WATER HEATER TENAGA GAS LPG DENGAN PANJANG PIPA 10 METER, 640 LUBANG UDARA, DAN PENAMBAHAN PENUTUP GAS BUANG

Gratis

0
0
99
7 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI WATER HEATER TENAGA GAS LPG DENGAN PANJANG PIPA 10 METER, 640 LUBANG UDARA, DAN PENAMBAHAN PENUTUP GAS BUANG SKRIPSI Untuk memenuhi sebagian persyaratan Mencapai derajat sarjana S-1 Teknik Mesin Diajukan oleh DENI RAHMAN PRANYOTO 105214032 PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN JURUSAN TEKNIK MESIN FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LPG GAS WATER HEATER WITH 10 METERS A LENGTH OF PIPE, 640 AIR INTAKE HOLES AND EXHAUST GASES COVER ADDITION FINAL PROJECT As partial fulfillment of the requirement to obtain the Sarjana Teknik degree in Mechanical Engineering By DENI RAHMAN PRANYOTO Student Number : 105214032 MECHANICAL ENGINEERING STUDY PROGRAM MECHANICAL ENGINEERING DEPARTMENT FACULTY OF SCIENCE AND TECHNOLOGY SANATA DHARMA UNIVERSITY YOGYAKARTA 2014 ii

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI WATER HEATER TENAGA GAS LPG DENGAN PANJANG PIPA 10 METER, 640 LUBANG UDARA DAN PENAMBAHAN PENUTUP GAS BUANG Disusun oleh DENI RAHMAN PRANYOTO NIM : 105214032 Telah disetujui oleh Dosen Pembimbing Skripsi Ir. PK. Purwadi, M.T iii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI . iv

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam Skripsi ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu Perguruan Tinggi, dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka. Yogyakarta, 11 Juni 2014 Deni Rahman Pranyoto v

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma : Nama : Deni Rahman Pranyoto Nomor Mahasiswa : 105214032 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah yang berjudul : Water Heater Tenaga Gas LPG Dengan Panjang Pipa 10 Meter, 640 Lubang Udara dan Penambahan Penutup Gas Buang Beserta perangkat yang diperlukan. Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media yang lain, mengelolanya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini yang saya buat dengan sebenarnya. Yogyakarta, 11 Juni 2014 Yang menyatakan, Deni Rahman Pranyoto vi

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK Kebutuhan air panas di semua kalangan masyarakat sudah tidak bisa dipungkiri lagi. Baik di skala rumah tangga, rumah sakit, perhotelan, tempat rekreasi, maupun bidang industri memerlukan air panas untuk menunjang aktivitasnya. Tujuan penelitian ini adalah : (a) Merancang dan membuat pemanas air sederhana yang bertenaga gas LPG, (b) Mengetahui hubungan debit aliran air dengan temperatur air keluar water heater, (c) Menghitung kalor yang diterima air dari water heater (d) Menghitung kalor yang diberikan gas LPG, (e) Mengetahui hubungan debit air dengan efisiensi water heater. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Progran Studi Teknik Mesin Sanata Dharma. Water heater yang dibuat memiliki dimensi tinggi 37 cm, diameter tabung paling luar 34 cm, diameter tabung tengah 26 cm, diameter tabung paling dalam 9 cm, 640 lubang udara pada tabung terluar, panjang pipa 10 meter, diameter dalam pipa 1,27 cm, dan 8 buah sirip dari pipa tembaga dengan diameter dalam sirip 1,27 cm. Variasi dilakukan pada besarnya pembukaan gas buang, yaitu sebesar 10 putaran (1 cm), 20 putaran (2 cm), dan 30 putaran (3 cm). Hasil proses penelitian didapatkan bahwa (a)water heater dapat dirancang dan dibuat dengan baik dan hasilnya mampu bersaing dengan water heater yang ada di pasaran, serta mempunyai kemampuan menghasilkan air panas untuk keperluan mandi air hangat (berkisar antara suhu 36oC – 40oC) pada debit 15 liter/menit – 20 liter/menit dengan efisiensi antara 50%-55% serta konsumsi gas sebesar 1,5 kg/jam. (b) Hasil terbaik hubungan antara debit air dengan temperatur air yang keluar dari water heater dinyatakan dengan persamaan : To = 106,0m-0,34. (m dalam liter/menit dan To dalam oC). (c) Hasil terbaik hubungan antara debit air dengan laju aliran kalor yang diterima air dinyatakan dengan persamaan : qair = 0,729m2 + 30,47m + 12096 (m dalam liter/menit dan qair dalam watt). (d) Hasil terbaik hubungan antara debit air dengan efisiensi water heater yaitu pada suhu mandi 36oC dengan efisiensi 54,4% hingga 40oC dengan efisiensi 55%, yang dinyatakan dengan persamaan : η = -0,026m2 + 0,760m + 46,96 (m dalam liter/menit dan η dalam %). (e) Kalor yang diberikan gas LPG pada pembukaan tutup gas buang setinggi 2 cm sebesar 21,755 kW. Kata kunci : water heater, tankless water heater, pemanas air tenaga gas, gas water heater, LPG. vii

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT Needs for hot water in all levels of society cannot be denied any longer . Whether it be in the household, hospital, hotels, resorts, and industry require hot water to keep their wheels running. The purpose of this study were: (a) Design and make a simple LPG powered water heater, (b) Knowing the relationship with the water flow rate of water out the water heater temperature, (c) Calculate the heat transfered from the water heater to the water (d) Calculate the heat supplied by LPG gas (e) Knowing the relationship between the water debit and the water heater efficiency. This research was conducted at the Laboratory of Mechanical Engineering Study Program, Sanata Dharma University. The water heater has a dimension of 37 cm in height, 34 cm outer tube diameter, 26 cm central tube diameter, 9 cm inner tube diameter, 640 air vents on the outer tube, 10 meters in length of pipe, 1.27 cm inner pipe diameter, 8 fins made of copper pipe with an inside diameter of 1.27 cm. The variation is on the opening of the exhaust gases, amounting to 10 rounds as high as 1 cm, 20 rounds as high as 2 cm, and 30 rounds as high as 3 cm Results of the study indicated that (a) the water heater can be designed and manufactured well and the results are competitive enough with existing water heater in the market, and it had the ability to produce hot water ranging from 36o C – 40oC for bathing purposes, discharging at 15 liters / minute - 20 liters / minute with efficiency between 50% -55% and gas consumption of 1.5 kg / hour. (b) The best results between the discharge and temperature of the water coming out from the water heater is expressed using the equation: To = 106.0m - 0, 34. (m in liters / min and To in oC). (c) The best result of the relations between discharge of water to the rate of flow of heat received water expressed with an equation : qair = 0,729m2 + 30,47m + 12096 (m in liters/minute and qair in watt) (d) The best result of the relation between a discharge of water with water efficiency of water heater that is at the temperature of 36oC with efficiency 54,4 % to 40oC efficiency of 55 %, expressed with an equation : η = -0,026m2 + 0,760m + 46,96 (m in liters/minute and η in %) (e) Heat engine given by LPG at the opening of the exhaust gases as high as 2 cm as much as 21,755 kW. Keywords : water heater, tankless water heater, pemanas air tenaga gas, gas water heater, LPG. viii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Segala puji dan syukur penulis ucapkan atas kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas segala rahmat dan karunia-Nya yang telah memberikan nikmat kesehatan dan hikmat kepada penulis sehingga penelitian ini dapat diselesaikan dengan baik sesuai dengan waktu yang telah direncanakan. Skripsi berjudul “Water Heater Tenaga Gas LPG Dengan Panjang Pipa 10 Meter, 640 Lubang Udara, dan Penambahan Penutup Gas Buang”, disusun untuk memperoleh gelar Sarjana Strata-I Teknik Mesin, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Sanata Dharma. Penulis menyadari bahwa dalam penyelesaian penelitian dan penyusunan Skripsi ini melibatkan banyak pihak. Dalam kesempatan ini, penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. Paulina Heruningsih Prima Rosa, S.Si., M.Sc., selaku Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Sanata Dharma. 2. Ir. Petrus Kanisius Purwadi, M.T., selaku Ketua Program Studi Teknik Mesin Universitas Sanata Dharma sekaligus sebagai Dosen Pembimbing Skripsi. 3. Seluruh civitas akademika Universitas Sanata Dharma yang telah memberikan pengetahuan dan jasanya kepada penulis selama mengikuti perkuliahan. 4. CB. Andi Arianta dan Sutarmi, selaku orangtua yang telah membimbing dan mendukung baik secara materi dan rohani selama ini. ix

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5. Ratna Yani Astuty yang senantiasa menyemangati serta memberi saran yang positif kepada penulis dalam perkuliahan dan penulisan Skripsi. 6. Kerabat Plungnyot dan Danang Wijaya yang telah rela meluangkan waktu dan tenaganya untuk menyelesaikan penelitian dan laporan Skripsi ini bersama-sama hingga selesai. 7. Mahasiswa Teknik Mesin terutama angkatan 2010 dan semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang turut serta memberikan bantuan dan sumbangan pemikiran selama penulis mengikuti perkuliahan. Penulis menyadari bahwa dalam penyelesaian dan penyusunan Skripsi ini masih banyak kekurangan yang perlu diperbaiki, untuk itu penulis mengharapkan masukan, saran, dan kritik yang bersifat membangun dari pembaca untuk menyempurnakannya. Semoga Skripsi ini dapat bermanfaat bagi pembaca dalam memperkaya wawasan dan ilmu pendidikan. Terimakasih. Yogyakarta, 11 Juni 2014 Penulis x

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI halaman HALAMAN JUDUL...................................................................................... i TITLE PAGE.................................................................................................. ii HALAMAN PERSETUJUAN....................................................................... iii HALAMAN PENGESAHAN........................................................................ iv HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA.................................... v LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS....................................................... vi ABSTRAK...................................................................................................... vii ABSTRACT.................................................................................................... viii KATA PENGANTAR.................................................................................... ix DAFTAR ISI................................................................................................... xi DAFTAR GAMBAR...................................................................................... xv DAFTAR TABEL........................................................................................... xix BAB I BAB II PENDAHULUAN........................................................................ 1 1.1 Latar Belakang Masalah......................................................... 1 1.2 Rumusan Masalah................................................................... 4 1.3 Tujuan Penelitian.................................................................... 4 1.4 Batasan Dalam Pembuatan Water Heater.............................. 4 1.5 Manfaat Penelitian.................................................................. 5 DASAR TEORI DAN TINJAUAN PUSTAKA.......................... 6 2.1 Dasar Teori............................................................................. 6 xi

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2.1.1 Perpindahan Kalor........................................................ 6 2.1.2 Perancangan Saluran Air.............................................. 9 2.1.3 Saluran Udara Untuk Kebutuhan Pembakaran............. 12 2.1.4 Kebutuhan Udara......................................................... 13 2.1.5 Sirip.............................................................................. 13 2.1.6 Isolator.......................................................................... 14 2.1.7 Bahan Bakar................................................................. 15 2.1.8 Saluran Gas Buang....................................................... 16 2.1.9 Sumber Api................................................................... 17 2.1.10 Laju Aliran Kalor....................................................... 20 2.1.11 Laju Aliran Kalor yang Diberikan Gas...................... 21 2.1.12 Efisiensi Water Heater............................................... 21 2.2 Tinjauan Pustaka.................................................................... 22 2.2.1 Macam - Macam Water Heater Gas Yang Ada Di Pasaran........................................................................... 22 2.2.2 Konstruksi Water Heater Gas LPG Yang Di Pasaran.. 26 2.2.3 Hasil Penelitian Water Heater Gas LPG Yang Sudah BAB III Ada................................................................................. 30 PEMBUATAN ALAT.................................................................. 33 3.1 Rancangan Alat Water Heater................................................ 33 3.2 Cara Kerja Water Heater........................................................ 37 3.3 Pembuatan Water Heater........................................................ 37 3.3.1 Bahan Water Heater..................................................... 37 xii

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV BAB V 3.3.2 Sarana dan alat yang digunakan................................... 40 3.3.3 Langkah – langkah pengerjaan..................................... 43 3.3.3.1 Persiapan.......................................................... 43 3.3.3.2 Pengerjaan Water Heater................................ 44 METODE PENELITIAN............................................................. 46 4.1 Skema Pengujian.................................................................... 46 4.2 Variasi Penelitian.................................................................... 47 4.3 Peralatan Pengujian................................................................ 47 4.4 Metode Pengumpulan Data.................................................... 50 4.5 Metode Pengolahan Data........................................................ 51 4.6 Metode Pengambilan Kesimpulan.......................................... 52 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN............................ 53 5.1 Hasil Pengujian....................................................................... 53 5.2 Perhitungan Matematis........................................................... 55 5.2.1 Perhitungan Kecepatan Air Rata-rata........................... 55 5.2.2 Perhitungan Laju Aliran Massa Air.............................. 57 5.2.3 Perhitungan Laju Aliran Kalor yang Diterima Air....... 58 5.2.4 Perhitungan Laju Aliran Kalor yang Diberikan BAB VI Gas................................................................................. 59 5.2.5 Efisiensi Water Heater................................................. 60 5.3 Pembahasan............................................................................ 67 KESIMPULAN DAN SARAN.................................................... 74 6.1 Kesimpulan............................................................................. 74 xiii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6.2 Saran....................................................................................... 75 DAFTAR PUSTAKA.................................................................................... 77 LAMPIRAN.................................................................................................. 79 Proses Pengerjaan Water Heater.................................................................... 79 xiv

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GAMBAR halaman Gambar 2.1 Kompor gas low pessure........................................................ 18 Gambar 2.2 Kompor gas tanam 4 tungku stainless.................................... 18 Gambar 2.3 Kompor gas portable.............................................................. 18 Gambar 2.4 Kompor tungku gas LPG....................................................... 19 Gambar 2.5 Kompor yang digunakan penulis pada penelitian water heater..................................................................................... 19 Gambar 2.6 Aliran fluida pada saluran pipa.............................................. 20 Gambar 2.7 Water heater 1........................................................................ 22 Gambar 2.8 Water heater 2........................................................................ 23 Gambar 2.9 Water heater 3........................................................................ 24 Gambar 2.10 Water heater 4........................................................................ 25 Gambar 2.11 Konstruksi perancangan water heater dengan tangki penampungan.......................................................................... Gambar 2.12 26 Konstruksi water heater dengan tangki penampungan dan pipa spiral............................................................................... 27 Gambar 2.13 Konstruksi water heater tankless menggunakan blower........ 28 Gambar 2.14 Konstruksi water heater tanpa tangki penampungan atau tankless.................................................................................. Gambar 3.1 Gambar 3.2 29 Rancangan kerangka paling dalam water heater dan penyangga tutup gas buang.................................................... 33 Rancangan pipa saluran air tampak bawah............................ 33 xv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Gambar 3.3 Rancangan pipa saluran air..................................................... 34 Gambar 3.4 Rancangan kerangka total water heater................................. 34 Gambar 3.5 Rancangan dinding tabung..................................................... 35 Gambar 3.6 Rancangan penutup gas buang............................................... 35 Gambar 3.7 Rancangan penutup gas buangtampak samping.................... 36 Gambar 3.8 Rancangan water heater tanpa tutup gas buang..................... 36 Gambar 3.9 Rancanganwater heater dengan tutup gas buang.................. 36 Gambar 3.10 Pipa Tembaga......................................................................... 38 Gambar 3.11 Plat Strip................................................................................. 38 Gambar 3.12 Plat Galvanum........................................................................ 39 Gambar 3.13 Besi Nako............................................................................... 39 Gambar 3.14 Paku Rivet.............................................................................. 40 Gambar 3.15 Baut Spring Center 3 8 × 10................................................ 40 Gambar 3.16 Pemotong Pipa........................................................................ 41 Gambar 3.17 Mesin Bor Tangan.................................................................. 41 Gambar 3.18 Mesin Gerinda........................................................................ 42 Gambar 3.19 Las Listrik............................................................................... 42 Gambar 3.20 Tang Rivet.............................................................................. 43 Gambar 4.1 Skema pengujian water heater............................................... 46 Gambar 4.2 Timbangan gantung digital, Termocouple, dan penampil hasil pengukuran suhu secara digital..................................... 48 Gambar 4.3 Tabung berisi gas LPG........................................................... 48 Gambar 4.4 Kompor gas high pressure dan regulator high pressure........ 49 xvi

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Gambar 4.5 Ember dan gelas ukur............................................................ Gambar 5.1 Hubungan debit air dengan temperatur air keluar water 49 heater pada pembukaan tutup gas buang setinggi 1 cm pada suhu input 27,5oC................................................................... Gambar 5.2 63 Hubungan debit air dengan temperatur air keluar water heater pada pembukaan tutup gas buang setinggi 2 cm pada suhu input 27,6oC................................................................... Gambar 5.3 63 Hubungan debit air dengan temperatur air keluar water heater pada pembukaan tutup gas buang setinggi 3 cm pada suhu input 27,7oC................................................................... Gambar 5.4 64 Hubungan debit air dengan laju aliran kalor yang diterima air pada pembukaan tutup gas buang setinggi 1 cm pada suhu input 27,5oC................................................................... Gambar 5.5 64 Hubungan debit air dengan laju aliran kalor yang diterima air pada pembukaan tutup gas buang setinggi 2 cm pada suhu input 27,6oC................................................................... Gambar 5.6 65 Hubungan debit air dengan laju aliran kalor yang diterima air pada pembukaan tutup gas buang setinggi 3 cm pada suhu input 27,7oC................................................................... Gambar 5.7 65 Hubungan debit air dengan efisiensi water heater pada pembukaan tutup gas buang setinggi 1 cm pada suhu input 27,5oC..................................................................................... xvii 66

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Gambar 5.8 Hubungan debit air dengan efisiensi water heater pada pembukaan tutup gas buang setinggi 2 cm pada suhu input 27,6oC..................................................................................... Gambar 5.9 66 Hubungan debit air dengan efisiensi water heater pada pembukaan tutup gas buang setinggi 3 cm pada suhu input 27,7oC..................................................................................... Gambar 5.10 67 Hubungan debit air dengan temperatur air keluar water heater pada pembukaan tutup gas buang sebesar 1, 2, dan 3 cm........................................................................................... Gambar 5.11 68 Hubungan debit air dengan laju aliran kalor yang diperlukan water heater pada pembukaan tutup gas buang sebesar 1, 2, dan 3 cm............................................................. Gambar 5.12 70 Hubungan debit air dengan efisiensi water heater pada pembukaan tutup gas buang sebesar 1, 2, dan 3 cm............... xviii 71

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL halaman Tabel 2.1 Tabel perbandingan kekuatan material antara tembaga dan jenis material yang lain............................................................ 10 Tabel 2.2 Nilai konduktivitas termal....................................................... 11 Tabel 2.3 Komposisi udara dalam keadaan normal................................. 13 Tabel 2.4 Nilai konduktifitas thermal beberapa bahan isolator............... 15 Tabel 2.5 Daya pemanasan dan efisiensi alat masak dengan gas LPG dan bahan bakar lainnya........................................................... 16 Tabel 4.1 Tabel isian konsumsi gas......................................................... 50 Tabel 4.2 Tabel isian volume air pada tinggi pembukaan tutup gas buang : 1 cm............................................................................ Tabel 4.3 Tabel isian volume air pada tinggi pembukaan tutup gas buang : 2 cm............................................................................. Tabel 4.4 50 51 Tabel isian volume air pada tinggi pembukaan tutup gas buang : 3 cm............................................................................. 51 Tabel 5.1 Konsumsi gas pada setiap tinggi pembukaan tutup gas buang 53 Tabel 5.2 Hasil Pengujian Water Heater Dengan Pembukaan Tutup Gas Buang Sebesar 10 Putaran ( 1 cm).................................... Tabel 5.3 Hasil Pengujian Water Heater Dengan Pembukaan Tutup Gas Buang Sebesar 20 Putaran (2 cm).................................... Tabel 5.4 53 54 Hasil Pengujian Water Heater Dengan Pembukaan Tutup Gas Buang Sebesar 30 Putaran (3 cm).................................... xix 54

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Tabel 5.5 Tabel Laju Aliran Kalor yang Diberikan Gas LPG................. Tabel 5.6 Tabel Perhitungan Water Heater Dengan Pembukaan Tutup Gas Buang Sebesar 10 Putaran (1 cm).................................... Tabel 5.7 61 Tabel perhitungan Water Heater Dengan Pembukaan Tutup Gas Buang Sebesar 20 Putaran (2 cm)..................................... Tabel 5.8 60 62 Tabel perhitungan Water Heater Dengan Pembukaan Tutup Gas Buang Sebesar 30 Putaran (3 cm)..................................... xx 62

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kebutuhan akan adanya air panas pada setiap lapisan masyarakat tidak dapat dipungkiri lagi. Baik dalam skala rumah tangga untuk keperluan memasak dan mandi anggota keluarga, di rumah sakit untuk memandikan pasien yang sedang dirawat dan memandikan bayi – bayi, di hotel – hotel dan penginapan untuk fasilitas tambahan bagi pengunjungnya, di salon – salon kecantikan untuk perawatan kulit dan rambut, di pusat kebugaran untuk mandi pengunjungnya, di restoran untuk keperluan memasak dan mencuci piring, di dalam skala industri jasa pemotongan unggas digunakan untuk mempermudah merontokkan bulu unggas ( ayam, bebek, enthog, dan angsa ), di tempat laundry untuk mencuci baju, selimut, dan boneka. Dengan semakin banyaknya kebutuhan akan air panas untuk keperluan mandi dan untuk keperluan lainnya maka, telah banyak penelitian dan pembuatan pemanas air modern. Ada tiga macam jenis water heater yang tersedia saat ini antara lain water heater tenaga sinar matahari, water heater tenaga listrik, dan water heater tenaga gas LPG. Water heater dengan tenaga sinar matahari sering di manfaatkan di negara – negara tropis dengan alasan sumber tenaga surya yang berlimpah dan gratis yang diperoleh dari panas sinar matahari, ramah lingkungan karena tidak 1

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 menghasilkan polutan. Namun di samping itu terdapat beberapa kekurangan dari water heater tenaga matahari, di antaranya pemasangannya yang rumit, kemampuannya hanya bergantung pada banyaknya sinar matahari sehingga sangat terbatas penggunannya, bila terjadi cuaca yang mendung atau tidak terdapat sinar matahari seperti pada waktu pada malam hari dan pada daerah pegunungan yang intensitas cahaya mataharinya kurang, water heater jenis ini tidak dapat di gunakan. Selain itu water heater dengan tenaga sinar matahari ini juga membutuhkan tampungan untuk memanaskan air. Dari segi ekonomi, biaya yang diperlukan untuk membeli alat inipun lebih mahal di bandingkan dengan water heater tenaga lainnya. Untuk water heater tenaga listrik, juga mempunyai beberapa keuntungan antara lain, sangat mudah ditemukan di toko – toko elektronik, ramah lingkungan karena tidak menghasilkan polutan, penggunaan water heater ini lebih praktis dan harganya lebih murah bila dibandingkan dengan water heater tenaga matahari, tetapi juga memiliki beberapa kekurangan yaitu apabila terjadi pemadaman listrik, maka water heater ini tidak dapat di gunakan, rentan terhadap bahaya hubungan arus pendek, membutuhkan bak penampungan untuk menampung air yang akan dipanaskan, sehingga jika air panas dalam tampungan sudah habis memerlukan waktu lagi untuk memanaskan air kembali, sehingga tidak efisien waktu. Dan untuk water heater tenaga gas LPG memiliki beberapa keuntungan diantaranya, tidak memerlukan bak penampungan atau tankless, Water heater tenaga gas LPG menggunakan bahan bakar gas untuk memanaskan air dan lebih menguntungkan dibandingkan dengan jenis water heater lainnya, karena prinsip

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 kerjanya hampir sama dengan memasak air menggunakan kompor gas di rumah. Keuntungan lain dari alat ini adalah dapat digunakan kapanpun dan dimanapun, sehingga tidak bergantung pada panas matahari ataupun tenaga listrik, volume air panas yang dihasilkan pun tidak terbatas. Selama ada air mengalir dan bahan bakar gas LPG masih tersedia, alat ini masih dapat berfungsi, dan tidak memerlukan waktu yang lama untuk memanaskan air, sehingga sangat efisien utnuk penggunaan secara continue. Maka dari itu air panas dapat disediakan dengan cara yang mudah, cepat, dan efisien melalui alat atau sistem pemanas air sederhana. Pembuatan water heater ini juga sangat mudah dan relatif lebih murah bila dibandingkan dengan water heater tenaga matahari dan listrik. Meskipun sederhana namun water heater ini mampu memanaskan air dan mengalirkan air panas dengan suhu yang tinggi serta debit yang cukup tinggi dan stabil yaitu mampu mencapai 6 liter per menit dengan suhu yang bisa disesuaikan antara 40o 50oCelcius. Namun water heater tenaga gas LPG ini juga mempunyai kekurangan, yaitu menghasilkan gas polutan dari proses pembakaran, serta suara water heater cenderung bising karena menggunakan kompor bertekanan tinggi. Akan tetapi, dikarenakan menggunakan gas LPG dan kompor bertekanan tinggi (high preassure), maka pembakarannya hampir sempurna, sehingga gas polutan yang dihasilkan masih dalam kategori ramah lingkungan. Dengan latar belakang di atas, penulis termotivasi untuk melakukan penelitian tentang alat water heater gas LPG untuk meningkatkan efisiensi kinerja alat.

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 1.2 Rumusan Masalah a. Apakah besar kecilnya pembukaan tutup gas buang berpengaruh terhadap suhu air keluar water heater ? b. Apakah besar kecilnya pembukaan tutup gas buang berpengaruh terhadap efisiensi water heater ? 1.3 Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian tentang water heater bertenaga gas LPG ini adalah : a. Merancang dan membuat pemanas air sederhana yang bertenaga gas LPG (Tankless Water Heater). b. Mengetahui hubungan debit aliran air dengan temperatur air keluar water heater. c. Menghitung kalor yang diterima air dari water heater. d. Menghitung kalor yang diberikan gas LPG. e. Menghitung efisiensi dari water heater. f. Mengetahui hubungan debit air dengan efisiensi water heater. 1.4 Batasan Dalam Pembuatan Water Heater Batasan – batasan masalah yang diambil dalam pembuatan peralatan water heater gas LPG ini adalah : a. Panjang pipa : 10 meter, diameter dalam pipa : 0,5 inch (1,27 cm). b. Banyaknya tabung : 3 tabung, diameter tabung paling dalam : 9 cm, diameter tengah : 26 cm, diameter tabung paling luar : 34 cm, pemberian lubang udara

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 pada setiap tabung, penambahan sirip dan penutup gas buang yang dapat diatur ketinggiannya. c. Bahan pipa : tembaga. d. Bahan bakar : gas LPG, jenis kompor : bertekanan tinggi (high pressure). e. Suhu air yang di hasilkan: kebutuhan mandi air hangat (36oC – 40oC) debit air : minimal 6 liter per menit. f. Kondisi air yang masuk ke dalam water heater sama dengan suhu air kamar mandi. 1.5 Manfaat Penelitian Manfaat penelitian yang diambil tentang pembuatan water heater tenaga gas LPG ini adalah: a. Menambah ilmu pengetahuan dan kepustakaan seputar teknologi pemanas air khususnya pemanas air tipe gas atau gas water heater. b. Menghasilkan prototipe water heater tenaga gas LPG dengan konstruksi yang sederhana, harga yang murah dan mudah dalam mengoprasikannya sehingga dapat diterima dan dipergunakan oleh seluruh kalangan masyarakat. c. Sebagai referensi ilmu pengetahuan tentang pemanas air atau water heater terutama tentang water heater tenaga gas.

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II DASAR TEORI DAN TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Dasar Teori 2.1.1 Perpindahan Kalor Perpindahan kalor adalah proses berpindahnya kalor dari benda yang mempunyai temperatur tinggi ke benda lain yang temperaturnya lebih rendah dengan melalui atau tanpa zat perantara. Apa yang ada dalam perpindahan, yang disebut panas, tidak dapat diukur dan diamati secara langsung, tetapi pengaruhnya dapat diamati dan diukur (Kreith, 1985). Kecepatan perpindahan panas ini akan bergantung pada perbedaan suhu antara kedua kondisi. Semakin besar perbedaan, maka semakin besar kecepatan pindah panasnya. Proses perpindahan kalor dari suatu tempat ke tempat lain dapat terjadi melalui tiga cara, yaitu secara konduksi, secara konveksi, dan secara radiasi. a. Perpindahan Panas Secara Konduksi (hantaran) Konduksi adalah proses mengalirnya panas atau kalor dari daerah yang bersuhu lebih tinggi ke daerah yang bersuhu lebih rendah di dalam satu medium (padat, cair atau gas) atau antara medium-medium yang berlainan yang bersinggungan secara langsung.Setiap benda mempunyai konduktivitas termal (kemampuan mengalirkan panas) tertentu yang akan mempengaruhi panas yang dihantarkan dari sisi yang panas ke sisi yang lebih dingin. Semakin tinggi nilai konduktivitas benda, semakin cepat mengalirkan panas yang diterima dari satu sisi ke sisi yang lain. Proses konduksi dapat dirasakan dengan menyentuh atau menghubungkan permukaan – permukaan yang mengandung panas. 6 Contoh

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 perpindahan panas secara konduksi adalah jika sebuah logam yang salah satu ujungnya dipanaskandalam selang waktu tertenu, ujung lainnya pun akan terasa panas. Hal ini menunjukkan bahwa pada batang logam tersebut terjadi aliran atau perpindahan kalor dari bagian logam yang bersuhu tinggi ke bagian logam yang bersuhu rendah. Dalam kehidupan sehari – hari proses konduksi bisa dengan mudah ditemukan, misalnya saja saat menuangkan air panas ke dalam gelas, yang semula gelas terasa dingin, akan menjadi panas setelah air panas dituangkan ke dalamnya. Contoh lain adalah ketika memasak air menggunakan panci di atas kompor, maka kalor akan perpindah dari permukaan luar panci (yang terkena api langsung) ke permukaan dalam panci yang kemudian menyebabkan air mendidih. Sedangkan proses perpindahan panas konduksi yang terjadi pada water heater terjadi pada saat api mulai membakar sirip – sirip, kemudian panas dari api kompor yang diterima oleh sirip – sirip bagian bawah merambat sampai sirip bagian atas dan akan diteruskan menuju pipa tembaga saluran air.. Proses konduksi juga terjadi pada pipa saluran air, panas dari permukaan luar pipa saliran air merambat menuju permukaan dalam pipa saluran air. b. Perpindahan Panas Konveksi Perpindahan kalor pada suatu zat yang disertai perpindahan partikelpartikel zat tersebut disebut dengan konveksi. Perpindahan panas dengan cara konveksi dari suatu permukaan yang suhunya di atas suhu fluida sekitarnya berlangsung dalam beberapa tahap. Pertama, panas akan mengalir dengan cara konduksi dari permukaan ke partikel-partikel fluida yang berbatasan. Energi yang

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 berpindah dengan cara demikian akan menaikkan suhu dan energi dalam partikelpartikel fluida ini. Kemudian partikel-partikel fluida tersebut akan bergerak ke daerah yang bersuhu lebih rendah di dalam fluida dimana mereka akan bercampur dan memindahkan sebagian energinya kepada partikel-partikel fluida lainnya, peristiwa tersebut dapat kita amati pada proses memanaskan air. Ketika air mulai dipanasi, air terlihat seperti berputar dari bawah ke atas dan sebaliknya. Ketika air dipanaskan maka air pada bagian bawah akan terlebih dahulu panas, saat air yang di dasar panci menjadi panas maka air akan bergerak ke atas ( terjadi perubahan massa jenis air ) sedangkan air di bagian atas akan bergerak ke bawah begitu seterusnya sampai seluruh bagian air panas. Sedangkan untuk perpindahan panas konveksi di udara disebabkan karena partikel udara akan mengalami perubahan massa jenis akibat pengaruh kalor. Oleh karena massa jenisnya kecil, udara yang bersuhu tinggi tersebut akan naik. Sebaliknya udara yang bersuhu lebih rendah akan mempunyai massa jenis yang besar, maka udara tersebut akan turun. Proses perpindahan panas secara konveksi yang terjadi pada water heater ini terletak pada saat panas yang diterima oleh pipa tembaga dari nyala api, kemudian panas diterima oleh air yang mengalir di dalam pipa tembaga tersebut dan air yang keluar alat water heater menjadi panas. c. Perpindahan Panas Radiasi Menurut Kreith (1985) radiasi adalah proses mengalirnya panas dari benda yang bersuhu tinggi ke benda yang bersuhu rendah saat benda-benda itu terpisah di dalam ruang, bahkan bila terdapat ruang hampa di antara benda-benda tersebut.

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 Kalor diradiasikan melalui bentuk gelombang cahaya, gelombang radio, dan gelombang elektromagnetik. Radiasi juga dapat dikatakan sebagai perpindahan kalor melalui media atau ruang yang akhirnya diserap oleh benda lain. Peristiwa radiasi pada alat water heater terjadi saat pada perpindahan panas antara dinding permukaan tabung dalam dengan permukaan tabung luar water heater dan juga pada panas merambat dari water heater menuju udara sekita water heater yang merada di ruang – ruang antara tabung tengah dan tabung luar. 2.1.2 Perancangan Saluran Air Saluran air pada alat water heater biasanya menggunakan pipa. Ada beberapa pertimbangan dalam menentukan perancangan pipa saluran air agar hasil penelitian menjadi lebih maksimal di antaranya adalah kehalusan permukaan saluran pipa, bahan pipa, diameter pipa saluran air, dan hambatan pipa. a. Kehalusan Permukaan Saluran Pipa Bagian dalam pipa tembaga juga harus diperhatikan dan dipilih yang baik yaitu yang mempunyai permukaan sehalus mungkin. Semakin halus permukaan pipa bagian dalam, semakin kecil pula gesekan yang terjadi, sehingga aliran air menjadi lancar dan dapat memperkecil hambatan yang terjadi pada pipa saluran air. b. Bahan Pipa Bahan pipa harus mempunyai kriteria yang baik, yaitu mampu menjadi konduktor yang baik, sehingga mampu memindahkan kalor yang deterima dari api ke fluida air yang mengalir di dalam pipa. Alasan penulis memilih bahan pipa

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 saluran air menggunakan pipa tembaga adalah karena pipa tembaga termasuk konduktor yang baik dalam menghantarkan panas. Menurut Holman (1988), tembaga mempunyai nilai konduktifitas sebesar 385 W/m.oC. Selain itu juga tidak mudah melebur jika dipanasi, tidak mudah pecah, tahan terhadap korosi, sehingga mampu menghilangkan masalah air keruh karena karat, dan pipa tembaga sangat mudah dibentuk karena tembaga cukup lunak namun kuat. Tembaga memiliki kekuatan tarik sebesar 345-689 Mpa dan untuk keuletannya sebesar 5-50 %, dan titik lebur dari tembaga adalah 1083oC. Bila dibandingkan dengan kekuatan tarik alumunium, tembaga mempunyai kekuatan yang lebih besar dari alumunium. Sehingga pipa tembaga mampu bertahan lebih lama bila dibandingkan dengan pipa alumunium. Selain itu, bila dibandingkan dengan perak yang mempunyai konduktifitas termal yang lebih tinggi yaitu sebesar 410 W/m.oC, tembaga mempunyai harga yang lebih murah sehingga dapat menghemat biaya pembuatan. Tabel 2.1 Tabel perbandingan kekuatan material antara tembaga dan jenis material yang lain (Sumber: google.co.id) Jenis logam Besi dan baja Besi cor kelabu Besi cor putih Baja Bukan besi Alumunium Tembaga Magnesium Seng (tuang) Titan Nikel Kekuatan Tarik (MPa) Keuletan (%) Titik Cair o C Kekerasan (Brinell) 110 – 207 310 276 – 2070 0–1 0–1 15 – 22 1370 1370 1425 100 – 150 450 110 – 500 83 – 310 345 – 689 83 – 345 48 – 90 552 – 1034 414 – 1103 10 – 35 5 – 50 9 – 15 2 – 10 – 15 – 40 660 1080 650 785 1800 1450 30 – 100 50 – 100 30 – 60 80 – 100 158 – 266 90 – 250

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 Tabel 2.2Nilai konduktivitas termal (Sumber : Holman, 1988) Bahan Logam Perak (murni) Tembaga (murni) Alumunium (murni) Nikel (murni) Besi (murni) Baja karbon, 1%C Timbal (murni) Baja krom-nikel (18% Cr, 8% Ni) Gas Hidrogen Helium Udara Uap air (jenuh) Karbon dioksida c. Konduktifitas termal (k) W/m.oC Btu/h.ft.oF 410 385 202 93 73 43 35 16,3 237 223 117 54 42 25 20,3 9,4 0,175 0,141 0,024 0,0206 0,0146 0,101 0,081 0,0139 0,0119 0,00844 Diameter Pipa Saluran Air Diameter pipa saluran air harus dipilih sedemikian rupa. Semakin kecil diameter pipa, semakin besar hambatan yang terjadi dan semakin besar pula daya pompa yang diperlukan, namun semakin besar diameter pipa saluran air, maka semakin kecil pula hambatan yang terjadi. Disisi lain, semakin kecil diameter saluran, suhu air yang dihasilkan (suhu yang keluar dari water heater) akan semakin besar. d. Hambatan Pipa Saluran Hambatan pipa saluran air diusahakan sekecil mungkin supaya ketika air mengalir di dalam pipa penurunan tekanan yang terjadi kecil. Karenanya saluran pipa diusahakan tidak mengalami pembelokan. Kalaupun mungkin terjadi

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 pembelokan diusahakan sudut pembelokan dibuat besar ( lebih dari 900 ). Semakin besar sudut pembelokan, semakin kecil penurunan tekanan yang terjadi. Pada alat water heater pipa saluran air terlihat seperti lingkaran. Geometri saluran pipa yang dibuat melingkar – lingkar bertujuan memperkecil hambatan yang terjadi. Jika hambatannya kecil, maka daya pompa yang dibutuhkan untuk medorong air juga berdaya kecil. Selain itu, jika hambatannya besar dan tidak menggunakan pompa air, maka penampungan atau toren air dibuat tinggi. Untuk rumah yang hanya berlantai 1 saja, maka akan terasa susah. Namun bila hambatannya kecil, maka akan mengurangi tinggi pemasangan toren air pula. 2.1.3 Saluran Udara Untuk Kebutuhan Pembakaran Pada dasarnya proses pembakaran memerlukan oksigen yang diambil dari udara bebas. Kekurangan oksigen pada proses pembakaran dapat mengakibatkan bentuk api yang tidak sesuai yang diinginkan. Akibatnya kalor yang dihasilkan kurang optimal, sehingga kalor tersebut sedikit teralirkan ke fluida air yang mengalir didalam pipa. Akibatnya akan didapatkan suhu air keluar yang kurang tinggi dan water heater yang dihasilkan kurang baik. Untuk merancang sistem saluran udara yang baik di usahakan diameter lubang saluran udara dibuat merata pada semua permukaan tiap dinding water heater agar udara bisa masuk merata ke dalam water heater dan diameter lubang saluran udara tidak terlalu besar agar kalor yang berada dalam water heater tidak langsung terbuang percuma.

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 2.1.4 Kebutuhan Udara Pada kenyataanya proses pembakaran itu tidak bisa sempurna. Agar di dalam proses pembakaran bisa mencapai optimal maka, di perlukan oksigen. Proses pemanasan pada water heater udara bebas diperoleh dari udara sekitar water heater melalui lubang – lubang udara yang berada pada setiap dinding water heater. Jumlah lubang udara juga berpengaruh terhadap proses pemanasan pada water heater. Oleh karena itu aliran udara yang diperlukan harus dikondisikan dengan ukuran tabung water heater agar api yang diperlukan dalam proses pemanasan mendapatkan kebutuhan udara yang cukup. Kekurangan udara bisa menyebabkan kurang optimalnya panas yang dipindahkan ke air yang dihasilkan water heater. Kelebihan udara juga bisa menyebabkan kurang optimalnya panas yang diserap oleh pipa. Tabel 2.3 Komposisi udara dalam keadaan normal (Sumber repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/16641/4/Chapter %20I.pdf) No. Komposisi Udara Prosentase (%) 1 Nitrogen 78,1 2 Oksigen 20,93 3 Karbon dioksida 0,03 4 Gas lain 0,94 : 2.1.5 Sirip Dengan adanya sirip ini bertujuan untuk memperluas permukaan penangkap kalor,sehingga pelepasan panas bisa berlangsung lebih cepat. Jika sirip dipasang di saluran air yang akan dipanaskan, maka akan menangkap panas api

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 yang diberikan kompor sehingga mampu memanaskan pipa saluran air dengan lebih cepat, sebab permukaan penangkap kalor menjadi lebih lebar. Maka dari itu pemasangan sirip juga berpengaruh terhadap suhu air yang keluar dari water heater. Pemilihan bahan pembuatan sirip juga berpengaruh terhadap proses penghantaran panas. Semakin besar nilai konduktivitas termal bahan sirip, semakin besar kalor yang dapat ditangkap oleh sirip. 2.1.6 Isolator Isolator adalah bahan yang dapat menahan atau mengurangi perpindahan panas (kalor). Panas dapat lolos meskipun ada upaya untuk menutupinya, tapi isolator dapat mengurangi panas yang lolos tersebut. Benda – benda yang biasa digunakan sebagai isolator adalah gabus, wool, kayu, udara, dll. Isolasi termal dapat menjaga wilayah tertutup seperti bangunan atau tubuh agar terasa hangat lebih lama dari yang sewajarnya, tetapi itu tidak mencegah hasil akhirnya, yaitu masuknya air dingin dan keluarnya air panas. Isolator juga dapat bekerja sebaliknya, yaitu menjaga bagian dalam suatu wadah terasa dingin lebih lama dari biasanya. Oleh karena itu di dalam water heaterdiberikan semacam isolator agar panas hasil pembakaran tidak keluar. Isolator tersebut adalah udara, karena udara mempunyai nilai konduktifitas termal yang rendah, yaitu 0,024 W/m.oC dan juga murah serta sangat mudah didapatkan. Maka dari itu water heater diberikan lubang – lubang udara yang berfungsi sebagai pemasukan udara serta adanya 3 lapisan tabung yang terdapat ruang di dalamnya yang berisikan udara yang berfungsi sebagai isolator.

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 Tabel 2.4 Nilai konduktifitas thermal beberapa bahan isolator (Holman : 1988) Konduktifitas termal (k) Media W/m.oC Gabus 0,042 2.1.7 Wool 0,040 Kayu 0,08 – 0,16 Bata 0,84 Udara 0,023 Bahan Bakar / Sumber Energi Ada beberapa macam bahan bakar / sumber energi yang bisa di gunakan untuk water heater antara lain energi matahari, energi listrik, dan gas LPG. Akan tetapi sumber energi yang paling sering digunakan adalah sumber energi gas LPG (Liquified Petroleum Gas). LPG adalah campuran dari berbagai macam unsur hidrokarbon yang berasal dari gas alam dalam jumlah kecil seperti propena, butana, dan butena. Dengan menambah tekanan dan menurunkan suhunya , gas berubah menjadi cair. Ada tiga macam jenis LPG yang di produksi oleh Pertamina antara lain, LPG untuk keperluan rumah tangga, LPG gas propana dan LPG gas butana. Untuk sumber energi gas yang di gunakan oleh water heater menggunakan LPG atau dalam bahasa kimianya dikenal dengan propana (C3H8). LPG pada umumnya ditambah dengan zat mearcaptan, agar bila terjadi kebocoran maka dapat diketahui melalui bau yang khas. Reaksi pembakaran propane sebagai berikut : C3 H 8  , jika terbakar sempurna adalah

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 C3 H 8 + 5 O2 Propana + oksigen → 3 CO2 +4 H 2 O + panas → karbondioksida + uap air + panas Menurut wikipedia bila terbakar dengan tepat, propana menghasilkan panas sekitar 50 MJ / kg. Tabel 2.5 Daya pemanasan dan efisiensi alat masak dengan gas LPG dan bahan bakar lainnya. ( Sumber:aptogaz.files.wordpress.com/2007/07/peranan-lpg-didapur-anda.pdf ) BahanBakar DayaPemanasan Efisiensialatmasak Kayubakar 4000 kkal/kg 15 % Arang 8000 kkal/kg 15 % Minyak Tanah 11000 kkal/kg 40 % Gas Kota 4500 kkal/m3 55 % Listrik 860 kkal/kWh 60 % LPG 11900 kkal/kg 60 % Tabel 2.3 menyajikan daya pemanasan dari efisiensi alat masak LPG dengan bahan bakar gas. Dapat dilihat bahwa efisiensi alat masak dengan gas LPG sebesar 60 %. 2.1.8 Saluran Gas Buang Pada setia proses pembakaran pasti akan menghasilkan gas buang. Gas buang yang dihasilkan berupa gas (CO2) dan uap air. Gas buang tersebut harus diberikan jalan untuk keluar dari water heater agar nyala api tidak terganggu. Dalam merancang saluran gas buang, diusahakan agar gas buang dapat mengalir keluar dengan lancar. Perlu diperhatikan juga, penempatan lubang keluar dari gas buang, harus dipilih sedemikian rupa agar tidak mengganggu penggunaan dari water heater. Jika saluran gas buang tidak terancang dengan baik, misalnya gas

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 buang tidak dapat keluar, maka tekanan gas buang yang dihasilkan akan dapat menyebabkan api terdorong keluar dari ruang bakar. Sehingga api tidak berfungsi dengan baik untuk memanaskan air. Tentunya dalam perancangan ini dibutuhkan nyala api yang mampu mensuplai kalor yang besar ke dalam pemanas air. 2.1.9 Sumber Api Sumber api yang digunakan pada water heater ini adalah kompor. Saat tersedia berbagai macam jenis kompor di pasaran, mulai dari bentuk dan bahan bakar yang digunakan pun bermacam-macam. Ada kompor yang mampu memberikan api yang besar tetapi ada pula yang mampu memberikan api yang kecil. Perbedaan nyala api tersebut salah satunya disebabkan oleh bahan bakar yang digunakan oleh setiap kompor berbeda – beda. Sumber api atau kompor yang digunakan untuk penelitian ini adalah kompor bertekanan tinggi (high pressure) yang menggunakan bahan bakar LPG. Karena api yang ditimbulkan oleh kompor bertekanan tinggi ini mampu menyentuh pipa saluran air dengan siripnya, dan api yang dihasilkan kompor jenis ini sangat besar sehingga mempercepat proses pemanansan air. Gambar 2.3 sampai dengan Gambar 2.7 menyajikan beberapa jenis kompor yang ada di pasaran.

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 Gambar 2.1 Kompor gas low pessure Gambar 2.2 Kompor gas tanam 4 tungku stainless Gambar 2.3 Kompor gas portable

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 Gambar 2.4 Kompor tungku gas LPG Gambar 2.5 Kompor yang digunakan penulis pada penelitian water heater Spesifikasi kompor sebagai berikut : Dimensi : 570 mm (Panjang) × 315 mm (Lebar) × 168 mm (Tinggi) Daya pemanasan : 21.8 kW/h High Pressure Bahan : Besi Tuang

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 2.1.10 Laju Aliran Kalor Laju aliran kalor yang diterima air ketika mengalir di dalam saluran pipa dapat dihitung dengan persamaan ( 2.1 ) : Gambar 2.6 Aliran fluida pada saluran pipa qair  mair cair Ti  To  .....................................................................(2.1)   .d 2    u m mair =     4  .....................................................................(2.2) 𝑢𝑚 = 𝑑𝑒𝑏𝑖𝑡 𝑎𝑖𝑟 𝜋.𝑑 2 4 .....................................................................(2.3) Pada Persamaan (2.1), Persamaan (2.2) dan Persamaan (2.3): q air : laju aliran kalor yang diterima air, Watt mair : laju aliran massa air, kg/s c air : kalor jenis air, J/kgoC. Ti : suhu air masukwater heater, oC To : suhu air keluarwater heater, oC. um : kecepatan rata-rata fluida mengalir, m /s  : massa jenis fluida yang mengalir, kg/ m 3 d : diameter dalam saluran, m

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 2.1.11 Laju aliran kalor yang diberikan gas Laju aliran kalor yang diberikan gas dapat dihitung dengan Persamaan (2.4) : q gas = m gasC gas ……………….……………….......…………....(2.4) Pada Persamaan (2.4) : q gas : Lajualirankalor yang diberikan gas, watt mgas : Laju aliran massa gas, kg/s C gas : Kapasitas gas LPG ( J/kg), untuk LPG sebesar 11900 kkal/kg (1 kkal = 4186,6 J), tersaji pada Tabel 2.3. 2.1.12 Efisiensi Water Heater Efisiensi adalah perbandingan antara laju aliran kalor yang diterima air dengan laju kalor yang diberikan gas, dapat dihitung dengan Persamaan (2.5) :  q air  100% q gas ..……………………………......................….…(2.5) Pada Persamaan (2.5) :  : Efisiensi water heater (%) q air : Laju aliran kalor yang diterima air, watt q gas : Laju aliran kalor yang diberikan gas, watt

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 2.2 Tinjauan Pustaka 2.2.1 Macam – Macam Gas Water Heater Yang Ada Dipasaran Gambar 2.9 sampai dengan Gambar 2.12 menyajikan beberapa produk water heater yang ada di pasaran beserta karateristiknya yang dijadikan pembanding untuk pembuatan water heater bahan bakar gas LPG. a. Water heater 1 Gambar 2.7 Water heater 1 Spesifikasi Model : GI-6 Kapasitas Maksimum : 6 liter/menit Dimensi Luar : 440mm × 300 mm × 130mm Tipe Gas : LPG Jangkauan Temperatur : 40oC - 65°C Konsumsi Gas : 0,78 kg/jam

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 b. Water heater 2 Gambar 2.8 Water heater 2 Spesifikasi Model : WH506A - LPG Kapasitas Maksimum : 5liter/menit DimensiLuar : 402 mm ×270 mm × 190 mm Tipe Gas : LPG Jangkauan Temperatur : 40oC - 50°C Konsumsi Gas : 0,8 kg/jam

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 c. Water heater 3 Gambar 2.9 Water heater 3 Spesifikasi Model : REU-55RTB Kapasitas Maksimum : 6 liter/menit DimensiLuar : 369 mm × 290 mm × 138 mm Tipe Gas : LPG Jangkauan Temperatur : 40oC - 50°C Konsumsi Gas : 0,7 kg/jam

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 d. Water Heater 4 Gambar 2.10 Water heater 4 Spesifikasi Model : JLG30-BV6 Kapasitas Maksimum : 6 liter/menit DimensiLuar : 760 mm × 430 mm × 320 mm Tipe Gas : LPG Jangkauan Temperatur : 40°C - 80°C Konsumsi Gas : 0,7 kg/jam

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 2.2.2 Konstruksi Water Heater Gas LPG Yang di Pasaran Gambar 2.11 sampai dengan 2.14 menyajikan rancangan water heater gas LPG yang ada di pasaran Indonesia : a. Konstruksi water heater dengan tangki penampungan Cara kerja water heater jenis ini menggunakan metode seperti merebus air pada umumnya menggunakan panci. Air dingin masuk ke dalam water heater melalui saluran inlet air dingin, kemudian air dipanaskan di dalam tangki penampungan menggunakan kompor gas LPG yang berada di bawah tangki penampungan, air panas hasil pemanasan keluar melalui saluran outlet air panas seperti pada Gambar 2.11. Gambar 2.11 Konstruksi perancangan water heater dengan tangki penampungan

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 b. Konstruksi water heater dengan tangki penampungan dan pipa spiral Prinsipkerja alat ini sama dengan seperti merebus air menggunakan panci di atas kompor namun dilengkapi dengan pipa spiral yang berada di dalam tangki penampungan di atas kompor gas LPG. Air masuk melalui saluran inlet lalu ditampung di dalam tangki penampungan, dan air tersebut bersentuhan langsung dengan spiral. Fungsi dari pipa spiral ini adalah sebagai saluran udara panas dari kompor gas LPG untuk memanaskan air di dalam tangki penampungan dan sebagai saluran gas buang, seperti pada Gambar 2.12. Gambar 2.12 Konstruksi water heater dengan tangki penampungan dan pipa spiral

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 c. Konstruksi water heater tankless menggunakan blower Prinsip kerja alat ini adalah air masuk melalui pipa masuk kemudian air dipanasi oleh permukaan heat exchanger yang dipanasi oleh api, panas api disebarkan melalui blower yang berada di bawah api. Karena adanya perbedaan suhu antara permukaan heat exchanger dan pipa yang berisi air, maka terjadi perpindahan panas dari heat exchanger ke air yang berada di dalam pipa yang melilit heat exchanger. Konstruksi tankless water heater menggunakan blower tersaji pada Gambar 2.13. Gambar 2.13 Konstruksi tankless water heater menggunakan blower

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 d. Konstruksi water heater tanpa tangki penampungan atau tankless Gambar 2.14 menampilkan konstruksi water heater gas LPG tanpa tangki penampungan (tankless). Prinsip kerjanya dengan memanaskan pipa yang dialiri air di atas api secara langsung, sehingga proses pemanasan air berlangsung dengan cepat, tidak perlu menampung air terlebih dahulu seperti pada water heater dengan tangki penampungan. Penulis menjadikan konstruksi water heater tanpa tangki penampungan sebagai referensi dalam penelitian ini. Gambar 2.14 Konstruksi water heater tanpa tangki penampungan atau tankless

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 2.2.3 Hasil Penelitian Tentang Water Heater Gas LPG Yang Sudah Ada Pada tahun 2014, Dharma Panjili mengadakan penelitian tentang water heater gas LPG yang berjudul “Karakteristik Water Heater Dengan Panjang Pipa 14 Meter, Diameter 0,5 Inchi Dan Bersirip” yang bertujuan : (a) Merancang dan membuat water heater menggunakan sirip dengan bahan bakar LPG, (b) Mengetahui hubungan antara debit air dengan suhu air keluar, (c) Mengetahui energi kalor yang diserap air, (d) Mengetahui kalor yang diserapwater heater, (e) Mengetahui efisiensi water heater, (f) Mengetahui hasil kerja terbaik water heater dengan variasi penutup. Penelitian ini dilakukan dengan batasan - batasan sebagai berikut : (a) Tin water heater 25oC-27oC, (b) Panjang pipa lintasan 14 meter, (c) Tout water heater ≥40oC dengan debit minimal 6 liter/menit, (d) Panjangpipa 14 meter, (e) Bahan pipa adalah tembaga, (f) Water heater diberi sirip, (g) pembakar menggunakan kompor LPG, (h) Variasi dilakukan pada besarnya debit air masuk water heater dengan debit gas yang konstan, penutu tertutup penuh, terbuka 10 putaran, dan 20 putaran. Pada penelitian tersebut didapatkan : (a) Water heater dapat dibuat dengan baik dan mampu bersaing dengan water heater yang ada di pasaran, (b) Hasil terbaik hubungan antara debit air masuk dengan Tout menggunakan variasi penutup tertutup penuh (c) Hasil terbaik dalam variasi penutup antara debit air yang masuk dengan laju aliran kalor yang diterima air pada variasi penutup terbuka 10 putaran yang berkisar antara 7,533 kW-12,556 kW (d) Hasil terbaik hubungan debit air mauk dengan efisiensi water heater menggunakan variasi penutup tertutup penuh (e) Kalor yang diberikan gas LPG

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 sebesar : 36,535 kW, (f) Untuk variasi penutup water heater, variasi dengan kondisi penutup tertutup penuh adalah yang terbaik. Sedangkan pada penelitian Putra, P.H (2012) tentang water heater gas LPG yang berjudul “Water Heater Dengan PanjangPipa 20 Meter Dan 300 Lubang Masuk Udara Pada Dinding Luar” yang bertujuan : (a) Merancang dan membuat water heater , (b) Mendapatkan hubungan antara debit air dengan suhu air keluar water heater, (c) Mendapatkan hubungan antara debit air dengan laju perpindahan kalor yang diterima oleh air, (d) mendapatkan hubungan antara debit air dengan efisisensi water heater. Penelitian tersebut dilakukan dengan batasanbatasan sebagai berikut : (a) Water heater yang dibuat memiliki dimensi tinggi 90 cm, (b) Diameter pada dinding luar 25 cm, (c) Diameter pada dinding dalam 20 cm, (d) Panjang pipa 20 meter, (e) Diameter bahan pipa 3/8 inci, (f) 300 lubang masuk udara pada dinding luar, (g) 1005 lubang pada dinding dalam water heater, (h) 6 buah sirip dari pipa berdiameter 3/8 inci, (i) Variasi dilakukan pada besarnya debit air masuk water heater. Dari hasil penelitian tersebut didapatkan : (a) Water heater yang dibuat mampu bersaing dengan water heater yang ada dipasaran , yang mampu menghasilkan panas dengan temperatur 42,9 C pada debit 10 liter/menit (b) Hubungan antara debit air yang mengalir (m) dengan temperature air keluar water heater (𝑇𝑜 ) dapat dinyatakan dengan persamaan 𝑇𝑜 = -0,027 𝑚3 + 1,126 𝑚2 – 16,52 m + 129,9 (m dalam liter/menit,𝑇𝑜 dalam C ) dan𝑅 2 = 0,94. (c) Hubungan antara debit air yang mengalir dengan laju perpindahan kalor dinyatakan dengan persamaan 𝑄𝑎𝑖𝑟 = 17,09𝑚3 + 489 𝑚2 + 439 m + 3654 (m dalam liter/menit, 𝑄𝑎𝑖𝑟 dalam watt) dan 𝑅 2 = 0,94. (d) Hubungan debit air (dalam

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 liter/menit) dengan efisiensi water heater (dalam %) dinyatakan dengan persamaan η = 0,77mair2 + 14,24mair + 31,04 dan R2 = 0,94. Kristianto, H (2013) mengadakan penelitian tentang water heater gas LPG yang berjudul “Water Heater Dengan 3 Model Pembuangan Gas Buang” yang bertujuan : (a) Merancang dan membuat water heater , (b) Mendapatkan hubungan antara debit air dengan suhu air keluar water heater, (c) Mendapatkan hubungan antara debit air dengan laju perpindahan kalor yang diterima oleh air, (d) Mendapatkan hubungan antara debit air dengan efisiensi water heater. Penelitian ini dilakukan dengan variasi pada pembuangan gas buang. Pada penelitian tersebut didapatkan : (a) Water heater dapat dibuat dengan baik dan mampu bersaing dengan water heater yang ada di pasaran, yang mampu menghasilkan air panas dengan temperatur 35,4oC pada debit 7,2 liter/menit, (b) Hubungan antara debit air yang mengalir (m) dengan temperatur air yang keluar water heater dinyatakan dengan persamaan : 𝑇𝑜 = –0,2215𝑚3 +4,5633 𝑚2 – 29,935 𝑚+ 121,9 (m dalam liter/menit, 𝑇𝑜 dalam C ). (c) Hubungan antara debit air yang mengalir dengan laju perpindahan kalor dinyatakan dengan persamaan 𝑞𝑎𝑖𝑟 = – 2,6026 𝑚3 + 6,9591𝑚2 + 302,15𝑚+ 2536,7 (𝑚 dalam liter/menit, 𝑞𝑎𝑖𝑟 dalam watt). (d) Hubungan antara debit air yang mengalir dengan efisiensi water heater dapat dinyatakan dengan persamaan : 4,3666 m + 36,66 (m dalam η = – 0,0376 m3 + 0,1006 m2 + liter/menit dan η dalam %).

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III PEMBUATAN ALAT 3.1 Rancangan Alat Water Heater Rancangan water heater disajikan pada Gambar 3.1, Gambar 3.2, Gambar 3.3, Gambar 3.4, Gambar 3.5, Gambar 3.6, Gambar 3.7, Gambar 3.8 dan Gambar 3.9. Gambar 3.1 Rancangan kerangka paling dalam water heater dan penyangga tutup gas buang Gambar 3.2 Rancangan pipa saluran air tampak bawah 33

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 Gambar 3.3 Rancangan pipa saluran air Gambar 3.4 Rancangan kerangka total water heater

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 Gambar 3.5 Rancangan dinding tabung Gambar 3.6 Rancangan penutup gas buang

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 Gambar 3.7 Rancangan penutup gas buang tampak samping Gambar 3.8 Rancanganwater heater tanpa tutup gas buang Gambar 3.9 Rancangan water heater dengan tutup gas buang

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 3.2 Cara Kerja Water Heater Cara kerja water heater ini sebenarnya sangat sederhana, prinsipnya hampir sama seperti memasak air menggunakan kompor pada umumnya. Perbedaannya terletak pada kondisi air yang dipanaskan. Air yang akan dipanaskan dialirkan ke dalam pipa saluran dari tembaga melalui saluran inlet yang telah dirancang posisinya hingga sedemikian rupa, agar saat kompor gas bertekanan tinggi (high preassure) dinyalakan, pipa tembaga dapat bersentuhan langsung dengan api, dengan tujuan panas yang diserap oleh pipa tembaga dan sirip dapat maksimal. Maka terjadi perubahan suhu air yang mengalir di dalam saluran pipa tembaga tersebut, dari air dingin menjadi air panas. Air panas hasil pemanasan kemudian keluar melalui saluran outlet untuk digunakan. 3.3 Pembuatan Water Heater 3.3.1 Bahan Water Heater Bahan – bahan yang digunakan dalam pembuatan water heater menggunakan sirip adalah : a. Pipa tembaga dengan panjang 10 meter dan berdiameter dalam 1,27 cm (0,5 inci) sebagai saluran air b. Pipa tembaga dengan panjang 280 cm untuk sirip c. Plat Galvanum tebal 0,3 mm d. Plat aser tebal 5 mm e. Besi strip

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 f. Nako besi ukuran 10 mm × 10 mm g. Baut Sring Center ukuran 3 8 × 10 h. Kawat sebagai pengikat sirip i. Paku rivet Gambar 3.10 Pipa Tembaga Gambar 3.11 Plat Strip

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 Gambar 3.12 Plat Galvanum Gambar 3.13 Besi Nako

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 Gambar 3.14 Paku Rivet Gambar 3.15 Baut Spring Center 3 8 × 10 3.3.2 Sarana dan alat-alat yang digunakan Sarana dan alat-alat yang digunakan untuk proses pembuatan water heater dengan panjang pipa 10 meter, diameter dalam 1,27 cm dan bersirip adalah: a. Alat pemotong pipa b. Alat penekuk / pembengkok pipa c. Mesin bor tangan

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 d. Gerinda e. Gergaji f. Gunting plat g. Las listrik h. Tang i. Obeng j. Palu k. Tang Rivet Gambar 3.16 Pemotong Pipa Gambar 3.17 Mesin Bor Tangan

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 Gambar 3.18 Mesin Gerinda Gambar 3.19 Las Listrik

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 Gambar 3.20 Tang Rivet 3.3.3 Langkah – langkah Pengerjaan 3.3.3.1 Persiapan Sebelum memulai pembuatanwater heater menggunakan sirip, terlebih dahulu harus melakukan persiapan yaitu: a. Menyiapkan rancangan water heater Pada proses awal pembuatan water heater dengan panjang pipa 10 meter, dengan diameter dalam pipa 0,5 inch (1,27 cm) dan bersirip adalah membuat gambaran desain water heater yang akan di buat menggunakan 3 tabung, yaitu tabung dalam, tabung tengah dan tabung luar, merancang agar tutup water heater mampu bergerak naik dan turun. b. Menyiapkan Alat dan Bahan Setelah menyiapkan rancangan, langkah selanjutnya adalah menentukan bahan yang akan digunakan dalam membuat water heater kemudian menyediakannya dengan membeli bahan – bahannya.

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 3.3.3.2 Pengerjaan Water Heater Dalam pelaksanaan pembuatan water heater menggunakan sirip banyak hal-hal yang harus dilakukan yaitu : a. Memotong Pipa Tembaga Memotong pipa tembaga harus menggunakan alat pemotong pipa agar hasilnya baik dan rapi serta pipa tembaga tidak mengalami kerusakan bentuk. b. Membengkokkan Pipa Temabaga Dalam membengkokkan pipa tembaga agar dapat berbentuk spiral maka digunakan mesin roll atau alat pembengkok (manual) untuk membengkokkannya. Dalam proses pengerjaanya penulis menyerahkan proses pengerolan pipa di bengkel agar lebih rapi hasilnya. Setelah pipa tembaga berhasil dibengkokkan, kemudian dipasang sirip di sekitar pipa saluran air. c. Pembuatan Kerangka dan Tabung Luar, Kerangka Tabung Tengah dan Kerangka Tabung Dalam Langkah pertama dalam membuat tabung dalam dan tabung luar adalah membuat kerangka water heater yang terbuat dari besi nako dan besi strip setinggi 35 cm. Besi nako di buat melingkar sesuai ukuran diameter tabung luar, tengah dan dalam. Kemudian susun kerangka sesuai rancangan dan dilas agar dapat berdiri tegak, lalu pasangkan pipa saluran air pada tabung tengah kemudian beri penyangga agar pipa dapat terpasang pada kerangka. Sebelum semua kerangka disatukan, haruslah dipersiapkan selimut tabung. Pembuatan selimut tabung dalam yang terbuat dari plat galvanum, dimulai dengan mengukur luasan selimut setiap lapisan tabung, baik dalam, tengah dan luar. Lalu

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 memotong plat galvanum sesuai ukuran. Setelah itu lubangi plat lapisan dalam dan tengah untuk saluran udara. Pelubalangan menggunakan bor tangan dilakukan dengan cara bertahap, mulai dari mata bor kecil yaitu ukuran 5 mm kemudian dibesarkan hingga 10 mm. Setelah semua plat galvanum terlubangi sesuai ukuran, pasangkan pada setiap tabung sesuai dengan ukurannya. d. Pembuatan Kerangka Tutup dan Tutup Water Heater Kerangka tutup water heater dibuat sesuai dengan rancangan pada Gambar 3.6 dan Gambar 3.7. Pengatur ketinggian sengaja dibuat dari baut Spring Center ukuran 3 8 × 10 sebab sudah terdapat ulir pada batangnya, serta ukurannya cukup kuat untuk menyangga tutup yang tebal dan berat karena terbuat dari plat Acer setebal 3 mm sehingga mudah dalam menaikkan dan menurunkan tutup gas buang. Tutup gas buat water heater terbuat dari plat Acer dengan tebal 3 mm agar bentuk tutup tidak berubah saat water heater di panaskan di atas api dengan waktu yang lama. Jika tutup gas buang tebuat dari plat tipis maka bentuk tutup akan mengalami perubahan karena panas yang diterima saat water heater dipanaskan di atas api dengan waktu yang lama, bentuknya akan bergelombang karena pemuaian. e. Perangkaian Setelah semua bagian – bagian selesai dibuat, lalu dirangkai sesuai rancangan seperti pada Gambar 3.8 dan secara lengkap dengan penutup gas buang seperti pada Gambar 3.9.

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV METODOLOGI PENELITIAN 4.1. Skema Pengujian Skema penyusunan peralatan saat pengujian water heater disajikan pada Gambar 4.1. Gambar 4.1 Skema pengujian water heater Air dialirkan menuju water heater melalui kran, dengan maksud debit air dapat diatur dengan mudah dengan cara mengatur besar kecilnya pembukaan kran air. Gas LPG digunakan sebagai sumber energi untuk memanasi air yang mengalir di dalam water heater. Untuk mengukur temperatur air yang masuk dan keluar water heater menggunakan kabel termocouple dan penampil suhu digital. 46

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 4.2 Variasi Penelitian Variasi penelitian dilakukan terhadap tinggi rendahnya pembukaan gas buang dengan debit gas yang konstan pada water heater. Pada penelitian ini dilakukan pembukaan dimulai dari 10 putaran atau setinggi 1 cm, lalu 20 putaran atau setinggi 2 cm, dan 30 putaran atau setinggi 3 cm. 4.3 Peralatan Pengujian Dalam melakukan pengujian water heater peneliti menggunakan beberapa alat yang digunakan untuk proses pengambilan data, antara lain : a. Termocouple untuk mengukur temperatur air masuk dan keluar water heater dan penampil hasil pengukuran temperatur secara digital. b. Timbangan gantung digital untuk menimbang berat gas LPG. c. Kompor gas high pressure dan gas LPG sebagai sumber energi. d. Kran air sebagai pengatur debit air. e. Selang untuk menyalurkan air dari kran ke dalam pipa saluran air di water heater dan mempermudah memasukkan air panas ke dalam gelas ukur. f. Tang, obeng, dan klem untuk menguatkan sambungan selang. g. Regulator high pressure dan selang regulator untuk menyalurkan gas dari tabung ke kompor. h. Stopwatch untuk penunjuk waktu. i. Ember besar untuk menampung air saat debit air besar (>12 liter/menit). j. Gelas ukur untuk menampung dan mengukur volume air panas yang keluar dari water heater.

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 Gambar 4.2 Timbangan gantung digital, Termocouple, dan penampil hasil pengukuran temperatur secara digital APPA51 Gambar 4.3 Tabung berisi gas LPG

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 Gambar 4.4 Kompor gas high pressure dan regulator high pressure Gambar 4.5 Ember dan gelas ukur

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 4.4 Metode Pengumpulan Data Data diperoleh pada saat penelitian dilakukan. Data – data yang diperoleh adalah : temperatur air masuk dan keluar water heater, besarnya volume air yang mengalir dalam satuan waktu, besarnya berat gas yang dipergunakan dalam satuan waktu setiap pembukaan tutup gas buang pada ketinggian tertentu. Data – data yang diperoleh dicatat dan dimasukkan pada kolom – kolom data pada tabel yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Tabel 4.1 Tabel isian konsumsi gas No. Berat awal gas (kg) Berat akhir gas (kg) Waktu (menit) Keterangan Tinggi Pembukaan Tutup Gas Buang ( cm ) 1 2 3 1 2 3 Tabel 4.2 Tabel isian volume air pada tinggi pembukaan tutup gas buang : 1 cm No. 1 2 3 4 5 Volume air (liter) Waktu (detik) Temperatur air masuk (oC) Temperatur air keluar (oC)

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 Tabel 4.3 Tabel isian volume air pada tinggi pembukaan tutup gas buang : 2 cm No. Volume air (liter) Waktu (detik) Temperatur air masuk (oC) Temperatur air keluar (oC) 1 2 3 4 5 Tabel 4.4 Tabel isian volume air pada tinggi pembukaan tutup gas buang : 3 cm No. Volume air (liter) Waktu (detik) Temperatur air masuk (oC) Temperatur air keluar (oC) 1 2 3 4 5 4.5 Metode Pengolahan Data Data – data yang diperoleh dan dicatat kemudian dipergunakan untuk mengetahui : a. Hubungan antara debit air dengan suhu air yang keluar water heater. b. Hubungan antara debit air dengan laju aliran kalor. c. Laju aliran kalor yang diterima air. d. Laju aliran kalor yang diberikan gas LPG. e. Efisiensi water heater. Perhitungan laju aliran kalor yang diterima air dilakukan menggunakan Persamaan (2.1). Laju aliran kalor yang diberikan gas LPG dihitung menggunakan Persamaan (2.4). Efisiensi water heater dihitung menggunakan Persamaan (2.5).

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 Untuk mempermudah dalam melakukan pembahasan, data – data yang sudah diolah disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. 4.6 Metode Pengambilan Kesimpulan Setelah data diolah, dilakukan pembahasan terhadap hasil penelitian. Kesimpulan dilakukan dengan memperhatikan tujuan penelitian yang sudah dinyatakan sebelumnya. Kesimpulan sebaiknya menjawab apa yang sudah menjadi tujuan dari penelitian.

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V HASIL PENGUJIAN DAN PEMBAHASAN 5.1 Hasil Pengujian Besarnya konsumsi gas dari hasil pengujian disajikan pada Tabel 5,1.Proses pengujian water heater dilakukan pasa kondisi tekanan udara luar dan besarnya aliran gas LPG diatur konstan, yaitu pada posisi maksimum. Tabel 5.1 Konsumsi gas pada setiap tinggi pembukaan tutup gas buang No. Berat awal gas (kg) Berat akhir gas (kg) Waktu (menit) Keterangan Tinggi Pembukaan Tutup Gas Buang (cm) 1 2 3 27,324 25,672 21,735 26,939 25,279 21,344 15 15 15 1 2 3 Data yang diperoleh pada saat pengujian disajikan pada Tabel 5.2, Tabel 5.3, dan Tabel 5.4. Tabel 5.2 Hasil Pengujian Water Heater Dengan Pembukaan Tutup Gas Buang Sebesar 10 Putaran ( 1 cm) No. Volume air (liter) Waktu (detik) Temperatur air masuk (oC) Temperatur air keluar (oC) ΔTair 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 5,25 4,85 2,87 2,02 1,94 1,71 1,45 1,10 0,97 0,74 0,52 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 27,5 27,5 27,5 27,5 27,5 27,5 27,5 27,5 27,5 27,5 27,5 31,5 34 35,3 40 42,1 43,3 47 48,4 54,2 65,6 73,2 4 6,5 7,8 12,5 14,6 15,8 19,5 20,9 26,7 38,1 45,7 53

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 Tabel 5.3 Hasil Pengujian Water Heater Dengan Pembukaan Tutup Gas Buang Sebesar 20 Putaran (2 cm) No. Volume air (liter) Waktu (detik) Temperatur air masuk (oC) Temperatur air keluar (oC) ΔTair 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 6,64 5,19 3,34 2,48 2,16 1,87 1,54 1,45 1,06 0,74 0,59 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 27,6 27,6 27,6 27,6 27,6 27,6 27,6 27,6 27,6 27,6 27,6 32 33 36,1 39,1 41 43,3 47 48 53,8 63,3 74,3 4,4 5,4 8,5 11,5 13,4 15,7 19,4 20,4 26,2 35,7 46,7 Tabel 5.4 Hasil Pengujian Water Heater Dengan Pembukaan Tutup Gas Buang Sebesar 30 Putaran (3 cm) No. Volume air (liter) Waktu (detik) Temperatur air masuk (oC) Temperatur air keluar (oC) ΔTair 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 5,18 5,1 3,6 2,4 1,9 1,72 1,36 1,3 1 0,68 0,56 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 27,6 27,6 27,6 27,6 27,6 27,6 27,6 27,6 27,6 27,6 27,6 32,5 33,1 36 38,2 41,5 43,1 46,2 49,5 55,7 63,3 71,5 4,9 5,5 8,4 10,6 13,9 15,5 18,6 21,9 28,1 35,7 43,9

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 5.2 Perhitungan Matematis Perhitungan dilakukan berdasarkan data – data yang terdapat pada Tabel 5.1, Tabel 5.2 dan Tabel 5.3. Berikut ini adalah beberapa data yang sudah diketahui terlebih dahulu :  Diameter dalam pipa saluran air (d) : 0,5 inch = 0,0127 m  Jari – jari dalam pipa saluran air (r) : 0,25 inch = 0,00635 m  Massa jenis air (ρ) : 1000 kg/m3  Kalor jenis air (𝑐𝑎𝑖𝑟 ) : 4179 J/kgoC  Kapasitas panas gas (Cgas) : 11900 kkal/kg (1 kkal = 4186,6 J) (tersaji pada Tabel 2.5) Dari data tersebut digunakan untuk menghitung kecepatan air rata-rata, laju aliran massa air, laju aliran kalor yang diterima air, laju kalor yang diberikan gas LPG, dan efisiensi water heater. 5.2.1 Perhitungan Kecepatan Air Rata – rata 𝒖𝒎 Perhitungan kecepatan air rata – rata 𝑢𝑚 yang mengalir di dalam saluran pipa air menggunakan Persamaan 2.3: 𝑢𝑚 = 𝑑𝑒𝑏𝑖𝑡 𝑎𝑖𝑟 m 𝑙𝑢𝑎𝑠 𝑝𝑒𝑛𝑎𝑚𝑝𝑎𝑛𝑔 𝑝𝑖𝑝𝑎 s Sebagai contoh perhitungan, menggunakan data pada Tabel 5.2 pada pembukaan tutup sebesar 1 cm untuk debit air sebesar 5,25 liter/10detik. debit air = = 5,25 liter 10 detik 0,525 liter detik

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 = 0,000525 m3 s Kecepatan air rata – rata 𝑢𝑚 : 𝑢𝑚 = = debitair 𝜋. 𝑟 2 0,000525 m3 s 3,14 × 0,006352 m2 = 4,15 m s Sebagai contoh perhitungan, menggunakan data pada Tabel 5.3 pada pembukaan tutup sebesar 2 cm untuk debit air sebesar 6,64 liter/10detik. 𝑑𝑒𝑏𝑖𝑡 𝑎𝑖𝑟 = = 6,64 liter 10 detik 0,664 liter detik = 0,000664 m3 s Kecepatan air rata – rata 𝑢𝑚 : 𝑢𝑚 = debitair 𝜋. 𝑟 2 0,000664 m3 s = 3,14 × 0,006352 m2 = 5,24 m s Sebagai contoh perhitungan, menggunakan data pada Tabel 5.4 pada pembukaan tutup sebesar 3 cm untuk debit air sebesar 5,18 liter/10detik. debit air = = 5,18 liter 10 detik 0,518 liter detik = 0,000518 m3 s

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 Kecepatan air rata – rata 𝑢𝑚 : 𝑢𝑚 = = debitair 𝜋. 𝑟 2 0,000518 m3 s 3,14 × 0,006352 m2 = 4,09 m s Hasil perhitungan untuk data yang lain secara lengkap disajikan pada Tabel 5.6, Tabel 5.7 dan Tabel 5.8. 5.2.2 Perhitungan Laju Aliran Massa Air mair Perhitungan laju aliran massa air mair di dalam saluran pipa air menggunakan Persamaan (2.2) : 𝑚𝑎𝑖𝑟 = massa jenis air × luas penampang pipa × kecepatan air = 𝜌 × (𝜋𝑟 2 ) × 𝑢𝑚 Kecepatan air rata – rata pada pembukaan tutup gas buang sebesar 1 cm diperoleh dari perhitungan sebelumnya, yaitu um= 4,15 m/s. 𝑚𝑎𝑖𝑟 = 1000 kg 2 2 m m3 × (3,14 × 0,00635 )m × 4,15 s = 0,5253 kg s Kecepatan air rata - rata pada pembukaan tutup gas buang sebesar 2 cm diperoleh dari perhitungan sebelumnya, yaitu um= 5,24 m/s. 𝑚𝑎𝑖𝑟 = 1000 kg 2 2 m m3 × (3,14 × 0,00635 )m × 5,24 s = 0,664 kg s

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 Kecepatan air rata - rata pada pembukaan tutup gas buang sebesar 3 cm diperoleh dari perhitungan sebelumnya, yaitu um= 4,09 m/s. 𝑚𝑎𝑖𝑟 = 1000 kg 2 2 m m3 × 3,14 × 0,00635 m × 4,09 s = 0,518 kg s Hasil perhitungan untuk data yang lain secara lengkap disajikan pada Tabel 5.6, Tabel 5.7 dan Tabel 5.8. 5.2.3 Perhitungan Laju Aliran Kalor yang Diterima Air Perhitungan laju aliran kalor yang diserap oleh air di dalam saluran pipa mempergunakan Persamaan (2.1): Laju aliran kalor pada pembukaan tutup gas buang sebesar 1 cm diperoleh data dari perhitungan sebelumnya, yaitu mair = 0,5253 kg/s. 𝑞𝑎𝑖𝑟 = laju aliran massa air × (kalor jenis air) × ∆𝑇 = 𝑚𝑎𝑖𝑟 × 𝑐𝑎𝑖𝑟 × (𝑇𝑜𝑢𝑡 − 𝑇𝑖𝑛 ) 𝑞𝑎𝑖𝑟 = 0,5253 kg s × 4179 J kg℃ × (31,5 − 27,5)℃ = 8781,472 J s Laju aliran kalor pada pembukaan tutup gas buang sebesar 2 cm diperoleh data dari perhitungan sebelumnya, yaitu mair = 0,664 kg/s. 𝑞𝑎𝑖𝑟 = laju aliran massa air × (kalor jenis air) × ∆𝑇 = 𝑚𝑎𝑖𝑟 × 𝑐𝑎𝑖𝑟 × (𝑇𝑜𝑢𝑡 − 𝑇𝑖𝑛 ) 𝑞𝑎𝑖𝑟 = 0,664 kg s × 4179 J kg℃ × (33 − 27,6)℃ = 12209,37 J s

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 Laju aliran kalor pada pembukaan tutup gas buang sebesar 3 cm diperoleh data dari perhitungan sebelumnya, yaitu mair = 0,518 kg/s. 𝑞𝑎𝑖𝑟 = laju aliran massa air × (kalor jenis air) × ∆𝑇 = 𝑚𝑎𝑖𝑟 × 𝑐𝑎𝑖𝑟 × (𝑇𝑜𝑢𝑡 − 𝑇𝑖𝑛 ) 𝑞𝑎𝑖𝑟 = 0,518 kg s × 4179 J kg℃ × (32,5 − 27,7)℃ = 10390,66 J s Hasil perhitungan untuk data yang lain secara lengkap disajikan pada Tabel 5.6, Tabel 5.7 dan Tabel 5.8. 5.2.4 Perhitungan Laju Aliran Kalor yang Diberikan Gas LPG Perhitungan laju aliran kalor yang diberikan oleh gas ke saluran pipa menggunakan Persamaan (2.4): 𝑞𝑔𝑎𝑠 = debit gas × kalor jenis gas Untuk perhitungan, debit gas diambil dari data pembukaan tutup gas buang sebesar 1 cm yaitu 1,5434 kg/jam lalu dikonversikan ke dalam kg/detik. 𝑞𝑔𝑎𝑠 = kkal 1,5434 kg × 11900 × 4186,6 kg 3600 s = 0,000430222 kg J × 49820540 s kg = 21359,173 𝑤𝑎𝑡𝑡 Untuk perhitungan, debit gas diambil dari data pembukaan tutup gas buang sebesar 2 cm yaitu 1,572 kg/jam lalu dikonversikan ke dalam kg/detik. 𝑞𝑔𝑎𝑠 = 1,572 kg kkal × 11900 × 4186,6 3600 s kg

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 = 0,00043667 kg J × 49820540 s kg = 21754,969 watt Untuk perhitungan, debit gas diambil dari data pembukaan tutup gas buang sebesar 3 cm yaitu 1,564 kg/jam lalu dikonversikan ke dalam kg/detik. 1,564 kg kkal × 11900 × 4186,6 3600 s kg 𝑞𝑔𝑎𝑠 = = 0,0004344 kg J × 49820540 s kg = 21644,257 watt Tabel 5.5 Tabel Laju Aliran Kalor yang Diberikan Gas LPG No. Berat awal gas (kg) Berat akhir gas (kg) Waktu (menit) Keterangan Tinggi Pembukaan Tutup Gas Buang (cm) qgas (watt) 1 2 3 27,324 25,672 21,735 26,939 25,279 21,344 15 15 15 1 2 3 21359,173 21754,969 21644,257 5.2.5 Efisien Water Heater Perhitungan efisiensi water heater dihitung menggunakan Persamaan (2.5): 𝜂= 𝑞𝑎𝑖𝑟 × 100% 𝑞𝑔𝑎𝑠𝑠 Pada pembukaan tutup gas buang sebesar 1 cm, besarnya 𝑞𝑎𝑖𝑟 diperoleh dari perhitungan sebelumnya, yaitu sebesar 8781,472 watt, sehingga hasilnya sebagai berikut : 𝜂= 8781,472 × 100% 21359,173 = 41,11%

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 Pada pembukaan tutup gas buang sebesar 2 cm, besarnya 𝑞𝑎𝑖𝑟 diperoleh dari perhitungan sebelumnya, yaitu sebesar 9592,20 watt, sehingga hasilnya sebagai berikut : 12209,37 × 100% 21754,969 𝜂= = 56,12% Pada pembukaan tutup gas buang sebesar 3 cm, besarnya 𝑞𝑎𝑖𝑟 diperoleh dari perhitungan sebelumnya, yaitu sebesar 9592,20 watt, sehingga hasilnya sebagai berikut : 10390,666 𝜂= 21644,257 × 100% = 47,99% Hasil perhitungan untuk data yang lebih lengkap disajikan pada Tabel 5.6, Tabel 5.7 dan Tabel 5.8. Tabel 5.6 Tabel Perhitungan Water Heater Dengan Pembukaan Tutup Gas Buang Sebesar 10 Putaran (1 cm) No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Debit Air (liter/ menit) 31,52 29,12 17,24 12,12 11,64 10,26 8,72 6,62 5,8 4 3,1 TinAir (°C) ToutAir (°C) ΔTair (°C) mair (kg/s) Um (m/s) qair (watt) 27,5 27,5 27,5 27,5 27,5 27,5 27,5 27,5 27,5 27,5 27,5 31,5 34 35,3 40 42,1 43,3 47 48,4 54,2 65,6 73,2 4 6,5 7,8 12,5 14,6 15,8 19,5 20,9 26,7 38,1 45,7 0,5253 0,4853 0,2873 0,2020 0,1940 0,1710 0,1453 0,1103 0,0967 0,0742 0,0517 4,150 3,834 2,270 1,596 1,532 1,351 1,148 0,872 0,764 0,586 0,408 8781,472 13183,352 9365,975 10551,975 11836,600 11290,822 11843,286 9636,635 10785,999 11808,809 9867,316 Efisien si (%) 41,11 61,72 43,85 49,40 55,42 52,86 55,45 45,12 50,50 55,29 46,20

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 Tabel 5.7 Tabel perhitungan Water Heater Dengan Pembukaan Tutup Gas Buang Sebesar 20 Putaran (2 cm) Debit Air No. (liter/meni t) Tin Air (°C) Tout Air (°C) ΔT (°C) mair Um (kg/s) (m/s) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 27,6 27,6 27,6 27,6 27,6 27,6 27,6 27,6 27,6 27,6 27,6 32 33 36,1 39,1 41 43,3 47 48 53,8 63,3 74,3 4,4 5,4 8,5 11,5 13,4 15,7 19,4 20,4 26,2 35,7 46,7 0,664 0,519 0,334 0,248 0,216 0,187 0,154 0,145 0,106 0,074 0,059 39,84 31,14 20,02 14,90 12,96 11,22 9,26 8,68 6,34 4,46 3,56 5,24 4,10 2,64 1,96 1,71 1,48 1,22 1,14 0,83 0,59 0,47 qair (watt) 12209,37 11712,07 11852,34 11934,53 12095,70 12269,13 12512,20 12333,06 11569,42 11089,81 11579,45 Efisiensi (%) 56,12 53,84 54,48 54,86 55,60 56,40 57,51 56,69 53,18 50,98 53,23 Tabel 5.8 Tabel perhitungan Water Heater Dengan Pembukaan Tutup Gas Buang Sebesar 30 Putaran (3 cm) No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Debit Air (liter/ menit) 31,08 30,60 21,60 14,40 11,40 10,32 8,16 7,80 6,00 4,08 3,36 Tin Air Tout Air ΔTair (°C) (°C) (°C) 27,7 27,7 27,7 27,7 27,7 27,7 27,7 27,7 27,7 27,7 27,7 32,5 33,1 36 38,2 41,5 43,1 46,2 49,5 55,7 63,3 71,5 4,8 5,4 8,3 10,5 13,8 15,4 18,5 21,8 28 35,6 43,8 mair (kg/s) Um (m/s) qair (watt) Efisiensi (%) 0,518 0,510 0,360 0,240 0,190 0,172 0,136 0,130 0,100 0,068 0,056 4,09 4,03 2,84 1,90 1,50 1,36 1,07 1,03 0,79 0,54 0,44 10390,666 11508,966 12486,852 10531,080 10957,338 11069,335 10514,364 11843,286 11701,200 10116,523 10250,251 47,99 53,15 57,67 48,64 50,60 51,12 48,56 54,70 54,04 46,72 47,34 Dari Tabel 5.6, Tabel 5.7 dan Tabel 5.8 dapat dibuat grafik hubungan antara debit air dengan temperatur air yang keluar, grafik hubungan antara debit air

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 dengan laju aliran kalor yang diterima air, dan grafik hubungan debit air dengan Temperatur Air Keluar To (oC) efisiensi pada setiap besarnya pembukaan tutup gas buang. 80 70 60 To = 102,4m-0,35 50 40 30 20 10 0 0 5 10 15 20 25 30 35 Debit Air m (Liter/Menit) Gambar 5.1 Hubungan debit air dengan temperatur air keluar water heater pada pembukaan tutup gas buang setinggi 1 cm pada suhu input 27,5oC Temperatur Air Keluar To (oC) 80 70 60 To = 106,0m-0,34 50 40 30 20 10 0 0 10 20 30 40 50 Debit Air m (Liter/menit) Gambar 5.2 Hubungan debit air dengan temperatur air keluar water heater pada pembukaan tutup gas buang setinggi 2 cm pada suhu input 27,6oC

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 Temperatur Air Keluar To (oC) 80 70 60 To = 100,2m-0,34 50 40 30 20 10 0 0 5 10 15 20 25 30 35 Debit Air m (Liter/Menit) Gambar 5.3 Hubungan debit air dengan temperatur air keluar water heater pada pembukaan tutup gas buang setinggi 3 cm pada suhu input 27,7oC 14000 12000 qair (watt) 10000 8000 6000 qair= -2,309m2 + 77,26m + 10395 4000 2000 0 0 5 10 15 20 25 30 35 Debit Air m (Liter/Menit) Gambar 5.4 Hubungan debit air dengan laju aliran kalor yang diterima air pada pembukaan tutup gas buang setinggi 1 cm pada suhu input 27,5oC

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 14000 12000 qair (watt) 10000 qair = -0,729m2 + 30,47m + 12096 8000 6000 4000 2000 0 0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 Debit Air m (Liter/menit) Gambar 5.5 Hubungan debit air dengan laju aliran kalor yang diterima air pada pembukaan tutup gas buang setinggi 2 cm pada suhu input 27,6oC 14000 12000 qair (watt) 10000 8000 qair = -4,469m2 + 176m + 9873 6000 4000 2000 0 0 5 10 15 20 25 30 35 Debit Air m (Liter/menit) Gambar 5.6 Hubungan debit air dengan laju aliran kalor yang diterima air pada pembukaan tutup gas buang setinggi 3 cm pada suhu input 27,7oC

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 70 Efisiensi η (%) 60 50 40 η = -0,010m2 + 0,361m + 48,67 30 20 10 0 0 5 10 15 20 25 30 35 Debit Air m (Liter/Menit) Gambar 5.7 Hubungan debit air dengan efisiensi water heater pada pembukaan tutup gas buang setinggi 1 cm pada suhu input 27,5oC 70 Efisiensi η (%) 60 50 η = -0,026m2 + 0,760m + 46,96 40 30 20 10 0 0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 Debit Air m (Liter/menit) Gambar 5.8 Hubungan debit air dengan efisiensi water heater pada pembukaan tutup gas buang setinggi 2 cm pada suhu input 27,6oC

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 70 Efisiensi η (%) 60 50 40 η = -0,020m2 + 0,812m + 45,59 30 20 10 0 0 5 10 15 20 25 30 35 Debit Air m (Liter/Menit) Gambar 5.9 Hubungan debit air dengan efisiensi water heater pada pembukaan tutup gas buang setinggi 3 cm pada suhu input 27,7oC Grafik hubungan debit air dengan temperatur air keluar water heater, debit air dengan laju aliran kalor yang diterima air, dan debit air dengan efisiensi water heater merupakan hasil plot grafik dengan menggunakan perangkat lunak Microsoft Excel. Persamaan temperatur air keluar Todiperoleh dengan metode regresi power, sedangkan laju aliran kalor yang diterima air 𝑞𝑎𝑖𝑟 dan efisiensi η diperoleh dengan metode regresi polinomial. Regresi adalah pengukur hubungan dua variabel atau lebih yang dinyatakan dengan bentuk hubungan atau fungsi. 5.3 Pembahasan Berdasarkan Gambar 5.1, Gambar 5.2 dan Gambar 5.3 dapat diperoleh informasi bahwa debit air berpengaruh terhadap temperatur keluar air dari water

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 heater. Semakin besar debit air, temperatur air yang keluar semakin rendah, begitu juga sebaliknya. Hubungan tersebut dinyatakan dengan persamaan :  Water heater dengan pembukaan tutup gas buang sebesar 10 putaran (1 cm) : = 102,4m-0,35, untuk 3,1 < m < 31,52 To  Water heater dengan pembukaan tutup gas buang sebesar 20 putaran (2 cm) : = 106,0m-0,34, untuk 3,56 < m < 39,84 To  Water heater dengan pembukaan tutup gas buang sebesar 30 putaran (3 cm) : = 100,2m-0,34, untuk 3,36 < m < 31,08 To Temperatur Air Keluar To (oC) 75 65 55 45 35 25 0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 Debit Air m (Liter/menit) Gambar 5.10 Hubungan debit air dengan temperatur air keluar water heater pada pembukaan tutup gas buang sebesar 1, 2, dan 3 cm Dari Gambar 5.10 tampak bahwa pembukaan tutup gas buang tidak terlalu berpengaruh secara signifikan terhadap temperatur air keluar untuk pembukaan tutup gas buang setinggi 1 cm dan 3 cm. Hal ini terjadi karena suplai udara sudah

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 terpenuhi melalui lubang – lubang saluran udara yang ada pada tabung dinding water heater. Sehingga grafik yang dihasilkan hampir berhimpit, namun terlihat berpengaruh secara signifikan terhadap tinggi pembukaan tutup gas buang 20 putaran (2 cm) menghasilkan temperatur yang lebih tinggi bila dibanding pembukaan 1 cm dan 3 cm, yaitu pada pembukaan 2 cm mampu menghasilkan air keluar (kebutuhan mandi air hangat) dengan temperatur yang berkisar antara 36oC – 40oC dengan debit 16 liter/menit – 23 liter/menit. Bila dibandingkan dengan yang ada di pasaran debit yang dihasilkan ±3 kali lipatnya. Berdasarkan Gambar 5.4, Gambar 5.6, dan Gambar 5.6 hubungan antara laju aliran kalor q (dalam watt) dengan debit air m (dalam liter/menit), dapat dinyatakan dengan persamaan :  Water Heater dengan pembukaan tutup gas buang sebesar 10 putaran (1 cm) : qair  Water Heater dengan pembukaan tutup gas buang sebesar 20 putaran (2 cm) : qair  = -2,309m2 + 77,26m + 10395, untuk 3,1 < m < 31,52 = -0,729m2 + 30,47m + 12096, untuk 3,56 < m < 39,84 Water Heater dengan pembukaan tutup gas buang sebesar 30 putaran (3 cm) : qair = -4,469m2 + 176m + 9873, untuk 3,36 < m < 31,08

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 12500 qair (watt) 12000 11500 11000 10500 10000 0 10 20 30 40 Debit Air m (Liter/menit) Gambar 5.11 Hubungan debit air dengan laju aliran kalor yang diperlukan water heater pada pembukaan tutup gas buang sebesar 1, 2, dan 3 cm Gambar 5.11 menyajikan hubungan debit air dengan jumlah kalor yang diserap air pada ketiga kondisi pembukaan tutup gas buang, yaitu setinggi 1 cm, 2 cm, dan 3 cm. Dapat dilihat bahwa pembukaan tutup gas buang berpengaruh secara signifikan terhadap banyaknya kalor yang diserap oleh air. Pada Gambar 5.11 terlihat bahwa pembukaan tutup gas buang setinggi 2 cm mempunyai hasil yang terbaik bila dibandingkan dengan kondisi tutup gas buang dibuka setinggi 1 cm dan 3 cm, yaitu berkisar rata - ratanya 11923,37 watt. Sedangkan pada kondisi tutup gas buang dibuka setinggi 1 cm kalor yang diserap air rata - ratanya 10813,84 watt dan pada kondisi tutup gas buang dibuka setinggi 3 cm kalor yang diserap air rata - ratanya 11033,62 watt.

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 Berdasarkan Gambar 5.7, Gambar 5.8, dan Gambar 5.9 hubungan antara efisiensi water heater η (dalam %) dengan debit air m (dalam liter/menit), dapat dinyatakan dengan persamaan :  Water Heater dengan pembukaan tutup gas buang sebesar 10 putaran (1 cm) : η  = -0,010m2 + 0,361m + 48,67, untuk 3,1 < m < 31,52 Water Heater dengan pembukaan tutup gas buang sebesar 20 putaran (2 cm) : η  = -0,026m2 + 0,760m + 46,96, untuk 3,56 < m < 39,84 Water Heater dengan pembukaan tutup gas buang sebesar 30 putaran (3 cm) : η = -0,020m2 + 0,812m + 45,59, untuk 3,36 < m < 31,08 Efisiensi η (%) 60 55 50 45 0 10 20 30 40 Debit Air m (Liter/menit) Gambar 5.12 Hubungan debit air dengan efisiensi water heater pada pembukaan tutup gas buang sebesar 1, 2, dan 3 cm Pada Gambar 5.12 menampilkan hubungan antara debit air yang keluar water heater dengan efisiensi water heater pada ketiga kondisi pembukaan tutup gas

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 buang, yaitu sebesar 1 cm, 2 cm, dan 3 cm. Berdasarkan Gambar 5.12 dapat terlihat bahwa besarnya pembukaan tutup gas buang berpengaruh signifikan terhadap efisiensi water heater. Dapat dilihat bahwa water heater kondisi tutup gas buang terbuka setinggi 2 cm mempunyai efisiensi jauh lebih tinggi bila dibandingkan water heater dengan pembukaan tutup gas buang setinggi 1 cm dan 3 cm, yaitu rata – rata diatas 54,8%. Sedangkan pada water heater dengan pembukaan tutup gas buang setinggi 1 cm mempunyai efisiensi rata – ratanya sebesar 50,63 %, dan pada water heater dengan pembukaan tutup gas buang setinggi 3 cm mempunyai efisiensi rata – ratanya sebesar 50,98 %. Kondisi water heater dengan tinggi pembukaan tutup gas buang sebesar 2 cm adalah kondisi terbaik bila dibandingkan dengan kondisi water heater dengan tinggi pembukaan tutup gas buang sebesar 1 cm dan 3 cm. Efisiensi water heater tidak dapat mencapai 100% sebab ada kalor yang hilang melalui proses konduksi, konveksi, radiasi yang terjadi pada water heater, serta dinding tabung juga ikut menyerap kalor pada saat pengujian alat sehingga tidak semua kalor digunakan unuk memanasi air yang mengalir di dalam water heater. Selain itu temperatur gas buang yang masih tinggi juga mempengaruhi besarnya efisiensi. Hasil rancangan water heater yang telah dibuat dapat bersaing dengan water heater yang beredar di pasaran. Water heater yang dibuat mampu menghasilkan air keluar (kebutuhan mandi air hangat) dengan temperatur yang berkisar antara 36oC – 40oC dengan debit 15 liter/menit – 23 liter/menit.

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 Bila ditinjau dari segi konsumsi gas, water heater yang dibuat tampak lebih boros bila dibandingkan dengan yang ada di pasaran, tetapi hasil debit air keluar yang dihasilkan jauh lebih besar. Water heater yang di pasaran dengan konsumsi gas 0,7 – 0,8 kg/jam mampu menghasilkan debit air maksimal 6 liter/menit pada temperatur 40oC, namun water heater yang dibuat dengan konsumsi gas sebesar 1,5 kg/jam mampu menghasilkan debit air sekitar 15 liter/menit dengan temperatur 40oC. Ini dapat diartikan bahwa secara pengadaan alat juga lebih hemat, bila water heater di pasaran membutuhkan 3 alat, dengan water heater penelitian hanya membutuhkan satu alat saja, sehingga lebih hemat biaya dalam hal belanja atau pengadaan water heater. Pada penelitian yang sudah dilakukan oleh Dharma Panjili, R (2014), Putra (2012), dan Kristianto (2013) water heater yang telah dibuat oleh mereka paling tinggi debit air keluarnya dimiliki oleh Putra, yaitu mampu menghasilkan debit air sebesar 10 liter/menit pada temperatur air keluar 42,9oC. Water heater yang telah dibuat oleh peneliti saat ini, hasilnya jauh lebih baik bila dibandingkan dengan hasil penelitian Putra. Water heater peneliti mampu menghasilkan debit sebesar 14,2 liter/menit pada temperatur air keluar sebesar 43oC.

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN 6.1. Kesimpulan Dari penelitian yang telah dilaksanakan terhadap water heater tenaga gas LPG dengan panjang pipa 10 meter, 640 lubang udara dan penambahan tutup gas buang, dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut : a. Water heater dengan spesifikasi panjang pipa 10 meter, diameter dalam pipa 0,5 inch (1,27 cm) dan penambahan tutup gas buang dapat dirancang dan dibuat dengan baik dan hasilnya mampu bersaing dengan water heater yang ada di pasaran. Ketiga model water heater mempunyai kemampuan menghasilkan air panas untuk keperluan mandi air hangat (berkisar antara suhu 36oC – 40oC) pada debit 15 liter/menit – 20 liter/menit dengan efisiensi antara 50% - 57% dan konsumsi gas sebesar 1,5 kg/jam. b. Hasil terbaik hubungan antara debit air dengan temperatur air yang keluar dari water heater terdapat pada kondisi water heater dengan pembukaan tutup gas buang sebesar 2 cm yang dinyatakan dengan persamaan : To = 106,0m-0,34. Persamaan tersebut berlaku untuk nilai 3,68< m < 39,84 pada tekanan udara pada 1 atm dan pada suhu air masuk 27,6oC, m adalah debit aliran air dalam liter/menit dan To adalah temperatur air keluar dalam oC. c. Hasil terbaik hubungan antara debit air dengan laju aliran kalor yang diterima air terdapat pada kondisi water heater dengan pembukaan tutup gas buang sebesar 2 cm yang dinyatakan dengan persamaan : qair = -0,729m2 + 30,47m+ 74

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 12096. Persamaan tersebut berlaku untuk nilai 3,68< m < 39,84 pada tekanan udara pada 1 atm dan pada suhu air masuk 27,6oC, m adalah debit aliran air dalam liter/menit dan qair adalah kalor yang diserap air dalam watt. d. Hasil terbaik hubungan antara debit air dengan efisiensi water heater terdapat pada kondisi water heater dengan pembukaan tutup gas buang sebesar 2 cm yaitu pada suhu mandi 36oC dengan efisiensi 54,4% hingga 40oC dengan efisiensi 55%, yang dinyatakan dengan persamaan : η = -0,026m2 + 0,760m + 46,96. Persamaan tersebut berlaku untuk nilai 3,68< m < 39,84 pada tekanan udara pada 1 atm dan pada suhu air masuk 27,6oC, m adalah debit aliran air dalam liter/menit dan η adalah efisiensi water heater dalam %. e. Kalor yang diberikan gas LPG pada pembukaan tutup gas buang setinggi 2 cm sebesar 21,755 kW. 6.2. Saran Beberapa saran yang dapat menjadikan pengembangan dan perbaikan pembuatan pemanas air : a. Pembentukan pipa spiral untuk saluran air jaraknya antar spiral dan antar diameter dalam dan luar diusahakan tidak terlalu rapat, agar semakin banyak celah untuk udara disekitarnya yang digunakan dalam proses pembakaran. b. Suhu gas buang yang masih sangat tinggi dapat digunakan untuk memanaskan pipa saluran air yang masuk sebelum dipanaskan oleh proses pembakaran dari kompor.

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 c. Penelitian water heater gas LPG dengan penambahan tutup gas buang masih dapat dilanjutkan untuk penyempurnaan hasil rancangan water heater gas LPG.

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Dharma Panjili, R. (2014) : Karakteristik Water Heater Dengan Panjang Pipa 14 Meter, Diameter 0,5 Inchi dan Bersirip, Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Sanata Dharma: Yogyakarta. Holman, J.P, 1988, Perpindahan Kalor,Edisi keenam, Erlangga : Jakarta. Kristianto, H. (2013) : Water Heater Dengan 3 Model Pembuangan Gas Buang, Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Sanata Dharma: Yogyakarta. Prijono, A. Dan Kreith, F., 1985, Prinsip-prinsip Perpindahan Panas, Edisi Ketiga, Erlangga : Jakarta. Putra, P .H. (2012) : Water Heater Dengan Panjang Pipa 20 Meter Dan 300 Lubang Masuk Udara Pada Dinding Luar, Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Sanata Dharma: Yogyakarta. Anonim,http://aptogaz.files.word,press.com/2007/07/peranan-lpg-di-dapuranda.pdf, diakses pada tanggal 11 Februari 2014 Anonim,http://tekim.undip.ac.id/images/download/PERPINDAHAN_PANAS.pdf, diakses pada tanggal 11 Februari 2014 Anonim, http://ft.unsada.ac.id/wp-content/uploads/2010/04/bab4-tm2.pdf, diakses pada tanggal 11 Februari 2014 Anonim, http://www.rinnai.co.id/product-rinnai/REU-5CFB, diakses pada tanggal 11 Februari 2014 Anonim,http://id.wikipedia.org/wiki/Propana, diakses pada tanggal 11 Februari 2014 Anonim,http://www.gaswaterheater.co.za/images/Tankless-Gas-Water-HeaterProcess.jpg, diakses pada tanggal 12 Februari 2014 77

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 Anonim,http://www.perkakasku.com/detailprod.php?prodid=PR222#speprod, diakses pada tangga 13 Februari 2014 Anonim,http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/TEMBAGA%20[Compatibility%20 Mode].pdf, diakses pada tangga 13 Februari 2014

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN Proses Pengerjaan Water Heater 79

(100)

Dokumen baru