Alasan mahasiswa tidak menggunakan sarana angkutan publik : studi kasus pada mahasiswa Universitas Sanata Dharma Kampus I, Mrican Yogyakarta - USD Repository

Gratis

0
0
110
4 months ago
Preview
Full text

   

  ALASAN MAHASISWA TIDAK MENGGUNAKAN SARANA

ANGKUTAN PUBLIK

  Studi kasus pada Mahasiswa Universitas Sanata Dharma Kampus I, Mrican Yogyakarta

  SKRIPSI Diajukanuntuk Memperoleh Salah Satu Syarat

  Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Program Studi Manajemen

    Oleh:

  Restokrat NIM: 072214113

  PROGRAM STUDI MANAJEMEN JURUSAN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2011

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  i  

  ALASAN MAHASISWA TIDAK MENGGUNAKAN SARANA

ANGKUTAN PUBLIK

  Studi kasus pada Mahasiswa Universitas Sanata Dharma Kampus I, Mrican Yogyakarta

  SKRIPSI Diajukanuntuk Memperoleh Salah Satu Syarat

  Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Program Studi Manajemen

    Oleh:

  Restokrat NIM: 072214113

  PROGRAM STUDI MANAJEMEN JURUSAN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2011

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  ii  

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  iii  

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  iv  

  

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

Hidup dan Kehidupan.

  Itulah yang harus kita hadapi di Duniaini.

  Teruslah merasa Hidup Agar kamu merasakan arti Kehidupan sesungguhnya

  (Penulis)

  Skripsi ini dipersembahkan kepada:

  Allah SWT yang telah memberikan rahmat, hidayah serta kekuatan sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi.

  Untuk bapakku tercinta yang selalu membimbingku dengan harapan aku memiliki bekal dalam menjalani hidup yang lebih baik dimasa datang.

  Ibuku tercinta untuk kesabaran, doa dan pengorbanannya selama ini.

  Kakak dan adikku yang kusayangi. Seseorang yang aku kasihi dan akan selalu kuingat, thanks selalu ingetin aku shalat.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  UNIVERSITAS SANATA DHARMA FAKULTAS EKONOMI JURUSAN MANAJEMEN-PROGRAM STUDI MANAJEMEN

  PERNYATAAN KEASLIAN KARYA TULIS Yang bertanda tangan di bawah ini, saya menyatakan bahwa Skripsi dengan judul:

ALASAN MAHASISWA TIDAK MENGGUNAKAN SARANA ANGKUTAN PUBLIK

  Studi Kasus pada Mahasiswa Universitas Sanata Dharma Kampus I, Mrican Yogyakarta Dan diajukan untuk diuji pada tanggal 26 Agustus 2011 adalah hasil karya saya.

  Dengan ini, saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat keseluruhan atau sebagian tulisan orang lain yang saya ambil dengan cara menyalin, atau meniru dalam bentuk rangkaian kalimat atau simbol yang menunjukkan gagasan atau pendapat atau pemikiran dari penulis lain yang saya akui seolah-olah sebagai tulisan sayas endiri, dan atau tidak terdapat bagian atau keseluruhan tulisan yang saya salin, saya tiru, atau saya ambil dari tulisan orang lain tanpa memberikan pengakuan (disebutkan dalam referensi) pada penulis aslinya. Bila dikemudian hari terbukti bahwa saya ternyata melakukan tindakan tersebu tmaka saya bersedia skripsi menerima sanksi yaitu skripsi ini digugurkan dan gelar akan akademik yang sayaperoleh (S.E) dibatalkan serta diproses sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku (UU No 20 Tahun 2003, pasal 25 dan pasal 70).

  Yogyakarta,26 Agustus 2011 Yang membuat pernyataan,

  Restokrat NIM: 072214113 v  

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN

PUBLIKASI ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

  Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : Restokrat Nomor Induk Mahasiswa : 072214113

  Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul:

  

“ALASAN MAHASISWA TIDAK MENGGUNAKAN SARANA ANGKUTAN

PUBLIK : Studi Kasus pada Mahasiswa Universitas Sanata Dharma Kampus I,

Mrican Yogyakarta”

  Beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengolahnya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikannya secara terbatas, dan mempublikasikan di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal 26 Agustus 2011 Yang menyatakan Restokrat vi  

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat, hidayah serta kekuatan sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul “Alasan Mahasiswa Tidak Menggunakan Sarana Angkutan Publik: Studi Kasus pada Mahasiswa Universitas Sanata Dharma Kampus I, Mrican Yogyakarta”. Skripsi ini ditulis sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  Penulisan skripsi ini dapat selesai dengan baik berkat bantuan berbagai pihak.Untuk itu penulisinginmengucapkanterimakasihkepada :

  1. Bapak Drs. Y. P. Supardiyono, M.Si.,Akt. Selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma.

  2. Bapak V. Mardi Widyadmono, S.E., M.B.A., selaku Ketua Program Studi Manajemen Universitas Sanata Dharma.

  3. Bapak Drs. Gregorius Hendra Poerwanto, M.Si.,selaku dosen pembimbing I, yang telah mengarahkan dan membimbing penulis dengan kesungguhan hati.

  4. Bapak Albertus Yudi Yuniarto, S.E., M.B.A., selaku dosen pembimbing II, yang telah mengarahkan dan membimbing penulis sehingga skripsi ini menjadi lebihs empurna.

  5. Segenap dosen dan karyawan Universitas Sanata Dharma. vii  

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  6. Bapak dan Ibuku tercinta yang selalu memberikan kasih sayang, doa, dukungan, nasehat, kebahagiaan, dan memberikan penghidupan yang layak bagiku.

  7. Untuk kakakku “Nadia” dan adekku “Shara” terimakasih atas cinta, kasih sayang, doa, dan dorongan yang telah diberikan kepada penulis selama masa studi sehingga terselesaikan skripsi ini.

  8. Seseorang yang aku kasihi dan akan selalu kuingat, thanks selalu ingetin aku shalat dan selalu bilang “ayo kamu bisa”. Ayo kita wisuda bareng.

9. Teman-teman black horse: Adnan, Brian, Julius,Dedi, Niko, Mega, Boy, Rian, Bornok, Apoy, Gigih, Trek, Hengki, Thomas, Iwan. Gakada kalian gakrame.

  Ayo ramaikan futsal lagibuathiburan.

  10. Teman-teman MPT pak Hendra terimakasih atas dukungan yang kalian berikan, ayo cepet lulus.

  Penulis menyadari bahwa dalam penulisan skripsi ini masih banyak kesalahan dan kekurangan, oleh karena itu penulis sangat berterima kasih atas segala masukan baik yang berupa saran maupun kritik yang bersifat membangun. Semoga skripsi ini bermanfaat dan dapat menjadi bahan masukan bagi rekan-rekan dalam menyusun skrispsi.

  Yogyakarta, 26 Agustus 2011 Penulis Restokrat viii  

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  DAFTAR ISI

  Halaman HALAMAN JUDUL ........................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING .................................................. ii HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................. iii HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN ................................................. iv PERNYATAAN KEASLIAN KARYA TULIS ................................................. v PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ILMIAH……………………. vi KATA PENGANTAR ......................................................................................... vii DAFTAR ISI ....................................................................................................... ix DAFTAR TABEL ............................................................................................... xii DAFTAR GAMBAR ........................................................................................... xiii DAFTAR LAMPIRAN ........................................................................................ xiv ABSTRAK .......................................................................................................... xv ABSTRACT ........................................................................................................ xvi

  BAB I PENDAHULUAN .................................................................................... 1 A. Latar Belakang Masalah .................................................................. 1 B. Pembatasan Masalah ....................................................................... 3 C. Tujuan Penelitian ............................................................................. 4 D. Manfaat Penelitian ........................................................................... 4 BAB II KAJIAN PUSTAKA .............................................................................. 6 ix  

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  A. Landasan Teori ................................................................................ 6

  B. Hasil Penelitian Terdahulu .............................................................. 22 C.

  Kerangka Konseptual ...................................................................... 25

  D. Hipotesis .......................................................................................... 28

  BAB III METODE PENELITIAN ....................................................................... 30 A. Jenis Penelitian ................................................................................ 30 B. Subyek dan Obyek Penelitian .......................................................... 30 C. Waktu dan Lokasi Penelitian ........................................................... 30 D. Variabel Penelitian .......................................................................... 31 E. Definisi Operasional ........................................................................ 32 F. Populasi dan Sampel ........................................................................ 32 G. Teknik Pengambilan Sampel ........................................................... 34 H. Sumber Data .................................................................................... 34 I. Teknik Pengumpulan Data dan Jenis Data ...................................... 35 J. Teknik Pengujian Instrumen ............................................................ 36 K. Teknik Analisis Data ...................................................................... 39 BAB IV GAMBARAN UMUM SUBYEK PENELITIAN ................................ 43 A. Gambaran Umum Dinas Perhubungan ............................................ 43 A.1 Sejarah Dinas Perhubungan ...................................................... 43 A.2 Visi dan Misi Dinas Perhubungan Yogyakarta ....................... 45 B. Wilayah Penelitian ........................................................................... 46 x  

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  B.1 Sejarah Universitas Sanata Dharma ......................................... 46 B.2 Visi dan Misi Universitas Sanata Dharma ............................... 49 B.3 Tujuan Pendidikan Universitas Sanata Dharma ...................... 50 B.4 Fakultas dan Program Studi Universitas Sanata Dharma ........ 50 B.5 Nama-nama Rektor Universitas Sanata Dharma ..................... 51

  BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN ........................................... 52 A. Penjelasan Penelitian ....................................................................... 52 B. Pengujian Instrumen ........................................................................ 53 C. Analisis Data .................................................................................. 56 D. Pembahasan ..................................................................................... 63 BAB VI KESIMPULAN, SARAN, DAN KETERBATASAN .......................... 67 A. Kesimpulan ...................................................................................... 67 B. Saran ............................................................................................... 68 C. Keterbatasan Penelitian ................................................................... 70 DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 71 LAMPIRAN ........................................................................................................ 73 xi  

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  DAFTAR TABEL

  TabelJudul Halaman

  V.1 Hasil Uji Validitas .................................................................................... 54

  V.2 Hasil Uji Reliabilitas ................................................................................ 56

  V.3Persentase Berdasarkan Jenis Kelamin ........................................................... 56

  V.4 Persentase Berdasarkan Uang Saku .......................................................... 57

  V.5 Rekapitulasi Alasan .................................................................................. 59 xii  

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  DAFTAR GAMBAR

  Gambar Judul Halaman

  II.1 Kerangka Konseptual.................................................................................. 26 xiii  

  xiv  

  DAFTAR LAMPIRAN

  Nomor Lampiran Judul Halaman Lampiran 1 Kuesioner Penelitian ............................................................ 74 Lampiran 2 Data Rekapitulasi Jawaban Responden................................ 77 Lampiran 3 Printout Hasil Analisis Persentase ....................................... 80 Lampiran 4 Printout Hasil Uji Validitas ................................................. 81 Lampiran 5

  Printout

  Hasil Uji Reliabilitas ............................................. 84 Lampiran 6 Printout Hasil Analisis Cochran Q Test .............................. 85 Lampiran 7 Tabel R dan Tabel Chi Kuadrat ........................................... 89 Lampiran 8 Surat izin Penelitian Universitas Sanata Dharma ................ 91 Lampiran 9 Surat izin penelitian Dinas Perhubungan Yogyakarta ........ 92

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

ABSTRAK

ALASAN MAHASISWA TIDAK MENGGUNAKAN SARANA

ANGKUTAN PUBLIK

Restokrat

Universitas Sanata Dharma

  

Yogyakarta

2011

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alas an mahasiswa tidak menggunakan sarana angkutan publik.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang lokasi penelitiannya diadakan di Universitas Sanata Dharma Kampus 1, Mrican Yogyakarta.Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan penyebaran kuesioner, observasi dan studi pustaka.Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Universitas Sanata Dharma Kampus 1, Mrican Yogyakarta yang tidak menggunakan sarana angkutan publik.Sampel yang diteliti sebanyak 96 orang dan teknik sampling yang digunakan adalah Purposive Sampling. Uji Validitas menggunakan Teknik Korelasi Product Moment dan Uji Reliabilitas menggunakan

  

Cronbach Alpha . Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah 1)

  Analisis Presentaseuntuk mengetahui identitas responden, 2) Analisis Cochran Q- Test untuk mengetahui alas an mahasiswa tidak menggunakan sarana angkutan publik.

  Dari analisis presentase diperoleh hasil bahwa paling banyak responden yang diteliti adalah wanita (57,3%) dan responden yang dengan uang saku Rp500.000,- −

  Rp1.000.000,- (45,8%). Dari hasil analisis Cochran Q-Test menunjukkan bahwa harga tidak terjangakau, kesulitan mengakses, memiliki kendaraan pribadi, pengaruh orang lain/keluarga, kurangnya keamanan bagi konsumen,dan pengalaman buruk konsumen mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap alas an mahasiswa tidak menggunakan sarana angkutan publik. xv  

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  ABSTRACT THE REASON OF STUDENTS DON’T USE PUBLIC TRANSPORTATION FACILITIES Restokrat UniversitasSanata Dharma Yogyakarta 2011 This researchattemptstolearnthereason of students don’t use the public transport facilities. This research was conducted atSanata Dharma University,

  Yogyakarta. This is a descriptive of research. Data was collected by questionnaire, observation, anddocumentation. Population that is used in this research is all of Sanata Dharma Mrican University’s student who don’t use the public transport facilities. This research took 96 respondents for the sample. The method for the sampling is purposive Sampling. Data analysis usedpresentation analysis to know respondent’s profile and Cochran Q-Test Analysis to know thereason of students

don’t use the public transport facilities. The resultsof this

researchindicatethatmorewomendon’tusepublic transportandpocket money is IDR 500.000- IDR 1.000.000 .Results also indicated thatthere are some reasons of student don’t use the public transport facilities are pricesis notaffordable, the

difficulty to access,havea personalvehicle, influenceothers/family, lackof

securityforconsumers, and has badexperiences.

   

  xvi  

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam aktifitas sehari-hari, transportasi merupakan kegiatan yang sangat

  penting pada kehidupan masyarakat Indonesia. Tujuan adanya alat transportasi adalah untuk memperlancar kegiatan masyarakat. Pentingnya transportasi bagi masyarakat Indonesia disebabkan oleh beberapa faktor antara lain, keadaan geografis Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau kecil dan besar dengan luas daratan 1,937 juta kilometer persegi dan luas lautan 3,1 juta km sehingga sangat dibutuhkan transportasi melalui darat, udara, dan laut untuk menjangkau seluruh wilayah Indonesia (http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia).

  Indonesia merupakan Negara padat penduduk nomor 4 di dunia. Pulau yang paling padat penduduknya yaitu Pulau Jawa. Secara administratif Pulau Jawa terbagi menjadi 6 provinsi, yaitu Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Provinsi Banten, Provinsi Jawa Barat, Provinsi Jawa Tengah, Provinsi Jawa Timur, dan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa).

  Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan salah satu kota besar di daerah Jawa Tengah. Seiring perkembangannya, kota Yogyakarta selain terkenal sebagai kota pendidikan dan pariwisata juga merupakan kota yang sangat cocok untuk

  1  

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    niaga dan industri. Sehingga tidak sedikit orang yang datang ke kota Yogyakarta untuk menuntut ilmu, berlibur dan bahkan juga berniaga atau menanamkan modalnya di kota ini. Melihat pergerakan dan mobilitas tersebut maka kebutuhan akan sarana dan prasarana transportasi tak terelakkan lagi, apalagi pada era modern saat ini yang menuntut segala sesuatunya serba praktis dan cepat.

  Alat transportasi yang digunakan masyarakat di Yogyakarta dilihat dari kepemilikannya ada dua yaitu transportasi pribadi dan transportasi publik.

  Transportasi publik merupakan alat transportasi dimana penumpang tidak bepergian menggunakan kendaraan sendiri. Pengertian transportasi publik berdasarkan keputusan Menteri Perhubungan Nomor 35 tahun 2003 tentang penyelenggaraan angkutan orang di jalan dengan transportasi publik yaitu kendaraan umum adalah setiap kendaraan bermotor yang disediakan untuk dipergunakan oleh umum dengan dipungut bayaran baik langsung maupun tidak langsung (http://djafar-geonet.blogspot.com)

  Alat transportasi di Yogyakarta ada berbagai jenis. Mulai dari yang masih tradisional seperti andong dan becak hingga yang modern seperti taksi dan bus trans jogja. Berdasarkan kenyataan dan observasi saya, seiring dengan perkembangan aktifitas masyarakat di Yogyakarta yang semakin meningkat, masyarakat cenderung lebih memilih menggunakan alat transportasi pribadi. Semakin banyaknya pengguna transportasi pribadi akan berdampak negatif pada kondisi lalu lintas di Yogyakarta. Keadaan tersebut mendorong pemerintah untuk segera mengatasi masalah kemacetan lalu lintas. Pemerintah berusahan untuk

   

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    mengatasi masalah kemacetan lalu lintas dengan mengoperasikan bus trans jogja yang akan mencukupi kebutuhan alat transportasi di Yogyakarta. Namun, berdasarkan pengamatan dan observasi saya ternyata bus trans jogja belum bisa mengatasi masalah pemerintah tentang transportasi yang ada di Yogyakarta.

  Berdasarkan pentingnya pemahaman atas sikap untuk memahami perilaku, maka penulis tertarik untuk mengangkat masalah ini sebagai topik skripsi dengan judul “ALASAN MAHASISWA TIDAK MENGGUNAKAN SARANA ANGKUTAN PUBLIK”.

  B. Rumusan Masalah

  Berdasarkan latar belakang masalah yang telak dikemukakan, penulis dapat merumuskan permasalahan sebagai berikut :

  1. Bagaimana karakteristik konsumen yang tidak menggunakan sarana transportasi publik?

  2. Apa saja yang menjadi alasan konsumen tidak menggunakan sarana transportasi publik?

  C. Batasan Masalah

  Agar pembahasan permasalahan di atas tidak terlalu luas, maka penulis membatasi permasalahan pada hal:  

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      1.

  Karakteristik mahasiswa Universitas Sanata Dharma kampus 1 Mrican yang tidak menggunakan sarana angkutan publik yaitu berdasarkan jenis kelamin dan uang saku.

  2. Berdasarkan survei awal pada tanggal 15 november 2010 maka alasan yang diteliti yaitu kesulitan mengakses, harga tidak terjangkau, kurang praktis, hanya karena coba-coba, memiliki kendaraan pribadi, pengaruh orang lain atau keluarga, kurangnya keamanan bagi konsumen, kurangnya kenyamanan bagi konsumen, pengalaman buruk konsumen.

  D. Tujuan Penelitian

  Dalam melakukan penelitian ini penulis mempunyai tujuan untuk :

  1. Mengetahui karakteristik konsumen yang tidak menggunakan sarana transportasi publik.

  2. Mengetahui alasan-alasan konsumen yang tidak menggunakan sarana transportasi publik.

  E. Manfaat Penelitian

  Manfaat penelitian ini :

  1. Bagi Pemerintah Hasil penelitian ini dapat memberikan solusi bagi Pemerintah khusunya Dinas Perhubungan untuk mangatasi masalah kemacetan dan dapat digunakan sebagai referensi dalam pengembangan lalu lintas di Yogyakarta.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    2.

  Bagi perusahaan angkutan publik Dengan mengetahui alasan konsumen tidak mengunakan sarana transportasi publik maka perusahaan dapat memperoleh informasi yang dapat dijadikan sebagai dasar kebijakan perusahaan untuk melakukan strategi yang efektif sehingga dapat menjaring konsumen untuk lebih memilih angkutan publik.

3. Bagi Universitas Sanata Dharma

  Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah referensi kepustakaan dan sebagai bahan informasi untuk penelitian lebih lanjut.

  4. Bagi penulis Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi sarana menciptakan teori yang dipelajari selama berada di bangku kuliah khususnya dalam bidang pemasaran dan menjadi pertimbangan dalam memilih alat transportasi yang efektif dan efisien.

     

   

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Landasan Teori

  1. Pengertian Pemasaran Pemasaran adalah proses sosial dan manajerial dimana individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan melalui penciptaan dan pertukaran produk serta nilai dengan pihak lain. Dimana pemasaran adalah proses pemberian kepuasan kepada konsumen untuk mendapatkan laba (Kotler dan Amrstrong dalam Jati, 2009)

  Menurut Boyd, Walker dan Larrece (2000:4) pemasaran adalah suatu proses dan inginkan melalui pertukaran dengan pihak-pihak lain dan untuk mengembangkan hubungan pertukaran.

  Menurut Kotler dan Susanto (2000:11) pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial dimana individu dan kelompok mendapatkan kebutuhan dan keinginan mereka dengan menciptakan, menawarkan dan bertukar sesuatu yang bernilai satu sama lain.

  Menurut pandangan bisnis (Stanton dalam Jati, 2009), kegiatan yang terdapat dalam pemasaran meliputi: a. Mengetahui apa yang diinginkan dan dibutuhkan konsumen.

  b. Merencanakan dan mengembangkan sebuah barang dan jasa yang akan memenuhi kegiatan pemasaran tersebut.

  6  

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    c.

  Memutuskan cara terbaik untuk menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan barang dan jasa tersebut.

B. Manajemen Pemasaran

  Dalam pemasaran, perusahaan berusaha untuk memperoleh laba dari kegiatan penjualan barang dan jasa yang diciptakan untuk memenuhi keinginan konsumen. Agar target penjualan dapat tercapai, perusahaan harus dapat memilih dan melaksanakan kegiatan pemasaran yang dapat membantu perusahaan dalam mencapai tujuan tersebut. Pemasar harus dapat mengetahui dengan baik semua tugas yang ada dengan melakukan perencanaan dan pengawasan pemasaran.

  Menurut Boyd, walker dan larrece (2000:18), manajemen pemasaran adalah proses mengenal, merencanakan, mengkoordinasi, dan mengendalikan program-program yang mencakup pengkonsepan, penetapan harga, promosi dan distribusi dari produk, jasa dan gagasan yang dirancang untuk menciptakan tujuan bersama.

  Banyak orang beranggapan bahwa manajemen pemasaran adalah mencari pelanggan yang cukup banyak untuk output perusahaan saat itu juga, namun pandangan ini terlalu sempit. Perusahaan memiliki suatu tingkat harapan permintaan atas produk-produknya. Pada suatu saat tertentu mungkin saja tidak ada permintaan, permintaan memadai, permintaan tidak teratur atau terlalu banyak permintaan dan manajemen pemasaran harus mencari tahu untuk menghadapi permintaan yang berbada-beda.

   

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      C.

   Konsep Pemasaran

  Konsep pemasaran menegaskan bahwa kunci untuk mencapai tujuan organisasional yang ditetapkan adalah perusahaan tersebut harus menjadi lebih efektif dibanding para pesaing dalam menciptakan, menyerahkan, dan mengkomunikasikan nilai pelanggan kepada pasar sasaran yang terpilih (kotler dalam Jati, 2009:9)

  Konsep pemasaran mempunyai perspektif dari luar kedalam. Konsep ini dimulai dari pasar yang didefinisikan dengan baik, berfokus pada kebutuhan pelanggan, mengkoordinasikan semua aktivitas yang akan mempengaruhi pelanggan, dan menghasilkan laba dengan memuaskan pelanggan.

D. Industri Jasa 1.

  Pengertian jasa Jasa sering dipandang sebagai suatu fenomena yang rumit. Kata

  ”jasa” (service) itu sendiri memiliki banyak arti, mulai dari pengalaman pribadi (personal service) sampai jasa suatu produk. (Valeria A. Zethaml dan Mary Jo Bitner dalam Lupiyoadi dan hamdani 2006:5) memberikan batasan tentang jasa adalah sebagai berikut :

  Service is all economic activities whose output is not physical product or construction is generally consumed at that time is it produced, and provides added value in forms (such as convenience, amusement, comfort or healty)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    Jadi pada dasarnya jasa merupakan semua aktivitas ekonomi yang hasilnya bukan berbentuk produk fisik konstruksi, yang umumnya dihasilkan dan dikonsumsi secara bersamaan serta memberikan nilai tambah (misalnya kenyamanan, hiburan, kesenangan, atau kesehatan) konsumen.

  Jasa adalah tindakan atau kinerja yang ditawarkan suatu pihak kepada pihak lainnya walaupun prosesnya mungkin terkait dengan produk fisik. Kinerjanya pada dasarnya tidak nyata dan biasanya tidak menghasilkan kepemilikan atas faktor-faktor produksi. Ia juga menyebutkan bahwa jasa adalah kegiatan ekonomi yang menciptakan dan memberikan manfaat bagi pelanggan pada waktu dan tempat tertentu, sebagai hasil dari tindakan mewujudkan perubahan yang diinginkan penerima jasa tersebut (christoper H. Lovelock dan Lauran K. Wright dalam Jati, 2009)

  Tidak jauh berbeda dari definisi diatas, menurut kotler (dalam Lopiyoadi dan Hamdani 2006:6), jasa adalah setiap tindakan atau kegiatan yang dapat ditawarkan oleh suatu pihak kepada pihak lain, pada dasarnya tindakan tidak berwujud atau tidak mengakibatkan kepemilikan apapun. Produksi jasa bisa berkaitan dengan produk fisik atau sebaliknya.

  Berdasarkan berbagai difinisi diatas, tampak bahwa didalam jasa selalu ada aspek interaksi antara pihak konsumen dan pihak produsen (jasa), meskipun pihak-pihak yang terlibat tidak selalu menyadari. Jasa

   

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    bukan suatu barang melainkan suatu proses atau aktivitas yang tidak berwujud.

2. Klasifikasi Jasa

  Griffin (dalam Lupiyoadi dan Hamdani, 2006 : 7), mengklasifikasikan jasa sebagai berikut : a.

  Berdasarkan Tingkat Kontak Konsumen 1) Sistem Kontak Tinggi (hight contact system) : konsumen harus menjadi bagian dari sistem untuk menerima jasa. Contoh: jasa pendidikan, jasa rumah sakit, dan transportasi. 2) Sistem Kontak Rendah (low contact system) : konsumen tidak harus menjadi bagian dari sistem untuk menerima jasa. Contoh: jasa reparasi mobil dan perbankan.

  b.

  Berdasarkan Kesamaan Dengan Operasi Manufaktur 1) Jasa Murni (pure service) : jasa yang tergolong kontak tinggi, tanpa persediaan, atau dengan kata lain sangat berbeda dengan manufaktur. Contoh: jasa ahli bedah dan jasa pendidikan. 2) Jasa Semi Manufaktur (quesimanufacturing service) : jasa yang tergolong kontak rendah, memiliki kesamaan dengan manufaktur, dan konsumen tidak harus menjadi bagian dari proses produksi jasa. Contoh: jasa pengantaran, perbankan, asuransi, dan kantor pos.

   

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    3)

  Jasa Campuran (mixed service) kelompok jasa yang tergolong kontak menengah (moderate contact), gabungan beberapa sifat jasa murni dan jasa semifaktur. Contoh: jasa bengkel, dry clening, ambulance, pemadam kebakaran, dan lain-lain.

  c. Berdasarkan Klasifikasi Organisasi Perdagangan Dunia (dalam Lupiyoadi dan Hamdani 2006 : 7) ruang lingkup klasifikasi bisnis jasa meliputi: 1)

  Jasa Bisnis 2) Jasa Komunikasi 3) Jasa Konstruksi dan Jasa Teknik 4)

  Jasa Distribusi 5) Jasa Pendidikan 6)

  Jasa Lingkungan Hidup 7) Jasa Keuangan 8)

  Jasa Kesehatan dan Jasa Sosial 9) Jasa Kepariwisataan dan Jasa Perjalanan 10) Jasa Rekreasi, Budaya, dan Olahraga 11)

  Jasa Transportasi

  3. Kualitas Jasa Menurut Usi Usman (2008 : 139) kualitas jasa adalah sebuah konsepyang sulit dan kabur, maka sering kali terdapat kesalahan dalam menentukan sifat kualitas sebagai goodness atau luxury atau skininess

   

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    ataupun weight. Ia mengatakan bahwa kualitas jasa adalah suatu konsep yang secara tepat mewakili inti dari kinerja suatu jasa, yaitu perbandingan terhadap keterhandalan (exelence) dalamservice encounter yang dilakukan oleh konsumen.

  Menurut christoper H. Lovelock dan Lauran K. Wright (dalam Jati, 2009), kualitas jasa adalah sejauh mana jasa memenuhi atau melampaui harapan pelanggan. Jika pelanggan memahami penyerahan jasa yang sesungguhnya lebih baik daripada yang diharapkan, mereka akan senang. Jika penyerahan jasa tersebut berada dibawah harapannya, maka mereka akan marah. Dan mereka akan menilai kualitas menurut tingkat kepuasan yang mereka pahami terhadap jasa tersebut

  Ketika pelanggan menilai kualitas suatu jasa, mereka membandingkanya dengan suatu standar interval yang ada sebelum mengalami jasa tersebut. Standar interval untuk menilai kualitas tersebut adalah dasar harapan pelanggan. Harapan orang terhadap jasa kebanyakan dipengaruhi oleh pengalaman mereka sebelum sebagai pelanggan-dengan penyedia jasa tertentu, dengan jasa pesaing dalam industri yang sama, atau dengan jasa terkait dalam industri yang berbeda (Christoper H. Lovelock dan Lauran K. Wright dalam Jati, 2009).

  Kualitas jasa digambarkan sebagai suatu form dari sikap hasil perbandingan pengharapan kualitas jasa pelanggan dengan kinerja perusahaan yang dirasakan pelanggan. Berkenaan dengan sikap, maka

   

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    sikap (attitude) adalah suatu fungsi khusus dari pengharapan akan kualitas jasa. Sikap mempengaruhi keputusan untuk membeli karena adanya pengharapan atau ekspektasi pengharapan. Selanjutnya konsumen membentuk suatu perilaku tentang pemberi jasa berdasarkan penghargaan mereka sebelumnya mengenai formasi perusahaan. Perilaku ini mempengaruhi keinginan mereka untuk membeli (purchase intentions) jasa dari organisasi tersebut (usi Usman 2008 : 140)

  Menurut Usi Usman (2008 : 139) ada dua karakteristik jasa yang harus dicermati untuk memahami konsep kualitas jasa adalah: a. Jasa adalah tidak berwujud (intangibility) karena wujud jasa merupakan kinerja dari suatu objek, maka ketepatan dan keseragaman spesifikasi dalam pabrikasi seringkali tidak terwujud dalam satu kesatuan. Mengingat ketidakterwujudanya tersebut, maka perusahaan jasa seringkali menemukan kesulitan untuk mengetahui bagaimana konsumen mempersiapkan jasa mereka dan mengevaluasi kualitasnya.

  b. Proses yang terjadi diantara produksi dan konsumen jasa tidak bisa dipisahkan sebagai konsekuensinya kualitas jasa tidak dibuat di lokasi pabrikasi kemudian baru dikirimkan secara utuh kepada konsumen.

  Menurut Fandy Tjiptono (dalam Jati, 2009) ada lima dimensi pokok yang menentukan kualitas jasa, kelima dimensi tersebut adalah:  

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    a.

  Tangibles (bukti langsung), yaitu bukti fisik dari jasa, meliputi fasilitas dan kondisi fisik sekitar, perlengkapan, pegawai, dan sarana komunikasi.

  b. Reliability (dapat dipercaya), yaitu kemampuan memberikan pelayanan yang dijanjikan dengan segera, akurat dan memuaskan.

  Pelayanan yang reliable merupakan harapan pelanggan dan berarti pelayanan tersebut diselesaikan tepat waktu dengan cara yang sama dan tanpa kesalahan.

  c. Responsiveness (daya tanggap), yaitu keinginan dan kesediaan para staf atau pegawai untuk membantu para pelanggan dan memberikan pelayanan dengan tanggap.

  d. Assurance (jaminan), merupakan jaminan yang diberikan perusahaan untuk konsumennya mencakup pengetahuan, kemampuan, kesopanan dan sifat dapat dipercaya yang dimiliki para staf, bebas dari bahaya, resiko atau keragu-raguan.

  e. Empathy (empati), yaitu kemampuan untuk peduli dan peka, meliputi kemudahan dalam melakukan hubungan, komunikasi yang baik, perhatian pribadi dan memahami kebutuhan para pelanggan.

E. Perilaku Konsumen 1.

  Pengertian Perilaku Konsumen Banyak faktor yang mempengaruhi perilaku kosumen, perilaku konsumen itu berbeda-beda untuk produk dan pasar sasaran serta

   

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    ragamnya yang tidak terbatas, karena itu memasukkan semua kemungkinan untuk situasi pasar tidak mungkin, tetapi prinsip yang umum tentang perilaku konsumen dapat digunakan untuk lebih mengenal pasar sasaran.

  Menurut Swastha dan Handoko (dalam Ike, 2010) perilaku konsumen adalah kegiatan-kegiatan individu yang sama secara langsung terlibat dalam mendapatkan dan menggunakan barang dan jasa, termasuk didalamnya proses pengambilan keputusan pada persiapan dan penentuan kegiatan-kegiatan tersebut.

  Perilaku konsumen didefinisikan sebagai sejumlah tindakan- tindakan nyata individu (konsumen) yang dipengaruhi oleh faktor kejiwaan (psikologis) dan faktor luar lainnya (eksternal) yang mengarahkan mereka untuk memilih dan mempergunakan barang-barang yang diinginkannya.

  Dari definisi diatas mengandung dua elemen penting dalam perilaku konsumen yaitu pengambilan keputusan dan kegiatan fisik yang semuanya melibatkan individu dalam menilai, mendapatkan dan menggunakan barang dan jasa secara ekonomis.

  American Marketing Association mendefinisikan perilaku

  konsumen sebagai interaksi dinamis antar pengaruh dan kognisi, perilaku dan kejadian disekitar kita dimana manusia melakukan aspek pertukaran  

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      dalam hidup mereka. Menurut Peter dan Olson (1999 : 6), ada tiga ide penting dari definis tersebut yaitu: a.

  Perilaku konsumen adalah dinamis. Ini berarti bahwa seorang konsumen, kelompok konsumen, serta masyarakat luas selalu berubah dan bergerak sepanjang waktu.

  b.

  Melibatkan interaksi antara pengaruh dan kognisi. Ini berarti bahwa untuk memahami konsumen dan pengembangan strategi pemasaran yang tepat, kita harus memahami apa yang mereka pikirkan (kognisi) dan mereka rasakan (pengaruh), apa yang mereka lakukan (perilaku), dan apa serta dimana (kejadian di sekitar) yang mempengaruhi serta dipengaruhi oleh apa yang dipikirkan, dirasa, dan dilakukan konsumen.

  c.

  Melibatkan pertukaran. Hal ini membuat definisi perilaku konsumen tetap konsisten dengan definisi pemasaran yang sejauh ini juga menekankan pertukaran.

  Dengan mempelajari perilaku konsumen, perusahaan akan mengetahui kesempatan baru yang berasal dari belum terpenuhinya kebutuhan dan kemudian mengidentifikasinya untuk mengadakan segmentasi pasar.

2. Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen

  Menurut Kotler dan Susanto (2000:223) faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen antara lain adalah sebagai berikut:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    a.

  Faktor Budaya Faktor budaya mempunyai pengaruh paling meluas dan mendalam terhadap perilaku konsumen.

  1) Kultur (kebudayaan) Kebudayaan adalah determinan paling fundamental dari keinginan dan perilaku seseorang. Nilai-nilai kebutuhan dan kepercayaan biasanya relatif stabil sepanjang masa tapi bisa berubah dari satu generasi ke generasi berikutnya sehubungan dengan perubahan- perubahan yang terjadi dalam masyarakat. 2) Sub Kultur

  Setiap kultur terdiri dari sub kultur yang lebih kecil yang memberikan identifikasi dan sosialisasi anggotanya yang lebih spesifik. Sub kultur mencakup kebangsaan, agama, kelompok ras, dan daerah geogrrafis. Banyak sub kultur yang membentuk segmen pasar yang penting dimana para pemasar sering merancang produk dan program pemasaran yang khusus dibuat untuk kebutuhan mereka. 3)

  Kelas sosial Setiap masyarakat memiliki pengelompokan status terutama berdasarkan kesamaan dalam pendapatan, pendidikan, dan pekerjaan. Dari kesamaan-kesamaan inilah muncul sikap sosial yang mencirikan kelas tertentu.

   

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    b.

  Faktor Sosial Perilaku konsumen juga dipengaruhi oleh faktor-faktor sosial seperti kelompok acuan, keluarga, peran dan status sosial.

  1) Kelompok Acuan Banyak kelompok yang mempengaruhi perilaku seseorang.

  Kelompok acuan seseorang terdiri dari kelompok yang berpengaruh langsung atau tidak langsung terhadap perilaku seseorang. Orang-orang juga berpengaruh oleh kelompok- kelompok dimana mereka bukan anggotanya. Kelompok yang seseorang ingin masuk disebut kelompok aspirational. Para pemasar berusaha untuk mengidentifikasikan kelompok acuan dari pelanggan sasaran mereka. 2)

  Keluarga Anggota keluarga merupakan kelompok primer yang paling berpengaruh. Orientasi keluarga terdiri dari orang tua seseorang.

  Pengaruh yang lebih langsung terhadap perilaku pembelian sehari- hari adalah keluarga prokreasi yaitu pasangan dan anak-anak.

  3) Peran dan Status

  Seseorang berpartisipasi dalam banyak kelompok sepanjang hidupnya. Posisi orang dalam setiap kelompok dapat didefinisikan dalam istilah peran dan status. Setiap peran membawa suatu status.

   

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    c.

  Faktor Pribadi 1) Usia dan tahap siklus hidup, ini akan menentukan selera seseorang terhadap produk atau jasa 2) Pekerjaan, hal ini akan mempengaruhi pola konsumsi seseorang 3) Keadaan ekonomi, yaitu terdiri dari pendapatan yang dapat dibelanjakan (tingkatnya, stabilitasnya, dan polanya), tabungan dan hartanya, kemampuan untuk meminjam. 4)

  Gaya hidup yaitu pola hidup yang dekspresikan oleh kegiatan, minat, dan pendapatan seseorang. Gaya hidup ini menggambarkan seseorang secara keseluruhan yang berinteraksi dengan lingkungan disamping itu juga dapt mencerminkan sesuatu di balik kelas sosial seseorang, misalnya kepribadian. 5)

  Kepribadian dan konsep pribadi, kepribadian ini adalah karakteristik psikologis yang berbeda dari setiap orang yang memandang responnya terhadap lingkungan yang relatif konsisten.

  d. Faktor Psikologis 1) Motivasi

  Suatu motif (dorongan) adalah suatu kebutuhan yang cukup untuk mendorong seseorang untuk bertindak.

   

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    2)

  Persepsi Persepsi tidak hanya tergantung pada stimuli fisik tapi juga pada stimuli yang berhubungan dengan lingkungan sekitar dan keadaan individu tersebut. 3) Pengetahuan

  Teori pengetahuan mengajarkan pemasar bahwa mereka dapat menciptakan permintaan akan suatu produk menghubungkannya dengan dorongannya yang kuat, menggunakan petunjuk yang memotivasinya dan memberikan pengetahuan yang positif.

  4) Kepercayan dan sikap pendirian Melalui bertindak dan belajar, orang-orang memperoleh kepercayaan dan pendirian yang kemudian mempengaruhi perilaku pembelian mereka.

  3. Proses Pengambilan Keputusan Konsumen Proses pengambilan keputusan merupakan pendekatan penyelesaian masalah yang terdiri dari beberapa tahap. Ada beberapa tahapan dalam proses pembelian yang dilakukan oleh konsumen yaitu: a.

  Menganalisis kebutuhan dan keinginan konsumen Penganalisisan kebutuhan dan keinginan konsumen ini ditujukan terutama untuk mengetahui adanya kebutuhan dan keinginan konsumen yang belum terpenuhi atau terpuaskan. Jika kebutuhan tersebut belum terpuaskan, maka konsumen akan segera memahami

   

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    adanya kebutuhan yang belum segera dipenuhi atau masih bisa ditunda pemenuhannya serta kebutuhannya yang sama-sama harus segera dipenuhi.

  b. Pencarian informasi dan penilaian sumber-sumber Pencarian informasi dapat aktif atau pasif, internal atau eksternal.

  Penilaian sumber-sumber pembelian yang diperoleh dari berbagai informasi berkaiatan dengan lamanya waktu dan jumlah uang yang tersedia untuk membeli.

  c. Penilaian dan seleksi terhadap alternatif pembelian Tahap ini meliputi dua kegiatan, yaitu menetapkan tujuan pembelian dan menilai serta mengadakan seleksi terhadap alternatif pembelian berdasarkan tujuan pembeliannya. Setelah tujuan pembelian ditetapkan, konsumen perlu mengidentifikasi alternatif-alternatif pembeliannya. Pengidentifikasian alternatif pembelian tersebut tidak dapat terpisah dari pengaruh sumber-sumber yang dimiliki (waktu, uang dan informasi) maupun risiko keliru dalam pemilihan.

  d. Keputusan pembelian Keputusan untuk membeli dalam hal ini merupakan proses dalam pembelian nyata. Konsumen harus mengambil keputusan untuk membeli atau tidak membeli. Bila konsumen memutuskan untuk membeli, maka konsumen akan menghadapi serangkaian keputusan

   

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    yang harus diambil, yang menyangkut jenis produk, merek, penjual, kuantitas, waktu pembelian dan cara pembayaran.

  e.

  Perilaku sesudah pembelian Ada kemunkinan bahwa pembeli tidak memiliki ketidaksesuaian sesudah ia melakukan pembelian karena harganya terlalu mahal, atau mungkin karena tidak sesuai dengan keinginan atau gambaran konsumen sebelum tentang produk tersebut.

F. Penelitian Sebelumnya

  Berdasarkan Filipus Puspa Kelana Enggar Jati. 2009. Penelitiannya mengenai ”Alasan Konsumen Memilih Bus Trans Jogja Sebagai Sarana Transportasi Kota Yogyakarta”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik konsumen menggunakan sarana Bus Trans Jogja dan mengetahui alasan-alasan konsumen menggunakan Bus Trans Jogja. Populasi penelitian ini adalah masyarakat Yogyakarta yang memilih Bus Trans Jogja dengan sampel sebanyak 100 responden. Metode pengambilan sampel yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah Accidental Sampling. Untuk menguji hipotesis penelitian maka analisis data yang digunakan adalah analisis Persentase dan analisis Cochran Q-Test. Dari penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa a) Berdasarkan jenis kelamin, mayoritas responden (69%) berjenis kelamin wanita. b) Berdasarkan usia, mayoritas responden (40%) berusia antara 20 sampai 23 tahun. c) Berdasarkan pekerjaan, mayoritas responden (81%) adalah pelajar/mahasiswa. d) Berdasarkan uang

   

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    saku atau pendapatan, mayoritas responden (53%) memiliki uang saku atau pendapatan yang berkisar antara Rp. 500.000 sampai Rp. 1.00.000

  Berdasarkan Monika Ike Dwi Fatmawati. 2010. Alasan-Alasan Pembelian Produk Fashion Secara Online. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui alasan-alasan konsumen melakukan pembelian produk fashion secara online. Maka rumusan masalah yang ada dalam penelitian ini yaitu Apa saja yang menjadi alasan konsumen melakukan pembelian produk fashion secara online?

  Populasi penelitian ini adalah semua mahasiswa Universitas Sanata Dharma (kampus 1 mrican) yang sudah melakukan pembelian produk fashion secara online dengan jumlah 100 responden. Metode pengambilan sampel yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah Accidental Sampling. Untuk menguji hipotesis penelitian maka analisis data yang digunakan adalah analisis Persentase dan analisis Cochran Q-Test. Dari penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa a) berdasarkan jenis kelamin, responden banyak berjenis kelamin wanita (57%). b) berdasarkan program studi, responden paling banyak adalah dari progam studi manajemen (21%). c) berdasarkan fakultas, responden paling banyak adalah fakultas keguruan ilmu dan pendidikan (FKIP) yaitu 46%. d) berdasarkan tahun angkatan responden, responden paling banyak adalah angkatan 2006-2007 (46%). e) dari analisis cochran dapat disimpulkan bahwa dari 15 faktor hanya ada 7 atribut yang menjadi alasan konsumen melakukan pembelian produk fashion secara online.

   

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    Berdasarkan Lukito Hercahyo Nugroho.2006. Analisis Faktor-Faktor

  Yang Mempengaruhi Keputusan Konsumen Memilih Taksi Sebagai Sarana Transportasi Kota Yogyakarta. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pengaruh elompok acuan, promosi, pengalaman konsumen, harga, kualitas pelayanan dan fasilitas terhadap keputusan konsumen memilih Taksi sebagai sarana transportasi kota bagi masyarakat kelurahan Gowok Sleman Yogyakarta. Maka rumusan masalah yang ada dalam penelitian ini yaitu Apakah faktor kelompok acuan, kelas sosial, promosi, pengalaman konsumen, harga, kualitas pelayanan dan fasilitas berpengaruh terhadap keputusan konsumen dalam memilih sarana transportasi Taksi bagi masyarakat kelurahan Gowok Sleman Yogyakarta?

  Populasi penelitian ini adalah penumpang Taksi yang bertempat tinggal di kelurahan Gowok Sleman Yogyakarta tanpa membedakan jenis kelamin dan yang berusia diatas 15 tahun dengan sampel sebanyak 100 responden. Metode pengambilan sampel yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Untuk menguji hipotesis penelitian maka analisi data yang digunakan adalah analisis korelasi dan uji t, Anaisis Regresi Berganda dan Uji F. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa a) kelompok acuan menujukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial terhadap keputusan konsumen memilih taksi sebagai sarana transportasi. b) kelas sosial menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial terhadap keputusan konsumen

   

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    memilih taksi sebagai sarana transportasi. c) promosi menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial terhadap keputusan konsumen memilih taksi sebagai sarana transportasi. d) pengalaman konsumen bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial terhadap keputusan konsumen memilih taksi sebagai sarana transportasi. e) harga konsumen bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial terhadap keputusan konsumen memilih taksi sebagai sarana transportasi. f) kualitas pelayanan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial terhadap keputusan konsumen memilih taksi sebagai sarana transportasi. g) fasilitas menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial terhadap keputusan konsumen memilih taksi sebagai sarana transportasi.

G. Kerangka Konseptual Penelitian

  Untuk memudahkan pemahaman, berdasarkan survei awal menggunakan kuesioner dengan menyebarkan kepada sepuluh responden, alasan yang akan saya teliti adalah kesulitan konsumen dalam mengakses, harga tidak terjangkau, kurang praktis, hanya karena coba-coba, punya kendaraan pribadi, pengaruh orang lain/keluarga, kurangnya keamanan bagi konsumen, kurangnya kenyamanan bagi konsumen, dan pengalaman buruk konsumen. Alasan tersebut didapat berdasarkan penyebaran kuesioner sebanyak sepuluh dan tidak ada tambahan alasan dari responden. Survei

   

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    tersebut dilakukan pada tangal 15 November 2010 di Universitas Sanata Dharma Kampus 1, Mrican Yogyakarta.

  Keputusan Mahasiswa tidak Menggunakan Sarana Angkutan

  Publik Alasan-Alasan Mahasiswa tidak Menggunakan Sarana Angkutan

  Publik

  X1 X2

  X3 X4

  X5 X6

  X7 X8

  X9 Gambar 1 (Kerangka Konseptual Penelitian) Dari kerangka konseptual, dapat dijelaskan bahwa faktor alasan-alasan konsumen seperti kesulitan konsumen dalam mengakses (X1), harga tidak terjangkau (X2), kurang praktis (X3), hanya karena coba-coba (X4), memiliki kendaraan pribadi (X5), pengaruh orang lain/keluarga( X6), kurangnya keamanan bagi konsumen (X7), kurangnya kenyamanan bagi konsumen (X8), dan pengalaman buruk konsumen (X9) mendorong terhadap alasan mahasiswa tidak menggunakan sarana angkutan publik:

   

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    a.

  Kesulitan mengakses (X1) Akses untuk dapat menggunakan sarana transportasi publik lebih sulit dibandingkan dengan sarana transportasi pribadi b. Harga tidak terjangkau (X2) Harga memegang peranan penting dalam kegiatan sarana transportasi.

  Apabila jasa yang ditawarkan lebih mahal dibanding para pesaing atau jasa pengganti lain, maka konsumen tidak menggunakan sarana transportasi publik lagi.

  c. Kurang praktis (X3) Konsumen menganggap transportasi publik kurang praktis ketika keadaan dimana konsumen harus menghabiskan banyak waktu dan tenaga untuk mendapatkan suatu jasa transportasi yang diinginkan.

  d.

  Hanya karena coba-coba (X4) Konsumen ingin melakukan tindakan tertentu yang terkadang konsumen ingin merasakan transportasi berbeda dan belum pernah dilakukan sebelumnya yang didorong oleh rasa ingin tahu dan penasaran sehingga mereka mencoba sarana transportasi selain transportasi publik.

  e.

  Memiliki kendaraan pribadi (X5) Konsumen sudah memiliki kendaraan pribadi yang dapat digunakan untuk menunjang segala aktifitasnya sehingga mereka tidak lagi membutuhkan sarana angkutan publik.

   

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    f.

  Pengaruh orang lain/keluarga (X6) Keluarga dapat memberikan pengaruh yang kuat terhadap perilaku pembelian.

  g. Kurangnya keamanan bagi konsumen (X7) Keamanan dalam transportasi publik harus diperhatikan sehingga konsumen tidak merasa keselamatan diri dan keamanan barang yang mereka bawa terganggu.

  h.

  Kurangnya kenyamanan bagi konsumen (X8) Kenyamanan dan pelayanan terhadap konsumen harus selalu diperhatikan.

  Konsumen merasa tidak nyaman saat menggunakan alat transportasi umum karena sopir ugal-ugalan dan ngetem seenaknya saja, interior angkutan yang tidak terawat, dan pengemis yang setengah menodong. Hal itu membuat konsumen semakin tidak betah menggunakan sarana angkutan publik. i.

  Pengalaman buruk konsumen (X9) Pengalaman buruk yang pernah dialami konsumen ketika menggunakan sarana transportasi publik membuat mereka trauma untuk kembali menggunakan sarana tersebut.

H. Hipotesis

  Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah, karena sifatnya masih sementara, maka perlu dibuktikan kebenarannya melalui data empiris yang terkumpul. Berdasarkan pokok permasalahan yang

   

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    ada dalam penelitian, maka penulis mengajukan hipotesis yang merupakan anggapan sementara sebagai pedoman mempermudah jalannya penelitian.

  Berdasarkan hasil survei awal pada tanggal 15 November 2010, maka dapat dirumuskan alasan-alasan yaitu kesulitan konsumen dalam mengakses, harga tidak terjangkau, kurang praktis, hanya karena coba-coba, memiliki kendaraan pribadi, pengaruh orang lain/keluarga, kurangnya keamanan bagi konsumen, kurangnya kenyamanan bagi konsumen, dan pengalaman buruk konsumen menjadi alasan mahasiswa tidak menggunakan sarana angkutan publik.

   

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif karena penelitian ini berusaha

  menggambarkan kondisi yang sebenarnya untuk menggungkap alasan-alasan mahasiswa tidak menggunakan sarana angkutan publik.

B. Subyek Penelitian dan Obyek Penelitian

  1. Subjek Penelitian Subyek penelitian dalam penelitian ini adalah mahasiswa/mahasiswi Universitas Sanata Dharma Kampus 1, Mrican Yogyakarta yang tidak menggunakan sarana angkutan publik.

2. Obyek Penelitian

  Obyek penelitian adalah hal yang akan diteliti. Dalam penelitian ini, obyek penelitiannya adalah alasan mahasiswa tidak menggunakan angkutan publik.

C. Waktu dan lokasi Penelitian

  Waktu penelitian :Bulan Maret sampai bulan Mei 2011 Lokasi :Universitas Sanata Dharma Kampus 1, Mrican

  Yogyakarta 30  

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    D.

   Variabel Penelitian

  Variabel dalam penelitian ini adalah alasan-alasan mahasiswa tidak menggunakan sarana angkutan publik. Alasan-alasan yang diteliti berdasarkan hasil survei awal pada tanggal 15 November 2010 di Universitas Sanata Dharma Kampus 1, Mrican Yogyakarta.

  1. Identifikasi Variabel Variabel dalam penelitian ini adalah alasan-alasan mahasiswa tidak menggunakan sarana angkutan publik.

  2. Definisi dan indikator variabel Alasan mahasiswa tidak menggunakan sarana angkutan publik adalah sesuatu yang menjadi pendorong mahasiswa sehingga tidak menggunakan sarana angkutan publik.

  3. Pengukuran variabel Skala pengukuran merupakan seperangkat aturan yang diperlukan untuk mengkuantitatifkan data dari pengukuran suatu variabel. Teknik pengukuran data adalah dengan Nominal Scale dimana hanya ada satu kemungkinan tiap responden. Angka yang digunakan untuk mengidentifikasikan kategori sebetulnya hanya label saja tanpa arti kuantitatif (Spillane,2008:109). Setelah data terkumpul dan sudah terisi, data dipilih berdasarkan skor, untuk jawaban setuju diberi skor 1 dan tidak setuju diberi skor 0,untuk masing-masing variabel.

   

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    E.

   Definisi Operasional Variabel

  1) Mahasiswa yang tidak menggunakan sarana angkutan publik adalah mahasiswa yang sudah tidak menggunakan sarana angkutan publik untuk aktifitas dalam kota Yogyakarta. 2) Karakteristik mahasiswa Universitas Sanata Dharma kampus 1 Mrican yang tidak menggunakan sarana angkutan publik yaitu berdasarkan jenis kelamin dan uang saku. 3)

  Variabel Alasan-alasan Alasan adalah sesuatu yang menjadi pendorong mahasiswa untuk tidak menggunakan angkutan publik yang terdiri dari kesulitan konsumen dalam mengakses, harga tidak terjangkau, kurang praktis, hanya karena coba- coba, memiliki kendaraan pribadi, pengaruh orang lain/keluarga, kurangnya keamanan bagi konsumen, kurangnya kenyamanan bagi konsumen, dan pengalaman buruk konsumen yang akan diberi respon oleh konsumen dengan pernyataan Ya atau Tidak.

F. Populasi dan Sampel

  Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Universitas Sanata Dharma Kampus 1, Mrican Yogyakarta yang tidak menggunakan sarana angkutan publik. Populasi ini bersifat infinite karena penulis tidak dapat mengetahui jumlah pasti semua mahasiswa yang tidak menggunakan sarana angkutan publik dan setiap waktu jumlahnya dapat terus berubah.

   

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian mahasiswa Universitas

  Sanata Dharma Kampus 1, Mrican Yogyakarta yang tidak menggunakan sarana angkutan publik. Jumlah sampel diperoleh melalui rumus sampel infinite dalam Yuswianto (2003) yaitu:

  Za . p. q d 1,96 . 0,5 . 0,5

  0,1 96,04

  Dimana: n : Jumlah sampel p : estimator proporsi populasi q : 1 – p Za : harga standar normal d : penyimpangan yang ditolerir

  Maka, Jumlah sampel yang diambil untuk penelitian ini adalah sebanyak 96 responden yang tidak menggunakan sarana angkutan publik yang mampu mewakili konsumen yang ada. Sampel tersebut merupakan mahasiswa-mahasiswi aktif Universitas Sanata Dharma kampus 1 mrican Yogyakarta sehingga satu fakultas diwakili oleh 32 responden.

   

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    G.

   Teknik Pengambilan Sampel (sampling)

  Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah Purposive

  Sampling . Teknik ini merupakan salah satu dari teknik pengambilan sampel yang

  digunakan apabila anggota sampel yang dipilih secara khusus berdasarkan tujuan penelitian. Teknik pengambilan sampel ini dipilih berdasarkan pertimbangan agar tuntutan mendapatkan sampel yang sesuai tujuan dapat tercapai. Dalam penelitian ini, metode pengambilan sampel dilakukan dengan memperhatikan syarat/kriteria tertentu yang diharapkan memiliki informasi yang akurat, dengan kriteria sebagai berikut :

  1. Responden yang diteliti adalah mahasiswa yang sekarang tidak menggunakan sarana angkutan publik untuk aktifitas dalam kota Yogyakarta.

  2. Responden yang diteliti adalah mahasiswa yang pernah menggunakan sarana angkutan publik untuk aktifitas dalam kota Yogyakarta.

H. Sumber Data

  Sumber data yang dipakai dalam penelitian ini adalah berupa data primer dan data sekunder.

1. Data primer

  Data primer berasal dari sumber yang asli dan dikumpulkan secara khusus untuk menjawab pertanyaan penelitian (spilane, 2008:137). Data primer yang dibutuhkan dalam penelitian ini seperti hasil dari wawancara, kuesioner, dan

   

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    observasi yang berkaitan dengan alasan mahasiswa tidak menggunakan sarana transportasi publik.

2. Data sekunder

  Data sekunder adalah data yang sudah tersedia, dimana pariset tinggal mencari dimana mendapatkannya (Simamora, 2008:30). Data sekunder dari penelitian ini adalah bersumber dari Koran, studi pustaka dan informasi yang akan diteliti.

I. Teknik Pengumpulan Data

  1. Data Primer Data primer adalah data yang secara langsung diambil dari objek penelitian oleh peneliti perorangan maupun organisasi. Data primer yang digunakan penulis adalah:

  a. Kuesioner Kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi yaitu pelaporan tentang pribadi hal-hal yang diketahuinya. Kuesioner diberikan kepada responden untuk mengetahui pengaruh ekuitas merek dan atribut produk terhadap keputusan pembelian.

  Dalam penyusunan kuesioner penulis menggunakan skala guttman. Skala ini terdiri dari dua kategori jawaban yaitu ya dan tidak.

   

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      b.

  Observasi Observasi adalah teknik pengumpulan data dengan cara mengamati obyek yang diteliti secara seksama menggunakan seluruh indera. Melalui observasi dapat dilihat langsung apa yang sedang dikerjakan. Pekerjaan- pekerjaan yang rumit kadang-kadang sulit untuk dijelaskan dengan kata- kata. Melalui observasi, penganalisis dapat mengidentifikasikan kegiatan- kegiatan yang tidak tepat yang telah digambarkan oleh teknik pengumpulan data yang lain

  2. Data Sekunder Data sekunder adalah data yang didapat tidak secara langsung dari objek penelitian. Peneliti mendapatkan data yang sudah jadi yang dikumpulkan oleh pihak lain dengan berbagai cara atau metode baik secara komersial maupun non komersial.

  3. Studi Pustaka Studi pustaka dilakukan dengan cara mempelajari, mendalami, dan mengutip teori-teori atau konsep-konsep dari sejumlah literature, baik buku, jurnal, majalah, Koran, atau karya tulis lainnya yang relevan dengan topik, fokus atau variabel penelitian.

  J. Teknik Pengujian Instrumen

  Dalam setiap penelitian, masalah penggunaan alat ukur perlu mendapat perhatian agar hasil yang diperoleh benar dan mencerminkan keadaan yang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    sesungguhnya dari masalah yang diteliti. Alat pengukuran yang ilmiah haruslah memenuhi kriteria valid dan reliable (andal). Sebelum menganalisa mengenai konsumen, perlu terlibat dahulu diadakan pengujian validitas dan reliabilitas dari kuesioner sebagai alat mengukur konsumen.

1. Pengujian Validitas

  Menurut simamora (2004:172) pengujian validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kevalidan dan kesahihan suatu instrumen. Dimana suatu instrumen dianggap valid apabila mampu mengukur apa yang diukur, dengan kata lain mampu memperoleh data yang tepat dari variabel yang diteliti.

  Uji Validitas dilakukan untuk menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur itu dapat mengukur variabel yang diukur. Uji validitas dilakukan dengan menggunakan Korelasi Product Moment. Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut:

  n

  XY

  X Y ( )( )

  ∑ ∑ ∑

  r

  xy = 2 2 2 2 n XX n YY

  ( ) ( ) { } { }

  ∑ ∑ ∑ ∑

  Keterangan: r xy : Korelasi Product Moment (koefisien korelasi) n : Jumlah sampel yang diuji X : Skor total dari semua itm

   

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  − − t x

  moment . Atau kita bisa menggunakan batasan tertentu seperti 0,6. Reliabilitas

  1 Keterangan: r tt : Reliabilitas instrumen V x : Variansi butir V t : Varians total M : Jumlah butir Kuesioner dikatakan reliabel apabila nilai Alpha > r kritis product

  1

  V M M

  v

     

  Y : Skor faktor/skor dari setiap item Ketentuan instrumen valid atau tidak valid pada penelitian ini adalah sebagai berikut: a. Jika r hitung

  ⎟⎟ ⎠ ⎞

  

tt =

  Reliabilitas adalah indeks yang menunjukan sejauh mana suatu alat ukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan. Untuk menghitung reliabilitas dilakukan dengan menggunakan koefisien Cronbach Alpha. Rumus yang digunakan sebagai berikut: r

  Jika r hitung < r tabel dengan taraf keyakinan 95%, maka instrumen dikatakan tidak valid.

  b.

  ≥ r tabel dengan taraf keyakinan 95%, maka instrumen dikatakan valid.

2. Pengujian Reliabilitas

  ⎜⎜ ⎝ ⎛

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    < 0,6 adalah kurang baik, sedangkan 0,7 dapat diterima dan di atas 0,8 adalah baik.

  K. Teknik Analisis Data

  1. Analisis Persentase Metode analisis ini digunakan untuk menganalisis data karakteristik responden yang diperoleh, yaitu berdasarkan jenis kelamin, uang saku responden tiap bulan. Metode yang digunakan adalah dengan mempersentasekan jawaban atas pertanyaan yang diajukan pada kuesioner

  Bagian I, yaitu mengenai data pribadi konsumen (Dajan, 2000:34). Rumus perhitungan analisi persentase adalah sebagai berikut: P = Keterangan : P : Hasil persentase x : Jumlah sampel

  n

  N : Jumlah total

  2. Analisis Cochran Q-Test Peneliti memakai teknik analisis data dengan menggunakan metode Cochran Q-Test untuk mengetahui alasan apa saja yang dianggap sah (valid).

  Alasan yang valid merupakan alasan-alasan yang berpengaruh dan  

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      dipertimbangkan konsumen untuk tidak menggunakan sarana angkutan publik. Prosedur Cochran Q-Test adalah sebagai berikut(Simamora: 2004).

  Q =

  ∑ ∑ ∑ ∑

  Dimana : K : jumlah variabel R i : total respon pada i pengamatan (baris) C j

  : total respon pada i variabel (kolom) n : jumlah responden atau pengamatan Dengan data yang ada, selanjutnya dilakukan perhitungan statistik menggunakan Cochran Q-test dengan menggunakan SPSS. Bunyi dan adalah sebagai berikut: H : alasan mahasiswa tidak menggunakan sarana angkutan publik yaitu kesulitan konsumen dalam mengakses, harga tidak terjangkau, kurang praktis, hanya karena coba-coba, memiliki kendaraan pribadi, pengaruh orang lain/keluarga, kurangnya keamanan bagi konsumen , kurangnya kenyamanan bagi konsumen, dan pengalaman buruk konsumen menjadi alasan konsumen tidak menggunakan sarana angkutan publik.

  H

  a

  : salah satu dari sembilan alasan tidak menjadi alasan mahasiswa tidak menggunakan sarana angkutan publik.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    Langkah-langkah perhitungan Cochran Q-test adalah sebagai berikut:

  a. Rumusan masalah Untuk mengetahui alasan mahasiswa tidak menggunakan sarana angkutan publik, terlebih dulu disusun rumusan masalah yaitu Apa saja yang menjadi alasan konsumen tidak menggunakan sarana angkutan publik? b. Pengolahan data

  Sebelum melakukan pengolahan data, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengumpulkan data. Pengumpulan data dapat dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Kuesioner untuk alat analisa uji Cochran memiliki dua alternatif jawaban, “Ya” atau “Tidak”. Dimana “Ya” diberi skor 1 dan “Tidak” diberi skor 0. Pengolahan data dapat dilakukan secara manual dengan rumus sebagai berikut:

  ∑ ∑

  Q =

  ∑ ∑

  Dimana : K : jumlah variabel R i : total respon pada i pengamatan (baris) j

  C : total respon pada i variabel (kolom) n : jumlah responden atau pengamatan Perhitungan uji Cochran harus dilakukan berulang kali sampai mendapatkan kriteria penerimaan.

   

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    c.

  Keputusan Kriteria penerimaan atau penolakan hipotesis: 1) : apabila nilai Q < nilai chi kuadrat atau apabila nilai

  Terima H alpha > 0,05 2) Tolak H : apabila nilai Q > nilai chi kuadrat atau apabila nilai alpha < 0,05

  Alasan-alasan yang ada diuji dengan menggunakan Cochran Q-Test secara bertahap. Langkah awal dengan menguji semua alasan, bila hasil perhitungan menolak Ho maka langkah selanjutnya adalah menghilangkan nilai Cj terendah kemudian kembali melakukan perhitungan statistik dengan

  Cochran Q-Test. Bila hasil perhitungan tersebut masih menolak H maka

  langkah selanjutnya adalah dengan menghitung nilai Cj terendah kedua, kemudian kembali dilakukan perhitungan statistik dengan menggunakan

  Cochran Q-Test. Langkah tersebut harus dilakukan sampai pada perhitungan

  statistik dengan hasil menerima H dan dapat disimpulkan alasan-alasan apa saja yang menentukan mahasiswa tidak menggunakan sarana angkutan publik.

       

     

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

BAB IV

SUBYEK PENELITIAN A. Gambaran umum Dinas Perhubungan

  1. Sejarah Dinas Perhubungan Sejak tahun 1949 Departemen Perhubungan memiliki wewenang untuk mengatur perhubungan laut, udara, darat, perkeretaapian serta pos, telegraf, dan telekomunikasi dan masing-masing sektor tersebut diurus oleh jawatan-jawatannya sendiri yang berada di bawah struktur organisasi Departemen Perhubungan

  Titik berat yang menjadi perhatian Departemen Perhubungan pada tahun 1945-1949 adalah perhubungan darat karena diantara beberapa sektor perhubungan lainya seperti laut maupun udara belum bisa menjadi sarana optimal. Perkeretaapian menjadi perhatian utama dalam mengelola perhubungan darat pada masa itu karena jaringan angkutan darat lainnya seperti bus, truk, mobil dapat dikatakan tidak ada. Pembenahan perkeretaapian sebagai sarana darat utama saat itu bukanlah suatu hal yang mudah untjuk dilakukan sebab tingkat kerusakan kereta api cukup signifikan.

  Pada masa Demokrasi Liberal terjadi perubahan bagi Departemen Perhubungan secara kelembagaan, yaitu dibetuknya Departemen Perhubungan Laut pada masa Kabinet Djuanda. Dengan adanya departemen tersebut, maka urusan laut yang sebelumnya menjadi tanggung jawab Departemen

  43  

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    Perhubungan, kini menjadi terpisah dan ditangani secara mandiri oleh Departemen Perhubungan Laut.

  Penataan demi penataan yang dilakukan dalam Departemen Perhubungan dengan menyesuaikan struktur dan citranya, sehingga menjadi lebih baik dan bermanfaat bagi bangsa dan negara. Konsolidasi yang dilakukan sejak tahun 1945 hingga sekarang menghasilkan sebuah Departemen yang besar. Aspek manajemennya ditingkatkan dengan cara menaikkan kualitas sumber daya manusia, teknologi serta sistemnya.

  Tidakkurang pentingnya dalam masa konsolidasi itu adalah perhatian yang sangat banyak diberika kepada upaya untuk mempertahankan solidaritas atau integrasi di antara para pegawai. Seluruhnya ini terbungkus dalam suatu keyakinan bahwa apa yang dilakukan oleh Departemen Perhubungan adalah demi kepentingan bangsa Indonesia. Ketidaklancaran transportasi akan berdampak pada seluruh bidang baik ideologi, politik, sosial, budaya, dan pertahanan keamanan. Pada setiap saat yang kritis dalam sejarah Departemen Perhubungan yang menyangkut perkembangan transportasi dari masa ke masa telah berhasil mebawa Departemen Perhubungan Republik Indonesia pada tahapan yang lebih baik. Inilah hikmah yang dapat dipetik dari sejarah Departemen Perhubungan yang dalam kesehariaannya mengatur transportasi hingga ke pelosok Indonesia, dan daerah terpencil sekalipun (www.dephub.go.id).

   

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    2.

  Visi dan Misi Dinas Perhubungan Yogyakarta

  1. Visi Visi pembangunan Pemerintah Provinsi DIY untuk urusan perhubungan, komunikasi dan informatika adalah terwujudnya transportasi berkelanjutan yang mendukung pariwisata, pendidikan dan budaya, serta terwujudnya Jogja Cyber Province dan masyarakat informasi yang berbasis pengetahuan di Provinsi DIY.

2. Misi

  Untuk mewujudkan visi sebagaimana tersebut di atas, maka cara-cara yang akan ditempuh atau misi pembangunan perhubungan, komunikasi dan informatika seperti tersebut di bawah ini. 1) Meningkatkan prasarana dan sarana transportasi yang berkelanjutan dalam upaya meningkatkan pelayanan publik 2) Mendukung peningkatan efisiensi dan efektivitas tata kelola pemerintahan di Dinas Hubkominfo yang berbasis good

  governance dengan memanfaatkan teknologi informasi secata optimal (www.dishub-diy.net).

   

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    B.

   Wilayah Penelitian

  1. Sejarah Universitas Sanata Dharma a.

  PTPG Sanata Dharma (1955-1958) Ide intuk mendirikan perguruan tinggi pendidikan guru (PTPG) oleh Prof. Moh. Yamin, S.H. (Menteri Pendidikan, Pengajaran, dan

  Kebudayaan RI) pada tahun 50-an disambut baik oleh para imam katolik, terutama Ordo Societes Jesus (Serikat Yesus yang sering disingkat S.J.). waktu itu Ordo ini telah membuka kursus-kursus BI, antara lain B1 Mendidik (Yayasan De Britto) di Yogyakarta yang dikelola oleh Pater H. Loeff, S.J. dan B1 Bahasa Inggris (Yayasan Loyola) di Semarang yang dikelola oleh pater W.J. Van der Meulen, S.J. dan Pater H. Bastiaanse, S.J. Dengan dukungan dari Conggregatio de Propaganda Fide, selanjutnya Pater Kester yang waktu itu menjabat sebagai Superior Misionaris Serikat Yesus menggabungkan kursus- kursus ini menjadi sebuah perguruan tinggi dan lahirlah PTPG Sanata Dharma pada tanggal 20 Oktober 1955 dan diresmikan oleh pemerintah pada tanggal 17 Desember 1955. Pada awalnya PTPG Sanata Dharma mempunyai 4 Jurusan, yaitu Bahasa Inggris, Sejarah,

  IPA, dan Ilmu Mendidik. Para pembesar misi Serikat Yesus menunjuk Pater Prof. Nicolaus Driyarkara, S.J. menjadi Dekan PTPG Sanata Dharma dan Pater H. Loeff sebagai Wakil Dekan Nama "Sanata Dharma" diciptakan oleh Pater K. Looymans, S.J. yang waktu itu

   

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    menjadi pejabat Departemen Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan di Kantor Wali Gereja Indonesia. "Sanata Dharma" sebenarnya dibaca "Sanyata Dharma", yang berarti "kebaktian yang sebenarnya" atau "pelayanan yang nyata". Kebaktian dan pelayanan itu ditujukan kepada tanah air dan gereja (Pro Patria et Eclessia) (www.usd.ac.id).

  b.

  FKIP Sanata Dharma (1958 - 1965) Untuk menyesuaikan diri dengan ketentuan pemerintah, dalam hal ini Kementrian Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan tentang perubahan PTPG menjadi FKIP, maka PTPG Sanata Dharma pada bulan November 1958 berubah menjadi FKIP (Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan) Sanata Dharma dan merupakan bagian dari Universitas Katolik Indonesia cabang Yogyakarta. Pada masa FKIP ini Sanata Dharma berhasil memperoleh status "disamakan" dengan negeri berdasarkan SK Menteri PTIP No.1 / 1961 pada tanggal 6 Mei 1961 jo No. 77 / 1962 tanggal 11 Juli 1962. Walaupun bagian dari Universitas Katolik Indonesia, secara de facto FKIP Sanata Dharma berdiri sendiri (www.usd.ac.id).

  c.

  IKIP Sanata Dharma (1965 - 1993) Untuk mengatasi kerancuan antara menjadi bagian dari

  Universitas Katolik Indonesia cabang Yogyakarta dengan kemandirian FKIP Sanata Dharma sebagai sebuah institusi pendidikan, FKIP Santa Dharma berubah menjadi IKIP Sanata Dharma berdasarkan SK

   

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    Menteri PTIP No. 237 / B - Swt / U / 1965. Surat Keputusan ini berlaku mulai tanggal 1 September 1965. Selain melaksanakan Program S1 (sebelumnya Sarjana Muda dan Sarjana), IKIP Sanata Dharma juga dipercaya pemerintah untuk mengelola Program Diploma I, II, dan III untuk jurusan Matematika, Fisika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, IPS, dan PMP. Berbagai program Diploma ini ditutup pada tahun 1990 dan selanjutnya dibika program Diploma

  II PGSD (Pendidikan Guru Sekolah Dasar) (www.usd.ac.id).

  d. Universitas Sanata Dharma (1993 sampai sekarang) Akhirnya untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat serta kemajuan zaman, tanggal 20 April 1993 sesuai dengan SK Mendikbud No. 46 / D / O / 1993, IKIP Sanata Dharma dikembangkan menjadi Universitas Sanata Dharma atau lebih dikenal dengan nama USD. Dengan perkembangan ini USD diharapkan tetap dapat memajukan sistem pendidikan guru sekaligus berpartisipasi dalam memperluas wawasan ilmu pengetahuan dan teknologi. Setelah berkembang menjadi universitas, Sanata Dharma terdorong untuk memperluas muatan program pendidikannya. Di samping tetap mempertahankan pendidikan guru dengan tetap membuka FKIP (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan), Sanata Dharma membuka beberapa fakultas baru.

   

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    Universitas Sanata Dharma sekarang memiliki 8 Fakultas dengan 25 Program Studi, 3 Program Pasca Sarjana, 1 Program

  Profesi, dan 3 Program Kursus Bersertifikat. Sekarang ini banyak hal berkembang di Universitas Sanata Dharma. Perkembangannya meliputi berbagai aspek, baik sarana fisik (gedung, lab, perpustakaan, dan fasilitas fisik lainnya), administrasi (sistem informasi, manajemen, biro / lembaga / pusat / serta unit pendukung), peningkatan mutu akademik, penelitian, pengajaran, serta pengabdian pada masyarakat (www.usd.ac.id).

2. Visi dan Misi Universitas Sanata Dharma

  a. Visi USD didirikan oleh Ordo Serikat Yesus (S.J.) provinsi

  Indonesia bersama para imam dan awam Katolik untuk berpartisipasi dalam usaha melindungi dan meningkatkan martabat manusia melalui perpaduan keunggulan akademik dan nilai-nilai kemanusiaan yang diwujudkan dalam penggalian kebenaran secara objektif dan akademis dan pengembangan kaum muda yang didasarkan pada nilai kebangsaan, kemanusiaan, dan spiritualitas Ignatian, yaitu menjadi manusia bagi sesama (human for and with others), perhatian pribadi (cura personalis), semangat keunggulan (magis), dan semangat dialogis (www.usd.ac.id)

   

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      b.

  Misi USD didirikan sebagai lembaga akademis yang menekankan perpaduan IPTEK dan nilai-nilai kemanusiaan, lembaga kritis masyarakat, lembaga yang menjunjung tinggi kebebasan akademis, lembaga pendidikan humanis dan dialogis yang mengembangkan segi intelektual, moral, emosional, dan sprititual mahasiswa secara terpadu, lembaga yang mendidik mahasiswa menjadi manusia yang utuh, kritis, dewasa, dan memiliki kepekaan sosial, lembaga yang memberikan pelayanan masyarakat, dan lembaga yang mempersiapkan tenaga kependidikan secara professional (www.usd.ac.id).

  3. Tujuan Pendidikan Universitas Sanata Dharma Pendidikan di USD bertujuan membantu mencerdaskan putra-putri bangsa dengan memadukan keunggulan akademik dan nilai-nilai humanistik yang berlandaskan nilai-nilai yang universal dan cita-cita kemanusiaan   sebagaimana terkandung dalam Pancasila, sehingga memiliki kemampuan akademik sesuai dengan bidang studinya dan integritas kepribadian yang tinggi (www.usd.ac.id).

  4. Fakultas dan Program Studi di lingkungan Universitas sanata dharma kampus 1 Mrican a. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Prof. Dr. N. Drijarkara, S.J. (1955-1967)

  h. Dr. Paulus Wiryono Priyotamtama, S.J., M.Sc (2006-sekarang)

  g. Dr. Paulus Suparno, S.J. (2001-2006)

  Dr. M. Sastrapratedja, S.J. (1993-2001)

  e. Drs. A. Tutoyo, M.Sc. (1988-1993) f.

  Drs. F. X. Danuwinata, S.J. (1984-1988)

  c. Prof. Dr. A.M. Kardaman, S.J. (1977-1984) d.

  b. Drs. J. Drost, S.J. (1968-1976)

     

  1) Pendidikan Bahasa Inggris

  Manajemen

  1) Akuntansi 2)

  Ilmu sejarah 2) Sastra Inggris 3) Sastra Indonesia c. Fakultas Ekonomi

  b. Fakultas Sastra 1)

  Bimbingan dan Konseling

  Pendidikan Ekonomi 4) Pendidikan Akuntansi 5) Pendidikan Sejarah 6)

  2) Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah 3)

  5. Nama-Nama Rektor Universitas Sanata Dharma a.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

   

BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Penjelasan Penelitian Sebelum dilakukan penelitian yang sesungguhnya, penulis melakukan

  survei awal terlebih dahulu untuk memperoleh sejumlah alasan dari mahasiswa yang sudah tidak menggunakan sarana angkutan publik. Survei awal dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada 10 mahasiswa yang sudah tidak menggunakan sarana angkutan publik pada tanggal 15 November 2010 mengenai alasan mahasiswa tidak menggunakan sarana angkutan publik. Dari penelitian tersebut diperoleh 9 alasan.

  Setelah diperoleh 9 alasan mahasiswa tidak menggunakan sarana angkutan publik maka dilakukan penelitian sesungguhnya. Penelitian ini dilakukan dengan teknik pengambilan sampel berupa purposive sampling. Teknik pengambilan sampel tersebut harus mempunyai syarat yaitu mahasiswa yang sekarang tidak menggunakan sarana angkutan publik untuk aktifitas dalam kota Yogyakarta dan mahasiswa yang pernah menggunakan sarana angkutan publik untuk aktifitas dalam kota Yogyakarta. Penelitian ini diawali dengan menyebarkan kuesioner yang berisi daftar pertanyaan mengenai identitas responden dan pertanyaan mengenai alasan-alasan mahasiswa tidak menggunakan sarana angkutan publik. Dengan menggunkan kuesioner yang telah disebarkan sebanyak 96 kuesioner dengan dua tahap untuk tiga fakultas Universitas Sanata Dharma (kampus 1

   

  52

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    mrican) dengan masing-masing fakultas sebanyak 32 kuesioner. Penulis menyebkan kuesioner sebanyak 32 kuesioner tiap fakultas karena penulis berusaha agar mahasiswa dari ketiga fakultas tersebut dapat masuk menjadi sampel. Tahap pertama yaitu mengumpulkan 30 kuesioner terkumpul kemudian dilakukan pengujian instrumen untuk mengetahui sah atau tidaknya suatu pertanyaan. Dari uji validitas diketahui bahwa semua pertanyaan kuesioner dinyatakan valid. Setelah diketahui bahwa petanyaan itu valid. Tahap kedua yaitu penulis menyebarkan 66 kuesioner lagi dengan cara yang sama pada saat menyebarkan 30 kuesioner yang pertama.

  Setelah 96 kuesioner terkumpul, kemudian dilakukan verifikasi kelengkapan isi. Dari verivikasi tersebut, kuesioner dinyatakan dapat diolah lebih lanjut. Dari kuesioner yang telah terkumpul, penulis memperoleh data mengenai identitas responden yang meliputi jenis kelamin dan uang saku. Penulis kembali melakukan rekapitulasi dan pengujian instrumen. Hasilnya menyatakan bahwa semua nilai korelasi instrumen atau pertanyaan dinyatakan valid dan reliabel.

  Selanjutnya penulis melakukan analisis data menggunakan Cochran Q-Test untuk mengetahui apa saja alasan mahasiswa tidak menggunakan sarana angkutan

  publik.

B. Pengujian Instrumen

  Untuk menguji validitas dan reliabilitas, peneliti membagikan 96 kuesioner untuk diisi. Seluruh hasil jawaban responden yang didapat diolah  

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      dengan SPSS 17.0 untuk memudahkan pengolahan, peneliti menggunakan suatu kata singkat yang mewakili pertanyaan-pertanyaan dalam kuesioner. Hasil pengolahan data uji validitas dan uji reliabilitas akan dibahas sebagai berikut :

  1. Uji Validitas Uji Validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut. Setelah diolah dengan SPSS 17.0 didapat hasil yang disajikan pada tabel V.1

  Tabel V.1 Hasil Uji Validitas

  No Variabel Koefisien

  Korelasi R Tabel

  (0,05) Keterangan

  1 Kesulitan mengakses 0,282 0,169 Valid

  2 Harga tidak terjangakau 0,694 0,169 Valid

  3 Kurang praktis 0,730 0,169 Valid

  4 Hanya karena coba-coba 0,346 0,169 Valid

  5 Memiliki kendaraan pribadi 0,594 0,169 Valid

  6 Pengaruh orang lain/keluarga 0,413 0,169 Valid

  7 Kurangnya keamanan bagi konsumen 0,182 0,169 Valid

  8 Kurangnya kenyamanan bagi konsumen 0,726 0,169 Valid

  9 Pengalaman buruk konsumen 0,571 0,169 Valid Sumber : data primer yang diolah tahun 2011

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    Untuk mengetahui apakah pertanyaan tentang alasan mahasiswa tidak menggunakan sarana angkutan publik valid, dilakukan pengujian dengan analisis validitas yaitu dengan membandingkan nilai r hitung dengan r tabel untuk degree of freedom (df) = n

  −2, dalam hal ini n adalah jumlah sampel. Dari Tabel V.1 dapat dilihat perbandingan antara r hitung dengan r tabel, r tabel bernilai 0, 169 berasal dari tabel r sebesar 5% (0,05) dan N berjumlah 28 yang berasal dari (df)= 30

  −2. Jika antara jumlah r hitung lebih besar daripada r tabel, maka butir pertanyaan dianggap valid. Dari hasil output SPSS 17.0, Sembilan pertanyaan yang disiapkan semuanya dinyatakan valid, karena jumlah r hitung atribut produk lebih besar dari nilai r tabel 0,169.

2. Uji Reliabilitas

  Pengujian reliabilitas instrument dilakukan dengan menggunakan teknik Cronbach’s alpha. Untuk responden yang berjumlah 96, dapat diperoleh derajat bebas df sebesar 30

  −2=28. Untuk df = 28 dan nilai alpha 5% (satu sisi), diperoleh nilai r tabel sebesar 0,169. Untuk dapat dinyatakan reliable (andal), nilai Cronbach’s alpha harus lebih besar dari 0,169. Hasil analisis reliabilitas instrumen, yang didasarkan pada kriteria Cronbach’s

  alpha dapat dilihat sebagai berikut :

   

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

     

  Tabel V.2 Hasil Uji Reliabilitas

  

Reliability Statistics

Cronbach's

Alpha N of Items

  .645

  9 Data primer yang diolah tahun 2011

  Hasil tersebut menunjukkan bahwa nilai koefisien reliabilitas alpha lebih besar daripada 0,6 yang berarti reliabel. Dengan demikian seluruh pertanyaan yang ada pada instrumen layak untuk dilakukan analisis data

C. Analisis Data Responden 1.

  Analisis Karakteristik Responden a. Responden berdasarkan Jenis Kelamin.

  Berdasarkan jenis kelamin, responden dalam penelitian ini dibedakan menjadi pria dan wanita. Hasil analisis data berdasarkan jenis kelamin responden dapat ditunjukkan pada tabel V.3 berikut ini:

  Tabel V.3 Identitas Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

  Jenis Kelamin Jumlah Persentase Laki-laki 41 42,7% Wanita 55 57,3% Total 96 100%

  Sumber : Data primer 2011

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    Dari data penelitian ditemukan bahwa responden yang tidak menggunakan sarana angkutan publik lebih banyak perempuan dibanding laki-laki. Responden perempuan berjumlah 55 orang (57,3%), sedangkan responden laki-laki berjumlah 43 orang (43,3).

  b. Responden Berdasarkan Uang Saku Dalam penelitian ini, uang saku responden dikelompokkan menjadi tiga bagian, seperti yang tercantum pada Tabel V.4 berikut ini :

  Tabel V.4 Identitas Responden Berdasarkan uang Saku

  Uang Saku Jumlah Persentase Rp5.000,- − Rp500.000,- 41 42,7% Rp500.000,- 44 45,8%

  − Rp1.000.000,- >Rp1.000.000,- 11 11,5% Total 96 100%

  Sumber data primer, 2011 Berdasarkan tabel V.4 dapat dilihat bahwa uang saku responden didominasi oleh uang saku Rp500.000,-

  − Rp1.000.000,-, yaitu, 44 orang Rp5.000,-

  (45,8%), kemudian uang saku − Rp500.000,-, yaitu 41 orang (42,7%) dan terakhir adalah uang saku >Rp1.000.000,-, yaitu 11 orang (11,5%).

   

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    Dari tabel dapat diambil kesimpulan bahwa uang saku Rp500.000,-

  − Rp1.000.000,- yang lebih banyak tidak menggunakan sarana angkutan publik.

  2. Analisis Cochran Q-Test Dalam penelitian ini diajukan Sembilan alasan mahasiswa tidak menggunakan sarana angkutan publik . Alasan-alasan yang dikemukakan tersebut didapat dari hasil survei awal pada tanggal 15 November 2010, sehingga belum tentu seluruh alasan tersebut menjadi alasan yang sesungguhnya mengapa mahasiswa tidak menggunakan sarana angkutan publik akan dilakukan dengan analisis Cochran Q Test.

  Pengujian alasan-alasan dilakukan secara bertahap, yaitu mulai dari seluruh alasan ( 9 alasan), kemudian pengujian 8 alasan, pengujian 7 alasan,dan seterusnya sampai pengujian alasan yang menunjukkan hasil tidak ada hubungan yang cukup signifikan antara alasan yang dipilih responden atau sampai perhitungan mendapat sejumlah alasan yang berpengaruh terhadap keputusan mahasiswa tidak menggunakan sarana angkutan publik.

  Dibawah ini rekapitulasi data alasan mahasiswa tidak menggunakan sarana angkutan publik.

   

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  dengan harga tidak terjangkau, X

  terkait dengan kurangnya

  8

  kurangnya keamanan bagi konsumen, X

  6 terkait dengan pengaruh orang lain/keluarga, X 7 terkait dengan

  pribadi, X

  5 terkait dengan memiliki kendaraan

  terkait dengan hanya karena coba-coba, X

  4

  terkait dengan kurang praktis, X

  3

     

  Tabel V.5 Rekapitulasi Data Alasan Mahasiswa

  Langkah pertama yaitu melakukan pengujian terhadap 9 faktor yaitu : X

  9 Pengalaman buruk konsumen 63 33 Sumber : Data Primer, 2011 Untuk analisis masalah kedua ini akan dilakukan dengan langkah- langkah sebagai berikut : a. Tahap Pertama

  8 Kurangnya kenyamanan bagi konsumen 52 44

  7 Kurangnya keamanan bagi konsumen 74 22

  6 Pengaruh orang lain/keluarga 67 29

  5 Memiliki kendaraan pribadi 57 39

  4 Hanya karena coba-coba 48 48

  3 Kurang praktis 49 47

  2 Harga tidak terjangakau 60 36

  1 Kesulitan mengakses 63 33

  Nomor Alasan Mahasiswa Ya Tidak

  1 terkait dengan kesulitan konsumen dalam mengakses, X 2 terkait

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    kenyamanan bagi konsumen, X

  9 terkait dengan pengalaman buruk konsumen.

  Dari semua faktor penentu jawaban “Ya”: dilakukan pengujian menggunakan perhitungan statistik dengan uji Cochran dengan program SPSS 17.00 for windows, dengan hasil sebagai berikut : 1) : X

  1 – X 9 menjadi alasan mahasiswa tidak menggunakan sarana

  H angkutan publik.

  H : X – X bukan atau tidak menjadi alasan mahasiswa tidak

  a

  1

  9 menggunakan sarana angkutan publik.

  2

  2) Alpha : 0,05 (5%), dengan df = 8, sehingga X tabel = 15.508 3) apabila Q < 15.508

  Kriteria : tolak Ho apabila Q > 15.508, terima H 4) Q hitung : 31.208

  2

  5) tabel (15.508) maka H ditolak Q hitung : (31.208) > X

  Karena hasilnya masih menolak H , maka perlu dilakukan uji Cochran kembali dengan menghilangkan atribut Jawaban “Ya” terendah yaitu konsumen ingin mencoba menggunakan alat transportasi lain (X

  4 ).

  b. Tahap Kedua 1) : X , X , X , X , X , X , X , X menjadi alasan mahasiswa tidak

  H

  1

  2

  3

  5

  6

  

7

  8

  9 menggunakan sarana angkutan publik.

  H : X , X , X , X , X , X , X , X bukan atau tidak menjadi alasan

  a

  1

  2

  3

  5

  6

  

7

  8

  9 mahasiswa tidak menggunakan sarana angkutan publik.

  2

  2) Alpha : 0,05 (5%), dengan df = 7, sehingga X tabel = 14.068  

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    3) apabila Q > 14.068, terima H apabila Q < 14.068

  Kriteria : tolak H 4) Q hitung : 25.041

  2

  5) tabel (14.068) maka H ditolak Q hitung : (25.041) > X

  Karena hasilnya masih menolak H , maka perlu dilakukan uji Cochran kembali dengan menghilangkan atribut Jawaban “Ya” terendah yaitu kurang praktis untuk sarana bepergian (X

  3 ).

  c. Tahap Ketiga 1) : X , X , X , X , X , X , X menjadi alasan mahasiswa tidak

  H

  1

  2

  5

  6

  7

  8

  9 menggunakan sarana angkutan publik.

  H a : X

  1 , X 2 , X 5 , X 6 , X

7 , X

8 , X 9 bukan atau tidak menjadi alasan mahasiswa tidak menggunakan sarana angkutan publik.

  2

  2) Alpha : 0,05 (5%), dengan df = 6, sehingga X tabel = 12.592 3) apabila Q >12.592, terima H apabila Q < 12.592

  Kriteria : tolak H 4) Q hitung : 16.165

  2

  5) tabel (12.592) maka H ditolak Q hitung : (16.165) > X

  Karena hasilnya masih menolak H , maka perlu dilakukan uji Cochran kembali dengan menghilangkan atribut Jawaban “Ya” terendah yaitu Kurangnya kenyamanan bagi konsumen (X ).

  8

  d. Tahap Keempat 1) : X , X , X , X , X , X menjadi alasan mahasiswa tidak

  H

  1

  2

  5

  6

  

7

  9 menggunakan sarana angkutan publik.

   

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    H a : X

  1 , X 2 , X 5 , X 6 , X 7 , X 9 bukan atau tidak menjadi alasan mahasiswa tidak menggunakan sarana angkutan publik.

  2

  2) tabel = 11.071

  Alpha : 0,05 (5%), dengan df = 5, sehingga X 3) Kriteria : tolak H apabila Q >11.071, terima H apabila Q < 11.071 4) Q hitung : 9.600

  2

  5) tabel (11.071) maka Ho diterima Q hitung : (9.600) < X

  Karena hasilnya Q menerima H , maka dapat disimpulkan bahwa X , X , X , X , X , X menjadi alasan mahasiswa tidak menggunakan

  1

  2

  5

  6 7 9, sarana angkutan publik.

  Pada tahap keempat ini dapat diambil kesimpulan bahwa alasan mahasiswa tidak menggunakan sarana angkutan publik adalah : 1)

  Harga tidak terjangakau   2) Kesulitan mengakses   3) Memiliki kendaraan pribadi   4) Pengaruh orang lain/keluarga   5) Kurangnya keamanan bagi konsumen   6) Pengalaman buruk konsumen

  Oleh karena H telah diterima, maka proses analisis Cochran Q-Test berhenti sampai di tahap keempat. Dari hasil analisis Cochran Q-Test, diketahui bahwa ada enam alasan utama yang mempengaruhi mahasiswa tidak menggunakan sarana angkutan publik. Sedangkan untuk ketiga alasan lainnya yaitu kurang praktis, hanya karena coba-coba,dan kurangnya kenyamanan

   

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    bagi konsumen tidak termasuk dalam alasan utama karena memiliki nilai Cj yang kecil, akan tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa alasan-alasan tersebut dapat menjadi pertimbangan bagi mahasiswa tidak menggunakan sarana angkutan publik.

D. Pembahasan

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik mahasiswa yang tidak menggunakan sarana angkutan publik dan mengetahui alasan mahasiswa tidak menggunakan sarana angkutan publik.

  Dari hasil karakteristik responden diketahui bahwa sebagian besar mahasiswa yang tidak menggunakan sarana angkutan publik adalah perempuan dengan jumlah 55 orang, kemudian dilihat dari jumlah uang saku responden diperoleh bahwa uang saku Rp500.000,-

  − Rp1.000.000,- adalah responden terbanyak yang tidak menggunakan sarana angkutan publik dengan jumlah 44 orang.

  Dari analisis masalah yang kedua ini penulis ingin mengetahui alasan apa yang berpengaruh paling dominan atau menjadi prioritas dalam memberikan pengaruh terhadap keputusan mahasiswa tidak menggunakan saran angkutan publik.

  Untuk mengetahui alasan mahasiswa tidak menggunakan sarana angkutan publik dilakukan analisis Cochran Q-test. Pengujian ini dilakukan pada beberapa alasan yang dapat mempengaruhi mahsiswa tidak menggunakan sarana angkutan

   

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    publik, diantaranya yaitu kesulitan konsumen dalam mengakses (X1), harga tidak terjangkau (X2), kurang praktis (X3), hanya karena coba-coba (X4), memiliki kendaraan pribadi (X5), pengaruh orang lain/keluarga( X6), kurangnya keamanan bagi konsumen (X7), kurangnya kenyamanan bagi konsumen (X8), dan pengalaman buruk konsumen (X9)

  Pengujian alasan-alasan tersebut dilakukan secara bertahap, yaitu mulai dari seluruh alasan (9 alasan), kemudian pengujian 8 alasan, dan seterusnya sampai pengujian alasan yang menunjukkan hasil menerima Ho. Pada langkah keempat pengujian diperoleh hasil menerima Ho. Dari hasil analisis COcohran Q-

  Test dapat diketahui bahwa alasan mahasiswa tidak menggunakan sarana

  angkutan publik adalah: 1.

  Harga tidak terjangakau  

  2. Kesulitan mengakses  

  3. Memiliki kendaraan pribadi  

  4. Pengaruh orang lain/keluarga  

  5. Kurangnya keamanan bagi konsumen  

  6. Pengalaman buruk konsumen Alasan harga tidak terjangkau dikarenakan konsumen (mahasiswa) secara langsung merasa bahwa beban biaya yang harus ditanggung dalam menggunakan sarana angkutan publik tinggi.

  Kesulitan mengakses juga menjadi salah satu alasan, dimana dalam kehidupan mahasiswa sehari-hari seringkali dipenuhi dengan beranekaragam  

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    aktifitas sehingga mereka berusaha mencari alat transportasi yang lebih praktis.

  Sulitnya mengakses keberadaan transportasi publik dirasakan kurang praktis oleh konsumen dimana harus membutuhkan waktu untuk menunggu bis, harus menghubungi/menunggu taksi, harus pergi ke halte, dan tidak semua jalan dilewati oleh jalur angkutan sehingga menjadi alasan mahasiswa tidak menggunakan sarana angkutan publik.

  Banyaknya rutinitas menjadikan peranan kendaraan pribadi begitu penting, khususnya bagi para mahasiswa. Oleh karena itu, kebanyakan mahasiswa memilih untuk memiliki kendaraan pribadi guna memudahkan serta memperlancar mahasiswa dalam mejalankan segala aktifitasnya.

  Seseorang terkadang sangat mudah dipengaruhi oleh hal-hal dilingkungan sekitarnya, termasuk dalam hal pemilihan penggunaan sarana angkutan publik.

  Pengaruh orang lain/keluarga juga menjadi alasan mahasiswa memilih tidak menggunakan sarana angkutan publik karena seringkali orang lain/keluarga menyarankan untuk tidak menggunakan angkutan publik sebagai sarana transportasi.

  Keselamatan merupakan faktor yang cukup mendapat perhatian masyarakat, terutama dalam kendaraan publik. Kurangnya perhatian dari pihak angkutan publik memicu terjadinya tindakan kriminalitas misalnya pencopetan dan pelecehan seksual. Selain itu, terkadang sopir angkutan publik mengabaikan keselamatan penumpang. Faktor-faktor inilah yang menyebabkan kurangnya

   

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    keamanan bagi konsumen didalam angkutan umum sehingga mahasiswa memilih mencari sarana transportasi yang lebih aman.

  Pengalaman selalu menjadi pelajaran bagi seseorang yang kemudian menjadi pertimbangan dalam mengambil sebuah keputusan. Sama halnya, ketika seseorang mempunyai pengalaman yang tidak menyenangkan saat menggunakan sarana angkutan publik. Pengalaman buruk konsumen inilah yang menjadi salah satu alasan mahasiswa tidak menggunakan sarana angkutan publik. Pengalaman menjadi korban pencopetan, pelecehan seksual, dan kecelakaan lalulintas yang kemudian menciptakan trauma di dalam diri mahasiswa sehingga menjadi tidak tertarik lagi untuk menggunakan sarana angkutan publik.

  Dengan melihat hasil analisis Cochran Q-Test, penulis berkeyakinan bahwa keenam alasan inilah yang nantinya akan mempengaruhi mahasiswa tidak menggunakan sarana angkutan publik. Sedangkan untuk ketiga alasan lainnya yaitu kurang praktis ,   hanya karena coba-coba ,   kurangnya kenyamanan bagi konsumen tidak termasuk dalam alasan utama, akan tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa alasan-alasan tersebut dapat menjadi pertimbangan bagi mahasiswa tidak menggunakan sarana angkutan publik.

     

     

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB VI KESIMPULAN, SARAN DAN KETERBATASAN PENELITIAN A. Kesimpulan Berdasarkan analisis dan pembahasan hasil analisis data penelitian tentang

  alasan mahasiswa tidak menggunakan sarana angkutan publik dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut :

  1. Dari hasil analisis identitas responden yang sudah tidak menggunakan sarana angkutan publik diperoleh data sebagai berikut : a. Berdasarkan jenis kelamin, responden paling banyak berjenis kelamin perempuan berjumlah 55 orang (57,3%).

  b. Berdasarkan uang saku, responden paling banyak adalah uang saku Rp500.000,-

  − Rp1.000.000,-, berjumlah 44 orang (45,8%)

  2. Dari hasil analisis Cochran setelah melakukan pengujian dan perhitungan dengan melewati beberapa tahap dapat disimpulkan bahwa dari 9 faktor hanya ada 6 atribut yang menjadi alasan mahasiswa tidak menggunakan sarana angkutan publik yaitu harga tidak terjangakau, kesulitan mengakses, memiliki kendaraan pribadi, pengaruh orang lain/keluarga, kurangnya keamanan bagi konsumen, pengalaman buruk konsumen.

  67  

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    B.

   SARAN

  Berdasarkan hasil kesimpulan, ada beberapa saran yang dikemukakan penulis antara lain:

  1. Bagi Pemerintah Kota Yogyakarta Beberapa saran yang dapat dikemukakan penulis bagi pemerintah kota Yogyakarta dan pihak lain yang berhubungan dalam bidang transportasi pubik.

  a.

  Harga tidak terjangkau Pemerintah kota Yogyakarta sebaiknya membuat kebijakan bersama pihak-pihak yang terkait untuk mempertimbangkan kembali tarif angkutan publik mengingat harga menjadi suatu alasan mahasiswa tidak menggunakan sarana angkutan publik.

  b.

  Kesulitan mengakses Dinas Perhubungan diharapkan agar membuka trayek baru dengan rute yang belum dilewati transportasi publik. Pihak Dinas

  Perhubungan juga harus mengupayakan agar memperbanyak halte sehingga penumpang lebih mudah mengakses sarana angkutan publik.

  Selain itu, perusahaan transportasi perlu menambah armada sehingga penumpang tidak perlu menunggu terlalu lama untuk dapat menggunakan sarana angkutan publik.

   

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    c.

  Memiliki kendaraan pribadi Pemerintah sebaiknya membuat suatu kebijakan agar dapat menghambat laju kepemilikan kendaraan pribadi. Salah satu cara yang dapat dilakukan yaitu memberlakukan pajak progresif kendaraan.

  d. Kurangnya keamanan bagi konsumen Pemerintah bersama dengan pihak yang terkait sebaiknya menjaga keselamatan para penumpang dan barang yang mereka bawa dari gangguan kriminalitas ketika meggunakan sarana angkutan publik dan menindak tegas terhadap pengendara/sopir angkutan publik yang mengabaikan keselamatan penumpang.

2. Bagi peneliti selanjutnya

  Pada penelitian ini diketahui bahwa ada enam variabel yang menjadi alasan utama mahasiswa tidak menggunakan sarana angkutan publik, maka peneliti selanjutnya sebaiknya mencari atau meneliti alternatif alasan lain yang sebenarnya juga mempengaruhi akan tetapi belum dibahas dalam penelitian ini mungkin seiring dengan perkembangan waktu ada banyak hal yang bisa mempengaruhi kenapa mahasiswa tidak menggunakan sarana angkutan publik.

   

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    C.

   Keterbatasan Penelitian

  Penulis sudah berusaha sebaik dan semaksimal mungkin, namun penulis menyadari akan adanya keterbatasan dalam melakukan penelitian ini yaitu :

  1. Hasil dari penelitian ini belum sempurna, karena keterbatasan peneliti dalam hal waktu dan pengetahuan. Di samping itu penulis belum mempunyai pengalaman dalam menulis karya ilmiah, maka dalam hal pengkajian teori, pengolahan data, dan menganalisi data, penulisan skripsi ini jauh dari sempurna.

  2. Dalam penelitian ini penulis tidak dapat memastikan kebenaran data yang diperoleh dari responden, karena data diperoleh dengan membagikan kuesioner kepada responden sehingga kemungkinan dalam memberikan jawaban kurang maksimum karena ketidaksungguhan responden dalam mengisi kuesioner.

     

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Boyd, Walker dan Larrece. 2000. Manajemen Pemasaran : Suatu Pendekatan

  Strategi dengan Orientasi Global. Jakarta :Erlangga Fandy, Tjiptono. (1997). Stretegi Pemasaran Edisi 2. Yogyakarta: Andi Offset.

  Filipus, Puspa Kelana Enggar Jati. (2009). Alasan konsumen memilih bus trans jogja

  sebagai sarana transportasi kota Yogyakarta . Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.

  Http : //id. wikipedia. org/wiki/Indonesia (diakses pada tanggal 23 Oktober 2010). Http : //id. wikipedia. org/wiki/Jawa (diakses pada tanggal 23 Oktober 2010). Http : //djafar-geonet. Blogspot. com (diakses pada tanggal 25 Oktober 2010). James. J. Spillane, Dr. 2008. Metodologi Penelitian Bisnis. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.

  Kotler dan Susanto. 2000. Manajemen Pemasaran di Indonesia: analisis,

perencanaan, implementasi dan pengendalian. Jakarta: Salemba Empat.

Lupiyoadi dan Hamdani. 2006. Manajemen Pemasaran Jasa. Jakarta: Salemba Empat. Peter dan Olson. 1999. Consumer Behavior: Perilaku Konsumen dan Strategi Pemasaran (edisi 4/jilid 1). Jakarta Erlangga. Simamora, Bilson. 2004, Panduan Riset Perilaku Konsumen, PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. Simamora, Bilson. 2008, Panduan Riset Perilaku Konsumen, PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. Swasta dan Handoko, T.H. (1997). Manajemen Pemasaran: Analisis Perilaku

  Konsumen . Edisi Pertama. Yogyakarta: BPFE

  Umar, Husein. (2003). Metode Riset Prilaku Konsumen Jasa. Yogyakarta: Ghalia Indonesia. www. dephub. go. id (diakses pada tanggal 25 Maret 2011).

  71  

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    www. dishub. diy. net (diakses pada tanggal 25 Maret 2011). www. usd. ac. id (diakses pada tanggal 25 Maret 2011).

                                       

   

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

                   

  LAMPIRAN

                       

   

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    Kepada Yth. Saudara/I Mmahasiswa/i di Kampus 1 Mrican Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Dengan Hormat,

  Di tengah rutinitas dan kesibukan kuliah anda saat ini, perkenankanlah saya untuk meminta sedikit waktu anda untuk mengisi daftar pertanyaan yang ada pada halaman berikut. Daftar pertanyaan ini dibuat untuk melengkapi data yang diperlukan dalam penyusunan skripsi pada Universitas Sanata Dharma Yogyakarta dengan judul : Alasan Mahasiswa Tidak Menggunakan Sarana Angkutan Publik, Studi Kasus pada Mahasiswa Universitas Sanata Dharma Kampus I, Mrican Yogyakarta.

  Kesungguhan anda dalam menanggapi setiap butir pertanyaan akan sangat menentukan tingkat keberhasilan penelitian ini. Saya sangat mengharapkan perhatian Anda dengan menjawab sesuai keadaan Anda yang sebenarnya. Petunjuk cara pengisian akan saya jelaskan di awal setiap kelompok kuesioner.

  Atas perhatian, bantuan dan kerjasama dari saudara/I, saya ucapkan terima kasih.

  Hormat saya, Restokrat

   

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

     

  

KUESIONER

  I. Petunjuk: Berilah tanda 5 pada jawaban yang paling sesuai dengan keadaan anda.

  1. Prodi/jurusan :

  2. Jenis kelamin: pria wanita

  3. Uang saku perbulan: Rp5.000,-

  −Rp500.000 Rp500.000−Rp1.000.000 >Rp1.000.000

  II. Pertanyaan Verifikasi 1.

  Apakah sekarang anda tidak menggunakan sarana angkutan publik untuk aktifitas dalam kota Yogyakarta? Ya Tidak 2. Apakah anda pernah menggunakan sarana angkutan publik untuk aktifitas dalam kota Yogyakarta?

3. Ya Tidak

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

     

  III. Berilah tanda 5 pada jawaban anda, mengenai pertanyaan-pertanyaan dibawah ini yang berkaitan dengan Alasan Mahasiswa tidak Menggunakan

  Sarana Angkutan Publik

  Alternatif jawaban yang disediakan sebagai berikut: Ya dan Tidak

  Kesulitan dalam mengakses dan menggunakan sarana angkutan publik Harga sarana transportasi publik tidak tejangkau bagi konsumen Kurang praktis untuk sarana bepergian Konsumen ingin mencoba menggunakan alat trasportasi lain Sudah mempunyai kendaraan pribadi

  Keluarga/teman/rekan kerja mempengaruhi anda tidak menggunakan sarana angkutan publik keamanan sarana angkutan publik yang tidak terjamin kenyamanan sarana transportasi publik terhadap konsumen kurang memuaskan

    pengalaman buruk konsumen saat menggunakan sarana angkutan publik

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  1  

  4 23   1   1     1       1     1   5  

  25

  24  

  1  

  1  

  1  

  1    

  1  

  1      

  1  

  1  

  8  

  64 25         1       1     1   3  

  9

  26  

  1    

  1    

  2  

  1      

  1    

  8  

  1  

  1    

  1  

  1  

  1  

  1  

  1  

  64 19   1           1   1       3  

  22        

  9

  20  

  1          

  1  

  1      

  3  

  9 21   1   1   1     1   1   1   1     7  

  49

  1  

  1  

  18  

  1 33   1   1     1   1           4  

  1  

  6  

  36 31   1   1     1       1     1   5  

  25

  32        

  1            

  1  

  16

  1  

  34  

  1    

  1  

  1        

  1    

  4  

  16 35     1   1   1   1       1     5  

  25 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  1  

  1  

  1  

  1  

  6  

  36 27   1   1   1     1   1     1   1   7  

  49

  28    

  1  

  1    

  1  

  1  

  1  

  1  

  1  

  6  

  36 29     1   1     1   1   1   1   1   6  

  36

  30    

  1  

  1    

  1  

     

  Data Rekapitulasi Jawaban Responden Responden   X1   X2   X3   X4   X5   X6   X7   X8   X9   Rj  

  1  

  1  

  7  

  49 5   1       1     1   1     1   5  

  25

  6  

  1      

  1    

  1    

  1  

  1  

  5  

  25 7   1   1   1   1   1       1   1   7  

  49

  8    

  1  

  1  

  1  

  1  

  1  

  1  

  1  

  Rj 2 1     1       1   1   1       4  

  16

  2    

  1  

  1  

  1  

  1  

  1  

  1    

  1  

  1  

  8  

  64 3     1   1   1   1   1   1   1   1   8  

  64

  4  

  1    

  1  

  1      

  1  

  81 17   1   1   1   1   1   1   1   1   1   9  

  1  

  1          

  1  

  1      

  3  

  9 15   1   1   1   1     1   1   1   1   8  

  64

  16  

  1  

  16

  1  

  1  

  1  

  1  

  1  

  1  

  1  

  9  

  14  

  25 13   1         1   1   1       4  

  6  

  1  

  36 9     1   1   1   1       1   1   6  

  36

  10    

  1  

  1  

  1  

  1      

  1  

  6  

  5  

  36 11     1   1   1   1       1   1   6  

  36

  12  

  1        

  1  

  1  

  1    

  1  

  81

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  1          

  1      

  1  

  1  

  1      

  5  

  25 61   1   1       1   1   1       5  

  25

  62  

  1  

  60  

  1      

  3  

  9 63   1           1   1       3  

  9

  64  

  1  

  1  

  1  

  1  

  1  

  9

  1  

  1  

  81

  56  

  1  

  1  

  1  

  1  

  1  

  1  

  1  

  1  

  16 59   1           1   1       3  

  9  

  81 57   1       1     1   1       4  

  16

  58  

  1        

  1  

  1  

  1      

  4  

  1  

  1  

  9  

  25

  6  

  36 69   1       1     1   1       4  

  16

  70  

  1      

  1    

  1        

  3  

  9 71       1   1     1     1   1   5  

  72  

  1  

  1  

  1  

  1  

  1  

  1      

  1  

  1  

  7  

  49 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  1  

  1  

  1  

  1  

  1  

  9  

  81 65   1   1   1   1   1   1   1   1   1   9  

  81

  66  

  1  

  1  

  1  

  1  

  1  

  1    

  1  

  1  

  1  

  9  

  81 67     1   1   1   1     1   1   1   7  

  49

  68    

  1  

  1    

  81 55   1   1   1   1   1   1   1   1   1   9  

     

  Responden   X1   X2   X3   X4   X5   X6   X7   X8   X9   Rj   Rj 2

  4  

  1  

  5  

  25 41   1   1     1     1   1     1   6  

  36

  42        

  1    

  1  

  1    

  1  

  16 43     1   1     1       1     4  

  1  

  16

  44    

  1  

  1    

  1      

  1    

  4  

  16 45     1   1     1       1     4  

  16

  1    

  1        

  1  

  38  

  36    

  1  

  1  

  1  

  1      

  1    

  5  

  25 37   1   1       1   1   1     1   6  

  36

  1  

  1  

  1      

  1  

  1  

  1    

  1  

  6  

  36 39             1   1   1   1   4  

  16

  40  

  46    

  1    

  1  

  8  

  52  

  1  

  1  

  1    

  1  

  1  

  1  

  1  

  1  

  64 53   1   1   1     1   1   1   1   1   8  

  25 51   1       1     1   1     1   5  

  64

  54  

  1  

  1  

  1  

  1  

  1  

  1  

  1  

  25

  5  

  1      

  1  

  1    

  4  

  16 47   1       1     1       1   4  

  16

  48  

  1  

  1    

  1  

  1  

  1    

  1  

  1  

  7  

  49 49   1           1   1   1   1   5  

  25

  50  

  1  

  1        

  1  

  1    

  1  

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  1  

  1  

  1  

  1  

  1  

  1  

  1    

  1  

  91    

  49

  49 90     1   1     1   1   1   1   1   7  

  7  

  1    

  1  

  1  

  49 92               1     1   2  

  1    

  1  

  1  

  89  

  4

  1 88   1             1       2  

  1  

  1      

  87              

  9

  49 86   1           1   1       3  

  7  

  1    

  7  

  4

  1  

  16 Cj  

  3969   3600   2401  2304  3249  4489  5476  2704  3969 

   

  3384 Cj 2

  530  

  63  

  52  

  74  

  67  

  57  

  48  

  49  

  60  

  63  

  25 96         1   1   1   1       4  

  93  

  5  

  1      

  1  

  1  

  1  

  1    

  95    

  49

  9 94   1   1     1     1   1   1   1   7  

  3  

  1  

  1    

  1            

  1  

     

  Responden   X1   X2   X3   X4   X5   X6   X7   X8   X9   Rj   Rj 2

  4 76               1     1   2  

  1  

  1  

  1  

  79  

  81

  16 78   1   1   1   1   1   1   1   1   1   9  

  4  

  1  

  1    

  1  

  1          

  77  

  4

  2  

  1  

  1  

  1    

  75              

  4

  36 74     1       1           2  

  6  

  1  

  1  

  1      

  1    

  1  

  1  

  73  

  1  

  1  

  1    

  9  

  1  

  1  

  85  

  64

  16 84   1   1   1     1   1   1   1   1   8  

  4  

  1  

  1    

  1  

  1          

  83  

  81

  81 82   1   1   1   1   1   1   1   1   1   9  

  1  

  1  

  1  

  1  

  1  

  1  

  1  

  1  

  1  

  1  

  81  

  81

  81 80   1   1   1   1   1   1   1   1   1   9  

  9  

  1  

  1  

  1  

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

   

  Frequencies Statistics Jenis Prodi Kelamin Uang Saku

  N Valid

  96

  96

  96 Missin g Frequency Table Prodi

  Cumulative Frequency Percent Valid Percent Percent Valid Fakultas

  32

  33.3

  33.3

  33.3 Ekonomi Fakultas

  32

  33.3

  33.3

  66.7 Sastra FKIP

  32

  33.3 33.3 100.0 Total 96 100.0 100.0

   Jenis Kelamin Cumulative Frequency Percent Valid Percent Percent

  Valid Laki-Laki

  41

  42.7

  42.7

  42.7 Perempu

  55

  57.3 57.3 100.0 an Total

96 100.0 100.0

   Uang Saku Cumulative Frequency Percent Valid Percent Percent

  Valid < 500.000

  41

  42.7

  42.7

  42.7 500.000 -

  44

  45.8

  45.8

  88.5 1.000.000 > 1.000.000

  11

  11.5 11.5 100.0 Total 96 100.0 100.0

   

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

     

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

     

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

     

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    RELIABILITY

  /VARIABLES=X1 X2 X3 X4 X5 X6 X7 X8 X9 /SCALE('ALL VARIABLES') ALL /MODEL=ALPHA.

  Reliability Scale: ALL VARIABLES Case Processing Summary N % Cases Valid a

  96

  49.2 Excluded

  99

  50.8 Total 195 100.0

a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items

  .645

  9

   

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    NPAR TESTS

  /COCHRAN=X1 X2 X3 X4 X5 X6 X7 X8 X9 /MISSING LISTWISE.

  NPar Tests Cochran Test Frequencies Value

  1 X1

  33

  63 X2

  36

  60 X3

  47

  49 X4

  48

  48 X5

  39

  57 X6

  29

  67 X7

  22

  74 X8

  44

  52 X9

  33

  63 Test Statistics N

  96 Cochran's Q 31.208(a) df

8 Asymp. Sig.

  .000 a 0 is treated as a success.

   

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    NPAR TESTS

  /COCHRAN=X1 X2 X3 X5 X6 X7 X8 X9 /MISSING LISTWISE.

  NPar Tests Cochran Test Frequencies Value

  1 X1

  33

  63 X2

  36

  60 X3

  47

  49 X5

  39

  57 X6

  29

  67 X7

  22

  74 X8

  44

  52 X9

  33

  63 Test Statistics N

  96 Cochran's Q 25.041(a) df

7 Asymp. Sig.

  .001 a 0 is treated as a success.

   

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    NPAR TESTS

  /COCHRAN=X1 X2 X5 X6 X7 X8 X9 /MISSING LISTWISE.

  NPar Tests Cochran Test Frequencies Value

  1 X1

  33

  63 X2

  36

  60 X5

  39

  57 X6

  29

  67 X7

  22

  74 X8

  44

  52 X9

  33

  63 Test Statistics N

  96 Cochran's Q 16.165(a) df

6 Asymp. Sig.

  .013 a 0 is treated as a success.

   

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    NPAR TESTS

  /COCHRAN=X1 X2 X5 X6 X7 X9 /MISSING LISTWISE.

  NPar Tests Cochran Test Frequencies Value

  1 X1

  33

  63 X2

  36

  60 X5

  39

  57 X6

  29

  67 X7

  22

  74 X9

  33

  63 Test Statistics N

  96 Cochran's Q 9.600(a) df

5 Asymp. Sig.

  .087 a 0 is treated as a success.

   

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

     

  

TABEL KORELASI PEARSON PRODUCT MOMENT

PADA α 5% N

  2-tailed 1-tailed N 2-tailed 1-tailed 3 0,9969 0,9877 52 0,2732 0,2282 4 0,9500 0,9000 53 0,2704 0,2261 5 0,8783 0,8054 54 0,2679 0,2240 6 0,8114 0,7293 55 0,2654 0,2219 7 0,7545 0,6694 56 0,2630 0,2199 8 0,7067 0,6215 57 0,2607 0,2180 9 0,6664 0,5822 58 0,2584 0,2161

  

10 0,6319 0,5494 59 0,2562 0,2143

11 0,6021 0,5214 60 0,2540 0,2125

12 0,5760 0,4973 61 0,2519 0,2107

13 0,5529 0,4762 62 0,2499 0,2090

14 0,5324 0,4575 63 0,2479 0,2074

15 0,5140 0,4409 64 0,2459 0,2057

16 0,4973 0,4259 65 0,2440 0,2041

17 0,4821 0,4124 66 0,2421 0,2026

18 0,4683 0,4000 67 0,2403 0,2011

19 0,4555 0,3887 68 0,2385 0,1996

20 0,4438 0,3783 69 0,2368 0,1981

21 0,4329 0,3687 70 0,2351 0,1967

22 0,4227 0,3598 71 0,2334 0,1953

23 0,4132 0,3515 72 0,2318 0,1940

24 0,4044 0,3438 73 0,2302 0,1926

25 0,3961 0,3365 74 0,2286 0,1913

26 0,3882 0,3297 75 0,2271 0,1900

27 0,3809 0,3233 76 0,2256 0,1888

28 0,3739 0,3172 77 0,2241 0,1876

29 0,3673 0,3115 78 0,2226 0,1864

30 0,3610 0,3061 79 0,2212 0,1852

31 0,3550 0,3009 80 0,2198 0,1840

32 0,3494 0,2960 81 0,2185 0,1829

33 0,3440 0,2913 82 0,2171 0,1817

34 0,3388 0,2869 83 0,2158 0,1806

35 0,3338 0,2826 84 0,2145 0,1796

36 0,3291 0,2785 85 0,2132 0,1785

37 0,3246 0,2746 86 0,2120 0,1775

38 0,3202 0,2709 87 0,2107 0,1764

39 0,3160 0,2673 88 0,2095 0,1754

40 0,3120 0,2638 89 0,2084 0,1744

41 0,3081 0,2605 90 0,2072 0,1735

42 0,3044 0,2573 91 0,2060 0,1725

43 0,3008 0,2542 92 0,2049 0,1716

44 0,2973 0,2512 93 0,2038 0,1707

45 0,2940 0,2483 94 0,2027 0,1697

46 0,2907 0,2455 95 0,2016 0,1688

47 0,2876 0,2429 96 0,2006 0,1680

48 0,2845 0,2403 97 0,1995 0,1671

49 0,2816 0,2377 98 0,1965 0,1662

50 0,2787 0,2353 99 0,1955 0,1654

51 0,2759 0,2329 100 0,1946 0,1646

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

     

  Nilai – Nilai Chi Kuadrat dk Taraf signifikansi 50% 30% 20% 10% 5% 1% 1 0,455 1,074 1,624 2,706 3,481 6,635

  2 0,139 2,408 3,219 3,605 5,591 9,210 3 2,366 3,665 4,642 6,251 7,815 11,341 4 3,357 4,878 5,989 7,779 9,488 13,277 5 4,351 6,064 7,289 9,236 11,070 15,086 6 5,348 7,231 8,558 10,645 12,592 16,812 7 6,346 8,383 9,803 12,017 14,017 18,475 8 7,344 9,524 11,030 13,362 15,507 20,090 9 8,343 10,656 12,242 14,684 16,919 21,666

  10 9,342 11,781 13,442 15,987 18,307 23,209 11 10,341 12,899 14,631 17,275 19,675 24,725 12 11,340 14,011 15,812 18,549 21,026 26,217 13 12,340 15,19 16,985 19,812 22,368 27,688 14 13,332 16,222 18,151 21,064 23,685 29,141 15 14,339 17,322 19,311 22,307 24,996 30,578 16 15,338 18,418 20,465 23,542 26,296 32,000 17 16,337 19,511 21,615 24,785 27,587 33,409 18 17,338 20,501 22,760 26,028 28,869 34,805 19 18,338 21,689 23,900 27,271 30,144 36,191 20 19,337 22,775 25,038 28,514 31,410 37,566 21 20,337 23,858 26,171 29,615 32,671 38,932 22 21,337 24,939 27,301 30,813 33,924 40,289 23 22,337 26,018 28,429 32,007 35,172 41,638 24 23,337 27,096 29,553 33,194 35,415 42,980 25 24,337 28,172 30,675 34,382 37,652 44,314 26 25,336 29,246 31,795 35,563 38,885 45,642 27 26,336 30,319 32,912 36,741 40,113 46,963 28 27,336 31,491 34,027 37,916 41,337 48,278 29 28,336 32,461 35,139 39,087 42,557 49,588 30 29,336 33,530 36,250 40,256 43,775 50,892

     

   

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

     

     

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

     

     

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    Curriculum Vitae

  1. Nama Restokrat

  2. Tempat dan tanggal lahir Kab. Semarang / 5 juli 1989

  3. Jenis kelamin Laki-laki

  4. Agama Islam

  5. Pekerjaaan orang tua Petani

  6. Alamat asal Dsn. Garon Rt/Rw 2/1 Candigaron, Sumowono kab. Semarang Jl Wahid Hasim Gg Mawar no 163B Widoro Baru, Condongcatur,

  7. Alamat terakhir di Yogyakarta Yogyakarta

  8. Riwayat pendidikan

  a. SD SDN Candigaron 2,kab. Semarang/ 2003

  b. SMP SMPN 1 Sumowono,kab. Semarang/ 2005

  c. SLTA SMAN 1 Ambarawa, kab. Semarang/ 2007

  9. Piagam, Sertifikat, atau bentuk lain yang pernah diterima sebagai penghargaan dalam bidang olaraga, seni, karya ilmiah dan lain sebagainya

  Kursus Komputer, tahun 2007

  10. Kursus, pelatihan, kegiatan sejenis yang pernah diikuti

  11. Prestasi yang dianggap sangat Modifikasi sepeda motor menonjol

  12. Hobby Otomotif (modifikasi)  

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Alasan mahasiswa menggunakan laptop ASUS : studi kasus pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Kampus I Universitas Sanata Dharma.
1
4
108
Analisis kepuasan mahasiswa terhadap pelayanan Perpustakaan Universitas Sanata Dharma : studi pada mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta pemakai jasa Perpustakaan Kampus I Mrican.
0
1
126
Analisis atribut yang menjadi prioritas mahasiswa dalam memilih rumah kos : studi kasus pada mahasiswa Universitas Sanata Dharma Kampus 1 Mrican Yogyakarta.
0
0
59
Alasan mahasiswa menggunakan laptop ASUS studi kasus pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Kampus I Universitas Sanata Dharma
0
5
106
Analisis sikap mahasiswa terhadap pengenalan produk Sprite Ice PT Coca Cola Semarang : studi kasus pada mahasiswa Universitas Sanata Dharma Mrican Yogyakarta - USD Repository
0
0
109
Pemanfaatan internet bagi mahasiswa jurusan akuntansi : studi kasus pada mahasiswa jurusan Akuntansi Universitas Sanata Dharma - USD Repository
0
0
92
Persepsi konsumen terhadap atribut produk Teh Sosro : studi kasus pada mahasiswa Universitas Sanata Dharma Kampus I Mrican - USD Repository
0
0
127
Analisis sikap konsumen terhadap produk handphone merek Nokia dan Siemens : studi kasus pada mahasiswa Sanata Dharma Kampus Mrican Yogyakarta - USD Repository
0
0
119
Analisis sikap konsumen terhadap produk handphone merek Nokia dan Siemens : studi kasus pada mahasiswa Sanata Dharma Kampus Mrican Yogyakarta - USD Repository
0
0
119
Alasan konsumen membeli pasta gigi Pepsodent : studi kasus pada mahasiswa Uiversitas Sanata Dharma Kampus I Mrican, Yogyakarta... - USD Repository
0
0
104
Analisis atribut yang menjadi prioritas mahasiswa dalam memilih rumah kos : studi kasus pada mahasiswa Universitas Sanata Dharma Kampus 1 Mrican Yogyakarta - USD Repository
0
0
57
Analisis atribut yang menjadi prioritas mahasiswa dalam memilih rumah kos : studi kasus pada mahasiswa Universitas Sanata Dharma Kampus 1 Mrican Yogyakarta - USD Repository
0
0
57
Analisis posisi produk kartu GSM prabayar berdasarkan persepsi konsumen atas atribut produk : studi kasus pada mahasiswa Universitas Sanata Dharma Kampus Mrican - USD Repository
0
0
142
Analisis posisi produk kartu GSM prabayar berdasarkan persepsi konsumen atas atribut produk : studi kasus pada mahasiswa Universitas Sanata Dharma Kampus Mrican - USD Repository
0
0
142
Pengaruh program corporate social responsibility pada sikap konsumen terhadap aqua : studi kasus pada mahasiswa Kampus I Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository
0
0
160
Show more