita akan merasa aman & tidak merasa takut

  7

   hati merasa damai tapi zaman sekarang kejujuraan adalah hancur

  15

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  No Ya Tidak Alasan Pentingnya Bersikap Jujur Siklus I Siklus II

  26

   dapat terlatih hidup baik dengan jujur, orang tidak akan sungkan berteman dengan kita 27  hati menjadi enak dan nyaman dengan jujur kita akan mendapat kepercayaan dari teman 28  tidak terbebani karena jujur masuk surga

  29

   tidak dihantui kebohongan kalau tidak jujur akan dosa

  30

   dengan jujur akan hidup nyaman dengan jujur akan hidup nyaman

  31

   membawa keberuntungan suatu kejujuran akan membawa keberuntungan

  32

   merasa nyaman, tentram karena di sekitar kita orang jujur sudah langka 33  hati menjadi tenang jika tidak jujur akan terbayang rasa bersalah 34  merasa lega jujur membuat kita dekat dengan Tuhan Tabel di atas menunjukkan hasil refleksi siswa kelas XC dengan pertanyaan panduan sebagai berikut: Apakah menurutmu kejujuran itu penting untuk dimiliki setiap orang? Jelaskan alasanmu! Terlihat dari jawaban semua siswa di atas menunjukkan bahwa kejujuran itu sangat penting untuk dimiliki setiap orang. Dapat dilihat pula pada alasan siswa, hampir sebagian siswa menuliskan alasan pentingnya kejujuran adalah agar memperoleh manfaat yang positif, misalnya: hidup akan tenang, akan mendapatkan kepercayaan dari orang lain, akan membawa keberuntungan, bisa dihargai orang lain, akan merasa aman karena tidak bohong, dan sebagainya. Dengan demikian peneliti dapat menyimpulkan bahwa melalui pembelajaran

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  PPR aspek conscience dengan nilai kejujuran sudah mulai berkembang pada siswa.

  Sedangkan untuk hasil aksi siswa dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 5.21 Hasil Aksi Siswa pada Aspek Conscience

  

No Siklus I Siklus II

  1 Akan bersikap jujur dalam menghadapi segala masalah Selalu bersikap jujur, apa adanya dan tidak menutupi kebenaran dengan alasan yang dibuat-buat

  2 Meningkatkan kejujuran dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari

  Semakin menumbuhkan rasa kejujuran itu

  3 Bersikap jujur dengan orang lain Bersikap jujur dalam sehari- hari walaupun cukup susah

  4 - Lebih jujur dan melakukan segala sesuatu dengan jujur

  Menerapkan sikap jujur dalam kehidupan sehari-hari

  • Akan memperbaiki sikap dalam kehidupan sehari- hari

  6 Bersikap jujur kepada semua orang Kerja sama dalam lingkungan

  7 Saya akan berusaha selalu bersikap jujur dalam segala hal

  Akan berusaha selalu jujur dalam hal apapun

  8 Jujur tidak berbohong Berbuat jujur

  9 Akan selalu jujur pada semua orang Lebih jujur dalam mengerjakan sesuatu

  10 Tidak berbohong lagi Tidak berbohong lagi

  11 Membuat prinsip dalam hidup Akan bersikap jujur dan apa adanya terhadap sesama

  12 Berusaha untuk selalu jujur Membangun hal kejujuran dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari

  13 Saya akan melatih diri saya untuk bersikap jujur Akan memupuk kejujuran dari yang sederhana hingga

  5 Akan selalu berbuat jujur Berusaha untuk terus jujur

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Berusaha menjadi pribadi yang menghargai milik orang lain (bukan milik diri sendiri)

  

No Siklus I Siklus II

  saja membangun nilai kejujuran

  15 Saya akan mengamalkan kejujuran dalam hidupku Saya akan mengamalkan nilai kejujuran dalam hidupku 16 - Berusaha jujur

  • Tidak menyia-nyiakan apa yang aku punya sekarang

  17 Berbuat jujur dimana saja dan kapanpun Jujur kepada siapapun

  • Berkata jujur dalam perkataan

  27 Mencoba bersikap jujur misalnya kalau ada teman yang mencontek saat ulangan diberitahukan kepada guru

  31 Berusaha jujur dalam setiap Berusaha jujur dalam setiap

  30 Selalu jujur pada semua orang Saya akan jujur

  29 Tidak akan bohong lagi Akan lebih jujur lagi

  28 Berusaha terus lebih jujur Bertindak lebih baik daripada sebelumnya

  Berusaha bersikap jujur terhadap orang lain maupun diri sendiri

  25 Selalu bersikap jujur dalam segala hal Lebih jujur dalam segala hal

  26 Berpola hidup jujur, menanamkan motto hidup Berbuat jujur dalam hal apapun pahit atau manis harus tetap jujur

  18 Berusaha untuk jujur Membangun kejujuran lebih baik

  24 Lebih bersikap jujur Jujur dalam mengerjakan ulangan dengan usaha sendiri

  23 Jadi jujur pada orang lain Jujur pada orang lain

  Akan selalu berbuat jujur di masyarakat

  20 Ingin selalu bersikap jujur Ingin selalu bersikap jujur pada semua orang 21 - Jika diberi tanggung jawab dijalani dengan baik dan jujur

  19 Jujur akan menentukan masa depan Mencoba hidup dan melangkah dengan kejujuran

  22 Berbuat jujur dalam mengerjakan sesuatu Berperilaku jujur

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

No Siklus I Siklus II

  sangat kecil sekalipun

  32 Berbuat jujur dimana saja Saya akan berbuat jujur dan kapan saja dimana saja dan kapan saja

  33 Berbuuat jujur dengan orang Berbuat jujur sebisa lain mungkin untuk orang lain dan diri sendiri

  34 Bersikap jujur, apa adanya Ya bersikap jujur dan hidup lebih baik lagi Dari tabel 5.18 dapat kita lihat niat-niat atau tindakan siswa yang akan dilakukannya. Terlihat pada tabel tersebut bahwa semua siswa mempunyai niat akan bersikap jujur untuk kehidupan selanjutnya. Hal ini membuktikan bahwa pembelajaran dengan menggunakan PPR dapat membangun aspek conscience siswa khususnya dalam nilai kejujuran.

  c. Aspek Compassion Dalam penelitian ini, aspek compassion yang dikembangkan adalah nilai kerja sama. Kerja sama yang dimaksud adalah kerja sama yang dilakukan oleh siswa dalam kelompok untuk mendiskusikan tugas. Pengukuran pada aspek compassion juga menggunakan kuesioner yang diberikan pada awal dan akhir siklus. Kuesioner menggunakan pengukuran dengan skala lima. Data skor rata-rata kelas pada aspek compassion dapat dilihat pada tabel berikut:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Tabel 5.22 Skor Rata-Rata Aspek Compassion Rata- Rerata Skor Saat Pengukuran rata Sebelum dan Skor Sesudah

  Awal Siklus I (sebelum penerapan PPR) 3,85 3,85 Akhir Siklus I (sesudah penerapan PPR) 3,94

  3,95 Akhir Siklus II (sesudah penerapan PPR) 3,96

Tabel 5.22 menunjukkan hasil dari aspek compassion siswa yang mengalami peningkatan skor dari awal hingga akhir siklus.

  Terlihat pada awal siklus I hasil skor sebesar 3,85, sedangkan pada akhir siklus I meningkat menjadi 3,94 dan di akhir siklus II meningkat lagi menjadi 3,96. Dapat dikatakan adanya peningkatan skor aspek

  compassion antara sebelum dan sesudah penerapan PPR, yaitu dari

  3,85 menjadi 3,95. Hasil skor antara sebelum dan sesudah penerapan PPR jika dikonversikan ke data kualitatif, maka kedua hasil tersebut akan masuk dalam kriteria baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pada aspek compassion, meskipun kenaikan skor tersebut relatif kecil dan masih dalam kriteria yang sama yaitu baik.

  Perkembangan aspek compassion ini juga dapat dilihat pada hasil refleksi dan aksi siswa, dimana melalui refleksi siswa dapat menemukan manfaat yang diperoleh dari kerja sama. Sedangkan melalui aksi siswa dapat membangun niat-niat yang lebih baik untuk mewujudkan manfaat dari nilai kerja sama tersebut. Berikut ini disajikan hasil refleksi dan aksi siswa pada aspek compassion:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Tabel 5.23 Hasil Refleksi Siswa pada Aspek Compassion No Nilai yang dapat dipetik dari diskusi kelompok Manfaat yang diperoleh Siklus I Siklus II

  1 kerja sama,tolong menolong tugas akan cepat selesai dapat menambah wawasan

  2 kebersamaan bisa saling membantu dapat memecahkan masalah dalam kelompok 3 kerja sama, kebersamaan meringankan beban kita meringankan beban

  4 kekompakkan, kerja sama mengerti satu sama lain mudah diselesaikan, kerja sama 5 kebersamaan menguntungkan bisa mempertimbang- kan jawaban

  6 kerja sama, solidaritas membantu menangani kesulitan pekerjaan akan cepat selesai

  7 kerja sama, sosialisasi pekerjaan akan lebih mudah dan cepat dapat menyelesaikannya dengan cepat dan mudah

  8 kerja sama senang bisa bekerja sama dengan baik 9 kerja sama hati akan terasa lega rasa persahabatan lebih terbangun

  10 kekompakkan, kebersamaan dapat mencari jawaban bersama lebih mudah mengerjakan

  11 kerja sama tugas akan cepat selesai pekerjaan jadi cepat selesai

  12 kekompakkan tugas menjadi ringan akan terasa lebih mudah dan kompak 13 kerja sama, peduli, mengasihi saling membantu, membuka wawasan dapat membantu hal yang belum diketahui 14 kerja sama, keharmonisan bisa mengerti semua hal bisa menyelesaikan pekerjaan dengan cepat

  15 kebersamaan, kerja sama mengerjakan suatu hal dengan lebih mudah dapat mengerjakan pekerjaan dengan mudah

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  No Nilai yang dapat dipetik dari diskusi kelompok Manfaat yang diperoleh Siklus I Siklus II

  16 saling memahami, bekerjasama jika belum jelas, dapat bertanya pada teman pekerjaan akan menjadi lebih ringan

  17 bekerjasama saling memberi ilmu lebih mudah mengerjakannya 18 kekompakkan, kebersamaan mencari jawaban bersama lebih ringan dan lebih mengerti

  19 kebersamaan memiliki arti persahabatan rasa kebersamaan, tanggung jawab

  20 kebersamaan bisa saling membantu bisa saling berbagi tugas

  21 kebersamaan, kekompakkan bisa lebih akrab dengan teman dapat mengerti cara mengerjakan soal

  22 kebersamaan soal yang sulit menjadi lebih mudah lebih mudah mengerjakan pekerjaan 23 kekompakkan, kerja sama segala pekerjaan menjadi mudah pekerjaan jadi lebih mudah 24 dapat bekerjasama dalam kelompok saling mengisi satu sama lain lebih kompak, lebih paham 25 kebersamaan tugas lebih cepat selesai lebih efisien dalam bekerja 26 nilai sosial hal yang dikerjakan menjadi ringan pekerjaan jadi lebih ringan 27 kebersamaan, kerja sama diskusi menjadi lebih nyaman dan enak kerja sama dalam kelompok menyenangkan 28 melatih kerja sama bisa mengerjakan bersama-sama dapat mempertimbang- kan jawaban dengan teman

  29 Kebersamaan saling menghargai suatu hal yang susah akan menjadi mudah 30 kerja sama saling membantu lebih gampang, bisa saling membantu

  31 kekeluargaan, kerja tugas menjadi lebih tugas lebih mudah,

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Nilai yang dapat Manfaat yang diperoleh No dipetik dari diskusi Siklus I Siklus II kelompok

  32 kerja sama saling mengerti, kerja sama dan memahami kesatuan dalam kelompok 33 kerja sama, dapat mudah pekerjaan jadi mudah kebersamaan mengerjakan soal dikerjakan 34 saling membantu, timbul rasa hasilnya lebih kebersamaan kekompakkan optimal

  Tabel di atas menunjukkan hasil refleksi siswa pada aspek

  compassion, dimana terdapat 62% siswa yang sudah dapat menemukan

  nilai kerja sama dalam diskusi kelompok. Sedangkan 38% siswa lainnya mulai memperlihatkan adanya tanda-tanda dalam menemukan nilai kerja sama. Hal ini membuktikan bahwa rata-rata siswa di kelas

  XC sudah mulai terlihat perkembangannya dalam aspek compassion yaitu melalui nilai kerja sama.

  Berikut disajikan hasil aksi siswa yang merupakan niat-niat siswa untuk membangun nilai kerja sama dalam kehidupan siswa:

Tabel 5.24 Hasil Aksi Siswa pada Aspek Compassion No. Siklus I Siklus II

  1 - Selalu bekerjasama dengan Dalam kegiatan sehari-hari teman akan selalu bekerjasama,

  • Saling bantu membantu bantu membantu dan saling tentunya dalam artian positif bertoleransi satu sama lain

  2 Akan lebih menghargai Dalam memecahkan masalah kelompok dan pendapat dalam yang sulit untuk dimengerti kelompok secara individu kita dapat memecahkan masalah itu bersama-sama

  3 Saling membantu satu sama Bertanya saat tidak bisa lain supaya meringankan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  12 Saling tolong menolong dengan teman Lebih membangun kekompakan dan solidaritas dengan teman dalam kehidupan sehari-hari

  17 Lebih bisa bekerjasama dengan orang lain Bekerjasama dengan teman

  16 Saling membantu dalam hal apapun Niat menyadari betul arti saling ketergantungan, tolong menolong, kebersamaan

  Saya akan mengamalkan nilai kerja sama yang erat dalam hidupku

  15 Menjalin relasi dan kerja sama yang lebih enak dengan orang lain

  14 Belajar dengan rajin dan bekerjasama dengan baik Akan membangun nilai kerja sama dengan baik

  Memupuk rasa kebersamaan antar sesama dan saling membantu satu sama lain

  13 Menciptakan kehidupan yang damai, saling mengasihi, dan saling membantu

  

No. Siklus I Siklus II

  4 Akan lebih mementingkan kepentingan kelompok daripada diri sendiri

  10 Jika dalam kelompok bisa diajak kerja sama Akan lebih aktif dalam kelompok

  9 Akan membantu sesama Bekerja bersama-sama agar hasil pekerjaan bisa maksimal dan cepat beres

  8 Bekerja sama Bekerjasama dengan teman

  Akan meningkatkan kerja sama dengan orang lain karena pada hakekatnya manusia adalah makhluk sosial

  7 Meningkatkan dan lebih banyak melakukan kerja sama serta komunikasi dengan orang lain

  6 Membantu orang yang sedang kesulitan/ dalam masalah Membantu orang yang sedang kesulitan dalam melakukan suatu hal

  5 Menerapkan dalam kehidupan sehari-hari Menerapkan dalam kehidupan sehari-hari

  Akan menerapkan kerjasama dalam melakukan suatu pekerjaan dengan saling melengkapi dalam kelompok

  11 Selalu bekerjasama Jika ada pekerjaan/ latihan yang tidak dapat dikerjakan sendiri dapat meminta teman untuk membantu mengerjakan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

No. Siklus I Siklus II

  18 Tidak egois - Membangun kerja sama lebih baik

  • Lebih kompak dalam kelompok
  • Aktif dalam kelompok

  Saling membantu, lebih kompak, saling menghargai satu sama lain

  • peduli
  • >Lebih giat dalam belajar
  • Menghargai teman 26 - Berganti hari merubah diri jadi lebih baik,
  •   28 Berusaha berbuat lebih baik daripada sebelumnya Menerapkannya dalam kehidupan bermasyarakat

      Jika ada orang yang membutuhkan bantuan dari saya maka saya siap untuk membantu

      32 Saya akan membantu masyarakat setempat selagi saya masih bisa

      Berusaha untuk lebih mampu berinteraksi, beradaptasi dan bersosialisasi dengan lingkungan/ orang lain

      31 Menerapakan nilai-nilai positif yang saya dapatkan dalam kelompok

      30 Selalu menanamkan sikap solidaritas Kalau kita tidak bisa, meminta bantuan teman yang bisa

      29 Akan lebih menghargai orang lain Akan bekerjasama dengan teman-teman lain

      Saling tolong menolong, bahu- membahu

      27 Mencoba bekerjasama dengan baik dalam kelompok Saling tolong menolong dan bekerjasama dalam kelompok

      19 Menjalani hidup dengan bekerjasama Hidup dalam kerja sama

      25 Setiap pekerjaanku harus dilakukan dengan baik

      Lebih aktif dalam kerja kelompok 24 - Membantu orang lain

      23 Bekerjasama dengan orang- orang untuk mengerjakan hal- hal yang sulit

      22 Lebih bisa menghargai orang lain Lebih bisa menghargai orang lain dalam kehidupan sehari- hari

      21 Selalu aktif dalam kerja sama Akan menolong orang yang kesusahan

      20 Saling membantu, saling memahami Ingin selalu terus bekerjasama dengan orang lain agar dapat hidup adil dan makmur

    • lebih mengerti orang lain

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      

    No. Siklus I Siklus II

      33 Saling membantu satu dengan Akan membantu satu sama yang lain lain 34 - Menumbuhkan rasa Menjalin kerja sama yang baik kebersamaan dengan teman, keluarga,

    • Menghargai pendapat orang masyarakat lain

      2. Pembahasan Berdasarkan hasil penelitian yang telah disajikan, tampak bahwa pembelajaran ekonomi dengan menggunakan Paradigma Pedagogi

      Reflektif dapat mengembangkan aspek competence, conscience, dan

      compassion siswa. Hal ini dapat dibuktikan pada tabel di bawah ini

      mengenai hasil skor dari ketiga aspek tersebut:

    Tabel 5.25 Hasil Perbandingan Aspek Competence, Conscience, serta Compassion antara Sebelum dan Sesudah

      Competence Conscience Compassion

      Sebelum Sesudah Sebelum Sesudah Sebelum Sesudah

      32,76 46,26 3,54 3,61 3,85 3,95

      Tabel di atas menunjukkan adanya hasil skor dari masing-masing aspek yang mengalami peningkatan mulai dari sebelum hingga sesudah diterapkannya PPR dalam pembelajaran ekonomi. Hasil peningkatan skor tersebut kiranya diperoleh dari berbagai macam kegiatan yang dilakukan saat proses pembelajaran berlangsung. Dimulai dengan tahap menggali pengalaman dan pengetahuan siswa yang biasa disebut tahap konteks dalam pembelajaran PPR. Dalam tahap ini guru mencoba untuk menggali seberapa jauh siswa mengetahui tentang materi yang akan dipelajari. Hal

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      nasional, karena materi ini dirasa belum pernah dipelajari oleh siswa sebelumnya.

      Selanjutnya tahap pengalaman yang diawali dengan mengembangkan aspek competence. Untuk mengembangkan aspek ini, siswa dibantu melalui kegiatan-kegiatan pembelajaran seperti diskusi kelompok dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe

      jigsaw , games dalam menyusun rumusan pendapatan nasional. Dari

      kegiatan tersebut, siswa mendapatkan manfaat untuk belajar memahami materi dengan membangkitkan motivasi dan keaktifan siswa. Dengan begitu pembelajaran PPR ini tidak mengarah pada metode yang membosankan yaitu ceramah oleh guru. Selain itu kegiatan-kegiatan ini juga menjadi dasar sebagai penentu hasil belajar siswa di tahap evaluasi.

      Tahap pengalaman berikutnya dilakukan untuk mengembangkan aspek conscience siswa. Melalui aspek ini siswa diajak untuk menemukan nilai kejujuran yang terkait dengan materi pendapatan nasional. Setelah dapat menemukan nilai kejujuran tersebut diharapkan siswa dapat mengembangkannya dalam diri siswa masing-masing. Dalam penelitian ini nilai kejujuran tersebut dikembangkan melalui penayangan video.

      Video yang pertama menceritakan tentang seseorang yang berniat untuk melakukan korupsi, namun setelah ia menyadari bahwa dampak dari korupsi itu adalah merugikan diri sendiri, maka ia memutuskan untuk tidak jadi korupsi. Dengan kata lain video tersebut menceritakan tentang dampak negatif dari sebuah ketidakjujuran. Selanjutnya dalam video

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      kedua menceritakan tentang sikap jujur yang dilakukan seorang anak kecil yang alhasil dari kejujurannya itu ia mendapatkan sesuatu yang selama ini ia inginkan. Dari kedua video tersebut siswa diajak untuk memaknai arti pentingnya bersikap jujur dalam kehidupan. Selain menggunakan video, siswa juga dibantu untuk mengembangkan aspek conscience melalui sebuah cerita yang merupakan kisah nyata tentang “ Dua Anak Super di Pinggir Jalan”. Dalam cerita ini terkandung makna bahwa walaupun dalam bekerja tidak mendapatkan penghasilan yang tinggi, namun kejujuran sangat penting untuk dijunjung tinggi, sehingga siswa dapat diajarkan untuk tidak korupsi dari hal yang terkecil apapun.

      Aspek yang ketiga dalam pembelajaran PPR yaitu compassion, yang dikembangkan melalui kegiatan diskusi kelompok. Sama halnya dengan aspek conscience, dalam aspek compassion ini siswa diajak untuk menemukan dan memaknai nilai kemanusiaan dari kegiatan berkelompok.

      Sementara itu nilai yang dapat dikembangkan dari kegiatan diskusi kelompok ini adalah nilai kerja sama. Dari kerja sama siswa diajak untuk saling menghargai pendapat teman, saling membantu, saling mendukung, menumbuhkan rasa kebersamaan, dan sebagainya.

      Ketiga aspek di atas tentunya tidak cukup jika hanya diketahui secara lisan. Dalam penelitian ini, peneliti ingin mengetahui lebih banyak mengenai manfaat dan makna yang diperoleh siswa dari pengalaman dalam mengembangkan ketiga aspek PPR tersebut. Untuk itu setelah tahap pengalaman, siswa diajak untuk merefleksikan makna dari aspek PPR dan

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      mencoba membangun niat-niat positif melalui kegiatan aksi. Dari kegiatan aksi ini diharapkan suatu saat nanti siswa dapat mewujudkan niatnya tersebut secara konsisten dalam kehidupannya masing-masing.

      Kembali pada hasil peningkatan skor aspek competence,

      conscience , dan compassion, hasil tersebut bukan semata-mata menjadi

      tolok ukur bagi siswa dalam merubah karakternya setelah penelitian ini selesai dilakukan. Masih membutuhkan waktu yang lama untuk menjadikan seseorang atau siswa merubah karakternya sesuai dengan niat- niat dalam aksi yang mereka tuliskan. Hasil skor dari ketiga aspek ini memang belum maksimal. Hal ini dikarenakan siswa merasa menjadi obyek penelitian yang dianggapnya tidak membantu nilai akhir dalam kenaikan kelas, sehingga menjadikan mereka enggan untuk mengisi segala alat instrumen peneliti dengan serius. Namun dengan demikian, adanya peningkatan skor rata-rata dapat menggambarkan bahwa ada perkembangan pada aspek competence, conscience, dan compassion dalam diri siswa meskipun kenaikan skor tersebut relatif kecil dan masih dalam kriteria yang sama pada data kualitatif.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    BAB VI KESIMPULAN, KETERBATASAN, DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian tentang penerapan Paradigma Pedagogi Reflektif dalam pembelajaran materi pendapatan nasional untuk

      meningkatkan competence, conscience, dan compassion siswa kelas XC, maka dapat disimpulkan bahwa:

      1. Dengan menggunakan Paradigma Pedagogi Reflektif dalam pembelajaran ekonomi materi pendapatan nasional dapat meningkatkan competence siswa kelas XC. Hal tersebut dapat diketahui dari nilai competence siswa pra penelitian dan setelah penelitian. Untuk rata-rata kelas pra penelitian adalah 32,76 dan setelah dilakukan tindakan rata-rata kelas menjadi 46,26.

      2. Penerapan PPR dalam pembelajaran ekonomi materi pendapatan nasional dapat meningkatkan conscience siswa. Hal tersebut tampak pada hasil penilaian sikap, minat, dan moral kejujuran pada sebelum dan sesudah diterapkannya PPR. Aspek conscience sebelum diterapkannya PPR rata-rata kelasnya sebesar 3,54, sedangkan sesudah diterapkannya PPR adalah 3,61.

      3. Penerapan PPR dalam pembelajaran ekonomi juga dapat meningkatkan compassion siswa. Hal tersebut tampak pada hasil penilaian moral kerja sama pada sebelum dan sesudah penerapan PPR.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      Penilaian moral kerja sama sebelum penerapan PPR adalah 3,85, dan sesudah penerapan PPR naik menjadi 3,95.

      4. Dari penjelasan di atas dapat dilihat bahwa aspek competence,

      conscience , dan compassion mengalami peningkatan, maka dapat

      disimpulkan bahwa penerapan Paradigma Pedagogi Reflektif dalam pembelajaran ekonomi materi pendapatan nasional dapat meningkatkan competence, conscience, dan compassion.

    B. Keterbatasan Penelitian

      Selain dari kesimpulan dan saran, penelitian ini juga masih terdapat keterbatasan-keterbatasan. Adapun keterbatasan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

      1. Alokasi waktu yang kurang sesuai dengan skenario pembelajaran, sehingga pelaksanaan tindakan dan hasil yang diperoleh kurang optimal.

      2. Jarak waktu yang dilakukan antara siklus I dan siklus II terlalu dekat, sehingga membuat siswa bosan karena harus mengisi banyak instrumen penelitian dalam waktu yang berdekatan.

      3. Kurangnya persiapan yang lebih baik dalam hal perangkat pembelajaran yang digunakan sehingga sedikit menghambat pada saat proses pembelajaran berlangsung.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    C. Saran

      Sehubungan dengan hasil penelitian yang dilakukan, ada beberapa saran yang perlu dipertimbangkan sebagai bahan untuk meningkatkan

      competence, conscience, dan compassion dalam kegiatan pembelajaran,

      diantaranya adalah sebagai berikut:

      1. Saran Bagi Sekolah Berdasarkan hasil penelitian yang berhasil dapat meningkatkan aspek competence, conscience, dan compassion siswa, maka sebaiknya pembelajaran berpola PPR diterapkan juga pada mata pelajaran lain. Selain itu, sekolah hendaknya memberikan fasilitas yang mendukung untuk pembelajaran berpola PPR.

      2. Saran Bagi Guru Mitra Sebaiknya guru lebih sering untuk menerapkan pembelajaran berpola PPR agar sikap, minat, serta moral siswa dapat berkembang lebih baik lagi.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      Depdikbud. (1991). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka Harsanto, Radno. 2009. Having Competence, Conscience, Compassion & Faith.

      Yogyakarta: Kanisius. Kunandar. 2008. Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas Sebagai Pengembangan Profesi Guru. Jakarta: Grafindo Persada.

      Kusumah, Wijaya dan Dwitagama, Dedi. 2009. Mengenal Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Indeks.

      P3MP dan LPM Universitas Sanata Dharma. 2010. Panduan Evaluasi

      Pembelajaran Berbasis Pedagogi Ignasian . Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.

      Poerwadarminta. 2005. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. Rm. J. Subagya, SJ. 2010. Paradigma Pedagogi Reflektif. Yogyakarta: Kanisius. Sukamto Slamet, dkk. 2006. Ekonomi SMA Kelas X. Jakarta: Yudhistira. Sukardjo. 2005. Modul Kuliah Evaluasi Pengajaran. Yogyakarta. Sukwiaty, dkk.2009. Ekonomi SMA Kelas X. Jakarta: Yudhistira. Suparno Paul, dkk. 2004. Pendidikan Budi Pekerti. Yogyakarta: Kanisius. Susilo, 2007. Panduan Penelitian Tindakan Kelas. Yogyakarta: Pustaka Book Publisher.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      Taniredja Tukiran, dkk. 2010. Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: Alfabeta. Wiraadmaja, Rochiati. 2007. Metode Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: Remaja Rosdakarya.

      ____________. 2010. Draft Konsep Pendidikan Karakter.

      Sumber dari internet : http://www.youtube.com/watch?v=X6yAAHknLkg . Video I: “Anti Korupsi”. http://www.youtube.com/watch?v=jnnwh9rusVc . Video II: “ Untuk Sebuah Hamburger”.

    creatingwebsite-maskolis.blogspot.com . Cerita Kejujuran “Dua Manusia Super di

      Pinggir Jalan”

      

    LAMPIRAN

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      Lampiran 1

      

    RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

    (RPP)

    SIKLUS I

      Sekolah : SMA Pangudi Luhur St. Louis IX Sedayu Mata Pelajaran : Ekonomi Pokok Bahasan : Pendapatan Nasional Kelas/Semester : X/2 Alokasi Waktu : 3 x 45 menit

      Standar Kompetensi :

      Memahami Produk Domestik Bruto ( PDB) , Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), Pendapatan Nasional Bruto (PNB), dan Pendapatan Nasional (PN) .

      Kompetensi Dasar :

      Menjelaskan konsep Produk Domestik Bruto ( PDB) , Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), Pendapatan Nasional Bruto (PNB), dan Pendapatan Nasional (PN).

      Indikator : a

      . Competence:

       Siswa mampu mendeskripsikan pengertian Produk Domestik Bruto (PDB) secara lengkap,  Siswa mampu mendeskripsikan pengertian Produk Nasional Bruto (PNB) secara lengkap,  Siswa mampu mendeskripsikan pengertian Net National Product (NNP) secara lengkap,  Siswa mampu mendeskripsikan pengertian Net National Income (NNI)

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

       Siswa mampu mendeskripsikan pengertian Personal Income (PI) secara lengkap, Siswa mampu mendeskripsikan pengertian Disposable Income (DI) secara

       lengkap. b . Conscience/suara hati:  Siswa dapat mengembangkan sikap jujur dalam kehidupan sehari-hari.

       Siswa dapat mengembangkan sikap dan minat yang baik pada pembelajaran ekonomi.

      c . Compassion/kepedulian:

      Siswa mampu bekerja sama saat berdiskusi dengan teman sekelompok untuk memecahkan suatu masalah.

    A. Tujuan Pembelajaran :

      1. Competence: a. Siswa mampu mendeskripsikan pengertian PDB secara lengkap.

      b. Siswa mampu mendeskripsikan pengertian PNB secara lengkap,

      c. Siswa mampu mendeskripsikan pengertian NNP secara lengkap,

      d. Siswa mampu mendeskripsikan pengertian PN (NNI) secara lengkap,

      e. Siswa mampu mendeskripsikan pengertian PI secara lengkap, f. Siswa mampu mendeskripsikan pengertian DI secara lengkap.

      2. Conscience/suara hati: a. Siswa dapat mengembangkan sikap jujur dalam kehidupan sehari-hari.

      b. Siswa dapat mengembangkan sikap dan minat yang baik pada pembelajaran ekonomi.

      3. Compassion/kepedulian: Siswa mampu bekerja sama saat berdiskusi dengan teman sekelompok untuk memecahkan suatu masalah.

      B.

      Materi Ajar :

      1. Pengertian Pendapatan Nasional

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      Ukuran dari nilai total barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara dalam kurun waktu tertentu (biasanya satu tahun) yang dinyatakan dalam satuan uang.

      a. Produk Domestik Bruto (Gross Domestic Product GDP) Jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama 1 (satu) tahun. Yang termasuk dalam GDP adalah: 1) Hasil barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang orang asing yang beroperasi di wilayah suatu negara.

      2) Barang-barang yang dihasilkan termasuk barang modal yang belum diperhitungkan penyusutannya, maka jumlahnya masih bersifat bruto/kotor. GDP merupakan pendapatan nasional yang dihitung melalui pendekatan/metode produksi.

      b. Produk Nasional Bruto (Gross National Product GNP) Meliputi nilai produk barang atau jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama 1 tahun.

      Yang termasuk GNP adalah: 1) Hasil barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang orang asing yang beroperasi di wilayah suatu negara.

      2) Hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri. GNP merupakan pendapatan nasional yang dihitung melalui pendekatan/metode pengeluaran.

      c. Produk Nasional Neto (Net National Product NNP) Secara matematis NNP= GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan yang disebut juga replacement dari barang modal.

      NNP = GNP – Penyusutan GNP suatu negara RP 100 triliun

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      NNP Rp 95 triliun

      d. Pendapatan Nasional Neto (Net National Income NNI) 1) Pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi.

      2) NNI = NNP – Pajak tidak langsung 3) Pajak tidak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan ke pihak lain, contoh pajak penjualan, pajak impor, bea ekspor, dan cukai. NNP Rp 95 triliun Pajak tdak langsung Rp 10 triliun NNI Rp 85 triliun

      e. Pendapatan Perseorangan (Personal Income PI) 1) Jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa memberikan suatu kegiatan apapun. 2) Di dalamnya terdapat transfer payement yang berarti penerimaan- penerimaan yang bukan merupakan balas jasa proses produksi tahun ini, melainkan diambil dari sebagian pendapatan nasional tahu lalu.

      Contoh: pembayaran dana pensiun, tunjangan sosial bagi para pengangguran, bekas pejuang, bunga utang pemerintah dan sebagainya.

      Untuk mendapatkan jumlah pendapatan perseorangan terlebih dahulu NNI harus dikurangi dengan: 1) Pajak laba perusahaan, yaitu pajak yang dibayarkan setiap badan kepada pemerintah.

      2) Laba yang tidak dibagi, yaitu sejumlah laba yang tetap ditahan perusahaan untuk beberapa tujuan tertentu, misalnya keperluan perluasan perusahaan. 3) Iuran pensiun, yaitu iuran yang dibayarkan oleh pekerja

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      tenaga kerja tersebut tidak lagi bekerja (pensiun). Juga termasuk iuran jaminan sosial iuran asuransi. PI = NNI – (pajak perusahaan + laba ditahan + iuran jaminan sosil)

    • transfer payment NNI

      RP 85 triliun Dikurangi:

      : Rp 8 triliun Pajak perseroan

    • : Rp 2 triliun
    • : Rp 5 triliun

      Laba yang tidak dibagi

    • Rp 15 triliun Rp 70 triliun

      Iuran pensiun

      Ditambah: transfer payment : Rp 7 triliun

    • : Rp 3 triliun

      Dana pensiun

    • : Rp 5 triliun

      Subsidi penganggur

    • : Rp 5 triliun

      Tunjangan veteran

    • Rp 20 triliun Rp 90 triliun

      Bunga utang

      f. Pendapatan yang Dapat Dibelanjakan (Disposable Income) 1) Pendapatan yang siap untuk digunakan untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi. 2) Disposable Income ini diperoleh dari Personal Income (PI) dikurangi dengan pajak langsung. Sedangkan pajak langsung

      (indirect tax) adalah pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain.

      Diposable Income = Personal Income – Direct tax (pajak

      penghasilan)

      Personal Income (PI) = Rp 90 triliun

    Direct Tax = Rp 9 triliun

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      C. Nilai Kemanusiaan :

       Kejujuran  Kerjasama

      D. Metode Pembelajaran : - Ceramah

    • Tanya jawab
    • Diskusi model jigsaw

      E. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran (Pertemuan 1)

      1. PENDAHULUAN (15‘)  Guru mengucapkan salam pembuka  Guru memberikan soal pretest untuk mengukur competence siswa

      Konteks : (10’)

       Guru melakukan tanya jawab dengan siswa secara lisan mengenai segala sesuatu yang berkaitan dengan konsep pendapatan nasional. Pertanyaan tersebut antara lain:

      a) Orangtua bekerja dimana? Sebagai apa?

      b) Pendapatan orangtua per bulan berapa?

      c) Pendapatan tersebut untuk apa saja?  Berdasarkan tanya jawab tersebut, siswa diminta untuk mengutarakan pendapatnya tentang pengertian pendapatan nasional  Guru menyampaikan tujuan pembelajaran  Guru menegaskan kepada siswa, bahwa hari ini kita akan belajar pendapatan nasional

      2. KEGIATAN INTI

      Pengalaman :

       Guru menjelaskan tentang pengertian pendapatan nasional (5’)  Guru membagi siswa dalam 6 kelompok (kelompok asal) (2’)

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

       Guru memberikan kartu soal pada setiap kelompok, setiap kelompok mendapat 6 macam kartu dengan warna yang berbeda (3’)  6 kartu tersebut dibagikan pada anggota kelompok, setiap anggota kelompok mendapat 1 kartu.  Jika terdapat kelompok yang jumlah anggotanya kurang dari 6

      siswa, maka ada kartu soal yang dibahas secara bersama-sama dalam kelompok tersebut.

       Setelah masing-masing siswa mendapatkan 1 kartu, maka guru meminta setiap siswa untuk membentuk kelompok ahli berdasarkan warna kartu yang sama (2’)  Bersama kelompok ahli, siswa mendiskusikan materi yang sama sesuai dalam isi kartu tersebut (8’)  Guru meminta setiap siswa untuk kembali ke kelompok asal (1’)  Dalam kelompok asal, guru memberi kesempatan pada setiap siswa untuk mempresentasikan hasil diskusinya bersama kelompok ahli secara bergantian (20’)  Guru menunjuk beberapa siswa secara acak untuk menjelaskan setiap konsep pendapatan nasional berdasarkan hasil diskusinya di depan teman-teman (15’)  Guru memberi penegasan/kesimpulan tentang materi  Guru mengajak siswa untuk sharing atas pengalaman yang diperoleh saat diskusi kelompok dengan melontarkan pertanyaan-pertanyaan secara lisan: (5’)

       Apa yang kalian rasakan dalam diskusi kelompok?  Nilai apa yang dapat kalian petik dari diskusi kelompok tadi?

       Guru menyimpulkan bahwa salah satu nilai yang dapat diambil dari pengalaman diskusi adalah nilai kerjasama.  Guru meyakinkan pentingnya kerjasama dalam diskusi kelompok. (5’)

      (Pertemuan 2)

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      a. Guru mengajak siswa untuk menggali nilai melalui video tersebut.

      (5’)

      b. Guru memberikan pertanyaan-pertanyaan pancingan (jika siswa belum dapat mengambil nilai kejujuran yang terkandung dalam video tersebut)  Apa yang sedang dilakukan oleh aktor dalam video tadi?  Nilai kemanusiaan apa yang terkait dalam tayangan video tersebut?

       Guru memberikan penjelasan mengenai keterkaitan antara nilai korupsi/ kejujuran dengan materi pendapatan nasional (2’)

      3. PENUTUP a.

       Refleksi:

       Guru memberikan pertanyaan refleksi secara tertulis kepada siswa, yang terdiri dari: (10)’ 1) Apa yang kalian rasakan dalam berdiskusi kelompok? 2) Nilai apa yang dapat kalian petik dari diskusi kelompok tadi? 3) Apa keuntunganmu jika memiliki kebersamaan dalam kerjasama? 4) Apakah manfaat yang dapat kita rasakan jika kita berbuat jujur? 5) Bagaimana kalau kita tidak jujur?

    b. Aksi:

       Guru memberikan pertanyaan secara tertulis kepada siswa: (10’) 1) Setelah kalian menyadari pentingnya kerjasama dalam kelompok, niat/tindakan apa yang akan dilakukan dalam hidup kalian sehari-hari?

      2) Setelah kalian tahu tentang pentingnya kejujuran/ bersikap jujur, tindakan/niat apa yang akan dilakukan selanjutnya dalam hidup kalian sehari-hari?

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

       Guru memberikan soal postest (15’)

    H. Sumber Belajar :

       Sukamto Slamet, dkk. 2006. Ekonomi SMA Kelas X. Jakarta: Yudhistira  Adji Wahyu, Suwerli, Suratno. 2007. Ekonomi untuk SMA/MA Kelas X.

      Jakarta: Erlangga  Suparno Paul, dkk. 2004. Pendidikan Budi Pekerti. Yogyakarta: Kanisius Media Pembelajaran:

      a. Lembar soal pretest dan postest

      b. Video tentang kejujuran

      c. Power point+Viewer

      d. LKS (Lembar Kerja Siswa)

    I. Penilaian

       Jenis Penilaian:

      1. Tes : soal pre test dan post test (terlampir)

      2. Non test : Lembar kueisoner untuk mengukur conscience dan compassion siswa.

      Yogyakarta, 8 Februari 2012 Guru Mitra

      Observer (Paula Weni Triana, S.E) (Yustina Reni Swastika)

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      Lampiran 2

      

    RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

    (RPP)

    SIKLUS 2

      Sekolah : SMA Pangudi Luhur St. Louis IX Sedayu Mata Pelajaran : Ekonomi Pokok Bahasan : Pendapatan Nasional Kelas/Semester : X/2 Alokasi Waktu : 3 x 45 menit

      Standar Kompetensi :

      Memahami Produk Domestik Bruto ( PDB) , Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), Pendapatan Nasional Bruto (PNB), dan Pendapatan Nasional (PN).

      Kompetensi Dasar : Menjelaskan konsep Produk Domestik Bruto ( PDB) , Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), Pendapatan Nasional Bruto (PNB), dan Pendapatan Nasional (PN).

      Indikator : a . Competence:

       Siswa mampu menghitung konsep Produk Domestik Bruto (PDB),  Siswa mampu menghitung konsep Produk Nasional Bruto (PNB),  Siswa mampu menghitung konsep Net National Product (NNP),  Siswa mampu menghitung konsep Net National Income (NNI),  Siswa mampu menghitung konsep Personal Income (PI),  Siswa mampu menghitung konsep Disposable Income (DI).

      b . Conscience/suara hati:

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

       Siswa dapat mengembangkan sikap dan minat yang baik pada pembelajaran ekonomi.

      c .

      Compassion/kepedulian: Siswa mampu bekerja sama saat berdiskusi dengan teman sekelompok untuk memecahkan suatu masalah.

      A. Tujuan Pembelajaran :

      1. Competence:

      a. Siswa mampu menghitung konsep PDB,

      b. Siswa mampu menghitung konsep PNB,

      c. Siswa mampu menghitung konsep NNP,

      d. Siswa mampu menghitung konsep PN (NNI),

      e. Siswa mampu menghitung konsep PI, f. Siswa mampu menghitung konsep DI.

      2. Conscience/suara hati a. Siswa dapat mengembangkan sikap jujur.

      b. Siswa dapat mengembangkan sikap dan minat yang baik.

      3. Compassion/kepedulian Siswa mampu bekerja sama saat berdiskusi dengan teman sekelompok untuk memecahkan suatu masalah.

      B. Materi Ajar

      : Rumus Menghitung Pendapatan Nasional: GDP Rp Pendapatan Neto Dari Luar Negeri Rp Pembayaran Neto Ke Luar Negeri (Rp ) GNP Rp Penyusutan (Rp ) NNP Rp Pajak tidak langsung (Rp ) NNI Rp

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      Laba ditahan (Rp ) jaminan sosial (Rp )

      Transfer Payment Rp

      PI Rp Pajak langsung (Rp ) DI Rp

      C. Nilai Kemanusiaan :

       Kejujuran  Kerjasama D.

       Metode Pembelajaran : - Ceramah

    • Tanya jawab
    • Diskusi

      1. PENDAHULUAN (15‘)

      E. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran (Pertemuan 1)

      b. Guru memberikan soal pretest untuk mengukur competence siswa

      c. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran

      Konteks : (10’)

      d. Guru mengajak siswa untuk mengingat kembali materi pada pertemuan sebelumnya e. Guru mengingatkan siswa tentang nilai kejujuran yang telah dibahas pada pertemuan sebelumnya f. Guru mengingatkan siswa tentang nilai kerjasama yang telah dibahas pada pertemuan sebelumnya

      2. KEGIATAN INTI

      Pengalaman :

      a. Guru membagi siswa kedalam 6 kelompok (kelompok masih sama

      a. Guru mengucapkan salam pembuka

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      b. Guru memberikan media pembelajaran pada setiap kelompok, yang terdiri dari: 1) kertas manila dengan warna yang berbeda 2) amplop yang berisikan soal dan potongan-potongan konsep

      Pendapatan Nasional yang harus disusun setiap kelompok

      c. Melalui media tersebut, guru meminta pada setiap kelompok untuk menyusun rumusan konsep Pendapatan Nasional dengan aturan permainan : 1) Setiap kelompok diberi waktu 15 menit untuk menyusun rumusan panjang Pendapatan Nasional yang benar tanpa melihat buku 2) Kelompok dianggap sudah menyelesaikan permainan jika pekerjaan tersebut sudah diselesaikan dengan benar 3) Kelompok yang dapat menyelesaikan permainan dengan benar dan tercepat adalah pemenangnya, dan kelompok tersebut harus maju ke depan untuk mempresentasikan hasil pekerjaannya (10’)

      d. Guru memberikan latihan soal untuk dikerjakan siswa secara berkelompok tanpa melihat buku (15’) e. Setiap kelompok harus memastikan bahwa semua anggotanya dapat mengerjakan soal tersebut.

      f. Guru mengajak siswa untuk membahas soal tersebut dengan meminta beberapa siswa (secara acak) menuliskan jawabannya di depan (10’) g. Guru mengajak siswa untuk sharing atas pengalaman yang diperoleh saat diskusi kelompok dalam permainan dan mengerjakan soal latihan dengan melontarkan pertanyaan-pertanyaan secara lisan: (10’) 1) Apa yang kalian rasakan dalam mengerjakan soal latihan secara berkelompok? 2) Apakah menurut kalian kerjasama itu penting untuk mengerjakan sesuatu hal?

       (Pertemuan 2)

      h. Guru memberikan cerita tentang ” Dua Manusia Super Di Pinggir

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      i. Siswa diberi kesempatan untuk membaca artikel tersebut (5’) j. Guru mengajak siswa untuk menggali nilai kemanusiaan pada artikel tersebut dengan memberikan pertanyaan secara lisan: (8’)

      1) Artikel ”Dua Manusia Super Di Pinggir Jalan” itu mengisahkan tentang apa? Coba ceritakan! (menunjuk beberapa siswa untuk menanggapi artikel tersebut)

      2) Nilai apa yang dapat kalian petik dari cerita ”Dua Manusia Super Di Pinggir Jalan” itu? k. Guru menegaskan kepada siswa tentang pentingnya bersikap jujur dan mengkaitkan nilai kejujuran tersebut dengan materi Pendapatan

      Nasional (3’) l. Guru mengajak siswa untuk berefleksi 3.

       PENUTUP Refleksi:

       Guru memberikan pertanyaan refleksi secara tertulis kepada siswa, yang terdiri dari: (7’) 1) Apa yang kalian rasakan dalam menyusun rumusan dan mengerjakan soal latihan tentang Pendapatan Nasional secara berkelompok?

      2) Apa manfaat yang dapat kita peroleh jika kita bisa bekerja sama dengan teman dalam menyelesaikan suatu pekerjaan? 3) Apakah menurutmu kejujuran itu penting untuk dimiliki setiap orang? Jelaskan alasanmu!

    d. Aksi:

       Guru memberikan pertanyaan aksi secara tertulis kepada siswa:

      (8’)

      3) Setelah kalian menyadari pentingnya kerjasama dalam kelompok, niat/tindakan apa yang akan dilakukan dalam hidup kalian sehari-hari?

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      4) Setelah kalian tahu tentang pentingnya kejujuran/ bersikap jujur, tindakan/niat apa yang akan dilakukan selanjutnya dalam hidup kalian sehari-hari?

       Guru menyimpulkan pembelajaran pada hari ini

    e. Evaluasi:

       Guru memberikan soal postest (15’)

      F. Sumber Belajar

      :  Sukamto Slamet, dkk. 2006. Ekonomi SMA Kelas X. Jakarta: Yudhistira  Adji Wahyu, Suwerli, Suratno. 2007. Ekonomi untuk SMA/MA Kelas X.

      Jakarta: Erlangga  Suparno Paul, dkk. 2004. Pendidikan Budi Pekerti. Yogyakarta: Kanisius

      Media Pembelajaran:

      a. Lembar soal pre test dan post test

      b. Lembar jawab

      c. Cerita tentang kejujuran

      d. Power point+Viewer

      G. Penilaian

       Jenis Penilaian:

      3. Tes : Latihan soal, soal pre test dan post test (terlampir)

      4. Non test : Lembar kuesioner untuk mengukur conscience dan compassion siswa.

      Yogyakarta, 15 Februari 2012 Guru

      Observer

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      Lampiran 3 LEMBAR OBSERVASI KEGIATAN GURU

      (Catatan Anekdotal) Nama Pengamat : Tanggal dan Waktu Observasi : Lama Observasi : Guru dan/atau peristiwa yang diamati : Kelas (semester) / subjek :

      Yogyakarta, ....... Februari 2012 Guru Observer

      (.................................................) (............................................)

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      LEMBAR OBSERVASI KEGIATAN GURU DALAM PROSES PEMBELAJARAN Hari/tanggal : Waktu : Mata Pelajaran :

      No Kegiatan Ya Tidak

      1 Guru menggali pengalaman siswa berkaitan dengan materi yang akan diajarkan

      2 Guru menggali pengetahuan siswa berkaitan dengan materi yang akan diajarkan

      3 Guru melihat sejauh mana siswa sudah memahami materi yang sudah diajarkan

      4 Guru menjelaskan materi secara rinci

      5 Guru memberikan latihan soal

      6 Guru memfasilitasi siswa untuk mengembangkan sikap jujur yang terkait dengan materi pembelajaran

      7 Guru menyatakan bahwa dalam setiap pembelajaran terdapat nilai-nilai kemanusiaan untuk dipetik

      8 Guru memberi kesempatan siswa untuk berdiskusi dalam kelompok

      9 Guru mengajak siswa untuk saling membantu satu sama lain dalam pembelajaran

      10 Guru berusaha meyakinkan siswa tentang pentingnya bersikap jujur

      11 Guru mengajak siswa untuk sharing atas pengalaman saat diskusi

      12 Guru mengajak siswa untuk sharing atas pengalaman saat membaca/melihat video tentang kejujuran

      13 Guru menegaskan kepada siswa pentingnya kerjasama

      14 Guru mengajak siswa untuk berefleksi Guru memberikan pertanyaan refleksi selama pembelajaran

      15 Guru mengajak siswa untuk membangun niat/tindakan berdasarkan hasil refleksi

      16 Guru memberikan pertanyaan aksi (tindakan)

      17 Guru mengingatkan kembali nilai-nilai kemanusiaan yang sudah dipetik setelah pembelajaran berakhir

      18 Guru memberikan pekerjaan rumah

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      Lampiran 4 HASIL OBSERVASI KEGIATAN GURU

      Pra Penelitian (Catatan Anekdotal)

      Nama Pengamat : Yustina Reni Swastika Tanggal dan Waktu Observasi : 2 Februari 2012 Lama Observasi : 90 menit Guru dan/atau peristiwa yang diamati : Ibu P. Weni Triana Kelas (semester) / subjek : Kelas XC (semester II)

      Sebelum pembelajaran dimulai, guru mengawalinya dengan mengucap- kan salam dan memeriksa kesiapan siswa. Setelah itu guru melakukan apersepsi dengan mengajak siswa untuk mengingat kembali materi sebelumnya, dan mengkaitkannya dengan materi yang akan dipelajari pada hari itu, yaitu tentang Keseimbangan Pasar. Guru melakukan apersepsi dengan tanya jawab secara lisan. Tanpa menyampaikan tujuan pembelajaran terlebih dahulu, guru langsung masuk ke materi pembelajaran. Guru memulai dengan menjelaskan pengertian tentang Keseimbangan Pasar. Dalam menyampaikan materi guru selalu memberi contoh yang sesuai dengan kenyataan di masyarakat, sehingga siswa lebih mudah untuk memahaminya. Selain itu guru juga sering memberi pertanyaan lisan untuk menggali pengetahuan siswa dan menunjuk beberapa siswa untuk menjawabnya.

      Namun demikian karena metode yang digunakan guru hanya ceramah, dan guru cenderung berdiri di depan saja, maka beberapa siswa laki-laki yang duduk di barisan belakang mulai ribut sehingga membuat kelas menjadi gaduh. Dengan adanya kegaduhan di kelas itu, guru mencoba untuk menegurnya dengan cara

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      kepada siswa untuk bertanya tentang materi yang belum dimengerti. Guru memang sudah berusaha untuk mengaktifkan siswa, namun proses pembelajaran yang cenderung monoton dengan metode ceramah membuat siswa mudah bosan sehingga lebih memilih untuk membuat keributan daripada mendengarkan penjelasan guru. Selain itu guru tidak menyinggung nilai-nilai kemanusiaan dalam pembelajaran. Penggunaan media pembelajaran yang kurang bervariasi, membuat guru kurang dapat mengembangkan nilai kemanusiaan pada siswa. Guru cenderung menyampaikan aspek competence saja, sedangkan aspek conscience dan compassion siswa kurang dikembangkan.

      Selesai menyampaikan materi, guru memberikan latihan soal yang terkait dengan materi yang baru saja dipelajari. Ada beberapa siswa yang tidak mau mengerjakan latihan soal tersebut. Namun ketika guru meminta untuk dikumpulkan, semua siswa dapat mengerjakan dengan tertib dan tenang.

      Selanjutnya di akhir pembelajaran guru mengajak siswa untuk membuat kesimpulan mengenai materi yang telah disampaikan, dan setelah itu guru mengucapkan salam penutup.

      Yogyakarta, 02 Februari 2012 Guru

      Observer (Paula Weni Triana, S.E) (Yustina Reni Swastika)

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      LEMBAR OBSERVASI KEGIATAN GURU (Pra Penelitian)

      Hari/tanggal : Kamis, 2 Februari 2012 Waktu : 12.00 – 13.30 Mata Pelajaran : Ekonomi

      No Kegiatan yang Diamati Ya Tidak

       1 Guru memeriksa kesiapan belajar siswa

      2 Guru menggali pengalaman siswa berkaitan dengan

       materi yang akan diajarkan

      3 Guru menggali pengetahuan siswa berkaitan dengan

       materi yang akan diajarkan

      4 Guru melihat sejauh mana siswa sudah memahami

       materi yang sudah diajarkan

       5 Guru menyampaikan tujuan pembelajaran

       6 Guru menjelaskan materi secara rinci

       7 Guru memberikan latihan soal

      8 Guru memfasilitasi siswa untuk mengembangkan

       sikap jujur yang terkait dengan materi pembelajaran

      9 Guru menyatakan bahwa dalam setiap pembelajaran

       terdapat nilai-nilai kemanusiaan untuk dipetik

      10 Guru memberi kesempatan siswa untuk berdiskusi

       dalam kelompok

      11 Guru mengajak siswa untuk saling membantu satu

       sama lain dalam pembelajaran

      12 Guru berusaha meyakinkan siswa tentang

       pentingnya bersikap jujur

      13 Guru mengajak siswa untuk sharing atas

       pengalaman saat diskusi

      14 Guru menegaskan kepada siswa pentingnya

       kerjasama

       15 Guru mengajak siswa untuk berefleksi

      16 Guru memberikan pertanyaan refleksi selama

       pembelajaran

      17 Guru mengajak siswa untuk membangun

       niat/tindakan berdasarkan hasil refleksi

       18 Guru memberikan pertanyaan aksi (tindakan)

      19 Guru mengingatkan kembali nilai-nilai

       kemanusiaan yang sudah dipetik setelah pembelajaran berakhir

       20 Guru memberikan pekerjaan rumah

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      Lampiran 5 HASIL OBSERVASI KEGIATAN GURU

      Siklus 1 (Catatan Anekdotal)

      Nama Pengamat : Yustina Reni Swastika Tanggal dan Waktu Observasi : 9 dan 10 Februari 2012 Lama Observasi : 2 x 45 menit dan 1 x 45 menit Guru dan/atau peristiwa yang diamati : Ibu P. Weni Triana Kelas (semester) / subjek : Kelas XC (semester II)

      Guru mengawali pembelajaran dengan mengucap salam, kemudian memeriksa kesiapan belajar siswa. Guru berusaha membangkitkan motivasi belajar siswa dengan melakukan apersepsi. Apersepsi dilakukan dengan tanya jawab mengenai pekerjaan dan pendapatan orang tua. Siswa tampak bersemangat, karena pembelajaran pada hari itu tampak berbeda dari biasanya. Setelah memeriksa kesiapan siswa, guru kemudian membagi siswa dalam kelompok.

      Setiap kelompok diberi tugas untuk mendiskusikan tentang materi pendapatan nasional.

      Secara umum guru mampu mengelola pembelajaran dengan menggunakan PPR, guru mampu mengajak siswa untuk mengaitkan hubungan antara materi dengan konteks pengalaman siswa, guru juga memberi kesempatan kepada siswa untuk berdiskusi. Melalui diskusi kelompok tersebut guru memfasilitasi siswa untuk mengembangkan nilai kerja sama (aspek compassion). Untuk mengembangkan aspek conscience, guru memfasilitasi siswa dengan video yang berkaitan dengan materi pendapatan nasional.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      Pada akhir pembelajaran guru memberikan pertanyaan refleksi dan aksi, pertanyaan refleksi dimaksudkan untuk mengajak siswa merefleksikan pengalaman belajarnya dan menemukan nilai-nilai yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan pertanyaan aksi dimaksudkan untuk mengajak siswa mewujudkan hasil refleksinya tersebut. Sebagai penutup pembelajaran, guru memberikan soal evaluasi yang digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa sesudah dilakukannya penelitian siklus pertama.

      Yogyakarta, 10 Februari 2012 Guru

      Observer (Paula Weni Triana, S.E) (Yustina Reni Swastika)

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      LEMBAR OBSERVASI KEGIATAN GURU (Siklus 1)

      Hari/tanggal : Kamis dan Jumat, 9 dan 10 Februari 2012 Waktu : 12.00 – 13.30/ 11.00 – 11.45 Mata Pelajaran : Ekonomi

      No Kegiatan Ya Tidak

      1 Guru menggali pengalaman siswa berkaitan

       dengan materi yang akan diajarkan

      2 Guru menggali pengetahuan siswa berkaitan

       dengan materi yang akan diajarkan

      3 Guru melihat sejauh mana siswa sudah

       memahami materi yang sudah diajarkan

       4 Guru menjelaskan materi secara rinci

       5 Guru memberikan latihan soal

      6 Guru memfasilitasi siswa untuk  mengembangkan sikap jujur yang terkait dengan materi pembelajaran

      7 Guru menyatakan bahwa dalam setiap  pembelajaran terdapat nilai-nilai kemanusiaan untuk dipetik

      8 Guru memberi kesempatan siswa untuk

       berdiskusi dalam kelompok

      9 Guru mengajak siswa untuk saling membantu

       satu sama lain dalam pembelajaran

      10 Guru berusaha meyakinkan siswa tentang

       pentingnya bersikap jujur

      11 Guru mengajak siswa untuk sharing atas

       pengalaman saat diskusi

      12 Guru mengajak siswa untuk sharing atas  pengalaman saat membaca/melihat video tentang kejujuran

      13 Guru menegaskan kepada siswa pentingnya

       kerja sama

       14 Guru mengajak siswa untuk berefleksi Guru memberikan pertanyaan refleksi selama

       pembelajaran

      15 Guru mengajak siswa untuk membangun

       niat/tindakan berdasarkan hasil refleksi

       16 Guru memberikan pertanyaan aksi (tindakan)

      17 Guru mengingatkan kembali nilai-nilai  kemanusiaan yang sudah dipetik setelah pembelajaran berakhir

       18 Guru memberikan pekerjaan rumah

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      Lampiran 6 HASIL OBSERVASI KEGIATAN GURU

      Siklus 2 (Catatan Anekdotal)

      Nama Pengamat : Yustina Reni Swastika Tanggal dan Waktu Observasi : 16 dan 17 Februari 2012 Lama Observasi : 2 x 45 menit dan 1 x 45 menit Guru dan/atau peristiwa yang diamati : Ibu P. Weni Triana Kelas (semester) / subjek : Kelas XC (semester II)

      Guru mengawali pembelajaran dengan mengucap salam, kemudian memeriksa kesiapan belajar siswa. Guru berusaha membangkitkan motivasi belajar siswa dengan melakukan kegiatan konteks. Kegiatan konteks dilakukan dengan tanya jawab mengenai materi yang sudah dipelajari pada pembelajaran siklus I. Setelah memeriksa kesiapan siswa, guru kemudian melakukan pembelajaran pada tahap pengalaman. Secara umum guru mampu mengelola pembelajaran dengan menggunakan PPR sama seperti pada pembelajaran di siklus I dengan baik. Guru mampu mengajak siswa untuk mengaitkan hubungan antara materi dengan konteks pengalaman siswa, guru juga memberi kesempatan kepada siswa untuk berdiskusi. Melalui diskusi kelompok tersebut guru memfasilitasi siswa untuk mengembangkan nilai kerja sama (aspek compassion). Namun untuk mendukung hasil belajar siswa, pada siklus II ini guru lebih memperdalam materi dengan memberikan latihan soal. Berbeda dengan siklus I untuk mengembangkan aspek conscience, pada akhir pembelajaran guru memfasilitasi siswa dengan sebuah cerita. Cerita tersebut merupakan kisah nyata yang mengandung sebuah nilai kamanusiaan. Selain itu di akhir pembelajaran guru juga mengingatkan

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      Pada akhir pembelajaran guru memberikan pertanyaan refleksi dan aksi, pertanyaan refleksi dimaksudkan untuk mengajak siswa merefleksikan pengalaman belajarnya dan menemukan nilai-nilai yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan pertanyaan aksi dimaksudkan untuk mengajak siswa mewujudkan hasil refleksinya tersebut. Sebagai penutup pembelajaran, guru memberikan soal evaluasi yang digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa sesudah dilakukannya penelitian siklus kedua.

      Yogyakarta, 17 Februari 2012 Guru

      Observer (Paula Weni Triana, S.E) (Yustina Reni Swastika)

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      HASIL OBSERVASI KEGIATAN GURU (Siklus 2)

      Hari/tanggal : Kamis dan Jumat, 16 dan 17 Februari 2012 Waktu : 12.00 – 13.30 / 11.00 – 11.45 Mata Pelajaran : Ekonomi

      No Kegiatan Ya Tidak

      1 Guru menggali pengalaman siswa berkaitan

       dengan materi yang akan diajarkan

      2 Guru menggali pengetahuan siswa berkaitan

       dengan materi yang akan diajarkan

      3 Guru melihat sejauh mana siswa sudah

       memahami materi yang sudah diajarkan

       4 Guru menjelaskan materi secara rinci

       5 Guru memberikan latihan soal

      6 Guru memfasilitasi siswa untuk  mengembangkan sikap jujur yang terkait dengan materi pembelajaran

      7 Guru menyatakan bahwa dalam setiap  pembelajaran terdapat nilai-nilai kemanusiaan untuk dipetik

      8 Guru memberi kesempatan siswa untuk

       berdiskusi dalam kelompok

      9 Guru mengajak siswa untuk saling membantu

       satu sama lain dalam pembelajaran

      10 Guru berusaha meyakinkan siswa tentang

       pentingnya bersikap jujur

      11 Guru mengajak siswa untuk sharing atas

       pengalaman saat diskusi

      12 Guru mengajak siswa untuk sharing atas  pengalaman saat membaca/melihat video tentang kejujuran

      13 Guru menegaskan kepada siswa pentingnya

       kerjasama

       14 Guru mengajak siswa untuk berefleksi Guru memberikan pertanyaan refleksi selama

       pembelajaran

      15 Guru mengajak siswa untuk membangun

       niat/tindakan berdasarkan hasil refleksi

       16 Guru memberikan pertanyaan aksi (tindakan)

      17 Guru mengingatkan kembali nilai-nilai  kemanusiaan yang sudah dipetik setelah pembelajaran berakhir

       18 Guru memberikan pekerjaan rumah

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      Lampiran 7 LEMBAR OBSERVASI KEGIATAN SISWA

      (Catatan Anekdotal) Nama Pengamat : Tanggal dan Waktu Observasi : Lama Observasi : Guru dan/atau peristiwa yang diamati : Kelas (semester) / subjek :

      Yogyakarta, ....... Februari 2012 Guru

      Observer

      (.................................................) (............................................)

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      

    LEMBAR OBSERVASI KEGIATAN SISWA

    DALAM PROSES PEMBELAJARAN

    Hari/tanggal : Waktu : Mata Pelajaran :

    No Kegiatan Ya Tidak

      1 Siswa siap mengikuti pembelajaran

      2 Siswa menanggapi setiap pertanyaan guru

      3 Siswa aktif dalam diskusi

      4 Siswa memperhatikan penjelasan teman

      5 Siswa mencatat hal-hal penting saat pembelajaran berlangsung

      6 Siswa menanggapi pendapat teman yang sedang menjelaskan

      7 Siswa memperhatikan guru yang mengajar

      8 Siswa menanggapi pembahasan pembelajaran dengan baik

      9 Siswa mengajukan pertanyaan

      10 Siswa mengerjakan tugas yang diberikan dengan baik

      11 Siswa saling mengemukakan pendapat saat diskusi

      12 Siswa berusaha menjelaskan materi kepada teman di kelompok dengan serius

      13 Siswa mencermati isi video tentang kejujuran dengan serius

      14 Siswa membaca artikel tentang kejujuran dengan serius

      15 Siswa menanggapi/mengomentari isi video/artikel tentang kejujuran

      16 Siswa menuliskan hasil refleksinya dengan sungguh-sungguh

      17 Siswa menuliskan niat-niat/tindakan yang akan dilakukan dengan sungguh-sungguh

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      Lampiran 8 HASIL OBSERVASI KEGIATAN SISWA

      Pra Penelitian (Catatan Anekdotal)

      Nama Pengamat : Yustina Reni Swastika Tanggal Observasi : 2 Februari 2012 Lama Observasi : 90 menit Guru dan/atau peristiwa yang diamati : Perilaku Siswa Kelas XC Kelas (semester) / subjek : XC (semester II)

      Sebelum proses pembelajaran berlangsung, siswa terlebih dahulu menyiapkan diri untuk mengikuti pelajaran. Setelah mempersiapkan diri, siswa lalu menyimak penjelasan guru tentang materi yang diajarkan. Pada saat guru menjelaskan materi, ada beberapa siswa yang fokus untuk mendengarkan, namun ada pula siswa yang sibuk sendiri, misalnya terdapat siswa yang asyik berbicara dengan temannya, tidur-tiduran di meja, dan sebagainya. Pada pembelajaran ini siswa cenderung pasif. Mereka akan aktif jika ditunjuk oleh guru untuk menjawab pertanyaannya. Siswa yang menjawab pertanyaan guru pun hanya membaca jawabannya yang terdapat di buku, selanjutnya mereka akan ribut kembali. Di sini terlihat jelas bahwa siswa merasa jenuh dengan metode yang digunakan guru dalam pembelajaran. Pada pertengahan pembelajaran, guru memberikan soal latihan. Namun masih terdapat siswa yang tidak mau mengerjakan. Hal-hal tersebut menunjukkan bahwa siswa tidak memiliki hasrat dan minat untuk belajar.

      Yogyakarta, 02 Februari 2012 Guru

      Observer

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      6 Siswa memperhatikan guru yang mengajar

      9 Siswa mengerjakan tugas yang diberikan dengan baik  Banyak siswa yang bermalas-malasan dalam mengerjakan tugas yang diberikan guru

       Jarang terlihat siswa yang mengajukan pertanyaan

      8 Siswa mengajukan pertanyaan

       Tidak semua siswa menanggapi pembahasan pembelajaran

      7 Siswa menanggapi pembahasan pembelajaran dengan baik

       Hanya sebagian siswa saja yang memperhatikan penjelasan guru

      LEMBAR OBSERVASI KEGIATAN SISWA (Siklus I) Hari/tanggal : Kamis, 2 Februari 2012 Waktu : 12.00 – 13.30 Mata Pelajaran : Ekonomi

      No Kegiatan yang Diamati Ya Tidak Catatan

      5 Siswa menanggapi pendapat teman yang sedang menjelaskan

       Sebagian siswa yang duduk di deoan yang mencatat

      3 Siswa mencatat hal- hal penting saat pembelajaran berlangsung

      2 Siswa menjawab setiap pertanyaan guru  Hanya siswa yang ditunjuk yang menanggapi pertanyaan guru

       Ada beberapa siswa yang tidak siap mengikuti pembelajaran

      1 Siswa siap mengikuti pembelajaran

       Siswa cenderung berbicara sendiri saat teman yang lain sedang menjelaskan

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      Lampiran 9 HASIL OBSERVASI KEGIATAN SISWA

      Siklus 1 (Catatan Anekdotal)

      Nama Pengamat : Yustina Reni Swastika Tanggal Observasi : 9 dan 10 Februari 2012 Lama Observasi : 2 x 45 menit dan 1 x 45 menit Guru dan/atau peristiwa yang diamati : Perilaku Siswa Kelas XC Kelas (semester) / subjek : XC (semester II)

      Sebelum proses pembelajaran berlangsung, siswa terlebih dahulu menyiapkan diri untuk mengikuti pelajaran. Setelah mempersiapkan diri, siswa lalu menyimak penjelasan guru tentang materi yang diajarkan. Saat guru mengawali pembelajaran dengan melakukan konteks, siswa tampak menjawab pertanyaan guru dengan semangat. Pembelajaran di siklus pertama ini secara umum dapat berjalan dengan baik, siswa dapat mengikuti setiap kegiatan dengan baik. Hanya saja masih ada beberapa siswa yang memancing keramaian, sehingga membuat suasana kelas menjadi tidak kondusif. Keseriusan siswa dapat juga dilihat pada saat guru menayangkan video. Mereka tampak menyimak video tersebut dengan sungguh-sungguh. Ada beberapa siswa yang mengomentari tentang pelaku dalam video tersebut, namun tidak mamancing keributan dalam kelas. Selanjutnya pada tahap refleksi dan aksi, siswa dapat mengisi instrumen dengan sungguh-sungguh. Pada tahap evaluasi, mereka tampak enggan untuk mengerjakan soal post test, karena mereka merasa belum dapat memahami materi pelajaran.

      Yogyakarta, 02 Februari 2012 Guru

      Observer (Paula Weni Triana, S.E.) (Yustina Reni Swastika)

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      HASIL OBSERVASI SISWA (Siklus 1)

      Hari/tanggal : Kamis dan Jumat, 9 dan 10 Februari 2012 Waktu : 12.00 – 13.30/ 11.00 – 11.45 Mata Pelajaran : Ekonomi

      No Kegiatan Ya Tidak

      1 Guru menggali pengalaman siswa berkaitan

       dengan materi yang akan diajarkan

      2 Guru menggali pengetahuan siswa berkaitan

       dengan materi yang akan diajarkan

      3 Guru melihat sejauh mana siswa sudah

       memahami materi yang sudah diajarkan

       4 Guru menjelaskan materi secara rinci

       5 Guru memberikan latihan soal

      6 Guru memfasilitasi siswa untuk  mengembangkan sikap jujur yang terkait dengan materi pembelajaran

      7 Guru menyatakan bahwa dalam setiap

       pembelajaran terdapat nilai-nilai kemanusiaan untuk dipetik

      8 Guru memberi kesempatan siswa untuk

       berdiskusi dalam kelompok

      9 Guru mengajak siswa untuk saling membantu

       satu sama lain dalam pembelajaran

      10 Guru berusaha meyakinkan siswa tentang

       pentingnya bersikap jujur

      11 Guru mengajak siswa untuk sharing atas

       pengalaman saat diskusi

      12 Guru mengajak siswa untuk sharing atas  pengalaman saat membaca/melihat video tentang kejujuran

      13 Guru menegaskan kepada siswa pentingnya

       kerja sama

       14 Guru mengajak siswa untuk berefleksi Guru memberikan pertanyaan refleksi selama

       pembelajaran

      15 Guru mengajak siswa untuk membangun

       niat/tindakan berdasarkan hasil refleksi

       16 Guru memberikan pertanyaan aksi (tindakan)

      17 Guru mengingatkan kembali nilai-nilai  kemanusiaan yang sudah dipetik setelah pembelajaran berakhir

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      Lampiran 10 HASIL OBSERVASI KEGIATAN SISWA

      Siklus 2 (Catatan Anekdotal)

      Nama Pengamat : Yustina Reni Swastika Tanggal Observasi : 16 dan 17 Februari 2012 Lama Observasi : 2 x 45menit dan 1 x 45 menit Guru dan/atau peristiwa yang diamati : Perilaku Siswa Kelas XC Kelas (semester) / subjek : XC (semester II)

      Sebelum proses pembelajaran berlangsung, siswa terlebih dahulu menyiapkan diri untuk mengikuti pelajaran. Setelah mempersiapkan diri, siswa lalu menyimak penjelasan guru tentang materi yang diajarkan. Saat guru mengawali pembelajaran dengan melakukan konteks, siswa tampak menjawab pertanyaan guru yang diberikan secara lisan dengan baik. Pada tahap pengalaman, siswa dapat mengikuti setiap kegiatan dengan serius. Keseriusan siswa dapat dilihat pada saat guru mengajak siswa untuk bermain games yang dilombakan antar kelompok. Mereka tampak aktif dan kompak dalam berdiskusi dalam kelompok. Saat guru memberi sebuah cerita yang digunakan untuk mengembangkan aspek conscience, siswa dapat dengan sungguh-sungguh membaca cerita tersebut. Hampir tidak ada siswa yang membuat keributan. Keributan terjadi saat guru mengajak siswa untuk berefleksi dan mengerjakan soal evaluasi. Siswa merasa jenuh dengan instrumen-instrumen yang diberikan, karena dengan menggunakan pembelajaran PPR, sejak siklus I hingga berakhirnya siklus II banyak instrumen yang harus diisi dan dikerjakan oleh siswa.

      Yogyakarta, 17 Februari 2012 Guru

      Observer

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      HASIL OBSERVASI KEGIATAN SISWA (Siklus 2)

      Hari/tanggal : Kamis dan Jumat, 16 dan 17 Februari 2012 Waktu : 12.00 – 13.30/ 11.00 – 11.45 Mata Pelajaran : Ekonomi

      No Kegiatan Ya Tidak

       1 Siswa siap mengikuti pembelajaran

       2 Siswa menanggapi setiap pertanyaan guru

      3 Siswa mencatat hal-hal penting saat

       pembelajaran berlangsung

       4 Siswa memperhatikan guru yang mengajar

      5 Siswa menanggapi pembahasan pembelajaran

       dengan baik

       6 Siswa mengajukan pertanyaan

      7 Siswa mengerjakan tugas yang diberikan dengan

       baik

      8 Siswa mencermati isi cerita tentang kejujuran

       dengan serius

      9 Siswa menanggapi/mengomentari isi cerita

       tentang kejujuran

      10 Siswa menuliskan hasil refleksinya dengan

       sungguh-sungguh

      11 Siswa menuliskan niat-niat/tindakan yang akan

       dilakukan dengan sungguh-sungguh

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      Lampiran 11

    LEMBAR OBSERVASI KEGIATAN KELAS/KELOMPOK

    (Catatan Anekdotal)

      Nama Pengamat : Tanggal dan Waktu Observasi : Lama Observasi : Guru dan/atau peristiwa yang diamati : Kelas (semester) / subjek :

      Yogyakarta, ....... Februari 2012 Guru

      Observer (.................................................) (............................................)

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      LEMBAR OBSERVASI KEGIATAN KELAS/KELOMPOK DALAM PROSES PEMBELAJARAN

      Hari/tanggal : Waktu : Mata Pelajaran :

      No. Kegiatan yang Diamati Ya Tidak

      1 Kondisi kelas nyaman dan mendukung kegiatan belajar mengajar

      2 Suasana kelas kondusif dalam proses pembelajaran

      3 Buku panduan materi dimiliki semua siswa

      4 Siswa membuat kegaduhan

      5 Ada kegiatan pembelajaran yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai kemanusiaan dalam diri siswa

      6 Banyak siswa yang bertanya jika ada materi yang belum dimengerti

      7 Siswa aktif dalam diskusi

      8 Siswa memperhatikan penjelasan teman

      9 Siswa menanggapi pendapat teman kelompok yang sedang menjelaskan

      10 Siswa saling mengemukakan pendapat saat diskusi

      11 Siswa berusaha menjelaskan materi kepada teman di kelompok dengan serius

      12 Kelompok dapat bekerjasama dengan baik

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      Lampiran 12 HASIL OBSERVASI KEGIATAN KELAS / KELOMPOK

      Pra Penelitian (Catatan Anekdotal) Nama Pengamat : Yustina Reni Swastika Tanggal Observasi : 2 Februari 2012 Lama Observasi : 90 menit Guru dan/atau peristiwa yang diamati : Kondisi Kelas XC Kelas (semester) / subjek : XC (Semester II) Secara fisik ruang kelas XC cukup baik untuk kegiatan belajar mengajar.

      Ruang kelas yang luas, ventilasi yang memadai, serta pencahayaan yang cukup dapat mendukung proses pembelajaran. Di dalam kelas XC, terdapat papan tulis/whiteboard, almari kecil untuk menyimpan handphone siswa saat kegiatan belajar mengajar berlangsung, 1 meja guru, 17 meja siswa, 1 kursi guru, dan 34 kursi siswa. Pada saat peneliti melakukan observasi, ada 2 siswa yang tidak hadir, sehingga siswa yang mengikuti pembelajaran pada hari itu berjumlah 32 siswa.

      Suasana kelas pada awalnya sudah kondusif, hal ini terlihat pada kesiapan siswa saat akan mengikuti pembelajaran. Terlihat semua siswa membawa buku modul ekonomi sebagai panduan belajar mereka. Hanya saja metode yang digunakan guru kurang bervariasi. Selain itu juga guru hanya berdiri di depan saat menjelaskan, dan tidak ada metode lain yang digunakan oleh guru selain ceramah. Kejenuhan siswa dalam proses pembelajaran tersebut menimbulkan kegaduhan di kelas XC. Mereka memilih untuk berbicara sendiri dengan temannya daripada mendengarkan penjelasan guru. Namun, dalam kondisi ini peneliti melihat bahwa guru tidak dapat menegur siswa yang ribut secara tegas.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      dengan memberi pertanyaan kepada siswa yang ribut, namun setelah siswa tersebut menjawab pertanyaan guru, siswa tersebut kembali ribut lagi. Dapat disimpulkan bahwa guru kurang dapat mengelola kelas dengan baik.

      Yogyakarta, 02 Februari 2012 Guru

      Observer (Paula Weni Triana, S.E) (Yustina Reni Swastika)

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      HASIL OBSERVASI KEGIATAN KELAS (Pra Penelitian)

      Hari/tanggal : Kamis, 2 Februari 2012 Waktu : 12.00 – 13.30 Mata Pelajaran : Ekonomi

      No. Kegiatan yang Diamati Ya Tidak Catatan

      1 Kondisi kelas nyaman dan Ruang kelas

       mendukung kegiatan belajar yang nyaman mengajar

      2 Suasana kelas kondusif dalam Kelas proses pembelajaran kondusif hanya pada

       awal pembelajaran saja

      3 Buku panduan materi dimiliki Semua siswa semua siswa memiliki

       buku modul ekonomi

      4 Siswa membuat kegaduhan Pada saat guru

       menjelaskan materi

      5 Ada kegiatan pembelajaran yang Terlihat guru bertujuan untuk menanamkan hanya

       nilai-nilai kemanusiaan dalam ceramah dan diri siswa berdiri di depan saja

      6 Banyak siswa yang bertanya Jarang jika ada materi yang belum terlihat siswa

       dimengerti yang aktif bertanya

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      Lampiran 13 HASIL OBSERVASI KEGIATAN KELAS / KELOMPOK

      Siklus 1 (Catatan Anekdotal) Nama Pengamat : Yustina Reni Swastika Tanggal Observasi : 9 dan 10 Februari 2012 Lama Observasi : 2 x 45 menit dan 1 x 45 menit Guru dan/atau peristiwa yang diamati : Kegiatan Siswa Dalam Kelompok Kelas (semester) / subjek : XC (Semester II)

      Pada siklus I diskusi kelompok dirancang dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. Siswa dibagi kelompok oleh guru, dan kelompok tersebut disebut kelompok asal. Kemudian setiap siswa mendapat satu kartu dengan warna yang berbeda-beda yang masing-masing berisi soal-soal tentang pendapatan nasional. Siswa yang mendapat warna yang sama berkumpul menjadi satu, dan kemudian disebut kelompok ahli. Dalam kelompok ahli siswa cenderung mengerjakan soal diskusi tersebut sendiri-sendiri tanpa didiskusikan terlebih dahulu dengan teman kelompoknya. Saat kembali pada kelompok asal, dan setiap siswa bertanggung jawab untuk menjelaskan hasil diskusinya pada teman sekelompok asalnya, hanya beberapa siswa yang terlihat sungguh-sungguh melaksanakan tanggung jawabnya. Sementara siswa yang lain cenderung ngobrol dan sibuk sendiri.

      Yogyakarta, 10 Februari 2012 Guru

      Observer (Paula Weni Triana, S.E) (Yustina Reni Swastika)

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      HASIL OBSERVASI KEGIATAN KELOMPOK (Siklus 1)

      Hari/tanggal : Kamis dan Jumat, 9 dan 10 Februari 2012 Waktu : 12.00 – 13.30/ 11.00 – 11.45 Mata Pelajaran : Ekonomi

      No Kegiatan Ya Tidak

       1 Siswa aktif dalam diskusi

       2 Siswa memperhatikan penjelasan teman

      3 Siswa menanggapi pendapat teman

       kelompok yang sedang menjelaskan

      4 Siswa saling mengemukakan pendapat saat

       diskusi

      5 Siswa berusaha menjelaskan materi kepada

       teman di kelompok dengan serius

       6 Kelompok dapat bekerjasama dengan baik

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      Lampiran 14 HASIL OBSERVASI KEGIATAN KELAS / KELOMPOK

      Siklus 2 (Catatan Anekdotal) Nama Pengamat : Yustina Reni Swastika Tanggal Observasi : 16 dan 17 Februari 2012 Lama Observasi : 2 x 45 menit dan 1 x 45 menit Guru dan/atau peristiwa yang diamati : Kegiatan Siswa Dalam Kelompok Kelas (semester) / subjek : XC (Semester II)

      Dalam diskusi kelompok ini, setiap kelompok terlihat aktif dalam mengerjakan tugas. Terlihat ada beberapa kelompok dapat bekerjasama dengan baik. Mereka saling berbagi pendapat dan saling membantu satu sama lain. Keaktifan kelompok ini diduga disebabkan karena tugas yang harus mereka selesaikan berupa games dan dilombakan antar kelompok, sehingga motivasi mereka terlihat lebih meningkat dibandingkan dengan pemebelajaran sebelumnya.

      Yogyakarta, 17 Februari 2012 Guru

      Observer (Paula Weni Triana, S.E) (Yustina Reni Swastika)

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      HASIL OBSERVASI KEGIATAN KELOMPOK (Siklus 2)

      Hari/tanggal : Kamis dan Jumat, 16 dan 17 Februari 2012 Waktu : 12.00 – 13.30/ 11.00 – 11.45 Mata Pelajaran : Ekonomi

      No Kegiatan Ya Tidak

       1 Siswa aktif dalam diskusi

       2 Siswa memperhatikan penjelasan teman

      3 Siswa menanggapi pendapat teman

       kelompok yang sedang menjelaskan

      4 Siswa saling mengemukakan pendapat saat

       diskusi

      5 Siswa berusaha menjelaskan materi kepada

       teman di kelompok dengan serius

       6 Kelompok dapat bekerjasama dengan baik

      Lampiran 15

      d. Membayar bunga utang pemerintah

      b. Pesantren

      c. Rumah sakit

      d. Hutan lindung

      e. Rumah dinas pegawai negeri

      7. Yang tidak termasuk dana transfer payment adalah .....

      a. Pembayaran dana pensiun

      b. Subsidi untuk penganggur

      c. Tunjangan para veteran

      e. Membayar gaji/upah pegawai

      6. Di bawah ini merupakan objek pajak yang tidak dikenakan pajak bumi dan bangunan, kecuali .....

      8. Pendapatan Nasional suatu negara dihitung berdasarkan … a. jumlah penduduk selama satu tahun

      b. jumlah produksi barang dan jasa selama satu tahun c. jumlah investasi di luar negeri selama satu tahun d. jumlah investasi asing didalam negeri selama satu tahun e. jumlah tabungan masyarakat selama satu tahun

      9. Rumus menghitung Pendapatan Nasional Neto adalah .....

      a. NNI = NNP – pajak langsung b. NNI = NNP + pajak langsung.

      c. NNI = NNP – pajak tidak langsung

      d. NNP = NNI – pajak tidak langsung

      e. NNP = NNI + pajak langsung

      10. Pendapatan nasional neto dikurangi jaminan sosial, laba ditahan, dan pajak laba perusahaan ditambah pembayaran pindahan, merupakan rumus untuk menghitung .....

      a. Disposible income

      a. Perumahan diplomat

      e. Kemakmuran ekonomi

       Nama : ___________________ No. Absen : ___________________

    Soal Pre-test

      a. Investasi sebagai sector produksi bertambah

      

    (SIKLUS I)

    Berilah tanda silang (X) pada jawaban yang menurut anda benar!

      1. Pengertian pendapatan nasional yang benar adalah… a. jumlah seluruh pendapatan Negara dikurangi dengan jumlah seluruh pengeluaran b. jumlah pendapatan yang diterima oleh pemilik faktor produksi yang digunakan untuk memproduksi barang dan jasa dalam suatu tahun tertentu c. sisa GNP setelah dikurangi penyusutan dan penggantian barang-barang modal d. jumlah nilai barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat dalam jangka waktu satu tahun e. jumlah hasil ekspor selama 1 tahun setelah dikurangi impor

      2. Produk nasional neto dikurangi dengan pajak tidak langsung adalah...

      a. National product

      b. Disposible income

      c. Personal income

      d. Gross national product

      e. National income 3. GDP (Gross Domestic Product) akan naik bila ....

      b. Besarnya barang dan jasa di luar negeri

      a. Kemakmuran suatu bangsa

      c. Volume uang yang beredar bertambah

      d. Penerimaan negara dalam APBN bertambah

      e. Laju inflasi berkurang 4. Pendapatan yang dibelanjakan adalah .....

      a. NNP dikurangi pajak keuntungan perusahaan

      b. GNP dikurangi penyusutan barang modal

      c. Pendapatan perseorangan dan rumah tangga dikurangi pajak perseorangan dan rumah tangga

      d. NNP dikurangi pajak tidak langsung

      e. NNP ditambah transfer payment

      5. Produk Nasional Bruto pada hakikatnya merupakan ukuran .....

      b. Pendapatan bersih

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      Lampiran 16

      

    Soal Pre-test

    (SIKLUS II)

      Diketahui data-data keuangan suatu negara sebagai berikut:

       GDP /PDB Rp 95 Triliun

      Penyusutan Barang Modal Rp 5 Triliun

        Pajak Tidak Langsung Rp 9 Triliun  Transfer Payment Rp 12 Triliun  Pajak Perusahaan Rp. 8 Triliun  Laba Ditahan Rp 3 Triliun  Pembayaran Neto Ke Luar Negeri Rp 10 Triliun  Jaminan Sosial Rp 6 Triliun  Pendapatan Neto Dari Luar Negeri Rp 15 Triliun  Pajak Langsung Rp 14 Triliun

      Dari data diatas hitunglah:

      a. GNP/PNB

      b. NNP

      c. NNI

      d. PI

      e. DI

      Nama : ___________________ Lampiran 17

      a. GNP > NNP < NNI < PI

      e. Barang yang hanya berasal dari Indonesia saja

      6. Upaya untuk mengurangi ketimpangan distribusi pendapatan nasional dapat dilakukan dengan ......

      e. Pajak progresif dan jaringan pengaman sosial

      7. Pembayaran untuk kesejahteraan atau tunjangan lain, seperti kompensasi untuk pengangguran, jaminan sosial, dan asuransi kesehatan yang diperuntukkan bagi individu yang diatur oleh negara termasuk dalam .....

      a. Nasional income

      b. Transfer payment

      c. Nasional product

      d. Interest

      e. Income payment

      8. Dari pernyataan di bawah ini yang benar adalah.....

      b. GNP > NNP > NNI > PI

      a. Perdagangan atas barang-barang black market

      c. GNP < NNP > NNI > PI

      d. GNP > NNP < NNI > PI

      e. GNP > NNP > NNI > PI

      9. Pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi merupakan pengertian dari ....

      a. Pendapatan nasional neto

      b. Pendapatan perseorangan

      c. Produk nasional neto

      d. Pendapatan disposible e.

      Pendapatan produksi

      10. Rumus penghitungan untuk mendapatkan personal income adalah .....

      a. PI = NNI – pajak perusahaan – laba ditahan – jaminan soaial + transfer payment b. PI = NNI – pajak perusahaan – laba ditahan + jaminan soaial + transfer payment c. PI = NNI – pajak perusahaan + laba ditahan + jaminan soaial + transfer payment d. PI = NNI + pajak perusahaan – laba ditahan – jaminan soaial + transfer payment

      b. Nilai barang dan jasa yang diberikan ibu rumah tangga c. Barang yang diproduksi perusahaan di Indonesia yang berlokasi di luar negeri d. Barang dan jasa yang merupakan hadiah

      5. Transaksi berikut yang termasuk perbedaan perlakuan dalam penghitungan PNB dan PDB adalah ......

       No. Absen : ___________________

    Soal Post-test

    (SIKLUS I)

      c. NNP = GDP – Replacement

      Berilah tanda silang (X) pada jawaban yang menurut anda benar!

      1. Mengukur laju pembangunan dan perkembangan tingkat kesejahteraan suatu negara dari waktu ke waktu merupakan indikator dari ....

      a. Pendapatan per capita

      b. Personal income

      c. Pendapatan nasional

      d. Pendapatan daerah

      e. Pendapatan rendah

      2. Rumus menghitung Produk Nasional Neto adalah.....

      a. NNI = NNP – pajak langsung

      b. NNP = NNI – pajak langsung

      d. NNP = GNP - Replacement

      e. Pajak personal

      e. GNP = NNP - GDP 3. Besarnya GDP dapat diperoleh dengan cara .....

      a. GNP – pembayaran neto ke luar negeri

      b. GNP + pendapatan neto dari luar negeri

      c. GNP + penyusutan barang modal

      d. GNP – pendapatan neto dari luar negeri

      e. GNP – penyusutan barang modal

      4. Disposable income adalah selisih penghitungan antara personal income dan .....

      a. Transfer payment

      b. Depresiasi barang modal

      c. Pajak tidak langsung

      d. Utang

      

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      Lampiran 18

      

    Soal Post-test

    (SIKLUS II)

      Diketahui data-data keuangan suatu negara sebagai berikut:

       GDP/PDB Rp 100 Triliun  Penyusutan Barang Modal Rp 4 Triliun  Pajak Tidak Langsung Rp 8 Triliun  Transfer Payment Rp 15 Triliun

      Pajak Perusahaan Rp. 6 Triliun

        Laba Ditahan Rp 2 Triliun  Pembayaran Neto Ke Luar Negeri Rp 25 Triliun  Jaminan Sosial Rp 5 Triliun  Pendapatan Neto Dari Luar Negeri Rp 11 Triliun  Pajak Langsung Rp 10 Triliun

      Dari data diatas hitunglah :

      a. GNP/PNB

      b. NNP

      c. NNI

      d. PI

      e. DI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      40 Meningkat

      26

      30 Tidak Meningkat

      40

      25

      40 Meningkat

      20

      24

      50 Meningkat

      10

      23

      30

      20 Tidak Meningkat

      22

      30 Tidak Meningkat

      40

      21

      30 Tetap

      30

      20

      30 Tidak Meningkat

      50

      19

      30

      27

      30

      30

      30 Meningkat

      20

      34

      10 Tidak Meningkat

      30

      33

      30 Tetap

      30

      32

      50 Meningkat

      31

      40

      40 Meningkat

      10

      30

      10 Tidak Meningkat

      20

      29

      20 Tidak Meningkat

      40

      28

      40 Tetap

      10 Tidak Meningkat

      Lampiran 19

      

    HASIL PRE TEST DAN POST TEST SIKLUS I

    No.

      30 Meningkat

      8

      70 Meningkat

      40

      7

      50 Meningkat

      10

      6

      20 Tidak Meningkat

      30

      5

      20

      30 Tidak Meningkat

      4

      20 Tidak Meningkat

      30

      3

      50 Tetap

      50

      2

      60 Meningkat

      1

      SIKLUS I Responden PRETEST POSTEST Keterangan

      40

      9

      50 Meningkat

      14

      40

      17

      60 Meningkat

      30

      16

      70 Meningkat

      20

      15

      20 Tetap

      20

      40 Tidak Meningkat

      30

      13

      30 Meningkat

      12

      30 Tetap

      30

      11

      20 Tetap

      20

      10

      50 Meningkat

      18

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      22

      67 Meningkat

      60

      24

      93 Meningkat

      67

      23

      47 Meningkat

      27

      53 Meningkat

      53

      21

      73 Meningkat

      60

      20

      20 Meningkat

      19

      80 Meningkat

      60

      18

      25

      73 Meningkat 26 100 100 Tetap

      17

      43 Meningkat

      27 Meningkat

      7

      34

      33 80 100 Meningkat

      20 Meningkat

      32

      60 Meningkat

      43

      31

      27

      27

      30

      73 Meningkat

      27

      29

      60 Meningkat

      27

      28

      53 Meningkat

      13

      43 Meningkat

      Lampiran 20

      

    HASIL PRE TEST DAN POST TEST SIKLUS II

    No.

      4

      7

      67 Meningkat

      60

      6

      93 Meningkat

      67

      5

      73 Meningkat

      53

      80 Meningkat

      53 Tidak Meningkat

      60

      3

      33 Meningkat

      7

      2

      73 Meningkat

      60

      1

      SIKLUS II Responden PRETEST POSTEST Keterangan

      60

      8

      13

      13

      16

      73 Tidak Meningkat

      80

      15

      33 Meningkat

      7

      14

      20 Tidak Meningkat

      33

      27 Meningkat

      27

      13

      12

      11 80 100 Meningkat

      33 Meningkat

      7

      10

      40 Meningkat

      9

      60 Meningkat

      33 Meningkat

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      Lampiran 21

      

    REFLEKSI SIKLUS I :

      1) Apa yang kalian rasakan dalam berdiskusi kelompok? 2) Nilai apa yang dapat kalian petik dari diskusi kelompok tadi? 3) Apa keuntunganmu jika memiliki kebersamaan dalam kerja sama? 4) Apakah manfaat yang dapat kita rasakan jika kita berbuat jujur?

      AKSI :

      1) Setelah kalian menyadari pentingnya kerjasama dalam kelompok, niat/tindakan apa yang akan dilakukan dalam hidup kalian sehari-hari? 2) Setelah kalian tahu tentang pentingnya kejujuran/ bersikap jujur, tindakan/niat apa yang akan dilakukan selanjutnya dalam hidup kalian sehari-hari?

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      Lampiran 22

      

    REFLEKSI SIKLUS II :

      1) Apa yang kalian rasakan dalam menyusun rumusan dan mengerjakan soal latihan tentang Pendapatan Nasional secara berkelompok? 2) Apa manfaat yang dapat kita peroleh jika kita bisa bekerja sama dengan teman dalam menyelesaikan suatu pekerjaan? 3) Apakah menurutmu kejujuran itu penting untuk dimiliki setiap orang?

      Jelaskan alasanmu!

      AKSI :

      1) Setelah kalian menyadari pentingnya kerjasama dalam kelompok, niat/tindakan apa yang akan dilakukan dalam hidup kalian sehari-hari? 2) Setelah kalian tahu tentang pentingnya kejujuran/ bersikap jujur, tindakan/niat apa yang akan dilakukan selanjutnya dalam hidup kalian sehari-hari?

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      Lampiran 23

      

    Isi Cerita Dalam Video

      1. Video Pertama

      Dalam video ini menceritakan bahwa ada seorang laki-laki yang sedang menjaga kotak amal untuk membantu musibah bencana alam. Suatu saat ada seseorang yang datang dan memberikan sebuah amplop yang berisikan uang untuk disumbangkan dalam kotak amal tersebut. Karena penasaran dengan isi dalam amplop itu, maka si penjaga kotak amal tadi membukannya dan ternyata isi dalam amplop itu adalah uang dalam jumlah yang besar. Si penjaga itu tergoda untuk mengambil sebagian dari uang tersebut, namun ketika ia mencoba untuk memasukkan uang ke dalam sakunya, ia melihat sebuah berita di koran yang ada di meja samping kotak amal itu. Dalam koran itu tertuliskan berita dengan judul yang besar, yang mengatakan bahwa “Gayus Siap Di Gantung”. Kita tahu bahwa Gayus adalah seorang koruptor yang terkenal bahkan mempunyai julukan tersendiri untuknya yaitu “Mafia Pajak Kelas Kakap”. Melihat berita tentang Gayus di koran itu, si penjaga tadi merasa takut dan akhirnya mengembalikan uang yang ada disakunya ke amplop tadi.

      2. Video Kedua

      Video kedua ini menceritakan ada seorang anak kecil kurang lebih berumur 8 tahun yang sudah lama mendambakan sebuah hamburger. Namun ia berasal dari keluarga yang kurang mampu.

      Ibunya hanya seorang tukang cuci baju panggilan, sedangkan ayahnya tidak tahu kemana. Si anak tersebut juga tidak sekolah, namun ia membantu ibunya untuk mencari uang dengan menjual koran- koran di pinggir jalan. Suatu pagi ketika anak itu akan pergi menjualkan korannya, ia melihat di koran yang siap dijualnya, bahwa ada sebuah makanan hamburger yang menggiurkan. Anak itu hanya terdiam sambil memandangi gambar hamburger dalam koran itu. Sang Ibu yang mengetahui hal itu mendekati si anak dan mencoba memberikan motivasi bahwa Tuhan akan mendengarkan doamu jika

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      kamu juga mau bekerja keras. Akhirnya si anak itu termotivasi dan ia beranjak dari rumahnya untuk bekerja.

      Setelah lama ia menjajakan korannya di pinggir jalan, ia akhirnya berniat untuk pulang. Ketika ia sedang berjalan ke rumahnya, ia merasa lelah dan memutuskan untuk istirahat sejenak. Ketika ia sedang istirahat, tiba-tiba ia melihat sebuah dompet yang ada di tengah jalan. Ia melihat kanan kiri dan disekitarnya tidak ada orang, akhirnya ia mengambil dompet itu. Ia tergoda untuk mengambil uang dalam dompet itu karena kebetulan di depan tempat ia istirahat tadi ada toko makanan hamburger yang selama ini ia inginkan. Namun ia teringat akan nasehat Ibunya bahwa kita harus selalu berbuat jujur. Akhirnya si anak tadi mencoba mencari alamat pemilik dompet itu. Ketika menemukan alamat rumah pemilik dompet, ternyata si pemilik dompet sedang berada di halaman rumahnya. Dan akhirnya si anak tadi mengembalikan dompet itu. Tak lama kemudian si pemilik dompet mengajak si anak ke sebuah toko hamburger dan membelikannya untuk anak tersebut. Si anak tadi sangat senang sekali karena Doa dan kejujurannya mendatangkan keuntungan yang selama ini ia inginkan.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      Lampiran 24

      

    Dua M anusia Super Di Pinggir Jalan

      Kejujuran sebuah kata yang sangat sederhana tapi sekarang menjadi barang langka dan sangat mahal harganya. Memang ketika kita merasa senang dan segalanya berjalan lancar, mengamalkan kejujuran secara konsisten tidaklah sulit, tetapi pada saat sebuah nilai kejujuran yang kita pegang berbenturan dengan perasaan, kita mulai tergoncang apakah tetap memegangnya, atau kita biarkan tergilas oleh keadaan. Sebuah kisah kejujuran yang sangat menyentuh hati, dua orang anak kecil menjajakan tisu di pinggir jalan. Membuat kita mesti belajar banyak tentang arti sebuah kejujuran .

      Siang ini, tanpa sengaja, saya bertemu dua manusia super. Mereka makhluk-makhluk kecil, kurus, kumal berbasuh keringat. Tepatnya di atas jembatan penyeberangan Setia Budi, dua sosok kecil berumur kira-kira delapan tahun menjajakan tissue dengan wadah kantong plastik hitam. Saat menyeberang untuk makan siang mereka menawari saya tissue di ujung jembatan, dengan keangkuhan khas penduduk Jakarta saya hanya mengangkat tangan lebar-lebar tanpa tersenyum yang dibalas dengan sopannya oleh mereka dengan ucapan, “Terima kasih Oom!” Saya masih tak menyadari kemuliaan mereka dan cuma mulai membuka sedikit senyum seraya mengangguk ke arah mereka.

      Kaki-kaki kecil mereka menjelajah lajur lain di atas jembatan, menyapa seorang laki- laki lain dengan tetap berpolah seorang anak kecil yang penuh keceriaan, laki-laki itu pun menolak dengan gaya yang sama dengan saya, lagi-lagi sayup-sayup saya mendengar ucapan terima kasih dari mulut kecil mereka. Kantong hitam tempat stok tissue dagangan mereka tetap teronggok di sudut jembatan tertabrak derai angin Jakarta. Saya melewatinya dengan lirikan kearah dalam kantong itu, dua pertiga terisi tissue putih berbalut plastik transparan.

      Setengah jam kemudian saya melewati tempat yang sama dan mendapati mereka tengah mendapatkan pembeli seorang wanita, senyum di wajah mereka terlihat berkembang seolah memecah mendung yang sedang menggayuti langit Jakarta. “Terima kasih ya mbak … semuanya dua ribu lima ratus rupiah!” tukas mereka, tak lama si wanita merogoh tasnya dan mengeluarkan uang sejumlah sepuluh ribu rupiah.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      yang tengah mengamati mereka bertiga pada jarak empat meter. “Oom boleh tukar uang nggak, receh sepuluh ribuan?” suaranya mengingatkan kepada anak lelaki saya yang seusia mereka. Sedikit terhenyak saya merogoh saku celana dan hanya menemukan uang sisa kembalian food court sebesar empat ribu rupiah. “Nggak punya!”, tukas saya. Lalu tak lama si wanita berkata “Ambil saja kembaliannya, dik!” sambil berbalik badan dan meneruskan langkahnya ke arah ujung sebelah timur.

      Anak ini terkesiap, ia menyambar uang empat ribuan saya dan menukarnya dengan uang sepuluh ribuan tersebut dan meletakkannya kegenggaman saya yang masih tetap berhenti, lalu ia mengejar wanita tersebut untuk memberikan uang empat ribu rupiah tadi. Si wanita kaget, setengah berteriak ia bilang “Sudah buat kamu saja, nggak apa-.apa ambil saja!”, namun mereka berkeras mengembalikan uang tersebut. “Maaf mbak, cuma ada empat ribu, nanti kalau lewat sini lagi saya kembalikan !” Akhirnya uang itu diterima si wanita karena si kecil pergi meninggalkannya. Tinggallah episode saya dan mereka. Uang sepuluh ribu digenggaman saya tentu bukan sepenuhnya milik saya. Mereka menghampiri saya dan berujar “Om, bisa tunggu ya, saya ke bawah dulu untuk tukar uang ke tukang ojek!” “Eeh … nggak usah … nggak usah … biar aja … nih!” saya kasih uang itu ke si kecil, ia menerimanya, tapi terus berlari ke bawah jembatan menuruni tangga yang cukup curam menuju ke kumpulan tukang ojek. Saya hendak meneruskan langkah tapi dihentikan oleh anak yang satunya, “Nanti dulu Om, biar ditukar dulu

      … sebentar.”

      “Nggak apa apa, itu buat kalian” lanjut saya. “Jangan … jangan oom, itu uang oom sama mbak yang tadi juga” anak itu bersikeras. “Sudah … saya ikhlas, mbak tadi juga pasti ikhlas !”, saya berusaha menghargai, namun ia menghalangi saya sejenak dan berlari ke ujung jembatan berteriak memanggil temannya untuk segera cepat. Secepat kilat juga ia meraih kantong plastik hitamnya dan berlari ke arah saya. “Ini deh om, kalau kelamaan, maaf ..”. Ia memberi saya delapan pack tissue. “Buat apa?”, saya terbengong “Habis teman saya lama sih oom, maaf, tukar pakai tissue aja dulu”. Walau dikembalikan ia tetap menolak. Saya tatap wajahnya, perasaan bersalah muncul pada rona mukanya. Saya kalah set, ia tetap kukuh menutup rapat tas plastik hitam tissuenya. Beberapa saat saya mematung di sana, sampai si kecil telah kembali dengan genggaman uang receh sepuluh ribu, dan mengambil tissue dari tangan saya serta memberikan uang empat ribu rupiah. “Terima kasih Om!”..mereka kembali ke ujung jembatan sambil sayup sayup terdengar percakapan, “Duit mbak tadi gimana ..?” suara kecil yang lain menyahut, “Lu hafal kan orangnya, kali aja ketemu lagi ntar kita kasihin …….”.

      Percakapan itu sayup sayup menghilang, saya terhenyak dan kembali ke kantor dengan seribu perasaan. Tuhan, hari ini saya belajar dari dua manusia super, kekuatan kepribadian mereka menaklukan Jakarta membuat saya trenyuh, mereka berbalut baju lusuh tapi hati dan kemuliaannya sehalus sutra, mereka tahu hak mereka dan hak orang lain, mereka berusaha tak meminta minta dengan berdagang tissue.

      Dua anak kecil yang bahkan belum balig, memiliki kemuliaan di umur mereka yang begitu belia. Kejujuran adalah mata uang yang berlaku dimana-mana. Apa yang bukan milik kita, pantang untuk kita ambil.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      Lampiran 25

      KARTU SOAL DISKUSI DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW Untuk Pembelajaran Siklus I

       Jelaskan apa itu Gross National Product (GNP)!  Bagaimana rumus untuk menghitung

      GNP?  Jelaskan apa itu Produk Domestik Bruto (PDB)!  Bagaimana landasan pengukuran

      PDB?  Jelaskan apa itu Net National Product (NNP)!  Bagaimana rumus untuk menghitung

      NNP?  Jelaskan apa itu Net National Income (NNI)!  Bagaimana rumus untuk menghitung

      NNI?  Jelaskan apa itu Personal Income (PI)!  Bagaimana rumus untuk menghitung

      PI?  Jelaskan apa itu Disposable Income (DI)!  Bagaimana rumus untuk menghitung

      DI?

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      Lampiran 26

      

    Games Diskusi Siklus II

      Diketahui data-data keuangan suatu negara sebagai berikut:

       GDP /PDB Rp 95 Triliun  Penyusutan Barang Modal Rp 5 Triliun  Pajak Tidak Langsung Rp 9 Triliun  Transfer Payment Rp 12 Triliun  Pajak Perusahaan Rp. 8 Triliun  Laba Ditahan Rp 3 Triliun

      Pembayaran Neto Ke Luar Negeri Rp 10 Triliun

        Jaminan Sosial Rp 6 Triliun  Pendapatan Neto Dari Luar Negeri Rp 15 Triliun

      Pajak Langsung Rp 14 Triliun

       Dari data diatas hitunglah:

      a. GNP/PNB

      d. PI

      b. NNP

      e. DI

      c. NNI

      Keterangan :

       Pastikan kertas berwarna berjumlah 15  Susunlah rumus Pendapatan Nasional secara urut dan benar berdasarkan data yang tersedia (tanpa melihat buku) dalam waktu 15 menit.

       Hitunglah GNP, NNP, NNI, PI, dan DI dan tulislah jawabannya pada tempat yang tersedia  Laporkan hasil pekerjaan kelompok kepada guru jika dirasa sudah benar  Kelompok yang dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan benar dan tercepat, maka akan jadi pemenang  Koordinator kelompok memastikan setiap anggotanya bisa mengerjakan soal tersebut

    • Selamat Berkompitisi*

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      Media Games Siklus II Menyusun Rumus Pendapatan Nasional

    PERHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL

      Produk Nasional Bruto (PNB)/Gross National Product (GNP) Produk Domestik Bruto (PDB)/Gross Domestic Product (GDP) Pendapatan Nasional Neto/Net National Income (NNI)

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      Produk Nasional Neto/Net National Product (NNP) Pendapatan Perseorangan/Personal Income (PI) Pendapatan yang dapat Dibelanjakan/Disposable Income (DI) Pajak Langsung

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      Pajak Tidak Langsung Pajak Perusahaan Jaminan Sosial

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      Transfer Payment Laba Ditahan

      Penyusutan Barang-barang Modal Pembayaran Neto Ke Luar Negeri Pendapatan Neto Dari Luar Negeri

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      Lampiran 27

      Lembar Kerj a Siswa (Siklus I I )

      1. Untuk lebih mendalami tentang konsep-konsep pendapatan nasional diatas, silahkan kerjakan soal dibawah ini: Diketahui data-data keuangan suatu negara sebagai berikut:

      GDP Rp 120 Triliun

    • Penyusutan Barang-Barang Modal Rp 5 Triliun
    • Pajak Tidak Langsung Rp 10 Triliun
    • Transfer Payment Rp 20 Triliun
    • Pajak Perusahaan Rp. 8 Triliun - Laba Ditahan Rp 2 Triliun
    • Pembayaran Neto Ke Luar Negeri Rp 30 Triliun
    • Jaminan Sosial Rp 5 Triliun
    • Pendapatan Neto Dari Luar Negeri Rp 10 Triliun
    • Pajak Langsung Rp 9 Triliun
    • Dari data diatas hitunglah :

      a. GNP

      b. NNP

      c. NNI

      d. PI

      e. DI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      Kunci Jawaban Soal Diskusi : Berikut adalah pembahasan soal diatas secara keseluruhan : GDP Rp 120 Triliun Pendapatan Neto Dari Luar Negeri Rp 10 Triliun Pembayaran Neto Ke Luar Negeri (Rp 30 Triliun) GNP Rp 100 Triliun Penyusutan (Rp 5 Triliun) NNP Rp 95 Triliun Pajak tidak langsung (Rp 10 Triliun) NNI Rp 85 Triliun pajak perusahaan (Rp 8 Triliun) Laba ditahan (Rp 2 Triliun) jaminan sosial (Rp 5 Triliun)

      Transfer Payment Rp 20 Triliun

      PI Rp 90 Triliun Pajak langsung (Rp 9 Triliun) DI Rp 81 Triliun

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      Lampiran 28

    KUISONER PENILAIAN SIKAP

      

    No Pernyataan SS S R TS STS

      1 Saya senang mengikuti pelajaran ekonomi

      2 Saya selalu membawa buku paket saat pelajaran ekonomi

      3 Dalam pembelajaran ekonomi, saya serius memperhatikan penjelasan guru

      4 Saya berpartisipasi aktif dalam pembelajaran ekonomi

      5 Jika saya mengalami ketidakjelasan materi ekonomi yang diajarkan, saya akan bertanya

      6 Saya akan mencatat hal – hal yang penting pada saat pembelajaran ekonomi walaupun guru tidak memintanya

      7 Saya senang dengan metode pembelajaran yang digunakan pada pelajaran ekonomi

      8 Saya senang mengerjakan soal – soal ekonomi yang diberikan

      9 Saya terlibat secara aktif dalam diskusi kelompok

      10 Saya tidak keberatan jika ditunjuk untuk mempresentasikan hasil diskusi

      11 Saya bosan mengikuti pembelajaran ekonomi karna guru hanya menggunakan metode ceramah

      12 Saya menegur teman yang ribut pada saat proses pembelajaran ekonomi berlangsung

      13 Saya selalu menanggapi pertanyaan yang diajukan oleh guru

      14 Saya selalu membuat keributan di kelas saat pelajaran ekonomi

      15 Saya senang mengikuti pembelajaran ekonomi karena bisa mengambil nilai-nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      Lampiran 29

    KUISONER PENILAIAN MINAT

      

    No Pernyataan SS S R TS STS

      1 Saya memiliki kesadaran diri untuk belajar tanpa disuruh

      2 Saya belajar giat setiap hari untuk meningkatkan prestasi

      3 Saya belajar ketika ada ujian saja

      4 Saya tertarik untuk mempelajari materi ekonomi di luar jam pelajaran

      5 Saya berusaha untuk mencari sumber belajar lain tentang materi ekonomi

      6 Saat istirahat saya meluangkan waktu ke perpustakaan

      7 Apabila esok ada pelajaran ekonomi, malam sebelumnya saya akan belajar untuk mempersiapkannya

      8 Jika penjurusan nanti saya akan memilih jurusan IPS

      9 Saya selalu mempersiapkan pertanyaan sebelum pelajaran ekonomi

      10 Saat guru ekonomi berhalangan hadir, saya senang karena memang tidak suka pelajaran ekonomi

      11 Saya selalu mengikuti pelajaran ekonomi dan tidak pernah membolos

      12 Saya selalu merasa puas dengan nilai yang saya dapat selama ini

      13 Saya merasa tidak tersaingi bila teman saya mendapat nilai yang lebih baik daripada saya

    14 Saya selalu mengumpulkan tugas tepat waktu

      15 Saya paling menyukai ekonomi dibandingkan sejarah dan geografi

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      Lampiran 30

    KUISONER PENILAIAN MORAL NILAI KEJUJURAN

      

    No Pernyataan SS S R TS STS

      1 Bila ditanya guru siapa saja yang mencontek waktu ulangan, saya selalu bilang tidak tahu

      2 Korupsi itu perlu, bila memang itu dapat menguntungkan diri sendiri

      3 Saya akan mengembalikan pena teman yang tertinggal di kelas

      4 Saya akan mengatakan bahwa tugas sudah dikerjakan walaupun sebenarnya belum dikerjakan

      5 Saya selalu menggunakan uang sesuai dengan ’untuk apa uang itu saya minta dari orangtua?’

      6 Saya akan membertitahukan kepada guru, bila ada teman yang menyontek

      7 Saya menyontek saat ulangan

      8 Saya tidak akan bertanya pada teman saat ulangan

      9 Saya percaya dengan ungkapan bahwa “Jujur itu Hancur”

      10 Saya selalu menjawab jujur jika orangtua bertanya tentang nilai ulangan

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      Lampiran 31

    KUISONER PENILAIAN MORAL NILAI KERJASAMA

      

    No Pernyataan SS S R TS STS

      1 Saya berusaha membantu teman yang kesulitan belajar

      2 Saya cenderung lebih senang mengerjakan tugas secara individu daripada kelompok

      3 Kerjasama dalam mengerjakan ujian sangat baik untuk dilakukan

      4 Setiap anggota kelompok harus saling membantu satu sama lain dalam mengerjakan soal diskusi

      5 Setiap anggota kelompok harus memberikan ide atau gagasan dalam mengerjakan soal

      6 Saya senang mengerjakan soal secara berkelompok

      7 Saya terlibat aktif dalam kerja atau diskusi kelompok

      8 Saya cenderung sibuk sendiri ketika diajak mengerjakan soal secara berkelompok

      9 Saling tolong menolong adalah salah satu motto hidup saya

      10 Saya percaya bahwa pekerjaan yang dikerjakan secara bersama-sama, hasilnya akan lebih optimal

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      Lampiran 32

      Instrumen Refleksi Kesan Guru Mitra Terhadap Perangkat dan Model Pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) No Uraian Komentar

      1 Penilaian guru terhadap komponen pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran dengan metode PPR

      2 Penilaian guru terhadap aktivitas siswa dalam kegiatan pembelajaran PPR

      3 Kesan guru terhadap aktivitas siswa selama diskusi dalam kelompok

    4 Kesan guru terhadap proses pembelajaran dengan PPR

      5 Kesan guru terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran dengan PPR

      6 Kesan guru terhadap minat siswa selama pembelajaran dengan menerapakan PPR

      7 Hambatan yang ditemui, jika nanti guru akan merencanakan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan PPR

      8 Hal-hal yang mendukung jika nanti guru merencanakan pembelajaran dengan menggunakan PPR

      9 Manfaat yang diperoleh dalam merencanakan dan menerapkan pembelajaran dengan menggunakan PPR

      10 Hal-hal apa saja yang masih perlu diperbaiki kembali dari pembelajaran dengan menerapkan PPR seperti yang telah dilakukan

      11 Apakah siswa berminat mengikuti pembelajaran dengan metode PPR selanjutnya seperti yang diterapkan di dalam kelas

      12 Keberhasilan yang telah dicapai dengan menerapkan PPR dalam pembelajaran

      Yogyakarta, Februari 2012 Guru Mitra Observer

       ( ..................................)

      (...............................)

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      Lampiran 33

      

    Instrumen Refleksi Siswa Terhadap Perangkat dan Model Pembelajaran

    Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR)

      Nama : No. Absen :

      

    No Aspek yang diamati Ya Tidak Komentar

      1 Apakah anda memperoleh manfaat dengan mempelajari materi Pendapatan Nasional? Manfaat apa yang anda peroleh?

      2 Setelah mengikuti pembelajaran dengan menerapkan PPR, apakah anda semakin berminat untuk mengikuti kegiatan pembelajaran selanjutnya? Bagaimana tanggapan anda dengan model pembelajaran PPR tersebut?

      3 Setelah mengikuti pembelajaran dengan menerapkan PPR, apakah anda semakin lebih memahami materi?

      4 Setelah mengikuti pembelajaran dengan PPR, apakah anda dapat mengembangkan nilai kejujuran yang terkandung di dalam materi yang terkait?

      5 Setelah mengikuti pembelajaran dengan PPR, apakah anda dapat mengembangkan nilai kerja sama yang terkandung di dalam materi yang terkait?

      6 Apakah ada hambatan yang anda temui selama mengikuti kegiatan pemblajaran dengan menerapkan PPR? Hambatan apa saja yang anda temui?

      7 Apakah anda merasa lebih senang mengikuti pembelajaran dengan menerapkan PPR dibandingkan dengan pembelajaran sebelumnya?

      Yogyakarta, Februari 2012 Siswa Observer (................................) ( ...............................)

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      Lampiran 34

    PEDOMAN WAWANCARA DENGAN GURU MITRA

      1. Berapa jumlah siswa di kelas XC?

      2. Bagaimana keadaan siswa kelas XC secara umum?

      3. Apakah ada permasalahan di kelas XC?

      4. Bagaimana sikap siswa XC di kelas saat Ibu sedang menjelaskan pelajaran Ekonomi?

      5. Bagaimana dengan keaktifan siswa kelas XC dalam mengikuti pembelajaran ekonomi?

      6. Apakah siswa dapat bekerjasama dengan baik saat Ibu memberi tugas kelompok?

      7. Bagaimana sikap kejujuran siswa kelas XC saat mengikuti ulangan harian?

      8. Bagaimana dengan nilai prestasi siswa kelas XC?

      9. Usaha apa yang dilakukan siswa apabila ada hal yang belum dipahami?

      10. Bagaimana cara Ibu meningkatkan prestasi belajar siswa yang kurang baik?

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      Lampiran 35

      

    PERHITUNGAN RUMUS KONVERSI

    Kategori Interval Skor

      Sangat Baik x > X

      1 + 1,80SB i

      Baik X i + 0,60SB i < x i + 1,80SB i ≤ X

      Cukup Baik X i - 0,60SB i < x i + 0,60SB i ≤ X

      Kurang Baik X – 1,80SB < x – 0,60SB

      i i i i

      ≤ X Sangat Kurang Baik x i – 1,80SB i

      ≤ X Keterangan: X i : Rerata Ideal =1/2 (skor maksimal ideal + skor minimal ideal) SB i : Simpangan baku ideal = 1/6 (skor maksimal ideal – skor minimal ideal)

      Berdasarkan rumus konversi data di atas, maka setelah didapatkan data- data kuantitatif, untuk mengubahnya ke dalam data kualitatif diterapkan konversi sebagai berikut: Skor Maksimal = 5 Skor Minimal = 1 X i = ½ (5+1) = 3 SB i = 1/6 (5-1) = 0,67 Sangat Baik = X > 3 + (1,8 x 0,67) Kurang baik = 3- (1,8 x 0,67) < X

      ≤ 2,60 = X > 3 + 1,21 = 3 – 1,21 < X

      ≤ 2,60 = X > 4,21 = 1,79 < X

      ≤ 2,60 Baik = 3 + (0,6 x 0,67) < X

      ≤ 4,21 = 3 + 0,40 < X Sangat Kurang Baik = X

      ≤ 4,21 ≤ 1,79 = 3,40 < X

      ≤ 4,21 Cukup baik = 3 – 0,40 < X

      ≤ 3,40 = 2,60 < X

      ≤ 3,40

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      2

      3

      4 3 3,3

      11

      4

      3

      3

      4

      4

      4

      4

      4

      4

      4

      4

      3

      4

      3 3 3,6

      12

      4

      4

      3

      3

      3

      3

      4

      3

      4

      4

      4

      3

      4

      3

      5

      3

      3

      2 5 3,7

      9

      4

      4

      3

      3

      3

      3

      2

      4

      4

      3

      2

      5

      3

      3 3 3,3

      10

      4

      4

      3

      3

      3

      3

      3

      4

      3

      3

      Kuesioner Penilaian Sikap (C2) NO.

      16

      5

      4

      4

      5

      4

      1

      4

      4

      4

      1

      4

      4

      3 3 3,5

      4

      15

      4

      3

      4

      4

      4

      4

      4

      4

      4

      3

      4

      4

      4 4 3,9

      3

      4 4 4,2

      3 3 3,4

      4

      13

      4

      5

      4

      2

      5

      5

      4

      4

      5

      5

      4

      5

      4 5 4,3

      4

      14

      4

      5

      5

      4

      5

      5

      5

      4

      4

      4

      3

      3

      3

      Lampiran 36

    HASIL PENGOLAHAN DATA PRA PENELITIAN

    NO. ITEM PERNYATAAN

      3

      3

      3

      3

      5

      3

      4

      3

      2

      1

      2

      2

      2 3 2,8

      3

      3

      3

      3

      3

      4

      3

      3

      3

      3

      3

      2

      4

      3

      4 3 3,1

      4

      3

      2

      3

      1

      RESPONDEN

      RATA-RATA

      1

      2

      3

      4

      5

      6

      7

      

    8

      9 10 11*

      12 13 14*

      15

      4

      5

      4

      4

      3

      3

      4

      4

      3

      4

      3

      3

      5

      3

      5 3 3,7

      4

      4

      5

      5

      3

      4

      3

      3

      4

      4

      4 4 3,5

      7

      4

      5

      3

      3

      4

      4

      3

      3

      3

      4

      4

      5

      4

      5 3 3,9

      8

      5

      5

      3

      3

      4

      3

      4

      3

      4

      3

      4

      5

      5

      5

      3

      4

      2

      5

      4

      3 4 4,1

      5

      3

      5

      3

      3

      4

      4

      3

      3

      4

      4

      1

      3

      4

      1 3 3,2

      6

      4

      3

      4

      4

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      3

      5

      5

      3

      5

      4

      3 4 3,9

      29

      5

      3

      2

      3

      4

      3

      4

      4

      3

      3

      2

      2

      3

      3 3 3,1

      30

      3

      4

      3

      3

      4

      3

      3

      3

      4

      4

      5

      4

      5

      5

      3

      4

      4

      5

      3

      4

      5

      4 4 4,1

      27

      4

      5

      4

      4

      3

      4

      4

      4

      4

      4

      4

      4

      3

      5 4 4,1

      28

      4

      5

      3

      4

      4

      1

      3

      4

      3

      3

      3

      4

      3

      4

      3

      3

      2

      3

      4

      3 3 3,3

      34

      4

      3

      3

      4

      5

      5

      4

      3

      4

      4

      4

      4

      4

      3 4 3,9

      RATA-RATA

      4,00 4,26 3,44 3,44 3,88 4,06 3,71 3,68 3,88 3,79 2,91 3,94 3,59 3,65 3,71

      3,73

      5

      33

      3

      5

      3

      2 3 3,1

      31

      4

      5

      4

      4

      5

      5

      4

      4

      5

      5

      4

      4

      5 5 4,7

      5

      4

      5

      5

      5

      4

      5

      5

      5 4 4,5

      5

      4

      3

      5

      5

      32

      4

      17

      4

      5

      2

      3

      3

      2

      2

      4

      3

      4 4 3,0

      20

      5

      5

      5

      4

      5

      5

      3

      5

      5

      4

      1

      5

      5

      5 5 4,6

      21

      4

      5

      4

      4

      4

      4

      2

      3

      4

      4

      3

      3

      2

      2

      4

      4

      3

      3

      3

      3

      4

      3

      5 4 3,3

      18

      5

      3

      3

      4

      3

      19

      3 5 4,0

      4

      4

      4

      3

      4

      4

      4

      5

      5

      3

      5

      4

      4

      25

      5

      5

      5

      5

      4

      5

      4

      4

      4

      3

      4

      5

      4

      4 4 4,3

      4

      3 4 3,9

      3

      3

      3

      4

      4

      3

      3

      4

      3

      5

      3

      3

      5 3 3,5

      26

      24

      3

      4

      4

      3

      4

      3

      4 4 4,0

      22

      5

      4

      4

      4

      3

      3

      4

      4

      4

      4

      3

      3

      4

      5

      5

      3

      4

      5

      4

      3

      4

      3

      5

      23

      4 3 3,8

      4

      5

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      4 4 3,6

      4

      4

      4

      5

      5

      14

      3

      4

      3

      5

      3

      3

      3

      4

      3

      4

      4

      3

      1

      3

      2

      3

      2

      1

      3

      3

      1

      4

      3

      15

      4 3 4,1

      4

      4

      4

      4

      3

      4

      5

      3

      3

      3

      3

      3

      3

      3

      3

      2

      2

      3

      3

      11

      3 3 3,5

      3

      3

      5

      3

      3 2 2,8

      4

      3

      5

      13

      3 2 3,1

      3

      2

      4

      3

      4

      12

      3

      4

      2

      3

      4

      3

      3

      4

      5

      RESPONDEN

      1

      3

      5

      2

      2

      3

      2

      4

      5

      3

      19

      4 3 3,5

      3

      3

      5

      3

      2

      4

      1

      5

      5 3 4,5

      5

      5

      5

      4

      3

      3

      5

      4

      5

      5

      4

      5

      5

      20

      3 3 3,1

      3

      5

      3 3 2,8

      2

      17

      4 4 3,5

      2

      4

      5

      4

      2

      3

      4

      5

      4

      3

      3

      4

      4

      16

      4

      3

      3

      3

      4

      3

      4

      4

      4

      18

      3 4 3,7

      3

      4

      5

      3

      3

      5

      4

      3

      4

      4

      Kuesioner Penilaian Minat (C2) NO.

    NO. ITEM PERNYATAAN

      5

      2

      4

      2

      3

      2

      3

      3

      3

      2

      3

      4

      4

      3

      3 5 3,1

      2

      1

      3

      4

      4 3 3,0

      3

      5

      5

      5 5 3,3

      2

      3

      5

      4

      2

      4

      3

      4

      2

      3

      2

      3

      4

      5

      4

      4

      12

      3

      3

      1

      15

      14

      13

      11

      3

      

    8

    9 10*

      7

      6

      5

      4

      1 2 3*

      RATA-RATA

      3

      3

      5

      2

      3

      1

      3

      3

      2

      3

      3

      3 2 3,4

      4

      4

      4

      4

      3

      3

      5

      4

      3

      3

      3

      3

      5

      9

      3 5 3,2

      4

      3

      5

      2

      3

      3

      3

      3

      3

      3

      2

      3

      3

      5

      4

      5 3 3,8

      4 3 3,7

      3

      3

      3

      4

      3

      4

      10

      3

      4

      3

      5

      3

      3

      3

      5

      2

      8

      3

      3

      5 3 3,2

      3

      4

      4

      3

      4

      4

      6

      3

      5

      1

      4

      2

      4

      3

      4

      1

      5

      3

      4

      3

      5

      4

      3

      2

      4

      4

      3

      4

      5

      5

      5

      7

      3 5 4,0

      3

      4

      5

      3

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      3

      4

      3

      4

      3

      3

      3

      1

      3

      2

      5

      5

      30

      3 2 3,2

      31

      4

      4

      3

      4

      4

      3

      3

      3

      4

      3 3 3,3

      4

      29

      3

      3

      4

      4

      3

      3

      4

      3

      3

      3 3 3,3

      4

      2

      4

      4

      2

      3

      3

      4

      5

      3

      3

      3

      3

      3

      5

      3

      3

      2

      4

      3

      4

      4 3 3,3

      34

      5

      5

      4

      4

      3

      3

      4

      4

      3

      3

      4

      2

      2

      4 3 3,5

      RATA-RATA

      4,00 3,74 3,12 3,09 3,18 2,85 3,41 3,29 2,94 3,18 4,38 3,15 3,26 3,62 3,24

      3,36

      3

      3

      4

      1

      1

      4 5 3,6

      32

      3

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      3

      1

      1

      1

      5

      1 1 1,4

      33

      4

      4

      3

      3

      4

      3

      21

      4

      3

      4 4 3,4

      23

      4

      3

      2

      3

      3

      2

      4

      5

      4

      3

      4

      4

      4

      3 3 3,4

      24

      5

      5

      4

      3

      4

      4

      3

      5

      5

      4

      5

      4

      3

      3

      3

      3

      3

      3

      4

      5

      4

      4

      5 3 3,7

      22

      4

      4

      3

      3

      3

      2

      3

      3

      3

      4

      3

      3

      4

      3

      3

      4

      5

      2

      3

      5 5 3,5

      27

      4

      4

      3

      2

      3

      3

      4

      3

      3

      3

      4

      3

      3

      3 3 3,3

      28

      3

      3

      4

      1

      5

      4

      5

      4 3 4,1

      25

      4

      3

      5

      2

      3

      1

      3

      1

      2

      2

      3

      3

      3

      3 1 2,5

      26

      5

      4

      3

      4 Kuesioner Penilaian Moral (Nilai Kejujuran/C2) NO.

      RESPONDEN NO. ITEM PERNYATAAN RATA-RATA 1* 2* 3 4*

      4

      3

      3 4 3,6

      14

      3

      3

      4

      3

      4

      3

      4

      3

      4 5 3,7

      15

      1

      5

      4

      4

      3

      2

      5

      4

      3

      5

      16

      4

      2

      4

      3

      3

      4

      3

      3

      3 4 3,2

      12

      3

      4

      3

      3

      3

      3

      3

      3

      3 3 3,2

      13

      4

      3

      5

      4 1 3,3

      3

      11

      4 5 3,8

      5 4 3,7

      19

      2

      5

      5

      4

      5

      2

      4

      2

      20

      2

      3

      4

      5

      4

      5

      3

      4

      3

      4

      5

      3

      3

      4

      3

      5

      4

      5

      3

      4

      2

      3 5 3,8

      17

      2

      3

      3

      5

      4

      1

      3

      3

      3 4 2,9

      18

      2

      5

      5

      3

      3

      3 3 2,8

      5 6 7* 8 9*

      4

      4

      3

      3

      3

      3 5 3,3

      4

      4

      4

      4

      4

      4

      4

      3

      3

      2 5 3,7

      5

      1

      5

      5

      5

      4

      3

      2

      2

      5 4 3,6

      10

      1

      3

      5

      4

      3

      3

      3

      3

      3

      2

      3

      2

      4

      5

      5

      3

      4

      4

      2

      3 3 3,5

      3

      3

      3

      3

      3

      3

      2

      3

      3 5 3,2

      9

      3

      5

      5

      2

      4

      3

      3

      3

      5 5 3,8

      10

      2

      3

      3

      3

      3

      2

      3

      5

      3

      3 5 3,6

      7

      6

      3

      5

      1

      4

      4

      3

      2

      3

      3 4 3,2

      3

      3

      4

      4

      3

      3

      3

      3

      3

      3 5 3,4

      8

      2

      4 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      3

      4

      3

      4

      4

      3

      3

      3 4 3,3

      30

      31

      4

      4

      4

      4

      5

      2

      4 3 3,7

      5

      29

      3

      5

      3

      3

      3

      3 4 3,5

      3

      4

      4

      4

      4

      3

      3

      5

      4

      4

      3

      3

      3 4 3,2

      34

      3

      5

      4

      4

      3

      3

      4

      3

      5 4 3,8

      RATA-RATA

      2,59 4,00 4,06 3,44 4,12 2,79 3,38 3,09 3,71 4,12

      3,53

      3

      2

      5 5 4,4

      1

      32

      1

      5

      5

      3

      5

      3

      5

      1

      5 5 3,4

      33

      3

      4

      3

      2

      5

      21

      2

      5

      4

      23

      2

      2

      3

      2

      2

      5

      3

      3

      3 4 2,9

      24

      2

      4

      4

      4

      4

      3

      5

      4

      4

      3

      3

      2

      4 4 3,4

      4

      22

      3

      5

      4

      3

      5

      3

      5

      5

      28

      3

      3

      5

      4

      5 5 4,3

      27

      3

      4

      4

      3

      4

      3

      4

      4

      3 4 3,5

      5

      4

      3

      4

      3

      3

      4 3 3,6

      25

      2

      5

      4

      5

      4

      1

      5

      4

      5 3 3,7

      26

      3

      3

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      4

      5

      3

      5 3 3,8

      14

      4

      3

      4

      4

      4

      4

      4

      4

      4

      5

      4

      15

      3

      2

      2

      4

      2

      3

      3

      3

      4

      4

      12

      11

      4

      2

      2

      4

      4

      3

      4

      3

      4 4 3,4

      3

      3

      3

      3

      4

      4

      4

      4

      3

      3 5 3,6

      13

      5

      3

      3

      4

      3

      4

      4

      3

      4 5 4,5

      19

      3

      3

      5

      5

      5

      5

      4

      5

      5 5 4,4

      20

      5

      4

      4

      5

      5

      5

      5

      4

      5 5 4,7

      5

      5

      3

      17

      16

      4

      3

      4

      5

      4

      3

      4

      4

      4 4 3,9

      3

      5

      2

      5

      4

      4

      3

      4

      3

      4 5 3,6

      18

      5

      4

      3 4 3,7

      Kuesioner Penilaian Moral (Nilai Kerjasama/C3)

    NO RESPONDEN

      

    NO. ITEM PERNYATAAN

    RATA-RATA 1 2* 3*

      4

      4

      3

      5

      4

      5

      4

      4

      5 3 4,1

      4

      4

      5

      2

      3

      4

      5

      3

      4

      4

      5

      4

      5

      5

      1

      4

      2 4 3,3

      5

      4

      4

      5

      6 7 8*

      9

      10

      1

      4

      3

      2

      4

      4

      4

      4

      2

      4 4 3,5

      2

      4

      1

      2

      5

      5

      3

      3

      2

      5

      5

      1

      4

      5

      5

      3

      5

      5

      4

      9

      5

      2

      5

      2

      5

      5

      5

      3

      5 5 4,1

      10

      3

      4

      3

      5

      4

      4

      3

      1

      3

      5

      3

      5 3 3,5

      6

      4

      2

      2

      3

      4

      3

      3

      5 5 3,4

      4

      7

      4

      3

      3

      5

      5

      4

      4

      4

      5 4 4,1

      8

      3

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      3

      3

      3

      5

      5

      5

      5

      4 5 4,1

      30

      31

      4

      1

      4

      4

      5

      3

      4

      4

      5

      4

      3

      4

      3

      5 3 3,7

      29

      3

      4

      4

      5

      4

      3

      3

      4

      5

      3

      3

      3

      4

      4 4 3,4

      34

      4

      3

      4

      5

      4

      3

      4

      4

      5 4 4,1

      RATA-RATA 4,0588 2,73529 3,0303 4,52941 4,3529 3,9118 3,8824 3,3824 4,3235

      4,265

      3,85

      3

      4

      4 3 3,5

      5

      32

      5

      5

      1

      5

      5

      1

      4

      1

      5 5 3,8

      33

      4

      2

      2

      4

      5

      21

      4

      4

      5

      4

      3

      5

      5

      5

      4

      4 4 4,1

      4 5 4,4

      24

      5

      1

      4

      5

      23

      4

      3

      4

      2

      4

      5

      4

      4

      3

      5 4 3,9

      4

      22

      4

      3

      4

      5

      5

      4

      5

      4

      4

      3

      4

      4

      4

      4

      27

      3

      4

      4

      4

      4

      4

      4

      3

      4 4 3,7

      28

      5

      5

      5

      4

      5 5 4,2

      25

      3

      2

      3

      3

      4

      4

      4

      3

      4 4 3,4

      26

      5

      2

      3

      3

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      4

      3

      3

      4 3 3,4

      11

      4

      3

      3

      4

      4

      4

      4

      4

      4

      2

      3

      4

      4

      3 3 3,6

      12

      3

      4

      3

      3

      3

      3

      3

      3

      4

      2

      4

      3

      3

      3

      3

      4

      3

      3 5 3,7

      9

      4

      5

      3

      3

      4

      3

      3

      3

      3

      4

      3

      5

      4

      4 3 3,6

      10

      4

      4

      4

      4

      3

      3

      4

      4

      3

      HASIL PENGOLAHAN DATA SIKLUS I

      16

      4

      3

      3

      3

      3

      1

      3

      3

      3

      1

      3

      2

      2 3 2,6

      4

      15

      4

      4

      4

      5

      4

      3

      4

      4

      4

      3

      4

      4

      5 4 4,0

      2

      4 4 3,9

      3

      4

      4 3 3,3

      13

      4

      5

      4

      4

      4

      4

      3

      4

      4

      4

      2

      4

      4

      3 4 3,8

      14

      4

      4

      4

      4

      4

      4

      4

      4

      4

      4

      3

      4

      3

      Lampiran 37

    NO. ITEM PERNYATAAN

      5

      4

      4

      3

      4

      5

      3

      4

      3

      2

      1

      2

      4

      3 4 3,3

      3

      5

      4

      4

      4

      4

      4

      4

      4

      5

      5

      3

      3

      4

      5 4 4,1

      4

      4

      2

      5

      15

      Kuesioner Penilaian Sikap (C2) NO.

      RESPONDEN

      RATA-RATA

      1

      2

      3

      4

      5

      6

      7

      

    8

      9 10 11*

      12 13 14*

      1

      5 4 3,8

      4

      4

      4

      4

      4

      4

      5

      4

      4

      3

      4

      1

      3

      4

      3

      3

      4

      4

      3

      4

      3

      5

      4

      4 5 4,0

      7

      4

      5

      4

      4

      4

      3

      4

      3

      5

      5

      5

      5

      4

      5 4 4,3

      8

      5

      5

      3

      3

      3

      5

      3

      4

      4

      3

      4

      3

      4

      3

      3

      2

      5

      3

      4 4 3,6

      5

      4

      4

      4

      3

      4

      4

      2

      3

      4

      3

      2

      4

      4

      3 4 3,5

      6

      5

      4

      4

      4

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      3

      4

      4

      4

      3

      4

      3

      3 3 3,5

      29

      5

      3

      3

      3

      4

      3

      3

      3

      3

      3

      2

      3

      3

      4 4 3,3

      30

      2

      2

      2

      2

      4

      2

      1

      3

      3

      2

      4

      4

      4

      5

      4

      4

      4

      4

      3

      3

      4

      5 5 4,2

      27

      4

      4

      4

      4

      3

      3

      4

      4

      4

      3

      3

      3

      4

      4 4 3,7

      28

      4

      4

      4

      2

      4

      5

      34

      4

      5

      4

      3

      4

      4

      4

      4

      4

      4

      4

      3

      3

      3 4 3,8

      4

      5 5 4,9

      3

      4

      4

      4

      3

      4

      4

      4

      4

      5

      4

      4

      4 4 3,9

      

    RATA-RATA 4,15 4,2059 3,765 3,647 3,765 3,7941 3,5882 3,68 3,91 3,76 2,94 3,6 3,68 3,88 3,97 3,76

      33

      4

      1

      4

      3

      5

      3 3 2,5

      31

      4

      4

      4

      4

      4

      4

      4

      4

      5

      5

      5

      5

      4

      5 4 4,3

      32

      5

      5

      5

      5

      5

      5

      5

      5

      5

      5

      5

      4

      17

      5

      4

      3

      4

      4

      4

      2

      3

      3

      5 5 3,7

      20

      5

      5

      5

      4

      4

      4

      3

      5

      4

      4

      4

      5

      4

      4 4 4,3

      21

      4

      4

      4

      4

      4

      5

      4

      3

      4

      4

      4

      4

      4

      4

      4

      4

      3

      5

      3

      4

      3

      5

      3 4 3,9

      18

      4

      4

      3

      4

      4

      5

      4

      4

      4

      5

      5

      4

      4 5 4,2

      19

      4

      5

      4

      4

      26

      4 5 4,3

      24

      5

      5

      5

      4

      4

      5

      4

      3

      4

      5

      3

      5

      3

      25

      5

      4

      4

      3

      2

      4

      3

      4

      3

      4

      4

      1

      2

      4

      5 3 3,3

      3 4 3,9

      3

      3

      3

      4

      3

      3

      4 4 3,9

      22

      5

      4

      4

      4

      3

      3

      4

      4

      4

      3

      4

      3

      3

      3 4 3,6

      23

      5

      4

      4

      4

      4

      4

      4

      3

      5

      3

      5

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      4 3 3,5

      5

      4

      4

      5

      5

      14

      3

      4

      3

      4

      4

      3

      3

      3

      3

      4

      4

      4

      1

      4

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      3

      4

      15

      4 3 4,0

      4

      4

      4

      3

      3

      4

      5

      3

      3

      3

      3

      3

      3

      3

      3

      2

      2

      3

      3

      11

      4 2 3,7

      4

      3

      2

      3 3 2,8

      4

      3

      4

      13

      3 3 3,3

      3

      4

      4

      3

      4

      12

      4

      4

      3

      3

      3

      3

      3

      4

      5

      4

      2

      2

      5

      2

      1

      3

      2

      2

      5

      3

      19

      4 2 3,1

      2

      2

      5

      3

      2

      3

      2

      5

      5 5 4,5

      5

      4

      5

      5

      3

      4

      4

      4

      5

      4

      4

      4

      5

      20

      4 2 2,8

      3

      2

      3 2 2,3

      2

      17

      4 4 3,7

      4

      4

      5

      4

      2

      3

      4

      5

      4

      3

      3

      4

      4

      16

      5

      4

      4

      2

      3

      3

      3

      4

      4

      18

      5 3 3,9

      2

      5

      5

      3

      3

      5

      3

      5

      4

      5

      Kuesioner Penilaian Minat (C2)

      NO

    NO. ITEM PERNYATAAN

      4

      2

      4

      1

      2

      1

      3

      2

      3

      3 2 2,5

      2

      3

      4

      3

      5 3 2,6

      2

      2

      4

      4

      4

      4

      5

      5

      4 4 3,6

      4

      3

      5

      2

      3

      2

      3

      4

      3

      4

      4

      4

      2

      3

      3

      13

      3

      3

      3

      1

      15

      14

      12

      3

      11

      

    8

    9 10*

      7

      6

      5

      4

      1 2 3*

      3

      5

      2

      3

      3

      2

      1

      3

      3

      1

      3

      2

      3

      3 3 3,5

      4

      3

      5

      4

      2

      5

      5

      3

      5

      1

      3

      3

      9

      4 5 3,2

      3

      3

      5

      3

      4

      3

      3

      3

      3

      3

      2

      3

      3

      4

      8

      10

      5

      3

      3

      3

      3

      4

      4

      3 4 3,3

      2

      4

      1

      5

      4

      2

      4

      3

      4

      5 2 3,4

      5

      6

      5

      2

      3

      4

      3

      3

      4

      5 3 3,7

      3

      2

      2

      5

      2

      3

      5

      3

      5

      4

      3

      3

      3

      5

      3

      2

      2

      3

      4

      3

      4

      4

      5

      4

      7

      3 5 3,7

      3

      4

      3

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      4

      4

      3

      2

      3

      3

      2

      3

      2

      3

      2

      3

      3 3 3,4

      5

      3 3 3,0

      31

      4

      4

      3

      3

      4

      3

      3

      30

      3

      3

      5 3 3,7

      3

      3

      3

      3

      5

      4

      3

      5

      2

      3

      29

      2

      4

      3

      5

      2

      3

      2

      4

      5

      2

      5

      5

      2

      5

      4

      3

      3

      1

      4

      4

      4

      4 3 3,1

      34

      2

      4

      5

      4

      3

      3

      4

      4

      2

      1

      4

      3

      2

      4 3 3,2

      RATA-RATA 3,94 3,56 3,32 3,1 3,35 3,118 3,35 3,38 2,62

      3,3 4,44 3,03 3,06 3,94 3,26 3,39

      1

      4

      4

      4

      4

      1

      4 5 3,5

      32

      5

      4

      5

      5

      5

      3

      3

      3

      3

      5

      5

      1

      1

      5 5 3,9

      33

      4

      3

      2

      3

      4

      21

      4

      3

      3 3 3,2

      23

      3

      3

      2

      3

      3

      3

      4

      5

      4

      3

      4

      3

      3

      3 4 3,3

      24

      5

      4

      4

      3

      4

      2

      4

      4

      5

      4

      4

      4

      4

      3

      5

      3

      3

      4

      4

      4

      4

      5 3 3,9

      22

      3

      3

      3

      3

      3

      2

      4

      5

      3

      4

      5

      28

      4

      3

      3

      3

      4

      5

      4

      3

      5 5 3,9

      27

      4

      4

      4

      3

      3

      3

      4

      3

      2

      4

      5

      3

      3

      4 2 3,4

      2

      3

      3

      3

      4

      5

      4

      2

      5 3 3,9

      25

      5

      4

      5

      2

      2

      5

      3

      1

      2

      2

      3

      3

      3

      3 3 2,9

      26

      4

      5

      5

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      4

      3

      3

      2 4 3,2

      14

      2

      4

      5

      3

      3

      3

      5

      4

      4 5 3,8

      15

      1

      5

      4

      5

      5

      1

      5

      5

      3

      3

      16

      3

      3

      3

      4

      3

      3

      3

      3

      3

      3 4 3,2

      12

      4

      5

      3

      3

      3

      3

      3

      3

      4 2 3,1

      13

      3

      2

      5 1 3,7

      4

      4 4 3,2

      5

      3

      5 5 3,9

      19

      1

      5

      5

      5

      5

      2

      4

      5 5 4,2

      3

      20

      3

      5

      5

      5

      5

      5

      4

      2

      5 5 4,4

      3

      5

      4

      1

      4

      4

      4

      3

      5

      4

      3

      5

      4

      17

      3

      4

      1

      4

      5

      1

      3

      1

      4 5 2,8

      18

      1

      5

      5

      11

      Kuesioner Penilaian Moral (Nilai Kejujuran/C2) NO.

      RESPONDEN NO. ITEM PERNYATAAN RATA-RATA 1* 2* 3 4*

      4

      2

      4

      2

      3

      3

      3 5 2,9

      4

      4

      4

      4

      4

      3

      4

      3

      4

      4 4 3,9

      5

      3

      5

      2

      4

      5

      3

      1

      3

      3

      5 6 7* 8 9*

      10

      1

      3

      5

      5

      2

      5

      3

      3

      5 4 3,8

      3

      2

      2

      4

      5

      5

      5

      1

      3

      2

      3 3 3,3

      3

      3

      4

      5

      5

      3

      2

      3

      5 5 3,2

      9

      1

      5

      5

      2

      3

      1

      4

      3

      4 5 3,7

      10

      2

      4

      2

      4

      4

      2

      3

      3

      4 5 3,7

      7

      6

      4

      5

      1

      3

      4

      3

      3

      3

      2 3 3,1

      2

      2

      2

      3

      3

      2

      3

      3

      3

      4

      5

      3

      8

      2

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      3

      4

      3

      4

      5

      3

      3

      5 5 3,8

      30

      31

      5

      5

      4

      4

      5

      3

      5 3 3,7

      5

      29

      3

      5

      3

      3

      3

      3 3 3,5

      3

      4

      4

      3

      4

      3

      3

      5

      5

      4

      4

      5

      3 4 3,2

      34

      3

      4

      4

      5

      3

      3

      4

      3

      5 5 4,1

      RATA-RATA

      2,53 4,09 3,62 3,7 4,35 2,912 3,62 3,26 3,97 4,1

      3,62

      3

      2

      5 5 4,7

      5

      32

      3

      5

      4

      5

      5

      5

      5

      4

      5 5 4,6

      33

      1

      4

      3

      4

      5

      21

      3

      3

      2

      3

      3

      3

      4

      3

      3

      4 5 3,6

      3

      3

      3

      24

      2

      5

      23

      3

      3

      3

      3

      3

      4

      4

      3

      4

      4 3 3,4

      3

      22

      2

      4

      4

      3

      4

      4

      4

      4

      28

      4

      3

      5

      5

      4 5 4,4

      27

      3

      3

      4

      4

      4

      3

      4

      2

      1 3 3,1

      5

      4

      3

      4

      4

      4

      5 5 3,9

      25

      3

      5

      4

      5

      5

      2

      4

      4

      5 3 3,9

      26

      4

      3

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      4

      2

      4

      3

      4 3 3,5

      14

      5

      4

      4

      5

      5

      4

      4

      4

      5 4 4,4

      15

      4

      1

      2

      4

      1

      1

      3

      4

      4

      5 3 2,7

      4 4 3,5

      3 4 3,7

      11

      4

      2

      3

      4

      4

      3

      4

      3

      12

      3

      3

      4

      3

      4

      4

      4

      4

      3

      3 4 3,6

      13

      4

      3

      16

      3

      3

      5

      3

      5 5 4,5

      19

      3

      2

      3

      5

      4

      3

      4

      5

      5 5 3,7

      20

      4

      2

      5

      5

      4

      3

      4

      4

      4 4 3,9

      5

      5

      4

      3

      2

      5

      5

      5

      3

      5

      4

      5 4 4,2

      17

      1

      3

      5

      5

      5

      5

      5

      3

      5

      5

      4

      18

      5

      2

      4

      Kuesioner Penilaian Moral (Nilai Kerjasama/C3) NO.

      RESPONDEN NO. ITEM PERNYATAAN RATA-RATA 1 2* 3*

      2

      4

      3

      5

      5

      5

      4

      3

      4 4 4,1

      4

      4

      4

      3

      5

      5

      2

      4

      4

      5

      5

      4

      5

      5

      2

      4

      3 5 3,3

      5

      5

      4

      5

      

    6

    7 8*

      9

      10

      1

      4

      3

      3

      5

      4

      3

      3

      3

      4 5 3,9

      2

      3

      1

      3

      5

      4

      3

      3

      1

      5

      4

      3

      4

      3

      5

      5

      5

      4

      3

      5 5 4,3

      9

      4

      3

      8

      5

      5

      3

      3

      3

      5 5 3,9

      10

      3

      4

      4

      4

      4

      4

      5

      4

      5

      5

      5 5 4,3

      6

      3

      2

      2

      4

      5

      5

      3

      3

      5 5 3,8

      7

      4

      3

      3

      5

      5

      4

      4

      4

      5

      4

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      2

      3

      2

      5

      5

      5

      3

      4 4 3,6

      30

      31

      4

      1

      5

      4

      4

      3

      4

      5

      4

      5

      3

      4

      3

      5 5 4,1

      29

      3

      4

      4

      5

      4

      3

      3

      5

      5

      4

      5

      3

      4

      4 4 3,6

      34

      5

      3

      4

      5

      5

      3

      4

      4

      5 4 4,3

      RATA-RATA

      3,94 2,706 3,41 4,65 4,44 3,85 3,94 3,53 4,559 4,38

      3,94

      3

      4

      4 3 3,9

      5

      32

      5

      3

      5

      5

      5

      5

      4

      5

      5 5 4,8

      33

      4

      3

      3

      4

      5

      21

      4

      4

      4

      4

      3

      5

      5

      5

      3

      5 5 4,2

      5 5 4,3

      24

      4

      2

      5

      5

      23

      3

      4

      3

      2

      4

      4

      4

      3

      3

      5 5 3,7

      4

      22

      5

      3

      2

      5

      5

      5

      4

      4

      5

      3

      4

      5

      4

      4

      27

      3

      4

      4

      4

      4

      3

      4

      4

      4 4 3,7

      28

      5

      4

      3

      5

      5 5 4,1

      25

      4

      4

      3

      4

      5

      4

      5

      4

      5 5 4,4

      26

      5

      2

      3

      3

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      4

      3

      3 3 3,5

      11

      4

      3

      3

      4

      4

      3

      4

      4

      4

      4

      4

      4

      3

      3 3 3,6

      12

      3

      4

      3

      4

      3

      3

      3

      3

      4

      4

      3

      3

      3

      4

      3

      4

      3

      2 5 3,7

      9

      5

      5

      5

      5

      4

      4

      4

      4

      5

      4

      3

      5

      4

      3 5 4,3

      10

      4

      4

      3

      3

      4

      4

      4

      4

      3

      3

      Kuesioner Penilaian Sikap (C2) NO.

      16

      5

      4

      3

      4

      4

      2

      4

      3

      3

      1

      4

      4

      1 4 3,3

      4

      15

      4

      4

      4

      4

      4

      3

      3

      4

      4

      3

      4

      4

      4 3 3,7

      3

      4 4 4,3

      4 3 3,3

      4

      13

      4

      5

      4

      4

      4

      4

      4

      4

      4

      4

      2

      4

      3 5 3,9

      4

      14

      4

      4

      5

      4

      4

      5

      5

      5

      4

      5

      3

      4

      3

      Lampiran 38

    HASIL PENGOLAHAN DATA SIKLUS II

    NO. ITEM PERNYATAAN

      3

      3

      3

      4

      5

      3

      4

      3

      2

      1

      2

      4

      3 4 3,3

      3

      3

      3

      4

      3

      3

      3

      3

      3

      4

      3

      2

      3

      3

      3 3 3,0

      4

      3

      2

      4

      1

      RESPONDEN

      RATA-RATA

      1

      2

      3

      4

      5

      6

      7

      

    8

      9 10 11*

      12 13 14*

      15

      4

      5

      4

      3

      3

      3

      3

      4

      4

      4

      4

      3

      5

      3

      5 4 3,7

      3

      4

      5

      5

      4

      4

      3

      5

      4

      3

      3 5 4,0

      7

      4

      5

      4

      4

      5

      3

      5

      3

      4

      5

      3

      5

      4

      5 4 4,2

      8

      5

      5

      4

      3

      3

      3

      5

      3

      3

      4

      5

      5

      4

      4

      3

      3

      2

      4

      3

      4 4 3,7

      5

      4

      5

      3

      3

      3

      4

      3

      3

      4

      4

      2

      3

      4

      2 4 3,5

      6

      5

      4

      4

      4

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      3

      4

      4

      3

      5

      4

      3 4 3,9

      29

      5

      3

      3

      3

      4

      3

      3

      3

      4

      3

      2

      3

      3

      4 4 3,3

      30

      3

      3

      3

      3

      3

      3

      3

      3

      4

      5

      4

      4

      5

      5

      4

      5

      5

      3

      3

      4

      4

      4 5 4,4

      27

      4

      4

      4

      4

      3

      4

      4

      4

      4

      4

      3

      3

      4

      4 4 3,9

      28

      4

      5

      3

      3

      4

      1

      4

      4

      4

      3

      3

      5

      4

      4

      3

      4

      2

      3

      3

      3 3 3,5

      34

      4

      4

      4

      4

      4

      5

      4

      3

      4

      4

      4

      4

      4

      3 4 3,9

      RATA-RATA

      4,1 4,3 3,7 3,6 3,71 4,09 3,79 3,65 4 3,9 2,79 3,7 3,62 3,53 4,1

      3,77

      5

      33

      3

      5

      4

      3 3 3,1

      31

      4

      5

      4

      4

      5

      4

      4

      4

      5

      5

      3

      4

      5 5 3,4

      3

      3

      3

      1

      5

      5

      3

      3

      4 4 4,3

      3

      3

      3

      3

      3

      32

      5

      17

      4

      5

      4

      3

      4

      3

      2

      2

      3

      2 4 3,5

      20

      5

      5

      5

      5

      5

      5

      4

      5

      5

      5

      4

      5

      5

      4 5 4,9

      21

      4

      4

      4

      4

      3

      4

      4

      3

      3

      4

      2

      3

      4

      3

      4

      5

      4

      4

      4

      4

      3

      4

      3 4 3,7

      18

      4

      4

      2

      5

      5

      19

      3 4 3,8

      4

      5

      5

      3

      4

      3

      4

      5

      4

      3

      4

      3

      5

      25

      5

      5

      5

      4

      3

      5

      4

      4

      4

      4

      3

      5

      4

      4 5 4,3

      3

      4 4 4,1

      5

      3

      3

      3

      3

      3

      3

      4

      4

      3

      4

      3

      5 3 3,5

      26

      24

      4

      4

      4

      4

      3

      3

      5 5 3,8

      22

      5

      5

      4

      4

      4

      4

      3

      3

      4

      3

      3

      3

      4

      3

      5

      4

      5

      4

      4

      3

      4

      5

      5

      23

      5 5 4,0

      4

      5

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      4 3 3,5

      4

      4

      4

      5

      5

      14

      3

      4

      4

      5

      3

      3

      3

      4

      4

      4

      4

      3

      5

      3

      2

      3

      2

      1

      2

      3

      1

      3

      1

      15

      4 4 3,9

      3

      4

      4

      3

      3

      3

      5

      3

      3

      3

      3

      3

      3

      3

      3

      2

      2

      3

      3

      11

      3 3 3,5

      3

      3

      2

      3 3 2,8

      4

      3

      4

      13

      3 3 3,3

      3

      3

      4

      3

      4

      12

      4

      4

      3

      3

      4

      3

      3

      3

      5

      3

      2

      3

      4

      2

      2

      2

      2

      3

      5

      3

      19

      3 3 3,1

      2

      3

      5

      2

      3

      4

      2

      4

      5 3 4,1

      5

      5

      5

      4

      3

      3

      4

      4

      4

      4

      4

      4

      4

      20

      3 4 3,1

      3

      4

      3 2 2,7

      2

      17

      4 4 3,6

      3

      4

      5

      3

      2

      3

      4

      5

      4

      3

      3

      5

      4

      16

      4

      3

      3

      4

      3

      3

      4

      3

      4

      18

      4 3 3,7

      3

      4

      3

      1

      4

      4

      5

      5

      4

      5

      Kuesioner Penilaian Minat (C2) NO.

    NO. ITEM PERNYATAAN

      RESPONDEN

      5

      5

      5

      3

      3

      3

      3

      5

      5

      5

      5

      5

      3

      3 5 3,3

      2

      1

      3

      4

      5 5 4,3

      2

      5

      5

      5 5 3,9

      4

      3

      5

      5

      2

      4

      4

      5

      4

      3

      4

      3

      4

      5

      3

      3

      12

      3

      3

      1

      15

      14

      13

      11

      3

      

    8

    9 10*

      7

      6

      5

      4

      1 2 3*

      RATA-RATA

      3

      3

      5

      2

      3

      3

      3

      3

      2

      4

      4

      3 3 3,7

      5

      4

      3

      5

      5

      3

      5

      4

      5

      3

      5

      3

      3

      3

      9

      3 5 3,2

      3

      3

      5

      3

      3

      3

      3

      3

      3

      3

      2

      3

      3

      2

      8

      10

      4

      3

      4

      3

      3

      4

      4

      3 4 2,8

      2

      1

      1

      5

      3

      3

      4

      2

      3

      5 3 3,9

      4

      5 3 3,7

      4

      4

      3

      3

      3

      4

      6

      2

      3

      3

      5

      3

      3

      4

      5

      2

      5

      2

      3

      4

      4

      5

      3

      3

      2

      5

      5

      3

      4

      4

      4

      5

      7

      4 5 3,6

      3

      4

      3

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      5

      4

      2

      3

      2

      1

      4

      1

      1

      1

      1

      1

      3 4 3,3

      3

      3 1 2,2

      31

      4

      4

      4

      3

      4

      3

      5

      30

      3

      3

      3 3 3,4

      3

      3

      3

      4

      4

      3

      3

      4

      3

      4

      29

      2

      4

      4

      4

      2

      3

      3

      4

      5

      3

      3

      3

      2

      4

      4

      5

      3

      3

      4

      3

      3

      4 4 3,5

      34

      4

      4

      4

      4

      4

      3

      4

      4

      3

      2

      4

      2

      2

      5 3 3,5

      

    RATA-RATA 3,912 3,765 3,441 3,235 3,353 3,294 3,667 3,471 2,853 3,235 4,441 3,118 3,118 3,853 3,588 3,49

      3

      3

      4

      5

      4

      1

      4 4 3,5

      32

      5

      5

      5

      5

      5

      4

      3

      3

      4

      5

      5

      1

      3

      5 5 4,3

      33

      4

      4

      3

      4

      3

      21

      5

      3

      3 4 3,3

      23

      4

      4

      1

      5

      4

      3

      5

      5

      3

      3

      5

      5

      3

      5 5 4,0

      24

      5

      5

      4

      3

      4

      2

      4

      4

      4

      4

      4

      3

      4

      3

      4

      3

      3

      5

      5

      4

      4

      5 4 4,0

      22

      3

      4

      3

      3

      3

      2

      3

      5

      3

      3

      5

      28

      4

      3

      4

      3

      4

      4

      3

      3

      4 4 3,6

      27

      4

      4

      3

      3

      3

      3

      4

      3

      3

      3

      4

      3

      3

      4 4 3,5

      4

      3

      3

      2

      4

      5

      4

      4

      5 3 4,1

      25

      4

      4

      5

      2

      1

      4

      3

      1

      1

      2

      4

      3

      4

      3 1 2,7

      26

      4

      4

      4

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      4

      3

      3 4 3,2

      14

      2

      3

      5

      2

      4

      3

      4

      4 4 3,5

      3

      15

      1

      5

      4

      4

      4

      1

      5

      5

      4 1 3,4

      3

      4

      3

      4

      3

      4

      3

      3

      3

      3

      3

      3 4 3,2

      12

      3

      3

      3

      3

      4

      3

      3

      3

      4 3 3,3

      13

      2

      3

      4

      16

      4

      11

      4

      4

      5 5 3,9

      19

      2

      5

      4

      4

      5

      4

      4

      4 5 4,1

      3

      20

      3

      5

      4

      4

      5

      3

      1

      3

      5 5 3,8

      2

      5

      4

      2

      4

      5

      2

      2

      4

      3 5 3,6

      17

      1

      3

      5

      3

      3

      4

      1

      4

      3

      4

      3

      18

      2

      5

      5

      3

      Kuesioner Penilaian Moral (Nilai Kejujuran/C2) NO.

      RESPONDEN NO. ITEM PERNYATAAN RATA-RATA 1* 2* 3 4*

      4

      5

      5

      3

      5

      5

      5 5 4,4

      4

      4

      5

      4

      3

      5

      4

      3

      3

      4 4 3,8

      5

      3

      5

      4

      3

      4

      3

      3

      3

      4

      5 6 7* 8 9*

      10

      1

      2

      5

      4

      2

      3

      3

      3

      5 3 3,4

      3

      2

      2

      2

      5

      4

      3

      3

      3

      2

      4 3 3,1

      3

      4

      3

      2

      3

      2

      3

      3 5 3,1

      9

      3

      4

      5

      3

      5

      3

      3

      3

      4 5 3,7

      10

      3

      3

      4

      3

      4

      3

      3

      5

      3

      4 5 3,8

      7

      6

      3

      5

      1

      3

      3

      3

      3

      2

      5 3 3,1

      3

      3

      4

      4

      4

      3

      3

      3

      3

      4 5 3,6

      8

      1

      3 3 3,2

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      30

      4

      4

      5

      5

      31

      4 5 3,6

      3

      2

      3

      5

      5

      1

      5

      3

      4 3 3,7

      4

      29

      3

      5

      3

      3

      3

      3 5 3,6

      3

      4

      4

      4

      4

      3

      3

      5

      5

      5

      3

      4

      3

      4

      3 5 3,4

      34

      3

      4

      4

      4

      4

      3

      4

      3

      4 4 3,7

      RATA-RATA 2,65 4,06 3,94 3,53 4,15 3,029 3,353 3,65 3,91 4,18 3,64

      3

      3

      5

      5

      5 5 4,7

      32

      5

      5

      5

      4

      5

      4

      5

      5

      5 5 4,9

      33

      2

      3

      5

      21

      2

      3

      23

      1

      2

      3

      3

      5

      3

      3

      3

      3 5 3,1

      24

      2

      4

      5

      4 4 3,3

      3

      4

      3

      5

      4

      4

      4

      3

      4

      3 4 3,6

      2

      22

      3

      4

      3

      4

      3

      4

      3

      28

      3

      3

      5

      5

      4 5 4,3

      27

      3

      4

      4

      3

      4

      3

      4

      4

      3 4 3,5

      5

      4

      4

      5

      5

      4 3 3,8

      25

      3

      5

      5

      5

      5

      3

      5

      5

      5 4 4,5

      26

      3

      3

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      4

      4

      3

      4 3 3,5

      14

      5

      3

      4

      5

      5

      4

      4

      4

      4 4 4,2

      15

      3

      3

      2

      4

      3

      3

      3

      3

      3

      4

      16

      12

      11

      4

      2

      3

      4

      4

      3

      4

      3

      4 4 3,5

      3

      3

      3

      3

      4

      4

      4

      4

      3

      3 4 3,5

      13

      4

      3

      4 4 3,2

      4

      3

      3

      3

      5 5 4,4

      19

      4

      2

      4

      4

      4

      3

      4

      5 5 3,8

      5

      20

      5

      2

      5

      5

      5

      4

      4

      5

      5 4 4,4

      4

      5

      3

      3

      4

      4

      4

      3

      4

      4

      4 4 3,8

      17

      4

      1

      5

      5

      4

      5

      5

      3

      5

      5

      4

      18

      5

      4

      3

      3 5 3,7

      Kuesioner Penilaian Moral (Nilai Kerjasama/C3) NO.

      RESPONDEN NO. ITEM PERNYATAAN RATA-RATA 1 2* 3*

      4

      2

      1

      5

      5

      5

      5

      5

      5 5 4,3

      4

      4

      5

      3

      5

      5

      5

      4

      3

      4 5 4,4

      5

      4

      3

      2

      5

      2 5 3,3

      3

      5

      4

      5

      6 7 8*

      9

      10

      1

      4

      3

      2

      5

      5

      3

      4

      2

      4 5 3,9

      2

      4

      1

      2

      4

      5

      4

      3

      4

      4

      4

      3

      2

      5

      5

      5

      3

      2

      5 5 3,9

      9

      3

      4

      5

      4

      5

      5

      3

      3

      5 5 4,1

      10

      4

      3

      3

      4

      4

      3

      8

      5

      3

      4

      4 5 3,8

      6

      3

      3

      2

      5

      5

      5

      4

      5

      5 3 4,1

      5

      4

      7

      5

      3

      3

      5

      5

      4

      4

      4

      4

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      4

      4

      2

      5

      5

      5

      5

      4 5 4,3

      30

      31

      4

      2

      5

      4

      4

      4

      4

      4

      5

      4

      3

      5

      5

      4

      29

      3

      4

      4

      5

      4

      3

      3

      4

      5

      3

      4

      4

      5

      4 4 3,5

      34

      4

      3

      4

      5

      5

      4

      4

      4

      5 5 4,4

      RATA-RATA 4,147 2,706 3,235 4,56 4,441 4,088 4,03 3,618 4,324

      4,5

      3,96

      3

      4

      4 4 3,8

      5

      32

      5

      3

      5

      5

      5

      5

      4

      5

      5 5 4,8

      33

      4

      2

      2

      4

      3

      21

      4

      5

      5

      1

      2

      5

      5

      5

      4

      4 5 3,6

      4 5 4,1

      24

      5

      1

      4

      5

      23

      3

      3

      5

      3

      5

      4

      4

      4

      3

      4 5 4,1

      3

      22

      3

      3

      3

      4

      4

      4

      5

      5

      3

      4

      4

      4 4 3,7

      27

      3

      3

      4

      4

      3

      4

      4

      4

      4 4 3,8

      28

      5

      3

      4

      4

      5

      5

      5 3 4,1

      25

      5

      4

      4

      5

      5

      4

      5

      5

      5 5 4,8

      26

      4

      2

      4

      5 Lampiran 39

      

    KISI-KISI SOAL PRETEST DAN POSTEST SIKLUS I

    Indikator No. Soal Pretest No. Soal Postest

      6

      9

      8

      7

      6

      5

      4

      3

      2

      1

      10

      9

      8

      7

      5

      1. Pengertian/indikator pendapatan nasional.

      4

      3

      2

      1

      10. Perhitungan pendapatan perorangan/personal income.

      9. Rumus menghitung NNP.

      8. Perhitungan pendapatan nasional.

      7. Transfer payment.

      6. Contoh pajak bumi dan bangunan.

      5. Produk Nasional Bruto/PNB.

      4. Pendapatan yang dibelanjakan/DI.

      3. Gross Domestic Product/GDP.

      2. Produk nasional neto/NNP.

      10 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Pengembangan perangkat pembelajaran matematika berbasis Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) berdasarkan aspek competence, conscience, dan compassion dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing pada pokok bahasan segiempat di kelas VIIA SMP Negeri 1 Yogyak
0
1
390
Implementasi paradigma pedagogi reflektif dalam pembelajaran matematika untuk meningkatkan competence, conscience, dan compassion mahasiswa.
1
1
11
Penerapan Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) dalam pembelajaran materi uang dan perbankan untuk meningkatkan Competence, Conscience, dan Compassion (3C) siswa kelas XC SMA Negeri I Kasihan Bantul.
3
20
221
Pengembangan perangkat pembelajaran matematika berbasis Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) berdasarkan aspek competence, conscience, dan compassion dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing pad
0
4
388
Penerapan paradigma pedagogi reflektif dalam pembelajaran materi fungsi konsumsi dan tabungan untuk meningkatkan competence, conscience, dan compassion siswa kelas X SMA Pangudi Luhur St.Louis IX Sedayu.
0
1
196
Penerapan model pembelajaran koope-ratif tipe Student Team Achievement Divisions (STAD) untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas XII IPS 2 SMA Pangudi Luhur St. Louis IX Sedayu pada mata pelajaran akuntansi materi jurnal penyesuaian.
0
0
310
Penerapan pembelajaran kooperatif metode jigsaw pada materi perubahan dan pencemaran lingkungan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas XC SMA Pangudi Luhur Sedayu tahun ajaran 2011/2012.
0
0
224
Penerapan paradigma pedagogi reflektif dalam pembelajaran materi fungsi konsumsi dan tabungan untuk meningkatkan competence, conscience, dan compassion siswa kelas X2 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta.
0
0
223
Penerapan Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) dalam pembelajaran materi pendapatan nasional untuk meningkatkan competence, conscience, dan compassion siswa kelas XC SMA Pangudi Luhur St. Louis IX Sedayu.
0
14
256
Sistem informasi perpustakaan menggunakan webcam scanner studi kasus SMA Pangudi Luhur St. Louis IX Sedayu
0
0
165
Penerapan paradigma pedagogi reflektif dalam pembelajaran materi fungsi konsumsi dan tabungan untuk meningkatkan competence, conscience, dan compassion siswa kelas X SMA Pangudi Luhur St.Louis IX Sedayu
0
3
194
Penerapan Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) dalam pembelajaran tematik untuk meningkatkan Competence, Conscience dan Compassion (3C) peserta didik kelas II SD Kanisius Kenteng semester 2 - USD Repository
0
0
240
Penerapan Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) dalam pembelajaran tematik untuk meningkatkan competence, conscience, dan compassion peserta didik kelas III SD Kanisius Kenteng - USD Repository
0
0
140
Penerapan Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) dalam pembelajaran tematik untuk meningkatkan compentence, conscience dan compassion peserta didik kelas IIIC SD Kanisius Demangan Baru I - USD Repository
0
0
196
Penerapan Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) dalam pembelajaran tematik untuk meningkatkan Competence, Conscience, dan Compassion (3C) peserta didik kelas III SD Kanisius Kembaran tahun pelajaran 2010/2011 - USD Repository
0
0
168
Show more