UPAYA MEMINIMALISIR TINGKAT KECEMASAN MENJELANG ULANGAN KENAIKAN KELAS MELALUI BIMBINGAN BELAJAR MENGGUNAKAN TEKNIK RELAKSASI PROGRESIF (Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling pada Siswa VIID SMP Negeri 2 Sambirejo, Sragen Tahun Ajaran 20132014) SKRI

Gratis

0
2
217
9 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI UPAYA MEMINIMALISIR TINGKAT KECEMASAN MENJELANG ULANGAN KENAIKAN KELAS MELALUI BIMBINGAN BELAJAR MENGGUNAKAN TEKNIK RELAKSASI PROGRESIF (Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling pada Siswa VIID SMP Negeri 2 Sambirejo, Sragen Tahun Ajaran 2013/2014) SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Bimbingan dan Konseling Oleh : Melani Dian Pratiwi NIM : 101114046 PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI UPAYA MEMINIMALISIR TINGKAT KECEMASAN MENJELANG ULANGAN KENAIKAN KELAS MELALUI BIMBINGAN BELAJAR MENGGUNAKAN TEKNIK RELAKSASI PROGRESIF (Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling pada Siswa VIID SMP Negeri 2 Sambirejo, Sragen Tahun Ajaran 2013/2014) SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Bimbingan dan Konseling Oleh : Melani Dian Pratiwi NIM : 101114046 PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI MOTTO Percaya pada kemampuan diri jangan pernah terpengaruh orang lain karena sesungguhnya yang mampu menyelesaikan persoalan adalah diri sendiri Pesan dan do’a orangtua adalah kekuatan terhebat ketika berada dalam benang keputusasaan Doa yang ku panjatkan dalam setiap sujudku adalah sebuah kekuatan untuk menggapai impianku ( Melani ) iv

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERSEMBAHAN Karyaku ini ku persembahkan untuk orang‐orang yang senantiasa membantu, mendukung, dan selalu menyemangatiku, yaitu : Kedua orangtuaku Wagino dan Suyati, S.Pd Simbahku Painah Kakakku Yuyun Setyawan,Amd. Kep Sahabat Terbaikku Winda Arifianti, Amd.Keb Kekasihku Danu Mukti Sahabat-sahabatku BK 2010 B Dian Kristiana, Ristin Rahmawati, Kristituta Ambarsari, Yusika Marthafani, Elista Tri Winahyu Jati, Fitri Naiti, Frida Mayangsari, Albertus Arif Priambodo, dan Ciputra Albalenta Karyaku ini tidak akan pernah selesai tanpa dukungan, bantuan, dan semangat kalian. v

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK UPAYA MEMINIMALISIR TINGKAT KECEMASAN MENJELANG ULANGAN KENAIKAN KELAS MELALUI BIMBINGAN BELAJAR MENGGUNAKAN TEKNIK RELAKSASI PROGRESIF (Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling pada Siswa VIID SMP Negeri 2 Sambirejo, Sragen Tahun Ajaran 2013/2014) Melani Dian Pratiwi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Penelitian ini bertujuan untuk meminimalisir tingkat kecemasan siswa menjelang ulangan kenaikan kelas serta untuk mengetahui seberapa baik penurunan tingkat kecemasan siswa melalui layanan bimbingan belajar dengan menggunakan teknik relaksasi progresif pada siswa kelas VIID SMP Negeri 2 Sambirejo Sragen Tahun ajaran 2013/2014. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling (PTBK) yang telah dilaksanakan dalam 3 siklus. Setiap siklus dalam penelitian ini dilakukan dalam satu kali pertemuan. Subyek dari penelitian ini adalah siswa kelas VIID SMP Negeri 2 Sambirejo, Sragen Tahun ajaran 2013/2014 yang berjumlah 34 siswa yang terdiri dari 18 siswa laki-laki dan 16 siswa perempuan. Data penelitian ini diperoleh melalui skala kecemasan dan didukung oleh hasil observasi selama kegiatan bimbingan belajar berlangsung, wawancara, dan dokumentasi. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan antara pre-test dan post-test, dimana terdapat penurunan skor item dan skor subjek pada setiap siklusnya. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat adanya penurunan tingkat kecemasan secara signifikan menjelang ulangan kenaikan kelas pada siswa kelas VIID SMP Negeri 2 Sambirejo, Sragen setelah mengikuti layanan bimbingan belajar dengan menggunakan teknik relaksasi progresif. Hasil rata-rata jumlah skor subyek pada pra siklus adalah 64.85%. Pada siklus I rata-rata skor subyek menurun menjadi 54.21%. Pada siklus II rata-rata skor subyek menurun menjadi 43.55%. Pada siklus III rata-rata jumlah skor subyek menurun menjadi 30.64%. Dari hasil T-test juga menunjukkan bahwa Ho ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kecemasan menjelang ulangan kenaikan kelas pada siswa kelas VIID SMP Negeri 2 Sambirejo, Sragen dapat diminimalisir melalui bimbingan belajar dengan menggunakan teknik relaksasi progresif. Kata Kunci : Kecemasan, bimbingan belajar, teknik relaksasi progresif viii

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT THE EFFORD TO MINIMIZE LEVEL OF ANXIETY TOWARDS FINAL TEST USING TUTOR AND PROGRESSIVE RELAXATION TECHNIQUE (An Action Research in Guidance and Counseling in Class VIID ofSambirejo 2 State Junior High School, Sragen 2013/2014 Academic Year) Melani Dian Pratiwi Sanata Dharma University Yogyakarta The aim of study is to minimize the anxiety level of students towardsincrease of class test and to find out how the decrease anxiety levels of students through tutoring services using progressive relaxation techniques in 7th grade students of 2013/2014 from Sambirejo 2 State Junior High School, Sragen. This study is an Action Research in Guidance and Counseling (PTBK) which has been implemented in threecycles. Each cycle in this study is conducted in one session. The subject of this research is 7th grade students of 2013/2014 from Sambirejo 2 State Junior High School, Sragen. The participant are 34 students, consisting of 18 male of students and 16 female students. The research data was analyzed through the anxiety scale and supported by the results of observations during tutoring, interviews, and documentation. The analysis showed that there is a different result between the pre-test and post-test. This is proved by decreasing item score and score of subject at each cycle. This suggests that decrease significantly anxiety levels towards the final test taken by the 7th grade students of 2013/2014 from Sambirejo 2 State Junior High School, Sragen after attending tutoring services using progressive relaxation techniques. The average total score on the stuject of are-cycle is 64,85%. The average of the first cycle score of the subject is decreasing to 54,21%. The average of the second cycle score of the subject is decreasing to 43,55%. The third cycle the average total score is decreasing to 30,64%. The T-test result also showed that Ho is rejected. Based on the explanation above, it can be conduded that the level of anxiety towards final test of the 7th grade students of 2013/2014 from Sambirejo 2 State Junior High School, Sragen can be minimized by tutoring using progressive relaxation techniques. Keywords : anxiety, tutoring, progressive relaxation techniques. ix

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Segala puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya sehingga penyusunan skripsi ini berjalan dengan lancar dan terselesaikan dengan baik. Skripsi ini disusun untuk melengkapi sebagian dari syarat guna memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Bimbingan dan Konseling Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Penulisan skripsi ini sangat membantu penulis dalam memperkaya ilmu selama melakukan penelitian. Penulis mengucapkan terimakasih atas kesempatan, bimbingan, tenaga dan waktu yang telah diberikan oleh beberapa pihak dalam memperlancar skripsi ini. Dalam penulisan skripsi ini penulis banyak menerima bantuan, semangat, dan doa dari berbagai pihak yang sangat mendukung dalam penyelesaian skripsi ini. Oleh karena itu, dengan kerendahan hati, penulis ingin menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada.: 1. Dr. Gendon Barus, M.Si selaku Kepala Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma serta sebagai dosen pembimbing yang telah memberikan pendampingan bagi penulis, meluangkan waktu untuk berbagi pengalaman, menuntun penulis dengan penuh kesabaran, membantu penyelesaian skripsi ini. x penulis dalam proses

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2. Juster Donal Sinaga, M.P.d selaku Wakaprodi Program Studi Bimbingan dan Konseling yang telah membantu dan memberikan kelancaran kepada penulis dalam proses penyelesaian skripsi ini. 3. Bapak dan Ibu Dosen Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma yang telah mencurahkan waktu dan tenaga untuk berbagi ilmu dengan penuh ketulusan. 4. Mas A. Priyatmoko selaku sekretariat Program Studi Bimbingan dan Konseling yang selalu membantu penulis dalam proses penyelesaian skripsi. 5. Ibu Nining Kristanti, M.Pd selaku Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Sambirejo yang berkenan menerima dan memberikan kesempatan kepada peneliti untuk melakukan penelitian. 6. Drs. Suyatno dan Sri Lestari selaku Guru BK di SMP Negeri 2 Sambirejo yang berkenan membantu, mengarahkan, dan membimbing dalam pelaksanaan penelitian. 7. Drs. Murjoko selaku Waka Kurikulum yang bersedia membantu pelaksanaan penelitian. 8. Seluruh Guru dan staf karyawan SMP Negeri 2 Sambirejo Sragen yang mau menerima, memberikan saran, pendapat dan membantu selama proses penelitian. 9. Seluruh Siswa Kelas VIID tahun ajaran 2013/2014 SMP Negeri 2 Sambirejo atas waktu dan kebersamaan selama penelitian. xi

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10. Kedua Orangtua Wagino dan Suyati, S.Pd yang telah memberikan semangat, motivasi, dukungan dan doa kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi. Doa dan dukunganmu adalah semangatku. 11. Simbahku Painah yang senantiasa memberikan nasehat, doa dan dukungan sehingga skripsi ini dapat selesai. 12. Kakakku Yuyun Setyawan, Amd.Kep yang selalu memberikan dukungan, semangat, dan motivasi hingga skripsi ini dapat selesai. 13. Danu Mukti yang selalu membantu, menyemangati dan mendampingi penulis selama penyusunan hingga skripsi dapat diselesaikan. 14. Winda Arifianti, Amd.Keb yang tak henti-hentinya menyemangati dan selalu memberikan dukungan saat peneliti mengalami kesulitan pada proses penyusunan skripsi. 15. Kakak sepupuku Sulistyanto atas bantuan dan semangatnya selama penulis mengerjakan skripsi. 16. Saudara-saudaraku Dwi Wulandari, Nyantik dan Sri yang selalu mengingatkan, dan menyemangati ketika penulis hilang semangat. 17. Sahabat - sahabatku BK 2010 atas kesempatan, kebersamaan, dan dukungan selama perkuliahan hingga skripsi ini selesai. 18. Sahabat - sahabatku Diah Novitha dan Karina Cendrakasih yang telah memberikan semangat, motivasi dan dukungan selama peneliti hilang semangat ketika mengerjakan skripsi. xii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL.............................................................................. HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING .................................... HALAMAN PENGESAHAN ............................................................... HALAMAN MOTTO... ......................................................................... HALAMAN PERSEMBAHAN.. .......................................................... HALAMAN KEASLIAN KARYA ....................................................... PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI. ................................. ABSTRAK. ............................................................................................ ABSTRACT ........................................................................................... KATA PENGANTAR ........................................................................... DAFTAR ISI. ......................................................................................... DAFTAR TABEL. ................................................................................. DAFTAR GAMBAR. ............................................................................ DAFTAR GRAFIK ................................................................................ DAFTAR LAMPIRAN. ......................................................................... BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ....................................................... B. Identifikasi Masalah ............................................................ C. Pembatasan Masalah .......................................................... D. Rumusan Masalah ................................................................ E. Tujuan Penelitian.................................... ............................. F. Manfaat Penelitian ............................................................... G. Definisi Operasional............................................................. BAB II. LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS TINDAKAN A. Hakikat Kecemasan .............................................................. 1. Pengertian Kecemasan ................................................... 2. Jenis-jenis Kecemasan ................................................... 3. Gejala-gejala Kecemasan ............................................... 4. Faktor-faktor Penyebab Kecemasan .............................. 5. Aspek-aspek Kecemasan ................................................ 6. Penyebab Kecemasan Menjelang Ujian. ........................ 7. Upaya Menekan Kecemasan Menjelang Ujian. ............. B. Layanan Bimbingan Belajar................................................. 1. Pengertian Bimbingan Belajar ....................................... 2. Tujuan Bimbingan Belajar ............................................. 3. Fungsi Bimbingan Belajar.............................................. 4. Pelaksanaan Bimbingan Belajar..................................... C. Relaksasi Progresif ............................................................... 1. Pengertian Relaksasi Progresif....................................... 2. Manfaat Relaksasi Progresif .......................................... 3. Jenis-jenis Relaksasi Progresif ....................................... 4. Kekuatan Teknik Relaksasi Progresif dalam Bimbingan 5. Hasil Penelitian Sebelumnya.......................................... xiv Halaman i ii iii iv v vi vii viii ix x xiv xvii xviii xix xx 1 4 4 5 5 6 7 9 9 11 14 16 18 22 23 27 27 28 30 31 32 32 33 34 35 36

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI D. Kerangka Berfikir................................................................. E. Hipotesis Tindakan............................................................... BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian.................................................................. B. Subjek Penelitian.................................................................. C. Waktu dan Tempat Penelitian .............................................. D. Setting Penelitian ................................................................. E. Partisipan dalam penelitian. ................................................. F. Peran dan Posisi Peneliti ...................................................... G. Prosedur Penelitian............................................................... H. Tahap Penelitian........................................................... ........ I. Hasil Intervensi Tindakan yang Diharapkan ........................ J. Data dan Sumber Data ......................................................... K. Teknik Pengumpulan Data. .................................................. 1. Skala Kecemasan ........................................................... 2. Pengamatan/observasi .................................................... 3. Wawancara. .................................................................... L. Instrumen Pengumpulan Data. ............................................. 1. Skala Kecemasan ........................................................... 2. Lembar Observasi .......................................................... 3. Pedoman Wawancara ..................................................... M. Analisis Uji Instrument. ....................................................... 1. Validitas ......................................................................... 2. Reliabilitas ..................................................................... N. Teknik Analisis Data. ........................................................... 1. Data Kuantitatif .............................................................. 2. Data Kualitatif ................................................................ O. Kriteria Keberhasilan. .......................................................... 1. Kuantitatif ...................................................................... 2. Kualitatif ........................................................................ BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian. .................................................................... 1. Pra Tindakan ................................................................... a. Perencanaan Tindakan Pra Tindakan ........................ b. Pelaksanaan Tindakan Pra Tindakan ........................ 1) Rekaman Fakta .................................................... 2) Hasil Pengukuran skala kecemasan .................... c. Hasil Pengamatan dan Hasil Wawancara .................. 1) Hasil Pengamatan ................................................ 2) Hasil Wawancara ................................................ d. Hasil Refleksi Pra Tindakan...................................... 2. Penelitian Tindakan Siklus I ........................................... a. Perencanaan Tindakan Siklus I ................................. b. Pelaksanaan Tindakan Siklus I.................................. 1) Rekaman Fakta .................................................... xv 39 43 44 45 45 46 46 47 48 50 56 56 57 57 57 57 58 58 59 61 61 61 64 66 66 69 70 71 72 73 73 73 74 74 76 79 79 81 83 84 84 87 87

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2) Hasil Pengukuran Kecemasan ............................. c. Hasil Pengamatan dan hasil wawancara ................... 1) Hasil pengamatan ................................................ 2) Hasil Wawancara ................................................ d. Hasil Refleksi Tindakan Siklus I............................... 3. Penelitian Tindakan Siklus II .......................................... a. Perencanaan Tindakan Siklus II ................................ b. Pelaksanaan Tindakan Siklus II ................................ 1) Rekaman Fakta .................................................... 2) Hasil Pengukuran skala kecemasan .................... c. Hasil Pengamatan dan Hasil Wawancara .................. 1) Hasil Pengamatan ................................................ 2) Hasil Wawancara ................................................ d. Hasil Refleksi Tindakan Siklus II ............................ 4. Penelitian Tindakan Siklus III......................................... a. Perencanaan Tindakan Siklus III. ............................. b. Pelaksanaan Tindakan Siklus III ............................... 1) Rekaman Fakta .................................................... 2) Hasil pengukuran skala kecemasan..................... c. Hasil Pengamatan dan Hasil Wawancara. ................. 1) Hasil Pengamatan ................................................ 2) Hasil Wawancara ................................................ d. Hasil Refleksi Tindakan Siklus III ............................ 5. Ketercapaian Kriteria Keberhasilan ................................ 6. Hasil Uji Hipotesis .......................................................... B. Pembahasan ........................................................................... BAB V PENUTUP A. Kesimpulan .......................................................................... B. Keterbatasan Penelitian ........................................................ C. Saran .................................................................................... 1. Bagi Guru BK ................................................................ 2. Bagi Siswa...................................................................... 3. Bagi Peneliti Lain........................................................... 4. Bagi Program Studi Bimbingan dan Konseling ............. DAFTAR PUSTAKA ........................................................................... LAMPIRAN .......................................................................................... xvi 90 94 95 96 97 99 99 99 100 102 106 106 107 108 109 109 110 110 113 116 116 117 118 119 119 121 127 128 128 128 129 129 130 131 134

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 3.1 Tugas Peneliti dan Kolaborator ............................................. Tabel 3.2 Kegiatan Pengumpulan Data.................................................. Tabel 3.3 Kisi-Kisi Angket Kecemasan ................................................. Tabel 3.4 Lembar Observasi .................................................................. Tabel 3.5 Rekapitulasi Hasil Uji Validitas............................................. Tabel 3.6 Hasil Itung Indeks Reliabilitas ............................................... Tabel 3.7 Kategori Skor Item ................................................................. Tabel 3.8 Kategori Skor Subjek ............................................................. Tabel 3.9 Kriteria Keberhasilan ............................................................. Tabel 4.1 Distribusi Skor Item Pra Tindakan......................................... Tabel 4.2 Distribusi Skor Subyek Pra Tindakan .................................... Tabel 4.3 Hasil Observasil Pra Tindakan............................................... Tabel 4.4 Distribusi Skor Item Siklus I.................................................. Tabel 4.5 Distribusi Skor Subyek Siklus I ............................................. Tabel 4.6 Hasil Observasi siklus I ......................................................... Tabel 4.7 Distribusi Skor Item Siklus II ................................................ Tabel 4.8 Distribusi Skor Subyek Siklus II............................................ Tabel 4.9 Hasil Observasi Siklus II ....................................................... Tabel 4.10 Distribusi Skor Item Siklus III ............................................. Tabel 4.11 Distribusi Skor Subyek Siklus III ........................................ Tabel 4.12 Hasil Observasi Siklus III .................................................... Tabel 4.13 Kriteria dan Target Keberhasilan ......................................... Tabel 4.14 Rekapitulasi Hasil Analisis Uji Hipotesis Tindakan ............ xvii 48 51 59 60 63 65 68 69 71 76 78 80 91 93 96 102 104 107 113 115 117 119 120

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Kerangka Berfikir............................................................... Gambar 3.1 Bagan Penelitian Tindakan Model Hopkins ...................... xviii 42 49

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GRAFIK Grafik 1. Skor Item Pra Tindakan .......................................................... Grafik 2 Skor Subyek Pra Tindakan ...................................................... Grafik 3 Perbandingan Skor Item Pra Tindakan dan Siklus I............. .. Grafik 4 Perbandingan Skor Subyek Pra Tindakan dan Siklus I......... .. Grafik 5 Perbandingan Skor Item Pra Tindakan, Siklus I dan Siklus II ................................................................................ Grafik 6 Perbandingan Skor Subyek Pra Tindakan, Siklus I dan Siklus II ................................................................................ Grafik 7 Perbandingan Skor Item Pra Tindakan, Siklus I , Siklus II dan Siklus III ......................................................................... Grafik 8 Perbandingan Skor Subyek Pra Tindakan, Siklus I , Siklus II, dan Siklus III ........................................................................ xix 77 79 92 94 103 105 114 116

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Satuan Pelayanan Bimbingan ............................................ Lampiran 2. Instrumen Penelitian ......................................................... Lampiran 3. Tabulasi data Skor Kecemasan .......................................... Lampiran 4. Rekapitulasi Data Penelitian.............................................. Lampiran 5. Hasil Uji Reliabilitas, Validitas, dan T-test ....................... Lampiran 6. Foto-foto Penelitian ........................................................... Lampiran 7. Surat Ijin Penelitian ........................................................... xx 135 160 167 176 185 191 194

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN Bab ini berisi latar belakang masalah, identifikasi masalah, pembatasan masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, dan definisi operasional dari beberapa istilah yang digunakan dalam penelitian. A. Latar Belakang Masalah Kecemasan merupakan salah satu dari perasaan emosi yang dialami oleh setiap manusia. Rasa cemas merupakan rasa yang timbul akibat perasaan terancam terhadap suatu hal yang dapat terjadi pada siapapun, dimanapun dan kapanpun. Perasaan ini juga sering menyerang para siswa yang sedang menempuh pendidikan di sekolah. Biasanya mereka mengalami kecemasan pada saat menjelang ulangan harian, Ujian Tengah Semester (UTS), Ulangan Kenaikan Kelas (UKK), Ujian Akhir Sekolah (UAS), dan Ujian Nasional (UN). Perasaan cemas yang dihadapi siswa bisa terjadi karena perasaan khawatir yang mereka hadapi. Diantaranya adalah takut tidak dapat mengerjakan soal yang akan diberikan, tidak mendapatkan nilai yang bagus, merasa sulit menjawab soal, takut salah memilih jawaban, dan khawatir nilai yang diperoleh rendah dan mengharuskan siswa mengikuti remedy. Kecemasan bisa menjadi penghambat dalam proses belajar mengajar. Sieber (dalam Sudrajat, 2008) menyatakan kecemasan dalam ujian merupakan faktor penghambat 1 dalam belajar yang dapat

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI mengganggu kinerja fungsi-fungsi psikologis seseorang, 2 seperti berkonsentrasi, mengingat, takut gagal, pembentukan konsep dan pemecahan masalah. Pada tingkat kronis dan akut, gejala kecemasan dapat berbentuk gangguan fisik (somatik), seperti gangguan pada saluran pencernaan, sering buang air, gangguan jantung, sesak di dada, gemetaran bahkan pingsan. Penelitian Hill (dalam Hasan C.D : 2007) juga membuktikan bahwa kecemasan dapat menjadi faktor penghambat dalam belajar. Hasil dari penelitian Hill menyimpulkan bahwa sebagian besar siswa yang mengikuti tes gagal menunjukkan kemampuan mereka yang sebenarnya disebabkan oleh situasi dan suasana tes yang membuat mereka cemas. Sebaliknya, para siswa memperlihatkan hasil yang lebih baik jika berada pada kondisi yang lebih optimal, dalam arti unsur-unsur yang membuat siswa berada di bawah tekanan dikurangi atau dihilangkan sama sekali. Hal ini menunjukkan bahwa sebenarnya para siswa tersebut menguasai materi yang diujikan tapi gagal memperlihatkan kemampuan mereka yang sebenarnya karena kecemasan yang melanda mereka saat menghadapi tes. Pada saat melakukan wawancara pada sebagian siswa kelas VIID SMP Negeri 2 Sambirejo, peneliti mendapati bahwa banyak siswa mengalami kecemasan menjelang ulangan kenaikan kelas. Mereka mengeluh bahwa ulangan kenaikan kelas membuat mereka cemas. Kecemasan tersebut muncul karena mereka dibayang - bayangi oleh soal ulangan yang sulit, pengawas yang galak dan materi yang mereka pelajari

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 tidak keluar sehingga menyebabkan mereka tinggal kelas. Dari pernyataan tersebut peneliti memperoleh fenomena bahwa sebagian besar siswa di kelas VIID SMP Negeri 2 Sambirejo mengalami kecemasan terlebih dahulu sebelum menjalani tes ulangan kenaikan kelas dan hal ini sangat berpengaruh pada kondisi fisik, kognitif, dan afektik siswa akibat dari kecemasan yang mereka alami. Dampak yang ditimbulkan akibat kecemasan menjelang ulangan kenaikan kelas sangatlah merugikan kerja siswa maka perlu adanya upaya untuk meminimalisir kondisi tersebut. Peneliti akan melakukan bimbingan belajar pada siswa yang mengalami kecemasan menjelang ulangan kenaikan kelas. Bimbingan belajar ini berupaya untuk mengatasi dan mencegah permasalahan yang dihadapi siswa terutama untuk mengatasi timbulnya kecemasan pada siswa menjelang ulangan kenaikan kelas. Pada saat memberikan bimbingan belajar peneliti menggunakan teknik relaksasi progresif (relaksasi otot) sebagai alat untuk meminimalisir tingkat kecemasan yang dihadapi oleh siswa. Teknik relaksasi progresif adalah suatu teknik yang digunakan untuk membuat seseorang relaks dan dapat menurunkan kecemasan akibat suatu keadaan tertentu dengan cara melemaskan otot-otot badan. Oleh karena itu melalui penjelasan di atas, maka peneliti bermaksud untuk mengadakan penelitian dengan judul “ Upaya Meminimalisir Tingkat Kecemasan Menjelang Ulangan Kenaikan Kelas

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 Melalui Bimbingan Belajar dengan Menggunakan Teknik Relaksasi Progresif Pada Siswa Kelas VIID di SMP Negeri 2 Sambirejo.” B. Identifikasi masalah Masalah yang mendasari penelitian ini adalah: 1. Dalam kenyataannya terlihat bahwa banyak sekali orang yang memiliki tingkat kecemasan yang tinggi saat menghadapi situasi tertentu dan hal itu sangat mengganggu fungsi-fungsi psikologis seseorang. 2. Sebagian besar siswa di SMP Negeri 2 Sambirejo Sragen khususnya kelas VIID memiliki tingkat kecemasan yang tinggi pada saat menjelang ulangan kenaikan kelas. 3. Bimbingan belajar dengan menggunakan teknik relaksasi progresif belum diketahui hasilnya. 4. Kinerja pelajar akan lebih optimal ketika siswa mengerjakan tes ulangan kenaikan kelas tidak mengalami kecemasan. C. Pembatasan Masalah Masalah yang teridentifikasi dalam penelitian ini sangat luas dan cukup kompleks. Maka dari itu peneliti merasa perlu untuk memberikan pembatasan masalah agar penelitian ini lebih fokus dan sesuai dengan tujuan. Pembatasan masalah dalam penelitian ini adalah “ Upaya Meminimalisir Tingkat Kecemasan dalam Menghadapi Ujian Kenaikan

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 Kelas Melalui Bimbingan Belajar dengan Menggunakan Teknik Relaksasi Progesif Pada Siswa Kelas VIID di SMP Negeri 2 Sambirejo Sragen.” D. Rumusan Masalah 1. Apakah tingkat kecemasan siswa kelas VIID pada saat menjelang ulangan kenaikan kelas dapat diminimalisir melalui bimbingan belajar dengan menggunakan teknik relaksasi progesif di SMP Negeri 2 Sambirejo Sragen ? 2. Seberapa tinggi tingkat penurunan kecemasan siswa menjelang ulangan kenaikan kelas melalui bimbingan belajar dengan menggunakan teknik relaksasi progresif pada setiap siklusnya ? 3. Apakah terdapat perbedaan tingkat penurunan kecemasan siswa secara signifikan menjelang ulangan kenaikan kelas melalui bimbingan belajar dengan menggunakan teknik relaksasi progresif pada setiap siklusnya? E. Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah : 1. Meminimalisir tingkat kecemasan siswa kelas VIID menjelang ulangan kenaikan kelas melalui bimbingan belajar dengan menggunakan teknik Relaksasi progresif di SMP Negeri 2 Sambirejo Sragen.

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 2. Mengetahui seberapa tinggi penurunan tingkat kecemasan siswa melalui bimbingan belajar dengan menggunakan teknik relaksasi progresif pada setiap siklusnya. 3. Mengetahui ada tidaknya perbedaan tingkat penurunan kecemasan siswa secara signifikan menjelang ulangan kenaikan kelas melalui bimbingan belajar dengan menggunakan teknik relaksasi progresif pada setiap siklusnya F. Manfaat Penelitian Ada beberapa manfaat yang diperoleh dari penelitian ini, yaitu : 1. Manfaat Teoritis Secara teoritis, hasil penelitian ini dapat memberikan sumbangan bagi ilmu pengetahuan khususunya dalam bidang ilmu Bimbingan dan Konseling, sehingga dapat dijadikan sebagai rujukan bagi peneliti selanjutnya pada kajian yang sama tetapi pada ruang lingkup yang lebih luas dan mendalam. 2. Manfaat Praktis a. Bagi Guru BK sekolah Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai masukan dalam upaya meminimalisir tingkat kecemasan pada siswa melalui layanan bimbingan belajar dengan menggunakan teknik relaksasi progresif.

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 b. Bagi Siswa Siswa dapat mengatasi kecemasan ketika menjelang ulangan kenaikan kelas. Selain itu siswa menjadi lebih mampu dan optimal dalam mengerjakan ulangan kenaikan kelas. c. Bagi Peneliti Penelitian ini merupakan kesempatan bagi peneliti untuk memberikan ilmu yang telah didapat selama kuliah di program Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. G. Definisi Operasional Supaya tidak terjadi salah pengertian maksud dari judul penelitian ini, maka peneliti merasa perlu memberikan penegasan-penegasan batasan istilah dalam judul “Upaya Meminimalisir Tingkat Kecemasan Menjelang Ulangan Kenaikan Kelas Melalui Bimbingan Belajar dengan Menggunakan Teknik Relaksasi Progresif Pada Siswa Kelas VIID di SMP Negeri 2 Sambirejo, Sragen”, yaitu : 1. Kecemasan merupakan suatu kondisi psikologis dan fisiologis siswa yang tidak menyenangkan yang ditandai pikiran, perasaan dan manifestasi fisik yang tidak terkendali. Adapun kondisi yang tidak terkendali dan tidak menyenangkan tersebut yaitu: sulit konsentrasi, bingung memilih jawaban yang benar, mental

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 blocking, khawatir, takut, gelisah dan gemetar menjelang ulangan kenaikan kelas. Kecemasan dalam penelitian ini berfokus pada kecemasan menjelang ulangan kenaikan kelas. 2. Bimbingan Belajar adalah suatu proses pemberian bantuan kepada siswa dalam menyelesaikan masalah-masalah belajar yang dihadapi siswa, sehingga tercapai tujuan belajar yang diinginkan. 3. Teknik relaksasi progresif adalah suatu proses yang membebaskan mental dan fisik individu dari segala macam faktor yang mempengaruhi individu yang menyebabkan individu berada pada kondisi tertekan. Dalam penelitian ini teknik relaksasi progresif digunakan sebagai upaya untuk membantu siswa meminimalisir tingkat kecemasannya dengan cara merilekskan otot-otot badan yang tegang.

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS TINDAKAN Bab ini berisi kajian konseptual penelitian yaitu: hakikat kecemasan, bimbingan belajar, relaksasi progresif, dan kerangka berfikir. A. Hakikat Kecemasan pada Siswa Menjelang Ulangan Kenaikan Kelas 1. Pengertian Kecemasan Pada dasarnya, kecemasan merupakan hal wajar yang pernah dialami oleh setiap manusia. Kecemasan sudah dianggap sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Kecemasan adalah suatu perasaan yang sifatnya umum, dimana seseorang merasa ketakutan atau kehilangan kepercayaan diri yang tidak jelas asal maupun wujudnya (Wiramihardja, 2005). Lubis (2009) menjelaskan bahwa kecemasan adalah tanggapan dari sebuah ancaman nyata ataupun khayal. Individu mengalami kecemasan karena adanya ketidakpastian dimasa mendatang. Kecemasan dialami ketika berfikir tentang sesuatu tidak menyenangkan yang akan terjadi. Menurut Levitt (dalam Gunarsa, 2004) merumuskan kecemasan sebagai subjek yang mengalami perasaan tertekan dan tingkat psikologis yang tinggi. Kecemasan berbeda dari rasa takut biasa. Rasa takut dirasakan jika ancaman berupa sesuatu yang bersifat objektif, spesifik, dan terpusat. Ketakutan lebih banyak 9

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 didominasi oleh efek negatif. Sementara itu, kecemasan disebabkan oleh suatu ancaman yang bersifat lebih umum dan subjektif. Kecemasan merupakan reaksi biasa atau sesuatu yang normal terjadi. Sieber (dalam Sudrajat, 2008) menyatakan kecemasan dalam ujian merupakan faktor penghambat dalam belajar yang dapat mengganggu kinerja fungsi-fungsi psikologis seseorang, seperti dalam berkonsentrasi, mengingat, takut gagal, pembentukan konsep dan pemecahan masalah. Pada tingkat kronis dan akut, gejala kecemasan dapat berbentuk gangguan fisik (somatik), seperti gangguan pada saluran pencernaan, sering buang air, gangguan jantung, sesak di dada, gemetaran bahkan pingsan. Sedangkan Hasan (2007) menyatakan bahwa siswa mungkin membayangkan tingkat kesulitan soal yang sangat tinggi, sehingga memicu kecemasan mereka yang tidak hanya soal yang sulit saja yang tidak dapat mereka jawab, tetapi juga soal-soal yang mudah yang sebenarnya sudah mereka kuasai. Wujud dari rasa cemas ini bermacam-macam, seperti jantung berdebar lebih keras, keringat dingin, tangan gemetar, tidak bisa berkonsentrasi, kesulitan dalam mengingat, gelisah, atau tidak bisa tidur malam sebelum tes. Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa kecemasan adalah suatu hal yang dapat mengganggu fungsi

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 psikologis dan fisik seseorang. Kecemasan bisa terjadi pada siapa saja karena kecemasan merupakan suatu keadaan yang mengganggu seseorang akibat dari suatu tekanan ataupun keadaan tertentu yang mengakibatkan seseorang mengalami ketakutan dalam hidup mereka. Pada penelitian ini fokus peneliti adalah mengenai kecemasan siswa menjelang ulangan kenaikan kelas di mana masih banyak siswa yang mengalami kecemasan akibat suatu tuntutan yang harus mereka jalani, baik dari orangtua, guru, maupun teman. Kecemasan ini bisa terjadi karena pikiran dan perasaan mereka yang tidak terkendali sehingga dapat memicu timbulnya kecemasan berlebih seperti membayangkan soal ulangan yang sulit, pengawas yang galak, dan materi yang mereka pelajari tidak keluar. 2. Jenis - Jenis Gangguan Kecemasan Ada beberapa jenis gangguan kecemasan (Supratiknya, 1995) yaitu: a. Gangguan kecemasan umum (Generalized anxiety disorder) atau keadaan cemas (anxiety states). Pada kasus ini, penderita menunjukkan simtom-simtom sebagai berikut : 1) Senantiasa diliputi ketegangan, rasa was-was, dan keresahan uneasiness). yang bersifat tak menentu (diffuse

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2) Terlalu peka atau mudah tersinggung 12 dalam pergaulan, sering merasa tidak mampu, minder, depresi, serta sedih. 3) Sulit berkonsentrasi, mengambil keputusan, dan takut salah. 4) Rasa tegang menjadikan yang bersangkutan selalu bersikap tegang lamban, bereaksi secara berlebihan terhadap rangsangan yang datang secara tiba-tiba atau yang tidak diharapkan, dan selalu melakukan gerakangerakan neurotik tertentu, seperti mematah-matahkan kuku jari, mendeham, dan sebagainya. 5) Sering mengeluh bahwa ototnya tegang, khususnya pada leher dan di sekitar bagian atas bahu, mengalami diare ringan yang kronik, sering buang air kecil, dan menderita gangguan tidur berupa imsomnia serta mimpi buruk. 6) Banyak keringat dan telapak tangannya sering basah 7) Sering berdebar-debar dan tekanan darahnya tinggi 8) Sering mengalami gangguan pernafasan dan berdebardebar tanpa sebab yang jelas 9) Sering mengalami “anxiety attacks” atau tiba-tiba cemas tanpa ada sebab pemicu yang jelas. Gejalanya dapat berupa berdebar-debar, sulit bernafas,

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 berkeringat, pingsan, badan terasa dingin, terkencingkencing, serta sakit perut. b. Gangguan Obsesif-Kompulsif Dalam kasus ini, penderita merasa terdorong atau terpaksa berfikir sesuatu dan/melakukan tindakan tertentu yang tidak dimauinya. Dalam reaksi obsesif, pikiran-pikiran yang menghantui tersebut bersifat persisten (tidak mau hilang). Pikiran tersebut dapat berupa kekhawatiran (pada tingkat kognitif) dan sangat mengganggu tingkah lakunya dalam kehidupan sehari-hari. Dalam reaksi kompulsif, penderita merasa harus melakukan tindakan tertentu yang baginya sendiri terasa absurd atau aneh dan sebenarnya ia tidak mau melakukannya. Gangguan obsesif-kompulsif lazim diderita oleh orang-orang yang minder dan merasa tidak aman, yang kaku suara hatinya, yang mudah merasa bersalah, dan yang mudah merasa terancam. Dalam situasi ini gangguan tersebut muncul karena berbagai sebab : 1) Merupakan “pembentukan reaksi” atau pengganti terhadap pikiran atau keinginan untuk melakukan tindakan kebalikannya.

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 2) Perasaan bersalah atau takut terkena hukuman. Contohnya: mencuci tangan berkali-kali pada saat mengalami kecemasan 3) Untuk menciptakan suasana yang aman dan tertib, khususnya menghadapai situasi yang mengancam dan menimbulkan kecemasan. c. Gangguan fobia Fobia adalah perasaan takut yang bersifat menetap terhadap obyek atau situasi tertentu yang sesungguhnya tidak menimbulkan ancaman nyata bagi yang bersangkutan. Fobia memiliki beberapa sifat khusus sebagai berikut : 1) Perasaan takutnya intens dan mengganggu kegiatan sehari-hari si penderita. 2) Biasanya disertai sintom-sintom lain, seperti : pusingpusing, sakit punggung, sakit perut, dsb 3) Kadang-kadang disertai kesulitan membuat keputusan. Gejala ini disebut desidofobia, atau takut membuat keputusan. 3. Gejala-Gejala Kecemasan Kecemasan adalah suatu keadaan yang mengganggu kondisi fisik dan psikis seseorang karena adanya ancaman terhadap suatu tekanan atau keadaan tertentu. Seseorang yang tergolong normal kadang kala mengalami kecemasan yang menampak,

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 sehingga dapat disaksikan pada penampilan yang berupa gejalagejala fisik maupun mental. Menurut Gunarsa (2004) gejala-gejala kecemasan dapat dilihat dari perubahan ekspresi muka, tiba-tiba muka menjadi merah, membesarnya pupil mata, gerakan-gerakan otot muka, perubahan gerak-gerik tubuh seperti kakunya otot-otot, kegelisahan, interupsi gerakan yang tiba-tiba, aktivitas yang berlebih-lebihan, mengunyah benda-benda atau bagian dari tubuhnya, menggigit diri sendiri atau orang lain, dan macammacam tingkah laku yang kompulsi. Kecemasan berasal dari perasaan tidak sadar yang berada di dalam kepribadian sendiri, dan tidak berhubungan dengan objek yang nyata atau keadaan yang benar-benar ada. Rochman (2010) mengemukakan beberapa gejala-gejala dari kecemasan antara lain : a. Ada saja hal-hal yang sangat mencemaskan hati, hampir setiap kejadian menimbulkan rasa takut dan cemas. Kecemasan tersebut merupakan bentuk ketidakberanian terhadap hal-hal yang tidak jelas. b. Adanya emosi-emosi yang kuat dan sangat tidak stabil. Suka marah dan sering dalam keadaan exited (heboh) yang memuncak, sangat irritable, akan tetapi sering juga dihinggapi depresi.

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 c. Diikuti oleh bermacam-macam fantasi, delusi, ilusi, dan delusion of persecution (delusi yang dikejar-kejar). d. Sering merasa mual dan muntah-muntah, badan terasa sangat lelah, banyak berkeringat, gemetar, dan seringkali menderita diare. e. Muncul ketegangan dan ketakutan yang kronis yang menyebabkan tekanan jantung menjadi sangat cepat atau tekanan darah tinggi. 4. Faktor-Faktor Penyebab Kecemasan Kecemasan sering kali menyerang seseorang pada jangka waktu tertentu sebelum ia mengahadapi situasi yang berarti bagi hidupnya seperti ujian. Pikiran-pikiran yang negatif dapat mempercepat meunculnya serangan kecemasan. Menurut Ramaiah (2003) ada beberapa faktor yang menunujukkan reaksi kecemasan, diantaranya yaitu : a. Lingkungan Lingkungan atau sekitar tempat tinggal mempengaruhi cara berfikir individu tentang diri sendiri maupun orang lain. Hal ini disebabkan karena adanya pengalaman yang tidak menyenangkan pada individu dengan keluarga, sahabat, ataupun dengan rekan kerja. Sehingga individu tersebut merasa tidak aman terhadap lingkungannya.

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 b. Emosi yang ditekan Kecemasan bisa terjadi jika individu tidak mampu menemukan jalan keluar untuk perasaannya sendiri dalam hubungan personal ini, terutama jika dirinya menekan rasa marah atau frustasi dalam jangka waktu yang sangat lama. c. Sebab-sebab fisik Pikiran dan tubuh senantiasa saling berinteraksi dan dapat menyebabkan timbulnya kecemasan. Hal ini terlihat dalam kondisi seperti misalnya kehamilan, semasa remaja dan sewaktu pulih dari suatu penyakit. Selama ditimpa kondisikondisi ini, perubahan-perubahan perasaan lazim muncul, dan ini dapat menyebabkan timbulnya kecemasan. Daradjat (dalam Rochman, 2010) mengemukakan beberapa penyebab dari kecemasan yaitu : a. Rasa cemas yang timbul akibat melihat adanya bahaya yang mengancam dirinya. Kecemasan ini lebih dekat dengan rasa takut, karena sumbernya terlihat jelas didalam pikiran b. Cemas karena merasa berdosa atau bersalah, karena melakukan hal-hal yang berlawanan dengan keyakinan atau hati nurani. Kecemasan ini sering pula menyertai gejalagejala gangguan mental, yang kadang-kadang terlihat dalam bentuk yang umum.

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 c. Kecemasan yang berupa penyakit dan terlihat dalam beberapa bentuk. Kecemasan ini disebabkan oleh hal yang tidak jelas dan tidak berhubungan dengan apapun yang terkadang disertai dengan perasaan takut yang mempengaruhi keseluruhan kepribadian penderitanya. 5. Aspek–Aspek Kecemasan Menurut Tresna (2011) Aspek kecemasan menjelang ulangan kenaikan kelas dapat dikategorikan menjadi tiga aspek yaitu manifestasi kognitif, manifestasi afektif, dan manifestasi fisik yang tidak terkendali. Adapun penjelasan tentang aspek dan indikator kecemasan menjelang ulangan kenaikan kelas dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : a. Manifestasi Kognitif yang Tidak Terkendali Manifestasi kognitif yang tidak terkendali adalah munculnya kecemasan sebagai akibat dari cara berpikir siswa yang tidak terkondisikan yang seringkali memikirkan tentang malapetaka atau kejadian buruk yang akan terjadi menjelang ulangan kenaikan kelas. Adapun indikator manifestesi kognitif dalam kecemasan menjelang ulangan kenaikan kelas yaitu: sulit konsentrasi dan mental blocking. Sulit konsentrasi ketika menjelang ulangan kenaikan kelas adalah suatu aktivitas berpikir siswa yang tidak bisa fokus terhadap masalah yang akan

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 diselesaikannya ketika menjelang ulangan kenaikan kelas. Sulit konsentrasi menjelang ulangan kenaikan kelas ditunjukkan dengan kesulitan dalam memahami materi ulangan kenaikan kelas. Mental blocking adalah hambatan secara mental/psikologis yang menyelubungi pikiran siswa menjelang ulangan kenaikan kelas sehingga siswa tidak bisa berpikir dengan tenang. Manifestasi (kemunculan) mental blocking ditunjukkan dengan pertanda bahwa saat membaca bahan materi ulangan kenaikan kelas tiba-tiba pikiran seperti kosong (blank) dan kemungkinan tidak mengerti apa yang telah di pelajari. b. Manifestasi Afektif yang Tidak Terkendali Manifestasi afektif yang tidak terkendali adalah kecemasan muncul sebagai akibat siswa merasakan perasaan yang berlebihan menjelang ulangan kenaikan kelas yang diwujudkan dalam bentuk perasaan khawatir, gelisah dan takut menjelang ulangan kenaikan kelas terutama pada mata pelajaran yang dianggap sulit oleh siswa. Berdasarkan definisi tersebut, maka indikator kondisi afektif kecemasan menjelang ulangan kenaikan kelas, yaitu: bingung, takut, khawatir dan gelisah. Bingung adalah perasaan yang timbul saat siswa harus mengambil suatu keputusan seperti ketika siswa akan

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 mempelajari materi ujian siswa sulit untuk memilih bahan yang akan ia pelajari terlebih dahulu karena pikirannya. Khawatir dalam menghadapi ulangan kenaikan kelas adalah perasaan terganggu akibat bayangan/pikiran buruk yang dibuat oleh siswa sendiri dan dibayangkan akan terjadi saat menghadapi ulangan kenaikan kelas. Bayangan dan pikiran buruk yang dimaksud yaitu merasa khawatir apabila soal ulangan terlalu sulit untuk dijawab, perkiraan antara apa yang dipelajari tidak keluar dalam ulangan. Takut menghadapi adalah sesuatu suatu yang perasaan pada tidak perasaannya berani akan mendatangkan bencana bagi siswa saat menghadapi ulangan kenaikan kelas. Rasa takut tersebut membuat siswa menjadi tidak berdaya untuk berpikir dengan baik karena selalu dibayangi oleh bencana yang dibayangkan karena kemungkinan tidak bisa mendapatkan nilai yang memuaskan, takut tidak lulus, dan takut duduk paling depan sehingga tidak bisa tenang menjelang ulangan kenaikan kelas. Rasa gelisah menjelang ulangan kenaikan kelas muncul karena penguasaan materi siswa yang kurang dan tidak percaya dengan kemampuan diri yang dimiliki.

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 c. Manifestasi Fisik yang Tidak Terkendali Manifestasi fisik adalah suatu gangguan fisik yang berlebih sebagai akibat kecemasan yang dihadapi oleh siswa. Kecemasan tersebut seringkali ditunjukkan dengan gangguan-gangguan fisik seperti gemetar, berkeringat dan gangguan pencernaan. Berdasarkan definisi tersebut, maka indikator manifestasi fisik dalam kecemasan menjelang ulangan kenaikan kelas, yaitu gemetar, berkeringat dan gangguan pencernaan. Gemetar adalah suatu gerakan yang dilakukan tanpa sengaja, karena merasakan suatu ancaman ketika menjelang ulangan kenaikan kelas seperti membayangkan soal ulangan yang sulit kemudian tangan gemetar. Semua gerakan ini tanpa disadari dan dapat mempengaruhi tangan, lengan, kepala, wajah, pita suara dan kaki. Berkeringat juga merupakan indikator manifestasi fisik yang tidak terkendali karena pada saat menjelang ulangan kenaikan kelas siswa sering mengingat bahwa ulangan akan segera datang dan hal ini membuat siswa mengeluarkan keringat dingin. Sedangkan Gangguan pencernaan merupakan suatu kondisi yang sering dihadapi oleh siswa hal ini muncul karena siswa ketakutan ketika membayangkan situasi ulangan kenaikan kelas sehingga

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI membuat siswa sembelit ataupun berkurang 22 nafsu makannya. 6. Penyebab Kecemasan Menjelang Ulangan Kenaikan Kelas Menurut Wibowo (2012) kecemasan menjelang ulangan kenaikan kelas disebabkan oleh : a. Tidak menguasai materi pembelajaran b. Tidak percaya diri, tidak siap dan tidak biasa menghadapi kenyataan c. Tidak memiliki kesiapan mental dan fisik menjelang ulangan kenaikan kelas d. Menganggap bahwa ulangan kenaikan kelas adalah hal yang menakutkan e. Pembelajaran di sekolah dianggap belum mencukupi untuk membekali dirinya dalam ulangan kenaikan kelas Sedangkan menurut Muhibin (2008) penyebab kecemasan menjelang ulangan kenaikan kelas adalah : a. Standar nilai kelulusan yang dianggap siswa terlalu tinggi dan tidak sesuai dengan kemampuan siswa yang menyebabkan banyak siswa yang tidak mencapai nilai batas minimal b. Siswa menilai belajarnya sendiri hanya berdasarkan ketentuan yang siswa buat sendiri.

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 c. Siswa berada ditengah persaingan yang ketat sehingga siswa dituntut untuk lebih meningkatkan kemampuan akademiknya. 7. Upaya Menekan Kecemasan Menjelang Ulangan Kenaikan Kelas Menurut Yudhawati dan Haryanto (2011) Cara mengatasi kecemasan pada siswa menjelang ulangan kenaikan kelas dapat di tekan dengan cara : a. Menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan b. Selama kegiatan pembelajaran berlangsung guru mengembangkan “sense of humor” yang ada pada diri maupun para siswa. c. Melakukan kegiatan selingan melalui berbagai atraksi “game” atau “ice break” tertentu, terutama dilakukan pada saat suasana kelas sedang tidak kondusif. d. Sewaktu-waktu siswa diajak untuk melakukan kegiatan pembelajaran di luar kelas, sehingga dalam proses pembelajaran tidak selamanya siswa harus terkurung di dalam kelas. e. Memberikan materi dan tugas-tugas akademik dengan tingkat kesulitan yang moderat (tidak terlalu mudah). f. Menggunakan pendekatan humanistik dalam pengelolaan kelas, dimana siswa dapat mengembangkan pola hubungan

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI yang akrab, ramah, toleran, penuh kecintaan 24 dan penghargaan, baik dengan guru maupun dengan sesame siswa. g. Guru berupaya untuk menanamkan kesan positif dalam diri siswa, dengan hadir sebagai sosok yang menyenangkan, ramah, cerdas, penuh empati dan dapat diteladani, bukan menjadi sumber ketakutan. h. Mengembangkan sistem penilaian yang menyenangkan, dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan penilaian diri (self assessment) atas tugas dan pekerjaan yang telah dilakukannya. i. Pengembangan manajemen sekolah yang memungkinkan tersedianya sarana dan sarana pokok yang dibutuhkan untuk kepentingan pembelajaran siswa j. Mengoptimalkan pelayanan bimbingan untuk siswa disekolah Menurut Efford (dalam Dhian 2013) terdapat dua macam pendekatan yang dapat digunakan untuk mengatasi kecemasan yaitu : a. Pengelolaan kecemasan melalui pendekatan kognitif Pengelolalaan kecemasan melalui pendekatan kognitif yaitu pendekatan dengan cara membantu seseorang yang mengalami gangguan perasaan dan perilaku negatif

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 dengan mengubah pikiran yang irasional menjadi rasional. Teknik dalam pendekatan ini ada dua yaitu : 1) Thought stopping (Menghentikan pikiran) Teknik ini digunakan untuk membantu individu yang mengalami gangguan pikiran negative ketika akan menghadapi ujian. Teknik ini digunakan konselor ketika pemikiran negatif siswa muncul pada saat ia membayangkan situasi ujian yang menyeramkan bagi dirinya, kemudian konselor mencoba membantu siswa dengan cara menghentikan pemikiran negatif tersebut dengan cara mengatakan berhenti. Teknik ini diyakini dapat merubah pikiran negative tersebut menjadi lebih positif sehingga siswa akan lebih berkonsentrasi dan tidak mudah bingung dalam mengerjakan ujian. 2) Restrukturisasi kognitif Teknik ini digunakan untuk mengubah pikiran sempit siswa menjadi lebih luas. Teknik ini bisa digunakan ketika siswa berfikir bahwa ujian merupakan suatu hal yang menakutkan kemudian konselor dapat membantu untuk merubah pemikirannya menjadi lebih luas yaitu dengan memberikan beberapa contoh ataupun pertanyaan untuk membuka pemikiran siswa menjadi lebih luas.

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 b. Pengelolaan kecemasan pendekatan behavior Pendekatan ini digunakan untuk membantu siswa mengubah perilakunya melalui perubahan perasaan dan pemikirannya. Teknik yang digunakan dalam pendekatan ini ada tiga yaitu : 1) Relaksasi Relaksasi adalah suatu teknik yang digunakan untuk mengatasi kecemasan dengan cara memusatkan perhatian pada suatu aktivitas otot dan syaraf, dengan mengidentifikasi otot yang tegang kemudian menurunkan ketegangan agar tubuh emnjadi tenang, nyaman, dan relaks. 2) Visual / pencitraan diri Teknik ini digunakan untuk mengontrol emosi siswa melalui pemikiran yang positif yang kemudian memunculkan perilaku baru. Tujuan dari teknik ini adalah mengarahkan secara pelan pikiran seseorang lebih tenang sehingga ia mampu mengontrol emosinya menjadi lebih stabil dan tidak mengganggu pada saat ujian. 3) Self Talk Teknik digunakan untuk mengubah pemikiran negatif dengan cara meyakinkan dan berbicara pada diri sendiri dengan menanamkan kata-kata positif sehingga siswa lebih percaya diri dan lebih siap menghadapi ujian.

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 Dari pendapat diatas, dapat disimpulkan bahwa banyak cara yang dapat digunakan untuk mencegah dan menghilangkan kecemasan, ketakutan dan stres yang menyebabkan psikologi siswa terganggu yaitu dengan beberapa pendekatan baik dari dalam diri ataupun lingkungan. B. Layanan Bimbingan Belajar 1. Pengertian Bimbingan Belajar Bimbingan belajar menurut Oemar Hamalik (2004) adalah bimbingan yang ditujukkan kepada siswa untuk mendapat pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan, bakat, minat, kemampuannya dan membantu siswa untuk menentukan cara-cara yang efektif dan efisien dalam mengatasi masalah belajar yang dialami oleh siswa. Selain itu menurut Winkle dan Hastuti (2004) menyatakan bahwa bimbingan belajar merupakan bimbingan dalam hal menemukan cara belajar yang tepat, dalam memilih program studi yang sesuai, dan dalam mengatasi kesukaran yang timbul berkaitan dengan tuntutan-tuntutan belajar diinstusi pendidikan. Berdasarkan pendapat para ahli di atas, maka dapat disimpulkan bahwa bimbingan belajar adalah suatu proses pemberian bantuan kepada siswa dalam menyelesaikan masalah-

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 masalah belajar yang dihadapi siswa, sehingga tercapai tujuan belajar yang diinginkan. 2. Tujuan Bimbingan Belajar Menurut Abu Ahmadi dan Widodo Supriyono (2004) tujuan pelayanan bimbingan belajar secara umum adalah membantu murid-murid agar mendapatkan penyesuaian yang baik di dalam situasi belajar, sehingga setiap murid dapat belajar dengan efisien sesuai kemampuan yang dimilikinya dan mencapai perkembangan yang optimal. Diperjelas oleh Abu Ahmadi dan Widodo Supriyono (2004) bahwa bimbingan belajar memiliki tujuan diantaranya adalah: a. Mencarikan cara-cara belajar yang efisien dan efektif bagi siswa. b. Menunjukkan cara-cara belajar yang sesuai dan cara dan fungsi menggunakan buku pelajaran. c. Memberikan informasi berupa saran dan petunjuk bagi yang memanfaatkan perpustakaan. d. Membuat tugas sekolah dan mempersiapkan diri dalam ujian. e. Memilih suatu bidang studi sesuai dengan bakat, minat, kecerdasan, cita-cita, dan kondisi fisik atau kesehatan yang dimiliki.

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 f. Menunjukkan cara-cara menghadapi kesulitan dalam bidang studi tertentu. g. Menentukan pembagian waktu dan perencanaan jadwal belajar. h. Memilih pelajaran tambahan, baik yang berhubungan dengan pelajaran di sekolah maupun untuk pengembangan bakat dan karier di masa depan. Menurut Syamsu Yusuf dan Juntika Nurihsan (2005) tujuan bimbingan belajar adalah: a. Mempunyai sikap dan kebiasaan belajar yang positif, seperti kebiasaan membaca buku, disiplin dalam belajar, dan perhatian terhadap semua pelajaran, serta aktif mengikuti semua kegiatan belajar yang diprogramkan b. Mempunyai motif yang tinggi untuk belajar c. Mempunyai keterampilan atau teknik belajar yang efektif, seperti keterampilan membaca buku, mencatat pelajaran, dan mempersiapkan diri menghadapi ujian d. Mempunyai keterampilan untuk menetapkan tujuan dan perencanaan pendidikan, contohnya membuat jadwal belajar, mengerjakan tugas-tugas sekolah, memantapkan diri dalam memperdalam pelajaran tertentu,dan berusaha memperoleh informasi tentang berbagai hal dalam rangka mengembangkan wawasan yang lebih luas

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI e. Memiliki kesiapan mental dan kemampuan 30 untuk menghadapi ujian. Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa tujuan bimbingan belajar secara umum yaitu membantu murid-murid agar mendapatkan penyesuaian yang baik di dalam situasi belajar, sehingga setiap murid dapat belajar dengan efisien sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya, dan mencapai perkembangan yang optimal. 3. Fungsi Bimbingan Belajar Fungsi bimbingan belajar bagi siswa menurut Oemar Hamalik (2004) antara lain: a. Membantu siswa agar memperoleh pandangan yang objektif dan jelas tentang potensi, watak, minat, sikap, dan kebiasaan yang dimiliki dirinya sendiri agar dapat terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. b. Membantu siswa dalam mendapatkan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan, bakat, minat dan kemampuan yang dimiliki dan membantu siswa dalam menentukan cara yang efektif dan efisien dalam menyelesaikan bidang pendidikan yang telah dipilih agar tercapai hasil yang diharapkan.

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 c. Membantu siswa dalam memperoleh gambaran dan pandangan yang jelas tentang kemungkinan-kemungkinan dan kecenderungan - kecenderungan dalam lapangan pekerjaan agar ia dapat menentukan pilihan yang tepat. 4. Pelaksanaan Bimbingan Belajar Berikut ini langkah-langkah umum dalam melaksanakan suatu bimbingan menurut Nana Syaodih (2003) adalah: a. Mengidentifikasi kebutuhan, tantangan, dan masalah peserta didik, yaitu tahap yang ditujukan untuk mengidentifikasi macam-macam kebutuhan, tantangan, dan masalah yang dirasakan dan dihadapi oleh peserta didik serta langkahlangkah identifikasinya. Kebutuhan yang diperlukan oleh peserta didik adalah kebutuhan fisik, sosial, afektif, maupun intelektual. b. Menganalisis kebutuhan, masalah, dan latar belakang masalah. Langkah mengungkap ini intensitas, merupakan kedalaman kegiatan dan untuk keleluasaan kebutuhan, tantangan yang dirasakan oleh peserta didik secara individual maupun kelompok. Pengumpulan data selain melihat data yang sudah diperoleh melalui checklist juga perlu dilakukan pengumpulan data yang lebih mendalam. Dilakukan dengan cara wawancara mendalam,

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 pengedaran angket yang berisi pertanyaan-pertanyaan, pengamatan dan studi dokumenter. c. Pemberian layanan bimbingan. Setelah diketahui berbagai kebutuhan dan masalah serta kesulitan yang dihadapi peserta didik dengan berbagai alternatif faktor-faktor yang melatar belakangi, langkah-langkah selanjutnya adalah memilih alternatif layanan bimbingan yang dapat diberikan. C. Relaksasi Progresif 1. Pengertian Relaksasi Progresif Menurut Santoso (2001) “Latihan relaksasi pada dasarnya merupakan pemberian kesempatan pada tubuh untuk melakukan “pekerjaan rumah‟ sebelum pekerjaan itu diambil alih oleh pikiran rasional dan kognitif seseorang demi sebuah ego yang tidak mampu dikendalikan”. Sedangkan menurut Berntein dan Borkovec ; Golfried dan Davison ; Walker dkk (dalam Nursalim, 2005) relaksasi otot adalah salah satu teknik dalam terapi perilaku yang bertujuan untuk mengurangi ketegangan dan kecemasan dengan cara melepaskan otot-otot badan. Dari pendapat para ahli tersebut maka dapat disimpulkan bahwa latihan relaksasi adalah suatu proses yang membebaskan mental dan fisik individu dari segala macam faktor yang

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 mempengaruhi individu yang menyebabkan individu berada pada kondisi tertekan sehingga dengan relaksasi dapat membuat individu lebih merasa tenang dan tentram. 2. Manfaat Relaksasi Progresif Menurut Burn (dalam Subandi, dkk, 2002) menyatakan beberapa keuntungan dari relaksasi, antara lain sebagai berikut: a. Relaksasi akan membuat individu lebih mampu menghindari reaksi yang berlebih-lebihan karena adanya stres b. Masalah-masalah yang berhubungan dengan stres seperti hipertensi, sakit kepala, insomnia dapat dikurangi atau diobati dengan relaksasi c. Mengurangi tingkat kecemasan. d. Mengurangi gangguan yang berhubungan dengan stres, dan mengontrol anticipatory anxiety sebelum situasi yang menimbulkan kecemasan, seperti pada pertemuan penting, wawancara dan sebagainya. e. Meningkatkan penampilan kerja, sosial, dan keterampilan fisik. f. Kelelahan, aktivitas mental dan atau latihan fisik yang tertunda dapat diatasi lebih cepat dengan menggunakan keterampilan relaksasi.

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 g. Meningkatkan kesadaran diri dan kesadaran fisiologis seseorang h. Bantuan untuk menyembuhkan penyakit tertentu dan nyeri akibat operasi. i. Meningkatnya harga diri dan keyakinan diri sebagai hasil kontrol yang meningkat dari reaksi stres. j. Meningkatnya hubungan interpersonal 3. Jenis Jenis Relaksasi Progresif Menurut Berstein dan Borkovec ; Goldfried dan Davison ; Walker dkk (dalam Subandi, dkk, 2002). Ada tiga macam relaksasi otot, yaitu: a. Relaksasi Tension: Metode ini dikenal oleh Lazarus dan Paul sebagaimana dikutip oleh Goldfried dan Davison, (dalam Subandi, dkk, 2002). Dalam metode ini individu diminta untuk menegangkan dan melemaskan otot, kemudian diminta untuk merasakan dan menikmati perbedaan antara ketika otot tegang dan ketika otot lemas. b. Letting go: Metode ini bertujuan untuk memperdalam relaksasi. Pada fase ini individu dilatih untuk menyadari ketegangan dan berusaha sedapat mungkin mengurangi dan menghilangkan ketegangan itu. (Goldfried dan Davison, dalam Subandi, dkk, 2002)

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 c. Differential relaxation: Digunakan untuk merilekskan otot yang ketegangannya berlebihan dan untuk merilekskan otot yang tidak perlu tegang ketika individu melakukan aktivitas tertentu, (Breinstein dan Borkovic, dalam Subandi, dkk, 2002) 4. Kekuatan Teknik Relaksasi Progresif dalam Bimbingan Teknik relaksasi progresif terbukti dapat mengatasi adanya gejala-gejala kecemasan. Hal ini dapat dibuktikan melalui pendapat-pendapat para ahli dan penelitian-penelitian sebelumnya. Seperti, pernyataan yang dimiliki Nurn (dikutip oleh Beech dkk, dalam Nursalim 2005) yang mengemukakan, bahwa kegiatan relaksasi memiliki kegunaan dalam mengurangi tingkat kecemasan. Hal ini juga didukung oleh Wolpe (dalam Corey, 2003) yang menyatakan bahwa respon kecemasan bisa dihapus oleh penemuan respon-respon yang secara inheren berlawanan dengan respon tersebut. Hal yang penting adalah bahwa klien mencapai keadaan tenang dan damai. Klien diajarkan bagaimana mengendurkan segenap otot dibagian tubuh dengan mengendurkan otot-otot tangan, diikuti oleh kepala, kemudian leher dan pundak, punggung, perut dan dada, kemudian anggota badan dibagian bawah. Selain itu, Goliszek (2005) menyatakan bahwa dibalik latihan relaksasi, ketegangan tidak mungkin sejalan dengan relaksasi dengan demikian, latihan relaksasi akan menimbulkan

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 perasaan sehat dan bugar dengan menciptakan keadaan rileks yang sebenarnya menghambat kekhawatiran dan reaksi stres negatif. Peneliti menyadari bahwa bimbingan dengan memberikan relaksasi sangatlah bermanfaat bagi para siswa khususnya dalam mengatasi kecemasan menjelang ulangan kenaikan kelas karena dengan adanya relaksasi para siswa dapat mengurangi ketegangannya akibat pikiran dan perasaan yang tidak terkendali. Relaksasi dapat membantu siswa untuk mengurangi ketegangan karena mereka diajak untuk melemaskan otot-otot yang tegang selain itu siswa juga diberikan sugesti agar pikiran mereka lebih tenang dan ketika terbangun mereka dalam keadaan tenang dan bugar. Dari beberapa pendapat ahli di atas dapat disimpulkan bahwa relaksasi dapat digunakan sebagai upaya mengatasi masalah siswa dalam bimbingan, khususnya mengenai kecemasan menjelang ulangan kenaikan kelas. Karena ulangan ini merupakan suatu tantangan bagi mereka untuk dapat naik ke kelas yang lebih tinggi. 5. Hasil Penelitian Sebelumnya Berdasarkan penelusuran kepustakaan, penulis menemukan beberapa penelitian yang hampir sama dengan penelitian yang akan penulis lakukan, diantaranya adalah :

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 a. Penelitian oleh Ingga Karlina Putri (2010) yang berjudul Penerapan Strategi Relakasi dengan Penggunaan Musik Klasik untuk Mengurangi Tingkat Kecemasan Siswa Menjelang Ulangan . Subjek dalam penelitian ini adalah 10 siswa kelas XI-IPS di SMA Negeri 6 Surabaya yang memiliki kecemasan menjelang ulangan mata pelajaran ekonomi kategori tinggi. Tetapi setelah diadakan penerapan terdapat adanya perbedaan antara tingkat kecemasan sebelum dan sesudah strategi relaksasi dengan penggunaan musik klasik pada siswa saat menjelang ulangan mata pelajaran ekonomi. Dalam penelitian ini disimpulkan bahwa berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan terdapat penurunan yang signifikan terhadap skor kecemasan menjelang ulangan mata pelajaran ekonomi sesudah diberikan strategi relaksasi dengan penggunaan musik klasik. b. Penelitian oleh Andi Pranata (2006) yang berjudul Upaya Mengurangi Tingkat Kecemasan Siswa Pada Kelas I Unggulan. Subjek dalam penelitian ini adalah 7 orang siswa Madrasah Tsanawiyah Malang I. Metode yang digunakan untuk membantu para siswa tersebut adalah dengan pemberian terapi relaksasi dan metode bimbingan kelompok. Dari hasil penelitian diketahui bahwa tingkat kecemasan tinggi yang di alami subjek disebabkan oleh faktor dari luar diri subjek dan faktor dari dalam diri subjek itu sendiri. Faktor dari luar diri

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 subjek yaitu seperti situasi yang memang mendukung bagi subjek untuk merasa cemas dan lain-lain, sedangkan faktor dari dalam diri subjek itu sendiri adalah kurangnya rasa percaya diri yang dimiliki subjek dan lain-lain. Dan dengan pemberian terapi relaksasi dan bimbingan kelompok, peneliti memperoleh hasil yang positif yaitu menurunnya tingkat kecemasan yang di alami oleh subjek berdasarkan hasil tes TMAS. c. Penelitian oleh Sri Wahyuni (2012) yang berjudul Mengurangi Kecemasan Konseli Mengikuti Ujian Nasional Melalui Konseling Kelompok Dengan Strategi Relaksasi. Penelitian ini dilakukan pada konseli kelas IXA SMP Negeri 1 Jatiroto yang mengalami kecemasan sejumlah 12 orang terdiri 4 orang konseli laki-laki dan 8 orang konseli perempuan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah konseling kelompok dengan strategi relaksasi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan observasi, wawancara, dan angket yang dianalisis secara kualitatif berdasarkan hasil refleksi jawaban positif dari konseli yang mengalami kecemasan. Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan dapat ditarik kesimpulan bahwa konseling kelompok dengan strategi relaksasi dapat membantu konseli mengatasi masalah kecemasan juga dapat meningkatkan aktivitas dalam layanan konseling kelompok.

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 D. Kerangka Berfikir Kecemasan merupakan suatu kondisi yang sering dihadapi oleh para siswa. Kecemasan yang dialami oleh siswa akan bertambah apabila mereka berada pada situasi yang menuntut mereka untuk menghadapi suatu hal yang dapat membuat mereka merasa cemas, salah satunya adalah pada saat menjelang ulangan kenaikan kelas. Pada saat menjelang ulangan kenaikan kelas para siswa seringkali dihinggapi oleh perasaan-perasaan takut, khawatir, dan cemas akibat tuntutan yang harus mereka hadapi seperti nilai batas maksimal, tuntutan dari orangtua, ataupun ketakutan karena mereka merasa tidak percaya dengan kemampuan yang dimiliki. Melihat hal tersebut peneliti pun berniat untuk melakukan penelitian tindakan bimbingan kelas yang bertujuan untuk meminimalisir tingkat kecemasan yang dihadapi oleh siswa sehingga siswa dapat mengikuti ulangan kenaikan kelas dengan penuh semangat dan percaya diri. Kecemasan yang dihadapi oleh siswa akan peneliti minimalisir dengan menggunakan bimbingan belajar dengan menggunakan teknik relaksasi progresif dimana teknik ini dapat membantu siswa untuk tidak merasa tegang dan mengurangi akibat-akibat yang timbul karena kecemasan yang dihadapi oleh para siswa. Topik-topik bimbingan yang akan digunakan peneliti bertujuan untuk membantu para siswa agar lebih siap dalam mengikuti ulangan kenaikan kelas. Topik yang akan diberikan adalah mengenai konsentrasi belajar, mengatasi stres dalam belajar, dan hambatan-hambatan dalam belajar.

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 Topik konsentrasi belajar akan peneliti berikan pada saat siklus I. Topik ini peneliti berikan karena pada aspek kecemasan terdapat aspek manifestasi kognitif dimana di dalam aspek tersebut terdapat indikator sulit konsentrasi dan mental blocking. Peneliti berfikir bahwa dengan menggunakan topik ini maka akan dapat membantu siswa agar mereka lebih dapat berkonsentrasi dalam belajar dan dapat mengurangi kecemasan yang mereka hadapi menjelang ulangan kenaikan kelas. Topik mengatasi stres dalam belajar akan peneliti berikan pada siklus II. Topik ini peneliti berikan karena di dalam aspek kecemasan terdapat manifestasi afektif dimana di dalamnya terdapat indikator gelisah, khawatir, bingung, dan takut. Oleh karena itu peneliti berfikir bahwa dengan memberikan topik bimbingan mengatasi stres dalam belajar maka siswa akan dapat menyadari penyebab stres dan dampak yang akan ditimbulkan serta mengetahui bagaimana cara mengatasi penyebab munculnya stres tersebut karena stres akibat suatu kecemasan dapat menimbulkan berbagai macam perasaan seperti gelisah, takut, dan khawatir sehingga melalui topik ini peneliti berharap siswa mampu untuk mengurangi kecemasannya dan mampu mengatasi perasaan-perasaan negatif yang timbul dari dirinya melalui bimbingan belajar yang diberikan. Pada siklus ke III peneliti mempersiapkan topik bimbingan dengan judul hambatan-hambatan dalam belajar. Topik ini diberikan karena pada aspek kecemasan terdapat aspek manifestasi fisik yang di dalamnya terdapat indikator gemetar, berkeringat dan gangguan pencernaan.

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 Didalam topik tersebut terdapat penjelasan mengenai hambatan-hambatan dalam belajar salah satunya adalah kondisi tubuh yang tidak fit. Kondisi tubuh tidak fit tersebut disebabkan karena kecemasan yang mereka hadapi sehingga akan muncul gejala-gejala yang membuat tubuh tidak sehat. Oleh karena itu peneliti memberikan topik bimbingan tersebut agar siswa dapat menyadari hambatan-hambatan belajar yang terjadi pada dirinya dan tau bagaimana cara untuk mengatasinya. Didalam pemberian bimbingan belajar tersebut peneliti akan memberikan teknik relaksasi progresif yang bertujuan untuk membantu siswa agar mereka dapat mengurangi kecemasannya dengan cara melemaskan otot-otot badan yang tegang dan membuat pikiran dan perasaan siswa menjadi lebih tenang dan lebih siap untuk menghadapi ulangan kenaikan kelas. Adapun kerangka berfikir peneliti adalah sebagai berikut :

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Kondisi Awal sebelum diadakan penelitian Tindakan yang akan diberikan pada saat penelitian Kondisi Akhir Yang Diharapkan 42 a. Guru belum menerapkan teknik relaksasi progresif melalui bimbingan belajar untuk meminimalisir tingkat kecemasan siswa kelas VIID pada saat menjelang ulangan kenaikan kelas. b. Banyak siswa kelas VIID yang mengalami tingkat kecemasan tinggi menjelang Ulangan Kenaikan Kelas Peneliti memberikan bimbingan belajar dengan menggunakan teknik relaksasi progresif untuk meminimalisir tingkat kecemasan siswa kelas VIID pada siklus I dan akan melakukan perbaikan pada siklus berikutnya. Tingkat kecemasan siswa kelas VIID dapat berkurang setelah diberikan bimbingan belajar dengan menggunakan teknik relaksasi progresif Gambar 2.1. Kerangka Berfikir Kerangka berfikir tersebut memperlihatkan bahwa pada kondisi awaln guru belum menerapkan teknik relaksasi progresif pada saat memberikan layanan bimbingan belajar. Kondisi awal menunjukkan bahwa siswa kelas VIID siswa juga mengalami tingkat kecemasan yang tinggi menjelang ulangan kenaikan kelas. Kemudian setelah mengetahui kondisi awal tersebut peneliti berencana akan melakukan penelitian melalui bimbingan belajar dengan menggunakan teknik relaksasi progresif pada siswa kelas VIID dan akan melakukan perbaikan

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 pada siklus berikutnya. Setelah diberikan tindakan pada kondisi akhir peneliti berharap tingkat kecemasan siswa kelas VIID menjelang ulangan kenaikan kelas dapat diminimalisir melalui bimbingan belajar dengan menggunakan teknik relaksasi progresif. E. Hipotesis Tindakan Berdasarkan kajian teori dan kerangka berfikir maka diajukan hipotesis tindakan sebagai berikut : 1) Ha : Tingkat kecemasan siswa kelas VIID pada saat menjelang ulangan kenaikan kelas dapat diminimalisir melalui penerapan bimbingan belajar dengan menggunakan teknik relaksasi progresif di SMP Negeri 2 Sambirejo. 2) Ho : Tingkat kecemasan siswa kelas VIID pada saat menjelang ulangan kenaikan kelas tidak dapat diminimalisir melalui penerapan bimbingan belajar dengan menggunakan teknik relaksasi progresif di SMP Negeri 2 Sambirejo.

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN Bab ini berisi mengenai desain penelitian, setting penelitian, subjek penelitian, metode pengumpulan data, instrumen pengumpulan data, validitas instrumen, teknik analisis data, prosedur penelitian, dan indikator keberhasilan. A. Desain Penelitian Penelitian ini adalah penelitian tindakan bimbingan kelas. Penelitian tindakan bimbingan kelas sama halnya seperti penelitian tindakan kelas. Adapun yang membuatnya berbeda adalah fokus dari penelitian tersebut karena dalam penelitian ini lebih mengarah ke dalam bidang bimbingan dan konseling. Penelitian tindakan kelas atau Classroom Action Research (CAR) merupakan suatu upaya untuk mencermati kegiatan belajar sekelompok siswa dengan memberikan sebuah tindakan (treatmen) yang sengaja dimunculkan. Dede Rahmat dan Badrujaman (2011) menjelaskan penelitian tindakan merupakan salah satu strategi yang memanfaatkan tindakan nyata dan proses pengembangan kemampuan dalam mendeteksi dan memecahkan masalah, dengan adanya suatu putaran kegiatan yang terdiri dari perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Dalam penelitian ini peneliti akan mengadakan penelitian tindakan bimbingan kelas dengan judul Upaya Meminimalisir Tingkat Kecemasan Siswa Menjelang 44

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Ulangan Kenaikan Kelas Melalui Bimbingan Belajar 45 dengan Menggunakan Teknik Relaksasi Progresif. B. Subjek Penelitian Subjek penelitian merupakan subjek yang dituju untuk diteliti oleh peneliti atau sasaran penelitian (Arikunto, 2006). Pada penelitian ini subjek penelitian adalah siswa kelas VIID SMP Negeri 2 Sambirejo, Sragen tahun ajaran 2013/2014. Kelas ini terdiri dari 34 siswa yang terdiri dari 18 siswa laki-laki dan 16 siswa perempuan. C. Waktu dan Tempat Penelitian Pelaksanaan penelitian dilakukan pada jam bimbingan klasikal yaitu pada saat jam bimbingan konseling ataupun mengganti jam pelajaran yang kosong. Penelitian ini dilaksanakan satu kali setiap minggunya yaitu pada hari tertentu yang telah dijadwalkan oleh sekolah. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan tiga minggu sebelum ulangan kenaikan kelas yaitu pada tanggal 23 Mei sampai dengan 4 Juni 2014. Penelitian ini dilaksanakan di ruang kelas VIID ataupun di Mushola SMP Negeri 2 Sambirejo Sragen yang beralamatkan di Desa Kedawung, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen.

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 D. Setting Penelitian Penelitian ini menggunakan setting di dalam kelas ataupun di luar kelas. Data diperoleh pada saat proses bimbingan yang dilaksanakan di dalam maupun di luar kelas. E. Partisipan dalam Penelitian Pada pelaksanaan penelitian, peneliti dibantu oleh mitra kolaboratif , yaitu : 1. Mitra kolaboratif 1 Nama : Nining Kristanti, M.Pd NIP : 19710806 199501 2 001 Jabatan : Kepala Sekolah 2. Mitra kolaboratif 2 Nama : Drs. Suyatno NIP : 19640101 199702 1 002 Jabatan : Koordinator BK 3. Mitra kolaboratif 3 Nama : Sri Lestari, S.Pd NIP : 19700503 199802 1 003 Jabatan : Guru BK

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 F. Peran dan Posisi Peneliti Posisi peneliti pada penelitian ini adalah sebagai pihak luar yang sedang mengadakan penelitian dan ingin memberikan kontribusi dalam konteks layanan bimbingan belajar di kelas VIID SMP Negeri 2 Sambirejo. Oleh sebab itu, terlebih dahulu peneliti membicarakan peran dan tugas masing-masing dengan mitra kolaboratif. Berdasarkan hal tersebut, maka ditetapkan kesepakatan sebagai berikut : 1. Pelaksana tindakan Pelaksana tindakan dalam penelitian ini telah disepakati bahwa peneliti sendiri yang menjadi pelaksana tindakan perbaikan yang direncanakan. 2. Kolaborator Kolaborator berperan sebagai pihak yang membantu peneliti mengumpulkan data penelitian dan merencanakan tindakan perbaikan untuk setiap pertemuan yang akan diadakan. Pekerjaan inti kolaborator ketika pelaksanaan tindakan adalah sebagai observer proses. Kolaborator yang dilibatkan adalah kepala sekolah sebagai pihak yang memahami kondisi siswa. Selain itu, kolaborator yang juga dilibatkan adalah guru BK di sekolah yang bertugas sebagai pengumpul data untuk meningkatkan keobjektifan dan tafsiran yang dilakukan atas data yang

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 terkumpul. Berikut adalah tugas dan peran antara peneliti dan kolaborator : Tabel 3.1 Tugas Peneliti & Kolaborator No. Peran 1. Peneliti 2. Kolaborator Deskripsi Tugas a. Mengumpulkan data awal sebagai sebagai dasar penelitian b. Pelaksana layanan bimbingan belajar dengan menggunakan teknik relaksasi progresif c. Membuat desain penelitian dan rencana perbaikan d. Mengamati proses tindakan a. Bersama peneliti membuat disain penelitian dan rencana perbaikan b. Mengamati dan berbagi informasi hasil observasi c. Bersama peneliti mendiskusikan hasil interpretasi data hasil observasi G. Prosedur Penelitian Menurut model Hopkins (1993) PTK mencakup empat langkah utama namun diawali dengan adanya identifikasi masalah. Keempat langkah utama tersebut, yaitu: 1) perencanaan (planning), 2) tindakan (acting), 3) pengamatan (observing), 4) refleksi (reflecting). Keempat langkah tersebut bersifat spiral dan dipandang sebagai satu siklus (Wiriatmadja, 2005). Keempat langkah tersebut tergambar dalam gambar di bawah ini:

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 Gambar 3.1 Bagan Penelitian Tindakan Model Hopkins (1993) (dalam Sanjaya, 2009) Bagan PTK di atas dapat diartikan bahwa setiap tahapan penelitian wajib dilakukan agar memperoleh hasil yang sesuai dengan kriteria keberhasilan PTK itu sendiri. Berdasarkan bagan PTK dapat diketahui bahwa kegiatan penelitian diawali dari tahap identifikasi masalah. Tahap identifikasi masalah dapat dilakukan oleh peneliti dengan melakukan wawancara dan observasi. Kegiatan tersebut dilakukan untuk merumuskan akar masalah agar lebih mempermudah peneliti untuk membuat tahap perencanaan. Tahap perencanaan disusun berdasarkan hasil identifikasi

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 masalah. Tahap ini digunakan sebagai acuan pemberian tindakan bimbingan. Tahap tindakan dilaksanakan sesuai dengan perencanaan yang telah disusun. Pada tahap tindakan ini peneliti memberikan tindakan kepada siswa sesuai dengan pokok permasalahan yang akan diteliti. Pada pelaksanaan tahapan tindakan ini peneliti tetap melakukan observasi, wawancara dan membagikan angket untuk mengetahui hasil yang dicapai melalui tindakan yang diberikan. pada tahapan ini peneliti akan melihat kesesuaian proses dengan pelaksanaan dan membuat refleksi setiap siklusnya. Tahap terakhir yang dilakukan adalah membuat refleksi setelah melakukan tindakan. Refleksi ini berisi renungan dari peneliti dan juga hasil yang diperoleh melalui observasi dan angket. Pada tahapan refleksi ini selain hasil penelitian dan renungan dari peneliti juga berisi evaluasi proses. Jika pada tahap ini peneliti masih belum mencapai tujuan dari patokan yang telah dibuat maka peneliti akan melaksanakan siklus selanjutnya dengan perbaikan yang telah dilakukan. H. Tahapan Penelitian Tahap pertama dalam penelitian ini adalah peneliti melakukan analisis terhadap situasi yang terjadi di SMP N 2 Sambirejo. Setelah itu, pada tahap berikutnya, peneliti mulai menyusun rancangan penelitian.

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 1. Analisis Situasi Sebelum menyusun rencana penelitian, terlebih dahulu peneliti menganalisis situasi dengan melakukan kegiatan pengumpulan data awal atau studi pendahuluan di SMP Negeri 2 Sambirejo. Tujuannya adalah mendapatkan gambaran yang nyata mengenai tingkat kecemasan siswa menjelang ulangan kenaikan kelas. Kegiatan pengumpulan data awal yang telah dilakukan adalah sebagai berikut : Tabel 3.2 Kegiatan Pengumpulan Data No. 1. 2. 3. 4. 5. Kegiatan Mengajukan surat izin kepada Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Sambirejo Wawancara dengan guru BK Kegiatan pra tindakan Observasi kegiatan pengajaran di kelas Wawancara dan pengisian kuesioner terhadap siswa kelas VIID Tanggal 14 Mei 2014 14 Mei 2014 21 Mei 2014 21 Mei 2014 21 Mei 2014 Dari semua hasil pengumpulan data awal tersebut, didapatkan data bahwa tingkat kecemasan siswa menjelang ulangan kenaikan kelas tinggi, baik dari segi fisik, kognitif, maupun emosional mereka. Banyak siswa yang megalami kecemasan akibat memikirkan mengenai keadaan situasi ulangan kenaikan kelas yang akan datang serta tuntutan yang diberikan dari pihak keluarga ataupun sekolah. Siswa mengalami gangguan fisik, pikiran ataupun perasaan sehingga menyebabkan mereka sulit tidur, gangguan pencernaan, dan pikiran tidak tenang.

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 2. Rancangan Siklus Penelitian Sebelum melakukan tindakan, peneliti menyusun pokokpokok rencana kegiatan yang akan dilakukan sebagai berikut : a. Siklus I 1) Tahap Perencanaan 1) Mempersiapkan Satuan PelayananBimbingan dengan topik “ Konsentrasi Belajar” 2) Mempersiapkan lembar kerja siswa dan handout 3) Mempersiapkan panduan relaksasi 4) Mempersiapkan instrumen penelitian berupa angket, lembar observasi dan panduan wawancara 5) Mempersiapkan peralatan dokumentasi 2) Tahap Pelaksanaan 1) Peneliti mengajak siswa untuk berdoa 2) Peneliti memberikan pengantar mengenai tujuan bimbingan 3) Peneliti mengajak siswa untuk ice breaker 4) Peneliti memberikan materi 5) Peneliti membagi kedalam kelompok untuk mengerjakan LKS

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 6) Peneliti meminta perwakilan kelompok untuk sharing 7) Peneliti memberikan refleksi dan evaluasi 8) Peneliti mengajak untuk relaksasi 9) Peneliti memberikan penguatan 10) Peneliti membagikan angket 11) Peneliti menutup kegiatan b. Siklus II Siklus ini dilakukan untuk melakukan perbaikan terhadap kekurangan-kerungan yang masih ditemukan pada siklus 1 agar hasil yang dicapai lebih maksimal. Perencanaan pada siklus ini dilakukan oleh peneliti mitra kolaborator dan pengamat berdasarkan refleksi pada siklus 1. Upaya perbaikan pada siklus ini adalah sebagai berikut : 1) Tahap perencanaan a) Peneliti menyiapkan SPB dengan topik “Mengatasi Stres dalam Belajar” b) Peneliti menyiapkan angket, lembar observasi dan panduan wawaancara c) Peneliti menyiapkan lagu-lagu classic untuk proses relaksasi d) Peneliti menyiapkan panduan relaksasi e) Peneliti menyiapkan speaker

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI f) Peneliti menyiapkan alat 54 dokumentasi berupa kamera 2) Tahap Pelaksanaan a) Peneliti mengajak siswa untuk berdoa b) Peneliti memberikan pengantar mengenai inti kegiatan hari ini c) Peneliti mengajak siswa untuk ice breaker d) Peneliti menjelaskan materi e) Peneliti mengajak siswa untuk sharing f) Peneliti memberikan evaluasi dan refleksi g) Peneliti mengajak siswa untuk relaksasi (sambil diputarkan musik classic) h) Peneliti memberikan penguatan’ i) Peneliti membagikan angket j) Peneliti menutup kegiatan c. Siklus III Pada tahap ini peneliti bersama mitra kolaborator dan pengamat melakukan refleksi berdasarkan hasil yang di capai melalui siklus I & II. Pada siklus II peneliti merasa hasil yang dicapai sudah menunjukkan tingkat keberhasilan namun peneliti akan melakukan mendapatkan hasil yang lebih optimal. siklus III untuk

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 Menurut Rochiati Wiriaatmadja (2005) apabila perubahan yang bertujuan meningkatkan kualitas pembelajaran telah tercapai, atau apa yang diteliti telah menunjukkan keberhasilan, siklus dapat diakhiri. Siklus ini dilakukan berdasarkan temuan dari siklus sebelumnya, dan diharapkan dapat mencapai tahap yang optimal, sehingga siklus dapat berakhir di siklus III. 1) Tahap perencanaan a) Peneliti menyiapkan SPB dengan materi Hambatan-hambatan dalam belajar b) Peneliti menyiapkan tempat di luar kelas yaitu di mushola untuk melakukan bimbingan c) Peneliti mneyiapkan speaker d) Peneliti menyiapkan lagu-lagu klasik e) Peneliti menyiapkan panduan relaksasi f) Peneliti menyiapkan alat dokumentasi 2) Tahap pelaksanaan a) Peneliti mengajak siswa untuk berdoa b) Peneliti memberikan pengantar mengenai kegiatan hari ini c) Peneliti memberikan ice breaking d) Menjelaskan materi

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 e) Membagi kelompok untuk diskusi f) Sharing di depan perwakilan kelompok g) Refleksi dan evaluasi h) Relaksasi (sambil memutarkan musik dan bersandar bebas) i) Memberikan penguatan j) Membagikan angket k) Menutup kegiatan I. Hasil Intervensi Tindakan yang diharapkan Hasil intervensi tindakan yang diharapkan dari penelitian ini adalah adanya penurunan tingkat kecemasan siswa menjelang ulangan kenaikan kelas pada siswa VIID SMP Negeri 2 Sambirejo. J. Data dan Sumber data Data yang baik adalah data yang diambil dari sumber yang tepat dan akurat. Untuk penelitian ini, data diambil dari kegiatan wawancara pemberian angket pada siswa kelas VIID, dan pengamatan terhadap pelaksanaan tindakan. Berdasarkan data yang akan dikumpulkan, peneliti menetapkan sumber data dalam penelitian ini antara lain hasil wawancara, observasi kegiatan, hasil angket siswa, dan hasil foto selama proses pelaksanaan tindakan di kelas VIID.

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 K. Teknik Pengumpulan data Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu : 1. Skala Kecemasan Penyebaran skala kecemasan dilakukan pada saat bimbingan selesai dilakukan. Penyebaran skala kecemasan ini bertujuan untuk membandingkan hasil pre test dan post test setelah diberikan perlakuan. Skala kecemasan yang akan diberikan kepada siswa merupakan skala kecemasan yang telah dibuat peneliti. 2. Pengamatan/ Observasi Lembar observasi dibuat untuk menambah data secara lebih detail. Lembar ini diisi oleh pengamat pada saat peneliti memberikan bimbingan dan tindakan sehingga pengamat dapat memperoleh gambaran dan rekaman data secara langsung berdasarkan pengamatan yang dilihat. Data yang di peroleh akan menjadi acuan pada tindakan selanjutnya dengan membandingkan hasil dari hasil observasi. 3. Wawancara Wawancara dilakukan secara terstruktur kepada Guru maupun siswa yang terlibat langsung dalam penelitian. Wawancara ini dilakukan secara terstruktur pada akhir bimbingan dilakukan.

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 L. Instrumen Pengumpulan Data Menurut Winkel (2004) pengumpulan data bertujuan untuk mendapatkan pengertian yang luas, lebih lengkap dan lebih mendalam tentang subjek yang hendak diteliti, serta membantunya untuk memperoleh pemahaman akan diri sendiri. Oleh karena itu peneliti menggunakan instrumen pengumpulan data sebagai berikut : 1. Skala Rating Tingkat Kecemasan Skala kecemasan digunakan untuk mengukur tingkat kecemasan siswa pada saat menghadapi UKK. Tingkat kecemasan siswa diukur menggunakan skala semantic differential. Skala ini dikembangkan oleh Osgood. Skala semantic differential adalah skala yang digunakan untuk mengukur sikap, tetapi bentuknya bukan pilihan ganda maupun checklist, tetapi tersusun dalam sebuah garis kontinum dimana jawaban yang positif terdapat di kanan garis dan negatif di kiri garis atau sebaliknya (Sugiyono, 2011). Item-item pada skala ini adalah item negatif jadi pada garis kanan merupakan jawaban yang bersifat sangat negatif sedangkan pada garis kiri merupakan jawaban yang bersifat sangat positif. Skala Jumlah pertanyaan dari lembar skala pengukuran ini sebanyak 20 butir. Masing-masing pertanyaan memiliki nilai 1-9. Pada setiap butir pertanyaan siswa diharuskan untuk mengisi sesuai dengan keadaan yang sebenarnya dan memberikan tanda check list

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (V) pada rentang nilai yang sudah disiapkan. 59 Kisi-kisi skala kecemasan dapat dilihat pada tabel di bawah ini : Tabel 3.3 Kisi-Kisi Skala Kecemasan Siswa No. Aspek 1. Manifestasi Kognitif 2. Manifestasi Afektif 3. Manifestasi Fisik Indikator Sulit Konsentrasi Mental Blocking Bingung Takut Khawatir Gelisah Gemetar Berkeringat Gangguan Pencernaan No item 1,2 5,6 3,4 7,8,9 10,11,12 13,14 15,16 17,18 19,20 2. Lembar observasi Lembar observasi berupa catatan penting yang digunakan untuk mengobservasi hal-hal yang terjadi selama tindakan yang diberikan berlangsung, hal ini dilakukan untuk mengobservasi perilaku-perilaku siswa yang menunjukkan gejala kecemasan pada saat menjelang ulangan. Gejala-gejala yang diamati adalah gejala yang nampak dari manifestasi kognitif, afektif, ataupun fisik. Hasil observasi ini juga digunakan sebagai tolak ukur tindakan berikutnya. Tabel dibawah ini merupakan lembar observasi yang digunakan oleh peneliti :

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 Tabel 3.4 Lembar Observasi Waktu No. Perilaku 1. Mendengarkan 2. Tidak fokus 3. Melamun 4. Memperhatikan 5. Aktif 6. Mematah-matahkan kuku jari 7. Duduk gelisah 8. Menggaruk-garuk bagian tubuh 9. Terlihat senang 10. Duduk tenang 11. Nyaman 12. Memainkan bolpoin 13. Berkeringat berlebihan 14. Tiduran 15. Wajah pucat 16. Semangat 17. Wajah segar 18. Terlihat bugar 19. Lemas 20. Bolak-balik KM Menit 1-10 Menit 11-20 Menit 21-30 Menit 31-40

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 3. Pedoman Wawancara Pedoman wawancara disusun untuk menelusuri lebih lanjut tentang hal-hal yang tidak dapat diketahui melalui observasi dan pengisian skala. Selain itu pedoman wawancara juga mempermudah peneliti untuk lebih mengetahui mengenai kecemasan yang dihadapi oleh siswa tertentu secara lebih mendalam. M. Analisis Uji Instrumen 1. Validitas Validitas berarti proses untuk mengetahui sejauh mana instrumen yang digunakan dapat mengukur apa yang seharusnya diukur (Sugiyono, 2011). a. Validitas Konstrak Sugiyono (2011) menjelaskan untuk menguji validitas konstrak dapat digunakan pendapat dari ahli ( experts judgment ). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini telah diuji oleh ahli yaitu Dr. Gendon Barus, M.Si. Hasil yang diperoleh melalui uji ahli tersebut yaitu perlu dilakukan perbaikan pada butir-butir kuesioner agar setiap butir kuesioner menjadi kalimat yang efektif sehingga mudah dipahami dan butir kuesioner secara logis sesuai dengan kisikisi kuesioner.

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 b. Uji Validitas Empirik Uji validitas menurut Arikunto (2006), “Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalitan atau kesahihan sesuatu instrumen”. Instrumen dikatakan valid atau sahih apabila mempunyai validitas yang tinggi. Cara mengukur validitas dengan product moment angka kasar dengan rumus sebagai berikut: rxy = N (ΣXY) − (ΣX )(ΣY ) ( NΣX 2 − (ΣX ) 2 )( NΣY 2 − (ΣY ) 2 ) Keterangan r xy : koefisien korelasi antara skor item dan skor total n : jumlah subjek peneliti ∑ xy : jumlah hasil kali skor item dan skor total ∑x 2 : jumlah dari skor item kuadrat ∑y 2 : jumlah skor total kuadrat ∑x : jumlah tiap item ∑y : jumlah tiap total item Kriteria uji validitas adalah bahwa jika r xy ˃ r tabel pada taraf signifikan 95 % berarti item butir pertanyaan valid dan sebaliknya, bila r xy ˂ r tabel maka butir pertanyaan tersebut

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI tidak valid. Pengujian validitas ini dibantu 63 dengan menggunakan program SPSS for windows versi 17.0. Tabel 3.5 Rekapitulasi Hasil Uji Validitas No. Item Item_1 Parameter Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item_2 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item_6 Item_7 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item_10 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item_11 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item_12 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Valid 34 .570** Valid .000 34 .635** Valid .000 34 .012 N Item_9 .000 Sig. (2-tailed) Sig. (2-tailed) Item_8 34 .424* Pearson Correlation Valid .571** Pearson Correlation N Valid 34 .029 N Item_5 .005 Sig. (2-tailed) Sig. (2-tailed) Item_4 .470 .374* Pearson Correlation Keputusan ** Pearson Correlation N Item_3 Hasil Hitung Valid 34 .608** Valid .000 34 .663** .000 Valid 34 .555** .001 Valid 34 .470** Valid .005 34 .616** .000 Valid 34 .561** .001 34 Valid

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Item_13 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item_14 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item_15 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item_16 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item_17 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item_18 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item_19 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item_20 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N .569** 64 Valid .000 34 .661** Valid .000 34 .464** .006 Valid 34 .640** .000 Valid 34 .540** Valid .001 34 .541** .001 Valid 34 .602** Valid .000 34 .546** .001 Valid 34 2. Reliabilitas Menurut pendapat Arikunto (2006), “Uji reliabilitas adalah sesuatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik”. Instrumen yang baik adalah instrumen yang sudah dapat dipercaya kebenaranya. Berapa kali diuji cobakan apabila mempunyai reliabilitas yang baik hasilnya akan tetap sama atau konsisten. Pengukuran reliabilitas mengunakan rumus Cronbach Alpha dari Arikunto (2006) sebagai berikut:

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 Keterangan: r11 = koefisien reliabilitas instrumen k = banyaknya butir soal ∑ = jumlah varian butir = varian total Jika r hitung hitung r tabel, tabel berarti item (butir soal) reliabel dan sebaliknya, jika r maka butir soal terasebut tidak reliabel. Kriteria besarnya koefisien reliabilitas menurut Arikunto (2006) sebagai berikut: 0,80 < r11 ≤ 1,00 reliabilitas sangat tinggi 0,60 < r11 ≤ 0,80 reliabilitas tinggi 0,40 < r11 ≤ 0,60 reliabilitas cukup 0,20 < r11 ≤ 0,40 reliabilitas rendah 0,00 < r11 ≤ 0,20 reliabilitas sangat rendah Pengujian reliabilitas dalam penelitian ini menggunakan bantuan program SPSS for windows versi 17.0. Tabel 3.6 Hasil Hitung Indeks Reliabilitas Case Processing Summary N Cases Valid Excludeda Total % Reliability Statistics 34 100.0 0 .0 34 100.0 Cronbach's Alpha N of Items .880 20

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 N. Teknik Analisis Data Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dengan menggunakan model analisis interaktif. Semua data yang diperoleh dalam penelitian ini akan dianalisis untuk menuju ke suatu kesimpulan. Analisis kualitatif, terdapat tiga komponen analisa yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verivikasi, aktifitasnya dilakukan dalam bentuk interaktif dengan proses pengumpulan data sebagai suatu siklus (Moleong, 2000). Reduksi data adalah kegiatan pemilihan data, penyederhanaan data serta transformasi data kasar dari catatan lapangan. Hasil dari reduksi berupa uraian singkat yang telah digolongkan dalam suatu kegiatan tertentu. Penyajian data berupa sekumpulan informasi dalam bentuk naratif yang disusun, diatur, diringkas dalam bentuk kategori-kategori sehingga mudah dipahami maknanya. Analisis data menyesuaikan dengan karakteristik penelitian tindakan kelas yang dalam penelitian ini terdiri dari 3 siklus. Setiap siklus mencakup tindakan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Dalam penelitian ini terdapat dua jenis data yang dikumpulkan oleh peneliti yaitu : 1. Data Kuantitatif Data yang dapat dianalisis secara deskriptif. Dalam hal ini peneliti menggunakan analisis statistik, yaitu mencari nilai jumlah, rata-rata hasil kecemasan siswa dalam tiap siklusnya.

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 Skala kecemasan dalam penelitian ini yaitu berjenis skala perbedaan semantik. Azwar (2003) menjelaskan bahwa perlu untuk mengkategorikan subjek dan butir item berdasarkan kriteria kategori. Berikut adalah perhitungan kategorisasi oleh peneliti : a. Kategori Skor Item Kecemasan Kategori skor item ini untuk menentukan jumlah nilai skor tiap item yang berada dalam daerah kategori yang telah ditentukan. Kategori skor item didapatkan berdasarkan perhitungan berikut ini: Xmaksimum : 34 X 9 = 306 Xminimum : 34 X 1 = 34 Range : 306 – 34 = 272 σ (simpangan baku) : 272 / 6 = 45,3 μ ( mean teotitik) : (306+ 34) / 2 : 340 / 2 : 170 Dari perhitungan tersebut maka didapat kategorisasi item Pada tabel di bawah ini :

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 Tabel 3.7 Kategori Skor Item Formula Kategori X ≤ μ - 1,5 σ μ - 1,5σ < X ≤ μ 0,5σ μ - 0,5σ < X < μ + 0,5σ μ + 0,5σ < X ≤ μ + 1,5σ μ + 1,5σ < X Rentang Nilai Skor Item X ≤ 102,05 Kategori 102,05 < X ≤ 147,35 Sangat Rendah (SR) Rendah (R) 147,35 < X ≤ 192,65 Sedang (S) 192,65 < X ≤ 237,95 Tinggi (T) 237,95< X Sangat Tinggi (ST) b. Kategori Skor Subjek Kategori skor subjek didapatkan melalui perhitungan berikut ini: Xmaksimum : 20 X 9 = 180 Xminimum : 20 X 1 = 20 Range : 180 – 20 = 160 σ (simpangan baku) : 160 / 6 μ (mean teoritik) = 26,6 : ( 180 + 20 ) / 2 : 200 / 2 : 100 Dari perhitungan tersebut maka didapatkan perhitungan kategorisasi pada tabel berikut ini :

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 Tabel 3.8 Kategori Skor Subjek Formula Kategori X ≤ μ - 1,5 σ μ - 1,5σ < X ≤ μ 0,5σ μ - 0,5σ < X < μ + 0,5σ μ + 0,5σ < X ≤ μ + 1,5σ μ + 1,5σ < X Rentang Nilai Skor Subjek X ≤ 60,1 Kategori 60,1 ≤ X ≤ 86,7 Sangat Rendah (SR) Rendah (R) 86,7 ≤ X ≤ 113,3 Sedang (S) 113,3 ≤ X ≤ 139,9 Tinggi (T) 139,9 ≤ X Sangat Tinggi (ST) 2. Data Kualitiatif Data kualitatif yaitu data yang berupa informasi berbentuk kalimat yang memberi gambaran tentang tingkat kecemasan siswa menjelang ulangan kenaikan kelas, pandangan atau sikap siswa dalam mengikuti kegiatan relaksasi progresif, dan aktivitas siswa dalam mengikuti kegiatan bimbingan belajar. a. Analisis Data Observasi Hasil data observasi diolah dan dianalisis setelah penelitian tindakan diberikan, hasil data diolah secepat mungkin agar dapat menjadi rujukan bagi siklus berikutnya. Hasil observasi peneliti terima dari hasil pengamatan kolaborator kemudian peneliti menganalisis dan menginterpretasikan data yang telah diberikan. Setelah itu Peneliti berdiskusi dengan mitra kolaboratif mengenai siklus yang telah dilakukan. Kemudian dari beberapa hasil peneliti dan mitra kolaboratif berdiskusi

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 mengenai hal-hal apa yang perlu diperbaiki pada siklus berikutnya. b. Analisis Data Wawancara Data yang telah diperoleh melalui wawancara kemudian dicatat oleh peneliti dan kemudian dianalisis sesuai dengan pernyataan-pernyataan yang diungkapkan oleh siswa mengenai kegiatan bimbingan belajar, kemudian peneliti melakukan pengkodean sesuai pernyataan siswa, dan akhirnya memberikan kesimpulan atas hasil wawancara tersebut melalui banyaknya ungkapan pernyataan dari para siswa. Data yang diperoleh melalui observasi dan wawancara dianalisis dengan teknik triangulasi data. Sugiyono (2011) menjelaskan bahwa triangulasi diartikan sebagai teknik pengumpulan data bersifat menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data yang telah ada. Dalam analisis data kualitatif diperlukan validitas dan reliabilitas. Validitas dan reliabilitas dalam analisis data kualitatif disebut uji keabsahan dan uji dependability. Reliabilitas dilakukan dengan melakukan audit terhadap keseluruhan proses penelitian. Audit tersebut dilakukan oleh auditor untuk mengetahui proses yang terjadi dalam penelitian tiap siklusnya. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari manipulasi data dalam penelitian.

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 O. Kriteria Keberhasilan 1. Kuantitatif Herbert, Robin & Ortrun (2002), defined Action Research as a process that pursues improvement in practical situations without substantively prescribing objectives to be achieved. Pendapat di atas didefinisikan bahwa, penelitian tindakan sebagai sebuah proses yang mengejar untuk suatu perbaikan disituasi praktis tanpa menentukan/menetapkan tujuan secara kenyataan untuk dapat tercapai. Jadi, dalam penelitian tindakan ini tidak ada patokan pasti bagi peneliti untuk menentukan seberapa besar target yang harus tercapai pada tiap siklus, namun peneliti tetap mencoba mengusahakan suatu target peningkatan. Penelitian tindakan bimbingan dan konseling ini memiliki kriteria keberhasilan yang ditentukan peneliti melalui perhitungan nilai awal berdasarkan pada pra tindakan. Kriteria keberhasilan penelitian menjadi tolak ukur keberhasilan yang harus dicapai. Kriteria keberhasilan pada penelitian ini adalah sebagai berikut: Tabel 3.9 Kriteria Keberhasilan Peubah Indikator Kriteria keberhasilan Pra Tingkat kecemasan siswa menjelang ulangan kenaikan kelas (skala kecemasan) a. Rata-rata skor kuesioner subjek tingkat kecemasan siswa b. Jumlah subjek yang mengalami Penurunan pada setiap siklusnya Siklus 1 Siklus 2 64.85% 55 % 45 % - 20 25 Siklus 3 35 % 30

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 2. Kualitatif a. Semakin banyak siswa yang dapat berfikir dengan tenang ketika mendekati hari ulangan kenaikan kelas b. Semakin banyak Siswa yang dapat berkonsentrasi saat mempelajari materi ulangan kenaikan kelas c. Semakin banyak siswa yang tidak bingung dalam menentukan prioritas ketika belajar materi ulangan kenaikan kelas d. Semakin banyak siswa yang dapat meningkatkan kepercayaan dirinya menjelang ulangan kenaikan kelas e. Semakin banyak siswa yang optimis dan percaya dengan kemampuan yang dimilikinya menjelang ulangan kenaikan kelas f. Semakin banyak siswa yang dapat mengatasi ketakutan dan bayangan mereka terhadap situasi dan soal yang sulit ketika menghadapi ulangan kenaikan kelas g. Semakin banyak siswa yang dapat menjaga pola makan dan tidur sehingga mereka siap mengahadapi ulangan kenaikan kelas

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bab ini berisi paparan secara berurutan mengenai hasil penelitian pembahasan, dan keterbatasan penelitian. Hasil penelitian terdiri dari hasil pra tindakan, siklus I , siklus II, dan siklus III. A. Hasil Penelitian Hasil penelitian tindakan bimbingan kelas diuraikan menjadi empat bagian yaitu bagian pra tindakan, siklus I, siklus II, dan siklus III. Data hasil penelitian ini kemudian dijadikan bahan untuk dijabarkan dalam pembahasan. 1. Hasil Penelitian Pra Tindakan Kegiatan pra tindakan dilakukan dengan tujuan untuk dapat mengetahui situasi awal pada kelas VIID sebelum diadakan tindakan. Hasil pada situasi awal akan dijadikan bahan pada pelaksanaan tindakan siklus I. Proses pra tindakan ini terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. a. Perencanaan Pra Tindakan Sebelum mengadakan pra tindakan peneliti merencanakan terlebih dahulu mengenai kegiatan yang akan dilakukan pada pra tindakan. kemudian peneliti menemui kepala sekolah untuk menjelaskan mengenai penelitian yang akan dilakukan. Setelah berdiskusi dengan kepala sekolah 73

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 akhirnya kepala sekolah memberikan gambaran mengenai situasi keadaan sekolah dan kondisi siswa. Dari diskusi tersebut akhirnya didapatkan satu kelas yang memiliki tingkat kecemasan yang tinggi menjelang ulangan kenaikan kelas yaitu kelas VIID. Setelah mendapatkan informasi dari kepala sekolah kemudian peneliti menemui Guru BK untuk mengetahui lebih dalam mengenai keadaan kondisi siswa di kelas VIID. Setelah berdiskusi dengan kepala sekolah dan Guru BK, peneliti pun merencanakan mengenai jadwal untuk dilaksanakannya kegiatan pra tindakan yaitu membagikan angket, observasi, dan wawancara siswa. b. Pelaksanaan Pra Tindakan Hasil pelaksanaan Pra tindakan di bagi menjadi dua bagian yaitu : rekaman fakta dan hasil pengukuran kecemasan. Tetapi karena pada saat pra tindakan peneliti tidak melakukan bimbingan melainkan hanya observasi, wawancara dan membagikan angket maka pada bagian rekaman fakta hanya terdapat penjelasan mengenai kegiatan yang peneliti lakukan selama pengumpulan data. 1) Rekaman Fakta Pelaksanaan pra tindakan dilakukan peneliti sebanyak satu kali yaitu dengan mengadakan observasi, membagikan

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 angket dan wawancara terhadap siswa. Kegiatan pelaksaan pra tindakan ini diawali peneliti dengan membagikan angket pada jam pertama. Setelah membagikan angket, pada jam ketiga peneliti pun mengadakan kegiatan observasi. Kegiatan observasi dilakukan oleh peneliti pada saat Guru mengajar di dalam kelas. Pada observasi pra tindakan ini peneliti melihat banyak siswa yang memiliki tanda-tanda kecemasan diantaranya berkeringat dingin, melamun, tidak fokus, tidak memperhatikan, bolak-balik kamar mandi, duduk tidak tenang dan terlihat tidak semangat. Setelah melakukan kegiatan observasi peneliti pun diberikan kesempatan oleh guru kelas untuk mewancarai siswa secara terstruktur pada akhir jam pelajaran. Setelah wawancara ternyata banyak didapatkan informasi bahwa siswa kelas VIID mengalami kecemasan menjelang ulangan kenaikan kelas mereka mengaku bahwa ulangan kenaikan kelas adalah hal yang menakutkan karena mereka harus mencapai nilai batas minimal yang ditentukan oleh sekolah, mereka dituntut oleh orangtua untuk memberikan hasil yang optimal dan banyak siswa yang ketakutan karena mereka membayangkan situasi ulangan seperti soal yang sulit, pengawas yang galak, dan duduk di deretan depan.

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Setelah wawancara kepada siswa peneliti 76 pun mengadakan wawancara terhadap guru mapel yang kelas sebelumnya diobservasi. Menurut guru tersebut siswa Kelas VIID memang banyak mengalami tanda kecemasan menjelang ulangan kenaikan kelas. “ Hal ini terlihat ketika saya bertanya kepada siswa apakah mereka sudah siap menghadapi ulangan. Ternyata jawaban yang saya peroleh adalah para siswa hanya terdiam dan menunduk. “ kata bu guru”. 2) Hasil Pengukuran Kecemasan Pada Pra Tindakan Skala kecemasan disusun berdasarkan kisi-kisi kecemasan siswa menjelang ulangan kenaikan kelas. Dari hasil skala kecemasan diperoleh dua data yaitu data skor item dan skor subjek. Data skor item bertujuan untuk menunjukkan item yang memiliki nilai yang kurang sehingga menjadi titik fokus perbaikan. Berdasarkan perhitungan diperoleh hasil kategori sebagai berikut : Tabel 4.1 Distribusi Skor Item Pra Tindakan Kategori X ≤ 102,05 Sangat Rendah 102,05 < X ≤ 147,35 Rendah 147,35 < X ≤ 192,65 Sedang 192,65 < X ≤ 237,95 Tinggi 237,95< X Sangat Tinggi Jumlah Item 0 Presentase 0 0 0 7 6/20 X 100 = 35% 13 13/20 X 100 = 65% 0 0

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa pada pra tindakan skor item berada pada kategori sedang sebanyak 7 item dengan presentase 35% dan pada kategori tinggi sebanyak 13 item dengan presentase 65%. Dari hasil skor item pra tindakan tidak ditemukan item dengan kategori sangat rendah, rendah dan sangat tinggi. Untuk lebih jelasnya skor item dapat dilihat pada grafik dibawah ini : Grafik 1 Skor Item Pra Tindakan 250 Skor Item 200 150 100 Pra Tindakan 50 0 1 3 5 7 9 11 13 15 17 19 Item Selain Skor item pada skala kecemasan ini juga terdapat data skor subjek. Data skor subjek merupakan data yang digunakan untuk mengetahui tingkat kecemasan siswa pada saat pra tindakan. Kategori data skor subjek dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 Tabel 4.2 Distribusi Skor Subjek Pra Tindakan Kategori X ≤ 60,1 Sangat rendah 60,1 ≤ X ≤ 86,7 Rendah 86,7 ≤ X ≤ 113,3 Sedang 113,3 ≤ X ≤ 139,9 Tinggi 139,9 ≤ X Sangat tinggi Jumlah Subjek Presentase Keterangan 0 0 2 2/34 X 100 = 5.8 % Sangat Tidak Cemas Tidak Cemas 9 9/34 X 100 =26.47% Cukup cemas 18 18/34 X 100 =52.94% Cemas 5 5/34 X 100 =14.70% Sangat Cemas Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa pada pra tindakan terdapat 2 siswa yang tidak mengalami kecemasan berada pada kategori rendah dengan presentase 5.8%, 9 siswa cukup cemas berada pada kategori sedang dengan presentase 26.47%, 18 siswa cemas berada pada kategori tinggi dengan presentase 52.94%, dan 5 siswa sangat cemas berada pada kategori sangat tinggi dengan presentase 14.70%. Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa sebagian besar siswa kelas VIID SMP Negeri 2 Sambirejo mengalami kecemasan. Data yang diperoleh pada pra tindakan akan dijadikan referensi untuk melakukan tindakan pada siklus I. Selain itu, hasil dari pra tindakan ini akan dijadikan patokan pada penentuan kriteria awal keberhasilan untuk siklus selanjutnya.

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79 Data skor kecemasan sbujek dapat dilihat pada grafik dibawah ini : Grafik 2 Skor Subjek Pra Tindakan 160 140 Skor Subjek 120 100 80 Pra Tindakan 60 40 20 0 1 4 7 10 13 16 19 22 25 28 31 34 Subjek c. Hasil Pengamatan dan Hasil Wawancara Hasil Pengamatan dan wawancara pada pra tindakan peneliti rangkum pada pembahasan di bawah ini : 1) Hasil Pengamatan Pada saat pra tindakan observasi dilakukan oleh peneliti sendiri dengan menggunakan panduan observasi. Observasi ini dilakukan untuk mendapatkan data yang lebih dalam mengenai keadaan situasi kelas dan kondisi siswa. Peneliti mengamati siswa berdasarkan penduan yang telah dibuat. Dari observasi tersebut peneliti dapat mengetahui

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80 siswa-siswa yang mengalami kecemasan berdasarkan cirri-ciri yang telah dituliskan dalam panduan observasi. Siswa yang mengalami kecemasan akan terlihat dari segi fisik maupun kognitifnya yaitu terdapat beberapa siswa yang melamun, duduk gelisah, bolak-balik kamar mandi, berkeringat dingin, tidak memperhatikan, tidak konsentrasi, dan terlihat tidak semangat. Sedangkan siswa yang tidak cemas terlihat duduk tenang, memperhatikan, terlihat bugar, dan aktif menjawab pertanyaan guru. Hasil observasi selengkapnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Tabel 4.3 Hasil Observasi Pada Pra Tindakan No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. Perilaku Mendengarkan Tidak Fokus Melamun Memperhatikan Aktif Mematah-Matahkan Kuku Jari Duduk Gelisah Menggaruk-Garuk Bagian Tubuh Terlihat Senang Duduk Tenang Nyaman Memainkan Bolpoin Berkeringat Berlebihan Tiduran Wajah Pucat Semangat Wajah Segar Terlihat Bugar Lemas Bolak-Balik Kamar Mandi Jumlah Siswa 23 18 9 23 4 2 15 1 8 19 23 6 3 17 7 8 27 9 11 4

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81 2) Hasil Wawancara Wawancara peneliti lakukan untuk menggali informasi secara lebih mendalam khususnya pada bagian yang tidak bisa peneliti dapatkan melalui observasi. Wawancara peneliti lakukan secara terstruktur kepada Guru BK, Guru Mapel, dan siswa. Wawancara kepada Guru BK peneliti lakukan sebelum kegiatan observasi kelas dilakukan. Sedangkan observasi Guru Mapel peneliti lakukan setelah kegiatan observasi selesai di ruangan kantor, sedangkan wawancara siswa peneliti lakukan pada saat 10 menit terakhir di depan kelas. Wawancara kepada siswa peneliti lakukan secara terbuka yaitu tidak dikhususkan pada beberapa siswa saja namun seluruh siswa di kelas terlibat didalamnya meskipun hanya beberapa siswa yang menjawab pertanyaan peneliti secara acak. Dari hasil wawancara kepada Guru BK peneliti dapat mengetahui informasi yang lebih luas mengenai kondisi siswa kelas VIID. dari hasil wawancara didapatkan informasi bahwa kelas VIID tergolong kelas yang memiliki kemampuan intelektual rendah dibandingkan kelas lainnya sehingga di kelas ini banyak ditemukan siswa yang mengalami kecemasan. Guru BK sendiri mengaku bahwa banyak anak yang mengalami kecemasan namun belum ada upaya untuk dapat meminimalisir kecemasan tersebut. Selama ini Guru BK hanya

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82 memberikan materi namun tidak memberikan tindakan khusus yang memfokuskan pada kecemasan anak. Guru BK sangat setuju apabila diadakan tindakan bimbingan kelas pada kelas tersebut melalui bimbingan belajar dengan menggunakan teknik relaksasi progresif karena bimbingan belajar mampu untuk memberikan motivasi dan mengatasi permasalahan belajar siswa khususnya menjelang ulangan kenaikan kelas Sedangkan teknik relaksasi progresif dapat untuk menenangkan pikiran siswa dan dapat membuat siswa semangat dan tidak tegang dalam menghadapi ulangan kenaikan kelas. Dari hasil wawancara kepada Guru mapel peneliti mendapatkan banyak informasi mengenai keadaan siswa diantaranya adalah di kelas VIID banyak siswa yang belum siap untuk menjalani ulangan kenaikan kelas karena materi yang diterima siswa belum bisa terserap semua sedangkan siswa dituntut untuk mencapai nilai batas minimal. Dari tuntutan tersebut guru mapel mengaku bahwa siswa mengalami kecemasan menjelang ulangan kenaikan kelas. banyak siswa yang mengeluh bahwa bahan ulangan kenaikan kelas sulit sedangkan waktu ulangan kenaikan kelas sudah dekat.

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 83 Dari wawancara terbuka yang peneliti lakukan kepada siswa kelas VIID peneliti mendapatkan banyak informasi, yaitu banyak siswa di kelas tersebut yang mengalami kecemasan akibat tuntutan dari orangtua dan dari sekolah. Dari orangtua mereka dituntut untuk mendapatkan hasil yang optimal dan diharuskan naik kelas sedangkan dicari sekolah siswa dituntut untuk mendapatkan batas nilai minimal sebagai syarat kenaikan kelas. Siswa merasa cemas dan ketakutan karena mereka belum memahami materi sepenuhnya dan mereka cemas karena takut soal yang keluar pada saat ulangan kenaikan kelas adalah soal yang sulit dan materi yang mereka pelajari tidak keluar. Selain itu mereka mengaku bahwa pada saat belajar, mereka sering mengalami kebingungan dan sulit konsentrasi akibat bayangan-bayangan mereka terhadap situasi ulangan kenaikan kelas yang akan dihadapi. Situasi yang mereka takutkan berupa pengawas yang galak, soal ulangan yang sulit, dan tempat duduk yang berada pada posisi deretan yang paling depan. d. Hasil Refleksi Pra Tindakan Kegiatan pra tindakan telah selesai peneliti lakukan dengan lancar. Dari hasil pra tindakan tersebut peneliti mendapatkan hasil dan data-data mengenai gambaran siswa dan kondisi siswa khusunya mengenai tingkat kecemasan

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 84 siswa. Dari hasil angket, wawancara dan observasi peneliti dapat mengetahui bahwa siswa kelas VIID mengalami kecemasan menjelang ulangan kenaikan kelas. Hal ini terlihat dari skor subjek yang berada pada kategori tinggi sebanyak 18 siswa cemas dengan presentase 52.94%, pada kategori sangat tinggi terdapat 5 siswa sangat cemas dengan presentase 14,70%, dan pada kategori sedang terdapat 9 siswa cukup cemas dengan presentase 26.47%, sedangkan yang berada pada kategori rendah hanya 2 siswa yang tidak mengalami kecemasan dengan presentase 5.8%. Dari hasil wawancara dapat diketahui pula bahwa siswa mengalami kecemasan akibat ketakutannya mengenai ulangan kenaikan kelas. Dari hasil data tersebut peneliti tergerak untuk melakukan upaya agar kecemasan siswa dapat menurun agar mereka dapat mendapatkan hasil belajar yang optimal dan dapat naik kelas. 2. Penelitian Tindakan Siklus I Pelaksanaan tindakan siklus I peneliti lakukan pada tanggal 23 Mei 2014. Penelitian siklus I ini peneliti lakukan berdasarkan hasil yang diperoleh pada pra tindakan. Berikut adalah hasil penelitian pada siklus I: a. Perencanaan Tindakan Siklus I Sebelum pelaksanaan penelitian peneliti mempersiapkan terlebih dahulu pelaksanaan yang akan

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 85 dilakukan pada siklus I. Tujuan dari perencanaan ini adalah untuk mempersiapkan pelaksanaan pada siklus I agar pelaksanaan dapat berjalan lancar dan sesuai dengan tujuan. Berikut adalah persiapan yang dilakukan oleh peneliti menjelang pelaksanaan tindakan siklus I: 1) Penyusunan Perangkat Bimbingan a) Satuan Pelayanan Bimbingan Satuan pelayanan bimbingan peneliti buat sebagai pedoman untuk melaksanakan bimbingan. Dalam penelitian bidang bimbingan yang peneliti berikan kepada siswa adalah bimbingan belajar. Topik yang peneliti berikan pada siklus I ini adalah mengenai “Konsentrasi Belajar”. Rancangan dan skenario kegiatan bimbingan tercantum pada SPB. b) Lembar Kegiatan Siswa Lembar kegiatan siswa diberikan setelah peneliti memberikan materi. Lembar kegiatan siswa ini bertujuan agar siswa dapat lebih memahami materi yang telah diberikan dan mempermudah siswa dalam memahami materi.

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86 c) Lembar Evaluasi Lembar evaluasi diberikan kepada siswa agar peneliti dapat mengetahui hasil belajar siswa setelah mengikuti kegiatan bimbingan yang telah diberikan. d) Pedoman Relaksasi Pedoman relaksasi peneliti buat untuk mempermudah peneliti dalam memimpin pelaksanaan relaksasi. Pedoman ini peneliti buat untuk menghindari terjadinya kesalahan dalam pengucapan dan urutan relaksasi. 2) Alat Pengumpul Data Alat pengumpul data yang peneliti siapkan yaitu skala kecemasan, lembar observasi, dan panduan wawancara. Skala kecemasan peneliti berikan pada 10 menit terakhir menjelang jam bimbingan usai. Observasi dilakukan oleh observer pada saat pemberian bimbingan berlangsung dan wawancara dilakukan setelah bimbingan selesai diberikan. 3) Mitra Kolaboratif Mitra kolaboratif dalam penelitian ini adalah observer yang membantu peneliti dalam pelaksanaan bimbingan belajar.

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI b. 87 Pelaksanaan Tindakan Siklus I Pelaksanaan siklus I peneliti lakukan pada tanggal 23 mei 2014 pada pukul 07.15 di ruangan kelas VIID SMP negeri 2 Sambirejo. Sebelum melaksanakan bimbingan peneliti mempersiapkan segala perlengkapan bimbingan bersama observer. Setelah jam akan dimulai peneliti pun segera masuk ke dalam kelas dan meminta ketua kelas untuk memimpin doa terlebih dahulu. Hasil pelaksanaan tindakan siklus I di bagi menjadi dua bagian yaitu : rekaman fakta dan hasil pengukuran kecemasan. 1) Rekaman Fakta a) Pembukaan Kegiatan awal bimbingan telah dibuka dengan berdoa. setelah kegiatan berdoa selesai peneliti menyapa, memberikan salam, dan memberikan pengantar kepada siswa. Setelah usai memberikan pengantar peneliti pun mengajak siswa kelas VIID untuk ice breaking. Ice breaking yang peneliti berikan pada siklus I ini adalah dengan mengajak siswa bermain “dokter berkata” . ice breaking ini peneliti berikan untuk dapat menambah semangat para siswa agar tidak tegang dan tidak mengantuk. Selain itu, ice breaking ini adalah sebagai awal memperkenalkan kepada siswa mengenai materi yang akan

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 88 diberikan yaitu “Konsentrasi Belajar” karena inti dari ice breaking ini adalah untuk melatih mereka lebih berkonsentrasi. b) Kegiatan Inti Setelah memberikan ice breaking peneliti pun masuk ke dalam materi. Sebelum memberikan materi peneliti memberikan pertanyaan mengenai kegiatan ice breaking yang telah dilakukan. Peneliti bertanya “ Bagaimana caranya agar kalian tidak kalah dalam permainan ini ?” kemudian anak-anak ini pun menjawab dengan lantang “konsentrasi bu”. Lalu setelah mereka menjawab peneliti pun memberikan pertanyaan lagi “siapa yang mengetahui arti konsentrasi?” kemudian ada beberapa siswa pun menjawab bahwa konsentrasi itu fokus, tidak ngantuk dan memperhatikan. Setelah memberikan pertanyaan peneliti pun langsung masuk ke materi dengan menjelaskan arti konsentrasi, hambatan berkonsentrasi, dan cara agar dapat berkonsentrasi. Setelah memberikan materi, peneliti pun memberikan kesempatan pada siswa untuk bertanya. Kemudian ada salah satu siswa bertanya “bagaimana caranya agar saya bisa konsentrasi dan memahami materi

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 89 dengan cepat bu?” kemudian peneliti menjawab hal yang kamu lakukan adalah mencari tempat yang tenang, kemudian perbanyak air minum, dan fokus pada satu tujuan agar fikiran tidak bercabang. Kemudian siswa itu pun mengangguk dan mengerti dengan jawaban saya. Setelah kesempatan memberikan pertanyaan selesai peneliti pun membagi siswa ke dalam 5 kelompok. Kemudian peneliti memberikan LKS kepada setiap kelompok untuk dijawab bersama. Waktu untuk menjawab pertanyaan yang ada di LKS pun hanya 2 menit karena memang inti dari kegiatan ini adalah “konsentrasi” jadi dari 20 pertanyaan di LKS hanya 1 pertanyaan saja yang harus dijawab. Pada saat waktu menjawab telah usai peneliti pun membahas mengenai jawaban LKS yang telah diberikan kemudian peneliti bertanya kepada kelompok “siapa yang benar dalam menjawab pertanyaan?” dan ternyata tidak ada satu pun kelompok yang dapat menjawab perintah dengan tepat. Setelah itu peneliti meminta perwakilan kelompok untuk sharing ke depan. Setelah sharing peneliti memberikan refleksi mengenai kegiatan tersebut lalu peneliti mengajak siswa untuk berelaksasi. Relaksasi pada siklus I ini tidak menggunakan media apa-apa hanya

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 90 berbekal panduan relaksasi dan keadaan suasana kelas yang hening. Setelah relaksasi usai peneliti bertanya kepada siswa “bagaimana keadaan kalian setelah mengikuti kegiatan relaksasi?” lalu siswa menjawab diantaranya adalah pikiran mereka menjadi tenang, pusing hilang, badan segar, dan membuat mengantuk. c) Penutup Setelah kegiatan inti selesai akhirnya peneliti sampai pada kegiatan terakhir yaitu penutup. Kegiatan penutup ini peneliti awali dengan memberikan kesimpulan dan penguatan kepada siswa. Setelah selesai peneliti pun membagikan lembar evaluasi dan skala kecemasan kepada siswa. Setelah semuanya selesai penelitipun meminta siswa untuk mengumpulkan lembar evaluasi dan skala kecemasan. Setelah semuanya terkumpul lalu peneliti memberikan kalimat dan salam penutup kepada siswa. 2) Hasil Pengukuran Kecemasan Pada Siklus I Hasil pengukuran kecemasan pada siklus I memiliki dua data pokok yaitu data skor item dan data skor subjek. Hasil dari data skor item dan subjek pada siklus I akan dilihat apakah ada perbandingan dari hasil pra tindakan. Hal ini dilakukan untuk melihat apakah ada peningkatan dan penurunan tingkat kecemasan siswa dalam mengikuti

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 91 layanan bimbingan belajar dengan menggunakan teknik relaksasi progresif. Hasil dari siklus I akan dijadikan acuan pada pelaksanaan penelitian pada siklus II. Kategori data skor item dapat dilihat pada tabel di bawah ini : Tabel 4.4 Distribusi Skor Item Siklus I Kategori Jumlah Item Presentase X ≤ 102,05 Sangat Rendah 102,05 < X ≤ 147,35 Rendah 147,35 < X ≤ 192,65 Sedang 192,65 < X ≤ 237,95 Tinggi 237,95< X Sangat Tinggi 0 0 2 2/20 X 100 = 10% 17 17/20 X 100 = 85% 1 1/20 X 100 = 5% 0 0 Data yang diperoleh pada siklus I menunjukkan bahwa tidak ada item yang berada pada kategori sangat rendah dan sangat tinggi. Kategori yang muncul yaitu rendah, sedang, dan tinggi. Item yang berada pada kategori rendah sebanyak 2 item dengan presentase 10%. Item pada kategori sedang sebanyak 17 item dengan presentase 85%. Dan item yang berada pada kategori tinggi sebanyak 1 item dengan presentase 5%. Dari hasil pra tindakan dan siklus I sudah terdapat penurunan skor item, namun masih ada item yang berada pada kategori tinggi dan sedang sehingga pada siklus berikutnya akan dijadikan PR untuk dapat diperbaiki.

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 92 Perbandingan skor item pada pra tindakan dan siklus I tersebut dapat dilihat pada grafik item di bawah ini : Grafik 3 Hasil Perbandingan Skor Item Pra tindakan dan Siklus I 250 skor item 200 150 Pra Tindakan Siklus I 100 50 0 1 3 5 7 9 11 13 15 17 19 Item Grafik di atas menunjukkan adanya penurunan skor item pada skala kecemasan siklus I. Namun, ada satu item di nomor 15 yang skornya naik meskipun masih sama-sama berada pada kategori sedang pada pra tindakan dan siklus I. Dari hasil tersebut dapat dikatakan bahwa perbaikan item pada pra tindakan berhasil meskipun masih terdapat beberapa item yang berada pada kategori tinggi dan sedang. Perbandingan skor ini akan dijadikan bahan refleksi dan evalausi pada siklus ke II. Data skor item didukung oleh data skor subjek. Data rata-rata skor subjek menunjukkan adanya penurunan hal ini menunjukkan terdapat adanya penurunan tingkat kecemasan

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93 yang dialami siswa menjelang ulangan kenaikan kelas melalui layanan bimbingan belajar dengan menggunakan teknik relaksasi progresif. Kategori skor subjek pada siklus I dapat dilihat pada tabel di bawah ini : Tabel 4.5 Distribusi Skor Subjek Siklus I Kategori X ≤ 60,1 Sangat rendah 60,1 ≤ X ≤ 86,7 Rendah 86,7 ≤ X ≤ 113,3 Sedang 113,3 ≤ X ≤ 139,9 Tinggi 139,9 ≤ X Sangat tinggi Jumlah Subjek Presentase Keterangan 0 0 9 9/34 X 100 = 26.47% Sangat tidak cemas Tidak cemas 19 19/34 X 100 = 55.88% Cukup Cemas 6 6/34 X100 = 17.64% Cemas 0 0 Sangat cemas Data kategori skor subjek pada tabel di atas menunjukkan bahwa tidak ada subjek yang berada pada kategori sangat rendah dan sangat tinggi. Pada kategori rendah terdapat 9 siswa tidak cemas dengan presentase 26.47%. Pada kategori sedang terdapat 19 siswa cukup cemas dengan presentase 55.88%. Pada kategori tinggi sebanyak 6 siswa dengan presentase 17.64%. Rata-rata skor subjek pada siklus I sebesar 54.21%. Sedangkan pada pra tindakan sebesar 64.85% Dari hasil tersebut menunjukkan adanya penurunan tingkat kecemasan siswa kelas VIID setelah diberikan layanan bimbingan belajar dengan

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 94 menggunakan teknik relaksasi progresif sebanyak 10.64%. Adanya penurunan tingkat kecemasan siswa dapat dihat melalui grafik perbandingan di bawah ini : Grafik 4 Hasil Perbandingan Skor Subjek Pra Tindakan Dan Siklus I 160 140 Skor Subyek 120 100 80 Pra Tindakan 60 40 Siklus I 20 0 1 4 7 10 13 16 19 22 25 28 31 34 Subyek Dari grafik di atas dapat dilihat bahwa perbaikan pada siklus I berhasil. Tetapi, ada dua siswa no.absen 25 dan 34 yang mengalami peningkatan kecemasan dari pra siklus ke siklus I meskipun dua siswa tersebut masih dalam kategori yang sama yaitu rendah dan sedang. Melihat hal tersebut maka peneliti akan mengadakan perbaikan pada siklus II agar kecemasan siswa dapat menurun. c. Hasil Pengamatan dan Hasil Wawancara Hasil pengamatan dan hasil wawancara peneliti rangkum dalam pembahasan di bawah ini :

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 95 1) Hasil Pengamatan Data hasil observasi diperoleh langsung saat peneliti melakukan tindakan di dalam kelas VIID. Observasi dilakukan oleh peneliti dan dibantu oleh observer. Observasi ini dilakukan untuk melihat gambaran situasi siswa pada saat dilakukan tindakan. observer memperoleh data melalui lembar observasi yang telah peneliti persiapkan. Dari hasil observasi tersebut dapat dilihat bahwa terdapat perbedaan antara hasil pra tindakan dengan siklus I. Pada pra tindakan banyak siswa yang mengalami kecemasan dengan cirri-ciri duduk gelisah, mematahkan kuku, melamun dsb. Sedangkan pada siklus I dapat dilihat bahwa siswa yang tidak cemas bertambah lebih banyak dilihat dari cirri-cirinya yaitu siswa memperhatikan, terlihat segar, dan aktif mengikuti kegiatan di kelas. Hasil observasi selengkapnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 96 Tabel 4.6 Hasil Observasi Pada Tindakan Siklus I No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. Perilaku Mendengarkan Tidak Fokus Melamun Memperhatikan Aktif Mematah-matahkan kuku jari Duduk gelisah Menggaruk-garuk bagian tubuh Terlihat Senang Duduk Tenang Nyaman Memainkan bolpoin Berkeringat berlebihan Tiduran Wajah Pucat Semangat Wajah Segar Terlihat Bugar Lemas Bolak-balik Kamar Mandi Jumlah Siswa 30 10 3 30 32 1 7 30 27 30 3 1 5 5 30 25 23 5 2 2) Hasil Wawancara Wawancara dilakukan oleh peneliti setelah jam bimbingan selesai. Wawancara ini peneliti lakukan kepada beberapa siswa kelas VIID. Berikut adalah hasil wawancara yang dilakukan kepada beberapa siswa : a) Siswa mengaku bahwa dirinya lebih merasa tenang setelah dilaksanakan relaksasi. b) Siswa merasa lebih semangat untuk menghadapi Ulangan kenaikan kelas setelah diadakan bimbingan.

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 97 c) Siswa merasa badannya lebih segar, dari awalnya kepala pusing karena beban yang dipikirkan setelah direlaksasi mereka merasa lebih sehat. d) Siswa merasa lebih tenang setelah diberikan bimbingan dan mengikuti relaksasi. Siswa merasa bahwa pikiran-pikiran mengenai ketakutannya terhadap ulangan kenaikan kelas sedikit berkurang. Pikiran-pikiran tersebut seperti menemui pengawas yang galak dan soal yang sulit. e) Siswa senang jika dalam bimbingan diberikan teknik relaksasi karena hal ini dapat membantu mereka untuk lebih tenang dan tidak tegang dalam menghadapi ulangan kenaikan kelas yang semakin dekat. d. Hasil Refleksi Tindakan Siklus I Refleksi penelitian pada siklus I peneliti lakukan setelah tindakan selesai dilakukan dan data hasil observasi, wawancara, kuesioner terkumpul semua. Secara keseluruhan proses siklus I telah peneliti lakukan berjalan lancar sesuai dengan rencana. Dari proses pengumpulan data yang telah diperoleh menunjukkan bahwa terdapat adanya perbaikan dari data pra tindakan. Hasil skor item dan skor subjek yang diperoleh pada siklus I mengalami penurunan. Siswa yang mengalami kecemasan pada pra tindakan mengalami

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 98 penurunan tingkat kecemasan setelah diberikan perbaikan melalui layanan bimbingan belajar dengan menggunakan teknik relaksasi progresif pada siklus I. Tetapi, pada tindakan siklus I terdapat dua orang siswa yang mengalami kenaikan kecemasan meskipun dua orang siswa masih dalam kategori yang sama pada pra tindakan yaitu rendah dan sedang. Pada saat pemberian tindakan pada siklus I peneliti mempunyai beberapa catatan yaitu peneliti masih merasa grogi pada saat memberikan bimbingan. Pada saat siswa diajak untuk berelaksasi suasana dikelas menjadi sangat tenang dan beberapa siswa bahkan sampai tertidur. Relaksasi progresif yang diberikan kepada siswa pada siklus I sudah mengena pada siswa namun peneliti masih merasa kurang maksimal karena terkadang masih ada suasana gaduh diluar kelas yang dapat mengganggu siswa. Setelah berefleksi dan berdiskusi dengan mitra kolaboratif peneliti mengambil keputusan bahwa pada siklus berikutnya peneliti akan mengadakan perbaikan. Pada siklus II peneliti akan memberikan perbaikan dengan menggunakan media yaitu dengan memutarkan musik klasik pada saat relaksasi sehingga relaksasi dapat benar-benar mengena pada semua siswa dan dapat membuat siswa jauh lebih tenang dari

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 99 siklus I. Dan dengan pemberian media musik klasik pada siklus II ini diharapkan suara gaduh diluar kelas dapat tersamarkan. 3. Penelitian Tindakan Siklus II Penelitian siklus II ini peneliti untuk memperbaiki kekurangankekurangan yang terdapat pada siklus I. Berikut adalah hasil dari siklus II : a. Perencanaan Tindakan Siklus II Perencanaan tindakan konseling siklus II tidak jauh beda dengan perencanaan pada siklus I. Peneliti menyiapkan SPB, materi, lembar kerja siswa, lembar evaluasi, lembar observasi, lembar wawancara, panduan wawancara, dan mitra kolaboratif. Pada siklus II ini materi yang peneliti berikan adalah “Cara mengatasi stres dalam belajar”. peneliti juga mempersiapkan media untuk memutarkan musik klasik pada saat relaksasi yaitu loudspeaker, rol kabel, dan lagu-lagu klasik. b. Pelaksanaan Tindakan Siklus II Pelaksanaan penelitian siklus II peneliti lakukan pada tanggal 30 mei 2014. Kegiatan dimulai pada pukul 7.15. peneliti tiba dikelas 10 menit sebelum jam dimulai untuk mempersiapkan peralatan yang akan diguankan pada saat bimbingan. Hasil pelaksanaan tindakan siklus II di bagi

(121) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 100 menjadi dua bagian yaitu : rekaman fakta dan hasil pengukuran kecemasan 1) Rekaman Fakta a) Pembukaan Pembukaan diawali dengan doa pembukaan dipimpin oleh ketua kelas. Setelah selesai doa peneliti memberikan menyapa dan memberikan pengantar kepada siswa. Setelah memberikan pengantar penelitipun mnegajak siswa untuk ice breaking terlebih dahulu. Ice breaking ini peneliti lakukan agar siswa dapat lebih semangat dan tidak mengantuk pada saat jam bimbingan. b) Inti Setelah memberikan ice breaking peneliti memberikan materi “Mengatasi Stres dalam Belajar” . Sebelum masuk ke materi peneliti bertanya kepada siswa terlebih dahulu. Pertanyaan itupun seperti “siapa yang pernah stres ketika belajar?” lalu siswa pun dengan reflek mengangkat telunjuk tangan yang berarti banyak siswa dikelas yang mengalami stres ketika belajar. Setelah bertanya peneliti pun bertanya kepada siswa “siapa yang tahu arti stres itu apa?” dan ada beberapa siswa yang menjawab “stres itu gila bu, stres itu tidak paham, stres itu pusing dan sebagainya” setelah bertanya akhirnya peneliti

(122) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 101 pun masuk kedalam materi dan menjelaskan kepada siswa mengenai arti stres, akibat dari stres, penyebab stres dan cara mengatasi stres. Setelah memberikan materi peneliti mengajak siswa untuk berdinamika dengan membagi siswa kedalam 5 kelompok. 1 kelompok terdiri dari 6-7 orang siswa. Setelah kelompok dibagi penelitipun meminta siswa untuk sharing kepada kelompok mengenai stres dalam belajar yang mereka alami dan bagaimana cara mengatasinya. Setelah selesai diskusi peneliti meminta perwakilan dari kelompok untuk maju kedepan dan mensharingkan hasil diskusinya. Setelah semua kelompok sharing peneliti menyimpulkan hasil dari sharing siswa. Selanjutnya siswa peneliti ajak untuk melakukan kegiatan relaksasi dengan memutarkan musik klasik. Setelah kegiatan relaksasi selesai peneliti memberikan kesimpulan dan dilanjutkan dengan penguatan mengenai bimbingan yang telah dilakukan. c) Penutup Kegiatan ditutup dengan membagikan lembar evaluasi dan skala kecemasan. Setelah semua selesai dikumpulkan peneliti memberikan salam penutup.

(123) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 102 2) Hasil Pengukuran Kecemasan Pada Siklus II Hasil pengukuran kecemasan menunjukkan adanya dua data pokok yaitu data skor item dan data skor subjek. Data skor item dan data skor subjek pada siklus II akan dibandingkan dengan data skor pra tindakan dan siklus I. Hasil kategori skor item yang diperoleh pada siklus II dapat dilihat pada tabel di bawah ini : Kategori X ≤ 102,05 Sangat Rendah 102,05 < X ≤ 147,35 Rendah 147,35 < X ≤ 192,65 Sedang 192,65 < X ≤ 237,95 Tinggi 237,95< X Sangat Tinggi Tabel 4.7 Distribusi Skor Item Siklus II Jumlah Item Presentase 0 0 18 18/20 X 100 = 90% 2 2/20 X 100 = 10% 0 0 0 0 Dari tabel tersebut diketahui bahwa terdapat 18 item berada pada kategori rendah dengan presentase 90% dan 2 item berada pada kategori rendah dengan presentase 10%. Berdasarkan rekapitulasi data skor item menunjukkan bahwa skor item pada siklus II lebih baik dibandingkan dengan skor item pada siklus I. Secara signifikan item-item pada siklus II menurun dibandingkan dengan upaya perbaikan siklus I. Penurunan skor item pada siklus II dapat dilihat pada grafik di bawah ini :

(124) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 103 Grafik 5 Perbandingan Skor Item Pra tindakan, Siklus I , dan Siklus II 250 Skor Item 200 150 Pra Tindakan 100 Siklus I 50 Siklus II 0 1 3 5 7 9 11 13 15 17 19 Item Dari grafik di atas dapat dilihat bahwa perbaikan pada siklus II berhasil karena skor item yang pada awalnya meningkat pada perbaikan siklus II sudah mengalami penurunan. Pada siklus II selain skor item juga terdapat skor subjek. Hasil kategori skor subjek dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

(125) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 104 Tabel 4.8 Distribusi Skor Subjek Siklus II Kategori X ≤ 60,1 Sangat rendah 60,1 ≤ X ≤ 86,7 Rendah 86,7 ≤ X ≤ 113,3 Sedang 113,3 ≤ X ≤ 139,9 Tinggi 139,9 ≤ X Sangat tinggi Jumlah Subjek 3 Presentase Keterangan 3/34 X 100 = 8.82% 22 22/34 X 100 =64.70% 9 9/34 X 100 =26.47% Sangat tidak cemas Tidak cemas Cukup cemas 0 0 Cemas 0 0 Sangat cemas Dari hasil kategorisasi dapat diketahui bahwa pada siklus II skor subjek yang berada pada kategori rendah sebanyak 22 siswa dengan presentase 64.70%. Pada kategori sangat rendah sebanyak 3 siswa dengan presentase 8.82%, dan 9 siswa berada pada kategori sedang dengan presentase 26.47%. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa siswa yang mengalami kecemasan mengalami penurunan, dan pada siklus II ini berhasil dalam memperbaiki siklus sebelumnya. Namun, pada siklus II peneliti dan mitra kolaboratif masih merasa kurang. Oleh karena itu, peneliti akan mengadakan perbaikan pada siklus berikutnya yaitu siklus III untuk mendapatkan hasil maksimal karena ulangan kenaikan kelas masih satu minggu dan dikhawatirkan kecemasan siswa akan meningkat jika tindakan diberhentikan pada siklus II. Siklus

(126) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 105 III diharapkan menjadi siklus terakhir dan mampu untuk meminimalisir kecemasan siswa secara optimal. Secara lengkap perbandingan skor kecemasan subjek dapat dilihat pada grafik di bawah ini : Grafik 6 Perbandingan Skor Subjek Pra Tindakan, Siklus I dan Siklus II 160 140 Skor Subyek 120 Pra Tindakan 100 Siklus I 80 60 Siklus II 40 20 0 1 4 7 10 13 16 19 22 25 28 31 34 Subyek Pada grafik di atas dapat dilihat bahwa tidak ada subjek yang mengalami peningkatan kecemasan. Tetapi penurunan rata-rata tingkat kecemasan pada siklus I ke siklus II hanya 10.66%. Pada siklus I rata-rata subjek sebesar 54.21% sedangkan pada siklus II 43.55%. Oleh karena itu peneliti akan mengadakan perbaikan pada siklus ke III.

(127) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 106 c. Hasil Pengamatan dan Wawancara Hasil pengamatan dan wawancara pada siklus II peneliti rangkum dalam pembahasan di bawah ini : 1) Hasil Pengamatan Hasil observasi pada siklus II terlihat bahwa siswa kelas VIID kecemasannya sudah banyak berkurang. Karena dari ciriciri yang terdapat pada lembar observasi siswa yang mengalami kecemasan hanya beberapa orang siswa di kelas hal ini dilihat dari perilaku siswa yang Nampak seperti duduk gelisah, melamun dan tidak fokus. Pada siklus ini lebih terlihat siswa yang tidak mengalami kecemasan hal ini ditunjukkan dari perilaku siswa saat mengikuti bimbingan seperti aktif di kelas, memperhatikan, mendengarkan, semangat, terlihat bugar dan wajah terlihat lebih segar dari siklus sebelumnya. Situasi kelas pada siklus II ini lebih terlihat tenang dan menyenangkan. Siswa lebih antusias dan bisa lebih tenang saat diajak untuk berelaksasi. Pemutaran musik klasik pada saat relaksasi ternyata sangat membantu siswa jauh lebih tenang dan nyaman. Hasil observasi selengkapnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

(128) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 107 Tabel 4.9 Hasil Observasi Pada Tindakan Siklus II No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. Perilaku Mendengarkan Tidak Fokus Melamun Memperhatikan Aktif Mematah-matahkan kuku jari Duduk gelisah Menggaruk-garuk bagian tubuh Terlihat Senang Duduk Tenang Nyaman Memainkan bolpoin Berkeringat berlebihan Tiduran Wajah Pucat Semangat Wajah Segar Terlihat Bugar Lemas Bolak-balik Kamar Mandi Jumlah Siswa 32 3 1 32 32 5 32 29 32 3 3 4 32 30 25 3 - 2) Hasil Wawancara Wawancara pada siklus ke II dilakukan oleh peneliti setelah jam ketiga selesai yakni pada saat jam istirahat. Peneliti sengaja menemui beberapa siswa didepan kelas untuk mengajak mereka berbincang dan bertanya mengenai bimbingan yang telah dilakukan. Hasil dari wawancara dengan siswa peneliti simpulkan bahwa ternyata siswa pada kelas VIID sangat merasa senang dan merasa terbantu berkat adanya penelitian ini. Menurut mereka bimbingan yang telah dilakukan membuat mereka lebih tenang lebih merasa percaya diri dan lebih siap

(129) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 108 untuk menghadapi ulangan kenaikan kelas. selain itu siswa kelas VIID juga lebih merasa nyaman apabila relaksasi diimbangi dengan pemutaran musik klasik karena hal ini mampu membuat siswa lebih berkonsentrasi lebih tenang, dan mampu membuat mereka benar-benar relaks. d. Refleksi Tindakan Siklus II Penelitian tindakan bimbingan kelas pada siklus II telah selesai. Penelitian yang dilakukan berjalan dengan lancar dan sesuai dengan rencana. Hasil yang diperoleh setelah data dikumpulkan menunjukkan bahwa pada siklus ke II ini siswa yang tidak mengalami kecemasan jumlahnya meningkat lebih banyak dibandingkan siklus I. Skor item pada siklus ke II menunjukkan pada kategori yang rendah dan sangat rendah . Tidak ada item yang berada pada kategori sedang, tinggi dan sangat tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa perbaikan item pada siklus I telah berhasil diperbaiki pada siklus ke II. Skor subjek pada kategori juga menunjukkan penurunan hal ini terlihat dari hasil yang diperoleh dari pengolahan data. Hasil yang diperoleh pun menunjukkan bahwa siswa yang berada pada kategori rendah lebih banyak dibandingkan dengan kategori lainnya. Pada siklus ke II skor subjek yang terdapat pada kategori rendah lebih banyak dari siklus I yakni sebanyak 22 siswa dengan presentase 64.70%, Pada kategori sangat rendah sebanyak 3

(130) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 109 siswa dengan presentase 8.82% dan 9 siswa pada kategori sedang dengan presentase 26.47%. Dari hasil observasi siswa terlihat lebih semangat, tidak lemas, dan lebih aktif dalam mengikuti kegiatan bimbingan. Pada saat relaksasi siswa juga lebih terlihat tenang dan mampu mengikuti setiap arahan yang diberikan dengan tenang dan terlihat lebih serius dari siklus I. Hasil wawancara diperoleh informasi bahwa siswa kelas VIID lebih merasa nyaman dan tenang apabila relaksasi diimbangi dengan pemutaran musik klasik. Dari hasil yang diperoleh penelitipun mendapatkan bahan untuk melaksanakan bimbingan pada siklus berikutnya yakni siklus ke III peneliti akan melakukan perbaikan dengan memutarkan lagu klasik yang lebih variatif. Peneliti akan mengajak siswa untuk berelaksasi diluar kelas yakni di mushola agar siswa benar-benar bisa tenang dan tidak terganggu oleh suara bising dari kelas lain. 4. Penelitian Tindakan Siklus III Penelitian tindakan siklus ke III dilakukan untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan pada siklus sebelumnya. Hasil penelitian siklus III adalah sebagai berikut : a. Perencanaan Tindakan Siklus III Perencanaan yang dilakukan pada siklus III tidak jauh beda dengan siklus I dan II. Pada siklus ke III ini peneliti juga

(131) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 110 mempersiapkan SPB, LKS, lembar observasi, lembar evaluasi, skala kecemasan, media (loudspeaker), musik yang akan diputarkan, dokumentasi dan mitra kolaboratif. Pada siklus ke III ini perbedaan persiapan dari siklus sebelumnya adalah peneliti mempersiapkan tempat diluar kelas yakni di mushola sehingga peneliti bekerjasama dengan tukang kebun sekolah untuk membersihkan mushola pada saaat akan dilaksanakan bimbingan. b. Pelaksanaan Penelitian Tindakan Siklus III Pelaksanaan siklus III ini dilakukan pada tanggal 4 Juni 2014 pada hari rabu jam 07.15. siklus III merupakan siklus terkahir dari penelitian ini. Sehingga hasil yang diharapkan dapat berjalan lancar dan hasil yang diperoleh dapat optimal dari siklus berikutnya. Hasil pelaksanaan Pra tindakan di bagi menjadi dua bagian yaitu : rekaman fakta dan hasil pengukuran kecemasan 1) Rekaman Fakta a) Pembukaan Sebelum bel berbunyi peneliti mempersiapkan ruangan yang akan digunakan untuk bimbingan. Setelah itu peneliti meminta ketua kelas untuk memberitahu siswa bahwa bimbingan akan dilaksanakan di mushola. Sambil menunggu peneliti pun mempersiapkan musik yang akan

(132) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 111 diputar dan loudspeaker. Setelah siswa sudah berkumpul semua peneliti pun meminta siswa untuk masuk ke mushola. Setelah semuanya masuk peneliti meminta ketua kelas untuk memimpin doa setelah doa selesai dipimpin peneliti pun mulai menyapa siswa sambil bertanya kabar dan menjelaskan maksud dan tujuan dari kegiatan. Setelah selesai memberikan pengantar peneliti pun mengajak siswa untuk ice breaker. Ice breaker ini bertujuan untuk mengurangi ketegangan siswa, membuat siswa lebih semangat, dan tidak mengantuk. b) Inti Setelah mengajak siswa ice breaker peneliti pun masuk kedalam materi. Topik yang disampaikan oleh peneliti yaitu tentang “Hambatan-Hambatan Dalam Belajar” dari hambatan-hambatan tersebut terdapat banyak sekali hambatan diantaranya karena kondisi tubuh yang tidak sehat, tidak adanya fasilitas menunjang, dan suasana belajar yang tidak tenang. Dari ketiga poin tersebut peneliti lebih memfokuskan ke kondisi tubuh yang tidak sehat. Karena kondisi tubuh yang tidak sehat disebabkan oleh adanya kecemasan yang memicu pikiran yang tidak tenang dan akhirnya membuat tubuh tidak fit.

(133) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 112 Penelitipun menjelaskan kepada siswa mengenai pengertian tubuh tidak sehat, penyebabnya, dan cara mengatasinya. Setelah menjelaskan peneliti pun meminta siswa untuk sharing mengenai pengalaman mereka mengenai akibat dari tubuh yang tidak sehat pada saat belajar dan beberapa siswa pun maju ke depan dan bercerita bahwa tubuh yang tidak sehat membuat mereka tidak lulus ulangan harian dan membuat mereka harus remedy, selain itu mereka mengaku bahwa tubuh tidak sehat membuat mereka sulit konsentrasi belajar dan tidak nyaman ketika mengikuti pelajaran. Setelah mengajak mereka sharing penelitipun megajak siswa untuk berelaksasi beda dari siklus-siklus sebelumnya pada siklus ini peneliti meminta siswa untuk meluruskan kaki dan meminta mereka untuk bersandar di tembok. Kegiatan relaksasi pun berjalan dengan panduan dari peneliti dan pemutaran musik klasik. Alhasil siswa pun banyak yang merasa nyaman sampai bahkan sampai tertidur. Setelah relaksasi peneliti bertanya kepada siswa bagaimana rasanya setelah mengikuti relaksasi. Dan siswa pun menjawab bahwa mereka merasa tenang, pikiran dan badan menjadi ringan, dan mereka menjadi lebih bugar. Setelah mendengar pernyataan mereka peneliti pun

(134) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 113 memberikan refleksi dan penguatan agar mereka siap untuk mengikuti ulangan kenaikan kelas. c) Penutup Penutup peneliti lakukan dengan memberikan kesimpulan dari bimbingan yang telah dilakukan. Kemudian peneliti memberikan salam penutup dan mengucapkan terimakasih kepada para siswa kelas VIID. selanjutanya peneliti membagikan kepada siswa skala kecemasan dan lembar observasi untuk diisi dan kemudian dikumpulkan. Setelah terkumpul peneliti pun mengajak siswa untuk berfoto bersama dan berpamitan. 2) Hasil Pengukuran Kecemasan Pada Siklus III Skala kecemasan pada siklus III ini terdapat dua data pokok yaitu data skor item dan data skor subjek. Dari hasil yang diperoleh pada siklus III diperoleh kategori skor item yang tertera pada tabel di bawah ini : Tabel 4.10 Distribusi Skor Item Siklus III Kategori X ≤ 102,05 Sangat Rendah 102,05 < X ≤ 147,35 Rendah 147,35 < X ≤ 192,65 Sedang 192,65 < X ≤ 237,95 Tinggi 237,95< X Sangat Tinggi Jumlah Item 20 0 0 0 0 Presentase 20/20 X 100 = 100%

(135) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 114 Dari tabel diatas diketahui bahwa 100% skor item berada pada kategori sangat rendah. Hal ini menunjukkan bahwa perbaikan yang dilakukan pada siklus III berhasil dan terdapat penurunan tingkat kecemasan. Hasil yang diperoleh pada siklus III lebih maksimal. Hal ini dapat dilihat dari perbandingan hasil skor item pada grafik dibawah ini : Grafik 7 Perbandingan Skor Item Pra Tindakan, Siklus I, Siklus II dan Siklus III 250 Skor Item 200 Pra Tindakan SIKLUS I 150 100 SIKLUS II 50 SIKLUS III 0 1 3 5 7 9 11 13 15 17 19 Skor Item Data skor subjek pada siklus III juga menunjukkan penurunan yang signifikan hal ini terlihat dari adanya perubahan skor subjek pada siklus III. Dari pengolahan data siklus III diperoleh kategori skor subjek pda tabel di bawah ini :

(136) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Kategori X ≤ 60,1 Sangat rendah 60,1 ≤ X ≤ 86,7 Rendah 86,7 ≤ X ≤ 113,3 Sedang 113,3 ≤ X ≤ 139,9 Tinggi 139,9 ≤ X Sangat tinggi 115 Tabel 4.11 Distribusi Skor Subjek Siklus III Jumlah Kategori Keterangan Subjek 34 34/34 X 100= 100% 0 0 0 0 0 0 0 0 Sangat Tidak Cemas Tidak Cemas Cukup Cemas Tidak Cemas Sangat tidak cemas Dari data diatas diketahui bahwa pada siklus III skor subjek menunjukkan 34 siswa sangat tidak cemas berada pada kategori sangat rendah dengan presentase 100%. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa siswa kelas VIID mengalami penurunan tingkat kecemasan secara signifikan menjelang ulangan kenaikan kelas melalui bimbingan belajar dengan menggunakan teknik relaksasi progresif. Dimana yang awalnya banyak siswa yang mengalami kecemasan pada pra tindakan setelah diadakan perbaikan pada siklus I, siklus II dan siklus III akhirnya siswa menunjukkan penurunan kecemasan secara signifikan. Pada tahap pra tindakan menunjukkan presentase rata-rata jumlah skor subjek sebesar 64.85%. Pada siklus I menjadi 54.21%. Pada siklus ke II menjadi 43.55%. Dan pada siklus terakhir yakni siklus ke III menjadi 30.64%. Dari hasil penurunan rata-rata skor subjek tersebut

(137) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 116 menunjukkan bahwa terdapat adanya penurunan tingkat kecemasan secara signifikan pada siswa kelas VIID SMP Negeri 2 Sambirejo setelah diberikan layanan bimbingan belajar dengan menggunakan teknik relaksasi progresif. Hasil perbandingan skor subjek pada pra tindakan sampai dengan siklus III dapat dilihat pada grafik dibawah ini : Grafik 8 Perbandingan Skor Subjek Pra Tindakan, Siklus I, II, Dan Siklus III 160 Pra Tindakan 140 Skor Subyek 120 SIKLUS I 100 80 SIKLUS II 60 40 20 SIKLUS III 0 1 4 7 10 13 16 19 22 25 28 31 34 Subyek c. Hasil Pengamatan dan Hasil Wawancara Hasil pengamatan dan hasil wawancara peneliti rangkum pada pembahasan di bawah ini : 1) Hasil Pengamatan Pada siklus III siswa terlihat lebih semangat dari sebelumnya, mereka mengikuti kegiatan dengan antusias dan mau mengikuti setiap arahan yang diberikan. Pada siklus III ini

(138) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 117 siswa tidak banyak memperlihatkan gejala-gejala kecemasan. Setelah relaksasi siswa lebih banyak yang tersenyum, terlihat senang, tidak lemas dan bugar. Hasil observasi selengkapnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini : Tabel 4.12 Hasil Observasi Pada Tindakan Siklus III No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. Perilaku Mendengarkan Tidak Fokus Melamun Memperhatikan Aktif Mematah-matahkan kuku jari Duduk gelisah Menggaruk-garuk bagian tubuh Terlihat Senang Duduk Tenang Nyaman Memainkan bolpoin Berkeringat berlebihan Tiduran Wajah Pucat Semangat Wajah Segar Terlihat Bugar Lemas Bolak-balik Kamar Mandi Jumlah Siswa 34 3 34 32 4 34 30 34 32 34 30 2 - 2) Hasil Wawancara Wawancara peneliti lakukan setelah kegiatan selesai dilakukan yakni setelah kita berfoto bersama sebagai kenangkenangan. Peneliti melakukan wawancara kepada beberapa siswa. Siswa mengatakan bahwa pada kegiatan bimbingan hari ini mereka merasa sangat lebih tenang karena kegiatan

(139) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 118 dilakukan di mushola dan jauh dari keramaian sehingga mereka benar-benar merasa relaks. Mereka juga mengatakan bahwa relaksasi yang dilakukan di mushola lebih nyaman karena mereka bisa bersandar dan kaki bisa menopang ke lantai. Pada kesempatan wawancara peneliti bertanya kepada siswa apakah mereka sudah siap menghadapi ulangan kenaikan kelas dan dengan serempak mereka menjawab “SIAP” dan hal ini membuat peneliti sangat senang karena tindakan yang diberikan oleh peneliti sangat bermanfaat bagi siswa. d. Hasil Refleksi Tindakan Siklus III Penelitian tindakan siklus III telah selesai dengan lancar dan menjadi siklus terakhir penelitian yang dilakukan oleh peneliti. Pada siklus III ini peneliti merasa senang karena bimbingan yang dilakukan berjalan seperti yang diharapkan. Dari hasil pengolahan data, wawancara dan observasi dapat dilihat bahwa siswa mengalami penurunan tingkat kecemasan secara signifikan. Bimbingan yang dilakukan di mushola ternyata membuat siswa lebih nyaman karena mereka merasa lebih tenang dan nyaman. Kegiatan relaksasi pun dapat berjalan dengan baik dan mereka dapat lebih mengikuti karena mereka tidak terganggu oleh suara bising didalam kelas. Dari siklus III tersebut peneliti

(140) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 119 pun mengerti bahwa kegiatan relaksasi akan lebih maksimal bila dilakukan di ruang terbuka dan tidak berisik. 5. Ketercapaian Kriteria Keberhasilan Berikut adalah Kriteria keberhasilan dalam penelitian setelah dilakukan perbaikan pada setiap siklusnya : Tabel 4.13 Kriteria dan Target Keberhasilan Kriteria keberhasilan Indikator Siklus I Siklus II Siklus III Target Capaian Target Capaian Target Capaian 55% 54.21% 45% 43.55% 35% 30.64% 20 32 25 34 30 34 a. Rata-rata kuisioner skor subjek penurunan tingkat kecemasan siswa b. Jumlah subjek yang mengalami Penurunan kecemasan pada setiap siklus 6. Hasil Uji Hipotesis Uji hipotesis merupakan tahap akhir pengujian data untuk mendapatkan hasil uji beda penelitian tiap siklusnya. Berikut adalah hasil perhitungan uji beda. a. Ho : μ1 = μ2 Ha : μ1 ≠ μ2 b. σ = 0.05 maka daerah penolakan adalah jika t > 2,042 atau t ≤ -2,042

(141) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 120 Tabel 4.14 Rekapitulasi Hasil Analisis Hasil Uji Hipotesis Tindakan No. 1. Perbandingan Pair I . Pra-siklus I Mean 19.16471 T 9.784 Sig. (2-tailed) .000 2. Pair2. Siklus I-Siklus II 19.19118 13.881 .000 3. Pair3. Siklus II-Siklus III 23.23235 15.683 .000 4. Pair4. Pra-Siklus III -61.58824 -19.313 .000 Dari data diatas dapat dijelaskan bahwa : 1) Berdasarkan perhitungan SPSS 17, pada pair 1( pra - siklus I ) diperoleh t hitung 9.784. 9.784 > 2.042 (sig. 000) maka Ho ditolak. Jadi ada penurunan tingkat kecemasan siswa yang signifikan dalam mengikuti layanan bimbingan belajar menggunakan teknik relaksasi progresif pada siklus I. 2) Pada pair 2 ( siklus I – siklus II ) diperoleh t hitung 13.881. 13.881 > 2.042 (sig.000) maka Ho ditolak. Jadi ada penurunan tingkat kecemasan siswa yang signifikan dalam mengikuti layanan bimbingan belajar menggunakan teknik relaksasi progresif pada siklus II. 3) Pada pair 3. (siklus II – siklus III ) diperoleh t hitung 15.683. 15.683 > 2.042 (sig.000) maka Ho ditolak. Jadi ada penurunan tingkat kecemasan yang signifikan dalam mengikuti layanan bimbingan belajar menggunakan teknik relaksasi progresif pada siklus III.

(142) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 121 4) Pada pair 4. (Pra – Siklus III) diperoleh t hitung -19.313. -19.313 < -2.042 (sig.000) maka Ho ditolak. Jadi terdapat penurunan tingkat kecemasan yang signifikan dalam mengikuti layanan bimbingan belajar menggunakan teknik relaksasi progresif dari pra tindakan ke siklus III. B. Pembahasan Penelitian yang dilakukan oleh peneliti telah dilakukan dengan lancar. Penelitian yang telah dilaksanakan berjalan baik sesuai dengan perencanaan mulai dari pra tindakan, siklus I, siklus II, dan siklus III. Pra tindakan dilakukan peneliti untuk mencari informasi, menggali data, mengetahui kondisi kelas dan tingkat kecemasan siswa menjelang ulangan kenaikan kelas. Pra tindakan dilakukan oleh peneliti selama satu hari. Kegiatan pra tindakan yang dilakukan oleh peneliti yaitu wawancara, observasi dan pembagian skala kecemasan. Wawancara peneliti lakukan kepada Kepala sekolah, Guru BK, Guru Kelas dan Siswa. Hasil yang diperoleh dari wawancara tersebut pun dapat disimpulkan bahwa sebagian besar siswa di SMP Negeri 2 Sambirejo khususnya siswa kelas VIID mengalami tingkat kecemasan yang tinggi hal ini dikarenakan karena banyak siswa yang belum memahami materi yang diajarkan sebagai bahan ulangan, nilai batas minimal yang ditempuh cukup tinggi, dan waktu ulangan kenaikan kelas sudah dekat sehingga persiapan yang dilakukan kurang maksimal.

(143) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 122 Hasil Observasi pra tindakan di kelas VIID menunjukkan banyak siswa yang mengalami ciri-ciri kecemasan. Ciri-ciri kecemasan yang terlihat pada saat observasi yaitu banyak siswa yang kurang memperhatikan, tidak fokus, duduk gelisah, melamun, terlihat lemas, tidak bersemangat, terlihat pucat, dan pasif. Dari hasil perhitungan skala kecemasan peneliti mendapatkan hasil skor rata-rata kecemasan subjek adalah 64.85%. Dari hasil wawancara, observasi dan perhitungan skala kecemasan peneliti pun menyimpulkan bahwa siswa di kelas VIID mengalami kecemasan yang tinggi sehingga peneliti mengadakan perbaikan pada siklus berikutnya. Pada siklus I peneliti berupaya untuk meminimalisir tingkat kecemasan siswa dengan memberikan layanan bimbingan belajar dengan topik “Konsentrasi Belajar”. Topik ini peneliti ambil karena dari hasil skala kecemasan terdapat siswa yang mendapatkan skor tinggi pada aspek manifestasi kognitif yang berarti banyak siswa di kelas VIID yang sulit untuk berkonsentrasi pada saat menjelang ulangan kenaikan kelas oleh karena itu peneliti memberikan topik tersebut dengan harapan siswa dapat lebih berkonsentrasi dan mampu meminimalisir kecemasannya. Setelah memberikan layanan bimbingan belajar penelitipun mengajak siswa untuk berelaksasi. Hasil yang didapatkan pada siklus I menunjukkan rata-rata tingkat kecemasan skor subjek sebesar 54.21%. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa layanan bimbingan belajar dengan teknik relaksasi progresif pada siklus I berhasil dan mampu untuk menurunkan tingkat

(144) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 123 kecemasan siswa secara signifikan. Hasil observasi yang peneliti dapatkan dari observer menunjukkan bahwa siswa lebih aktif dan terlihat semangat dibandingkan pra tindakan. sedangkan hasil wawancara yang didapat dapat disimpulkan bahwa siswa merasa terbantu dengan adanya layanan bimbingan belajar yang dilakukan dan mereka lebih merasa tenang setelah dilakukan relaksasi sehingga mereka merasa lebih siap. Pada siklus II peneliti melakukan bimbingan belajar dengan topik “Mengatasi Stres Dalam Belajar”. Peneliti memilih topik ini karena pada siklus I didapatkan masih banyak siswa yang mengalami kecemasan khusunya pada aspek afektif seperti gelisah, khawatir, dan takut menjelang ulangan kenaikan kelas. Setelah peneliti memberikan layanan bimbingan belajar peneliti mengajak siswa untuk berelaksasi. Relaksasi yang peneliti lakukan berbeda dari siklus I karena pada siklus ke II peneliti memberikan tambahan musik klasik supaya siswa merasa lebih relaks dan tenang. Hasil yang didapatkan pada siklus II menunjukkan penurunan tingkat kecemasan siswa secara signifikan yakni sebesar 43.55%. Hasil observasi yang peneliti terima dari observer juga menunjukkan banyak siswa di kelas VIID yang terlihat aktif, semangat, tidak lemas, memperhatikan, fokus, dan terlihat senang. Hasil wawancara pada siklus II juga dapat disimpulkan siswa sudah lebih siap menghadapi ulangan kenaikan kelas yang semakin dekat. Setelah siklus I dan siklus II selesai dilakukan peneliti pun berunding dengan mitra kolaboratif untuk mengambil keputusan sebagai

(145) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 124 langkah berikutnya. Dari hasil perundingan tersebut akhirnya peneliti memutuskan untuk melanjutkan penelitian sampai dengan siklus III karena mitra kolaboratif dan peneliti khawatir apabila tindakan diberhentikan pada siklus II siswa akan kembali cemas karena ulangan kenaikan kelas semakin dekat. Pada siklus III peneliti melakukan bimbingan belajar dengan topik “ Hambatan-hambatan Dalam Belajar”. Bimbingan peneliti lakukan di mushola. Setelah bimbingan peneliti memberikan relaksasi kepada siswa dengan diiringi musik klasik. Ketika relaksasi diadakan di mushola posisi duduk siswa lebih leluasa karena mereka bisa bersandar dan meluruskan kakinya. Hasil skala kecemasan rata-rata skor subjek pada siklus III adalah sebesar 30.64%. Hasil observasi dan wawancara dapat disimpulkan bahwa siswa kelas VIID mengalami penurunan tingkat kecemasan secara signifikan karena menurut pengamatan tidak ada lagi siswa yang menunjukkan cirriciri kecemasan dan dari wawancara mereka dengan lantangnya sudah mampu menjawab bahwa mereka “SIAP” menghadapi ulangan kenaikan kelas. Setelah siklus III selesai peneliti menganalisis hasil uji hipotesis tindakan dengan membandingkan hasil pada setiap siklusnya dengan menggunakan uji T pada SPSS. Berdasarkan perhitungan SPSS 17, pada pair 1( pra - siklus I ) diperoleh t hitung 9.784. 9.784> 2.042 (sig. 000). Pada pair 2 ( siklus I – siklus II ) diperoleh t hitung 13.881. 13.881> 2.042 (sig.000) dan Pada pair 3. (siklus II – siklus III ) diperoleh t hitung 15.683. 15.683 > -2.042 (sig.000) dari ketiga perhitungan tersebut Ho ditolak dan

(146) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 125 dapat disimpulkan bahwa terdapat penurunan tingkat kecemasan secara signifikan pada siswa kelas VIID di SMP Negeri 2 Sambirejo. Berdasarkan hasil analisis di atas, menunjukkan adanya suatu perbedaan skor sebelum dan sesudah perlakuan. Hal ini berarti latihan relaksasi memiliki pengaruh positif terhadap siswa yang mengalami kecemasan menjelang ulangan kenaikan kelas. Sehingga dapat disimpulkan bahwa strategi relaksasi dapat digunakan sebagai salah satu strategi untuk mengurangi kecemasan siswa menjelang ulangan kenaikan kelas, dimana siswa dilatih menegangkan otot dalam jangka waktu tertentu, kemudian otot tersebut dilemaskan kembali sehingga terjadi keadaan rileks dan tenang. Hal ini juga didukung oleh Wolpe (dalam Corey, 2003) yang menyatakan bahwa respon kecemasan bisa dihapus oleh penemuan responrespon yang secara inheren berlawanan dengan respon tersebut. Hal yang penting adalah bahwa klien mencapai keadaan tenang dan damai. siswadiajarkan bagaimana mengendurkan segenap otot dibagian tubuh dengan mengendurkan otot-otot tangan, diikuti oleh kepala, kemudian leher dan pundak, punggung, perut dan dada, kemudian anggota badan dibagian bawah. Selain itu, Goliszek (2005) menyatakan bahwa dibalik latihan relaksasi, ketegangan tidak mungkin sejalan dengan relaksasi. Dengan demikian, latihan relaksasi akan menimbulkan perasaan sehat dan bugar dengan menciptakan keadaan rileks yang sebenarnya menghambat kekhawatiran dan reaksi stres negatif.

(147) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 126 Dalam pelaksanaan perlakuan, peneliti tidak lepas dari berbagai hambatan. Adapun hambatan yang dirasakan pada saat perlakuan adalah siswa kurang dapat berkonsentrasi pada tahap-tahap awal karena tidak terbiasa dan tidak pernah melakukan relaksasi. Selain itu, kondisi kelas yang berada didekat kelas-kelas lainnya membuat suasana pada saat perlakuan kurang kondusif karena sedikit bising. Untuk mengatasi hambatan tersebut, yang harus dilakukan adalah memberikan rasionalisasi strategi kepada siswa tentang tujuan diberikannya relaksasi. Selain itu, demi kelancaran pelaksanaan strategi, pemberian perlakuan dilaksanakan diruang tertutup yaitu di mushola dengan ijin dari pihak sekolah.

(148) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V PENUTUP Bab ini berisi kesimpulan akhir dari penelitian tindakan bimbingan dan konseling yang telah dilaksanakan. Dalam bab ini disertakan juga keterbatasan penelitian dan saran-saran untuk beberapa pihak. A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan pada bab sebelumnya, peneliti menyimpulkan bahwa : 1. Tingkat kecemasan siswa menjelang ulangan kenaikan kelas dapat diminimalisir melalui bimbingan belajar dengan menggunakan teknik relaksasi progresif. 2. Terdapat penurunan tingkat kecemasan siswa yang signifikan pada setiap siklusnya. Hal ini terlihat dari penurunan rata-rata skor subjek pada setiap siklusnya. Pada siklus I rata-rata skor subjek sebesar 54.21%. Pada siklus II menurun menjadi 43.55%. Pada siklus III menurun menjadi 30.64%. 3. Berdasarkan uji hipotesis, Ho ditolak sehingga dapat disimpulkan bahwa tingkat kecemasan siswa menjelang ulangan kenaikan kelas dapat diminimalisir secara signifikan melalui bimbingan belajar dengan menggunakan teknik relaksasi progresif. 127

(149) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 128 B. Keterbatasan Penelitian Penelitian tindakan bimbingan dan konseling yang dilakukan pada siswa kelas VIID SMP Negeri 2 Sambirejo mengalami keterbatasan, diantaranya : 1. Data kualitatif yang didapatkan kurang optimal. Wawancara dilakukan oleh peneliti sendiri. Wawancara tidak peneliti lakukan pada siswa yang memiliki skor subjek rendah. Data observasi yang diberikan observer kurang optimal. 2. Ruang kelas berdekatan dengan kelas lainnya sehingga situasi sedikit bising ketika dilakukan relaksasi. 3. Peneliti tidak memiliki asisten pribadi untuk membantu memutarkan musik, mendokumentasi, dan membagikan lembar evaluasi. C. Saran Setelah penelitian tindakan bimbingan dan konseling selesai dilakukan peneliti memiliki beberapa saran untuk beberapa pihak, antara lain : 1. Bagi Guru BK Guru BK memberikan bimbingan belajar kepada siswa agar kedepannya ketika siswa akan menghadapi ulangan kenaikan kelas bahkan ujian nasional siswa dapat lebih siap dan mampu mengatasi rasa kecemasannya. Guru bimbingan konseling hendaknya dapat membantu dan memberikan informasi terhadap siswa untuk mengenali hal-hal yang dapat mengurangi dan memicu kecemasan ujian, sehingga siswa dapat lebih siap dalam menghadapi ujian. Guru BK dapat

(150) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 129 memberikan teknik relaksasi progresif sebagi upaya untuk mengurangi tingkat kecemasan siswa menjelang ujian. 2. Bagi Siswa Siswa hendaknya terus berusaha mempersipkan diri menghadapi ulangan kenaikan kelas baik secara kognitif, afektif, dan fisik. Siswa diharapkan lebih berkonsentrasi ketika mempelajari bahan ulangan kenaikan kelas, tidak takut gagal dalam menghadapi ulangan kenaikan kelas, dan siswa bisa melakukan relaksasi dirumah dengan mendengarkan musik-musik klasik ketika merasakan takut, khawatir dan gelisah dan dari upaya tersebut diharapkan siswa dapat lebih tenang dan relaks dalam menghadapi ulangan kenaikan kelas. 3. Bagi Peneliti Lain a. Ketika diadakan relaksasi hendaknya peneliti mencari tempat yang benar-benar tenang dan terhindar dari suara-suara bising. b. Peneliti lain diharapkan dapat mengembangkan teknik relaksasi yang dilakukan oleh peneliti dan tidak fokus pada relaksasi progresif saja. c. Peneliti lain dapat lebih menonjolkan teknik relaksasi progresif pada setiap bimbingan yang dilakukan atau melakukan elaborasi. Yaitu pada saat melakukan bimbingan peneliti sambil meminta siswa untuk melakukan gerakan-gerakan relaksasi sehingga relaksasi tidak terlepas dari topik bimbingan yang diberikan.

(151) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 130 4. Bagi Program Studi Bimbingan dan Konseling Penelitian tindakan bimbingan dan konseling merupakan suatu penelitian yang sangat bermanfaat bagi siswa. Sehingga diharapkan penelitian ini dapat dikembangkan dan dikenalkan sejak awal kepada mahasiswa sehingga mahasiswa tidak ragu untuk melangkah dan mengambil jenis penelitian ini.

(152) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 131 DAFTAR PUSTAKA Abu Ahmadi & Widodo Supriyono. 2004. Psikologi Belajar. Jakarta : Rineka Cipta Jakarta. Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta : Rineka Cipta Azwar, Syaifudin. 2003. Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Corey, Gerald. 2003. Teori dan Praktek Konseling dan Psikoterapi. Bandung : Refika Aditama. Goliszek, Andrew. 2005. Manajement Stres; Cara Tercepat Untuk Menghilangkan Rasa Cemas. Sulistyo Penyunting. Jakarta : Bhuana Ilmu Populer. Gunarsa, D. Singgih. 2004. Psikologi Anak Bermasalah. Jakarta : BPK Gunung Mulia. Hasan, Diana Chitra. 2007. Sisi Lain Dari Ujian Nasional. (Online). Tersedia di : http://diana1asril.multiply.com/journal/item/21/test_anxiety_sisi_lain_dari _ujian_nasional, Diakses 17 April 2014 Herbert, A., Stephen, K., Robin, M., & Ortrun, Z.-S. 2002. The Concept of Action Research. The Learning Organization. Hidayat, Dede Rahmat & Aip Badrujaman. 2011. Penelitian Tindakan dalam Bimbingan dan Konseling. Jakarta : Indeks. Moleong, Lexy. 2000. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung : Remaja Rosdakarya. Lubis, Namora Lumangga. 2009. Depresi, Tinjauan Psikologis. Jakarta: Kencana. Nana Syaodih Sukmadinata. 2003. Landasan Psikologi Proses Pendidikan. Bandung: Remaja Rosda Karya. Muhibin, Syah. 2008 . Psikologi Belajar. Jakarta : Grafindo Persada Nursalim, dkk. 2005. Strategi Konseling. Surabaya: UNESA University Press Oemar Hamalik. 2004. Psikologi Belajar dan Mengajar. Bandung: Sinar Baru.

(153) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 132 Permanasari, Dhian. 2013. Tingkat Kecemasan Menghadapi Ulangan Harian Pada Siswa Kelas VIII SMP N 1 Wanayasa Banjarnegara Dan Usulan Topic-Topik Bimbingan Pengelolaan Kecemasan. Yogyakarta Pranata, Andi.2006. Upaya Mengurangi Tingkat Kecemasan Siswa Pada Kelas I Unggulan. Malang Putri, Ingga Karlina. 2010. Penerapan Strategi Relaksasi dengan Penggunaan Musik Klasik untuk Mengurangi Tingkat Kecemasan Siswa Menjelang Ulangan. Surabaya Ramaiah, Savitri. 2003. Kecemasan Bagaimana Mengatasi Penyebabnya. Jakarta: Pustaka Populer Obor Rochman, Lur Kholil. 2010. Kesehatan Mental. Purwokerto : Fajar Media Press Sanjaya, Wina. 2009. Penelitian Tindakan Kelas. Bandung : Kencana Prenada Media Group. Santoso, AM Rukky. 2001. Mengembangkan Otak Kanan. Jakarta : Pustaka Gramedia Subandi,dkk. 2002. Psikoterapi Pendekatan Konvensional dan kontemporer. Yogyakarta : Pustaka Pelajar Offset. Sudrajat, Akhmad. 2008. Faktor-Faktor Penyebab Kecemasan Menghadapi Test (Online). Tersedia di : http://akhmadsudrajat.wordpress.com//upayamencegah-kecemasan-siswa -di-sekolah, Diakses 15 April 2014 Sugiyono. 2011. Penelitian Pendidikan. Bandung : Alfabeta. Supratiknya. 1995. Mengenal perilaku abnormal. Yogyakarta : Kanisius Syamsu Yusuf & Juntika Nurihsan. 2005. Landasan Bimbingan dan Konseling. Bandung : Remaja Rosdakarya. Tresna, I Gede. 2011. Efektivitas Konseling Behavioral dengan Teknik Desensitiasi Sistematis untuk Meredusi Kecemasan Menghadapi Ujian. Singaraja Wahyuni, Sri. 2012 . Mengurangi Kecemasan Konseli Mengikuti Ujian Nasional Melalui Konseling Kelompok Dengan Strategi Relaksasi. Lumajang.

(154) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 133 Wibowo, 2012. Sepuluh Jurus Kesiapan Menghadapi Ujian Nasional, Agar Tidak Cemas, Takut dan Stres (online). Tersedia di : http://oktoferiana.blogspot.com/2013/10/dampak-ujian-nasionalterhadap.html, diakses tanggal 15 April 2014 Winkel, W.S dan M.M Sri Hastuti. 2004. Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan( Revisi ). Yogyakarta: Media Abadi. Wiriaatmadja, Rochiati. 2005. Metode Penelitian Tindakan Kelas: Meningkatkan Kinerja Guru dan Dosen. Bandung: Remaja Rosdakarya. Yudhawati dan Haryanto. 2011. Teori-teori dasar psikologi pendidikan. Jakarta : Prestasi Pustaka

(155) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAM PI RAN 134

(156) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 135 LAM PI RAN 1 SAT U AN PELAY AN AN BI M BI N GAN

(157) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 136 SATUAN LAYANAN BIMBINGAN A. Topik/Pokok Bahasan : Meningkatkan Konsentrasi dalam Belajar B. Bidang Bimbingan : Belajar C. Jenis Layanan : Bimbingan kelompok/kelas D. Fungsi Layanan : Pemahaman dan Pengembangan E. Indikator : 1. Siswa dapat menjelaskan mengenai apa itu konsentrasi. 2. Siswa dapat menyebutkan penyebab hilangnya konsentrasi. 3. Siswa dapat menyebutkan beberapa cara untuk meningkatkan konsentrasi. 4. Agar siswa dapat memahami pentingnya konsentrasi dalam belajar. F. Tujuan Global :Peserta didik menyatakan /menunjukkan bahwa kegiatan yang diikuti bermanfaat baginya G. Sasaran Pelayanan : VIID H. Materi Pelayanan : 1. Pengertian konsentrasi dalam belajar 2. Penyebab hilangnya konsentrasi 3. Cara meningkatkan konsentrasi 4. Manfaat konsentrasi I. Prosedur/Proses : 1. Metode (pendekatan) : ceramah, diskusi, relaksasi 2. Kegiatan dan langkah-langkah (prosedur) :

(158) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI No 1. 4. 5. 6. 7 Intrakurikuler 137 Kokurikuler Perkenalan, presensi serta pemberian Ice breaker Siswa menjawab soal Membagi siswa dalam 4 kelompok, kemudian memberikan selembar tugas untuk dikerjakan kepada masing-masing kelompok. Hal ini dilakukan untuk memberikan suatu pembelajaran yang nyata (siswa langsung mengalami). Guru pembimbing memberikan penjelasan mengenai arti konsentrasi, cara meningkatkan konsentrasi, penyebab hilangnya konsentrasi, dan manfaat dari berkonsentrasi dalam belajar. Guru pembimbing mengajak siswa relaksasi menggambarkan Waktu 5’ latihan yang 5’ kebermanfaatan kegiatan yang telah diikuti bagi dirinya sendiri (pernyataan hasil belajar) Dan siswa mengikuti 10’ kegiatan relaksasi progresif yang telah diberikan. Menutup kegiatan dengan menyampaikan pesan singkat mengenai pentingnya konsentrasi dalam belajar. J. Tempat Penyelenggaraan : Ruang Kelas K. Waktu : 1 x 40 menit L. Penyelenggara : Melani Dian Pratiwi M. Alat dan Bahan : lembar tugas, evaluasi & refleksi, alat tulis. N. Sumber : http://id.shvoong.com/social-sciences/education/2198104-pengertian konsentrasi dalam-belajar/#ixzz2653lVGQC. Diakases tanggal 10 September 2012. http://belajarpsikologi.com/tips-cara-meningkatkan-konsentrasi-belajaranak/. Diakses tanggal 10 September 2012 http://health.kompas.com/read/2011/08/03/08113832/5.Penyebab.Anda.Sul it Konsentrasi. Diakses tanggal 10 September 2012 15’ 5’

(159) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 138 http://hendrasurya.blogspot.com/2009/02/cara-konsentrasi-belajar.html. Diakses tanggal 10 September 2012 http://www.gurukelas.com/2011/10/pentingnya-konsentrasi-bagisiswa.html Diakses tanggal 10 September 2012 O. Evaluasi : a. Spesifik a. Menyebutkan Pengertian konsentrasi dalam belajar b. Menyebutkan Cara meningkatkan konsentrasi c. Menjelaskan Penyebab hilangnya konsentrasi d. Menyelesaikan tugas yang dilaksanakan dengan pembetukan kelompok dan menyebutkan manfaat konsentrasi b. Global Dalam kertas tersendiri, nama boleh ditulis, boleh tidak, peserta diminta menuliskan seberapa banyak manfaat kegiatan yang telah diikuti bagi dirinya sendiri, dengan memilih salah satu alternative jawaban berikut : A. Kurang bermanfaat B. Bermanfaat C.Sangat bermanfaat Yogyakarta, 23 Mei 2104 Peneliti Melani Dian Pratiwi

(160) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 139 HANDOUT Konsentrasi dalam Belajar Di dalam kegiatan belajar diperlukan keterlibatan unsur fisik maupun mental, dalam arti pikiran dan otot-ototnya harus dapat bekerja secara harmonis. Supaya proses pembelajaran efektif dan mudah dicerna maka ketika belajar hendaklah aktif serta tidak menyerah begitu saja pada lingkungan. Konsentrasi ketika belajar sangatlah dibutuhkan guna tercapainya hasil belajar yang sempurna. Konsentrasi belajar ini maksudnya adalah pemusatan daya pikiran dan perbuatan pada suatu objek yang dipelajari dengan menghalau atau menyisihkan segala hal yang tidak ada hubungannya dengan objek yang dipelajari. Suatu proses pemusatan daya pikiran dan perbuatan tersebut maksudnya adalah aktivitas berpikir dan tindakan untuk memberi tanggapan-tanggapan yang lebih intensif terhadap fokus atau objek tertentu. Fokus atau objek tertentu itu, tentunya telah melalui tahapan penyeleksian kualitas yang direncanakan. Prosedur tahapan penyeleksian akan kualitas objek yang direncanakan tak lain adalah pengembangan minat, motivasi dan perhatian pada objek belajar. A. Penyebab hilangnya konsentrasi Faktor-faktor penyebab hilangnya konsentrasi adalah: 1. Lemahnya minat dan motivasi pada pelajaran. Motivasi belajar yang rendah tentu akan membuat kita kurang semangat dalam belajar sehingga hasil yang kita perolehpun tidak sesuai harapan. 2. Perasaan stres, gelisah, tertekan, marah, Khawatir, takut, benci dan dendam. Stres memengaruhi pusat kognitif otak. Ketika anda stres, kecemasan akan membuat anda makin sulit untuk berkonsentrasi. Cobalah untuk melakukan meditasi agar anda merasa lebih rileks. Belajar bermeditasi juga dapat memperpanjang durasi anda untuk fokus pada sesuatu dan mengurangi rasa cemas.

(161) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 140 3. Suasana lingkungan belajar yang berisik dan berantakan. Ketika kita belajar di tempat yang bising dan berantakan maka kita akan kesulatan dan tidak fokus. 4. Kondisi kesehatan jasmani. Apabila kondisi fisik kita sedang tidak fit pastilah sangat sulit untuk konsentrasi ketika belajar, bahkan hal ini mampu melenyapkan konsentrasi atau fokus yang sebelumnya kita miliki. 5. Kurang tidur Pada situasi seperti ini, kita akan kehilangan kemampuan untuk fokus pada tugas-tugas atau pembelajaran yang sedang berlangsung di kelas. 6. Kurang berolahraga Sangat sedikit dari kita yang sengaja meluangkan waktu agar bisa berolahraga. Padahal, berolahraga secara teratur tidak hanya membantu kita menjaga atau menurunkan berat badan, tetapi juga dapat meningkatkan konsentrasi dan kapasitas memori serta membantu kita untuk tidur nyenyak pada malam hari. 7. Bersifat pasif dalam belajar. Supaya proses pembelajaran efektif dan mudah dicerna maka ketika belajar hendaklah aktif serta tidak menyerah begitu saja pada lingkungan. 8. Tidak memiliki kecakapan dalam cara-cara belajar yang baik. Untuk memudahkan konsentrasi belajar dibutuhkan panduan untuk pengaktifan cara berpikir, penyeleksian fokus masalah dan pengarahan rasa ingin tahu. Juga,harus memuat tujuan yang hendak dicapai serta caracara menghidupkan dan mengembangkan rasa ingin tahu kita hingga tuntas terhadap apa yang hendak dipelajari.

(162) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 141 B. Cara Meningkatkan Konsentrasi Beberapa cara untuk meningkatkan konsentrasi belajar adalah: 1. Hilangkan Beban dan Tugas-Tugas Jika ada PR (pekerjaan rumah) sebaiknya diselesaikan dulu agar tidak kepikiran terus-menerus pada saat kegiatan belajar berlangsung. Lakukan identifikasi hal-hal yang harus dilakukan / melaksanakannya agar tidak ada beban. 2. Pikirkan Manfaat Belajar di Masa Depan Untuk menyemangati kegiatan belajar kita harus sedikit berandaiandai, yakni kalau kita sudah besar nanti akan sukses jadi orang pandai, penghasilan besar, punya pacar cakep, dll. Dengan demikian maka kita akan menjadi lebih terpacu untuk meraih masa depan yang kita cita-citakan 3. Jangan Terlalu Capek Usahakan tidak membuat jadwal belajar dengan aktivitas fisik berlebih seperti olahraga, main seharian, jalan-jalan ke mall, dan lainnya. Kalau sudah terlanjur capek maka belajar sebentarpun sudah bisa membuat ngantuk. Bila pulang sekolah sebaiknya langsung tidur siang atau sore lalu setelah bangun tidur langsung belajar yg serius. 4. Posisi Belajar Yang Pas Belajar jangan dengan posisi tubuh yang salah seperti sambil tiduran, sambil jalan-jalan, sambil nonton tv, sambil ngobrol, sambil jongkok, dan lain sebagainya. Belajarlah dengan posisi duduk di meja belajar jika ada atau di meja dan kursi yang membuat kita senyaman di meja kursi sekolah. 5. Tempat yang tenang dan nyaman Hindari lokasi belajar yg berisik/mudah menghilangkan konsentrasi belajar kita. Bila perlu menyendirilah di kamar tanpa suara apapun. Beritahu orang-orang di rumah kalau anda sedang belajar dan mohon untuk tidak diganggu beberapa waktu demi masa depan yang cemerlang.

(163) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 142 6. Cari Tahu Metode Belajar Yang Tepat Coba saja aktivitas tertentu yang menurut kamu dapat menunjang masuknya materi pelajaran ke dalam otak. Misalnya sambil mendengarkan musik, sambil menyanyi, sambil keliling-keliling, ataupun sambil corat-coret kertas. 7. Tingkatkan Aktivitas Fisik Anda Jika anda ingin meningkatkan konsentrasi, maka anda harus mencoba untuk meningkatkan aktivitas fisik. Olahraga secara teratur tidak hanya membantu penampilan fisik anda tetapi juga meningkatkan konsentrasi anda 8. Minum Banyak Air Jika kita tidak minum cukup banyak air, otak akan menjadi lesu. Oleh karena itu, sangat masuk akal jika kita minum banyak air. Minum air akan membantu untuk meningkatkan konsentrasi. 9. Tidur Nyenyak di Malam Hari Jika anda ingin memiliki hari yang sukses, maka sangat penting bagi kita untuk memastikan tidur dengan nyenyak di malam hari. Jika kita tidak tidur dengan baik di malam hari, maka konsentrasi tidak akan berjalan dengan baik pada hari berikutnya. 10. Strategi Menghafal Materi Pelajaran Jika punya kesulitan menghafal/memahami pelajaran maka sebaiknya membuat rangkuman pelajaran yang mudah dimengerti dan dapat dilihat / dibaca kembali jika ada yang lupa. Bisa juga membuat hubungan gambar yang mewakili point-point pelajaran. Bisa juga merekam suara kita saat membaca materi pelajaran utk didengar kembali. 11. Istirahat /Break Jika Lelah Jangan dipaksakan tubuh yang lelah untuk terus belajar karena tidak ada gunanya. Percuma bila dipaksakan pun bisa-bisa menjadi sakit seperti; pusing vertigo, demam, badan lemas, masuk angin, dan lain-

(164) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 143 lain. Pelajaran yang sudah dihafal pun mungkin saja malah kabur dari ingatan. 12. Lupakan Sejenak Masalah Cinta dan Pacar Buat apa pacaran kalau masa depan kamu rusak. Lebih baik jangan pacaran dulu atau buat kesepakatan dengan kekasih pujaan hati untuk janji saling setia dan saling mendukung dalam kegiatan belajar mengajar. C. Manfaat Pikiran yang Konsentrasi Dengan konsentrasi pekerjaan kita akan lebih cepat selesai. Oleh karena itu usahakanlah untuk selalu menjaga konsentrasi dengan baik. Memang menjaga konsentrasi pikiran itu sangat susah karena pikiran lebih mudah melayang-layang. Namun menjaga pikiran untuk fokus atau konsentrasi adalah hal yang dapat dilatih. Pikiran yang terkonsentrasi dan terlatih dengan baik maka kita akan lebih banyak menghemat waktu.

(165) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 144 Panduan Relaksasi Saya meminta kepada anda untuk duduk dengan cara yang paling rileks dan paling santai.. ambil nafas dalam-dalam… lepaskan perlahanlahan… rasakan tubuh anda semakin rileks… semakin santai .. sekarang, sekali lagi tarik nafas dalam-dalam… hembuskan.. tutp mata anda ! rasakan relaksasi sekarang ini menyelimuti tubuh anda. Sekarang… Saya akan menghitung dari lima ke satu, ketika saya sampai pada hitungan ke satu kelopak mata anda akan mengalami relaksasi yang sangat dalam.. oke… sekarang rasakan… lima.. mata anda terasa rileks… empat.. jauh lebih rileks daripada sebelumnya. Tiga.. mata anda terasa ringan seperti bola kapas yang melayang.. laying.. dua.. jauh lebih lemas.. lebih snatai.. lebih rileks daripada sebelumnya.. satu.. mata anda mengalami relaksasi secara total.. Sekarang… karena mata anda mengalmai relaksasi total, anda hanya merasakan kelopak mata anda lengket, melekat dan berat.. sehingga tiap kali anda membuka mata.. mata anda akan terasa semakin lengket.. melekat.. kuat.. dan sangat berat.. semakin kuat anda mencoba.. maka mata anda akan terasa semakin lengket.. semakin kuat mencoba maka mata anda akan semakin lengket.. kuat. Kuat.. kuat.. dan tetep lengket. Bagus… Berhentilah mencoba.. masuki alam relaksasi jauh lebih dalam dan lebih dalam lagi… tidur lebih lelap.. dan lebih lelap lagi… ( menghitung ulang 10-1 untuk membuat siswa lebih rileks ) . Sekarang.. sebarkan rasa rileks yang ada pada mata anda, keseluruh tubuh anda. Muka anda menjadi lebih rileks, otot-otot muka mengendor, santai sekali.. bagus kemudian sebarkan ke seluruh kepala sampai leher anda… bagus sekali.. sekarang, biarkan rasa rileks ini turun perlahan ke

(166) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 145 seluruh tubuh anda. Rasakan… rasa rileks sekarang menyelimuti seluruh dada dan punggung anda.. rasakan.. bagus sekali.. bairkan dia terus turun memasuki daerah perut anda.. rasakan otot-otot badan sekarang ini mengendor seluruhnya. Dan ijinkan rasa relaks ini terus turun bagian paha.. betis. Telapak kaki.. hingga jari-jari kaki anda.. bagus sekali.. dan setiap nafas yang anda hirup dan anda masukkan ke tubuh anda.. membuat anda semakin nyenyak.. semakin pulas.. dan bairkan kesadaran anda tidur.. tetapi bawah sadar anda tetap terjaga dan menjaga anda dengan sangat baik… lebih nyenyak.. dan lebih rileks… (diteruskan dengan deepening)

(167) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 146 SATUAN LAYANAN BIMBINGAN A. Topik/Pokok Bahasan : Mengatasi Stres Dalam Belajar B. Bidang Bimbingan : Belajar C. Jenis Layanan : Bimbingan kelompok/kelas D. Fungsi Layanan : Pemahaman dan Pengembangan E. Indikator : 1. Siswa dapat menyebutkan penyebab terjadinya stres dalam belajar 2. Siswa dapat menyebutkan cara-cara dalam menghadapi stres dalam belajar F. Tujuan Global : Peserta didik menyatakan / menunjukkan bahwa kegiatan yang diikuti bermanfaat baginya. G. Sasaran Pelayanan : VIID H. Materi Pelayanan : 1. Menyebutkan penyebab terjadinya stres dalam belajar 2. Menyebutkan cara-cara dalam menghadapi stres dalam belajar I. Prosedur/Proses : 1. Metode (pendekatan) : ceramah, diskusi, relaksasi 2. Kegiatan dan langkah-langkah (prosedur) :

(168) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI No 1. 4. 5. Intrakurikuler Kokurikuler Memberikan pengantar, salam sapa, Siswa menjawab soal kemudian, Pemberian Ice breaker latihan yang Memberikan pertanyaan kepada siswa menggambarkan mengenai materi yang akan diberikan. kebermanfaatan kegiatan Setelah memberikan pertanyaan peneliti yang telah diikuti bagi memberikan penjelasan mengenai materi dirinya sendiri “Mengatasi Stres dalam Belajar” yaitu arti (pernyataan hasil belajar) stress dalam belajar, penyebab, dan cara Dan siswa mengikuti mengatasinya. kegiatan relaksasi Membagi siswa kedalam 5 kelompok progresif yang telah kemudian meminta siswa untuk sharing diberikan. 147 Waktu 5’ 5’ 10’ mengenai stres yang mereka alami dalam belajar kemudian meminta salah satu perwakilan kelompok maju kedepan. 6. Guru pembimbing mengajak siswa relaksasi 25’ 7 Menutup kegiatan dengan menyampaikan 5’ pesan singkat mengenai pentingnya konsentrasi dalam belajar. J. Tempat Penyelenggaraan : Ruang Kelas K. Waktu : 1 x 50 menit L. Penyelenggara : Melani Dian Pratiwi M. Alat dan Bahan : loudspeaker, handout N. Evaluasi : 1. Spesifik a. Jelaskan apa pengertian stres dalam belajar ? b. Jelakan apa penyebab stres dalam belajar?

(169) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 148 c. Sebutkan cara untuk menghilangkan stres dalam belajar? 2. Global Dalam kertas tersendiri, nama boleh ditulis, boleh tidak, peserta diminta menuliskan seberapa banyak manfaat kegiatan yang telah diikuti bagi dirinya sendiri, dengan memilih salah satu alternative jawaban berikut : B. Kurang bermanfaat B. Bermanfaat C.Sangat bermanfaat Yogyakarta, 25 Mei 2104 Peneliti Melani Dian Pratiwi

(170) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 149 HANDOUT 1. PENGERTIAN STRES Stres adalah keadaan individu yang dipengaruhi oleh rangsangan dari dalam maupun dari luar individu. Keadaan inilah yang membuat individu bereaksi baik berupa fisik dan psikologis. Stres terjadi karena adanya faktor-faktor yang membuat individu berada dalam keadaan tersebut. Faktor-faktor penyebab stres dapat dibedakan menjadi dua faktor, yaitu diri sendiri (internal) dan di luar diri (eksternal). Kekhawatiran akan diri sendiri dan tuntutan yang berlebihan terhadap diri sendiri dapat menjadi faktor penyebab stres. Faktor eksternal yang dapat menyebabkan stres pada anak, antara lain lingkungan keluarga dan akademik. Stres akademik adalah stres yang berhubungan dengan aspek pembelajaran, khususnya pengalaman belajar. 2. PENYEBAB STRES Hasil penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa seorang anak berusia 10 tahun harus menghadapi stres dalam kadar yang sama dengan yang dialami oleh orangorang berusia 25 tahun pada tahun 1950. Kebanyakan stres ini adalah akibat les pelajaran, ujian sekolah, dan kegiatan lainnya yang orang tua harapkan dapat membantu anak-anak mereka memiliki masa depan yang lebih baik. Stres pada anak sering kali bisa terlihat melalui tubuhnya. Misalnya munculnya jerawat, problem pencernaan, insomnia, kelelahan, sakit kepala, dan masalah sewaktu buang air, maupun reaksi psikosomatik lainnya mungkin merupakan tanda-tanda bahwa ada tekanan pada diri anak. Beberapa stres yang dialami seorang pelajar sekolah antara lain: a. Tekanan Orang Tua Orang tua ingin yang terbaik dengan masa depan anaknya. Untuk mencapai nilai terbaik, maka orang tua membebani anak-anaknya dengan berbagai kursus pelajaran yang dapat secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi kesehatan anak, istirahatnya, dan perkembangannya. Banyak orang tua tidak menyadari bahwa membantu si anak merasa relaks justru akan menyegarkan pikiran dan membantunya belajar dengan lebih

(171) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 150 baik. Sebaliknya para orang tua terus membebani anak-anak mereka untuk mendapatkan prestasi terbaik dan lulus ujian dengan memuaskan. b. Tekanan Guru Sama seperti orang tua, banyak guru ingin siswanya mendapat nilai terbaik. Guru selalu mendorong muridnya untuk unggul dalam pelajaran, terutama jika muridnya berprestasi. Mengapa guru juga ikut menekan murid-muridnya mendapat nilai terbaik? Karena reputasi guru dan sekolah dipertaruhkan saat ujian sekolah khususnya Ujian Nasional. c. Tekanan dari Sesama Siswa Semangat kompetisi akan semakin memanas menjelang ujian sekolah. Setiap siswa berlomba-lomba untuk menunjukkan prestasi terbaik. Bahkan segala cara dilakukan untuk meraih nilai tertinggi termasuk menyontek maupun mencari bocoran soal. d. Tekanan dari Diri Sendiri Siswa berprestasi cenderung menjadi perfeksionis. Sehingga jika suatu kemunduran atau kegagalan terjadi, entah itu nyata atau masih belum terjadi, dapat membuat stres dan depresi, banyaknya tugas, materi terlalu sulit, cara mengajar yang membosankan. 3. CARA YANG BISA KITA COBA UNTUK MENGATASI STRES SAAT KITA BELAJAR: a. Meditasi atau Relaksasi Para pakar mengatakan bahwa cara paling ampuh untuk mengatasi stres adalah meditasi. Karena meditasi dapat membantu seseorang untuk menjernihkan pikiran dan berkonsentrasi pada ketenangan alam sekitarnya. Telah dibuktikan bahwa meditasi selama 15 menit memberikan istirahat dan ketenangan yang lebih dibandingkan tidur nyenyak selama 1 jam. Tetapi sebenarnya hanya dengan meditasi 1-2 menit setiap hari sudah dapat memberikan efek positif yang luar biasa untuk Anda. Mulailah dengan duduk tegak dan kosongkan pikiran Anda. Meditasi akan membantu kita untuk melupakan pikiran-pikiran dan kekhawatiran yang menyebabkan kita menjadi stres.

(172) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 151 Langkah-Langkah Melakukan Teknik Meditasi Atau Relaksasi 1) Permulaan. Luruskan kedua-dua belah kaki. Rapatkan tangan di sisi badan. Tutup mata dan kosongkan fikiran selama kira-kira 2 menit. 2) Dahi. Kerutkan dahi dengan mengangkat kedua-dua kening ke atas. Rasakan ketegangan pada otot dahi. Lakukan dalam arah bertentangan dengan mengerutkan dahi dan kening mengarah ke bawah. 3) Mata. Tutup mata. Rasakan ketegangan sekitar otot mata. Buka mata dan rasakan kelegaannya. 4) Rahang. Tekan rahang dengan kemas dan ketap gigi serapatnya. Rasakan ketegangannya. Perlahan-lahan buka ketapan gigi dan rahang. 5) Bibir. Ketap bibir dengan rapat. Perlahan-lahan lepaskan dan rasakan ketegangannya. 6) Kepala. Dongakkan kepala ke atas sehingga rasa ketegangan pada otot leher. Tegakkan kembali kepala dan rasakan kelegaan pada otot leher. Dongakkan kepada ke bawah dan rasakan ketegangan pada otot belakang leher. Perlahan-lahan otot belakang leher. Lentukkan kepala perlahan-lahan ke kanan. Tahan sebentar dan rasakan ketegangan pada otot leher. Tegakkan kembali kepala dan anda dapat rasakan kelegaan pada otot leher tadi b. Luangkan Waktumu Seimbangkan waktu untuk keluarga, teman, belajar, dan untuk dirimu sendiri. Menyediakan waktu untuk aktivitas yang menyenangkan, sama pentingnya dengan belajar. Luangkan waktu lebih bersama keluarga dan kerabat tentunya (karena, Family is Everything, bila terjadi mis-komunikasi dengan keluarga, tandanya kehilangan bagian terpenting dalam hidup). Hang out untuk refresing bersama teman-teman untuk menghindari kejenuhan sekolah pada akhir minggu. c. Belajarlah Secara Kelompok Bila belajar, janganlah belajar sendiri, lebih baik belajar bersama atau belajar kelompok (dengan teman kelas/teman kos/tetangga) ataupun ditemani

(173) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI anggota keluarga yg ada 152 dengan diselangi sedikit canda untuk menghilangkan stres walaupun membuyarkan konsentrasi sedikit. d. Tersenyum Anda tidak perlu membayar untuk tersenyum! Sebuah senyuman membuat relaks semua otot-otot utama di wajah. Anda merasa senang, stres pun hilang. e. Makan dan Istirahat Yang Cukup Cobalah makan menu seimbang dan jangan melewatkan waktu makan. Dengan minimal tidur siang pada hari libur. Kondisi kurang tidur akan membuat kita melihat masalah secara berlebihan dan memperburuk situasi. f. Hoby Jika seseorang mengalami stres berat, maka cara yang baik untuk melepaskan stres tersebut adalah dengan menyalurkannya dalam bentuk hobby. Hobby yang melibatkan banyak orang dalam satu grup juga sangat dianjurkan karena hobby ini akan sangat kondusif terhadap kehidupan sosial seseorang. g. Jangan Selalu Berpikir Tentang Kompetisi Setiap situasi dalam hidup tidak mengharuskan Anda untuk menang atau kalah. Sesuaikan pendekatan Anda terhadap suatu aktivitas berdasarkan kebutuhannya. Kembangkan sikap positif. Lihatlah dunia dari sisi yang lebih cerah. Ini akan memberikan kekuatan untuk menerima stres sebagai bagian dari hidup. h. Bicarakan Bicarakan stres Anda dengan teman atau anggota keluarga yang suportif. Ini bisa menjadi obat yang baik untuk stres. mengunjungi ahli terapi secara teratur juga akan sangat membantu kita mengatasi stres.

(174) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 153 Panduan Relaksasi Panduan Relaksasi sama seperti siklus I tetapi pada siklus II ini terdapat relaksasi fikiran.. kemudian pada relaksasi siklus II ini peneliti memberikan sentuhan music klasik untuk menambah ketenangan di dalam kelas.. Setelah anda mengalami relaksasi fisik… Sekarang rilekskan pikiran anda.. ikuti dorongan pikiran anda untuk merasakan kenyamanan, sebagaimana tubuh anda yang telah mengalami relaksasi total.. sebentar lagi, saya akan mengajak anda untuk menghitung dengan sangat perlahan.. dengan sangat lembut.. makin lama makin pelan, makin lembut, dan sangat lembut… di mulai dari angka satu. Setiap kali anda selesai menyebutkan angka, biarkan pikiran anda merasa rileks berlipat ganda. Setelah beberapa nomor, dan itu tidak akan membutuhkan waktu lama, anda akan merasakan relaksasi pikiran yang luar biasa.. dan angka-angka itu semakin kabur.. semakin kabur.. dan akhirnya hilang… camkan itu, dan anda dapat mengalaminya dengan sangat mudah. Ketika angka-angka itu telah menghilang.. angkat jari telunjuk kanan anda, untuk memberitahu kepada saya bahwa anda melakukan segalanya dengan sempurna.. Oke bagus.. sekarang anda telah mengalami relaksasi fisik dan mental secara total.. sekarang rasakan tubuh dan pikiran anda sangat relaks dan sangat santai.. Oke .. sekarang dengarkan kata-kata saya… tanamkan kata-kata ini dalam benak dan pikiran anda yang paling dalam… dan ketika terbangun anda akan tetap mengingat dan akan lebih semangat menjalani hari-hari anda…. Dengarkan dan tanamkan kata-kata ini dalam benak anda.. “dari hari ke hari saya semakin percaya diri dalam menghadapi ulangan kenaikan kelas” .. Oke bagus…. Dan sekarang saya akan menghitung lima sampai satu.. setiap kali saya menyebutkan angka anda memasuki alam relaksasi yang lebih dalam dari pada sebelumnya. Ketrika saya sampai pada hitungan ke satu. Anda memasuki relaksasi yang snagat dalam. Lima.. relaksasi mulai dirasakan berlipat ganda Empat rasakan relaksasi jauh lebih dalam dari sebelumnya Tiga relaksasi menyelimuti seluruh tubuh anda Dua masuki alam relaksasi (tidur) sangat dalam Satu rileks, pulas dalam sekali.

(175) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 154 SATUAN PELAYANAN BIMBINGAN A. Topik : Hambatan-hambatan dalam belajar B. Bidang Bimbingan : Belajar C. Jenis Layanan : Pemberian informasi, bimbingan klasikal D. Fungsi Layanan : Pemahaman, Pemeliharaan, Pengembangan, Pengentasan E. Tujuan Umum : Sesudah mengikuti kegiatan ini siswa diharapkan mengenal dan mengatasi hambatan-hambatan belajarnya F. Tujuan Khusus : Sesudah mengikuti kegiatan ini siswa diharapkan dapat: 1. Mengidentifikasikan hambatan-hambatan belajarnya 2. Mengidentifikasi upaya-upaya mengatasi hambatran belajarnya. G. Tujuan Global baginya. : Siswa diharapkan menyebutkan manfaat kegiatan H. Sasaran Pelayanan : Kelas VII D I. Materi Pelayanan : 1. Hambatan-hambatan dalam belajar. 2. Upaya-upaya mengatasi hambatan belajar. J. Metode dan Langkah Kegiatan: 1. Metode: Ceramah, tanya-jawab, sharing, instrumentasi 2. Kegiatan dan Langkah-langkah :

(176) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI No Intrakurikuler Kokurikuler Waktu 1. Ice breaking dan memberikan pengantarmenjelaskan tujuan 5’ 2. Menjelaskan materi Siswa terlibat aktif dalam kegiatan kemudian menuliskan refleksi dari hasil belajarnya. 3. Membentuk kelompok dan meminta beberapa peserta mengungkapkan beberapa hambatan belajarnya serta upaya untuk mengatasinya dengan teman kelompoknya 10’ 4. Relaksasi 35’ 5. Menyimpulkan & menutup seluruh kegiatan pelayanan. 5’ 155 5’ K. Tempat Penyelenggaraan : Ruang Mushola L. Waktu : 60 menit M. Penyelengara Pelayanan : Melani Dian Pratiwi N. Pihak yang dilibatkan :- O. Alat : loudspeaker, handout, mic P. Evaluasi : 1. Tujuan Spesifik: a. Identifikasikanlah hambatan-hambatan belajar yang anda alami! c. Jelaskanlah upaya-upaya yang Anda lakukan untuk mengatasinya! 2. Tujuan Global: Sebutkanlah manfaat kegiatan yang sudah Anda ikuti bagimu. Yogyakarta, 4 Juni 2014 Peneliti Melani Dian Pratiwi

(177) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 156 Handout Hambatan dalam belajar adalah suatu keadaan atau kondisi baik fisik maupun psikologis yang dapat mengganggu / menghambat individu dalam menjalankan setiap aktivitasnya. A. Hambatan-hambatan dalam belajar itupun antara lain : 1. Kondisi tubuh yang tidak fit / sehat Kondisi tubuh tidak fit berarti suatu kondisi dimana segala sesuatunya berjalan tidak normal baik fisik maupun psikologisnya. faktor penyebab menurunnya kesehatan tubuh tersebut diantaranya adalah : a. Stres Stres tidak hanya mempengaruhi kesehatan mental namun juga dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh. Cth : Stres karena memikirkan situasi ujian, tuntutan nilai, soal yang sulit pada saat mnghadapi ujian. b. Tidak Cukup Tidur Kualitas dan kuantitas tidur menurun., karena kurang tidur bisa berakibat buruk pada kesehatan dan konsentrasi. Tidak cukup tidur bisa terjadi karena pada saat akan memejamkan mata pikiran membayangkan mengenai suatu hal yang menakutkan dan menyeramkan hal lain yaitu ketika tidur sering dihinggapi mimpi buruk sehingga hal ini memicu kurangnya tidur pada siswa. c. Depresi Depresi bukan hanya merupakan gangguan emosi tetapi juga berhubungan dengan gejala fisik. Salah satu gejala fisik yang paling umum adalah kelelahan, sakit kepala, dan kehilangan nafsu makan.

(178) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 157 Berikut ini adalahTips agar tubuh menjadi lebih bugar : a. Ketika bangun di pagi hari, minum air putih , karena air adalah mineral yang paling alami dan bergizi tinggi dalam kehidupan. b. Konsumsi makanan sehat dan seimbang dengan banyak makan sayuran dan buah-buahan, disertai dengan minum air yang cukup. c. Olahraga 30 menit setiap harinya d. .Menghindari stres emosional dan psikologis serta memiliki istirahat yang cukup agar aktivitas dalam tubuh bias berlangsung dengan rileks serta dapat lebih berkonsentrasi. e. Melakukan Relaksasi agar ketegangan-ketegangan yang mengganggu system motorik tubuh dapat berkurang. 2. Fasilitas yang kurang memadai Hambatan belajar yang terjadi pada siswa bisa terjadi karena siswa tersebut tidak memiliki fasilitas yang kurang memadai. Misal, tidak memiliki buku pelajaran, tidak memiliki biaya pendidikan, dan tidak memiliki kendaraan untuk berangkat ke sekolah (jika rumah jauh). 3. Tidak mengerti materi yang diajarkan Tidak mengerti materi yang diajarkan oleh Guru merupakan hambatan yang dialami oleh siswa dalam proses belajar, karena jika siswa tidak mengerti apa yang diajarkan maka siswa tidak akan bisa mengikuti pelajaran dan tidak bisa menempuh batas nilai minimal dan hal ini dapat menghambat dan memicu terjadinya stres pada siswa.

(179) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 158 Panduan Relaksasi  Duduk tegak bersila (ambil posisi yang menyenangkan) ------(music instrument di on-kan)  Tutuplah mata  Tarik nafas perlahan-lahan lalu hembuskan perlahan-lahan lakukan seterusnya sampai anda merasa rileks. Dengarkanlah suara yang ada disekelilingmu mulai dari suara yang paling keras samapi yang peling lembut. Rasakan bahwa kita adalah bagian dari semua suara itu. bagi yang sesak napas tidak usah dipaksakan)  Pusatkan perhatianmu pada: • kepala • matamu • pipimu • pundakmu (rasakan baju yang menempel pada pundakmu) • punggungmu • lengan • mu • kakimu • jari-jari kakimu ucapkanlah sebanyak 3 kali…………rileks • Bayangkanlah bahwa anda sedang berjalan melalui sebuah lorong, dan di ujung lorong itu ada sebuah lilin yang menyala, kamu mendekati lilin dan menatap lilin itu kemudian melanjutkan perjalanan, kemudian menemukan sebuah pintu dan bukalah pintu itu kamu tidak menyadari ternyata terbentang sebuah taman yang indah sekali, penuh dengan bunga-bunga suara gemericik air sungai dan hembusan angin yang segar. Berjalanlah mengelilingi taman itu dikejauhan terdengar suara music yang lembut. Rasakan dan dengarkan suara itu, gemericik air, hembusan angin, sambil

(180) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 159 merentangkan tangan udaranya sangat segar. Dengarkan suara burung yang merdu yang terbang dari pohon satu ke pohon yang lain, tataplah semua itu dengan senyuman. Rasakan bahwa semua beban-bebanmu iktu terbawa oleh angin. pikiran menjadi lebih ringan dan hatimu lebih lega • Sadarilah perasaan-perasaanmu yang mulai muncul akibat berbagai beban entah beban karena suatu kejadian sudah terlewati atau yang akan dijalani • Perasaan cemas….takut…bimbang….ragu…..rasakanlah sejujur-jujurnya dan katakanlah kepada perasaan-perasaan itu bahwa “ teman..aku tidak menolakmu, aku menerimamu, tetapi janganlah menguasai diriku agar aku bisa menjalani apa yang tidak bisa aku lakukan • Berdamailah dengan perasaan-perasaanmu biarkan menjadi temanmu. Lakukan beberapa kali !!!! • Bayangkanlah bahwa dalam sebualn ini kamu telah mempersiapkan diri untuk ujian. Kamu menunggu ujian itu dengan penuh kecemasan. Tetapi ternyata setelah kemu menjalaninya kamu merasa lega karena tak ada sesuatu yang ditakutkan. • Katakanlah pada dirimu bahw akamu bisa. Kamu bisa. Kamu bisa. Kamu bisa…yakinnlah pada dirimu dan katakana sekali lagi kamu bisa. • Rasakanlah kelembutan angin. Bayangkanlah setiap beban yang kamu miliki dan saat itu juga setiap beban yang ada di pundakmu sudah terambil. Bayangkanlah bahwa bebanmu yang kamu pikirkan seperti ujianmu akan terambil. Tak ada yang lebih berat, bayangkalh bahwa kamu akan menja • Tariklah nafas panjang sebagai bentuk kelegaan karena seorang malaikat telah mengambail semua beban itu. • Sekarang kamu mulai berjalan perlahan-lahan menuju pintu dan tiba di depan cahaya lilin itu kamu berhenti, menatap lilin itu sambil tersenyum kemudian berjalan terus melewati lorong menuju pintu utama • Tariklah napas sebanyak lima kali kemudian bukalah mata secara perlahan-lahan..

(181) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAM PI RAN 2 I N ST RU M EN PEN ELI T I AN 160

(182) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 161 KUESIONER KECEMASAN MENJELANG ULANGAN KENAIKAN KELAS 1. Pada saat mendekati hari-hari menjelang UKK, materi yang saya pelajari… Sangat jelas Sangat kabur 2. Saat belajar mengenai materi UKK pikiran saya…. Terpusat Bercabang 3. Untuk menentukan materi UKK mana yang akan saya pelajari terlebih dahulu, saya … Mengerti Kesulitan 4. Cara saya menentukan aktivitas pada saat waktu luang cenderung…. Mudah Sulit 5. Dalam menangkap inti dari bahan UKK, saya merasa …. Mudah Sulit 6. Keseringan saya mengalami pikiran kosong (blank) pada saat belajar materi UKK, adalah… Jarang Sering

(183) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 162 7. Batas nilai minimal yang harus kuraih tahun ini, membuatku… Optimis Pesimis 8. Pengetahuan-pengetahuan yang saya miliki untuk menghadapi UKK, membuatku… Yakin Ragu 9. Ketika berada pada hari-hari mendekati UKK, saya mera Aman Terancam 10. Bayangan saya akan situasi ulangan kenaikan kelas adalah… Menyenangkan Menegangkan 11. Saya merasa bahwa tingkat kesulitan materi UKK yang akan saya hadapi…. Sangat rendah Sangat tinggi 12. Dalam menghadapi ulangan kenaikan kelas yang semakin dekat, saya… Sangat Santai Sangat tegang 13. Penguasaan materi yang telah saya pelajari membuat saya… Percaya Diri Minder

(184) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 163 14. Saya yakin bahwa kemampuan yang saya miliki untuk mengerjakan soal UKK akan membawa… Keberhasilan Kegagalan 15. Ketika membayangkan soal-soal UKK yang sulit maka tubuhku… Tenang Gemetar 16. Ketika belajar mengenai bahan UKK kakiku… Diam Bergoyang 17. Ketika teringat bahwa ulangan kenaikan kelas akan segera datang tubuhku cenderung.. Tidak Berkeringat Berkeringat dingin 18. Ketika mempelajari bahan UKK telapak tangan saya… Kering Berkeringat 19. Ketika mendekati hari-hari menjelang UKK , nafsu makanku.. Bertambah Berkurang 20. Tingkat keseringan saya mengalami sembelit (susah buang air besar) pada saat membayangkan situasi UKK adalah… Jarang Sering

(185) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 164 LEMBAR OBSERVASI Hari/tanggal : Kelas : 21-30 menit 31-40 menit Waktu No. Perilaku 1. Mendengarkan 2. Tidak fokus 3. Melamun 4. Memperhatikan 5. Aktif 6. Mematah-matahkan kuku jari 7. Duduk gelisah 8. Menggaruk-garuk bagian tubuh 9. Terlihat senang 10 Duduk tenang 11 Nyaman 12 Memainkan bolpoin 13 Berkeringat berlebihan 14 Tiduran 15 Wajah pucat 16 Semangat 17 Wajah segar 18 Terlihat bugar 19 Lemas 20 Bolak-balik KM 1-10 menit 11-20 menit 41-45 menit

(186) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PEDOMAN WAWANCARA SEBELUM DIADAKAN PERLAKUAN Subjek Guru Siswa Pertanyaan 1. Apakah siswa pernah mengalami gangguan kecemasan yang cukup tinggi? Jelaskan! 2. Bagaimana pendapat anda mengenai tingkat kecemasan siswa di kelas ini? 3. Menurut anda, apa yang menjadi penyebab kecemasan siswa dalam mengahadapi ujian? Jelaskan ! 4. Apakah kecemasan mempengaruhi hasil nilai ujian siswa? jelaskan! 5. Apakah gejala-gejala kecemasan sering terlihat pada saat ujian? Sebutkan! 6. Bagaimana menurut anda, apakah penerapan menggunakan teknik relaksasi progresif dapat meminimalisir kecemasan ? 1. Apa yang menyebabkan anda mengalami kecemasan pada saat menjelang ujian ? 2. Bagaimana perasaanmu ketika esok akan menghadapi ujian ? 3. Apakah menurut anda ujian merupakan suatu hal yang menakutkan? Kenapa? 4. Apakah batas nilai maksimal tahun ini membuatmu ragu dalam menghadapi ujian ? kenapa? 5. Apakah anda takut jika terjadi kegagalan dalam studi anda? Mengapa ? 6. Apakah andda mengalami gangguan pencernaan pada saat mendekati hari-hari menjelang ujian? 165

(187) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 166 PEDOMAN WAWANCARA SETELAH DIADAKAN TINDAKAN Subjek Pertanyaan 1. 2. Siswa 3. 4. 5. 6. Bagaimana perasaanmu setelah mengikuti kegiatan relaksasi? Apakah badanmu terasa relaks setelah diberikan penerapan? Apakah kamu masih merasa takut menghadapi ujian? Jelaskan! Apa manfaat yang kamu peroleh setelah mengikuti kegiatan relaksasi progresif? Apakah anda sudah cukup tenang untuk menghadapi ujian setelah mengikuti kegiatan relaksasi progresif? Apakah anda merasa senang mengikuti kegiatan relaksasi? mengapa?

(188) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAM PI RAN 4 T ABU LASI DAT A SK OR K ECEM ASAN 167

(189) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 168 Tabulasi Data Skor Pra Tindakan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 3.3 3.5 2.6 3.3 6.7 6.5 7.4 6.8 6.7 7.5 5.3 5.3 6.8 5.3 6.6 5.3 4.5 4.5 4.5 5.3 8.8 6.5 4.6 4.3 7.2 3.7 6.7 7.6 5.6 6.2 3.3 6.8 6.7 6.7 7.6 7.8 8.8 7.9 7.6 7.7 7.3 1.5 2.8 7.3 6.5 5.4 2.2 2.1 7.3 7.3 6.7 6.5 6.7 8.7 2.3 6.7 7.7 3.3 6.7 6.5 3.4 2.5 5.2 3.4 3.7 3.5 7.5 6.5 7.5 7.5 3.6 4.4 3.9 3.6 7.6 4 3.8 7.8 5.1 5.5 3.4 2.2 2.1 3.4 3.3 5.7 7.5 6.5 7.3 7.4 4.2 6.3 5.3 4.2 6.6 6.2 4.3 3.5 5.3 4.3 3.2 6.6 7.8 3.2 6.7 7.3 6.7 3.3 8.8 4.3 6.8 6.4 5.2 4.2 8.7 6.5 7.9 7.3 8.8 5.4 2.3 1.5 3.4 6.5 7.8 5.3 7.8 6.7 8.4 8.4 3.5 4.8 6.7 5.5 2.2 6.7 4.3 8.5 6.7 6.8 6.7 7.4 7.8 7.8 6.8 5.6 7.8 6.8 7.8 7.9 3.3 5.3 3.3 3.3 7.6 6.3 4.2 6.2 6.7 7.9 7.5 7.4 7.4 7.5 7.6 7.4 2.3 1.5 7.5 5.3 5.4 4.4 5.5 5.4 7.8 6.7 4.5 7.7 7.3 6.7 7.6 7.8 6.5 6.5 7.7 7.8 6.7 5.6 5.4 6.5 6.5 7.6 6.8 6.5 7.6 6.7 7.8 6.7 8.5 7.8 2 8 3.1 1.5 1.5 5.7 1.5 1.5 6.7 8 3.5 4.4 2.4 7.5 6.6 6.3 7.5 7.4 8.5 6.4 2.3 5.3 3.3 3.5 7.5 4.5 3.5 3.4 6.4 6.5 6.2 3.2 4.5 6.4 3.5 3.7 6.4 3.3 6.3 3.4 3.3 2.4 2.2 3.4 2.3 5.3 3.4 2.3 4.2 2.4 2.2 3.3 3.3 2.3 5.3 5.4 2.3 2.3 3.2 4.3 3.4 5.5 2.5 2.4 3.4 3.4 2.4 3.4 5.5 5 4.2 6.2 8.8 4.4 7.6 7.8 4.4 6.7 6.4 7.3 3.3 3.3 5.1 6.7 6.5 5 4.2 6.8 5.3 5.4 7.8 5.4 6.7 7.6 7.8 5.6 6.8 7.8 5.3 5.4 4.1 5.3 5.4 7.4 6.3 5.2 7.4 6.4 6.4 6.2 6.7 8.5 7.8 8.6 6.7 7.3 6.7 6.8 7.5 8.3 6.8 6.5 6.8 7.6 3.4 4.3 6.7 3.4 5.3 4.2 3.4 6.4 3.5 3.5 3.4 3.5 3.5 3.6 6.5 7.5

(190) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 12 13 14 15 16 17 18 169 19 20 6.7 7.5 7.4 5.3 3.5 6.5 7.7 6.5 7.3 7.3 7.5 7.6 4.5 7.6 5.3 6.8 4.5 6.3 7.8 7.6 5.3 3.7 5.3 7.8 8.8 7.2 5.3 6.3 8.4 3.7 6.5 6.8 7.6 7.9 3.2 7.6 7.8 7.5 8.8 6.5 3.4 7.6 6.5 6.7 7.3 6.5 6.5 7.6 6.4 7.6 6.5 3.3 6.5 3.3 6.7 2.3 6.5 4.6 6.4 3.3 7.6 7.3 7.5 6.5 3.4 3.7 7.5 7.5 5.3 7.3 7.5 8.7 8.6 8.6 3.6 7.6 8.6 8.7 7.8 8.7 7.3 1.5 7.5 6.5 3.4 3.3 7.6 7.2 6.5 1.5 7.4 2.3 4.3 3.5 4.2 6.5 4.3 7.5 2.3 2.3 6.5 7.8 8.6 3.3 3.2 6.7 8.6 6.5 7.8 7.8 6.5 7.4 6.5 7.3 6.8 8.7 6.5 6.7 8.7 7.8 7.5 7.6 6.7 8.9 2.3 7.8 6.7 8.3 8.6 7.6 7.5 7.6 7.5 6.7 3.3 2.2 7.5 7.5 8.6 7.6 6.8 6.7 6.8 5.1 6.7 6.8 6.7 7.4 8.7 6.7 6.8 8.7 6.7 7.3 3.3 7.6 6.7 6.3 7.6 8.7 7.3 7.5 2.3 5.3 7.5 7.6 2.3 7.4 2.4 7.5 6.3 4.3 4.5 6.7 5.4 7.8 4.2 6.8 6.7 4.3 7.8 6.8 6.2 6.5 7.7 7.7 6.2 5.6 7.6 6.8 7.5 8.8 7.8 8.4 6.5 7.6 7.8 7.3 7.4 8.8 5.1 6.2 7.3 2.3 2 1.5 7.3 7.6 5 6.7 7.3 8.5 6.3 4.3 3.5 6.6 6.5 7.2 7.4 8.5 5.3 6.4 7.5 4.9 2.3 7.2 7.5 6.4 6.4 6.4 2.4 6.3 5.4 7.5 6.5 3.5 5.4 4.3 6.3 6.3 1.4 4.3 1.3 4.3 3.3 2.3 2.3 3.3 5.1 4.2 5.6 3.2 1.5 1.5 2.2 5.3 1.5 4.4 4.8 3.2 5 5.5 7.4 3.4 3.4 3.4 7.4 6.7 6.5 5.5 8.8 6.4 3.3 6.7 4.2 7.6 3.2 5.1 5.9 6.4 7.6 5.3 8.9 7.8 3.4 6.7 8.9 7.6 8.7 5.3 8 5.3 7.8 7.6 7.8 7.8 7.6 7.6 8 5.3 6.3 6.4 3.2 3.3 4.1 6.3 3.2 6.6 6.3 6.4 7.8 8.6 7.8 6.5 6.7 6.7 7.8 6.7 6 8 4.5 8.8 7.3 6.7 6.7 3.4 7.8 5.3 7.3 8.7 4 6.5 3.5 2.5 3.4 3.5 3.5 3.5 5.3 6.5

(191) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 170 Tabulasi Data Skor Siklus I 1 3.3 3.4 3.3 4.5 6.5 6.5 2.6 5.7 2.4 2.4 5.7 7.6 5.7 2.3 6.8 4.7 2.4 4.4 5.6 3.5 2.2 2.3 3.3 6.4 3.2 4.2 2.5 3.2 3.2 3.5 7 6.5 4.3 4.2 2 2.4 4.5 4.3 3.5 5.4 3.2 1.6 6.8 3.3 4.3 4.4 6.7 4.6 5.6 6.5 5.3 3.5 4.5 7.6 6.5 3.1 2.3 5.3 4.5 4.3 4.2 4 4.2 3.2 5.6 3.4 5.7 3.6 3.2 3 7.5 3.4 7.4 2.5 4.6 5.8 1.6 7.6 4.6 2.4 5.6 5.4 4.7 2.2 4.3 4.5 7.4 3.5 5.6 3.5 2.5 2.3 2.4 6.4 4.3 3.1 4.2 5.6 3.3 4.5 2.3 6.7 4.5 3.4 4 6.5 5.3 2.4 5.6 5.4 4.3 3.4 6.8 3.4 3.4 6.7 6.7 6.5 4.6 5.3 4.3 2.4 4.4 5.6 5.6 1.3 1.4 3.5 3.3 3.1 5.1 3.4 4.6 3.3 5.8 3.4 6.6 5.3 6.5 5 8.4 4.4 4.4 7.5 4.3 5.7 3.4 6.7 3.6 1.5 5.7 6.2 5.7 2.4 6.5 5.2 3.3 3.5 6.7 4.7 4.4 2.6 5 6.3 4.3 4.2 4 5.1 4.3 6.8 5.4 6.7 3.2 3.5 6 1.5 5.4 5.3 6.5 5.4 6.7 4.7 8.5 5.7 5.2 6.5 6.7 5.4 6.5 4.6 4.4 7.2 5.5 5.7 7.8 2.4 8.3 3.3 6.2 2.2 2.2 3.5 7.6 3.3 5.5 4.3 5.7 5.4 3.4 7 4.5 3.5 5.4 5.3 2.2 3.3 7.5 4.7 6.3 3.2 5.8 5.6 5.7 2.2 5.7 5.6 7.3 4.4 3.5 3.6 2.5 3.4 2.5 6.5 2.3 2.2 3 4.2 5.6 5.8 6.4 6.5 4.6 3.4 8 2.5 4.4 2.4 4.6 3.6 5.7 2.5 5.7 5.4 1.3 6.8 5.3 4.5 6.4 4.4 5.3 2.6 3.3 6.5 6.8 1.7 2.5 3.6 4.7 2.1 4.3 3.5 6.5 3.5 6.7 6.4 5.7 4.6 3.4 9 1.5 5.3 6.4 7.5 2.3 2.4 6.3 6.6 4.5 5.3 6.5 6.5 5.7 6.5 4.5 4.4 7.3 4.3 5.7 4.5 4.3 5.5 6.3 3.3 2.1 3.1 4.5 5.4 6.5 4.6 6.3 5.6 4.6 6.4 10 3.5 6.3 5.4 7.4 4.3 5.3 7.2 2.4 7.5 6.4 4.8 6.7 5.8 7.5 6.3 5.3 7.4 3.6 4.5 6.9 4.3 4.3 4.5 6.3 2.5 3.2 4.5 5.3 5.1 5.4 5.4 5.6 5.2 6.3

(192) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 6.6 5.4 6.4 7.4 4.3 5.4 8.5 4.3 4.7 4.5 5.3 7.8 4.7 2.3 6.3 5.5 7.4 5.5 6.5 6.5 5.5 5.3 5.3 3.5 6.5 5.2 5 4.5 5.5 4.5 6.3 6.5 5.2 6.6 12 8.4 6.5 7.4 7.5 4.3 3.3 8.5 5.6 4.6 7.4 5.8 5.6 5.8 8.8 8.5 4.5 8.2 6.3 4.5 7.4 4.2 7.5 3.4 3.3 6.2 2.2 7.5 7.5 6.3 6.4 2.5 5.6 7.3 3.3 13 2.6 4.3 4.5 6.7 4.5 6.5 1.5 5.2 4.7 3.4 4.6 6.8 5.6 8.6 6.5 4.7 3.5 3.4 4.7 4.5 2.6 2.5 3.3 4.5 3.5 2.2 2.5 2.3 5.7 6.5 2.3 7.5 4.6 6.7 14 3.4 3.5 4.5 5.6 2.5 3.2 1.6 3.4 5.6 1.5 5.3 5.7 5.2 2.4 4.4 3.4 3.3 4.3 5.4 7.5 3.5 2.4 1.4 2.3 4.6 3.2 1.5 8.6 4.6 5.4 2.4 5.4 4.5 3.2 15 8.5 6.5 7.3 5.4 4.4 5.7 6.5 6.4 5.7 7.5 5.7 6.5 6.5 3.2 6.3 6.2 7.2 4.3 3.7 5.4 3.5 5.2 6.3 1.6 3.2 2.2 5.5 7.2 5.2 4.5 6.5 6.5 5.3 4.4 16 3.4 5.5 7.4 4.6 4.5 3.3 3.6 3.4 5.6 6.4 4.8 6.7 6.5 2.3 6.7 6.2 7.5 3.5 6.7 3.6 3.6 2.2 3.4 3.4 2.2 1.5 3.4 4.4 3.3 4.8 6.3 4.6 3.8 3.4 17 2.5 4.5 5.4 6.5 3.5 4.3 6.5 4.8 6.5 4.3 5.8 6.4 5.3 3.3 6.5 5.2 2.4 3.3 6.5 6.4 5.2 7.5 7.3 4.5 3.3 3.4 4.3 4.3 4.4 6.5 5.4 5.6 5.3 6.4 18 4.5 5.3 6.5 4.5 4.4 5.6 7.5 5.6 5.5 7.2 6.4 6.7 5.2 2.2 5.3 5.6 3.3 3.5 4.5 5.3 2.2 7.5 6.7 5.2 4.2 4.2 6.3 6.2 3.5 6.5 6.4 5.6 6.3 3.3 19 7.5 4.4 6.4 4.5 3.6 4.8 7.3 4.5 4.3 5.3 5.2 6.9 6.5 5.7 6.6 6.3 4.4 4.3 6.5 6.5 7.4 6.4 6.5 6.2 4.2 1.5 3 6.2 3.3 6.5 6.3 5.4 7.6 4.4 171 20 6.4 3.5 3.5 5.6 5.6 3.5 1.9 5.6 4.7 6.4 5.8 6.8 4.6 7.6 3.3 4.7 1.5 4.5 6.5 6.8 2.2 2.5 3.3 3.5 2.5 2.2 4.5 5.8 3.4 6.7 3.4 6.7 4.6 6.2

(193) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 172 Tabulasi Data Skor Siklus II 1 3.5 4.5 3.3 4.3 3.6 3.2 2.5 5.6 2.3 3.3 5.7 3.2 2.5 7.8 4.2 3.6 2.2 3.5 2.4 3.2 3.9 1.6 3.2 6.3 2.3 2.5 2.5 4.5 5 5.7 3.5 2.2 3.3 3.3 2 2.5 3.5 4.5 5.8 1.6 5.6 3.5 2.3 1.5 4.3 6.7 4.1 3.4 5.4 3.2 3.7 2.8 3.4 2.2 4.6 4 2.5 5 3.5 1.5 1.5 5 4.3 2.3 4.7 4.5 4.3 4.2 3.3 3 1.5 4.6 3.5 4.5 3.5 4.7 2.6 4.5 1.6 2.2 5.3 5.7 3.4 3.7 4.3 3.5 7.5 4.3 3.6 3.6 3.6 2.3 2.5 4.5 3.5 3.5 2.5 3.1 2.4 4.7 3.2 3.4 2.9 2.3 4 6.3 4.6 2.5 3.5 3.5 4.6 1.5 3.3 3.4 3.3 3.7 3.4 4.3 2.5 3.2 3.4 2.5 3.3 4.5 4.3 3 3.5 3.5 5.3 2.3 4.2 3.5 3.1 4.4 4.5 4.3 2.3 3.2 4.3 5 6.8 6.1 4.5 3.4 3.5 3.1 2.5 5.6 3.4 2.2 3.5 6.8 3.4 2.4 3.2 4.2 4.5 2.3 5.7 5.6 3 2.2 3.5 3.3 4.6 3.5 2.4 4.2 3.5 4.7 4.3 2.2 3.2 3.5 6 2.5 4.6 4.5 3.3 4.6 4.6 1.6 3.3 4.2 3.2 3.8 5.7 5.7 8.6 3.6 4.3 7.5 3.3 4.3 3.5 2.8 3.3 3.5 6.1 6.3 3.2 2.5 6.1 2.4 3.5 4.3 2.4 4.7 6.3 7 3.3 4.5 4.3 3.5 2.4 5.7 7.6 2.4 7.2 3.1 3.5 4.6 4.6 4.5 4.6 3.2 1.5 3.3 4.7 3.5 1.9 4.3 2.7 6.5 2.5 3.2 2.5 3.3 2.5 4.7 2.5 3.5 5.7 2.3 8 4.6 4.5 2.5 4.3 5.3 4.6 2.6 3.3 2.2 1.2 4.5 5.3 3.3 2.4 4.7 3.2 2.5 2.3 5.6 4.3 2.4 3.5 3.5 2.4 1.3 2.2 2.5 3.2 2.3 5.7 4.5 5.3 2.5 2.4 9 5.6 4.4 3.2 3.4 3.5 3.2 4.5 5.6 6.2 3.4 3.6 6.2 2.5 2.3 3.3 4.5 7.2 2 3.8 4.4 2.5 3.1 5.5 5.2 4.3 3.2 6.4 4.5 5.4 4.6 4.4 4.3 5.6 4.5 10 6.8 2.5 4.3 5.4 4.3 3.2 6.7 4.6 7.5 3.4 5.4 3.2 4.3 5.6 4.2 4.5 2.5 2.3 4.4 5.6 2 2.2 2.4 4.5 5.3 1.5 5 4.6 2.3 6.5 2.6 5.6 4.3 5.3

(194) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 3.5 3.3 1.3 4.5 4.4 6.7 2.4 3.2 8.2 4.3 4.5 5.6 4.4 7.6 3.3 4.5 1.2 2.1 4.7 4.7 2.1 3.5 4.5 2.4 4.4 3.3 5 4.5 5.4 3.5 3.4 4.3 4.5 4.2 12 4.5 3.3 4.3 4.3 3.3 3.5 4.5 5.4 8.3 2.1 4.3 7.5 5.4 5.6 3.3 3.6 3.4 3.4 5.6 3.3 3.4 2.3 1.7 2.5 7.2 2.6 5.4 6.6 7.3 5.5 3.3 5.6 3.3 6.5 13 3.4 3.5 4.3 4.3 4.5 5.7 2.6 4.7 1.7 1.4 3.4 6.5 4.7 2.3 4.4 4.4 2.4 2.4 4.7 4.7 2.3 2.5 3.5 4.2 1.3 1.4 3 3.5 2.4 4.6 3.6 3.7 2.3 2.3 14 3.4 3.3 4.3 4.9 3.3 4.5 1.6 5.4 2.5 2.2 4.5 3.4 4.6 2.2 3.6 4.3 2.2 2.9 5.7 3.5 2.9 2.4 3.6 3.2 2.3 2.5 4.5 3.7 3.1 5.7 3.5 5.4 3.3 3.3 15 5.6 3.3 3.5 4.5 4.4 4.6 2.6 3.3 6.2 7.3 4.6 6.7 4.3 6.5 3.5 5.2 7.5 3.3 5.6 3.4 2.9 6.1 2.4 2.4 1.2 1.5 2 3.4 6.3 6.5 1.3 5.6 5.2 7.4 16 4.6 2.4 6.5 4.8 3.4 4.3 2.5 5.7 3.5 3.4 3.5 6.5 4.5 4.6 4.3 5.4 7.5 2.4 3.5 5.4 1.7 2.3 4.5 2.5 2.7 1.5 2.8 6.6 2.3 4.7 2 6.7 2.5 3.4 17 5.6 4.3 3.4 3.2 3.3 4.3 6.6 3.4 5.5 3.4 5.4 4.2 6.5 2.3 5.3 5.4 2.5 2.4 3.5 3.5 3 6.2 4.2 3.5 2.4 4.2 3 3.7 2.9 5.8 2.6 5.6 4.3 7.2 18 4.5 1.3 4.5 4.5 2.5 5.6 6.7 4.6 6.4 4.3 3.2 4.6 5.4 2.2 6.2 5.3 2.6 2.2 4.3 3.4 3 6.1 4.5 4.3 2.2 4.2 2.5 4.7 2.1 3.3 6.7 4.7 3.8 2.4 19 4.6 4.3 5.6 4.7 4.5 3.7 4.5 4.7 4.4 2.4 3.3 3.4 4.6 5.7 5.3 5.1 2.6 2.7 3.4 6.5 2.9 2.3 3.5 2.3 2.2 1.5 3.5 4.4 1.2 5.2 7.5 5.6 5.6 2.4 173 20 3.2 4.3 4.6 5.6 3.2 4.3 2.6 5.6 2.8 2.4 4.3 3.5 4.7 5.6 4.6 3.2 1.5 1.9 3.5 5.7 2 2.1 3.4 4.5 2.4 3.2 3.5 4.7 2.4 3.4 3.7 5.7 4.5 2.5

(195) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 174 Tabulasi Data Skor Siklus III 1 3.4 3.4 3.4 2.4 7.3 3.5 2.5 2.3 2.2 2.3 2.2 2.4 2.3 2.5 3.5 2.2 4.3 2.5 3.2 2.3 1.5 2.3 2.3 6.3 2.3 2.3 2.6 2.2 3.2 2.3 3.2 2.2 3.3 3.3 2 1.8 4.4 2.4 3.2 2.4 4.5 2.7 4.6 3.7 1.2 3.6 2.3 2.5 2.3 2.8 2.3 2.3 2.1 2.7 3.4 1.6 1.4 3.5 5.2 2.4 1.3 3.3 4.2 2.3 2.3 1.2 2.3 2.3 3.3 3 3.2 2.2 2.2 2.5 7.6 2.8 2.5 3.7 2.2 1.3 2.4 2.3 2.3 3.4 2.3 1.2 2.6 2.3 2.5 2.4 1.6 2.3 2.2 1.2 2.4 1.4 2.4 2.2 2.3 2.4 3.2 3.3 2.3 2.5 4 3.5 2.5 2.4 3.6 7.4 4.8 2.5 2.4 4.3 1.4 2.3 3.3 2.2 2.4 2.2 1.2 3.5 2.7 2.8 2.4 1.7 1.2 4.2 1.3 3.3 3.2 2.4 3.3 1.2 3.6 2.2 2.4 3.3 2.4 5 1.9 3.4 4.5 3.3 1.5 5.6 2.6 2.3 2.2 2.2 3.7 3.3 2.4 3.2 3.2 1.2 2.3 3.5 3.8 2.5 1.7 1.4 3.3 1.4 3.2 1.3 2.4 1.2 3.2 3.3 3.2 3.6 2.3 1.2 6 3.4 2.3 3.4 2.8 3.2 2.1 2.5 2.3 2.2 2.2 3.3 2.2 2.4 3.6 3.3 2.3 3.6 2.6 4.7 4.2 2.5 3.3 3.2 1.3 2.2 2.4 3.7 1.2 3.2 4.5 3.2 3.7 2.2 2.5 7 3.3 2.4 3.3 2.1 3.3 2.4 2.4 3.5 3.2 4.3 3.7 3.6 2.4 3.2 2.4 2.2 2.2 3.2 3.6 2.5 2.2 3.5 2.2 2.3 2.1 1.5 2.4 3.2 1.3 2.2 2.2 2.4 2.4 2.6 8 2.5 3.2 2.4 2.6 1.5 3.4 2.6 3.4 3.3 3.6 3.8 3.2 2.3 2.4 3.6 3.2 2.4 2.4 4.2 3.3 1.6 1.3 3.3 2.3 3.2 2.2 2.6 2.2 3.2 3.3 2.2 4.6 1.3 3.3 9 3.8 2.4 3.5 2.6 1.3 3.3 2.5 2.3 2.3 3.4 3.2 2.4 2.5 2.3 3.1 2.5 2.5 2.3 2.2 3.4 1.2 2.3 4.3 3.3 2.2 1.2 2.4 1.2 1.2 3.5 2.2 4.6 4.3 2.2 10 2.8 2.7 2.4 4.3 1.2 2.4 4.5 2.6 2.6 3.3 2.5 3.3 3.4 3.3 2.4 2.3 2.4 2.3 3.2 2.4 1.3 1.1 2.2 3.2 3.2 2.2 1.6 3.4 2.2 3.5 2.2 3.5 2.3 6.6

(196) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 2.8 2.4 4.5 2.4 1.1 3.2 3.5 3.6 3.5 2.2 2.3 3.3 3.2 2.3 3.3 2.2 4.3 2.2 2.6 3.2 1.3 3.2 3.4 1.3 2.5 2.5 3.3 3.3 3.2 2.4 2.2 2.2 3.3 6.2 12 3.6 2.3 3.1 3.7 2.2 2.2 4.5 3.4 4.3 2.4 3.4 3.5 3.3 3.5 2.3 2.1 3.3 2.3 2.4 2.4 1.5 3.5 3.5 2.3 2.3 1.2 3.3 1.3 2.2 2.5 3.2 2.1 4.3 1.7 13 3.8 1.5 2.6 3.6 1.5 2.2 4.6 2.7 3.3 1.4 2.2 2.4 2.1 3.2 3.8 2.2 2.5 2.1 3.4 3.3 2.5 2.3 2.3 3.3 3.3 1.5 3.3 2.2 3.3 2.4 2.2 3.3 2.5 3.5 14 2.4 2.4 2.7 4.3 1.2 2.7 2.4 2.3 3.7 2.2 3.2 3.4 2.2 2.6 2.6 2.2 3.4 2.5 2.3 3.6 2.3 2.5 2.5 1.2 3.2 2.3 3.3 1.2 2.3 2.4 1.2 2.5 4.3 2.7 15 3.8 1.6 3 2.8 3.3 2.4 2.5 2.4 2.2 2.2 2.3 3.4 2.2 2.8 3.4 5.3 2.6 2.2 2.8 2.4 2.5 2.4 2.3 3.4 2.3 1.6 3.3 3.3 3.3 2.4 3.3 2.3 2.5 3.6 16 2.7 2.5 3.4 2.7 1.5 2.2 2.5 2.3 2.3 2.3 2.7 2.3 2.3 3.5 3.2 5.3 3.6 2.2 2.5 2.3 2.3 2.3 2.5 4.2 2.1 1.5 3.2 1.5 3.2 2.5 1.3 3.5 3.2 2.6 17 2.3 3.4 2.6 3.4 3.3 2.2 3.2 4.4 2.2 2.2 3.7 3.5 2.3 3.5 2.3 3.7 3.2 2.3 2.3 3.3 1.5 2.4 3.3 3.3 3.3 1.3 3.3 1.2 2.2 2.4 3.3 3.2 3.4 1.4 18 3.2 2.5 3.3 2.6 1.1 2.2 2.4 2.3 3.6 2.5 3.3 3.4 3.3 3.3 3.2 3.5 3.3 2.4 2.7 2.3 1.4 3.3 2.4 2.4 2.2 1.3 3.3 1.2 3.2 3.2 2.3 2.4 3.4 2.3 175 19 2.7 4.5 2.4 2.7 3.5 2.3 2.4 3.3 4.4 3.6 2.5 3.4 3.4 3.2 2.5 3.4 2.3 2.2 2.5 3.2 2.5 4.2 1.3 3.3 3.3 2.3 2.3 2.4 2.2 3.4 1.2 3.3 2.3 3.4 20 2.4 3.4 2.5 2.4 1.8 3.4 2.3 3.7 2.3 3.3 3.5 3.2 3.3 3.3 2.2 3.8 3.4 1.3 2.3 3.5 1.7 3.2 2.2 4.4 2.2 2.2 3.4 3.4 3.2 4.4 1.2 2.3 4.6 2.5

(197) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 176 LAM PI RAN 4 REK API T U LASI DAT A PEN ELI T I AN

(198) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Data Skor Item Kecemasan Pra Tindakan No. Item 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. Jumlah RataRata Total Item 161.3 178.4 172.5 179.4 200.4 194.1 187.1 181.9 223 212.5 215.3 217.2 207.8 198.5 161.6 200.3 209.4 221.8 230.1 216.8 3969.4 198.47 Kategori Pra Sedang Sedang Sedang Sedang Tinggi Tinggi Sedang Sedang Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Sedang Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi 177

(199) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Data Skor Subjek Pra Tindakan No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33. 34. Nama Jumlah Alkhukma Rosmaida B.I Andi Kustiawan Andi Rahayu Andi Ramadhan Andi Supriyanto Andika Sulistiawan Anisa Agustina Anita Muji R Anisa Anna Taharah Dodi Irawan Doni Kusuma Dwi Purbowo Dzanika Putri P Eka Febrianti Emilia A Febylestari Khairul.M Khrisnata M. Nur Huda Nia Febiana Nia Yuliana Niken W Nita Amaraning Tias Riki Aji Putro Riki Ervi Wahyudi Rio Wisnu S Riski Eka P Rohmat Nur H Suryanti Syaroh W Tariza Amelia P Tasya A Yugo Prasetyo Utomo Yusuf B Jumlah 120 118.9 123 141.1 115.8 111.2 114.3 127.7 101.1 94.8 124.7 140.1 130.1 121.7 140.8 123.8 118.5 118.4 137 150.4 90.5 126.6 106.5 100.8 63 67.1 91.1 121.4 121.8 139 112.2 147.5 121.5 87 3969.4 Rata-Rata 116.74 Kategori Skor Subjek Tinggi Tinggi Tinggi Sangat Tinggi Tinggi Sedang Tinggi Tinggi Sedang Sedang Tinggi Sangat Tinggi Tinggi Tinggi Sangat Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Sangat Tinggi Sedang Tinggi Sedang Sedang Rendah Rendah Sedang Tinggi Tinggi Tinggi Sedang Sangat Tinggi Tinggi Sedang Tinggi 178

(200) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Data Skor Item Kecemasan Pada Pra Tindakan dan Siklus I No. Item 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. Jumlah RataRata Jumlah Keterangan Pra Ke SI Pra SI 161.3 145.3 Menurun 178.4 151.1 Menurun 172.5 149.6 Menurun 179.4 155.2 Menurun 200.4 165.6 Menurun 194.1 178.5 Menurun 187.1 154.2 Menurun 181.9 149.2 Menurun 223 172.5 Menurun 212.5 182.4 Menurun 215.3 190.7 Menurun 217.2 202.1 Menurun 207.8 153.5 Menurun 198.5 134.7 Menurun 161.6 186 Menurun 200.3 152.5 Menurun 209.4 173.3 Meningkat 221.8 178.7 Menurun 230.1 186.4 Menurun 216.8 156.3 Menurun 3969.4 3317.8 Menurun 198.47 Menurun 165.85 Kategori SI Rendah Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Tinggi Sedang Rendah Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang 179

(201) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 180 Data Skor Subjek Pada Pra Tindakan dan Siklus I No. Nama Jumlah Pra 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33. 34. Alkhukma Rosmaida B.I Andi Kustiawan Andi Rahayu Andi Ramadhan Andi Supriyanto Andika Sulistiawan Anisa Agustina Anita Muji R Anisa Anna Taharah Dodi Irawan Doni Kusuma Dwi Purbowo Dzanika Putri P Eka Febrianti Emilia A Febylestari Khairul.M Khrisnata M. Nur Huda Nia Febiana Nia Yuliana Niken W Nita Amaraning Tias Riki Aji Putro Riki Ervi Wahyudi Rio Wisnu S Riski Eka P Rohmat Nur H Suryanti Syaroh W Tariza Amelia P Tasya A Yugo Prasetyo Utomo Yusuf B Jumlah Rata-Rata Siklus I 120 118.9 123 141.1 115.8 111.2 114.3 127.7 101.1 94.8 124.7 140.1 130.1 121.7 140.8 123.8 118.5 118.4 137 150.4 90.5 126.6 106.5 100.8 63 67.1 91.1 121.4 121.8 139 112.2 147.5 121.5 87 3317.8 3969.4 116.74 97.58 95.4 95.3 106 113.2 85.6 94.5 94.2 110.3 98.6 89.3 113.2 129.3 110.2 92.6 115.3 101.3 99.5 84.3 112.5 113.3 68.6 83.9 86.6 91.9 70.8 63.6 80.6 108.7 86.5 112.5 98.1 120.7 99.8 91.6 Keterangan Pra Ke Siklus I Menurun Menurun Menurun Menurun Menurun Menurun Menurun Menurun Menurun Menurun Menurun Menurun Menurun Menurun Menurun Menurun Menurun Menurun Menurun Menurun Menurun Menurun Menurun Menurun Meningkat Menurun Menurun Menurun Menurun Menurun Menurun Menurun Menurun Meningkat Menurun Menurun Kategori Siklus I Sedang Sedang Sedang Tinggi Rendah Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Tinggi Sedang Sedang Tinggi Sedang Sedang Rendah Sedang Tinggi Rendah Rendah Rendah Sedang Rendah Rendah Rendah Sedang Rendah Tinggi Sedang Tinggi Sedang Sedang Sedang

(202) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 181 Data Skor Item Kecemasan Pada Pra Tindakan, Siklus I dan Siklus II No. Item 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. Jumlah Rata-Rata Pra 161.3 178.4 172.5 179.4 200.4 194.1 187.1 181.9 223 212.5 215.3 217.2 207.8 198.5 161.6 200.3 209.4 221.8 230.1 216.8 3969.4 198.47 Jumlah Keterangan SI KE SII SI SII 145.3 124.2 Menurun 151.1 125.2 Menurun 149.6 122.5 Menurun 155.2 123 Menurun 165.6 130.8 Menurun 178.5 144.1 Menurun 154.2 130.1 Menurun 149.2 116.9 Menurun 172.5 146.3 Menurun 182.4 144.8 Menurun 190.7 139.4 Menurun 202.1 152.1 Menurun 153.5 116.6 Menurun 134.7 121.7 Menurun 186 150.1 Menurun 152.5 134.9 Menurun 173.3 142.6 Menurun 178.7 138.8 Menurun 186.4 136.1 Menurun 156.3 125.1 Menurun 3317.8 2665.3 Menurun 165.89 133.26 Menurun Kategori SII Rendah Rendah Rendah Rendah Rendah Rendah Rendah Rendah Rendah Rendah Rendah Sedang Rendah Rendah Sedang Rendah Rendah Rendah Rendah Rendah Rendah

(203) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33. 34. 182 Data Skor Subjek Kecemasan Pra Tindakan , Siklus I, dan Siklus II Nama Jumlah Keterangan Kategori Siklus Siklus I Ke II Siklus II Pra Siklus I Siklus II Alkhukma Rosmaida 120 86.3 Menurun Rendah 95.4 Andi Kustiawan 118.9 77.1 Menurun Rendah 95.3 Andi Rahayu 123 79.4 Menurun Rendah 106 Andi Ramadhan 141.1 112.2 Menurun Sedang 113.2 Andi Supriyanto 115.8 72.6 Menurun Rendah 85.6 Andika Sulistiawan 111.2 49.7 Menurun Sedang 94.5 Anisa Agustina 114.3 72.2 Menurun Rendah 94.2 Anita Muji R 127.7 52.7 Menurun Rendah 110.3 Anisa Anna Taharah 101.1 89 Menurun Sedang 98.6 Dodi Irawan 94.8 62.8 Menurun Rendah 89.3 Doni Kusuma 124.7 53.6 Menurun Rendah 113.2 Dwi Purbowo 140.1 100.1 Menurun Sedang 129.3 Dzanika Putri P 130.1 55.1 Menurun Sedang 110.2 Eka Febrianti 121.7 89.8 Menurun Sedang 92.6 Emilia A 140.8 67.2 Menurun Rendah 115.3 Febylestari 123.8 77.3 Menurun Rendah 101.3 Khairul.M 118.5 74.1 Menurun Rendah 99.5 Khrisnata 118.4 48.1 Menurun Sangat Rendah 84.3 M. Nur Huda 137 34.7 Menurun Rendah 112.5 Nia Febiana 150.4 99.8 Menurun Sedang 113.3 Nia Yuliana 90.5 55.3 Menurun Sangat Rendah 68.6 Niken W 126.6 64.3 Menurun Rendah 83.9 Nita Amaraning Tias 106.5 71.1 Menurun Rendah 86.6 Riki Aji Putro 100.8 79.4 Menurun Rendah 91.9 Riki Ervi Wahyudi 63 62.2 Menurun Rendah 70.8 Rio Wisnu S 67.1 54.4 Menurun Sangat Rendah 63.6 Riski Eka P 91.1 70 Menurun Rendah 80.6 Rohmat Nur H 121.4 63.8 Menurun Rendah 108.7 Suryanti 121.8 67.9 Menurun Rendah 86.5 Syaroh W 139 71.1 Menurun Rendah 112.5 Tariza Amelia P 112.2 75.7 Menurun Rendah 98.1 Tasya A 147.5 88.4 Menurun Sedang 120.7 Yugo Prasetyo 121.5 59.2 Menurun Rendah 99.8 Yusuf B 87 79.1 Menurun Sedang 91.6 Jumlah 3317.8 2665.3 Menurun 3969.4 Rata-Rata 116.74 97.58 78.39 Menurun Rendah

(204) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 183 Data Skor Item Pra Tindakan, Siklus I, Siklus II, dan Siklus III No. Item 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. Jumlah Rata-rata Pra 161.3 178.4 172.5 179.4 200.4 194.1 187.1 181.9 223 212.5 215.3 217.2 207.8 198.5 161.6 200.3 209.4 221.8 230.1 216.8 3969.4 198.47 Jumlah Keterangan SII KE SIII SI SII SIII 99.4 Menurun 145.3 124.2 93.8 Menurun 151.1 125.2 85.6 Menurun 149.6 122.5 95.5 Menurun 155.2 123 165.6 130.8 91.3 Menurun 97.7 Menurun 178.5 144.1 91.7 Menurun 154.2 130.1 95.9 Menurun 149.2 116.9 89.9 Menurun 172.5 146.3 94.8 Menurun 182.4 144.8 98.4 Menurun 190.7 139.4 95.1 Menurun 202.1 152.1 92.3 Menurun 153.5 116.6 88.2 Menurun 134.7 121.7 94.1 Menurun 186 150.1 90.2 Menurun 152.5 134.9 94.8 Menurun 173.3 142.6 178.7 138.8 90.7 Menurun 97.8 Menurun 186.4 136.1 98.2 Menurun 156.3 125.1 3317.8 2665.3 1875.4 Menurun 165.89 133.26 93.77 Menurun Kategori SIII Sangat Rendah Sangat Rendah Sangat Rendah Sangat Rendah Sangat Rendah Sangat Rendah Sangat Rendah Sangat Rendah Sangat Rendah Sangat Rendah Sangat Rendah Sangat Rendah Sangat Rendah Sangat Rendah Sangat Rendah Sangat Rendah Sangat Rendah Sangat Rendah Sangat Rendah Sangat Rendah Sangat Rendah

(205) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 184 Rekapitulasi Hasil Skor Kecemasan Subjek Pada Pra Tindakan, Siklus I, Siklus II, dan Siklus III No. Nama Jumlah Pra 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33. 34. Alkhukma Rosmaida B.I Andi Kustiawan Andi Rahayu Andi Ramadhan Andi Supriyanto Andika Sulistiawan Anisa Agustina Anita Muji R Siklus I Siklus II Siklus III 120 118.9 123 141.1 115.8 95.4 95.3 106 113.2 85.6 86.3 77.1 79.4 112.2 72.6 59.3 55.4 60 60 57.2 111.2 114.3 127.7 94.5 94.2 110.3 49.7 72.2 52.7 59.8 57.6 59.8 Annisa Anna Thaharah 101.1 Dodi Irawan 94.8 Doni Kusuma 124.7 Dwi Purbowo 140.1 Dzanika Putri P 130.1 Eka Febrianti 121.7 Emilia A 140.8 Febylestari 123.8 Khairul.M 118.5 Khrisnata 118.4 M. Nur Huda 137 Nia Febiana 150.4 Nia Yuliana 90.5 Niken W 126.6 Nita Amaraning Tias 106.5 Riki Aji Putro 100.8 Riki Ervi 63 Wahyudi Rio Wisnu S 67.1 Riski Eka P 91.1 Rohmat Nur H 121.4 Suryanti 121.8 Syaroh W 139 Tariza Amelia P 112.2 Tasya A 147.5 Yugo Prasetyo Utomo 121.5 Yusuf B 87 Jumlah 3969.4 Rata-rata 116.74 Rata-rata dalam 64.85% persen 98.6 89.3 113.2 129.3 110.2 92.6 115.3 101.3 99.5 84.3 112.5 113.3 68.6 83.9 89 62.8 53.6 100.1 55.1 89.8 67.2 77.3 74.1 48.1 34.7 99.8 55.3 64.3 60 49.5 59.8 60.1 52.3 59.8 57.6 54.3 60 47.6 58.7 58.3 36.4 49.4 86.6 91.9 71.1 79.4 56.4 56.9 70.8 63.6 80.6 108.7 86.5 112.5 98.1 120.7 62.2 54.4 70 63.8 67.9 71.1 75.7 88.4 53.2 36.7 57.8 45.3 51.6 58.9 46.4 59.7 99.8 91.6 59.2 79.1 2665.3 59.8 59.8 3317.8 97.58 54.21% 78.39 43.55% 1875.4 55.15 30.64% Keterangan Siklus II ke Siklus III Menurun Kategori Siklus III Sangat Rendah Menurun Menurun Menurun Menurun Menurun Sangat Rendah Sangat Rendah Sangat Rendah Sangat Rendah Sangat Rendah Menurun Menurun Menurun Sangat Rendah Sangat Rendah Sangat Rendah Menurun Menurun Menurun Menurun Menurun Menurun Menurun Menurun Menurun Menurun Menurun Menurun Menurun Menurun Sangat Rendah Sangat Rendah Sangat Rendah Sangat Rendah Sangat Rendah Sangat Rendah Sangat Rendah Sangat Rendah Sangat Rendah Sangat Rendah Sangat Rendah Sangat Rendah Sangat Rendah Sangat Rendah Menurun Menurun Sangat Rendah Sangat Rendah Menurun Menurun Menurun Menurun Menurun Menurun Menurun Menurun Sangat Rendah Sangat Rendah Sangat Rendah Sangat Rendah Sangat Rendah Sangat Rendah Sangat Rendah Sangat Rendah Menurun Menurun Sangat Rendah Menurun Menurun Sangat Rendah

(206) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI H ASI L U J I V ALI DI T AS, RELI ABI LI T AS DAN T -T EST 185

(207) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Rekapitulasi Hasil Uji Validitas No. Item Item_1 Parameter Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item_2 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item_6 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item_10 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item_11 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item_12 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item_13 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item_14 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Valid 34 .570** Valid .000 34 .635** Valid .000 34 .012 N Item_9 .000 Sig. (2-tailed) Sig. (2-tailed) Item_8 .571** .424* Pearson Correlation Valid 34 Pearson Correlation N Item_7 Valid 34 .029 N Item_5 .005 Sig. (2-tailed) Sig. (2-tailed) Item_4 .470 .374* Pearson Correlation Keputusan ** Pearson Correlation N Item_3 Hasil Hitung Valid 34 .608** Valid .000 34 .663** .000 Valid 34 .555** .001 Valid 34 .470** Valid .005 34 .616** .000 Valid 34 .561** .001 Valid 34 .569** Valid .000 34 .661** .000 34 Valid 186

(208) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Item_15 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item_16 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item_17 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item_18 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item_19 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item_20 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N .464** .006 Valid 34 .640** .000 Valid 34 .540** Valid .001 34 .541** .001 Valid 34 .602** Valid .000 34 .546** .001 34 Valid 187

(209) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Uji Reliabilitas Case Processing Summary N Cases Valid Excludeda Total % 34 100.0 0 .0 34 100.0 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha .880 N of Items 20 188

(210) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Uji T-test Paired Samples Statistics Mean Pair 1 Pair 2 Pair 3 Pair 4 Pra_Siklus N Std. Deviation Std. Error Mean 116.7471 34 20.66520 3.54405 Siklus_I 97.5824 34 15.09257 2.58835 Siklus_I 97.5824 34 15.09257 2.58835 Siklus_II 78.3912 34 11.73767 2.01299 Siklus_II 78.3912 34 11.73767 2.01299 Siklus_III 55.1588 34 6.42802 1.10240 Siklus_III 55.1588 34 6.42802 1.10240 116.7471 34 20.66520 3.54405 Pra_Siklus Paired Samples Correlations N Correlation Sig. Pair 1 Pra_Siklus & Siklus_I 34 .841 .000 Pair 2 Siklus_I & Siklus_II 34 .848 .000 Pair 3 Siklus_II & Siklus_III 34 .692 .000 Pair 4 Siklus_III & Pra_Siklus 34 .461 .006 189

(211) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 190 Paired Samples Test Paired Differences 95% Confidence Interval of the Difference Mean Std. Deviation Std. Error Mean Lower Upper t df Sig. (2-tailed) Pair 1 Pra_Siklus - Siklus_I 19.16471 11.42151 1.95877 15.17955 23.14986 9.784 33 .000 Pair 2 Siklus_I - Siklus_II 19.19118 8.06163 1.38256 16.37834 22.00401 13.881 33 .000 Pair 3 Siklus_II - Siklus_III 23.23235 8.63775 1.48136 20.21850 26.24621 15.683 33 .000 Pair 4 Siklus_III - Pra_Siklus -61.58824 18.59478 3.18898 -68.07626 -55.10021 -19.313 33 .000

(212) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAM PI RAN 6 FOT O - FOT O PEN ELI T I AN 191

(213) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Foto Penelitian Siklus I Siklus II 192

(214) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Siklus III Foto bersama setelah selesai siklus III 193

(215) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAM PI RAN 7 SU RAT I J I N PEN ELI T I AN 194

(216) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(217) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(218)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

TEKNIK RELAKSASI OTOT PROGRESIF DAN TERAPI THOUGHT STOPPING UNTUK MENGURANGI KECEMASAN TERHADAP KEMATIAN
3
24
25
PENGARUH TEKNIK RELAKSASI IMAJINASI PROGRESIF TERHADAP KECEMASAN SISWA DALAM PELAJARAN KIMIA (Studi Ilmiah Pada Siswa di Madrasah Aliyah Negeri I Balikpapan)
0
16
2
EFEKTIVITAS LATIHAN RELAKSASI TERHADAP TINGKAT INSOMNIA PADA SISWA KELAS 3 SMP MENJELANG UJIAN NASIONAL
0
6
56
EFEKTIVITAS LATIHAN RELAKSASI TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PADA SISWA KELAS 3 SMP MENJELANG UJIAN NASIONAL
0
2
68
IMPLEMENTASI PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING (BK)DALAM BIMBINGAN BELAJAR SISWA DI SD NEGERI Implementasi Program Bimbingan Dan Konseling (BK) Dalam Bimbingan Belajar Siswa Di SD Negeri Gemolong 1 Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen Tahun 2014/2015.
0
2
15
PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR PKn MELALUI PENGGUNAAN MEDIA VISUAL (Penelitian Tindakan Kelas pada Siswa Kelas IV SD Negeri 1 Jungkare Karanganom, Klaten Tahun Ajaran 2010 2011)
0
1
70
UPAYA PENINGKATAN KREATIVITAS ANAK MELALUI KEGIATAN BERCERITA (Penelitian Tindakan Kelas Di TK PGRI Celep I Sragen Tahun Ajaran 2009/2010).
0
0
8
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS CERITA PENDEK MELALUI TEKNIK TRANSFORMASI DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA FILM ANIMASI : Penelitian Tindakan kelas pada Siswa Kelas VII-A SMP Negeri 5 Bandung Tahun Ajaran 2013/2014.
1
15
49
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS BERITA MELALUI PENGGUNAAN MEDIA POP-UP DENGAN MODEL SAVI (Penelitian Tindakan Kelas pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 26 Bandung Tahun Ajaran 2013/2014).
0
3
53
UPAYA MENINGKATKAN PERILAKU DISIPLIN SISWA MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK (Penelitian Pada Siswa Kelas 8 Di SMP N 11 Semarang Tahun Ajaran 2008/ 2009).
0
3
112
Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling
0
0
15
Pengembangan Sistem Informasi Bimbingan Konseling Siswa pada SMP Negeri 1 Panarukan
0
2
9
ULANGAN KENAIKAN KELAS Tahun Pelajaran 20102011
0
62
37
UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR DAN PEMAHAMAN SISWA PADA MATA PELAJARAN GAMBAR TEKNIK MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM-BASED LEARNING (PBL) (Penelitian Tindakan Kelas Pada Siswa Kelas X SMK Negeri 5 Surakarta Tahun Ajaran 20162017)
0
1
16
UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI ASERTIF MELALUI LAYANAN BIMBINGAN PRIBADI-SOSIAL MENGGUNAKAN METODE SOSIODRAMA (Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling pada Siswa Kelas VIIB SMP Negeri 1 Tretep) SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat
0
0
174
Show more