PENGARUH PENERAPAN METODE INKUIRI TERHADAP PRESTASI BELAJAR DAN BERPIKIR KRITIS KATEGORI AFEKTIF UMUM PADA MATA PELAJARAN IPA SDK SOROWAJAN YOGYAKARTA SKRIPSI

Gratis

0
0
267
10 months ago
Preview
Full text

  PENGARUH PENERAPAN METODE INKUIRI TERHADAP PRESTASI BELAJAR DAN BERPIKIR KRITIS KATEGORI AFEKTIF UMUM PADA MATA PELAJARAN IPA SDK SOROWAJAN YOGYAKARTA SKRIPSI

  Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

  Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

  Disusun oleh:

  Nama: Christiana Evi Andriani NIM : 091134184

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2011

  

PENGARUH PENERAPAN METODE INKUIRI

TERHADAP PRESTASI BELAJAR DAN

BERPIKIR KRITIS KATEGORI AFEKTIF UMUM

PADA MATA PELAJARAN IPA SDK SOROWAJAN YOGYAKARTA

SKRIPSI

  Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

  Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

  

Disusun oleh:

  Nama: Christiana Evi Andriani NIM : 091134184

  

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

JURUSAN ILMU PENDIDIKAN

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

2011

  

PERSEMBAHAN

Karya ini kupersembahkan untuk:

  ™ Tuhan Yesus Kristus, Bunda Maria yang selalu menjaga,

  membimbing, memberkati dan menolongku

  ™ Kedua orang tuaku Bapak Ry. Ramidjan dan Ibu Ch. Sumiyati ™ Kakakku Agustinus Suprobo, Widiyanto, Valentina Herawati,

  Heribertus Subiyantoro, Yudi Tristanto

  ™ Keponakanku Yustinus Adi Hersanto, Albertus Ari Kristianto,

  Yohana Novita Trisnawati, Aloysius Aditya Yuda Pratama, Lucia Eni Widaryati, Antonius Lucky Hendrawan

  ™ Seseorang yang selalu setia menemani hari-hariku dalam

  keadaan apapun dan menjadi inspirasi hidupku Briptu Antonius Vito Rici

  ™ Bapak Ibu guru SD Negeri Madyocondro Secang ™ Teman-temanku semua yang tidak dapat saya sebutkan satu

  per satu, yang telah memberi motivasi dan inspirasi saya selama ini

  

MOTTO

“Tuhan punya rencana baik untuk setiap kita,

cuma kita yang perlu bergiat untuk membuat itu terwujud”

  

“Cita-cita hanya akan jadi pikiran hampa,

itu akan jadi kenyataan kalau kita usahakan terus”

“Beranilah berhadapan dengan tanggung jawab dan tugas,

selesaikanlah itu dengan baik”

  

“Jadikanlah diri kita tanah subur untuk kebaikan!”

Singkirkanlah hama kejahatan dari dalam diri kita”

“Melangkah dengan pasti demi hari esok yang ceria”

TIGA HAL PENTING

  Tiga hal penting yang sekali hilang tak akan pernah dapat kembali WAKTU – PERKATAAN - KESEMPATAN

  Tiga hal penting dalam hidup yang tak akan pernah pudar KEDAMAIAN – HARAPAN – KEJUJURAN

  Tiga hal penting yang amat bernilai dalam hidup KASIH – KEPERCAYAAN DIRI - SAHABAT

  Tiga hal penting yang membuat kita menjadi manusia dewasa KERJA KERAS – KESUNGGUHAN - KOMITMEN

  Tiga hal penting yang tak akan pernah gagal dalam hidup ini CINTA KASIH – KETULUSAN HATI - IMAN

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

  Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa karya ilmiah yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan atau daftar referensi, sebagaimana layaknya karya ilmiah.

  Yogyakarta, 25 Juli 2011 Penulis Christiana Evi Andriani

  

PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH

UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

  Yang bertanda tangan di bawah ini: Nama : Christiana Evi Andriani

  NIM : 091134184 Prodi : Pendidikan Guru Sekolah Dasar

  Fakultas : Keguruan dan Ilmu Pendidikan Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul:

  

“PENGARUH PENERAPAN METODE INKUIRI TERHADAP PRESTASI

BELAJAR DAN BERPIKIR KRITIS KATEGORI AFEKTIF UMUM

PADA MATA PELAJARAN IPA SDK SOROWAJAN YOGYAKARTA”

  Dengan demikian Perpustakaaan Universitas Sanata Dharma mempunyai hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengolahnya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya untuk kepentingan akademis tanpa harus meminta ijin saya maupun memberikan royalti dalam bentuk apapun selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada Tanggal : 25 Juli 2011 Yang menyatakan, Christiana Evi Andriani

  

ABSTRAK

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap prestasi belajar dan berpikir kritis kategori afektif umum pada mata pelajaran IPA materi pesawat sederhana siswa kelas V SDK Sorowajan di Semester Genap Tahun Pelajaran 2010/2011.

  Penelitian dilaksanakan di SDK Sorowajan Yogyakarta pada bulan Februari dilanjutkan bulan Maret 2011. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan desain quasi-experimental design tipe non-equivalent

  

control group design . Subjek penelitian adalah siswa kelas V di SDK Sorowajan

  Yogyakarta yang terdiri dari VA sebanyak 32 sebagai kelompok kontrol dan VB sebanyak 30 sebagai kelompok eksperimen. Populasi dalam penelitian ini sekaligus menjadi sampel. Penelitian ini menggunakan metode inkuiri terbimbing pada mata pelajaran IPA materi pesawat sederhana. Teknik pengumpulan datanya dengan menggunakan pretest dan posttest. Setelah dilaksanakan pretest dan posttest dilakukan pengujian perbedaan mean skor pretest dan mean skor posttest.

  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada peningkatan prestasi belajar menggunakan metode inkuiri, terbukti dengan hasil uji t (Independent Samples T-

  

test ) yang menunjukkan harga signifikansi (2-tailed) hasil uji adalah 0,003 lebih

  kecil dari 0,05. Untuk kenaikan skor di kelompok eksperimen dan kelompok kontrol tidak berbeda secara signifikan dengan harga signifikansi (2-tailed) sebesar 0,594 lebih besar dari 0,05. Sedangkan kenaikan rata-rata skor kemampuan berpikir kritis kategori kognitif di kelompok eksperimen pada masing-masing aspeknya tidak berbeda secara signifikan dengan harga signifikansi (2-tailed) hasil uji Kruskal-Wallis sebesar 0,204 lebih besar dari 0,05. Penerapan metode inkuiri tidak meningkatkan kemampuan berpikir kritis kategori afektif umum siswa, terbukti dengan harga signifikansi (2-tailed) hasil uji adalah 0,733 lebih besar dari 0,05. Untuk kenaikan skor di kelompok eksperimen dan kelompok kontrol tidak berbeda secara signifikan dengan harga signifikansi (2-

  

tailed ) sebesar 0,506 lebih besar dari 0,05. Sedangkan kenaikan rata-rata skor

  kemampuan berpikir kritis kategori afektif umum di kelompok eksperimen pada masing-masing aspeknya tidak berbeda secara signifikan dengan harga signifikansi (2-tailed) sebesar 0,459 lebih besar dari 0,05.

  Kata kunci: metode inkuiri terbimbing, prestasi belajar, kemampuan berpikir kritis kategori afektif umum.

  

ABSTRACT

  This study aimed to find out that the influence by using the inquiry methods aplication toward learning achievement and critical thingking in general affective category of simple instrumen in science course in the second semester of the fifth grade student elementary school of Kanisius Sorowajan in Academic Year 2010/2011.

  The research was conducted in February and continued in March at SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta. The research method used in this study is quantitative method to design quasi-experimental design type non-equivalent control group design. The subject of this research is the fifth grade student of Kanisius Sorowajan elementary school which consists of as many as 32 students of class VA as a control group and class VB as many as 30 students as the experimental groups. The population in this study is at once as a sample. The

research used guided inquiry method of simple instrumen material in science course.

  The research used pretest and posttest as the gathering technique . Having done the

  

pretest and posttest, the researcher measured the difference between the mean of pretest

scores and the mean of posttest scores.

  The result showed that there was increase in learning achievement by using the method of inquiry, this is evidenced by the t test (Independent Sample T-

  

test ) that show the price of sig. (2-tailed) result is 0,03 less than 0,05. For the

  increase in score of experimental group and control group did not differently significantly at the price of sig. (2-tailed) obtained at 0,594 more than 0,05. While seen from the increase in average score critical thingking skill in cognitive category in experimental group in each aspect did not differently significantly by the rank test (Kruskal-Wallis) at the price of sig. (2-tailed) are obtained of 0,24 more than 0,05. Application of inquiry methods did not increased critical thingking in general affective category, this is evidence with the price sig. (2- tailed) of 0,733 greater than 0,05. For the increase score of experimental group and control group did not differently significantly at the price of sig. (2-tailed) obtained at 0,506 more than 0,05. While seen from the increase in the average score critical thingking in general affective category in experimental group in each aspect did not differently significantly price of sig. (2-tailed) obtained at 0,459 more than 0,05.

  Key words: guided inquiry method, student achievements, critical thinking in general affective category.

  

PRAKATA

  Puji dan syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan rahmat dan karuniaNya, sehingga dapat menyusun Skripsi dengan judul “Pengaruh Penerapan Metode Inkuiri Terhadap Prestasi Belajar dan Berpikir Kritis Kategori Afektif Umum Pada Mata Pelajaran IPA SDK Sorowajan Yogyakarta”. Dalam penyusunan Skripsi ini, saya banyak menemukan hambatan dan kesulitan, namun berkat bantuan dan bimbingan semua pihak saya dapat menyelesaikannya dengan baik. Oleh karena itu, pada kesempatan ini secara khusus saya mengucapkan terima kasih kepada:

  1. Bapak Drs. T. Sarkim, M.Ed., Ph.D., selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma.

  2. Bapak Drs. Puji Purnomo, M.Si., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma yang selalu mendorong mahasiswa PGSD untuk menyelesaikan Skripsi.

  3. Bapak Drs. A. Tri Piantoro, M.For. Sc., selaku dosen pembimbing I.

  4. Romo G. Ari Nugrahanta, SJ, S.S., BST., M.A., selaku dosen pembimbing

  II yang dengan sabar memberikan bimbingan, semangat, dan mengarahkan saya selama menyelesaikan Skripsi ini.

  5. Ibu Dwi Nugraheni Rositawati, M.Si., yang membantu selama proses bimbingan Skripsi.

  6. Para dosen, baik dosen PGSD maupun dosen USD pada umumnya, yang telah membekali saya dengan berbagai ilmu pengetahuan dan selalu terbuka untuk membimbing saya selama menempuh studi.

  7. Staf Perpustakaan Universitas Sanata Dharma yang telah memberikan pelayanan untuk mendapatkan referensi yang sangat baik.

  8. Bapak Suwardi, S.Pd., selaku Kepala Sekolah SD Kanisius Sorowajan yang telah mendukung, memberi kesempatan, dan izin kepada saya untuk mengadakan penelitian.

  9. Ibu Anna Maria Wahyuni, A.Ma., sebagai guru mitra penelitian yang telah berperan penting membantu selama proses penelitian.

  10. Para guru SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta dan para siswa kelas V yang dengan gembira menerima kehadiran saya, sehingga memperlancar proses penelitian.

  11. Kedua orang tua saya, Bapak Ry. Ramidjan dan Ibu Ch. Sumiyati yang selalu memberikan dukungan baik secara materi maupun spiritual, pengorbanan, perhatian, cinta, dan kasih sayang. Saya sangat bersyukur dan bangga mempunyai orang tua seperti kalian.

  12. Saudaraku Agustinus Suprobo, Widiyanto, Valentina Herawati, Heribertus Subiyantoro, Yudi Tristanto yang juga memberikan dukungan secara materi maupun spiritual.

  13. Keponakanku Yustinus Adi Hersanto, Albertus Ari Kristianto, Yohana Novita Trisnawati, Aloysius Aditya Yuda Pratama, Lucia Eni Widaryati, Antonius Lucky Hendrawan yang membuat keluarga saya menjadi ramai.

  14. Seseorang yang saya sayangi Briptu Antonius Vito Rici, yang selalu memberi dukungan, mengingatkan, memotivasi, memberi inspirasi dan menemani dalam keadaan apapun.

  15. Teman-teman di Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, khususnya angkatan 2009 S1 kelas sore, yang selalu menemani, mendukung dan memberikan inspirasi saya dalam menyelesaikan studi ini.

  16. Teman-teman asisten peneliti dosen mata pelajaran IPA khususnya kelompok Sorowajan (Lisye dan Desy), yang selalu berbagi dalam suka dan duka, membantu, memberi motivasi dalam menyelesaikan Skripsi ini.

  17. Teman-teman asisten peneliti dosen mata pelajaran IPA pada umumnya Eva, St.Vero, Lisa, Saptika, Ika Ndaru, Nining, Rini, Suci, Ria yang selalu memberi motivasi dan inspirasi selama proses penyusunan Skripsi ini.

  18. Komunitas guru SD Negeri Madyocondro Secang sebagai rekan kerja saya yang telah memberikan semangat, doa dan dukungan.

  19. Semua pihak yang tidak dapat saya sebutkan satu per satu, yang juga telah dengan tulus ikhlas memberikan dukungan dan semangat, serta bantuan selama penyusunan Skripsi ini. Saya menyadari sepenuhnya bahwa masih banyak kekurangan dalam penyusunan Skripsi ini. Oleh karena itu, saya mengharapkan kritik, saran yang membangun demi perbaikan Skripsi ini. Semoga karya yang belum sempurna ini dapat bermanfaat bagi para pembaca dan mendorong rekan-rekan mahasiswa prodi PGSD untuk menghasilkan penelitian pembelajaran yang lebih baik lagi. Akhir kata saya ucapkan terima kasih. Yogyakarta,

  25 Juli 2011 Penulis

  Christiana Evi Andriani

  

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ............................................................................. i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ................................. ii HALAMAN PENGESAHAN ............................................................... iii HALAMAN PERSEMBAHAN ........................................................... iv HALAMAN MOTTO ...........................................................................

  7 2.1.1 Teori-teori yang Relevan .............................................................

  32 2.1.1.6 Prestasi Belajar .....................................................................................

  24 2.1.1.5 Berpikir Kritis ............................................................... ......................

  22 2.1.1.4 Pesawat Sederhana ...............................................................................

  21 2.1.1.3 Ilmu Pengetahuan Alam .......................................................................

  7 2.1.1.2 Metode Inkuiri Terbimbing ........................................................

  7 2.1.1.1 Metode Inkuiri .............................................................................

  7 2.1 Kajian Pustaka..................................................................................

  v

  6 BAB II LANDASAN TEORI...............................................................

  5 1.5 Sistematika Penyajian .......................................................................

  4 1.4 Manfaat .............................................................................................

  4 1.3 Tujuan ...............................................................................................

  1 1.2 Rumusan Masalah .............................................................................

  1 1.1 Latar Belakang ..................................................................................

  PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ............................................... vi PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ................................ vii ABSTRAK ............................................................................................. viii ABSTRACT ........................................................................................... ix PRAKATA ............................................................................................. x DAFTAR ISI .......................................................................................... xiii DAFTAR TABEL ................................................................................. xvi

DAFTAR GAMBAR ............................................................................. xviii

DAFTAR LAMPIRAN ......................................................................... xx BAB I PENDAHULUAN.....................................................................

  35

  2.1.2 Hasil Penelitian Sebelumnya .......................................................

  60 3.8 Teknik Analisis Data ........................................................................

  4.2.2 Hasil Penelitian ........................................................................... 129

  4.2.1 Pelaksanaan Penelitian ................................................................ 127

  4.2 Pembahasan ................................................................................. 127

  99

  77 4.1.2.2 Pengaruh Penerapan Metode Inkuiri terhadap Kemampuan....... Berpikir Kritis Kategori Afektif Umum ......................................

  77 4.1.2.1 Pengaruh Penerapan Metode Inkuiri terhadap Prestasi Belajar ..

  72 4.1.2 Analisis Data ...............................................................................

  67 4.1.1.2 Data Kemampuan Berpikir Kritis Kategori Afektif Umum ........

  67 4.1.1.1 Data Hasil Prestasi Belajar ..........................................................

  67 4.1.1 Deskripsi Data Penelitian ............................................................

  67 4.1 Hasil Penelitian .................................................................................

  60 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN....................

  57 3.7 Teknik Pengumpulan Data ...............................................................

  36 2.2 Kerangka Berpikir ............................................................................

  55 3.6.2 Penentuan Reliabilitas ....................................................................

  51 3.6.1.2 Uji Validitas Isi ...........................................................................

  51 3.6.1.1 Uji Validitas Kontruksi ...............................................................

  51 3.6.1 Penentuan Validitas ............... ........................................................

  49 3.6 Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen ..........................................

  47 3.5 Instrumen Penelitian .......................................................................

  46 3.4 Definisi Operasional ........................................................................

  46 3.3 Variabel Penelitian ...........................................................................

  45 3.2 Populasi dan Sampel ........................................................................

  45 3.1 Jenis Penelitian .................................................................................

  43 BAB III METODE PENELITIAN......................................................

  42 2.3 Hipotesis ..........................................................................................

  4.2.2.1 Pengaruh Penerapan Metode Inkuiri terhadap Prestasi Belajar .. 129 4.2.2.2 Pengaruh Penerapan Metode Inkuiri terhadap Kemampuan.......

  Berpikir Kritis Kategori Afektif Umum ...................................... 131

  4.3 Keterbatasan Penelitian ............................................................... 133

  BAB V KESIMPULAN DAN SARAN............................................... 134

  5.1 Kesimpulan ....................................................................................... 134

  5.2 Saran .................................................................................................. 136

  DAFTAR REFERENSI ........................................................................ 138

  

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Pengumpulan Data dan Instrumen ...........................................

  75 Tabel 18. Tabulasi Skor

  95 Tabel 30. Uji Kruskal Wallis Tes Berpikir Kritis Kognitif .....................

  93 Tabel 29. Uji Normalitas Aspek Eksplanasi ...........................................

  92 Tabel 28. Uji Normalitas Aspek Inferensi ........................................................

  91 Tabel 27. Uji Normalitas Aspek Evalusi.................................................

  90 Tabel 26. Uji Normalitas Aspek Analisis ...............................................

  87 Tabel 25. Uji Normalitas Aspek Interpretasi ..........................................

  85 Tabel 24. Uji Hipotesis Eksperimen dan Kontrol ...................................

  84 Tabel 23. Uji Normalitas Kenaikan Kontrol ...........................................

  81 Tabel 22. Uji Normalitas Kenaikan Eksperimen ....................................

  79 Tabel 21. Uji Hipotesis Prestasi Belajar Eksperimen .............................

  78 Tabel 20. Uji Normalitas Posttest Eksperimen .......................................

  76 Tabel 19. Uji Normalitas Pretest Eksperimen .........................................

  Posttest Afektif Umum Kontrol ...........................

  74 Tabel 17. Tabulasi Skor Pretest Afektif Umum Kontrol ........................

  49 Tabel 2. Kuesioner Afektif Umum .........................................................

  73 Tabel 16. Tabulasi Skor Posttest Afektif Umum Eksperimen ...............

  71 Tabel 15. Tabulasi Skor Pretest Afektif Umum Eksperiemen ................

  70 Tabel 14. Tabulasi Skor Posttes Kelompok Kontrol ...............................

  69 Tabel 13. Tabulasi Skor Pretest Kelompok Kontrol ...............................

  68 Tabel 12. Tabulasi Skor Posttest Kelompok Eksperimen......................

  59 Tabel 11. Tabulasi Skor Pretest Kelompok Eksperimen ......................

  59 Tabel 10. Konversi Nomor-nomor Soal................................................. .

  58 Tabel 9. Kisi-kisi Soal Dalam Instrument Test Objektif ........................

  58 Tabel 8. Kriteria Koefisien Reliabilitas ..................................................

  56 Tabel 7. Uji Reliabilitas .........................................................................

  54 Tabel 6. Uji Beda Soal Pilihan Ganda ....................................................

  52 Tabel 5. Uji Validitas Kelompok Soal B ................................................

  50 Tabel 4. Uji Validitas Kelompok Soal A ................................................

  50 Tabel 3. Kriteria Penyekoran Kuesioner ................................................

  96

  Tabel 31. Uji Rangking Berpikir Kritis...................................................

  97 Tabel 32. Uji Normalitas Pretest Afektif Umum Eksperimen ................ 100 Tabel 33. Uji Normalitas Posttest Afektif Umum Eksperimen ............... 101 Tabel 34. Uji Hipotesis Afektif Umum Kelompok Eksperimen ............ 103 Tabel 35. Uji Normalitas Kenaikan Afektif Umum Eksperimen ............ 106 Tabel 36. Uji Normalitas Kenaikan Afektif Umum Kontrol .................. 107 Tabel 37. Uji Hipotesis Afektif Umum Eksperimen dan Kontrol ........ 109 Tabel 38. Uji Normalitas Pernyataan I .................................................... 112 Tabel 39. Uji Normalitas Pernyataan 2 ................................................... 113 Tabel 40. Uji Normalitas Pernyataan 3 ................................................... 115 Tabel 41. Uji Normalitas Pernyataan 4 ................................................... 116 Tabel 42. Uji Normalitas Pernyataan 5 ................................................... 117 Tabel 43. Uji Normalitas Pernyataan 6 ................................................... 119 Tabel 44. Uji Normalitas Pernyataan 7 ................................................... 120 Tabel 45. Uji Normalitas Pernyataan 8 ................................................... 121 Tabel 46. Uji Normalitas Pernyataan 9 ................................................... 123 Tabel 47. Uji Kruskal Wallis Test Berpikir Kritis Kategori Afektif .... Umum ................................ ..................................................... 125 Tabel 48. Rangking Berpikir Kritis............................... .......................... 126

  

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Prinsip Kerja Pengungkit Jenis I ...........................................

  47 Gambar 17. Grafik Uji Normalitas Pretest Eksperimen .........................

  98 Gambar 30. Grafik Uji Normalitas Pretest Afektif Umum Eksperimen .

  98 Gambar 29. Grafik Kenaikan Aspek Pre ke Post PG ..............................

  94 Gambar 28. Grafik Kenaikan Masing-masing Aspek Kognitif .............

  93 Gambar 27. Grafik Uji Normalitas Aspek Eksplanasi ............................

  92 Gambar 26. Grafik Uji Normalitas Aspek Inferensi ..............................

  90 Gambar 25. Grafik Uji Normalitas Aspek Evaluasi................................

  89 Gambar 24. Grafik Uji Normalitas Aspek Analisis ................................

  88 Gambar 23. Grafik Uji Normalitas Aspek Interpretasi ..........................

  85 Gambar 22. Grafik Selisih Prestasi Belajar Eksperimen dan Kontrol ...

  83 Gambar 21. Grafik Rata-rata Kenaikan Kontrol .....................................

  82 Gambar 20. Grafik Rata-rata Kenaikan Eksperimen .............................

  79 Gambar 19. Grafik Kenaikan Pre ke Post Eksperimen ..........................

  77 Gambar 18. Grafik Uji Normalitas Posttest Eksperimen .......................

  44 Gambar 16.Varibel Penelitian .................................................................

  25 Gambar 2. Alat-alat Pengungkit Jenis I ..................................................

  41 Gambar 15. Proses Penyusunan Hipotesis ..............................................

  31 Gambar 14. Bagan Penelitian Sebelumnya .............................................

  31 Gambar 13. Gir .......................................................................................

  30 Gambar 12. Alat-alat Roda Berposos .....................................................

  30 Gambar 11. Katrol Blok Berganda ........................................................

  29 Gambar 10. Katrol Berganda .................................................................

  29 Gambar 9. Katrol Bebas .........................................................................

  28 Gambar 8. Katrol Tetap ..........................................................................

  27 Gambar 7. Alat-alat Bidang Miring ........................................................

  26 Gambar 6. Alat-alat Pengungkit Jenis III ................................................

  26 Gambar 5. Prinsip Kerja Pengungkit Jenis III ........................................

  26 Gambar 4. Alat-alat Pengungkit Jenis II .................................................

  25 Gambar 3. Prinsip Kerja Pengunkit Jenis II ............................................

  99

  Gambar 31. Grafik Uji Normalitas Posttest Afektif Umum Eksperimen 101 Gambar 32. Grafik Kenaikan Pre ke Post Afektif Umum ..................... 104 Gambar 33. Grafik Rata-rata Kenaikan Afektif Umum Eksperimen ...... 105 Gambar 34. Grafik Rata-rata Kenaikan Afektif Umum Kontrol ............ 107 Gambar 35. Grafik Selisih Afektif Umum Eksperimen dan Kontrol ..... 110 Gambar 36. Grafik Uji Normalitas Pernyataan1 .................................... 111 Gambar 37. Grafik Uji Normalitas Pernyataan 2 .................................... 113 Gambar 38. Grafik Uji Normalitas Pernyataan 3 .................................... 114 Gambar 39. Grafik Uji Normalitas Pernyataan 4 ................................... 115 Gambar 40. Grafik Uji Normalitas Pernyataan 5 .................................... 117 Gambar 41. Grafik Uji Normalitas Pernyataan 6 .................................... 118 Gambar 42. Grafik Uji Normalitas Pernyataan 7 .................................. . 119 Gambar 43. Grafik Uji Normalitas Pernyataan 8 ................................... 121 Gambar 44. Grafik Uji Normalitas Pernyataan 9 .................................... 122 Gambar 45. Grafik Kenaikan Masing-masing Pernyataan Berpikir.......

  Kritis ................................................................................... 126 Gambar 46. Grafik Kenaikan Masing-masing Pernyataan Pre ke Post... Afektif Umum ..................................................................... 127

                   

  

DAFTAR LAMPIRAN

  Lampiran 1. RPP Kelompok Eksperimen................................................. 142 Lampiran 2. RPP Kelompok Kontrol ....................................................... 156 Lampiran 3. LKS Kelompok Eksperimen yang sudah terisi siswa........... 161 Lampiran 4. LKS Kelompok Kontrol yang sudah terisi siswa................. 177 Lampiran 5. Hasil Uji Validitas ............................................................... 187 Lampiran 6. Hasil Uji Reliabilitas .......................................................... 194 Lampiran 7. Hasil Uji Beda .................................................................... 196 Lampiran 8. Soal Pretest dan Posttest Kelompok Eksperimen yang....... sudah terisi siswa ................................................................ 198 Lampiran 9. Soal Pretest dan Posttest Kelompok Kontrol yang.............. sudah terisi siswa ................................................................ 209 Lampiran 10. Kuesioner Pretest dan Posttest Berpikir Kritis..................

  Kategori Afektif Umum Kelompok Eksperimen yang....... sudah terisi siswa ............. ................................................ 220 Lampiran 11. Kuesioner Pretest dan Posttest Berpikir Kritis..................

  Kategori Afektif Umum Kelompok Kontrol yang............. sudah terisi siswa .............. .............................................. . 223 Lampiran 12. Hasil Analisis Data Penelitian .......................................... 226 Lampiran 13. Foto Kegiatan Belajar Siswa ........................................... 235 Lampiran 14. Surat Izin Penelitian ......................................................... 241 Lampiran 15. Surat Izin Melakukan Penelitian ...................................... 243 Lampiran 16. Daftar Riwayat Hidup ..................................................... . 245

BAB I PENDAHULUAN Bab ini berisi uraian mengenai lima hal, yaitu: (1) latar belakang, (2)

  rumusan masalah, (3) tujuan penelitian, (4) manfaat penelitian, dan (5) sistematika penyajian. Kelima hal tersebut akan dijelaskan dalam subbab-subbab berikut.

1.1 Latar Belakang

  Pendidikan dan pengajaran adalah salah satu usaha yang bersifat sadar tujuan yang dengan sistematis terarah pada perubahan tingkah laku menuju ke kedewasaan anak didik (Sardiman, 2007:12). Dengan demikian, pendidikan mempunyai peran yang amat penting dalam mengantarkan siswa agar dapat berkembang secara optimal. Perkembangan dalam bidang pendidikan diharapkan sesuai dengan kebutuhan manusia, sehingga generasi yang akan datang mempunyai kemampuan untuk berkembang sesuai dengan zamannya.

  Sesuai bunyi UUSPN 1989 dalam Darmojo dan Jenny (1992/1993:6), secara umum pendidikan yang diselenggarakan di Sekolah Dasar mempunyai tujuan untuk mengembangkan sikap dan kemampuan serta memberikan pengetahuan dan keterampilan dasar yang diperlukan untuk hidup dalam masyarakat serta mempersiapkan peserta didik mengikuti pendidikan menengah. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan pendidikan dan pengajaran dari berbagai disiplin ilmu.

  Salah satu disiplin ilmu tersebut adalah IPA.

  Dalam pembelajaran di kelas, guru bertanggung jawab untuk mendampingi dan menyampaikan materi pembelajaran kepada siswa. Guru perlu memperhatikan dan memikirkan korelasi antara mata pelajaran yang disampaikan kepada siswa dengan praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari. Idealnya, dalam pembelajaran IPA guru dituntut untuk dapat mengajak siswanya memanfaatkan alam sekitar sebagai sumber belajar. Di samping itu, guru diharapkan mampu membimbing siswa berlatih menemukan sendiri konsep atau prinsip dari pembelajaran yang dilakukan. Hal ini dikarenakan pengalaman dan pengetahuan siswa akan tersimpan lebih lama apabila siswa terbiasa dilatih untuk mengalami atau berproses menemukan sendiri dari apa yang dipelajari.

  Berdasarkan observasi yang dilakukan, dalam pembelajaran IPA tak jarang guru mengajar menggunakan metode tradisional. Misalnya penerapan metode ceramah yang mendominasi pembelajaran. Di samping itu, muncul kecenderungan bahwa saat mengajar guru hanya mentransfer saja pengetahuan yang terdapat dalam buku teks dan siswa bertugas untuk menghafalnya. Pada dasarnya buku teks memang penting, apa yang terdapat dalam buku teks merupakan “Produk” dari IPA itu sendiri. Di sisi lain dari IPA yang tidak kalah pentingnya yakni dimensi “Proses”. Dimensi proses inilah yang justru sangat penting dalam menunjang proses perkembangan siswa secara utuh, karena melibatkan segenap aspek anak yang meliputi aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Melalui dimensi proses siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan tetapi juga memperoleh kemampuan untuk menggali sendiri pengetahuan dari alam bebas, sehingga kegiatan belajar yang dilakukan menjadi lebih bermakna.

  Apabila guru tidak mengadakan perubahan terhadap metode mengajarnya, akan tercipta proses pembelajaran yang tidak kondusif. Misalnya siswa kurang tertarik dalam mengikuti pelajaran, keadaan kelas menjadi ramai, motivasi belajar menjadi berkurang, yang pada akhirnya akan berpengaruh pada prestasi belajar siswa. Jika guru ingin meningkatkan prestasi belajar siswa, tentunya harus berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran yang dilakukan. Maka guru harus memahami karakteristik materi, peserta didik, dan pemilihan metode pembelajaran yang tepat. Pada mata pelajaran IPA materi pesawat sederhana dapat menggunakan metode inkuiri. Menurut Sanjaya, metode inkuiri adalah rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses berpikir secara kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan.

  Dalam penelitian ini diharapkan metode inkuiri dapat berpengaruh positif terhadap prestasi belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa. Untuk itu peneliti mengambil judul Pengaruh Penerapan Metode Inkuiri Terhadap Prestasi Belajar Dan Berpikir Kritis Kategori Afektif Umum Pada Mata Pelajaran IPA SDK Sorowajan. Penelitian ini dibatasi pada mata pelajaran IPA kelas V, materi pokok pesawat sederhana di semester genap dengan standar kompetensi 5, yakni “Memahami hubungan antara gaya, gerak, dan energi, serta fungsinya” dan kompetensi dasar 5.2, yakni “Menjelaskan pesawat sederhana yang dapat membuat pekerjaan lebih mudah dan lebih cepat”. Variabel penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode inkuiri sebagai variabel independen, sedangkan prestasi belajar dan kemampuan berpikir kritis kategori afektif umum sebagai variabel dependen. Metode pembelajaran yang digunakan adalah metode inkuiri terbimbing, sedangkan metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif termasuk penelitian Quasi-experimental design tipe

  non-equivalent control group design .

  1.2 Rumusan Masalah

  Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah di atas, permasalahan penelitian yang muncul dapat dirumuskan sebagai berikut:

  1. Bagaimana pengaruh penerapan metode inkuiri pada mata pelajaran

  IPA materi pesawat sederhana terhadap prestasi belajar siswa kelas V SDK Sorowajan Yogyakarta di semester genap tahun pelajaran 2010/2011?

  2. Bagaimana pengaruh penerapan metode inkuiri pada mata pelajaran

  IPA materi pesawat sederhana terhadap kemampuan berpikir kritis kategori afektif umum siswa kelas V SDK Sorowajan Yogyakarta di semester genap tahun pelajaran 2010/2011?

  1.3 Tujuan Penelitian

  Berdasarkan pada permasalahan yang telah dirumuskan, maka penulis menentukan tujuan utama penelitian ini adalah:

  1. Mengetahui pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap prestasi belajar pada mata pelajaran IPA materi pesawat sederhana siswa kelas

  V SDK Sorowajan Yogyakarta di semester genap tahun pelajaran 2010/2011.

  2. Mengetahui pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap kemampuan berpikir kritis kategori afektif umum pada mata pelajaran IPA materi pesawat sederhana siswa kelas V SDK Sorowajan Yogyakarta di semester genap tahun pelajaran 2010/2011.

1.4 Manfaat Penelitian

  Manfaat yang dapat diperoleh dalam penelitian ini adalah:

  1. Bagi Peneliti

  a. Memberikan pengalaman langsung bagi peneliti tentang efektifitas pembelajaran IPA menggunakan metode inkuiri.

  b. Menjadi bekal bagi peneliti dalam melakukan tugas mengajar.

  2. Bagi Sekolah

  a. Hasil penelitian ini dapat dijadikan referensi tambahan bagi perpustakaan sekolah.

  3. Bagi Guru

  a. Dapat menambah referensi, pengalaman dan keterampilan bagi guru dalam merancang pembelajaran dengan metode inkuiri.

  b. Dapat mengoptimalkan profesionalisme guru dalam mengajar.

  4. Bagi Siswa

  a. Membantu siswa untuk meningkatkan prestasi belajar dan kemampuan berpikir kritis kategori afektif umum.

  b. Siswa dapat memperoleh pengalaman belajar menggunakan metode inkuiri.

1.5 Sistematika Penyajian

  Penulisan skripsi ini disajikan dengan sistematika penyajian sebagai berikut:

  Bab I membahas pendahuluan yang berisi latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan sistematika penyajian. Bab II membahas landasan teori yang berisi kajian pustaka, teori-teori yang relevan, kerangka berpikir, dan hipotesis. Bab III membahas metode penelitian yang berisi jenis penelitian, populasi dan sampel, variabel penelitian, definisi operasional, instrumen penelitian, uji validitas dan reliabilitas instrumen, teknik pengumpulan data, dan teknik analisis data. Bab IV membahas hasil penelitian dan pembahasan yang berisi deskripsi data, analisis data, pengujian hipotesis, dan pembahasan hasil penelitian. Bab V membahas kesimpulan dan saran yang berisi kesimpulan dari penelitian dan saran bagi penelitian selanjutnya.

BAB II LANDASAN TEORI Bab ini

  berisi uraian mengenai tiga hal, yaitu:

  (1)

  kajian pustaka meliputi teori-teori yang relevan dengan penelitian seperti metode inkuiri, metode inkuiri terbimbing, ilmu pengetahuan alam, pesawat sederhana, berpikir kritis, dan prestasi belajar. Selain itu akan dibahas pula hasil penelitian sebelumnya.

  (2)

  kerangka berpikir, dan ( 3 ) hipotesis.   Ketiga hal tersebut akan dijelaskan dalam subbab-subbab berikut.

2.1 Kajian Pustaka

2.1.1 Teori-teori yang relevan

  2.1.1.1 Metode Inkuiri

  2.1.1.1.1 Pengertian Metode Inkuiri Suryosubroto dalam Trianto (2009:166) menjelaskan bahwa inkuiri berasal dari bahasa Inggris   inquiry yang berarti pertanyaan, pemeriksaan, atau penyelidikan. Menurut Sanjaya (2006:194) dijelaskan bahwa metode inkuiri merupakan rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan proses berpikir secara kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan sendiri dari suatu masalah yang dipertanyakan. Dalam hal ini proses berpikir kritis dapat dilakukan melalui tanya jawab antara guru dengan siswa. Adapun dasar dari pembelajaran ini adalah heuristic, yang berasal dari bahasa Yunani yaitu heuriskein yang artinya saya menemukan.

  2.1.1.1.2 Ciri-ciri Pembelajaran Berbasis Metode Inkuiri  Sanjaya (2006, 194-195) menjelaskan beberapa hal yang menjadi ciri utama strategi pembelajaran inkuiri, antara lain:

  1) Strategi inkuiri menekankan aktivitas siswa secara maksimal untuk mencari dan menemukan. Dalam strategi ini, siswa sebagai subjek belajar. Siswa tidak hanya berperan sebagai penerima pelajaran, tetapi siswa dapat menemukan sendiri inti dari materi pelajaran. 2) Seluruh aktivitas yang dilakukan siswa diarahkan untuk mencari dan menemukan jawaban sendiri dari sesuatu yang dipertanyakan, sehingga diharapkan dapat menumbuhkan sikap percaya diri siswa.

  3) Tujuan dari penggunaan strategi pembelajaran inkuiri adalah mengembangkan kemampuan berpikir secara sistematis, logis, kritis, atau mengembangkan kemampuan intelektual siswa.

  Sanjaya juga menjelaskan bahwa metode pembelajaran inkuiri merupakan bentuk dari pendekatan yang berorientasi kepada siswa. Hal ini dikarenakan dalam metode ini siswa memegang peran yang sangat dominan dalam proses pembelajaran. Metode pembelajaran inkuiri akan efektif jika:

  1. Siswa dapat menemukan sendiri jawaban dari suatu permasalahan yang ingin dipecahkan.

  2. Bahan pelajaran yang akan diajarkan tidak berbentuk fakta atau konsep yang sudah jadi, akan tetapi sebuah kesimpulan yang perlu pembuktian.

  3. Pembelajaran berangkat dari rasa ingin tahu siswa terhadap sesuatu.

  4. Guru mengajar pada sekelompok siswa yang rata-rata memiliki kemauan dan kemampuan berpikir.

  5. Jumlah siswa yang belajar tak terlalu banyak sehingga bisa dikendalikan guru.

  6. Guru memiliki waktu yang cukup untuk menggunakan pendekatan yang berpusat pada siswa.

  2.1.1.1.3 Prinsip-prinsip Penggunaan Strategi Pembelajaran Inkuiri Sanjaya (2006:197) menjelaskan ada lima prinsip yang harus diperhatikan oleh setiap guru saat melakukan metode pembelajaran inkuiri, yakni:

  1. Berorientasi pada pengembangan intelektual Tujuan utama dari metode inkuiri adalah pengembangan kemampuan berpikir. Dengan demikian, metode pembelajaran ini selain berorientasi kepada hasil belajar juga berorientasi pada proses belajar. Karena itu, kriteria keberhasilan dari proses pembelajaran dengan menggunakan metode inkuiri bukan ditentukan oleh sejauh mana siswa dapat menguasai materi pelajaran, akan tetapi sejauh mana siswa beraktivitas mencari dan menemukan sesuatu.

  2. Prinsip Interaksi Proses pembelajaran merupakan proses interaksi baik antar siswa, antara guru dengan siswa, bahkan antara siswa dengan lingkungan. Pembelajaran sebagai proses interaksi berarti menempatkan guru bukan sebagai sumber belajar, melainkan sebagai pengatur lingkungan atau pengatur interaksi itu sendiri. Guru perlu mengarahkan siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikirnya melalui interaksi mereka.

  3. Prinsip Bertanya Peran guru dalam metode pembelajaran inkuiri adalah sebagai penanya. Sebab, kemampuan siswa untuk menjawab setiap pertanyaan pada dasarnya sudah merupakan sebagian dari proses berpikir. Oleh karena itu, kemampuan guru untuk bertanya dalam setiap langkah inkuiri sangat diperlukan.

  4. Prinsip Belajar untuk Berpikir Belajar bukan hanya mengingat sejumlah fakta, akan tetapi belajar adalah proses berpikir (learning how to think), yakni proses mengembangkan potensi seluruh otak. Pembelajaran berpikir adalah pemanfaatan dan penggunaan otak secara maksimal.

  5. Prinsip Keterbukaan Belajar adalah suatu proses mencoba berbagai kemungkinan.

  Oleh karena itu, anak perlu diberikan kebebasan untuk mencoba sesuai dengan perkembangan kemampuan logika dan nalarnya. Tugas guru adalah menyediakan ruang dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan hipotesis dan secara terbuka membuktikan kebenaran hipotesis yang diajukan. 

  2.1.1.1.4 Langkah-langkah Pelaksanaan Metode Inkuiri Menurut Sanjaya (2006:199-203), secara umum langkah-langkah proses pembelajaran dengan menggunakan metode inkuri sebagai berikut:

  a. Orientasi Langkah orientasi adalah langkah untuk membina suasana atau iklim pembelajaran yang responsif. Pada langkah ini guru mengkondisikan agar siswa siap melaksanakan proses pembelajaran. Guru merangsang dan mengajak siswa untuk berpikir memecahkan masalah.

  b. Merumuskan masalah Merumuskan masalah adalah langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang mengandung teka-teki. Teka-teki dalam rumusan masalah yang ingin dikaji disebabkan masalah itu tentu ada jawabannya, dan siswa didorong untuk mencari jawaban yang tepat. Proses mencari jawaban itulah yang sangat penting dalam metode inkuiri. Oleh sebab itu, melalui proses tersebut siswa akan memperoleh pengalaman yang sangat berharga sebagai upaya mengembangkan mental melalui proses berpikir. Dengan demikian, teka-teki yang menjadi masalah dalam berinkuiri adalah teka-teki yang mengandung konsep yang jelas yang harus dicari dan ditemukan.

  c. Merumuskan hipotesis Hipotesis adalah jawaban sementara dari suatu permasalahan yang sedang dikaji. Sebagai jawaban sementara, hipotesis perlu diuji kebenarannya. Salah satu cara yang dapat dilakukan guru untuk mengembangkan kemampuan menebak (berhipotesis) pada setiap anak adalah dengan mengajukan berbagai pertanyaan yang dapat mendorong siswa untuk dapat merumuskan jawaban sementara atau dapat merumuskan berbagai perkiraan kemungkinan jawaban dari suatu permasalahan yang dikaji. Perkiraan sebagai hipotesis harus memiliki landasan berpikir kokoh, sehingga hipotesis yang dimunculkan itu bersifat rasional dan logis.

  d. Mengumpulkan data Mengumpulkan data adalah aktivitas menjaring informasi yang dibutuhkan untuk menguji hipotesis yang diajukan.

  Pembelajaran dengan menggunakan inkuiri, mengumpulkan data merupakan proses mental yang sangat penting dalam pengembangan intelektual. Proses pengumpulan data bukan hanya memerlukan motivasi yang kuat dalam belajar, akan tetapi juga membutuhkan ketekunan dan kemampuan menggunakan potensi berpikirnya. Oleh sebab itu, tugas dan peran guru dalam tahapan ini adalah mengajukan pertanyaan yang dapat mendorong siswa untuk berpikir mencari informasi yang dibutuhkan.

  e. Menguji hipotesis Menguji hipotesis adalah proses menentukan jawaban yang dianggap diterima sesuai dengan data atau informasi yang diperoleh berdasarkan pengumpulan data. Hal terpenting dalam menguji hipotesis adalah mencari tingkat keyakinan siswa atas jawaban yang diberikan. Menguji hipotesis juga berarti mengembangkan kemampuan berpikir rasional artinya kebenaran jawaban yang diberikan bukan hanya berdasarkan argumentasi, akan tetapi harus didukung oleh data yang ditemukan dan dapat dipertanggungjawabkan.

  f. Merumuskan kesimpulan Merumuskan kesimpulan adalah proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil pengujian hipotesis.

  Merumuskan kesimpulan merupakan puncak proses pembelajaran. Untuk mencapai kesimpulan yang akurat sebaiknya guru mampu menunjukkan pada siswa data mana yan relevan. Gulo (2002) dalam Trianto (2009:168-169) menyatakan, dalam pembelajaran inkuiri diperlukan kemampuan sebagai berikut: a. Mengajukan pertanyaan atau permasalahan

  Kegiatan inkuiri dimulai ketika pertanyaan atau permasalahan diajukan. Kegiatan tersebut dilakukan untuk meyakinkan bahwa pertanyaan sudah jelas, pertanyaan tersebut dituliskan di papan tulis, kemudian siswa diminta untuk merumuskan hipotesis.

  b. Merumuskan hipotesis Hipotesis adalah jawaban sementara atas pertanyaan atau solusi permasalahan yang dapat diuji dengan data. Untuk memudahkan proses ini, guru menanyakan kepada siswa gagasan mengenai hipotesis yang mungkin. Dari semua gagasan yang ada, dipilih salah satu hipotesis yang relevan dengan permasalahan yang diberikan.

  c. Mengumpulkan data Hipotesis digunakan untuk menuntun proses pengumpulan data. Data yang dihasilkan dapat berupa tabel, matrik, atau grafik.

  d. Analisis data Siswa bertanggung jawab menguji hipotesis yang telah dirumuskan dengan menganalisis data yang telah diperoleh.

  Faktor penting dalam menguji hipotesis adalah pemikiran ‘benar’ atau ‘salah’. Setelah memperoleh kesimpulan dari data percobaan, siswa dapat menguji hipotesis yang telah dirumuskan.

  e. Membuat kesimpulan Langkah penutup dari pembelajaran inkuiri adalah membuat kesimpulan sementara berdasarkan data yang diperoleh siswa.

  Penulis mengambil tujuh langkah untuk keperluan penelitian ini. Langkah-langkah pelaksanaan metode inkuiri tersebut adalah sebagai berikut:

  1) Orientasi Beberapa hal yang dapat dilakukan pada tahap orientasi adalah: a) Membagi siswa dalam beberapa kelompok.

  b) Menyampaikan beberapa masalah aktual yang berhubungan dengan materi yang akan diajarkan.

  c) Membagikan LKS tentang materi yang akan diajarkan.

  d) Menjelaskan media dan alat-alat yang akan digunakan dalam pembelajaran.

  e) Memberikan motivasi kepada siswa agar terlibat aktif dalam pembelajaran.

  2) Merumuskan Masalah Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam merumuskan masalah adalah sebagai berikut: a) Masalah hendaknya dirumuskan sendiri oleh siswa. b) Masalah yang dikaji adalah masalah yang mengandung teka-teki yang jawabannya pasti yaitu “Ya” dan “Tidak”.

  c) Konsep-konsep dalam masalah adalah konsep-konsep yang sudah diketahui terlebih dahulu oleh siswa.

  Beberapa hal yang dapat dilakukan pada tahap merumuskan masalah adalah: a) Membimbing siswa agar dapat merumuskan permasalahan sendiri.

  b) Memberikan dorongan kepada siswa untuk menemukan jawaban sendiri.

  c) Membantu siswa dalam mengkaji teori, konsep, atau prinsip.

  3) Merumuskan Hipotesis Beberapa hal yang dapat dilakukan pada tahap merumuskan hipotesis adalah: a) Memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan berbagai jawaban yang mungkin.

  b) Membimbing siswa untuk dapat menentukan jawaban- jawaban yang relevan saja.

  c) Membimbing siswa untuk memilih jawaban terbaik sebagai hipotesis.

  4) Melakukan Eskperimen Beberapa hal yang dapat dilakukan pada tahap melakukan eksperimen adalah: a) Membimbing siswa untuk melakukan langkah-langkah dalam melakukan percobaan.

  b) Membimbing siswa untuk mengurutkan langkah-langkah percobaan.

  c) Membimbing siswa untuk mendapatkan data-data melalui percobaan.

  d) Memberikan kesempatan kepada masing-masing kelompok untuk menganalisis data.

  e) Menarik Kesimpulan. 5) Menarik Kesimpulan

  Beberapa hal yang dapat dilakukan pada tahap menarik kesimpulan adalah: a) Membimbing siswa untuk menarik kesimpulan.

  b) Merancang solusi atas permasalahan yang mereka hadapi.

  c) Mendiskusikan alasan memilih solusi tersebut. 6) Mempresentasikan Hasil

  Beberapa hal yang dapat dilakukan pada tahap mempresentasikan hasil adalah: a) Membimbing siswa untuk menyiapkan laporan kelompok dengan langkah-langkah yang urut.

  b) Memberikan kesempatan kepada kelompok untuk mempresentasikan hasil di depan kelas.

  c) Memberikan pengayaan kepada siswa .

  7) Mengevaluasi Beberapa hal yang dapat dilakukan pada tahap mengevaluasi adalah: a) Mengevaluasi seluruh proses inkuiri kelompok.

  b) Mengevaluasi apakah kesimpulan sudah sesuai dengan alasan.

  c) Mengevaluasi apakah solusi sudah tepat sesuai rumusan masalah.

  d) Mendiskusikan apa saja yang perlu diperbaiki.

  2.1.1.1.5 Keunggulan Metode Inkuiri Sanjaya (2006:206) menjelaskan keunggulan metode inkuiri adalah sebagai berikut: 1) Strategi pembelajaran inkuiri merupakan strategi pembelajaran yang menekankan pengembangan aspek kognitif, afektif, dan psikomotor secara seimbang, sehingga pembelajaran melalui strategi ini dianggap lebih bermakna.

  2) Strategi pembelajaran inkuiri dapat memberikan ruang kepada siswa untuk belajar sesuai dengan gaya belajar mereka.

  3) Strategi pembelajaran inkuiri merupakan strategi yang dianggap sesuai dengan perkembangan psikologi belajar modern yang menganggap belajar adalah proses perubahan tingkah laku berkat adanya pengalaman.

  4) Keuntungan lain adalah strategi pembelajaran ini dapat melayani kebutuhan siswa yang memiliki kemampuan di atas rata-rata. Artinya, siswa yang memiliki kemampuan belajar bagus tidak akan terhambat oleh siswa yang lemah dalam belajar.

  2.1.1.1.6 Jenis Metode Inkuiri Ada berbagai jenis metode inkuiri (Amien, 1988:137), yaitu:

  Guided Discovery-Inquiry -

  Guru memberikan bimbingan atau petunjuk yang cukup luas kepada siswa. Sebagian perencanaan dilaksanakan oleh guru.

  Siswa tidak merumuskan problem. Petunjuk yang cukup luas tentang bagaimana menyusun dan mencatat diberikan oleh guru.

  Modified Inquiry -

  Guru hanya memberikan problem saja dan siswa diberikan kemerdekaan untuk memecahkan problem tersebut melalui pengamatan, eksplorasi atau prosedur penelitian untuk memperoleh jawabannya. Guru merupakan nara sumber yang memberikan bantuan yang diperlukan supaya siswa dapat berpikir dan menemukan cara-cara penelitian yang tepat. Guru dapat memberikan pertanyaan yang dapat membantu siswa mengerti arah dari suatu problem.

  • Free Inquiry Siswa mengidentifikasi dan merumuskan problem yang dipelajari.

  Pertanyaan yang dapat mengarahkan siswa ke free inquiry adalah:

  Anda telah mempelajari mengenai eksperimen ini, dari eksperimen tersebut, apakah yang dapat anda pikirkan?

  Invitation into Inquiry -

  Melibatkan siswa dalam proses pemecahan problem yang caranya serupa dengan cara-cara yang umum diikuti oleh para ilmuwan yaitu meliputi merancang eksperimen, merumuskan hipotesis, menetapkan kontrol, menentukan sebab akibat, menginterpretasi data, menentukan kesimpulan dalam merencanakan percobaan dan mengenal bagaimana kesalahan eksperimen dapat diperkecil.

  Inquiry Role Approach -

  Merupakan kegiatan proses belajar yang melibatkan siswa dalam tim-im yang masing-masing terdiri dari 4 anggota untuk memecahkan Invitation Into Inquiry. Anggota tim bekerjasama untuk memecahkan problem yang berkaitan dengan topik yang dipelajari. Masing-masing anggota tim mempunyai peranan sebagai: team coordinator, technical advisor. Data recorder dan

  process valuator .

  Jenis metode inkuiri yang lebih cocok untuk siswa pendidikan dasar dan menengah adalah inkuiri terbimbing sehingga model inkuiri yang digunakan dalam penelitian ini (yang diperuntukkan untuk siswa SD) adalah Guided Discovery–Inquiry atau Metode Inkuiri Terbimbing.

  2.1.1.2 Metode Inkuiri Terbimbing Menurut Herdian (2010) metode inkuiri terbimbing adalah metode di mana guru membimbing siswa melakukan kegiatan dengan memberi pertanyaan awal dan mengarahkan siswa pada suatu diskusi. Dalam pembelajarannya siswa dituntut untuk menemukan konsep melalui petunjuk dari guru. Petunjuk tersebut pada umumnya berupa pertanyaan yang membimbing. Dengan metode ini siswa belajar lebih berorientasi pada bimbingan dan petunjuk dari guru hingga siswa dapat memahami konsep-konsep materi pembelajaran.

  Pada tahap awal, guru banyak memberikan bimbingan, kemudian pada tahap berikutnya, bimbingan tersebut dikurangi, sehingga siswa mampu melakukan proses inkuiri secara mandiri. Bimbingan yang diberikan dapat berupa pertanyaan, lembar kerja siswa yang terstruktur dan diskusi multi arah yang dapat menggiring siswa agar memahami konsep pelajaran. Selama berlangsungnya proses belajar guru harus memantau kelompok diskusi siswa, sehingga guru dapat mengetahui dan memberikan petunjuk-petunjuk yang diperlukan oleh siswa.

  Pada metode inkuiri terbimbing siswa dihadapkan pada tugas-tugas yang relevan untuk diselesaikan baik melalui diskusi kelompok maupun secara individual agar siswa mampu menyelesaikan masalah dan menarik suatu kesimpulan secara mandiri. Siswa memerlukan bantuan dari guru untuk mengembangkan kemampuannya memahami pengetahuan baru. Dalam hal ini siswa harus berusaha mengatasi sendiri kesulitan-kesulitan yang dihadapi tetapi pertolongan guru tetap diperlukan.

  1.1.1.3 Ilmu Pengetahuan Alam

  1.1.1.3.1 Pengertian Ilmu Pengetahuan Alam Darmodjo dan Kaligis (1992/1993:3) menjelaskan bahwa, dilihat dari segi istilah yang digunakan IPA berarti “ Ilmu” tentang

  “Pengetahuan Alam”. “ Ilmu” artinya suatu pengetahuan yang benar. Pengetahuan yang benar artinya pengetahuan yang dibenarkan menurut tolok ukur kebenaran ilmu, yaitu rasional dan objektif.

  Sedangkan pengetahuan alam adalah pengetahuan tentang alam semesta dengan segala isinya. Jadi secara singkat IPA adalah “Pengetahuan yang rasional dan objektif tentang alam semesta dengan segala isinya”.

  2.1.1.3.2 Alasan Mengajarkan Ilmu Pengetahuan Alam Menurut pakar-pakar IPA dari UNESCO tahun 1983 dalam

  Darmodjo dan Kaligis (1992/1993:6) dijelaskan pentingnya mengajarkan IPA adalah sebagai berikut:

  1. Menolong anak didik untuk dapat berpikir logis terhadap kejadian sehari-hari dan memecahkan masalah sederhana yang dihadapinya.

  2. Menolong dan meningkatkan kualitas hidup manusia karena banyak aplikasinya dalam teknologi.

  3. Membantu secara positif pada anak-anak untuk dapat memahami mata pelajaran lain terutama bahasa dan matematika.

  4. Di banyak negara, Sekolah Dasar merupakan pendidikan yang terminal untuk anak-anak, ini berarti hanya selama di SD itulah mereka mendapat kesempatan mengenal lingkungannya secara logis dan sistematis.

  5. IPA, di SD dapat benar-benar menyenangkan.

  2.1.1.3.3 Hakikat Ilmu Pengetahuan Alam Dalam proses pembelajaran IPA haruslah terkandung tiga dimensi, yakni dimensi proses, produk, dan pengembangan sikap.

  a. IPA sebagai Proses Yang dimaksud dengan “Proses” adalah proses mendapatkan

  IPA yakni melalui metode ilmiah. Jadi proses IPA itu tidak lain adalah metode ilmiah. Untuk anak usia SD, metode ilmiah dikembangkan secara bertahap dan berkesinambungan dengan harapan pada akhirnya akan terbentuk suatu paduan yang utuh sehingga anak SD dapat melakukan penelitian sederhana.

  b. IPA sebagai Produk Bentuk ilmu pengetahuan alam sebagai produk adalah fakta, konsep, prinsip, dan teori IPA.

  c. IPA sebagai Pengembangan Sikap Sikap di sini dibatasi pada sikap ilmiah terhadap alam sekitar.

  Menurut Harlen (1987) dalam Darmodjo dan Kaligis setidaknya ada 9 aspek sikap ilmiah yang dapat dikembangkan pada anak usia SD, yaitu sikap ingin tahu, sikap ingin mendapatkan sesuatu yang baru, sikap kerja sama, sikap tidak putus asa, sikap tidak berprasangka, sikap mawas diri, sikap bertanggung jawab, sikap berpikir bebas, dan sikap kedisiplinan diri.

  2.1.1.3.4 Cara Belajar Ilmu Pengetahuan Alam Mengajar dan belajar merupakan suatu proses yang tidak dapat dipisahkan. Suatu pengajaran akan berhasil apabila terjadi proses mengajar dan belajar yang harmonis. Menurut Richardson (1957) dalam Darmodjo dan Kaligis (1992/1993:12) menjelaskan bahwa ada tujuh prinsip dalam proses belajar mengajar agar pengajaran IPA dapat berhasil yakni prinsip keterlibatan secara aktif, prinsip belajar berkesinambungan, prinsip motivasi, prinsip multi saluran, prinsip penemuan, prinsip totalitas, dan prinsip perbedaan individual.

  2.1.1.4 Pesawat Sederhana

  2.1.1.4.1 Pengertian Pesawat Sederhana Hermana (2009:121) menjelaskan bahwa pesawat sederhana merupakan alat yang dapat membantu dan memudahkan pekerjaan manusia.

  2.1.1.4.2 Tujuan Pesawat Sederhana Hermana (2009:122) menjelaskan pula tujuan menggunakan pesawat sederhana adalah:

  1. Mengubah energi

  2. Mengubah arah gaya

  3. Memindahkan energi

  4. Menghemat energi

  5. Menghemat waktu

  6. Memudahkan pekerjaan manusia

  2.1.1.4.3 Jenis Pesawat Sederhana Damayanti (2010:26-36) menjelaskan bahwa berdasarkan prinsip kerjanya, pesawat sederhana dibagi menjadi lima jenis, yaitu:

  1. Pengungkit atau tuas Ada tiga jenis pengungkit yang dibedakan berdasarkan letak titik tumpu, titik beban dan titik kuasa, yaitu a. Pengungkit Jenis Pertama (I)

  Pada pengungkit jenis pertama, titik tumpu terletak antara titik beban dan titik kuasa. Contoh alat yang menerapkan prinsip kerja pengungkit jenis pertama antara lain gunting, pencabut paku, jungkat jungkit dan pemotong kuku.

  TB TT TK

  

Gambar 1. Prinsip Kerja Pengungkit Jenis I Azmiyawati, 2008:99 Gambar 2. Alat-alat Pengungkit Jenis I b. Pengungkit Jenis Kedua (II) Pada pengungkit jenis kedua, titik beban terletak antara titik kuasa dan titik tumpu. Contoh alat yang menerapkan prinsip kerja pengungkit jenis kedua antara lain gerobak roda satu, mesin pemotong kertas, pemecah biji-bijian dan alat pembuka tutup botol.

  TK TB TT

  

Gambar 3. Prinsip Kerja Pengungkit Jenis II

Azmiyawati, 2008:100

   Gambar 4. Alat-alat Pengungkit Jenis II

  c. Pengungkit Jenis Ketiga (III) Pada pengungkit jenis ketiga, titik kuasa terletak antara titik tumpu dan titik beban. Contoh alat yang menerapkan prinsip kerja pengungkit jenis ketiga antara lain pinset, dan sekop. TT TK TB

  Gambar 5. Prinsip Kerja Pengungkit Jenis III Azmiyawati, 2008:100 Gambar 6. Alat-alat Pengungkit Jenis III

  Bagian – bagian pengungkit atau tuas antara lain:

  a) Beban Beban adalah gaya yang terdapat pada benda.

  b) Kuasa Kuasa adalah gaya yang terdapat pada pengungkit.

  c) Titik Beban (TB) Titik beban (TB) adalah titik tempat beban bekerja.

  d) Titik Kuasa Titik kuasa (TK) adalah titik tempat kuasa bekerja.

  e) Titik Tumpu Titik Tumpu (TP) adalah titik tempat batang menumpu.

  f) Lengan Beban Lengan beban adalah jarak antara titik tumpu dan titik beban.

  g) Lengan Kuasa Lengan kuasa adalah jarak antara titik tumpu dengan titik kuasa

  2. Bidang miring Bidang miring adalah alat bantu yang permukaannya dibuat miring. Tujuan penggunaan bidang miring adalah untuk mempermudah seseorang memindahkan suatu benda. Beberapa alat yang menggunakan prinsip kerja bidang miring di antaranya tangga, sekrup, alat bor, pisau, kapak dan alat yang dimiringkan.

  Azmiyawati, 2008:102 Gambar 7. Alat-alat Bidang Miring

  3. Katrol Katrol adalah roda yang berputar pada porosnya dengan bagian berongga di sepanjang sisinya untuk tempat tali atau rantai.

  Prinsip kerja katrol sama dengan pengungkit, yaitu memiliki tiga titik, titik tumpu, titik beban, dan titik kuasa. Berdasarkan jenisnya ada empat macam katrol, yaitu:

  a. Katrol Tetap Katrol tetap adalah katrol yang dipasang pada tempat tertentu dengan posisi tetap. Penggunaan katrol tetap akan mengubah arah gaya, yaitu gaya ke atas diubah menjadi arah ke bawah. Contoh alat yang menerapkan prinsip kerja katrol tetap antara lain pada tiang bendera, sangkar burung, dan sumur timba.

  

A Azmiyawati, 20 008:102

Ga ambar 8. Katr rol Tetap

  b. Kat trol Bebas at tau Lepas Kat trol bebas a atau lepas a dalah katrol l yang dapa at bergerak beb bas dan dap pat dipindah h-pindahkan n. Katrol be ebas biasa dile etakkan pada a tali atau r rantai. Beba an yang aka an diangkat lang gsung digan ntungkan pa ada katrolny ya. Pada kat trol bebas, arah h kuasa sela alu menuju ke atas dan gaya yang digunakan dipe erkecil seten ngahnya.

  Azmiyawati, 2 2008:102 Gam bar 9. Katrol Bebas atau L epas

  c. Kat trol Bergand da Kat trol bergand da adalah g gabungan ka atrol tetap dan katrol beb bas. Katrol l berganda a biasanya a digunaka an untuk men ngangkut be enda-benda y yang cukup b berat di pabr rik.

  Azmiyawati, 2 2008:102 Ga ambar 10. Ka atrol Berganda a

  d. Kat trol Blok Be rganda Kat trol blok ber rganda tersus sun dari beb berapa roda k katrol yang disu usun secara berdamping gan dalam s atu poros. K Katrol blok berg ganda digun nakan untuk k mengangk kut beban ya ang sangat bera at, misalnya a barang-bara ang peti kem mas di pelabu uhan.

  S Sulistyanto, 200 08:118 Gam mbar 11. Katro ol Blok Bergan nda

  4. Rod da berporos Rod da berporo os adalah roda berb bentuk silin nder yang dihu ubungkan de engan sebua ah poros. Ro oda dan poro os berputar bers sama-sama. Contoh pe nggunaan r oda berporo os terdapat pad da roda sepe eda, roda ger robak, dan s stir mobil. F Fungsi roda berp poros tergan ntung pada alat yang m menggunakan nnya. Asas rod a dan poros digunakan u untuk memu udahkan mem mindahkan bara ang. Hal te ersebut dika arenakan ro oda dapat m mengurangi ges ekan dengan n jalan karen na bentukny ya yang bula at sehingga mud dah bergerak k.

  A Azmiyawati, 20 008:105 Sulistya anto, 2008:119

  9 Gamba ar 12. Alat-ala at Roda Berpo oros

  5. Gir Gir adalah roda a yang berg gerigi. Ada d dua atau leb bih dari gir yan ng menghubu ungkan satu u dengan ya ang lainnya agar dapat berj jalan. Gir di igunakan un ntuk mengub bah kecepata an dan arah gay ya. Gir satu u dengan g gir lainnya selalu dika aitkan baik den ngan menggu unakan rant ai penghubu ung atau tid dak. Antara gir yang satu d dengan gir yang lain se elalu berger rak dengan arah h yang berl awanan. Ke etika gir yan ng besar ber rputar satu kali i putaran, gi ir kecil lebih h banyak la agi putaranny ya. Jumlah ron de putaran b bergantung p pada banyakn nya gigi dala am gir. Gir yan ng lebih keci l berputar le ebih cepat da aripada gir y ang besar. w www.google e.co.id

   Gambar r 13. Gir

  2.1.1.5 Berpikir Kritis

  2.1.1.5.1 Pengertian Berpikir Kritis Johnson (2002) menjelaskan bahwa berpikir kritis adalah sebuah proses terorganisasi yang memungkinkan siswa mengevaluasi bukti, asumsi, logika, dan bahasa yang mendasari pernyataan orang lain.

  Facione (1996) berdasarkan The APA Concensus Definition dalam Abrori (2006), menyatakan berpikir kritis sebagai keputusan yang disertai tujuan dan dikerjakan sendiri, merupakan hasil dari kegiatan interpretasi, analisis, evaluasi, dan inferensi, serta penjelasan dari pertimbangan yang didasarkan pada bukti, konsep, metodologi, kriteriologi dan kontekstual. Proses tersebut melandasi keputusan yang akan diambil oleh seseorang. Selanjutnya Facione (2004) menjelaskan bahwa berpikir kritis sebagai kognitif skill, di dalamnya dijabarkan dalam 6 sub kecakapan yaitu interpretasi, analisis, evaluasi, inferensi, eksplanasi, serta regulasi diri.

  1. Interpretasi adalah kemampuan untuk memahami dan menjelaskan pengertian dari situasi, pengalaman, kejadian, data, keputusan, konvensi, kepercayaan, aturan, prosedur dan kriteria.

  2. Analisis adalah mengidentifikasi hubungan dari beberapa pernyataan, pertanyaan, konsep, deskripsi, dan berbagai model yang dipergunakan untuk merefleksikan pemikiran, pandangan, kepercayaan, keputusan, alasan, informasi dan opini.

  3. Evaluasi adalah kemampuan untuk menguji kebenaran pernyataan yang digunakan untuk menyampaikan pemikiran, persepsi, pandangan, keputusan, alasan, serta opini. Evaluasi juga merupakan kemampuan untuk menguji hubungan berbagai pernyataan, deskripsi, pertanyaan, dan bentuk lain yang dipakai dalam merefleksikan pemikiran.

  4. Inferensi adalah kemampuan untuk mengidentifikasi dan memilih yang dibutuhkan untuk menyusun simpulan yang memiliki alasan, untuk mendukung dan menegakkan diagnosis, untuk mempertimbangkan informasi apa saja yang dibutuhkan dan untuk memutuskan konsekuensi yang harus diambil dari data, informasi, pernyataan, kejadian, prinsip, opini, konsep dan lain sebagainya.

  5. Eksplanasi adalah kemampuan menyatakan hasil pemikiran, penjelaskan alasan berdasarkan pertimbangan bukti, konsep metodologi, kriteriologi dan konteks. Termasuk dalam ketrampilan ini adalah kemampuan menyampaikan hasil, menjelaskan prosedur, dan mempresentasikan argumen.

  6. Regulasi diri adalah kemampuan seseorang untuk mengatur sendiri dalam berpikir. Dengan kemampuan ini seseorang akan selalu memeriksa ulang hasil berpikirnya untuk kemudian diperbaiki sehingga menghasilkan keputusan yang lebih baik.

  Pada dimensi disposisi afektif Facione menjelaskan bahwa disposisi afektif lebih merupakan sikap yang menjadi dasar dalam mendekati permasalahan. Dalam disposisi afektif masih dibagi lagi dua bagian, yaitu sikap umum dan sikap khusus.

  (1) Sikap umum (a) Rasa ingin tahu yang tinggi terhadap berbagai permasalahan.

  (b) Berusaha untuk selalu mendapatkan informasi yang memadai.

  (c) Sadar untuk berpikir kritis. (d) Mengedepankan proses inkuiri yang rasional. (e) Percaya akan kemampuan diri sendiri untuk bernalar. (f) Berpikiran terbuka terhadap berbagai pandangan yang berbeda.

  (2) Fleksibel untuk mempertimbangkan alternatif dan pendapat lain yang berbeda (3) Mau memahami opini orang lain. (4) Menghargai nalar. (5) Jujur akan kecenderungan adanya bias, prasangka, stereotip, dan egosentrisme atau sosiosentrisme.

  (6) Hati-hati dalam menangguhkan, membuat, atau mengubah penilaian.

  (7) Kesediaan untuk meninjau ulang pandangan sendiri jika bukti mengatakan yang berbeda.

  (2) Sikap khusus (a) Kejelasan dalam merumuskan permasalahan.

  (b) Sabar dalam menghadapi permasalahan yang kompleks. (c) Tekun mencari informasi yang relevan.

  (d) Rasional dalam menyeleksi dan menerapkan suatu kriteria.

  (e) Memfokuskan perhatian dalam menghadapi suatu permasalahan.

  (f) Daya tahan dalam menghadapi kesulitan. (g) Ketajaman dalam menganalisis permasalahan dan latar belakangnya.

  2.1.1.5.2 Tujuan Berpikir Kritis Tujuan dari berpikir kritis adalah menemukan jawaban dan pemahaman yang mendalam, pemahaman membuat kita mengerti maksud di balik ide yang mengarahkan hidup kita sehari-hari.

  2.1.1.6 Prestasi Belajar

  2.1.1.6.1 Pengertian Prestasi Belajar Winkel (1996:226) dalam Sunarto (2009) mengemukakan bahwa prestasi belajar merupakan bukti keberhasilan yang telah dicapai oleh seseorang. Maka prestasi belajar merupakan hasil maksimum yang dicapai oleh seseorang setelah melaksanakan usaha-usaha belajar.

  Sedangkan menurut Gunarso (1993:77) dalam Sunarto (2009) dijelaskan pula bahwa prestasi belajar adalah usaha maksimal yang dicapai oleh seseorang setelah melaksanakan usaha-usaha belajar.

  Prestasi belajar di bidang pendidikan adalah hasil dari pengukuran terhadap peserta didik yang meliputi faktor kognitif, afektif, dan psikomotor setelah mengikuti proses pembelajaran yang diukur dengan menggunakan instrumen tes atau instrumen yang relevan. Jadi prestasi belajar adalah hasil pengukuran dari penilaian usaha belajar yang dinyatakan dalam bentuk simbol, huruf maupun kalimat yang menceritakan hasil yang sudah dicapai oleh setiap anak pada periode tertentu.

  Prestasi belajar dapat diukur melalui tes yang sering dikenal dengan tes prestasi belajar. Menurut Anwar (2005:8-9) dalam Sunarto (2009) mengemukakan tentang tes prestasi belajar bila dilihat dari tujuannya adalah mengungkap keberhasilan seseorang dalam belajar.

  Testing pada hakikatnya menggali informasi yang dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan. Tes prestasi belajar berupa tes yang disusun secara terrencana untuk mengungkap performasi maksimal subyek dalam menguasai materi yang telah diajarkan. Dalam kegiatan pendidikan formal tes prestasi belajar dapat berbentuk ulangan harian, tes formatif, tes sumatif, bahkan ebtanas dan ujian masuk perguruan tinggi.

2.1.2 Hasil Penelitian Sebelumnya

  2.1.2.1 Contoh Penelitian yang berhubungan dengan Metode Inkuiri Hartini (2010) melakukan penelitian bertujuan untuk mengetahui pembelajaran dengan menggunakan metode inkuiri pada materi penyebab perubahan lingkungan fisik di SDK Kintelan I. Hasil penelitian dapat mencapai hasil sangat efektif dengan melihat hasil KKM yang sudah ditentukan oleh sekolah yaitu 6,5. Terdiri dari 30 siswa, Pada awal sebelum dilakukan pembelajaran terdapat 26 siswa yang tidak mencapai KKM dan 5 siswa yang mencapai KKM . Setelah dilakukan pembelajaran hanya 2 siswa yang tidak dapat mencapai KKM sedangkan yang mencapai KKM ada 28 siswa bisa dikatakan mengalami peningkatan mencapai 93,3%.

  Raras (2010) melakukan penelitian bertujuan untuk mengetahui efektivitas pembelajaran IPA tentang perpindahan dan penghantar panas dengan menggunakan metode inkuiri terbimbing dalam hal pencapaian hasil belajar siswa kelas IV SDK Prontakan. Penelitian yang dilakukan memperoleh hasil yang cukup efektif. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan pencapaian hasil belajar. KKM mata pelajaran IPA untuk SDK Prontakan adalah 62. Pada waktu dilakukan pretest hanya 2 atau sekitar 15,38 % siswa yang mencapai KKM, sedang pada posttest, jumlah siswa yang mencapai KKM meningkat menjadi 7 atau sekitar 53,84% siswa.

  Penelitian yang dilakukan oleh Purbatin (2010) mempunyai tujuan untuk mengetahui efektifitas pembelajaran ipa tentang sifat-sifat cahaya melalui metode inquiry terbimbing pada siswa kelas V SDK Kalasan dalam hal pencapaian hasil belajar. Penelitian yang dilakukan memperoleh hasil bahwa hasil belajar siswa kelas V SDK Kalasan cukup efektif . Hal ini terlihat dari kenaikan jumlah siswa yang mencapai KKM dari 14 siswa (46%) menjadi 27 siswa (90%).

  Widyaningsih (2010) melakukan penelitian bertujuan untuk mengetahui efektivitas pembelajaran IPA pada materi proses pembentukan tanah karena pelapukan siswa kelas V SDK Kintelan I dengan metode inkuiri terbimbing dalam hal pencapaian hasil belajar.

  Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar. Pada waktu dilakukan pretes hanya 8 siswa dari 32 siswa atau 25 % siswa yang mencapai KKM sedangkan setelah dilakukan pembelajaran dengan metode inkuiri terbimbing dan dilakukan posttest siswa yang mencapai KKM yaitu 27 siswa dari 32 siswa atau 84, 37 % .

  2.1.2.2 Contoh Penelitian yang berhubungan dengan Berpikir Kritis Wahyuningsih (2005) melakukan penelitian bertujuan untuk meningkatkan logika berpikir pokok bahasan suhu melalui model pembelajaran problem based instruction (PBI) pada siswa Kelas VIII Semester 1 SMP Negeri 1 Juwana tahun pelajaran 2005/2006.

  Peningkatan kemampuan proses berpikir kritis siswa tersebut dapat dilihat dari nilai pretest dan posttest semula nilai rata-rata pretest siswa sebesar 50 meningkat menjadi 73,7.

  Farikhah (2009) melakukan penelitian bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif bagi siswa kelas X MA Wahid Hasyim Sleman dalam pembelajaran matematika. Peningkatan kemampuan berpikir kritis dan kreatif diupayakan dengan menerapkan pendekatan open ended dalam kegiatan belajar mengajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa kelas X MA Wahid Hasyim Sleman.

  Anindita (2004) melakukan penelitian dengan tujuan memperoleh deskripsi tentang minat baca siswa terhadap komik, kemampuan berpikir kritis, dan korelasi antara minat baca komik terhadap kemampuan berpikir kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan minat baca komik dengan sifat rasa ingin tahu yang dimiliki siswa SMPK. St. Petrus Jember sebesar - 1,089. Hubungan minat baca komik dengan sifat imajinatif siswa SMPK. St. Petrus Jember sebesar - 1,126. Hubungan minat baca komik dengan sifat tertantang oleh kemajemukan yang dimiliki siswa SMPK. St. Petrus Jember sebesar 0,959. Hubungan minat baca komik dengan sifat menghargai yang dimiliki siswa SMPK. St. Petrus Jember sebesar 0,395. Hubungan minat baca komik dengan sifat berani mengambil resiko yang dimiliki siswa SMPK. St. Petrus Jember sebesar 0,692. Harga kritik r product moment pada interval kepercayaan 5% dengan jumlah sampel (N) 100 siswa sampel sebesar 0,195. Dari data-data tersebut, r tabel kemampuan sifat rasa ingin tahu dan sifat imajinatif significant. Sedangkan r tabel sifat tertantang oleh kemajemukan, sifat menghargai, dan sifat berani mengambil resiko > r product moment. Berdasarkan kenyataan di atas, maka antara minat baca komik dengan kemampuan sifat tertantang oleh kemajemukan, sifat menghargai, dan sifat berani mengambil resiko memiliki korelasi yang significant.

  Penelitian yang dilakukan Purwaningsih (2005) bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif Siswa Kelas X SMA Muhammadiyah 1 Semarang tahun pelajaran 2004 /2005 pada pembelajaran Kimia berpendekatan SETS. Hasil penelitian kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa meningkat secara signifikan, ketuntasan belajar klasikal tercapai dan tugas-tugas siswa bernuansa SETS terpenuhi.

  Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa:

  1. Penerapan metode inkuri dalam proses pembelajaran cukup efektif meningkatkan hasil belajar siswa.

  2. Pada penelitian sebelumnya belum pernah melakukan penelitian mengenai pengaruh metode inkuiri terhadap prestasi belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa dalam materi pesawat sederhana. Dari uraian di atas dapat dibuat bagan sebagai berikut:

  Penelitian sebelumnya Metode Inkuiri Berpikir Kritis Hartini – 2010 Wahyuningsih – 2005 Inkuiri – Efektivitas Pencapaian Logika Berpikir Kritis - PBI

  Hasil Belajar Raras – 2010 Farikhah – 2009 Inkuiri – Pencapaian Hasil Berpikir Kritis – Pendekatan

  Belajar Open Ended Purbatin – 2010 Anindita – 2004 Inkuiri – Pencapaian Hasil Berpikir Kritis – Minat Baca Belajar Komik

  Widyaningsih – 2010 Purwaningsih – 2005 Inkuiri – Pencapaian Hasil Berpikir Kritis – Pendekatan

  Belajar SETS Yang perlu diteliti Metode Inkuiri & Prestasi

  Belajar-Berpikir Kritis

Gambar 14. Bagan Penelitian Sebelumnya

2.2 Kerangka Berpikir

  Dengan melihat sebagian kecil fenomena yang terjadi, yakni pembelajaran IPA yang mempunyai kecenderungan masih mentransfer begitu saja ilmu yang terdapat dalam buku teks, melakukan pembelajaran dengan metode ceramah, secara tidak langsung akan berpengaruh pada kemampuan berpikir siswa pada suatu materi yang akhirnya akan berdampak pula pada pencapaian prestasi belajar siswa. Banyak cara, metode atau pendekatan untuk mengatasi permasalahan ini, namun penulis mencoba menggunakan metode inkuiri. Metode inkuiri diharapkan dapat membantu meningkatkan keterampilan berpikir kritis kategori afektif umum siswa sehingga siswa dapat menemukan sendiri pengetahuannya. Dalam pembelajaran siswa diberi kebebasan untuk mencoba sesuai perkembangan kemampuan berpikirnya. Tugas guru bukan lagi sebagai sumber belajar, melainkan menyediakan ruang untuk memberikan kesempatan kepada siswa beraktivitas mencari dan menemukan sesuatu. Dengan demikian pembelajaran yang dilakukan akan lebih bermakna (meaningfull). Karena penerapan metode inkuiri lebih melibatkan siswa dalam pembelajaran, capaian prestasi belajar dan kemampuan berpikir kritis kategori afektif umum, maka pada kelompok eksperimen akan lebih tinggi dari kelompok kontrol yang menggunakan metode ceramah.

2.3 Hipotesis

  Berdasarkan landasan teori dan kerangka berpikir di atas, hipotesis penelitian ini adalah:

  1. Penerapan metode inkuiri pada mata pelajaran IPA materi pesawat sederhana berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap prestasi belajar siswa kelas V SDK Sorowajan Yogyakarta di semester genap tahun pelajaran 2010/2011.

  2. Penerapan metode inkuiri pada mata pelajaran IPA materi pesawat sederhana berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis kategori afektif umum siswa kelas V SDK Sorowajan Yogyakarta di semester genap tahun pelajaran 2010/2011. Landasan teori bab II dapat digambarkan dalam piramida terbalik dengan mengikui logika berpikir deduktif yang menjadi dasar dari penelitian kuantitatif eksperimental yang dimulai dengan kajian pustaka, penelitian sebelumnya, kerangka berpikir dan hipotesis.

  Variabel Variabel Prestasi Metode Inkuiri Belajar dan Berpikir

  • - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

  Kritis Kategori Afektif Umum

  Kajian Pustaka Penelitian

  Sebelumnya Kerangka Berpikir

  Hipotesis

   Gambar 15. Proses Penyusunan Hipotesis

BAB III METODE PENELITIAN Bab ini berisi uraian mengenai delapan hal, yaitu (1) jenis penelitian, (2)

  populasi dan sampel penelitian, (3) variabel dalam penelitian, (4) definisi operasional, (5) instrumen penelitian, (6) uji validitas dan reliabilitas instrumen, (7) teknik pengumpulan data dan (8) teknik analisis data. Kedelapan hal tersebut akan dijelaskan dalam subbab-subbab berikut.

3.1 Jenis Penelitian

  Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode

  

kuantitatif termasuk penelitian Quasi-experimental design tipe non-equivalent

control group design (Sugiyono, 2010:116). Penelitian ini termasuk Quasi-

experimental design karena tidak dipilih secara random. Pada awalnya kelas

  eksperimen dan kelas kontrol diberi pretest untuk mengetahui keadaan awal. Hasil pretest dari kedua kelompok itu dibandingkan. Hasil pretest dikatakan baik jika tidak ada perbedaan yang signifikan di antara hasil pretest kedua kelompok. Setelah diberi treatment pada kelompok eksperimen dilakukan posttest. Pengaruh treatment adalah (O2-O1)-(O4-O3).

  Keterangan: = hasil observasi dengan pretest kelompok eksperimen

  = hasil observasi dengan posttest kelompok eksperimen

  = hasil observasi dengan pretest kelompok kontrol = hasil observasi dengan posttest kelompok kontrol

  = treatmen/perlakuan dengan metode inkuiri terbimbing

  3.2 Populasi dan Sampel Penelitian ini dilakukan di SDK Sorowajan No. 111 Banguntapan Bantul.

  Dalam penelitian ini kelas VA dan VB digunakan sebagai populasi sekaligus sampel. Kelas VA jumlah 32 siswa sebagai kelompok kontrol sedangkan kelas

  VB jumlah 30 siswa sebagai kelompok eksperimen. Total keseluruhan siswa adalah 62. Pembagian kelompok tersebut dipilih tidak secara random. Kegiatan pembelajaran di kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dilaksanakan oleh satu guru mitra. Jika berbeda guru, maka dapat menimbulkan faktor bias yang akan mempengaruhi hasil pada kelompok eksperimen, misalnya faktor manajemen kelas yang berbeda, semangat guru mengajar, penguasaan bahan ajar, pemahaman karakteristik peserta didik, dan strategi pembelajaran yang digunakan.

  3.3 Variabel Penelitian

  Jenis variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel independen dan variabel dependen. Metode inkuiri merupakan variabel independen, sedangkan prestasi belajar dan kemampuan berpikir kritis kategori afektif umum merupakan variabel dependen.

  Variabel Independen Variabel Dependen Prestasi Belajar

  Metode Inkuiri Kemampuan Berpikir Kritis

  • – Kategori Afektif Umum

   Gambar 16. Variabel Penelitian

3.4 Definisi Operasional

  Agar tidak menimbulkan pertanyaan dan multi tafsir tentang suatu istilah (konsep), perlu disampaikan beberapa penjelasan istilah sebagai berikut: 1.

  Metode Inkuiri Metode inkuiri adalah suatu metode pembelajaran yang melibatkan siswa melakukan kegiatan secara aktif meliputi langkah orientasi, merumuskan permasalahan, merumuskan hipotesis, melakukan eksperimen, menarik kesimpulan, mengevaluasi, sehingga siswa dapat menemukan sendiri jawaban terhadap permasalahan yang dihadapi.

  2. Metode Inkuiri Terbimbing Metode inkuiri terbimbing adalah salah satu metode inkuiri yang digunakan dalam pembelajaran di mana guru membimbing siswa melakukan kegiatan dengan memberi pertanyaan awal dan mengarahkan pada suatu diskusi untuk menemukan sendiri jawaban terhadap permasalahan yang dihadapi.

  3. Prestasi Belajar Prestasi belajar adalah capaian nilai siswa dalam pretest maupun posttest yang diambil dari tes objektif dengan jumlah 10 soal pilihan ganda pada matapelajaran IPA SD kelas V terkait Kompetensi Dasar materi pesawat sederhana.

  4. Berpikir Kritis Berpikir kritis adalah kemampuan berpikir yang terarah dan terukur dari tiga kategori yaitu kemampuan berpikir kritis kategori kognitif, afektif khusus, dan afektif umum.

  5. Kemampuan Berpikir Kritis Kategori Afektif Umum Kemampuan Berpikir Kritis Kategori Afektif Umum adalah kemampuan berpikir kritis yang menyangkut sikap seseorang terhadap permasalahan-permasalahan umum terkait interpretasi, analisis, evaluasi, inferensi, eksplanasi, dan regulasi diri, yang diukur dengan kuesioner berisi 9 pernyataan kategori afektif umum.

  6. Ilmu Pengetahuan Alam

  IPA adalah salah satu mata pelajaran inti SD yang membahas pengetahuan alam semesta dan segala isinya untuk tingkat SD kelas V khususnya materi pesawat sederhana.

  7. Pesawat Sederhana Pesawat sederhana adalah setiap alat yang dapat digunakan untuk mempermudah atau membantu melakukan pekerjaan manusia.

  8. Siswa kelas V SD adalah anak usia 10-11 yang bersekolah di SDK Sorowajan Yogyakarta.

  Instrumen Penelitian

3.5 Penelitian ini memerlukan dua macam data, yaitu skor pretest dan skor

  posttest. Pengumpulan data dan instrumennya dapat dilihat pada tabel berikut:

  

Tabel 1. Pengumpulan data dan Instrumen

Peubah Indikator Data Pengumpulan Instrumen Data

  Nilai rata-rata Skor pretest 10 soal pilihan Prestasi kelas dalam pretest ganda

  Belajar materi Skor posttest 10 soal pilihan pesawat posttest ganda sederhana

  Jawaban dari Skor pretest 9 pernyataan kuesioner pretest pada kuesioner kategori afektif umum

  Berpikir Kritis Skor posttest 9 pernyataan posttest pada kuesioner kategori afektif umum

  Kriteria pemberian skor untuk soal pilihan ganda dan kemampuan berpikir kritis kategori afektif umum adalah sebagai berikut:

1. Pilihan Ganda

  Skor benar dalam setiap item soal adalah 1 Jumlah item soal 10 Jadi, skor maksimal adalah 10 2.

   Kemampuan berpikir kritis kategori afektif umum

  

Tabel 2. Kuesioner Afektif Umum

NO PERNYATAAN SS S TS STS

  3

  4 Sangat Tidak Setuju (STS)

  3

  3 Tidak Setuju (TS)

  2

  2 Setuju (S)

  1 No. 5, 6, 7, 9

  1 Sangat Setuju (SS)

  

No Keterangan Skor Butir Skor

  1 Skor untuk pernyataan unfavourable

  4 Sangat Tidak Setuju (STS)

  2

  3 Tidak Setuju (TS)

  2 Setuju (S)

  1 Suka bertanya membuat orang tahu lebih banyak

  4 No. 1, 2, 3, 4, 8

  1 Sangat Setuju (SS)

  

No Keterangan Skor Butir Skor

  Skor untuk pernyataan favourable

  Tabel 3. Kriteria Penyekoran Kuesioner

  9 Kita tidak perlu berpikir kritis karena sulit dan merepotkan

  8 Kita kadang terlalu yakin dengan pendapat sendiri meskipun belum tentu benar

  7 Orang tidak boleh berubah pendapat apapun alasannya

  6 Pendapat saya selalu lebih benar daripada pendapat orang lain

  5 Menang dalam debat lebih penting daripada menjawab dengan benar

  4 Lebih baik berpikir dahulu daripada menjawab dengan cepat

  3 Kadang butuh eksperimen selangkah demi selangkah untuk menemukan jawaban yang lebih tepat

  2 Berpikir sendiri lebih baik daripada ikut pendapat teman yang pandai

  4

3.6 Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen

3.6.1 Penentuan Validitas

  Validitas suatu tes adalah taraf sampai di mana suatu tes mampu mengukur apa yang seharusnya diukur (Masidjo, 1995:242). Menurut Sugiyono (2010) karena penelitian ini instrumennya berupa test harus memenuhi validitas konstruksi dan validitas isi.

3.6.1.1 Validitas Konstruksi

  Untuk uji validitas konstruksi peneliti berkonsultasi kepada ahli yaitu kepada dua dosen pembimbing. Setelah berkonsultasi kepada para ahli tentang instrumen yang disusun, diteruskan uji coba instrumen.

  Pengujian validitas 60 soal pilihan ganda untuk keperluan dalam penelitian ini dilakukan dua kali, pertama diujikan pada 60 siswa di SDN Madyocondro, Jl. Temanggung No.46 Catak, Madyocondro, Secang, Magelang sebanyak 60 soal dan kedua diujikan pada 60 siswa di SDN Jongkang, Sedan, Sariharjo, Ngaglik, Sleman sebanyak 60 soal. Dari 60 soal dipilih 30 soal yang valid untuk diuji daya beda dan reliabilitasnya.

  Selanjutnya dipilih 10 soal yang valid dan reliabel sebagai instrumen penelitian. Perhitungan validitas menggunakan PASW 18 for Windows sebagai berikut:

  Untuk mengetahui korelasi skor tiap item dengan skor total digunakan rumus korelasi Product Moment dari Pearson (Sugiyono, 2010:225): ∑

  ∑ ∑ Keterangan: rxy = korelasi antara variabel x dengan y

  x = (x i

  • – )

  y

  = (y

  i

  • – ) Untuk mengetahui hasil perhitungan korelasi tersebut signifikan atau tidak, maka perlu dibandingkan dengan r tabel dengan taraf kesalahan 5% (taraf kepercayaan 95%) dan N = 30. Jadi r tabel 0,361 (tabel r Product Moment, Sugiyono, 2010:288). Adapun kriteria penentuan validitas adalah sebagai berikut: R tabel = 0,361 Jika r hitung >0,361 dikatakan valid

  Jika r hitung<0,361 dikatakan tidak valid Secara teknis penghitungan validitas dilakukan dengan menggunakan

  PASW (Predictive Analytics Soft Ware) for Windows versi

  18 dikenal dengan sebutan SPSS. Berikut adalah hasil uji validitas dengan rumus

  Product Moment menggunakan PASW for Windows versi 18: Tabel 4. Uji validitas kelompok soal A No Pearson Correlation Kualifikasi 1 . a Tidak Valid 2 0,420* Valid

  3 0,326 Tidak Valid 4 0,487** Valid 5 0,340 Tidak Valid 6 0,054 Tidak Valid 7 0,244 Tidak Valid 8 0,347 Tidak Valid 9 0,478** Valid 10 0,208 Tidak Valid

  11 0,258 Tidak Valid 12 0,264 Tidak Valid 13 0,189 Tidak Valid 14 0,404* Valid

  15 0,184 Tidak Valid 16 0,225 Tidak Valid 17 0,327 Tidak Valid 18 . a Tidak Valid 19 0,131 Tidak Valid 20 0,132 Tidak Valid 21 0,249 Tidak Valid 22 0,264 Tidak Valid 23 0,382* Valid 24 0,532* Valid 25 0,392* Valid 26 -0,146 Tidak Valid 27 . a Tidak Valid 28 0,131 Tidak Valid 29 0,314 Tidak Valid 30 -0,014 Tidak Valid 31 . a Tidak Valid 32 0,227 Tidak Valid 33 0,092 Tidak Valid 34 -0,013 Tidak Valid 35 -0,208 Tidak Valid 36 . a Tidak Valid 37 0,200 Tidak Valid 38 -0,009 Tidak Valid 39 0,344 Tidak Valid 40 0,532** Valid 41 0,369* Valid 42 0,127 Tidak Valid 43 0,123 Tidak Valid 44 0,395* Valid 45 0,298 Tidak Valid 46 0,013 Tidak Valid 47 0,301 Tidak Valid 48 0,326 Tidak Valid 49 -0,073 Tidak Valid 50 0,004 Tidak Valid 51 . a Tidak Valid 52 0,113 Tidak Valid 53 0,200 Tidak Valid 54 0,432* Valid 55 0,350 Tidak Valid 56 0,298 Tidak Valid 57 0,256 Tidak Valid 58 0,161 Tidak Valid 59 0,220 Tidak Valid 60 0,473** Valid

  

Tabel 5. Uji validitas kelompok soal B

No Pearson Correlation Kualifikasi

  1 0,456* Valid

2 0,069 Tidak Valid

3 0,228 Tidak Valid

4 0,477** Valid 5 0,491** Valid

6 -0,172 Tidak Valid

7 0,535** Valid 8 0,378* Valid

9 0,311 Tidak Valid

10 0,130 Tidak Valid

  11 -0,164 Tidak Valid 12 0,074 Tidak Valid 13 0,242 Tidak Valid 14 0,153 Tidak Valid 15 0,354 Tidak Valid 16 0,394* Valid 17 0,265 Tidak Valid 18 -0,121 Tidak Valid 19 0,429* Valid 20 0,221 Tidak Valid 21 0,242 Tidak Valid 22 0,396* Valid 23 0,613** Valid 24 0,271 Tidak Valid 25 -0,076 Tidak Valid 26 0,554** Valid 27 0,426* Valid 28 0,114 Tidak Valid 29 0,556** Valid 30 0,105 Tidak Valid 31 0,156 Tidak Valid 32 0,408* Valid 33 0,110 Tidak Valid 34 0,090 Tidak Valid 35 0,252 Tidak Valid 36 0,386* Valid 37 -0,293 Tidak Valid 38 0,453* Valid 39 0,189 Tidak Valid 40 0,557* Valid 41 0,271 Tidak Valid 42 0,252 Tidak Valid 43 0,339 Tidak Valid 44 0,430* Valid 45 0,121 Tidak Valid 46 0,245 Tidak Valid 47 -0,223 Tidak Valid 48 0,357 Tidak Valid

  49 -0,011 Tidak Valid 50 0,245 Tidak Valid 51 0,430* Valid 52 0,198 Tidak Valid 53 0,519** Valid 54 -0,019 Tidak Valid 55 0,365* Valid 56 0,376* Valid 57 0,428* Valid 58 0,413* Valid 59 0,227 Tidak Valid 60 -0,243 Tidak Valid

  Berdasarkan tabel di atas setelah dilakukan uji coba secara empiris dari 60 item soal terdapat 35 soal valid, yaitu: Kelompok A : 2, 4, 9, 14, 23, 24, 25, 40, 41, 44, 54, 60 Kelompok B : 1, 4, 5, 7, 8, 16, 19, 22, 23, 26, 27, 29, 32, 36, 38, 40, 44, 51, 53, 55, 56, 57, 58.

3.6.1.2 Validitas Isi

  Uji validitas isi disusun dengan melihat kisi-kisi instrumen yang telah ditetapkan. Instrumen memiliki validitas isi jika disusun berdasarkan rancangan yang telah ada dan diuji dengan membandingkan program yang telah ada, atau dengan membandingkan isi instrumen dengan materi pelajaran yang diajarkan. Pengujian validitas isi dilakukan dengan melihat matriks pengembangan instrumen atau kisi-kisi instrumen yang memuat variabel yang akan diteliti, indikator sebagai tolok ukur, dan nomor butir pertanyaan atau pernyataan. Setelah dikonsultasikan dengan ahli dan diujicobakan pada sampel, data-data hasil uji coba dianalisis dengan mencari daya pembeda skor dari kelompok yang memperoleh jawaban tinggi dan jawaban rendah. Dari 60 soal diambil 30 soal yang valid untuk di uji bedanya. Jumlah kelompok tinggi diambil dari 27% responden yang memiliki jawaban tinggi dan jumlah kelompok rendah diambil dari 27% responden yang memiliki jawaban rendah. Uji beda dilakukan dengan menguji sig perbedaan antara 27% skor kelompok atas dan 27% skor kelompok bawah dengan T-test. Adapun kriteria yang digunakan untuk uji beda adalah sebagai berikut:

  1. Jika probabilitas sig. < 0,05 berarti terdapat perbedaan yang positif dan signifikan antara skor atas dan skor bawah.

  2. Jika probabilitas sig. > 0,05 berarti tidak ada perbedaan yang positif dan signifikan antara skor atas dan skor bawah.

  Untuk uji beda diambil dari 27% skor tertinggi dan 27% skor terendah dari 30 soal. Hasil perhitungan uji beda soal A dan B PASW 18 for

  Windows sebagai berikut: Tabel 6. Uji Beda Soal Pilihan Ganda Mean Std. Levene’s Test T-test for Deviasi for Equality Equality of Variances of Means

  Sig. (2- F Sig DF tailed ) Kelompok 24,13 3,044 Atas Kelompok 11,75 2,121 2,981 0,106 14 0,000 Bawah

  Berdasarkan tabel di atas harga Sig.(2-tailed) 0,000 berarti ada perbedaan yang positif dan signifikan antara skor atas dan skor bawah.

  Dari item soal kelompok A dan B sebanyak 30 soal dapat digunakan sebagai instrument penelitian yang telah teruji validitasnya.

3.6.2 Penentuan Reliabilitas

  Suatu tes yang reliabel atau andal adalah suatu tes yang hasil pengukurannya dalam satu atau berbagai pengukuran menunjukkan hasil yang konsisten atau hasil yang tepat dan teliti (Masidjo,1995:266). Uji reliabilitas dalam penelitian ini dilakukan dengan internal consistency yang berarti dilakukan dengan mencobakan instrumen sekali saja. Pengujian reliabilitas instrumen diambil dari 30 soal yang valid, kemudian data dianalisis dengan mengunakan teknik Alpha Cronbach. Rumus koefisien reliabilitas Alpha Cronbach adalah sebagai berikut (Sugiyono, 2010:365):

  ∑

  r

  i =

  1 Keterangan:

  : mean kuadrat antara subjek

  ∑ :

  

mean kuadrat kesalahan

: varians total Rumus Alpha Cronbach dapat juga digunakan untuk tes dengan item-item skor dikotomi (Azwar, 2010:77).

  Secara teknis penghitungan reliabilitas soal dilakukan dengan rumus

  Alpha Cronbach menggunakan PASW for Windows versi 18. Kriteria yang

  digunakan untuk uji reliabilitas soal dengan rumus Alpha Cronbach adalah jika nilai Alpha > 0,60 variabel atau konstruk dikatakan reliabel (Nummaly, dalam Ghozali, 2006:44).

  PASW 18 for windows Berikut ini perhitungan reliabilitas dengan menggunakan rumus Alpha Cronbach untuk kelompok soal A dan kelompok soal B:

  Tabel 7. Uji Reliabilitas

  Cronbach’s Alpha N Kualifikasi 0,469 30 Cukup

  Adapun kriteria koefisian reliabilitas untuk melihat hasil perhitungan

  (Masidjo,1995:209)

  reliabilitas instrumen sebagai berikut : Tabel 8. Kriteria Koefisien Reliabilitas

  Koefisien Korelasi Kualifikasi 0,91-1,00 Sangat Tinggi 0,71-0,90 Tinggi 0,41-0,70 Cukup 0,21-0,40 Rendah

  Negatif-0,20 Sangat Rendah Dari hasil uji reliabilitas diperoleh hasil Cronbach’s Alpha sebesar 0,469. Dapat dikatakan bahwa kualifikasi uji reliabilitas tersebut cukup.

  Berdasarkan hasil uji reliabilitas diperoleh 35 soal yang reliabel sehingga layak dijadikan sebagai instrumen pengumpulan data. Dari 30 soal tersebut diambil 10 soal yang dijadikan instrumen penelitian dengan kisi-kisi sebagai berikut:

  

Tabel 9. Kisi-kisi soal dalam instrument test objektif

Variabel Penelitian Indikator No item Instrumen

  19B,23A 5,6 7,

  Penentuan validitas soal kuesioner aspek afektif umum dilakukan melalui expert jugment. Instrumen dikembangkan dengan konsultasi para ahli, yaitu dua dosen pembimbing.

   

  6 Regulasi Diri

  25

  32B,58B 9,10 8,

  5 Eksplanasi

  27

  22B,56B 7,8 13,

  4 Inferensi

  20

  3 Evaluasi

  Dimensi Kognitif Interpretasi 6, 17 Analisis 10,

  22

  8B,24A 3,4 10,

  2 Analisis

  4B, 14A 1,2 6, 17

  1 Interpretasi

                            Tabel 10. Konversi nomor-nomor soal No Aspek Uji Validitas Tabulasi Pilihan Ganda Lembar soal siswa

  25 Regulasi diri

  27 Eksplanasi 8,

  20 Inferensi 13,

  22 Evaluasi 7,

3.6.3 Penentuan Validitas Kuesioner Afektif Umum

  3.7 Teknik Pengumpulan Data

  Teknik pengumpulan data yang dipakai dalam penelitian ini adalah teknik

  Penelitian ini test dengan 10 soal pilihan ganda dan kuesioner dengan 9 item. menggunakan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.

  Kelompok eksperimen adalah kelas yang diberikan perlakuan pada proses pembelajarannya, sedangkan kelompok kontrol adalah kelas yang menggunakan metode ceramah.

  Terdapat guru mitra yang melaksanakan pembelajaran baik di kelas eksperimen maupun kelas kontrol. Para mahasiswa berperan sebagai pengamat (observer) selama berlangsungnya pembelajaran dan menyiapkan semua instrumen penelitian dan alat peraga yang digunakan pada proses pembelajaran

  Pada awalnya antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol diberi pretest untuk mengetahui keadaan awal sebelum adanya treatment. Kemudian hasil pretest kedua kelas dibandingkan. Setelah kelompok eksperimen diberi treatment dilakukan posttest.

  3.8 Teknik Analisis Data

  Sesudah data yang diperlukan terkumpul, dilakukan analisis data, yaitu mengelompokkan data berdasarkan variabel dan jenis responden, mentabulasi data berdasarkan variabel dari seluruh responden, menyajikan data tiap variabel yang diteliti, melakukan penghitungan untuk menjawab rumusan masalah, dan melakukan penghitungan untuk menguji hipotesis yang telah diajukan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, sehingga teknik analis data dilakukan dengan menggunakan statistik. Statistik yang digunakan adalah statistik inferensial. Statistik inferensial merupakan statistik yang digunakan untuk menganalisis data sampel dan hasilnya diberlakukan untuk populasi. Mean dari pretest dibandingkan dengan mean dari posttest. Hal tersebut berlaku baik untuk kelas eksperimen maupun kelas kontrol. Statistik digunakan untuk melihat perbedaannya. Jika mean dari kelas eksperimen lebih tinggi, maka terjadi peningkatan yang signifikan.

  Analisis data yang dilakukan untuk mengetahui ketercapaian tujuan penelitian ini, yaitu dengan melakukan pengujian. Berikut pengujian yang dilakukan untuk menganalisis datanya.

1. Uji Normalitas

  Uji normalitas adalah sebuah pengujian yang dilakukan untuk mengecek apakah data yang sedang diteliti berasal dari populasi yang mempunyai sebaran normal (Sarwono, 2010:23). Oleh karena itu, sebelum dianalisis lebih lanjut data-data yang terkumpul perlu diuji lebih dahulu untuk mengetahui apakah data tersebut terdistribusi dalam kurva normal atau tidak. Variasi data dapat dikatakan terdistribusi normal jika berbentuk kurva bel yang simetris. Uji normalitas data dilakukan dengan statistik non parametris, dalam hal ini One Kolmogorov-Smirnov Test.

  Jika data terdistribusi normal, analisis data menggunakan statistik parametris yaitu Independent Samples T-tes atau ANOVA. Jika data terdistribusi tidak normal, analisis data menggunakan statistik non parametris yaitu Mann-Whitney U Test (Two Independent Samples Test

  Mann-Whitney) atau Kruskal Wallis Test . Kriterianya sebagai berikut:

  a. Jika nilai probabilitas Sig. < 0,05 berarti ada perbedaan yang positif dan signifikan antara kedua rata-rata yang dibandingkan. Dengan demikian H

  null

  ditolak dan H

  

i

  diterima. Artinya skor rata-rata pada kelompok kedua berbeda secara positif dan signifikan dibandingkan dengan skor rata-rata pada kelompok pertama. Dengan kata lain skor rata-rata pada kelompok kedua lebih tinggi dari kenaikan skor rata- rata pada kelompok pertama.

  b.

  Jika nilai probabilitas > 0,05 berarti tidak ada perbedaan yang signifikan antara kedua skor rata-rata yang dibandingkan. Dengan demikian H

  null

  diterima dan H

  i

  ditolak. Artinya skor rata-rata pada kelompok kedua tidak berbeda secara signifikan dibandingkan dengan skor rata-rata pada kelompok kedua.

  Secara teknis dalam penelitian ini uji normalitas akan dilakukan dengan program PASW 18 For Windows. Jika termasuk statistik parametris dapat dianalisis dengan rumus T-test dalam hal ini

  Independent Samples T-test dan jika statistik non parametris dapat

  menggunakan Mann-Whitney test atau Kruskal-Wallis test. Untuk perhitungan dengan menggunakan PASW 18 for Windows dapat diketahui ketentuan normalitas data dapat menggunakan nilai probabilitas (Sig) sebagai berikut (Sarwono, 2010:25) :

  1. Jika nilai sig < 0,05 maka data tidak berdistribusi nomal

  2. Jika nilai sig > 0,05 maka data berdistribusi normal

  2. Uji Hipotesis Uji hipotesis dapat dilakukan setelah mengetahui apakah data berdistribusi data normal atau tidak, jika data berdistribusi normal, statistik yang digunakan adalah statistik parametris yaitu T-test. Rumus yang digunakan untuk menguji hipotesis komparatif dua sampel

  T-test

  yang berkorelasi adalah sebagai berikut (Sugiyono, 2011:122)

  2 √ √

  Keterangan : = Rata-rata sampel 1

  1

  = Rata-rata sampel 2

  2

  = Simpangan baku sampel 1 = Simpangan baku sampel 2

  = Varians sampel 1 = Varians sampel 2

  = Korelasi antara dua sampel Uji hipotesis menggunakan PASW 18 for Windows. Kriterianya adalah sebagai berikut: 1. ditolak dan H diterima.

  Jika nilai probabilitas Sig. < 0,05, H null i Artinya rata-rata pada kelompok eksperimen berbeda secara pisitif dan signifikan dibandingkan dengan rata-rata pada kelompok kontrol.

  2. Jika nilai probabilitas Sig. > 0,05 Hi ditolak dan Hnull diterima.

  Artinya rata-rata pada kelompok eksperimen tidak berbeda secara positif dan signifikan dibandingkan dengan rata-rata pada kelompok kontrol. Jika data terdistribusi secara tidak normal, maka analisis statistiknya menggunakan statistik non parametris yaitu Mann-Whitney U Test atau

  Two Independent Samples Test Mann-Whitney dengan rumus sebagai

  berikut (Sugiyono, 2011:153) : n n ┤1 U n n R

  2 dan n n ┤1

  U n n R

  2 Keterangan: n = jumlah sampel 1 n = jumlah sampel 2 U = jumlah peringkat 1 U = jumlah peringkat 2 R = jumlah ranking pada sampel n R = jumlah ranking pada sampel n

  3. Uji Ranking Uji ranking digunakan untuk mengetahui kenaikan dari masing- masing unsur yang terkandung dalam soal test sesuai ranking dari yang paling tinggi dan yang paling rendah kenaikannya. Untuk membandingkan ranking yang datanya terdistribusi normal, maka analisis statistiknya menggunakan statistik parametris yaitu One-Way

  = Rata-rata sampel 2 n

  12 N N 1 R n

  2011:219): H

  analysis of variance dengan rumus sebagai berikut (Sugiyono,

  = jumlah sampel 2 Jika datanya terdistribusi tidak normal, maka analisis statistiknya menggunakan statistik non parametris yaitu Kruskal-Wallis one way

  2

  = jumlah sampel 1 n

  1

  x

  ANOVA

  = Rata-rata sampel 1

  x

  = Rata-rata variasi dalam kelompok

  w

  = F complex MS

  Keterangan: F

  dengan rumus sebagai berikut (Plonsky, 2009): F

  3 N 1 Keterangan: N = Banyak baris dalam tabel k = Banyak kolom R = Jumlah ranking dalam kolom

  Perhitungan statistik uji ranking kemampuan berpikir kritis kategori afektif umum menggunakan Kruskal-Wallis one way analysis atau ANOVA. Kriterianya sebagai berikut :

  of variance a.

  Jika Sig. < 0,05 berarti terdapat perbedaan yang signifikan di antara data-data kenaikan tiap unsur berpikir kritis.

  b.

  Jika Sig. > 0,05 berarti tidak terdapat perbedaan yang signifikan di antara data-data kenaikan tiap unsur berpikir kritis.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bab ini berisi uraian mengenai empat hal, yaitu (1) deskripsi data, (2) analisis data, (3) pengujian hipotesis, dan (4) pembahasan hasil penelitian. Keempat hal tersebut akan dijelaskan dalam subbab-subbab berikut.

4.1 Hasil Penelitian

4.1.1 Deskripsi Data Penelitian

  Data yang diperoleh dari penelitian ini berupa data kuantitatif. Data kuantitatif didapat dari perolehan skor test pilihan ganda dan kuesioner yang digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir kritis kategori afektif umum. Soal test pilihan ganda dan kuesioner dikerjakan oleh kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dalam penelitian ini data yang diperoleh dibagi menjadi dua yaitu data prestasi belajar dan data kemampuan berpikir kritis kategori efektif umum. Setelah diperoleh deskripsi data, berikut akan dijelaskan hasil penelitian sesuai dengan hipotesis yang ada.

4.1.1.1 Data Prestasi Belajar

  Data prestasi belajar dinyatakan dalam perbedaan mean skor 10 soal pilihan ganda pretest dan posttest pada kelompok eksperimen dan kontrol.

  Pretest dilakukan sebelum proses pembelajaran dilakukan, dengan tujuan untuk mengetahui keadaan awal siswa. Posttest dilakukan setelah proses pembelajaran, posttest ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar peningkatan yang terjadi pada kelompok eksperimen yang menggunakan metode inkuiri terbimbing dan kelompok kontrol yang menggunakan metode tradisional berupa ceramah. Berikut ini adalah hasil pretest dan posttest kelompok eksperimen dan kontrol:

  a. Kelompok Eksperimen Tabel 11. Tabulasi Skor Pretest Kelompok Eksperimen No No Soal Total Absen Skor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 0 1 0 0 0 0 1 0 1 1 4 2 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 2 3 0 1 0 0 0 0 0 0 1 0 2 4 0 1 0 0 0 0 0 0 1 0 2 5 0 1 1 0 0 0 1 1 1 0 5 6 0 0 0 0 1 0 0 1 1 0 3 7 0 1 1 0 0 1 0 0 1 0 4 8 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 2 9 0 1 1 0 0 1 0 1 1 1 6 10 0 1 1 0 0 0 1 0 1 0 4 11 0 1 1 0 1 1 0 1 1 0 6 12 0 0 1 0 1 1 0 1 1 1 6 13 0 1 0 0 0 0 0 1 1 0 3 14 0 1 0 0 0 0 1 1 1 0 4 15 0 1 0 0 0 0 0 1 1 0 3 16 0 1 0 0 1 1 0 0 1 0 4 17 0 1 1 0 0 0 0 1 1 0 4 18 0 0 1 1 1 0 0 0 0 0 3 19 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 2 20 0 1 0 1 0 0 0 1 1 0 4 21 0 1 0 0 1 1 1 1 1 1 7 22 0 1 0 0 0 0 0 0 1 0 2 23 0 0 0 0 1 1 0 0 1 1 4 24 1 1 0 1 1 0 1 0 0 1 6 25 0 1 0 1 0 0 0 0 1 0 3 26 0 1 0 0 0 1 1 1 1 1 6 27 0 1 1 0 0 0 1 0 0 1 4 28 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1 Total 7 39 21 26 16 28 21 39 30 34 106

  Tabel 12. Tabulasi Skor Posttest Kelompok Eksperimen No No Soal Total Absen 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Skor 1 1 0 0 0 1 0 0 0 1 0 3 2 1 1 1 1 1 0 0 1 1 0 7 3 0 1 1 1 1 0 1 0 0 1 6 4 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 8 5 0 1 1 0 1 1 1 0 1 1 7 6 1 0 1 0 1 0 0 0 1 1 5 7 0 1 1 0 1 1 0 0 1 1 6 8 0 1 1 0 0 0 1 0 1 0 4 9 0 1 1 0 0 1 0 1 1 1 6 10 0 1 1 0 1 1 0 0 0 0 4 11 1 1 1 0 0 1 1 0 1 0 6 12 1 1 0 0 1 1 0 1 1 0 6 13 0 1 1 0 1 1 0 0 0 0 4 14 0 1 0 0 1 0 0 0 1 1 4 15 0 1 0 0 1 0 0 0 1 0 3 16 0 0 1 1 1 1 0 0 1 0 5 17 0 1 1 0 1 0 1 0 0 0 4 18 1 1 1 0 1 0 1 0 1 0 6 19 0 1 0 1 1 0 1 0 1 0 5 20 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1

  21

  1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 9

  22 1 0 1 0 0 0 1 0 1 0 4 23 0 1 1 0 0 1 0 1 1 1 6 24 0 1 1 0 1 1 1 0 0 0 5 25 0 1 1 1 0 1 0 0 0 0 4 26 0 1 1 0 1 1 0 1 1 0 6 27 1 1 1 0 0 1 1 0 0 0 5 28 0 1 1 1 0 0 0 0 1 0 4 Total 15 41 32 29 26 35 24 34 28 34 143

  b. Kelompok Kontrol Tabel 13. Tabulasi Skor Pretest Kelompok Kontrol No No Soal Total Absen 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Skor 1 0 1 1 1 0 1 0 0 1 0 5 2 0 0 1 1 0 1 0 1 0 0 4 3 0 1 0 1 1 0 0 0 1 1 5 4 0 0 0 1 1 1 1 1 1 0 6 5 0 0 0 1 0 1 0 1 0 1 4 6 1 0 0 0 1 1 0 1 0 0 4 7 0 0 0 1 0 1 0 0 1 1 4 8 0 0 0 1 0 0 0 0 1 1 3 9 0 0 0 1 1 0 0 0 1 1 4 10 0 0 1 0 0 1 0 1 0 0 3 11 1 0 1 1 1 1 1 1 0 0 7 12 0 0 0 1 1 1 0 0 1 0 4 13 0 0 0 1 1 1 0 0 0 0 3 14 0 0 1 1 1 1 1 1 1 0 7 15 0 1 1 1 0 1 0 1 1 0 6 16 0 0 1 1 0 1 0 1 1 1 6 17 0 1 0 1 0 1 0 0 1 0 4 18 0 1 0 0 1 1 0 0 1 1 5 19 0 0 0 1 0 1 0 0 0 0 2 20 0 0 1 1 1 1 0 1 0 0 5 21 0 0 0 1 1 1 0 0 0 1 4 22 0 0 0 1 1 0 0 1 0 0 3 23 0 0 1 1 0 0 0 0 0 1 3 24 0 1 0 1 1 0 0 0 1 1 5 25 0 0 0 1 1 1 0 1 0 0 4 26 0 0 1 1 1 1 1 1 0 0 6 27 0 0 0 1 0 1 0 1 0 0 3 28 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 1 29 0 0 0 1 1 1 0 1 1 1 6 Total 8 23 20 48 23 42 17 42 22 36 126

   Tabel 14. Tabulasi Skor Posttest Kelompok Kontrol No No Soal Total Absen 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Skor 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 0 7 2 1 0 1 1 0 1 0 1 1 0 6 3 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 8 4 1 0 1 1 1 1 1 0 1 0 7 5 0 1 1 1 0 1 0 1 0 0 5 6 1 0 0 1 1 1 0 1 0 0 5 7 0 0 0 1 0 1 0 1 0 0 3 8 0 0 0 1 0 1 0 1 1 0 4 9 1 0 1 1 0 1 0 0 1 0 5 10 0 0 1 1 1 1 1 1 0 1 7 11 0 0 1 1 1 1 1 1 0 0 6 12 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 8 13 1 0 0 1 1 1 0 0 0 1 5 14 0 1 1 1 1 1 0 1 0 0 6 15 0 0 1 1 0 1 0 1 0 0 4 16 0 0 1 1 0 1 1 0 1 0 5 17 1 0 1 1 0 1 1 0 1 0 6 18 1 0 1 0 0 1 1 0 1 1 6 19 0 1 1 1 0 1 1 0 0 0 5 20 0 1 1 1 1 1 0 0 0 0 5

  21

  0 0 1 1 0 0 0 0 0 1 3

  22 1 0 1 1 1 1 1 1 0 0 7 23 0 0 1 1 1 0 0 1 0 0 4 24 0 1 1 1 0 0 0 1 0 0 4 25 1 0 1 1 0 1 1 1 0 0 6 26 1 0 1 1 1 0 1 1 0 0 6 27 0 0 0 1 1 1 1 0 0 0 4 28 0 0 1 1 1 0 0 0 0 0 3 29 0 0 1 1 1 1 1 0 1 1 7 Total 19 25

  34

  50

  23

  44

  27 43 17 30 157

1.1.1.2 Data Kemampuan Berpikir Kritis Kategori Afektif Umum

  Data kemampuan berpikir kritis kategori afektif umum diperoleh dari hasil kuesioner yang dikerjakan oleh siswa. Kuesioner tersebut berisi 9 pernyataan yang harus dijawab oleh siswa. Tes dilakukan dua kali yaitu pretest dan posttest. Pretest dilakukan sebelum diberikan perlakuan pada kelompok ekperimen dan kontrol. Posttest dilakukan setelah kelompok eksperimen diberikan perlakukan sedangkan kelompok kontrol tetap tanpa diberikan perlakuan. Data ini dapat digunakan untuk melihat apakah ada peningkatan kemampuan berpikir kritis kategori afektif umum setelah diberi perlakukan pada pembelajaran yaitu dengan metode inkuiri terbimbing. Hasil pretest dan posttest kecakapan berpikir kritis kategori afektif umum kelompok eksperimen dan kelompok kontrol adalah sebagai berikut:

  a. Kelompok Eksperimen Tabel 15. Tabulasi Skor Pretest Afektif Umum Eksperimen No No Pernyataan Total Urut 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Skor 1 3 3 2 4 3 3 3 3 2 26 2 3 4 4 4 4 2 1 3 4 29 3 3 1 3 4 3 2 1 2 4 23 4 3 4 3 4 3 2 2 3 3 27 5 4 3 4 4 3 2 0 3 2 25 6 4 3 4 4 4 3 2 3 3 30 7 1 1 4 4 4 4 4 4 1 27 8 3 4 3 4 4 2 3 1 4 28 9 3 3 3 4 3 3 4 2 3 28 10 4 3 4 4 3 2 3 3 3 29 11 4 2 4 4 4 2 1 3 2 26 12 3 3 3 4 4 3 4 1 4 29 13 3 4 3 4 4 3 3 2 4 30 14 3 4 3 4 2 3 3 1 4 27 15 3 4 3 4 2 3 2 2 2 25 16 3 4 3 4 4 3 4 3 1 29 17 4 2 3 4 3 2 2 3 3 26 18 4 2 2 4 3 3 2 4 3 27 19 3 2 3 4 1 3 3 3 3 25 20 4 4 3 4 2 2 2 4 3 28 21 4 1 2 4 3 4 4 3 4 29 22 4 4 3 4 2 1 2 3 3 26 23 4 4 4 4 3 4 3 1 1 28 24 3 3 3 3 2 3 3 3 3 26 25 3 4 3 4 3 2 2 4 2 27 26 4 4 4 4 4 3 4 3 1 31 27 3 3 4 4 3 2 3 3 1 26 28 4 1 4 4 4 3 4 3 4 31 Total 95 86 94 115

  92

  80 81 84 86 768

  Tabel 16. Tabulasi Skor Posttest Afektif Umum Eksperimen No No Pernyataan Total Urut Skor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 4 2 2 4 3 3 3 3 3 27 2 4 4 4 4 4 1 4 4 3 32 3 4 4 3 4 4 4 4 1 4 32 4 2 4 3 4 3 2 2 3 3 26 5 4 3 4 4 3 2 3 4 2 29 6 3 3 3 4 3 3 1 3 1 24 7 1 2 4 4 4 4 4 4 1 28 8 3 4 4 4 4 2 4 4 4 33 9 4 3 4 4 4 3 4 2 3 31 10 3 3 4 3 3 3 3 4 3 29 11 4 1 0 4 3 2 3 3 1 21 12 3 3 3 0 3 3 3 2 3 23 13 2 4 3 4 3 3 3 1 4 27 14 3 4 3 4 3 3 2 2 4 28 15 3 4 2 4 3 2 3 2 2 25 16 4 4 4 4 1 1 1 4 1 24 17 4 1 4 4 4 2 3 3 2 27 18 3 2 2 3 2 3 3 3 2 23 19 3 4 3 4 1 3 3 4 1 26 20 4 4 4 4 4 3 0 3 2 28 21 4 1 2 4 3 4 2 1 3 24 22 4 3 3 4 3 3 2 3 2 27 23 4 2 4 4 4 4 3 1 3 29 24 3 3 3 3 4 3 4 1 4 28 25 4 3 3 3 3 3 2 3 3 27 26 4 3 4 4 4 4 4 4 3 34 27 3 3 3 4 4 3 3 3 4 30 28 4 4 4 4 4 4 4 4 1 33 Total 96 87 92 108

  96

  86 87 87 81 775

  b. Kelompok Kontrol Tabel 17. Tabulasi Skor Pretest Afektif Umum Kontrol No No Pernyataan Total Urut Skor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 4 3 3 4 3 2 3 3 3 28 2 4 2 3 4 3 4 3 3 2 28 3 3 4 4 4 4 4 3 1 4 31 4 3 3 4 4 3 3 3 3 3 29 5 4 4 2 4 2 2 2 4 4 28 6 4 4 3 4 3 2 3 3 3 29 7 3 4 2 4 3 2 4 4 3 29 8 4 4 4 4 3 4 3 4 3 33 9 4 3 4 4 3 3 3 4 4 32 10 3 4 4 3 2 3 3 2 3 27 11 4 3 4 4 3 2 3 3 3 29 12 4 4 4 4 3 3 3 3 3 31 13 4 3 3 4 2 4 3 3 4 30 14 3 2 3 4 2 3 3 3 1 24 15 2 4 4 4 3 3 3 1 4 28 16 4 4 3 4 4 4 4 1 1 29 17 4 3 4 3 4 3 4 4 2 31 18 4 4 3 4 3 2 3 2 2 27 19 3 2 3 4 3 4 4 3 2 28 20 4 4 3 4 4 3 2 2 4 30 21 3 4 3 4 3 2 2 3 1 25 22 4 3 0 4 3 3 3 4 2 26 23 4 3 3 4 4 3 2 2 4 29 24 3 4 4 4 2 4 1 3 2 27 25 4 4 4 4 3 1 1 2 1 24 26 4 3 4 4 3 4 2 4 3 31 27 4 1 4 4 4 4 3 2 4 30 28 4 2 4 4 4 3 3 4 3 31 Total 103 94 96 114

  91

  90 86 88 87 804

  Tabel 18. Tabulasi Skor Posttest Afektif Umum Kontrol No No Pernyataan Total Urut 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Skor 1 4 3 4 4 2 2 3 4 3 29 2 4 3 2 4 4 3 3 3 3 29 3 3 4 4 4 4 4 0 4 1 28 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 28 5 4 4 3 4 1 2 2 3 1 24 6 4 4 3 3 2 2 1 3 2 24 7 3 4 2 4 4 2 3 4 3 29 8 4 4 4 4 3 3 2 2 3 29 9 4 4 4 4 4 3 3 4 3 33 10 3 3 4 4 3 3 3 4 3 30 11 2 3 3 3 3 2 3 3 2 24 12 4 4 4 4 4 3 3 3 2 31 13 4 1 4 4 3 4 2 3 4 29 14 3 3 4 4 3 3 2 2 2 26 15 2 4 4 4 3 4 3 2 4 30 16 3 3 3 3 3 3 3 3 3 27 17 4 3 4 4 4 3 4 3 2 31 18 3 3 3 4 3 2 3 3 2 26 19 3 2 3 4 3 4 3 3 2 27 20 4 4 4 4 4 4 2 2 1 29 21 3 4 3 4 3 3 2 2 1 25 22 4 3 4 4 2 4 4 4 2 31 23 3 4 4 3 4 2 1 3 1 25 24 3 4 3 4 2 3 2 3 3 27 25 4 4 4 3 3 3 3 3 3 30 26 1 4 4 4 3 4 3 3 4 30 27 4 3 4 4 2 4 4 3 4 32 28 4 2 4 4 4 3 4 4 3 32 Total 96 96 102 110

  91

  91 81 94 79 795

4.1.2 Analisis Data

  Data-data yang akan dianalisis menurut rumusan masalah adalah sebagai berikut:

4.1.2.1 Pengaruh Penerapan Metode Inkuiri terhadap Prestasi Belajar

  Ada tiga sasaran yang akan di analisis pada data prestasi belajar, yaitu: 1.

   Menganalisis selisih pretest dan posttest prestasi belajar kelompok eksperimen a. Uji Normalitas Data Prestasi Belajar Kelompok Eksperimen

  Uji normalitas data selisih pretest dan posttest kelompok eksperimen dapat dilakukan dengan menggunakan dua cara, yakni dengan menggunakan analisis histogram dan menggunakan rumus

  One Sample Kolmogorov Sminov-Test. Berikut ini adalah hasil uji

  normalitas data pretest kelas eksperimen dengan menggunakan histogram:

   Gambar 17. Grafik Uji Normalitas Pretest Eksperimen

  Grafik di atas menunjukkan hasil pengujian pretest kelompok eksperimen. Secara kasat mata, hasil pengujian data menunjukkan data berdistribusi normal dengan standar deviasi 1,572 dan mean 3,79.

  Setelah dilihat dengan histogram, uji normalitas dapat dihitung dengan rumus One Sample Kolmogorov-Smirnov Test.

  Berikut adalah hasil uji normalitas dengan rumus One Sample Test menggunakan program PASW 18 For

  Kolmogorov-Smirnov

  :

  Windows

Tabel 19. Uji Normalitas Pretest Eksperimen

Harga Asymp.

  Std. Mean Kolmogorov- Sig. (2- Analisis Keterangan Deviasi

Smirnov Z tailed)

  Sig > Distribusi 3,79 1,572 1,036 0,233 0,05 Normal

  Hasil uji normalitas dengan rumus One Samples

  Kolmogorov-Smirnov Test menunjukkan harga Kolmogorov- Smirnov Z adalah 1,036 dengan signifikansi (2-taliled) 0,233.

  Harga signifikansi 0,233 lebih besar dari 0,05 sehingga data berdistribusi normal (Sarwono, 2010:23).

  Setelah uji normalitas data skor pretest dilanjutkan dengan uji normalitas data skor posttest. Pengujian normalitas data pada skor posttest dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan menggunakan histogram dan menggunakan rumus One Samples Kolmogorov-

  Smirnov Test. Berikut ini adalah hasil uji normalitas data posttest

  kelompok eksperimen dengan menggunakan histogram:

  

Gambar 18. Grafik Uji Normalitas Posttest Eksperimen

  Grafik uji normalitas di atas menunjukkan bahwa grafik berdistribusi normal dengan mean sebesar 5,11 dan standar deviasi 1,641. Berikut adalah hasil uji normalitas dengan rumus

  One Sample Kolmogorov-Smirnov Test menggunakan program PASW 18 For Windows : Tabel 20. Uji Normalitas Posttest Eksperimen Harga Asymp. Std. Mean Kolmogorov- Sig. (2- Analisis Keterangan Deviasi

  

Smirnov Z tailed)

Sig > Distribusi 5,11 1,641 0,795 0,552

  0,05 Normal

  Hasil pengujian dengan menggunakan rumus One Samples

  Kolmogorov-Smirnov Test menunjukkan mean sabesar 5,11,

  standar deviasi sebesar 1,641, harga Kolmogorov-Smirnov Z adalah 0,795 dengan signifikansi (2-tailed) 0,552. Harga signifikansi (2-tailed) 0,552 lebih besar dari 0,05 sehingga data berdistribusi normal (Sarwono, 2010:23).

  Data perhitungan skor pretest ke posttest kelompok eksperimen menunjukkan bahwa sebaran data berdistribusi normal, maka pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan Independent Samples T-test pada program PASW

  18 for Windows .

b. Uji Hipotesis Prestasi Belajar Kelompok Eksperimen

  Hasil uji normalitas data menunjukkan bahwa data berdistribusi normal, sehingga uji hipotesis dilakukan menggunakan statistik parametris yaitu Independent Samples T-

  test . Hipotesis yang digunakan untuk masalah ini adalah sebagai

  berikut: H : Ada perbedaan yang positif dan signifikan antara rata-rata

  i

  skor pretest dan posttest di kelompok eksperimen yang menggunakan metode inkuiri.

  H : Tidak ada perbedaan yang positif dan signifikan antara

  null

  rata-rata skor pretest dan posttest di kelompok eksperimen yang menggunakan metode inkuiri.

  Kriteria untuk pengambilan keputusan adalah sebagai berikut (Santoso, 2010:94):

  a. Jika nilai probabilitas Sig. < 0,05, H ditolak dan H

  null i

  diterima. Artinya kenaikan skor pretest kelompok eksperimen berbeda secara positif dan signifikan dibandingkan dengan kenaikan skor post-test kelompok eksperimen.

  b. Jika nilai probabilitas Sig. > 0,05, H diterima dan H

  null i

  ditolak. Artinya kenaikan skor pretest kelompok eksperimen tidak berbeda secara positif dan signifikan dibandingkan dengan kenaikan skor posttest kelompok eksperimen.

  Pengujian hipotesis ini dilakukan dengan menggunakan program PASW 18 for Windows dengan rumus Independent

  Samples T-test dan diperoleh hasil sebagai berikut: Tabel 21. Uji Hipotesis Prestasi Belajar Eksperimen

  

Mean Std. Levene’s Test for T-test for

Deviasi Equality of Equality of Variances Means

  Pre Pre Skor F Sig df Sig. (2- 3,79 1,572 Equal tailed ) Post Post variance 5,11 1,641 assumed 0,006 0,938 54 0,003

  Berdasarkan Independent Samples T-test pada kolom

  Levene’s Test , terlihat bahwa F hitung sebesar 0,006 dengan

  probabilitas signifikansi sebesar 0,938. Probabilitas signifikansi 0,938 lebih besar dari 0,05 maka terdapat homogenitas data atau ada data yang identik (Santoso, 2010:91). Pada kolom T-test menunjukkan df sebesar 54 dengan probabilitas Sig. (2-tailed) 0,003.

  Hasil perhitungan menunjukkan nilai probabilitas Sig. (2-

  tailed ) sebesar 0,003 sehingga lebih kecil dari 0,05. Dengan

  demikian H ditolak dan H diterima, artinya skor rata-rata

  null i

  posttest kelompok eksperimen berbeda secara positif dan signifikan dengan skor rata-rata pretest kelompok eksperimen.

  Maka dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan skor rata-rata pretest ke posttest pada kelompok eksperimen setelah menggunakan metode inkuiri. Kenaikan skor rata-rata pretest ke posttest kelompok eksperimen dapat dilihat pada grafik berikut ini:

  

Gambar 19. Grafik Kenaikan Pretest ke Posttest Eksperimen

2. Menganalisis perbedaan rata-rata selisih kelompok eksperimen dengan rata-rata selisih kelompok kontrol

a. Uji Normalitas Data Prestasi Belajar Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol

  Uji normalitas data rata-rata selisih yang terjadi di kelompok eksperimen dan rata-rata selisih yang terjadi di kelompok kontrol dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan menggunakan grafik histogram dan perhitungan rumus One Samples

  Kolmogorov-Smirnov Test. Berikut ini adalah hasil uji normalitas

  data rata-rata selisih kelompok eksperimen dengan menggunakan histogram:

  

Gambar 20. Grafik Rata-rata Kenaikan Eksperimen

  Hasil uji normalitas data menunjukkan bahwa grafik berdistribusi normal dengan mean sebesar 1,32 dan standar deviasi 1,906. Uji normalitas data rata-rata kenaikan kelompok eksperimen berikutnya dengan program PASW 18 for Windows menggunakan rumus One Samples Kolmogorov-Smirnov Test. Hasil perhitungan dapat dilihat pada tabel berikut ini:

   Tabel 22. Uji Normalitas Kenaikan Eksperimen Harga Std. Asymp. Sig. Mean Kolmogorov- Analisis Keterangan Deviasi (2-tailed) Smirnov Z Sig > Distribusi 1,32 1,906 0,787 0,565

  0,05 Normal

  Hasil uji normalitas dengan rumus One Samples

  Kolmogorov-Smirnov Test menunjukkan mean sebesar 1,32,

  standar deviasi sebesar 1,906, harga Kolmogorov-Smirnov Z adalah 0,787 dengan signifikansi (2-tailed) 0,565. Harga signifikansi (2-

  tailed ) 0,565 lebih besar dari 0,05 sehingga data berdistribusi normal (Uyanto, 2009:40).

  Setelah uji normalitas data rata-rata kenaikan kelompok eksperimen, dilanjutkan uji normalitas data rata-rata kenaikan kelompok kontrol. Pengujian normalitas data rata-rata kenaikan kelompok kontrol dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan menggunakan grafik histogram dan menggunakan rumus One

  Test. Berikut ini adalah hasil uji

  Samples Kolmogorov-Smirnov

  normalitas data rata-rata kelompok kontrol dengan menggunakan histogram:

  

Gambar 21. Grafik Rata-rata Kenaikan Kontrol

  Hasil uji normalitas data kenaikan yang terjadi di kelompok kontrol jika dilihat melalui histogram data membentuk kurva normal dengan mean sebesar 1,07 dan standar deviasi 1,646. Selanjutnya data dihitung dengan rumus One Samples

  Kolmogorov-Smirnov Test menggunakan program PASW 18 for Windows. Hasil perhitungan dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 23. Uji Normalitas Kenaikan Kontrol

Harga Asymp.

  Std. Mean Kolmogorov Sig. (2- Analisis Keterangan Deviasi

  • -Smirnov Z tailed)

  Sig > Distribusi 1,07 1,646 0,931 0,351 0,05 Normal

  Hasil yang diperoleh dari uji normalitas kenaikan pada kelas kontrol dengan rumus One Samples Kolmogorov-Smirnov Test menunjukkan mean sebesar 1,07, standar deviasi sebesar 1,646 dan harga Kolmogorov-Smirnov Z adalah 0,931 dengan signifikansi (2-

  tailed ) 0,351. Harga signifikansi (2-tailed) 0,351 lebih besar dari

  0,05, artinya sebaran data tersebut berdistribusi normal (Uyanto, 2009:40).

  Data perhitungan rata-rata kenaikan kelompok eksperimen dan rata-rata kenaikan kelompok kontrol menunjukkan bahwa sebaran data berdistribusi normal, maka pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan Independent Samples T-test pada program PASW 18 for Windows.

b. Uji Hipotesis Prestasi Belajar Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol

  Hasil uji normalitas data menunjukkan bahwa data berdistribusi normal, sehingga uji hipotesis dilakukan menggunakan statistik parametris yaitu Independent Samples T-

  test . Hipotesis yang digunakan untuk masalah ini adalah sebagai

  berikut: H : Ada perbedaan yang signifikan antara rata-rata kenaikan

  i

  kelompok eksperimen yang menggunakan metode inkuiri dan rata- rata kenaikan kelompok kontrol yang menggunakan metode tradisional (ceramah). H : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara rata-rata

  null

  kenaikan kelompok eksperimen yang menggunakan metode inkuiri dan rata-rata kenaikan kelompok kontrol yang menggunakan metode tradisional (ceramah).

  Kriteria pengambilan keputusan untuk data di atas adalah sebagai berikut (Santoso, 2010:94): a. Jika nilai probabilitas Sig. < 0,05, H

  Deviasi Levene’s Test for Equality of Variances T-test for Equality of Means

  Kntrl 1,646 0,622 0,434 55 0,594

  Kntrl 1,07

  tailed )

  F Sig df Sig. (2-

  Skor Equal variance assumed

  Eks 1,906

  Eks 1,32

  

Tabel 24. Uji Hipotesis Eksperimen dan Kontrol

Mean Std.

  null

  ditolak. Artinya rata-rata kenaikan kelompok eksperimen tidak berbeda secara positif dan signifikan dibandingkan dengan kenaikan rata-rata kelompok kontrol. Berikut ini adalah hasil uji Independent Samples T-test menggunakan program PASW 18 For Windows :

  i

  diterima dan H

  null

  b. Jika nilai probabilitas Sig. > 0,05, H

  diterima. Artinya rata-rata kenaikan kelompok eksperimen berbeda secara positif dan signifikan dibandingkan dengan kenaikan rata-rata kelompok kontrol.

  i

  ditolak dan H

  Hasil yang diperoleh dari uji Independent Samples T-test pada kolom Levene’s Test for Equality of Variances menunjukkan bahwa F hitung sebesar 0,622 dengan probabilitas signifikansi sebesar 0,434. Probabilitas signifikansi 0,434 lebih besar dari 0,05 maka terdapat homogenitas data atau ada data yang identik

  (Santoso, 2010:91). Pada kolom T-test menunjukkan df sebesar 55 dengan probabilitas Sig. (2-tailed) 0,594.

  Hasil perhitungan menunjukkan nilai probabilitas Sig. (2-

  tailed ) sebesar 0,594 sehingga lebih besar dari 0,05. Dengan

  demikian H diterima H ditolak, artinya rata-rata kenaikan

  null i

  kelompok eksperimen tidak berbeda secara signifikan dengan rata- rata kenaikan kelompok kontrol. Dengan demikian metode inkuiri maupun metode tradisional sama efektifnya dalam meningkatkan prestasi belajar siswa.

  Kenaikan yang terjadi di kelompok eksperimen dengan rata- rata kenaikan yang terjadi di kelompok kontrol dapat dilihat dari grafik berikut ini:

   Gambar 22. Grafik Selisih Prestasi Belajar Eksperimen dan Kontrol

3. Menganalisis selisih rata-rata kemampuan berpikir kritis kategori kognitif pada masing-masing aspek kognitif

a. Uji Normalitas Data Masing-masing Aspek Kognitif

  Uji normalitas data rata-rata kenaikan kemampuan berpikir kritis kategori kognitif pada masing-masing aspek kognitif dilakukan dengan dua cara, yaitu menggunakan grafik histogram dan menggunakan rumus One Samples Kolmogorov-Smirnov Test.

  Berikut ini adalah hasil uji normalitas pada aspek interpretasi dengan histogram:

  

Gambar 23. Grafik Uji Normalitas Aspek Interpretasi

  Grafik di atas menunjukkan hasil pengujian rata-rata kenaikan aspek interpretasi. Hasil pengujian data menunjukkan mean sebesar 0,54 dan standar deviasi 0,576 sehingga grafik di atas berdistribusi tidak normal. Jika uji normalitas dilakukan dengan menggunakan rumus One Samples Kolmogorov-Smirnov Test menggunakan program PASW 18 for Windows hasil perhitungan dapat dilihat pada tabel berikut ini:

   Tabel 25. Uji Normalitas Aspek Interpretasi Harga Std. Asymp. Sig. Mean Kolmogorov- Analisis Keterangan Deviasi (2-tailed) Smirnov Z Distribusi Sig <

  0,54 0,576 1,713 0,006 Tidak 0,05 Normal

  Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa harga One

  Samples Kolmogorov-Smirnov Z sebesar 1,713 dengan harga

  signifikansi (2-tailed) 0,006 lebih kecil dari 0,05, artinya sebaran data tersebut berdistribusi tidak normal (Uyanto, 2009:40).

  Setelah uji normalitas data aspek interpretasi, dilanjutkan uji normalitas data aspek analisis. Uji normalitas data pada aspek ini dilakukan dengan dua cara, yaitu menggunakan histogram dan menggunakan rumus One Samples Kolmogorov-Smirnov Test.

  Berikut ini adalah hasil uji normalitas aspek analisis dengan histogram:

  

Gambar 24. Grafik Uji Normalitas Aspek Analisis

  Berdasarkan grafik di atas uji normalitas data menunjukkan mean sebesar 0,18 dan standar deviasi 0,905 sehingga grafik di atas berdistribusi normal. Jika uji normalitas dilakukan dengan rumus

  One Samples Kolmogorov-Smirnov Test menggunakan program PASW 18 for Windows hasil perhitungannya dapat dilihat pada

  tabel berikut ini:

   Tabel 26. Uji Normalitas Aspek Analisis Harga Std. Asymp. Sig. Mean Kolmogorov- Analisis Keterangan Deviasi (2-tailed) Smirnov Z Sig > Distribusi 0,18 0,905 1,359 0,050

  0,05 Normal

  Tabel di atas menunjukkan mean sebesar 0,18, standar deviasi sebesar 0,905, harga Kolmogorov-Smirnov Z sebesar 1,395 dengan harga signifikansi (2-tailed) 0,050 lebih besar dari 0,05, artinya sebaran data tersebut berdistribusi normal (Uyanto, 2009:40).

  Setelah uji normalitas data aspek analisis, dilanjutkan uji normalitas data aspek evaluasi. Uji normalitas data pada aspek ini dilakukan dengan dua cara yaitu menggunakan histogram dan menggunakan rumus One Samples Kolmogorov-Smirnov Test.

  Berikut ini adalah hasil uji normalitas aspek evaluasi dengan histogram:

  

Gambar 25. Grafik Uji Normalitas Aspek Evaluasi

  Berdasarkan histogram di atas data aspek evaluasi terlihat pada kurva normal dengan mean sebesar 0,21 dan standar deviasi 0,917. Jika dihitung dengan rumus One Samples Kolmogorov-

  Smirnov Test menggunakan program PASW 18 for Windows

  diperoleh hasil sebagai berikut:

   Tabel 27. Uji Normalitas Aspek Evaluasi Harga Std. Asymp. Sig. Mean Kolmogorov- Analisis Keterangan Deviasi (2-tailed) Smirnov Z Sig > Distribusi 0,21 0,917 1,056 0,215

  0,05 Normal

  Hasil perhitungan menunjukkan harga Kolmogorov-Smirnov

  Z sebesar 1,056 dengan signifikansi (2-tailed) 0,215 lebih besar

  dari 0,05, artinya sebaran data tersebut berdistribusi normal (Uyanto, 2009:40).

  Setelah uji normalitas data aspek evaluasi, dilanjutkan uji normalitas data aspek inferensi. Uji normalitas data pada aspek ini dilakukan dengan dua cara yaitu, menggunakan histogram dan menggunakan rumus One Samples Kolmogorov-Smirnov Test.

  Berikut hasil uji normalitas aspek inferensi dengan histogram:

  

Gambar 26. Grafik Uji Normalitas Aspek Inferensi

  Hasil uji normalitas data menunjukkan mean sebesar 0,04 dan standar deviasi 0,881 sehingga grafik di atas berdistribusi tidak normal. Uji normalitas aspek inferensi berikutnya menggunakan program PASW 18 for Windows dengan rumus One Samples

  Kolmogorov-Smirnov Test. Hasil perhitungan dapat dilihat pada

  tabel berikut ini:

   Tabel 28. Uji Normalitas Aspek Inferensi Harga Std. Asymp. Sig. Mean Kolmogorov- Analisis Keterangan Deviasi (2-tailed) Smirnov Z Distribusi Sig <

  0,04 0,881 1,597 0,012 Tidak 0,05 Normal

  Has sil pengujian n dengan m menggunakan n rumus On ne Samples

  Kolmogor rov-Smirnov v Test me enunjukkan harga Ko olmogorov- Smirnov Z Z sebesar 1, ,597 dengan signifikansi i (2-tailed) 0 0,012 lebih

  kecil dar ri 0,05, artin nya sebaran n data terseb but berdistri ibusi tidak normal (U Uyanto, 2009 9:40).

  Sete elah uji nor rmalitas dat a aspek inf ferensi, dilan njutkan uji normalita as data aspek k eksplanas si. Uji norm malitas data p pada aspek eksplanas si dilakuka an dengan dua cara, yaitu me nggunakan histogram m dan meng ggunakan ru umus One S Samples Ko olmogorov-

  Smirnov Test. Berik kut ini ada alah hasil uji normal itas aspek

  eksplanas si dengan his stogram:

  

G Gambar 27. G Grafik Uji Norm malitas Aspek k Eksplanasi

  Ber rdasarkan hi istogram di atas data asp pek eksplan nasi terlihat pada kurv va normal d dengan mean n sebesar 0,3 36 dan stand dar deviasi 1,026. Uj ji normalita as aspek eks splanasi ber rikutnya me nggunakan program PASW 18 for Windo ws dengan rumus On e Samples

  Kolmogorov-Smirnov Test. Hasil perhitungan dapat dilihat pada

  tabel berikut ini:

   Tabel 29. Uji Normalitas Aspek Eksplanasi Harga Std. Asymp. Sig. Mean Kolmogorov- Analisis Keterangan Deviasi (2-tailed) Smirnov Z Sig Distribusi 0,36 1,026 1,287 0,073

  >0,05 Normal

  Hasil pengujian dengan menggunakan rumus One Samples

  Kolmogorov-Smirnov Test harga Kolmogorov-Smirnov Z sebesar

  1,287 dengan signifikansi (2-tailed) 0,073 lebih besar dari 0,05, artinya sebaran data tersebut berdistribusi normal (Uyanto, 2009:40).

b. Uji Hipotesis Masing-masing Aspek Kognitif

  Hipotesis yang digunakan untuk masalah ini adalah sebagai berikut:   H : Ada perbedaan yang signifikan antar rata-rata kenaikan skor

  i

  kemampuan berpikir kritis kategori kognitif pada masing-masing aspeknya.   H : Tidak ada perbedaan yang signifikan antar rata-rata kenaikan

  null

  kemampuan berpikir kritis kategori kognitif pada masing-masing aspeknya.

  Kriteria pengambilan keputusan untuk data di atas adalah sebagai berikut (Santoso, 2010:94): a. Jika nilai probabilitas Sig. < 0,05, H ditolak dan H diterima.

  null i

  Artinya rata-rata kenaikan tiap aspek berpikir kritis berbeda secara signifikan. Maka dapat dibuat ranking kenaikan skor antar aspeknya sesuai urutan dari yang paling tinggi sampai yang paling rendah.

  b. Jika nilai probabilitas Sig. > 0,05, H diterima dan H ditolak.

  null i

  Artinya rata-rata kenaikan tiap aspek berpikir kritis tidak berbeda secara signifikan. Maka perbedaan angka dalam rangking dibaikan karena tidak signifikan dan tidak dapat dibuat ranking kenaikan skor antar aspeknya.

  Karena distribusi data tidak normal, pengujian hipotesis ini dilakukan dengan menggunakan program PASW 18 for Windows dengan rumus Kruskal Wallis Test dan diperoleh hasil sebagai berikut:

  

Tabel 30. Uji Kruskal Wallis Test Berpikir Kritis Kognitif

Aspek Mean Standar Berpikir Deviasi Kritis Kognitif

  Interpretasi 0,54 0,576 df

  4 Analisis 0,18 0,905 Asymp. Sig. 0,204 Evaluasi 0,21 0,917 Inferensi 0,04 0,881 Eksplanasi 0,36 1,026

  Hasil Uji Kruskal Wallis di atas menunjukkan df 4 dan Asymp. Sig. sebesar 0,204. Hasil perhitungan menunjukkan nilai probabilitas Asymp. Sig. sebesar 0,204 sehingga lebih besar dari 0,05. Dengan demikian H diterima dan H ditolak, artinya rata-

  null i

  rata kenaikan tiap aspek berpikir kritis tidak berbeda secara signifikan. Maka perbedaan angka dalam ranking diabaikan karena tidak signifikan dan tidak dapat dibuat ranking kenaikan skor antar aspeknya. Tetapi untuk memperjelas dalam penelitian ini dibuat urutan dari yang paling tinggi sampai yang paling rendah dengan mengunakan program PASW 18 for Windows:

  Kruskal-Wallis

Tabel 31. Ranking Berpikir Kritis

  

Aspek Berpikir Kritis Mean Rank

Interpretasi 83,91 Eksplanasi 72,66 Evaluasi 68,38 Analisis 67,34 Inferensi 60,21

  Berikut adalah grafik kenaikan kemampuan berpikir kritis kategori kognitif pada masing-masing aspek kognitif di kelompok eksperimen:

   Gam

  Ken kemampu aspek kog

  G mbar 28. Gra

  naikan juga uan berpikir gnitif dengan

  Gambar 29. Gr

afik Kenaikan

  a dapat d r kritis kateg n grafik beri

  

rafik Kenaikan

Masing-masin

  dilihat dari gori kognitif ikut ini:

  n Aspek Pre k ng Aspek Kog

  pretest k f pada masi

  ke Post PG gnitif

  e posttest ing-masing

  

4.1.2.2 Pengaruh Penerapan Metode Inkuiri terhadap Kemampuan Berpikir

Kritis Kategori Afektif Umum

  Ada tiga sasaran yang akan di analisis pada data kemampuan berpikir kritis kategori afektif umum, yaitu:

1. Menganalisis selisih pretest dan posttest kemampuan berpikir

  

kritis kategori afektif umum kelompok eksperimen

a.

   Uji Normalitas Data Berpikir Kritis Kategori Afektif Umum Kelompok Eksperimen

  Uji Normalitas data selisih pretest dan posttest dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan menggunakan analisis histogram dan menggunakan rumus One Samples

  Kolmogorov-Smirnov Test. Berikut ini adalah hasil uji

  normalitas data pretest dengan histogram:

   Gambar 30. Grafik Uji Normalitas Pretest Afektif Umum Eksperimen

  Grafik di atas menunjukkan hasil pengujian pretest kemampuan berpikir kritis kategori afektif umum kelompok eksperimen. Secara kasat mata, hasil pengujian data menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dengan mean 27,43 dan standar deviasi 1,952.

  Setelah dilihat dengan histogram kemudian uji normalitas data dilakukan dengan rumus One Samples Test. Berikut ini adalah hasil uji

  Kolmogorov-Smirnov

  normalitas data pretest dengan One Samples Kolmogorov- Test menggunakan program PASW 18 for

  Smirnov Windows :

Tabel 32. Uji Normalitas Pretest Afektif Umum Eksperimen

Harga Asymp.

  Std. Mean Kolmogorov- Sig. (2- Analisis Keterangan Deviasi

Smirnov Z tailed)

  Sig > Distribusi 27,43 1,952 0,662 0,774 0,05 Normal

  Hasil pengujian dengan rumus One Samples

  Kolmogorov-Smirnov Test menunjukkan harga Kolmogorov-Smirnov Z sebesar 0,662 dengan signifikansi

  (2-tailed) 0,774 lebih besar dari 0,05 menunjukkan bahwa data berdistribusi normal (Uyanto, 2009: 40).

  Setelah uji normalitas data skor pretest dilanjutkan dengan uji normalitas data skor posttest. Pengujian normalitas data pada skor posttest dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan menggunakan histogram dan menggunakan rumus One Samples Kolmogorov-Smirnov

  Test. Berikut ini adalah hasil uji normalitas data posttest

  dengan histogram:

  

Gambar 31. Grafik Uji Normalitas Posttest Afektif Umum Eksperimen

  Grafik uji normalitas di atas menunjukkan bahwa grafik berdistribusi normal dengan mean 27,68 dan standar deviasi 3,334. Berikut ini adalah hasil uji normalitas data posttest dengan One Samples Kolmogorov-Smirnov Test menggunakan program PASW 18 for Windows:

  

Tabel 33. Uji Normalitas Posttest Afektif Umum Eksperimen

Harga Asymp.

  Std. Mean Kolmogorov- Sig. (2- Analisis Keterangan Deviasi

Smirnov Z tailed)

  Sig > Distribusi 27,68 3,334 0,553 0,920 0,05 Normal

  Hasil pengujian dengan rumus One Samples

  Kolmogorov-Smirnov Test menunjukkan harga Kolmogorov-Smirnov Z adalah 0,553 dengan signifikansi

  (2-tailed) 0,920 lebih besar dari 0,05 sehingga data berdistribusi normal (Uyanto, 2009: 40).

  Data perhitungan skor pretest ke posttest berpikir kritis menunjukkan bahwa sebaran data berdistribusi normal, maka pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan pada program PASW 18 for

  Independent Samples T-test Windows.

b. Uji Hipotesis Berpikir Kritis Kategori Afektif Umum Kelompok Eksperimen

  Hasil uji normalitas data menunjukkan bahwa data berdistribusi normal, sehingga uji hipotesis dilakukan menggunakan statistik parametris yaitu Independent

  Samples T-test . Hipotesis yang digunakan untuk masalah ini

  adalah sebagai berikut: H : Ada perbedaan yang positif dan signifikan antara rata-

  i

  rata skor pretest dan posttest berpikir kritis kategori afektif umum kelompok eksperimen.

  H : Tidak ada perbedaan yang positif dan signifikan

  null

  antara rata-rata skor pretest dan posttest berpikir kritis kategori afektif umum kelompok eksperimen.

  Kriteria untuk pengambilan keputusan adalah sebagai berikut: (Santoso, 2010:94) a. Jika nilai probabilitas Sig. < 0,05, H ditolak dan H

  null i

  diterima. Artinya rata-rata kenaikan pretest berpikir kritis pada kategori afektif umum kelompok eksperimen berbeda secara positif dan signifikan dibandingkan rata- rata kenaikan posttest berpikir kritis kategori afektif umum kelompok eksperimen.

  b. Jika nilai probabilitas Sig. > 0,05, H diterima dan H

  null i

  ditolak. Artinya rata-rata kenaikan pretest berpikir kritis pada kategori afektif umum kelompok eksperimen tidak berbeda secara positif dan signifikan dibandingkan rata- rata kenaikan posttest berpikir kritis kategori afektif umum kelompok eksperimen.

  Pengujian hipotesis ini dilakukan menggunakan program PASW 18 for windows dengan rumus Independent

  Samples T-test dan diperoleh hasil sebagai berikut: Tabel 34. Uji Hipotesis Afektif Umum Kelompok Eksperimen

  

Mean Std. Levene’s Test for T-test for

Deviasi Equality of Equality of Variances Means

  Pre Pre Skor F Sig df Sig. (2- 27,43 1,952 Equal tailed) variance

  Post Post assumed 27,68 3,334 5,425 0,024 55 0,733

  Berdasarkan Independent Samples T-test pada kolom

  Levene’s Test , terlihat bahwa F hitung sebesar 5,425 dengan

  probabilitas signifikansi sebesar 0,024. Probabilitas signifikansi 0,024 lebih kecil dari 0,05 maka tidak terdapat homogenitas data (Santoso, 2010:91). Pada kolom t-test menunjukkan df sebesar 54 dengan probabilitas Sig. (2- tailed ) 0,733.

  Hasil perhitungan menunjukkan nilai probabilitas Sig. (2-tailed) sebesar 0,733 sehingga lebih besar dari 0,05. Dengan demikian H diterima dan H ditolak, artinya skor

  null i

  rata-rata posttest kelompok eksperimen tidak berbeda secara positif dan signifikan dengan skor rata-rata pretest kelompok eksperimen. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan metode inkuiri tidak dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis pada kategori afektif umum. Kenaikan rata-rata pretest kelas eksperimen ke posttest kelas eksperimen dapat dilihat pada grafik berikut ini:

  

Gambar 32. Grafik Kenaikan Pretest ke Posttest Afektif Umum

2. Menganalisis perbedaan rata-rata selisih kemampuan berpikir kritis kategori afektif umum kelompok eksperimen dengan rata-rata selisih kelompok kontrol

a. Uji Normalitas Data Selisih Kemampuan Berpikir Kritis Kategori Afektif Umum Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol

  Uji normalitas data rata-rata selisih kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan menggunakan grafik histogram dan menggunakan rumus One Samples Kolmogorov-Smirnov

  Test. Berikut ini adalah hasil uji normalitas data rata-rata

  kenaikan kelompok eksperimen dengan histogram:

   Gambar 33. Grafik Rata-rata Kenaikan Afektif Umum Eksperimen

  Hasil uji normalitas data menunjukkan bahwa grafik di atas merupakan grafik yang berdistribusi normal dengan mean sebesar 0,25 dan standar deviasi 3,607. Uji normalitas data rata-rata kenaikan kelompok eksperimen berikutnya menggunakan program PASW 18 for Windows dengan rumus One Samples Kolmogorov-Smirnov Test. Hasil perhitungan dapat dilihat pada tabel berikut ini:

  

Tabel 35. Uji Normalitas Kenaikan Afektif Umum Eksperimen

Harga Std. Asymp. Sig. Mean Kolmogorov- Analisis Keterangan Deviasi (2-tailed) Smirnov Z

  Sig > Distribusi 0,25 3,607 0,988 0,283 0,05 Normal

  Hasil uji normalitas dengan rumus One Samples

  Kolmogorov-Smirnov Test menunjukkan mean sebesar 0,25,

  standar deviasi sebesar 3,607, harga Kolmogorov-Smirnov Z sebesar 0,988 dengan signifikansi (2-tailed) 0,283 sehingga lebih besar dari 0,05 menunjukkan bahwa data berdistribusi normal (Uyanto, 2009:40).

  Setelah uji normalitas data rata-rata kenaikan kelompok eksperimen dilanjutkan dengan uji normalitas data rata-rata kenaikan kelompok kontrol. Pengujian normalitas data rata- rata kenaikan kelompok kontrol dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan menggunakan grafik histogram dan menggunakan rumus One Samples Kolmogorov-Smirnov

  Test. Berikut ini adalah hasil uji normalitas data rata-rata

  kelompok kontrol dengan histogram:

   Gambar 34. Grafik Rata-rata Kenaikan Afektif Umum Kontrol

  Hasil uji normalitas data kenaikan pada kelompok kontrol jika dilihat melalui histogram membentuk kurva normal dengan mean sebesar -0,32 dan standar deviasi 2,722. Selanjutnya data dihitung dengan rumus One

  Samples Kolmogorov-Smirnov Test menggunakan program PASW 18 for Windows. Hasil perhitungan dapat dilihat pada

  tabel berikut ini:

  

Tabel 36. Uji Normalitas Kenaikan Afektif Umum Kontrol

Harga Asymp.

  Std. Mean Kolmogorov- Sig. (2- Analisis Keterangan Deviasi Smirnov Z tailed) Sig > Distribusi

  • 0,32 2,722 0,802 0,541 0,05 Normal

  Hasil pengujian dengan rumus One Samples

  Kolmogorov-Smirnov Test menunjukkan mean sebesar -

  0,32, standar deviasi sebesar 2,722. Harga Kolmogorov-

  Smirnov Z adalah 0,802 dengan signifikansi (2-tailed)

  0,541. Harga signifikansi (2-tailed) 0,541 lebih besar dari 0,05, artinya data berdistribusi normal (Uyanto, 2009:40).

  Data perhitungan rata-rata kenaikan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol menunjukkan bahwa sebaran data berdistribusi normal, maka pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan Independent Samples T- pada program PASW 18 for Windows.

  test

b. Uji Hipotesis Selisih Kemampuan Berpikir Kritis Kategori Afektif Umum Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol

  Hasil uji normalitas data menunjukkan bahwa data berdistribusi normal, sehingga uji hipotesis dilakukan menggunakan statistik parametris yaitu Independent

  Samples T-test . Hipotesis yang digunakan untuk masalah

  ini adalah sebagai berikut: H : Ada perbedaan yang signifikan antara rata-rata kenaikan

  i

  berpikir kritis kategori afektif umum kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.

  H : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara kenaikan

  null

  berpikir kritis kategori afektif umum kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. probabilitas signifikansi sebesar 0,236. Probabilitas

  Levene’s Test , terlihat bahwa F hitung sebesar 1,435 dengan

  Pengujian hipotesis ini dilakukan menggunakan program PASW 18 for Windows dengan rumus Independent

  Berdasarkan Independent Samples T-test pada kolom

  Kntrl 2,722 1,435 0,236 54 0,506

  F Sig df Sig. (2- tailed) Kntrl

  Skor Equal variance assumed

  Eks 3,607

  Eks 0,25

  Deviasi Levene’s Test for Equality of Variances T-test for Equality of Means

  Samples T-test dan diperoleh hasil sebagai berikut:

Tabel 37. Uji Hipotesis Afektif Umum Eksperimen dan Kontrol

Mean Std.

  ditolak. Artinya rata-rata kenaikan berpikir kritis kategori afektif umum kelompok eksperimen tidak berbeda secara signifikan dibandingkan dengan kenaikan berpikir kritis kategori afektif umum kelompok kontrol.

  Kriteria pengambilan keputusan untuk data di atas adalah sebagai berikut (Santoso, 2010:94) : a. Jika nilai probabilitas Sig. < 0,05, H

  i

  diterima dan H

  null

  b. Jika nilai probabilitas Sig. > 0,05, H

  diterima. Artinya rata-rata kenaikan berpikir kritis kategori afektif umum kelompok eksperimen berbeda secara signifikan dibandingkan dengan kenaikan berpikir kritis kategori afektif umum kelompok kontrol.

  i

  ditolak dan H

  null

  • 0,32
signifikansi 0,236 lebih besar dari 0,05 maka terdapat homogenitas data atau ada data yang identik (Santoso, 2010:91). Pada kolom T-test menunjukkan df sebesar 54 dengan probabilitas Sig. (2-tailed) 0,506.

  Hasil perhitungan menunjukkan nilai probabilitas Sig. (2-tailed) sebesar 0,506 sehingga lebih besar dari 0,05. Dengan demikian H diterima dan H ditolak, artinya rata-

  null i

  rata kenaikan berpikir kritis kategori afektif umum kelompok eksperimen tidak berbeda secara signifikan dibandingkan dengan kenaikan berpikir kritis kategori afektif umum kelompok kontrol. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan metode inkuiri pada kelompok eksperimen sama efektifnya dengan pembelajaran mengunakan metode ceramah pada kelompok kontrol. Selisih skor kemampuan berpikir kritis kategori afektif umum di kelompok eksperimen dengan selisih skor kemampuan berpikir kritis kategori afektif umum di kelompok kontrol dapat dilihat dari grafik berikut ini:

   Gambar 35. Grafik Selesih Afektif Umum Eksperimen dan Kontrol

3. Menganalisis selisih rata-rata kemampuan berpikir kritis kategori afektif umum pada masing-masing pernyataan

a. Uji Normalitas Data Masing-masing Pernyataan Afektif Umum

  Uji normalitas data rata-rata kenaikan kemampuan berpikir kritis kategori afektif umum pada masing-masing pernyataan dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan menggunakan grafik histogram dan menggunakan rumus

  One Samples Kolmogorov-Smirnov Test. Berikut ini adalah

  hasil uji normalitas pada pernyataan 1 dengan histogram:

   Gambar 36. Grafik Uji Normalitas Pernyataan 1

  Grafik di atas menunjukkan hasil pengujian rata-rata kenaikan pernyataan 1. Hasil pengujian data menunjukkan mean sebesar 0,04 dan standar deviasi 0,637 sehingga grafik di atas berdistribusi tidak normal. Uji normalitas untuk data rata-rata kenaikan pernyataan 1 berikutnya dengan rumus One Samples Kolmogorov-Smirnov Test menggunakan program PASW 18 for Windows. Hasil perhitungan dapat dilihat pada tabel berikut ini:

  Tabel 38. Uji Normalitas Pernyataan 1 Harga Asymp. Std. Mean Kolmogorov- Sig. (2- Analisis Keterangan Deviasi Smirnov Z tailed) Distribusi Sig

  0,04 0,637 1,630 0,010 Tidak <0,05 Normal

  Hasil pengujian dengan menggunakan rumus One

  Samples Kolmogorov-Smirnov Test menunjukkan mean

  sebesar 0,04, standar deviasi sebesar 0,637, harga

  Kolmogorov-Smirnov Z adalah 1,630 dengan signifikansi

  (2-tailed) 0,010. Harga signifikansi (2-tailed) 0,010 lebih kecil dari 0,05, artinya data berdistribusi tidak normal (Uyanto, 2009:40).

  Setelah uji normalitas data pernyataan 1, dilanjutkan uji normalitas data pernyataan 2. Uji normalitas data pada pernyataan ini dilakukan dengan dua cara, yaitu menggunakan histogram dan menggunakan rumus One

  Samples Kolmogorov-Smirnov Test. Berikut ini adalah hasil

  uji normalitas pada pernyataan 2 dengan histogram:

   Gambar 37. Grafik Uji Normalitas Pernyataan 2

  Berdasarkan grafik di atas uji normalitas data menunjukkan mean sebesar 0,04 dan standar deviasi 1,105 sehingga grafik di atas berdistribusi tidak normal. Jika uji normalitas dilakukan dengan rumus One Samples

  Kolmogorov-Smirnov Test menggunakan program PASW 18 for Windows hasil perhitungannya dapat dilihat pada tabel

  berikut ini:

   Tabel 39. Uji Normalitas Pernyataan 2 Harga Std. Asymp. Sig. Mean Kolmogorov- Analisis Keterangan Deviasi (2-tailed) Smirnov Z Distribusi Sig

  0,04 1,105 1,958 0,001 Tidak <0,05 Normal

  Tabel di atas menunjukkan mean sebesar 0,04, standar deviasi sebesar 1,105, harga Kolmogorov-Smirnov Z adalah 1,958 dengan signifikansi (2-tailed) 0,001. Harga signifikansi (2-tailed) 0,001 lebih kecil dari 0,05, artinya data berdistribusi tidak normal (Uyanto, 2009:40).

  Setelah uji normalitas data pernyataan 2, dilanjutkan uji normalitas data pernyataan 3. Uji normalitas data pada pernyataan ini dilakukan dengan dua cara yaitu menggunakan histogram dan menggunakan rumus One

  Test. Berikut ini adalah hasil

  Samples Kolmogorov-Smirnov

  uji normalitas pada pernyataan 3 dengan histogram:

   Gambar 38. Grafik Uji Normalitas Pernyataan 3

  Berdasarkan histogram di atas data pernyataan 3 berdistribusi tidak normal dengan mean sebesar -0,07 dan standar deviasi 0,94. Uji normalitas berikutnya dengan rumus

  One Samples Kolmogorov-Smirnov Test

  menggunakan program PASW 18 for Windows. Hasil perhitungan dapat dilihat pada tabel berikut ini:

   Tabel 40. Uji Normalitas Pernyataan 3 Harga Asymp. Std. Mean Kolmogorov- Sig. (2- Analisis Keterangan Deviasi Smirnov Z tailed) Distribusi Sig

  • 0,07 0,94 2,050 0,000 Tidak <0,05 Normal

  Hasil perhitungan menunjukkan mean sebesar -0,07, standar deviasi sebesar 0,940, harga Kolmogorov-Smirnov Z adalah 2,050 dengan signifikansi (2-tailed) 0,000. Harga signifikansi (2-tailed) 0,000 lebih kecil dari 0,05, artinya data berdistribusi tidak normal (Uyanto, 2009:40).

  Setelah uji normalitas data pernyataan 3, dilanjutkan uji normalitas data pernyataan 4. Uji normalitas data pada pernyataan ini dilakukan dengan dua cara, yaitu menggunakan histogram dan menggunakan rumus One

  Samples Kolmogorov-Smirnov Test. Berikut ini adalah hasil

  uji normalitas pada pernyataan 4 dengan histogram:

   Gambar 39. Grafik Uji Normalitas Pernyataan 4

  Hasil pengujian data menunjukkan mean sebesar -0,25 dan standar deviasi 0,799 sehingga grafik di atas berdistribusi tidak normal. Uji normalitas untuk data pernyataan 4 berikutnya dengan rumus One Samples

  Kolmogorov-Smirnov Test menggunakan program PASW 18

  Hasil perhitungan dapat dilihat pada tabel for Windows. berikut ini:

  

Tabel 41. Uji Normalitas Data Kenaikan Pernyataan 4

Harga Asymp.

  Std. Mean Kolmogorov- Sig. (2- Analisis Keterangan Deviasi

Smirnov Z tailed)

  Distribusi Sig

  • 0,25 0,799 2,539 0,000 Tidak <0,05 Normal

  Hasil perhitungan dengan menggunakan rumus One

  Samples Kolmogorov-Smirnov Test menunjukkan mean

  sebesar -0,25, standar deviasi sebesar 0,799, harga

  Kolmogorov-Smirnov Z adalah 2,539 dengan signifikansi

  (2-tailed) 0,000. Harga signifikansi (2-tailed) 0,000 lebih kecil dari 0,05, artinya data berdistribusi tidak normal (Uyanto, 2009:40).

  Setelah uji normalitas data pernyataan 4, dilanjutkan uji normalitas data pernyataan 5. Uji normalitas data pada pernyataan ini dilakukan dengan dua cara yaitu menggunakan histogram dan menggunakan rumus One

  Samples Kolmogorov-Smirnov Test. Berikut ini adalah hasil

  uji normalitas pada pernyataan 5 dengan histogram:

  Gambar 40. Grafik Uji Normalitas Kenaikan Pernyataan 5

  Hasil uji normalitas data menunjukkan mean sebesar 0,14 dan standar deviasi 1,044 sehingga grafik di atas berdistribusi normal. Uji normalitas data berikutnya dengan rumus One Samples Kolmogorov-Smirnov Test menggunakan program PASW 18 for Windows. Hasil perhitungan dapat dilihat pada tabel berikut ini:

   Tabel 42. Uji Normalitas Data Pernyataan 5 Harga Asymp. Std. Mean Kolmogorov- Sig. (2- Analisis Keterangan Deviasi

Smirnov Z tailed)

  Sig Distribusi 0,14 1,044 1,224 0,100 >0,05 Normal

  Hasil pengujian dengan menggunakan rumus One

  Samples Kolmogorov-Smirnov Test menunjukkan mean

  sebesar 0,14, standar deviasi sebesar 1,044, harga

  Kolmogorov-Smirnov Z adalah 1,224 dengan signifikansi

  (2-tailed) 0,100. Harga signifikansi (2-tailed) 0,100 lebih besar dari 0,05, artinya data berdistribusi normal (Uyanto, 2009:40).

  Setelah uji normalitas data pernyataan 5, dilanjutkan uji normalitas data pernyataan 6. Uji normalitas data pada pernyataan ini dilakukan dengan dua cara yaitu menggunakan histogram dan menggunakan rumus One

  Samples Kolmogorov-Smirnov Test. Berikut ini adalah hasil

  uji normalitas pada pernyataan 6 dengan histogram:

  Gambar 41. Grafik Uji Normalitas Pernyataan 6

  Berdasarkan histogram di atas data pernyataan 6 terlihat pada kurva tidak normal dengan mean sebesar 0,21 dan standar deviasi 0,833. Uji normalitas data pernyataan 6 berikutnya dengan rumus One Samples Kolmogorov-

  Smirnov Test menggunakan program PASW 18 for Windows. Hasil perhitungan dapat dilihat pada tabel berikut

  ini:

   Tabel 43. Uji Normalitas Pernyataan 6 Harga Asymp. Std. Mean Kolmogorov- Sig. (2- Analisis Keterangan Deviasi Smirnov Z tailed) Distribusi Sig

  0,21 0,833 1,671 0,007 Tidak <0,05 Normal

  Hasil pengujian dengan menggunakan rumus One

  Samples Kolmogorov-Smirnov Test menunjukkan mean

  sebesar 0,21, standar deviasi sebesar 0,833, harga

  Kolmogorov-Smirnov Z adalah 1,671 dengan signifikansi

  (2-tailed) 0,007. Harga signifikansi (2-tailed) 0,007 lebih kecil dari 0,05, artinya data berdistribusi tidak normal (Uyanto, 2009:40).

  Setelah uji normalitas data pernyataan 6, dilanjutkan uji normalitas data pernyataan 7. Uji normalitas data pada pernyataan ini dilakukan dengan menggunakan dua cara yaitu menggunakan histogram dan menggunakan rumus

  One Samples Kolmogorov-Smirnov Test. Berikut ini adalah

  hasil uji normalitas pada pernyataan 7 dengan histogram:

  Gambar 42. Grafik Uji Normalitas Pernyataan 7 Hasil pengujian data menunjukkan mean sebesar 0,21 dan standar deviasi 1,424 sehingga grafik di atas berdistribusi normal. Uji normalitas data pernyataan 7 berikutnya dengan rumus One Samples Kolmogorov-

  Smirnov Test menggunakan program PASW 18 for

  Hasil perhitungan dapat dilihat pada tabel berikut Windows. ini:

   Tabel 44. Uji Normalitas Pernyataan 7 Harga Asymp. Std. Mean Kolmogorov- Sig. (2- Analisis Keterangan Deviasi Smirnov Z tailed) Sig Distribusi 0,21 1,424 1,261 0,083

  >0,05 Normal

  Hasil pengujian dengan menggunakan rumus One

  Samples Kolmogorov-Smirnov Test menunjukkan mean

  sebesar 0,21, standar deviasi sebesar 1,424, harga

  Kolmogorov-Smirnov Z adalah 1,261 dengan signifikansi

  (2-tailed) 0,083. Harga signifikansi (2-tailed) 0,083 lebih besar dari 0,05, artinya data berdistribusi normal (Uyanto, 2009: 40).

  Setelah uji normalitas data pernyataan 7, dilanjutkan uji normalitas data pernyataan 8. Uji normalitas data pada pernyataan ini dilakukan dengan dua cara yaitu menggunakan histogram dan menggunakan rumus One

  Samples Kolmogorov-Smirnov Test. Berikut ini adalah hasil

  uji normalitas pada pernyataan 8 dengan histogram:

  Gambar 43. Grafik Uji Normalitas Pernyataan 8

  Berdasarkan grafik di atas data pernyataan 8 terlihat pada kurva normal dengan mean sebesar 0,11 dan standar deviasi 1,066. Uji normalitas data pernyataan 8 berikutnya dengan rumus One Samples Kolmogorov-Smirnov Test menggunakan program PASW 18 for Windows. Hasil perhitungan dapat dilihat pada tabel berikut ini:

   Tabel 45. Uji Normalitas Pernyataan 8 Harga Asymp. Std. Mean Kolmogorov- Sig. (2- Analisis Keterangan Deviasi Smirnov Z tailed) Sig Distribusi 0,11 1,066 1,111 0,169

  >0,05 Normal

  Hasil perhitungan menunjukkan mean sebesar 0,11, standar deviasi sebesar 1,066, harga Kolmogorov-Smirnov Z adalah 1,111 dengan signifikansi (2-tailed) 0,169. Harga signifikansi (2-tailed) 0,169 lebih besar dari 0,05, artinya data berdistribusi normal (Uyanto, 2009:40).

  Setelah uji normalitas data pernyataan 8, dilanjutkan uji normalitas data pernyataan 9. Uji normalitas data pada pernyataan ini dilakukan dengan dua cara yaitu menggunakan histogram dan menggunakan rumus One

  Samples Kolmogorov-Smirnov Test. Berikut ini adalah hasil

  uji normalitas pada pernyataan 9 dengan histogram:

   Gambar 44. Grafik Uji Normalitas Pernyataan 9

  Hasil pengujian data menunjukkan mean sebesar -0,18 dan standar deviasi 1,278 sehingga grafik di atas berdistribusi normal. Uji normalitas data pernyataan 9 berikutnya dengan rumus One Samples Kolmogorov-

  Smirnov Test menggunakan program PASW 18 for Windows. Hasil perhitungan dapat dilihat pada tabel berikut

  ini:

   Tabel 46. Uji Normalitas Pernyataan 9 Harga Asymp. Std. Mean Kolmogorov- Sig. (2- Analisis Keterangan Deviasi Smirnov Z tailed) Sig Distribusi

  • 0,18 1,278 1,218 0,103 >0,05 Normal

  Hasil uji normalitas dengan menggunakan rumus One

  Samples Kolmogorov-Smirnov Test menunjukkan mean

  sebesar -0,18, standar deviasi sebesar 1,278, harga

  Kolmogorov-Smirnov Z adalah 1,218 dengan signifikansi

  (2-tailed) 0,103. Harga signifikansi (2-tailed) 0,103 lebih besar dari 0,05, artinya data berdistribusi normal (Uyanto, 2009:40).

  Setelah pengujian normalitas data pada tiap pernyataan berpikir kritis kategori afektif umum, dilanjutkan dengan pengujian hipotesis.

b. Uji Hipotesis Masing-masing Pernyataan Afektif Umum

  Hipotesis yang digunakan untuk masalah ini adalah sebagai berikut:   H : Ada perbedaan yang signifikan antara rata-rata kenaikan

  i

  kemampuan berpikir kritis kategori afektif umum pada masing-masing pernyataan.  

  H

  null

  : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara antara rata-rata kenaikan kemampuan berpikir kritis kategori afektif umum pada masing-masing pernyataan.

  Kriteria pengambilan keputusan untuk data di atas adalah sebagai berikut (Santoso, 2010:94) : a. Jika nilai probabilitas Sig. < 0,05, H

  null

  ditolak dan H

  i

  diterima. Artinya rata-rata kenaikan tiap pernyataan berpikir kritis kategori afektif umum berbeda secara signifikan.

  b. Jika nilai probabilitas Sig. > 0,05, H

  null

  diterima dan H

  i

  ditolak. Artinya rata-rata kenaikan tiap pernyataan berpikir kritis kategori afektif umum tidak berbeda secara signifikan. Karena beberapa data terdistribusi secara tidak normal, pengujian hipotesis ini dilakukan dengan menggunakan program PASW 18 for windows dengan rumus Kruskal

  Wallis Test dan diperoleh hasil sebagai berikut:

  Tabel 47. Uji Kruskal Wallis Test Berpikir Kritis Kategori Afektif Umum No Pernyataan Mean Standar Deviasi Berpikir Kritis Kategori Afektif Umum

1 0,04 0,637 df

  8 2 0,04 1,105 Asymp.Sig 0,459 3 -0,07 0,940 4 -0,25 0,799 5 0,14 1,044 6 0,21 0,833 7 0,21 1424 8 0,11 1,066 9 -0,18 1,278 Hasil pengujian di atas menunjukkan df 8, dan Asymp.

  Sig. sebesar 0,459. Hasil perhitungan menunjukkan nilai probabilitas Asymp. Sig. sebesar 0,459 sehingga lebih besar dari 0,05. Dengan demikian H

  null

  diterima dan H

  i

  ditolak, artinya rata-rata kenaikan tiap pernyataan berpikir kritis kategori afektif umum tidak berbeda secara signifikan. Maka perbedaan angka dalam ranking diabaikan karena tidak signifikan dan tidak dapat dibuat ranking kenaikan skor antar aspeknya. Tetapi untuk memperjelas dalam penelitian ini dibuat urutan dari yang paling tinggi sampai yang paling rendah dengan Kruskal-Wallis mengunakan program PASW 18 for Windows:

   Tabel 48. Ranking Berpikir Kritis No Pernyataan Mean Rank 6 141,55 5 138,23 7 135,86 8 133,70 1 127,55 3 126,36 2 116,93 4 109,93 9 108,39

  Berikut adalah grafik kenaikan kemampuan berpikir kritis kategori afektif umum pada masing-masing aspek kognitif di kelompok eksperimen:

  

Gambar 45. Grafik Kenaikan Masing-masing Pernyataan Berpikir Kritis

  Kenaikan juga dapat dilihat dari pretest ke posttest kemampuan berpikir kritis kategori afektif umum pada masing-masing pernyataan afektif umum di kelompok eksperimen dengan grafik berikut ini :

  

Gambar 46. Grafik Kenaikan Masing-masing Pernyataan Pre ke Post Afektif Umum

4.2 Pembahasan

  Subbab ini berisi tentang pembahasan pelaksanaan penelitian dan pembahasan hasil penelitian sesuai dengan rumusan masalah.

4.2.1 Pelaksanaan Penelitian

  Penelitian ini di lakukan di SDK Sorowajan pada siswa kelas VA dan

  VB di semester II dengan kompetensi dasar “Menjelaskan pesawat sederhana yang dapat membuat pekerjaan lebih mudah dan lebih cepat”.

  Penelitian ini dilaksanakan melalui 4 pertemuan yakni pertemuan pertama pretest dilanjutkan pembelajaran, tahap kedua sampai keempat kegiatan pembelajaran, dan pada tahap keempat itu pula dilaksanakan posttest.

  Pertemuan pertama diadakan pengambilan data dengan pretest baik untuk kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol dengan tujuan untuk mengetahui pengetahuan awal siswa. Kemudian dilanjutkan pembelajaran mengenai pengenalan pesawat sederhana. Terdapat perbedaan dalam pembelajaran yang berlangsung antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelas VB sebagai kelompok eksperimen diberi perlakuan pada kegiatan pembelajarannya, yakni menggunakan metode inkuiri terbimbing. Sedangkan kelas VA sebagai kelompok kontrol, dalam pembelajarannya menggunakan metode tradisional (ceramah). Pada pertemuan terakhir diadakan pengambilan data yang kedua dengan melakukan posttest. Dalam penelitian ini soal yang digunakan saat pretest dan posttest sama dengan tujuan untuk mempermudah dalam melakukan analisis data dan dapat diketahui perbandingan nilai pretest dan posttest sehingga dapat diketahui apakah ada peningkatan baik untuk prestasi belajar maupun kemampuan berpikir kritis kategori afektif umum.

  Suasana pembelajaran pada kelompok eksperimen, siswa terlihat bersemangat dalam mengikuti pelajaran. Siswa berperan aktif dan sungguh- sungguh melakukan percobaan yang telah dirancang, berani mengajukan pertanyaan, saling bekerja sama dengan baik dalam kelompok, dan belajar menyimpulkan apa yang dipelajari dengan bimbingan guru mitra. Siswa juga mempunyai keberanian mempresentasikan hasil percobaan yang telah dilakukan. Meskipun pada awalnya siswa terkesan bingung terhadap langkah-langkah pembelajaran yang dilaksanakan. Hal ini dikarenakan metode inkuiri jarang diterapkan di kelas tersebut.

  Suasana pembelajaran pada kelompok kontrol, siswa terlihat pasif, siswa sebatas duduk, mendengarkan dan mencatat materi yang disampaikan oleh guru mitra. Tidak ada diskusi maupun percobaan yang dilakukan, sehingga kelas terkesan tenang.

4.2.2 Hasil Penelitian

  Hasil penelitian dapat dianalisis berdasarkan rumusan masalah berikut:

4.2.2.1 Pengaruh Metode Inkuiri terhadap Prestasi Belajar

  Pengaruh penerapan metode inkuiri terbimbing terhadap prestasi belajar dapat diketahui melalui tiga sasaran, yaitu selisih pretest dan posttest prestasi belajar kelompok eksperimen, perbedaan rata-rata selisih kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, dan selisih rata-rata kecakapan berpikir kritis kategori kognitif pada masing-masing aspek kognitif pada kelompok eksperimen.

  Berdasarkan hasil analisis data penelitian penerapan metode inkuiri dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas V SDK Sorowajan Yogyakarta. Hal ini dibuktikan dengan skor rata-rata posttest prestasi belajar kelompok eksperimen berbeda secara positif dan signifikan dengan skor rata-rata ke pretest prestasi belajar kelompok eksperimen dalam perhitungannya menunjukkan nilai probabilitas Sig. (2-tailed) sebesar 0,003. Nilai probabilitas Sig. (2-tailed) 0,003 lebih kecil dari 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kenaikan skor rata-rata posttest lebih tinggi dari kenaikan skor rata-rata pretest. Peningkatan prestasi belajar tersebut disebabkan karena siswa berlatih mencari dan menemukan sendiri konsep atau pengetahuan dari apa yang mereka pelajari. Siswa memegang peranan yang dominan dalam proses pembelajaran. Siswa tidak hanya berperan sebagai penerima pelajaran saja, tetapi siswa berproses secara maksimal.

  Kenaikan yang terjadi pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol tidak berbeda secara signifikan. Hal ini ditunjukkan dengan nilai probabilitas Sig. (2-tailed) sebesar 0,594 sehingga lebih besar dari 0,05. Dapat disimpulkan bahwa penerapan metode inkuiri dengan metode tradisional (ceramah) sama efektifnya dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Hal ini dikarenakan penerapan pembelajaran menggunakan metode inkuiri merupakan pembelajaran yang belum terbiasa dilakukan, siswa belum terbiasa dengan langkah-langkah yang terdapat dalam pembelajaran berbasis metode inkuiri.

  Pengaruh metode inkuiri juga dapat dilihat dari masing- masing aspek berpikir kritis kategori kognitif. Berdasarkan hasil analisis data ranking selisih rata-rata aspek kecakapan berpikir kritis pada kelompok eksperimen diperoleh hasil perhitungan bahwa harga signifikansi (2-tailed) sebesar 0,204 sehingga lebih besar dari 0,05, artinya rata-rata kenaikan tiap aspek kemampuan berpikir kritis kategori kognitif tidak berbeda secara signifikan. Metode inkuiri tidak dapat mempengaruhi peningkatan masing- masing aspek berpikir kritis kategori kognitif dikarenakan keterbatasan waktu penelitian yang menyebabkan siswa tidak dapat melakukan pembelajaran sesuai dengan langkah inkuiri, di samping itu penerapan pembelajaran dengan metode inkuiri dirasa masih baru bagi siswa.

4.2.2.2 Pengaruh Metode Inkuiri terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Kategori Afektif Umum

  Pengaruh penerapan metode inkuiri terbimbing terhadap kemampuan berpikir kritis kategori afektif umum siswa dapat diketahui melalui tiga sasaran yaitu selisih pretest dan posttest prestasi belajar pada kelompok eksperimen, perbedaan rata-rata selisih pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, dan selisih rata-rata kemampuan berpikir kritis kategori afektif umum masing-masing aspek pada kelompok eksperimen.

  Berdasarkan hasil analisis data pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap kemampuan berpikir kritis kategori afektif umum, diperoleh hasil bahwa kenaikan pretest kemampuan berpikir kritis kategori afektif umum kelompok eksperimen ke posttest kemampuan berpikir kritis kategori afektif umum kelompok eksperimen dalam perhitungannya menunjukkan bahwa harga signifikansi (2-tailed) sebesar 0,733 sehingga lebih besar dari 0,05, artinya kenaikan skor rata-rata posttest tidak berbeda secara signifikan dengan kenaikan skor rata-rata pretest. Dengan demikian dapat disimpulkan pembelajaran dengan menggunakan metode inkuiri tidak berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis kategori afektif umum siswa.

  Kenaikan yang terjadi di kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol tidak mengalami perbedaan secara signifikan, hal ini dibuktikan dengan harga signifikansi (2-tailed) sebesar 0,506 lebih besar dari 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menggunakan metode inkuiri sama efektifnya dengan pembelajaran menggunakan metode tradisional (ceramah). Hal ini dikarenakan, waktu pembelajaran yang singkat dengan cakupan materi yang luas tidak memungkinkan penerapan metode inkuiri dapat dijalankan sepenuhnya sesuai dengan langkah-langkahnya, sehingga kemampuan berpikir kritis kategori afektif umum siswa belum sepenuhnya dapat dilatih.

  Kenaikan rata-rata skor kecakapan berpikir kritis kategori afektif umum pada masing-masing pernyataannya tidak berbeda secara signifikan dengan harga signifikansi (2-tailed) sebesar 0,459 lebih besar dari 0,05. Dapat disimpulkan bahwa metode inkuiri tidak berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis kategori afektif umum pada masing-masing pernyataannya. Metode inkuiri tidak dapat mempengaruhi peningkatan masing-masing pernyataan karena metode inkuiri merupakan hal yang baru bagi siswa, sehingga siswa belum sepenuhnya dapat mengikuti langkah- langkah yang terdapat dalam pembelajaran berbasis metode inkuiri.

  Siswa belum terbiasa dilatih untuk mengembangkan kemampuan berpikirnya dalam kaitannya dengan kemampuan berpikir kritis kategori afektif umum.

4.3 Keterbatasan Penelitian

  Penelitian ini masih memiliki keterbatasan, antara lain sebagai berikut:

  1. Waktu penelitian yang terlalu singkat dengan cakupan materi yang luas mengakibatkan siswa kurang maksimal dalam menerima materi pelajaran.

  2. Penerapan metode inkuiri yang belum terbiasa digunakan dalam pembelajaran mengakibatkan kelompok eksperimen merasa kaget dengan adanya perubahan cara pengajaran.

  3. Uji coba soal yang akan dipakai dalam penelitian ini diperoleh hasil perhitungan yang bias. Hal ini dikarenakan responden yang mengerjakan soal uji coba telah menerima materi sebelumnya, sehingga harus melakukan pengujian berulang-ulang untuk mendapatkan soal yang valid.

  4. Tingkat reliabilitas soal yang dipakai untuk pengukuran masih rendah, dalam perhitungannya menunjukkan Cronbach’s Alpha sebesar 0,469 dengan kualifikasi cukup.

  5. Guru mitra mengalami kesulitan mengajar dua kelas sekaligus dengan metode yang berbeda.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Dalam bab ini berisi uraian mengenai dua hal, yaitu: (1) kesimpulan hasil

  penelitian dan (2) saran bagi penelitian selanjutnya. Kedua hal tersebut akan dijelaskan dalam subbab-subbab berikut.

5.1 Kesimpulan

  Berdasarakan analisis data dan pembahasan hasil analisis tentang pengaruh penerapan metode inkuiri terbimbing dalam pembelajaran IPA materi pesawat sederhana pada siswa kelas V SD Kanisisus sorowajan, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

5.1.1 Prestasi Belajar

  Penerapan metode inkuiri pada mata pelajaran IPA materi pesawat sederhana berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap prestasi belajar siswa kelas V SDK Sorowajan Yogyakarta di semester genap tahun

  pelajaran 2010/2011. Hal ini terbukti dari uji hipotesis kenaikan skor rata- rata pretest ke posttest pada kelompok eksperimen terdapat perbedaan

  yang positif dan signifikan dengan harga signifikansi (2-tailed) hasil uji

  adalah 0,003 lebih kecil dari 0,05. Sedangkan jika dibandingkan kenaikan skor kelompok eksperimen dengan kenaikan skor kelompok kontrol, hasilnya tidak berbeda secara signifikan dengan harga signifikansi (2-

  tailed ) yang diperoleh sebesar 0,594 lebih besar dari 0,05. Dengan

  demikian baik metode inkuiri maupun metode tradisional sama efektifnya dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Untuk kenaikan skor rata-rata pada masing-masing aspek berpikir kritis kategori kognitif yang terjadi pada kelompok eksperimen tidak berbeda secara signifikan dengan hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa harga signifikansi (2-tailed) yang diperoleh sebesar 0,204 lebih besar dari 0,05. Sehingga penerapan metode inkuiri tidak meningkatkan enam aspek kecakapan berpikir kritis kategori kognitif. Peningkatan kecakapan berpikir kritis kategori kognitif dapat diurutkan dari yang paling tinggi ke yang paling rendah, yaitu interpretasi, eksplanasi, evaluasi, analisis, dan inferensi. Dengan demikian penerapan metode inkuiri meningkatkan prestasi belajar.

5.1.2 Kemampuan Berpikir Kritis Kategori Afektif Umum

  Penerapan metode inkuiri pada mata pelajaran IPA materi pesawat sederhana tidak berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis kategori afektif umum siswa kelas V SDK Sorowajan Yogyakarta di semester genap tahun pelajaran 2010/2011. Hal ini terbukti dari uji hipotesis kenaikan skor rata-rata pretest ke posttest pada kelompok eksperimen tidak terdapat perbedaan yang positif dan

  signifikan dengan harga signifikansi (2-tailed) hasil uji adalah 0,733 lebih

  besar dari 0,05. Sedangkan jika dibandingkan kenaikan skor kelompok eksperimen dengan kenaikan skor kelompok kontrol, hasilnya tidak

  berbeda secara signifikan dengan harga signifikansi (2-tailed) yang

  diperoleh sebesar 0,506 lebih besar dari 0,05. Dengan demikian baik metode inkuiri maupun metode tradisional sama efektifnya dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis kategori afektif umum siswa.

  Untuk kenaikan skor rata-rata pada masing-masing pernyataan kemampuan berpikir kritis kategori afektif umum yang terjadi pada kelompok eksperimen tidak berbeda secara signifikan dengan hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa harga signifikansi (2-tailed) yang diperoleh sebesar 0,459 lebih besar dari 0,05. Dapat disimpulkan bahwa penerapan metode inkuiri tidak meningkatkan sembilan pernyataan kemampuan berpikir kritis kategori afektif umum. Peningkatan kemampuan berpikir kritis kategori afektif umum dapat diurutkan dari yang paling tinggi ke yang paling rendah, yaitu pernyataan 6, pernyataan 5, pernyataan 7, pernyataan 8, pernyataan 1, pernyataan 3, pernyataan 2, pernyataan 4, dan pernyataan 9. Dengan demikian penerapan metode inkuiri tidak meningkatkan kemampuan berpikir kritis kategori afektif umum.

5.2 Saran

  Berdasarkan keterbatasan penelitian ini, peneliti memberikan saran bagi penelitian selanjutnya antara lain sebagai berikut:

  1. Peneliti sebaiknya dapat memilih waktu penelitian yang tepat agar dapat berkonsentrasi dan mempersiapkan penelitian dengan baik.

  2. Peneliti mampu memperkirakan waktu dengan cakupan materi yang akan digunakan sebagai materi penelitian sehingga siswa dapat menerima materi dengan baik.

  3. Peneliti sebaiknya melakukan uji coba soal pada sekolah yang belum menerima materi yang akan digunakan untuk penelitian agar hasilnya tidak bias.

  4. Peneliti harus memperhatikan validitas soal yang digunakan dalam penelitian agar tidak banyak soal salah atau tidak valid yang akan membingungkan siswa.

  5. Peneliti harus mempertimbangkan secara matang pemilihan kelas eksperimen dan kelas kontrol yang akan digunakan dalam penelitian agar hasil penelitian yang diharapkan dapat tercapai.

  6. Peneliti sebaiknya banyak mengkomunikasikan RPP dengan guru mitra agar guru mitra tidak merasa bingung dan tidak terjadi kesalahpahaman konsep.

  7. Peneliti sebaiknya mempersiapkan media atau alat peraga yang akan dipakai dalam penelitian jauh-jauh hari, telah mencoba mengoprasikan sebelumnya, mengecek layak tidaknya digunakan dalam penelitian, agar saat penelitian berlangsung sudah siap digunakan.

  8. Jika peneliti akan mengambil gambar/merekam proses pembelajaran saat penelitian, sebaiknya dikonfirmasikan dengan siswa dan guru mitra agar mereka tetap fokus dan tidak mengganggu pembelajaran yang sedang berlangsung.

  DAFTAR REFERENSI Abrori, Ch. (2006). Berpikir kritis (Critical thinking) dalam profesi dokter.

  Diakses pada tanggal 2 April 2011, http://www.scribd.com/doc/22006017/BERPIKIR-KRITIS-2. Amien, M. (1987). Mengajarkan ilmu pengetahuan alam (IPA) dengan

  menggunakan metode discovery dan inquiry . Jakarta: Departemen

  Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan. Anindita, C. A. (2004). Hubungan Minat Baca Komik Terhadap Kemampuan

  Berpikir Kritis Siswa SMP K. St. Petrus Jember . Malang: Skripsi mahasiswa Universitas Negeri Malang.

  Azmiyawati, C. (2008). IPA 5 Salingtemas. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. Azwar, S. (2010). Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset. Damayanti, P. (2010). IPA alam sekitar kita SD kelas V. Bogor: Yudhistira. Darmojo, Kaligis dan Jenny. (1992/1993). Pendidikan IPA 2. Jakarta: Departemen

  Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Proyek Pembinaan Tenaga Kependidikan.

  Facione, P. A. (1990). Critical thinking: A statement of expert consensus for

  purposes of educational assessment and instruction . Millbrae: California Academic Press.

  Farikhah, I. (2009). Upaya meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif

  siswa kelas X MA Wahid Hasyim Sleman dalam pembelajaran matematika dengan pendekatan open ended . Yogyakarta: Skripsi

  mahasiswa UIN Sunan Kalijaga. Ghozali, I. (2006). Aplikasi anlisis multivariate dengan program SPSS. Semarang: Undip. Hardian. (2010). Model Pembelajaran Inkuiri. Diakses tanggal 28 Maret 2011, dari http:// herdy07. Wordpress.com/2010/05/27/Model-Pembelajaran- Inkuiri/

  Hartini. (2010). Efektivitas pencapaian hasil belajar siswa kelas IV SD Kanisius

  Kintelan I tentang penyebab perubahan lingkungan fisik melalui metode inkuiri semester genap tahun pelajaran 2009/2010 . Yogyakarta: Skripsi

  mahasiswa Universitas Sanata Dharma. Hermana. (2009). Ayo belajar ilmu pengetahuan alam. Yogyakarta: Kanisius. Johnson, E. B. (2002). Contextual teaching & learning menjadikan kegiatan

belajar mengajar mengasyikkan dan bermakna . Bandung: MLC.

  Masidjo, Ign. (1995). Penilaian Pencapaian Hasil Belajar Siswa Di Sekolah.

  Yogyakarta: Kanisius. Plonsky, M. (2009). Psychological statistics. Diakses pada tanggal 09 Juli 2011, dari http://www.uwsp.edu/psych/stat/12/anova-1w.htm.

  Purbatin, W. (2010). Efektifitas pembelajaran ipa tentang sifat-sifat cahaya

  melalui metode inquiry terbimbing pada siswa kelas V SD Kanisius

  . Yogyakarta: Skripsi

  Kalasan dalam hal pencapaian hasil belajar mahasiswa Universitas Sanata Dharma.

  Purwaningsih, A. (2005). Pembelajran kimia berpendekatan SETS untuk

  meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa kelas X SMA Muhammadiyah I Semarang tahun pelajaran 2004/2005 . Semarang:

  Skripsi mahasiswa Universitas Negeri Semarang. Raras, K. (2010). Efektifitas pembelajaran IPA tentang perpindahan dan

  penghantar panas dengan menggunakan metode inkuiri terbimbing dalam hal pencapaian hasil belajar pada siswa kelas IV SD Kanisius Prontakan . Yogyakarta: Skripsi mahasiswa Universitas Sanata Dharma.

  Sanjaya, W. (2006). Strategi pembelajaran berorientasi standar proses pendidikan . Jakarta: Kencana Prenada Media.

  Santoso, S. (2010). Mastering SPSS 18. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.

  Santoso, S. (2010). Statistik parametris. Jakarta: PT Elek Media Komputindo. Sardiman, A. M. (2007). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

  Sarwono, J. (2010). PASW Statistics 18. Yogyakarta: CV. Andi Offset. Sugiyono. (2010). Statistik untuk penelitian. Bandung: CV. Alfabeta. Sugiyono. (2010). Metode penelitian pendidikan pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D . Bandun: CV. Alvabeta.

  Sulistyanto, H. (2008). Ilmu Pengetahuan Alam. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. Sunarto. (2009). Pengertian prestasi belajar. Diakses tanggal 3 April 2011, dari http://sunartombs.wordpress.com/2009/01/05/pengertian-prestasi-belajar/ Trianto. (2007). Model-model pembelajaran inovatif berorientasi konstruktivistik.

  Jakarta: Prestasi Pustaka. Trianto. (2009). Mendesain model pembelajaran inovatif progresif konsep,

  landasan, dan implementasinya pada kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) . Jakarta: Kencana Predana Media Group.

  Uyanto, S. S. (2009). Pedoman analisis data dengan SPSS. Yogyakarta : Graha Ilmu.

  Wahyuningsih. (2005). Meningkatkan logika berpikir pokok bahasan suhu

  melalui model pembelajaran problem based instruction (PBI) pada siswa kelas VIII semester 1 SMP Negeri 1 Juwana tahun pelajaran 2005/2006 . Semarang: Skripsi mahasiswa Universitas Negeri Semarang.

  Widyaningsih, Y. (2010). Efektivitas pembelajaran IPA pada materi pokok proses

  pembentukan tanah karena pelapukan pada siswa kelas V SD Kanisius Kintelan I melalui metode inkuiri terbimbing dalam hal pencapaian hasil belajar . Yogyakarta: Skripsi mahasiswa Universitas Sanata Dharma.

  ..............(2011). Gir Sepeda. Diakses pada tanggal 5 April 2011. Dari   http://www.google.co.id.

  LAMPIRAN

               

 

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

  Satuan Pendidikan : SD Kanisius Sorowajan Hari / Tanggal / Pertemuan ke : Selasa, 22 Februari 2011/ 1 Kelas / Semester : V B / 2 Mata Pelajaran : IPA Unit / Tema : Pesawat Sederhana Alokasi Waktu : 2 × 40 menit (2 jp) Kelompok : Kelompok Eksperimen

  Standar Kompetensi Sub Materi Sumber Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Kompetensi Dasar Pokok

  Belajar 1 2 3

  4 5 6 7

  5. Memahami

  5.2 Pesawat Pertemuan 1 (2 x 40 menit) Interpretasi:

  A. Jenis

  A. Sumber : hubungan Menjelaskan Sederhana

A. Kegiatan Awal

  5.2.1 Siswa dapat Penilaian: - Darmayanti antara gaya, pesawat

  1. Salam pembuka mengidentifikasi masalah -Kinerja Puti. 2010. gerak, dan sederhana

  2. Berdoa yang berhubungan dengan -Tertulis

  IPA Alam energi, serta yang dapat

  3. Apersepsi: pesawat sederhana Sekitar Kita. fungsinya membuat - Guru memberikan pengantar bahwa

  B. Soal/kunci Bogor: pekerjaan materi pesawat sederhana akan Analisis: jawaban Yudistira. lebih mudah dimulai dengan adanya pre-test dan 5.2.2 Siswa dapat meneliti dan tugas - Haryanto. dan lebih diakhiri dengan post-test. alternatif-alternatif yang /rubrik 2004. Sains cepat - Guru menyampaikan petunjuk mungkin dapat digunakan terlampir untuk kelas pengerjaan pretest yang akan untuk memindahkan batu, V SD. dikerjakan. mencabut paku dan Jakarta :

  4. Siswa diminta untuk mempersiapkan membuka tutup botol Erlangga alat tulis.

  5. Siswa dibagikan soal pre-test. Evaluasi: B.Alat dan

  6. Siswa mengerjakan soal pre-test

  5.2.3 Siswa dapat menilai Bahan: dalam waktu 50 menit. benar tidaknya alternatif-

  • Paku

  7. Siswa mengumpulkan lembar alternatif yang mungkin

  • Papan jawaban dan soal. dapat digunakan untuk memindahkan batu,
  • Palu

  

B. mencabut paku dan

Kegiatan Inti

  • Botol

  1. membuka tutup botol Orientasi

  • Siswa diminta membentuk

  minuman kelompok, setiap kelompok terdiri 143

  • Pembuka tutup botol
  • Batu • Linggis<
  • Siswa mempelajari LKS.
  • Siswa merumuskan permasalahan dengan pertanyaan yang dapat dijawab “ya” atau “tidak”.
  • Siswa mengkaji teori, konsep, atau prinsip.
  • Siswa mendefinisikan konsep- konsep penting.
  • Siswa mendiskusikan berbagai jawaban yang mungkin dengan pro dan kontranya.
  • Siswa menentukan jawaban-jawaban yang relevan saja.
  • Siswa memilih jawaban-jawaban terbaik sebagai hipotesis.
  • Siswa mendiskusikan jenis-jenis percobaan yang akan diambil.
  • Siswa menentukan langkah-langkah untuk melakukan percobaan.
  • Siswa mengurutkan langkah-langkah percobaan.
  • Siswa melakukan percobaan tentang pengenalan pesawat sederhana.
  • Siswa mengumpulkan data-data.
  • Siswa melakukan analisis data-data.
  • Siswa membahas hasil temuan.
  • Siswa merancang solusi atas permasalahan.
  • Siswa mendiskusikan alasan memilih

  144 dari 6 siswa dan masing-masing dibagi LKS.

  2. Merumuskan Permasalahan

  3. Merumuskan Hipotesis

  4. Melakukan Eksperimen

  5. Menarik Kesimpulan • Siswa menarik kesimpulan.

  Inferensi:

  5.2.4 Siswa dapat menarik kesimpulan secara mandiri sesuai dengan percobaan yang telah dilakukan Ekplanasi:

  5.2.5 Siswa dapat menjelaskan pengertian pesawat sederhana melalui percobaan Regulasi diri:

  5.2.6 Siswa dapat menilai apakah ada kelemahan dalam langkah yang sudah diambil dalam pemecahan masalah

  • Siswa mempersiapkan presentasi kelompok.
  • Siswa mempresentasikan hasil inkuiri di depan kelas.
  • Siswa memberikan penjelasan- penjelasan tambahan untuk memperjelas permasalahan.
  • Siswa mengevaluasi seluruh proses inkuiri kelompok.
  • Siswa mengevaluasi apakah kesimpulan sudah sesuai dengan alasan.
  • Siswa mengevaluasi apakah solusi sudah tepat sesuai rumusan masalah.
  • Siswa mendiskusikan apa saja yang perlu diperbaiki.
  • Elaborasi untuk penerapan kebidang yang lebih luas

  145 solusi tersebut.

  6. Mempresentasikan Hasil • Siswa menyusun laporan.

  7. Mengevaluasi

C. Kegiatan Akhir

  1. Siswa membuat ringkasan dengan bimbingan guru.

  2. Refleksi

  3. Salam Penutup

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

  Satuan Pendidikan : SD Kanisius Sorowajan Hari / Tanggal / Pertemuan ke : Rabu, 23 Februari 2011 / 2 Kelas / Semester : V B / 2 Mata Pelajaran : IPA Unit / Tema : Pesawat Sederhana Alokasi Waktu : 2 × 40 menit (2 jp) Kelompok : Kelompok Eksperimen

  Standar Kompetensi Sub Materi Sumber Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Kompetensi Dasar Pokok

  Belajar 1 2 3

  4 5 6 7

  5. Memahami

  5.2 Pesawat Pertemuan 2 (2 x 40 menit) Interpretasi:

  C. Jenis

  A. Sumber : hubungan Menjelaskan Sederhana

A. Kegiatan Awal

  5.2.7 Siswa dapat Penilaian: - Darmayanti antara gaya, pesawat

  1. Salam pembuka menginterpretasikan letak -Kinerja Puti. 2010. gerak, dan sederhana

  2. Berdoa titik tumpu, titik kuasa, -Tertulis

  IPA Alam energi, serta yang dapat

  3. Apersepsi: titik beban pada Sekitar Kita. fungsinya membuat - Masih ingatkah kamu, apakah pengungkit melalui

  D. Soal/kunci Bogor: pekerjaan pengertian pesawat sederhana ? gambar jawaban Yudistira. lebih mudah

  4. Guru menyampaikan tujuan dan tugas/ - Haryanto. dan lebih pembelajaran yang akan Interpretasi: rubrik 2004. Sains cepat dilaksanakan

  5.2.8 Siswa dapat terlampir untuk kelas membuat klasifikasi

  V SD.

  B.

   Kegiatan Inti berbagai macam alat Jakarta : 1. Orientasi berdasarkan titik tumpu, Erlangga.

  titik kuasa, titik beban

  • Siswa diminta membentuk

  B.Alat dan kelompok, setiap kelompok terdiri Analisis: Bahan: dari 6 siswa dan masing-masing

  5.2.9 Siswa dapat dibagi LKS.

  • Gunting membandingkan cara • Siswa mempelajari LKS.
  • Pinset kerja dengan

2. Merumuskan Permasalahan

  menggunakan bidang

  • Siswa merumuskan permasalahan
  • Pemotong miring atau tanpa bidang dengan pertanyaan yang dapat

  kuku miring dijawab “ya” atau “tidak”.

  • Siswa mengkaji teori, konsep, atau
  • Staples prinsip.

  146

  • Siswa mendefinisikan konsep- konsep penting.
  • >Tang • Sapu • Sekop • Pemukul bola
  • Kertas • Kaleng susu
  • Obeng • Pembuka tutup botol
  • Pasir • Meja • Papan • Karung • Ubi • Pisau

  • Siswa mendiskusikan berbagai jawaban yang mungkin dengan pro dan kontranya.
  • Siswa menentukan jawaban-jawaban yang relevan saja.
  • Siswa memilih jawaban-jawaban terbaik sebagai hipotesis.

  • Siswa mendiskusikan jenis-jenis percobaan yang akan diambil.
  • Siswa menentukan langkah-langkah untuk melakukan percobaan.
  • Siswa mengurutkan langkah-langkah percobaan.
  • Siswa melakukan percobaan tentang pengungkit dan bidang miring.
  • Siswa mengumpulkan data-data.
  • Siswa melakukan analisis data-data.
  • Siswa membahas hasil temuan.
  • Siswa merancang solusi atas permasalahan.
  • Siswa mendiskusikan alasan memilih solusi tersebut.
  • Siswa mempersiapkan presentasi kelompok.
  • Siswa mempresentasikan hasil inkuiri di depan kelas.
  • Siswa memberikan penjelasan- penjelasan tambahan untuk

  147

  3. Merumuskan Hipotesis

  4. Melakukan Eksperimen

  5. Menarik Kesimpulan • Siswa menarik kesimpulan.

  6. Mempresentasikan Hasil • Siswa menyusun laporan.

  Evaluasi:

  5.2.10 Siswa dapat menilai benar tidaknya alternatif- alternatif yang mungkin dapat digunakan untuk memindahkan pasir dan memotong kentang

  Inferensi:

  5.2.11 Siswa dapat menarik kesimpulan secara mandiri sesuai dengan percobaan yang telah dilakukan Eksplanasi:

  5.2.12 Siswa dapat menjelaskan pengertian pengungkit dan bidang miring melalui percobaan Regulasi diri:

  5.2.13 Siswa dapat menilai apakah ada kelemahan dalam langkah yang sudah diambil dalam pemecahan masalah

7. Mengevaluasi

  • Siswa mengevaluasi seluruh proses inkuiri kelompok.
  • Siswa mengevaluasi apakah kesimpulan sudah sesuai dengan alasan.
  • Siswa mengevaluasi apakah solusi sudah tepat sesuai rumusan masalah.
  • Siswa mendiskusikan apa saja yang perlu diperbaiki.
  • Elaborasi untuk penerapan kebidang yang lebih luas

C. Kegiatan Akhir

  148 memperjelas permasalahan.

  1. Siswa membuat ringkasan dengan bimbingan guru.

  2. Refleksi

  3. Salam Penutup

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

  Interpretasi:

A. Kegiatan Awal

  • Darmayanti Puti. 2010.
  • Kinerja
  • Tertulis
  • Masih ingatkah kamu, pengelompokkan tuas/pengungkit?
  • Sebutkan alat yang menerapkan prinsip kerja bidang miring !
  • Apa keuntungan kita menggunakan bidang miring ?
  • Haryanto.

   Kegiatan Inti 1. Orientasi

  A. Sumber :

  F. Soal/kunci jawaban dan tugas /rubrik terlampir

  E. Jenis Penilaian:

  V SD. Jakarta : Erlangga.

  B.Alat dan Bahan:

  5.2.16 Siswa dapat menilai apakah penggunaan prinsip kerja katrol dapat diterapkan untuk situasi tertentu

  Evaluasi:

  5.2.14 Siswa dapat menggunakan gambar untuk melakukan percobaan Analisis: 5.2.15 Siswa dapat membandingkan cara kerja dengan menggunakan katrol atau tanpa katrol

  7. Apersepsi:

  8. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan B.

  2004. Sains untuk kelas

  6. Berdoa

  5. Salam pembuka

  Pertemuan 3 (2 x 40 menit)

  Pesawat Sederhana

  5.2 Menjelaskan pesawat sederhana yang dapat membuat pekerjaan lebih mudah dan lebih cepat

  5. Memahami hubungan antara gaya, gerak, dan energi, serta fungsinya

  4 5 6 7

  Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Sub Materi Pokok Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Sumber Belajar 1 2 3

  Satuan Pendidikan : SD Kanisius Sorowajan Hari / Tanggal / Pertemuan ke : Kamis, 24 Februari 2011 / 3 Kelas / Semester : V B / 2 Mata Pelajaran : IPA Unit / Tema : Pesawat Sederhana Alokasi Waktu : 2 × 40 menit (2 jp) Kelompok : Kelompok Eksperimen

  IPA Alam Sekitar Kita. Bogor: Yudistira.

  • Siswa diminta membentuk kelompok, setiap kelompok terdiri dari 6 siswa dan masing-masing dibagi LKS.
  • Siswa mempelajari LKS.
  • >Katrol tetap
  • Katrol bebas
  • Katrol berganda

  5.2.17 Siswa dapat menarik kesimpulan secara mandiri sesuai dengan percobaan yang

  Inferensi:

2. Merumuskan Permasalahan

  • Siswa merumuskan permasalahan

  149 dengan pertanyaan yang dapat telah dilakukan

  • Katrol Blok dijawab “ya” atau “tidak”.

  Berganda Eksplanasi:

  • Siswa mengkaji teori, konsep, atau

  5.2.18 Siswa dapat prinsip.

  • Neraca menjelaskan pengertian
  • Siswa mendefinisikan konsep-

  Pegas katrol melalui percobaan konsep penting.

  3. Merumuskan Hipotesis

  • Beban Regulasi diri:
  • Siswa mendiskusikan berbagai

  5.2.19 Siswa dapat jawaban yang mungkin dengan pro menilai apakah ada dan kontranya. kelemahan dalam langkah

  • Siswa menentukan jawaban-jawaban yang sudah diambil dalam yang relevan saja.

  percobaan

  • Siswa memilih jawaban-jawaban terbaik sebagai hipotesis.

  4. Melakukan Eksperimen

  • Siswa mendiskusikan jenis-jenis percobaan yang akan diambil.
  • Siswa menentukan langkah-langkah untuk melakukan percobaan.
  • Siswa mengurutkan langkah-langkah percobaan.
  • Siswa melakukan percobaan katrol.
  • Siswa mengumpulkan data-data.
  • Siswa melakukan analisis data-data.
  • Siswa membahas hasil temuan.

  5. Menarik Kesimpulan • Siswa menarik kesimpulan.

  • Siswa merancang solusi atas permasalahan.
  • Siswa mendiskusikan alasan memilih solusi tersebut.

  6. Mempresentasikan Hasil • Siswa menyusun laporan.

  • Siswa mempersiapkan presentasi kelompok.
  • Siswa mempresentasikan hasil

  150 inkuiri di depan kelas.

  • Siswa memberikan penjelasan- penjelasan tambahan untuk memperjelas permasalahan.

7. Mengevaluasi

  • Siswa mengevaluasi seluruh proses inkuiri kelompok.
  • Siswa mengevaluasi apakah kesimpulan sudah sesuai dengan alasan.
  • Siswa mengevaluasi apakah solusi sudah tepat sesuai rumusan masalah.
  • Siswa mendiskusikan apa saja yang perlu diperbaiki.
  • Elaborasi untuk penerapan kebidang yang lebih luas

C. Kegiatan Akhir

  4. Siswa membuat ringkasan dengan bimbingan guru.

  5. Refleksi

  6. Salam Penutup 151

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

  • Darmayanti Puti. 2010.
  • Kinerja
  • Tertulis

  • Coba sebutkan alat-alat yang menggunakan prinsip kerja roda berporos ?

  B. Kegiatan Inti 8. Orientasi

  D. Alat dan Bahan:

  V SD. Jakarta : Erlangga

  IPA Alam Sekitar Kita. Bogor: Yudistira - Haryanto. 2004. Sains untuk kelas

  A. Sumber :

  H. Soal/kunci jawaban dan tugas/ rubrik terlampir

  G. Jenis Penilaian:

  5.2.23 Siswa dapat menarik kesimpulan secara mandiri sesuai dengan percobaan yang telah dilakukan

  Inferensi:

  5.2.22 Siswa dapat menjelaskan akibat letak poros yang berbeda pada suatu alat

  5.2.21 Siswa dapat membandingkan gerak roda yang memiliki letak poros yang berbeda Evaluasi:

  5.2.20 Siswa dapat mengidentifikasi masalah melalui percobaan Analisis:

  Interpretasi:

  12. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan

  11. Apersepsi:

  10. Berdoa

  9. Salam pembuka

  A. Kegiatan Awal

  Pertemuan 4 (2 x 40 menit)

  Pesawat Sederhana

  5.2 Menjelaskan pesawat sederhana yang dapat membuat pekerjaan lebih mudah dan lebih cepat

  5. Memahami hubungan antara gaya, gerak, dan energi, serta fungsinya

  4 5 6 7

  Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Sub Materi Pokok Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Sumber Belajar 1 2 3

  Satuan Pendidikan : SD Kanisius Sorowajan Hari / Tanggal / Pertemuan ke : Rabu, 2 Maret 2011 / 4 Kelas / Semester : V B / 2 Mata Pelajaran : IPA Unit / Tema : Pesawat Sederhana Alokasi Waktu : 2 × 40 menit (2 jp) Kelompok : Kelompok Eksperimen

  • Siswa diminta membentuk kelompok, setiap kelompok terdiri dari 6 siswa dan masing-masing dibagi LKS.
  • Siswa mempelajari LKS.
  • >Botol • Lidi • Tutup botol
  • Sepeda • Karet

9. Merumuskan Permasalahan

  • Siswa merumuskan permasalahan dengan pertanyaan yang dapat dijawab “ya” atau “tidak”.
  • Siswa mengkaji teori, konsep, atau
prinsip. Eksplanasi:

  152

  5.2.24 Siswa dapat

  • Siswa mendefinisikan konsep- menjelaskan pengertian konsep penting.

  roda berporos dan gir

  10. Merumuskan Hipotesis

  • Siswa mendiskusikan berbagai

  Regulasi diri: jawaban yang mungkin dengan pro

  5.2.25 Siswa dapat dan kontranya. menilai apakah ada

  • Siswa menentukan jawaban-jawaban kelemahan dalam langkah yang relevan saja.

  yang sudah diambil dalam

  • Siswa memilih jawaban-jawaban pemecahan masalah terbaik sebagai hipotesis.

  11. Melakukan Eksperimen

  • Siswa mendiskusikan jenis-jenis percobaan yang akan diambil.
  • Siswa menentukan langkah-langkah untuk melakukan percobaan.
  • Siswa mengurutkan langkah-langkah percobaan.
  • Siswa melakukan percobaan tentang roda berporos dan gir.
  • Siswa mengumpulkan data-data.
  • Siswa melakukan analisis data-data.
  • Siswa membahas hasil temuan.

  12. Menarik Kesimpulan • Siswa menarik kesimpulan.

  • Siswa merancang solusi atas permasalahan.
  • Siswa mendiskusikan alasan memilih solusi tersebut.

  13. Mempresentasikan Hasil • Siswa menyusun laporan.

  • Siswa mempersiapkan presentasi kelompok.
  • Siswa mempresentasikan hasil inkuiri di depan kelas.
  • Siswa memberikan penjelasan-

  153 penjelasan tambahan untuk memperjelas permasalahan.

14. Mengevaluasi

  • Siswa mengevaluasi seluruh proses inkuiri kelompok.
  • Siswa mengevaluasi apakah kesimpulan sudah sesuai dengan alasan.
  • Siswa mengevaluasi apakah solusi sudah tepat sesuai rumusan masalah.
  • Siswa mendiskusikan apa saja yang perlu diperbaiki.
  • Elaborasi untuk penerapan kebidang yang lebih luas

C. Kegiatan Akhir 1. Siswa dibagikan soal post-test.

  2. Siswa mengerjakan soal post-test dalam waktu 50 menit.

  3. Siswa mengumpulkan lembar jawaban dan soal.

  4. Refleksi

  5. Salam Penutup 154

  155

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

  Satuan Pendidikan : SD Kanisius Sorowajan Hari / Tanggal / Pertemuan ke : Selasa, 22 Februari 2011 – Kamis, 24 Februari 2011 Kelas / Semester : V A / 2 Mata Pelajaran : IPA Unit / Tema : Pesawat Sederhana Alokasi Waktu : 2 × 40 menit (2 jp) Kelompok : Kelompok Kontrol

  Standar Kompetensi Sub Materi Sumber Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Kompetensi Dasar Pokok

  Belajar 1 2 3

  4 5 6 7

  5. Memahami

  5.2 Pesawat Pertemuan 1 (2×40 menit)

  5.2.1 Siswa dapat

  A. Jenis

  A. Sumber : hubungan Menjelaskan Sederhana

  A. Kegiatan Awal menjelaskan pengertian Penilaian ™ Darmaya

  antara gaya, pesawat 1. Salam pembuka pesawat sederhana melalui ™ Tertulis nti Puti. gerak, dan sederhana 2. Berdoa demonstrasi 2010. energi, serta yang dapat

  3. Apersepsi: guru menyampaikan

  B. Soal/kunci

  IPA Alam fungsinya membuat petunjuk pengerjaan pre-test yang

  5.2.2 Siswa dapat jawaban dan Sekitar pekerjaan akan dikerjakan mengelompokkan pesawat tugas/rubrik Kita. lebih mudah sederhana jenis terlampir Bogor: dan lebih

  B. Kegiatan Inti pengungkit Yudistira

  cepat

1. Siswa diberi penjelasan tentang ™ Haryanto.

  pengertian pesawat sederhana.

  5.2.3 Siswa dapat 2004.

  2. Siswa mengerjakan latihan soal. menunjukkan letak titik Sains

  3. Siswa bersama guru membahas hasil tumpu, titik kuasa dan titik untuk latihan soal. beban pada pengungkit kelas V SD.

C. Kegiatan Akhir

  5.2.4 Siswa dapat Jakarta :

  1. Siswa membuat ringkasan dengan menyebutkan alat-alat Erlangga bimbingan guru. yang menggunakan

  2. Refleksi prinsip bidang miring

  3. Salam Penutup B. Alat dan

  5.2.5 Siswa dapat Bahan:

  Pertemuan 2 (2x40 menit) menyebutkan keuntungan

  ™ LKS A. pengunaan bidang miring

   Kegiatan Awal

  1. Salam pembuka 157

  2. Berdoa

  3. Apersepsi:

  • Masih ingatkah kamu, apakah

  5.2.6 Siswa dapat pengertian pesawat sederhana ? membedakan jenis katrol

  4. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan

  5.2.7 Siswa dapat menyebutkan contoh dari

  B. Kegiatan Inti setiap jenis katrol

  1. Siswa diberi penjelasan tentang pengelompokkan pesawat sederhana.

  5.2.8 Siswa dapat

  2. Siswa ditunjukkan letak titik tumpu, menyebutkan kegunaan titik kuasa, dan titik beban. dari setiap jenis katrol

  3. Siswa disuruh menyebutkan alat-alat yang menerapkan prinsip bidang

  5.2.9 Siswa dapat miring. menyebutkan kegunaan

  4. Siswa diberi penjelasan keuntungan roda berporos menggunakan bidang miring.

  5. Siswa mengerjakan latihan soal.

  5.2.10 Siswa dapat

  6. Siswa bersama guru membahas hasil menyebutkan contoh alat latihan soal yang menggunakkan prinsip roda berporos

  C. Kegiatan Akhir

  1. Siswa membuat ringkasan dengan

  5.2.11 Siswa dapat bimbingan guru. menyebutkan kegunaan

  2. Refleksi gir

  3. Salam Penutup

  5.2.12 Siswa dapat

  Pertemuan 3 (2x40 menit) mengidentifikasi alat yang A.

   Kegiatan Awal menggunakkan prinsip

  1. Salam pembuka kerja gir

  2. Berdoa

  3. Apersepsi:

  • Masih ingatkah kamu, pengelompokkan tuas/pengungkit?
  • Sebutkan alat yang menerapkan prinsip kerja bidang miring!
  • Apa keuntungan kita

  158

B. Kegiatan Inti

  1. Siswa membuat ringkasan dengan bimbingan guru

  3. Apersepsi:

  2. Berdoa

  1. Salam pembuka

  Pertemuan 4 (2x40 menit) A. Kegiatan Awal

  3. Salam Penutup

  2. Refleksi

  7. Siswa bersama guru membahas hasil soal latihan C. Kegiatan Akhir

  159 menggunakan bidang miring ?

  6. Siswa mengerjakan latihan soal.

  5. Siswa diminta menyebutkan alat yang menerapkan prinsip roda berporos.

  4. Siswa diminta menyebutkan kegunaan roda berporos.

  3. Siswa diberi penjelasan tentang roda berporos.

  2. Siswa diminta menyebutkan kegunaan katrol.

  1. Siswa diberi penjelasan tentang katrol.

  4. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan

  • Ada berapa macam katrol dalam pesawat sederhana ?
  • Coba sebutkan alat-alat yang menggunakan prinsip kerja roda berporos ?

  160

                             

                         

                                                       

                                                     

                                                     

                                                     

                                                     

                                                     

                                                     

                                                     

                                                     

                                                       

                                                     

                                                     

                                                   

 

  

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

   

                                                       

  Uji validitas kelompok soal A Total Total Pearson Correlation 1

  30 item15 Pearson Correlation .184 Sig. (2-tailed) .331 N

  30 item27 Pearson Correlation . a Sig. (2-tailed) . N

  30 item26 Pearson Correlation -.146 Sig. (2-tailed) .441 N

  30 item25 Pearson Correlation .392

  • * Sig. (2-tailed) .032 N

  30 item24 Pearson Correlation .532

  • ** Sig. (2-tailed) .002 N

  30 item23 Pearson Correlation .382

  • * Sig. (2-tailed) .037 N

  30 item22 Pearson Correlation .264 Sig. (2-tailed) .159 N

  30 item21 Pearson Correlation .249 Sig. (2-tailed) .185 N

  30 item20 Pearson Correlation .132 Sig. (2-tailed) .485 N

  30 item19 Pearson Correlation .131 Sig. (2-tailed) .491 N

  30 item18 Pearson Correlation . a Sig. (2-tailed) . N

  30 item17 Pearson Correlation .327 Sig. (2-tailed) .078 N

  30 item16 Pearson Correlation .225 Sig. (2-tailed) .233 N

  30 item14 Pearson Correlation .404

  • * Sig. (2-tailed) .027 N

  Sig. (2-tailed) N 30 item1 Pearson Correlation . a Sig. (2-tailed) .

  30 item13 Pearson Correlation .189 Sig. (2-tailed) .317 N

  30 item12 Pearson Correlation .264 Sig. (2-tailed) .158 N

  30 item11 Pearson Correlation -.258 Sig. (2-tailed) .169 N

  30 item10 Pearson Correlation .208 Sig. (2-tailed) .271 N

  30 item9 Pearson Correlation .478

  • ** Sig. (2-tailed) .008 N

  30 item8 Pearson Correlation .347 Sig. (2-tailed) .060 N

  30 item7 Pearson Correlation .244 Sig. (2-tailed) .195 N

  30 item6 Pearson Correlation .054 Sig. (2-tailed) .776 N

  30 item5 Pearson Correlation .340 Sig. (2-tailed) .066 N

  30 item4 Pearson Correlation .487

  • ** Sig. (2-tailed) .006 N

  30 item3 Pearson Correlation .326 Sig. (2-tailed) .079 N

  30 item2 Pearson Correlation .420

  • * Sig. (2-tailed) .021 N

  N

  30 item28 Pearson Correlation .131 Sig. (2-tailed) .491 N

  30 item29 Pearson Correlation .314 Sig. (2-tailed) .091 N

  30 item43 Pearson Correlation .123 Sig. (2-tailed) .517 N

  30 item55 Pearson Correlation .350 Sig. (2-tailed) .058 N

  30 item54 Pearson Correlation .432

  • * Sig. (2-tailed) .017 N

  30 item53 Pearson Correlation .200 Sig. (2-tailed) .289 N

  30 item52 Pearson Correlation .113 Sig. (2-tailed) .553 N

  30 item51 Pearson Correlation . a Sig. (2-tailed) . N

  30 item50 Pearson Correlation .004 Sig. (2-tailed) .984 N

  30 item49 Pearson Correlation -.073 Sig. (2-tailed) .702 N

  30 item48 Pearson Correlation .326 Sig. (2-tailed) .079 N

  30 item47 Pearson Correlation .301 Sig. (2-tailed) .106 N

  30 item46 Pearson Correlation .013 Sig. (2-tailed) .944 N

  30 item45 Pearson Correlation .298 Sig. (2-tailed) .110 N

  30 item44 Pearson Correlation .395

  • * Sig. (2-tailed) .031 N

  30 item42 Pearson Correlation .127 Sig. (2-tailed) .504 N

  30 item30 Pearson Correlation -.014 Sig. (2-tailed) .943 N

  30 item41 Pearson Correlation .369

  • * Sig. (2-tailed) .045 N

  30 item40 Pearson Correlation .532

  • ** Sig. (2-tailed) .002 N

  30 item39 Pearson Correlation .344 Sig. (2-tailed) .062 N

  30 item38 Pearson Correlation -.009 Sig. (2-tailed) .963 N

  30 item37 Pearson Correlation .200 Sig. (2-tailed) .289 N

  30 item36 Pearson Correlation . a Sig. (2-tailed) . N

  30 item35 Pearson Correlation -.208 Sig. (2-tailed) .270 N

  30 item34 Pearson Correlation -.013 Sig. (2-tailed) .947 N

  30 item33 Pearson Correlation .092 Sig. (2-tailed) .630 N

  30 item32 Pearson Correlation .227 Sig. (2-tailed) .227 N

  30 item31 Pearson Correlation . a Sig. (2-tailed) . N

  30 Total Total Pearson Correlation 1 Sig. (2-tailed) N

  30 item56 Pearson Correlation .298 Sig. (2-tailed) .110 N 30 item57 Pearson Correlation .256

  Sig. (2-tailed) .172 N 30 item58 Pearson Correlation .161

  Sig. (2-tailed) .397 N 30 item59 Pearson Correlation .220

  Sig. (2-tailed) .243 ** N

  30 item60 Pearson Correlation .473 Sig. (2-tailed) .008

   Uji validitas kelompok soal B Total Total Pearson Correlation 1

  30 item15 Pearson Correlation .354 Sig. (2-tailed) .055 N

  30 item27 Pearson Correlation .426

  • * Sig. (2-tailed) .019 N

  30 item26 Pearson Correlation .554

  • ** Sig. (2-tailed) .001 N

  30 item25 Pearson Correlation -.076 Sig. (2-tailed) .688 N

  30 item24 Pearson Correlation .271 Sig. (2-tailed) .147 N

  30 item23 Pearson Correlation .613

  • ** Sig. (2-tailed) .000 N

  30 item22 Pearson Correlation .396

  • * Sig. (2-tailed) .030 N

  30 item21 Pearson Correlation .242 Sig. (2-tailed) .198 N

  30 item20 Pearson Correlation .221 Sig. (2-tailed) .239 N

  30 item19 Pearson Correlation .429

  • * Sig. (2-tailed) .018 N

  30 item18 Pearson Correlation -.121 Sig. (2-tailed) .523 N

  30 item17 Pearson Correlation .265 Sig. (2-tailed) .156 N

  30 item16 Pearson Correlation .394

  • * Sig. (2-tailed) .031 N

  30 item14 Pearson Correlation .153 Sig. (2-tailed) .420 N

  Sig. (2-tailed) N 30 item1 Pearson Correlation .456

  • * Sig. (2-tailed) .011 N

  30 item13 Pearson Correlation .242 Sig. (2-tailed) .198 N

  30 item12 Pearson Correlation .074 Sig. (2-tailed) .697 N

  30 item11 Pearson Correlation -.164 Sig. (2-tailed) .386 N

  30 item10 Pearson Correlation .130 Sig. (2-tailed) .494 N

  30 item9 Pearson Correlation .311 Sig. (2-tailed) .095 N

  30 item8 Pearson Correlation .378

  • * Sig. (2-tailed) .039 N

  30 item7 Pearson Correlation .535

  • ** Sig. (2-tailed) .002 N

  30 item6 Pearson Correlation -.172 Sig. (2-tailed) .363 N

  30 item5 Pearson Correlation .491

  • ** Sig. (2-tailed) .006 N

  30 item4 Pearson Correlation .477

  • ** Sig. (2-tailed) .008 N

  30 item3 Pearson Correlation .228 Sig. (2-tailed) .225 N

  30 item2 Pearson Correlation .069 Sig. (2-tailed) .716 N

  30 item28 Pearson Correlation .114 Sig. (2-tailed) .549 N

  30 item29 Pearson Correlation .556

  • ** Sig. (2-tailed) .001 N

  30 item43 Pearson Correlation .339 Sig. (2-tailed) .067 N

  30 item55 Pearson Correlation .365

  • * Sig. (2-tailed) .047 N

  30 item54 Pearson Correlation -.019 Sig. (2-tailed) .922 N

  30 item53 Pearson Correlation .519

  • ** Sig. (2-tailed) .003 N

  30 item52 Pearson Correlation .198 Sig. (2-tailed) .295 N

  30 item51 Pearson Correlation .430

  • * Sig. (2-tailed) .018 N

  30 item50 Pearson Correlation .245 Sig. (2-tailed) .193 N

  30 item49 Pearson Correlation -.011 Sig. (2-tailed) .956 N

  30 item48 Pearson Correlation .357 Sig. (2-tailed) .053 N

  30 item47 Pearson Correlation -.223 Sig. (2-tailed) .236 N

  30 item46 Pearson Correlation .245 Sig. (2-tailed) .191 N

  30 item45 Pearson Correlation .121 Sig. (2-tailed) .524 N

  30 item44 Pearson Correlation .430

  • * Sig. (2-tailed) .018 N

  30 item42 Pearson Correlation .252 Sig. (2-tailed) .178 N

  30 item30 Pearson Correlation .105 Sig. (2-tailed) .582 N

  30 item41 Pearson Correlation .271 Sig. (2-tailed) .148 N

  30 item40 Pearson Correlation .557

  • ** Sig. (2-tailed) .001 N

  30 item39 Pearson Correlation .189 Sig. (2-tailed) .316 N

  30 item38 Pearson Correlation .453

  • * Sig. (2-tailed) .012 N

  30 item37 Pearson Correlation -.293 Sig. (2-tailed) .115 N

  30 item36 Pearson Correlation .386

  • * Sig. (2-tailed) .035 N

  30 item35 Pearson Correlation .252 Sig. (2-tailed) .178 N

  30 item34 Pearson Correlation .090 Sig. (2-tailed) .636 N

  30 item33 Pearson Correlation .110 Sig. (2-tailed) .561 N

  30 item32 Pearson Correlation .408

  • * Sig. (2-tailed) .025 N

  30 item31 Pearson Correlation .156 Sig. (2-tailed) .410 N

  30 Total Total Pearson Correlation 1 Sig. (2-tailed) N

  30 item56 Pearson Correlation .376

  • *
  • Sig. (2-tailed) .041 * N

      30 item57 Pearson Correlation .428 Sig. (2-tailed) .018 * N

      30 item58 Pearson Correlation .413 Sig. (2-tailed) .023 N

      30 item59 Pearson Correlation .227 Sig. (2-tailed) .228 N

      30 item60 Pearson Correlation -.243 Sig. (2-tailed) .196 N

      30

       

      

    Uji Reliabilitas Soal

    Case Processing Summary

      N % Cases Valid a 30 100.0

    Excluded 0 .0

    Total 30 100.0

    a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

      

    Reliability Statistics

    Cronbach's Alpha N of Items

      .469

      30

       

      

    Hasil Uji Beda Soal

    Group Statistics

    kelas N Mean Std. Deviation Std. Error Mean

    ujibeda Atas Bawah

      8 24.13 3.044 1.076 Kelompok 8 11.75 2.121 .750

      Independent Samples Test Levene's Test for Equality of

      Variances t-test for Equality of Means 95% Confidence Interval of the

      Difference Sig. (2- Mean Std. Error F Sig. t df tailed) Difference Difference Lower Upper ujibeda Equal 2.981 .106

      9.43 14 .000 12.375 1.312 9.561 15.189 varian 3 ces assum ed Equal

      9.43 12. .000 12.375 1.312 9.529 15.221 varian

      3

      50 ces 1 not assum ed

       

       

       

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

                               

     

      

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

      

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

      

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

      

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

      

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

      

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

      

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

      

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

      

     

     

     

     

     

     

     

     

     

       

         

      

     

     

                                                 

                                                           

                                                         

                                                         

                                                           

         

     

     

                                                   

                                                         

       

                                                         

       

                                                         

       

       

                                                         

         

                                                           

       

       

      

    Hasil Analisis Data Penelitian

    1. Prestasi Belajar

    1.1 Analisis Data Pre Test ke Post Test Kelompok Eksperimen

      a Uji Normalitas

      One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test PreEksperimen PostEksperimen N

      28

      28 Normal Parameters a,b Mean 3,79 5,11 Std.

    Deviation

    1,572 1,641

      Most Extreme Differences Absolute ,196 ,150 Positive ,196 ,150 Negative -,135 -,143 Kolmogorov-Smirnov Z 1,036 ,795

      Asymp. Sig. (2-tailed) ,233 ,552

      b Uji Hipotesis

      Group Statistics Test N Mean

      Std. Deviation Std. Error

      Mean Skor Pre-Test PG Eksperimen 28 3,79 1,572 ,297 Post-Test PG Eksperimen 28 5,11 1,641 ,310

      Independent Samples Test Levene's Test for

      Equality of Variances t-test for Equality of Means F Sig. t df Sig. (2- tailed) Mean

      Difference Std. Error Difference 95%

      Confidence Interval of the Difference Lower Upper

      Skor Equal variances assumed ,006 ,938 -3,077

      54 ,003 -1,321 ,429 -2,182 -,461 Equal variances not assumed

    • 3,077 53, 901 ,003 -1,321 ,429 -2,182 -,461

    1.2 Analisis Data Kelompok Eksperimen dengan Kelompok Kontrol

      a Uji Normalitas

      One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test NaikEksPG NaikKonPG N

      28

      29 Normal Parameters a,b Mean 1,32 1,07 Std. Deviation 1,906 1,646 Most Extreme Differences Absolute ,149 ,173 Positive ,149 ,137

      Negative -,137 -,173 Kolmogorov-Smirnov Z ,787 ,931 Asymp. Sig. (2-tailed) ,565 ,351

      b Uji Hipotesis

      Group Statistics Kelas N Mean Std. Deviation Std. Error Mean Naik Naik Kelas Eksperimen PG

      28 1,32 1,906 ,360 Naik Kelas Kontrol PG 29 1,07 1,646 ,306

      

    1.3 Analisis Data Masing-masing Aspek Berpikir Kritis Kategori

    Kognitif

      F Sig. t df Sig. (2- tailed) Mean

      25

      4 53,

      ,53

      6 55 ,594 ,252 ,471 -,692 1,197 Equal variances not assumed

      ,622 ,434 ,53

      Interval of the Difference Lower Upper Naik Equal variances assumed

      Difference Std. Error Difference 95% Confidence

      Levene's Test for Equality of Variances t-test for Equality of Means

      a Uji Normalitas

      

    Asymp. Sig. (2-tailed) ,006 ,050 ,215 ,012 ,073

    Independent Samples Test

      Most Extreme Differences Absolute ,324 ,257 ,200 ,302 ,243 Positive ,324 ,257 ,200 ,302 ,243 Negative -,290 -,243 -,197 -,270 -,150

    Kolmogorov-Smirnov Z 1,713 1,359 1,056 1,597 1,287

      28 Normal Parameters a,b Mean ,54 ,18 ,21 ,04 ,36 Std. Deviation ,576 ,905 ,917 ,881 1,026

      28

      28

      28

      28

      

    One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

    NaikInterpret NaikAnalisis NaikEvaluasi NaikInferensi NaikEksplanasi N

      4 ,595 ,252 ,472 -,695 1,200 b Uji Hipotesis

      Ranks Aspek N Mean Rank PG Kenaikan Interpretasi PG

      28 83,91 Kenaikan Analisis PG 28 67,34 Kenaikan Evaluasi PG 28 68,38 Kenaikan Inferensi PG 28 60,21 Kenaikan Eksplanasi PG 28 72,66 Total 140 a,b

      Test Statistics PG Chi-square 5,938 df

      

    4

    Asymp. Sig. ,204 2.

       Berpikir Kritis Kategori Afektif Umum

    2.1 Analisis Data Pre Test ke Post Test Kelompok Eksperimen

      a Uji Normalitas

      One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test PreAfktfUmum PostAfktfUmum Eks Eks

      N a,b

      28

      28 Normal Parameters Mean 27,43 27,68 Std. Deviation 1,952 3,334 Most Extreme Differences Absolute ,125 ,104 Positive ,125 ,104

      Negative -,111 -,098 Kolmogorov-Smirnov Z ,662 ,553 Asymp. Sig. (2-tailed) ,774 ,920 b. Uji Hipotesis

      Group Statistics Test N Mean

      Std. Deviation Std. Error

      Mean Skor Pre-Test Afektif Umum Eksperimen

      28 27,43 1,952 ,369 Post-Test Afektif Umum Eksperimen

      28 27,68 3,334 ,630 Independent Samples Test

      Levene's Test for Equality of Variances t-test for Equality of Means F Sig. t df

      Sig. (2- tailed) Mean Difference

      Std. Error Difference 95% Confidence Interval of the

      Difference Lower Upper Skor Equal variances assumed 5,425 ,024 -,342

      54 ,733 -,250 ,730 -1,714 1,214 Equal variances not assumed

    • ,342 43,

      56

      2 ,734 -,250 ,730 -1,722 1,222

    2.2 Analisis Data Kelompok Eksperimen dengan Kelompok Kontrol

      a Uji Normalitas

      One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test NaikEksAfktf Umum

      NaikKntrlAfktf Umum N

      28

      28 Normal Parameters a,b Mean ,25 -,32 Std. Deviation 3,607 2,722 Most Extreme Differences Absolute ,187 ,152 Positive ,106 ,099

      Negative -,187 -,152 Kolmogorov-Smirnov Z ,988 ,802 Asymp. Sig. (2-tailed) ,283 ,541

      b Uji Hipotesis

      Group Statistics Kelas N Mean

      Std. Deviation Std. Error

      Mean Naik Naik Kelas Eksperimen Afektif Umum 28 ,25 3,607 ,682 Naik Kelas Kontrol Afektif Umum

      28 -,32 2,722 ,514

    2.3 Analisis Data Masing-masing Pernyataan Berpikir Kritis Kategori Afektif Umum

      6 NaikPer

      ,308 ,370 ,291 ,377 ,197 ,316 ,238 ,183 ,230 Neg ative

      ,637 1,105 ,940 ,799 1,044 ,833 1,424 1,066 1,278 Most Extreme Difference s Abso lute ,308 ,370 ,387 ,480 ,231 ,316 ,238 ,210 ,230 Posit ive

      28 Normal Parameter s a,b Mea n ,04 ,04 -,07 -,25 ,14 ,21 ,21 ,11 -,18 Std. Devi ation

      28

      28

      28

      28

      28

      28

      28

      28

      9 N

      8 NaikPer

      7 NaikPer

      5 NaikPer

      Independent Samples Test Levene's Test for Equality of

      9 50,

      

    Variances t-test for Equality of Means

    F Sig. t df Sig. (2-

    tailed)

      Mean Difference Std. Error Difference

      95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper

      Naik Equal variances assumed 1,435 ,236 ,66

      9 54 ,506 ,571 ,854 -1,141 2,284 Equal variances not assumed

      ,66

      22

      

    4

    NaikPer

      6 ,506 ,571 ,854 -1,144 2,287

      a Uji Normalitas

      

    One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

    NaikPer

      1 NaikPer

      2 NaikPer

      3 NaikPer

    • ,299 -,237 -,387 -,480 -,231 -,291 -,226 -,210 -,163 Kolmogorov- Smirnov Z 1,630 1,958 2,050 2,539 1,224 1,671 1,261 1,111 1,218 Asymp. Sig. (2- tailed) ,010 ,001 ,000 ,000 ,100 ,007 ,083 ,169 ,103
    b. Uji Hipotesis

      

    Ranks

    Kelas N

      Mean Rank

    AfektifUmum Kenaikan Pernyataan1 28 127,55

    Kenaikan Pernyataan2 28 116,93

      Kenaikan Pernyataan3 28 126,36 Kenaikan Pernyataan4 28 109,93 Kenaikan Pernyataan5 28 138,23 Kenaikan Pernyataan 6 28 141,55 Kenaikan Pernyataan7 28 135,86 Kenaikan Pernyataan 8 28 133,70 Kenaikan Pernyataan 9 28 108,39 Total 252

      Test Statistics a,b AfektifUmum Chi-square 7,745 df

      8 Asymp. Sig. ,459

         

      

    FOTO KEGIATAN PEMBELAJARAN

    1. KELOMPOK EKSPERIMEN

    Suasana pembelajaran di kelompok eksperimen

      

    Siswa melakukan percobaan pengungkit jenis 1

      Siswa melakukan percobaan pengungkit jenis 2

    Siswa melakukan percobaan tentang katrol

      

    Siswa melakukan percobaan roda berporos

    Siswa memasang tutup botol

    2. KELOMPOK KONTROL

                   

      

    Suasana pembelajaran di kelompok kontrol

    Siswa mencatat apa yang diterangkan oleh guru

      Guru menjelaskan materi di kelompok kontrol

    Guru menjelaskan materi dengan menulis di papan tulis

       

       

         

       

       

      

    DAFTAR RIWAYAT T HIDUP

      Ch hristiana Ev vi Andriani,

      A. Ma. La ahir di Mage elang pada tan nggal 18 Fe ebruari 1989 9, merupaka an anak dar i pasangan Ra aymondus N Naunatius Ramidjan d dan Maria Christiana Su umiyati. M Menempuh p pendidikan awal di S SD Negeri

      Sikepan I S pada tahun n 1994-200

      00. Tahun 2000-2003 melanjutka an jenjang pendidikan p Sekolah M Menengah Pe ertama di S SLTP Pangu udi Luhur Srumbung, M Magelang. P Pada tahun 2003-2006 penulis ma asuk di Sek kolah Mene engah Atas Kristen Ben K ntara Wacana a Muntilan, Magelang. Tahun 2006 6-2008 mela anjutkan ke jenjang pend j didikan yang g lebih tingg gi di Univers sitas Sanata Dharma pro ogram studi P Pendidikan Guru Sek kolah Dasar r. Mempero oleh gelar Diploma d dari FKIP Universitas U Sanata Dha arma. Gelar diploma dip peroleh tahu un 2008 den ngan tugas akhir berju a dul “Upaya a Guru Da alam Memb bantu Meni ingkatkan K Kecerdasan Emosional S E Siswa SD”. B Berkat kerja sama prodi PGSD Univ versitas Sana ata Dharma dengan Pem d merintah Da aerah di Ok ksibil, Papu ua pada tahu un 2008-20 009 pernah m menjadi pen ngajar di SD D YPPK St. Vinsensius s Mabilabol, , Oksibil, Pa apua. Pada tahun 2009 t melanjutkan n kembali st tudi S1 PGS SD di Unive ersitas Sanat ta Dharma.

      Pada bulan P Januari tahu un 2010, dia angkat menja adi Calon Pe egawai Neg eri Sipil di w wilayah Kab bupaten Ma agelang. Ad anya pengan ngkatan ters sebut, mend dapat tugas m mengajar di SD Negeri M Madyocondr ro, Secang, M Magelang sa ampai sekara ang.

       

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

PENGARUH PENERAPAN METODE INKUIRI TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR SISWA SMA NU AL MA’RUF KUDUS
2
24
274
PENGARUH PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN INKUIRI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK.
0
2
45
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 7E TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATA PELAJARAN AKUNTANSI.
0
11
52
PENGARUH PENERAPAN METODE PEMECAHAN MASALAH (PROBLEM SOLVING) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK DALAM MATA PELAJARAN EKONOMI.
0
0
50
PENGARUH PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING DAN INKUIRI BEBAS TERMODIFIKASI TERHADAP PRESTASI BELAJAR DITINJAU DARI BERPIKIR KRITIS DAN KEDISIPLINAN BELAJAR SISWA KELAS XMIA SMA NEGERI 8 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2014/2015.
0
0
17
PENGARUH PENERAPAN METODE PROBING-PROMPTING PADA PEMBELAJARAN IPA SMP KELAS VII TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA.
0
0
78
PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING PADA MATA PELAJARAN IPA TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS V SD NEGERI KASONGAN.
0
2
157
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN METODE DEBAT TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI PADA MATA PELAJARAN EKONOMI
0
0
17
PENGARUH PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN INKUIRI TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KREATIF SISWA SD
0
0
10
MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS MATA PELAJARAN IPA DENGAN MODEL INKUIRI
0
0
21
PENGARUH KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PADA PENGGUNAAN MODUL BERBASIS INKUIRI TERHADAP HASIL BELAJAR
1
1
10
PENGARUH METODE DISCOVERY LEARNING TERHADAP KREATIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA - repository perpustakaan
0
0
14
PENGARUH METODE INKUIRI TERHADAP PRESTASI BELAJAR DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS KATEGORI AFEKTIF UMUM PADA MATA PELAJARAN IPA SDK WIROBRAJAN
0
1
250
PENGARUH METODE INKUIRI TERHADAP PRESTASI BELAJAR DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS KATEGORI KOGNITIFPADA MATA PELAJARAN IPA SDK WIROBRAJAN
0
0
222
PENINGKATAN PARTISIPASI, KEBERANIAN, DAN PRESTASI BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME PADA MATA PELAJARAN IPS SDK WIROBRAJAN YOGYAKARTA
0
0
184
Show more