STUDI DESKRIPTIF TERHADAP PENERIMAAN DIRI PADA PRIA HOMOSEKSUAL (GAY)

Gratis

0
0
181
3 weeks ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HALAMAN JUDUL STUDI DESKRIPTIF TERHADAP PENERIMAAN DIRI PADA PRIA HOMOSEKSUAL (GAY) SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi Disusun Oleh : Ruth Intan Hutauruk 119114161 PROGRAM STUDI PSIKOLOGI JURUSAN PSIKOLOGI FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2019 i

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HALAMAN JUDUL DESCRIPTIVE STUDY OF SELF-ACCEPTANCE IN HOMOSEXUAL MALE (GAY) A Final Thesis Presented as Partial Fulfillment of The Requirements To Obtain Sarjana Psikologi Degree In Psychology Study Program By: Ruth Intan Hutauruk 119114161 PSYCHOLOGY STUDY PROGRAM DEPARTMENT OF PSYCHOLOGY FACULTY OF PSYCHOLOGY SANATA DHARMA UNIVERSITY YOGYAKARTA 2019 ii

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI iii

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI iv

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HALAMAN MOTTO & PERSEMBAHAN “Karena Masa Depan Sungguh Ada, dan Harapanmu Tidak Akan Hilang” Amsal 23 Ayat 18 "Parents can only give good advice or put them on the right paths, but the final forming of a person's character lies in their own hands." - Anne Frank Tulisan ini kupersembahkan untuk Setiap orang yang menungguku menyelesaikan skripsi v

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI vi

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI TRAK STUDI DESKRIPTIF TERHADAP PENERIMAAN DIRI PADA PRIA HOMOSEKSUAL (GAY) Ruth Intan Hutauruk ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerimaan diri pada homoseksual atau disebut sebagai gay. Penelitian ini merupakan studi deskriptif yang menggunakan metode wawancara semiterstruktur yang termasuk dalam kategori in-depth interview agar peneliti mengetahui hal-hal yang lebih mendalam mengenai pengalaman atau proses yang dialami oleh informan. Informan penelitian terdiri dari dua orang laki-laki masing-masing berumur 22 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua informan menyadari orientasi homoseksualnya karena adanya pengalaman saat memiliki ketertarikan dengan sesama jenis. informan 1 berada pada usia remaja, sedangkan informan 2 saat dewasa awal. Kesamaan proses penerimaan diri yang dialami oleh kedua informan adalah penolakan, seperti rasa bimbang dan ragu-ragu. Namun, kedua informan mulai dapat menerima orientasi homoseksualnya sebagai suatu jalan hidup bagi informan 1, sedangkan informan 2 menganggapnya sebagai pilihan hidup yang sesuai dengan keinginannya. Kedua informan juga memberitahu orientasi seksual tersebut ke orang lain (coming out), yaitu pada teman-teman terdekat. Penerimaan diri yang baik tampak pada harapan dan rencana masa depan yang dimiliki kedua informan. Kata kunci : Gay, penerimaan diri, pria homoseksual vii

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT DESCRIPTIVE STUDY OF SELF-ACCEPTANCE IN HOMOSEXUAL MALE (GAY) Ruth Intan Hutauruk ABSTRACT This study aims to describe self-acceptance in homosexual or referred to as gay. This study is a descriptive study using semiterstruktur interview method which included in in-depth interview category so that researcher know more about the experience or process experienced by informant. The research informant consisted of two men each aged 22 years. The results showed that both informants were aware of their homosexual orientation because of the experience of having same-sex attraction. informant 1 was in the age of adolescence, while the informant 2 during early adulthood. The similarity of the process of selfacceptance experienced by the two informants is rejection, such as a sense of doubt and hesitation. However, both informants began to accept their homosexual orientation as a way of life for informant 1, while the informant 2 regarded it as a life choice in accordance with his wishes. Both informants also informed the sexual orientation to others (coming out), ie to the closest friends. Good selfacceptance looks at the expectations and future plans of both informants. Key Words: Gay, Homosexual male, Self-acceptance. viii

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ix

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat, rahmat serta kasih-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Studi Deskriptif Terhadap Penerimaan Diri Pada Pria Homoseksual (Gay)”. Penulisan skripsi ini bertujuan untuk memenuhi sebagian syarat memperoleh gelar sarjana psikologi program studi S1 jurusan Psikologi Universitas Sanata Dharma. Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna oleh sebab itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pihak demi kesempurnaan skripsi ini. Selesainya skripsi ini tidak lepas dari peran penting berbagai pihak, sehingga pada kesempatan ini penulis dengan segala kerendahan hati serta rasa hormat mengucapkan terima kasih yang sebesar – besarnya kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan baik secara langsung maupun tidak langsung kepada penulis dalam penyusunan skripsi ini hingga selesai. Pada proses penulisan tugas akhir ini, saya ucapkan banyak terima kasih kepada: 1. Bapa yang di sorga, Tuhan Yesus dan Roh Kudus atas segala berkat dan kasih karunia-Nya yang diberikan kepada penulis dalam proses penulisan skripsi. 2. Dr. Titik Kristiyani, M.Si., Psi selaku Dekan Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma. 3. Monica Eviandaru Madyaningrum, M. App. Psych selaku Ketua Program Studi Universitas Sanata Dharma. 4. Monica Eviandaru Madyaningrum, M. App. Psych selaku Dosen Pembimbing Akademik Fakultas Psikologi. 5. Y. B. Cahya Widiyanto, M.Si selaku Dosen Pembimbing Skripsi yang telah membimbing penulis dalam proses pengerjaan skripsi ini. 6. Kak Dicky dan Mas Tatung yang telah direpotkan oleh penulis untuk skripsi. Makasih banyak buat jurnalnya, Kak Dicky  x

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7. Komunitas PLU SATU HATI, Kak R untuk diskusi dan masukannya. 8. Kedua informan, O dan A, yang telah membagi kisah hidupnya. Aku belajar banyak dari kalian, terima kasih  9. Bapak dan Mama yang tercinta, buat abang-abangku, Bang Alek, Bang Beni, dan Bang Mikha, serta Kak Wita dan Kak Eva, keponakanku yang tella Bitha dan Charlotte. Seluruh keluarga yang selalu mendoakan penulis. 10. Mba Herlina, Tuti, Icha yang telah menjadi teman dalam salah satu perjalanan hidupku. Terima kasih buat setiap kegilaan dan konseling dirinya  11. Library-Squad; Winda (Windol), Rhisty (listy), dan Yoan yang pernah berjuang bersama untuk skripsi dan selalu saling menyemangati satu sama lain. Thanks guys  12. Thea dan Reza, teman satu kelompok bimbingan yang selalu membantu dan mendengarkan curhat penulis selama bimbingan skripsi. 13. Viktor, teman yang saling memberikan dukungan kepada penulis. You’re my true best friend  14. Teman-teman di Kost Majus yang mengajariku bahwa manusia itu sangat beragam. 15. Seluruh dosen di Jurusan Psikologi Universitas Sanata Dharma yang telah memberikan ilmu pengetahuan selama penulis duduk di bangku kuliah dan seluruh karyawan Jurusan Psikologi Universitas Sanata Dharma (Mas Gandung, Bu Nanik, Mas Muji, Mas Doni, serta Pak Gik yang telah habis masa kerjanya disela-sela penulis mengerjakan skripsi) atas pelayanan yang diberikan, sehingga penulis dapat kuliah dengan nyaman dan pada akhirnya dapat menyelesaikan skripsi dengan baik. 16. Seluruh teman Psikologi USD Angkatan 2011 atas pengalaman selama berkuliah. Kalian luar biasa!!! 17. Semua pihak, baik langsung maupun tidak, yang telah membantu dalam proses penyelesaian skripsi ini. xi

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang terdapat dalam skripsi ini. Saran dan kritik diharapkan untuk perbaikan-perbaikan pada masa yang akan datang. Semoga dapat bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan. Yogyakarta, 21 Januari 2019 Penulis Ruth Intan Hutauruk xii

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL................................................................................................ i HALAMAN JUDUL............................................................................................... ii HALAMAN PERSETUJUAN ............................................................................... iii HALAMAN PENGESAHAN ................................................................................ iv HALAMAN MOTTO & PERSEMBAHAN .......................................................... v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ................................................................. v ABSTRAK ............................................................................................................ vii ABSTRACT ......................................................................................................... viii LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN ...................................................... ix KATA PENGANTAR ............................................................................................ x DAFTAR ISI ........................................................................................................ xiii DAFTAR GAMBAR ............................................................................................ xv DAFTAR TABEL ............................................................................................... xvii BAB I PENDAHULUAN ....................................................................................... 1 A. Latar Belakang Masalah ................................................................................ 1 B. Rumusan Masalah ......................................................................................... 5 C. Tujuan Penelitian ........................................................................................... 6 D. Manfaat Penelitian......................................................................................... 6 1. Manfaat Teoritis ....................................................................................... 6 2. Manfaat Praktis ........................................................................................ 6 BAB II TINJAUAN PUSTAKA............................................................................ 7 A. Penerimaan Diri.............................................................................................. 7 1. Pengertian .................................................................................................. 7 2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pennerimaan Diri .............................. 8 3. Aspek-aspek Penerimaan Diri................................................................. 10 4. Ciri-ciri Individu dengan Penerimaan Diri ............................................. 12 5. Dampak Penerimaan Diri ........................................................................ 13 B. Homoseksual................................................................................................ 15 1. Pengertian ............................................................................................... 15 2. Faktor-faktor Penyebab Homoseksualitas .............................................. 18 xiii

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3. Perkembangan Identitas Homoseksual .................................................... 20 C. Penerimaan Diri pada Homoseksual ............................................................ 24 BAB III METODE PENELITIAN........................................................................ 27 A. Prosedur Penelitian ...................................................................................... 27 B. Informan Penelitian ..................................................................................... 27 C. Kajian Penelitian .......................................................................................... 28 D. Metode Pengumpulan Data.......................................................................... 28 E. Metode Analisis Data .................................................................................. 32 1. Pengumpulan Data .................................................................................. 32 2. Analisis Data ........................................................................................... 33 F. Kredibilitas Penelitian ................................................................................. 33 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ...................................... 35 A. Proses Pengumpulan Data ............................................................................ 35 B. Profil dan Gambaran Informan .................................................................... 36 1. Profil Informan........................................................................................ 36 2. Gambaran Informan ................................................................................. 37 C. Tahap Pengambilan Data ............................................................................. 44 D. Hasil Penelitian ............................................................................................ 44 1. Informan 1 ............................................................................................... 44 2. Informan 2 ............................................................................................... 57 E. Pembahasan .................................................................................................. 89 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ................................................................ 89 A. Kesimpulan .................................................................................................. 89 B. Saran ............................................................................................................ 90 C. Keterbatasan Penelitian ............................................................................... 90 DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 91 LAMPIRAN I Informed Consent .......................................................................... 96 LAMPIRAN II Verbatim Informan ...................................................................... 98 LAMPIRAN III Member Checking .................................................................... 161 xiv

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 1. Skema Penerimaan Diri Informan 1 .................................................... 56 Gambar 2. Skema Penerimaan Diri Informan 2 .................................................... 74 xv

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 1 Pedoman Guideline Wawancara .............................................................. 30 Tabel 2 Profil Informan ......................................................................................... 36 Tabel 3 Pengambilan Data .................................................................................... 44 xvi

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah “... Malam di mana perasaan jujur itu menjadi kenyataan bahwa ternyata ia-lah alasan kenapa selama ini sensasi-sensasi aneh itu muncul setiap kali aku dekat dengannya.... Kenapa aku bisa mencintai sesama lelaki? Apakah aku gila? Mungkin iya. Tetapi, aku merasa damai dan terlindungi didekatnya. Salahkah aku?....” (Kutipan novel „The Sweet Sins‟, 2012, Rangga Wirianto Putra) Prolog diatas adalah salah satu kutipan novel yang berjudul ‗ The Sweet Sins‘ karangan penulis Rangga Wirianto Putra. Prolog tersebut menggambarkan perasaan Rei, tokoh utama dalam novel tersebut yang mempertanyakan perasaannya kepada seorang laki-laki bernama Ardo. Rei merasakan suatu emosi yang janggal terhadap Ardo. Kisah dalam novel tersebut berlanjut dalam dinamika kehidupan Rei sebagai seorang gay pada pencarian jati diri dan cinta bersama para sahabatnya dan kekasih hatinya, Ardo. Kegundahan yang dirasakan oleh tokoh Rei adalah salah satu proses dari pengenalan diri Rei terhadap dirinya sendiri. Pengenalan diri tersebut terlepas dari suatu penerimaan diri (self-acceptance) yang dilakukan. Pribadi yang memiliki penerimaan diri yang baik memiliki keseimbangan emosional dan menjadi pribadi yang matang (Allport dalam 1

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2 Feist & Feist, 2009). Pannes (dalam Hurlock, 1974) menyatakan penerimaan diri adalah sejauh mana individu, setelah mempertimbangkan karakteristik pribadinya, dapat diterima dan bersedia untuk hidup dengan karakteristik tersebut. Seseorang dapat menerima segala karakteristik yang ada dalam dirinya, tanpa harus mengikuti pendapat orang lain. Orang yang dapat mengakui kelemahan-kelemahan dan kelebihan-kelebihan yang dimiliki, tanpa mengeluh atau merasa malu, serta merasa bersalah (Maslow dalam schultz, 1991). Proses penerimaan diri pada homoseksual tidak terlepas dari penyingkapan jati diri mereka sebagai homoseksual (Vincke & Bolton, 1994). Penyingkapan jati diri sering disebut dengan istilah coming out. Coming out adalah suatu bentuk pengakuan pada diri sendiri dan orang lain bahwa dirinya adalah seorang homoseksual, tidak ada lagi perasaan ragu dan malu untuk membuka orientasi seksualnya yang berbeda dengan individu pada umumnya (Kelly dalam Dewanti, Yuliadi & Karyanta, 2015). Penerimaan diri individu sebagai seorang gay, lesbian atau biseksual merupakan proses awal dari coming out (Galink, 2010). Hubungan antara penerimaan diri dan proses coming out pada gay bersifat kuat dan positif bahwa semakin seorang gay memiliki penerimaan yang tinggi, maka semakin tinggi pula proses coming out (Constanti, 2012). Penerimaan diri yang dialami oleh seorang gay terkait dengan penerimaan orientasi seksualnya akan mengalami kesulitan dalam prosesnya, bahwa pada awal pencarian jati diri sebagai seorang gay,

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 banyak konflik batin yang terjadi pada diri individu yang bersangkutan. Individu gay merasakan dilema yang berat ketika dihadapkan kepada lingkungan mengenai keberadaan mereka di dalam masyarakat (Rahardjo, 2007). Hal ini dikarenakan adanya stigma negatif dan diskriminasi yang ada di lingkungan sosial, khususnya masyarakat di Indonesia. Dharmawan (2013) menyatakan diskriminasi terhadap gay terjadi karena budaya patriarki masih kuat di Indonesia, dimana laki-laki disatukan kedudukannya dan adanya harapan sosial bahwa laki-laki harus dominan dengan makulinitasnya. Selain itu, kultur heteronormatif yang dianut di Indonesia juga mempersulit penerimaan diri yang dilalui oleh individu gay. Hal ini disebabkan heteronormatif memandang bahwa heteroseksual merupakan satu- satunya seksualitas yang alamiah, normal dan umum (Kitzinger dalam Veritasia, 2015). Davy (dalam Dharmawan, 2013) turut menjelaskan dalam aturan heteronormatif, laki-laki diharuskan macho dan menikah dengan perempuan. Hal inilah yang membuat anggapan bahwa ketika ada laki-laki yang menyukai sesama jenis, hal itu dianggap menyimpang. Hal senada dinyatakan oleh Suherman (1996) bahwa bila gay harus berperan sebagai laki-laki untuk mengikuti tuntutan lingkungan sosialnya, berarti mereka harus menekan dorongan-dorongan yang ada dalam dirinya, antara lain dorongan seksualnya. Sebaliknya,saat individu mengikuti dorongan yang muncul dari dalam dirinya, berarti mereka harus berhadapan langsung dan terbuka dengan tekanan dari lingkungannya.

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4 Pernyataan Suherman (1996) senada pada hasil penelitian, seperti pada Informan 1 yang meyakini bahwa ia yang seorang homoseksual tidak akan diterima oleh keluarga dikarenakan latar belakang agama yang kuat (I1; W2; 15/9/15; 941-943). Lalu, Informan 2 juga mengalami hal tersebut, saat menyadari orientasi homoseksualnya. Ia memiliki penyangkalan terkait masalah moral dan nilai-nilai di masyarakat yang heteroseksual, dimana mengajarkan untuk mencintai dan menikah dengan lawan jenis. sehingga, ada perang batin mana yang lebih berpengaruh antara nilai di masyarakat atau pilihan diri sendiri (I2;W3;16/9/16;1381-1406). Padahal, pada umumnya penerimaan dari orang lain tidak terpisah dengan penerimaan diri sendiri, kedua hal tersebut berjalan seiring. Individu yang diterima oleh orang lain akan mudah menyukai dan menerima diri sendiri (Hurlock, 1978). Adanya penerimaan diri pada Lesbian, Gay, dan Biseksual juga memerlukan dukungan sosial atau penerimaan dari orang lain, terutama keluarga (Hu, et al, 2013 & Costa, et al, 2013). Hal tersebut disebabkan LGB (Lesbian, Gay & Biseksual) seringkali merasakan takut dihakimi, ditolak, dan didiskriminasi oleh lingkungan sosial yang menolak orientasi seksual mereka karena dianggap minoritas oleh heteroseksual (Meyer, 2003 dalam Hu, et al 2013). Penolakan, diskriminasi, dan perlakuan tidak menyenangkan yang diterima LGB (Lesbian, Gay & Biseksual) disebabkan adanya stigma dan stereotip negatif yang muncul dari lingkungan yang heteroseksualitas.

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5 Dari penjelasan sebelumnya, peneliti beramsumsi bahwa penerimaan diri yang dialami oleh seorang gay terkait dengan penerimaan orientasi seksualnya akan mengalami kesulitan dengan adanya stigmastigma dan stereotip-stereotip negatif yang ada di lingkungan sosial, khususnya masyarakat. Sehingga, peneliti ingin memperdalam proses penerimaan diri yang dialami oleh individu homoseksual, khususnya gay dalam bentuk metode studi deskriptif. Adanya penerimaan diri pada informan penelitian menandakan bahwa menerima diri dapat tercapai seutuhnya, tanpa merasa terbebani oleh pandangan masyarakat sekitar dan tanpa merasa diri tercela (Jersild, 1965). Selanjutnya, informan dalam penelitian ini berada di rentang usia 19-30 tahun. Pada usia tersebut, individu berada dalam tahap perkembangan dewasa awal yang memiliki pola pikir matang dan mampu membentuk identitas diri sesuai dengan pilihan dirinya (Agustin, 2012). Selanjutnya, peneliti memilih informan yang telah membuka diri pada orang lain atau yang disebut coming out, sebagai tahap setelah informan menerima diri sebagai homoseksual (Dewanti, Yuliadi & Karyanta, 2015; Galink, 2013). B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan sebelumnya, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana proses penerimaan diri pada pria homoseksual?

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6 C. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerimaan diri pada pria homoseksual atau gay. D. 1. Manfaat Penelitian Manfaat Teoritis Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan yang terkait dengan penerimaan diri pada pria homoseksual dalam khasanah bidang psikologi, terutama yang terkait dengan bidang orientasi seksual dan identitas seksual (LGB). 2. Manfaat Praktis Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pria dengan orientasi homoseksual sebagai pembelajaran, melalui gambaran pengalaman orang lain. Hal ini dapat meningkatkan penerimaan diri sendiri, serta dapat memberikan pemahaman terkait perbedaan orientasi seksual bagi orang lain. Selain itu, penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai referensi konselor dalam menangani individu yang mengalami kebingungan orientasi seksual.

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. 1. Penerimaan Diri Pengertian Jersild (1965) menyatakan bahwa penerimaan diri merupakan derajat seseorang untuk dapat menyatakan ‗diri aktual‘-nya sesuai dengan ‗diri ideal‘ yang diharapkan. Seseorang dapat menerima segala karakteristik yang ada dalam dirinya, tanpa harus mengikuti pendapat orang lain. Hal yang serupa juga dikemukakan oleh Esthy & Sugoto (1998), bahwa penerimaan diri adalah seseorang yang dapat menerima keadaan dirinya dengan segala keterbatasan, tanpa dibebani oleh pandangan masyarakat dan merasa dirinya tercela. Maslow (dalam Schultz, 1991) juga mengemukakan hal yang sama bahwa orang yang dapat menerima dirinya sendiri adalah seseorang yang dapat menerima kelemahan-kelemahan dan kelebihankelebihan yang dimiliki, tanpa mengeluh atau merasa malu, serta merasa bersalah. Seseorang dapat menerima kodrat mereka sebagaimana adanya. Senada dengan Maslow, Handayani, dkk (1998) mengemukakan bahwa penerimaan diri adalah saat seseorang dapat menyadari dan mengakui karakteristik dirinya dalam menjalani kehidupan. Sikap penerimaan diri tersebut ditunjukkan dengan keinginan untuk mengembangkan diri secara lebih baik, serta 7

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8 mengakui kelebihan dan kekurangan yang ada dalam dirinya, tanpa menyalahkan orang lain. Kemudian, Pannes (dalam Hurlock, 1974) menyatakan penerimaan diri adalah sejauh mana individu, setelah mempertimbangkan karakteristik pribadinya, dapat diterima dan bersedia untuk hidup dengan karakteristik tersebut. 2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penerimaan Diri Hurlock (1974) mengemukakan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan diri yang positif, antara lain: a. Adanya pemahaman tentang diri sendiri Hal ini timbul karena adanya kesempatan seseorang untuk mengenali kemampuan dan ketidakmampuannya. Individu yang dapat memahami dirinya tidak akan hanya tergantung pada intelektualnya, tetapi juga pada untuk penemuan diri sendiri, yaitu semakin orang dapat memahami dirinya, maka ia semakin dapat menerima dirinya. b. Adanya hal yang realistik Hal ini timbul jika individu menentukan sendiri harapannya yang sesuai dengan pemahaman dan kemampuannya, serta bukan diarahkan oleh orang lain dalam mencapai tujuannya. Hal ini akan menimbulkan kepuasan tersendiri bagi individu dan merupakan hal penting dalam penerimaan diri.

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9 c. Tidak adanya hambatan dalam lingkungan Walaupun seseorang sudah memiliki harapan yang realistik, tetapi jika lingkungan tidak mendukung dan tidak memberi kesempatan bahkan menghalangi individu tersebut, maka harapan individu tersebut akan sulit tercapai. d. Sikap-sikap anggota masyarakat yang menyenangkan Sikap-sikap anggota masyarakat yang menyenangkan tidak akan menimbulkan prasangka dan kecemasan, karena adanya penghargaan terhadap kemampuan sosial orang lain dan kesediaan individu mengikuti kebiasaan lingkungan. e. Tidak adanya gangguan emosional yang berat Dengan tidak adanya emosi yang berat, akan tercipta individu yang dapat bekerja dengan baik dan merasa bahagia dengan apa yang dikerjakan. f. Pengaruh keberhasilan yang dialami, baik secara kualitatif dan kuantitatif Keberhasilan yang dialami dapat menimbulkan penerimaan diri dan sebaliknya kegagalan yang dialami dapat mengakibatkan adanya penolakan diri. g. Identifikasi orang yang memiliki penyesuaian diri yang baik Individu yang mengindentifikasikan dirinya dengan individu lain yang mempunyai penyesuaian diri yang baik akan memiliki tingkah laku yang sesuai dengan individu yang dicontohnya.

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10 h. Adanya perspektif diri yang luas Yaitu memperhatikan juga pandangan orang lain tentang diri. Perspektif diri yang luas ini diperoleh melalui pengalaman dan belajar. Dalam hal ini usia dan tingkat pendidikan memiliki peranan penting bagi seseorang untuk mengembangkan perspektif diri yang luas. i. Pola asuh masa kecil yang baik Seorang anak dengan pola asuh demokratis akan cenderung berkembang sebagai individu yang dapat menghargai dirinya sendiri. j. Konsep diri yang stabil Individu yang tidak memiliki konsep diri yang stabil akan sulit menunjukkan dirinya pada orang lain. Hal ini disebabkan individu tersebut memiliki konsep diri yang ambivalen. 3. Aspek-aspek Penerimaan Diri Sheerer (dalam Hall & Lindzey, 1993) menjelaskan mengenai aspek-aspek dalam penerimaan diri: a) Perasaan sederajat. Individu merasa dirinya berharga sebagai manusia yang sederajat dengan orang lain, sehingga ia tidak merasa sebagai orang yang istimewa atau menyimpang dari orang lain. Individu merasa dirinya mempunyai kelemahan dan kelebihan seperti halnya orang lain.

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11 b) Percaya kemampuan diri. Individu yang empunya kemampuan untuk menghadapi kehidupan. Hal ini tampak dari sikap individu yang percaya diri, lebih suka mengembangkan sikap baiknya dan mengeliminasi keburukannya daripada ingin menjadi orang lain, oleh karena itu ia puas menjadi dirinya sendiri. c) Bertanggung jawab. Individu yang berani memikul tanggung jawab terhadap perilakunya. Sifat ini tampak dari perilakunya yang mau menerima kritik dan menjadikannya sebagai masukan yang berharga untuk mengembangkan diri. d) Orientasi keluar diri. Individu mempunyai orientasi diri keluar daripada ke dalam diri, maka ia merasa tidak malu yang menyebabkannya lebih suka memperhatikan dan toleran terhadap orang lain, sehingga akan mendapatkan penerimaan sosial dari lingkungannya. e) Berpendirian. Individu lebih suka mengikuti standarnya sendiri daripada bersikap menyesuaikan diri terhadap tekanan sosial. Individu yang mampu menerima diri mempunyai sikap dan percaya diri yang menurut pada tindakannya sendiri dari pada mengikuti konvensi dan standar dari orang lain, serta mempunyai aspirasi dan pengharapan sendiri. f) Menyadari keterbatasan. Individu tidak menyalahkan diri akan keterbatasannya dan mengingkari kelebihannya. Individu

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12 cenderung mempunyai penilaian yang realistik tentang kelebihan dan kekurangannya. g) Menerima sifat kemanusiaan. Individu tidak menyangkal impuls dan emosinya atau merasa bersalah karenanya. Individu yang mengenali perasaan marah, takut, dan cemas tanpa menganggapnya sebagai sesuatu yang harus diingkari atau ditutupi. Selain itu, faktor lain yang dapat menghambat penerimaan diri, yaitu: konsep diri yang negatif, kurang terbuka dan kurang menyadari perasaan-perasaan yang sesungguhnya, kurang adanya keyakinan terhadap diri sendiri, dan merasa rendah diri. 4. Ciri-ciri Individu dengan Penerimaan diri Jersild (dalam Sari & Nuryoto, 2002) menjelaskan ciri-ciri individu yang memiliki penerimaan diri yang baik, yaitu : a. Individu memiliki penghargaan yang realistis terhadap kelebihankelebihan dalam dirinya. b. Individu memiliki keyakinan terhadap standar-standar dan prinsip-prinsip dalam dirinya tanpa harus dipengaruhi oleh opini orang lain. c. Individu memiliki kemampuan dalam memandang dirinya secara realistis tanpa harus menjadi malu akan keadaan dirinya.

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13 d. Individu mengenal kelebihan-kelebihan dalam dirinya dan bertindak bebas dalam memanfaatkan kelebihan-kelebihan tersebut. e. Individu mengenali kelemahan-kelemahan dalam dirinya tanpa menyalahkan atau merasa bersalah terhadap diri sendiri. f. Individu memiliki spontanitas dan rasa tanggung jawab dalam diri. g. Individu menerima potensi dalam diri tanpa menyalahkan diri sendiri atas kondisi-kondisi yang berada di luar kontrol dirinya. h. Individu tidak melihat diri mereka sebagai orang yang harus dikuasai rasa marah atau takut atau menjadi tidak berarti karena keinginan-keinginan diri, melainkan bebas dari ketakutan untuk melakukan kesalahan. i. Individu merasa memiliki hak untuk memiliki ide-ide dan keinginan-keinginan, serta harapan-harapan tertentu. j. Individu tidak merasa iri akan kepuasan-kepuasan yang belum mereka raih. 5. Dampak Penerimaan Diri Menurut Allport (dalam Feist & Feist, 2009), pribadi yang memiliki penerimaan diri yang baik dapat menerima diri apa adanya, sehingga memiliki keseimbangan emosional dan menjadi pribadi yang matang. Di sisi lain, Maslow (dalam Schultz, 1991) mengemukakan bahwa

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14 orang yang dapat menerima diri merupakan orang yang sehat karena tidak mengalami kecemasan-kecemasan akan perasaan malu atau perasaan bersalah terhadap diri mereka sendiri. Hjelle & Ziegler (dalam Sari & Nuryoto, 2002) juga menyatakan bahwa penerimaan diri akan membuat pribadi menjadi lebih toleran terhadap rasa frustasi atau kejadian-kejadian yang menjengkelkan. Kemudian, Hurlock menambahkan bahwa (dalam Satyaningtyas apabila terjadi & Abdullah, peristiwa yang 2010) kurang menyenangkan, maka individu akan mampu berpikir logis tentang baik buruknya masalah yang telah terjadi tanpa menimbulkan perasaan permusuhan, perasaan rendah diri, malu, dan rasa tidak aman. Selain manfaat psikologis, individu yang memiliki penerimaan diri yang baik juga akan memiliki kualitas hidup yang berhubungan dengan kesehatan fisiologis. Individu yang memiliki penerimaan diri yang baik menunjukkan selera makan yang baik, tidur dengan nyenyak, dan dapat menikmati kehidupan seks dengan pasangan. Selain itu, saat menjalani suatu proses biologis dasar; seperti kehamilan atau menstruasi (bagi wanita), dan proses menua; sebagai bagian dari perkembangan yang dapat diterima dengan perasaan bahagia (Hjelle & Ziegler, 1992; Munandar, 2001 dalam Sari & Nuryoto, 2002). Sebaliknya, saat individu gagal dalam penerimaan diri akan muncul rasa rendah diri, tidak berharga, rasa malu, dan sensitif terhadap celaan oleh lingkungan. Kegagalan dalam penerimaan diri membuat individu

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15 tidak bisa mengembangkan potensi dan kemampuan dirinya (Purnaningtyas, 2013). B. 1. HOMOSEKSUAL Pengertian Homoseksual merupakan salah satu orientasi seksual. Galliano (dalam Galink, 2013) menyatakan orientasi seksual sebagai pola yang kurang lebih stabil dari ketertarikan erotis terhadap individu dan perilaku seksual dengan individu dari jenis kelamin yang sama atau berbeda. Galink (2013) menjelaskan identitas seksual dan perilaku seksual terkait dengan orientasi seksual, namun ketiga istilah tersebut digunakan untuk menunjukkan fenomena seksual yang berbeda-beda. Secara singkat, Reiter (dalam Galink, 2013) menjelaskan bahwa identitas seksual mengacu pada konsep individu itu sendiri, perilaku seksual merujuk pada tindakan yang dilakukan oleh seseorang, sementara orientasi merujuk pada fantasi, kedekatan, dan ketertarikan. Orientasi seksual terdiri dari tiga, yaitu biseksual, heteroseksual, dan homoseksual. Orientasi biseksual mengacu pada orang yang memiliki ketertarikan secara fisik, emosi dan seksual terhadap lawan dan sesama jenisnya (Galink, 2013). Orientasi heteroseksual mengacu pada suatu daya tarik erotik, dan ketertarikan dalam bentuk hubungan romantis dengan jenis kelamin yang berbeda. Lalu, orientasi homoseksual mengacu pada

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16 suatu daya tarik erotik, dan ketertarikan dalam bentuk hubungan romantis dengan sesama jenis kelamin (Rathus, Nevid & Fichner-Rathus, 2008). Pada awalnya homoseksualitas dianggap sebagai suatu tipe gangguan kejiwaan. Hal ini berdasarkan The American Mental Health pada tahun 1952 dalam rangka menyusun Diagnostic and Statistical Manual of Mental Health yang pertama (Weiner & Craighead, 2010). Namun, homoseksualitas saat ini tidak lagi dianggap sebagai suatu gangguan seksual. Hal ini dikarenakan pada Diagnostic and Statistical Manual of Mental (DSM) III mengakui homoseksualitas sebagai „a possible nonpathological, altenative lifestyle‟ (p.266; Wilson, O‘leary, Nathan & Clark, 1996). Homoseksualitas kemudian dihapuskan sebagai gangguan pada diagnosis kejiwaan dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental (DSM) V, serta Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa (PPDGJ) III. Weiner dan Craghead (2010) mengatakan bahwa homoseksualitas mengacu pada perilaku seksual, keinginan, ketertarikan, dan hubungan pada orang-orang dari jenis kelamin yang sama, serta berdasarkan pada budaya, identitas, komunitas yang berhubungan dengan mereka. Kemudian, Raulin (2003) menyatakan homoseksualitas sebagai suatu pilihan untuk melakukan perilaku seksual dengan seseorang yang memiliki jenis kelamin yang sama berdasarkan kesadaran personal. Sebagian besar individu sadar akan orientasi homoseksualnya saat masa pubertas.

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17 Homoseksualitas terbagi dalam tiga kategori, yaitu lesbi, gay, dan bisexual. Ketiga kategori tersebut, yaitu lesbi (atau juga disebut lesbian) sebagai perempuan yang tertarik secara emosional dan/atau seksual kepada sesama perempuan, gay sebagai laki-laki yang tertarik secara emosional dan/atau seksual kepada sesama laki-laki, serta biseksual sebagai seseorang yang secara emosional dan/atau seksual tertarik kepada laki-laki dan perempuan, bisa dalam waktu bersamaan atau tidak (dalam booklet terbitan Ardhanary Institute, 2013; tidak diterbitkan). Nardi & Schneider (1998) menjelaskan bahwa gay merupakan bentuk ketiga yang paling sering digunakan. Gay berasal dari kata prancis—gaie, yang berarti laki-laki homoseksual. Dalam penggunaannya, gay juga digunakan untuk menyebut wanita yang menyukai sesama wanita (lesbian), sehingga penyebutan gay memiliki konteks yang sama dengan istilah homoseksual. Dalam beberapa area tertentu, gay dan lesbian secara kolektif disebut sebagai gays atau orang-orang gay (gay people). Saat memiliki suatu relasi romantis, gay memiliki dua istilah yang digunakan untuk mengidentifikasi posisi pasangan dalam hubungan mereka, yaitu top dan bottom. Penggunaan istilah ‗top‟ mengacu pada pasangan yang lebih dominan dalam relasi atau pihak yang insertif dalam suatu hubungan seksual. Selanjutnya, istilah „bottom‟ mengacu pada pasangan yang kurang dominan atau pihak yang reseptif dalam hubungan seksual (Clarke, Ellis, Peel, & Riggs, 2010).

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18 2. Faktor-faktor Penyebab Homoseksualitas Sebagian besar ahli dalam hal homoseksualitas percaya bahwa tidak ada faktor tunggal yang menyebabkan homoseksualitas (Santrock, 1983). Ada beberapa faktor-faktor yang menjelaskan penyebab homoseksualitas dari berbagai sudut pandang, antara lain biologis, psikologis, dan lingkungan sosial. Secara biologis, faktor-faktor yang mempengaruhi orientasi seksual seseorang antara lain: a. Susunan kromosom, adanya susunan kromosom yang berbeda antara homoseksual dan heteroseksual. Pada sindrom Klinefelter yang memiliki tiga kromosom seks, yaitu xxy. Hal ini dapat terjadi pada 1 diantara 700 kelahiran bayi. Misalnya, pada pria yang mempunyai kromosom 48xxy (Rathus, Nevid & Fichner-Rathus, 2008). b. Hormonal, laki-laki memiliki hormon testoteron, tetapi juga mempunyai hormon yang dimiliki oleh wanita yaitu esterogen dan progesteron dengan kadar yang sedikit. Testoterone sangat penting pada diferensiasi seksual laki-laki. Dengan demikian, tingkat testoterone dan hasil hormon dalam darah dan urine telah dipelajari kemungkinan berpengaruh pada orientasi seksual (Rathus, Nevid & Fichner-Rathus, 2008). c. Struktur otak, Levay (1991) menemukan sekumpulan syaraf dalam hypothalamus laki-laki heteroseksual ukurannya tiga kali lebih besar dibandingkan dengan yang dimiliki oleh laki-laki homoseksual dan

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19 perempuan heteroseksual, bagian dari hypothalamus-interstitial ketiga dari inti anterior hypothalamus- pada otak gay kurang dari setengah ukuran pada bagian yang sama pada laki-laki heteroseksual. d. Kelainan susunan syaraf, kelainan susunan syaraf dapat mempengaruhi perilaku seks heteroseksual maupun homoseksual. kelainan susunan syaraf otak ini disebabkan oleh radang atau patah tulang dasar tulang tengkorak (Levay, 1991). Selanjutnya, Azizah (2013) menjabarkan faktor penyebab individu menjadi homoseksual terbagi dalam tiga kategori, yaitu : a. Precipating event, yaitu faktor awal individu untuk menjadi homoseksual. Faktor tersebut berupa pengalaman traumatis, yang dapat berupa pengalaman atau peristiwa disodomi saat masa kecil, pernah ditolak cinta atau disakiti oleh seorang wanita. Peristiwa tersebut menjadi traumatis bagi individu, sehingga ia memutuskan untuk memilih kehidupan homoseksual. b. Conditioning event, yaitu faktor penguat yang menyebabkan individu mempunyai kecenderungan homoseksual dan menjadi lebih merasa didukung dan terkondisikan dengan keadaan homoseksual. Faktor penguat ini dapat berasal dari lingkungan yang terdiri dari orang tua yang memperlakukan anaknya seperti wanita atau memperbolehkan anak laki-lakinya melakukan hal-hal yang identik dengan identitas wanita. Selain itu, lingkungan pertemanan juga

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20 dapat menjadi penguat yang menyebabkan individu terpengaruh dan memilih menjadi homoseksual. c. Consequensy event, yaitu faktor pada diri individu yang dapat dilihat dari faktor kenyamanan pada kondisi homoseksual. Individu merasa bahwa homoseksual adalah pilihan hidup. 3. Perkembangan Identitas Homoseksual Menurut Garnets & D‘Augelli (dalam Galink, 2013), orientasi seksual memiliki pengaruh yang sangat besar dalam perkembangan identitas seseorang. Saat individu mulai menyadari orientasi homoseksualnya, maka perkembangan identitas homoseksual akan muncul. Perkembangan identitas homoseksual pertama kali dipublikasikan oleh Vivienne Cass (1979, dalam Clarke, Ellis, Peel, & Riggs, 2010). Enam tahap model ‗formasi identitas homoseksual‘ Vivienne Cass tersebut tergantung keadaan lingkungan interpersonal individu (Stevens, 2004) dan menjadi landasan pada model-model selanjutnya. Penjabaran dari enam tahap model tersebut, yaitu : a. Tahap 1, Identitiy Confusion Suatu kesadaran bahwa homoseksualitas relevan terhadap diri sendiri dan/atau perilaku yang dimiliki.

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21 b. Tahap 2, Identity Comparison Adanya inkongruensi antara persepsi diri sebagai homoseksual dan persepsi orang lain terhadap hasil homoseksualitas diri terhadap perasaan keterasingan dari teman sebaya dan perasaan diri bahwa tidak sama atau menjadi berbeda dari teman sebaya. c. Tahap 3, Identity Tolerance Komitmen pada tingkat yang lebih tinggi pada citra diri sebagai homoseksual dan adanya pengakuan sosial, emosional, dan kebutuhan seksual, hasil dari rasa keterangsingan terhadap dunia heteroseksual dan aktif mencari tahu tentang subkultur mengenai homoseksualitas dan orang-orang homoseksual lainnya. d. Tahap 4, Identity Acceptance Kontak dengan individu homoseksual lainnya menjadi lebih sering dan regular. Preferensi pada konteks sosial homoseksual dan membangun hubungan pertemanan dengan mereka. e. Tahap 5, Identity Pride Komitmen pada komunitas gay yang menghasilkan perasaan identitas kelompok. Pemilihan kepada identitas homoseksual dibandingkan identitas heteroseksual. f. Tahap 6, Identity synthesis Identitas homoseksual diintegrasikan ke dalam aspek-aspek lain di dalam diri.

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22 Secara mendalam, Troiden (1979) menjabarkan proses-proses seseorang membentuk identitas homoseksual pada gay (A model of Gay Identity Acquisition) yang terdiri dari empat tahap selama rentang pengalaman hidupnya, yaitu: Sensitization, Dissociation & signification, Coming out, dan Comittment. Proses perkembangan identitas homoseksual tersebut akhirnya berkembang sebagai suatu proses spiral horizontal yang dapat ke atas, ke bawah, dan bolak-balik (Troiden, 1988; Stevens 2004) berupa; a. Tahap I, Sensitization Tahap ini terjadi saat awal menginjak masa pubertas yang dipisahkan pada tahap awal (> 13 tahun) dan tahap akhir (13-17 tahun) (Troiden, 1979). Individu tidak menganggap homoseksual sebagai hal yang relevan secara personal. Namun, terdapat pengalaman awal individu pada masa anak-anak yang mengacu pada rasa keterasingan saat bersama sesama jenis dalam suatu kelompok. Adanya indikasi perasaan ‗berbeda‘ saat menginjak usia remaja b. Tahap 2, Identity Confusion Dalam tahap ini, individu mulai mempersonalisasikan homoseksualitas selama masa remaja. Mulai berefleksi atas ide bahwa adanya perasaan seksual dan/atau aktivitas dari identitas seksual yang merasa dirinya ‗mungkin‘ homoseksual. Adanya pemikiran bahwa individu berpotensi menjadi homoseksual akan

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23 bertolak belakang dengan citra diri sebelumnya dan menciptakan kebingungan identitas, kebimbangan batin dan kecemasan. c. Tahap 3, Identity Assumption Dalam tahap ini, identitas homoseksual yang dimiliki individu dibangun dan dibagikan dengan orang lain. Individu mengakui dirinya sebagai homoseksual atau sering disebut „coming out‟, sehingga individu mendefinisikan dirinya sebagai homoseksual, mentoleransi dan menerima identitas tersebut, berhubungan dengan homoseksual lainnya, dan mulai terlibat dalam subkultur homoseksual dan menganggap homoseksualitas sebagai hal positif dan melihat homoseksualitas sebagai alternatif gaya hidup (Troiden, 1979). d. Tahap 4, Commitment Individu memutuskan homoseksual sebagai suatu jalan hidup. Dalam tahap ini, individu memilih hidup sebagai homoseksual tanpa memiliki alasan untuk mengubah orientasi seksualnya atau memiliki keyakinan bahwa tidak ada keuntungan untuk memilih suatu orientasi seksual (Troiden, 1979). Komitmen tersebut memiliki dua dimensi, yaitu internal dan eksternal. Secara internal, individu berintegrasi pada seksualitas dan emosionalitas pada sesama jenis menjadi kesatuan yang bermakna, pergeseran makna terhadap identitas homoseksual, pandangan bahwa identitas homoseksual adalah identitas dirinya yang valid, dan memiliki kepuasan dengan

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24 identitas homoseksual. Kemudian, secara eksternal berkaitan dengan hubungan peran cinta dengan sesama jenis, menyatakan identitas homoseksual ke orang-orang nonhomoseksual, dan perubahan strategi dalam menghadapi stigma. C. Penerimaan Diri Pada Homoseksual Hurlock (1974) menyatakan bahwa pada umumnya penerimaan oleh orang lain tidak terpisah dengan penerimaan diri sendiri karena kedua hal tersebut berjalan seiring. Individu yang diterima oleh orang lain akan merasa mudah menyukai dan menerima diri sendiri. Oleh karena itu, penerimaan diri pada individu homoseksual lebih sulit daripada individu heteroseksual. Hal ini dikarenakan tidak adanya dukungan dari masyarakat membuat individu dengan orientasi homoseksual lebih sulit untuk diterima. Proses penerimaan diri pada homoseksual tidak terlepas dari penyingkapan jati diri mereka sebagai homoseksual (Vincke & Bolton, 1994). Penyingkapan jati diri tersebut sering disebut dengan istilah „coming out‟. Schipper (dalam Vincke & Bolton, 1994) memandang „coming out‟ sebagai proses penerimaan dan apresiasi dari pribadi yang mengaku sebagai gay. Selanjutnya, Morh & Fassinger (2003) mengemukakan bahwa proses coming out memiliki relevansi terhadap dua variabel, yaitu penerimaan diri (self-acceptance) dan penyingkapan diri (self-disclosure) yang dialami selama rentang kehidupan oleh Lesbian,

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25 Gay, dan didefinisikan Biseksual. sebagai Penyingkapan tindakan diri (self-disclosure) mengungkapkan informasi sendiri pribadi mengenai diri sendiri kepada orang lain (Collins & Miller, 1994; dalam Griffith & Hebl, 2002). Melalui komunikasi interpersonal (R, tanggal 26 Agustus 2015) menyatakan bahwa penerimaan diri pada gay, terdapat dua istilah yang umumnya disebut sebagai „coming in‟ dan „coming out‟. „Coming in‟ dijelaskan sebagai menerima orientasi seksual ke dalam diri dan „coming out‟ dijelaskan sebagai menyatakan orientasi seksual diri kepada orang lain. „Coming in‟ tidak sama dengan sama dengan „coming out‟. Gay yang „coming in‟ belum tentu akan „coming out‟, tetapi gay yang telah „coming out‟ tentu telah dapat „coming in‟. Bohan (dalam Morh & Fassinger, 2003) menjelaskan bahwa coming out adalah proses seumur hidup terhadap “menerima untuk satu diri‖ dan ―mengungkapkan ke orang lain suatu orientasi seksual‖. Dalam Rathus, Nevid, & Fichner-Ratus (2008) juga menjelaskan bahwa kaum homoseksual biasanya berbicara tentang proses menerima orientasi seksual mereka sebagai 'coming out' atau 'coming out of the closet'. Coming out adalah proses dua arah : coming out to one-self (mengenali orientasi seksual seseorang) & coming out to others (menyatakan orientasi seseorang kepada dunia). Penerimaan diri dijelaskan sebagai coming out to self/coming out to one-self (coming in). Penerimaan diri individu sebagai seorang gay,

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26 lesbian atau biseksual merupakan proses awal dari coming out (Galink, 2013). Dari hasil studi dalam Dewanti, Yuliadi & Karyanta, (2015) terlihat bahwa penerimaan diri memiliki peranan paling besar dalam proses coming out, yaitu penerimaan dalam orientasi homoseksual. langkah pertama seorang individu untuk menjalani proses coming out adalah menerima orientasi seksualnya, lalu hubungan yang positif dengan orang lain, kepada siapa nantinya individu tersebut akan memberitahukan identitas homoseksualnya. Selanjutnya, Constanti (2012) menemukan hubungan yang bersifat kuat dan positif antara penerimaan diri dan proses coming out, yaitu semakin seorang gay memiliki penerimaan yang tinggi semakin tinggi pula proses coming out. Selain itu, penelitian tersebut menemukan prediktor terpenting dalam proses coming out adalah acceptance.

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN A. Prosedur Penelitian Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif, berupa studi deskriptif, yaitu penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh informan penelitian, misalnya perilaku, persepsi, motivasi, dan sebagainya, pada suatu konteks khusus yang alamiah (Moleong, 2006). Penelitian tersebut bertujuan untuk mendeskripsikan data hasil penelitian, seperti transkrip wawancara, cacatan lapangan (observasi), dan sebagainya (Creswell, 2009). B. Informan Penelitian Peneliti menggunakan teknik sampling, yaitu teknik purposive sampling. Purposive sampling merupakan teknik sampling berdasarkan ciri/kriteria yang dimiliki informan penelitian karena ciri-ciri tersebut sesuai dengan tujuan penelitian (Herdiansyah, 2010). Informan penelitian adalah 2 orang pria homoseksual. Kriteria informan berada pada rentang usia antara usia 19-30 tahun yang berada dalam tahap perkembangan dewasa awal. Sehingga, informan diharapkan telah memiliki pola pikir yang matang, mampu membentuk identitas diri sesuai dengan pilihan dirinya (Agustin, 2012). Selain itu, informan yang dipilih juga 27 telah

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28 berada pada tahap coming out karena informan telah membuka diri kepada orang lain, sebagai tahap setelah informan menerima diri sebagai homoseksual (Dewanti, Yuliadi & Karyanta, 2015; Galink, 2013). C. Kajian Penelitian Dalam penelitian ini, hal-hal yang akan diteliti sebagai bahan penelitian ada empat aspek, yaitu: a. Riwayat masa lalu b. Kesadaran diri (coming in) c. Pengakuan diri (coming out) d. Rencana masa depan Keempat aspek tersebut merupakan sebuah rentang proses penerimaan diri pada individu homoseksual (Wilson, O‘leary, Nathan & Clark, 1996), sejalan dengan orientasi seksual memiliki pengaruh yang sangat besar dalam perkembangan identitas seseorang sepanjang hidupnya (Garnets & D‘Augelli; dalam Galink, 2013). D. Metode Pengumpulan Data Metode yang digunakan dalam penelitian adalah wawancara (interview). Wawancara yang dilakukan adalah wawancara semi terstruktur yang termasuk dalam kategori in-dept interview. Hal ini bertujuan agar peneliti dapat mengetahui hal-hal yang lebih mendalam tentang penerimaan diri pada pria homoseksualitas sesuai dengan

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29 pengalaman atau proses yang dialami oleh informan penelitian (Stainback, dalam Sugiyono, 2013). Dalam melakukan wawancara, peneliti perlu mendengarkan secara teliti dan mencatat apa yang dikemukakan oleh informan (Sugiyono, 2013). Alat yang digunakan untuk wawancara adalah guideline wawancara yang telah disusun berdasarkan aspek-aspek yang akan digali dalam wawancara. Aspek-aspek yang akan digali dalam wawancara, sebagai berikut : a. Riwayat hidup 1) Latar belakang keluarga 2) Latar belakang lingkungan b. Kesadaran diri (coming in) 1) Menerima diri sebagai homoseksual c. Pengakuan diri (coming out) 1) Mengakui diri kepada orang lain 2) Reaksi saat orang lain mengetahui diri informan sebagai homoseksual d. Rencana masa depan 1) Harapan dan cita-cita Aspek-aspek tersebut akan digali ke dalam bentuk pertanyaanpertanyaan yang disusun dalam guideline wawancara seperti pada tabel 1;

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30 Tabel 1 Pedoman guideline wawancara Aspek Sub-aspek Latar belakang keluarga 1. Bagaimana relasi Anda dalam keluarga? 2. Apa peran Anda dalam keluarga? 3. Hal-hal apakah yang diajarkan oleh keluarga pada Anda sejak kecil? 4. Bagaimana hal-hal tersebut berpengaruh pada diri Anda? Latar belakang lingkungan 1. Bagaimana kondisi lingkungan Anda? 2. Bagaimana relasi Anda dengan orang lain? 3. Adakah hal-hal dalam lingkungan yang berpengaruh pada diri Anda? Pengalaman awal saat menyadari orientasi homoseksual 1. Kapan Anda merasa sebagai homoseksual? 2. Adakah pengalaman yang membuat diri Anda sadar terhadap orientasi seksual saat ini? 3. Bagaimana perasaan Anda saat menyadari hal tersebut? Pengakuan awal kepada orang lain 1. Siapakah yang pertama kali mengetahui orientasi Anda saat ini? 2. Kapan Anda memberitahu orang tersebut? 3. Apakah Anda memiliki alasan untuk Riwayat masa lalu Kesadaran diri (coming in) Pertanyaan

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31 memberitahu orang tersebut? Pengakuan diri (coming out) Rencana masa depan 1. Bagaimana reaksi orang tersebut saat Anda mengakui orientasi seksual saat Reaksi orang lain saat mengakui diri ini? sebagai homoseksual 2. Adakah hal-hal tertentu yang dikatakan kepada Anda saat itu? 1. Apa cita-cita Anda saat ini? 2. Apa harapan Anda Harapan dan citasaat ini? cita 3. Apa yang akan Anda lakukan untuk mencapai cita-cita dan harapan tersebut? Langkah-langkah yang dilakukan peneliti dalam melaksanakan wawancara adalah sebagai berikut: a. Peneliti membangun rasa kepercayaan informan kepada peneliti, melalui rapport sebelum melakukan proses wawancara. b. Peneliti menjelaskan tujuan dan kegunaan dari penelitian ini, sehingga informan dapat termotivasi selama proses wawancara. c. Peneliti meminta informan untuk menandatangani inform consent sebagai persetujuan informan untuk mengikuti penelitian ini.

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 32 d. Peneliti meminta persetujuan informan untuk menggunakan alat perekam untuk merekam proses wawancara yang akan berlangsung. e. Peneliti melakukan wawancara (tanya jawab) pendahuluan, berupa biodata informan, serta fenomena homoseksual dan homoseksualitas yang dimiliki informan. f. Peneliti melaksanakan wawancara (tanya jawab) kepada informan sesuai dengan pedoman wawancara. Wawancara dilakukan dengan pertanyaan open-question, sehingga tidak membatasi informan dalam memberikan jawaban. g. Proses wawancara akan direkam menggunakan alat perekam yang telah disetujui informan sebelumnya. h. Peneliti membuat transkrip wawancara, yaitu salinan verbatim dari hasil wawancara untuk menjadi hasil penelitian. E. Metode Analisis Data 1. Pengumpulan Data Data hasil wawancara yang telah direkam sebelumnya segera disusun ke dalam bentuk catatan verbatim secara sistematis dan terstruktur, sehingga memudahkan peneliti dalam proses penelusuran data. Data yang masih diragukan akan ditanyakan kembali kepada informan atau melakukan probing kepada informan.

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 33 2. Analisis Data Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi, dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit, menyusun dalam pola, memilih yang penting dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan agar mudah dipahami orang lain (Sugiyono, 2013). Dalam menganalisis data diperlukan suatu pengkodean terhadap hasil data yang telah didapatkan. Koding (coding) atau dapat disebut sebagai pengkodean merupakan proses penguraian data, pengkonsepan, dan penyusunan kembali dengan cara baru (Strauss & Corbin, 2009). F. Kredibilitas Penelitian Hammersley (dalam Herdiansyah, 2015) menjelaskan validitas sebagai kebenaran yang ditafsirkan sebagai suatu perluasan data yang secara akurat dapat mewakili fenomena sosial yang dirujuk. Selanjutnya, Newman (dalam Herdiansyah, 2015) menjelaskan reliabilitas sebagai ketergantungan atau konsistensi, yaitu hal yang sama diulang atau berulang akan memiliki kondisi yang identik atau sangat mirip. Dalam penelitian kualitatif, Sugiyono (dalam Prastowo, 2014) mengganti konsep validitas menjadi uji kredibilitas data. Uji kredibilitas data yang digunakan dalam penelitian ini adalah member checking. Member checking dilaksanakan antara peneliti dan informan penelitian bersama-sama melihat kesesuaian

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 34 antara hasil data dengan infomasi yang telah diberikan oleh informan sesuai dengan kesepakatan yang dibuat oleh kedua belah pihak.

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Saat Proses Pengumpulan Data memulai proses pengumpulan data, Peneliti menemukan kesulitan dalam perolehan informan. Awalnya, peneliti meminta bantuan teman-teman peneliti yang memiliki relasi dengan pria homoseksual untuk diminta kesediaannya menjadi informan dalam penelitian. Namun, pihak yang bersangkutan tidak bersedia untuk menjadi informan. Selanjutnya, peneliti menemui salah satu anggota dari komunitas LGBT ―People Like Us SATU HATI‖ di Yogyakarta untuk meminta kesediaan pihak komunitas membantu penelitian yang ingin dilaksanakan dalam komunitas tersebut. Akan tetapi, peneliti tidak melanjutkan penelitian dalam komunitas tersebut disebabkan oleh ketidaksesuaian pemahaman dalam teori-teori yang berkaitan dengan homoseksual yang telah dituliskan dalam proposal penelitian. Peneliti akhirnya berhasil mendapat seseorang yang bersedia menjadi informan untuk penelitian ini. Kesediaan informan 1 berdasarkan kerelaan dirinya dalam membantu peneliti sebagai informan dengan syarat menjaga kerahasiaan identitas dari nama-nama yang disebutkan dalam wawancara. Oleh karena itu, 35

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 36 sebelum melakukan penelitian, informan diminta untuk menandatangani surat pernyataan kerelaan menjadi subjek dalam penelitian. Selanjutnya, peneliti mendapatkan seseorang yang bersedia menjadi informan kedua untuk membantu penelitian ini. Informan 2 juga bersedia menjadi bagian dari penelitian dengan menandatangani surat pernyataan kerelaan untuk menjadi subjek penelitian dengan syarat tidak mencantumkan nama aslinya dalam data penelitian. B. 1. Profil dan Gambaran Informan Profil Informan Tabel 2 Profil Informan Keterangan Informan 1 Informan 2 Jenis Kelamin Tempat, tanggal lahir Usia Pendidikan Terakhir Pekerjaan Urutan Kelahiran Laki-laki Tarakan, 15 Agustus 1993 24 tahun SMA Mahasiswa Anak ke-4 dari 5 bersaudara Islam Tarakan, Kalimantan Utara Laki-laki Solo, 1 September 1993 24 tahun SMA Mahasiswa Agama Asal Anak tunggal Moderat Solo, Jawa Tengah

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 37 2. Gambaran Informan a. Informan 1 Informan merupakan seorang mahasiswa suatu perguruan tinggi swasta di Yogyakarta. Keluarga Informan berada di Tarakan, Kalimantan Utara. Informan memiliki empat orang saudara, yaitu dua orang kakak perempuan, seorang kakak laki-laki, dan seorang adik perempuan. Ayah informan telah menikah sebanyak tiga kali. Pada pernikahan pertama, lahir tiga orang kakak informan. Ayah informan kembali menikah setelah istri pertamanya meninggal dunia. Dari pernikahan kedua, lahirlah informan dan adik perempuannya. Akan tetapi, Ibu informan meninggal dunia delapan tahun yang lalu tepatnya saat infoman duduk dibangku SMP. Informan merasa dirinya dipaksa dewasa sebelum waktunya saat ibunya meninggal. Ia merasa harus menggantikan posisi sebagai ibu dikarenakan adiknya yang masih kecil, sementara ketiga kakaknya masih sibuk kuliah. Ia dan adiknya pun diasuh oleh tante dan neneknya. Informan menganggap ibunya adalah sosok penyelamat. Hal ini disebabkan oleh dirinya sering dimarahi dan dipukul oleh ayahnya saat kecil. Informan merasakan kehilangan sosok pelindung, ketika ibunya meninggal dunia. Ia merasakan

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 38 kecemasan dan tidak nyaman dengan keberadaan ayah yang dipersepsikan sebagai ancaman. Informan memandang ayahnya dulu sangat otoriter. Semenjak ibunya meninggal dunia, informan melihat perilaku ayahnya mulai berubah. Ayahnya dinilai tidak lagi bersikap keras dan kasar. Lalu, ayah informan pun menikah kembali untuk yang ketiga kalinya. Namun, pernikahan tersebut tidak berjalan lancar, sehingga orang tuanya memutuskan untuk bercerai. Informan menolak untuk menjalin komunikasi dengan ibu tirinya. Hal ini dikarenakan informan menganggap ibunya tidak bertanggung jawab karena meninggalkan keluarganya dengan mudah. Informan mengakui dirinya dekat dengan semua anggota keluarganya. Informan mengatakan bahwa keluarga memiliki pengaruh yang besar dalam hidupnya. Informan memandang keluarganya merupakan keluarga mualaf dan agamis. Hal ini dikarenakan ayah informan lebih menekankan pada ajaran-ajaran agama islam secara turun temurun. Informan melihat dirinya sebagai orang yang exhibisi. Ia ingin menonjol dari antara orang lain. Hal ini sesuai dengan bakat yang dimilikinya dalam bidang entertain, seperti dance, make up, dan fashion. Informan memiliki ketertarikan dalam dunia mode sebagai pengamat dan pecinta fashion. Hal ini

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 39 membuat dirinya dapat menggambar dan merancang pakaian. Selain itu, ia juga dikenal sebagai orang yang humoris, lucu, dan sabar. Menurutnya, ia tipe seseorang yang dapat bisa diajak saat susah ataupun senang. Dirinya merasakan kepuasan saat menolong orang lain, dapat mengatur emosi dengan baik, dan tidak suka dalam mencampuri urusan orang lain. Dalam lingkungan sosial, infoman merasa dirinya dapat diterima baik oleh teman-temannya. Ia cenderung mudah untuk berbaur. Menurut informan, orang lain selalu mengatakan bahwa dirinya multi talent. Informan sering diajak oleh temantemannya untuk tampil dalam berbagai acara yang diadakan di sekolah. Ia juga sering diajak untuk bergabung dalam kegiatan, seperti dance atau theater. Saat bersosialisasi, informan memiliki suatu sikap bahwa ia memperlakukan orang lain sebagaimana ia ingin diperlakukan oleh orang lain. Oleh karena itu, informan berusaha untuk memperlakukan orang lain dengan baik agar balasan yang ia terima juga baik. Informan mulai menyadari orientasi seksualnya saat ia berada di bangku SMP. Pada awalnya, ia menyukai salah satu sahabat yang merupakan teman sebangkunya. Hubungan informan dengan sahabatnya tersebut menjadi dekat karena mereka sering jalan-jalan bersama. Saat mengetahui sahabatnya berpacaran dengan seorang perempuan-yang juga

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 40 seorang sahabat informan, informan merasakan kehilangan. Saat SMA, informan pun pernah menyukai beberapa teman laki-laki di sekolahnya. b. Informan 2 Informan merupakan seorang mahasiswa suatu perguruan swasta di Yogyakarta. Dalam keluarga, informan merupakan anak tunggal. Kedua orang tua informan pernah bercerai, namun rujuk kembali. Secara emosional, informan mengakui dekat dengan ibunya. Hal ini dikarenakan informan ikut dengan ibunya dan tinggal bersama nenek saat orang tuanya bercerai. Akan tetapi, informan juga dekat dengan ayahnya walau secara fisik. Ayah informan sering mengajak informan untuk pergi berjalan-jalan dan sering mengunjungi informan yang sedang berkuliah di Yogyakarta. Anggota keluarga yang menganut berbagai latar belakang agama membuat keluarga informan tidak terlalu menekankan nilai agama. Akan tetapi, informan ditanamkan nilai kejujuran dan hidup sederhana oleh keluarganya. Dalam keluarga, informan memandang bahwa dirinya tercukupi secara material, tapi secara emosional tidak terpenuhi. Sejak kecil informan diasuh oleh nenek karena kedua orang tuanya selalu menghabiskan waktu untuk bekerja. Hal ini

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 41 menyebabkan tidak adanya interaksi dengan orang tua. Informan pun lebih menganggap kakek dan nenek sebagai orang tuanya. Saat kecil, informan merasa tidak memiliki teman di rumah. Ia hanya ditemani oleh kakek dan neneknya, sehingga tidak memiliki teman yang sepantaran dengan dirinya. Informan mengatakan bahwa sejak kecil orang tuanya terlalu memanjakan dirinya dalam hal materi. Informan hanya diberikan uang oleh kedua orang tuanya untuk membeli hal-hal yang ia butuhkan. Informan cenderung pendiam saat berinteraksi dengan keluarganya. Saat kecil, informan mengakui bahwa dirinya cerewet. Namun, semakin lama ia merasa tidak ada gunanya berbicara dengan keluarga. Hal ini dikarenakan ia merasa bahwa keluarganya tidak menanggapi dirinya. Informan menganggap interaksi dengan keluarga hanya membuangbuang waktu. Ia hanya memberikan respon secukupnya saja saat berkomunikasi dengan keluarga. Disisi lain, informan melihat ayahnya sangat protektif terhadap dirinya. Informan menganggap hal tersebut dikarenakan ayahnya memiliki perasaan bersalah terhadap dirinya. Ayah informan tidak sengaja melukai informan saat akan digendong ketika informan berusia balita. Saat anak-

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 42 anak, ayah informan sangat strict terhadap informan mengenai makanan dan minuman yang dikonsumsinya. Informan merupakan orang yang cenderung pemikir dan perenung seakan-akan memiliki dunianya sendiri. Ia merasa bahwa dirinya memiliki kepintaran dalam suatu hal. Menurutnya, ia adalah orang yang mampu dalam mengolah emosi. Sehingga, informan tidak mudah untuk merasa takut, tidak mudah merasa marah, serta tidak mudah merasa terintimidasi. Informan memiliki emosi yang sulit untuk meledak. Selanjutnya, informan menyebut dirinya adalah seorang sociopath karena ia mengaku tidak terlalu menyukai berinteraksi dengan orang lain. Akan tetapi, informan memiliki keinginan untuk dapat membantu orang lain. Hal ini membuat dirinya merasa berguna saat ia dibutuhkan oleh orang lain. Dalam bersosialisasi, informan mengaku jarang berinteraksi dengan teman-temannya. Ia juga merasa tidak terlalu dekat dan tidak mengetahui tentang teman-temannya. Informan juga merasa orang lain melihat dirinya angker dan berkesan menjaga jarak terhadap dirinya. Hal ini membuat informan membeda-bedakan seseorang berdasarkan kedekatan dirinya dengan orang tersebut. Informan membedakan antara kenalan, teman, dan sahabat. Ia juga memiliki suatu pandangan

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 43 bahwa ia mungkin selalu ada untuk orang lain, namun orang lain tidak selalu ada untuk dirinya. Saat SMA, informan pernah menjalin hubungan pacaran dengan seorang meninggal dunia perempuan. karena Namun, kecelakaan pacar informan tragis. Informan memandang bahwa hubungan mereka belum berakhir dan masih berstatus pacaran sampai sekarang. Informan mengakui dirinya merasa desperate karena belum bisa move on dari pacarnya tersebut. Ia menceritakan bahwa dirinya terkadang merasa kesepian dan dirinya tidak ingin sendirian. Selang dua tahun tepatnya tahun 2012, informan tidak sengaja bertemu dengan seorang laki-laki saat sedang berjalan-jalan bersama teman-temannya. Informan merasakan adanya kesamaan kesan antara laki-laki tersebut dengan pacar pertamanya dalam hal wajah dan postur tubuh. Melalui pengalamannya tersebut, informan mengakui ia kembali merasa deg-degan saat melihat laki-laki tersebut. Ia menyebutnya sebagai another first love. Informan merasa jatuh cinta pada pandangan pertama. Ia pun mulai menyadari orientasi seksualnya sebagai seorang homoseksual karena merasa tertarik pada laki-laki tersebut.

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 44 C. Tahap Pengambilan Data Tabel 3 Pengambilan Data Hari, tanggal Rabu, 2 september 2015 Rabu, 2 september 2015 Selasa, 15 september 2015 Sabtu 17 oktober 2015 Senin, 26 oktober 2015 Kamis, 29 oktober 2015 Jumat, 16 September 2016 D. 1. Tempat Ruang Rapat/Diskusi Perpustakaan kampus IV Universitas Sanata Dharma Ruang Rapat/Diskusi Perpustakaan kampus IV Universitas Sanata Dharma Ruang Rapat/Diskusi Perpustakaan kampus IV Universitas Sanata Dharma Area Depan Ruang Konseling P2TKP Universitas Sanata Dharma Ruang Rapat/Diskusi Perpustakaan kampus IV Universitas Sanata Dharma Ruang Rapat/Diskusi Perpustakaan kampus IV Universitas Sanata Dharma Dixie Cafe Gejayan Aktivitas Rapport dan penandatanganan Inform Consent Wawancara pertama dengan Informan 1 Wawancara kedua dengan informan 1 Rapport dengan informan kedua Wawancara pertama dengan Informan 2 Wawancara kedua dengan Informan 2 Wawancara ketiga (probing) dengan Informan 2 Hasil Penelitian Informan 1 a. Awal kesadaran orientasi seksual Saat SMP, informan sudah menyadari bahwa ia memiliki kecenderungan suka dengan laki-laki. Informan

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 45 menyadarinya saat duduk dikelas dua atau kelas tiga SMP. Pada saat itu, informan merasa kehilangan saat laki-laki yang disukainya memiliki pasangan. ―Aku tuh dari SMP sebenarnya aku udah tau, eee, aku sudah tau aku punya kecenderungan suka sama laki-laki sebenernya.” (I1;W1;2/9/15; 321-323) “(SMP umur?) SMP itu kelas dua apa kelas tiga, kayak gitu. Gak tau umur berapa tu, gak ngitung.” (I1;W1;2/9/15; 324-326) “...aku pernah suka sama salah satu sahabatku...teman duduk sebangku-ku dan aku ngerasa kehilangan aja, pas dia sudah punya pacar, kayak gitu.” (I1; W2;15/9/15; 843-846) “...aku juga punya sahabat cewek, ternyata mereka berdua ini jadian. Ya, ngerasa kehilangan aja mau ngerasa kehilangan, si inisial A ini.” (I1;W2;15/9/15;854-856) b. Perasaan informan saat mengetahui diri merupakan seorang gay Pada awalnya, informan merasakan ada suatu hal yang tidak beres dalam dirinya. Ia juga merasakan suatu kebimbangan. Setelah sekian lama, informan bertanyatanya terhadap dirinya sendiri. “...Dari situ aku udah ada, udah ngerasa kok kayaknya ada, kok kayaknya aku ada rasa gak beres, kayak gitu.” (I1; W2;15/9/15; 851856) “(Ada kebimbangan gak sih?) Bimbang, iya. Bimbang, iya, ya iya lah, pastilah bimbang.” (I1; W2; 15/9/15; 865-866)

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 46 Selanjutnya, walaupun informan telah sadar akan orientasi seksualnya, informan mengakui bahwa ia mengalami denial. “Aku udah nyadar sebenernya, aku udah nyadar cuma denial-ku tuh panjang. Denial-ku itu panjang sampe, sampe, semester empat kuliah (menepuk tangan).” (I1;W1;328-331) ”Aku ngerasa cuman aku denial.” (I1;W2; 15/9/15; 841) Bentuk-bentuk denial yang dialami informan, seperti; penolakan bahwa ia menyukai seorang laki-laki, membandingkan perasaan suka dirinya antara laki-laki dengan perempuan, menyakinkan diri bahwa ia lebih menyukai perempuan, dan menolak menyebut dirinya sebagai gay. “Cuma aku masih denial, gak kok, aku masih suka cewek kok...Denialku tuh gini, aku tolak ukurku, ihh, aku suka sama cowok, eh tapi aku masih suka sama cewek kok, kayak gitu tu lho.” (I1;W2; 15/9/15; 857-858) “Aku cuman nolak aja, kalo misalnya...jadi tuh denialnya tuh kayak gini, eh gak kok, aku gak suka sama cowok kok, gak suka sama cowok kok. Jadi aku tuh membandingkan kalo misalnya range ku suka sama cewek sama cowok tu lho, ah, aku masih suka cewek kok, ku bilang kayak gitu, kayak gitu tu lho jadinya.” (I1; W1; 2/9/15; 334-337) “Ya, aku tetep denial aja. Aku tetep, aku tetep, aku tetep meng-ogahkan kalo misalnya aku tuh seorang gay, kayak gitu. Aku mengogah-kan itu, kayak gitu. Paham gak? Aku kan

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 47 gak kok aku suka sama cewek, oh gak kok, kayak gitu tu lho...” (I1;W2;15/9/15;868-872) c. Proses penerimaan diri sebagai seorang homoseksual Informan mengalami denial yang panjang hingga dirinya pun menempuh pendidikan tinggi di Yogyakarta. Informan menceritakan bahwa ia didekati oleh beberapa laki-laki yang tertarik dengan dirinya. Pada saat itu, informan juga memberikan respon terhadap laki-laki yang mendekatinya. Kemudian, saat laki-laki tersebut menjauh dari dirinya, informan merasakan suatu kebimbangan atau keragu-raguan. ―jadinya, setelah aku kuliah tu, selalu pas aku masih masuk masa denial itu (bersin) pas denial itu, ada yang deketin aku, itu gak begitu ku respon, ku respon...tapi kalo misalnya orang itu tiba-tiba ngilang pun aku juga galau, kayak gitu tuh lho.” (I1;W1; 2/9/15; 347-350) Informan pun merasakan kebingungan dan bertanyatanya kepada dirinya sendiri. “Disitu, what happen with me, aku bilang kayak gitu. aku nih kenapa, aku bilang kayak gitu, kok makin ke sini makin jadi, kayak gitu tuh lho, ku bilang kayak gitu.” (I1;W1; 2/9/15; 362-364) Selanjutnya, informan menceritakan hal tersebut kepada teman dekatnya. Melalui satu perkataan dari teman dekatnya, informan mulai memahami kondisi dirinya saat

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 48 itu. Adanya nasihat/pembelajaran dari teman dekat tersebut, membantu informan untuk menerima diri sendiri. “Pembicaraan waktu itu tentang orientasi seksual memang, aku tuh, karena aku masih denial, jadi kalo misalnya kamu dideketin, ada beberapa cowok yang deketin aku tuh, aku selalu cerita ke K (inisial), K(inisial), cowok ini deketin, K(inisial), cowok ini deketin aku, aku bilang kayak gitu...atas sampe suatu saat ada pembicaraan, pokoknya yang klek itu. „Kamu lebih mudah kok, kalo misalnya kamu menjalani hidup, kalo misalnya kamu menerima diri kamu apa adanya‟.” (I1; W1; 2/9/15; 365-366,376377) “Sampe pas aku cerita, aku cerita, aku cerita, waktu itu sebenernya cerita tentang pengalamannya K (inisial) sih sebenernya. Sebenernya kata-katanya sederhana aja sih, terimalah dirimu apa adanya, udah kayak gitu aja. katanya kayak gitu. Aku langsung yang klek, mungkin udah kayak gini, ya udah, kayak gitu.” (I1; W2; 15/9/15; 908-913) Melalui pembicaraan tersebut, informan melakukan proses intrapersonal, seperti berpikir, merefleksikan, serta berbicara pada dirinya sendiri. “...sampai situ semingguan aku mikir, apa iya aku kayak gini, kalo misalnya iya, ya udah, kayak gitu tu lho. Ya, udah. Kamu bisa bakal lebih nyaman sama dirimu, kalo misalnya kamu kayak gini. Akhirnya, aku mikir, aku mikir, aku mikir, aku mikir...” (I1;W1;2/9/15; 378-380) “...dan aku nge-refleksiin sama yang kemarin-kemarin yang aku suka sama cowok.” (I1; W2; 15/9/15; 1007-1008)

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 49 Selanjutnya, informan menceritakan bahwa ia menangis karena teringat masa kecilnya dan kedua orang tuanya. Pada awalnya, Ia menyalahkan kedua orang tuanya atas apa yang terjadi dalam dirinya tersebut. “...udah malem capek nangis-nangis, kayak gini, kayak gini, udah malem capek nangis, kayak gitu.” (I1; W2; 15/9/15; 1019-1020) “Aku nangis mungkin karena (diam sejenak) masa lalu aku, karena mungkin orang tuaku gak bisa, gak bisa, gak bisa memprediksi aku tuh yang gimana, kayak gitu tu lho.... Yah, aku nyari, nyalahin orang tuaku atas aku sih, nyalahin keluargaku atas aku sih jadinya.” (I1; W2; 15/9/15; 1020-1022) Kemudian, informan berbicara kepada dirinya sendiri untuk menerima diri apa adanya sebagaimana bahwa ia adalah seorang homoseksual. Informan pun memandang hal tersebut sebagai jalan hidupnya dan ia merasa telah terlahir kembali untuk yang kedua kalinya. ”..oh ya udah, kamu tuh gay, kayak gitu, terimalah dirimu, aku ngomong sama diriku kayak gitu.” (I1; W2; 15/9/15; 1009-1011) “ya udah berarti ya memang jalanku kayak gini, ya udah mau gimana..” (I1; W2; 15/9/15; 1005-1006) “Besoknya tuh, udah kelar, ah (tertawa) i‟m reborn, kayak gitu, aku, aku kayak lahir kembali, kayak gitu.” (I1; W2; 15/9/15; 10151016)

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 50 Selanjutnya, informan pun memikirkan mengenai cara untuk memberitahu orang lain mengenai orientasi seksualnya (coming out). “...pas balik ke rumah tu, aku cuma mikir dan berusaha gimana supaya coming out ke orang, kayak gitu.” (I1; W2; 15/9/15; 917-918) d. Perasaan informan setelah menerima dirinya sebagai homoseksual Setelah informan dapat menerima orientasi seksualnya sebagai homoseksual. Informan mengaku bahwa ia sudah merasa nyaman terhadap dirinya sendiri. Ia pun menambahkan dirinya sekarang merasa mudah dalam menjalani kehidupannya sehari-hari. “Aku tuh saat ini comfortable dan diri yang sekarang ini aku nyaman.”(I1; W1; 2/9/15; 216217) Iya, comfortnya tu pas, pas aku udah, udah nerima, nerima diri kalo misalnya kamu tuh ya udah kayak gitu, kamu tuh gay, ya udah terima aja dirimu.” (I1;W2;15/9/15;1079-1082) “(Perasaanmu waktu itu, pas udah menerima dirimu?) Yah, ngejalanin apa-apa tuh lebih, lebih gampang tu lho.” (I1;W1;2/9/15;389-390) Informan juga tidak lagi menyalahkan orang tuanya. ia mengaku tidak memikirkan mengenai hal tersebut. “(Kamu udah merasa nyaman toh, sama diri kamu, tapi masih ada gak perasaan bahwa aku kayak gini karena keluargaku?) Sayangnya

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 51 aku udah gak mikir itu, sih. Aku udah gak mikir itu.” (I1; W2; 15/9/15; 1043-1044) e. Pengakuan orientasi seksual kepada orang lain Melalui penuturan dari informan, ia telah memberitahu teman-teman kuliahnya mengenai dirinya yang seorang gay. Teman-teman kuliah informan cenderung dapat menerima diri informan terkait orientasi homoseksualnya tersebut. “...aku udah cerita aja yang „K (inisial), aku lagi deket sama cowok, gini gini‟. Yah, dia sebenernya juga lumayan kaget sih, „ya ga papa sih‟ dia bilang kayak gitu. Aku terima aja, kayak gitu.” (I1; W1; 2/9/15; 383-387) “...kalo A (inisial) ini cuma sebatas cukup tau aja sih. Kalo aku cerita, cuma sekadar cukup tau, karena dia orangnya juga lumayan deket setelah aku gak lagi sama K (inisial)... (Tanggapan dia?) Ya, gak gitu banyak tanggapan sih menurut aku.” (I1;W1;2/9/15;428-429, 434-435) ”...satu-satu kasih tau temen-temenku yang deket itu, sama A (inisial), (mengetukkan tangan ke meja) K (inisial), A(inisial), segolonganku itu tu udah tau, udah pasti tau duluan, dan lanjut ke (mengetukkan tangan ke meja) N, M, P, S (inisial) cuman kayaknya dari S, tuh, ke S tu aku gak ada cerita, mungkin M sama N yang cerita..” (I1; W2;15/9/15;924933) “Mereka cuman, mereka, ya udah, P (inisial informan), kamu ya udah kayak gitu, ya mau gimana, ya udah, diterima aja..” (I1;W2; 15/9/15; 1070-1073)

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 52 Setelah ia memberitahu teman-teman kuliah, informan memutuskan untuk memberitahu teman olok-olokannya. Dalam keluarga, informan merasa belum berani untuk coming out. Informan menganggap sangat warning, jika keluarga mengetahui orientasi seksualnya. Walaupun begitu, informan hanya memberitahu anggota keluarga, yaitu beberapa sepupunya. Sepupu-sepupu informan kaget saat mendengar pengakuan informan. “Terus, (menjentikkan jari) sepupu aku beberapa orang, temen olok-olokan ku tu juga aku kasih tau, kayak gitu.” (I1;W2; 15/9/15; 934) “Itu warning banget, kalo misal keluargaku tau, kayak gitu. Tapi beberapa ada sih, cuma sebatas sepupuku doang. Kalo misalnya sepupu yang aku anggepnya udah yang biasa aja, ditanya pacarmu siapa sekarang, kamu mau tanya pacar yang cewek atau pacar yang cowok, ku bilang kayak gitu, kalo misalnya yang cewek aku endak ada, aku bilang kayak gitu, aku pacaran sama cowok, kadang ku gitu-in. Hah, seriusan, menurutmu aku main-main, ku bilang kayak gitu.” (I1;W2; 15/9/15;986-995) Informan merasa nyaman untuk coming out pada teman-temannya di Yogyakarta. Akan tetapi, ia belum dapat memberitahu keluarganya karena adanya keyakinan bahwa keluarganya tidak akan menerima bahwa ia seorang homoseksual. Hal ini disebabkan oleh latar belakang agama yang kuat pada keluarga informan.

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 53 “Aku baru bisa coming in sama coming out disini, kalo untuk keluargaku, aku belum, belum banget, dan mungkin kayaknya mereka juga gak bakal nerima sih.” (I1;W1; 2/9/15; 390-393) “...coming out aku gak masalah selama di sini asal jangan sampe kedengaran keluarga aku yang menurut aku warning, kayak gitu. Soalnya, aku udah, aku udah yakin, orang tua juga pasti gak bakal bisa nerima, dengan agama yang kuat kayak gitu...” (I1; W2; 15/9/15; 941-943) f. Harapan atau rencana masa depan Informan berharap untuk dapat segera menyelesaikan perkuliahan, serta segera mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan yang baik, sehingga ia dapat hidup dengan nyaman. Informan berharap agar mendapatkan hal yang lebih baik dari orang lain. “...kalo kuliahku otomatis aku harus lulus ya.. aku harus lulus, aku harus kerja bagus, aku harus dapet gaji tinggi... aku berharapnya sih, gabung sama perusahaan luar... pokoknya aku pengen pekerjaanku bagus, itu aku bisa hidup enak, udah kayak gitu.” (I1; W1; 2/9/15; 727729, 749-750) “Iya, kalo misalnya orang kaya ya apa-apa udah jadi sih sebenernya, udah gitu aja kan ruth (peneliti), yah, entar aku mau kerja mobilku harus lebih mewah daripada mobil atasanku kayak gitu aja...” (I1;W1; 2/9/15; 754-756) Selain itu, informan juga memiliki harapan dalam hidup berumah tangga. Informan memiliki harapan yang lebih dalam menjalani hidup berumah tangga bersama

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 54 pasangan sesama jenis. Hal ini terlihat dari rencana yang dipikirkannya terkait dengan memperoleh anak atau keturunan melalui adopsi atau ibu pengganti (surrogate mother). “Aku pengen berumah tangga ya udah sama pacarku berarti (diam sejenak) berdua kerja, berdua nabung, ngabisin waktu samasama. kalo misalnya, entar ditanya soal anak, entar cari, ya mungkin, ya aku juga bingung sih sebetulnya, entar kalo misalnya punya anak, kalo misalnya gak adopsi anak kecil, mungkin entar, minjam cewek yang rahimnya mau di sewa mungkin...entar biaya hidupnya entar dibiayain, atau kayak mana, entar dibiayain, sampe anaknya lahir..” (I1; W1; 2/9/15; 760768, 771-772) Akan tetapi, informan memiliki dua pilihan hidup yang nanti akan dijalaninya, yaitu antara menikah dengan perempuan atau laki-laki. Hal ini didasari oleh sikap informan yang mungkin akan meninggalkan keluarga yang diyakininya tidak dapat menerima bahwa ia adalah seorang homoseksual. “kalo aku misalnya suatu saat nikah sama seorang perempuan, aku jalanin kehidupan kayak biasa, cuman kalo misalnya sama cowok, aku bakal ngilang dari keluarga aku” (I1;W1; 2/9/15; 729-733) “...jadinya niatnya aku punya dua opsi kalo misalnya entar nikahnya aku sama cewek, ya aku jalanin kehidupan biasa, kalo nikah sama cowok, aku gak segan buat ninggalin keluarga aku, kayak gitu. (I1; W2; 15/9/15; 1050-1053)

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 55 “Siapa tau entar ke depannya, aku berubah pikiran, ya aku gak tau sih, siapa tau mungkin, aku gak sanggup ninggalin keluarga aku atau gimana.” (I1; W1; 2/9/15; 775-776)

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 56 Awal kesadaran orientasi seksual adanya perasaan bimbang merasa ada yang tidak beres merasa kehilangan saat orang yang disukai memiliki pasangan SMP bertanya-tanya pada diri sendiri merasa bimbang dan ragu-ragu proses penerimaan diri perasaan setelah menerima diri sebagai homoseksual denial : menolak menyukai laki-laki meyakinkan diri menyukai perempuan menolak menyebut diri sebagai gay nasihat dari teman, yaitu menerima diri apa adanya kebingungan dan bertanya kepada diri sendiri merasa nyaman terhadap diri sendiri teringat masa lalu, menyalahkan orang tua merasa mudah dalam menjalani kehidupan seharihari menerima diri sebagai gay: memandang sebagai jalan hidup merasa terlahir kembali teman - teman kuliah pengakuan kepada orang lain Proses intrapersonal : berpikir ber-refleksi berbicara kepada diri sendiri teman olok-olokan sepupu menyelesaikan perkuliahan rencana dan harapan masa depan hidup berumah tangga pekerjaan dengan penghasilan yang baik sanggup meninggalkan keluarga menikah dengan laki-laki; membangun rumah tangga, memiliki anak dengan adopsi atau ibu pengganti tidak sanggup meninggalkan keluarga menikah dengan perempuan; menjalani hidup seperti biasa Gambar 1. Skema Penerimaan Diri Informan 1

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 57 2. Informan 2 a. Awal kesadaran orientasi seksual Informan menyadari tentang orientasi seksualnya saat ia berada di bangku perkuliahan. Informan bercerita bahwa ia secara tidak sengaja bertemu dengan seorang laki-laki antara tahun 2010-2012, saat sedang berjalanjalan di suatu pusat perbelanjaan. Subjek mengamati lakilaki tersebut yang sedang berjalan bersama dengan temantemannya. “Trus selang dari waktu 2010 sampe 2012. Dua tahun, itu, sakjane kalo gak mei juni, aku lupa (menyentuh kepala) itu aku ketemu sama cowok, waktu jalan-jalan di mall” (I2;W2;29/10/15;360-363) “...aku jalan bareng cuma tiga orang, sama aku satu, cowoknya satu, ceweknya satu.” (I2;W2;29/10/15;402-403) Probing “(Kamu bersama dengan teman-temanmu, jalan-jalan ke mall?) Eee, aku sendirian...Sendirian, dia dengan teman-temannya. (Dia yang bersama teman-temannya?) Iya.”(I2;W3;16/9/16;11911197) “Iya (melipat tangan) waktu di Solo, waktu di Solo. Eee, aku gak tau dia itu siapa yang ta, eee, orang yang tadi lewat tadi tuh siapa...” (I2;W2;29/10/15;405-407) “...kayak orang lewat gitu di depan, disampingku yang kayaknya kok auranya beda, kalo hotel, kalo Hotel Transylvania (Judul film animasi) namanya „zink‟.”(I2;W1; 26/10/15;172-174)

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 58 Informan menyatakan bahwa dirinya kaget dan memiliki ketertarikan pada laki-laki tersebut. “...terus pertama kaget, kemudian kok ada tertarik iya. (merasa tertarik?)Iya. Tujuh puluh persen kaget, tiga puluh persen tertarik.” (I2;W3;16/9/16;1158-1162) Saat melihat laki-laki tersebut, informan merasa bahwa laki-laki tersebut hampir memiliki kemiripan dengan pacar pertamanya yang telah meninggal dunia, contohnya yaitu, kesan dalam wajah, postur badan, perilaku laki-laki tersebut yang tidak terlalu banyak tingkah, serta interaksi dengan teman-teman saat bercanda yang diamati oleh informan. “...aku ngerasainnya itu kesannya itu hampir sama kayak aku pacar, sama pacar pertamaku, hampir sama, mirip-mirip gitu, tapi gak sama persis. (Kesan dalam hal apa?) Kesan dalam hal, kan aku liat, sekilas liat wajahnya...sekilas liat posturnya” (I2;W2;29/10/15;378-386) Probing “(Bisa kamu ceritakan secara detail, apa yang mirip-mirip itu?) Oke (melipat tangan di meja)apa yang detail, eee, gak terlalu banyak tingkah, trus agak sedikit, aku pertama liat aja ya, sama temennya itu diem aja..(memegang kepala) Walaupun banyak diem tapi setelah ku liat lagi..cukup seru juga kalau bareng temen-temennya, itu maksudnya bercanda, oke bercanda, pukul bahu, pukul bahu gitu.” (I2;W3;16/9/16;1173-1181,11851187)

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 59 Informan pun memandang hal tersebut sebagai cinta pada pandangan pertama atau ia menyebutnya sebagai another first love. Informan menjelaskan bahwa ia memandang tersebut sebagai another first love atau ‗cinta pada pandangan pertama yang lain‘ dimana ‗another‟ yang dimaksud oleh informan mengarah pada gender. Hal ini dipandang sebagai jatuh cinta pertama pada laki-laki, karena ia juga pernah jatuh cinta pertama pada perempuan. Informan menyatakan bahwa setiap gender memiliki hak untuk menjadi yang pertama. “...jadi istilahnya itu kayak another first love, (Another first love?) Another, kalo yang cinta pertamaku itu cewek, tapi kalo yang ini ketemu cowok.” (I2;W2;29/10/15;336-340) “Gak ngapa-ngapain cuma, ketemu dan itu kayak cinta pada pandangan pertama gitu tapi ini sama cowok” (I2;W2;29/10/15;365-367) Probing “(Mengapa kamu bisa memandang itu sebagai cinta pada pandangan pertama?) yang lain. (Yang lain) ...another di sini tuh, eee, gendernya aja. (Another itu maksudnya gender)Gendernya aja..tiap gender punya hak untuk jadi yang pertama kan.” (I2;W3;16/9/16;1220-1230) Informan mengakui bahwa ia tidak mengenal laki-laki yang dijumpainya tersebut, Namun, informan merasakan bahwa jantungnya berdebar-debar saat melihat laki-laki tersebut.

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 60 “(Lalu, setelah itu, setelah kamu merasakan ketertarikan tersebut. bisa kamu ceritakan gak pengalamanmu yang selanjutnya?)gak ada. Pengalaman selanjutnya ya cuma liat-liat aja, coba cari nomornya, orang asing gak tau namanya, aku gak tau namanya juga.” (I2;W3;16/9/16;1213-1215) “aku gak tau dia itu siapa yang, orang yang tadi lewat tadi tuh siapa, aku gak tau namanya...Gak tau nomornya, aku cuma tau, kok, wah kok bikin aku deg-degan lagi gitu lho” (I2;W2;29/10/15;406-411) “...aku ngerasain kok, jantungnya tuh (tangan bergerak) de,de,de,deg gitu, cuma se, cuma sebentar doang...” (I2;W2;29/10/15;388390) b. Perasaan informan saat mengetahui diri merupakan seorang gay Awalnya, informan mengalami keragu-raguan pada dirinya, apakah dirinya memang menyukai laki-laki. “...itu masih agak ragu-ragu juga, ini aku beneran gak nih, tapi, itu masih tahun 2014 itu masih agak, agak penyangkalan-penyangkalan dikit gitu.” (I2;W2;29/10/15;419-421) Informan berusaha untuk melupakan laki-laki tersebut. Namun, informan tetap memikirkan laki-laki tersebut. “Udah berusaha ku lupain, gitu...” (I2;W2;29/10/15;446) “Nah, soalnya itu cuma, kan cuma lewat doang gitu, jadi aku gak terlalu, ya gak terlalu ngarep gitu aja, tapi terus ada dipikirin.” (I2;W2;29/10/15;519-521)

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 61 Informan menyatakan ia memiliki penyangkalan terkait masalah moral dan nilai-nilai di masyarakat yang heteroseksual dimana mengajarkan untuk mencintai dan menikah dengan lawan jenis. sehingga, ada perang batin mana yang lebih berpengaruh antara nilai di masyarakat atau pilihan diri sendiri. Informan memutuskan untuk mengikuti pilihan dirinya. “(Pada awalnya kamu mengalami penyangkalan-penyangkalan.Nah, penyangkalanpenyangkalan itu bisa kamu ceritakan secara lebih konkrit apa yang kamu alami?) tidak terlalu signifikan penyangkalannya, soalnya penyangkalannya soal masalah moral aja. Moral dan nilai-nilai di masyarakat. (Moral dan nilainilai apa yang kamu maksud?) Ya, yang udah dipakukan di kepala orang itu, ee belajarlah mencintai itu, menikah itu dengan lawan jenis bukan sesama jenis. (Berarti moral dan prinsip, dan nilai-nilai terkait masyarakat yang heteroseksual.)(Mengangguk)” (I2;W3;16/9/16;1381-1406) “... kalo penyangkalan iya, kalo denial itu seperti permukaannya, maksudnya gini, eee, aku cuma perang batin, perang batin (menggerakkan tangan) antara mana yang lebih berpengaruh dalam hidupku orang lain ataukah pilihan diriku sendiri..Dan saat itu yang menang adalah pilihanku sendiri.” (I2;W3;16/9/16;1400-1406) c. Proses penerimaan diri sebagai seorang homoseksual Informan mengatakan bahwa dirinya adalah seorang biseksual. Saat dirinya menjadi biseksual, ia menganggap

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 62 bahwa ada ketidakadilan saat dirinya menyukai antara perempuan dan laki-laki. Informan menyatakan bahwa ia tidak memiliki pergulatan. Ia memandang terkait biseksual harus memutuskan antara menyukai sesama jenis atau lawan jenis. “..denialnya itu karena aku berpikiran bahwa cinta itu gak mungkin bisa dibagi dan gak akan pernah bisa dibagi. Kalo aku cinta, seneng sama cewek, kan gak mungkin membagi cinta sama rata dengan cowok.‖ (I2;W2;29/10/15;484-488) “kalo misal aku punya pacar cewek itu aku gak mungkin,, kadar cintaku itu gak mungkin sama sama pacar cowokku ini, dan itu menurutku gak adil gitu lho.” (I2;W2;29/10/15;499-502) Probing “kalo pengalaman pergulatan sih gak terlalu banyak ya, soalnya cuma masalah antara seksual, kalo masalah biseksual itu, harus memutuskan antara kamu menyukai lawan jenis atau sesama jenis. (Iya) Nah, kalo kamu menyukai keduanya itu, apa yang kamu berikan ke salah satunya itu gak rata. Walaupun kamu memiliki pasangan dalam waktu yang berbeda, kadarnya mesti jelas berbeda.” (I2;W3;16/9/16;1249-1259) Hal tersebut menjadi alasan informan memilih menjadi homoseksual. Menurutnya, setiap orang memiliki pilihan untuk memilih menjadi seperti apa di dunia. Baginya, homoseksual merupakan hal baru tentang belajar mencintai, berlajar tertarik pada orang lain. proses belajar mengenai

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 63 apakah seseorang bisa mencintai sesama jenis, seperti mencintai lawan jenis. “Itu yang membuat kenapa, alasan kenapa memilih salah satu dulu, tapi memilih menjadi homoseksual itu bagiku adalah sebagai hal baru yang mesti dicoba, satu (menggerakkan tangan). Hal baru yang mesti di coba.” (I2;W3;16/9/16;1261-1264) “aku, termasuk yang agak bebas, maksudnya tiap orang punya pilihan untuk memilih jadi apa mereka di dunia. Nah, hal baru itu anggap aja nambah-nambahin pengalaman, pengalaman tentang bagaimana mencintai, belajar mencintai maksudnya, belajar tertarik pada orang lain.” (I2;W3;16/9/16;1274-1280) “Mencintai orang lain, dan bagaimana prosesnya selama itu berlangsung, itu yang maksudku belajar tentang hal barunya di situ, apakah aku bisa mencintai, apakah seseorang bisa belajar mencintai lawan jenisnya sama seperti mencintai sesama jenisnya.” (I2;W3;16/9/16;1283-1289) Informan juga menyatakan bahwa selain adanya pandangan bahwa mencintai sesama jenis adalah suatu pilihan, ada pengaruh dari teman-temannya. Informan kebanyakan memiliki teman-teman yang memiliki orientasi homoseksual. Informan menyatakan bahwa dirinya mungkin sedikit terpengaruh oleh teman, sehingga menjadi salah satu hal yang mungkin mendukung dirinya untuk memutuskan menjadi seorang homoseksual.

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 64 “...dan gimana ya, karena dan kebanyakan temenku, kebanyakan temenku itu yang lebih, yang cowok, lebih suka sama aku, dibandingkan, eee, lebih banyak temen cowok yang lebih mendekati aku yang homoseksual dibandingkan temen cewek. Ya mungkin, sedikit terpengaruh mungkin iya.” (I2;W3;16/9/16;1266-1271) “(Bagaimana kamu bisa menganggap itu sebagai faktor pendukung?) Bagaimana, eee, karena terlalu banyak yang mendekati, lalu banyak yang memberikan godaan (tertawa) Eee, mungkin juga tergoda juga sih. (Kamu ikut-ikutan?) He eh, ikut-ikutan dan tenyata gak ada salahnya, bagiku gak ada masalah.” (I2;W3;16/9/16;1317-1326) Kemudian, informan memutuskan untuk memilih suatu orientasi seksual, antara menjadi straight atau gay. Ia mempertimbangkan kedua orientasi seksual tersebut. “Mungkin mendingan aku milihnya, pilih jadi straight aja atau gay aja.” (I2;W2;29/10/15;506-507) “Ada pemikiran yang aku pikirkan itu, hanya aku terus menimbang-nimbang (melipat tangan) antara jadi (menggerakkan tangan) straight aja atau gay aja.” (I2;W2;29/10/15;542-545) Informan mempertimbangkan suatu orientasi seksual terkait dengan keinginan dirinya dan konsekuensi yang mungkin akan ia diterima. Saat dirinya mempertimbangkan menjadi heteroseksual, informan akan menikahi seorang perempuan, tetapi tidak ingin memiliki keturunan. Namun, informan memandang bahwa jarang

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 65 ada perempuan ataupun keluarga yang mau untuk tidak memiliki anak. Lalu, konsekuensi yang mungkin akan diterimanya adalah menjadi bahan pembicaraan orang lain. “aku milihnya itu, pertimbanganpertimbangan (melipat tangan) kalo aku jadi straight aku bakal menikah, tapi aku gak mau punya anak.” (I2;W2;29/10/15;548-551) ”Pertimbangannya adalah jarang ada cewek yang mau, jarang ada cewek yang mau nikah gak punya anak dan jarang ada keluarga timur indonesia, itu, gak mau punya momongan.” (I2;W2;29/10/15;553-556) “Mesti bakal jadi gunjingan dan itu malesin banget gitu lho...” (I2;W2;29/20/15; 558) Informan ingin menjalani kehidupan pernikahan tanpa direpotkan oleh adanya seorang anak. Menurut informan, ketika menjalani pernikahan antar sesama jenis, tentunya tidak akan memiliki seorang keturunan. Sehingga, informan memilih menjadi seorang homoseksual. “Jadinya tujuanku nikah kalo sama cewek itu ...cuma berdua doang, trus besoknya rutinitas diulangin lagi, kalo liburan pergi berdua bareng-bareng gitu, yo gak usah direpotin anak, gak usah mikirin sekolah anak, gak usah mikirin biaya hidup anak.” (I2;W2;29/10/15;560-569) “Tapi kalo sama cowok kan jelas gak mungkin punya anak.” (I2;W2; 29/10/15; 573574) “Akhirnya milih jadi gay aja.” (I2;W2;29/10/15; 509)

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 66 d. Perasaan informan setelah menerima dirinya sebagai homoseksual. Informan tidak mempunyai perasaan tertentu saat ia memutuskan menjadi seorang gay. Ia menganggap bahwa pilihan tersebut sesuai dengan keinginan dirinya yaitu, ia tidak ingin memiliki seorang anak. “(Apakah kamu sudah bisa menerima dirimu?) Bagiku gak ada masalah (Perasaanmu saat ini?) Gak ada masalah (Gak ada masalah?) Dan itu juga sejalan dengan apa yang aku inginkan... karena aku pengen menikah dan gak punya anak” (I2;W1;26/10/15;2223-230) “(Tidak ada masalah, bisa dijelaskan gak apa?) Secara keseluruhan itu kalo aku liatnya itu masih flat (menggerakkan tangan) jadinya datar.” (I2;W2;29/10/15; 646-647) Informan menganggap bahwa setiap orang diharapkan untuk belajar saling mencintai dan untuk belajar dicintai, sehingga tidak ada masalah dengan pilihan dirinya selama tidak melakukan hal belum boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan sebelum waktunya. “Tiap orang lahir dengan kadar cinta (menggerakkan kepala) dan semua orang diharap untuk belajar saling mencintai dan untuk belajar dicintai. Jadi buatku gak ada masalah, selama gak aneh-aneh. (Gak anehaneh itu maksudnya apa?) Hhmm, melakukan yang belum dilakukan, yang belum boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan sebelum waktunya.” (I2;W3;16/9/16;1328-1338)

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 67 Informan merasa tidak ada yang signifikan. okeoke saja menjadi berbeda. Namun, ia memiliki perasaan senang dapat mencintai orang lain. “(Saat kamu mengetahui kamu memilih menjadi seorang gay. Apa yang kamu rasakan?) Hmm, gak terlalu signifikan sih. Cuma apa yang aku, oke, oke-nya berbeda aja.. sama aja kayak aku nuang air gelasnya beda, sama kan. Objeknya beda, tapi apa yang aku berikan tetap sama, air. (Ada emosi tertentu gak?) Emosi tertentu. (Yang kamu rasakan?)Yah, senang aja. (Senang?) Ya, senang bisa memberikan cinta pada orang lain, mencintai orang lain.” (I2;W3;16/9/16;1358-1372) e. Pengakuan orientasi seksual kepada orang lain Informan menuturkan bahwa ia memberitahu orientasi seksualnya kepada teman-temannya. Teman-teman yang hanya berjumlah lima orang tersebut dapat menerima orientasi seksual informan. Awalnya, informan memberitahu keempat orang teman laki-laki yang selalu menjadi teman ngobrolnya. Namun, ia tidak memberitahu secara langsung kepada ketiga temannya tersebut. Teman laki-lakinya tersebut juga memiliki orientasi seksual yang sama dengan dirinya, sehingga teman-teman informan dapat menerima diri homoseksualnya tersebut. informan terkait orientasi

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 68 “Saat ini ada...ya lima orang, lima orang yang tau, empat cowok satu cewek.” (I2;W1;26/10/15;238-239) “Saat kumpul-kumpul, ke atas, atas itu, kaliurang. Jalan-jalan bareng sama tementemenku yang sering ku omongin dikit belok, ya yang belok itu (I2;W3;16/9/16;1418-1421) “...berkumpul dan ada temanku yang mungkin sedikit bercandaan dengan megangmegang, raba-raba aku, dan ya, aku bolehin aja gak aku giniin (menggerakkan tangan) gak aku jauhin tangannya. Diemin aja, dan gak lama dia ngomong, „kok gak kamu tabok‟, „emangnya kenapa gak boleh‟, ya ga pa pa sih, malahan aku senang aja, senang, iya. (emang biasanya kamu menepiskan, menolak untuk di sentuh, biasanya nolak) iya. (tapi pada saat itu, karena kamu telah coming out kamu tidak merasa risih.) enggak, gak lagi merasa risih, dia mau grepe, mau raba gak apa-apa. (lalu?) Trus aku bilang udah megang-megang boleh aja, boleh aja megang-megang. Eee, kamu udah ketularan ya, bisa dibilang dikit.” (I2;W3;16/9/16;14321450) “(Untuk yang empat cowok ini, bagaimana reaksi mereka terhadap pernyataanmu?) Oh, gak ada masalah...karena mereka juga sama” (I2;W1;26/10/15; 242-244)Probing “...akhirnya mereka dengan sendirinya menanggapi dengan sangat bahagia telah berhasil menjebak satu orang lagi... Yah, kedua belah pihak senang, aku senang, dia senang, dan semua orang lain di dalam sana juga senang, everyone happy. (Jadi mereka tidak memiliki tanggapan tertentu kah?) Ya, tanggapannya senang itu. Yee, ada satu orang lagi yang bisa di grepe-grepe (tertawa)” (I2;W3;16/9/16;1421-1423,14521458)

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 69 “(Lalu, yang selanjutnya kamu bagaimana bisa coming out ke temanmu yang keempat ini, yang cowok ini?) Nah, mungkin ada salah satu dari ketiga temanku, ketiga temen yang tadi disebutin, itu cerita ke orang ini, dan yah aku, dia tahu duluan. Aku belum sempat kasih tahu, dan dia tahu.” (I2;W3;16/9/16;1471-1480) “(Oh, berarti kamu tidak langsung memberitahu?) Tidak langsung memberitahu, gak. tapi waktu di pancing-pancing gitu, ya ngaku aja. (Lalu, bagaimana tanggapannya?) Biasa aja, biasa aja, cuma agak senyum-senyum gitulah (Apakah dia juga seorang gay?) Nah, biseksual.” (I2;W3;16/9/16;1484-1487) Selanjutnya, informan memutuskan untuk memberitahu teman perempuannya, karena informan ingin membantu temannya tersebut terkait dengan penelitian skripsi yang bertemakan mengenai orientasi seksual. “Kalo yang cewek, pertama dia mengambil tema skripsi seperti ini...dan mungkin aku bisa sedikit membantunya...itu alasannya.” (I2; W1; 26/10/15; 260-268) Reaksi dari teman perempuan dari informan tersebut awalnya shock, namun ia dapat menerima dan sering berbicara dengan informan. “Tanggapan dia? Yaa, kalo syok mungkin masih di awal-awal masih syok, dan mungkin sekarang dia kebiasa, sering-sering aja ngomong.” (I2;W1;26/10/15;272-274) Setelah memberitahu kelima temannya tersebut, informan menuturkan bahwa ia biasa-biasa saja, tidak

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 70 memiliki perasaan apa-apa. Bagi informan, coming out bukan sebagai suatu kewajiban, sehingga ia tidak perlu merasa berhutang atau menebus sesuatu dengan hal itu. “(Trus setelah kamu coming out dengan kelima temanmu ini, perasaanmu bagaimana?) Yah, kayak, yah kayak, kayak duduk gitu aja, gak ada perasaan apa-apa. (Tidak ada.) Itukan lagipula buatku itu bukan kewajiban...Buatku itu bukan kewajiban, jadinya aku gak hutang dengan hal itu, aku gak perlu nebus apa-apa, gak perlu nagih apa-apa.” (I2;W3;16/9/16;1498-1507) Selain kelima teman dekatnya, saat ini ada sekitar dua belas teman informan yang mengetahui orientasi seksualnya. Hal ini dikarenakan informan menggunakan suatu aplikasi media sosial yang membuat dirinya terhubung dengan orang-orang tersebut. “Totalnya ada, totalnya sampe sekarang termasuk itu udah ada dua belasan. (Siapa? Teman?) Ada yang deket ada yang jauh.. (Lalu, selain ke temanmu ini yang lainnya, ya lainnya kamu bisa coming out-nya bagaimana?) Ya, jaman udah canggih, udah ada aplikasinya sendiri. (Iya, aplikasi yang itu kan?) Iya, ada aplikasinya sendiri dan kenalan gitu, oh ternyata tempatnya dekat dan aku kenal dia, tempatnya ternyata kampusnya sama.” (I2;W3;16/9/16;1516-1519,1523-1530) Informan tidak memiliki masalah untuk memberitahu teman-temannya. Akan tetapi, informan belum dapat memberitahu keluarganya karena tidak ada yang bertanya

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 71 mengenai keadaanya dirinya. Ia mengaku ada niat untuk bercerita, namun ia menunggu agar keluarganya yang memulai bertanya dengan kata lain, informan menunggu keluarganya aware terhadap dirinya. Informan menganggap hal tersebut bukan kewajiban dirinya, walaupun sedikit melepas tanggung jawab. “Yah, gak ada yang minta aku ceritain, ya udah gak cerita. (Oh, berarti sampai sekarang belum ada keinginan untuk memberitahu keluarga?) Ada niat di suruh cerita, kalo gak disuruh cerita ya diem aja. (Ada niat.) Itu kan bukan tanggung jawabku, bukan kewajibanku. Agak lepas tanggung jawab, iya. (Apakah kamu menunggu sampai ditanya oleh keluarga?) Seperti itu. (Menunggu keluargamu aware terhadap dirimu.) Seperti itu.” (I2;W3;16/9/16;1570-1584) Informan tidak memiliki kesulitan tertentu untuk coming out ke keluarga. Ia menuturkan bahwa apakah keluarganya akan menerima atau tidak adalah urusan belakangan. Walaupun begitu, informan memiliki pemikiran bahwa keluarga mungkin tidak menerima dirinya. Ia memikirkan bahwa kemungkinan respon orang tuanya akan murka daripada marah. Namun, informan menekankan bahwa ia tidak akan memberitahu lebih dulu, sebelum orang tuanya yang bertanya kepada dirinya. “(Apakah ada kesulitan tertentu kenapa kamu belum duluan menceritakan?) Eee, gak

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 72 ada, gak ada sih. Cuma, emm, gak ada, gak ada kesulitan tertentu... Kesulitannya itu menerima atau gak itu urusan belakangan.” (I2;W3;16/9/16;1585-1588,1593-1594) “...(di dalam pikiranmu ada kemungkinankemungkinan bahwa, oh orang tua ku akan tidak menerimaku atau tidak) Pikirannya ada, pikirannya ada, di pikiranku ada. Tapi, mereka gak tanya, ya udah aku gak jawab. Pikirannya ada, tetap ada. (Apa yang kamu pikirkan kemungkinan respon orang tuamu?) Responnya, marah iya (menggaruk dagu), tapi lebih ke murka daripada marah.” (I2;W3;16/9/16;16011610) “...dan mereka juga gak tanya. Penekanannya pada mereka gak tanya. (Kamu menunggu keluargamu aware terhadap dirimu.) Ya, agak egosentris sih. Agak egosentris banget” (I2;W3;16/9/16;1616-1620) f. Harapan atau rencana masa depan Informan ingin menyelesaikan skripsi terlebih dahulu agar dapat menyelesaikan studi S1 dan melanjutkan studi S2. “lulus S1, ya nyelesain skripsi dulu, lulus S1, lulus S2.” (I2;W1;26/10/15;285-286) Selanjutnya, informan memiliki dua pilihan, yaitu berencana untuk menjadi seorang dosen dan mengajar di suatu perguruan tinggi di Yogyakarta atau membuka suatu kafe.

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 73 “...ada dua cabang, antara jadi dosen, ngajar disini, atau yang berikutnya buka kafe” (I2;W1;26/10/15;288-290) Dalam menjalin suatu hubungan, informan memiliki suatu ideologi akan menjalani suatu pernikahan. Namun, dirinya tidak ingin memiliki anak. “Karena aku pengen menikah dan gak punya anak” (I2;W1; 26/10/15;230)

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 74 Awal kesadaran orientasi seksual Saat berkuliah merasa ragu-ragu berusaha melupakan lakilaki yang disukai; tetap memikirkan laki-laki tersebut proses penerimaan diri orientasi biseksual memilih antara menjadi straight atau gay adanya keinginan untuk menikah, namun tidak ingin memiliki anak memilih menjadi seorang gay adanya ketidakadilan saat menyukai lakilaki dan perempuan jarang ada pasangan perempuan yang ingin untuk tidak memiliki anak berpasangan dengan laki-laki tidak mungkin memiliki anak merasa flat/datar perasaan setelah memutuskan menjadi seorang homoseksual tidak ada masalah pengakuan kepada orang lain teman-teman dekat rencana masa depan Jatuh cinta pada lakilaki yang ditemui (another first love) menjadi seorang dosen membuka sebuah kafe Gambar 2. Skema Penerimaan Diri Informan 2 sejalan dengan keinginan untuk tidak memiliki anak

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 75 E. Pembahasan Santrock (1983) menyatakan bahwa penyebab terjadinya orientasi homoseksual seseorang disebabkan oleh beberapa hal, seperti biologis, lingkungan dan sebagainya. beberapa ahli belum dapat memutuskan faktor penyebab homoseksualitas seseorang secara pasti. Berdasarkan hasil pada kedua informan dapat dijelaskan faktor-faktor penyebab orientasi homoseksual. Informan 1 menyatakan bahwa yang menyebabkan mengapa dirinya menjadi seorang homoseksual dikarenakan oleh ayahnya. Saat kecil, ia sering dipukul oleh ayahnya. “Jadi dulu bercak (sembari menepuk kaki) itu aku, kalo misal ada luka memar atau luka biru itu pasti, kalo gak dipukul, dipukul ama rotan, dipukul sama make ikat pinggang kayak gitu. ibaratnya itu disana itu dipendek gitu, di,ee, ikat pinggang disana namanya pendek. Jadi dipendek kayak gitu, ikat pinggang kayak gitu.“ (I1;W1;2/9/15;784791) Perlakuan yang diterima informan 1 dari ayahnya saat kecil tersebut dapat menimbulkan suatu pengalaman traumatis. Pengalaman traumatik tersebut masuk dalam kategori precipating event (Azizah, 2013) yang menjadi faktor awal individu menjadi seorang homoseksual. Akan tetapi, informan 1 juga menyadari bahwa sejak kecil ia sudah berlaku feminin, seperti bermain dengan mainan perempuan, berteman dengan perempuan, dan suka perawatan.

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 76 Informan 1 sempat menyalahkan kedua orang tuanya dan menganggap orang tua turut serta sebagai faktor pendukung. “...udah jelas-jelas kalo anaknya suka nonton sailormoon, hobi main karet, tau karet gak sih, aku sampe yang ngelompat tinggi-tinggi pun bisa, temenku juga semua cewek, mereka juga ngelarang aku sama, temen, sama temen cowok karena mulutnya kasar. Berarti mereka tuh faktor pendukung toh berarti. Giliran aku juga minta dibeliin mainan sailormoon, tuh juga mereka beliin. Maksudnya, kenapa mereka gak pegang kontrol atas diriku tuh lho, kayak gitu. Sebenernya kayak gitu. SMP, eh, dari SD suka perawatan, masa mereka gak nyadar itu, kayak gitu tu lho. Anak kalian nih agak feminiman, femininan (intonasi meninggi), kubilangin kayak gitu. Yah, aku nyari, nyalahin orang tuaku atas aku sih, nyalahin keluargaku atas aku sih jadinya...” (I1;W2;15/9/15;10221038) Orang tua yang memperbolehkan anak laki-lakinya melakukan hal yang identik dengan identitas wanita merupakan faktor penguat yang dapat berasal dari lingkungan atau disebut sebagai conditioning event (Azizah, 2013). Sehingga individu seakan-akan terdukung dan terkondisikan sebagai homoseksual. Pada informan 2, adanya pengalaman traumatis terjadi saat pasangan informan meninggal dunia karena kecelakaan. Informan memandang hubungan ia dengan pacarnya masih belum berakhir dan informan menganggap masih berstatus pacaran sampai sekarang. “Perasaanku saat itu, mungkin karena udah desperate banget (tertawa) (Desperate? Bisa dijelaskan gak, desperate kenapa?) Kayaknya itu udah, pertama susah move on sama ya, ee, bukan mantan sih, masih,

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 77 masih pacar sampe sekarang, karena dia belum ngomongin kata putus. (Iya) Udah keburu mati dulu.” (I2;W1;26/10/15;193-200) “Dari awal itu kelas dua SMA, itu aku pacaran sama cewek. (Iya) Nah, putusnya gara-gara satu hal, tragis pokoknya itu aja. (Satu halnya bisa diceritakan, perlu diceritakan atau gak menurutmu?) Nah, meninggal, dia meninggal kecelakaan itu aja.” (I2;W2;29/10/15;350-354) Pengalaman ditinggal oleh orang yang disayangi berupa pengalaman tidak menyenangkan yang masuk dalam kategori precipating event (Azizah, 2013). Selanjutnya, Raulin (2003) menjelaskan bahwa sebagian individu homoseksual menyadari orientasi homoseksualnya saat menginjak usia remaja atau saat menginjak pubertas. Troiden (1979) juga menjelaskan bahwa gay menyadari pengalaman orientasi seksualnya, yaitu pada tahap awal (sebelum usia 13 tahun) dan pada tahap akhir (sekitar usia 13-17 tahun). Hal ini terjadi pada informan 1 yang mulai menyadari bahwa dirinya menyukai sesama jenis saat SMP. “Aku tuh dari SMP sebenarnya aku udah tau, eee, aku sudah tau aku punya kecenderungan suka sama lakilaki sebenernya.( SMP umur?) SMP itu kelas dua apa kelas tiga, kayak gitu. Gak tau umur berapa tu, gak ngitung.” (I1;W1;12/9/15/321-326) Namun, sebaliknya informan 2 menyadari bahwa dirinya memiliki ketertarikan pada laki-laki saat ia mulai menginjak usia dewasa awal di bangku perkuliahan. Hal ini disimpulkan dari latar

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 78 belakang informan 2 yang merupakan seorang mahasiswa angkatan 2011. “Trus selang dari waktu 2010 sampe 2012. Dua tahun, itu, sakjane kalo gak mei juni, aku lupa (menyentuh kepala) itu aku ketemu sama cowok, waktu jalan-jalan di mall” (I2;W2;29/10/15;360-363) Cass (dalam Clarke, Ellis, Peel, & Riggs, 2010) memaparkan saat remaja laki-laki mendapatkan pengalaman yang nantinya menjadi hasil interpretasi atas perasaan mereka sebagai homoseksual. kesadaran awal tersebut berada pada tahap identity comparison, karena individu membandingkan dirinya dengan temanteman sebaya. Akan tetapi, kedua informan tidak memiliki perasaan berbeda ataupun membandingkan diri dengan teman-teman sebaya. Kedua informan menyadari orientasi homoseksualnya karena adanya pengalaman saat diri mereka memiliki ketertarikan dengan sesama jenis. Informan 1: “Pengalamannya aja aku pernah suka sama salah satu sahabatku duduk yang, duduk, teman duduk sebangku-ku dan aku ngerasa kehilangan aja, pas dia sudah punya pacar, kayak gitu.” (I1;W2;15/9/15/843-846) Informan 2 : ―...aku ketemu sama cowok, waktu jalan-jalan di mall” (I2;W2;29/10/15;360-363) “terus pertama kaget, kemudian kok ada tertarik iya. (merasa tertarik?) Iya.”(I2;W3;16/9/16;1158-1161) Saat menyadari adanya ketertarikan terhadap sesama jenis, kedua informan merasa bimbang. Informan 1 merasa ada yang tidak beres dalam dirinya, sementara informan 2 memiliki keragu-raguan pada dirinya.

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 79 Informan 1 : “...Dari situ aku udah ada, udah ngerasa kok kayaknya ada, kok kayaknya aku ada rasa gak beres, kayak gitu.” (I1; W2;15/9/15; 851-856) Informan 2 : “...itu masih agak ragu-ragu juga, ini aku beneran gak nih, tapi, itu masih tahun 2014 itu masih agak, agak penyangkalanpenyangkalan dikit gitu.” (I2;W2;29/10/15;419-421) Perasaan-perasaan yang muncul tersebut menimbulkan kecemasan dalam diri mereka, sehingga memunculkan suatu mekanisme pertahanan diri, berupa penyangkalan dalam diri mereka saat itu (hall & Lindzey, 1993). Pada informan 1, ia menolak bahwa dirinya menyukai seorang laki-laki. Informan 1 membandingkan perasaannya antara laki-laki dan perempuan dengan menyakinkan diri bahwa ia lebih menyukai perempuan. Ia menolak mengakui dirinya sebagai seorang gay. “Aku cuman nolak aja, kalo misalnya...jadi tuh denialnya tuh kayak gini, eh gak kok, aku gak suka sama cowok kok, gak suka sama cowok kok. Jadi aku tuh membandingkan kalo misalnya range ku suka sama cewek sama cowok tu lho, ah, aku masih suka cewek kok, ku bilang kayak gitu, kayak gitu tu lho jadinya.” (I1; W1; 2/9/15; 334-337) “Ya, aku tetep denial aja. Aku tetep, aku tetep, aku tetep meng-ogahkan kalo misalnya aku tuh seorang gay, kayak gitu. Aku meng-ogah-kan itu, kayak gitu. Paham gak? Aku kan gak kok aku suka sama cewek, oh gak kok, kayak gitu tu lho...” (I1;W2;15/9/15;868-872) Kemudian, informan 2 berusaha untuk melupakan laki-laki yang ia sukai. Informan 2 memiliki penyangkalan terkait masalah

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 80 moral dan dan nilai-nilai di masyarakat yang menekankan bahwa seseorang harus mencintai dan menikah dengan lawan jenis, bukan sesama jenis. sehingga, informan 2 memiliki perang batin atas hal tersebut. ―...soalnya penyangkalannya soal masalah moral aja. Moral dan nilai-nilai di masyarakat... (I2;W3;16/9/16;1387) ―Ya, yang udah dipakukan di kepala orang itu, ee belajarlah mencintai itu, menikah itu dengan lawan jenis bukan sesama jenis.” (I2;W3;16/9/16;1391-1493) “...aku cuma perang batin, perang batin (menggerakkan tangan) antara mana yang lebih berpengaruh dalam hidupku orang lain ataukah pilihan diriku sendiri...” (I2;W3;16/9/16;1400-1403) Penyangkalan yang dialami oleh kedua informan tersebut, menurut rogers (dalam Feist & Feist, 2009) merupakan suatu pertahanan diri saat suatu pengalaman tidak sesuai dengan konsep diri yang dimiliki. Hal tersebut disebabkan oleh ketidakkonsistenan antara konsep diri yang telah ada dengan munculnya suatu pengalaman baru. Pengalaman baru pada kedua informan adalah pengalaman diri mereka yang menyukai seorang laki-laki. Sementara itu, Troiden (1988) menjelaskan bahwa penyangkalan dialami individu saat mengalami kebingungan identitas (identity confusion) saat merenungkan gagasan bahwa perasaan atau perilaku dianggap homoseksual. Dalam mencapai kesesuaian konsep diri dengan pengalaman baru untuk mencapai identitas diri yang utuh, diperlukan proses

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 81 penerimaan diri terhadap orientasi homoseksual yang dimiliki. Hal ini diperlukan agar tercipta suatu konsep diri yang baru, sehingga membuat kedua informan dapat menyatakan ‗diri aktual‘ yang sesuai dengan ‗diri ideal‘ (Jersild, 1965). Informan 1 melalui proses intrapersonal membuat dirinya memutuskan untuk menerima diri apa adanya. Informan 1 memandang bahwa menjadi seorang gay merupakan suatu jalan hidup. ”..oh ya udah, kamu tuh gay, kayak gitu, terimalah dirimu, aku ngomong sama diriku kayak gitu.” (I1; W2; 15/9/15; 1009-1011) “ya udah berarti ya memang jalanku kayak gini, ya udah mau gimana..” (I1; W2; 15/9/15; 1005-1006) Adanya pandangan tersebut merupakan suatu indikator internal bahwa individu memiliki komitmen dalam memiliki identitas homoseksual (Troiden, 1988). Hal ini berarti bahwa penerimaan diri pada informan 1 telah mencapai suatu komitmen untuk menjalani hidupnya sebagai seorang gay. Sebaliknya, Informan 2 melalui proses pertimbangan saat memutuskan untuk memilih menjadi heteroseksual atau homoseksual. “Mungkin mendingan aku milihnya, pilih jadi straight aja atau gay aja.” (I2;W2;29/10/15;506-507) “Ada pemikiran yang aku pikirkan itu, hanya aku terus menimbang-nimbang (melipat tangan) antara jadi (menggerakkan tangan) straight aja atau gay aja.” (I2;W2;29/10/15;542-545) “Akhirnya milih jadi gay aja.” (I2;W2;29/10/15; 509)

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 82 Pernyataan informan 2 sesuai dengan pernyataan Raulin (2003) bahwa homoseksualitas dianggap sebagai suatu pilihan untuk melakukan perilaku seksual dengan seseorang yang memiliki jenis kelamin yang sama berdasarkan kesadaran personal. Orientasi homoseksual sebagai pilihan hidup (a possible nonpathological, altenative lifestyle) merupakan hal yang diakui dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental (DSM) III yang membuat homoseksualitas dihapuskan sebagai gangguan kejiwaan (Wilson, O‘leary, Nathan & Clark, 1996). Allport (dalam Feist & Feist, 2010) menyatakan bahwa pribadi yang matang menerima diri mereka apa adanya dan memiliki keseimbangan emosional. Maslow (dalam schultz, 1991) mengemukakan bahwa orang yang dapat menerima diri merupakan orang yang sehat karena tidak mengalami kecemasan-kecemasan akan perasaan malu atau perasaan bersalah terhadap diri mereka sendiri. Dalam hal ini, informan 1 telah merasa nyaman dengan diri sendiri dan merasa mudah dalam menjalani hidup. Ia memiliki emosi yang positif terkait dengan orientasi seksualnya. Jersild (dalam Sari & Nuryoto, 2002) mengemukakan bahwa individu dengan penerimaan diri yang baik memiliki kemampuan dalam memandang dirinya secara realistis tanpa harus menjadi malu akan keadaan dirinya. Adanya perasaan nyaman terhadap diri sendiri dapat

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 83 menandakan bahwa informan 1 telah menerima diri sendiri dengan baik. “Aku tuh saat ini comfortable dan diri yang sekarang ini aku nyaman.”(I1; W1; 2/9/15; 216-217) Iya, comfortnya tu pas, pas aku udah, udah nerima, nerima diri kalo misalnya kamu tuh ya udah kayak gitu, kamu tuh gay, ya udah terima aja dirimu.” (I1;W2;15/9/15;1079-1082) Kemudian, informan 2 menganggap orientasi seksual yang telah dipilihnya telah sesuai dengan keinginannya. Hal tersebut merupakan pilihan yang berani karena adanya pertentangan dalam masyarakat yang menolak orientasi homoseksual. Walaupun homoseksualitas telah dihapuskan dalam Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa (PPDGJ) III yang menjadi acuan diagnosis kejiwaan di Indonesia, namun masyarakat belum teredukasi dengan baik, sehingga masih memandang homoseksual sebagai suatu gangguan atau penyakit. Hal ini juga dipengaruhi oleh pandangan-pandangan agama yang masih konservatif memandang homoseksual sebagai dosa atau sesuatu yang hina. Walaupun begitu, informan 2 sepenuhnya berhak untuk menentukan pilihan hidupnya sendiri di dalam masyarakat. ”...antara mana yang lebih berpengaruh dalam hidupku orang lain ataukah pilihan diriku sendiri..Dan saat itu yang menang adalah pilihanku sendiri.” (I2;W3;16/9/16;1400-1406)

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 84 “Bagiku gak ada masalah (Perasaanmu saat ini?) Gak ada masalah (Gak ada masalah?) Dan itu juga sejalan dengan apa yang aku inginkan...”(I2;W3;26/10/15;223-225) Selanjutnya, kedua informan memutuskan untuk memberitahu orientasi homoseksual mereka ke orang lain atau disebut sebagai coming out. Menurut Troiden (dalam Eliason & Schope, 2007), tahap coming out adalah saat individu menerima dan menampilkan identitas diri mereka. Hal ini masuk dalam tahap keempat, yaitu comitment. Kedua informan memiliki komitmen untuk hidup sebagai homoseksual tanpa memiliki alasan untuk mengubah orientasi seksualnya atau memiliki keyakinan bahwa tidak ada keuntungan untuk memilih suatu orientasi seksual (Troiden, 1979). Adanya penerimaan terhadap diri juga ditandai dengan kerelaan diri membuka atau mengungkapkan pikiran, perasaan dan reaksi diri kepada orang lain yang didasarkan oleh sikap tulus, jujur, dan autentik (Supratiknya, 1995). Sehingga, keputusan kedua informan untuk terbuka terkait orientasi homoseksual yang dimiliki ke orang lain merupakan tanda mereka telah dapat menerima dan mengakui diri sebagai seorang gay. Saat coming out, kedua informan memutuskan untuk memberitahu orang-orang yang akrab dengan diri mereka, yaitu teman. Informan 1 : ”...satu-satu kasih tau temen-temenku yang deket itu, sama A (inisial), (mengetukkan tangan ke meja) K (inisial),

(101) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 85 A(inisial), segolonganku itu tu udah tau, udah pasti tau duluan, dan lanjut ke (mengetukkan tangan ke meja) N, M, P, S (inisial) cuman kayaknya dari S, tuh, ke S tu aku gak ada cerita, mungkin M sama N yang cerita..” (I1; W2;15/9/15;924-933) Informan 2: “Saat ini ada...ya lima orang, lima orang yang tau, empat cowok satu cewek.” (I2;W1;26/10/15;238-239) “Saat kumpulkumpul, ke atas, atas itu, kaliurang. Jalan-jalan bareng sama tementemenku yang sering ku omongin dikit belok, ya yang belok itu (I2;W3;16/9/16;1418-1421) Supratiknya (1955) menjelaskan bahwa penerimaan diri dibangun lewat pemahaman bahwa orang lain menerima diri kita. Adanya penerimaan dari orang lain juga ikut membantu kedua informan untuk semakin memiliki penerimaan terhadap diri masing-masing. Penerimaan oleh orang lain berjalan seiring dan tidak terpisah dengan penerimaan diri sendiri. Individu yang diterima oleh orang lain akan merasa mudah menyukai dan menerima diri sendiri (Hurlock, 1978). Penerimaan oleh orang lain inilah yang ditunjukkan dari reaksi yang diterima oleh kedua informan saat memberitahu orientasi seksual mereka, yaitu adanya penerimaan dari teman-teman. Informan 1: “Mereka cuman, mereka, ya udah, P (inisial informan), kamu ya udah kayak gitu, ya mau gimana, ya udah, diterima aja..” (I1;W2; 15/9/15; 1070-1073) Informan 2: “(Untuk yang empat cowok ini, bagaimana reaksi mereka terhadap pernyataanmu?) Oh, gak ada masalah...karena mereka juga sama” (I2;W1;26/10/15; 242-244) “...Yah, kedua belah pihak senang, aku senang, dia senang, dan semua orang lain di dalam sana juga senang, everyone happy...” (I2;W3;16/9/16;14521456)

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 86 Meskipun lebih terbuka pada teman-temannya, namun gay, lesbian, dan biseksual tetap merahasiakan identitas seksual dari keluarga (Galink, 2013). Hal ini dikarenakan coming out pada teman mungkin tidak sekompleks saat melakukan coming out pada orang tua atau keluarga. Hal ini juga yang diungkapkan oleh kedua informan, bahwa mereka belum coming out ke orang tua atau keluarga. Pada informan 1, ia belum dapat coming out karena menganggap keluarganya mungkin tidak dapat menerima orientasi homoseksualnya. Hal ini dilatarbelakangi oleh keagamaan yang dianut keluarga sangat kuat. “Aku baru bisa coming in sama coming out disini, kalo untuk keluargaku, aku belum, belum banget, dan mungkin kayaknya mereka juga gak bakal nerima sih.” (I1;W1; 2/9/15; 390-393) “...coming out aku gak masalah selama di sini asal jangan sampe kedengaran keluarga aku yang menurut aku warning, kayak gitu. Soalnya, aku udah, aku udah yakin, orang tua juga pasti gak bakal bisa nerima, dengan agama yang kuat kayak gitu...” (I1; W2; 15/9/15; 941-943) Sementara, pada informan 2 memilih untuk tidak menceritakan kepada orang tua, sebelum orang tua menyadari orientasi seksualnya terlebih dahulu. Walaupun, ia memiliki pemikiran bahwa orang tuanya akan murka karena tidak dapat menerima dirinya.

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 87 “...(di dalam pikiranmu ada kemungkinankemungkinan bahwa, oh orang tua ku akan tidak menerimaku atau tidak) Pikirannya ada, pikirannya ada, di pikiranku ada. Tapi, mereka gak tanya, ya udah aku gak jawab. Pikirannya ada, tetap ada. (Apa yang kamu pikirkan kemungkinan respon orang tuamu?) Responnya, marah iya (menggaruk dagu), tapi lebih ke murka daripada marah.” (I2;W3;16/9/16;1601-1610) “...dan mereka juga gak tanya. Penekanannya pada mereka gak tanya. (Kamu menunggu keluargamu aware terhadap dirimu.) Ya, agak egosentris sih. Agak egosentris banget” (I2;W3;16/9/16;1616-1620) Jersild (dalam Sari & Nuryoto, 2002) menyatakan bahwa individu yang memiliki penerimaan diri adalah individu yang merasa memiliki hak untuk memiliki ide-ide, keinginan-keinginan, serta harapan-harapan tertentu. Kedua informan memiliki suatu harapan untuk diri mereka kedepannya. Sebagai seorang mahasiswa, saat ini kedua informan berharap dapat segera menyelesaikan studi S1 dan mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan cita-cita. Selain itu, individu juga memiliki pandangan yang realistis dan tidak memiliki ambisi yang tidak mungkin dicapai (Hurlock, dalam Nurviana, 2006). Informan 1 memiliki keinginan untuk menikah dengan sesama jenis. Hal ini tentu sulit untuk terealisasikan karena Indonesia tidak melegalkan pernikahan sesama jenis.

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 88 Pernikahan sesama jenis tidak dapat terlaksana karena adanya UU No. 1 Tahun 1974 tentang perkawinan. Pada ayat (1) dijelaskan bahwa pernikahan yang sah menurut negara adalah ikatan lahir bathin antara seorang pria dengan seorang wanita. Pernikahan di Indonesia secara tidak langsung juga diatur oleh ajaran-ajaran agama, seperti yang tercantum pada ayat (2) bahwa perkawinan adalah sah, apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agama dan kepercayaan. Walaupun begitu, kedua informan tetap memiliki hak untuk memiliki suatu keyakinan akan masa depan mereka. Adanya penerimaan diri yang baik membuat individu memiliki keyakinan terhadap standar-standar dan prinsip-prinsip dalam dirinya tanpa harus dipengaruhi oleh orang lain (Jersild, dalam Sari & Nuryoto, 2002).

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. KESIMPULAN Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, kedua informan memiliki kesamaan adanya pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan, yaitu Percipating Event. Kemudian, dalam proses kesadaran diri saat menyadari orientasi homoseksual berupa penyangkalan dan perasaan-perasaan terkait kecemasan dalam diri kedua informan. Penerimaan diri pada kedua informan terlihat dari informan yang telah mengakui dirinya sebagai seorang gay. Sebagai seorang gay, informan 1 merasa nyaman dan mudah dalam menjalani kehidupannya saat ini. Sementara itu, informan 2 menganggap dirinya telah sesuai dengan apa yang ia inginkan. Kedua informan juga memberitahu orientasi seksual tersebut ke orang lain (coming out), yaitu teman-teman terdekat. Keputusan untuk terbuka ke orang lain juga merupakan salah satu tanda bahwa mereka dapat menerima dan mengakui diri sebagai seorang gay. B. SARAN 1. Bagi penelitian Selanjutnya a. Berdasarkan pada kelemahan penelitian ini, penelitian selanjutnya menambah jumlah informan dengan latar belakang dan rentang umur yang beragam dengan wawancara yang lebih mendalam, 89

(106) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 90 terutama dalam menggali perasaan-perasaan yang dimiliki informan yang akan bermanfaat sebagai konseling individu yang bingung terhadap orientasi seksualnya. b. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menjelaskan proses penerimaan diri pada informan yang tidak hanya pria atau perempuan homoseksual, tetapi biseksual dan transgender/seksual. Hal ini akan memperluas gambaran mengenai penerimaan diri dalam ranah LGBT. 2. Bagi Masyarakat Pentingnya pemahaman mengenai keberagaman orientasi seksual atau SOGI (Sexual Orientation & Gender Identity) diharapkan masyarakat memiliki penerimaan yang baik terhadap individu dengan orientasi homoseksual ataupun biseksual dalam kehidupan sosial sehari-hari. C. KETERBATASAN PENELITIAN Jumlah informan yang menjadi sumber data dalam penelitian ini terbatas pada 2 orang dengan latar belakang yang sama, yaitu mahasiswa berusia 23 tahun, sehingga data-data yang diperoleh pada penelitian ini belum cukup bervariasi.

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Agustin, L. (2012). Kebahagiaan (Happiness) Pada Pria Dewasa Awal Yang Menjadi Seorang Gay. Gunadarma.ac.id (diunduh dari http://publication.gunadarma.ac.id/bitstream/123456789/1137/1/10506129.pdf pada tanggal 11 Desember 2014) Ardhanary Institute. (2013). Memahami LGBTI: Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender/seksual & Intersex (Booklet; tidak diterbitkan) Azizah, S. N. (2013). Konsep Diri Homoseksual di Kalangan Mahasiswa di Kota Semarang (Studi Kasus Mahasiswa Homoseksual di Kawasan Simpanglima Semarang). Journal of Non-Formal Education and Community Empowerment, 2(2). Balsam, K. F., Beauchaine, T. P., Mickey, R. P. & Rothblum, E. D. (2005). Mental Health of Lesbian, Gay, Bisexual and Heterosexual Siblings: Effects of Gender, Sexual Orientation, and Family. Journal of Abnormal Psychology, 114, 3, 471476. Carson, H. S. & Langer, E. J. (2006). Mindfulness and Self-acceptance. Journal of Rational-Emotive & Cognitive-Behavior Therapy, 24, 1, 29-43. Clarke, V.,Ellis, S. J., Peel, E. & Riggs, Damien. W. 2010. Lesbian, Gay, Bisexual, Trans & Queer Psychology: An Introduction. New York: Cambridge University Press. Constanti, S. (2012). Hubungan Penerimaan Diri dan Proses Coming Out pada Gay di Jakarta (Doctoral dissertation, BINUS). Costa, P. A., Pereira, H. & Leal, I. (2013). Internalized Homonegativity, Disclosure, and Acceptance of Sexual Orientation in a Sample of Portuguese Gay and Bisexual Men, and Lesbian and Bisexual Women. Journal of Bisexuality, 13, 229-244. Creswell, J. W. (2010). Research Design: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed. Yogyakarta : Pustaka Pelajar. Dharmawan, S. (2013). Jangan Anggap Kelompok LGBT sebagai Marginal. (diakses dari http://portalkbr.com/berita/perbincangan/2653360_4215.html pada tanggal 23 Novenber 2018)

(108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 92 Dewanti, K. E., Yuliadi, I., & Karyanta, N. A. (2015). Psychological Well-Being pada Gay yang Menjalani Proses Coming Out. Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa, 4. Eliason, M. J., & Schope, R. (2007). Shifting sands or solid foundation? Lesbian, gay, bisexual, and transgender identity formation. Dalam I. H. Meyer & M. E. Northridge (Eds.), The health of sexual minorities: Public health perspectives on lesbian, gay, bisexual and transgender populations (pp. 3–26). New York: Springer. Esthy, J., & Sugoto, S. (1998). Hubungan Penerimaan Diri Terhadap Kondisi Fisik dengan Kesehatan Mental Pada Waria, Anima, XIII, 51. Feist, J. & Feist, G. J. (2009). Theories of personality (7th ed.). New york : McGraw Hill Galink. (2013). Seksualitas Rasa Rainbow Cake: Memahami Keberagaman Orientasi Seksual Manusia. Yogyakarta: PKIB DIY. Gerungan, W. A. (2009). Psikologi sosial. Bandung: Refika aditama. Griffith, K. H. & Hebl, M. R. (2002). The Disclosure Dilemma for Gay Men and Lesbian: ―Coming Out‖ at Work. Journal of Applied Psychology, 87, 6, 1191– 1199. Hall, Calvin S. & Lindzey, Gardner. (1993). Teori-teori Psikodinamik (Klinis). Editor: Supratiknya, A. Yogyakarta: Kanisius. Handayani, M. M., Ratawati, S. & Helmi, A. F. (1998). Efektifitas Pelatihan Pengenalan Diri Terhadap Peningkatan Penerimaan Diri dan Harga Diri. Jurnal Psikologi, 2, 47-55. Herdiansyah, Haris. (2010). Metodologi Penelitian Kualitatif Untuk Ilmu-ilmu Sosial. Jakarta: Salemba Humanika. _______________. (2015). Metodologi Penelitian Kualitatif Untuk Ilmu Psikologi. Jakarta: Salemba Humanika. Hjelle, L. A., & Ziegler, D. J. (1992). Personality theories: Basic assumptions, research, and applications. McGraw-Hill Book Company.

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 93 Hu, X., Wang, Y., & Wu, C. H. (2013). Acceptance Concern and Life Satisfaction for Chinese LGBs: The Mediating Role of Self-Concealment. Social indicators research, 114, 2, 687-701. Hurlock, Elizabeth B. (1974). Personality Development (4th ed.). Tokyo: McGraw-Hill Book Company. __________________. (1978). Perkembangan Anak; Jilid 1 (Edisi keenam). Jakarta: Erlangga. Hurlock, E. B. (1993). Psikologi Perkembangan : Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Edisi Kelima. Jakarta: Bina Aksara. Jersild, Arthur T. (1965). Psychology of Adolecent (2nd ed.). New york: The Macmiland Company. Julius, Dani. (2015, 8 Agustus). Pemutilasi Perempuan Bertato ―Ririn‖ Dibekuk Kepolisian. Kompas.com (diakses dari http://regional.kompas.com/read/2015/08/08/05470031/Pemutilasi.Perempuan.B ertato.Ririn.Dibekuk.Kepolisian pada tanggal 24 Oktober 2015) LeVay, S. (1991). A difference in hypothalamic structure between heterosexual and homosexual men. Science, 253(5023), 1034-1037. Levay, Simon & Valente, Sharon. M. (2006). Human Sexuality (2nd ed.). Massachusetts: Sinauer Associates, Inc. Lippa, R. A. (2008). The Relation Between Childhood Gender Nonconformity And Adult Masculinity–Femininity And Anxiety In Heterosexual And Homosexual Men And Women. Sex Roles, 59(9-10), 684-693. Mishna, et al. (2008). Bullying of Lesbian and Gay Youth: A Qualitative Investigation, The British Journal of Social Work, 39, 1598–1614. Moleong, Lexy J. (2006). Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi). Bandung: Remaja Rosdakarya. Morh, J. J. & Fassinger, R. E. (2003). Self-acceptance and Self-disclosure of Sexual Orientation in Lesbian, Gay, and Bixesual Adults: An Attachment Perspective. Journal of Counseling Psychology, 4, 482–495. Nurviana, E. V., & Siswati, K. S. (2006). Penerimaan Diri Pada Penderita Epilepsi. Jurnal Psikologi Proyeksi, Vol, 5.

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 94 Nardi, P. M., & Schneider, B. E. (1998). Social perspectives in lesbian and gay studies: A reader. London: Routledge. National Sexual Violence Resource Center & Pennsylvania Coalition Against Rape. (2012). The Process of Coming Out: Sexual Violence & Individuals who Identify as LGBTQ (booklet; www.nsvrc.org/sites/default/files/publication_NSVRC_guides_process-comingout.pdf pada tanggal 27 Januari 2016) O. Long, Vonda. (1991). Masculinity, Feminity, and Male Scientists‘ Self-Esteem and Self Acceptance. The Journal of Psychology, 127(2), 213-220. Prastowo, Andi. (2014). Metode Penelitian Kualitatif Dalam Perspektif Rancangan Penelitian. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media. Purnaningtyas, A. A. (2013). Penerimaan Diri Pada Laki-laki Dewasa Penyandang Disabilitas Fisik Karena Kecelakaan. EMPATHY Jurnal Fakultas Psikologi, 2(1). Rahman, Q., Wilson, G. D., & Abrahams, S. (2003). Sexual orientation related differences in spatial memory. Journal of the International Neuropsychological Society, 9(03), 376-383. Rathus, Spencer. A., Nevid, Jefrey. S., Fichner-Ratus, Lois. (2008). Human Sexuality: In A World of Diversity. USA: Pearson. Raulin, M. L. (2003). Abnormal Psychology. USA : Allyn & Bacon. Riggle, E. D., Whitman, J. S., Olson, A., Rostosky, S. S., & Strong, S. (2008). The Positive Aspects Of Being A Lesbian Or Gay Man. Professional Psychology: Research and Practice, 39(2), 210. Santrock, J. W. (1983). Life-Span Development: Perkembangan Masa Hidup. Jakarta: Erlangga. Sari, Endah. P., & Nuryoto, Sartini. (2002). Penerimaan Diri Pada Lanjut Usia Ditinjau dari Kematangan Emosi. Jurnal Psikologi, No. 2, 73 – 88. Satyaningtyas, Rahayu., & Abdullah, Sri. M. (2010). Penerimaan Diri dan Kebermaknaan Hidup Penyandang http://fpsi.mercubuana-jogja.ac.id Cacat Fisik. Diunduh dari

(111) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 95 Schultz, Duane. (1991). Psikologi Pertumbuhan: Model-model Kepribadian Sehat. Yogyakarta: Kanisius. Sergeant, M. J., Dickins, T. E., Davies, M. N., & Griffiths, M. D. (2006). Aggression, empathy and sexual orientation in males. Personality and individual differences, 40(3), 475-486. Stevens, Richard. A. (2004). Understanding Gay Identity Development Within The College Environment. Journal of College Student Development, 45, 2, 185-206. Strauss, A., & Corbin, J. (2009). Dasar-dasar penelitian kualitatif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Suherman, R. A. (1996). Pembentukan Konsep Diri Homoseksual Berdasarkan Etiologi Relasi Interpersonal Serta Kaitan Dengan Penyesuaian Diri. Tesis. Program studi psikologi. Program Pasca Sarjana Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Sugiyono. (2013). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung : Alfabeta. Supratiknya. (1995). Komunikasi Antarpribadi: Tinjauan Psikologis. Yogyakarta: Kanisius. Troiden, Richard, R. (1979). Becoming Homosexual: A Model of Gay Identity Acquisition, Psychiatry, 42, 362-373. Troiden, Richard, R. (1988). Homosexual Identity Development. Journal of Adolescent Health, 9, 105-113. Republik Indonesia, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Vincke, J., & Bolton, R. (1994). Social Support, Depression, and Self-acceptance Among Gay Men. Human Relations, 47, 9, 1049-1062. Weiner, I. B., & Craighead, W. E. (2010). The Corsini Encyclopedia of Psychology (Vol. 2). John Wiley & Sons. Wilson, G. Terence., O‘leary, K. Daniel., Nathan, Peter. E. & Clark, Lee. A. (1996). Abnormal Psychology: Intergrating Perspective. USA: Allyn & Bacon. Woodford, M. R., Kulick, A., Sinco, B. R. & Hong, J. S. (2014). Contemporary Heterosexism On Campus and Psychological Distress Among LGBQ Students: The Mediating Role of Self-acceptance. American Jounal of Orthopsychiatry, 84,5,519.

(112) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN I Informed Consent

(113) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN UNTUK MENJADI SUBJEK PENELITIAN Saya yang bertandatangan di bawah ini, tanpa disertai tekanan dan ancaman dari pihak manapun, menyatakan bahwa saya bersedia menjadi subjek bagi penelitian : Nama : Ruth Intan Hutauruk Nomor Mahasiswa : 119114161 Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta dengan judul penelitian ―Studi Deskriptif terhadap Penerimaan Diri pada Pria Homoseksual (Gay)‖. Saya selaku subjek penelitian menyetujui publikasi penelitian ini untuk kepentingan akademis tanpa meminta izin terlebih dahulu kepada saya, dengan membuat nama samaran saya dan orang-orang yang saya sebutkan ketika melaksanakan penelitian. Demikian pernyataan saya buat dengan sebenarnya. Yogyakarta, Yang menyatakan (Subjek )

(114) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN II Verbatim Informan

(115) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Wawancara I Informan 1 Rabu, 2 september 2015 Tempat : Ruang Rapat/Diskusi lantai II Perpustakaan Kampus IV Universitas Sanata Dharma Pukul : 09.40 WIB – 11.25 WIB Kondisi lingkungan : Dalam ruangan tidak ada orang selain peneliti dan informan. Penerangan cukup baik dan suhu ruangan cukup sejuk oleh AC. Melalui jendela tampak tukang bangunan yang sedang melakukan pekerjaan di luar ruangan. Catatan lapangan : Informan tampak rapi saat datang ke ruangan dengan mengenakan pakaian casual, seperti kemeja berwarna hitam, celana jeans, dan sepatu, serta mengenakan jam tangan. Informan datang sambil meminta maaf kepada peneliti karena datang terlambat dari waktu yang telah dijanjikan. Lalu, informan duduk disamping peneliti. Saat wawancara di mulai, peneliti dan informan mengubah tempat duduk menjadi berhadapan. Baris 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 Analisis tematik T J T J T J T J T J T J Kamu berasal dari Kalimantan, kan? Iya, dari situ. Trus di Kalimantan semua keluargamu tinggal di situ? Iya tinggal di situ, yang di kalimantan kakak-kakakku juga disitu berumah tangga juga udah di Tarakan. namanya tarakan sih, di kalimantan utara (memegang kepala) Di Tarakan? Iya di situ Berapa bersaudara sih kamu? Aku lima. Jadi, lima bersaudara papaku tu udah nikah tiga kali Oohh Udah nikah tiga kali, dari mama yang pertama itu lahir kakakku tiga, lahir kakakku tiga, mama yang pertama itu meninggal (memegang sepatu), trus nikah sama mamaku lahir aku sama adekku. Nah, mamaku meninggal delapan tahun, kemudiannya baru nikah lagi cuman gak berjalan lancar jadinya cerai. Kamu dari 5 bersaudara itu cewek semua? lima itu enggak. Kami selang-seling, jadi tu pertama cewek, cowok, cewek, cowok, cewek. Latar belakang keluarga yang sudah menikah tiga kali (1213,15)

(116) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J Trus kalo yang di kalimantan itu, ehhh, semua saudaramu tinggal di situ ibu-ibumu juga? Iya, semua tinggal di situ, kecuali mama tiriku dari bayuwangi kan, jadi, jadi udah gitu cerai, udah pindah ke banyuwangi Masih kontak gak sih sama mama tirimu ? Enggak Enggak? Enggak, bukannya aku gak berhubungan, eh, bukan...bukan sebenernya aku gak mau ber, eh gimana ya, bukan sebenarnya gak ada hubungan, tapi aku yang menolak untuk dihubungi atau menghubungi gitu Ohh, kenapa ? Menurut aku gak tanggung jawab aja, gak tanggung jawab soal, kalo misalnya memang iya dia kemarin nikah sama ayahku karena sayang sama keluarganya, sama, sa, sama saudara-saudaraku termasuk aku, dia gak gitu mudah dong ninggalin rumah gitu aja sih. berarti sekarang kamu dekat sama siapa sih? Aku? He eh, dirumah. Aku deket sama ayah iya, kakak-kakakku juga iya semua kok, adikku juga iya Temen-temenmu juga banyak yang di Tarakan Banyak, asalnya di sana kok. Ya, iyalah banyak (tertawa) Ya, maksudku kamu punya geng...mungkin tementemen baik tertentu gak gitu? Kalo aku (meregangkan badan), aku tuh gak punya geng. Kalo aku tuh gak suka mengkubu-kubu soalnya. jadi kalo misalnya, aku tuh gak suka mengkubu, gak, gak, gak punya geng tapi kalo misalnya, aku ni kan secara personal, kalo misalnya kemana-mana aja diterima kayak gitu tu lho. Oohh..mudah berbaur ya? Heeh, jadinya kalo misalnya ada geng ini, nongkrong sama mereka, kayak gitu, ya udah diterima kayak gitu. tapi kalo misal mereka nongkrong lagi ya, aku gak lagi di ajakin kayak gitu. Misalnya sama yang ini juga kayak gitu, kayak gitu. Tapi punya temen deket kan? Punya, kalo di kalimantan? He em Di kalimantan itu, temen deketku, satu, dua, dua. Cuman lagi, satunya tuh lagi, yah semuanya kuliah Sikap diri yang menolak berkomunikasi dengan ibu tiri (34-35) Pandangan tentang ibu tiri yang tidak bertanggungjawab (38-39) Informan yang dekat dengan semua anggota keluarga (46-47) Penerimaan oleh lingkungan sosial (56-58, 60-61)

(117) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 T J T J T J T J T J T J T J T J T J T sih. satunya orang Sanata Dharma juga, sama satunya itu anak IPDN dan udah lulus. Masih kontak sampai sekarang? masih kontak-kontakkan Kalo yang di jogja? Masih juga (tertawa) Kembali ke kelurga ya, kan kamu campuran toh bukan suku dayak bukan, maksudnya bukan dari suku-suku tertentu. Ini gak sih, latar, bukan latar belakang tapi kayak eehh di keluargamu sendiri ada mungkin apa ya background, entah budaya apa prinsip apa nilai apa gitu? Nah (menepuk tangan)...kalo sudah, misalnya di Tarakan itu karena semua pada campuran, campuran semua, semua suku tuh ada juga disitu mulai dari makassar apa-apa semua pada nyampur tu lho. jadi di sana tuh kayak enggak begitu ada culture-nya. Kecuali yang memang suku asli di situ He eh Jadi gitu kayak ya... hidup kami tuh gak ngikutin culture Heemm Hidupin, hidup kami cuma background, didikannya itu cuma dari, eehh, dari kakek didik ayahku, ayahku didik kami kayak gitu tuh lho. Cara didiknya gimana? Ehhh... kebanyakan sih kalo untuk, ehh, kalo untuk yang karena kami, aku dari keluarga mualaf ya.. jadi ayahku tuh sekarang udah, udah, ehh, gimana ya, perhatiannya itu lebih terhadap agama tu lho jadinya. maksudnya lebih ke agama tu lho, lebih ke islam kyak gitu, ajarannya lebih ke islam gitu. bukan ngikutin culture yang, bukan ngikutin budaya, budaya yang turun temurun dari suku bukan.. kayak gitu. Kamu kan agama islam ya? He eh Ada, mungkin kayak ajaran... Sebenernya aku agnostik sih, aku percaya aja ada Tuhan. Cuman aku gak tau, cara mendekatkan diri sama Tuhan ini gimana (menggerakkan tangan)kayak gitu, aku percaya Tuhan, tapi aku gak percaya agama. Bukan aku gak percaya agama sih, bingung aja. Bingung kenapa? Bingung cara nyembahnya tuh gimana, kyak gitu tuh lho. Kan ayahmu tadi kan bilang masih ngajar tu kayak Kondisi ling. tempat tinggal/keluarga yang tidak memiliki budaya tertentu (82-87, 89-90, 101-103) Latar belakang keluarga yang mualaf dan agamis (97, 99-101) Pandangan terhadap Tuhan (108-110, 113) Perasaan bingung terhadap agama (111,113)

(118) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 130 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 J T J T J T J T J T J T J T J T J sesuai agama. He eh Nah dari ayahmu sendiri tuh, ada gak sih yang, ya ajaran-ajaran yang menek..apa ya, kamu begini kamu tuh harus begitu? Enggak, ayahku gak banyak nuntut sih. Gak banyak nuntut? Untuk sekarang, untuk dari sejak mamaku meninggal ayahku gak banyak nuntut, gitu aja. ya gak, gak, gak banyak yang minta apa-apa pokoknya pendidikan sama agama udah itu aja. pendidikan agama, pendidikan agama, udah ayahku minta itu aja sih sebenernya. Kalo dari kakak-kakakmu sendiri ke kamunya? Kakak..sama sih, kayak gitu. Sama juga kayak gitu, soalnya untuk semenjak kakakku sudah mulai, bukan naik haji sih, umroh-umroh kayak gitu tuh. Jadinya tuh, menurut aku jadi nyebelin (tertawa). Kenapa kok nyebelin? Ya, malas aja (tertawa) dengan jilbab panjangpanjang itu, aku yang gerah liatnya. e, gimana ya jelasinnya (tertawa). Ya, ya males aja ngeliatnya kayak gitu. kebetulan aku kan juga gak, aku, ee, aku berpikir kalo misalnya jilbab itu merusak penampilan. Maka tu aku gak suka orang berjilbab kayak gitu. Soalnya susah, mau di apa-apain tuh susah, mau dikasih mode pun kayak ini kain 4 meter digulung aja kayak gitu, jadinya aku gak suka Trus kalo dari temen-temen sendiri ada gak yang kamu, apa ya jadiin pelajaran hidup begitu? Aku tau temen akrab dari..sebenernya temen akrab tuh banyak, temen akrab tuh banyak aja. Temen diajak cerita tu juga banyak. Cuma untuk sampai sekarang yang aku ngerasa paling deket itu ya, namanya tu (menyebutkan nama) si K (inisial) ini yang bakal, bakal ini nanti, sidang nanti (memegang hp) itu aja. Kan kamu tadi bilangnya agak sedikit gak suka ngeliat jilbab panjang gitu ya He eh Emang kamu ada sense-sense fashion gitu gak sih? Aku kalo pengamat fashion, iya. aku juga pecinta fashion, iya (memegang hp) ya iya Kok bisa tertarik ke fashion? Aku suka mode. Jadi, eee, kalo yang pas dari mamaku itu, bukan sebenernya aku suka mode, sih. Eh, a, aku suka mode, cuman itu karena, karena dari keluargaku Pandangan terhadap ayah yang menuntut pada pendidikan dan agama (121, 124-126) Pandangan terhadap kakak (130-133) Sikap terhadap atribut agama (135-137) Pandangan terhadap atribut agama yang merusak penampilan (138143, 171-172) Pandangan terhadap diri sendiri (159,161, 190-191,222223,230-235, 237240)

(119) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 T J T J T J T J juga kali ya, yang tau penampilan, kayak gitu lho. Jadi, mau dari mamaku yang suka ke salon, eh, almarhum mama aku yang suka ke salon, ya suka nyalon, yang suka warnain rambut, yang, yang ngikutin mode banget, jadinya tu mungkin aku ke ikut tu lho jadinya. jadinya, aku tuh dari situ tau cara berpenampilan itu gimana, jadi kalo misalnya ngamatin, ngamatin fashion orang tuh, tau aja mana bagus, mana yang cocok di kamu mana yang enggak itu tau, kayak gitu lho. Kayak gitu..dan menurut aku jilbab itu (tertawa) gak banget menurut aku ya. Iya, terus, sik, kan kamu bilang kamu pengamat fashion. Eee, ada ini gak sih, ketertarikan lain gitu selain ke dunia fashion? Sebenernya tuh kalo misalnya aku tuh dibilang.. eee, a, a, aku gak bilang aku multi talent, tapi orang tuh selalu bilang, aku tuh untuk di apa-apain tuh, ayo ayo aja kayak gitu. kecuali nyanyi, itu suaraku memang parau abis lah, nadaku do semua (tertawa), do re mi ku do semua jadinya. endak, dak ada do re (meniru nada) kayak gitu tuh, do do do kayak gitu aja. dancer iya. kalo di suruh gambar atau ngerancang, iya. Make up iya, apa lagi.. Banyak ya? Ya, pokoknya yang terkait sama dunia entertain itu, aku, aku lumayan, lumayan bisa tu lho. Kamu ada ini gak sih, alasan mengapa tertarik ke dunia entertain, kayaknya tu multi talent? Ehh, mungkin karena exhibisi ku tinggi kali ya, aku tuh pengen nonjol dari antara yang lain tu lho Itu kamu tau ketertarikanmu di entertain itu kapan, sejak kapan? Dari, sik (melihat hp), dari SMP. SMP iya, iya dari SMP. aku punya temen-temen yang, yang juga lumayan gila. Kayak gitu, eehh temen-temen yang lumayan gila, jadinya tuh aku dikenal humoris tuh lho, jadinya apa-apa tuh kalo misalnya ada acara kakak tingkat atau apa, ya, ya dipanggil aja, kayak gitu, ver kesini ver, makan bareng gini gini gini gini (menggerakkan tangan). Udah, entar entar melucu atau apa, kayak gitu. cerita yang aneh-aneh, kayak gitu. Kalo, kalo pengen bikin orang ketawa, kayak gitu, cuman kayak gitu doang sih. Sampe akhirnya, pas SMA itu, udah mulai trus diajakin latihan ngedance, ngedance, ngedance. Kayaknya pernah nampil juga, sampe sekarang ikut teater, ikut teater...

(120) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 T J T J T J T J T J T J T J T J kemarin pas malam puncak psychofest tahun 2013, aku juga nampil...tau gak? Iya He eh, gitu sih Aku lompat ke hal yang lain ya? He eh (menganggukkan kepala) Kamu, bagaimana kamu memandang dirimu saat ini? Aku tuh saat ini comfortable dan diri yang sekarang ini aku nyaman. Memandang diri itu maksudnya, oohh, kayak kenalin kekurangan sama kelebihan kamu kayak gitu maksudnya? Iya Kalo aku misalnya aku tuh yang sekarang tu, aku orang, eee, menurutku aku orang yang bertanggung jawab, aku punya, gimana ya, jelasinnya pasal kekurangan kelebihan ni (tertawa) Emm, apa ya, kayak kamu... Bantu aku buat berfikir (menelungkupkan kepala dan tangan ke meja) Kalo misalkan, kamu ingin orang lain tuh melihatmu sebagai apa? Orang yang humoris, orang yang lucu, orang yang bisa diajak susah bareng, yang bisa diajak senang bareng, orang yang gak cuma ada pas senengsenengnya doang, orang aku..aku juga suka, apa, aku, aku punya..punya, punya kepuasan sendiri, kalo aku habis nolong orang kayak gitu. Oke. Ada hal lain? Aku cukup sabar. Iya, kontrol, anu, manajemen emosiku juga baik. Manajemen moodku juga baik, dan aku yang gak suka ikut, ikut campur urusan orang lain, kecuali kayak misalkan aku dilibatkan, kayak gitu. Oke, kamu bersama dengan temen-temen ada harapan khusus gak terhadap, aku pengen tementemenku seperti ini, memperlakukanku dengan seperti ini, seperti ini? E, kalo, kalo menurut aku, aku tuh gak, sebenernya gak ada harapan temen-temenku bakal, bakal memperlakukan aku seperti apa, aku, aku gak peduli. Soalnya kalo misalnya, yah, ya, ee, menurut aku mereka tu akan memperlakukan aku sesuai aku memperlakukan mereka, gitu lho. menurut aku sih kayak gitu. Jadi aku gak ada harapan, untuk, untuk aku memperlakukan, ee, untuk aku diperlakukan Perasaan nyaman terhadap diri sendiri (216-217) Pandangan terhadap diri sendiri (159,161, 190-191,222223,230-235, 237240) Pandangan terhadap lingkungan sosial (246-248) Sikap terhadap lingkungan sosial (249-251, 254-

(121) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 T J T J T J T J T J T J T J seperti apa, kayak gitu. jadi baik-baiknya aku aja memperlakukan mereka kayak apa, itu balasannya pasti akan baik kok, kayak gitu aja sih, menurutku. Nah, itu kan prinsip. Aku ingin diperlakukan seperti aku memperlakukan orang lain. He eh Prinsip dalam, salah satu prinsipmu itu ada berasal dari mana, misalnya mungkin ajaran siapa? Yang pasti keluarga, ya. yang pasti keluarga, orang itu, orang itu selalu bilang kalo misalnya, anu, kita baik ke orang, orang juga baik ke kita, gitu aja. Yang berperan besar dalam mempengaruhi hidupmu? Kalo misalnya ditanya peran besar, ya tetep keluarga sih. Ya, mau gimana pun ya tetep keluarga banyak andil, yang banyak ambil andil kok, keluarga. Keluarga, mungkin ada siapa orang-orang tertentu? Ayah, iya. Ayah, iya. Walaupun dulunya arogan, sekarang enggak sih, bukan arogan sih sebenernya. Otoriter lah, ya, ayahku itu (memejam mata). Ayahku tu selalu otoriter banget sebelum mamaku meninggal. Trus sama yang paling enak di ajak ngomong, di ajak diskusi itu.. kakakku yang pertama, cewek, gak tau kenapa kalo misal ngomong sama dia tu, dia tu bisa membalikkan kata, ee, yang bisa jadi motivasi lah kalo dia itu. dia tau caranya, cara ngomong sama orang nih baik dengan benar, yang baik sama benar tuh gimana gitu. kakakku yang kedua cowok, itu kerja cuma berkecukupan untuk ngidupin keluarganya sendiri, gitu. Kalo misalnya, kakakku yang cewek lagi satunya, yang ketiga, dia itu lebih ke ekonomi aku di sini, He eh. Ke adikmu? Adikku...sebenernya relasi aku sama adikku tu dulunya, semenjak dia lahir tuh memang gak pernah baik sih kami, kayak gitu. Kenapa? Iya. karena aku cemburu sama dia. Sejak dia lahir itu aku cemburu sama dia. Karena perhatian itu larinya semua ke dia. Jadi apa-apa yang dipertimbangkan itu dia, kayak gitu. Jadi kalo misalnya ada yang dibilang, kakak ngalah sama adeknya. Pas aku, pas adekku belum lahir, ada kakakku ketiga sama aku toh. Iya Jadi kalo misalkan tiap berantem apa-apa, eee, katanya kakak ngalah, apa, aku tuh se, gak tau kenapa 256) ajaran keluarga (263-264) peran besar keluarga terhadap diri sendiri (268269) pandangan terhadap ayah saat dulu yang otoriter (271-274) Pandangan terhadap kakak yang pertama (275-281) Pandangan terhadap kakak yang kedua (281283) Pandangan terhadap kakak yang ketiga (283285) Relasi dengan adik yang tidak baik (288-289) Perasaan cemburu terhadap adik (291-292) Pandangan terhadap adik yang menjadi pertimbangan keluarga (292294)

(122) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 T J T J T J T J T J T J T J T J T J aku tuh selalu ngalah tu lho (menggerakkan tangan). Selalu ngalah, eee, yang bilangnya orang katanya kakak ngalah sama adeknya itu aku gak dapet itu. Ehhmm Kayak gitu. Jadi, jadi, jadi, eh gimana sih, pokoknya sama, sama kakakku juga aku, eeh, sama kakakku aku ngalah sama adekku aku juga ngalah, kayak gitu tuh lho. Paham gak? Katanya kalo misalnya kakak ngalah sama adeknya, nah, karena waktu itu posisiku adek, eee, kakakku juga gak mau ngalah jadinya aku yang disuruh ngalah, kayak gitu. Iya Giliran aku punya adek, aku juga disuruh ngalah, kayak gitu tu lho. Oh, iya iya. Ngerti – ngerti He eh Oke, tadi keluarga. Sekarang aku nanya lebih ke personal ya. He em Kamu, men...bukan, kapan kamu tahu orientasi seksualmu berbeda? Aku tuh dari SMP sebenarnya aku udah tau, eee, aku sudah tau aku punya kecenderungan suka sama lakilaki sebenernya. SMP umur? SMP itu kelas dua apa kelas tiga, kayak gitu. Gak tau umur berapa tu, gak ngitung SMP kelas tiga, belasan tahun. Iya, pokoknya kayak gitu. Aku udah nyadar sebenernya, aku udah nyadar cuma denial-ku tuh panjang. Denial-ku itu panjang sampe, sampe, semester empat kuliah (menepuk tangan) Kamu kan sadar denial, kalo di ingat-ingat denialmu dalam bentuk apa dulu? Aku cuman nolak aja, kalo misalnya, kalo misalnya, eh, gak anu, jadi tuh denialnya tuh kayak gini, eh gak kok, aku gak suka sama cowok kok, gak suka sama cowok kok. Jadi aku tuh membandingkan kalo misalnya range ku suka sama cewek sama cowok tu lho, ah, aku masih suka cewek kok,ku bilang kayak gitu, kayak gitu tu lho jadinya. Trus selama masuk kuliah, kamu taunya tuh darimana? Mengetahui orientasi seksualmu tu apakah punya pengalaman tertentu yang akhirnya kamu mengakui dan tidak denial lagi? Eehh, sebenarnya waktu itu mungkin, karena Ketidakadilan relasi antara informan dengan kakak dan adik ( 299-302, 305310,312) Awal menyadari orientasi seksual (321-323) Proses denial (328-331, 334335) Bentuk denial berupa penolakan rasa suka terhadap sesama jenis (335340) Adanya pengalaman didekati oleh sesama gay ( 346-

(123) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 346 347 348 349 350 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 T J T J T J T J T mungkin, eee, karena mungkin gay punya radar sendiri ya. jadinya, setelah aku kuliah tu, selalu pas aku masih masuk masa denial itu (bersin) pas denial itu, ada yang deketin, ada yang deketin aku, itu gak begitu ku respon, eh, ku respon, tapi kalo misalnya orang itu tiba-tiba ngilang pun aku juga galau, kayak gitu tuh lho. Disitu, what happen with me, aku bilang kayak gitu. aku nih kenapa,aku bilang kayak gitu, kok makin ke sini makin jadi, kayak gitu tuh lho, ku bilang kayak gitu. Eeemm, trus, a, eee, akhirnya, aku sering, anu, ceritalah ke temen-temen kayak gini, kayak gini, aku deket, anu, aku di deketin sama ini, dideketin sama ini, dan, dan kalo misalnya mereka bilang sih, kalo misalnya memang, cowok yang bener cowok, kalo misalnya dideket, dideketin kayak gitu juga gak bakal ngerespon, tapi ini aku ngerespon tu lho, dan kalo aku tuh biasa aja, kayak gitu. Aku juga gak ngerasa risih atau gimana, ya udah, kayak gitu. Sampe pas aku cerita, aku cerita, aku cerita, waktu itu sebenernya cerita tentang pengalamannya K sih sebenernya. Sebenernya kata-katanya sederhana aja sih, terimalah dirimu apa adanya, udah kayak gitu aja. akhirnya ya udah, aa, aku sampai situ semingguan aku mikir, apa iya aku kayak gini, kalo misalnya iya, ya udah, kayak gitu tu lho. Ya, udah. Kamu bisa bakal lebih nyaman sama dirimu, kalo misalnya kamu kayak gini. Akhirnya, aku mikir, aku mikir, aku mikir, aku mikir. Akhirnya gak lama, aku, aku udah cerita aja yang ‗K, aku lagi deket sama cowok, gini gini‘. Yah, dia sebenernya juga lumayan kaget sih, ‗ya ga papa sih, P (inisial informan)‘ dia bilang kayak gitu, Aku terima aja, kayak gitu. Perasaanmu waktu itu, pas udah menerima dirimu? Yah, ngejalanin apa-apa tuh lebih, lebih gampang tu lho (memegang hp), lebih gampang. Aku baru bisa coming in sama coming out disini, kalo untuk keluargaku, aku belum, belum banget, dan mungkin kayaknya mereka juga gak bakal nerima sih. Kamu deket banget sama K ya? Banget Dia orang yang pertama kamu ceritain tentang hal ini? Iya, dia yang pertama tahu. Kan kamu punya banyak temen deket nih Iya ada alasan khusus gak, kenapa kayaknya lebih 349) Sikap saat didekati oleh sesama jenis (349-350, 371373) Perasaan saat dijauhi sesama jenis (350-361) Perasaan bingung terhadap diri sendiri (362-364) Bercerita pada teman tentang kebingungan tersebut (365-367) Tanggapan teman (368-371) Adanya pembelajaran dari teman dekat (374377) Proses berpikir/bertanya pada diri sendiri (378-380, 382383) Tanggapan terhadap diri sendiri “proses coming in” (380381) Coming out (383384) Reaksi/tanggapan dari org lain, adanya penerimaan dari org lain (384-387) Merasa mudah dalam menjalani hidup (389-390) Pandangan terhadap keluarga yang tidak dapat

(124) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 J T J T J T J T J T J T J T nyaman cerita kek keket nih? Bukan alasan khusus, sih. Yang pertama tu, yang pertama tuh yang sebenernya bikin kami deket tuh, selera humor kami sama. Kami suka ngetawain hal yang dak penting tu lho, kadang juga ngetawain diri sendiri, kayak gitu. Nah, kayak gitu, selera humor sama, akhirnya deket, deket, deket, dan akhirnya cerita. Background keluarga tu juga hampir sama, eehh, dia yang, dia yang, ee, keluarganya, keluarganya gak berjalan harmonis, eee, dan aku juga ditinggal sama mama, jadinya tuh kami berdua nih dipaksa untuk dewasa duluan sebelum waktunya tu lho. Kalo misalnya keluarga, kalo misalnya ada salah satu orang tua yang meninggal, atau ditinggal, atau gimana, atau gimana, otomatis pasti anak itu kayak dipaksa atau terpaksa untuk dewasa lebih duluan daripada, daripada, oh ya, daripada usianya tu lho, sebelum usianya, kayak gitu. Jadi udah dipaksa dewasa duluan, kayak gitu. Kamu merasa dipaksa dewasa pada saat usia berapa sih? Aku dipaksa dewasa tuh mulai SMP Mulai SMP? Iya Selain K, kamu cerita soal personal, keadaaan personalmu gak ke orang lain? Iya, ada A (inisial). Tapi kalo A (inisial) ini cuma sebatas cukup tau aja sih. Kalo aku cerita, cuma sekadar cukup tau, karena dia orangnya juga lumayan deket setelah aku gak lagi sama K (inisial), kayak gitu lho. Jadi dia juga temen nongkrong, temen ngumpul kayak gitu Tanggapan dia? Ya, gak gitu banyak tanggapan sih menurut aku. Kalo misalnya keket itu beneran nanggapin kayak gitu tu lho. Kecuali kalo misalnya, soal aku patah hati atau gimana, atau gimana, ya sudah, dia bilang kayak gitu. Selain K dan A, ada lagi yang tau gak? Yang tau aku banget itu K (inisial), menurut aku. tetep K (inisial) sih. Kan kamu cerita sama K sampe kamu patah hati trus dideketin cowok, emang dulu kamu pernah pacaran? Aku pacaran udah empat kali, sama cewek dua kali, sama cowok empat kali udah, yang ini keempat. Berarti empat kali pacaran kapan aja tuh? menerima orientasi seksual saat ini (391-393) Persamaan sifat dan latar belakang keluarga yg sama dgn teman (403412) Adanya pengalaman masa lalu yang sama (410-413) Pandangan terhadap diri yang dipaksa dewasa terkait pengalaman masa lalu (413-419,423) Coming out pada orang lain (428429) Tanggapan yang diberikan teman (434-435) Hubungan dengan lawan jenis dan sesama jenis

(125) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 J T J T J Empat kali pacaran tuh, udah selama dari semester dua. Semester dua itu, sebenernya aku awal aku deket itu, awal aku deket itu sebenernya, sik aku ingat, ya, pokoknya inisialnya A kayak gitu, aku deket sama dia, deket, deket sampe dua bulan. Sebulan kemudiannya intens, tapi itu gak jadian. Aku tuh kayak ditarik ulur gitu lho sama dia, hee, ditarik ulur, ya ditarik ulur, jadi deketin aku, aku udah, aku udah baper, trus ditinggal, trus entar... aku, jadi aku tuh perlu berdamai dengan masalahku sendiri gitu lho jadinya, dan, dan dia juga gak mau tau, kayak gitu, trus dia dateng lagi. karena aku merasa dia yang pegang kemudi di atas aku, jadinya tuh, ibaratnya, ibaratnya kalo misalnya dalam dunia gay kan, gay tu kan di bilang belok kan. He em Jadi ibaratnya dulu tu, aku tuh kayak gini (menggerakkan tangan), e, dipersimpangan (menggerakkan tangan) di ajak belok (menggerakkan tangan),dipersimpangan di ajak belok, tapi ditinggal di tengah jalan (menggerakkan tangan), kayak gitu tu lho, jadinya, kan gak jadi belok jadinya, jadi cari persimpangan lain lagi (menggerakkan tangan), gitu lho ruth. Trus, kemudian dia datang lagi dengan seribu cintanya (merentangkan kedua tangan), trus habis itu juga ninggalin lagi, gak ada kabar kayak gitu. Trus, itu baru cuma baru deket, pas pacaran itu sebut ajalah inisialnya T (mendekap dada), aku pacaran sama dia itu sebenernya kondisi aku tuh selingkuhan, aku udah tau dia ada pacar, tapi aku juga deket dan dia juga deket, em, dia juga mau, kayak gitu tu lho. Eeehh...karena, dan itu berjalan, sampe, eehh, sampe 11 bulan aku jadi selingkuhannya dia. Posisi aku menurut aku, eee, nguntungin buat aku sih menurut aku (menunjuk ke diri sendiri), posisi selingkuhan ini nguntungin buat aku. Walaupun jarang ketemuan, atau anu, tapi kontak-kontakkan tetep. Ehh, karena dia tinggal satu rumah sama pacarnya ya, pacarnya juga cowok, jadi tuh aku yang baru masuk dunia kayak gini, yang belum siap melakukan hubungan yang lebih jauh (menggerakkan tangan). Jadi itu maksudnya, posisi, posisi selingkuhan ini nguntungin aku tuh lho. Paham gak? Kenapa menguntungkan? Eeh, ya, sekarang, siapa sih pacaran gak minta ML kayak gitu, gitu aja sih sekarang. Jadi aku yang belum siap ML, jadinya dengan ada posisi pacarnya itu. Dia Ketidaksiapan saat mulai menjalin hubungan dengan sesama jenis (494496)

(126) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 T J T J T J T J T J T J T J bisa melampiaskan ke pacarnya tu, lho. Bukan ke aku, karena aku belum siap. Ya, endak? Paham gak? Paham-paham. Nah, terus, di, yah, yang, terus di situ aku makin, ee, pacaran sama si T ini, aku lebih (diam sejenak) ekstra buat ngerawat diri, ekstra buat jaga diri itu gimana, kayak gitu, ekstra buat diliat bagus itu gimana, kayak gitu. karena aku punya tolak ukur, patokan aku itu, pacarnya. Oh, kamu nganggep pacarnya sebagai saingan? Iya, aku nganggepnya sebagai rivals. Bukan sebagai rival sih, sebenernya. Ya, mungkin bisa, bisa jadi sebagai rival. Jadi aku mikirnya waktu itu, setidaknya, kalo misalnya, iya dia nanti gak sama pacarnya, pas dia pindah sama aku, aku gak kalah jatuh jauh sama pacarnya soalnya. Jahat ya, aku (tertawa) serius lho, jadi kalo aku... Gak kok Soalnya pacarnya ini juga perancang sih, perancang busana. Ohhh Jadi setidaknya kalo misal si T ini, suatu saat gak sama dia dan dia sama aku, jatuhnya aku pas diliat orang lain itu, jadi gak ngeban, gak pas aku misalnya dibandingin sama pacarnya ini inisialnya B ini, aku gak kalah jauh sama dia, kayak gitu tu lho. Maksudnya gak kalah jauh, aku harus ada di atas dia, kayak gitu Itu kamu diatas dia, secara penampilan fisik atau ada hal lain? tadi kamu bilang ngejaga diri Kalo fisik pasti iya, siapa sih gay yang, anu, ngeliatin fisik, eh, ya yang gak mentingin fisik. Fisik itu kayaknya nomor sekian, sekian, eh, nomor kesekian, ya, yang itu menurut aku prioritas, menurut aku. Fisik dalam...menurutmu sendiri, jaga fisik kayak gimana sih? Bentuk badan. Bentuk badan, bersih, rapi, wangi, tau mode. Soalnya itu tu yang, yang, dengan, dengan, dengan hal-hal yang kek memperhatikan diri tuh, ehh, itu tuh bisa, lumayan bisa naikkin harga diri, sih (memegang jam). He eh, kayak gitu. Trus udah merasa punya ini dengan rivalmu ini? Karena mungkin aku cuma berjalan, sebelas sebulan, dan kemudian putus, aku jadi, jadi gak, gak anu, jadi gak jadi.. jadinya ya udah deh, terserah kau mau mati mau endak (menyeringai), peduli amat (tertawa) Pengaruh hubungan terhadap diri sendiri (507-511) Rasa bersaing antar gay dalam menjalin hubungan dengan orang lain (510-511, 513-515, 517-518, 526-528, 529-530) Sikap terhadap penampilan fisik (534, 536, 539541) Manfaat memiliki penampilan fisik yg baik (542)

(127) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 T J T J T J T J T J T J Tapi bisa ‘move on’ kan? Jujur, sampai sekarang aku sama yang si T ini aku masih sayang. Cu, dan semenjak kami putus, aku gak mau ada, aku gak mau liat mukanya atau gimananya, aku gak mau, aku gak siap ketemu dia. Sebenernya, kalo misal kapan aja aku mau ketemu, kapan aja aku mau ngunjungin dia, kalo misal pas lagi kerja, bisa. Cuman aku gak siap, kayak gitu. Karena aku sayang sama dia. Tapi, ada cowok lain sekarang? Trus yang kedua.. Kan ini yang kedua? Ini aku sekarang yang keempat Iya Ya, move on mungkin iya sih, ya. Cuma gak tau kenapa tetep beda sama si T ini, menurut aku. Apa mungkin dia yang pertama kali ya (tertawa). nah, terus sama yang ke... dan aku gak tau, aku tetep punya keyakinan, kalo misalnya pada akhirnya aku juga sama si T ini lho. Oh, masih punya harapan? He eh. Bukan punya harapan, punya keyakinan kayaknya (tertawa). Trus, jadi sama yang kedua ini aku deket sama anak magelang. Dia juga pacarnya, pacar orang. Nah, dari situ aku udah mutusin, ya udah, akhirnya relasinya deket, kenalnya lewat instagram. Trus, aku ngeliat dia dan aku negur, aku, pas pas lagi di kafe, aku ngeliat dia dan aku negur ‗kamu nih si ini ya‘ kubilang kayak gitu, oh iya, tegur-teguran, ada temenku yang kenal sama dia, aku minta pinnya. y Hubungan udah sering bbm-an, saling, saling bbm-an. Trus gak dengan sesama lama, y udah mulai deket, akhirnya jadian, eh, gak, jenis gak deket, jadi aku cuma bilangin kayak gini. Eeh, ya udah kamu jalanin aja dlu sama pacarmu, aku nungguin kamu, aku bilang kayak gitu. Aku nungguin kamu, ku bilang kayak gitu. Gak taunya putus, kami jadian. Gak tau kenapa relasi dianya ini, hubungan ini nyambung, putus, nyambung, putus, tu lho. Jadi aku ngerasa kayak kotoran anjing aja, kayak muntahan anjing aja. Eeeh, ibarat, pu, eeh, putus, nyambung, putus, nyambung, putus, nyambung, kayak gitu tu lho. Trus, posisi aku nih dimana, kayak gitu tu lho. Paham gak sih, ruth (peneliti)? Paham Nah, iya kayak gitu. Akhirnya, sampe, sampe sudah beberapa kali kejadian kayak gitu. Oke, well,aku

(128) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 T J lepas, kayak gitu. Oke, well, aku lepas, ya udah. Nah, pas, pas, aku juga punya track record selingkuh sih sebenernya. Jadi, semenjak kejadiannya dia, nyambung putus, nyambung putus sama pacarnya, aku udah, aku udah, aku udah gak begitu gubris, aku udah gak urus. Akhirnya, aku jadian sama, dia baru lulus SMA, sih. Baru masuk kuliah, he eh. Namanya, eh, inisialnya D, gitu aja. Yang sebelumnya tuh, yang, yang, yang kedua nih A, trus yang, yang ke, yang aku selingkuhin, yang jadi selingkuhan aku tadi, si D. Emm, gak begitu banyak, kedekatan aku sama dia, sih. Deketnya pas di Tarakan, pas libur, libur lebaran. Itu dua hari, eh, dua hari apa empat hari ya, empat hari, empat harinya tuh dah deket, empat hari pas aku di tarakan tuh dah deket. Udah sering ngobrol, udah sering teleponan (hp bergetar), terus (melihat hp) pas ke jogja, balik ke jogja itu mulai jalan bareng, jalan bareng. Jalan bareng... ya udah. Jalan, jalan bareng. Akhirnya habis itu, udah jadian, kayak gitu. Dia sih ngakunya gak jadian, cuman aku nganggepnya jadian. Menurut, menurut aku, gak perlu tu lho, ehh, ngomong sayang atau cinta duluan, baru kamu mau jadi pacar aku, menurut aku itu gak perlu, udah besar kan, menurut aku kayak gitu. Trus, karena mungkin dianya yang gak comfortable dengan posisi dia sebagai selingkuhan waktu itu, seminggu kami jalan, sempat, sempat... sempat, eh, empat hari kami jadian, sempat, anu, sempat..sempat putus, sempat putus, terus, eehh, dia bilang, kita udahan aja, aku nungguin kamu, dia yang bilang kayak gitu, oh, ya udah, besoknya lagi dia hubungin, aku gak bisa, dia bilang kayak begitu (tertawa), aku gak bisa, akhirnya jadian. Mikirnya lanjut lagi, jalan, anu, akhirnya jalan-jalan lagi, seminggu kemudian ada kakak tingkat, kakak tingkat kita... Iya kakak tingkat kita...itu, aku, aku liat notifikasinya di handphone, sih. pemberitahuan di handphone, ada kakak tingkat kita, yang follow instagramnya dia. Terus besoknya, pas aku jalan di cafe sama si D ini, si kakak tingkat itu ternyata ada juga, jadinya kan gak mungkin kan dia, dia nyapa aku trus gak dikenalin, ya dikenalin. Dua hari kemudian follow, follow, anu, eee, temenan di path, kayak gitu, temenan di path, temenan di path. Dari situ kelakuannya si D ini mulai aneh-aneh, kubilang kayak gitu, tentunya kan aku

(129) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 T J T J memperlakukan dia kayak dia memperlakukan aku, kan, kalo misalnya, kalo misalnya aku misalnya lagi jalan, aku pamit jalan ya, aku ke sini. Emm, ya udah, hati-hati ya jangan nakal, dia ngomongnya kayak gitu, pas dia jalan aku gituin juga, hati-hati ya jangan nakal, lho kan belum resmi pacarannya, dia bilang kayak gitu, gak ada dong aturan kayak gitu, dia bilang kayak gitu...paham ndak? Paham Nah, terus...sudah, anu, terus dua hari, eeh, dua hari kelakuannya mulai aneh-aneh gitu, dan temenan path sama si kakak tingkat ini (tertawa), si kakak tingkat ini, trus, eee, dia, besoknya dia nge-update di kafe yang sama, berdua, cuman, wak, timingnya beda, kayak gitu. Ibaratnya, aku ketikung kayak gitu (tertawa). Se...kalo misalkan aku yang jalin hubungan sama pacar orang itu, aku bukan orang yang suka memperebutkan suatu hal tu lho, jadi, ya udah, kamu, kamu sama pacar kamu, urusan kalian, kamu sama aku, urusan kita dan itu beda, kayak gitu tu lho. nah kayak gitu. jadi, aku udah, aku udah mikirnya kayak gitu, kayak gitu. Ibaratnya aku ditikung deh kemaren (senyum), yang terakhirnya aku ditikung, nah, di..di, ditikung..ya udah, soalnya imagenya kakak tingkat itu (tertawa), dia tuh punya, eee, dia, dia itu, memberi, eh memberikan, memberikan kesan kalo misalnya dia itu adalah cowok normal disini kayak gitu, bukan aku bilang gay itu gak normal, bukan Iya Kalo misalnya dalam bahasa, bahasa, bahasa binan, binan itu gay, disini tuh cuma terkenalnya dengan nama binan, kayak gitu. Emm, dalam bahasa binan, eeh, dia itu menunjukkan kalo misalnya dia itu dirinya tuh bukan binan, kayak gitu, di, di kampus, dia tu menunjukkan kalo misalnya dia tu laki-laki straight kayak gitu. Tapi aku memang dari awal, awal aku masuk kuliah itu, aku udah curiga kalo si ini nih binan, kayak gitu, inisialnya N, gitu aja. Nah, binan... jadinya, sama, sama si inisial D ini, cuman berjalan dua minggu, trus sama si A yang kedua ini, cuman jalan sebulan lebih doang kayak gitu. Nah, terus tiga minggu kemudiannya, aku, sebenernya aku udah kenal lama sih sama orangnya di path, gitu kan. dia sering posting-posting yang lucu-lucu juga dan aku juga lucu-lucu, kayak gitu postingannya. trus, eeeh, akhirnya aku sering komen-komenan status kayak

(130) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 T J T J T J T J T J T J gitu, komen-komenan ohh, gini gini ya, gini gini ya (memegang jam, nah gak lama dia pertama mulai ngechat duluan..di chat, di personal chat gitu.. ya, udah deket, dari situ deket, deket, sebenernya belum pernah ketemu, eehh, dia orang magelang juga, profesinya chef, baru tanggal 31 kemarin jadiannya, agustus kemaren (tertawa), jadinya sekarang lagi berbungabunga gitu Ya, udah berarti udah bisa move on ya.. Ehh, move on mungkin iya, move on gak ya itu itungannya, kalo misalnya sama yang si T itu, kayaknya masih ada rasa, cuman kalo misalnya ini move on aja kok, iya (memegang jam). Ya, gak bisalah lama-lama aku hidup sendiri, gitu aja (tertawa), enak aja, yang laen ada gandengannya Wait, kamu emang punya kriteria khusus gak sih pacar? Untuk saat ini tuh, aku tuh aneh sebenernya. Aku tuh divergent (tertawa), jadi aku tuh ngeliat yang macho suka, ngeliat yang feminin juga suka, kayak gitu Oohh, gak ada kriteria? He eh, tapi, kalo misal kriteria tu tuh aku gak tau, aku tuh lebih suka orang yang kurus tinggi Lebih main ke fisik dulu ya, sifat-sifat gitu? Sifat itu, aku... aku tuh gak ada kriteria ya, sebenernya, tapi kalo misalnya aku untuk fisik, aku lebih interest sama orang yang kurus tinggi, gitu aja Berarti gak ada kriteria pasangan idaman? Gak ada kriteria pasangan idaman, kayak gitu tuh gak ada, soalnya aku kalo misalnya, aku lagi deket sama orang, aku tuh udah commit sama diri aku sendiri, apapun yang, anu, apapun kejadiannya, kalo misalnya suatu saat aku menjalin relasi sama orang ini, baik buruknya dia, aku terima, udah aku kayak gitu. jadi aku tuh gak ada kriteria, makanya orang tu bilanginnya aku divergent, jadinya kau ni aneh, dibilang kayak gitu. Trus untuk kedepannya, ada harapan bersama pasanganmu mungkin, hubungan percintaanmu, untuk kuliahmu? Eeh, kalo kuliahku otomatis aku harus lulus ya.. aku harus lulus, aku harus kerja bagus, aku harus dapet gaji tinggi, karena aku mikir kalo aku misalnya suatu saat nikah sama seorang perempuan, aku jalanin kehidupan kayak biasa, cuman kalo misalnya sama cowok, aku bakal ngilang dari keluarga aku, kayak Sikap dalam menjalani relasi romantis (717720) Harapan terhadap diri sendiri (728729, 749-750, 754756)

(131) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 T J T J T J T J T J T J T J T J gitu Emm, dapat pekerjaan yang bagus, apa gitu pekerjaannya? Gak tau, pokoknya yang bagus, aku berharapnya sih, gabung sama perusahaan luar. Dalam bidang? Entah Kan, kamu entertainer mungkin kamu menjadi artis Endak,ndak,ndak, ndak... aku gak suka jadi artis Masih dalam bidang ini, kuliah ini? Masih dalam bidang kuliah, sebenernya aku tertarik sama forensik, sih sebenernya. Mungkin bisa forensik atau PIO, atau apa, kayak gitu. Sekarang kan kalo misal sarjana kan udah gak, gak gitu, udah, aaa, pekerjaan kan udah gak mentingin jurusan yang penting apa kayak gitu kan, ya udah kayak gitu aja, pokoknya aku pengen pekerjaanku bagus, itu aku bisa hidup enak, udah kayak gitu Hidup enak punya kriteria tertentu gak, selain jadi orang kaya lah ya Iya, kalo misalnya orang kaya ya apa-apa udah jadi sih sebenernya, udah gitu aja kan ruth, yah, entar aku mau kerja mobilku harus lebih mewah daripada mobil atasanku kayak gitu aja, maaf ya agak nyolot (tertawa) Gak pa pa, ya itu kan harapanmu. Selain buat kehidupan finansial lah, istilahnya.. Aku pengen berumah tangga ya udah sama pacarku berarti (diam sejenak) berdua kerja, berdua nabung, ya udah. ngabisin waktu sama-sama...kalo misalnya, entar ditanya soal anak, entar cari, ya mungkin, ya aku juga bingung sih sebetulnya, entar kalo misalnya punya anak, kalo misalnya gak adopsi anak kecil, eee, mungkin entar, minjam cewek yang rahimnya mau di, mau, mau di sewa mungkin... Bisa sih Iya, kan. Aku juga mikirnya kayak gitu tu lho, soalnya. entar biaya hidupnya entar dibiayain, atau kayak mana, entar dibiayain, sampe anaknya lahir, udah kelar, udah nanti tinggal dibayar Itu kan rencanamu, kok tadi kamu masih berpikiran mau menikah sama cewek? Siapa tau entar ke depannya, aku berubah pikiran, ya aku gak tau sih, siapa tau mungkin, aku gak sanggup ninggalin keluarga aku atau gimana (tertawa).. sebab itu charge opsi, aaa, anu, apa, pilihan sih sebenernya, Harapan dalam menjalin hub.dengan lakilaki (760-761) Pandangan terhadap memperoleh keturunan melalui adopsi atau ibu pengganti (764768) Pandangan terhadap rencana masa depan (776779)

(132) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 780 781 782 783 784 T J T ya siapa tau maksudnya ada jalur alternatif, atau apa atau gimana, kayak gitu Udah, sih Udah seriusan, itu aja, gak banyak lagi Makasih banyak Catatan tambahan : Alat perekam telah dimatikan, peneliti menanyakan kenyamanan informan selama wawancara. Informan menyatakan bahwa ia merasa nyaman. Lalu, peneliti bertanya pada informan jikalau ada feedback yang ingin diberikan pada peneliti. Kemudian, informan mengatakan bahwa peneliti kurang bertanya mengenai penyebab mengapa informan menjadi homoseksual. Informan pun bercerita mengenai ayahnya. peneliti pun menyalakan alat perekam tanpa sepengetahuan informan. Baris 784 785 786 787 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 J Jadi dulu bercak (sembari menepuk kaki) itu aku, kalo misal ada luka memar atau luka biru itu pasti, kalo gak dipukul, dipukul ama rotan, dipukul sama make ikat pinggang kayak gitu. ibaratnya itu disana itu dipendek gitu, di,ee, ikat pinggang disana namanya pendek. Jadi dipendek kayak gitu, ikat pinggang kayak gitu, dan waktu itu yang, yang menurut aku sosok penyelamat itu adalah mamaku kayak gitu. Sosok penyelamat, aku gak dapat gambaran sang ayah yang melindungi keluarga, tau gak, kayak gitu. Jadi pas mama meninggal itu aku udah cemas sendiri, aduh nih siapa yang ngelindungi aku, kayak gitu, siapa yang ngelindungin aku, kayak gini. dengan, dengan aku tidak sama orang tua yang buat aku nyaman kayak gitu.. aku, aku, mem, mempersepsikan ayah itu sebagai ancaman soalnya, kayak gitu. Semenjak meninggal, emm, nah disitu ayahku mulai berubah. Udah yang gak main kasar lagi, main keras lagi. oh, ya udah, sekarang sampe sekarang dia jalanin normal aja (mengetuk hp ke meja) kyak gitu. Aku, menurut aku cinta keluargaku itu bersyarat semua. Jadi kamu harus jadi anak, apa, apa yang kami mau, baru kami tuh cinta sama kamu, nah, kayak gitu. Menurut aku sih, keluarga aku kayak gitu semua. Jadi saat mamaku ninggal, jadi itu, eehh, kar, karena dan aku juga punya adek, jadi (mengetuk hp ke meja), jadi tu, aku bagaimana bisa, aku ganti posisi mama aku pada saat itu. Karena eee kakakku lagi pada kuliah toh, tiga-tiganya kuliah dan aku berdua sama adekku diasuh sama tanteku sama nenekku, Analisis tematik Tindakan yang dilakukan oleh ayah saat kecil (784-789) Pandangan terhadap mama saat kecil sebagai sosok penyelamat (791-793) Pandangan terhadap ayah yang tidak dialami(794) Perasaan saat kehilangan mama sebagai sosok pelindung (795-798) Perasaan tidak nyaman pada orang tua (799) Persepsi ayah sbg ancaman (800-801) Perubahan sifat ayah setelah mama meniggal (801-805) Pandangan terhadap cinta keluarga yang bersyarat (806-809) Pandangan terhadap diri yang berperan sebagai pengganti ibu

(133) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 kayak gitu (memainkan hp). maka itu adekku yang ini, cewek kan, cuma mungkin rada-rada bandel tu lho. Jadi dia itu sama kakak-kakakku yang lebih terentu dia malah gak nunduk, tapi kalo aku bilang enggak, udah dia nunduk kayak gitu, walaupun relasi kami kurang baik, kayak gitu. relasi kurang baik, tapi mulai, mulai ke sini, aku tuh memposisikan dia bukan sebagai adekku aja, aku juga memposisikan dia tu sebagai teman aku, kayak gitu. Jadi dia yang sedang lebih bisa nyantai, kayak gitu. Orang-orang rumah tu kaku banget, dan aku gak mau dia kayak gitu, gitu. Kayak gitu, sih. Jadi udah hubunganku sama adekku biasa aja, jadi kalo misalnya di, misal dirumah kucing-kucingan, tapi sekarang aku sama adekku itu udah nyet-nyet, jing, udah kayak gitu. ‗eh, bisa kamu ambilkan abangmu dulu nih minum, nyet‘ kubilang kayak gitu. ‗Ya, asu‘ kayak gitu. Kami jadinya nyantai aja, (diam sejenak) ya udah sebatas itu sih. (812-813) Pandangan terhadap adik yang bandel (817) Sikap adik terhadap saudara lainnya (818820) Relasi dengan adik yang mulai membaik (822-825) Relasi dengan adik saat di rumah yang lebih santai (828-834)

(134) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Wawancara II Informan 1 Selasa, 15 september 2015 Tempat : Ruang Rapat/Diskusi lantai II Perpustakaan Kampus IV Universitas Sanata Dharma Pukul : 11.30 WIB - 12.55 WIB Kondisi lingkungan : Dalam ruangan tidak ada orang selain peneliti dan informan. Penerangan cukup baik dan suhu ruangan cukup sejuk oleh AC. Catatan lapangan : Peneliti datang lebih awal dari informan dan duduk ditempat yang sama sebelumnya. Kemudian, informan datang dengan memakai kaos berwarna hitam, kemeja berwarna biru, celana berwarna hitam, dan sepatu, serta mengenakan jam tangan. Penampilan Informan tampak rapi dan casual. Kemudian, Informan duduk di samping peneliti. Lalu, peneliti dan informan mengubah tempat duduk menjadi berhadapan. Baris 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 Analisis Tematik T J T J T J T J Jadi gini kemarin kamu kan bercerita kalo kamu nyadar sama orientasi seksualmu itu pada saat SMP Aku merasa Nah, perasaanmu itu, bisa gak kamu ceritain pengalamanmu Aku ngerasa cuman aku denial Pengalamannya aja Pengalamannya aja aku pernah suka sama salah satu sahabatku duduk yang, duduk tok, ee, teman duduk sebangku-ku dan aku ngerasa kehilangan aja, pas dia sudah punya pacar, kayak gitu. Saat itu He eh, iya itu SMP, inisialnya A, iya, dan sahabatku, sahabat deket, sahabat yang biasanya jalan-jalan kemana-mana SMP, sahabat yang ngebolang kemana-mana. Dia, anu, aku juga punya sahabat cewek, ternyata mereka berdua ini jadian. Ya, ngerasa kehilangan aja mau ngerasa kehilangan, si inisial A ini. Dari situ aku udah ada, udah ngerasa kok kayaknya ada, kok kayaknya aku ada rasa gak beres, kayak gitu. Cuma aku masih denial, gak kok, aku masih suka cewek kok. Soalnya, statusnya juga kemarin aku deket sama cewek soalnya. Makanya tu aku Adanya denial (841) Perasaaan kehilangan (845846,853-854) Merasa ada yang tidak beres (855856) Proses denial (857, 860, 868, 896)

(135) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 T J T J T J T J selalu, eh, anu, kok, denialku tuh gini, aku tolak ukurku, ihh, aku suka sama cowok, eh tapi aku masih suka sama cewek kok, kayak gitu tu lho. Paham gak? Ada kebimbangan gak sih? Bimbang, iya. Bimbang, iya, ya iya lah, pastilah bimbang Trus saat itu kamu, apa yang kamu lakukan? Ya, aku tetep denial aja. Aku tetep, aku tetep, aku tetep meng-ogahkan kalo misalnya aku tuh seorang gay, kayak gitu. Aku meng-ogah-kan itu, kayak gitu. Paham gak? Aku kan gak kok aku suka sama cewek, oh gak kok, kayak gitu tu lho, dan aku gak begitu ambil pusing, kayak gitu, aku gak gitu ambil pusing, sampe akhirnya SMA, SMA tuh beberapa aku ada pernah suka sama temen sekolahku. Tetep kayak gitu, ya, ya udah, cuman jalan kayak biasa, udah pacar, udah punya pacar, ya udah, kayak gitu, gitu. Pas di sini, baru bisa aku ber, aa, anu, baru, baru berani jalin relasi sama seorang cowok, sih. Karena mungkin aku ketemu sama orang yang sejenis sama aku, juga aku kali, misalnya suka juga sama cowok kayak gitu. Trus, saat kamu disini, diceritamu, kamu kan dari dukungan keket He eh Ada pernyataan yang kamu bilang selama satu minggu itu berpikir, berpikir, berpikir. Lalu, saat itu apa yang pikirkan, dinamika dalam pribadimu gitu, sampe kamu bisa bilang ke keket, ket aku suka cowok? Enggak, aku enggak. Gini jadi aku tuh, jadi aku tuh gini, pokoknya entar pas ngomong sama keket, aku nih, pembicaraan waktu itu tentang orientasi seksual memang, aku tuh, karena aku masih denial, jadi kalo misalnya kamu dideketin, aaa, ada beberapa cowok yang deketin aku tuh, aku selalu cerita ke K (inisial), K, cowok ini deketin, K, cowok ini deketin aku, aku bilang kayak gitu, gimana nih ya, gak mungkin mereka deketin kamu, kalo misalnya memang kamu tuh enggak ada apa-apanya, P. Tentunya mereka pasti ngelihat something di kamu, kayak gitu. Ya, kayak gitu, ya memang sih yang namanya gay tuh punya radarnya buat deteksi gay, kayak gitu. Menjalin hubungan dengan lawan jenis (858-859) Menyakinkan diri suka terhadap lawan jenis (857-858,861862,871-872) Adanya perasaan bimbang (865-866) Menolak diri sebagai seorang gay (869-870) Perasaan suka terhadap sesama jenis (875-876) Berani menjalin relasi dengqn sesama jenis (878880) Bertemu dengan sesama gay (880882) Moment saat bercerita (894-895) Proses denial (896) Pengalaman didekati oleh sesama jenis (897-898,900905)

(136) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 T J T J Jadinya, aku kayak gini, kayak gini, ket bingung aku, yang ini, ini, gini, gini, gini, ini juga baik banget, atas sampe suatu saat ada pembicaraan, pokoknya yang klek itu. ‗Kamu lebih mudah kok, peck, kalo misalnya kamu menjalani hidup, kalo misalnya kamu menerima diri kamu apa adanya‘, katanya kayak gitu. Aku langsung yang klek, mungkin udah kayak gini, ya udah, kayak gitu. Ya, udah Trus? Ya udah, dari situ, dari situ pas balik ke rumah tu, aku cuma mikir dan berusaha gimana supaya coming out ke orang, kayak gitu. Akhirnya ngejalin relasi sama orang, akhirnya aku cerita, maaf temenmu nih kayak gini, kayak gitu. Kamu, kamu, kalo misalnya kamu memang gak suka, ya udah gak pa pa, aku bilang kayak gitu. Gak suka, gak pa pa, tapi aku ngerasa, yang kayak gini, aku lebih nyaman yang kayak gini, satu-satu kasih tau temen-temenku yang deket itu, sama A, anu, (mengetukkan tangan ke meja) K, A, segolonganku itu tu udah tau, udah pasti tau duluan, dan lanjut ke (mengetukkan tangan ke meja) N, M, P, S (inisial) cuman kayaknya dari S, tuh, eh, ke S tu aku gak ada cerita, mungkin M sama N yang cerita, pasti kabar, aa, apa aja kabar dari aku pasti juga mereka tau, kayak gitu. Terus, (menjentikkan jari) sepupu aku beberapa orang, temen olok-olokan ku tu juga aku kasih tau, kayak gitu. Aku juga, aku gak masalah coming, coming, anu, coming in udah, coming out, aku gak masalah, anu, coming out aku gak masalah selama di sini asal jangan sampe kedengaran yang, e, kedengaran keluarga aku yang menurut aku warning, kayak gitu. Soalnya, aku udah, aku udah yakin, anu, orang tua juga pasti gak bakal bisa nerima, dengan agama yang kuat kayak gitu, aku juga pernah kalo gak salah itu test draw a person kalo gak salah, dan aku tuh gambar seorang cewek. Karena waktu itu aku lagi dekat sama temenku, model. He em Temenku, model, jadinya aku gambar dia, tapi entah psikolognya tuh bilang punya kecenderungan gay, (memangku kepala dengan kedua tangan) dari situ kan papa ku kan, yang, Pemberian nesehat dari teman (908911) Langsung menyadari diri sendiri (penerimaan thd diri sendiri) (912914,1005-1007) Berpikir untuk dpt coming out (917918) Coming out ke teman dekat (919929, 934-935) Coming sepupu 988) out ke (934,987- Belum dapat coming out ke keluarga  warning (938-940, 973-974, 986) Keyakinan bahwa org tua tidak dapat menerima karena faktor agama (941943) Hasil tes DAP, yaitu adanya kecenderungan gay (950)

(137) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 T J T J T J T yang udah gak jelas, eh, papaku tuh udah yang rada gak peduli tu lho. Karena, kayaknya nyalahin kode etik aja sih menurut aku, aku udah umur, maksudku tuh aku udah umur 18 tahun, dan harusnya itu tuh dikasih tau ke aku, kenapa harus ke orang tuaku langsung, kayak gitu tu lho. Paham gak sih, ruth? Paham Makanya sampe sekarang aku dendam sama, dendam sama (menarik nafas) Psikolognya itu, he eh, aku dendam sama orang itu, dan aku pengen cari orang itu, ya emang bener sih, aku ada kecenderungan, emang iya, jadinya sampe sekarang kayak gini, cuman aku gak terima, anu, jadinya tuh relasiku sama ayahku waktu tu jauh tu lho jadinya (mengetukkan tangan ke meja), aku gak terima itu. Jadi semua, semua, yang, yang dulu, eehhh, ayahku lakukan buat aku tuh, aku ngerasa gak maksimal aja, dengan yang sekarang (berdehem), dengan yang sekarang tuh yang gak maksimal aja. Iya rada-rada, makanya sekarang aku belum berani coming out ke keluargaku, aku belum berani Ada perbedaan gak sih, tanggapan dari tementemen yang membuatmu lebih nyaman untuk coming out di sini, apa yang kamu rasain? Karena aku masih nyadar keluarga itu penting kali yah He em kalo semisal itungannya cuma temen, dan bukan temen deket, kalo misalnya mereka pun hilang aku gak urus, kayak gitu, aku masih punya banyak, kayak gitu tu lho. Tapi begitu keluargaku hilang, udah aku mau pulang kemana, kayak gitu. Itu warning banget, kalo misal keluargaku tau, kayak gitu. Tapi beberapa ada sih, cuma sebatas sepupuku doang. Kalo misalnya sepupu yang aku anggepnya udah yang biasa aja, ditanya pacarmu siapa sekarang, kamu mau tanya pacar yang cewek atau pacar yang cowok, ku bilang kayak gitu, kalo misalnya yang cewek aku endak ada, aku bilang kayak gitu, aku pacaran sama cowok, kadang ku gitu-in. Hah, seriusan, menurutmu aku main-main, ku bilang kayak gitu. Ya, udah kayak gitu. Kamu coming in-nya cepet ya Sikap ayah yang berubah terkait hasil tes (952-953) Perasaan dendam pada psikolog terkait prosedur yang dianggap salah (954-957, 960-963) Mengakui hasil tes (963-965) Relasi dengan ayah menjadi berubah (966-972) Belum coming out ke keluarga, karena sikap ayah yang dulu pernah berubah (973) nilai keluarga bagi informan (978) tidak takut untuk kehilangan teman (981-983) takut kehilangan keluarga sebagai tempat untuk pulang (984-985) Proses coming in yang cepat karena

(138) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 J T J T J T J Karena denialku dari SMP udah, sampe semester dua ini, eh, semester empat apa semester dua, semester empat. Iya, aku denialku panjang, iya, coming in-ku lumayan, lumayan cepet, aku bisa nerima diriku cepet, karena itu dibantuin dilemparin ‗sampah‘ sih memang Dan itu langsung merasa... Ha ah, langsung ke, ya udah berarti ya memang jalanku kayak gini, ya udah mau gimana, kayak gitu. Ya, udah, dan aku nge-refleksiin sama yang kemarin-kemarin yang aku suka sama cowok, yang gini-gini, oh ya udah, ver, kamu tuh gay, kayak gitu, terimalah dirimu, aku ngomong sama diriku kayak gitu. Ya udah, begitu bangun tidur tuh, rasanya, eh, udah, udah malem capek nangisnangis, kayak gini, kayak gini, udah malem capek nangis, kayak gitu. Besoknya tuh, udah kelar, udah yang, eeee, ah (tertawa) i‘m reborn, kayak gitu, aku, aku kayak lahir kembali, kayak gitu, udah kayak gitu sih. Kamu nangis karena sedih ? Aku nangis mungkin karena (diam sejenak) masa lalu aku, karena mungkin orang tuaku gak bisa, gak bisa, gak bisa memprediksi aku tuh yang gimana, kayak gitu tu lho. Udah jelas-jelas kalo anaknya suka nonton sailormoon, hobi main karet, tau karet gak sih, aku sampe yang ngelompat tinggi-tinggi pun bisa, temenku juga semua cewek, mereka juga ngelarang aku sama, temen, aaa, sama temen cowok karena mulutnya kasar. Berarti mereka tuh faktor pendukung toh berarti. Giliran aku juga minta dibeliin mainan sailormoon, tuh juga mereka beliin. Maksudnya, kenapa mereka gak pegang kontrol atas diriku tuh lho, kayak gitu. Sebenernya kayak gitu. SMP, eh, dari SD suka perawatan, masa mereka gak nyadar itu, kayak gitu tu lho. Anak kalian nih agak feminiman, femininan (intonasi meninggi), kubilangin kayak gitu. Yah, aku nyari, nya, aa, nyalahin orang tuaku atas aku sih, nyalahin keluargaku atas aku sih jadinya. Ya, udah kayak gitu. Kamu udah merasa nyaman toh, sama diri kamu, tapi masih ada perasaan bahwa aku kayak gini karena keluargaku Sayangnya aku udah gak mikir itu, sih. Aku udah denial yang panjang (998-1001) Menerima sbg jalan hidup (1005-1006) Adanya refleksi terkait masa lalu (1007-1008) Menyadari diri (1009-1011) Menangis krn teringat masa lalu/menyalahkan org tua (1019-1020) Merasa diri terlahir kembali (1015-1016) Orang tua yang tidak dapat memprediksi kondisi subjek dari kecil (1020-1022) Pengalaman masa kecil : Bermain dgn mainan perempuan (10231024, 1029-1030) Berteman dgn perempuan (1025 1026) Perawatan (1033) Orang tua dianggap sbg faktor pendukung (1028): Dilarang berteman dgn laki-laki (10261028) Tidak memegang kendali atas diri informan (1031) Tidak sadar atas sifat feminin yg dimiliki sejak kecil (1033-1035) Menyalahkan keluarga atas diri

(139) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 T J T J T J T J T gak mikir itu, makanya aku punya dua opsi kenapa, karena aku dibesarkan sama keluarga yang, kamu harus jadi apa yang kami mau baru kami sayang sama kamu, kayak gitu. Kebiasaan ditegur-teguran kayak gitu. Kebiasaan ditegurteguran, jadinya niatnya aku punya dua opsi kalo misalnya entar nikahnya aku sama cewek, ya aku jalanin kehidupan biasa, kalo nikah sama cowok, aku gak, anu, aku gak segan buat ninggalin keluarga aku, kayak gitu. Saat nikah dengan cewek itu apakah berarti kamu memaksakan, kamu merasa memaksakan diri gak? Ya, aku gak tau, entah siapa entar yang deket sama aku. Gak tau. Soalnya sampe sekarang pun aku, anu, eh, selama aku jadi, jadi, jadi yang kayak gini, deket sama cewek aku juga pernah kayak gitu dan aku kebawa baper, kebawa perasaan, kayak gitu. Masih menyukai cewek juga? Iya, masih. Mungkin bisa dikatakan aku ini biseks lho, mungkin, gak, gak gay yang full, biseks mungkin. Tapi cenderungnya tetap ke cowok. gitu.. Penerimaan dari teman, lingkungan memiliki peranan gak Mereka cuman, mereka, ya udah, peck, kamu ya udah kayak gitu, ya mau gimana, ya udah, diterima aja, dak ada yang, dak ada yang tau, anu, gak ada yang jamin aku, pasti aku gay, kayak gitu gak ada soalnya. Mau dijauhin juga gue peduli bodo, ku bilang kayak gitu. Aku tau makan juga, makan juga gak dari duit-duit mereka. Tapi memang perasaan comfortnya itu memang setelah kamu Iya, comfortnya tu pas, pas aku udah, udah, udah nerima, nerima diri kalo misalnya kamu tuh ya udah kayak gitu, kamu tuh gay, ya udah terima aja dirimu. Udah, sih. Itu dulu yang mau aku probing. informan (10361038) Tidak lagi menyalahkan keluarga saat ini (1043-1044) Pandangan terhadap keluarga (conditional love) (1045-1048) Pandangan terhadap rencana masa depan (1050-1053) Pengalaman menjalin relasi dengan lawan jenis (1060) adanya perasaan dengan lawan jenis (10611062) Adanya kemungkinan biseksual (10641066) Penerimaan dari teman yang pasrah (1070-1073) Tidak peduli dijauhi oleh teman-teman (1074-1075) Perasaan nyaman setelah menerima diri sebagai gay (1079-1082)

(140) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Wawancara I Informan 2 Senin, 26 oktober 2015 Tempat : Perpustakaan Kampus IV Universitas Sanata Dharma Lantai 2 Pukul : 15.00 WIB – 18.00 WIB Kondisi lingkungan : Di lingkungan sekitar, satu meja di belakang informan dan peneliti terdapat satu orang yang tampak mengerjakan sesuatu. Lalu, tiga meja belakang di sebelah kiri terdapat dua orang yang tampak mengerjakan sesuatu. Penerangan cukup baik dan suhu ruangan cukup sejuk oleh AC. Catatan lapangan : Peneliti bertemu Informan saat menuju lift. Informan tampak rapi dengan mengenakan pakaian casual, yaitu kemeja, celana jeans, dan sepatu, serta memakai anting kecil di telinga sebelah kiri. Kemudian, kami bersama-sama menuju perpustakaan. Saat di perpustakaan, peneliti dan informan naik ke lantai 2. Karena ruang rapat/diskusi di lantai dua sedang digunakan oleh orang lain, maka peneliti mencari area di perpustakaan yang memungkinkan untuk melakukan wawancara. Peneliti mengajak informan untuk duduk di area belakang lantai 2 perpustakaan dan bertanya kepada Informan mengenai pemilihan area tersebut. Informan tidak memiliki masalah untuk melakukan wawancara di tempat tersebut. Selanjutnya, Peneliti menunggu Informan yang sedang menggunakan handphone. Baris 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Analisis tematik T J T J T J T Kamu kan anak tunggal He em Tinggalnya di Solo Tinggalnya waktu sebelum kuliah di Solo Paling dekat di keluarga sama siapa? Paling deket kalo di keluarga, yaa, deket ya (memegang dagu) secara emosional mama, ibu, mama, secara emosional mamaku, kalo yang kedekatan secara fisik ayah, papaku Bisa dijelaskan gak yang secara emosional lebih dekat ke mama? Kedekatan diri terhadap orang tua, secara emosional ke ibu dan secara fisik ke ayah (7-9, 12-13,16, 23-24 )

(141) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J Apa ya, karena mamaku sama papaku pernah cerai, eee, jadinya aku ikut mama, eeee, tinggal bareng nenek (memegang dagu) He em Jadinya udah, seakan-akan udah klop gitu aja Pernah bercerai? Pernah bercerai Berarti saat ini status keluargamu? Status sekarang rujuk Rujuk. Lalu secara fisik kepada papa bisa dijelaskan? Eeee, kalo, soalnya papa itu sering ngajak jalan keluar, sering juga ngunjungin di jogja, gitu Di keluarga, tadi kamu bilang keluarga lebih mengarah ke budaya jawa Iya Itu bisa dijelaskan ? Oke, alasannya karena lingkungan tinggalnya itu kebanyakan, eee, suku jawa Kebanyakan suku jawa He em Trus apakah ada Tetangganya Iya, tetangga. Lalu, apakah ada beberapa ajaran atau nilai yang ditanamkan di keluarga sejak kecil? Hmmm, yang aku ingat itu, yang aku ingat itu (memegang rambut) jujur, kejujuran, eehh, jangan mengambil yang bukan milikmu, udah Yang paling kamu internalisasi dalam diri kamu ada gak? ajaran Ajarannya? Iya Ada satu itu, yang, yang aku tau cuma kejujuran itu aja Kejujuran ? iya Kalau dalam, itu tadi dalam budaya. Kalau dalam agama sendiri? Dalam agama Sebelumnya agama, ajaran agama yang ada dalam keluargamu agama apa? Ada islam, ada kristen, ada katolik, ada budha juga Yang sejak kecil ditanam di keluargamu? ke kamunya Eee, masalah, masalahnya itu kompleks karena, aku, keluargaku jarang ngajak, e, ya, gak terlalu menekankan nilai agama Latar belakang orang tua yang pernah bercerai, namun rujuk (12, 18-20) Latar belakang keluarga yang berbudaya jawa (30, 56-57) Nilai yang diajarkan berupa nilai kejujuran (38-39, 44) Latar belakang keluarga yang menganut beragam agama (52) Latar belakang keluarga yang tidak menekankan nilai

(142) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T He em, hmm Gitu Ok. Trus, kamu sekarang kan tinggal di jogja Iya Bisa ceritakan tentang teman-temanmu gak? Temenku Iya Rata-rata yah, aku gak terlalu dekat dengan mereka, aku tidak tahu mereka, mereka juga gak, mungkin, angker, liat aku udah kesannya angker dulu. Mereka akan menjaga jarak, gitu Punya teman dekat? Bentar (memegang dagu) tiga atau empat Bisa ceritakan tentang mereka? Eee, mereka itu dulu temen satu organisasi, satu, satu, satu tempat kerja (menggerakkan tangan kanan) satu tempat magang He em Eee, trus ada juga temen yang kenal deket itu di kampus ada, trus temen dari, ada juga yang bekas tes, ee, subjek, pene, subjek tes, itu, udah Sering keluar bersama mereka gak, jalan-jalan gitu? Wah, itu, per, itu jarang sekali (tertawa) soalnya aku lebih suka pergi sendirian Apakah ada ajaran atau mungkin nilai-nilai yang kamu dapat dari temanmu? Eemm, kamu mungkin ada buat mereka, tapi mereka gak selalu ada buatmu Itu pendapatmu atau tanggapanmu terhadap mereka? bisa dijelaskan? Kenapa kamu berpikir seperti itu? (menggerakkan tangan) eee, bukan, sebenarnya itu berdasarkan pengalaman, pengalaman pribadi aja, karena, yaaa, kalo aku berusaha tetap ada ketika orang lain membutuhkan, aku, kalo aku, salah satu ideologiku itu, aku bakal merasa berguna kalo dibutuhkan, jadinya, kalo a, mereka butuh bantuanku, aku dengan, kalo aku mampu, bakal membantu mereka, tapi nyatanya mereka gak selalu ada buat aku, gitu Dari antara semua orang yang kamu kenal, yang paling berpengaruh dalam hidupmu dalam keluarga atau dalam teman-teman? Pengaruhnya gak terlalu besar sih semuanya Hmm, berarti apa yang paling berpengaruh dalam agama (55-57) Sikap ke teman yang tidak dekat (65-66) Pandangan terhadap teman yang melihat dirinya angker (6768) Latar belakang relasi pertemanan (72-78) Relasi dengan teman yang jarang bersamasama (81-82) Pandangan diri yanglebih suka sendiri (81-82) Pandangan terhadap orang lain yang tidak ada untuk dirinya (8586, 97) Sikap terhadap orang lain (92-93, 95-97) Pandangan terhadap diri yang merasa berguna saat menolong orang lain (94-95) Pandangan terhadap orang lain yang tidak selalu ada untuk dirinya (97)

(143) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 J T J T J T J T J T J T J T J T J T J hidupmu? Yang paling berpengaruh dalam hidupku itu tentang apa yang ku lihat, ten, dan apa yang aku rasakan Apa yang kamu lihat dan apa yang kamu rasakan, maksudnya apa? Maksudnya (memegang dagu, kaki diangkat dan tangan bergerak) aku liat orang lain, eee, merasa senang kalo misal di ajak keluar, jalan-jalan pergi bareng gitu, dan aku melihat, melihatnya, oh dia senang dan yang aku rasakan artinya, hidup gak selamanya sendirian, ya, tapi ada dengan orang lain, merasa berarti bagi sebagian orang He eh Nah, trus ada juga yang aku lihat itu, eehm, dulu aku pernah liat ada anjing ketabrak di jalan He em Dan ditabrak, gak sengaja, ke, kelindas sepeda motor gitu, dan aku liatnya gak ada yang nolongin gitu, dan yang aku rasakan kok, kok orang-orang gitu semua, gitu lho. kok gak ada yang mau nolongin, padahal kan sama-sama nyawa juga, dan aku gak bisa nolongin (tangan bergerak), karena apa, kalo aku nolongin, aku, eee, gak, gak bisa, gak bisa tepat waktu janjinya. Padahal aku mikirnya daripada aku, apapun yang terjadi harus tepat waktu Bagaimana kamu memandang orang-orang di sekitarmu? Bagaimana aku memandang orang-orang disekitarku? Iya Nihilistik Nihilistik? Iya Bisa dijelaskan? Kadang-kadang aku merasa orang lain itu, atau, bukan orang, bukan orang lain, eee, kemanusiaan itu udah jatuh di titik nadir (tertawa) udah, udah rusak banget gitu, tapi dalam hati, eee, aku juga mikirnya gini, aku, walaupun aku benci dengan mereka semua, tapi aku juga punya kewajiban untuk menolong mereka secara moral, gitu, agak ambigu sih, agak tarik ulur masalah e Lalu, kamu sendiri Iya Dirimu sendiri, bagaimana kamu memandang dirimu? Eee, aku merasa diriku orang yang cukup pintar, secara, dalam masalah, aku pintar dalam hal lain, Pengalaman berpengaruh pada diri (105-106) Pandangan terhadap orang lain yang tidak mau menolong (121123) Pandangan terhadap diri yang harus tepat waktu (127-128) Pandangan terhadap kemanusiaan orang lain yang sudah rusak (137-139) Pandangan terhadap diri yang wajib menolong org lain, walaupun benci dgn org lain (141-143) Pandangan terhadap diri sendiri (148-150,

(144) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 T J T J T J T J T J T J T J T J T bukan akademis. IPK biasa-biasa aja, tapi aku merasa diriku, eeee, (menggumam cari yang positif, cari yang positif) aku merasa diriku itu, eee, jadi tempat bersandar banyak orang (memegang lengan baju) eee, cukup mampu, cukup mampu dalam mengolah perasaan, gak mudah takut, gak mudah marah, tidak mudah terintimidasi, sam, eee, secara gak mudah meledak-ledak dalam emosi, sulit malah, sulit meledak-ledak, trus cenderung pemikir, perenung, eeee, orang yang punya dunianya sendiri, gitu Ada lagi? Udah gini, gitu aja, entar kalo banyak-banyak kamu repot Aku mau nanya satu hal yang lebih ke personal? Iya Kapan kamu menyadari orientasi seksualmu? Eee, itu, se, pertama kali itu, pertama kali aku pacaran itu umur, ee, waktu kelas dua SMA, sama cewek (menggerakkan tangan ke kepala). Trus, selang sampe sekitar tahun 2014 itu ketemu satu cewek lagi He em Pisah tiga bulan, eemm, dalam jangka waktu dari kelas dua SMA sampe 2014 itu ada, kayak orang lewat gitu di depan, disampingku yang kayaknya kok auranya beda, kalo hotel, kalo Hotel Transylvania namanya „zink‟ Oke Gak pernah nonton ? Pernah Ya, udah tau, kalo Hotel Transylvania ngomongnya „zink‟. Itu, bagi, kalo waktu itu, biasa aja, paling cuma ya, ngerasanya gitu-gitu doang, dan gak terlalu pribadi, gak terlalu aku pikirin. Ya, bukan gak terlalu dipikirin, tapi gak terlalu di rasain, kalo dipikirin jelas, dan pada, eee, sekitar tahun 2013 (menggerakkan tangan) itu mungkin udah terlalu bosen single, cari-cari lah, akhirnya ketemu, sekali ketemu dianya gay (tertawa), eee, sehingga tahun 2013 itu mulai cari-cari dan, yaaa, fokus utama masih cewek Oke Baru, ya mungkin, mungkin mulai dari dua tahun yang lalu Perasaanmu saat itu? Perasaanku saat itu, mungkin karena udah desperate banget (tertawa) Desperate? Bisa dijelaskan gak, desperate kenapa? 152-159) Menjalin hubungan dengan perempuan (167) Pengalaman bertemu dengan sesama jenis (172-174) Sikap saat bertemu dengan sesama jenis yg biasa saja (180183) Adanya keinginan untuk mencari pasangan (185-186) Perasaan saat akan mencari pasangan (193-194)

(145) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T Kayaknya itu udah, pertama susah move on sama ya, ee, bukan mantan sih, masih, masih pacar sampe sekarang, karena dia belum ngomongin kata putus Iya Udah keburu mati dulu He em Nah, habis itu, eee, karena digantungin doang, gak ada kata keputusan itu, akhirnya ya, ini aku ngapain, masa, masa gini-gini mulu, gak ada yang diajak jalan-jalan gitu, kalo sendirian ya, masa, masa ngomongnya sama galon (menggerakkan tangan sambil tertawa) masa mau ngomong sama galon (tertawa), ya gak, maksudnya ya, mungkin karena keputusasaan itu, apapun boleh lah Apapun boleh lah, kenapa kok berpikiran seperti itu, apapun boleh lah? Nah, itu, itu hiperbolanya, (tertawa) hiperbolanya, jadi yang penting untuk sementara kayak gitu dulu, karena udah terlalu lama, ya mengakhiri doang sih, masa kalo sendiri ngomong sama galon, gak mungkin kan, dasar ke-putus-asa-an ku tingkat tinggi Kamu saat ini He em Apakah kamu menyebut dirimu gay? Hhmmm, iya Maksudku apakah.. Iya, iya aku tahu lah, aku tau kenapa, dan iya Apakah kamu sudah bisa menerima dirimu? Bagiku gak ada masalah Perasaanmu saat ini? Gak ada masalah Gak ada masalah? Dan itu juga sejalan dengan apa yang aku inginkan He em Karena aku pengen menikah dan gak punya anak Itu rencanamu ? He em Untuk saat ini, apakah kamu menceritakannya kepada teman-temanmu? Eee, untuk saat ini Siapa saja orang yang kamu beri tahu? Saat ini ada, ada dua, ada empat orang yang tau, empat, eee, ya lima orang, lima orang yang tau, empat cowok satu cewek Untuk yang empat cowok ini, bagaimana reaksi mereka terhadap pernyataanmu Pengalaman ditinggal oleh pasangan lawan jenis (196-200) Merasa sendiri/kesepian (203207) Perasaan putus asa karena merasa kesepian (208-209) Menerima siapapun untuk menjadi pasangan (209) Putus asa karena terlalu lama sendiri (214-216) Sikap diri yang tidak ada masalah dgn orientasi seksual saat ini (226) Rencana masa depan yang sejalan dengan orientasi seksual saat ini (228,230) Teman-teman yang diberitahu (coming out) (238-239) Reaksi dari teman yg tidak

(146) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T Oh, gak ada masalah Gak ada masalah? Karena mereka juga sama Mereka siapa, teman, maksudnya teman dimana gitu? Yaaa, kalo, bukan, lebih tepatnya itu teman ngobrol aja Teman ngobrol yang ke empat-empatnya ini Iya Alasan kenapa memilih mereka? Karena ketemunya cuman mereka, karena ketemunya cuman mereka (tertawa) Karena ketemunya cuman, intensitas ketemunya lebih sering ke mereka. (mengangguk) Kalo untuk yang cewek ini? Aahh, dia mah nyebelin atuh jarang ketemu. Ya, dia temen deketmu? Iya Kenapa kamu memilih dia, temen yang cewekmu. kalo yang cowok tadi kan karena intensitas ngobrol sering ke mereka. Iya Kalo yang cewek? Kalo yang cewek, hmm, pertama dia mengambil tema skripsi seperti ini Oke Dan mungkin aku bisa sedikit membantunya He em Itu alasannya Tanggapan dia? Tanggapan dia? Yaa, kalo syok mungkin masih di awal-awal masih syok, dan mungkin sekarang dia kebiasa, aaa, sering-sering aja ngomong Berarti tidak ada masalah? Untuk sementara ini, untuk saat ini Hal yang ingin aku tanyakan lagi terkait dengan harapan dan cita-cita. He em Tadi kamu sudah bilang, kamu gak berpikiran untuk memiliki anak kan? Tidak memiliki anak, namun berencana menikah Lalu cita-cita dan harapan lain yang ingin kamu capai mungkin? Hhmm, lulus S1, ya nyelesain skripsi dulu, lulus S1, lulus S2 Oke mempermasalahkan (242) Sikap org lain yang juga memiliki orientasi seksual yg sama (244) Latar belakang teman yang sering ditemui (247, 252-255) Pandangan terhadap teman yang menyebalkan karena jarang bertemu (257) Keinginan untuk membantu teman yang memiliki topik skripsi terkait orientasi seksual (265-266,268) Tanggapan dari teman perempuan yang awalnya shock (272-274) Rencana masa depan (282, 285-286, 288290)

(147) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 J T J T J T J T J T Eee, habis tuh, nyabang dua, ada dua cabang, antara jadi dosen, ngajar disini, atau yang ke, yang berikutnya buka kafe Kalo terkait, apakah kamu punya, karena tadi gak begitu jelas sih, apakah kamu punya harapan atau mungkin rencana dalam menjalin relasi? Menjalin relasi? Enggak dulu Enggak Ya, walaupun pengen, tapi enggak dulu Untuk saat ini kamu single? Bahasa halusnya itu single, bahasa kasarnya jomblo, iya. Itu aja, sih Itu aja Nanti aku akan probing, terima kasih. Keinginan untuk menunda dalam mencari pasangan (294,296)

(148) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Wawancara II Informan 2 Kamis, 29 oktober 2015 Tempat : Perpustakaan Kampus IV Universitas Sanata Dharma Lantai 2 Pukul : 09.10 WIB – 10.52 WIB Kondisi lingkungan: Di area wawancara, tidak terdapat orang selain peneliti dan informan. Lignkungan cukup tenang dan kondusif dengan penerangan yang cukup baik dan suhu ruangan yang cukup sejuk oleh AC. Catatan Lapangan: Peneliti datang lebih awal ke tempat yang telah dijandikan bersama Informan, yaitu di Ruang Rapat/Diskusi lantai II Perpustakaan Kampus IV Universitas Sanata Dharma. Saat menunggu Informan datang, peneliti duduk di samping jendela. Lalu, tiga orang mahasiswa datang ke ruangan tersebut dan duduk di tempat duduk dekat pintu. Sekitar 10 menit kemudian Informan datang dengan mengenakan pakaian casual, yaitu kemeja, celana jeans, dan sepatu, serta memakai anting kecil di telinga sebelah kiri. Lalu, peneliti bertanya kepada informan mengenai tempat yang kondusif untuk melakukan wawancara dikarenakan kehadiran orang lain di Ruang Rapat/Diskusi tersebut. Informan memberikan saran di ruang K.302. Saat keluar ruangan menuju tangga, peneliti melihat ke area belakang lantai 2 perpustakaan yang tampak sepi dan kondusif. Peneliti mengajak Informan untuk melakukan wawancara di tempat tersebut. Informan menyetujui ajakan peneliti, selanjutnya Peneliti dan Informan duduk di meja paling belakang sebelah kiri dengan posisi duduk L. Informan duduk di sebelah kanan peneliti. Saat akan memulai wawancara, alat perekam ditutupi oleh kertas tisu sesuai dengan permintaan Informan. Baris 303 304 305 Analisis Tematik T Jadi aku mau rangkum sih, yang kemarin kita bicarain, jadi tuh kemarin tuh kita udah bicara mengenai pandanganmu terhadap teman-

(149) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J teman. Ini secara garis besar ya. Iya Pandanganmu terhadap teman-teman, trus juga pandanganmu tentang sekitar. He em, iya Ada, trus kamu menceritakan tentang keluargamu Iya Mengenai nilai dan ajaran yang ditanamkan sejak kecil Iya, beberapa nilai dan ajaran He em, perasaanmu terhadap orientasi seksual Iya Sama yang terakhir, harapan dan cita-cita Iya Nah, itu... Berencana menikah, tapi gak pengen punya anak Yap. Nah, yang ingin aku tanyakan lagi ada beberapa hal yang masih perlu aku minta penjelasan sih. Minta probing? He em, minta probing, itu yang saat ini aku keliatan ya yang butuh probing ya Ya Ya, yaitu terkait dengan ini pengalaman saatsaat awal kamu menyadari orientasi seksualmu sih. Kamu kan bilang, ada saat pertama kali saat kelas dua SMA Itu pertama kali aku pacaran sama cewek Iya, trus selang sampe sekitar tahun 2014 2012 itu aku ketemu orang yang aku suka, jadi istilahnya itu kayak another first love, Another first love Another, kalo yang cinta pertamaku itu cewek, tapi kalo yang ini ketemu cowok. Itu, tuh disini sekitar tahun 2014. Itu tahun 2014 itu aku pacaran kedua kali sama cewek. Hmm, yang tahun 2012 berarti ada yang miss karena gak ada datanya di sini Iya Bisa tolong ceritakan dari awal aja gitu? Dari awal Iya Dari awal itu kelas dua SMA, itu aku pacaran sama cewek Pengalaman bertemu dgn lawan jenis sebagai another first love (336337) Pernah menjalin hubungan dengan lawan jenis (350-351)

(150) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J Iya Nah, putusnya gara-gara satu hal, tragis pokoknya itu aja Satu halnya bisa diceritakan, perlu diceritakan atau gak menurutmu? Nah, meninggal, dia meninggal kecelakaan itu aja (menggerakkan jari) Oke Trus selang dari waktu 2010 sampe 2012. Dua tahun, itu, wak, sekit, eee, sakjane kalo gak mei juni, aku lupa (menyentuh kepala) itu aku ketemu sama cowok, waktu jalan-jalan di mall Iya Gak ngapa-ngapain cuma, aa, ketemu dan itu kayak cinta pada pandangan pertama gitu tapi ini sama cowok Ee, sebelumnya itu disini yang kamu ceritakan itu gak yang auranya beda, trus kamu bilang kayak kalo di Hotel Translvania itu namanya ‘zink’ Iya, iya Berarti itu, coba bisa dijelaskan gak maksudnya apa, itu aura beda atau zink itu? (Menarik nafas) eee, pertama, aku ingat parfumnya, parfumnya dia itu agak manis-manis gitu (melipat telapak tangan) agak manis coklat, masih inget ketok e (tersenyum). Trus, dan aku ngerasainya itu kesannya itu hampir sama kayak aku pacar, eee, sama pacar pertamaku, hampir sama, mirip-mirip gitu, tapi gak sama persis. Kesan dalam hal apa? Kesan dalam hal, kan aku liat, eee, sekilas liat wajahnya Iya Sekilas liat posturnya Iya Eee, aku ngerasain kok, jantungnya tuh (tangan bergerak) de,de,de,deg gitu, cuma se, cuma sebentar doang, cuma sebentar doang, tapi, kan aku lebih suka membau-in, jadinya aku, yang aku inget sampe sekarang itu baunya itu kayak bau coklat, coklat, parfumnya kayak bau coklat sama manis gitu (tersenyum). Indra, berarti indra penciumanmu tajam gitu ya? Mungkin, ya persis seperti itu. Trus, mau yang Pengalaman ditinggal mati oleh pacar karena kecelakaan (353354,357) Pengalaman bertemu dengan sesama jenis (another first love) (362-363,365-367) Adanya ingatan tentang laki-laki tersebut dengan aroma tubuhnya (375378, 391-394) Adanya kemiripan dengan pacar pertama (378-381) Kesamaan/kemiripan dengan pacar pertama pada wajah dan postur (383-384, 386) Perasaan deg-degan saat bertemu sesama jenis (388-389,410-411)

(151) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J 2014 atau dilanjutin lagi? Ee, trus aja, bersambung, berkesinambungan maksudku Berkesinam, berkesinambungan, nah, itu karna aku jalan bareng cuma tiga orang, sama aku satu, cowoknya satu, ceweknya satu. Teman-temanmu? Iya (melipat tangan) waktu di Solo, waktu di Solo. Eee, aku gak tau dia itu siapa yang ta, eee, orang yang tadi lewat tadi tuh siapa, aku gak tau namanya Iya Gak tau nomornya, aku cuma tau, kok, wah kok bikin aku deg-degan lagi gitu lho He em Eee, sampe sekitar tahun 2013, udah lewat 2014, hampir lewat, akhirnya november, aku dapat namanya, nunggu hampir dua tahun, itu dapet, eee, nunggu dua tahun lebih, dan dapat namanya satu, belum dapat nomornya santai aja, belum dapet nomor kontaknya, dan itu masih agak raguragu juga, ini aku beneran gak nih, tapi, eee, itu masih tahun 2014 itu masih agak, agak penyangkalan-penyangkalan dikit gitu. Eee, ini orang asing kan yang kamu temuin di mall, cowok ini orang asing Iya Lalu, dua tahun lebih udah dapet namanya Iya, mau tau gimana caranya? Iya Ada aplikasi khusus. Ooo, ya, ya, aplikasi khusus, oke Social media Berarti kamu masih dalam, maaf kalo aku potong Iya Berarti dalam dua tahun itu kamu masih kenal wajahnya gitu Masih, masih kenal Masih, ya. Oke Walaupun cuma sekilas tapi aku masih ingat He em, trus, ya bisa diteruskan tadi Bisa diteruskan, trus, ee, episode cinta pertama ini, another first love (melipat tangan) ini He em Habis itu, gak ketemuan lagi sampe kira-kira Adanya keinginan untuk mencari tahu latar belakang lelaki tersebut (416-419) Adanya penyangkalanpenyakalan (420-421)

(152) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T tanggal 10 oktober kemarin He em Udah berusaha ku lupain, gitu, ga, gak, ah gak mungkin lah dia, eee, walaupun aku tau dia itu sama kayak aku, tapi aku gak ingin dapet, gak ingin dapet, kan siapa tau dia punya, udah punya pacar, siapa tau gitu jadinya, gak mungkin lah, gak mungkin. habis itu akhirnya tanggal 10 itu ketemu lagi, lho kamu (menggerakkan tangan sambil tersenyum), aku ketemu di, di sing, sak sebelum habis ampelas itu, safir, kayak lippo, itu lippo, safir itu jaman dulu, tetep di safir, kamu (tangan bergerak) eee, ingat lagi gitu, iya aku kenapa, dulu kamu yang pernah ke solo itu, iya, emang aku orang solo, oooh, akhirnya, ketemu setelah dua tahun. Itu tahun ? 2014 2014 Eh, ee, aku dapet namanya itu 2014 He eh Aku udah ketemu lagi itu oktober tanggal 10 kemarin Berarti ini, tahun 2015 ini 2015 Tadi kamu sempat mengatakan ada perasaan denial, menolak Eeh, peno, menolaknya itu kok, aku mikirnya gini karena waktu itu masih agak egois sedikit He em Aku berpendapat, ini idealis banget ini, eee, cinta itu gak bisa dibagi Karena pada waktu itu kamu masih ada pacarmu? Bukan, aku, eee, so, pacarku tahun 2015 itu, eee, mulainya januari Iya Berakhirnya, malet, maret Maret He em, jadi udah jomblo. Nah, trus, denialnya itu karena aku berpikiran bahwa cinta itu gak mungkin bisa dibagi dan gak akan pernah bisa dibagi. Kalo aku cinta, seneng sama cewek, kan gak mungkin membagi cinta sama rata dengan cowok Kenapa bisa berpikiran seperti itu? Adanya usaha untuk melupakan lelaki tersebut (446) Berpikir bahwa lelaki tersebut sudah memiliki pacar (449-450) Pengalaman bertemu kembali dengan lelaki yang pernah dijumpai tersebut (451-459) Adanya denial (471) Pandangan terhadap cinta yang tidak bisa dibagi (474-475) Pandangan bahwa mencintai cewek dan cowok tidak dapat dibagi sama rata (483-488)

(153) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J Kenapa bisa berpikiran seperti itu He em Karena biseksual, karena aku biseksual jaman dulu Maksudnya? Gini, gini, misal aku punya dua pacar Iya Ya, satu cewek satu cowok He em Udah, kalo misal aku punya pacar cewek itu aku gak mungkin, eee, selera, ee, kadar cintaku itu gak mungkin sama sama pacar cowokku ini, dan itu menurutku gak adil gitu lho Iya Gitu Oke Mungkin mendingan aku milihnya, pilih jadi straight aja atau gay aja He em Akhirnya milih jadi gay aja Jadinya kamu memilih jadi gay He em Oke. Nah, lalu.. Apa lagi, apa lagi... Pada saat kamu bertemu dengan laki-laki ini, kalo yang kemarin kita wawancara itu kamu bilang disini perasaanmu ya, perasaanmu waktu itu, kamu tidak terlalu dirasain tapi kalo di pikirin jelas Nah, soalnya itu cuma, kan cuma lewat doang gitu, jadi aku gak terlalu, ya gak terlalu ngarep gitu aja, tapi terus ada dipikirin terus aduh dia itu udah Eeeh, apa yang kamu pikirkan. Maksudnya, kamu berpikir hal apa ? Yang aku pikirkan? He eh Pertama dia itu cakep (tertawa) Iya Trus, tapi ak, aku belum tau, kalo misal dia itu gay atau bukan, aku belum tau, atau minimal bi lah, aku belum tau jadinya mikirku, dia bi juga gak ya, atau dia gay juga gak ya. Aku ngarepnya sih dianya gay, ee, jadi aku gak perlu, eee, bawa pacar cewek, bawa pacar cowok. Jadinya, eee, dia bawa pacar ceweknya, dan malah jadi double date gitu, Orientasi biseksual saat dulu (492-493) Ketidakadilan pada pasangan dalam orientasi biseksual (500502) Adanya pilihan orientasi seksual antara heteroseksual atau homoseksual (506-507) memutuskan untuk menjadi seorang gay (509) Memikirkan lelaki yang dijumpai tersebut (521) Memikirkan wajah dari lelaki tersebut (527) Adanya harapan terhadap sesama jenis merupakan seorang gay (532, 536)

(154) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 T J T J T J T J T J T J T J T J T J T suelinger malah aneh nanti, jadinya gay aja, gay aja, gay aja (tertawa) Berarti yang kamu pikirkan itu dia? Iya Kalo untuk dirimu terkait dengan orientasi seksualmu kepikiran gak Ada pemikiran yang aku pikirkan itu, hanya aku terus menimbang-nimbang (melipat tangan) antara jadi (menggerakkan tangan) straight aja atau gay aja Apakah diantara pe, saat berpikir itu ada entah dilema atau ragu-ragu, prosesnya Prosesnya? Prosesnya itu aku milihnya itu, pertimbangan-pertimbangan (melipat tangan) kalo aku jadi straight aku bakal menikah, tapi aku gak mau punya anak Iya Pertimbangannya adalah jarang ada cewek yang mau, jarang ada cewek yang mau nikah gak punya anak dan jarang ada keluarga timur indonesia, itu, eee, gak mau punya momongan Iya Mesti bakal jadi gunjingan dan itu malesin banget gitu lho, kan ini, ini keluargaku bukan keluarga kalian gitu. Jadinya tujuanku nikah kalo sama cewek itu, aku kerja dia kerja, kami pu, eee, aku pulang malem, dia pulang malem, abis itu kalo mau malem minggu, bisa makan di luar atau kencan, atau nge-date gitu, romantis makan malam bareng cuma berdua doang, trus besoknya rutinitas diulangin lagi, kalo liburan pergi berdua bareng-bareng gitu, yo gak usah direpotin anak, gak usah mikirin sekolah anak, gak usah mikirin biaya hidup anak He eh Jadi cuma antara aku dan kamu gitu aja Oke Tapi kalo sama cowok kan jelas gak mungkin punya anak. Berarti pertimbangan itu terkait dengan ideologimu yang tidak punya anak itu ya? Iya Kenapa bisa memiliki ideologi tidak ingin memiliki anak ? Eee, aku berpikiran agak sedikit lebih luas Iya Berpikir untuk mempertimbangkan orientasi seksual yg akan dipilih (542-545) Adanya pertimbangan jika menjadi heteroseksual (549-551) Adanya resiko saat menjadi heteroseksual dan memiliki pasangan (553-556, 558) Pandangan thd pernikahan dengan lawan jenis (560-567) Pandangan terhadap pernikahan saat tidak memiliki anak (567569,571) Pandangan terhadap pernikahan dengan sesama jenis yang tidak mungkin memiliki anak (573-574) Sikap terhadap keturunan/anak, terkait

(155) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 J T J T J T J T J T J T J Aku gak mau bikin anakku itu repot dengan alasan begini (menggerakkan tangan) sekarang itu apaapa mahal, air susah, udara berpolusi He eh Serba gak sehat lah, gitu Iya Biaya hidup mahal, nah, ehem, trus sampah dimana-mana kotor semua, orang-orang juga gak, moralitasnya juga makin ambruk gitu, dan aku gak pengen anak-anakku repot kayak aku, cukup orang tuanya aja, ya, kalo misal punya anak gitu, tapi kan aku gak pengen punya anak dan jadinya, aku gak, apa ini warisan yang bakal aku tinggalin buat anakku kelak, warisan sampah banyak, habis itu, mak, eee, udara, udara kotor, sumber daya alam tipis, ini, ini warisan yang aku tinggalin buat anakku, enggak banget, mendingan aku gak usah punya anak Oke Nambah-nambahin beban bumi Lalu terkait dengan, yang ingin aku minta penjelasan kamu menyatakan disini perasaaanmu desperate, disini aku butuh penjelasan lebih desperate kenapa, eee, kesimpulanku kamu desperate karena perasaaan loneliness, kesendirian. Karena disini ada pernyataan ‘ini aku ngapain, masa gini-gini mulu, gak ada yang ngajak jalan-jalan gitu’ jadi aku menyimpulkan masih bersifat sementara, perasaaan desperate karena saat itu kamu sendirian seperti itu. Memang sendirian. Aku bukan tipe cowok orang yang hobi keluar, hobi, aku, tipe yang mungkin dibilang agak sociopath, maksudnya gak terlalu suka interaksi sosial Iya Jadi kalo ada, diganggu dikit rutinitasnya sama kehidupan sosial itu, yang gak kurencanakan itu bakal ‘hee, apa-in sih ini‘ gitu aja dan desperatenya itu ya kadang-kadang agak ngerasa sepi juga sih, mau ngapain ini, masa ngomong sama galon, kalo gak ngapa-ngapain, kalo punya pacar kan enak aku bisa nelpon, s, message, ee, nge-chat pacarku, atau apa gitu Hhmm Kadang, cuma kadang-kadang doang dgn kondisi lingkungan saat ini (582-592) Keinginan untuk tidak memiliki anak (593) Pandangan thd kondisi lingkungan yang akan diwariskan untuk anak/keturunan (594596) Sikap diri terkait keturunan/anak (597599) Pandangan terhadap diri sendiri yang sociopath (613-616) Sikap terhadap suatu interaksi sosial (618620) Adanya perasaan sepi (621-622) Pandangan jika memiliki pasangan (623-625)

(156) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J Oke, berarti kesimpulanku? Cukup tepat Cukup tepat. Karena ini terkait kategorisasi sih. Nah, lalu aku butuh Penjelasan lagi? Penjelasan lagi.. Aku pikir butuh sepuluh galon (tertawa) (tertawa) boleh, ini akhir bulan.. Apakah kamu bisa menerima dirimu, bagiku gak da masalah, aku menceritakan yang kemarin ya Iya Perasaanmu saat ini gak ada masalah, gak ada masalah, dan itu juga sejalan dengan apa yang kamu inginkan. Untuk kondisimu saat ini Iya Dengan orientasi seksual mu saat ini Iya Tidak ada masalah, bisa dijelaskan gak apa? Secara keseluruhan itu kalo aku liatnya itu masih flat (menggerakkan tangan) jadinya datar. masalahnya paling ya cuma ada, kalo mau, ada cowok ngasi-in nomornya, ngasih pin bb-nya dan minta nge-fun bareng itu, yaa, itu belum sampe masalah, tapi, sampe masalah, jika, udah nge-fun, udah kan, dihubungin gak bisa, kontaknya di hapus, di block, itu, baru itu masalah, jadi aku cuma, eee, bu, pelampiasan nafsumu doang gitu. Itu baru, itu baru bikin aku, baru bikin masalah buatku Berarti perasaanmu yang flat ini terkait dengan ada atau tidaknya pasangan? aku bingung Maksudku, bingung terhadap pertanyaanku ya Iya Oh, maksudku gini aku tau ingin kondisimu saat ini terkait dengan personalmu yang homoseksual. Apakah kamu merasa bahwa udah oke Udah oke atau gak oke Iya. Apakah perlu pertimbangan karena terkait dengan jawabanmu sebelumnya, kamu kan dulu masih ada di persimpangan biseksual, apakah kamu kemungkinan mempertimbangkan biseksual lagi atau mungkin straight, seperti itu. Eee, kalo untuk kembali, yaa aku masih 23 dan Pandangan terhadap kondisi diri saat ini yang flat/ datar (646-648) Ada masalah terkait dengan pasangan sesama jenis, adanya anggapan diri sebagai pelampiasan nafsu oleh pasangan sesama jenis (648-656, 692-694) Pandangan terhadap akan adanya perubahan orientasi seksual nantinya (673-677)

(157) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J jalanku masih panjang Iya Aku gak tau kelak itu jalannya itu kayak gimana, aku gak tau, ya yang aku bisa liat itu cuma jalan di belakangku doang. Tapi yang aku bisa tau itu, kalo untuk saat ini itu, nah, kalo kamu ungkitnya jadinya aku ingat kan Apa? Kalo kamu ungkitnya jadi aku ingat, kalo masalah utama tentang ke, ke gay-an ini, itu masalah utamanya adalah, ya itu tadi, kalo, kalo pasangan gak terlalu butuh Iya Belum, belum, belum dipikirin Ya, saat ini belum terlalu Belum terlalu mikirin, sembuhin sakit hatinya dulu, sembuhin galaunya dulu Iya Yang bikin masalah itu kalo buatku sendiri, itu tentang ada cowok, cowok yang cuma butuhin aku sebagai pelampiasannya doang Iya Itu buatku itu, aku seakan-akan aku kayak perek gitu aja He eh Itu masalah buatku, harga diriku di injek-injek Lalu, sejalan dengan apa yang aku inginkan pernyataanmu sejalan dengan apa yang kamu inginkan Yang aku inginkan itu, aku, yang itu, eee, nikah gak punya anak Berarti terkait dengan ideologimu, dan udah sesuai Udah sesuai, kecuali kalo ada surrogate mother (tertawa) itu aku gak mau. Tapi kan cowok gak bisa, cowok sama cowok kan gak bisa punya anak kan Ada opsional, adopsi Adopsi anak Lalu, surrogate mother itu juga bisa. Lalu, o, ya ada sedikit...kemarin aku belum dapat pandangan, eee, bukan pandangan ya, tapi lebih ke dinamika dalam keluarga sih Hmm, hemm Gitu Aku males sih sak jane, trus Pandangan terkait diri yang saat ini belum membutuhkan pasangan karena pengalaman sebelumnya (684684,687, 689-690) Ada masalah terkait dengan pasangan sesama jenis, adanya anggapan diri sebagai pelampiasan nafsu oleh pasangan sesama jenis krn merasa harga diri terinjak-injak (648-656, 692-694, 699) Keinginan untuk tidak memiliki keturunan/anak (703-704) Kesesuaian antara keinginan untuk tidak memiliki anak dengan orientasi seksual saat ini (707) Tidak mau untuk memiliki anak dgn cara alternatif lain ( 707-708) Pandangan thd pernikahan sesama jenis yg tidak bisa memiliki anak (708-710) Adanya respon keengganan untuk

(158) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T Ya, aku.. kamu bisa menceritakan tentang dirimu dalam keluargamu Diriku dalam keluarga? Iya, pengalaman-pengalaman terkait dengan keluarga Eeee, kalo di analogikan itu, e, orang tuaku itu kayak landak Landak? Landak di musim dingin Hewan landak? Ya, di musim dingin. Keduanya sama-sama kedinginan karena hidup terpisah, tapi begitu mendekat duri-duri mereka saling menusuk satu sama lain Itu pandanganmu tentang keluargamu Ya, tentang keluargaku. Jadi kalo jauh itu kangen, tapi kalo deket itu mesti bertengkar. Kenapa bisa meng, mensimbolkan landak? Landak, landak kan bulunya duri semua, rambutnya duri semua. Nah, kalo landak ketemu landak kan saling nyocok, saling menusuk, menusukkan duri satu sama lain. Itu orang tuamu, kalo dirimu terhadap ayah, terhadap ibu, begitu juga sebaliknya. Kedua orang tuaku itu terlalu me...memanjakan aku dalam hal materi. Iya Maksudnya tuh, duit uang mesti kasih, tapi kalo barang kamu cari sendiri Ini barang dalam bentuk material? Material bentuk gitu, jadi cuma dikasiin modalnya doang, aku mesti cari sendiri atau mesti bikin sendiri Iya, itu sejak kecil Sejak kecil (menyandarkan punggung) aku cuma, cuma di kasih duit, duit, duit, sama duit He eh Eeh, papaku kerja dari jam delapan sampe jam enam, mamaku kalo misalkan dulu waktu kecil itu kerja dari jam sembilan sampe jam tiga He em Nah, udah. Dari jam empat sampe jam seterusnya itu istirahat. Sekarang, kalo yang sekarang itu kerjanya dari jam empat pagi selesai kerja itu jam tujuh malem He em menceritakan tentang keluarga (719) Pandangan terhadap orang tua yang diibaratkan seperti landak (725-726, 728, 730-733) Pandangan terhadap keluarga (735-736) Pandangan terhadap orang tua yang memanjakan dalam materi (744-745) Pandangan terhadap orang tua yang hanya memberi uang, namun mencari sendiri barang yg diinginkan (747-748, 750-752, 754-755) Rutinitas orang tua yang sebagian besar untuk bekerja (757-764, 768771) Tidak adanya interaksi dengan orang tua (766)

(159) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T Jadinya gak ada interaksi sama sekali Iya Gitu, kadang-kadang malah jam sepuluh, kadangkadang, mamaku, kalo papaku dari jam delapan sampe jam lima, antara jam delapan, jam delapan sampe lima itu kerja, jadinya di rumah aku gak punya temen, gak ada, yaaa, yang ada itu dirumah cuma kakek nenek, itu udah tua semua, gak punya temen, gak punya temen seumuran gitu, atau kadang tante ku, tapi umurnya kan beda jauh, jadinya susah diajak main Iya Jadi pandangan dalam keluargaku, aku serba tercukupi tapi gak juga tercukupi (tertawa) Eee, boleh aku, maksudnya boleh aku simpulkan berarti secara material tercukupi tapi secara afeksi atau emosional tidak Gak ada Gak ada. Kalau dengan kakek dan nenek, mereka juga stay dirumah kan Iya Interaksinya seperti apa? Nah, aku lebih dekat sama, aku lebih nganggap orang tuaku tuh kakek nenek Malah kakek nenek He em Lalu, interaksi di dalam keluarga? Interaksi dalam keluarga? keluarga, kalo keluarga itu aku cenderung diem, aku gak mau, gak, gak pernah ngomong, karenanya paling, karena kalo ngomong jadinya basa-basi doang gitu, kecil memang aku cerewet, banyak ngomong, lalu lama-lama gede buat apa ngomong, paling juga, paling dijawabnya cuma gitu doang, jadinya gak usah, gak usah buang-buang waktu lah, gak usah buang-buang omongan kalo soal biasa, dija, ditanya dijawab, dijawab, dijawab gitu aja, udah cukup, yang penting ngasih respon Itu tadi pandanganmu terhadap keluarga Iya Karena kakek nenek stay di rumah, apakah kamu punya pandangan tertentu terhadap kakek dan nenekmu? karena tadi disini kamu bilang malah mereka orang tuamu. Aku nganggapnya Iya Pandangan terhadap diri yang tidak memiliki teman di dalam keluarga (771-772) Tidak adanya orangorang dirumah yang sepantaran dan bisa diajak bermain (773776) Pandangan dalam keluarga yang secara material tercukupi tapi secara emosional/afeksi tidak ada (778-779) Adanya anggapan terhadap kakek dan nenek sebagai orang tua (789) Sikap diri dalam keluarga yang cenderung diam(795-796) Respon keluarga dalam menanggapi (796797,800) Pandangan diri saat kecil (797-798) Pandangan/sikap diri saat ini dlm keluarga (799,801-802) Pandangan diri terhadap respon yang diberikan keluarga (800) Sikap diri dalam keluarga saat berkomunikasi (801-804)

(160) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 J T J T J T J T J T J T J T J T J Lebih tepat ke arah nenekku, karena kakek ku orangnya nyebelin juga sih, kedua nenekku, kedua nenekku tuh orang, orangnya, baik banget. Itu aku di..beliin hape kemarin hp-ku hilang, hilang naek becak, itu aku di beliin, trus kalo nenekku yang satunya itu (tertwa) eee, dulu mamaku itu (tertawa) masalah masih, masih ibu muda jadinya begitu, itu aku nangis He eh, trus? (Tertawa) aku nangis itu, mulutku ditutupi sama kain (tertawa) Apa, apa? (tertawa) Mulutku ditutupi kain serbet Astaga (Tertawa) Itu waktu kecil kan (tertawa) waktu kecil, sama, sama nenekku itu (tertawa) mamaku itu di marah-marahin (tertawa sambil mengetuk-ngetuk meja) itu masih ibu muda jadi (tertawa) He em, iya. Trus ada lagi? Ya itu aja, sih. Itu aja yang seru. Eee, kadang kalo itu He eh Papaku itu kalo aku masih kecil itu, strict banget soal makanan, minuman makanan itu strict banget. Gak boleh makan bakso, soalnya kalo pengawet, gak boleh minum es, es kuncir itu (menggerakkan tangan) tau kan He eh Nah, itu senengnya itu perwarnanya, eee, perwarnanya itu pewarna tekstil, itu pewarna tekstil, jadinya itu, enak sih sebenernya tapi gak boleh jadinya. Tapi nenekku beda, dikasiin, tapi cuma disuruh nyicipin aja, cicipin aja jangan banyak-banyak, jadinya itu, eee, omongannya nenekku sampe sekarang aku lakukan, boleh makan tapi jangan banyak-banyak, kamu boleh makan ini tapi jangan banyak-banyak. Aku kasih kamu es, tapi aku cuma kasiin kamu, jadi udah di kasih di gelas gitu lho (menggerakkan tangan) paham Oh, ya, he eh Aku kasih di gelas, nih diminum (menggerakkan tangan) udah gitu doang. Gak sampe semua, ceritanya tuh dibuang, sisanya dibuang, soalnya Lebih menganggap nenek sebagai orang tua (813) Pandangan terhadap kakek yang nyebelin (813-814) Pandangan terhadap nenek yang baik (814815) Pengalaman diasuh oleh ibu yang belum berpengalaman (818820, 822, 825) Pangalaman saat nenek memarahi ibu (829-830) Pandangan terhadap ayah yang strict mengenai makanan dan minuman (837- 838) Pandangan ayah terhadap makanan dan minuman yang mengandung zat berbahaya, sehingga tidak dibolehkan untuk dikonsumsi (839-846) Pandangan terhadap nenek yang memberikan kesempatan untuk mencicipi (846-848) Perkataan nenek yang selalu dilakukan hingga

(161) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T kan nenekku udah tua juga, jadinya takut diabetes juga, eee, penyakitnya, dituang gini (menggerakkan tangan) sisanya dibuang, ini kamu minum, caranya gitu Berarti keluargamu over protective terhadapmu ya? Papaku Papamu He em, soalnya waktu aku umur sekitar dua, du, empat bulanan itu, papaku pernah minta gendong aku He eh Pinjam tangan mu, bentar, waktu masih umur sekitar masih bulan-bulan awal itu, papaku pernah nyoba gendong aku dari keranjang, hasilnya itu ini (menaruh tangan peneliti ke kepala), raba aja gak pa pa (peneliti meraba ada benjolan di kepala informan) Kenapa sih, o, ya ada ini ya Jadinya tuh papaku itu agak perasaan bersalahnya itu karena ini. Benjol deh Benjolnya masih sampe sekarang Hah Kok masih sampe sekarang ya Gak tau, jadinya kalo aku nyisir gitu, aduh ada yang.. Ada yang ganjal ya aduh jelek banget, Mungkin itu suatu alasan papaku agak over Hemmm Gitu Keluargamu yang cukup sibuk, berarti sejak kecil diasuh oleh Nenek Nenek, oke deh. Nah, itu terkait budaya kan budaya jawa, kemarin udah kamu jelasin Iya, iya Terkait agama Campur-campur He eh, menekankan nilai agama, jarang, gak terlalu menekankan nilai agama. Lalu, keluargamu lah, terutama orang tuamu, apa yang mereka tekankan dalam dirimu? Hidup, hidup sederhana, jujur. Itu dari keluarga Itu kan nilai hidup ya, kalo secara, apa ya, penerapannya sekarang (848-850) Pengalaman saat kecil yang terluka oleh ayah (868-869, 871-873) Pandangan terhadap ayah yang merasa bersalah ke dirinya (878879) Pandangan thd ayah yang over protective karena perasaan bersalah (886-887) Nilai yang diajarkan oleh keluarga (902)

(162) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J Penerapannya? Contohnya, kalo misalkan aku di keluargaku tuh kamu sekolah yang pinter, biar kerjanya tuh bagus, biar gini, biar gini, jadi kayak secara hidup ada hidup yang bener He em Itu, itu aku, jadi orang yang bener, eee, kalo sekolah pinter itu gak, soal mereka udah tau aku sekolah udah pinter duluan, jadi gak terlalu ditekan lagi, cari kerja yang, cari kerja yang gaji, gajinya tinggi gitu, tapi cari kerja yang kamu suka, carilah kerja yang kamu suka, tapi gajinya tinggi (tertawa) itu susah gitu. Itu, penekanannya paling cuma itu, paling cuma urusan ekonomi aja Ekonomi. Kalo untuk hal terkait akademis, pendidikan emang... Akademis pendidikan, gak terlalu mikir Gak terlalu mikir Soalnya mereka udah tau aku, udah, udah cukup bisa mengatasi keadaan, ya gak usah dipikirin akademisnya lah, akademisnya itu udah dijamin aman Aman ya Kan aku malah kadang yang terlalu menekan diriku sendiri soalnya waktu dulu kelas empat SD Iya itu aku ranking berapa Berapa? Dua belas Tidak terlalu buruk menurutku dari empat puluh tiga orang Iya aku nangis, aku nangis kenapa? kenapa nangis karena aku merasa itu kayak itu bagaikan tamparan di pipi gitu lho, jadi kalo kayak tangan diolesin areng, kayak gitu di tamparin ke pipi, itu udah sakit membekas lagi, malu-maluin berarti soal akedemis, kamu sendiri yang menekan dirimu ya? Eee, akhirnya aku sadar itu waktu kelas empat, kelas lima itu gak usah terlalu berlebih pada dirimu sendiri, sebuah jalan yang aku sadar itu setahun, butuh waktu setahun, jangan terlalu keras pada dirimu sendiri. Lakukan yang kamu bisa dan Pandangan terhadap orang tua yang mengetahui kemampuan diri secara akademis (913-915,924-927) Hal yang ditekankan keluarga terkait ekonomi (915-919) Pandangan thd orang tua yang tidak memikirkan urusan akademis (922) Pandangan terhadap diri yang menekan diri sendiri terkait akademis (929-930) Pengalaman saat mendapat ranking yang tidak memuaskan (932938) Pandangan terhadap ranking yang memalukan bagi diri sendiri (940943) Pembelajaran yang diterima terkait pengalaman, pandangan terhadap diri agar jangan terlalu berlebih dan keras pada diri

(163) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T lakukan dengan santai He em waktu kelas lima rankingnya delapan, kelas enam gak ada ranking lagi (tertawa). Tapi aku, waktu itu belum kenal ini, sekarang kelas enam gak ada ranking, sekolahku, sekolahku gak ada rangking, sekolah lain mungkin masih ada, ranking kelas gak ada, ranking parallel ada ranking apa? ranking parallel apa itu ranking parallel? jadikan kelasnya cuma ada dua A sama B, kelas enam A, kelas enam B. Nah, aku kalo dirata-rata kelas enam dari empat puluh empat ditambah empat puluh enam tuh berapa, sembilan puluh kan Iya Sembilan puluh itu aku ranking ke enam Iya, sih, cuma dua kelas. Aku..terakhir ini ya Iya Hal atau topik terakhir, aku belum menemukan tentang dinamika kamu dengan teman-teman dan lingkungan sekitar, ya udah dapet sih pandangannya, tapi lebih ke interaksi kamu dengan orang lain itu gak ada Interaksinya? Iya Soalnya aku jarang interaksi, energi in, in ku sekarang. Lagian temenku itu, temen akrabku banget, akrab, itu ada tiga Yang kamu ceritakan ini Bukan, itu, itu temen yang ada sekarang He em Temen yang bener-bener akrab berada di puncaknya itu ada tiga, satu di singapura, satunya di jepang, satunya di jakarta Mereka jauh ya Jadinya jarang ada kontak-kontakan, karena sini singapur aja wak, waktunya selisih satu jam, ini jam sepuluh kan di sana jam sebelas. Iya Dia udah kuliah, eee, kalo yang di jepang, dia udah kerja, jadinya nyesuai-in waktunya itu susah banget kalo yang di jakarta ndak ada, ndak ada masalah sih, tapi kan dianya udah menikah jadinya sibuk ngurusin keluarganya Ketiga temanmu ini sepantaran denganmu? sendiri (947-951) Pengalaman diri yang berhasil naik peringkat di sekolah (967) Pandangan terhadap diri yang jarang interaksi (977-978) Relasi sosial yang dimiliki terbatas/sedikit (983-984) Tidak adanya interaksi sosial dengan teman akrab (987,1012)

(164) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J Sepantaran sama aku Teman apa, SD, SMP? SD, SMP, SMA. SDnya satu sekolah, SMPnya masih satu sekolah, SMP, SMAnya misah-misah Hmm, gitu Jadinya, sahabat, eee, kan aku bedainnya itu, eee, kenalan, temen, sahabat. Kalo kenalan, yaaa, aku kenal dia, tapi gak tahu banyak lah. Temen, dikitdikit, udah mulai mengerucut, sahabat baru ada tiga Hhmm Jadi, tiga orang ini yang jaminan bakal dapat undangan aku kalo nikah Berarti interaksi dengan mereka gak ada, untuk saat ini? Jarang, jarang banget Lalu, untuk temen-temenmu yang saat ini? Yang saat ini iya Eee, sekarang itu paling, ya kalo ada acara apaapa, aku di undang, aku, ya, kadang-kadang di undang, kadang gak, ya, gak masalah, bukan masalah penting. Trus, sering jalan-jalan bareng juga he em makan aku gak terlalu hobi makan, tapi aku tau tempat yang enak mana. Trus, kadang-kadang kalo filmnya bagus, nonton bioskop he em kadang kalo gak itu, ya cuma nge-teh doang atau ngopi doang, tapi kalo sekarang jarang banget soalnya aku kalo mesen espresso itu malah ngantuk berarti memang gak ada dinamika ya? Dinamikanya kalo pas sempetnya itu, ya itu tadi, eee, aktivitas bareng teman-teman biasa Trus, dari sini ada ajaran atau nilai-nilai yang kamu dapat dari temanmu, kamu mengatakan ‘kamu mungkin ada buat mereka, tapi mereka gak selalu ada buatmu’ Iya Kenapa bisa memiliki nilai tersebut? Salah satu penguatnya itu, ini (menunjukkan bekas luka di tangan) Iya Waktu aku kecelakaan, jatuh, namanya kecelakaan Adanya hirarki dalam interaksi sosial (10021006) Aktivitas yang dilakukan dengan teman-teman (1019-1027)

(165) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 T J T J T J T J T J T J T J T J T J sakjane, sebelas malem aku kecelakaan, itu cuma, ada tiga orang yang nanyain kabarku Itu kecelakaan saat? Semester tujuh bulan september, eh, bulan juni, semester tujuh, delapan, bulan juni Hhmm Nah, tanggal delapan juni Ada tiga yang menanyakan kabarmu He em, yang lainnya, ya, eee tiga ini temenmu tiga ini, itu dateng ke rumah sakit, yang lainnya cuma, ya, perhatian aja, yang lainnya cukup perhatian dan ya kayak gitu tiga ini temenmu yang disini kan tiga ini, temen LSM-nya ada dua, satu temen lepas satu, padahal aku udah ngotot gitu sama temenku yang LSM ‘kak, kakak, ini kan lagi sakit da, eee, (menggerakkan tangan) urusan di kantor itu masih banyak, jadinya mendingan urusin yang dikantor aja, kan aku udah ada yang, kan mbanya udah ada yang nungguin, udah ada perawatnya, ga pa pa kak, beneran, enggak ini ngurusin yang di kantor dulu‘, ya udah deh tutup lah, chat selesai. Sorenya, dua orang dateng, ‗kakak nih, udah ku bilang‘, ‗kan cuma nengok kak, keadaaannya gimana‘, ‗gak pa pa‘, malah aku yang gak enak eee, ada sedikit, ada sedikit yang gak pas ya. Itu temenmu dan mereka ada buatmu. Nah, ada buatku Maksudnya tidak sesuai dengan nilai yang kamu dapet dari temen-temenmu Iya, aku tau, tau. Tapi buatku, temen yang aku anggep khusus Iya Itu malah gak ada Oohhh, gitu Temen yang aku anggap biasa aja, itu, aku, itu malah, kok malah dateng semua, tapi, tapi aku gak terlalu ngarepin yang tiga orang itu, karena mereka dari jauh-jauh semua, ya udah, yang penting mereka ngomong, kok kecelakaan gimana aku ceritain dengan tangan kanan gini (menggerakkan tangan) dan mereka, ya ampun kamu ini lho, udah kamu, udah kamu matanya sakit masih aja keluyuran, yaaa, soalnya kan konsernya bagus, gak ada alesan, langsung marah- Pengalaman saat kecelakaan dan hanya 3 orang yang menanyakan kabar (1042-1044 Respon yang dilakukan oleh teman (1053-1054) Reaksi diri yang menolak untuk dijenguk oleh teman karena ada hal yang lebih penting (1058-1065) Teman yg tetap menjenguk walau telah dilarang(1066) Perasaan tidak enak karena dijenguk oleh teman (1068) Adanya ketidakhadiran orang yang dianggap khusus (1074-1075, 1077) Adanya kehadiran teman biasa yang tidak diharapkan (1079-1081) Teman-teman dekat yang tetap menanyakan keadaan (1081-1084)

(166) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T marah dan ada sedikit diguyonin, jangan cepat sembuh, lah kok jangan cepat sembuh, gak usah sembuh, pokoknya jangan cepet sembuh, konco pait (tertawa). Nah,yang tiga yang aku ngarepin dateng malah gak dateng, yang biasa-biasa aja menurutku malah dateng gitu lho, dan wow Oke Tapi aku berusaha untuk tetep logis aja, ada beberapa yang gak dateng itu, karena memang jadwal kuliah pagi, dan itu ada ujian juga, ujian akhir, jadi aku berusaha optimis, tapi ada beberapa yang selo, aku suka sama orang itu, orangnya nyenengin dan gak dateng Oke, karena ekspektasimu temen yang dateng itu ya temen deket sih levelnya, jadi yang dua orang itu, mulai dari temen naek jadi temen deket Oke lanjut. Yang mengenai apa yang paling berpengaruh dalam hidupmu, tidak ada, dalam keluarga tidak ada, dalam temen tidak ada He em Yang paling berpengaruh tentang apa yang kamu lihat dan apa yang kamu rasakan. Iya Apakah itu terkait, yang aku simpulkan ya, yang paling berpengaruh dalam hidupmu adalah pengalamanmu sendiri? Iya Berarti.. Ee, ideolo, idealismeku juga aku dapet dari pengalamanku sendiri Iya Eee, pemikiranku juga aku dapet dari pengalamanku sendiri, pengetahuanku juga aku dapat dari pengalamanku sendiri Kamu me, eee, bukan memiliki, kamu belajar dari pengalaman hidupmu sendiri Iya Oke, berarti dari pengalamanmu terkait dengan pandanganmu terhadap sesuatu, perasaanmu saat itu Kalo perasaan aku berusaha untuk berpikir realistis He em Berpikiran seimbang Iya Pandangan terhadap ketidakhadiran temanteman yang diharapkan (1096-1099) Ketidakhadiran orang yang disukai (11001101) Menaikkan level teman menjadi teman dekat (1104-1105) Pengaruh pengalaman terhadap diri, berupa idealisme, pemikiran dan pengetahuan (11181119,1121-1123) Pandangan terhadap

(167) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 J T J T Perasaaan itu menuntun, tapi juga kadang menjatuhkan, dia akan menuntunmu ke suatu arah, tapi kalo kamu terlalu mengikutinya dia akan mendorongmu ke dalam, jadi hati-hati sama perasaanmu. Pikiran itu membantumu, tapi dia tidak, eeee, dia kadang memberikan ilusi. Oke, udah Udah Itu saja dulu untuk sementara ini. perasaan diri untuk realistis (1130-1131) Pandangan terhadap perasaan diri (11351140)

(168) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Wawancara III Informan 2 Jumat, 16 september 2016 Tempat : Dixie Cafe Gejayan Lantai 2 Pukul : 11.20 WIB – 12. 01WIB Kondisi lingkungan: Di lingkungan sekitar, dua meja di belakang informan dan peneliti terdapat beberapa orang sedang berbicara. Lalu, dua meja samping kanan kosong. Lingkungan sedikit ramai, namun kondusif dengan penerangan yang cukup baik dan suhu ruangan yang cukup sejuk oleh AC. Catatan Lapangan: Peneliti datang lebih awal ke tempat yang telah dijanjikan bersama Informan, yaitu di Dixie Cafe di Jalan Affandi. Saat menunggu Informan datang, peneliti naik ke lantai dua dan duduk di meja dekat jendela yang bersebelahan dengan area luar. Sembari menunggu informan peneliti memesan minuman. Sekitar 5 menit kemudian Informan datang dengan mengenakan pakaian casual, yaitu kemeja, celana, dan sepatu. Informan duduk di hadapan peneliti. Sebelum melakukan wawancara, informan dan peneliti mengobrol terlebih dahulu. Peneliti bertanya kepada Informan apakah ingin memesan minuman terlebih dahulu sebelum melakukan wawancara. Namun, informan menolak. Selanjutnya, Peneliti mempersiapkan alat tulis dan perekam. Saat akan memulai wawancara, alat perekam ditutupi oleh kertas tisu sesuai dengan permintaan Informan. Baris 1144 1145 1146 1147 1148 1148 1150 1151 Analisis Tematik T J T Sebelumnya aku mau memprobing tentang beberapa hal. Iya Yang pertama terkait dengan pengalamanmu saat kamu, disini kamu ceritakan kamu bertemu dengan seorang laki-laki yang memiliki aura yang sama dengan pacarmu yang pertama.

(169) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J Iya Bisa kamu ceritakan bagaimana pengalamanmu, apa yang kamu rasakan, apa yang kamu, apa yang kamu alami, saat bertemu dengan laki-laki tersebut? Eee, yang aku.. bentar ingat-ingat (melipat tangan di dagu) ya, kaget iya, kaget ya, terus pertama kaget, kemudian kok ada tertarik iya. Merasa tertarik? Iya. Tujuh puluh persen kaget, tiga puluh persen tertarik. Oke. Bisa kamu ceritakan apa yang kamu maksud tentang memiliki aura atau kesan yang sama? Oke, kesan yang sama itu, eeee, ada beberapa hal yang buatku itu (bertopang dagu), eeee, miripmirip ama mantan pertama, pacar pertama. Heem Beberapa hal, itu yang mungkin dikatakan kesan yang sama, mungkin itu karena ada beberapa hal yang bagiku mirip-mirip. Bisa kamu ceritakan secara detail, apa yang mirip-mirip itu? Oke (melipat tangan di meja), eee, apa yang detail, eee, gak terlalu banyak tingkah, trus agak sedikit, aku pertama liat aja ya, sama temennya itu diem aja He em (memegang kepala) Walaupun banyak diem tapi setelah ku liat lagi He em Ya, anggap aja stalking (menggerakkan tangan) He em Eeee, cukup seru juga kalau bareng tementemennya, itu maksudnya bercanda, oke bercanda, pukul bahu, pukul bahu gitu. Berarti kamu bertemu dia, kamu bercerita kemarin Iya Kamu bersama dengan teman-temanmu, jalanjalan ke mall. Eee, aku sendirian Oh ya Sendirian, dia dengan teman-temannya Dia yang bersama teman-temannya? Iya Perasaan kaget saat bertemu seorang lakilaki berlanjut pada adanya ketertarikan ke laki-laki tersebut (11581162) Adanya kemiripan dengan pacar pertama (1167-1172) Adanya kemiripan pada perilaku yang tidak banyak tingkah dan sedikit diam (1176-1178) Informan mengamati (stalking) laki-laki tersebut (1181-1183) Adanya perilaku yang seru saat bercanda pada laki-laki tersebut (11851187)

(170) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J He em Nah, aku penasaran, eee, sedikit penasaran, aku agak ngikutin dia masuk ke akun yang sama He em Cuman buat, tau lebih dekat, walaupun entar aku keluarnya lebih cepet Hmm Yang penting aku udah tau kira-kira gimana, kirakira terjadinya gimana Lalu, kamu mulai merasa tertarik pada saat itu juga? Bisa dibilang iya. Lalu, setelah itu, setelah kamu merasakan ketertarikan tersebut. bisa kamu ceritakan gak pengalamanmu yang selanjutnya? Eee, gak ada. Pengalaman selanjutnya ya cuma liat-liat aja, coba cari, eee, nomornya, orang asing gak tau namanya, aku gak tau namanya juga Di sini kan kamu menceritakan bahwa kamu memandang hal tersebut sebagai another first love. Iya, emang. Mengapa kamu bisa memandang itu sebagai cinta pada pandangan pertama? Yang lain Yang lain. Eee, another, another dan another di sini tuh, eee, gendernya aja Another itu maksudnya gender Gendernya aja Bukan, bukan pengalaman yang kedua? Hmm, tiap or, eee, tiap gender punya hak untuk jadi yang pertama kan. Oh, kamu memandangnya seperti itu? Iya Oke, terus, nah aku ingin kamu menceritakan terkait dengan proses coming in-mu. He em Disini kan kamu bercerita bahwa kamu menganggap adanya ketidakadilan saat dirimu tu menyukai perempuan dan laki-laki di saat yang bersamaan. He em Baru kamu, memilihmu, eee, memilih antara gay dan Straight Informan tidak mengenal laki-laki tersebut dan mencoba mencari kontaknya (1213-1215) Pandangan terhadap „another first love‟ yang mengarah pada gender (1224-1227) Pandangan pada gender yang memiliki hak untuk menjadi yang pertama dalam cinta pertama (1229-1230)

(171) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1289 1290 T J T J T J T J T J T He eh, straight. Bisa diceritakan secara lebih rinci gak pengalamanmu pada saat kamu mulai, dari saat kamu mulai menyadari lalu berkembang menjadi kamu memutuskan untuk menjadi seorang gay. Eeee, pertama, ya kalo pengalaman pergulatan sih gak terlalu banyak ya, soalnya, eemm, cuma masalah antara seksual, kalo masalah biseksual itu,eee, harus memutuskan antara kamu menyukai lawan jenis atau sesama jenis. Iya Nah, kalo kamu menyukai keduanya itu, apa yang kamu berikan ke salah satunya itu gak a, gak rata. Walaupun kamu, eee, memiliki pasangan dalam waktu yang berbeda, kadarnya mesti jelas berbeda. He em Itu yang membuat kenapa, eemm, alasan kenapa memilih salah satu dulu, tapi memilih menjadi homoseksual itu bagiku adalah sebagai hal baru yang mesti dicoba, satu (menggerakkan tangan). Hal baru yang mesti di coba, dan gimana ya, karena dan kebanyakan temenku, kebanyakan temenku itu yang lebih, yang cowok, lebih, eee, lebih suka sama aku, dibandingkan, eee, lebih banyak temen cowok yang lebih mendekati aku yang homoseksual dibandingkan temen cewek. Ya mungkin, sedikit terpengaruh mungkin iya. Sebelumnya kamu, gini, hal baru yang mesti dicoba, apa maksudmu dari pandanganmu? Hal yang baru, eee, aku, eee, termasuk yang agak bebas, maksudnya tiap orang punya pilihan untuk memilih jadi apa mereka di dunia. Nah, hal baru itu anggap aja nambah-nambahin pengalaman, pengalaman tentang bagaimana mencintai, belajar mencintai maksudnya, belajar tertarik pada orang lain. Ini mencintai apa, mencintai diri sendiri atau mencintai orang lain? Mencintai orang lain, dan bagaimana prosesnya selama itu berlangsung, itu yang maksudku belajar tentang hal barunya di situ, apakah aku bisa, eee, mencintai, apakah seseorang bisa belajar mencintai se, eee, lawan jenisnya sama seperti mencintai sesama jenisnya. Boleh aku katakan bahwa menurutmu Informan tidak banyak mengalami pergulatan (1249-1250) Pandangan mengenai biseksual harus memutuskan antara menyukai lawan jenis atau sesama jenis (12511253) Hal yang diberikan tidak rata/berbeda saat menjadi biseksual(12551259) Pandangan thd homoseksual sebagai hal baru untuk dicoba (12621264) Informan terpengaruh oleh teman-teman cowok yang seorang homoseksual (12681271) Pandangan terhadap diri yang bebas dalam menentukan pilihan (1274-1276) Homoseksual sebagai hal baru tentang belajar mencintai, berlajar tertarik pada orang lain (1276-1280) belajar hal baru apakah seseorang bisa mencintai sesama jenis sama seperti mencintai lawan jenis (1286-1289) informan memandang

(172) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J memandang bahwa mencintai sesama jenis itu adalah suatu hal yang pilihan, pilihan semua orang. Bisa dibilang Maksudnya, eee, sebagai seorang manusia dia bisa mencintai lawan jenis dan sesama jenis Bisa memilih (mengangguk) Terkait dengan teman-temanmu, maksudnya apakah teman-temanmu semuanya adalah gay? Ada, kebanyakan besar iya Kebanyakan besar gay? Iya Lalu ada yang tertarik dengan dirimu? Tertarik secara seksual iya, bukan secara afeksional. kamu memiliki pengalaman saat temanmu mendekati dirimu Sedikit. iya iya, saat mendekatiku lalu, saat itu apa yang membuatmu memutuskan untuk enggak, kalo itu, prosesnya masih lama lagi tapi itu menjadi salah satu faktor pendukung? Mungkin. Menurutmu mungkin Mungkin. Bagaimana kamu bisa menganggap itu sebagai faktor pendukung? Bagaimana, eee, karena terlalu banyak yang mendekati, lalu banyak yang memberikan godaan (tertawa) He em Eee, mungkin juga tergoda juga sih Kamu ikut-ikutan? He eh, ikut-ikutan dan tenyata gak ada salahnya, bagiku gak ada masalah. He em Tiap orang lahir dengan kadar cinta (menggerakkan kepala) dan semua orang diharap untuk belajar saling mencintai dan untuk belajar dicintai He em Jadi buatku gak ada masalah, selama gak anehaneh Gak aneh-aneh itu maksudnya apa? Hhmm, melakukan yang belum dilakukan, yang mencintai sesama jenis sebagai suatu pilihan (1290-1294) Teman-teman informan sebagian besar adalah seorang gay (1301) Teman-teman sebagai salah satu faktor pendukung (1314) Teman-teman banyak yang mendekati dan memberikan godaan, yang mempengaruhi untuk menjadi seorang gay (1319-1326) Informan tidak ada masalah saat memutuskan untuk menjadi seorang gay selama tidak melakukan hal yang aneh (13331334)

(173) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1370 1381 1382 T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T belum boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan sebelum waktunya. Oke. Berarti terkait dengan, berarti selain kamu menganggap bahwa adanya ketidakadilan dalam mencintai laki-laki dan perempuan. Lalu. Juga ada pandangan bahwa itu merupakan hal yang baru. He em. Trus ada juga teman-teman yang mungkin menurutmu itu menjadi faktor pendukung. Seperti itu. Berarti ketiga hal itulah yang membuatmu, yang mempengaruhimu dalam mempertimbangkan memilih antara straight atau gay. Seperti itu. Nah, sebelumnya. berarti proses penerimaan dirimu kan terkait dengan kebebasanmu dalam memilih untuk dirimu, hak untuk mencintai kan Iya Nah, saat kamu mengetahui kamu memilih menjadi salah, memilih menjadi seorang gay. Apa yang kamu rasakan? Hmm, gak terlalu signifikan sih. Cuma apa yang aku, oke, oke-nya berbeda aja. Kalo, eee, sama aja kayak aku nuang air gelasnya beda, sama kan. Objeknya, objeknya beda, tapi apa yang aku berikan tetap sama, air. Ada emosi tertentu gak? Emosi tertentu Yang kamu rasakan? Yah, senang aja. Senang? Ya, senang bisa memberikan, eee, cinta pada orang lain, mencintai orang lain. Nah, sebelumnya aku, sebelum pengalaman itu ya maksudku, sebelumnya kamu ceritakan bahwa kamu ada sedikit, ada memiliki penyangkalan-penyangkalan. Penyangkalan dalam hal? Saat kamu memiliki ketertarikan dengan lakilaki yang temui di mall tadi. He em Di mall itu dulu. Pada awalnya kamu mengalami penyangkalan-penyangkalan. Nah, Informan merasa oke menjadi berbeda (13611362) Informan merasa senang (1369) Perasaan senang dapat memberikan cinta/mencintai orang lain (1371-1372)

(174) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 J T J T J T J T J T J T J T J T J T J penyangkalan-penyangkalan itu bisa kamu ceritakan secara lebih konkrit apa yang kamu alami? Eee, tidak terlalu signifikan penyangkalannya, soalnya penyangkalannya soal masalah moral aja. Terkait masalah moral. Moral dan nilai-nilai di masyarakat. Moral dan nilai-nilai apa yang kamu maksud? Ya, yang udah dipakukan di kepala orang itu, ee belajarlah mencintai itu, menikah itu dengan lawan jenis bukan sesama jenis. Berarti moral dan prinsip, dan nilai-nilai terkait masyarakat yang heteroseksual. (Mengangguk) Jadi denialmu itu terkait dengan hal tersebut? Bukan masalah, eee, kalo penyangkalan iya, kalo denial itu seperti permukaannya, maksudnya gini, eee, aku cuma perang batin, perang batin (menggerakkan tangan) antara, eee, mana yang lebih berpengaruh dalam hidupku orang lain ataukah pilihan diriku sendiri. Iya. Dan saat itu yang menang adalah pilihanku sendiri. Nah, lalu terkait dengan coming out, bisa kamu ceritakan tidak pengalaman saat coming out. Disini kamu ceritakan pertama kali itu dengan teman-teman. Hmm, dikit banget ya, yang coming out-nya itu dikit cuma bilang aja ee Bagaimana pengalaman itu dari pertama kali kamu ingin coming out ke temanmu itu. Ya, bilang aja, eee, waktu mereka kumpul-kumpul gitu. Situasinya saat kumpul-kumpul? Saat kumpul-kumpul, eee, ke atas, atas itu, eee, kaliurang. Jalan-jalan bareng sama temen-temenku yang, eee, sering ku omongin dikit belok, ya yang belok itu, akhirnya mereka dengan sendirinya menanggapi dengan sangat bahagia telah berhasil menjebak satu orang lagi. Jadi kamu langsung tanpa... Gak-gak, langsung tanpa itu, ya di, eeng, di apa ya, di grepe-grepe, di grepe-grepe dan aku ya dengan santainya gini aja (menggerakkan tangan) terserah mau grepe-grepe yang mana Adanya penyangkalan terkait masalah moral dan nilai-nilai di masyarakat (1387-1389) Masyarakat menanamkan bahwa mencintai dan menikah dengan lawan jenis bukan sesama jenis (1391-1393) Adanya perang batin antara nilai di masyarakat atau pilihan diri sendiri (1401-1403) Informan mengikuti pilihannya sendiri (14051406) Tanggapan teman yang bahagia (1421-1423)

(175) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T Aku masih belum paham Iya kamu lagi berkumpul trus? berkumpul dan ada temanku yang, eee, mungkin sedikit bercandaan dengan megang-megang, rabaraba aku, dan ya, eee, aku bolehin aja gak aku giniin (menggerakkan tangan) gak aku jauhin tangannya. Diemin aja, dan gak lama dia ngomong, ‗kok gak kamu tabok‘, ‗emangnya kenapa gak boleh‘, ya ga pa pa sih, malahan aku senang aja, senang, iya emang biasanya kamu menepiskan, menolak untuk di sentuh, biasanya nolak iya tapi pada saat itu, karena kamu telah coming out kamu tidak merasa risih. enggak, gak lagi merasa risih, dia mau grepe, mau raba gak apa-apa lalu? Trus aku bilang udah megang-megang boleh aja, boleh aja megang-megang. Eee, kamu udah ketularan ya, bisa dibilang dikit Lalu, setelah itu? Yah, kedua belah pihak senang, aku senang, dia senang, dan semua orang lain di dalam sana juga senang, everyone happy. Jadi mereka tidak memiliki tanggapan tertentu kah? Ya, tanggapannya senang itu. Yee, ada satu orang lagi yang bisa di grepe-grepe (tertawa) Di sini kamu menceritakan, kamu memberitahu keempat, empat orang teman Salah satunya kamu, ya kan. Oh, berarti lima, lima, ada lima, temenmu empat orang. Ada tiga orang di villa, satu orang, satu orang gak ikut, beda lagi, beda proses. Jadi yang pertama tahu tiga orang. Pertama tahu tiga orang, itu yang berkumpulkumpul di kaliurang kan. He eh, yang kesatu itu kan, bukan, ya gimana ya, temen deket aja, temen deket, trus yang kelima. Nah, berarti kan awalnya, berarti awalnya itu dengan tiga orang teman? Iya Lalu, yang selanjutnya kamu bagaimana bisa Informan tidak menolak saat dipegang oleh teman (1432-1439) Informan tidak lagi merasa risih saat dipegang oleh temannya (1445-1446) Tanggapan teman yang merasa senang (14521454)

(176) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T coming out ke temanmu yang keempat ini, yang cowok ini? Nah, mungkin ada salah satu dari ketiga temanku, ketiga temen yang tadi disebutin, itu cerita ke orang ini, dan yah aku, dia tahu duluan. Aku belum sempat kasih tahu, dan dia tahu. Oh, jadi yang memberitahu itu temanmu yang lain itu ya Iya, sudah dilaporkan Oh, berarti kamu tidak langsung memberitahu? Tidak langsung memberitahu, gak. tapi waktu di pancing-pancing gitu, ya ngaku aja. Lalu, bagaimana tanggapannya? Dia Iya, yang satu ini. Biasa aja, biasa aja, cuma agak senyum-senyum gitulah Apakah dia juga seorang gay. Nah, biseksual. Oh, dia biseksual. Lalu terakhir temanmu yang perempuan kan? Iya. Trus setelah kamu coming out dengan kelima temanmu ini, perasaanmu bagaimana? Yah, kayak, yah kayak, kayak duduk gitu aja, gak ada perasaan apa-apa. Tidak ada. Itukan lagipula buatku itu bukan kewajiban Iya Buatku itu bukan kewajiban, jadinya aku gak hutang dengan hal itu, aku gak perlu nebus apaapa, gak perlu nagih apa-apa Ya Ya, biasa aja. Apakah sampai saat ini hanya kelima temanmu itu. Wah, udah nambah ya (tertawa). Udah nambah? Udah nambah ya. Siapa saja yang sudah tahu? Totalnya ada, totalnya sampe sekarang termasuk itu udah ada dua belasan Siapa? Teman? Ada yang deket ada yang jauh Jumlahnya dihitung dengan temanmu ini Teman informan lebih dulu mengetahui mengenai orientasi seksual informan (14791480) Informan tidak memberitahu temannya secara langsung (14861487) Tanggapan teman informan biasa saja (1491-1492) Informan tidak memiliki perasaan tertentu setelah coming out ke temanteman (1500-1501) Informan memandang coming out bukan suatu kewajiban (1503,15051507) Orang yang mengetahui mengenai orientasi seksual informan berjumlah 12 orang (1516-1517)

(177) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J totalnya dua belas orang? Iya. Lalu, selain ke temanmu ini yang lainnya, ya lainnya kamu bisa coming out-nya bagaimana? Ya, jaman udah canggih, udah ada aplikasinya sendiri. Iya, aplikasi yang itu kan? Iya, ada aplikasinya sendiri dan kenalan gitu, oh ternyata tempatnya dekat dan aku kenal dia, tempatnya ternyata kampusnya sama. Ternyata secara tidak langsung saling terkoneksi di aplikasi itu dan akhirnya menjadi sama-sama tahu seperti itu, lalu terkait dengan keluarga. Iya Apakah kamu sudah memberitahu atau ada rencana? Ada yang unik, ada yang unik bahwa aku tahu ada di keluarga besarku ada yang, eee, suka cowok Iya Tapi dia enggak tahu, kalo aku tahu, aku tau dia suka cowok, tapi dia gak tahu kalo aku tahu dia suka cowok. Sepupu? Iya Orang ini sepupu. Iya. Kenapa kamu bisa yakin mengetahui itu? Bisa yakin, dia dengan sembrononya naruh hape, naruh hapenya di ruang tamu He em Dan, deringnya kan khas banget, kalo aplikasi itu deringnya khas banget, dan oh, aku langsung tahu Dia memiliki aplikasi tersebut? Iya, aku denger dari deringnya, cuma melirik, wah satu pesan baru ya, gitu Tadi kamu bilang, eee, kamu tau tapi dia gak tau Dia gak tau. Maksudnya dia gak tau apanya Dia gak tau kalo aku tahu dia gay Oh, jadi maksudmu bahwa Cuma satu pihak doang O, ya berarti sepupumu tau kalo dia seorang gay Aku tahu dia. Informan menggunakan aplikasi media sosial yang membuat dirinya terhubung dengan orang lain (1528-1530) Informan mengetahui seorang anggota keluarganya memiliki orientasi homoseksual (1538-1539,1541-1543) Informan tahu melalui nada aplikasi yang dipakai oleh sepupunya (1552-1553)

(178) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T Tapi dia belum coming out di keluargamu. Belum. Lalu, kamu sendiri? Yah, gak ada yang minta aku ceritain, ya udah gak cerita. Oh, berarti sampai sekarang belum ada keinginan untuk memberitahu keluarga? Ada niat di suruh cerita, kalo gak disuruh cerita ya diem aja. Ada niat. Itu kan bukan tanggung jawabku, bukan kewajibanku. Agak lepas tanggung jawab, iya. Apakah kamu menunggu sampai ditanya oleh keluarga? Seperti itu. Menunggu keluargamu aware terhadap dirimu. Seperti itu. Oke. Apakah ada kesulitan tertentu kenapa kamu belum duluan menceritakan? Eee, gak ada, gak ada sih. Cuma, emm, gak ada, gak ada kesulitan tertentu. Terkait dengan.. Terkait dengan apa ? Terkait dengan, mungkin, apakah keluargamu bisa menerima atau tidak, atau... Nah, kalo itu baru kesulitannya. Kesulitannya itu menerima atau gak itu urusan belakangan. Tadi kamu tanya ada kesulitan tertentu gak, jawabnya gak ada. Tapi, kalo ada kesulitan tertentu mengenai Maksud dari pertanyaanku adalah apakah alasan kamu tidak ingin lebih dulu memberi tahu orang tuamu karena ada, di dalam pikiranmu ada kemungkinan-kemungkinan bahwa, oh orang tua ku akan tidak menerimaku atau tidak Pikirannya ada, pikirannya ada, di pikiranku ada. Tapi, mereka gak tanya, ya udah aku gak jawab. Pikirannya ada, tetap ada. Apa yang kamu pikirkan kemungkinan respon orang tuamu? Responnya, marah iya (menggaruk dagu), tapi lebih ke murka daripada marah. Soalnya marah cuma, ya marah. Kalo murka itu yah.. Kalo murka itu pasti ya. Berarti kamu Informan belum coming out ke keluarga karena tidak ada yang bertanya padanya (1570-1571) Informan memiliki niat untuk bercerita, namun ia diam karena tidak ada yang meminta (15741575) Informan memandang coming out ke keluarga bukan kewajiban dan tanggung jawabnya (1577-1578) Informan menunggu keluarga aware terhadap dirinya (1582-1584) Informan tidak memiliki kesulitan tertentu untuk mulai coming out ke keluarga (1587-1588) Informan belum memikirkan keluarga menerima atau tidak (1594) adanya pikiran bahwa mungkin keluarga tidak menerima (1604,1606) belum coming out sebelum ditanya oleh keluarga (1605) respon orang tua yang murka terhadap informan (1609-1610)

(179) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 J T J T J T J T J T J T J T J memutuskan tidak memberitahu keluarga karena adanya kemungkinan-kemungkinan itu. Iya, dan mereka juga gak tanya. Penekanannya pada mereka gak tanya. Kamu menunggu keluargamu aware terhadap dirimu. Ya, agak egosentris sih. Agak egosentris banget Oh, kamu memandang itu ke ego-an dirimu Ya, egosentris Tapi sampai saat ini bagaimana dengan drimu yang sudah coming out dan apakah ada perbedaan terkait dirimu dengan keluarga gak? Biasa aja, biasa aja. Maksudnya? Gak ada, gak ada yang spesifik, gak ada. Cuman yah dateng, ramah-ramah, kalo mereka tanya di jawab, tapi kalo tanya sesuatu dan berhubungan ama itu ya dijawab juga, tapi sayangnya gak ada tuh. Oke Omongannya gak ada aja. Trus bagaimana perasaanmu setelah coming out dan menjalani aktivitas sehari-hari, bersama dengan teman-temanmu yang telah mengetahui dirimu? Sama kayak, tadi kayaknya udah diomongin deh, biasa aja, gak ada masalah apa-apa. Kayak minum doang gitu, ya udah selesai. Baiklah, terima kasih, sampai itu dulu. Sama-sama. penekanan bahwa kelurga tidak bertanya mengenai diri informan (1616-1617) Relasi informan dalam keluarga biasa-biasa saja (1627) Keluarga tidak ada yang bertanya mengenai informan (1632) Informan merasa biasabiasa saja, tidak ada masalah (1641)

(180) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN III Member Checking

(181) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Saya _______________________________sebagai Informan____pada penelitian skripsi Saudari Ruth Intan Hutauruk dengan Nomor Mahasiswa 119114161, Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta dengan judul penelitian ―Studi Deskriptif terhadap Penerimaan Diri pada Pria Homoseksual (Gay)‖ menyatakan bahwa : 1) Hasil data yang dituliskan dalam penelitian ini sesuai dengan apa yang telah saya sampaikan sebagai seorang informan penelitian. Hasil tersebut telah saya lihat dan saya setujui untuk dijadikan data dalam penelitian ini. 2) Sesuai dengan kesepakatan yang telah disepakati bersama dalam Inform Consent, peneliti tidak menyebutkan secara lugas nama saya sebagai informan dan orang-orang yang telah saya sebutkan saat pelaksanaan penelitian. Peneliti telah membuat nama-nama tersebut dengan inisial atau dengan nama samaran. Saya sebagai informan___dalam penelitian ini telah melakukan pemeriksaan hasil data di penelitian ini. Saya bersedia menandatangani surat ini tanpa disertai tekanan dan ancaman dari pihak manapun. Yogyakarta, Yang menyatakan, (Informan_)

(182)

Dokumen baru

Download (181 Halaman)
Gratis

Tags