POLA KOMUNIKASI MELALUI MEDIA SOSIAL DALAM BERPACARAN

Gratis

0
0
168
2 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI POLA KOMUNIKASI MELALUI MEDIA SOSIAL DALAM BERPACARAN SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi Disusun Oleh : Antonia Radita Adi Cahyaningsih 089114138 PROGRAM STUDI PSIKOLOGI JURUSAN PSIKOLOGI FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI POLA KOMUNIKASI MELALUI MEDIA SOSIAL DALAM BERPACARAN SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi Disusun Oleh : Antonia Radita Adi Cahyaningsih 089114138 PROGRAM STUDI PSIKOLOGI JURUSAN PSIKOLOGI FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI iii

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HALAMAN MOTTO “ Without darkness, we may never know how bright the star shine. Without battles, we could not know what victory feels like. Without adversity, we may never appreciate the abundance in our lives. Be thankdul, not only for easy times, but for every experience that has made you who you are.” (Julie-Anne) “ Never believe for a second that your weak, within all of us we have a reserve of inner hidden strength “ (Victoria Addino) The way to get started is to quit talking and begin doing (Walt Disney Company) “ For my success I am immensely grateful to God, my parents, my family, my friends, my teachers and to the books I read” (Amit Kalantari) iv

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN Karya ini kupersembahkan untuk Tuhan Yesus yang tak pernah berhenti menyertaiku dan membimbingku. Ibu dan Bapak ku yang selalu memberi dukungan dan nasehat kepadaku. Nenek-nenek ku yang tak pernah lelah memanjatkan doa dan selalu mengingatkanku agar berserah kepada-Mu. Kakak dan Adik ku yang selalu mendukungku dan membantuku saat aku berada dalam kesulitan. Serta orang-orang yang aku sayangi yang selalu menemaniku bersama dalam melalui perjuangan panjang ini. v

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI vi

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI POLA KOMUNIKASI MELALUI MEDIA SOSIAL DALAM BERPACARAN Antonia Radita Adi Cahyaningsih ABSTRAK Berkomunikasi melalui media sosial merupakan suatu kebiasaan baru yang dilakukan oleh pasangan berpacaran sebagai bentuk berkembangnya teknologi komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola komunikasi melalui media sosial yang terbentuk pada pasangan berpacaran, dalam rangka menciptakan komunikasi efektif berdasarkan pola komunikasi Berne. Fokus penelitian terletak pada status ego dan pola transaksi komunikasi yang terbentuk pada pasangan berpacaran saat berkomunikasi melalui media sosial. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa-mahasiswi berpacaran berjumlah 3 pasangan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi dokumentasi melalui transkrip percakapan yang dilakukan melalui media sosial. Unit data berupa percakapan serta unit analisis berbentuk tema pembicaraan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keseluruhan pasangan memiliki penggunaan status ego dominan yang berbeda-beda. Akan tetapi, pasangan mampu menggunakan perbedaan status ego tersebut untuk menciptakan transaksi komplementer yang lebih dominan yaitu transaksi komplementer Adult-Adult saat berkomunikasi melalui media sosial, sehingga memenuhi kriteria efektivitas komunikasi menurut Berne. Kata kunci : pacaran, pola komunikasi, media sosial vii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI COMMUNICATION PATTERNS THROUGH SOCIAL MEDIA IN DATING Antonia Radita Adi Cahyaningsih ABSTRACT Communicating through social media is a new habit that is done by a dating partner as a form of development of communication technology. This study aimed to determine the patterns of communication through social media is formed on dating couples in order to create effective communication based on communication patterns Berne. The focus of the research lied in ego status and patterns of communication transactions in whatever form dating partner that communicates through social media. Subjects in this study were university students were 3 couples dating. This study used qualitative methods to study the documentation through the transcript of the conversation is done through social media. The unit of data in the form of a conversation as well as the unit of analysis in the form of theme talks. The results showed that all of the dating partner has a sequence of different ego states use. However, all of the dating partner can use the status ego different to made an dominant transaction that is a pattern of complementary AdultAdult transaction through social media, so it meets the criteria of effectiveness of communication according to Berne. Keywords: dating, communication patterns, social media viii

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ix

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Dengan mengucap rasa syukur dan terima kasih yang tidak terhingga kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala penyertaan dan berkat yang dilimpahkan, akhirnya penulis mampu merampungkan skripsi yang berjudul “Pola Komunikasi Melalui Media Sosial Dalam Berpacaran” dengan baik sebagai salah satu syarat mencapai gelar sarjana psikologi. Dalam menyelesaikan penulisan skripsi ini, penulis banyak mendapatkan bantuan dari berbagai pihak yang telah berkontribusi besar dalam proses pengerjaan skripsi ini. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada : 1. Bapak Dr. T. Priyo Widiyanto, M.Si selaku dekan Fakultas Psikologi. 2. Ibu Sylvia Carolina M.Y.M serta Ibu Agnes Indar Etikawati M. Si., Psi selaku dosen pembimbing akademik yang telah membimbing saya menjadi mahasiswa di fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma serta selalu memberikan motivasi untuk menyelesaikan skripsi. 3. Bapak Prof. Dr. A. Supratiknya selaku Dosen Pembimbing Skripsi. Terima kasih atas kesabaran, masukan, bimbingan, keramahan, tuntutan, dan kebersamaan yang diberikan hingga skripsi ini selesai. Terima kasih banyak pak Pratik. 4. Bapak V. Didik Suryohartoko, M.Si dan P. Henrietta PDADS, S.Psi, MA. yang telah menguji dan membimbing dalam penyempurnaan hasil kerja skripsiku ini. x

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5. Mbak dita asistennya pak Pratik, terima kasih banyak mbak atas keramahan, kehangatan serta pelayanan yang diberikan selama proses pengerjaan skripsi ini. Maaf ya mbak kalau sering merepotkan. 6. Mas Gandung, Ibu Nanik, Mas Doni, dan Mas Muji, Pak Gie, terima kasih atas keramahan dan pelayanan yang begitu hangat selama menimba ilmu di Fakultas Psikologi. 7. Pasangan subjek Rida-Dino, Jena-Petra, dan Bobo-Pipi subjek penelitian ini. Terima kasih atas bantuan dan kesediaannya untuk berbagi sesuatu hal yang bersifat pribadi kepada penulis. 8. Keluargaku tercinta, orangtuaku bapak Arief Nugroho Trisno Adi, ibu Caecilia Endang Purwantingsih terima kasih atas suka duka, dukungan yang diberikan. Aku janji akan menjadi anak yang bisa membanggakan kalian. Kakak dan adek ku, Andreas Purwaka alias mande, dan Nicholaus Dhesta alias come, terima kasih dukungannya, akhirnya aku bisa lulus jugaaa.. Horeee.. 9. Nenek ku tercinta, Sri Epiningsih, Francisca Sutarti dan Mbah tres yang selalu mendukungku dalam doa-doa yang mereka panjatkan. Terima kasih selalu mendoakan cucu mu yang cantik ini untuk cepat lulus. 10. Pasangan seperjuanganku, Dionosius Ochy Kurniawan, terima kasih atas waktu yang telah kita jalani sebagai pacar, temen seperjuangan, sahabat, kakak, suka duka yang dijalani bersama. Akhirnya kita lulus juga dan kehidupan yang sebenarnya menanti kita. Fighting Oyon-Domii selalu bersama !!! xi

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI xii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL .................................................................................. i HALAMAN PERSETUJUAN DOSEN PEMBIMBING ...................... ii HALAMAN PENGESAHAN ................................................................... iii HALAMAN MOTTO ................................................................................ iv HALAMAN PERSEMBAHAN ................................................................ v HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ILMIAH ............ vi ABSTRAK ................................................................................................. vii ABSTRACT .............................................................................................. viii HALAMAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH ........... ix KATA PENGANTAR .............................................................................. x DAFTAR ISI ............................................................................................. xiii DAFTAR GAMBAR ................................................................................ xvi DAFTAR BAGAN ..................................................................................... xvi DAFTAR TABEL ..................................................................................... xvi DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................. xvii BAB I. PENDAHULUAN ........................................................................ 1 A. Latar Belakang ............................................................................ 1 B. Rumusan Masalah ...................................................................... 15 C. Tujuan Masalah .......................................................................... 16 D. Manfaat Penelitian ..................................................................... 16 1. Manfaat Teoritis ..................................................................... 16 2. Manfaat Praktis ...................................................................... 16 xiii

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II. KAJIAN PUSTAKA .................................................................. 17 A. Pacaran ....................................................................................... 17 1. Pengertian Pacaran ................................................................ 17 2. Komunikasi dalam Pacaran ................................................... 18 B. Komunikasi Interpersonal Sebagai Proses Transaksional .......... 21 1. Komunikasi sebagai Transaksi ............................................. 21 2. Ego State sebagai Dasar Kepribadian Manusia .................... 22 3. Pola Transaksi dalam Komunikasi Transaksional ................ 25 C. Media Sosial ............................................................................... 31 D. Pola Komunikasi Menurut Berne Dalam Berpacaran Melalui Media Sosial ............................................................................... 37 E. Pertanyaan Teoritis .................................................................... 44 BAB III. METODE PENELITIAN ......................................................... 46 A. Desain Penelitian ....................................................................... 46 B. Definisi Operasional .................................................................. 47 1. Pacaran .................................................................................. 47 2. Status Ego Berne ................................................................... 47 3. Transaksi Komunikasi Berne ................................................ 48 4. Media Sosial .......................................................................... 49 C. Subjek Penelitian ....................................................................... 50 D. Teknik Pengumpulan Data ......................................................... 50 E. Teknik Analisis Data .................................................................. 52 F. Keabsahan Data .......................................................................... 53 xiv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ....................... 55 A. Proses Memperoleh Subjek Penelitian ....................................... 55 B. Kriteria Umum Analisis .............................................................. 57 C. Hasil Penelitian .......................................................................... 60 1. Analisis per Pasangan Subjek ............................................... 60 a. Pasangan Subjek 1 ............................................................ 60 b. Pasangan Subjek 2 ............................................................ 67 c. Pasangan Subjek 3 ............................................................ 76 2. Analisis Antar Pasangan Subjek ........................................... 83 D. Pembahasan ................................................................................ 94 BAB V. KESIMPULAN ........................................................................... 100 A. Kesimpulan ................................................................................ 100 B. Keterbatasan Penelitian .............................................................. 102 C. Saran .......................................................................................... 103 DAFTAR PUSTAKA ............................................................................... 104 LAMPIRAN .............................................................................................. 106 xv

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 1. Penggunaan media online dalam hubungan pacaran ................ 7 Gambar 2. Status Ego pada dua orang yang berkomunikasi ....................... 25 Gambar 3. Transaksi Komplementer Adult-Adult ..................................... 26 Gambar 4. Transaksi Silang Adult-Parent .................................................. 28 Gambar 5. Transaksi Terselubung (Adult - - (P-C) - Adult) ....................... 29 Gambar 6. Pesan Instan populer di Indonesia ............................................ 32 Gambar 7. Egogram Pria Subjek 1 .............................................................. 66 Gambar 8. Egogram Wanita Subjek 1 ........................................................ 67 Gambar 9. Egogram Pria Subjek 2 ............................................................. 75 Gambar 10. Egogram Wanita Subjek 2 ...................................................... 75 Gambar 11. Egogram Pria Subjek 3 ........................................................... 82 Gambar 12. Egogram Wanita Subjek 3 ...................................................... 82 DAFTAR BAGAN Bagan 1. Kerangka Konseptual Penelitian ................................................. 45 DAFTAR TABEL Tabel 1. Hasil Analisis Keseluruhan Pasangan Subjek .............................. xvi 91

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Transkip, Deskripsi dan Verbatim Pasangan Subjek I ........... 107 Lampiran 2. Transkip, Deskripsi dan Verbatim Pasangan Subjek II ......... 124 Lampiran 3. Transkip, Deskripsi dan Verbatim Pasangan Subjek III ....... 143 xvii

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Manusia senantiasa memiliki kebutuhan untuk terikat dan menjalin suatu hubungan dengan orang lain. Lindsklod (dalam Reardon,1987) mengatakan bahwa pada dasarnya manusia sebagai makhluk sosial membutuhkan manusia lain untuk bertahan hidup. Kehadiran manusia lain ini berfungsi untuk memenuhi berbagai macam kebutuhan, salah satunya adalah kebutuhan akan kasih sayang. Kebutuhan ini dapat terpenuhi contohnya melalui suatu hubungan dengan orang lain yang disebut pacaran (Rice&DeGenova,2005). Di samping untuk pemenuhan kebutuhan kasih sayang, pacaran juga merupakan salah satu tugas perkembangan yang memang perlu dilalui oleh seseorang, terutama remaja akhir usia 18-22 tahun. Melalui pacaran, remaja akhir diharapkan untuk dapat mengenal lawan jenisnya untuk agar dapat memperluas pergaulan, sebagai masa persiapan untuk mendapatkan pasangan hidup, membentuk komitmen, serta membangun tanggung jawab pribadi (Hurlock,1999). Pacaran merupakan fenomena yang tidak asing lagi pada zaman sekarang ini. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2003) pacar adalah kekasih atau teman lawan jenis yang tetap dan mempunyai hubungan berdasarkan cinta kasih. Sementara itu, pacaran memiliki arti sebagai suatu hubungan yang terjalin antara pria dan wanita, yang mana masing-masing 1

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 pasangan terlibat dalam perasaan cinta dan saling mengakui pasangan sebagai pacar (Duvall&Miller,1985). Pacaran merupakan tahap dimana pasangan mencoba untuk memadukan dua pribadi yang berbeda yang bertujuan agar terjadi saling kesesuaian, kecocokan, dan keterpaduan hati, pikiran, kehendak, cita-cita dan perilaku. Melalui hal tersebut maka pasangan yang berpacaran diharapkan dapat saling memahami, menerima, mendukung, dan membantu dalam mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan bersama, serta mengatasi kesulitan dan masalah yang mereka jumpai saat berpacaran. (Hardjana,2002). Dalam proses menjalani suatu hubungan pacaran, maka tidaklah terlepas oleh salah satu komponen pacaran yaitu komunikasi. Komunikasi merupakan dasar dari terbinanya suatu hubungan yang baik (Suranto,2011). Bertahan lama atau sebentar sebuah hubungan pacaran dipengaruhi oleh kualitas komunikasi dari pihak-pihak yang berpacaran. Komunikasi memiliki arti yaitu proses penyampaian pikiran, perasaan atau informasi dari pengirim pesan melalui suatu cara tertentu yang kemudian diperoleh adanya umpan balik dari penerima pesan. Proses komunikasi menjadi bagian penting dalam pacaran, karena dengan komunikasi pasangan dapat berbagi pikiran dan perasaan, baik bersifat verbal maupun nonverbal tentang bagaimana cara mereka memandang situasi tertentu, memahami karakter masing-masing, serta mengungkapkan kebutuhan dan keinginan mereka (Kleinschmidt,2014). Pada pasangan yang berpacaran, terjalin suatu komunikasi yang disebut sebagai komunikasi interpersonal (Harjana,2003). Komunikasi interpersonal adalah komunikasi yang terjadi antara dua orang atau lebih yang

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 memiliki suatu hubungan tertentu. Dalam bukunya The Interpersonal Communication Book, De Vito menjabarkan komunikasi interpersonal (Wood,2007) sebagai sebuah sistem yang dinamis di mana antara pengirim dan penerima saling mengirim dan menerima pesan secara bersamaan. Dalam hubungan berpacaran dibutuhkan komunikasi interpersonal. Komunikasi interpersonal menciptakan dan mempertahankan kedekatan hubungan antara orang yang satu dengan yang lain. Menurut Berelson dan Steiner (dalam Astuti,2003) merumuskan bahwa komunikasi interpersonal merupakan proses penyampaian informasi, emosi, ketrampilan dengan menggunakan simbol, kata, gambar, angka, dan sebagainya. Proses komunikasi dapat berjalan lancar jika masing-masing pelaku komunikasi mempunyai persepsi yang sama terhadap penggunaan simbol tersebut. Komunikasi interpersonal harus mengandung elemen-elemen seperti keterbukaan, kepercayaan, empati, juga kemampuan untuk mendengarkan dengan baik. Jika komunikasi interpersonal tidak berjalan dengan baik maka semakin sering komunikasi dapat membuat hubungan pacaran tersebut menjadi renggang atau bahkan menyebabkan hubungan tersebut berakhir (Veny, 2009). Komunikasi interpersonal sangat diperlukan dalam interaksi dengan pasangan dalam rangka menciptakan suatu komunikasi yang efektif. Komunikasi yang efektif sangat penting dalam rangka membangun dan memelihara hubungan yang kuat dalam pacaran. Komunikasi yang efektif membantu pasangan untuk lebih memahami satu sama lain dalam rangka menyelesaikan perbedaan, membangun kepercayaan dan rasa hormat, serta

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 mengembangkan ide-ide kreatif untuk pemecahan masalah, pemberian kasih sayang, dan berbagi kepedulian (Wiley,2006). Penelitian terhadap remaja di Amerika Serikat mengatakan bahwa komunikasi adalah aspek yang paling penting dari hubungan mereka (Baucom et al.,1990). Pasangan yang berkomunikasi dengan baik melaporkan kepuasan yang lebih tinggi dalam hubungan mereka, sedangkan pasangan yang tertekan sering kekurangan metode yang baik untuk berkomunikasi (Baucom et al.,1990). Penjelasan tentang pentingnya komunikasi efektif pun dibuktikan melalui penelitian Veny (2009) yang menyebutkan bahwa komunikasi interpersonal sangat berperan penting dalam menumbuhkan dan memelihara kualitas cinta pada mahasiswa yang berpacaran. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa ada hubungan positif antara komunikasi interpersonal dengan kualitas cinta pada mahasiswa yang berpacaran. Hal ini menjelaskan bahwa dengan adanya komunikasi interpersonal maka mahasiswa yang sedang melakukan proses pacaran akan semakin mengenal dan akrab dengan pasangannya, sehingga perasaan cinta yang dimiliki untuk pacarnya juga akan semakin dalam. Komunikasi dalam pacaran dikatakan efektif apabila penerima pesan dapat menerima dan mengerti sebuah pesan sebagaimana yang dimaksud oleh pengirim pesan (Hardjana, 2003). Dengan kata lain bahwa pengirim dan penerima pesan sama-sama memiliki pemahaman yang sama terhadap suatu pesan, hingga akhirnya pesan tersebut ditindaklanjuti dengan sebuah umpan balik yang tepat oleh penerima pesan. Pentingnya menciptakan pesan yang efektif saat berkomunikasi dengan pasangan, yaitu dapat mengurangi

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 ketidakpastian pesan serta menghindari kesalahpahaman dan kesalahan mengintepretasi, yang jika terjadi akan berdampak negatif pada hubungan pacaran (Rakhmat, 2009). Menurut Effendy (1986), komunikasi dalam pacaran dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu komunikasi secara langsung (face to face) dan komunikasi tidak langsung (nonface to face). Sebelumnya, komunikasi langsung merupakan suatu komunikasi primer dalam hubungan pacaran. Pasangan harus saling bertemu secara langsung untuk melakukan suatu kegiatan bersama. Contohnya, seorang pria biasanya akan bermain ke rumah pasangan wanitanya mengekspresikan rasa untuk sekedar sayangnya mengobrol pada santai pasangan, berdua ataupun atau untuk membicarakan suatu masalah yang terjadi dalam hubungan. Selain itu juga biasanya pasangan pria harus mendatangi pasangan wanita jika ingin mengajak pergi jalan-jalan mencari suasana romantis pada malam minggu. Pesatnya kemajuan teknologi komunikasi memunculkan suatu kebiasaan baru yaitu berkomunikasi tidak langsung melalui suatu media yang menjadikan pasangan yang berpacaran semakin mudah dalam berkomunikasi satu sama lain, tanpa perlu bertemu secara langsung. Salah satu penelitian yang membahas tentang penggunaan media sosial dalam hubungan romantis yang digunakan untuk berkomunikasi satu sama lain, mengungkapkan hasil bahwa sebagian besar remaja dilaporkan lebih sering menggunakan berbagai bentuk media (kecuali e-mail) untuk berkomunikasi dengan pasangan mereka,

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 dengan "mengungkapkan kasih sayang" menjadi alasan paling umum untuk berkomunikasi (Coyne et al 2011). Penelitian lain yang dilakukan oleh Coney (2011) adalah untuk menemukan bagaimana teknologi dan media sosial yang digunakan dalam hubungan romantis. Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar pasangan menggunakan beberapa jenis media untuk berkomunikasi satu sama lain, dan bentuk media tertentu memiliki kegunaan tertentu. Pesan teks ditemukan menjadi salah satu bentuk media yang paling populer karena aksesibilitas, dan alasan utama untuk menggunakan media sosial dengan pasangan adalah untuk mengekspresikan kasih sayang. Terdapat banyak cara yang dapat digunakan pasangan untuk saling bertukar pesan saat berkomunikasi melalui media sosial. Secara umum survei temuan OnDevice (2013) menunjukkan bahwa penggunaan layanan bertukar pesan di Indonesia kini didominasi aplikasi instant messaging, seperti WhatsApp, BlackBerry Messenger (BBM), atau Line. Baru kemudian disusul SMS (Short message service), voice call, lalu e-mail.

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 Gambar 1. Penggunaan media online dalam hubungan pacaran Kemunculan media baru memberikan dampak yang besar terhadap cara berkomunikasi pasangan yang berpacaran. Dengan adanya media sosial ini, hubungan pacaran tidak lagi harus menuntut pasangannya untuk terus bertemu secara langsung (face to face) jika ingin berkomunikasi, melainkan dapat berkomunikasi melalui pesan instan, internet ataupun telepon seluler (Nurul,2012). Penelitian menyebutkan bahwa remaja menggunakan pesan khususnya sebagai pengganti tatap muka berbicara dengan pasangannya. Remaja juga menemukan pesan instan lebih menyenangkan untuk berbicara dengan bebas kepada pasangan, sebagai media pendukung selain telepon atau tatap muka interaksi. Menurut survei online terbaru oleh Teenage Research Unlimited, hampir seperempat remaja dalam hubungan romantis telah berkomunikasi dengan pacar setiap jam antara tengah malam dan 05:00 menggunakan telepon seluler atau SMS. Satu dari enam berkomunikasi

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 sepuluh kali atau lebih per jam sepanjang malam (Subrahmanyam & Patricia, 2008). Dalam rangka mempelajari tujuan komunikatif pesan teks, sebuah penelitian meminta sepuluh remaja (lima anak laki-laki dan lima perempuan) untuk menyimpan catatan perpesanan rinci dari pesan teks yang dikirim dan diterima mereka selama tujuh hari berturut-turut. Analisis log pesan mengungkapkan tiga tema percakapan utama dalam hubungan, yaitu: chatting (membahas kegiatan dan acara yang mereka lakukan, bergosip, dan pekerjaan rumah), perencanaan (jadwal untuk bertemu), dan koordinasi komunikasi (pembicaraan tentang keinginan untuk mengobrol). Teknologi media sosial yang meningkat dapat melancarkan komunikasi, ini memberikan keuntungan bagi orang-orang yang terobsesi dengan pasangan mereka dan cenderung untuk selalu dekat satu sama lain. Bisa berhubungan dengan pasangan dari hari ke hari, bahkan dimana pun, kapan pun kamu berada, seperti di kamar kecil atau saat di kamar tidur (Pascoe,2013). Komunikasi melalui media sosial menawarkan kepada kita cara yang sangat efektif untuk memantau komunikasi kita. Umpan balik yang tidak bersifat segera membuat pasangan dapat menyimpan pesannya, membaca kembali untuk melihat apakah pesan yang ditulis benar-benar mengungkapkan tujuan yang dimaksud, dan mengeditnya sebelum mengirim kepada penerima (Klein,2014). Kelebihan berkomunikasi melalui media sosial membuat pihak yang berpacaran dapat mengekspresikan pesan yang ingin disampaikannya secara lebih jujur, terbuka dan lebih spontan. Hal ini

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 dikarenakan tidak diperlukannya pembicaraan tatap muka dengan pasangannya serta karena, sehingga tidak timbul rasa khawatir ataupun malu dalam mengungkapkan pesan. Setiap pasangan dalam pacaran pasti menginginkan tercipta suatu komunikasi yang efektif pada hubungannya, baik untuk dapat memahami satu sama lain, untuk saling bertukar pendapat, juga untuk mempertahankan hubungan mereka. Nyatanya, dalam setiap usaha komunikasi terkadang terjadi kesalahan diantara laki-laki dan perempuan dalam memahami dan menanggapi maksud pesan masing-masing. Wanita bermaksud menyampaikan A, sementara pria memahaminya B. Perbedaan cara berkomunikasi laki-laki dan perempuan biasanya dianggap faktor yang menjadi sebab kesalahpahaman dalam interaksi mereka (Putri,2013). Ashley Knox, master di bidang sosial, mengatakan bahwa berkomunikasi secara efektif mungkin memerlukan waktu. "Masing-masing pihak yang berpacaran harus belajar tentang gaya komunikasi satu sama lain dan cara kerjanya dengan anda sendiri atau bagaimana hal itu bertentangan dengan Anda sendiri," catatnya. " Tidak semua pasangan akan memiliki pola komunikasi yang sama. " (Suval,2012). Pria dan wanita memiliki perbedaan tentang cara mereka berkomunikasi melalui media sosial pada hubungan berpacaran. Terdapat penelitian yang meneliti bagaimana perempuan dan laki-laki menggunakan internet, dan pesan instan secara khusus, untuk mempertahankan hubungan pacaran mereka, terkait dengan peran gender dalam berkomunikasi. Hasil

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 penelitian menunjukkan bahwa wanita, dibandingkan dengan pria, lebih dapat mengungkapkan emosinya, seperti sedih, takut, cinta, kebahagiaan, dan kemarahan. Dibandingkan dengan pria, wanita lebih mungkin untuk memberlakukan perilaku keterbukaan diri, terlibat dalam kesetiaan terhadap pasangan mereka, dan berbagi tugas dalam upaya untuk mempertahankan hubungan mereka. Menariknya, wanita lebih cenderung untuk menjalankan strategi kekuasaan daripada pria. Dibandingkan dengan pria, wanita lebih mungkin untuk terlibat dalam perilaku manipulatif serta melakukan perilaku yang terkadang menimbulkan konflik dan konfrontatif (Dan&Sommer,1997). Salah satu teori yang mempelajari tentang komunikasi interpersonal adalah teori komunikasi Eric Berne. Teori komunikasi Eric Berne dikenal dengan nama Teori Analisis Transaksional. Menurut Berne, setiap orang baik pria maupun wanita, saat berkomunikasi memiliki cara yang berbeda-beda dalam menyampaikan atau menanggapi pesan. Hal ini dipengaruhi oleh adanya suatu “sikap diri” pada diri setiap orang yang muncul saat seseorang berkomunikasi. Istilah “sikap diri” atau dalam teori komunikasi Eric Berne disebut sebagai Status Ego, yaitu suatu sistem perasaan dan kondisi pikiran yang saling berkaitan dengan bagaimana seseorang berbicara dan bersikap pada dunia di sekitarnya (Harris, 1969). Eric Berne mengatakan bahwa setiap orang memiliki status ego yang terdiri dari tiga bagian, yaitu “Parent Ego State” atau “Orangtua” (P), “Adult Ego State” atau “Dewasa” (A), dan “Child Ego State” atau “Kanak” (C) (Blot,1992). Status Ego “Orangtua” dipengaruhi oleh figur orangtua yang

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 tertanam dalam diri seseorang, oleh karena itu pada saat berbicara dan bersikap seseorang akan menunjukkan sikap misalnya: perasaan ingin membantu, mengarahkan, menyayangi, menasihati, atau mengecam, memerintah, dan sebagainya. Status ego “Dewasa” terbentuk pada saat seseorang mampu berbicara dan bersikap secara objektif, rasional, logis dan cepat tanggap terhadap segala situasi konkrit yang terjadi di sekitarnya. Status ego “Kanak” merupakan bagian dari kepribadian setiap orang yang terpelihara sejak usia belia yang ditunjukkan dalam bentuk keinginan untuk dimanja dan disayangi, bereaksi spontan terhadap segala sesuatu, serta penuh rasa ingin tahu, (Hukom, 1990). Dalam proses komunikasi pada hubungan berpacaran, status ego merupakan landasan dari bagaimana seseorang mengirimkan atau menanggapi suatu pesan kepada pihak lain dalam rangka membentuk komunikasi interpersonal yang efektif. Pada teori analisis transaksional, komunikasi diibaratkan sebagai sebuah transaksi. Sebuah transaksi terjadi jika dalam berkomunikasi terjadi pertukaran antara pesan yang dikirim (stimulus) dengan pesan yang diterima (respon). Stimulus dan respon tersebut berasal dari status ego dalam diri seseorang yang berinteraksi dengan status ego yang ada dalam diri orang lain (Hukom,1990). Dalam berkomunikasi dapat terjadi berbagai macam jenis transaksi, hal ini bergantung pada status ego mana yang dimunculkan oleh masing-masing pihak dalam pacaran. Eric Berne mengajukan tiga pola transaksi komunikasi yaitu: Transaksi komplementer, Transaksi silang, dan Transaksi terselubung.

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 Transaksi komplementer merupakan jenis transaksi yang mana stimulus status ego yang dikirim oleh pengirim pesan direspon dengan status ego yang sama oleh penerima pesan. Transaksi komplementer dapat terjadi antara dua status ego yang sama, misalnya antar status ego dewasa, ataupun pada dua status ego yang berbeda asalkan tetap komplementer, misalnya status ego orang tua dan status ego Kanak. Dalam transaksi ini pihak yang berkomunikasi memiliki kesamaan makna terhadap pesan yang dipertukarkan sehingga komunikasi dapat saling melengkapi dan berjalan dengan lancar (Harris,1969). Pada saat berkomunikasi dengan media, pasangan dapat memanfaatkan salah satu kelebihan komunikasi bermedia yaitu adanya umpan balik yang tidak segera untuk lebih memahami maksud dari isi pesan yang dikirim sehingga dapat menghasilkan status ego yang sejajar, dan dapat menciptakan suatu komunikasi komplementer yang efektif. Misalnya, pasangan wanita mengatakan kepada pasangan prianya, "Sayang, aku punya hari yang buruk hari ini." Di permukaan, ini adalah pernyataan fakta, akan tetapi ini memberikan pasangan pria sebuah informasi. Transaksi komplementer terjadi jika pasangan pria memahami maksud dari pihak wanita dengan kemudian memberi respon berupa “"Oh, maafkan aku, Sayang. Apa yang terjadi denganmu? " (Wiley,2006). Sementara itu, transaksi silang terjadi ketika respon status ego yang dikirim oleh penerima pesan tidak datang dari arah respon status ego yang ingin dituju oleh pengirim pesan sehingga menghasilkan respon yang tidak sesuai. Dapat dikatakan bahwa dalam transaksi ini tidak terjadi kesamaan

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 makna dalam menginterpretasikan pesan sehingga dapat menyebabkan kesalahpahaman dalam penerimaan pesan. Selain itu, transaksi ini dapat juga terjadi dikarenakan masing-masing pihak yang berpacaran memiliki pendapat yang berlainan akan suatu hal dan saling tidak mengalah sehingga terjadi pertengkaran (Blot,1992). Pada saat berkomunikasi melalui media, ada kalanya pasangan memiliki pemikiran yang berbeda terhadap suatu hal, yang kemudian memunculkan perbedaan bahkan perdebatan. Salah satu cara berkomunikasi yang tidak efektif dalam hubungan pacaran meliputi kesalahpahaman dan menyalahartikan apa yang pasangan katakan. Misalnya ketika pihak pria mencoba untuk mengutarakan keluhannya kepada pasangan wanitanya dengan mengirim pesan singkat melalui BBM “aku tadi tidak senang melihat kamu berpakaian seperti itu”. Pihak wanita yang menerima pesan tersebut merasa tersinggung dan menyimpulkan bahwa pihak pria membenci dirinya karena menurutnya kata “tidak senang” dipahami sebagai “benci” (Safari,2012). Jenis transaksi yang terakhir adalah transaksi terselubung. Transaksi terselubung merupakan suatu transaksi yang kompleks. Transaksi ini terjadi apabila dalam proses komunikasi melibatkan lebih dari satu status ego dalam diri seseorang, sehingga menimbulkan campuran beberapa status ego. Misalnya, pengirim pesan berusaha menunjukkan status ego tertentu dengan tujuan untuk menyembunyikan suatu pesan yang sebenarnya ingin direspon. Transaksi ini terjadi biasanya karena salah satu pihak dalam pasangan merasa tidak berani untuk memaksakan kehendaknya atau tidak nyaman dalam

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 mengungkapkan keinginannya (Lunandi,1987). Misalnya, adanya percakapan pada status ego Dewasa akan tetapi sebenarnya pengirim pesan ingin mengarahkan pada transaksi Kanak-Orangtua. Salah satu bentuk komunikasi yang tidak efektif adalah menjadi seseorang yang tidak langsung. Jenis transaksi ini merupakan komunikasi yang tidak langsung. Seseorang tidak mengungkapkan apa yang sebenarnya diinginkan secara terbuka. Terkadang seseorang ingin menyelubungi kata-kata mereka dalam misteri dan membuat pihak lain bekerja keras untuk mengungkap maksud sebenarnya (Wiley,2006). Dalam hubungan berpacaran, setiap jenis transaksi ini selalu ada pada saat pasangan yang berpacaran berkomunikasi. Akan tetapi dapat dipahami bahwa tidak semua jenis transaksi menciptakan suatu komunikasi yang efektif dalam komunikasi bermedia. Semua pasangan perlu belajar bagaimana mengontrol stimulus dan respons status ego mereka sehingga pasangan dapat menciptakan suatu komunikasi transaksional yang efektif melalui media. Menurut Juliat T. Wood dalam bukunya “Interpersonal Communication: Everyday Encounters” (2007), karena komunikasi yang terbentuk sifatnya yang transaksional, maka setiap pasangan berpacaran yang terlibat dalam sebuah percakapan berbagi tanggung jawab untuk membuat agar percakapan diantara mereka berjalan efektif. Dengan demikian, komunikasi yang efektif dalam sebuah percakapan bukan menjadi beban satu orang saja melainkan menjadi tanggung jawab setiap pasangan yang terlibat dalam percakapan tersebut. Hal ini sesuai dengan teori Berne yang menyebutkan bahwa suatu

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 komunikasi efektif dapat terjadi ketika pihak pria dan wanita dalam pasangan mampu memahami dan menggunakan status egonya dengan tepat baik sebagai stimulus maupun respon, sehingga menciptakan transaksi komunikasi yang komplementer (Berne,1964). Berdasarkan pemaparan tentang bagaimana pentingnya komunikasi dalam berpacaran dikaitkan dengan teori komunikasi Berne mengenai status ego dan jenis transaksi yang berhubungan dengan tercapainya komunikasi yang efektif, maka peneliti tertarik untuk mengetahui pola transaksi komunikasi apa saja yang terjadi pada pasangan mahasiswa usia remaja akhir yang berpacaran melalui media sosial. Selain itu, ketertarikan peneliti untuk melakukan penelitian ini dikarenakan belum ada satupun penelitian yang meneliti tentang teori analisis transaksional Eric Berne dalam lingkup komunikasi pada pasangan berpacaran. B. Rumusan Masalah Rumusan masalah yang menjadi fokus peneliti bagaimana pola komunikasi yang melalui media sosial pada pasangan berpacaran dalam rangka menciptakan komunikasi yang efektif berdasarkan teori komunikasi Berne?

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 C. Tujuan Penelitian Tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui pola komunikasi melalui media sosial yang terbentuk pada pasangan berpacaran dalam rangka menciptakan komunikasi efektif berdasarkan pola komunikasi Berne. D. Manfaat Penelitian Manfaat diadakannya penelitian ini adalah : 1. Manfaat teoritis Memberikan sumbangan bagi ilmu psikologi, khususnya psikologi komunikasi yang berhubungan dalam hubungan interpersonal serta teori komunikasi baru mengenai status ego yang ada dalam diri seseorang dan pola-pola transaksi yang mempengaruhi efektivitas komunikasi interpersonal. 2. Manfaat Praktis Bagi subjek penelitian atau khususnya bagi orang-orang yang sedang berpacaran dapat menjadi referensi pribadi mengenai hubungan pacaran yang dijalani, penggunaan media sosial termasuk kelebihan dan kekurangan yang dimiliki dalam rangka dalam menciptakan komunikasi yang efektif.

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Pacaran 1. Pengertian Pacaran Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2003) pacar adalah kekasih atau teman lawan jenis yang tetap dan mempunyai hubungan berdasarkan cinta kasih. Menurut Rice&DeGenova (2005) pacaran adalah dua orang yang saling bertemu kemudian menjalin suatu hubungan kedekatan serta melakukan serangkaian aktivitas bersama agar dapat saling mengenal satu sama lain. Sementara itu Benokraitis (1996) menambahkan bahwa pacaran adalah proses dimana seseorang bertemu dengan seseorang lainnya dalam konteks sosial yang bertujuan untuk menjajaki kemungkinan sesuai atau tidaknya orang tersebut untuk dijadikan pasangan hidup. Sedangkan pacaran menurut Reiss (Duval&Miller, 1985) adalah hubungan yang terjalin antara laki-laki dan perempuan yang diwarnai dengan keintiman dimana keduanya terlibat dalam perasaan cinta dan saling mengakui pasangan sebagai pacar, yang meliputi rasa saling memiliki satu sama lain, saling mendengarkan satu sama lain, bebas berpendapat dan bebas untuk melakukan apapun yang masing-masing inginkan. Berdasarkan pengertian-pengertian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa pacaran adalah hubungan kedekatan yang terjalin 17

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 antara pria dan wanita yang didasarkan pada cinta kasih dan keintiman (saling memiliki) yang melakukan aktivitas bersama dengan tujuan untuk saling mengenal satu sama lain dan melihat sesuai atau tidaknya menjadi pasangan hidup. 2. Komunikasi dalam Pacaran Dalam proses menjalani suatu hubungan pacaran, maka tidaklah terlepas oleh salah satu komponen pacaran yaitu komunikasi. Komunikasi merupakan dasar dari terbinanya suatu hubungan yang baik (Suranto,2011). Pada pasangan yang berpacaran, terjalin suatu komunikasi yang disebut sebagai komunikasi interpersonal (Harjana,2003). Komunikasi interpersonal adalah komunikasi yang terjadi antara dua orang atau lebih yang memiliki suatu hubungan tertentu. Dalam hubungan berpacaran, komunikasi interpersonal dapat menciptakan dan mempertahankan kedekatan hubungan antara orang yang satu dengan yang lain. Komunikasi interpersonal mengandung elemen-elemen seperti keterbukaan, kepercayaan, empati, juga kemampuan untuk mendengarkan dengan baik. Jika komunikasi interpersonal tidak berjalan dengan baik maka semakin sering komunikasi dapat membuat hubungan pacaran tersebut menjadi renggang atau bahkan menyebabkan hubungan tersebut berakhir (Vangelisti,2012). Dalam pacaran, komunikasi yang baik antar pasangan berguna untuk membina hubungan agar tetap terjaga dengan baik. Dengan adanya komunikasi interpersonal yang baik maka dapat meningkatkan perasaan

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 cinta di antara pasangan yang sedang berpacaran. Selain itu, dengan adanya komunikasi dapat mengurangi prasangka, mengkomunikasikan keinginan dan harapan, memahami karakter masing-masing, sehingga dapat menimbulkan pengertian dan kepuasan pada masing-masing pihak (Astuti,2003). Hal ini sesuai dengan pendapat Miller (Rakhmat,1991) yang menyatakan bahwa proses komunikasi interpersonal menuntut pemahaman hubungan simbiotis antara komunikasi dengan perkembangan relasional, dimana komunikasi mempengarui perkembangan relasional dan pada gilirannya perkembangan relasional mempengaruhi sifat komunikasi antara pihak-pihak yang terlibat dalam hubungan tersebut. Kualitas komunikasi interpersonal dalam pacaran harus dijaga dengan baik. Gesekan-gesekan yang terjadi karena perbedaan pendapat ataupun keegoisan salah satu pasangan bisa menjadi bumerang yang mempengaruhi kualitas komunikasi yang terbina. Dalam menjalin hubungan pacaran terdiri dari dua belah pihak yang berkepribadian berbeda. Perbedaan yang ada kadang berpotensi menjadi konflik ketika tidak dikomunikasikan dengan baik (Kurnia,2012). Dalam segi komunikasi, pria dan wanita memiliki perbedaan tentang cara mereka berkomunikasi pada hubungan berpacaran. Dibandingkan dengan pria, wanita lebih dapat mengungkapkan emosinya, seperti sedih, takut, cinta, kebahagiaan, dan kemarahan. Dibandingkan dengan pria, wanita lebih mungkin untuk memberlakukan perilaku keterbukaan diri, terlibat dalam kesetiaan terhadap pasangan mereka, dan berbagi tugas dalam upaya untuk

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 mempertahankan hubungan mereka. Menariknya, wanita lebih cenderung untuk menjalankan strategi kekuasaan daripada pria. Dibandingkan dengan pria, wanita lebih mungkin untuk terlibat dalam perilaku manipulatif serta melakukan perilaku yang terkadang menimbulkan konflik dan konfrontatif (Dan&Sommer,1997). Komunikasi interpersonal sangat diperlukan dalam interaksi dengan pasangan dalam rangka menciptakan suatu komunikasi yang efektif. Komunikasi yang efektif membantu pasangan untuk lebih memahami satu sama lain dalam rangka menyelesaikan perbedaan cara berkomunikasi, membangun kepercayaan dan rasa hormat, serta mengembangkan ide-ide kreatif untuk pemecahan masalah, pemberian kasih sayang, dan berbagi kepedulian (Wiley,2006). Komunikasi dalam pacaran dikatakan efektif apabila penerima pesan dapat menerima dan mengerti sebuah pesan sebagaimana yang dimaksud oleh pengirim pesan (Hardjana, 2003). Dengan kata lain bahwa pengirim dan penerima pesan sama-sama memiliki pemahaman yang sama terhadap suatu pesan, hingga akhirnya pesan tersebut ditindaklanjuti dengan sebuah umpan balik yang tepat oleh penerima pesan. Pentingnya menciptakan pesan yang efektif saat berkomunikasi dengan pasangan, yaitu dapat mengurangi ketidakpastian pesan serta menghindari kesalahpahaman dan kesalahan mengintepretasi, yang jika terjadi akan berdampak negatif pada hubungan pacaran (Rakhmat, 2009).

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 B. Komunikasi Interpersonal Sebagai Proses Transaksional 1. Komunikasi sebagai Transaksi Teori analisis transaksional merupakan salah satu teori komunikasi interpersonal yang mendasar. Teori ini merupakan karya besar Eric Berne (1964), yang ditulisnya dalam buku Games People Play. Analisis Transaksional merupakan metode untuk meningkatkan kualitas komunikasi yang berangkat dari penerimaan dan penghargaan setiap individu atas keputusan dan tindakannya, sehingga dapat mengamati bagaimana manusia berkomunikasi dan bagaimana pengaruhnya terhadap perilakunya. Teori ini memiliki prinsip dasar yaitu bahwa setiap orang memiliki kapasitas untuk berpikir dan berkomunikasi terbuka. Dalam teori analisis transaksional, komunikasi antar manusia diibaratkan sebagai sebuah transaksi. Ketika seseorang berkomunikasi dengan pihak lain, setiap orang mempunyai harapan dan keinginan yang seringkali berbeda. Oleh karena itu, untuk mempertemukannya, biasanya terjadi semacam proses tawar menawar untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Kondisi seperti inilah yang disebut Eric Berne sebagai transaksi. Kata transaksi selalu mengacu pada proses pertukaran dalam suatu hubungan. Dalam suatu proses komunikasi, transaksi yang dipertukarkan adalah pesan-pesan yang diungkapkan secara verbal maupun non verbal. Menurut Eric Berne, analisis transaksional merupakan metode untuk menganalisis atau menemukan pola komunikasi mana saja yang berperan dalam sulit atau mudahnya proses transaksi dalam

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 komunikasi sehingga dapat menciptakan suatu komunikasi yang efektif (Harris,1969). 2. Ego State sebagai Dasar Kepribadian Manusia Otak manusia sejak bayi sudah mampu merekam berjuta-juta pengalaman tentang perasaan, cara berbicara, pandangan, sikap, perilaku, dan lain-lain. Pengalaman yang tertanam sejak bayi hingga dewasa ini menjadi sumber-sumber dari bagaimana seseorang berbicara dan bersikap dalam melihat suatu realitas, serta mengolah berbagai informasi dengan dunia di sekitarnya. Hal inilah yang disebut oleh Eric Berne sebagai Status Ego (Ego State). Model Status Ego merupakan pengertian Analisis Transaksi yang paling dasar (Harris, 1969). Menurut Eric Berne, Status Ego ada dan tertanam pada diri setiap orang. Berdasarkan pengalaman Berne saat menjadi seorang terapis dan bertemu dengan pasien-pasien konselingnya, terdapat tiga jenis status ego yang sering muncul dari pasiennya kepada dirinya. Status Ego tersebut yaitu “Parent Ego State” atau “Orangtua” (P), “Adult Ego State” atau “Dewasa” (A), dan “Child Ego State” atau “Kanak” (C) (Blot,1992). Status Ego “Orangtua” berarti, seseorang berada dalam kondisi memiliki pemikiran yang sama sebagai salah satu orang tua (atau pengganti orangtua), dan merespon sebagaimana yang orangtua lakukan, dengan postur yang sama, gerak tubuh, kosa kata, perasaan, dan lain-lain. Sikap-sikap seperti menasihati orang lain, memberikan hiburan, menguatkan perasaan, memberikan pertimbangan, membantu, melindungi,

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 menyayangi, memanjakan dan mendorong untuk berbuat baik. Ungkapan yang keluar, biasanya mengekspresikan tindakan, misalnya, “Tidurlah, biar tubuhmu sehat”, atau “Yakinlah,semua akan berlalu dengan baik”. Semua sikap ini termasuk dalam kategori Nurturing Parent (NP). Dalam kondisi ini, seseorang cenderung mau mengerti atau memahami orang lain. Sebaliknya ada pula sikap yang meniru perilaku orang tua, seperti suka mengkritik, menghukum, mengontrol, berprasangka, menggurui dan melarang. Kata-kata yang sering digunakan misalnya, “Jangan...!”,“Tidak boleh...”,”Seharusnya...”.Sikap-sikap ini termasuk dalam kategori Critical Parent (CP). Status Ego “Dewasa” merupakan bagian kepribadian yang bersifat obyektif, memikirkan secara matang apa yang akan dikatakan, tidak emosional, dan menyampaikan sesuatu hal secara rasional terhadap situasi konkret yang terjadi pada waktu itu juga. Sikap seseorang yang menunjukkan kebijaksanaan dan keadilan menunjukkan bahwa dirinya berada dalam Status Ego “Dewasa”. Selain itu, kata-kata yang diucapkan biasanya berupa pertanyaan ingin tahu/mendalam (5W+1H), hati-hati, dan jelas dalam menanggapi suatu pernyataan sehingga mampu berkomunikasi dua arah dengan baik. Status Ego yang terakhir adalah “Kanak” yang merupakan bagian kepribadian seseorang yang terpelihara sejak usia belia. Tindakan dari seseorang yang sedang berada pada status ego ini didasarkan pada reaksi emosional yang spontan, baik terhadap hal-hal menyenangkan ataupun

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 tidak. Di dalam status ego anak terdapat daya cipta, kreativitas dan rasa ingin tahu, adanya ketergantungan pada orang lain, bebas, optimis, impulsif, ingin disayang. Selain itu, terdapat juga sikap negatif seperti mengeluh, ngambek, suka pamer, dan bermanja diri, agresif, tidak mau kompromi dan pesimis, pemarah, penakut atau sedih. Sikap-sikap ini termasuk dalam kategori Natural Child (NC). Sementara itu, ada juga bagian dari status ego Kanak yang merupakan pengalaman pada respon perintah orangtua. Status ego ini dinamakan Adapted Child (AC). Dalam status ego ini, seseorang memperlihatkan suatu sikap yang penurut sebagai hasil dari perintah orang lain atau bisa saja dapat menolak perintah tersebut dan bersikap memberontak (Blot,1992). Dalam praktek hubungan interpersonal, ketika seseorang berkomunikasi dengan orang lain, maka mereka dapat menggunakan salah satu dari status egonya sebagai titik ukur, dan orang lain dapat menanggapi pernyataan tersebut dengan menggunakan salah satu status egonya. Proses inilah yang kemudian terjadi dengan transaksi (Harris,1969). Di bawah ini adalah gambar status ego yang saling berhadapan dari dua orang yang sedang berkomunikasi :

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 P P A A C C Orang 1 Orang 2 Gambar 2. Status Ego pada dua orang yang berkomunikasi 3. Pola Transaksi dalam Komunikasi Transaksional Sebuah transaksi terjadi jika dalam berkomunikasi terjadi pertukaran antara pesan yang dikirim dengan pesan yang diterima yang berasal dari masing-masing status ego dalam diri seseorang. Permulaan transaksi komunikasi dinamakan rangsangan atau stimulus transaksional, dan tanggapannya dinamakan respon transaksional. Demikian menurut Berne transaksi merupakan kesatuan dasar dari hubungan sosial atau proses komunikasi (Blot,1992). Melalui analisis komunikasi transaksional, seseorang belajar untuk menyadari status ego mana yang sebaiknya diungkapkan sebagai suatu stimulus atau respons sehingga komunikasi berjalan lancar secara efektif. Hal ini dikarenakan setiap jenis transaksi yang terjadi dalam komunikasi bergantung pada bagaimana seseorang menggunakan status egonya saat berkomunikasi dengan orang lain. Dalam berkomunikasi antara tiga Status Ego tersebut, Berne mengajukan tiga jenis transaksi yang dapat terbentuk

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 yaitu: Transaksi Komplementer, Transaksi Silang, dan Transaksi Terselubung (Harris,1969). a. Transaksi Komplementer Transaksi ini merupakan transaksi yang mana sebuah stimulus status ego yang dikirimkan mendapat respon status ego yang sama dari penerima pesan. Dapat dikatakan bahwa transaksi komplementer memiliki sifat pengharapan. Seseorang memberikan stimulus Adult dan mengharapkan respon Adult, dan demikian terjadi juga. Dalam transaksi ini arah transaksi komunikasi yang terjadi bersifat sejajar, yaitu terjadi pada komunikasi antara dua orang yang menggunakan status ego yang sama seperti status ego Parent dengan Parent, Adult dengan Adult, atau Child dengan Child. Selain itu, transaksi komplementer dapat juga terjadi pada komunikasi status ego yang berbeda namun tetap bersifat komplementer, yaitu Parent-Child, Parent-Adult, atau Adult-Child (Hukom,1990) P P stimulus A C Orang 1 respon A C Orang 2 Gambar 3. Transaksi Komplementer Adult-Adult

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 Transaksi komplementer merupakan jenis transaksi terbaik dalam suatu komunikasi antarpribadi karena terjadi kesamaan makna terhadap pesan yang dipertukarkan, pesan yang satu dilengkapi oleh pesan yang lain baik dalam status ego yang sama maupun dalam jenis status ego yang berbeda namun komplementer. Menurut Berne dalam bukunya “Games People Play”, transaksi ini sehat dan merupakan interaksi manusia normal. Berne juga menambahkan bahwa sebagai hukum pertama komunikasi dalam analisis transaksional, dapat dikatakan bahwa transaksi komplementer akan berjalan lancar selama transaksi bersifat saling melengkapi, dan dapat dilanjutkan tanpa batas (Blot,1992). Apabila transaksi terus berjalan dan menghasilkan rangkaian transaksi komplementer, maka setiap respon yang diberikan nantinya akan menjadi stimulus baru bagi transaksi komplementer berikutnya. b. Transaksi Silang Menurut Berne, tidak semua transaksi manusia itu sehat atau normal. Transaksi silang merupakan jenis transaksi yang terjadi pada dua status ego yang berbeda dengan arah transaksi komunikasi saling memotong dan tidak sejajar. Respon transaksional dari penerima pesan datang dari status ego yang berbeda dengan status ego yang ingin dituju oleh pengirim pesan. Contohnya, pengirim pesan bermaksud untuk melakukan transaksi status ego Adult-Adult, akan tetapi penerima pesan tidak memberikan respon yang seimbang karena dirinya

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 memunculkan transaksi Child-Parent. Berdasarkan contoh tersebut, dapat dikatakan bahwa pengirim pesan tidak mendapatkan respon transaksional yang diharapkannya. Hal ini bisa saja terjadi karena adanya kesalahpahaman ataupun pandangan berbeda yang terjadi dalam memberikan makna pesan yang dipertukarkan antara pemberi stimulus dan penerima respon (Harris,1969). P P stimulus A A respon C C Orang 1 Orang 2 Gambar 4. Transaksi Silang Adult-Parent Transaksi ini sering menghasilkan hasil berupa efek negatif, yaitu terjadi komunikasi yang meleset sehingga mengakibatkan kesenjangan dalam komunikasi dan rentan terjadi konflik. Kedua belah pihak yang berkomunikasi menjadi segan untuk meneruskan percakapan, atau memilih beralih ke tema pembicaraan lain, atau dapat membuat terjadinya pertengkaran. Akan tetapi, jika salah satu pihak yang berkomunikasi dapat memindahkan status egonya menjadi respon yang diinginkan stimulus, maka akan tersusun kembali suatu transaksi komplementer (Blot,1992).

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 c. Transaksi Terselubung Transaksi terselubung disebut juga sebagai transaksi tersembunyi. Hal ini dikarenakan dalam proses komunikasi melibatkan lebih dari satu status ego, baik saat memberikan stimulus maupun respon. Dengan kata lain, pesan yang diucapkan memiliki makna lain yang tersembunyi dibalik pesan yang diucapkan tersebut. Oleh karena itu, transaksi terselubung dapat dikatakan, merupakan suatu transaksi yang kompleks (Hukom, 1990). Pesan terselubung dalam bahasa seharihari sering terdengar sebagai ucapan “ada udang di balik batu”, yaitu bisa berbentuk sindiran, pancingan, dan kepura-puraan. Berdasarkan contoh tersebut, dapat disimpulkan bahwa seseorang harus peka jika ingin memahami suatu transaksi selubung, sehingga mampu mengetahui maksud yang disembunyikan kemudian dapat memberikan respon yang diharapkan dan komunikasi yang terjadi dapat berjalan lancar. Berikut adalah gambar dari transaksi terselubung. Pesan terselubung dalam gambar ditunjukkan menggunakan garis yang terputus-putus. P P stimulus A C T. Orang 1 respon terselubung A C Orang 2 Gambar 5. Transaksi Terselubung (Adult - - (P-C) - Adult)

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 Dalam kehidupan sehari-hari, setiap jenis transaksi selalu ada pada saat seseorang berkomunikasi. Akan tetapi, tidak semua jenis transaksi menciptakan terjadinya suatu komunikasi yang efektif. Terciptanya suatu komunikasi yang efektif, menurut Berne berkaitan dengan bagaimana cara seseorang dalam mengelola status egonya saat melakukan transaksi komunikasi dengan orang lain serta dapat berkomunikasi secara terbuka terhadap suatu pesan yang ingin diungkapkkan. Suatu komunikasi yang efektif terjadi ketika seseorang mampu menentukan status egonya dengan tepat sebagai respon atas stimulus status ego yang diberikan orang lain. Ketika salah satu pihak dalam kegiatan komunikasi menyadari status ego manakah yang terdapat pada orang lain yang diajak berkomunikasi, lalu dapat bersikap terbuka pada keinginannya dengan mengkomunikasikan status ego yang tepat, maka komunikasi akan berjalan dengan efektif dan berlangsung terus. Penggunaan komunikasi yang efektif terjadi pada pola transaksi komplementer, yaitu pihak-pihak yang berkomunikasi telah mampu untuk memahami status ego orang lain dan memberikan respon status ego yang tepat, sehingga proses komunikasi bersifat saling melengkapi dan berjalan terus (Blot,1992). Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa kemampuan seseorang dalam memahami dan menggunakan status ego menentukan efektif atau tidaknya komunikasi yang terjadi dalam suatu hubungan.

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 C. Media Sosial Media merupakan salah satu komponen dari komunikasi interpersonal yang berupa saluran atau sarana untuk memfasilitasi pihak-pihak yang berkomunikasi melakukan komunikasi secara tidak langsung (Effendi,1986). Dalam perkembangan teknologi zaman sekarang, tercipta suatu cara berkomunikasi melalui media modern yang sangat membantu manusia dalam berinteraksi. Bentuk adanya penggunaaan media komunikasi modern adalah melalui media sosial. Media sosial merupakan media online yang terhubung dengan jaringan internet yang membuat penggunanya dapat melakukan komunikasi, berbagi dan bertukar informasi dalam dunia virtual. Selain itu,Yunus (2010) mengatakan bahwa media sosial adalah instrumen sosial dalam berkomunikasi. Pendapat lain mengatakan bahwa media sosial adalah media online yang mendukung interaksi sosial menggunakan teknologi berbasis web yang mengubah komunikasi menjadi dialog interaktif. Berdasarkan pengertian-pengertian di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa media sosial adalah salah satu bentuk media online modern, yang berfungsi sebagai instrumen sosial dalam berkomunikasi yang terhubung dengan jaringan internet dan teknologi berbasis web, yang membuat penggunanya dapat melakukan komunikasi, berbagi, serta bertukar informasi dengan orang lain. Salah satu contoh media sosial yang sekarang ini banyak digunakan adalah aplikasi pesan instan. Pesan instan adalah suatu bentuk komunikasi secara tidak langsung antara dua orang atau lebih menggunakan teknologi

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 internet (online) yang dilakukan dengan cara mengirimkan pesan-pesan singkat yang dengan menggunakan teks kepada pengguna lainnya yang sedang terhubung ke jaringan yang sama (Arie, dalam Puspita 2010). Pada umumnya, percakapan melalui pesan instan ini berupa pesan teks, namun bisa saja berupa pesan suara atau video. Popularitas pesan instan sebagai cara berkomunikasi terus meningkat. Ada tiga hal yang terus mendorong popularitas pesan instan, yaitu kemudahan penggunaan, biaya yang murah, dan banyaknya penggunaan fitur. layanan Berdasarkan bertukar pesan survey di temuan Indonesia OnDevice(2013) kini didominasi aplikasi instant messaging, seperti WhatsApp, BlackBerry Messenger (BBM), atau Line. Baru kemudian disusul SMS (Short message service), voice call, lalu e-mail. Gambar 6. Pesan Instan populer di Indonesia

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 Media sosial saat ini menjadi salah satu icon adanya teknologi komunikasi yang semakin modern. Hal ini didukung karena adanya beberapa kelebihan yang dirasakan ketika seseorang melakukan komunikasi bermedia. Pesan teks ditemukan menjadi salah satu bentuk media yang paling populer karena aksesibilitas, dan alasan utama untuk menggunakan media sosial dengan pasangan adalah untuk mengekspresikan kasih sayang (Coney,2011). Dengan adanya media sosial ini, hubungan pacaran tidak lagi harus menuntut pasangannya untuk terus bertemu secara langsung (face to face) jika ingin berkomunikasi, melainkan dapat berkomunikasi melalui pesan instan, internet ataupun telepon seluler (Nurul,2012). Penelitian menyebutkan bahwa remaja menggunakan pesan khususnya sebagai pengganti tatap muka berbicara dengan pasangannya. Remaja juga menemukan pesan instan lebih menyenangkan untuk berbicara dengan bebas kepada pasangan, sebagai media pendukung selain telepon atau tatap muka interaksi. Menurut survei online terbaru oleh Teenage Research Unlimited, hampir seperempat remaja dalam hubungan romantis telah berkomunikasi dengan pacar setiap jam antara tengah malam dan 05:00 menggunakan ponsel atau SMS. Satu dari enam berkomunikasi sepuluh kali atau lebih per jam sepanjang malam (Subrahmanyam & Patricia,2008). Teknologi media sosial yang meningkat dapat melancarkan komunikasi, ini memberikan keuntungan bagi orang-orang yang terobsesi dengan pasangan mereka dan cenderung untuk selalu dekat satu sama lain. Bisa berhubungan

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 dengan pasangan dari hari ke hari, bahkan dimana pun, kapan pun kamu berada, seperti di kamar kecil atau saat di kamar tidur (Pascoe,2013). Komunikasi melalui media sosial menawarkan kepada kita cara yang sangat efektif untuk memantau komunikasi kita. Umpan balik yang tidak bersifat segera membuat pasangan dapat menyimpan pesannya, membaca kembali untuk melihat apakah pesan yang ditulis benar-benar mengungkapkan tujuan yang dimaksud, dan mengeditnya sebelum mengirim kepada penerima (Klein,2014). Kelebihan berkomunikasi melalui media sosial membuat pihak yang berpacaran dapat mengekspresikan pesan yang ingin disampaikannya secara lebih jujur, terbuka dan lebih spontan. Hal ini dikarenakan tidak diperlukannya pembicaraan tatap muka dengan pasangannya serta karena, sehingga tidak timbul rasa khawatir ataupun malu dalam mengungkapkan pesan. Semua kelebihan yang dirasakan ketika menggunakan media sebagai alat berkomunikasi membuat seseorang dapat mengarahkan komunikasi yang sedang terjadi menuju suatu komunikasi yang efektif berdasarkan teori Berne. Penggunaan media sosial selain memiliki kelebihan namun juga memiliki beberapa kelemahan. Oleh karena pihak-pihak yang berkomunikasi tidak dapat berkomunikasi secara langsung atau tatap muka, maka dapat timbul beberapa hal yang dapat menghambat terjadinya komunikasi. Hambatan yang paling dasar adalah hambatan media, yaitu hambatan yang terjadi dalam penggunaan media itu sendiri, misalnya gangguan pada sinyal ataupun provider yang digunakan. Selain itu, menurut Prof Onong (2000),

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 hambatan-hambatan komunikasi yang akan terjadi dalam komunikasi bermedia adalah, hambatan semantik, perhatian, dan prasangka. Semantik berhubungan dengan bahasa yang dipergunakan komunikator sebagai alat untuk menyalurkan pikiran dan perasaanya kepada komunikan melalui suatu kalimat dan makna kata. Hambatan semantik merupakan hambatan yang terjadi karena kegagalan pemaknaan terhadap suatu pesan akibat bahasa yang digunakan sehingga menyebabkan pesan komunikasi yang ingin disampaikan menjadi rusak. Seseorang mengucapkan kata-kata tertentu kepada lawan bicaranya, akan tetapi kata-kata tersebut dipahami dengan cara berbeda oleh lawan bicara. Hal ini biasanya dipengaruhi karena adanya pemberian informasi yang berlebihan atau terlalu sedikit, serta adanya distorsi persepsi sehingga membuat terjadinya perbedaan makna yang ditangkap antara pengirim dan penerima pesan. Misalnya ketika seorang pria mengatakan kepada pasangannya “Aku tadi tidak senang melihat kamu berpakaian seperti itu”. Pasangan menjadi tersinggung dan sakit hati, karena ia menyimpulkan bahwa pasangan prianya membenci dirinya. Dalam komunikasi ini, kata “tidak senang” telah dipahami sebagai “benci”. Padahal “tidak senang” itu tidak sama dengan “benci”. Inilah yang menjadi salah satu contoh problem semantik dalam komunikasi, yaitu bahwa kata-kata dan kalimat itu bisa dimaknai dengan cara berbeda oleh pasangan. Untuk menghindari hambatan semacam ini, seorang komunikator harus memilih kata-kata yang tepat dan sesuai dengan karakteristik diri komunikannya, serta melihat dan

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 mempertimbangkan kemungkinan penafsiran yang berbeda terhadap katakata yang digunakannya. Hambatan yang kedua adalah hambatan kepentingan. Saat berkomunikasi dengan media, seseorang tidak harus fokus terhadap orang yang diajaknya berkomunikasi karena percakapan dapat dibarengi dengan melakukan aktivitas lain. Hal inilah yang kemudian dapat menimbulkan hambatan kepentingan. Kepentingan akan membuat seseorang selektif dalam menanggapi atau memperhatikan pesan. Terkadang seseorang hanya akan memperhatikan stimulus yang ada hubungannya dengan kepentingannya atau sesuatu yang membuatnya tertarik tanpa memperhatikan stimulus atau pesan sebelumnya yang dikirimkan. Hal ini dapat membuat orang yang memberikan stimulus merasa menimbulkan kurang dihargai kesalahpahaman saat dalam berkomunikasi, memberikan serta respon dapat sehingga komunikasi menjadi tidak lancar. Misalnya, pihak wanita sedang curhat di saat pihak pria sedang berkumpul bersama teman-teman dekatnya. Oleh karena sedang asik mengobrol, pasangan pria hanya menanggapi curhatan pasangannya dengan singkat dan langsung memberikan solusi. Pasangan wanita pun merasa bahwa pasangannya tidak menghargai sewaktu dia bicara dan memarahi pasangannya. Selanjutnya, hambatan prasangka. Prasangka merupakan hambatan berat bagi suatu kegiatan komunikasi bermedia. Prasangka merupakan pendapat (anggapan) yang kurang baik mengenai sesuatu sebelum mengetahui (menyaksikan,menyelidiki) sendiri atas sesuatu tersebut.

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 Prasangka yang didasarkan kepada emosi adalah suatu pendapat atau anggapan terhadap sesuatu yang tidak berdasarkan nalar atau rasio. Hambatan prasangka biasanya sering muncul ketika pasangan sedang mengalami konflik dalam hubungan dan penyelesaian masalah harus melalui komunikasi bermedia. Oleh karena sifat komunikasi yang tidak face to face, membuat seseorang tidak dapat melihat gestur dari lawan bicaranya sehingga mempengaruhi terjadinya proses komunikasi. Hal ini dapat membuat adanya sikap kecurigaan, ketidakpercayaan, serta adanya sikap untuk terus menilai negatif perkataan pasangannya yang dapat membuat suatu komunikasi menjadi tidak efektif. Hambatan ini dapat diatasi antara lain dengan menciptakan suasana yang lebih terbuka dan penuh kekeluargaan (Onong,2000). Berdasarkan pernyataan-pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa media sosial merupakan salah satu teknologi komunikasi modern saat ini. Penggunaan media sosial sebagai bentuk komunikasi tidak langsung memberikan beberapa kontribusi, baik berupa kelebihan maupun kelemahan yang berkaitan dengan terjadinya suatu komunikasi yang efektif. D. Pola Komunikasi Menurut Berne Dalam Berpacaran Melalui Media Sosial Pacaran adalah hubungan kedekatan yang terjalin antara pria dan wanita yang didasarkan pada cinta kasih dan rasa saling memiliki yang melakukan aktivitas bersama dengan tujuan untuk saling mengenal satu sama lain dan melihat sesuai atau tidaknya menjadi pasangan hidup. Dalam proses

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 menjalani suatu hubungan pacaran, maka tidaklah terlepas oleh salah satu komponen pacaran yaitu komunikasi. Komunikasi merupakan dasar dari terbinanya suatu hubungan yang baik (Suranto,2011). Pada pasangan yang berpacaran, terjalin suatu komunikasi yang disebut sebagai komunikasi interpersonal (Harjana,2003). Dalam segi komunikasi interpersonal, pria dan wanita memiliki perbedaan tentang cara mereka berkomunikasi pada hubungan berpacaran. Dibandingkan dengan pria, wanita lebih dapat mengungkapkan emosinya, seperti sedih, takut, cinta, kebahagiaan, dan kemarahan. Dibandingkan dengan pria, wanita lebih mungkin untuk memberlakukan perilaku keterbukaan diri, terlibat dalam kesetiaan terhadap pasangan mereka, dan berbagi tugas dalam upaya untuk mempertahankan hubungan mereka. Menariknya, wanita lebih cenderung untuk menjalankan strategi kekuasaan daripada pria. Dibandingkan dengan pria, wanita lebih mungkin untuk terlibat dalam perilaku manipulatif serta melakukan perilaku yang terkadang menimbulkan konflik dan konfrontatif (Dan&Sommer,1997). Setiap pasangan dalam perbedaan yang dimilikinya pasti semua menginginkan tercipta suatu komunikasi yang efektif pada hubungannya, baik dalam hal memahami satu sama lain, untuk saling bertukar pendapat, juga untuk mempertahankan hubungan mereka. Salah satu teori yang membahas tentang komunikasi interpersonal adalah teori analisis transaksional Berne. Dalam teori ini, pasangan berkomunikasi dengan mengirim dan menerima pesan dikatakan melakukan

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 sebuah transaksi. Sebuah transaksi terjadi jika dalam berkomunikasi terjadi pertukaran antara pesan yang dikirim (stimulus) dengan pesan yang diterima (respon) yang berasal dari masing-masing status ego dalam diri seseorang (Blot,1992). Status ego merupakan cara bagaimana seseorang berbicara dan bersikap dalam melihat suatu realitas, serta mengolah berbagai informasi dengan dunia di sekitarnya. Terdapat 3 jenis status ego, yaitu Status Ego tersebut yaitu “Parent Ego State” atau “Orangtua” (P), yang memiliki dua kategori yaitu sikap seseorang yang seperti menasihati orang lain, memberikan hiburan, menguatkan perasaan,memberikan pertimbangan, membantu, melindungi, menyayangi, memanjakan dan mendorong untuk berbuat baik termasuk dalam kategori Nurturing Parent (NP). Sementara sikap seperti suka mengkritik, menghukum, mengontrol, berprasangka, menggurui dan melarang termasuk dalam kategori Critical Parent (CP). “Adult Ego State” atau “Dewasa” (A) merupakan bagian kepribadian yang bersifat obyektif, memikirkan secara matang apa yang akan dikatakan, tidak emosional, dan menyampaikan sesuatu hal secara rasional terhadap situasi konkret yang terjadi pada waktu itu juga. “Child Ego State” atau “Kanak” (C) yang terbagi dalam dua kategori, yaitu sikap yang tidak ingin dikekang, memiliki kreativitas dan rasa ingin tahu, adanya ketergantungan pada orang lain, optimis, impulsif, ingin disayang termasuk dalam kategori Natural Child (NC). Sementara itu, seseorang memperlihatkan suatu sikap yang penurut sebagai hasil dari perintah orang lain atau bisa saja dapat

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 menolak perintah tersebut dan bersikap memberontak dinamakan Adapted Child (AC) (Blot,1992). Melalui analisis komunikasi transaksional, seseorang belajar untuk menyadari status ego mana yang sebaiknya diungkapkan sebagai suatu stimulus atau respons sehingga komunikasi berjalan lancar secara efektif. Hal ini dikarenakan setiap jenis transaksi yang terjadi dalam komunikasi bergantung pada bagaimana seseorang menggunakan status egonya saat berkomunikasi dengan orang lain. Berne mengajukan tiga jenis transaksi yang dapat terbentuk yaitu: Transaksi Komplementer, Transaksi Silang, dan Transaksi Terselubung (Harris,1969). Transaksi komplementer merupakan jenis transaksi terbaik dalam suatu komunikasi antarpribadi karena terjadi kesamaan makna terhadap pesan yang dipertukarkan, transaksi komplementer akan berjalan lancar selama transaksi bersifat saling melengkapi, dan dapat dilanjutkan tanpa batas (Blot,1992). Apabila transaksi terus berjalan dan menghasilkan rangkaian transaksi komplementer, maka setiap respon yang diberikan nantinya akan menjadi stimulus baru bagi transaksi komplementer berikutnya. Transaksi silang merupakan jenis transaksi yang terjadi mana respon transaksional dari penerima pesan datang dari status ego yang berbeda dengan status ego yang ingin dituju oleh pengirim pesan sehingga pengirim pesan tidak mendapatkan respon transaksional yang diharapkannya. Hal ini bisa saja terjadi karena adanya kesalahpahaman ataupun pandangan berbeda yang terjadi dalam memberikan makna pesan yang dipertukarkan antara pemberi stimulus dan

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 penerima respon (Harris,1969). Transaksi ini mengakibatkan kesenjangan dalam komunikasi dan rentan terjadi pertengkaran (Blot,1992). Transaksi komunikasi yang terakhir adalah transaksi terselubung atau tersembunyi. Dalam proses komunikasi melibatkan lebih dari satu status ego, baik saat memberikan stimulus maupun respon. Dengan kata lain, pesan yang diucapkan memiliki makna lain yang tersembunyi dibalik pesan yang diucapkan tersebut (Hukom, 1990). Pesan terselubung dalam bahasa seharihari sering terdengar sebagai ucapan “ada udang di balik batu”, yaitu bisa berbentuk sindiran, pancingan, dan kepura-puraan. Seseorang harus peka jika ingin memahami suatu transaksi selubung, sehingga mampu mengetahui maksud yang disembunyikan. Dalam kehidupan sehari-hari, setiap jenis transaksi selalu ada pada saat seseorang berkomunikasi. Akan tetapi, tidak semua jenis transaksi menciptakan terjadinya suatu komunikasi yang efektif. Terciptanya suatu komunikasi yang efektif, menurut Berne berkaitan dengan bagaimana cara seseorang mengelola status egonya saat melakukan transaksi komunikasi dengan orang lain serta dapat berkomunikasi secara terbuka terhadap suatu pesan yang ingin diungkapkkan (Blot,1992). Penerapan teori komunikasi Berne dapat diaplikasikan dalam komunikasi interpersonal hubungan berpacaran. Komunikasi interpersonal dalam pacaran dapat dilakukan dengan dua cara yaitu secarang langsung dengan komunikasi tatap muka, dan komunikasi secara tidak langsung yaitu melalui suatu media tertentu (Effendy,1986). Salah satu contoh komunikasi

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 tidak langsung melalui media sosial yang sekarang ini banyak digunakan adalah aplikasi pesan instan. Dengan pesan instan, seseorang dapat mengirimkan pesan-pesan singkat dengan menggunakan teks kepada pengguna lainnya yang sedang terhubung ke jaringan internet yang sama (Arie, dalam Puspita 2010). Terdapat beberapa kelebihan yang dirasakan ketika seseorang melakukan komunikasi bermedia. Pesan teks ditemukan menjadi salah satu bentuk media yang paling populer karena aksesibilitas, sehingga pasangan dapat dengan mudah untuk mengekspresikan kasih sayang mereka (Coney,2011). Teknologi media sosial yang meningkat memberikan keuntungan bagi orang-orang yang terobsesi dengan pasangan mereka dan cenderung untuk selalu dekat satu sama lain, kapanpun dan dimanapun sehingga dapat melancarkan komunikasi (Pascoe,2013). Komunikasi melalui media sosial menawarkan kepada kita cara yang sangat efektif untuk memantau komunikasi kita. Umpan balik yang tidak bersifat segera membuat pasangan dapat menyimpan pesannya, membaca kembali untuk melihat apakah pesan yang ditulis benar-benar mengungkapkan tujuan yang dimaksud, dan mengeditnya sebelum mengirim kepada penerima (Klein,2014). Semua kelebihan yang dirasakan ketika menggunakan media sebagai alat berkomunikasi membuat seseorang dapat mengarahkan komunikasi yang sedang terjadi menuju suatu komunikasi yang efektif berdasarkan teori Berne. Akan tetapi, penggunaan media sebagai cara berkomunikasi dapat menimbulkan beberapa hal yang dapat menghambat terjadinya komunikasi

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 yang efektif. Dalam hambatan semantik dan kepentingan misalnya, komunikasi yang tidak efektif terjadi karena stimulus status ego yang dikirimkan tidak direspon dengan tepat oleh penerima pesan. Hal ini kemudian menimbulkan terjadinya suatu respon baru yang sebenarnya tidak diharapkan oleh pengirim pesan. Sementara itu, hambatan prasangka sangat menciptakan terjadinya suatu komunikasi yang tidak efektif. Hal ini dikarenakan dalam situasi ini yang terjadi hanyalah sikap-sikap negatif seperti saling menyalahkan, tidak mau mengalah, serta tidak adanya komunikasi yang terbuka. Pasangan masih sama-sama belum mampu mengungkapkan pesannya melalui status ego dengan tepat, serta belum mampu memahami status ego lawan bicaranya dengan tepat, sehingga komunikasi menjadi tidak berjalan efektif (Onong,2000). Komunikasi interpersonal, baik langsung maupun menggunakan media sosial sangat diperlukan ketika pasangan berinteraksi dalam rangka menciptakan suatu komunikasi yang efektif. Komunikasi yang efektif membantu pasangan untuk lebih memahami satu sama lain dalam rangka menyelesaikan perbedaan cara berkomunikasi, membangun kepercayaan dan rasa hormat, serta mengembangkan ide-ide kreatif untuk pemecahan masalah, pemberian kasih sayang, dan berbagi kepedulian (Wiley,2006). Komunikasi dalam pacaran dikatakan efektif apabila pengirim dan penerima pesan samasama memiliki pemahaman yang sama terhadap suatu pesan, hingga akhirnya pesan tersebut ditindaklanjuti dengan sebuah umpan balik yang tepat oleh penerima pesan (Hardjana,2003).

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 Oleh karena itu, berdasarkan pemaparan tersebut kemampuan seseorang dalam menggunakan kebebasan dalam bermedia, memahami dua kepribadian yang berbeda, serta saat berkomunikasi mampu menggunakan dan memahami status ego diri sendiri dan orang lain untuk membentuk suatu transaksi komunikasi, menentukan pada efektif atau tidaknya pola transaksi komunikasi yang terjadi. E. Pertanyaan Teoritis Bagaimana pola komunikasi melalui media sosial pada pasangan yang berpacaran dalam rangka menciptakan komunikasi yang efektif berdasarkan teori komunikasi Berne?

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 BAGAN POLA KOMUNIKASI DALAM PACARAN MELALUI MEDIA SOSIAL PACARAN PRIA WANITA KOMUNIKASI berpacaran melalui MEDIA SOSIAL Status Ego Berne Parent Child Transaksi Komunikasi Berne Komplemente Silang Adult Efektivitas Komunikasi Berne POLA KOMUNIKASI MELALUI MEDIA SOSIAL MENURUT BERNE DALAM BERPACARAN Bagan 1. Bagan Kerangka Konseptual Penelitian Terselubung

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Ditinjau dari jenis datanya pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Adapun yang dimaksud dengan penelitian kualitatif yaitu suatu proses penelitian dan pemahaman yang berdasarkan pada metodologi yang menyelidiki suatu fenomena sosial mengenai maraknya penggunaan media sosial dalam hubungan pacaran sebagai alternatif selain melalui komunikasi langsung tatap muka. Pada pendekatan ini, peneliti membuat suatu gambaran kompleks, meneliti katakata, serta laporan terperinci yang diperoleh dari responden. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deksriptif, yaitu prosedur penelitian yang menghasilkan data, analisis dan interpretasi deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang yang diamati (Moleong, 2002). Data yang dideskripsikan dalam penelitian ini adalah status ego dan pola transaksi komunikasi apa saja yang terbentuk pada pasangan yang berkomunikasi melalui media sosial. Secara khusus metode penelitian yang digunakan adalah melalui studi dokumentasi. Dokumentasi adalah salah satu metode pengumpulan data kualitatif dengan melihat atau menganalisis dokumen-dokumen yang dibuat oleh subjek sendiri atau oleh orang lain tentang subjek. Sejumlah besar fakta dan data tersimpan dalam bahan yang berbentuk dokumentasi. Sebagian besar 46

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 data yang tersedia adalah dokumen berbentuk surat-surat, catatan harian, pernyataan tertulis, foto, dan sebagainya. Sifat utama data ini tak terbatas pada ruang dan waktu membuat peneliti tidak harus hadir untuk meneliti suatu hal yang telah lama terjadi, karena dapat mengetahui hal-hal yang terjadi sebelumnya melalui dokumen yang telah ada. Moleong (dalam Hardiansyah,2010) mengemukakan dua bentuk dokumen yang dapat dijadikan bahan dalam studi dokumentasi, yaitu dokumen pribadi dan dokumen resmi. Dalam penelitian ini bentuk dokumen yang digunakan adalah bentuk dokumen pribadi yaitu data yang tertulis pada kertas, baik berasal dari email, surat, atau hasil obrolan, yang dapat dijadikan sebagai materi dokumentasi. B. Definisi Operasional 1. Pacaran adalah hubungan kedekatan yang terjalin antara pria dan wanita didasarkan pada cinta kasih dan saling mengakui pasangan sebagai pacar, serta melakukan aktivitas bersama sebagai pasangan. 2. Status Ego Berne adalah sumber dari bagaimana seseorang memberikan dan menanggapi berbagai informasi berkaitan dengan dunia di sekitarnya. Terdapat tiga status ego, yaitu status ego Parent, Adult, dan status ego Child.

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 ASPEK KRITERIA Status Ego PARENT (P)  Critical Parent (CP) : - pesan yang disampaikan berupa nasehat (menghakimi, mengkritik) - pesan yang disampaikan berupa perintah (mengontrol, memaksa) - pesan yang disampaikan berupa larangan (kalimat “jangan” dan “tidak”)  Nurturing Parent (NP) : - pesan yang disampaikan mengandung ungkapan kasih sayang - pesan yang disampaikan bersifat empati dan simpati - pesan yang disampaikan berupa informasi aktual - pesan yang disampaikan berupa pertanyaan ingin tahu akan sesuatu hal yang kurang jelas atau perlu digali lebih dalam - umpan balik yang disampaikan mengandung sifat komplementer atau menjawab sesuai dengan yang ditanyakan sehingga membentuk komunikasi dua arah dengan baik Status Ego ADULT (A) Status Ego CHILD (C)  Natural Child (AC): - pesan yang disampaikan mengandung reaksi spontan akan sesuatu yang menyenangkan - pesan yang disampaikan mengandung keinginan untuk disayang dan diperhatikan  Adapted Child (AC) : - pesan yang disampaikan memperlihatkan suatu sikap yang sangat penurut sebagai hasil dari perintah orang lain 3. Transaksi Komunikasi Berne adalah bentuk-bentuk pertukaran pesan antara pesan yang dikirim (stimulus transaksional) dengan pesan yang diterima (respon transaksional) didasarkan pada penggunaan status ego yang muncul pada saat seseorang berkomunikasi. Terdapat tiga bentuk transaksi komunikasi,

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 yaitu Transaksi Komplementer, Transaksi Silang, dan Transaksi Terselubung. ASPEK Transaksi Komplementer Transaksi Silang Transaksi Terselubung KRITERIA - stimulus dan respon dapat berasal dari status ego yang sama - stimulus dan respon dapat berasal dari status ego yang berbeda namun tetap sejajar - terjadi kesamaan makna pesan yang dipertukarkan sehingga komunikasi dapat berjalan tanpa batas - respon yang disampaikan berasal dari status ego yang berlawanan dari stimulus - tidak terjadi kesamaan makna pesan yang dipertukarkan sehingga menyebabkan kesalahpahaman - melibatkan lebih dari satu status ego seseorang yang digunakan saat berkomunikasi - memiliki maksud tersembunyi yang ingin disampaikan melalui status ego yang tersamar 4. Media Sosial adalah instrumen sosial modern dalam berkomunikasi online yang terhubung dengan jaringan internet. Dalam penelitian ini, peneliti memilih salah satu jenis media sosial yaitu aplikasi pesan instan. Pesan instan adalah komunikasi secara tidak langsung (tanpa tatap muka) antara dua orang atau lebih menggunakan teknologi internet yang dilakukan dengan cara mengirimkan pesan-pesan singkat dalam bentuk teks kepada pengguna lainnya yang sedang terhubung ke jaringan yang sama. Beberapa contoh aplikasi pesan instan yang masuk dalam kategori media sosial penelitian adalah aplikasi Whatsapp, Blackberry Messenger, KakaoTalk, dan Line.

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 C. Subjek Penelitian Penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling atau sampling bertujuan. Teknik purposive sampling pada penelitian ini diterapkan dalam menentukan kriteria-kriteria tertentu saat memilih subjek penelitian, sehingga hasilnya nanti akan sesuai dengan harapan peneliti (Burhan,2001). Beberapa kriteria subjek yang telah ditentukan adalah sebagai berikut : 1. Subjek adalah sepasang mahasiswa atau mahasiswi yang berpacaran. 2. Subjek memiliki usia berpacaran 1 tahun atau lebih, dengan pertimbangan bahwa dalam usia ini pasangan telah memahami sifat dan karakter pasangannya satu sama lain, serta telah memiliki hubungan kedekatan yang cukup kuat. 3. Subjek dan pasangan tidak dipisahkan oleh jarak yang jauh/luar kota, di samping melakukan komunikasi secara tatap muka, subjek juga sering berkomunikasi dengan pasangan menggunakan media online, karena disesuaikan dengan tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pola komunikasi melalui media sosial online yang terjadi pada pasangan yang berpacaran. D. Teknik Pengumpulan Data Dalam penelitian ini, peneliti mengumpulkan data-data melalui bentuk pengumpulan dokumen. Dokumen penelitian yang dikumpulkan adalah transkrip percakapan dalam bentuk teks melalui media sosial online yang

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 dilakukan oleh pasangan berpacaran. Peneliti memilih waktu berkomunikasi selama satu minggu untuk pasangan subjek yang telah terpilih. Dipilihnya batasan waktu selama satu minggu didasarkan pada pertimbangan bahwa dalam tenggang waktu tersebut, peneliti akan dapat memiliki cukup banyak dokumen berupa rekaman percakapan yang terjadi dalam dinamika hubungan pacaran tersebut. Untuk meminimalisasi adanya facking dikarenakan subjek merasa dirinya sedang diteliti, peneliti memberikan instruksi kepada subjek penelitian untuk memperlihatkan rekaman komunikasi yang dilakukan oleh pasangan selama satu minggu sebelum peneliti meminta subjek menjadi subjek penelitiannya dengan tujuan agar hasil yang diperoleh benar-benar bermanfaat bagi perkembangan hubungan subjek selanjutnya. Setelah melihat rekaman komunikasi subjek yang telah dilakukan kurang lebih seminggu, peneliti kemudian meminta persetujuan subjek untuk mengirimkan transkrip tersebut ke dalam bentuk soft copy kepada peneliti. Selain mengumpulkan rekaman komunikasi subjek, sebagai data tambahan peneliti juga melakukan adanya wawancara informal kepada subjek penelitian berkaitan dengan data diri pasangan, proses dan makna pacaran bagi pasangan, serta media sosial yang digunakan pasangan untuk berkomunikasi tidak langsung. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk mengecek kembali tentang hasil analisis dari data penelitian dengan karakter pasangan subjek.

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 E. Teknik Analisis Data Penggunaan dokumen berkaitan dengan apa yang disebut analisis isi. Cara menganalisis isi dokumen ialah dengan memeriksa dokumen secara sistematik bentuk-bentuk komunikasi yang dituangkan secara tertulis dalam bentuk dokumen secara obyektif. Kajian isi atau content analysis ini didefinisikan sebagai teknik penelitian yang dapat menggambarkan isi komunikasi, dan menganalisis untuk memahami makna isi pesan dan mengolah pesan dari suatu dokumen komunikasi pada komunikator yang dipilih. Cara menganalisis isi dokumen adalah dengan memeriksa dokumen secara sistematik, bentuk-bentuk komunikasi yang dituangkan secara tertulis (Moleong, 2002). Langkah-langkah dalam melakukan analisis data adalah sebagai berikut : 1. Mengumpukan keseluruhan transkrip hasil percakapan, kemudian data yang telah diperoleh diorganisasi secara rapi dan sistematis menjadi unitunit data berupa percakapan dari masing-masing subjek, sehingga memudahkan peneliti dalam melakukan penelusuran data. 2. Melakukan pengkodean (koding) dengan memberi nomor pada unit data percakapan secara urut pada masing-masing subjek. 3. Memilih dan mengelompokkan setiap unit data percakapan yang mengandung kategori pola komunikasi Berne (status ego dan transaksi komunikasi) pada masing-masing subjek, dengan unit analisis berupa tema percakapan.

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 4. Data yang telah dikategorisasikan pada masing-masing subjek diolah dengan menyusunnya menjadi data-data yang menampilkan suatu hubungan (membuat kesimpulan tentang status ego serta pola transaksi komunikasi yang terbentuk). 5. Setelah membuat kesimpulan pada masing-masing subjek, maka dilakukan interpretasi data dengan cara membandingkan temuan pada masing-masing subjek dan mengaitkannya dengan teori komunikasi Berne. Setelah interpretasi selesai maka dilakukan kesimpulan terhadap pola komunikasi dalam berpacaran melalui media sosial. F. Keabsahan Data dan Kredibilitas Penelitian Penelitian kualitatif harus mengungkap kebenaran yang objektif. Oleh karena itu keabsahan data dalam sebuah penelitian kualitatif sangat penting. Melalui keabsahan data, kredibilitas (kepercayaan) penelitian kualitatif dapat tercapai. Menurut Kuntowijoyo (1995) kredibilitas data dalam penelitian mencoba dikaji dari suatu dokumen untuk membuktikan keaslian sumbernya, yaitu dengan menjawab tiga pertanyaan penting yaitu, apakah sumber tersebut memang sumber yang dikehendaki peneliti? Disini bisa dicocokkan dengan materi atau permasalahan yang dibahas dalam penelitian. Pada penelitian ini sumber yang ada yaitu rekaman komunikasi melalui media sosial pada subjek penelitian telah sesuai dengan penelitian yang ingin diteliti yaitu untuk mengetahui pola komunikasi melalui media sosial pada pasangan berpacaran. Pertanyaan kedua apakah sumber itu asli

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 atau turunan? Disini dapat menggunakan analisis sumber, yaitu apakah sumber tersebut asli atau merupakan penggandaan dari hasil fotocopy atau teknologi komputer. Apakah sumber tersebut utuh atau sudah berubah? Disini bisa dikaji dengan meneliti tanggal dan materi atau sumber apa yang dipakai dalam mendokumentasi. Pada penelitian ini, sumber yang digunakan adalah rekaman komunikasi melalui media sosial. Untuk meminimalisasi facking atau adanya pengubahan pada isi komunikasi, peneliti memilih rekaman komunikasi yang dilakukan subjek dengan pasangan sebelum subjek diberitahu akan diteliti dengan rentang waktu percakapan satu minggu. Rekaman ini setelah dipilih oleh peneliti dan dengan persetujuan subjek kemudian langsung dari alat komunikasi subjek dikirim dalam bentuk soft copy ke email peneliti. Jika masalah keabsahan telah diverifikasi selanjutnya peneliti melakukan uji kredibilitas (kepercayaan). Apakah dokumen tersebut dapat dipercaya?. Hal ini dilakukan dengan cara melakukan komparasi mengenai informasi yang tertuang di dalam dokumen tersebut dengan data lain misalnya hasil wawancara terhadap subjek penelitian yang terkait (Kosim,1988). Pada penelitian ini, kredibilitas juga dilakukan cara mencocokan hasil penelitian pola komunikasi pacaran seorang subjek, dengan sebelumnya peneliti melakukan wawancara informal mengenai karakter pasangan masing-masing, komunikasi yang terbentuk dalam hubungan, serta makna pacaran bagi subjek.

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Proses Memperoleh Subjek Penelitian Proses pengambilan data dimulai dari awal bulan September 2013, dengan langkah awal dari pencarian peneliti terhadap subjek yang memenuhi kriteria penelitian. Peneliti memulai dengan meminta tolong beberapa temanteman dekatnya agar mau untuk menjadi subjek penelitiannya. Pencarian subjek penelitian ini memerlukan waktu sekitar dua minggu, dikarenakan peneliti sempat beberapa kali menerima penolakan dari temannya yang ingin dijadikan subjek penelitian karena menurut mereka penelitian ini berhubungan dengan privasi hubungan pacaran mereka. Setelah dua minggu, akhirnya peneliti berhasil mengumpulkan subjek, yaitu 3 pasangan yang berpacaran untuk dijadikan subjek penelitian. Peneliti kemudian menjelaskan kepada 3 pasangan tentang detail penelitian yang akan ditelitinya yaitu berupa pola komunikasi dalam berpacaran melalui media sosial, dan dengan bahan yang diteliti yaitu berupa rekapan atau transkrip percakapan yang dilakukan dari 3 pasangan tersebut. Peneliti memilih rentang waktu komunikasi selama satu minggu dalam pengumpulan transkrip percakapan. Hal ini dikarenakan menurut peneliti, dengan waktu satu minggu peneliti telah memiliki cukup banyak data tentang komunikasi dalam pasangan. Dalam rangka meminimalisasi adanya facking dikarenakan subjek merasa dirinya sedang diteliti, peneliti 55

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 memberikan instruksi kepada subjek penelitian untuk mau memperlihatkan rekaman komunikasi yang dilakukan oleh pasangan selama satu minggu sebelum peneliti meminta subjek menjadi subjek penelitiannya dengan peneliti mengkomunikasikan kepada subjek bahwa data yang berisi kejujuran, maka hasil yang diperoleh nantinya dapat bermanfaat bagi perkembangan hubungan subjek selanjutnya. Setelah melihat rekaman komunikasi subjek yang telah dilakukan kurang lebih seminggu, peneliti kemudian mengirimkan transkrip tersebut ke dalam bentuk soft copy kepada peneliti dengan persetujuan subjek penelitian. Selain mengumpulkan rekaman komunikasi subjek, sebagai data tambahan peneliti juga melakukan adanya wawancara informal kepada subjek penelitian berkaitan dengan Pertanyaan yang diajukan oleh peneliti meliputi, usia dan asal pasangan, usia pacaran, proses pasangan bertemu, makna pacaran bagi pasangan, tanggapan masing-masing pihak mengenai pasangannya, serta media sosial apa saja yang digunakan oleh pasangan untuk berkomunikasi tidak langsung. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk mengecek kembali tentang hasil analisis dari data penelitian dengan karakter pasangan subjek. Pada awal bulan Oktober 2013, terkumpulah seluruh data penelitian yang diperlukan, dan kemudian peneliti segera melakukan analisis data penelitian dari data-data yang telah terkumpul.

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 B. Kriteria Umum Analisis Dalam penelitian ini, ada beberapa kriteria yang digunakan peneliti dalam rangka menjawab pertanyaan penelitian tentang pola komunikasi menurut Berne yang terbentuk pada pasangan yang berpacaran melalui media sosial. Seperti yang telah dijelaskan dalam landasan teori, dalam teori Berne terdapat dua hal utama yaitu mengenai status ego dan pola transaksi. Tiga status ego yang terdapat dalam diri setiap manusia akan menentukan bagaimana suatu pola komunikasi terjadi. Oleh karena itu, dalam penelitian ini kriteria yang digunakan adalah kriteria dari masing-masing status ego, serta kriteria dari masing-masing transaksi komunikasi menurut Berne. 1. Status Ego Status Ego merupakan suatu sistem perasaan dan kondisi pikiran yang saling berkaitan dengan bagaimana seseorang berbicara dan bersikap dalam memberikan dan menanggapi suatu informasi mengenai hal-hal yang terjadi di sekitarnya. Dalam diri manusia terdapat tiga jenis status ego, yaitu Parent, Adult, dan Child. a) Status Ego Parent Dalam status ego ini, terbagi menjadi dua bentuk yaitu : Critical Parent yang memiliki kriteria pesan yang disampaikan berupa nasehat (menghakimi,mengkritik), pesan berupa perintah (mengontrol,memaksa), serta pesan yang diucapkan berupa larangan (kalimat “jangan” dan “tidak”). Di sisi lain terdapat bentuk Nurturing Parent yang memiliki

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 kriteria yang berbeda dikarenakan pesan yang disampaikan mengandung ungkapan kasih sayang, serta bersifat empati dan simpati. b) Status Ego Adult Kriteria dari status ego ini adalah pesan yang disampaikan berupa informasi aktual serta berupa pertanyaan ingin tahu akan sesuatu hal yang kurang jelas atau perlu digali lebih dalam. umpan balik yang disampaikan mengandung sifat komplementer atau menjawab sesuai dengan yang ditanyakan sehingga membentuk komunikasi dua arah dengan baik. c) Status Ego Child Dalam status ego ini, terbagi menjadi dua bentuk yaitu : Natural Child memiliki kriteria pesan yang disampaikan mengandung reaksi spontan akan sesuatu yang menyenangkan, mengandung keinginan untuk disayang dan diperhatikan, serta dapat juga mengandung unsur keluhan, ketidak percayaan diri, dan ketakutan terhadap suatu hal yang membuatnya tidak nyaman. Di sisi lain terdapat bentuk Adapted Child yang memiliki kriteria yang berbeda dikarenakan pesan yang disampaikan memperlihatkan suatu sikap yang sangat penurut sebagai hasil dari perintah orang lain. 2. Pola Komunikasi Transaksional Pemilihan status ego yang akan ditunjukkan seseorang saat berkomunikasi dengan orang lain menjadi dasar dari terbentuknya pola-pola transaksi komunikasi. Pola komunikasi transaksional memiliki arti yaitu bentuk-

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 bentuk transaksi pertukaran pesan antara stimulus transaksional (pesan yang dikirim) dengan respon transaksional (pesan yang diterima) didasarkan pada pengelolaan status ego (Parent, Adult, Child) yang ada dalam diri setiap orang saat berkomunikasi. Terdapat tiga bentuk transaksi komunikasi, yaitu Transaksi Komplementer, Transaksi Silang, dan Transaksi Terselubung. 1) Transaksi Komplementer Transaksi komunikasi ini memiliki kriteria yaitu stimulus dan respon dapat berasal dari status ego yang sama, dapat berasal dari status ego yang berbeda namun tetap sejajar, serta komunikasi yang terjalin dapat berjalan tanpa batas karena terjadi kesamaan makna pesan yang dipertukarkan. 2) Transaksi Silang Transaksi komunikasi ini memiliki kriteria yaitu respon yang disampaikan berasal dari status ego yang berlawanan dari stimulus, dan tidak terjadi kesamaan makna pesan yang dipertukarkan sehingga menyebabkan kesalahpahaman 3) Transaksi Terselubung Transaksi komunikasi ini memiliki kriteria yaitu saat berkomunikasi seseorang melibatkan lebih dari satu status egonya, dan terdapat maksud tersembunyi yang ingin disampaikan melalui status ego yang tersamar.

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 C. Hasil Penelitian 1. Analisis per Pasangan Subjek a) Pasangan Subjek 1 1) Deskripsi Pasangan Pasangan subjek I memiliki inisial Doni (D) untuk pihak pria dan Rida (R) untuk pihak wanita. Pasangan ini sama-sama berusia 22 tahun. Pasangan ini masih berstatus sebagai mahasiswa tingkat akhir dan berada dalam sebuah perguruan tinggi yang sama. Pasangan ini berasal dari kota yang berbeda, yaitu pihak pria berasal dari Tangerang dan pihak wanita berasal dari Semarang. Keduanya dipertemukan saat mereka duduk di bangku kuliah. Berawal dari teman dekat, pasangan ini pun meresmikan hubungan mereka ke jenjang selanjutnya yaitu pacaran pada tanggal 9 September 2010. Pasangan menyebutkan bahwa menurut mereka pacaran adalah masa dimana mereka belajar untuk mengenal orang lain serta untuk mengekspresikan rasa cinta dan kasih sayang mereka kepada orang lain. Pihak pria menjelaskan bahwa pihak wanita adalah seseorang yang mampu untuk memahami dirinya dengan baik, manja, pengertian walaupun sedikit galak. Sementara itu, pihak wanita menjelaskan bahwa pacarnya kini adalah pria ketiga dalam hidupnya. Menurut pihak wanita, pacarnya adalah seseorang yang sikapnya tidak mudah ditebak, terkadang cuek dan kurang peka

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 namun terkadang juga sangat memanjakan dirinya dan penuh pengertian. Pasangan subjek I saat ini telah memasuki usia pacaran 3 tahun. Begitu banyak suka duka yang dialami untuk mencapai usia pacaran ini. Pasangan memberitahukan beberapa alasan mengapa mereka masih dapat menjaga hubungannya sekarang, yaitu karena mereka sangat menjunjung tinggi adanya keterbukaan dalam komunikasi dan rasa saling percaya. Keterbukaan dalam komunikasi adalah satu hal yang paling penting dalam hubungan, pasangan belajar untuk mengkomunikasikan apa yang mereka inginkan, tidak sukai, mengungkapkan rasa sayang ataupun berbagai rahasia pribadi. Dengan adanya keterbukaan ini dimaksudkan untuk meminimalisasi konflik yang akan terjadi dalam hubungan. Selain itu, menanamkan rasa saling percaya bertujuan agar pasangan tidak bersikap protektif dan curiga serta sikap cemburu yang berlebihan. Dalam menjalani hari-hari sebagai pasangan yang berpacaran, pasangan ini sangat memanfaatkan adanya media komunikasi sebagai alat utama yang digunakan untuk berkomunikasi satu sama lain ketika mereka tidak bisa bertemu secara langsung. Pasangan mengatakan bahwa mereka menggunakan pesan instan yang sedang populer seperti Whatsapp Messenger, dan BBM (Blackberry Messenger). Walaupun berkomunikasi dengan media lebih menarik, pasangan mengatakan bahwa ketika ingin

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 mendiskusikan suatu hal yang penting atau menyelesaikan konflik yang terjadi dalam hubungan, pasangan lebih memilih untuk menyelesaikannya dengan komunikasi secara langsung atau tatap muka. Hal ini dikarenakan menurut pasangan saat berkomunikasi langsung, mereka dapat melihat ekspresi, nada berbicara, serta dapat melakukan gerakan non verbal seperti memegang tangan ataupun memeluk pasangannya yang membuat pasangan merasakan adanya kedekatan secara emosional. 2) Pola Komunikasi Pasangan Berdasarkan dari hasil analisis pasangan subjek 1, ditemukan total jumlah percakapan sebanyak 37 unit. Percakapan tersebut terbagi menjadi 20 unit tema pembicaraan. Dari hasil penggunaan status ego, pihak pria dan wanita sama-sama memiliki urutan penggunaan Adult, Parent, dan Child. Status ego Adult merupakan status ego yang paling banyak dimunculkan oleh kedua pihak ini saat melakukan proses diskusi atau membicarakan hal penting, yang ditunjukkan melalui kutipan percakapan berikut : “ Rida (A) : Sayaangg.. Kamu kesini siang ya berarti?? Sampe jam2 an gitu gak? Doni(A) : Iyah sayangg.. Gimana?? Apa ak siap2 mandi njuk ktmpt mu? Langsung ke magelang? Rida(A) : Lahh kamu selsaiin kerjaan disitu aja bebb baru kesini.. Ya maksudnya kalo kamu siang banget gitu ak kalo laper bisa maem duluan Doni (A) : Iya juga.. Takut kesiangan ke sananya .. Kamu makan duluan ajah.. Ada temen cari makan?? Rida (A) : Adaa kokk.. Risma yovi libur kul nyaa.” (392-407) Dalam transaksi komunikasi ini, pihak wanita memberikan stimulus yang berasal dari status ego Adult (A) nya yaitu pesan yang berupa

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 pertanyaan ingin tahu kepada pihak pria mengenai jam kedatangan pihak pria. Di samping itu, pada hasil analisis pola komunikasi pasangan subjek I, ketiga jenis transaksi komunikasi Berne terbentuk dalam keseluruhan unit interaksi, dengan pola transaksi komplementer Parent-Child paling banyak terjadi yaitu sebanyak 11 transaksi. Hal ini dikarenakan baik pihak pria maupun pihak wanita memiliki keinginan untuk dituruti dan menuruti serta menyayangi dan ingin disayang satu sama lain. Akan tetapi, dilihat dari hasil penggunaan status ego masingmasing, dapat dikatakan bahwa pihak wanita lebih dominan dalam memunculkan status ego Parent, sementara itu pihak pria lebih dominan dalam memunculkan status ego Child nya. Artinya, pihak wanita adalah pihak yang lebih banyak meminta untuk dituruti keinginannya serta menyayangi oleh pihak pria, sementara pihak pria adalah pihak yang berusaha untuk menuruti apa yang diinginkan oleh pihak wanita serta meminta untuk disayang dan diperhatikan, yang ditunjukkan dalam kutipan transaksi berikut : “ Rida (P) : Bebii udah ngantuk blm?? udah stgah 2.. Kalo bobo jm sgni kamu bakal bangun jmber ya tar pagi? ingett lohh jangan siang2 bangunnyaa Doni (C) : Yawes bubu saiki aja po?? Rida (P) : Yukkkk yukkk.. jangan bangun kesiangan y tar pagi bebbb Doni (C) : Haha.. iya deh sayang. “ (659-664) Dalam kutipan transaksi ini, transaksi komplementer ParentChild terjadi saat pihak wanita memberikan stimulus dari status ego

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 Parent (P) nya berupa pesan yang mengandung perintah untuk dituruti pihak pria. Pihak pria pun menanggapi stimulus tersebut dengan memberikan respon status ego Child (C) berupa pesan yang memperlihatkan suatu sikap penurut sebagai hasil dari perintah pihak wanita. Pada transaksi silang, terbentuknya pola transaksi silang Parent-Adult dalam dua interaksi komunikasi terjadi dikarenakan dalam transaksi pertama pihak wanita yang lebih sering menunjukkan status ego Parentnya dan menuju ke arah Child pihak pria dengan tujuan agar pihak pria mau menuruti apa yang diinginkannya, akan tetapi pihak pria sedang dalam keadaan yang tidak ingin ditolak keinginannya dengan alasan tertentu (Adult), sedangkan transaksi kedua terjadi karena sebaliknya. Transaksi silang ini kemudian menimbulkan dua keinginan yang berbeda, dan terbentuklah transaksi silang yang membuat terjadinya perdebatan dalam hubungan. Transaksi ini diperlihatkan melalui kutipan percakapan berikut ini: “ Rida (A) : Bebbb, udah malem nie bobo yukk besok harus bangun pagi lohhh Doni (P ) : Wah gak bisa kalo bobo sekarang beb, masih ngobrol. Hehehe Rida (A) : Loh kok gak mau bobo, udah malem loh ini. Ngobrol bertiga? Ngobrol apa? Doni (P) : Banyak. Ni lagi ngobrol kerjaan. Hahaha” (17-28) Dalam kutipan transaksi ini, transaksi silang Parent-Adult terjadi saat pihak wanita memberikan sebuah stimulus status ego Adult (A) kepada pihak pria berupa pesan yang mengandung informasi bahwa

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 hari sudah malam dan besok harus bangun pagi. Pihak wanita berharap bahwa pihak pria akan memberi respon status ego yang sama dan mau untuk tidur, akan tetapi pihak pria malah memberikan respon status ego Parent (P) yaitu berupa pesan yang mengandung penolakan dengan kata “tidak” karena sedang asik mengbrol dengan teman. Transaksi ini merupakan transaksi silang dikarenakan tidak terjadi kesamaan makna yang dipertukarkan yaitu bahwa adanya perbedaan kemauan pasangan. Terakhir, dalam transaksi terselubung (Adult(Parent-Child) Adult) yang ditemukan dalam dua transaksi. Dalam transaksi ini, semua status ego terselubung yang muncul berasal dari pihak wanita yang tidak jujur untuk mengungkapkan keinginannya kepada pihak pria. Akan tetapi, pihak pria mampu mengetahui maksud terselubung dari pihak wanita sehingga transaksi komunikasi dapat berjalan dengan lancar. Transaksi ini dapat ditunjukkan melalui kutipan percakapan berikut : “Doni (A) : Sayang mau makan?? Tak temenin wis. Mau makan dimana? Mau tak jmput skrg? Mau makan di burjo ae po?? Rida (A) : Ndak usah bebbii, makan sari roti ajaa akuu. Lapernya ndak terlalu kok. Kamu tumben belom laper?? Doni(A) : Hehe. Gapapa, belom laper kok . Kamu emang punya sari roti?? Kamu mau tak beliin sari roti po? Apa mau keluar bareng? Rida (A---C) : Gak punya bebb. Hahaha. Maksudnya sih nitip beliin kamu gitu waktu ak bilang mau makan sari roti ajaa. Hehe. Aku nitip aja deh beb, boleh ndak? Males keluar niee soalnya sayang. Doni (A) : Hahaha dasarrr bilang aja mau dibeliin!! Okei deh. Tak beliin ya? Rida (A--C) : Okeeee. Makasih sayangg.“ (91-112)

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 Dalam kutipan transaksi ini, transaksi terselubung (Adult- - (Parent-Child)- Adult) terjadi saat pihak wanita terlihat memberikan respon status ego Adult (A) berupa pesan yang mengandung informasi bahwa dirinya tidak mau diajak keluar oleh pihak pria karena memilih untuk sarapan di rumah. Akan tetapi sebenarnya maksud terselubungnya adalah meminta pihak pria agar membelikan roti untuk bisa dimakannya di rumah (C). Dan pada akhirnya pihak pria pun mengetahui maksud terselubung dari pihak wanitanya tersebut. 3) Kesimpulan Setelah dilakukan analisis mengenai penggunaan status ego, dalam teori Berne seseorang dapat dilihat bagaimana profil dirinya berdasarkan penggunaan status ego saat berkomunikasi. Profil diri ini disebut sebagai Egogram. Pada subjek 1, egogram dari pihak pria dan wanita adalah sebagai berikut : Egogram Pria Subjek 1 CP NP A AC Gambar 7. Egogram Pria Subjek 1 NC

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 Egogram Wanita Subjek 1 CP NP A AC NC Gambar 8. Egogram Wanita Subjek 1 Berdasar hasil penggunaan status ego, dapat dikatakan pasangan ini tidak terlalu memiliki perbedaan yang jauh akan penggunaan ketiga status ego saat melakukan transaksi komunikasi. Hal ini menunjukkan bahwa pihak pria dan wanita telah memiliki kemampuan yang cukup baik dalam mengatur status ego dalam berbicara, dapat menyampaikan pesan sesuai dengan realita dan mampu melakukan umpan balik dengan yang komplementer. Selain itu, pasangan mampu menunjukkan kapan waktu bersikap menasehati, memerintah ataupun memberi perhatian dan kasih sayang. Pasangan ini juga mau untuk menuruti keinginan satu sama lain, atau jujur dalam mengungkapkan apa yang dirasakannya, atau ketika ingin disayang dan diperhatikan. b) Pasangan Subjek 2 1) Deskripsi Pasangan Pasangan subjek II memiliki inisial Petra (P) untuk pihak pria dan Jena (J) untuk pihak wanita. Pasangan ini saat ini sama-sama

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 berusia 22 tahun. Pasangan ini masih berstatus sebagai mahasiswa tingkat akhir. Pasangan ini berasal dari pulau yang berbeda, yaitu pihak pria berasal dari Sumatra Selatan dari kota Palembang, sementara itu pihak wanita berasal dari Sulawesi Utara dari kota Manado. Pasangan ini dipertemukan saat mereka duduk di bangku kuliah karena mereka berada dalam sebuah perguruan tinggi yang sama dan dari fakultas yang sama. Hubungan pacaran diresmikan pada tanggal 11 November 2011. Pacaran menurut pasangan ini adalah masa untuk mengenal satu sama lain dan teman dekat dalam kesendirian. Pihak wanita mengatakan bahwa pihak pria adalah seseorang yang sibuk dengan kegiatannya baik di dalam atau di luar kampus sehingga menimbulkan sikap sangat cuek dan tidak termasuk pria yang romantis pada dirinya. Selain itu, pihak pria merupakan seseorang yang pencemburu jika pihak wanita dekat dengan pria lain selain dirinya. Pihak wanita juga mengatakan bahwa pihak pria adalah seseorang yang perfeksionis. Sementara itu, pihak pria menyebutkan bahwa pihak wanita adalah seseorang yang sangat manja, selalu ingin diperhatikan oleh dirinya. Pihak pria merasa bahwa pihak wanita terkadang kurang bisa menangkap apa yang dirinya maksud sehingga menyebabkan percekcokan kecil di antara mereka karena adanya perbedaan pemahaman. Di sisi lain, pihak pria merasa bahwa pihak wanita

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 adalah seseorang yang perhatian, sayang, dan terkadang mau mengalah untuk dirinya. Pasangan ini termasuk pasangan yang tidak setiap hari bertatap muka untuk berinteraksi. Kesibukan dari pihak pria serta jarak dari kos pihak wanita dan rumah pihak pria yang jauh membuat mereka harus memanfaatkan media sosial sebagai alat penghubung mereka untuk berkomunikasi. Pada awalnya mereka menggunakan BBM (Blackberry Messenger) sebagai alat komunikasi mereka, namun seiring berkembangnya media sosial lain, saat ini pasangan berkomunikasi tidak langsung melalui aplikasi pesan instant Whatsapp Messenger dan Line Messenger. Fungsi media komunikasi ini bagi mereka adalah mereka bisa memberi kabar tentang kegiatan yang sedang atau akan mereka lakukan, mereka dapat berbagi kasih sayang ketika sedang tidak dapat berjumpa, dan berbagi informasi tentang apapun yang mereka ingin bagikan kepada pasangan. Media komunikasi terkadang membuat pasangan ini menjadi bertengkar atau timbul kesalahpahaman. Hal ini dikarenakan dalam menggunakan media sosial tidak jarang terjadi kelemahan jaringan internet yang membuat pesan tidak cepat sampai pada pihak yang dituju. Selain itu, sifat komunikasi media sosial yang tidak langsung sehingga tidak menuntut umpan balik segera terkadang membuat pihak lain kesal karena pesannya tidak segera dibalas.

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 2) Pola Komunikasi Pasangan Berdasarkan dari hasil analisis pasangan subjek 2, ditemukan total jumlah percakapan sebanyak 34 unit. Percakapan tersebut terbagi menjadi 14 unit tema pembicaraan. Dari hasil penggunaan status ego, pihak pria dan urutan penggunaan Adult, Parent, dan Child, sementara pihak wanita memiliki urutan penggunaan Child, Adult, Parent. Setelah ditemukan masing-masing status ego yang dominan dari pihak pria dan wanita, dapat diketahui pola transaksi komunikasi. Pada hasil analisis pola komunikasi pasangan subjek 2, ketiga jenis transaksi komunikasi Berne terbentuk dalam keseluruhan unit interaksi dengan pola transaksi komplementer Adult-Adult terbanyak yaitu 10 transaksi. Pola ini terbentuk dikarenakan pihak pria dan pihak wanita menggunakan status ego Adult yang cukup dominan saat berkomunikasi. Artinya, pihak pria dan pihak wanita mampu menggunakan status ego Adult dengan baik saat berdiskusi atau membicarakan sesuatu yang membutuhkan sikap yang dewasa dalam bertindak dan memberi keputusan. Pola transaksi ini ditunjukkan dalam kutipan percakapan berikut: “ Jena (A) : hun, besok ak datang k rumah Tuhan dulu ya hun. Butuh siraman rohani nih Petra (A) : Iyow sore jow e.. Jena (A) : Kenapa sore hun. Banyak yang harus di kerjakan besok. Tapi kamu melocal youth dulu yaa Petra (A) : Iyoo. Mau kerja bakti dlu to?. Jena (A) : Ok deh. Berarti gak jadi makan gratis ? Petra (A) : Ya liat bsok. Ak bobo dlu ya?’ (349-363)

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 Dalam kutipan transaksi ini, transaksi komplementer AdultAdult terjadi saat pihak wanita memberikan suatu stimulus yang menunjukkan status ego Adult (A) berupa pertanyaan ingin tahu serta berdiskusi tentang kegiatan yang akan dilakukan besok bersama pihak pria. Stimulus ini kemudian ditanggapi oleh pihak pria dengan arah status ego yang sama (A) berupa umpan balik yang mengandung sifat komplementer yaitu menjawab sesuai dengan yang ditanyakan pihak wanita sehingga komunikasi dua arah berjalan dengan baik. Pada transaksi silang terdapat dua pola yang sama-sama memiliki 4 transaksi, yaitu pola transaksi silang Parent-Adult dan pola transaksi silang Adult-Child. Pada pola transaksi silang Parent-Adult, terbentuk 4 transaksi yang sebagian besar transaksinya terjadi dikarenakan pihak pria yang lebih sering menunjukkan status ego Parentnya dan menuju ke arah Child pihak pria dengan tujuan agar pihak pria mau menuruti apa yang diinginkannya, akan tetapi pihak wanita sedang dalam keadaan yang tidak ingin ditolak keinginannya dengan alasan tertentu (Adult). Pola transaksi ini dapat ditunjukkan melalui kutipan percakapan sebagai berikut: “ Jena(P): Alamat email yang kamu pake di instagram apa.Apa hunnn.Buruann.Oiiiiii Petra (A) : Ya itu jeanetmaurein@gmail.com Jena (P): Gimana sih, alamatmu kok ak tnya.Hunn.Alamat emailmu di instagram apa. Kok lama sih balesnya.Woiiiii. Ayoo hunnn cepetan dong balesnya Petra(A): Owh ya sebentar aku lagi beresin kamar. Putrawiramuda@gmail.comm. Kecil semua.” (624-638)

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 Dalam kutipan transaksi ini, transaksi silang Parent-Adult terjadi saat pihak wanita memberikan stimulus status ego Parent (P) berupa pesan yang mengandung pemaksaan dan kritikan karena pihak pria tidak segera membalas pesannya. Pihak wanita berharap bahwa pihak wanita akan memberikan respon status ego Child (C) yaitu meminta maaf dan membalas pesannya. Akan stimulus ini kemudian ditanggapi oleh pihak pria dengan memberikan respon status ego Adult (A) yaitu memberikan umpan balik berupa jawaban atas pertanyaan pihak wanita dan menjelaskan kesibukannya. Transaksi ini membentuk transaksi silang dikarenakan pasangan sedang sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Sementara itu pada pola transaksi silang Adult-Child, terjadi 4 transaksi yang seluruh transaksinya terjadi dikarenakan pihak pria yang lebih sering menunjukkan status ego Adultnya dan menuju ke arah ego Adut pihak wanita dengan tujuan untuk melakukan pembicaraan yang komplementer, saling berdiskusi dan rasional, akan tetapi pihak wanita sedang dalam keadaan yang ingin diperhatikan dan disayangin sehingga dirinya menanggapi dengan memberikan status ego Child. Hal ini menimbulkan dua keinginan yang berbeda, dan terbentuklah transaksi silang melalui kutipan percakapan berikut: “ Petra (A) : Hun, kondisimu itu gimana?. Supaya ak juga bisa perkirakan kalo kesana. Besok ak d malang soalnya 4 hari. Ntar bolak - balik, malah ak yang semaput pas tugas.. Lha gmna?.Besok paling baru ak paingan. Mau ngambil skripsi sama ketmuan dengan pak didik bentar. Soalnya berangkat jam 11. Pye? Jena (C) : Aku kedinginan hun. Pusing panas.Mau jalan pusing. Ioo. Y udahhh. Ak cuman bingung mau minta tolong k sapa

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 Petra (A) : Lha gak ada dita po anak bk itu po?. Atau endru dengan mamanya?. Kalo cuman minta tolong d beliin mkanan kan gapapa. Lagian kan udah kubilang dari kemren kalo hari ini ak pengen istirahat dulu. Jena (C) : Yoii. Ak udah minta obat sama mama endru. Ak cuma mau ada kamu kok hun.” (685-704) Dalam kutipan transaksi ini, transaksi silang Adult-Child terjadi saat pihak pria memberikan stimulus status ego Adult (A) yaitu pesan berupa pertanyaan ingin tahu keadaan yang terjadi pada pihak wanita serta kondisinya sendiri. Pihak pria berharap bahwa pihak wanita akan mengerti dan memberikan umpan balik dengan menjawab semua pertanyaan pihak pria. Akan tetapi dalam pesan tersebut mengandung status ego Child (C) yaitu bahwa pihak wanita ingin pihak pria ada menemaninya dan memperhatikannya. Transaksi ini merupakan transaksi silang dikarenakan tidak terjadi kesamaan makna yang dipertukarkan yaitu bahwa adanya tuntutan untuk saling memahami satu sama lain. Terakhir, transaksi terselubung (Adult---Adult(Parent-Child) ditemukan dalam satu transaksi, yang mana status ego terselubung berasal dari pihak wanita yang tidak jujur untuk mengungkapkan keinginannya kepada pihak pria. Akan tetapi, pihak pria mampu mengetahui maksud terselubung dari pihak wanita sehingga transaksi komunikasi dapat berjalan dengan lancar. Pola transaksi ini dapat ditunjukkan melalui kutipan percakapan berikut:

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 “ Petra (A) : Hun, ak minggu sore apa malam mau ketemu temanku dari palu yang maen k jogja lho... Jena (C) : Oooo. Ak gak diajak berarti ?? Tapi ini cuman nanya Petra (A) : Kamu mau ikut po? Jena (C) : Kalo kamu mau pergi sama teman2 gapapa. Nanti ak cari hiburan sendiri. Hehehehe Petra (A) : Apa emang hiburanmu sendiri itu? Jena (C) : Pergi kemana gitu sama mba ade. Apa nonton film . Bingung ak juga eh. Orang biasa sama si gondut . HaHHahaHhhaaha Petra (A) : Kamu to gondut Jena (C) : Hahahahaha. Ciong2 dari paingan untuk local youth gampinggg.” (76-90) Dalam kutipan transaksi ini, transaksi terselubung (Adult--- Adult(Parent-Child) terjadi saat pihak wanita terlihat memberikan respon status ego Adult (A) berupa pesan yang mengandung informasi bahwa dirinya bisa melakukan apapun ketika ditinggal pergi oleh pihak pria. Akan tetapi sebenarnya maksud terselubungnya adalah meminta pihak pria agar mengajaknya juga untuk bertemu temannya (C). Dan pada akhirnya pihak pria pun mengetahui maksud terselubung dari pihak wanitanya tersebut. 3) Kesimpulan Setelah dilakukan analisis mengenai penggunaan status ego, dalam teori Berne seseorang dapat dilihat bagaimana profil dirinya berdasarkan penggunaan status ego saat berkomunikasi. Profil diri ini disebut sebagai Egogram. Pada subjek 2, egogram dari pihak pria dan wanita adalah sebagai berikut :

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 Egogram Pria Subjek 2 CP NP A AC NC Gambar 9. Egogram Pria Subjek 2 Egogram Wanita Subjek 2 CP NP A AC NC Gambar 10. Egogram Wanita Subjek 2 Pemaparan hasil penggunaan status ego menunjukkan bahwa terdapat persamaan dan perbedaan antara hasil yang diperoleh pihak pria dan wanita. Hal ini dapat dikatakan bahwa pihak pria adalah seseorang yang mampu menunjukkan kapan waktu bersikap menasehati, memerintah ataupun memberi perhatian dan kasih sayang, akan tetapi tidak terlalu menunjukkan sikap untuk menuruti keinginan pihak wanita dan untuk mengungkapkan apa yang dirasakannya berkaitan dengan sikap ingin diperhatikan dan

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 disayang. Di sisi lain, pihak wanita adalah seseorang yang sangat suka untuk diperhatikan dan disayangi serta mau untuk menuruti apa yang diinginkan pihak pria, dan tidak terlalu menunjukkan sikap sebagai seseorang yang suka menasehati, memerintah ataupun bersikap menyayangi kepada pihak pria. c) Pasangan Subjek 3 1) Deskripsi Pasangan Pasangan subjek 3 memiliki inisial Pipi (P) untuk pihak pria dan Bobo (B) untuk pihak wanita. Pasangan ini merupakan pasangan beda usia, yang mana pihak pria berusia 23 tahun sementara pihak wanita berusia 22 tahun. Pasangan ini berasal dari kota yang berbeda, yaitu pihak pria berasal dari Yogyakarta sedangkan pihak wanita berasal dari Tangerang. Pasangan ini dipertemukan ketika mereka berada dalam satu kepanitiaan yang sama. Pihak pria merupakan kakak angkatan dari pihak wanita. hubungan kedekatan tersebut diresmikan menjadi hubungan pacaran pada tanggal 5 Mei 2010. Hubungan pacaran menurut pasangan ini adalah suatu hubungan untuk mengenal pribadi satu sama lain sehingga nantinya dapat dilihat apakah mereka cocok untuk berlanjut pada jenjang selanjutnya atau tidak. Mereka berusaha untuk saling percaya satu sama lain dan bersikap terbuka akan yang suatu hal yang ingin diungkapkan. Pihak wanita berpandangan bahwa pihak pria adalah

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 seseorang yang pengertian, dewasa, penuh kasih sayang dan mampu memahami sifatnya yang keras kepala dan manja kekanakkanakan. Sementara itu, pihak pria memandang pihak wanita sebagai seseorang yang terkadang kekanak-kanakan, namun juga terkadang bisa menjadi seseorang yang dewasa. Biasanya pertengkaran terjadi ketika pihak wanita mulai keras kepala dan muncul sikap kekanak-kanakan yang membuat dirinya tidak mau mengalah dan mendengarkan penjelasan dari pihak pria. Pasangan ini dapat dikatakan selalu bertemu setiap hari. Hal ini dikarenakan rumah pihak pria serta kos pihak wanita jaraknya cukup dekat. Walaupun sering bertemu, pasangan ini juga menggunakan media sosial sebagai alat komunikasi tidak langsung ketika tiba saat pihak pria harus pulang ke rumahnya padahal masih banyak obrolan yang ingin dilakukan. Media sosial yang biasa digunakan pasangan ini adalah BBM (Blackberry Messenger), SMS (Short Message Service) dan Skype. Pasangan ini memanfaatkan media sosial untuk mendiskusikan kegiatan-kegiatan apa saja yang ingin mereka lakukan ketika akan bertemu, bertukar informasi tentang kejadian yang terjadi saat mereka tidak bertemu, menceritakan tentang anggota keluarga atau teman pasangan, ataupun ingin berbincang lama melepas rasa kangen sambil melihat wajah pasangan melalui aplikasi Skype.

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 2) Pola Komunikasi Pasangan Berdasarkan dari hasil analisis pasangan subjek 3, ditemukan total jumlah percakapan sebanyak 30 unit. Percakapan tersebut terbagi menjadi 15 unit tema pembicaraan. Dari hasil penggunaan status ego, pihak pria dan urutan penggunaan Adult, Parent, dan Child, sementara pihak wanita memiliki urutan penggunaan Adult, Child, Parent. Setelah ditemukan masing-masing status ego yang dominan dari pihak pria dan wanita, dapat diketahui pola transaksi komunikasi. Pada hasil analisis pola komunikasi pasangan subjek 3, ketiga jenis transaksi komunikasi Berne terbentuk dalam keseluruhan unit interaksi. Sesuai dengan penggunaan status ego terbanyak, hasil transaksi komunikasi juga menghasilkan pola transaksi komplementer terbanyak Adult-Adult sebanyak 14 transaksi. Hal ini terjadi dikarenakan pihak pria dan pihak wanita menggunakan status ego Adult yang cukup dominan saat berkomunikasi. Artinya, pihak pria dan pihak wanita mampu menggunakan status ego Adult dengan baik saat berdiskusi atau membicarakan sesuatu yang membutuhkan sikap yang dewasa dalam bertindak dan memberi keputusan. Pola transaksi ini dapat ditunjukkan melalui kutipan percakapan berikut: “ Pipi (A) : boo.. sori baru ngabari.. gak jadi renang kok yank, lha mama udah berangkat, mbak novi juga malah sakit tadi jatuh dari kamar mandi.. Bobo (A) : weeeewww.. -___-“ terus piye? Gak papa kan mbak novi? Pipii udah maem? Pipi (A) : gapapa.. cuman pantat sama punggunge sakit. Belom maem, tapi nge agy maem jagung tadi beli di ramai.. btw, sebenere ntar sore kita

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79 disuruh ngajakin abel pergi.. soale mbak nophe mau pijet. Boboo mau nemenin ndak? Bobo(A) : oohhh.. ya okeee nanti aku temenin.. mau ke mana nanti? Hehheehe.. Pipi (A) : belom tau boo.. nanti kita pikirin bareng2 yaa.. hehe..” ( 8290) Dalam kutipan transaksi ini, transaksi komplementer Adult-Adult terjadi saat pihak pria memberikan suatu stimulus yang menunjukkan status ego Adult (A) berupa pesan yang mengandung informasi tentang pihak ketiga yang dikenal oleh pihak wanita. Stimulus ini kemudian ditanggapi oleh pihak wanita dengan arah status ego yang sama (A) berupa umpan balik yang mengandung sifat komplementer yaitu menjawab sesuai dengan informasi yang dipaparkan pihak pria sehingga komunikasi dua arah berjalan dengan baik. Pada transaksi silang, terbentuk sebuah pola transaksi silang Parent-Child dan Parent-Child yang terjadi pada sebuah transaksi komunikasi. Transaksi ini terjadi dikarenakan pihak pria yang menggunakan status ego Parent nya dan berusaha menuju ke arah Child pihak wanita dengan tujuan untuk menasehati dan memerintah, akan tetapi pihak wanita juga ingin menunjukkan status ego Parent nya dan berusaha menuju ke arah Child milik pihak pria dengan tujuan untuk menolak keinginan ataupun menyalahkan pihak pria. Pasangan masing-masing berusaha menunjukkan sikap menguasai satu sama lain dengan menunjukkan status ego Parentnya sehingga menimbulkan dua keinginan yang berbeda yang membuat terjadinya

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80 perdebatan dalam hubungan. Pola transaksi ini ditunjukkan melalui kutipan percakapan berikut: “ Pipi (P) : kebooo sayangg... hahhaa.. sorii baru kasih kabar. Tadi seharian ngapain aja? Aku tadi pergi sama dodi. Pulang jam berapa dari kampus? Udah makan belum? Bobo (P) : Iisshh.. Preettt.. tadi kenapa di telpon gak diangkat? -___-“ bilang kalo gak mau diganggu!! Nyebeliinn.. tadi pulang jam 2an. Udah tadi mesen mekdi lagi, lagi males keluar2 kos. Pipi (P) : hehe.. maap2 yaa.. seharian tu gak pegang hp. Lagi apa boo? Makan kok junkfood muluu.. Bobo(P) : Bodoo amaatt.. Tadi mama telpon, tanya kamu oktober jadi bisa ikut ke wonosari gak? Disuruh nginep. Maksudnya si nganter2 kemana2 gitu, soalnya papa gak bisa cuti. Tadi aku bilang aja kamu bisa. Pipi (P) : looohhh... kamu kok gak tanya aku dulu. Kemaren kan belum pasti to. Karena barengan sama reuni SMA. aku udah terlanjur janjian sama teman2 SMA.”(240-251) Dalam kutipan transaksi ini, transaksi silang Parent-Child terjadi saat pihak pria yang memberikan stimulus status ego Parent (P) yaitu berupa pesan yang mengandung ungkapan kasih sayang karena telah meninggalkan pihak wanita tanpa kabar bermaksud mengarah pada respon status ego Child pihak wanita sehingga pihak wanita menyambut ungkapan kasih sayangnya dengan kebutuhan untuk disayang dan diperhatikan. Akan tetapi, pihak wanita ternyata juga memberikan respon status ego Parent (P) yang mengarah kepada status ego Child pihak pria yaitu berupa pesan yang sifatnya mengkritik dan juga sikap tidak mengalah. Transaksi ini termasuk dalam transaksi silang dikarenakan tidak terjadi kesamaan makna pesan yang dipertukarkan pasangan yaitu adanya perbedaan kemauan.

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81 Terakhir, dalam transaksi terselubung terdapat satu transaksi terselubung (Child-Child(Parent-Child) yang terjadi dikarenakan pihak wanita yang dapat dikatakan melakukan pujian tetapi terdapat maksud terselubung berupa sindiran kepada pihak pria. Pola transaksi ini dapat ditunjukkan melalui kutipan percakapan berikut: “ Pipi (C) : boo.. nhe pipii udah di rumah... oiyaa pipii udah mandi lhoo.. hehehe.. Bobo (C--P) : ciyeeeee rajin nyaa.. wah abis ni ujan deres kayanya kalo pipii kerajinan gini... hahaaaaa....” Pipi (C) : hasyem, ngece loh bobo ki.. (120-122) Dalam kutipan transaksi ini, transaksi terselubung (Child--Child(Parent-Child) terjadi saat pihak wanita terlihat memberikan respon status ego Child (C) berupa pesan yang mengandung reaksi kegembiraan karena pihak pria melakukan sesuatu hal yang lain dari biasanya. Akan tetapi sebenarnya maksud terselubungnya adalah ada pesan yang berupa sindiran karena pihak pria melakukan hal yang tidak biasa (P). Pihak pria yang mengetahui hal tersebut kemudian merasa malu karena disindir pihak wanita. 3) Kesimpulan Setelah dilakukan analisis mengenai penggunaan status ego, dalam teori Berne seseorang dapat dilihat bagaimana profil dirinya berdasarkan penggunaan status ego saat berkomunikasi. Profil diri ini disebut sebagai Egogram. Pada subjek 3, egogram dari pihak pria dan wanita adalah sebagai berikut :

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82 Egogram Pria Subjek 3 CP NP A AC NC Gambar 11. Egogram Pria Subjek 3 Egogram Wanita Subjek 3 CP NP A AC NC Gambar 12. Egogram Wanita Subjek 3 Pemaparan hasil status ego tersebut menunjukkan bahwa pihak pria dan wanita memiliki penggunaan status ego Adult yang cukup banyak saat berkomunikasi. Hal ini menunjukkan bahwa pasangan memiliki kemampuan yang baik dalam berdiskusi atau dapat menyampaikan pesan sesuai dengan realita dan mampu melakukan umpan balik dengan yang komplementer. Sementara itu, pihak pria adalah seseorang yang mampu menunjukkan kapan waktu bersikap menasehati, memerintah ataupun memberi perhatian dan

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 83 kasih sayang, akan tetapi tidak terlalu menunjukkan sikap untuk menuruti keinginan pihak wanita dan untuk mengungkapkan apa yang dirasakannya berkaitan dengan sikap ingin diperhatikan dan disayang. Di sisi lain, pihak wanita adalah seseorang yang sangat suka untuk diperhatikan dan disayangi serta mau untuk menuruti apa yang diinginkan pihak pria, dan tidak terlalu menunjukkan sikap sebagai seseorang yang suka menasehati, memerintah ataupun bersikap menyayangi kepada pihak pria. 2. Analisis Antar Pasangan Subjek Berdasarkan hasil pemaparan pada analisis setiap subjek, kemudian dapat dilakukan analisis antar pasangan subjek. Analisis diawali dari hasil penggunaan status ego pada pihak pria dan wanita dari masing-masing pasangan subjek. Pada hasil penggunaan status ego ketiga pihak pria, dapat diperoleh hasil bahwa ketiga subjek pria memiliki kesamaan akan penggunaan status ego yang dominan yaitu status ego Adult, pada saat melakukan transaksi komunikasi dengan pihak wanita. Hal ini menunjukkan bahwa pihak pria dari keseluruhan pasangan subjek telah memiliki kemampuan yang cukup baik dalam mengatur status ego dalam berbicara dan berdiskusi, dapat menyampaikan pesan sesuai dengan realita dan mampu melakukan umpan balik dengan yang komplementer. Status ego kedua yang cukup banyak digunakan adalah Parent, dan muncul pada pihak pria subjek 2 dan subjek 3, yang menunjukkan bahwa mereka adalah seseorang yang mampu menunjukkan kapan waktu bersikap

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 84 menasehati, memerintah ataupun memberi perhatian dan kasih sayang. Di sisi lain, pihak pria subjek 1 memiliki hasil yang berbeda yaitu status ego Child yang berarti pihak pria adalah seseorang yang jujur dalam mengungkapkan apa yang dirasakannya, suka untuk diperhatikan dan disayangi serta mau untuk menuruti apa yang diinginkan pihak wanitanya. Status ego yang paling sedikit digunakan pada ketiga subjek pria memiliki perbedaan, yaitu pihak pria subjek 2 dan subjek 3 memiliki penggunaan status ego paling sedikit yaitu status ego Child yang berarti adalah pihak yang tidak terlalu menunjukkan sikap untuk menuruti keinginan pihak wanita dan mengungkapkan apa yang dirasakannya berkaitan dengan sikap ingin diperhatikan dan disayang. Sementara pihak pria subjek 1 memiliki hasil penggunaan status ego paling sedikit yaitu status ego Parent yaitu pihak yang tidak terlalu menunjukkan sikap sebagai seseorang yang suka menasehati, memerintah ataupun bersikap menyayangi kepada pihak wanita. Sementara itu, berdasarkan hasil analisis penggunaan status ego pada ketiga subjek wanita, memiliki hasil yang berbeda baik dalam penggunaan status ego terbanyak maupun yang paling sedikit. Pada penggunaan status ego terbanyak, subjek 1 dan subjek 3 memiliki kesamaan yaitu status ego Adult yang sering digunakan saat melakukan transaksi komunikasi. Dalam hasil ini dapat dikatakan bahwa pasangan subjek 1 dan subjek 3 memiliki kemampuan yang baik dalam berdiskusi atau dapat menyampaikan pesan sesuai dengan realita dan mampu melakukan umpan balik dengan yang komplementer. Di sisi lain, pihak wanita subjek 2 memiliki hasil yang

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 85 berbeda dikarenakan pihak wanita subjek 2 memiliki penggunaan status ego terbanyak yaitu status ego Child. Hal ini berarti pihak wanita subjek 2 adalah seseorang yang jujur dalam mengungkapkan apa yang dirasakannya, sangat suka untuk diperhatikan dan disayangi serta penurut terhadap apa yang diinginkan pihak pria. Pada status ego terbanyak kedua, ketiga pasangan subjek pihak wanita memiliki hasil yang berbeda-beda. Pihak wanita subjek 1 memiliki hasil status ego Parent, yang berarti adalah pihak yang mampu menunjukkan kapan waktu bersikap menasehati, memerintah ataupun memberi perhatian dan kasih sayang. Pihak wanita subjek 2 memiliki hasil yang lain yaitu penggunaan status ego Adult, yang berarti seseorang memiliki kemampuan yang cukup baik dalam mengatur status ego dalam berbicara, dapat menyampaikan pesan sesuai dengan realita dan mampu melakukan umpan balik dengan yang komplementer. Sementara itu, pihak wanita subjek 3 yaitu penggunaan status ego Child yang juga cukup banyak. Hal ini berarti pihak wanita adalah seseorang yang mau jujur dalam mengungkapkan apa yang dirasakannya, atau ketika ingin disayang dan diperhatikan. Penggunaan status ego paling sedikit yang dilakukan pada pihak wanita saat melakukan transaksi komunikasi ditemukan kesamaan antara subjek 2 dan subjek 3, yaitu melalui penggunaan status ego Parent. Hal ini menunjukkan bahwa pihak wanita subjek 2 dan subjek 3 adalah seseorang yang tidak terlalu menunjukkan sikap sebagai seseorang yang suka

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86 menasehati, memerintah ataupun bersikap menyayangi kepada pihak pria. Sementara itu, pada pihak wanita subjek 1 memiliki penggunaan status ego paling sedikit yaitu status ego Child, hal ini berarti pihak wanita adalah seseorang yang tidak terlalu menunjukkan sikap untuk menuruti keinginan pihak pria dan untuk mengungkapkan apa yang dirasakannya berkaitan dengan sikap ingin diperhatikan dan disayang. Setelah menganalisis masing-masing status ego yang dominan dari pihak pria dan wanita dari keseluruhan pasangan subjek, maka dapat dianalisis pola transaksi komunikasi yang terbentuk pada keseluruhan pasangan subjek. Dalam hasil analisis ini, ketiga jenis transaksi komunikasi Berne terbentuk dalam keseluruhan unit interaksi. Pada hasil analisis pola komunikasi, diketahui bahwa subjek 1 memiliki 5 pola transaksi komplementer, dan pola transaksi silang serta pola transaksi terselubung yang masing-masing sebanyak satu pola. Pada subjek 2 memiliki 4 pola transaksi komplementer,4 pola transaksi silang, 1 pola transaksi terselubung. Terakhir pada subjek 3 memiliki 4 pola transaksi komplementer, dan pola transaksi silang serta pola transaksi terselubung sebanyak 1 pola. Berdasarkan pemaparan hasil pola komunikasi tersebut, dapat dikatakan bahwa pola transaksi yang paling banyak terbentuk adalah pola transaksi komplementer, kemudian pola transaksi silang, dan yang paling sedikit terbentuk adalah pola transaksi terselubung. Pada keseluruhan pasangan subjek terdapat pola transaksi komunikasi sama dan muncul dalam setiap pasangan subjek, pola transaksi komunikasi tersebut adalah pola transaksi

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 87 komplementer Adult-Adult, pola transaksi komplementer Child-Child, pola transaksi komplementer Parent Child, dan pola transaksi komplementer Parent-Adult. Sementara itu pada transaksi silang terdapat pola transaksi silang Parent-Child, dan pada transaksi terselubung tidak terdapat pola sama yang muncul dalam keseluruhan pasangan subjek. Berdasarkan dari pola transaksi komunikasi terbanyak yang muncul dalam seluruh unit interaksi, memiliki perbedaan dalam setiap pasangan subjek. Pada pasangan subjek 2 dan subjek 3, pola transaksi komunikasi yang paling banyak muncul pada saat melakukan transaksi komunikasi adalah pola transaksi komplementer Adult-Adult, sedangkan pada pasangan subjek 1 pola ini adalah pola transaksi komunikasi terbanyak kedua. Hal ini menunjukkan bahwa pihak pria dan pihak wanita pada pasangan subjek 2 dan 3 telah mampu menggunakan status ego Adult dengan baik saat berdiskusi atau membicarakan sesuatu yang membutuhkan sikap yang dewasa dalam bertindak dan memberi keputusan. Sementara itu, pada pasangan subjek 1 memiliki pola transaksi terbanyak yaitu pola transaksi komplementer Parent-Child, yang mana pada transaksi ini, pihak wanita merupakan pihak yang lebih sering menggunakan status ego Parent sedangkan pria menggunakan ego Childnya. Hal ini berarti pihak wanita pasangan subjek 1 adalah pihak yang lebih banyak meminta untuk dituruti keinginannya oleh pihak pria serta lebih perhatian dan penyayang, sementara pihak pria adalah pihak yang berusaha untuk menuruti apa yang diinginkan oleh pihak wanita serta meminta untuk

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 88 disayang dan diperhatikan. Di sisi lain, pola transaksi Parent-Child yang terbentuk pada pasangan subjek 2 dan 3 merupakan pola transaksi komunikasi terbanyak kedua yang mana pihak pria lebih dominan dalam memunculkan status ego Parent. Pada pola transaksi silang dari ketiga pasangan subjek, yang terbanyak menghasilkan pola transaksi silang adalah pasangan subjek 2. Dalam hal ini, terdapat dua pola transaksi silang, yang mana keseluruhan terjadi dalam 8 transaksi komunikasi. Pola pertama adalah pola transaksi silang Parent-Adult dan pola kedua adalah pola transaksi silang Adult-Child. Pada pola transaksi silang Parent-Adult, sebagian besar transaksinya terjadi dikarenakan pihak pria yang lebih sering menunjukkan status ego Parentnya dan menuju ke arah Child pihak pria dengan tujuan agar pihak pria mau menuruti apa yang diinginkannya, akan tetapi pihak wanita sedang dalam keadaan yang tidak ingin ditolak keinginannya dengan alasan tertentu (Adult). Sementara itu pada pola transaksi silang Adult-Child, transaksinya terjadi dikarenakan pihak pria yang lebih sering menunjukkan status ego Adultnya dan menuju ke arah ego Adut pihak wanita dengan tujuan untuk melakukan pembicaraan yang komplementer, saling berdiskusi dan rasional, akan tetapi pihak wanita sedang dalam keadaan yang ingin diperhatikan dan disayangin sehingga dirinya menanggapi dengan memberikan status ego Child. Pada pasangan subjek 1 dan subjek 3 hanya terdapat 1 pola transaksi silang, yaitu pola transaksi silang Parent-Child, yang mana hal ini terjadi

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 89 dikarenakan pihak pria dan wanita sama-sama ingin menunjukkan kekuasaannya dalam pembicaraan dan tidak ada yang mau mengalah. Terakhir, pola transaksi terselubung muncul dalam keseluruhan pasangan subjek, akan tetapi pola transaksi terselubung yang terbentuk berbeda satu dengan yang lainnya. Pada pasangan subjek 1 pola transaksi terselubung yang terbentuk adalah pola transaksi terselubung (Adult---Adult (Parent-Child), pada subjek 2 pola transaksi terselubung yang terbentuk adalah pola (Adult---Adult (Child-Parent), sedangkan pada subjek 3 pola transaksi terselubung yang terbentuk adalah pola (Child---Child (ParentChild). Walaupun berbeda dalam bentuk pola transaksi terselubung, akan tetapi terdapat beberapa kesamaan antara ketiga pasangan subjek. Kesamaan pertama yaitu transaksi terselubung yang terjadi pada setiap subjek hanya terbentuk pada sebuah transaksi. Kesamaan kedua adalah transaksi komunikasi terselubung tersebut semuanya terjadi dikarenakan pihak wanita yang tidak jujur untuk mengungkapkan keinginannya atau bermaksud untuk memancing kesadaran kepada pihak pria, dan dari ketiga pola transaksi terselubung tersebut pihak pria mampu mengetahui maksud terselubung dari pihak wanita sehingga transaksi komunikasi yang terjadi dapat berjalan dengan lancar. Berdasarkan hasil paparan keseluruhan pasangan subjek mengenai status ego serta kaitannya dengan pola transaksi komunikasi yang terbentuk, dapat dikatakan bahwa pihak pria dan pihak wanita pada keseluruhan pasangan memiliki perbedaan dalam penggunaan status ego serta transaksi

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 90 komunikasi. Akan tetapi, adanya perbedaan ini tetap menghasilkan transaksi komplementer dengan jumlah transaksi yang paling banyak terbentuk dalam keseluruhan transaksi komunikasi, walaupun masih terdapat beberapa transaksi komunikasi silang maupun transaksi terselubung yang menyebabkan ketidaklancaran dalam berkomunikasi. Hal ini mengandung arti bahwa keseluruhann pasangan telah mampu mengelola status egonya dengan cukup baik dalam menciptakan stimulus atau respon yang tepat saat berkomunikasi. Selain itu, banyaknya pola transaksi komplementer yang terjadi menyimpulkan bahwa komunikasi yang terjadi pada keseluruhan pasangan telah memenuhi kriteria efektivitas komunikasi menurut Berne.

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 91 Tabel Hasil Analisis Data Per Pasangan Subjek Jumlah Percakap an Jumlah Tema Pembicaraan Urutan Penggunaan status ego Pria 1 37 unit data 20 tema pembicaraan Adult Urutan Penggunaan status ego Wanita Adult Parent (CP dan NP yang seimbang) Parent (CP dan NP yang seimbang) Child (NC lebih menonjol) Child (NC lebih menonjol) Transaksi Komplementer Transaksi Silang Transaksi Terselubung 6 pola transaksi komplementer dengan pola terbanyak 1 pola transaksi silang 1 pola transaksi terselubung Pola (Parent– Child dan AdultAdult) sebanyak 2 unit percakapan Pola (Adult (Parent- - Child) - Adult) sebanyak 2 unit percakapan Pola (Parent-Child) sebanyak 11 unit percakapan Pola (Adult-Adult) sebanyak 9 unit percakapan Pola (Adult-Child) sebanyak 6 unit percakapan Pola (Adult-Parent) sebanyak 4 unit percakapan

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 92 Pola (Child-Child) sebanyak 2 unit percakapan 2 34 unit data 14 tema pembicaraan Adult Parent (CP lebih menonjol) Child (NC lebih menonjol) Child (NC lebih menonjol) Adult Parent (CP lebih menonjol) Pola (ParentParent) sebanyak 1 unit percakapan 5 pola transaksi komplementer Pola (Adult-Adult) sebanyak 10 unit percakapan Pola (Parent-Child) sebanyak 7 unit percakapan Pola (Adult-Child) sebanyak 3 unit percakapan Pola (Child-Child) sebanyak 3 unit percakapan 3 pola transaksi silang dengan pola terbanyak 1 pola transaksi terselubung Pola (ParentChild dan AdultAdult) sebanyak 4 unit percakapan Pola (Adult Adult (Child- - Parent)) sebanyak 1 unit percakapan Pola (Adult-Adult dan Child-Parent) sebanyak 4 unit percakapan Pola (ParentChild dan ParentChild) sebanyak 1 unit percakapan

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93 3 30 unit data 15 tema pembicaraan Adult Adult Parent (NP lebih menonjol) Child (NC lebih menonjol) Child (NC lebih menonjol) Parent (CP lebih menonjol) Pola (Parent-Adult) sebanyak 1 unit percakapan 5 pola transaksi komplementer Pola (Adult-Adult) sebanyak 14 unit percakapan Pola (Parent-Child) sebanyak 10 unit percakapan Pola (ParentParent) sebanyak 2 unit percakapan Pola (Child -Child) sebanyak 1 unit percakapan Pola (Parent-Adult) sebanyak 1 unit percakapan 1 pola transaksi silang 1 pola transaksi terselubung Pola (ParentChild dan ParentChild) sebanyak 1 unit percakapan Pola (ChildChild (Parent - - Child) sebanyak 1 unit percakapan

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 94 D. Pembahasan Benokraitis (1996) mengemukakan pacaran adalah proses dimana seseorang bertemu dengan seseorang lainnya dalam konteks sosial yang bertujuan untuk menjajaki kemungkinan sesuai atau tidaknya orang tersebut untuk dijadikan pasangan hidup. Dalam proses menjalani suatu hubungan pacaran, maka tidaklah terlepas oleh salah satu komponen pacaran yaitu komunikasi. Pada pasangan yang berpacaran, terjalin suatu komunikasi yang disebut sebagai komunikasi interpersonal (Harjana,2003). Komunikasi interpersonal adalah komunikasi yang terjadi antara dua orang atau lebih yang memiliki suatu hubungan tertentu. Jika komunikasi interpersonal tidak berjalan dengan baik maka semakin sering komunikasi dapat membuat hubungan pacaran tersebut menjadi renggang atau bahkan menyebabkan hubungan tersebut berakhir (Vangelisti,2012). Semua subjek memiliki cara masing-masing untuk mempertahankan kelanggengan hubungan pacarannya, dimulai dari saling percaya, adanya keterbukaan, memahami kelebihan dan kekurangan masing-masing, agar terjadi kelancaran dalam komunikasi walaupun saat tidak bertemu. Hal ini memang penting dikarenakan dengan adanya komunikasi interpersonal yang baik maka dapat meningkatkan perasaan cinta di antara pasangan serta dapat mengurangi prasangka, mengkomunikasikan keinginan dan harapan, memahami karakter masing-masing, sehingga dapat menimbulkan pengertian dan kepuasan pada masing-masing pihak (Astuti,2003). Media merupakan

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 95 salah satu sarana untuk memfasilitasi pihak-pihak yang berkomunikasi melakukan komunikasi secara tidak langsung (Effendi,1986). Bentuk adanya penggunaaan media komunikasi modern adalah melalui media sosial online. Penelitian menemukan bahwa remaja menggunakan instant messaging khususnya sebagai pengganti komunikasi tatap muka dengan pasangannya .Menurut penelitian ini, dilakukan pada 2001-02, remaja menggunakan pesan instan sebagai media komunikasi pendukung lain seperti, komunikasi melalu telepon atau tatap muka. Remaja menemukan pesan instan sangat berguna untuk berbicara dengan bebas kepada pasangan mereka (Subrahmanyam&Patricia,2008). Ketiga pasangan subjek penelitian dapat dikatakan telah menggunakan hampir sebagian aplikasi media sosial online yang sedang nge-trend di kalangan anak muda zaman sekarang. Aplikasi seperti Line, Blackberry Messenger, Whatsapp, Skype, serta adanya Short Message Service yang semuanya memudahkan pasangan untuk tetap dapat berkomunikasi tidak langsung. Berdasarkan pada teori analisis transaksional Berne, komunikasi antar manusia diibaratkan sebagai sebuah transaksi. Sebuah transaksi terjadi jika dalam berkomunikasi terjadi pertukaran antara pesan yang dikirim dengan pesan yang diterima. Saat seseorang berkomunikasi status ego merupakan sesuatu yang mendasari bagaimana mereka memulai atau menanggapi suatu pembicaraan. Dikatakan bahwa status Ego merupakan suatu sistem perasaan dan kondisi pikiran yang saling berkaitan dengan bagaimana seseorang berbicara dan bersikap pada dunia di sekitarnya (Harris,1969). Oleh karena itu,

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 96 pada saat seseorang berkomunikasi dengan orang lain, maka mereka dapat menggunakan salah satu dari tiga status egonya (Parent, Adult, Child) sebagai titik ukur, dan orang lain dapat menanggapi pernyataan dari orang tersebut dengan juga menggunakan salah satu Status Egonya. Setiap orang tentunya memiliki urutan kebiasaan penggunaan status ego yang berbeda-beda, hal ini dibuktikan oleh hasil analisis status ego pada ketiga pasangan subjek penelitian yang mana masing-masing pihak dalam pasangan memiliki hasil urutan penggunaan status ego yang berbeda-beda. Pada hasil penggunaan status ego ketiga pihak pria, dapat diperoleh hasil bahwa ketiga subjek pria memiliki kesamaan akan penggunaan status ego yang dominan pada saat melakukan transaksi komunikasi dengan pihak wanita.yaitu status ego Adult, Akan tetapi, pada urutan selanjutnya terdapat adanya perbedaan urutan. Status ego kedua yang cukup banyak digunakan adalah Parent, muncul pada pihak pria pasangan subjek 2 dan subjek 3, sementara pada pihak pria pasangan subjek 1 yaitu status ego Child. Pada penggunaan status ego yang paling sedikit, yaitu pihak pria pasangan subjek 2 dan subjek 3 memiliki penggunaan status ego paling sedikit yaitu status ego Child, sementara pihak pria pasangan subjek 1 adalah status ego Parent. Hasil yang sedikit berbeda ditunjukkan pada pihak wanita. Pihak wanita pasangan subjek 1 dan subjek 3 memiliki status ego Adult terbanyak, sementara pihak wanita subjek 2 adalah status ego Child. Pada status ego terbanyak kedua, ketiga pasangan subjek pihak wanita memiliki hasil yang berbeda-beda. Pihak wanita subjek 1 memiliki hasil status ego Parent, pihak wanita subjek 2

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 97 memiliki hasil yang lain yaitu status ego Adult, sementara itu, pihak wanita subjek 3 yaitu status ego Child. Penggunaan status ego paling sedikit yang dilakukan pada pihak wanita saat melakukan transaksi komunikasi ditemukan kesamaan antara subjek 2 dan subjek 3, yaitu melalui penggunaan status ego Parent, sementara pihak wanita subjek 1 adalah status ego Child. Pada teori komunikasi transaksional Berne, permulaan transaksi komunikasi dinamakan rangsangan atau stimulus transaksional, dan tanggapannya dinamakan respon transaksional. Melalui analisis komunikasi transaksional, seseorang belajar untuk menyadari status ego mana yang sebaiknya diungkapkan sebagai suatu stimulus atau respons sehingga komunikasi berjalan lancar secara efektif. Hal ini dikarenakan setiap jenis transaksi yang terjadi dalam komunikasi bergantung pada bagaimana seseorang menggunakan status egonya saat berkomunikasi dengan orang lain. Berdasarkan hasil analisis pola transaksi, diketahui bahwa ketiga transaksi komunikasi Berne terbentuk dalam ketiga pasangan subjek penelitian. Setiap pasangan subjek memiliki jumlah pola transaksi komunikasi yang berbedabeda. Pada pasangan subjek 2 dan subjek 3, pola transaksi komunikasi yang paling banyak muncul adalah pola transaksi komplementer Adult-Adult, sedangkan pada pasangan subjek 1 pola ini adalah pola transaksi komunikasi terbanyak kedua. Sementara itu, pada pasangan subjek 1 memiliki pola transaksi terbanyak yaitu pola transaksi komplementer Parent-Child, yang mana pada transaksi ini, pihak wanita merupakan pihak yang lebih sering

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 98 menggunakan status ego Parent sedangkan pria menggunakan ego Childnya. Di sisi lain, pola transaksi Parent-Child yang terbentuk pada pasangan subjek 2 dan 3 merupakan pola transaksi komunikasi terbanyak kedua, yang mana pihak pria lebih dominan dalam memunculkan status ego Parent. Pada pola transaksi silang dari ketiga pasangan subjek, yang terbanyak menghasilkan pola transaksi silang adalah pasangan subjek 2, yang mana keseluruhan terjadi dalam 8 transaksi komunikasi. Pola pertama adalah pola transaksi silang Parent-Adult dan pola kedua adalah pola transaksi silang Adult-Child. Pada pasangan subjek 1 dan subjek 3 hanya terdapat 1 pola transaksi silang, yaitu pola transaksi silang Parent-Child. Terakhir, pola transaksi terselubung muncul dalam keseluruhan pasangan subjek, akan tetapi pola transaksi terselubung yang terbentuk berbeda satu dengan yang lainnya. Seluruh transaksi terselubung tersebut semuanya terjadi dikarenakan pihak wanita yang tidak jujur untuk mengungkapkan keinginannya kepada pihak pria, dan dari ketiga pola transaksi terselubung tersebut pihak pria mampu mengetahui maksud terselubung dari pihak wanita sehingga transaksi komunikasi yang terjadi dapat berjalan dengan lancar. Dalam kehidupan sehari-hari, tidak semua jenis transaksi menciptakan terjadinya suatu komunikasi yang efektif. Suatu komunikasi yang efektif terjadi ketika seseorang mampu menentukan status egonya dengan tepat sebagai respon atau stimulus status ego yang diberikan orang lain. Ketika salah satu pihak dalam kegiatan komunikasi menyadari status ego manakah yang terdapat pada orang lain yang diajak berkomunikasi, lalu dapat bersikap terbuka pada

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 99 keinginannya dengan menanggapi hal tersebut menggunakan status ego yang tepat, maka komunikasi akan saling melengkapi dan berlangsung terus. Hal inilah yang menurut Berne terjadi transaksi komunikasi yang efektif. Berdasarkan dari hasil analisis ketiga pasangan subjek penelitian, dapat dikatakan bahwa walaupun terdapat perbedaan dalam penggunaan status ego yang dominan dalam diri setiap pasangan, sehingga menimbulkan beberapa transaksi silang dan terselubung, akan tetapi komunikasi yang mengarah pada transaksi komplementer masih menjadi jumlah transaksi yang paling banyak terbentuk dalam komunikasi yang dilakukan oleh keseluruhan pasangan. Hal ini mengandung arti bahwa komunikasi yang terjadi pada keseluruhan pasangan telah memenuhi kriteria efektivitas komunikasi menurut Berne. Pasangan telah mampu mengelola status egonya dengan cukup baik dalam menciptakan stimulus atau respon yang tepat saat berkomunikasi, sehingga meminimalisasi terjadinya transaksi nonkomplementer.

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V KESIMPULAN A. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian, peneliti dapat menyimpulkan bahwa ketiga status ego dari teori Berne yaitu status ego Parent, Adult, dan Child muncul dalam diri setiap pasangan saat mereka berkomunikasi. Status ego Parent banyak digunakan oleh pasangan untuk menunjukkan suatu bentuk sikap otoriter dan sikap menyayangi. Status ego Adult banyak digunakan pasangan saat berdiskusi tentang suatu hal. Status ego Child banyak digunakan oleh pasangan sebagai bentuk sikap penurut dan sikap ingin diperhatikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pihak pria dan wanita pada keseluruhan pasangan memiliki penggunaan status ego terbanyak yaitu status ego Adult. Sementara itu status ego yang paling sedikit digunakan pada mayoritas pihak pria adalah status ego Child, sedangkan pada pihak wanita adalah status ego Parent. Berkaitan dengan pola komunikasi yang terbentuk, peneliti menyimpulkan bahwa ketiga jenis transaksi komunikasi Berne muncul dalam komunikasi yang dilakukan seluruh pasangan. Total jumlah terbentuknya transaksi dari keseluruhan subjek adalah, 16 transaksi komplementer, 5 transaksi silang, dan 3 transaksi terselubung. Pola transaksi komplementer Adult-Adult merupakan pola transaksi terbanyak yang terjadi pada mayoritas pasangan. Hal ini menunjukkan bahwa pihak pria dan pihak wanita dalam 100

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 101 pasangan telah mampu menggunakan status ego Adult dengan baik saat berdiskusi atau membicarakan sesuatu yang membutuhkan sikap yang dewasa dalam bertindak dan memberi keputusan walaupun melalui media komunikasi tidak langsung. Pada transaksi silang, hasil penelitian menunjukkan bahwa pola transaksi silang yang paling banyak terbentuk dari keseluruhan subjek adalah pola transaksi silang Adult-Child dan Parent-Adult. Transaksi silang ini terjadi dikarenakan pada saat melakukan komunikasi melalui media sosial, terdapat adanya perbedaan keinginan dan penerimaan makna pesan dari masing-masing pihak sehingga tidak terjalin suatu komunikasi yang komplementer dan timbul kesalahpahaman. Sementara itu, komunikasi melalui media sosial memunculkan suatu pola transaksi terselubung dalam keseluruhan pasangan subjek walaupun hanya terbentuk dalam satu transaksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh pihak wanita dari setiap pasangan melakukan suatu transaksi terselubung dikarenakan pihak wanita ingin menutupi hal yang sebenarnya ingin dikatakan atau bermaksud untuk memancing kesadaran pihak pria dengan pesan terselubung yang mengarah pada transaksi komunikasi Parent-Child. Pada hasil penelitian ini, transaksi terselubung tidak menyebabkan transaksi silang dikarenakan pihak pria mampu untuk menyadari pesan terselubung dari pernyataan yang dikatakan pihak wanita. Berdasarkan dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan dalam penggunaan status ego yang dominan dalam diri setiap pasangan, sehingga menimbulkan beberapa transaksi silang dan terselubung.

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 102 Akan tetapi, komunikasi yang mengarah pada transaksi komplementer masih menjadi jumlah transaksi yang paling banyak terbentuk dalam komunikasi yang dilakukan oleh keseluruhan pasangan. Penggunaan komunikasi melalui media sosial dalam hubungan berpacaran memiliki beberapa hambatan dikarenakan sifatnya yang tidak bisa melakukan tatap muka, karakter pasangan yang berbeda-beda, yang sangat beresiko untuk terjadinya kesalahpahaman dan perselisihan saat berkomunikasi. Pasangan telah mampu menggunakan status egonya dengan tepat dalam rangka menciptakan stimulus dan respon saat berkomunikasi untuk membentuk komunikasi yang efektif menurut Berne yaitu adanya transaksi komunikasi komplementer yang lebih dominan pada keseluruhan percakapan. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa komunikasi berpacaran menggunakan media sosial menuntut pasangan untuk menggunakan kemampuannya memahami dan memunculkan status ego dengan baik agar mampu menghasilkan transaksi komunikasi yang memenuhi kriteria efektivitas komunikasi menurut Berne. B. Keterbatasan Penelitian Peneliti menyadari bahwa penelitian yang dilakukan memiliki suatu keterbatasan, yaitu peneliti hanya mengandalkan perolehan data melalui dokumentasi tanpa melalukan verifikasi data yang diperoleh kepada subjek penelitian. Hal ini membuat peneliti hanya mendapatkan data verbal tanpa diperkuat oleh penjelasan subjek mengenai sikap nonverbal yang dimunculkan.

(121) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 103 C. Saran 1. Bagi penelitian lebih lanjut Bagi peneliti selanjutnya yang tertarik untuk meneliti hal yang sama, mungkin dapat menyempurnakan penelitian ini berkaitan dengan metode pengumpulan data. Selain pengumpulan dokumen sebaiknya didukung dengan verifikasi data penelitian kembali pada subjek yang bersangkutan agar tidak terjadi salah persepsi dan mengira-ngira mengenai sikap nonverbal subjek. 2. Bagi subjek penelitian Setelah mengetahui profil diri mengenai cara berkomunikasinya, diharapkan pasangan dapat memperbaiki ataupun meningkatkan kembali kemapuannya mengatur status ego dalam menciptakan transaksi komunikasi yang efektif dengan pasangan.

(122) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Astuti, C.D.P. 2003. Hubungan kualitas komunikasi dan toleransi stres dalam perkawinan. Suksama vol.2, No.1, hal 52-60. Yogyakarta:Universitas Sanata Dharma Benokraitis, N.V. (1996). Marriages and families, changes, choice and constraints (ed. ke-2). New Jersey : Prentice Hall Inc. Berne, Eric. (1964). Games people play. New York : Grove Press, Inc. Blot,P. De. (1992). Analisis transaksional (Mengenal diri dengan analisis transaksional berpangkal pada kebudayaan indonesia). Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama. Boneva,B. S., Amy Q., Robert E.K., Sara K., & Irina,S. (2004). Teenage communication in the instant messaging era. Carnegie Mellon University. Boneva, Bonka. 2001. Using e-mail for personal relationships: the difference gender makes. In press, American Behavioral Scientist. Special issue on The Internet and Everyday Life. Version 10. Coyne, Sarah et al. 2011. “I luv u :)!”: A descriptive study of the media use of individuals in romantic relationships. Family Relations © 2011 by the National Council on Family Relations) Volume 60, Issue 2, pages 150– 162. Bungin,Burhan. (2001). Metode Penelitian Kualitatif (ed). Jakarta : PT Rajagrafindo Persada Duvall, E.M., & Miller, B.C. (1985). Marriage and family development (ed. ke-6). New York : Harper & Row Publishers, Inc. Effendy, O. U. (1986). Dinamika komunikasi. Bandung : CV Remaja Karya. Effendy, O. U. (2000). Ilmu, teori dan filsafat komunikasi. Bandung : PT Citra Aditya Bakti. Hardjana, A. M. 2002. Kiat berpacaran. Yogyakarta : Kanisius Harjana, A. (2003). Komunikasi intrapersonal & interpersonal. Yogyakarta: Kanisius. Harris, MD., & Thomas, A. (1969). I’m OK – You’re OK : Saya OKE Kamu OKE.. Jakarta : Penerbit Erlangga. Herdiansyah, Haris. 2010. Metodologi penelitian kualitatif untuk ilmu-ilmu sosial. Jakarta: Salemba Humanika. Hukom, A. J. (1990). Analisis transaksional. Jakarta : Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Hurlock, B.E. (1999). Psikologi perkembangan: Suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan. Jakarta : Erlangga Kamus besar bahasa indonesia (ed. ke-3). (2003). Jakarta : Balai Pustaka. Kholil, Syukur. (2006). Metodologi penelitian. Bandung : Citapusaka Media. Kleinschmidt, Karen. 2014. Effective communication between couple. livestrong.com. Kosim, E. 1988. Metode sejarah; asas dan proses. Bandung : Jurusan Sejarah UNPAD Kuntowijoyo. (1995). Pengantar ilmu sejarah. Yogyakarta : Bentang Budaya 104

(123) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 105 Kurnia,Envy. 2012. Komunikasi dalam pacaran. Diakses Juli 2014 dari http://ernykurnia.blogspot.com/2012/09/komunikasi-dalam-pacaran.html Lunandi, A.G. (1987). Komunikasi mengena (Meningkatkan efektivitas komunikasi antar pribadi). Yogyakarta : Kanisius. Moleong, Lexy J. (2002). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung : Rosda. Nazir, M. (1999). Metode penelitian. Jakarta : Ghalia Indonesia. Nurul, N.H. (2012). Self disclosure dan media komunikasi. Skripsi. Departemen Ilmu Komunikasi : Universitas Sumatera Utara Phil, Rich. 2007. Effective communication and healthy relationships. Diakses Juli 2014 dari http://www.selfhelpmagazine.com/articles/relation/effectcomm.html Puspita, Angelia P. (2010). Relasi interpersonal pada mahasiswa ditinjau dari perilaku menggunakan instant messaging. Skripsi. Semarang : Universitas Katolik Soegijopranata Rakhmat, J. 1991. Psikologi komunikasi. Bandung : PT Remaja Rosdakarya. Reardon, K.K. (1987). Where mind meet:Interpersonal communication. California : Wadsworth Publishing Rice, P.S., & DeGenova, M.K. (2005). Intimate relationship, marriage, and families (ed. ke-6). New York : McGraw-Hill. Santrock, John.W. (2002). Life-Span development:Perkembangan masa hidup (ed. ke-5). Jakarta : Penerbit Erlangga. Sari, Kurnia.V.P. 2009. Kualitas cinta ditinjau dari komunikasi interpersonal. Skripsi. Universitas Soegijapranata. Segal, Robinson.L., & Robert Segal. 2014. Effective communication improving communication skills in business and relationships. (helpguide.org) Subrahmanyam, K., & Patricia M.G. 2008. Online communication and adolescent relationship. Journal Issue: Children and Electronic Media Volume 18 Number 1 Spring 2008. Suranto, Aw. (2011). Komunikasi interpersonal (ed. ke-1). Yogyakarta: Graha Ilmu. Vangesti, Anita.L. 2012. Interpersonal processes in romantic relationships. Excerpt from Knapp & Daly: The SAGE Handbook of Interpersonal Communication, 4e. Widjaja, H.A.W. 2000. Ilmu komunikasi pengantar studi. Jakarta : PT Rineka Cipta. Wiley, Angela.R. 2006. Connecting as a couple: Communication skills for healthy relationships. Christopher Hall, 904 W. Nevada, Urbana Wood, Julia. 2007. Interpersonal communication: Everyday Encounters. Yunus, Syarifudin. (2010). Jurnalistik terapan. Bogor: Ghalia Indonesia.

(124) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 106

(125) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 107 Transkip Deskripsi dan Verbatim Pasangan Subjek 1 (D-R) 1. Deskripsi Subjek 1 a. Inisial Subjek Laki-Laki : Doni b. Usia Subjek Laki-Laki : 22 tahun c. Inisial Subjek Wanita : Rida d. Usia Subjek Wanita: 22 tahun e. Status Subjek Laki-laki dan Wanita : Mahasiswajk f. Lama berpacaran : 3 tahun 2. Verbatim Subjek 1 NO 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. VERBATIM D : Haloooo R : Haloooooo bebbiiquww R : akhirnya bisa whatsapp an jugaa kita R : terakhir tu tanggal 2 september kita gak whatsappan loh D : Iyahhh dong D : Hahahaha D : Asekk bisa kmbali beraktifitas D : Hahaha D : Upload2 lagi nie D : Hihi D : Nie satu giga cuma mau tak buat ber sos-med ajah D : Kan udah ada smartfeen R : Yoyooiii R : Cieee bisa ngeksis lagiii, jadi anak update lagi kamunya R : Siiipppp lahhh pacar gue R : Hahaa R : Bebbb, udah malem nie R : Bobo yukkk R : Besok harus bagun pagi lohhh R : Nie di luar juga gerimis, semoga bsok cerah yaa D : Wah gak bisa kalo bobo sekarang beb D : Masih ngobrol D : Makanya bawa payung nie bsok D : Hehehe R : Loh kok gak mau bobo, udah malem loh ini. Ngobrol bertiga? ngbrol ap? D : Banyak D : Ni lagi ngbrol kerjaan

(126) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 108 28. 29. 30. 31. 32. 33. 34. 35. 36. 37. 38. 39. 40. 41. 42. 43. 44. 45. 46. 47. 48. 49. 50. 51. 52. 53. 54. 55. 56. 57. 58. 59. 60. 61. 62. 63. 64. 65. 66. 67. D : Hahaha D : Mau bikin perusahaan outbond D : Hahahaha R : Hah?? Yayaa. Ywda sana dilanjutin ngobrolnya. R : Ak agak pusing niee D : Lah?? Malah pusing D : Dah di buat bubu ajah R : Nungguin chyy R : yukk boboo R : Migrain sblh kirii R : Selamat bobo sayangg R : Makasih ya buat hari nie R : Sampai jumpa besok pgiii R : Dadaaaahhh R : I love u D : Selamat bubu syg D : Iyah sama2 D : Hehehe D : Bangunin ya? D : Pagi loh D : Hehe R : Okeee ak bangunin setengah7 aj y? R : Oke2 D : Dadahhhh D : Heheee R : Lohhh kok gak bilang love u too to?? R : Ato cepet smbuh gtu??? R : Hmmmmmm R : Ya ya yaaaaaaa D : Hahaha. Duhh maap sayanggg D : Ak lupaaa D : Iyahh R : Owh lupa y. Oke! bagussss D : Jangan gtu donkk D : Tadi kan kepotong sama pmbicaraan lain D : Bukan lupa D : Pergi ke laut nyari yuyu D : I love youuuuuu R : Kamu tu lohh malah bikin kesel sebelum tidur D : Iyaaa, maaf ya sayang, jangan marah2 to

(127) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 109 68. 69. 70. 71. 72. 73. 74. 75. 76. 77. 78. 79. 80. 81. 82. 83. 84. 85. 86. 87. 88. 89. 90 91. 92. 93. 94. 95. 96. 97. 98. 99. 100. 101. 102. 103. 104. 105. 106. 107. D : Semoga besok gak kenapa2 ya? Semga langsung sehat kamu R : Hhmmmmm... makasihh. dadahh R : Sayaaangggg D : Sayangg D : Haloooo D : Hihi R : Heeiii R : Selamat pagi sayaangg R : Baru bangun yah?? D : Selamat pagi juga sayang D : Iyahhh, tadi bangun langsung ak pup D : Hehe. Ni lagi d burjo D : Aku lagi nemenin baskoro R : Laahhh pagi2 udah pup R : Weehhh udah di burjo aja?? R : Nemenin apa?? maem? Basko nya udah bangun daritadi ya? D : Nemenin baskoro makan mie D : Laper dia D : Hoho R : Mie lagi?? R : Sebenernya ak juga agak laperr bebb R : Sayang ndak laper?? D : Belom D : Sayang mau makan?? D : Tak temenin wis D : Mau makan dimana? D : Mau tak jmput skrg? D : Mau makan di burjo ae po?? R : Ndak usah bebbii, makan sari roti ajaa akuu R : Lapernya ndak terlalu kok R : Kamu tumben belom laper?? D : Hehe D : Gapapa, belom laper kok D : Kamu emang punya sari roti?? D : Kamu mau tak beliin sari roti po? D : Apa mau keluar bareng? R : Gak punya bebb R : Hahaha R : Maksudnya sih nitip beliin kamu gitu waktu ak bilang mau makan sari roti ajaa R : Hehe

(128) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 110 108. 109. 110. 111. 112. 113. 114. 115. 116. 117. 118. 119. 120. 121. 122. 123. 124. 125. 126. 127. 128. 129. 130. 131. 132. 133. 134. 135. 136. 137. 138. 139. 140. 141. 142. 143. 144. 145. 146. 147. R :Aku nitip aja deh beb, boleh ndak? D : Hahaha dasarrr bilang aja mau dibeliin!! D : Okei deh D : Tak beliin ya? R : Okeeee. Makasih sayangg D : Beb, ak gak punya uang kecil buat beli roti R : Lahh kok bisa? kan sekalian buat bayar makanmu d burjo kan? ak juga gak ada uang kecil bebb D : Baiknya gmn?? R : Baiknya ya kamu juga beli sesuatu buat sarapanmu jadi kita bisa sarapan bareng D : Males nyarap e beb R : Kok gitu?? gaakk gaakkk D : Lah gmn?? R : Harus nyaaraaappp D : Gak ahhh D : Ni aj jajan di burjo di bayarin baskoro D : Haha R : Hmmmmphh R : Jajan apa emang?? R : Napa gak mau sarapan sih?? D : Ya males makan D : Hihi R : Terus kmu jajan apa di burjo?? D: Tadi mnum susu ajah R : Ya udah kalo gitu pye meneh mau gak mau harus mecahin duit ny kan beb R : ak gak ad recehan soalnya R : Huuffhhh.. kamu tu loh disuruh sarapan malah ngeyel R : Nanti malah kelaperan R : Biasanya kalo gak sarapan kamu jam11 aja udah bilang laper lohh R : Atau jangan2 sariawanmu gak enak lagi y makanya kamu gak mau sarapan? R : Sayang sarapan ya? Sarapanny gak usah yang berat gapapa kok, makan gorengan, atau pisang atau roti atau bubur kacang hijau R : Nanti siangnya baru kita makan nasi, gimana?? R : Nurut dong bebb... yaa?? D : Iya2 aku makan deh D : Aku makan dulu ya habis itu beliin kamu sari roti. R : Beb, kamu dimana?? R : Ak habis mandi nie D : Ak ke kos mu ya, habis itu aku pulang bantul. R : Sayang hatii2 di jalannn

(129) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 111 148. 149. 150. 151. 152. 153. 154. 155. 156. 157. 158. 159. 160. 161. 162. 163. 164. 165. 166. 167. 168. 169. 170. 181. 182. 183. 184. 185. 186. 187. 188. 189. 190. 191. 192. 193. 194. 195. 196. 197. R : Oiya beb aku udah beli maemm, telur teroong. aku maem yaaa D : Aku udah sampe rumah nie D : Hehe D : Mbah malah masih sakit D : Pfffttt D : Oiyaa beb kandang bula barusan aku tutupin seng atasnya gara2 kemaren ujan D : Tapi ya seadanya gtu R : Hah?? kemaren ujan?? R : Seadanya tu maksudnya piye, tetep masih bisa basah gitu beb?? R : Ak udah kelar maem niee D : Gak basah sih kayaknya D : Karna malem gak keliatan jelas. D : Ak mau makan dlu D : Ak makan yaaa R : Owh, ya sudah kalo begitu besok di cek lagi. met maemm sayangg. D : Sayangg D : Udah smuaaa D : Ak lagi di kamar D : Hehehe D : Kamu lagi apa?? D : Tadi aku makan sambil online D : Njuk kaget kae D : Ono konco ne budi sing nitip salam ke kamu D : Hufhhh, maleske D : Kamu cek d fb ajah kalo mau R : Hahh?? oiya?? Hahaha.. sayang cemburu yahh pasti? Hihii R : Halaahh biarin ajaa bebbiii, gak usah dipeduliin R : Aku udah liat dan ak gak kenal juga sama dia R : Btw sayang kok malah ikut-ikutan komentar sama kaya cowok itu? D : Biarin aja, sebenernya mau tak sewotin, tapi pake cara komentar aja deh D : Nanti juga dia sadar kalo aku pacar kamu. Hehe R : Hahahaha. Iyahh sayangg, tenang ajaa masih jauh ganteng kamu kok bebii R : Kamu masih online? Oiya wuri n iyas d itag in y beb, kayanya budi gak punya facebook mereka deh D : Udah koq beb D : Hehehe R: Oiya bebb, ak mau mandi ya skrg , lepek soalnya R : Mandi cepet deh, boleh?? D : Serius?? Yasudah D :Cepet ya?? Biar gak kedinginan soalnya udah malem dan lumayan dingin

(130) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 112 198. 199. 200. 201. 202. 203. 204. 205. 206. 207. 208. 209. 210. 211. 212. 213. 214. 215. 216. 217. 218. 219. 220. 221. 222. 223. 224. 225. 226. 227. 228. 229. 230. 231. 232. 233. 234. 235. 236. 237. udaranya D : Oiya, jangan keramas y nanti kamu pusing R : Okeiii sayanggg R : Sek yaaaa R : Bebbb R : Udah nieee R : Kamu lagi apose?? R : Bebbb??? Kok wp ku gak dibales?? D : Wp mu baru masuk smua sayang D : Ni lagi online ajah D : Hehehe D : Gak tau mau ngapain D : Kamu lgi ap? D : Dingin gak abis mandi?? R : Gak dingin bebb, malah seger R : Masih online? R : Chatting ato buka twitter? R : Ak lagi nnton tv beb R : Paling habis nie ngobrol sama yovi soale dia udah pulang D : Iyah, buka dua-duanya D : Abis mau nguras aquarium dikira kerajinan lagi R : Hahh?? Ngopo bebb?? Besok aja lah bebb ngurasnyaa. Rajin bangeett dehh D : Hahahaha D : Iyah2, besok ajaa kok D : Eh sayang, ak kok tiba2 pengen roti bakar yaaa D : Hehe R : Wahhh ak juga mauu bebb R : Hihi R : Sayang tadi emg maem apa kok sekarang masih laper? di rumah masak y? D : Jadi ginii ceritanyaa D : Tetangga mbah ada yang mau naik haji D : Nah dia ngadain syukuran D : Pulangnya dapet tongseng D : Hahaaaa D : Udah dari kemaren kayaknya D : Udh diangetin dan tinggal disantap tadi R : Tongseng apa? Sapi atau kambing? D : Sapi D : Hihi D : Empuk

(131) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 113 238. 239. 240. 241. 242. 243. 244. 245. 246. 247. 248. 249. 250. 251. 252. 253. 254. 255. 256. 257. 258. 259. 260. 261. 262. 263. 264. 265. 266. 267. 268. 269. 270. 271. 272. 273. 274. 275. 276. 277. R : Wuidiihhhh enaknyoooo R : Trus kenyang ndak?? D : Hihi D : Yo dikenyangin dong D : Mau nambah tapi udah kenyang D : Padahal tinggal sedikit lagi aku abisin satu penggorengan di rumah tuh R : Sayang, kok kamu ngabisin tongsengnya?? njuk mbah mu pada makan ap?? D : Pada gak mau makan D : Gaya, pada sakit padahal D : Bzzz R : Laahhh, njuk mbah mu pada makan ap? mbah putri jg sakit? D : Pada gak makan D : Makan roti atau apalah gak ngerti R : Owalahh, lah kepiye to para tetua ki malah gak mau makan yang enak2 D : Haha mboh lah, kamu lagi apa? R : Nie lagi dunlud instagram R : Bebbbb masak instagram ku k unistall sendiri coba.. huhu D : Karena apa kok bisa ke uninstall?? R : Gak tau, tadi pas mau ak buka instagram tu kok gak ad, ak cek di play store eh gak tauny ke uninstall.. huhu D : Y udahh kalo gitu di install lagi aja sayang R : Iyaaaa laahh, tapi ngabisin kuota internet banyak nie padahal tinggal sedikit kuotanya. Huhu. D : Ywda gapapa, kan kalo kuotanya abis nanti bisa beli paketan lagi. Ak temenin deh belinya. Nanti aku sumbang separuh harga deh R : Iyahhhh, padahal keuangan lagi menipis, tapi yaudah deh. Makasih ya sayang R : Bebb..... Hape ku habis ngrestart 2x.. huhuhuhu D : Beb.. kok bisa?? D : Apa mau smsn ajah?? D : Ace mu biar istirahat R : Sayangg??? R : Lagi apa?? kok gak dibales???? R : 3 mu knpa? D : Gantian 3 ku yg rese ni, pending2 terus. hufhh D : Apa mau lewat facebook messengger?? R : Gak mau bebbb R : Tambah lemot ace kuuu R : Kan harus online facebook juga R : Jadi whatsappan aj y sayang, gapapa kan? D : Okeeee

(132) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 114 278. 279. 280. 281. 282. 283. 284. 285. 286. 287. 288. 289. 290. 291. 292. 293. 294. 295. 296. 297. 298. 299. 300. 301. 302. 303. 304. 305. 306. 307. 308. 309. 310. 311. 312. 313. 314. 315. 316. 317. R : Sayangg,,, jerawatku nyebelin nieee D : Jerawat mu napa?? R : Jerawatkuu merah mateng gtuuu R : Dipencet gak bisaaaa R : Sakiitttt sayang... huhuuu D : Jangan di pencet sayangg! D : Bikin iritasi lohh, nanti malah jadi merah n berbekas R : Iyahhh2 R : Udh ak ksh obat jerawat kokk nie sayang D: Aku mau masukin motor dulu ya R : Okeee2 R : Bebbb udah bobo?? R : Lama aja masukin nya? D : Urus peliharaan sek R : Owalaahhh R : Okeee2 D : Bebbb D : Udah smua R : Okeii sayaangg R : Ak udah mapann R : Sayang mau ssb ndak? D : Aku udah ssb juga D : Sayang, aku udah pake obat jerawat dan albotil nie D : Hihi R : Asiikk2 dipake terus albotilnyaa R : Semoga cepet sembuh bebiii sariawannya D : Huuumm D : Lama2 kecil kok sariawannya D : Hehe D : Tapi ya lamaaa D : Pffftt R : Iyaahh, makanya kamu harus makan yang bergizi bebiii R : Biar cepet sembuhnyaa, jangan sariawaan terus hobinya. Hihihi R: Jangan lupa minum air putih sebelum bobo y sayang biar gak kering tenggorokannya waktu bobo D : Siaappp bu bosss R : Oiya, kamu udh ngantuk blm? R : Sinyal 3 d tempatmu apa beb? punyaku cmn edge je. Huhu D : Ditempat ku sih hsdpa D : Hmmmm

(133) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 115 318. 319. 320. 321. 322. 323. 324. 325. 326. 327. 328. 329. 330. 331. 332. 333. 334. 335. 336. 337. 338. 339. 340. 341. 342. 343. 344. 345. 346. 347. 348. 349. 350. 351. 352. 353. 354. 355. 356. 357. D : Menurutmu hape mu kenapa lemot?? R : Tadi gak tau kenapa lemot, tapi nie udah gak lemot R : Tapi ya sinyalnya jelek. huhuhu R : Mau buka bima tri tapi gak bisa D : Owhhh, kalau itu pake cara manual aja sayang, ketik *111# aj R : Udh bisa nieee beb.. hehehehe, tapi tinggal 1 gb tnyta kuotanya. Huhu D : O yaa aku tau sekarang kenapa lemot D : Mungkin karena lagi masa ganti kartu kayaknya, Abis aku terus kamu D : Hoho R : Hmmmm, ya bisa jadi sayang. hehe R : Sayaang??? Pendingg lagiiiii.. hufhh R : Ak ngantukkk nungguinnyaa R : Bobo ajaa yukk, kamu udh ngntuk blm?? D : Belom ngantuk sih, tapi dicoba bobo deh soalnya udah malem. hihi D : Selamat bobo sayang R : Naah, gitu dong tumben pinter tau kalo udah malem dan harus bobo? R : Hehehe. Oke met bobo sayang. daahhh R : Sayaaangggg R : Bebbb blm bgun?? D : Bebiii R : Heeeiii sayangquwww R : Baru bangun kah??? D : Huum sayang D : Enakk bangeettt D : Hoammm D : Tapi kelamaan jadi pegel R : Hahaaa R : Yawes ngolet2 dulu sana beb, tapi jangan bobo lagi yah, soalnya udah siang nie R : Sayangg R : Kamu udah bangun atau masih d kasur? D : Masih di kasur sayang D : Hihi D : Sayang, kamu udah sarapan?? R : Udah bebb, nyemilin roti marie mu laper soale. hehe R : Gapapa kan?? Boleh ndak? D : Jelas gpp, boleh kok kan itu buat kamu juga aku beli nya. Hehe R : Bebbiii ayo bangunn njuk move on R : Yahh?? Udah siang nie D : Duhh, move on nya bentar lagi ya syg masih ngantuk R : Okeiii sayang

(134) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 116 358. 359. 360. 361. 362. 363. 364. 365. 366. 367. 368. 369. 370. 371. 372. 373. 374. 375. 376. 377. 378. 379. 380. 381. 382. 383. 384. 385. 386. 387. 388. 389. 390. 391. 392. 393. 394. 395. 396. 397. R : Klo kamu bisa move on sekarang kamu liat mnc ada cewek kesukaanmu yg maen dibiang kerok D : Okeh D : Saya sudah didpan tipi D : Hehe R : Huuuuu dasar kalo gitu aja cepet bangunny.. udh diliat? D : Tapi dia gak keren D : Hehe R : Gak cantik ya? D : Huum D : Mungkin karena mnc aku blurekkkk juga D : Hihi D : Eh motor yang kamu mimpiin tu yang kayak di sctv ya R : iyyaaaaahhhh bener bangeett R : kaya gitu beebb. Ayo beli motor ituu.... hahaha D : Hahahaha.. Bisa beb mau beli berapa buah motornya? haha, tapi ngejual supraman dulu yaaa.. D : Sayang D : Ak makan mie yaa D : Makan bareng sama mbah D : Hehe D : Kenyang R : Heiiii R : Whatsapp mu bru masuk semuaa. Pending ya tadi? R : Makan mie doang kok kenyang? D : Mayan tau R : Oiya sayaangg, btw bula baik2 aja kan? D : Baik2 semua kok sayang D : Nanti aku ke tempat mereka R : Fotoinn merekaa donggg D : Iya sayang, nanti ya ak fotoin D : Ak lagi duduk D : Abis ni mau ubek2 aquarium dulu R : Okeiiii R : Sayaangg R : Kamu kesini siang ya berarti?? D : Iyah sayangg D : Gimana?? D : Apa ak siap2 mandi njuk ktmpt mu? Langsung ke magelang? R : Lahh kamu selsaiin kerjaan disitu aja bebb baru kesini

(135) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 117 398. 399. 400. 401. 402. 403. 404. 405. 406. 407. 408. 409. 410. 411. 412. 413. 414. 415. 416. 417. 418. 419. 420. 421. 422. 423. 424. 425. 426. 427. 428. 429. 430. 431. 432. 433. 434. 435. 436. 437. R: Ya maksudnya kalo kamu siang banget gitu ak kalo laper bisa maem duluan D : Iya juga D : Takut kesiangan ke sananya D : Kamu makan duluan ajah R : Berarti kesininya siang chy ny? D : Iyah bebi R : Sampe jam2 an gitu gak? D : Ada temen cari makan?? R : Adaa kokk R : Risma yovi libur kul nyaa R : Yaudah sana geh urus aquarium aj dluu D : Okeh.. Bentar yaaa sayang R : Syyiiippp D : Sayangg gawatt nie D : Nanti itu ada pembagian fee kiko jam 6 D : Piye yo?? Kan kita pulang ke magelang R : Weehhh R : Titip hanif buat ngambilin gak bisa?? D : Oiya titip hanif aja ya, sek tak tanya dia ya R : Okee2 , kalo bisa minta tolong diambilin hanif aja beb soalnya kan kamu mau ke magelang sampe besok D : Domi D : Beliin plsa 10rbu sms dong k yovi D : Abis jebule pulsane, jadi gak bisa sms D : Hahaha D : Nanti tak bayar langsung R : 10rbu?? Okee2 R : Oiya beb, badan lola udah ketutup bulu smw kah?? D : Yapp R : Syukurlaaahhhh R : Kamu lagi ngeluarin mereka?? D : Berantas bulu gimbal D : Buzz udah tadi D : Lola malah ngajak gelut R : Wehh, kenapaa?? R : Larii2 trus?? R : Sabarr bebbiii R : Tu lolaa yaaa yang d foto yg kamu kirimin??? R : Luuucccuuuuu R : Kangennnnn merekaaa

(136) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 118 438. 439. 440. 441. 442. 443. 444. 445. 446. 447. 448. 449. 450. 451. 452. 453. 454. 455. 456. 457. 458. 459. 460. 461. 462. 463. 464. 465. 466. 467. 468. 469. 470. 471. 472. 473. 474. 475. 476. 477. D : Tu bulunya lola dan belom smua ak potong D : Hehehe D : Okehhh R : Astgaaaaa buanyakk banget rontoknyaa.. tar tambah tipis loh bebbb D : Emang tmbh tipis D : Lah gimbal oq, piye?? R : Yaudahh gapapa dehh R : Biar regenerasiii R : Hehehe R : Sayaanggg jangan lupa cek seng nyaa R : Oiya dipastiin ya seng penutup kandang bula R : Bula jangan sampe keujanan pokok nyaa . okeeiii?? D : Apanya yang d cek beb?? R : Penutup kandang bula yang buat ngelindungin dari ujannn beebb. Kan kemaren katanya ujan terus ditutupin pake penutup. Takut nanti ujan njuk bula keujanan. D : Beres koq penutup ujannya. Tenang aja udah aku urus dengan baik kok dan bula gak bakal keujanan. hehe R : Okee2, sayang udah mandi belum sih? D : Belom mandi beb D : Ak mau makan nie D : Piye?? R : Owhhh yawes biz maem mndi yaaa D : Beb D : Penting n Urgent D : Ak gak nemuin seragam unison di tempat ku D : Seragam itu bentuk polo shirt warna ijo polos D : Apa ada d tmpt mu?? D : Kalo gak ad ak ga bsa dapet fee niie. Huhu R : Oke2 aku cariin bentar yaa R : Bebiiiii tenanggg adaaa nie di t4 kuu R : Hahahaa D : Bau gak beb?? Kalo gak bau disisihkan aj, dplastikin gpp.. Kalo bau, tlg di jemur beb :) R : Tenangg-tenangg, udah dicuci n disetrika kok sayaangg D : Weh?? D : Hooh po?? D : Wahh D : Ciamik yahud kamuuu D : Dapet persenan besokk D : Hahaha. Makasih sayangg

(137) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 119 478. 479. 480. 481. 482. 483. 484. 485. 486. 487. 488. 489. 490. 491. 492. 493. 494. 495. 496. 497. 498. 499. 500. 501. 502. 503. 504. 505. 506. 507. 508. 509. 510. 511. 512. 513. 514. 515. 516. 517. D : Eh beb, ak bantu mbah masak bentar D : Abis tu siap2 ktmpt mu D : Kamu mau ak masakin bakwan jagung ala mbah uti R : Hahaha.. okeeee R : Bebbbb D : Iyahh sayang?? R : Udah mau berangkat belom? R : Ak di sms mama barusan nanya jadi pulang ato gak, terus ak bilang kalo kita jadi pulang R : Terus abis itu mama bilang kalo kamu capek mau gak naik mobil aja pulangnya bareng pamah soalnya bawa mobil gitu R : Mama pulang sekitar jam5an R : Kamu mau?? R : Aku sih bilangnya gak usah bareng mamaa D : Berangkat dari jogja besok?? D : Maksud ku besok pulangny gimana? R : Iyaahh besok pagii D : Gak selo beb D : Gak usah D : Gak asik pagi2 masih ngantuk disuruh pulang jogja D : Jadi berangkat naik motor aja yaa D : Hihi R : Hahaa R : Okeee2 R : Yawes kamu mau kesini jam berapa kira2?? R : Udah slsai semua urusan disitu? D : Udahh. Ni ak da siap2 D : Aku berangkat ya R : Okeiii sayaangg. Hati-hatii yaa. D : Sayangg D : Aku uda di rumahhh. Capek banget perjalanan dari magelang-bantul. D : Aku langsung masak ya D : Masak mie D : Laper beudd D : Hahahaha R : Duhhh kacian pacar akuu iniii R : Yaudah kamu masak mie sambil istirahatin badannya ya sayang R : Met masaakkk sayang R : Oiya bebb, ak gak jadi bli mknan kecil ya kan ak pny selamat R : Heheee

(138) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 120 518. 519. 520. 521. 522. 523. 524. 525. 526. 527. 528. 529. 530. 531. 532. 533. 534. 535. 536. 537. 538. 539. 540. 541. 542. 543. 544. 545. 546. 547. 548. 549. 550. 551. 552. 553. 554. 555. 556. 557. R : Nanti sama bikin susu kalo perlu D : Sipppp, pokoknya jangan sampe kelaperan ya sayang D : Nanti maag mu kumat lagi D : Ak sambil nonton nie D : Panas mienya D : Hehe R : Nonton apa?? D : The hobbit aayang R : Okeeeiii R : Met mamaamm R : Kamu maem mie nya pke nasi kan? R : Bebb aku pengen kopi niee D : Serius mau kopi?? Bagi dua sama riska aku ngebolehin deh D : Jangan yahbeb, takut kenapa2 ajah kamunya, kan kamu gak kuat minum kopi R : Iyaa sihh bebb R : Pengen sihh sebenarnya tapi gak usahh dehh, nanti malah maag nya kumat D : Ni kamu lagi apa?? D : Ak da kelar makan D : Hehe R : Ak lagi nonton hitam putih D : Beb, kamu nonton ma sapa?? R : Nie nonton sama risma R : Sayang msh lnjut nnton? D : Gak, lagi browsing2 D : Hehehe R : Tentang apaa?? D : Sayang ak kepikiran tentang bula D : Bentar lagi musim ujan n mau mikirin soal kandangnya mereka D : Tak pikirin lebih bagusnya gimana gtu loh R : Oiya yahh sayang, bener2 bntar lagi kan mau musim ujan. Sedia payung sebelum ujan beb R : Oukeyyyhhh2? hehe R : Yawes semangaatt cariii sayaanggg. R : Cari yang simpel tapi bagus dan menutupi kandang dari hujan ya :) D : Siiipppp D : Bebi D : Maap baru bales D : Ak abis masukin motor terus cek bula D : Mereka abis minumnya D : Ya udah ak ambilin mnum

(139) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 121 558. 559. 560. 561. 562. 563. 564. 565. 566. 567. 568. 569. 570. 571. 572. 573. 574. 575. 576. 577. 578. 579. 580. 581. 582. 583. 584. 585. 586. 587. 588. 589. 590. 591. 592. 593. 594. 595. 596. 597. D : Hehe D : Sisan beresin kndgnya D : Hoho R : Okeeeiii sayaangg. Duh kamu perhatian sekali sama bula, suka deh..Hihihi R : Ak ssb yaaaa R : Kamu juga abis nie ssb yaaaa D : Okehh D : Cuyunggg D : Udaaaaa R : Beebbbb R : Maaap lamaa R : Udah nieee R : Udah ready buat bobo?? D : Haloo D : Kamu mandi kah?? R : Setengah mandi. cuman badan atas yang gak, tangan dan separo badan k bawah mandi R : Hehhe D : Udah mapan?? R : Udaahh bebb R : Gak nyadar udah setengah 1 aja yah?? D : Huum.. Sayang yukkk boboo R : Yuk yukk.. jangan lupa berdoa dulu yaaaa sayang D : Dah lama banget gak berdoa beb D : Hahaha R: Lahh kok gitu?? bebbiii berdoa dongg sebelum boboo.. trimakasih sama Tuhan. yah?? D : Setiap saat udah trimakash ma tuhan kok sayang R : Heehhh.. dibiasain sebelum bobo harus berdoa sayaang, nurut yahh? D : Hahaha D : Ya ya ya.. Iyah, ak doa sekarang deh. R : Sayang udah ngantuk blom? D : Sebenarnya belum terlalu sih D : Ak malah mainan di hape ni R : Sama ak juga belom ngantuk bebb D : Mau ngobrol?? R : Ngobrol aja yukk. Tadi ditelpon apa sama mama? D : Tadi ak cuma di tanya kabar D : Dan ak di minta k tangerang bulan depan R : Ke tangerang bulan depan? dalam rangka apa syang?

(140) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 122 598. 599. 600. 601. 602. 603. 604. 605. 606. 607. 608. 609. 610. 611. 612. 613. 614. 615. 616. 617. 618. 619. 620. 621. 622. 623. 624. 625. 626. 627. 628. 629. 630. 631. 632. 633. 634. 635. 636. 637. D : Dirumah mau ada misa lingkungan D : Ceritanya ketempatan D : Hehehe D : Ya jadi diminta kalo bisa plang R : Lahhh tumben banget ketempatan terus dminta pulang? emang itu misa ad suatu hal yg pentingkah?? R : Terus kmu bilang gmna k pamah? D : Ya mungkin karna ketempatan itu D : Biar keluarganya lengkap smua D : Hmm D : Ak bilang seminggu sebelum hari H ajah ngabarinnya D : Gitu D : Hmm.. Giman ya nie beb tentang kepulangan aku? D : Males dan malu ajah sih pulang ke rumah D : Hehehe R : Malu kenapa beb? D : Belom kelar kuliah D : Hehehe R : Haha.. tumben sayang mikirin itu? ayoo semangatt buat lulus sayaangg.. qta berjuang sama2 yaa, tinggal sedikit lagi kok D : Iyahh.. Berjuang bareng koq bebi :)) makasih ya sayang. muach D : Bebi D : Aku dapet ide kado ultah ku mau apa :) R : Hah?? mau kado apa emang? D : Gapapa gitu ya ak bilang maunya ap?? D : Murah koq D : Hihihi R : Apaa?? R : Jangan bilang tiket pesawat buat pulang tangerang D : Hahahaha D : Gak mikir itu kok D : Mau kaca mata renang :) D : Kalo gak kaca helm :) R : Lahhh tumben kacamata renang? emg bakal sering dipake? D : Kalo gak kacamata ku D : About kaca :) R : Kaca helm? bolehh dehh.. ato mau kcmata? R : Okeeiiii hunnyyyy R : Siaappp deehhhhh D : Semuanya juga apik :)

(141) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 123 638. 639. 640. 641. 642. 643. 644. 645. 646. 647. 648. 649. 650. 651. 652. 653. 654. 655. 656. 657. 658. 659. 660. 661. 662. 663. 664. 665. 666. 667. 668. 669. 670. 671. 672. 673. 674. 675. 676. 677. D : Yang agak mahal kacamata ku sih D : Hehe D : Yang paling murah kaca helm :) R : Heheee.. okee sayanggg.. kacamata nya mau beli yang di uny? kalo iyaa semua bisa direalisasikan kok R : Hihi D : Ah kamu pnya uang banyak po?? D : Kok semua bsa? R : Ya bisa diatur dehh bebb R : Hihi D : Kamu tau ukuran minus ku?? R : 2,75 kan?? R : Atau udah naik lagi? D : Takut ny naik beb D : Hehe R : Yawda coba periksa mata aja di gaya baru R : Gratis kan?? D : Mending sekalian beli kacanya sayang D : Hihi R : Yaa bisa diatur bebbb R : Kalo kayak gini tuh mending ngobrol langsung aja biar jelass R : Bebii udah ngantuk blm?? udah stgah 2 R : kalo bobo jm sgni kamu bakal bangun jmber ya tar pagi? ingett lohh jangan siang2 bangunnyaaa D : Yawes bubu saiki aja po?? R : Yukkkk yukkk.. jangan bagun kesiangan y tar pagi bebbb D : Haha.. iya sayang R : Kamu udah ngantuk belom? R : Ternyta semakin pagi bobonya semakin ak mnjdi laper beb.. hihi D : Dibuat bubu sayang D : Hihi D : Yukkk R: Ak udah ngantuk nie soalnyaa.. bsok dilanjut lagi y ngbrolnyaaa.. oke sayang? R : Sayang bobo jg kan? D : Huum D : Selamat bubu sayangg D : Makasih buat hari niii D : Sampai besok yaa D : Love youuuuuuuu D : Mmmuuuaaccchhh

(142) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 124 678. 679. 680. 681. 682. 683. 684. 685. R: Selamat bobo juga sayaangg... makasih yah udah capek2 ngerjain tugas papa ku, balik k magelang-jogja n jogja-bantul.. semoga chy selalu diberi kesehatan n kekuatan sama Tuhan R : Semoga mimpi indahh R : Sampe besokkk yaaahh R : I love u so mucch R : Dadaaaaaahhhhh D : Iya, sama2 sayang. daadah sayang Transkip Deskripsi dan Verbatim Pasangan Subjek 2 (P-J) 1. Deskripsi Subjek 2 a. Inisial Subjek Laki-Laki : P b. Usia Subjek Laki-Laki : 22 tahun c. Inisial Subjek Wanita : J d. Usia Subjek Wanita: 22 tahun e. Status Subjek Laki-laki dan Wanita : Mahasiswa f. Lama berpacaran : 2 tahun 2. Verbatim Subjek 2 (P-J) NO 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. VERBATIM J : Hun J : Ngobrolny sini aja ya J : Nanti kalo jaringannya udah stabil baru pake line lagi J : Kamu lagi apa sayang ? P : Goblik ehh P : Aku mau nggarap skripsi dulu nihh J : Jiahh J : Tadi ngajak ngobrol abis itu tinggal pergi P : Lha kamu gak ada kabar P : Kan ngecek doang J : Oooooo J : Ya kan aku kangen P : Orang mw nggarap skripsi gak boleh jal.. P : Haahaaa J : Ya udah kalo mau kerja kerja dulu P : Ini emang kamu mau ngapain? J : Mau tidur dulu P : Tidor terus..

(143) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 125 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33. 34. 35. 36. 37. 38. 39. 40. 41. 42. 43. 44. 45. 46. 47. 48. 49. 50. 51. 52. 53. 54. 55. 56. 57. 58. P : Tadi emang kamu ngerjain skripsi dimana? P : Lah gak dibales, tidur ya? J : Aku baru bangun J : Dikos hun P : Lha kok ketmu leo? J : Kamu kok tau J : Tadi pas pulang jalan abis makan J : Mau mandi dulu ya P : Tadi kamu cerita P : Yo.. malam ini kamu dinner dimana emang? J : Ak malam ini belom makan hun J : Tapi laper sih J : Coba kamu masih di paingan.. kan bisa makan bareng2 P : Hahahaa P : K gamping aja hun J : Jauhhh hunn.. gak kasian apa sama aku? huhu J : Laper ee... Makan apa ya ??? J : Masak gak makan J : Ntar kalo makan bareng anak2 sini kamu marah lagi P : Ya udah sana makan P : Hahaaa P : Udah makan belom? P : Ini ak baru abis makan J : Sama ak juga makannnnn J : Ini lagi makannnn P : Karo sopo? P : Dmna? J : Cak toni J : Wkwkwk J : Sama siapa lagi ??? P : Huu.. ditnya baik2 juga.. J : Hunn J : Ak makan sama mbak ade kok J : Ak udah janji sama diriku sendiri gak makan sama temen2 cowok dikos J : hehehhhee P : Kenapa gitu? J : Ya biar kamu gak cemburu hunn P : Haahaaa.. Iya bagus deh P : Mbak ade emang belom makan po? P : Oiya besok traktir pizza ya hun?

(144) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 126 59. 60. 61. 62. 63. 64. 65. 66. 67. 68. 69. 70. 71. 72. 73. 74. 75. 76. 77. 78. 79. 80. 81. 82. 83. 84. 85. 86. 87. 88. 89. 90. 91. 92. 93. 94. 95. 96. 97. 98. J : Ia belom J : Lagi hematt hunnnnn P : Bahhh.. katanya makan makan enak? J : Hahahhaa J : Yaa nantilah hun J : Makan di twizel J : Kan gratis hunn J : Disitu aja po ? J : Gimana ?? P : Jam 11 ya tapi?? P : Ya besok liat ya P : Hun, berarti malming kita makan dimna? J : Ia itu hari minggu ya. Kalau emang mau,nanti diniatin aja.jadi sebelum gereja yang jam 12 kita makan dulu distu.hehe J : Besok malming makan coba tempat2 baru tapi yang asik J : Sapa tau bisa sambil kerja skripsi J : Gimana ?? P : Dimana itu? P : Ak minggu sore apa malam mau ketemu temanku dari palu yang maen k jogja lho... J : Oooo J : Ak gak diajak berarti ?? J : Tapi ini cuman nanya P : Kamu mau ikut po? J : Kalo kamu mau pergi sama teman2 gapapa J : Nanti ak cari hiburan sendiri J : Heheheh P : Apa emang hiburanmu sendiri itu? J : Pergi kemana gitu sama mba ade J : Apa nonton film J : Bingung ak juga eh J : Orang biasa sama si gondut J : HaHHahaHhhaaha P : Kamu to gondut J : Hahahahaha J : Ciong2 dari paingan untuk local youth gampinggg J : Wkwkwkwk J : Ya udah gini aja...nanti kalo kamu minggu mau ketemuan sama temenmu gapapa. Yang penting kita gereja bareng dulu aja J : Gimana menurtmu ?

(145) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 127 99. 100. 101. 102. 103. 104. 105. 106. 107. 108. 109. 110. 111. 112. 113. 114. 115. 116. 117. 118. 119. 120. 121. 122. 123. 124. 125. 126. 127. 128. 129. 130. 131. 132. 133. 134. 135. 136. 137. 138. P : Hahahaaa P : Yo gampanglah J : Wooke P : Ini kamu mau ngapain? J : Lagi di kmar mau baca2 jurnal untuk tambah bab 1 J : 2 ding J : Kamu ?? P : Emang masih disuruh tambah lagi po? P : Apanya yang perlu ditmbah hun? P : Bab 2 mu berapa halaman to? J : Udah si hun P : Maksudnya? J : Masih ada yang harus ditambah di bagian pengalaman psikologi istri punya suami judi J : Nah untuk dampak suami yang judi malah di apus J : Penjelasan suami juga ada 4 paragraf yang ak hapus J : Jadi yang lagi ak cari sekarang dampak judi buat istri yang harus ak banyak2in hun J : Kamu bab 2 uda kelar? P: Hahahaaa P: Ini udah 11 halaman e ak P: Baru 50 persen lah. P : Kamu emang berapa halaman to? J : Itu uda banyak lo hun J : Ak 13 halaman J : Mugkin ini abis revisi jadinya cuman 10 J : Hun J : Ak mau tanya J : Kalo ternyata dari sekian jurnal yang ak cari ternyta belom ak temukan ada jurnal yang membahas tentang dampak psikologis dari istri pnjudi gimana ? J: Justru salah 1 alasanku angkat topik ini karena yang membahas dampak psikologis bagi istri penjudi masih minim J : Ada sii tapi gak banyak J : Pie menurutmu ? P : Ya kamu masukin di bab 1 P : Di bagian kelemahan P : Sebenarnya justru kekuatanmu itu d tomohon/minahasanya itu kok P : Menurutku malah itunya yang d bnyakin J : Uda kl di bab 1 uda ak tekankan masalah belom ada yang secara spesifik meneliti dari sisi istri karena kebanyakan langsung si pemain judi sendiri

(146) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 128 139. 140. 141. 142. 143. 144. 145. 146. 147. 148. 149. 150. 151. 152. 153. 154. 155. 156. 157. 158. 159. 160. 161. 162. 163. 164. 165. 166. 167. 168. 169. 170. 171. 172. 173. 174. 175. 176. 177. 178. J : Nah kalo dari minahasanya atau tomohon di bab 2 uda ak bahas J : Ak bahas tentang perempuan minahasa itu gimana J : Tapi malah sama ibuknya disuruh apus aja iik J : Malah ibunya bilang yang harus ak perbanyak ya yang ak bilang tadi J : Sampe ibunya tulis di note itu hun P : Kenapa dihapus P : Lah kan justru klo d kota lain gak ada P : Makanya punyamu unik.. J : Yaa coba besok pas ak kumpul tetep ak masukin yaa J : Tapi yang mau ak tanyain k kamu itu intinya gini J : Kalo ternyata dari jurnal yang ak baca hanya sedikit yang membahas dampak psikologis istri gimana ?? P: Hmmm.. coba kamu cari dampak psikologia istri kalo suaminya kecnduan psikopatologis P : Misalnya kalo dia kecnduan minum kah yg lain P : Atau apakah P : Kan hampir2 mirip juga to.. P : Atau gak km liat yang kira2 sekelompok sama judi apa atau d dsm aja P : Terus cari yang lainnya itu. J : Ohh yaa J : Bisa jadi itu J : Hahaha J : Ak gak kpikiran si hun J : Coba tak baca2 sikk J : Heheh J : Iki ak lagi baca2 jurnal ee J : Kebanyakan ya emang bahas dampak secara langsung bagi si pemain sih P : Atau menurutku boleh kamu liat2 dari junal hukum P : Misal klo d tangkep polisi ki pye? P : Terus dampak kalo suami dipenjara itu gimana? P : Atau sisi ekonominya J : Ioooo J : Pie le nyari yo ?? P : Internetlah P : Hahahaa J : Hun.. Video opo kui ?? P: Ditonton aja P : Udah nonton belum J : Moliii J : Sudah makan nak

(147) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 129 179. 180. 181. 182. 183. 184. 185. 186. 187. 188. 189. 190. 191. 192. 193. 194. 195. 196. 197. 198. 199. 200. 201. 202. 203. 204. 205. 206. 207. 208. 209. 210. 211. 212. 213. 214. 215. 216. 217. 218. J : Sekarang so gondutttt e situu J : Hahhaha J : Bagaimana caranya ak ke rumahmu hun? J : Nanti kalo dari sini naik trans turunya dimana ? J : Biar bisa kerumahmu nanti pulangnya baru kamu antar J : Pengen liat moliii P : D wirobrajan.. jauh P : Hahahaaa J : Jadi gak bisa kesana dong kalo dari sini? J : Hun kirim aktifitas moli lagi dongg P : Tidur dia P : Aktifitas goblik J : Kenapa hun kok bilang goblik J : Kamu bangunin lagi dong J : Aku kangen moli ni hunn.. Hehe P : Bahasamu P : Kasian dia ngantuk J : Ooo J : Hahaha P : Ini kamu lagi apa? J : Lagi liat2 instagram hun J : Kamu ? P : Lagi nonton P : Kamu gak ngerjain skripsi po? J : Iaa lagi stuck hun J : Hehee J : Kamu ? P : Ntar lagi tidur paling J : Hahahaha J : Ak gak ngantuk soalnya tadi tidur malam J : Wkwkwwwk P : Moly ngigau hun P : Kayak orang J : Hahahaha J : Emmang gitu to kalo dia kecapekan J : Emang dia gimana ? J : Menggeram gitu po ? J : Lucu mesti ya huun J : Kaya ade2 kcinong dang J : Hahha

(148) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 130 219. 220. 221. 222. 223. 224. 225. 226. 227. 228. 229. 230. 231. 232. 233. 234. 235. 236. 237. 238. 239. 240. 241. 242. 243. 244. 245. 246. 247. 248. 249. 250. 251. 252. 253. 254. 255. 256. 257. 258. P : Iyoo P Ahh uhh bgtu J : Aiaa lucunyaa J : Sun dia hunn J : Hehhe J : Nanti kalo ak krsna ak polok2 J : Gemes berattt J : Hehe J : Akhirnya mamamu mengijinkan moli tinggal situ ya J : Hhhahaa P : Mamaku gak prnah d sni J : Sabarr ya hunn J : Kamu kan temenin papamu J : Toh ada moli jadi ada hiburan P : Kamu masih maen instagram po? J : Uda gak daritadi hun J : Lagi baca2 skripsi ku P : Kenapa dibaca2 terus? J : Hahaha J : Gak hun, sapatau dapat insight J : Besok kita nongkrong yang bisa sambil buat skripsi yuk J : Gelem? P : Nengdi? P : Malem minggu rame J : Ya bingung J : Omah mu ae hun J : Pie ? P : Bolak balik jauh P : Aihh.. besok ak juga mau kluar hunn P : Bosen J : Yaaa J : Y udah bobo gih J : Hun, ak rencana mau inet diatas J : Tapi dinginn P : Karo spo? P : Besok pagi aja P : Gak enak malam2 k atas P : Gak ada orang ntar kamu d apa2in lagi sama anak kos cowoknya J : Iaaa hun J : Ak kerjain bab 3 aja d kamar

(149) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 131 259. 260. 261. 262. 263. 264. 265. 266. 267. 268. 269. 270. 271. 272. 273. 274. 275. 276. 277. 278. 279. 280. 281. 282. 283. 284. 285. 286. 287. 288. 289. 290. 291. 292. 293. 294. 295. 296. 297. 298. J : Oia apa besok cari kos ? J : Hehe P : Ya liat bersok ya hun. Bab 3 mu belom po? J : Udaa J : Ak tambah penjelsan tentang penelitian kuliatatif aja J : Biar jelas P : Owhh P : Tidung po? J : Yaaa J : Ak belom ngantuk sayang P : Ak duluan yaa J : So tidong po ? J : Ok local youth J : Good night dear J : Gb us J : Pagi hun J : Lagi apa ? J : Ak rencananya mau pergi lho sama mamanya endru mau jalan2. Hehe.. J : Mungkin pulangnya sore J : Kalo kamu mau k kos kabri dulu ya P : Buset.. pergi jam berapa kamu? P : Jangan kelamaan P : Mau kemana? Apa pulangnya ak jemput d situ? J : Iaa ni hun J : Ini lagi di jalan solo J : Ini lagi nyari kain J : Nanti ak kabari kalo uda pulang P : Jam 4an P : Ak k tempatmu P : Jangan kelamaan lho.. J : Ok hun P : Kamu uda pulang belon? J : Uda hun J : Baru aja sampe J : Hun J : Dimana ??? J : Hun J : Masi lama po ? J : Ak sudah laper J : Hun

(150) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 132 299. 300. 301. 302. 303. 304. 305. 306. 307. 308. 309. 310. 311. 312. 313. 314. 315. 316. 317. 318. 319. 320. 321. 322. 323. 324. 325. 326. 327. 328. 329. 330. 331. 332. 333. 334. 335. 336. 337. 338. J : Uda sampe rumah sayang J : Kena ujan g ? P : Udah P : Kena dkit P : Pye? J : Iaa disni juga ujann J : Laper lagi gak ? P : Laper tapi males bikin mie e J : Sama ak juga laper lagi J : Hun makasi ya sharing yang tadi J : Tapi malam ini ak lagi gak konsen J : Cemas terus bawaannya P : Iyoo P : Besok harus kerja bakti pagi lagi kayaknya.. P : Harus tidur dulu nihh P : Gak konsen kenapa? P : Tidur tenang dulu lah P : Lanjut besok lagi J : Iaaa hun J : Ak harus ke gereja dulu P : Ngirim opo kamu? J : Atau paling gak ak mesti jelasin ke mama papa n kakakku dulu deh P : Ngirim opo kwe??? J : Biar ak gak cemas buru2 lulus P : Jelasin opo?? P : Kamu ngapain ngirim foto itu???!! J : Soalnya yang bikin ak males itu tuntutan dari merka pengen taun ini loh kelar J : Apa lagi kakak ivan P : Prettt lah J : Ak butuh suport dari mereka nih P : Kamu ngirim foto opo kui hun?? J : Foto2 ku J : HahaHHaha J : Ak curhat ndak ditanggepin J : hufhh P : Syoa ynh nd tnggpin.. P : Ngapain kamu kirim fotomu? J : Ia mau ak simpen J : Ndak tau cara nya J : Makanya ak kirim dulu k kamu biar otomatis ke simpen

(151) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 133 339. 340. 341. 342. 343. 344. 345. 346. 347. 348. 349. 350. 351. 352. 353. 354. 355. 356. 357. 358. 359. 360. 361. 362. 363. 364. 365. 366. 367. 368. 369. 370. 371. 372. 373. 374. 375. 376. 377. 378. J : “Syoa ynh nd tnggpin”.. J : Apa ini artinya ?? P : Goblik ehh P : Maksudnya siapa yang ndak tanggepin? J : Kamu ak curhat barusan ndak ditanggepin J : Ak cemas sama ortu n kakak ivan n mba reta ni J : Bisa2 taun ini ak gak kelar J : Pie ki ? P : Jiaahh.. sapa suruh kamu kirim foto2mu yang gak jelas itu waktu kamu curhat P : Kamu bilangin aja kalo d tekan terus lulusnya bakalan lebih lama.. J : Iaa sihh hun J : Ya besok ak datang k rumah Tuhan dulu ya hun J : Butuh siraman rohani nih P : Iyow sore jow e.. J : Kenapa sore hun J : Banyak yang harus di kerjakan besok J : Tapi kamu melocal youth dulu yaa P : Mau kerja bakti dlu to? J : Ok deh P : Iyoo J : Berarti gak jadi makan gratis ? J : Uda bobo ya hun? P : Ya liat bsok P : Ak bobo dlu ya? J : Okeee J : Met bobo hunnn J : Hun P : Ya? J : Absi kerja bakti ? P : Udah selesai dari jam setengah 10 tadi P : Ini lagi nggarap skripsi P : Ntar kususul kamu P : Hahahaaa J : Hahahaa J : Mulai cemas P : Hiii... hunnn lulus tau depan kamu itu P : Hahahaa J : Astagaa J : Mulutmu J : Jahat

(152) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 134 379. 380. 381. 382. 383. 384. 385. 386. 387. 388. 389. 390. 391. 392. 393. 394. 395. 396. 397. 398. 399. 400. 401. 402. 403. 404. 405. 406. 407. 408. 409. 410. 411. 412. 413. 414. 415. 416. 417. 418. P : Hahahaaa P :Cemas2 gobliks J : Hun J : Kapann kita grja ni? P : Nanti sore ya? J : Okee J : Y udah ak makan dulu yaa P : Karo sopo? Dimana? J : Gado2 J : Hehehe J: Tumben to ? P : Dimana? P : Sama siapa kamu? J : Di lotek bu ari J : Sendriii P : Hahahaa P : Kasiannyoo.. P : Kenapa gak d bungkus aja hun.. J : Malass nanti cuci piring lagi J : Huhuhuu P : Ya kan bisa pake bungkusnya P : Jadi gak perlu cuci piring J : Daaannnnnn ternyata ini gado-gado nya pake telor J : Kalo ada kamu kan ak kasi P : Ya dimakanlah P : Enak kok... P : Hahahaaa P : Maem putihnya doang hunn P : Dimakan ajalah J : Ak sudah di kos hunn J : Tadi ak sempat coba sedkit gak bisa ak telan J : Langsung ak dorong air putih P : Eh nanti ak sampai d kosmu jam stngah 4 kamu harus udah siap ya P : Kita ketemu temanku dulu terus jam 6 pergi ibadah P : Okok J : Siapppp komandan J : Hun J : Nanti bawa FD yang item ya J : Hun J : Uda dimana ???

(153) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 135 419. 420. 421. 422. 423. 424. 425. 426. 427. 428. 429. 430. 431. 432. 433. 434. 435. 436. 437. 438. 439. 440. 441. 442. 443. 444. 445. 446. 447. 448. 449. 450. 451. 452. 453. 454. 455. 456. 457. 458. P : Otw J : Sayang J : So sampe ? P : Udinn P : Abis kasih makan molly J : Ooh.. Baiknyaa pacarku nih J : Sun jauh buat moolliiy yapp J : Hehe P : Kok isoh? P : Hahahaa J : Isoh opo J : Hun J : Bab 2 ku tolong di baca besok ya J : Kamu besok jangan telat lo hun J : Biar bisa ketemu pak didik P : Okok P : Besok pak didik itu ada jadwal jam piro yo? J : Coba kamu liat jdwal J : Seingetku dia jeda jm 10 kalo gak salah P : Ya.. ok J : Yaa J : Jangan telat2 banget ya P : Dia malah ngajar jam 1 e.. P : Ya besok coba datang pagi lah J : Loh bukannya ada jeda ya J : Ak mau k kampus sekitar jm 1 0 hun J : Kalo bisa sebelum jam itu kamu datang ya J : Baca dulu punya ku P : Yoo J : Sudah kelar hun ?? P : Belum lanjut besok pagi P : Kamu pye? J : Kamu mesti sudah ngantuk ya J : Ak lagi coba ngenet di atas J : Mau cari history judi masuk di indonesia dan perkembangannya J : Psi timur, dll P : Hahaaa P : Mau kerja sampe jam piro koe hun? J : Ku coba hunn J : Sebisa ku dulu

(154) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 136 459. 460. 461. 462. 463. 464. 465. 466. 467. 468. 469. 470. 471. 472. 473. 474. 475. 476. 477. 478. 479. 480. 481. 482. 483. 484. 485. 486. 487. 488. 489. 490. 491. 492. 493. 494. 495. 496. 497. 498. J : Yang pnting usahalah P : Besok kamu waktu bimbingan malah gak konsen lho?? J : Iaa hun J : Yang penting ak ada bawa lah besok J : Sambil diskusi P : Hahahaaa P : Sip2.. P : Ak bobo dulu ya sayang P : Mwuuahhh P : Oiya hun.. jangan kemaleman yaa P : Jaga kndisi P : Kamu k atas tuh k kos cowok P : Hati2 yaa J : Oke sayanggg J : Ini ak sendiri kok J : Tinggal cari budaya minahasa abis itu pulang J : Oke hun J : Hun J : Selamat tidur yaaa J : Gb us J : Sun buat putla n moli J : Hehe P : Hun.. ak nanti mungkin agak mepet yaa P : Ini sklian mau ngerevisi dulu P : Tak cek2 lg P : Hun.. ak k kosmu sekarang ya?? P : Uda bangun belom? J : Yaa J : Hunnn J : Gimana ?? J : Ak titip pesenanya fheny dong hun J : Titipannya di okvi J : Tolong ambilin yaa hun J : Makasi J : Hunn J : Dimana ? P : Ini ak mau maen ps? Kamu dimana? J : Ak masi dijalan moses J : Tempat jual hp J : Depan nya persis

(155) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 137 499. 500. 501. 502. 503. 504. 505. 506. 507. 508. 509. 510. 511. 512. 513. 514. 515. 516. 517. 518. 519. 520. 521. 522. 523. 524. 525. 526. 527. 528. 529. 530. 531. 532. 533. 534. 535. 536. 537. 538. P : Ngapain? J : Potong rambut J : Pie ?? J : Mau aku jemput lagi??? J : Hunn J : Belom mau pulang ?? J : Masi lama ? J : Ak mau makan dulu P : Ini ak mau pulang hun.. J : So sampai kah ? J : Oiiiiiiiii P : Udah daritadi P : Ini abis makan J : Beh makan teyussss J : Kan ak bilang kalo sudah sampe kabari J : Kenapa gak ada kabar nihh P : Lha kan ini ngbari P : Goblikk J : Ak tanya baru di bales P : Dasar si rambut batak P : Poni kuncung... J : Hahahhahaha J : DIAMMMMMMMMMMMM kamuu! J : Ak malu nih J : Iiih ak sebel rambutku gini P : Hahahaa P : Kenapa kamu kirim gambarmu semua hunn J : Ganteng... lagi apa neh J : Hehhe J: Selamat pagi sayang P : Semalam tau2 ngilang jal P : Kemana to? Ninggalin ak tidur ya jangan2? J : Orang ak di kamarr J : Gak baca po ak wa lagi P : Gak ada yaaa P: Watch "How easy it is to forget... (Very sad commercial)" on YouTube http://www.youtube.com/watch?v=3L8diP48eN0&feature=youtube_gdata_player P : Hun.. kalo lowong cari sinyal yang bagus terus nonton ini lewat androidmu P : Bagus banget.. P : Woiiiiiiiiii

(156) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 138 539. 540. 541. 542. 543. 544. 545. 546. 547. 548. 549. 550. 551. 552. 553. 554. 555. 556. 557. 558. 559. 560. 561. 562. 563. 564. 565. 566. 567. 568. 569. 570. 571. 572. 573. 574. 575. 576. 577. 578. J : Soriii J : Ak baru abis bimbingannn J : Ak uda pernah nonton hunnn J : Di gereja juga kayanya J : Hehehehe.. Ada lagi gak hun ??? mau dong dikirimin P : Woooo.. Goblikks.. Aku kirimin sekarang yaa P : Banyakkk hun J : Dimanaaaa ???? P : Kamu dimana? P : Ini ak mau pulang P : Mau tak singgahin dulu gak? P : Ping.. Balas! J : Ak masih di paris bakery J : Gimana ?? Kayaknya masih lama ni ak perginya. P: Woiiiii lamaa.... kenapa gak dibalas??! J : Gimana hun J : Uda dirumah ? J : Hunnn J : Lagi apa ? P : Halooooo P : Udah maem? P : Hunn? Udah d baca kok gak dibales sih? P : Woiiii...... Jangan2 tidur ya??! J : Ntar hun J : Lagi telponan J : Hun J : Maaf ya J : Ak lagi ngobrol sama mama papa ee J : Hunn J : Ak sudah selesai J : Hunnnnn J : Kamu marah ???? P : Woi... P : Ngobrol opo? J : Banyak hunn J : Tentang kehidupan J : Tentang keuangan juga J : Hehehe P : Lama banget sih balesnya, bisa cepet gak? J : Uda ak bales dari tadi hunnn

(157) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 139 579. 580. 591. 592. 593. 594. 595. 596. 597. 598. 599. 600. 601. 602. 603. 604. 605. 606. 607. 608. 609. 610. 611. 612. 613. 614. 615. 616. 617. 618. 619. 620. 621. 622. 623. 624. 625. 626. 627. 628. J : Seriusssss J : Hehehe J : Jadi lagi apa neh ?? J : Tadi sore bobo yaa J : Hun P : Tadi sore maen ps P : Hahaha P : Kamu? J : Sama siapa ??? J : Pantes gak ada kabar P : Sama yuan P : Waduh lupa e J : Kamu tau password gmail ku gak ??? J : Hahhh P : Kalo gak salah ya „jesusloveme‟ J : Gak diterima hun J : Kamu bisa bantu ? huhu P : 13951234 P : Coba itu P : Atau buat pertanyaan cadangannya itu kalo lupa password kan ada to P : Nah itu no. Hpmu yg im3 J : Kamu coba tolong dari tab mu dong hun J : Alamatnya J : maureinjeanet@gmail.com P : Gak bisa hun P : Klo tempatku log out ntar semua jaringan ilang dong J : Gimana ya J : Hun P : Buat apa to? P : Buat lagi aja kalo gtu J : Alamat email yang kamu pake di instagram apa J : Buruan hun J : Ya gak mgkin hun J : Orang itu alamat yang ak pake di instagram, tolong dong hun J : Hehe P : Ya itu yang d atas itu deh kayaknya J : Alamat email yang kamu pake di instagram apa J : Apa hunnn J : Buruann J : Oiiiiii

(158) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 140 629. 630. 631. 632. 633. 634. 635. 636. 637. 638. 639. 640. 641. 642. 643. 644. 645. 646. 647. 648. 649. 650. 651. 652. 653. 654. 655. 656. 657. 658. 659. 660. 661. 662. 663. 664. 665. 666. 667. 668. P : Ya itu jeanetmaurein@gmail.com J : Alamatmu kok ak tnya J : Hunn J : Alamat emailmu di instagram apa J : Kok lama sih balesnya J : Woiiiii J : Ayoo hunnn P : Owh.. Ya sebentar P : aku lagi beresin kamar P : Putrawiramuda@gmail.com P : Kecil semua J : Hunnn J : Ak sakitttttt J : Kamu lagi dimana ? J : Uda otw ? P : Sakit opo kwe? P : Manja banget.. P : Woiii P : Dibaca gak dibales J : Sori hun J : Ak sakit pusing dan panas J : Ini di depan ruang bu lusi J : Nunggu beliau abis ngjar J : Hun J : Ak gak kuat nihh.. badanku lemes bgt P : Ya istrahat dulu aja d rumah P : Kos mksudnya P : Beli obat P : Kamu jadi mw k rumahku gak? P : Oii hunnn.. J : Hun J : Ak baru selesai bimbingan J : Ini otw pulang P : Kok lama banget? J : Ia hun J : Ngajak ngbrolll J : Hun J : Kesni hunnn P : Jauh hun P : Capek ak nanti

(159) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 141 669. 670. 671. 672. 673. 674. 675. 676. 677. 678. 679. 680. 681. 682. 683. 684. 685. 686. 687. 688. 689. 690. 691. 692. 693. 694. 695. 696. 697. 698. 699. 700. 701. 702. 703. 704. 705. 706. 707. 708. P : Besok mau berangkat J : Ih kok gitu J : Ntar ak siapa yang tolongin J : Hun J : Datang sebentar sihhh J : Ak wis semaput ki J : Tega amirrr P : Kok isoh semaput? P : Sakit apa to kamu? J : Ak kalo kamu kemari tolong beliin makan J : Ak kedinginan J : Tapi nanti kalo gak ak mint tolong teman P : Gimana to kondisimu? P : Ini ak juga sehariaan istirahat P : Soale seminggu ini kan cuma tidur 4 jam sehari to J : Ak pikir kamu kesini P : Ini baru bangun ak.. P : Kondisimu itu gimana? P : Supaya ak juga bisa perkirakan kalo kesana P : Besok ak d malang soalnya 4 hari P : Ntar bolak - balik, malah ak yang semaput pas tugas.. P : Lha gmna? P : Besok paling baru ak paingan P : Mau ngambil skripsi sama ketmuan dengan pak didik bentar P : Soalnya berangkat jam 11 P : Pye? J : Kedinginan J : Pusing panas J : Mau jalan pusing J : Ioo J : Y udahhh J : Ak cuman bingung mau minta tolong k sapa P : Lha gak ada dita po anak bk itu po? P : Atau endru dengan mamanya? P : Kalo cuman minta tolong d beliin mkanan kan gapapa P : Lagian kan udah kubilang dari kemren kalo hari ini ak pengen istirahat dulu. J : Yoii J : Ak udah minta obat sama mama endru. Ak cuma mau ada kamu kok hun P : Kenpa emang kamu bisa sakit? P : Besok pas ak kesana mau ak beliin apa?

(160) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 142 709. 710. 711. 712. 713. 714. 715. 716. 717. 718. 719. 720. 721. 722. 723. 724. 725. 726. 727. 728. 729. 730. 731. 732. 733. 734. 735. 736. 737. 738. P : Oii hunn.. J : Hun P : Ak telpon kamu lho J : Hun J : Jadi telpon? J : Ak baru abis diurut P : D urut karo spo? J : Hun J : Ak bobo dulu ya, ngantuk abis diurut P : Iya hun, cepet sembuh ya J : Hun J : Ak minta tolong beliin bubur apa soto ya sayang. Sama teh panassss banget tolong y hun J : Hunn J : Gimana ? J : Uda otw ? P : Uda nih,... P : Gimana? J : Gapapa J : Sekarang udah didaerah mana ? J : Hun.. Bobo yaaa???? P : Ini udah d luar solo hun.. P : Pye? J : Hati2 y hun J : Enjoy perjalanannya J : Hehe P : Iya kamu gimana kondisimu nih? J : Puji Tuhan membaikk hun J : Mungkin karena udah di jenguk kamu J : Hehe P : Yawes cepat sembuh ya hun, jangan sakit2 lagi waktu aku pulang J : Siap hunn

(161) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 143 Transkip Deskripsi dan Verbatim Pasangan Subjek 3 (P-B) 1. Deskripsi Subjek 3 a. Inisial Subjek Laki-Laki : P b. Usia Subjek Laki-Laki : 23 tahun c. Inisial Subjek Wanita : R d. Usia Subjek Wanita: 22 tahun e. Status Subjek Laki-laki dan Wanita : Mahasiswa f. Lama berpacaran : 3 tahun 2. Verbatim Subjek 3 (P-B) NO 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. VERBATIM P : Pagi boo.. dah bangun belom..? semalam kok gak ada kabar ya? Pipii semalam baru bobo jam setengah 3.. hehe.. P : Boboo, belom bangun poo..? Ayo bangun udah siang.. B : Aku baru bangun piii... iya maap ya pii semalem ketiduran.. hehehehe... P : Agy apa boo..? laperr... B : Habis masak. Hehhe.. bikin oseng2 tempe.. hehehe.. mbak novi nggak masak po? P : Nggak, nasi aja gak ada.. huhuhu.. B : Weeeewwww.. Ya udah keluar sek beli makan geh pii biar gak kelaperan.. hehhee.. P : Nhe udah bikin mie aja. Ada nasi dikit, tadi sisane moci, Hahahaha... P : Boo.. pipii ke kos nya sorean yakk, P : Boo.. nhe pipii dah di rumah.. B : Kok cepet banget.. heheheeee... P: Nggak aahh biasa aja, hehehe.. padahal tadi nganterin orang papua dulu ke terminal jombor.. hehe B : Oohhh.. hehheee.. lagi apa pipii? P : Nhe abis ngasih maem moci.. mau ngerevisi sek sebelum ngantuk, hehehe.. P : Boo dah bobo..? B : Belum.. piye pii? P : Gapapa.. pipii bobo duluan ya.. hehehe.. udah selesai revisiannyaa.. P : Boo.. Jadi bangun gak..? Bimbingan jam9 too.. Pipii dah telpon berkali-kali, tapi gak diangkat, terus pipi mau telpon lagi hp nya dah gak bisa dihubungi.. B : Tadi sinyal ilang pii,, jadi kok, ini habis mandi, baru siap2. P : Okee.. Jangan sampe telat bimbingannya ya boo.. Nhe pipii juga dah mau berangkat, nganterin abel dulu.. Semangat boo bimbingannyaa.. Luph u B : Iyaa, makasih pipiii.. luph u too B : Aku udah di kos pii P : Sbb boo.. Nhe pipii baru selesai futsal,terus baru di tukangan jemput abel.. Oiya

(162) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 144 29. 30. 31. 32. 33. 34. 35. 36. 37. 38. 39. 40. 41. 42. 43. 44. 45. 46. 47. 48. 49. 50. 51. 52. 53. 54. 55. 56. 57. 58. 59. 60. 61. 62. 63. 64. 65. 66. 67. 68. bo, besok pagii pipii bikin sim dianter mbak nophe, soale sekalian nganterin mbak nophe ke tukangan.. B : Okeokee.. Aku baru baca smsnya. Baru bangun bobok aku. Hehehe.. Maaff yaa.. P : Iyaa pipii dah paham dan ngerti kok, hehe.. Nhe pipii abis ngurusi moci, mau mandi terus gantian mau bobo.. Hehe B : Wahahahaa.. Preett.. Okaii.. Tadi sampe rumah jam berapa e? P : Jam 3an, tadi mampir maem dulu.. Pipii mandi sek ya. Matanya udah mbeyuyut banget nhe.. B : Okeokee.. Hehehe.. P : Boo.. Besok kita gak bisa maem ke depok, lha warung makane pada kukut kena abrasi air laut, nhe tadi liat berita di tvri, terus tadi warung langganan tempat kita makan di shoot lagi dibongkar soale mau pindah sementara.. B : Waaaa... Oke gak masalah.. Masih ada Kmeals. Hahahaha.. Kok gak jadi bobo? P : Nhe baru mau bobo, hehe.. Pipii bobo dulu ya boo.. B : Hiihhh.. Kirain udah daritadi.. Hehee.. Okeokee.. P : Boo jam tanganmu tuh udah ketemu..? B : Belum ni pii.. huhu.. cariin dongg.. Di sleman po pii? P : Iyaaa.. Yang nemuin mbah novi malahan, di atas lemari.. Sampai mbak novi aja bilang kalo udah liat jam nya udah lama disitu.. B : Wahahaaa.. Iya po? Kapan ya tak taruh situ? Aku lupaakk.. Pipii besok ke amplasnya jam berapa? P : Ya gak tau, lha terakhir pake jam nya kapan boo..? Gak jadi ke amplas kok, besok mau ke ramai aja, paling jam10an.. B : Lupaa kapan pakenya.. mbak novi mau ngapain ke tukangan? P : Boboo tu jangan sembarangan to kalo taruh jam, untung ini ketemu di rumah. Besok pada mau bobo tempat simbah.. Nhe mama udah bobo sana, soale simbah sakit. Kaki nya bengkak gak tau kenapa. B : Iya pii, maaf yaa.. makasih pii udah ditemuin..hehhe.. P : Oiya, btw besok nek abel jadi renang, boboo mau ikut ndak..? hehe.. B : Renang dimana e? Mauu noo. hehe.. tapi aku senin bimbingan jam 9, njuk abis itu ke gloria siang -___-“ P : Renang di hotel cakra kembang yank.. Ow gitu, oke2.. hehe.. B : Oiya jam berapa renangnya? Seksek, aku tak liat revisian dulu ya, nek kira2 masih banyak, aku ndak ikut dulu. Hehehe P : Paling siangan sih. Ya ya okeh2 dipikirin dulu aja boo bisa ikut ato ndak.. P : Boo.. Tau nomornya adel yang baru gak? B : 085729345808 itu nomornya mas adel yang baru pii B : Yank, mau telponin mr.burger gak? Laper niiiii.... Hehehe.. P : Emang jam segini masih delivery poo boo..?? nomore berapa...?? B : Nggak jadi pii, udah pesen mekdi..

(163) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 145 69. 70. 71. 72. 73. 74. 75. 76. 77. 78. 79. 80. 81. 82. 83. 84. 85. 86. 87. 88. 89. 90. 91. 92. 93. 94. 95. 96. 97. 98. 99. 100. 101. 102. 103. 104. 105. 106. 107. 108. P : Wooohhhh.. ya udah kalo gitu. tapi kok jadinya pesen mekdi boo?? B : Lapeerrrr.. Lama lagi nganterinnyaaa.. Hehehe.. lagi apa pipii? Oiya, besok ak meh cerita, ingetin yaa.. B : Udah bobo pi? P : Pagii boo.. Sorry semalam pipii udah bobo.. ketiduran saking ngantuke.. Hehe.. B : pagii pii, maaf baru bales. Hehehehe... iya gapapa.. Udah di tukangan? P : belom, nhe baru mau berangkat. Abel lagi nimbang di posyandu dulu.... B : oohhh.. lha jadi mau renang po? P : belom tau nhe. Tapi nhe pipii dah bawa perlengkapan buat renang sih. Hehe.. boboo jadi mau ikut ndak? B: oohhh,, hehhe.. lha mama sampe jam berapa di hotelnya? Itu outdoor? Gak mau ah, nek siang2 nanti ak gosong noo pii. B : oya, uange mas uan kalo mau dipake ambil dari yang 700 ribu itu ya.. P: boo.. sori baru ngabari.. gak jadi renang kok yank, lha mama udah berangkat, mbak novi juga malah sakit tadi jatuh dari kamar mandi.. B : weeeewww.. -___-“ terus piye? Gak papa kan mbak novi? Pipii udah maem? P : gapapa.. cuman pantat sama punggunge sakit. Belom maem, tapi nge agy maem jagung tadi beli di ramai.. btw, sebenere ntar sore kita disuruh ngajakin abel pergi.. soale mbak nophe mau pijet. Boboo mau nemenin ndak? B : oohhh.. ya okeee nanti aku temenin.. mau ke mana nanti? Hehheehe.. P : belom tau boo.. nanti kita pikirin bareng2 yaa.. hehe.. P : Boo,, mau tak bawain swike nya pas pipii k kos gak? B : mauu pii mauu, buat maem dulu.. lapeerrr.. hahahaaa.. P : hahhaaa.. iyaa bentar lagi ya boo pipii kesitunya.. panas banget nhe.. hehee.. B : eh pii, logo chelsea yang di kaos itu namanya apa? P : kalo pada nyebut sih, kalo gak path ato woven.. kenapae boo..? B : pengen jaket chelsea aku. Hahahhaa.. P : sek ya yank.. pipi tak nabung dulu ya. Hehe.. B : iyaa pii, nanti kalo udah kekumpul beliin yaa.. hahha.. P : insya Tuhaannn... hehe.. boboo agy apah..? B : okee... hehhee.. lagi ngerjain skripsi ni pii... B : yank, aku tak mandi dulu, terus pipii ke sinii yaa.. hehehehe.. P : pipi malah ngantuk beud nhe.. hehe.. B : woohhhh.. lha piye e.. nie aku habis mandii.. mbok ke kos sekarang to pii... P : ya sabar2.. bentar jam setengah3 pipii ke kos ya yank.. P : Boo.. nhe pipii udah di rumah.. hehe.. P : Pagiii boo.. dah bangun belum yaa...?? nhe pipii abis nyuci motor.. B : Habis mandi pii.. Hehhee.. P : Tapi baru bangun juga too mesti.. hehehe.. B : Yank, Jangan lupa tanyain mama plastik baju yaa..

(164) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 146 109. 110. 111. 112. 113. 114. 115. 116. 117. 118. 119. 120. 121. 122. 123. 124. 125. 126. 127. 128. 129. 130. 131. 132. 133. 134. 135. 136. 137. 138. 139. 140. 141. 142. 143. 144. 145. 146. 147. 148. P : Owhh, kata mama plastiknya beli di toko “40” ada, yang belakang PKU itu... untuk hargane mama lupa, tergantung tebel tipisnya... P : Boo, nanti pipii ke kos nya jam1an yaa... B : Yaa jam 1an aja pii.. beliin maem ya pii.. lauknya ajaa.. P : okeii.. Boboo mau maem apa...?? B : Sop larissa aja pii.. isi ayam tok yaa.. P : oiyaaa okee.. B : yank, sama es buah yaakk.. hehhee.. P : Sip („?^) B : Sama jaket chelsea ya pii.. hohohoo.. P : dudududududu.. syalalalalala... P : boo.. nhe pipii udah di rumah... oiyaa pipii udah mandi lhoo.. hehehe.. B: ciyeeeee rajin nyaa.. wah abis ni ujan deres kayanya kalo pipii kerajinan gini... hahaaaaa.... pipii lagi apa? P : hasyem, ngece loh bobo ki.. nhe agy goreng tahunya.. dicariin mbak novi, dikira belom pulang soale tadi gak denger... hehehe B : oalaahh.. hehehhe.. aku mau mandi sek yaa.. njuk mau bobok. Hehehe.. P : okeee... muahhh B : Pii,, lagi apaa? P : Nhe abis ngasih maem moci... kok dah bangun boo..?? dah maem boo..?? B : udaahh noo.. hehhe.. belum, nanti aja, aku belum laper.. P : Lho kok gitu? Hayoo tapi jangan lupa maem lo yaaa boo.. B : Okeii siapp yankk... hehhee.. abel lagi apa? P : Nhe agy maenan ma pipii di kamar, tadi bangun tidur nanyain tenan too... “Tante anis mana....??” B : wahaha.. iya po? Yaa bilang sama abel kalau aku besok sekolah. Haaha.. bangun jam berapa dia tadi? P : tadi jam 5 abel bangunnya.. ya pipii tadi bilang kalo tante pulang ke kos gitu... boboo agy apah..?? B : hahaaaa.. salam buat abel ya pii.. ak meh ngerjain skripsi sih ini, tapi nonton conan dulu. Hehhehe.. P : hhhuuu dasaaaarr.. pipii nonton bola dulu ya... B: okeoke.. hehhe.. Pii, btw, aku d sms gloria pii, suruh bantuin ngetes disana. Hehhee.. B : besok ke gloria jam 1an. Hehhehe.. P : Oowww aku kira gak diambil, soale pipii kira kan boboo dan lama gak join sana, terus mendadak ada job terus diambil kan jadi agak gimana gitu. Tapi it‟s okee, itu cuma pikiranku aja sih.. hehe.. B : hehhee.. ak ambil kok pii daripada gak ada kerjaan juga.. ya to? .. lagi apa e? P : iyaaa... ya udah monggo pipii mendukung kok... hehehe... lagi mau bobo ni, ntar

(165) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 147 149. 150. 151. 152. 153. 154. 155. 156. 157. 158. 159. 160. 161. 162. 163. 164. 165. 166. 167. 168. 169. 170. 171. 172. 173. 174. 175. 176. 177. 178. 179. 180. 181. 182. 183. 184. 185. 186. 187. 188. malam mau bangun nonton chelsea... hehe.. B : Paling gak bangun kayak semalam.. hehhee.. besok ngampus jam berapa? P : bangunlah kalo ntar malam, chelsea yang maen, ya meskipun streaming. Besok bimbingan jam11... B : Wokeh wokeehh.. Hehehhe.. B : Aku baru bangun.. hehhee.. ntar aku pergi sama meili yaa.. P : Mau kemana boo..? nhe agy nungguin dody, mau ketemu ma mbak eta, baru ntar jam 1.. B : Makan sama main.. mau nyobain michigo kalo jadii.. terus ke tempat tiwi.. B : BBM nya pipii baru nyampe,, aku pergi dulu yaa.. luv u.. muahh B : maaf baru ngabarin pii, aku baru bangun tidur, tadi pulang jam 6an, terus tidur, ngantuk banget. Hehhehe B : piii, kok telponku gak diangkat?? -___-“ P : Sbb yank.. baru bangun nhe, HP juga ke silent semua daritadi.. B : weeeeww.. hehehe.. pulang jam berapa tadi pipii?? P : jam 2 an tadi dari kampus, terus sampe rumah bantuin masak, terus abis itu bobo.. hehe.. nhe ntar jadi pergi agy...? B : ndak kok.. temenku ndak bisa, ada acara mendadak.. hehhe.. lagi apa pipii?? P : Sbb boo.. baru selesai ngasih maem moci.. udah maem kok tadi siang, males mandi juga, besok sekalian aja, hehe.. tadi kemana aja boo..? B : eh yank, aku pengen jaket chlesea.. hahaha.. liat ada yang bagus.. tadi cuma makan sama ke tempat tiwi aja, main disana. P : Liat dimana yank jakete..? oowww, tadi jadi maem di michigo..? B : di google noo.. hahhaa.. tadi makan di pastaholic di mrican.. P : ooww kirain tadi pas jalan2 liatnya, hehe.. kok gak jadi makan di michigo..? besok jadi pergi ma temen2 sapa? B : kamis kok. Besok kan rabu to? Belum tau ni. Belum ada kabar lagii.. P : ooww kirain besok malam.. agy apah boo..? dah maem..? B : lagi nonton youtube. Hehehhe.. udah tadi sore.. P : Boo.. om tarjo tuh masih ada dines di amplas gak...?? pipii mau perpanjang sim, soale ada yang mau tak rubah nek lewat om kan bisa gampang.. hehehe B : aku nggak tau e pii.. ntar tak tanyain yaa.. B : pii, minta nomor hp nya mbak nya yang jahit lagi dong.. hehhehee.. P : Boo... Nhe pipii udah di rumah... boboo kie pye to belum sms mbak novi too minta nomore mbake penjahit...? nhe nomore.. 085643188072 B : Wahahhaa... Baru bacaa.. Gak denger ada sms. Iya aku belum sms mbak novi. Hehehhe.. makasih yakk. P : Boboo ki lhoo lupa teruss.. Buruan ditanyain to yank, nhe udah pertengahan september lo.. B : Iyoo pipiii.. ak gak lupa kok.. hehe... Lagi apa pipii?

(166) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 148 189. 190. 191. 192. 193. 194. 195. 196. 197. 198. 199. 200. 201. 202. 203. 204. 205. 206. 207. 208. 209. 210. 211. 212. 213. 214. 215. 216. 217. 218. 219. 220. 221. 222. 223. 224. 225. 226. 227. 228. P : Lagi online aja sama nonton tipi, mau bobo gak bisa.... boboo agy apah? Dah maem...?? B : lagi nonton conan. Hahha.. mumet ngerjain skripsi mulu.. udah tadi pagii, ntar malem lagi makannya. Abel lagi apa? B : Yank, liatin pengarang bukunya mbak eta itu dong. Sama judulnya,taun,.penerbit. P: Sbb boo... agy ngasih maem moci nhe... judulnya : “Introduction to industrial/organization psychology 5th edition”. Pengarang : Ronald E. Riggio . Penerbit : Pearson Prentice Hall B : Kotanya mana pii? New york? Tahun berapa ya itu bukune? P : new jersey, 2009. Boo.. perasaanku kok gak enak yaa... huhuhu... B : kenapa pii? P : Gak tau ngerasanya deg2an aja nhe boo... B : Doa pii, semoga gak ada apa2, atau dibuat bobok aja.. P : Ya semoga aja boo... hehe.. ya udah lupain aja.. udah maem boo..?? B : udah pii, tadi beli olive. Hehhe.. P : Kok maem‟e junkfood mulu sih boo.. B : Yaah adanya junkfood kok.. aku suka junkfood lebih praktis.. lagi apa pipii? P : dasarr boboo ki, jangan kebanyakan makan junkofood. gak agy apa2, lagi duduk2 sendirian aja di teras... hehe... B : hahaha.. autis lho pipii.. haha.. tidur sanaa.. besok ngampus jam berapa? P : Enak aja autis, hehe..dah ngantuk sih, tapi mau bobo takut.. hehe.. belum tau, sebangunnya paling soale. Cuma ambil revisian tok kok, bimbingane selasa.. P : Pagii boo.. pipii udah bangun lo nhe, hehe.. semalam mesti dah tewas ya boo.. B : Wahahaha.. hooh.. aku ketiduran, tv ne nyala sampe pagii.. lagi apa pipii? P : boo.. nhe pipii otw mau futsal.. B : okeoke.. met futsal yaakk.. P : kebooooo.. maapp pipii baru ngabarin.. nhe pipii udah di rumah.. tadi sampe rumah langsung bakar ikan buat maem.. hehehe.. boboo agy apah? B : pii aku gak enak badan ni, pusing, mual. P : udaaahh minum obat atau vitamin yank...?? B : belum pii... P : ya udah minum obat ya boo biar cepet sembuh.. B : uangnya mas adel udah diganti belom pipii? P : udaaahhh tak ganti boo.. tadi pas futsal... boboo besok ngampus jam berapa..?? B : Loohh.. aku baru baca sms nya.. pipii udah tidur kah? Hahahha.. ngampus jam11an kayaknya. Sebangunnya lah besok. hehhee P : belum.. nhe baru nonton youtube, hitam putih pas wawancara ibu nya vicky.. hahaha.. B : waaaa.. telat.. hahaha.. itu bodo nya keliatan banget. Pantes anake ya bodo -___-“ kamu besok jangan kayak vicky yaa.. hahhaaha..

(167) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 149 229. 230. 231. 232. 233. 234. 235. 236. 237. 238. 239. 240. 241. 242. 243. 244. 245. 246. 247. 248. 249. 250. 251. 252. 253. 254. 255. 256. 257. 258. 259. 260. 261. 262. 263. 264. 265. 266. 267. 268. P : iyaa boo, swt tenan nonton video nya nhe.. hahhaa.. B : Yank, aku baru mau tidur,, tolong bangunin jam 8.30 yaa.. sampe aku bangun beneran. Makasih.. P : pagiiiii boo... gimana badannya...?? maap semalam pipi gak pamit.. P : Boo.. belum jadi bangun...?? jadi ngampus jam berapa...?? B : udah mendingan kok.. ni udah banguun pii.. baru mau mandii.. sms ku gak dibales e sama bu dewi, tapi dia ntar selesai ngajar jam11. P : ooowww... ya udah ditungguin aja dulu balesannya.. nhe pipii juga belum tau jadi ngampus atau ndak, sms ku juga belum dibales sama mbak eta... B : Pii, dimana? Tolong isiin pulsa dong. P : Duhh om agus belum ada deposite yank.. nhe aja pipii juga limit pulsane... P : kebooo sayangg... hahhaa.. sorii baru kasih kabar. Tadi seharian ngapain aja? Aku tadi pergi sama dodi. Pulang jam berapa dari kampus? Udah makan belum? B : Iisshh.. Preettt.. tadi kenapa di telpon gak diangkat? -___-“ bilang kalo gak mau diganggu!! Nyebeliinn.. tadi pulang jam 2an. Udah tadi mesen mekdi lagi, lagi males keluar2 kos. P : hehe.. maap2 yaa.. seharian tu gak pegang hp. Lagi apa boo? Makan kok junkfood muluu.. B : Bodoo amaatt.. Tadi mama telpon, tanya kamu oktober jadi bisa ikut ke wonosari gak? Disuruh nginep. Maksudnya si nganter2 kemana2 gitu, soalnya papa gak bisa cuti. Tadi aku bilang aja kamu bisa. P : looohhh... kamu kok gak tanya aku dulu. Kemaren kan belum pasti to. Karena barengan sama reuni SMA. aku udah terlanjur janjian sama teman2 SMA. P : Boo, udah tidur belum..? oiya, besok mau gereja pagi bareng gak..?? B : Aku baru mau bobo piii.. semoga besok bangun yaa.. hehhee... P : ya udah.. pipii ke gereja sama abel aja yaa.. oiya, ntar atm sama duit pecahan yang kebawa pipii tak anterin sekalian pulang ke sleman, soale boboo gak bawa duit too.. B : aku ikut gereja wae. Udah terlanjur bangun juga. Tapi nanti langsung pulang ya aku. Gak usah ke tukangan. P : Boo.. nhe pipii udah di rumah sleman.. B : Maap baru bales pii, ni habis mandi. Hehhe.. katane abel tadi takut liat jatilan ya? Hehehe B : Wahaha.. duh isin aku, wis sampe kasir.. hahaha.. -___-“ btw kata mas dodi revisianmu udah selesai.. P : oiya makasih.. boboo di bbm doddy poo..? nhe pipii mau keluar beli sengsu.. hehe.. B : iya tadi di bbm mas dodi.. wooohhhh.. mau aku sengsunyaa.. hehehe.. P : Sengsune gak jual nhe, jadine beli nasgor.. okee2 maksih, ntar tak sms dody... bunda agy apah..? udah maem..?

(168) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 150 269. 270. 271. 272. 273. 274. 275. 276. 277. 278. 279. 280. 281. 282. 283. 284. 285. 286. 287. 288. 289. 290. B : habis maem. Hehhee.. eh yank, besok nonton yaak.. P : film yang bagus apa boo..? B : Liat aja pii.. P : Boo. Film nya yang bagus menurut pipii lo nhe : 2 guns.. Riddick.. the mortal instrument.. B : Katanya yang frozen ground itu bagus? Yang thriller apa? P : kalo yang thriller judule ATM.. kalo frozen ground action yank, action drama.. B : Manut pii mau nonton yang mana aja. Hhee.. lagi apa pipii? Ntar skype yaa, tak ngerjain revisi sek. hehhe.. abel lagi apa e? P : ntar deh, agy nonton bola e, hehe.. tuh abel agy nonton cesar di kamarnya mama.. hehe.. oiya, tadi maem pake apa yank? B : goreng telur sama capcay.. hehe.. P : Sbb boo.. biz jemput mama nhe.. ya okeh2.. nhe masih nonton bola juga.. B : yank, aku bobok yaaa.. hehehe.. besok bangunin pagi dong.. besok ngampus jam berapa? P : Okee.. besok tak bangunin kalo pipii bangun, hehe.. paling jam10an, abis nganterin abel too.. ya udah met bobo saiiank.. jangan lupa berdoa ya.. luph u.. B : Happy birthday yaa pipiii.. pokoknya semakin baik di umur sekarang, selalu dikasih Tuhan dan jadi berkat bagi yang lain. lancar studi dan rejeki. Bertahan menjalani hidup bersamaku setiap hari tanpa hentii.. luv u.. muah muahh P : Amiiiinnnnn.. makasih keboo ku... makasih udah selalu ada buat aku dan buat semuanya yang udah kita jalanin bersama2 yaa.. luph u too boo..

(169)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

PEMAKNAAN PESAN KOMUNIKASI MELALUI MEDIA SOSIAL SEBAGAI SARANA CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT PERUSAHAAN
0
8
18
STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN YANKEIZ.COM DALAM MENUMBUHKAN MINAT DAN KEPERCAYAAN KONSUMEN MELALUI MEDIA SOSIAL SEBAGAI SARANA PENGIKLANAN
2
64
83
POLA KOMUNIKASI PENGGUNA SOSIAL MEDIA PATH(Studi Deskriptif Kualitatif Pola Komunikasi Pengguna Sosial Media Path di Kalangan POLA KOMUNIKASI PENGGUNA SOSIAL MEDIA PATH (Studi Deskriptif Kualitatif Pola Komunikasi Pengguna Sosial Media Path di Kalangan Ma
0
2
15
KOMUNIKASI PEMASARAN VEARST JEANS MELALUI MEDIA SOSIAL TUMBLR.
0
1
1
LAPORAN KULIAH KERJA MEDIA FUNGSI SOSIAL MEDIA SOSIAL FACEBOOK DI HUMAS POLRES KLATEN DALAM KOMUNIKASI INTERAKTIF DENGAN MASYARAKAT.
0
1
1
PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DALAM KOMUNIKASI (1)
0
1
16
POLA KOMUNIKASI PEREMPUAN DALAM MENGKONS
0
0
18
PENGARUH PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL FACEBOOK TERHADAP PERILAKU BERPACARAN REMAJA PADA SISWA SMP
0
0
7
ARTIKULASI KOMUNIKASI POLITIK RIDWAN KAMIL DALAM MEDIA SOSIAL TWITTER
0
0
21
PERANCANGAN KAMPANYE SOSIAL CEGAH KANKER SERVIKS PADA REMAJA MELALUI MEDIA DESAIN KOMUNIKASI VISUAL
1
2
140
ANTARA MEDIA SOSIAL DALAM KOMUNIKASI POLITIK
0
0
5
ETIKA INTERPERSONAL MAHASISWA ILMU KOMUNIKASI UMI DALAM MEDIA SOSIAL TWITTER
0
0
94
DAMPAK MEDIA SOSIAL TERHADAP POLA KOMUNIKASI ANAK DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SOPAN SANTUN DI SEKOLAH DASAR - repository perpustakaan
1
1
15
PERANCANGAN KOMUNIKASI VISUAL MELALUI BUKU INTERAKTIF SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI SOSIAL PARA KORBAN BENCANA ALAM BONITA KURNIA
0
0
9
INTIMASI DALAM BERPACARAN PADA MAHASISWA DITINJAU DARI DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA SKRIPSI
0
0
14
Show more