Hubungan antara ketepatan penggunaan metode mengajar dosen, motivasi belajar dan lingkungan belajar dengan prestasi belajar mahasiswa - USD Repository

Gratis

0
0
167
8 months ago
Preview
Full text

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

HUBUNGAN ANTARA KETEPATAN PENGGUNAAN METODE

MENGAJAR DOSEN, MOTIVASI BELAJAR DAN LINGKUNGAN

BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA

Studi Kasus Mahasiswa Angkatan 2007 Universitas Sanata Dharma

  

Program Studi Pendidikan Akuntansi

SKRIPSI

  

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Program Studi Pendidikan Akuntansi

oleh :

  

Prodenciana A. DeJ. Gusmao Vaz

051334008

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI

JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

HUBUNGAN ANTARA KETEPATAN PENGGUNAAN METODE

MENGAJAR DOSEN, MOTIVASI BELAJAR DAN LINGKUNGAN

BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA

Studi Kasus Mahasiswa Angkatan 2007 Universitas Sanata Dharma

  

Program Studi Pendidikan Akuntansi

SKRIPSI

  

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Program Studi Pendidikan Akuntansi

oleh :

  

Prodenciana A. DeJ. Gusmao Vaz

051334008

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI

JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Karya tulis ini mungkin masih jauh dari kesempurnaan tetapi saya telah berusaha semaksimal mungkin untuk menyelesaikannya. Saya mempersembahkan karya tulis ini kepada :

  Tuhan yang maha kuasa yang selalu melindungi dan menyertai saya. My lovely parents yang selalu menyayangi dan mendukung saya dengan cinta, kasih sayang dan pengorbanan yang membuat hidup saya menjadi lebih berarti. Tanpa mereka saya bukan siapa- siapa. My special one (Silverio) yang selalu memotivasi saya dari jauh, dengan cinta dan dukungan yang selalu menguatkan saya. My two lovely sisters (Rosalia and Olandina) yang selalu menyemangati saya dari jauh dengan canda dan tawa. Keluarga besar saya yang selalu mendoakan saya dari jauh. My Bro and Siz ( bina, lize, merry, jony, lila, minda, nety, metha, lala, quinha, lathy, Kk Sandra, quela, popo, nidio, quenock, etchok, zitho, lello, Adoy, Nuno, Mariano) specially my lovely bro “Ivo” yang selalu membantu dan menemani saya. Terima kasih atas semua kebersamaan serta canda tawanya selama ini.

  Hope that our frienship never end n i’ll miss you all.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

  Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah.

  Yogyakarta, 21 Januari 2010 Penulis,

  Prodenciana A. dej. Gusmao vaz

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

MOTTO

  Jangan biarkan kekurangan sebagai kelemahan kita tetapi jadikanlah kekurangan sebagai motivator kita untuk maju dan menjadi lebih baik Hidup memerlukan pengorbanan, pengorbanan memerlukan perjuangan

  Perjuangan memerlukan ketabahan Ketabahan memerlukan keyakinan, keyakinan pula menentukan kejayaan

  Kejayaan pula akan menentukan kebahagiaan Dalam hidup terkadang kita lebih banyak mendapatkan apa yang tidak kita inginkan

  Ketika kita mendapatkan apa yang kita inginkan terkadang tidak dapat membuat hidup kita lebih bahagia Sesuatu yang baik belum tentu benar Sesuatu yang benar belum tentu baik

  Sesuatu yang bagus belum tentu berharga Sesuatu yang berharga belum tentu bagus

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

ABSTRAK

HUBUNGAN ANTARA KETEPATAN PENGGUNAAN METODE

MENGAJAR DOSEN, MOTIVASI BELAJAR DAN LINGKUNGAN

BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA

  

Studi Kasus Mahasiswa Angkatan 2007 Universitas Sanata Dharma Program

Studi Pendidikan Akuntansi

Prodenciana A. DeJ. Gusmao Vaz

Universitas Sanata dharma

  

Yogyakarta

2010

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara: 1) ketepatan penggunaan metode mengajar dosen dengan prestasi belajar mahasiswa, 2) motivasi belajar dengan prestasi belajar mahasiswa, dan 3) lingkungan belajar dengan prestasi belajar mahasiswa.

  Populasi dari penelitian ini yaitu mahasiswa program studi pendidikan akuntansi universitas Sanata Dharma. Penelitian dilakukan pada bulan Mei 2009. Sampel yang diambil dari populasi sejumlah 70 mahasiswa dengan menggunakan teknik sampel purposif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner, dokumentasi dan wawancara.

  Untuk mengetahui hubungan antara ketepatan penggunaan metode mengajar dosen, motivasi belajar, lingkungan belajar dengan prestasi belajar mahasiswa digunakan teknik analisis regresi ganda tiga variabel bebas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Terdapat korelasi yang positif dan signifikan antara ketepatan penggunaan metode mengajar dosen dengan prestasi belajar mahasiswa (koefisien korelasi (R) sebesar 0,800 , koefisien 2 Hitung Tabel determinasi ( R ) sebesar 0,639 dan r sebesar 0,694>r 0,05 sebesar 0,279 Hitung Tabel serta t sebesar 2,883>t 0,05 sebesar 2,0086), 2) Terdapat korelasi yang positif dan signifikan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar mahasiswa 2

  (koefisien korelasi (R) sebesar 0,800 , koefisien determinasi ( R ) sebesar 0,639 Hitung Tabel Hitung Tabel dan r sebesar 0,666>r 0,05 sebesar 0,279 serta t sebesar 2,398>t 0,05 sebesar 2,0086), 3) Terdapat korelasi yang positif dan signifikan antara lingkungan belajar dengan prestasi belajar mahasiswa (koefisien korelasi (R) 2 R ) sebesar 0,639 dan r Hitung sebesar 0,800 , koefisien determinasi ( sebesar Tabel Hitung Tabel 0,705>r 0,05 sebesar 0,279 serta t sebesar 2,488>t 0,05 sebesar 2,0086).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

ABSTRACT

THE RELATIONSHIPS BETWEEN THE ACCURACY OF LECTURER’S

TEACHING METHOD, LEARNING MOTIVATION, LEARNING

ENVIRONMENT AND STUDENT LEARNING ACHIEVEMENT

  

A Case Study at a 2007 Batch Students of Accounting Departement Faculty

of Education Sanata Dharma University

Prodenciana A. DeJ. Gusmao Vaz

Sanata Dharma University

  

Yogyakarta

2010

  The purpose of this research is to know the relationship between : 1) accuracy of lecturer’s teaching method and student learning achievement; 2) learning motivation and student learning achievement; 3) learning environment and student learning achievement.

  The population of this research was students of accounting education of Sanata Dharma University. It was conducted in May 2009. The samples were 52 students taken by purposive sampling method. The data collecting techniques were quetionnaire, documentary and interviews.

  To know the correlation between accuracy of lecturer’s teaching method, learning motivation, learning environment and student learning achievement

  multiple regression analysis technique with three variables were applied.

  The findings are : 1) there is a positive and significant correlation between accuracy of lecturer’s teaching method and student learning achievement 2 (correlation coefficient (R) = 0,800 and determination coefficient ( R ) = 0,639

  Observed Table Observed Tabel

  and r = 0,694>r 0,05 = 0,279 and t = 2,883>t 0,05 = 2,0086); 2) there is a positive and significant correlation between learning motivation and student learning achievement (correlation coefficient (R) = 0,800 and 2 Observed Table determination coefficient ( R ) = 0,639 and r = 0,666>r 0,05 = 0,279

  Observed Tabel

  and t = 2,398>t 0,05 = 2,0086); 3) there is a positive and significant correlation between leaning environment and student learning achievement 2 (correlation coefficient (R) = 0,800 and determination coefficient ( R ) = 0,639

  Observed Table Observed Tabel and r = 0,705>r 0,05 = 0,279 and t = 2,488>t 0,05 = 2,0086).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

KATA PENGANTAR

  Puji dan syukur kepada Tuhan yang Maha Esa karena berkat dan rahmatNya sehingga saya bisa menyelesaikan perkuliahan sampai dengan penyelesaian tugas akhir ini dengan baik sebagai wujud pertanggngjawaban saya. Saya sangat bahagia akhirnya saya bisa menyelesaikan studi saya sesuai dengan harapan dan cita-cita. Semua usaha yang saya lakukan ini tidak akan berhasil dengan baik tanpa bantuan dan dukungan dari orang-orang di sekitar saya. Oleh karena itu saya ucapkan banyak terima kasih kepada : 1. Dekan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Bapak Drs.

  T.Sarkim.,M.Ed.,Ph.D., yang telah memberikan ijin dan kesempatan kepada saya untuk menimba ilmu di Universitas sanata Dharma.

  2. Ketua Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial, Bapak Yohanes Harsoyo S.Pd.,M.Si yang telah memberikan ijin kepada saya untuk melaksanakan penelitian sehingga dapat menyelesaikan skripsi saya dengan baik.

  3. Ketua Program Studi Pendidikan Akuntansi, Bapak Laurentius Saptono,.S.Pd.,M.Si, yang telah mengarahkan dan memberi bimbingan selama saya kuliah di Universitas sanata Dharma ini.

  4. Dosen pembimbing, Bapak Drs.Bambang Purnomo. S.E., M.Si, yang telah membimbing dan mengarahkan saya selama penulisan dan penyelesaian skripsi ini.

  5. Dosen penguji, Bapak Drs. F.X Muhadi M.Pd. dan Ibu Rita Eny Purwanti S.Pd.,M.Si. yang telah menguji saya dalam pendadaran dan memberikan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  6. Bapak Drs. A. Joko Wijoyo, S.Pd., M.S. yang telah membimbing saya dalam menerjemahkan abstrak dalam bahasa inggris.

  7. Dosen-dosen Universitas Sanata Dharma khususnya jurusan pendidikan akuntansi yang telah memberikan ilmu-ilmunya kepada saya yang sangat saya perlukan kelak.

  8. Karyawan, sekretariat dan petugas perpustakaan Universitas Sanata Dharma yang telah membantu dan memfasilitasi saya dari awal kuliah sampai penyelesaian tugas akhir ini.

  9. Mahasiswa program Studi Pendidikan Akuntansi khususnya Angkatan 2006 dan 2007 yang telah meluangkan waktu untuk menjadi responden saya.

  10. Pihak-pihak lain yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu, terima kasih atas bantuannya baik moral maupun material yang sangat bermanfaat bagi saya.

  Skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu kritik dan saran yang sifatnya membangn sangat diharapkan demi kesempurnaan skripsi ini yang akhirnya dapat bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan.

  Akhirnya saya mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kesalahan yang mungkin saya lakukan dalam penyusunan skripsi ini.

  Yogyakarta,

  21 Januari 2010

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL .............................................................................................. i HALAMAN PERSETUJUAN................................................................................ ii LEMBARAN PENGESAHAN ............................................................................. iii HALAMAN PERSEMBAHAN ............................................................................ iv MOTTO .................................................................................................................. v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ................................................................ vi ABSTRAK ............................................................................................................ vii ABSTRACT......................................................................................................... viii KATA PENGANTAR ........................................................................................... ix DAFTAR ISI ......................................................................................................... xi DAFTAR TABEL................................................................................................ xvi DAFTAR LAMPIRAN....................................................................................... xvii

  BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ...................................................................... 1 B. Batasan Masalah ................................................................................... 5 C. Rumusan Masalah ................................................................................ 6 D. Tujuan Penelitian ................................................................................. 6 E. Manfaat Penelitian ................................................................................ 6 F. Sistematika Isi Skripsi............................................................................ 7 BAB II KAJIAN TEORITIK A. Motivasi Belajar ................................................................................... 9

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2. Motivasi Belajar ................................................................................. 9

  B. Minat ................................................................................................... 10

  C. Prestasi Belajar .................................................................................... 11

  1. Prestasi ............................................................................................. 11

  2. Belajar .............................................................................................. 11

  3. Prestasi Belajar ................................................................................. 12

  D. Metode Mengajar ................................................................................ 13

  F. Macam-macam Metode Mengajar ........................................................ 15

  1. Metode Ceramah ............................................................................... 15

  2. Metode Melatih (Drill) ..................................................................... 18

  3. Metode Tanya Jawab ........................................................................ 19

  4. Metode Diskusi ................................................................................ 20

  5. Metode Prileksi ................................................................................ 22

  6. Metode demonstrasi dan eksperiment............................................... 23

  7. Metode Pemecahan Masalah............................................................. 24

  8. Metode Kerja Kelompok................................................................... 25

  9. Metode Pembagian Tugas belajar Resistasi...................................... 27

  10. Metode Seminar ................................................................................ 28

  11. Metode mengajar Beregu(Team Teaching Method) ........................ 29

  12. CL(Cooperative Learning) .............................................................. 30

  13. CTL (Contextual Teaching and Learning) ...................................... 31

  14. TGT (Teams Games Tournament) ................................................... 34

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  F. Faktor-Faktor Dalam Pemilihan Metode Mengajar ............................. 36

  G. Alasan Dipakainya Bermacam-Macam Metode Mengajar .................. 40

  H. Pengaruh Lingkungan Belajar .............................................................. 42

  1. Lingkungan Keluarga ......................................................................... 42

  2. Lingkungan Sekolah .......................................................................... 45

  3. Lingkungan Masyarakat ..................................................................... 48

  I. Kerangka Berpikir .................................................................................. 49 J. Hipotesis Penelitian ............................................................................... 51

  BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian .................................................................................... 52 B. Tempat dan Waktu Penelitian ............................................................. 52 C. Subyek dan Obyek Penelitian .............................................................. 52 D. Populasi, Sampel dan teknik penarikan sampel .................................. 52 E. Operasionalisasi Variabel ..................................................................... 53

  1. Variabel yang akan Diteliti ............................................................... 53

  2. Kategori Kecenderungan Variabel.................................................... 54

  3. Pengukuran Variabel......................................................................... 55

  F. Teknik Pengumpulan Data ................................................................... 57

  1. Kuesioner .......................................................................................... 57

  2. Dokumentasi ..................................................................................... 58

  3. Wawancara........................................................................................ 58

  G. Teknik Pengujian Instrumen ............................................................... 58

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2. Pengujian Realiabilitas..................................................................... 64

  H. Teknik Analisis ................................................................................... 65

  1. Uji prasyarat Analisis (Uji Normalitas) ........................................... 65

  I. Analisis Data ........................................................................................ 66

  1. Analisis regresi Linier Ganda ........................................................... 66

  2. Analisis Korelasi Ganda.................................................................... 67 J. Pengujian Hipotesis dan Penarikan kesimpulan.................................... 67

  1. Pengujian Hipotesis Pertama............................................................. 68

  2. Pengujian Hipotesis Kedua ............................................................... 68

  3. Pengujian Hipotesis Ketiga ............................................................... 69

  BAB IV HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN A.Deskripsi Data ....................................................................................... 70

  1. Ketepatan Penggunaan Metode mengajar Dosen............................... 70

  2. Motivasi Belajar ................................................................................. 71

  3. Lingkungan Belajar............................................................................ 73

  4. Prestasi Belajar................................................................................... 74 B.Pengujian Persyaratan Analisis ............................................................. 75 Pengujian Normalitas ............................................................................ 75

  C. Pengujian Hipotesis Penelitian ............................................................. 77

  1. Hubungan Antara Penggunaan Metode Mengajar Dosen dengan Prestasi Belajar Mahasiswa............................................................... 78

  2. Hubungan Antara Motivasi Belajar dengan Prestasi Belajar

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3. Hubungan Antara Lingkungan Belajar dengan Prestasi Belajar Mahasiswa.......................................................................................... 79

  BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A.Kesimpulan ........................................................................................... 82 B. Keterbatasan Hasil penelitian ............................................................... 82 C. Saran ..................................................................................................... 83 Daftar pustaka

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 : Penilaian Acuan Patokan (PAP) Tipe II ............................................ 54Tabel 3.2 : Kisi-kisi Kuesioner ............................................................................ 56Tabel 3.3 : Jawaban dan Skor .............................................................................. 57Tabel 3.4 : Hasil Uji Validitas ............................................................................. 60Tabel 3.5 : Hasil Uji Reliabilitas.......................................................................... 64Tabel 3.6 : Tingkat Keterandalan Variabel Penelitian ......................................... 65Tabel 4.1 : Pedoman PAP Ketepatan Penggunaan Metode Mengajar Dosen...... 71Tabel 4.2 : Pedoman PAP Motivasi Belajar ........................................................ 72Tabel 4.3 : Pedoman PAP Lingkungan Belajar ................................................... 73Tabel 4.4 : Pedoman PAP Prestasi Belajar .......................................................... 74Tabel 4.5 : Hasil Uji Normalitas .......................................................................... 76Tabel 4.6 : Hasil Analisis Korelasi Product Moment Antara Variabel

  Bebas dengan Variabel Prestasi Belajar............................................. 77

Tabel 4.7 : Hasil Regresi Linier Berganda............................................................ 81

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN

  LAMPIRAN I. Kuesioner ................................................................................. 87 LAMPIRAN II. Uji Reliabilitas dan Validitas................................................... 99 LAMPIRAN III. Data Mentah .......................................................................... 111 LAMPIRAN IV. Daftar Distribusi Frekuensi................................................... 115 LAMPIRAN V. Penilaian Acuan Patokan Tipe II.......................................... 122 LAMPIRAN VI. Uji Normalitas...................................................................... 127 LAMPIRAN VII. Uji Korelasi dan Regresi Ganda .......................................... 128 LAMPIRAN VIII. Sumbangan Relatif dan Sumbangan Efektif ....................... 139 LAMPIRAN IX. Daftar Tabel ........................................................................ 133 LAMPIRAN X. Surat Keterangan Ijin Penelitian ......................................... 139

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Prestasi belajar yang baik merupakan keinginan dan harapan yang diidam-

  idamkan oleh mahasiswa maupun dosen. Hal tersebut dikarenakan bahwa salah satu unsur yang menentukan keberhasilan proses belajar mengajar di perguruan tinggi adalah prestasi belajar yang dicapai mahasiswa. Jika prestasi belajar yang dicapai mahasiswa baik maka dapat dikatakan bahwa pengajaran yang dilakukan oleh dosen berhasil dan sebaliknya, apabila prestasi belajar yang dicapai oleh mahasiswa rendah maka dapat dikatakan pengajaran yang dilakukan oleh dosen belum berhasil dengan baik.

  Dalam kegiatan belajar mengajar, hasil belajar seseorang dapat dilihat dari prestasi belajarnya, mengingat prestasi merupakan kecakapan yang dapat diukur dengan alat penilaian yang berwujud angka-angka atau simbol-simbol. Angka-angka tersebut menjadi penunjuk hasil yang dicapai mahasiswa dalam kegiatan belajar mengajar pada masa tertentu.

  Setiap pengajar mempunyai cara tersendiri dalam melaksanakan tugasnya. Hal ini dapat dimengerti karena setiap pengajar mempunyai kapasitas mengajar yang berbeda-beda, dan harus menyesuaikan dengan macam disiplin ilmu pengetahuan yang diberikan kepada mahasiswa. Mengajar ilmu-ilmu sosial mungkin berbeda dengan mengajar ilmu kedokteran bila dilihat dari teknik yang dipakai dalam mengajar.

  Peranan seorang dosen dalam proses belajar mengajar sangatlah penting. Salah

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  ketentuan yang telah ditetapkan. Sebagai penyampai informasi dosen menginginkan informasi tersebut sampai pada penerima informasi (mahasiswa). Supaya informasi tersebut dapat diterima oleh mahasiswa, dosen menggunakan strategi-strategi tertentu yang bisa menumbuhkan minat belajar mahasiswa dan memotivasi mahasiswa untuk mengetahui informasi tersebut sehingga bisa meningkatkat prestasi belajarnya.

  Salah satu strategi dosen memotivasi dan membuat mahasiswa memiliki minat dalam proses belajar mengajar yaitu mencari dan menggunakan cara mengajar atau metode mengajar yang sesuai dengan cara belajar mahasiswa. Cara mengajar yang ‘baik’ belum tentu dapat dikatakan ‘benar’, karena pengajar tidak dapat mempraktekkan cara tersebut dengan apa yang semestinya dilakukan. Begitu pula halnya dengan cara mengajar yang ‘benar’ belum tentu dapat dikatakan ‘baik’. Cara mengajar yang baik dan benar adalah cara mengajar yang dapat dipraktekkan dan menghasilkan keluaran (output) seperti yang diharapkan (Soekartawi, 1995 : 16-17).

  Sebagai contoh penerapan metode yang tidak memperhatikan situasi dan kondisi mahasiswa. Misalnya penyelenggaraan kuliah pada jam 14.00. Pada jam ini kebanyakan mahasiswa dalam keadaan mengantuk dan capek mungkin karena cuaca yang panas, karena ada yang kuliah dari pagi hingga siang atau karena ada yang baru selesai makan siang. Jika dosen menggunakan metode mengajar ceramah maka dapat membuat mahasiswa semakin mengantuk, malas dan capek. Apalagi gaya mengajarnya juga kurang antusias. Maka meskipun setelah memberi ceramah dan selanjutnya menggunakan metode tanya jawab, mahasiswa tidak akan pernah bertanya dan menjawab, karena awalnya mahasiswa sudah tidak memperhatikan dan tidak memahami apa yang disampaikan oleh dosen. Walaupun mahasiswa tersebut mengerti akan apa yang disampaikan, namun pengertian itu hanya bersifat sementara

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Akhirnya mahasiswa lebih cenderung mengejar nilai daripada manfaat mata kuliah tersebut dalam kehidupan mereka. Apalagi jika mahasiswa hanya memprioritaskan pemahamannya pada mata kuliah yang disukai. Maka nilai yang diperoleh mahasiswa akan lebih bagus pada mata kuliah yang disukai tersebut.

  Padahal semua mata kuliah menjadi syarat kelulusan bagi seorang mahasiswa.

  Penelitian mengenai minat mengungkapkan bahwa siswa lebih memahami sebuah teks apabila teks itu memuat hal-hal yang menarik bagi mereka (Anderson, 1972 ; Estes & Vaughs, 1973). Dalam hal ini sudah barang tentu peran dosen sangat penting. Bagaimana dosen melakukan usaha-usaha yang dapat menumbuhkan minat dan memberikan motivasi agar mahasiswa melakukan aktivitas belajar dengan baik.

  Persoalan bagi dosen sebagai pengajar adalah bagaimana caranya supaya mahasiswa tersebut menyukai dan mendapat nilai yang cukup untuk mata kuliah yang lainnya. Hal yang terpenting bagi dosen adalah bagaimana menciptakan kondisi atau suatu proses yang mengarahkan mahasiswa melakukan aktivitas belajar yang kondusif dan antusias. Misalnya dosen bisa menggunakan metode kerja kelompok, metode mengajar beregu (team teaching method ) atau metode Tanya jawab, yang tujuannya menuntut mahasiswa untuk aktif dan antusias dalam mengikuti perkuliahan.

  Shackleford dan Henak (1990) berpendapat bahwa cara pengajaran yang efisien akan terbentuk kalau pengajarnya juga bertindak efisien. Sebab pengajar bertindak sebagai manajer yang harus mengambil keputusan untuk aktivitas yang ia lakukan agar berjalan secara efisien. Selanjutnya mereka berpendapat bahwa pengajar yang efektif didefinisikan sebagai berikut : ”Effective teachers are knowledgable

  

about the theories of presentasion, learning, and learner characteristic” . Bahwa

  seorang pengajar yang efektif adalah memiliki kemampuan dalam penguasaan materi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Hasil penelitian yang dilakukan oleh Fransisca Lasmintorini (2005), menyatakan bahwa ada hubungan positif dan signifikan antara motivasi belajar dan prestasi belajar. Dengan demikian dapat diartikan bahwa prestasi belajar bisa dipengaruhi oleh motivasi belajar. Semakin tinggi motivasi belajar mahasiswa, semakin tinggi pula prestasi belajar mahasiswa. Untuk dapat belajar dengan baik diperlukan motivasi yang baik pula.

  Motivasi itu tidak akan dikatakan baik apabila tujuan yang diinginkan juga tidak baik. Sebagai contoh kalau motif yang timbul untuk suatu perbuatan belajar itu karena rasa takut akan hukuman, maka faktor-faktor yang kurang enak itu akan menyebabkan kegiatan belajar tersebut menjadi kurang efektif dan hasilnya kurang permanen atau tahan lama. (Sardiman, 1986:77). Selain itu prestasi belajar juga ditentukan oleh lingkungan mahasiswa, baik lingkungan keluarga, lingkungan sekolah maupun lingkungan masyarakat. Seorang mahasiswa akan mendapatkan prestasi yang baik jika dia memiliki kebiasaan belajar yang baik dan sungguh-sungguh mempelajari apa yang hendak dipelajarinya. Supaya orang tersebut memiliki kebiasaan belajar, dia harus dibiasakan belajar sejak dini. Hal ini menjadi tanggungjawab besar dari keluarga untuk melatihnya. Tetapi tak dapat dipungkiri bahwa manusia adalah mahluk sosial yang hidup bersama dengan orang lain. Hal ini berarti bahwa selain keluarga lingkungan kampus tempat dimana mahasiswa tersebut belajar dan lingkungan masyarakat sekitar juga ikut mempengaruhi. Misalnya ada mahasiswa yang merasa tidak nyaman belajar dengan temannya yang lain yang lebih pintar dan memiliki sikap yang tidak menyenangkan. Selain itu besarnya kesenjangan sosial antar mahasiswa akan menghambat proses belajar mengajar mahasiswa.

  Lingkungan belajar yang baik adalah lingkungan belajar yang bersih, tenang,

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  yang tinggal dalam lingkungan belajar yang baik akan memperoleh hasil atau prestasi yang lebih baik. Sebaliknya, orang-orang yang tinggal di lingkungan belajar yang tidak baik akan mendapatkan hasil belajar yang kurang baik. sebagaimana hasil penelitian Susana Indarti (2006), ditemukan bahwa lingkungan belajar berpengaruh secara positif terhadap prestasi belajar mahasiswa. Berdasarkan pernyataan tersebut dapat diartikan bahwa prestasi belajar bisa dipengaruhi oleh lingkungan belajar.

  Semakin baik dan nyaman lingkungan belajar mahasiswa, prestasi belajar mahasiswa akan semakin baik.

  Atas dasar latar belakang tersebut, penulis tertarik untuk mengadakan penelitian yang berjudul “Hubungan Antara Ketepatan Penggunaan Metode

  Mengajar Dosen, Motivasi Belajar dan Lingkungan Belajar dengan Prestasi Belajar Mahasiswa” karena sebagai seorang calon dosen (pengajar) penulis merasa

  hal ini sangat penting untuk dibahas sehingga dapat memberikan gambaran kepada penulis mengenai cara menyampaikan materi secara efektif dan efesien dengan menggunakan metode yang sesuai yang dapat membangkitkan motivasi dan minat mahasiswa sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan prestasi belajar mahasiswa.

  B. Batasan Masalah

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana hubungan antara ketepatan penggunaan metode mengajar dosen, motivasi belajar dan lingkungan belajar mahasiswa dengan prestasi belajar mahasiswa.

  C. Rumusan Masalah

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas dapat dirumuskan beberapa masalah sebagai berikut :

  1. Apakah ada hubungan positif antara ketepatan penggunaan metode mengajar dosen dengan prestasi belajar mahasiswa?

  2. Apakah ada hubungan positif antara motivasi belajar dengan prestasi belajar mahasiswa?

  3. Apakah ada hubungan positif antara lingkungan belajar dengan prestasi belajar mahasiswa?

  D. Tujuan Penelitian

  Dari rumusan masalah yang dikemukakan diatas dapat dirumuskan tujuan penelitian yang akan dicapai, yaitu :

  1. Untuk mengetahui apakah ada hubungan positif antara ketepatan penggunaan metode mengajar dosen dengan prestasi belajar mahasiswa?

  2. Untuk mengetahui apakah ada hubungan positif antara motivasi belajar dengan prestasi belajar mahasiswa?

  3. Untuk mengetahui apakah ada hubungan positif antara lingkungan belajar dengan prestasi belajar mahasiswa?

  E. Manfaat Penelitian

  Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan antara lain :

  1. Bagi mahasiswa PAK Universitas Sanata Dharma Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan kepada mahasiswa

  PAK Universitas Sanata Dharma supaya kelak menjadi dosen nanti dapat memilih cara mengajar yang sesuai dengan kebutuhan para mahasiswa dengan demikian

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  mahasiswa akan lebih termotivasi dan lebih aktif lagi dalam belajar yang akhirnya diharapkan dapat meningkatkan prestasi belajar mahasiswa.

2. Bagi orang tua

  Sebagai tambahan pengetahuan akan pentingnya pendidikan bagi anak dengan kemampuan yang ada supaya dapat mengusahakan hal-hal yang bisa membantu proses belajar anak.

  3. Bagi perguruan tinggi Hasil penelitian diharapkan memberikan suatu inspirasi kepada mahasiswa lain di luar universitas dan mampu mendorong untuk meningkatkan lulusan mahasiswa yang berkualitas dengan prestasi yang baik.

  4. Bagi universitas Sanata Dharma Universitas dapat menggunakan hasil penelitian ini untuk alat pengembangan ilmu pengetahuan dan bahan acuan bagi penelitian yang relevan.

  5. Bagi peneliti Hasil penelitian diharapkan akan banyak memberi bekal kepada penulis untuk terjun dan lebih perhatian kedunia pendidikan, khususnya berkaitan dengan penelitian yang dilakukan.

F. Sistematika Isi Skripsi

  Gambaran secara garis besar mengenai isi skripsi disajikan dalam sistematika sebagai berikut :

  BAB I. PENDAHULUAN Dalam bab ini akan diuraikan tentang latar belakang penelitian, identifikasi penelitian, batasan penelitian, rumusan penelitian, manfaat penelitian, tujuan penelitian, dan sistematika penulisan skripsi, dimana

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  BAB II. KAJIAN PUSTAKA Didalam bab ini mengemukakan tentang teori-teori yang berasal dari pendapat para ahli yang telah diakui kebenarannya, yang merupakan landasan sebagai syarat penunjang untuk memecahkan masalah yang sesuai dengan tujuan penelitian yaitu mengungkap masalah tentang ketepatan penggunaan metode mengajar dosen, motivasi belajar, lingkungan belajar dan prestasi belajar mahasiswa.

  BAB III. METODOLOGI PENELITIAN Bab ini mengemukakan beberapa metode atau cara yang digunakan dalam penelitian baik dari awal penyusunan kuesioner sampai pengambilan data menggunakan kuesioner tersebut serta beberapa metode untuk menganalisis perolehan data yang telah terkumpul.

  BAB VI. ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN Dalam bab ini mengemukakan tentang penerapan metode-metode yang digunakan hingga ditemukannya suatu hasil yang dapat dipertanggungjawab. Kemudian dari hasil tersebut kita dapat memberikan suatu pembahasan.

  BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN Dalam bab ini mengemukakan tentang kesimpulan yang telah kita tarik dari pembahasan. Kesimpulan tersebut dapat memberikan pengertian kepada pihak yang berkepentingan sehingga hasil penelitian tersebut dapat digunakan dengan sebaik-baiknya. Disini juga ditulis beberapa saran yang membangun berdasarkan hasil penelitian yang bermanfaat untuk beberapa pihak yang berkepentingan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB II KAJIAN TEORITIK A. Motivasi Belajar

  1. Motivasi

  Motivasi berasal dari kata motif yang berarti segala sesuatu yang mendorong seseorang untuk bertindak atau melakukan sesuatu. Seperti yang dikatakan Sartain dalam bukunya psychology Understanding of Human Hehavior : motif adalah suatu penyataan yang kompleks dalam suatu organisme yang mengarahkan tingkah laku atau perbuatan ke suatu tujuan atau perangsang (Purwanto, 1984:64).

  Pengertian motif tidak dapat dipisahkan dari kebutuhan. Seseorang atau suatu organisme yang berbuat atau melakukan sesuatu, sedikit banyaknya memilih kebutuhan di dalam dirinya atau ada sesuatu yang hendak dicapainya. Dalam pelajaran tentang motivasi kadang-kadang kebutuhan itu diberi arti yang khusus.

  Sartain menggunakan istilah kebutuhan hanya sebagai suatu istilah yang menunjuk pada suatu kekurangan tertentu di dalam suatu organisme.

  2. Motivasi Belajar

  Motivasi belajar diartikan sebagai daya pendorong atau perangsang yang merangsang siswa untuk mau dan ingin melakukan kegiatan belajar baik di sekolah maupun di rumah sehingga tercapai prestasi yang memuaskan.

  Dalam soal belajar, motivasi itu sangat penting. Motivasi adalah syarat mutlak untuk belajar. Di sekolah seringkali terdapat anak yang malas, tidak menyenangkan, suka membolos dan sebagainya. Hal demikian dapat berarti bahwa guru tidak berhasil memberikan motivasi yang tepat untuk mendorong agar ia belajar dengan segenap tenaga dan pikirannya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Menurut Winkel (1996 : 27-28) motivasi belajar dapat dikelompokkan menjadi dua bentuk, yaitu : a.

  Motivasi ekstrinsik yaitu bentuk motivasi yang di dalamnya aktivitas belajar dimulai dan diteruskan berdasarkan suatu dorongan yang tidak secara mutlak berkaitan dengan aktivitas belajar. Yang tergolong dalam motivasi ekstrinsik adalah belajar demi memperoleh pujian dari orang lain, belajar demi tuntutan yang akan diraih, belajar demi meningkatkan gengsi sosial dan belajar demi memperoleh hadiah material yang telah dijanjikan.

  b.

  Motivasi intrinsik yaitu bentuk motivasi yang di dalamnya aktivitas belajar dimulai dan diteruskan berdasarkan suatu dorongan yang secara mutlak berkaitan dengan aktivitas belajar. Siswa yang mempunyai motivasi intrinsik akan terlihat dari ketekunannya untuk mengerjakan tugas-tugas belajar, keuletannya dalam memecahkan kesulitan dalam belajar dan senang mencari atau memecahkan soal-soal dalam buku pelajaran.

B. Minat

  Persoalan motivasi dapat juga dikaitkan dengan persoalan minat. Minat diartikan sebagai suatu kondisi yang terjadi apabila seseorang melihat ciri-ciri atau arti sementara situasi yang dihubungkan dengan keinginan-keinginan atau kebutuhan- kebutuhannya sendiri. Oleh karena itu apa yang dilihat seseorang sudah tentu akan membangkitkan minatnya sejauh apa yang dilihat itu mempunyai hubungan dengan kepentingannya sendiri. Hal ini menunjukkan bahwa minat merupakan kecenderungan jiwa seseorang (biasa disertai dengan perasaan senang), karena merasa memiliki kepentingan dengan sesuatu itu.

  Menurut Bernard, minat timbul tidak secara tiba-tiba atau spontan, melainkan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Jadi jelas bahwa soal minat akan selalu berkaitan dengan soal kebutuhan atau keinginan. Oleh karena itu, hal yang penting adalah bagaimana menciptakan kondisi tertentu agar mahasiswa itu selalu butuh dan ingin terus belajar (Sardiman, 1986 :76).

C. Prestasi Belajar

  1. Prestasi Arti kata prestasi adalah hasil yang diperoleh karena adanya aktivitas belajar yang telah dilakukan.  Karena itu  prestasi belajar merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan belajar, karena kegiatan belajar merupakan proses, sedangkan prestasi merupakan hasil dari proses belajar.

  2. Belajar Sebagai landasan penguraian mengenai apa yang dimaksud dengan belajar, terlebih dahulu akan dikemukakan beberapa definisi belajar beberapa tokoh sebagaimana dirangkum oleh Muhhibbin Syah dalam bukunya ”Psikologi Belajar” adalah sebagai berikut : a. Skinner, seperti yang dikutip Barlow (1985) dalam bukunya Educational

  Psychology : The Teaching Learning Process, berpendapat bahwa belajar adalah

  suatu proses adaptasi (penyesuaian tingkah laku) yang berlangsung secara progresif. Skinner percaya bahwa proses adaptasi tersebut akan mendatangkan hasil yang optimal apabila ia diberi penguat (reinforcer).

  b. Chaplin (1972) dalam Dictionary of Psychology membatasi belajar dengan dua macam rumusan yaitu: pertama, belajar adalah perolehan perubahan tingkah laku yang relatif menetap sebagai akibat latihan dan pengalaman. Kedua, belajar adalah proses memperoleh respon-respon sebagai akibat adanya latihan khusus.

  c. Hintzman (1978) dalam bukunya The Psychologyof Learning and memory

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  organisme, manusia atau hewan, disebabkan oleh pengalaman yang dapat mempengaruhi tingkah laku organisme tersebut.

  d.

  Reber (1989) dalam kamusnya, Dictionary of psychology membatasi belajar menjadi dua macam definisi. Pertama, belajar adalah proses memperoleh pengetahuan. Kedua, belajar adalah suatu perubahan kemampuan bereaksi yang relatif langgeng sebagai hasil latihan yang diperkuat.

  Dari definisi-definisi di atas, dapat dikemukakan adanya beberapa elemen yang penting yang mencirikan pengertian tentang belajar,yaitu bahwa: a.

  Belajar merupakan suatu perubahan dalam tingkah laku, di mana perubahan itu dapat mengarah kepada tingkah laku yang lebih baik, tetapi juga ada kemungkinan mengarah kepada tingkah laku yang lebih buruk.

  b. Belajar merupakan suatu perubahan yang terjadi melalui latihan atau pengalaman; dalam arti perubahan-perubahan yang di sebabkan oleh pertumbuhan atau kematangan tidak dianggap sebagai hasil belajar;seperti perubahan-perubahan yang terjadi pada diri seorang bayi.

  Belajar pada manusia merupakan suatu aktivitas mental atau psikis, yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan, yang menghasilkan perubahan- perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, ketrampilan dan nilai sikap. Perubahan itu bersifat secara relatif konstan dan berbekas.

  3. Prestasi belajar Atas dasar pengertian prestasi dan belajar di atas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa prestasi belajar adalah tingkah laku seseorang dari hasil aktualisasi diri yang dilakukan secara sadar dan nyata untuk menuju ke perkembangan pribadi seutuhnya. Prestasi belajar siswa dapat dinyatakan dalam

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  bentuk angka, huruf, maupun simbol dan pada periode-periode tertentu, misalnya caturwulan atau semesteran.

  Prestasi belajar mahasiswa dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor yang berasal dari dalam diri (internal) dan faktor yang berasal dari luar diri (eksternal), adapun faktor-faktor tersebut adalah :

  a. Faktor internal yang meliputi : 1) Faktor jasmaniah (fisiologis) baik yang bersifat bawaan maupun yang diperoleh, misalnya mahasiswa mempunyai kelemahan dalam menghitung atau mengingat materi pelajaran. 2) Faktor psikologis baik yang bersifat bawaan maupun yang diperoleh. Yang termasuk dalam faktor psikologis adalah faktor intelektif yaitu kecerdasan dan bakat serta faktor kecakapan nyata dan non intelektif yaitu unsur-unsur kepribadian tertentu meliputi sikap, kebiasaan, minat, motivasi, emosi dan penyesuaian diri. 3) Faktor kematangan fisik dan psikis

  b. Faktor eksternal yang meliputi : 1) Faktor sosial yang terdiri dari lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, lingkungan masyarakat dan lingkungan kelompok.

  2) Faktor budaya yang terdiri atas adat istiadat, ilmu pengetahuan dan teknologi. 3) Faktor lingkungan fisik seperti fasilitas-fasilitas belajar 4) Faktor lingkungan keagamaan atau spiritual.

D. Metode Mengajar

  Metode berasal dari bahasa Yunani, metha (melalui atau melewati) dan hodos (jalan atau cara). Jadi, metode berarti jalan atau cara yang harus dilalui untuk

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  pelajaran oleh seorang kepada orang lain agar orang lain itu menerima, menguasai dan mengembangkan bahan itu. Jadi, metode mengajar adalah suatu cara yang berfungsi sebagai alat yang digunakan dalam menyajikan bahan pelajaran untuk mencapai tujuan pengajaran (Ulihbukit, dkk. 1979 : 5). Makin baik metode itu, makin efektif pula pencapaian tujuan. Sebuah metode dapat disebut baik diperlukan patokan yang bersumber dari beberapa faktor. Faktor utama yang menentukan adalah tujuan yang akan dicapai.

  Khusus mengenai metode mengajar di dalam kelas selain dari faktor tujuan, faktor murid, faktor situasi dan faktor dosen ikut menentukan efektif tidaknya sebuah metode. Dengan memiliki pengertian secara umum mengenai sifat berbagai metode, seorang dosen akan lebih mudah menetapkan metode manakah yang paling serasi untuk situasi dan kondisi pengajaran yang khusus.

  Ada berbagai metode mengajar karena dipengaruhi oleh banyak faktor, misalnya : 1) Tujuan yang berbagai-bagai jenis dan fungsinya. 2) Anak didik yang berbagai-bagai tingkat kematangannya. 3) Situasi yang berbagai-bagai keadaannya. 4) Fasilitas yang berbagai kualitas dan kuantitasnya. 5) Pribadi dosen serta kemampuan profesionalnya yang berbeda-beda.

  Karena itu, sulit untuk memberikan satu klasifikasi yang jelas mengenai setiap metode yang pernah dikenal di dalam pengajaran. Setiap usaha klasifikasi adalah arbitrer sifatnya. Lebih sulit lagi untuk menggolong-golongkan metode-metode itu di dalam nilai dan efektifitasnya, sebab metode yang ”kurang baik” di tangan seorang dosen dapat menjadi metode yang ”baik sekali” di tangan dosen yang lain, dan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  metode yang baik akan gagal di tangan dosen yang lain yang tidak menguasai teknik pelaksanaannya.(Surakhmad, 1979 : 76).

  Namun demikian, ada sifat-sifat umum yang terdapat pada metode yang satu yang tidak terdapat pada metode yang lain. Dengan mencari ciri-ciri umum itu, menjadi mungkinlah untuk mengadakan klasifikasi yang lebih jelas mengenai jenis- jenis metode yang lazim dan praktis untuk dilaksanakan. Atas dasar itu, metode dapat digolongkan secara umum (ditinjau dari faktor dosen) : 1) Metode mengajar secara individual. 2) Metode mengajar secara berkelompok. Atau dapat pula dibuat pembagian yang lain (ditinjau dari faktor mahasiswa) : 1) Metode mengajar terhadap individu.

  2) Metode mengajar terhadap kelompok.

  Di dalam kenyataannya, banyak faktor yang menyebabkan tidak selalu dapat dipergunakan metode yang dianggap paling sesuai dengan tujuan, situasi, dan lain- lain. Dosen seringkali terpaksa mempergunakan metode ”pilihan kedua” dan metode ”pilihan ketiga”. Yang penting diperhatikan oleh dosen dalam keadaan demikian ialah batas-batas kebaikan dan kelemahan metode yang dipergunakannya, untuk dapat merumuskan kesimpulan mengenai hasil evaluasi usahannya itu.

E. Macam-macam Metode Mengajar

1. Metode Ceramah (Lecturing Method)

  Metode ceramah yang dalam bahasa Inggris disebut dengan istilah

  lecturing method atau telling-method ialah suatu cara lisan penyajian bahan

  pelajaran yang dilakukan oleh seseorang (guru) kepada orang lain (pelajar atau mahasiswa) untuk mencapai tujuan pengajaran. Istilah lecturing berasal dari

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  ditimbulkan kata lecture yang artinya memberi kuliah dengan kata-kata atau memberi kuliah dengan penuturan. Dari kata lecture ditimbulkan atau dimunculkan lagi kata lecturing yaitu cara penyajian bahan dengan lisan. Istilah

  

telling berasal dari kata to tell yang artinya menyatakan sesuatu kepada orang lain,

  selanjutnya berarti menyajikan keterangan-keterangan kepada orang lain agar ia mengerti apa yang disajikan itu.

  Yang dimaksud dengan ceramah ialah penerangan secara lisan oleh guru terhadap kelas. Dalam pelaksanaan ceramah untuk menjelaskan uraiannya, guru dapat menggunakan alat-alat pembantu seperti gambar-gambar. Tetapi metode utama berhubungan guru dengan siswa adalah berbicara.

  Kebaikan-kebaikan atau keuntungan-keuntungan dengan menggunakan Metode Ceramah antara lain adalah :

  a. Ketertiban kelas mudah dijaga atau dengan perkataan lain guru mudah menguasai kelas.

  b. Organisasi kelas sederhana, ini berarti bahwa guru berdiri di depan atau di tengah sambil menyajikan bahan sedangkan pelajar atau mahasiswa duduk atau berdiri mendengarkan sambil mencatat isi pelajaran yang menurutnya penting.

  c. Menghemat waktu maupun modal lainnya karena dalam waktu terbatas guru dapat memberikan bahan yang banyak terhadap pelajar/ mahasiswa yang berjumlah banyak.

  d. Melatih pelajar/mahasiswa untuk menggunakan pendengarannya dengan baik serta menangkap dan menyimpulkan isi ceramah dengan cepat dan tepat dalam waktu singkat.

  Kelemahan-kelemahan atau segi negatif apabila digunakan Metode

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  a.

  Apabila ditinjau dari prinsip belajar, maka metode ini agak bertentangan dengan prinsip belajar (dengan metode ini hanya alat tertentu yang aktif yaitu terutama alat pendengaran dan pikiran).

  b.

  Apabila ditinjau dari azas demokrasi maka metode ceramah kurang memungkinkan pelajar/mahasiswa untuk mengemukakan pendapat- pendapatnya yang mana ini mungkin mengakibatkan tertekannya inisiatif dan daya kreasi.

  c.

  Metode ceramah tidak akan menghasilkan pembentukan pribadi secara harmonis d.

  Ditinjau dari azas-azas didaktik, maka metode ceramah kurang memungkinkan terlaksananya anjuran-anjuran yang baik dari azas-azas didaktik (misalnya anjuran-anjuran dari azas peragaan atau azas kooperasi di mana peragaan langsung tidak/kurang terlaksana atau kerjasama antar pelajar/mahasiswa tidak juga terlaksana).

  e. Kesalahan tafsir terhadap istilah tertentu misalnya genting dapat ditafsirkan atap rumah atau zaman berbahaya atau keadaan bahaya.

  Usaha-usaha apa sajakah yang dapat ditempuh untuk menghindari kelemahan-kelemahan atau menanggulangi kelemahan-kelemahan metode ceramah ? Ada bermacam-macam usulan yang dapat ditempuh diantaranya adalah: a. Gunakan alat peraga pada waktu berceramah, baik langsung maupun tidak langsung.

  b. Jelaskanlah istilah-istilah yang kiranya sukar atau dapat ditafsirkan lain.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  c.

  Berceramahlah dengan gaya yang menarik serta gunakanlah bahasa yang mudah ditangkap.

  d.

  Selingilah penggunaan Metode Ceramah ini dengan metode lain misalnya Metode Demonstrasi dan Eksperimen, Metode Diskusi, Metode Sosiodrama.

  e.

  Buatlah sistematika ceramah dan adakanlah penilaian dengan cukup.

2. Metode Melatih (Drill)

  Metode melatih yang juga disebut metode drill atau metode Training adalah suatu cara yang baik untuk menanamkan kebiasaan tertentu. Dalam melatih murid- muridnya guru harus berhati-hati karena hasil sesuatu latihan biasanya akan tertanam dan kemudian menjadi kebiasaan. Selain untuk menanamkan kebiasaan, metode ini juga dapat menambah kecepatan, ketepatan, kesempurnaan dalam melakukan.sesuatu serta dapat pula dipakai sebagai suatu cara mengulangi bahan yang telah disajikan.

  Kelemahan-Kelemahan latihan siap :

  a. Menghambat bakat dan inisiatif siswa Mengajar dengan metode drill, berarti minat dan inisiatif (makarsa) siswa dianggap sebagai gangguan dalam belajar atau dianggap tidak layak dan kemudian dikesampingkan. Para siswa dibawa kepada konformatis dan diarahkan menjadi uniformisitas.

  b. Menimbulkan penyesuaian secara statis kepada lingkungan Perkembangan inisiatif didalam menghadapi situasi-situasi baru dimatikan. Di dalam menghadapi situasi baru atau masalah baru pelajar menyelesaikan persoalan dengan cara yang statis. Hal ini bertentangan dengan prinsip belajar dimana siswa seharusnya mereorganisasi kembali pengetahuan dan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  c.

  Membentuk kebiasaan yang kaku.

  Dengan metode latihan siap siswa belajar secara mekanis. Dalam memberikan respon terhadap suatu stimulus siswa dibiasakan secara otomatis. Kecakapan siswa dalam memberikam respon suatu stimulus dilakukan secara otomatis tanpa menggunakan intelegensi.

  d.

  Menimbulkan verbalisme Setelah mengejarkan bahan pelajaran kepada siswa berulangkali, guru mengadakan ulangan. Apalagi jika menghadapi ujian, siswa dilatih menghafalkan pertanyaan-pertanyaan (soal-soal). Mereka harus mengetahui dan menghafalkan jawaban-jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tertentu. Siswa harus dapat menjawab soal-soal secara otomatis, karena itu maka proses belajar yang lebih realistis menjadi terdesak, dan sebagai gantinya timbullah respon- respon yang melulu bersifat verbalistis.

3. Metode Tanya Jawab (Questioning atau Question Answer Period)

  Tanya jawab sebagai suatu metode adalah cara lisan menyajikan bahan untuk mencapai tujuan pengajaran. Alat pokok yang digunakan dengan menggunakan Metode Tanya Jawab adalah pertanyaan lisan yang datangnya dari dua pihak atau lebih. Ini berarti bahwa pertanyaan dapat datang dari pihak guru dan dapat datang dari pihak pelajar. Tetapi kadang-kadang pertanyaan sudah tertera dalam buku bacaan atau buku pelajaran.

  Metode tanya jawab sebagai suatu cara menyajikan bahan harus digunakan bersama-sama dengan metode lain misalnya metode ceramah, metode kerja kelompok, metode demonstasi dan eksperimen, metode drill. Metode ini wajar penggunaannya apabila guru ingin mengetahui penguasaan pelajar terhadap bahan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  digunakan untuk menyelingi pembicaraan-pembicaraan (ceramah) dalam rangka menyemangati pelajar (supaya tidak terjadi penyimpangan perhatian). Kecuali situasi-situasi di muka. Metode tanya jawab baik juga digunakan untuk memimpin pengamatan para pelajar.

  Dalam situasi yang bagaimanakah metode tanya jawab kurang wajar penggunaannya? Metode tanya jawab kurang tepat digunakan apabila tanya-jawab kepada sejumlah pelajar dimaksudkan untuk menilai kemajuan kelas. Demikian pula apabila guru hanya memberi giliran kepada pelajar-pelajar tertentu saja.

  Baik dan buruknya metode tanya jawab Kebaikannya :

  a. Sambutan kelas. Tanya jawab dapat memperoleh sambutan yang lebih aktif bila dibandingkan dengan hasil metode ceramah.

  b. Memberi kesempatan kerja siswa untuk mengemukakan hal-hal yang belum jelas atau belum dimengerti, sehingga guru dapat menjelaskan kembali.

  c. Mengetahui perbedaan pendapat antara siswa dan guru, dan akan membawa ke arah suatu diskusi.

  Keburukannya : Tanya jawab bisa menimbulkan penyimpangan dari pokok persoalan. Lebih- lebih jika siswa memberi jawaban atau memajukan pertanyaan yang dapat menimbulkan beberapa masalah baru dan kemudiaan menyimpang dari pokok persoalan atau menimbulkan pokok pembicaraan baru.

4. Metode Diskusi

  Diskusi adalah percakapan ilmiah yang berisi pertukaran pendapat, pemunculan ide-ide serta pengujian pendapat yang dilakukan oleh beberapa orang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  diskusi adalah suatu cara penyajian bahan pelajaran dengan menugaskan pelajar atau kelompok pelajar melaksanakan percakapan ilmiah untuk mencari kebenaran dalam rangka mewujudkan tujuan pengajaran.

  Diskusi sebagai suatu metode mengajar belum umum digunakan oleh guru- guru. Belum biasanya metode ini digunakan antara lain disebabkan : a.

  Masih banyak guru yang belum mengerti apa metode diskusi itu ? Apabila guru sudah mengerti, maka belum tentu ia cekatan mempergunakan metode ini sebab guru yang akan menggunakannya harus cekatan mencari persoalan yang didiskusikan dan cekatan pula mengendalikannya supaya tidak berlarut-larut.

  b.

  Para guru belum seluruhnya mengetahui manfaat metode diskusi.

  c. Guru khawatir kalau-kalau pelajar menjadi ribut, menurut kemauannya sendiri, yang mana ini akan mengacaukan suasana kelas d. Adakalanya filsafat pendidikan dari negara/lembaga tertentu tidak-sesuai dengan dasar metode diskusi. Metode ini amat baik untuk menimbulkan dan membina sikap dan tindakan yang demokratis, hingga metode ini tidak tepat digunakan dalam negara-negara yang bukan berasaskan demokrasi.

  e. Metode ini memerlukan waktu yang banyak padahal jam-jam pelajaran amat terbatas.

  Kebaikan-kebaikannya antara lain sebagai berikut :

  a. Metode ini dapat berfungsi mengulangi bahan pelajaran yang telah disajikan dan dapat pula mengintegrasikan mata pelajaran-mata pelajaran. Terintegrasikannya mata pelajaran-mata pelajaran itu karena dalam mendiskusikan sesuatu, sesuatu itu tentu berhubungan dengan sesuatu yang lain. misalnya mendiskusikan soal "Manfaat gunung berapi", pengetahuan ilmu bumi berintegrasi dengan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  b.

  Metode diskusi dapat menumbuhkan dan memperkembangkan sikap dan cara berpikir ilmiah.

  c.

  Metode diskusi dapat membina bahasa para pelajar. Pelajar yang berdiskusi dituntut mengemukakan pendapat-pendapatnya (bahasa aktif) disatu pihak, dan di lain pihak ia dituntut pula untuk dapat mengerti pendapat pelajar lain (bahasa pasif).

  d.

  Pada suatu pihak metode ini dapat memperkecil atau menghilangkan rasa malu/takut, dan pada pihak lain dapat menumbuhkan serta memupuk keberanian pelajar.

  e.

  Metode ini dapat pula memupuk kerjasama, toleransi dan rasa sosial.

5. Metode Prileksi ( Prelection Method )

  Metode Prileksi adalah suatu cara menyajikan bahan pelajaran dengan menggunakan bahasa lisan, menyuruh pelajar mendiskusikan, menganalisa, membanding-bandingkan dan akhirnya menarik kesimpulan dari apa yang disajikan untuk mencapai tujuan pengajaran.

  Kebaikannya metode ini antara lain : pelajar dan guru sama-sama aktif. Pelajar aktif dalam mendengarkan, menangkap isi pelajaran, menganalisa, mendiskusikan dan akhirnya menarik kesimpulan-kesimpulan tertentu. Mengajar dengan metode ini juga menimbulkan serta membina kompetisi yang sehat pada pelajar-pelajar.

  Lain daripada itu pertautan antara aspek-aspek dari bahan pelajaran tetap terjaga yang mana ini berarti pula bahwa bahan pelajaran sering diulangi. Kebaikan lainnya dari metode ini adalah bahwa ia amat baik digunakan dalam menyajikan ilmu-ilmu sosial misalnya sejarah, kewargaan negara, bahasa (khususnya tentang prosa dan puisi).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Kelemahan yang terutama dari ini adalah banyaknya waktu yang digunakan (sekalipun bahan pelajaran jumlahnya sedikit) serta pengetahuan dan kecekatan yang banyak dituntut dari guru baik dalam mempersiapkan maupun dalam menyajikan bahan pelajaran.

6. Metode Demonstrasi dan Eksperimen

  Mendemonstrasikan sesuatu sama artinya dengan mempertunjukkan atau memperlihatkan sesuatu. Yang diperlihatkan itu ada kalanya benda konkrit, tiruan, tetapi ada kalanya pula suatu proses. Proses adalah peristiwa-peristiwa yang terjadi yang menuju atau mengarah kepada penghancuran dan atau pembentukan sesuatu.

  Metode Demonstrasi dan Eksperimen adalah suatu cara menyajikan bahan pelajaran dengan memperlihatkan atau mempertunjukkan sesuatu proses dan hasil dari proses itu untuk mencapai tujuan pengajaran. Metode ini amat baik digunakan untuk mencari jawaban atas pertanyaan : Bagaimana cara membuatnya ? Apa akibatnya apabila faktor tertentu dipenuhi atau tidak dipenuhi ? Bagaimana dapat diketahui kebenarannya ? Bagaimana cara bekerjanya ?

  Metode ini sebenarnya terdiri dari Metode Demonstrasi dan Metode Eksperimen. Kedua metode ini dapat dipakai secara terpisah, tetapi pada umumnya digunakan bersama-sama sebab apa yang dicobakan atau dieksperimenkan biasanya langsung dipertunjukkan dan sebaliknya apa yang didemonstrasikan biasanya adalah apa yang dicobakan.

  Kebaikan-kebaikan dan kelemahan-kelemahan apakah yang dapat dicapai dan dihadapi apabila Metode Demonstrasi dan Eksperimen-dipakai dalam mengajar ? Dalam melaksanakan demonstrasi dan eksperimen tertentu, guru dan pelajar sama- sama aktif sebab demonstrasi dan eksperimen itu dilaksanakan oleh guru dan pelajar.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  dari pengamatannya maupun dari pengalamannya mengadakan demonstrasi dan eksperimen) apa yang terjadi dari sesuatu, bagaimana bekerjanya alat tertentu dan sebagainya. Disamping itu melalui demonstrasi dan eksperimen guru mudah memusatkan perhatian pelajar kepada bahan pelajaran.

  Selain yang telah disebutkan di atas melalui demonstrasi dan eksperimen itu bakat-bakat, kecekatan-kecekatan pelajar dengan mudah dipupuk dan dikembangkan.

  Rasa ingin tahu serta sikap dan tindakan ilmiah pun dapat pula ditimbulkan, dipelihara dan dikembangkan. Sekalipun demikian perlu disadari bahwa Metode Demonstrasi dan Eksperimen sering kali menuntut waktu, biaya dan tenaga yang banyak.

7. Metode Pemecahan Masalah (Problem Solving Method atau Problem Method)

  Salah satu sumbangan besar Amerika terhadap dunia pendidikan dan pengajaran adalah suatu metode mengajar yang dibuat oleh John Dewey. Metode yang diciptakan oleh pendidik terkenal dari Amerika itu disebut atau dinamakannya Metode Pemecahan Masalah (The Problem solving Method).

  Metode Pemecahan Masalah adalah suatu cara menyajikan bahan pelajaran dengan menghadapkan pelajar kepada persoalan ynng harus dipecahkan atau diselesaikannya dalam rangka pencapaian tujuan pengajaran. Dengan demikian, dalam mempelaiari sesuatu (bahan pelajaran) selalu dituntut aktivitas yang berfungsi memecahkan persoalan yang dihadapi. Untuk memecahkan persoalan yang dihadapi ada beberapa jalan yang dapat ditempuh antara lain : a. Menyerahkan persoalan itu kepada orang lain atau instansi tertentu yang dipandang mampu dan berwenang memecahkannya.

  b. Memakai metode "coba - coba - gagal - coba - coba berhasil " (trial - error -

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  mencari penyebab yang menimbulkan persoalan, mengklasifikasikan sebab-sebab tersebut, menerapkan teori yang cocok untuk memecahkan persoalan tersebut.

  John Dewey juga mengemukakan bahwa dalam mempelajari sesuatu, atau mendapatkan sesuatu, orang harus mengadakan suatu tindakan atau harus mengerjakan sesuatu. Bertitik tolak dari pendapatnya itu John Dewey mengemukakan suatu sumbangan yang terkenal yaitu mempelajari sesuatu dengan mengerjakannya (learning by doing). Ini berarti bahwa tanpa aktif mustahil terjadi belajar, teori-teori yang dipelajari harus pula dicek/dites kebenarannya dengan mencoba mempraktikkan atau menerapkan teori-teori tersebut, apabila ternyata teori itu tidak dapat diterapkan harus diperbaiki sampai ia dapat diterapkan.

  Dari uraian di atas nampak bahwa prinsip dasar dari Metode Pemecahan Masalah yang diciptakan dan dipraktekkan oleh John Dewey ialah keyakinannya tentang perlunya aktivitas dalam mempelajari sesuatu (termasuk bahan pelajaran).

  Untuk mengaktifkan atau menggiatkan orang misalnya pelajar, akan mungkin terjadi apabila guru menjelaskan manfaat nilai pentingnya bahan pelajaran baik untuk masa kini maupun untuk hari kemudian.

8. Metode Kerja Kelompok

  Metode Kerja Kelompok adalah suatu cara menyajikan bahan pelajaran dengan menyuruh pelajar (setelah dikelompok-kelompokkan) mengerjakan tugas tertentu untuk mencapai tujuan pengajaran. Adapun tujuan pengajaran yang mungkin terwujud dengan metode ini bermacam-macam misalnya terkuasainya bahan pelajaran, terbinanya kerja sama, terpupuk serta terpeliharanya persatuan, pelajar akan terlatih bagaimana cara memimpin, pelajar saling tolong-menolong, dan pelajar mendapat kesempatan dalam membuat rencana. Lain daripada itu Metode Kerja

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil kerja kelompok ada bermacam- macam, yaitu : a.

  Kecerdasan pelajar. Kelompok yang terdiri dari pelajar-pelajar yang cerdas-cerdas akan lebih berhasil daripada kelompok pelajar yang sedang/kurang karena mereka dapat membuat rencana yang tepat, mengumpulkan fakta-fakta dengan cepat serta menarik kesimpulan-kesimpulan.

  b.

  Hubungan antar anggota kelompok. Apabila hubungan antar anggota, anggota dengan pimpinan kelompok tidak baik misalnya saling curiga mencurigai, tidak saling percaya, maka perasaan kelompok dan tanggung-jawab tidak akan terbentuk dan juga tidak terwujud. Akibat dari itu semua anggota-anggota akan bekerja sendiri-sendiri, dan hasil-hasil perorangan itu tidak dapat atau sukar sekali mempersatukannya karena garis besar atau pokok-pokok yang diikuti juga tidak sama.

  c. Asing atau tidaknya masalah atau bahan atau tugas yang dipelajari atau dikerjakan.

  Apabila masalah ataupun tugas atau bahan yang harus dipecahkan ataupun dikerjakan atau dipelajari itu tidak biasa dihadapi maka ada kemungkinan pola-pola dan cara-cara bekerja serta pengalaman atau pengetahuan yang telah dikuasai tidak dapat dipakai yang mana ini mungkin mengakibatkan tidak terwujudnya tujuan.

  d. Motif atau dorongan yang ada pada pelajar. Sesuatu yang dipandang tidak berguna, sesuatu yang tidak sesuai dengan minat serta kebutuhan pelajar tentu mengurangi aktivitas pelajar. Dengan kurangnya aktivitas ini maka hasil yang diperoleh juga tentu tidak/kurang baik.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  e.

  Kesukaran bahan. Jika bahan sukar dipelajari. maka hasil belajar akan sedikit.

  f.

  Pimpinan kelompok. Pimpinan yang membagi tugas tidak adil, tidak efisien (tidak sesuai dengan minat dan kernampuan, tidak tepat), tidak mengarahkan anggota-anggota, tidak menolong anggota-anggota yang membutuhkan pertolongan, maka hasil kelompoknya tidak atau kurang baik.

  g.

  Persaingan yang sehat antar kelompok Setelah diketahui arti dari Metode Kerja Kelompok, manfaat dan atau kebaikan- kebaikan metode ini, jalannya pengajaran dengan Metode Kerja Kelompok serta faktor-faktor yang mempengaruhi hasil kerja kelompok, maka kita perlu membicarakan tentang jenis-jenis kerja kelompok dan dasar-dasar yang dipakai untuk membentuk kelompok-kelompok.

  h. Apabila ditinjau dari banyaknya anggota kelompok maka ada kelompok kecil dan ada kelompok besar. i. Kelompok kecil biasanya beranggotakan 2-3 orang, sedangkan kelompok yang ideal biasanya beranggotakan 5-7 orang, sudah termasuk pemimpin karena pimpinan merangkap sebagai anggota.

9. Metode Pembagian Tugas Belajar Resistasi (Metode Resistasi)

  Dalam percakapan sehari-hari metode ini terkenal dengan sebutan pekerjaan rumah. Akan tetapi sebenarnya metode ini lebih luas dari pekerjaan rumah saja karena siswa dalam belajar tidak hanya dirumah, mungkin di laboratorium dihalaman sekolah, di perpustakan, atau ditempat-tempat lainnya.

  Metode resistasi mempunyai tiga fase : pertama guru memberi tugas, kedua

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  kepada guru apa yang telah mereka pelajari. Dalam sifatnya situasi ini adalah resistasi, umpamanya dalam bentuk tanya-jawab, diskusi atau barangkali sebuah test tertulis. Keuntungannya : a.

  Pengetahuan yang pelajar peroleh dari hasil belajar, hasil eksperimen atau penyelidikan yang banyak berhubungan dengan minat mereka dan yang lebih mereka rasakan berguna untuk hidup mereka, akan lebih lama dapat diingat.

  b.

  Murid berkesempatan memupuk perkembangan dan keberaniaan mengambil inisiatif, bertanggung jawab dan berdiri sendiri.

  Kelemahannya :

  a. Seringkali siswa melakukan penipuan dimana siswa hanya meniru atau menyalin hasil pekerjaan orang lain, tanpa mengalami peristiwa belajar.

  b. Adakalanya tugas itu dikerjakan oleh orang lain tanpa pengawasan.

  c. Apabila tugas terlalu sering diberikan, apalagi bila tugas-tugas itu sukar dilaksanakan oleh siswa, ketenangan mental mereka dapat terpengaruh.

  d. Sukar memberikan tugas yang memenuhi perbedaan individual.

10. Metode Seminar

  Suatu seminar adalah suatu kegiatan ilmiah yang dilakukan oleh beberapa orang dalam suatu sidang yang berusaha membahas masalah-masalah tertentu dalam rangka mencari jalan memecahkannya atau mencari pedoman-pedoman pelaksanaannya. Dengan demikian maka Metode Seminar adalah suatu cara menyajikan bahan pelajaran (pokok masalah tertentu) dengan mengikut sertakan pelajar di dalam mencapai tujuan pengajaran. Apabila pelajar diberi pelajaran dengan Metode Seminar, maka pelajar akan memperoleh pengetahuan tentang caranya

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  memecahkan masalah tertentu dan tentang petunjuk-petunjuk dalam melaksanakan hal tertentu (instruksi, membuat paper, merencanakan bangunan dan sebagainya).

  Kesulitan-kesulitan yang mungkin dihadapi dalam menyelenggarakan suatu seminar antara lain : a.

  Biaya Suatu seminar memerlukan alat-alat seperti kertas-kertas, sheet, map, dan alat- alat tulis lainnya. Kecuali itu biaya konsumsi, biaya akomodasi dan biaya transportasi juga perlu ada.

  b.

  Waktu Penjadwalan acara, waktu seminar perlu ditetapkan dan diikuti dengan baik.

  c. Pemasaran Agak sukar untuk mendapatkan pemasaran yang baik dan mempunyai waktu yang cukup.

  d. Partisipasi peserta Sering ada pelanggaran-pelanggaran tata-tertib oleh peserta.

  Kebaikan-kebaikan suatu seminar adalah :

  a. Para peserta mendapatkan keterangan teoritis yang luas dan mendalam tentang pokok/masalah yang diseminarkan.

  b. Para peserta mendapatkan petunjuk-petunjuk praktis untuk melaksanakan tugasnya, c. Para peserta dibina bersikap ilmiah dan bertindak ilmiah.

  d. Terpupuknya kerjasama antara peserta.

  e. Terhubungkannya lembaga pendidikan dengan masyarakat (pemasaran dapat mengambil manfaat dari masyarakat dan menyumbangkan pemikirannya kepada masyarakat).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  11. Metode Mengajar Beregu ( Team-Teaching Method ) Team-Teaching adalah suatu pengajaran yang dilaksanakan bersama oleh

  beberapa orang. Team-teaching sebagai suatu metode mengajar adalah suatu cara menyajikan bahan pelajaran yang dilakukan bersama oleh dua orang atau lebih kepada sekelompok pelajar untuk mencapai tujuan pengajaran.

  Tercapainya tujuan suatu tim banyak tergantung dari tepat tidaknya pembagian tugas, baik tidaknya kerjasama dan kekuatan anggota-anggota tim.

  Kekuatan yang dimaksudkan di sini adalah kualitas misalnya keahlian, kecekatan serta kemampuan anggota tim. Suatu tim pengajar yang kualitas anggotanya baik dimungkinkan mencapai tujuan pengajaran dengan baik asal saja faktor kerjasama serta pengarahan juga baik.

  Bagaimanakah mengefisienkan Metode Mengajar Beregu itu ? Ada beberapa usaha yang dapat ditempuh, yaitu : a. Membagi tugas dengan baik. Misalnya dikala anggota pertama memberikan keterangan maka anggota kedua mengawasi pelajar, sedangkan anggota ketiga membantu secara individual para pelajar, anggota keempat menulis atau meragakan dan sebaliknya.

  b. Anggota tim mendapat tugas sesuai dengan minat serta kekuatannya (pengetahuan, kecekatan dan kemampuan).

  c. Mengusahakan fasilitas (ruang, alat, waktu) yang cukup.

  12. CL (Cooperative Learning)

  Belajar berkelompok secara koperatif, siswa dilatih dan dibiasakan untuk saling berbagi (sharing) pengetahuan, pengalaman, tugas, tanggung jawab, saling membantu dan berlatih berinteraksi-komunikasi-sosialisasi karena koperatif adalah

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  miniatur dari hidup bermasyarakat serta belajar menyadari kekurangan dan kelebihan masing-masing.

  Jadi model pembelajaran koperatif adalah kegiatan pembelajaran dengan cara berkelompok untuk bekerja sama saling membantu mengkontruksi konsep, menyelesaikan persoalan, atau inkuiri. Menurut teori dan pengalaman agar kelompok kohesif (kompak-partisipatif), tiap anggota kelompok terdiri dari 4 – 5 orang, siswa heterogen (kemampuan, gender, karakter), ada kontrol dan fasilitasi, dan meminta tanggung jawab hasil kelompok berupa laporan atau presentasi.

  Sintaks pembelajaran koperatif adalah informasi, pengarahan strategi, membentuk kelompok heterogen, kerja kelompok,presentasi hasil kelompok dan pelaporan.

13. CTL (Contextual Teaching and Learning)

  Pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and learning) adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari. Ciri Pendekatan Kontekstual : a.

  Pemilihan informasi berdasarkan kebutuhan

  b. Menyandarkan pada memori spasial (pemahaman makna) c.

  Siswa terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran

  d. Pembelajaran dikaitkan dengan kehidupan nyata atau masalah yang disimulasikan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  f.

  Cenderung mengintegrasikan beberapa bidang g.

  Siswa menggunakan waktu belajarnya untuk menemukan, menggali, berdiskusi, berpikir kritis, atau mengerjakan proyek dan pemecahan masalah (melalui kerja kelompok) h. Perilaku dibangun atas kesadaran diri i. Keterampilan dikembangkan atas dasar pemahaman j. Hadiah dari perilaku baik adalah kepuasan diri k.

  Siswa tidak melakukan hal yang buruk karena sadar hal tersebut keliru dan merugikan l.

  Perilaku baik berdasarkan motivasi intrinsik m. Pembelajaran terjadi di berbagai tempat, konteks dan setting n. Hasil belajar diukur melalui penerapan penilaian autentik Menurut Depdiknas untuk penerapannya, pendekatan kontektual (CTL) memiliki tujuah komponen utama, yaitu : a. Konstruktivisme (constructivism)

  Kontruktivisme merupakan landasan berpikir CTL, yang menekankan bahwa belajar tidak hanya sekedar menghafal, mengingat pengetahuan tetapi merupakan suatu proses belajar mengajar dimana siswa sendiri aktif secara mental membangun pengetahuannya, yang dilandasi oleh struktur pengetahuan yang dimilikinya.

  b. Menemukan (Inquiry) Menemukan merupakan bagian inti dari kegiatan pembelajaran berbasis kontekstual Karena pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh siswa

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  yang terdiri dari observasi (observation), bertanya (questioning), mengajukan dugaan (hiphotesis), pengumpulan data (data gathering), penyimpulan (conclusion).

  c.

  Bertanya (Questioning) Pengetahuan yang dimiliki seseorang selalu dimulai dari bertanya. Bertanya merupakan strategi utama pembelajaan berbasis kontekstual. Kegiatan bertanya berguna untuk : 1) menggali informasi, 2) menggali pemahaman siswa, 3) membangkitkan respon kepada siswa, 4) mengetahui sejauh mana keingintahuan siswa, 5) mengetahui hal-hal yang sudah diketahui siswa, 6) memfokuskan perhatian pada sesuatu yang dikehendaki guru, 7) membangkitkan lebih banyak lagi pertanyaan dari siswa, untuk menyegarkan kembali pengetahuan siswa.

  d. Masyarakat Belajar (Learning Community) Konsep masyarakat belajar menyarankan hasil pembelajaran diperoleh dari hasil kerjasama dari orang lain. Hasil belajar diperoleh dari ‘sharing’ antar teman, antar kelompok, dan antar yang tau ke yang belum tau. Masyarakat belajar tejadi apabila ada komunikasi dua arah, dua kelompok atau lebih yang terlibat dalam komunikasi pembelajaran saling belajar.

  e. Pemodelan (Modeling) Pemodelan pada dasarnya membahasakan yang dipikirkan, mendemonstrasi bagaimana guru menginginkan siswanya untuk belajar dan malakukan apa yang guru inginkan agar siswanya melakukan. Dalam pembelajaran kontekstual, guru bukan satu-satunya model. Model dapat dirancang dengan melibatkan siswa dan juga mendatangkan dari luar.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  f.

  Refleksi (Reflection) Refleksi merupakan cara berpikir atau respon tentang apa yang baru dipelajari aau berpikir kebelakang tentang apa yang sudah dilakukan dimasa lalu.

  Realisasinya dalam pembelajaran, guru menyisakan waktu sejenak agar siswa melakukan refleksi yang berupa pernyataan langsung tentang apa yang diperoleh hari itu.

  g.

  Penilaian yang sebenarnya ( Authentic Assessment) Penilaian adalah proses pengumpulan berbagai data yang bisa memberi gambaran mengenai perkembangan belajar siswa. Dalam pembelajaran berbasis CTL, gambaran perkembangan belajar siswa perlu diketahui guru agar bisa memastikan bahwa siswa mengalami pembelajaran yang benar. Fokus penilaian adalah pada penyelesaian tugas yang relevan dan kontekstual serta penilaian dilakukan terhadap proses maupun hasil.

14. TGT (Teams Games Tournament)

  Penerapan model ini dengan cara mengelompokkan siswa heterogen, tugas tiap kelompok bisa sama bisa berbeda. Setelah memperoleh tugas, setiap kelompok bekerja sama dalam bentuk kerja individual dan diskusi. Usahakan dinamika kelompok kohesif dan kompak serta tumbuh rasa kompetisi antar kelompok, suasana diskuisi nyaman dan menyenangkan seperti dalam kondisi permainan (games) yaitu dengan cara guru bersikap terbuka, ramah , lembut dan santun.

  Setelah selesai kerja kelompok sajikan hasil kelompok sehingga terjadi diskusi kelas.

  Jika waktunya memungkinkan TGT bisa dilaksanakan dalam beberapa pertemuan, atau dalam rangka mengisi waktu sesudah UAS menjelang pembagian

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  a. Buat kelompok siswa heterogen 4 orang kemudian berikan informasi pokok materi dan mekanisme kegiatan b. Siapkan meja turnamen secukupnya, misalnya 10 meja dan untuk tiap meja ditempati 4 siswa yang berkemampuan setara, meja I diisi oleh siswa dengan level tertinggi dari tiap kelompok dan seterusnya sampai meja ke-X ditepati oleh siswa yang levelnya paling rendah. Penentuan tiap siswa yang duduk pada meja tertentu adalah hasil kesepakatan kelompok.

  c. Selanjutnya adalah pelaksanaan turnamen, setiap siswa mengambil kartu soal yang telah disediakan pada tiap meja dan mengerjakannya untuk jangka waktu tertentu (misalnya 3 menit). Siswa bisa mengerjakan lebih dari satu soal dan hasilnya diperiksa dan dinilai, sehingga diperoleh skor turnamen untuk tiap individu dan sekaligus skor kelompok asal. Siswa pada tiap meja tunamen sesuai dengan skor yang diperolehnya diberikan sebutan (gelar) superior, very

  good, good, medium .

  d. Pada turnamen kedua ( begitu juga untuk turnamen ketiga-keempat dst.), dilakukan pergeseran tempat duduk pada meja turnamen sesuai dengan sebutan gelar tadi, siswa superior dalam kelompok meja turnamen yang sama, begitu pula untuk meja turnamen yang lainnya diisi oleh siswa dengan gelar yang sama.

  e. Setelah selesai hitunglah skor untuk tiap kelompok asal dan skor individual, berikan penghargaan kelompok dan individual.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

15. Talking Stick a.

  Guru menyiapkan sebuah tongkat b.

  Guru menyampaikan materi pokok yang akan dipelajari, kemudian memberikan kesempatan kepada siswa untuk membaca dan mempelajari materi.

  c.

  Setelah selesai membaca materi/buku pelajaran dan mempelajarinya, siswa menutup bukunya.

  d.

  Guru mengambil tongkat dan memberikan kepada siswa, setelah itu guru memberikan pertanyaan dan siswa yang memegang tongkat tersebut harus menjawabnya, demikian seterusnya sampai sebagian besar siswa mendapat bagian untuk menjawab setiap pertanyaan dari guru e. Guru memberikan kesimpulan

  f. Evaluasi

  g. Penutup

F. Faktor-faktor dalam Pemilihan Metode Mengajar

  Ada beberapa faktor yang harus diperhatikan dalam memilih metode yang akan digunakan dalam menyajikan bahan pelajaran atau dalam mengajar. Faktor- faktor yang dimaksud antara lain sebagai berikut :

  1. Tujuan yang hendak dipakai Setiap orang yang mengerjakan sesuatu haruslah mengetahui dengan jelas tujuan yang hendak dicapai. Demikian juga tiap pendidik yang pekerjaan pokoknya mendidik dan mengajar haruslah mengerti dengan jelas tujuan pendidikan. Pengertian akan tujuan pendidikan itu mutlak perlu sebab tujuan itulah yang akan menjadi pengarah tindakan-tindakannya ketika menjalankan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  tujuan pendidikan dan pengajaran juga berfungsi sebagai kriteria bagi pemilihan dan penentuan alat-alat (termasuk metode) yang akan digunakan dalam mengajar.

  Dalam dunia pendidikan dan pengajaran kita mengenal adanya tujuan umum, tujuan sementara, tujuan tak lengkap dan tujuan khusus. Tujuan umum pendidikan yang juga disebut tujuan akhir pendidikan adalah sesuatu yang menjadi sasaran dari keseluruhan kegiatan mendidik dan mengajar. Dengan mengetahui apa yang hendak dicapai itu maka pengajar akan dapat pula mempersiapkan alat-alat yang dapat dipakai serta metode yang tepat yang akan digunakan.

2. Pelajar

  Para pelajar yang akan menerima dan mempelajari bahan pelajaran yang disajikan guru, harus pula diperhatikan dalam memilih metode mengajar. Ini perlu sebab metode mengajar itu ada yang menuntut pengetahuan dan kecekatan tertentu. Misalnya metode diskusi menuntut pengetahuan yang cukup banyak (supaya peserta diskusi dapat mengetahui serta menilai benar atau salahnya sesuatu pendapat yang dikemukakan peserta lain) dan penguasaan bahasa serta keterampilan mengemukakan pendapat. Demikian pula metode ceramah menuntut penguasaan bahasa pasif dari pelajar, sebab pelajar harus dapat menangkap apa isi dari yang dikemukakan guru melalui ceramah.

  Selain tuntutan (syarat-syarat dari metode tertentu yang harus dipenuhi oleh pelajar) dari metode mengajar tersebut di atas, pengunaan sesuatu metode mengajar haruslah sesuai dengan kemampuan perkembangan serta kepribadian para pelajar. Ada pelajar yang bertipe visuil (alat penangkap yang terutama adalah mata), bertipe auditif (alat penangkap yang terutama adalah kuping), bertipe

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Maka, metode mengajar yang baik untuk pelajar yang bertipe visual adalah metode demonstrasi dan eksperimen, untuk pelajar yang bertipe auditif adalah metode ceramah, untuk pelajar yang bertipe motoris adalah metode pemberian tugas, dan untuk pelajar yang bertipe campuran (campuran dari tipe-tipe auditif, motoris dan visuil) adalah metode campuran yaitu campuran dari beberapa metode mengajar.

3. Bahan pelajaran

  Bahan pelajaran yang menuntut kegiatan penyelidikan oleh pelajar hendaknya disajikan melalui metode unit atau metode proyek. Apabila bahan pelajaran mengandung problem-problem akan disajikan melalui metode pemecahan masalah. Bahan pelajaran yang berisi fakta-fakta dapat disajikan misalnya melalui metode ceramah, sedangkan bahan pelajaran yang terdiri dari latihan-latihan (misalnya keterampilan-keterampilan) disajikan melaui metode drill. Demikian pula apabila bahan pelajaran yang berisi tentang nilai sastra sebaiknya disajikan melaui metode prileksi.

  4. Fasilitas Yang termasuk dalam faktor fasilitas ini antara lain alat peraga, ruang, waktu, kesempatan, tempat dan alat-alat praktekum, buku-buku, perpustakaan.

  Fasilitas ini turut menentukan metode mengajar yang akan dipakai oleh guru. Pada umumnya apabila fasilitas kurang atau tidak ada, maka guru cenderung menggunakan metode ceramah karena metode ini tidak menuntut fasilitas yang banyak.

  5. Guru Di atas sudah dikemukakan bahwa metode mengajar menuntut syarat-

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  mengerti tentang metode itu (misalnya jalannya pengajaran serta kebaikan dan kelemahannya, situasi-situasi yang tepat dimana metode itu efektif dan wajar) dan terampil menggunakan metode itu. Guru yang bahasanya kurang baik (kurang dapat berbahasa lisan dengan baik) dan tidak bersemangat dalam berbicara, kurang cocok jika menggunakan metode ceramah.

  Dari apa yang dikemukakan di atas dapat disimpulkan bahwa pribadi, pengetahuan dan kecekatan guru amat menetukan metode mengajar yang akan digunakannya.

6. Situasi

  Yang termasuk dalam situasi yang dimaksudkan di sini adalah keadaan para pelajar (yang menyangkut kelelahan mereka, semangat mereka), keadaan cuaca, keadaan guru (kelelahan guru), keadaan kelas-kelas yang berdekatan dengan kelas yang akan diberi pelajaran dengan metode tertentu. Apabila para pelajar telah lelah (yang diajar dengan metode ceramah) maka guru sebaiknya mengganti metode mengajarnya, misanya dengan metode sosiodrama. Demikian pula apabila guru melihat bahwa para pelajar sedang bersemangat maka guru menggunakan metode diskusi. Apabila kelas yang di sekitar diberi pelajaran ribut, maka sebaiknya guru menggunakan metode pemberian tugas atau metode tanya jawab (sebab metode ini menuntut konsentrasi pelajar).

  7. Partisipasi Berpartisipasi adalah turut aktif dalam sesuatu kegiatan. Apabila guru ingin agar para pelajar turut aktif secara merata dalam suatu kegiatan, guru tersebut tentunya akan menggunakan metode kerja kelompok. Demikian pula apabila para pelajar dikehendaki turut berpartisipasi dalam suatu kegiatan ilmiah

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  misalnya mengumpulkan data yang kemudian disajikan dalam pembahasan ilmiah maka tentunya guru akan menggunakan metode unit atau metode seminar.

8. Kebaikan dan kelemahan metode tertentu

  Tidak ada suatu metode yang baik untuk mencapai setiap tujuan dalam setiap situasi. Setiap metode mempunyai kebaikan dan kelemahan. Dengan sifatnya yang polivalen dan polipragmasi, guru perlu mengetahui kapan suatu metode tetap digunakan dan kapan harus digunakan kombinasi dari metode- metode. Guru hendaknya memilih metode yang paling banyak mendatangkan hasil.

G. Alasan Dipakainya Bermacam-macam Metode Mengajar

  Ada beberapa alasan mengapa guru memakai bermacam-macam metode mengajar antara lain sebagai berikut :

  1. Menambah pengalaman Metode mengajar tertentu menuntut aktivitas tertentu. Misalnya, ceramah terutama menuntut aktivitas rohani, metode latihan menuntut aktivitas jasmani, metode perkunjungan studi menggunakan aktivitas jasmani dan rohani. Gradasi aktivitas-aktivitas yang dituntut oleh metode tertentu adakalanya berbeda dengan gradasi aktivitas yang dituntut oleh metode lain. Misalnya, metode diskusi menuntut aktivitas rohaniah, yang jauh lebih banyak daripada aktivitas rohaniah yang dituntut oleh metode tanya jawab. Selain dari yang disebutkan diatas, apabila pelajar diberi pelajaran dengan metode ceramah, tanya jawab atau metode latihan, maka pengalaman pelajar akan jauh lebih baik dan lebih berkesan apabila mereka juga diajar dengan metode-metode yang menuntut aktivitas dan tempat (diluar sekolah) yang lain misalnya metode

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

2. Mencegah serta mengurangi kelelahan dan kebosanan

  Apabila para guru hanya menggunakan metode tertentu saja, kemungkinan timbulnya kelelahan dan kebosanan (baik guru maupun relajar) lebih besar daripada penggunaan metode yang bermacam-macam. Misalnya apabila guru mengajar hanya dengan memakai metode dikte (yang menuntut aktivitas jasmani dan pemusatan pikiran), maka sekalipun baru 15 menit pelajaran berlangsung para pelajar akan terlihat lelah. Akibat dari kelelahan itu maka pemusatan perhatian dan pikiran pelajar akan berkurang. Dalam situasi yang demikian guru hendaknya mengganti metode mengajarnya misanya dengan metode ceramah, metode tanya jawab atau metode lainnya.

  3. Membangkitkan minat serta perhatian Dalam praktek pendidikan dan pengajaran guru sering menghadapi para pelajar yang tidak atau kurang berminat terhadap bahan pelajaran. Akibatnya perhatian pelajar juga tidak atau kurang berminat dan tidak memperhatikan bahan pelajar yang sedang disajikan, maka guru hendaknya menerangkan tentang manfaat dari bahan tersebut sehingga akan menimbulkan motivasi belajar. Metode yang efektif untuk menerangkan manfaat dari bahan pelajaran adalah metode ceramah.

  4. Membina kerjasama Kerjasama antar pelajar, kerjasama antar pelajar dan guru mutlak diperlukan dalam dunia pendidikan dan pengajaran. Metode yang baik untuk memupuk dan memperkembangkan kerjasama bukanlah metode ceramah, tetapi metode diskusi, metode perileks, metode unit dan metode perkunjungan studi.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

5. Meningkatkan mutu pendidikan dan pengajaran

  Apabila guru hanya menggunakan metode-metode tradisional saja, maka mutu pendidikan dan pengajaran akan tetap tidak mengalami peningkatan.

  Tetapi apabila guru memakai kombinasi dari metode tradisionil dan metode modern maka mutu pendidikan dan pengajaran akan meningkat sebab metode- metode modern menuntut aktivitas jasmani dan rohani ini akan menghasilkan pribadi-pribadi yang harmonis.

H. Pengaruh Lingkungan Belajar

  Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ; Lingkungan adalah kawasan, wilayah dan segala sesuatu yang terdapat di dalamnya, golongan maupun kalangan.

  Maka, lingkungan belajar adalah segala sesuatu yang mempengaruhi mahasiswa dalam belajar.

  Faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi prestasi belajar mahasiswa :

1. Lingkungan keluarga

  Lingkungan keluarga merupakan lingkungan pengaruh inti sebelum sekolah dan kemudian masyarakat. Keluarga dipandang sebagai lingkungan dini yang dibangun oleh orangtua dan orang-orang terdekat. Dalam bentuknya keluarga selalu memiliki kekhasan. Setiap keluarga selalu berbeda dengan keluarga lainnya dan memiliki sejarah “perjuangan, nilai-nilai, kebiasaan” yang turun temurun mempengaruhi secara akulturatif (tidak tersadari). Pengaruh keluarga amat besar dalam pembentukan pondasi kepribadian anak. Keluarga yang gagal membentuk kepribadian anak biasanya adalah keluarga yang penuh konflik, tidak bahagia, tidak solid antara nilai dan praktek, serta tidak kuat terhadap nilai-nilai baru yang rusak.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Faktor-faktor yang bersumber dari lingkungan keluarga :

  a) Masalah kemampuan ekonomi

  Masalah biaya menjadi sumber kekuatan dalam belajar, kurangnya biaya akan sangat menganggu kelancaran studi. Pada umumnya biaya diperoleh dari orang tua. Memang ada sebagian mahasiswa yang mencari sendiri biaya studinya dan ini menimbulkan masalah tersendiri. Keadaan demikian sangat dirasakan pada mahasiswa yang berasal dari luar daerah. Kiriman yang datang terlambat akan membuat mahasiswa lesu dan bingung sehingga dapat mengurangi motivasi belajar. Tidak jarang para mahasiswa terbengkalai studinya karena soal biaya dan terpaksa menghentikan kuliahnya dan mencari pekerjaan.

  Akan tetapi tidak kurang juga contoh, dimana para mahasiswa yang kaya, mendapat biaya yang berlebihan dan mempunyai fasilitas yang memuaskan tetapi justru mengalami kegagalan dalam studi. Salah satu sebabnya adalah timbulnya kecenderungan menyalahgunakan biaya, misalnya bukan untuk belajar melainkan untuk berfoya-foya. Jadi persoalan terletak pada sejauh mana pengertian orang tua dengan biaya yang ia berikan dan sejauh mana pengertian mahasiswa dalam pemamfaatan biaya yang diperolehnya tersebut.

  b) Masalah broken home Mahasiswa yang tinggal bersama orang tuanya akan mengalami hambatan dalam studinya apabila tidak ada kekompakkan dan kesepakatan di antara kedua orang tuanya. Perselisihan, pertengkaran, perceraian, tidak adanya tanggungjawab bersama antara kedua orang tua, akan menimbulkan keadaan yang tidak diinginkan mahasiswa.

  Di kota-kota besar sering terjadi di mana orang tua masing-masing

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  istilah cross mama dan cross papa, sebagai suatu contoh yang buruk yang jika terjadi di dalam keluarga seorang mahasiswa, maka akan menghambat motivasi belajar mahasiswa. Bagi kita selaku mahasiswa yang telah mempunyai kesadaran yang cukup tinggi hendaknya turut mencegah jangan sampai terjadi keadaan ”broken home” dalam keluarga sebab bagaimanapun juga hal tersebut dapat mempengaruhi diri kita sendiri.

  c) Rindu kampung halaman

  Mahasiswa yang berasal dari luar daerah atau luar kota sering dihinggapi oleh masalah ini. Keinginan bertemu dan bergaul dengan keluarga akan timbul karena telah lama tak jumpa dengan mereka. Situasi demikian, dapat menyebabkan kemunduran dalam belajar sekalipun mungkin hal ini jarang terjadi.

  Kerinduan itu dapat menjadi salah satu sebab yang mempengaruhi studi kita. Hindarilah kerinduan itu dengan melakukan kegiatan- kegiatan yang bermanfaat dan gunakanlah waktu libur untuk menemui keluarga.

  d) Bertamu dan menerima tamu Pada umumnya kita senang beranjang sana ke tempat teman hanya sekedar untuk mengobrol atau sebaliknya teman lain datang ke rumah kita juga dengan maksud bertamu. Aktivitas ini baik karena mempererat hubungan sosial. Akan tetapi terlalu sering bertamu kepada orang lain akan mengganggunya belajar dan berarti juga mengurangi waktu kita belajar, sehingga dapat mempengaruhi studi kita sendiri. Lain halnya kalau kita pergi bertamu atau menerima tamu dengan maksud berdiskusi. Hal ini perlu dilakukan dan dapat turut mendorong kemajuan studi kita.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  e) Kurangnya kontrol orang tua

  Sekalipun pada umumnya kebanyakan mahasiswa menyatakan bahwa dia telah dewasa, namun pengawasan orang tua tetap diperlukan. Orang tua turut bertanggungjawab atas kemajuan studi anak. Pengawasan yang kurang inilah yang bisa menimbulkan kecenderungan adanya bebas mutlak pada sekelompok mahasiswa, dan hal ini sangat tidak menguntungkan bagi mahasiswa itu sendiri. Pengawasan tidak berarti menghambat atau menekan, akan tetapi mendorong kearah kesadaran sendiri. Karena itu pengawasan akan berkurang apabila kita telah menunjukan rasa bertanggungjawab dalam belajar.

  Selain itu, kita perlu menghindari perselisihan dengan orang tua, karena hal ini dapat berakibat jelek terhadap studi kita. Usahakan menerima pandangan orang tua dengan ”pengertian”, mengingat tidak ada satupun orang tua pada hakekatnya ingin menjerumuskan anaknya.

2. Lingkungan sekolah

  Faktor-faktor yang bersumber dari lingkungan sekolah :

  a. Cara memberi pelajaran Cara yang digunakan oleh pengajar dalam memberikan pelajaran dan bimbingan sering kali besar pengaruhnya terhadap para mahasiswa dalam menyelesaikan studinya. Tak bisa dipungkiri, bahwa cara yang kurang didaktis, tanpa memperhatikan apakah mahasiswa mengerti apa yang diberikan, tanpa memberikan kesempatan bertanya atau mengungkapkan pendapat dan berbicara kurang jelas, membuat mahasiswa tidak bisa mengikuti perkuliahan dengan baik.

  Meskipun demikian, belajar di universitas menuntut tanggungjawab

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  bimbingan. Perkuliahan yang diberikan oleh pengajar dalam ruangan kelas hanya sedikit sekali, barangkali maksimal hanya 10%. Pengetahuan lebih luas harus dicari oleh mahasiswa itu sendiri. Selain itu pada umumnya para pengajar yang memiliki tanggungjawab dan merasakan bahwa mengajar itu adalah kecakapan profesionalnya, sudah barang tentu berusaha menambah kecakapan mengajar dan akan memberikan berbagai kesempatan agar para mahasiswa dapat maju sebagaimana mestinya.

  b.

  Kurangnya bahan-bahan bacaan Sering ditemui mahasiswa yang mengeluh, karena kepada mereka dituntut sejumlah tugas dan diwajibkan membaca berbagai buku. Dari percakapan bersama mereka dapat ditarik beberapa kesimpulan yakni, bahwa bukan tidak sanggup mengerjakan tugas itu dan bukan pula tidak mau membaca buku-buku wajib, akan tetapi karena bahan-bahan bacaan yang tidak ada, bahkan dicari di perpustakaan juga tidak ada. Kalaupun dijual diluar mereka tidak sanggup membelinya karena harganya yang terlalu mahal. Kesukaran ini dapat menganggu kelancaran studi. Dengan terpaksa sang mahasiswa mempercayakan dirinya hanya pada bahan-bahan kuliah saja. Ada yang meminjam buku temannya untuk waktu yang sangat terbatas karena satu buku dipelajari oleh beberapa mahasiswa secara bergiliran. Suatu keadaan yang kurang efisien umtuk studi sang mahasiswa.

  c. Kurangnya alat-alat Bidang ilmu-ilmu sosial dan sastra tidak begitu banyak memerlukan alat-alat selain buku-buku bacaan. Tetapi untuk bidang-bidang ilmu alam, eksakta dan kedokteran diperlukan banyak alat peraga praktekum.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  inilah yang akan menghambat studi para mahasiswa. Penyediaan alat-alat yang diperlukan ini sebagian besar seharusnya menjadi tanggungjawab universitas.

  Tetapi karena keterbatasan sebuah universitas, maka pada umumnya diminta agar para mahasiswa menyediakan alat-alatnya sendiri atau mengeluarkan sejumlah biaya untuk sekedar mengganti alat-alat yang dipergunakan.

  d.

  Bahan pelajaran tidak sesuai dengan kemampuan Penyusunan bahan pelajaran yang tidak sesuai dengan kemampuan para mahasiswa akan menghambat studi mereka. Ketidaksesuaian ini dapat berarti bahwa kurang sesuai dengan taraf pengetahuan mereka. Hal ini dapat menunjukkan kurangnya koordinasi kegiatan kurikuler pada bidang keilmuan itu. Pada umumnya sebab-sebab yang timbul dari segi ini sangat kecil.

  e. Penyelenggaraan perkuliahan terlalu padat Karena kurangnya fasilitas, maka pada umumnya universitas terpaksa menyelenggarakan perkuliahan dan praktekum pada pagi dan siang hari, dan mengadakan kuliah-kuliah umum. Praktek yang demikian berpengaruh besar terhadap kegiatan studi para mahasiswa. Perkuliahan yang padat ini menyebabkan berkurangnya konsentrasi, melelahkan bahkan dapat juga menganggu kesehatan badan mahasiswa.

  Perkuliahan yang diselenggarakan dimana para mahasiswa dalam jumlah yang besar bersama-sama mengikuti perkuliahan membuat para mahasiswa kurang jelas menganggap apa yang dibicarakan oleh dosen. apalagi jika tidak dilengkapi dengan alat-alat pengeras suara, kurangnya kesempatan bertanya dan mengemukakan pendapat.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

3. Lingkungan Masyarakat Lingkungan masyarakat sering disebut juga lingkungan pergaulan anak.

  Biasanya adalah teman sebaya dan lingkungan terdekat.

  Faktor-faktor yang bersumber dari lingkungan masyarakat : a. Gangguan dari jenis kelamin lain

  Pada prinsipnya tidak ada halangan bagi mahasiswa untuk bergaul dengan jenis kelamin lain, asal dalam batas pergaulan yang normal. Namun demikian banyak juga pengaruh akibat dampak negatif pergaulan ini sehingga menganggu studi. Pada mahasiswa misalnya bila terjadi putusnya hubungan cinta antara kedua belah pihak, pada umumnya dapat menyebabkan studi menjadi terbengkalai.

  b. Kuliah sambil bekerja Masalah ini merupakan persoalan tersendiri. Kadang-kadang kita perlu bekerja untuk menambah ilmu dan biaya. Keduanya sama berat, sehingga salah satunya dapat dikorbankan. Sering terjadi kuliah sambil bekerja memperlambat kemajuan studi.sekalipun demikian, bila ada kemauan yang keras, maka keterlambatan tersebut diatas.

  c. Aktif berorganisasi Belajar berorganisasi baik dilakukan setiap mahasiswa, karena kita dapat belajar memimpin sekaligus menjadi anggota yang baik. Kemampuan ini diperlukan kelak di masyarakat. Akan tetapi terlalu banyak berkecimpung dalam berorganisasi dan melalaikan belajar membuat keaktifan ini menjadi penghambat studi mahasiswa.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  d.

  Tidak dapat mengatur waktu rekreasi dan waktu senggang Kegiatan rekreasi dan penggunaan waktu senggang yang baik sangat diperlukan bagi setiap mahasiswa, guna menghilangkan rasa penat, bersenang- senang, sebagai variasi dan menenangkan pikiran. Akan tetapi menggunakan waktu belajar untuk berekreasi dan bersenang-senang akan mengakibatkan gangguan dalam kemajuan belajar. Hindari gangguan demikian secara aktif.

  e.

  Tidak mempunyai teman belajar bersama Teman belajar besar artinya bagi kita yang belajar. Teman penting untuk berdiskusi, mengerjakan tugas-tugas, memberikan bantuan dalam kesukaran dan manfaat baik lainnya. Sekali pun faktor ini tidak terlalu menentukan hasil belajar yang baik, tetapi ia tetap mempunyai arti dan turut mendorong kegiatan belajar. Tidak punya teman akan turut menghambat studi kita, walaupun itu terbatas.

I. Kerangka Berpikir

  Ketepatan penggunaan metode mengajar dosen sangat mempengaruhi kegiatan belajar mengajar. Demikian juga motivasi belajar mahasiswa dan lingkungan belajar.

  Ketiga hal tersebut sangat membantu mahasiswa dalam belajar sehingga akhirnya dapat mencapai prestasi belajar yang baik.

  Hubungan antar variabel

  X1 X2 Y

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Keterangan : X1 = Ketepatan penggunaan metode mengajar X2 = Motivasi belajar X3 = Lingkungan belajar Y = Prestasi belajar

  1. Hubungan antara ketepatan penggunaan metode mengajar dosen dengan prestasi belajar mahasiswa.

  Metode mengajar adalah suatu cara yang berfungsi sebagai alat untuk digunakan dalam menyajikan bahan pelajaran agar mencapai tujuan pengajaran.

  Supaya tujuan pengajaran tercapai dibutuhkan metode mengajar yang baik oleh dosen. Metode yang baik adalah metode yang tepat untuk diterapkan sesuai dengan kondisi yang ada dan dalam kerjasama yang baik dengan mahasiswa demi mencapai tujuan bersama. Tujuan tersebut adalah agar informasi yang disampaikan dosen dapat dipahami oleh mahasiswa sehingga akhirnya dapat meningkatkan prestasi belajar sesuai dengan yang diharapkan.

  2. Hubungan antara motivasi dengan prestasi belajar mahasiswa.

  Persoalan motivasi dapat juga dikaitkan dengan persoalan minat. Minat timbul karena perasaan senang dari apa yang dilihat oleh seseorang. Oleh karena itu apa yang dilihat seseorang sudah tentu akan membangkitkan minatnya sejauh apa yang dilihat itu mempunyai hubungan dengan kepentingannya sendiri.

  Mahasiswa harus menyadari betapa pentingnya belajar dalam kehidupannya untuk menjamin masa depan yang baik. Oleh karena kesadarannya itu ia akan termotivasi untuk mempelajari apa yang hendak dipelajarinya. Selain itu motivasi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  eksternal juga diperlukan sebagai pelengkap motivasi internal mahasiswa sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan prestasi belajarnya

  3. Hubungan antara lingkungan belajar mahasiswa dengan prestasi belajar mahasiswa.

  Prestasi diartikan sebagai hasil yang diperoleh seseorang setelah mengadakan suatu aktivitas atau kegiatan. Prestasi dikatakan baik apabila hasil yang diperoleh baik. Untuk mendapatkan prestasi belajar yang baik perlu adanya kerjasama dan bantuan dari lingkungan sekitarnya. Antara lain, keluarga, sekolah maupun masyarakat sekitar. Maksudnya bahwa jika lingkungan belajar mendukung dan didukung oleh motivasi internal maka prestasi belajar yang diharapkan akan tercapai.

I. Hipotesis Penelitian

  Hipotesis merupakan jawaban sementara yang berfungsi sebagai pedoman agar mempermudah jalannya penelitian. Hipotesis dari penelitian ini adalah :

  1. Ada hubungan positif antara ketepatan penggunaan metode mengajar dosen dengan prestasi belajar mahasiswa.

  2. Ada hubungan positif antara motivasi belajar dengan prestasi belajar mahasiswa.

  3. Ada hubungan positif antara lingkungan belajar dengan prestasi belajar mahasiswa.

  BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang penulis lakukan adalah studi kasus yaitu penelitian

  terhadap obyek tertentu yang populasinya terbatas sehingga kesimpulan dari rencana penelitian ini hanya terbatas pada obyek yang diteliti dan tidak berlaku secara umum.

  B. Tempat dan Waktu Penelitian 1.

  Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Mei 2009.

  2. Tempat penelitian dilaksanakan di Universitas Sanata Dharma Program Studi Pendidikan Akuntansi.

  C. Subyek dan Obyek Penelitian

  1. Subyek penelitian

  Subyek penelitian adalah orang-orang yang terlibat dalam penelitian sebagai pemberi informasi yang berhubungan dengan penelitian yang dilakukan.

  Subyek dalam penelitian ini adalah mahasiswa pendidikan akuntansi angkatan 2007.

  2. Obyek penelitian

  Obyek penelitian adalah sesuatu yang menjadi pokok pembicaraan dalam penelitian. Dalam hal ini yang menjadi obyek penelitian adalah ketepatan penggunaan metode mengajar dosen, motivasi belajar, lingkungan belajar dan prestasi belajar mahasiswa.

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

D. Populasi, Sampel dan Teknik Penarikan Sampel

  1. Populasi

  Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa pendidikan akuntansi.

  2. Sampel

  Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi.sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa pendidikan akuntansi angkatan 2007 yang berjumlah 70 mahasiswa.

  3. Teknik pengambilan sampel

  Penelitian ini menggunakan sampling purposive yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Pada penelitian ini dikhususkan pada mahasiswa pendidikan akuntansi angkatan 2007 dengan pertimbangan bahwa angkatan ini baru saja mempelajari metode-metode mengajar sehingga diharapkan mereka memahami metode mengajar dosen dengan baik.

E. Operasionalisasi Variabel

1. Variabel yang akan diteliti

  Variabel penelitian adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh penelitian untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2004 : 38). Adapun variabel bebas dan variabel terikat dalam penelitian ini adalah :

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

a. Variabel bebas (independent variable)

  Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahan yang terjadi pada variabel terikat (Sugiyono, 2004 : 39). Dalam rencana penelitian ini yang menjadi variabel bebas adalah :

  1)

  1 Ketepatan penggunaan metode mengajar dengan simbol X

  2)

  2 Motivasi belajar dengan simbol X

  3)

  3 Lingkungan belajar dengan simbol X b.

   Variabel terikat (dependent variable)

  Variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi oleh variabel bebas (Sugiyono, 2004 : 40). Dalam penelitian ini yang menjadi variabel terikat adalah prestasi belajar mahasiswa dengan simbol Y.

2. Kategori Kecenderungan Variabel

  Kategori kecenderungan variabel bebas dan variabel terikat dinilai dengan Penilaian Acuan Patokan (PAP) tipe II ( Ign. Marsidjo, 1995 : 157). Penilaian menggunakan PAP tipe II adalah sebagai berikut :

Tabel 3.1 PAP Tipe II Tingkat Penguasaan Kompetensi Kategori Kecenderungan Variabel

  81% - 100% Sangat Tinggi 66% - 80% Tinggi 56% - 65% Cukup 46% - 55% Rendah

  Dibawah 46% Sangat Randah

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

3. Pengukuran Variabel

  Variabel penelitian yang akan dianalisis perlu diukur dengan cara pengukuran masing-masing, maka pengukuran variabel penelitian yang penulis lakukan adalah : a.

  Variabel Bebas Data mengenai variable bebas (ketepatan penggunaan mengajar dosen, motivasi belajar, lingkungan belajar) diperoleh melalui jawaban kuesioner yang berupa daftar pernyataan. Jumlah item pernyataan variabel ketepatan penggunaan metode mengajar dosen sebanyak 14 item yang disusun sendiri oleh peneliti. Jumlah item penyataan variabel motivasi belajar sebanyak 20 item yang disusun sendiri oleh peneliti. Sedangkan jumlah item lingkungan belajar sebanyak 35 item dimana 27 item pernyataan diambil dari penelitian Susana Indarti dan sisanya sebanyak 8 item pernyataan disusun sendiri oleh peneliti.

  Pengukuran variabel bebas (ketepatan penggunaan mengajar dosen, motivasi belajar, lingkungan belajar) dilakukan dengan cara memberikan skor pada masing-masing alternatif jawaban item soal dengan ketentuan, untuk pernyataan yang mengarah ke alternatif jawaban positif maka skor yang diberikan lebih tinggi dibandingkan dengan alternatif jawaban yang mengarah ke negatif. Sedangkan untuk pernyataan negatif yang mengarah ke alternatif negatif maka skor yang diberikan lebih tinggi dibandingkan alternatif jawaban yang mengarah ke positif.

Tabel 3.2 Kisi-kisi kuesioner

  2. Lingkungan masyarakat

  6

  11

  7

  19 2,8

  12

  2,3

  5 3,5,7

  2 4,9,13 10,12,15 3,14

  4 1,8

  14 13,15 1,9,12,16 3,5,6,10,17,18,20 7,11

  11

  5,6,8,9,10,13,14 1,4,7

  1) Kondisi lingkungan masyarakat

  Waktu kuliah

  Variabel Pernyataan positif (Nomor item dalam kuesioner)

  Keadaan gedung universitas 5) Keadaan lingkungan 6)

  1) komunikasi dosen dengan mahasiswa 2) komunikasi antar mahasiswa 3) Fasilitas kampus 4)

  1. Lingkungan kampus

  3. Lingkungan belajar

  Menyelesaikan tugas dengan baik

  Keinginan menguasai materi 5) Partisipasi aktif 6)

  Kerelaan menyediakan waktu belajar 3) Ketekunan 4)

  1) Kemampuan mengikuti pelajaran 2)

  2. Motivasi belajar

  3) Ketepatan metode untuk menilai pemahaman mahasiswa

  2) Ketepatan metode mengajar dengan bahan ajar

  1) Ketepatan metode mengajar dengan situasi dan kondisi mahasiswa

  1. Ketepatan penggunaan metode mengajar dosen

  Pernyataan negatif (Nomor item dalam kuesioner)

  8 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3) Kegiatan masyarakat 1,2,6

  9 4)

  Media elektronik

3. Lingkungan keluarga

  1) Suasana keluarga 2,10 4,5,9

  2) Keadaan sosial ekonomi keluarga

  3) Cara mendidik dan pengertian orang tua 1,3,6,7,8

  

Sumber : (Indarti, Susana (2006). “Pengaruh Lingkungan Belajar, Kemandirian Belajar dan Jumlah Jam Belajar

Siswa Terhadap Prestasi Belajar Siswa”. FKIP Sanata Dharma, Yogyakarta)

  b.

  Variabel terikat Untuk pengukuran variabel terikat (prestasi belajar) dengan melihat nilai indeks prestasi akademik.

Tabel 3.3 Jawaban dan Skor Alternatif jawaban Sangat Setuju Tidak Sangat tidak setuju setuju setuju

  Pernyataan positif

  4

  3

  2

  1 Pernyataan negatif

  1

  2

  3

  4 F. Teknik Pengumpulan Data

1. Kuesioner

  Kuesioner adalah teknik pengumpulan data dengan memberikan pertanyaan tertulis untuk memperoleh informasi dari responden. Metode ini bertujuan mengungkap data dari variabel yang menjadi perhatian dalam penelitian ini yaitu ketepatan penggunaan metode mengajar, motivasi belajar dan lingkungan belajar.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2. Dokumentasi

  Dokumentasi adalah teknik pengumpulan data dengan cara mencari data dan mencatat data yang diperlukan. Metode ini dipakai untuk memperoleh data mengenai gambaran umum Universitas dan prestasi belajar mahasiswa.

  3. Wawancara

  Wawancara adalah metode tanya jawab langsung dengan para responden. Dalam hal ini wawancara ditujukan kepada para mahasiswa, dosen, dan karyawan universitas.

  Wawancara ini digunakan untuk memperoleh data secara langsung kepada dosen maupun karyawan untuk melengkapai data-data mengenai universitas.

G. Teknik Pengujian Instrumen Untuk menganalisis data yang diperoleh digunakan cara pengujian kuesioner.

  Pengujian kuesioner terdiri dari :

1. Pengujian Validitas

  Validitas adalah derajad ketepatan antara data yang sesungguhnya terjadi pada obyek penelitian dengan data yang dapat dilaporkan oleh peneliti.

  Data yang valid adalah “data yang tidak berbeda”antara data yang dilaporkan dengan data yang sesungguhnya terjadi pada obyek penelitian. ( Sugiyono 2008 : 455 ) Dalam penelitian ini yang akan diuji adalah butir-butir pertanyaan.

  Untuk menguji kesahihan (validitas) kuesioner dalam penelitian ini digunakan rumus korelasi product moment dari Karl Pearson (Suharsimi Arikunto, 2006 : 170). Dengan rumus sebagai berikut :

  Nxy − ∑ xy ( )( ) r = xy 2 2 2 2 N x x N y y

  ∑ − ( ) ∑ ∑ − ( ) ∑

  

( ) ( )

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Keterangan : r : koefisien korelasi antara variabel x dan y. xy N : jumlah subyek.

  ∑ : jumlah skor yang diperoleh responden untuk setiap item dari x variabel bebas.

  y

  ∑ : jumlah skor yang diperoleh responden untuk setiap item Xy : jumlah hasil perkalian dari skor variabel bebas dan total skor yang diperoleh responden untuk setiap item.

  Kuesioner sebagai alat ukur perlu diuji validitasnya untuk menunjukkan sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya. Semakin tinggi suatu alat ukur semakin tepat pula alat pengukur mengenai sasarannya. Sebaliknya semakin rendah validitas alat ukur semakin jauh pula alat pengukur mengenai sasarannya.

  Koefisien korelasi yang diperoleh dari hasil perhitungan menunjukkan tinggi rendahnya tingkat validitas instrumen yang diukur. Selanjutnya hasil perhitungan koefisien korelasi ini dibandingkan dengan hasil perhitungan r korelasi product moment pada tabel. Jika hasil perhitungan r lebih besar daripada r tabel, maka butir soal tersebut dapat dikatakan valid. Sebaliknya apabila hasil perhitungan lebih kecil daripada r tabel berarti butir soal tersebut tidak valid.

  Perhitungan validitas pada penelitian ini menggunakan program statistika SPSS.15.0. hasil perhitungan kemudian dibandingkan dengan nilai r tabel yaitu sebesar 0,308 pada taraf signifikansi 5%, N = 41, dan df sebesar N-2 yaitu 41-2 =

  39. Hasil perhitungan dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Tabel 3.4 Hasil Uji Validitas Instrumen Ketepatan Penggunaan Metode mengajar Dosen Hitung Tabel No.Item R R Hasil Analisis

  1 0,308 Tidak Valid 0,188 2 0,308 Valid 0,502 3 0,308 Tidak Valid 0,026 4 0,308 Tidak Valid

  • 0,196 5 0,308 Tidak Valid 0,128 6 0,308 Valid 0,324 7 0,308 Tidak Valid 0,270 8 0,308 Valid 0,332 9 0,308 Valid 0,523 10 0,308 Valid 0,508 11 0,308 Valid 0,377 12 0,308 Tidak Valid -0,015 13 0,308 Tidak Valid 0,263 14 0,308 Tidak Valid 0,192

  Instrumen Motivasi Belajar Hitung Tabel No.Item R R Hasil Analisis

  1 0,308 Valid 0,444 2 0,308 Tidak Valid

  • 0,051

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  0,308 Tidak Valid

  16 0,323

  0,308 Valid

  17 0,622

  0,308 Valid

  18 0,730

  0,308 Valid

  19 0,050

  20 0,644

  15 0,741

  0,308 Valid

  Instrumen Lingkungan Belajar No.Item R Hitung R Tabel Hasil Analisis

  1 0,534

  0,308 Valid

  2 0,658

  0,308 Valid

  3 0,589

  0,308 Valid

  0,308 Valid

  4 0,668

  0,308 Valid

  9 0,725

  5 0,689

  0,308 Valid

  6 0,646

  0,308 Valid

  7 0,350

  0,308 Valid

  8 0,279

  0,308 Tidak Valid

  0,308 Valid

  14 0,622

  10 0,416

  0,308 Valid

  11 0,514

  0,308 Valid

  12 0,550

  0,308 Valid

  13 0,497

  0,308 Valid

  0,308 Valid

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  0,308 Valid

  18 0,594

  0,308 Valid

  19 0,456

  0,308 Valid

  20 0,069

  0,308 Tidak Valid

  21 0,592

  0,308 Valid

  22 0,428

  23 0,487

  17 0,268

  0,308 Valid

  24 0,242

  0,308 Tidak Valid

  25 0,438

  0,308 Valid

  26 0,515

  0,308 Valid

  27 0,645

  0,308 Valid

  0,308 Tidak Valid

  5 0,550

  0,308 Valid

  0,308 Tidak Valid

  6 0,135

  0,308 Tidak Valid

  7 0,134

  0,308 Tidak Valid

  8 0,141

  0,308 Tidak Valid

  9 0,510

  0,308 Valid

  10 0,239

  11 0,187

  16 0,307

  0,308 Tidak Valid

  12 0,278

  0,308 Tidak Valid

  13 0,526

  0,308 Valid

  14 0,269

  0,308 Tidak Valid

  15 0,324

  0,308 Valid

  0,308 Tidak Valid

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  29 0,308 Valid 0,453 30 0,308 Valid 0,320 31 0,308 Valid 0,647 32 0,308 Tidak Valid 0,226 33 0,308 Tidak Valid 0,295 34 0,308 Tidak Valid 0,306 35 0,308 Valid 0,480

  Dari hasil analisis diperoleh hasil sebagai berikut :

  a. Untuk kuesioner ketepatan penggunaan metode mengajar dosen terdiri dari 14 butir item pernyataan yang terdiri dari 11 butir pernyataan positif dan 3 butir pernyataan negatif. Diperoleh hasil bahwa 6 butir penyataan valid dan 8 butir penyataan tidak valid.

  b. Untuk kuesioner motivasi belajar terdiri dari 20 butir item pernyataan yang terdiri dari 17 butir pernyataan positif dan 3 butir pernyataan negatif.

  Diperoleh hasil bahwa 17 butir penyataan valid dan 3 butir penyataan tidak valid.

  c.

  Untuk kuesioner lingkungan belajar terdiri dari 35 butir item pernyataan yang terdiri dari 28 butir pernyataan positif dan 7 butir pernyataan negatif.

  Diperoleh hasil bahwa 21 butir penyataan valid dan 14 butir penyataan tidak valid.

  Setelah dilakukan pengujian validitas, item pernyataan yang tidak valid sebanyak 25 butir pernyataan dihapus selanjutnya dilakukan pengujian ulang untuk 44 butir pernyataan yang valid dan diperoleh hasil semuanya valid (Lihat

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

2. Pengujian Realiabilitas

  Realiabilitas menunjuk pada pengertian bahwa suatu instrument dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik. Untuk menguji realiabilitas butir kuesioner dalam penelitian menggunakan teknik penelitian koefisien alpha, dengan rumus sebagai berikut (Suharsimi Arikunto, 2006 : 196) : 2

  k ⎡ ∑ ⎤

  σ ⎡ ⎤ b

  r =

  1 ti − ⎢ 2 ⎥

  k

  −1 σ ⎢⎣ ⎥⎦ t

  ⎣ ⎦ Keterangan :

  r : reabilitas instrument ti 2

  : jumlah varian butir ∑ σ b k : banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya soal 2 varians total

  σ : t Hasil analisis uji reliabilitas dihitung dengan program statistik SPSS

  15.0. dari hasil analisis tersebut diperoleh hasil uji reliabilitas seperti pada tabel di bawah ini :

Tabel 3.5 Hasil Uji Reliabilitas

  No Variabel Penelitian Koefisien Reliabilitas

  1 Ketepatan penggunaan metode mengajar dosen 0,587

  2 Motivasi belajar 0,869

  3 Lingkungan belajar 0,899

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Setelah r Hitung diperoleh kemudian dikonsultasikan dengan r Tabel pada taraf signifikansi 5% sebesar 0,308 instrumen dikatakan handal jika r Hitung lebih besar dari r Tabel .

  Hasil analisis uji reliabilitas dari tabel di atas kemudian dibandingkan dengan tabel tingkat keterandalan variabel penelitian yang telah dikemukakan oleh Suharsimi Arikunto (1992: 167).

Tabel 3.6 Tingkat keterandalan variabel penelitian Koefisien korelasi Tingkat keterandalan

  0,80 – 100 0,60 – 0,79 0,40 – 0,59 0,20 – 0,39

  < 0,20 Sangat tinggi

  Tinggi Cukup

  Rendah Sangat rendah

  Dengan menggunakan pedoman interpretasi koefisien tabel di atas, maka dapat disimpulkan bahwa variabel ketepatan penggunaan metode mengajar dosen dengan koefisien 0,587 memiliki tingkat keterandalan cukup, variabel motivasi belajar dengan koefisien 0,869 memiliki tingkat keterandalan sangat tinggi dan variabel lingkungan belajar dengan koefisien 0,899 memiliki tingkat keterandalan sangat tinggi.

H. Teknik Analisis Uji Prasyarat Analisis

  Uji prasyarat analisis ini digunakan sebagai langkah selanjutnya dan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  menyimpang dari kebenaran. Sebelum data dianalisis, terlebih dahulu dilakukan uji prasyarat yaitu uji normalitas.

  Dalam rencana penelitian ini digunakan uji normalitas untuk mengetahui apakah ada sebaran data yang digunakan berdistribusi normal, untuk itu digunakan uji Kolmogorov-Smirnov. Menurut metode Kolmogorov-Smirnov, jika P > 0,05 atau Kolmogorov-Smirnov tidak signifikan, maka distribusi datanya normal (Ghozali : 2007 : 114)

  Rumus Kolmogorov-smirnov adalah sebagai berikut :

  D = Maksimum Fo ( x ) – Sn( X )

  Keterangan : D = Deviasi maksimum Fo = fungsi distribusi frekuensi kumulatif yang ditentukan Sn(X) = distribusi frekuensi kumulatif yang diobservasi

I. Analisis Data

  Pengujian hipotesis penelitian ini dilakukan dengan menggunakan analisis regresi linier berganda. Berdasarkan hasil analisis regresi berganda tersebut selanjutnya dapat dilakukan pengujian signifikansi hubungan variabel bebas dengan variabel terikat secara parsial maupun secara simultan atau bersama-sama.

1. Analisis Regresi Linier Berganda

  Model regresi linier berganda dengan tiga prediktor atau variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini dapat dituliskan sebagai berikut (Sugiyono, 2006: 251):

  Y b b X b X b

  X = o 1 1 2 2 + + + 3 3 Keterangan:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  67 X = Ketepatan penggunan metode mengajar

  1 X = Motivasi belajar

  2 X = Lingkungan belajar

  3

  b = Intersep regresi b = Koefisien regresi Ketepatan penggunan metode mengajar

  1

  b = Koefisien regresi Motivasi belajar

  2

  b = Koefisien regresi Lingkungan belajar

3 Nilai-nilai b , b , b , b dihitung dengan program statistika SPSS 15.0.

  o

  1

  2

  3

2. Analisis Korelasi Ganda

  Korelasi ganda merupakan angka yang menunjukkan arah dan kuatnya hubungan antara dua variabel atau lebih secara bersama-sama dengan variabel yang lain (Sugiyono, 2006: 216). Rumus untuk menghitung besarnya korelasi ganda (R) adalah sebagai berikut (Sugiyono, 2003: 107) :

  JK(Reg) R ²

  = y² Σ

  Keterangan: R = Koefisien korelasi ganda JK(Reg) = Jumlah kuadrat regresi y = Skor variabel y dalam bentuk skor deviasi Nilai-nilai R dihitung dengan program statistika SPSS 15.0.

  J. Pengujian Hipotesis dan Penarikan Kesimpulan

  Dalam penelitian ini ada tiga rumusan hipotesis. Pengujian dan penarikan kesimpulan dari ketiga hipotesis tersebut adalah sebagai berikut:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  o1

  =0 Tidak ada hubungan positif antara motivasi belajar dengan Prestasi belajar mahasiswa

  2

  : b

  o2

  H

  Hipotesis kedua penelitian ini menyatakan bahwa, ada hubungan positif antara Motivasi belajar dengan Prestasi belajar mahasiswa. Hipotesis ini dapat dinyatakan sebagai berikut:

  2. Pengujian Hipotesis Kedua

  ( α) pada umumnya sebesar 5%.

  Nilai probability value (p) diperoleh dari hasil olahan data dengan SPSS 15.0, sedangkan tingkat signifikansi ( α) dalam penelitian ini ditetapkan sebesar 5%; hal ini sebagaimana dalam penelitian-penelitian ilmu sosial di mana nilai tingkat signifikansi

  ditolak sehingga dapat disimpulkan hipotesis pertama penelitian ini diterima.

  o1

  α maka maka H a1 diterima dan H

  value (p)<

  ditolak; atau jika probability

  1. Pengujian Hipotesis Pertama

  Hipotesis pertama penelitian ini menyatakan bahwa, ada hubungan positif antara Ketepatan penggunaan metode mengajar dosen dengan Prestasi belajar mahasiswa. Hipotesis ini dapat dinyatakan sebagai berikut:

  : b

  H

  o1

  : b

  1

  =0 Tidak ada hubungan positif antara ketepatan penggunaan metode mengajar dosen dengan Prestasi belajar mahasiswa H

  a1

  1

  a1

  >0 Ada hubungan positif antara ketepatan penggunaan metode mengajar dosen dengan Prestasi belajar mahasiswa Pengujian terhadap hipotesis pertama tersebut dilakukan dengan menggunakan uji t. Adapun kriteria yang digunakan untuk menerima atau menolak hipotesis pertama ini adalah sebagai berikut:

  Jika nilai t

  hitung

  >t

  tabel

  maka H

  diterima dan H

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  H : b >0 Ada hubungan positif antara motivasi belajar dengan Prestasi

  a2

  2

  belajar mahasiswa Pengujian terhadap hipotesis kedua tersebut dilakukan dengan menggunakan uji t. Adapun kriteria yang digunakan untuk menerima atau menolak hipotesis pertama ini adalah sebagai berikut:

  Jika nilai t >t maka H diterima dan H ditolak; atau jika probability

  hitung tabel a2 o2 value (p)< diterima dan H ditolak sehingga dapat a2 o2

  α maka maka H disimpulkan hipotesis kedua penelitian ini diterima.

3. Pengujian Hipotesis Ketiga

  Hipotesis ketiga penelitian ini menyatakan bahwa, ada hubungan positif antara Lingkungan belajar dengan Prestasi belajar mahasiswa. Hipotesis ini dapat dinyatakan sebagai berikut:

  H : b =0 Tidak ada hubungan positif antara lingkungan belajar dengan

  o3

3 Prestasi belajar mahasiswa

  H : b >0 Ada hubungan positif antara lingkungan belajar dengan Prestasi

  a3

  3

  belajar mahasiswa Pengujian terhadap hipotesis kedua tersebut dilakukan dengan menggunakan uji t. Adapun kriteria yang digunakan untuk menerima atau menolak hipotesis pertama ini adalah sebagai berikut:

  Jika nilai t >t maka H diterima dan H ditolak; atau jika probability

  hitung tabel a3 o3 value (p)< diterima dan H ditolak sehingga dapat

  α maka maka H a3 o3 disimpulkan hipotesis ketiga penelitian ini diterima.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB IV HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data Dalam penelitian ini, total kuesioner yang tersebar sebanyak 70 eksemplar. Kueosioner yang terkumpul sebanyak 52 eksemplar dan yang tidak terkumpul

  sebanyak 18 eksemplar. Kuesioner ini sebelum disebarkan terlebih dahulu diuji validitas dan reliabilitasnya dan diperoleh hasil semuanya valid dan reliabel, sehingga selanjutnya bisa digunakan untuk penelitian.

  Sebelum data dianalisis, langkah pertama yang harus dilakukan adalah analisis 1 deskripsi data ketepatan penggunaan metode mengajar dosen (X ), motivasi belajar 2 3 (X ) dan lingkungan belajar (X ). Bentuk dari pendeskripsian data tersebut menggunakan daftar tabulasi distribusi frekuensi untuk masing-masing variabel baik variabel bebas maupun variabel terikat. Penilaian masing-masing variabel menggunakan Penilaian Acuan Patokan (PAP) tipe II sebagai berikut :

1. Ketepatan Penggunaan Metode Mengajar Dosen

  Instrumen tersebut secara teoritis mempunyai rentang skor antara 6 sampai dengan 24. Berdasarkan data yang diperoleh, diketahui bahwa skor tertinggi sebesar 22 dan skor terendah sebesar 12. Mean, median dan modus instrument ketepatan penggunaan metode mengajar dosen sebesar 18, 20,42, 19,7.

  Perbandingan antara mean dan median yaitu 18 < 20,42. Karena mean lebih kecil dari pada median, maka diperoleh kecenderungan yang rendah antara variabel bebas (ketepatan penggunaan metode mengajar dosen) terhadap variabel terikatnya (prestasi belajar mahasiswa). Standar Deviasi sebesar 15,49 menunjukkan bahwa

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  ke responden bervariasi sebesar 15,49 dari hasil rata-rata 52 responden sebesar 18,73.

  Penilaian ketepatan penggunaan metode mengajar dosen dapat diketahui dengan menggunakan Pedoman Acuan Patokan (PAP) sebagai berikut :

Tabel 4.1 Pedoman PAP Ketepatan Penggunaan Metode Mengajar Dosen Skor Frekuensi Prosentase Kategori Kecenderungan Variabel

  21 – 24 11 21,2% Sangat Tinggi 18 – 20 21 40,4% Tinggi 16 – 17

  9 17,3% Cukup 14 - 15 5 9,6% Rendah

  Dibawah 14 6 11,5% Sangat Rendah 52 100% Dengan melihat table penilaian ketepatan penggunaan metode mengajar dosen diatas dapat dijelaskan bahwa kategori sangat tinggi ada 21,2%, kategori tinggi ada 40,4%, kategori cukup ada 17,3%, kategori rendah ada 9,6% dan kategori sangat rendah ada 11,5%. Berdasarkan penjelasan tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa ketepatan penggunaan metode mengajar dosen pada mahasiswa angkatan 2007 program studi pendidikan akuntansi termasuk dalam kategori tinggi.

  Hal tersebut dapat dibuktikan bahwa sebagian besar variabel ketepatan penggunaan metode mengajar dosen terletak pada kategori tinggi.

2. Motivasi Belajar

  Instrumen tersebut secara teoritis mempunyai rentang skor antara 17 sampai dengan 68. Berdasarkan data yang diperoleh, diketahui bahwa skor tertinggi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  yaitu 55,06 > 45,7. Karena mean lebih besar dari pada median, maka diperoleh kecenderungan yang tinggi antara variabel bebas (motivasi belajar) terhadap variabel terikatnya (prestasi belajar mahasiswa). Standar Deviasi sebesar 6,09 menunjukkan bahwa hasil data instrumen ketepatan penggunaan metode mengajar dosen dari responden ke responden bervariasi sebesar 6,09 dari hasil rata-rata 52 responden sebesar 55,06.

  Penilaian motivasi belajar dapat diketahui dengan menggunakan Pedoman Acuan Patokan (PAP) sebagai berikut :

Tabel 4.2 Pedoman PAP Motivasi Belajar Skor Frekuensi Prosentase Kategori Kecenderungan Variabel

  58 – 68 17 32,7% Sangat Tinggi 51 – 57 21 40,4% Tinggi 46 – 50 13 25% Cukup 40 – 45

  1 1,9% Rendah Dibawah 40 0% Sangat Rendah 52 100%

  Dengan melihat tabel penilaian motivasi belajar diatas dapat dijelaskan bahwa kategori sangat tinggi ada 32,7%, kategori tinggi ada 40,4%, kategori cukup ada 25%, kategori rendah ada 1,9% dan kategori sangat rendah ada 0%. Berdasarkan penjelasan tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar pada mahasiswa angkatan 2007 program studi pendidikan akuntansi termasuk dalam kategori tinggi. Hal tersebut dapat dibuktikan bahwa sebagian besar variabel motivasi belajar terletak pada kategori tinggi.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

3. Lingkungan Belajar

  Instrumen tersebut secara teoritis mempunyai rentang skor antara 21 sampai dengan 84. Berdasarkan data yang diperoleh, diketahui bahwa skor tertinggi sebesar 84 dan skor terendah sebesar 56. Mean, median dan modus instrument lingkungan belajar sebesar 66,81, 53,5, 61. Perbandingan antara mean dan median yaitu 66,81> 53,5. Karena mean lebih besar dari pada median, maka diperoleh kecenderungan yang tinggi antara variabel bebas (lingkungan belajar) terhadap variabel terikatnya (prestasi belajar mahasiswa). Standar Deviasi sebesar 9,44 menunjukkan bahwa hasil data instrumen lingkungan belajar dari responden ke responden bervariasi sebesar 9,44 dari hasil rata-rata 52 responden sebesar 66,81.

  Penilaian lingkungan belajar dapat diketahui dengan menggunakan Pedoman Acuan Patokan (PAP) sebagai berikut :

Tabel 4.3 Pedoman PAP Lingkungan Belajar Skor Frekuensi Prosentase Kategori Kecenderungan Variabel

  72 – 84 15 28,9% Sangat Tinggi 63 – 71 18 34,6% Tinggi 56 – 62 19 36,5% Cukup 50 – 55 0% Rendah

  Dibawah 50 0% Sangat Rendah 52 100% Dengan melihat tabel penilaian lingkungan belajar diatas dapat dijelaskan bahwa kategori sangat tinggi ada 28,9%, kategori tinggi ada 34,6%, kategori cukup ada 36,5%, kategori rendah ada 0% dan kategori sangat rendah ada

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  termasuk dalam kategori cukup. Hal tersebut dapat dibuktikan bahwa sebagian besar variabel lingkungan belajar terletak pada kategori cukup.

4. Prestasi Belajar Mahasiswa

  Instrumen tersebut secara teoritis mempunyai rentang skor antara 1,00 sampai dengan 4,00. Berdasarkan data yang diperoleh, diketahui bahwa skor tertinggi sebesar 3,71 dan skor terendah sebesar 1,86. Mean, median dan modus instrument prestasi belajar sebesar 2,745, 2,709, 2,722. Perbandingan antara mean dan median yaitu 2,745 > 2,709. Karena mean lebih besar dari pada median, maka diperoleh kecenderungan yang tinggi. Standar Deviasi sebesar 0,418 menunjukkan bahwa hasil data instrumen lingkungan belajar dari responden ke responden bervariasi sebesar 0,418 dari hasil rata-rata 52 responden sebesar 2,745.

  Penilaian lingkungan belajar dapat diketahui dengan menggunakan Pedoman Acuan Patokan (PAP) sebagai berikut :

Tabel 4.4 Pedoman PAP Prestasi Belajar Skor Frekuensi Prosentase Kategori Kecenderungan Variabel

  3,43 – 3,71 5 9,6% Sangat Tinggi 2,98 – 3,42 12 23,1% Tinggi 2,68 – 2,97 10 19,2% Cukup 2,38 – 2,67 14 26,9% Rendah

  Dibawah 2,38 11 21,2% Sangat Rendah 52 100% Dengan melihat tabel penilaian prestasi belajar diatas dapat dijelaskan bahwa kategori sangat tinggi ada 9,6%, kategori tinggi ada 23,1%, kategori cukup

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  pada mahasiswa angkatan 2007 program studi pendidikan akuntansi termasuk dalam kategori rendah. Hal tersebut dapat dibuktikan bahwa sebagian besar variabel prestasi belajar terletak pada kategori rendah.

B. Pengujian Persyaratan Analisis

  Pengujian persyaratan analisis dalam penelitian ini dimaksudkan atau bertujuan untuk menguji apakah model regresi yang didapat berdasarkan data empiris telah memenuhi asumsi-asumsi yang mendasarinya. Pengujian persyaratan analisis menggunakan pengujian normalitas.

  Pengujian terhadap normalitas data dilakukan dengan metode Kolmogorov- Smirnov. Pemilihan penggunaan metode ini didasarkan pada pertimbangan: (1) dapat dilakukan dengan cepat dengan bantuan program SPSS 15.0, dan (2) memberikan hasil uji yang lebih pasti karena menggunakan nilai statistik bukan secara grafis.

  2 Menurut metode Kolmogorov-Smirnov, jika nilai statistik χ (chi square)

  tidak signifikan, maka data yang sedang diuji memiliki distribusi normal. Pengujian signifikansi dilakukan dengan membandingkan nilai probability value (p) dengan tingkat signifikansi yang digunakan peneliti (

  α). Dalam pengujian ini digunakan nilai α=5% atau 0,05; sedangkan nilai probability value (p) didapat dari hasil perhitungan dengan bantuan program SPSS 15.0. Pengujian secara konvensional juga dapat

  2

  2

  dilakukan, yaitu dengan membandingkan nilai statistik χ atau sering disebut χ

  hitung

  2

  2

  2

  2

  dengan nilai statistik kritis atau sering disebut . Jika nilai < χ χ tabel χ hitung χ tabel

  2

  maka nilai statistik χ tidak signifikan, yang berarti data yang diuji memiliki distribusi normal. Dalam penelitian ini pengujian dilakukan dengan cara yang pertama, karena tidak memerlukan pembacaan tabel; karena nilai probability value

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Hasil uji normalitas terhadap masing-masing variabel penelitian ini disajikan dalam Tabel 4.1 berikut.

Tabel 4.5 Hasil Uji Normalitas Dengan Metode Kolmogorov-Smirnov

  Probability Tingkat

  Statistik Variabel Value Signifikansi

  χ² ( p ) (

  α ) Prestasi Belajar (Y) 0,710 0,694 0,05 Ketepatan Metode Mengajar (X ) 0,980 0,292 0,05

  1 Motivasi Belajar (X ) 0,723 0,620 0,05

  2 Lingkungan Belajar (X ) 1,093 0,183 0,05

  3 Variabel prestasi belajar (Y) memiliki nilai statistik

  χ²=0,710 dengan nilai

  probability value p=0,694. Pada tingkat signifikansi

  α=5% atau 0,05; maka nilai p(0,694)> α(0,05), sehingga statistik χ² tersebut tidak signifikan. Oleh karena statistik

  χ² tidak signifikan, maka dapat disimpulkan bahwa distribusi variabel prestasi belajar (Y) adalah normal.

  Variabel ketepatan metode mengajar dosen (X ) memiliki nilai statistik

  1

  χ²=0,980 dengan nilai probability value p=0,292. Pada tingkat signifikansi α=5% atau 0,05; maka nilai p(0,292)>

  α(0,05), sehingga statistik χ² tersebut tidak signifikan. Oleh karena statistik χ² tidak signifikan, maka dapat disimpulkan bahwa distribusi variabel ketepatan metode mengajar dosen (X ) adalah normal.

1 Variabel motivasi belajar (X ) memiliki nilai statistik

  2

  χ²=0,723 dengan nilai

  probability value p=0,620. Pada tingkat signifikansi

  α=5% atau 0,05; maka nilai p(0,620)> α(0,05), sehingga statistik χ² tersebut tidak signifikan. Oleh karena statistik

  χ² tidak signifikan, maka dapat disimpulkan bahwa distribusi variabel motivasi belajar

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Variabel lingkungan belajar (X ) memiliki nilai statistik

  3

  χ²=1,093 dengan nilai

  probability value p=0,183. Pada tingkat signifikansi

  α=5% atau 0,05; maka nilai p(0,183)> α(0,05), sehingga statistik χ² tersebut tidak signifikan. Oleh karena statistik

  χ² tidak signifikan, maka dapat disimpulkan bahwa distribusi variabel lingkungan belajar (X ) adalah normal.

3 C. Pengujian Hipotesis Penelitian

  Penelitian ini mengandung tiga hipotesis yaitu: (1) Hipotesis mengenai adanya hubungan antara ketepatan metode mengajar dosen dengan prestasi belajar mahasiswa, (2) Hipotesis mengenai adanya hubungan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar mahasiswa, dan (3) Hipotesis mengenai adanya hubungan antara lingkungan belajar dengan prestasi belajar mahasiswa.

  Pengujian terhadap hipotesis tersebut dilakukan dengan menggunakan korelasi

  product moment dengan tiga variabel bebas yaitu: ketepatan metode mengajar dosen (X ),

  1

  motivasi belajar (X ) dan prestasi belajar (X ); di mana variabel terikatnya adalah prestasi

  2

  3 belajar (Y).

  Hasil analisis korelasi product moment untuk masing-masing variabel disajikan dalam tabel berikut.

Tabel 4.6 Hasil Analisis Korelasi Product Moment Antara Variabel Bebas dengan Variabel Prestasi Belajar

  Koefisien Probability Tingkat Variabel Bebas korelasi Value Signifikansi

  (r ) ( p ) (

  xy

  α ) Ketepatan Metode Mengajar (X ) 0,694 0,000 0,05

  1 Motivasi Belajar (X ) 0,666 0,000 0,05

  2 Lingkungan Belajar (X ) 0,705 0,000 0,05

  3

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

1. Hubungan antara Ketepatan Penggunaan Metode Mengajar Dosen (X ) dengan

  1 Prestasi Belajar (Y).

  Berdasarkan hasil analisis korelasi product moment antara ketepatan penggunaan metode mengajar dosen (X ) dengan prestasi belajar (Y), diperoleh nilai

  1

  korelasi sebesar r =0,694 dengan p=0,000. Pada pengujian dengan tingkat

  x1y

  signifikansi α=0,05 maka nilai p(0,000)<α=0,05; yang berarti korelasi atau hubungan tersebut signifikan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa, hipotesis pertama penelitian ini diterima kebenarannya di mana, hubungan antara ketepatan penggunaan metode mengajar dosen (X ) dengan prestasi belajar (Y) signifikan bersifat positif.

1 Hal ini berarti semakin tepat penggunaan metode mengajar yang digunakan oleh para dosen, maka prestasi belajar mahasiswa cenderung akan meningkat.

  Implikasi dari hasil pengujian hipotesisnya ini adalah pentingnya para dosen menggunakan metode yang tepat dalam melaksanakan proses belajar mengajar di kampus. Penggunaan metode mengajar yang tepat diharapkan dapat meningkatkan prestasi belajar mahasiswa.

2. Hubungan antara Motivasi Belajar (X ) dengan Prestasi Belajar (Y).

  2 Berdasarkan hasil analisis korelasi product moment antara motivasi belajar

  (X ) dengan prestasi belajar (Y), diperoleh nilai korelasi sebesar r =0,666 dengan

  2 x2y

  p=0,000. Pada pengujian dengan tingkat signifikansi α=0,05 maka nilai p(0,000)<

  α=0,05; yang berarti korelasi atau hubungan tersebut signifikan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa, hipotesis kedua penelitian ini diterima kebenarannya di mana, hubungan antara motivasi belajar (X ) dengan prestasi belajar

  2

  (Y) signifikan bersifat positif. Hal ini berarti semakin tinggi motivasi belajar maka prestasi belajar mahasiswa cenderung akan meningkat.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Implikasi dari hasil pengujian hipotesisnya ini adalah pentingnya para dosen memberikan motivasi kepada para mahasiswa agar motivasi belajarnya meningkat karena peningkatan motivasi belajar cenderung akan menghasilkan peningkatan prestasi belajar.

3. Hubungan antara Lingkungan Belajar (X ) dengan Prestasi Belajar (Y).

  3 Berdasarkan hasil analisis korelasi product moment antara lingkungan belajar

  (X ) dengan prestasi belajar (Y), diperoleh nilai korelasi sebesar r =0,705 dengan

  3 x3y

  p=0,000. Pada pengujian dengan tingkat signifikansi α=0,05 maka nilai p(0,000)<

  α=0,05; yang berarti korelasi atau hubungan tersebut signifikan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa, hipotesis ketiga penelitian ini diterima kebenarannya di mana, hubungan antara lingkungan belajar (X ) dengan prestasi

  3

  belajar (Y) signifikan dan bersifat positif. Hal ini berarti semakin baik motivasi belajar maka prestasi belajar mahasiswa cenderung akan meningkat.

  Implikasi dari hasil pengujian hipotesisnya ini adalah pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang kondusif sehingga mahasiswa bisa belajar dengan baik. Hal ini disebabkan lingkungan belajar yang kondusif cenderung akan meningkatkan prestasi belajar mahasiswa.

  Selain hubungan secara parsial, melalui uji F dapat diketahui hubungan simultan/serentak/bersama-sama dari ketiga variabel bebas yaitu ketepatan penggunaan metode mengajar yang digunakan dosen, motivasi belajar dan lingkungan belajar terhadap prestasi belajar.

  Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda diperoleh besarnya nilai statistik F adalah 28,358 dengan p=0,000. Pada pengujian dengan tingkat signifikansi α=0,05 maka nilai p(0,000)<α=0,05; sehingga dapat disimpulkan bahwa statistik F

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  simultan/serentak/bersama-sama dari ketiga variabel bebas yaitu ketepatan penggunaan metode mengajar yang digunakan dosen, motivasi belajar dan lingkungan belajar terhadap prestasi belajar signifikan.

  Besarnya hubungan dari ketiga variabel bebas yaitu ketepatan penggunaan metode mengajar yang digunakan dosen, motivasi belajar dan lingkungan belajar terhadap prestasi belajar dapat diketahui dari besarnya nilai keofisien determinasi (R²). Dari hasil analisis regresi linier berganda diperoleh nilai R²=0,639 atau 63,9%; hal ini dapat diinterpretasikan bahwa 63,9% varian prestasi belajar mahasiswa dapat dijelaskan oleh ketepatan penggunaan metode mengajar yang digunakan dosen, motivasi belajar dan lingkungan belajar; sedangkan 36,1% sisanya disebabkan oleh variabel-variabel lain yang tidak tercakup dalam model regresi; misalnya: motivasi untuk cepat bekerja, motivasi untuk dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, kelengkapan sarana dan prasarana belajar, dan lain-lain.

  Hubungan bersama dari ketiga variabel bebas yaitu sebesar 63,9% tersebut merupakan akumulasi dari kontribusi atau sumbangan hubungan masing-masing variabel bebas. Besarnya sumbangan hubungan masing-masing variabel bebas dapat diketahui dari besarnya nilai sumbangan efektif masing-masing variabel bebas.

  Sumbangan Relatif dan Sumbangan Efektif:

  Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda diperoleh hasil sebagai berikut;

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Tabel 4.7 Hasil Regresi Linier Berganda

  Variabel Koefisien

  Regresi (b) t

  hitung Probability Value

  ( p ) Konstanta -0.349 Ketepatan Metode Mengajar (X

  1

  ) 0.048 2,883 0,006 Motivasi Belajar (X

  2

  ) 0.020 2,398 0,020 Lingkungan Belajar (X

  3

  ) 0.018 2,488 0,016 R² = 0,639; F=28.358; p=0.000

  Sumbangan efektif ketepatan penggunaan metode mengajar yang digunakan dosen sebesar SE%1=23,17%; sumbangan efektif motivasi belajar sebesar SE%2=18,66%; dan sumbangan efektif lingkungan belajar sebesar SE%3=22,07%. Berdasarkan nilai sumbangan efektif masing-masing variabel bebas, tampak bahwa ketepatan penggunaan metode mengajar memiliki sumbangan efektif paling besar dibanding sumbangan efektif motivasi belajar dan lingkungan belajar.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan

  1. Ada hubungan yang bersifat positif dan signifikan antara ketepatan penggunaan metode mengajar yang digunakan dosen dengan prestasi belajar mahasiswa. Hal ini ditunjukkan oleh hasil analisis korelasi product moment dimana besarnya r =0,694; p=0,000<0,05.

  x1y

  Dengan penjelasan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan metode mengajar yang tepat akan meningkatkan prestasi belajar mahasiswa.

  2. Ada hubungan yang bersifat positif dan signifikan antara motivasi belajar mahasiswa dengan prestasi belajar mahasiswa. Hal ini ditunjukkan oleh hasil analisis korelasi product moment dimana besarnya rx =0,666; p=0,000<0,05.

  2y

  Dengan penjelasan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa dengan meningkatnya motivasi belajar akan meningkatkan prestasi belajar mahasiswa.

  3. Ada hubungan yang bersifat positif dan signifikan antara lingkungan belajar dengan prestasi belajar mahasiswa. Hal ini ditunjukkan oleh hasil korelasi product moment dimana besarnya rx y=0,705; p=0,000<0,05.

3 Dengan penjelasan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa lingkungan belajar yang baik akan meningkatkan prestasi belajar mahasiswa.

B. Keterbatasan Hasil Penelitian

  Keterbatasan hasil penelitian ini adalah sebagai berikut:

  1. Tidak memiliki tingkat generalisasi yang tinggi, maksudnya, hasil penelitian ini belum tentu berlaku untuk waktu dan atau tempat yang berbeda; hal ini disebabkan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  waktunya atau tahunnya lain, mungkin hasilnya juga lain; atau waktunya sama tetapi lokasinya berlainan katakan di UNY, mungkin juga hasilnya tidak sama.

  2. Variabel penentu prestasi belajar mahasiswa yang diteliti hanya tiga buah saja; padahal dalam dunia yang nyata suatu fenomena sosial umumnya ditentukan oleh banyak faktor antara lain : faktor sosial ekonomi keluarga, mutu pendidikan, pergaulan sosial, dan faktor sosial lainnya.

C. Saran 1.

  Hasil penelitian pertama menunjukkan bahwa ada hubungan positif dan signifikan antara ketepatan penggunaan metode mengajar dosen dengan prestasi belajar mahasiswa. Sehubungan dengan hasil penelitian ini peneliti menyarankan kepada para dosen untuk : a) Mengenal karakteristik mahasiswa

  b) Mencari dan menggunakan metode mengajar yang menarik yang disesuaikan dengan situasi dan keadaan c) Memiliki variasi gaya mengajar sehingga mahasiswa tidak bosan dalam belajar d) Memilih metode yang menuntut keaktifan dan keantusiasan mahasiswa

  e) Menggunakan metode yang tidak terkesan mengejar materi tetapi metode yang menuntut pemahaman mahasiswa yang pada akhirnya dapat meningkatkan prestasi belajar mahasiswa.

  2. Hasil penelitian kedua menunjukkan bahwa ada hubungan positif dan signifikan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar mahasiswa. Sehubungan dengan hasil penelitian ini peneliti menyarankan agar motivasi belajar ditingkatkan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  dorongan yang kuat baik dari dalam dirinya sendiri maupun dorongan dari orang lain. Oleh karena itu disarankan untuk meningkatkan motivasi belajar Misalnya kemauan untuk belajar mandiri, rajin mengikuti pelajaran, belajar secara teratur dan terjadwal, meningkatkan keinginan untuk menguasai materi, dan sebagainya untuk mencapai tujuan yang diharapkan.

  3. Hasil penelitian ketiga menunjukkan bahwa ada hubungan positif dan signifikan antara lingkungan belajar dengan prestasi belajar mahasiswa. Sehubungan dengan hasil penelitian ini peneliti menyarankan kepada pihak keluarga, pihak kampus maupun masyarakat sekitar untuk bersikap aktif dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dengan bantuan sarana dan prasarana sehingga mahasiswa merasa nyaman dalam belajar sehingga dapat mendorong proses pembelajaran yang efektif dan efisien yang akhirnya dapat meningkatkan prestasi belajar mahasiswa.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

DAFTAR PUSTAKA

Ghozali. 2007. Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS.

  Hamalik oemar. 1982. Metode belajar dan kesulitan-kesulitan belajar. Bandung, Tarsito.

  Indarti, Susana. 2006. “Pengaruh Lingkungan Belajar, Kemandirian Belajar

dan Jumlah Jam Belajar Siswa Terhadap Prestasi Belajar Siswa ”.

Yogyakarta, FKIP Universitas Sanata Dharma. Lasmintorini, Fransisca. 2005. “Hubungan Antara Presepsi Siswa Tentang

  

Variasi Gaya Mengajar Guru, Disiplin Siswa dan Motivasi Belajar Siswa

dengan Prestasi Belajar Akuntansi ”. Yogyakarta, FKIP Universitas Sanata

  Dharma. Masidjo, Ign. 1995. Penilaian Pencapaian Hasil Belajar Siswa di Sekolah. Yogyakarta, Penerbit Kanisius. Purwanto, Ngalim. 1984. Psikologi pendidikan. Bandung, PT. Remaja Karya.

  Sriyon, dkk. 1992. Teknik Belajar Mengajar Dalam CBSA. Jakarta, PT. Rineka Cipta. Sardiman, A.M. 1986. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta. PT.Rajawali. Sardiman, A.M. 2002. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta. PT.Rajawali. Sudjana. 2003. Teknik Analisis Regresi dan Korelasi. Bandung, PT.Transito. Suharsimi Arikunto. 2003. Manajemen Penelitian. Jakarta. PT. Rineke Cipta. Suharsimi Arikunto. 2006. Prosedur Penelitian Suatu pendekatan Praktik. Jakarta. PT. Rineke Cipta. Sugiyono. 2004. Metode Penelitian Administrasi. Bandung, CV. Alfabeta. Sugiyono. 2006. Statistik Untuk Penelitian. Bandung, CV. Alfabeta. Sugiyono. 2008. Metode Penelitian Bisnis. Bandung, CV. Alfabeta. Supranto. 2001. Statistik Teori dan Aplikasi. Edisi ke-6, Jakarta. Erlangga. Surakhmad Winarmo. 1976. Metodologi Pengajaran Nasional. jemmars. Soekartawi. 1995. Meningkatkan Efektivitas Mengajar. Jakarta. PT.Dunia pustaka Jaya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  http://parenting.pustaka-lebah.com/?p=30. Pengaruh lingkungan terhadap pendidikan anak http://ridwan202.wordpress.com/2008/05/03/ketercapaian-prestasi-belajar

http://media.diknas.go.id/media/document/5302.pdf. Penerapan metode

Belajar Aktif Sebagai upaya Membantu Meningkatkan Prestasi Belajar Pada Siswa Kelas 6

  http://agungprudent.wordpress.com/2008/12/22/macam-macam-metode-

  pembelajaran

  http://ktiptk.blogspirit.com/archive/2009/01/26/tgt.html.TGT  http://ipotes.wordpress.com/2008/05/13/pendekatan‐kontekstual‐ atau‐contextual‐teaching‐and‐learning‐ctl/  http://pembelajaranguru.wordpress.com/2008/05/25/pembelajaran‐ kontekstual‐hakekat/ 

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  LAMPIRAN I KUESIONER  

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  87 Hal : pengisian kuesioner Kepada Yth.

  Rekan-rekan mahasiswa program studi pendidikan akuntansi Universitas Sanata Dharma Dengan hormat, Saya adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi, Universitas Sanata Dharma. Saya

bermaksud mengadakan kegiatan penelitian dengan judul “Hubungan antara Ketepatan Penggunaan

  

Metode Mengajar Dosen, Motivasi Belajar dan Lingkungan Belajar Mahasiswa dengan Prestasi Belajar

Mahasiswa”.

  Sehubungan dengan hal tersebut, saya mohon kesediaan saudara menjadi responden penelitian

ini. Saya berharap saudara berkenan untuk menjawab keseluruhan pertanyaan sesuai dengan keadaan

yang sesungguhnya. Sejalan dengan etika penelitian, saya akan menjamin kerahasian jawaban saudara

dan memastikan bahwa jawaban saudara hanyalah semata-mata untuk mencapai tujuan penelitian ilmiah

ini.

  Saya menyadari bahwa pengisian kuesioner ini sedikit banyak menganggu aktivitas saudara. Oleh sebab itu, saya mohon maaf sebelumnya. Demikian permohonan saya. Atas perhatian dan kerjasama saudara, saya mengucapkan terima kasih.

  Yogyakarta, Mei 2009 Hormat saya, Prodenciana A. DeJ. Gusmao Vaz

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  88

IDENTITAS RESPONDEN

  Nama : NIM : Program Studi : Semester : Jenis Kelamin : L / P

PETUNJUK PENGISIAN KUESIONER

  

1. Berilah tanda silang (X) pada jawaban yang anda anggap benar pada kotak jawaban yang telah

tersedia.

  

2. Setelah Selesai mengerjakan periksalah kembali dan pastikan bahwa semua pernyataan dalam

kuesioner ini telah dijawab.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  89

KUESIONER SEBELUM PENELITIAN

A. KETEPATAN PENGGUNAAN NETODE MENGAJAR

  No. Sangat Tepat Tidak Sangat Pernyataan tepat (T) tepat tidak (ST) (TT) tepat (STT)

  1 Dalam menerangkan pokok bahasan baru dosen menggunakan metode ceramah

  2 Saat para mahasiswa sedang malas dosen menggunakan metode ceramah

  3 Saat situasi kelas sedang ramai dosen menggunakan metode diskusi kelompok

  4 Untuk mata kuliah akuntansi dosen menggunakan metode presentasi.

  5 Dosen mengarahkan mahasiswa untuk berpartisipasi dalam pembelajaran dengan membagi mahasiswa menjadi beberapa kelompok (metode kerja kelompok)

  6 Dosen menggunakan campuran dari beberapa metode mengajar supaya mahasiswa tidak bosan

  7 Dalam menyelesaikan latihan soal akuntansi dosen menggunakan metode kerja kelompok

  8 Saat jam belajar siang misalnya jam 14.00 dosen menggunakan metode ceramah

  9 Supaya semua mahasiswa aktif dosen menggunakan metode mengajar beregu (team teaching Method)

  10 Dosen mengarahkan mahasiswa untuk aktif dalam belajar dengan memberikan pertanyaan secara acak kepada mahasiswa (talking stick)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  90 kepada mahasiswa untuk mengetahui pemahaman mahasiswa akan materi yang telah disajikan

  12 Dalam mengerjakan soal-soal akuntansi dosen menyuruh setiap mahasiswa untuk mengerjakannya sendiri

  13 Supaya mahasiswa antusias dalam belajar dosen menggunakan metode kerja kelompok

  14 Saat jam belajar pagi misalnya jam 07.00 dosen menggunakan metode diskusi kelompok

B. MOTIVASI BELAJAR

  No. Sangat Setuju Tidak Sangat Pernyataan setuju (S) setuju tidak (SS) (TS) setuju (STS)

  1. Berusaha sendiri untuk mengerjakan tugas tanpa di suruh oleh orang lain

  2. Rajin belajar dikarenakan mau mencontoh teman yang rajin

3. Belajar atas keinginan sendiri

  4. Mengerjakan tugas tepat waktu

  5. Setiap mata kuliah yang sukar, dipelajari berulang- ulang

  6. Apabila menemukan kesulitan dalam soal latihan, diselesaikan dengan dukungan buku-buku yang relevan

  7. Berani mengemukakan pendapat di depan teman- teman walaupun dikritik

  8. Mudah berkecil hati jika berdekatan dengan teman yang lebih pandai

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  91

  10 Tidak puas bila tidak dapat mengerjakan soal-soal yang sulit

  11 Mengemukakan ide-ide dalam diskusi kelompok

  12 Mengajak teman-teman untuk belajar kelompok

  13 Belajar sesuai dengan jadwal yang telah dibuat

  14 Untuk kemajuan studi, selalu datang mengikuti pelajaran dengan baik di kampus

  15 Bertanya kepada teman, dosen atau mencari dari buku jika kurang jelas dengan materi yang dijelaskan

  16 Tetap belajar bila ada jam kosong di kampus

  17 Belajar terlebih dahulu materi yang akan dipelajari

  18 Berusaha sebaik mungkin bila prestasi yang dicapai kurang memuaskan

  19 Belajar dengan giat karena ingin bersaing dengan teman

  20 Mencatat materi yang dijelaskan dosen untuk dipelajari kembali

C. LINGKUNGAN BELAJAR

  No. Sangat Setuju Tidak Sangat Pernyataan setuju (S) setuju tidak (SS) (TS) setuju (STS)

  1 Dosen yang rajin mengajar memberi motivasi dalam belajar

  2 Dengan dibentuknya kelompok belajar mahasiswa di kampus memudahkan dalam belajar

  3 Lingkungan kampus yang bersih memungkinkan belajar

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  92 memudahkan dalam belajar

  5 Merasa senang jika ada tambahan waktu mengajar oleh dosen diluar jam mengajar

  6 Merasa senang dengan adanya jam kosong

  7 Tidak ada sangsi yang diberikan oleh dosen ketika ada mahasiswa yang tidak mengerjakan tugas

  8 Dosen yang kurang berinteraksi dengan mahasiswa secara intim menyebabkan mahasiswa segan berpartisipasi secara aktif dalam belajar

  9 Pelayanan yang diberikan oleh sekretariat memudahkan dalam perolehan informasi

  10 Letak gedung kampus yang berdekatan dengan jalan raya menganggu konsentrasi belajar

  11 Senang kalau hanya berkelompok dengan teman yang dikenal baik

  12 Dengan adanya hall baru memudahkan dalam belajar

  13 Senang dengan tersedianya layanan internet di kampus

  14 Letak fasilitas kelas yang monoton membuat mahasiswa bosan dan malas dalam belajar

  15 Dengan direnovasinya gedung memberi motivasi dalam belajar

  16 Jalinan hubungan yang erat diantara anggota masyarakat memudahkan untuk belajar

  17 Kegiatan pemuda seperti karang taruna menambah semangat untuk belajar

  18 Lingkungan masyarakat yang anak-anaknya rajin belajar menumbuhkan semangat

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  93 melupakan tugas sebagai seorang pelajar

  20 Banyaknya pengangguran di antara anggota masyarakat yang usiannya masih sekolah mengganggu untuk belajar

  21 Adanya jam belajar yang ditetapkan masyarakat membantu dalam belajar

  22 Adanya kelompok belajar di masyarakat menambah semangat untuk belajar

  23 Dibiarkan saja oleh masyarakat ketika saat jam belajar bermain di rumah tetangga sampai larut malam

  24 Lingkungan masyarakat yang terdapat kios hiburan (play station, komik, dan sebagainya ) membuat terganggu untuk belajar

  25 Senang karena teman-teman kos bisa diajak kerjasama dalam belajar

  26 Orang tua selalu memberikan dorongan dan semangat untuk belajar

  27 Kebiasaan saudara-saudara atau teman-teman yang rajin belajar membuat turut rajin untuk belajar

  28 Orang tua yang mendampingi anaknya belajar akan membuat anak terpacu lebuh rajin

  29 Orang tua selalu memenuhi kebutuhan sarana belajar sehingga dapat belajar maksimal

  30 Keadaan ekonomi keluarga membuat semangat untuk belajar

  31 Kebiasaan keluarga yang mematikan TV pada saat jam belajar membuat nyaman untuk belajar

32 Dibiarkan saja oleh orang tua

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  94 yang dibuat oleh orang tua

  34 Tingkat pendidikan orang tua memacu untuk belajar lebih rajin

  35 Suasana yang menyenangkan, akrab dan penuh kasih sayang dalam keluarga memberikan motivasi untuk belajar

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  95

KUESINER UNTUK PENELITIAN

A. KETEPATAN PENGGUNAAN NETODE MENGAJAR

  No. Sangat Tepat Tidak Sangat Pernyataan tepat (T) tepat tidak (ST) (TT) tepat (STT)

  1 Saat para mahasiswa sedang malas dosen menggunakan metode ceramah

  2 Dosen menggunakan campuran dari beberapa metode mengajar supaya mahasiswa tidak bosan

  3 Saat jam belajar siang misalnya jam 14.00 dosen menggunakan metode ceramah

  4 Supaya semua mahasiswa aktif dosen menggunakan metode mengajar beregu (team teaching Method)

  5 Dosen mengarahkan mahasiswa untuk aktif dalam belajar dengan memberikan pertanyaan secara acak kepada mahasiswa (talking stick)

  6 Dosen memberikan pertanyaan secara acak(talking stick) kepada mahasiswa untuk mengetahui pemahaman mahasiswa akan materi yang telah disajikan

MOTIVASI BELAJAR B.

  No. Sangat Setuju Tidak Sangat Pernyataan setuju (S) setuju tidak (SS) (TS) setuju (STS)

  1. Berusaha sendiri untuk mengerjakan tugas tanpa di suruh oleh orang lain

2 Belajar atas keinginan sendiri

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  96 sukar, dipelajari berulang- ulang

  5 Apabila menemukan kesulitan dalam soal latihan, diselesaikan dengan dukungan buku-buku yang relevan

  6 Berani mengemukakan pendapat di depan teman- teman walaupun dikritik

  7 Tetap belajar walaupun tidak ada ujian

  8 Tidak puas bila tidak dapat mengerjakan soal-soal yang sulit

  9 Mengemukakan ide-ide dalam diskusi kelompok

  10 Mengajak teman-teman untuk belajar kelompok

  11 Belajar sesuai dengan jadwal yang telah dibuat

  12 Untuk kemajuan studi, selalu datang mengikuti pelajaran dengan baik di kampus

  13 Bertanya kepada teman, dosen atau mencari dari buku jika kurang jelas dengan materi yang dijelaskan

  14 Tetap belajar bila ada jam kosong di kampus

  15 Belajar terlebih dahulu materi yang akan dipelajari

  16 Berusaha sebaik mungkin bila prestasi yang dicapai kurang memuaskan

  17 Mencatat materi yang dijelaskan dosen untuk dipelajari kembali

C. LINGKUNGAN BELAJAR

  No. Sangat Setuju Tidak Sangat Pernyataan setuju (S) setuju tidak

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  97 memberi motivasi dalam belajar

  2 Dengan dibentuknya kelompok belajar mahasiswa di kampus memudahkan dalam belajar

  3 Lingkungan kampus yang bersih memungkinkan belajar terasa nyaman

  4 Kemampuan kampus untuk menyediakan perpustakaan memudahkan dalam belajar

  5 Merasa senang jika ada tambahan waktu mengajar oleh dosen diluar jam mengajar

  6 Pelayanan yang diberikan oleh sekretariat memudahkan dalam perolehan informasi

  7 Senang dengan tersedianya layanan internet di kampus

  8 Dengan direnovasinya gedung memberi motivasi dalam belajar

  9 Lingkungan masyarakat yang anak-anaknya rajin belajar menumbuhkan semangat untuk kuliah

  10 Jika tidak berhati-hati dalam bergaul di masyarakat, dapat melupakan tugas sebagai seorang pelajar

  11 Adanya jam belajar yang ditetapkan masyarakat membantu dalam belajar

  12 Adanya kelompok belajar di masyarakat menambah semangat untuk belajar

  13 Dibiarkan saja oleh masyarakat ketika saat jam belajar bermain di rumah tetangga sampai larut malam

  14 Senang karena teman-teman kos bisa diajak kerjasama dalam belajar

15 Orang tua selalu

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  98 atau teman-teman yang rajin belajar membuat turut rajin untuk belajar

  17 Orang tua yang mendampingi anaknya belajar akan membuat anak terpacu lebuh rajin

  18 Orang tua selalu memenuhi kebutuhan sarana belajar sehingga dapat belajar maksimal

  19 Keadaan ekonomi keluarga membuat semangat untuk belajar

  20 Kebiasaan keluarga yang mematikan TV pada saat jam belajar membuat nyaman untuk belajar

  21 Suasana yang menyenangkan, akrab dan penuh kasih sayang dalam keluarga memberikan motivasi untuk belajar

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

LAMPIRAN II

UJI RELIABILITAS

& VALIDITAS

  99 PENGUJIAN INSTRUMEN PERTAMA MASING-MASING VARIABEL 1. Variabel Ketepatan Penggunaan Metode Mengajar Dosen (X1) Reliability Statistics

  41 X8 3.24 .624

  41 X14 2.76 .624

  41 X13 2.85 .478

  41 X12 2.95 .545

  41 X11 3.05 .631

  41 X10 2.98 .651

  41 X9 3.00 .592

  41 X7 2.95 .631

  Cronbach's Alpha Cronbach's Alpha Based on

  41 X6 3.46 .636

  41 X5 3.15 .654

  41 X4 2.39 .771

  41 X3 2.44 .808

  41 X2 3.22 .791

  14 Item Statistics Mean Std. Deviation N X1 2.95 .498

  Standardized Items N of Items .587 .605

41 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  100 Item-Total Statistics

  X7

38.44 11.252 .270 .399 .561

  .869 .886

  Cronbach's Alpha Based on Standardized Items N of Items

   Motivasi Belajar (X2) Reliability Statistics Cronbach's Alpha

  14 2.

  Scale Statistics Mean Variance Std. Deviation N of Items 41.39 12.794 3.577

  X9

38.39 10.444 .523 .565 .515

X10

38.41 10.249 .508 .709 .512

X11

38.34 10.830 .377 .697 .540

X12

38.44 12.552 -.015 .262 .606

X13

38.54 11.705 .263 .419 .565

X14

38.63 11.588 .192 .414 .575

  X8

38.15 11.028 .332 .624 .549

  X6

37.93 11.020 .324 .334 .550

  Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted

  X5

38.24 11.789 .128 .386 .587

  X4

39.00 13.300 -.196 .501 .657

  X3

38.95 11.998 .026 .443 .616

  X2

38.17 9.695 .502 .518 .502

  X1

38.44 11.902 .188 .320 .576

  Cronbach's Alpha if Item Deleted

  Corrected Item- Total Correlation Squared Multiple Correlation

20 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  101 Item Statistics

  Mean Std. Deviation N

  X1 3.17 .543

  41 X2 2.17 .892

  41 X3 3.29 .716

  41 X4 3.15 .615

  41 X5 3.20 .641

  41 X6 3.24 .624

  41 X7 3.07 .412

  41 X8 3.15 .478

  41 X9 3.00 .500

  41 X10 2.90 .539

  41 X11 3.29 .461

  41 X12 3.17 .543

  41 X13 2.90 .583

  41 X14 3.24 .538

  41 X15 3.17 .543

  41 X16 2.66 .575

  41 X17 2.98 .570

  41 X18 3.37 .536

  41 X19 2.73 .708

  41 X20 3.22 .419

  41 Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Scale Variance if Corrected Item- Squared Multiple Alpha if Item Item Deleted Item Deleted Total Correlation Correlation Deleted

  X1

57.90 35.690 .444 . .864

  X2

58.90 38.640 -.051 . .892

  X3

57.78 34.376 .474 . .863

  X4

57.93 33.720 .668 . .855

  102 X7

58.00 36.950 .350 . .867

  X8

57.93 37.020 .279 . .869

  X9

58.07 34.370 .725 . .855

X10

58.17 35.895 .416 . .865

X11

57.78 35.826 .514 . .862

X12

57.90 35.040 .550 . .861

X13

58.17 35.095 .497 . .862

X14

57.83 34.645 .622 . .858

X15

57.90 33.890 .741 . .854

X16

58.41 36.299 .323 . .868

X17

58.10 34.390 .622 . .858

X18

57.71 34.012 .730 . .854

X19

58.34 37.930 .050 . .881

X20

57.85 35.478 .644 . .859

  Scale Statistics Mean Variance Std. Deviation N of Items 61.07 38.870 6.235

  20

3. Lingkungan Belajar (X3) Reliability Statistics

  Cronbach's Alpha Cronbach's Alpha Based on

  Standardized Items N of Items .880 .894

35 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  103 Item Statistics

  41 x16 3.05 .498

  41 x28 3.41 .547

  41 x27 3.41 .547

  41 x26 3.63 .488

  41 x25 3.22 .525

  41 x24 2.78 .690

  41 x23 2.88 .557

  41 x22 2.95 .590

  41 x21 2.88 .748

  41 x20 2.54 .552

  41 x19 3.17 .381

  41 x18 3.22 .419

  41 x17 2.73 .593

  41 x15 2.73 .633

  Mean Std. Deviation N x1 3.24 .582

  41 x14 2.98 .724

  41 x13 3.39 .586

  41 x12 2.85 .654

  41 x11 2.76 .799

  41 x10 2.56 .673

  41 x9 3.20 .459

  41 x8 3.02 .689

  41 x7 2.61 .666

  41 x6 2.39 .833

  41 x5 2.49 .779

  41 x4 3.46 .505

  41 x3 3.44 .502

  41 x2 3.05 .590

41 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  104 x31 3.12 .640

  41 x32 3.22 .475

  41 x33 2.90 .625

  41 x34 2.83 .863

  41 x35 3.54 .505

  41 Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if

  Item Deleted Corrected Item- Total Correlation Squared Multiple

  Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted x1 102.85 86.278 .534 . .875 x2 103.05 84.898 .658 . .872 x3 102.66 86.630 .589 . .874 x4 102.63 86.138 .640 . .873 x5 103.61 83.944 .550 . .874 x6 103.71 89.562 .135 . .884 x7 103.49 90.256 .134 . .883 x8 103.07 90.070 .141 . .883 x9 102.90 87.790 .510 . .876 x10 103.54 88.905 .239 . .881 x11 103.34 88.930 .187 . .883 x12 103.24 88.539 .278 . .880 x13 102.71 86.312 .526 . .875 x14 103.12 88.210 .269 . .880 x15 103.37 88.138 .324 . .879 x16 103.05 86.798 .307 . .878 x17 103.37 89.038 .268 . .880 x18 102.88 87.560 .594 . .875 x19 102.93 88.970 .456 . .877 x20 103.56 91.352 .069 . .883 x21 103.22 83.726 .592 . .873

  105 x24 103.32 88.772 .242 . .881 x25 102.88 87.810 .438 . .877 x26 102.46 87.455 .515 . .876 x27 102.68 85.572 .645 . .873 x28 102.68 85.322 .670 . .872 x29 102.73 86.751 .453 . .876 x30 103.02 88.874 .320 . .881 x31 102.98 84.374 .647 . .872 x32 102.88 88.360 .226 . .877 x33 103.20 86.261 .295 . .875 x34 103.27 86.701 .306 . .880 x35 102.56 87.602 .480 . .876

  Scale Statistics Mean Variance Std. Deviation N of Items 106.10 92.390 9.612

  35 PENGUJIAN INSTRUMEN KEDUA MASING-MASING VARIABEL

  1. Ketepatan penggunaan Metode mengajar Dosen Reliability Statistics Cronbach's Alpha

  Cronbach's Alpha Based on Standardized Items N of Items

  .785 .786

6 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  106 Item Statistics

  Mean Std. Deviation N

  X2 3.22 .791

  41 X6 3.46 .636

  41 X8 3.24 .624

  41 X9 3.00 .592

  41 X10 2.98 .651

  41 X11 3.05 .631

  41 Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Scale Variance if Corrected Item- Squared Multiple Alpha if Item Item Deleted Item Deleted Total Correlation Correlation Deleted

  X2

15.73 4.901 .563 .369 .749

  X6

15.49 5.706 .456 .285 .771

  X8

15.71 5.612 .506 .409 .759

  X9

15.95 5.798 .474 .276 .767

X10

15.98 5.174 .641 .613 .726

X11

15.90 5.390 .584 .584 .741

  Scale Statistics Mean Variance Std. Deviation N of Items 18.95 7.498 2.738

  6

2. Motivasi Belajar Reliability Statistics

  Cronbach's Alpha Based on Cronbach's Standardized Alpha Items N of Items

  .908 .910

  17

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  107 Item Statistics

  Mean Std. Deviation N

  X1 3.17 .543

  41 X3 3.29 .716

  41 X4 3.15 .615

  41 X5 3.20 .641

  41 X6 3.24 .624

  41 X7 3.07 .412

  41 X9 3.00 .500

  41 X10 2.90 .539

  41 X11 3.29 .461

  41 X12 3.17 .543

  41 X13 2.90 .583

  41 X14 3.24 .538

  41 X15 3.17 .543

  41 X16 2.66 .575

  41 X17 2.98 .570

  41 X18 3.37 .536

  41 X20 3.22 .419

  41 Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Scale Variance if Corrected Item- Squared Multiple Alpha if Item Item Deleted Item Deleted Total Correlation Correlation Deleted

  X1

49.85 32.628 .516 . .905

  X3

49.73 31.951 .452 . .909

  X4

49.88 30.860 .715 . .898

  X5

49.83 30.745 .699 . .899

  X6

49.78 31.076 .670 . .900

  X7

49.95 34.148 .376 . .908

  X9

50.02 31.774 .727 . .899

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  108 X12

49.85 32.128 .601 . .902

X13

  

50.12 32.260 .532 . .904

X14

49.78 32.076 .617 . .902

X15

49.85 31.278 .749 . .898

X16

50.37 33.488 .347 . .910

X17

50.05 32.098 .574 . .903

X18

49.66 31.530 .715 . .899

X20

49.80 32.961 .621 . .903

  Scale Statistics Mean Variance Std. Deviation N of Items 53.02 36.124 6.010

  17

3. Lingkungan Belajar Reliability Statistics

  Cronbach's Alpha Based on Standardized Cronbach's

  Alpha Items N of Items .899 .906

  21 Item Statistics Mean Std. Deviation N x1 3.24 .582

  41 x2 3.05 .590

  41 x3 3.44 .502

  41 x4 3.46 .505

  41 x5 2.49 .779

  41 x9 3.20 .459

  41 x13 3.39 .586

  41 x15 2.73 .633

  41 x18 3.22 .419

  41

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  109 x21 2.88 .748

  41 x22 2.95 .590

  41 x23 2.88 .557

  41 x25 3.22 .525

  41 x26 3.63 .488

  41 x27 3.41 .547

  41 x28 3.41 .547

  41 x29 3.37 .623

  41 x30 3.07 .721

  41 x31 3.12 .640

  41 x35 3.54 .505

  41 Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Scale Variance if Corrected Item- Squared Multiple Alpha if Item Item Deleted Item Deleted Total Correlation Correlation Deleted x1

63.63 43.938 .542 . .894

x2

  

63.83 43.245 .628 . .891

x3

63.44 44.102 .615 . .892

x4

63.41 43.699 .675 . .891

x5

64.39 42.944 .481 . .896

x9

63.68 45.022 .524 . .894

x13

63.49 43.406 .610 . .892

x15

64.15 45.978 .342 . .902

x18

63.66 44.830 .615 . .893

x19

63.71 46.112 .426 . .897

x21

64.00 42.250 .581 . .893

x22

63.93 44.520 .457 . .896

x23

64.00 44.550 .485 . .895

x25

63.66 45.230 .418 . .897

x26

63.24 44.339 .598 . .893

  110 x29

63.51 44.006 .492 . .895

x30

  

63.80 45.911 .318 . .905

x31

63.76 42.439 .673 . .890

x35

63.34 44.580 .538 . .894

  Scale Statistics Mean Variance Std. Deviation N of Items 66.88 48.460 6.961

21 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

LAMPIRAN III

DATA MENTAH

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  111 . KETEPATAN PENGGUNAAN METODE MENGAJAR DOSEN ( X 1 )

  

Resp. 1 2 3 4 5 6 X1

1 3 4 3 3 3 4 20 2 4 4 4 3 2 2 19 3 4 3 3 3 2 2 17 4 4 3 4 3 4 4 22 5 4 4 4 1 3 3 19 6 2 2 2 2 3 3 14 7 2 5 5 4 3 3 22 8 3 4 4 3 3 3 20 9 4 4 4 3 3 4 22

10 1 2 2 2 2 3 12

  

11 4 3 3 4 3 3 20

12 4 4 4 3 3 3 21

13 3 3 4 4 4 4 22

14 3 3 4 4 3 3 20

15 4 2 2 2 2 3 15

16 1 2 2 2 2 3 12

17 3 3 3 3 3 3 18

18 2 3 3 4 5 4 21

19 2 3 1 2 2 2 12

20 4 4 4 3 3 3 21

21 2 3 3 3 3 3 17

22 1 3 1 3 2 4 14

23 4 4 3 3 3 3 20

24 3 3 3 3 3 3 18

25 4 3 4 3 3 3 20

26 1 3 1 4 4 4 17

27 3 3 3 3 3 3 18

28 2 3 2 3 3 3 16

29 3 4 3 3 3 3 19

30 3 2 2 1 1 3 12

31 3 3 3 3 3 3 18

32 3 3 3 3 3 3 18

33 1 2 3 4 5 1 16

34 3 4 2 2 2 3 16

35 3 3 2 2 2 3 15

36 2 3 2 3 3 2 15

37 2 3 3 4 4 3 19

38 4 3 1 2 3 3 16

39 2 4 2 3 3 3 17

40 3 1 2 2 2 3 13

41 1 4 2 3 3 3 16

42 4 3 1 1 1 2 12

43 3 4 3 3 4 4 21

44 4 4 3 4 2 4 21

45 4 4 4 3 3 3 21

46 3 3 3 3 3 3 18

47 3 4 3 4 3 3 20

48 3 3 3 3 3 3 18

49 3 3 3 3 3 3 18

50 4 4 4 3 1 2 18

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  112 B. MOTIVASI BELAJAR ( X 2 ) Resp. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 X2

  1 3 3 4 3 4 3 3 3 4 4 4 4 3 3 3 4 4 59 2 4 4 4 3 3 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 64 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 51 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 2 3 4 3 3 3 3 3 52 5 3 3 4 4 3 3 3 4 4 4 4 3 3 2 3 4 4 58 6 3 3 3 3 2 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 4 53 7 3 3 3 3 3 3 2 3 5 5 5 5 4 4 4 5 3 63 8 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 4 2 3 4 3 51 9 3 3 4 4 3 3 3 4 4 4 4 3 3 2 3 4 4 58 10 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 3 3 2 3 3 3 48

  11 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 4 2 1 3 49 12 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 50 13 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 1 3 4 4 64 14 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 50 15 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 51 16 3 3 3 3 3 3 3 3 3 1 3 3 3 2 3 4 4 50 17 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 3 3 54 18 4 4 3 3 3 4 3 2 3 5 3 5 5 5 5 4 3 64 19 3 3 2 1 2 2 2 2 2 4 4 3 4 4 3 4 4 49 20 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 2 2 2 3 4 60 21 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 51 22 3 2 4 3 3 3 3 3 4 3 2 4 3 2 3 3 3 51 23 4 4 3 3 4 4 2 3 3 3 2 4 4 3 2 4 3 55 24 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 50 25 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 49 26 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 68 27 3 4 4 4 4 4 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 58 28 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 51 29 3 3 3 3 3 4 4 3 3 4 3 3 4 3 3 3 3 55 30 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 2 3 3 2 2 3 2 45 31 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 51 32 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 50 33 4 4 4 3 3 3 3 3 4 3 2 3 3 2 2 3 3 52 34 4 4 4 3 3 4 4 3 4 3 3 4 3 3 3 4 4 60 35 3 3 3 4 2 2 3 3 3 4 4 4 4 3 3 3 3 54 36 3 3 2 3 3 2 2 2 3 3 4 4 3 3 3 4 3 50 37 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 52 38 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 51 39 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 51 40 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 50 41 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 2 3 49 42 3 4 3 3 3 3 3 3 3 2 3 1 3 2 3 4 4 50 43 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 2 4 4 3 4 4 4 63 44 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 68 45 3 3 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 64 46 3 4 3 4 3 4 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 4 57 47 3 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 5 4 4 4 5 3 66 48 3 4 4 4 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 53 49 3 4 4 4 4 5 4 4 5 5 4 3 3 2 2 2 3 61 50 3 4 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 3 2 3 3 55 51 4 3 3 3 3 4 3 5 5 4 4 4 5 5 5 3 3 66 52 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 51

  C. LINGKUNGAN BELAJAR ( X 3 ) Resp. 1   2   3   4   5   6   7   8   9   10   11  12  13  14  15  16  17  18  19   20   21   X3  

1 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 2 3 4 4 4 4 4 4 3 4 4 79

2 4 4 4 4 1 4 4 2 4 4 2 2 2 4 4 4 4 4 4 4 4 73

3 3 2 3 3 2 2 3 2 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 58

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  113

7 3 3 3 3 2 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 5 5 5 5 5 83

8 4 3 4 4 2 3 4 4 3 4 2 3 3 4 4 4 3 4 4 4 4 74

9 4 4 4 4 2 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 4 4 3 3 3 4 71

10 3 3 4 4 4 4 4 4 2 2 2 2 1 2 2 2 1 2 2 2 4 56

  

11 3 3 2 4 2 3 3 3 3 4 2 3 2 3 3 3 3 3 2 3 4 61

12 3 3 3 4 2 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 3 4 3 4 4 74

13 4 4 4 4 1 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 3 4 4 4 78

14 3 3 5 5 5 5 5 5 3 2 3 5 2 3 3 3 3 3 2 3 3 74

15 3 3 3 3 2 2 3 3 2 2 3 2 2 2 2 3 3 4 4 4 4 59

16 4 4 2 2 2 2 1 1 2 2 2 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 62

17 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 69

18 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 72

19 3 3 4 3 2 4 3 2 2 2 1 2 2 2 3 3 3 3 3 3 3 56

20 3 3 1 2 2 4 4 1 4 3 2 2 3 2 4 4 4 4 4 3 4 63

21 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 2 3 3 2 3 62

22 3 3 4 3 4 3 3 4 4 3 3 3 1 3 3 2 3 4 3 3 3 65

23 4 4 4 4 3 2 4 4 4 4 4 3 3 1 4 4 3 3 4 4 4 74

24 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 3 3 66

25 2 4 4 4 1 3 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 3 3 3 3 3 71

26 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 84

27 3 3 3 3 3 3 4 2 4 3 4 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 73

28 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2 2 3 60

29 3 3 3 3 2 3 3 2 3 3 2 2 3 3 3 3 2 3 3 2 3 57

30 3 2 3 3 2 3 3 3 3 3 3 2 3 2 3 3 2 2 3 2 3 56

31 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 63

32 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 4 65

33 4 2 3 3 2 3 3 3 3 2 2 4 3 2 4 5 5 5 5 5 3 71

34 4 2 4 2 2 4 2 2 2 2 2 2 2 4 4 4 3 4 3 3 4 61

35 3 3 3 3 3 2 2 2 3 4 3 3 2 2 3 3 4 3 3 3 3 60

36 3 3 4 3 3 4 3 3 3 2 2 2 2 3 3 3 3 3 2 3 4 61

37 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 61

38 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 2 2 2 2 3 60

39 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 63

40 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 2 3 3 3 3 60

41 3 3 3 5 3 5 5 2 2 2 3 3 3 3 2 2 2 2 3 2 3 61

42 3 4 4 4 2 1 1 2 2 2 2 4 1 4 4 3 4 3 3 3 4 60

43 4 4 4 4 3 3 3 3 4 3 3 2 1 2 1 4 4 4 4 4 4 68

44 3 4 4 4 2 3 4 3 3 4 3 3 4 4 4 4 3 3 3 4 4 73

45 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 4 4 4 4 4 4 4 69

46 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 66

47 3 3 3 3 3 4 4 4 3 3 2 2 2 3 4 4 3 3 4 4 4 68

48 3 3 4 4 2 3 4 3 3 3 3 3 2 3 3 3 4 3 3 4 4 67

49 3 3 3 3 2 3 2 3 1 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 3 81

50 4 4 4 1 2 3 3 3 4 4 4 4 1 4 3 3 3 3 3 3 3 66

51 3 3 5 4 4 4 5 5 4 4 5 5 5 5 3 2 3 3 3 3 3 81

52 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 63

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  114 1   3,13 2   2,79 4   2,19 4   2,68 5   2,46 6   2,26 7   3,71 8   2,67 9   2,75 10   2,42

  11   2,72 12   3,00 13   3,10 14   3,16 15   2,33 16  

  2,24 17   3,27 18   3,55 19   2,22 20   2,80 21   2,62 22   2,84 23   2,63 24   2,64 25   2,65 26   3,42 27   2,48 28   2,45 29   3,06 30   2,30 31   2,60 32   2,51 33   2,78 34   2,39 35   2,30 36   1,86 37   2,85 38   2,37 39   3,03 40   2,25 41   3,06 42   2,25 43   2,80 44   3,27 45   3,61 46   2,67 47   3,10 48   2,79 49   3,47 50   2,52 51   3,50

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Hubungan motivasi belajar dan prestasi mahasiswa dengan minat berwirausaha.
0
0
136
Hubungan motivasi belajar, disiplin belajar, dan lingkungan belajar dengan prestasi belajar siswa.
1
3
159
Hubungan antara motivasi belajar, disiplin belajar dan lingkungan belajar dengan prestasi belajar mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi angkatan 2009 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
0
1
145
Hubungan antara kinerja dosen, ketersediaan fasilitas belajar serta motivasi belajar dengan prestasi belajar mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
1
1
170
Hubungan antara persepsi mahasiswa terhadap metode pengajaran dan motivasi belajar dengan prestasi belajar mahasiswa pada mata kuliah akuntansi keuangan dasar I.
0
0
139
Hubungan antara ketepatan penggunaan metode mengajar dosen, motivasi belajar dan lingkungan belajar dengan prestasi belajar mahasiswa.
0
0
169
Hubungan antara persepsi mahasiswa tentang metode mengajar dosen, intensitas belajar, sarana belajar, dan lingkungan belajar dengan prestasi belajar mahasiswa : studi kasus mahasiswa prodi Pendidikan Akuntansi angkatan 2002-2003 Universitas Sanata Dharma.
0
0
229
Hubungan antara lingkungan belajar, motivasi belajar dan disiplin belajar dengan prestasi belajar mahasiswa : studi kasus mahasiswa Prodi Pendidikan Akuntansi angkatan 2002-2003 Universitas Sanata Dharma.
0
0
135
Hubungan antara persepsi mahasiswa terhadap metode pengajaran dan motivasi belajar dengan prestasi belajar mahasiswa pada mata kuliah akuntansi keuangan dasar I
0
0
136
Hubungan antara lingkungan belajar mahasiswa, motivasi belajar, dan disiplin belajar mahasiswa dengan prestasi belajar mahasiswa
0
0
142
Hubungan motivasi belajar dan kinerja dosen teknologi farmasi dengan prestasi belajar mahasiswa AWAL
1
1
13
Hubungan antara lingkungan belajar, motivasi belajar dan disiplin belajar dengan prestasi belajar mahasiswa : studi kasus mahasiswa Prodi Pendidikan Akuntansi angkatan 2002-2003 Universitas Sanata Dharma - USD Repository
0
0
133
Hubungan antara persepsi mahasiswa tentang metode mengajar dosen, intensitas belajar, sarana belajar, dan lingkungan belajar dengan prestasi belajar mahasiswa : studi kasus mahasiswa prodi Pendidikan Akuntansi angkatan 2002-2003 Universitas Sanata Dharma
0
0
227
Hubungan antara sikap mahasiswa terhadap metode mengajar dosen dan lingkungan belajar mahasiswa dengan motivasi berprestasi belajar akuntansi : studi kasus : mahasiswa program studi Pendidikan Akuntansi Universitas Sanata Dharma - USD Repository
0
0
112
Hubungan antara motivasi belajar dan persepsi siswa tentang kompetensi guru dengan prestasi belajar - USD Repository
0
0
143
Show more