AIRMANSHIP PADA PILOT MASKAPAI PENERBANGAN DI

Gratis

0
0
82
9 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DAN AIRMANSHIP PADA PILOT MASKAPAI PENERBANGAN DI INDONESIA Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi Disusun Oleh : Bonavantura Dinar Dwi Putra 099114094 PROGRAM STUDI PSIKOLOGI JURUSAN PSIKOLOGI FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI SKRIPSI HUBT]NGAN ANTARA KDCERDASAIT EMOSIONAL D AII AIRIIUNSflIP PADA PILOT MASKAPAI PENERBANGAI{ DI INIX)I\IESIA Telah disetujui oleh: Dosenpembimbing @- P. Henri€fia P.D.A.D.S, S.Psi., 'i M.A. Tanggal: I9AtE

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI SKRIPSI E[,BT]NGAI{ ANTARA KECERI}ASAN EMOSIONAL D NI AIfrI}{ANSNIP PADA PILOT MASKAPAI PENERBANGAI\I DI INDONESIA Dipersiapkan dan ditulis oleh $ffi4 't'g AUG ?tll SanataDharma Dr. T. Priyo l[idiyanto, M.Si. ltl

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PER}IYATAAI\I KEASLIAN {ARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya folis ini tidak memuat karya atau bagian dari karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana lapknya sebuah karya ilmiah. Yogyakarta, lg b,/"+,1 Bonavantura Dinar Dwi Putra 099114094 lV d. of t4

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DAN AIRMANSHIP PADA PILOT MASKAPAI PENERBANGAN DI INDONESIA Bonavantura Dinar Dwi Putra ABSTRAK Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif korelasional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Kecerdasan Emosional dan Airmanship pada Pilot. Hipotesis pada penelitian ini adalah ada hubungan positif yang signifikan antara Kecerdasan Emosional dan Airmanship pada Pilot. Subjek penelitian ini adalah 52 orang yang berprofesi sebagai seorang pilot di Indonesia yang dipilih dengan metode Convenience sampling. Pengambilan data dilakukan dengan pengisisan skala kecerdasan emosional dan airmanship. Koefisien reliabilitas skala kecerdasan emosional dengan 47 item sebesar 0,950, sedangkan koefisien reliabilitas pada skala airmanship dengan 14 item sebesar 0,877. Analisis data menggunakan analisis korelasi Person Product Moment. Hasil analisis data menunjukkan bahwa koefisien korelasi antara kecerdasan emosional dan airmanship sebesar 0,647 dengan taraf signifikan sebesar 0,000 (p < 0,05). Hasil analisis data tersebut menunjukkan bahwa hipotesis diterima, yaitu ada hubungan positif yang signifikan antara Kecerdasan Emosional dan Airmanship pada Pilot. Kata kunci : kecerdasan emosional, airmanship, pilot. v

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI THE CORRELATION BETWEEN EMOTIONAL INTELEGENCE AND AIRMANSHIP AT AIRLINES PILOT IN INDONESIA Bonavantura Dinar Dwi Putra ABSTRACT The study was a correlation quantitative research aimed to determine the relationship between emotional intelligence and airmanship in pilot. The hypotheses was significant positive correlation between emotional intelligence and airmanship in pilot. The subjects were 52 pilots in Indonesia who selected by convenience sampling method. The reliability coefficient of emotional intelligence scale obtained 47 items was 0.950 and the coefficient reliability of airmanship scale obtained 14 items was 0.877. Data analysis used person product moment analysis. Data analyze showed the correlation coefficient between emotional intelligence and airmanship is 0.647 with a significance level 0.000 (p < 0.05). Result showed that hypothesis is accepted. There was a significant positive correlation between emotional intelligence and airmanship in pilot. Keywords: emotional intelligence, airmanship, pilot. vi

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LEMBAR PERNYATAAI\ PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH T]NTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertandatangan dibawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma Nama : Bonavantura Dinar Nomormahasiswa : 0991 14094 Dwi Putra Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul: TIUBUNGAN AI\TARA KECERDASAI\ EMOSIONAL DAN AIRMANSHIP PADA PILOT MASKAPAI PENERBANGAN DI INDONESIA Beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihan dalam bentuk media lain, mengolahnya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta rjin dari saya maupun memberikan royalty kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal : l5AAus{,4 Aolrt Yangmenyatakan, ( Bonavantura Dinar Dwi Putra) 099114094 vl1

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji Syukur penulis panjatkan kepada Allah Bapa, Yesus Kristus atas segala rahmat yangdiberikan sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas akhir sebagai mahasiswa psikologi. Penulis memiliki keyakinan yang besar kepada Tuhan dan bertekun untuk menyelesaikan tugas akhir ini meskipun banyak halangan dan kesulitas yang telah penulis alami selama proses penyelesaian tugas akhir ini. Dengan semangat dan keyakinan ini, penulis mampu menyelesaikan penulisan skripsi yang berjudul: “Hubungan Antara Kecerdasan Emosional dan Airmanship pada Pilot Maskapai Penerbangan di Indonesia”. penulis juga menyedari bahwa selain keyakinan akan Tuhan, ada banyak orang yang telah membantu penulisan skripsi dan dalam kehidupan penulis selama menimba ilmu di Fakultas Psikologi. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada mereka yang telah memberikan warna-warni untuk menyelesaikan penulisan skripsi ini. Mereka adalah: 1. Bapak Dr. Trasisius Priyo Widiyanto, M.Si. selaku Dekan Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma. 2. Ibu Ratri Sunar Astuti, M.Si. selaku Kepala Progran Studi Fakultas Psikologi Unoversitas Sanata Dharma. 3. Ibu Passchedona Henrietta P.D.A.D.S, S.Psi., M.A. selaku dosen pembimbing skripsi atas bimbingan dan kesabarannya 4. Bapak Cornelius Siswa Widyatmoko, M.Psi. selaku dosen pembimbing akademik atas perhatian dan dukungan yang telah diberikan. viii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5. Dr. A. Priyono Marwan, S.J. Selaku dosen Psikologi atas waktu dan tenaga untuk tempat berbagi cerita dan pemberi motivasi di saat penulis sedang dalam masalah. 6. Semua dosen dan karyawan (mas Gandung, mas Doni, Pak Gik) di Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma yang mendampingi dan membantu selama masa studi. 7. Keluarga penulis Bapak yang sekarang sudah ada di surga, Ibu, kakak atas doa dan semangat yang tidak berhenti sampai kapanpun. 8. Sahabat seperjuangan disaat kuliah ini Boy, Sunu, Rani, Lala, Rea, Ginza, Jablay, Putri, Pakde, Andang, Kibo, Gandring atas suka dan duka, canda tawa selama ini. 9. Sahabat-sahabat ku yang telah mengisi hidup ku dari kecil hingga sekarang Ogeg, Jojo, Tito, Miut, Yoka yang selalu memberikan semangat untuk meraih cita-cita ku. 10. Teman-teman Psikologi angkatan 2009 dan berbagai angkatan atas dinamika yang telah berjalan selama masa studi. 11. Capt. Kuntardi, terimakasih telah membantu peneliti dalam proses penelitian ini, serta teman-teman pilot lainnya yang telah bersedia membantu. 12. Seorang wanita yang selalu memberikan cinta kasihnya, dukungan dan selalu menjadi tempat berbagi suka duka-ku selama 4 tahun ini dan untuk selamanya "Ratna Ayu Pratama". ix

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Penulis juga menyadari ketidaksempurnaan skripsi ini. Oleh karena itu, penulis menerima segala bentuk kritik dan saran untuk melengkapi skripsi ini. Yogyakarta, Penulis Bonavantura Dinar Dwi Putra x

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL........................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN DOSEN PEMBIMBING ................................... ii HALAMAN PENGESAHAN PENGUJI ........................................................... iii HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ........................................ iv ABSTRAK ......................................................................................................... v ABSTRACT ......................................................................................................... vi HALAMAN PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA........... vii KATA PENGANTAR ........................................................................................ viii DAFTAR ISI ...................................................................................................... xi DAFTAR TABEL ............................................................................................... xiv DAFTAR LAMPIRAN ....................................................................................... xv BAB I PENDAHULUAN ................................................................................... 1 A. Latar Belakang Masalah .................................................................... 1 B. Rumusan Masalah ............................................................................. 8 C. Tujuan Penelitian .............................................................................. 9 D. Manfaat Penelitian ............................................................................ 9 xi

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI ............................................................................. 10 A. Airmanship ........................................................................................ 10 1. Definisi Airmanship ........................................................ 10 2. Aspek-aspek airmanship ................................................. 11 3. Faktor-faktor yang mempengaruhi airmanship .............. 14 B. Kecedasan Emosional ....................................................................... 16 1. Definisi Kecerdasan Emosional ...................................... 16 2. Aspek-aspek Kecerdasan Emosional .............................. 17 3. Dampak dari Kecerdasan Emosional .............................. 19 C. Dinamika Hubungan Antara Kecerdasan Emosional dan Airmanship pada Pilot........................................................................................... 19 D. Bagan Penelitian................................................................................ 23 E. Hipotesis............................................................................................ 24 BAB III METODOLOGIPENELITIAN............................................................. 25 A. Jenis Penelitian .................................................................................. 25 B. Variabel Penelitian ............................................................................ 25 C. Definisi Operasional ......................................................................... 25 D. Subjek Penelitian............................................................................... 27 E. Metode dan Alat Pengumpulan Data ................................................ 27 F. Validitas dan Reliabilitas .................................................................. 30 1. Validitas .......................................................................... 30 2. Seleksi Item ..................................................................... 31 xii

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3. Reliabilitas ...................................................................... 32 G. Metode Analisis Data ........................................................................ 33 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN .................................... 34 A. Pelaksanaan Penelitian ...................................................................... 34 B. Deskripsi Subjek Penelitian .............................................................. 35 C. Deskripsi Data Penelitian .................................................................. 36 D. Hasil penelitian.................................................................................. 36 1. Uji Asumsi Penelitian ..................................................... 36 a. Uji Normalitas ........................................................... 36 b. Uji Linearitas............................................................. 38 2. Uji Hipotesis ................................................................... 39 E. Pembahasan ....................................................................................... 40 BAB V PENUTUP .............................................................................................. 43 A. Kesimpulan ....................................................................................... 43 B. Saran.................................................................................................. 43 DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................... 45 LAMPIRAN ........................................................................................................ 48 xiii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 1 : Data kecelakaan transportasi udara tahun 2007-2012 (http://www.dephub.go.id ) ......................................................... 3 Tabel 2 : Prosentase perkiraan faktor penyebab kecelakaan transportasi udara tahun 2007-2012 (http://www.dephub.go.id ) ................. 3 Tabel 3 : Pemberian Skor Skala Kecrdasan Emosional.......................... 28 Tabel 4 : Blueprint Kecerdasan Emosional Sebelum seleksi item ......... 29 Tabel 5 : Blueprint airmanship sebelum seleksi item ............................ 30 Tabel 6 : Blueprint Kecerdasan Emosional setelah seleksi item ............ 31 Tabel 7 : Blueprint airmanship setelah seleksi item ............................... 32 Tabel 8 : Deskripsi Usia Subjek ............................................................. 35 Tabel 9 : Deskripsi Jenis Kelamin Subjek .............................................. 35 Tabel 10 : Hasil Perbandingan Mean Teoritis dan Mean Empiris............ 36 Tabel 11 : Uji Normalitas Kecerdasan Emosional ................................... 37 Tabel 12 : Uji Norlmalitas Airmanship .................................................... 38 Tabel 13 : Uji Linearitas ........................................................................... 39 Tabel 14 : Uji Hipotesis ............................................................................ 40 xiv

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 : Skala Kecerdasan Emosional dan Airmanship sebelum seleksi item .................................................................... 49 Lampiran 2 : Skala Kecerdasan Emosional dan Airmanship setelah seleksi item .................................................................... 54 Lampiran 3 : Uji Reliabilitas ............................................................. 59 Lampiran 4 : Uji Normalitas ............................................................. 65 Lampiran 5 : Hasil Uji Linearitas...................................................... 66 Lampiran 6 : Hasil Uji Hipotesis ...................................................... 67 xv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sarana transportasi merupakan komponen utama dan sangat penting dalam kehidupan manusia (Aminah, 2005). Transportasi merupakan alat vital dalam perkembangan manusia, baik dalam hal pemerataan penduduk (transmigrasi), perekonomian, pertumbuhan industri, kemudahan dan penciptaan sebuah peradaban baru yang lebih modern (Abadi, 2011). Transportasi secara garis besar dibagi menjadi tiga, yaitu transportasi udara (pesawat udara dan helikopter), transportasi darat (bus, kereta api, mobil, sepeda motor, becak) dan transportasi air (kapal feri dan kapal laut) (http://id.wikipedia.org/wiki/Transportasi_umum). Salah satu transportasi di Indonesia yang perkembangannya semakin pesat adalah transportasi udara (Abadi, 2011). Dewasa ini, transportasi udara di Indonesia semakin dibutuhkan oleh segala kalangan (Abadi, 2011). Pada tahun 2010 total jumlah penumpang sebanyak 53.010.953 juta, pada tahun 2011 sebanyak 68.112.338 juta orang dan pada tahun 2012 tercatat total penumpang yang di angkut oleh maskapai penerbangan nasional berjadwal berjumlah 72.472.054 orang dimana 63.625.129 orang merupakan penumpang domestik dan 8.846.925 merupakan penumpang internasional (http://hubud.dephub.go.id, 8 Febuari 2013). Dari 1

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 data tersebut terlihat bahwa setiap tahun terjadi peningkatan jumlah penumpang yang pesat. Peningkatan yang pesat tersebut, sayangnya tidak didukung oleh kondisi yang ada. Akhir-akhir ini kondisi yang sangat memprihatinkan terjadi dalam dunia penerbangan. Kecelakaan pesawat terbang sering terjadi. Hal tersebut sangat memprihatinkan, karena banyak memakan korban jiwa akibat kecelakaan tersebut. Kondisi tersebut dapat berdampak negatif dalam dunia penerbangan yang membuat kepercayaan masyarakat akan kenyamanan dan keselamatan transportasi udara menurun. Bahar (2009) menyatakan bahwa pada 16 April 2007, FAA (Federal Aviation Administration) menurunkan peringkat Indonesia ke kategori 2 (gagal) karena Indonesia tidak memenuhi standar pengawasan keselamatan penerbangan yang telah di tetapkan ICAO (International Civil Aviation Organitation). Data investigasi kecelakaan dan penyebab kecelakaan transportasi udara di Indonesia yang dicatat oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) tahun 2007-2012 adalah

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 Tabel 1. Data kecelakaan transportasi udara tahun 2007-2012 Tahun Jumlah Kecelakaan 2007 21 2008 21 2009 21 2010 18 2011 32 2012 27 Total 140 Sumber : http://www.dephub.go.id Jenis Kecelakaan Kecelakaan Kecelakaan serius 15 6 14 7 13 8 8 10 19 13 13 14 82 58 Korban Jiwa Korban Korban Meninggal Luka-luka 125 10 6 2 40 9 5 46 71 8 56 9 303 84 Berdasarkan data pada tabel 1 tersebut menunjukkan bahwa dari tahun 2007 hingga tahun 2012 telah tercatat sebanyak 140 kecelakaan pesawat yang memakan korban sebanyak 387 jiwa, dimana korban meninggal sebanyak 303 jiwa dan korban luka-luka sebanyak 84 jiwa. KNKT juga memberikan data tentang faktor-faktor penyebab kecelakaan transportasi udara tahun 2007-2012. Tabel 2. Prosentase perkiraan faktor penyebab kecelakaan transportasi udara tahun 2007-2012 2007 2008 2009 Faktor 15 6 12 Manusia Teknis 5 12 9 Lingkungan 1 3 0 Sumber : http://www.dephub.go.id 2010 2011 2012 Total 9 23 16 82 8 1 7 2 4 2 45 8

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 Berdasarkan hasil prosentase KNKT tersebut, faktor penyebab kecelakaan transportasi udara 60,71% disebabkan oleh faktor manusia, 32,86% disebabkan oleh teknis dan 6,43% disebabkan oleh lingkungan. FAA dalam Bahar (2009), menyebutkan bahwa penyebab kecelakaan penerbangan ada 3 faktor, yaitu faktor cuaca (13,2%), faktor armada (27,1%), dan faktor manusia (66,7%). Lebih lanjut FAA menyatakan bahwa indikasi kecelakaan yang terjadi di Indonesia diakibatkan kecakapan penerbang (pilot) yang kurang baik (Bahar, 2009). Berdasarkan sumber-sumber tersebut dapat dilihat bahwa faktor terbesar yang menyebabkan kecelakaan pesawat adalah faktor manusia, yaitu kecakapan pilot. Carig (dalam Alhial, 2007) mengatakan bahwa pilot lah yang menyumbang faktor manusia terbesar dalam kecelakaan pesawat. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI, http://kbbi.web.id/) pilot adalah orang yang bertugas mengemudikan sebuah pesawat terbang. Pilot memiliki tanggung jawab yang sangat besar dalam menjalankan profesinya serta tuntutan untuk dapat menjamin keselamatan para penumpang hingga ke kota tujuan (Bahar, 2009). Tanggung jawab seorang pilot terlihat sangat berat dan dapat berakibat fatal karena pesawat udara merupakan transportasi yang tidak memiliki landasan pijak (Bahar, 2009). Berdasarkan hasil wawancara peneliti kepada seorang pilot di bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta pada tanggal 13 Juli 2013, mengatakan bahwa dalam mengemudikan pesawat terbang seorang pilot menghadapi risiko sangat banyak. Tidak jarang dihadapkan dengan kondisi yang sangat mendesak

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 seperti adanya gangguan fungsi mesin atau gangguan cuaca. Sedikit saja kesalahan yang dilakukan pilot dalam menanggulangi keadaan tersebut akan berakibat fatal dalam penerbangannya. Salah seorang pilot lain juga menambahkan, bahwa seorang pilot harus memiliki sikap yang tenang dan tidak gegabah (wawancara, 13 Juli 2013). Carig (dalam Ahlial, 2007) mengatakan bahwa untuk menjadi seorang pilot, seseorang harus memiliki airmanship. Airmanship adalah kemampuan pilot untuk menggabungkan pengetahuan, keterampilan dan pengalaman yang menuntut dirinya untuk dapat mengambil keputusan dalam segala situasi (Ahlial, 2007). Landasan dari airmanship adalah pengetahuan, keterampilan dan sikap (www.skybrary.aero). Marsekal TNI (Purn) Chappy Hakim (www.tni.mil.id) mengatakan bahwa dalam membangun Airmanship seorang Airman harus memiliki pengetahuan yang memadai mengenai penerbangan. Pengetahuan bersifat dinamis karena itu harus terus dipelajari dan diperdalam baik dengan belajar maupun dengan pengalaman. Pengetahuan yang memadai merupakan modal dasar keterampilan (Skill). Sedangkan sikap (Attitude) bersifat spesifik pada jiwa seseorang dan berhubungan dengan pengambilan keputusan seseorang yang harus diambil. Dari ketiga hal tersebut akan menghasilkan Capabilities (kemampuan) bagi seorang Airman (www.tni.mil.id, 2010). Jika seorang pilot telah memiliki airmanship tersebut, maka dia dapat diandalkan dalam menghadapi segala situasi untuk memberikan keselamatan pada dirinya, awak pesawat, penumpang dan pesawatnya (Ahlial, 2007).

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 Kern (2010) menyatakan bahwa ada beberapa hal yang dapat mempengaruhi airmanship, yaitu: pemahaman tentang keadaan diri sendiri, keadaan pesawat, anggota kelompok, lingkungan sekitar, risiko yang dihadapi dan tugas yang akan dilakukan. Seorang pilot membutuhkan kemampuan untuk memahami keadaan diri sendiri orang lain dan lingkungan. Penelitian Alkov, Borowsky, dan Gaynor (dalam Anjani, 2008) menyatakan bahwa pilot yang tidak dewasa, kurang stabil dan tidak menyadari kekurangan dirinya merupakan pemicu terjadinya kecelakaan pesawat. Sebagai contoh Anjani (2008) menyatakan sewaktu-waktu pesawat dapat mengalami cuaca buruk dan membuat setiap penumpang ketakutan. Dalam keadaan seperti itu, pilot harus mampu bersikap tenang dan memiliki rasa empati untuk memahami keadaan penumpangnya, serta dapat bertindak untuk mengatasi ketakutan penumpangnya. Disisi lain, pilot harus mampu bekerja sama, karena seorang pilot tidak dapat bekerja sendiri dan akan selalu berinteraksi dengan crew lainnya untuk menjalani tugasnnya (Anjani, 2008). Kemampuan untuk memahami diri, berempati dan berinteraksi dengan sosial ini termasuk dalam kecerdasan emosional. Kecerdasan emosional didefinisikan sebagai kemampuan seseorang dalam mengenali diri sendiri dan perasaan orang lain, dapat memotivasi diri sendiri serta mampu dalam mengelola emosi dengan baik pada diri sendiri maupun dalam berhubungan dengan orang lain (Goleman, 1999). Salovey dan Mayer (dalam Goleman, 1999) mengatakan bahwa kecerdasan emosional merupakan sebuah kemampuan dalam mengendalikan dan memantau perasaan

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 sendiri dan orang lain, dan mampu menggunakan pikiran-pikiran tersebut untuk mengarahkan tindakan dan pikiran. Goleman (1999) yang mengatakan bahwa ada lima dasar yang membangun kecerdasan emosional, yaitu: kesadaran atau mengelola diri sendiri, pengaturan diri, motivasi, empati dan keterampilan sosial (mampu bekerja sama). Kecerdasan emosional memiliki hubungan dengan beberapa hal seperti dalam penelitian yang dilakukan oleh Risdiyanto (2007) memberikan hasil bahwa ada hubungan positif yang sangat signifikan antara kecerdasan emosional dengan pengambilan keputusan yang efektif di tempat kerja. Penelitian yang dilakukan oleh Yacub (2013) menunjukkan bahwa adanya hubungan antara kecerdasan emosional dengan disiplin kerja dimana ketika kecerdasan emosionalnya tinggi maka individu tersebut memeiliki disiplin kerja yang baik. Penelitian lain yang dilakukan oleh Luca dan Tarricone (2001) memberikan hasil bahwa kecerdasan emosional sangat mendukung untuk fokus dalam mengelola konflik, berkolaborasi dan berkomunikasi di dalam tim. Kecerdasan emosional juga memiliki pengaruh terhadap penyesuaian sosial pada diri individu (Nurdin, 2009). Sedangkan Saptoto (2010) mengatakan bahwa kecerdasan emosional memiliki hubungan yang positif dengan kemampuan coping adaptif. Coping adaptif merupakan proses kognitif yang disertai perilaku untuk menyesuaikan diri dalam keadaan mendesak yang timbul dari hubungan individu dan lingkungan. Dilihat dari beberapa hasil penelitian, ditemukan bahwa pengambilan keputusan, disiplin kerja, mengelola konflik dalam tim serta kemampuan coping adaptif dapat

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 dipengaruhi oleh kecerdasan emosional setiap individu. Penelitian yang dilakukan Dhani (2005) dikatakan bahwa kecerdasan intelektual dan keterampilan tidak menjamin seorang pilot dapat menjalankan tugasnya dengan lancar karena kecelakaan pesawat sering terjadi, oleh sebab itu dibutuhkan sebuah pengendalian emosi agar seorang pilot dapat mengatasi sebuah permasalahan dan mengambil keputusan dengan cepat. Kesuksesan setiap orang dalam bekerja tidak semata-mata dipengaruhi oleh keterampilan dan intelektual yang tinggi, tetapi juga harus didasarkan oleh kecerdasan emosional yang baik pula (Goleman, 2005). Goleman (2005) juga mengatakan bahwa, kecerdasan emosional dapat membantu seorang karyawan dalam menjalankan tugasnya, selain itu dapat memotivasi para karyawan untuk melakukan perilaku yang positif sehingga dapat membangun relasi sosial dalam lingkungannya. Hal tersebut dapat mendukung seorang pilot dalam menerapkan kemampuannya dalam mengendalikan pesawat guna mencapai keselamatan penerbangan, dimana seorang pilot harus dapat berelasi sosial di dalam lingkungan kerjanya, menjalankan tugasnya dan mengontrol dirinya sendiri (Kern, 2010). B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang tersebut, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah ada hubungan antara kecerdasan emosional dan airmanship pada pilot maskapai penerbangan di Indonesia?

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 C. Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional dan airmanship pada pilot maskapai penerbangan di Indonesia. D. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoritis Memberikan sumbangan ilmiah dalam bidang psikologi terutama berkaitan dengan kecerdasan emosional dan airmanship pada pilot. Penelitian ini juga dapat dijadikan dasar penelitian lanjutan mengenai kecerdasan emosional ataupun jiwa airmanship pada konteks yang lainnya. 2. Manfaat Praktis Hasil penelitian ini dapat merjadi bahan evaluasi bagi setiap orang yang berprofesi sebagai pilot dalam menilai kemampuannya dan bagi airlines untuk mengevaluasi kemampuan para pilotnya.

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI A. AIRMANSHIP 1. Definisi airmanship Airmanship sangat melekat pada profesionalisme penerbang. Menurut Kern (1997) airmanship adalah kemampuan dalam melakukan pertimbangan dengan baik berdasarkan pengetahuan yang dimiliki serta disiplin-disiplin dalam penerbangan yang dilakukan secara sistematis guna mencapai keselamatan penerbangan. Airmanship dapat juga diartikan sebagai kemampuan pilot untuk menggabungkan pengetahuan, keterampilan dan pengalaman yang menurut dirinya untuk dapat mengambil keputusan dalam segala situasi (Ahlial, 2007). Pengertian airmanship pada training development support unit (dalam Spencer and Ebbage, 2003) merupakan kemampuan untuk melakukan serentetan tindakan yang efektif berdasarkan pengetahuan yang dimiliki serta sikap profesional guna mencapai tujuan penerbangan. Dalam buku Vector (2002) mengatakan bahwa airmanship adalah suatu tindakan yang dilakukan berdasarkan keadaan yang sadar untuk melihat apa yang terjadi dengan menggunakan pengetahuan, keterampilan serta disiplin diri. Pengertian airmanship dari the aviation theory (dalam Spencer and Ebbage, 2003) adalah suatu keterampilan, sikap serta pengetahuan yang 10

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 dibawa dalam melaksanakan tugas penerbangan. Hal tersebut meliputi perhatian terhadap penumpang, kondisi pesawat, kesopanan terhadap sesama pengguna lapangan terbang dan kedisiplin diri dalam mempersiapkan penerbangan secara professional. Spencer and Ebbage (2003) mengatakan bahwa airmanship adalah kemampuan untuk melakukan pertimbangan dengan baik, menunjukkan disiplin penerbangan yang tidak bisa diganggu gugat dan menunjukkan kemahiran dalam menerbangkan pesawat. Dari beberapa definisi airmanship yang telah dikemukakan oleh beberapa tokoh, peneliti menyimpulkan bahwa airmanship adalah sebuah kemampuan yang dimiliki untuk melakukan suatu tindakan berdasarkan pengetahuan, ketrampilan serta disiplin diri dalam mengendalikan pesawat guna mencapai keselamatan penerbangan. 2. Aspek-Aspek airmanship Spencer and Ebbage (2003) mengatakan bahwa airmanship memiliki tiga dasar atau pondasi yang membangunnya. Tiga dasar tersebut adalah: a. Pengetahuan (knowledge) 1) Pengetahuan akan pesawat Memahami bagian-bagian sistem dari pesawat, prosedur darurat, otomatisasi kokpit, karakteristis penerbangan pesawat dan batasan pengoperasian.

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 2) Pengetahuan akan lingkungan Memahami keadaan dari lingkungan dan pengaruhnya dalam mengendalikan pesawat, memahami peraturan dari lingkungan sekitar, memahami lingkungan organisasi. 3) Pengetahun akan risiko Memahami sebuah risiko agar membentuk disiplin, keahlian dan ketangkasan, pengetahuan. b. Keterampilan (skill) 1) Keterampilan fisik Kemampuan atau keterampilan dalam terbang, navigasi, instrument penerbangan, penanganan dalam keadaan darurat, bertahan hidup. 2) Keterampilan dalam mengelola kokpit Menghindari segala sesuatu yang membuat menjadi bias dan mampu mengelola segala informasi. 3) Keterampilan dalam berkomunikasi Selalu waspada dalam mengamati komunikasi, menggunakan komunikasi yang tepat, aktif dalam mendengarkan dan menyelidiki komunikasi hingga selesai. 4) Keterampilan kognitif Memahami dan menjaga segala situasi dengan sadar, memiliki kemampuan dalam memecahkan masalah dan membuat

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 sebuah keputusan, memahami dan mengelola beban kerja dan mampu melakukan penilaian pada diri sendiri. 5) Keterampilan dalam kelompok (tim) Mampu dalam memantau pekerjaan, memimpin atau berinisiatip, mampu dalam berinteraksi atau berkomunikasi dalam kelompok serta dapat mengkoordinasi dan membuat sebuah keputusan. c. Sikap (attitudes) 1) Sikap yang berbahaya Memahami lima sikap berbahaya yang harus dicegah dan dapat berdampak pada airmanship. Lima sikap itu adalah anti atas otoritas, tindakan yang impulsive, invulnerability (kekebalan), terlalu percaya diri dan gampang menyerah. 2) Profesionalisme Memahami ruang lingkup dan mewujutkan prinsip atau dasar dari airmanship. 3) Kemajuan diri Mengembangkan kebutuhan sebagai alasan atau dorongan untuk mempelajari kehidupan. Memahami sayarat yang ada utuk menilai diri dan mengembangkan kemampuan untuk memperoleh hasil yang baik.

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 4) Disiplin Disiplin dalam persiapan penerbangan, mentaati disiplin penerbangan (perawatan, cara bekerja dan kebijaksanaan regulasi), pengetahuan dan keterampilan dalam pemeliharaan, evaluasi setelah penerbangan dan disiplin diri (mengelola stress dan mengelola sikap). Aspek airmanship yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengetahuan (knowledge), kemampuan / keterampilan (skill) dan sikap (attitudes) yang dikemukakan oleh Spencer and Ebbage (2003). 3. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi airmanship Ada lima faktor-faktor yang mempengaruhi airmanship menurut Kern (2010), yaitu: a. Diri sendiri Setiap tindakan yang dilakukan individu tidak lepas dari emosi. Maka, seorang pilot harus mengetahui batasan-batasan pada dirinya, bagaimana kemampuan yang dimiliki dan bagaimana sebaiknya memberikan yang terbaik dalam penerbangan. Dengan demikian, seorang pilot akan menjadi lebih berhati-hati dalam menjalankan tugasnya. b. Orang lain Tidak semua individu akan memiliki pendapat yang sama. Namun, dalam melaksanakan tugas secara efektif, pilot akan selalu

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 melakukan interaksi dengan orang-orang yang mendukung proses penerbangan seperti pilot lain (captain or co-pilot), petugas lalu lintas udara, crew cabin dan crew darat. c. Pesawat Sebuah pesawat tidak selamanya akan berfungsi dengan baik, ada saatnya pesawat akan mengalami sebuah trouble. Dengan demikian, seorang pilot harus mengetahui pesawat yang dikemudikannya dengan baik, seperti sistem, kinerja dan bagaimana melakukan penanganan dan prosedur darurat pada pesawat tersebut. d. Lingkungan Pilot harus memahami kondisi lingkungan disekitarnya, seperti lingkungan fisik (cuaca dan udara), peraturan dan lingkungan organisasi. Ada kalanya lingkungan fisik seperti cuaca tidak sesuai harapan (buruk) yang membuat ketidaknyamanan dalam penerbangan. Dengan mengetahui keadaan tersebut seorang pilot dapat mencari solusi-solusi yang terbaik untuk keluar dari sebuah masalah dalam penerbangannya. e. Tugas dan risiko Seorang pilot memiliki tanggung jawab dalam menghantarkan para penumpang ke tujuan dengan selamat. Pilot harus menyadari sepenuhnya apa tugasnya dan risiko apa yang melekat pada pekerjaannya. Dengan begitu seorang pilot akan senantiasa sadar bagaimana memberikan keselamatan dalam penerbangan.

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 B. KECERDASAN EMOSIONAL 1. Definisi Teori yang komprehesif tentang kecerdasan emosional diajukan pada tahun 1990 oleh Salovey dan Mayer. Definisi kecerdasan emosional menurut Salovey dan Mayer (dalam Goleman, 1999) adalah kemampuan dalam memahami perasaan sendiri dan orang lain, serta menggunakan perasaan-perasaan itu untuk memandu pikiran dan tindakan. Beberapa tahun setelah Salovey dan Mayer mengajukan teori tentang kecerdasan emosional, Daniel Goleman juga membahas hal yang serupa. Menurut Goleman (1999) kecerdasan emosional adalah kemampuan seseorang dalam memahami diri sendiri dan perasaan orang lain, dapat memotivasi diri sendiri serta mampu dalam mengelola emosi dengan baik pada diri sendiri maupun dalam berhubungan dengan orang lain. Lynn dan Adele (2002) dalam buku the emotional intelligence activity book mengatakan bahwa kecerdasan emosional merupakan dimensi dari kecerdasan yang bertanggung jawab untuk kemampuan diri sendiri dan hubungan diri kita dengan orang lain. Bar-On (dalam Anjani, 2008) mendefinisikan kecerdasan emosional sebagai kemampuan individu dalam mengenali diri sendiri dan orang lain, berelasi dengan orang lain, beradaptasi serta berhadapan langsung dengan suatu kejadian agar individu dapat berhasil dalam menghadapi tuntutan lingkungannya.

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 Definisi kecerdasan emosional dari beberapa tokoh tersebut memiliki persamaan yaitu mengatakan bahwa kecerdasan emosional merupakan kemampuan dalam memahami perasaan diri sendiri dan orang lain dalam berelasi di lingkungannya. Penelitian ini mengacu pada teori kecerdasan emosional yang disusun oleh Goleman. Definisi kecerdasan emosional yang digunakan dalam penelitian ini adalah kemampuan seseorang dalam memahami diri sendiri dan perasaan orang lain, dapat memotivasi diri sendiri serta mampu dalam mengelola emosi dengan baik pada diri sendiri maupun dalam berhubungan dengan orang lain (Goleman, 1999). 2. Aspek-Aspek Kecerdasan Emosional Goleman (1999) dalam buku menyatakan ada lima dasar atau aspek kecerdasan emosional. Lima aspek itu adalah : a. Kesadaran diri Mengetahui apa yang kita rasakan dan dapat digunakan dalam memandu pengambilan keputusan diri sendiri. Disisi lain individu memiliki tolok ukur yang sesungguhnya, mengenai kempampuan diri dan kepercayaan diri yang kuat. b. Pengaturan diri Menangani emosi diri sendiri sehingga dapat berdampak positif kepada pelaksanaan tugas, peka terhadap kata hati dan sanggup

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 menunda kenikmatan sebelum tercapainya suatu sasaran atau tujuan, mampu untuk pulih dari tekanan emosi. c. Motivasi Menggunakan keinginan diri yang paling dalam untuk menggerakkan dan menuntun diri menuju sasaran, membantu diri untuk mengambil inisiatif dan bertindak secara efektif, dan untuk bertahan menghadapi kegagalan dan frustasi. d. Empati Merasakan apa yang dirasakan orang lain, mampu memahami perspektif orang lain, menumbuhkan hubungan saling percaya dan menyesuaikan diri dengan bermacam-macam orang. e. Keterampilan sosial Mengendalikan emosi dengan baik pada saat berhubugan dengan oramg lain dan dengan cermat membaca situasi dan jaringan sosial, berinteraksi dengan lancar, menggunakan keterampilanketerampilan tersebut untuk mempengaruhi dan memimpin, bermusyawarah dan menyelesaikan perselisihan, dan untuk bekerja sama dan bekerja dalam kelompok. Aspek kecerdasan emosional yang digunakan dalam penelitian ini adalah aspek-aspek yang dikemukakan oleh Goleman (1999), yaitu: kesadaran diri, pengaturan diri, motivasi, empati dan keterampilan sosial.

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 3. Dampak dari Kecerdasan Emosional Hasil penelitian Saptoto (2010) menunjukkan adanya hubungan yang positif antara kecerdasan emosional dengan kemampuan coping adaptif. Coping adaptif itu sendiri merupakan kemampuan yang dimiliki oleh individu dalam proses aktivitas kognitif yang disertai aktivitas perilaku untuk menyesuaikan diri secara cepat pada keadaan yang mendesak atau menekan yang ditimbulkan dari hubungan individu dan lingkungan. Hasil dari penelitian lain yang dilakukan Luca dan Tarricone (2001) mengatakan bahwa kcerdasan emosional sangat mendukung untuk fokus mengelola konflik, berkolaborasi dan berkomunikasi di dalam tim. Hal tersebut dapat memicu keberhasilan di dalam tim. Sebuah penelitian lain yang dilakukan oleh Nurdin (2009) mengatakan bahwa kecerdasan emosional dapat sangat mempengaruhi dalam hal penyesuaian soisal. Penyesuaian sosial merupakan penyesuaian diri terhadap lingkungan disekitarnya. Dari beberapa dampak tersebut dapat terlihat bahwa betapa pentingnya kecerdasan emosional dalam mengelola konflik, berkolaborasi dan berkomunikasi dengan lingkungannya (interaksi sosial). C. DINAMIKA HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DAN AIRMANSHIP PADA PILOT Kecerdasan emosional merupakan kemampuan seseorang dalam memahami diri sendiri dan perasaan orang lain, dapat memotivasi diri sendiri

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 serta mampu dalam mengelola emosi dengan baik pada diri sendiri maupun dalam berhubungan dengan orang lain (Goleman, 1999). Penelitian yang dilakukan oleh Luca dan Tarricone (2001) mengatakan bahwa kecerdasan emosional itu sendiri dapat memberikan dampak yang positif dalam mengelola konflik, berkolaborasi dan berkomunikasi di dalam tim, karena hal tersebut dapat memicu keberhasilan di dalam sebuah tim. Untuk dapat mengelola konflik, berkolaborasi dan berkomunikasi, individu harus dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sosialnya. Hal tersebut didukung oleh penelitian Nurdin (2009) yang mengatakan bahwa kecerdasan emosional dapat memberikan dampak dalam penyesuaian sosialnya dimana penyesuaian sosial merupakan penyesuaian diri terhadap lingkungan di sekitarnya. Dapat mengelola konflik, berkolaborasi, berkomunikasi dan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sosialnya sangat dibutuhkan dalam dunia kerja, seperti yang telah di katakan oleh Goleman (2005) untuk mencapai sebuah kesuksesan dalam dunia kerja tidak hanya kecerdasan kognitif saja yang dibutuhkan namun juga kecerdasan emosional. Untuk menjadi seorang pilot, tidak hanya kecerdasan kognitif saja yang dibutuhkan namun seorang pilot juga harus memliki kecerdasan emosional yang baik. Seorang pilot dalam menjalankan tugasnya akan selalu menghadapi sebuah permasalahan serta akan selalu berinteraksi dengan orang-orang yang ada disekitarnya untuk melakukan penerbangan. Dalam keadaan tersebutlah seorang pilot membutuhkan kecerdasan emosional yang baik.

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 Pilot yang memiliki kesadaran diri dan pengendalian diri yang baik, akan mampu mengetahui dan memahami batasan kemampuan dirinya dan apa yang sedang dia rasakan, sehingga seorang pilot tidak mudah larut dan dikuasai oleh emosi. Dengan demikian pilot dapat berpikir secara jernih dalam menghadapi tantangan dalam tugasnya dan selalu fokus terhadap pekerjaannya. Pilot yang memiliki kemampuan ini disebut memiliki airmanship, yaitu kemampuan seorang pilot untuk dapat dengan tenang mengendalikan pesawatnya dalam keadaan normal maupun dalam keadaan emergency. Kemampuan dalam motivasi dapat dilihat ketika seseorang memiliki sikap optimis yang tinggi sehingga memiliki keyakinan diri. Bagi seorang pilot kemampuan memotivasi diri sangat dibutuhkan untuk dapat melalui permasalahan agar tidak frustasi. Pilot yang memiliki kemampuan tersebut dapat senantiasa memiliki keyakinan dalam menjalankan tugasnya dan siap dalam menghadapi segala risiko. Hal ini juga termasuk dalam kemampuan airmanship pada pilot. Seorang pilot tidak akan bekerja sendiri dalam menjalankan tugasnya. Pilot yang dapat berempati dan memiliki keterampilan sosial akan lebih peka dalam memahami apa yang dirasakan orang lain, mampu membaca keadaan di lingkungan sekitarnya untuk dapat menyesuaikan diri dengan bermacammacam orang dan menumbuhkan rasa saling percaya. Hal tersebut dapat mendukung untuk bekerjasama dengan orang-orang yang mendukung proses penerbangan sehingga menciptakan penerbangan yang aman dan nyaman.

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 Carig (dalam Ahlial, 2007) mengatakan bahwa untuk menjadi seorang pilot, seseorang harus memiliki airmanship. Airmanship merupakan sebuah kemampuan yang dimiliki untuk melakukan pertimbangan, disiplin diri dan kemahiran dalam mengendalikan pesawat guna mencapai keselamatan penerbangan. Pilot-pilot yang memiliki kecerdasan emosional yang tinggi akan mampu mengendalikan pesawat dengan baik atau memiliki kemampuan airmanship yang baik, sehingga mencapai keselamatan penerbangan.

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 D. BAGAN PENELITIAN Hubungan kecerdasan emosional dan airmanship Bagan 1 Kecerdasan Emosional Kesadaran diri Pengendalian diri  Menguasai diri sendiri.  Dapat berpikir jernih.  Dapat fokus pada pekerjaan. Memotivasi  Optimis dan memiliki keyakinan diri dalam menjalankan tugas dan menghadapi risiko pada pekerjaan. Empati Keterampilan sosial  Dapat bekerjasama dengan orangorang yang mendukung proses penerbangan. airmanship Memiliki kemampuan mengendalikan pesawat guna mencapai keselamatan penerbangan.

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 E. HIPOTESIS Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah dalam penelitian. Peneliti merumuskan hipotesis sebagai berikut: Kecerdasan emosional memiliki hubungan secara positif dan signifikan dengan airmanship. Semakin tinggi kecerdasan emosional maka semakin tinggi pula airmanship nya.

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. JENIS PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif korelasional. Jenis penelitian ini berguna untuk melihat apakah suatu variabel memiliki keterkaitan dangan variabel lainnya (Azwar, 2012). B. VARIABEL PENELITIAN Variabel dalam penelitian ini adalah: 1. Variabel Bebas (X) : Kecerdasan emosional 2. Variabel Tergantung (Y) : Airmanship C. DEFINISI OPERASIONAL Tujuan dari definisi operasional untuk memberikan gambaran bagaimana suatu variabel akan diukur sehingga, variabel harus memiliki penjelasan dan pengertian yang sangat spesifik dan terukur (Mustofa, 2009). Maka, definisi operasional ditulis untuk memperjelas pengertian dari setiap variabel-variabel dalam penelitian ini. Definisi oeprasional dari penelitian ini adalah: 25

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 1. Kecerdasan Emosional Kecerdasan Emosional adalah kemampuan pilot dalam memahami diri sendiri dan perasaan orang lain, dapat memotivasi diri sendiri serta mampu dalam mengelola emosi dengan baik pada diri sendiri maupun dalam berhubungan dengan orang lain. Kecerdasan emosional dalam penelitian ini akan diukur menggunakan skala kecerdasan emosional. Di dalam skala tersebut akan terdapat lima aspek yang dapat menggambarkan kecerdasan emosional. kelima aspek tersebut adalah: Kesadaran diri, pengaturan diri, motivasi, empati dan keterampilan sosial. Semakin tinggi skor yang diperoleh, maka semakin tinggi pula Kecerdasan Emosional pilot. 2. Airmanship Airmanship adalah sebuah kemampuan yang dimiliki untuk melakukan suatu tindakan berdasarkan pengetahuan, ketrampilan serta disiplin diri dalam mengendalikan pesawat guna mencapai keselamatan penerbangan. Pengukuran airmanship dalam penelitian ini menggunakan skala airmanship yang disusun oleh peneliti dengan mengacu pada aspekapsek airmanship, aspek tersebut adalah: Pengetahuan, Kemampuan dan sikap. Semakin tinggi skor yang diperoleh, maka semakin tinggi pula airmanship pilot.

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 D. SUBJEK PENELITIAN Subjek dalam penelitian ini adalah orang yang berprofesi sebagai pilot di maskapai-maskapai penerbangan yang ada di Indonesia. Metode sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah Convenience Sampling. Convenience Sampling merupakan teknik pengumpulan sampel yang dilakukan secara kebetulan, dimana anggota populasi yang ditemui peneliti diminta untuk menjadi responden dalam penelitian dan dijadikan sebagai sampel (Sangadji dan Sopiah, 2010). E. METODE DAN ALAT PENGUMPULAN DATA Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menyebarkan skala kecerdasan emosional dan skala airmanship menggunakan program google docs yang ada di internet. 1. Skala kecerdasan emosional Skala kecerdasan emosional disajikan dalam bentuk skala Likert yang terdiri dari empat alternatif jawaban dari setiap itemnya, yaitu: Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Tidak Setuju (TS), Sangat Tidak Setuju (STS). Skala Likert merupakan jenis skala yang digunakan untuk mengukur variabel penelitian yang merupakan fenomena sosial spesifik, seperti sikap, pendapat dan persepsi sosial (Azwar, 1995). Skala ini disusun oleh peneliti untuk kepentingan penelitian dengan mengacu pada lima aspek kecerdasan emosional yang dinyatakan oleh

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 Goleman (1999) yaitu, Kesadaran diri, Pengaturan diri, Motivasi, Empati dan Keterampilan sosial. Skala ini akan diisi oleh subjek secara individual. Skala kecerdasan emosional ini terdiri dari dua pernyataan, yaitu favorabel dan unfavorable. Farvorable merupakan sebuah pernyataan indikator perilaku yang mendukung atribut yang ingin diukur, sedangkan unfavorable merupakan sebuah pernyataan indikator perilaku yang tidak mendukung atribut yang ingin diukur. Total item dalam sekala ini adalah 50 item yang terdiri dari 25 item farvorable dan 25 item unfavorable. Berikut tabel pemberian skor skala kecerdasan emosional dan blueprint yang digunakan dalam perancangan skala kecerdasan emosional. Tabel 3 Pemberian Skor Skala Kecrdasan Emosional Respon Farvorabel Unfavorabel Sangat Setuju 4 1 Setuju 3 2 Tidak Setuju 2 3 Sangat Tidak Setuju 1 4

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 Tabel 4 Blueprint Kecerdasan Emosional Sebelum seleksi item Aspek Favorable Unfavorable Jumlah Kesadaran diri 1,11,21,31,41 6,16,26,36,46 10 Pengaturan diri 2,12,22,32,42 7,17,27,37,47 10 Motivasi 3,13,23,33,43 8,18,28,38,48 10 Empati 4,14,24,34,44 9,19,29,39,49 10 Keterampilan 5,15,25,35,45 10,20,30,40,50 10 sosial Jumlah 50 2. Skala airmanship Skala airmanship disusun oleh peneliti dimana mengacu pada aspek yang dikatakan oleh Spencer and Ebbage (2003), yaitu: Pengetahuan, Kemampuan dan Sikap. Skala airmanship disajikan dalam bentuk skala Likert yang terdiri dari empat alternatif jawaban dari setiap itemnya, yaitu: Sangat Sesuai (SS), Sesuai (S), Tidak Sesuai (TS), Sangat Tidak Sesuai (STS). Skala Likert merupakan jenis skala yang digunakan untuk mengukur variabel penelitian yang merupakan fenomena sosial spesifik, seperti sikap, pendapat dan persepsi sosial (Azwar, 1995). Total item dalam skala ini adalah 15 item yang dimana keseluruhannya merupakan item favorable. Skala airmanship hanya menggunakan item favorable karena literatur yang membahas airmanship masih tergolong

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 belum banyak sehingga jika item unfavorable dibuat, peneliti takut akan terjadinya kesalah pahaman dengan apa yang ingin diukur. Berikut tabel blueprint yang digunakan dalam perancangan skala airmanship. Table 5 Blueprint airmanship sebelum seleksi item Aspek Favorable Jumlah Pengetahuan 1,2,3,4,5 5 Kemampuan 6,7,8,9,10 5 Sikap 11,12,13,14,15 5 Jumlah 15 F. VALIDITAS DAN RELIABILITAS 1. Validitas Validitas adalah suatu ketepatan dan kecermatan sebuah alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya. Sebuah alat ukur dikatakan memiliki validitas yang tinggi ketika alat tersebut dapat mengukur, memberikan hasil ukur yang sesuai dengan maksud dilakukannya pengukuran tersebut (Azwar, 2004). Penelitian ini menggunakan validitas isi dimana berguna untuk melihat tingkat kebenaran suatu alat tes dari area yang ingin diukur (Kountur, 2003). Untuk mengetahui apakah alat tes tersebut valid atau

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 tidak, dapat meminta pendapat dari para ahli (professional judgement) (Kountur, 2003). Profesional judgement dalam penelitian ini adalah dosen pembimbing dan seorang psikolog dalam dunia penerbangan. 2. Seleksi item Seleksi item dilihat melalui korelasi item total dengan pengukuran dengan SPSS for windows 16.00. Tujuan dari seleksi item adalah untuk memilih item-item yang valid dan membuang item-item yang tidak valid. Pemilihan item yang sahih menggunakan batasan ≥ 0,30 karena item yang mencapai koefisien korelasi minimal 0,30 daya bedanya dianggap memuaskan. Item yang kurang dari 0,30 dinyatakan gugur (Azwar, 2012). Berikut ini dapat dilihat tabel blueprint kecerdasan emosional setelah seleksi item. Table 6 Blueprint kecerdasan emosional setelah seleksi item Aspek Favorable Unfavorable Jumlah Kesadaran diri 1,11,21,31,41 6,16,26,36,46 8 Pengaturan diri 2,12,22,32,42 7,17,27,37,47 10 Motivasi 3,13,23,33,43 8,18,28,38,48 10 Empati 4,14,24,34,44 9,19,29,39,49 9 Keterampilan sosial 5,15,25,35,45 10,20,30,40,50 10 Jumlah *Cetak tebal : Item yang digugurkan 47

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 Berikut ini dapat dilihat tabel blueprint airmanship setelah seleksi item. Tabel 7 Blueprint airmanship setelah seleksi item Aspek Favorable Jumlah Pengetahuan 1,2,3,4,5 5 Kemampuan 6,7,8,9,10 5 Sikap 11,12,13,14,15 4 Jumlah 14 *Cetak tebal : Item yang digugurkan 3. Reliabilitas Suatu alat tes dikatakan reliabel ketika alat tes tersebut konsisten dalam memberikan penilaian terhadap apa yang akan diukur (Kountur, 2003). Dalam penelitian ini peneliti akan menggunakan cronbach's alpha. Cronbach's alpha merupakan suatu teknik pengujian reliabilitas dan biasanya digunakan pada alat ukur yang jawabannya berupa pilihan (Kountur, 2003). Reliabilitas Kecerdasan Emosional setelah seleksi item adalah 0,950. Reliabilitas pada airmanship setelah seleksi item adalah 0,877.

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 G. METODE ANALISIS DATA Metode analisis data merupakan metode untuk mengolah, menganalisis dan menguji hasil kebenaran dari sebuah penelitian. Sebelum melakukan analisis data dilakukan uji normalitas dan uji linieritas dengan menggunakan SPSS for windows versi 16.00. Uji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan analisis korelasi Person Product Moment.

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Pelaksanaan Penelitian Sebelum melakukan penelitian, peneliti mempersiapkan alat ukur berupa skala kecerdasan emosional dan skala kecerdasan airmanship. Setelah kedua skala selesai disusun, peneliti mulai melakukan pengambilan data. Peneliti memperoleh kesulitan dalam proses pengambilan data, karena para subjek sangat sulit untuk ditemui. Kemudian, peneliti berinisiatif untuk membuat skala penelitian tersebut ke dalam salah satu program di internet, yaitu google docs. Setelah selesai disusun, peneliti mulai mensosialisasikan skala penelitian, namun untuk mendapatkan kepastian bahwa seluruh subjek yang mengisi skala adalah orang-orang yang berprofesi sebagai pilot, peneliti meminta bantuan kepada teman yang berprofesi sebagai pilot untuk mensosialisasikan skala tersebut melalui email dan media sosial (facebook) kepada rekan-rekan seprofesinya. Peneliti juga meminta bantuan kepada seorang pengelola sebuah forum ilmuterbang.com yang dimana para anggotanya kebanyakan berprofesi sebagai seorang pilot untuk mensosialisasikan link google docs skala penelitian tersebut kedalam forum. Peneliti mulai mensosialisasikan skala penelitian tersebut pada tanggal 25 Mei 2014 pada 125 subjek. Pada tanggal 3 Juni 2014, peneliti telah mendapat balasan, Hanya sebanyak 52 subjek yang memberikan balasan. 34

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 Dengan adanya keterbatasan subjek, peneliti melakukan uji coba terpakai, yaitu hasil dari data uji coba digunakan sebagai data penelitian (Hadi, 2005). B. Deskripsi Subjek Penelitian Pengambilan subjek penelitian dilakukan sesuai dengan apa yang sudah ditetapkan, yaitu orang-orang yang berprofesi sebagai seorang pilot. Kelompok subjek dalam penelitian ini memiliki rentang usia 23-59 tahun. Dalam penelitian ini terdapat 52 orang subjek, dimana terdiri dari 50 oarang laki-laki dan 2 orang perempuan. Berikut tabel deskripsi usia dan jenis kelamin subjek dalam penelitian: Tabel 8 Usia Jumlah 21 - 40 38 41 - 60 14 Jumlah 52 Tabel 9 Jenis Kelamin Jumlah Laki-laki 50 Perempuan 2 Jumlah 52

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 C. Deskripsi Data Penelitian Deskripsi data penelitian digunakan untuk memberikan gambaran skor setiap variabel pada keseluruhan subjek, apakah tinggi atau rendah. Hal tersebut dapat diketahi dengan cara membandingkan Mean Teoritis dan Mean Empiris. Hasil perbandingan Mean Teoritis dan Mean Empiris : Tabel 10 Variabel N P SD Mean Teoritis Mean Empiris Min Max Mean Min Max Kecerdasan Mean 52 0.000 17.06 47 188 117.5 112 186 143.65 52 0.000 14 56 35 42 56 47.37 Emosional Airmanship 4.60 Dari tabel tersebut, Kedua variabel memiliki Mean Empiris yang lebih tinggi dari pada Mean Teoritis. Taraf signifikansi dari kedua variabel adalah 0.000 dimana P < 0,05. Hal tersebut dapat disimpulkan bahwa rata-rata skor Kecerdasan Emosional dan airmanship tergolong tinggi. D. Hasil Penelitian 1. Uji Asumsi Penelitian a. Uji Normalitas Uji Normalitas adalah uji yang dilakukan untuk melihat normal atau tidaknya sebaran data yang berasal dari populasi (Santoso, 2010).

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 Uji Normalitas dilakukan menggunakan SPSS for Windows versi 16.0. teknik yang digunakan adalah uji Kormogorov-Smirov, yang dimana jika p < 0,05 maka, data penelitiannya memiliki sebaran yang tidak normal, jika p > 0,05 maka, data penelitiannya memiliki sebaran yang normal (Santoso, 2010). Berikut hasil Uji Normalitas pada penelitian ini : Tabel 11 Uji Normalitas Kecerdasan Emosional One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test EMO N Normal Parameters 52 a Most Extreme Differences Mean 143.65 Std. Deviation 17.061 Absolute .092 Positive .092 Negative -.063 Kolmogorov-Smirnov Z .662 Asymp. Sig. (2-tailed) .774 a. Test distribution is Normal.

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 Tabel 12 Uji Normalitas airmanship One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test AIRMANSHIP N 52 Normal Parameters a Most Extreme Differences Mean 47.37 Std. Deviation 4.606 Absolute .152 Positive .152 Negative -.122 Kolmogorov-Smirnov Z 1.097 .180 Asymp. Sig. (2-tailed) a. Test distribution is Normal. Berdasarkan tabel tersebut, kedua variabel memiliki probabilitas p > 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sebaran data pada kedua variabel adalah normal. b. Uji Linearitas Uji Linearitas digunakan untuk melihat hubungan antarvariabel yang akan diteliti memiliki pola garis yang lurus atau tidak (Santoso, 2010). Pola tersebut akan terlihat dari penaikan atau penurunan kuantitas satu variabel yang akan diikuti oleh penaikan atau penurunan kuantitas variabel lainnya (Santoso, 2010). Uji Linearitas dilakukan dengan uji Test for Linearity dimana jika antar variabel memenuhi

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 syarat probabilitas p < 0,05 maka, antarvariabel pada penelitian tersebut linear. Berikut hasil Uji Linearitas pada penelitian ini : Tabel 13 Uji Linearitas ANOVA Table AIRMANSHIP * EMO Between Group F Sig. (Combined) 2.829 .013 Linearity 47.365 .000 Deviation of Linearity 1.480 .197 Berdasarkan tabel tersebut, dapat disimpulkan bahwa hubungan antarvariabel bersifat Linear yaitu p < 0,05. 2. Uji Hipotesis Setelah melakukan Uji Normalitas dan Uji Linearitas, maka didapat bahwa data penelitian terdistribusi normal dan hubungan antarvariabel menunjukkan hubungan linear. Dari hasil tersebut, peneliti menggunakan Uji Statistik Parametrik yaitu uji korelasi Person Product Moment dengan bantuan SPSS for Windows versi 16.00.

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 Hasil analisisnya adalah sebagai berikut : Tabel 14 Uji Hipotesis Correlations EMO EMO Pearson Correlation AIRMANSHIP 1 Sig. (1-tailed) N AIRMANSHIP Pearson Correlation Sig. (1-tailed) N .647 ** .000 52 52 ** 1 .647 .000 52 52 **. Correlation is significant at the 0.01 level (1-tailed). Dari tabel tersebut menunjukkan bahwa koefisien korelasi (r) antara Kecerdasan emosional dan airmanship sebesar 0,647. Koefisien korelasinya tergolong kuat dan bernilai positif (Sarwono, 2012) dengan taraf signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05) yang menunjukkan bahwa Ho diterima. Dengan demikian maka, adanya hubungan positif yang signifikan antara Kecerdasan Emosional dan airmanship. E. Pembahasan Hipotesis dalam penelitian ini adalah ada hubungan positif yang signifikan antara Kecerdasan Emosional dan airmanship pada Pilot. Semakin tinggi Kecerdasan Emosional, maka semakin tinggi pula airmanship pada

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 Pilot. Berdasarkan hasil analisis korelasional ditemukan bahwa ada hubungan positif antara Kecerdasan Emosional dan airmanship pada Pilot, hal ini berarti bahwa hipotesis diterima. Goleman (2005) mengatakan bahwa untuk memperoleh sebuah keesuksesan dalam dunia kerja tidak hanya kecerdasan kognitif saja yang dibutuhkan namun juga kecerdasan emosional. Individu yang memiliki Kecerdasan Emosional yang tinggi cenderung akan memiliki kesadaran diri yang baik, pengedalian diri yang baik, dapat memotivasi diri, berempati dan keterampilan sosial yang baik (Goleman, 1999). Dengan Kecerdasan Emosional yang tinggi, seorang pilot dapat mengetahui dan memahami batasan kemampuan dari dirinya, serta mampu merasakan apa yang sedang dia rasakan sehingga seorang pilot tidak mudah larut dalam emosi. Dengan demikian pilot dapat berpikir dengan jernih dan fokus dalam melaksanakan tugasnya. Disisi lain, bagi seorang pilot kemampuan memotivasi diri sangat dibutuhkan untuk dapat melalui permasalahn agar tidak frustasi. Dengan demikian, seorang pilot akan memiliki keyakinan diri dalam menjalankan tugasnya dan siap dalam menghadapi setiap risiko dari pekerjaannya. Pada kenyataanya seorang pilot tidak bekerja sendirian. Pilot yang dapat berempati dan memiliki keterampilan sosial akan lebih peka terhadap apa yang dirasakan orang lain , mampu membaca keadaan di lingkungan sekitar untuk dapat dengan mudah menyesuaikan diri dan menumbuhkan rasa saling percaya. Hal tersebut dapat mendukung untuk bekerjasama dengan orang-orang yang membantu dalam

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 proses penerbangan. Dari hal-hal tersebut dapat di dukung oleh penelitian dari Luca dan Tarricone (2001) yang mengatakan bahwa kecerdasan emosional dapat memberikan dampak yang positif dalam mengelola konflik, berkolaborasi dan berkomunikasi di dalam tim, karena hal tersebut dapat memicu keberhasilan di dalam sebuah tim, serta penelitian yang dilakukan oleh Yacub (2013) dimana individu yang memiliki kecerdasan emosional yang baik akan memiliki disiplin kerja yang baik pula. Carig (dalam Ahlial, 2007) mengatakan bahwa untuk menjadi seorang pilot harus memiliki airmanship. Airmanship merupakan sikap untuk melakukan pertimbangan dengan baik, menunjukkan disiplin penerbangan yang tidak bisa diganggu gugat dan menunjukkan kemahiran dalam menerbangkan pesawat (Spencer dan Ebbage, 2003). Dengan demikian pilot-pilot yang memiliki Kecerdasan Emosional yang baik akan mampu melakukan pertimbangan, disiplin dan mampu mengendalikan pesawat dengan baik yang dimana di sebut dengan airmanship. Sehingga ketika Kecerdasan Emosional seoran pilot tinggi, maka airmanship-nyapun tinggi. Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan. Pertama, peneliti kurang menggali pemahaman tentang faktor manusia yang menyebabkan kecelakaan dalam penerbangan. Kedua, peneliti kurang detail dalam menyusun item-item pada skala airmanship.

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Setelah melakukan penelitian didapatkan hasil bahwa koefisien korelasi antara Kecerdasan Emosional dan Airmanship sebesar 0,647. Koefisien korelasinya tergolong kuat dan positif dengan taraf signifikan sebesar 0,000. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa hipotesis dalam penelitian ini diterima, yaitu adanya hubungan positif yang signifikan antara Kecerdasan Emosional dan airmanship pada Pilot maskapai penerbangan di Indonesia. B. Saran 1. Bagi maskapai penerbangan hendaknya memperhitungkan tingkat Kecerdasan Emosional seorang pilot sebelum menerimanya sebagai pilot dalam maskapai yang bersangkutan. 2. Bagi setiap sekolah penerbang dapat lebih memperhatikan tingkat Kecerdasan Emosional kepada seluruh calon siswa agar mendapatkan calon pilot dengan airmanship yang baik. 3. Bagi para pilot diharapkan untuk memperhatikan akan batasan-batasan pada dirinya, dapat berinteraksi sosial dengan baik serta selalu mengasah 43

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI kemampuannya sebagai seorang penerbang guna 44 meningkatkan kenyamanan dan keselamatan penerbangan. 4. Bagi penelitian selanjutnya, disarankan untuk lebih detail dalam membuat item-item pada skala airmanship dan lebih menggali pemahaman tentang faktor manusia yang menyebabkan kecelakaan dalam penerbangan.

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Abadi, M.F, Budisantoso. 2011. Analisis Struktur, Perilaku dan Kinerja Transportasi Udara Komersial Melalui Pendekatan SCP (structure – conduct-performance). Surabaya: Jurusan Teknik Industri, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Airmanship. Diakses pada 30 September http://www.skybrary.aero/index.php/Airmanship. 2013 dari Alhial, R. 2007. Pengalaman Pilot. Jakarta: Universitas Indonesia. Aminah, S. 2005. “Transportasi Publik dan Aksesibilitas Masayarakat Perkotaan”. Surabaya: Universitas Airlangga. Anjani, L. 2008. Profil Kecerdasan Emosional Pilot PT. Garuda Indonesia Berdasarkan Lima Skala Baron Emotional Quatient (BarOn EQ-i). Jakarta: Unika Atma Jaya. Auditorium KNKT, Kementrian Perhubungan. 2012. Data Kecelakaan Tranportasi Udara 2007-2012. Diakses pada 28 Agustus, 2013, dari. Azwar, S, MA. 1995. Sikap Manusia Teori dan Pengukurannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset. Azwar, S, MA. 2004. Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset. Azwar, S, MA.2012. Penyusunan skla psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset. Bahar, A. 2009. Miracle of Flight. Jakarta: Pena Multi Media. Dhani, W. 2005. Hubungan Antara Kompetensi Emosional dengan Prestasi Akademis pada Pilot TNI Angkatan Udara. Jakarta: Unika Atma Jaya. Goleman, D. 1999. “working with emotional intelligence”: Kecerdasan Emosi untuk Mencapai Puncak Prestasi. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. Goleman, D. 2005. Kecerdasan emosional: Mengapa EQ lebih penting daripada IQ?. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. Hadi, S. 2005. Aplikasi Ilmu Statistika di Fakultas Psikologi. Anima, Indonesian Psychological Journal, 20 (3), 203-229. KBBI. Diakses pada tanggal 1 September 2013 dari http://kbbi.web.id/. Kern, T. 1997. Redefining airmanship. United States of America: The McGrawHill Companies, Inc. 45

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 Kern, T. 2010. Foundations of professional airmanship an flight discipline. Colorado: Convergent performance publications. Kountur, R. 2003. Metode Penelitian Untuk Penulisan Skripsi dan Tesis. Jakarta: Penerbit PPM. LOKAKARYA PASIS SESKOAU 47. 2010. Diakses pada tanggal 30 September, 2013 dari http://www.tni.mil.id/view-20545lokakarya+pasis+seskoau+47.html. Luca, J, Tarricone, P. 2001. Does emotional intelligence affect successful teamwork?. Australia: School of Communications and Multimedia Edith Cowan University. Lynn, Adele. B. 2002. The emotional intelligence activity book.USA. Mustofa, Z. EQ. 2009. Mengurai Variabel Hingga Instrumentasi. Yogyakarta: Graha Ilmu. Nurdin. 2009. Pengaruh Kecerdasan Emosional Terhadap Penyesuaian Sosial Siswa di Sekolah. Jurnal Administrasi Pendidikan Vol. IX No.1. Penumpang udara diperkirakan naik 15%. 2012. Diakses pada tanggal 8 Febuari 2013 dari http://hubud.dephub.go.id. Risdiyanto, D. 2007. Hubungan antara Kecerdasan Emosional dengan Pengambilan Keputusan yang Efektif di Tempat Kerja: Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma. Sangaji, E. M, Sopiah, MM. 2010. Metodologi Penelitian – Pendekatan Praktis dalam Penelitian. Yogyakarta: CV. ANDI OFFSET. Santoso, A. 2010. Statistik untuk Psikologi dari Blog menjadi Buku. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Saptoto, R. 2010. Hubungan Kecerdasan Emosi dengan Kemampuan coping Adaptif. Yogyakarta: Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada. Sarwono, J. 2006. Mengenal SPSS STATISTIC 20: Aplikasi untuk Riset Eksperimental. Jakarta: PT Elex Media Komputindo. Spencer, P.D, Ebbage, L. 2003. Airmanship training for modern aircrew. United Kingdom: BAE Systems. Tranportasi Umum. Diakses pada tanggal 1 September http://id.wikipedia.org/wiki/Transportasi_umum. 2013 Vector Pointing to Safer Aviation: Airmanship – Measuring Up (2002). New Zealand: Civil Aviation Authority of New Zealand. dari

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 Yacub, R. 2013. Hubungan antara Kecerdasan Emosional dengan Disiplin Kerja pada Petugas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi. Fakultas Psikologi Universitas Gunadarma.

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 48

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 LAMPIRAN 1 Skala Kecerdasan Emosional dan Airmanship sebelum seleksi item PETUNJUK PENGERJAAN Bacalah setiap pernyataan dengan cermat dan teliti. Kemudian pilih jawaban dengan memberi tanda silang (X) pada kolom yang telah disediakan. Penggantian jawaban dapat dilakukan dengan cara memberi tanda sama dengan (=) pada jawaban pertama lalu berilah tanda silang (X) pada jawaban yang dikehendaki. Adapun pilihan jawaban yang tersedia adalah : SS : Sangat Setuju apabila pernyataan sangat sesuai dengan keadaan diri Anda S : Setuju apabila pernyataan sesuai dengan keadaan diri Anda TS : Tidak Setuju apabila pernyataan tidak sesuai dengan keadaan diri Anda STS : Sangat Tidak Setuju apabila pernyataan sangat tidak sesuai dengan keadaan diri Anda Contoh cara menjawab : No Pertanyaan Pilihan Jawaban STS 1 Saya mengetahui apa yang saya rasakan. TS S SS X Dalam skala ini, tidak ada jawaban yang benar atau salah. Oleh karena itu, jawablah secara jujur dan terbuka sesuai dengan keadaan diri Anda. Jawablah seluruh pernyataan dan jangan sampai terlewatkan satu pernyataan pun. Terima kasih atas perhatian Anda terhadap petunjuk yang diberikan dan kesediaannya untuk mengerjakan skala ini. Selamat Mengerjakan!

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI No Pertanyaan STS 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Saya mengetahui apa yang saya rasakan. Saya mudah bangkit dari kesedihan. Saya selalu menyelesaikan pekerjaan yang telah saya mulai. Saya akan turut senang ketika rekan saya senang. Pada saat suasana hati yang kurang baik, saya tetap dapat berelasi dengan orang lain. Saya tidak berani untuk memutuskan sesuatu. Saya sulit berpikir positif dalam keadaan marah. Kegagalan membuat saya tidak ingin berusaha lagi. Saya sulit memahami pola pikir rekan saya. Saya sulit untuk akrab dengan orang lain. Saya memahami penyebab dari apa yang saya rasakan. Saya dapat mengendalikan kemarahan saya. Saya tidak menyerah setelah mengalami kegagalan. Saya memahami kesedihan dari rekan saya. Saya mampu menjalin hubungan baik dengan orang lain. Saya bingung dengan apa yang saya rasakan. Sebuah kritikan dapat mengganggu perasaan hati saya. Saya tidak bersemangat memulai pekerjaan yang menurut saya sulit. Saya tidak bisa menghibur rekan yang sedang bersedih. Saya merasa canggung ketika bertemu dengan orang baru. Saya merasa yakin dalam menjalani sesuatu. Kemarahan saya tidak mengganggu aktivitas saya. Saya tetap bersemangat ketika orang lain telah putus asa. Saya dapat merasakan perasaan kesal rekan saya. 50 Pilihan Jawaban TS S SS

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 Saya mudah dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Saya sulit untuk memahami diri saya sendiri. Saya akan panik ketika menghadapi permasalahan. Saya mudah menyerah dalam mengerjakan hal yang sulit. Saya kurang senang ketika mendengarkan cerita dari orang lain. Saya kurang peka dengan keadaan sekitar. Saya tahu apa yang membuat saya senang. Saya tahu bagaimana cara untuk mengungkapkan perasaan saya. Saya selalu berjuang untuk mencapai sebuah tujuan. Saya tahu penyebab kecemasan rekan saya. Saya mampu untuk melihat kondisi sekitar. Saya tidak tahu kenapa saya sedih. Saya sering berlebihan dalam mengungkapkan perasaan. Ketika saya gagal, saya akan berhenti. Saya tidak peduli akan keadaan rekan saya. Suasana hati saya mempengaruhi interaksi saya dengan orang lain. Saya memahami akibat dari apa yang saya rasakan. Saya dapat bersikap tenang ketika dalam keadaan sulit. Saya tekun dalam mengerjakan pekerjaan hingga selesai. Saya mengerti perasaan oranglain yang sedang menderita. Saya senang menjalin hubungan dengan bermacam-macam orang. Saya tidak menyadari hal-hal apa saja yang membuat saya kesal. Saya mudah menyerah ketika gagal. Pada saat mengalami masalah, saya susah untuk mencari jalan keluarnya. Saya tidak bisa merasakan kebahagiaan yang dirasakan oleh rekan saya. Saya sulit berdamai dengan orang yang pernah bermasalah dengan saya. 51

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 SKALA AIRMANSHIP PETUNJUK PENGERJAAN Bacalah setiap pernyataan dengan cermat dan teliti. Kemudian pilih jawaban dengan memberi tanda silang (X) pada kolom yang telah disediakan. Penggantian jawaban dapat dilakukan dengan cara memberi tanda sama dengan (=) pada jawaban pertama lalu berilah tanda silang (X) pada jawaban yang dikehendaki. Adapun pilihan jawaban yang tersedia adalah : SS : Sangat Sesuai apabila pernyataan sangat sesuai dengan keadaan diri Anda S : Sesuai apabila pernyataan sesuai dengan keadaan diri Anda TS : Tidak Sesuai apabila pernyataan tidak sesuai dengan keadaan diri Anda STS : Sangat Tidak Sesuai apabila pernyataan sangat tidak sesuai dengan keadaan diri Anda Contoh cara menjawab : No Pertanyaan Pilihan Jawaban STS 1 Saya mengetahui apa yang saya rasakan. TS S SS X Dalam skala ini, tidak ada jawaban yang benar atau salah. Oleh karena itu, jawablah secara jujur dan terbuka sesuai dengan keadaan diri Anda. Jawablah seluruh pernyataan dan jangan sampai terlewatkan satu pernyataan pun. Terima kasih atas perhatian Anda terhadap petunjuk yang diberikan dan kesediaannya untuk mengerjakan skala ini. Selamat Mengerjakan!

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI No Pertanyaan STS 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Saya memahami secara mendalam karakteristik pesawat yang akan saya terbangkan. Saya mengetahui dengan baik kondisi cuaca pada jalur yang akan diterbangi. Saya sadar akan resiko dari pekerjaan sebagai seorang pilot. Saya paham akan tata tertib penerbangan. Saya paham akan peraturan di organisasi tempat bekerja. Saya dapat dengan cepat memahami segala informasi yang ditunjukkan oleh sistemsistem yang ada di kokpit. Saya mampu mengendalikan pesawat dengan baik pada keadaan darurat. Saya mampu mengolah informasi dari ATC maupun rekan cokpit crew dengan baik. Saya dapat memecahkan permasalahan dengan tenang. Saya mampu bekerja sama dan membuat keputusan dengan baik dalam segala kondisi. Saya selalu bersikap yang mengutamakan keselamatan penerbangan. Saya telah melaksanakan segala tugas layaknya sebagai seorang pilot. Saya melatih dan mengembangkan diri untuk hal yang lebih baik. Saya melakukan segala prosedur sebelum dan sesudah melakukan penerbangan. Saya dapat menjaga kesehatan fisik. 53 Pilihan Jawaban TS S SS

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 LAMPIRAN 2 Skala Kecerdasan Emosional dan Airmanship setelah seleksi item PETUNJUK PENGERJAAN Bacalah setiap pernyataan dengan cermat dan teliti. Kemudian pilih jawaban dengan memberi tanda silang (X) pada kolom yang telah disediakan. Penggantian jawaban dapat dilakukan dengan cara memberi tanda sama dengan (=) pada jawaban pertama lalu berilah tanda silang (X) pada jawaban yang dikehendaki. Adapun pilihan jawaban yang tersedia adalah : SS : Sangat Setuju apabila pernyataan sangat sesuai dengan keadaan diri Anda S : Setuju apabila pernyataan sesuai dengan keadaan diri Anda TS : Tidak Setuju apabila pernyataan tidak sesuai dengan keadaan diri Anda STS : Sangat Tidak Setuju apabila pernyataan sangat tidak sesuai dengan keadaan diri Anda Contoh cara menjawab : No Pertanyaan Pilihan Jawaban STS 1 Saya mengetahui apa yang saya rasakan. TS S SS X Dalam skala ini, tidak ada jawaban yang benar atau salah. Oleh karena itu, jawablah secara jujur dan terbuka sesuai dengan keadaan diri Anda. Jawablah seluruh pernyataan dan jangan sampai terlewatkan satu pernyataan pun. Terima kasih atas perhatian Anda terhadap petunjuk yang diberikan dan kesediaannya untuk mengerjakan skala ini. Selamat Mengerjakan!

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI No Pertanyaan STS 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Saya mengetahui apa yang saya rasakan. Saya mudah bangkit dari kesedihan. Saya selalu menyelesaikan pekerjaan yang telah saya mulai. Saya akan turut senang ketika rekan saya senang. Pada saat suasana hati yang kurang baik, saya tetap dapat berelasi dengan orang lain. Saya sulit berpikir positif dalam keadaan marah. Kegagalan membuat saya tidak ingin berusaha lagi. Saya sulit untuk akrab dengan orang lain. Saya memahami penyebab dari apa yang saya rasakan. Saya dapat mengendalikan kemarahan saya. Saya tidak menyerah setelah mengalami kegagalan. Saya memahami kesedihan dari rekan saya. Saya mampu menjalin hubungan baik dengan orang lain. Saya bingung dengan apa yang saya rasakan. Sebuah kritikan dapat mengganggu perasaan hati saya. Saya tidak bersemangat memulai pekerjaan yang menurut saya sulit. Saya tidak bisa menghibur rekan yang sedang bersedih. Saya merasa canggung ketika bertemu dengan orang baru. Saya merasa yakin dalam menjalani sesuatu. Kemarahan saya tidak mengganggu aktivitas saya. Saya tetap bersemangat ketika orang lain telah putus asa. Saya dapat merasakan perasaan kesal rekan saya. Saya mudah dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Saya sulit untuk memahami diri saya 55 Pilihan Jawaban TS S SS

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 sendiri. Saya akan panik ketika menghadapi permasalahan. Saya mudah menyerah dalam mengerjakan hal yang sulit. Saya kurang senang ketika mendengarkan cerita dari orang lain. Saya kurang peka dengan keadaan sekitar. Saya tahu apa yang membuat saya senang. Saya tahu bagaimana cara untuk mengungkapkan perasaan saya. Saya selalu berjuang untuk mencapai sebuah tujuan. Saya tahu penyebab kecemasan rekan saya. Saya mampu untuk melihat kondisi sekitar. Saya tidak tahu kenapa saya sedih. Saya sering berlebihan dalam mengungkapkan perasaan. Ketika saya gagal, saya akan berhenti. Saya tidak peduli akan keadaan rekan saya. Suasana hati saya mempengaruhi interaksi saya dengan orang lain. Saya dapat bersikap tenang ketika dalam keadaan sulit. Saya tekun dalam mengerjakan pekerjaan hingga selesai. Saya mengerti perasaan oranglain yang sedang menderita. Saya senang menjalin hubungan dengan bermacam-macam orang. Saya tidak menyadari hal-hal apa saja yang membuat saya kesal. Saya mudah menyerah ketika gagal. Pada saat mengalami masalah, saya susah untuk mencari jalan keluarnya. Saya tidak bisa merasakan kebahagiaan yang dirasakan oleh rekan saya. Saya sulit berdamai dengan orang yang pernah bermasalah dengan saya. 56

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 SKALA AIRMANSHIP PETUNJUK PENGERJAAN Bacalah setiap pernyataan dengan cermat dan teliti. Kemudian pilih jawaban dengan memberi tanda silang (X) pada kolom yang telah disediakan. Penggantian jawaban dapat dilakukan dengan cara memberi tanda sama dengan (=) pada jawaban pertama lalu berilah tanda silang (X) pada jawaban yang dikehendaki. Adapun pilihan jawaban yang tersedia adalah : SS : Sangat Sesuai apabila pernyataan sangat sesuai dengan keadaan diri Anda S : Sesuai apabila pernyataan sesuai dengan keadaan diri Anda TS : Tidak Sesuai apabila pernyataan tidak sesuai dengan keadaan diri Anda STS : Sangat Tidak Sesuai apabila pernyataan sangat tidak sesuai dengan keadaan diri Anda Contoh cara menjawab : No Pertanyaan Pilihan Jawaban STS 1 Saya mengetahui apa yang saya rasakan. TS S SS X Dalam skala ini, tidak ada jawaban yang benar atau salah. Oleh karena itu, jawablah secara jujur dan terbuka sesuai dengan keadaan diri Anda. Jawablah seluruh pernyataan dan jangan sampai terlewatkan satu pernyataan pun. Terima kasih atas perhatian Anda terhadap petunjuk yang diberikan dan kesediaannya untuk mengerjakan skala ini. Selamat Mengerjakan!

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI No Pertanyaan STS 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Saya memahami secara mendalam karakteristik pesawat yang akan saya terbangkan. Saya mengetahui dengan baik kondisi cuaca pada jalur yang akan diterbangi. Saya sadar akan resiko dari pekerjaan sebagai seorang pilot. Saya paham akan tata tertib penerbangan. Saya paham akan peraturan di organisasi tempat bekerja. Saya dapat dengan cepat memahami segala informasi yang ditunjukkan oleh sistemsistem yang ada di kokpit. Saya mampu mengendalikan pesawat dengan baik pada keadaan darurat. Saya mampu mengolah informasi dari ATC maupun rekan cokpit crew dengan baik. Saya dapat memecahkan permasalahan dengan tenang. Saya mampu bekerja sama dan membuat keputusan dengan baik dalam segala kondisi. Saya selalu bersikap yang mengutamakan keselamatan penerbangan. Saya telah melaksanakan segala tugas layaknya sebagai seorang pilot. Saya melatih dan mengembangkan diri untuk hal yang lebih baik. Saya melakukan segala prosedur sebelum dan sesudah melakukan penerbangan. 58 Pilihan Jawaban TS S SS

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 LAMPIRAN 3 Uji Reliabilitas Seleksi Item Airmanship Sebelum seleksi item Reliability Statistics Cronbach's Alpha Based on Standardized Cronbach's Alpha Items .871 N of Items .874 15 Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Corrected Item- Squared Multiple Item Deleted Total Correlation Correlation Alpha if Item Deleted A1 47.0577 19.389 .688 .609 .855 A2 47.1538 20.250 .485 .336 .865 A3 46.7308 20.357 .560 .513 .862 A4 47.0000 19.529 .642 .608 .857 A5 47.1731 20.852 .306 .418 .874 A6 47.0769 19.916 .574 .590 .860 A7 47.2115 19.660 .559 .664 .861 A8 47.0962 19.226 .686 .637 .854 A9 47.2500 19.877 .582 .596 .860 A10 47.2500 19.838 .545 .552 .862 A11 46.7500 20.505 .511 .462 .864 A12 47.1923 20.864 .407 .417 .868 A13 46.9038 20.128 .553 .634 .861 A14 46.9808 20.098 .513 .634 .863 A15 47.3654 21.217 .242 .327 .877

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 Setelah seleksi item Reliability Statistics Cronbach's Alpha Based on Standardized Cronbach's Alpha Items .877 N of Items .879 14 Item-Total Statistics Scale Mean if Item Scale Variance if Deleted Item Deleted Corrected ItemTotal Correlation Squared Multiple Cronbach's Alpha Correlation if Item Deleted A1 43.9808 17.823 .696 .607 .861 A2 44.0769 18.700 .481 .336 .872 A3 43.6538 18.780 .562 .511 .869 A4 43.9231 17.994 .641 .605 .864 A5 44.0962 19.226 .312 .418 .882 A6 44.0000 18.235 .603 .579 .866 A7 44.1346 18.040 .575 .662 .867 A8 44.0192 17.706 .684 .624 .862 A9 44.1731 18.264 .596 .596 .866 A10 44.1731 18.303 .541 .551 .869 A11 43.6731 18.969 .500 .451 .871 A12 44.1154 19.163 .434 .381 .874 A13 43.8269 18.617 .540 .634 .869 A14 43.9038 18.716 .472 .587 .873

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 Seleksi Item Kecerdasan Emosional Sebelum seleksi item Reliability Statistics Cronbach's Alpha Based on Standardized Cronbach's Alpha Items .948 N of Items .948 50 Item-Total Statistics Scale Mean if Item Scale Variance if Deleted Item Deleted Corrected ItemTotal Correlation Squared Multiple Cronbach's Alpha Correlation if Item Deleted EQ1 149.1923 298.864 .328 . .948 EQ2 149.6731 293.479 .493 . .947 EQ3 149.3846 292.908 .524 . .947 EQ4 149.0192 294.529 .466 . .947 EQ5 149.5769 295.896 .411 . .947 EQ6 149.5385 299.704 .183 . .949 EQ7 149.9423 292.291 .467 . .947 EQ8 149.1923 297.570 .313 . .948 EQ9 149.5962 298.991 .292 . .948 EQ10 149.3462 291.995 .453 . .947 EQ11 149.5385 293.783 .542 . .947 EQ12 149.5769 294.288 .487 . .947 EQ13 149.3654 289.570 .589 . .946 EQ14 149.6154 295.928 .390 . .948 EQ15 149.3462 293.564 .565 . .947 EQ16 149.6154 294.006 .502 . .947 EQ17 149.8462 284.446 .665 . .946 EQ18 149.7692 288.769 .605 . .946 EQ19 149.6154 291.771 .552 . .947

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 EQ20 149.9231 285.641 .664 . .946 EQ21 149.4423 293.114 .610 . .946 EQ22 149.6923 289.551 .605 . .946 EQ23 149.4615 298.097 .420 . .947 EQ24 149.5385 293.548 .590 . .947 EQ25 149.5577 292.683 .480 . .947 EQ26 149.6346 290.393 .628 . .946 EQ27 149.5192 291.392 .612 . .946 EQ28 149.3462 290.662 .640 . .946 EQ29 149.5192 292.725 .550 . .947 EQ30 149.4615 291.077 .565 . .947 EQ31 149.3077 297.354 .361 . .948 EQ32 149.7500 292.701 .517 . .947 EQ33 149.0962 295.304 .513 . .947 EQ34 149.9038 290.716 .604 . .946 EQ35 149.5192 293.509 .575 . .947 EQ36 149.5385 292.685 .597 . .946 EQ37 149.6538 293.839 .444 . .947 EQ38 149.1154 295.712 .492 . .947 EQ39 149.1154 296.143 .468 . .947 EQ40 150.0769 292.033 .487 . .947 EQ41 149.6731 302.656 .102 . .949 EQ42 149.5000 290.804 .597 . .946 EQ43 149.4231 291.896 .589 . .946 EQ44 149.5769 296.053 .489 . .947 EQ45 149.4423 292.016 .565 . .947 EQ46 149.7115 294.994 .511 . .947 EQ47 149.3077 292.570 .538 . .947 EQ48 149.5000 289.471 .656 . .946 EQ49 149.4423 296.761 .449 . .947 EQ50 149.7692 290.456 .503 . .947

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 Setelah seleksi item Reliability Statistics Cronbach's Alpha Based on Standardized Cronbach's Alpha Items .950 N of Items .951 47 Item-Total Statistics Scale Mean if Item Scale Variance if Deleted Item Deleted Corrected ItemTotal Correlation Squared Multiple Cronbach's Alpha Correlation if Item Deleted EQ1 140.2692 285.063 .321 . .950 EQ2 140.7500 279.564 .499 . .949 EQ3 140.4615 279.351 .514 . .949 EQ4 140.0962 280.951 .454 . .950 EQ5 140.6538 282.074 .410 . .950 EQ7 141.0192 278.804 .456 . .950 EQ8 140.2692 283.573 .318 . .950 EQ10 140.4231 277.974 .463 . .950 EQ11 140.6154 280.202 .531 . .949 EQ12 140.6538 280.505 .486 . .949 EQ13 140.4423 275.742 .594 . .949 EQ14 140.6923 281.903 .398 . .950 EQ15 140.4231 279.661 .571 . .949 EQ16 140.6923 280.452 .490 . .949 EQ17 140.9231 270.778 .668 . .948 EQ18 140.8462 275.192 .601 . .949 EQ19 140.6923 277.668 .568 . .949 EQ20 141.0000 271.922 .669 . .948 EQ21 140.5192 279.392 .607 . .949 EQ22 140.7692 275.789 .608 . .949

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 EQ23 140.5385 284.293 .414 . .950 EQ24 140.6154 279.653 .595 . .949 EQ25 140.6346 278.785 .485 . .949 EQ26 140.7115 276.523 .635 . .949 EQ27 140.5962 277.775 .606 . .949 EQ28 140.4231 276.759 .648 . .948 EQ29 140.5962 278.873 .553 . .949 EQ30 140.5385 277.312 .566 . .949 EQ31 140.3846 283.418 .364 . .950 EQ32 140.8269 278.969 .515 . .949 EQ33 140.1731 281.401 .517 . .949 EQ34 140.9808 276.921 .608 . .949 EQ35 140.5962 279.775 .572 . .949 EQ36 140.6154 278.986 .594 . .949 EQ37 140.7308 280.161 .439 . .950 EQ38 140.1923 281.688 .502 . .949 EQ39 140.1923 282.198 .473 . .949 EQ40 141.1538 278.446 .480 . .949 EQ42 140.5769 277.190 .592 . .949 EQ43 140.5000 278.216 .586 . .949 EQ44 140.6538 282.035 .499 . .949 EQ45 140.5192 278.176 .569 . .949 EQ46 140.7885 281.307 .503 . .949 EQ47 140.3846 278.633 .546 . .949 EQ48 140.5769 275.778 .656 . .948 EQ49 140.5192 283.039 .440 . .950 EQ50 140.8462 276.721 .504 . .949

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 4 Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test EMO N 52 Normal Parameters a Most Extreme Differences Mean 143.65 Std. Deviation 17.061 Absolute .092 Positive .092 Negative -.063 Kolmogorov-Smirnov Z .662 Asymp. Sig. (2-tailed) .774 a. Test distribution is Normal. One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test AIRMANSHIP N Normal Parameters 52 a Most Extreme Differences Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) a. Test distribution is Normal. Mean 47.37 Std. Deviation 4.606 Absolute .152 Positive .152 Negative -.122 1.097 .180 65

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 LAMPIRAN 5 Uji Linearitas ANOVA Table Sum of Squares AIRMANSHIP * EMO Between Groups Within Groups Total df Mean Square (Combined) 919.558 34 Linearity 452.752 1 Deviation from Linearity 466.805 33 14.146 162.500 17 9.559 1082.058 51 27.046 F Sig. 2.829 .013 452.752 47.365 .000 1.480 .197

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 6 Uji Hipotesis Correlations EMO EMO Pearson Correlation AIRMANSHIP 1 Sig. (1-tailed) N AIRMANSHIP Pearson Correlation Sig. (1-tailed) N .647 ** .000 52 52 ** 1 .647 .000 52 **. Correlation is significant at the 0.01 level (1-tailed). 52 67

(83)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

KESADARAN MEREK MENINGKAT KARENA PERIKLANAN DAN HUBUNGAN MASYARAKAT (STUDI PADA KONSUMEN MASKAPAI PENERBANGAN CITILINK) SKRIPSI
0
20
23
ANALISIS TERHADAP PUTUSAN NO 10/KPPU-L/2009 TENTANG PENGATURAN TATA NIAGA TIKET PADA MASKAPAI PENERBANGAN DI MATARAM
0
5
19
PRAKTEK PENGELOLAAN SUMBER DAYA MANUSIA TERHADAP KINERJA PELAYANAN MELALUI KEPUASAN KERJA PADA MASKAPAI PENERBANGAN KOMERSIAL DI INDONESIA
0
3
28
KEWAJIBAN MASKAPAI PENERBANGAN MENGENAI KLAUSULA BAKU PELAYANAN TERHADAP PENUMPANG PENYANDANG DISABILITAS DI INDONESIA
14
88
119
PENGARUH KEPERCAYAAN MEREK TERHADAP LOYALITAS MEREK MASKAPAI PENERBANGAN LION AIR
0
4
85
PENGARUH BRAND EQUITY TERHADAP KEPUTUSAN KONSUMEN MEMILIH MASKAPAI PENERBANGAN GARUDA INDONESIA
0
5
92
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN PENUMPANG MASKAPAI PENERBANGAN GARUDA INDONESIA AIRLINES DI PROVINSI SUMATERA UTARA.
3
38
30
PENGARUH SERVICE CONVENIENCE TERHADAP KEPUASAAN PENGGUNA JASA MASKAPAI PENERBANGAN CITILINK.
0
18
86
DINAMIKA PENYESUAIAN DIRI PILOT ASING YANG BEKERJA DI MASKAPAI PENERBANGAN LOKAL : Studi Kasus Pada Tiga Pilot Asing di Maskapai Penerbangan Susi Air.
0
1
31
TANGGUNG JAWAB HUKUM MASKAPAI PENERBANGAN TERHADAP KERUGIAN YANG DIDERITA OLEH PENUMPANG PADA KECELAKAAN PESAWAT UDARA DI INDONESIA.
0
2
9
ASPEK HUKUM PELARANGAN TERBANG DARI UNI EROPA TERHADAP MASKAPAI PENERBANGAN INDONESIA DAN IMPLIKASINYA BAGI PENERBANGAN NASIONAL.
0
0
10
PERANAN DIKLAT PENERBANGAN STPI – CURUG UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN PILOT PESAWAT UDARA DI INDONESIA
0
0
16
PENERAPAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHT (SAW) PADA APLIKASI PENENTUAN PILOT PADA RUTE PENERBANGAN
0
0
6
PERENCANAAN JALUR TERBANG TANPA PILOT PADA PROSES PENGUMPULAN DATA UNTUK PEMETAAN DENGAN PENERBANGAN TANPA AWAK
0
0
42
PERLINDUNGAN KONSUMEN MASKAPAI PENERBANGAN PT.CITLINK INDONESIA JIKA JADWAL PENERBANGAN TIDAK EFEKTIF -
0
0
70
Show more