Analisis sikap mahasiswa terhadap pengenalan produk Sprite Ice PT Coca Cola Semarang : studi kasus pada mahasiswa Universitas Sanata Dharma Mrican Yogyakarta - USD Repository

Gratis

0
0
109
7 months ago
Preview
Full text

  

ANALISIS SIKAP MAHASISWA TERHADAP PENGENALAN

PRODUK SPRITE ICE PT COCA COLA SEMARANG

Studi Kasus Pada Mahasiswa Universitas Sanata Dharma Mrican Yogyakarta

Skripsi

  

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

Memenuhi Gelar Sarjana Ekonomi

Program Studi Manajemen

  

Oleh :

Nandi Susanto

012214160

  

JURUSAN MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

2007

  

MOTTO

Yang penting bukanlah kemampuan kita

untuk berbuat banyak,

tapi kesiapan diri kita untuk berbuat apa saja

dan kapan saja;

yakin bahwa saat melayani

mereka yang kurang beruntung

sesungguhnya kita melayani Allah.

  

(Ibu Teresa)

Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan:

Roh memang penurut, tetapi daging lemah.

  

(Matius 26 : 41)

kerjakan yang Anda bisa, dengan yang Anda miliki

dimana pun Anda berada.

  

(Theodore Roosevelt)

Menyadari bahwa Anda kurang pengetahuan

Merupakan langkah besar menuju pengetahuan.

  

(Benjamin Disraeli)

Apapun yang terjadi,

jangan sampai melepas pegangan dua tambang utama kehidupan

harapan dan keyakinan.

  

(Zig Ziglar)

  

HALAMAN PERSEMBAHAN

Skripsi ini kupersembahkan untuk:

Tuhan Yesus Kristus yang selalu menuntun dan menunjukkan jalan untukku.

  

Bunda maria yang selalu memberi kekuatan dan pengharapan dalam setiap

langkahku.

Kedua orangtuaku (Bapak dan Ibu) yang telah membesarkanku, mendoakanku,

mendukungku dan mendorongku.

  

Adikku Fais yang selalu mendoakanku.

Kekasihku Weni yang telah mendoakan , mendukungku dan menjadi anugerah

terindah yang dikaruniakan bagi hidupku.

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

  Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka sebagaimana layaknya karya ilmiah.

  Yogyakarta, 26 maret 2007 Penulis

  (Nandi Susanto)

  

ABSTRAK

ANALISIS SIKAP MAHASISWA TERHADAP PENGENALAN PRODUK

SPRITE ICE PT COCA COLA SEMARANG

  Studi kasus pada mahasiswa Universitas Sanata Dharma Mrican Yogyakarta

  

Nandi Susanto

Universitas Sanata Dharma

Yogyakarta

2007

  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : (1) Karakteristik mahasiswa Universitas Sanata Dharma Mrican Yogyakarta yang menjadi konsumen Sprite Ice. (2) Atribut produk yang menjadi prioritas utama dalam keputusan untuk mengkonsumsi produk Sprite Ice. (3) Sikap mahasiswa terhadap atribut produk Sprite Ice.

  Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode purposive Kriteria pemilihan sampel adalah mahasiswa yang pernah mengkonsumsi sampling. minuman Sprite Ice. Metode survei digunakan untuk memperoleh data mengenai karakteristik, perilaku dan sikap yang dipilah menjadi harapan serta keinginan mahasiswa. Kuesioner dibagikan terhadap 100 orang responden.

  Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah (1) Analisis persentase untuk menganalisis karakteristik atau profil mahasiswa yang mengkonsumsi produk Sprite Ice. (2) Analisis prioritas kepentingan untuk mengetahui atribut produk yang menjadi prioritas utama dalam keputusan untuk mencoba mengkonsumsi produk Sprite Ice. (3) Analisis Multiattribute Attitude Model untuk mengetahui sikap mahasiswa terhadap atribut produk Sprite Ice.

  Berdasarkan hasil analisis, dapat diketahui bahwa : (1) Mayoritas mahasiswa yang mengkonsumsi produk Sprite Ice adalah pria (58%) dengan pendapatan Rp 300.000

  • – Rp 600.000 sebulan (46%). (2) Atribut produk yang menjadi prioritas utama dalam keputusan untuk mencoba produk Sprite Ice adalah atribut rasa. (3) Sikap mahasiswa terhadap pengenalan produk Sprite Ice adalah “sangat baik”.

  

ABSTRACT

AN ANALYSIS ON UNIVERSITY STUDENTS’ ATTITUDE TOWARDS THE

  

INTRODUCTION OF PT COCA COLA SEMARANG’S SPRITE ICE PRODUCT

Nandi Susanto

Sanata Dharma University

Yogyakarta

  

2007

  A case study on students of Sanata Dharma University Mrican Yogyakarta This study aims to know who are the consumers of Sprite Ice: (1) Characteristics of students of Sanata Dharma University MricanYogyakarta. (2) The most influential product attributes in decision making of Sprite Ice products. (3) University students’ attitude towards the Sprite Ice product attributes.

  The sampling technique is purposive sampling. The criterion of sample selection is the ones who have consumed Sprite Ice. Questionnaire was used to gain data about the characteristics, attitude and behaviour which are broken down into expectations and wants. The questionnaire is distributed to 100 respondents.

  Analysis techniques used are: (1) Percentage analysis to analyze students’ characteristics or profiles. (2) Importance priority analysis to know product attributes which are the main priority in consumption decision making. (3) Multiattribute Attitude Model Analysis to know University students’ attitude towards Sprite Ice product attributes.

  Results show that: (1) Majority of university students who consumed Sprite Ice product are male (58%) with Rp 300.000 – Rp 600.000 income per month (46%). (2) The most influential product attribute is the taste. (3) Respondens’ attitude towards the introduction of Sprite Ice product is “very good”.

KATA PENGANTAR

  Segala puji dan syukur penulis panjatkan kepada Bapa di surga atas segala berkat dan rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “ ANALISIS SIKAP MAHASISWA TERHADAP PENGENALAN PRODUK SPRITE ICE PT COCA COLA SEMARANG” studi kasus pada mahasiswa Universitas Sanata Dharma Mrican Yogyakarta diajukan untuk memenuhi salah satu syarat menyelesaikan Program Sarjana (S1) pada Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  Tersusunnya skripsi ini tidak lepas dari bantuan pihak yang telah memberikan bantuan, baik berupa bimbingan, dukungan maupun informasi yang telah menunjang proses penelitian ini. Oleh karena itu, pada kesempatan yang berbahagia ini penulis tidak lupa menyampaikan terima kasih kepada :

  1. Bapak Drs. Alex Kahu Lantum, M.S, selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma.

  2. Bapak Drs. G. Hendra Poerwanto, M.Si, selaku Ketua Jurusan Manajemen dan Dosen Pembimbing II yang telah membimbing dan mengarahkan penulis hingga skripsi ini dapat disusun.

  3. Bapak Drs. Marianus Mochtar Modesir, MM, selaku dosen pembimbing I yang telah membimbing dan mengarahkan penulis hingga skripsi ini dapat disusun.

  4. Bapak dan Ibu dosen Fakultas Ekonomi Sanata Dharma yang telah memberikan ilmunya bagi penulis selama ini.

  5. Seluruh staf dan karyawan Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma.

  6. Seluruh mahasiswa yang telah meluangkan waktu untuk membantu tersusunnya skripsi ini.

  7. Bapak dan Ibu tercinta, terimakasih atas cinta, kasih sayang, doa dan dukungan yang tanpa batas selama ini.

  8. Adikku Fais yang telah membantu dalam doa dan dukungan. 9. kekasihku Weni,”terimakasih atas doa, dukungan dan semangat dalam membantu menyusun skripsi hingga selesai, dan tentunya cinta, kasih sayang dan perhatian yang selalu kamu berikan buat aku, thanks ya.

  10. Bapak dan Ibu Sangadi yang telah membantu dalam doa dan dukungan yang diberikan untuk penulis.

  11. Fany thanks ya atas dukungannya.

  12. Sahabatku Bambang dan keluarga terimakasih atas doa, dukungan dan semangat dalam menyusun skripsi hingga selesai.

  13. Sahabat-sahabatku “Ndaru, Widi, Dedi and seluruh teman yang ada di kontrakan untuk persahabatan kita selama ini di Yogyakarta.

  14. Sahabat-sahabatku Santos, Tantok and Nando, thanks bos sudah dukung dan membantu dalam penulisan skripsi.

  15. “Sahabat-sahabatku di Danis,”Tantok, Vensi, Koko, Arcil, Balita, Henri, Bayu, Ray, Baba, Ujang, Mas Anung, David, Mas Ikun, Bapak Harto”Thanks for your support.

  16. Timur thanks atas bantuan dan dukungannya.

  17. Temen-temenku “Dharmo Community” yang tidak dapat disebutkan satu-persatu, yang telah memberi dukungan dalam penulisan skripsi ini.

  18. Sahabat-sahabatku yang lain dan semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu- persatu, yang telah membantu dalam penulisan skripsi ini.

  Akhirnya penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna, untuk itu dengan terbuka penulis menerima kritik dan saran demi perbaikan dan kesempurnaan penelitian ini.

  Semoga skripsi ini berguna bagi semua pihak yang berkepentingan untuk membacanya, terimakasih.

  Penulis

  DAFTAR ISI

  HALAMAN JUDUL.......................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN........................................................................... ii HALAMAN PENGESAHAN ........................................................................... iii HALAMAN MOTTO ........................................................................................ iv HALAMAN PERSEMBAHAN ........................................................................ v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ............................................................ vi ABSTRAK ......................................................................................................... vii ABSTRACT....................................................................................................... viii KATA PENGANTAR ....................................................................................... ix DAFTAR ISI...................................................................................................... xii DAFTAR TABEL ............................................................................................. xv DAFTAR GAMBAR ......................................................................................... xvi DAFTAR LAMPIRAN...................................................................................... xvii

  BAB I. PENDAHULUAN .......................................................................... 1 A. Latar Belakang ......................................................................... 1 B. Perumusan Masalah .................................................................

  3 C. Pembatasan Masalah ................................................................

  4 D. Tujuan Penelitian ..................................................................... 5

  E. Manfaat Penelitian ................................................................... 5 F. Sistematika Penulisan ...............................................................

  6 BAB II. LANDASAN TEORI ..................................................................... 8

  A. Pengertian Pemasaran .............................................................. 8

  B. Strategi Marketing Mix ............................................................ 10

  C. Pengertian Perilaku Konsumen ................................................ 16 D. Sikap .........................................................................................

  17 E. Produk Baru .............................................................................. 21

  F. Daur Usia Produk ..................................................................... 23

  G. Proses Keputusan Pembelian .................................................... 24

  H. Atribut Produk........................................................................... 25

  BAB III. METODE PENELITIAN ............................................................... 27 A. Jenis Penelitian ......................................................................... 27 B. Lokasi Penelitian ...................................................................... 27 C. Subyek Penelitian ..................................................................... 28 D. Objek Penelitian ....................................................................... 28 E. Populasi ....................................................................................

  28 F. Teknik Pengambilan Sampel ................................................... 29

  G. Variabel Penelitian .................................................................. 30

  H. Data Yang Diperlukan .............................................................. 31

  I. Teknik Pengumpulan Data ...................................................... 31 J. Definisi Operasional ................................................................. 32

  K. Metode Analisis Data ............................................................... 33

  BAB IV GAMBARAN UMUM UNIVERSITAS SANATA DHARMA MRICAN YOGYAKARTA............................................................ 38 A. Sejarah Universitas.................................................................... 38

  B. Visi, Misi dan Tujuan Universitas ............................................ 41

  C. Organisasi Universitas Sanata Dharma ..................................... 42

  BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN .................................... 49 A. Analisis Data ............................................................................. 49 B. Pembahasan............................................................................... 60 BAB VI PENUTUP ....................................................................................... 63 A. Kesimpulan ............................................................................... 63 B. Saran.......................................................................................... 64 C. Keterbatasan .............................................................................. 65 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

  DAFTAR TABEL TABEL III.I Skala Likert..........................................................................

  30 TABEL IV.I Data jumlah Mahasiswa Universitas Sanata Dharma Mrican Yogyakarta tahun 2003 sampai dengan 2006..........

  46 TABEL 5.1 Rangkuman Uji Validitas.....................................................

  51 TABEL 5.2 Rangkuman Uji Reliabilitas.................................................

  52 TABEL 5.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin .........

  54 TABEL 5.4 Karakteristik Responden Berdasarkan Penghasilan.............

  55 TABEL 5.5 Urutan Kepentingan Atribut ................................................

  56 TABEL 5.6 Hasil Peringkat Kepentingan, Urutan Prioritas, dan Bobot Kepentingan ..............................................................

  57 TABEL 5.7 Hasil Ideal-Belief Rata-rata Aetiap Atribut dan Bobot Kepentingan .........................................................................

  58

  

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1 Lima Tahap Keputusan Pembelian .........................................

  24

DAFTAR LAMPIRAN

  Lampiran 1. Kuesioner Lampiran 2. Data Jumlah Mahasiswa Sanata Dharma Mrican Yogyakarta Tahun 2003 sampai dengan 2006 Lampiran 3. Analisis Data Lampiran 4. Tabel r Lampiran 5. Validitas dan Reliabilitas Lampiran 6. Hasil Manual

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Banyak kalangan mahasiswa yang menjadi pasar sasaran oleh produsen

  dalam mempromosikan produk-produknya. Salah satunya adalah mahasiswa Universitas Sanata Dharma Mrican Yogyakarta yang sering sekali dikunjungi oleh para produsen dari berbagai macam produk, baik produk makanan maupun bukan produk makanan.

  Penawaran produk-produk itu dibuat menarik supaya mendapatkan perhatian dari pasar sasaran yaitu mahasiswa Universitas Sanata Dharma Mrican Yogyakarta. Misalnya dengan membagikan contoh-contoh produk kepada para mahasiswa itu sehingga para mahasiswa dapat melihat dan mencoba produk itu terlebih dahulu. Selain itu para mahasiswa lebih mengenal dan tertarik pada produk yang ditawarkan itu sehingga pada akhirnya memutuskan untuk membeli dan mengkonsumsinya. Contoh lainnya adalah pada produk kosmetika yang mana para produsen melakukan demo untuk memperkenalkan produknya seperti produk Pond’s, produsen memberikan facial dengan menggunakan produk yang ditawarkannya itu secara cuma- cuma. Kemudian demo untuk produk yang lain adalah pada produk sunsilk adalah dengan keramas menggunakan produk yang ditawarkan itu secara cuma-cuma juga.

  Selain memberikan contoh-contoh produk dan demo-demo itu, produsen juga mempromosikan produk baru atau produk inovasi. Pengembangan produk baru ini dimaksudkan untuk meningkatkan penjualan dan laba, memperoleh keuntungan dari perubahan di dalam lingkungan (teknologi dan demografi) serta menahan gerakan pesaing. Tetapi pengembangan produk baru itu akan gagal jika mereka merupakan produk-produk jiplakan (me-too

  , pasar yang terlalu sempit, mutu yang buruk serta kurangnya akses ke

  product) pasar.

  Para produsen berlomba-lomba untuk mengadakan berbagai perbaikan pada produk-produk yang dihasilkannya itu. Sebagai contoh adalah pada produk minuman yang selama ini banyak beredar di pasar. Para produsen menawarkan berbagai macam rasa minuman, tetapi karena persaingan di kalangan produsen minuman semakin ketat, maka produsen melakukan pengembangan produk dengan memberikan sensasi baru pada produknya yaitu dengan memberikan berbagai macam rasa yang baru. Misalnya produk Sprite telah melakukan pengembangan produk baru dengan munculnya produk Sprite yang baru yaitu Sprite Ice; Teh Kotak juga melakukan hal yang sama yaitu dengan munculnya Teh Kotak dengan rasa apel, anggur dan orange; Fanta yang tidak mau ketinggalan dengan munculnya fanta dengan sensasi rasa baru yaitu rasa electric melon, strawberry ice cream dan creamy.

  Karakteristik konsumen yang berbeda adalah suatu fakta yang membantu menjawab mengapa perilaku konsumen sangat bervariasi. Konsumen dengan segala kebutuhan dan sikap mereka yang mungkin tidak tampak jelas, telah mendorong perilaku mereka dalam membeli suatu produk tertentu baik makanan maupun bukan makanan. Perilaku konsumen tersebut harus dipelajari terus-menerus mengingat situasi dan kondisi yang selalu berubah. Satu hal yang harus disadari oleh pemasar bahwa pemilihan produk atau merek tertentu adalah didahului dengan bagaimana, bilamana, dan mengapa konsumen menggunakan produk tersebut. Orang lain dapat juga memberikan pengaruh terhadap pemilihan suatu produk, yang memiliki faktor-faktor dan salah satunya adalah atribut produk.

  Walaupun Sprite Ice diperkenalkan sebagai produk baru yang mana merupakan pengembangan produk baru dari Sprite, tetapi produk ini digemari oleh konsumen yang tidak sedikit jumlahnya. Konsumen sudah mempunyai persepsi sendiri terhadap atribut yang melekat pada minuman Sprite Ice tersebut. Berdasarkan latar belakang tersebut di atas maka penulis tertarik untuk mengambil judul “Analisis Sikap Mahasiswa Terhadap Pengenalan

  Produk Sprite Ice PT Coca-Cola Semarang”. Studi kasus pada mahasiswa Universitas Sanata Dharma Mrican Yogyakarta.

B. Perumusan Masalah

  Sprite Ice ini merupakan pengembangan produk baru dari Sprite yang diperkenalkan kepada konsumen pada umumnya, tetapi berdasarkan survey ternyata produk minuman Sprite ice ini digemari oleh konsumen yang tidak sedikit jumlahnya.

  Dengan melihat hal itu maka penulis tertarik ingin mengetahui apakah konsumen dalam pengambilan keputusan untuk mencoba mengkonsumsi minuman Sprite Ice ini dipengaruhi oleh atribut-atribut seperti rasa, aroma dan kemasan yang melekat pada produk minuman Sprite Ice. Maka timbul pertanyaan sebagai berikut:

  1. Bagaimana karakteristik mahasiswa Universitas Sanata Dharma Mrican Yogyakarta terhadap pengenalan produk Sprite Ice?

  2. Atribut apakah yang paling mempengaruhi sikap mahasiswa Universitas Sanata Dharma Mrican Yogyakarta dalam pengambilan keputusan untuk mencoba mengkonsumsi minuman Sprite Ice?

  3. Bagaimana sikap mahasiswa Universitas Sanata Dharma Mrican Yogyakarta terhadap atribut minuman Sprite Ice? C.

   Pembatasan Masalah

  Berdasarkan pokok masalah yang ada, maka penulis akan membatasi masalah dalam penulisan ini yaitu:

  1. Responden dalam penelitian ini adalah Mahasiswa Universitas Sanata Dharma Mrican Yogyakarta yang pernah mengkonsumsi minuman Sprite Ice.

  2. Atribut yang diteliti yaitu: Nilai Produk :

  1) Rasa minuman Sprite Ice 2) Kemasan minuman Sprite Ice 3) Aroma minuman Sprite Ice D.

   Tujuan Penelitian

  Perusahaan dalam menerapkan strategi bersaing yang berbeda untuk memenangkan persaingan dipasaran dimana perusahaan menggunakan konsep pemasaran yang berorientasi pada konsumen, maka kepuasan konsumen menjadi titik penentu segala aktivitas perusahaan sehingga pencapaian laba perusahaan harus melalui kepuasan konsumen. Sesuai dengan permasalahan yang dirumuskan di atas maka tujuan penelitian ini adalah

  1. Mengetahui karakteristik mahasiswa Universitas Sanata Dharma Mrican Yogyakarta terhadap pengenalan produk Sprite Ice.

  2. Mengetahui atribut produk yang paling mempengaruhi dalam pengambilan keputusan untuk mencoba mengkonsumsi minuman Sprite Ice.

  3. Mengetahui sikap mahasiswa Universitas Sanata Dharma Mrican Yogyakarta terhadap atribut minuman Sprite Ice.

E. Manfaat Penelitian

  Dengan adanya pengembangan baru pada produk itu maka perilaku konsumen yang dengan segala karakteristiknya dapat terpenuhi kepuasannya melalui produk yang ditawarkan itu. Oleh karena itu diadakan penelitian tentang apakah faktor penentu yang utama bagi konsumen apabila dilihat dari atribut-atributnya, dimana hasil dari penelitian ini nantinya dapat bermanfaat bagi pihak-pihak seperti :

  1. Bagi Penulis Dengan penelitian ini penulis berharap akan mendapatkan tambahan pengetahuan dan pengalaman baru di bidang pemasaran berdasarkan perbandingan antara teoritis dengan kenyataan dilapangan, terutama yang berhubungan dengan perilaku konsumen.

  2. Bagi Universitas Sanata Dharma Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai informasi untuk penelitian lebih lanjut yang berkaitan dengan sikap konsumen dan tambahan referensi bagi perpustakaan Universitas Sanata Dharma.

  3. Bagi Perusahaan Penulis berharap agar hasil penelitian ini dapat menjadi masukan, sebagai acuan dan koreksi untuk mendukung perusahaan ke arah perkembangan.

F. Sistematika Penulisan

  Bab I : PENDAHULUAN Dalam bab ini diuraikan mengenai latar belakang masalah, perumusan masalah, pembatasan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian dan sistematika penulisan.

  Bab II : LANDASAN TEORI Dalam bab ini diuraikan tentang landasan teori yang berhubungan dengan masalah yang akan dibahas. Bab III : METODE PENELITIAN Dalam bab ini diuraikan tentang jenis penelitian, lokasi penelitian, subjek penelitian, objek penelitian, variabel penelitian, data yang diperlukan dan teknik pengumpulan data, definisi operasional, populasi, sampel, metode analisis data.

  Bab IV : GAMBARAN UMUM UNIVERSITAS SANATA DHARMA MRICAN YOGYAKARTA Dalam Bab ini diuraikan tentang sejarah universitas, visi misi dan tujuan universitas, organisasi Universitas Sanata Dharma. Bab V : ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN Dalam bab ini diuraikan tentang pengolahan data dan analisis data yang telah dikumpulkan sesuai dengan tujuan penelitian dengan menggunakan alat analisis yang telah ditentukan dan beserta pembahasannya.

  Bab VI : PENUTUP Dalam bab ini diuraikan tentang kesimpulan mengenai hasil dari seluruh materi pembahasan dan dari kesimpulan tersebut akan dikemukakan beberapa saran yang relevan serta berisi mengenai keterbatasan dari penulis.

BAB II LANDASAN TEORI A. Pengertian Pemasaran Pemasaran merupakan salah satu dari kegiatan-kegiatan pokok yang

  dilaksanakan oleh para pengusaha dalam usahanya untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya untuk berkembang dan mendapatkan laba.

  Pemasaran sebenarnya menggabungkan beberapa kegiatan yang dirancang untuk memberi arti, melayani, dan memuaskan kebutuhan konsumen yang merupakan tujuan organisasi. Berhasil tidaknya dalam pencapaian tujuan organisasi tergantung pada keahlian mereka di bidang pemasaran, produksi, keuangan maupun bidang lain yang berkaitan dalam satu perusahaan. Selain itu juga tergantung pada kemampuan mereka dalam mengkombinasikan fungsi-fungsi tersebut agar organisasi dapat berjalan lancar.

  Pemasaran merupakan salah satu faktor penting dalam suatu siklus yang bermula dan berakhir dengan kebutuhan konsumen. Pemasaran harus dapat menafsirkan kebutuhan-kebutuhan konsumen dan mengkombinasikannya dengan data-data pasar seperti lokasi konsumen, jumlahnya, kesukaan dan data-data pasar lainnya. Data-data tersebut sangat membantu pemasar dalam melakukan pekerjaannya dengan baik dalam hal mengidentifikasi kebutuhan konsumen, mengembangkan produk, menetapkan harga yang tepat, mendistribusikan dan mempromosikannya secara efektif, sehingga akan mempermudah pemasar dalam menjual produk yang ditawarkan.

  Untuk mempermudah dalam memahami arti pemasaran dapat dilihat dalam definisi pemasaran antara lain sebagai berikut : Alex S Nitisemito, Drs (1993:13) menyatakan bahwa :

  Pemasaran adalah semua kegiatan yang bertujuan untuk memperlancar arus barang dan jasa dari produsen ke konsumen secara paling efisien dengan maksud untuk menciptakan permintaan yang efektif.

  Definisi tersebut menitikberatkan pada arus barang dan jasa dari produsen ke konsumen, yaitu struktur perdagangan besar dan perdagangan eceran dimana saluran-saluran tersebut digunakan untuk menyampaikan barang ke konsumen. Sedangkan menurut Kotler dan Armstrong (2001:7) adalah :

  Pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial yang membuat individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan, lewat penciptaan dan pertukaran timbal balik produk dan nilai dengan orang lain.

  Setelah melihat pengertian pemasaran dari Kotler dan Armstrong tersebut di atas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pemasaran adalah suatu proses dimana individu dan kelompok berusaha memenuhi kebutuhan mereka melalui proses interaksi dengan orang lain.

  Dari kedua definisi tersebut di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa pemasaran berkaitan erat dengan konsumen, yaitu dalam penciptaan produk, penentuan harga, promosi dan distribusi yang keseluruhannya untuk mewujudkan pertukaran potensial dengan maksud memuaskan kebutuhan dan keinginan manusia.

B. Strategi Marketing Mix

  Dalam merencanakan kegiatan pemasaran yang akan datang, perusahaan harus dapat menerapkan strategi pemasaran yang tepat. Salah satu strategi pemasaran dari perusahaan yaitu Marketing Mix

  Dalam kegiatan pemasaran tidak terlepas dari hubungan dengan konsumen, hal ini akan memberikan masukan bagi bagian pemasaran untuk mengetahui penawaran produk atau pelayanan yang sesuai dengan keinginan konsumen. Untuk mengetahui keinginan konsumen tersebut, ada empat variabel yang dapat dimanipulasi maupun yang dapat dikendalikan oleh organisasi pemasaran. Variabel-variabel yang dapat dikendalikan ini diidentifikasi sebagai komponen bauran pemasaran dan marketing mix yang meliputi: produk, harga, tempat (saluran distribusi) dan promosi.

  Philip Kotler (1993) memberikan definisi mengenai marketng mix sebagai berikut :

  Marketng mix adalah perangkat variabel-variabel pemasaran terkontrol

  yang perusahaan gabungkan untuk menghasilkan tanggapan yang diinginkan dalam pasar sasaran.

  Definisi di atas menunjukkan bahwa masing-masing variabel itu saling berhubungan dan saling mempengaruhi dalam sistem pemasaran suatu perusahaan. Berhasil tidaknya suatu perusahaan dalam mencapai tujuan atau mempengaruhi pasar sasaran sangat dipengaruhi oleh tepat tidaknya bauran pemasarannya.

  Adapun masing-masing variabel marketing mix dapat diuraikan sebagai berikut :

  1. Produk Produk adalah benda, fisik, jasa, ataupun manfaat yang ditawarkan dan didesain untuk memenuhi keinginan atau kebutuhan konsumen untuk mendapatkan perhatian, pembelian, pemakaian, dan konsumsi yang dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen. Konsumen dalam membeli suatu produk akan mempertimbangkan tentang atribut yang ada didalamnya. Karakteristik produk tersebut meliputi: kualitas produk, ciri produk, desain produk, dan merek produk. Menurut karakteristiknya, barang dapat di klasifikasikan dalam dua cara yaitu: a. Berdasar daya tahannya

  Berdasar daya tahannya, barang dapat di klasifikasikan dalam tiga kelompok yaitu: 1) Barang tidak tahan lama (non durable goods) yaitu barang berwujud yang biasanya harus segera dikonsumsi dan secara normal hanya dapat digunakan satu kali atau beberapa kali saja. Pembelian barang ini biasanya sering dilakukan.

  2) Barang tahan lama (durable goods) yaitu barang yang berwujud yang mempunyai manfaat penggunaan untuk jangka waktu dan simpan. 3) Jasa (service) yaitu kegiatan, manfaat atau pelayanan yang ditawarkan kepada konsumen merupakan barang tak berwujud, tak terpisahkan, berubah-ubah dan tidak dapat disimpan.

  b. Berdasarkan tujuan pemakaiannya Berdasarkan tujuan pemakaiannya dapat dibagi menjadi dua yaitu : 1) Barang konsumsi adalah barang yang dibeli untuk dikonsumsi.

  Pembelian berdasarkan atas kebiasaan pembeli dari konsumen (consumer habit). Sehingga pembeli ini merupakan konsumen akhir termasuk diberikan kepada orang lain, karena barang-barang tersebut hanya dipakai sendiri, barang konsumen ini dapat dibagi tiga yaitu : a) Barang konvenien (convenien goods) adalah barang yang mudah dipakai dapat dibeli di sembarang tempat pada setiap waktu.

  b) Barang shoping (shopping goods) adalah barang yang dalam proses pemilihan dan pembeliannya, konsumen melakukan pertimbangan yang matang dengan keserasian, harga dan mutu.

  c) Barang spesial (special goods) adalah barang yang ciri khas dan hanya dapat dibeli di tempat tertentu saja. Dalam memperoleh barang ini pembeli harus memberikan pengorbanan yang istimewa.

  2) Barang industri adalah barang-barang yang dibeli untuk diproses lagi, untuk kepentingan dalam industri. Barang industri dapat dibedakan dalam lima golongan, yaitu : bahan baku, komponen dan barang setengah jadi, perlengkapan dan barang setengah jadi, perlengkapan operasi, instalasi dan peralatan ekstra. Dalam hal ini minuman sprite ice termasuk barang tidak tahan lama jika dilihat dari daya tahannya, sedangkan bila dilihat dari tujuan pemakaiannya termasuk barang konsumsi yang konvenien. Artinya barang yang mudah dipakai dan dapat dibeli di sembarang tempat.

  2. Harga Harga merupakan atribut yang melekat erat pada keberadaan suatu produk. Dan merupakan satu-satunya unsur marketng mix yang menghasilkan pendapatan sedangkan unsur-unsur lainnya menunjukkan biaya. Sehingga dalam menentukan titik harga merupakan penentuan yang utama dan menentukan pembelian konsumen. Harga hendaknya dapat diterima baik untuk pihak perusahaan maupun konsumen.

  Perusahaan dapat memilih diantara dua strategi penetapan harga yang dianggap ekstrim, (Philip Kotler, 1993) yaitu : a. Skim-the cream pricing Merupakan strategi penetapan harga yang setinggi-tingginya. Harga yang tinggi dimaksudkan untuk menutup biaya penelitian, pengembangan dan promosi.

  b. Penetration pricing Merupakan strategi penetapan harga yang serendah-rendahnya yang bertujuan untuk mencapai volume penjualan sebesar-besarnya dalam waktu yang relatif singkat.

  3. Saluran distribusi Setelah barang selesai dibuat dan siap untuk dipasarkan, tahap berikutnya dalam proses pemasaran adalah menyalurkan barang tersebut ke konsumen atau pasar. Hal ini menyangkut penentuan strategi distribusi yang dipilih. Strategi distribusi ini terdiri dari tiga unsur, yaitu : a. Distribusi fisik

  Distribusi fisik menurut Philip Kotler (1993) adalah yang berhubungan dengan pemindahan dan penggudangan barang secara nyata sesudah diproduksi dan sebelum dikonsumsi. Tujuan distribusi fisik ialah untuk mengantarkan barang yang tepat ke tempat yang tepat, pada waktu yang cepat, dengan biaya yang serendah-rendahnya.

  b. Lembaga-lembaga Lembaga-lembaga yang dimaksud adalah penjual eceran (retailer) dan pedagang besar (wholeseller). Penjual eceran adalah semua lembaga pemasaran yang kegiatan utamanya melibatkan penjualan barang atau jasa langsung kepada konsumen akhir untuk digunakan sendiri. Sedangkan seorang pengecer atau toko pengecer adalah semua usaha bisnis yang volume penjualannya terutama berakar dari penjualan besar. Pedagang besar meliputi semua lembaga pemasaran yang kegiatan utamanya melibatkan penjualan barang-barang produk atau jasa kepada mereka yang membeli atau untuk kepentingan bisnis.

  c. Jalur-jalur pemasaran atau saluran distribusi Dalam perekonomian sebagian produsen tidak menjual barang-barang mereka secara langsung kepada konsumen atau pemakai akhir secara langsung, melainkan melalui suatu jalur yang disebut saluran distribusi. Jadi lembaga-lembaga yang ikut ambil bagian dalam penyaluran barang adalah produsen, perantara (pedagang dan agen) dan konsumen atau pemakai akhir.

  4. Promosi Bentuk promosi yang digunakan perusahaan untuk mempromosikan barang yang akan dijual antara lain : a. Iklan

  Dalam mengadakan periklanan, manajemen dihadapkan pada berbagai masalah penilaian media yang ada meliputi : media surat kabar, media majalah, media radio, media televisi, dan papan media.

  b. Personal selling Merupakan penampilan secara lisan dalam suatu percakapan dengan seseorang atau lebih calon pembeli untuk menciptakan penjualan. c. Publisitas Publisitas adalah sejumlah informasi tentang seseorang, barang, dan organisasi yang disebarluaskan ke masyarakat melalui media tanpa di pungut biaya.

  d. Promosi penjualan Promosi penjualan menurut Joseph. P. Guiltinan (1985) adalah perangsang ekonomis, hiburan atau informasi yang ditawarkan oleh suatu perusahaan kepada para pembeli atau distribusi.

C. Pengertian Perilaku Konsumen

  Perilaku konsumen merupakan kunci penting yang harus dipahami perusahaan guna mengetahui kesempatan yang ada dalam rangka memuaskan kebutuhan konsumen.

  Analisis perilaku konsumen yang realistis hendaknya menganalisis juga proses-proses yang tidak dapat atau sulit diamati, yang selalu menyertai setiap pembelian. Mempelajari perilaku konsumen tidak hanya mempelajari apa yang dibeli atau dikonsumsi, tetapi juga dimana, bagaimana kebiasaannya, dan dalam kondisi apa barang-barang dan jasa-jasa dibeli.

  Pengertian perilaku konsumen menurut James F Engel bahwa perilaku konsumen adalah sebagai tindakan yang langsung terlibat dan menghabiskan produk dan jasa, termasuk produk keputusan yang mereka lakukan dan menyusuli tindakan ini. Sedangkan menurut Basu Swastha DH dan T Hani Handoko (1987:27) mendefinisikan perilaku konsumen sebagai kegiatan- kegiatan individu yang secara langsung terlibat dalam mendapatkan dan mempergunakan barang-barang dan jasa-jasa termasuk di dalam proses pengambilan keputusan pada persiapan dan penentuan kegiatan tersebut.

  Dari kedua pengertian ini maka dapat disimpulkan bahwa mempelajari perilaku konsumen tidak hanya mempelajari apa yang dibeli atau dikonsumsi, tetapi juga bagaimana kebiasaan, dan dalam kondisi apa barang-barang dan jasa-jasa dibeli.

D. Sikap

  Sikap merupakan salah satu faktor lingkungan yang mempengaruhi perilaku konsumen. Setiap orang memiliki sikap terhadap segala sesuatu.

  Sikap ini timbul dari suatu proses belajar atau dari pengalaman dan mendapatkannya ke dalam suatu kerangka berpikir suka atau tidak terhadap sesuatu.

  1. Pengertian sikap William G. Nickles (dalam Basu Swastha dan T. Hani Handoko,

  1982) sikap adalah suatu kecenderungan yang dipelajari untuk beraksi terhadap penawaran produk dalam masalah-masalah yang baik ataupun kurang baik secara konsekuen. Melalui bertindak belajar orang memperoleh kepercayaan dan sikap. Hal ini yang kemudian sangat mepengaruhi perilaku pembeli. Setiap orang mempunyai sikap terhadap agama, politik, musik, makanan, dan sebagainya.

  2. Komponen sikap Tujuan dari kegiatan pemasaran adalah memperoleh respon dari segmen pasar sasaran. Pada umumnya sikap dibedakan atas tiga komponen utama menurut Thomasc. Kinnear dan James R. Taylor (1992) yaitu :

  a. Komponen kognitif atau komponen pengetahuan Komponen ini merupakan keyakinan dan pengetahuan konsumen tentang suatu obyek. Komponen kognitif sangat penting sebagai sumber informasi yang menyangkut kesadaran pengetahuan pasar tentang ciri-ciri produk, kampanye periklanan penetapan harga, ketersediaan produk, dan sebagainya.

  b. Komponen Afektif Perasaan atau reaksi emosional manusia tentang suatu obyek merupakan komponen afektif dari sikap misalnya pernyataan- pernyataan “Sprtie ice rasanya tidak enak”, aksi afektif yang negatif. Maka komponen afektif juga merupakan aspek yang penting dalam memperoleh informasi guna mengambil keputusan suatu produk pemasaran.

  c. Komponen perilaku Merupakan reaksi seorang terhadap suatu obyek melalui tingkah lakunya. Rekomendasi untuk memilih merek lain (karena tidak puas), kepada seseorang yang berniat juga untuk membeli barang sejenis, merupakan wujud dari komponen sikap perilaku. Perilaku mengacu kepada kesiapsiagaan seseorang untuk berperilaku tanggap terhadap obyek.

  3. Ciri-ciri sikap Menurut bimo Walgito (1983), sikap mempunyai beberapa ciri yaitu sebagai berikut : a. Sikap itu adalah sesuatu yang tidak dibawa sejak lahir. Ini berarti bahwa individu atau manusia pada waktu lahir belumlah membawa suatu sikap yang tertentu.

  b. Sikap itu adanya hubungan antara individu dengan obyek. Oleh karena itu sikap selalu terbentuk atau dipelajari dalam hubungannya dengan obyek-obyek.

  c. Sikap dapat tertuju kepada suatu obyek saja, tetapi juga dapat sekumpulan obyek-obyek. Bila seseorang mempunyai sikap yang negatif atau tidak senang kepada seseorang, maka orang tersebut akan mempunyai kecenderungan untuk menunjukkan sikap yang negatif pula kepada kelompok dimana seseorang tersebut yang menjadi obyek sikap tergabung.

  d. Sikap dapat berlangsung lama atau sebentar kalau sesuatu telah terbentuk dan telah merupakan salah satu nilai dalam kehidupan seseorang sikap akan berlangsung lama.

  e. Sikap itu mengandung faktor perasaan dan faktor motif. Ini berarti bahwa sesuatu sikap terhadap sesuatu obyek tertentu itu akan selalu diikuti adanya perasaan tertentu, apakah perasan yang bersifat positif (senang) atau negatif (tidak senang) terhadap obyek tertentu.

  4. Pengukuran sikap Dalam penelitian ini, pengukuran sikap menggunakan “Skala Likert” menurut Bimo Walgito (1983). Skala ini melibatkan serangkaian pernyataan yang berkaitan dengan sikap responden diminta menyatakan “setuju” atau “tidak setuju” dari setiap pernyataan. Jawaban ini diberi nilai yang merefleksikan secara konsisten sikap responden. Nilai total keseluruhan pernyataan dihitung untuk setiap responden. Dan alat analisis yang digunakan dalam penelitian adalah: a. Pengujian Validitas dan Reliabilitas

  Dalam pengujian validitas dan reliabilitas ini, kuesioner yang akan digunakan dibandingkan terhadap 100 responden. Proses analisis menggunakan komputer dengan program seri statistik. Analisis validitas dan reliabilitas harus dilakukan faktor demi faktor apabila konstraksnya lebih dari 1 (satu) faktor. Validitas merupakan ukuran seberapa cermat suatu tes melakukan fungsi ukurannya. Reliabilitas hasil yang relatif tidak berbeda bila dilakukan pengukuran kembali pada subyek yang sama.

  b. Analisis Multiatribute Attitude Model, langkah-langkahnya sebagai berikut:

  1) Mengembangkan serangkaian atribut dari produk yang diperhitungkan konsumen dalam proses evaluasi alternatif.

  2) Memberi bobot untuk masing-masing atribut (menggunakan Skala

  Likert ) pemberian bobot ini berdasarkan urutan kepentingan yang diberikan konsumen.

  3) Menghitung ideal dan belief konsumen dalam suatu skala. 4) Menghitung sikap konsumen terhadap atribut.

E. Produk Baru

  Dalam kehidupan usahanya seringkali perusahaan dihadapkan pada keadaan yang mengharuskan mereka untuk memikirkan suatu produk baru bagi perusahaannya. Beberapa alasan kebutuhan unuk menciptakan produk baru adalah : mempertahankan kedudukan di pasar, adanya fasilitas produksi yang belum terpakai penuh, adanya sisa bahan ataupun karena para pembeli menyarankannya. Walaupun menciptakan produk baru merupakan suatu kebutuhan bagi perusahaanyang bersangkutan, namun kegiatan tersebut tidak terlepas dari suatu resiko. Oleh karena itu, agar perusahaan dapat memperkecil derajat resiko produk baru, perlu mereka melakukan suatu persiapan yang cermat, matang dan bertahap. Secara umum tahap persiapan produk baru dapat dipecah menjadi lima masa, yaitu :

  1. Pengumpulan Gagasan Produk Baru Gagasan tentang produk baru yang sehat dapat datang setiap saat dari berbagai macam sumber. Gagasan dari berbagai macam sumber, diantaranya dari para pembeli sasaran, perusahaan pesaing, wiraniaga perusahan, pejabat teras dan karyawan perusahaan lainnya serta lembaga riset.

  2. Penyaringan Gagasan Produk Baru Tujuan utama tahap penyaringan adalah untuk mendapatkan gagasan produk terbaik bagi perusahaan. Salah satu bahan pertimbangan produk dalam proses penyaringna ini adalah keselarasan gagasan produk dengan tujuan utama perusahaan, serta kemampuan daya dan dana perusahaan untuk menghasilkan dan memasarkan produk tersebut.

  3. Analisis Gagasan Produk Baru Beberapa macam analisis yang dianggap penting adalah : Potensi permintaan produk di masa depan, jumlah penjualan minimal tiap masa tertentu, kebutuhan dana tambahan, kemampuan produk mendatangkan laba.

  4. Produksi Percobaan Produk Baru Dalam tahap ini produk yang bersangkutan akan diwujudkan secara fisik.

  Tujuan utama tahap ini adalah menciptakan mutu produk yang dapat menjamin kepuasan pembeli.

  5. Uji coba pemasaran Produk Baru Manfaat yang diperoleh dari perusahaan dari penyelenggaraan uji coba pemasaran adalah agar perusahaan yang bersangkutan dapat memperoleh gambaran yang lebih meyakinkan akan kemungkinan dapat atau tidaknya produk baru itu diterima oleh pasar.

F. Daur Usia Poduk

  Posisi penjualan dan daya hasil laba (profitability) suatu produk dapat berubah sepanjang waktu. Daur usia produk merupakan suatu ikhtisar untuk mengenal tahap-tahap tertentu dalam riwayat penjualan produk bersangkutan. Sejajar dengan masing-masing tahap itu terdapat aneka peluang dan masalah yang khas berkenaan dengan strategi pemasaran serta potensial laba produk itu. Dengan mengetahui dalam tahap manakah berada suatu produk atau ke arah tahap manakah produk sedang bergerak, perusahaan akan dapat merumuskan rencana-rencana pemasaran yang lebih tepat. Ada empat tahap di dalam Daur Hidup Produk antara lain :

  1. Tahap Perkenalan Merupakan kurun masa pertumbuhan yang lamban, pada saat produk mulai diperkenalkan kepada pasaran.

  2. Tahap Pertumbuhan Merupakan tahap penyambutan pesat oleh pasaran, dengan peningkatan laba yang cukup lumayan.

  3. Tahap Kedewasaan Merupakan kurun masa dengan mulai melambannya pertumbuhan penjualan, karena produk bersangkutan sudah disambut oleh sebagian besar pembeli potensial.

  4. Tahap kemerosotan Menunjukkan jumlah penjualan dan laba mengalami penurunan.

G. Proses Keputusan Pembelian

  Menurut Kotler dan Armstrong proses keputusan pembelian terdiri dari lima tahap, yaitu : Gambar 1.1

  Evaluasi Perilaku Pengenalan Pencarian Keputusan Berbagai Informasi Pembelian Pasca

  Kebutuhan Alternatif Pembelian

  a. Tahap Pengenalan Kebutuhan Tahap pertama proses pengambilan keputusan pembelian dimana konsumen mengenali suatu masalah atau kebutuhan.

  b. Tahap Pencarian Informasi Tahap proses pengambilan keputusan pembelian dimana konsumen telah tertarik untuk mencari lebih banyak informasi. Dalam tahap ini konsumen mungkin hanya meningkatkan perhatian atau mungkin aktif mencari informasi.

  c. Tahap Evaluasi Berbagai Alternatif Tahap dalam proses pengambilan keputusan pembelian dimana konsumen menggunakan informasi untuk mengevaluasi merek-merek alternatif dalam satu susunan pilihan.

  d. Tahap Keputusan Pembelian Tahap dalam proses pengambilan keputusan pembelian dimana konsumen benar-benar membeli produk. e. Tahap Perilaku Pasca Pembelian Tahap dalam proses pengambilan keputusan pembelian dimana konsumen mengambil tindakan lebih lanjut setelah membeli berdasarkan kepuasan atau ketidakpuasan yang mereka rasakan.

  Gambar di atas menjelaskan bahwa suatu proses pembelian di mulai jauh sebelum pembelian aktual dan terus berlangsung lama sesudahnya. Oleh karena itu pemasar perlu memusatkan perhatian pada proses pembelian dan bukan pada keputusan pembelian saja. Dalam pembelian yang lebih rutin, konsumen seringkali melewati atau membalik beberapa dari tahap-tahap tersebut. Namun, gambar di atas tetap menggambarkan seluruh pertimbangan yang muncul ketika konsumen menghadapi seluruh situasi pembelian yang baru dan kompleks.

H. Atribut Produk

  Pengembangan sebuah produk mengharuskan perusahaan menetapkan manfaat-manfaat apa yang akan diberikan oleh produk itu. Manfaat-manfaat ini dikomunikasikan dan dipenuhi oleh atribut-atribut produk yang berwujud seperti mutu, ciri, dan desain. Keputusan mengenai atribut-atribut ini sangat mempengaruhi reaksi konsumen terhadap sebuah produk.

  Pengertian atribut produk menurut Tjiptono (1995:86) : yaitu : Atribut produk adalah unsur-unsur produk yang dipandang penting oleh konsumen dan dijadikan dasar pengambilan keputusan pembelian.

  Atribut produk meliputi merek, kemasan, garansi, pelayanan.

  Sedangkan pengertian tentang atribut produk yang dikemukakan oleh Gito Sudarmo (1995:188) yaitu :

  Atribut produk adalah suatu komponen yang merupakan sifat-sifat produk yang menjamin agar produk tersebut dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan yang diharapkan oleh pembeli. Sifat-sifat tersebut antara lain warna, aroma, daya tahan, kualitas, kesan baik, kemasan, merek, dan desain. Dari kedua pengertian di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa atribut produk terdiri dari unsur-unsur yang dipandang penting oleh konsumen, yang menjamin dan dapat dijadikan sebagai dasar pengambilan keputusan pembelian.

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian dilakukan dengan menggunakan jenis penelitian studi kasus

  terhadap sikap mahasiswa terhadap pengenalan produk Sprite Ice. Jenis penelitian ini merupakan penelitian yang terperinci mengenai suatu objek tertentu selama kurun waktu tertentu, termasuk lingkungan dan kondisi masa lalunya, dengan cukup mendalam dan menyeluruh. Hasil penelitian studi kasus ini, hanya berlaku bagi objek yang diteliti. (Umar, 1997:29)

B. Lokasi penelitian dan waktu penelitian

  Banyak kalangan mahasiswa yang dijadikan oleh produsen sebagai pasar sasaran untuk produk yang dipasarkannya itu. Salah satunya adalah Universitas Sanata Dharma Mrican Yogyakarta yang sering sekali dikunjungi oleh produsen dari berbagai macam produk, sehingga penelitian ini dilaksanakan di Universitas Sanata Dharma Mrican Yogyakarta. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni – Juli 2006.

   C. Subjek Penelitian

  Dalam mempromosikan produk barunya banyak produsen yang memilih mahasiswa sebagai pasar sasaran, salah satunya adalah produk Sprite Ice, produsen memilih mahasiswa sebagai pasar sasaran dalam memperkenalkan produk itu karena mahasiswa memiliki rasa ingin mencoba dan mengetahui manfaat-manfaat apa yang akan diberikan oleh produk baru itu. oleh sebab itu subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa Universitas Sanata Dharma Mrican Yogyakarta.

  D. Objek Penelitian

  Dalam penelitian ini yang menjadi objek penelitian adalah sikap mahasiswa Universitas Sanata Dharma Mrican Yogyakarta terhadap pengenalan produk Sprite Ice dilihat dari atribut produknya, yaitu : nilai produk.

  Nilai Produk :

  1. Rasa minuman Sprite Ice

  2. Kemasan minuman Sprite Ice

  3. Aroma minuman Sprite Ice

  E. Populasi

  Di dalam penelitian ini yang disebut populasi adalah mahasiswa Universitas Sanata Dharma Mrican Yogyakarta yang pernah minum produk minuman Sprite Ice.

F. Teknik Pengambilan Sampel

  . p (1-p) 0.9604 Nd

  1%, 5%, 10% Dengan anggapan 100 sampel sudah bisa mewakili dari 3000 mahasiswa yang pernah minum produk Sprite Ice.

  N = populasi Z = tabel Z pada kepercayaan tertentu p = the largest possible proportion (0.5) d = sampling error :

  − + − n = sampel

  2 Z p p Nd NZ p p

  2

  2

  ) 1 ( ) 1 (

  . p (1- p) 30.9604 n 93.06081 n =

  2

  2

  2

  Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode purposive sampling yaitu pemilihan sekelompok subjek didasarkan atas ciri-ciri atau sifat-sifat populasi tertentu yang sudah diketahui sebelumnya. Adapun ciri-ciri yang dimaksud adalah semua mahasiswa Universitas Sanata Dharma Mrican Yogyakarta yang pernah mengkonsumsi minuman Sprite Ice. Pencarian data bersifat insidental, yaitu mahasiswa yang dapat dijumpai penulis saat penelitian ini dilakukan.

  30 Z

  2

  . p (1-p) 2881.2 Nd

  2

  0.25 NZ

  11524.8 p (1-p)

  2

  N 3000 Z 1.96 p 0.5 d 0.1 NZ

   Perhitungan Sampel

  Sampel merupakan bagian dari populasi yang digunakan untuk memperkirakan karakteristik populasi. Di sini penulis menentukan besarnya sampel yang diperlukan adalah sebanyak 100 orang mahasiswa. Dengan menggunakan rumus perhitungan sample (Sugiarto, 2001) sebagai berikut :

  • Z

G. Variabel Penelitian

  1. Variabel bebas = Sikap mahasiswa Universitas Sanata Dharma Mrican Yogyakarta.

  Variabel bebas adalah sejumlah gejala atau faktor atau unsur yang menentukan atau mempengaruhi ada atau munculnya gejala atau faktor atau unsur yang lain (Nawawi, 1990:56).

  2. Variabel terikat = Atribut minuman Sprite Ice.

  Variabel terikat adalah sejumlah gejala atau faktor atau unsur yang ada atau muncul dipengaruhi oleh adanya variabel bebas (Nawawi, 1990:57).

  Pengukuran Variabel

  Teknik pengukuran terhadap variabel penelitian yaitu sikap mahasiswa Universitas Sanata Dharma Mrican Yogyakarta dilakukan dengan menggunakan “skala likert” (Drs. Ridwan, M.B.A.) sebagai berikut :

  Tabel 3.1 Pernyataan Skor

  Sangat setuju

  4 Setuju

  3 Tidak setuju

  2 Sangat tidak setuju

  1

H. Data yang Diperlukan

  1. Data Primer Merupakan data yang didapat dari sumber pertama, baik dari individu atau perorangan seperti wawancara atau hasil dari kuesioner yang biasa dilakukan oleh peneliti (Umar, 1997:43). Dalam penelitian ini data primer adalah data yang diperoleh dari responden berkaitan dengan sikap mahasiswa terhadap pengenalan produk baru Sprite Ice.

  2. Data Sekunder Adalah data primer yang telah diolah lebih lanjut dan disajikan, baik oleh pengumpul data primer atau pihak lain (Umar, 1997:43).

I. Teknik Pengumpulan Data .

  Untuk memperoleh data yang diperlukan, peneliti menggunakan teknik sebagai berikut :

  1. Observasi yaitu kegiatan pemusatan perhatian penelitian terhadap suatu objek dengan menggunakan seluruh alat indera. Hal ini dapat dilakukan dengan melihat, mengamati dan mencatat data yang dibutuhkan sesuai dengan masalah yang diteliti.

  2. Wawancara yaitu sebuah dialog yang dilakukan oleh pewawancara unuk memperoleh informasi dari terwawancara. Metode ini dianggap baik karena sebagian data yang dibutuhkan diperoleh secara langsung melalui jawaban-jawaban sumber.

  3. Kuesioner yaitu sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi, yaitu pelaporan tentang pribadi atau hal-hal yang diketahuinya. Kuesioner diberikan kepada responden untuk mengetahui sikap mahasiswa Universitas Sanata Dharma Mrican Yogyakarta terhadap atribut produk dan perilaku pembeliannya.

  J. Definisi Operasional

  Untuk mengukur sejauhmana pengaruh atribut produk terhadap sikap konsumen, maka perlu dijelaskan terlebih dahulu definisi operasional dari atribut produk dan sikap konsumen, yaitu sebagai berikut :

  1. Atribut produk Definisi dari atribut produk adalah unsur-unsur produk yang dipandang penting oleh konsumen dan dijadikan dasar pengambilan keputusan pembelian. Yang dimaksud dengan atribut produk dalam penelitian ini adalah

  Nilai Produk, meliputi : 1) Rasa minuman Sprite Ice 2) Kemasan minuman Sprite Ice 3) Aroma minuman Sprite Ice

  2. Sikap konsumen Definisi dari sikap konsumen dalam penelitian ini adalah suatu penilaian subyektif dari konsumen terhadap atribut produk minuman Sprite Ice.

  K. Metode Analisis Data

  Dalam penelitian ini data yang diperoleh dianalisis secara kuantitatif yaitu suatu analisis data dengan menggunakan perhitungan angka-angka terhadap variabel-variabel.

  1. Analisis Persentase Analisis ini digunakan untuk membahas permasalahan pertama yaitu menganalisis profil atau gambaran umum konsumen produk minuman

  Sprite Ice digunakan teknik analisis persentase. x100%

  B A A %A

  • =

  Keterangan : A = jumlah responden yang dianalisis A + B = jumlah responden

  2. Analisis Prioritas Kepentingan Masalah kedua tentang atribut yang menjadi prioritas utama dalam pembelian produk minuman Sprite Ice dianalisis dengan analisis prioritas kepentingan masing-masing atribut. Analisis ini berdasarkan jawaban responden dari kuesioner, dimana:

  Peringkat 1 diberi skor 3 Peringkat 2 diberi skor 2 Peringkat 3 diberi skor 1 Jawaban responden dari setiap atribut dikalikan dengan bobot yang diberikan dari setiap atribut, kemudian dijumlahkan. Hasil perkalian tiap atribut menentukan urutan kepentingan, dimana hasil yang paling banyak merupakan atribut yang menjadi prioritas utama dalam pembelian produk.

  3. Analisis Multiattribute Attitude Model Masalah ketiga mengenai sikap mahasiswa Universitas Sanata

  Dharma Mrican Yogyakarta terhadap atribut produk minuman Sprite Ice dianalisis dengan metode Multiattribute Attitude Model. Analisis ini untuk mengukur sikap mahasiswa positif atau negatif secara keseluruhan terhadap atribut yang diteliti.

  Langkah-langkah yang dilakukan sebagai berikut :

  a. Rumus Multiattribute Attitude Modal

  n = − Ab Wi Ii Xi

  ∑ = i

1 Keterangan :

  Ab = sikap mahasiswa Universitas Sanata Dharma Mrican Yogyakarta secara keseluruhan terhadap suatu objek yang diteliti

  Wi = bobot rata-rata urutan kepentingan terhadap atribut i Ii = nilai ideal rata-rata konsumen terhadap atribut i Xi = nilai belief rata-rata konsumen terhadap atribut i n = jumlah atribut yang diteliti b. Menentukan n dengan cara memilih atribut yang akan diteliti

  c. Menentukan bobot rata-rata yang diberikan mahasiswa terhadap atribut yang diteliti dengan cara :

  Nilai masing − masing atribut = Wi x 100 Total Nilai atribut

  Nilai Wi ini menunjukkan urutan bobot kepentingan yang nantinya dipergunakan untuk melakukan perhitungan sikap mahasiswa Universitas Sanata Dharma Mrican Yogyakarta secara keseluruhan terhadap atribut produk minuman Sprite Ice yang diteliti. d. Mencari nilai ideal dan nilai belief digunakan rumus : Nilai ideal = skor x absolut responden ideal masing-masing alternatif jawaban Nilai ideal adalah nilai tingkat harapan yang diperoleh dari masing- masing responden dalam mengisi kuesioner atau nilai harapan yang diinginkan ada pada atribut yang diteliti. Nilai belief = skor x absolut responden belief masing-masing alternatif jawaban Nilai belief adalah kondisi nyata atau pengetahuan yang diperoleh konsumen tentang objek atau produk yang diteliti, atribut-atributnya, dan keuntungan-keuntungannya. Kemudian dicari nilai ideal rata-rata dan belief rata-rata, dengan rumus:

  Total nilai ideal Nilai ideal rata − rata = Jumlah responden ideal

  Nilai ideal rata-rata menunjukkan nilai harapan rata-rata yang diinginkan ada pada atribut yang diteliti. Semakin besar nilai ideal rata-rata, berarti mahasiswa memiliki keinginan semakin tinggi terhadap atribut tertentu.

  Total nilai belief Nilai belief rata − rata = Jumlah responden belief

  Nilai belief rata-rata menunjukkan kondisi nyata. Semakin besar nilai belief rata-rata, berarti atribut produk tertentu itu sesuai dengan yang

  Selisih antara nilai ideal rata-rata dengan nilai belief rata-rata menunjukkan tingkat kepuasan yang diperoleh. Semakin rendah selisih nilai ideal rata-rata dengan nilai belief rata-rata, berarti mahasiswa semakin puas. Sebaliknya apabila selisih nilai ideal rata-rata dengan nilai belief rata-rata semakin tinggi, berarti mahasiswa semakin tidak puas. Mahasiswa yang tidak puas dapat diperkirakan sikapnya itu negative terhadap atribut tertentu.

  e. Masukkan data dalam bentuk tabel, kemudian masukkan dalam rumus Multiattribute Attitude Model

  f. Dari hasil perhitungan sikap mahasiswa secara keseluruhan diperoleh hasil. Hasil ini dapat dilihat dengan skala likert, dengan menggunakan rumus : (Sikap – 1) x 100 = X, hasilnya : (4-1) x 100 = 300 sehingga skala sikap adalah sebagai berikut : 0 100 200 300 Positif Negatif Keterangan skala : 0 – 100 = sangat baik 100 – 200 = baik 200 – 300 = tidak baik Hasil perhitungan sikap secara keseluruhan berarti skala semakin ke kiri atau mendekati nol maka sikap mahasiswa secara keseluruhan semakin baik atau positif, tetapi apabila skala semakin ke kanan, maka sikap mahasiswa secara keseluruhan secara relatif semakin tidak baik atau negatif.

  

BAB IV

GAMBARAN UMUM UNIVERSITAS SANATA DHARMA A. Sejarah Universitas Rencana mendirikan suatu perguruan tinggi keguruan lahir ketika Prof. Moh. Yamin, S.H. menjabat sebagai Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan Repulik Indonesia. Inisiatif ini menarik bagi gereja, terutama di Jawa Tengah, yang waktu itu Orde Societas Jesu (Serikat Yesus yang

  disingkat SJ) telah membuka kursus BI (yayasan De Brito) yang dikelola oleh Pater H. Loeff, S.J., serta BI sejarah dan BI Bahasa Inggris (Yayasan Loyola) di Semarang yang dikelola oleh Peter W.J. Van der Meulen, S.J. dan Pater H.

  Bastiaanse, S.J.

  Selanjutnya kursus-kursus BI tersebut dianggap Crash Programe sehingga Superior Misionaris Societas Jesu, yaitu Pater Kester berusaha mendirikan suatu perguruan tinggi. Kemudian Pater Kaster menjadi “tukang sulap”. Tiga kursus BI milik Jesuit yang sudah ada digabungkan menjadi satu.

  Gabungan ini diperkuat dengan “bumbu” US $ 150.000, hadiah dari Conggregatio de Propaganda Fide. Dengan demikian lahirlah PTPG Sanata Dharma yang dimulai pada tanggal 20 Oktober 1955 dan diresmikan oleh pemerintah tanggal 17 Desember 1955.

  Pada awalnya PTPG Sanata Dharma mempunyai empat jurusan yaitu (1) Bahasa Inggris, (2) Sejarah, (3) IPA dan (4) Ilmu Mendidik. Sedangkan nama Sanata dharma diciptakan oleh Pater K. Looymans, S.J., pejabat Departmen PP dan K di Kawali (Kantor Wali Gereja Indonesia). Sanata Dharma artinya “kebaktian yang sebenarnya” atau “pelayanan yang nyata’. Kebaktian itu ditujukan kepada tanah air, bangsa dan Gereja (Pro Patria et Eclessia).

  Selanjutnya pembesar misi Societas Jesu menunjuk Pater Prof. Dr. Niculaus Drijarkara, S.J. menjadi Dekan PTPG Sanata Dharma sedangkan wakil Dekan dipercayakan kepada Pater H. Loeff, S.J.

  Untuk menyesuaikan diri dengan ketentuan pemerintah, dalam hal ini kementrian PP dan K tentang perubahan PTPG menjadi FKIP, maka pada bulan November 1958, PTPG Sanata Dharma berubah menjadi FKIP Sanata Dharma dan memperoleh status DISAMAKAN berdasarkan SK Menteri PTIP No.1/1961, pada tanggal 6 Mei 1961 jo No.77/1962 tanggal 1 Juli 1962, tetapi secara de facto FKIP-FKIP yang dibentuk dari PTPG tetap berdiri sendiri. Untuk mengatasi kerancuan itu akhirnya pemerintah kembali menetapkan agar FKIP berdiri sendiri menjadi IKIP. Sehingga FKIP Sanata Dharma juga berubah menjadi IKIP Sanata Dharma berdasarkan SK Menteri PTIP NO.237B-Swt/U/1965 yang berlaku sejak tanggal 1 September 1965.

  Dalam masa IKIP, banyak perkembangan yang meliputi berbagai aspek baik yang menyangkut pembangunan fisik, administrasi, pengajaran, dan penelitian maupun pengabdian pada masyarakat. Di samping itu, IKIP Sanata Dharma didukung pula oleh dua Biro Administrasi Umum (BAU) dan Biro Administrasi akademik dan Kemahasiswaan (BAAK).

  Yayasan Sanata Dharma membuka sekolah latihan bagi mahasiswanya, yaitu SMP Sanata Dharma pada tanggal 1 Januari 1967. SMP ini terletak di bagian utara kampus Sanata Dharma. Pada tanggal 1 Januari 1973 juga dibuka pendidikan non-gelar bagi para lulusan SLTA, yaitu program Extension

  

Course Bahasa Inggris. Program ini dilaksanakan dalam rangka pengabdian

pada masyarakat.

  Pada bulan Juli 1979, IKIP Sanata Dharma melaksanakan program S1 (sebelumnya IKIP Sanata Dharma melaksanakan program Sarjana Muda dan Sarjana). Pada saat yang sama Depdikbud juga mempercayakan IKIP Sanata Dharma untuk mengelola program Diploma I, II dan III pada berbagai jurusan.

  Berbagai program Diploma ini ditutup tahun 1990 dan selanjutnya dibuka program Diploma II PGSD.

  Pada akhirnya untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan zaman, pada tanggal 20 April IKIP Sanata Dharma berubah menjadi Universitas Sanata Dharma sesuai SK Mendikbud No.46/D/O1993. Setelah berkembang menjadi universitas, Sanata Dharma terdorong untuk memperluas program pendidikannya dengan menambah 6 Fakultas baru dan 2 Fakultas perubahan bentuk serta tetap mempertahankan pendidikan guru dengan membuka Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).

  Dengan demikian hingga saat ini USD memiliki 8 Fakultas yang menyelenggarakan pendidikan program gelar (S1), yakni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Ekonomi, Fakultas MIPA, Fakultas Sastra, Fakultas Teknik, Fakultas Psikologi dan Fakultas Theologi serta terdapat program non gelar yaitu DII PGSD, English Extension Course dan Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Lebih dari itu saat ini USD juga membuka Program Pasca-Sarjana yaitu Program Studi Magister Teologi, Program Studi Magister Ilmu Religi dan Budaya. Sejak berdirinya hingga sekarang, Universitas Sanata Dharma memiliki 4 lokasi yaitu kampus I dan II beada di Dusun Mrican, desa Catur Tunggal, kecamatan Depok Sleman; kemudian kampus III berada di Dusun Paingan Condong Catur dan Kampus

  IV berada di lokasi Jalan Kaliurang Km.5 Banteng Yogyakarta. Selama berdirinya Universitas Sanata Dharma pernah dipimpin oleh 7 orang Rektor, yaitu : Prof. Dr. N. Drijarkara, S.J. (1955-1967), Drs. J. Drost, S.J. (1968- 1976), Prof. Dr. A.M. Kadarman, S.J. (1977-1984), Drs. F.X. Danuwinata, S.J. (1984-1988), Drs. A. Tutoyo, M.Sc. (1988-1993), Dr. M. Sastrapratedja, S.J. (1993-1997, 1997-2001), Dr. Pulus Suparno, S.J., M.S.T. (dilantik tanggal 11 Agustus 2001).

B. Visi, Misi dan Tujuan Universitas

  1. Visi Universitas Sanata Dharma didirikan oleh Serikat Yesus propinsi

  Indonesia bersama dengan rekan iman dan awam Katolik untuk berpartisipasi dalam usaha melindungi dan meningkatkan martabat manusia, melalui perpaduan keunggulan akademik dan nilai-nilai kemanusiaan yang diwujudkan dalam penggalian kebenaran secara objektif dan akademis dan pengembangan kaum muda yang didasarkan pada nilai kebangsaan, kemanusiaan, dan spiritualitas Ignatian, yaitu menjadi manusia bagi sesama (human for and with others), perhatian priadi (cura personalis), semangat keunggulan (magis), dan semangat dialogis.

  2. Misi Universitas Sanata Dharma didirikan sebagai lembaga yang menekankan sistem pendidikan yang memadukan nilai akademik dan kemanusiaan, lembaga kritis masyarakat, lembaga yang menjunjung tinggi kebebasan akademis, lembaga pendidikan humanis dan dialogis yang mengembangkan segi intelektual, moral, emosional, dan spiritual mahasiswa secara terpadu, lembaga yang mendidik mahasiswa menjadi manusia yang utuh, kritis, dewasa, dan memiliki kepekaan sosial, lembaga yang memberikan pelayanan kepada masyarakat, dan lembaga yang mempersiapkan tenaga kependidikan secara profesional.

  3. Tujuan Pendidikan Pendidikan di lingkungan Universitas Sanata Dharma bertujuan untuk membantu mencerdaskan putra-putri bangsa dengan memadukan keunggulan akademik dan nilai-nilai humanistik yang berlandaskan nilai- nilai kristiani yang universal dan cita-cita kemanusiaan sebagaimana terkandung dalam Pancasila, sehingga memiliki kemampuan akademik sesuai dengan bidang studinya dan integritas kepribadian yang tinggi.

C. Organisasi Universitas Sanata Dharma

  1. Pimpinan Universitas

  a. Pimpinan universitas terdiri dari seorang rektor dan 3 (tiga) orang pembantu rektor.

  b. Rektor sebagai penanggungjawab utama universitas, dalam melaksanakan arahan serta kebijakan dasar yayasan.

  c. Dalam melaksanakan ketentuan, Rektor bertanggungjawab kepada yayasan.

  d. Para pembantu rektor, masing-masing membidangi kegiatan akademik, administrasi umum dan kemahasiswaa.

  e. Apabila dianggap perlu, atas keputusan yayasan, jumlah pembantu rektor dapat ditambah sehingga menjadi 4 (empat).

  f. Rektor memimpin penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, membina tenaga pendidikan kemahasiswaan, tenaga administrasi universitas dan hubungan dengan lingkungannya.

  g. Bilamana rektor berhalangan tidak tetap, yayasan mengangkat pejabat rektor bidang akademik bertindak sebagai pelaksana harian rektor.

  Tugas dan Tanggung jawab Pembantu Rektor a. Pembantu Rektor bertanggungjawab langsung kepada rektor.

  b. Pembantu rektor bidang akademik membantu rektor dalam memimpin pelaksanaan pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat. c. Pembantu rektor bidang administrasi umum membantu rektor dalam memimpin pelaksanaan kegiatan administrasi umum dan keuangan.

  d. Pembantu rektor bidang kemahasiswaan membantu rektor dalam pelaksanaan kegiatan di bidang pembinaan serta pelayanan kesejahteraan mahasiswa.

  2. Badan Non-Struktural Universitas membentuk Badan Non-Struktural untuk membantu pelaksanaan tugas universitas dalam bidang akademik, administratif dan dalam meningkatkan kesejahteraan anggota. Badan ini dapat berbentuk lembaga, pusat, balai, dan tim kerja. Bentuk, jenis, dan jumlah badan itu ditentukan menurut kebutuhan dan dengan keputusan yayasan atas usul rektor. Pusat Pembinaan Rohani merupakan Badan Non-Struktural yang bertugas untuk memberikan pelayanan pastoral/kerohanian kepada dosen, tenaga administratif dan mahasiswa melalui konsultasi, ceramah, seminar, diskusi, kursus, lokakarya, penyegaran rohani dan cara-cara lain, Pusat pembinaan rohani dipimpin oleh seorang pembina rohani yang diangkat dan diberhentikan oleh pengurus yayasan atas usul rektor.

  3. Pelaksana Administrasi Satuan pelaksana administratif universitas menyelenggarakan pelayanan teknis dan administratif yang meliputi administrasi akademik, administrasi keuangan, administrasi umum, administrasi perencanaan dan sistem informasi. Satuan pelaksanaan yang menyelenggarakan kegiatan sebagaimana dimaksud di aras berbentuk biro. Biro terdiri dari : a. Satuan Pelaksana Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan

  b. Biro Administrasi Umum

  c. Biro Administrasi Perencanaan dan Sistem Informasi (BAPSI)

  d. Biro Kerja Sama dan Pengembangan Biro dipimpin oleh kepala biro yang diangkat oleh rektor yang diangkat dan diberhentikan oleh serta bertanggungjawab kepada rektor dan mempunyai masa jabatan 3 tahun setelah itu dapat diangkat kembali. Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan bertugas memberikan pelayanan umum dan administrasi di bidang akademik dan kemahasiswaan yang meliputi antara lain pelaksanaan administrasi di bidang akademik dan kemahasiswaan yang meliputi antara lain pelaksanaan administrasi akademik, penyusunan program rutin, administrasi penalaran mahasiswa, administrasi pembinaan minat mahasiswa, administrasi kesejahteraan mahasiswa. Biro administrasi umum mempunyai tugas memberikan pelayanan di bidang administrasi umum dan administrasi keuangan yang antara lain meliputi urusan tata usaha, rumah tangga, perlengkapan, kepegawaian, penyusunan rencana anggaran dan pelaksanaan anggaran.

  Biro administrasi perencanaan dan sistem informasi mempunyai tugas melaksanakan administrasi perencanaan dan sistem informasi manajemen yang meliputi antara lain mempersiapkan penyusunan program rutin, program pengembangan, penyusunan laporan evaluasi pelaksanaan program, pelaksanaan administrasi di bidang kerjasama dan mengelola sistem informasi manajemen (SIM).

  4. Unsur Pelaksana Akademik Pelaksana Akademik di bidang pendidikan berbentuk Fakultas,

  Jurusan, Program Studi, Laboratorium, Unit Akademik lain dan melaksanakan pendidikan akademik atau profesional dalam suatu atau seperangkat cabang ilmu pengetahuan atau teknologi tertentu. Fakultas terdiri atas sekurang-kurangnya satu jurusan dengan sekurang-kurangnya satu program studi. Universitas Sanata Dharma Mrican memiliki fakultas- fakultas yaitu: a. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

  b. Fakultas Sastra

  c. Fakultas Ekonomi

  d. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

  e. Fakultas Teologi Tabel 4.1

  Data jumlah mahasiswa Universitas Sanata Dharma Mrican Yogyakarta 2003/2004 2004/2005 2005/2006 Bimbingan Konseling

  42

  40

  48 PGSD 57 137 156 PBI 127 150 165 PBSID 64

  63

  84 Pendidikan Sejarah

  21

  24

  37 Pendidikan Koperasi

  37

  27

  17 Pendidikan Akuntansi

  89

  81

  63 Akuntansi 144 164 153 Manajemen 141 167 136 Sastra Inggris 128 101 109 Sastra Indonesia

  27

  19

  25 Ilmu Sejarah 7 6 7

  5. Pimpinan Fakultas Pimpinan fakultas yaitu Dekan dan Pembantu Dekan. Fakultas dipimpin oleh seorang Dekan dan dibantu oleh 3 (tiga) orang Pembantu

  Dekan Bidang Akademik, Pembantu Dekan Bidang Administrasi, dan Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan. Dekan memimpin penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, membina tenaga pendidikan, mahasiswa, tenaga administrasi, dan bertanggung jawab kepada Rektor. Pembantu Dekan bertanggung jawab kepada Dekan. Dekan secara berkala menyelenggarakan rapat kerja fakultas.

  6. Laboratorium Laboratorium dapat dibentuk dalam jurusan. Laboratorium merupakan satuan pelaksana akademik jurusan yang dipimpin oleh kepala yang bertanggung jawab kepada ketua jurusan. Kepala laboratorium adalah seorang dosen yang keahliannya telah memenuhi persyaratan yang sesuai dengan cabang ilmu pengetahuan dan teknologi. Kepala laboratorium diangkat dan diberhentikan oleh rektor atas usul ketua jurusan melalui dekan fakultas.

7. Unit Penunjang

  Unsur penunjang merupakan perangkat kelengkapan di bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang berbentuk unit pelaksana teknis (UPT) yang terdiri dari UPT pusat komputer dipimpin oleh seorang kepala yang diangkat oleh rektor dan bertanggungjawab kepada rektor.

BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Analisis Data

  1. Deskripsi Data Penelitian dilakukan untuk menganalisis sikap mahasiswa terhadap pengenalan produk Sprite Ice PT Coca Cola Semarang. Pelaksanaan penelitian dilakukan dengan memberikan sejumlah pertanyaan atau kuesioner kepada responden sebanyak 100 orang sampel.

  Kuesioner yang dibagikan kepada mahasiswa, terdiri dari tiga bagian yaitu :

  Bagian I : Berisikan pertanyaan-pertanyaan mengenai identitas pribadi mahasiswa. Bagian II : Berisikan pertanyaan untuk mengetahui urutan tingkat kepentingan terhadap atribut minuman Sptite Ice yang terdiri atas rasa, kemasan dan aroma.

  Bagian III : Berisikan pertanyaan untuk memperoleh data tentang sikap mahasiswa terhadap atribut produk Sprite Ice, dimana mempunyai empat kategori jawaban.

  2. Pengujian Istrumen Penelitian Sebelum kita melakukan penelitian lebih lanjut, terlebih dahulu perlu dilakukan pengujian kuesioner untuk mengetahui apakah kuesioner yang dipakai sebagai bahan penelitian itu layak atau tidak untuk dipakai.

  Uji validitas sebagai suatu alat ukur yang menunjukkan sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya. Dengan menggunakan Teknik Korelasi Product Moment, dengan rumus :

  N ∑

  XY − ∑ X ∑ Y ( ) ( ) r = xy

  2

  2

  2

  2 N

  X X x N Y Y ∑ − ( ∑ ) ∑ − ( ∑ ) [ ] [ ]

  Dimana : r = Koefisien Korelasi Product Moment

  xy

  X = Nilai masing-masing butir per item Y = Nilai seluruh butir per item N = Jumlah responden

  Sedangkan reliabilitas menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur dapat dipercaya dan diandalkan. Dengan rumus Spearman Brown untuk memperoleh koefisien keterandalan sebagai berikut :

  2r xy r =

  1 r xy

  • bb

  Dimana : r = Koefisien keterandalan

  bb

  r = Koefisien korelasi antara item bernomor ganjil dan genap

  xy

  Tabel 5.1 Rangkuman Uji Validitas

  N 100 356

  ∑x 705

  ∑y

  2

  1296 ∑x

  2

  5059 ∑y

  2554 ∑xy

  4420 N . ∑xy – (∑x) (∑y)

  2864

  2

  2 N – (

  ∑x ∑x) 8875

  2

  2 N – (

  ∑y ∑y) 0.877 r

  xy

  0.538 sd

  x

  0.947 sd

  y

  0.293 r . sd - sd

  xy y x

  1.186

  2

  2

  sd + sd

  x y

  0.893 2 . r . sd . sd

  xy x y

  Pengujian hasil dari validitas ini adalah sebagai berikut :

  N. xy x y ∑ − ( ) ( ) ∑ ∑

  r =

  xy

  2

  2

  2

  2 N. ∑ x − ∑ x x N ∑ y − ∑ y

( ) ( )

  [ ] [ ]

  4420 = 2864 x 8875

  ( ) ( ) 4420

  =

  25 . 418 . 000 4420

  =

  5041 ,

  63

  293 , =

  = 0,893 - 1,186

  ∑xy N . ∑xy – (∑x) (∑y) N ∑x

  2

  ∑y

  2

  Rangkuman Uji Reliabilitas N ∑x ∑y ∑x

  = 0,540 Tabel 5.2

  542 , 293 ,

  1296 1247 1258 1556 2864 2899

  0,293 = 293 ,

  . sd sd . r 2 sd sd . sd sd r 2 2 − +

  100 356 349

  ( ) ( ) [ ]

y x xy

y x x y xy

  =

  bt

  r

  bt .

  untuk mendapatkan nilai koefisien korelasi atau r

  pq

  = 0,838 maka dimasukkan ke dalam rumus r

  xy

  = 0,877 Kemudian setelah hasil r

  2

2 N

  • – ( ∑x)

  2

  ∑y)

  2

  • – (

  ∑y

  Reliabilitas dapat diartikan sebagai tingkat kestabilan suatu alat pengukur dalam mengukur suatu gejala. Semakin tinggi tingkat reliabilitas, maka semakin stabil kemantapan hasil pengukuran dan begitu pula sebaliknya. Rumus yang digunakan adalah :

  N. xy x y ∑ − ( ) ( ) ∑ ∑

  r =

  xy

  2

  2

  2

  

2

N. ∑ x − ∑ x x N ∑ y − ∑ y ( ) ( )

  [ ] [ ]

  1556 =

  ( 2864 ) ( 2899 )

  x 1556

  =

  8302736

  1556 = 2881 .

  45 = 0,540 Setelah melakukan perhitungan r , kita akan mengetahui apakah data

  xy

  yang dipakai dapat dipercaya atau tidak, maka kita akan menghitung pengujian reliabilitas ini dengan rumus Spearman Brown sebagai berikut :

  2r xy

  r =

  bb

  • 1 r

  xy 2 ( , 540 )

  =

  • 1 , 540 1 .

  08 = 1 .

  54 = 0,701 Hasil tabel dengan signifikan 5% (0,05) dan jumlah responden atau n = 100, menunjukkan r tabel = 0,135. Karena rbb hitung lebih besar dari r tabel, maka data yang diuji menunjukkan sahih atau layak digunakan sebagai bahan penelitian.

  3. Analisis Masalah Pertama Permasalahan pertama tentang karakteristik mahasiswa Universitas Sanata Dharma Mrican Yogyakarta, dianalisis dengan analisis persentase.

  Profil atau gambaran umum mahasiswa terdiri dari jenis kelamin dan penghasilan. Dari penelitian yang dilakukan terhadap 100 mahasiswa maka dapat diketahui profil atau gambaran umum responden sebagai berikut:

  Tabel 5.3

  a. Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin Jenis Produk Spite Ice

  Kelamin Frekuensi %

  Pria 58 58% Wanita 42 42% Jumlah 100 100%

  Tabel di atas menunjukkan karakteristik dari 100 orang responden produk Sprite Ice berdasarkan jenis kelamin, yaitu terdiri dari 58% pria dan 42% wanita.

  Tabel 5.4

  b. Karakteristik responden berdasarkan penghasilan Produk Sprite Ice

  Penghasilan Frekuensi %

  < Rp.300.000 39 39% Rp.300.000–600.000 46 46% Rp.601.000-900.000 10 10% > Rp.900.000 5 5%

  Jumlah 100% 100% Tabel di atas menunjukkan karakteristik dari 100 orang responden produk Sprite Ice, yang berpenghasilan < Rp 300.000 ada 39%; Rp

  300.000 – Rp 600.000 ada 46%; Rp 601.000 – Rp 900.000 ada 10%; dan yang berpenghasilan > Rp 900.000 ada 5%.

  4. Analisis Masalah Kedua Permasalahan kedua tentang atribut apa yang menjadi prioritas utama dalam pengambilan keputusan untuk mencoba mengkonsumsi minuman

  Sprite Ice dianalisis dengan analisis prioritas kepentingan. Dalam penelitian ini mahasiswa diminta memberi urutan tingkat kepentingan (prioritas) dari yang paling penting sampai kurang penting pada ketiga atribut tersebut. Rangking pertama diberi nilai 3, rangking kedua diberi nilai 2, rangking ketiga diberi nilai 1. Dari hasil penghasilan 100 mahasiswa diperoleh data sebagai berikut :

  Tabel 5.5 Produk Sprite Ice

  Atribut Hasil Peringkat

  Rasa 268

  1 Kemasan 185

  2 Aroma 147

  3 Tabel di atas menunjukkan urutan kepentingan atribut yang menjadi priorotas utama dalam pengambilan keputusan untuk mencoba mengkonsumsi produk Sprite Ice. Atribut kepentingan yang hasilnya paling besar menunjukkan atribut tersebut dianggap paling penting oleh mahasiswa.

  5. Analisis Masalah Ketiga Permasalahan ketiga tentang bagaimana sikap mahasiswa Universitas

  Sanata Dharma Mrican Yogyakarta terhadap atribut produk Sprite Ice dianalisis dengan metode Multiattribute Attitude Model. Analisis ini digunakan untuk mengukur sikap mahasiswa positif atau negatif secara keseluruhan terhadap atribut rasa, kemasan dan aroma. Rumus Multiattribute Attitude Model sebagai berikut :

  n

  Ab = Wi Ii − Xi

  ∑ i =

1 Ab : sikap mahasiswa secara keseluruhan terhadap suatu objek yang

  diteliti Wi : bobot rata-rata urutan kepentingan terhadap atribut i Xi : nilai belief rata-rata mahasiswa terhadap atribut i n : jumlah atribut yang diteliti Langkah-langkah perhitungan sikap secara keseluruhan adalah sebagai berikut : a. Bobot kepentingan

  Besarnya bobot dari masing-masing atribut berdasarkan urutan tingkat kepentingan yang diberikan sebagai berikut : Nilai masing masing atribut

  − Wi X 100

  = Total nilai atribut

  Urutan Kepentingan Nilai Bobot

  1 3 3/6 x 100 = 50

  2 2 2/6 x 100 = 33,33

  3 1 1/6 x 100 = 16,66

Tabel 5.6 Hasil Peringkat Kepentingan, Urutan Prioritas, dan Bobot Kepentingan

  Sprite Ice Atribut

  Hasil Urutan Bobot Rasa 268

  1

  50 Kemasan 185 2 33,33 Aroma 147 3 16,66

  Tabel di atas menunjukkan hasil peringkat kepentingan yang disertai dengan urutan bobot kepentingan. b. Perhitungan nilai ideal rata-rata dan belief rata-rata Data dan jawaban responden yang bersifat kualitatif diubah menjadi kuantitatif dengan cara memberi skor yaitu :

  No Jawaban Skor

  Tabel 5.7 Hasil IdealBelief Rata-rata Setiap Atribut dan Bobot Kepentingan

  0,38 0,37 29,5 12,67 6,16

  2,935 3,175 2,95 0,59

  16,66 3,525 3,555 3,32

  Kemasan Aroma 50 33,33

  Xi Ii − Wi Xi Ii − Rasa

  Belief Xi Selisih

  Produk Sprite Ice Atribut Wi Ideal Ii

  1 Adapun hasil jawaban responden dengan kuesioner bagian ketiga sebagai dasar perhitungan ideal rata-rata dan belief rata-rata adalah sebagai berikut :

  1

  2

  3

  4

  Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju

  4 Sangat setuju Setuju

  3

  2

  Tabel diatas menunjukkan hasil selisih ideal rata-rata dan belief rata-rata. Atribut yang memiliki selisih paling kecil menunjukkan bahwa atribut tersebut merupakan atribut yang keadaannya paling c. Perhitungan Sikap Mahasiswa Perhitungan sikap mahasiswa secara keseluruhan terhadap atribut produk minuman Sprite Ice yang diteliti, dihitung dengan rumus

  Multiattribute Atittude Model :

  n

  Ab Wi Ii Xi = −

  ∑ i =

1 Ab =50 x 3,525-2,935 + 33,33 x 3,555-3,175 + 16,66 x

  3,32-2,95 = (50 x 0,59) + (33,33 x 0,38) + (16,66 x 0,37) = 29,5 + 12,67 + 6,16

  = 48,33 Dari hasil analisis Multiattribute Attitude Model, diperoleh nilai sikap mahasiswa Universitas Sanata Dharma Mrican Yogyakarta secara keseluruhan sebesar 48,33. Nilai sikap mahasiswa ini termasuk dalam kategori sangat baik atau positif karena terletak antara nilai sikap 0-100. Nilai sikap mahasiswa Universitas Sanata Dharma Mrican Yogyakarta sebesar 48,33 menunjukkan nilai sikap mahasiswa belum mencapai titik ideal (0) atau harapan mahasiswa secara maksimal. Kekurangan dari atribut produk Sprite Ice sebesar :

  48,33 − x 100 % = 16,11 %

  300 Hasil nilai sikap mahasiswa dapat dilihat dalam skala sikap sebagai berikut : 48,33 100 200 300

  Positif Negatif Apabila dilihat dalam skala sikap di atas, maka angka 48,33 lebih condong ke arah kiri. Hal ini menunjukkan bahwa sikap mahasiswa Universitas Sanata Dharma Mrican Yogyakarta terhadap pengenalan produk Sprite Ice dilihat dari atribut produk Sprite Ice yang meliputi rasa, kemasan dan aroma secara keseluruhan adalah relatif sangat baik atau positif.

B. Pembahasan

  1. Pembahasan Masalah Pertama Dalam pembahasan masalah pertama ini akan dibahas mengenai identitas pribadi dari mahasiswa mulai dari jenis kelamin dan penghasilannya. Berdasarkan analisis masalah pertama yang ada di depan, identitas pribadi dari mahasiswa produk minuman Sprite Ice adalah terdiri dari pria sebesar 58% dan dengan penghasilan Rp.300.000 – Rp 600.000 sebulan.

  2. Pembahasan Masalah Kedua Dalam pembahasan masalah kedua ini akan dibahas mengenai atribut manakah yang akan menjadi prioritas dan keputusan untuk mencoba mengkonsumsi produk Sprite Ice. Atribut-atribut produk minuman Sprite

  Ice yang terdiri dari rasa, kemasan serta aroma memiliki ciri khas tersendiri seperti rasa mint yang dingin dan menyegarkan, kemasan yang ditawarkan terdiri dari botol dan kaleng yang menampilkan kesan dingin dan menyegarkan serta aroma mint nya yang tidak dimiliki produk minuman yang lain. Berdasarkan analisis masalah kedua yang ada di depan, maka atribut yang menjadi prioritas dalam keputusan untuk mencoba mengkonsumsi produk minuman Sprite Ice adalah sebagai berikut :

  Dari ketiga atribut yang ada, atribut rasa memiliki hasil yang paling besar yaitu sebesar 268. Oleh karena itu, atribut rasa merupakan prioritas utama bagi mahasiswa dalam keputusan mencoba mengkonsumsi produk minuman Sprite Ice itu. Pertimbangan lain yang mempengaruhi pemilihan untuk mencoba mengkonsumsi produk minuman Sprite Ice secara berturut-turut sesuai dengan prioritasnya adalah kemasan dengan nilai 185, dan aroma dengan nilai 147.

  3. Pembahasan Masalah Ketiga Sikap mahasiswa Universitas Sanata Dharma Mrican Yogyakarta terhadap atribut produk minuman Sprite Ice yang diteliti secara keseluruhan adalah relatif sangat baik. Berdasarkan analisis masalah ketiga yang ada di depan, maka sikap mahasiswa yang relatif sangat baik dari produk Sprite Ice adalah sebagai berikut :

  Atribut rasa memiliki selisih ideal dan belief rata-rata sebesar 0,59, atribut kemasan memiliki selisih ideal dan belief rata-rata 0,38, dan atribut aroma memiliki selisih ideal dan belief rata-rata 0,37. Dalam hal ini, selisih atribut yang ideal dan belief rata-ratanya paling kecil adalah atribut aroma. Dengan selisih ini maka atribut aroma ini diberi bobot 16,66. Kemudian untuk urutan selisih ideal dan belief rata-rata setelah atribut aroma adalah atribut kemasan dengan selisih 0,38 yang diberi bobot 33,33, dan atribut rasa dengan selisih 0,59 diberi bobot

  50. Setelah mengetahui besarnya selisih ideal dan belief rata-rata ini, maka untuk mengetahui sikap mahasiswa Universitas Sanata Dharma Mrican Yogyakarta secara keseluruhan baik itu menunjukkan sikap yang positif atau negative adalah dengan melihat besar dari nilai Ab.

  Apabila nilai Ab semakin condong ke kiri, maka hai ini menunjukkan bahwa sikap mahasiswa Universitas Sanata Dharma Mrican Yogyakarta terhadap atribut produk yang meliputi rasa, kemasan dan aroma adalah relatif sangat baik atau positif. Hal ini dapat terlihat melalui hasil Ab sebesar 48,33.

BAB VI PENUTUP A. Kesimpulan Dari hasil penyebaran kuesioner, analisis data dan pembahasan yang

  penulis lakukan, maka penulis dapat mengambil beberapa kesimpulan dari penelitian ini yaitu sebagai berikut :

  1. Karakteristik mahasiswa Universitas Sanata Dharma Mrican Yogyakarta terhadap pengenalan produk Sprite Ice yaitu terdiri atas pria sebesar 58% dengan penghasilan Rp 300.000 – Rp 600.000.

  2. Prioritas kepentingan Berdasarkan penelitian yang dilakukan dan hasil dari analisis data, maka dapat disimpulkan bahwa dalam keputusan untuk mencoba mengkonsumsi produk Sprite Ice, konsumen terutama mahasiswa Universitas Sanata Dharma Mrican Yogyakarta lebih mengutamakan atribut rasa. Dan prioritas selanjutnya dalam pertimbangan untuk mencoba mengkonsumsi produk Sprite Ice adalah atribut kemasan dan atribut aroma.

  3. Sikap konsumen Sikap konsumen terutama mahasiswa Universitas Sanata Dharma Mrican Yogyakarta terhadap atribut produk Sprite Ice yang terdiri dari atribut rasa, kemasan dan aroma adalah relatif sangat baik. Berdasarkan analisis Multiatribut Attitude Model dapat diketahui hasil nilai sikap sebesar

  48,33. Nilai sikap ini terdapat dalam skala sikap 0-100 yang berarti sangat baik atau positif.

B. Saran

  Berdasarkan kesimpulan yang telah penulis buat, maka penulis mencoba untuk memberikan saran-saran kepada pihak perusahaan khususnya perusahaan minuman Sprite Ice, sebagai berikut :

  1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa atribut rasa adalah atribut yang menjadi prioritas pertama dalam keputusan untuk mengkonsumsi produk minuman Sprite Ice. Ini berarti perusahaan telah berhasil menciptakan rasa yang khas, unik dan sesuai dengan selera konsumen, khususnya mahasiswa Universitas Sanata Dharma Mrican Yogyakarta. Meskipun hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap mahasiswa terhadap pengenalan produk minuman Sprite Ice baik atau positif sebaiknya pihak perusahaan harus dapat mempertahankan kualitas dari produknya. Seperti rasa yang dimiliki oleh produk minuman Sprite Ice yang berbeda dari produk minuman lainnya yang dingin dan menyegarkan itulah yang memberikan sensasi tersendiri bagi yang meminumnya, oleh sebab itu kualitas produk juga merupakan salah satu komponen penting yang sungguh harus dipertimbangkan oleh perusahaan. Kualitas berhubungan dengan bagaimana produk tersebut dapat mempunyai khasiat tertentu yang benar-benar dapat cepat terasa setiap kali usai mengkonsumsi minuman Sprite Ice.

  2. Sikap mahasiswa yang relaif sangat baik atau positif terhadap produk minuman Sprite Ice, adalah sebuah pegangan bagi perusahaan untuk terus mengembangkan produknya agar berlanjut menjadi sikap loyalitas konsumen.

C. Keterbatasan

  Penuilis menyadari bahwa dalam melakukan penelitian ini masih ada kekurangan yang disebabkan adanya berbagai factor keterbatasan antara lain :

  1. Penelitian bersifat studi kasus, sehingga hasil dari penelitian ini haanya berlaku bagi perusahaan terkait yaitu perusahaan minuman Sprite Ice dan tidak dapat digeneralisasikan pada perusahaan lain.

  2. Keterbatasan waktu, dana, tenaga dan kemampuan yang ada pada diri penulis.

  3. Keterbatasan kemampuan responden dalam menjawab kuesioner, seperti waktu, daya ingat dan kesesuaian kondisi yang sebenarnya ada pada responden dengan jawaban dalam kuesioner.

DAFTAR PUSTAKA

  Enggel, J.F, Well, RB dan Miniard, PW. (1994). Perilaku Konsumen. Edisi Keenam, Jilid I. Jakarta: Bina Aksara. Gitosudarmo, Indrio. (1995). Managemen Pemasaran. Yogyakarta: BPFE UGM. Kinear, C. T, J. R. (1992. Riset Pemasaran. Edisi II. Jilid I. Jakarta: Penerbit Erlangga. Kotler & Armstrong. (2001). Prinsip-Prinsip Pemasaran. Jilid I (Edisi VIII).

  Jakarta: Penerbit Erlangga Kotler, Philip. (1993). Managemen Pemasaran. Jilid II Edisi VII. Jakarta: Penerbit Erlangga.

  Nawawi, Hadari. (1990). Metode Penelitian Bidang Sosial. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. N. Nitisemito, Alex. (1993). Marketing. Edisi VIII. Jakarta: Ghalia Indonesia Sutojo, Siswanto. Manajemen Pemasaran. (1988). Penerbit PT Pustaka Binaman Pressindo. Sugiarto, (2001). Teknik Sampling. Jakarta: PT Gramedia Pustaka. Swastha, Basu dan T. Hani Handoko. (1987). Manajemen Pemasaran: Analisis Perilaku Konsumen. Yogyakarta. BPFE UGM. Tjiptono, Fandi. (1995). Strategi Pemasaran. Yogyakarta: Andi Offset. Umar, Husein. (1997). Metode Penelitian Aplikasi Dalam Pemasaran. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Walgito. B. (1987). Psikologi Sosial Suatu Pengantar. Yogyakarta: Fakultas Psikologi UGM.

  

KUESIONER

  Kepada Yth. Saudara/Saudari

  Konsumen minuman Sprite Ice Di Universitas Sanata Dharma

  Mrican Yogyakarta Dengan Hormat,

  Saya adalah mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma Mrican Yogyakarta yang sedang menyusun skripsi dengan judul ” Analisis Sikap Mahasiswa Terhadap Pengenalan Produk Sprite Ice PT Coca Cola Semarang ”.

  Untuk kepentingan penyusunan skripsi tersebut, saya melakukan penelitian dengan menyebarkan kuesioner. Oleh karena itu saya mengharapkan bantuan Saudara/Saudari untuk meluangkan waktu guna mengisi kuesioner terlampir. Kuesioner ini hanya semata-mata untuk kepentingan ilmiah dan tidak dipublikasikan secara umum sehingga saya sangat mengharapkan bila dapat diisi dengan sejujurnya.

  Untuk waktu yang Saudara/Saudari berikan, saya ucapkap terima kasih.

  Hormat saya, Nandi Susanto

  KUESIONER

  Bagian I Berikan tanda silang (X) pada alternatif jawaban yang anda anggap paling benar.

  1. Jenis kelamin

  a. Pria

  b. Wanita

  2. Penghasilan sebulan

  a. < Rp 300.000

  b. Rp 300.000 – Rp 600.000

  c. Rp 601.000 – Rp 900.000

  d. > Rp 900.000

  Bagian II Urutkanlah atribut-atribut minuman Sprite Ice di bawah ini berdasarkan urutan

  kepentingannya. Untuk urutan yang paling penting menurut Anda berilah nomor urut 1 dan selanjutnya untuk urutan yang paling tidak penting berilah nomor 3. ( ) Rasa ( ) Kemasan ( ) Aroma

  Bagian III

  1). Bagaimana pendapat Anda sebelum mengkonsumsi minuman Sprite Ice mengenai pertanyaan di bawah ini. Anda diminta menunjukkan ideal atau harapan yang diinginkan atau diharapkan ada pada atribut minuman Sprite Ice.

  Kondisi Ideal

  Pernyataan SS S TS STS

A. Rasa

  1. Anda berharap rasa minuman Sprite Ice sesuai

  2. Anda berharap minuman Sprite Ice mempunyai rasa yang khas dan unik yang tidak dimiliki produk minuman yang lainnya.

  B. Kemasan

  1. Anda berharap mendapatkan minuman Sprite Ice dalam kondisi baik atau kemasan tersebut masih dalam kondisi yang baik.

  2. Anda berharap kemasan minuman Sprite Ice memiliki daya tarik tersendiri.

  C. Aroma

  1. Anda berharap aroma minuman Sprite Ice sesuai selera anda.

  2. Anda berharap minuman Sprite Ice mempunyai aroma yang khas yang tidak dimiliki produk minuman yang lain.

  2). Pernyataan di bawah ini merupakan suatu kondisi nyata yaitu kondisi yang diperoleh konsumen mengenai atribut minuman Sprite Ice. Bagaimana pendapat anda mengenai pernyataan di bawah ini ?

  Kondisi Belief

  Pernyataan SS S TS STS

  A. Rasa

  1. Dalam kenyataannya minuman Sprite Ice sesuai selera anda.

  2. Dalam kenyataannya minuman Sprite Ice mempunyai rasa yang khas dan unik yang tidak dimiliki produk minuman yang lain.

  B. Kemasan

  1. Dalam kenyataannya kemasan minuman Sprite Ice dalam kondisi baik atau kemasan tersebut masih dalam kondisi yang baik.

  2. Dalam kenyataannya kemasan minuman Sprite Ice memiliki daya tarik tersendiri.

  C. Aroma

  1. Dalam kenyataannya aroma minuman Sprite Ice sesuai selera anda.

  2. Dalam kenyataannya minuman Sprite Ice mempunyai aroma yang khas yang tidak dimiliki produk minuman yang lain. Tabel di atasmenunjukkan bahwa dari 100 orang responden yang mengkonsumsi minuman “Sprite Ice”, yang berpenghasilan < Rp. 300.000 ada 39%. Rp.300.000

  5% Jumlah 100 100%

  3.

  5 39% 46% 10%

  10

  46

  39

  < Rp. 300.000 Rp. 300.000 – Rp. 600.000 Rp. 601.000 – Rp. 900.000 > Rp. 900.000

  4.

  2.

  1. Jenis Kelamin Karakteristik Responden

  Berdasarkan Penghasilan No. Penghasilan Frekuensi (%) 1.

  2. Penghasilan Karakteristik Responden

  Jumlah 100 100 % Tabel di atas menunjukkan bahwa dari 100 roang responden yang mengkonsumsi minuman “Sprite Ice” terdiri dari 58% pria dan 42% adalah wanita.

  42 58 % 42 %

  58

  2. Pria Wanita

  Berdasarkan Jenis Kelamin No. Jenis Kelamin Frekuensi (%) 1.

  • – Rp. 600.000 ada 46%, Rp.601.000 – Rp. 900.000 ada 10%; dan yang berpenghasilan > Rp. 900.000 ada 5%.

Bagian II Data Urutan Tingkat Kepentingan Ranking 1

  1. Rasa = (3 x 76) + (2 x 16) + (1 x 8) = 228 + 32 + 8 = 268

  3 Dari hasil urutan tingkat kepentingan tersebut, hasil perkalian yang paling besar menunjukkan atribut yang dianggap paling penting oleh responden.

  2

  1

  268 185 147

  3. Rasa Kemasan Aroma

  2.

  Tabel Hasil Peringkat Kepentingan No. Atribut Hasil Peringkat 1.

  3. Aroma = (3 x 2) + (2 x 43) (1 x 55) = 6 + 86 + 55 = 147

  2. Kemasan = (3 x 22) + (2 x 41) + (1 x 37) = 66 + 82 + 37 = 185

  2

  3 No. Atribut Nilai 3 2 1 1.

  37

  8

  43

  41

  16

  2

  22

  76

  3. Rasa Kemasan Aroma

  2.

  55 Jumlah hasil kali urutan kepentingan dengan jumlah responden yang menjawab adalah sebagai berikut :

Bagian III

  1. Atribut Rasa

  1.1. Butir 1 Tabel Atribut Rasa Butir 1

  Rasa Ideal Belief Skor

  Butir 1 Absolut Jumlah Absolut Jumlah SS

  4 58 232

  17

  68 S

  3 40 120 66 198 TS

  2

  2

  4

  16

  32 STS

  1

  1 - 1 - Jumlah 100 356 100 299

  Ideal rata-rata atribut rasa butir 1 :

  3 ,

  56 356 = 100

  Belief rata-rata atribut rasa butir 1 :

  2 ,

  99 299 = 100

  1.2. Butir 2 Tabel Atribut Rasa Butir 2

  Rasa Ideal Belief Skor

  Butir 2 Absolut Jumlah Absolut Jumlah

  SS

  4 51 204

  18

  72 S

  3 47 141 54 162 TS

  2

  2

  4

  26

  52 STS

  1

  2 - 2 - Jumlah 100 349 100 288

  Ideal rata-rata atribut rasa butir 2 :

  3 ,

  49 349 = 100

  Belief rata-rata atribut rasa butir 2 : 288 =

  2 ,

  88 100

  • 268
  • 32
  • 128 189
  • Jumlah 100 364 100 327

  1 216 120

  Skor Absolut Jumlah Absolut Jumlah

  SS S TS STS

  4

  3

  2

  1

  54

  40

  5

  10

  2.2 Butir 2 Tabel Atribut Kemasan Butir 2

  62

  15

  186

  30

  Ideal rata-rata atribut kemasan butir 2 :

  46 ,

  3 100 346 =

  Belief rata-rata atribut kemasan butir 2 :

  08 ,

  Ideal Belief Kemasan Butir 2

  3 100 327 =

  3 100 308 =

  67

  2. Atribut Kemasan

  2.1 Butir 1 Tabel Atribut Kemasan Butir 1

  Ideal Belief Kemasan Butir 1

  Skor Absolut Jumlah Absolut Jumlah

  SS S TS STS

  4

  3

  2

  1

  30

  27 ,

  3

  90

  6

  63

  5

  10

  Ideal rata-rata atribut kemasan butir 1 :

  64 ,

  3 100 364 =

  Belief rata-rata atribut kemasan butir 1 :

  • 23
  • 92
  • Jumlah 100 346 100 308

  3. Atribut Aroma

  3.1 Butir 1 Tabel Atribut Aroma Butir 1

  Aroma Ideal Belief Skor

  Butir 1 Absolut Jumlah Absolut Jumlah

  SS

  4 43 172

  15

  60 S

  3 48 144 70 210 TS

  2

  8

  16

  13

  26

  1

  1 - STS

  2

  2 Jumlah 100 333 100 298 Ideal rata-rata atribut aroma butir 1 : 333 =

  3 ,

  33 100

  Belief rata-rata atribut aroma butir 1 :

  

298 =

2 ,

  98 100

  3.2 Butir 2 Tabel Atribut Aroma Butir 2

  Aroma Ideal Belief Skor

  Butir 1 Absolut Jumlah Absolut Jumlah SS

  4 41 164

  14

  56 S

  3 49 147 65 195 TS

  2

  10

  20

  20

  40

  1 - STS 1 1 -

  Jumlah 100 331 100 292 Ideal rata-rata atribut aroma butir 2 :

  3 ,

  31

331 =

100

  Belief rata-rata atribut aroma butir 2 : 292 =

  2 ,

  92 100 A. Total ideal rata-rata atribut rasa produk Sprite Ice

  56 3 ,

  49

  • 3 ,

  =

  2 7 ,

  05

  =

  2

  = 3,525 Total Belief rata-rata atribut rasa produk Sprite Ice

  99 2 ,

  • 2 ,

  88

  =

  2 5 ,

  87

  =

  2

  = 2,935 Selisih total ideal-belief atribut rasa produk Sprite Ice 3,525 – 2,935 = 0,57

  B. Total ideal rata-rata atribut kemasan produk Sprite Ice

  64 3 ,

  • 3 ,

  46

  =

  2 7 ,

  1

  =

  2

  = 3,55 Total Belief rata-rata atribut Kemasan Produk Sprite Ice

  27 3 ,

  08

  • 3 ,

  =

  2 6 ,

  35

  =

  2

  = 3,175 Selisih total ideal-belief atribut kemasan produk Spirte Ice 3,55 – 3,175 = 0,375 C. Total ideal rata-rata Atribut Aroma Produk Sprite Ice

  33 3 ,

  31

  • 3 ,

  =

  2 6 ,

  64

  =

  2

  = 3,32 Total Belief rata-rata Atribut Aroma produk Sprite Ice

  98 2 ,

  • 2 ,

  92

  =

  2 5 ,

  9

  =

  2

  = 2,95 Selisih total ideal-belief atribut Aroma produk Sprite Ice 3,32 – 2,95 = 0,37

  Setelah menghitung nilai total ideal dan belief rata-rata tiap atribut, maka dapat dicari seberapa besar selisihnya. Hasil dari selisih untuk masing-masing atribut tersebut dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

  Hasil Ideal – Belief rata-rata Setiap atribut dan bobot kepentingan

  Produk Sprite Ice

  Produk Sprite Ice Atribut Selisih Wi Ii − Xi Wi Ideal Belief

  Ii Xi Ii − Xi Rasa 50 3,525 2,935 0,59 29,5

Kemasan 33,33 3,555 3,175 0,38 12,67

  

Aroma 16,66 3,32 2,95 0,37 6,16

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Analisis pengaruh atribut produk handphone nokia dan bauran promosi terhadap minat beli: studi kasus pada mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang menggunakan handphone nokia
0
7
152
Analisis pengaruh pilihan merek, kualitas produk dan kepuasan pelanggan terhadap keputusan pembelian serta dampaknya pada loyalitas pelanggan : studi kasus pada mahasiswa UIN pengguna produk kosmetik sari ayu
3
15
139
Kebutuhan informasi mahasiswa : studi terhadap perpustakaan universitas negeri Jakarta (UNJ)
0
3
102
Analisis pengaruh endorser, pendidikan audiens dan kreatifitas iklan terhadap efektifitas iklan serta dampaknya terhadap sikap merek produk : studi kasus pada iklan sunsilk co creation versi Julie Estelie dan Thomas Taw
0
17
132
Analisis pengaruh keterlibatan konsumen, kepercayaan terhadap merek dan kepuasan terhadap loyalitas pelanggan : studi kasus pada produk handphone nokia
2
14
162
Pentingnya pendidikan pemakai bagi mahasiswa dalam penelusuran informasi melalui katalog Online (OPAC) : studi kasus pada Perpustakaan Utama Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah
0
18
85
Analisis pengembangan produk Takaful Mikro Sakinah : studi kasus pada Takmin Working Group, Bogor
0
6
80
Analisis perbandingan brand awareness, brand association, perceived quality dan brand loyalty produk kamera DSLR merek canon dan nikon: studi kasus pada unit kegiatan mahasiswa fotografi di Jakarta
7
14
174
Kamampuan mahasiswa tarjamah dalam menerjemahkan nama diri : studi kasus mahasiswa tarjamah semester VI angkatan tahun 2005-2006
0
5
119
Asrama mahasiswa UNPAZ : tranformasi arsitektur tradisional studi kasus Dili Timor Leste
6
52
90
Asrama mahasiswa UNPAZ : tranformasi arsitektur tradisional studi kasus Dili Timor Leste
2
32
90
pengaruh persepsi dan sikap mahasiswa terhadap tingkatnadopsi E-book sebagai sumber informasi (study pada mahasiswa S1 FISIP Universitas Lampung angkatan 2010-2011)
4
14
86
Persepsi produk makanan organik dan minat beli konsumen (studi pada mahasiswa Universitas Sebelas Maret)
1
0
115
Analisis brand equity pada produk olahraga adidas (Study pada mahasiswa di Universitas Sebelas Maret Surakarta)
0
0
65
a. 2009 - 2016 - Pengaruh kualitas layanan, diskriminasi, dan self assessment terhadap penggelapan pajak ( studi kasus pada mahasiswa akuntansi FE UBB) - Repository Universitas Bangka Belitung
0
0
18
Show more