PERBEDAAN KEPUASAN PERKAWINAN PADA SUAMI ANTARA YANG MEMILIKI ISTRI BEKERJA DENGAN ISTRI TIDAK BEKERJA Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi

Gratis

0
0
112
7 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERBEDAAN KEPUASAN PERKAWINAN PADA SUAMI ANTARA YANG MEMILIKI ISTRI BEKERJA DENGAN ISTRI TIDAK BEKERJA Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi Disusun Oleh: Claudia Nada Pingkan Larasati NIM: 099114055 PROGRAM STUDI PSIKOLOGI JURUSAN PSIKOLOGI FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ii

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI iii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HALAMAN MOTTO “BUKAN TINDAKAN BESAR DAN HEBAT YANG MENENTUKAN HIDUP KITA, MELAINKAN KESETIAAN DALAM MENEKUNI PEKERJAAN-PEKERJAAN KECIL DAN TIDAK BERARTI” (Bunda Teresa) “NOTHING BUT A MIRACLE” (Diane Birch) “DON‟T YOU WORRY „BOUT A THING” (John Legend) “YOU‟RE NOBODY „TILL SOMEBODY LOVES YOU” (Jamie Cullum) iv

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN “untuk Tuhan YME dan Bunda Maria, berkatMu sungguh luar biasa. Bapak Bangkit dan Ibu Runding, cinta dan dukungan kalian tak terhingga. Lintang dan Christo, kehadiran kalian sangat membahagiakan. Terima kasih karena dapat mengenal kalian sebagai keluarga bahagia. Terkhusus untuk para suami yang sudah berusaha membahagiakan keluarganya.” v

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya susun ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya sebuah karya ilmiah. Yogyakarta, 16 Juni 2014 Penulis, Claudia Nada Pingkan Larasati vi

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERBEDAAN KEPUASAN PERKAWINAN PADA SUAMI ANTARA YANG MEMILIKI ISTRI BEKERJA DENGAN ISTRI TIDAK BEKERJA Studi Pada Mahasiswa Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Claudia Nada Pingkan Larasati ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kepuasan perkawinan pada suami antara suami yang memiliki istri bekerja dengan suami yang memiliki istri tidak bekerja. Kepuasan perkawinan terdiri atas aspek-aspek perkawinan, yaitu keuangan, hubungan yang intim, tanggung jawab, interaksi sosial, suasana persahabatan dalam perkawinan, dan komunikasi, serta aspekaspek kepuasan, yaitu adanya manfaat, tingkat perbandingan harapan, persepsi keadilan, waktu yang dihabiskan bersama, dan konteks situasional. Penelitian ini menggunakan 60 orang, yang terdiri atas 30 suami dengan istri bekerja dan 30 suami dengan istri yang tidak bekerja. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan skala kepuasan perkawinan. Koefisien reliabilitas sebesar 0,979 dan menghasilkan 55 item valid. Hasil yang didapatkan dari data yang diolah dengan menggunakan independent sample t-test adalah 0,385 (p > 0,05). Ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan kepuasan perkawinan pada suami antara suami yang memiliki istri bekerja dengan suami yang memiliki istri tidak bekerja. Kata kunci: kepuasan, perkawinan, kepuasan perkawinan, suami vii

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI THE DIFFERENCE OF MARITAL SATISFACTION BETWEEN HUSBANDS WHOSE WIVES WORK AND WIVES DOESN’T WORK Study in Psychology in Sanata Dharma University Claudia Nada Pingkan Larasati ABSTRACT This research aimed to know the difference of marital satisfaction between husbands whose wives work and wives doesn’t work. Marital satisfaction consist of aspects of marriage, such us financial, intimate relationship, responsibility, social interaction, companionship in marriage, and communication, and acpects of satisfaction, such us benefit, comparison level of expectation, justice perception, time spent together, and situational context. This research use 60 people, consists of 30 husbands whose wives work and 30 husbands whose wives doesn’t work. The data is taken with scale of marital satisfaction. Reliability coefficient is 0,979 and produce 55 valid item. Result obtained from the data were processed using independent sample t-test is 0,385 (p > 0,05). This shows that there is no difference in marital satisfaction between husbands whose wives work and wives doesn’t work. Keywords : satisfaction, marriage, marital satisfaction, husbands viii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasisiwa Universitas Sanata Dharma Nama : Claudia Nada Pingkan Larasati Nomor Mahasiswa : 099114055 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul : Perbedaan Kepuasan Perkawinan Pada Suami Antara Yang Memiliki Istri Bekerja Dengan Istri Tidak Bekerja beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal: 16 Juni 2014 Yang menyatakan, (Claudia Nada Pingkan Larasati) ix

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Segala puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Kasih atas penyertaan, perlindungan, dan kasih-Nya yang melimpah, sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas akhir ini dengan baik. Skripsi yang berjudul “Perbedaan Kepuasan Perkawinan Pada Suami Antara Yang Memiliki Istri Bekerja Dengan Istri Tidak Bekerja” disusun guna memenuhi syarat memperoleh gelar Sarjana Psikologi (S.Psi.) di Universitas Sanata Dharma. Selama pembuatan skripsi ini, penulis sangat menyadari banyak pihak yang telah membantu dalam berbagai macam hal dan juga dukungan yang telah diberikan kepada penulis. Oleh karenanya, penulis ingin mengungkapkan rasa terima kasih yang tak terhingga kepada: 1. Allah Bapa, Allah Putera, dan Allah Roh Kudus atas rahmat yang tak terhingga dalam membantu penulis menyelesaikan skripsi dengan baik. 2. Bunda Maria yang selalu mendengarkan permohonan anaknya tiada henti. 3. Bapak Dr. T. Priyo Widiyanto, M.Si. selaku Dekan Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma. 4. Bapak Agung Santoso, M.A. selaku Dosen Pembimbing Akademik atas kepedulian, dukungan, dan semangatnya yang besar dalam mendukung anak-anak bimbingannya dalam menyelesaikan studi. x

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5. Bapak C. Wijoyo Adinugroho, S.Psi., M.Psi. selaku Dosen Pembimbing Skripsi atas bantuan, masukan, semangat, sharing, kesabaran, perhatian, dan waktunya dalam mendukung penulis untuk menyelesaikan skripsi. 6. Seluruh dosen yang sudah membantu dan mendukung selama penulis belajar Psikologi. 7. Seluruh staf Fakultas Psikologi, Mas Gandung, Ibu Nanik, Pak Gie, Mas Muji, dan Mas Doni, atas segala dukungan dan bantuan, baik dalam hal administrasi, maupun canda selama masa kuliah. 8. Seluruh Petugas Perpustakaan dan Mitra Perpustakaan yang sudah menyediakan berbagai macam keperluan terkait sumber-sumber yang dibutuhkan penulis. 9. Bapak Emanuel Bangkit Dami Arsa dan Ibu Benedecta Runding Irianna atas cinta, kasih sayang, dukungan, semangat, perhatian, dan doa yang selalu diberikan kepada penulis untuk segera menyelesaikan skripsi. 10. Adik-adik paling alay, yang paling penulis sayang, Petra Agastya Lintang Sarasati dan Gregorius Christo Dewangga Yudhistira yang selalu menanyakan kapan selesai skripsinya. Terima kasih atas dukungan dan semangat yang sudah diberikan kepada penulis. 11. Seluruh keluarga besar Mbah Joko dan Mbah Yatno yang tidak dapat disebutkan satu persatu, atas doa dan dukungannya. 12. Albertus Hariwangsa Panuluh, atas perhatian, semangat, dukungan, dan kesabarannya dalam menghadapi penulis selama mengerjakan skripsi. xi

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13. Sahabat (yang katanya konco kenthel) Vero, Sherly, Ayu, Ovin, Riri, Bryan, Gatyo, Putra, untuk persahabatannya sehingga penulis dapat merasakan bahagia selama mengerjakan skripsi. 14. Teman-Teman P2TKP, Pak Toni, Mbak Thia, Pak Landung, Bu Sari, Mbak Vista, Feni, Vivin, Novi, Jeanet, Alvia, Martha, Anju, Efrem, Bella, Lito, Raisa, Rinta, Dara, Marlina, Tuti, atas ilmu yang sudah diberikan selama penulis bekerja disana. 15. Teman mengerjakan skirpsi di perpustakaan, Rea, Sherly, Vero, Ayu, Ovin. Terima kasih atas waktunya untuk mau mengerjakan skripsi bersama. 16. Teman-teman Psikologi angkatan 2009 yang bersama-sama berproses, belajar dan berjuang. 17. Teman-teman PSM CF 2009 atas dukungan dan semangat yang diberikan untuk penulis. 18. Gembritz Girls’ Generation, Lala, Listya, Mbak Esti, atas waktu luang yang sudah kita lakukan, sehingga penulis tidak merasa bosan selama mengerjakan skripsi. 19. Teman-teman SMA VL angkatan 16, terkhusus untuk Dicsa, Elisa, Kristya, Chintia atas waktunya untuk kita bermain bersama. 20. Teman-teman yang sudah bersedia membantu penulis menyebarkan skala penelitian, dan semua pihak yang telah membantu dan mendukung penulis, baik secara langsung maupun tidak langsung selama proses penulisan skripsi hingga selesai. xii

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih memiliki kelemahan dan kekurangan. Oleh sebab itu, penulis mengharapkan dan sangat terbuka untuk saran dan kritik yang bersifat membangun bagi skripsi ini. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi semua orang yang membacanya. Yogyakarta, 16 Juni 2014 Penulis, Claudia Nada Pingkan Larasati xiii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL........................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN DOSEN PEMBIMBING ................................... ii HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................. iii HALAMAN MOTTO ......................................................................................... iv HALAMAN PERSEMBAHAN ......................................................................... v HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ........................................ vi ABSTRAK .......................................................................................................... vii ABSTRACT .......................................................................................................... viii HALAMAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH ....................... ix KATA PENGANTAR ........................................................................................ x DAFTAR ISI ....................................................................................................... xiv DAFTAR TABEL...............................................................................................xviii DAFTAR LAMPIRAN ....................................................................................... xix BAB I PENDAHULUAN ................................................................................... 1 A. Latar Belakang........................................................................................... 1 B. Rumusan Masalah ...................................................................................... 5 C. Tujuan Penelitian ....................................................................................... 5 D. Manfaat Penelitian ..................................................................................... 6 1. Manfaat Teoritis..................................................................................... 6 2. Manfaat Praktis ...................................................................................... 6 BAB II DASAR TEORI ................................................................................. 7 xiv

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI A. Perkawinan ................................................................................................ 7 1. Pengertian Perkawinan .......................................................................... 7 2. Peran Suami Istri dalam Perkawinan ..................................................... 8 3. Tahap Perkembangan Keluarga ............................................................. 10 B. Pengertian Kepuasan Perkawinan.............................................................. 13 1. Pengertian Kepuasan ............................................................................. 13 2. Pengertian Kepuasan Perkawinan.......................................................... 14 3. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perkawinan ................................... 16 4. Area dalam Perkawinan ......................................................................... 17 C. Pengertian Bekerja ..................................................................................... 29 1. Pengertian Bekerja ................................................................................. 29 2. Konsekuensi Istri yang Bekerja ............................................................. 30 3. Konsekuensi Istri yang Tidak Bekerja ................................................... 32 D. Pengertian Suami ....................................................................................... 33 1. Pengertian Suami ................................................................................... 33 2. Harapan Suami Akan Perkawinan ......................................................... 34 E. Perbedaan Kepuasan Perkawinan Pada Suami Antara yang Memiliki Istri Bekerja Dengan Istri Tidak Bekerja .......................................................... 36 F. Hipotesis ..................................................................................................... 39 G. Skema ........................................................................................................ 40 BAB III METODOLOGI PENELITIAN ........................................................... 41 A. Jenis Penelitian .......................................................................................... 41 B. Identifikasi Variabel .................................................................................. 41 xv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 1. Variabel Bebas ....................................................................................... 41 2. Variabel Tergantung .............................................................................. 41 C. Definisi Operasional .................................................................................. 41 1. Kepuasan Perkawinan ............................................................................ 41 2. Istri Bekerja dan Istri Tidak Bekerja ..................................................... 42 D. Subjek Penelitian ....................................................................................... 42 E. Metode dan Alat Pengumpulan Data ......................................................... 43 1. Metode ................................................................................................... 43 2. Alat Pengumpulan Data ......................................................................... 43 F. Pengujian Alat Ukur ................................................................................... 45 1. Validitas ................................................................................................. 46 2. Seleksi Item ........................................................................................... 46 3. Reliabilitas ............................................................................................. 49 G. Metode Analisis Data ................................................................................ 50 1. Uji Asumsi ............................................................................................. 50 a. Uji Normalitas ................................................................................... 50 b. Uji Homogenitas Varian ................................................................... 50 2. Uji Hipotesis .......................................................................................... 50 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN .................................... 52 A. Pelaksanaan Penelitian .............................................................................. 52 B. Deskripsi Subjek Penelitian ....................................................................... 52 C. Hasil Penelitian .......................................................................................... 54 1. Uji Asumsi ............................................................................................. 54 xvi

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI a. Uji Normalitas ................................................................................... 54 b. Uji Homogenitas Varian ................................................................... 55 2. Uji Hipotesis .......................................................................................... 56 D. Hasil Tambahan ......................................................................................... 58 E. Pembahasan................................................................................................ 59 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN .............................................................. 65 A. Kesimpulan ................................................................................................ 65 B. Saran .......................................................................................................... 65 1. Bagi Peneliti Selanjutnya ....................................................................... 65 2. Bagi Calon Pasangan Suami Istri .......................................................... 65 DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................... 66 LAMPIRAN ........................................................................................................ 74 xvii

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 1. Blue Print Skala Kepuasan Perkawinan ............................................. 44 Tabel 2. Item-Item Skala Kepuasan Perkawinan Sebelum Try Out ................. 45 Tabel 3. Item-Item Skala Kepuasan Perkawinan Sesudah Try Out ................. 48 Tabel 4. Item-Item Skala Kepuasan Perkawinan Setelah Pengurangan Item .. 49 Tabel 5. Deskripsi Subjek Berdasarkan Usia ................................................... 52 Tabel 6. Deskripsi Subjek Berdasarkan Pekerjaan ........................................... 53 Tabel 7. Deskripsi Subjek Berdasarkan Gaji Tiap Tahun ............................... 53 Tabel 8. Deskripsi Subjek Berdasarkan Pekerjaan Istri Pada Suami Yang Memiliki Istri Bekerja ......................................................................... 53 Tabel 9. Deskripsi Subjek Berdasarkan Gaji Istri Pada Suami Yang Memiliki Istri Bekerja .............................................................................................................. 54 Tabel 10. Deskripsi Subjek Berdasarkan Jumlah Anak Yang Dimiliki ........... 54 Tabel 11. Deskripsi Subjek Berdasarkan Usia Anak Pertama ......................... 54 Tabel 12. Hasil Uji Normalitas......................................................................... 55 Tabel 13. Hasil Uji Homogenitas ..................................................................... 55 Tabel 14. Hasil Uji Beda Independent-Sample T-test ...................................... 56 Tabel 15. Hasil Mean Empiris Kedua Kelompok ............................................ 57 Tabel 16. Hasil Perbandingan Antar Aspek Kepuasan Perkawinan................. 59 xviii

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Skala Penelitian .......................................................................... 74 Lampiran 2. Uji Reliabilitas ............................................................................ 84 Lampiran 3. Hasil Penelitian ........................................................................... 89 xix

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Perkawinan merupakan keinginan bagi kebanyakan manusia. Hal ini sesuai dengan siklus ataupun fase kehidupan yang akan manusia alami pada masa dewasa awal (Santrock, 2002). Menurut Hornby (dalam Walgito, 2010), perkawinan merupakan bersatunya dua orang sebagai suami istri, yang bertujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Dari pengertian yang sudah dipaparkan, maka tujuan dari perkawinan itu sendiri adalah membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Suami istri perlu saling membantu dan melengkapi agar dapat mengembangkan kepribadiannya dalam rangka mencapai kesejahteraan, baik spiritual maupun materiil (Kertamuda, 2009). Kesejahteraan materiil merupakan salah satu sarana untuk mencapai kesejahteraan dalam sebuah perkawinan. Salah satu cara keluarga mencapai kesejahteraan yaitu dengan adanya sebuah tata ekonomi. Pada tatanan tersebut semua anggota keluarga berhak dan bertanggung jawab dalam mengatur perekonomian dalam keluarga (Eyre & Eyre,1995). Menurut Kerkmann dkk. (dalam Dakin & Wampler, 2008), pasangan akan merasa puas jika mereka percaya dapat menangani urusan keuangan 1

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 yang ada di dalam keluarga. Dalam rangka memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, baik suami, istri, maupun suami dan istri, harus memiliki sebuah pekerjaan. Peran utama suami adalah pencari nafkah, sehingga kebanyakan suami merupakan tulang punggung keluarga (Hermawati, 2007). Pada era globalisasi saat ini, banyak hal yang semakin berkembang dan salah satunya adalah wanita. Wanita diperbolehkan melakukan pekerjaan yang dilakukan oleh pria. Dengan demikian, wanita, dalam hal ini adalah istri, dapat ikut ambil bagian dalam proses pemenuhan ekonomi keluarga. Istri memiliki berbagai macam alasan untuk bekerja dan tidak lagi berperan sebagai ibu rumah tangga. Pada sebuah survey yang dilakukan oleh majalah Femina, wanita lebih merasa cemas mengenai masalahmasalah yang berkaitan dengan keuangan dibandingkan dengan pria (Femina, No. 08/XLI, 2013). Wanita mencemaskan hal tersebut dan ikut bekerja karena ada banyak hal mengenai masalah rumah tangga yang memerlukan uang. Selain itu, istri yang bekerja merasa puas karena dapat memenuhi kebutuhan yang ada pada dirinya sendiri (Aleem & Danish, 2008). Melihat hal tersebut, istri yang bekerja akan memiliki dua peran, yaitu sebagai ibu rumah tangga dan sebagai wanita karir yang memiliki pekerjaan di luar rumah. Adanya dua peran tersebut tentu akan mempengaruhi kehidupan perkawinan mereka, terutama dalam mencapai kebahagian bersama pasangan. Tanggung jawab dan permasalahan tentu akan muncul pada istri yang memiliki dua peran. Istri yang bekerja akan merasa stres karena ada

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 tuntutan di dua tempat, yaitu lingkungan rumah dan lingkungan tempat mereka bekerja (Hashmi dkk., 2007). Istri yang bekerja juga memiliki kesulitan mengurus kegiatan rumah tangga mereka dibandingkan dengan istri yang tidak bekerja (Hashmi dkk., 2007). Kesulitan tersebut dikarenakan berkurangnya waktu yang digunakan istri untuk mengerjakan tugas ataupun pekerjaan rumah tangga (Guzman, 2000). Permasalahan yang disebutkan di atas, tentu akan memiliki dampak bagi pasangan, yaitu suami. Ketika istri yang bekerja merasa stres karena adanya tuntutan di kedua tempat mereka bekerja, maka muncul efek negatif pada hubungan keluarga, kesejahteraan psikologis, dan kepuasan perkawinan (Guzman, 2000). Kesulitan mengurus kegiatan rumah tangga dirasakan istri yang bekerja karena berkurangnya waktu yang digunakan untuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Dengan demikian waktu yang digunakan untuk memberi perhatian kepada suami juga ikut berkurang karena fokus istri akan terbagi pada pekerjaan rumah dan pekerjaan kantor. Inilah yang membuat suami merasa kurang mendapatkan perhatian dan afeksi, terutama pada suami yang memiliki istri workaholic (Robinson dkk., 2006). Lain halnya dengan istri yang tidak bekerja. Saat istri yang bekerja merasa kesulitan mengurus pekerjaan rumah tangga, istri yang tidak bekerja mampu mengurus pekerjaan rumah tangga dengan baik. Hal tersebut dikarenakan istri yang tidak bekerja fokus pada pekerjaan rumah tangga. Segala pekerjaan rumah, baik membereskan rumah, mengatur

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 kehidupan rumah tangga, dan juga mengasuh anak, akan dilakukan istri tanpa terganggu pekerjaan di luar pekerjaan rumah. Dengan demikian istri akan dapat mengusahakan suasana rumah yang nyaman (Gunarsa & Gunarsa, 2001). Istri yang mampu mengatur kehidupan rumah tangga, tentu akan dirasakan oleh suami, terutama istri juga dapat memberi perhatian bagi suami. Suami tentu akan merasakan dampak dari pengaruh istri yang tidak bekerja. ketika istri yang tidak bekerja mampu mengatur kelancaran rumah tangga, tentu dapat membagi waktu antara pekerjaan rumah, mengurus anak, dan suami. Dengan demikian suami akan merasakan perhatian yang diberikan oleh istri. Sebagai contoh ketika suami pulang ke rumah sehabis bekerja, akan ada orang yang menanti di rumah. Hal ini akan membuat suami merasa diperhatikan oleh istri dan pada akhirnya suami akan merasa nyaman dan puas dengan kehadiran istri. Dari penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa baik suami dengan istri bekerja maupun suami dengan istri tidak bekerja, memiliki dampak bagi kepuasan perkawinan. Suami akan merasa kurang memiliki waktu dengan istri yang bekerja. Istri akan sibuk karena kesulitan membagi waktu antara tugas dengan pekerjaan rumah tangga. Lain halnya dengan suami yang memiliki istri tidak bekerja. Suami akan merasa diperhatikan karena istri dapat mengatur kehidupan berkeluarga tanpa adanya hambatan dari pekerjaan di luar pekerjaan rumah.

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 Salah satu faktor suksesnya sebuah perkawinan adanya rasa saling ketergantungan satu dengan yang lain (Papalia dkk., 2008). Faktor tersebut menjelaskan bahwa suami juga memiliki kontribusi dan aspek yang penting dalam mewujudkan kepuasan perkawinan. Ketika hanya istri yang diperhatikan dalam sebuah perkawinan, maka hal tersebut akan menyebabkan ketidakharmonisan di dalam sebuah perkawinan. Cukup banyak penelitian dilakukan mengenai kepuasan perkawinan pada istri, tetapi sangat jarang ditemui penelitian mengenai kepuasan perkawinan pada suami. Berdasarkan hal tersebut, maka peneliti ingin melihat kepuasan perkawinan suami dilihat dari suami yang memiliki istri bekerja dengan suami yang memiliki istri yang tidak bekerja. B. RUMUSAN MASALAH Berdasarkan paparan di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: adakah perbedaan kepuasan perkawinan antara suami yang memiliki istri bekerja dengan suami yang memiliki istri tidak bekerja? C. TUJUAN PENELITIAN Tujuan penelitian ini untuk melihat perbedaan kepuasan perkawinan antara suami yang memiliki istri bekerja dengan suami yang memiliki istri tidak bekerja.

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 D. MANFAAT PENELITIAN 1. Manfaat teoritis dari penelitian ini, diharapkan dapat menambah pengetahuan baru mengenai kepuasan suami dalam sebuah perkawinan 2. Manfaat praktis dari penelitian ini, diharapkan dapat memberi informasi bagi suami dan istri, serta konselor di bidang perkawinan mengenai perbedaan kepuasan suami terhadap istri yang bekerja dengan istri yang tidak bekerja. Penelitian ini juga diharapkan mampu memberi informasi bagi orang yang nantinya akan menikah untuk mempertimbangkan apakah istri akan bekerja atau tidak demi tercapainya kepuasan perkawinan bagi kedua belah pihak.

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II DASAR TEORI A. PERKAWINAN 1. Pengertian Perkawinan Perkawinan merupakan sebuah peristiwa bersatunya pasangan calon suami istri. Penyatuan tersebut disaksikan oleh kepala agama tertentu, para saksi, dan para undangan yang hadir, kemudian disahkan secara resmi dengan ritual tertentu untuk menjadikan mereka pasangan suami istri (Kartono, 1992). Menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1947 Tentang Perkawinan, penjelasan mengenai perkawinan ialah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami isteri. Tujuan dari perkawinan untuk membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa (Walgito, 2010). Perkawinan adalah sebuah pengakuan persatuan secara hukum yang bersifat permanen antara laki-laki dan perempuan. Keduanya akan bersatu secara seksual, bekerja sama memenuhi ekonomi, dan mungkin akan melahirkan atau mengadopsi, dan mengasuh anak (Strong & Cohen, 2013). Dari penjelasan di atas, maka definisi dari perkawinan adalah bersatunya secara hukum pasangan laki-laki dan perempuan sebagai suami istri, yang ditandai dengan adanya surat nikah, bekerja sama untuk memenuhi 7

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 ekonomi, dan mengasuh anak, dengan tujuan membentuk keluarga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. 2. Peran Suami Istri dalam Perkawinan Terdapat dua jenis peran dalam perkawinan, yaitu jenis peran dalam perkawinan tradisional dan jenis peran dalam perkawinan egalitarian (Lemme, 1995). Peran dalam perkawinan tradisional masih berdasarkan stereotip yang terdapat di masyarakat, sedangkan peran pada perkawinan egalitarian sudah menjadi lebih demokratik. Saat ini kebanyakan orang masih merasa bahwa peran suami dalam keluarga adalah sebagai pencari nafkah atau di luar domestik dan peran istri adalah sebagai orang yang mengurusi pekerjaan rumah tangga atau pekerjaan domestik. Anggapan tersebut masih dipercayai karena dipengaruhi oleh pandangan normatif dan budaya yang berlaku (Ampa, 2011). Ketika istri tidak bekerja di luar rumah, maka suami tidak ikut membantu pekerjaan rumah tangga karena ada istri yang mengerjakan pekerjaan tersebut (Supriyantini, 2002). Istri lebih mengurusi kegiatan rumah tangga dan perekonomian yang ada di dalam rumah tangga (Puspitawati & Fahmi, 2012). Lain halnya dengan istri yang bekerja di luar rumah. Ketika istri bekerja di luar rumah, maka suami akan membantu istri untuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga (Supriyantini, 2002). Suami dan istri akan saling membagi tugas untuk menyelesaikan pekerjaan rumah tangga mereka. Walau suami masih beranggapan bahwa tugasnya adalah bekerja mencari nafkah dan

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 tidak membantu istri dalam mengurusi kegiatan rumah tangga (Sofiani, 2013), mereka tetap akan membantu istri dalam menyelesaikan pekerjaan rumah tangga. Keikutsertaan suami dalam kegiatan rumah tangga tersebut tentu dipengaruhi oleh beberapa hal, salah satunya adalah adanya kekuatan ekonomi yang dimiliki oleh istri (Muassomah, 2009). Ketika istri memiliki kekuatan ekonomi yang lebih besar dari suami, maka suami akan membantu istri untuk mengerjakan pekerjaan domestik. Melihat hal tersebut, dapat dikatakan bahwa suami masih menganggap peran di dalam keluarga adalah hal-hal yang berkaitan dengan urusan di luar domestik, seperti pencari nafkah dan urusan publik (Sofiani, 2013). Peran istri di dalam keluarga adalah mengenai hal-hal yang berkaitan dengan urusan domestik (Puspitawati & Fahmi, 2012). Berbeda dengan istri yang bekerja di luar rumah. Istri akan memiliki dua peran, yaitu sebagai pencari nafkah dan sebagai ibu rumah tangga yang mengurusi hal-hal domestik (Putrianti, 2007). Ketika istri ikut bekerja di luar rumah, maka suami juga akan membantu istri untuk menyelesaikan urusan domestik (Supriyanti, 2002). Mereka akan membagi tugas untuk dapat menyelesaikan pekerjaan rumah tangga. Bagi beberapa suami, istri tetap boleh bekerja di luar rumah dan suami akan membantunya untuk menyelesaikan pekerjaan rumah tangga, tetapi istri juga tidak melupakan tugasnya untuk tetap melayani suami (Putrianti, 2007). Dari penjelasan tersebut, maka peran suami istri dalam perkawinan pada saat ini masih terbagi menjadi dua kelompok tipe perkawinan, yaitu tipe

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 perkawinan tradisional dan tipe perkawinan egalitarian. Pada tipe perkawinan tradisional, peran suami adalah kepala rumah tangga dan bertanggung jawab atas rumah tangga, sedangkan istri merupakan seseorang yang menjaga berbagai hal yang ada di dalam rumah. Tipe perkawinan egalitarian adalah ketika suami dan istri sudah lebih mampu berbagi peran dalam rumah tangga mereka. Suami dapat membantu istri mengurusi pekerjaan rumah tangga, dan istri dapat membantu suami mencari nafkah dengan bekerja di luar rumah. 3. Tahap Perkembangan Keluarga Dalam keluarga terdapat tahap perkembangan sebuah keluarga, yang mana di setiap tahapnya, masing-masing peran antar suami maupun istri memiliki permasalahannya sendiri. Terdapat delapan tahap kehidupan keluarga, menurut Duvall (Lemme, 1995), yaitu: a. Pasangan Menikah (tanpa anak) Pasangan akan membangun perkawinan yang memuaskan, menyesuaikan kehamilan dan perjanjian sebagai orang tua, dan membuat komunikasi yang lancar. b. Keluarga yang sedang membesarkan anak (usia anak paling tua adalah lahir-30 bulan) Pasangan akan saling memiliki, menyesuaikan, dan mendorong perkembangan bayi mereka, membangun keluarga yang memuaskan bagi mereka dan bayi mereka.

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 c. Keluarga dengan anak pra-sekolah (usia anak paling tua adalah 2,5-6 tahun) Pasangan akan beradaptasi dengan kebutuhan yang mendesak dan kepentingan anak prasekolah dalam menstimulasi, dan mengatasi turunnya energi dan kurangnya privasi sebagai orang tua. d. Keluarga dengan anak sekolah (usia anak paling tua adalah 6-13 tahun) Pasangan menyesuaikan ke komunitas keluarga usia sekolah dengan cara yang konstruktif dan mendorong prestasi pendidikan anak-anak. e. Keluarga dengan remaja (usia anak paling tua adalah 13-20 tahun) Pasangan berusaha menyeimbangkan kebebasan dengan tanggung jawab sebagai remaja yang berkembang dan menghargai dirinya, serta membangun ketertarikan postparental dan karir sebagai orang tua yang sedang bertumbuh. f. Keluarga dengan dewasa awal (anak pertama sampai anak terakhir sudah meninggalkan rumah) Pasangan akan melepaskan dewasa muda (dalam hal ini adalah anak mereka) ke dalam pekerjaan, perguruan tinggi, perkawinan, dan sebagainya, dengan berbagai macam bantuan yang sesuai, dan juga mempertahankan basis rumah yang mendukung. g. Orang tua usia pertengahan (sarang kosong sampai retirement) Pasangan akan membangun ulang hubungan perkawinan, dan mempertahankan hubungan kerabat dengan generasi tua dan muda.

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 h. Anggota keluarga yang sudah menua (retirement sampai meninggal) Pasangan akan mengatasi rasa berkabung dan akan hidup sendiri, menutup rumah keluarga atupun beradaptasi dengan penuaan, dan akan menyesuaikan diri dengan pensiun. Jika dilihat dari kedelapan tahapan tersebut, maka tahapan yang akan digunakan dalam penelitian adalah keluarga dengan anak pra-sekolah. Ini dikarenakan tahap ini keluarga memiliki permasalahan yang cukup kompleks. Di tahap ini, kebanyakan para istri ikut bekerja untuk membantu suami karena kebutuhan finansial yang sangat dibutuhkan keluarga dengan anak prasekolah (Duvall, 1977). Pada tahap ini pula, keluarga sedang berkembang dan mencoba untuk memenuhi kebutuhan yang mendesak dalam keluarga dan kebutuhan anak prasekolah. Biaya untuk membayar sewa atau cicilan rumah, makanan, baju, rekreasi bersama anak, dan juga kejadian yang tak terduga tentu sangat dibutuhkan. Anak di usia pra-sekolah juga tidak dapat diprediksi dan memungkinkan muncul kejadian yang membutuhkan biaya, seperti anak mendadak sakit atau melakukan suatu hal yang mengakibatkan anak terluka, dan masih banyak lagi. Banyaknya biaya yang dibutuhkan akan membuat suami maupun istri berusaha mencari tambahan finansial untuk kebutuhan keluarga. Tidak hanya itu, anak usia pra-sekolah memiliki tugas perkembangan. Sebagai contoh, menguasai kebiasaan makan yang benar, dasar dari toilet trainning, mengembangkan kemampuan fisik dan lain sebagainya (Duvall, 1977).

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 Dengan begitu, orang tua akan memberi arahan dan perhatian ekstra kepada anak. Mengasuh anak juga memiliki kesulitan tersendiri (Heaton & Albrecht, 1990), sehingga orang tua akan berusaha memberikan perhatian sebaik mungkin. Saat suami istri memiliki fokus bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga, mereka juga dihadapkan situasi bahwa mereka memberi perhatian yang lebih pada anak. Fokus antara bekerja dan memberi perhatian yang lebih pada anak akan mengakibatkan waktu yang dimiliki untuk suami dan istri akan berkurang. Suami istri memiliki kesibukan dengan pekerjaannya dan kesulitan dalam mengasuh ataupun memberi perhatian kepada anak. Hal inilah yang tentu mempengaruhi kepuasan pada perkawinan mereka. B. PENGERTIAN KEPUASAN PERKAWINAN 1. Pengertian Kepuasan Menurut Oliver (dalam Chen & Chen, 2010), kepuasan mengacu pada perbedaan yang dirasakan antara harapan sebelum melakukan suatu hal dengan yang dirasakan setelah melakukan. Jika harapan yang diinginkan ternyata berbeda, maka muncul rasa ketidakpuasan, dan demikian sebaliknya. Kepuasan juga didefinisikan sebagai sebuah reaksi subjektif (Chaplin dalam Demers, dkk., 1996). Reaksi subjektif ini muncul dari keadaan yang terasa nyaman, sejahtera, maupun gembira.

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 Kepuasan merupakan sikap yang positif (Linder-Pelz dalam Demers, dkk., 1996). Hal tersebut akan mempengaruhi hasil dari faktor sosial psikologis, termasuk persepsi, evaluasi, dan perbandingan. Dari penjelasan tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa kepuasan merupakan reaksi subjektif yang mucul dari keadaan atau harapan yang dirasakan dan mengarah kepada sikap yang positif. 2. Pengertian Kepuasan Perkawinan Hendrick dan Hendrick (dalam Haseley, 2006), mendefinisikan kepuasan perkawinan sebagai pengalaman subjektif seseorang. Kepuasan tersebut tentu mengenai kebahagiaan yang dirasakannya dan kepuasan dalam hubungan perkawinan. Coleman (dalam Prasetya, 2007) menjelaskan bahwa dalam mendefinisikan kepuasan dalam sebuah perkawinan terdapat tiga cara, yaitu: a. Evaluasi subjektif Definisi kepuasan perkawinan ditentukan oleh seseorang yang terlibat dalam perkawinan tersebut. Dalam menentukan definisi tersebut, seseorang dapat dipengaruhi oleh latar belakang budaya, media massa, model orang tua, pengalaman pribadi dengan lawan jenis, dan lain sebagainya. b. Pertukaran sosial Definisi kepuasan perkawinan adalah dengan cara membandingkan sebuah harapan. Perbandingan tersebut merupakan harapan dari sebuah perkawinan dengan kenyataan dari sebuah perkawinan.

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 c. Indeks tertentu Dalam mendefinisikan kepuasan perkawinan, seseorang melibatkan beberapa kondisi terkait kepuasan perkawinan itu sendiri. Kondisi seperti cinta, persahabatan, komunikasi yang terbuka, kematangan emosional, dan peran seks yang sesuai, cenderung berhubungan dengan kepuasan perkawinan. Lain dengan kondisi seperti adanya kekerasan, alkoholisme, kurangnya tujuan hidup bersama, dan komunikasi yang buruk, cenderung berhubungan dengan ketidakpuasan dalam perkawinan. Dengan demikian, maka akan memungkinkan terjadinya penilaian yang lebih objektif. Menurut teori interdependensi, yaitu perspektif yang menganalisis pola interaksi antara pasangan (Taylor dkk, 2009), terdapat beberapa hal yang dapat membuat seseorang menjadi puas, yaitu: a. Manfaat lebih besar dibandingkan dengan kerugian. Kerugian dianggap sebagai kejadian yang tidak menyenangkan. Ketika seseorang mendapatkan atau mengalami kerugian, maka ia menjadi tidak puas dengan adanya hal tersebut. b. Tingkat perbandingan umum seseorang. Maksud dari perbandingan adalah bahwa seseorang merasa puas jika sesuai dengan harapan dan keinginannya. Semakin banyak harapan dan keinginannya yang sesuai, maka seseorang tersebut akan semakin puas.

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 c. Persepsi keadilan. Seseorang merasa puas, jika mendapatkan keadilan dalam sebuah hubungan. Keadilan tersebut merupakan sebuah hubungan yang tidak berat sebelah antar pasangan. d. Menghabiskan lebih banyak waktu untuk bersama. Pasangan cenderung bahagia jika mereka menggunakan waktu mereka untuk pergi bersama ataupun untuk berbincang-bincang. e. Konteks situasional. Beberapa konteks situasional dalam sebuah lingkungan yang memungkinkan seseorang ataupun pasangan merasa puas ataupun tidak puas, seperti masalah finansial, pekerjaan, keharusan untuk merawat anggota keluarga yang sakit, dan berbagai macam sumber lainnya. Dari penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kepuasan perkawinan merupakan pengalaman subjektif dari salah seorang pasangan terhadap pasangannya, berupa perasaan bahagia, nyaman, sejahtera, dan gembira di dalam berbagai konteks situasional. Ini dikarenakan pasangan merasakan adanya manfaat yang lebih besar dari pasangannya, terpenuhinya harapan, adanya keadilan dalam hubungan, dan memiliki waktu untuk bersama-sama. 3. Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Perkawinan Dalam penelitiannya, Pujiastuti dan Retnowati (2004) menemukan beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan perkawinan, yaitu:

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 a. Tingkat Pendidikan Pendidikan dapat memperluas wawasan, pengetahuan, dan sudut pandang (Wright, 1993: Culbertson, 1997 dalam Pujiastuti & Retnowati, 2004). Dengan demikian seseorang mampu mencari solusi bagi masalah yang dihadapi. Tingkat pendidikan juga mempengaruhi pola pikir dan motivasi seseorang dalam meraih kebahagian dalam perkawinannya. b. Jumlah Anak Semakin banyak anak dalam keluarga, maka permasalahan dan stres mengenai pemeiharaan dan pendidikan bagi anak akan lebih besar, dibanding keluarga yang memiliki sedikit anak (Blood & Wolfe, 1960: Long, 1984 dalam Pujiastuti & Retnowati, 2004). c. Usia Perkawinan Menurut Duvall (1977), usia perkawinan mempengaruhi kepuasan dalam perkawinan. Semakin lama pasangan hidup bersama, pasangan akan mengerti sifat pasangannya satu sama lain, sehingga mudah untuk menerima keadaan satu sama lain. 4. Area dalam Perkawinan Menurut Clements (1967), area interaksi dalam sebuah hubungan perkawinan dapat dibagi ke dalam 6 area, yaitu:

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 a. Afeksi Afeksi merupakan unsur dari perasaan dan emosi dari sebuah pengalaman dari seseorang (Drever, 1986). Afeksi merupakan perasaan mendalam, yang dimiliki pasangan suami istri (Gunarsa, 2002). Memberi perhatian dan kehangatan satu sama lain merupakan salah satu perilaku yang muncul dalam pemberian afeksi (Clements, 1967). b. Komunikasi Komunikasi merupakan hal penting dalam sebuah perkawinan (Burleson & Denton, 1997). Munculnya permasalahan dan kesulitan dalam menyelesaikan permasalahan merupakan salah satu kurangnya kemampuan pasangan dalam berkomunikasi. Selain dalam hal berbicara, kemampuan mendengarkan juga termasuk dalam berkomunikasi (Clements, 1967). c. Keuangan Masalah finansial juga merupakan hal penting dalam kepuasan perkawinan (Dakin & Wampler, 2008). Suami istri akan berusaha untuk mengumpulkan uang karena uang merupakan sumber ekonomi yang penting bagi rumah tangga. Hal tersebut dapat dilihat seperti banyaknya keperluan rumah tangga yang dibutuhkan (Cheal, 2002).

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 d. Tanggung jawab Dalam perkawinan, suami istri memiliki tanggung jawab masingmasing. Suami bertanggung jawab untuk mendukung istri dan anak-anak (Duvall, 1977). Istri diharapkan bertanggung jawab atas keadaan rumah tangga, menyediakan makanan untuk keseharian, dan memperhatikan anak-anak dan anggota keluarga lainnya yang ada di dalam rumah mereka. Dalam melakukan tanggung jawab, baik istri maupun suami juga saling membutuhkan dukungan, seperti saling membantu dalam mengatur pekerjaan rumah tangga. e. Seks Kegiatan seksual melibatkan dua individu yang memiliki sikap dewasa terhadap seks dan tidak memandang seks sebagai aktivitas yang mengisolasi area-area lain dalam hubungan mereka (Firestone dkk., 2006). Mereka memandang seks sebagai pemenuhan dari bagian hidup dan peluang untuk memberi dan merasakan kepuasan bagi pasangan dan diri mereka sendiri. Hubungan seksualitas tidak hanya melakukan kegiatan seksual saja. Dalam menjalin hubungan seksual, pasangan harus sadar terhadap peran penting hubungan seksual bagi kehidupan mereka. f. Pengertian Pengertian dalam hal ini merupakan bagaimana pasangan suami istri saling mengerti satu sama lain (Clements, 1967). Pasangan

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 suami istri saling mengerti dalam hal perasaan, pikiran, masalah yang dimiliki pasangan, dan lainnya. Dalam membangun kehidupan perkawinan yang baik, kedua pasangan harus mampu bernegosiasi dan menyelesaikan permasalahan yang timbul dalam rumah tangga. Menurut Bagarozzi (dalam Piercy dkk., 1986), terdapat 8 area kehidupan dalam perkawinan pada pasangan suami istri, yaitu: a. Peran perkawinan dan tugas Peran dalam perkawinan merupakan sebuah timbal balik (Duvall, 1977). Setiap pasangan memiliki hak dan tanggung jawab yang dibutuhkan bagi kelanjutan hidup perkawinannya. Pasangan memperhatikan performansi ketika mengerjakan tugas masingmasing, memberi hadiah berupa penghargaan dalam setiap tugas yang dilakukan, seperti ucapan terima kasih, ucapan rasa puas terhadap masakan yang dibuat, dan hukuman karena sebuah kelalaian. b. Pengelolaan keuangan dan pengambilan keputusan keuangan Dalam mengelola keuangan dalam rumah tangga, besar kecilnya penghasilan yang dihasilkan suami dan istri akan mempengaruhi kekuatan dalam perkawinan (Cheal, 2002). Pasangan yang menghasilkan lebih banyak uang, biasanya akan lebih banyak mengatur bagaimana uang tersebut akan disimpan.

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 c. Agama dan praktek keagamaan Agama memiliki pengaruh yang kuat pada kualitas perkawinan (Fincham & Beach, 2010). Agama dapat menyucikan hubungan dengan adanya ritual dan kepercayaan yang memberkati perkawinan. Keterlibatan agama dapat meningkatkan pemecahan suatu masalah dan membantu memajukan tingkat kebaikan dalam perkawinan. Suami dan istri juga akan mendapat keuntungan ketika mereka menganut agama dan kepercayaan yang sama. d. Hubungan seksual dan kegiatan seksual Dalam melakukan kegiatan seksual, suami istri sadar, baik dalam segi emosi maupun psikologis (Firestone dkk., 2006). Saat berhubungan seksual, suami istri secara penuh sadar bahwa mereka berhubungan seksual berdasarkan keinginan mereka berdua dan bukan berdasarkan paksaan dari pihak manapun. Pasangan suami istri juga memiliki keinginan yang besar, menikmati setiap kontak fisik, merasakan kegembiraan dalam melakukan kegiatan seksual. e. Anak-anak dan praktek membesarkan anak Kedatangan anak menyebabkan keuntungan secara emosional bagi orang tua (Cusinato dalam L’Abate, 1994). Hal tersebut dikarenakan anak memberikan perasaan yang membangun dan kepuasan bagi orang tua. Pada saat ini, praktek membesarkan anak yang dilakukan suami dan istri berbeda dengan zaman dahulu. Saat

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 ini orang tua sudah mampu berbagi bobot untuk membesarkan anak. Istri, yang pada zaman dahulu merupakan orang yang bertanggung jawab sepenuhnya dalam hal membesarkan anak, saat ini sudah berubah. Suami dan istri sekarang berusaha untuk membagi tugas dalam bertanggung jawab membesarkan anak. f. Mertua dan hubungan antargenerasi Adanya hubungan antara suami istri dengan mertua dan saudarasaudara mereka dapat membuat suami dan istri merasa terbantu. Ini dikarenakan dengan adanya mertua, saudara kandung dari kedua belah pihak, dapat membantu atau mendukung mengasuh anakanak mereka, ketika mereka membutuhkan bantuan (Lemme, 1995). Tidak hanya itu, dengan kehadiran mertua, orang tua, atau saudara kandung, suami istri dapat menerima bantuan dalam bentuk dukungan sosial dan psikologis ketika suami atau sitri memiliki masalah. Orang tua, mertua, atau saudara dapat membantu mereka dengan memberikan nasehat atau yang lainnya. g. Persahabatan dan hubungan interpersonal di luar perkawinan Adanya persahabatan ataupun hubungan interpersonal di luar perkawinan, seperti bergaul dengan tetangga, teman kerja, dan lainnya, dapat membantu pasangan suami istri dalam menjalani kehidupan rumah tangga. Dengan adanya hubungan dengan tetangga ataupun sahabat, pasangan suami istri dapat meminta

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 bantuan, bekerja sama dalam mencapai tujuan (Westhauser, 1994). Sebagai contoh ketika suami istri memiliki permasalahan dengan keluarga, pasangan suami istri dapat meminta bantuan dari sahabat, tetangga, ataupun rekan mereka yang lainnya. h. Rekreasi Walau suami dan istri memiliki kehidupan yang sibuk dengan urusan rumah tangga, mereka juga harus tetap mempunyai waktu untuk menikmati bermain bersama (Haddock dkk., 2001). Bermain bersama ataupun rekreasi berarti bersantai, menikmati hidup, berbagi satu sama lain secara emosional, dan membuat keseimbangan atas munculnya stres yang dialami akibat tanggung jawab yang dilakukan oleh suami istri. Setelah dilakukan sebuah penelitian untuk melihat area dalam hubungan perkawinan, maka menurut Burr (1970) terdapat 6 area, yaitu: a. Cara menangani keuangan Dalam rumah tangga, suami istri dapat mengatur keuangan dalam rumah tangga. Pasangan yang satu menggunakan uang untuk membeli barang-barang keseharian, seperti makanan ataupun keperluan rumah tangga. Pasangan yang lain akan memutuskan berapa banyak uang yang akan digunakan untuk membeli barangbarang tersebut (Cheal, 2002).

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 b. Aktivitas sosial pasangan Aktivitas sosial dilakukan oleh pasangan dalam rangka memenuhi kebutuhan, baik secara emosi maupun dukungan materi, bagi keluarga mereka (Cheal, 2002). Dengan pasangan melakukan berbagai macam aktivitas sosial, baik dengan teman, tetangga, dan lainnya, pasangan akan mendapatkan hubungan yang baik dengan mereka. Hal tersebut akan berdampak baik bagi kehidupan keluarga mereka. Ketika pasangan memiliki masalah, pasangan dapat meminta bantuan dari teman, tetangga, ataupun yang lain. c. Cara pasangan melakukan pekerjaan atau tugas rumah tangga Pekerjaan rumah tangga tidak hanya mengenai urusan mengenai rumah, tetapi juga tanggungan dalam memiliki anak (Baxter dkk., 2008). Walaupun memiliki tanggung jawab yang berbeda, suami dan istri dapat secara bergantian melakukan pekerjaan atau tugas rumah tangga (Duvall, 1977). Ketika suami melakukan pekerjaan rumah tangga, istri dapat membantunya dengan cara melihat hasil dari pekerjaan rumah dan lain sebagainya. d. Persahabatan dalam perkawinan Persahabatan dalam perkawinan dapat didefinisikan sebagai pasangan secara sukarela berbagi berbagai macam aktivitas (Palisi, 1984), adanya afeksi, saling mengerti satu sama lain (Edgell,

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 1972), dan dapat berbagi mengenai hal-hal domestik, yaitu mengenai perasaan dan pikiran satu sama lain (Locksley, 1980). e. Interaksi sosial Interaksi sosial, menurut Carstensen (dalam Papalia dkk., 2009), memiliki tiga tujuan utama, yaitu sebagai sumber informasi, membantu seseorang mengembangkan dan mempertahankan kesadaran diri, dan sebagai sumber kenikmatan dan kenyamanan, maupun kesejahteraan emosional. f. Hubungan dengan anak-anak Dalam berhubungan dengan anak, orang tua tentu diharapkan mampu memberi perhatian kepada anak-anaknya. Menurut Lamb (dalam McBride dkk., 2002), terdapat 3 konsep keterlibatan orang tua dalam berhubungan dengan anak. Pertama adalah interaksi, yang berarti orang tua berinteraksi bersama dengan anak dalam berbagai aktivitas, seperti bermain bersama, memberi makan anak, dan lain sebagainya. Kedua yaitu aksesibilitas, yang berarti orang tua secara fisik dan psikologis ada untuk anak. Ketiga yaitu tanggung jawab, yang berarti orang tua bertanggung jawab terhadap kesejahteraan, seperti membuat perencanaan untuk masa depan anak, dan mengetahui ketika anak membutuhkan sesuatu.

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 Dalam perkawinan terdapat beberapa area yang penting bagi suami dan istri, yang akan dikerjakan bersama-sama demi tujuan dalam perkawinan. Dari beberapa area yang sudah dijabarkan, maka dapat disimpulkan bahwa area yang akan digunakan dalam penelitian ini terdiri atas 6 area, yaitu: a. Keuangan Area ini terdiri atas cara pasangan suami istri dalam mengelola, menggunakan, dan mengambil keputusan berkaitan dengan keuangan dalam keluarga. Suami istri akan berusaha untuk mengumpulkan uang karena uang merupakan sumber ekonomi yang penting bagi rumah tangga. Pasangan yang menghasilkan lebih banyak uang, biasanya akan lebih banyak mengatur bagaimana uang tersebut akan disimpan. b. Hubungan yang intim Area ini berkaitan dengan hubungan dan praktek seksual pada pasangan suami istri, serta adanya afeksi dalam hubungan tersebut. Kegiatan seksual melibatkan dua individu yang memiliki sikap dewasa terhadap seks dan memiliki perasaan mendalam. Pasangan suami istri memandang seks sebagai pemenuhan dari bagian hidup dan peluang untuk memberi dan merasakan kepuasan bagi pasangan dan diri mereka sendiri. Dalam kegiatan seksual, pasangan memiliki keinginan yang besar, menikmati setiap kontak fisik, merasakan kegembiraan dalam melakukan kegiatan seksual.

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 Dalam hubungan yang intim, pasangan suami istri juga mampu memberi perhatian dan kehangatan satu sama lain. c. Tanggung jawab Area ini terdiri atas pembagian tugas atau pekerjaan rumah tangga pada suami istri, termasuk dalam mengurus anak. Suami dan istri bertanggung jawab atas satu sama lain, keadaan rumah tangga, dan anak-anak. Dalam melakukan pekerjaan rumah tangga, suami dan istri membutuhkan dukungan, saling membantu dalam mengatur pekerjaan rumah tangga dan mengurus anak. Pasangan diharapkan mampu memberi perhatian pada anak, seperti berinteraksi bersama anak dalam berbagai aktivitas, secara fisik dan psikologis ada untuk anak, dan bertanggung jawab terhadap kesejahteraan anak, seperti membuat perencanaan untuk masa depan anak, dan mengetahui ketika anak membutuhkan sesuatu. d. Interaksi sosial Area ini mengenai hubungan sosial pada suami istri dengan orang lain di luar rumah, baik dengan tetangga, teman dekat suami dan istri, mertua, maupun saudara. Tujuan interaksi sosial yaitu sebagai sumber informasi, membantu mengembangkan dan mempertahankan kesadaran diri, dan sebagai sumber kenikmatan dan kenyamanan, maupun kesejahteraan emosional. Pasangan melakukan hubungan sosial juga dalam rangka memenuhi

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 kebutuhan keluarga, baik secara emosi maupun dukungan materi (Cheal, 2002). Dengan adanya hubungan tersebut, pasangan suami istri dapat meminta bantuan, bekerja sama dalam mencapai tujuan seperti membantu mengasuh anak-anak mereka dan dapat menerima bantuan dalam bentuk dukungan sosial dan psikologis. e. Suasana persahabatan dalam perkawinan Area ini terdiri atas rasa saling mengerti dan adanya rekreasi pada suami istri. Pasangan secara sukarela berbagi berbagai macam aktivitas dan dapat berbagi mengenai hal-hal domestik, yaitu mengenai perasaan dan pikiran. Pasangan suami istri saling mengerti dalam hal perasaan, pikiran, masalah yang dimiliki pasangan, dan lainnya. Bermain bersama atau rekreasi berarti bersantai, menikmati hidup, dan saling berbagi secara emosional. f. Komunikasi Area ini terdiri atas kemampuan pasangan untuk berkomunikasi satu sama lain dan kemampuan mendengarkan. Pasangan suami istri berkomunikasi, baik untuk menyampaikan sebuah permasalahan maupun untuk menyelesaikan permasalahan, dengan mencari jalan keluar. Munculnya permasalahan dan kesulitan dalam menyelesaikan permasalahan merupakan salah kurangnya kemampuan pasangan dalam berkomunikasi. satu

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 C. PENGERTIAN BEKERJA 1. Pengertian Bekerja Pada dasarnya bekerja memiliki pengertian yang berbeda-beda pada masing-masing orang, dan hal tersebut dikarenakan adanya tujuan yang berbeda tiap orang dalam memperoleh pekerjaan. Concise Oxford Dictionary (dalam Statt, 1994), mendefinisikan bekerja sebagai sebuah bentuk pengeluaran energi, perjuangan, pengaplikasian usaha ataupun tenaga untuk sebuah tujuan. Bekerja merupakan sebuah kegiatan yang dilakukan seseorang untuk menghasilkan suatu produk dan mereka akan diberikan bayaran atau upah atas pekerjaan yang telah mereka lakukan (Cairns & Malloch, 2008). Bayaran atau upah yang diterima, menurut Taylor (dalam Statt, 1994), merupakan salah satu hal yang dapat memotivasi seseorang dalam bekerja dan dengan demikian mereka mampu mencapai tujuan yang telah ditentukan. Kegiatan yang dilakukan tersebut juga dikerjakan di tempat yang berbeda dari rumah mereka, sehingga mereka akan pergi dari rumah untuk pergi ke tempat mereka bekerja (Cairns & Malloch, 2008). Dengan demikian dapat dikatakan bahwa tempat bekerja berada di luar rumah dan tempat untuk bekerja biasanya seperti pabrik maupun kantor. Hal penting lainnya dalam bekerja adalah waktu atau jam kerja yang digunakan untuk bekerja (Schultz & Schultz, 2010). Ini dikarenakan waktu atau jam kerja digunakan untuk memulai dan mengakhiri sebuah pekerjaan

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 dan juga digunakan untuk melihat produktivitas dari seseorang dalam bekerja (Statt, 1994). Waktu yang biasanya digunakan dalam bekerja sekitar 40 jam per minggu dalam lima hari, atau sekitar 8-10 jam setiap harinya (Schultz & Schultz, 2010). Dari penjelasan di atas, maka dapat dikatakan bahwa bekerja merupakan sebuah pengaplikasian usaha maupun tenaga yang dilakukan di sebuah tempat atau lokasi kerja dan dibatasi oleh jam kerja antara 8-10 jam, serta diikuti dengan adanya pemberian upah atau bayaran sebagai imbal balik tenaga yang digunakan. 2. Konsekuensi Istri yang Bekerja Kebanyakan wanita saat ini memiliki peran istri, ibu dan salah satu lagi adalah pencari nafkah (Feldman, 2012). Istri yang bekerja memiliki dua pekerjaan sekaligus dan bertanggung jawab atas keduanya, yaitu bekerja di kantor, pertokoan, ataupun pabrik dan di rumah (Schultz & Schultz, 2010). Dengan demikian istri akan memiliki beragam konsekuensi, baik positif maupun negatif, berkaitan dengan tanggung jawab yang diambilnya. Istri yang bekerja, memiliki berbagai macam keuntungan dan kerugian bagi dirinya sendiri, maupun keluarganya (Thompson & Walker, 1989; Zedeck & Mosier, 1990 dalam Santrock, 2002). Beberapa keuntungan yang akan didapatkan yaitu dalam hal keuangan. Dengan istri bekerja, maka keluarga memiliki penghasilan tambahan dan hal ini akan membuat suami maupun istri mampu memenuhi kebutuhan mereka pribadi maupun anak

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 (Papalia dkk., 2008). Istri juga mendapatkan hubungan yang lebih setara dengan suami dan juga mampu meningkatkan rasa harga diri bagi para istri. Adanya hubungan tersebut maka relasi suami dengan istri akan semakin dekat (Papalia dkk., 2008). Beberapa kerugian yang akan dirasakan oleh para istri yang bekerja antara lain, adanya tuntutan waktu dan tenaga tambahan. Ketika istri bekerja, maka suami dan istri akan saling menuntut dalam menyelesaikan pekerjaan rumah tangga, terutama ketika memiliki anak kecil (Papalia dkk., 2008). Konflik dalam hal pekerjaan dan keluarga juga mempengaruhi kehidupan perkawinan. Ketika istri merasa lelah dengan pekerjaannya, baik pekerjaan kantor maupun pekerjaan rumah tangga, suami akan kurang mendapatkan perhatian lebih yang dinginkan. Pemenuhan kebutuhan pada anak juga akan dirasa kurang pada istri yang bekerja (Papalia dkk., 2008). Perhatian yang dibutuhkan oleh anak akan kurang dapat diberikan oleh istri karena istri sibuk menangani masalah, baik pekerjaan kantor maupun pekerjaan rumah tangga. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa konsekuensi positif yang akan didapatkan oleh istri yang bekerja antara lain hal keuangan, hubungan yang didapat dari suami lebih setara, dan juga peningkatan rasa harga diri. Di sisi lain, konsekuensi negatif yang akan diterima oleh istri yang bekerja antara lain, adanya tuntutan waktu dan tenaga tambahan, konflik dalam hal pekerjaan dan keluarga, dan pemenuhan kebutuhan pada anak.

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 3. Konsekuensi Istri yang Tidak Bekerja Banyak masyarakat dan kebanyakan istri saat ini masih menganggap bahwa pekerjaan istri adalah hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan rumah dan pengasuhan anak (Taylor dkk, 2009). Hal inilah yang membuat beberapa istri memilih untuk tidak bekerja di luar rumah. Istri yang memilih menjadi ibu rumah tangga, tentu juga memiliki tanggung jawabnya tersendiri. Adanya tanggung jawab tersebut akan membuat berbagai macam konsekuensi positif dan negatif, baik bagi dirinya maupun suami. Konsekuensi positif berkaitan dengan kenyamanan dalam kehidupan keluarga. Istri sebagai ibu rumah tangga, memiliki tugas untuk mengatur seluruh kehidupan dan kelancaran rumah tangga. Adanya seseorang yang mampu mengatur kehidupan rumah tangga, maka suami akan merasakan kelancaran dalam sebuah rumah tangga. Istri juga mampu mengurus anak, sehingga suami tidak akan kesulitan dalam mengatur dan mengasuh anak. Istri mengusahakan suasana rumah yang nyaman (Gunarsa & Gunarsa, 2001). Dengan demikian, istri mampu mengatur rumah tangga dengan baik, sehingga istri dapat memberikan kenyamanan bagi keluarga, terutama perhatian bagi suami. Konsekuensi negatif yang dirasakan istri seperti rasa jenuh dan lelah yang dirasakan akibat pekerjaan rutin yang monoton. Rasa jenuh ketika memiliki rutinitas yang monoton ini dapat membuat istri merasa lelah akibat tugas rumah tangga, terutama dalam mengurus anak. Istri juga kurang dapat

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 mengikuti perubahan dan perkembangan lingkungan yang ada di luar rumah. Mereka seolah-olah hanya mengetahui permasalahan yang ada di sekitar rumah dan anak-anak saja (Gunarsa & Gunarsa, 1990). Selain itu, istri yang tidak bekerja tidak mampu berkontribusi dalam hal finansial (Hu dkk., 2010). Hal tersebut dapat menyebabkan kualitas hubungan antar suami istri menjadi berkurang. Dari penjabaran di atas, maka dapat disimpulkan bahwa konsekuensi positif dari istri yang tidak bekerja antara lain dapat mengatur seluruh kehidupan dan kelancaran rumah tangga, serta mengatur dan mengusahakan suasana rumah yang nyaman. Konsekuensi negatif yang akan dialami oleh istri yang tidak bekerja antara lain rasa jenuh dan lelah akibat pekerjaan rutin yang monoton, dan kurang dapat mengikuti perubahan dan perkembangan lingkungan yang ada di luar rumah. Ini menyebabkan perbedaan perkembangan kehidupan psikis antar istri dengan suami, terutama dalam komunikasi. Istri juga tidak mampu membantu suami dalam permasalahan finansial. D. PENGERTIAN SUAMI 1. Pengertian Suami Dalam sebuah perkawinan tradisional, suami merupakan seseorang yang akan menjadi dominan di dalam keluarga dan secara langsung akan menjadi kepala rumah tangga (Lemme, 1995). Dalam peran gender juga

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 dikatakan bahwa pria seharusnya yang menjadi pemimpin di rumah, maupun di dalam masyarakat (Taylor dkk., 2009). Dengan demikian, suami akan menjadi pemimpin di dalam kehidupan berumah tangga, sekaligus menjadi seseorang yang bertanggung jawab atas segala pekerjaan yang berada di luar rumah, seperti menjadi tulang punggung keluarga. Suami juga dianggap sebagai pelindung dan tokoh otoritas yang ada di dalam keluarga (Gunarsa & Gunarsa, 2001). Jika suami merupakan tulang punggung keluarga, maka suami akan lebih banyak melakukan pekerjaan ataupun kegiatan di luar rumah. Ini menyebabkan suami akan mengalami proses hidup yang cenderung dinamis, tetapi kurang dapat mengikuti perkembangan yang ada di dalam rumah atau keadaan keluarga (Gunarsa & Gunarsa, 1990). Dari penjabaran tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa suami merupakan kepala rumah tangga dalam sebuah keluarga yang memiliki tanggung jawab atas perekonomian dan perkembangan di dalam keluarga. 2. Harapan Suami Akan Perkawinan Menurut penelitian yang dikakukan oleh Gaunt (2006), suami akan semakin merasa lebih puas akan perkawinannya jika sifat, nilai-nilai, dan perilaku atau sikap pasangannya semakin sama dengan dirinya. Hal ini menunjukkan suami menginginkan atau mengharapkan pasangan yang sesuai dengan dirinya. Jika istri mampu dan memiliki hal-hal yang sesuai dengan

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 harapan suami, maka tentu suami akan merasa puas, tidak hanya dengan pasangannya, tetapi tentu saja dengan perkawinannya. Dalam sebuah rumah tangga, walaupun istri memiliki pekerjaan, suami tetap menghargai hal tersebut, tetapi suami tetap merasa kehilangan ‘pelayan’ yang seharusnya mengurusi keperluan rumah tangga (Santrock, 2002). Kebanyakan para suami lebih suka memiliki istri yang berada di rumah sepenuhnya untuk mengurusi hal-hal yang berkaitan dengan rumah tangga. Adanya peningkatan tugas dalam rumah tangga yang dibagikan kepada suami, juga menyebabkan suami merasa tidak puas dengan perkawinannya (Amato dkk., dalam Papalia dkk., 2009). Tugas para suami yang lebih banyak berada di luar, dibandingkan di dalam rumah, membuat para suami merasa kehilangan waktu bersama keluarga. Ketika istri hanya mengurus rumah tangga saja dan tidak bekerja di luar, maka suami dapat meminta istri mereka untuk memberitahukan berbagai kejadian yang ada di dalam rumah (Gunarsa, 1990). Para suami sangat menyandarkan dirinya dan juga mempercayai pasangannya, yaitu istri, dalam hal dukungan sosial (Cutrona, 1996). Selain itu, suami juga sangat bergantung pada kehidupan perkawinannya untuk mencapai kesejahteraan. Ini disebabkan oleh kurangnya rasa percaya yang dimiliki oleh para suami bahwa mereka mempunyai orang lain dalam memberikan dukungan dan mereka hanya bergantung kepada istri mereka. Dengan demikian, perkawinan bagi suami merupakan hal yang sangat

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 menguntungkan, walau mereka belum tentu bahagia dengan perkawinan mereka (Brannon, 1996). Salah satu hal yang dapat membuat seseorang merasa puas adalah jika harapan yang diinginkan sesuai dengan kenyataan. Dalam sebuah perkawinan, suami memliki harapan, antara lain bahwa istri mereka memiliki nilai-nilai, sifat, maupun harapan-harapan yang sama dengan diri mereka. Bagi suami, dalam rumah tangga, istri mengurusi keperluan rumah tangga, pemberi dukungan sosial bagi suami, dan lain sebagainya. Dengan demikian ketika istri memiliki harapan ataupun keinginan yang sama dengan suami, maka suami akan puas dengan perkawinannya. E. PERBEDAAN KEPUASAN PERKAWINAN PADA SUAMI ANTARA YANG MEMILIKI ISTRI BEKERJA DENGAN ISTRI TIDAK BEKERJA Keluarga dengan anak pra-sekolah memiliki beragam permasalahan bagi suami dan istri. Pada tahap ini, anak memiliki tugas perkembangan diantaranya, kemampuan untuk menguasai kebiasaan makan yang benar, dasar dari toilet trainning, mengembangkan kemampuan fisik dan lain sebagainya (Duvall, 1977). Adanya tugas perkembangan tersebut, orang tua memiliki tugas yang penting untuk mengasuh dan memberi perhatian lebih pada anak. Jika orang tua sibuk mengasuh dan memberi perhatian kepada anak, maka waktu yang digunakan suami dengan istri akan berkurang.

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 Pasangan juga akan berusaha untuk beradaptasi dengan adanya kebutuhan yang mendesak dan kepentingan anak pra-sekolah, sehingga orang tua mencoba untuk memenuhi keperluan dari anak usia pra-sekolah (Duvall, 1977). Usaha suami dan istri untuk memenuhi kebutuhan tersebut dilakukan karena pada tahap tersebut anak berada pada tahap tumbuh dan berkembang, sehingga orang tua berusaha memfasilitasi kebutuhan anak, seperti makanan, rekreasi bersama anak, bahkan ketika anak sedang sakit. Banyaknya kebutuhan yang harus dipenuhi, membuat orang tua berusaha mencari penghasilan agar mampu memfasilitasi kebutuhan anak. Tercapainya kesejahteraan materiil merupakan salah satu sarana untuk mencapai tujuan perkawinan (Kertamuda, 2009), dengan demikian suami istri diharapkan mampu bekerja sama dan bertanggung jawab atas perekonomian yang ada di dalam keluarga. Dalam memenuhi kebutuhan keluarga, terkadang istri juga ikut membantu suami untuk mencari tambahan penghasilan. Keikutsertaan istri tersebut membuat istri memiliki peran ganda dalam keluarga. Pada istri yang bekerja, suami akan turut membantu istri untuk menyelesaikan pekerjaan rumah tangga, terutama pada keluarga yang memiliki anak usia pra-sekolah. Walau harapan suami mengenai istri adalah sebagai seseorang yang mengurusi keperluan rumah tangga, tetapi ketika istri sibuk mengurusi rumah, suami mungkin akan membantu istri untuk mengawasi anak. Suami dan istri akan berbagi tugas pekerjaan rumah tangga jika istri kesulitan untuk menyelesaikan pekerjaan rumah tangga. Ini menunjukkan bahwa peran yang digunakan oleh suami dan istri yang bekerja adalah tipe

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 perkawinan egalitarian. Pada tipe tersebut, suami dan istri sudah mampu membagi perannya saat mengurus pekerjaan rumah tangga. Berbeda dengan istri yang tidak bekerja, yang hanya befokus pada pekerjaan rumah tangga. Istri yang tidak bekerja tidak membantu suami dalam hal finansial, tetapi membantu suami dalam mengurusi pekerjaan rumah tangga. Istri dapat fokus mengawasi dan merawat anak, mengatur keuangan rumah tangga, serta membereskan pekerjaan yang ada di rumah. Hal ini menunjukkan bahwa peran yang digunakan pada suami dan istri yang tidak bekerja adalah tipe perkawinan tradisional. Suami dan istri pada tipe ini masih berdasarkan pada pandangan normatif dan budaya yang berlaku. Suami merupakan orang yang bertanggung jawab atas pekerjaan di luar domestik, seperti pencari nafkah, dan istri adalah seseorang yang bertanggung jawab atas keadaan rumah tangga. Dari kedua tipe perkawinan tersebut, tentu akan memberikan dampak bagi suami. Pada istri yang memilih untuk ikut bekerja, maka terdapat tanggung jawab ganda yang berbeda pada tiap perannya. Ketika istri yang bekerja merasa terbebani dengan tuntutan waktu dan pekerjaan, maka istri akan menjadi stres dan lelah, terutama dengan adanya anak usia pra-sekolah yang juga masih membutuhkan perhatian. Keadaan istri tersebut tentu akan menggangu hubungan dengan suami jika sedang berada di rumah. Selain adanya pekerjaan rumah tangga, istri juga dituntut untuk mengasuh anak. Waktu yang digunakan oleh suami istri juga akan berkurang karena kesibukan istri yang mengurus pekerjaan kantor dan rumah tangga.

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 Pada istri yang tidak bekerja, mampu mengatur dan mengusahakan suasana rumah yang nyaman. Istri juga akan fokus dengan pekerjaan rumah tangga dan segala kehidupan yang ada di dalam keluarga. Dengan demikian, istri mampu mengurus tugas rumah tangga dan perkembangan anak dengan baik, karena istri hanya bekerja di rumah. Jika demikian, suami akan merasa bahwa istri mampu mengatasi pekerjaan rumah dan mengurus perkembangan anak. Suami juga akan merasa diperhatikan karena istri mampu mengatur tugas rumah tangga dan anak. Suami sangat menyandarkan dirinya kepada istri (Cutrona, 1996). Harapan suami akan perkawinannya adalah bahwa istri memiliki nilai-nilai dan harapan yang sama seperti suami (Gaunt, 2006). Suami yang memiliki istri bekerja tentu akan merasa tidak puas karena istri kurang dapat memberikan perhatian kepada suami. Pada suami yang memiliki istri tidak bekerja, tentu akan merasa puas dengan perkawinanya karena istri mampu mengurus keperluan rumah tangga dan memberi dukungan kepada suami. Pada akhirnya, penelitian ini diharapkan dapat mengetahui adanya perbedaan kepuasan pada suami, baik suami yang memiliki istri bekerja maupun suami yang memiliki istri tidak bekerja. F. HIPOTESIS Dari uraian di atas, maka hipotesis peneliti adalah terdapat perbedaan kepuasan perkawinan antara suami yang memiliki istri bekerja dengan suami yang memiliki istri tidak bekerja.

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 G. SKEMA Suami Kepala rumah tangga dan memiliki tanggung jawab atas perekonomian keluarga. Harapan suami yaitu istri memiliki nilai-nilai, sifat, maupun harapan-harapan yang sama dengan diri mereka. Bagi suami, istri mengurusi keperluan rumah tangga dan pemberi dukungan sosial. Istri yang bekerja - Membantu suami mencari penghasilan - Memiliki tanggung jawab di kantor dan di rumah Permasalahan istri yang bekerja - Merasa stres karena tuntutan di dua tempat - Kurang dapat memperhatikan anak dan suami - Kurang dapat mengurus tugas rumah tangga dengan baik Dampak bagi suami - Kurangnya perhatian yang diberikan oleh istri - Kurang mendapatkan informasi mengenai perkembangan anak Ketidakpuasan perkawinan pada suami Istri yang tidak bekerja - Tidak membantu suami mencari penghasilan - Bertanggung atas kehidupan rumah tangga Keuntungan istri yang tidak bekerja - Fokus dan bertanggung jawab pada pekerjaan rumah tangga - Dapat memperhatikan anak dan suami - Mampu mengatur seluruh kelancaran rumah tangga Dampak bagi suami - Perhatian yang cukup akan diberikan oleh istri - Adanya informasi mengenai perkembangan anak Kepuasan perkawinan pada suami

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. JENIS PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian komparatif. Penelitian komparatif merupakan penelitian yang bersifat membandingkan beberapa sampel pada satu variabel (Sangadji & Sopiah, 2010). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kepuasan perkawinan pada suami yang memiliki istri bekerja dengan suami yang memiliki istri tidak bekerja. B. IDENTIFIKASI VARIABEL Variabel tergantung : kepuasan perkawinan Variabel bebas : status pekerjaan istri C. DEFINISI OPERASIONAL Rumusan definisi operasional dari masing-masing variabel: 1. Kepuasan Perkawinan Kepuasan perkawinan merupakan pengalaman subjektif dari salah seorang pasangan terhadap pasangannya, berupa perasaan bahagia, nyaman, sejahtera, dan gembira di dalam berbagai konteks situasional. Ini 41

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 dikarenakan pasangan merasakan adanya manfaat yang lebih besar dari pasangannya, terpenuhinya harapan, adanya keadilan dalam hubungan, dan memiliki waktu untuk bersama-sama. Kepuasan perkawinan akan diukur menggunakan skala Kepuasan Perkawinan guna melihat tingkat kepuasan suami terhadap istri pada area keuangan, hubungan intim, tanggung jawab, interaksi sosial suasana persahabatan, dan komunikasi dalam perkawinan. 2. Istri Bekerja dan Istri Tidak Bekerja Istri yang bekerja merupakan istri yang memiliki dua peran dalam rumah tangga, yaitu sebagai ibu rumah tangga dan sebagai pencari nafkah. Dalam mencari nafkah atau bekerja, istri berarti mengaplikasikan usaha maupun tenaga di sebuah tempat atau lokasi kerja dan dibatasi oleh jam kerja antara 8-10 jam. Selain itu diikuti dengan adanya pemberian upah atau bayaran sebagai imbal balik tenaga yang digunakan oleh istri. Istri yang tidak bekerja merupakan ibu rumah tangga yang tidak memiliki pekerjaan di luar rumah untuk menambah penghasilan keluarga. D. SUBJEK PENELITIAN Pemilihan subjek dilakukan dengan menggunakan cara nonprobability purposive sampling. Cara tersebut digunakan untuk memilih subjek dengan adanya pertimbangan atau kriteria-kriteria yang sudah ditetapkan (Sujarweni & Endrayanto, 2012).

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 Subjek yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah suami yang berdomisili di Provinsi DI. Yogyakarta dengan karakteristik: 1. Laki-laki yang sudah menikah 2. Memiliki pekerjaan 3. Tinggal serumah dengan istri 4. Bagi suami yang memiliki istri bekerja: istri bekerja dengan memiliki tempat bekerja di luar rumah dan memiliki jam kerja yang tetap 5. Bagi suami yang memiliki istri tidak bekerja: istri tidak memiliki penghasilan dan penghasilan hanya dari suami 6. Memiliki anak usia 2,5 – 6 tahun E. METODE DAN ALAT PENGUMPULAN DATA 1. Metode Tujuan dari metode pengumpulan data adalah untuk mengungkap fakta mengenai variabel yang akan diteliti (Azwar, 2009). Dengan demikian, metode yang digunakan dalam pengumpulan data penelitian ini adalah Skala Kepuasan Perkawinan. Ini dikarenakan tujuan dari penelitian adalah mengetahui dan mengungkap harapan suami akan perkawinannya. 2. Alat Pengumpulan Data Dalam mengumpulkan data, peneliti menggunakan skala Thurstone. Penggunaan skala ini dikarenakan pada skala ini lebih fleksibel, dan tidak terbatas pada pengukuran sikap, tetapi juga dapat mengukur persepsi para

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 responden mengenai indikator pada tiap-tiap aitem yang diberikan (Sugiyono, 2011). Responden akan memberi nilai pada aitem sesuai yang dirasakan atau dialami para responden (Prasetyo & Jannah, 2008). Nilai akan terdiri dari 1 sampai 10. Masing-masing nilai memiliki arti, nilai 1 berarti sangat tidak puas sampai nilai 10 yang berarti sangat puas. Semakin rendah nilai menunjukkan sangat tidak puas terhadap pernyataan yang diberikan. Demikian sebaliknya, semakin tinggi nilai menunjukkan sangat puas terhadap pernyataan yang diberikan. Penilaian pada skala ini dengan menjumlahkan skor yang didapat pada masing-masing aspek. Adapun banyaknya pernyataan yang akan dibuat sesuai gabungan 2 area yang akan digunakan, yaitu area kepuasan dan perkawinan, dengan blue print yang sudah ditentukan, yaitu sebanyak 60 item. Tabel 1. Blue Print Skala Kepuasan Perkawinan Manfaat Perbandingan Keadilan Komponen Keuangan Hubungan Intim 3,33% 3,33% 3,33% 3,33% 3,33% 3,33% Waktu Bersama 3,33% 3,33% Situasional Tanggung Jawab Interaksi Sosial 3,33% 3,33% 3,33% 3,33% 3,33% 3,33% 3,33% 3,33% 3,33% 3,33% Suasana Persahabatan 3,33% 3,33% 3,33% 3,33% 3,33% Komunikasi 3,33% 3,33% 3,33% 3,33% 3,33% 3,33% 3,33%

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 Tabel 2. Item-Item Skala Kepuasan Perkawinan Sebelum Try Out Manfaat Perban- Keadilan Waktu Situasional Komponen dingan Bersama Keuangan 1, 2 13, 14 25, 26 37, 38 49, 50 Hubungan 3, 4 15, 16 27, 28 39, 40 51, 52 Intim Jumlah item 10 10 Tanggung Jawab Interaksi Sosial 5, 6 17, 18 29, 30 41, 42 53, 54 10 7, 8 19, 20 31, 32 43, 44 55, 56 10 Suasana Persahabatan 9, 10 21, 22 33, 34 45, 46 57, 58 10 Komunikasi Jumlah Item 11, 12 12 23, 24 12 35, 36 12 47, 48 12 59, 60 12 10 60 F. PENGUJIAN ALAT UKUR Sebelum dilakukannya pengujian alat ukur, peneliti menyebar skala ke beberapa tempat yang sekiranya memiliki karakteristik yang sudah ditentukan. Peneliti menyebar skala dengan dibantu beberapa orang, yang sebelumnya sudah diberi arahan agar dapat memberi keterangan dengan tepat mengenai bagaimana cara pengisian data dalam skala tersebut. Peneliti dan beberapa orang melakukan penyebaran skala dimulai pada tanggal 26 Februari 2014 – 19 Maret 2014. Setelah skala terkumpul, maka subjek yang masuk kriteria sejumlah 60 orang, dengan pembagian 30 suami yang memiliki istri bekerja dan 30 suami yang memiliki istri tidak bekerja.

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 Dengan demikian, data tersebut dapat dianalisa dengan menggunakan SPSS versi 16 for Windows. 1. Validitas Validitas merupakan suatu indeks yang menunjukkan bahwa alat ukur tersebut benar-benar mengukur apa yang akan diukur (Noor, 2011). Dalam penelitian ini, jenis validitas yang akan digunakan untuk menguji alat ukur adalah validitas isi (content validity). Validitas isi memastikan sejauh mana isi dari skala tersebut mencakup data yang komprehensif dan relevan dengan tujuan penelitian (Azwar, 2009). Salah satu yang dapat mendukung validitas isi adalah penyajian blue print (Azwar, 2009). Dalam mengembangkan isi dari sebuah skala, pada uji validitas dilakukan juga analisis rasional melalui professional judgment (Azwar, 2003). Dengan demikian, untuk menguji validitas dari penelitian ini akan digunakan uji validitas isi, yaitu dengan menggunakan blue print dari skala yang dibuat. Peneliti juga menggunakan professional judgment untuk mengkonsultasikan isi dari skala ini. Professional judgment yang akan digunakan adalah dosen yang dianggap ahli dalam perkawinan, yaitu dosen pembimbing skripsi. 2. Seleksi Item Seleksi item dilakukan untuk melihat kualitas sebuah skala psikologi yang dilihat dari item-itemnya dan untuk mendukung validitas sebuah skala (Azwar, 2009). Pemilihan item dilakukan dengan menggunakan

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 kriteria batasan rix ≥ 0,30. Dengan demikian, item yang memiliki nilai kurang dari 0,30 tidak akan digunakan karena memiliki daya diskriminasi yang rendah. Item yang akan digunakan adalah item dengan nilai 0,30 ke atas. Pada skala Kepuasan Perkawinan, terdapat 59 item yang memiliki kriteria batasan rix ≥ 0,30 dari 60 total item. Item yang lolos pada aspekaspek perkawinan, terdiri dari 10 item untuk aspek keuangan, 10 item untuk aspek hubungan yang intim, 10 item untuk aspek tanggung jawab, 9 item untuk aspek interaksi sosial, 10 item untuk aspek suasana persahabatan, dan 10 item untuk aspek komunikasi. Keenam aspek tersebut kemudian digabungkan dengan aspek-aspek dari kepuasan dan item yang lolos terdiri dari 12 item untuk aspek manfaat, 12 item untuk aspek tingkat perbandingan, 12 item untuk aspek persepsi keadilan, 11 untuk aspek waktu bersama, dan 12 item untuk aspek konteks situasional. 1 item yang gugur (nomor 44) berasal dari gabungan aspek interaksi sosial dengan aspek waktu bersama karena memiliki nilai kurang dari 0,30.

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 Tabel 3. Item-Item Skala Kepuasan Perkawinan Sesudah Try Out Manfaat Perban- Keadilan Waktu Situasional Komponen dingan Bersama Keuangan 1, 2 13, 14 25, 26 37, 38 49, 50 Hubungan 3, 4 15, 16 27, 28 39, 40 51, 52 Intim Jumlah item 10 10 Tanggung Jawab Interaksi Sosial 5, 6 17, 18 29, 30 41, 42 53, 54 10 7, 8 19, 20 31, 32 43 55, 56 9 Suasana Persahabatan 9, 10 21, 22 33, 34 45, 46 57, 58 10 Komunikasi Jumlah Item 11, 12 12 23, 24 12 35, 36 12 47, 48 11 59, 60 12 10 59 Setelah salah satu item gugur, maka komposisi dari aspek-aspek kepuasan dan perkawinan akan berbeda dengan blue print yang telah disusun sesuai dengan tujuan. Dengan pertimbangan tersebut, maka cara yang akan dilakukan adalah dengan mengambil item dari setiap aspek yang memiliki nilai rix sedikit lebih rendah (Azwar, 2009). Item yang akan diambil untuk digugurkan adalah item pada aspek manfaat dan keuangan, aspek tingkat perbandingan dan tanggung jawab, aspek persepsi keadilan dan hubungan intim, dan aspek konteks situasional dan komunikasi.

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 Tabel 4. Item-Item Skala Kepuasan Perkawinan Setelah Pengurangan Item Manfaat Perban- Keadilan Waktu Situasional Jumlah Komponen dingan Bersama item Keuangan 2 13, 14 25, 26 37, 38 49, 50 9 Hubungan 3, 4 15, 16 28 39, 40 51, 52 9 Intim Tanggung Jawab Interaksi Sosial 5, 6 18 29, 30 41, 42 53, 54 9 7, 8 19, 20 31, 32 43 55, 56 9 Suasana Persahabatan 9, 10 21, 22 33, 34 45, 46 57, 58 10 Komunikasi Jumlah Item 11, 12 11 23, 24 11 35, 36 11 47, 48 11 59 11 9 55 3. Reliabilitas Reliabilitas adalah indeks yang menunjukkan sejauhmana suatu alat ukur dapat dikatakan konsisten dengan dilakukan pengukuran sebanyak dua kali atau lebih terhadap gejala yang sama (Noor, 2011). Koefisien reliabilitas memiliki rentang angka dari 0 sampai 1,00 dengan menggunakan statistik korelasi Product Moment. Semakin tinggi koefisien reliabilitas, yaitu mendekati angka 1,00, berarti semakin tinggi reliabilitas. Demikian sebaliknya, semakin rendah, yaitu mendekati angka 0, berarti semakin rendah reliabilitasnya (Azwar, 2009).

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 Hasil dari penelitian mengenai skala Kepuasan Perkawinan memiliki koefisien reliabilitas secara keseluruhan adalah sebesar 0,979 dengan menggunakan pendekatan konsistensi internal Alpha (α) Cronbach. G. METODE ANALISIS DATA 1. Uji Asumsi a. Uji Normalitas Uji normalitas dilakukan dengan menggunakan teknik OneSample Kolmogorov-Smirnov Test pada SPSS versi 16 for Windows. Asumsinya adalah jika nilai Asymp. Sig.(2-tailed) atau p > 0,05, maka berarti sebaran data yang dimiliki normal. Jika nilai p < 0,05 berarti sebaran data yang dimiliki tidak normal (Santoso, 2010). b. Uji Homogenitas Varian Uji homogenitas menggunakan Levene test pada SPSS versi 16 for Windows dengan asumsi jika sig > 0,05, maka sampel penelitian memiliki varians yang sama atau homogen dan jika sig < 0,05, maka sampel penelitian memiliki varians yang berbeda (Purwanto & Sulistyastuti, 2007). 2. Uji Hipotesis Dalam menguji hipotesis, data yang diperoleh akan dianalisis menggunakan SPSS versi 16 for Windows dengan menggunakan metode independent sample t-test. Tujuan penggunaan metode tersebut untuk melihat

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 perbedaan mengenai kepuasan perkawinan pada suami antara yang memiliki istri bekerja dengan yang memiliki istri tidak bekerja. Tidak hanya itu saja, pada uji hipotesis juga digunakan perbandingan antara mean teoritis dengan mean empiris. Mean teoritis merupakan mean atau rata-rata skor dalam sebuah alat ukur. rumus dari mean teoritis ini adalah sebagai berikut: (skor tertinggi x jumlah soal) + (skor terendah x jumlah soal) 2 Mean empiris merupakan mean atau rata-rata skor pada sebuah alat ukur, yang sudah memiliki jawaban atau diisi oleh subjek yang sudah ditentukan. Pada mean empiris, akan dilakukan dengan menggunakan SPSS versi 16 for Windows.

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. PELAKSANAAN PENELITIAN Penelitian dimulai pada tanggal 26 Maret 2014 – 24 April 2014. Pengambilan data dilakukan dengan menyebar skala ke beberapa tempat yang memiliki karakteristik, sesuai yang sudah ditentukan. Dalam menyebar skala, peneliti dibantu oleh beberapa orang yang sudah diberi arahan atau petunjuk agar dapat memberi keterangan pada subjek dalam mengisi skala tersebut. B. DESKRIPSI SUBJEK PENELITIAN Subjek dalam penelitian ini terdiri atas 30 subjek suami yang memiliki istri bekerja, dan 30 subjek suami yang memiliki istri yang tidak bekerja. Dengan demikian, jumlah subjek yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 60 subjek. Data subjek dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 5. Deskripsi Subjek Berdasarkan Usia No Usia Suami dengan istri Suami dengan istri tidak bekerja bekerja 1. ≤ 25 4 2 2. 26 – 30 6 9 3. 31 – 35 14 11 4. 36 – 40 5 6 5. ≥ 41 1 2 52

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 Tabel 6. Deskripsi Subjek Berdasarkan Pekerjaan No Pekerjaan Suami dengan istri Suami dengan istri bekerja tidak bekerja 1. Karyawan swasta 16 9 2. Pegawai swasta 2 6 3. Swasta 5 8 4. PNS 1 3 5. Guru 3 6. Teknisi 1 7. Editor 1 8. Writer 1 9. Field engineer 2 10. Security 2 Tabel 7. Deskripsi Subjek Berdasarkan Gaji Tiap Tahun No Gaji (per tahun) Suami dengan Suami dengan istri istri bekerja tidak bekerja 1. ≤ Rp. 12.000.000 8 8 2. Rp. 12.000.000 – 10 6 Rp. 24.000.000 3. Rp. 24.000.000 – 7 6 Rp. 36.000.000 4. Rp. 36.000.000 – 3 6 Rp. 48.000.000 5. ≥ Rp. 48.000.000 2 4 Tabel 8. Deskripsi Subjek Berdasarkan Pekerjaan Istri Pada Suami Yang Memiliki Istri Bekerja No Pekerjaan Jumlah 1. Karyawan swasta 14 2. Pegawai swasta 5 3. Swasta 6 4. Guru/dosen 4 5. Bidan 1

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 Tabel 9. Deskripsi Subjek Berdasakan Gaji Istri Pada Suami Yang Memiliki Istri Bekerja No Gaji (per tahun) Jumlah 1. ≤ Rp. 12.000.000 13 2. Rp. 12.000.000 – Rp. 24.000.000 9 3. Rp. 24.000.000 – Rp. 36.000.000 4 4. Rp. 36.000.000 – Rp. 48.000.000 3 5. ≥ Rp. 48.000.000 1 Tabel 10. Deskripsi Subjek Berdasarkan Jumlah Anak Yang Dimiliki No Jumlah anak Suami dengan istri Suami dengan istri bekerja tidak bekerja 1. 1 21 20 2. 2 9 9 3. 3 1 Tabel 11. Deskripsi Subjek Berdasarkan Usia Anak Pertama No Usia Suami dengan istri Suami dengan istri bekerja tidak bekerja 1. 2,5 tahun– 2,9 tahun 6 6 2. 3 tahun – 3,9 tahun 8 4 3. 4 tahun – 4,9 tahun 6 4 4. 5 tahun– 5,9 tahun 5 12 5. 6 tahun 5 4 C. HASIL PENELITIAN 1. Uji Asumsi a. Uji Normalitas Pada uji normalitas, dilakukan dengan menggunakan teknik One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test.

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 Tabel 12. Hasil Uji Normalitas Status N Nilai K-ST Nilai Asymp. Istri Sig. (2-tailed) Bekerja 30 .502 .963 Tidak 30 .485 .973 bekerja Keterangan Normal Normal Asumsi pada uji normalitas adalah jika nilai Asymp. Sig.(2tailed) atau p > 0,05 adalah hipotesis nol gagal ditolak atau berarti sebaran data yang dimiliki normal. Jika nilai p < 0,05 berarti sebaran data yang dimiliki tidak normal. Pada hasil uji normalitas yang dapat dilihat pada tabel di atas, menunjukkan bahwa nilai Asymp. Sig.(2-tailed) ataupun nilai probabilitas pada suami yang memiliki istri bekerja sebesar 0,963 dan nilai pada suami yang memiliki istri tidak bekerja sebesar 0,973. Dari hasil tersebut, maka dapat dikatakan bahwa sebaran data mengikuti distribusi normal. b. Uji Homogenitas Varian Pengujian uji homogenitas menggunakan Levene test dan asumsinya adalah jika sig > 0,05 maka sampel penelitian memiliki varians yang sama atau homogen dan jika sig < 0,05 maka sampel penelitian memiliki varians yang berbeda. Tabel 13. Hasil Uji Homogenitas Levene’s Test for Equality of Variances F Sig. Equal variances assumed .320 .574

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 Pada hasil uji homogenitas yang dapat dilihat pada tabel di atas, menunjukkan bahwa nilai sig. sebesar 0,574 (p > 0,05). Dari hasil tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa sampel penelitian memiliki varians yang sama atau homogen. 2. Uji Hipotesis Penelitian ini memiliki hipotesis yaitu terdapat perbedaan kepuasan perkawinan antara suami yang memiliki istri bekerja dengan suami yang memiliki istri tidak bekerja. Analisis dilakukan dengan teknik Independent-Sample T-test karena dalam penelitian ini, antara kelompok subjek pertama dengan kelompok subjek yang kedua tidak mempunyai memiliki hubungan antara satu sama lainnya (Kurniawan, 2011). Tabel di bawah ini untuk melihat apakah kedua kelompok mempunyai rata-rata yang sama, dengan hipotesis : H0 : kedua kelompok memiliki rata-rata kepuasan yang sama H1 : kedua kelompok tidak memiliki rata-rata kepuasan yang sama Tabel 14. Hasil Uji Beda Independent-Sample T-test t-test for Equality of Means t df Sig. (2Mean tailed) Difference Equal variances .875 58 .385 11.967 assumed Equal variances .875 57.486 .385 11.967 not assumed Pada uji homogenitas varians sebelumnya didapat bahwa sampel penelitian memiliki varians yang sama atau homogen. Dengan demikian untuk melihat apakah kedua kelompok memiliki rata-rata

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 yang sama, dapat dilanjutkan dengan menggunakan equal variances assumed (Purwanto & Sulistyastuti, 2007). Jika sig < 0,05 (5%), maka H0 ditolak, dan jika sig > 0,05 (5%), maka H0 diterima. Dalam penelitian ini, sig memiliki nilai 0,385, sehingga sig lebih besar dari 5% (0,385 > 0,05). Hal ini berarti bahwa H0 diterima, dengan kata lain tidak ada perbedaan rata-rata kepuasan perkawinan pada suami antara yang memiliki istri bekerja maupun yang memiliki istri tidak bekerja. Pada kedua kelompok tidak memiliki perbedaan, dengan demikian kedua kelompok memiliki rata-rata kepuasan yang sama. Untuk melihat apakah kedua kelompok merasa puas atau tidak, maka digunakan perbandingan antara mean teoritis dengan mean empiris. Dalam penelitian ini, mean teoritis adalah sebesar 302,5. Jika mean empiris pada kedua kelompok lebih kecil dari mean teoritis, maka kedua kelompok sama-sama merasa tidak puas, dan jika mean teoritis pada kedua kelompok lebih tinggi dari mean teoritis, maka kedua kelompok sama-sama merasa puas. Mean empiris pada kedua kelompok, dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 15. Hasil Mean Empiris Kedua Kelompok Subjek N Mean Std. Deviation Suami dengan 30 467.23 55.414 istri bekerja Suami dengan 30 455.27 50.399 istri tidak bekerja Std. Error Mean 10.117 9.202

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 Dari tabel di atas, menunjukkan bahwa kedua kelompok samasama merasa puas dengan perkawinannya. Hal tersebut dapat dilihat dari mean pada kedua kelompok yang memiliki nilai lebih dari mean teoritis, yaitu lebih dari 302,5. Pada kelompok suami yang memiliki istri bekerja memiliki mean 467.23 dan pada kelompok suami yang memiliki istri tidak bekerja memiliki mean 455.27. Pada tabel di atas, juga dapat menunjukkan bahwa rata-rata kepuasan pada kelompok suami yang memiliki istri bekerja lebih tinggi dibanding pada kelompok suami yang memiliki istri tidak bekerja. Hal ini berarti, walaupun kedua kelompok sama-sama merasa puas, tetapi rasa puas pada kelompok suami yang memiliki istri bekerja lebih tinggi dibanding dengan kelompok suami yang memiliki istri tidak bekerja. D. HASIL TAMBAHAN Tambahan ini dilakukan untuk melihat perbedaan antara kedua kelompok berdasarkan pada aspek-aspek kepuasan perkawinan. Perbedaan kedua kelompok berdasarkan aspek-aspek pada kepuasan perkawinan, dapat dilihat pada tabel berikut ini:

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 Tabel 16. Hasil Perbandingan Antar Aspek Kepuasan Perkawinan t-test for Equality of Means Mean t Sig. (2Mean tailed) Difference Manfaat bekerja 266.64 0.764 0.454 6.727 Tidak 259.91 Perbandingan bekerja 250.27 0.923 0.367 4.455 Tidak 245.82 Keadilan bekerja 248.91 0.795 0.436 5.545 Tidak 243.36 Waktu bekerja 250.36 1.201 0.244 8.727 Tidak 241.64 Situasional bekerja 258.09 1.513 0.146 7.182 Tidak 250.91 Dari hasil di atas, dapat dikatakan bahwa tidak ada perbedaan pada kelima aspek-aspek kepuasan perkawinan. Hal tersebut dikarenakan kelima signifikansi tersebut memiliki nilai diatas 0,05 (sig > 0,05). Pada aspek manfaat 0,454 > 0,05, aspek perbandingan 0,367 > 0,05, aspek keadilan 0,436 > 0,05, aspek waktu 0,244 > 0,05, dan aspek situasional 0,146 > 0,05. Dengan demikian, keseluruhan aspek kepuasan perkawinan pada kedua kelompok, yaitu suami yang memiliki istri bekerja dan suami yang memiliki istri yang tidak bekerja, tidak memiliki perbedaan satu sama lain. E. PEMBAHASAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan perkawinan yang dirasakan oleh suami, baik yang memiliki istri bekerja maupun tidak bekerja, tidak memiliki perbedaan dan hal tersebut ditunjukkan dengan

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 nilai 0,385. Artinya, bahwa suami dengan istri bekerja dan suami dengan istri tidak bekerja merasakan hal yang sama dalam kepuasan perkawinan. Tidak adanya perbedaan pada kedua kelompok tersebut diduga disebabkan oleh beberapa hal. Salah satu hal yang menyebabkan tidak ada perbedaan yaitu komitmen. Perkawinan pada dasarnya merupakan sebuah komitmen antara suami dan istri di dalam membangun sebuah rumah tangga (Taylor dkk., 2009). Ketika pasangan menemukan manfaat dalam diri masing-masing pasangannya, maka mereka akan membuat sebuah komitmen. Komitmen bertujuan membuat pasangan untuk tetap bersama demi tercapainya tujuan bersama. Istri, baik yang bekerja maupun yang tidak bekerja, tentu mengetahui alasan mengapa mereka mengambil keputusan untuk bekerja maupun tidak bekerja. Adapun konsekuensi yang muncul, baik konsekuensi positif maupun negatif, sudah diperkirakan dan dipikirkan. Dengan begitu, istri akan mendiskusikannya terlebih dahulu dengan suami mengenai keputusan tersebut, sehingga suami istri memiliki kesepakatan untuk bertanggung jawab atas tugas, peran, dan komitmennya masingmasing (Puspitawati & Fahmi, 2012). Adanya diskusi, tentu membuat suami mengetahui konsekuensi yang muncul. Hal tersebut membuat suami dapat mengantisipasi konsekuensi yang akan muncul tersebut. Pada istri bekerja, suami dapat turut serta untuk ikut bertanggung jawab atas pekerjaan rumah tangga

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 (Saginak & Saginak, 2005). Ini menunjukkan suami mengetahui konsekuensi dan melakukan apa yang menjadi tanggung jawabnya. Sama halnya pada suami dengan istri tidak bekerja. Suami dengan istri tidak bekerja, juga sudah mulai melakukan pekerjaan rumah tangga, dan hal tersebut tentu bergantung pada hasil diskusi antara suami istri (Ampa, 2011). Dengan adanya komitmen, maka tidak adanya perbedaan sangat dimungkinkan. Tidak adanya perbedaan juga dipengaruhi dari bagaimana suami dan istri memandang perannya masing-masing (Taylor dkk., 2009). Ketika suami dan istri sudah mengetahui perannya masing-masing, maka mereka akan sepakat dan bertanggung jawab atas peran yang mereka miliki maupun peran yang dimiliki pasangannya. Suami yang memiliki istri bekerja tentu akan mengetahui peran yang dimiliki oleh istri, bahwa istri mereka memiliki tanggung jawab atas pekerjaan di rumah maupun di luar rumah. Dengan begitu suami membuat kesepakan mengenai peran yang akan dilakukan oleh suami, seperti membantu istri mengerjakan pekerjaan rumah. Suami yang memiliki istri tidak bekerja juga demikian. Saat istri bekerja di rumah mengerjakan pekerjaan rumah tangga, suami saat ini juga telah mengerti peran dari istri. Hal tersebut membuat suami juga membantu istri mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Hasil penelitian juga menunjukkan kepuasan perkawinan pada suami dengan istri bekerja dan suami dengan istri tidak bekerja, adalah

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 sama. Hal ini ditunjukkan mean empiris kedua kelompok, yaitu suami dengan istri bekerja dengan mean 467.23 dan kelompok suami dengan istri tidak bekerja dengan mean 455.27. Ini berarti bahwa suami dengan istri bekerja dan suami dengan istri tidak bekerja sama-sama merasa puas dalam perkawinannya. Tidak hanya itu, aspek-aspek kepuasan perkawinan juga tidak memiliki perbedaan satu sama lain. Aspek manfaat memiliki nilai 0,454, aspek perbandingan harapan 0,367, aspek keadilan 0,436, aspek waktu 0,244, dan aspek situasional 0,146. Hal ini menunjukkan keseluruhan aspek kepuasan perkawinan pada kedua kelompok, yaitu suami yang memiliki istri bekerja dan suami yang memiliki istri yang tidak bekerja, tidak memiliki perbedaan satu sama lain. Suami sangat percaya dan bergantung pada pasangannya, yaitu istri (Cutrona, 1996). Suami dengan istri tidak bekerja, akan bergantung dan mempercayai pasangannya untuk mengurus keperluannya. Begitu pula pada suami yang memiliki istri bekerja. Adanya anggapan mengenai suami sebagai pencari nafkah dan istri sebagai seorang yang mengurus pekerjaan rumah tangga (Ampa, 2011), membuat istri yang bekerja tetap mengurus segala keperluan dalam rumah tangga. Inilah yang menyebabkan suami, baik dengan istri bekerja, maupun dengan istri yang tidak bekerja, merasa puas dengan perkawinannya. Selain itu juga karena adanya komitmen mengenai tanggung jawab atas pekerjaan rumah tangga yang sudah dibuat. Tidak ada perbedaan pada tiap-tiap aspek juga dikarenakan adanya komitmen antara suami dan istri. Setiap komitmen yang dibuat oleh suami

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 istri tentu dirasakan oleh suami sebagai sebuah manfaat. Contohnya istri bekerja tentu akan mendapat gaji, dengan begitu penghasilan keluarga berasal dari suami dan istri. Dalam mengurus pekerjaan rumah, istri yang bekerja mampu mempekerjakan pekerja rumah tangga yang membantu menyelesaikan pekerjaan rumah tangga. Adanya pembantu rumah tangga membuat istri mampu menyeimbangkan antara pekerjaan dan keluarga (Puspitawati & Sari, 2008). Sedangkan pada istri tidak bekerja akan fokus mengurus pekerjaan rumah tangga dan membuat suasana rumah menjadi nyaman (Gunarsa & Gunarsa, 2001). Ini menyebabkan suami merasa terbantu berkaitan pekerjaan rumah tangga. Pada aspek perbandingan harapan, suami memiliki harapan dan akan mempengaruhi komitmen suami istri. Pembentukan komitmen tidak lepas dari masih ada anggapan bahwa suami memiliki kedudukan tinggi dalam keluarga (Ampa, 2011). Suami menginginkan nilai atau perilaku pasangan sesuai dengan dirinya (Gaunt, 2006). Dengan demikian, baik istri bekerja maupun istri tidak bekerja, akan bertindak sesuai dengan komitmen yang sudah dipengaruhi oleh harapan suami. Pada aspek keadilan juga ditemukan adanya penggunaan komitmen. Contohnya, istri bekerja akan mengalami kesulitan dalam mengurus anak. Akan tetapi, beberapa subjek mengatakan bahwa mereka memiliki kesepakatan untuk menitipkan anak di Tempat Penitipan Anak (TPA) atau day care, atau di tempat orang tua subjek, saat mereka bekerja. Secara bergantian mereka akan menjemput dan mengasuh ketika salah

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 satu dari mereka belum kembali bekerja. Istri tidak bekerja tentu mengurus rumah tangga terutama anak. Dengan demikian suami akan merasa lega karena ada yang mengurus anak. Selain itu, saat ini suami juga dapat mengasuh dan berinteraksi dengan anak, walau pengasuhannya tidak seperti istri yang berada di rumah (Rogers & White, 1998). Hal yang sama juga ada pada aspek menghabiskan waktu bersama. Saat suami dan istri memiliki waktu luang, pasangan berusaha untuk menikmati waktu, terutama untuk menenangkan diri dan mengatasi stres yang muncul (Haddock dkk., 2001), baik hanya dengan berbincangbincang, maupun dengan liburan bersama keluarga. Demikian juga dengan aspek situasional. Jika suami istri memiliki komitmen yang berhubungan dengan orang tua atau saudara yang datang ke rumah, maka keadaan rumah tangga juga terasa sama seperti sebelum kedatangan orang tua ataupun saudara. Dengan demikian mereka tidak akan terganggu dengan kehadiran mereka di dalam rumah tangga mereka.

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. KESIMPULAN Kesimpulan yang dapat diambil dari analisis yang telah dilakukan dalam penelitian ini adalah bahwa tidak terdapat perbedaan kepuasan dalam perkawinan pada suami antara yang memiliki istri bekerja maupun dengan yang memiliki istri tidak bekerja. B. SARAN 1. Bagi Peneliti Selanjutnya Bagi para peneliti yang ingin dan berminat untuk meneliti mengenai kepuasan perkawinan, disarankan agar menyertakan atau membuat data tambahan. Adanya data tambahan atau faktor-faktor lain untuk mengetahui alasan istri bekerja maupun tidak bekerja dan keputusan tersebut merupakan keputusan bersama atau sendiri. 2. Bagi Calon Pasangan Suami Istri Melihat bahwa tidak adanya perbedaan pada hasil penelitian, maka bagi para calon pasangan suami istri tidak perlu takut berkaitan dengan istri bekerja atau tidak bekerja. Agar mampu memilih dengan baik berkaitan hal tersebut, lebih baik jika didiskusikan terlebih dahulu satu sama lain, dan tidak hanya dari keputusan sepihak saja. Hal ini dilakukan agar kedua pihak merasa dihargai sebagai suami maupun sebagai istri. 65

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Aleem, Sheema., & Danish, Lubna. (2008). Marital Satisfaction and Anxiety among Single and Dual Career Woman. Journal of the Indian Academy of Applied Psychology, 34, 141-144. Ampa, Andi Tenri. (2011). Budaya Masyarakat dan Implikasinya Terhadap Keterlibatan Suami Dalam Kegiatan Rumah Tangga. Egalita, Jurnal Kesetaraan dan Keadilan Gender, 6(2), 103-113. Azwar, S. (2003). Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. _______. (2009). Penysunan Skala Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Baxter, Janeen., Hewitt, Belinda., & Haynes, Michele. (2008). Life Course Transitions and Housework: Marriage, Parenthood, and Time on Housework. Journal of Marriage and Family 70, 259-272. Brannon, Linda. (1996). Gender: Psychological Perspectives. Boston: Allyn & Bacon. Burleson, Brant R., & Denton, Wayne H. (1997). The relationship between Communication Skill and Marital Satisfaction: Some Moderating Effects. Journal of Marriage and Family, 59(4), 884-902. Burr, Wesley R. (1970). Satisfaction with Various Aspects of Marriage over the Life Cycle: A Random Middle Class Sample. Journal of Marriage and Family, 32(1), 29-37. Cairns, L.G., & Malloch, M.E. (2008). Learning, Work and Places: Exploring Workplace Learning. Unpublished Manuscript Under Review. Cheal, David. (2002). Sociology of Family Life. New York: Palgrave. 66

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 Chen, Ching-Fu., & Chen, Fu-Shian. (2010). Experience Quality, Perceived Value, Satisfaction and Behavioral Intentions for Heritage Tourist. Tourism Management, 31, 29-35. Clements, William H. (1967). Marital Interaction and Marital Stability: A Point of View and a Descriptive Comparison of Stable and Unstable Marriages. Journal of Marriage and Family, 29(4), 697-702. Cutrona, Carolyn E. (1996). Social Suport in Couples. Thousand Oaks: Sage Publications. Dakin, John., & Wampler, Richard. (2008). Money Doesn’t Buy Happiness, but It Helps: Marital Satisfaction, Psychological Distress, and Demographic Differences Between Low- and Middle-Income Clinic Couples. The American Journal of Family Therapy, 36, 300-311. Demers, L., Weiss-Lambrou, R., & Ska, B. (1996). Development of the Quebec user evaluation of satisfaction with assistive technology (QUEST). Assistive Technology, 8(1), 3-13. Drever, James. (1986). Kamus Psikologi. Diterjemahkan oleh: Nancy Simanjuntak. Jakarta: Bina Aksara. Duvall, Evelyn Millis. (1977). Marriage and Family Development 5th Edition. New York: J.B. Lippincott Company. Edgell, Stephen. (1972). Marriage and the Concept Companionship. The British Journal of Sociology, 23(4), 452-461. Eyre, Linda., & Eyre, Richard. (1995). 3 Langkah Menuju Keluarga Yang Harmonis. Diterjemahkan oleh: Alex Tri Kantjono Widodo. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 Fauziansyah, Tuti Indra. (2013). Oh, Ini Yang Saya Cemaskan!. Femina, 08/XLI. Feldman, Robert S. (2012). Pengantar Psikologi Buku 2. 10th Edition. Jakarta: Salemba Humanika. Fincham, Frank D., & Beach, Steven R. H. (2010). Marriage in the New Millennium: A Decade in Review. Journal of Marriage and Family, 72, 630-649. Firestone, Robert W., Firestone, Lisa A., & Catlett, Joyce. (2006). Sex and Love in Intimate Relationships. Washington: American Psychological Association. Gaunt, Ruth. (2006). Couple Similarity and Marital Satisfaction: Are Similar Spouses Happier?. Journal of Personality, 74(2), 1401-1420. Gunarsa, Dra. Ny. Singgih., & Gunarsa, Prof. Dr. Singgih D. (1990). Psikologi Untuk Keluarga. Jakarta: Gunung Mulia. Gunarsa, Prof. Dr. Singgih D., & Gunarsa, Dra. Ny. Y. Gunarsa. (2001). Psikologi Praktis: Anak, Remaja, dan Keluarga. Jakarta: Gunung Mulia. Gunarsa, Yulia Singgih D. (2002). Asas-Asas Psikologi Keluarga Idaman. Jakarta: Gunung Mulia. Guzman, Lina. (2000). Effect of Wives’ Employment on Marital Quality. A National Survey of Families and Households Working Paper, 85. Haddock, Shelley. A., dkk. (2001). Ten Adaptive Strategies for Family and Work Balance: Advice from Successful Families. Journal of Marital and Family Therapy, 27(4), 445-458. Hashmi, Mrs. Hina Ahmed., dkk. (2007). Marital Adjustment, Stress and Depression among Working and Non-Working Married Women. Internet Journal of Medical Update, 2(1), 19-26.

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 Haseley, Jamie L. (2006). Marital Satisfaction Among Newly Married Couples: Associations With Religiosity and romantic Attachment Style. Doctor of Philosophy Dissertation. University of North Texas. USA. Hermawati, T. (2007). Budaya Jawa dan Kesetaraan Gender. Jurnal Komunikasi Massa, 1(1), 18-24. Hu, X., Zeng, X., Zheng, L., & Flatt, C. (2010). How Does Wives' Unemployment Affect Marriage in Reforming Urban China?. Journal of Comparative Family Studies, 717-734. Kartono, Dr. Kartini. (1992). Psikologi Wanita Mengenal Gadis Remaja & Wanita Dewasa Jilid 1. Bandung: Penerbit Mandar Maju. Kertamuda, Fatchiah E. (2009). Konseling Pernikahan untuk Keluarga Indonesia. Jakarta: Salemba Humanika. Kurniawan, Albert. (2011). SPSS: Serba-Serbi Analisis Statistika Dengan Cepat dan Mudah. Jasakom. Lemme, Barbara. (1995). Development in Adulthood. Boston: Allyn and Bacon. Locksley, Anne. (1980). On the Effects of Wives’ Employment on Marital Adjustment and Companionship. Journal of Marriage and Family, 42(2), 337346. L’ Abate, Luciano. (1994). Handbook of Developmental Family Psychology and Psychopathology. USA: A Wiley-Interscience Publication. McBride, Brent A., Schoppe, Sarah J., & Rane, Thomas R. (2002). Child Characteristic, Parenting Stress, and Parental Involvement: Fathers Versus Mothers. Journal of Marriage and Family, 64(4). 998-1011.

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 Muassomah. (2009). Domestikasi Peran Suami Dalam Keluarga. Egalita, Jurnal Kesetaraan dan Keadilan Gender, 4(2). 217-229. Noor, Dr. Juliansyah. (2011). Metodologi Penelitian: Skripsi, Tesis, Disertasi, dan Karya Ilmiah. Jakarta: Kencana. Nurrachman, Nani., dkk (2011). Psikologi Perempuan: Pendekatan Kontekstual Indonesia. Jakarta: Penerbit Universitas Atma Jaya. Palisi, Bartolomeo J. (1984). Marriage Companionship and Marriage Well-being: A Comparison of Metropolitan areas in Three Countries. Journal of Comparative Familiy Studies, 15(1), 43-57. Papalia, Diane E., Olds, Sally Wendkos., & Feldman, Ruth Duskin. (2008). Psikologi Perkembangan. Edisi ke-9. Diterjemahkan oleh: A. K. Anwar. Jakarta: Kencana. _________________________________________________. (2009). Perkembangan Manusia. Edisi ke-10. Diterjemahkan oleh: Brian Marwensdy. Jakarta: Salemba Humanika. Piercy, Fred P., Sprenkle, Douglas H., & Associates. (1986). Family Therapy Sourcebook. USA: Guilford. Prasetya, Berta Esti Ari. (2007). Wife’s Perception of Husband’s Support in Pursuing Her Career in Relation to Wife’s Marital Satisfaction among Working Wives in Metro Manila. Insan Media Psikologi, 9(1). Prasetyo, Bambang., & Jannah, Lina Miftahul. (2008). Metode Penelitian Kuantitatif: Teori dan Aplikasi. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 Pujiastuti, Erni., & Retnowati, Sofia. (2004). Kepuasan Pernikahan Dengan Depresi Pada Kelompok Wanita Menikah Yang Bekerja dan Yang Tidak Bekerja. Humanitas: Indonesian Psychologycal Journal, 1(2). Purwanto, Erwan Agus., & Sulistyastuti, Dyah Ratih. (2007). Metode Penelitian Kuantitatif Untuk Administrasi Publik dan Masalah-Masalah Sosial. Yogyakarta: Penerbit Gava Media. Puspitawati, Herien., & Fahmi, Sri Andriyani. (2008). Analisis Pembagian Peran Gender Pada Keluarga Petani. Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen, 1(2). Putrianti, Flora Grace. (2007). Kesuksesan Peran Ganda Wanita Karir Ditinjau Dari Dukungan Suami, Optimisme, dan Strategi Coping. Indigenous, Jurnal Ilmiah Berkala Psikologi, 9(1), 3-17. Robinson, Bryan E., dkk. (2006). The Relationship Between Workaholism and Marital Disaffection: Husbands’ Perspective. The Family Journal, 14(3), 213220. Rogers, Stacy J., & White, Lynn K. (1998). Satisfaction with Parenting: The Role of Marital Happiness, Family Structure, and Parents’ Gender. Journal of Marriage and Family, 60(2), 293-308. Saginak, Kelli A., & Saginak, M. Alan. (2005). Balancing Work and Family: Equity, Gender, and Marital Satisfaction. The Family Journal: Counseling and Therapy for Couples and Families, 13(2), 162-166. Sangadji, Dr. Etta Mamang., & Sopiah, Dr. (2010). Metodologi Penelitian – Pendekatan Praktis Dalam Penelitian. Yogyakarta: Andi.

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 Santoso, Agung. (2010). Statistik Untuk Pskologi Dari Blog Menjadi Buku. Yogyakarta: Penerbit Universitas Sanata Dharma. Santrock, John W. (2002). Perkembangan Masa Hidup Jilid II. 5th Edition. Jakarta: Erlangga. Schultz, Duane., & Schultz, Sydney Ellen. (2010). Psychology and Work Today. 10th Edition. USA: Pearson. Sofiani, T. (2013). Pergeseran Pola Relasi Gender dan Eskalasi Cerai Gugat Dalam Keluarga Perempuan Pekerja Migran. Jurnal Penelitian, 6(2). Statt, David A. (1994). Psychology and The World of Work. New York: New York University Press. Strong, B. & Cohen, T. (2013). The Marriage and Family Experience: Intimate Relationships in A Changing Society. Cengage Learning. Sugiyono, Prof. Dr. (2011). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Kombinasi (Mixed Methods). Bandung: Alfabeta. Sujarweni, V. Wiratna., & Endrayanto, Poly. (2012). Statistika Untuk Penelitian. Yogyakarta: Graha Ilmu. Supriyantini, Dra. Sri. (2002). Hubungan Antara Pandangan Peran Gender Dengan Keterlibatan Suami Dalam Kegiatan Rumah Tangga. Diunduh dari USU digital Library pada tanggal 03/10/13 jam 14:26. Taylor, Shelley E., dkk. (2009). Psikologi Sosial. 12th Edition. Jakarta: Kencana. Walgito, Prof. Dr. Bimo. (2010). Bimbingan & Konseling Perkawinan. 3rd Edition. Yogyakarta: Andi.

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 Westhauser, Karl E. (1994). Friendship and Family in Early Modern England: The Sociability of Adam Eyre and Samuel Pepys. Journal of Social History, 27(3), 517-536.

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 Lampiran 1 Skala Penelitian

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 SKALA PENELITIAN Disusun oleh: Claudia Nada Pingkan Larasati FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 Kepada Yth. Bapak-Bapak di tempat Dengan hormat, Izinkanlah saya meminta bantuan anda untuk meluangkan waktu untuk mengisi kuesioner penelitian ini. Kuesioner ini disusun untuk menyelesaikan skripsi sarjana. Oleh sebab itu, saya dengan sangat mengharapkan kesedian anda untuk mengisi kuesioner ini dengan lengkap dan sesuai dengan pengalaman dan keadaan yang sering terjadi dalam kehidupan berkeluarga anda dengan istri. Dalam hal ini tidak ada jawaban benar atau salah. Oleh sebab itu, pernyataan yang anda pilih hendaknya berdasarkan atas apa yang terjadi dan bukan apa yang sebaiknya terjadi. Semua jawaban akan dijamin kerahasiannya. Dengan demikian saya harap anda sekalian mau mengisi datadata yang ada dengan lengkap dan jelas. Setelah mengisi kuesioner, silakan untuk memeriksa kembali jawaban anda agar tidak ada jawaban yang terlewatkan. Harap semua pernyataan untuk ditanggapi. Atas perhatiannya, saya mengucapkan terima kasih atas bantuan dan kerja sama yang sudah anda berikan. Hormat saya, Claudia Nada Pingkan Larasati

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 DATA DIRI: Usia : Pekerjaan : Penghasilan per tahun : (lingkari salah satu) a. b. c. d. e. < Rp. 12.000.000,00 Rp. 12.000.000,00 – Rp. 24.000.000,00 Rp. 24.000.000,00 – Rp. 36.000.000,00 Rp. 36.000.000,00 – Rp. 48.000.000,00 > Rp. 48.000.000,00 Pekerjaan istri : bekerja/tidak bekerja* Jenis pekerjaan istri (bagi istri yang bekerja) : Penghasilan istri per tahun a. b. c. d. e. : (lingkari salah satu) < Rp. 12.000.000,00 Rp. 12.000.000,00 – Rp. 24.000.000,00 Rp. 24.000.000,00 – Rp. 36.000.000,00 Rp. 36.000.000,00 – Rp. 48.000.000,00 > Rp. 48.000.000,00 Jumlah anak : Usia anak pertama : *coret yang tidak perlu

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 Petunjuk: Berikut ini terdapat pernyataan-pernyataan yang berhubungan dengan pengalaman yang sering terjadi dalam kehidupan berkeluarga antara anda dengan istri. Anda dimohon untuk menanggapi pernyataan tersebut dengan cara memberi tanda centang (√) pada tiap-tiap pernyataan di bawah ini pada salah satu angka yang tersedia (1 sampai 10). Apabila anda memilih angka 1 berarti sangat tidak sesuai dengan pengalaman atau keadaaan yang anda alami. Bila anda memilih angka 10 berarti sangat sesuai dengan pengalaman atau keadaan yang anda alami. Semakin mendekati angka 10, maka akan semakin sesuai dengan keadaan yang anda rasakan. Contoh: No. Item 1 1. 2 3 Penilaian 4 5 6 7 Istri saya mengurus rumah tangga dengan baik. 8 9 10 √ Jika anda memberi nilai 10, hal tersebut berarti anda merasakan bahwa istri anda dapat mengurus rumah tangga dengan sangat baik. Angka 9 dan seterusnya menunjukkan adanya peran serta istri dalam mengurus rumah tangga. Sedangkan angka 1 menunjukkan tidak adanya peran istri dalam mengurus rumah tangga ataupun anda sama sekali tidak merasakan istri anda dapat mengurus rumah tangga. Semakin tinggi angka yang anda pilih, maka anda merasa istri anda mampu mengurus rumah tangga dengan sangat baik. Demikian pula sebaliknya jika semakin rendah angka yang anda pilih, maka anda merasa bahwa istri anda tidak mampu mengurus rumah tangga dengan baik. ~Selamat Mengerjakan~

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79 No. 1. Item Kehadiran istri membantu saya dalam mengelola keuangan rumah tangga. 2. Istri saya mampu memberi kehangatan saat kami berhubungan seksual. 3. Istri saya dapat memberi perhatian yang lebih saat beraktivitas seksual. 4. Istri saya memberi semangat saat saya sedang mengerjakan pekerjaan rumah. 5. Istri saya mampu memberi perhatian bagi anak. 6. Istri saya memiliki hubungan yang baik dengan tetangga rumah. 7. Istri saya dapat meminta bantuan pada orang tua atau mertua saat kami sedang memiliki masalah. 8. Saya merasa istri saya memiliki rasa pengertian yang baik. 9. Istri saya membuat saya merasa nyaman saat sedang berbagi mengenai perasaan yang kami rasakan. 10. Topik obrolan yang disampaikan istri, mampu membuat saya terhibur. 11. Saat saya memiliki masalah, istri saya bersedia mendengarkan keluh kesah saya. Penilaian 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80 No. Item 12. Keputusan yang diambil istri dalam menggunakan uang, sesuai dengan keinginan saya. 13. Jumlah uang yang sudah saya dan istri kumpulkan sesuai dengan harapan saya. 14. Cara istri saya memberi rangsangan seksual sesuai dengan keinginan saya. 15. Istri menanggapi dengan baik saat saya ingin berhubungan seksual. 16. Dalam membagi pekerjaan rumah tangga, istri saya memperhatikan kesibukan saya dalam bekerja. 17. Pemahaman istri mengenai keluarga sama seperti pemahaman saya. 18. Istri saya mampu mencari bantuan ketika kami kesulitan mengurus anak. 19. Istri mengetahui waktu yang tepat untuk menceritakan masalahnya kepada saya. 20. Istri saya mampu mengetahui waktu yang tepat untuk mengajak saya pergi bersama. 21. Istri saya bijaksana dalam menyelesaikan masalah dalam rumah tangga. 22. Istri saya mampu mengetahui waktu yang tepat untuk berkomunikasi saat kami sedang memiliki masalah. Penilaian 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81 No. Item 23. Istri saya dapat menggunakan uang secara adil antara pemenuhan kebutuhan keluarga dan kebutuhan pribadi. 24. Saya dan istri sama-sama puas dengan tabungan yang kami miliki. 25. Istri saya juga melakukan kontak seksual seperti halnya saya. 26. Pembagian tugas rumah tangga antara saya dan istri sudah dilakukan secara adil. 27. Istri saya mampu membagi waktu antara bermain bersama anak dengan kesibukannya. 28. Istri saya mampu membagi waktu untuk urusan pribadi dan keluarga. 29. Saat ada masalah yang tidak dapat saya dan istri tangani, kami samasama mencari bantuan kepada mertua, atau orang tua. 30. Saat sibuk, istri saya dapat membantu saya. 31. Istri saya adil dalam memberi perhatian antara saya dengan pekerjaannya. 32. Saat menyampaikan masalah, istri saya dapat membedakan antara masalah pribadi dengan masalah rumah tangga. 33. Istri saya mampu berpendapat dan memberikan masukan secara berimbang saat menyelesaikan masalah. Penilaian 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82 No. Item 34. Istri saya memiliki waktu untuk pergi bersama saya guna membeli keperluan rumah tangga. 35. Istri saya menyisihkan uang untuk digunakan rekreasi bersama. 36. Istri saya meluangkan waktu khusus untuk berhubungan seksual dengan saya. 37. Waktu khusus yang diluangkan istri, kami habiskan dengan berhubungan seksual dan saya menikmatinya. 38. Istri memiliki waktu untuk mengajak saya bermain bersama dengan anak saat hari libur. 39. Istri saya memiliki waktu untuk membantu saya mengerjakan pekerjaan rumah. 40. Istri saya memiliki waktu khusus untuk menemani saya berkunjung ke tetangga. 41. Waktu luang istri saya digunakan untuk berdua bersama saya. 42. Istri saya memiliki waktu untuk menemani saya berbagi mengenai perasaan yang saya alami. 43. Istri saya memiliki waktu untuk mendengarkan masalah yang saya hadapi, baik masalah di luar atau di dalam rumah tangga. 44. Istri saya memiliki waktu untuk berbincang-bincang bersama saya mengenai berbagai macam hal. Penilaian 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 83 No. Item Penilaian 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 45. Saat pendapatan saya berkurang, istri tetap mampu mengatur keuangan rumah tangga. 46. Dalam rangka mempersiapkan hari raya, istri saya tetap dapat mengatur prioritas kebutuhan rumah tangga. 47. Saat saya sedang lelah akibat pekerjaan, istri mampu memberi perhatian seksual yang tepat. 48. Kehangatan yang saya rasakan dari istri dalam hal seksual tidak berkurang saat ada saudara menginap di rumah. 49. Saat keluarga besar berkumpul di rumah saya, istri tetap dapat memberi perhatian bagi anak kami. 50. Ketika biaya pendidikan meningkat, istri saya tetap dapat memilih sekolah yang terbaik bagi anak. 51. Istri saya mampu mencari informasi yang relevan untuk kehidupan rumah tangga. 52. Persahabatan yang dimiliki istri saya dengan teman-temanya dapat membantunya menjadi lebih baik. 53. Istri akan membantu saya saat memiliki banyak pekerjaan. 54. Istri mampu memahami saat saya sedang memiliki tuntutan pekerjaan yang banyak. 55. Istri mengetahui waktu yang tepat untuk membahas masalah yang kami miliki, terutama saat saya sedang sibuk dengan pekerjaan. ~Terima kasih atas kerjasama anda~

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 84 Lampiran 2 Uji Reliabilitas

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 85 Reliabilitas Skala Kepuasan Perkawinan Sebelum Item Deleted: Reliability Statistics Cronbach's Alpha Based on Cronbach's Standardized Alpha Items .978 N of Items .980 60 Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Corrected Item- Squared Multiple Item Deleted Total Correlation Correlation Alpha if Item Deleted item1 464.5333 6121.473 .487 . .978 item2 464.5667 6103.843 .559 . .978 item3 464.5167 6085.068 .629 . .978 item4 464.7167 6087.834 .652 . .978 item5 464.7167 6081.935 .666 . .978 item6 464.0833 6144.349 .551 . .978 item7 464.8167 6087.305 .590 . .978 item8 466.4167 6074.044 .442 . .979 item9 464.8000 6049.858 .700 . .978 item10 464.6167 6049.562 .738 . .978 item11 465.1667 6035.972 .749 . .978 item12 464.3333 6110.836 .634 . .978 item13 465.2167 6039.935 .776 . .978 item14 466.0167 6025.915 .623 . .978 item15 465.4333 6025.843 .761 . .978 item16 465.0833 6043.637 .754 . .978 item17 464.7167 6111.562 .581 . .978 item18 465.0833 6055.264 .736 . .978 item19 465.0000 6068.339 .687 . .978 item20 465.0333 6130.067 .458 . .978 item21 464.9500 6093.642 .696 . .978 item22 464.9167 6104.925 .633 . .978

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86 item23 464.8500 6078.808 .766 . .978 item24 465.0833 6044.484 .751 . .978 item25 464.8833 6067.393 .737 . .978 item26 466.0833 6005.230 .667 . .978 item27 464.3333 6107.650 .576 . .978 item28 464.7667 6058.216 .693 . .978 item29 465.1667 6030.107 .726 . .978 item30 464.7500 6078.530 .714 . .978 item31 464.8500 6044.231 .769 . .978 item32 466.4500 6084.353 .419 . .979 item33 465.2333 5994.724 .845 . .977 item34 465.1000 6096.769 .577 . .978 item35 465.0000 6018.237 .816 . .978 item36 464.8667 6082.863 .698 . .978 item37 464.8167 6014.423 .760 . .978 item38 465.6167 5981.630 .755 . .978 item39 465.6333 6006.067 .752 . .978 item40 465.6167 6028.783 .711 . .978 item41 464.8333 6020.582 .757 . .978 item42 464.9833 6026.254 .747 . .978 item43 466.2167 6002.783 .648 . .978 item44 466.4000 6145.125 .249 . .979 item45 466.5667 6078.826 .457 . .978 item46 465.3000 6086.078 .639 . .978 item47 465.0000 6081.559 .633 . .978 item48 464.8833 6050.545 .762 . .978 item49 465.1833 6021.000 .666 . .978 item50 464.8333 6046.175 .746 . .978 item51 465.3667 6015.660 .770 . .978 item52 465.7833 6008.749 .666 . .978 item53 464.6333 6081.355 .677 . .978 item54 464.5667 6125.911 .614 . .978 item55 465.1500 6051.587 .707 . .978 item56 465.1333 6084.151 .593 . .978 item57 465.0167 6058.152 .686 . .978 item58 464.7500 6078.733 .661 . .978

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 87 item59 464.7167 6088.579 .709 . .978 item60 465.8500 6057.350 .548 . .978 Reliabilitas Skala Kepuasan Perkawinan Sesudah Item Deleted: Reliability Statistics Cronbach's Alpha Based on Cronbach's Standardized Alpha Items .979 N of Items .980 55 Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Corrected Item- Squared Multiple Item Deleted Total Correlation Correlation Alpha if Item Deleted item2 425.4000 5344.922 .549 . .979 item3 425.3500 5326.672 .621 . .978 item4 425.5500 5327.370 .651 . .978 item5 425.5500 5320.048 .673 . .978 item6 424.9167 5379.196 .555 . .979 item7 425.6500 5324.333 .599 . .978 item8 427.2500 5316.869 .435 . .979 item9 425.6333 5288.914 .710 . .978 item10 425.4500 5286.523 .756 . .978 item11 426.0000 5275.797 .759 . .978 item12 425.1667 5347.226 .640 . .978 item13 426.0500 5283.913 .770 . .978 item14 426.8500 5267.689 .627 . .978 item15 426.2667 5271.894 .752 . .978 item16 425.9167 5287.535 .748 . .978 item18 425.9167 5296.451 .737 . .978 item19 425.8333 5309.429 .685 . .978 item20 425.8667 5368.795 .450 . .979 item21 425.7833 5331.461 .702 . .978

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 88 item22 425.7500 5342.360 .637 . .978 item23 425.6833 5315.203 .782 . .978 item24 425.9167 5284.620 .759 . .978 item25 425.7167 5310.308 .728 . .978 item26 426.9167 5248.790 .670 . .978 item28 425.6000 5301.058 .687 . .978 item29 426.0000 5272.712 .728 . .978 item30 425.5833 5315.298 .727 . .978 item31 425.6833 5285.203 .774 . .978 item32 427.2833 5325.800 .413 . .979 item33 426.0667 5239.148 .849 . .978 item34 425.9333 5333.385 .585 . .978 item35 425.8333 5258.480 .829 . .978 item36 425.7000 5320.790 .705 . .978 item37 425.6500 5256.943 .765 . .978 item38 426.4500 5228.964 .751 . .978 item39 426.4667 5251.914 .749 . .978 item40 426.4500 5274.082 .703 . .978 item41 425.6667 5264.429 .756 . .978 item42 425.8167 5267.644 .753 . .978 item43 427.0500 5247.303 .649 . .978 item45 427.4000 5324.007 .442 . .979 item46 426.1333 5326.897 .634 . .978 item47 425.8333 5322.616 .628 . .978 item48 425.7167 5290.817 .768 . .978 item49 426.0167 5269.237 .652 . .978 item50 425.6667 5289.718 .740 . .978 item51 426.2000 5259.078 .772 . .978 item52 426.6167 5256.274 .657 . .978 item53 425.4667 5318.829 .686 . .978 item54 425.4000 5362.380 .616 . .978 item55 425.9833 5294.830 .702 . .978 item56 425.9667 5325.694 .586 . .978 item57 425.8500 5297.960 .691 . .978 item58 425.5833 5315.874 .672 . .978 item59 425.5500 5327.879 .709 . .978

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 89 Lampiran 3 Hasil Penelitian

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 90 UJI NORMALITAS Uji normalitas data suami yang memiliki istri bekerja: One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test bekerja N 30 Normal Parameters a Most Extreme Differences Mean 467.23 Std. Deviation 55.414 Absolute .092 Positive .073 Negative -.092 Kolmogorov-Smirnov Z .502 Asymp. Sig. (2-tailed) .963 a. Test distribution is Normal. Tests of Normality Kolmogorov-Smirnov Statistic bekerja df .092 a Shapiro-Wilk Sig. 30 .200 Statistic * .955 df Sig. 30 a. Lilliefors Significance Correction *. This is a lower bound of the true significance. Uji normalitas data suami yang memiliki istri tidak bekerja: One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test tidakbekerja N Normal Parameters 30 a Most Extreme Differences Mean 455.27 Std. Deviation 50.399 Absolute .089 Positive .061 Negative -.089 Kolmogorov-Smirnov Z .485 Asymp. Sig. (2-tailed) .973 a. Test distribution is Normal. .224

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 91 Tests of Normality a Kolmogorov-Smirnov Statistic tidakbekerja df Shapiro-Wilk Sig. .089 30 Statistic .200 * Df .966 Sig. 30 .445 a. Lilliefors Significance Correction *. This is a lower bound of the true significance. UJI HOMOGENITAS: Levene's Test for Equality of Variances F total Sig. Equal variances assumed .320 .574 Equal variances not assumed Independent Samples Test t-test for Equality of Means Sig. (2t df Mean tailed) Std. Error 95% Confidence Interval of the Difference Difference Difference Lower Upper .875 58 .385 11.967 13.676 -15.408 39.342 .875 57.486 .385 11.967 13.676 -15.413 39.347 UJI BEDA INDEPENDENT SAMPLE T-TEST: Group Statistics subjek total N Mean Std. Deviation Std. Error Mean bekerja 30 467.23 55.414 10.117 tidak bekerja 30 455.27 50.399 9.202

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 92 Antar Aspek: One-Sample Statistics N Mean Std. Deviation Std. Error Mean Manfaat 11 526.55 38.772 11.690 Perbandingan 11 496.09 21.083 6.357 Keadilan 11 492.27 31.781 9.582 Waktu 11 492.00 31.116 9.382 Situasional 11 503.27 30.806 9.288 One-Sample Test Test Value = 0 95% Confidence Interval of the Difference t df Sig. (2-tailed) Mean Difference Lower Upper Manfaat 45.042 10 .000 526.545 500.50 552.59 Perbandingan 78.042 10 .000 496.091 481.93 510.25 Keadilan 51.373 10 .000 492.273 470.92 513.62 Waktu 52.442 10 .000 492.000 471.10 512.90 Situasional 54.183 10 .000 503.273 482.58 523.97 Group Statistics subjek manfaat perbandingan keadilan waktu situasional N Mean Std. Deviation Std. Error Mean bekerja 11 266.64 16.014 4.828 tidak bekerja 11 259.91 24.440 7.369 bekerja 11 250.27 10.001 3.015 tidak bekerja 11 245.82 12.505 3.770 bekerja 11 248.91 14.693 4.430 tidak bekerja 11 243.36 17.862 5.386 bekerja 11 250.36 12.746 3.843 tidak bekerja 11 241.64 20.451 6.166 bekerja 11 258.09 9.721 2.931 tidak bekerja 11 250.91 12.381 3.733

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93 Levene's Test for Equality of Variances F manfaat Equal variances assumed Sig. .044 .836 .260 .615 .529 .475 5.105 .035 1.332 .262 Equal variances not assumed perbandingan Equal variances assumed Equal variances not assumed keadilan Equal variances assumed Equal variances not assumed waktu Equal variances assumed Equal variances not assumed situasional Equal variances assumed Equal variances not assumed t-test for Equality of Means 95% Confidence Interval of the t .764 df Sig. (2- Mean Std. Error tailed) Difference Difference Difference Lower Upper 20 .454 6.727 8.810 -11.650 25.104 .764 17.251 .455 6.727 8.810 -11.839 25.294 .923 20 .367 4.455 4.828 -5.616 14.525 .923 19.079 .368 4.455 4.828 -5.647 14.556 .795 20 .436 5.545 6.974 -9.001 20.092 .795 19.283 .436 5.545 6.974 -9.036 20.127 20 .244 8.727 7.266 -6.429 23.883 1.201 16.750 .246 8.727 7.266 -6.620 24.074 1.513 20 .146 7.182 4.746 -2.718 17.082 1.513 18.934 .147 7.182 4.746 -2.754 17.118 1.201

(113)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
117
Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
145
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
130
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
138
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
100
KEPUASAN PERNIKAHAN PADA PEREMPUAN YANG BEKERJA Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
116
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
1
148
Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
112
Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
106
Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
130
Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
1
143
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
101
Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
177
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
99
PERBEDAAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS ANTARA IBU BEKERJA DAN IBU TIDAK BEKERJA Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
92
Show more