Pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan evaluasi dan inferensi pada mata pelajaran IPA Kelas V SDK Demangan Baru I Yogyakarta - USD Repository

Gratis

0
2
191
9 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PENGARUH PENGGUNAAN METODE MIND MAP TERHADAP KEMAMPUAN EVALUASI DAN INFERENSI PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS V SDK DEMANGAN BARU I YOGYAKARTA SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Oleh: Susana Gramita Jati NIM: 101134151 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ii

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI iii

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN Karya ilmiah ini Penulis persembahkan kepada: 1. Tuhan Yesus Kristus dan Bunda Maria atas berkat dan kasih yang melimpah dalam kehidupan ini. 2. Ayah Ibu yang luar biasa. 3. Adik yang selalu menemani. 4. Sahabat yang selalu setia. 5. Teman-teman yang selalu memberikan motivasi. iv

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI MOTTO Di mana hati diletakkan, disitu proses belajar dan maju dimulai. -Y.B Mangunwijaya – v

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI vi

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI vii

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK Jati, Susana Gramita. (2014). Pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan evaluasi dan inferensi pada mata pelajaran IPA kelas V SDK Demangan Baru I Yogyakarta. Skripsi. Yogyakarta: Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Sanata Dharma. Kata Kunci: Mind Map, kemampuan evaluasi, kemampuan inferensi, mata pelajaran IPA Latar belakang penelitian ini ingin mengujicobakan metode inovatif mind map yang memiliki pengaruh terhadap evaluasi dan inferensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode mind map terhadap 1) kemampuan evaluasi dan 2) kemampuan inferensi pada mata pelajaran IPA Kelas V SDK Demangan Baru I Yogyakarta pada semester genap tahun ajaran 2013/2014. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen jenis Quasi Experimental tipe Nonequivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SDK Demangan Baru I sebanyak 87 siswa. Sampel penelitian adalah siswa kelas VA dan VC sebanyak 58 siswa. Kelas VA sebagai kelompok eksperimen sedangkan kelas VC sebagai kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) penggunaan metode mind map berpengaruh terhadap kemampuan evaluasi. Pada kelompok eksperimen diperoleh harga sig. (2-tailed) sebesar 0,008 (atau p < 0,05). Peningkatan kemampuan evaluasi di kelompok eksperimen sebesar 79,35% dengan efek besar yaitu r = 0,89. Pengaruh ini disusul dengan perolehan M = 0,9531, SD = 0,49536, dan SE = 0,9199. 2) penggunaan metode mind map berpengaruh terhadap kemampuan inferensi. Pada kelompok eksperimen diperoleh harga sig. (2-tailed) sebesar 0,000 (atau p < 0,05). Peningkatan kemampuan inferensi di kelompok eksperimen sebesar 72,54% dengan efek besar yaitu r = 0,85. Pengaruh ini diikuti dengan perolehan M = 0,8969, SD = 0,56147, dan SE = 0,10426. viii

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT Jati, Susana Gramita. (2014). Influence of Using mind map method towards evaluation and inference ability on Science Subject in Class V of SDK Demangan Baru I Yogyakarta. Thesis. Yogyakarta: Elementary Teacher Education Study Program, Sanata Dharma University. Keywords: Mind map, evaluation ability, inference ability, Science subject. The background of this research is to test an innovative method of mind map which has influence towards evaluation and inference. The objective of the research is to discover the influence of using mind map towards 1) evaluation ability and 2) inference ability in Science subject of the fifth grade students in SDK Demangan Baru I Yogyakarta in even semester 2013/2014. This research uses the Nonequivalent control group design of the Quasi Experimental method. The population of the research is the 87 students of the fifth grade students of SDK Demangan Baru I. There are 58 students of class A and C as the sample of the research. The research shows that 1) the use of mind map method will influence the evaluation ability. The price of sig. (2-tailed) is 0,008 (or p < 0,05) of the group. The evaluation ability rises 79,35% which has big effect r = 0,89. This influence is followed by the result of M = 0,9531, SD = 0,49536, and SE = 0,9199. 2) the use of mind map method influences towards the inference. The price of sig. (2tailed) is 0,000 (or p < 0,05) of the group. The inference ability rises 72,54% which has big effect r = 0,85. This influence is followed by the result of M = 0,8969, SD = 0,56147, and SE = 0,10426. ix

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PRAKATA Terima kasih atas semua berkat, karunia dan rahmat yang diberikan oleh Tuhan karena penulis telah menyelesaikan skripsi dengan judul: ”PENGARUH PENGGUNAAN METODE MIND MAP TERHADAP KEMAMPUAN EVALUASI DAN INFERENSI PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS V SDK DEMANGAN BARU I YOGYAKARTA”. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa tanpa bantuan berbagai pihak, sulit bagi penulis untuk menyelesaikan skripsi ini. Untuk itu penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. Rohandi, Ph.D., selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma. 2. Gregorius Ari Nugrahanta, S.J., S.S., BST., M.A. selaku Kaprodi PGSD Universitas Sanata Dharma Yogyakarta dan dosen Pembimbing I yang selalu memberikan bimbingan dan masukan kepada penulis. 3. Agnes Herlina Dwi Hadiyanti, S.Si., M.T., M.Sc. selaku dosen pembimbing II yang telah memberikan bimbingan dan dukungan kepada penulis. 4. Dra. Haniek Sri Pratini, M.Pd., selaku dosen penguji yang telah memberikan masukan demi hasil skripsi yang lebih baik. 5. Segenap dosen dan staf Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, USD, yang telah memberikan pengetahuan dan dukungan dalam menyelesaikan studi Strata 1. 6. Y. Haryanta, S.Pd., selaku Kepala Sekolah SD Kanisius Demangan Baru I yang telah memberikan ijin untuk melakukan penelitian di SD tersebut. 7. Albertus Hartoyo, selaku Guru kelas VA yang telah bersedia menjadi guru mitra dalam penelitian kolaboratif. 8. Siswa-siswa kelas VA dan V C SD Kanisius Demangan Baru I yang telah ikut berpartisipasi sebagai subjek penelitian. 9. Teman-teman penelitian kolaboratif IPA yang selalu menjadi teman belajar yang baik dan memberikan ide-ide hebatnya. x

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10. Teman-teman PPL SD Kanisius Demangan Baru I atas kerja samanya di sekolah. 11. Drs. C Tondo Slamet dan Victoria Yami Widarni yang selalu setia dalam doa, memberi motivasi, dan kasih yang luar biasa. 12. Anna Grawinda Haniningtyas yang selalu menemani dan memberi semangat. 13. Keluarga, sahabat dan teman-teman yang telah mendukung dalam segala bentuk bantuan dan semangat dalam mengerjakan karya ilmiah ini agar dapat selesai cepat waktu. Penulis menyadari bahwa karya ilmiah ini belum sempurna karena masih banyak kekurangan karena keterbatasan kemampuan. Oleh karena itu, peneliti terbuka terhadap masukan, kritik dari semua pihak yang membaca. Peneliti juga berharap semoga karya ilmiah ini berguna bagi semua pihak yang membacanya. Penulis xi

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL .............................................................................................. i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING Error! Bookmark not defined. HALAMAN PENGESAHAN .............................. Error! Bookmark not defined. HALAMAN PERSEMBAHAN .......................................................................... iv MOTTO ................................................................................................................. v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA .............. Error! Bookmark not defined. LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI . Error! Bookmark not defined. ABSTRAK ........................................................................................................... vii ABSTRACT ........................................................................................................... ix PRAKATA ............................................................................................................ ix DAFTAR ISI ........................................................................................................ xii BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................... 1 1.1 Latar Belakang Masalah ................................................................................ 1 1.2 Rumusan Masalah ......................................................................................... 4 1.3 Tujuan Penelitian ........................................................................................... 4 1.4 Manfaat Penelitian ......................................................................................... 4 1.5 Definisi Operasional ...................................................................................... 5 BAB II LANDASAN TEORI ............................................................................... 8 2.1 Tinjauan Pustaka ........................................................................................... 8 2.1.1 Teori-teori yang mendukung .................................................................. 8 2.1.1.1 Teori Belajar Jean Piaget ................................................................. 8 2.1.1.2 Metode Pembelajaran ..................................................................... 11 2.1.1.3 Mind Map ....................................................................................... 12 2.1.1.4 Berpikir Kritis ................................................................................ 15 2.1.1.5 Ilmu Pengetahuan Alam ................................................................. 18 2.1.1.6 Materi Pembelajaran IPA Kelas V ................................................. 19 2.2 Penelitian-penelitian terdahulu yang relevan .............................................. 21 2.2.1 Literature Map ...................................................................................... 24 2.3 Kerangka Berpikir ....................................................................................... 24 2.4. Hipotesis ..................................................................................................... 26 BAB III METODE PENELITIAN .................................................................... 27 3.1 Jenis Penelitian ............................................................................................ 27 xii

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3.2 Setting Penelitian ......................................................................................... 29 3.3 Populasi dan Sampel ................................................................................... 30 3.4 Variabel Penelitian ...................................................................................... 32 3.5 Teknik Pengumpulan Data .......................................................................... 33 3.6 Instrumen Penelitian .................................................................................... 34 3.7 Teknik Pengujian Instrumen........................................................................ 36 3.7.1 Validitas ................................................................................................ 37 3.7.2 Reliabilitas ............................................................................................ 39 3.8 Teknik Analisis Data ............................................................................... 40 3.8.1 Uji Normalitas Distribusi Data ............................................................. 41 3.8.2 Uji Pengaruh Perlakuan ........................................................................ 41 3.8.2.1 Uji Perbedaan Kemampuan Awal .................................................. 41 3.8.2.2 Uji Selisih Skor Pretest dan Posttest ............................................. 42 3.8.3 Analisis lebih lanjut .............................................................................. 43 3.8.3.1 Uji Peningkatan Skor Pretest ke Posttest....................................... 43 3.8.3.2 Uji Besar Pengaruh Perlakuan (effect size) .................................... 44 3.8.3.3 Uji Retensi Pengaruh Perlakuan..................................................... 45 3.8.3.4 Dampak perlakuan pada siswa ....................................................... 46 3.8.3.5 Konsekuensi Lebih Lanjut ............................................................. 48 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN................................... 49 4.1 Implementasi Pembelajaran......................................................................... 49 4.1.1 Kelompok eksperimen .......................................................................... 49 4.1.2 Kelompok kontrol ................................................................................. 51 4.2 Hasil Penelitian............................................................................................ 52 4.2.1 Uji Pengaruh Perlakuan Metode Mind Map terhadap Kemampuan Evaluasi ......................................................................................................... 52 4.2.1.1 Uji Perbedaan Kemampuan Awal .................................................. 53 4.2.1.2 Uji Selisih Skor Pretest dan Posttest ............................................. 54 4.2.2 Analisis Lebih Lanjut............................................................................ 55 4.2.2.1 Uji Peningkatan Skor Pretest ke Posttest....................................... 55 4.2.2.2 Uji Besar Pengaruh Perlakuan (effect size) .................................... 56 4.2.2.3 Uji Retensi Pengaruh Perlakuan..................................................... 57 4.2.3 Uji Pengaruh Perlakuan Metode Mind Map terhadap Kemampuan Inferensi ......................................................................................................... 59 4.2.3.1 Uji Perbedaan Kemampuan Awal .................................................. 60 4.2.3.2 Uji Selisih Skor Pretest ke Posttest ............................................... 61 xiii

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4.2.4 Analisis Lebih Lanjut............................................................................ 62 4.2.4.1 Uji Peningkatan Skor Pretest ke Posttest....................................... 62 4.2.4.2 Uji Besar Pengaruh Perlakuan (effect size) .................................... 64 4.2.4.3 Uji Retensi Pengaruh Perlakuan..................................................... 65 4.3 Pembahasan ................................................................................................. 66 4.3.1 Pengaruh Metode Mind Map terhadap Kemampuan Evaluasi ............. 66 4.3.2 Pengaruh Metode Mind Map terhadap Kemampuan Inferensi ............. 67 4.3.3 Dampak Perlakuan terhadap Siswa....................................................... 68 4.3.4 Konsekuensi Lebih Lanjut .................................................................... 72 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN .............................................................. 74 5.1 Kesimpulan .................................................................................................. 74 5.2 Keterbatasan Penelitian ............................................................................... 75 5.3 Saran ............................................................................................................ 75 DAFTAR REFERENSI ...................................................................................... 76 LAMPIRAN ......................................................................................................... 79 xiv

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 3.1 Jadwal Pengambilan Data ..................................................................... 31 Tabel 3.2 Matriks Pengembangan Instrumen........................................................ 34 Tabel 3.3 Rubrik Penilaian .................................................................................... 35 Tabel 3.4 Hasil Uji Validitas................................................................................. 39 Tabel 3.5 Uji Reliabilitas ...................................................................................... 40 Tabel 3.6 Pedoman Wawancara Siswa ................................................................. 46 Tabel 3.7 Pedoman Wawancara Guru ................................................................... 47 Tabel 4.1 Hasil Uji Normalitas Kemampuan Evaluasi ......................................... 52 Tabel 4.2 Hasil Uji Perbandingan Skor Pretest Kemampuan Evaluasi ................ 53 Tabel 4.3 Hasil Uji Selisih Skor Kemampuan Evaluasi ....................................... 54 Tabel 4.4 Hasil Uji Perbandingan Skor Pretest ke Posttest I Evaluasi ................ 56 Tabel 4.5 Hasil Uji Besar Pengaruh Perlakuan pada Kemampuan Evaluasi ........ 57 Tabel 4.6 Hasil Uji Perbandingan Skor Posttest I ke Posttest II Evaluasi ........... 58 Tabel 4.7 Hasil Uji Normalitas Kemampuan Inferensi ......................................... 59 Tabel 4.8 Hasil Uji Perbandingan Skor Pretest Kemampuan Inferensi................ 60 Tabel 4.9 Hasil Uji Selisih Skor Kemampuan Inferensi ....................................... 61 Tabel 4.10 Hasil Uji Perbandingan Skor Pretest ke Posttest I Inferensi .............. 63 Tabel 4.11 Hasil Uji Besar Pengaruh Perlakuan pada Kemampuan Inferensi...... 65 Tabel 4.12 Hasil Uji Perbandingan Skor Posttest I ke Posttest II Inferensi ......... 66 xv

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Contoh Mind Map ............................................................................. 15 Gambar 2.2 Tuas atau pengungkit digambarkan secara sederhana....................... 19 Gambar 2.3 Jalan menuju pegunungan dibuat berkelok-kelok ............................. 20 Gambar 2.4 Roda Berporos pada sepeda .............................................................. 20 Gambar 2.5 Bagan Penelitian Sebelumnya ........................................................... 24 Gambar 3.1 Desain Penelitian ............................................................................... 28 Gambar 3.2 Variabel Penelitian ............................................................................ 32 Gambar 3.3 Rumus besar efek (effect size) untuk data normal ............................. 44 Gambar 3.4 Rumus besar efek (effect size) untuk data tidak normal .................... 45 Gambar 4.1 Perbandingan Selisih Skor Pretest ke Posttest Kemampuan Evaluasi Kelompok Kontrol dan Kelompok Eksperimen.................................................... 55 Gambar 4.2 Perbandingan Selisih Skor Pretest ke Posttest Kemampuan Inferensi Kelompok Kontrol dan Kelompok Eksperimen.................................................... 62 Gambar 4.3 Rumus besar efek (effect size) pada kemampuan evaluasi .............. 57 Gambar 4.4 Rumus besar efek (effect size) pada kemampuan inferensi ............... 64 xvi

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GRAFIK Grafik 4.1 Peningkatan skor pretest ke posttest I pada kemampuan evaluasi ...... 55 Grafik 4.2 Retensi pengaruh perlakuan pada kemampuan evaluasi ..................... 58 Grafik 4.3 Peningkatan skor pretest ke posttest I pada kemampuan inferensi ..... 63 Grafik 4.4 Retensi pengaruh perlakuan pada kemampuan inferensi..................... 65 xvii

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 3.1 Silabus Kelompok Eksperimen ...................................................... 80 Lampiran 3.2 Silabus Kelompok Kontrol ............................................................. 87 Lampiran 3.3 RPP Kelompok Eksperimen ........................................................... 94 Lampiran 3.4 RPP Kelompok Kontrol ................................................................ 109 Lampiran 3.5 Uji Validitas Soal.......................................................................... 122 Lampiran 3.6 Uji Reliabilitas Soal ...................................................................... 125 Lampiran 3.7 Resume Expert Judgement ............................................................ 127 Lampiran 4.1 Soal ............................................................................................... 129 Lampiran 4.2 Rubrik Penilaian Soal ................................................................... 134 Lampiran 4.3 Nilai Pretest dan Posttest Kemampuan Evaluasi kelas eksperimen ............................................................................................................................. 148 Lampiran 4.4 Nilai Pretest dan Posttest Kemampuan Evaluasi kelas Kontrol .. 149 Lampiran 4.5 Nilai Pretest dan Posttest Kemampuan Inferensi kelas eksperimen ............................................................................................................................. 150 Lampiran 4.6 Nilai Pretest dan Posttest Kemampuan Inferensi kelas Kontrol .. 151 Lampiran 4.7 Uji Normalitas Kemampuan Evaluasi .......................................... 152 Lampiran 4.8 Uji Pretest Kemampuan Awal Evaluasi....................................... 152 Lampiran 4.9 Uji Normalitas Selisih Skor Pretest ke Posttest ........................... 153 Lampiran 4.10 Uji Selisih Skor Pretest ke Posttest Kemampuan Evaluasi ....... 154 Lampiran 4.11 Uji Perbandingan skor pretest ke posttest I kemampuan Evaluasi ............................................................................................................................. 154 Lampiran 4.12 Uji Perbandingan skor posttest I ke posttest II Kemampuan Evaluasi ............................................................................................................... 155 Lampiran 4.13 Uji Besar Efek Pengaruh (Effect Size) Kemampuan Evaluasi ... 157 Lampiran 4.14 Uji Normalitas Kemampuan Inferensi........................................ 158 Lampiran 4.15 Uji Pretest Kemampuan Awal Inferensi .................................. 159 Lampiran 4.16 Uji Selisih Skor Pretest ke Posttest Kemampuan Inferensi ...... 159 Lampiran 4.17 Uji Perbandingan skor pretest ke posttest I Kemampuan Inferensi ............................................................................................................................. 160 Lampiran 4.18 Uji Perbandingan skor posttest I ke posttest II Kemampuan Inferensi............................................................................................................... 161 Lampiran 4.19 Uji Besar Efek Pengaruh (Effect Size) Kemampuan Inferensi ... 162 Lampiran 4.20 Foto –foto penelitian ................................................................... 163 Lampiran 4.21 Foto-foto mind map yang dibuat siswa .......................................169 Lampiran 4.22 Surat Ijin Penelitian dari FKIP ................................................... 171 Lampiran 4.23 Surat Telah Melakukan Penelitian .............................................. 172 xviii

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB I PENDAHULUAN Bab I berisi latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan definisi operasional. 1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan memiliki peranan penting dalam perkembangan hidup manusia. Pendidikan juga menolong manusia untuk mengembangkan potensi yang sudah ada pada dirinya. Melalui pendidikan di sekolah, siswa belajar untuk mengembangkan diri dan meningkatkan kemampuan kognitifnya. Siswa mempelajari banyak mata pelajaran salah satunya mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). IPA merupakan mata pelajaran wajib di Sekolah Dasar. Trianto (2010: 136) menjelaskan bahwa IPA merupakan suatu kumpulan teori yang sistematis, penerapannya secara umum terbatas pada gejala-gejala alam, lahir dan berkembang melalui metode ilmiah seperti observasi dan eksperimen serta menuntut sikap ilmiah seperti rasa ingin tahu, terbuka, jujur dan sebagainya. Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar memiliki peranan penting karena berhubungan dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi di alam sekitar. Pembelajaran IPA dapat membantu siswa mengenal berbagai jenis makhluk hidup dan gejala-gejala alam yang ada di alam sekitar. Melalui pembelajaran IPA, siswa juga dapat menerapkan pengetahuannya dalam kehidupan sehari-hari. Banyak metode pembelajaran yang diterapkan dalam pembelajaran IPA di Sekolah Dasar. Metode-metode pembelajaran terkini diterapkan untuk meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah terutama sekolah dasar. Metodemetode yang sering diterapkan di pembelajaran IPA adalah ceramah, tanya jawab, diskusi, kerja kelompok, pemberian tugas, demonstrasi, eksperimen, simulasi, inkuiri, dan metode pengajaran unit/pembelajaran terpadu. Metode-metode di atas diterapkan agar hasil yang diperoleh siswa dapat maksimal. Walaupun banyak metode terkini ditawarkan, masih banyak siswa yang kesulitan dalam mempelajari materi dalam pelajaran IPA. Hal ini terjadi karena 1

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI guru masih banyak menggunakan ceramah dalam menyampaikan materi di kelas. Di kelas, guru lebih nyaman menggunakan ceramah dalam mengajar daripada menerapkan metode-metode pembelajaran terkini karena hal ini dianggap sebagai cara-cara yang praktis untuk mengajar. Hal ini juga terjadi di SDK Demangan Baru I. Melalui observasi yang dilakukan pada tanggal 24 September 2013 dan tanggal 5 Oktober 2013 pukul 07.30 – 09.00 WIB di SDK Demangan Baru I, pembelajaran masih dilakukan dengan metode konvensional. Kecenderungannya guru lebih banyak menggunakan ceramah selama mengajar. Siswa lebih sering menghafal materi dan kurang terlatih dalam menyampaikan dan menilai pendapat termasuk untuk mengevaluasi pekerjaannya sendiri. Dari observasi yang sudah dilakukan, beberapa siswa mengantuk dan sibuk dengan kegiatan lain sewaktu kegiatan belajar mengajar dilangsungkan. Oleh karena itu, kegiatan belajar mengajar yang dilakukan terlihat membosankan dan siswa tidak tertarik untuk belajar. Kegiatan belajar mengajar yang tidak menyenangkan dapat mempengaruhi hasil yang didapatkan oleh siswa. Hasil belajar siswa di Indonesia terutama dalam pelajaran IPA masih rendah. Pada tahun 2012, Indonesia berada dalam urutan ke57 dari 65 negara di dunia dalam mata pelajaran IPA dengan skor 383 dari mean score 501. Artinya skor yang diperoleh berada pada 118 angka di bawah rata-rata (OECD, 2010: 8). Selain itu menurut OECD (2013: 19), pada tahun 2009 Indonesia menjadi urutan ke-64 dari 65 negara dalam mata pelajaran IPA dengan skor 382 dari mean score 501. Itu artinya skor IPA berada pada 119 angka di bawah rata-rata. Selama 6 tahun terakhir Indonesia belum bisa meningkatkan kemampuan dalam mata pelajaran IPA karena skor yang diperoleh hanya meningkat 1 angka. Salah satu penyebab rendahnya kemampuan IPA ini karena kinerja guru yang kurang maksimal. Padahal melalui berbagai perubahan kebijakan politik, pemerintah telah berusaha untuk memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia. Perubahan kebijakan terkait dengan dibuatnya UU Guru tahun 2005 yang mengatur tentang penerapan sistem sertifikasi, hak guru atas tunjangan fungsional dan profesional yang berpotensi meningkatkan pendapatan guru dua kali lipat. Pemberian tunjangan ini menyebabkan meningkatnya 2

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pembiayaan pendidikan di Indonesia dengan mengambil alokasi anggaran 20 persen dari APBD (Chang, 2014: 10). Menurut Chang (2012: 8-9), berbagai kebijakan politik terkait dengan sertifikasi dan pemenuhan tunjangan bagi guru tidak memberi dampak yang signifikan terhadap hasil belajar siswa, bahkan secara umum kualitas pendidikan di Indonesia masih rendah. Usaha pemerintah untuk melakukan pembenahan kualitas pendidikan tidak kena sasaran karena guru yang dalam hal ini berada dalam posisi yang paling dekat dengan siswa tidak secara langsung memperbaharui metode pembelajarannya. Untuk membenahi kualitas pendidikan di Indonesia, guru harus secara langsung memperbaharui metode pembelajaran di kelas. Salah satu metode pembelajaran yang dapat diterapkan adalah mind map. Penelitian ini akan mengujicobakan metode pembelajaran inovatif yaitu mind map. Buzan (2008: 4) mengemukakan bahwa mind map adalah cara mencatat yang kreatif, efektif, dan secara harfiah akan “memetakan” pikiran–pikiran kita. Mind map sangat baik untuk diterapkan di kelas. Penggunaan mind map sangatlah tepat karena banyak informasi dapat diringkas dalam diagram-diagram warna warni yang menjadikan informasi itu lebih singkat. Penggunaan mind map diharapkan dapat berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan evaluasi dan inferensi. Pembelajaran yang aktif dan menyenangkan dengan membuat mind map tentunya dapat membuat siswa aktif dan kreatif sehingga pengetahuan yang didapatkan akan mudah dipahami dan bertahan lama. Penelitian eksperimen ini merupakan salah satu upaya untuk melakukan pembenahan kualitas pendidikan di Indonesia salah satunya pada mata pelajaran IPA secara khusus di SDK Demangan Baru I Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh apabila mind map diterapkan dalam pembelajaran IPA di Sekolah Dasar kelas V. Penelitian ini memberikan sumbangan bagi dunia pendidikan yang berguna untuk mengetahui pengaruh salah satu metode pembelajaran inovatif dalam mengembangkan kualitas pendidikan. Penelitian ini dibatasi hanya pada pengaruh penggunaan mind map pada mata pelajaran IPA terhadap kemampuan evaluasi dan inferensi bagi siswa kelas V SDK Demangan Baru I semester genap tahun ajaran 2013/2014. Peneliti 3

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI mengambil SDK Demangan Baru I yang berlokasi di Jl. Demangan Baru No. 2, Depok, Sleman, Yogyakarta sebagai sampel. Materi pembelajaran yang digunakan hanya dibatasi pada materi Standar Kompetensi (SK) 5 yaitu “Memahami hubungan antara gaya, gerak, dan energi, serta fungsinya”. Kompetensi Dasar (KD) yang digunakan adalah 5.2 yaitu “Menjelaskan pesawat sederhana yang dapat membuat pekerjaan lebih mudah dan lebih cepat”. 1.2 Rumusan Masalah 1. Apakah penggunaan metode pembelajaran mind map pada mata pelajaran IPA berpengaruh terhadap kemampuan evaluasi siswa kelas V SDK Demangan Baru I Yogyakarta pada semester genap tahun ajaran 2013/2014? 2. Apakah penggunaan metode pembelajaran mind map pada mata pelajaran IPA berpengaruh terhadap kemampuan inferensi siswa kelas V SDK Demangan Baru I Yogyakarta pada semester genap tahun ajaran 2013/2014? 1.3 Tujuan Penelitian 1. Mengetahui pengaruh penggunaan metode pembelajaran mind map pada mata pelajaran IPA terhadap kemampuan evaluasi siswa kelas V SDK Demangan Baru I Yogyakarta pada semester genap tahun ajaran 2013/2014. 2. Mengetahui pengaruh penggunaan metode pembelajaran mind map pada mata pelajaran IPA terhadap kemampuan inferensi siswa kelas V SDK Demangan Baru I Yogyakarta pada semester genap tahun ajaran 2013/2014. 1.4 Manfaat Penelitian 1. Bagi Siswa Siswa dapat memperoleh pengalaman belajar dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis dengan menggunakan metode mind map. 4

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. Bagi Peneliti Peneliti dapat memperoleh pengalaman dalammelakukan penelitian khususnya dalam pengaruh penggunaan metode mind map dalam kemampuan berpikir kritis. 3. Bagi Guru Guru dapat memperoleh pengalaman dalam melakukan pembelajaran IPA dengan menggunakan metode mind map dalam kemampuan berpikir kritis, sehingga guru dapat menerapkannya pada mata pelajaran lain. 4. Bagi Sekolah Sekolah dapat menambah referensi bagi perpustakaan sekolah khususnya terkait dengan penelitian tentang pengaruh penggunaan metode mind map dalam kemampuan berpikir kritis. 1.5 Definisi Operasional 1. Metode pembelajaran adalah cara yang digunakan oleh guru untuk menerapkan rencana yang sudah disusun dalam kegiatan nyata di kelas dan menciptakan situasi pengajaran yang menyenangkan agar tujuan tercapai secara optimal. 2. Mind Map adalah metode yang efektif untuk menghasilkan ide-ide dan menciptakan pandangan yang menyeluruh terhadap pokok permasalahan dengan membuat cabang-cabang yang memiliki titik sentral di tengah sehingga pengetahuan dapat dipetakan dan lebih mudah dipahami. 3. Metode mind map adalah cara yang digunakan oleh guru untuk menerapkan rencana pengajaran yang efektif dengan menciptakan pandangan yang menyeluruh terhadap pokok permasalahan melalui pembuatan cabang-cabang yang memiliki titik sentral di tengah sehingga pengetahuan yang kita peroleh akan lebih mudah dipahami. 4. Kemampuan berpikir adalah kemampuan untuk mengatakan sesuatu yang berasal dari dalam diri seseorang. 5. Berpikir kritis adalah kemampuan untuk mengatakan sesuatu dengan penuh percaya diri dan mengoreksi kesalahan karena kenyataannya 5

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI diperkuat berdasarkan alasan yang logis dan didukung oleh bukti yang kuat. 6. Kemampuan berpikir kritis adalah kemampuan berpikir yang terdiri dari 6 elemen meliputi interpretasi, analisis, evaluasi, inferensi, eksplanasi dan regulasi diri. 7. Evaluasi adalah kecakapan untuk menilai kredibilitas pernyataan atau ungkapan yang lain dan mencerminkan persepsi, pengalaman, situasi, penilaian, kepercayaan, atau opini seseorang; untuk menimbang bobot dari suatu penalaran yang berkaitan dengan pernyataan, deskripsi, pertanyaan, atau bentuk ungkapan yang lain. 8. Kemampuan evaluasi adalah bagian dari kemampuan berpikir kritis yang berupa kecakapan untuk menilai kredibilitas pernyataan atau ungkapan yang lain dan mencerminkan persepsi, pengalaman, situasi, penilaian, kepercayaan, atau opini seseorang; untuk menimbang bobot dari suatu penalaran yang berkaitan dengan pernyataan, deskripsi, pertanyaan, atau bentuk ungkapan yang lain. 9. Inferensi adalah kecakapan untuk mengidentifikasi dan memastikan elemen-elemen yang diperlukan untuk menarik alasan yang masuk akal; untuk merumuskan dugaan dan hipotesis; untuk mempertimbangkan informasi-informasi yang relevan; dan untuk menarik konsekuensikonsekuensi yang mungkin timbul dari data, pernyataan, prinsip, bukti, penilaian, kepercayaan, opini, konsep, gambaran, pertanyaan, atau bentuk ungkapan yang lain. 10. Kemampuan inferensi adalah bagian dari kemampuan berpikir kritis yang berupa kecakapan untuk mengidentifikasi dan memastikan elemen-elemen yang diperlukan untuk menarik alasan yang masuk akal; untuk merumuskan dugaan dan hipotesis; untuk mempertimbangkan informasiinformasi yang relevan; dan untuk menarik konsekuensi-konsekuensi yang mungkin timbul dari data, pernyataan, prinsip, bukti, penilaian, kepercayaan, opini, konsep, gambaran, pertanyaan, atau bentuk ungkapan yang lain. 6

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) adalah ilmu pengetahuan yang berupa kumpulan teori yang sistematis, tujuannya adalah memperoleh keterampilan untuk mengembangkan pengetahuan tentang alam. 12. Pesawat Sederhana adalah alat yang penggunaannya sangat mudah dan sederhana yang digunakan untuk memudahkan pekerjaan manusia. 13. Siswa SD adalah siswa kelas V SDK Demangan Baru I Yogyakarta semester genap tahun ajaran 2013/2014 yang menjadi subjek penelitian. 7

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI Bab II ini berisi tinjauan pustaka, kerangka berpikir, dan hipotesis. Tinjauan pustaka berisi teori-teori yang mendukung dan penelitian-penelitian terdahulu yang relevan. Selanjutnya dirumuskan ke dalam kerangka berpikir dan hipotesis yang berisi dugaan sementara dari rumusan masalah dalam penelitian. 2.1 Tinjauan Pustaka 2.1.1 Teori-teori yang mendukung 2.1.1.1 Teori Belajar Jean Piaget Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori belajar dari Jean Piaget yang beraliran konstruktivisme dan ahli dalam teori perkembangan kognitif. Teori ini dipilih karena banyak ditujukan dalam bidang pendidikan dan Piaget secara khusus menggolongkan perkembangan kognitif sesuai dengan usia anak mulai dari lahir hingga dewasa sehingga sesuai dengan usia perkembangan anak yang akan diteliti. Piaget (Hariyanto & Suyono, 2011: 86) mengemukakan bahwa belajar akan lebih berhasil jika disesuaikan dengan tahap perkembangan kognitif siswa. Siswa hendaknya diberi kesempatan untuk melakukan eksperimen dan guru diharapkan untuk memberikan rangsangan kepada siswa agar dapat berinteraksi dengan lingkungan secara aktif, mencari, mengamati, menemukan, dan mengambil berbagai hal dari lingkungan sehingga dapat mengkontruksi pengetahuan yang sudah didapat. Dalam perkembangan intelektual, ada tiga aspek yang diteliti oleh Piaget (Dahar, 2011: 134) yaitu, struktur, isi (content), dan fungsi. Struktur disebut skemata yang merupakan organisasi mental tingkat tinggi, satu tingkat lebih tinggi dari individu waktu ia berinteraksi dengan lingkungannya. Selanjutnya adalah isi, yaitu pola perilaku anak yang khas, tercermin pada respon yang diberikannya terhadap berbagai masalah atau situasi yang dihadapinya. Fungsi adalah cara yang digunakan organisme untuk membuat kemajuan-kemajuan intelektual. Menurut Piaget, perkembangan intelektual didasarkan pada dua fungsi, yaitu organisasi dan 8

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI adaptasi. Organisasi memberikan pada organisme kemampuan untuk mensistematikkan atau mengorganisasikan proses fisik atau psikologis menjadi sistem yang teratur dan berhubungan atau terstruktur. Di samping itu, Piaget (Hariyanto & Suyono, 2011: 86) juga mengembangkan pola konsep adaptasi dengan dua variannya, yaitu asimilasi dan akomodasi. Adaptasi adalah struktur fungsional, sebuah istilah yang digunakan Piaget untuk menunjukkan pentingnya pola hubungan individu dengan lingkungannya dalam proses pengembangan kognitif. Proses adaptasi ini terdiri dari dua proses yang saling melengkapi, yaitu asimilasi dan akomodasi. Piaget (Hariyanto & Suyono, 2011: 86) juga mengungkapkan dari sudut pandang biologi, asimilasi adalah integrasi unsur-unsur eksternal terhadap struktur yang sudah lengkap dengan organisme. Asimilasi kognitif meliputi objek eksternal yang disintesiskan untuk menjadi struktur pengetahuan internal. Proses asimilasi ini didasarkan pada kenyataan bahwa setiap saat manusia selalu mengasimilasi informasi-informasi yang sampai kepadanya, kemudian informasiinformasi tersebut dikelompokkan ke dalam istilah-istilah yang sebelumnya telah dipahami. Sedangkan akomodasi adalah menciptakan langkah baru atau memperbarui atau menggabung-gabungkan istilah/konsep lama untuk menghadapi tantangan baru. Akomodasi kognitif berarti mengubah struktur kognitif/skema yang sudah dimiliki sebelumnya untuk disesuaikan dengan objek stimulus eksternal. Jadi, jika pada asimilasi terjadi perubahan pada objeknya, maka pada akomodasi perubahan terjadi pada subjeknya, sehingga ia dapat menyesuaikan diri dengan objek di luar dirinya. Piaget dalam Dahar (2011: 136) menjelaskan bahwa adaptasi merupakan suatu keseimbangan antara asimilasi dan akomodasi. Apabila dengan proses asimilasi seseorang tidak dapat beradaptasi dengan lingkungannya, berarti akan terjadi keadaan ketidakseimbangan (disequilibrium). Akibat ketidakseimbangan ini adalah akomodasi dan struktur-strukur yang ada mengalami perubahan atau timbul struktur baru. Pertumbuhan intelektual merupakan proses terus menerus tentang keadaan ketidakseimbangan dan keadaan setimbang (disequilibrium- 9

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI equilibrium). Bila kesetimbangan terjadi kembali, individu itu berada pada tingkat intelektual yang lebih tinggi dari sebelumnya. Menurut Kuswana (2011: 155) perkembangan kognitif merupakan gagasan anak melewati serangkaian pembelajaran yang berbeda secara bertahap. Perkembangan melalui tahapan ini berdasarkan pada karakteristik urutan perkembangan. Hariyanto & Suyono (2011: 83-85) mengemukakan bahwa Jean Piaget membagi tahap-tahap perkembangan kognitif menjadi empat, yaitu: tahap sensori motor (umur 0-2 tahun), tahap praoperasional (umur 2-7 tahun), tahap operasional konkret (umur 7-11 tahun), tahap operasional formal (umur 11 tahun ke atas). Perkembangan kognitif tersebut adalah sebagai berikut. 1. Tahap Sensori Motor Dahar (2011: 137) menjelaskan bahwa tingkat sensori motor menempati dua tahun pertama dalam kehidupan. Selama periode ini, anak mengatur alamnya dengan indra (sensori) dan tindakannya (motor). Dalam dua tahun kehidupannya, bayi dapat memahami lingkungannya dengan jalan melihat, meraba, memegang, mengecap, mencium, mendengarkan dan menggerakkan anggota tubuh. Mereka mengandalkan kemampuan sensorik dan motoriknya (Hariyanto & Suyono, 2011: 83). 2. Tahap Praoperasional Tahap praoperasional dicirikan dengan adanya perkembangan bahasa dan ingatan terutama tentang lingkungan. Pada tahap ini anak dapat mengklasifikasikan objek pada tingkat dasar secara tunggal dan mencolok namun tidak mampu memusatkan perhatian kepada objek-objek yang berbeda. Anak yang berada pada usia ini dapat menyusun benda-benda secara berderet, tetapi tidak dapat menjelaskan perbedaan antar deretan (Hariyanto & Suyono, 2011: 84). 3. Tahap Operasional Konkret Hariyanto & Suyono (2011: 84) mengemukakan bahwa pada usia ini, pikiran logis anak mulai berkembang. Dalam usahanya mengerti tentang alam dan sekelilingnya mereka tidak terlalu menggantungkan diri pada informasi yang datang dari panca indera. Anak yang sudah mampu berpikir secara operasi 10

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI konkret juga sudah menguasai pembelajaran penting, yaitu bahwa ciri yang ditangkap oleh panca indera seperti besar dan bentuk sesuatu dapat saja berbeda tanpa harus mempengaruhi, misalnya kuantitas objek yang bersangkutan. Anak seringkali dapat mengikuti logika atau penalaran, tetapi jarang mengetahui jika membuat kesalahan. Sebenarnya anak telah dapat melakukan klarifikasi, pengelompokan dan pengaturan masalah (ordering problems) tetapi ia belum sepenuhnya menyadari adanya prinsip-prinsip yang terkandung di dalamnya. 4. Tahap Operasional Formal Pada tahap ini anak dapat menggunakan operasi-operasi konkretnya untuk membentuk operasi yang lebih kompleks. Kemajuan utama pada anak selama periode ini adalah ia tidak perlu berpikir dengan pertolongan benda atau peristiwa konkret, ia mempunyai kemampuan untuk berpikir abstrak (Dahar, 2011: 137). Penelitian ini dilakukan pada anak kelas V di mana dalam tahap perkembangan kognitif anak berada pada tahap operasional konkret yang berada pada usia 7-11 tahun. Pada usia ini merupakan permulaan anak berpikir rasional dan menggunakan panca inderanya secara langsung. Anak mampu menyelesaikan masalah yang lebih kompleks selama masalah yang dihadapi bersifat konkret dan tidak abstrak. Mind map menuntut aktivitas konkret yang harus dilakukan terutama pada anak di usia 7-11 tahun maka mind map dapat diterapkan pada anak dalam usia ini. 2.1.1.2 Metode Pembelajaran 1. Pengertian metode pembelajaran Sanjaya (2006: 124) mengemukakan bahwa metode adalah cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam kegiatan nyata agar tujuan yang telah disusun tercapai secara optimal. Ini berarti, metode digunakan untuk merealisasikan strategi yang telah ditetapkan. Dengan demikian, metode dalam rangkaian sistem pembelajaran memegang peran yang sangat penting. Keberhasilan implementasi strategi pembelajaran sangat tergantung pada cara guru menggunakan metode pembelajaran, karena suatu strategi pembelajaran hanya mungkin dapat diimplementasikan melalui 11

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI penggunaan metode pembelajaran. Metode pembelajaran adalah teknik pembelajaran yang akan diterapkan atau dipergunakan pengajar untuk memberikan pengajaran di kelas (Azizah, 2013: 6). Sumantri dan Permana (2001: 144) menjelaskan bahwa metode merupakan cara-cara yang ditempuh guru untuk menciptakan situasi pengajaran yang benar-benar menyenangkan dan mendukung bagi kelancaran proses belajar dan tercapainya prestasi belajar anak yang memuaskan. 2. Macam-macam metode pembelajaran Sanjaya (2006: 145) menjelaskan bahwa beberapa metode yang dapat digunakan untuk mengimplementasikan strategi pembelajaran adalah ceramah, demonstrasi, diskusi, dan simulasi. Sedangkan Sumantri dan Permana (2001: 115) mengemukakan ada sepuluh metode yang digunakan dalam mengajar yaitu, ceramah, tanya jawab, diskusi, kerja kelompok, pemberian tugas, demonstrasi, eksperimen, simulasi, inkuiri, dan metode pengajaran unit/pembelajaran terpadu. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa metode adalah cara yang digunakan oleh guru untuk menerapkan rencana yang sudah disusun untuk mengajar di kelas agar mencapai tujuan secara optimal. Dari beberapa macam metode yang disebutkan di atas, peneliti memilih metode yang dapat mengembangkan kemampuan kognitif siswa yaitu dengan metode pembelajaran mind map. Dengan banyak kombinasi warna, gambar, dan cabang-cabang melengkung, mind map lebih menarik siswa secara visual daripada metode pencatatan tradisional. Metode mind map akan dibahas sebagai berikut. 2.1.1.3 Mind Map 1. Pengertian Mind Map Mind map atau peta pikiran berbeda dengan peta konsep. Supriono (2008: 89) menjelaskan bahwa peta konsep atau pemetaan konsep adalah alat peraga untuk memperlihatkan hubungan antara beberapa konsep. Hubungan antar konsep dapat diperinci dalam bentuk pernyataan-pernyataan. Martin (2006: 2) menjelaskan bahwa peta konsep adalah diagram yang menunjukkan hubungan 12

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI antar konsep yang berkesinambungan. Peta konsep merupakan hubungan yang bermakna antara satu konsep dengan konsep lainnya yang dihubungkan oleh katakata dalam suatu unit tertentu. Dalam membuat peta konsep, konsep-konsep yang terdapat di dalamnya harus diurutkan secara hierarkis, mulai dari konsep paling umum ke konsep yang lebih khusus. Dengan kata lain, konsep yang paling umum berada pada bagian paling atas, sedangkan konsep yang paling khusus berada pada bagian paling bawah (Sujana, 2009: 3). Buzan (2008: 4) mengemukakan bahwa mind map adalah cara mencatat yang kreatif, efektif, dan secara harfiah akan “memetakan” pikiran–pikiran kita. Mind map merupakan cara termudah untuk menempatkan informasi ke dalam otak dan mengambil informasi ke luar dari otak. Mind map memungkinkan kita untuk menyusun fakta dan pikiran sedemikian rupa sehingga cara kerja alami otak dilibatkan sejak awal karena mind map merupakan peta rute yang hebat bagi ingatan kita. Mind map juga memiliki banyak manfaat yaitu merencana, berkomunikasi, lebih kreatif, menghemat waktu, menyelesaikan masalah, memusatkan perhatian, menyusun dan menjelaskan pikiran-pikiran, mengingat dengan lebih baik, dan belajar lebih cepat dan efisien. Mind map menggunakan kemampuan otak akan pengenalan visual untuk mendapatkan hasil yang sebesarbesarnya. Dengan kombinasi warna, gambar, dan cabang-cabang melengkung, mind map lebih merangsang secara visual daripada metode pencatatan tradisional, yang cenderung linear dan satu warna. Rangsangan visual ini yang akan memudahkan kita untuk mengingat informasi dalam mind map. Pembuatan mind map tidak memerlukan alat-alat yang sulit karena mudah dan alami. Beberapa alat yang kita butuhkan yaitu: kertas kosong tak bergaris, pena dan pensil warna, otak dan imajinasi. Mind Map adalah diagram bercabang yang digambarkan dari tengah sebagai pusat ide dan menggunakan warna untuk menunjukkan ide-ide secara luas (Martin, 2006: 2). Mind map adalah sebuah diagram atau graf yang digunakan untuk mempresentasikan kata-kata, ide, pekerjaan, atau hal lain yang terhubung dan tersusun secara radial mengelilingi sebuah kata yang mengandung ide utama 13

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI (main idea). Prinsip pendekatan pembelajaran ini adalah sebuah alat bantu untuk berpikir kritis, kreatif, efektif dan inovatif (Firdaus, 2010: 2). Mind map dikembangkan sebagai metode yang efektif untuk menghasilkan ide-ide. Dalam pembuatan mind map, kita akan memulai di tengah halaman dengan tema sentral/gagasan utama dan sejak saat itu kita akan bekerja ke luar ke segala arah untuk membuat diagram yang berkembang terdiri dari kata kunci, frase, konsep, fakta dan angka. Mind map dapat digunakan untuk menghasilkan, memvisualisasikan, mengorganisir, mencatat, pemecahan masalah, pengambilan keputusan, merevisi dan mengklarifikasi topik sehingga kita dapat memulai dengan tugas penilaian. Pada dasarnya, mind map digunakan untuk melakukan 'brainstorming' atau memanggil kembali topik yang diketahui. Mind map juga merupakan cara yang efektif untuk mencatat dan mengingat kembali topik sebuah esai. Sebuah mind map dibuat dengan menuliskan tema sentral dan memikirkan ide-ide baru dan istimewa yang memancar keluar dari pusat otak. Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa Mind Map adalah metode yang efektif untuk menghasilkan ide-ide dan menciptakan pandangan yang menyeluruh terhadap pokok permasalahan dengan membuat cabang-cabang yang memiliki titik sentral di tengah sehingga pengetahuan dapat dipetakan dan lebih mudah dipahami. 2. Langkah-langkah pembuatan mind map Langkah-langkah membuat mind map menurut Buzan (2008: 15) adalah sebagai berikut (a) Mulailah dari bagian tengah kertas kosong yang sisi panjangnya diletakkan mendatar. (b) Gunakan gambar atau foto untuk ide sentral anda. (c) Gunakan warna. (d) Hubungkan cabang-cabang utama ke gambar pusat dan hubungkan cabang-cabang tingkat dua dan tiga ke tingkat satu dan dua, dan seterusnya. (e) Buatlah garis hubung yang melengkung, bukan garis lurus. (f) Gunakan satu kata kunci untuk setiap garis. (g) Gunakan gambar. 14

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3. Contoh dari Mind Map Contoh dari Mind Map adalah sebagai berikut. (Sumber: www.rumah inspirasi.com) Gambar 2.1 Contoh Mind Map 2.1.1.4 Berpikir Kritis 1. Pengertian Berpikir Kritis Secara etimologis, critical adalah menentang atau menunjukkan kesalahan dan thinking adalah membuat keputusan atau pemikiran. Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa critical thinking adalah keputusan untuk menentang suatu pernyataan yang menunjukkan kesalahan (Horby, 1989: 99). Menurut Kuswana (2011: 20) berpikir kritis memungkinkan kita untuk mengevaluasi argumen, dan layak untuk penerimaan berdasarkan pikirannya. Berpikir kritis menjelaskan tujuan, memeriksa asumsi, nilai-nilai, pikiran tersembunyi, mengevaluasi bukti, menyelesaikan tindakan, dan menilai kesimpulan. Berpikir kritis merupakan kemampuan yang sangat penting bagi setiap orang yang digunakan untuk memecahkan masalah kehidupan dengan berpikir serius, aktif, teliti dalam menganalisis semua informasi yang mereka terima dengan menyertakan alasan yang rasional sehingga setiap tindakan yang akan dilakukan adalah benar (Liberna, 2013: 192). Dari beberapa uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa berpikir kritis merupakan penilaian yang terarah dan terukur yang menghasilkan interpretasi, 15

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI analisis evaluasi, dan kesimpulan, dan juga penjelasan terhadap pertimbanganpertimbangan faktual, konseptual, metodologis, kriterilogis, atau kontekstual yang menjadi dasar penilaian tersebut. Facione menyebutkan bahwa kemampuan berpikir kritis memiliki dua dimensi, yaitu dimensi kognitif dan dimensi disposisi afektif (Facione, 1990). Dari beberapa definisi dan pendapat dari Facione, penelitian ini akan menggunakan pendapat dari Facione di mana berpikir kritis merupakan penilaian yang terarah dan terukur yang menghasilkan interpretasi, analisis evaluasi, dan kesimpulan, dan juga penjelasan terhadap pertimbangan-pertimbangan faktual, konseptual, dan kontekstual yang menjadi dasar penilaian tersebut. Pendapat Facione diperkuat dengan pembagian dimensi kognitif dalam 6 kecakapan. Peter A. Facione menggunakan metode Delphi dalam panel 46 ahli dari berbagai disiplin ilmu selama 2 tahun yang menghasilkan sebuah konsensus tentang pengertian metode berpikir kritis. Dimensi kognitif dipandang sebagai pusat kemampuan mental yang paling penting yang terdiri dari 6 kecakapan, yaitu interpretasi, analisis, evaluasi, inferensi, eksplanasi, dan regulasi diri. Dari 6 kecakapan, penelitian ini akan menggunakan 2 kecakapan saja yaitu evaluasi dan inferensi karena peneliti tertarik dengan indikator-indikator yang ada di dalam 2 kemampuan tersebut. a. Interpretasi Facione (1990) menjelaskan bahwa interpretasi merupakan kecakapan untuk memahami dan mengekspresikan makna dari berbagai pengalaman, situasi, data, kejadian, penilaian, kesepakatan, kepercayaan, aturan, prosedur, atau kriteria. b. Analisis Facione (1990) menjelaskan bahwa analisis merupakan kecakapan untuk mengidentifikasi hubungan-hubungan logis dari pernyataan, pertanyaan, konsep, uraian, atau bentuk ungkapan yang lain yang dimaksudkan untuk mengemukakan kepercayaan, penilaian, pengalaman, penalaran, informasi, atau opini. 16

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI c. Evaluasi Facione (1990) mengemukakan bahwa evaluasi merupakan kecakapan untuk menilai kredibilitas pernyataan atau ungkapan yang lain yang mencerminkan persepsi, pengalaman, situasi, penilaian, kepercayaan, atau opini seseorang; untuk menimbang bobot dari suatu penalaran yang berkaitan dengan pernyataan, deskripsi, pertanyaan, atau bentuk ungkapan yang lain. Kecakapan evaluasi masih dibagi lagi dalam 2 sub-kecakapan, yaitu kecakapan untuk menilai klaim dan argumen. d. Inferensi Facione (1990) menjelaskan bahwa inferensi merupakan kecakapan untuk mengidentifikasi dan memastikan elemen-elemen yang diperlukan untuk menarik alasan yang masuk akal; untuk merumuskan dugaan dan hipotesis; untuk mempertimbangkan informasi-informasi yang relevan; dan untuk menarik konsekuensi-konsekuensi yang mungkin timbul dari data, pernyataan, prinsip, bukti, penilaian, kepercayaan, opini, konsep, gambaran, pertanyaan, atau bentuk ungkapan yang lain. Kecakapan inferensi masih dibagi dalam 3 sub-kecakapan, yaitu kecakapan untuk menguji bukti-bukti,menerka alternatif-alternatif, dan menarik kesimpulan. e. Eksplanasi Facione (1990) menjelaskan bahwa eksplanasi merupakan kecakapan untuk menjelaskan dan memberikan alasan-alasan dari bukti, konsep, metode, kriteria, dan konteks yang digunakan untuk menarik kesimpulan; dan untuk mengemukakan argument-argumen logis yang kuat. f. Regulasi diri Facione (1990) mengemukakan bahwa regulasi diri merupakan kecakapan untuk memonitor aktivitas kognitifnya sendiri secara sadar, unsur-unsur yang ikut memainkan peran dalam aktivitas tersebut; dan kecakapan untuk memonitor aktivitas mentalnya sendiri dalam menarik kesimpulan dengan menganalisis dan mengevaluasi penilaiannya sendiri dengan mempertanyakan, mengonfirmasi, memvalidasi, atau mengoreksi penalarannya sendiri. 17

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa berpikir kritis adalah kemampuan untuk mengatakan sesuatu yang didasarkan pada praktek secara langsung yang penilaiannya terarah dan terukur yang menghasilkan interpretasi, analisis, evaluasi, dan kesimpulan, dan juga didukung oleh bukti yang kuat. 2.1.1.5 Ilmu Pengetahuan Alam 1. Hakikat Ilmu Pengetahuan Alam Trianto (2010: 136) menjelaskan bahwa hakikat IPA adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari gejala-gejala melalui serangkaian proses yang dikenal dengan proses ilmiah yang dibangun atas dasar sikap ilmiah dan hasilnya terwujud sebagai produk ilmiah yang tersusun atas tiga komponen terpenting berupa konsep, prinsip, dan teori yang berlaku secara universal. 2. Pengertian Ilmu Pengetahuan Alam Trianto (2010: 136) menjelaskan bahwa IPA merupakan suatu kumpulan teori yang sistematis, penerapannya secara umum terbatas pada gejala-gejala alam, lahir dan berkembang melalui metode ilmiah seperti observasi dan eksperimen serta menuntut sikap ilmiah seperti rasa ingin tahu, terbuka, jujur dan sebagainya. Ilmu pengetahuan di Sekolah Dasar adalah program untuk menanamkan dan mengembangkan pengetahuan keterampilan, sikap dan nilai ilmiah pada siswa serta rasa mencintai dan menghargai kebesaran Tuhan Yang Maha Esa. Tujuan IPA secara umum membantu agar siswa memahami konsep-konsep IPA dan keterkaitannya dengan kehidupan sehari-hari. Memiliki keterampilan untuk mengembangkan pengetahuan tentang alam sekitar maupun menerapkan berbagai konsep IPA untuk menjelaskan gejala-gejala alam sekitar yang harus dibuktikan kebenarannya di laboratorium, dengan demikian IPA tidak saja sebagai produk tetapi juga sebagai proses. Untuk itu ada tiga hal yang berkaitan dengan sasaran IPA di Sekolah Dasar adalah sebagai berikut. (1) IPA tidak semata berorientasi kepada hasil tetapi juga proses. (2) Sasaran pembelajaran IPA harus utuh menyeluruh dan (3) pembelajaran IPA akan lebih berarti apabila dilakukan secara berkesinambungan dan melibatkan siswa secara aktif (Suprayekti, 2008: 8). 18

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa IPA merupakan suatu kumpulan teori yang sistematis, tujuannya adalah memperoleh keterampilan untuk mengembangkan pengetahuan tentang alam. 2.1.1.6 Materi Pembelajaran IPA Kelas V 1. Definisi Pesawat Sederhana Sulistyanto (2008: 109) menjelaskan bahwa semua alat yang digunakan untuk memudahkan pekerjaan manusia disebut pesawat. Pesawat terdiri atas pesawat sederhana dan pesawat rumit. Kesederhanaan dalam penggunaannya menyebabkan alat-alat tersebut dikenal dengan sebutan pesawat sederhana. Pesawat sederhana meliputi pengungkit, katrol, roda berporos, dan bidang miring (Nurhasanah & Syuri, 2011: 153). 2. Jenis-Jenis Pesawat Sederhana a. Tuas Nurhasanah & Syuri (2011: 153) menjelaskan bahwa tuas adalah alat untuk mengangkat atau mengungkit benda yang berat. Alat ini lebih dikenal dengan nama pengungkit. Pada umumnya, tuas atau pengungkit menggunakan batang besi atau kayu yang digunakan untuk mengungkit suatu benda. Terdapat tiga jenis pengungkit berdasarkan letak titik tumpu, beban dan kuasa. (Sulistyanto, 2008: 109). Tuas atau pengungkit dapat digambarkan secara sederhana seperti berikut. (Sumber: Sulistyanto, 2008: 110) Gambar 2.2 Tuas atau pengungkit digambarkan secara sederhana Berdasarkan posisi atau kedudukan beban, titik tumpu, dan kuasa, tuasa atau pengungkit digolongkan menjadi tiga, yaitu tuas golongan pertama, tuas golongan kedua, dan tuas golongan ketiga (Sulistyanto, 2008: 110). 19

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI b. Bidang Miring Sulistyanto (2008: 115) menjelaskan bahwa bidang miring adalah permukaan rata yang menghubungkan dua tempat yang berbeda ketinggiannya. Bidang miring memiliki keuntungan, yaitu kita dapat memindahkan benda ke tempat yang lebih tinggi dengan gaya yang lebih kecil. (Sumber: Sulistyanto, 2008: 115) Gambar 2.3 Jalan menuju pegunungan dibuat berkelok-kelok c. Katrol Nurhasanah & Syuri (2011: 155) menjelaskan bahwa katrol adalah alat pengangkat yang berputar pada porosnya. Katrol terdiri atas sebuah roda yang dilengkapi tali atau rantai. Katrol dapat mengubah arah gaya yang digunakan untuk mengangkat benda. Berdasarkan cara kerjanya, katrol merupakan jenis pengungkit karena memiliki titik tumpu, kuasa, dan beban. Katrol digolongkan menjadi tiga, yaitu katrol tetap, katrol bebas, dan katrol majemuk (Sulistyanto, 2008: 117). d. Roda Berporos Roda Berporos merupakan roda yang dihubungkan dengan sebuah poros yang dapat berputar bersama-sama. Roda berporos merupakan salah satu jenis pesawat sederhana yang banyak ditemukan pada alat-alat seperti setir mobil, setir kapal, roda sepeda, dan roda kendaraan bermotor (Sulistyanto, 2008: 119). (Sumber: Sulistyanto, 2008:119) Gambar 2.4 Roda Berporos pada sepeda 20

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2.2 Penelitian-penelitian terdahulu yang relevan Liberna (2013) meneliti peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa melalui penggunaan metode improve pada materi sistem persamaan linear dua variabel. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan analisis data menggunakan uji beda rata-rata atau uji-t. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMPN 248. Sampel penelitian diperoleh dari teknik random sampling yaitu kelas VIII A dan kelas VIII B. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis dan analisis disimpulkan bahwa kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang diberi perlakuan yaitu dengan metode improve lebih tinggi daripada kelas yang tidak diberi perlakuan. Dengan proses perhitungan hipotesis diperoleh nilai t hitung adalah 4.554 dan r = taraf nyata 0,05 diperoleh nilai t adalah 1.665 maka t hitung > t tabel tabel yang berarti bahwa Ho ditolak. Hasil ini menunjukkan bahwa penerapan metode improve lebih baik daripada metode tradisional. Anggraini (2012) meneliti pengaruh penggunaan mind map terhadap kemampuan mengaplikasikan dan mencipta pada mata pelajaran IPA di SD Kanisius Sorowajan pada semester genap tahun ajaran 2011/1012. Populasi adalah seluruh siswa kelas V SD Kanisius Sorowajan sebanyak 56 siswa. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas VA sebanyak 28 siswa dan VB sebanyak 28 siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan mind map terhadap kemampuan mengaplikasikan dan mencipta pada mata pelajaran IPA kelas V SD Kanisius Sorowajan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen jenis Quasi Experimental tipe Nonequivalent control group design. Pengumpulan data dengan pretest dan posttest pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Penggunaan mind map berpengaruh terhadap kemampuan mengaplikasikan. Hal ini ditunjukkan dengan harga sig. (2-tailed) sebesar 0,006 (atau p > 0,05). 2) Penggunaan mind map berpengaruh terhadap kemampuan mencipta. Hal ini ditunjukkan dengan harga sig. (2-tailed) sebesar 0,003 < 0,05. Kusmintayu, Suwandi & Anindyarini (2012) meneliti penerapan metode mind map untuk meningkatkan keterampilan berbicara pada siswa sekolah 21

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI menengah pertama. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII A yang berjumlah 32 siswa. Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga siklus. Hasil penelitian membuktikan bahwa penerapan metode mind map untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa berdampak positif terhadap keaktifan dan motivasi siswa baik selama pembelajaran maupun saat bercerita di depan kelas. Hal tersebut terbukti dari meningkatnya jumlah siswa yang aktif dan termotivasi dalam pembelajaran berbicara baik dari siklus I ke siklus II maupun dari siklus II ke siklus III. Dari pelaksanaan tindakan siklus I, II, III dapat dikemukakan hal-hal berikut ini: (1) 78,13% siswa aktif dalam pembelajaran berbicara (memperhatikan penjelasan guru, aktif berdiskusi, aktif menjawab pertanyaan); (2) 75% siswa aktif saat membuat Mind Mapping tentang tokoh idola (antusias, mengerjakan dengan sungguh-sungguh); (3) 78,53% minat dan motivasi saat bercerita tokoh idola (bersemangat, termotivasi); (4) 98,44% siswa mampu menceritakan tokoh idola dengan pedoman kelengkapan identitas tokoh; (5) 95,31% siswa mampu mengorganisasikan perkataannya sehingga dapat menceritakan tokoh idola dengan terstruktur; dan (6) 78,13% siswa memperoleh nilai minimal 70 (≥ 70) dalam pembelajaran berbicara. Peningkatan keaktifan dan motivasi siswa dalam pembelajaran berbicara mengindikasikan adanya peningkatan kualitas proses pembelajaran berbicara. Kurnianingsih (2011) meneliti (1) pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap prestasi belajar siswa dan (2) mengetahui pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap kemampuan berpikir kritis pada kategori kognitif dalam memecahkan masalah pada materi pesawat sederhana. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SDK Sorowajan sebanyak 62 siswa. Sampel penelitian yaitu siswa kelas V SDK Sorowajan yang terdiri dari kelas VA sebanyak 32 siswa sebagai kelompok kontrol dan kelas VB sebanyak 30 siswa sebagai kelompok eksperimen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) ada peningkatan prestasi belajar dengan menggunakan metode inkuiri yang ditunjukkan dengan harga sig. (2-tailed) sebesar 0,002 (atau p < 0,05). Akan tetapi, kenaikan skor prestasi belajar pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol tidak berbeda secara signifikan yang ditunjukkan dengan harga sig. (222

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI tailed) sebesar 0,326 (atau p > 0,05). (2) Ada peningkatan kemampuan berpikir kritis kategori kognitif siswa dengan menggunakan metode inkuiri yang ditunjukkan dengan harga sig. (2-tailed) 0,048 (atau p < 0,05). Somakim (2011) meneliti peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa sekolah pertama dengan penggunaan pendidikan matematika realistik. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen. Populasi adalah siswa SMP yang berasal dari sekolah level tinggi, sedang, dan rendah di kota Palembang. Hasil analisis data menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara siswa yang memperoleh pembelajaran matematika realistik dibandingkan dengan siswa yang tidak memperoleh pembelajaran matematika secara konvensional. Peningkatan tersebut terjadi di semua level sekolah. Harga sig. (2-tailed) sekolah level tinggi-sedang sebesar 0,000, harga sig. (2-tailed) sekolah level tinggi-rendah sebesar 0,000, dan harga sig. (2-tailed) sekolah level sedang-rendah sebesar 0,999. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan Pembelajaran Matematika Realistik dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa Sekolah Menengah Pertama. Firdaus (2010) meneliti tentang mind map untuk meningkatkan kemampuan membaca sekilas (skimming). Populasi dan sampel penelitian ini adalah mahasiswa di Universitas Abulyatama Banda Aceh Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Hasil penelitian adalah pembelajaran membaca cepat dengan menggunakan metode mind map berada pada kategori signifikan, dengan t hitung lebih besar daripada ttabel, di mana jumlah ttabel = 0,05. Ini berarti ada peningkatan kemampuan dalam membaca sekilas dengan menggunakan metode mind map. Hasil penelitian relevan yang tertulis di atas sebagian besar dilakukan di SD dan SMP. Penelitian tentang mind map dan berpikir kritis di atas merupakan bagian jenis penelitian eksperimen dan penelitian tindakan kelas. Semua hasil penelitian relevan yang diungkapkan menunjukkan bahwa ada peningkatan dan terdapat pengaruh pada penelitian yang dilakukan. Walaupun hasil penelitian yang yang tertulis sudah relevan namun penelitian-penelitian tersebut belum ada yang membahas pengaruh mind map untuk kemampuan berpikir kritis. Untuk itu, 23

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI peneliti akan membuat penelitian baru untuk memperkaya, memberi sudut pandang dan memberi sumbangan dalam penelitian sebelumnya. 2.2.1 Literature Map Hasil penelitian sebelumnya dapat dibuat bagan sebagai berikut: MIND MAP BERPIKIR KRITIS Anindyani (2012) Mind map- kemampuan berbicara Liberna (2013) Berpikir Kritis-Kemampuan matematis Anggraini (2012) Mind map-kemampuan mengaplikasikan dan mencipta Somakim (2011) Berpikir Kritis-kemampuan matematis Firdaus (2010) Mind map-kemampuan membaca sekilas Liberna (2011) Berpikir Kritis-Metode inkuiri terhadap prestasi belajar Yang perlu diteliti: Mind map-berpikir kritis pada kemampuan evaluasi dan inferensi Gambar 2.5 Bagan Penelitian Sebelumnya 2.3 Kerangka Berpikir Penelitian ini adalah penelitian tentang metode mind map dan kemampuan berpikir kritis kategori sub kemampuan evaluasi dan inferensi. Mind map merupakan metode yang efektif untuk menghasilkan ide-ide dan menciptakan pandangan yang menyeluruh terhadap pokok permasalahan dengan membuat cabang-cabang yang mempunyai titik sentral di tengahnya sehingga pengetahuan yang kita peroleh dapat dipetakan agar lebih mudah dipahami. 24

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Evaluasi dan Inferensi merupakan bagian dari kemampuan berpikir kritis. Evaluasi merupakan kemampuan untuk menilai kredibilitas ungkapan dan mencerminkan persepsi, pengalaman, situasi, penilaian, kepercayaan, atau opini seseorang; untuk menimbang bobot dari suatu penalaran yang berkaitan dengan pernyataan, deskripsi, pertanyaan, atau bentuk ungkapan yang lain. Sedangkan inferensi merupakan kemampuan untuk mengidentifikasi dan memastikan elemen-elemen yang diperlukan untuk menarik alasan yang masuk akal; untuk merumuskan dugaan dan hipotesis; untuk mempertimbangkan informasiinformasi yang relevan; dan untuk menarik konsekuensi-konsekuensi yang mungkin timbul dari data, pernyataan, prinsip, bukti, penilaian, kepercayaan, opini, konsep, gambaran, pertanyaan, atau bentuk ungkapan yang lain. Penggunaan metode mind map diharapkan dapat berpengaruh pada kemampuan berpikir kritis khususnya evaluasi dan inferensi. Ketika sudah diterapkan dalam pembelajaran, mind map menggunakan kemampuan otak untuk menerima secara visual dan kemudian mendapatkan hasil yang sebesar-besarnya dari yang sudah dilihat. Dengan menggunakan kombinasi warna, gambar, dan cabang-cabang melengkung, mind map lebih merangsang secara visual daripada metode pencatatan tradisional yang menggunakan satu warna saja. Rangsangan visual yang didapat akan memudahkan kita untuk mengingat informasi dalam mind map. Penggunaan metode mind map cocok jika diterapkan pada kemampuan berpikir kritis di mana berpikir kritis adalah penilaian yang terarah dan terukur yang menghasilkan interpretasi, analisis evaluasi, dan kesimpulan, dan juga penjelasan terhadap pertimbangan-pertimbangan faktual, konseptual, metodologis, kriterilogis, atau kontekstual yang menjadi dasar penilaian tersebut. Mind map memberikan ruang pada anak untuk merencanakan sesuatu, menceritakan, kreatif, dan menyusun pikiran-pikiran secara keseluruhan. Dengan membuat mind map dari awal lalu menceritakan hasil pekerjaannya, siswa akan belajar untuk berpikir kritis. Kelas eksperimen dan kelas kontrol dalam penelitian ini dipilih dengan menggunakan cara undian yang dilakukan oleh guru mata pelajaran IPA. Salah satu kelas yang menjadi kelas eksperimen akan mendapat perlakuan dengan 25

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI menggunakan mind map dalam pembelajaran IPA, sedangkan kelas yang terpilih sebagai kelas kontrol tidak mendapatkan perlakuan khusus. Pembelajaran IPA di kelas kontrol dilakukan seperti biasa guru mengajar di kelas. Penerapan suatu metode yang berbeda dalam suatu pembelajaran akan memberikan pengaruh yang berbeda pula pada hasil yang dicapai. Penggunaan metode mind map dapat memicu munculnya ingatan akan fakta serta informasi baru yang didapat, memusatkan perhatian pada suatu hal yang dibahas, memberi gambaran jelas pada keseluruhan topik yang sedang dibicarakan, dan menunjukkan hubungan antara bagian-bagian informasi yang saling terpisah. Jika metode mind map digunakan pada mata pelajaran IPA untuk siswa kelas V SDK Demangan Baru I, penggunaan metode mind map akan berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kategori evaluasi dan inferensi. 2.4. Hipotesis 2.4.1 Penggunaan metode pembelajaran mind map pada mata pelajaran IPA berpengaruh terhadap kemampuan evaluasi siswa kelas V SDK Demangan Baru I Yogyakarta pada semester genap tahun ajaran 2013/2014. 2.4.2 Penggunaan metode pembelajaran mind map pada mata pelajaran IPA berpengaruh terhadap kemampuan inferensi siswa kelas V SDK Demangan Baru I Yogyakarta pada semester genap tahun ajaran 2013/2014. 26

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN Pada bab III ini akan dibahas metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini. Pembahasan metode penelitian yaitu mengenai jenis penelitian yang digunakan, populasi dan sampel penelitian, variabel penelitian, teknik pengumpulan data, instrumen penelitian, teknik pengujian instrumen, dan teknik analisis data. 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuasi eksperimental tipe non equivalent control group design (Sugiyono, 2011: 118). Menurut Sugiyono (2011: 109) penelitian eksperimen adalah metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendalikan. Ada empat jenis penelitian eksperimen menurut Sugiyono (2011: 109-118) yang dapat digunakan dalam penelitian, yaitu Pre-Experimental Design, True Experimental Design, Factorial Design, dan Quasi Experimental Design. Sugiyono (2011: 116-118) menjelaskan bahwa penelitian Quasi experimental design adalah metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh treatment tertentu (perlakuan) dalam kondisi yang terkontrol dan desain ini mempunyai kelompok kontrol tetapi tidak dapat berfungsi sepenuhnya untuk mengontrol variabel-variabel luar yang mempengaruhi pelaksanaan eksperimen. Desain ini disebut kuasi eksperimen karena pemilihan masing-masing anggota yang diteliti tidak dilakukan dengan cara random. Dalam penelitian ini terdapat dua kelompok yang masing-masing anggotanya tidak dipilih secara random. Kedua kelompok yang terpilih kemudian diberi pretest pada keadaan awal untuk mengetahui apakah ada perbedaan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Cresswell (2003: 242) mengatakan bahwa pada dua kelompok yaitu kelompok kontrol dan kelompok eksperimen sama-sama dilakukan pretest dan posttest. Treatment hanya dilakukan pada kelompok eksperimen. Menurut 27

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Campbell dan Stanley (Cohen, 2007: 276), hasil penelitian yang menggunakan pretest dan posttest atau pengaruh kausal dari intervensi dapat dihitung dalam tiga langkah: (1) kurangi skor pretest dari nilai posttest untuk kelompok eksperimen untuk menghasilkan skor 1; (2) kurangi skor pretest dari nilai posttest untuk kelompok kontrol untuk menghasilkan skor 2; dan (3) kurangi skor 2 dari skor 1. Berdasarkan Campbell dan terminologi Stanley, efek dari intervensi eksperimental akan menghasilkan rumus: (O2 - O1) – (O4 – O3). Jika hasilnya negatif maka efek kausal negatif atau tidak ada pengaruh dan sebaliknya jika hasilnya positif maka kausalnya positif atau ada pengaruh. Maka, berdasarkan penjelasan di atas rancangan penelitian dengan tipe non equivalent control group desain adalah sebagai berikut (Cresswell, 2010: 242): O1 X O3 O2 O4 Gambar 3.1 Desain Penelitian Keterangan O1 = rerata skor pretest kelompok eksperimen O2 = rerata skor posttest kelompok eksperimen O3 = rerata skor pretest kelompok kontrol O4 = rerata skor posttest kelompok kontrol X = treatment/perlakuan dengan metode mind map Semua data hasil observasi diperoleh dari data yang diambil dari variabel dependen dengan pretest dan posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Pretest dilakukan sebelum adanya proses pembelajaran baik di kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa kedua kelompok ekuivalen sehingga kedua kelompok bisa dibandingkan. Setelah dilakukan proses pembelajaran kemudian dilakukan posttest. Pretest dan posttest ini dilakukan pada masing-masing kelompok dan kemudian hasilnya 28

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI dibandingkan. Hal ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan kemampuan sebelum dan setelah pembelajaran. Perlakuan pada kelompok eksperimen yaitu penerapan metode mind map. Pada kelompok kontrol menggunakan metode tradisional yaitu metode ceramah. 3.2 Setting Penelitian Penelitian ini dilakukan di SDK Demangan Baru I Yogyakarta semester genap tahun pelajaran 2013/2014. SDK Demangan Baru I terletak di daerah perkotaan yang beralamat di Jl. Demangan Baru No. 2, Depok, Sleman, Yogyakarta, Telp. (0274) 517737. Peneliti memilih SDK Demangan Baru I karena penelitian ini selain bersamaan dengan PPL (Praktek Pengalaman Lapangan) yang diselenggarakan oleh kampus, peneliti juga tertarik untuk meneliti pengaruh apabila mind map diterapkan pada pelajaran IPA di kelas V SDK Demangan Baru I karena dari hasil observasi yang dilakukan siswa mengalami suasana pembelajaran yang kurang menyenangkan. Guru lebih banyak memberikan tugas dan ceramah dalam pembelajaran di kelas. Asumsinya jika terjadi keadaan yang demikian prestasi belajarnya rendah karena siswa tidak suka dengan pelajaran yang diberikan, tetapi yang terjadi di SDK Demangan Baru 1 siswa tetap memperoleh nilai yang bagus pada mata pelajaran IPA. Hal ini yang membuat peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang pengaruh penggunaan metode mind map dalam kemampuan berpikir kritis yaitu evaluasi dan inferensi. Selain hal itu, sekolah ini mempunyai kelas yang paralel sehingga dapat digunakan untuk penelitian jenis eksperimen, karena dalam penelitian eksperimen membutuhkan lebih dari satu kelas yaitu sebagai kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. SDK Demangan Baru I adalah sebuah sekolah swasta Katolik yang dikelola oleh Yayasan Kanisius Cabang Yogyakarta. Sebagian besar siswa dan guru beragama Katolik namun ada juga siswa yang beragama lain seperti Kristen dan Islam. Sekolah ini memiliki 31 guru dan 7 karyawan, selain itu terdapat 540 siswa yang berasal dari macam-macam profesi orang tua. Sebagian besar orang tua di SDK Demangan Baru I berprofesi sebagai guru dan dosen. SDK Demangan 29

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Baru I memiliki 18 kelas yang terdiri atas 3 pararel di setiap tingkatnya. Penentuan masing-masing kelas di setiap tingkatnya yaitu A, B dan C juga tidak ditentukan dengan prestasi sehingga sekolah ini mendukung untuk penelitian jenis eksperimen. Di kelas kecil yaitu kelas I-III didampingi oleh guru kelas, sedangkan di kelas atas yaitu kelas IV-VI didampingi oleh guru mata pelajaran. Kegiatan belajar mengajar di SDK Demangan Baru I sangat terfasilitasi karena memiliki sarana dan prasarana yang lengkap seperti ruang UKS, laboratorium komputer, halaman sekolah, dapur, kantin sekolah, tempat sampah, kamar mandi, perpustakaan, ruang guru, kantor kepala sekolah dan tata usaha , sanggar pramuka, koperasi sekolah, ruang musik dan 25 ruang kelas. Sarana dan prasarana yang memadai tersebut sangat mendukung guru dan siswa dalam pembelajaran. Pendampingan siswa secara akademik dan pembinaan bakat di SDK Demangan Baru I dilakukan dengan baik terbukti dari banyaknya prestasi baik akademik maupun non akademik yang diraih sekolah ini. Prestasi yang diperoleh beberapa waktu ini antara lain Juara I Lomba Paduan Suara se-Kabupaten Sleman Timur 2014, Juara III Lomba Futsal O2SN se-Kecamatan Depok 2014, Juara I Lomba Pidato tingkat SD 2014, Juara I Lomba Biola Anak Pemula, Juara I Biola anak tingkat lanjut, Juara I Lomba Paduan Suara Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Sleman dan lain-lain. 3.3 Populasi dan Sampel Menurut Sugiyono (2011: 119) populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SDK Demangan Baru I sebanyak 87 siswa. Sampel (Sugiyono, 2011: 120) adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas VA dan VC dengan melakukan pengambilan undian yang disaksikan oleh koordinator kelas dan dua guru kelas pada tanggal 24 November 2013. Tujuan pengambilan 30

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI undian ini hanya untuk menentukan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Guru mitra mengambil undian untuk menentukan kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dan dengan undian tersebut diperoleh hasil kelas VC sebagai kelompok kontrol dan kelas VA sebagai kelompok eksperimen. Kelas VC berjumlah 29 siswa yang terdiri dari 13 putra dan 16 putri sebagai kelompok kontrol. Kelas VA berjumlah 29 siswa yang terdiri dari 18 putra dan 11 putri sebagai kelompok eksperimen. Kegiatan pembelajaran di kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dibimbing oleh satu guru mitra yang sama karena guru lebih mengenal kondisi kelas dibandingkan peneliti. Selain itu, jika kegiatan pembelajaran dibimbing lebih dari satu guru mitra, maka hal ini dapat menimbulkan faktor bias yang akan mempengaruhi hasil pada kelompok eksperimen, misalnya faktor efisiensi mengajar, semangat guru mengajar, penguasaan bahan ajar, pemahaman karakteristik siswa, dan strategi pembelajaran yang digunakan. Pembelajaran yang dilaksanakan oleh satu guru mitra dimaksudkan untuk menghindari terjadinya dua kelas yang tidak homogen. Selain itu, guru juga lebih mudah untuk mengontrol variabel siswanya. Peran peneliti pada penelitian ini adalah sebagai pengamat dan bertugas untuk mendokumentasikan seluruh proses penelitian. Tabel 3.1 Jadwal Pengambilan Data Penelitian ke - Hari, Tanggal JP 1 Jumat, 7 Februari 2014 2 Rabu, 12 Februari 2014 2 JP 3 Senin, 17 Februari 2014 2 JP 4 Rabu, 19 Februari 2014 2 JP 5 Jumat, 21 Februari 2014 2 JP 2 JP Materi  Mengerjakan Pretest  Materi pesawat sederhana  Pengenalan mind map  Membuat mind map pesawat sederhana  Materi pengungkit  Menonton video tentang macammacam pengungkit  Membuat mind map tentang pengungkit  Demonstrasi katrol menggunakan alat KIT  Membuat mind map tentang katrol  Demonstrasi bidang miring dan roda berporos menggunakan alat KIT  Menjelaskan materi bidang miring dan roda berporos dengan mind map 31

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Penelitian ke - Hari, Tanggal Senin, 24 Februari 2014 6 Jumat, 28 Februari 2014 Jumat, 28 Maret 2014 7 8 JP 2 JP 2 JP 2 JP Materi  Membuat mind map tentang bidang miring dan roda berporos  Penjelasan keseluruhan materi  Menjelaskan mind map di depan kelas  Refleksi menggunakan mind map  Mengerjakan Posttest I  Mengerjakan Posttest II 3.4 Variabel Penelitian Variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2011: 64). Menurut hubungan antara satu variabel dengan variabel yang lain, dalam penelitian ini ada dua variabel pokok yang akan dipelajari hubungannya yaitu: 3.3.1 Variabel independen (terikat) adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (Sugiyono, 2011: 64). Variabel independen dalam penelitian ini adalah metode mind map. 3.3.2 Variabel dependen (bebas) adalah variabel yang dipengaruhi atau menjadi akibat, karena adanya variabel bebas (Sugiyono, 2011: 64). Variabel dependen dalam penelitian ini adalah kemampuan evaluasi dan kemampuan inferensi. Variabel Independen Variabel Dependen Kemampuan Evaluasi Metode Mind Map Kemampuan Inferensi Gambar 3.2 Variabel Penelitian 32

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3.5 Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang dipakai dalam penelitian ini adalah tes untuk mengukur kemampuan berpikir kritis khususnya dalam kemampuan evaluasi dan inferensi dengan 2 soal uraian. Selain itu untuk melengkapi hasil penelitian, pengumpulan data juga dilakukan dengan menggunakan elemen dari penelitian kualitatif yaitu melalui wawancara dan observasi ketika penelitian berlangsung. Menurut Krathwohl (2004: 547) Pengambilan data eksperimental dianjurkan dilakukan dalam waktu sesingkat mungkin untuk mengurangi bias. Maka dari itu, penelitian ini dilakukan dalam waktu 2 minggu dan akan menggunakan dua kelas, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Penentuan kelas kontrol dan kelas eksperimen dilakukan dengan cara undian yang hanya digunakan untuk menentukan pembagian kelas eksperimen dan kontrol. Kelas eksperimen adalah kelas yang diberikan perlakuan pada proses pembelajarannya, sedangkan kelas kontrol adalah kelas yang hanya menggunakan cara mengajar seperti biasanya dan tidak diberikan perlakuan. Menurut Ary, Jacobs, dan Razavieh (2007: 381) meskipun kelas kontrol tidak menerima perlakuan eksperimen, hal itu tidak berarti bahwa siswa tidak menerima pengalaman sama sekali. Dalam penelitian tentang metode mengajar, kelas kontrol biasanya diajar dengan prosedur tradisional atau prosedur biasa. Tiap-tiap kelas diberi soal pretest dan posttest. Pemberian soal pretest bertujuan untuk mengetahui pengetahuan awal siswa kedua kelas sebelum adanya pembelajaran. Soal pretest diberikan untuk membandingkan hasil belajar siswa kedua kelas yaitu kelas yang diberikan perlakuan dan kelas yang tidak diberikan perlakuan setelah pembelajaran. Tes digunakan untuk mengetahui pengaruh penggunaan mind map pada kemampuan evaluasi dan inferensi. Untuk lebih mengetahui sensivitivitas perbedaan perlakuan dari penelitian eksperimental dianjurkan untuk melakukan posttest II sesudah posttest I. Tujuannya untuk lebih mengetahui retensi pengaruh perlakuan (Krathwohl, 2004: 546). Untuk itu, pada penelitian ini diberikan posttest sebanyak 2 kali dengan menggunakan soal yang sama dengan pretest untuk melihat dampak perlakuan dan sudut pandang subjek yang diteliti dan pengaruh perlakuan di kelas eksperimen. 33

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Proses pembelajaran kedua kelas dilaksanakan oleh satu guru mitra yang memang mengajar di kelas V. Guru mitra dalam kelas kontrol berperan untuk menyampaikan materi ajar dan peneliti berperan sebagai pengamat. Guru mitra dalam kelas eksperimen berperan sebagai fasilitator dan pembimbing pembelajaran, sedangkan peneliti sebagai pengamat. Semua instrumen penelitian dan alat peraga yang akan digunakan pada proses pembelajaran dirancang dan disiapkan oleh peneliti. Selain dengan tes, pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi. Wawancara yaitu laporan tentang diri sendiri, atau setidak-tidaknya pada pengetahuan dan atau keyakinan pribadi (Sugiyono, 2011: 188). Menurut Sugiyono (2011: 196) Observasi sebagai teknik pengumpulan data mempunyai ciri yang spesifik bila dibandingkan teknik yang lain. Observasi digunakan bila penelitian berkenaan dengan perilaku manusia dan proses alam. Selain itu, untuk setiap penelitian eksperimental dianjurkan untuk memasukkan penelitian kualitatif agar lebih dapat dipahami sudut pandang subjek yang diteliti terkait perlakuan dan variabel-variabel yang diteliti antara lain dengan melakukan interview dan observasi sesudah penelitian (Krathwohl, 2004: 547). Untuk itu, pada penelitian ini digunakan wawancara dan observasi agar peneliti lebih memahami sudut pandang subjek yang diteliti. 3.6 Instrumen Penelitian Sugiyono (2011: 148) menjelaskan bahwa instrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur variabel penelitian yang diamati. Instrumen penelitian digunakan untuk mengumpulkan data-data yang akan digunakan oleh peneliti. Penelitian ini memerlukan dua macam data, yaitu skor pretest dan posttest. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes dengan 6 soal uraian yang dikembangkan bersama 2 rekan peneliti. Tabel 3.2 Matriks Pengembangan Instrumen No. Variabel 1 Evaluasi Indikator Menilai benar tidaknya suatu argumen Nomor soal 3A 34

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No. Variabel 2 Inferensi Indikator Menilai apakah argumen didasarkan pada asumsi yang benar Menilai benar tidaknya alternatif pemecahan masalah Menilai apakah suatu prinsip dapat diterapkan untuk situasi tertentu Mengemukakan alternatif-alternatif untuk memecahkan masalah Memperkirakan konsekuensi-konsekuensi yang mungkin muncul dari suatu pilihan Menggunakan cara berpikir tertentu untuk menarik kesimpulan (misalnya cara berpikir analogis, dalektis, aritmetis, atau ilmiah) Tepat menentukan kesimpulan mana yang paling kuat untuk diterima dan mana yang lemah untuk ditolak Nomor soal 3B 3C 3D 4A 4B 4C 4D Kriteria penentuan skor pada uraian, yaitu sebagai berikut: Tabel 3.3 Rubrik Penilaian No 1 Variabel Indikator Menilai benar tidaknya suatu argumen Evaluasi Menilai apakah argumen didasarkan pada asumsi yang benar Menilai benar tidaknya alternatif pemecahan masalah Menilai apakah suatu prinsip dapat diterapkan untuk situasi tertentu 2 Inferensi Mengemukakan alternatif-alternatif untuk memecahkan Penskoran Menilai 3 argumen dengan benar Menilai 2 argumen dengan benar Menilai 1 argumen dengan benar Tidak menilai argumen 3 alasan penilaian argumen logis 2 alasan penilaian argumen logis 1 alasan penilaian argumen logis Tidak memberi alasan 2 alternatif jawaban yang dipilih benar 1 alternatif jawaban yang dipilih benar 1 alternatif jawaban yang dipilih salah Tidak memberi alternatif jawaban Pemilihan cara benar dan alasan logis Pemilihan cara benar namun alasan kurang logis Pemilihan cara salah dan alasan kurang logis Tidak memberikan alasan Mengemukakan 3 alternatif jawaban Mengemukakan 2 alternatif Skor 4 No soal 3A 3 2 1 4 3B 3 2 1 4 3C 3 2 1 4 3D 3 2 1 4 4A 3 35

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Variabel Indikator masalah Memperkirakan konsekuensikonsekuensi yang mungkin muncul dari suatu pilihan Menggunakan cara berpikir tertentu untuk menarik kesimpulan (misalnya cara berpikir analogis, dialektis, aritmetis, atau ilmiah) Tepat menentukan kesimpulan mana yang paling kuat untuk diterima dan mana yang lemah untuk ditolak Penskoran jawaban Mengemukakan 1 alternatif jawaban Tidak mengemukakan alternatif jawaban Memberikan 3 alasan pemberian alternatif jawaban dengan tepat Memberikan 2 alasan pemberian alternatif jawaban dengan tepat Memberikan 1 alasan pemberian alternatif jawaban dengan tepat Tidak memberikan alasan alternatif jawaban Alasan penggunaan cara yang paling efektif sangat tepat Alasan penggunaan cara yang paling efektif tepat Alasan penggunaan cara yang paling efektif kurang tepat Tidak memberikan alasan Memilih cara yang paling efektif digunakan dengan tepat Memilih cara yang paling efektif digunakan dengan kurang tepat Jawaban yang dipilih tidak tepat Tidak memberikan jawaban Skor No soal 2 1 4 4B 3 2 1 4 4C 3 2 1 4 4D 3 2 1 3.7 Teknik Pengujian Instrumen Soal-soal essai yang akan digunakan sebagai soal pretest dan posttest sebelumnya diujicobakan di SD Karitas Nandan yang beralamat di Nandan, Sariharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta dengan 2 kelas pararel yaitu kelas VA dan kelas VB. Masing masing siswa dalam tiap kelas yaitu 30 dan 26 siswa sehingga jumlah total responden untuk uji soal yaitu 56 siswa. Peneliti menggunakan responden lebih dari 30 siswa untuk memastikan bahwa data berdistribusi normal (Field, 2009: 42). Untuk keperluan uji coba, peneliti bersama dengan dua rekan peneliti yang lain masing-masing mengembangkan 2 soal uraian/essai untuk masing-masing 36

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI peneliti, sehingga jumlah total soal sebanyak 6 soal. Penelitian ini menggunakan soal uraian/essai karena mempunyai kelebihan yaitu dapat membantu seseorang untuk mengungkapkan kemampuan pengorganisasian pikiran dan menyatakan pengetahuan secara lengkap (Azwar, 2008: 106). Keterbatasan soal uraian/essai adalah sulit untuk mencapai validitas dan reliabilitas yang tinggi. Hal ini dikarenakan jawaban yang diberikan siswa yang satu dengan yang lain bervariasi dan penilaian yang dilakukan bisa bersifat subjektif. Target peneliti dan dua rekan peneliti yang lain adalah 6 soal yang valid dan reliabel untuk masing-masing peneliti yang nantinya akan digunakan untuk instrumen penelitian. Soal-soal yang sudah dikerjakan oleh siswa kemudian diuji validitas dan reliabilitasnya. 3.7.1 Validitas Menurut Noor (2011: 132) validitas dalah suatu indeks yang menunjukkan alat ukur tersebut benar-benar mengukur apa yang diukur. Instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data (mengukur) itu valid (Sugiyono, 2011: 168). Valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. Ada tiga validitas, yaitu validitas isi, validitas konsep/konstruk, dan validitas kriteria (Noor, 2011: 133). Menurut Noor (2011: 133) Validitas isi menyangkut tingkatan di mana butir skala yang mencerminkan domain konsep yang sedang diteliti. Validitas isi terdiri dari validitas muka (face validity) di mana format penampilan tes/kesan mampu memberikan kesan untuk mengungkap apa yang hendak diukur dan validitas logis (sampling validity) merujuk kepada sejauh mana isi tes merupakan representasi dari ciri-ciri atribut yang hendak diukur. Tes yang memiliki validitas muka yang tinggi (tampak meyakinkan) akan memancing motivasi individu yang dites untuk menghadapi tes tersebut dengan bersungguh-sungguh (Azwar, 2009: 46). Validitas konstruk berkaitan dengan tingkatan di mana skala mencerminkan dan berperan sebagai konsep yang sedang diukur. Validitas merujuk kepada pertanyaan sejauh mana tes mampu mengungkap suatu konstruk 37

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI teoretis yang hendak diukur (Noor, 2011: 133). Validitas konstruk menunjukkan seberapa baik hasil-hasil yang diperoleh dari penggunaan suatu alat sesuai dengan teori-teori yang digunakan untuk mendefinisikan suatu konstruk. Uji empiris adalah bagian dari validitas konstruk. Menurut Field (2009: 42), Uji validitas secara empiris dilakukan lebih dari 30 responden untuk memastikan distribusi data normal. Para ahli menemukan bahwa apabila data responden besar, distribusinya cenderung normal. Validitas kriteria menyangkut masalah tingkatan di mana skala yang sedang digunakan mampu memprediksi suatu variabel yang dirancang sebagai kriteria. Validitas ini berdasarkan kriteria eksternal yang dapat dijadikan dasar pengujian skor tes (Noor, 2011: 133). Untuk kepentingan penelitian ini menggunakan instrumen yang berbentuk tes. Menurut Sugiyono (2012: 123) validitas instrumen yang berupa test harus memenuhi construct validity (validitas konstruksi) dan content validity (validitas isi). Instrumen memiliki validitas konstruksi jika disusun berdasarkan teori yang relevan dan dikonsultasikan ke ahli (expert judgement). Validitas yang digunakan pada penelitian ini adalah validitas isi dan construct. Validitas isi dan construct dilakukan pada 2 dosen ahli dan satu guru mata pelajaran IPA yang bersangkutan dengan mengoreksi isi dan memberikan skor dari instrumen yang sudah dibuat. Untuk mempermudah perhitungan dalam penelitian ini digunakan program komputer IBM SPSS Statistics 22 for Windows. Kriteria yang digunakan untuk menilai validitas suatu item adalah jika harga r hitung > r tabel atau jika harga sig. (2tailed) < 0.05 (Sugiyono, 2011: 174). Sugiyono (2011: 613) mengemukakan bahwa nilai r product moment untuk taraf signifikansi 5% dengan jumlah N = 56 adalah 0,254. Maka bila harga r hitung > r tabel, soal tersebut valid. Instrumen dikembangkan bersama 2 rekan peneliti sebanyak 6 soal dan masing-masing peneliti mengembangkan 2 soal uraian. Hasil perhitungan uji validitas dengan program komputer IBM SPSS Statistics 22 for Windows menggunakan rumus Product Moment dari Pearson terhadap 6 soal uraian yang dikembangkan peneliti bersama dengan rekan peneliti adalah sebagai berikut (lihat Lampiran 3.5): 38

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 3.4 Hasil Uji Validitas No item soal 1 2 3 4 5 6 Variabel r tabel r hitung Sig. (2-tailed) Keputusan Interpretasi Analisis Evaluasi Inferensi Eksplanasi Regulasi Diri 0,254 0,254 0,254 0,254 0,254 0,254 0,679 0,758 0,726 0,761 0,787 0,734 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Berdasarkan tabel di atas variabel yang akan diteliti yaitu variabel evaluasi dan inferensi sudah valid. Dari 6 soal di atas, diambil semua soal karena keenamnya valid untuk diuji reliabilitasnya. Setelah pengujian analisis faktor dilakukan, kemudian dilakukan pengujian validitas isi. Validitas isi disusun berdasarkan rancangan yang telah ada dan diuji dengan membandingkan program yang ada serta konsultasi ahli. Pengujian validitas isi dilakukan dengan melihat matriks pengembangan instrumen atau kisi-kisi instrumen yang memuat variabel yang akan diteliti, indikator sebagai tolok ukur, dan nomor butir pertanyaan atau penyataan. 3.7.2 Reliabilitas Menurut Noor (2011: 130) reliabilitas ialah indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu alat ukur dapat dipercaya atau diandalkan. Realibilitas juga berkenaan dengan tingkat keajegan atau ketetapan hasil pengukuran. Suatu instrumen memiliki tingkat reliabilitas memadai, bila instrumen tersebut digunakan untuk mengukur aspek yang diukur beberapa kali hasilnya sama atau relatif sama. Hasilnya dihitung dengan menggunakan rumus Product Moment dari Pearson (Sukmadinata, 2008: 229-230). Hal ini berarti menunjukkan sejauh mana pengukur dikatakan konsisten, jika dilakukan pengukuran dua kali atau lebih terhadap gejala yang sama. Instrumen yang reliabel adalah instrumen yang bila digunakan beberapa kali untuk mengukur objek yang sama, akan menghasilkan data yang sama (Sugiyono, 2011: 168). Untuk penentuan reliabilitas hanya diambil item-item soal yang valid. Karena keenam soal yang dibuat bersama dengan 2 rekan peneliti seluruhnya 39

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI valid, maka semua soal diuji reliabilitasnya. Pengujian reliabilitas yang digunakan adalah pengujian untuk memeriksa internal consistency. Penentuan reliabilitas menggunakan teknik Alpha Cronbach. Untuk memudahkan perhitungan digunakan program komputer IBM SPSS Statistics 22 for Windows untuk mengetahui relialibilitasnya. Nunnally mengemukakan bahwa suatu konstruk atau variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach Alpha > 0,60 (dalam Ghozali, 2006: 42). Berikut ini perhitungan reliabilitas dengan menggunakan IBM SPSS Statistics 22 for Windows dengan rumus Alpha Cronbach untuk 6 soal valid (lihat Lampiran 3.6): Tabel 3.5 Uji Reliabilitas Cronbach's Alpha Based on Standardized Items N of Items N siswa 0,837 6 56 Berdasarkan hasil uji reliabilitas menggunakan rumus Cronbach’s Alpha diperoleh hasil perhitungan sebesar 0,837. Hasil perhitungan menunjukkan Cronbach’s Alpha sebesar 0,837 (p > 0,60) sehingga 6 soal tersebut reliabel. 3.8 Teknik Analisis Data Analisis data dilakukan untuk mengetahui ketercapaian tujuan penelitian ini, yaitu untuk mengetahui pengaruh metode mind map pada mata pelajaran IPA tentang Pesawat Sederhana terhadap kemampuan evaluasi siswa kelas V SDK Demangan Baru I Yogyakarta dan untuk mengetahui pengaruh metode mind map pada mata pelajaran IPA tentang pesawat sederhana terhadap kemampuan inferensi siswa kelas V SDK Demangan Baru I Yogyakarta. Untuk seluruh analisis statistik pada penelitian ini menggunakan program komputer IBM SPSS Statistics 22 for Windows dengan tingkat kepercayaan 95%. Berdasarkan tujuan tersebut, berikut adalah beberapa pengujian yang dilakukan untuk menganalisis data yang diperoleh: 40

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3.8.1 Uji Normalitas Distribusi Data Uji Normalitas data dilakukan setelah data-data terkumpul. Menurut Priyatno (2008: 28) uji normalitas data dilakukan untuk mengetahui apakah datadata yang didapat terdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas ini penting untuk menentukan jenis statistik yang nanti akan digunakan untuk analisis data lebih lanjut. Uji normalitas data dilakukan dengan statistik non parametrik yaitu menggunakan teknik Kolmogorov-Smirnov test. Untuk penelitian ini kriteria yang digunakan adalah sebagai berikut (Sarwono, 2010: 25): a. Jika harga sig. (2-tailed) > 0,05 maka distribusi data normal. b. Jika harga sig. (2-tailed) < 0,05 maka distribusi data tidak normal. Jika data yang diperoleh terdistribusi normal, uji statistik yang digunakan selanjutnya adalah uji statistik parametrik, dalam hal ini Independent samples ttest atau Paired samples t-test. Sedangkan jika data yang diperoleh tidak terdistribusi normal, uji statistik yang digunakan selanjutnya adalah statistik non parametrik dalam hal ini Mann-Whitney U-test atau Wilcoxon signed ranks test. Untuk keperluan penelitian, perhitungan uji normalitas data dilakukan dengan program komputer IBM SPSS Statistics 22 for Windows dengan teknik Kolmogorov-Smirnov test dengan tingkat kepercayaan 95%. 3.8.2 Uji Pengaruh Perlakuan 3.8.2.1 Uji Perbedaan Kemampuan Awal Menurut Priyatno (2008: 31) uji perbedaan kemampuan awal (uji perbandingan skor pretest) dilakukan dengan menganalisis pretest dari kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Uji perbandingan skor pretest dilakukan untuk mengetahui apakah kedua data memiliki dasar yang sama atau tidak sehingga dimungkinkan untuk dilakukan pembandingan. Langkah juga ini diambil untuk memastikan bahwa kedua kelompok memiliki kemampuan awal yang setara. Jika data terdistribusi dengan normal digunakan Independent samples t-test dan jika data terdistribusi dengan tidak normal digunakan Mann-Whitney U-test. Hipotesis statistiknya adalah sebagai berikut. 41

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Hi : Ada perbedaan yang signifikan antara pretest kelompok kontrol dan pretest kelompok eksperimen. Hnull : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara pretest kelompok kontrol dan pretest kelompok eksperimen. Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah sebagai berikut (Yulius, 2010: 85). 1. Jika nilai sig. (2-tailed) > 0,05, Hnull diterima dan Hi ditolak, maka tidak ada perbedaan yang signifikan antara pretest kelompok kontrol dan pretest kelompok eksperimen, dengan kata lain keduanya memiliki kemampuan awal yang sama. 2. Jika nilai sig. (2-tailed) < 0,05 Hnull ditolak dan Hi diterima, maka ada perbedaan yang signifikan antara pretest kelompok kontrol dan pretest kelompok eksperimen, dengan kata lain keduanya tidak memiliki kemampuan awal yang sama. Kondisi yang ideal adalah jika tidak ada perbedaaan kemampuan awal yang signifikan dari kelompok eksperimen dan kelompok kontrol sehingga kedua kelompok tersebut dapat dibandingkan. 3.8.2.2 Uji Selisih Skor Pretest dan Posttest Uji selisih skor pretest dan posttest dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah penggunaan metode mind map berpengaruh terhadap kemampuan evaluasi dan inferensi. Secara prinsip digunakan rumus (O2 – O1) – (O4 – O3) yaitu dengan mengurangkan selisih skor posttest-pretest pada kelompok kontrol dengan selisih skor posttest-pretest pada kelompok eksperimen. Jika data terdistribusi dengan normal digunakan Independent samples t-test dan jika data terdistribusi dengan tidak normal digunakan Mann-Whitney U-test. Hipotesis statistiknya adalah sebagai berikut. Hi : Ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor pretest-posttest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hnull : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor pretestposttest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. 42

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah sebagai berikut. a. Jika harga sig. (2-tailed) > 0,05, Hnull diterima dan Hi ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor pretest-posttest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dengan kata lain penggunaan metode mind map tidak berpengaruh terhadap kemampuan evaluasi atau kemampuan inferensi. b. Jika harga sig. (2-tailed) < 0,05, Hnull ditolak dan Hi diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor pretest-posttest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dengan kata lain penggunaan metode mind map berpengaruh terhadap kemampuan evaluasi atau kemampuan inferensi. 3.8.3 Analisis lebih lanjut 3.8.3.1 Uji Peningkatan Skor Pretest ke Posttest Uji peningkatan skor pretest ke posttest dilakukan untuk mengetahui apakah ada peningkatan skor yang signifikan dari skor pretest ke posttest baik pada kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol. Jika data terdistribusi dengan normal digunakan statistik parametrik yaitu Paired samples t-test atau jika data terdistribusi dengan tidak normal digunakan statistik non parametrik yaitu Wilcoxon signed ranks test. Hipotesis statistiknya adalah sebagai berikut. Hi : Ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hnull : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah sebagai berikut (Yulius, 2010: 82). 1. Jika harga sig. (2-tailed) > 0,05 maka Hnull diterima dan Hi ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dengan kata lain tidak terdapat peningkatan skor yang signifikan dari pretest ke posttest. 43

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. Jika nilai sig. (2-tailed) < 0,05 maka Hnull ditolak dan Hi diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest pada eksperimen dan kelompok kontrol. Dengan kata lain terdapat peningkatan skor yang signifikan dari pretest ke posttest. Untuk mengetahui persentase peningkatan skor pretest ke posttest digunakan rumus seperti berikut. ( ) 3.8.3.2 Uji Besar Pengaruh Perlakuan (effect size) Uji besar pengaruh perlakuan dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan evaluasi dan inferensi. Teknik pengujian klasik untuk mengetahui signifikansi pengaruh tidak dengan sendirinya menunjukkan apakah pengaruh tersebut cukup substantif atau tidak. Pentingnya suatu pengaruh ini sering disebut sebagai effect size. Effect size adalah suatu ukuran objektif dan terstandarisasi untuk mengetahui besarnya efek yang dihasilkan (Field, 2009: 56-57). Untuk mengetahui effect size digunakan koefisien korelasi dari Pearson dengan kriteria r = 0,10 (efek kecil) yang setara dengan 1% pengaruh yang diakibatkan oleh pengaruh variabel independen, r = 0,30 (efek menengah) yang setara dengan 9%, dan r = 0,50 (efek besar) yang setara dengan 25% (Field, 2009: 179). Koefisien korelasi r dipilih karena koefisien korelasi ini cukup mudah digunakan untuk mengetahui besarnya efek yang terentang antara harga 0 (tidak ada efek) dan 1 (efek sempurna). Cara yang digunakan untuk mengetahui koefisien korelasi adalah sebagai berikut. Jika distribusi data normal, harga t diubah menjadi harga r dengan rumus sebagai berikut (Field, 2009: 332). Gambar 3.3 Rumus besar efek (effect size) untuk data normal 44

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Keterangan: r = besarnya efek (effect size) yang menggunakan koefisien korelasi Pearson t = harga uji t df = derajad kebebasan (degree of freedom) Jika distribusi data tidak normal digunakan rumus sebagai berikut (Field, 2009: 550). Gambar 3.4 Rumus besar efek (effect size) untuk data tidak normal Keterangan: r = besarnya efek (effect size) yang menggunakan koefisien korelasi Pearson Z = harga konversi standar deviasi (dari uji statistik Wilcoxon) N = Jumlah total observasi (2 x jumlah siswa) 3.8.3.3 Uji Retensi Pengaruh Perlakuan Krathwohl (2004: 546) menjelaskan untuk lebih mengetahui sensivitivitas perbedaan perlakuan dari penelitian eksperimental dianjurkan untuk melakukan posttest II sesudah posttest I. Tujuannya untuk lebih mengetahui retensi pengaruh perlakuan. Setelah satu bulan dilakukan posttest I dilakukan posttest II pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Langkah ini dilakukan untuk melihat pengaruh yang ditimbulkan posttest II masih sekuat posttest I atau tidak. Data yang diperoleh dari posttest II diuji normalitasnya terlebih dahulu kemudian dibandingkan dengan hasil posttest I. Jika distribusi data normal, digunakan statistik parametrik dalam hal ini Paired samples t-test. Jika distribusi data tidak normal digunakan statistik non parametrik dalam hal ini Wilcoxon signed ranks test. Hipotesis statistiknya adalah sebagai berikut. Hi : Ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest I dan posttest II pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hnull : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest I dan posttest II pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. 45

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah sebagai berikut. 1. Jika harga sig.(2-tailed) > 0,05 maka Hnull diterima dan Hi ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest I dan posttest II pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dengan kata lain tidak terjadi penurunan/peningkatan skor yang signifikan dari posttest I ke posttest II. 2. Jika harga sig.(2-tailed) < 0,05 maka Hnull ditolak dan Hi diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest I dan posttest II pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dengan kata lain terjadi penurunan/peningkatan skor yang signifikan dari posttest I ke posttest II. Untuk mengetahui persentase peningkatan skor posttest I ke posttest II digunakan rumus sebagai berikut. ( ) 3.8.3.4 Dampak perlakuan pada siswa Menurut Krathwohl (2004: 547 ) untuk setiap penelitian eksperimental dianjurkan untuk memasukkan elemen penelitian kualitatif agar lebih dapat dipahami sudut pandang subjek yang diteliti terkait perlakuan dan variabelvariabel yang diteliti antara lain dengan melakukan interview dan observasi sesudah penelitian. Untuk itu, selain menggunakan tes pada penelitian ini digunakan triangulasi dalam bentuk wawancara kepada dan guru dan beberapa siswa dan observasi untuk melengkapi hasil penelitian. Observasi dilakukan sewaktu penelitian dilaksanakan sedangkan wawancara dilakukan setelah posttest. Observasi di kelas dilakukan dengan melihat cara guru mengajar, reaksi siswa dalam mempelajari mind map dan proses kegiatan belajar mengajar yang dilakukan. Sedangkan untuk wawancara, beberapa siswa yang terpilih akan diberikan 5 pertanyaan sebelum pretest dan 11 pertanyaan setelah posttest. Berikut adalah pedoman wawancara pada siswa dan guru. 46

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 3.6 Pedoman Wawancara Siswa No Topik Pertanyaan Pretest 1 Mata pelajaran IPA Apakah kamu senang belajar IPA? Mengapa kamu senang/tidak senang dengan mata pelajaran IPA? 2 3 Metode Bagaimana cara guru mengajar? 4 Mata pelajaran IPA dan metode 5 Metode Apa kelebihan dan kekurangan dalam mempelajari materi dalam pelajaran IPA dengan cara mengajar guru yang seperti itu? Apakah sebelumnya guru pernah mengajarkan materi IPA dengan mind map? Posttest Bagaimana perasaanmu setelah mempelajari materi IPA dengan menggunakan mind map? Apakah kelebihan mempelajari materi IPA dengan menggunakan mind map? Apakah kamu mengalami kemajuan dalam memahami materi IPA dibandingkan sebelumnya? Bagaimana cara guru mengajar dengan menggunakan mind map? Apakah kamu lebih senang mempelajari materi IPA menggunakan mind map dibandingkan dengan cara yang diajarkan guru biasanya?Apa alasanmu? Ketika mengerjakan soal, soal mana yang kamu anggap sukar?Mengapa? 6 Metode 7 8 Mata Pelajaran IPA 9 Metode 10 11 Evaluasi 12 Bagaimana perasaanmu sewaktu pertama kali belajar mind map? Apa kesulitan yang kamu temui? 13 Setelah belajar mind map, kamu membuat mind map di pelajaran lain tidak atau topik lain? 14 Apakah kamu bosan membuat mind map selama beberapa kali? Mengapa bosan atau tidak bosan? Mind Map 15 Apakah ketika kalian menggunakan mind map dapat membantu kamu mempelajari materi? 16 Mana yang lebih mudah, belajar dengan membuat mind map atau tanpa mind map? Mengapa demikian? Tabel 3.7 Pedoman Wawancara Guru No Topik 1 Mind Map Pertanyaan Apakah sebelumnya Bapak sudah pernah menggunakan mind map untuk mengajarkan suatu materi? 47

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Topik Pertanyaan 2 Apa kesulitan dalam mengajarkan materi menggunakan mind map? 3 Bagaimana pendapat Bapak mengenai mind map? 4 Apakah Bapak puas dengan hasil belajar menggunakan mind map? 5 Apakah mind map efektif untuk pembelajaran? 6 Apakah ada perubahan ketika Bapak menggunakan mind map dalam menjelaskan materi? Apakah Bapak pernah menggunakan metode lain selain mind map? Bagaimana hasil pembelajaran dengan menggunakan metode tersebut? 7 8 3.8.3.5 Konsekuensi Lebih Lanjut Konsekuensi lebih lanjut digunakan untuk melihat penggunaan metode inovatif dalam hal ini mind map berdampak besar atau tidak terhadap kemampuan belajar siswa. Penggunaan metode mind map diharapkan akan membantu mengatasi problem rendahnya hasil belajar siswa. 48

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bab ini akan membahas tentang pengaruh penggunaan metode mind map pada mata pelajaran IPA terhadap kemampuan evaluasi dan pengaruh penggunaan metode mind map pada mata pelajaran IPA terhadap kemampuan inferensi. 4.1 Implementasi Pembelajaran Penelitian ini dilaksanakan di 2 kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Implementasi pembelajaran di kelas eksperimen dan kontrol dilaksanakan dalam 5 kali pertemuan. Guru yang melakukan pembelajaran di kelas eksperimen dan kelas kontrol adalah guru yang sama. Di kelas eksperimen, peran guru adalah fasilitator belajar dan di kelas kontrol guru sebagai pengajar. Di kelas eksperimen, peneliti berperan sebagai observer dan membantu guru dalam mempersiapkan alat-alat yang digunakan dalam penelitian, sedangkan pada kelas kontrol peneliti hanya berperan sebagai observer. 4.1.1 Kelompok eksperimen Implementasi pembelajaran di kelompok eksperimen yang terdiri dari 29 siswa diimplementasikan dalam 3 bagian setiap pertemuannya. Kegiatan dilaksanakan dalam 3 bagian yaitu kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan akhir. Pada pertemuan pertama yang dilaksanakan hari Rabu, 12 Februari 2014, di pertemuan awal guru melakukan tanya jawab pada siswa tentang alat-alat yang digunakan siswa dalam kehidupan sehari-hari. Setelah itu, siswa diperkenalkan tentang mind map di kegiatan inti. Materi yang diperkenalkan adalah pesawat sederhana. Guru memperlihatkan pada siswa contoh dari mind map dan menjelaskan materi-materi yang berkaitan dengan pesawat sederhana. Selanjutnya, siswa dalam kelompok berlatih untuk membuat mind map. Di dalam proses pembuatan mind map, guru sebagai fasilitator belajar mendampingi siswa dalam kelompok. Pada kegiatan akhir, guru merangkum proses pembelajaran 49

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI yang sudah dilakukan dan kemudian memberikan pekerjaan rumah untuk membuat mind map tentang pesawat sederhana. Pada pertemuan kedua yang dilaksanakan hari Senin, 17 Februari 2014 dengan materi pengungkit. Kegiatan awal dilaksanakan dengan tanya jawab dan kemudian sebagai kegiatan inti siswa menyaksikan video tentang pengungkit. Selanjutnya siswa dalam kelompok membuat mind map tentang pengungkit. Kegiatan akhir adalah tanya jawab oleh guru dan pemberian pekerjaan rumah yaitu membuat mind map tentang pengungkit. Pertemuan ketiga dilaksanakan pada hari Rabu, 19 Februari 2014 dengan materi katrol. Kegiatan awal adalah demonstrasi pembuatan katrol dengan alat KIT oleh guru dan kemudian tanya jawab untuk mengingatkan materi yang sudah dipelajari. Pada kegiatan inti siswa dalam kelompok membuat mind map tentang katrol. Selanjutnya pada kegiatan akhir guru merangkum kembali proses pembelajaran dan memberikan pekerjaan rumah untuk membuat mind map tentang katrol. Pertemuan keempat dilaksanakan pada hari Jumat 21 Februari 2014 dengan materi bidang miring dan roda berporos. Kegiatan awal diawali dengan demonstrasi bidang miring dan roda berporos dengan menggunakan alat KIT oleh guru. Di kegiatan inti guru menjelaskan tentang bidang miring dan roda berporos dengan menggunakan mind map. Selanjutnya, siswa dalam kelompok membuat mind map tentang bidang miring dan roda berporos. Kegiatan akhir adalah rangkuman yang diberikan oleh guru. Pertemuan kelima dilaksanakan pada hari Senin, 24 Februari 2014 diawali dengan kegiatan awal yaitu pembahasan materi pesawat sederhana secara keseluruhan oleh guru kemudian beberapa siswa menjelaskan tentang materi pesawat sederhana yang ada pada mind map. Selanjutnya pada kegiatan inti guru memberikan latihan soal yang berkaitan dengan materi yang sudah dibahas sebelumnya, di kegiatan akhir guru merangkum pembelajaran dan memberikan tugas untuk membuat refleksi perasaan dengan membuat mind map perasaan. 50

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4.1.2 Kelompok kontrol Implementasi pembelajaran di kelompok kontrol yang terdiri dari 29 siswa diimplementasikan dalam 3 bagian setiap pertemuannya. Kegiatan dilaksanakan dalam 3 bagian yaitu kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan akhir. Pada pertemuan pertama yang dilaksanakan hari Rabu, 12 Februari 2014, di pertemuan awal guru melakukan tanya jawab pada siswa tentang alat-alat yang digunakan siswa dalam kehidupan sehari-hari. Setelah itu, siswa menjelaskan tentang mind map di kegiatan inti. Materi yang diperkenalkan adalah pesawat sederhana. Guru memperlihatkan pada siswa contoh dari alat-alat yang menggunakan prinsip pesawat sederhana. Di dalam proses pembelajaran guru sebagai pengajar. Pada kegiatan akhir, guru merangkum proses pembelajaran yang sudah dilakukan. Pada pertemuan kedua yang dilaksanakan hari Senin, 17 Februari 2014 dengan materi pengungkit. Kegiatan awal dilaksanakan dengan tanya jawab dan kemudian sebagai kegiatan inti siswa menyimak penjelasan guru tentang materi pengungkit. Kegiatan akhir adalah tanya jawab oleh guru dan rangkuman pelajaran. Pertemuan ketiga dilaksanakan pada hari Rabu, 19 Februari 2014 dengan materi katrol. Kegiatan awal adalah tanya jawab untuk mengingatkan materi yang sudah dipelajari. Pada kegiatan inti siswa menyimak penjelasan guru tentang katrol. Selanjutnya pada kegiatan akhir guru merangkum kembali proses pembelajaran . Pertemuan keempat dilaksanakan pada hari Jumat 21 Februari 2014 dengan materi bidang miring dan roda berporos. Kegiatan awal diawali dengan tanya jawab bidang miring dan roda berporos. Di kegiatan inti guru menjelaskan tentang bidang miring dan roda berporos dengan menggunakan ceramah. Selanjutnya pada kegiatan akhir yaitu guru memberikan rangkuman pembelajaran. Pertemuan kelima dilaksanakan pada hari Senin, 24 Februari 2014 diawali dengan kegiatan awal yaitu tanya jawab tentang materi yang sudah dipelajari sebelumnya, selanjutnya pada kegiatan inti guru memberikan pembahasan materi pesawat sederhana secara keseluruhan dan kemudian tanya jawab tentang materi pesawat sederhana. Di kegiatan akhir guru merangkum pembelajaran hari itu. 51

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4.2 Hasil Penelitian 4.2.1 Uji Pengaruh Perlakuan Metode Mind Map terhadap Kemampuan Evaluasi Pada bagian berikut akan dipaparkan hasil analisis statistik. Seluruh analisis statistik ini menggunakan program komputer IBM SPSS Statistics 22 for Windows dengan tingkat kepercayaan 95%. Pada penelitian ini dibahas pengaruh penggunaan mind map terhadap kemampuan evaluasi. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah kemampuan evaluasi sedangkan variabel independennya adalah penggunaan metode mind map. Data yang diperoleh diuji normalitas dengan menggunakan uji KolmogorovSmirnov untuk menentukan jenis statistik yang digunakan. Kriteria pengambilan keputusan untuk uji normalitas yaitu jika nilai sig. (2-tailed) > 0,05 maka data berdistribusi normal (Sarwono, 2010: 25). Berdasarkan kriteria di atas diperoleh hasil perhitungan sebagai berikut (lihat Lampiran 4.7). Tabel 4.1 Hasil Uji Normalitas Kemampuan Evaluasi No 1 2 3 4 5 6 7 8 Aspek Pretest evaluasi kelompok eksperimen Pretest evaluasi kelompok kontrol Posttest I evaluasi kelompok eksperimen Posttest I evaluasi kelompok kontrol Posttest II evaluasi kelompok eksperimen Posttest II evaluasi kelompok kontrol Selisih pretest-posttest I evaluasi kelompok eksperimen Selisih pretest-posttest II evaluasi kelompok kontrol Sig. (2-tailed) 0,200 Keterangan Normal 0,156 0,130 Normal Normal 0,164 Normal 0,080 Normal 0,061 0,085 Normal Normal 0,061 Normal Dari data di atas diperoleh seluruh hasil uji normalitas data kemampuan evaluasi di atas 0,05. Dengan demikian distribusi seluruh data dikatakan normal. Oleh karena itu uji statistik selanjutnya menggunakan uji statistik parametrik. 52

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4.2.1.1 Uji Perbedaan Kemampuan Awal Uji perbedaan kemampuan awal dilakukan untuk memastikan bahwa kedua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kontrol memiliki kemampuan awal yang setara. Uji perbedaan kemampuan awal skor pretest kemampuan evaluasi pada kelompok eksperimen dan kontrol dilakukan dengan menggunakan uji statistik parametrik dalam hal ini Independent samples t-test. Sebelum dilakukan analisis ini perlu dilakukan uji asumsi untuk memeriksa homogenitas varians dengan Levene’s test. Jika harga sig. > 0,05 ada homogenitas varians pada kedua data yang dibandingkan. Jika harga sig. < 0,05 tidak ada homogenitas varians pada kedua data yang dibandingkan. Hasil analisis Levene’s test dengan tingkat signifikansi 95% menunjukkan harga F = 0,163 dan harga sig. 0,688 (p > 0,05). Dengan demikian terdapat homogenitas varians sehingga bisa digunakan uji statistik Independent samples ttest untuk analisis selanjutnya. Berikut adalah tabel hasil uji perbandingan skor pretest kemampuan evaluasi (lihat Lampiran 4.8). Tabel 4.2 Hasil Uji Perbandingan Skor Pretest Kemampuan Evaluasi Hasil pretest Kelompok eksperimen dan kelompok kontrol evaluasi Sig. (2-tailed) 0,252 Keterangan Tidak berbeda Berdasarkan analisis uji perbandingan skor pretest, diperoleh M pada kelompok eksperimen = 2,4483, N = 29, SD = 0,53192, dan SE = 0,09878. Pada kelompok kontrol diperoleh M = 2,2845, N = 29, SD = 0,54578, dan SE = 0,10135. Hasil uji perbandingan skor pretest kemampuan evaluasi menunjukkan bahwa t = 1,157, df = 56, harga sig. (2-tailed) sebesar 0,252 (atau p > 0,05) sehingga Hnull diterima dan Hi ditolak (Yulius, 2010: 85), maka tidak ada perbedaan yang signifikan antara pretest kelompok kontrol dan pretest kelompok eksperimen, dengan kata lain kedua kelompok tersebut memiliki kemampuan awal yang sama sehingga dapat dibandingkan. 53

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4.2.1.2 Uji Selisih Skor Pretest dan Posttest Uji selisih skor pretest dan posttest dilakukan untuk mengetahui apakah penggunaan metode mind map berpengaruh terhadap kemampuan evaluasi. Uji selisih skor pretest dan posttest I kemampuan evaluasi pada kelompok eksperimen dan kontrol dilakukan dengan menggunakan uji statistik parametrik dalam hal ini Independent samples t-test. Sebelum dilakukan analisis ini perlu dilakukan uji asumsi untuk memeriksa homogenitas varians dengan Levene’s test. Jika harga sig. > 0,05 ada homogenitas variansi pada kedua data yang dibandingkan. Jika harga sig. < 0,05 tidak ada homogenitas varians pada kedua data yang dibandingkan. Hasil analisis Levene’s test dengan tingkat kepercayaan 95% menunjukkan harga F = 6,190 dan harga sig. 0,016 (p > 0,05). Dengan demikian terdapat homogenitas varians sehingga bisa digunakan uji statistik Independent samples ttest untuk analisis selanjutnya. Berikut adalah tabel hasil uji selisih kemampuan Evaluasi (lihat Lampiran 4.10). Tabel 4.3 Hasil Uji Selisih Skor Kemampuan Evaluasi Hasil Uji Selisih Selisih skor evaluasi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol Sig. (2-tailed) 0,008 Keterangan Berbeda Berdasarkan analisis uji selisih skor diperoleh M pada kelompok eksperimen = 0,9531, N = 29, SD = 0,49536, dan SE = 0,9199. Pada kelompok kontrol diperoleh M = 0,5086, N = 29, SD = 0,71490, dan SE = 0,13275. Hasil uji selisih skor kemampuan evaluasi menunjukkan bahwa t = 2,752, df = 56, harga sig. (2-tailed) kelompok eksperimen dan kelompok kontrol sebesar 0,008 (atau p < 0,05) sehingga Hnull ditolak dan Hi diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor pretest-posttest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dengan kata lain penggunaan metode mind map berpengaruh terhadap kemampuan evaluasi. 54

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Berikut adalah Perbandingan Selisih Skor Pretest ke Posttest I Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol. Gambar 4.1 Perbandingan Selisih Skor Pretest ke Posttest Kemampuan Evaluasi Kelompok Kontrol dan Kelompok Eksperimen 4.2.2 Analisis Lebih Lanjut 4.2.2.1 Uji Peningkatan Skor Pretest ke Posttest Uji peningkatan skor pretest dan posttest I kemampuan evaluasi pada kelompok eksperimen dan kontrol dilakukan dengan menggunakan uji statistik parametrik dalam hal ini Paired samples t-test. Berikut adalah grafik peningkatan skor pretest ke posttest I pada kemampuan evaluasi. 4 3,5 3 2,5 2 1,5 1 0,5 0 3,4 2,79 2,44 2,28 Eksperimen Kontrol Pretest Posttest Grafik 4.1 Peningkatan skor pretest ke posttest I pada kemampuan evaluasi 55

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Berikut adalah tabel hasil uji perbandingan skor pretest ke posttest I evaluasi (lihat Lampiran 4.11). Tabel 4.4 Hasil Uji Perbandingan Skor Pretest ke Posttest I Evaluasi No 1 2 Kelompok Eksperimen Kontrol Rerata Pretest Posttest I 2,4483 3,4017 2,2845 2,7931 Peningkatan (%) 38,94 22,26 Sig. (2-tailed) Keterangan 0,000 0,001 Berbeda Berbeda Hasil uji perbandingan skor pretest ke posttest I kemampuan evaluasi pada kelompok eksperimen diperoleh harga sig. (2-tailed) sebesar 0,000 (atau p < 0,05) sehingga Hnull ditolak dan Hi diterima (Yulius, 2010: 82). Artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest pada kelompok eksperimen. Dengan kata lain terdapat peningkatan skor yang signifikan dari pretest ke posttest I. Persentase peningkatan skor pretest ke posttest adalah 38,94%. Pada kelompok eksperimen diperoleh SE kelompok eksperimen = 0,09191, SD = 0,49496, M = 0,95345, df = 28, dan t = 10,373. Hasil uji perbandingan skor pretest ke posttest I kemampuan evaluasi pada kelompok kontrol diperoleh harga sig. (2-tailed) sebesar 0,001 (atau p < 0,05) sehingga Hnull ditolak dan Hi diterima (Yulius, 2010: 82). Artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest pada kelompok kontrol. Dengan kata lain terdapat peningkatan skor yang signifikan dari pretest ke posttest I. Persentase peningkatan skor pretest ke posttest adalah 22,26%. Pada kelompok kontrol diperoleh SE kelompok kontrol = 0,13275, SD = 0,71490, M = 0,50862, df = 28, dan t = 3,381. 4.2.2.2 Uji Besar Pengaruh Perlakuan (effect size) Untuk mengetahui besar pengaruh perlakuan (effect size) digunakan koefisien korelasi dari Pearson dengan kriteria r = 0,10 (efek kecil) yang setara dengan 1% pengaruh yang diakibatkan oleh pengaruh variabel independen, r = 0,30 (efek menengah) yang setara dengan 9%, dan r = 0,50 (efek besar) yang setara dengan 25% (Field, 2009: 179). 56

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Cara yang digunakan untuk mengetahui koefisien korelasi adalah sebagai berikut karena distribusi data normal, harga t diubah menjadi harga r dengan rumus sebagai berikut (Field, 2009: 332). Gambar 4.3 Rumus besar efek (effect size) pada kemampuan evaluasi Keterangan: r = besarnya efek (effect size) yang menggunakan koefisien korelasi Pearson t = harga uji t df = derajad kebebasan (degree of freedom) Selanjutnya berikut adalah tabel hasil uji besar pengaruh perlakuan pada kemampuan evaluasi (lihat lampiran 4.12) Tabel 4.5 Hasil Uji Besar Pengaruh Perlakuan pada Kemampuan Evaluasi Kelompok Eksperimen t 10,373 107,60 df 28 r 0,89 0,79 % 79,35 Keterangan Efek Besar Kontrol 3,831 14,68 28 0,59 0,34 34,40 Efek besar Dari data yang diperoleh dapat diketahui bahwa terjadi peningkatan pada kemampuan evaluasi di kelompok eksperimen. Peningkatan kemampuan evaluasi di kelompok eksperimen sebesar 79,35% dari r = 0,89 dengan koefisien korelasi yaitu efek besar. Peningkatan pada kemampuan evaluasi di kelompok kontrol sebesar 34,40% dari r = 0,59 dengan koefisien korelasi yaitu efek besar. 4.2.2.3 Uji Retensi Pengaruh Perlakuan Uji retensi pengaruh perlakuan dilakukan untuk lebih mengetahui retensi pengaruh perlakuan (Krathwohl, 2004: 546). Setelah satu bulan dilakukan posttest I dilakukan posttest II pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Uji 57

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI statistik yang digunakan adalah statistik parametrik dalam hal ini Paired samples t-test. Berikut adalah grafik retensi pengaruh perlakuan pada kemampuan evaluasi. 4 3,5 3,4 3 3,32 3,06 2,79 2,5 2,44 2,28 Eksperimen 2 Kontrol 1,5 1 0,5 0 Pretest Posttest 1 Posttest 2 Grafik 4.2 Retensi pengaruh perlakuan pada kemampuan evaluasi Berikut adalah tabel hasil uji perbandingan skor posttest I ke posttest II kemampuan evaluasi (lihat Lampiran 4.13). Tabel 4.6 Hasil Uji Perbandingan Skor Posttest I ke Posttest II Evaluasi No Kelompok 1 Eksperimen 2 Kontrol Rerata Posttest Posttest I II 3,4017 3,3276 2,7931 Peningkatan (%) Sig. (2-tailed) Keterangan -2,18 0,352 9,88 0,019 Tidak berbeda Berbeda 3,0690 Hasil uji perbandingan skor posttest I ke posttest II di atas menunjukkan bahwa harga sig. (2-tailed) kelompok eksperimen sebesar 0,352 (atau p > 0,05) sehingga Hnull diterima dan Hi ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest I dan posttest II pada kelompok eksperimen. Dengan kata lain terjadi penurunan skor yang signifikan dari posttest I ke posttest II. Persentase penurunan skor pada kelompok eksperimen sebesar -2,18%. Pada kelompok eksperimen diperoleh SE kelompok eksperimen = 0,07838, SD = 0,42207, M = -,07414, df = 28, dan t = 0,-946. 58

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Hasil uji perbandingan skor posttest I ke posttest II di atas menunjukkan bahwa harga sig. (2-tailed) kelompok kontrol sebesar 0,019 (atau p < 0,05) sehingga Hnull ditolak dan Hi diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest I dan posttest II pada kelompok kontrol. Dengan kata lain terjadi peningkatan skor yang signifikan dari posttest I ke posttest II. Persentase peningkatan skor pada kelompok kontrol sebesar 9,88%. Pada kelompok kontrol diperoleh SE kelompok kontrol = 0,11052, SD = 0,59516, M = 0,27586, df = 28,dan t = 2,496. 4.2.3 Uji Pengaruh Perlakuan Metode Mind Map terhadap Kemampuan Inferensi Pada bagian berikut akan dipaparkan hasil analisis statistik. Seluruh analisis statistik ini menggunakan program komputer IBM SPSS Statistics 22 for Windows dengan tingkat kepercayaan 95%. Pada penelitian ini dibahas pengaruh penggunaan mind map terhadap kemampuan inferensi. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah kemampuan inferensi sedangkan variabel independennya adalah penggunaan metode mind map. Data yang diperoleh diuji normalitas dengan menggunakan uji KolmogorovSmirnov untuk menentukan jenis statistik yang digunakan. Kriteria pengambilan keputusan untuk uji normalitas yaitu jika nilai sig. (2-tailed) > 0,05 maka data berdistribusi normal (Sarwono, 2010: 25). Berdasarkan kriteria di atas diperoleh hasil perhitungan sebagai berikut (lihat Lampiran 4.14). Tabel 4.7 Hasil Uji Normalitas Kemampuan Inferensi No 1 2 3 4 5 6 7 Aspek Pretest inferensi kelompok eksperimen Pretest inferensi kelompok kontrol Posttest Inferensi kelompok eksperimen Posttest I inferensi kelompok kontrol Posttest II inferensi kelompok eksperimen Posttest II inferensi kelompok eksperimen Selisih pretest-posttest inferensi Sig. (2-tailed) 0,070 Keterangan Normal 0,088 0,100 Normal Normal 0,121 Normal 0,200 Normal 0,084 Normal 0,088 Normal 59

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No 8 Aspek kelompok eksperimen Selisih pretest-posttest kelompok kontrol inferensi Sig. (2-tailed) Keterangan 0,157 Normal Dari data di atas diperoleh seluruh hasil uji normalitas data pada kemampuan inferensi di atas 0,05. Dengan demikian distribusi seluruh data dikatakan normal. Oleh karena itu uji statistik selanjutnya menggunakan uji statistik parametrik. 4.2.3.1 Uji Perbedaan Kemampuan Awal Uji perbedaan kemampuan awal dilakukan untuk memastikan bahwa kedua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kontrol memiliki kemampuan awal yang setara. Uji perbedaan kemampuan awal skor pretest kemampuan inferensi pada kelompok eksperimen dan kontrol dilakukan dengan menggunakan uji statistik parametrik dalam hal ini Independent samples t-test. Sebelum dilakukan analisis ini perlu dilakukan uji asumsi untuk memeriksa homogenitas varians dengan Levene’s test. Jika harga sig. > 0,05 ada homogenitas varians pada kedua data yang dibandingkan. Jika harga sig. < 0,05 tidak ada homogenitas varians pada kedua data yang dibandingkan. Hasil analisis Levene’s test dengan tingkat signifikansi 95% menunjukkan harga F = 0,215 dan harga sig. 0,645 (p > 0,05). Dengan demikian terdapat homogenitas varians sehingga bisa digunakan uji statistik Independent samples ttest untuk analisis selanjutnya. Berikut adalah tabel hasil uji perbandingan skor pretest kemampuan inferensi (lihat Lampiran 4.15 ). Tabel 4.8 Hasil Uji Perbandingan Skor Pretest Kemampuan Inferensi Hasil pretest Kelompok eksperimen dan kelompok kontrol inferensi Sig. (2-tailed) 0,210 Keterangan Tidak berbeda Berdasarkan analisis uji perbandingan skor pretest, diperoleh M pada kelompok eksperimen = 2,1121, N = 29, SD = 0,52859, dan SE = 0,09816. Pada kelompok kontrol diperoleh M = 2,2931, N = 29, SD = 0,55929, dan SE = 60

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 0,10386. Hasil uji perbandingan skor pretest kemampuan inferensi menunjukkan bahwa t = -1,267, df = 56, harga sig. (2-tailed) sebesar 0,210 (atau p > 0,05) sehingga Hnull diterima dan Hi ditolak (Yulius, 2010: 85), maka tidak ada perbedaan yang signifikan antara pretest kelompok kontrol dan pretest kelompok eksperimen, dengan kata lain kedua kelompok tersebut memiliki kemampuan awal yang sama sehingga dapat dibandingkan. 4.2.3.2 Uji Selisih Skor Pretest ke Posttest Uji selisih skor pretest dan posttest dilakukan untuk mengetahui apakah penggunaan metode mind map berpengaruh terhadap kemampuan inferensi. Uji selisih skor pretest dan posttest I kemampuan inferensi pada kelompok eksperimen dan kontrol dilakukan dengan menggunakan uji statistik parametrik dalam hal ini Independent samples t-test. Sebelum dilakukan analisis ini perlu dilakukan homogenitas varians dengan Levene’s test. Jika harga sig. > 0,05 ada homogenitas varians pada kedua data yang dibandingkan. Jika harga sig. < 0,05 tidak ada homogenitas varians pada kedua data yang dibandingkan. Hasil analisis Levene’s test dengan tingkat kepercayaan 95% menunjukkan harga F = 10,525 dan harga sig. 0,002 (p > 0,05). Dengan demikian terdapat homogenitas varians sehingga bisa digunakan uji statistik Independent samples ttest untuk analisis selanjutnya. Berikut adalah tabel hasil uji selisih kemampuan evaluasi (lihat Lampiran 4.16). Tabel 4.9 Hasil Uji Selisih Skor Kemampuan Inferensi Hasil Uji Selisih Selisih skor inferensi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol Sig. (2-tailed) 0,000 Keterangan Berbeda Berdasarkan analisis uji selisih skor diperoleh M pada kelompok eksperimen = 0,8969, N = 29, SD = 0,56147, dan SE = 0,10426. Pada kelompok kontrol diperoleh M = 0,1207, N = 29, SD = 0,96737, dan SE = 0,17964. Hasil analisis menunjukkan bahwa t = 3,737, df = 56, harga sig. (2-tailed) selisih skor pretest ke posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol pada kemampuan 61

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI inferensi sebesar 0,000 (atau p < 0,05) sehingga Hnull ditolak dan Hi diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor pretest-posttest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dengan kata lain penggunaan metode mind map berpengaruh terhadap kemampuan inferensi. Berikut adalah Perbandingan Selisih Skor Pretest ke Posttest I Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol. Gambar 4.2 Perbandingan Selisih Skor Pretest ke Posttest Kemampuan Inferensi Kelompok Kontrol dan Kelompok Eksperimen 4.2.4 Analisis Lebih Lanjut 4.2.4.1 Uji Peningkatan Skor Pretest ke Posttest Uji peningkatan skor pretest dan posttest I kemampuan inferensi pada kelompok eksperimen dan kontrol dilakukan dengan menggunakan uji statistik Parametrik dalam hal ini Paired samples t-test. 62

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Berikut adalah grafik peningkatan skor pretest ke posttest I pada kemampuan inferensi. 3,5 3 3 2,5 2,29 2,11 2 2,41 Eksperimen 1,5 Kontrol 1 0,5 0 Pretest Posttest Grafik 4.3 Peningkatan skor pretest ke posttest I pada kemampuan inferensi Berikut adalah Tabel Hasil Uji Perbandingan Skor Pretest ke Posttest I Inferensi (lihat Lampiran 4.17). Tabel 4.10 Hasil Uji Perbandingan Skor Pretest ke Posttest I Inferensi No 1 2 Kelompok Eksperimen Kontrol Rerata Pretest Posttest I 2,1121 3,0090 2,2931 2,4138 Peningkatan (%) 42,46% 5,26% Sig. (2-tailed) Keterangan 0,000 0,507 Berbeda Tidak berbeda Hasil uji perbandingan skor pretest ke posttest I kemampuan inferensi pada kelompok eksperimen diperoleh harga sig. (2-tailed) sebesar 0,000 (atau p < 0,05) sehingga Hnull ditolak dan Hi diterima (Yulius, 2010: 82). Artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest pada kelompok eksperimen. Dengan kata lain terdapat peningkatan skor yang signifikan dari pretest ke posttest I. Persentase peningkatan skor pretest ke posttest adalah 42,46%. Pada kelompok eksperimen diperoleh SE kelompok eksperimen sebesar 0,10426, SD = 0,56147, M = 0,89690, df = 28, dan t = 8,602. Hasil uji perbandingan skor pretest ke posttest I kemampuan inferensi pada kelompok kontrol diperoleh harga sig. (2-tailed) sebesar 0,507 (atau p > 0,05) sehingga Hnull diterima dan Hi ditolak (Yulius, 2010: 82). Artinya tidak ada 63

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest pada kelompok kontrol. Dengan kata lain tidak terdapat peningkatan skor yang signifikan dari pretest ke posttest I. Persentase peningkatan skor pretest ke posttest adalah 5,26%. Pada kelompok kontrol diperoleh SE kelompok kontrol = 0,17964, SD = 0,96737, M = 0,12069, df = 28, dan t = 0,672. 4.2.4.2 Uji Besar Pengaruh Perlakuan (effect size) Untuk mengetahui besar pengaruh perlakuan (effect size) digunakan koefisien korelasi dari Pearson dengan kriteria r = 0,10 (efek kecil) yang setara dengan 1% pengaruh yang diakibatkan oleh pengaruh variabel independen, r = 0,30 (efek menengah) yang setara dengan 9%, dan r = 0,50 (efek besar) yang setara dengan 25% (Field, 2009: 179). Cara yang digunakan untuk mengetahui koefisien korelasi adalah sebagai berikut karena distribusi data normal, harga t diubah menjadi harga r dengan rumus sebagai berikut (Field, 2009: 332). Gambar 4.4 Rumus besar efek (effect size) pada kemampuan inferensi Keterangan: r = besarnya efek (effect size) yang menggunakan koefisien korelasi Pearson t = harga uji t df = derajad kebebasan (degree of freedom) 64

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Berikut adalah tabel Hasil Uji Besar Pengaruh Perlakuan pada Kemampuan Inferensi (lihat lampiran 4.19). Tabel 4.11 Hasil Uji Besar Pengaruh Perlakuan pada Kemampuan Inferensi Kelompok Eksperimen t 8,602 73,99 df 28 r 0,85 0,73 % 72,54 Kontrol 0,672 0,45 28 0,12 0,01 1 Keterangan Efek Besar Efek menengah Selanjutnya dari data yang diperoleh dapat diketahui bahwa terjadi peningkatan pada kemampuan inferensi di kelompok eksperimen. Peningkatan kemampuan inferensi di kelompok eksperimen sebesar 72,54% dari r = 0,85 dengan koefisien korelasi yaitu efek besar. Peningkatan pada kemampuan inferensi di kelompok kontrol sebesar 1% dari r = 0,12 dengan koefisien korelasi yaitu efek menengah. 4.2.4.3 Uji Retensi Pengaruh Perlakuan Uji retensi pengaruh perlakuan dilakukan untuk lebih mengetahui retensi pengaruh perlakuan (Krathwohl, 2004: 546). Setelah satu bulan dilakukan posttest I dilakukan posttest II pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Uji statistik yang digunakan adalah statistik parametrik dalam hal ini Paired samples t-test. Selanjutnya, berikut adalah grafik retensi pengaruh perlakuan pada kemampuan inferensi. 3,5 3,0 3,0090 2,5 2,0 2,2845 2,1121 2,4138 2,6810 2,5517 Eksperimen 1,5 Kontrol 1,0 0,5 0,0 Pretest Posttest I Posttest II Grafik 4.4 Retensi pengaruh perlakuan pada kemampuan inferensi 65

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Berikut adalah Tabel Hasil Uji Perbandingan Skor Posttest I ke Posttest II Kemampuan Inferensi (lihat Lampiran 4.18). Tabel 4.12 Hasil Uji Perbandingan Skor Posttest I ke Posttest II Inferensi No 1 2 Kelompok Eksperimen Kontrol Rerata Posttest Posttest I II 3,0090 2,5517 2,4138 2,6810 Peningkatan (%) Sig. (2-tailed) Keterangan -15,20 11,07 0,003 0,084 Berbeda Tidak berbeda Hasil uji perbandingan skor posttest I ke posttest II di atas menunjukkan bahwa harga sig. (2-tailed) kelompok eksperimen sebesar 0,003 (atau p < 0,05) sehingga Hnull ditolak dan Hi diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest I dan posttest II pada kelompok kontrol. Dengan kata lain terjadi penurunan skor yang signifikan dari posttest I ke posttest II. Persentase penurunan skor pada kelompok eksperimen sebesar -15,20%. Pada kelompok eksperimen diperoleh SE kelompok eksperimen = 0,13767, SD = 0,74137, M = 0,45724, df = 28, dan t = -3,321. Hasil uji perbandingan skor posttest I ke posttest II di atas menunjukkan bahwa harga sig. (2-tailed) kelompok kontrol sebesar 0,084 (atau p > 0,05) sehingga Hnull diterima dan Hi ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest I dan posttest II pada kelompok kontrol. Dengan kata lain terjadi peningkatan skor yang signifikan dari posttest I ke posttest II. Persentase peningkatan skor pada kelompok kontrol sebesar 11,07%. Pada kelompok kontrol diperoleh SE kelompok kontrol = 0,14937, SD = 0,80437, M = 0,26724, df = 28, dan t = 0,084. 4.3 Pembahasan 4.3.1 Pengaruh Metode Mind Map terhadap Kemampuan Evaluasi Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh penggunaan mind map terhadap kemampuan evaluasi. Pengaruh ini dapat terlihat dari perbedaaan yang signifikan antara selisih skor posttest kelompok eksperimen dan kelompok 66

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI kontrol dengan harga sig. (2-tailed) sebesar 0,008 (atau p < 0,05) yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara selisih skor posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dengan demikian Hnull ditolak dan Hi diterima yang artinya penggunaan mind map berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan evaluasi. Penggunaan mind map berpengaruh pada kemampuan evaluasi karena selama dalam pembelajaran siswa secara kreatif mengembangkan idenya dengan membuat cabang-cabang tentang materi pesawat sederhana yang dibuat. Dalam membuat mind map siswa belajar untuk menganalisis bagaimana membedakan setiap cabang materi, menilai benar tidaknya materi dan mengevaluasi pernyataan-pernyataan yang berkaitan dengan subbab yang dibahas sehingga siswa tidak hanya asal menulis dan mengingat tetapi siswa dapat mengetahui bagaimana hubungan antara sub pokok materi yang dibahas, sehingga kemampuan berpikir kritis siswa berkembang. 4.3.2 Pengaruh Metode Mind Map terhadap Kemampuan Inferensi Penggunaan mind map juga berpengaruh terhadap kemampuan inferensi. Pengaruh ini ditunjukkan dengan selisih skor posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan harga sig. (2-tailed) sebesar 0,000 (atau p < 0,05) yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara posttest kelompok eksperimen dan kontrol. Dengan demikian Hnull ditolak dan Hi diterima yang artinya penggunaan mind map berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan inferensi. Pengaruh penggunaan mind map terhadap kemampuan inferensi terjadi karena selama pembelajaran siswa berlatih untuk memberikan alternatif-alternatif dalam memecahkan masalah, memperkirakan konsekuensi-konsekuensi yang mungkin muncul, dan tepat menentukan kesimpulan yang sesuai dengan materi yang dibahas. Berbeda dengan kelompok kontrol yang hanya mendengarkan guru ceramah dan mencatat materi yang diperintahkan guru sehingga kemampuan kognitif siswa tidak berkembang. 67

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4.3.3 Dampak Perlakuan terhadap Siswa Analisis dampak perlakuan terhadap siswa bertujuan untuk mengetahui dampak penggunaan metode mind map terhadap kemampuan evaluasi dan inferensi. Pembahasan tentang dampak perlakuan menggunakan elemen penelitian kualitatif sederhana dengan cara triangulasi. Triangulasi data diperoleh berdasarkan pendapat guru mitra penelitian, 2 siswa yang memperoleh nilai paling tinggi, 2 siswa yang aktif di kelas, dan 1 siswa yang mempunyai skor mind map yang tidak terlalu tinggi di kelas eksperimen dan peneliti sendiri. Wawancara dilakukan kepada 5 siswa untuk mengetahui apakah mereka menyukai pelajaran IPA. Siswa V menjawab, “Aku enggak suka!” (wawancara dengan siswa, 1 Februari 2014). Pernyataan ini dapat menjelaskan bahwa siswa V tidak menyukai pelajaran IPA. Keempat siswa yang lain juga mengatakan bahwa mereka tidak menyukai pelajaran IPA. Ketika peneliti bertanya mengapa mereka tidak menyukai pelajaran IPA, siswa W mengatakan, “Soalnya dikasih soal terus jadi bosen”. Dari hasil wawancara ini dapat diketahui bahwa sebagian besar siswa tidak menyukai pelajaran IPA karena selama ini guru banyak memberikan latihan soal sehingga mereka bosan untuk mengikuti pelajaran IPA. Sebelum dilakukan pembelajaran dengan mind map di kelas eksperimen, peneliti melakukan wawancara pada guru yang menjadi mitra dalam penelitian ini. Guru mitra mengatakan bahwa metode pembelajaran mind map belum pernah diterapkan dalam pembelajaran. “Selama ini belum pernah, Mbak”, ungkap guru mitra (wawancara dengan guru, 24 November 2013). Pernyataan itu menunjukkan bahwa guru memang belum pernah menerapkan metode mind map dalam pembelajaran. Pernyataan guru ini didukung dengan hasil wawancara dengan siswa yang mengatakan bahwa siswa belum pernah menggunakan mind map dalam pembelajaran. “Belum pernah, Mbak”, kata siswa X (wawancara dengan siswa, 1 Februari 2014). Ternyata metode mind map merupakan metode baru bagi mereka. Metode mind map ini belum pernah diterapkan di kelas. Oleh karena itu, peneliti bersama 2 rekan peneliti lain melakukan pertemuan selama 2 kali pertemuan bersama guru untuk memberi gambaran dan pelatihan pada guru supaya dapat menerapkan mind map di kelas. 68

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Selama proses penelitian berlangsung, guru terlihat sangat percaya diri dan benar-benar menyiapkan materi yang akan disampaikan. Guru tidak banyak melakukan kesalahan dalam mengenalkan mind map dan menjelaskan materimateri yang sedang dibahas. Pada kegiatan awal, guru selalu memulai pelajaran dengan mengaitkan peristiwa-peristiwa yang dialami siswa secara nyata dengan materi yang berhubungan dengan pesawat sederhana. Di kegiatan inti guru selalu berkeliling kelas untuk mengecek hasil pekerjaan siswa, dan mengingatkan bila siswa melakukan kesalahan dalam pembuatan mind map. Sambil berkeliling Guru berkata, “Perhatikan caranya, jangan sampai salah!” (Observasi I, 12 Februari 2014). Pada kegiatan akhir, guru memberikan rangkuman materi pelajaran hari itu. Pada penelitian-penelitian yang dilaksanakan, guru sudah berupaya untuk memaksimalkan perannya sebagai fasilitator dalam mempelajari IPA dengan menggunakan mind map. Pada pertemuan I ini siswa antusias dalam mempelajari mind map karena sebelumnya belum pernah diajarkan di kelas. Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan peneliti, siswa memang senang karena mereka tidak merasa bahwa mereka belajar. Mereka aktif untuk bertanya dan terlihat antusias untuk membuat mind map. ”Pak, ini sudah benar belum?” tanya siswa Y (Observasi I, 12 Februari 2014). Siswa senang karena diberi kesempatan untuk bekerja dalam kelompoknya dan membuat mind map sesuai dengan kreativitas mereka. Hampir semua siswa dalam kelompok membagi tugas untuk anggotanya agar mind map bisa cepat selesai. Siswa melakukan diskusi untuk cabang-cabang yang mereka buat, warna yang akan dipakai dan gambar apa yang akan mereka pergunakan. Pada pertemuan-pertemuan selanjutnya siswa sudah semakin pintar dalam membuat mind map. Siswa juga berlatih untuk membuat mind map di rumah karena guru memberikan tugas untuk membuat mind map pada setiap pertemuan sebagai pekerjaan rumah. Penggunaan mind map dalam pembelajaran IPA di kelas eksperimen membuat siswa antusias dan semangat belajar. Di penelitianpenelitian selanjutnya, siswa sudah mulai lancar dalam membuat mind map. Ternyata metode ini dapat membuat siswa aktif karena siswa tampak menikmati proses pembelajaran dengan menggunakan mind map. 69

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Peneliti juga bertanya tentang bagaimana perasaan dan tingkat pemahaman mereka setelah mempelajari materi IPA dengan menggunakan mind map. Siswa senang dengan metode mind map yang diterapkan. “Aku seneng, soalnya bisa menggambar” ungkap W, X, Y, dan Z secara bersahut-sahutan. Ketika diberi pertanyaan apakah dengan menggunakan mind map mereka lebih mudah untuk memahami materi, Z menjawab, “Iya, sekarang aku lebih dong” (wawancara dengan siswa, 28 Februari 2014). Hampir sama dengan pernyataan V, W, dan X secara bersamaan menjawab, “Iya lebih dong!”. Siswa V, W, dan X mengungkapkan bahwa mereka lebih memahami materi dengan menggunakan mind map daripada menggunakan cara mengajar guru yang biasanya. Siswa Y dan Z juga mengatakan bahwa mereka lebih memahami materi pesawat sederhana dengan menggunakan mind map. Pernyataan siswa yang mengatakan bahwa mereka lebih memahami materi ini didukung dengan pernyataan guru.“ Mind map bagus, nilai juga baik” ungkap guru mitra (wawancara dengan guru, 28 Februari 2014). Guru menilai mind map cukup bagus untuk diterapkan di kelas karena siswa antusias ketika mengerjakan di kelas dan nilai yang diperoleh juga bagus. Namun mengingat waktu yang digunakan cukup panjang, guru takut kalau materi yang seharusnya dipelajari dapat tertinggal. Dari hasil wawancara dengan siswa dan guru dapat diketahui bahwa mind map merupakan metode yang efektif karena siswa senang dengan metode itu dan nilai yang diperoleh juga bagus. Ketika peneliti bertanya apakah ada metode inovatif lain yang cocok untuk diterapkan selain mind map, guru menjawab, “Inquiri. Tetapi mind map lebih mudah dipakai.” (Wawancara dengan guru, 28 Februari 2014). Pernyataan guru ini menggambarkan bahwa tingkat kepuasan penggunaan mind map di kelas eksperimen cukup baik. “Tampaknya anak-anak lebih senang”, ungkap guru mitra ketika ditanya apakah ada perubahan setelah menggunakan mind map dalam mengajar. Guru juga menjelaskan bahwa mind map juga berdampak baik karena anak-anak tidak bosan lagi ketika mengikuti pelajaran. Penggunaan mind map dapat menjadi salah satu metode pembelajaran yang inovatif yang dapat diterapkan di kelas. 70

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Mind map memberi dampak yang positif bagi siswa di kelas eksperimen. Mereka juga merasakan bahwa banyak keuntungan yang diperoleh ketika mereka menggunakan mind map dalam pelajaran. Salah satunya adalah V, siswa ini mengatakan bahwa ia mempergunakan mind map untuk mempelajari materi di pelajaran IPS dan PKn. “Iya, saya buat di pelajaran IPS dan PKn”, ungkap V ketika ditanya apakah siswa kelas eksperimen mempergunakan mind map pada pelajaran lain (wawancara dengan siswa, 28 Februari 2014). Ternyata mind map dapat menjadi salah satu metode belajar yang memudahkan siswa sehingga mind map tidak hanya bisa diterapkan di pelajaran IPA. Pada saat proses penelitian berlangsung, peneliti juga menemukan beberapa hal menarik. Peneliti mengamati bahwa kelima siswa tersebut memiliki perkembangan yang pesat dalam membuat mind map. Awalnya kelima siswa tersebut tidak menyukai pelajaran IPA, namun ketika metode mind map diterapkan di kelas, mereka tertarik untuk membuatnya. Mereka juga tampak antusias dan tidak ada komentar-komentar yang negatif ketika mind map ini diterapkan. Melalui kerja kelompok di kelas, mereka juga belajar untuk saling melengkapi dan bekerja sama sehingga mereka dapat menyelesaikan mind map tepat waktu. Mereka juga belajar membagi tugas dan menilai apakah materi yang sudah mereka masukkan dalam mind map benar atau salah. Mind map merupakan salah satu metode pembelajaran inovatif yang dapat membuat siswa aktif dalam pembelajaran. Hal itu terungkap karena berdasarkan hasil pengamatan, banyak siswa yang bertanya pada guru dan mengkonfirmasikan pada guru apakah hasil pekerjaan mereka sudah benar. Walaupun metode mind map baru diujikan dalam 5 x pertemuan, metode ini sangat efektif digunakan dalam pembelajaran IPA. Hasil triangulasi data menunjukkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan mind map terhadap kemampuan evaluasi dan inferensi. Hasil belajar yang ditunjukkan dapat membuktikan bahwa penggunaan mind map memberi dampak yang baik yaitu dengan adanya peningkatan skor pretest ke posttest I sebesar 38,94% untuk kemampuan Evaluasi dan 42,46% untuk kemampuan Inferensi. Dampak baik yang terlihat dari persentase kenaikan pretest ke posttest I juga didukung dengan 71

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI hasil wawancara dengan kelima siswa yang menyatakan bahwa mereka merasa terbantu dengan penggunaan mind map pada mata pelajaran IPA. Fakta ini diperkuat juga dengan pernyataan yang diungkapkan oleh guru bahwa penggunaan metode mind map membantu siswa dalam mempelajari materi dalam pelajaran IPA secara khusus pesawat sederhana. 4.3.4 Konsekuensi Lebih Lanjut Penggunaan metode inovatif dalam hal ini mind map berdampak besar terhadap peningkatan kemampuan belajar siswa. Melalui metode pembelajaran inovatif ini, siswa belajar untuk mengembangkan idenya secara kreatif. Selain itu, kebiasaan belajar di kelas dengan menggunakan metode ceramah dapat berkurang. Penggunaan metode inovatif dapat menjadi salah satu usaha untuk membantu mengatasi problem rendahnya hasil belajar siswa. Metode mind map dapat menjadi salah satu metode pembelajaran yang dapat dikembangkan baik guru ataupun pemerintah untuk menyelesaikan masalah-masalah yang berkaitan dengan hasil belajar siswa di Indonesia yang masih tetap berada di bawah meski pemerintah sudah mengeluarkan banyak biaya untuk reformasi pendidikan. Melalui penggunaan metode inovatif, prestasi Indonesia dalam mata pelajaran IPA diharapkan dapat meningkat dari sebelumnya yaitu urutan ke-64 dari 65 negara (OECD, 2013: 19). Skor dalam mata pelajaran IPA diharapkan meningkat dari skor 382 mendekati skor rata-rata yaitu 501. Selain itu, pemerintah bisa mengevaluasi kembali pengeluaran anggaran untuk memperbaiki kinerja guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Pembiayaan reformasi telah dimungkinkan melalui dana yang berasal dari amanat konstitusi yang mengharuskan pemerintah untuk menghabiskan 20% anggarannya untuk pendidikan. Ini merupakan nilai yang tinggi untuk persentase anggaran yang dihabiskan untuk gaji guru dan profesional (Chang, 2014: 5). Selama ini, reformasi pendidikan pemerintah Indonesia yang menghabiskan trilyunan tidak menjawab esensi masalah kualitas pendidikan. Masalah ini tidak bisa terselesaikan jika metode pembelajarannya tidak diubah. Maka, apabila metode yang dieksperimenkan dalam hal ini adalah mind map 72

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI mempunyai dampak yang bagus, pengujian-pengujian metode pembelajaran inovatif perlu dilakukan untuk mencari alternatif yang baik dalam mencari terobosan baru dan meningkatkan kualitas pembelajaran. 73

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Bab V merupakan bab penutup yang akan membahas kesimpulan, keterbatasan penelitian, dan saran. Kesimpulan menunjukkan hasil penelitian dan menjawab dari hipotesis penelitian. Keterbatasan penelitian berisi kekurangan yang ada ketika penelitian dilakukan. Saran berisikan saran peneliti untuk peneliti berikutnya. 5.1 Kesimpulan 5.1.1 Penggunaan metode pembelajaran mind map pada mata pelajaran IPA berpengaruh terhadap kemampuan evaluasi siswa kelas V SDK Demangan Baru I Yogyakarta pada semester genap tahun ajaran 2013/2014. Hasil dari uji statistik terhadap selisih skor pretest-posttest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol menunjukkan harga sig. (2-tailed) sebesar 0,008 (atau p < 0,05), maka Hnull ditolak dan Hi diterima. Pengaruh ini diikuti dengan perolehan M = 0,9531, SD = 0,49536, dan SE = 0,9199. Peningkatan kemampuan evaluasi di kelompok eksperimen sebesar 79,35% dengan koefisien korelasi r = 0,89 yang termasuk dalam kategori efek besar. 5.1.2 Penggunaan metode pembelajaran mind map pada mata pelajaran IPA berpengaruh terhadap kemampuan inferensi siswa kelas V SDK Demangan Baru I Yogyakarta pada semester genap tahun ajaran 2013/2014. Hasil dari uji statistik terhadap selisih skor pretest-posttest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol menunjukkan nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,000 (atau p < 0,05), maka Hnull ditolak dan Hi diterima. Pengaruh ini diikuti dengan perolehan M = 0,8969, SD = 0,56147, dan SE = 0,10426. Peningkatan kemampuan inferensi di kelompok eksperimen sebesar 72,54% dengan koefisien korelasi r = 0,85 yang termasuk dalam kategori efek besar. 74

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5.2 Keterbatasan Penelitian 5.2.1 Materi yang dipilih untuk melakukan penelitian ini terlalu sedikit, padahal waktu yang disediakan sebanyak 5 kali pertemuan sehingga baik siswa di kelompok eksperimen dan kelompok kontrol merasa bosan di pertemuanpertemuan akhir. 5.2.2 Banyak siswa yang masih kesulitan untuk pembuatan mind map karena mereka sudah terbiasa mencatat sehingga tidak mudah untuk menuangkan ide dan mengandalkan daya imajinasinya. 5.3 Saran 5.3.1 Rencanakan waktu penelitian dengan baik dan sesuaikan materi yang akan digunakan agar tidak terlalu sedikit. Materi yang terlalu sedikit dapat membuat siswa bosan di kelas. 5.3.2 Perlu dilakukan latihan beberapa kali agar siswa dapat membuat mind map dengan benar dan dapat merasakan manfaat dari mind map itu. 75

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR REFERENSI Anggraini, S. (2012). Pengaruh penggunaan mind map terhadap kemampuan mengaplikasikan dan mencipta pada mata pelajaran IPA di SD Kanisius Sorowajan. Skripsi. Yogyakarta: PGSD Universitas Sanata Dharma. Ary, D., Jacobs, L.C.,& Razavieh, A. (2007). Pengantar penelitian dalam pendidikan.Yogyakarta: Pustaka pelajar. Azizah, N. (2013). Pengaruh metode pembelajaran jigzaw terhadap hasil belajar mata pelajaran dasar kompetensi kejuruan di SMK Wongsorejo Gombong. Diakses pada tanggal 5 oktober 2013 dari: http://eprints.uny.ac.id/10164/1/JURNAL%20PENELITIAN.pdf Azwar. (2009). Reliabilitas dan validitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Buzan, T. (2008). Buku pintar mind map. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. Chang, Mae, dkk. (2014). Teacher reform in indonesia the role of politics and evidence in policy making. Washington, D.C: The World Bank. Cresswell, J. W. (2003). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches. Thousands Oaks: SAGE Publications, Inc. Dahar, R. W. (2011). Teori-teori belajar dan pembelajaran. Jakarta: Erlangga. Facione. (1990). Critical thinking: A statement of expert consensus for purposes of educational assessment and instruction. California: The california academic press. Facione. (2010). Critical thinking: What it is and why itu counts. California: The california press. Field, A.P. (2009). Discovering statistics using SPSS. London: SAGE. Firdaus. (2010). Uji coba metode mind mapping untuk meningkatkan kemampuan membaca sekilas (skimming). Diakses pada tanggal 28 oktober 2013 dari: http://file.upi.edu/direktori/proceeding/upiupsi/2010/book_2/uji_coba_met ode_mind_mapping_untuk_meningkatkan_kemampuan_membaca_sekilas _(skimming).pdf Ghozali, I. (2006). Aplikasi analisis multivariate dengan program SPSS. Semarang: Badan penerbit Universitas Diponegoro. Hariyanto., & Suyono. (2011). Belajar dan pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Horby, A. S. 1989. Oxford advanced learner’s dictionary. New York: Oxford University Press. 76

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Liberna, H. (2013). Peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa melalui penggunaan metode improve pada materi sistem persamaan linear dua variabel. Diakses pada tanggal 13 April 2014 dari: http://www.unindra.ac.id/Hawa-1.pdf Krathwohl, D. R. (2004). Methods of educational and social science research an integrated approach (second edition). Illinois:Waveland Press. Kurnianingsih, D. (2011). Pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap prestasi belajar dan berpikir kritis kategori kognitif pada mata pelajaran IPA SDK Sorowajan Yogyakarta. Skripsi. Yogyakarta: PGSD Universitas Sanata Dharma. Kuswana, W. (2011). Taksonomi berpikir. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Noor, J. (2011). Metodologi penelitian skripsi, tesis, disertasi, dan karya ilmiah. Jakarta: Kencana. Norma, K., Suwandi, S., & Anindyarini, A. (2012). Penerapan metode mind mapping untuk meningkatkan keterampilan berbicara pada siswa SMP. Diakses pada tanggal 11 Mei 2014 dari: http://bastind.fkip.uns.ac.id/wpcontent/uploads/2013/02/Norma-K.pdf Nurhasanah., & Syuri. (2011). Next step IPA aktif 5. Jakarta: Esis. Martin.(2006). A comparison between concept maps, mind maps, conceptual diagrams, and visual metaphors as complementary tools for knowledge construction and sharing. Diakses pada tanggal 13 April 2014 dari: http://liquidbriefing.com/twiki/pub/Dev/RefEppler2006/comparison_betw een_concept_maps_and_other_visualizations.pdf OECD. (2010). PISA 2009 Result: Executive summary. PISA: OECD Publishing. OECD. (2013). PISA 2012 Result: What students know and can do-student performance in mathematics, reading and science (volume I). PISA: OECD Publishing. Priyatno, D. (2008). Mandiri belajar SPSS. Yogyakarta: Media Kom. Poerwodarminto, J.S.W. (2008). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Balai Pustaka. Jakarta: PT Rineka Cipta. Sanjaya, W. (2006). Strategi pembelajaran berorientasi standar proses pendidikan. Jakarta: Kencana. Sarwono, J. (2010). Belajar statistik menjadi mudah dan cepat PASW statistics 18. Yogyakarta: CV. Andi. 77

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Sukmadinata. (2008). Metode penelitian pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Sumantri, M., & Permana, J.H. (2001). Strategi belajar mengajar. Bandung: CV. Maulana. Sulistyanto, H. (2008). Ilmu Pengetahuan Alam 5. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional. Sugiyanto. (2010). Model-model pembelajaran inovatif. Surakarta: Yuma Pustaka. Sugiyono. (2011). Metode penelitian kombinasi (Mixed Methods). Bandung: Alfabeta. Sugiyono. (2012). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan r&d. Bandung: Alfabeta. Sujana. (2009). Peta konsep (concept maps) dalam pembelajaran sains: studi pada siswa kelas V sekolah dasar. Diakses pada tanggal 13 April 2014 dari:http://file.upi.edu/Direktori/JURNAL/PENDIDIKAN_DASAR/Nomo r_1Oktober_2009/Peta_Konsep_%28Concept_Maps%29_dalam_Pembelaj aran_Sains_Studi_pada_Siswa_Kelas_V_Sekolah_Dasar_%28SD%29.pdf Suprayekti. (2008). Penerapan model pembelajaran interaktif pada mata pelajaran IPA di sd. Diakses pada tanggal 5 oktober 2013 website: http://www.teknologipendidikan.net Supriono. (2008). Penerapan model pembelajaran kooperatif peta konsep untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Diakses pada tanggal 13 April 2014 website: http://jurnaljpi.files.wordpress.com/2009/09/vol-3-no2-supriono.pdf Somakim. (2011). Peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa SMP dengan penggunaan pendidikan matematika realistik. Diakses pada tanggal 11 Mei 2014 dari: http://eprints.unsri.ac.id/1526/1/08Somakim_Matematika-%2842-48%29.pdf Trianto. (2010). Model pembelajaran terpadu: Konsep, strategi, dan implementasinya dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara. Yulius, O. (2010). Kompas IT kreatif SPSS 18. Yogyakarta: Panser Pustaka. 78

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 79

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 3.1 Silabus Kelompok Eksperimen 80

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 81

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 82

(101) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 83

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 84

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 85

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 86

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 3.2 Silabus Kelompok Kontrol 87

(106) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 88

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 89

(108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 90

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 91

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 92

(111) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 93

(112) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 3.3 RPP Kelompok Eksperimen 94

(113) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 95

(114) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 96

(115) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 97

(116) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 98

(117) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 99

(118) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 100

(119) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 101

(120) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 102

(121) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 103

(122) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 104

(123) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 105

(124) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 106

(125) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 107

(126) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 108

(127) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 3.4 RPP Kelompok Kontrol 109

(128) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 110

(129) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 111

(130) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 112

(131) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 113

(132) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 114

(133) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 115

(134) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 116

(135) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 117

(136) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 118

(137) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 119

(138) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 120

(139) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 121

(140) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 3.5 UJI VALIDITAS SOAL TABULASI SKOR UJI VALIDITAS No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 a 4 2 4 4 4 2 3 2 3 1 3 4 4 4 4 2 4 4 3 4 4 3 1 4 3 4 3 3 2 2 4 4 4 4 EVALUASI b c d 4 1 1 1 4 4 4 2 4 4 4 4 1 2 2 1 2 1 4 2 3 2 4 1 4 2 4 1 3 1 2 2 2 2 4 2 1 1 3 2 4 1 1 1 3 2 3 1 1 1 3 2 1 1 3 1 2 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 1 1 1 3 1 3 2 3 1 2 2 2 4 2 2 1 1 1 4 1 2 1 1 2 4 1 1 2 1 3 3 1 1 1 1 INFERENSI rata-rata a b c d 2,5 4 2 4 1,25 4 1 2 3,75 2 1 3 2,75 2 2 2 3,75 4 3 3 3 4 3 3 2,25 3 2 2 1,5 2 1 2 2 2 1 3 2,25 2 2 2 2,5 1 1 3 3,25 3 3 2 3 3 3 3 2,75 4 1 2 2,25 2 1 1 1,75 2 1 1 2,25 2 3 2 3,5 4 3 2 1,5 2 1 2 2,75 3 3 2 2,5 4 4 2 1,5 1 1 1 2 3 1 1 3 3 1 1 1,5 1 1 1 2,5 2 1 1 1,75 1 1 1 2 1 1 1 2 2 1 2 1,75 2 2 1 2 3 1 2 2,25 2 2 2 2,25 3 1 3 2 3 3 2 2 1 2 2 2 2 1 1 1 1 2 3 4 4 1 2 3 2 2 4 4 1 2 1 1 1 1 1 3 1 3 3 4 3 rata-rata 3 2 2 2 3 3 2 1,5 1,75 1,75 1,75 2,75 3,25 2,75 1,25 1,5 2,5 2,75 1,75 3 3,5 1 1,75 1,5 1 1,25 1 1 2 1,5 2,25 2,25 2,75 2,75 122

(141) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 2 4 4 3 2 4 4 4 3 3 3 3 3 1 2 3 1 2 3 2 4 4 2 2 3 1 1 4 4 2 1 1 1 1 1 1 2 2 1 2 1 1 4 4 2 2 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 2 3 1 4 1 1 1 3 3 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 2 1 2 1 1 1,75 3 2,5 1,5 1,25 3 3 2 1,5 1,5 1,5 1,5 1,5 1,25 1,75 1,75 1 1,75 1,5 1,5 2,75 3 3 1 3 1 1 3 3 3 1 1 3 2 1 4 2 1 2 4 3 2 2 1 1 1 2 1 1 1 3 3 1 1 2 2 1 2 1 1 1 4 3 1 2 1 2 2 3 3 2 1 2 2 1 1 2 1 1 2 1 1 2 2 2 2 2 1 2 2 3 1 2 2 2 3 1 1 4 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 2 1,5 2,75 1,5 1,5 1,75 2,5 2,75 1 1 2,75 1,5 1 2,25 1,25 1 1,5 2,75 2,25 1,5 2 1 123

(142) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HASIL PERHITUNGAN UJI VALIDITAS Correlations Total Total Pearson Correlation Inter 1 Sig. (2tailed) N Inter Pearson Correlation Sig. (2tailed) N Anal Pearson Correlation Sig. (2tailed) N Eva Pearson Correlation Sig. (2tailed) N Infe Pearson Correlation Sig. (2tailed) N Ekspla Pearson Correlation Sig. (2tailed) N Regul Pearson Correlation Sig. (2tailed) N Anal ,679 ** Eva ,758 ** Infe ,726 ** Ekspla ,761 ** Regul ,787 ** ,734 ** ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 56 56 56 56 56 56 56 ** 1 ,679 ,511 ,000 56 ,758 ** * 56 56 56 56 ** 1 ,511 ,460 ** ,330 * 56 56 56 ** 1 ,606 ,464 ** ,341 * 56 56 56 ** 1 ,448 56 ,433 ** ,502 ** 56 56 56 ** 1 ,653 ,001 ,001 ,000 56 56 56 56 56 * ** ,000 ,000 ,341 ,653 ,000 ,000 * ** 56 56 ,330 ,433 ,010 56 ** ** ,001 56 ,430 ,448 ,001 ,001 * ** 56 ,000 ,316 ,430 56 ,005 ** ** ,013 ,000 ,450 ,464 ,001 56 ** ** ,000 56 ,368 ,606 ,000 56 ** ,316 56 ,000 ,734 ** 56 ,000 ** ,450 ,018 ,000 ,787 ** ,000 56 ** ,368 ,005 56 ,761 ** ,000 ,000 ** ,460 ,000 ,000 ,726 ** ,502 ** ,616 ** ,000 56 56 ** 1 ,616 ,000 ,018 ,013 ,010 ,000 ,000 56 56 56 56 56 56 56 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). 124

(143) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 3.6 UJI RELIABILITAS SOAL HASIL PERHITUNGAN UJI RELIABILITAS Case Processing Summary N Cases Valid % 56 96,6 2 3,4 58 100,0 a Excluded Total a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha Cronbach's Alpha Based on Standardiz ed Items ,821 ,837 N of Items 6 Item Statistics Mean Std. Deviatio n N Inter 1,7545 ,66996 56 Anal 1,9330 ,87059 56 Eva 2,1446 ,67821 56 Infe 1,9598 ,70191 56 Ekspla 1,9732 ,56544 56 Regul 2,0313 1,01361 56 Summary Item Statistics Mean Item Means 1,966 Minimu m 1,754 Maximum 2,145 Range ,390 Maximum / Minimum Varianc e 1,222 ,016 N of Items 6 125

(144) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlatio n Squared Multiple Correlatio n Cronbach' s Alpha if Item Deleted Inter 10,0420 8,512 ,545 ,344 ,801 Anal 9,8634 7,449 ,607 ,464 ,789 Eva 9,6518 8,270 ,605 ,429 ,789 Infe 9,8366 8,026 ,647 ,486 ,781 Ekspla 9,8232 8,449 ,706 ,571 ,779 Regul 9,7652 7,163 ,534 ,400 ,817 Scale Statistics Mean 11,7964 Variance 11,090 Std. Deviatio n N of Items 3,33023 6 126

(145) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 3.7 RESUME EXPERT JUDGEMENT Resume Expert Judgement No Pernyataan Kesesuaian antara SK, KD, dan indikator Skala Dosen 1 Dosen 2 Guru 4 √ √ √ √ √ Saran 3 1 2 1 2 Kualitas perilaku yangdituntut dalam indikatormencerminkan keutuhanperkembangan pribadi siswa 4 √ 3 2 1 Kesesuaian indikator 1 dengan item soal yang diberikan 4 √ √ √ √ √ 3 3 2 1 Kesesuaian indikator 2 dengan item soal yang diberikan 4 √ 3 4 2 1 Kesesuaian indikator 3 dengan item soal yang diberikan 4 √ √ √ √ √ 3 5 2 1 Kesesuaian indikator 4 dengan item soal yang diberikan 4 √ 3 6 2 1 7 Kesesuaian indikator 5 dengan 4 √ √ √ 127

(146) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Pernyataan item soal yang diberikan Skala Dosen 1 Dosen 2 Guru √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Saran 3 2 1 Kesesuaian indikator 6 dengan item soal yang diberikan 4 3 8 2 1 Kejelasan perintah pengerjaan soal 4 3 9 2 1 Kualitas pedoman penilaian 4 3 10 2 1 Bentuk muka instrumen tes yang disajikan 4 3 11 2 1 Penggunaan bahasa Indonesia dan tata tulis baku 4 √ 3 12 2 1 Total 48 48 41 128

(147) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 4.1 SOAL Nama : Kelas : No Absen : Petunjuk Pengerjaan : 1. Tulis nama, kelas, dan no absen pada kotak yang disediakan! 2. Bacalah cerita di bawah ini ! 3. Setelah itu, jawablah pertanyaan sesuai dengan cerita yang sudah kamu baca! Pak Adi adalah seorang pedagang beras di Pasar Kranggan. Setiap hari Pak Adi dan pegawainya memindahkan beras dari toko ke truk untuk diantarkan kepada pembeli menggunakan beberapa jenis dari pesawat sederhana. Sebelum dibawa ke truk, beras dimasukkan ke karung – karung dengan menggunakan sekop. Untuk menaikkan beras ke truk, pak Adi menggunakan papan kayu agar lebih mudah mengangkut beras ke dalam truk. Beras tersebut tidak hanya diantar ke daerah-daerah yang dekat dengan toko Pak Adi, tetapi juga diantarkan ke daerah-daerah salah satunya daerah pegunungan yang berkelak-kelok jalannya. Sampai di tempat tujuan Pak Adi dan pegawainya menurunkan beras kemudian mengangkut beras dengan menggunakan gerobak roda satu untuk diantarkan ke tempat pembeli. Setelah dibayar Pak Adi dan pegawainya kembali ke toko. 129

(148) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Jawablah pertanyaan berikut ini dengan benar! 1. Kelompokkanlah alat-alat yang digunakan Pak Adi untuk mengangkut beras ke dalam jenis-jenis pesawat sederhana! __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ ________________________________________________________________ 2. Dari cerita di atas alat manakah yang dapat mempermudah dan membantu Pak Adi memindahkah beras dari truk ke toko? Jelaskan alasanmu! __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ ________________________________________________________________ 3. Perhatikan pernyataan-pernyataan pada soal a dan b di bawah ini! a. Perhatikan pernyataan-pernyataan di bawah ini lalu kelompokkan manakah pernyataan yang benar atau salah dengan melingkari jawaban yang benar. Berikan alasan untuk setiap jawaban yang sudah kamu kelompokkan. 1. Menaikkan beras dengan papan adalah salah satu pekerjaan yang menggunakan pesawat sederhana (benar/salah) __Alasan:__________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ ________________________________________________________________ 130

(149) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. Pesawat sederhana dapat mempermudah pekerjaan manusia (benar/salah) __Alasan:__________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ ________________________________________________________________ 3. Jalan yang berkelok-kelok tidak dipengaruhi oleh prinsip kerja pesawat sederhana(benar/salah) __Alasan:__________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ ________________________________________________________________ b. Pak Adi ingin memindahkan 80 kg beras dari toko ke truk yang ada di jalan dengan jarak 25 m. Manakah cara yang paling efektif dan paling benar dari berbagai jawaban di bawah ini untuk memindahkan beras? Berikan alasanmu! 1. Memindahkan beras menggunakan katrol majemuk 2. Memindahkan beras menggunakan katrol tetap 3. Memindahkan beras menggunakan katrol bebas Cara yang paling efektif dan benar adalah: __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ 131

(150) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4. Setelah sampai di rumah sang pembeli, Pak Adi menyuruh pegawainya untuk memindahkan beras ke dalam rumah pembeli. a. Sebutkan 3 cara agar pegawai Pak Adi dapat memindahkan beras dengan cepat selain menggunakan katrol! Jelaskan masing-masing alasanmu! __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ ________________________________________________________________ b. Dari ketiga cara yang sudah kamu sebutkan, manakah cara yang paling efektif yang dapat dilakukan oleh pegawai Pak Adi? Jelaskan alasanmu memilih cara itu! __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ ________________________________________________________________ 5. Perhatikan gambar di bawah ini! a. Ceritakan isi gambar di atas! __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ ________________________________________________________________ 132

(151) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI b. Mengapa kamu memilih alat tersebut ketika mengangkut beras? __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ ________________________________________________________________ c. Selain gambar di atas, jelaskan 3 cara yang dapat digunakan untuk mengangkut beras! __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ ________________________________________________________________ d. Sesuai dengan gambar di atas, jelaskan langkah-langkah yang kamu lakukan ketika mengangkat beras dari toko menuju ke truk! __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ ________________________________________________________________ 6. Bagaimana pendapatmu ketika ada teman yang memberikan saran kepadamu untuk menurunkan beras dari truk menggunakan katrol bebas? Apakah kamu akan mendengarkan saran dari temanmu dan mencari solusi yang tepat/menolak dengan sopan/menolak mentah-mentah/menerima begitu saja saran tersebut? Jelaskan alasanmu! __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ 133

(152) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 4.2 RUBRIK PENILAIAN SKOR 134

(153) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 135

(154) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 136

(155) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 137

(156) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 138

(157) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 139

(158) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 140

(159) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 141

(160) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 142

(161) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 143

(162) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 144

(163) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 145

(164) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 146

(165) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 147

(166) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 4.3 Nilai Pretest dan Posttest Kemampuan Evaluasi kelas eksperimen NO RES. PRETEST EKSPERIMEN ratarata POSTTEST I EKSPERIMEN a b c d a b c d 1 4 3 2 2 2,75 4 4 4 4 2 3 3 2 2 2,5 4 3 3 4 3 4 3 2 3 3 4 4 4 4 4 4 2 1 1 2 4 3 3 2 5 4 2 2 1 2,25 4 4 4 2 6 3 2 1 2 2 4 3 2 4 7 3 3 2 1 2,25 4 4 3 2 8 2 2 2 1 1,75 4 3 3 2 9 4 2 2 1 2,25 3 3 2 3 10 4 1 1 1 1,75 4 4 3 3 11 4 3 2 4 3,25 4 4 4 4 12 2 2 2 2 2 4 4 4 3 13 4 2 2 3 2,75 4 3 4 4 14 3 2 2 1 2 4 3 3 2 15 4 4 2 1 2,75 4 4 3 3 16 2 2 1 1 1,5 4 2 3 3 17 4 4 2 3 3,25 4 4 3 4 18 4 3 2 2 2,75 4 4 3 2 19 3 2 2 2 2,25 4 3 3 2 20 4 4 1 3 3 4 4 4 3 21 4 4 1 4 3,25 4 3 3 2 22 4 3 1 2 2,5 4 4 3 3 23 4 4 1 4 3,25 4 3 3 3 24 4 4 1 2 2,75 4 4 3 3 25 3 2 1 2 2 4 3 4 3 26 4 4 1 3 3 27 4 3 1 2 2,5 4 3 3 3 28 3 1 1 1 1,5 4 3 3 4 29 3 2 1 3 2,25 4 3 3 3 *Siswa tidak masuk, skor diambil dari rata-rata ratarata 4 3,5 4 3 3,5 3,25 3,25 3 2,75 3,5 4 3,75 3,75 3 3,5 3 3,75 3,25 3 3,75 3 3,5 3,25 3,5 3,5 3,4* 3,25 3,5 3,25 POSTTEST II EKSPERIMEN a 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 3 4 4 4 4 b 3 3 4 3 4 4 4 3 3 3 4 4 3 3 4 4 2 4 3 4 2 2 2 3 2 2 3 2 2 c 3 3 4 3 3 4 3 3 2 3 4 4 4 3 3 4 3 4 2 4 3 3 3 4 2 3 3 4 3 d 4 4 4 4 4 2 2 2 4 4 4 4 4 2 3 4 4 2 2 3 2 4 4 4 2 4 1 3 2 ratarata 3,25 3,5 4 3,5 3,75 3,5 3,25 3 3,25 3,5 4 4 3,5 3 3,5 4 3,25 3,5 2,75 3,5 2,75 3,25 3 3,75 2,25 3,25 2,75 3,25 2,75 148

(167) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 4.4 Nilai Pretest dan Posttest Kemampuan Evaluasi kelas Kontrol NO RES. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 PRETEST KONTROL a 4 4 3 4 2 3 3 3 1 4 4 3 3 3 3 2 4 4 3 3 3 2 3 3 2 3 2 2 2 b 1 3 3 4 3 2 3 2 2 4 3 3 3 3 3 2 3 4 2 3 3 3 3 2 2 2 2 2 1 c 1 1 1 1 2 1 1 1 1 2 2 2 3 2 2 2 2 3 1 1 1 2 1 1 2 4 1 1 1 d 3 2 1 3 2 2 2 2 2 2 2 3 1 2 2 3 3 4 2 1 2 3 3 1 1 1 1 1 1 ratarata 2,25 2,5 2 3 2,25 2 2,25 2 1,5 3 2,75 2,75 2,5 2,5 2,5 2,25 3 3,75 2 2 2,25 2,5 2,5 1,75 1,75 2,5 1,5 1,5 1,25 POSTTEST I KONTROL a 4 4 4 4 4 4 4 2 4 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 3 4 B 3 4 4 3 3 3 3 2 2 2 3 3 2 4 2 3 3 4 4 2 3 4 3 3 4 3 3 3 2 c 3 3 3 3 3 1 3 3 1 2 3 3 3 1 3 1 1 3 3 3 3 1 3 3 3 3 2 3 3 d 3 4 3 3 2 1 3 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 3 3 2 2 1 1 3 2 1 2 2 3 ratarata 3,25 3,75 3,5 3,25 3 2,25 3,25 2,25 2 2 2,75 2,75 2,5 2,5 2,25 2,25 2,25 3,5 3,5 2,5 3 2,5 2,75 3,25 3,25 2,75 2,5 2,75 3 POSTTEST II KONTROL a 4 4 4 3 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 3 4 4 3 4 4 4 b 2 3 4 2 3 4 3 2 2 4 2 3 3 4 3 3 2 3 2 3 2 4 4 4 4 2 4 4 3 c 3 3 3 3 2 2 3 3 2 3 1 3 3 3 2 3 2 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 d 2 2 3 3 2 2 3 4 1 3 2 3 2 2 1 3 2 2 3 3 3 3 4 3 3 4 3 4 2 ratarata 2,75 3 3,5 2,75 2,75 3 3,25 3 2 3,5 2,25 3,25 3 3,25 2,5 3,25 2,5 3 2,75 3,25 3 3,5 3,5 3,5 3,5 3 3,5 3,75 3,25 149

(168) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 4.5 Nilai Pretest dan Posttest Kemampuan Inferensi kelas eksperimen NO RES. PRETEST EKSPERIMEN ratarata POSTTEST I EKSPERIMEN a b c d a B c d 1 2 1 2 3 2 4 4 4 4 2 2 1 1 2 1,5 3 3 3 4 3 3 2 2 2 2,25 3 3 4 4 4 2 1 2 2 1,75 3 1 3 4 5 2 1 1 1 1,25 3 3 2 4 6 1 1 2 2 1,5 2 1 1 2 7 2 2 2 2 2 3 3 2 4 8 2 2 2 3 2,25 3 2 2 4 9 3 1 2 2 2 2 3 3 4 10 2 2 2 3 2,25 3 3 2 2 11 2 2 3 3 2,5 4 3 3 4 12 3 2 2 2 2,25 4 3 3 4 13 3 2 2 2 2,25 3 3 2 4 14 1 1 1 2 1,25 3 2 2 2 15 3 2 3 3 2,75 3 3 2 2 16 3 2 1 1 1,75 3 3 3 4 17 3 2 2 2 2,25 3 3 2 4 18 2 1 2 2 1,75 4 3 3 4 19 2 3 2 2 2,25 2 2 4 2 20 3 2 2 4 2,75 3 3 3 4 21 2 2 2 4 2,5 3 3 2 2 22 2 2 2 3 2,25 3 3 3 4 23 2 1 2 4 2,25 3 3 2 4 24 3 3 3 4 3,25 4 4 4 4 25 3 3 3 4 3,25 4 4 4 4 26 3 1 1 1 1,5 27 2 2 2 4 2,5 3 2 3 4 28 2 1 1 1 1,25 1 1 3 4 29 2 2 2 2 2 3 2 2 4 *Siswa tidak masuk, skor diambil dari rata-rata ratarata 4 3,25 3,5 2,75 3 1,5 3 2,75 3 2,5 3,5 3,5 3 2,25 2,5 3,25 3 3,5 2,5 3,25 2,5 3,25 3 4 4 3,01* 3 2,25 2,75 POSTTEST II EKSPERIMEN a 3 3 3 2 2 2 3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 1 4 2 1 3 4 3 2 4 2 2 1 4 b 3 3 3 2 3 1 3 3 3 3 3 3 4 1 2 3 2 2 2 2 3 4 1 2 3 2 2 1 2 c 4 3 4 1 2 2 4 3 2 2 3 2 4 1 2 4 3 3 3 1 2 3 1 4 2 3 1 1 3 d 3 2 4 4 1 3 4 4 2 2 4 2 4 1 3 4 2 2 1 1 2 4 2 3 1 2 1 1 3 ratarata 3,25 2,75 3,5 2,25 2 2 3,5 3,25 2,75 2,5 3,25 2,5 4 1,5 2,5 3,5 2 2,75 2 1,25 2,5 3,75 1,75 2,75 2,5 2,25 1,5 1 3 150

(169) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 4.6 Nilai Pretest dan Posttest Kemampuan Inferensi kelas Kontrol NO RES. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 PRETEST KONTROL A 2 3 2 3 2 3 3 3 4 4 4 3 3 3 2 1 3 3 2 3 3 2 3 2 3 2 2 2 2 b 2 3 1 1 2 2 3 3 3 3 2 3 3 2 1 1 2 3 2 2 2 2 2 1 2 2 1 1 1 c 2 2 3 3 2 3 3 2 3 4 3 2 2 2 2 3 2 1 2 2 2 2 3 2 3 2 3 3 2 d 2 4 4 4 1 1 4 4 2 3 2 1 2 1 1 1 2 3 1 1 2 1 4 1 1 2 3 2 1 ratarata 2 3 2,5 2,75 1,75 2,25 3,25 3 3 3,5 2,75 2,25 2,5 2 1,5 1,5 2,25 2,5 1,75 2 2,25 1,75 3 1,5 2,25 2 2,25 2 1,5 POSTTEST I KONTROL a 3 3 3 2 2 3 3 1 3 3 3 2 1 4 3 3 3 3 2 2 3 3 2 3 3 3 3 3 3 b 2 3 3 2 1 2 3 1 2 1 1 1 2 4 3 1 3 3 2 2 2 2 3 2 2 3 3 3 2 c 2 3 1 1 1 2 1 3 2 1 1 1 2 3 3 3 3 2 3 2 3 2 2 3 3 3 2 2 1 d 2 4 1 1 1 4 1 2 3 1 4 1 2 4 4 4 4 4 4 2 3 3 2 3 4 3 3 2 1 ratarata 2,25 3,25 2 1,5 1,25 2,75 2 1,75 2,5 1,5 2,25 1,25 1,75 3,75 3,25 2,75 3,25 3 2,75 2 2,75 2,5 2,25 2,75 3 3 2,75 2,5 1,75 POSTTEST II KONTROL a 4 2 4 3 4 4 4 4 4 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 2 3 3 3 3 3 b 2 2 2 3 2 2 3 2 2 2 1 2 3 1 2 3 2 3 2 1 3 1 4 2 3 1 3 3 1 c 2 2 4 3 3 3 2 3 2 2 1 2 2 2 3 3 3 2 2 1 2 2 4 2 3 2 3 3 2 d 2 1 3 2 3 2 1 2 4 2 4 4 4 4 2 3 4 4 1 1 4 4 3 4 4 4 4 4 2 ratarata 2,5 1,75 3,25 2,75 3 2,75 2,5 2,75 3 2 2,25 2,75 3 2,5 2,5 3 3 3 2 1,5 3,25 2,5 3,5 2,5 3,25 2,5 3,25 3,25 2 151

(170) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 4.7 Uji Normalitas Kemampuan Evaluasi One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test PreEk sEva PostEksE va1 PostEks Eva2 PreKon Eva 29 29 29 29 29 29 2,4483 3,4017 3,3276 2,2845 2,7931 3,0690 ,53192 ,33634 ,43355 ,54578 ,49130 ,41671 ,129 ,144 ,153 ,138 ,158 ,128 ,144 ,139 ,140 ,138 ,116 -,129 -,132 -,153 -,102 -,134 -,158 ,129 ,144 ,153 ,140 ,138 ,158 c,d c c c c N Normal a Parameters ,b Most Extreme Differences Mean Std. Deviatio n Absolut e Positive Negativ e Test Statistic Asymp. Sig. (2-tailed) ,200 ,130 ,080 PostKon Eva1 ,140 ,156 ,164 PostKonE va2 ,061 c a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. LAMPIRAN 4.8 Uji Pretest Kemampuan Awal Evaluasi Group Statistics Kelompok PreEksKonEva N Pretest Eksperimen Evaluasi Pretest Kontrol Evaluasi Mean Std. Deviation Std. Error Mean 29 2,4483 ,53192 ,09878 29 2,2845 ,54578 ,10135 152

(171) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances F Pre Eks Kon Eva Equal variances assumed Equal variances not assumed t-test for Equality of Means Sig. ,16 3 t ,688 df 95% Confidence Interval of the Difference Sig. (2tailed) Mean Differe nce Std. Error Differe nce Lower Upper 1,157 56 ,252 ,16379 ,14152 -,11971 ,44729 1,157 55,96 3 ,252 ,16379 ,14152 -,11971 ,44730 LAMPIRAN 4.9 Uji Normalitas Selisih Skor Pretest ke Posttest One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test SelEksEva1 SelKonEva1 SelEksInfe1 SelKonInfe1 29 29 29 29 ,9531 ,5086 ,8969 ,1207 Std. Deviation ,49536 ,71490 ,56147 ,96737 Absolute ,152 ,158 ,151 ,139 Positive ,152 ,158 ,151 ,119 Negative -,134 -,100 -,121 -,139 ,152 ,158 ,151 ,139 c c c N Normal a,b Parameters Most Extreme Differences Mean Test Statistic Asymp. Sig. (2-tailed) ,085 ,061 ,088 ,157 c a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. 153

(172) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 4.10 Uji Selisih Skor Pretest ke Posttest Kemampuan Evaluasi Group Statistics Kelompok SelEksKonEva1 N Selisih Eksperimen Evaluasi 1 Selisih Kontrol Evaluasi 1 Std. Deviation Mean Std. Error Mean 29 ,9531 ,49536 ,09199 29 ,5086 ,71490 ,13275 Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances F SelEks KonEv a1 Equal variances assumed Equal variances not assumed Sig. 6,190 ,016 t-test for Equality of Means t df Sig. (2tailed) Mean Differ ence Std. Error Differen ce 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper 2,752 56 ,008 ,4444 8 ,16151 ,12094 ,76802 2,752 49,850 ,008 ,4444 8 ,16151 ,12006 ,76891 LAMPIRAN 4.11 Uji Perbandingan skor pretest ke posttest I kemampuan Evaluasi Paired Samples Statistics Mean Pair 1 PostEksEva1 PreEksEva Pair 2 PostKonEva1 PreKonEva Std. Deviation N Std. Error Mean 3,4017 29 ,33634 ,06246 2,4483 29 ,53192 ,09878 2,7931 29 ,49130 ,09123 2,2845 29 ,54578 ,10135 154

(173) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Paired Samples Correlations N Pair 1 PostEksEva1 & PreEksEva Pair 2 PostKonEva1 & PreKonEva Correlation Sig. 29 ,422 ,023 29 ,053 ,787 Paired Samples Test Pair 1 Pair 2 PostEksEva1 PreEksEva PostKonEva1 PreKonEva Mean Paired Differences 95% Confidence Interval of the Std. Std. Difference Deviati Error on Mean Lower Upper ,95345 ,49496 ,09191 ,76517 ,50862 ,71490 ,13275 ,23669 t df Sig. (2tailed) 1,14172 10,373 28 ,000 ,78055 3,831 28 ,001 LAMPIRAN 4.12 Uji Perbandingan skor posttest I ke posttest II Kemampuan Evaluasi Paired Samples Statistics Mean Pair 1 PostEksEva2 PostEksEva1 Pair 2 PostKonEva2 PostKonEva1 Std. Deviation N Std. Error Mean 3,3276 29 ,43355 ,08051 3,4017 29 ,33634 ,06246 3,0690 29 ,41671 ,07738 2,7931 29 ,49130 ,09123 155

(174) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Paired Samples Correlations N Correlation Sig. Pair 1 PostEksEva2 & PostEksEva1 29 ,422 ,023 Pair 2 PostKonEva2 & PostKonEva1 29 ,149 ,442 Paired Samples Test Mean Pair 1 Pair 2 Paired Differences 95% Confidence Interval of the Std. Std. Difference Deviati Error on Mean Lower Upper T df Sig. (2tailed) PostEks Eva2 PostEks Eva1 -,07414 ,42207 ,07838 -,23469 ,08641 -,946 28 ,352 PostKon Eva2 PostKon Eva1 ,27586 ,59516 ,11052 ,04947 ,50225 2,496 28 ,019 156

(175) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 4.13 Uji Besar Efek Pengaruh (Effect Size) Kemampuan Evaluasi Koefisien Korelasi pada Kelompok Koefisien Korelasi pada Kelompok Kontrol Eksperimen √ √ √ √ √ √ √ √ 07 Persentase Pengaruh Penggunaan Metode Mind Map pada kelompok Eksperimen Persentase Pengaruh Penggunaan Metode Mind Map pada kelompok Kontrol 2 R = r x 100% R = 0,892 x 100% R = r2 x 100% R = 0,582 x 100% R = 0,79 x 100% R = 0,34 x 100% R = 79% R = 34% 157

(176) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 4.14 Uji Normalitas Kemampuan Inferensi One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test PreEk sInfe PostEksI nfe1 PostEksI nfe2 PreKonI nfe PostKo nInfe1 PostKon Infe2 29 29 29 29 29 29 2,5517 2,2931 2,4138 2,6810 N Normal a,b Parameters Most Extreme Differences Mean 2,1121 Std. Deviation ,52859 ,56094 ,76584 ,55929 ,65218 ,49954 Absolute ,156 ,149 ,095 ,151 ,145 ,152 Positive ,156 ,120 ,088 ,151 ,087 ,093 Negative -,155 -,149 -,095 -,104 -,145 -,152 ,156 ,149 ,095 ,151 ,145 ,152 c c c,d c c Test Statistic Asymp. Sig. (2-tailed) ,070 3,0090 ,100 ,200 ,088 ,121 ,084 c a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. 158

(177) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 4.15 Uji Pretest Kemampuan Awal Inferensi Group Statistics Kelompok PreEksKonInfe N Pretest Eksperimen Inferensi Pretest Kontrol Inferensi Mean Std. Deviation Std. Error Mean 29 2,1121 ,52859 ,09816 29 2,2931 ,55929 ,10386 Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances F PreEks KonInfe Equal varianc es assum ed Equal varianc es not assum ed ,215 t-test for Equality of Means Sig. t ,645 Df Sig. (2tailed) Mean Differe nce 95% Confidence Interval of the Difference Std. Error Differen ce Lower Upper -1,267 56 ,210 ,18103 ,14290 -,46730 ,10523 -1,267 55,822 ,210 ,18103 ,14290 -,46732 ,10525 LAMPIRAN 4.16 Uji Selisih Skor Pretest ke Posttest Kemampuan Inferensi Group Statistics Kelompok SelEksKonInfe1 N Mean Std. Deviation Std. Error Mean Selisih Eksperimen Inferensi 1 29 ,8969 ,56147 ,10426 Selisih Kontrol Inferensi 1 29 ,1207 ,96737 ,17964 159

(178) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Levene's Test for Equality of Variances F SelEk sKonI nfe1 Equal varianc es assume d Equal varianc es not assume d t-test for Equality of Means Sig. 10,5 25 t ,002 Sig. (2tailed) df Mean Differen ce Std. Error Differen ce 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper 3,737 56 ,000 ,77621 ,20770 ,36013 1,19228 3,737 44,94 2 ,001 ,77621 ,20770 ,35786 1,19455 LAMPIRAN 4.17 Uji Perbandingan skor pretest ke posttest I Kemampuan Inferensi Paired Samples Statistics Mean Pair 3 PostEksInfe1 PreEksInfe Pair 4 PostKonInfe1 PreKonInfe Std. Error Mean Std. Deviation N 3,0090 29 ,56094 ,10416 2,1121 29 ,52859 ,09816 2,4138 29 ,65218 ,12111 2,2931 29 ,55929 ,10386 Paired Samples Correlations N Pair 3 PostEksInfe1 & PreEksInfe Pair 4 PostKonInfe1 & PreKonInfe Correlation Sig. 29 ,470 ,010 29 -,271 ,155 160

(179) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Paired Samples Test Paired Differences Std. Deviation Mean Pair 3 Pair 4 95% Confidence Interval of the Difference Std. Error Mean Lower Upper T df Sig. (2tailed) PostEksInfe1 PreEksInfe ,89690 ,56147 ,10426 ,68333 1,11047 8,602 28 ,000 ,12069 ,96737 ,17964 -,24728 ,48866 ,672 28 ,507 PostKonInfe1 - PreKonInfe LAMPIRAN 4.18 Uji Perbandingan skor posttest I ke posttest II Kemampuan Inferensi Paired Samples Statistics Mean Pair 3 PostEksInfe2 PostEksInfe1 Pair 4 PostKonInfe2 PostKonInfe1 Std. Error Mean Std. Deviation N 2,5517 29 ,76584 ,14221 3,0090 29 ,56094 ,10416 2,6810 29 ,49954 ,09276 2,4138 29 ,65218 ,12111 Paired Samples Correlations N Correlation Sig. Pair 3 PostEksInfe2 & PostEksInfe1 29 ,409 ,028 Pair 4 PostKonInfe2 & PostKonInfe1 29 ,043 ,826 161

(180) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Paired Samples Test Paired Differences Mean Pair 3 Pair 4 Std. Deviation 95% Confidence Interval of the Difference Std. Error Mean Lower Upper t Sig. (2tailed) Df PostEksI nfe2 PostEksI nfe1 -,45724 ,74137 ,13767 -,73924 -,17524 -3,321 28 ,003 PostKonI nfe2 PostKonI nfe1 ,26724 ,80437 ,14937 -,03873 ,57321 1,789 28 ,084 LAMPIRAN 4.19 Uji Besar Efek Pengaruh (Effect Size) Kemampuan Inferensi Koefisien Korelasi pada Kelompok Koefisien Korelasi pada Kelompok Kontrol Eksperimen √ √ √ √ √ √ √ √ Persentase Pengaruh Penggunaan Metode Mind Persentase Pengaruh Penggunaan Metode Mind Map pada kelompok Eksperimen R = r2 x 100% Map pada kelompok Kontrol R = r2 x 100% R = 0,122 x 100% R = 0,852 x 100% R = 0,01 x 100% R = 0,7225 x 100% R = 1% R = 72,25% 162

(181) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 4.20 Foto –foto penelitian Pembelajaran di kelompok eksperimen 163

(182) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 164

(183) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 165

(184) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 166

(185) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Pembelajaran di kelompok kontrol 167

(186) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 4.21 Foto-foto Mind Map yang dibuat oleh siswa 168

(187) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 169

(188) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 170

(189) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 4.22 Surat Ijin Penelitian dari FKIP 171

(190) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 4.23 Surat Telah Melakukan Penelitian 172

(191) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI CURRICULUM VITAE Susana Gramita Jati merupakan anak pertama dari pasangan Drs. C Tondo Slamet dan Victoria Yami Widarni. Lahir di Yogyakarta pada tanggal 2 Oktober 1990. Pendidikan awal dimulai di TK Indriasana Baciro pada tahun 1996-1998. Tahun 1998-2004 sekolah di SD Kanisius Baciro kemudian melanjutkan di SMP Pangudi Luhur 2 pada tahun 2004-2007. Tahun 2007-2010 melanjutkan pendidikan di SMA Stella Duce 2 Yogyakarta kemudian melanjutkan pendidikan perguruan tinggi di Universitas Sanata Dharma pada tahun 2010 sampai sekarang. Semasa menempuh pendidikan di Universitas Sanata Dharma penulis pernah mengikuti berbagai kegiatan di antaranya: Panitia Pensi PGSD 2010, Panitia Parade Gamelan Anak 2010, dan Dampok INFISA 2011, dan Panitia Natal 2013 di SDK Demangan Baru I Yogyakarta. Seminar dan workshop yang pernah diikuti adalah workshop Maria Montessori untuk pada tahun 2011, Seminar “Phylosophy of children” pada tahun 2011, Workshop mendongeng pada tahun 2011, UNA seminar and workshop pada tahun 2012 dan diserminasi Montessori pada tahun 2013. Penulis juga pernah menjuarai lomba musik antar kelas dengan peringkat I. 173

(192)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Pengaruh penggunaan metode Inkuiri terhadap kemampuan menjelaskan dan menginterpretasi pada pelajaran IPA SD Kanisius Demangan Baru 1 Yogyakarta
1
8
168
Pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap prestasi belajar dan berpikir kritiskategori afektif umum pada mata pelajaran IPA SDK Demangan Baru 1 - USD Repository
0
0
192
Pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap prestasi belajar dan berpikir kritis kategori afektif khusus pada mata pelajaran IPA SDK Demangan Baru I Yogyakarta - USD Repository
0
2
207
Pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap prestasi belajar dan berpikir kritis kategori kognitif pada mata pelajaran IPA SDK Demangan Baru 1 - USD Repository
0
0
190
Pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada mata pelajaran IPA di SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta - USD Repository
0
0
144
Pengaruh penggunaan mind map terhadap kemampuan menganalisis dan mengevaluasi pada pelajaran IPA kelas V SD Kanisius, Wirobrajan - USD Repository
0
0
164
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis pada mata pelajaran IPA SD Kanisius Kalasan Yogyakarta - USD Repository
0
0
141
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis pada mata pelajaran IPA kelas V SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta - USD Repository
0
0
168
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada mata pelajaran IPA SDN Tamanan 1 Yogyakarta - USD Repository
0
0
188
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada mata pelajaran IPA SD BOPKRI Gondolayu Yogyakarta - USD Repository
0
0
146
Pengaruh penggunaan metode Mind Map terhadap kemampuan eksplanasi dan regulasi diri pada mata pelajaran IPA kelas V SD N Sokowaten Baru Banguntapan Bantul Yogyakarta - USD Repository
0
0
203
Pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan evaluasi dan inferensi pada mata pelajaran IPA SD Negeri Percobaan 3 Pakem Yogyakarta - USD Repository
0
2
162
Pengaruh penggunaan metode Inkuiri terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis mata pelajaran IPA SD Bopkri Gondolayu Yogyakarta - USD Repository
0
0
169
Pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan interpretasi dan analisis pada mata pelajaran IPA kelas V SD Pangudi Luhur Yogyakarta - USD Repository
0
1
142
Pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan eksplanasi dan regulasi diri pada mata pelajaran IPA kelas V SD N Percobaan 3 Pakem Yogyakarta - USD Repository
0
2
167
Show more