H U R A G N E P N A H A S U R E P I A L I N P A D A H R E T

Gratis

0
1
162
10 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PENGARUH LIKUIDITAS SAHAM DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN Studi di Bursa Efek IndonesiaPada Tahun 2012 SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Program Studi Manajemen Oleh: USKI BIDANA NIM: 082214096 PROGRAM STUDI MANAJEMEN JURUSAN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PENGARUH LIKUIDITAS SAHAM DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN Studi di Bursa Efek IndonesiaPada Tahun 2012 SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Program Studi Manajemen Oleh: USKI BIDANA NIM: 082214096 PROGRAM STUDI MANAJEMEN JURUSAN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI si ii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI iii

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI MOTTO DAN PERSEMBAHAN Motto “Nama TUHAN adalah menara yang kuat, ke sanalah orang benar berlari dan ia menjadi selamat” (Amsal 18:10) “DOPA DINGME TANA DITO YEPA KAMDIK TEPA DO” (HARI ESOK LEBIH BAIK DARI HARI INI) “Sabar dan Berusaha adalah Cara Mengatasi Kegagalan” (Penulis) DenganPenuhSyukur, KupersembahkanSkripsiIniKepada: Ayahandaku Barnabas Bidana (Alm) dan Ibundaku Agnes Uropmabin Gitmena, Mickael, Rudina, A. Nandocky, Natalis, Yubelina (Alm), Maria, E. Kemen, Om Hosea, Om Dami, Om Libertus, Veronika, Bamweng, Mabindocky, Depinto, Alfred, Milla (Alm), Rina (Alm), Antho dan Selina. Dan Seluruh Keluarga Besar Bidana, Uropmabin, Taplo Dan Kahipdana yang Penulis tidak bisa disebutkan satu persatu. Saudara, sahabat, kenalan dan semua orang yang Mengenalku dan mengisi hidup bersamaku. Terima kasih atas cinta kasih dukungan, doa dan hubungannya bagiku. iv

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI UNIVERSITAS SANATA DHARMA FAKULTAS EKONOMI JURUSAN MANAJEMEN-PROGRAM STUDI MANAJEMEN PERNYANYATAAN KEASLIAN Saya yang bertanda tangan dibawa ini, dengan ini menyatakan bahwa skripsi dengan judul: PENGARUH LIKUIDITAS SAHAM DAN KEBIJAKAN DIVIDENTERHADAP NILAI PERUSAHAAN Studi di Bursa Efek Indonesia Tahun 2012 Dan diajukan untuk diuji pada tanggal, 27 November 2014 adalah hasil karya saya. Dengan ini saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa yang saya tulis ini tidak memuat karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagai layaknya karya ilmiah. Bila dikemudian hari terbukti bahwa saya ternyata melakukan tindakan tersebut, maka saya bersedia menerima sanksi, yaitu skripsi ini digugurkan dan gelar akademik yang saya peroleh (S.E) dibatalkan serta proses sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku (UU No 20 Tahun 2003, Pasal 25 dan pasal 70). Yogyakarta, 27 November 2014 Yang membuat pernyataan, Uski Bidana NIM: 082214096 v

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA TULIS UNTUK KEPENTINGAN KAMPUS Yang bertanda tangan dibawa ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta: Nama : Uski Bidana Nomor Mahasiswa : 082214096 Demi kepentingan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya berjudul Pengaruh Likuiditas Saham Dan Kebijakan Dividen Terhadap Nilai Perusahaan. Dengan demikian saya memberikan kepada perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu memintah ijin dari saya maupun memberikan royalty kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini yang saya buat dengan sebenarnya. Yogyakarta, 28 November 2014 Yang membuat pernyataan, Uski Bidana vi

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan yang maha Kasih atas berkat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul: PENGARUH LIKUIDITAS SAHAM DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN, Studi di Bursa Efek Indonesia Pada Tahun 2012 Tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk memenuhi syarat guna memperoleh gelar sarjana ekonomi pada Program Studi Manajemen, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Dalam penulisan skripsi ini dapat selesai dengan baik berkat bantuan berbagai pihak. Untuk itu, penulis inggin menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: 1. Johanes Eka Priyatma, M. Sc., Ph.D., selaku Rektor Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 2. Dr. Rita Suhadi, M. Si., Apt., selaku wakil Rektor Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 3. Dr. H. Herry Maridjo, M. Si., selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 4. Antonius Diksa Kuntara, SE, MFA, QIA., selaku wakil Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 5. Dr. Lukas Purwoto, SE, M.Si., selaku Ketua Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, sekaligus sebagai dosen pembimbing I yang telah berkenaan meluangkan waktu, tenaga, pikiran dan telah vii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI membimbing, memberikan semangat, masukan maupun diskusi-diskusi kepada penulis sehingga bisa dapat selesainya skripsi ini. 6. Dra. Diah Utari B.R, M. Si., selaku Wakil Ketua Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 7. Albertus Yudi Yuniarto, SE, M.B.A., selaku dosen pembimbing II yang telah berkenaan meluangkan waktu, tenaga, pikiran dan memberikan semangat, masukan, saran maupun diskusi-diskusi kepada penulis hingga selesainya skripsi ini. 8. Bapak saya Barnabas Bidana (Alm) dan Mama saya Agnes Uropmabin yang selalu memberikan cinta, kasih sayang, dan dukungan yang begitu luarbiasa bagi penulis, penulis tidak akan bisa membalas semua kasih sayang yang mereka berikan kepada penulis, hanya keberhasilan dan kesuksesan yang membuat mereka bangga. 9. Kaka Ipar Maickel Taplo dan Rudina Bidana yang telah memberikan cinta kasih saying dan dukungan baik itu secara moril maupun non moril sehingga penulis bisa menyelesaikan skripsi ini. 10. Abang Arpen Nandocky Bidana, S.IP, yang selalu memberikan dukungan baik berupa semangat, saran, masukan dan motivasi secara moril maupun non moril sehingga penulis bisa dapat menyelesaikan skripsi ini. 11. Keluarga besar Bapak Gitmena Bidana dan Maria Nawipa yang telah memberikan doa, dukungan dan juga memberikan, nasehat, semangat, saran, masukan, dan motivasi untuk berjuang yang kian sehingga penulis bisa dapat menyelesaikan skripsi ini. viii

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12. Bapak Ir. Spey Yan Hetkan Bidana, ST, M. Si., yang telah memberikan dukungan, nasehat, saran, masukan, motivasi dan moril maupun non moril sehingga penulis dapat selesaikan skripsi ini. 13. Bapak Gerald Apyimtean Bidana, S. Pd, MPA yang telah memberikan dukungan, nasehat, saran, masukan, danmotivasi dan moril maupun non moril sehingga penulis dapat selesaikan skripsi ini. 14. Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang yang telah memberikan dukungan baik biaya studi, uang kos maupun uang saku selamas aya masih kuliah, sehingga dapat membantu saya untuk menyelesaikan skripsi ini. 15. Drs. T. Sarkim, M. Ed., Ph. D., sebagai ketua program matrikulasi mahasiswa Pegunungan Bintang sekaligus orang tua wali untuk memberikan bimbingan, mengawasi, nasehat, saran, masukan dan motivasi sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. 16. Keluarga Besar Komunitas Mahasiswa Pelajar Aplim-Apom (KOMAPO) Se-Jawa, Bali, Sulawesi, Kalimantan dan Sumatra kabupaten Pegunungan Bintang, Papua yang telah memberikan dukungan, saran, masukan, kritik dan motivasi sehingga penulis bisa dapat menyelesaikan skripsi ini. 17. Karyawan FKIP USD Yogyakarta yang telah memberikan dukungan, saran, masukan, kritik dan motivasi maupun mendampingi penulis selama matrikulasi dan diperkuliahan sehingga penulis bias dapat menyelesaikan skripsi ini. 18. Rekan-rekan Keluarga besar FKMKP DIY yang telah memberikan dukungan, saran, masukan, kritik dan motivasi sehingga penulis bisa dapat menyelesaikan skripsi ini. ix

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19. Teman-teman manajemen anggkatan 2008: Abang Elvis, Toga, Eko, Donny, Akmin, Willy, Agung, Erna, Qinoy, Ferry, Wenas, Dian, Yovinus dan Sonia 20. Teman-teman Kos: Bang Aris, Isep, Vian, Nopsing, Kris, Anton, Jimy, Rumin, Maksi dan Enno Tiles. 21. Teman-teman sahabatku Marong Oksop, Amor BenoQ, Jeck, Taby, Yopong, Malong, AgusPoro, Arong, Aminus, Obeth, Andir, Frans, Adik Erik, Aces, Yumunip, Yentaip, Kris, Piteng dan Luky, Arif 22. Semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan skripsi ini yang tidak dapat disebutkan satu persatu. Banyak yang penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari para pembaca guna menyempurnakan skripsi ini. Semoga skripsi ini bermanfaat dan dapat menjadi bahan masukan bagi rekan-rekan dalam menyusun skripsi. Yogyakarta, 27 November 2014 Penulis Uski Bidana Nim : 082214096 x

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL ......................................................................................................i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING............................................................ii HALAMAN PENGESAHAN ........................................................................................iii HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN............................................................iv HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA TULIS .......................................v HALAMAN PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA TULIS .........vi HALAMAN KATA PENGANTAR ..............................................................................vii HALAMAN DAFTAR ISI ............................................................................................xi HALAMAN DAFTAR TABEL.....................................................................................xiv HALAMAN DAFTAR GAMBAR ................................................................................xv HALAMAN DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................xvi ABSTRAK .....................................................................................................................xvii ABSTRACT ...................................................................................................................xviii BAB I. PENDAHULUAN..............................................................................................1 A. Latar Belakang ............................................................................................. 1 B. Rumusan Masalah........................................................................................ 7 C. Batasan Masalah ..........................................................................................7 D. Tujuan Penelitian .........................................................................................7 E. Manfaat Penelitian ......................................................................................8 F. Sistematika Penulisan .................................................................................9 xi

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II. LANDASAN TEORI .......................................................................................11 A. Likuiditas Saham ........................................................................................11 B. Kebijakan Dividen ......................................................................................27 C. Nilai Perusahaan .........................................................................................43 D. Tinjauan Penelitian Sebelumnya ...............................................................49 E. Kerangka Penelitian ...................................................................................52 F. Hipotesis ......................................................................................................54 BAB III. METODE PENELITIAN...............................................................................56 A. Jenis Penelitian ..........................................................................................56 B. Tempat Dan Waktu Penelitian .................................................................56 C. Subjek Dan Objek Penelitian....................................................................56 D. Variabel Penelitian ....................................................................................57 E. Pengukuran Variabel Penelitian...............................................................58 F. Populasi Dan Sampel.................................................................................59 G. Definisi Operasional ..................................................................................61 H. Teknik Pengumpulan Data .......................................................................62 I. Teknik Analisis Data .................................................................................62 BAB IV GAMBARAN UMUM .....................................................................................71 A. Gambaran Umum Bursa Efek Indonesia (BEI) .......................................71 B. GambaranUmum Perusahaan ..................................................................76 BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN .................................................102 A. Deskripsi Data ..........................................................................................102 B. Analisis Data ............................................................................................105 xii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI C. Pembahasan .............................................................................................122 BAB VI. PENUTUP.......................................................................................................128 A. Kesimpulan ..............................................................................................128 B. Keterbatasan ............................................................................................129 C. Saran ........................................................................................................129 DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................................131 LAMPIRAN ...................................................................................................................134 xiii

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Halaman Tabel II.1: Perkembangan Indeks Saham ....................................................................48 Tabel IV.1: Sejarah Perkembangan Pasar Modal Indonesia ......................................72 Tabel V.1: Data Nama Perusahaan ..............................................................................103 Tabel V.2: Hasil Perhitungan Likuiditas Saham .........................................................106 Tabel V.3: Hasil Perhitungan Dividend Payout Ratio (DPR) .......................................107 Tabel V.4: Hasil Perhitungan Nilai Perusahaan ..........................................................109 Tabel V.5: Hasil Perhitungan Multikoliniearitas .........................................................111 Tabel V.6: Uji Normalitas .............................................................................................112 Tabel V.7: Uji Autokorelasi ..........................................................................................113 Tabel V.8: Perbandingan d_value .................................................................................114 Tabel V.9: Hasil Uji Regresi..........................................................................................117 Tabel V.10: Hasil Uji F..................................................................................................119 Tabel V.11: Model Sumaryb ..........................................................................................120 xiv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar II.1 Kerangka Pikir ..........................................................................52 Gambar IV.1 Struktur Pasar Modal Indonesia .............................................75 Gambar V.1 Uji Heteroskedastisitas ..............................................................116 xv

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Halaman Lampiran V.1: Hasil Perhitungan Likuiditas Saham ....................................106 Lampiran V. 2: Hasil Perhitungan Dividend Payout Ratio ............................107 Lampiran V.1: Hasil Perhitungan Nilai Perusahaan.....................................109 xvi

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK PENGARUH LIKUIDITAS SAHAM DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN Studi di Bursa Efek Indonesia Tahun 2012 Uski Bidana Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 2014 Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh likuiditas saham terhadap nilai perusahaan dan bagaimana pengaruh kebijakan dividen (Dividen Payout Ratio) terhadap nilai perusahaan. Data yang digunakan berupa data laporan keuangan perusahaan (data likuiditas saham dan Dividen Payout Ratio) yang terdaftar di ICMD (Indonesia capital market directory) 2012. Sampel dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur di bursa efek Indonesia yang meningkatkan nilaiperusahaan secara rutin setiap tahun selama tahun 2012 yaitu sebanyak 21 perusahaan. Pengumpulan data dilakukan dengan cara mendokumentasi terhadap laporan keuangan yang sudah dipublikasikan oleh BEI. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linear berganda. Hasil penelitian ditunjukkan bahwa: secara serentak likuiditas saham dan Dividend Payout ratio berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Sementara itu, sebagian menunjukkan bahwa likuiditas saham tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan dan Dividend Payout Ratio berpengaruh negative terhadap nilai perusahaan. xvii

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT THE EFFECT OF STOCK LIQUIDITY AND DIVIDEND POLICY ON THEFIRM VALUE A Study at Indonesia Stock Exchange 2012 Uski Bidana Sanata Dharma University Yogyakarta 2014 The purpose of this study was to determine how the effect of stock liquidity on firm value and how to influence dividend policy (dividend payout ratio) of the value of companies. The data used was secondary data which financial statement data (data liquidity of shares and Dividend Payout Ratio) that was listed in ICMD (Indonesian capital market directory) in 2012. Samples in this study was manufacturing companies that increases the value of the company on a regular basis every year during in 2012 as many as 21 companies. Data collection was done by documenting the financial statements that have been published by the Stock Exchange. The analytical tool used in this study was multiple linear regression. The results indicated that: simultaneously, stock liquidity and the Dividend Payout ratio had significant effect on firm value. Meanwhile, partially stock liquidity has no effect on firm value and Dividend Payout Ratio had negative effect on firm value. xviii

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bursa efek merupakan sebuah pasar yang terorganisasi dimana para pialang melakukan transaksi jual-beli surat berharga dengan berbagai perangkat aturan yang ditetapkan di bursa efek Indonesia tersebut. Pada dasarnya, jika ingin melakukan pembelian maupun penjualan saham, maka harus berhubungan dengan perusahaan efek atau biasa disebut bursa efek (broker atau perusahaan pialang) yang menjadi anggota bursa. Perusahaan efek ini memiliki wakil di Bursa Efek yang biasa disebut pialang. Pialang tersebutlah yang akan melakukan transaksi atas dasar order/ amanat yang di berikan baik untuk jual maupun untuk beli. Pialang tersebut dapat juga memberikan anjuran atau berbagai nasihat lainnya sehubungan dengan rencana investasi. Perusahaan akan bertumbuh dan berkembang, kemudian pada waktunya akan memperoleh keuntungan atau laba. Laba ini terdiri dari laba yang ditahan dan laba yang dibagikan.Pada tahap selanjutnya laba yang ditahan merupakan salah satu sumber dana yang paling penting untuk pembiayaan perusahaan yang berasal dari laba yang ditahan + penyusutan aktiva tetap, maka semakin kuat posisi financial perusahaan. Dari seluruh laba yang diperoleh perusahaan sebagian dibagikan kepada pemegang saham berupa dividen. Mengenai penentuan besarnya 1

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 dividen yang akan dibagikan itulah yang merupakan kebijakan dividen dari pimpinan perusahaan. Pasar bebas menuntut para pelaku ekonomi untuk meningkatkan kualitas produk, secara daya saing serta melakukan continuous improvement agar produk yang di hasilkan dapat berkompetisi dengan produk yang di hasilkan oleh perusahaan lain. Untuk kualitas dan daya saing produk dapat mendorong peningkatan profitabilitas atau laba perusahaan. Laba merupakan hasil dari suatu periode tertentu yang dicapai oleh perusahaan dan salah satu tujuan perusahaan didirikan adalah untuk memperoleh profit agar survive. Tujuan mendirikan perusahaan adalah untuk memaksimalkan nilai perusahaan atau meningkatkan kemakmuran Stockholder (Weston and Copeland, 1992). Tujuan ini dapat dicapai jika perusahaan mampu beroperasi dengan baik sehingga akan mengapresiasi harga saham. Sehingga didapatkan suatu hubungan, dimana tujuan akan mudah diwujudkan, jika pada satu sisi perusahaan selalu menjaga kinerja perusahaannya. Untuk meningkatkan profitabilitas perusahaan, peran serta masyarakat sangat diperlukan dalam kegiatan ekonomi, tujuannya adalah untuk mendorong peningkatan hasil dan pemerataan ekonomi masyarakat. Keterlibatan masyarakat dalam kegiatan ekonomi berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional dan salah satu partisipasi langsung masyarakat yang diharapkan adalah untuk melakukan investasi dalam bentuk

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 kepemilikan saham atas perusahaan yang telah go public di Bursa Efek Indonesia (BEI). Kepemilikan saham dalam bentuk pembelian sertifikat atau surat berharga pada perusahaan, baik perusahaan swasta maupun perusahaan pemerintah merupakan bentuk investasi langsung yang memungkinkan pemegang saham mempunyai hak suara dalam Rapat Umum Pemegan Saham (RUPS). Pasar bebas menuntut para pelaku ekonomi untuk meningkatkan kualitas produk, daya saing serta melakukan continuous improvement agar produk yang dihasilkan dapat berkompetesi dengan produk yang dihasilkan oleh perusahaan lain. Likuiditas merupakan kemampuan suatu aktiva atau instrumen untuk berubah bentuk menjadi kas atau setara kas. Dengan kata lain, jika investor ingin menjual saham, maka ada investor lain yang siap untuk membeli dan jika investor ingin membeli saham, maka ada investor yang bersedia untuk menjual sahamnya. Tingkat likuiditas suatu saham didorong oleh transaksitransaksi yang dilakukan terhadap saham. Semakin sering suatu saham ditransaksikan untuk menunjukkan tingkat mobilitas yang tinggi dan semakin mudah saham tersebut diperdagangkan dan menunjukkan semakin likuid saham tersebut. Likuiditas saham bermanfaat sebagai cerminan perkembangan kinerja perusahaan. Investor berminat melakukan pembelian saham pada perusahaan yang memiliki kinerja yang baik. Sehingga perusahaan berusaha untuk

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 menjaga kinerjanya agar tetap baik. Dalam memutuskan suatu transaksi saham, seorang investor harus mempertimbangkan beberapa faktor dengan teliti, diantaranya faktor kondisi fundamental perusahaan, faktor teknis dan faktor sentimen pasar. Kondisi fundamental perusahaan mengacu pada informasi tentang kinerja perusahaan, resiko, ukuran prospek perusahaan maupun masalah kepemilikan perusahaan tersebut. Faktor teknis (teknikal) merupakan faktor yang menggambarkan perkembangan perdagangan saham di lantai bursa seperti harga perdana, fluktuasi saham, jumlah harga saham, dan lain-lain. Dan sentimen pasar merupakan faktor-faktor lain yang tidak dapat diukur secara kuantitatif seperti situasi politik, prilaku investor, kejadian luar biasa misalnya bencana alam dan lain-lain. Secara jelas tujuan likuiditas saham yang bersumber dari sistem nilai perusahaan untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bengsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berahlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”. Tujuan pendidikan untuk mengembangkan keterampilan, kebiasaan, dan sikap-sikap yang diharapkan dapat membuat seseorang menjadi lebih baik. Kebijakan dividen sangat penting karena mempengaruhi kesempatan

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 investasi perusahaan, harga saham, struktur finansial, arus pendanaan dan posisi likuiditas. Dengan perkataan lain, kebijakan dividen menyediakan informasi mengenai performa (performance) perusahaan. Oleh karena itu, masing-masing perusahaan menetapkan kebijakan dividen yang berbeda-beda, karena kebijakan dividen berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Perusahaan manufaktur dalam membayar dividen kepada para pemegang sahamnya, maka perusahaan mungkin tidak dapat mempertahankan dana yang cukup untuk membiayai pertumbuhannya di masa mendatang. Sebaliknya saham perusahaan menjadi tidak menarik bagi perusahaan. Perusahaan manufaktur harus dapat mempertimbangkan antara besarnya laba yang akan ditahan untuk mengembangkan perusahaan manufaktur. Untuk itu, peranan seorang manajer keuangan sangat penting dalam memutuskan apakah kebijakan yang diambil oleh perusahaan baik bagi nilai perusahan. Dividen merupakan keuntungan perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham. Biasanya tidak seluruh keuntungan perusahaan dibagikan kepada pemegang saham, tetapi ada bagian yang ditahan kembali. Besarnya dividen yang terima ditentukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) perusahaan tersebut. Namun perlu dicatat adalah bahwa perusahaan tidak selalu membagikan dividen kepada para pemegang saham tetapi tergantung juga kepada kondisi perusahaan itu sendiri (khususnya berkaitan

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 dengan keuntungn yang diraihnya). Artinya jika perusahaan mengalami kerugian tentu saja dividen tidak akan dibagikan pada tahun berjalan tersebut. Nilai perusahaan juga di definisikan dalam kaitanya memprediksi harga saham investor melakukan penilaian terhadap perusahaan melalui faktor fundamental yang meliputi kinerja keuangan perusahaan. Investor juga perlu memahami pengertian kinerja perusahaan. Helfert dalam Juarini (2006) menyatakan bahwa kinerja perusahaan adalah hasil dari banyak keputusan individu yang dibuat secara terus-menerus oleh manajemen perusahaan. Sedangkan kinerja keuangan adalah dampak keuangan kumulatif dan ekonomi atas keputusan manajemen. Penggunaan indikator sebagai alat ukur dari suatu variabel sangat diperlukan, hal ini terkait dengan memberikan sarana kemudahan dalam memahami maknanya. Tidak mudah memang untuk menentukan suatu indikator sebagai pengukur variabel, karena indikator tersebut harus mampu merepresentasikan variabel yang akan diukur secara tepat, sehingga Tobin’s q sebagai salah satu indikator pengukur variabel yang akan diukur dengan menggunakan Tobin’s Q yaitu nilai pasar saham. Berdasarkan uraian tersebut, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “PENGARUH LIKUIDITAS SAHAM DAN KEBIJAKAN DIVIDENTERHADAP NILAI PERUSAHAAN. Studi di Bursa Efek Indonesia Pada Tahun 2012”.

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI B. 7 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka masalah yang menjadi pusat perhatian dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut: 1. Bagaimana pengaruh likuiditas saham terhadap nilai perusahaan? 2. Bagaimana pengaruh kebijakan dividen terhadap nilai perusahaan? C. Batasan Masalah Untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai masalah yang dihadapi pihak perusahaan, maka dalam hal ini penulis membatasi masalah yang akan dibahas. Adapun permasalahan itu, hanya dikhususkan pada: (a) Likuiditas saham yang diteliti ini akan dibatasi pada investasi perusahaan, (b) Kebijakan dividen yang diteliti ini akan dibatasi pada dividend payout ratio (c) Penelitian ini dilakukan terhadap perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan sahamnya masih aktif perdagangkan selama penelitian. (d) Periode penelitian ini hanyapada tahun 2012. D. Tujuan Penelitian Tujauan yang diharapkan dalam penelitian ini adalah: 1. Untuk mengetahui bagaimana pengaruh likuiditas saham terhadap nilai perusahaan

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2. 8 Untuk mengetahui bagaimana pengaruh dividen terhadap nilai perusahaan. E. Manfaat Penelitian Manfaat yang diharapkan dalam penelitian ini adalah: a. Bagi Perusahaan Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi sebagai dasar pertimbangan dalam pembuatan keputusan untuk melakukan investasi terutama para investor jika perusahaan yang menjadi tujuan investasi kepada pihak perusahaan dalam rangka meningkatkan nilai perusahaan dan menciptakan komitmen kepada pihak perusahaan. b. Bagi Universitas Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan bacaan untuk menambah wawasan dan pengetahuan bagi mahasiswa fakultas ekonomi serta sebagai refrensi penelitian yang akan datang. c. Bagi penulis Hasil penelitian ini merupakan penerapan sebagai teori yang didapat selama studi di bangku kuliah terkait dengan likuiditas saham, kebijakan dividend dan nilai perusahaan.

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI F. 9 Sistematika Penulisan Pada penulisan penelitian ini, sistematika penulisannya akan terdiri dari 6 bab dengan urutan sebagai berikut: BAB I. PENDAHULUAN Bab ini berisi latar belakang masalah, rumusan masalah, batasan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian dan sistematika penelitian. BABA II. KAJIAN PUSTAKA Bab ini berisi tentang teori-teori yang digunakan untuk mendukung penelitian. BAB III. METODOLOGI PENELITIAN Bab ini menjelaskan jenis penelitian, tempat dan waktu penelitian, populasi dan sampel penelitian, penentuan sampel, teknik pengumpulan data, objek penelitian, jenis dan sumber data yang diperlukan, variabel penelitian dan teknik analisis data. BAB IV. GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN Bab ini menjelaskan sejarah singkat BEI dan perusahaan-perusahaan manufaktur yang diteliti. BAB V. ANALISIS DATA Bab ini menjelaskan uraian tentang deskripsi sampel, deskripsi data yang dipakai dalam pengolahan dan pengujian serta cara atau teknik yang dipakai dalam proses pengolahan dan pengujian data.

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 BAB VI. KESIMPULA DAN SARAN Bab ini berisi kesimpulan dari penelitian, keterbatasan penelitian dan saran dari pihak peneliti. DAFTAR PUSTAKA Daftar pustaka ini berisi sumber-sumber yang berupa buku-buku, skripsi, dan sumber lainnya yang dipakai penulis dalam penyusunan skripsi ini

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Likuiditas Saham 1. Pengertian Likuiditas Saham Likuiditas saham adalah kemampuan suatu aktiva atau instrumen untuk berubah bentuk menjadi kas atau setara kas. Untuk memberikan semangat kepada para investor untuk membentuk pendanaan perusahaan. Pada sisi lain secara finansial seperti: saham yang dapat didefinisikan sebagai tanda penyertaan modal seseorang atau pihak (badan usaha) dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Dengan menyertakan modal tersebut maka pihak tersebut memiliki klaim atas pendapatan perusahaan, klaim atas asset perusahaan, dan berhak untuk dapat hadir dalam rapat umum pemegang saham. a) Likuiditas Likuiditas dapat diartikan sebagai kemampuan suatu perusahaan memenuhi kewajiban keuangannya dalam jangka pendek atau yang harus dibayar (Mamdus, 2004). Jadi likuiditas adalah tingkat kemampuan suatu aktiva financial berubah menjadi kas atau sebaliknya pada setiap saat yang diperlukan dengan kerugian yang paling minimum. Perusahaan dibilang likuid jika dapat memenuhi kewajibannya pada saat jatuh tempo. Tingkat likuiditas dapat diukur menggunakan rasio likuiditas. Rasio likuiditas adalah rasio yang memperlihatkan hubungan kas perusahaan dan aktiva lancar lainnya terhadap 11

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 kewajiban lancarnya (Weston dan Brigham, 1998). Rasio likuiditas yang umumnya digunakan adalah rasio lancer (current ratio) dengan cara membagi aktiva lancar dengan kewajiban lancarnya. Rasio tersebut menunjukkan sampai sejauh mana tagihan-tagihan jangka pendek dari para kreditor dapat dipenuhi dengan aktiva yang diharapkan akan dikonversi menjadi uang tunai dalam waktu dekat (Weston dan Brigham, 1998). Kim and David et.al (1998) mengelompokan faktor-faktor yang diperkirakan mempengaruhi likuiditas perusahaan, yaitu: 1. Cash flow uncertainty Cash flow uncertainty atau ketidakpastian arus kas dapat menentukan keputusan manajer dalam menentukan tingkat likuiditas perusahaan. Perusahaan-perusahaan dengan tingkat ketidakpastian arus kas yang tinggi akan cenderung melakukan investasi dalam aktiva yang likuid dengan jumlah yang besar. 2. Current and future investment opportunity Current and future investment opportunity merupakan kesempatan investasi yang dihadapi perusahaan, baik saat ini maupun masa yang akan datang. Berkaitan denga current and future investment opportunity ini manajemen akan mempertimbangkan apakah lebih baik melakukan investasi dalam bentuk aktiva tetap atau melakukan investasi dalam bentuk aktiva likuid. 3. Transaction demand for liquidity

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 Transactiondemand for liquidity berkaitan dana atau arus kas yang diperlukan untuk tujuan transaksi. Hal ini juga merupakan faktor yang dipertimbangkan perusahaan dalam menentukan likuiditas perusahaan. Dalam teori ekonomi, faktor investasi mempunyai peranan yang sangat penting untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Jhonson dalam Rahbini (2007) bahwa investasi adalah seluruh pendapatan yang dibelanjakan oleh perusahaan atau lembaga pemerintahan untuk barang-barang modal yang akan dalam aktifitas produktifitas. Halim (2003) juga menyatakan bahwa investasi pada hakikatnya merupakan penempatan sejumlah dana pada saat ini dengan harapan untuk memperoleh keuntungan di masa mendatang. Disamping itu Erhans (2000), menyatakan bahwa investasi sebagai menanamkan kelebihan uang dengan tujuan untuk memperoleh penghasilan. Investasi dapat dilakukan dengan berbagai bentuk di antaranya deposito, surat berharga (Market-able securities) seperti saham (stock) dan obligasi (bond). Downes dan Goodmen (1994) mengartikan likuiditas sebagai ciri suatu sekuritas atau komoditas dengan cukup banyak unit yang beredar sehingga memungkinkan adanya transaksi dalam jumlah besar tanpa mengakibatkan penurunan harga yang berarti saham dapat likuid apabila dapat diperdagangkan secara cepat, berbiaya kecil dan jumlah yang besar serta pada harga yang wajar atau adil.

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 Menurut Goldreich et al (2004) menyatakan bahwa likuiditas saham merupakan kemampuan untuk memperdagangkan saham dan likuiditas saham ini merupakan elemen penting yang mempengaruhi nilai perusahaan. Dari uraian diatas ini dapat diungkapkan bahwa likuiditas saham dapat ditentukan oleh tingkat atau volume perdagangan saham. b) Saham Saham (stock) merupakan salah satu instrumen pasar keuangan yang paling popular. Menerbitkan saham merupakan salah satu pilihan perusahaan ketika memutuskan untuk pendanaan perusahaan. Pada sisi yang lain, saham merupakan instrument investasi yang banyak dipilih para investor karena saham mampu memberikan tingkat keuntungan yang menarik. Saham dapat didefinisikan sebagai tanda penyertaan modal seseorang atau pihak (badan usaha) dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Dengan menyertakan modal tersebut, maka pihak tersebut memiliki klaim atas pendapatan perusahaan, klaim atas asset perusahaan, dan berhak hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Saham dapat dibagi dua, yaitu sebagai berikut: a. Saham Preferen (preferred stock) dan b. Saham Biasa (Common Stock) 1. Saham Preferen (preferred stock)

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 Saham preferensi merupakan saham yang mempunyai sifat gabungan (hybrid) antara obligasi (bond) dan saham biasa. Saham preferensi memiliki beberapa karakteristik antara lain; 1) Pembayaran dividen dalam jumlah yang tetap 2) Hak klaim lebih dahulu dibandingkan dengan saham biasa jika perusahaan dilikuidasi 3) Dapat dikonversikan menjadi saham biasa Beberapa karakteristik dari saham preferen adalah sebagai berikut: 1) Preferen terhadap dividen a) Pemegang saham preferen mempunyai hak untuk menerima dividen terlebih dahulu dibandingkan dengan pemegang saham biasa. b) Saham preferen juga umumnya memberikan hak dividen kumulatif, yaitu memberikan hak kepada pemegangnya untuk menerima dividen tahun-tahun sebelumnya yang belum dibayarkan sebelum pemegang saham biasa menerima dividennya. Jika saham preferen tidak mempunyai bentuk dividen kumulatif, maka suatu dividen yang tidak dibayar pada periode lalu akan hilang selamanya. 2) Preferen pada waktu likuidsi Preferen pada waktu likuidasi hak saham preferen untuk mendapatkan terlebih dahulu aktiva perusahaan dibandingkan dengan hak yang dimiliki oleh saham biasa pada saat terjadi likuidasi. Besarnya hak atas aktiva pada saat likuidasi adalah sebesar nilai nominal saham preferen termasuk semua

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 dividen yang belum dibayar jika bersifat kumulatif. Karena karakteristik ini, investor umumnya menganggap saham preferen lebih kecil risikonya dibandingkan dengan saham biasa. Untuk menarik minat investor terhadap saham preferen dan untuk memberikan beberapa alternative yang menggantungkan baik bagi investor atau bagi perusahaan yang mengeluarkan saham preferen, beberapa macam saham preferen telah dibentuk, yaitu: a. Convertible Preferred Stock Untuk menarik minat investor yang menyukai saham biasa, beberapa saham preferen menambah bentuk di dalamnya yang memungkinkan pemegangnya untuk menukar saham ini dengan saham biasa dengan rasio penukaran yang sudah ditentukan. b. Callable Preferred Stock Bentuk lain dari saham preferen adalah memberikan hak kepada perusahaan yang mengeluargkan untuk membeli kembali saham ini dari pemegang saham pada tanggal tertentu dimasa mendatang dengan nilai yang tertentu. Harga tebusan ini biasanya lebih tinggi dari nilai nominal sahamnya. c. Floating atau Adjustable-rate Preferred Stock (FARP) Saham preferen ini merupakan saham inovasi baru di Amerika serikat yang dikenalkan pada tahun 1982. Saham preferen ini tidak membayar dividen secara tetap, tetapi tingkat dividen yang dibayar tergantung dari tingkat return dari sekuritas t-bill ( treeasury bill)1.

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2. 17 Saham biasa (Common Stock) Jika perusahaan mengeluarkan satu saham saja, saham ini biasanya dalam bentuk saham biasa. Pemegang saham adalah pemilik dari perusahaan yang mewakilkan kepada manajemen untuk menjalankan operasi perusahaan. Sebagai pemilik perusahaan, pemegang saham biasa mempunyai beberapa hak yaitu: 1. Hak control Pemegang saham biasa mempunyai hak untuk memiliki dewan redaksi/ pimpinan perusahaan. Ini berarti bahwa pemegang saham mempunyai hak untuk mengontrol siapa yang akan memimpin perusahaannya 2. Hak menerima pembagian keuntungan Sebagai pemilik perusahaan, pemegang saham biasa berhak mendapat bagian dari keuntungan perusahaan. Tidak semua perusahaan membayar dividen, karena keputusan perusahaan membayar dividen atau tidak dicerminkan dalam kebijaksanaan dividennya (dividend policy). 3. Hak preemitif Hak preemitif merupakan hak untuk mendapatkan persentasi pemilikan yang sama jika perusahaan mengeluarkan tambahan lembar saham. Perusahaan yang menerbitkan saham baru dapat memberikan hak (rights) istimewa kepada pemegang saham lama untuk membeli lebih dahulu sebelum saham tersebut ditawarkan kepada investor baru.

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 Saham biasa memiliki karakteristik antara lain; a) Hak klaim terakhir atas aktiva perusahaan jika perusahaan dilikuidasi. b) Hak suara proporsional pada pemilihan direksi serta keputusan lain yang di tetapkan pada rapat umum pemegang saham c) Dividen, jika perusahaan memperoleh laba dan disetujui di dalam rapat umum pemegang saham d) Hak memesan efek terlebih dulu sebelum efek tersebut ditawarkan kepada masyarakats c) Penilaian Saham Saham merupakan salah satu alternative sumber dana jangka panjang bagi suatu perusahaan. Perusahaan yang membutuhkan dana jangka panjang berupa ekuitas, dapat memperolehnya melalui penerbitan saham, baik yang dijual melalui private placement maupun melalui nilai public offering (IPO). Penentuan nilai suatu saham tidak semudah menentukan nilai obligasi, karena pendapatan saham bersifat tidak pasti. Sehubungan dengan itu, dalam penentuan nilai saham digunakan beberapa pendekatan antara lain;  Pendekatan saham biasa dan sahm istimewa Dalam praktik, penilaian saham biasa lebih sulit dibandingkan dengan penilaian obligasi. Hal ini karena ada beberapa alasan, yaitu; pertama arus kas yang dihasilkan saham biasa tidak pernah dapat diketahui terlebih dahulu.

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 Kedua, saham biasa tidak punya jangka waktu tempo. Ketiga, tidak ada cara yang mudah untuk menentukan berapa tingkat keuntungan yang disyaratkan pasar. Nilai saham biasa ditentukan berdasarkan nilai sekarang arus kas yang akan dihasilkan saham biasa pada masa yang akan datang. d) Ciri-ciri saham biasa dan saham istimewa Pembahasan fitur saham biasa (common stock) difokuskan pada pemegang saham dan pembayaran dividen. Untuk saham istimewa, akan dijelaskan apa yang dimaksud dengan saham istimewa (preferred stock) dan juga didiskusikan apakah saham istimewa sesungguhnya merupakan utang atau ekuitas. a. Ciri-ciri saham biasa Saham biasa dapat berbeda maknanya bagi orang yang berbeda, tetapi biasanya dipakai untuk saham yang tidak memiliki keistimewaan dalam penerimaan dividen atau dalam kebangkrutan perusahaan. 1) Hak pemegang saham Secara konseptual struktur suatu perusahaan mengasumsikan bahwa pemegang saham memiliki direksi yang kemudian bertugas merekrut manajemen untuk melaksanakan arahnya. Oleh karena itu, pemegang saham mengendalikan perusahaan melalui hak untuk memilih direksi. Pada umumnya hanya pemegang saham yang memiliki hak untuk memilih direksi.

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 Direksi biasanya pilih pada saat rapat umum pemegang saham, yang dilaksanakan secara tahunan. Idealnya biasa satu saham satu suara (one share one vote), bukan satu pemegang saham satu suara (one sharebolder one vote). Mekanisme pemilihan dapat berbeda antara satu perusahaan dan perusahaan lainnya. Perbedaan yang penting adalah apakah hak suara diberikan secara kumulatif (cumulative voting) atau secara langsung (straight voting). Kumulatif (cumulative voting) merupakan prosedur yang mana pemegang saham dapat memberikan semua hak suaranya untuk satu anggota dewan direksi. Straight voting adalah prosedur yang mana pemegang saham dapat memberikan semua hak suaranya bagi masing-masing anggota dewan direksi. Nilai perusahaan secara langsung berhubungan dengan hak-hak umum pemegang saham. Selain hak suara dalam pemilihan direksi, pemegangan saham biasanya juga mempunyai hak-hak berikut, yaitu: 1. Hak untuk memperoleh secara proporsional dividen yang dibayarkan. 2. Hak untuk memperoleh secara professional sisa aktiva setelah dikurangi dengan utang jika perusahaan dilikuidasi. 3. Hak untuk memberikan suara pada rapat pemegang saham yang membahas masalah-masalah yang sangat penting seperti merger b. Ciri-ciri saham istimewa

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 Saham istimewa merupakan ekuitas di tinjau dari sudut hukum dan pajak.Saham istimewa memiliki ciri yang berada antara utang dan ekuitas.Saham istimewa memiliki ciri seperti utang karena saham istimewa memiliki dividen yang tetap, sedangkan memiliki ciri seperti ekuitas, karena dividen saham istimewa tidak bisa dipakai untuk mengurangi pendapatan kena pajak. Kadang kala saham istimewa dapat dikonversikan menjadi saham biasa dan sering ditarik kembali. Saham istimewa berbeda dengan saham biasa, karena saham istimewa memiliki hak istimewa di atas saham biasa dalam pembagian dividend dan pembagian sisa hasil penjualan aktiva jika perusahaan dilikuidasi. Dividen saham istimewa dibayarkan lebih dahulu sebelum dividen saham biasa. Dividen saham istimewa jumlahnya tetap dan bersifat kumulatif. Hal ini berarti dividen ditetapkan berdasarkan nilai nominal saham istimewa, dan jika pada satu tahun perusahaan mengalami kerugian, maka hak pemegang saham atas dividen tersebut tidak hilang, tapi jika pada tahun berikutnya perusahaan memperoleh laba, maka perusahaan harus membayar dividen tahun yang lalu, kemudian baru membayar dividen tahun berikutnya. e) Pasar Saham (Bursa Efek) Perusahaan yang membutuhkan dana dalam bentuk ekuitas atau modal sendiri dapat diperoleh melalui penerbitan saham. Saham yang diterbitkan perusahaan dapat dijual secara langsung kepada pemilik dana, seperti teman,

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 anggota keluarga (private placement), atau dijual kepada masyarakat luas melalui pasar saham (go public). Pasar saham juga disebut bursa efek atau pasar modal, terdiri dari pasar primer atau pasar perdana (primary market) dan pasar sekunder (secondary market). Di dalam pasar primer atau pasar untuk saham yang baru pertama kali diterbitkan oleh emiten, saham dijual kepada investor melalui penjamin emisi. Proses penawaran saham di pasar perdana juga dikenal dengan istilah initial public offering (IPO). Penetapan harga perdana di dasarkan pada hasil analisis berbagaifaktor, salah satunya adalah informasi yang diperoleh ketika dilakukan penjajagan pasar (road show) oleh emiten bersama penjamin emisi. Saham merupakan surat berharga sebagai bukti tanda penyertaan atau kepemilikan seseorang atau badan hukum dalam suatu perusahaan, khususnya perusahaan publik yang memperdagangkan sahamnya. Investasi dalam bentuk saham banyak dipilih para investor karena saham mampu memberikan keuntungan yang menarik. Perkembangan pasar modal di Indonesia membawa dampak yang positif terhadap perekonomian Indonesia. Pasar modal mempunyai peranan yang penting dalam suatu negara, maka ada beberapa macam peranan penting yaitu: 1. Sebagai fasilitas melakukan intraksi antara pembeli dengan penjual untuk menentukan harga saham atau surat berharga yang diperjualbelikan. 2. Pasar modal memberikan kesempatan kepada para investor untuk memperoleh hasil (return) yang diharapkan.

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 3. Pasar memberikan kesempatan kepada investor untuk menjual kembali saham yang dimilikinya atau surat berharga lainnya. 4. Pasar modal menciptakan kesempatan kepada masyarakat untuk berpartisipasi dalam perkembangan perekonomian. 5. Pasar modal mengurangi biaya informasi dan transaksi surat berharga. Pasar modal memberikan peluang kepada masyarakat untuk melakukan investasi baik investasi yang berjangka pendek, menegah, maupun investasi jangka panjang. Sedangkan bagi pihak emiten semakin muda untuk memperoleh dana dari masyarakat pemodal (investor) baik yang bersifat ekuitas maupun bersifat utang. Pasar modal adalah kegiatan yang bersangkutan dengan penawaran umum dan perdagangan efek, perusahaan publik yang berkaitan dengan efek yang diterbitkannya, dan lembaga profesi yang berkaitan dengan efek. Istilah lain bagi pasar modal adalah bursa efek. Adapun efek artinya surat-surat berharga. Dalam pasar modal, barang yang diperdagangkan tidak seperti pada pasar barang misalnya baju, sepatu, tas, tetapi barang-barang yang dapat diperdagangkan berupa surat-surat berharga. Surat-surat berharga yang diperjual belikan di pasar modal disebut instrumen pasar modal.Instrumen di pasar modal dapat digolongkan menjadi tiga kelompok, yaitu saham, obligasi, dan derivatif.

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 a) Saham Saham merupakan bukti kepemilikan atas suatu perusahaan dengan adanya modal yang disetor. Jika kalian menanam modal di suatu perusahaan, maka kalian ikut andil dalam kepemilikan perusahaan tersebut. Semakin besar saham yang dimilikinya, maka semakin besar pula kekuasaannya di perusahaan tersebut. Keuntungan yang diperoleh dari saham disebut dividen. Adapun jenis saham dibedakan menjadi dua yaitu saham biasa (common stock) dan saham preferen (preferred stock). b) Obligasi Kata obligasi berasal dari bahasa Belanda, yaitu “Obligtie” atau “Obligaat” yang berarti kewajiban yang baik dapat ditinggalkan, atau surat utang suatu pinjaman negara atau daerah dengan bunga tetap untuk si pemegang. Dalam kamus hukum sudarsono, obligasi mempunyai dua pengertian yaitu: 1) Surat pinjaman dengan bunga tertentu dari pemerintah yang dapat diperdagangkan atau diperjualbelikan. 2) Surat utang berjangka (waktu) lebih dari satu tahun dan memiliki suku bunga tetentu, dimana surat tersebut dikeluarkan oleh perusahaan untuk menarik dana dari masyarakat guna menutup pembiayaan perusahaan.

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 Obligasi merupakan surat pengakuan utang jangka panjang yang dikeluarkan suatu perusahaan dengan tujuan untuk memperoleh dana. Selain perusahaan, pemerintah juga menerbitkan obligasi untuk memperoleh dana pembangunan, misalnya perbaikan jalan, pembangunan gedung sekolah, dan fasilitas-fasilitas umum lainnya. Pemegang obligasi akan memperoleh bunga secara periodik dan akan menerima pokok pinjaman pada tanggal jatuh tempo. Keuntungan membeli obligasi juga dapat diwujudkan dalam bentuk kupon. c) Derivatif Derivatif merupakan bentuk turunan dari saham. Derivatif yang ada di Indonesia berupa warrant dan right. 1. Warrant, Warrant yaitu efek yang diterbitkan oleh suatu perusahaan yang memberikan hak kepada pemegang efek untuk membeli saham langsung dari perusahaan tersebut dengan harga dan waktu yang telah ditetapkan. 2. Right, Right yaitu hak dari pemegang saham yang ada untuk membeli saham baru yang akan diterbitkan oleh perusahaan sebelum saham tersebut ditawarkan kepada pihak lain atau hak memesan efek terlebih dahulu. Perusahaan yang melakukan penjualan dan surat-surat berharga disebut emiten, sedangkan pembeli surat-surat berharga yang ditawarkan oleh emiten disebut investor. Contoh bursa efek di Indonesia adalah Bursa

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 Efek Indonesia yang merupakan gabungan dari Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya.  Pemain Utama Pasar Modal Disebut pemain utama, karena pihak - pihak ini yang paling berperan dalam perdagangan efek. Berikut ini pemain utama dalam bursa efek, yaitu; 1) Emiten Emiten adalah pihak yang melakukan penjualan surat-surat berharga atau melakukan emisi di bursa.Dalam melakukan penjualannya, emiten dapat memilih dua macam instrumen pasar modal, yaitu bersifat kepemilikan atau utang. 2) Investor Investor adalah pemodal yang akan membeli atau menanamkan modalnya di perusahaan yang akan melakukan penjualan surat-surat berharga. Sebelum membeli atau menanamkan modalnya, investor melakukan analisis terhadap perusahaan tersebut, prospek emiten, dan lain-lainnya. Investor ini dapat berasal dari dalam negeri dan luar negeri. 3) Penjamin Emisi (Underwriter) Penjamin emisi merupakan lembaga yang menjamin terjualnya saham atau obligasi sampai batas waktu tertentu.

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 4) Perantara Perdagangan Efek(Pialang) Pialang merupakan perantara antara penjual dengan pembeli surat-surat berharga. Pialang disebut juga broker. Tugas pialang meliputi: memberikan informasi tentang emiten, dan melakukan penjualan surat-surat berharga kepada para investor. 5) Manajer Investasi Manajer investasi adalah pihak yang kegiatan usahanya mengelola efek untuk para nasabah. B. Kebijakan Dividen a. Pengertian Kebijakan Dividen Investasi yang dilakukan oleh investor dalam bentuk kepemilikan saham, diharapkan akan memperoleh kembalian (return) berupa dividen pada akhir periode. Kebijakan dividen sebuah perusahaan memiliki dampak penting bagi banyak pihak yang terlibat di masyarakat. Kebijakan dividen merupakan salah satu fungsi utama seorang manajer keuangan dalam membuat keputusan keuangan perusahaan. Berikut ini akan diuraikan beberapa definisi kebijakan dividen menurut beberapa orang ahli yaitu sebagai berikut: Menurut Fred J. Weston dan Thomas E. Copeland (1997 : 657) : “Dividend policy determines the divisions of earning between payments to stockholders and reinvestment in the firm. Retained earning are one of the

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 most significant sources of funds for financing cooperate growth, but dividens constitute the cash flows that accure to stockholders.” Menurut Bambang Riyanto (2001 : 265) : “Kebijakan dividen adalah bersangkutan dengan penentuan pembagian pendapatan (earnings) antara penggunaan pendapatan untuk dibayarkan kepada para pemegang saham sebagai dividen atau untuk digunakan didalam perusahaan, yang berarti pendapatan tersebut harus ditahan didalam perusahaan.” Sedangkan menurutAgus Sartono (2001 : 369) : “Kebijakan dividen adalah keputusan apakah laba yang diperoleh perusahaan akan dibagikan kepada pemegang saham sebagai dividen atau akan ditahan dalam bentuk laba ditahan guna pembiayaan investasi dimasa yang akan datang.” Dalam Kamus Istilah Pasar Modal (1999 : 117) ditulis bahwa : “Dividen adalah bagian keuntungan perusahaan yang diberikan kepada pemegang saham”. Dengan demikian, maka dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa kebijakan dividen merupakan suatu kebijakan untuk menetapkan beberapa bagian dari laba bersih yang akan dibagikan sebagai dividen kepada para pemegang saham dan seberapa besar bagian laba bersih itu akan ditanamkan kembali sebagai laba yang ditahan untuk reinvestasi. Kebijakan dividen adalah bagian yang tidak terpisahkan dalam keputusan pendanaan perusahaan. Rasio pembayaran dividen (dividendpayout ratio) menentukan jumlah laba yang dapat ditahan dalam perusahaan sebagai sumber perdanaan. Jadi, aspek utama dari kebijakan dividen

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 perusahaan adalah menentukan alokasi laba yang tepat antara pembayaran dividen dengan penambahan laba ditahan perusahaan. Ketika kebijakan dividen diperlukan sebagai keputusan pendanaan semata, pembayaran dividen tunai merupakan residual pasif. Perlakuan kebijakan dividen sebagai residual pasif, ditentukan hanya melalui ketersediaan proposal investasi yang dapat diterima, dan hal ini mengandung arti bahwa dividen merupakan hal yang tidak relevan. Menurut Aharony dan Swary (1980) dalam Nurhidayati (2006) mengemukakan bahwa informasi yang diberikan pada saat pengumuman dividen lebih berarti daripada pengumuman earning. Bagi para investor, dividen merupakan hasil yang diperoleh dari saham yang dimiliki, selain capital gain yang didapat apabila harga jual saham lebih tinggi dibanding harga belinya. Dividen tersebut didapat dari perusahaan sebagai distribusi yang dihasilkan dari operasi perusahaan. Menurut Martono dan D. Agus Harjito (2000:255-256) sejauh ini pembahasan dividen hanya menyangkut aspek-aspek teoritis dari kebijakan dividen. Namun, ketika perusahaan menetapkan suatu kebijakan dan memperhatikan sejumlah hal, pertimbangan-pertimbangan ini harus dikaitkan kembali ke teori pembayaran dividen dan penilaian perusahaan. Beberapa pertimbangan manajer dalam pembayaran dividen antara lain: 1. Kebutuhan dana bagi perusahaan

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 Semakin besar kebutuhan dana perusahaan berarti semakin kecil kemampuan untuk membayar dividen. Penghasilan perusahaan akan digunakan terlebih dahulu untuk memenuhi dananya baru sisanya untuk pembayaran dividen. 2. Likuiditas perusahaan Likuiditas perusahaan merupakan salah satu pertimbangan utama dalam kebijakan dividen. Karena dividen merupakan arus kas keluar, maka semakin besar jumlah kas yang tersedia dan likuiditas perusahaan, semakin besar pula kemampuan perusahaan untuk membayar dividen. Apabila manajemen ingin memelihara likuiditas dalam mengantisipasi adanya ketidakpastian dan agar mempunyai fleksibilitas keuangan, kemungkinan perusahaan tidak akan membayar dividen dalam jumlah yang besar. 3. Kemampuan untuk meminjam Posisi likuiditas bukanlah satu-satunya cara untuk menunjukkan fleksibilitas dan perlindungan terhadap ketidakpastian. Apabila perusahaan mempunyai kemampuan yang tinggi untuk mendapatkan pinjaman, hal ini merupakan fleksibilitas keuangan yang tinggi sehingga kemampuan untuk membayar dividen juga tinggi. Jika perusahaan memerlukan pendanaan melalui hutang, manajemen tidak perlu mengkhawatirkan pengaruh dividen kas terhadap likuiditas perusahaan.

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4. 31 Pembatasan-pembatasan dalam perjanjian hutang Ketentuan perlindungan dalam suatu perjanjian hutang sering mencantumkan pembatasan terhadap pembayaran dividen. Pembatasan ini digunakan oleh para kreditur untuk menjaga kemampuan perusahaan tersebut membayar hutangnya. Biasanya, pembatasan ini dinyatakan dalam persentase maksimum dari laba kumulatif. Apabila pembatasan ini dilakukan, maka manajemn perusahaan dapat menyambut baik pembatasan dividen yang dikenakan para kreditur, karena dengan demikian manajemen tidak harus mempertanggungjawabkan penahanan laba kepada para pemegang saham. Manajemen hanya perlu mentaati pembatasan tersebut. 5. Pengendalian perusahaan Apabila suatu perusahaan membayar dividen yang sangat besar, maka perusahaan mungkin menaikkan modal di waktu yang akan datang melalui penjualan sahamnya untuk membiayai kesempatan investasi yang menguntungkan. b. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kebijakan Dividen Menurut Fred J. Weston dan Thomas E. Copeland yang diterjemahkan oleh Yohanes Lamarto (1992: 98), faktor-faktor yang mempengaruhi kebijakan dividen adalah sebagai berikut : 1) Undang – Undang

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 Undang-undang menentukan bahwa dividen harus dibayarkan dari laba, baik laba tahun berjalan maupun laba tahun lalu yang ada pada pos “laba ditahan (retained earning) di neraca. Dalam hal ini peraturan pemerintah menekankan 3 hal “ yaitu: a. Peraturan laba bersih, yang menyatakan bahwa dividen dapat dibayar dari laba saat ini atau tahun lalu. b. Larangan pengurangan modal (capital impairment rule), yang melindungi pemberi kredit karena adanya larangan untuk membayar dividen dengan mengurangi modal (membayar dividen dengan modal akan berarti membagi modal suatu perusahaan dan bukan membagikan laba). c. Peraturan kepailitan (insolvency rule), yang menyatakan bahwa perusahaan tidak dapat membayar dividen pada saat pailit. Kepailitan yang dimaksud disini adalah pailit karena kewajiban lebih besar daripada aktiva. 2) Posisi Likuiditas Laba ditahan (pada sisi kanan neraca) biasanya diinvestasikan dalam bentuk aktiva yang dibutuhkan untuk menjalankan usahanya. Laba ditahan tahun-tahun lalu sudah diinvestasikan dalam bentuk pabrik dan peralatan, persediaan, dan pada aktiva lainnya, tetapi laba tersebut tidak disimpan dalam bentuk kas. Jadi meskipun suatu perusahaan mempunyai catatan mengenai

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 laba, perusahaan mungkin tidak dapat membayar tunai dividen karena posisi likuiditasnya. Perusahaan yang sedang berkembang, walaupun dengan keuntungan yang sangat besar, biasanya mempunyai kebutuhan dana yang sangat mendesak. Sehingga dalam hal ini perusahaan dapat memutuskan untuk tidak membayar dividen. a. Kebutuhan Untuk Melunaskan Hutang Apabila perusahaan memilih hutang untuk membiayai ekspansi atau untuk menggantikan jenis pembiayaan yang lain, perusahaan tersebut menghadapi dua pilihan. Perusahaan dapat membayar hutang tersebut pada saat jatuh tempo dan menggantikannya dengan jenis surat berharga lainnya, atau perusahaan dapat memutuskan untuk melunaskan hutang tersebut. Jika keputusannya adalah membayar hutang tersebut, maka biasanya perlu dilakukan penahanan laba. Sehingga dividen yang dibagikan menjadi kecil. b. Pembatasan Dalam Perjanjian Hutang Perjanjian hutang, khususnya apabila merupakan hutang jangka panjang seringkali membatasi kemampuan perusahaan untuk membayar dividen tunai. Larangan yang dibuat untuk melindungi kedudukan pemberi pinjaman, biasa menyatakan bahwa : 1) Dividen dimasa yang akan datang hanya dapat dibayar dari laba yang akan diperoleh sesudah penandatanganan perjanjian hutang. Jadi dividen tidak dapat dibayar dari laba ditahan tahun-tahun lalu.

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 2) Dividen tidak dapat dibayarkan apabila modal kerja bersih (aktiva lancar dikurangi kewajiban lancar) berada dibawah suatu jumlah yang telah ditentukan. Demikian juga, perjanjian saham preferen biasanya mengatakan bahwa dividen tunai saham biasa tidak dapat dibayarkan kecuali semua dividen saham preferen sudah dibayar. 3) Tingkat Ekspansi Aktiva Semakin cepat suatu perusahaan berkembang, semakin besar kebutuhan untuk membiayai ekspansi aktivanya. Kalau kebutuhan dana dimasa depan semakin besar, perusahaan akan cenderung untuk menahan laba daripada membayarkannya. 4) Tingkat Laba Tingkat hasil pengembalian yang diharapkan akan menentukan pilihan relatif untuk membayar laba tersebut dalam bentuk dividen kepada pemegang saham atau digunakan diperusahaan tersebut. 5) Stabilitas Laba Suatu perusahaan yang mempunyai laba stabil seringkali dapat memperkirakan berapa laba dimasa yang akan datang. Perusahaan seperti ini cenderung membayarkan laba dengan persentase yang lebih tinggi daripada perusahaan yang labanya berfluktuasi. Perusahaan yang tidak stabil, tidak yakin apakah laba yang diharapkan pada tahun-tahun yang akan datang dapat dicapai, sehingga perusahaan cenderung untuk menahan sebagian besar laba saat ini. Dividen

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 yang lebih rendah akan lebih mudah untuk dibayar apabila laba menurun pada masa yang akan datang. 6) Peluang Ke Pasar Modal Perusahaan yang besar dan telah berjalan baik, dan mempunyai catatan profitabilitas dan stabilitas laba, akan mempunyai akses yang mudah kepasar modal dan bersifat coba-coba akan banyak mengandung resiko bagi pemegang saham potensial. Kemampuan perusahaan untuk menaikan modalnya atau dana pinjaman dari pasar modal akan terbatas, dan perusahaan seperti ini harus menahan lebih banyak laba untuk membiayai operasinya. Jadi perusahaan yang sudah mapan cenderung untuk memberi tingkat pembayaran dividen yang lebih tinggi daripada perusahaan kecil atau baru. 7) Kendali Perusahaan Variabel penting lainnya adalah pengaruh sumber pembiayaan alternative terhadap situasi kendali perusahaan. Sebagai suatu kebijakan, beberapa perusahaan melakukan ekspansi hanya sampai pada tingkat penggunaan laba internal lainnya saja. Hal ini didukung oleh pendapat bahwa menghimpun dana melalui penjualan tambahan saham biasa akan mengurangi kekuasaan kelompok dominant dalam perusahaan. Pada saat yang sama, mengambil hutang akan memperbesar resiko naik turunnya laba yang dihadapi pemilik perusahaan

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 saat ini. Pentingnya pembiayaan internal dalam usaha untuk mempertahankan kendali perusahaan, akan memperkecil pembayaran dividen. 8) Posisi Pemegang Saham Sebagai Pembayar Pajak Posisi pemilik perusahaan sebagai pembayar pajak sangat mempengaruhi keinginan untuk memperoleh dividen. Suatu perusahaan yang dipegang hanya oleh beberapa pembayar pajak dalam golongan berpendapatan tinggi, cenderung untuk membayar dividen yang rendah. Pemilik memilih untuk menempatkan pendapatan mereka dalam bentuk peningkatan modal kerja daripada dividen, karena akan terkena pajak penghasilan pribadi yang lebih tinggi. Akan tetapi, pemegang saham suatu perusahaan yang dimiliki oleh orang banyak akan memilih pembayaran dividen yang tinggi. 9) Pajak Atas Laba Yang Diakumulasikan Secara Salah Untuk mencegah pemegang saham hanya menggunakan perusahaan sebagai suatu “perusahaan penyimpan uang (incorporated pocket book)” yang dapat digunakan untuk menghindari tarif penghasilan pribadi yang tinggi, peraturan perpajakan perusahaan menentukan suatu pajak tambahan khusus terhadap penghasilan yang diakumulasikan secara tidak benar. Menurut Miller dan Modigliani (M&M) memberikan argument yang paling komprehensip mengenai ketidak relefanan dividen. Mereka menyatakan bahwa, berdasarkan keputusan investasi perusahaan, rasio pembayaran dividen hanyalah rincian dan tidak mempengarui kesejahteraan

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 pemegang saham. M&M beragumen bahwa nilai perusahaan ditentukan hanya oleh kemampuan penghasilan laba dari asset-asset perubahaan atau kebijakan investasinya, dan bahwa cara aliran laba dipecah antara dividen dan laba ditahan tidak mempengaruhi nilai. Bagian ini menguraikan teori yang menjadi acuan dalam penelitian, yaitu tentang kebijakan dividen mengenai dividen payout ratio yang berperan dalam kebijakan dividen. Kebijakan dividen menurut skripsi: Unna Diah Aryanti, 2000, keputusan untuk membagi keuntungan berupadividen kepada pemegang saham atau ditahan dalam bentuk laba ditahan untuk membiayai investasi di masa mendatang. Dividen merupakan pembagian keuntungan yang diberikan perusahaan dan berasal dari keuntungan yang dihasilkan perusahaan. Dividen diberikan setelah mendapat persetujuan dari pemegang saham dalam RUPS. Jika seorang pemodal ingin mendapatkan dividen, maka pemodal tersebut harus memegang saham tersebut dalam kurun waktu yang relatif lama yaitu hingga kepemilikan saham tersebut berada dalam periode dimana diakui sebagai pemegang saham yang berhak mendapatkan dividen. 1) Dividend Payout Ratio Deviden Payout Ratio (DPR) adalah sebuah parameter untuk mengukur besaran dividen yang akan dibagikan ke pemegang saham. Ada dua

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 jenis keuntungan dari investasi di saham yakni berupa dividend dan capital gain. Dividen adalah bagian dari keuntungan perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham. Sedangkan capital gain adalah selisih nilai pembelian dengan nilai penjualan. Hal itu tergantung pada performance dari setiap perusahaan. Jika performance perusahaan bagus, pertumbuhan kinerjanya stabil dari waktu ke waktu, bisa jadi investor akan menikmati capital gain dan dividen sekaligus. 2. Dividend yield Dividen yeald merupakan cara mudah untuk membandingkan daya tarik relatif dari berbagai dividen saham-membayar. Hal ini memungkinkan dasar perbandingan antara investasi lain seperti obligasi, sertifikat deposito, dll. Untuk menghitung dividend yield, membagi dividen tahunan oleh harga saham saat ini. Salah satu cara investor mencari dividen yang tinggi membayar saham adalah dengan menggunakan dividend yield sebagai panduan. Dividend yield memberitahu Anda berapa persen saham kembali relatif terhadap harga. Dalam perusahaan ada faktor-faktor yang mempengaruhi kebijakan dividen di suatu perusahaan antara lain: 1) Posisi likuiditas perusahaan, makin kuat posisi likuiditas perusahaan makin besar dividen yang dibayarkan.

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 2) Kebutuhan dana untuk membayar utang. Apabila sebagian besar laba digunakan untuk membayar utang maka sisanya yang digunakan untuk membayar dividen makin kecil. 3) Rencana perluasan usaha, makin besar perluasan usaha perusahaan, makin berkurang dana yang dapat dibayarkan untuk dividen. 4) Pengawasan terhadap perusahaan kebijakan pembiayaan: untuk spansi dibiayai dengan dana dari sumber intern antara laba pertimbangannya: Apabila dibiayai dengan penjualan saham baru ini akan melehmakan control dari kelompok pemegang saham dominan, karena suara pemegang saham mayoritas berkurang. Dividen yang dibagikan perusahaan dapat berupa dividen tunai artinya kepada setiap pemegang saham diberikan dividen berupa uang tunai dalam jumlah rupiah tertentu untuk setiap saham atau dapat pula berupa dividen saham yang berarti kepada setiap pemegang saham diberikan dividen sejumlah saham sehingga jumlah saham yang dimiliki seorang pemodal akan bertambah dengan adanya pembagian dividen saham tersebut. Ahmad (2004) kebijakan dividen diartikan secara umum sebagai pembayaran laba perusahaan kepada pemegang saham. Kebijakan dividen adalah keputusan keuangan, yaitu dengan mempertimbangkan apakah pembayaran akan meningkatkan kemakmuran pemegang saham. Sedangkan Husnan dalam Ahmad (2004) kebijakan dividen dapat diartikan sebagai berikut;

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 1) Apakah laba yang diperoleh seharusnya dibagi-bagikan ataukah tidak, 2) Apakah laba sebaiknya dibagi dengan konsekuensi harus mengeluarkan saham baru, ataukah tidak perlu dibagi sehingga tidak perlu mengeluarkan saham baru. Ada beberapa teori tentang dividen, yaitu: 1. Teori “Dividen Tidak Relevan” dari Modigliani dan Miller seperti yang dikemukakan sebelumnya. Asumsi-asumsi pendapatan ini lemah: a) Pasar modal sempurna dimana semua investor adalah rasional. Prakteknya sulit ditemui pasar modal yang sempurna. b) Tidak ada emisi saham baru, kenyataannya biaya emisi saham baru (flotation costs) itu pasti ada. c) Tidak ada pajak, kenyataannya pajak pasti ada d) Kebijakan investasi perusahaan tidak berubah, prakteknya kebijakan investasi perusahaan pasti berubah. Inti dari pendapat Modigliani-Miller adalah pengaruh pembayaran dividen terhadap kemakmuran pemegang saham di-offset sepenuhnya oleh cara-cara pembelanjaan investasi yang dilakukan oleh perusahaan. Misalnya perusahaan telah membuat keputusan investasi, maka perusahaan harus memutuskan apakah menahan laba untuk membelanjai investasi atau membayaran dividen dan menjual saham baru sejumlah dividen yang dibayarkan.

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 2. Toeri “The Bird In The Hand” Gordon dan Lintner menyatakan bahwa: Biaya modal sendiri (Ks) perusahaan akan naik jika DPR (Dividend Payout Ratio) rendah karena investor lebih suka menerima dividen dibanding capital gain, karena dividend D1 D1 yield ( ) lebih pasti ingat rumus: K= Po + g atau K =Dy+ Cy Po Menurut Modigliani & Miller pendapat Gordon dan Lintner merupakan suatu kesalahan, karena akhirnya investor akan kembali menginvestasikan dividen yang diterima pada perusahaan yang sama atau perusahaan yang memiliki risiko yang hamper sama. 3. Teori Perbedaan Pajak Teori ini diajukan oleh: Litzenberger dan Ramaswamy, karena adanya pajak terhadap dividend dan capital gain. Para investor lebih menyukai capital gains karena dapat menunda pembayaran pajak, maka investor mensyaratkan untuk meningkatkan keuntungan yang lebih tinggi pada saham yang memberikan dividend yield tinggi, capital gains rendah daripada dividend yield rendah capital gains tinggi. Jika pajak atas dividen→pajak atas capital gains →perbedaan ini makin terasa. 4. Teori “Signaling Hypothesis”, Bukti empiris menyebutkan bahwa: Jika ada kenaikan dividen͢ sering diikuti dengan kenaikan harga saham. Demikian pula sebaliknya.

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 Menurut Modigliani & Miller kenaikan dividen biasanya merupakan suatu”signal (tanda)” kepada para investor bahwa manajemen perusahaan meramalkan suatu penghasilan yang baik di masa mendatang. Sebaliknya suatu penurunan dividen atau kenalkan dividen yang dibawa normal biasanya diyakini investor sebagai pertanda (signal) bahwa perusahaan menghadapi masa sulit diwaktu mendatang. 5. Teori “Clientele Effect” Kelompok (Clientele) pemegang saham yang berbeda akan memiliki preferensi yang berbeda terhadap kebijakan dividen perusahaan. Kelompok pemegang saham yang dibutuhkan pada saat ini lebih menyukai suatu dividend payout ratio (DPR) yang tinggi. Sebaliknya kelompok pemegang saham yang tidak begitu membutuhkan uang saat ini lebih senang jika perusahaan menahan sebagian besar laba bersih perusahaan. Dividen saham (Stock Dividend) adalah pembayaran dividen berupa saham kepada pemegang saham. Ditinjau dari sudut pandang perusahaan, dividen saham tidak lebih dari rekapitalisasi perusahaan, artinya pembagian dividen saham tidak akan mengubah jumlah modal perusahaan, tetapi hanya terjadi perubahan pada struktur modal saja.

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI C. a. 43 Nilai Perusahaan Pengertian Nilai Perusahaan Nilai perusahaan merupakan persepsi investor terhadap perusahaan, yang sering dikaitkan dengan harga saham. Harga saham yang tinggi membuat nilai perusahaan juga tinggi. “Harga saham merupakan harga yang terjadi pada saat saham diperdagangkan di pasar” (Fakhuruddin & Hadianto, 2001). Nilai Perusahaan menurut Agus Sartono (2001 : 487) yaitu sebagai berikut: “Nilai jual sebuah perusahaan sebagai suatu bisnis yang sedang beroperasi. Adanya kelebihan jual diatas nilai likuidasi adalah nilai dari organisasi manajemen yang menjalankan perusahaan itu”. Dalam kaitannya memprediksi harga saham, investor melakukan penilaian terhadap perusahaan melalui faktor fundamental yang meliputi kinerja keuangan perusahaan. Investor perlu mengetahui memahami pengertian kinerja perusahaan. Helfert dalam Juarini (2006) menyatakan bahwa perusahaan kinerja perusahaan adalah hasil dari banyak keputusan individu yang dibuat secara terus menerus oleh manajemen perusahaan. Longbrake (1971) mendefinisikan nilai perusahaan (value of the firm) sebagai harapan investor atas investasi yang dilakukan dan kebijakan keuangan perusahaan. Teori ini menjelaskan bahwa nilai perusahaan adalah fungsi dari dividend dan tingkat return dari suatu ekuitas.

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Tujuan yang ingin dicapai oleh manajer keuangan 44 adalah memaksimalkan kemakmuran pemegang saham melalui peningkatan nilai perusahaan. Salah satu cara yang dapat diwujudkan untuk tujuan tersebut adalah dengan menentukan suatu kombinasi sumber dana yang sedemikian rupa mampu mebentuk struktur modal yang optimal yaitu struktur modal yang dapat memaksimumkan harga saham yang mencerminkan nilai perusahaan. Perusahaan menurut Sundjaja dan Berlian (2003:303), merupakan perbandingan antara laba sebelum bunga dan pajak (EBIT) setelah dikoreksi dengan pajak dibagi biaya modal rata-rata tertimbang (WACC). Nilai perusahaan ditentukan oleh alternatif struktur modal yang tertentu, perusahaan harus mencari tingkat pengembalian yang harus diperoleh sebagai kompensasi bagi investor dan para pemilik atau resiko yang ditanggungnya. Nilai perusahaan (V) dihitung dengan rumus: (Hanafi, 2010:342) EBIT (1−T) V= WACC Dimana: V = Nilai perusahaan EBIT = Laba sebelum bunga dan pajak WACC = Biaya modal rata-rata tertimbang T = Tingkat pajak penghasilan perusahaan Fokus penelitian dalam skripsi ini adalah sebagai berikut: 1. Laporan Keuangan

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 Peneliti melihat kondisi keuangan perusahaan melaju perhitungan rasio keuangan perusahaan yaitu dengan rasio leverage. 2. Dividen payout ratio Dividen payout ratio diperlukan dalam perhitungan yang berkaitan dengan dividen payout ratio. Dividend payout ratio tersebut antara lain dividen payout ratio hutang, dividend payout ratio sendiri, dan dividend payout ratio rata-rata tertimbang atau weighted average cost of capital (WACC). 3. Nilai Perusahaan Nilai perusahaan yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah perbandingan antara laba sebelum bunga dan pajak (EBIT) setelah dikoreksi dengan pajak dibagi biaya modal rata-rata tertimbang (WACC). b. Kondisi Nilai Bursa Efek Indonesia Pada Tahun 2012 Kondisi nilai bursa efek Indonesia selama tahun 2012 meningkat dari tahun sebelumnya. Karena, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada akhir perdagangan hari Kamis, 27 Desember 2012, ditutup pada posisi 4.281,86 atau menguat sebesar 12,03% dibandingkan posisi penutupan pada hari perdagangan terakhir tahun 2011 yang berada pada posisi 3.821,99. Penguatan IHSG Bursa Efek Indonesia sepanjang tahun 2012 mengikuti tren penguatan indeks-indeks saham lain di kawasan Asia Pasifik.

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 Menteri Keuangan Indonesisia Agus Martowardojo menyampaikan bahwa kinerja Bursa Efek Indonesia (BEI) selama tahun 2011 berhasil masuk ke dalam tiga besar bursa berkinerja terbaik dunia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat pertumbuhan yang positif dengan tingkat pertumbuhan 3, 2 persen yaitu dari 3703, 5 pada penutupan Desember 2010, menjadi 3821, 9 pada penutupan bursa tanggal 30 Desember 2011. Hal ini cukup membesarkan hati mengingat begitu besarnya dampak krisis keuangan di Amerika Serikat dan kawasan Eropa terhadap pertumbuhan indeks saham secara global,” Agus dalam acara pembukaan pasar modal tahun 2012 di Bursa Efek Indonesia pada 2 Januari 2012. IHSG sebenarnya hanya naik 3, 2 persen tetapi indeks ini ternyata tercatat sebagai berkinerja terbaik ke3 di antara bursa-bursa utama di dunia. Yaknidi bawah Indeks Dowjones Amerika yang naik 5, 57 persen dan Indeks Philipphines Stock Exchange yang naik 4, 07 persen. Kondisi IHSG ternyata sanggup mengalahkan sejumlah indeks utama lainnya. Indeks negara Singapura mencatat pertumbuhan negatif yakni minus 17 persen, indeks Hongkong minus 19, 97 persen, indeks India minus 24, 64 persen, dan indeks Schenzen atau Tiongkok minus 32,8 persen. Dengan mengalahkan indeks lain di dunia, maka IHSG juga berhasil mencatatkan diri sebagai yang terbaik di Asia Pasifik dengan peningkatan sebesar 46 persen pada tahun lalu. Pada tahun 2011, pertumbuhan IHSG tersebut berdampak pada nilai kapitalisasi pasar saham yang mencapai Rp

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 3.537 triliun lebih tinggi dari pencapaian tahun 2010 yang sebesar Rp 3.247 triliun. Atau menjadi 3, 3 kali lipat dari market capitalization tahun 2008. Di mana pada tahun terjadinya krisis ekonomi yang cukup hebat itu, nilai kapitalisasi pasar saham sempat menyentuh Rp 1.076 triliun. Sementara itu, rasio kapitalisasi pasar saham terhadap Produk Domestik Bruto tahun 2011 mencapai 48, 9 persen. Dan, total nilai transaksi saham tahunan kembali mencatat peningkatan sebanyak 4 persen dari Rp 1.176 triliun pada 2010 menjadi lebih dari Rp 1.223 triliun pada 2011. Untuk itu, pencapaian positif indikator-indikator utama bursa tidak lain disokong oleh kondisi fundamental emiten-emiten yang tercatat di BEI. Dan, sesuai dengan arahan Presiden Republik Indonesia harus menjaga integritas pasar modal. Dan, kita terus harus melakukan social reform dan financial sector reform. Dengan begitu kita akan dapat menjaga perkembangan pasar modal Indonesia ke depan. Sumber: www.Kompas.com. c. Kondisi Perkembangan Pasar Modal Pada Tahun 2012 a. Indeks Harga Saham Gabungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada akhir perdagangan hari Kamis, 27 Desember 2012, ditutup pada posisi 4.281,86 atau menguat sebesar 12,03% dibandingkan posisi penutupan pada hari perdagangan terakhir tahun 2011 yang berada pada posisi 3.821,99.

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 Penguatan IHSG Bursa Efek Indonesia sepanjang tahun 2012 mengikuti tren penguatan indeks-indeks saham lain di kawasan Asia Pasifik. Tabel berikut menunjukkan perkembangan indeks saham di beberapa bursa utama di Asia Pasifik. Tabel 2.1: Perkembangan indeks saham di beberapa bursa utama di Asia Pasifik tahun 2012 Indeks Negara 31 Desember 27 Desember Perubahan 2011 2012 (%) IHSG Indonesia 3821.99 4281.86 12.03% Bangkok SET Thailand 1025.32 1397.19 36.27% Philipine SE Filipina 4371.96 5794.89 32.55% Korea Composite Korea 1825.74 1987.35 8.85% 1530.73 1674.16 9.37% Bursa Malaysia Malaysia KLCI Sensex 30 India 15454.92 19323.80 25.03% Straits Times Singapur 2646.35 3183.93 20.31% 7072.08 7648.41 8.15% a Taiwan Taiwan

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 SE/TAIEX Hang Seng Hongkon 18434.39 22619.78 22.70% 2199.42 2205.90 0.29% g Shanghai china Composite Sumber: BEI, Bloomberg b. Ketahanan Pasar Modal Indonesia Menghadapi Krisis Ekonomi Global Kinerja dan ketahanan ekonomi Indonesia pada tahun 2012 digambarkan “pada saat permintaan ekspor dari negara maju menurun, negara seperti Indonesia memiliki permintaan domestik yang besar. Indonesia akan memiliki posisi yang lebih baik untuk menjaga pertumbuhan ekonomi yang tinggi dibanding negara-negara yang hanya mengandalkan ekspor” (World Economic Situation and Prospects 2012: UN). D. Tinjauan Penelitian Sebelumnya Adapun teori-teori yang sebelunya dapat mendukung rencana penelitian tersebut Likuiditas Saham, Kebijakan Dividan Dan Nilai Perusahaan (JAAI Volume 15.1, JUNI 2011). Analisis pengaruh stock split terhadap harga saham pada perusahaan go public di bursa efek Indonesia (Skripsi: Chotyahani Hasna Rizka Fortuna, 2010). Pengaruh Kinerja Perusahaan Terhadap Likuiditas Saham

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 Menggunakan Trading Turnover (Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, Volume 3, Nomor 2, Mei 2012 ISSN: 2086 - 5031). Pemecahan saham merupakan fenomena yang membingungkan. Secara sederhana pemecahan saham (stock split) berarti memecah selembar saham menjadi n lembar saham. Harga per lembar saham baru adalah 1/n dari harga saham sebelum pemecahan. Alasan utama perusahaan yang melakukan stock split adalah supaya harga sahamnya tidak terlalu tinggi. Dengan harga saham yang tidak terlalu tinggi akan meningkatkan likuiditas perdagangannya (Jogiyanto,416). Menurut Marwata (2001), Pemecahan saham (stock split) berarti memecah selembar saham menjadi n lembar saham. Pemecahan saham menyebabkan bertambahnya jumlah lembar saham yang beredar tanpa transaksi jual beli yang mengubah modal. Harga per lembar saham baru setelah pemecahan saham adalah sebesar 1/n dari harga sebelum split. Pemecahan saham merupakan kosmetika saham, dalam arti bahwa tindakan tersebut merupakan upaya pemolesan saham agar kelihatan lebih menarik di mata investor sekalipun tidak meningkatkan kemakmuran bagi investor. Tindakan pemecahan saham akan menimbulkan efek fatamorgana bagi investor, yaitu investor akan merasa seolah-olah menjadi lebih makmur karena memegang saham lebih banyak. Jadi, pemecahan saham merupakan tindakan yang tidak memiliki nilai ekonomis. Namun, banyak peristiwa pemecahan saham di pasar modal

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 memberikan indikasi bahwa pemecahan saham merupakan alat yang penting dalam praktik pasar modal. Apabila stock split tidak memiliki nilai ekonomis, pertanyaannya: mengapa banyak perusahaan dan emiten melakukan stock split? Motivasi apa yang mendorong mereka melakukannya? Banyak sekali hipotesis yang sudah diajukan untuk menjelaskan mengapa perusahaan melakukan stock split. Hasil penelitian sebelumnya memberikan hasil yang tidak konsisten. Sebagian peneliti menyimpulkan bahwa pemecahan saham tidak mempunyai dampak terhadap saham, namun ada sebagian peneliti yang menyimpulkan bahwa ternyata stock split mempunyai pengaruh yang positif. Menurut Baker dan Gallangher (dikutip dari Marwata, 2001) salah satu tujuan stock split adalah untuk mengembalikan harga per lembar saham pada tingkat perdagangan yang optimal sehingga meningkatkan likuiditas. Dampak split terhadap keuntungan investor dijelaskan pula oleh Grinblatt, Masulis dan Titman (1984) menyatakan bahwa disekitar pengumuman split menunjukkan adanya perilaku harga saham yang abnormal. Hal ini bertentangan dengan teori yang mengatakan bahwa stock split hanya merupakan kosmetika serta tidak memiliki nilai ekonomis. Penelitian ini mengambil data dari Bursa Efek Indonesia (BEI).Pemilihan ini berdasarkan pemikiran bahwa BEI merupakan bursa efek terbesar di Indonesia dan cukup mewakili profil perusahaan-perusahaan besar di Indonesia.

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 Mengacu pada berbagai penelitian yang telah dilakukan, maka penelitian ini bertujuan untuk menguji dampak pemecahan saham terhadap harga saham yang difokuskan pada perubahan harga saham relatif sebelum dan sesudah pengumuman pemecahan saham. Berdasarkan pandangan di atas maka penelitian ini berjudul: “Analisis Pengaruh Stock Split Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Go public di Bursa Efek Indonesia”. E. Kerangka Penelitian Berdasarkan dari uraian latar belakang, data tinjauan pustaka dengan teori-teori yang telah dijelaskan pada bab terdahulu terhadap penelitian ini, maka sebagai kerangka pikir dari penelitian ini adalah sebagai berikut: X1 Y X2 Gambar II.1 Kerangka Pikir Penelitians

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 Keterangan: X1 = Likuiditas Saham X2 = Kebijakan Dividen Y = Nilai perusahaan Gambar II.1 adalah ganda dengan dua variabel independen yaitu; X1 dan X2, dan satu variabel dependen adalah Y. Untuk mencari hubungan X1 dengan Y dan X2 dengan Y menggunakan teknik korelasi sederhana. Untuk mencari X1 dengan X2 secara bersama-sama terhadap Y menggunakan korelasi ganda. Kerangka pikir penelitian di atas, maka alur penelitian yang akan dilakukan untuk menganalisis pengaruh likuiditas saham dan kebijakan dividen terhadap nilai perusahaan yaitu dengan langkah terlebih dahulu yang dianalisis dan diteliti adalah variabel likuiditas saham (X) tersebut di atas dengan maksud untuk memperoleh hipotesis adakah pengaruh nilai perusahaan (Y). Kebijakan ini dapat mengalami perubahan, namun hal ini akan dapat menimbulkan masalah karena seperti perubahan-perubahan seperti itu akan membuat para pemegang saham merasa tidak nyaman, mengirimkan sinyalsinyal yang tidak diinginkan dan menunjukan kesan dividen yang tidak stabil, dimana kesemuanya. Untuk itu, sampai saat ini belum ada penelitian yang menunjukkan hal yang relevan maka dari itu saya ingin melakukan penelitian di bursa efek Indonesia.

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI F. 54 Hipotesis Hipotesis adalah kesimpulan sementara atau proposisi tentatif tentang hubungan dari variabel- variabel yang dapat dipergunakan sebagai tuntunan sementara dalam penelitian untuk menguji kebenarannya. Dalam penelitian ini yang menjadi variabel yang dapat digunakan untuk menguji kebenarannya adalah hubungan antara likuiditas saham dan kebijakan dividen terhadapa nilai perusahaan. Likuiditas saham suatu perusahaan memiliki keterkaitan dengan nilai perusahaan. Baker dan Stein (2002) menyatakan bahwa semakin likuid suatu saham maka akan semakin rendah nilai perusahaan. Hal ini disebabkan rendahnya expected return ketika pasar likuid. Downes dan Goodman (1994) mengartikan likuiditas sebagai cirri sebagai suatu sekuritas atau komoditas dengan cukup banyak unit yang beredar sehingga memungkinkan adanya transaksi dalam jumlah besar tanpa mengakibatkan penurunan harga yang berarti saham dapat dikatakan likuid apabila dapat diperdagangkan ssecara cepat, berbiaya kecil dan jumlah yang besar serta pada harga yang adil atau wajar. Berdasarkan kerangka teori yang diuraian diatas, maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut: HO: Likuiditas saham tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 HA: Likuiditas saham berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan Kebijakan dividen pada dasarnya menekankan proses untuk memastikan terlaksananya suatu kebijakan dan tercapainya kebijakan tertentu. Proses yang dimaksud di atas adalah memantau kegiatan harian dalam pelaksanaan kebijakan. Tujuan likuiditas saham dan kebijakan dividen terhadap nilai perusahaan adalah untuk mengetahui pengaruh likuiditas saham dan kebijakan dividen yang dilakukan melalui dividend Payout ratio terhadap nilai perusahaan. Berdasarkan kerangka teori yang diuraian diatas, maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut: HO: Kebijakan dividen tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan HA: Kebijakan dividen berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan.

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian dalam penulisan ini adalah pencarian data di pojok BEI Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Studi pustaka merupakan penelitian yang sudah di sediakan pada objek tertentu. Hasil penelitian ini hanya berlaku untuk objek yang diteliti dalam kurun waktu tertentu. B. Tempat dan Waktu Penelitian a. Tempat penelitian Penelitian ini dilakukan di Pojok Bursa Efek Indonesia (BEI) Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta b. Waktu penelitian Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret – April 2014 C. Subjek dan Objek Penelitian 1. Subjek Penelitian Subjek penelitian dalam penulisan ini adalah laporan keuangan perusahaan manufaktur yang sudah terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2012. 56

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 2. Objek penelitian Objek penelitian adalah variabel-variabel yang menjadi pokok penulis dalam penelitiannya.Adapun obyek penelitian dalam hal ini adalah berupa likuiditas saham dan kebijakan dividen terhadap nilai perusahaan pada tahun 2012. D. Variabel Penelitian Dalam penelitian ini yang menjadi variabel terikat adalah nilai perusahaan (Y) diukur menggunakan rasio Tobin’s Q yaitu nilai pasar saham biasa ditambah nilai buku utang dan dibagi dengan total asset. Sedangkan variabel bebas adalah likuiditas saham dan kebijakan dividen. Untuk menghindari kesalahan penafsiran tentang variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini, maka peneliti membatasi pengertian dari variabelvariabel tersebut adalah: Ada 3 variabel dalam penelitian ini terdiri dari 2 Variabel Bebas (X) dan 1 variabel terikat (Y). Adapun variabel yang dimaksud adalah: 1. Variabel Terikat (Dependent Variable) nilai perusahaan Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas. Nilai perusahaan didefinisikan sebagai nilai sekarang dari arus kas bersih perusahaan yang diharapkan di masa mendatang. Baik sesuatu yang berharga, bermutu, menunjukkan kualitas, dan berguna bagi manusia. Nilai sekarang adalah nilai laba masa

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 mendatang yang diharapkan yang didiskonto kembali ke saat ini dengan suku bunga yang sesuai. Variabel Bebas (Independent Variable) likuiditas saham (X1) dan 2. kebijakan dividen (X2). variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat). Likuiditas saham (X1) dan Kebijakan dividen (X2). E. Pengukuran Variabel Penelitian 1. Variabel Dependen Variable dependen dalam penelitian ini adalah nilai perusahaan. Nilai perusahaan diukur dengan menghitung peningkatan nilai perusahaan (Y) yaitu persentase laba bersih yang dibagikan sebagai nilai saham biasa, yang dihitung dengan menggunakan rumus: Keterangan: Y Y= (𝐻𝑃𝑆𝑥𝐽𝐿𝑆) + 𝑁𝐵𝑈 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐴𝑠𝑠𝑒𝑡 = Nilai Perusahaan HPS = Harga per Saham JLS = Jumlah Lembar Saham NBU = Nilai Buku Utang

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2. 59 Variabel Independen a. Likuiditas saham, diukur dengan membandingkan volume transaksi saham dengan jumlah saham yang beredar, yang dihitung dengan rumus: LS = Volume Perdagangan saham Jumlah saham yang beredar b. Dividen diukur dengan Dividen payout ratio (DPR) yang membandingkan antara dividend per sharedengan earning per share dikali 100%, yang dihitung dengan rumus: 𝐷𝑃 𝑅 = Keterangan: 𝐷𝑃 𝑆 𝑥 100% 𝐸𝑃𝑆 DPR = Dividend Payout Ratio DPS = Dividend Per Share EPS = Earning Per Share F. Populasi Dan Sampel 1. Populasi Penelitian Populasi adalah keseluruhan objek penelitian (Jogiyanto, 2010). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan manufaktur yang telah terdaftar di BEI periode 2012. Populasi perusahaan manufaktur sebanyak 129 perusahaan (BEI, 2012), dalam penelitian ini dilakukan pada

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 perusahaan yang telah go public di bursa efek khususnya perusahaan manufaktur. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan manufaktur yang sedang mengikuti bursa efek Indonesia. 2. Sampel penelitian Sampel penelitian ini adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti (Jogiyanto, 2010). Penelitian sampel dilakukan secara purposive sampling dimana sampel dipilih atas dasar kesesuaian karakteristik sampel dengan kriteria pemilihan sampel yang telah ditentukan. Kriteria sampel yang akan digunakan meliputi: a) Laporan keuangan yang diterbitkan oleh Perusahaan manufaktur yang telah go public di BEI selama tahun 2012. b) Laporan keuangan yang lengkap diterbitkan oleh perusahaan manufaktur tahun 2012 c) Laporan keuangan perusahaan yang menjadi sampel mempunyai periode akuntansi yang berakhir 31 Desember 2012. d) Laporan keuangan yang digunakan adalah laporan keuangan tahunan yang tidak memiliki nilai perusahaan negatif untuk tahun 2012.

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 G. Definisi Operasional 1. Likuiditas saham Likuiditas saham adalah kemampuan suatu aktiva atau instrumen untuk berubah bentuk menjadi kas atau setara kas. Menurut Goldreich et al (2004) menyatakan bahwa likuiditas saham merupakan kemampuan untuk memperdagangkan saham dan likuiditas saham ini merupakan elemen penting yang mempengaruhi nilai perusahaan. 2. Kebijaka Dividen Kebijakan dividen merupakan salah satu fungsi utama seorang manajer keuangan dalam membuat keputusan keuangan perusahaan. Menurut Fred J. Weston dan Thomas E. Copeland (1997: 657): “Dividend policy determines the divisions of earning between payments to stockholders and reinvestment in the firm. Retained Earning are one of the most significant sources of funds for financing cooperate growth, but dividens constitute the cash flows that accure to stockholders.” Menurut Bambang Riyanto (2001: 265): “Kebijakan dividen adalah bersangkutan dengan penentuan pembagian pendapatan (earnings) antara penggunaan pendapatan untuk dibayarkan kepada para pemegang saham sebagai dividen atau untuk digunakan didalam perusahaan, yang berarti pendapatan tersebut harus ditahan didalam perusahaan.”

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 3. Nilai Perusahaan Nilai perusahaan merupakan persepsi investor terhadap perusahaan, yang sering dikaitkan dengan harga saham. Harga saham yang tinggi membuat nilai perusahaan juga tinggi. “Harga saham merupakan harga yang terjadi pada saat saham diperdagangkan di pasar” (Fakhuruddin & Hadianto, 2001). Nilai Perusahaan menurut Agus Sartono (2001: 487) yaitu sebagai berikut: “Nilai jual sebuah perusahaan sebagai suatu bisnis yang sedang beroperasi. Adanya kelebihan jual diatas nilai likuidasi adalah nilai dari organisasi manajemen yang menjalankan perusahaan itu”. H. Teknik Pengumpulan Data Dalam penelitian ini, pengumpulan data dilakukan dengan cara dokumentasi yaitu dengan mengumpulkan data dari catatan-catatan dan dokumen-dokumen m a sa lalu berupa laporan keuangan perusahaan manufaktur di bursa efek Indonesia. I. Teknik Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan adalah Analisis Regresi Linier sederhana. Analisis ini digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel bebas yaitu: Lukuiditas Saham dan Kebijakan Dividen terhadap

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 variabel terikatnya yaitu: Nilai Perusahaan (Y).Variabel terikat (dependent variable) merupakan variabel yang menjadi perhatian utama penelitian. Analisis regreasi merupakan sebuah alat statistik yang memberikan penjelasan tentang pola hubungan (model) antara dua variabel atau lebih. Dalam analisis regreasi, dikenal dua jenis variabel yaitu: a) Variable Respon disebut juga variabeldependen yaitu variabel yang keberadaannya dipengaruhi oleh variabel lainnya dan dinotasikan dengan Y. b) Variabel Predikator disebut juga variabel independent yaitu variabel yang bebas (tidak dipengaruhi oleh variabel lainnya) dan dinotasikan dengan X. Adapun tahap-tahap analisis data yang akan digunakan adalah sebagai berikut: 1. Uji Asumsi Klasik Untuk meyakinkan bahwa persamaan garis regresi yang diperoleh adalah linier dan dapat dipergunakan (valid) untuk mencari peramalan, maka akan dilakukan pengujian asumsi multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan normalitas. a) Uji Multikolinearitas Uji multikolinearitas adalah untuk menguji apakah pada model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen). Apabila terjadi

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 korelasi, maka dinamakan terdapat problem multikolinearitas (Ghozali, 2005 Andi Wijayanto, S.Sos., M.Si ). Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel bebas. Untuk mendeteksi ada atau tidaknya multikolinearitas di dalam model regresi adalah nilai R² yang dihasilkan oleh suatu estimasi model regresi empiris sangat tinggi, tetapi secara individual variabel-variabel bebas banyak yang tidak signifikan mempengaruhi variabel terikat (Ghozali, 2005 dalam skripsi Andi Wijayanto, S.Sos., M.Si). a. Menganalisis matrik korelasi variabel-variabel bebas. Apabila antar variabel bebas ada korelasi yang cukup tinggi (umumnya diatas 0,90), maka hal ini merupakan indikasi adanya multikolinearitas (Ghozali, 2005). b. Multikolinearitas dapat dilihat dari (1) nilai tolerance dan lawannya (2) Variance Inflation Factor (VIF). Keduaukuran ini menunjukkan setiap variabel bebas manakah yang dijelaskan oleh variabel bebas lainnya. Tolerance mengukur variabilitas variabel bebas yang terpilih yang tidak dijelaskan oleh variabel bebas lainnya. Jadi, nilai tolerance yang rendah sama dengan nilai VIF yang tinggi (karena VIF = 1/Tolerance). Nilai cut off yang umum dipakai untuk menunjukkan adanya multikolinearitas adalah nilai tolerance < 0, 10 atau sama dengan nilai VIF > 10 (Ghozali, 2005). Apabila di dalam model regresi tidak ditemukan asumsi deteksi seperti di atas, maka model

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI regresi yang digunakan dalam penelitian ini bebas 65 dari multikolinearitas, dan demikian pula sebaliknya. b) Uji Heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas adalah untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut homoskedastisitas dan jika varians berbeda disebut heteroskedstisitas. Model regresi yang baik adalah yang homokedastisitas atau tidak terjadi heteroskedastisitas (Ghozali, 2005). Cara untuk mengetahui ada tidaknya heteroskedastisitas adalah dengan melihat grafik plot antara nilai prediksi variabel terikat yaitu ZPRED dengan residualnya SRESID. Deteksi ada tidaknya heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan melihat ada tidaknya pola tertentu pada grafik scatterplot antara SRESID dan ZPRED dimana sumbu Y adalah Y yang telah diprediksi, dan sumbu X adalah residual (Y prediksi –Y sesungguhnya) yang telah di studentized. Dasar analsisnya adalah sebagai berikut: a. Apabila terdapat pola tertentu, seperti titik-titik yang ada membentuk pola tertentu (bergelombang, melebar kemudian menyempit), maka mengindikasikan telah terjadi heteroskedastisitas.

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 b. Apabila tidak terdapat pola yang jelas, serta titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka nol pada sumbu Y, maka tidak terjadi heteroskedastisitas. c) Uji Normalitas Uji normalitas digunakan untuk menguji apakah dalam model regresi, kedua variabel (bebas maupun terikat) mempunyai distribusi normal atau setidaknya mendekati normal (Ghozali, 2005). Pada prinsipnya normalitas dapat dideteksi dengan melihat penyebaran data (titik) pada 0 sumbu diagonal dari grafik atau dengan melihat histogram dari residualnya. Dasar pengambian keputusan adalah (Ghozali, 2005): a. Jika data (titik) menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal atau grafik histogramnya menunjukkan pola distribusi normal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas. Jika data menyebar jauh dari diagonal dan/atau tidak mengikuti arah garis diagonal atau garfik histogram tidak menunjukkan pola distribusi normal, maka model regrsi tidak memenuhi asumsi normalitas. 2. Uji hipotesis Uji hipotesis adalah suatu pernyataan mengenai satu atau lebih populasi yang belum tentu benar atau salah dan perlu diuji kebenarannya. 1) Menentukan hipotesis nol dan hipotesis alternative Ho: b2 = 0, likuiditas saham dan kebijakan dividen tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan.

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 HA: b1 > 0, likuiditas saham dan kebijakan dividen berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. 2) Menentukan tingkat signifikansi (á) sebesar 5% level of confidence = 95%, degree of freedom n-2 3) Uji t Uji t digunakan untuk menguji pengaruh likuiditas saham dan kebijakan dividen terhadap nilai perusahaan secara parsial. 4) Menentukan daerah penerimaan dan penolakan Ho 5) Mengambil keputusan: Ho diterima bila t hitung ≥ − t table Ho ditolak bila t hitung < - t tabel H0 = Hipotesis yang ingin diuji untuk memuat tanda kesamaan penelitian. HA: b2 < 0, Hipotesis yang ingin dibuktikan disebut hipotesis alternative untuk memuat tanda ketidaksamaan. Uji hipotesis ini untuk membuktikan signifikan perbedaan likuiditas saham dan kebijakan dividen terhadap nilai perusahaan tersebut, maka perlu diuji secara statistik. Berdasarkan bahan yang diperoleh dan dikumpulkan dari hasil penelitian, maka untuk melakukan pengujian hipotesis digunakan formulasi regreasi berganda sebagai berikut: Y = β0 + β1X1 + β2X2 + e

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 Dimana: Y = Nilai Perusahaan X1 = Likuiditas Saham X2 = Kebijakan Dividend β0 = Konstanta β1-β3 = Koefisien Regresi e = Kesalahan Residual. 2. Regresi Ganda Analisis regresi ganda digunakan oleh peneliti, bila peneliti bermaksud beramalkan bagaimana keadaan naik turunnya variabel dependen, bila dua atau lebih variabel indipenden sebagai faktor indikator prediktor dimanipulasi dinaik turunkan nilainya. Jadi analisis ganda akan dilakukan bila jumlah variabel independennya 2. Jadi, persamaan regresi untuk penelitian ini menggunakan dua prediktor yaitu: Y = a + b1X1 + b2X2 Dimana: Y = Variabel terikat X = Variabel bebas a = Nilai intercept (konstanta) b = Koefisien regresi/kemiringan

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 3. Regresi Linier Sederhana Metode Kuadrat terkecil (least square method): metode paling populer untuk menetapkan persamaan regresi linier sederhana. Bentuk Umum Regresi Linier Sederhana: Y = a+bX, Sehingga harga a dan b dihitung dengan rumus: b n n n i 1 i 1 i 1 n ¦ y i xi  ¦ y i ¦ xi n n ¦ xi 2 i 1 § n ·  ¨ ¦ xi ¸ © i 1 ¹ 2 Dimana: Y = Variabel terikat X = Variabel bebas a = Nilai intercept (konstanta) b = Koefisien regresi/kemiringan n= Banyaknya data 4. Korelasi Linier Sederhana  Koefisien Korelasi (r) : ukuran hubungan linier peubah X dan Y Nilai r berkisar antara (+1) sampai (-1) Nilai r yang (+) ditandai oleh nilai b yang (+) Nilai r yang (-) ditandai oleh nilai b yang (-)

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 Jika nilai r mendekati +1 atau r mendekati -1 maka X dan Y memiliki korelasi linier yang tinggi. Jika nilai r = +1 atau r = -1 maka X dan Y memiliki korelasi linier sempurna. Jika nilai r = 0 maka X dan Y tidak memiliki relasi (hubungan) linier (dalam kasus mendekati 0, anda dapat melanjutkan analisis ke regresi eksponensial)  Koefisien Determinasi Sampel = R = r². Ukuran proporsi keragaman total nilai peubah Y yang dapat dijelaskan oleh nilai peubah X melalui hubungan linier. Penetapan & Interpretasi Koefisien Korelasi dan Koefisien Determinasi 𝒓= 𝒏 ∑𝒏𝒕=𝒍 𝒙𝒚 − (∑𝒏𝒕=𝒍 𝒙)(∑𝒏=𝒍 𝒚) ��𝒏 ∑𝒏𝒕=𝒍 𝒙𝟐 − �∑𝒏𝒕=𝒍 𝒙� 𝟐⃒𝒏 ∑𝒏𝒕=𝒍 𝒚𝟐 − �∑𝒏亐=𝒍 𝒚�𝟐� 𝑅 = 𝑟2 Dimana, R adalah koefisien determinasi dan r2adalah koefisien korelasi.

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV GAMBARAN UMUM A. Gambaran Umum Bursa Efek Indonesia (BEI) 1. Sejarah Berdirinya Bursa Efek Indonesia Bursa Efek Indonesia Bursa efek Indonesia (BEI) Dahulu Bursa Efek Jakarta (BEJ) merupakan lembaga yang mengelola pasar modal di Indonesia. Pasar modal atau bursa efek di Indonesia telah hadir sejak jaman Pasar modal ketika itu didirikan oleh pemerintah Hindia Belanda untuk kepentingan pemerintah kolonial atau VOC. Sejarah BEI yang di dirikan oleh pemerintah Belanda di Indonesia telah dimulai sejak tahun 1912, namun kemudian di tutup karena perang dunia I dan II. Pada tahun 1977 bursa dibuka kembali dan dikembangkan menjadi bursa modal yang modern dengan menerapkan JakartaAutomoted TradingSystems (JATS) yang terinteraksi dengan system kliring dan penyelesaian, serta depositori saham yang dimiliki oleh PT. Kustodian Depositori Efek Indonesia (KDEI). Pemerintah Republik Indonesia mengaktifkan kembali pasar modal pada tahun 1977, dan beberapa tahun kemudian pasar modal mengalami pertumbuhan seiring dengan berbagai insentif dan regulasi yang dikeluarkan pemerintah. Secara singkat, tongkak perkembangan pasar modal di Indonesia dapat di lihat pada table 4.1 dibawa ini. 71

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 Tabel: V.1: Sejarah Perkembangan Pasar Modal Indonesia [Desember 1912] [1914 − 1918] [1925 − 1942] Bursa Efek pertama di Indonesia dibentuk di Batavia oleh Pemerintah Hindia Belanda Bursa Efek di Batavia ditutup selama Perang Dunia I Bursa Efek di Jakarta dibuka kembali bersama dengan Bursa Efek di Semarang dan Surabaya [Awal Tahun 1939] Karena isu politik (Perang Dunia II) Bursa Efek di Semarang [1942 − 1952] Bursa Efek di Jakarta ditutup kembali selama Perang Dunia [1956] Program nasionalisasi perusahaan Belanda. Bursa Efek [1956 − 1977] [10 Agustus 1977] dan Surabaya ditutup II semakin tidak aktif Perdagangan di Bursa Efek vakum Bursa Efek diresmikan kembali oleh Presiden Soeharto. BEJ dijalankan dibawah BAPEPAM (Badan Pelaksana Pasar Modal). Tanggal 10 Agustus diperingati sebagai HUT Pasar Modal. Pengaktifan kembali pasar modal ini juga ditandai dengan go public PT Semen Cibinong sebagai emiten pertama 19 Tahun 2008 tentang Surat Berharga Syariah

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 Negara [1977 − 1987] Perdagangan di Bursa Efek sangat lesu. Jumlah emiten hingga 1987 baru mencapai 24. Masyarakat lebih memilih instrumen perbankan dibandingkan instrumen Pasar Modal [1987] Ditandai dengan hadirnya Paket Desember 1987 (PAKDES 87) yang memberikan kemudahan bagi perusahaan untuk melakukan Penawaran Umum dan investor asing menanamkan modal di Indonesia [1988 − 1999] Paket deregulasi dibidang Perbankan dan Pasar Modal diluncurkan. Pintu BEJ terbuka untuk asing. Aktivitas bursa terlihat meningkat [2 Juni 1988] Bursa Paralel Indonesia (BPI) mulai beroperasi dan dikelola oleh Persatuan Perdagangan Uang dan Efek (PPUE), sedangkan organisasinya terdiri dari broker dan dealer [Desember 1988] Pemerintah mengeluarkan Paket Desember 88 (PAKDES 88) yang memberikan kemudahan perusahaan untuk go public dan beberapa kebijakan lain yang positif bagi pertumbuhan pasar modal

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [16 Juni 1989] 74 Bursa Efek Surabaya (BES) mulai beroperasi dan dikelola oleh Perseroan Terbatas milik swasta yaitu PT Bursa Efek Surabaya [13 Juli 1992] Swastanisasi BEJ. BAPEPAM berubah menjadi Badan Pengawas Pasar Modal. Tanggal ini diperingati sebagai HUT BEJ [22 Mei 1995] Sistem Otomasi perdagangan di BEJ dilaksanakan dengan sistem computer JATS (Jakarta Automated Trading Systems) [10 November 1995] Pemerintah mengeluarkan Undang – Undang No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal. Undang-Undang ini mulai diberlakukan pada Januari 1996 [1995] Bursa Paralel Indonesia merger dengan Bursa Efek Surabaya [2000] Sistem Perdagangan Tanpa Warkat (scripless trading) mulai [2002] BEJ mulai mengaplikasikan sistem perdagangan jarak jauh diaplikasikan di pasar modal Indonesia (remote trading)

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [2007] 75 Penggabungan Bursa Efek Surabaya (BES) ke Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan berubah nama menjadi Bursa Efek Indonesia (BEI) [2 Maret 2009] Peluncuran Perdana Sistem Perdagangan Baru PT Bursa Efek Indonesia: JATS-NextG Sumber: www.idx.co.id 2. Struktur Pasar Modal Indonesia Sumber: www.idx.co.id

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3. 76 Visi dan Misi Bursa Efek Indonesia a. Visi Menjadi bursa yang kompetitif dengan kredibilitas tingkat dunia. b. Misi Menciptakan daya saing untuk menarik investor dan emiten, melalui pemberdayaan Anggota Bursa dan Partisipan, penciptaan nilai tambah, efisiensi biaya serta penerapan good governance. B. Gambaran Umum Perusahaan Berikut ini menjadi populaasi penelitian adalah semua perusahaan manufaktur yang telah go publick di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang menjadi sampel penelitian. 1. PT Indofood Sukses Makmur Tbk Produk perusahaan ini dipasarkan dengan merk antara lain: Indomie, Sarimi, Pop Mie, Supermi, dan Top Mie dan perusahaan ini menguasai 90% pasar mie instan di Indonesia. Perusahaan ini juga menghasilkan bumbu Indofood dan saus dengan merk Indofood dan piring Lombok. Lini produk yang lain termasuk makanan ringan seperti Chiki, Chitato, Cheteos dan Jetz, SUN makanan bayi, kopi Tugu Luwak dan kafela. April 1995, perusahaan dengan 51% saham dan Said Bawasir Trading Corporation mendirikan pabrik mie instan di Jeddah, Arab Saudi. Pada April 1997, pertemuan umum luar

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 biasa menetujui rencana manajemen perusahaan untuk membuka enam cabang. Perusahaan yang merupakan anggota dari Grup Salim ini menerima sebuah penghargaan dari asosiasi pemasaran Indonesia untuk kinerja kerja dalam pengembangan system pemasaran berbasis lingkungan.Pada bulan Mei tahun 2001, Indofood memperoleh Asia Food Property dari singapura dan terdaftar di Golden Agri Resources. Akuisisi ini diharapkan supaya memperkuat bisnis inti perusahaan. Susunan pengurus perusahaan PT. Indofood Sukses Makmur Tbk antara lain: Presiden Komisaris : Manuel V. Pangilinan Presiden Direktur : Anthoni Salim Bisnis : Food Processing Company Alamat : Jl. Jend.sudirman Kav. 76-78, Jakarta 12910 Telp/Fax : (021) 5795-8822/ (021) 5793-5960, 5793-7373 Website : www.indofoodcbp.com Status Perusahaan : P MA 2. PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk Sejarah Singkat Indofood CBP Sukses Makmur Tbk adalah sebuah perusahaan yang berbasis di Indonesia yang terlibat dalam produksi produk konsumen bermerek (CBP), seperti mie instan, dairy, penyedap makanan, makanan ringan, nutrisi dan biskuit.

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 Perusahaan ini memiliki lima kegiatan usaha, yaitu mie divisi dan gizi dan pembagian makanan khusus. Anak perusahaan adalah Indofood (M) Sdn industri makanan. Bhd, yang bergerak dalam bidang perdagangan mi instan di Malaysia; PT Surya Rengo Containers, yang bergerak dalam bidang perlengkapan kantor; PT Nestle Indofood Citarasa Indonesia; drayton Pte. Letnan, yang bergerak dalam produk susu; PT Indofood Fritolay Makmur, yang merupakan perusahaan investasi; PT Sukses Artha Jaya, yang merupakan perusahaan investasi, dan PT Indolakto, yang bergerak pada produk susu. Kinerja keuanganPerusahaan membukukan laba bersih sebesar Rp 2,064 Triliun pada tahun 2011, melonjak dari Rp 1.836.000,000,000 dipesan pada 2010. Susunan pengurus perusahaan PT. Pioneerindo Gourment Internasional Tbk antara lain: Presiden Komisaris : Benny Setiawan Santoso Presiden Direktur : Anthoni Salim Bisnis : Noodles Alamat : Jl. Jend. Sudirman Kav. 76-78 Jakarta 12910 Telp/Fax : (021) 5795-882, 5793-7500/(021) 5793-7557 E-mail : hery_kurnawan@indofood.co.id Website : www.indofoodcbp.com Status Perusahaan : PMDN

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79 3. PT Sinar Mas Agro Resources And Technology (SMART) Tbk PT SMART Tbk adalah salah satu yang terbesar, emiten, perusahaan produsen barang konsumen berbasis kelapa sawit yang terintegrasi di Indonesia. Kegiatan utama SMART adalah penanaman dan pemanenan pohon kelapa sawit, pengolahan tandan buah segar menjadi minyak kelapa sawit dan minyak inti sawit, serta rafinasi CPO menjadi produk bernilai tambah seperti minyak goreng, margarin dan shortening. Didirikan oleh sinar mas grup pada tahun 1962, SMART saat ini memiliki perkebunan kelapa dengan luas cakupan sekitar 110, 000 hektar. Perusahaan SMART juga mengoperasikan 12 pabrik CPO, tanaman menghancurkan 2 kernel dan 2 kilang.Selain minyak curah dan industrial, produk rafinasi SMART juga dipasarkan dengan beberapa merek dagang seperti Filma dan kunci mas. Hari ini, merek-merek tersebut telah diakui untuk kualitas tinggi, serta menguasai pangsa pasar yang signifikan dan segmentasi masing-masing di Indonesia. SMART adalah anak perusahaan Golden Agri-Resources Limited (GAR), salah satu minyak berbasis kelapa sawit Perusahaan swasta terbesar di dunia yang terdaftar di Singapura. Hubungan ini menguntungkan SMART dengan yang economic of scale dalam penelitian dan pengembangan, pembelian bahan baku, dan akses terhadap jaringan pemasaran yang luas, baik domestik dan internasional. Untuk kinerja keuangan perusahaan pada laba bersih melonjak menjadi Rp

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80 2.178.000.000.000 pada tahun 2012 dari Rp 1.791.000.000.000 dipesan pada 2011. Susunan pengurus perusahaan PT. SMART Tbk antara lain: Presiden Komisaris : Franky Oesman Widjaja Presiden Direktur : Jo Daud Dharsono Bisnis : Cook Oil and Margarine Alama : Jl. MH Thamrin Kav 22 No. 51 Gondangdia Menteng Jakarta Pusat DKI Jakarta, Indonesia Telp / Fax : (021) 318-1389 (Hunting), 5033-8899(021) 3181389, 5038-9999 E-mail/ Website :investor@smart-tbk.com/http://www.samrt-tbk.com Status Perusahaan : PMDN 4. PT Mayora Indah Tbk Perusahaan (Perseroan) ini didirikan pada tahun 1977 dengan pabrik pertama berlokasi di Tangerang. Perusahaan ini menjadi perusahaan publik pada tahun 1990. Kegiatan Usaha serta jenis produk yang dihasilkan sesuai dengan Anggaran Dasarnya, kegiatan usaha Perusahaan diantaranya adalah dalam bidang industri.Saat ini, PT Mayora Indah Tbk memproduksi dan memiliki 6 (enam) divisi yang masing-masing menghasilkan produk berbeda namun terintegrasi. Susunan pengurus perusahaan PT.Mayora Indah Tbk antara lain: Presiden Komisaris : Jogi Hendra Atmadja

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Presiden Direktur : Andre Sukendra Atmadja Bisnis : Corfectionary Alamat : Jl. Tomang Raya 21-23, Jakarta 11440 Phone/ Fax : (021) 565-5320-22/ (021) 565-5323 Telex : 45864 BISCO IA E-mail : myor@mayora.co.id Status Perusahaan : PMDN 81 5. PT Davomas Abadi Tbk PT Davomas Abadi Tbk (DAVO) didirikan tanggal 14 Maret 1990 dan memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 1991. Ruang lingkup kegiatan DAVO bergerak dalam bidang industri pengolahan biji coklat menjadi kakao lemak dan kakao bubuk, industri pengolahan coklat dan produk-produk makanan dan minuman yang berhubungan dengan coklat, pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan dan peternakan, menjalankan usaha-usaha dalam bidang perdagangan pada umumnya dan usaha jasa lainnya. Kegiatan usaha DAVO pada saat ini adalah pengolahan biji coklat menjadi kakao lemak dan kakao bubuk. Pada tanggal 30 Nopember 1994, DAVO memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) Perusahaan kepada masyarakat sebanyak 17.250.000 dengan nilai nominal Rp1.000,- per saham dengan harga penawaran Rp3.300,- per saham.

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82 Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 22 Desember 1994. Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada tanggal 11 Maret 2013, para pemegang saham telah menyetujui agenda pelaksanaan Putusan Pengesahan Perdamaian (Homologasi) dari Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tanggal 8 Juni 2012 nomor : 17/PKPU/2012/PN Niaga yang meliputi persetujuan Peningkatan Modal Dasar dan Modal Disetor DAVO Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD). Susunan pengurus perusahaan PT. Davomas Abadi Tbk antara lain: Presiden Komisaris : Kusbyanta Kawira Presiden Direktur : Ir. Berliana Sukarmadidjaja Bisnis : Cocoa Alamat : Gedung Plaza BII, Tower III, Lantai 9. Jln M.H Thamrin No. 51, Jakarta 10350, Tangerang, Banten. Jl. Pangeran Jayakarta 117 Blok B/35-39 Jakarta 10730 Telp/Fax : (021) 600-9709, 626-6477/ (021) 600-9709, 6264390 Status Perusahaan : P MA

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6. 83 PT Tunas Baru lampung Tbk Didirikan pada tahun 1973, PT Tunas Baru Lampung adalah perusahaan anggota kelompok budi debit sungai yang didirikan pada tahun 1947 dan merupakan pelopor dalam industri pertanian di Indonesia. Keterlibatan tersebut berasal dari keinginan untuk membantu dalam pembangunan negara dan untuk memanfaatkan keunggulan kompetitif Indonesia dalam pertanian. Saat ini, debit sungai Budi Group adalah salah satu produsen terbesar Indonesia dan distributor produk konsumen yang berbasis pertanian. Perusahaan anggota lain dari debit sungai Budi Group adalah perusahaan publik PT Budi Acid Jaya Tbk, Terbesar dan paling terintegrasi fuly tapioka pati manufaturer di Indonesia. Sejak PT Tunas Baru Lampung mulai beroperasi di lampung pada awal tahun 1970, kami telah tumbuh menjadi salah satu biaya sayur produsen minyak goreng terbesar dan terendah. PT. Tunas Baru Lampung ini publik di jakarta bursa saham di 14 Februari 2000. Kinerja keuangan pada tahun 2012, perusahaan membukukan laba bersih sebesar Rp 244 miliar, meningkat dari Rp 421.000.000.000 yang tercatat tahun lalu. Susunan pengurus perusahaan PT. Tunas Baru Lampung Tbk antara lain: Presiden Komisaris : Sanoto Winata Presiden Direktur : Widarto Bisnis : Fully Integrated of Vegetables Coking Oil and Other Vegetables Oil Derivatives

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Alamat 84 : Wisma Budi. Jl.HR. Rasuna Said Kav. C-6 Jakarta 12940. Jl. Yos Sudarso No. 29 Waylunik Panjang, Bandar Lampung Telp/ Fax : (021) 521-3383 (Hunting)/ (021) 521-3392, (021) 521-3332, 520-5829 E-mail/ Websaite : tbl@cbn.net.id/www.tunasbarulampung.com Status Perusahaan : PMDN 7. PT Tiga pilar sejahtera food Tbk Perusahaan ini stablished oleh keluarga Kang pada tahun 1953. Perusahaan berganti nama menjadi PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk.Perusahaan memproduksi ada jenis mie, yaitu: mie instan Mikita, Ha Ha dan merek Bossmie, mie kering Ayam 2 Telor, Tanah Air, Manggis dan tanda Hula Hula, dan mie camilan Anak kitd merek. Untuk kinerja keuangannya Perusahaan mencatat laba bersih sebesar Rp 253 miliar pada 2012, meningkat dari Rp 149.951.000.000 pada tahun 2011. Susunan pengurus perusahaan PT.Tiga Pilar Sejahtera Fodd Tbk antara lain: Presiden Komisaris : Anton Priyantoro Presiden Direktur : Stefanus Joko Mogoginta Bisnis : Noodle

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Alamat 85 : Jl. Prof. DR Supomo No.233 Jakarta, Selatan. Jl. Raya Solo - Sragen Km 5.5 Jawa Tengah Telp/ Fax : (021) 831-8775, 522-7488/ (021) 834-1215 Website : www.tigapilar.com Status perusahaan : PMDN 8. PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk Perusahaan mulai produksi pada tahun 1975 dengan pembuatan susu disterilkan dengan menggunakan proses yang dikenal sebagai Ultra High Temperature (UHT). Pada tahun 1981, perusahaan melakukan diversifikasi ke rentang baru produk seperti jus buah dan teh dalam karton. Di bawah lisensi dari Kraft Inc USA, perusahaan mulai produksi Kraft merek keju 1985. Kemudian di bawah lisensi dari Corman Belgia, perusahaan mulai mentega manufaktur pada tahun 1987. Selain perjanjian lisensi tersebut, perusahaan juga membentuk hubungan dengan nestle mead, Johnson Bristol Myers dari Amerika Serikat dan dengan Pripps Inc Swedia untuk pembuatan dan pemasaran minuman energi olahraga di bawah merek dagang pripps. Untuk kinerja keuangan Perusahaan membukukan laba bersih bahwa konsolidasi sebesar Rp 353 miliar pada 2012, atau meningkat dari Rp 21.251.000.000 dipesan pada tahun 2011.

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86 Susunan pengurus perusahaan PT. Ultrajaya Milk industri & Trading Company Tbk antara lain: Presiden Komisaris : Supiandi Prawirawidjaja Presiden Direktur : Sabana Prawirawidjaja Bisnis : Milk and Jusice Alamat : Jl. Raya Cimareme No. 131, Padalarang 40552 Kab. Bandung 40552, Jawa Barat Telp/ Fax : (022) 8670-0700/ (022) 665-4612, 8670-0777 Status perusahaan : PMDN 9. PT Fast Food Indonesia Tbk Perusahaan ini didirikan pada tahun 1978 oleh Grup Gelael, pemegang Franchise KFC untuk Indonesia. Pada tanggal 10 oktober 1979, perusahaan membuka restoran KFC pertama kali di jalan Melawai, Jakarta. Keberhasilan dari restoran KFC pertama ini menggungah perusahaan untuk menguasai pemimpin pasar makanan cepat saji di Indonesia selama 17 tahun lalu. Semakin banyak KFC didirikan di Jakarta dan beberapa kota utama di Indonesia. Pada akhir tahun 1996, perusahaan mengoperasikan 148 restoran KFC di 30 kota utama di Indonesia. Produk inti dari perusahaan KFC adalah Colonel’s Original Recipe Chichen dan Hot & Crispy Chicken yang secara tetap menduduki predikat sebagai ayam dengan cita rasa terbaik dalam berbagai macam survei

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 87 konsumen Indonesia. Dimana tingkat konsumsi ayam secara signifikan lebih tinggi daripada tipe produk daging yang lain. Pada tahun 2000, KFC menduduki posisi tertinggi dalam “Top of Mind Awareness” dibandingkan dengan pemimpin merk yang lain. Susunan pengurus perusahaan PT. Fast Food Indonesia Tbk antara lain: Presiden Komisaris : Anthony Salim Presiden Direktur : Dick Gelael Bisnis : Food and Restaurant Alamat : Jl. MT. Haryono Kav. 7 Jakarta 12810 Telp/ Fax : (021) 829-8390/ (021) 829-8387 Website : www.kfcindonesia.com Status Perusahaan : PMDN 10. PT Siantar TOP Tbk Pada tahun 1972, Shindo Sumidomo Memulai bisnis operasionalnya dengan mendirikan industri rumah tangga kerupuk kecil di Sidoarjo. Pada saat ini, perusahaan tumbuh menjadi PT Siantar TOP Tbk, salah satu industri makanan dan minuman skala terkemuka dan nasional di Indonesia. Pertama lokasi situs ini dibangun pada tahun 1987. Perusahaan telah terus berevolusi dan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta (sekarang Bursa Efek Indonesia) pada tahun 1996.

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 88 Untuk memenuhi tingginya permintaan pasar lokal, PT Siantar Top, Tbk telah memperluas lokasi situs di Medan pada tahun 1997, Bekasi pada tahun 2002. Selain mengembangkan pasar domestik, perusahaan juga burgeneoning pasar internasional ke Asia, Timur Tengah, Eropa dan Amerika Serikat.PT Siantar Top, Tbk telah mengembangkan makanan dan minuman dengan kualitas terbaik dengan berfokus pada rasa terbaik. Komitmen yang tinggi dan dedikasi yang disampaikan bagi konsumen dengan menghadirkan produk makanan sehat termasuk biskuit dan wafer di tahun 2008. Kinerja keuangan perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp 74.626.000.000 pada tahun 2012, atau meningkat dari Rp 42.672.000.000 dipesan pada tahun 2011. Susunan pengurus perusahaan PT. Sianatar TOP Tbk antara lain: Presiden Komisaris : Osbert Kosasih Presiden Direktur : Shindo Sumidomo Bisnis : Snak Noodle, Crackers and Candy Alamat : Jl. Tambak Sawah No. 21-23 Waru, Sidoarjo 61256, Surabaya, Jawa Timur Telp/Fax : (031) 866-7382/ (031) 866-7380 E-mail : sttpusat@sby.dnet.net.id Status Perusahaan : PMDN

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 89 11. PT Multi Bintang Indonesia Tbk Perusahaan ini mulai beroperasi pada tahun 1931 dengan nama NV Nederlandsch Bierbrouwerijen. Sejak tahun 1963, perusahaan berada di bawa perusahaan Belanda, Heineken International Beheer BV. Produk utama perusahaan ini adalah bir dan bir hitam yang di pasarkan dengan nama Bir Bintamg dan Guinness. Bir Bintang menguasai 60% saham dari pasar bir.Perusahaan bekerjasama dengan Heineken Technische Beheer dan Guinness Overseas Ltd. Perusahaan mendirikan tempat pembuatan bir yang baru di Mojosari, Jawa Timur dan Tangerang setelah penjualan pabrik Sofstdrink di MedanpadaApril1994. Pada akhir tahun 1994, kantor pusat perusahaan dipindahkan ke Tangerang, perusahaan juga memindahkan tempat pembuatan bir di ngagel, Surabaya ke Sampang Agung, Mojokerto untuk menambah kapasitas produk dari 300.000 menjadi 800.000 hl. Pada 13 Oktober 1997, perusahaan mulai mengekspor bir ke Jepang dan Australia Utara. Susunan pengurus perusahaan PT. Multi Bintang Indonesia Tbk antara lain: Presiden Komisaris : Dr. Cosmas Batubara Presiden Direktur : Leonard Cornelis Jorden Evers Bisnis : Beverages Alamat : Jl. Letjen TB. Simatupang Kav. 22-26, Jakarta 12430 Telp/ Fax : (021) 75924611/ (021) 7592-4617 Status Perusahaan : P MA

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 90 12. PT Cahaya Kalbar Tbk PT Cahaya Kalba didirikan pada tahun 1968. Pada tahun 1996, perusahaan ini publik yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta dengan kode perdagangan "CEKA". Kami adalah produsen terkenal dari berbagai bahan untuk seluruh rentang produk makanan: a) Untuk coklat dan kakao penganan industri, lapisan icing, permen mengisi. b) Aloe vera konsentrat dan bubuk untuk makanan fungsional, kosmetik dan industri farmasi. Kami juga memproduksi dan pasokan, kue dan roti industri dan kemudian kami memasuki pasar retail / grosir sedikit pun produk serangan minuman fungsional. Di bawah merek dagang: LIDAH FIT. Kinerja keuangan tahun 2011 perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp 96.306 miliar, meningkat dari Rp 29.56000.000 pada tahun sebelumnya Susunan pengurus perusahaan PT. Cahaya Kalbar Tbk antara lain: Presiden Komisaris : Hendri Saksti Presiden Direktur : Erik Tjia Bisnis : Edible Oil Producer Alamat : Jl. Industri Selatan 3 Blok GG No. I kawasan Industri Jebabeka II, Cikarang, Bekasi 17550 Telp/ Fax : (021) 8983-0003, 8983-0004/ (021) 893-7143 Website : www.cahayakalbar.com Status Perusahaan : P MA

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13. 91 PT Nippon Indosari Corpindo Tbk PT Nippon Indosari Corpindo Tbk adalah sebuah perusahaan yang berbasis di Indonesia yang terlibat dalam produksi roti. Perusahaan ini memasarkan produknya dengan merek Sari Roti, Boti dan Sari Cake. Perusahaan ini memiliki tujuh macam roti Sari Roti dan 22 jenis roti manis.Ini produk Kue Sari adalah sifon Pandan, Chocolate Cup Cake dan Pandan Cup Cake. Perusahaan ini mendistribusikan produk-produknya di hipermarket, Supermarket, minimarket dan melalui jaringan tradisional di Jabodetabek, Jawa Barat, Yogyakarta, Jawa Timur, Lampung dan Bali, Indonesia. Dua pabrik perusahaan yang berlokasi di Cikarang dan Jawa Timur, Indonesia. Kinerja keuangan Pada 2012, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp 149,150 miliar, meningkat dari Rp 115.933.000.000 tahun sebelumnya Company listing di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 23 Juni 2010 dan menetapkan penawaran umum perdana (IPO) pada harga antara Rp1.250 sampai Rp 1.500 per saham untuk saham yang direncanakan penawaran perusahaan. Perusahaan ini akan menawarkan 151.854.000 saham atau 15% dari modal perusahaan. Perusahaan mengharapkan untuk meningkatkan antara Rp 200 miliar sampai 250 miliar dari rencana IPO. Susunan pengurus perusahaan PT.Nippon Indosari Corpindo Tbk antara lain: Presiden Komisaris : Benny Setiawan Santoso Presiden Direktur : Wendy Sui Cheng Yap

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 92 Bisnis : Food manufacturer (Breads and Bakery) Alamat : Kawasan Industri Jababeka Jl. Jababeka XII A, Blok W No. 40-41 Cikarang, Bekasi 17530 Telp/ Fax : (021) 893-5088/ (021) 893-5286, 893-5473 Status Perusahaan : P MA 14. PT Delta Djakarta Tbk Perusahaan ini memiliki produk utamnya adalah bir yang dipasarkan dengan merk Anker Bird an menguasai 40% pasar bir nasional di Indonesia. Produk lain adalah Anker Stout dan Shanta Super Shandy. Perusahaan menetujui sebuah perjanjian kerjasama dengan Breweries Nederland BV, mencakup perkembaangan teknologi, pemasaran dan manajemen secara umum. Susunan pengurus perusahaan PT. Delta Djakarta Tbk antara lain: Presiden Komisaris : Ir. Tubagus Muhamad Rais Presiden Direktur : Raymundo Yadao Albano Bisnis : Beverages Industry Alamat : Jl. Inspeksi Tarum Barat Desa Setia Darma Tambun, Bekasi Timur 17510 Telp/ Fax : (021) 882-2520, 880-0511/ (021) 881-9423, 8800513 Po. Box : 180, Bekasi 17018

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI E-mail/website : deltadjakarta@deltajkt.co.id/www.deltajkt.co.id Status Perusahaan : P MA 93 15. PT Prasidha Aneka Niaga Tbk Sejarah SingkatPrasidha Group didirikan pada tahun 1984 oleh Mr Oesman Soedargo, Mr Mansjur Tandiono, almarhum Mr Haji Mahmud Uding dan almarhum Bapak I Gede Subratha. Grup bisnis inti adalah pengolahan komoditas pertanian dan ekspor yang menangani terutama oleh perusahaanperusahaan anggota operasional PT. Prasidha Aneka Niaga & anak perusahaan. Ia juga memiliki diversifikasi dalam makanan, manufaktur, dan perkebunan.Komoditas utama yang diekspor dan adalah: kopi, karet remah, chip tapioka dan plats, merica, dan coacoa. Saat ini, Prasidha melalui anak perusahaannya PT. Aneka Coffee Industry telah menjadi salah satu roaster kopi dan penghasil kopi instan di wilayah tersebut. Ini kapasitas produksi tahunan adalah 3600 ton kopi instan dan 2400 ton kopi bubuk pabrik menggunakan mesin-mesin modern dengan teknologi pengolahan terlebih dahulu dari pemasok terkemuka internasional peralatan. PT Aneka Coffee Industry khusus telah dikenal sebagai pemasok terkemuka industri utama selain menjadi pelabelan swasta dan di rumah

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 94 merek pemasok. Pasar yang meliputi Jepang, Eropa, Asia Pasifik dan Amerika Serikat. Prasidha memiliki komitmen yang kuat dalam mendukung anjuran pemerintah untuk mempromosikan perluasan kopi spesialti Indonesia khususnya jenis Arabika khusus Indonesia. Melalui perusahaan perkebunan swasta, PT Indoarabica Mangkuraja, Prasidha memperkenalkan real tunggal baik biji Sumatera Kopi Arabika yang ditanam di perkebunan kopi di Bengkulu menawan, Pulau Sumatera.Perkebunan ini terletak di sekitar 1,1001,300 M di atas permukaan laut di atas dingin, lereng barat pegunungan Bukit Barisan.Hutan hujan yang rimbun, sungai dan musim semi adalah bagian dari perkebunan yang indah ini. The Mangkuraja kopi telah memperoleh pesona di kalangan khusus para pecinta kopi Arabika, karena rasa unik yang kaya, yang memberikan pengalaman yang menyenangkan dan mengesankan dalam kopi kenikmatan. Susunan pengurus perusahaan PT.Prasidha Aneka Niaga Tbk antara lain: Presiden Komisaris : Mansjur Tandiono Presiden Direktur : Jeffry Sanusi Sodargo Bisnis : Manufacturer of Coffe, Rubber, Chocacolate and Vanila Alamat : Jl. Ki Kemas Rindho, Kertapati Palembang 30258 Telp : (0711) 513-358 Status Perusahaan : PMDN

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 95 16. PT Akasha Wira Internasional Tbk Perusahaan ini memproduksi air minum yang disediakan botol air digelas plastik, botol plastik dan botol kaca. Kapasitas produksi pada tahun 1993 adalah 2,2 juta liter per tahun. Susunan pengurus perusahaan PT. Akasa Wira Internasional Tbk antara lain: Presiden Komisaris : Hanjaya Limanto Presiden Direktur : Agoes Soewandi Wangsapoetra Bisnis : Beverages (Bottled Mineral Water) Alamat : Jl. TB. Simatupang Kav. 88 Jakarta 12520 Telp/Fax : (021) 2754-5000/ (021) 7884-5549 Status Perusahaan : P MA 17. PT Sekar Laut Tbk PT Sekar Laut Tbk merupakan produsen makanan terkemuka di Indonesia. Produk yang dihasilkan dari perusahaan yang berkantor pusat di Surabaya, Jawa Timur ini antara lain krupuk, bumbu masakan instant, kacang mente, melinjo, beras dan biji-bijian lain, saus, sarden, kacang gulung, dan sambal.Bisnis makanan ini berawal dari sebuah usaha yang memperdagangkan produk-produk hasil laut yang pertama kali didirikan di Sidoarjo, Jawa Timur. Bisnis yang dimulai sejak tahun 1966 itu kemudian berkembang menjadi sangat pesat dalam bisnis krupuk udang tradisional. Perusahaan sendiri didirikan sebagai perseroan terbatas sejak tanggal 19 Juli

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 96 1976. Kemudian pada tanggal 1 Maret 1978 perusahaan terdaftar menjadi badan perusahaan yang resmi di Departemen Kehakiman. Perkembangan usaha makanan yang dijalani perusahaan ini terlihat semakin meningkat. Sejak tanggal 4 Juli 1990 perusahaan melakukan penawaran umum perdana dan resmi mencatatkan sahamnya untuk pertama kali di Bursa Efek Jakarta (BEJ). Kualitas produk yang sempurna yang dibarengi dengan kemampuan distribusi yang bersinergi akan terus mengantarkan perusahaan ini mengembangkan produk-produk bermutu bagi konsumen. Jiwa kewirausahaan yang dimiliki oleh para perintis perusahaan merupakan salah satu kunci sukses yang diraih perusahaan ini hingga sekarang. Perusahaan ini didirikan di Jakarta dengan nama N.V. Lim Teck Lee Coy. Ltd dan nama PT Lautan Luas ini digunakan sejak tahun 1965. Lautan Luas melanjutkan untuk pengembangan distribusi dan membuat fasilitas bersama demi menemukan syarat pertumbuhan industri bagi industri kimia. Perusahaan mengembangkan rencana bisnis jangka panjang untuk memantapkan posisi Lautan Luas dalam memimpin integrasi distributor produk kimia di Indonesia. Susunan pengurus perusahaan PT. Sekar Laut Tbk antara lain: Presiden Komisaris : Loddy Gunadi Presiden Direktur : Harry Sunogo Bisnis : Confectinery

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Alamat 97 : Jl. Raya Darmo No. 23-25 Surabaya 60265, East Java E-mail/website : sklaut@rad.net.id/www.sekar.co.id Telp/ Fax : (031) 567-1371, 567-6538, 567-7872/ (031) 5672318, 567-7872 Status Perusahaan 18. : PMDN PT Pioneerindo Gourment Internasional Tbk PT Pioneerindo Gourmet International Tbk (d/h PT Putra Sejahtera Pioneerindo), didirikan pada tahun 1983 di Jakarta adalah salah satu Perusahaan generasi pertama di Indonesia yang memperkenalkan konsep restoran cepat saji berbahan dasar ayam melalui merek dagang California Pioneer Chicken, terwaralaba Pioneer Take Out - Amerika Serikat. Perusahaan telah berhasil menarik minat publik dengan produk dan layanan berkualitas dan berhasil menjadikan sajian ayam goreng sebagai trendsetter dunia usaha makanan cepat saji di Indonesia. Susunan pengurus perusahaan PT. Pioneerindo Gourment Internasional Tbk antara lain: Presiden Komisaris : Tjan Soen Eng Presiden Direktur : Kusuwandi Tamin Bisnis : Restaurant Alamat : Jl. Prof. DR Supomo No.233 Jakarta, Selatan

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Telp/Fax : (021) 314-7654, 315-7611/(021) 315-7609 E-mail : cfcjkt@cbn.net.id Status perusahaan : P MA 98 19. PT Gudang Garam Tbk Perusahaan ini dimulai dengan sebuah usaha swasta kecil yang didirikan di Kudus Jawa tengah pada tahun 1971. Produk perusahaan terdiri dari tiga tipe, namanya rokok gulung kertas jagung terdiri dari tiga nama merk, rokok digulung tangan dengan Sembilan merk, dan rokok digulung mesin dengan enam merk, empat diantaranya dianggap sebagai merk premium Gudang Garam Internasional, Surya 16, Gudang Garam Merah isi 10, dan Gudang Garam Merah isi 12. Perusahaan memasang kapasitas 105 milyar rokok pertahun, termasuk 90 milyar mesin yang digulung dan 15 milyar rokok yang diproduksi menggunakan tangan dan menikmati 49% pangsa pasar rokok rasa cengkeh di Indonesia pada tahun 1997. Sedangkan pada tahun 1998, pangsa pasar menurun hingga 39% dan menerima pinjaman dari bank Singapura untuk menambah kapasitas produksinya pada tahun 1993. Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp 4958000000000 pada tahun 2011, meningkat dari Rp 4214000000000 pada tahun 2010. Sebagai salah satu pembuat rokok terbesar di Indonesia, penawaran PT Gudang Garam berbondong-bondong cengkeh untuk membuat rokok kretek harum, disebut rokok kretek.

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 99 Susunan pengurus perusahaan PT. Gudang Garam Tbk antara lain: Presiden Komisaris : Juni Setiawati Wonowidjojo Presiden Direktur : Susilo Wonowidjojo Bisnis : Cigarettes Alamat : Jl. Semampir III/I Kediri 64121, Jawa Timur Telp/ Fax/ Telex : (0354) 682-090, 682-094/ (0354) 681-555/ 31456 GGAMARAM IA Status Perusahaan : PMDN 20. PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk PT HM Sampoerna Tbk didirkan pada tahun 1913 sampai sekarang perusahaan tembakau terluas ke tiga di Indonesia dengan 19,4% pangsa pasar rokok di Indonesia. Saham Sampoerna terdaftar di Bursa Efek Jakarta dan Surabaya. Kegiatan pokok dari perusahaan ini adalah memproduksi dan menjual kretek yaitu rokok yang terbuat dari cengkeh dan tembakau. Djji Sam Soe dan A Mild adalah merk andalan dari fortofolio sampoerna, Sementara A hijau bersaing pada segmen harga medium. Sampoerna mengoperasikan tiga fasilitas produksi rokok di Indonesia. Susunan pengurus perusahaan PT. Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk antara lain: Presiden Komisaris : John Gledhill Presiden Direktur : Paul Norman Janelle

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 100 Bisnis : Cigarettes Industry Alamat : Jl. Rungkut Industri Raya No. 18 Surabaya 60293, Jawa Timur Telp/ Fax danTelex : (031) 843-1699/ (031) 843-0986 dan 31456GGARAM KD Status perusahaan : P MA 21. PT Bentoel Internasional Investama Tbk Bentoel Group adalah perusahaan induk dari beberapa perusahaan yang menjalankan usaha di bidang industri rokok yang biasa dikenal dengan nama Bentoel. Sejarah Bentoel dimulai pada saat Ong Hok Liong mendirikan industri rokok rumahan yang dinamakannya³ Strootjes Fabriek Ong Hok Liong´ pada tahun 1930. Industri rumahan tersebut berubah nama menjadi N.V Pertjetakan Hien An pada tahun 1951. Empat tahun kemudian nama perusahaan kembali diubah menjadi PT Perusahaan Rokok Tjap Bentoel. Pada akhir tahun 60an, Bentoel adalah produsen rokok pertama yang memproduksi sigaretkretek mesin (SKM) berfilter di Indonesia. Perusahaan didirikan dengan nama PT. Rimba Niaga Idola di Jakarta. Sesuai dengan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada tanggal 27 Desember tahun 1996, nama perusahaan berubah menjadi PT Transindo Multi Prima Tbk. Pada tahun 2000, PT Transindo Multi Prima Tbk berubah nama menjadi PT Bentoel Internasional Investama Tbk. Pada tahun 2002, perusahaan meningkatkan modal ditempatkan dan disetor dari Rp 269,

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 101 325, 000,000 menjadi Rp 336, 656, 250,000.Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp 305.997.000.000 pada tahun 2011, meningkat dibandingkan dengan laba bersih yang dibukukan pada tahun 2010 sebesar Rp 218.621.000.000. Susunan pengurus perusahaan PT. Bentoel Internasional Investama Tbk antara lain: Presiden Komisaris : Hendro Martowardojo Presiden Direktur : Jason Fitzgerald Murphy Bisnis : Cigarettes Alamat : Jl. Jend. Sudirman Kav. 54-55, Jakarta 12190 Telp/Fax : (021) 526-8388/(021) 526-8389 Status perusahaan : P MA

(121) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data Teknik untuk penentuan sampel yang dilakukan penelitian ini adalah Purposive Sampling yaitu sampel dipilih berdasarkan kriteria tertentu. Kriteria sampel pada penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Laporan keuangan yang diterbitkan oleh perusahaan manufaktur di BEI selama tahun 2012 2. Laporan keuangan perusahaan yang menjadi sampel mempunyai periode akuntansi yang berakhir pada 31 Desember 2012. 3. Laporan keuangan yang memiliki harga saham dan dividen pada tahun 2012. Setelah dilakukan analisis kriteria diatas, maka data akhir yang diperoleh adalah data laporan keuangan yang diperoleh setelah melakukan uji normalitas dan uji asumsi klasik, maka diperoleh data akhir 129 data laporan keuangan dari 21 perusahaan yang digunakan sebagai sampel dalam penelitian ini. Berikut ini ada nama 21 perusahaan manufaktur yang menjadi sampel penelitian yaitu dapat dilihat pada tabel dibawa ini. 102

(122) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 103 Tabel V.1: Data Nama Perusahaan NO KODE PERUSAHAAN 1 INDF PT Indofood Sukses Makmur Tbk 2 ICBP PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk 3 SMAR PT Sinar Mas Argo Resources And Technology (SMART) Tbk 4 MYOR PT Mayora Indah Tbk 5 DAVO PTDavomas Abadi Tbk 6 TBLA PT Tunas Baru Lampung Tbk 7 AISA PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk 8 ULTJ PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk 9 FAST PT Fast Food Indonesia Tbk 10 STTP PT Siantar TOP Tbk 11 MLBI PT Multi Bintang Indonesia Tbk 12 CEKA PT Cahaya Kalbar Tbk 13 ROTI PT Nippon Indosari Corpindo Tbk 14 DLTA PT Delta Djakarta Tbk

(123) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 PSDN PT Prasidha Aneka Niaga Tbk 16 ADES PT Akasha Wira Internasional Tbk 17 SKLT PT Sekar Laut Tbk 18 PTSP PT Pioneerindo Gourment Internasional Tbk 19 RMBA PT Bentoel Internasional Investama Tbk 20 GGRM PT Gudang Garam Tbk 21 HMSP PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk 104 Sumber: Indonesia Capital Market Directory (ICMD) Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang umumnya dapat diperoleh dari perusahaan yang diteliti atau data yang dipublikasikan umum (Indriantor dan supomo, 1999: 149). Dalam hal ini data yang dipublikasikan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) berupa laporan keuangan (data likuiditas saham, dividend payout ratio dan nilai perusahaan) 21 perusahaan manufaktur selama tahun 2012. Sedangkan pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan metode regreasi linier sederhana.

(124) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI B. 105 Analisis Data Analisis ini dilakukan dengan menggunakan data-data laporan keuangan pada tahun 2012 yang diperoleh dari ICMD (Indonesia Capital Market Directory). Setelah menemukan perusahaan dengan kriteria diatas, maka langkah-langkah berikutnya adalah untuk melakukan analisis data. Langkah-langkah analisis data dalam penelitian ini antara lain: 1. Menghitung likuiditas saham (LS) Perubahan nilai perusahaan dihitung dengan menggunakan rumus: 𝐿𝑆 = 𝑉𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒 𝑃𝑒𝑟𝑑𝑎𝑔𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑆𝑎ℎ𝑎𝑚 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑎ℎ𝑎𝑚 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑏𝑒𝑟𝑒𝑑𝑎𝑟 Besarnya likuiditas saham (LS) PT Akasha Wira InternationalTbk untuk tahun 2012 adalah sebagai berikut: Data 35209 𝐿𝑆 = = 17.6045 2000 hasil perhitungan likuiditas saham (LS) 2012selengkapnya dapat dilihat pada tabel V. 2 dibawa ini. pada tahun

(125) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 106 Table V.2: Hasil Perhitungan Likuiditas Saham Tahun 2012 No Kode Volume Jumlah saham yang Perdagangan beredar Likuiditas Saham Saham 1 ADES 35209 2000 17.6045 2 AISA 2429407 900 2699.341111 3 CEKA 120699 3500 34.48542857 4 DAVO 135111 100 1351.11 5 DLTA 521 200 2.605 6 FAST 1001 16000 0.0625625 7 GGRM 111778 70000 1.596828571 8 HMSP 2980 100000 0.0298 9 ICBP 465248 7000 66.464 10 INDF 1668389 8000 208.548625 11 MYOR 39442 30000 1.314733333 12 MLBI 282 800000 0.0003525 13 PTSP 1181 2500 0.4724 14 PSDN 533 350 1.522857143 15 ROTI 111924 4500 24.872 16 RMBA 170570 1200 142.1416667 17 SKLT 3600 160 22.5 18 STTP 78515 1200 65.42916667

(126) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 SMAR 6871 9000 0.763444444 20 ULTJ 146011 1600 91.256875 21 TBLA 481884 900 535.4266667 107 Sumber: Lampiran 1 2. Menghitung dividen payout ratio (DPR) Dividend Payout Ratio (DPR) dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut: DPR = DPS EPS X100% Besarnya Dividend Payout Ratio PT Akasha Wira International Tbk untuk tahun 2012 adalah sebagai berikut: 𝐷𝑃𝑅 = 75 x100% = 1.704545455 44 Data hasil perhitungan Dividen Payout Ratio (DPR) pada tahun 2012 selengkapnya dapat dilihat pada tabel V.3di bawa ini. Table V.3: Hasil Perhitungan Dividend Payout Ratio (DPR) No Kode DPS EPS 100% DPR 1 ADES 75 44 100% 1.704545455 2 AISA 8 87 100% 0.091954023 3 CEKA 18 324 100% 0.055555556 4 DLTA 11500 13328 100% 0.862845138

(127) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 DAVO 58 -10 100% -5.8 6 FAST 10 44 100% 0.227272727 7 GGRM 800 2115 100% 0.378250591 8 HMSP 1300 2237 100% 0.581135449 9 ICBP 186 392 100% 0.474489796 10 INDF 185 555 100% 0.333333333 11 MYOR 230 969 100% 0.237358101 12 MLBI 15 21519 100% 0.000697058 13 PTSP 40 220 100% 0.181818182 14 PSDN 70 17 100% 4.117647059 15 ROTI 37 147 100% 0.25170068 16 RMBA 80 42 100% 1.904761905 17 SKLT 300 12 100% 25 18 STTP 80 33 100% 2.424242424 19 SMAR 1200 759 100% 1.581027668 20 ULTJ 10 35 100% 0.285714286 21 TBLA 7 85 100% 0.082352941 108 Sumber: Lampiran 2 3. Menghitung nilai perusahaan (Y) Untuk menghitung nilai menggunakan rumus sebagai berikut: perusahaan dapat dihitung dengan

(128) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 𝑌= 109 (𝐻𝑃𝑆𝑥𝐽𝐿𝑆) + 𝑁𝐵𝑈 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐴𝑠𝑠𝑒𝑡 Besarnya Nilai Perusahaan pada PT. Akasha Wira International Tbk untuk tahun 2012 adalah sebagai berikut: Y= (100x1010)+299409 316048 =1.266924644 Data hasil perhitungan nilai perusahaan (Y) pada tahun 2012 selengkapnya dapat dilihat pada tabel V. 4 di bawa ini. Table V.4 : Hasil Perhitungan Nilai Perusahaan Tahun 2012 No Kode (HPS x JLS) + NBU Total Asset Nilai Perusahaan (Y) 1 ADES 400409 316048 1.266924644 2 AISA 1802302 3590309 0.501990776 3 CEKA 1333169 823361 1.619179194 4 DLTA 11714051 696167 16.82649565 5 DAVO 734449 2692276 0.272798554 6 FAST 4311800 1547982 2.785432906 7 GGRM 48089352 39088705 1.230262092 8 HMSP 56756708 19376343 2.929175438 9 ICBP 19887155 15222857 1.30640096 10 INDF 45792256 53585933 0.854557408 11 MYOR 10878866 6599846 1.648351492

(129) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 MLBI 37758750 1220813 30.92918408 13 PTSP 361478 133433 2.709059978 14 PSDN 1277291 421366 3.031310072 15 ROTI 1145842 759137 1.509400806 16 RMBA 10149175 6333957 1.602343527 17 SKLT 358436 214238 1.673073871 18 STTP 1096684 934766 1.173217682 19 SMAR 32316219 14721899 2.195112125 20 ULTJ 3790749 2179182 1.73952841 21 TBLA 3790749 4244618 0.893071885 110 Sumber: Lampiran 3 4.2. Pengujian Asumsi Dasar Klasik 4.2.1. Uji Multikolinieritas Berdasarkan hasil regresi variabel dependen dan variabel independen menghasilkan nilai toleransi dan VIF. Untuk membuktikan ada atau tidaknya pelanggaran multikolinieritas dapat digunakan uji VIF. Apabila nilai dari VIF kurang dari 10 maka dapat disimpulkan penelitian ini tidak terdapat gejala multikolinieritas.

(130) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 111 Tabel V.5: Hasil Perhitungan Multikolinieritas Coefficients Model Unstandardized Coefficients 1 (Constant) B Std. Error 1 .9 7 7 1 .5 0 9 Likuiditassaham .0 0 0 (X1) Dividen payout ratio -2 . 0 5 1 / DPR (X2) a. Dependent Variable: Nilai Perusahaan (Y) a Standardiz ed Coefficient s Beta t 1 .3 1 0 Sig. .2 0 7 Collinearity Statistics Toleran ce VIF .0 0 2 -. 0 1 8 -. 0 9 5 .9 2 5 .9 8 1 1 .0 1 9 .6 6 3 -. 5 9 4 -3 . 0 9 4 .0 0 6 .9 8 1 1 .0 1 9 Sumber:Data hasil regresi Dari hasil di atas dapat diketahui bahwa semua variabel bebas mempunyai toleransi yang sangat besar terhadap variabel bebas lainnya dimana nilai toleransi seluruhnya di atas 0,1 dengan nilai VIF kurang dari 10, sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel bebas yang digunakan dalam model penelitian ini tidak terjadi gejala multikolinieritas. 4.2.2. Uji Normalitas Uji normalitas yang dimaksud untuk mengetahui apakah data berdistribusi normal atau tidak. Model regresi yang baik adalah memiliki distribusi normal, model regresi mengasumsikan bahwa residual atau variabel pengganggu mengikuti distribusi normal. Pengujian normalitas menggunakan teknik analisis Kolmogorov-Smirnov. Hasil analisis menyatakan bahwa data residual berdistribusi normal jika probabilitas lebih besar dari taraf signifikan

(131) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 112 5% (p> 0,05) (Ghozali, 2006). Hasil uji heteroskedastisitas dapat ditunjukkan pada tabel berikut: Tabel V.6: Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test N a ,b Normal Parameters Most Extreme Differences Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Unstandardized Residual 21 .0000000 5.72086889 .2 2 9 .2 2 9 -. 1 3 7 1 .0 5 1 .2 2 0 Dari tabel V.6 di atas dapat dilihat bahwa nilai signifikansi sebesar 0,220 maka dapat disimpulkan tidak terjadi heteroskedastisitas dalam model regresi ini. 4.2.3. Uji Autokorelasi Pengujian ada tidaknya autokorelasi dilakukan dengan menggunakan metode Durbin Watson, yaitu dengan membandingkan nilai DW dari hasil regresi dengan nilai dL dan dU dari table DW. Dengan menggunakan ∝ = 5% diperoleh: 1. Nilai table DW untuk dL (∝; 𝑘; 𝑛) = (0,05;2;21) = 0,889 2. Nilai table DW untuk dU (∝; 𝑘; 𝑛) = (0,05;2;21) = 1,276

(132) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 113 Jika: - Jika DW <𝑑𝐿 atau DW > 4 - 𝑑𝐿 , maka terdapat autokorelasi. - Jika 𝑑𝑈 < DW < 4 - 𝑑𝑈 , maka tidak terdapat autokorelasi. - Jika 𝑑𝐿 ≤ DW ≤ 𝑑𝑈 atau 4 - 𝑑𝑈 ≤ DW ≤ 4 - 𝑑𝐿 , uji Durbin Watson tidak menghasilkan kesimpulan yang pasti (inconclusive). DW pada daerah keraguan dianggap tidak ada autokorelasi. Hasil DW dalam analisis regresi dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Tabel V.7: Hasil Uji Autokorelasi b Model Summary Mo del d i m e n s i o n 0 1 R a .5 9 1 Change Statistics Std. R Error of F Squar Adjusted th e R Square Chang e R Square Estimate Change e d f1 d f2 .3 5 0 .277 6.03033 .3 5 0 4 .8 4 0 2 18 Sig. F Change .0 2 1 DurbinWatson 2 .3 6 9 a. Predictors: (Constant), Dividen payout ratio / DPR (X2), Likuiditas saham (X1) b. Dependent Variable: Peningkatan nilai perusahaan (Y) Pada hasil perbandingan d_value pada tingkat signifikan 5% dapat dilihat pada tabel Durbin Watson dan selanjutnya akan diperjelas pada table berikut ini:

(133) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 114 Tabel V.8: Perbandinga d valueSignifikan 5% Keterangan Nilai dL 0,889 dU 1,276 d_Value Regresi 2,369 4-dU 2,724 4-dL 3,111 Sumber: Sugiono. 2010 Dari tabel di atas terlihat bahwa d_value regresi terletak di antara 4-dU dan 4-dL, sehingga berada pada tidak ada autokorelasi. Secara spesifik nilai DW hitung ini terletak pada (4dU
(134) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 115 b. Jika tidak terjadi pola yang jelas, serta titik-titik (point-point) diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi heteroskedastisitas. Gambar plot dapat diketahui bahwa tidak terdapat titik-titik yang membentuk suatu pola yang jelas, serta titik-titik menyebar di atas dan dibawah angka nol dan pada sumbu Y, dengan demikian dapat diketahui bahwa tidak terdapat heteroskedastisitas dalam data penelitian ini. Hasil analisis plot dalam penelitian dapat dilihat dalam lampiran Gejala heteroskedastisitas akan muncul apabila variabel disturbance term setiap observasi tidak lagi konstan tetapi bervariasi. Uji ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah terjadi penyimpangan model karena varians gangguan berbeda antara satu observasi ke obsernasi lainnya. Cara yang dilakuka untuk mendeteksi terjadinya heteroskedastisitas dalam varian error term suatu model regresi yaitu dengan melihat diagram plot residualnya. Jika grafik memiliki pola yang tertentu seperti bergelombang kemudian menyempit, berpola U atau U terbalik maka dapat dipastikan bahwa model regresi terjadi heteroskedastisitas. Sebaliknya jika grafik memiliki pola yang menyebar ke atas dan ke bawah nol pada sumbu Y maka tidak terjadi heteroskedastisitas. Hasil uji heteroskedastisitas dapat ditunjukkan pada tabel berikut:

(135) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 116 Gambar V.1: Hasil Pengujian Heteroskedastisitas Sumber: Hasil analisis data Berdasarkan grafik di atas terlihat bahwa grafik menyebar di atas dan di bawah sumbu Y dan tidak membentuk pola tertentu maka dapat disimpulkan tidak terjadi heteroskedastisitas dalam model regresi ini. Jadi dapat disimpulkan bahwa model regresi tidak menunjukkan adanya heteroskedastisitas.

(136) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 117 4.4. Analisis Regresi Berganda Untuk mempermudah perhitungan regresi data yang cukup banyak maka dalam penelitian ini diselesaikan dengan bantuan pernagkat lunak (soft ware) komputer program PSAW Statistic 18. Hasil pengujian model regresi berganda terhadap faktor- faktor yang mempengaruhi nilai perusahaan dapat disajikan pada tabel berikut Tabel V.9: Uji Regreasi Coefficients Model Unstandardized Coefficients 1 (Constant) B Std. Error 1 .9 7 7 1 .5 0 9 Likuiditas saham .0 0 0 .0 0 2 (X1) Dividen payout ratio -2 . 0 5 1 .6 6 3 / DPR (X2) a. Dependent Variable: Nilai perusahaan (Y) a Standardiz ed Coefficient s Beta Collinearity Statistics Toleran ce VIF t 1 .3 1 0 Sig. .2 0 7 -. 0 1 8 -. 0 9 5 .9 2 5 .9 8 1 1 .0 1 9 -. 5 9 4 -3 . 0 9 4 .0 0 6 .9 8 1 1 .0 1 9 4.4.1. Interprestasi Persamaan Regresi Dengan memperhatikan model regresi dan hasil regresi linear berganda maka di dapat persamaan faktor- faktor yang mempengaruhi nilai perusahaan sebagai berikut: Y = 1,977 + 0,000 X1–2,051X2

(137) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 118 Berdasarkan berbagai parameter dalam persamaan regresi mengenai faktorfaktor yang mempengaruhi nilai perusahaan, maka dapat diberikan interprestasi sebagai berikut: 1. Konstanta (a) Nilai konstanta sebesar 1,977 yang berarti bahwa jika variabel bebas yang terdiri dari Likuiditas sahamdan Dividend payout ratio / DPR tidak berubah, maka nilai perusahaan akan sebesar 1,977 2. Koefisien Likuiditas saham (b1) Likuiditas saham mempunyai pengaruh yang positif terhadap Nilai perusahaan, dengan koefisien regresi sebesar 0,0001 yang artinya apabila ratio Likuiditas saham naik sebesar 1 satuan, maka Nilai perusahaan akan naik sebesar 0,0001 satuan dan sebaliknya, dengan asumsi bahwa variabel Dividen payout ratio / DPR dalam kondisi konstan. 3. Koefisien Dividen payout ratio / DPR (b2) Dividen payout ratio / DPR mempunyai pengaruh yang negatif terhadap Nilai perusahaan, dengan koefisien regresi sebesar -2,051 yang artinya apabila Dividen payout ratio / DPR naik sebesar 1 satuan, maka nilai perusahaan akan turun sebesar 2,051 satuan, dan sebaliknya. Dengan asumsi bahwa variabel Likuiditas saham dalam kondisi konstan.

(138) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 119 5.5. Pengujian Hipotesis 5.5.1. Uji F Tabel di bawah ini merupakan hasil dari uji F yang menggunakan program SPSS for windows, sebagai berikut: Tabel V. 10: Hasil Regresi Berganda Untuk UJi F ANOVAb Model 1 Regression Residual Total Sum of Squares 352.015 Df Mean Square 2 176.008 654.567 18 1006.582 20 F 4.840 Sig. .021a 36.365 a. Predictors: (Constant), Dividen payout ratio / DPR (X2), Likuiditas saham (X1) b. Dependent Variable: Nilai perusahaan (Y) Sumber: Data primer diolah, 2014 Dari tabel V.10 di atas di dapat probabilitas 0,021. Hal ini menunjukkan bahwa p-value < 0,05, maka H1 didukung karena masih di bawah angka 5%. Jadi likuiditas saham, dan dividen payout ratio / DPR secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap nilai perusahaan. Kemudian untuk menunjukkan berapa persen nilai perusahaan yang dapat dijelaskan oleh tujuh variabel Independennya dapat dilihat pada tabel V.11 di bawah ini

(139) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 120 Tabel V.11: Koefisien Korelasi Berganda b Model Summary Mo del d i m e n s i o n 0 1 R a .5 9 1 Change Statistics R Std. Error F Squar Adjusted o f th e R Square Chang e R Square Estimate Change e d f1 d f2 .3 5 0 .277 6.03033 .3 5 0 4 .8 4 0 2 18 Sig. F Change .0 2 1 DurbinWatson 2 .3 6 9 a. Predictors: (Constant), Dividen payout ratio / DPR (X2), Likuiditas saham (X1) b. Dependent Variable: Nilai perusahaan (Y) Dari tabel V.11 di atas dapat diketahui koefisien korelasi berganda R sebesar 0,591. Nilai ini menjauhi nilai 1 artinya hubungan variabel independen dengan variabel dependen adalah lemah. Sedangkan koefisien determinasi (𝑅2 ) sebesar 0,350, maka dapat diartikan bahwa hanya 35% nilai perusahaan pada perusahaan manufaktur di Bursa Efek Indonesia dipengaruhi oleh dua variabel independen yang terdiri dari Likuiditas saham, dan Dividen payout ratio / DPR sedangkan sisanya sebesar 65% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini. 5.5.2.2. Uji Parsial (Uji t) Seperti yang dijelaskan dalam bab sebelumnya, hasil dari perbandingan antara p-value dengan 0,05 akan dijadikan dasar untuk pengambilan keputusan. Tabel V.9 yang berisi hasil persamaan regresi pada variable - variabel penelitian akan memperlihatkan hasil- hasil nilai t hitung dan nilai probabilitasnya (p-value). Jika

(140) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 121 nilai p-value < 0,05, maka H2 diterima yang berarti variabel Independen secara parsial berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. 1. Pengujian terhadap Likuiditas saham Hasil pengujian terhadap variabel Likuiditas saham diperoleh nilai probabilitas sebesar 0,925> 0,05. Dengan demikian H2 (Likuiditas saham) tidak didukung yang berarti Likuiditas saham tidak berpengaruh secara signifikan terhadap nilai perusahaan. Melihat dari nilai koefisien regresi yang bernilai negatif 0,488 menunjukkan adanya pengaruh negatif antara Likuiditas saham terhadap Nilai perusahaan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Likuiditas saham berpengaruh tidak signifikan terhadap Nilai perusahaan. 2. Pengujian terhadap Dividen payout ratio / DPR Hasil pengujian terhadap variabel Dividen payout ratio / DPR diperoleh nilai probabilitas sebesar 0,006 < 0,05. Dengan demikian H2 (Dividend payout ratio / DPR) didukung yang berarti Dividend payout ratio / DPR berpengaruh signifikan terhadap Nilai perusahaan Melihat dari nilai koefisien regresi yang bernilai negatif (-3.094) menunjukkan adanya pengaruh negatif antara Dividend payout ratio / DPR terhadap

(141) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 122 Nilai perusahaan. Hal ini berarti menandakan bahwa semakin besar Dividend payout ratio / DPR yang dimiliki perusahaan akan menemukan nilai perusahaan. C. Pembahasan Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa likuiditas saham tidak berpengaruh secara signifikan terhadap niali perusahaan. Hasil ini dikarenakan bahwa kemampuan kas yang tinggi akan berdampak tehadap kemampuan kewajiban jangka pendek perusahaan dan dampak positif terhadap nilai perusahaan. Likuiditas secara parsial hasil dalam penelitian ini menemukan berpengaruh positif tidak signifikan terhadap nilai perusahaan. Ini mengindikasikan bahwa likuiditas tidak terlalu dipertimbangkan oleh pihak eksternal perusahaan dalam melakukan penilaian sebuah perusahaan. Semakin kecil kepemilikan kas yang disesuaikan dengan kondisi yang dimiliki oleh perusahaan maka, akan berdampak pada nilai perusahaan karena dengan adanya nilai kas yang berlebihan atau kepemilikan kas yang tinggi pada cenderung membuat penurunan akuisisi dan merger (Harford, 1999). Para investor berpendapat bahwa dengan terlalu banyaknya pembagian dividen yang diberikan, maka akan menurunkan nilai perusahaan khususnya yang terdaftar dalam capital gains pada jangka pendeknya. Efek dari ini juga akan menimbulkan isu-isu yang kurang mendukung atau dapat melehmakan harga saham. Laba yang dihasilkan dapat diinvestasikan kembali untuk mendapatkan keuntungan yang lebih banyak di masa yang akan datang atau

(142) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 123 pada jangka panjangnya. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Hikmah Endraswasti (2010) yang mempunyai kesimpulan bahwa kebijakan dividen berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan. Perusahaan tidak bisa membagikan dividen yang makin besar apabila laba yang diperoleh tidak meningkat. Memang benar kalu perusahaan mampu meningkatkan pembayaran dividen karena peningkatan laba, harga saham akan naik. Laba dibenarkan untuk ditahan, kalau dana tersebut bisa diinvestasikan dan menghasilkan tingkat keuntungan yang lebih besar dari biaya modalnya. Jadi, penginvestasian tersebut berarti memberikan NPV yang positif (Husnan, 1996: 384). Hasil menunjukkan bahwa dengan terlalu banyaknya pembagian dividen akan menurunkan nilai perusahaan dalam capital gains pada jangka waktu pendek ini berarti hubungan dividend payout ratio/DPR tidak membagikan dividen kepemegang saham karena para investor tidak mau mendistribusikan sebagian atau seluruh laba kepada pemegang saham sebagai dividen tunai, karena nanti di masa yang akan datang atau pada jangka panjang ingin mendapatkan keuntungan yang lebih banyak. Rasio pembayaran dividen (Dividend Payout Ratio/DPR) menentukan jumlah laba yang dapat ditahan dalam perusahaan sebagi sumber pendanaan. Jadi, aspek utama dari kebijakan dividen perusahaan adalah menentukan

(143) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 124 alokasi laba yang tepat antara pembayaran dividen dengan penambahan laba ditahan perusahaan. Para investor dapat mereplikasi aliran dividen yang mungkin dapat dibayar perusahaan tetapi tidak untuk saat ini. Jika dividen lebih rendah dari yang diinginkan, para investor dapat menjual sejumlah saham untuk mendapatkan pembagian kas yang diinginkannya. Jika dividen lebih tinggi daripada yang diinginkan, para investor dapat menggunakan dividen tersebut untuk membeli saham tambahan di perusahaan. Agar keputusan perusahaan dapat memiliki nilai, perusahaan dapat melakukan sesuatu bagi para pemegang saham yang tidak dapat mereka lakukan untuk diri mereka sendiri. Oleh karena para investor dapat membuat dividen sendiri, yang juga merupakan pengganti sempurna untuk dividen perusahaan berdasarkan asumsi-asumsi sebelumnya (James, 2007: 273). Kebijakan dividen menyangkut masalah penggunaan laba yang menjadi hak para pemegang saham. Pada dasarnya, laba tersebeut bisa dapat dibagi sebagai dividen atau ditahan untuk diinvestasikan kembali. Jadi keadaan seperti apapun laba akan dibagikan dan kapan akan ditahan, dengan tetap memperhatikan tujuan perusahaan yaitu meningkatkan nilai perusahaan (Husnan, 2000: 381). Pada kenyataannya perusahaan mempunyai kecendrungan untuk membayarkan dividen yang relatif stabil dan tidak menurunkan pembayaran dividen meskipun mengalami penurunan laba. Pembayaran dividen dianggap sebagai sinyal oleh para pemodal tentang

(144) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 125 prospek dan risiko perusahaan di masa yang akan datang (Husnan, 1996: 392). Rasio pembayaran dividen mengukur persentase laba bersih yang di distribusikan kepada pemegang saham dalam bentuk dividen selama tahun berjalan. Dengan kata lain, rasio ini menunjukkan sebagian dari keuntungan perusahaan memutuskan untuk tetap membiayai operasi dan bagian keuntungan yang diberikan kepada pemegang saham itu. Investor sangat tertarik dengan dividend payout ratio karena mereka ingin tahu apakah perusahaan membayar porsi yang masuk akal dari laba bersih kepada investor. Misalnya, kebanyakan memulai perusahaan dan perusahaan teknologi jarang memberikan dividen sama sekali. Bahkan, Apple, sebuah perusahaan yang dibentuk pada tahun 1970, itu hanya memberikan dividen pertama kepada pemegang saham pada tahun 2012. Sebaliknya, beberapa perusahaan ingin memacu minat investor sehingga mereka bersedia membayar persentase dividen terlalu tinggi. Penemu dapat melihat bahwa tingkat dividen tersebut tidak dapat dipertahankan sangat lama karena perusahaan akhirnya akan membutuhkan uang untuk operasi itu. Karena investor ingin melihat aliran dividen yang berkelanjutan dari sebuah perusahaan, analisis rasio pembayaran dividen adalah penting. Tren konsisten dalam rasio ini biasanya lebih penting daripada rasio tinggi atau rendah. Jadi, bagi perusahaan untuk membagikan dividen dan meningkatkan rasio mereka selama satu tahun, rasio tinggi tunggal tidak

(145) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 126 berarti bahwa banyak. Investor terutama berkaitan dengan tren yang berkelanjutan. Misalnya, investor dapat mengasumsikan bahwa perusahaan yang memiliki rasio payout dari 20 persen selama sepuluh tahun terakhir akan terus memberikan 20 persen dari keuntungan kepada para pemegang saham. Sebaliknya, perusahaan yang memiliki kecenderungan penurunan pembayaran mengkhawatirkan investor. Misalnya, jika rasio perusahaan telah jatuh persentase setiap tahun selama lima tahun terakhir mungkin menunjukkan bahwa perusahaan tidak bisa lagi mampu untuk membayar dividen yang tinggi. Ini bisa menjadi indikasi kinerja operasi yang buruk. Umumnya, perusahaan lebih matang dan stabil cenderung memiliki rasio yang lebih tinggi daripada memulai perusahaan baru. Jika perusahaan mempunyai sisa laba setelah semua proyek investasi yang dapat diterima dibelanjai, barulah sisa laba tersebut dapat dibagikan sebagai dividen kas kepada pemegang saham. Bila kebijakan dividen diperlakukan sebagai bagian dari keputusan pembelanjaan, berarti pembayaran dividen kas bersifat pasif. Artinya, besar kecilnya dividend payout ratio akan berfluktuasi dari waktu ke waktu sesuai dengan fluktuasi jumlah peluang investasi yang tersedia bagi perusahaan. Berdasarkan teori tax preference, kebijakan dividen mempunyai pengaruh negatif terhadap harga pasar saham. Artinya, semakin besar jumlah dividen yang dibagikan oleh suatu perusahaa, semakin rendah harga pasar

(146) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 127 saham perusahaan yang bersangkutan. Hal ini terjadi jika ada perbedaan antara tarif pajak personal atas pendapatan dividen dan capital gains. Apabila tarif pajak dividen lebih tinggi daripada pajak capital gains, maka investor akan lebih senang jika laba yang diperoleh perusahaan tetap ditahan di perusahaan, untuk membelanjai investasi yang dilakukan oleh perusahaan.

(147) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB VI PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis yang telah penulis lakukan maka, penulis dapat mengambil kesimpulan dari hasil uji F yang menggunakan program SPSS for windows bahwa p-value < 0,05, maka H1 didukung karena masih di bawah angka 5%. Jadi likuiditas saham, dan dividen payout ratio / DPR secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap nilai perusahaan. Sedangkan hasil uji t yang peneliti lakukan maka, penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa likuiditas saham yang tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Hasil pengujian terhadap variabel Likuiditas saham diperoleh nilai probabilitas sebesar 0,925> 0,05. Hal ini dapat dilihat dari tingkat signifikansi yang lebih dari 0,05. Likuiditas saham mempunyai pengaruh positif terhadap nilai perusahaan, hal ini dapat dilihat dari t (0,925) sedangkan total nilai perusahaan mempunyai pengaruh negatif yang dapat dilihat dari nilai t (-3,094). Dividend payout ratio berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Hasil pengujian terhadap variabel dividen payout ratio (DPR) diperoleh dari 0.006< 0, 05. Hal ini dapat dilihat dari tingkat signifikansi yang kurang dari 0,05. 128

(148) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 129 B. Keterbatasan Adapun keterbatasan yang dialami penulis dalam penelitian ini mempunyai keterbatasan yaitu: 1. Jumlah perusahaan yang relative sedikit karena hanya berasal dari sektor manufaktur, sehingga hasil penelitian tidak dapat digeneralisasikan untuk semua sektor yang ada di Bursa Efek Indonesia (BEI). 2. Penulis belum dapat memasukan faktor-faktor yang mempengaruhi nilai perusahaan seperti pendapatan nilai perusahaan, pertimbangan pasar dan perkembangan harga saham. C. Saran Berdasarkan hasil analisis dan kesimpulan diatas, maka saran yang dapat diberikan penulis adalah: 1. Bagi penelitian selanjutnya Jumlah sampel untuk penelitian selanjutnya diperbanyak dan berasal dari semua perusahaan manufaktur yang telah go publick di bursa efek Indonesia (BEI). Peneliti juga hendaknya memperhatikan perusahaan manufaktur yang mempengaruhi nilai perusahaan seperti pendapatan nilai perusahaan, pertimbangan pasar dan perkembangan harga saham . 2. Bagi perusahaan

(149) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 130 Meskipun hasil penelitian ini tidak sepenuhnya mendukung hasil penelitian sebelumnya, tetapi penulis menyarankan agar investor dalam berinvestasi tetap memperhatikan komposisi likuiditas saham dari perusahaan yang target karena peningkatan sangat berpengaruh terhadap prospek nilai perusahaan kedepan.

(150) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Daftar Pustaka Buku panduan, Investasi di pasar modal PT. Bursa Efek Indonesia Chotyahani Hasna Rizka Fortuna. 2010. Analisis Pengaruh Stock Split Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Go Publick Di Bursa Efek Indonesia. Skripsi. Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro Semarang. Edward T. Koch, Debra Desalvo & Joshua A. Kannon, The Complete Ideal’s Guides: Investing Edisi ketiga Manajemen Keuangan, Penerbit Erlangga, Edisi Kedelapan Buku 2. Eugene F. Brigham dan Joel F. Houston, Manajemen Keuangan, Penerbit Erlangga, Edisi Kedelapan Buku 2 Faktor-faktor yang mempengaruhi Kebijakan Dividen Suatu Perusahaan, hal 309 Ghozali, Imam. 2005. “Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS”, Edisi 3. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro Gunawan Widjaja & Jono. 2006. Penerbit Obligasi & Peran Serta Tanggungjawab Wali Amanat Dalam Pasar Modal, Penerbit: Kencana Prenada Media Grup, Edisi Pertama. I Made Sudana. 2011. Manajemen Keuangan, Perusahaan Teori dan Praktik, Penerbit Erlangga. Indonesia Capital Market Directory 2012 131

(151) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 132 James C. Van Horne & John M. Wachowicz, Fundamentals Of Financial Management, Prinsip-prinsip Manajemen Keuangan, Salemba Empat, Edisi 12 Jogiyanto.2013. Teoti Portofolio dan Analisis Investasi, BPFE-Yogyakarta, Edisi Ketujuh, Februari Jogyanto Hartono. 2013. Teori Portofolio dan Analisis Investasi, BPFEYogyakarta, Edisi Ketujuh, Cetakan Ketiga, Februari, Hal: 111 Kurnia Basyori. 2008. Analisis Pengaruh Pengumuman Dividen Terhadap Return Saham. Skripsi. Mamduh M. Hanafi dan Abdul Halim. 2009. “Analisis Laporan Keuangan. Yogyakarta: UPP STIM YKPN. Edisi Keempat. Martalena dan Maya Malinda. Pengantar Pasar Moda, Andi Offset, Yogyakarta hal:12 Mursalim. 2011. “Likuiditas Saham, Kebijakan Dividen Dan Nilai Perusahaan,” Jurnal JAAI, Vol 2, No. 2, Juli 2008. Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia Pangestu Subagyo. Statistik Terapan Aplikasi Pada Perencanaan dan Ekonomi, penerbit BPFE-Yogyakarta, Edisi 2004/205 Rowland Bismark Fernando Pasaribu1. 2008. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, Vol 2, No. 2, Juli 2008. Pengaruh Variabel Fundamental Terhadap Harga Saham Perusahaan Go Public Di BEI

(152) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 133 Rini Hartanti. 2009. Hand out Teknik Penggalian Dana: Institut, Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Suad Husnan Manajemen Keuangan. 1996. Teori dan Penerapan (Keputusan Jangka Panjang), Penerbit BPFE Yogyakarta. Buku 1 Edisi Keempat. Sugiyono. 2009. Statistika Untuk Penelitian, Alfabeta, Bandung hal: 260 Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Bisnis. Alfabeta, Bandung Sri Ratna Hadi, Sukses Membeli Saham Tanpa Modal, Laskar Akasara http://beginnersinvest.about.com/cs/dividendsdrips1/f/dividendyield.htm, akses pukul: 21.00 Wib, 22 Mei 2013 http://mengerjakantugas.blogspot.com/2009/09/pasar-modal-bursa-efek.html, akses pukul: 09.00 Wib, 20 Mei 2013 http://www.math.unsyiah.ac.id/asep/images/uji%20hipotesis.pdf, akses pukul: 11.00 Wib, 21 Februari 2014. http://www.myaccountingcourse.com/financial-ratios/dividend-payout-ratio, akse pukul 08.40 Wib, 02 Oktober 2014

(153) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN

(154) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI A. LAMPIRAN HASIL PERHITUNGAN MANUAL Lampiran 1 Likuiditas Saham No Kode Volume Perdagangan Saham Jumlah saham yang beredar Likuiditas Saham 1 ADES 35209 2000 17.6045 2 AISA 2429407 900 2699.34 3 CEKA 120699 3500 34.4854 4 DAVO 135111 100 1351.11 5 DLTA 521 200 2.605 6 FAST 1001 16000 0.06256 7 GGRM 111778 70000 1.59683 8 HMSP 2980 100000 0.0298 9 ICBP 465248 7000 66.464 10 INDF 1668389 8000 208.549 11 MYOR 39442 30000 1.31473 12 MLBI 282 800000 0.00035 13 PTSP 1181 2500 0.4724 14 PSDN 533 350 1.52286 15 ROTI 111924 4500 24.872 16 RMBA 170570 1200 142.142 17 SKLT 3600 160 22.5 18 STTP 78515 1200 65.4292 19 SMAR 6871 9000 0.76344 20 ULTJ 146011 1600 91.2569 21 TBLA 481884 900 Sumber: Indonesia Capital Market Directory (ICMD) 535.427

(155) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 2 Dividen Payout Ratio No Kode DPS EPS 100% DPR 1 ADES 75 44 100% 1.70455 2 AISA 8 87 100% 0.09195 3 CEKA 18 324 100% 0.05556 4 DLTA 11500 13328 100% 0.86285 5 DAVO 58 -10 100% -5.8 6 FAST 10 44 100% 0.22727 7 GGRM 800 2115 100% 0.37825 8 HMSP 1300 2237 100% 0.58114 9 ICBP 186 392 100% 0.47449 10 INDF 185 555 100% 0.33333 11 MYOR 230 969 100% 0.23736 12 MLBI 15 21519 100% 0.0007 13 PTSP 40 220 100% 0.18182 14 PSDN 70 17 100% 4.11765 15 ROTI 37 147 100% 0.2517 16 RMBA 80 42 100% 1.90476 17 SKLT 300 12 100% 25 18 STTP 80 33 100% 2.42424 19 SMAR 1200 759 100% 1.58103 20 ULTJ 10 35 100% 0.28571 21 TBLA 7 85 100% 0.08235 Sumber: Indonesia Capital Market Directory (ICMD)

(156) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 3 Nilai Perusahaan No Kode (HPS x JLS) + NBU Total Asset 1 ADES 400409 316048 2 AISA 1802302 3590309 3 CEKA 1333169 823361 4 DLTA 1.2E+07 696167 5 DAVO 734449 2692276 6 FAST 4311800 1547982 7 GGRM 4.8E+07 3.9E+07 8 HMSP 5.7E+07 1.9E+07 9 ICBP 2E+07 1.5E+07 10 INDF 4.6E+07 5.4E+07 11 MYOR 1.1E+07 6599846 12 MLBI 3.8E+07 1220813 13 PTSP 361478 133433 14 PSDN 1277291 421366 15 ROTI 1145842 759137 16 RMBA 1E+07 6333957 17 SKLT 358436 214238 18 STTP 1096684 934766 19 SMAR 3.2E+07 1.5E+07 20 ULTJ 3790749 2179182 21 TBLA 3790749 4244618 Sumber: Indonesia Capital Market Directory (ICMD) Nilai Perusahaan (Y) 1.26692 0.50199 1.61918 16.8265 0.2728 2.78543 1.23026 2.92918 1.3064 0.85456 1.64835 30.9292 2.70906 3.03131 1.5094 1.60234 1.67307 1.17322 2.19511 1.73953 0.89307

(157) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 4 Penggabungan X1 X2 Y TOTAL 2699.341 0.091954 0.501991 5377.456 34.48543 0.055556 1.619179 21.3324 1351.11 0.862845 16.8265 80.34786 2.605 -5.8 0.272799 -11.7119 0.062563 0.227273 2.785433 0.104054 1.596829 0.378251 1.230262 1.605413 0.0298 0.581135 2.929175 0.208569 66.464 0.47449 1.306401 51.23886 208.5486 0.333333 0.854557 244.4329 1.314733 0.237358 1.648351 0.941602 0.000353 0.000697 30.92918 3.39E-05 0.4724 0.181818 2.70906 0.241493 1.522857 4.117647 3.03131 1.860748 24.872 0.251701 1.509401 16.64482 142.1417 1.904762 1.602344 89.89734 22.5 25 1.673074 28.39086 65.42917 2.424242 1.173218 57.83531 0.763444 1.581028 2.195112 1.068042 91.25688 0.285714 1.739528 52.62495 535.4267 ∑=5249.944 0.082353 ∑=33.27216 0.893072 ∑=77.42995 599.6259 ∑=6614.145 Sumber: Indonesia Capital Market Directory (ICMD)

(158) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI B. HASIL PRINT OUT SPSS REGRESSION /MISSING LISTWISE /STATISTICS COEFF OUTS R ANOVA COLLIN TOL CHANGE /CRITERIA=PIN(.05) POUT(.10) /NOORIGIN /DEPENDENT Y /METHOD=ENTER X1 X2 /SCATTERPLOT=(*ZRESID ,*ZPRED) /RESIDUALS DURBIN HISTOGRAM(ZRESID) NORMPROB(ZRESID) /SAVE RESID. Regression b d i m e n s i o n 0 Variables Entered/Removed Model Variables Variables Entered Removed Method 1 Dividen payout . Enter ratio / DPR (X2), Likuiditassaham a (X1) a. All requested variables entered. b. Dependent Variable: Peningkatannilaiperusahaan (Y) b Model Summary Mo del d i m e n s i o n 0 R a .591 1 R Squar e .350 Change Statistics Std. Error F Adjusted of the R Square Chang R Square Estimate Change e df1 df2 .277 6.03033 .350 4.840 2 18 Sig. F Change .021 DurbinWatson 2.369 a. Predictors: (Constant), Dividen payout ratio / DPR (X2), Likuiditassaham (X1) b. Dependent Variable: Peningkatannilaiperusahaan (Y) b 1 Model Regression Residual Total Sum of Squares 352.015 654.567 1006.582 ANOVA df 2 18 Mean Square 176.008 36.365 F 4.840 20 a. Predictors: (Constant), Dividen payout ratio / DPR (X2), Likuiditassaham (X1) b. Dependent Variable: Peningkatannilaiperusahaan (Y) Sig. a .021

(159) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI a Coefficients Model Unstandardized Coefficients 1 (Constant) B 1.977 Std. Error 1.509 Standardiz ed Coefficient s Beta t 1.310 Sig. .207 Collinearity Statistics Toleran ce VIF Likuiditassaham .000 .002 -.018 -.095 .925 (X1) Dividen payout ratio -2.051 .663 -.594 -3.094 .006 / DPR (X2) a. Dependent Variable: Peningkatannilaiperusahaan (Y) .981 1.019 .981 1.019 a CollinearityDiagnostics Model Dimension 1 d i m e n s i o n 0 dim e nsio n 1 1 2 3 Variance Proportions Dividen payout Likuiditassaha ratio / DPR Eigenvalue Condition Index (Constant) m (X1) (X2) 1.701 1.000 .17 .15 .15 .734 1.522 .01 .66 .47 .565 1.734 .82 .19 .38 a. Dependent Variable: Peningkatannilaiperusahaan (Y) a Residuals Statistics Predicted Value Residual Std. Predicted Value Std. Residual Minimum Maximum Mean Std. Deviation -4.6314 16.8878 3.7475 4.19533 -6.27979 14.82182 .00000 5.72087 -1.997 3.132 .000 1.000 -1.041 2.458 .000 .949 a. Dependent Variable: Peningkatannilaiperusahaan (Y) N 21 21 21 21

(160) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Charts

(161) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI NPAR TESTS /K-S(NORMAL)=RES_2 /MISSING ANALYSIS. NPar Tests One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Normal Parameters a ,b N Mean Std. Deviation Most Extreme Differences Absolute Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. Unstandardized Residual 21 .0000000 5.72086889 .229 .229 -.137 1.051 .220

(162) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI CURICULLUM VITAE Nama Tempat Dan Tanggal Lahir Jenis Kelamin Agama Pekerjaan Orang Tua Alamat Asal Alamat Terakhir Di Yogyakarta Uski Bidana Tumkuwa, 19 Maret 1987 Laki-Laki Kristen Protestan Tani Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Jl. Brojowikalpo No 26a Rt.20/Rw.08 Mrican, Depok, Sleman, Yogyakarta Riwayat Pendidikan SD YPPGI Okbab, Borban, Kab. Pegunungan Bintang Tahun 2001 A. SD B. SMP SMP Negeri 1 Kiwirok Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Tahun 2004 C. SLTA SMA Negeri 1 Okbibab, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Tahun 2007 Piagam Penghargaan Dan Sertifikat 1. Piagam Penghargaan “PROGRAM PELATIHAN PASAR MODAL (P3M)” Periode September 2011 Yang Kerjasama Dengan Capital Market Community (CMC) Universitas Sanata Dharma Kursus, Pelatihan Dan Kegiatan 1. Latihan Kepemimpinan Tingkat Lanjut Sejenis Yang Pernah Diikuti (LKTL) Dari Bina Teruna Indonesia Bumi Cendrawasih “YAYASAN BINTERBUSIH” 2. Workshop Pasar Modal “Smart Investing In Capital Market” 2. Seminar Nasional : ”Creative Economy And Creative Tourism Destinasion”. Yang Diselenggarakan Oleh Kementerian Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif & Pusat Pengembangan Dan Pelatihan Kepariwisataan (P3Par) Universitas Sanata Dharma 3. Seminar Business To Business Marketing: Be Close To Oure Customers Prestasi Yang Dianggap Menonjol Hobby Piagam Penghargaan “PROGRAM PELATIHAN PASAR MODAL (P3M)” Periode September 2011 Yang Kerjasama Dengan Capital Market Community (CMC) Universitas Sanata Dharma Traveled, Membaca, Sepak Bola, Badminton

(163)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

P E L A K S A N A A N F U N G S I S E R IK A T B U R U H T E R H A D A P B U R U H D A N P E N G U S A H A D I L IN G K U N G A N P E R U S A H A A N
0
0
86
U J I K A N D U N G A N UNSUR H A R A M A K R O (FfPK) D E N G A N P E N A M B A H A N R A G I T A P E T E R H A D A P U R I N E MANUSIA DAN P E N G A J A R A N N Y A DI SMA N E G E R I 4 P A L E M B A N G
0
1
119
P E N G A R U H P E N E R A P A N GOOD CORPORATE GOVERNANCE T E R H A D A P K I N E R J A PERUSAHAAN PADA P T BANK PEMBANGUNAN D A E R A H S U M A T E R A S E L A T A N DAN B A N G K A B E U T U N G P A L E M B A N G SKRIPSI
0
0
113
A D A P M U K U H N A R A G N A L E P N A K U K A L E M H A N R E P I S P I R K S
0
1
121
U R A G N E P A N U G N E P N A S U T U P E K P A D A H R E T
0
2
152
K I T K A R P G N A R O N A J R E K E P N A D N A H A S U A R I W E K H A I L U K A H A S U A R I W R E B T A N I M P A D A H R E T A U T
0
1
125
H U R A G N E P N A I L E B M E P N A S U T U P E K P A D A H R E T
0
3
143
G N E P G N A R O N A J R E K E P N A D A H A S U A R I W R E B A U T A H A S U A R I W R E B T A N I M P A D A H R E T I S P I R K S
0
0
123
K U T N U P A D A H R E T A W S I S R A J A L E B I S A T S E R P N A D T A N I M S U S U H K L A N R U J I R E T A M G N A G A D N A H A S U R E P
0
0
217
H U R A G N E P T A N I M P A D A H R E T N E M U S N O K I L E
0
1
168
G N U B U H N A N I J A R E K U D O R P I L E B T A N I M P A D A H R E T K U D O R P H A B A R E G
0
6
153
S A U L A V E N A H A P U G N E P N A D N A I J A G N E P M E T S I S P A D A H R E T
0
4
156
H U R A G N E P A J R E K I S A T S E R P A D A H R E T
0
2
161
H U R A G N E P H A R E A D I L S A N A T A P A D N E P
0
0
120
P L A N R E T N I R O T I D U A J R E N I K P A D A H R E T A J R E K N A M A L A G N E P
0
0
134
Show more